UMIUMI

Jurnal Ilmiah METHONOMIJurnal Ilmiah METHONOMI

Penelitian ini menguji pengaruh inovasi hijau (GI), kinerja lingkungan (EP), dan kepemilikan institusional (KI) terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan emisi karbon (CED), reputasi hijau (GR), dan biaya modal (WACC) sebagai variabel mediasi paralel, serta tekanan media (ME) dan intensitas polutan industri (PI) sebagai variabel moderasi. Menggunakan data panel dari 43 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025 (215 observasi firm-year), penelitian dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4.0 dan bootstrapping 5.000 subsampel. Hasil menunjukkan bahwa inovasi hijau dan kinerja lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap ketiga mediator; CED, GR, dan WACC memediasi secara parsial pengaruh GI dan EP terhadap nilai perusahaan; tekanan media memperkuat hubungan CED-nilai perusahaan; dan intensitas polutan industri memperkuat pengaruh GI, EP, dan CED terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap nilai perusahaan. Model struktural akhir menjelaskan 71,2% varians nilai perusahaan (R2 = 0,712).

Penelitian ini mengkonstruksi dan menguji model determinan nilai perusahaan yang komprehensif dengan tiga variabel independen (inovasi hijau, kinerja lingkungan, kepemilikan institusional), tiga mediator paralel (CED, reputasi hijau, WACC), dan dua moderator (tekanan media, intensitas polutan industri).Temuan utama meliputi konfirmasi model mediasi paralel tiga-saluran, peran signifikan reputasi hijau sebagai mediator, mediasi WACC dalam jalur inovasi hijau–nilai perusahaan dan kinerja lingkungan–nilai perusahaan, serta efek moderasi positif tekanan media dan intensitas polutan industri.Implikasi bagi manajemen mencakup strategi triple signaling yang mengintegrasikan kualitas CED, pembangunan reputasi hijau, dan pengelolaan risiko iklim untuk menurunkan WACC.Implikasi bagi regulator OJK mencakup kebijakan pelaporan berbasis TCFD dan integrasi skor kualitas CED ke dalam kriteria IDX ESG Leaders.

1) Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi ke sektor non-manufaktur dan negara-negara ASEAN untuk menguji generalisasi temuan ini. 2) Pengembangan metode pengukuran kualitas CED berbasis NLP (Natural Language Processing) untuk mengurangi bias analisis konten manual dan meningkatkan objektivitas. 3) Penelitian kausalitas yang lebih kuat melalui pendekatan quasi-experimental pasca-peluncuran IDXCarbon 2023 untuk mengisolasi dampak kebijakan regulasi lingkungan terhadap perilaku perusahaan dan valuasi pasar.

Read online
File size435.46 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test