UNUBLITARUNUBLITAR

Journal of Science NusantaraJournal of Science Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur gedung MTS Syech Subakhir yang terletak di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar terhadap beban gempa berdasarkan SNI 1726:2019. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 22 untuk memodelkan struktur 3D dan menghitung gaya-gaya dalam akibat beban mati, beban hidup, serta beban gempa. Parameter gempa diperoleh dari data spektrum respons wilayah setempat dengan nilai percepatan Ss dan S1. Perhitungan gaya aksial (Pu) dan momen lentur (Mu) pada kolom dan balok dibandingkan dengan kapasitas nominal struktur (ϕMn) dan divalidasi menggunakan diagram interaksi. Hasil menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur memenuhi syarat keamanan dan berada dalam zona aman terhadap beban gempa. Penelitian ini menjadi referensi penting dalam perencanaan struktur gedung pendidikan di wilayah rawan gempa.

Analisis struktur gedung MTS Syech Subakhir terhadap beban gempa telah dilakukan sesuai dengan SNI 1726.Pemodelan struktur mencakup elemen kolom, balok, dan pelat yang disusun dalam sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK).Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis gaya dalam, struktur bangunan menunjukkan kinerja yang baik dalam menahan beban gempa horizontal maupun beban gravitasi, yang ditunjukkan oleh nilai-nilai gaya aksial dan momen lentur yang telah memenuhi batas aman.Hasil perhitungan gaya aksial (Pu) dan momen ultimit (Mu) pada elemen kolom dan balok menunjukkan bahwa nilai φMn (kapasitas lentur nominal terfaktor) selalu lebih besar dari nilai Mu.Hal ini berarti seluruh elemen struktur telah memenuhi ketentuan kekuatan minimum yang dipersyaratkan.Sebagai contoh, kolom K1 memiliki nilai Pu sebesar 511,28 ton dan Mu sebesar 18,89 ton.m, sedangkan kapasitas momen nominal terfaktornya φMn mencapai 23,90 ton.Nilai-nilai ini menandakan bahwa struktur berada dalam zona aman berdasarkan diagram interaksi.Uji mutu beton menggunakan hammer test menghasilkan nilai rata-rata kuat tekan beton sebesar 24,41 MPa, yang menunjukkan bahwa mutu material sesuai dengan mutu perencanaan (fc ≥ 20 MPa).Hasil pengujian rebar detector juga mengonfirmasi konfigurasi penulangan sesuai dengan gambar rencana, sehingga memvalidasi bahwa data input untuk pemodelan struktur cukup representatif dengan kondisi aktual.Beban gempa yang dihitung berdasarkan spektrum respons wilayah menunjukkan bahwa partisipasi massa dan gaya geser nominal pada masing-masing sumbu telah memenuhi syarat minimal yang ditentukan oleh SNI.Secara keseluruhan, struktur gedung MTS Syech Subakhir dapat dikategorikan layak secara struktural dan aman digunakan sesuai fungsi bangunan pendidikan.Diagram interaksi untuk kolom-kolom utama menunjukkan bahwa semua kombinasi gaya aksial dan momen lentur berada di dalam kurva batas kapasitas, membuktikan bahwa struktur mampu menahan kombinasi beban yang terjadi.Untuk mempertahankan keandalan struktur jangka panjang, perlu dilakukan perawatan berkala dan inspeksi visual secara rutin serta penguatan tambahan bila diperlukan pada area-area kritis struktur.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi kolom terhadap kapasitas momen dan aksial struktur bangunan bertingkat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh zona gempa terhadap perencanaan struktur bangunan gedung di Indonesia. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk melakukan simulasi beban gempa pada struktur bangunan menggunakan SAP2000 dengan metode pushover. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam perencanaan struktur gedung yang aman dan tahan gempa.

Read online
File size348.8 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test