AZZUKHRUFCENDIKIAAZZUKHRUFCENDIKIA

Journal of Accounting and AuditingJournal of Accounting and Auditing

Purpose–Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh skeptisisme profesional dan red flags terhadap deteksi fraud dengan pengalaman auditor sebagai variabel moderator. Penelitian menyoroti pentingnya penerapan skeptisisme profesional, identifikasi red flags, dan pemanfaatan pengalaman auditor untuk meningkatkan efektivitas deteksi fraud. Design/methodology/approach–Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada KAP dan mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah audit. Sebanyak 39 kuesioner disebarkan melalui platform media sosial, masing‑masing berisi 39 pernyataan yang harus dijawab responden. Semua 39 responden kembali, berasal dari 5 wilayah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan PLS‑SEM versi 3.0. Findings–Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap deteksi fraud, sedangkan red flags berpengaruh positif namun tidak signifikan. Selain itu, pengalaman auditor tidak memperkuat hubungan antara skeptisisme profesional, red flags, dan deteksi fraud. Temuan ini menekankan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi auditor serta penekanan yang lebih kuat pada skeptisisme dalam praktik audit. Research limitations/implications–Penelitian ini terbatas pada pemahaman hubungan antara skeptisisme profesional dan red flags terhadap deteksi fraud dengan mempertimbangkan peran pengalaman auditor sebagai variabel moderator, dimana peran tersebut tidak memberikan hasil signifikan.

Profesional skepticism terbukti berkontribusi signifikan dalam deteksi fraud, sementara red flags hanya memberikan indikasi awal dengan dampak terbatas.Pengalaman auditor tidak selalu memperkuat skeptisisme profesional maupun pengaruh red flags, sehingga penting bagi organisasi untuk menyediakan program pengembangan kompetensi berkelanjutan.Untuk meningkatkan efektivitas deteksi fraud, organisasi perlu mengintegrasikan teknologi analitik dan pendekatan berbasis data serta menciptakan budaya belajar dan inovasi.

Penelitian selanjutnya sebaiknya mengeksplorasi pengaruh pengalaman auditor sebagai variabel independen, bukan moderator, dengan mengumpulkan sampel yang lebih besar dari berbagai kantor akuntan publik di seluruh wilayah untuk menilai dampak langsung pengalaman auditor terhadap kemampuan mendeteksi fraud. Selanjutnya, diperlukan studi yang menginvestigasi peran teknologi analitik lanjutan, seperti pembelajaran mesin, sebagai faktor mediasi antara red flags dan deteksi fraud, serta membandingkan efektivitas auditor yang mendapatkan pelatihan khusus dalam penggunaan teknologi tersebut dengan auditor yang tidak. Terakhir, disarankan melakukan penelitian longitudinal mengenai efektivitas program pengembangan profesional berkelanjutan dalam meningkatkan sikap skeptis dan kemampuan interpretasi red flags, dengan mengukur perubahan perilaku auditor selama periode waktu tertentu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat peningkatan kompetensi tersebut.

  1. PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI... publikasi.dinus.ac.id/index.php/jaka/article/view/8304PENGARUH PEMAHAMAN RED FLAG TERHADAP DETEKSI KECURANGAN DENGAN PENGALAMAN AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI publikasi dinus ac index php jaka article view 8304
  2. Pengaruh Pengalaman Auditor Terhadap Kualitas Audit Di KAP | ARBITRASE: Journal of Economics and Accounting.... djournals.com/arbitrase/article/view/1289Pengaruh Pengalaman Auditor Terhadap Kualitas Audit Di KAP ARBITRASE Journal of Economics and Accounting djournals arbitrase article view 1289
Read online
File size307.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test