<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.246-23jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.246-23jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2026 17:49:02 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 17:49:02 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-25T17:49:02+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Skrining Thalassemia Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Skrining Thalassemia Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Skrining Thalassemia Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56493-tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi</link>
	<guid isPermaLink="false">e4062a9b04dd77780a8e804e6ac6c4d4</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 17:01:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rudi kartika ]]></category>
	<category><![CDATA[ jengkol skin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asril burhan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asril,burhan,jengkol,kartika,rudi,skin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi prevalensi pembawa gen thalassemiaAcbeta dengan menggunakan teknik sampling acak pada populasi mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia untuk meningkatkan generalisasi hasil; selanjutnya, studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi prevalensi pembawa gen thalassemiaAcbeta dengan menggunakan teknik sampling acak pada populasi mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia untuk meningkatkan generalisasi hasil; selanjutnya, studi komparatif antara metode skrining hematologi (seperti indeks Mentzer, MCV, dan OTOFT) dengan metode molekuler (seperti PCR atau sekuensing) dapat menilai keakuratan dan biaya efektivitas dalam deteksi pembawa gen, sehingga memberikan rekomendasi standar skrining terbaik; terakhir, penelitian intervensi yang menggabungkan program konseling praAcnikah dengan skrining rutin dapat menilai dampak edukasi dan deteksi dini terhadap penurunan insiden thalassemiaAcbeta pada generasi mendatang, dengan mengukur perubahan perilaku perkawinan dan tingkat kepatuhan terhadap tes lanjutan.. Prevalensi terduga pembawa gen thalassemiaAcbeta pada populasi mahasiswa Fakultas Universitas Mulawarman adalah 1,25%.Untuk mengkonfirmasi temuan skrining ini diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa elektroforesis hemoglobin atau analisis gen Thalassemia merupakan kelompok hemoglobinopati kongenital yang ditandai oleh kekurangan atau ketiadaan satu (atau lebih) rantai globin yang membentuk hemoglobin. Thalassemia mayor diwariskan melalui pola resesif autosomal oleh perkawinan antara pembawa gen thalassemia yang dikenal sebagai thalassemia minor. BetaActhalassemia merupakan tipe thalassemia yang paling umum. Diperkirakan 10% populasi Indonesia membawa gen betaActhalassemia. Namun, belum ada skrining rutin bagi pembawa gen thalassemia. Beberapa metode skrining thalassemia telah tersedia, salah satunya adalah skrining calon pengantin menggunakan beberapa parameter hematologi seperti indeks Mentzer dan tes fragilitas sel darah merah; keduanya relatif sederhana dan murah dibandingkan analisis hemoglobin atau tes genetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-a9aa2.webp" title="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-a9aa2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-a9aa2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-a9aa2.webp 1x" title="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" alt="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-5da78.webp" title="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-5da78.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-5da78.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-5da78.webp 1x" title="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" alt="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56493-tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi" title="JURIS - Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran" target="_blank">Skrining Thalassemia-Beta Minor pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi prevalensi pembawa gen thalassemiaAcbeta dengan menggunakan teknik sampling acak pada populasi mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia untuk meningkatkan generalisasi hasil; selanjutnya, studi komparatif antara metode skrining hematologi (seperti indeks Mentzer, MCV, dan OTOFT) dengan metode molekuler (seperti PCR atau sekuensing) dapat menilai keakuratan dan biaya efektivitas dalam deteksi pembawa gen, sehingga memberikan rekomendasi standar skrining terbaik; terakhir, penelitian intervensi yang menggabungkan program konseling praAcnikah dengan skrining rutin dapat menilai dampak edukasi dan deteksi dini terhadap penurunan insiden thalassemiaAcbeta pada generasi mendatang, dengan mengukur perubahan perilaku perkawinan dan tingkat kepatuhan terhadap tes lanjutan..
<br>Prevalensi terduga pembawa gen thalassemiaAcbeta pada populasi mahasiswa Fakultas Universitas Mulawarman adalah 1,25%.Untuk mengkonfirmasi temuan skrining ini diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa elektroforesis hemoglobin atau analisis gen
<br>Thalassemia merupakan kelompok hemoglobinopati kongenital yang ditandai oleh kekurangan atau ketiadaan satu (atau lebih) rantai globin yang membentuk hemoglobin. Thalassemia mayor diwariskan melalui pola resesif autosomal oleh perkawinan antara pembawa gen thalassemia yang dikenal sebagai thalassemia minor. BetaActhalassemia merupakan tipe thalassemia yang paling umum. Diperkirakan 10% populasi Indonesia membawa gen betaActhalassemia. Namun, belum ada skrining rutin bagi pembawa gen thalassemia. Beberapa metode skrining thalassemia telah tersedia, salah satunya adalah skrining calon pengantin menggunakan beberapa parameter hematologi seperti indeks Mentzer dan tes fragilitas sel darah merah; keduanya relatif sederhana dan murah dibandingkan analisis hemoglobin atau tes genetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-5da78.webp" type="image/webp" length="96830" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-a9aa2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/tes-genetik-beta-thalassemia-minor-skrining-mahasi-thumb-5da78.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2412-stik-sam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12888-jurnal-ilmiah-manuntung-sains-farmasi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU Stephania capitata Blume Spreng ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU Stephania capitata Blume Spreng ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU Stephania capitata Blume Spreng ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56492-proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-ekst</link>
	<guid isPermaLink="false">64c31c7c41be81a56df241b86a39060e</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 15:34:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rudi kartika ]]></category>
	<category><![CDATA[ jengkol skin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asril burhan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asril,burhan,jengkol,kartika,rudi,skin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada tiga pertanyaan utama. Pertama, apa mekanisme aksi molekuler saponin, fenol, dan triterpenoid yang terdapat dalam ekstrak daun cincau terhadap jalur peristaltik usus dan sekresi cairan, yang dapat dieksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng): Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada tiga pertanyaan utama. Pertama, apa mekanisme aksi molekuler saponin, fenol, dan triterpenoid yang terdapat dalam ekstrak daun cincau terhadap jalur peristaltik usus dan sekresi cairan, yang dapat dieksplorasi melalui model inAcvitro sel epitel usus manusia. Kedua, bagaimana keamanan dan efektivitas ekstrak daun cincau pada populasi manusia yang mengalami diare, sehingga diperlukan uji klinis terkontrol secara acak dengan dosis terstandarisasi untuk menilai respons terapeutik dan efek sampingnya. Ketiga, apakah spesies cincau lain seperti Cyclea barbata menunjukkan aktivitas antidiare yang lebih tinggi atau sinergi dengan Stephania capitata, sehingga perbandingan komprehensif antarAcspesies perlu dilakukan dengan metodologi dosis dan parameter klinis yang serupa. Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang potensi farmakologis cincau serta memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangan obat antidiare berbasis tanaman. Selain itu, studi farmakokinetik pada hewan dan manusia diperlukan untuk menentukan distribusi, metabolisme, serta eliminasi senyawa aktif sehingga dosis optimal dapat ditetapkan secara aman.. Ekstrak daun cincau (Stephania capitata (Blume) Spreng) mengandung metabolit sekunder berupa steroid dan triterpenoid, dengan fenol dan triterpenoid diperkirakan berperan kuat dalam penyembuhan diare.Dosis 40Amg/kgABB yang mengandung saponin dan fenol terbukti efektif sebagai antidiare, menghasilkan waktu penyembuhan rataAcrata 142Amenit.Potensi antidiare ekstrak etanol pada dosis tersebut setara dengan loperamid HCl 2Amg Keanekaragaman hayati Indonesia memiliki jumlah tumbuhan obat asli tertinggi kedua di dunia setelah hutan hujan Amazon. Masyarakat Indonesia secara tradisional memanfaatkan tumbuhan tersebut sebagai sumber obat, dan beberapa di antaranya telah dikembangkan menjadi obat modern. Salah satu tumbuhan obat yang juga dijadikan minuman penyegar adalah cincau (Stephania capitata (Blume) Spreng), yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, serta daunnya dilaporkan memiliki khasiat melawan diare dan demam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit sekunder serta menguji efektivitas ekstrak daun cincau sebagai agen antidiare. Ekstraksi daun dilakukan dengan metode makerasi menggunakan etanol pada suhu ruang, kemudian diidentifikasi menggunakan reagen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-cd7c2.webp" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-cd7c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-cd7c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-cd7c2.webp 1x" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" alt="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-01cf7.webp" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-01cf7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-01cf7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-01cf7.webp 1x" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" alt="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-33be1.webp" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-33be1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-33be1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-33be1.webp 1x" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" alt="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56492-proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-ekst" title="JURIS - IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)" target="_blank">IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng)</a>: Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada tiga pertanyaan utama. Pertama, apa mekanisme aksi molekuler saponin, fenol, dan triterpenoid yang terdapat dalam ekstrak daun cincau terhadap jalur peristaltik usus dan sekresi cairan, yang dapat dieksplorasi melalui model inAcvitro sel epitel usus manusia. Kedua, bagaimana keamanan dan efektivitas ekstrak daun cincau pada populasi manusia yang mengalami diare, sehingga diperlukan uji klinis terkontrol secara acak dengan dosis terstandarisasi untuk menilai respons terapeutik dan efek sampingnya. Ketiga, apakah spesies cincau lain seperti Cyclea barbata menunjukkan aktivitas antidiare yang lebih tinggi atau sinergi dengan Stephania capitata, sehingga perbandingan komprehensif antarAcspesies perlu dilakukan dengan metodologi dosis dan parameter klinis yang serupa. Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang potensi farmakologis cincau serta memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangan obat antidiare berbasis tanaman. Selain itu, studi farmakokinetik pada hewan dan manusia diperlukan untuk menentukan distribusi, metabolisme, serta eliminasi senyawa aktif sehingga dosis optimal dapat ditetapkan secara aman..
<br>Ekstrak daun cincau (Stephania capitata (Blume) Spreng) mengandung metabolit sekunder berupa steroid dan triterpenoid, dengan fenol dan triterpenoid diperkirakan berperan kuat dalam penyembuhan diare.Dosis 40Amg/kgABB yang mengandung saponin dan fenol terbukti efektif sebagai antidiare, menghasilkan waktu penyembuhan rataAcrata 142Amenit.Potensi antidiare ekstrak etanol pada dosis tersebut setara dengan loperamid HCl 2Amg
<br>Keanekaragaman hayati Indonesia memiliki jumlah tumbuhan obat asli tertinggi kedua di dunia setelah hutan hujan Amazon. Masyarakat Indonesia secara tradisional memanfaatkan tumbuhan tersebut sebagai sumber obat, dan beberapa di antaranya telah dikembangkan menjadi obat modern. Salah satu tumbuhan obat yang juga dijadikan minuman penyegar adalah cincau (Stephania capitata (Blume) Spreng), yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, serta daunnya dilaporkan memiliki khasiat melawan diare dan demam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit sekunder serta menguji efektivitas ekstrak daun cincau sebagai agen antidiare. Ekstraksi daun dilakukan dengan metode makerasi menggunakan etanol pada suhu ruang, kemudian diidentifikasi menggunakan reagen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-33be1.webp" type="image/webp" length="87126" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-cd7c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-01cf7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/proses-ekstraksi-daun-inhibisi-ekstrak-etanol-meta-thumb-33be1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2412-stik-sam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12888-jurnal-ilmiah-manuntung-sains-farmasi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56487-faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-f</link>
	<guid isPermaLink="false">76bc7340ab1795a11d9cafed9c2556f8</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 15:06:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nadah nadrah ]]></category>
	<category><![CDATA[ muafiah nur ]]></category>
	<category><![CDATA[ amri amal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amal,amri,muafiah,nadah,nadrah,nur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan sebaiknya menguji efektivitas masingAcmasing metode pembelajaran yang telah diidentifikasi melalui desain eksperimental di beberapa sekolah inklusif, sehingga dapat memperoleh data kuantitatif mengenai peningkatan prestasi belajar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Penelitian lanjutan sebaiknya menguji efektivitas masingAcmasing metode pembelajaran yang telah diidentifikasi melalui desain eksperimental di beberapa sekolah inklusif, sehingga dapat memperoleh data kuantitatif mengenai peningkatan prestasi belajar anak berkebutuhan khusus. Selanjutnya, diperlukan studi campuran yang mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua serta lingkungan rumah dalam mempengaruhi kesulitan belajar ABK, guna mengidentifikasi faktor eksternal yang dapat dimodifikasi melalui intervensi keluarga. Selain itu, pengembangan platform pembelajaran digital yang mengintegrasikan gestural prompts dan peer tutoring dapat menjadi fokus penelitian, dengan menguji kemampuan platform tersebut dalam meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan hasil belajar ABK melalui pilot study yang melibatkan sampel yang lebih luas dan variatif.. ABK di SDI Lame mengalami empat jenis kesulitan belajar.ketergantungan belajar, ketidakmampuan belajar, pencapaian rendah, dan lamban belajar.Penyebab kesulitan tersebut meliputi faktor internal (perilaku sulit diatur, kemalasan, kurang fokus) dan faktor eksternal (lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat).Metode pembelajaran yang efektif untuk mengatasi kesulitan tersebut meliputi komunikasi yang baik, analisis tugas, instruksi langsung, modeling, gestural prompts, dan peer tutorial Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesulitan belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDI Lame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) jenis kesulitan belajar ABK, 2) faktor penyebab kesulitan belajar ABK, dan 3) metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar ABK di SDI Lame. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada beberapa jenis kesulitan belajar ABK di SDI Lame, yaitu ketergantungan belajar, ketidakmampuan belajar, pencapaian rendah, dan lamban belajar. (2) Faktor penyebab... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-6e9ae.webp" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-6e9ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-6e9ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-6e9ae.webp 1x" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" alt="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-3c59b.webp" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-3c59b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-3c59b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-3c59b.webp 1x" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" alt="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-9faa0.webp" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-9faa0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-9faa0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-9faa0.webp 1x" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" alt="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56487-faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-f" title="JURIS - Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus" target="_blank">Metode Pembelajaran Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bagi Anak Berkebutuhan Khusus</a>: Penelitian lanjutan sebaiknya menguji efektivitas masingAcmasing metode pembelajaran yang telah diidentifikasi melalui desain eksperimental di beberapa sekolah inklusif, sehingga dapat memperoleh data kuantitatif mengenai peningkatan prestasi belajar anak berkebutuhan khusus. Selanjutnya, diperlukan studi campuran yang mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua serta lingkungan rumah dalam mempengaruhi kesulitan belajar ABK, guna mengidentifikasi faktor eksternal yang dapat dimodifikasi melalui intervensi keluarga. Selain itu, pengembangan platform pembelajaran digital yang mengintegrasikan gestural prompts dan peer tutoring dapat menjadi fokus penelitian, dengan menguji kemampuan platform tersebut dalam meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan hasil belajar ABK melalui pilot study yang melibatkan sampel yang lebih luas dan variatif..
<br>ABK di SDI Lame mengalami empat jenis kesulitan belajar.ketergantungan belajar, ketidakmampuan belajar, pencapaian rendah, dan lamban belajar.Penyebab kesulitan tersebut meliputi faktor internal (perilaku sulit diatur, kemalasan, kurang fokus) dan faktor eksternal (lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat).Metode pembelajaran yang efektif untuk mengatasi kesulitan tersebut meliputi komunikasi yang baik, analisis tugas, instruksi langsung, modeling, gestural prompts, dan peer tutorial
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesulitan belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDI Lame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) jenis kesulitan belajar ABK, 2) faktor penyebab kesulitan belajar ABK, dan 3) metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar ABK di SDI Lame. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada beberapa jenis kesulitan belajar ABK di SDI Lame, yaitu ketergantungan belajar, ketidakmampuan belajar, pencapaian rendah, dan lamban belajar. (2) Faktor penyebab...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-3c59b.webp" type="image/webp" length="103592" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-6e9ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-3c59b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/faktor-eksternal-dinamika-teknik-analisis-internal-thumb-9faa0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3128-unikastpaulus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12683-jurnal-literasi-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH Syzygium aromaticum L Merr Perry DAN SEREH Cymbopogon nardus L Rendle PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL AN ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH Syzygium aromaticum L Merr Perry DAN SEREH Cymbopogon nardus L Rendle PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL AN ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH Syzygium aromaticum L Merr Perry DAN SEREH Cymbopogon nardus L Rendle PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL AN ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56490-parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-orga</link>
	<guid isPermaLink="false">85ca31a76a9d00700107626ac9a073a5</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 15:06:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rudi kartika ]]></category>
	<category><![CDATA[ jengkol skin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asril burhan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asril,burhan,jengkol,kartika,rudi,skin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan formulasi gel antinyeri dengan variasi konsentrasi bahan aktif dan basis gel, untuk menemukan kombinasi terbaik yang memberikan efek analgetik optimal. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL AN: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan formulasi gel antinyeri dengan variasi konsentrasi bahan aktif dan basis gel, untuk menemukan kombinasi terbaik yang memberikan efek analgetik optimal. 2. Melakukan studi klinis untuk menguji efektivitas dan keamanan gel antinyeri kombinasi minyak atsiri bunga cengkeh dan sereh pada manusia, serta membandingkan hasilnya dengan produk komersial yang ada. 3. Menganalisis profil farmakokinetik dan farmakodinamik dari gel antinyeri ini, untuk memahami mekanisme kerja dan distribusi obat dalam tubuh.. Terdapat pengaruh kadar basis CMC-Na terhadap sifat fisik gel kombinasi minyak atsiri bunga cengkeh dan sereh, dan kadar basis CMC-Na 2% (formula I) merupakan sediaan gel yang tepat untuk kombinasi minyak atsiri bunga cengkeh dan sereh, dan formula ini yang paling disukai responden Cengkeh dan sereh adalah komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu senyawa alami yang dihasilkan dari keduanya dan biasanya diperoleh melalui distilasi adalah minyak atsiri. Penggunaan minyak cengkeh dan minyak sereh yang sering digunakan oleh masyarakat adalah sebagai analgetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat gel analgetik dari kombinasi minyak esensial cengkeh dan minyak sereh dengan variasi konsentrasi CMC-Na sebagai agen pengental dan menentukan gel yang paling disukai oleh responden. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, metode pengumpulan data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dari eksperimen laboratorium. Gel yang dihasilkan kemudian diuji untuk sifat fisik persiapan yang meliputi uji organoleptik, homogenitas,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-2295e.webp" title="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-2295e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-2295e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-2295e.webp 1x" title="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" alt="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-631e6.webp" title="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-631e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-631e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-631e6.webp 1x" title="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" alt="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56490-parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-orga" title="JURIS - PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&amp;Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN" target="_blank">PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL ANTINYERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH ( Syzygium aromaticum(L.) Merr.&Perry ) DAN SEREH (Cymbopogon nardus L. Rendle): PEMBUATAN DAN UJI SIFAT FISIK GEL  AN</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan formulasi gel antinyeri dengan variasi konsentrasi bahan aktif dan basis gel, untuk menemukan kombinasi terbaik yang memberikan efek analgetik optimal. 2. Melakukan studi klinis untuk menguji efektivitas dan keamanan gel antinyeri kombinasi minyak atsiri bunga cengkeh dan sereh pada manusia, serta membandingkan hasilnya dengan produk komersial yang ada. 3. Menganalisis profil farmakokinetik dan farmakodinamik dari gel antinyeri ini, untuk memahami mekanisme kerja dan distribusi obat dalam tubuh..
<br>Terdapat pengaruh kadar basis CMC-Na terhadap sifat fisik gel kombinasi minyak atsiri bunga cengkeh dan sereh, dan kadar basis CMC-Na 2% (formula I) merupakan sediaan gel yang tepat untuk kombinasi minyak atsiri bunga cengkeh dan sereh, dan formula ini yang paling disukai responden
<br>Cengkeh dan sereh adalah komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu senyawa alami yang dihasilkan dari keduanya dan biasanya diperoleh melalui distilasi adalah minyak atsiri. Penggunaan minyak cengkeh dan minyak sereh yang sering digunakan oleh masyarakat adalah sebagai analgetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat gel analgetik dari kombinasi minyak esensial cengkeh dan minyak sereh dengan variasi konsentrasi CMC-Na sebagai agen pengental dan menentukan gel yang paling disukai oleh responden. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, metode pengumpulan data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dari eksperimen laboratorium. Gel yang dihasilkan kemudian diuji untuk sifat fisik persiapan yang meliputi uji organoleptik, homogenitas,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-631e6.webp" type="image/webp" length="85578" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-2295e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/parameter-fisik-gel-formulasi-ekstrak-uji-organole-thumb-631e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2412-stik-sam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12888-jurnal-ilmiah-manuntung-sains-farmasi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis Analisis Putusan Nomor 36 Pid Sus 2024 PN Dps ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis Analisis Putusan Nomor 36 Pid Sus 2024 PN Dps ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis Analisis Putusan Nomor 36 Pid Sus 2024 PN Dps ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56485-tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas</link>
	<guid isPermaLink="false">a96a6975e0d7088c466ee10d44b6111e</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 15:01:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bandar togel ]]></category>
	<category><![CDATA[ rtp mantis88 ]]></category>
	<category><![CDATA[ santet kuhp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,kuhp,mantis88,rtp,santet,togel]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan tidak hanya menganalisis satu putusan pengadilan, tetapi juga melibatkan studi komparatif terhadap berbagai kasus tindak pidana aborsi yang melibatkan tenaga medis di berbagai daerah di Indonesia. Dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps: Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan tidak hanya menganalisis satu putusan pengadilan, tetapi juga melibatkan studi komparatif terhadap berbagai kasus tindak pidana aborsi yang melibatkan tenaga medis di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa melihat apakah ada perbedaan interpretasi hakim mengenai indikasi kedaruratan medis atau penerapan pidana tambahan, serta mengidentifikasi pola atau tantangan umum yang mungkin muncul dalam praktik peradilan secara lebih luas. Hal ini penting untuk menciptakan kepastian hukum dan perlakuan yang adil di seluruh wilayah. Selain itu, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana pemahaman dokter dan tenaga medis lainnya, terutama mereka yang berpraktik di fasilitas kesehatan primer, terhadap definisi "indikasi kedaruratan medis" yang diatur dalam undang-undang yang baru. Apakah ada kesenjangan antara pemahaman hukum formal dengan praktik medis di lapangan, dan bagaimana hal ini memengaruhi keputusan mereka dalam menangani kasus-kasus terkait aborsi? Studi ini juga bisa menggali hambatan yang dihadapi tenaga medis dalam memenuhi prosedur layanan kesehatan yang dipersyaratkan oleh regulasi, termasuk dalam hal kepemilikan STR dan SIP. Terakhir, penting untuk mengevaluasi efektivitas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dalam mencegah praktik aborsi ilegal dan meningkatkan akuntabilitas tenaga medis. Apakah regulasi baru ini telah berhasil menekan angka aborsi ilegal dan penyalahgunaan profesi? Bagaimana sistem pengawasan dan registrasi profesi tenaga medis pasca berlakunya undang-undang ini bekerja di lapangan, dan apa saja upaya yang bisa dilakukan pemerintah serta organisasi profesi untuk memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang?. Penelitian ini menemukan bahwa tindakan aborsi dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps tidak memenuhi indikasi kedaruratan medis maupun persyaratan prosedural dan kompetensi tenaga medis sesuai UU No.Tidak diterapkannya pidana tambahan pencabutan hak profesi disebabkan terdakwa tidak memiliki STR, SIP, atau kewenangan profesional yang sah, sejalan dengan prinsip legalitas pemidanaan.Studi ini menekankan pentingnya harmonisasi regulasi dan penguatan pengawasan terhadap tenaga medis untuk menjamin kepastian hukum, perlindungan pasien, dan akuntabilitas profesi dalam mencegah praktik aborsi ilegal berulang Keterlibatan tenaga medis dalam praktik aborsi ilegal menimbulkan persoalan hukum yang kompleks karena bertentangan dengan kewajiban profesi untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar etik, standar profesi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Meskipun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memperbolehkan tindakan aborsi dalam keadaan tertentu, pelaksanaannya dibatasi secara ketat melalui persyaratan indikasi kedaruratan medis, kompetensi tenaga medis, serta prosedur pelayanan kesehatan yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemenuhan unsur indikasi kedaruratan medis serta pertimbangan hakim mengenai tidak diterapkannya pidana tambahan dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-75f06.webp" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-75f06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-75f06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-75f06.webp 1x" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" alt="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-d324d.webp" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-d324d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-d324d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-d324d.webp 1x" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" alt="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-6809f.webp" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-6809f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-6809f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-6809f.webp 1x" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" alt="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56485-tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas" title="JURIS - Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps" target="_blank">Indikasi Kedaruratan Medis Dalam Tindak Pidana Aborsi Oleh Tenaga Medis: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan tidak hanya menganalisis satu putusan pengadilan, tetapi juga melibatkan studi komparatif terhadap berbagai kasus tindak pidana aborsi yang melibatkan tenaga medis di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa melihat apakah ada perbedaan interpretasi hakim mengenai indikasi kedaruratan medis atau penerapan pidana tambahan, serta mengidentifikasi pola atau tantangan umum yang mungkin muncul dalam praktik peradilan secara lebih luas. Hal ini penting untuk menciptakan kepastian hukum dan perlakuan yang adil di seluruh wilayah. Selain itu, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana pemahaman dokter dan tenaga medis lainnya, terutama mereka yang berpraktik di fasilitas kesehatan primer, terhadap definisi "indikasi kedaruratan medis" yang diatur dalam undang-undang yang baru. Apakah ada kesenjangan antara pemahaman hukum formal dengan praktik medis di lapangan, dan bagaimana hal ini memengaruhi keputusan mereka dalam menangani kasus-kasus terkait aborsi? Studi ini juga bisa menggali hambatan yang dihadapi tenaga medis dalam memenuhi prosedur layanan kesehatan yang dipersyaratkan oleh regulasi, termasuk dalam hal kepemilikan STR dan SIP. Terakhir, penting untuk mengevaluasi efektivitas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dalam mencegah praktik aborsi ilegal dan meningkatkan akuntabilitas tenaga medis. Apakah regulasi baru ini telah berhasil menekan angka aborsi ilegal dan penyalahgunaan profesi? Bagaimana sistem pengawasan dan registrasi profesi tenaga medis pasca berlakunya undang-undang ini bekerja di lapangan, dan apa saja upaya yang bisa dilakukan pemerintah serta organisasi profesi untuk memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa tindakan aborsi dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps tidak memenuhi indikasi kedaruratan medis maupun persyaratan prosedural dan kompetensi tenaga medis sesuai UU No.Tidak diterapkannya pidana tambahan pencabutan hak profesi disebabkan terdakwa tidak memiliki STR, SIP, atau kewenangan profesional yang sah, sejalan dengan prinsip legalitas pemidanaan.Studi ini menekankan pentingnya harmonisasi regulasi dan penguatan pengawasan terhadap tenaga medis untuk menjamin kepastian hukum, perlindungan pasien, dan akuntabilitas profesi dalam mencegah praktik aborsi ilegal berulang
<br>Keterlibatan tenaga medis dalam praktik aborsi ilegal menimbulkan persoalan hukum yang kompleks karena bertentangan dengan kewajiban profesi untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar etik, standar profesi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Meskipun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memperbolehkan tindakan aborsi dalam keadaan tertentu, pelaksanaannya dibatasi secara ketat melalui persyaratan indikasi kedaruratan medis, kompetensi tenaga medis, serta prosedur pelayanan kesehatan yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemenuhan unsur indikasi kedaruratan medis serta pertimbangan hakim mengenai tidak diterapkannya pidana tambahan dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2024/PN Dps. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-75f06.webp" type="image/webp" length="90926" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-75f06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-d324d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/tenaga-medis-malpraktik-izin-praktik-sip-organisas-thumb-6809f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-384-ulb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9128-jurnal-ilmiah-advokasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE Momordica charantia L SECARA GRANULASI BASAH ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE Momordica charantia L SECARA GRANULASI BASAH ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE Momordica charantia L SECARA GRANULASI BASAH ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56495-buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif</link>
	<guid isPermaLink="false">0b563fc6a1767e35ec889128f75938ba</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 14:48:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rudi kartika ]]></category>
	<category><![CDATA[ jengkol skin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asril burhan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asril,burhan,jengkol,kartika,rudi,skin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai efek kombinasi Avicel PH 101 dan pati jagung terhadap stabilitas tablet ekstrak pare. Selain itu, penelitian tentang bioavailabilitas dan efektivitas tablet ekstrak pare dalam menurunkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA GRANULASI BASAH: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai efek kombinasi Avicel PH 101 dan pati jagung terhadap stabilitas tablet ekstrak pare. Selain itu, penelitian tentang bioavailabilitas dan efektivitas tablet ekstrak pare dalam menurunkan kadar gula darah juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Terakhir, studi tentang interaksi antara bahan aktif ekstrak pare dengan bahan penghancur juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan.. Perbandingan konsentrasi Avicel PH 101 dan pati jagung sebagai bahan penghancur dalam sediaan tablet ekstrak pare menghasilkan formula optimum dengan metode Simplex Lattice Desaign, yaitu 0,51%.Tablet yang dihasilkan dari formula optimum memiliki sifat fisik tablet yang baik, yaitu kecepatan alir, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur memenuhi persyaratan tablet Pare (Momordica charantia L.) dapat digunakan secara tradisional untuk mengurangi kadar gula darah. Avicel PH 101 dan pati jagung efektif sebagai bahan pengisi, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Kombinasi Avicel PH 101 dengan pati jagung diharapkan dapat mempercepat waktu hancur tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum tablet ekstrak pare menggunakan kombinasi pati jagung dan Avicel PH 101. Ekstrak pare diformulasikan dalam tablet dengan metode granulasi basah. Ekstrak pare diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut. Formula tablet berdasarkan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert versi 11 dengan parameter yang digunakan untuk mengukur keseragaman berat, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil yang diperoleh dari desain Simplex Lattice dibandingkan dengan hasil... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-35d5e.webp" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-35d5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-35d5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-35d5e.webp 1x" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" alt="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-8b12e.webp" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-8b12e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-8b12e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-8b12e.webp 1x" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" alt="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-a1d0b.webp" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-a1d0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-a1d0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-a1d0b.webp 1x" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" alt="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56495-buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif" title="JURIS - OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH" target="_blank">OPTIMASI CAMPURAN PATI JAGUNG DAN AVICEL PH 101 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA          GRANULASI BASAH</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai efek kombinasi Avicel PH 101 dan pati jagung terhadap stabilitas tablet ekstrak pare. Selain itu, penelitian tentang bioavailabilitas dan efektivitas tablet ekstrak pare dalam menurunkan kadar gula darah juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Terakhir, studi tentang interaksi antara bahan aktif ekstrak pare dengan bahan penghancur juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan..
<br>Perbandingan konsentrasi Avicel PH 101 dan pati jagung sebagai bahan penghancur dalam sediaan tablet ekstrak pare menghasilkan formula optimum dengan metode Simplex Lattice Desaign, yaitu 0,51%.Tablet yang dihasilkan dari formula optimum memiliki sifat fisik tablet yang baik, yaitu kecepatan alir, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur memenuhi persyaratan tablet
<br>Pare (Momordica charantia L.) dapat digunakan secara tradisional untuk mengurangi kadar gula darah. Avicel PH 101 dan pati jagung efektif sebagai bahan pengisi, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Kombinasi Avicel PH 101 dengan pati jagung diharapkan dapat mempercepat waktu hancur tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum tablet ekstrak pare menggunakan kombinasi pati jagung dan Avicel PH 101. Ekstrak pare diformulasikan dalam tablet dengan metode granulasi basah. Ekstrak pare diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut. Formula tablet berdasarkan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert versi 11 dengan parameter yang digunakan untuk mengukur keseragaman berat, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil yang diperoleh dari desain Simplex Lattice dibandingkan dengan hasil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-35d5e.webp" type="image/webp" length="90126" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-35d5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-8b12e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/buah-pare-efek-kombinasi-tablet-pati-jagung-aktif-thumb-a1d0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2412-stik-sam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12888-jurnal-ilmiah-manuntung-sains-farmasi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56476-tindak-pidana-makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasiona</link>
	<guid isPermaLink="false">27025dd1ed738b6b0af27580c4ec9b62</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 14:44:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bandar togel ]]></category>
	<category><![CDATA[ rtp mantis88 ]]></category>
	<category><![CDATA[ santet kuhp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,kuhp,mantis88,rtp,santet,togel]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat kompleksitas dalam menentukan batas pemidanaan ekspresi simbolik sebagai tindak pidana makar, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman mengenai implementasi Pendekatan SOBURAL secara empiris. Sebagai contoh, studi dapat menganalisis bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural: Melihat kompleksitas dalam menentukan batas pemidanaan ekspresi simbolik sebagai tindak pidana makar, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman mengenai implementasi Pendekatan SOBURAL secara empiris. Sebagai contoh, studi dapat menganalisis bagaimana faktor sosial, budaya, dan struktural secara konkret memengaruhi interpretasi aparat penegak hukum dan putusan hakim dalam kasus-kasus ekspresi simbolik di lapangan, bukan hanya dari perspektif normatif. Ini akan mengungkap dinamika praktis yang terjadi di luar kerangka teoritis, memberikan gambaran utuh tentang tantangan dan peluang dalam penerapan hukum. Selain itu, dengan berlakunya KUHP Nasional yang memperluas ambang pemidanaan hingga tahap Aupersiapan perbuatanAy, penting untuk melakukan penelitian evaluatif mengenai dampak implementasi pasal makar yang baru terhadap ruang kebebasan berekspresi masyarakat. Studi ini dapat mengidentifikasi potensi penyalahgunaan atau efek gentar (chilling effect) yang mungkin timbul, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk memastikan keseimbangan antara perlindungan negara dan hak konstitusional warga negara. Lebih jauh lagi, untuk memperkaya khazanah hukum dan praktik terbaik, penelitian komparatif dapat dilakukan dengan mengkaji bagaimana negara-negara demokratis lain dengan tradisi hukum serupa atau perlindungan kebebasan berekspresi yang kuat menyikapi ekspresi simbolik yang berpotensi dikaitkan dengan makar. Analisis ini dapat menyoroti perbedaan ambang batas pemidanaan, kerangka interpretasi, serta mekanisme perlindungan hak asasi yang diterapkan, sehingga dapat menjadi referensi berharga bagi penyempurnaan sistem hukum pidana di Indonesia.. Penelitian ini menyoroti pergeseran konstruksi normatif delik makar dalam hukum pidana Indonesia, dari 'permulaan pelaksanaan' di KUHP lama ke 'persiapan perbuatan' di KUHP Nasional, yang menuntut kehati-hatian dalam penerapannya.Untuk menghindari perluasan penafsiran, penilaian makar harus mempertimbangkan unsur objektif, subjektif, objek perlindungan hukum, dan faktor penguat pembuktian, dengan Pendekatan SOBURAL membantu memahami konteks sosial, budaya, dan struktural ekspresi simbolik.Batas antara kebebasan berekspresi dan tindak pidana makar terletak pada pemenuhan unsur-unsur delik, sehingga penerapannya harus objektif, proporsional, dan berbasis pembuktian guna menjaga keseimbangan antara hak berekspresi dan perlindungan negara Fenomena ekspresi simbolik memunculkan perdebatan hukum mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan tindak pidana makar dalam hukum pidana Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis batas pemidanaan terhadap ekspresi simbolik serta penggunaan Pendekatan SOBURAL (SosialAeBudayaAeStruktural) sebagai pendekatan kontekstual. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP lama (Wetboek van Strafrecht)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-5ad40.webp" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-5ad40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-5ad40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-5ad40.webp 1x" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" alt="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-cc920.webp" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-cc920.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-cc920.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-cc920.webp 1x" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" alt="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-bb8a1.webp" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-bb8a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-bb8a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-bb8a1.webp 1x" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" alt="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56476-tindak-pidana-makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasiona" title="JURIS - Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural" target="_blank">Batas Pemidanaan Ekspresi Simbolik Sebagai Tindak Pidana Makar: Kajian Yuridis Serta Analisis Dalam Perspektif Sobural</a>: Melihat kompleksitas dalam menentukan batas pemidanaan ekspresi simbolik sebagai tindak pidana makar, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman mengenai implementasi Pendekatan SOBURAL secara empiris. Sebagai contoh, studi dapat menganalisis bagaimana faktor sosial, budaya, dan struktural secara konkret memengaruhi interpretasi aparat penegak hukum dan putusan hakim dalam kasus-kasus ekspresi simbolik di lapangan, bukan hanya dari perspektif normatif. Ini akan mengungkap dinamika praktis yang terjadi di luar kerangka teoritis, memberikan gambaran utuh tentang tantangan dan peluang dalam penerapan hukum. Selain itu, dengan berlakunya KUHP Nasional yang memperluas ambang pemidanaan hingga tahap Aupersiapan perbuatanAy, penting untuk melakukan penelitian evaluatif mengenai dampak implementasi pasal makar yang baru terhadap ruang kebebasan berekspresi masyarakat. Studi ini dapat mengidentifikasi potensi penyalahgunaan atau efek gentar (chilling effect) yang mungkin timbul, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk memastikan keseimbangan antara perlindungan negara dan hak konstitusional warga negara. Lebih jauh lagi, untuk memperkaya khazanah hukum dan praktik terbaik, penelitian komparatif dapat dilakukan dengan mengkaji bagaimana negara-negara demokratis lain dengan tradisi hukum serupa atau perlindungan kebebasan berekspresi yang kuat menyikapi ekspresi simbolik yang berpotensi dikaitkan dengan makar. Analisis ini dapat menyoroti perbedaan ambang batas pemidanaan, kerangka interpretasi, serta mekanisme perlindungan hak asasi yang diterapkan, sehingga dapat menjadi referensi berharga bagi penyempurnaan sistem hukum pidana di Indonesia..
<br>Penelitian ini menyoroti pergeseran konstruksi normatif delik makar dalam hukum pidana Indonesia, dari 'permulaan pelaksanaan' di KUHP lama ke 'persiapan perbuatan' di KUHP Nasional, yang menuntut kehati-hatian dalam penerapannya.Untuk menghindari perluasan penafsiran, penilaian makar harus mempertimbangkan unsur objektif, subjektif, objek perlindungan hukum, dan faktor penguat pembuktian, dengan Pendekatan SOBURAL membantu memahami konteks sosial, budaya, dan struktural ekspresi simbolik.Batas antara kebebasan berekspresi dan tindak pidana makar terletak pada pemenuhan unsur-unsur delik, sehingga penerapannya harus objektif, proporsional, dan berbasis pembuktian guna menjaga keseimbangan antara hak berekspresi dan perlindungan negara
<br>Fenomena ekspresi simbolik memunculkan perdebatan hukum mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan tindak pidana makar dalam hukum pidana Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis batas pemidanaan terhadap ekspresi simbolik serta penggunaan Pendekatan SOBURAL (SosialAeBudayaAeStruktural) sebagai pendekatan kontekstual. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP lama (Wetboek van Strafrecht)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-5ad40.webp" type="image/webp" length="113430" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-5ad40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-cc920.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/makar-ekspresi-simbolik-kuhp-nasional-struktural-f-thumb-bb8a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-384-ulb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9128-jurnal-ilmiah-advokasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K Pop Palsu Di E Commerce ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K Pop Palsu Di E Commerce ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K Pop Palsu Di E Commerce ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56484-daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food</link>
	<guid isPermaLink="false">ce09f31a2eddd42470e28ec2cebc954b</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 14:43:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bandar togel ]]></category>
	<category><![CDATA[ rtp mantis88 ]]></category>
	<category><![CDATA[ santet kuhp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,kuhp,mantis88,rtp,santet,togel]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi digital, diperlukan penguatan kebijakan perlindungan konsumen melalui harmonisasi antara Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Informasi dan Transaksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce: Untuk meningkatkan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi digital, diperlukan penguatan kebijakan perlindungan konsumen melalui harmonisasi antara Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta regulasi mengenai perdagangan melalui sistem elektronik. Selain itu, pemerintah perlu menetapkan standar pengawasan yang lebih ketat terhadap penyelenggara e-commerce, termasuk kewajiban melakukan verifikasi identitas pelaku usaha, pengawasan terhadap produk yang diperdagangkan, dan penyediaan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, mudah, dan efektif. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pelaku usaha dan penyelenggara platform, serta memberikan perlindungan hukum yang lebih optimal bagi konsumen dalam ekosistem perdagangan digital.. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen atas penjualan album K-Pop palsu melalui platform e-commerce belum terlaksana secara optimal.Meskipun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah memberikan jaminan mengenai hak konsumen untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur serta hak untuk mendapatkan ganti kerugian atas barang yang tidak sesuai dengan perjanjian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala.Praktik penjualan produk palsu, penyampaian informasi yang menyesatkan, lemahnya tanggung jawab pelaku usaha, serta belum optimalnya pengawasan terhadap aktivitas perdagangan elektronik menyebabkan konsumen tetap berada pada posisi yang rentan dalam transaksi digital Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pesatnya pertumbuhan electronic commerce (e-commerce) sebagai sarana transaksi perdagangan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya penipuan dalam transaksi elektronik, khususnya terkait ketidaksesuaian antara barang yang dipromosikan dengan barang yang diterima konsumen. Kondisi ini menimbulkan permasalahan mengenai efektivitas perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen yang menjadi korban penjualan produk palsu atau tidak sesuai melalui platform e-commerce, serta mengkaji efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-b4bac.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-b4bac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-b4bac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-b4bac.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-37a7c.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-37a7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-37a7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-37a7c.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-74a5e.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-74a5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-74a5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-74a5e.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56484-daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food" title="JURIS - Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce" target="_blank">Perlindungan Hukum Konsumen Atas Penjualan Album K-Pop Palsu Di E-Commerce</a>: Untuk meningkatkan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi digital, diperlukan penguatan kebijakan perlindungan konsumen melalui harmonisasi antara Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta regulasi mengenai perdagangan melalui sistem elektronik. Selain itu, pemerintah perlu menetapkan standar pengawasan yang lebih ketat terhadap penyelenggara e-commerce, termasuk kewajiban melakukan verifikasi identitas pelaku usaha, pengawasan terhadap produk yang diperdagangkan, dan penyediaan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, mudah, dan efektif. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pelaku usaha dan penyelenggara platform, serta memberikan perlindungan hukum yang lebih optimal bagi konsumen dalam ekosistem perdagangan digital..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen atas penjualan album K-Pop palsu melalui platform e-commerce belum terlaksana secara optimal.Meskipun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah memberikan jaminan mengenai hak konsumen untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur serta hak untuk mendapatkan ganti kerugian atas barang yang tidak sesuai dengan perjanjian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala.Praktik penjualan produk palsu, penyampaian informasi yang menyesatkan, lemahnya tanggung jawab pelaku usaha, serta belum optimalnya pengawasan terhadap aktivitas perdagangan elektronik menyebabkan konsumen tetap berada pada posisi yang rentan dalam transaksi digital
<br>Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pesatnya pertumbuhan electronic commerce (e-commerce) sebagai sarana transaksi perdagangan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya penipuan dalam transaksi elektronik, khususnya terkait ketidaksesuaian antara barang yang dipromosikan dengan barang yang diterima konsumen. Kondisi ini menimbulkan permasalahan mengenai efektivitas perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen yang menjadi korban penjualan produk palsu atau tidak sesuai melalui platform e-commerce, serta mengkaji efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-b4bac.webp" type="image/webp" length="87996" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-b4bac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-37a7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/daya-terima-konsumen-transaksi-elektronik-food-per-thumb-74a5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-384-ulb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9128-jurnal-ilmiah-advokasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56472-adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-l</link>
	<guid isPermaLink="false">6676798c984a4be799eaa4b131c86155</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 14:21:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ central java ]]></category>
	<category><![CDATA[ theme zanash ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran ulama dalam memelihara dan mengembangkan tradisi Punggahan, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi jembatan antara budaya Jawa dan Melayu dalam masyarakat Sekoci. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak sosial dan budaya dari tradisi Punggahan terhadap masyarakat Sekoci, khususnya dalam hal pemeliharaan identitas budaya dan hubungan antar-kelompok etnis.. Masyarakat Jawa yang bermigrasi dari Jawa pada masa kolonial membawa tradisi Punggahan ke Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.Mereka terus mengamalkan tradisi Punggahan, tetapi dengan implementasi yang berbeda dari Punggahan pada umumnya, yang mengharuskan menu tertentu seperti apem, pisang, ketan, dan pasung.Tradisi Punggahan di Desa Sekoci telah berubah menjadi mirip dengan tradisi Meugang dengan pengaruh budaya Melayu.Sehingga, terjadi asimilasi dan akulturasi budaya antara masyarakat Melayu dan Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.Menu makanan yang disediakan untuk pelaksanaan tradisi Punggahan didominasi oleh masakan daging dan tidak memerlukan menu seperti pisang, apem, ketan, pasung, dan sebagainya.Tradisi Punggahan ini memiliki nilai-nilai positif bagi masyarakat, seperti mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang tua dan leluhur, menjaga kedamaian dan persatuan dalam masyarakat, serta sebagai amal kebajikan bagi sesama Masyarakat Jawa masih menjalankan ritual Punggahan menjelang bulan Ramadan, khususnya yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul praktik ini, bagaimana praktik ini berkembang, dan apa makna tradisi Punggahan bagi masyarakat Jawa yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui penelitian kepustakaan dan wawancara. Masyarakat Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, mengalami perubahan dalam cara pelaksanaan ritual Punggahan. Ketika sebuah kelompok berkumpul di masjid atau mushalla, menu yang disajikan berbeda. Hal ini merupakan hasil dari perpaduan budaya Jawa dan Melayu. Perpaduan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp 1x" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" alt="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp 1x" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" alt="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp 1x" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" alt="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56472-adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-l" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" target="_blank">The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran ulama dalam memelihara dan mengembangkan tradisi Punggahan, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi jembatan antara budaya Jawa dan Melayu dalam masyarakat Sekoci. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak sosial dan budaya dari tradisi Punggahan terhadap masyarakat Sekoci, khususnya dalam hal pemeliharaan identitas budaya dan hubungan antar-kelompok etnis..
<br>Masyarakat Jawa yang bermigrasi dari Jawa pada masa kolonial membawa tradisi Punggahan ke Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.Mereka terus mengamalkan tradisi Punggahan, tetapi dengan implementasi yang berbeda dari Punggahan pada umumnya, yang mengharuskan menu tertentu seperti apem, pisang, ketan, dan pasung.Tradisi Punggahan di Desa Sekoci telah berubah menjadi mirip dengan tradisi Meugang dengan pengaruh budaya Melayu.Sehingga, terjadi asimilasi dan akulturasi budaya antara masyarakat Melayu dan Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.Menu makanan yang disediakan untuk pelaksanaan tradisi Punggahan didominasi oleh masakan daging dan tidak memerlukan menu seperti pisang, apem, ketan, pasung, dan sebagainya.Tradisi Punggahan ini memiliki nilai-nilai positif bagi masyarakat, seperti mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang tua dan leluhur, menjaga kedamaian dan persatuan dalam masyarakat, serta sebagai amal kebajikan bagi sesama
<br>Masyarakat Jawa masih menjalankan ritual Punggahan menjelang bulan Ramadan, khususnya yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul praktik ini, bagaimana praktik ini berkembang, dan apa makna tradisi Punggahan bagi masyarakat Jawa yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui penelitian kepustakaan dan wawancara. Masyarakat Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, mengalami perubahan dalam cara pelaksanaan ritual Punggahan. Ketika sebuah kelompok berkumpul di masjid atau mushalla, menu yang disajikan berbeda. Hal ini merupakan hasil dari perpaduan budaya Jawa dan Melayu. Perpaduan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" type="image/webp" length="76538" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56480-gaya-kognitif-investasi-fie</link>
	<guid isPermaLink="false">7b85edc694cc018415a695c8f4dfb17b</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 14:21:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sum solehati ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ hetdy sitio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,hetdy,sitio,solehati,sum]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam efektivitas berbagai strategi pengajaran yang disesuaikan dengan gaya kognitif siswa, khususnya bagi mereka yang teridentifikasi sebagai field dependent. Sebagai contoh, apakah penggunaan alat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa: Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam efektivitas berbagai strategi pengajaran yang disesuaikan dengan gaya kognitif siswa, khususnya bagi mereka yang teridentifikasi sebagai field dependent. Sebagai contoh, apakah penggunaan alat bantu visual interaktif atau metode scaffolding bertahap yang spesifik dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa field dependent dalam memahami masalah matematika dan merancang solusi secara mandiri, bukan hanya pada materi perbandingan senilai tetapi juga pada topik matematika lain yang lebih kompleks seperti aljabar atau geometri? Selain itu, akan sangat menarik untuk mengeksplorasi potensi implementasi platform pembelajaran adaptif berbasis teknologi yang mampu menyesuaikan materi dan tingkat bimbingan berdasarkan profil gaya kognitif setiap siswa. Penelitian dapat mengkaji bagaimana sistem semacam ini dapat mengurangi kesenjangan kesulitan antara siswa field dependent dan field independent dalam jangka panjang. Lebih lanjut, penting juga untuk meneliti bagaimana pelatihan khusus bagi para guru mengenai identifikasi dan penanganan perbedaan gaya kognitif dapat memengaruhi kualitas interaksi di kelas, mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika, dan pada akhirnya meningkatkan pencapaian hasil belajar pemecahan masalah matematika secara keseluruhan di berbagai jenjang pendidikan.. Gaya kognitif secara signifikan memengaruhi tingkat kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah Polya.Siswa dengan gaya kognitif field dependent (StFD dan SiFD) menghadapi kesulitan di hampir semua tahap pemecahan masalah, sedangkan siswa field independent (SiFI dan StFI) menunjukkan kemampuan yang lebih baik dan sedikit kesulitan.Secara keseluruhan, siswa bergaya field independent lebih unggul dalam pemecahan masalah matematika dibandingkan siswa field dependent Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah Polya ditinjau dari gaya kognitif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan empat subjek kelas VII yang mewakili kategori strongly field dependent, slightly field dependent, slightly field independent, dan strongly field independent. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah pada materi perbandingan senilai serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya kognitif field dependent mengalami lebih banyak kesulitan pada setiap tahap pemecahan masalah dibandingkan dengan peserta didik bergaya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-23a8b.webp" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-23a8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-23a8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-23a8b.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" alt="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-b572f.webp" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-b572f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-b572f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-b572f.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" alt="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-de4f5.webp" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-de4f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-de4f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-de4f5.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" alt="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56480-gaya-kognitif-investasi-fie" title="JURIS - Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa" target="_blank">Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa</a>: Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam efektivitas berbagai strategi pengajaran yang disesuaikan dengan gaya kognitif siswa, khususnya bagi mereka yang teridentifikasi sebagai field dependent. Sebagai contoh, apakah penggunaan alat bantu visual interaktif atau metode scaffolding bertahap yang spesifik dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa field dependent dalam memahami masalah matematika dan merancang solusi secara mandiri, bukan hanya pada materi perbandingan senilai tetapi juga pada topik matematika lain yang lebih kompleks seperti aljabar atau geometri? Selain itu, akan sangat menarik untuk mengeksplorasi potensi implementasi platform pembelajaran adaptif berbasis teknologi yang mampu menyesuaikan materi dan tingkat bimbingan berdasarkan profil gaya kognitif setiap siswa. Penelitian dapat mengkaji bagaimana sistem semacam ini dapat mengurangi kesenjangan kesulitan antara siswa field dependent dan field independent dalam jangka panjang. Lebih lanjut, penting juga untuk meneliti bagaimana pelatihan khusus bagi para guru mengenai identifikasi dan penanganan perbedaan gaya kognitif dapat memengaruhi kualitas interaksi di kelas, mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika, dan pada akhirnya meningkatkan pencapaian hasil belajar pemecahan masalah matematika secara keseluruhan di berbagai jenjang pendidikan..
<br>Gaya kognitif secara signifikan memengaruhi tingkat kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah Polya.Siswa dengan gaya kognitif field dependent (StFD dan SiFD) menghadapi kesulitan di hampir semua tahap pemecahan masalah, sedangkan siswa field independent (SiFI dan StFI) menunjukkan kemampuan yang lebih baik dan sedikit kesulitan.Secara keseluruhan, siswa bergaya field independent lebih unggul dalam pemecahan masalah matematika dibandingkan siswa field dependent
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah Polya ditinjau dari gaya kognitif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan empat subjek kelas VII yang mewakili kategori strongly field dependent, slightly field dependent, slightly field independent, dan strongly field independent. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah pada materi perbandingan senilai serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya kognitif field dependent mengalami lebih banyak kesulitan pada setiap tahap pemecahan masalah dibandingkan dengan peserta didik bergaya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-b572f.webp" type="image/webp" length="83016" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-23a8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-b572f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/gaya-kognitif-investasi-field-dependent-profil-has-thumb-de4f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3128-unikastpaulus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12683-jurnal-literasi-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mahasantri and Rational Choice Shift of Obedience to the Kiai ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mahasantri and Rational Choice Shift of Obedience to the Kiai ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mahasantri and Rational Choice Shift of Obedience to the Kiai ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56470-komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik</link>
	<guid isPermaLink="false">8cc8c3342f2db6993447e148937db759</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 13:01:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ central java ]]></category>
	<category><![CDATA[ royan utsany ]]></category>
	<category><![CDATA[ heni purwati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[central,heni,java,purwati,royan,utsany]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran tersebut. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan rasional mahasantri dalam menentukan ketaatan atau penolakan terhadap fatwa kiai.. Etika ketaatan santri terhadap kiai adalah keharusan mutlak.Nilai-nilai tetap (etika, ketaqwaan) yang inherent dalam tradisi pesantren sulit dihilangkan.Mahasantri tidak secara otomatis menerima nilai-nilai ketaatan tradisional seperti santri salaf, tetapi memasuki dialog dengan rasionalitas.Mahasantri masih mempertahankan etika ketaatan, tetapi secara bertahap mengembangkan kebebasan berpikir yang rasional.Ketaatan bersyarat merupakan sintesis antara ketaatan mutlak dan kebebasan pribadi Persepsi tradisional tentang komunikasi satu arah yang sakral antara santri dan kiai tidak lagi mencerminkan hubungan mereka di pesantren. Melalui observasi partisipatif di dua pesantren di Surabaya dan Yogyakarta, studi etnografis ini bertujuan untuk mengungkap pergeseran ketaatan santri terhadap Kiai setelah mereka menjadi mahasantri. Teori pilihan rasional yang menekankan pemikiran rasional digunakan dalam studi ini untuk menganalisis tiga dimensi ketaatan mahasantri, yaitu persepsi, implementasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp 1x" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" alt="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp 1x" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" alt="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp 1x" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" alt="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56470-komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" target="_blank">Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran tersebut. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan rasional mahasantri dalam menentukan ketaatan atau penolakan terhadap fatwa kiai..
<br>Etika ketaatan santri terhadap kiai adalah keharusan mutlak.Nilai-nilai tetap (etika, ketaqwaan) yang inherent dalam tradisi pesantren sulit dihilangkan.Mahasantri tidak secara otomatis menerima nilai-nilai ketaatan tradisional seperti santri salaf, tetapi memasuki dialog dengan rasionalitas.Mahasantri masih mempertahankan etika ketaatan, tetapi secara bertahap mengembangkan kebebasan berpikir yang rasional.Ketaatan bersyarat merupakan sintesis antara ketaatan mutlak dan kebebasan pribadi
<br>Persepsi tradisional tentang komunikasi satu arah yang sakral antara santri dan kiai tidak lagi mencerminkan hubungan mereka di pesantren. Melalui observasi partisipatif di dua pesantren di Surabaya dan Yogyakarta, studi etnografis ini bertujuan untuk mengungkap pergeseran ketaatan santri terhadap Kiai setelah mereka menjadi mahasantri. Teori pilihan rasional yang menekankan pemikiran rasional digunakan dalam studi ini untuk menganalisis tiga dimensi ketaatan mahasantri, yaitu persepsi, implementasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" type="image/webp" length="66512" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Local Religious Values of Javanese Sundanese Religion Resistance to Modernity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Local Religious Values of Javanese Sundanese Religion Resistance to Modernity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Local Religious Values of Javanese Sundanese Religion Resistance to Modernity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56474-agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pend</link>
	<guid isPermaLink="false">527c9adc8f618fe7d1bab6b6e76200a1</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 12:26:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ central java ]]></category>
	<category><![CDATA[ samsul rizal ]]></category>
	<category><![CDATA[ theme zanash ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di tengah tekanan dari agama-agama mainstream. Kedua, studi komparatif antara ADS dan agama-agama mainstream dapat dilakukan untuk memahami bagaimana ADS menyesuaikan diri dengan modernitas dan mempertahankan tradisi mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ADS yang terkait dengan harmoni dengan alam dan tradisi dapat diterapkan dalam konteks modern untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial yang dihadapi manusia saat ini.. Agama Djawa Soenda (ADS) terutama berfokus pada harmonisasi dengan dunia alam, tetapi juga mencerminkan perlawanan terhadap kekuatan modernitas.Modernitas, yang ditandai dengan nilai-nilai baru yang mengancam untuk merusak tradisi yang sudah mapan, ditanggapi dengan memperkuat nilai-nilai tradisional melalui pendidikan berbasis nilai.Perlawanan ini tidak terbatas pada modernitas saja, tetapi juga mencakup agama-agama asing yang dipandang sebagai tantangan terhadap keyakinan yang sudah mapan.Esensi dari perlawanan ini tercermin dalam ajaran yang menganjurkan anti-kolonialisme, mempromosikan hubungan harmonis dengan alam, dan mendorong kembali ke identitas manusia yang asli, alam, dan tradisi.Prinsip-prinsip ini dirancang untuk mendidik dan membimbing komunitas asli serta masyarakat Jawa secara keseluruhan.Interkoneksi dari ajaran-ajaran ini, yang menekankan pentingnya harmonisasi dengan alam dan pemulihan identitas manusia, berakar pada komitmen untuk menghormati dan melestarikan adat dan tradisi.Untuk tujuan ini, semua bentuk kolonialisme ditolak, mulai dari penaklukan fisik hingga dominasi budaya, termasuk penanaman agama asing.Studi ini hanya mengeksplorasi ajaran pendidikan nilai dan modernitas, belum membahas politik, konflik, dan aspek lainnya.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas konflik dan ketegangan antara ADS dan agama asing atau membandingkan perlawanan terhadap modernitas antara ADS dan agama-agama mainstream Modernitas dapat mengikis nilai-nilai tradisional, terutama agama. Agama lokal sering kali mencerminkan nilai-nilai budaya komunitas dengan lebih menonjol, menghasilkan aspek-aspek tradisional yang lebih kuat dibandingkan dengan agama-agama mainstream. Kajian ini membahas pendidikan nilai yang dididik dan diajarkan oleh Madrais, selaku pendiri Agama Djawa Soenda (ADS) kepada warga adat, terkait perlawanan terhadap modernitas. Inti dari ajaran ADS sebenarnya ajakan untuk melakukan harmoni dengan alam. Namun, ajaran ini bisa dianalisis dari aspek perlawanan mereka sesuatu yang baru (modernitas), serta membawa nilai yang membahayakan keberlangsungan ajaran mereka, termasuk agama yang datang dari luar. Dilihat dalam konteks ini, ADS mewakili komitmen ganda terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp 1x" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" alt="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp 1x" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" alt="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp 1x" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" alt="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56474-agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pend" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" target="_blank">Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di tengah tekanan dari agama-agama mainstream. Kedua, studi komparatif antara ADS dan agama-agama mainstream dapat dilakukan untuk memahami bagaimana ADS menyesuaikan diri dengan modernitas dan mempertahankan tradisi mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ADS yang terkait dengan harmoni dengan alam dan tradisi dapat diterapkan dalam konteks modern untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial yang dihadapi manusia saat ini..
<br>Agama Djawa Soenda (ADS) terutama berfokus pada harmonisasi dengan dunia alam, tetapi juga mencerminkan perlawanan terhadap kekuatan modernitas.Modernitas, yang ditandai dengan nilai-nilai baru yang mengancam untuk merusak tradisi yang sudah mapan, ditanggapi dengan memperkuat nilai-nilai tradisional melalui pendidikan berbasis nilai.Perlawanan ini tidak terbatas pada modernitas saja, tetapi juga mencakup agama-agama asing yang dipandang sebagai tantangan terhadap keyakinan yang sudah mapan.Esensi dari perlawanan ini tercermin dalam ajaran yang menganjurkan anti-kolonialisme, mempromosikan hubungan harmonis dengan alam, dan mendorong kembali ke identitas manusia yang asli, alam, dan tradisi.Prinsip-prinsip ini dirancang untuk mendidik dan membimbing komunitas asli serta masyarakat Jawa secara keseluruhan.Interkoneksi dari ajaran-ajaran ini, yang menekankan pentingnya harmonisasi dengan alam dan pemulihan identitas manusia, berakar pada komitmen untuk menghormati dan melestarikan adat dan tradisi.Untuk tujuan ini, semua bentuk kolonialisme ditolak, mulai dari penaklukan fisik hingga dominasi budaya, termasuk penanaman agama asing.Studi ini hanya mengeksplorasi ajaran pendidikan nilai dan modernitas, belum membahas politik, konflik, dan aspek lainnya.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas konflik dan ketegangan antara ADS dan agama asing atau membandingkan perlawanan terhadap modernitas antara ADS dan agama-agama mainstream
<br>Modernitas dapat mengikis nilai-nilai tradisional, terutama agama. Agama lokal sering kali mencerminkan nilai-nilai budaya komunitas dengan lebih menonjol, menghasilkan aspek-aspek tradisional yang lebih kuat dibandingkan dengan agama-agama mainstream. Kajian ini membahas pendidikan nilai yang dididik dan diajarkan oleh Madrais, selaku pendiri Agama Djawa Soenda (ADS) kepada warga adat, terkait perlawanan terhadap modernitas. Inti dari ajaran ADS sebenarnya ajakan untuk melakukan harmoni dengan alam. Namun, ajaran ini bisa dianalisis dari aspek perlawanan mereka sesuatu yang baru (modernitas), serta membawa nilai yang membahayakan keberlangsungan ajaran mereka, termasuk agama yang datang dari luar. Dilihat dalam konteks ini, ADS mewakili komitmen ganda terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" type="image/webp" length="85388" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 25 Jul 2026 17:49:02 +0700. 12 items. Served in: 4.448 seconds [rss] -->
