PIPI

JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering)JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering)

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat terus meningkat. Teknologi, terutama aplikasi kesehatan, menjadi alat populer untuk memantau dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, banyak aplikasi masih menghadapi tantangan dalam menciptakan pengalaman pengguna yang efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain antarmuka aplikasi kesehatan berbasis pengalaman pengguna (UI/UX) dengan metode Design Thinking. Metode ini menekankan pemahaman mendalam terhadap pengguna untuk menciptakan solusi yang lebih relevan. Hasil penelitian ini adalah prototipe aplikasi HealthyCare, yang menyediakan fitur seperti tracking aktivitas olahraga, pemantauan pola tidur, informasi nutrisi dan pola makan, serta konsultasi online dengan dokter. Pengujian menggunakan metode Single Ease Question (SEQ) menunjukkan bahwa aplikasi ini memperoleh skor 6,36 dari skala 1–7, yang setara dengan tingkat kepuasan pengguna sebesar 90,86%. Hasil ini membuktikan bahwa desain UI/UX yang dikembangkan telah meningkatkan pengalaman pengguna dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan metode Design Thinking dalam desain aplikasi kesehatan dapat menciptakan solusi yang lebih intuitif dan efektif. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembang dalam menciptakan aplikasi kesehatan yang berpusat pada kebutuhan pengguna.

Penelitian ini berhasil merancang desain UI/UX aplikasi HealthyCare menggunakan metode Design Thinking dengan lima tahapan, menghasilkan aplikasi yang berfokus pada kebutuhan pengguna untuk gaya hidup sehat yang mudah dan fleksibel.Pengujian SEQ menghasilkan nilai rata-rata 6,36 (skala 1‑7) atau kepuasan 90,86 %, menunjukkan peningkatan signifikan dalam learnability, efficiency, dan satisfaction serta kemudahan akses layanan kesehatan.Dengan demikian, pendekatan Design Thinking pada UI/UX aplikasi kesehatan dapat meningkatkan akses masyarakat ke layanan kesehatan, mengadopsi gaya hidup sehat, dan menjadi referensi bagi pengembang aplikasi berbasis teknologi berpusat pada pengguna.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji dampak jangka panjang penggunaan aplikasi HealthyCare terhadap indikator kesehatan nyata, seperti perubahan indeks massa tubuh, kualitas tidur, dan tingkat aktivitas, menggunakan desain percobaan terkontrol secara longitudinal. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi integrasi data sensor wearable—misalnya detak jantung dan langkah harian—untuk meningkatkan personalisasi antarmuka melalui adaptasi desain yang responsif terhadap kondisi pengguna secara real‑time. Akhirnya, perbandingan efektivitas antara pendekatan Design Thinking dan metodologi Agile UX dalam mengembangkan aplikasi kesehatan dapat dianalisis pada kelompok demografis yang beragam, untuk menentukan strategi pengembangan yang paling efisien dan inklusif.

  1. IMPLEMENTASI USER EXPERIENCE MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING PADA PROTOTYPE APLIKASI CLEANSTIC | Karnawan... doi.org/10.33365/jti.v15i1.540IMPLEMENTASI USER EXPERIENCE MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING PADA PROTOTYPE APLIKASI CLEANSTIC Karnawan doi 10 33365 jti v15i1 540
Read online
File size740.71 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test