UNIPMAUNIPMA

D'edukasi: Jurnal Pengabdian MasyarakatD'edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di RW. 09 Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang memiliki jumlah pelaku UMKM yang cukup banyak. Bidang usaha yang ada di RW 09 bervariasi dan beragam mulai dari usaha di bidang produk makanan, minuman, fashion, tanaman dan jasa. Keberadaan para pelaku UMKM ini juga mampu meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar. Para pelaku UMKM tersebut di atas sebagian besar belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Tujuan diadakan pengabdian ini agar UMKM di RW.09 memiliki Nomor Induk Berusaha. Dalam melaksanakan Pengabdian Kepada masyarakat ada 3 tahapan yang dilakukan oleh tim pengabdi dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang pertama yaitu survey dan observasi ke UMKM di lapangan, kedua sosialisasi pentingnya kepemilikan NIB bagi UMKM dan ketiga pendampingan pendaftaran NIB melalui aplikasi OSS secara door to door, pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha) dilakukan secara cepat dan sederhana.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu survei dan observasi, sosialisasi pentingnya NIB bagi UMKM, serta pendampingan pendaftaran NIB melalui aplikasi OSS secara door to door.Pendaftaran NIB terbukti dapat dilakukan secara cepat dan sederhana.Ke depan, pendampingan pendaftaran NIB secara online melalui aplikasi OSS dapat dilakukan secara terprogram oleh pihak kelurahan bekerja sama dengan Dinas Koperasi agar seluruh UMKM di Kelurahan Arjowinangun memiliki Nomor Induk Berusaha.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas pendampingan door to door dibandingkan pendekatan kelompok dalam meningkatkan jumlah UMKM yang memiliki NIB di wilayah perkotaan dan pedesaan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi hambatan psikologis dan informasi yang dialami pelaku UMKM dalam mengakses sistem OSS, termasuk rasa takut, ketidaktahuan, atau persepsi tentang kompleksitas birokrasi digital. Ketiga, perlu dikaji bagaimana integrasi data NIB dengan program bantuan pemerintah seperti bantuan pembiayaan atau pelatihan usaha dapat meningkatkan produktivitas dan skalabilitas UMKM secara nyata. Penelitian lanjutan dapat menguji model kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan UMKM dalam membangun ekosistem digital yang mendukung pendaftaran dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Studi ini juga bisa mengevaluasi peran kelurahan sebagai pusat layanan administrasi UMKM berbasis digital. Selain itu, dapat dikembangkan sistem pendampingan berbasis aplikasi lokal yang memandu pelaku usaha mikro secara langkah demi langkah, terutama bagi yang minim literasi digital. Penelitian juga dapat mengukur dampak hukum dan finansial dari kepemilikan NIB terhadap akses kredit dan perlindungan usaha. Model pendampingan yang sukses dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial dan ekonomi berbeda. Dengan demikian, penelitian dapat merancang kerangka kebijakan mikro yang mendukung formalisasi UMKM secara inklusif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa transformasi digital tidak meninggalkan pelaku usaha kecil yang rentan.

Read online
File size318.11 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test