UNIRA MALANGUNIRA MALANG

AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesAL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies

Pengajaran pendidikan nilai-nilai Islam dianggap oleh para pendidik Muslim sebagai solusi krisis moral yang dihadapi oleh masyarakat Muslim kontemporer termasuk Bangsamoro di wilayah konflik Mindanao, Filipina. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menguji kembali pendekatan Badan Pembangunan Bangsamoro (BDA) dalam mengajarkan pendidikan nilai-nilai Islam. Melalui penggunaan metode studi kualitatif, seperti analisis isi data yang dikumpulkan melalui studi pustaka dan observasi partisipan, peneliti menemukan bahwa BDA, yang bertugas untuk menentukan, memimpin dan mengelola proyek pembangunan di daerah yang terkena dampak konflik di Mindanao, telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan menerapkan metode pendidikan Islam tradisional seperti talim, tarbiyyah, dan tadib tetapi melalui bahasa teori pendidikan modern, disesuaikan dengan situasi yang mereka hadapi. Alih-alih menggunakan terminologi Islam seperti itu, BDA menggunakan istilah tersebut sebagai metode experiential-learning (ceramah, lokakarya, refleksi dan demonstrasi, dan skema tindak lanjut). Dengan ini, BDA dapat memainkan peran yang ditugaskan dengan penerimaan berbagai pemangku kepentingan termasuk organisasi pemerintah dan non-pemerintah. Pemerintah BARMM juga dapat mempertimbangkan strategi ini dalam melembagakan landasan tata kelola moralnya dalam mengatasi persoalan korupsi, manipulasi dan tata kelola pemerintahan yang buruk.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Badan Pembangunan Bangsamoro (BDA) telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam metode pengajaran mereka di tengah situasi konflik di Mindanao.BDA menggunakan metode pendidikan Islam tradisional yang disesuaikan dengan teori pendidikan modern, dan berhasil diterima oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi pemerintah dan non-pemerintah.Pengalaman BDA dapat menjadi contoh bagi pemerintah BARMM dalam melembagakan tata kelola moral untuk mengatasi masalah korupsi, manipulasi, dan tata kelola pemerintahan yang buruk.Metode experiential-learning yang digunakan BDA, seperti ceramah, lokakarya, refleksi, dan demonstrasi, terbukti efektif dalam mengajarkan nilai-nilai Islam kepada para peserta pelatihan.Penelitian ini menyarankan agar pemerintah BARMM mempertimbangkan integrasi pengajaran nilai-nilai Islam dalam institusi pendidikan yang dikendalikan pemerintah untuk mengatasi krisis moral di kalangan pemuda Bangsamoro.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut efektivitas metode experiential-learning dalam mengajarkan nilai-nilai Islam di tengah situasi konflik. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana metode tersebut dapat diterapkan dan disesuaikan dengan konteks lokal, serta bagaimana metode ini dapat mempengaruhi perubahan perilaku dan nilai-nilai peserta pelatihan. 2. Menganalisis dampak jangka panjang dari program pengajaran nilai-nilai Islam yang diterapkan oleh BDA. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh BDA mempengaruhi perilaku dan keputusan peserta pelatihan dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat mempengaruhi perkembangan moral dan spiritual mereka. 3. Meneliti strategi-strategi inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam institusi pendidikan pemerintah di BARMM. Penelitian ini dapat mengusulkan model-model pengajaran yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah dan universitas, serta bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan metode pengajaran yang ada.

Read online
File size616.38 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test