<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.135-10jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.135-10jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 13:41:27 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 13:41:27 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-10T13:41:27+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Degradasi Fungsi Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai Nilai Sosial dan Budaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Degradasi Fungsi Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai Nilai Sosial dan Budaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Degradasi Fungsi Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai Nilai Sosial dan Budaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53946-sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lok</link>
	<guid isPermaLink="false">844da63a57e383f73add53452b9e07ff</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:48:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ contak admin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep mulyana ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[admin,asep,contak,first,issue,mulyana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi degradasi moral generasi muda Indonesia, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi-strategi pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya yang positif. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya: Untuk mengatasi degradasi moral generasi muda Indonesia, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi-strategi pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya yang positif. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang inovatif, serta melibatkan berbagai pihak seperti keluarga, komunitas, dan lembaga adat dalam proses pendidikan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi peran media massa dalam mempromosikan budaya lokal dan mengimbangi pengaruh budaya luar yang mungkin merusak. Dengan demikian, pendidikan dapat berfungsi sebagai alat transformasi sosial dan budaya yang positif, dan membantu membangun karakter bangsa Indonesia yang luhur dan kokoh.. Suatu proses interaksi didasarkan pada empat faktor, yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.Faktor imitasi mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial, segi positifnya dapat mendorong seseorang mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku.Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya kemudian diterima oleh pihak lain.Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.Proses simpati merupakan suatu proses seseorang merasa tertarik pada pihak lain, dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.Dari keempat faktor tersebut dapat dikatakan bahwa faktor imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat, walaupun pengaruhnya kurang mendalam bila dibandingkan dengan faktor identifikasi dan simpati yang relatif agak lambat proses berlangsungnya Setiap bangsa, individu pada umumnya menginginkan pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan formal, semakin banyak dan semakin tinggi maka semakin baik. Pendidikan menjadi harapan untuk menanggung transmisi keseluruhan sosial dan kebudayaan bangsa. Secara umum proses sosial tidak lepas dari adanya interaksi sosial, dimana terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam berinteraksi, yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Adapun kebudayaan, tidak terlepas dari sarana dan prosesnya. Sarana pewarisan budaya meliputi keluarga, masyarakat, lembaga adat, komunitas agama, sekolah dan media masa. Sedangkan proses pewarisan budaya terbagi menjadi akulturasi dan enkulturasi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-3c55c.webp" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-3c55c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-3c55c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-3c55c.webp 1x" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" alt="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-86c32.webp" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-86c32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-86c32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-86c32.webp 1x" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" alt="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-8a168.webp" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-8a168.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-8a168.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-8a168.webp 1x" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" alt="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53946-sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lok" title="JURIS - Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya" target="_blank">Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan dan Perubahan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya</a>: Untuk mengatasi degradasi moral generasi muda Indonesia, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi-strategi pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya yang positif. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang inovatif, serta melibatkan berbagai pihak seperti keluarga, komunitas, dan lembaga adat dalam proses pendidikan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi peran media massa dalam mempromosikan budaya lokal dan mengimbangi pengaruh budaya luar yang mungkin merusak. Dengan demikian, pendidikan dapat berfungsi sebagai alat transformasi sosial dan budaya yang positif, dan membantu membangun karakter bangsa Indonesia yang luhur dan kokoh..
<br>Suatu proses interaksi didasarkan pada empat faktor, yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.Faktor imitasi mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial, segi positifnya dapat mendorong seseorang mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku.Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya kemudian diterima oleh pihak lain.Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.Proses simpati merupakan suatu proses seseorang merasa tertarik pada pihak lain, dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.Dari keempat faktor tersebut dapat dikatakan bahwa faktor imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat, walaupun pengaruhnya kurang mendalam bila dibandingkan dengan faktor identifikasi dan simpati yang relatif agak lambat proses berlangsungnya
<br>Setiap bangsa, individu pada umumnya menginginkan pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan formal, semakin banyak dan semakin tinggi maka semakin baik. Pendidikan menjadi harapan untuk menanggung transmisi keseluruhan sosial dan kebudayaan bangsa. Secara umum proses sosial tidak lepas dari adanya interaksi sosial, dimana terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam berinteraksi, yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Adapun kebudayaan, tidak terlepas dari sarana dan prosesnya. Sarana pewarisan budaya meliputi keluarga, masyarakat, lembaga adat, komunitas agama, sekolah dan media masa. Sedangkan proses pewarisan budaya terbagi menjadi akulturasi dan enkulturasi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-8a168.webp" type="image/webp" length="68234" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-3c55c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-86c32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/sosial-degradasi-moral-ai-faktor-budaya-lokal-pema-thumb-8a168.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2565-stit-buntetpesantren.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19091-tanzhimuna-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan Peserta Didik di Sekolah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan Peserta Didik di Sekolah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan Peserta Didik di Sekolah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53942-strategi-pembelajaran-pai-mata-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">c23774b5edd350c008a5b1c725c9174b</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 11:42:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ contak admin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep mulyana ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[admin,asep,contak,first,issue,mulyana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI terhadap peningkatan rasa tanggung jawab moral siswa di berbagai jenjang pendidikan. Peneliti juga dapat membandingkan efektivitas metode pembiasaan salam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan Peserta Didik di Sekolah: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI terhadap peningkatan rasa tanggung jawab moral siswa di berbagai jenjang pendidikan. Peneliti juga dapat membandingkan efektivitas metode pembiasaan salam yang berbasis kegiatan ekstrakurikuler dengan metode yang terintegrasi dalam kurikulum reguler. Sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan perilaku salam dan dampaknya terhadap iklim sosial sekolah selama lima tahun ke depan. Selanjutnya, dapat diteliti bagaimana peran orang tua dan masyarakat dalam memperkuat budaya salam di luar lingkungan sekolah, dengan menggunakan pendekatan survei campuran. Penelitian kualitatif mendalam dapat mengeksplorasi persepsi guru tentang tantangan dan peluang dalam menerapkan budaya salam pada mata pelajaran selain PAI. Selain itu, dapat dilakukan analisis komparatif antara sekolah yang menerapkan budaya salam dengan yang tidak, untuk mengidentifikasi perbedaan dalam pencapaian akademik dan karakter siswa. Peneliti juga dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi digital yang memfasilitasi latihan salam secara interaktif, lalu menguji efektivitasnya melalui eksperimen terkontrol. Akhirnya, studi tindakan dapat dirancang untuk melibatkan siswa sebagai fasilitator budaya salam, sehingga menilai peningkatan kepemimpinan dan partisipasi aktif mereka dalam lingkungan sekolah.. Guru membiasakan menyambut peserta didik dengan senyum, sapa, dan salam di halaman sekolah serta sebelum masuk ruang kelas.Praktik ini diterapkan di SMP AlAcQurAoan Kabupaten Bandung.Dari situ dapat disimpulkan bahwa proses implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI efektif dalam memperkuat pembiasaan peserta didik Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu fenomena yang ditandai rusaknya moral generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI untuk pembiasaan peserta didik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kataAckata, gambar, dan bukan angkaAcangka. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana implementasi budaya salam melalui pembiasaan peserta didik di kelas VIII SMP AlAcQurAoan Kabupaten... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-7b040.webp" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-7b040.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-7b040.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-7b040.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" alt="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-eb1d5.webp" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-eb1d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-eb1d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-eb1d5.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" alt="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-30445.webp" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-30445.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-30445.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-30445.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" alt="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53942-strategi-pembelajaran-pai-mata-pe" title="JURIS - Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah" target="_blank">Implementasi Budaya Salam Melalui Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Pembiasaan  Peserta Didik di Sekolah</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI terhadap peningkatan rasa tanggung jawab moral siswa di berbagai jenjang pendidikan. Peneliti juga dapat membandingkan efektivitas metode pembiasaan salam yang berbasis kegiatan ekstrakurikuler dengan metode yang terintegrasi dalam kurikulum reguler. Sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan perilaku salam dan dampaknya terhadap iklim sosial sekolah selama lima tahun ke depan. Selanjutnya, dapat diteliti bagaimana peran orang tua dan masyarakat dalam memperkuat budaya salam di luar lingkungan sekolah, dengan menggunakan pendekatan survei campuran. Penelitian kualitatif mendalam dapat mengeksplorasi persepsi guru tentang tantangan dan peluang dalam menerapkan budaya salam pada mata pelajaran selain PAI. Selain itu, dapat dilakukan analisis komparatif antara sekolah yang menerapkan budaya salam dengan yang tidak, untuk mengidentifikasi perbedaan dalam pencapaian akademik dan karakter siswa. Peneliti juga dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi digital yang memfasilitasi latihan salam secara interaktif, lalu menguji efektivitasnya melalui eksperimen terkontrol. Akhirnya, studi tindakan dapat dirancang untuk melibatkan siswa sebagai fasilitator budaya salam, sehingga menilai peningkatan kepemimpinan dan partisipasi aktif mereka dalam lingkungan sekolah..
<br>Guru membiasakan menyambut peserta didik dengan senyum, sapa, dan salam di halaman sekolah serta sebelum masuk ruang kelas.Praktik ini diterapkan di SMP AlAcQurAoan Kabupaten Bandung.Dari situ dapat disimpulkan bahwa proses implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI efektif dalam memperkuat pembiasaan peserta didik
<br>Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu fenomena yang ditandai rusaknya moral generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi budaya salam melalui pembelajaran PAI untuk pembiasaan peserta didik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kataAckata, gambar, dan bukan angkaAcangka. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana implementasi budaya salam melalui pembiasaan peserta didik di kelas VIII SMP AlAcQurAoan Kabupaten...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-30445.webp" type="image/webp" length="97050" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-7b040.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-eb1d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/strategi-pembelajaran-pai-mata-pelajaran-teknologi-thumb-30445.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2565-stit-buntetpesantren.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19091-tanzhimuna-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53938-prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning</link>
	<guid isPermaLink="false">d1bfcbc833b0890a29e865fa1a148c0c</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 11:21:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ contak admin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep mulyana ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[admin,asep,contak,first,issue,mulyana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Salah satu pertanyaan penelitian yang dapat dikembangkan adalah bagaimana efektivitas PBL membandingkan prestasi sebelum dan sesudah penerapan di kelas SMP KIngrese. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif pretestAcposttest dengan sampel acak, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar: Salah satu pertanyaan penelitian yang dapat dikembangkan adalah bagaimana efektivitas PBL membandingkan prestasi sebelum dan sesudah penerapan di kelas SMP KIngrese. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif pretestAcposttest dengan sampel acak, sehingga dapat memperkirakan pertanggungjawaban PBL terhadap peningkatan nilai. Selanjutnya, peneliti dapat menyelidiki peran media digital dalam memfasilitasi PBL di kelas PAI; misalnya, apakah penggunaan aplikasi pembelajaran offline dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kasus. Ketiga, penting untuk menganalisis dampak PBL terhadap perkembangan karakter siswa, seperti sikap kepedulian sosial, kejujuran dan tanggung jawab, sehingga dapat dilihat apakah metode ini juga meningkatkan nilai-nilai moral yang disampaikan di PAI. Dengan ketiga arah studi ini, diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang komprehensifnya PBL dalam konteks pendidikan agama Islam di tingkat SMP.. Metode Problem Based Learning mampu meningkatkan prestasi belajar dengan indikator nilai kognitif, afektif, dan psikomotor melebihi KKM Penelitian ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa guru sebagai manajer bagi peserta didik masih menggunakan metode pembelajaran konvensional di SMP. Kond pedir bahwa penggunaan metode konvenskty dapat memengaruhi prestasi belajar. Oleh karena itu, peneliti mengimplementasikan manajemen pembelajaran P Strategy Problem Based Learning (PBL) sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawA interview byo bob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas IX-A dan IX-G mengalami peningkatan prestasi belajar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor, di atas target KKM. Kesimpulannya, penerapan PBL berhasil meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-73b89.webp" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-73b89.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-73b89.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-73b89.webp 1x" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" alt="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-1735c.webp" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-1735c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-1735c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-1735c.webp 1x" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" alt="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-6d5d4.webp" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-6d5d4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-6d5d4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-6d5d4.webp 1x" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" alt="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53938-prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning" title="JURIS - Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar" target="_blank">Manajemen  Pembelajaran PAI Melalui Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar</a>: Salah satu pertanyaan penelitian yang dapat dikembangkan adalah bagaimana efektivitas PBL membandingkan prestasi sebelum dan sesudah penerapan di kelas SMP KIngrese. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif pretestAcposttest dengan sampel acak, sehingga dapat memperkirakan pertanggungjawaban PBL terhadap peningkatan nilai. Selanjutnya, peneliti dapat menyelidiki peran media digital dalam memfasilitasi PBL di kelas PAI; misalnya, apakah penggunaan aplikasi pembelajaran offline dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kasus. Ketiga, penting untuk menganalisis dampak PBL terhadap perkembangan karakter siswa, seperti sikap kepedulian sosial, kejujuran dan tanggung jawab, sehingga dapat dilihat apakah metode ini juga meningkatkan nilai-nilai moral yang disampaikan di PAI. Dengan ketiga arah studi ini, diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang komprehensifnya PBL dalam konteks pendidikan agama Islam di tingkat SMP..
<br>Metode Problem Based Learning mampu meningkatkan prestasi belajar dengan indikator nilai kognitif, afektif, dan psikomotor melebihi KKM
<br>Penelitian ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa guru sebagai manajer bagi peserta didik masih menggunakan metode pembelajaran konvensional di SMP. Kond pedir bahwa penggunaan metode konvenskty dapat memengaruhi prestasi belajar. Oleh karena itu, peneliti mengimplementasikan manajemen pembelajaran P Strategy Problem Based Learning (PBL) sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawA interview byo bob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas IX-A dan IX-G mengalami peningkatan prestasi belajar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor, di atas target KKM. Kesimpulannya, penerapan PBL berhasil meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-73b89.webp" type="image/webp" length="96888" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-73b89.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-1735c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/prestasi-belajar-manajemen-pai-pbl-based-learning-thumb-6d5d4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2565-stit-buntetpesantren.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19091-tanzhimuna-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53936-kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-str</link>
	<guid isPermaLink="false">a99732d35630623f16ca774313a5af68</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 10:20:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ contak admin ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi saputro ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[admin,budi,contak,first,issue,saputro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Salah satu saran penelitian lanjutan pertama adalah melakukan studi etnografis di tingkat sekolah secara sistematis untuk mengamati implementasi kurikulum dan dinamika sosialAcpolitik yang beroperasi di ruang kelas. Saran kedua melibatkan perbandingan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia: Salah satu saran penelitian lanjutan pertama adalah melakukan studi etnografis di tingkat sekolah secara sistematis untuk mengamati implementasi kurikulum dan dinamika sosialAcpolitik yang beroperasi di ruang kelas. Saran kedua melibatkan perbandingan lintas negara di kawasan ASEAN dengan menilai perbedaan konfigurasi politik, budaya, dan kebijakan kurikulum yang memengaruhi proses pembentukan kurikulum. Saran ketiga berfokus pada pengembangan model partisipatif yang melibatkan guru, siswa, orang tua, dan lembaga keagamaan dalam proses perumusan kebijakan kurikulum, sehingga memperkuat keberlanjutan dan akuntabilitas kebijakan. Dengan menggabungkan pendekatan etnografis, komparatif, dan partisipatif, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman tentang bagaimana faktor sosialAcpolitik memengaruhi praktik kurikulum di berbagai konteks lokal, serta susu dapat memberi rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif dan responsif kepada pelaku pendidikan.. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa relasi antara dinamika sosioAcpolitik dan pengembangan kurikulum di Indonesia bersifat konsisten dan meluas secara historis.Analisis sepuluh era kurikulum (1945Ac2026), dengan mengacu pada Apple, Bernstein, dan Popkewitz, mengidentifikasi lima mekanisme yang AO berulang.legitimasi ideologis, osilasi sentralisasiAcdesentralisasi, negosiasi agamaAcsekularisme, tuntutan pembangunan ekonomi, dan dialektika globalisasiAclokalisasi.Melalui lima mekanisme ini, kekuatan sosioAcpolitik membentuk kebijakan kurikulum di setiap pergantian rezim Kajian pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan fundamental berupa dominasi kepentingan politik dalam setiap siklus reformasi kurikulum, yang berakibat pada instabilitas arah pendidikan nasional. Meskipun sejumlah kajian telah menelaah periodisasi kurikulum Indonesia, belum ada yang secara sistematis memetakan mekanisme pengaruh sosioAcpolitik terhadap kebijakan kurikulum di berbagai era secara komprehensif. Penelitian ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menginvestigasi relasi antara dinamika sosioAcpolitik dan pengembangan kurikulum di Indonesia sejak 1945 hingga 2024. Menggunakan desain historisAcanalitis kualitatif dan tinjauan pustaka sistematis terhadap dokumen kebijakan resmi, perundangAcundangan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-746e0.webp" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-746e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-746e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-746e0.webp 1x" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" alt="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-a0a3c.webp" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-a0a3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-a0a3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-a0a3c.webp 1x" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" alt="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-d3860.webp" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-d3860.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-d3860.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-d3860.webp 1x" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" alt="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53936-kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-str" title="JURIS - Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia" target="_blank">Relasi Pengembangan Kurikulum dengan Kondisi Sosio Politik di Indonesia</a>: Salah satu saran penelitian lanjutan pertama adalah melakukan studi etnografis di tingkat sekolah secara sistematis untuk mengamati implementasi kurikulum dan dinamika sosialAcpolitik yang beroperasi di ruang kelas. Saran kedua melibatkan perbandingan lintas negara di kawasan ASEAN dengan menilai perbedaan konfigurasi politik, budaya, dan kebijakan kurikulum yang memengaruhi proses pembentukan kurikulum. Saran ketiga berfokus pada pengembangan model partisipatif yang melibatkan guru, siswa, orang tua, dan lembaga keagamaan dalam proses perumusan kebijakan kurikulum, sehingga memperkuat keberlanjutan dan akuntabilitas kebijakan. Dengan menggabungkan pendekatan etnografis, komparatif, dan partisipatif, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman tentang bagaimana faktor sosialAcpolitik memengaruhi praktik kurikulum di berbagai konteks lokal, serta susu dapat memberi rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif dan responsif kepada pelaku pendidikan..
<br>Penelitian ini telah menunjukkan bahwa relasi antara dinamika sosioAcpolitik dan pengembangan kurikulum di Indonesia bersifat konsisten dan meluas secara historis.Analisis sepuluh era kurikulum (1945Ac2026), dengan mengacu pada Apple, Bernstein, dan Popkewitz, mengidentifikasi lima mekanisme yang AO berulang.legitimasi ideologis, osilasi sentralisasiAcdesentralisasi, negosiasi agamaAcsekularisme, tuntutan pembangunan ekonomi, dan dialektika globalisasiAclokalisasi.Melalui lima mekanisme ini, kekuatan sosioAcpolitik membentuk kebijakan kurikulum di setiap pergantian rezim
<br>Kajian pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan fundamental berupa dominasi kepentingan politik dalam setiap siklus reformasi kurikulum, yang berakibat pada instabilitas arah pendidikan nasional. Meskipun sejumlah kajian telah menelaah periodisasi kurikulum Indonesia, belum ada yang secara sistematis memetakan mekanisme pengaruh sosioAcpolitik terhadap kebijakan kurikulum di berbagai era secara komprehensif. Penelitian ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menginvestigasi relasi antara dinamika sosioAcpolitik dan pengembangan kurikulum di Indonesia sejak 1945 hingga 2024. Menggunakan desain historisAcanalitis kualitatif dan tinjauan pustaka sistematis terhadap dokumen kebijakan resmi, perundangAcundangan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-a0a3c.webp" type="image/webp" length="151026" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-746e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-a0a3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/kebijakan-kurikulum-filosofi-praktik-strategi-peng-thumb-d3860.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2565-stit-buntetpesantren.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19091-tanzhimuna-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53925-pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anem</link>
	<guid isPermaLink="false">7e6219e095d43864ae1afc731ca06eb8</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 10:19:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ izah mahrani ]]></category>
	<category><![CDATA[ titi lasmini ]]></category>
	<category><![CDATA[ iswari pauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[iswari,izah,lasmini,mahrani,pauzi,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada mekanisme patogenesis anemia pada pasien infeksi Salmonella typhi, misalnya dengan mempelajari ekspresi gen toxin dan respon imun hematopoietik melalui analisis transkriptom darah. Selanjutnya, perlu dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada mekanisme patogenesis anemia pada pasien infeksi Salmonella typhi, misalnya dengan mempelajari ekspresi gen toxin dan respon imun hematopoietik melalui analisis transkriptom darah. Selanjutnya, perlu dilakukan studi intervensi longitudinal untuk menilai pengaruh terapi antibiotik terhadap perubahan kadar hemoglobin, sehingga dapat menilai efektivitas pengobatan dalam mencegah anemia kronis. Selain itu, perlu dilakukan survei populasi berisiko tinggi di daerah endemik TOE menilai pengaruh faktor lingkungan dan pola makan terhadap kerentanan anemia pada demam tifoid. Terakhir, disarankan untuk mengkaji hubungan antara kadar titrasi antibodi, beban bakteri, dan variabilitas klinis anemia pada populasi melalui survei cohort multiAccenter. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mekanisme, meningkatkan strategi pengobatan, dan memandu pencegahan anemia pada pasien demam tifoid. Pengumpulan data longitudinal juga dapat mencakup penilaian parameter imunologis lain, seperti kadar cytokine, untuk menilai keterkaitan antara respons inflamasi dan perdamaian eritropoietik. Selain itu, studi kasus klinis di rumah sakit regional dapat menyediakan data realActime mengenai respon pasien terhadap terapi kombinasi antiActubergenik dan suplementasi besi.. RataAcrata hemuss hemoglobin pasien yang terinfeksi Salmonella typhi lebih rendah dibandingkan dengan yang terinfeksi Salmonella paratyphi A dan B.Perbedaan ini menjadi signifikan secara statistik (pA ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-4ad1d.webp" title="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-4ad1d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-4ad1d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-4ad1d.webp 1x" title="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" alt="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-b6e05.webp" title="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-b6e05.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-b6e05.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-b6e05.webp 1x" title="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" alt="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53925-pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anem" title="JURIS - Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer" target="_blank">Differences In Hemoglobin Levels In Infected Patients Salmonella Typhi With Salmonella Paratyphi Based On Antibody Titer</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada mekanisme patogenesis anemia pada pasien infeksi Salmonella typhi, misalnya dengan mempelajari ekspresi gen toxin dan respon imun hematopoietik melalui analisis transkriptom darah. Selanjutnya, perlu dilakukan studi intervensi longitudinal untuk menilai pengaruh terapi antibiotik terhadap perubahan kadar hemoglobin, sehingga dapat menilai efektivitas pengobatan dalam mencegah anemia kronis. Selain itu, perlu dilakukan survei populasi berisiko tinggi di daerah endemik TOE menilai pengaruh faktor lingkungan dan pola makan terhadap kerentanan anemia pada demam tifoid. Terakhir, disarankan untuk mengkaji hubungan antara kadar titrasi antibodi, beban bakteri, dan variabilitas klinis anemia pada populasi melalui survei cohort multiAccenter. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mekanisme, meningkatkan strategi pengobatan, dan memandu pencegahan anemia pada pasien demam tifoid. Pengumpulan data longitudinal juga dapat mencakup penilaian parameter imunologis lain, seperti kadar cytokine, untuk menilai keterkaitan antara respons inflamasi dan perdamaian eritropoietik. Selain itu, studi kasus klinis di rumah sakit regional dapat menyediakan data realActime mengenai respon pasien terhadap terapi kombinasi antiActubergenik dan suplementasi besi..
<br>RataAcrata hemuss hemoglobin pasien yang terinfeksi Salmonella typhi lebih rendah dibandingkan dengan yang terinfeksi Salmonella paratyphi A dan B.Perbedaan ini menjadi signifikan secara statistik (pA<A0,001) dan lebih tajam pada titrasi antibodi 1/320, menunjukkan bahwa beban bakteri berkontribusi pada anemia.Hasil ini menunjukkan bahwa Salmonella typhi memiliki virulensi yang lebih tinggi, memicu penekanan eritropoiesis dan fragilitas sel darah merah
<br>Penelitian ini meneliti perbedaan kadar hemoglobin pada pasien yang terinfeksi Salmonella typhi dibandingkan dengan Salmonella paratyphi berdasarkan titrasi antibodi terhadap antigen H. Metode observasional analitis dengan pendekatanyrdin crossAcsectional digunakan pada data sekunder 96 pasien di RSUD Patut Patuh Patju. Hasil menunjukkan rataAcrata hemoglobin pada pasien S. typhi 9,7Ag/dL, sedangkan pada S. paratyphi A 12,0Ag/dL dan S. paratyphi B Conf 12,6Agsut. Nilai hemoglobin lebih rendah pada titrasi 1/320 dibanding 1/160 pada S. typhi, menunjukkan hubungan antara beban bakteri dan anemia. Analisis Cherokee menghitung perbedaan rataAcrata menggunakan ANOVA dan Bonferroni, yang mengonfirmasi signifikansi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-4ad1d.webp" type="image/webp" length="51542" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-4ad1d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/pasien-demam-tifoid-infeksi-pencegahan-anemia-pola-thumb-b6e05.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-776-poltekkes-mataram.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19092-jurnal-analis-medika-biosains-jambs.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53943-program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-akred</link>
	<guid isPermaLink="false">56a56e162a013886e2c7aec49a2ee6f8</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:58:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ contak admin ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep mulyana ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[admin,asep,contak,first,issue,mulyana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Meneliti dampak penerapan standar akreditasi PAUD terhadap kualitas interaksi guruAcanak secara kuantitatif dan kualitatif, melibatkan observasi kelas dan wawancara orang tua, guna menggali hubungan antara standar akreditasi dan perkembangan sosial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran: 1. Meneliti dampak penerapan standar akreditasi PAUD terhadap kualitas interaksi guruAcanak secara kuantitatif dan kualitatif, melibatkan observasi kelas dan wawancara orang tua, guna menggali hubungan antara standar akreditasi dan perkembangan sosial emosional anak. 2. Mengkaji perbandinganencentri kebijakan manajemen PAUD di daerah sekitarnya dan TK Terpadu AlAcHikmah dalam hal alokasi dana, pelatihan guru, serta efektivitas sarana dan prasarana, untuk menentukan praktik terbaik yang dapat diadaptasi oleh lembaga lain. 3. Melakukan studi longitudinal mengenai perubahan tingkat kepuasan stakeholder (guru, orang tua, dan siswa) sebelum dan sesudah implementasi program akreditasi, yang mencakup indikator kepuasan, partisipasi, serta persepsi mutu, sehingga dapat memberikan gambaran evolusi sistem pendidikan PAUD secara berkelanjutan.. Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.Standar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0Ac6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak.Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilaiAcnilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar Untuk mencapai tujuan dari Pendidikan Anak Usia Dini diperlukan sebuah lembaga yang layak memiliki mutu serta layanan pendidikan yang baik. Maka dari itu diperlukan sebuah penilaian mutu dalam kelayakan penyelenggaraan pendidikan oleh suatu lembaga satuan pendidikan yang dinamakan Akreditasi. Penelitian ini termasuk dalam kategori jenis penelitian studi literatur. Mencari dan menganalisa referensi teori yang relevan dengan permasalahan yakni manajemen PAUD berbasis akreditasi PAUD dan PNF. Studi literatur bisa di dapat dari berbagai sumber baik artikel jurnal, buku-buku yang membahas topik ini, internet dan perpustakaan. Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-be686.webp" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-be686.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-be686.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-be686.webp 1x" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" alt="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-f1b8b.webp" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-f1b8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-f1b8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-f1b8b.webp 1x" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" alt="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-c3173.webp" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-c3173.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-c3173.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-c3173.webp 1x" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" alt="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53943-program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-akred" title="JURIS - Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran" target="_blank">Analisis Standar Pendidikan dan Pembelajaran</a>: 1. Meneliti dampak penerapan standar akreditasi PAUD terhadap kualitas interaksi guruAcanak secara kuantitatif dan kualitatif, melibatkan observasi kelas dan wawancara orang tua, guna menggali hubungan antara standar akreditasi dan perkembangan sosial emosional anak. 2. Mengkaji perbandinganencentri kebijakan manajemen PAUD di daerah sekitarnya dan TK Terpadu AlAcHikmah dalam hal alokasi dana, pelatihan guru, serta efektivitas sarana dan prasarana, untuk menentukan praktik terbaik yang dapat diadaptasi oleh lembaga lain. 3. Melakukan studi longitudinal mengenai perubahan tingkat kepuasan stakeholder (guru, orang tua, dan siswa) sebelum dan sesudah implementasi program akreditasi, yang mencakup indikator kepuasan, partisipasi, serta persepsi mutu, sehingga dapat memberikan gambaran evolusi sistem pendidikan PAUD secara berkelanjutan..
<br>Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.Standar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0Ac6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak.Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilaiAcnilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar
<br>Untuk mencapai tujuan dari Pendidikan Anak Usia Dini diperlukan sebuah lembaga yang layak memiliki mutu serta layanan pendidikan yang baik. Maka dari itu diperlukan sebuah penilaian mutu dalam kelayakan penyelenggaraan pendidikan oleh suatu lembaga satuan pendidikan yang dinamakan Akreditasi. Penelitian ini termasuk dalam kategori jenis penelitian studi literatur. Mencari dan menganalisa referensi teori yang relevan dengan permasalahan yakni manajemen PAUD berbasis akreditasi PAUD dan PNF. Studi literatur bisa di dapat dari berbagai sumber baik artikel jurnal, buku-buku yang membahas topik ini, internet dan perpustakaan. Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-c3173.webp" type="image/webp" length="76230" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-be686.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-f1b8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/program-akreditasi-manajemen-paud-instrument-stand-thumb-c3173.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2565-stit-buntetpesantren.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19091-tanzhimuna-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin Ureum Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin Ureum Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin Ureum Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53926-fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kro</link>
	<guid isPermaLink="false">731814f51926c57fcefa1200cfe789ad</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:44:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ izah mahrani ]]></category>
	<category><![CDATA[ titi lasmini ]]></category>
	<category><![CDATA[ iswari pauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[iswari,izah,lasmini,mahrani,pauzi,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dimulai dengan menguji apakah peningkatan frekuensi hemodialisis menjadi tiga kali seminggu dapat menurunkan hemoglobin lebih signifikan dibandingkan dua kali seminggu, sehingga memeriksa hubungan antara frekuensi dan efektivitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital: Penelitian lanjutan dapat dimulai dengan menguji apakah peningkatan frekuensi hemodialisis menjadi tiga kali seminggu dapat menurunkan hemoglobin lebih signifikan dibandingkan dua kali seminggu, sehingga memeriksa hubungan antara frekuensi dan efektivitas pengobatan anemia. Selanjutnya, studi terkohorte longitudinal dengan jumlah sampel yang lebih besar akan memberikan gambaran jangka panjang tentang dampak frekuensi dan kualitas hidup pasien CKD, sekaligus menilai peran nutrisi dan kebugaran fisik. Terakhir, perbandingan antara agar terapi eritropoietin bersamaan dengan hemodialisis dua kali seminggu dapat dievaluasi dalam desain randomised controlled trial, guna menentukan apakah kombinasi terapi ini meningkatkan hasil klinis dan mengurangi komplikasi anemia pada pasien GFR rendah.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa frekuensi hemodialisis dua kali seminggu efektif dalam menurunkan tingkat urea dan kreatinin serta mempertahankan konsentrasi albumin yang stabil, namun tidak secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin.Untuk mengatasi anemia yang persisten pada pasien CKD, manajemen klinis harus mencakup pemantauan hemoglobin secara rutin dan mempertimbangkan terapi tambahan eritropoietin guna mendukung proses dialisis Penyakit ginjal kronik (CKD) merupakan penurunan tyt fungsi ginjal secara progresif, sehingga menangani limbah dan keseimbangan metabolik menjadi tidak efektif. Penurunan produksi eritropoietin pada CKD menyebabkan anemia, sementara hipoalbuminemia dan peningkatan urea serta kreatinin connexion menjadi indikator penting pengukuran fungsi ginjal. Hemodialisis merupakan metode utama pengganti filtrasi ginjal, namun tingkat keefektifannya terhadap parameter laboratoriumAihemoglobin, urea, kreatinin, dan albuminAibergantung pada frekuensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-e37a0.webp" title="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-e37a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-e37a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-e37a0.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" alt="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-1e60f.webp" title="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-1e60f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-1e60f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-1e60f.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" alt="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53926-fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kro" title="JURIS - Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital" target="_blank">Analysis Of The Effect Of Hemodialysis Frequency On Hemoglobin, Ureum, Creatinine And Albumin Levels In Chronic Kidney Failure Patients At Praya Hospital</a>: Penelitian lanjutan dapat dimulai dengan menguji apakah peningkatan frekuensi hemodialisis menjadi tiga kali seminggu dapat menurunkan hemoglobin lebih signifikan dibandingkan dua kali seminggu, sehingga memeriksa hubungan antara frekuensi dan efektivitas pengobatan anemia. Selanjutnya, studi terkohorte longitudinal dengan jumlah sampel yang lebih besar akan memberikan gambaran jangka panjang tentang dampak frekuensi dan kualitas hidup pasien CKD, sekaligus menilai peran nutrisi dan kebugaran fisik. Terakhir, perbandingan antara agar terapi eritropoietin bersamaan dengan hemodialisis dua kali seminggu dapat dievaluasi dalam desain randomised controlled trial, guna menentukan apakah kombinasi terapi ini meningkatkan hasil klinis dan mengurangi komplikasi anemia pada pasien GFR rendah..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa frekuensi hemodialisis dua kali seminggu efektif dalam menurunkan tingkat urea dan kreatinin serta mempertahankan konsentrasi albumin yang stabil, namun tidak secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin.Untuk mengatasi anemia yang persisten pada pasien CKD, manajemen klinis harus mencakup pemantauan hemoglobin secara rutin dan mempertimbangkan terapi tambahan eritropoietin guna mendukung proses dialisis
<br>Penyakit ginjal kronik (CKD) merupakan penurunan tyt fungsi ginjal secara progresif, sehingga menangani limbah dan keseimbangan metabolik menjadi tidak efektif. Penurunan produksi eritropoietin pada CKD menyebabkan anemia, sementara hipoalbuminemia dan peningkatan urea serta kreatinin connexion menjadi indikator penting pengukuran fungsi ginjal. Hemodialisis merupakan metode utama pengganti filtrasi ginjal, namun tingkat keefektifannya terhadap parameter laboratoriumAihemoglobin, urea, kreatinin, dan albuminAibergantung pada frekuensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-e37a0.webp" type="image/webp" length="99936" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-e37a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/fungsi-ginjal-egfr-frekuensi-sesi-gagal-kronik-pen-thumb-1e60f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-776-poltekkes-mataram.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19092-jurnal-analis-medika-biosains-jambs.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hyperparameter Tuning on Machine Learning Based Landslide Susceptibility Mapping Case study Palu City and Its Surrounding areas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hyperparameter Tuning on Machine Learning Based Landslide Susceptibility Mapping Case study Palu City and Its Surrounding areas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hyperparameter Tuning on Machine Learning Based Landslide Susceptibility Mapping Case study Palu City and Its Surrounding areas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53931-model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-mod</link>
	<guid isPermaLink="false">d41fa9a0f2af9cc0d837b3fad2a56c51</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:32:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ wiji raharjo ]]></category>
	<category><![CDATA[ ijog footer ]]></category>
	<category><![CDATA[ assam india ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[assam,footer,ijog,india,raharjo,wiji]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan kinerja algoritma pembelajaran mesin lain, seperti gradient boosting atau jaringan saraf dalam, terhadap random forest yang telah disetel hiperparameternya dalam memetakan kerentanan longsor di ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas): Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan kinerja algoritma pembelajaran mesin lain, seperti gradient boosting atau jaringan saraf dalam, terhadap random forest yang telah disetel hiperparameternya dalam memetakan kerentanan longsor di wilayah rawan gempa. Selanjutnya, studi dapat menambahkan variabel lingkungan tambahan, misalnya intensitas curah hujan dan kelembaban tanah yang diperoleh dari citra satelit, untuk menilai apakah peningkatan variabel input dapat mengurangi risiko overfitting dan meningkatkan akurasi prediksi. Selain itu, diperlukan pengembangan kerangka kerja pemetaan kerentanan longsor secara dinamis dengan data GIS yang mengalir dan optimasi hiperparameter otomatis, sehingga model dapat menyesuaikan diri secara realActime terhadap perubahan kondisi topografi dan iklim. Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang cara meminimalkan overfitting, meningkatkan ketepatan peta, dan meningkatkan kegunaan praktis bagi perencanaan wilayah. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan model yang lebih robust dan adaptif untuk mitigasi bencana longsor. Selain itu, analisis sensitivitas terhadap pemilihan parameter model dapat memberikan insight mengenai faktor dominan yang paling berpengaruh pada prediksi kerentanan.. Perhitungan AUC dan kepadatan longsor (LD) pada peta tanpa penyetelan hiperparameter tidak menunjukkan anomali, namun jelas bahwa penyetelan hiperparameter diperlukan untuk menghilangkan overfitting pada model.Model optimal berada pada rentang kompleksitas yang tepat sehingga menghindari baik overfitting maupun underfitting.Oleh karena itu, penyetelan hiperparameter harus dilakukan serta akurasi model dihitung pada data pelatihan dan pengujian untuk memastikan tidak terjadi overfitting Pemetaaan kerentanan longsor (LSM) menghasilkan peta zonasi tingkat kerentanan longsor, yang merepresentasikan probabilitas longsor di masa depan. Hal ini diperlukan untuk memberikan pedoman terkait perencanaan spasial. Metode pembelajaran mesin digunakan, yaitu algoritma random forest (RF) untuk memetakan kerentanan longsor menggunakan Python. Studi kasusnya adalah Kota Palu dan sekitarnya, yang terkena gempa bumi besar pada 28 September 2018. Beberapa studi LSM sebelumnya tidak membahas penyetelan hiperparameter,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-ba9b8.webp" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-ba9b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-ba9b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-ba9b8.webp 1x" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" alt="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-361bf.webp" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-361bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-361bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-361bf.webp 1x" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" alt="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-5f81b.webp" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-5f81b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-5f81b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-5f81b.webp 1x" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" alt="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53931-model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-mod" title="JURIS - Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)" target="_blank">Hyperparameter Tuning on Machine Learning-Based Landslide Susceptibility Mapping (Case study: Palu City and Its Surrounding areas)</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan kinerja algoritma pembelajaran mesin lain, seperti gradient boosting atau jaringan saraf dalam, terhadap random forest yang telah disetel hiperparameternya dalam memetakan kerentanan longsor di wilayah rawan gempa. Selanjutnya, studi dapat menambahkan variabel lingkungan tambahan, misalnya intensitas curah hujan dan kelembaban tanah yang diperoleh dari citra satelit, untuk menilai apakah peningkatan variabel input dapat mengurangi risiko overfitting dan meningkatkan akurasi prediksi. Selain itu, diperlukan pengembangan kerangka kerja pemetaan kerentanan longsor secara dinamis dengan data GIS yang mengalir dan optimasi hiperparameter otomatis, sehingga model dapat menyesuaikan diri secara realActime terhadap perubahan kondisi topografi dan iklim. Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang cara meminimalkan overfitting, meningkatkan ketepatan peta, dan meningkatkan kegunaan praktis bagi perencanaan wilayah. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan model yang lebih robust dan adaptif untuk mitigasi bencana longsor. Selain itu, analisis sensitivitas terhadap pemilihan parameter model dapat memberikan insight mengenai faktor dominan yang paling berpengaruh pada prediksi kerentanan..
<br>Perhitungan AUC dan kepadatan longsor (LD) pada peta tanpa penyetelan hiperparameter tidak menunjukkan anomali, namun jelas bahwa penyetelan hiperparameter diperlukan untuk menghilangkan overfitting pada model.Model optimal berada pada rentang kompleksitas yang tepat sehingga menghindari baik overfitting maupun underfitting.Oleh karena itu, penyetelan hiperparameter harus dilakukan serta akurasi model dihitung pada data pelatihan dan pengujian untuk memastikan tidak terjadi overfitting
<br>Pemetaaan kerentanan longsor (LSM) menghasilkan peta zonasi tingkat kerentanan longsor, yang merepresentasikan probabilitas longsor di masa depan. Hal ini diperlukan untuk memberikan pedoman terkait perencanaan spasial. Metode pembelajaran mesin digunakan, yaitu algoritma random forest (RF) untuk memetakan kerentanan longsor menggunakan Python. Studi kasusnya adalah Kota Palu dan sekitarnya, yang terkena gempa bumi besar pada 28 September 2018. Beberapa studi LSM sebelumnya tidak membahas penyetelan hiperparameter,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-ba9b8.webp" type="image/webp" length="135184" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-ba9b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-361bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/model-random-forest-kerentanan-longsor-akurasi-svm-thumb-5f81b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-757-esdm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3086-indonesian-journal-geoscience.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition A Case in at Tawazun Modern Islamic Boarding School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition A Case in at Tawazun Modern Islamic Boarding School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition A Case in at Tawazun Modern Islamic Boarding School ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53934-interaksi-siswa-guru-sekolah-anali</link>
	<guid isPermaLink="false">0ae2501231a1c25859adf2368a3f766a</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:14:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ stat counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ gudang garam ]]></category>
	<category><![CDATA[ siska lutvia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,garam,gudang,lutvia,siska,stat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang program imersi asrama terhadap retensi bahasa siswa dengan melakukan studi longitudinal di beberapa pondok pesantren modern, sehingga dapat menguji keberlanjutan manfaat pembelajaran. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang program imersi asrama terhadap retensi bahasa siswa dengan melakukan studi longitudinal di beberapa pondok pesantren modern, sehingga dapat menguji keberlanjutan manfaat pembelajaran. Selanjutnya, studi campuran kuantitatifAckualitatif dapat dibangun untuk menilai pengaruh teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran bahasa berbasis realitas virtual, pada motivasi dan pencapaian bahasa siswa, dengan membandingkan hasil tes standar sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki strategi peningkatan kepercayaan diri siswa melalui program mentoring peerActoAcpeer yang terstruktur, menguji apakah pendekatan tersebut dapat mengurangi kecemasan berbicara dan meningkatkan partisipasi aktif dalam kegiatan komunikasi sehariAchari.. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan lingkungan secara signifikan meningkatkan keberhasilan akuisisi bahasa kedua (SLA) di Sekolah Pondok Pesantren Modern AtAcTawazun, terutama melalui program imersi terstruktur, fasilitas belajar yang mendukung, dan strategi pedagogis yang disesuaikan.Kendala utama yang masih dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya serta kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa target.Untuk meningkatkan SLA, disarankan peningkatan laboratorium bahasa, pembaruan materi pembelajaran, serta penguatan inisiatif pembangunan kepercayaan diri seperti hari berbicara Bahasa Inggris/Arab dan pelatihan guru yang lebih intensif Penelitian ini menyelidiki pengaruh dukungan lingkungan terhadap akuisisi bahasa kedua (SLA) di Sekolah Pondok Pesantren Modern AtAcTawazun. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap pejabat bahasa, guru, dan siswa, kemudian menganalisis data secara tematik untuk mengidentifikasi peran lingkungan imersif, strategi pedagogis, dan interaksi siswa. Hasil menunjukkan bahwa program kompetisi bahasa, penggunaan multimedia, serta lingkungan asrama yang mendukung secara signifikan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Arab siswa, meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan rasa kurang percaya diri. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-2a2de.webp" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-2a2de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-2a2de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-2a2de.webp 1x" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" alt="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-659a7.webp" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-659a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-659a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-659a7.webp 1x" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" alt="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-a72bd.webp" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-a72bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-a72bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-a72bd.webp 1x" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" alt="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53934-interaksi-siswa-guru-sekolah-anali" title="JURIS - Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School" target="_blank">Environmental Support in Promoting StudentsAo English Language as Second Language Acquisition: A Case in at-Tawazun Modern Islamic Boarding School</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang program imersi asrama terhadap retensi bahasa siswa dengan melakukan studi longitudinal di beberapa pondok pesantren modern, sehingga dapat menguji keberlanjutan manfaat pembelajaran. Selanjutnya, studi campuran kuantitatifAckualitatif dapat dibangun untuk menilai pengaruh teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran bahasa berbasis realitas virtual, pada motivasi dan pencapaian bahasa siswa, dengan membandingkan hasil tes standar sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki strategi peningkatan kepercayaan diri siswa melalui program mentoring peerActoAcpeer yang terstruktur, menguji apakah pendekatan tersebut dapat mengurangi kecemasan berbicara dan meningkatkan partisipasi aktif dalam kegiatan komunikasi sehariAchari..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan lingkungan secara signifikan meningkatkan keberhasilan akuisisi bahasa kedua (SLA) di Sekolah Pondok Pesantren Modern AtAcTawazun, terutama melalui program imersi terstruktur, fasilitas belajar yang mendukung, dan strategi pedagogis yang disesuaikan.Kendala utama yang masih dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya serta kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa target.Untuk meningkatkan SLA, disarankan peningkatan laboratorium bahasa, pembaruan materi pembelajaran, serta penguatan inisiatif pembangunan kepercayaan diri seperti hari berbicara Bahasa Inggris/Arab dan pelatihan guru yang lebih intensif
<br>Penelitian ini menyelidiki pengaruh dukungan lingkungan terhadap akuisisi bahasa kedua (SLA) di Sekolah Pondok Pesantren Modern AtAcTawazun. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap pejabat bahasa, guru, dan siswa, kemudian menganalisis data secara tematik untuk mengidentifikasi peran lingkungan imersif, strategi pedagogis, dan interaksi siswa. Hasil menunjukkan bahwa program kompetisi bahasa, penggunaan multimedia, serta lingkungan asrama yang mendukung secara signifikan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Arab siswa, meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan rasa kurang percaya diri.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-659a7.webp" type="image/webp" length="92698" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-2a2de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-659a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/interaksi-siswa-guru-sekolah-analisis-data-keteram-thumb-a72bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3787-mryformosapublisher.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15921-formosa-journal-sustainable-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1 Month Injection Contraceptive Program and the 3 Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1 Month Injection Contraceptive Program and the 3 Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1 Month Injection Contraceptive Program and the 3 Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53924-glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-dar</link>
	<guid isPermaLink="false">54fcfcebd90330721fdddc5cbc5dcfb8</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:11:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ izah mahrani ]]></category>
	<category><![CDATA[ titi lasmini ]]></category>
	<category><![CDATA[ iswari pauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[iswari,izah,lasmini,mahrani,pauzi,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah terdapat perbedaan signifikan dalam kadar glukosa darah antara pengguna kontrasepsi suntik 1Acbulan dan 3Acbulan bila dilakukan dengan desain kohort longitudinal yang melibatkan sampel lebih besar dan periode ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah terdapat perbedaan signifikan dalam kadar glukosa darah antara pengguna kontrasepsi suntik 1Acbulan dan 3Acbulan bila dilakukan dengan desain kohort longitudinal yang melibatkan sampel lebih besar dan periode pengamatan lebih lama, sehingga dapat menangkap perubahan kronis yang tidak terdeteksi pada studi crossAcsectional. Analisis subkelompok berdasarkan usia, indeks massa tubuh, dan riwayat diabetes juga dapat memberikan wawasan tentang faktorAcfaktor yang memodifikasi efek kontrasepsi. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki pengaruh kombinasi hormon spesifik, seperti dosis medroksiprogesteron asetat versus DMPA, terhadap resistensi insulin dan metabolisme glukosa, dengan membandingkan profil hormon serta parameter metabolisma pada kelompok kontrol nonAcpengguna kontrasepsi. Penggunaan teknik pengukuran insulin sensitif seperti HOMAAcIR dapat memperkuat validitas temuan terkait resistensi insulin. Terakhir, penelitian intervensi dapat menilai efektivitas program edukasi gizi dan aktivitas fisik yang terintegrasi pada akseptor kontrasepsi suntik, untuk menentukan apakah perubahan gaya hidup dapat memodulasi efek antiAcinsulin hormon kontrasepsi dan mengurangi risiko hiperglikemia, dengan mengukur outcome glukosa secara berulang selama setidaknya enam bulan. Selain itu, evaluasi kepatuhan peserta terhadap protokol intervensi dapat meningkatkan keandalan hasil.. Penelitian ini menunjukkan bahwa rataAcrata kadar glukosa darah pada program kontrasepsi suntik 1Acbulan sebesar 108,08Amg/dL, sedangkan pada program 3Acbulan sebesar 142,9Amg/dL.Analisis menggunakan uji MannAcWhitney menghasilkan nilai pA=A0,068 (pA>A0,05), yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik antara kedua kelompok.Namun, nilai p yang mendekati batas signifikansi menunjukkan adanya kecenderungan perbedaan yang mungkin relevan secara klinis Glukosa merupakan salah satu produk metabolisme karbohidrat dalam tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi utama, dikendalikan oleh insulin. Peningkatan kadar gula darah dapat terjadi akibat kerja kontrasepsi suntik yang tidak efisien, dimana hormon progesteron yang terkandung memiliki sifat antiAcinsulin sehingga sel menjadi kurang sensitif. Penurunan sensitivitas insulin dapat menimbulkan resistensi insulin, memengaruhi metabolisme glukosa, dan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan kadar glukosa darah pada peserta program kontrasepsi suntik 1Acbulan dan 3Acbulan di area layanan Puskesmas Masbagik. Sampel terdiri dari 26 responden (13 per kelompok) yang diukur kadar glukosanya menggunakan metode POCT (pointAcofAccare... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-efd72.webp" title="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-efd72.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-efd72.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-efd72.webp 1x" title="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" alt="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-ea10a.webp" title="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-ea10a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-ea10a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-ea10a.webp 1x" title="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" alt="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53924-glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-dar" title="JURIS - Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea" target="_blank">Differences in Random Blood Glucose Levels on Acceptors of the 1-Month Injection Contraceptive Program and the 3-Month Injection Contraceptive Program in the Working Area of the Masbagik Community Hea</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah terdapat perbedaan signifikan dalam kadar glukosa darah antara pengguna kontrasepsi suntik 1Acbulan dan 3Acbulan bila dilakukan dengan desain kohort longitudinal yang melibatkan sampel lebih besar dan periode pengamatan lebih lama, sehingga dapat menangkap perubahan kronis yang tidak terdeteksi pada studi crossAcsectional. Analisis subkelompok berdasarkan usia, indeks massa tubuh, dan riwayat diabetes juga dapat memberikan wawasan tentang faktorAcfaktor yang memodifikasi efek kontrasepsi. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki pengaruh kombinasi hormon spesifik, seperti dosis medroksiprogesteron asetat versus DMPA, terhadap resistensi insulin dan metabolisme glukosa, dengan membandingkan profil hormon serta parameter metabolisma pada kelompok kontrol nonAcpengguna kontrasepsi. Penggunaan teknik pengukuran insulin sensitif seperti HOMAAcIR dapat memperkuat validitas temuan terkait resistensi insulin. Terakhir, penelitian intervensi dapat menilai efektivitas program edukasi gizi dan aktivitas fisik yang terintegrasi pada akseptor kontrasepsi suntik, untuk menentukan apakah perubahan gaya hidup dapat memodulasi efek antiAcinsulin hormon kontrasepsi dan mengurangi risiko hiperglikemia, dengan mengukur outcome glukosa secara berulang selama setidaknya enam bulan. Selain itu, evaluasi kepatuhan peserta terhadap protokol intervensi dapat meningkatkan keandalan hasil..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa rataAcrata kadar glukosa darah pada program kontrasepsi suntik 1Acbulan sebesar 108,08Amg/dL, sedangkan pada program 3Acbulan sebesar 142,9Amg/dL.Analisis menggunakan uji MannAcWhitney menghasilkan nilai pA=A0,068 (pA>A0,05), yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik antara kedua kelompok.Namun, nilai p yang mendekati batas signifikansi menunjukkan adanya kecenderungan perbedaan yang mungkin relevan secara klinis
<br>Glukosa merupakan salah satu produk metabolisme karbohidrat dalam tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi utama, dikendalikan oleh insulin. Peningkatan kadar gula darah dapat terjadi akibat kerja kontrasepsi suntik yang tidak efisien, dimana hormon progesteron yang terkandung memiliki sifat antiAcinsulin sehingga sel menjadi kurang sensitif. Penurunan sensitivitas insulin dapat menimbulkan resistensi insulin, memengaruhi metabolisme glukosa, dan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan kadar glukosa darah pada peserta program kontrasepsi suntik 1Acbulan dan 3Acbulan di area layanan Puskesmas Masbagik. Sampel terdiri dari 26 responden (13 per kelompok) yang diukur kadar glukosanya menggunakan metode POCT (pointAcofAccare...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-ea10a.webp" type="image/webp" length="98200" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-efd72.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/glukosa-darah-rutin-kontrasepsi-suntik-skrining-ko-thumb-ea10a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-776-poltekkes-mataram.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19092-jurnal-analis-medika-biosains-jambs.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost A Case Study Of AuWest Lombok Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost A Case Study Of AuWest Lombok Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost A Case Study Of AuWest Lombok Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53927-gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-u</link>
	<guid isPermaLink="false">fa6404c3c00081ca9854ca40565ca862</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:00:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ izah mahrani ]]></category>
	<category><![CDATA[ titi lasmini ]]></category>
	<category><![CDATA[ iswari pauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[iswari,izah,lasmini,mahrani,pauzi,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan uji coba menambahkan data asupan nutrisi harian ke dalam input XGBoost untuk mengevaluasi apakah hal ini dapat mengurangi ketidakseimbangan kelas overnutrition pada balita. Kedua, penelitian lapangan yang memanfaatkan aplikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency: Pertama, perlu dilakukan uji coba menambahkan data asupan nutrisi harian ke dalam input XGBoost untuk mengevaluasi apakah hal ini dapat mengurangi ketidakseimbangan kelas overnutrition pada balita. Kedua, penelitian lapangan yang memanfaatkan aplikasi mobile berbasis prototipe Streamlit di posyandu akan menilai sejauh mana tenaga kesehatan dapat menggunakan sistem tersebut dalam kehidupan sehariAcharinya, beserta peningkatan akurasi prediksi yang terjadi. Ketiga, di samping itu, komparasi kinerja XGBoost dengan algoritma pembelajaran mendalam seperti LSTM yang memanfaatkan urutan data pertumbuhan kronologis dapat mengungkap apakah pendekatan berbasis jaringan saraf menawarkan sensitivitas yang lebih tinggi pada kasus minoritas. Keempat, penelitian longitudinal selama satu tahun tentang dampak intervensi otomatis yang dihasilkan oleh prototipe Streamlit terhadap menurunkan prevalensi stunting di tingkat puskesmas dan posyandu akan memberikan bukti kuat tentang manfaat sistem dalam praktik klinis. Kelima, integrasi sistem klasifikasi ini ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) akan mengoptimalkan pemantauan realActime berkelompok, memfasilitasi respons cepat terhadap perubahan status gizi berkelanjutan. Keenam, penambahan modul pelaporan geospasial pada platform dapat membantu pihak berwenang menentukan zona rawan berdasarkan data prediksi gizi balita. Ketujuh, masingAcmasing desa dapat memanfaatkan dashboard ini untuk memprioritaskan program intervensi seperti pemberian suplemen atau edukasi gizi. Kedelapan, analisis biayaAcmanfaat dari implementasi sistem akan mengidentifikasi return on investment bagi pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting. Kesembilan, pengembangan pelatihan dan bimbingan bagi tenaga kesehatan posyandu seharusnya disertakan guna memastikan penggunaan sistem secara konsisten dan akurat. Kesepuluh, evaluasi kepuasan pengguna melalui survei dapat menilai persepsi tenaga kesehatan dan menyarankan perbaikan antarmuka agar lebih ramah pengguna.. This study concludes that the XGBoost model combined with SMOTE is highly effective for classifying toddler nutritional status in West Lombok, achieving a Macro F1-Score of 0.8434 and a Severe Malnutrition recall of 90.Analysis identified Weight and Weight-for-Age Z-score as the most critical predictors (77.4% combined contribution), while the developed Streamlit-based web prototype offers a significant improvement over manual screening systems by detecting 100% of severe malnutrition cases in testing.Despite its success, the study noted limitations in overnutrition detection and missing MUAC data, suggesting that future integration with regional health information systems (SIKDA) and the inclusion of dietary history could further enhance its practical implementation at the puskesmas and posyandu levels Malnutrisi pada balita tetap menjadi tantangan penting di Kabupaten Lombok Barat, dengan prevalensi stunting mencapai 32,7% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi status gizi balita menggunakan XGBoost dengan penanganan ketidakseimbangan kelas melalui SMOTE. Dataset terdiri dari 788 balita berusia 24Ae59 bulan dari 12 desa di Kabupaten Lombok Barat. Tahap praAcproses meliputi penyaringan nilai biologis tidak valid berdasarkan kriteria WHO, normalisasi menggunakan MinuCUAcMax Scaler, serta rekayasa fitur melalui rasio antropometri seperti weightAcforAcheight... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-9f5c5.webp" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-9f5c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-9f5c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-9f5c5.webp 1x" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" alt="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-00cd8.webp" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-00cd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-00cd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-00cd8.webp 1x" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" alt="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-239c0.webp" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-239c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-239c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-239c0.webp 1x" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" alt="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53927-gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-u" title="JURIS - Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency" target="_blank">Toddler Nutritional Status Classification For Early Detection Of Malnutrition Using Xgboost: A Case Study Of AuWest Lombok Regency</a>: Pertama, perlu dilakukan uji coba menambahkan data asupan nutrisi harian ke dalam input XGBoost untuk mengevaluasi apakah hal ini dapat mengurangi ketidakseimbangan kelas overnutrition pada balita. Kedua, penelitian lapangan yang memanfaatkan aplikasi mobile berbasis prototipe Streamlit di posyandu akan menilai sejauh mana tenaga kesehatan dapat menggunakan sistem tersebut dalam kehidupan sehariAcharinya, beserta peningkatan akurasi prediksi yang terjadi. Ketiga, di samping itu, komparasi kinerja XGBoost dengan algoritma pembelajaran mendalam seperti LSTM yang memanfaatkan urutan data pertumbuhan kronologis dapat mengungkap apakah pendekatan berbasis jaringan saraf menawarkan sensitivitas yang lebih tinggi pada kasus minoritas. Keempat, penelitian longitudinal selama satu tahun tentang dampak intervensi otomatis yang dihasilkan oleh prototipe Streamlit terhadap menurunkan prevalensi stunting di tingkat puskesmas dan posyandu akan memberikan bukti kuat tentang manfaat sistem dalam praktik klinis. Kelima, integrasi sistem klasifikasi ini ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) akan mengoptimalkan pemantauan realActime berkelompok, memfasilitasi respons cepat terhadap perubahan status gizi berkelanjutan. Keenam, penambahan modul pelaporan geospasial pada platform dapat membantu pihak berwenang menentukan zona rawan berdasarkan data prediksi gizi balita. Ketujuh, masingAcmasing desa dapat memanfaatkan dashboard ini untuk memprioritaskan program intervensi seperti pemberian suplemen atau edukasi gizi. Kedelapan, analisis biayaAcmanfaat dari implementasi sistem akan mengidentifikasi return on investment bagi pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting. Kesembilan, pengembangan pelatihan dan bimbingan bagi tenaga kesehatan posyandu seharusnya disertakan guna memastikan penggunaan sistem secara konsisten dan akurat. Kesepuluh, evaluasi kepuasan pengguna melalui survei dapat menilai persepsi tenaga kesehatan dan menyarankan perbaikan antarmuka agar lebih ramah pengguna..
<br>This study concludes that the XGBoost model combined with SMOTE is highly effective for classifying toddler nutritional status in West Lombok, achieving a Macro F1-Score of 0.8434 and a Severe Malnutrition recall of 90.Analysis identified Weight and Weight-for-Age Z-score as the most critical predictors (77.4% combined contribution), while the developed Streamlit-based web prototype offers a significant improvement over manual screening systems by detecting 100% of severe malnutrition cases in testing.Despite its success, the study noted limitations in overnutrition detection and missing MUAC data, suggesting that future integration with regional health information systems (SIKDA) and the inclusion of dietary history could further enhance its practical implementation at the puskesmas and posyandu levels
<br>Malnutrisi pada balita tetap menjadi tantangan penting di Kabupaten Lombok Barat, dengan prevalensi stunting mencapai 32,7% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi status gizi balita menggunakan XGBoost dengan penanganan ketidakseimbangan kelas melalui SMOTE. Dataset terdiri dari 788 balita berusia 24Ae59 bulan dari 12 desa di Kabupaten Lombok Barat. Tahap praAcproses meliputi penyaringan nilai biologis tidak valid berdasarkan kriteria WHO, normalisasi menggunakan MinuCUAcMax Scaler, serta rekayasa fitur melalui rasio antropometri seperti weightAcforAcheight...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-00cd8.webp" type="image/webp" length="107922" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-9f5c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-00cd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/0/gizi-balita-angka-stunting-manfaat-sistem-uji-coba-thumb-239c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-776-poltekkes-mataram.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19092-jurnal-analis-medika-biosains-jambs.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non Epo Therapy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non Epo Therapy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non Epo Therapy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53928-pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik</link>
	<guid isPermaLink="false">fe9915430c147bc67fa740c63d8c9bfd</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 08:51:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ izah mahrani ]]></category>
	<category><![CDATA[ titi lasmini ]]></category>
	<category><![CDATA[ iswari pauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[iswari,izah,lasmini,mahrani,pauzi,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas terapi eritropoietin pada pasien CKD dengan menginvestigasi hubungan longitudinal antara tingkat kreatinin, kadar retikulosit, dan respon klinis selama periode waktu yang lebih panjang, sehingga dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas terapi eritropoietin pada pasien CKD dengan menginvestigasi hubungan longitudinal antara tingkat kreatinin, kadar retikulosit, dan respon klinis selama periode waktu yang lebih panjang, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan dinamis pada fungsi ginjal dan produksi sel darah merah. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental untuk meneliti peran defisiensi besi, vitamin B12, atau folat dalam fenomena hiporespons EPO yang terdeteksi pada kelompok pasien Epo, dengan menguji apakah suplementasi nutrisi tersebut dapat meningkatkan kadar retikulosit dan mengurangi resistensi terhadap terapi. Selain itu, penelitian observasional multisentris dengan sampel yang lebih besar dapat menggali faktor-faktor risiko seperti inflamasi kronis, status gizi, dan komorbiditas yang berkontribusi pada variasi respons EPO, serta mengembangkan model prediktif untuk mengoptimalkan penentuan dosis EPO pada populasi CKD. Penelitian ketiga dapat memfokuskan pada evaluasi biomarker alternatif, misalnya kadar hepcidin atau parameter hematologi lain, untuk menilai keakuratan dalam memprediksi respons terapi eritropoietin dibandingkan dengan retikulosit saja. Semua usulan tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk meningkatkan strategi manajemen anemia pada pasien CKD.. Hasil uji T independen pada pasien yang menerima terapi Epo dan nonAcEpo menunjukkan nilai p sebesar 0,003 < 0,05 untuk tingkat kreatinin dan 0,002 < 0,05 untuk retikulosit, yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kreatinin dan nilai retikulosit antara pasien yang menjalani terapi Epo dan nonAcEpo Penyakit ginjal kronis (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat dipulihkan. Salah satu komplikasi utama CKD adalah anemia, yang disebabkan oleh penurunan produksi eritropoietin (Epo) oleh ginjal. Terapi Epo digunakan untuk merangsang produksi sel darah merah. Hitung retikulosit dipakai sebagai indikator aktivitas eritropoietik, sementara kadar kreatinin mencerminkan derajat kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan kadar kreatinin dan nilai retikulosit antara pasien CKD yang menerima terapi Epo dan yang tidak menerima terapi Epo. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 60 pasien CKD yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-8f100.webp" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-8f100.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-8f100.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-8f100.webp 1x" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" alt="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-ff31d.webp" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-ff31d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-ff31d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-ff31d.webp 1x" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" alt="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-b6699.webp" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-b6699.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-b6699.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-b6699.webp 1x" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" alt="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53928-pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik" title="JURIS - Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy" target="_blank">Differences In Creatinine Levels And Reticulocyte Values In CKD Patients Undergoing Epo And Non-Epo Therapy</a>: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas terapi eritropoietin pada pasien CKD dengan menginvestigasi hubungan longitudinal antara tingkat kreatinin, kadar retikulosit, dan respon klinis selama periode waktu yang lebih panjang, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan dinamis pada fungsi ginjal dan produksi sel darah merah. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental untuk meneliti peran defisiensi besi, vitamin B12, atau folat dalam fenomena hiporespons EPO yang terdeteksi pada kelompok pasien Epo, dengan menguji apakah suplementasi nutrisi tersebut dapat meningkatkan kadar retikulosit dan mengurangi resistensi terhadap terapi. Selain itu, penelitian observasional multisentris dengan sampel yang lebih besar dapat menggali faktor-faktor risiko seperti inflamasi kronis, status gizi, dan komorbiditas yang berkontribusi pada variasi respons EPO, serta mengembangkan model prediktif untuk mengoptimalkan penentuan dosis EPO pada populasi CKD. Penelitian ketiga dapat memfokuskan pada evaluasi biomarker alternatif, misalnya kadar hepcidin atau parameter hematologi lain, untuk menilai keakuratan dalam memprediksi respons terapi eritropoietin dibandingkan dengan retikulosit saja. Semua usulan tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk meningkatkan strategi manajemen anemia pada pasien CKD..
<br>Hasil uji T independen pada pasien yang menerima terapi Epo dan nonAcEpo menunjukkan nilai p sebesar 0,003 < 0,05 untuk tingkat kreatinin dan 0,002 < 0,05 untuk retikulosit, yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kreatinin dan nilai retikulosit antara pasien yang menjalani terapi Epo dan nonAcEpo
<br>Penyakit ginjal kronis (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat dipulihkan. Salah satu komplikasi utama CKD adalah anemia, yang disebabkan oleh penurunan produksi eritropoietin (Epo) oleh ginjal. Terapi Epo digunakan untuk merangsang produksi sel darah merah. Hitung retikulosit dipakai sebagai indikator aktivitas eritropoietik, sementara kadar kreatinin mencerminkan derajat kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan kadar kreatinin dan nilai retikulosit antara pasien CKD yang menerima terapi Epo dan yang tidak menerima terapi Epo. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 60 pasien CKD yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-8f100.webp" type="image/webp" length="100520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-8f100.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-ff31d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/pasien-faktor-risiko-kreatinin-eritropoietin-retik-thumb-b6699.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-776-poltekkes-mataram.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19092-jurnal-analis-medika-biosains-jambs.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 10 Jul 2026 13:41:27 +0700. 12 items. Served in: 4.619 seconds [rss] -->
