UNDIKMAUNDIKMA

Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP MataramPrisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram

Anak dengan disabilitas intelektual mengalami masalah pada fungsi intelektual dan adaptif yang muncul selama perkembangan, terutama dalam keterampilan sosial. Salah satu strategi efektif untuk mengatasi interaksi sosial yang tidak adaptif pada anak dengan disabilitas intelektual adalah terapi bermain. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode terapi bermain konvensional dengan video edukasi terhadap keterampilan sosial anak dengan disabilitas intelektual. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) C Tulungagung yang dibagi menjadi dua kelompok. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi keterampilan sosial dan analisis statistik menggunakan uji t independen. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada keterampilan sosial antara responden yang menggunakan terapi bermain dengan metode puzzle konvensional dan video edukasi origami (p = 0,048 < 0,05). Penggunaan video instruksional juga meningkatkan antusiasme belajar anak. Oleh karena itu, media audiovisual seperti video dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial anak dengan disabilitas intelektual.

Terapi bermain dengan metode video edukasi origami terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan sosial anak dengan disabilitas intelektual.Media video tidak hanya merangsang minat dan perhatian siswa, tetapi juga mempermudah pemahaman serta memperkaya pengalaman belajar.Dengan demikian, penggunaan media audiovisual dapat menjadi strategi efektif untuk memperbaiki keterampilan sosial pada anak dengan disabilitas intelektual.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah kombinasi antara terapi bermain berbasis video edukasi dan kegiatan praktis langsung, seperti sesi origami bersama guru atau orang tua, memberikan dampak yang lebih besar terhadap perkembangan keterampilan sosial anak dengan disabilitas intelektual. Selain itu, penting untuk menguji efektivitas video edukasi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat keparahan disabilitas, sehingga dapat diketahui apakah personalisasi konten meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran dibandingkan video generik. Selanjutnya, studi longitudinal dengan periode pengamatan selama satu tahun dapat menilai keberlanjutan perbaikan keterampilan sosial serta dampaknya pada fungsi adaptif anak di lingkungan sekolah dan rumah, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang manfaat jangka panjang media audiovisual dalam intervensi khusus, sehingga memberikan pedoman praktis bagi guru, terapis, dan pembuat kebijakan dalam merancang program intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian juga dapat menyertakan evaluasi terhadap persepsi guru dan orang tua mengenai kemudahan penggunaan serta biaya implementasi video edukasi, untuk memastikan bahwa strategi ini dapat diterapkan secara luas di berbagai fasilitas pendidikan inklusif.

  1. Comparison of Conventional Play Therapy Methods and Educational Videos on Social Skills in Children with... doi.org/10.33394/j-ps.v11i3.8202Comparison of Conventional Play Therapy Methods and Educational Videos on Social Skills in Children with doi 10 33394 j ps v11i3 8202
  2. Pengaruh Terapi Bermain terhadap Kemampuan Sosialisasi Anak Retardasi Mental | Jurnal Ilmiah Kesehatan... e-journal.akesrustida.ac.id/index.php/jikr/article/view/132Pengaruh Terapi Bermain terhadap Kemampuan Sosialisasi Anak Retardasi Mental Jurnal Ilmiah Kesehatan e journal akesrustida ac index php jikr article view 132
Read online
File size641.23 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test