<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 03 May 2026 16:06:30 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 16:06:30 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-03T16:06:30+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak Kajian Tafsir QS al Lahab ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak Kajian Tafsir QS al Lahab ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak Kajian Tafsir QS al Lahab ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44971-nilai-akhlak-mulia-ilmu</link>
	<guid isPermaLink="false">b154ea5600313a214823badc3480f285</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 13:58:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang efektivitas metode qashash dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak. Selain itu, perlu dilakukan penelitian komparatif antara penerapan metode qashash dengan metode pendidikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak: Kajian Tafsir QS al-Lahab: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang efektivitas metode qashash dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak. Selain itu, perlu dilakukan penelitian komparatif antara penerapan metode qashash dengan metode pendidikan akhlak lainnya untuk mengetahui keunggulan dan kekurangannya. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran berbasis qashash yang menarik dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan memudahkan mereka dalam memahami pesan-pesan moral yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Quran. Dengan demikian, diharapkan pendidikan akhlak dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia.. Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam dan memiliki autentisitas tak terbantahkan.Penerimaan wahyu oleh Nabi SAW terkait erat dengan kondisi aktual.Susunan ayat-ayat dan surat-surat yang terkandung dalam Al-Quran memuat suatu kisah yang telah menjadi disiplin seni yang mengungguli diantara seni-seni lainya dalam bahasa dan kesusasteraan.Kisah nyata dalam Al-Quran telah membuktikan bahwa redaksi kearaban yang dimuatnya secara jelas menggambarkan kisah-kisah yang paling tinggi.S al-Lahab terdapat seorang yang masih memiliki hubungan saudara dengan nabi namun menentang ajaran nabi.Dari kisah tersebut setidaknya terdapat poin penting yang dapat dipetik sebagai nilai akhlak mulia.Nilai akhlak tersebut menjelaskan bahwa seorang harus menjahui sifat takabur, dusta dan dengki Surah Al-Lahab merupakan surah Makki yang menceritakan tentang Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW, yang sombong dan menolak dakwah Nabi. Abu Lahab selalu berusaha menggagalkan dakwah Nabi dan istrinya pun membantunya. Karena itu, Allah SWT mengutuk keduanya dan mengirim mereka ke neraka. Abu Lahab menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran sebagai bukti sejarah tentang perilaku buruknya terhadap Nabi. Metode Qisah (Tarbiyah bil al-Qishah) dalam surah ini merupakan metode menarik dalam pendidikan, karena dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kecerdasan berpikir. Akhirnya, ditemukan tiga nilai pendidikan akhlak dalam surah Al-Lahab, yaitu kebohongan, kesombongan, dan kedengkian, yang harus dihindari. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-6ee19.webp" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-6ee19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-6ee19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-6ee19.webp 1x" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" alt="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-f79fe.webp" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-f79fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-f79fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-f79fe.webp 1x" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" alt="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-c86b2.webp" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-c86b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-c86b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-c86b2.webp 1x" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" alt="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44971-nilai-akhlak-mulia-ilmu" title="JURIS - Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab" target="_blank">Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak:  Kajian Tafsir QS al-Lahab</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang efektivitas metode qashash dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak. Selain itu, perlu dilakukan penelitian komparatif antara penerapan metode qashash dengan metode pendidikan akhlak lainnya untuk mengetahui keunggulan dan kekurangannya. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran berbasis qashash yang menarik dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan memudahkan mereka dalam memahami pesan-pesan moral yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Quran. Dengan demikian, diharapkan pendidikan akhlak dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia..
<br>Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam dan memiliki autentisitas tak terbantahkan.Penerimaan wahyu oleh Nabi SAW terkait erat dengan kondisi aktual.Susunan ayat-ayat dan surat-surat yang terkandung dalam Al-Quran memuat suatu kisah yang telah menjadi disiplin seni yang mengungguli diantara seni-seni lainya dalam bahasa dan kesusasteraan.Kisah nyata dalam Al-Quran telah membuktikan bahwa redaksi kearaban yang dimuatnya secara jelas menggambarkan kisah-kisah yang paling tinggi.S al-Lahab terdapat seorang yang masih memiliki hubungan saudara dengan nabi namun menentang ajaran nabi.Dari kisah tersebut setidaknya terdapat poin penting yang dapat dipetik sebagai nilai akhlak mulia.Nilai akhlak tersebut menjelaskan bahwa seorang harus menjahui sifat takabur, dusta dan dengki
<br>Surah Al-Lahab merupakan surah Makki yang menceritakan tentang Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW, yang sombong dan menolak dakwah Nabi. Abu Lahab selalu berusaha menggagalkan dakwah Nabi dan istrinya pun membantunya. Karena itu, Allah SWT mengutuk keduanya dan mengirim mereka ke neraka. Abu Lahab menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran sebagai bukti sejarah tentang perilaku buruknya terhadap Nabi. Metode Qisah (Tarbiyah bil al-Qishah) dalam surah ini merupakan metode menarik dalam pendidikan, karena dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kecerdasan berpikir. Akhirnya, ditemukan tiga nilai pendidikan akhlak dalam surah Al-Lahab, yaitu kebohongan, kesombongan, dan kedengkian, yang harus dihindari.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-f79fe.webp" type="image/webp" length="67444" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-6ee19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-f79fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/nilai-akhlak-mulia-ilmu-nilai-nilai-sarat-generasi-thumb-c86b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ English Language Teaching in Inclusive Class a Challenge ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ English Language Teaching in Inclusive Class a Challenge ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ English Language Teaching in Inclusive Class a Challenge ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44967-inclusive-education-special-needs-challenges-teach</link>
	<guid isPermaLink="false">ed651f2be3007a7b2c25e2b049f17666</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 13:46:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai model pelatihan guru dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam konteks bahasa Inggris. Selain itu, studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai model pelatihan guru dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam konteks bahasa Inggris. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan inklusif di berbagai sekolah atau wilayah, mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi secara luas. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif siswa berkebutuhan khusus dalam lingkungan kelas inklusif, termasuk tantangan yang mereka hadapi dan strategi yang mereka gunakan untuk berhasil, sehingga dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia, memastikan bahwa semua siswa, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi penuh mereka.. The study reveals that teachers face universal challenges in teaching students with special educational needs.It highlights the need for government prioritization of special cases, collaboration between teachers and parents, and further research.Ultimately, successful inclusive education requires a cooperative effort from teachers, schools, parents, and the government to ensure students with special needs receive the necessary support and resources Inclusive education opens the door of the regular classrooms for learners from different backgrounds, giving students with special needs the opportunity to learn equally. However, teaching in inclusive classrooms is challenging. This paper aims to determine the challenges faced by English teachers and provide insights on how to overcome them. It employs a qualitative study and argues that English teachers face challenges in teaching students with special needs, thus needing to identify these challenges and find solutions. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-3a83b.webp" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-3a83b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-3a83b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-3a83b.webp 1x" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" alt="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-dd6f2.webp" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-dd6f2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-dd6f2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-dd6f2.webp 1x" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" alt="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-d8cd9.webp" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-d8cd9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-d8cd9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-d8cd9.webp 1x" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" alt="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44967-inclusive-education-special-needs-challenges-teach" title="JURIS - English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge" target="_blank">English Language Teaching in Inclusive Class: a Challenge</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai model pelatihan guru dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam konteks bahasa Inggris. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan inklusif di berbagai sekolah atau wilayah, mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi secara luas. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif siswa berkebutuhan khusus dalam lingkungan kelas inklusif, termasuk tantangan yang mereka hadapi dan strategi yang mereka gunakan untuk berhasil, sehingga dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia, memastikan bahwa semua siswa, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi penuh mereka..
<br>The study reveals that teachers face universal challenges in teaching students with special educational needs.It highlights the need for government prioritization of special cases, collaboration between teachers and parents, and further research.Ultimately, successful inclusive education requires a cooperative effort from teachers, schools, parents, and the government to ensure students with special needs receive the necessary support and resources
<br>Inclusive education opens the door of the regular classrooms for learners from different backgrounds, giving students with special needs the opportunity to learn equally. However, teaching in inclusive classrooms is challenging. This paper aims to determine the challenges faced by English teachers and provide insights on how to overcome them. It employs a qualitative study and argues that English teachers face challenges in teaching students with special needs, thus needing to identify these challenges and find solutions.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-dd6f2.webp" type="image/webp" length="113612" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-3a83b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-dd6f2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/inclusive-education-special-needs-challenges-teach-thumb-d8cd9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif Inklusif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif Inklusif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif Inklusif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44975-nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama</link>
	<guid isPermaLink="false">6d851db2e5e61bd58cb5f8e76948153a</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 13:24:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan pembahasan mengenai pentingnya pendidikan akhlak integratif-inklusif, penelitian lanjutan sangat krusial untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan konsep ini di lapangan. Pertama, perlu dilakukan studi empiris komparatif untuk mengukur ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif: Berdasarkan pembahasan mengenai pentingnya pendidikan akhlak integratif-inklusif, penelitian lanjutan sangat krusial untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan konsep ini di lapangan. Pertama, perlu dilakukan studi empiris komparatif untuk mengukur secara objektif efektivitas model pendidikan akhlak ini dalam meningkatkan pembentukan karakter dan perilaku moral siswa di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini dapat mengkaji dampak nyata integrasi akhlak terhadap nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, dan empati siswa. Kedua, investigasi kualitatif mendalam dibutuhkan untuk mengidentifikasi tantangan dan faktor pendorong yang dihadapi oleh guru, manajemen sekolah, serta orang tua dalam mengintegrasikan nilai-nilai akhlak secara konsisten dalam kurikulum, budaya sekolah, dan partisipasi komunitas. Studi ini harus menggali hambatan praktis seperti keterbatasan sumber daya atau perbedaan persepsi, sekaligus mengidentifikasi strategi inovatif yang telah berhasil diterapkan. Ketiga, pengembangan profesional guru menjadi fokus penting. Penelitian dapat mengeksplorasi kompetensi spesifik yang dibutuhkan guru untuk menerapkan pendidikan akhlak integratif-inklusif secara efektif, termasuk kemampuan mengintegrasikan nilai moral ke dalam berbagai disiplin ilmu. Selain itu, merancang dan mengevaluasi model pelatihan guru yang relevan agar pendidik mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan visi pendidikan akhlak yang menyeluruh ini adalah hal yang sangat berharga. Hasil dari riset-riset ini akan menyediakan panduan ilmiah dan praktis untuk terus menyempurnakan sistem pendidikan akhlak di Indonesia.. Pendidikan akhlak integratif-inklusif adalah pendekatan holistik yang menyatukan nilai-nilai moral ke dalam seluruh aspek pendidikan, termasuk mata pelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler.Implementasinya melibatkan integrasi materi akhlak dengan berbagai pendekatan serta pengembangan budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter.Pendekatan ini juga diperluas melalui kegiatan ekstrakurikuler dan desain berbasis komunitas, melibatkan orang tua serta masyarakat untuk membentuk peserta didik menjadi pribadi yang paripurna Pendidikan akhlak integratif-inklusif dapat dimaknai sebagai suatu rumusan proses pendidikan akhlak yang dilakukan secara luas dan holistik. Materi pendidikan akhlak dapat bersinergi dengan seluruh mata pelajaran, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta dengan komunitas. Dikatakan struktur keilmuan integratif bukan berarti antara berbagai ilmu tersebut dilebur menjadi satu bentuk ilmu yang identik, melainkan karakter, corak, dan hakikat antara ilmu tersebut terpadu dalam kesatuan dimensi material spiritual, akal-wahyu, ilmu umum-ilmu agama, jasmani-rohani, dan dunia akhirat. Integrasi menghendaki adanya hubungan atau penyatuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-e609d.webp" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-e609d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-e609d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-e609d.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" alt="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-a44be.webp" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-a44be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-a44be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-a44be.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" alt="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-b94a5.webp" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-b94a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-b94a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-b94a5.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" alt="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44975-nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama" title="JURIS - Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif" target="_blank">Implementasi Pendidikan Akhlak Integratif-Inklusif</a>: Berdasarkan pembahasan mengenai pentingnya pendidikan akhlak integratif-inklusif, penelitian lanjutan sangat krusial untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan konsep ini di lapangan. Pertama, perlu dilakukan studi empiris komparatif untuk mengukur secara objektif efektivitas model pendidikan akhlak ini dalam meningkatkan pembentukan karakter dan perilaku moral siswa di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini dapat mengkaji dampak nyata integrasi akhlak terhadap nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, dan empati siswa. Kedua, investigasi kualitatif mendalam dibutuhkan untuk mengidentifikasi tantangan dan faktor pendorong yang dihadapi oleh guru, manajemen sekolah, serta orang tua dalam mengintegrasikan nilai-nilai akhlak secara konsisten dalam kurikulum, budaya sekolah, dan partisipasi komunitas. Studi ini harus menggali hambatan praktis seperti keterbatasan sumber daya atau perbedaan persepsi, sekaligus mengidentifikasi strategi inovatif yang telah berhasil diterapkan. Ketiga, pengembangan profesional guru menjadi fokus penting. Penelitian dapat mengeksplorasi kompetensi spesifik yang dibutuhkan guru untuk menerapkan pendidikan akhlak integratif-inklusif secara efektif, termasuk kemampuan mengintegrasikan nilai moral ke dalam berbagai disiplin ilmu. Selain itu, merancang dan mengevaluasi model pelatihan guru yang relevan agar pendidik mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan visi pendidikan akhlak yang menyeluruh ini adalah hal yang sangat berharga. Hasil dari riset-riset ini akan menyediakan panduan ilmiah dan praktis untuk terus menyempurnakan sistem pendidikan akhlak di Indonesia..
<br>Pendidikan akhlak integratif-inklusif adalah pendekatan holistik yang menyatukan nilai-nilai moral ke dalam seluruh aspek pendidikan, termasuk mata pelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler.Implementasinya melibatkan integrasi materi akhlak dengan berbagai pendekatan serta pengembangan budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter.Pendekatan ini juga diperluas melalui kegiatan ekstrakurikuler dan desain berbasis komunitas, melibatkan orang tua serta masyarakat untuk membentuk peserta didik menjadi pribadi yang paripurna
<br>Pendidikan akhlak integratif-inklusif dapat dimaknai sebagai suatu rumusan proses pendidikan akhlak yang dilakukan secara luas dan holistik. Materi pendidikan akhlak dapat bersinergi dengan seluruh mata pelajaran, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta dengan komunitas. Dikatakan struktur keilmuan integratif bukan berarti antara berbagai ilmu tersebut dilebur menjadi satu bentuk ilmu yang identik, melainkan karakter, corak, dan hakikat antara ilmu tersebut terpadu dalam kesatuan dimensi material spiritual, akal-wahyu, ilmu umum-ilmu agama, jasmani-rohani, dan dunia akhirat. Integrasi menghendaki adanya hubungan atau penyatuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-b94a5.webp" type="image/webp" length="82706" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-e609d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-a44be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/nilai-akhlak-mulia-sumber-ilmu-agama-nilai-nilai-p-thumb-b94a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44982-niali-nilai-religius-karakter-relig</link>
	<guid isPermaLink="false">3717ebfafe67fc80d3cc3d40e56f831d</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 13:22:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengembangan model penanaman ungkapan hikmah secara intensif oleh guru-guru yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengembangan model penanaman ungkapan hikmah secara intensif oleh guru-guru yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter religius dalam pembelajaran daring, seperti melalui penggunaan media interaktif atau platform online yang menarik dan interaktif. Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki dampak dari implementasi nilai-nilai karakter religius dalam pembelajaran daring terhadap perilaku dan prestasi akademik siswa.. Kenakalan pada anak-anak dapat diantisipasi dengan menanamkan nilai pendidikan karakter religius.Ungkapan hikmah bernilai pendidikan karakter religius sudah ditempel di dinding sekolah SD se-Karesidenan Surakarta, tetapi karena adanya pandemi Covid-19 ini maka pembelajaran terpaksa dilaksanakan secara jarak jauh.Dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh ini, berarti juga bahwa peserta didik tidak dapat membaca poster ungkapan hikmah yang telah dipasang di sekolah untuk kemudian mengaplikasikan nilai-nilai karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.Ungkapan hikmah berkarakter religius yang ditemukan dalam ungkapan hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta terdapat lima subnilai religius yaitu cinta damai, toleransi, percaya diri, persahabatan, dan mencintai lingkungan.Oleh karena itu, ungkapan hikmah tersebut perlu disisipkan guru ke dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan secara daring agar kontinuitas proses pendidikan karakter tidak terhenti.Guru dapat menyisipkan kata-kata yang terdapat dalam poster ungkapan hikmah ketika melakukan pembelajaran secara jarak jauh Selama pandemi Covid-19, perilaku kenakalan anak cenderung mengkhawatirkan, bahkan pada siswa Sekolah Dasar (SD). Sementara, poster yang berisi ungkapan kebijaksanaan yang ditempel di dinding beberapa sekolah di wilayah Surakarta tampaknya relevan dengan persoalan tersebut. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan karakter agama yang terkandung dalam ekspresi kearifan di dinding sekolah, dan maknanya serta fungsinya dalam situasi pandemi ini. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan berbagai macam nilai religius pada poster di sekolah dan mendeskripsikan makna dari nilai-nilai tersebut. Sumber data penelitian adalah bahasa tertulis yaitu ungkapan hikmah yang memiliki nilai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-197bd.webp" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-197bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-197bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-197bd.webp 1x" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" alt="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-edf71.webp" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-edf71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-edf71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-edf71.webp 1x" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" alt="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-ae0f9.webp" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-ae0f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-ae0f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-ae0f9.webp 1x" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" alt="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44982-niali-nilai-religius-karakter-relig" title="JURIS - Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi" target="_blank">Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta dan Pemanfaatannya di Masa Pandemi</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengembangan model penanaman ungkapan hikmah secara intensif oleh guru-guru yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter religius dalam pembelajaran daring, seperti melalui penggunaan media interaktif atau platform online yang menarik dan interaktif. Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki dampak dari implementasi nilai-nilai karakter religius dalam pembelajaran daring terhadap perilaku dan prestasi akademik siswa..
<br>Kenakalan pada anak-anak dapat diantisipasi dengan menanamkan nilai pendidikan karakter religius.Ungkapan hikmah bernilai pendidikan karakter religius sudah ditempel di dinding sekolah SD se-Karesidenan Surakarta, tetapi karena adanya pandemi Covid-19 ini maka pembelajaran terpaksa dilaksanakan secara jarak jauh.Dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh ini, berarti juga bahwa peserta didik tidak dapat membaca poster ungkapan hikmah yang telah dipasang di sekolah untuk kemudian mengaplikasikan nilai-nilai karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.Ungkapan hikmah berkarakter religius yang ditemukan dalam ungkapan hikmah di SD se-Karesidenan Surakarta terdapat lima subnilai religius yaitu cinta damai, toleransi, percaya diri, persahabatan, dan mencintai lingkungan.Oleh karena itu, ungkapan hikmah tersebut perlu disisipkan guru ke dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan secara daring agar kontinuitas proses pendidikan karakter tidak terhenti.Guru dapat menyisipkan kata-kata yang terdapat dalam poster ungkapan hikmah ketika melakukan pembelajaran secara jarak jauh
<br>Selama pandemi Covid-19, perilaku kenakalan anak cenderung mengkhawatirkan, bahkan pada siswa Sekolah Dasar (SD). Sementara, poster yang berisi ungkapan kebijaksanaan yang ditempel di dinding beberapa sekolah di wilayah Surakarta tampaknya relevan dengan persoalan tersebut. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan karakter agama yang terkandung dalam ekspresi kearifan di dinding sekolah, dan maknanya serta fungsinya dalam situasi pandemi ini. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan berbagai macam nilai religius pada poster di sekolah dan mendeskripsikan makna dari nilai-nilai tersebut. Sumber data penelitian adalah bahasa tertulis yaitu ungkapan hikmah yang memiliki nilai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-ae0f9.webp" type="image/webp" length="160510" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-197bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-edf71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/niali-nilai-religius-karakter-generasi-siswa-pendi-thumb-ae0f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44970-kesehatan-mental-pasien-layanan-m</link>
	<guid isPermaLink="false">4921f4614eb5a844b1a8e75bf9c22af7</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 13:11:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang shalat terhadap tingkat stres dan kebahagiaan subjek Muslim, mempertimbangkan variabel seperti frekuensi shalat dan kualitas spiritual; mengeksplorasi perbandingan antara terapi berbasis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental: Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim: Melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang shalat terhadap tingkat stres dan kebahagiaan subjek Muslim, mempertimbangkan variabel seperti frekuensi shalat dan kualitas spiritual; mengeksplorasi perbandingan antara terapi berbasis psikoreligi dan terapi kognitifAcperilaku pada pasien Muslim dengan masalah depresi, agar dapat menentukan pendekatan optimal; serta meneliti mekanisme neurobiologis yang terlibat dalam proses meditasi dan konsentrasi selama shalat, guna memvalidasi manfaat psikologis yang dilaporkan secara ilmiah.. Peran spiritualitas memiliki potensi signifikan dalam mendukung proses terapi.manfaat shalat sebagai praktik psikoterapi berbasis psikoreligi dapat meningkatkan kesehatan mental pasien muslim.Penulis berharap informasi ini membantu profesional kesehatan mental dalam menangani pasien muslim, dengan menilai peran shalat dan energi spiritual dalam praktik psikoterapi Islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia, sehingga banyak penduduk yang menganut Islam. Dari jumlah muslim yang besar, praktisi psikologi atau kesehatan mental diharapkan memberikan layanan yang sesuai dengan para muslim. Pendekatan terapi bagi kaum muslim dapat dilakukan dengan pendekatan religius (psikoreligi) terutama melalui praktik ibadah, khususnya shalat. Shalat mampu memberikan manfaat psikologis seperti meringankan stres, meningkatkan kesejahteraan subjektif, dan mempromosikan kepekaan interpersonal. Oleh karena itu, shalat dapat dijadikan alternatif psikoterapi bagi pasien muslim sebagai proses terapeutik yang membantu meningkatkan kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyatu-padukan religiusitas dan psikoterapi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-e30ed.webp" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-e30ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-e30ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-e30ed.webp 1x" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" alt="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-5aa39.webp" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-5aa39.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-5aa39.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-5aa39.webp 1x" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" alt="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-a52a6.webp" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-a52a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-a52a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-a52a6.webp 1x" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" alt="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44970-kesehatan-mental-pasien-layanan-m" title="JURIS - Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim" target="_blank">Manfaat Shalat untuk Kesehatan Mental:  Sebuah Pendekatan Psikoreligi Terhadap Pasien Muslim</a>: Melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang shalat terhadap tingkat stres dan kebahagiaan subjek Muslim, mempertimbangkan variabel seperti frekuensi shalat dan kualitas spiritual; mengeksplorasi perbandingan antara terapi berbasis psikoreligi dan terapi kognitifAcperilaku pada pasien Muslim dengan masalah depresi, agar dapat menentukan pendekatan optimal; serta meneliti mekanisme neurobiologis yang terlibat dalam proses meditasi dan konsentrasi selama shalat, guna memvalidasi manfaat psikologis yang dilaporkan secara ilmiah..
<br>Peran spiritualitas memiliki potensi signifikan dalam mendukung proses terapi.manfaat shalat sebagai praktik psikoterapi berbasis psikoreligi dapat meningkatkan kesehatan mental pasien muslim.Penulis berharap informasi ini membantu profesional kesehatan mental dalam menangani pasien muslim, dengan menilai peran shalat dan energi spiritual dalam praktik psikoterapi
<br>Islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia, sehingga banyak penduduk yang menganut Islam. Dari jumlah muslim yang besar, praktisi psikologi atau kesehatan mental diharapkan memberikan layanan yang sesuai dengan para muslim. Pendekatan terapi bagi kaum muslim dapat dilakukan dengan pendekatan religius (psikoreligi) terutama melalui praktik ibadah, khususnya shalat. Shalat mampu memberikan manfaat psikologis seperti meringankan stres, meningkatkan kesejahteraan subjektif, dan mempromosikan kepekaan interpersonal. Oleh karena itu, shalat dapat dijadikan alternatif psikoterapi bagi pasien muslim sebagai proses terapeutik yang membantu meningkatkan kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyatu-padukan religiusitas dan psikoterapi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-a52a6.webp" type="image/webp" length="75870" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-e30ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-5aa39.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kesehatan-mental-pasien-layanan-islam-shalat-musli-thumb-a52a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemuda Hijrah Anak Muda dan Dakwah Online ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemuda Hijrah Anak Muda dan Dakwah Online ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemuda Hijrah Anak Muda dan Dakwah Online ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44961-komunitas-pemuda-hijrah-instagram-da</link>
	<guid isPermaLink="false">fdf67a0fce825b57bd29bf557cc2b77f</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 12:28:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ideas https ]]></category>
	<category><![CDATA[ al mabhats ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,al,banda,https,ideas,mabhats]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak konten daAowah Pemuda Hijrah terhadap perubahan perilaku dan keyakinan generasi muda. Kedua, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak konten daAowah Pemuda Hijrah terhadap perubahan perilaku dan keyakinan generasi muda. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi daAowah Pemuda Hijrah dengan komunitas daAowah lainnya yang menggunakan media sosial. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada peran Instagram sebagai platform daAowah, termasuk analisis terhadap jenis konten, interaksi pengguna, dan efektivitas pesan yang disampaikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika daAowah di era digital dan kontribusinya terhadap pembentukan identitas keagamaan generasi muda.. Pemuda Hijrah berhasil menginovasi pendekatan daAowah dengan memanfaatkan media sosial Instagram untuk menjangkau generasi muda.Komunitas ini tidak hanya aktif secara online, tetapi juga mengadakan kegiatan offline untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan.Keberhasilan Pemuda Hijrah menunjukkan bahwa daAowah dapat dilakukan secara kreatif dan relevan dengan gaya hidup anak muda, sehingga mampu menarik minat dan partisipasi mereka Penelitian ini membahas konsep daAowah melalui media sosial Instagram, dengan fokus pada komunitas Pemuda Hijrah yang dipelopori oleh Ustadz Hanan Attaki. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan teori komunikasi difusi dan inovasi untuk menganalisis negosiasi generasi muslim milenial dan kekuatan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemuda Hijrah aktif menggunakan Instagram sebagai sarana daAowah Islam kontemporer, serta mengadakan pengajian dan kegiatan daAowah outdoor sebagai wujud keberhasilan praktik negosiasi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-b87a8.webp" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-b87a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-b87a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-b87a8.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" alt="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-ae7ac.webp" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-ae7ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-ae7ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-ae7ac.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" alt="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-8d611.webp" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-8d611.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-8d611.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-8d611.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" alt="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44961-komunitas-pemuda-hijrah-instagram-da" title="JURIS - Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online" target="_blank">Pemuda Hijrah : Anak Muda dan Dakwah Online</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak konten daAowah Pemuda Hijrah terhadap perubahan perilaku dan keyakinan generasi muda. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi daAowah Pemuda Hijrah dengan komunitas daAowah lainnya yang menggunakan media sosial. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada peran Instagram sebagai platform daAowah, termasuk analisis terhadap jenis konten, interaksi pengguna, dan efektivitas pesan yang disampaikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika daAowah di era digital dan kontribusinya terhadap pembentukan identitas keagamaan generasi muda..
<br>Pemuda Hijrah berhasil menginovasi pendekatan daAowah dengan memanfaatkan media sosial Instagram untuk menjangkau generasi muda.Komunitas ini tidak hanya aktif secara online, tetapi juga mengadakan kegiatan offline untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan.Keberhasilan Pemuda Hijrah menunjukkan bahwa daAowah dapat dilakukan secara kreatif dan relevan dengan gaya hidup anak muda, sehingga mampu menarik minat dan partisipasi mereka
<br>Penelitian ini membahas konsep daAowah melalui media sosial Instagram, dengan fokus pada komunitas Pemuda Hijrah yang dipelopori oleh Ustadz Hanan Attaki. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan teori komunikasi difusi dan inovasi untuk menganalisis negosiasi generasi muslim milenial dan kekuatan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemuda Hijrah aktif menggunakan Instagram sebagai sarana daAowah Islam kontemporer, serta mengadakan pengajian dan kegiatan daAowah outdoor sebagai wujud keberhasilan praktik negosiasi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-8d611.webp" type="image/webp" length="56898" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-b87a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-ae7ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/komunitas-pemuda-hijrah-instagram-daaowah-generasi-thumb-8d611.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4656-uinsuna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18238-al-mabhats-jurnal-penelitian-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pencatatan Perkawinan Menurut Hukum Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pencatatan Perkawinan Menurut Hukum Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pencatatan Perkawinan Menurut Hukum Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44959-perkawinan-hukum-islam-maslahah-mursalah-abdul</link>
	<guid isPermaLink="false">8e10a724f8a3242416eb2a322260e220</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 12:23:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ideas https ]]></category>
	<category><![CDATA[ al mabhats ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,al,banda,https,ideas,mabhats]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat urgensi pencatatan perkawinan sebagai instrumen vital dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan jaminan hukum, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi lapangan mendalam guna ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pencatatan Perkawinan Menurut Hukum Islam: Melihat urgensi pencatatan perkawinan sebagai instrumen vital dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan jaminan hukum, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi lapangan mendalam guna mengidentifikasi tantangan dan hambatan faktual yang dihadapi masyarakat, khususnya di komunitas adat atau wilayah terpencil, dalam memenuhi persyaratan pencatatan perkawinan secara legal. Riset ini perlu menganalisis faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang masih mendorong praktik perkawinan tidak tercatat, serta mengukur efektivitas program edukasi yang ada, untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan inklusif. Kedua, mengingat dampak negatif perkawinan yang tidak tercatat terhadap istri dan anak-anak, studi kualitatif lanjutan diperlukan untuk memahami secara holistik pengalaman hidup, kerentanan, dan kebutuhan perlindungan hukum dari kelompok ini. Pendekatan naratif atau studi kasus dapat mengungkap dimensi psikososial dan ekonomi yang lebih mendalam, memberikan suara kepada mereka yang sering terpinggirkan dalam diskursus hukum. Ketiga, sebagai upaya memperkuat keselarasan antara hukum syaraAo dan hukum negara demi kemaslahatan, perlu diteliti secara kritis bagaimana peran dan kontribusi ulama, tokoh masyarakat, serta lembaga keagamaan dalam mengampanyekan pentingnya pencatatan perkawinan. Penelitian ini dapat mengevaluasi metode dakwah atau sosialisasi yang paling efektif untuk meningkatkan kesadaran hukum dan mendorong kepatuhan terhadap regulasi pencatatan, khususnya dari perspektif maslahah mursalah. Melalui kajian-kajian ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan untuk memastikan perlindungan hukum yang komprehensif bagi setiap keluarga muslim di Indonesia.. Pencatatan perkawinan merupakan peraturan yang bersifat tawsiqy, yaitu peraturan tambahan yang bermaksud agar sebuah perkawinan mendapat bukti otentik (resmi).Meskipun hukum syaraA (Islam) tidak secara eksplisit mewajibkan pencatatan, secara hukum negara hal ini adalah syarat sahnya perkawinan.Pencatatan ini menjadi penting untuk menjaga kesakralan perkawinan, mendapatkan jaminan hukum di kemudian hari, serta memastikan hukum Islam tetap sejalan dengan prinsip kemaslahatan, menyelaraskan hukum syaraA dan hukum negara Suatu perkawinan akan dianggap sah apabila telah terpenuhi segala ketentuan hukum yang berlaku, baik secara hukum SyariAah maupun hukum negara. Salah satunya ialah tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencatatan perkawinan ini pada dasarnya merupakan ketentuan hukum negara semata, sedangkan dalam Islam tidak diwajibkan mencatatkan perkawinan. Pembahasan ini bertujuan untuk untuk mengetahui tujuan pencatatan perkawinan dan dasar hukum pensyariAatannya dalam Islam. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa, tujuan pencatatan perkawinan adalah agar perkawinan di kalangan umat Islam tidak liar, mendapat jaminan hukum dikemudian hari, dan agar hukum Islam tetap sejalan dengan maqasid syaAoinya yaitu kemaslahatan. Pencatatan perkawinan dalam Islam didasarkan atas qiyas dan maslahah al-mursalah, karena dianggap memiliki kemaslahatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-884be.webp" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-884be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-884be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-884be.webp 1x" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" alt="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-7facf.webp" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-7facf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-7facf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-7facf.webp 1x" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" alt="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-e6508.webp" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-e6508.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-e6508.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-e6508.webp 1x" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" alt="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44959-perkawinan-hukum-islam-maslahah-mursalah-abdul" title="JURIS - Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam" target="_blank">Pencatatan Perkawinan Menurut  Hukum Islam</a>: Melihat urgensi pencatatan perkawinan sebagai instrumen vital dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan jaminan hukum, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi lapangan mendalam guna mengidentifikasi tantangan dan hambatan faktual yang dihadapi masyarakat, khususnya di komunitas adat atau wilayah terpencil, dalam memenuhi persyaratan pencatatan perkawinan secara legal. Riset ini perlu menganalisis faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang masih mendorong praktik perkawinan tidak tercatat, serta mengukur efektivitas program edukasi yang ada, untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan inklusif. Kedua, mengingat dampak negatif perkawinan yang tidak tercatat terhadap istri dan anak-anak, studi kualitatif lanjutan diperlukan untuk memahami secara holistik pengalaman hidup, kerentanan, dan kebutuhan perlindungan hukum dari kelompok ini. Pendekatan naratif atau studi kasus dapat mengungkap dimensi psikososial dan ekonomi yang lebih mendalam, memberikan suara kepada mereka yang sering terpinggirkan dalam diskursus hukum. Ketiga, sebagai upaya memperkuat keselarasan antara hukum syaraAo dan hukum negara demi kemaslahatan, perlu diteliti secara kritis bagaimana peran dan kontribusi ulama, tokoh masyarakat, serta lembaga keagamaan dalam mengampanyekan pentingnya pencatatan perkawinan. Penelitian ini dapat mengevaluasi metode dakwah atau sosialisasi yang paling efektif untuk meningkatkan kesadaran hukum dan mendorong kepatuhan terhadap regulasi pencatatan, khususnya dari perspektif maslahah mursalah. Melalui kajian-kajian ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan untuk memastikan perlindungan hukum yang komprehensif bagi setiap keluarga muslim di Indonesia..
<br>Pencatatan perkawinan merupakan peraturan yang bersifat tawsiqy, yaitu peraturan tambahan yang bermaksud agar sebuah perkawinan mendapat bukti otentik (resmi).Meskipun hukum syaraA (Islam) tidak secara eksplisit mewajibkan pencatatan, secara hukum negara hal ini adalah syarat sahnya perkawinan.Pencatatan ini menjadi penting untuk menjaga kesakralan perkawinan, mendapatkan jaminan hukum di kemudian hari, serta memastikan hukum Islam tetap sejalan dengan prinsip kemaslahatan, menyelaraskan hukum syaraA dan hukum negara
<br>Suatu perkawinan akan dianggap sah apabila telah terpenuhi segala ketentuan hukum yang berlaku, baik secara hukum SyariAah maupun hukum negara. Salah satunya ialah tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencatatan perkawinan ini pada dasarnya merupakan ketentuan hukum negara semata, sedangkan dalam Islam tidak diwajibkan mencatatkan perkawinan. Pembahasan ini bertujuan untuk untuk mengetahui tujuan pencatatan perkawinan dan dasar hukum pensyariAatannya dalam Islam. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa, tujuan pencatatan perkawinan adalah agar perkawinan di kalangan umat Islam tidak liar, mendapat jaminan hukum dikemudian hari, dan agar hukum Islam tetap sejalan dengan maqasid syaAoinya yaitu kemaslahatan. Pencatatan perkawinan dalam Islam didasarkan atas qiyas dan maslahah al-mursalah, karena dianggap memiliki kemaslahatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-7facf.webp" type="image/webp" length="57028" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-884be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-7facf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/perkawinan-islam-maslahah-mursalah-pencatatan-apab-thumb-e6508.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4656-uinsuna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18238-al-mabhats-jurnal-penelitian-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Adat Perkawinan Dalam Masyarakat Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Adat Perkawinan Dalam Masyarakat Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Adat Perkawinan Dalam Masyarakat Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44964-struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon</link>
	<guid isPermaLink="false">62591647b19c262f90880e02bfb1965c</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 12:20:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ideas https ]]></category>
	<category><![CDATA[ al mabhats ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,al,banda,https,ideas,mabhats]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang kekayaan budaya Aceh, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, mengingat Provinsi Aceh memiliki tujuh daerah adat dengan perbedaan pelaksanaan tradisi pernikahan, akan sangat bermanfaat untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Adat Perkawinan Dalam Masyarakat Aceh: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang kekayaan budaya Aceh, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, mengingat Provinsi Aceh memiliki tujuh daerah adat dengan perbedaan pelaksanaan tradisi pernikahan, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang mendalam. Penelitian dapat fokus pada bagaimana variasi struktural dan fungsi ritual perkawinan, seperti proses melamar atau mengantar mempelai pria, berbeda secara signifikan di antara daerah adat yang berbeda, dan bagaimana perbedaan tersebut memengaruhi integrasi sosial di tingkat lokal. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah bagaimana setiap variasi adat berkontribusi pada pemeliharaan atau perubahan struktur sosial di wilayahnya masing-masing. Kedua, mengingat Aceh adalah daerah yang terbuka terhadap budaya luar, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana modernisasi dan pengaruh globalisasi memengaruhi keberlangsungan dan adaptasi adat perkawinan. Kita bisa mengeksplorasi bagaimana perubahan gaya hidup atau teknologi baru mengubah cara pandang dan praktik generasi muda terhadap tradisi pernikahan. Terakhir, sangat penting untuk meneliti pandangan dan strategi adaptasi dari masyarakat adat itu sendiri, khususnya generasi muda. Bagaimana mereka menafsirkan relevansi adat perkawinan tradisional di zaman sekarang, serta langkah-langkah apa yang mereka ambil untuk mempertahankan atau bahkan memperbarui tradisi tersebut agar tetap relevan dan fungsional di tengah dinamika sosial yang terus bergerak maju?. Adat perkawinan masyarakat Aceh, ditinjau dari perspektif struktural fungsional, membentuk sistem sosial budaya yang utuh, padu, dan terintegrasi.Keutuhan ini berasal dari berbagai unsur kegiatan dalam adat pernikahan yang meskipun berbeda fungsi, saling menunjang satu kesatuan.Memahami nilai, norma, simbol, dan kaidah yang berlaku di masyarakat merupakan kunci untuk mengerti realitas sosial budaya perkawinan ini, yang unsur-unsurnya saling terkait dan fungsional demi tercapainya integrasi sosial yang tinggi Adat atau disebut dengan budaya dapat diartikan dengan berbagai pengertian seperti segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhannya, sebagai struktur dan pranata sosial yang dimiliki bersama oleh masyarakat serta berfungsi dalam aktivitas kehidupan social kemasyarakatan. Maka kajian budaya dapat dilakukan dengan menggunakan teori structural-fungsional. Hal ini karena teori structural-fungsional didasarkan pada asumsi bahwa setiap budaya memiliki struktur yang terdiri atas berbagai unsur atau elemen kehidupan dan setiap unsur atau elemen tersebut memiliki fungsi yang saling mendukung terhadap keutuhan budaya. Teori structural-fungsional ini untuk mengkaji bagaimana struktur dan fungsi dalam adat perkawinan masyarakat Aceh. Melalui kajian ini diharapkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-765ec.webp" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-765ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-765ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-765ec.webp 1x" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" alt="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-35189.webp" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-35189.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-35189.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-35189.webp 1x" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" alt="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-d4826.webp" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-d4826.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-d4826.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-d4826.webp 1x" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" alt="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44964-struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon" title="JURIS - Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh" target="_blank">Adat Perkawinan Dalam   Masyarakat Aceh</a>: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang kekayaan budaya Aceh, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, mengingat Provinsi Aceh memiliki tujuh daerah adat dengan perbedaan pelaksanaan tradisi pernikahan, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang mendalam. Penelitian dapat fokus pada bagaimana variasi struktural dan fungsi ritual perkawinan, seperti proses melamar atau mengantar mempelai pria, berbeda secara signifikan di antara daerah adat yang berbeda, dan bagaimana perbedaan tersebut memengaruhi integrasi sosial di tingkat lokal. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah bagaimana setiap variasi adat berkontribusi pada pemeliharaan atau perubahan struktur sosial di wilayahnya masing-masing. Kedua, mengingat Aceh adalah daerah yang terbuka terhadap budaya luar, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana modernisasi dan pengaruh globalisasi memengaruhi keberlangsungan dan adaptasi adat perkawinan. Kita bisa mengeksplorasi bagaimana perubahan gaya hidup atau teknologi baru mengubah cara pandang dan praktik generasi muda terhadap tradisi pernikahan. Terakhir, sangat penting untuk meneliti pandangan dan strategi adaptasi dari masyarakat adat itu sendiri, khususnya generasi muda. Bagaimana mereka menafsirkan relevansi adat perkawinan tradisional di zaman sekarang, serta langkah-langkah apa yang mereka ambil untuk mempertahankan atau bahkan memperbarui tradisi tersebut agar tetap relevan dan fungsional di tengah dinamika sosial yang terus bergerak maju?.
<br>Adat perkawinan masyarakat Aceh, ditinjau dari perspektif struktural fungsional, membentuk sistem sosial budaya yang utuh, padu, dan terintegrasi.Keutuhan ini berasal dari berbagai unsur kegiatan dalam adat pernikahan yang meskipun berbeda fungsi, saling menunjang satu kesatuan.Memahami nilai, norma, simbol, dan kaidah yang berlaku di masyarakat merupakan kunci untuk mengerti realitas sosial budaya perkawinan ini, yang unsur-unsurnya saling terkait dan fungsional demi tercapainya integrasi sosial yang tinggi
<br>Adat atau disebut dengan budaya dapat diartikan dengan berbagai pengertian seperti segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhannya, sebagai struktur dan pranata sosial yang dimiliki bersama oleh masyarakat serta berfungsi dalam aktivitas kehidupan social kemasyarakatan. Maka kajian budaya dapat dilakukan dengan menggunakan teori structural-fungsional. Hal ini karena teori structural-fungsional didasarkan pada asumsi bahwa setiap budaya memiliki struktur yang terdiri atas berbagai unsur atau elemen kehidupan dan setiap unsur atau elemen tersebut memiliki fungsi yang saling mendukung terhadap keutuhan budaya. Teori structural-fungsional ini untuk mengkaji bagaimana struktur dan fungsi dalam adat perkawinan masyarakat Aceh. Melalui kajian ini diharapkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-35189.webp" type="image/webp" length="56596" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-765ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-35189.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/struktural-fungsional-retina-fungsi-ritual-perlon-thumb-d4826.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4656-uinsuna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18238-al-mabhats-jurnal-penelitian-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Covid 19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Covid 19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Covid 19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44977-karakter-islam-wasathiyah-model-nil</link>
	<guid isPermaLink="false">e1eb6036e5224710deadb25bdca3710f</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 12:04:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pembelajaran daring selama pandemi memengaruhi pembentukan karakter peserta didik dari perspektif nilai-nilai Islam, apakah interaksi virtual menguatkan atau melemahkan internalisasi nilai seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam: Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pembelajaran daring selama pandemi memengaruhi pembentukan karakter peserta didik dari perspektif nilai-nilai Islam, apakah interaksi virtual menguatkan atau melemahkan internalisasi nilai seperti tanggung jawab dan kejujuran. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas metode pembiasaan kesehatan berbasis ajaran Islam di lingkungan keluarga dan sekolah selama masa pandemi, termasuk sejauh mana kebiasaan mencuci tangan dan memakai masker berubah menjadi perilaku religius yang berkelanjutan. Ketiga, diperlukan studi mengenai dampak lingkungan sosial selama pembatasan sosial terhadap pembentukan karakter remaja, khususnya dalam konteks ketakwaan, empati, dan kedisiplinan, serta bagaimana peran pendidikan Islam dapat dioptimalkan meskipun tanpa interaksi langsung di lembaga pendidikan.. Wabah Covid-19 memberikan pengaruh terhadap penerapan pendidikan karakter dan pendidikan Islam.Kejadian ini membawa hikmah berupa kesadaran masyarakat untuk kembali menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter dan Islam yang selama ini terlupakan, seperti etika bersin, batuk, menjaga kebersihan, dan kesehatan.Bagi umat beriman, wabah ini juga menjadi peringatan dari Allah untuk meningkatkan ketakwaan serta menyadari dan memperbaiki kesalahan diri Penyebaran virus korona baru bernama Covid-19 telah menyebabkan begitu banyak korban jiwa ke hampir semua negara di dunia. Para peneliti mencurigai bahwa virus ini berasal dari pasar tradisional di Kota Wuhan Tiongkok yang menjual berbagai macam hewan basah segar yang diperdagangkan untuk konsumsi, termasuk kelelawar dan trenggiling yang akhirnya menularkan virus ke manusia. World Health Organization telah mengkonfirmasi bahwa penularan Covid-19 melalui tetesan atau percikan dari orang yang terinfeksi melalui percakapan, bersin, atau batuk. Dengan penyebab seperti itu, pemerintah dunia merekomendasikan dan bahkan memerintahkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menutup mulut saat bersin atau batuk. Sementara dalam Islam, ada juga prosedur untuk berperilaku menjaga kesehatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-b34be.webp" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-b34be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-b34be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-b34be.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" alt="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-74e4a.webp" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-74e4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-74e4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-74e4a.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" alt="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-31ecc.webp" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-31ecc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-31ecc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-31ecc.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" alt="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44977-karakter-islam-wasathiyah-model-nil" title="JURIS - Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam" target="_blank">Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pembelajaran daring selama pandemi memengaruhi pembentukan karakter peserta didik dari perspektif nilai-nilai Islam, apakah interaksi virtual menguatkan atau melemahkan internalisasi nilai seperti tanggung jawab dan kejujuran. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas metode pembiasaan kesehatan berbasis ajaran Islam di lingkungan keluarga dan sekolah selama masa pandemi, termasuk sejauh mana kebiasaan mencuci tangan dan memakai masker berubah menjadi perilaku religius yang berkelanjutan. Ketiga, diperlukan studi mengenai dampak lingkungan sosial selama pembatasan sosial terhadap pembentukan karakter remaja, khususnya dalam konteks ketakwaan, empati, dan kedisiplinan, serta bagaimana peran pendidikan Islam dapat dioptimalkan meskipun tanpa interaksi langsung di lembaga pendidikan..
<br>Wabah Covid-19 memberikan pengaruh terhadap penerapan pendidikan karakter dan pendidikan Islam.Kejadian ini membawa hikmah berupa kesadaran masyarakat untuk kembali menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter dan Islam yang selama ini terlupakan, seperti etika bersin, batuk, menjaga kebersihan, dan kesehatan.Bagi umat beriman, wabah ini juga menjadi peringatan dari Allah untuk meningkatkan ketakwaan serta menyadari dan memperbaiki kesalahan diri
<br>Penyebaran virus korona baru bernama Covid-19 telah menyebabkan begitu banyak korban jiwa ke hampir semua negara di dunia. Para peneliti mencurigai bahwa virus ini berasal dari pasar tradisional di Kota Wuhan Tiongkok yang menjual berbagai macam hewan basah segar yang diperdagangkan untuk konsumsi, termasuk kelelawar dan trenggiling yang akhirnya menularkan virus ke manusia. World Health Organization telah mengkonfirmasi bahwa penularan Covid-19 melalui tetesan atau percikan dari orang yang terinfeksi melalui percakapan, bersin, atau batuk. Dengan penyebab seperti itu, pemerintah dunia merekomendasikan dan bahkan memerintahkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menutup mulut saat bersin atau batuk. Sementara dalam Islam, ada juga prosedur untuk berperilaku menjaga kesehatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-74e4a.webp" type="image/webp" length="95016" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-b34be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-74e4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/karakter-islam-wasathiyah-model-nilai-nilai-pendid-thumb-31ecc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44983-industri-teknologi-modern-konteks</link>
	<guid isPermaLink="false">5b20442904c261477bf1b3778f41d3a0</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 12:03:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren, perlu dikembangkan strategi yang lebih komprehensif. Pertama, fokus pada pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan pasar kerja. Kedua, meningkatkan kualitas pengajar dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern: Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren, perlu dikembangkan strategi yang lebih komprehensif. Pertama, fokus pada pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan pasar kerja. Kedua, meningkatkan kualitas pengajar dengan pelatihan dan pengembangan profesional. Ketiga, memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi pengelolaan keuangan yang efektif untuk pondok pesantren, serta bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan pondok pesantren.. Pondok pesantren modern merupakan pengembangan pondok pesantren tradisional.Pondok pesantren diharapkan dapat selalu menyesuaikan atau berubah dan mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal karena perkembangan zaman yang semakin canggih.Pondok pesantren sebagai tempat belajar ilmu agama dan keislaman harus memiliki keberanian untuk tetap eksis menjadi lembaga pendidikan Islam walaupun menghadapi tantangan berat dalam dunia digital.Pondok pesantren di era modern, memiliki beberapa bidang yang perlu diperhatikan, utamanya pada bidang pelajaran, bidang keuangan, dan bidang pembinaan.Bidang pelajaran memiliki kegiatan utama untuk memberikan santri ilmu pengetahuan.Bidang keuangan untuk mengelola dan mengendalikan semua kegiatan yang dilakukan oleh pesantren.Terakhir bidang pembinaan berfungsi membina santri dan memberikan bantuan terhadap santri dan memberikan semua pelayanan yang dibutuhkan.Di era modern seperti sekarang ini, pondok pesantren harus lebih pintar dalam mengelola pondok itu sendiri, baik dalam pengelolaan keuangan, input, dan output santri, sarana dan prasarana, serta pengembangan kurikulum pondok pesantren Penelitian ini menggambarkan tentang manajemen pengembangan pondok pesantren di era modern. Hal ini dilakukan untuk dapat mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan pada pondok pesantren supaya dapat meningkatkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam di kondisi lingkungan yang telah berubah secara modern. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pengkajian yang berdasar analisis dokumen. Penulis mengumpulkan, melakukan identifikasi, melakukan analisis, serta mengadakan sintesis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-de42f.webp" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-de42f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-de42f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-de42f.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" alt="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-cbfff.webp" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-cbfff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-cbfff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-cbfff.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" alt="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-2fc5a.webp" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-2fc5a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-2fc5a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-2fc5a.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" alt="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44983-industri-teknologi-modern-konteks" title="JURIS - Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern" target="_blank">Manajemen Pondok Pesantren di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam Era Modern</a>: Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren, perlu dikembangkan strategi yang lebih komprehensif. Pertama, fokus pada pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan pasar kerja. Kedua, meningkatkan kualitas pengajar dengan pelatihan dan pengembangan profesional. Ketiga, memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi pengelolaan keuangan yang efektif untuk pondok pesantren, serta bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan pondok pesantren..
<br>Pondok pesantren modern merupakan pengembangan pondok pesantren tradisional.Pondok pesantren diharapkan dapat selalu menyesuaikan atau berubah dan mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal karena perkembangan zaman yang semakin canggih.Pondok pesantren sebagai tempat belajar ilmu agama dan keislaman harus memiliki keberanian untuk tetap eksis menjadi lembaga pendidikan Islam walaupun menghadapi tantangan berat dalam dunia digital.Pondok pesantren di era modern, memiliki beberapa bidang yang perlu diperhatikan, utamanya pada bidang pelajaran, bidang keuangan, dan bidang pembinaan.Bidang pelajaran memiliki kegiatan utama untuk memberikan santri ilmu pengetahuan.Bidang keuangan untuk mengelola dan mengendalikan semua kegiatan yang dilakukan oleh pesantren.Terakhir bidang pembinaan berfungsi membina santri dan memberikan bantuan terhadap santri dan memberikan semua pelayanan yang dibutuhkan.Di era modern seperti sekarang ini, pondok pesantren harus lebih pintar dalam mengelola pondok itu sendiri, baik dalam pengelolaan keuangan, input, dan output santri, sarana dan prasarana, serta pengembangan kurikulum pondok pesantren
<br>Penelitian ini menggambarkan tentang manajemen pengembangan pondok pesantren di era modern. Hal ini dilakukan untuk dapat mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan pada pondok pesantren supaya dapat meningkatkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam di kondisi lingkungan yang telah berubah secara modern. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pengkajian yang berdasar analisis dokumen. Penulis mengumpulkan, melakukan identifikasi, melakukan analisis, serta mengadakan sintesis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-2fc5a.webp" type="image/webp" length="84644" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-de42f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-cbfff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/industri-teknologi-modern-konteks-era-pesantren-st-thumb-2fc5a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44984-alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-maqa</link>
	<guid isPermaLink="false">6f1e3fa00581db55f8ee45ff25abf78e</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 12:01:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi waluya ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,common,crawl,view,vol,waluya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan berdasarkan artikel ini adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut tentang reinterpretasi hifdzul aqli dalam konteks masa kini, dengan mengacu pada penjelasan dari berbagai tokoh maqasid syariah. Penelitian ini dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi: Saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan berdasarkan artikel ini adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut tentang reinterpretasi hifdzul aqli dalam konteks masa kini, dengan mengacu pada penjelasan dari berbagai tokoh maqasid syariah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep hifdzul aqli telah berkembang dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kebijakan pendidikan tatap muka di masa pandemi.2. Menganalisis secara mendalam tentang kandungan maslahat dan madhorot dalam kebijakan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kajian sadd dzariah untuk menilai relevansi kebijakan tersebut dengan maqasid syariah. Dengan demikian, dapat ditemukan solusi yang lebih efektif dalam mengeliminasi kemadhorotan dan memaksimalkan kemaslahatan dalam kebijakan pendidikan tatap muka.3. Meneliti tentang faktor eksternal atau alternatif tindakan yang dapat memperkuat kebijakan pembelajaran tatap muka dalam konteks maqasid syariah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai strategi dan protokol kesehatan yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko penyebaran virus, serta bagaimana kebijakan tersebut dapat diselaraskan dengan prinsip-prinsip maqasid syariah.. Dalam diskursusnya penjagaan-penjagaan atas lima hal pokok itu sudah mengalami reinterpretasi.Seperti halnya, hifdzu nafs tidak hanya diimplementasikan dengan mengharamkan tindakan pembunuhan ataupun memberikan hukuman qisas bagi pelaku kejahatan saja, akan tetapi juga dengan menjaga diri dari penyakit-penyakit menular dan berbahaya yang bisa membahayakan jiwa.Begitu juga, hifdzul aqli tidak hanya dipahami sebagai penjagaan atas akal secara dzati saja tapi juga secara fungsi sehingga menjalankan proses pendidikan juga termasuk dalam penjagaan atas jiwa.Dari reinterpretasi ini dapat disimpulkan bahwa mencegah penularan virus merupakan implementasi dari menjaga jiwa dan melangsungkan pendidikan sebagai wujud menjaga akal menduduki posisi yang sama.Selanjutnya, melalui analisis konsep maslahat Ibnu Asyur, dapat disimpulkan bahwa kebijakan tersebut mengandung aspek manfaat (pengembangan akal) dan madhorot (rusaknya jiwa) secara berimbang.Sehingga perlu adanya analisis lebih mendalam melalui kajian sadd dzariah dengan cara menimbang ulang unsur kemaslahatan dan kemadhorotan yang ada, serta menjadikan faktor eksternal (alternatif pencegehan dari potensi kemadhorotan) sebagai penentunya.Melalui pendekatan ini penulis berkesimpulan bahwa kebijakan ini kurang relevan dengan maqasid syariah, hal ini disebabkan alternatif pencegahan yang terkandung dalam kebijakan masih kurang efektif dalam mengeliminir kemadhorotan (penyebaran virus) yang muncul.Dalam konteks ini penulis berpendapat bahwa kebijakan ini lebih baik dijalankan setelah dilaksanakannya vaksinasi, karena vaksinasi menempati posisi faktor eksternal (alternatif tindakan) yang cukup kuat dalam mengeliminasi kemadhorotan yang berupa ancaman terhadap jiwa Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sebagai antisipasi penyebaran covid-19 dipandang kurang efektif dan menimbulkan banyak persoalan. Hal itu direspon oleh Mentri Pendidikan dengan menerbitkan edaran tentang diperbolehkannya pembelajaran tatap muka dengan segala persyaratannya. Kebijakan ini memicu polemik dengan adanya fakta bahwa penyebaran covid-19 masih terus mengalami peningkatan. Dinamika kebijakan metode pembelajaran di masa pandemi yang dalam implementasinya berkaitan dengan penjagaan atas jiwa dan penjagaan atas akal mendorong penulis untuk menganalisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-5589d.webp" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-5589d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-5589d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-5589d.webp 1x" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" alt="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-cfc98.webp" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-cfc98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-cfc98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-cfc98.webp 1x" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" alt="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-7b4bf.webp" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-7b4bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-7b4bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-7b4bf.webp 1x" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" alt="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44984-alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-maqa" title="JURIS - Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi" target="_blank">Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan berdasarkan artikel ini adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut tentang reinterpretasi hifdzul aqli dalam konteks masa kini, dengan mengacu pada penjelasan dari berbagai tokoh maqasid syariah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep hifdzul aqli telah berkembang dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kebijakan pendidikan tatap muka di masa pandemi.2. Menganalisis secara mendalam tentang kandungan maslahat dan madhorot dalam kebijakan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kajian sadd dzariah untuk menilai relevansi kebijakan tersebut dengan maqasid syariah. Dengan demikian, dapat ditemukan solusi yang lebih efektif dalam mengeliminasi kemadhorotan dan memaksimalkan kemaslahatan dalam kebijakan pendidikan tatap muka.3. Meneliti tentang faktor eksternal atau alternatif tindakan yang dapat memperkuat kebijakan pembelajaran tatap muka dalam konteks maqasid syariah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai strategi dan protokol kesehatan yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko penyebaran virus, serta bagaimana kebijakan tersebut dapat diselaraskan dengan prinsip-prinsip maqasid syariah..
<br>Dalam diskursusnya penjagaan-penjagaan atas lima hal pokok itu sudah mengalami reinterpretasi.Seperti halnya, hifdzu nafs tidak hanya diimplementasikan dengan mengharamkan tindakan pembunuhan ataupun memberikan hukuman qisas bagi pelaku kejahatan saja, akan tetapi juga dengan menjaga diri dari penyakit-penyakit menular dan berbahaya yang bisa membahayakan jiwa.Begitu juga, hifdzul aqli tidak hanya dipahami sebagai penjagaan atas akal secara dzati saja tapi juga secara fungsi sehingga menjalankan proses pendidikan juga termasuk dalam penjagaan atas jiwa.Dari reinterpretasi ini dapat disimpulkan bahwa mencegah penularan virus merupakan implementasi dari menjaga jiwa dan melangsungkan pendidikan sebagai wujud menjaga akal menduduki posisi yang sama.Selanjutnya, melalui analisis konsep maslahat Ibnu Asyur, dapat disimpulkan bahwa kebijakan tersebut mengandung aspek manfaat (pengembangan akal) dan madhorot (rusaknya jiwa) secara berimbang.Sehingga perlu adanya analisis lebih mendalam melalui kajian sadd dzariah dengan cara menimbang ulang unsur kemaslahatan dan kemadhorotan yang ada, serta menjadikan faktor eksternal (alternatif pencegehan dari potensi kemadhorotan) sebagai penentunya.Melalui pendekatan ini penulis berkesimpulan bahwa kebijakan ini kurang relevan dengan maqasid syariah, hal ini disebabkan alternatif pencegahan yang terkandung dalam kebijakan masih kurang efektif dalam mengeliminir kemadhorotan (penyebaran virus) yang muncul.Dalam konteks ini penulis berpendapat bahwa kebijakan ini lebih baik dijalankan setelah dilaksanakannya vaksinasi, karena vaksinasi menempati posisi faktor eksternal (alternatif tindakan) yang cukup kuat dalam mengeliminasi kemadhorotan yang berupa ancaman terhadap jiwa
<br>Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sebagai antisipasi penyebaran covid-19 dipandang kurang efektif dan menimbulkan banyak persoalan. Hal itu direspon oleh Mentri Pendidikan dengan menerbitkan edaran tentang diperbolehkannya pembelajaran tatap muka dengan segala persyaratannya. Kebijakan ini memicu polemik dengan adanya fakta bahwa penyebaran covid-19 masih terus mengalami peningkatan. Dinamika kebijakan metode pembelajaran di masa pandemi yang dalam implementasinya berkaitan dengan penjagaan atas jiwa dan penjagaan atas akal mendorong penulis untuk menganalisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-cfc98.webp" type="image/webp" length="155154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-5589d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-cfc98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/alabah-perspektif-maqasid-prinsip-ash-syariah-rein-thumb-7b4bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1144-insuriponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5665-qalamuna-jurnal-pendidikan-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ibrah Dibalik Kisah Perjalanan Zulkarnain dalam Alquran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ibrah Dibalik Kisah Perjalanan Zulkarnain dalam Alquran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ibrah Dibalik Kisah Perjalanan Zulkarnain dalam Alquran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44963-dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta</link>
	<guid isPermaLink="false">3cc74fd374a23950670674545af92d5f</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 11:53:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ideas https ]]></category>
	<category><![CDATA[ al mabhats ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,al,banda,https,ideas,mabhats]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat bahwa penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi beragam nilai pendidikan Islam dari kisah Zulqarnain melalui Tafsir Al-Azhar, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman dan relevansi temuan tersebut. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan Zulkarnain dalam Alquran: Mengingat bahwa penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi beragam nilai pendidikan Islam dari kisah Zulqarnain melalui Tafsir Al-Azhar, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman dan relevansi temuan tersebut. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas terhadap penafsiran kisah Zulqarnain dalam Surah Al-Kahfi dari perspektif tafsir klasik dan kontemporer lainnya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana mufasir yang berbeda menyoroti atau mengembangkan ibrah atau nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam narasi tersebut, mengungkapkan spektrum interpretasi yang lebih kaya dan potensi variasi dalam penekanan nilai. Misalnya, apakah tafsir lain mengidentifikasi nilai-nilai tambahan atau memberikan nuansa berbeda pada nilai-nilai yang sudah diidentifikasi dalam penelitian ini, dan apa implikasinya terhadap aplikasi nilai-nilai tersebut? Kedua, mengingat bahwa penelitian ini berfokus pada identifikasi nilai, studi selanjutnya dapat mengeksplorasi pengembangan model atau kerangka kerja pedagogis untuk mengintegrasikan secara efektif nilai-nilai pendidikan Islam yang diekstrak dari kisah Zulqarnain ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun non-formal. Pertanyaan penelitian dapat berpusat pada strategi pengajaran dan pembelajaran yang paling cocok untuk menanamkan nilai-nilai seperti keadilan, kebijaksanaan, tawadhu, serta kekuatan ilmu pengetahuan dan fisik, dalam diri peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Terakhir, karena Zulqarnain digambarkan sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, penelitian dapat meluas ke analisis komparatif nilai-nilai kepemimpinan Zulqarnain dengan konsep kepemimpinan dalam tradisi lain atau teori kepemimpinan modern. Hal ini dapat mengungkapkan universalitas atau kekhasan ajaran kepemimpinan Al-Qur'an dan mengidentifikasi bagaimana aspek-aspek kepemimpinan beliau dapat menginspirasi praktik kepemimpinan yang etis dan efektif di era kontemporer.. Kisah Zulqarnain dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 83-98 menyoroti sosok hamba Allah yang dianugerahi ilmu, kekuasaan, dan kemudahan dalam perjalanan, memungkinkannya menegakkan keadilan serta memakmurkan dunia dengan tetap rendah hati.Dari kisah tersebut, teridentifikasi beragam nilai pendidikan Islam, meliputi pentingnya kekuasaan untuk mengarahkan kebaikan, kepahlawanan, kasih sayang, keadilan, serta sikap tawadhu.Selain itu, ditekankan pula nilai kebijaksanaan pemimpin, kekuatan ukhuwah insaniah, urgensi pendidikan, nilai sosial, serta sinergi antara ilmu pengetahuan dan kekuatan fisik sebagai kunci ibadah dan kebahagiaan dunia-akhirat Kisah Perjalanan Zulqarnain dalam al-Quran Surat al-Kahfi kajian tafsir al-Azhar ayat 83-98, masalah yang dikaji dalam pembahasan ini adalah tentang ibrah/ nilai-nilai pendidikan Islam. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Kisah Zulqarnain dalam al-Quran surat al-Kahfi ayat 83-98 dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dalam sejarah Zulqarnain. Metode penelitian yang digunakan kajian ini bersifat kajian perpustakaan dengan analisis deskriptif. Sumber data primer adalah al-Quran, tafsir al-Azhar. Sumber data sekunder adalah buku-buku ensiklopedia Islam dan sumber bacaan lainnyayang berkenaan dengan judul kajian ini. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara menganalisis isi kandungan al-Quran.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-4520e.webp" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-4520e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-4520e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-4520e.webp 1x" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" alt="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-a35de.webp" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-a35de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-a35de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-a35de.webp 1x" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" alt="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-7c03e.webp" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-7c03e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-7c03e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-7c03e.webp 1x" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" alt="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44963-dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta" title="JURIS - Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran" target="_blank">Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan  Zulkarnain dalam Alquran</a>: Mengingat bahwa penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi beragam nilai pendidikan Islam dari kisah Zulqarnain melalui Tafsir Al-Azhar, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman dan relevansi temuan tersebut. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas terhadap penafsiran kisah Zulqarnain dalam Surah Al-Kahfi dari perspektif tafsir klasik dan kontemporer lainnya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana mufasir yang berbeda menyoroti atau mengembangkan ibrah atau nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam narasi tersebut, mengungkapkan spektrum interpretasi yang lebih kaya dan potensi variasi dalam penekanan nilai. Misalnya, apakah tafsir lain mengidentifikasi nilai-nilai tambahan atau memberikan nuansa berbeda pada nilai-nilai yang sudah diidentifikasi dalam penelitian ini, dan apa implikasinya terhadap aplikasi nilai-nilai tersebut? Kedua, mengingat bahwa penelitian ini berfokus pada identifikasi nilai, studi selanjutnya dapat mengeksplorasi pengembangan model atau kerangka kerja pedagogis untuk mengintegrasikan secara efektif nilai-nilai pendidikan Islam yang diekstrak dari kisah Zulqarnain ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun non-formal. Pertanyaan penelitian dapat berpusat pada strategi pengajaran dan pembelajaran yang paling cocok untuk menanamkan nilai-nilai seperti keadilan, kebijaksanaan, tawadhu, serta kekuatan ilmu pengetahuan dan fisik, dalam diri peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Terakhir, karena Zulqarnain digambarkan sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, penelitian dapat meluas ke analisis komparatif nilai-nilai kepemimpinan Zulqarnain dengan konsep kepemimpinan dalam tradisi lain atau teori kepemimpinan modern. Hal ini dapat mengungkapkan universalitas atau kekhasan ajaran kepemimpinan Al-Qur'an dan mengidentifikasi bagaimana aspek-aspek kepemimpinan beliau dapat menginspirasi praktik kepemimpinan yang etis dan efektif di era kontemporer..
<br>Kisah Zulqarnain dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 83-98 menyoroti sosok hamba Allah yang dianugerahi ilmu, kekuasaan, dan kemudahan dalam perjalanan, memungkinkannya menegakkan keadilan serta memakmurkan dunia dengan tetap rendah hati.Dari kisah tersebut, teridentifikasi beragam nilai pendidikan Islam, meliputi pentingnya kekuasaan untuk mengarahkan kebaikan, kepahlawanan, kasih sayang, keadilan, serta sikap tawadhu.Selain itu, ditekankan pula nilai kebijaksanaan pemimpin, kekuatan ukhuwah insaniah, urgensi pendidikan, nilai sosial, serta sinergi antara ilmu pengetahuan dan kekuatan fisik sebagai kunci ibadah dan kebahagiaan dunia-akhirat
<br>Kisah Perjalanan Zulqarnain dalam al-Quran Surat al-Kahfi kajian tafsir al-Azhar ayat 83-98, masalah yang dikaji dalam pembahasan ini adalah tentang ibrah/ nilai-nilai pendidikan Islam. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Kisah Zulqarnain dalam al-Quran surat al-Kahfi ayat 83-98 dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dalam sejarah Zulqarnain. Metode penelitian yang digunakan kajian ini bersifat kajian perpustakaan dengan analisis deskriptif. Sumber data primer adalah al-Quran, tafsir al-Azhar. Sumber data sekunder adalah buku-buku ensiklopedia Islam dan sumber bacaan lainnyayang berkenaan dengan judul kajian ini. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara menganalisis isi kandungan al-Quran....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-4520e.webp" type="image/webp" length="58336" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-4520e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-a35de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/dimensi-sosial-ayat-zulqarnain-pendidikan-islam-ta-thumb-7c03e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4656-uinsuna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18238-al-mabhats-jurnal-penelitian-sosial-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 03 May 2026 16:06:30 +0700. 12 items. Served in: 7.822 seconds [rss] -->
