IJNMSIJNMS

International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)

Pemahaman tentang kebutuhan nutrisi bayi adalah hal yang penting, namun tingkat menyusui eksklusif di Indonesia masih rendah. Salah satu tantangan utama pada masa pasca persalinan awal adalah aliran air susu yang tidak memadai, yang sering dikaitkan dengan kecemasan ibu dan stimulasi yang tidak cukup dari hormon prolaktin dan oksitosin. Intervensi non-farmakologis yang fokus pada relaksasi ibu mungkin mendukung laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi terapi HYPROLA, kombinasi hipnobreastfeeding dan aromaterapi lavender, terhadap aliran air susu pada ibu pasca persalinan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen satu kelompok pretest-posttest dengan 15 ibu pasca persalinan dalam 2-7 hari setelah persalinan. Partisipan dipilih menggunakan sampling total. Terapi HYPROLA diberikan sesuai protokol standar. Aliran air susu dinilai sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam aliran air susu setelah intervensi. Sebelum terapi HYPROLA, hanya 13,3% partisipan mengalami aliran air susu yang lancar, sedangkan setelah intervensi, 93,3% menunjukkan aliran air susu yang lancar (p = 0,001). Kesimpulan: Terapi HYPROLA secara signifikan meningkatkan aliran air susu pada ibu pasca persalinan. Intervensi ini dapat menjadi pendekatan yang aman dan efektif untuk mendukung praktik menyusui yang berhasil dalam perawatan bidan.

Terapi HYPROLA terbukti efektif meningkatkan aliran air susu pada ibu pasca persalinan.Mekanisme HYPROLA bekerja melalui relaksasi psikologis dan fisiologis, mengurangi kecemasan ibu, serta meningkatkan pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga meningkatkan produksi air susu dan memfasilitasi aliran air susu yang lebih lancar.Oleh karena itu, HYPROLA layak direkomendasikan sebagai intervensi yang aman, komplementer, dan mudah diterapkan untuk mendukung keberhasilan laktasi dan hasil menyusui pada bayi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang terapi HYPROLA terhadap durasi menyusui eksklusif. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan antara HYPROLA dengan intervensi non-farmakologis lainnya untuk mengevaluasi efektivitasnya secara lebih luas. Studi juga dapat mengeksplorasi penerapan HYPROLA dalam lingkungan budaya yang berbeda untuk memahami adaptasi intervensi ini di berbagai konteks sosial.

  1. Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Nifas Sebelum dan Sesudah Pemberian Hypnobreastfeeding dan Aromaterapi... journal.hasbaedukasi.co.id/index.php/jurmie/article/view/251Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Nifas Sebelum dan Sesudah Pemberian Hypnobreastfeeding dan Aromaterapi journal hasbaedukasi index php jurmie article view 251
Read online
File size375.99 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test