<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2026 06:00:54 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 06:00:54 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-24T06:00:54+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68761-sistem-sengketa-pajak-jenderal-paja</link>
	<guid isPermaLink="false">d13837fc91e3d99a39d60f5a77ff9ee4</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 22:25:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ gunong kleng ]]></category>
	<category><![CDATA[ guide author ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,flag,guide,gunong,kleng]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak model semi-autonomous revenue authority (SARA) terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi pengumpulan pajak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak model semi-autonomous revenue authority (SARA) terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi pengumpulan pajak di Indonesia, terutama dalam konteks implementasi yang berbeda di berbagai daerah. Kedua, analisis mendalam mengenai mekanisme pengawasan independen yang dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas DJP, dengan membandingkan struktur otoritas keuangan seperti OJK. Ketiga, studi tentang peran teknologi digital, seperti platform e-Tax Court, dalam meningkatkan kecepatan dan keadilan penyelesaian sengketa pajak, serta potensi inovasi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan. Penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mereformasi sistem perpajakan yang lebih adil dan efektif.. Reposisi kelembagaan DJP sebagai semi-autonomous revenue authority merupakan keniscayaan konstitusional yang tidak dapat ditunda.Kerangka hukum yang berlaku pasca UU HPP dan UU P2SK masih menyisakan normative gap yang signifikan, di mana DJP tetap beroperasi sebagai unit subordinat Kementerian Keuangan tanpa otonomi anggaran maupun kepegawaian yang memadai.Kondisi demikian melahirkan conflict of interest struktural yang menggerus kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.Transformasi kelembagaan yang menyeluruh menjadi prasyarat fundamental agar otoritas pajak mampu menjalankan fungsinya secara independen, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara Pajak merupakan instrumen fiskal paling vital dalam struktur keuangan negara, namun efektivitasnya sangat bergantung pada fondasi kelembagaan yang kokoh dan independen. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga saat ini masih berkedudukan sebagai unit subordinat di bawah Kementerian Keuangan, kondisi yang secara inheren memunculkan conflict of interest struktural dan mereduksi otonomi kebijakan perpajakan nasional. Kehadiran Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan belum mampu menutup normative gap kelembagaan yang ada. Penelitian ini bertujuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp 1x" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" alt="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp 1x" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" alt="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp 1x" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" alt="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68761-sistem-sengketa-pajak-jenderal-paja" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" target="_blank">Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak model semi-autonomous revenue authority (SARA) terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi pengumpulan pajak di Indonesia, terutama dalam konteks implementasi yang berbeda di berbagai daerah. Kedua, analisis mendalam mengenai mekanisme pengawasan independen yang dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas DJP, dengan membandingkan struktur otoritas keuangan seperti OJK. Ketiga, studi tentang peran teknologi digital, seperti platform e-Tax Court, dalam meningkatkan kecepatan dan keadilan penyelesaian sengketa pajak, serta potensi inovasi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan. Penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mereformasi sistem perpajakan yang lebih adil dan efektif..
<br>Reposisi kelembagaan DJP sebagai semi-autonomous revenue authority merupakan keniscayaan konstitusional yang tidak dapat ditunda.Kerangka hukum yang berlaku pasca UU HPP dan UU P2SK masih menyisakan normative gap yang signifikan, di mana DJP tetap beroperasi sebagai unit subordinat Kementerian Keuangan tanpa otonomi anggaran maupun kepegawaian yang memadai.Kondisi demikian melahirkan conflict of interest struktural yang menggerus kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.Transformasi kelembagaan yang menyeluruh menjadi prasyarat fundamental agar otoritas pajak mampu menjalankan fungsinya secara independen, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara
<br>Pajak merupakan instrumen fiskal paling vital dalam struktur keuangan negara, namun efektivitasnya sangat bergantung pada fondasi kelembagaan yang kokoh dan independen. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga saat ini masih berkedudukan sebagai unit subordinat di bawah Kementerian Keuangan, kondisi yang secara inheren memunculkan conflict of interest struktural dan mereduksi otonomi kebijakan perpajakan nasional. Kehadiran Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan belum mampu menutup normative gap kelembagaan yang ada. Penelitian ini bertujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" type="image/webp" length="88104" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-539-stain-tdm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21186-constituo-jurnal-riset-hukum-kenegaraan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Urban Green Renaissance in Malang Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Urban Green Renaissance in Malang Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Urban Green Renaissance in Malang Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68764-manajemen-taman-kupu-kota-keberlanjutan-fung</link>
	<guid isPermaLink="false">8189def38609b91aa1cbb73a11b34494</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 22:03:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mencapai visi masa depan perkotaan yang berkelanjutan, penelitian lanjutan dapat mengusulkan strategi revitalisasi yang komprehensif untuk Taman Trunojoyo. Strategi ini dapat mencakup intervensi ekologis seperti pengayaan keanekaragaman hayati melalui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures: Untuk mencapai visi masa depan perkotaan yang berkelanjutan, penelitian lanjutan dapat mengusulkan strategi revitalisasi yang komprehensif untuk Taman Trunojoyo. Strategi ini dapat mencakup intervensi ekologis seperti pengayaan keanekaragaman hayati melalui penanaman spesies tumbuhan asli, penciptaan habitat burung melalui penanaman pohon berlapis, dan penerapan solusi berbasis alam untuk pengelolaan air. Selain itu, pendekatan desain lingkungan yang memulihkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan rekreasi inklusif. Strategi ini dapat mencakup penempatan vegetasi untuk peneduh akustik, skema penanaman terapi, dan perancangan pencahayaan yang selaras dengan ritme sirkadian. Untuk meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas, perbaikan jalur akses, pemasangan rambu taktil dan audio, serta desain area bermain yang inklusif dapat dilakukan. Selain itu, integrasi teknologi cerdas seperti WiFi, sistem informasi digital, stasiun pengisian daya, dan pemantauan berbasis sensor dapat meningkatkan pengalaman pengunjung dan efisiensi manajemen. Dengan menggabungkan intervensi ekologis, desain lingkungan yang memulihkan, dan teknologi cerdas, Taman Trunojoyo dapat menjadi model inovasi hijau perkotaan di distrik yang berorientasi transit. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dan sistem tata kelola cerdas dalam meningkatkan manajemen taman perkotaan dan pengalaman pengguna.. Penelitian ini menunjukkan pentingnya Taman Trunojoyo sebagai ruang hijau perkotaan yang berkontribusi terhadap ketahanan ekologis, kohesi sosial, dan vitalitas budaya di Malang.Taman ini menyediakan layanan ekosistem yang berharga, termasuk pembersihan udara, penangkapan karbon, regulasi air hujan, dan mitigasi efek pulau panas perkotaan.Selain itu, taman berfungsi sebagai pusat komunitas, mengakomodasi berbagai aktivitas lintas generasi dan mendukung interaksi budaya dan pendidikan informal.Namun, penelitian ini mengungkap beberapa tantangan yang membatasi kapasitas taman untuk menjadi model ruang perkotaan yang berkelanjutan.Deteriorasi infrastruktur, sistem drainase yang tidak memadai, keanekaragaman ekologis yang terbatas, dan aksesibilitas yang tidak memadai mengancam fungsi dan inklusivitas taman.Untuk mengatasi tantangan ini, revitalisasi Taman Trunojoyo sangat mendesak.Revitalisasi ini bertujuan untuk memperkuat desain ekologis, memastikan aksesibilitas universal, dan mengintegrasikan sistem manajemen cerdas.Dengan memperkuat fungsi ekologis, menerapkan aksesibilitas universal, dan mengintegrasikan teknologi cerdas, taman dapat berkembang menjadi ruang hijau yang tangguh, inklusif, dan adaptif.Trunojoyo Park memiliki potensi untuk menjadi contoh komitmen Malang terhadap masa depan perkotaan yang berkelanjutan Ruang terbuka hijau memainkan peran penting dalam mempromosikan ketahanan ekologis, inklusi sosial, dan pengembangan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini meneliti Taman Trunojoyo di Malang sebagai kasus representatif taman perkotaan berukuran menengah di Indonesia, menganalisis fungsi ekologisnya, kondisi infrastruktur, fitur aksesibilitas, dan pola pemanfaatan pengunjung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, didukung oleh observasi lapangan, tinjauan dokumen, dan analisis spasial. Pendekatan analitis menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, tampilan data, dan penarikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-726de.webp" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-726de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-726de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-726de.webp 1x" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" alt="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-cc28f.webp" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-cc28f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-cc28f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-cc28f.webp 1x" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" alt="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-dd353.webp" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-dd353.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-dd353.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-dd353.webp 1x" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" alt="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68764-manajemen-taman-kupu-kota-keberlanjutan-fung" title="JURIS - Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures" target="_blank">Urban Green Renaissance in Malang: Trunojoyo Park and the Path to Sustainable Urban Futures</a>: Untuk mencapai visi masa depan perkotaan yang berkelanjutan, penelitian lanjutan dapat mengusulkan strategi revitalisasi yang komprehensif untuk Taman Trunojoyo. Strategi ini dapat mencakup intervensi ekologis seperti pengayaan keanekaragaman hayati melalui penanaman spesies tumbuhan asli, penciptaan habitat burung melalui penanaman pohon berlapis, dan penerapan solusi berbasis alam untuk pengelolaan air. Selain itu, pendekatan desain lingkungan yang memulihkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan rekreasi inklusif. Strategi ini dapat mencakup penempatan vegetasi untuk peneduh akustik, skema penanaman terapi, dan perancangan pencahayaan yang selaras dengan ritme sirkadian. Untuk meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas, perbaikan jalur akses, pemasangan rambu taktil dan audio, serta desain area bermain yang inklusif dapat dilakukan. Selain itu, integrasi teknologi cerdas seperti WiFi, sistem informasi digital, stasiun pengisian daya, dan pemantauan berbasis sensor dapat meningkatkan pengalaman pengunjung dan efisiensi manajemen. Dengan menggabungkan intervensi ekologis, desain lingkungan yang memulihkan, dan teknologi cerdas, Taman Trunojoyo dapat menjadi model inovasi hijau perkotaan di distrik yang berorientasi transit. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dan sistem tata kelola cerdas dalam meningkatkan manajemen taman perkotaan dan pengalaman pengguna..
<br>Penelitian ini menunjukkan pentingnya Taman Trunojoyo sebagai ruang hijau perkotaan yang berkontribusi terhadap ketahanan ekologis, kohesi sosial, dan vitalitas budaya di Malang.Taman ini menyediakan layanan ekosistem yang berharga, termasuk pembersihan udara, penangkapan karbon, regulasi air hujan, dan mitigasi efek pulau panas perkotaan.Selain itu, taman berfungsi sebagai pusat komunitas, mengakomodasi berbagai aktivitas lintas generasi dan mendukung interaksi budaya dan pendidikan informal.Namun, penelitian ini mengungkap beberapa tantangan yang membatasi kapasitas taman untuk menjadi model ruang perkotaan yang berkelanjutan.Deteriorasi infrastruktur, sistem drainase yang tidak memadai, keanekaragaman ekologis yang terbatas, dan aksesibilitas yang tidak memadai mengancam fungsi dan inklusivitas taman.Untuk mengatasi tantangan ini, revitalisasi Taman Trunojoyo sangat mendesak.Revitalisasi ini bertujuan untuk memperkuat desain ekologis, memastikan aksesibilitas universal, dan mengintegrasikan sistem manajemen cerdas.Dengan memperkuat fungsi ekologis, menerapkan aksesibilitas universal, dan mengintegrasikan teknologi cerdas, taman dapat berkembang menjadi ruang hijau yang tangguh, inklusif, dan adaptif.Trunojoyo Park memiliki potensi untuk menjadi contoh komitmen Malang terhadap masa depan perkotaan yang berkelanjutan
<br>Ruang terbuka hijau memainkan peran penting dalam mempromosikan ketahanan ekologis, inklusi sosial, dan pengembangan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini meneliti Taman Trunojoyo di Malang sebagai kasus representatif taman perkotaan berukuran menengah di Indonesia, menganalisis fungsi ekologisnya, kondisi infrastruktur, fitur aksesibilitas, dan pola pemanfaatan pengunjung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, didukung oleh observasi lapangan, tinjauan dokumen, dan analisis spasial. Pendekatan analitis menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, tampilan data, dan penarikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-cc28f.webp" type="image/webp" length="93794" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-726de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-cc28f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/manajemen-taman-kupu-keberlanjutan-fungsi-ekologis-thumb-dd353.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi</link>
	<guid isPermaLink="false">da5535906f6ddbc696a045ba38c3467d</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 21:46:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ gunong kleng ]]></category>
	<category><![CDATA[ guide author ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,flag,guide,gunong,kleng]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia: 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui kurikulum yang lebih berfokus pada nilai etika dan tanggung jawab sosial. 3) Analisis kebijakan untuk memperkuat sistem pengawasan independen terhadap pelanggaran kode etik profesi advokat, dengan mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam proses pengaduan dan sanksi yang transparan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas profesi advokat, memastikan keadilan sosial, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa advokat memiliki peran strategis dalam penegakan hukum di Indonesia sebagai bagian dari profesi officium nobile merupakan profesi yang mulia dan terhormat, kedudukan advokat tidak hanya sebagai pemberi jasa hukum kepada klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan professional dalam menjamin tegaknya keadilan, perlindungan hak asasi manusia serta kepastian hukum.Melalui fungsi pendamping, pembelaan, konsultasi, dan bantuan hukum, advokat juga berperan penting dalam menjaga prinsip terhadap keadilan bagi Masyarakat.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran advokat dalam penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya integritas dan penegakan kode etik, inetervansi kekuasaan, jasa hukum akses bantuan hukum bagi Masyarakat miskin, serta menurunya kepercayaan public terhadap profesi advokat, kondisi tersebut menyebabkan nilai officium nobile sering kali tidak terimplementasi secara optimal dalam praktik penegakan hukum, selain itu lemahnya organisasi adavokat dalam sisitem pengawasan terhadap menjalankan tugasnya.Oleh karena itu diperlukan Upaya penguatan peran advokat melalui reformasi organisasi profesi, penguatan kode etik, Pendidikan profesi yang berintegritas, dan lebih optimal dalam pengawasan profesi, dalam peningkatan pelaksanaan bantuan hukum secara Cuma-Cuma bagi Masyarakat yang tidak mampu, sebagai penguat yang bertujuan untuk mengembalikan hakikat profesi advokat sebagai penjaga keadilan dan pelindung hak-hak Masyarakat.Profesi advokat diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, dan trasparan terhadap klien Penelitian ini membahas, peran strategi sebagai officium nobile dalam penegakan hukum di Indonesia. Advokat tidak hanya berfungsi sebagai pembela kepentingan klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia serta akses terhadap keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedudukan advokat telah diakui secara normatif dalam sistem Indonesia, yakni yang terdapat dapat UU nomor 18 tahun 2003, namun implementasinya masih menghadapi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" target="_blank">Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia</a>: 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui kurikulum yang lebih berfokus pada nilai etika dan tanggung jawab sosial. 3) Analisis kebijakan untuk memperkuat sistem pengawasan independen terhadap pelanggaran kode etik profesi advokat, dengan mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam proses pengaduan dan sanksi yang transparan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas profesi advokat, memastikan keadilan sosial, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa advokat memiliki peran strategis dalam penegakan hukum di Indonesia sebagai bagian dari profesi officium nobile merupakan profesi yang mulia dan terhormat, kedudukan advokat tidak hanya sebagai pemberi jasa hukum kepada klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan professional dalam menjamin tegaknya keadilan, perlindungan hak asasi manusia serta kepastian hukum.Melalui fungsi pendamping, pembelaan, konsultasi, dan bantuan hukum, advokat juga berperan penting dalam menjaga prinsip terhadap keadilan bagi Masyarakat.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran advokat dalam penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya integritas dan penegakan kode etik, inetervansi kekuasaan, jasa hukum akses bantuan hukum bagi Masyarakat miskin, serta menurunya kepercayaan public terhadap profesi advokat, kondisi tersebut menyebabkan nilai officium nobile sering kali tidak terimplementasi secara optimal dalam praktik penegakan hukum, selain itu lemahnya organisasi adavokat dalam sisitem pengawasan terhadap menjalankan tugasnya.Oleh karena itu diperlukan Upaya penguatan peran advokat melalui reformasi organisasi profesi, penguatan kode etik, Pendidikan profesi yang berintegritas, dan lebih optimal dalam pengawasan profesi, dalam peningkatan pelaksanaan bantuan hukum secara Cuma-Cuma bagi Masyarakat yang tidak mampu, sebagai penguat yang bertujuan untuk mengembalikan hakikat profesi advokat sebagai penjaga keadilan dan pelindung hak-hak Masyarakat.Profesi advokat diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, dan trasparan terhadap klien
<br>Penelitian ini membahas, peran strategi sebagai officium nobile dalam penegakan hukum di Indonesia. Advokat tidak hanya berfungsi sebagai pembela kepentingan klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia serta akses terhadap keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedudukan advokat telah diakui secara normatif dalam sistem Indonesia, yakni yang terdapat dapat UU nomor 18 tahun 2003, namun implementasinya masih menghadapi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" type="image/webp" length="89626" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-539-stain-tdm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21186-constituo-jurnal-riset-hukum-kenegaraan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu</link>
	<guid isPermaLink="false">7fbb4a5220f5237ad377b3f950e4da80</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 21:17:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah "S-Inventory" Berbasis Desktop: Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian barcode atau QR code dapat mempercepat proses input dan pelacakan barang fisik, mengurangi kesalahan manual, serta mempermudah inventarisasi. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan fitur prediktif untuk mengidentifikasi kebutuhan inventaris berdasarkan pola penggunaan historis, sehingga membantu pengambilan keputusan manajemen yang lebih efektif. Ketiga saran ini saling melengkapi dan membuka peluang penelitian yang lebih luas dalam bidang sistem informasi pendidikan.. Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi inventaris 'S-Inventory' berbasis desktop berhasil dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Aplikasi ini mampu menggantikan sistem pencatatan manual menjadi terkomputerisasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) dan redundansi data.Fitur unggulan seperti notifikasi stok kritis, validasi kode barang otomatis, dan mekanisme pembaruan stok real-time terbukti meningkatkan akurasi data aset.Selain itu, ketersediaan fitur ekspor laporan ke format Excel memberikan efisiensi bagi administrator dalam menyusun rekapitulasi aset.Hasil pengujian Black Box mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi sistem berjalan valid dan bebas dari kesalahan logika Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Inventaris Sekolah berbasis desktop sebagai solusi terhadap permasalahan pencatatan aset yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan. Aplikasi dikembangkan menggunakan paradigma Pemrograman Visual dengan bahasa VB.NET pada platform Microsoft Visual Studio, serta menerapkan pendekatan multi-form dan prinsip event-driven programming untuk menghasilkan alur kerja yang terstruktur dan interaktif. Sistem ini dirancang dengan arsitektur modular yang mendukung kemudahan dalam pengelolaan data, seperti pencatatan barang masuk, barang keluar, dan peminjaman aset sekolah. Selain itu, aplikasi menyediakan mekanisme validasi otomatis, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, serta proses pengolahan data secara real-time guna meningkatkan akurasi dan efisiensi. Hasil uji... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" target="_blank">Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  "S-Inventory" Berbasis Desktop</a>: Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian barcode atau QR code dapat mempercepat proses input dan pelacakan barang fisik, mengurangi kesalahan manual, serta mempermudah inventarisasi. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan fitur prediktif untuk mengidentifikasi kebutuhan inventaris berdasarkan pola penggunaan historis, sehingga membantu pengambilan keputusan manajemen yang lebih efektif. Ketiga saran ini saling melengkapi dan membuka peluang penelitian yang lebih luas dalam bidang sistem informasi pendidikan..
<br>Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi inventaris 'S-Inventory' berbasis desktop berhasil dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Aplikasi ini mampu menggantikan sistem pencatatan manual menjadi terkomputerisasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) dan redundansi data.Fitur unggulan seperti notifikasi stok kritis, validasi kode barang otomatis, dan mekanisme pembaruan stok real-time terbukti meningkatkan akurasi data aset.Selain itu, ketersediaan fitur ekspor laporan ke format Excel memberikan efisiensi bagi administrator dalam menyusun rekapitulasi aset.Hasil pengujian Black Box mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi sistem berjalan valid dan bebas dari kesalahan logika
<br>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Inventaris Sekolah berbasis desktop sebagai solusi terhadap permasalahan pencatatan aset yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan. Aplikasi dikembangkan menggunakan paradigma Pemrograman Visual dengan bahasa VB.NET pada platform Microsoft Visual Studio, serta menerapkan pendekatan multi-form dan prinsip event-driven programming untuk menghasilkan alur kerja yang terstruktur dan interaktif. Sistem ini dirancang dengan arsitektur modular yang mendukung kemudahan dalam pengelolaan data, seperti pencatatan barang masuk, barang keluar, dan peminjaman aset sekolah. Selain itu, aplikasi menyediakan mekanisme validasi otomatis, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, serta proses pengolahan data secara real-time guna meningkatkan akurasi dan efisiensi. Hasil uji...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" type="image/webp" length="53102" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68769-rutinitas-organisasi-kapasitas-koordina</link>
	<guid isPermaLink="false">ccd665191fbac087b48dc85a83c618ff</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 21:14:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implikasi transformasi tata kelola keuangan digital dalam konteks UKM pasokan makanan perkotaan yang lebih luas. Studi ini dapat diperluas untuk mencakup berbagai sektor UKM, pengaturan perkotaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implikasi transformasi tata kelola keuangan digital dalam konteks UKM pasokan makanan perkotaan yang lebih luas. Studi ini dapat diperluas untuk mencakup berbagai sektor UKM, pengaturan perkotaan yang berbeda, atau struktur ekosistem yang lebih besar untuk memeriksa transferabilitas dan skalabilitas proses transformasi tata kelola. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada peran spesifik UKM dalam ekosistem ekonomi perkotaan dan kontribusinya terhadap ketahanan dan kesiapan operasional sistem pasokan makanan. Penting juga untuk menyelidiki bagaimana transformasi tata kelola keuangan dapat mendukung inisiatif distribusi yang berorientasi kebijakan seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan koordinasi dan akuntabilitas dalam rantai pasokan makanan perkotaan. Penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki tantangan dan peluang yang dihadapi UKM dalam mengadopsi dan menginternalisasi praktik tata kelola keuangan yang distandarisasi, serta strategi yang dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas tata kelola keuangan di seluruh ekosistem UKM perkotaan.. Studi ini menunjukkan bahwa transformasi tata kelola keuangan digital dalam UKM pasokan makanan perkotaan merupakan proses restrukturisasi organisasi dan perilaku longitudinal daripada hanya inisiatif adopsi teknologi.Temuan mengungkapkan bahwa praktik keuangan dasar dalam Omah Sayur MQS ditandai dengan dokumentasi yang terfragmentasi, pelaporan yang tertunda, rutinitas pencatatan retrospektif, dan standar prosedur yang lemah, mencerminkan informalitas tata kelola yang lebih luas yang dialami oleh UKM pasokan makanan perkotaan.Melalui integrasi prosedur pencatatan yang distandarisasi, sistem keuangan digital real-time, dan mekanisme pemantauan berkelanjutan, intervensi menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam akurasi pencatatan, ketepatan waktu pelaporan, konsistensi dokumentasi, dan visibilitas manajerial di seluruh outlet.Desain time series terputus menunjukkan bahwa perbaikan muncul secara berurutan setelah paparan intervensi dan kemudian stabil melalui praktik organisasi berulang.Pentingnya, transformasi tata kelola dipertahankan bukan hanya karena implementasi teknologi tetapi karena praktik pencatatan yang distandarisasi secara bertahap diinternalisasi dalam rutinitas organisasi harian.Paparan berulang terhadap prosedur terstruktur mengurangi ketergantungan pada rekonstruksi berbasis memori dan mengubah pencatatan keuangan dari aktivitas administratif yang terfragmentasi menjadi perilaku tata kelola yang terintegrasi dan tertanam dalam alur kerja operasional.Selain perbaikan operasional tingkat perusahaan, studi ini menunjukkan bahwa standarisasi tata kelola memperkuat koordinasi, transparansi, dan keandalan informasi di seluruh unit operasional.Perbaikan ini memiliki implikasi yang lebih luas untuk tata kelola ekosistem UKM perkotaan dengan meningkatkan keandalan, akuntabilitas, dan kapasitas koordinasi dalam sistem distribusi makanan lokal.Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa sistem tata kelola keuangan yang andal berkontribusi pada ketahanan dan kesiapan operasional rantai pasokan makanan perkotaan, khususnya dalam hubungannya dengan inisiatif distribusi yang berorientasi kebijakan seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG).Secara teoritis, studi ini berkontribusi dengan mengusulkan Model Transformasi Tata Kelola Keuangan untuk UKM Pasokan Makanan Perkotaan yang mengkonseptualisasikan transformasi tata kelola sebagai proses multi-level yang beroperasi di seluruh dimensi perusahaan, ekosistem, dan sistem kebijakan.Secara praktis, temuan menyarankan agar program digitalisasi UKM tidak hanya fokus pada penyediaan teknologi tetapi juga pada standarisasi prosedur, mekanisme penguatan perilaku, dan mekanisme pemantauan longitudinal.Transformasi tata kelola yang berkelanjutan membutuhkan strategi intervensi terintegrasi yang mampu menanamkan perilaku tata kelola yang distandarisasi dalam rutinitas organisasi dan sistem operasional Studi ini menyelidiki bagaimana transformasi tata kelola keuangan digital merombak praktik pencatatan keuangan dan memperkuat kualitas tata kelola dalam usaha kecil dan menengah (UKM) pasokan makanan perkotaan di Kota Malang. Studi sebelumnya tentang digitalisasi UKM terutama menekankan adopsi teknologi dan efisiensi operasional, sementara perhatian terbatas diberikan pada mekanisme perilaku dan organisasi melalui mana transformasi tata kelola tertanam dalam sistem operasional harian. Untuk mengatasi kesenjangan ini, studi ini mengadopsi desain eksperimen quasi-kasus dengan analisis time series terputus (ITS) di tiga outlet tertanam Omah Sayur MQS, UKM pasokan makanan perkotaan yang beroperasi dalam jaringan distribusi makanan lokal Kota Malang. Intervensi diimplementasikan secara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-1d103.webp" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-1d103.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-1d103.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-1d103.webp 1x" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" alt="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-0c6b9.webp" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-0c6b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-0c6b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-0c6b9.webp 1x" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" alt="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-5b567.webp" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-5b567.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-5b567.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-5b567.webp 1x" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" alt="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68769-rutinitas-organisasi-kapasitas-koordina" title="JURIS - Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs" target="_blank">Digital Financial Governance Transformation in Urban Food Supply SMEs</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implikasi transformasi tata kelola keuangan digital dalam konteks UKM pasokan makanan perkotaan yang lebih luas. Studi ini dapat diperluas untuk mencakup berbagai sektor UKM, pengaturan perkotaan yang berbeda, atau struktur ekosistem yang lebih besar untuk memeriksa transferabilitas dan skalabilitas proses transformasi tata kelola. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada peran spesifik UKM dalam ekosistem ekonomi perkotaan dan kontribusinya terhadap ketahanan dan kesiapan operasional sistem pasokan makanan. Penting juga untuk menyelidiki bagaimana transformasi tata kelola keuangan dapat mendukung inisiatif distribusi yang berorientasi kebijakan seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan koordinasi dan akuntabilitas dalam rantai pasokan makanan perkotaan. Penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki tantangan dan peluang yang dihadapi UKM dalam mengadopsi dan menginternalisasi praktik tata kelola keuangan yang distandarisasi, serta strategi yang dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas tata kelola keuangan di seluruh ekosistem UKM perkotaan..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa transformasi tata kelola keuangan digital dalam UKM pasokan makanan perkotaan merupakan proses restrukturisasi organisasi dan perilaku longitudinal daripada hanya inisiatif adopsi teknologi.Temuan mengungkapkan bahwa praktik keuangan dasar dalam Omah Sayur MQS ditandai dengan dokumentasi yang terfragmentasi, pelaporan yang tertunda, rutinitas pencatatan retrospektif, dan standar prosedur yang lemah, mencerminkan informalitas tata kelola yang lebih luas yang dialami oleh UKM pasokan makanan perkotaan.Melalui integrasi prosedur pencatatan yang distandarisasi, sistem keuangan digital real-time, dan mekanisme pemantauan berkelanjutan, intervensi menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam akurasi pencatatan, ketepatan waktu pelaporan, konsistensi dokumentasi, dan visibilitas manajerial di seluruh outlet.Desain time series terputus menunjukkan bahwa perbaikan muncul secara berurutan setelah paparan intervensi dan kemudian stabil melalui praktik organisasi berulang.Pentingnya, transformasi tata kelola dipertahankan bukan hanya karena implementasi teknologi tetapi karena praktik pencatatan yang distandarisasi secara bertahap diinternalisasi dalam rutinitas organisasi harian.Paparan berulang terhadap prosedur terstruktur mengurangi ketergantungan pada rekonstruksi berbasis memori dan mengubah pencatatan keuangan dari aktivitas administratif yang terfragmentasi menjadi perilaku tata kelola yang terintegrasi dan tertanam dalam alur kerja operasional.Selain perbaikan operasional tingkat perusahaan, studi ini menunjukkan bahwa standarisasi tata kelola memperkuat koordinasi, transparansi, dan keandalan informasi di seluruh unit operasional.Perbaikan ini memiliki implikasi yang lebih luas untuk tata kelola ekosistem UKM perkotaan dengan meningkatkan keandalan, akuntabilitas, dan kapasitas koordinasi dalam sistem distribusi makanan lokal.Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa sistem tata kelola keuangan yang andal berkontribusi pada ketahanan dan kesiapan operasional rantai pasokan makanan perkotaan, khususnya dalam hubungannya dengan inisiatif distribusi yang berorientasi kebijakan seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG).Secara teoritis, studi ini berkontribusi dengan mengusulkan Model Transformasi Tata Kelola Keuangan untuk UKM Pasokan Makanan Perkotaan yang mengkonseptualisasikan transformasi tata kelola sebagai proses multi-level yang beroperasi di seluruh dimensi perusahaan, ekosistem, dan sistem kebijakan.Secara praktis, temuan menyarankan agar program digitalisasi UKM tidak hanya fokus pada penyediaan teknologi tetapi juga pada standarisasi prosedur, mekanisme penguatan perilaku, dan mekanisme pemantauan longitudinal.Transformasi tata kelola yang berkelanjutan membutuhkan strategi intervensi terintegrasi yang mampu menanamkan perilaku tata kelola yang distandarisasi dalam rutinitas organisasi dan sistem operasional
<br>Studi ini menyelidiki bagaimana transformasi tata kelola keuangan digital merombak praktik pencatatan keuangan dan memperkuat kualitas tata kelola dalam usaha kecil dan menengah (UKM) pasokan makanan perkotaan di Kota Malang. Studi sebelumnya tentang digitalisasi UKM terutama menekankan adopsi teknologi dan efisiensi operasional, sementara perhatian terbatas diberikan pada mekanisme perilaku dan organisasi melalui mana transformasi tata kelola tertanam dalam sistem operasional harian. Untuk mengatasi kesenjangan ini, studi ini mengadopsi desain eksperimen quasi-kasus dengan analisis time series terputus (ITS) di tiga outlet tertanam Omah Sayur MQS, UKM pasokan makanan perkotaan yang beroperasi dalam jaringan distribusi makanan lokal Kota Malang. Intervensi diimplementasikan secara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-1d103.webp" type="image/webp" length="85024" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-1d103.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-0c6b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/rutinitas-organisasi-kapasitas-koordinasi-spesifik-thumb-5b567.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68765-layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real</link>
	<guid isPermaLink="false">ade014d45c202aead33d0f9c61802330</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:56:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi tantangan ini, sangat direkomendasikan agar Pemerintah Kota Malang, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), secara proaktif merevitalisasi strategi pengawasan pajaknya. Ini memerlukan pergeseran dari pengumpulan administratif konvensional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas: Untuk mengatasi tantangan ini, sangat direkomendasikan agar Pemerintah Kota Malang, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), secara proaktif merevitalisasi strategi pengawasan pajaknya. Ini memerlukan pergeseran dari pengumpulan administratif konvensional menuju penegakan berbasis teknologi yang kuat, khususnya dengan mengintegrasikan sistem transaksi hotel secara ketat ke dalam jaringan kas daerah. Bapenda juga harus berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas investigasi sumber daya manusia otoritas pajaknya dan menerapkan pendekatan seimbang yang menggabungkan pendidikan pajak persuasif dengan sanksi hukum yang ketat untuk ketidakpatuhan kronis. Secara bersamaan, operator bisnis hotel diharapkan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sipil yang lebih kuat, mengakui bahwa pelaporan pajak yang transparan secara langsung mendanai infrastruktur dan utilitas publik yang mempertahankan industri pariwisata itu sendiri. Akhirnya, peneliti masa depan didorong untuk membangun atas studi dasar ini dengan memasukkan variabel kuantitatif, seperti mengukur efisiensi statistik sistem e-pajak, mengevaluasi dampak langsung kebijakan fiskal tertentu terhadap perilaku wajib pajak, atau melakukan studi perbandingan di berbagai kota berbasis pariwisata untuk merumuskan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk optimasi pajak daerah.. Sektor hotel di Kota Malang secara objektif memiliki potensi pajak yang signifikan, didorong oleh pengembangan infrastruktur berkelanjutan, jumlah akomodasi yang terus bertambah, dan beragam layanan pendukung seperti restoran, spa, dan fasilitas parkir.Meskipun potensi struktural ini dan aktivitas pariwisata pasca-pandemi yang relatif stabil, penelitian ini menyimpulkan bahwa realisasi pendapatan pajak hotel masih sub-optimal.Data dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan kesenjangan yang konsisten antara kapasitas ekonomi intrinsik sektor ini dan pendapatan yang sebenarnya masuk ke kas daerah.Akibatnya, kontribusi pajak hotel terhadap total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dikategorikan sebagai "sangat rendah", tetap di bawah ambang batas 10%.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sektor hotel berperan sebagai penggerak ekonomi vital bagi kota, ia berfungsi hanya sebagai aliran pendapatan pendukung daripada tulang punggung fiskal utama struktur PAD.Peningkatan jumlah fisik hotel dan tingkat okupansi kamar secara keseluruhan tidak secara otomatis berbanding lurus dengan lonjakan pendapatan pajak daerah.Analisis kualitatif lebih lanjut menyoroti beberapa hambatan operasional dan perilaku yang kritis.Di antara yang terpenting adalah masalah kepatuhan wajib pajak yang terus-menerus.Mekanisme penilaian diri sering kali diganggu oleh pelaporan turnover yang tidak akurat dan enggan di antara beberapa pengelola hotel untuk mengungkapkan volume transaksi sebenarnya.Masalah ini diperparah oleh keterbatasan institusional dalam pemerintah daerah, khususnya hambatan teknis dalam menerapkan dan menegakkan sistem pemantauan e-pajak (kotak pengetuk), serta kekurangan sumber daya manusia yang khusus diperlukan untuk melakukan verifikasi silang lapangan yang intensif dan menangani ketidakpatuhan.Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan kerentanan dalam kerangka pengawasan fiskal, memungkinkan potensi pendapatan yang signifikan tetap tidak terkumpul.Namun, kesimpulan yang ditarik dalam penelitian ini harus dipertimbangkan bersama dengan beberapa keterbatasan metodologis.Pertama, data empiris dan laporan realisasi pajak hotel untuk tahun 2024 terbatas pada kuartal ketiga, sehingga mengecualikan musim liburan puncak di akhir tahun, yang secara historis menunjukkan dinamika fiskal yang berbeda.Kedua, pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penentuan kriteria sangat terkait dengan konteks administratif spesifik Kota Malang.Akibatnya, temuan ini mungkin tidak dapat digeneralisasikan secara universal ke munisipalitas atau kabupaten lain yang beroperasi di bawah ekosistem pariwisata yang berbeda, kebijakan fiskal, dan kondisi makroekonomi Penelitian ini menganalisis potensi dan kontribusi pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang pada periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor hotel memiliki potensi pajak yang signifikan, didukung oleh jumlah hotel yang terus bertambah dan layanan hotel yang beragam seperti restoran, spa, fasilitas parkir, dan iklan. Namun, realisasi pendapatan pajak hotel belum optimal. Meskipun pendapatan pajak hotel meningkat dari Rp 25,42 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 61,08 miliar pada tahun 2023, kemudian sedikit menurun menjadi Rp 60,19 miliar pada tahun 2024, kontribusinya terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" alt="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" alt="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" alt="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68765-layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" target="_blank">Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas</a>: Untuk mengatasi tantangan ini, sangat direkomendasikan agar Pemerintah Kota Malang, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), secara proaktif merevitalisasi strategi pengawasan pajaknya. Ini memerlukan pergeseran dari pengumpulan administratif konvensional menuju penegakan berbasis teknologi yang kuat, khususnya dengan mengintegrasikan sistem transaksi hotel secara ketat ke dalam jaringan kas daerah. Bapenda juga harus berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas investigasi sumber daya manusia otoritas pajaknya dan menerapkan pendekatan seimbang yang menggabungkan pendidikan pajak persuasif dengan sanksi hukum yang ketat untuk ketidakpatuhan kronis. Secara bersamaan, operator bisnis hotel diharapkan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sipil yang lebih kuat, mengakui bahwa pelaporan pajak yang transparan secara langsung mendanai infrastruktur dan utilitas publik yang mempertahankan industri pariwisata itu sendiri. Akhirnya, peneliti masa depan didorong untuk membangun atas studi dasar ini dengan memasukkan variabel kuantitatif, seperti mengukur efisiensi statistik sistem e-pajak, mengevaluasi dampak langsung kebijakan fiskal tertentu terhadap perilaku wajib pajak, atau melakukan studi perbandingan di berbagai kota berbasis pariwisata untuk merumuskan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk optimasi pajak daerah..
<br>Sektor hotel di Kota Malang secara objektif memiliki potensi pajak yang signifikan, didorong oleh pengembangan infrastruktur berkelanjutan, jumlah akomodasi yang terus bertambah, dan beragam layanan pendukung seperti restoran, spa, dan fasilitas parkir.Meskipun potensi struktural ini dan aktivitas pariwisata pasca-pandemi yang relatif stabil, penelitian ini menyimpulkan bahwa realisasi pendapatan pajak hotel masih sub-optimal.Data dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan kesenjangan yang konsisten antara kapasitas ekonomi intrinsik sektor ini dan pendapatan yang sebenarnya masuk ke kas daerah.Akibatnya, kontribusi pajak hotel terhadap total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dikategorikan sebagai "sangat rendah", tetap di bawah ambang batas 10%.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sektor hotel berperan sebagai penggerak ekonomi vital bagi kota, ia berfungsi hanya sebagai aliran pendapatan pendukung daripada tulang punggung fiskal utama struktur PAD.Peningkatan jumlah fisik hotel dan tingkat okupansi kamar secara keseluruhan tidak secara otomatis berbanding lurus dengan lonjakan pendapatan pajak daerah.Analisis kualitatif lebih lanjut menyoroti beberapa hambatan operasional dan perilaku yang kritis.Di antara yang terpenting adalah masalah kepatuhan wajib pajak yang terus-menerus.Mekanisme penilaian diri sering kali diganggu oleh pelaporan turnover yang tidak akurat dan enggan di antara beberapa pengelola hotel untuk mengungkapkan volume transaksi sebenarnya.Masalah ini diperparah oleh keterbatasan institusional dalam pemerintah daerah, khususnya hambatan teknis dalam menerapkan dan menegakkan sistem pemantauan e-pajak (kotak pengetuk), serta kekurangan sumber daya manusia yang khusus diperlukan untuk melakukan verifikasi silang lapangan yang intensif dan menangani ketidakpatuhan.Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan kerentanan dalam kerangka pengawasan fiskal, memungkinkan potensi pendapatan yang signifikan tetap tidak terkumpul.Namun, kesimpulan yang ditarik dalam penelitian ini harus dipertimbangkan bersama dengan beberapa keterbatasan metodologis.Pertama, data empiris dan laporan realisasi pajak hotel untuk tahun 2024 terbatas pada kuartal ketiga, sehingga mengecualikan musim liburan puncak di akhir tahun, yang secara historis menunjukkan dinamika fiskal yang berbeda.Kedua, pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penentuan kriteria sangat terkait dengan konteks administratif spesifik Kota Malang.Akibatnya, temuan ini mungkin tidak dapat digeneralisasikan secara universal ke munisipalitas atau kabupaten lain yang beroperasi di bawah ekosistem pariwisata yang berbeda, kebijakan fiskal, dan kondisi makroekonomi
<br>Penelitian ini menganalisis potensi dan kontribusi pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang pada periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor hotel memiliki potensi pajak yang signifikan, didukung oleh jumlah hotel yang terus bertambah dan layanan hotel yang beragam seperti restoran, spa, fasilitas parkir, dan iklan. Namun, realisasi pendapatan pajak hotel belum optimal. Meskipun pendapatan pajak hotel meningkat dari Rp 25,42 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 61,08 miliar pada tahun 2023, kemudian sedikit menurun menjadi Rp 60,19 miliar pada tahun 2024, kontribusinya terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" type="image/webp" length="113416" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Media Arts Creative Economy Transformation and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities Evidence from Malang Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Media Arts Creative Economy Transformation and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities Evidence from Malang Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Media Arts Creative Economy Transformation and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities Evidence from Malang Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68770-ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan</link>
	<guid isPermaLink="false">15e024775c42eefd9df9204d081a6ecd</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:56:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif yang menyeluruh tentang transformasi kota kreatif di Asia Tenggara untuk memahami ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif yang menyeluruh tentang transformasi kota kreatif di Asia Tenggara untuk memahami dinamika dan tantangan yang unik di wilayah ini. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan kota-kota menengah dalam mengembangkan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Kedua, penelitian longitudinal yang menyeluruh tentang perkembangan ekosistem Media Arts di Malang dapat memberikan wawasan mendalam tentang evolusi dan dampak jangka panjang dari inisiatif-inisiatif kreatif yang diterapkan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana ekosistem Media Arts di Malang berkembang dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan dinamika sosial-ekonomi. Ketiga, penelitian yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang pengembangan kota kreatif pada ketahanan ekonomi dan keberlanjutan perkotaan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana kota-kota kreatif seperti Malang dapat meningkatkan daya saing ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat inklusi sosial dalam konteks ekonomi kreatif yang berkembang.. Studi ini menunjukkan bahwa transformasi Kota Malang menuju Kota Media Arts UNESCO mewakili contoh penting transformasi perkotaan berbasis Media Arts di kota-kota menengah di negara-negara berkembang.Temuan menunjukkan bahwa transformasi kota ini muncul melalui integrasi warisan budaya, ekosistem pendidikan, inovasi digital, dan tata kelola kolaboratif, yang memungkinkan Malang untuk memperkuat ekosistem ekonominya sambil memperkuat daya saing perkotaan, identitas budaya, dan pengembangan berkelanjutan.Studi ini juga mengungkapkan bahwa pengembangan Media Arts di Malang melampaui perluasan ekonomi menjadi proses yang lebih luas dari revitalisasi budaya, inovasi partisipatif, transformasi kewirausahaan, dan tata kelola perkotaan kolaboratif.Interaksi antara institusi pemerintahan, universitas, komunitas kreatif, sektor bisnis, dan platform digital melalui ekosistem Hexahelix memperkuat ketahanan ekosistem dan infrastruktur kreatif perkotaan yang berorientasi inovasi.Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada literatur kota kreatif dan tata kelola kolaboratif dengan memperluas diskusi yang ada di luar perspektif yang terpusat pada kota metropolitan.Model Transformasi Perkotaan Berbasis Media Arts yang diusulkan menekankan interaksi strategis antara budaya, bakat, teknologi, dan tata kelola dalam proses transformasi perkotaan berkelanjutan di kota-kota menengah.Temuan menunjukkan bahwa sumber daya budaya lokal, ekosistem pendidikan, dan jaringan inovasi partisipatif dapat menjadi sama pentingnya dengan infrastruktur teknologi dan modal ekonomi dalam memperkuat daya saing perkotaan di ekonomi kreatif yang berkembang.Secara praktis, temuan ini menyiratkan bahwa kota-kota yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan harus mengadopsi strategi pengembangan perkotaan yang terintegrasi yang menggabungkan pelestarian budaya, pengembangan bakat, inovasi digital, dan tata kelola partisipatif.Pengembangan kota kreatif harus dipahami bukan hanya sebagai merek kota atau diversifikasi ekonomi, tetapi sebagai proses pembangunan ekosistem holistik yang mampu memperkuat ketahanan perkotaan jangka panjang dan inklusi sosial Peningkatan pentingnya ekonomi kreatif telah menempatkan Media Arts sebagai penggerak strategis transformasi perkotaan, inovasi digital, dan daya saing berkelanjutan. Namun, penelitian tentang kota kreatif saat ini masih terfokus pada kota metropolitan di negara-negara maju, sementara kota-kota menengah di negara-negara berkembang, khususnya di Asia Tenggara, masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini meneliti transformasi Kota Malang, Indonesia, menjadi Kota Media Arts pertama di Asia Tenggara yang diakui oleh UNESCO dengan menganalisis integrasi strategi ekonomi kreatif, mekanisme tata kelola kolaboratif, dan pengembangan perkotaan berbasis Media Arts. Menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan dokumen UNESCO, dokumen perencanaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-27778.webp" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-27778.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-27778.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-27778.webp 1x" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" alt="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-92d86.webp" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-92d86.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-92d86.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-92d86.webp 1x" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" alt="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-d8d0d.webp" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-d8d0d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-d8d0d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-d8d0d.webp 1x" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" alt="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68770-ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan" title="JURIS - Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia" target="_blank">Media Arts, Creative Economy Transformation, and Collaborative Urban Governance in Emerging Creative Cities: Evidence from Malang, Indonesia</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif yang menyeluruh tentang transformasi kota kreatif di Asia Tenggara untuk memahami dinamika dan tantangan yang unik di wilayah ini. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan kota-kota menengah dalam mengembangkan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Kedua, penelitian longitudinal yang menyeluruh tentang perkembangan ekosistem Media Arts di Malang dapat memberikan wawasan mendalam tentang evolusi dan dampak jangka panjang dari inisiatif-inisiatif kreatif yang diterapkan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana ekosistem Media Arts di Malang berkembang dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan dinamika sosial-ekonomi. Ketiga, penelitian yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang pengembangan kota kreatif pada ketahanan ekonomi dan keberlanjutan perkotaan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana kota-kota kreatif seperti Malang dapat meningkatkan daya saing ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat inklusi sosial dalam konteks ekonomi kreatif yang berkembang..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa transformasi Kota Malang menuju Kota Media Arts UNESCO mewakili contoh penting transformasi perkotaan berbasis Media Arts di kota-kota menengah di negara-negara berkembang.Temuan menunjukkan bahwa transformasi kota ini muncul melalui integrasi warisan budaya, ekosistem pendidikan, inovasi digital, dan tata kelola kolaboratif, yang memungkinkan Malang untuk memperkuat ekosistem ekonominya sambil memperkuat daya saing perkotaan, identitas budaya, dan pengembangan berkelanjutan.Studi ini juga mengungkapkan bahwa pengembangan Media Arts di Malang melampaui perluasan ekonomi menjadi proses yang lebih luas dari revitalisasi budaya, inovasi partisipatif, transformasi kewirausahaan, dan tata kelola perkotaan kolaboratif.Interaksi antara institusi pemerintahan, universitas, komunitas kreatif, sektor bisnis, dan platform digital melalui ekosistem Hexahelix memperkuat ketahanan ekosistem dan infrastruktur kreatif perkotaan yang berorientasi inovasi.Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada literatur kota kreatif dan tata kelola kolaboratif dengan memperluas diskusi yang ada di luar perspektif yang terpusat pada kota metropolitan.Model Transformasi Perkotaan Berbasis Media Arts yang diusulkan menekankan interaksi strategis antara budaya, bakat, teknologi, dan tata kelola dalam proses transformasi perkotaan berkelanjutan di kota-kota menengah.Temuan menunjukkan bahwa sumber daya budaya lokal, ekosistem pendidikan, dan jaringan inovasi partisipatif dapat menjadi sama pentingnya dengan infrastruktur teknologi dan modal ekonomi dalam memperkuat daya saing perkotaan di ekonomi kreatif yang berkembang.Secara praktis, temuan ini menyiratkan bahwa kota-kota yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan harus mengadopsi strategi pengembangan perkotaan yang terintegrasi yang menggabungkan pelestarian budaya, pengembangan bakat, inovasi digital, dan tata kelola partisipatif.Pengembangan kota kreatif harus dipahami bukan hanya sebagai merek kota atau diversifikasi ekonomi, tetapi sebagai proses pembangunan ekosistem holistik yang mampu memperkuat ketahanan perkotaan jangka panjang dan inklusi sosial
<br>Peningkatan pentingnya ekonomi kreatif telah menempatkan Media Arts sebagai penggerak strategis transformasi perkotaan, inovasi digital, dan daya saing berkelanjutan. Namun, penelitian tentang kota kreatif saat ini masih terfokus pada kota metropolitan di negara-negara maju, sementara kota-kota menengah di negara-negara berkembang, khususnya di Asia Tenggara, masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini meneliti transformasi Kota Malang, Indonesia, menjadi Kota Media Arts pertama di Asia Tenggara yang diakui oleh UNESCO dengan menganalisis integrasi strategi ekonomi kreatif, mekanisme tata kelola kolaboratif, dan pengembangan perkotaan berbasis Media Arts. Menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan dokumen UNESCO, dokumen perencanaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-27778.webp" type="image/webp" length="97038" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-27778.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-92d86.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/ekosistem-holistik-transformasi-sistem-pendidikan-thumb-d8d0d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika</link>
	<guid isPermaLink="false">abe4532bd5982c786836fea3eaa72a10</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:53:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ editor chief ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ agus sunaryo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,chief,content,editor,main,sunaryo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa diinterpretasikan dan direspons oleh berbagai komunitas Muslim di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman sosial, budaya, dan etika mempengaruhi pemahaman individu tentang fatwa dan praktik keagamaan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana fatwa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana makna fatwa dapat berubah di antara kelompok-kelompok yang berbeda.2. Etika dan Ekonomi Islam: Penelitian dapat berfokus pada aspek etika dalam ekonomi Islam, terutama dalam konteks kekayaan ilegal. Ini dapat mencakup studi tentang bagaimana individu Muslim memahami tanggung jawab moral mereka dalam mengelola kekayaan yang diperoleh secara tidak sah, dan bagaimana mereka berusaha untuk menebus kesalahan mereka melalui praktik keagamaan seperti zakat atau sedekah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana prinsip-prinsip etika Islam diterapkan dalam praktik ekonomi sehari-hari.3. Fatwa dan Inovasi Institusional: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana fatwa mempengaruhi inovasi institusional dalam organisasi zakat di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memengaruhi kebijakan dan praktik organisasi zakat, dan bagaimana organisasi tersebut menyesuaikan diri dengan fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana fatwa dapat menjadi katalisator untuk diskusi dan perdebatan publik tentang isu-isu moral dan ekonomi, serta bagaimana organisasi zakat dapat memainkan peran dalam merespons tantangan etika dalam masyarakat modern.. 13/2011 MUI mengenai zakat dan kekayaan ilegal tidak seharusnya dipahami hanya sebagai putusan hukum yang terbatas pada kebenaran doktrinal.Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamerian dan sosio-hukum, fatwa terungkap sebagai peristiwa diskursif dan interpretatif yang terbenam dalam interaksi antara penalaran hukum Islam normatif dan pengalaman moral komunitas Muslim.Analisis menunjukkan bahwa makna fatwa tidak tetap pada saat penerbitannya dan tidak sepenuhnya tercakup dalam logika yuridisnya.sebaliknya, makna terus berkembang melalui interaksi dengan praktik sosial, sensitivitas etika, dan respons institusional.Temuan menekankan divergensi antara konten hukum fatwa - yang menolak kewajiban zakat pada kekayaan ilegal karena kekurangan kepemilikan sah - dan imajinasi moral banyak Muslim, yang terus memandang pemberian sebagai tindakan pembersihan, pertanggungjawaban, dan tanggung jawab sosial.Divergensi ini tidak harus ditafsirkan sebagai kegagalan otoritas hukum atau non-kepatuhan.Sebaliknya, ini mencerminkan proses hermeneutik di mana zakat diinterpretasikan di luar kerangka fiqh teknis dan direkonstruksi sebagai praktik moral yang responsif terhadap tantangan etika yang diakibatkan oleh kehidupan ekonomi kontemporer.Dalam konteks ini, zakat berfungsi sebagai institusi yuridis dan tindakan simbolis realignmen etika dalam komunitas moral.Dengan menekankan konsep seperti Vorverstyndnis dan Horizontverschmelzung, studi ini menunjukkan bahwa norma-norma hukum Islam beroperasi dalam horizon yang cair yang dibentuk oleh pengalaman sejarah, struktur sosio-ekonomi, dan kesadaran etika.Konsep kepemilikan atas kekayaan ilegal, yang diperdebatkan dalam fatwa, menunjukkan dinamika ini.Sementara yurisprudensi klasik mendefinisikan kepemilikan secara normatif, berkaitan dengan perizinan akuisisi, aktor sosial sering kali memandang kepemilikan sebagai kondisi moral yang mencakup tanggung jawab dan pertanggungjawaban.Akibatnya, praktik yang menyerupai zakat pada kekayaan ilegal dapat diinterpretasikan sebagai bentuk taubat-iqtisadiyah - pertobatan ekonomi - yang bertujuan untuk penebusan rohani dan reintegrasi sosial, bahkan ketika praktik tersebut tidak memiliki legitimasi hukum formal.Selain itu, studi ini menyoroti peran diskursif fatwa dalam konteks hukum dan moral yang pluralistik.13/2011 MUI telah merangsang imajinasi etika, inovasi institusional, dan perdebatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh munculnya mekanisme alternatif seperti dana non-halal atau dana pembersihan dalam institusi zakat.Hal ini menegaskan bahwa fatwa berfungsi kurang sebagai perintah yang memaksa dan lebih sebagai simpul dalam dialog etika yang berkelanjutan, yang memediasi antara normativitas Islam dan realitas kapitalisme modern.Dalam hal ini, fatwa berkontribusi pada tata bahasa hukum Islam yang berkembang dengan menyediakan kerangka di mana ketegangan moral diartikulasikan, dinegosiasikan, dan dibayangkan kembali Kekayaan yang diperoleh secara ilegal secara hukum tidak termasuk dalam kewajiban zakat; namun, tetap dipahami secara moral sebagai sesuatu yang memerlukan pembersihan. Artikel ini memeriksa interpretasi zakat pada kekayaan ilegal melalui analisis hermeneutik Fatwa No. 13 tahun 2011, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa menegaskan bahwa zakat tidak wajib pada aset yang diperoleh secara tidak sah, karena kekayaan tersebut tidak diakui secara hukum di bawah hukum Islam. Daripada berkonsentrasi pada legitimasi doktrinal sikap ini, studi ini menyelidiki bagaimana masyarakat beragama memahami dan merespons fatwa sehubungan dengan redistribusi moral. Menggunakan gagasan Hans-Georg Gadamer tentang pemahaman sebelumnya (Vorverstyndnis) dan peleburan horizon (Horizontverschmelzung), penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis dalam kerangka kerja sosio-hukum.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" target="_blank">Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa diinterpretasikan dan direspons oleh berbagai komunitas Muslim di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman sosial, budaya, dan etika mempengaruhi pemahaman individu tentang fatwa dan praktik keagamaan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana fatwa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana makna fatwa dapat berubah di antara kelompok-kelompok yang berbeda.2. Etika dan Ekonomi Islam: Penelitian dapat berfokus pada aspek etika dalam ekonomi Islam, terutama dalam konteks kekayaan ilegal. Ini dapat mencakup studi tentang bagaimana individu Muslim memahami tanggung jawab moral mereka dalam mengelola kekayaan yang diperoleh secara tidak sah, dan bagaimana mereka berusaha untuk menebus kesalahan mereka melalui praktik keagamaan seperti zakat atau sedekah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana prinsip-prinsip etika Islam diterapkan dalam praktik ekonomi sehari-hari.3. Fatwa dan Inovasi Institusional: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana fatwa mempengaruhi inovasi institusional dalam organisasi zakat di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memengaruhi kebijakan dan praktik organisasi zakat, dan bagaimana organisasi tersebut menyesuaikan diri dengan fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana fatwa dapat menjadi katalisator untuk diskusi dan perdebatan publik tentang isu-isu moral dan ekonomi, serta bagaimana organisasi zakat dapat memainkan peran dalam merespons tantangan etika dalam masyarakat modern..
<br>13/2011 MUI mengenai zakat dan kekayaan ilegal tidak seharusnya dipahami hanya sebagai putusan hukum yang terbatas pada kebenaran doktrinal.Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamerian dan sosio-hukum, fatwa terungkap sebagai peristiwa diskursif dan interpretatif yang terbenam dalam interaksi antara penalaran hukum Islam normatif dan pengalaman moral komunitas Muslim.Analisis menunjukkan bahwa makna fatwa tidak tetap pada saat penerbitannya dan tidak sepenuhnya tercakup dalam logika yuridisnya.sebaliknya, makna terus berkembang melalui interaksi dengan praktik sosial, sensitivitas etika, dan respons institusional.Temuan menekankan divergensi antara konten hukum fatwa - yang menolak kewajiban zakat pada kekayaan ilegal karena kekurangan kepemilikan sah - dan imajinasi moral banyak Muslim, yang terus memandang pemberian sebagai tindakan pembersihan, pertanggungjawaban, dan tanggung jawab sosial.Divergensi ini tidak harus ditafsirkan sebagai kegagalan otoritas hukum atau non-kepatuhan.Sebaliknya, ini mencerminkan proses hermeneutik di mana zakat diinterpretasikan di luar kerangka fiqh teknis dan direkonstruksi sebagai praktik moral yang responsif terhadap tantangan etika yang diakibatkan oleh kehidupan ekonomi kontemporer.Dalam konteks ini, zakat berfungsi sebagai institusi yuridis dan tindakan simbolis realignmen etika dalam komunitas moral.Dengan menekankan konsep seperti Vorverstyndnis dan Horizontverschmelzung, studi ini menunjukkan bahwa norma-norma hukum Islam beroperasi dalam horizon yang cair yang dibentuk oleh pengalaman sejarah, struktur sosio-ekonomi, dan kesadaran etika.Konsep kepemilikan atas kekayaan ilegal, yang diperdebatkan dalam fatwa, menunjukkan dinamika ini.Sementara yurisprudensi klasik mendefinisikan kepemilikan secara normatif, berkaitan dengan perizinan akuisisi, aktor sosial sering kali memandang kepemilikan sebagai kondisi moral yang mencakup tanggung jawab dan pertanggungjawaban.Akibatnya, praktik yang menyerupai zakat pada kekayaan ilegal dapat diinterpretasikan sebagai bentuk taubat-iqtisadiyah - pertobatan ekonomi - yang bertujuan untuk penebusan rohani dan reintegrasi sosial, bahkan ketika praktik tersebut tidak memiliki legitimasi hukum formal.Selain itu, studi ini menyoroti peran diskursif fatwa dalam konteks hukum dan moral yang pluralistik.13/2011 MUI telah merangsang imajinasi etika, inovasi institusional, dan perdebatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh munculnya mekanisme alternatif seperti dana non-halal atau dana pembersihan dalam institusi zakat.Hal ini menegaskan bahwa fatwa berfungsi kurang sebagai perintah yang memaksa dan lebih sebagai simpul dalam dialog etika yang berkelanjutan, yang memediasi antara normativitas Islam dan realitas kapitalisme modern.Dalam hal ini, fatwa berkontribusi pada tata bahasa hukum Islam yang berkembang dengan menyediakan kerangka di mana ketegangan moral diartikulasikan, dinegosiasikan, dan dibayangkan kembali
<br>Kekayaan yang diperoleh secara ilegal secara hukum tidak termasuk dalam kewajiban zakat; namun, tetap dipahami secara moral sebagai sesuatu yang memerlukan pembersihan. Artikel ini memeriksa interpretasi zakat pada kekayaan ilegal melalui analisis hermeneutik Fatwa No. 13 tahun 2011, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa menegaskan bahwa zakat tidak wajib pada aset yang diperoleh secara tidak sah, karena kekayaan tersebut tidak diakui secara hukum di bawah hukum Islam. Daripada berkonsentrasi pada legitimasi doktrinal sikap ini, studi ini menyelidiki bagaimana masyarakat beragama memahami dan merespons fatwa sehubungan dengan redistribusi moral. Menggunakan gagasan Hans-Georg Gadamer tentang pemahaman sebelumnya (Vorverstyndnis) dan peleburan horizon (Horizontverschmelzung), penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis dalam kerangka kerja sosio-hukum....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" type="image/webp" length="104698" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sustainability of Creative Industries Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sustainability of Creative Industries Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sustainability of Creative Industries Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68763-ekonomi-lokal-praktik-politik</link>
	<guid isPermaLink="false">fdd0063b2e231b2ee23b0fd931a3258f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:49:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City: Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk. Kedua, studi tentang strategi kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas pengrajin untuk menciptakan program pelatihan berbasis kebutuhan pasar modern. Ketiga, analisis peran kebijakan lokal dalam menyediakan insentif fiskal dan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha kecil menengah berbasis seni. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memastikan keberlanjutan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya.. Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Keramik Dinoyo masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal meskipun menghadapi penurunan kinerja pasca-pandemi.Penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan inovasi desain, dan kurangnya pemasaran digital melemahkan daya saing produk.Kondisi ini diperparah oleh rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi kerajinan, sehingga keberlanjutan keterampilan lokal terancam jangka panjang.Namun, Dinoyo masih memiliki modal sosial yang kuat, kualitas produk yang diakui, dan potensi wisata edukasi yang dapat menjadi aset untuk pemulihan.Hasil penelitian membenarkan hipotesis bahwa keberlanjutan pusat kerajinan ditentukan oleh tiga faktor utama.inovasi produk dan pemasaran, regenerasi pengrajin, serta dukungan institusional dan kebijakan lokal.Dengan pendekatan terpadu, Dinoyo tidak hanya dapat bertahan dari tekanan eksternal tetapi juga bertransformasi menjadi model pariwisata berbasis kerajinan yang berkelanjutan dan inklusif untuk pengembangan ekonomi lokal Desa Wisata Keramik Dinoyo merupakan pusat kerajinan penting di Kota Malang yang menghadapi dinamika produksi dan tantangan keberlanjutan pascaperekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi, kendala regenerasi pengrajin, serta peran komunitas dan institusi pariwisata dalam mendukung kelangsungan usaha keramik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data (wawancara semi-struktur, observasi, dan dokumentasi). Hasil menunjukkan bahwa perekonomian lokal masih bergantung pada produksi dan penjualan keramik, tetapi terjadi penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan diversifikasi produk, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp 1x" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" alt="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp 1x" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" alt="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp 1x" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" alt="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68763-ekonomi-lokal-praktik-politik" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" target="_blank">Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City</a>: Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk. Kedua, studi tentang strategi kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas pengrajin untuk menciptakan program pelatihan berbasis kebutuhan pasar modern. Ketiga, analisis peran kebijakan lokal dalam menyediakan insentif fiskal dan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha kecil menengah berbasis seni. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memastikan keberlanjutan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Keramik Dinoyo masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal meskipun menghadapi penurunan kinerja pasca-pandemi.Penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan inovasi desain, dan kurangnya pemasaran digital melemahkan daya saing produk.Kondisi ini diperparah oleh rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi kerajinan, sehingga keberlanjutan keterampilan lokal terancam jangka panjang.Namun, Dinoyo masih memiliki modal sosial yang kuat, kualitas produk yang diakui, dan potensi wisata edukasi yang dapat menjadi aset untuk pemulihan.Hasil penelitian membenarkan hipotesis bahwa keberlanjutan pusat kerajinan ditentukan oleh tiga faktor utama.inovasi produk dan pemasaran, regenerasi pengrajin, serta dukungan institusional dan kebijakan lokal.Dengan pendekatan terpadu, Dinoyo tidak hanya dapat bertahan dari tekanan eksternal tetapi juga bertransformasi menjadi model pariwisata berbasis kerajinan yang berkelanjutan dan inklusif untuk pengembangan ekonomi lokal
<br>Desa Wisata Keramik Dinoyo merupakan pusat kerajinan penting di Kota Malang yang menghadapi dinamika produksi dan tantangan keberlanjutan pascaperekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi, kendala regenerasi pengrajin, serta peran komunitas dan institusi pariwisata dalam mendukung kelangsungan usaha keramik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data (wawancara semi-struktur, observasi, dan dokumentasi). Hasil menunjukkan bahwa perekonomian lokal masih bergantung pada produksi dan penjualan keramik, tetapi terjadi penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan diversifikasi produk, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" type="image/webp" length="64902" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro</link>
	<guid isPermaLink="false">f2f5ac5e8a4d647f851fb4408a1e65fe</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 19:28:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR dan kekambuhan TNBC, serta peran NLR dalam mengarahkan strategi pengobatan dan follow-up pasien. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas NLR sebagai biomarker prognostik dan prediktif dalam pengaturan perawatan kesehatan yang terbatas aksesnya terhadap tes biomolekuler.. NLR memiliki potensi sebagai biomarker prediktif sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi risiko kekambuhan pada pasien TNBC.Penggunaan NLR dapat memberikan alternatif awal dalam menentukan prognosis dan mengarahkan strategi follow-up pasien, terutama di fasilitas kesehatan dengan akses terbatas terhadap tes biomolekuler seperti PD-L1.Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menilai peran potensial NLR dalam mengarahkan keputusan pengobatan, pemilihan pasien, dan desain uji klinis Kanker payudara triple-negative (TNBC) adalah bentuk kanker yang paling agresif, dengan tingkat kekambuhan tinggi dan prognosis buruk. Kurangnya biomarker prediktif yang mudah diakses, seperti PD-L1, menjadi tantangan dalam memprediksi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasio Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), sebagai biomarker prognostik potensial untuk TNBC yang berulang karena sederhana, murah, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" target="_blank">Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR dan kekambuhan TNBC, serta peran NLR dalam mengarahkan strategi pengobatan dan follow-up pasien. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas NLR sebagai biomarker prognostik dan prediktif dalam pengaturan perawatan kesehatan yang terbatas aksesnya terhadap tes biomolekuler..
<br>NLR memiliki potensi sebagai biomarker prediktif sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi risiko kekambuhan pada pasien TNBC.Penggunaan NLR dapat memberikan alternatif awal dalam menentukan prognosis dan mengarahkan strategi follow-up pasien, terutama di fasilitas kesehatan dengan akses terbatas terhadap tes biomolekuler seperti PD-L1.Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menilai peran potensial NLR dalam mengarahkan keputusan pengobatan, pemilihan pasien, dan desain uji klinis
<br>Kanker payudara triple-negative (TNBC) adalah bentuk kanker yang paling agresif, dengan tingkat kekambuhan tinggi dan prognosis buruk. Kurangnya biomarker prediktif yang mudah diakses, seperti PD-L1, menjadi tantangan dalam memprediksi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasio Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), sebagai biomarker prognostik potensial untuk TNBC yang berulang karena sederhana, murah, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" type="image/webp" length="70120" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta</link>
	<guid isPermaLink="false">c5c4749ae8d1a4f606fdcebb551d0e4f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 19:21:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan permintaan penumpang. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak optimasi rute pada tingkat kemacetan dan efisiensi energi dalam jaringan bus TransJakarta. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute bus dalam jaringan TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer.Melalui analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dataset yang komprehensif dan akurat memainkan peran penting dalam keberhasilan optimasi rute.Data yang dikumpulkan dari sumber resmi, termasuk rute, halte, dan informasi penumpang, memberikan gambaran yang jelas mengenai pola penggunaan transportasi publik di Jakarta.Metode yang diterapkan berhasil menghasilkan rute yang lebih efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti waktu perjalanan dan jumlah penumpang.Dengan demikian, optimasi rute tidak hanya berkontribusi pada efisiensi operasional tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna Dalam penelitian ini, optimasi rute terpendek dan terpanjang dalam jaringan bus TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer (GWO). Jaringan transportasi publik yang efisien sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dengan menerapkan algoritma GWO, bertujuan untuk menentukan rute optimal yang tidak hanya meminimalkan waktu perjalanan tetapi juga mengurangi kemacetan. Metodologi yang digunakan melibatkan pemodelan rute, simulasi, dan analisis hasil untuk mengidentifikasi solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" alt="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" alt="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" target="_blank">Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan permintaan penumpang. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak optimasi rute pada tingkat kemacetan dan efisiensi energi dalam jaringan bus TransJakarta. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute bus dalam jaringan TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer.Melalui analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dataset yang komprehensif dan akurat memainkan peran penting dalam keberhasilan optimasi rute.Data yang dikumpulkan dari sumber resmi, termasuk rute, halte, dan informasi penumpang, memberikan gambaran yang jelas mengenai pola penggunaan transportasi publik di Jakarta.Metode yang diterapkan berhasil menghasilkan rute yang lebih efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti waktu perjalanan dan jumlah penumpang.Dengan demikian, optimasi rute tidak hanya berkontribusi pada efisiensi operasional tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna
<br>Dalam penelitian ini, optimasi rute terpendek dan terpanjang dalam jaringan bus TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer (GWO). Jaringan transportasi publik yang efisien sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dengan menerapkan algoritma GWO, bertujuan untuk menentukan rute optimal yang tidak hanya meminimalkan waktu perjalanan tetapi juga mengurangi kemacetan. Metodologi yang digunakan melibatkan pemodelan rute, simulasi, dan analisis hasil untuk mengidentifikasi solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" type="image/webp" length="75482" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor</link>
	<guid isPermaLink="false">7ae65ee90b91d7df3f02328e480528a6</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 18:34:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme spesifik di balik asosiasi antara deviasi septum dan pembengkakan mukosa sinus, serta peran faktor-faktor lain seperti alergi, merokok, dan variasi anatomi lainnya dalam pengembangan CRS. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dan strategi pencegahan yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mengelola dan mencegah CRS.. Deviasi septum hidung secara signifikan terkait dengan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS yang menjalani pemeriksaan CT sinus paranasal di RSUDZA, Banda Aceh.Temuan ini menunjukkan asosiasi, bukan kausasi, karena desain cross-sectional Deviasi septum hidung adalah anomali struktural yang umum pada rongga hidung dan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk obstruksi kompleks ostiomeatal, yang dapat mengganggu ventilasi dan drainase sinus paranasal. Akibatnya, pasien dengan deviasi septum cenderung memiliki risiko tinggi terkena sinusitis kronis (CRS). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa asosiasi antara deviasi septum hidung dan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS menggunakan pencitraan CT. Studi analitik cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Rekam medis dan pemeriksaan CT sinus paranasal pasien dengan CRS dari Januari 2021 hingga Desember 2023 ditinjau secara retrospektif selama periode studi empat bulan (Agustus-November... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" target="_blank">Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme spesifik di balik asosiasi antara deviasi septum dan pembengkakan mukosa sinus, serta peran faktor-faktor lain seperti alergi, merokok, dan variasi anatomi lainnya dalam pengembangan CRS. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dan strategi pencegahan yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mengelola dan mencegah CRS..
<br>Deviasi septum hidung secara signifikan terkait dengan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS yang menjalani pemeriksaan CT sinus paranasal di RSUDZA, Banda Aceh.Temuan ini menunjukkan asosiasi, bukan kausasi, karena desain cross-sectional
<br>Deviasi septum hidung adalah anomali struktural yang umum pada rongga hidung dan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk obstruksi kompleks ostiomeatal, yang dapat mengganggu ventilasi dan drainase sinus paranasal. Akibatnya, pasien dengan deviasi septum cenderung memiliki risiko tinggi terkena sinusitis kronis (CRS). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa asosiasi antara deviasi septum hidung dan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS menggunakan pencitraan CT. Studi analitik cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Rekam medis dan pemeriksaan CT sinus paranasal pasien dengan CRS dari Januari 2021 hingga Desember 2023 ditinjau secara retrospektif selama periode studi empat bulan (Agustus-November...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" type="image/webp" length="88850" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 24 Sep 2026 06:00:54 +0700. 12 items. Served in: 5.371 seconds [rss] -->
