UNILAUNILA
Jurnal Sylva LestariJurnal Sylva LestariSalah satu permasalahan dalam perkembangbiakan kayu afrika secara generatif adalah benih yang mengalami masa dormansi. Untuk mematahkan masa dormansi dilakukan perendaman benih kayu afrika pada berbagai suhu awal air yang berbeda. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan suhu awal air terhadap persentase kecambah, kecepatan berkecambah, daya kecambah dan mendapatkan suhu awal air yang terbaik untuk perkecambahan benih kayu afrika. Penelitian ini dilakukan mulai Februari sampai dengan Mei 2012 di pembibitan PT. Anugerah Subur Sejahtera, Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Untuk setiap satuan percobaan digunakan 100 benih. Berdasarkan analisis ragam didapatkan hasil bahwa perlakuan perendaman air dengan berbagai suhu awal yang berbeda-beda memberikan pengaruh yang nyata pada persentase kecambah, dan benih tanpa perendaman mempunyai persentase kecambah yang terbaik pada benih kayu afrika.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengaruh perendaman benih kayu afrika pada berbagai suhu awal dapat disimpulkan bahwa rata-rata hari berkecambah dan daya berkecambah benih kayu afrika tidak dipengaruhi oleh perendaman dengan suhu awal air.Perendaman benih kayu afrika yang terbaik adalah perlakuan tanpa perendaman dan perendaman dengan suhu awal air maksimal 50°C.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengujian pengaruh perlakuan tambahan seperti pengamplasan atau perlakuan mekanis lainnya untuk mendukung proses perkecambahan benih kayu afrika. Bagaimana cara meningkatkan persentase kecambah dengan berbagai kombinasi suhu dan waktu perendaman juga bisa menjadi fokus penting berikutnya. Penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara perlakuan perendaman dan kondisi lingkungan seperti kelembapan tanah dan suhu udara juga bernilai untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif tentang viabilitas dan vigor benih kayu afrika.
| File size | 429.18 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
AMIKVETERANAMIKVETERAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Materi ajar teks berita pada siswa kelas VII dikembangkan dalam bentuk buku dengan capaian pembelajaran, yaitu kemampuanHasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Materi ajar teks berita pada siswa kelas VII dikembangkan dalam bentuk buku dengan capaian pembelajaran, yaitu kemampuan
AKSARAKITAAKSARAKITA Penelitian difokuskan pada siswa kelas XI sehingga populasi 125 siswa. Selanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkanPenelitian difokuskan pada siswa kelas XI sehingga populasi 125 siswa. Selanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkan
UNILAUNILA Berdasarkan karakterisasi karbosil sebelum dan setelah digunakan dengan SEM/EDX, diketahui bahwa karbosil memiliki permukaan yang homogen dan mampu menyerapBerdasarkan karakterisasi karbosil sebelum dan setelah digunakan dengan SEM/EDX, diketahui bahwa karbosil memiliki permukaan yang homogen dan mampu menyerap
UNILAUNILA Jenis vegetasi dominan di Desa Pesawaran Indah pada fisiografi bawah adalah Jati (Tectona grandis) dengan nilai INP 95,33%, Kakao (Theobroma cacao) INPJenis vegetasi dominan di Desa Pesawaran Indah pada fisiografi bawah adalah Jati (Tectona grandis) dengan nilai INP 95,33%, Kakao (Theobroma cacao) INP
UNILAUNILA Penelitian dilakukan pada tiga tipe habitat yang berbeda, terdiri dari: (1) hutan, (2) perkebunan, dan (3) sungai. Metode yang digunakan dalam pengambilanPenelitian dilakukan pada tiga tipe habitat yang berbeda, terdiri dari: (1) hutan, (2) perkebunan, dan (3) sungai. Metode yang digunakan dalam pengambilan
UNILAUNILA Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, panjang akar, dan berat kering total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisiVariabel yang diamati adalah pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, panjang akar, dan berat kering total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi
UNILAUNILA Perbanyakan bambu secara generatif sulit dilakukan sehingga diperlukan perbanyakan vegetatif, salah satunya dengan setek cabang. Penelitian ini bertujuanPerbanyakan bambu secara generatif sulit dilakukan sehingga diperlukan perbanyakan vegetatif, salah satunya dengan setek cabang. Penelitian ini bertujuan
UNILAUNILA Jumlah petak contoh yang digunakan sebanyak 12 buah. Data dianalisis menggunakan rumus kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, indeksJumlah petak contoh yang digunakan sebanyak 12 buah. Data dianalisis menggunakan rumus kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, indeks
Useful /
POLTEKPELSULUTPOLTEKPELSULUT Salah satu kendala utama adalah ketidaklengkapan berkas persyaratan yang menghambat kelancaran proses administrasi. Banyak nelayan yang tidak sepenuhnyaSalah satu kendala utama adalah ketidaklengkapan berkas persyaratan yang menghambat kelancaran proses administrasi. Banyak nelayan yang tidak sepenuhnya
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Pada Penetapan Pengadilan Negeri Airmadidi Nomor 175/Pdt. P/2021/PN Arm, hakim hanya mempertimbangkan hukum positif tanpa memperhatikan aspek lain dalamPada Penetapan Pengadilan Negeri Airmadidi Nomor 175/Pdt. P/2021/PN Arm, hakim hanya mempertimbangkan hukum positif tanpa memperhatikan aspek lain dalam
UPNYKUPNYK Jenis kelamin, pendidikan dan pendapatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inklusi keuangan pada masyarakat di Indonesia. Berdasarkan analisisJenis kelamin, pendidikan dan pendapatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inklusi keuangan pada masyarakat di Indonesia. Berdasarkan analisis
UNILAUNILA Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memberikan asam indol asetat (AIA) pada setek cabang bambu kuning. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuiOleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memberikan asam indol asetat (AIA) pada setek cabang bambu kuning. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui