NINETYJOURNALNINETYJOURNAL
Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi InformasiJurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi InformasiDeteksi anomali telah menjadi aspek penting dalam pembelajaran mesin modern, terutama dalam skenario di mana data berlabel langka atau tidak tersedia. Penelitian ini menyajikan analisis komparatif antara dua algoritma unsupervised yang banyak digunakan: One-Class Support Vector Machine (OCSVM) dan Isolation Forest. Dengan menggunakan dataset MNIST sebagai tolok ukur, evaluasi berfokus pada distribusi skor, waktu pelatihan, presisi yang diukur dengan ROC-AUC, dan sensitivitas terhadap variasi data. Hasilnya menunjukkan perbedaan trade-off yang jelas antara kedua pendekatan. OCSVM menghasilkan distribusi skor yang terpusat (0,4–0,5) dan mencapai kinerja klasifikasi yang lebih baik dengan ROC-AUC sebesar 0,92, yang secara statistik signifikan (p < 0,05 berdasarkan uji DeLong). Ini menunjukkan bahwa OCSVM sangat efektif dalam mengidentifikasi deviasi struktural, menjadikannya cocok untuk aplikasi yang memerlukan validasi data yang ketat dan keandalan, seperti deteksi penipuan dan kontrol kualitas kritis. Namun, akurasi yang lebih tinggi ini datang dengan biaya efisiensi komputasi, karena OCSVM memerlukan waktu pelatihan sekitar 120 detik. Sebaliknya, Isolation Forest menghasilkan distribusi skor yang lebih menyebar (0,3–0,7) dan presisi sedikit lebih rendah (ROC-AUC 0,85), tetapi secara signifikan mengurangi waktu pelatihan menjadi hanya 60 detik. Selain itu, sensitivitasnya yang tinggi terhadap variasi kecil menyoroti keuntungannya dalam deteksi anomali waktu nyata dan dataset berskala besar di mana kecepatan dan adaptabilitas sangat penting. Secara keseluruhan, temuan ini menekankan bahwa OCSVM unggul dalam aplikasi berorientasi presisi, sementara Isolation Forest lebih menguntungkan untuk skenario yang membutuhkan skalabilitas dan efisiensi komputasi. Wawasan ini memberikan panduan praktis untuk memilih metode deteksi anomali yang sesuai tergantung pada persyaratan aplikasi.
Penelitian ini memberikan perbandingan komprehensif antara One-Class SVM (OCSVM) dan Isolation Forest (IF) untuk deteksi anomali pada dataset MNIST.Hasil menunjukkan bahwa OCSVM menetapkan batasan deteksi yang lebih ketat, dengan skor terpusat antara 0,4–0,5, memungkinkan model untuk menangkap distorsi struktural parah dan anomali yang dipicu oleh noise dengan presisi tinggi (ROC-AUC = 0,92).Ini menjadikan OCSVM sangat cocok untuk tugas validasi data kritis di mana keandalan sangat penting, seperti pemeriksaan kualitas sebelum pelatihan dalam pipeline pembelajaran mendalam.Sebaliknya, IF menghasilkan distribusi skor yang lebih luas (0,3–0,7) dan lebih sensitif terhadap variasi kecil dan ketidaksesuaian stilistis dalam tulisan tangan.Meskipun presisinya lebih rendah (ROC-AUC = 0,85), IF memerlukan waktu pelatihan yang secara signifikan lebih singkat (60 detik dibandingkan dengan 120 detik untuk OCSVM), menyoroti keuntungannya dalam efisiensi komputasi.Temuan ini menunjukkan bahwa OCSVM lebih disukai dalam aplikasi yang membutuhkan akurasi dan ketahanan terhadap deviasi struktural, sedangkan IF lebih baik untuk deteksi anomali skala besar atau waktu nyata di mana efisiensi dan skalabilitas diprioritaskan.
Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa arah studi yang dapat dilakukan di masa depan. Pertama, bagaimana jika penelitian ini diperluas dengan mencoba algoritma deteksi anomali lainnya, seperti autoencoder atau GAN, untuk melihat bagaimana mereka dibandingkan dengan OCSVM dan Isolation Forest dalam konteks yang sama? Kedua, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi penerapan teknik ini pada dataset lain yang lebih kompleks, misalnya dalam konteks citra medis atau data sensor untuk menguji keefektifan algoritma dalam berbagai domain. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter dan pengaturan model yang digunakan, termasuk pengujian berbagai parameter kernel dalam OCSVM, untuk memaksimalkan akurasi di dataset yang berbeda. Melalui pendekatan ini, penelitian di bidang deteksi anomali dapat lebih lanjut ditingkatkan dan memberikan kontribusi lebih besar pada tren teknologi yang berkembang.
| File size | 481.38 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Permasalahan yang sering muncul pada sistem konvensional adalah belum tersedianya mekanisme terintegrasi untuk pengelolaan peserta undangan, sehingga prosesPermasalahan yang sering muncul pada sistem konvensional adalah belum tersedianya mekanisme terintegrasi untuk pengelolaan peserta undangan, sehingga proses
STMIKDHARMAPALARIAUSTMIKDHARMAPALARIAU Tahap pengolahan data mempengaruhi akurasi, dengan RapidMiner mencapai 90,62% dan Weka 96,86%. Oleh karena itu, disarankan menggunakan kedua aplikasi untukTahap pengolahan data mempengaruhi akurasi, dengan RapidMiner mencapai 90,62% dan Weka 96,86%. Oleh karena itu, disarankan menggunakan kedua aplikasi untuk
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Ada 4 langkah mitigasi dalam area masalah penyebaran gangguan keamanan sistem oleh pihak eksternal dan internal, 4 langkah mitigasi untuk koneksi internetAda 4 langkah mitigasi dalam area masalah penyebaran gangguan keamanan sistem oleh pihak eksternal dan internal, 4 langkah mitigasi untuk koneksi internet
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk merancang Arsitektur Enterprise (EA) menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM sebagai solusi integrasi sistem, sekaligus menghasilkanPenelitian ini bertujuan untuk merancang Arsitektur Enterprise (EA) menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM sebagai solusi integrasi sistem, sekaligus menghasilkan
UNIDHAUNIDHA Teknologi pemetaan digital dan antarmuka yang ramah pengguna mempermudah pencarian lokasi toko serta pengelolaan data real-time. Implementasi sistem iniTeknologi pemetaan digital dan antarmuka yang ramah pengguna mempermudah pencarian lokasi toko serta pengelolaan data real-time. Implementasi sistem ini
PIKSIPIKSI Sistem informasi berbasis web LPPM Politeknik Piksi Ganesha berhasil diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data. Sistem ini mempercepatSistem informasi berbasis web LPPM Politeknik Piksi Ganesha berhasil diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data. Sistem ini mempercepat
RISETEKONOMIRISETEKONOMI The research sample consisted of 177 ASN and Non-ASN teachers in elementary schools in Selong sub-district selected by purposive sampling technique. ThisThe research sample consisted of 177 ASN and Non-ASN teachers in elementary schools in Selong sub-district selected by purposive sampling technique. This
AFEBIAFEBI Pengungkapan manajemen risiko dan sensitivitas suku bunga terbukti secara signifikan memengaruhi tingkat financial distress, sedangkan kepemilikan institusional,Pengungkapan manajemen risiko dan sensitivitas suku bunga terbukti secara signifikan memengaruhi tingkat financial distress, sedangkan kepemilikan institusional,
Useful /
BSIBSI Efektivitas media diuji melalui perbandingan hasil pre‑test dan post‑test menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaranEfektivitas media diuji melalui perbandingan hasil pre‑test dan post‑test menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran
BSIBSI Sementara itu, Cognitive Walkthrough yang melibatkan 5 responden berhasil mengidentifikasi kendala usability, diantaranya kurangnya umpan balik sistemSementara itu, Cognitive Walkthrough yang melibatkan 5 responden berhasil mengidentifikasi kendala usability, diantaranya kurangnya umpan balik sistem
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan risiko pada website Kampung KB menggunakan kerangka kerja ISO 31000. Berdasarkan hasil analisis,Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan risiko pada website Kampung KB menggunakan kerangka kerja ISO 31000. Berdasarkan hasil analisis,
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Dengan mengatasi masalah seperti akses terbatas, ketidakakuratan data, dan sinkronisasi sistem, diharapkan efisiensi dan kepuasan pengguna dalam prosesDengan mengatasi masalah seperti akses terbatas, ketidakakuratan data, dan sinkronisasi sistem, diharapkan efisiensi dan kepuasan pengguna dalam proses