<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2026 03:00:28 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 03:00:28 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-24T03:00:28+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Algoritma Simulated Annealing Genetic Algorithm dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Algoritma Simulated Annealing Genetic Algorithm dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Algoritma Simulated Annealing Genetic Algorithm dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68758-solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm</link>
	<guid isPermaLink="false">209a22f435889e1e83f95a15a99638ab</guid>
	<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 02:33:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma hybrid yang menggabungkan keunggulan GA, SA, dan ACO untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen dengan dataset TSP yang lebih besar atau kompleks untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma hybrid yang menggabungkan keunggulan GA, SA, dan ACO untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen dengan dataset TSP yang lebih besar atau kompleks untuk menguji skalabilitas algoritma. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi teknik tuning parameter otomatis yang lebih canggih untuk meningkatkan konvergensi dan stabilitas hasil. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul solusi inovatif yang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah optimasi kombinatorial.. Berdasarkan perbandingan tiga algoritma yaitu Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), dan Ant Colony Optimization (ACO) dalam menyelesaikan Travelling Salesman Problem (TSP) menggunakan dataset Berlin, GA menunjukkan kinerja paling unggul dengan rute terbaik mencapai 27.539,86, diikuti oleh ACO dengan jarak 28.Keunggulan GA dapat dikaitkan dengan karakteristiknya yang efektif dalam mengeksplorasi ruang solusi besar melalui mekanisme seleksi, perkawinan, dan mutasi, memungkinkannya mengeksplorasi berbagai kemungkinan rute secara simultan.Sementara itu, ACO menunjukkan performa yang bersaing berkat kemampuannya mensimulasikan perilaku semut dalam mencari rute optimal menggunakan feromon, dan SA, meskipun lebih sederhana, tetap mampu memberikan solusi yang memadai melalui pendekatan probabilistik dalam menjelajahi ruang solusi, menjadikan ketiga algoritma ini pilihan yang baik untuk menyelesaikan TSP, dengan GA sebagai pilihan utama berdasarkan hasil yang diperoleh Percobaan ini membandingkan tiga algoritma heuristik, yaitu Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), dan Ant Colony Optimization (ACO), dalam menyelesaikan masalah Travelling Salesman Problem (TSP) menggunakan dataset Berlin. TSP merupakan masalah kombinatorial yang bertujuan untuk menentukan rute terpendek yang mengunjungi sejumlah titik dan kembali ke titik awal. Metode percobaan mencakup penerapan ketiga algoritma dengan pengaturan parameter yang konsisten, termasuk jumlah iterasi sebanyak 10 kali, untuk mengevaluasi kinerja masing-masing algoritma.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" alt="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" alt="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" alt="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68758-solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" target="_blank">Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma hybrid yang menggabungkan keunggulan GA, SA, dan ACO untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen dengan dataset TSP yang lebih besar atau kompleks untuk menguji skalabilitas algoritma. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi teknik tuning parameter otomatis yang lebih canggih untuk meningkatkan konvergensi dan stabilitas hasil. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul solusi inovatif yang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah optimasi kombinatorial..
<br>Berdasarkan perbandingan tiga algoritma yaitu Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), dan Ant Colony Optimization (ACO) dalam menyelesaikan Travelling Salesman Problem (TSP) menggunakan dataset Berlin, GA menunjukkan kinerja paling unggul dengan rute terbaik mencapai 27.539,86, diikuti oleh ACO dengan jarak 28.Keunggulan GA dapat dikaitkan dengan karakteristiknya yang efektif dalam mengeksplorasi ruang solusi besar melalui mekanisme seleksi, perkawinan, dan mutasi, memungkinkannya mengeksplorasi berbagai kemungkinan rute secara simultan.Sementara itu, ACO menunjukkan performa yang bersaing berkat kemampuannya mensimulasikan perilaku semut dalam mencari rute optimal menggunakan feromon, dan SA, meskipun lebih sederhana, tetap mampu memberikan solusi yang memadai melalui pendekatan probabilistik dalam menjelajahi ruang solusi, menjadikan ketiga algoritma ini pilihan yang baik untuk menyelesaikan TSP, dengan GA sebagai pilihan utama berdasarkan hasil yang diperoleh
<br>Percobaan ini membandingkan tiga algoritma heuristik, yaitu Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), dan Ant Colony Optimization (ACO), dalam menyelesaikan masalah Travelling Salesman Problem (TSP) menggunakan dataset Berlin. TSP merupakan masalah kombinatorial yang bertujuan untuk menentukan rute terpendek yang mengunjungi sejumlah titik dan kembali ke titik awal. Metode percobaan mencakup penerapan ketiga algoritma dengan pengaturan parameter yang konsisten, termasuk jumlah iterasi sebanyak 10 kali, untuk mengevaluasi kinerja masing-masing algoritma....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" type="image/webp" length="64586" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos</link>
	<guid isPermaLink="false">c25604ea8ff99055b5cadc26b26ca36e</guid>
	<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 02:33:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan berbasis sekolah di berbagai wilayah dengan konteks budaya yang berbeda. Dengan memperluas sampel penelitian dan mempertimbangkan faktor psikososial, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara bullying dan masalah kesehatan mental remaja.. Meskipun tidak ditemukan hubungan statistik signifikan antara bullying dan masalah emosional-perilaku, bullying mungkin masih berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan hubungan siswa dengan orang lain.Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, skrining kesehatan mental, dan strategi pencegahan berbasis sekolah untuk mengurangi konsekuensi jangka panjang bullying di kalangan remaja Bullying merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja dan terkait dengan gangguan emosional dan perilaku. Namun, bukti mengenai dampaknya di kalangan siswa SMA di Banda Aceh, Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengalaman korban bullying dan mengeksaminasi hubungannya dengan masalah emosional dan perilaku di kalangan siswa SMA di Banda Aceh. Studi potong lintang dilakukan pada 180 siswa usia 14Ae17 tahun di tiga SMA di Banda Aceh, Februari 2025. Tingkat dan jenis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp 1x" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" alt="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp 1x" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" alt="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" target="_blank">Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan berbasis sekolah di berbagai wilayah dengan konteks budaya yang berbeda. Dengan memperluas sampel penelitian dan mempertimbangkan faktor psikososial, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara bullying dan masalah kesehatan mental remaja..
<br>Meskipun tidak ditemukan hubungan statistik signifikan antara bullying dan masalah emosional-perilaku, bullying mungkin masih berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan hubungan siswa dengan orang lain.Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, skrining kesehatan mental, dan strategi pencegahan berbasis sekolah untuk mengurangi konsekuensi jangka panjang bullying di kalangan remaja
<br>Bullying merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja dan terkait dengan gangguan emosional dan perilaku. Namun, bukti mengenai dampaknya di kalangan siswa SMA di Banda Aceh, Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengalaman korban bullying dan mengeksaminasi hubungannya dengan masalah emosional dan perilaku di kalangan siswa SMA di Banda Aceh. Studi potong lintang dilakukan pada 180 siswa usia 14Ae17 tahun di tiga SMA di Banda Aceh, Februari 2025. Tingkat dan jenis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" type="image/webp" length="80720" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi</link>
	<guid isPermaLink="false">da5535906f6ddbc696a045ba38c3467d</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 21:46:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ gunong kleng ]]></category>
	<category><![CDATA[ guide author ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,flag,guide,gunong,kleng]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia: 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui kurikulum yang lebih berfokus pada nilai etika dan tanggung jawab sosial. 3) Analisis kebijakan untuk memperkuat sistem pengawasan independen terhadap pelanggaran kode etik profesi advokat, dengan mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam proses pengaduan dan sanksi yang transparan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas profesi advokat, memastikan keadilan sosial, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa advokat memiliki peran strategis dalam penegakan hukum di Indonesia sebagai bagian dari profesi officium nobile merupakan profesi yang mulia dan terhormat, kedudukan advokat tidak hanya sebagai pemberi jasa hukum kepada klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan professional dalam menjamin tegaknya keadilan, perlindungan hak asasi manusia serta kepastian hukum.Melalui fungsi pendamping, pembelaan, konsultasi, dan bantuan hukum, advokat juga berperan penting dalam menjaga prinsip terhadap keadilan bagi Masyarakat.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran advokat dalam penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya integritas dan penegakan kode etik, inetervansi kekuasaan, jasa hukum akses bantuan hukum bagi Masyarakat miskin, serta menurunya kepercayaan public terhadap profesi advokat, kondisi tersebut menyebabkan nilai officium nobile sering kali tidak terimplementasi secara optimal dalam praktik penegakan hukum, selain itu lemahnya organisasi adavokat dalam sisitem pengawasan terhadap menjalankan tugasnya.Oleh karena itu diperlukan Upaya penguatan peran advokat melalui reformasi organisasi profesi, penguatan kode etik, Pendidikan profesi yang berintegritas, dan lebih optimal dalam pengawasan profesi, dalam peningkatan pelaksanaan bantuan hukum secara Cuma-Cuma bagi Masyarakat yang tidak mampu, sebagai penguat yang bertujuan untuk mengembalikan hakikat profesi advokat sebagai penjaga keadilan dan pelindung hak-hak Masyarakat.Profesi advokat diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, dan trasparan terhadap klien Penelitian ini membahas, peran strategi sebagai officium nobile dalam penegakan hukum di Indonesia. Advokat tidak hanya berfungsi sebagai pembela kepentingan klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia serta akses terhadap keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedudukan advokat telah diakui secara normatif dalam sistem Indonesia,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" target="_blank">Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia</a>: 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui kurikulum yang lebih berfokus pada nilai etika dan tanggung jawab sosial. 3) Analisis kebijakan untuk memperkuat sistem pengawasan independen terhadap pelanggaran kode etik profesi advokat, dengan mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam proses pengaduan dan sanksi yang transparan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas profesi advokat, memastikan keadilan sosial, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa advokat memiliki peran strategis dalam penegakan hukum di Indonesia sebagai bagian dari profesi officium nobile merupakan profesi yang mulia dan terhormat, kedudukan advokat tidak hanya sebagai pemberi jasa hukum kepada klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan professional dalam menjamin tegaknya keadilan, perlindungan hak asasi manusia serta kepastian hukum.Melalui fungsi pendamping, pembelaan, konsultasi, dan bantuan hukum, advokat juga berperan penting dalam menjaga prinsip terhadap keadilan bagi Masyarakat.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran advokat dalam penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya integritas dan penegakan kode etik, inetervansi kekuasaan, jasa hukum akses bantuan hukum bagi Masyarakat miskin, serta menurunya kepercayaan public terhadap profesi advokat, kondisi tersebut menyebabkan nilai officium nobile sering kali tidak terimplementasi secara optimal dalam praktik penegakan hukum, selain itu lemahnya organisasi adavokat dalam sisitem pengawasan terhadap menjalankan tugasnya.Oleh karena itu diperlukan Upaya penguatan peran advokat melalui reformasi organisasi profesi, penguatan kode etik, Pendidikan profesi yang berintegritas, dan lebih optimal dalam pengawasan profesi, dalam peningkatan pelaksanaan bantuan hukum secara Cuma-Cuma bagi Masyarakat yang tidak mampu, sebagai penguat yang bertujuan untuk mengembalikan hakikat profesi advokat sebagai penjaga keadilan dan pelindung hak-hak Masyarakat.Profesi advokat diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, dan trasparan terhadap klien
<br>Penelitian ini membahas, peran strategi sebagai officium nobile dalam penegakan hukum di Indonesia. Advokat tidak hanya berfungsi sebagai pembela kepentingan klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia serta akses terhadap keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedudukan advokat telah diakui secara normatif dalam sistem Indonesia,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" type="image/webp" length="76944" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-539-stain-tdm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21186-constituo-jurnal-riset-hukum-kenegaraan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k</link>
	<guid isPermaLink="false">390289a444202c742b7c9a397dccb42e</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 21:04:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ editor chief ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ lukman hakim ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,content,editor,hakim,lukman,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan psikologisnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengalaman dan perspektif individu yang telah melakukan konversi agama, terutama dalam konteks perkawinan beda agama. Ketiga, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong pasangan beda agama untuk kembali ke agama asal mereka setelah menikah, termasuk pengaruh keluarga dan dinamika hubungan. Keempat, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan dan peraturan hukum yang ada mempengaruhi keputusan konversi agama dan perkawinan beda agama. Kelima, studi komparatif tentang praktik konversi agama dan perkawinan beda agama di berbagai wilayah di Indonesia dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika sosial dan budaya yang terkait.. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman dinamika konversi agama untuk memenuhi syarat pernikahan.Modus konversi ke Islam untuk legalitas perkawinan beda agama seringkali menampilkan dinamika rumit dalam kehidupan perempuan di Indonesia.Fenomena ini dapat terjadi pada pasangan, baik pria maupun wanita yang berpura-pura masuk Islam agar memenuhi syarat untuk menikah dengan pasangannya.Setelah menikah, salah satu pasangan seringkali mengubah gaya hidup dan meninggalkan praktik Islam.Salah satu pasangan, yang sering merasa pasrah dan terbatas dalam pilihan mereka, terkadang memutuskan untuk mengikuti agama suaminya demi harmonisasi rumah tangga dan kelangsungan hubungan keluarga.Temuan individu yang konversi dan kemudian kembali ke agamanya menunjukkan bahwa konversi tersebut seringkali hanya sebagai modus pernikahan bagi pasangan.Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mereka tidak selalu mencerminkan niat tulus untuk konversi.Berdasarkan tipologi aktor konversi agama yang diusulkan oleh John William Bennet, mereka yang memiliki keinginan untuk kembali ke agama asal setelah menikah termasuk dalam kategori perilaku adaptif, yaitu tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam konteks ini, konversi dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mendapatkan persetujuan dalam hubungan, tanpa komitmen mendalam terhadap ajaran agama baru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami fenomena modus masuk Islam yang terjadi dalam perkawinan beda agama di Indonesia, dengan fokus pada lima pasangan yang berpura-pura masuk Islam untuk memenuhi syarat legal perkawinan dengan perempuan Muslim. Dalam lima kasus, setelah perkawinan terjadi, kelima pasangan kembali ke agamanya semula, sehingga menciptakan ketidaksetaraan dan dilema bagi pasangan yang terlibat. Penelitian ini menggunakan studi lapangan (field research) melalui pendekatan antropologi hukum yakni untuk mengetahui bagaimana norma-norma hukum berinteraksi dengan praktik sosial dan budaya di masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa adanya praktik kepura-puraan, di mana salah satu pasangan berpura-pura masuk Islam sebelum menikah agar dapat melaksanakan perkawinan. Setelah perkawinan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" target="_blank">Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan psikologisnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengalaman dan perspektif individu yang telah melakukan konversi agama, terutama dalam konteks perkawinan beda agama. Ketiga, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong pasangan beda agama untuk kembali ke agama asal mereka setelah menikah, termasuk pengaruh keluarga dan dinamika hubungan. Keempat, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan dan peraturan hukum yang ada mempengaruhi keputusan konversi agama dan perkawinan beda agama. Kelima, studi komparatif tentang praktik konversi agama dan perkawinan beda agama di berbagai wilayah di Indonesia dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika sosial dan budaya yang terkait..
<br>Artikel ini berkontribusi pada pemahaman dinamika konversi agama untuk memenuhi syarat pernikahan.Modus konversi ke Islam untuk legalitas perkawinan beda agama seringkali menampilkan dinamika rumit dalam kehidupan perempuan di Indonesia.Fenomena ini dapat terjadi pada pasangan, baik pria maupun wanita yang berpura-pura masuk Islam agar memenuhi syarat untuk menikah dengan pasangannya.Setelah menikah, salah satu pasangan seringkali mengubah gaya hidup dan meninggalkan praktik Islam.Salah satu pasangan, yang sering merasa pasrah dan terbatas dalam pilihan mereka, terkadang memutuskan untuk mengikuti agama suaminya demi harmonisasi rumah tangga dan kelangsungan hubungan keluarga.Temuan individu yang konversi dan kemudian kembali ke agamanya menunjukkan bahwa konversi tersebut seringkali hanya sebagai modus pernikahan bagi pasangan.Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mereka tidak selalu mencerminkan niat tulus untuk konversi.Berdasarkan tipologi aktor konversi agama yang diusulkan oleh John William Bennet, mereka yang memiliki keinginan untuk kembali ke agama asal setelah menikah termasuk dalam kategori perilaku adaptif, yaitu tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam konteks ini, konversi dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mendapatkan persetujuan dalam hubungan, tanpa komitmen mendalam terhadap ajaran agama baru
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami fenomena modus masuk Islam yang terjadi dalam perkawinan beda agama di Indonesia, dengan fokus pada lima pasangan yang berpura-pura masuk Islam untuk memenuhi syarat legal perkawinan dengan perempuan Muslim. Dalam lima kasus, setelah perkawinan terjadi, kelima pasangan kembali ke agamanya semula, sehingga menciptakan ketidaksetaraan dan dilema bagi pasangan yang terlibat. Penelitian ini menggunakan studi lapangan (field research) melalui pendekatan antropologi hukum yakni untuk mengetahui bagaimana norma-norma hukum berinteraksi dengan praktik sosial dan budaya di masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa adanya praktik kepura-puraan, di mana salah satu pasangan berpura-pura masuk Islam sebelum menikah agar dapat melaksanakan perkawinan. Setelah perkawinan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" type="image/webp" length="68732" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68765-layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real</link>
	<guid isPermaLink="false">ade014d45c202aead33d0f9c61802330</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:56:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi tantangan ini, sangat direkomendasikan agar Pemerintah Kota Malang, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), secara proaktif merevitalisasi strategi pengawasan pajaknya. Ini memerlukan pergeseran dari pengumpulan administratif konvensional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas: Untuk mengatasi tantangan ini, sangat direkomendasikan agar Pemerintah Kota Malang, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), secara proaktif merevitalisasi strategi pengawasan pajaknya. Ini memerlukan pergeseran dari pengumpulan administratif konvensional menuju penegakan berbasis teknologi yang kuat, khususnya dengan mengintegrasikan sistem transaksi hotel secara ketat ke dalam jaringan kas daerah. Bapenda juga harus berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas investigasi sumber daya manusia otoritas pajaknya dan menerapkan pendekatan seimbang yang menggabungkan pendidikan pajak persuasif dengan sanksi hukum yang ketat untuk ketidakpatuhan kronis. Secara bersamaan, operator bisnis hotel diharapkan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sipil yang lebih kuat, mengakui bahwa pelaporan pajak yang transparan secara langsung mendanai infrastruktur dan utilitas publik yang mempertahankan industri pariwisata itu sendiri. Akhirnya, peneliti masa depan didorong untuk membangun atas studi dasar ini dengan memasukkan variabel kuantitatif, seperti mengukur efisiensi statistik sistem e-pajak, mengevaluasi dampak langsung kebijakan fiskal tertentu terhadap perilaku wajib pajak, atau melakukan studi perbandingan di berbagai kota berbasis pariwisata untuk merumuskan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk optimasi pajak daerah.. Sektor hotel di Kota Malang secara objektif memiliki potensi pajak yang signifikan, didorong oleh pengembangan infrastruktur berkelanjutan, jumlah akomodasi yang terus bertambah, dan beragam layanan pendukung seperti restoran, spa, dan fasilitas parkir.Meskipun potensi struktural ini dan aktivitas pariwisata pasca-pandemi yang relatif stabil, penelitian ini menyimpulkan bahwa realisasi pendapatan pajak hotel masih sub-optimal.Data dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan kesenjangan yang konsisten antara kapasitas ekonomi intrinsik sektor ini dan pendapatan yang sebenarnya masuk ke kas daerah.Akibatnya, kontribusi pajak hotel terhadap total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dikategorikan sebagai "sangat rendah", tetap di bawah ambang batas 10%.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sektor hotel berperan sebagai penggerak ekonomi vital bagi kota, ia berfungsi hanya sebagai aliran pendapatan pendukung daripada tulang punggung fiskal utama struktur PAD.Peningkatan jumlah fisik hotel dan tingkat okupansi kamar secara keseluruhan tidak secara otomatis berbanding lurus dengan lonjakan pendapatan pajak daerah.Analisis kualitatif lebih lanjut menyoroti beberapa hambatan operasional dan perilaku yang kritis.Di antara yang terpenting adalah masalah kepatuhan wajib pajak yang terus-menerus.Mekanisme penilaian diri sering kali diganggu oleh pelaporan turnover yang tidak akurat dan enggan di antara beberapa pengelola hotel untuk mengungkapkan volume transaksi sebenarnya.Masalah ini diperparah oleh keterbatasan institusional dalam pemerintah daerah, khususnya hambatan teknis dalam menerapkan dan menegakkan sistem pemantauan e-pajak (kotak pengetuk), serta kekurangan sumber daya manusia yang khusus diperlukan untuk melakukan verifikasi silang lapangan yang intensif dan menangani ketidakpatuhan.Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan kerentanan dalam kerangka pengawasan fiskal, memungkinkan potensi pendapatan yang signifikan tetap tidak terkumpul.Namun, kesimpulan yang ditarik dalam penelitian ini harus dipertimbangkan bersama dengan beberapa keterbatasan metodologis.Pertama, data empiris dan laporan realisasi pajak hotel untuk tahun 2024 terbatas pada kuartal ketiga, sehingga mengecualikan musim liburan puncak di akhir tahun, yang secara historis menunjukkan dinamika fiskal yang berbeda.Kedua, pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penentuan kriteria sangat terkait dengan konteks administratif spesifik Kota Malang.Akibatnya, temuan ini mungkin tidak dapat digeneralisasikan secara universal ke munisipalitas atau kabupaten lain yang beroperasi di bawah ekosistem pariwisata yang berbeda, kebijakan fiskal, dan kondisi makroekonomi Penelitian ini menganalisis potensi dan kontribusi pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang pada periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor hotel memiliki potensi pajak yang signifikan, didukung oleh jumlah hotel yang terus bertambah dan layanan hotel yang beragam seperti restoran, spa, fasilitas parkir, dan iklan. Namun, realisasi pendapatan pajak hotel belum optimal.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" alt="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" alt="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" alt="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68765-layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real" title="JURIS - Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas" target="_blank">Enhancing Regional Revenue Growth through Hotel Tax Potential and Contribution in Malang City Tourism Areas</a>: Untuk mengatasi tantangan ini, sangat direkomendasikan agar Pemerintah Kota Malang, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), secara proaktif merevitalisasi strategi pengawasan pajaknya. Ini memerlukan pergeseran dari pengumpulan administratif konvensional menuju penegakan berbasis teknologi yang kuat, khususnya dengan mengintegrasikan sistem transaksi hotel secara ketat ke dalam jaringan kas daerah. Bapenda juga harus berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas investigasi sumber daya manusia otoritas pajaknya dan menerapkan pendekatan seimbang yang menggabungkan pendidikan pajak persuasif dengan sanksi hukum yang ketat untuk ketidakpatuhan kronis. Secara bersamaan, operator bisnis hotel diharapkan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sipil yang lebih kuat, mengakui bahwa pelaporan pajak yang transparan secara langsung mendanai infrastruktur dan utilitas publik yang mempertahankan industri pariwisata itu sendiri. Akhirnya, peneliti masa depan didorong untuk membangun atas studi dasar ini dengan memasukkan variabel kuantitatif, seperti mengukur efisiensi statistik sistem e-pajak, mengevaluasi dampak langsung kebijakan fiskal tertentu terhadap perilaku wajib pajak, atau melakukan studi perbandingan di berbagai kota berbasis pariwisata untuk merumuskan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk optimasi pajak daerah..
<br>Sektor hotel di Kota Malang secara objektif memiliki potensi pajak yang signifikan, didorong oleh pengembangan infrastruktur berkelanjutan, jumlah akomodasi yang terus bertambah, dan beragam layanan pendukung seperti restoran, spa, dan fasilitas parkir.Meskipun potensi struktural ini dan aktivitas pariwisata pasca-pandemi yang relatif stabil, penelitian ini menyimpulkan bahwa realisasi pendapatan pajak hotel masih sub-optimal.Data dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan kesenjangan yang konsisten antara kapasitas ekonomi intrinsik sektor ini dan pendapatan yang sebenarnya masuk ke kas daerah.Akibatnya, kontribusi pajak hotel terhadap total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dikategorikan sebagai "sangat rendah", tetap di bawah ambang batas 10%.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sektor hotel berperan sebagai penggerak ekonomi vital bagi kota, ia berfungsi hanya sebagai aliran pendapatan pendukung daripada tulang punggung fiskal utama struktur PAD.Peningkatan jumlah fisik hotel dan tingkat okupansi kamar secara keseluruhan tidak secara otomatis berbanding lurus dengan lonjakan pendapatan pajak daerah.Analisis kualitatif lebih lanjut menyoroti beberapa hambatan operasional dan perilaku yang kritis.Di antara yang terpenting adalah masalah kepatuhan wajib pajak yang terus-menerus.Mekanisme penilaian diri sering kali diganggu oleh pelaporan turnover yang tidak akurat dan enggan di antara beberapa pengelola hotel untuk mengungkapkan volume transaksi sebenarnya.Masalah ini diperparah oleh keterbatasan institusional dalam pemerintah daerah, khususnya hambatan teknis dalam menerapkan dan menegakkan sistem pemantauan e-pajak (kotak pengetuk), serta kekurangan sumber daya manusia yang khusus diperlukan untuk melakukan verifikasi silang lapangan yang intensif dan menangani ketidakpatuhan.Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan kerentanan dalam kerangka pengawasan fiskal, memungkinkan potensi pendapatan yang signifikan tetap tidak terkumpul.Namun, kesimpulan yang ditarik dalam penelitian ini harus dipertimbangkan bersama dengan beberapa keterbatasan metodologis.Pertama, data empiris dan laporan realisasi pajak hotel untuk tahun 2024 terbatas pada kuartal ketiga, sehingga mengecualikan musim liburan puncak di akhir tahun, yang secara historis menunjukkan dinamika fiskal yang berbeda.Kedua, pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penentuan kriteria sangat terkait dengan konteks administratif spesifik Kota Malang.Akibatnya, temuan ini mungkin tidak dapat digeneralisasikan secara universal ke munisipalitas atau kabupaten lain yang beroperasi di bawah ekosistem pariwisata yang berbeda, kebijakan fiskal, dan kondisi makroekonomi
<br>Penelitian ini menganalisis potensi dan kontribusi pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang pada periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor hotel memiliki potensi pajak yang signifikan, didukung oleh jumlah hotel yang terus bertambah dan layanan hotel yang beragam seperti restoran, spa, fasilitas parkir, dan iklan. Namun, realisasi pendapatan pajak hotel belum optimal....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" type="image/webp" length="63580" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-b8b6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-6b81d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/layanan-hotel-islam-otoritas-pajak-independen-real-thumb-a5d2a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika</link>
	<guid isPermaLink="false">abe4532bd5982c786836fea3eaa72a10</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:53:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ editor chief ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ agus sunaryo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,chief,content,editor,main,sunaryo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa diinterpretasikan dan direspons oleh berbagai komunitas Muslim di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman sosial, budaya, dan etika mempengaruhi pemahaman individu tentang fatwa dan praktik keagamaan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana fatwa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana makna fatwa dapat berubah di antara kelompok-kelompok yang berbeda.2. Etika dan Ekonomi Islam: Penelitian dapat berfokus pada aspek etika dalam ekonomi Islam, terutama dalam konteks kekayaan ilegal. Ini dapat mencakup studi tentang bagaimana individu Muslim memahami tanggung jawab moral mereka dalam mengelola kekayaan yang diperoleh secara tidak sah, dan bagaimana mereka berusaha untuk menebus kesalahan mereka melalui praktik keagamaan seperti zakat atau sedekah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana prinsip-prinsip etika Islam diterapkan dalam praktik ekonomi sehari-hari.3. Fatwa dan Inovasi Institusional: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana fatwa mempengaruhi inovasi institusional dalam organisasi zakat di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memengaruhi kebijakan dan praktik organisasi zakat, dan bagaimana organisasi tersebut menyesuaikan diri dengan fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana fatwa dapat menjadi katalisator untuk diskusi dan perdebatan publik tentang isu-isu moral dan ekonomi, serta bagaimana organisasi zakat dapat memainkan peran dalam merespons tantangan etika dalam masyarakat modern.. 13/2011 MUI mengenai zakat dan kekayaan ilegal tidak seharusnya dipahami hanya sebagai putusan hukum yang terbatas pada kebenaran doktrinal.Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamerian dan sosio-hukum, fatwa terungkap sebagai peristiwa diskursif dan interpretatif yang terbenam dalam interaksi antara penalaran hukum Islam normatif dan pengalaman moral komunitas Muslim.Analisis menunjukkan bahwa makna fatwa tidak tetap pada saat penerbitannya dan tidak sepenuhnya tercakup dalam logika yuridisnya.sebaliknya, makna terus berkembang melalui interaksi dengan praktik sosial, sensitivitas etika, dan respons institusional.Temuan menekankan divergensi antara konten hukum fatwa - yang menolak kewajiban zakat pada kekayaan ilegal karena kekurangan kepemilikan sah - dan imajinasi moral banyak Muslim, yang terus memandang pemberian sebagai tindakan pembersihan, pertanggungjawaban, dan tanggung jawab sosial.Divergensi ini tidak harus ditafsirkan sebagai kegagalan otoritas hukum atau non-kepatuhan.Sebaliknya, ini mencerminkan proses hermeneutik di mana zakat diinterpretasikan di luar kerangka fiqh teknis dan direkonstruksi sebagai praktik moral yang responsif terhadap tantangan etika yang diakibatkan oleh kehidupan ekonomi kontemporer.Dalam konteks ini, zakat berfungsi sebagai institusi yuridis dan tindakan simbolis realignmen etika dalam komunitas moral.Dengan menekankan konsep seperti Vorverstyndnis dan Horizontverschmelzung, studi ini menunjukkan bahwa norma-norma hukum Islam beroperasi dalam horizon yang cair yang dibentuk oleh pengalaman sejarah, struktur sosio-ekonomi, dan kesadaran etika.Konsep kepemilikan atas kekayaan ilegal, yang diperdebatkan dalam fatwa, menunjukkan dinamika ini.Sementara yurisprudensi klasik mendefinisikan kepemilikan secara normatif, berkaitan dengan perizinan akuisisi, aktor sosial sering kali memandang kepemilikan sebagai kondisi moral yang mencakup tanggung jawab dan pertanggungjawaban.Akibatnya, praktik yang menyerupai zakat pada kekayaan ilegal dapat diinterpretasikan sebagai bentuk taubat-iqtisadiyah - pertobatan ekonomi - yang bertujuan untuk penebusan rohani dan reintegrasi sosial, bahkan ketika praktik tersebut tidak memiliki legitimasi hukum formal.Selain itu, studi ini menyoroti peran diskursif fatwa dalam konteks hukum dan moral yang pluralistik.13/2011 MUI telah merangsang imajinasi etika, inovasi institusional, dan perdebatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh munculnya mekanisme alternatif seperti dana non-halal atau dana pembersihan dalam institusi zakat.Hal ini menegaskan bahwa fatwa berfungsi kurang sebagai perintah yang memaksa dan lebih sebagai simpul dalam dialog etika yang berkelanjutan, yang memediasi antara normativitas Islam dan realitas kapitalisme modern.Dalam hal ini, fatwa berkontribusi pada tata bahasa hukum Islam yang berkembang dengan menyediakan kerangka di mana ketegangan moral diartikulasikan, dinegosiasikan, dan dibayangkan kembali Kekayaan yang diperoleh secara ilegal secara hukum tidak termasuk dalam kewajiban zakat; namun, tetap dipahami secara moral sebagai sesuatu yang memerlukan pembersihan. Artikel ini memeriksa interpretasi zakat pada kekayaan ilegal melalui analisis hermeneutik Fatwa No. 13 tahun 2011, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa menegaskan bahwa zakat tidak wajib pada aset yang diperoleh secara tidak sah, karena kekayaan tersebut tidak diakui secara hukum di bawah hukum Islam. Daripada berkonsentrasi pada legitimasi doktrinal sikap ini, studi ini menyelidiki bagaimana masyarakat beragama memahami dan merespons fatwa sehubungan dengan redistribusi moral. Menggunakan gagasan Hans-Georg Gadamer tentang pemahaman sebelumnya (Vorverstyndnis) dan peleburan horizon (Horizontverschmelzung), penelitian ini menggunakan pendekatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" target="_blank">Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa diinterpretasikan dan direspons oleh berbagai komunitas Muslim di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman sosial, budaya, dan etika mempengaruhi pemahaman individu tentang fatwa dan praktik keagamaan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana fatwa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana makna fatwa dapat berubah di antara kelompok-kelompok yang berbeda.2. Etika dan Ekonomi Islam: Penelitian dapat berfokus pada aspek etika dalam ekonomi Islam, terutama dalam konteks kekayaan ilegal. Ini dapat mencakup studi tentang bagaimana individu Muslim memahami tanggung jawab moral mereka dalam mengelola kekayaan yang diperoleh secara tidak sah, dan bagaimana mereka berusaha untuk menebus kesalahan mereka melalui praktik keagamaan seperti zakat atau sedekah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana prinsip-prinsip etika Islam diterapkan dalam praktik ekonomi sehari-hari.3. Fatwa dan Inovasi Institusional: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana fatwa mempengaruhi inovasi institusional dalam organisasi zakat di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memengaruhi kebijakan dan praktik organisasi zakat, dan bagaimana organisasi tersebut menyesuaikan diri dengan fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana fatwa dapat menjadi katalisator untuk diskusi dan perdebatan publik tentang isu-isu moral dan ekonomi, serta bagaimana organisasi zakat dapat memainkan peran dalam merespons tantangan etika dalam masyarakat modern..
<br>13/2011 MUI mengenai zakat dan kekayaan ilegal tidak seharusnya dipahami hanya sebagai putusan hukum yang terbatas pada kebenaran doktrinal.Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamerian dan sosio-hukum, fatwa terungkap sebagai peristiwa diskursif dan interpretatif yang terbenam dalam interaksi antara penalaran hukum Islam normatif dan pengalaman moral komunitas Muslim.Analisis menunjukkan bahwa makna fatwa tidak tetap pada saat penerbitannya dan tidak sepenuhnya tercakup dalam logika yuridisnya.sebaliknya, makna terus berkembang melalui interaksi dengan praktik sosial, sensitivitas etika, dan respons institusional.Temuan menekankan divergensi antara konten hukum fatwa - yang menolak kewajiban zakat pada kekayaan ilegal karena kekurangan kepemilikan sah - dan imajinasi moral banyak Muslim, yang terus memandang pemberian sebagai tindakan pembersihan, pertanggungjawaban, dan tanggung jawab sosial.Divergensi ini tidak harus ditafsirkan sebagai kegagalan otoritas hukum atau non-kepatuhan.Sebaliknya, ini mencerminkan proses hermeneutik di mana zakat diinterpretasikan di luar kerangka fiqh teknis dan direkonstruksi sebagai praktik moral yang responsif terhadap tantangan etika yang diakibatkan oleh kehidupan ekonomi kontemporer.Dalam konteks ini, zakat berfungsi sebagai institusi yuridis dan tindakan simbolis realignmen etika dalam komunitas moral.Dengan menekankan konsep seperti Vorverstyndnis dan Horizontverschmelzung, studi ini menunjukkan bahwa norma-norma hukum Islam beroperasi dalam horizon yang cair yang dibentuk oleh pengalaman sejarah, struktur sosio-ekonomi, dan kesadaran etika.Konsep kepemilikan atas kekayaan ilegal, yang diperdebatkan dalam fatwa, menunjukkan dinamika ini.Sementara yurisprudensi klasik mendefinisikan kepemilikan secara normatif, berkaitan dengan perizinan akuisisi, aktor sosial sering kali memandang kepemilikan sebagai kondisi moral yang mencakup tanggung jawab dan pertanggungjawaban.Akibatnya, praktik yang menyerupai zakat pada kekayaan ilegal dapat diinterpretasikan sebagai bentuk taubat-iqtisadiyah - pertobatan ekonomi - yang bertujuan untuk penebusan rohani dan reintegrasi sosial, bahkan ketika praktik tersebut tidak memiliki legitimasi hukum formal.Selain itu, studi ini menyoroti peran diskursif fatwa dalam konteks hukum dan moral yang pluralistik.13/2011 MUI telah merangsang imajinasi etika, inovasi institusional, dan perdebatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh munculnya mekanisme alternatif seperti dana non-halal atau dana pembersihan dalam institusi zakat.Hal ini menegaskan bahwa fatwa berfungsi kurang sebagai perintah yang memaksa dan lebih sebagai simpul dalam dialog etika yang berkelanjutan, yang memediasi antara normativitas Islam dan realitas kapitalisme modern.Dalam hal ini, fatwa berkontribusi pada tata bahasa hukum Islam yang berkembang dengan menyediakan kerangka di mana ketegangan moral diartikulasikan, dinegosiasikan, dan dibayangkan kembali
<br>Kekayaan yang diperoleh secara ilegal secara hukum tidak termasuk dalam kewajiban zakat; namun, tetap dipahami secara moral sebagai sesuatu yang memerlukan pembersihan. Artikel ini memeriksa interpretasi zakat pada kekayaan ilegal melalui analisis hermeneutik Fatwa No. 13 tahun 2011, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa menegaskan bahwa zakat tidak wajib pada aset yang diperoleh secara tidak sah, karena kekayaan tersebut tidak diakui secara hukum di bawah hukum Islam. Daripada berkonsentrasi pada legitimasi doktrinal sikap ini, studi ini menyelidiki bagaimana masyarakat beragama memahami dan merespons fatwa sehubungan dengan redistribusi moral. Menggunakan gagasan Hans-Georg Gadamer tentang pemahaman sebelumnya (Vorverstyndnis) dan peleburan horizon (Horizontverschmelzung), penelitian ini menggunakan pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" type="image/webp" length="156612" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sustainability of Creative Industries Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sustainability of Creative Industries Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sustainability of Creative Industries Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68763-ekonomi-lokal-praktik-politik</link>
	<guid isPermaLink="false">7eee1b52d73dff23e6853ff29d63f344</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 20:49:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City: Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk. Kedua, studi tentang strategi kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas pengrajin untuk menciptakan program pelatihan berbasis kebutuhan pasar modern. Ketiga, analisis peran kebijakan lokal dalam menyediakan insentif fiskal dan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha kecil menengah berbasis seni. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memastikan keberlanjutan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya.. Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Keramik Dinoyo masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal meskipun menghadapi penurunan kinerja pasca-pandemi.Penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan inovasi desain, dan kurangnya pemasaran digital melemahkan daya saing produk.Kondisi ini diperparah oleh rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi kerajinan, sehingga keberlanjutan keterampilan lokal terancam jangka panjang.Namun, Dinoyo masih memiliki modal sosial yang kuat, kualitas produk yang diakui, dan potensi wisata edukasi yang dapat menjadi aset untuk pemulihan.Hasil penelitian membenarkan hipotesis bahwa keberlanjutan pusat kerajinan ditentukan oleh tiga faktor utama.inovasi produk dan pemasaran, regenerasi pengrajin, serta dukungan institusional dan kebijakan lokal.Dengan pendekatan terpadu, Dinoyo tidak hanya dapat bertahan dari tekanan eksternal tetapi juga bertransformasi menjadi model pariwisata berbasis kerajinan yang berkelanjutan dan inklusif untuk pengembangan ekonomi lokal Desa Wisata Keramik Dinoyo merupakan pusat kerajinan penting di Kota Malang yang menghadapi dinamika produksi dan tantangan keberlanjutan pascaperekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi, kendala regenerasi pengrajin, serta peran komunitas dan institusi pariwisata dalam mendukung kelangsungan usaha keramik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data (wawancara semi-struktur, observasi, dan dokumentasi). Hasil menunjukkan bahwa perekonomian lokal masih bergantung pada produksi dan penjualan keramik, tetapi terjadi penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan diversifikasi produk, dan adopsi digital marketing yang rendah. Temuan juga menunjukkan potensi wisata... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp 1x" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" alt="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp 1x" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" alt="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp 1x" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" alt="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68763-ekonomi-lokal-praktik-politik" title="JURIS - Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City" target="_blank">Sustainability of Creative Industries: Production Dynamics in Dinoyo Ceramic Tourism Village Malang City</a>: Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk. Kedua, studi tentang strategi kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas pengrajin untuk menciptakan program pelatihan berbasis kebutuhan pasar modern. Ketiga, analisis peran kebijakan lokal dalam menyediakan insentif fiskal dan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha kecil menengah berbasis seni. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memastikan keberlanjutan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Keramik Dinoyo masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal meskipun menghadapi penurunan kinerja pasca-pandemi.Penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan inovasi desain, dan kurangnya pemasaran digital melemahkan daya saing produk.Kondisi ini diperparah oleh rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi kerajinan, sehingga keberlanjutan keterampilan lokal terancam jangka panjang.Namun, Dinoyo masih memiliki modal sosial yang kuat, kualitas produk yang diakui, dan potensi wisata edukasi yang dapat menjadi aset untuk pemulihan.Hasil penelitian membenarkan hipotesis bahwa keberlanjutan pusat kerajinan ditentukan oleh tiga faktor utama.inovasi produk dan pemasaran, regenerasi pengrajin, serta dukungan institusional dan kebijakan lokal.Dengan pendekatan terpadu, Dinoyo tidak hanya dapat bertahan dari tekanan eksternal tetapi juga bertransformasi menjadi model pariwisata berbasis kerajinan yang berkelanjutan dan inklusif untuk pengembangan ekonomi lokal
<br>Desa Wisata Keramik Dinoyo merupakan pusat kerajinan penting di Kota Malang yang menghadapi dinamika produksi dan tantangan keberlanjutan pascaperekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi, kendala regenerasi pengrajin, serta peran komunitas dan institusi pariwisata dalam mendukung kelangsungan usaha keramik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data (wawancara semi-struktur, observasi, dan dokumentasi). Hasil menunjukkan bahwa perekonomian lokal masih bergantung pada produksi dan penjualan keramik, tetapi terjadi penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan diversifikasi produk, dan adopsi digital marketing yang rendah. Temuan juga menunjukkan potensi wisata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" type="image/webp" length="64902" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-b202b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-4e579.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/ekonomi-lokal-praktik-politik-fokus-sumber-daya-su-thumb-843bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro</link>
	<guid isPermaLink="false">8a9b3b98cc9b44a861f27d0b05785395</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 19:28:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR dan kekambuhan TNBC, serta peran NLR dalam mengarahkan strategi pengobatan dan follow-up pasien. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas NLR sebagai biomarker prognostik dan prediktif dalam pengaturan perawatan kesehatan yang terbatas aksesnya terhadap tes biomolekuler.. NLR memiliki potensi sebagai biomarker prediktif sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi risiko kekambuhan pada pasien TNBC.Penggunaan NLR dapat memberikan alternatif awal dalam menentukan prognosis dan mengarahkan strategi follow-up pasien, terutama di fasilitas kesehatan dengan akses terbatas terhadap tes biomolekuler seperti PD-L1.Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menilai peran potensial NLR dalam mengarahkan keputusan pengobatan, pemilihan pasien, dan desain uji klinis Kanker payudara triple-negative (TNBC) adalah bentuk kanker yang paling agresif, dengan tingkat kekambuhan tinggi dan prognosis buruk. Kurangnya biomarker prediktif yang mudah diakses, seperti PD-L1, menjadi tantangan dalam memprediksi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasio Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), sebagai biomarker prognostik potensial untuk TNBC yang berulang karena sederhana, murah, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" target="_blank">Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR dan kekambuhan TNBC, serta peran NLR dalam mengarahkan strategi pengobatan dan follow-up pasien. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas NLR sebagai biomarker prognostik dan prediktif dalam pengaturan perawatan kesehatan yang terbatas aksesnya terhadap tes biomolekuler..
<br>NLR memiliki potensi sebagai biomarker prediktif sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi risiko kekambuhan pada pasien TNBC.Penggunaan NLR dapat memberikan alternatif awal dalam menentukan prognosis dan mengarahkan strategi follow-up pasien, terutama di fasilitas kesehatan dengan akses terbatas terhadap tes biomolekuler seperti PD-L1.Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menilai peran potensial NLR dalam mengarahkan keputusan pengobatan, pemilihan pasien, dan desain uji klinis
<br>Kanker payudara triple-negative (TNBC) adalah bentuk kanker yang paling agresif, dengan tingkat kekambuhan tinggi dan prognosis buruk. Kurangnya biomarker prediktif yang mudah diakses, seperti PD-L1, menjadi tantangan dalam memprediksi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasio Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), sebagai biomarker prognostik potensial untuk TNBC yang berulang karena sederhana, murah, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" type="image/webp" length="56520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta</link>
	<guid isPermaLink="false">c5c4749ae8d1a4f606fdcebb551d0e4f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 19:21:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan permintaan penumpang. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak optimasi rute pada tingkat kemacetan dan efisiensi energi dalam jaringan bus TransJakarta. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute bus dalam jaringan TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer.Melalui analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dataset yang komprehensif dan akurat memainkan peran penting dalam keberhasilan optimasi rute.Data yang dikumpulkan dari sumber resmi, termasuk rute, halte, dan informasi penumpang, memberikan gambaran yang jelas mengenai pola penggunaan transportasi publik di Jakarta.Metode yang diterapkan berhasil menghasilkan rute yang lebih efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti waktu perjalanan dan jumlah penumpang.Dengan demikian, optimasi rute tidak hanya berkontribusi pada efisiensi operasional tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna Dalam penelitian ini, optimasi rute terpendek dan terpanjang dalam jaringan bus TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer (GWO). Jaringan transportasi publik yang efisien sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dengan menerapkan algoritma GWO, bertujuan untuk menentukan rute optimal yang tidak hanya meminimalkan waktu perjalanan tetapi juga mengurangi kemacetan. Metodologi yang digunakan melibatkan pemodelan rute, simulasi, dan analisis hasil untuk mengidentifikasi solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma GWO mampu menghasilkan rute yang lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional, serta memberikan wawasan baru dalam pengembangan strategi manajemen transportasi di Jakarta.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" alt="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" alt="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" target="_blank">Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan permintaan penumpang. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak optimasi rute pada tingkat kemacetan dan efisiensi energi dalam jaringan bus TransJakarta. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute bus dalam jaringan TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer.Melalui analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dataset yang komprehensif dan akurat memainkan peran penting dalam keberhasilan optimasi rute.Data yang dikumpulkan dari sumber resmi, termasuk rute, halte, dan informasi penumpang, memberikan gambaran yang jelas mengenai pola penggunaan transportasi publik di Jakarta.Metode yang diterapkan berhasil menghasilkan rute yang lebih efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti waktu perjalanan dan jumlah penumpang.Dengan demikian, optimasi rute tidak hanya berkontribusi pada efisiensi operasional tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna
<br>Dalam penelitian ini, optimasi rute terpendek dan terpanjang dalam jaringan bus TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer (GWO). Jaringan transportasi publik yang efisien sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dengan menerapkan algoritma GWO, bertujuan untuk menentukan rute optimal yang tidak hanya meminimalkan waktu perjalanan tetapi juga mengurangi kemacetan. Metodologi yang digunakan melibatkan pemodelan rute, simulasi, dan analisis hasil untuk mengidentifikasi solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma GWO mampu menghasilkan rute yang lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional, serta memberikan wawasan baru dalam pengembangan strategi manajemen transportasi di Jakarta....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" type="image/webp" length="76910" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor</link>
	<guid isPermaLink="false">06aed9f341a3f9964c0ba519333bce5d</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 18:34:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme spesifik di balik asosiasi antara deviasi septum dan pembengkakan mukosa sinus, serta peran faktor-faktor lain seperti alergi, merokok, dan variasi anatomi lainnya dalam pengembangan CRS. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dan strategi pencegahan yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mengelola dan mencegah CRS.. Deviasi septum hidung secara signifikan terkait dengan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS yang menjalani pemeriksaan CT sinus paranasal di RSUDZA, Banda Aceh.Temuan ini menunjukkan asosiasi, bukan kausasi, karena desain cross-sectional Deviasi septum hidung adalah anomali struktural yang umum pada rongga hidung dan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk obstruksi kompleks ostiomeatal, yang dapat mengganggu ventilasi dan drainase sinus paranasal. Akibatnya, pasien dengan deviasi septum cenderung memiliki risiko tinggi terkena sinusitis kronis (CRS). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa asosiasi antara deviasi septum hidung dan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS menggunakan pencitraan CT. Studi analitik cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Rekam medis dan pemeriksaan CT sinus paranasal pasien dengan CRS... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" target="_blank">Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme spesifik di balik asosiasi antara deviasi septum dan pembengkakan mukosa sinus, serta peran faktor-faktor lain seperti alergi, merokok, dan variasi anatomi lainnya dalam pengembangan CRS. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dan strategi pencegahan yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mengelola dan mencegah CRS..
<br>Deviasi septum hidung secara signifikan terkait dengan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS yang menjalani pemeriksaan CT sinus paranasal di RSUDZA, Banda Aceh.Temuan ini menunjukkan asosiasi, bukan kausasi, karena desain cross-sectional
<br>Deviasi septum hidung adalah anomali struktural yang umum pada rongga hidung dan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk obstruksi kompleks ostiomeatal, yang dapat mengganggu ventilasi dan drainase sinus paranasal. Akibatnya, pasien dengan deviasi septum cenderung memiliki risiko tinggi terkena sinusitis kronis (CRS). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa asosiasi antara deviasi septum hidung dan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS menggunakan pencitraan CT. Studi analitik cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Rekam medis dan pemeriksaan CT sinus paranasal pasien dengan CRS...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" type="image/webp" length="169428" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses A Clinicopathological Correlation Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses A Clinicopathological Correlation Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses A Clinicopathological Correlation Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68743-biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm</link>
	<guid isPermaLink="false">be235c3aa64353336b6278d72d656adb</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 18:01:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi peran MRI atau elastografi untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus tidak pasti. Selain itu, penelitian tentang penggunaan USG dalam mengidentifikasi fitur spesifik lesi seperti 'submarine sign' pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi peran MRI atau elastografi untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus tidak pasti. Selain itu, penelitian tentang penggunaan USG dalam mengidentifikasi fitur spesifik lesi seperti 'submarine sign' pada kista epidermoid dapat dilanjutkan untuk meningkatkan spesifisitas diagnostik. Terakhir, studi yang melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk lesi dengan lokasi atipikal atau keganasan dengan prevalensi lebih tinggi, diperlukan untuk memvalidasi hasil ini secara luas.. USG beresolusi tinggi menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyingkirkan keganasan pada pembengkakan jaringan lunak dangkal, dengan sensitivitas sempurna dan nilai prediktif negatif (NPV) 100%, serta spesifisitas sangat tinggi (98,3%).Dalam jalur klinik dermatologi, USG merupakan alat penting untuk stratifikasi risiko dan perencanaan prosedur, meskipun terkadang terjadi overdiagnosis di setting keganasan dengan prevalensi rendah.Hasil ini menegaskan peran USG sebagai alat utama dalam evaluasi awal lesi jaringan lunak dangkal Latar belakang: Lesi pembengkakan jaringan lunak dangkal merupakan presentasi diagnostik yang heterogen dalam praktik klinik dermatologi. Ultrasonografi beresolusi tinggi (USG) secara luas digunakan sebagai pendekatan pertama untuk membedakan lesi kistik dari lesi padat, mendefinisikan bidang anatomi, dan triase untuk pemastian, drainase, eksisi, atau biopsi. Metode: Studi korelasi klinis-patologis retrospektif dilakukan di rumah sakit pendidikan tingkat tiga dengan kolaborasi antara Departemen Dermatologi dan Radiodiagnosis. Impresi USG (skala abu-abu A Doppler warna) dikorelasikan dengan diagnosis histopatologis akhir. Hasil: Sebagian besar peserta berusia 31Ae40 tahun (26,7%); 56,7% laki-laki. Lesi ekstremitas atas paling umum (30,0%), diikuti oleh kepala dan leher (23,3%). Histopatologi menunjukkan penyakit benigna dominan (58/60; 96,7%), paling umum... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp 1x" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" alt="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp 1x" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" alt="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp 1x" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" alt="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68743-biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" target="_blank">Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi peran MRI atau elastografi untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus tidak pasti. Selain itu, penelitian tentang penggunaan USG dalam mengidentifikasi fitur spesifik lesi seperti 'submarine sign' pada kista epidermoid dapat dilanjutkan untuk meningkatkan spesifisitas diagnostik. Terakhir, studi yang melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk lesi dengan lokasi atipikal atau keganasan dengan prevalensi lebih tinggi, diperlukan untuk memvalidasi hasil ini secara luas..
<br>USG beresolusi tinggi menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyingkirkan keganasan pada pembengkakan jaringan lunak dangkal, dengan sensitivitas sempurna dan nilai prediktif negatif (NPV) 100%, serta spesifisitas sangat tinggi (98,3%).Dalam jalur klinik dermatologi, USG merupakan alat penting untuk stratifikasi risiko dan perencanaan prosedur, meskipun terkadang terjadi overdiagnosis di setting keganasan dengan prevalensi rendah.Hasil ini menegaskan peran USG sebagai alat utama dalam evaluasi awal lesi jaringan lunak dangkal
<br>Latar belakang: Lesi pembengkakan jaringan lunak dangkal merupakan presentasi diagnostik yang heterogen dalam praktik klinik dermatologi. Ultrasonografi beresolusi tinggi (USG) secara luas digunakan sebagai pendekatan pertama untuk membedakan lesi kistik dari lesi padat, mendefinisikan bidang anatomi, dan triase untuk pemastian, drainase, eksisi, atau biopsi. Metode: Studi korelasi klinis-patologis retrospektif dilakukan di rumah sakit pendidikan tingkat tiga dengan kolaborasi antara Departemen Dermatologi dan Radiodiagnosis. Impresi USG (skala abu-abu A Doppler warna) dikorelasikan dengan diagnosis histopatologis akhir. Hasil: Sebagian besar peserta berusia 31Ae40 tahun (26,7%); 56,7% laki-laki. Lesi ekstremitas atas paling umum (30,0%), diikuti oleh kepala dan leher (23,3%). Histopatologi menunjukkan penyakit benigna dominan (58/60; 96,7%), paling umum...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" type="image/webp" length="120096" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor</link>
	<guid isPermaLink="false">5be10a25ac6890696a2fc978716032ad</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 17:52:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muskan singh ]]></category>
	<category><![CDATA[ anidar latif ]]></category>
	<category><![CDATA[ benny kurnia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif pasien tentang dampak hemodialisis pada kesehatan mental mereka. Terakhir, penelitian intervensi dapat dieksplorasi untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.. Sebagian besar pasien PGK yang menjalani hemodialisis mengalami depresi minimal, diikuti oleh depresi ringan dan sedang, dengan kejadian yang lebih tinggi pada wanita dan pasien berusia >50 tahun.Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam durasi PGK dan hemodialisis di antara tingkat depresi, hubungan secara keseluruhan menunjukkan korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) menyebabkan penurunan fungsi ginjal, yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan prognosis buruk dan peningkatan risiko penyakit psikiatrik, terutama depresi.Tujuan: Untuk memeriksa tingkat depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Semarang, Indonesia.Metode: Studi deskriptif cross-sectional dilakukan pada sampel 80 responden dengan PGK yang menjalani hemodialisis. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Maret 2024 menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan dianalisis dengan GraphPad 9.5.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa prevalensi depresi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" target="_blank">Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif pasien tentang dampak hemodialisis pada kesehatan mental mereka. Terakhir, penelitian intervensi dapat dieksplorasi untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis..
<br>Sebagian besar pasien PGK yang menjalani hemodialisis mengalami depresi minimal, diikuti oleh depresi ringan dan sedang, dengan kejadian yang lebih tinggi pada wanita dan pasien berusia >50 tahun.Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam durasi PGK dan hemodialisis di antara tingkat depresi, hubungan secara keseluruhan menunjukkan korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan
<br>Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) menyebabkan penurunan fungsi ginjal, yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan prognosis buruk dan peningkatan risiko penyakit psikiatrik, terutama depresi.Tujuan: Untuk memeriksa tingkat depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Semarang, Indonesia.Metode: Studi deskriptif cross-sectional dilakukan pada sampel 80 responden dengan PGK yang menjalani hemodialisis. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Maret 2024 menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan dianalisis dengan GraphPad 9.5.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa prevalensi depresi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" type="image/webp" length="77116" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 24 Sep 2026 03:00:28 +0700. 12 items. Served in: 4.071 seconds [rss] -->
