<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2026 02:33:41 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 02:33:41 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-21T02:33:41+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55318-moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pembel</link>
	<guid isPermaLink="false">6f69b88b4ea33e4d3ad31c1f09ad8ead</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 21:49:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot jepang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,jepang,scope,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi persepsi guru PAI tentang moderasi beragama, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama: Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi persepsi guru PAI tentang moderasi beragama, termasuk latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, dan keterlibatan dalam komunitas lintas agama. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan dan pendampingan bagi guru PAI, yang berfokus pada penguatan pemahaman tentang moderasi beragama, keberagaman agama, dan teknis mengajar yang lebih inklusif dan non-diskriminatif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI, terutama dalam konteks sekolah yang siswanya homogen, agar dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep moderasi beragama secara efektif.. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru PAI terhadap moderasi beragama tidak bersifat homogen, melainkan berada pada tingkatan pemahaman yang beragam.Beberapa guru memaknai moderasi beragama sebagai sikap toleransi dalam interaksi sosial, sementara yang lainnya memahami konsep tersebut sebagai prinsip wasathiyah dan rahmatan lilAoalamin.Perbedaan persepsi tersebut berimplikasi pada cara guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam praktik pembelajaran di sekolah yang masih menghadapi berbagai tantangan baik yang berasal dari dinamika sosial maupun yang berada pada ruang digital.Keragaman pemahaman tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional guru, serta keterlibatan dalam komunitas lintas agama yang berperan dalam membentuk cara pandang terhadap moderasi beragama.Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan pemahaman moderasi beragama melalui pengembangan profesional guru agar implementasinya dalam pembelajaran PAI dapat berlangsung lebih komprehensif, khususnya dalam upaya pembinaan nilai dan pencegahan dini di sekolah Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam mentransformasikan nilai-nilai moderasi beragama. Namun, persepsi guru mengenai moderasi beragama tidak selalu seragam, sehingga memengaruhi nilai-nilai tersebut dipahami dan diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PAI di Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap dua belas guru PAI yang berasal dari sekolah negeri, swasta, dan pesantren. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman persepsi guru dalam memahami moderasi beragama. Sebagian guru memaknainya sebagai toleransi yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-13272.webp" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-13272.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-13272.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-13272.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" alt="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-33e6d.webp" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-33e6d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-33e6d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-33e6d.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" alt="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-c3a0f.webp" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-c3a0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-c3a0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-c3a0f.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" alt="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55318-moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pembel" title="JURIS - Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama" target="_blank">Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama</a>: Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi persepsi guru PAI tentang moderasi beragama, termasuk latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, dan keterlibatan dalam komunitas lintas agama. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan dan pendampingan bagi guru PAI, yang berfokus pada penguatan pemahaman tentang moderasi beragama, keberagaman agama, dan teknis mengajar yang lebih inklusif dan non-diskriminatif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI, terutama dalam konteks sekolah yang siswanya homogen, agar dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep moderasi beragama secara efektif..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru PAI terhadap moderasi beragama tidak bersifat homogen, melainkan berada pada tingkatan pemahaman yang beragam.Beberapa guru memaknai moderasi beragama sebagai sikap toleransi dalam interaksi sosial, sementara yang lainnya memahami konsep tersebut sebagai prinsip wasathiyah dan rahmatan lilAoalamin.Perbedaan persepsi tersebut berimplikasi pada cara guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam praktik pembelajaran di sekolah yang masih menghadapi berbagai tantangan baik yang berasal dari dinamika sosial maupun yang berada pada ruang digital.Keragaman pemahaman tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional guru, serta keterlibatan dalam komunitas lintas agama yang berperan dalam membentuk cara pandang terhadap moderasi beragama.Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan pemahaman moderasi beragama melalui pengembangan profesional guru agar implementasinya dalam pembelajaran PAI dapat berlangsung lebih komprehensif, khususnya dalam upaya pembinaan nilai dan pencegahan dini di sekolah
<br>Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam mentransformasikan nilai-nilai moderasi beragama. Namun, persepsi guru mengenai moderasi beragama tidak selalu seragam, sehingga memengaruhi nilai-nilai tersebut dipahami dan diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PAI di Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap dua belas guru PAI yang berasal dari sekolah negeri, swasta, dan pesantren. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman persepsi guru dalam memahami moderasi beragama. Sebagian guru memaknainya sebagai toleransi yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-13272.webp" type="image/webp" length="107762" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-13272.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-33e6d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/moderasi-beragama-strategi-pembelajaran-pai-pelati-thumb-c3a0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55325-peran-institusi-kampus-p</link>
	<guid isPermaLink="false">3baebcbebe98aafb6ae1229b88ad0a6f</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 21:38:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ pola akurat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akurat,counter,flag,malang,pola,qolam]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif: Penelitian ini menunjukkan bahwa institusi agama di universitas memiliki peran penting ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif: Penelitian ini menunjukkan bahwa institusi agama di universitas memiliki peran penting dalam mempromosikan moderasi agama dan toleransi. Namun, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada kegiatan agama, tetapi juga mencakup aspek-aspek lain seperti dialog antar iman, pendidikan karakter, dan pendidikan kewarganegaraan. Model ini dapat membantu mahasiswa memahami dan menghargai keragaman agama dan budaya, serta mengembangkan sikap toleran dan inklusif.2. Menganalisis pengaruh teknologi digital pada kegiatan agama: Penelitian ini menyoroti peran teknologi digital dalam penyebaran ideologi transnasional. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh teknologi digital pada kegiatan agama di universitas, termasuk penggunaan media sosial, platform daring, dan aplikasi seluler. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mempromosikan moderasi agama dan toleransi, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam konteks keagamaan.3. Mempelajari peran institusi agama dalam membangun ketahanan nasional: Penelitian ini menekankan pentingnya institusi agama dalam menangkal pengaruh ideologi transnasional dan memperkuat ketahanan nasional. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mempelajari peran institusi agama dalam membangun ketahanan nasional, termasuk bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan lainnya untuk mempromosikan nilai-nilai moderasi dan toleransi. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat ketahanan nasional dan mencegah penyebaran ideologi ekstrem.. Penelitian ini telah menyoroti peran strategis institusi agama dalam pendidikan tinggi sebagai aktor garis depan dalam menumbuhkan religiositas inklusif dan ketahanan nasional.Penelitian ini menemukan bahwa institusi agama di universitas negeri seperti UPI, UNJ, dan UM tidak hanya menjadi fasilitator ibadah atau spiritualitas, tetapi berfungsi sebagai agen aktif dalam mempromosikan moderasi agama, toleransi, dan kewaspadaan ideologis.Melalui program integratif, bimbingan agama yang terstruktur, pengembangan kurikulum kontekstual, dan keterlibatan antar iman, institusi ini memberikan respons yang dinamis dan terlokalisasi terhadap tantangan yang diajukan oleh ideologi agama transnasional, yang sering kali mengeksploitasi kerentanan kampus.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada demonstrasi bahwa moderasi agama di konteks universitas tidak dapat dicapai hanya melalui retorika pasif atau kebijakan saja.Sebaliknya, hal itu memerlukan komitmen institusional, kohesi program, dan inovasi pedagogis yang mensinkronkan domain akademik, spiritual, dan sipil.Temuan penelitian ini menekankan bahwa universitas tidak hanya harus "mengajar" moderasi agama, tetapi harus "mempraktikkannya" dalam budaya institusional mereka - melalui diskursus inklusif, ruang ibadah plural, dan acara dialogis yang mendorong pemikiran kritis dan pemahaman empati di antara siswa dengan latar belakang yang beragam.Penelitian ini menawarkan dasar konseptual dan empiris untuk memikirkan kembali peran institusi agama di universitas.Penelitian ini menantang narasi sederhana tentang agama sebagai dogma atau pengalaman pribadi, dan justru memosisikannya sebagai pedagogi publik untuk koeksistensi dan pembangunan perdamaian.Ke depan, pendekatan interdisipliner dan partisipatif akan menjadi kunci untuk mengembangkan model yang lebih nuans dan sensitif konteks untuk mencegah ekstremisme ideologis melalui moderasi agama dalam pendidikan tinggi Platform moderasi agama terus digunakan secara luas dalam konteks universitas sebagai sarana untuk menyebarkan ide-ide agama wasathiyah. Penelitian ini menjelajahi peran kegiatan institusi agama dalam mendorong moderasi agama sebagai respons strategis terhadap pengaruh ideologi Islam transnasional yang semakin meningkat dalam pendidikan tinggi Indonesia. Dengan fokus pada tiga universitas negeri terkemuka, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Malang (UM). Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus berganda yang didukung oleh analisis dokumen, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun setiap institusi mengadopsi pendekatan yang berbeda yang dibentuk oleh konteks sosio-budaya dan ideologis yang unik, ketiganya berbagi komitmen untuk mengintegrasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-ecca8.webp" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-ecca8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-ecca8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-ecca8.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" alt="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-dd351.webp" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-dd351.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-dd351.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-dd351.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" alt="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-4a049.webp" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-4a049.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-4a049.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-4a049.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" alt="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55325-peran-institusi-kampus-p" title="JURIS - Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia" target="_blank">Penguatan Moderasi Agama untuk Menangkal Penyebaran Ideologi Transnasional: Studi Kasus Kegiatan Agama di Universitas Indonesia</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif: Penelitian ini menunjukkan bahwa institusi agama di universitas memiliki peran penting dalam mempromosikan moderasi agama dan toleransi. Namun, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada kegiatan agama, tetapi juga mencakup aspek-aspek lain seperti dialog antar iman, pendidikan karakter, dan pendidikan kewarganegaraan. Model ini dapat membantu mahasiswa memahami dan menghargai keragaman agama dan budaya, serta mengembangkan sikap toleran dan inklusif.2. Menganalisis pengaruh teknologi digital pada kegiatan agama: Penelitian ini menyoroti peran teknologi digital dalam penyebaran ideologi transnasional. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh teknologi digital pada kegiatan agama di universitas, termasuk penggunaan media sosial, platform daring, dan aplikasi seluler. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mempromosikan moderasi agama dan toleransi, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam konteks keagamaan.3. Mempelajari peran institusi agama dalam membangun ketahanan nasional: Penelitian ini menekankan pentingnya institusi agama dalam menangkal pengaruh ideologi transnasional dan memperkuat ketahanan nasional. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mempelajari peran institusi agama dalam membangun ketahanan nasional, termasuk bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan lainnya untuk mempromosikan nilai-nilai moderasi dan toleransi. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat ketahanan nasional dan mencegah penyebaran ideologi ekstrem..
<br>Penelitian ini telah menyoroti peran strategis institusi agama dalam pendidikan tinggi sebagai aktor garis depan dalam menumbuhkan religiositas inklusif dan ketahanan nasional.Penelitian ini menemukan bahwa institusi agama di universitas negeri seperti UPI, UNJ, dan UM tidak hanya menjadi fasilitator ibadah atau spiritualitas, tetapi berfungsi sebagai agen aktif dalam mempromosikan moderasi agama, toleransi, dan kewaspadaan ideologis.Melalui program integratif, bimbingan agama yang terstruktur, pengembangan kurikulum kontekstual, dan keterlibatan antar iman, institusi ini memberikan respons yang dinamis dan terlokalisasi terhadap tantangan yang diajukan oleh ideologi agama transnasional, yang sering kali mengeksploitasi kerentanan kampus.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada demonstrasi bahwa moderasi agama di konteks universitas tidak dapat dicapai hanya melalui retorika pasif atau kebijakan saja.Sebaliknya, hal itu memerlukan komitmen institusional, kohesi program, dan inovasi pedagogis yang mensinkronkan domain akademik, spiritual, dan sipil.Temuan penelitian ini menekankan bahwa universitas tidak hanya harus "mengajar" moderasi agama, tetapi harus "mempraktikkannya" dalam budaya institusional mereka - melalui diskursus inklusif, ruang ibadah plural, dan acara dialogis yang mendorong pemikiran kritis dan pemahaman empati di antara siswa dengan latar belakang yang beragam.Penelitian ini menawarkan dasar konseptual dan empiris untuk memikirkan kembali peran institusi agama di universitas.Penelitian ini menantang narasi sederhana tentang agama sebagai dogma atau pengalaman pribadi, dan justru memosisikannya sebagai pedagogi publik untuk koeksistensi dan pembangunan perdamaian.Ke depan, pendekatan interdisipliner dan partisipatif akan menjadi kunci untuk mengembangkan model yang lebih nuans dan sensitif konteks untuk mencegah ekstremisme ideologis melalui moderasi agama dalam pendidikan tinggi
<br>Platform moderasi agama terus digunakan secara luas dalam konteks universitas sebagai sarana untuk menyebarkan ide-ide agama wasathiyah. Penelitian ini menjelajahi peran kegiatan institusi agama dalam mendorong moderasi agama sebagai respons strategis terhadap pengaruh ideologi Islam transnasional yang semakin meningkat dalam pendidikan tinggi Indonesia. Dengan fokus pada tiga universitas negeri terkemuka, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Malang (UM). Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus berganda yang didukung oleh analisis dokumen, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun setiap institusi mengadopsi pendekatan yang berbeda yang dibentuk oleh konteks sosio-budaya dan ideologis yang unik, ketiganya berbagi komitmen untuk mengintegrasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-4a049.webp" type="image/webp" length="115212" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-ecca8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-dd351.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/peran-institusi-kampus-pendidikan-kurikulum-modera-thumb-4a049.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5871-tribakti-jurnal-pemikiran-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students Mathematical Numeracy Skills ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students Mathematical Numeracy Skills ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students Mathematical Numeracy Skills ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55314-hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi</link>
	<guid isPermaLink="false">cf1a05712b459dcd995f6947c822187c</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 21:26:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ admi nazra ]]></category>
	<category><![CDATA[ ahmad alwi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[admi,ahmad,alwi,nazra]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek penggunaan media Wordwall pada topik matematika lain seperti penjumlahan dan pengurangan serta pada tingkatan kelas yang berbeda untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan media ini dalam konteks yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students' Mathematical Numeracy Skills: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek penggunaan media Wordwall pada topik matematika lain seperti penjumlahan dan pengurangan serta pada tingkatan kelas yang berbeda untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan media ini dalam konteks yang lebih luas; selanjutnya, sebuah studi komparatif antara Wordwall dan platform digital pembelajaran berbasis gamifikasi lain dapat mengidentifikasi keunggulan relatif serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas masing-masing media dalam meningkatkan numerasi siswa; akhirnya, penelitian yang meneliti dampak jangka panjang penggunaan Wordwall terhadap retensi kemampuan numerasi setelah periode intervensi selesai dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan manfaat pembelajaran digital ini, terutama bila dikombinasikan dengan peran fasilitasi guru dalam proses belajar.. Hasil studi menunjukkan media interaktif Wordwall efektif meningkatkan kemampuan numerasi matematis siswa sekolah dasar melalui elemen gamifikasi yang meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar.Temuan ini menyarankan guru dapat memanfaatkan Wordwall sebagai media pembelajaran digital inovatif untuk menciptakan instruksi matematika yang lebih menarik dan berpusat pada siswa, sehingga mendukung perkembangan numerasi.Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan sampel lebih besar serta desain kuasiAceksperimental atau eksperimental sejati dengan kelompok kontrol untuk memperkuat bukti efektivitas Wordwall Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media interaktif Wordwall terhadap peningkatan kemampuan numerasi matematis siswa sekolah dasar. Metode kuantitatif dengan desain praAceksperimen satu kelompok preActestAepostActest diterapkan pada 20 siswa kelas tiga di SDN 02 Jatisari. Instrumen berupa tes numerasi yang terdiri dari lima soal esai tentang materi perkalian divalidasi dengan uji korelasi Product Moment dan menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima (Cronbach's Alpha = 0.656). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas ShapiroAcWilk, analisis NAcGain, ukuran efek, dan uji t berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rataAcrata... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-862ea.webp" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-862ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-862ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-862ea.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" alt="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-054ee.webp" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-054ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-054ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-054ee.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" alt="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-2e332.webp" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-2e332.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-2e332.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-2e332.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" alt="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55314-hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi" title="JURIS - The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students&#039; Mathematical Numeracy Skills" target="_blank">The Effect of Interactive Wordwall Media on Improving Elementary School Students' Mathematical Numeracy Skills</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek penggunaan media Wordwall pada topik matematika lain seperti penjumlahan dan pengurangan serta pada tingkatan kelas yang berbeda untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan media ini dalam konteks yang lebih luas; selanjutnya, sebuah studi komparatif antara Wordwall dan platform digital pembelajaran berbasis gamifikasi lain dapat mengidentifikasi keunggulan relatif serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas masing-masing media dalam meningkatkan numerasi siswa; akhirnya, penelitian yang meneliti dampak jangka panjang penggunaan Wordwall terhadap retensi kemampuan numerasi setelah periode intervensi selesai dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan manfaat pembelajaran digital ini, terutama bila dikombinasikan dengan peran fasilitasi guru dalam proses belajar..
<br>Hasil studi menunjukkan media interaktif Wordwall efektif meningkatkan kemampuan numerasi matematis siswa sekolah dasar melalui elemen gamifikasi yang meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar.Temuan ini menyarankan guru dapat memanfaatkan Wordwall sebagai media pembelajaran digital inovatif untuk menciptakan instruksi matematika yang lebih menarik dan berpusat pada siswa, sehingga mendukung perkembangan numerasi.Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan sampel lebih besar serta desain kuasiAceksperimental atau eksperimental sejati dengan kelompok kontrol untuk memperkuat bukti efektivitas Wordwall
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media interaktif Wordwall terhadap peningkatan kemampuan numerasi matematis siswa sekolah dasar. Metode kuantitatif dengan desain praAceksperimen satu kelompok preActestAepostActest diterapkan pada 20 siswa kelas tiga di SDN 02 Jatisari. Instrumen berupa tes numerasi yang terdiri dari lima soal esai tentang materi perkalian divalidasi dengan uji korelasi Product Moment dan menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima (Cronbach's Alpha = 0.656). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas ShapiroAcWilk, analisis NAcGain, ukuran efek, dan uji t berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rataAcrata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-054ee.webp" type="image/webp" length="113160" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-862ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-054ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-tes-numerasi-interaksi-siswa-sekolah-analisi-thumb-2e332.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1173-uiad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5771-jtmt-journal-tadris-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Mediamorphosis of Aula Magazine Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Mediamorphosis of Aula Magazine Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Mediamorphosis of Aula Magazine Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55324-ruang-publik-islam-organisasi-moderat</link>
	<guid isPermaLink="false">90947e5594be9ac409d0d3f7d3be34f4</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 21:18:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ pola akurat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akurat,counter,flag,malang,pola,qolam]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyelidiki strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam di antara media Islam di Indonesia dan di berbagai konteks pasca-kolonial. Selain itu, perlu dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyelidiki strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam di antara media Islam di Indonesia dan di berbagai konteks pasca-kolonial. Selain itu, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan audiens, mediasi algoritma, dan tata kelola platform untuk memahami secara komprehensif transformasi media Islam kontemporer. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana media Islam lokal dapat mempertahankan identitas dan pengetahuan agama mereka dalam lanskap media digital yang didominasi oleh kekuatan global.. Mediamorfosis Majalah Aula melampaui proses adaptasi teknologi linier dan lebih baik dipahami sebagai praktik media pasca-kolonial yang terbenam dalam struktur representasi dan kekuasaan simbolis yang tidak seimbang.Transformasi digital Aula mencerminkan negosiasi aktif visibilitas dalam medan yang tidak merata dari arus media global, sambil mempertahankan dan memperluas produksi epistemis Islam Nusantara yang berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama.Proses ini menggambarkan hibriditas pasca-kolonial, di mana logika media digital global direkapitulasi untuk mengartikulasikan pengetahuan agama lokal dan mode dakwah yang terbenam secara budaya.Alih-alih menempati posisi pasif, Majalah Aula menunjukkan agen dalam membentuk ruang publik agama dengan menyebarluaskan narasi Islam moderat dan memperkuat hubungan antara platform digital dan praktik keagamaan berbasis komunitas.Mediamorfosisnya merupakan bentuk intervensi simbolis, memungkinkan media Islam lokal untuk merestrukturisasi representasi dominan Islam dalam ekosistem media global yang terstruktur oleh hubungan kekuasaan yang tidak setara.Meskipun memberikan kontribusi, penelitian ini terbatas oleh desain kasus tunggal dan ketergantungan pada analisis konten selektif dan data wawancara, yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap penerimaan audiens atau dinamika platform spesifik.Penelitian masa depan harus mengadopsi pendekatan komparatif dengan mengkaji Aula bersama media Islam lainnya di dalam Indonesia dan lintas konteks pasca-kolonial untuk mengidentifikasi strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam.Penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan audiens, mediasi algoritma, dan tata kelola platform juga akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang transformasi media Islam kontemporer Penelitian ini menganalisis mediamorfosis Majalah Aula dari perspektif pasca-kolonial untuk menyelidiki bagaimana media Islam Nusantara mempertahankan eksistensinya, identitas budaya, dan otonomi epistemis di tengah hegemoni media digital global. Mediamorfosis dipahami sebagai proses negosiasi posisi epistemis media Islam lokal dalam lanskap digital yang didominasi oleh nilai-nilai dan struktur pengetahuan media Barat. Pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan peserta kunci dan dokumentasi transformasi Majalah Aula, kemudian dianalisis secara induktif untuk mengidentifikasi dimensi strategis mediamorfosis. Temuan menunjukkan bahwa Aula menerapkan tiga strategi utama. Pertama, ko-evolusi dicapai dengan memperluas kehadiran di berbagai platform digital dan media sosial untuk menciptakan ruang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-8afb1.webp" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-8afb1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-8afb1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-8afb1.webp 1x" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" alt="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-51bea.webp" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-51bea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-51bea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-51bea.webp 1x" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" alt="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-b6740.webp" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-b6740.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-b6740.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-b6740.webp 1x" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" alt="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55324-ruang-publik-islam-organisasi-moderat" title="JURIS - The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era" target="_blank">The Mediamorphosis of Aula Magazine: Islam Nusantara Media and Postcolonial Resistance in the Digital Era</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyelidiki strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam di antara media Islam di Indonesia dan di berbagai konteks pasca-kolonial. Selain itu, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan audiens, mediasi algoritma, dan tata kelola platform untuk memahami secara komprehensif transformasi media Islam kontemporer. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana media Islam lokal dapat mempertahankan identitas dan pengetahuan agama mereka dalam lanskap media digital yang didominasi oleh kekuatan global..
<br>Mediamorfosis Majalah Aula melampaui proses adaptasi teknologi linier dan lebih baik dipahami sebagai praktik media pasca-kolonial yang terbenam dalam struktur representasi dan kekuasaan simbolis yang tidak seimbang.Transformasi digital Aula mencerminkan negosiasi aktif visibilitas dalam medan yang tidak merata dari arus media global, sambil mempertahankan dan memperluas produksi epistemis Islam Nusantara yang berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama.Proses ini menggambarkan hibriditas pasca-kolonial, di mana logika media digital global direkapitulasi untuk mengartikulasikan pengetahuan agama lokal dan mode dakwah yang terbenam secara budaya.Alih-alih menempati posisi pasif, Majalah Aula menunjukkan agen dalam membentuk ruang publik agama dengan menyebarluaskan narasi Islam moderat dan memperkuat hubungan antara platform digital dan praktik keagamaan berbasis komunitas.Mediamorfosisnya merupakan bentuk intervensi simbolis, memungkinkan media Islam lokal untuk merestrukturisasi representasi dominan Islam dalam ekosistem media global yang terstruktur oleh hubungan kekuasaan yang tidak setara.Meskipun memberikan kontribusi, penelitian ini terbatas oleh desain kasus tunggal dan ketergantungan pada analisis konten selektif dan data wawancara, yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap penerimaan audiens atau dinamika platform spesifik.Penelitian masa depan harus mengadopsi pendekatan komparatif dengan mengkaji Aula bersama media Islam lainnya di dalam Indonesia dan lintas konteks pasca-kolonial untuk mengidentifikasi strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam.Penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan audiens, mediasi algoritma, dan tata kelola platform juga akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang transformasi media Islam kontemporer
<br>Penelitian ini menganalisis mediamorfosis Majalah Aula dari perspektif pasca-kolonial untuk menyelidiki bagaimana media Islam Nusantara mempertahankan eksistensinya, identitas budaya, dan otonomi epistemis di tengah hegemoni media digital global. Mediamorfosis dipahami sebagai proses negosiasi posisi epistemis media Islam lokal dalam lanskap digital yang didominasi oleh nilai-nilai dan struktur pengetahuan media Barat. Pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan peserta kunci dan dokumentasi transformasi Majalah Aula, kemudian dianalisis secara induktif untuk mengidentifikasi dimensi strategis mediamorfosis. Temuan menunjukkan bahwa Aula menerapkan tiga strategi utama. Pertama, ko-evolusi dicapai dengan memperluas kehadiran di berbagai platform digital dan media sosial untuk menciptakan ruang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-8afb1.webp" type="image/webp" length="112500" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-8afb1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-51bea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/ruang-publik-islam-organisasi-moderat-kontemporer-thumb-b6740.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5871-tribakti-jurnal-pemikiran-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Childrens Islamic Boarding School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Childrens Islamic Boarding School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Childrens Islamic Boarding School ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55327-respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula</link>
	<guid isPermaLink="false">5c8756fd4ebf8f68e70935d3081435f5</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 21:00:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot jepang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,jepang,scope,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif dan longitudinal untuk memperluas cakupan penelitian. Selain itu, perlu dikembangkan model pedagogis dan instrumen terstruktur untuk menguji dan mengintegrasikan praktik pemberian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children's Islamic Boarding School: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif dan longitudinal untuk memperluas cakupan penelitian. Selain itu, perlu dikembangkan model pedagogis dan instrumen terstruktur untuk menguji dan mengintegrasikan praktik pemberian jeda dalam pendidikan pesantren secara sistematis. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada pengembangan kompetensi regulasi emosi melalui mekanisme refleksi kolektif yang terinstitusionalisasi.. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pemberian jeda dalam aktivitas reflektif merupakan bagian dari pedagogi emosi yang terkonseptualisasi sebagai ruang produksi respons emosional yang reflektif-deliberatif.Temuan ini menggarisbawahi bahwa pesantren dapat mempertimbangkan pengintegrasian regulasi emosi secara eksplisit dalam desain pedagogis melalui praktik yang terstruktur, terprogram, dan terlegitimasi dalam kehidupan berasrama Penguatan regulasi emosi menjadi prioritas mendesak dalam penelitian dan praktik pendidikan, khususnya pada lingkungan belajar yang menuntut tingkat disiplin diri, pengendalian emosi, dan adaptasi sosial yang tinggi di kehidupan komunal. Studi ini bertujuan mengeksplorasi praktik pemberian jeda sebagai mekanisme pedagogis yang memediasi proses regulasi emosi anak di pesantren. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-973a8.webp" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-973a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-973a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-973a8.webp 1x" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" alt="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-4c74a.webp" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-4c74a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-4c74a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-4c74a.webp 1x" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" alt="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-876f0.webp" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-876f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-876f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-876f0.webp 1x" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" alt="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55327-respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula" title="JURIS - Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children&#039;s Islamic Boarding School" target="_blank">Making Space in Reflective Practices as an Emotional Pedagogy in a Children's Islamic Boarding School</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif dan longitudinal untuk memperluas cakupan penelitian. Selain itu, perlu dikembangkan model pedagogis dan instrumen terstruktur untuk menguji dan mengintegrasikan praktik pemberian jeda dalam pendidikan pesantren secara sistematis. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada pengembangan kompetensi regulasi emosi melalui mekanisme refleksi kolektif yang terinstitusionalisasi..
<br>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pemberian jeda dalam aktivitas reflektif merupakan bagian dari pedagogi emosi yang terkonseptualisasi sebagai ruang produksi respons emosional yang reflektif-deliberatif.Temuan ini menggarisbawahi bahwa pesantren dapat mempertimbangkan pengintegrasian regulasi emosi secara eksplisit dalam desain pedagogis melalui praktik yang terstruktur, terprogram, dan terlegitimasi dalam kehidupan berasrama
<br>Penguatan regulasi emosi menjadi prioritas mendesak dalam penelitian dan praktik pendidikan, khususnya pada lingkungan belajar yang menuntut tingkat disiplin diri, pengendalian emosi, dan adaptasi sosial yang tinggi di kehidupan komunal. Studi ini bertujuan mengeksplorasi praktik pemberian jeda sebagai mekanisme pedagogis yang memediasi proses regulasi emosi anak di pesantren.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-973a8.webp" type="image/webp" length="111462" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-973a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-4c74a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/respons-emosional-kolektif-reformasi-proses-regula-thumb-876f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55328-dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffm</link>
	<guid isPermaLink="false">e9ddcaacc1e42f2bdd3b0dd881c2d907</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 20:54:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot jepang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,jepang,scope,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang bagaimana teori Dramaturgi dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial, seperti dalam interaksi antar individu, kelompok, atau bahkan dalam organisasi. Selain itu, dapat juga diteliti bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang bagaimana teori Dramaturgi dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial, seperti dalam interaksi antar individu, kelompok, atau bahkan dalam organisasi. Selain itu, dapat juga diteliti bagaimana teori ini dapat digunakan untuk memahami dan menganalisis konflik sosial, rasial, dan dampak represif birokrasi serta industrialisasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana teori Dramaturgi dapat membantu dalam pengembangan kebijakan hukum yang lebih adil dan progresif.. Teori Dramaturgi dapat diterapkan dalam hukum dan memiliki dampak terhadap perkembangan teori dan kebijakan hukum.Teori ini menginspirasi teori hermeneutic hukum, di mana realitas dalam masyarakat perlu ditafsirkan secara pasti.Dalam kehidupan nyata, teori ini memiliki kontradiksi dengan kenyataan bahwa orang tidak mempersiapkan peran mereka secara sengaja.Namun, teori ini juga memiliki kecocokan dengan dunia nyata dalam hal nilai-nilai yang disampaikan.Teori ini juga menyebabkan munculnya positivisme dan normative, di mana individu harus taat pada norma-norma yang bersifat generalis.Kebijakan hukum yang ideal adalah Ius Constituendum, yang menggambarkan keinginan masyarakat secara objektif dan dapat mengantisipasi masa depan Dalam teori Dramaturgi (Goffman), manusia adalah aktor yang berusaha menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain. Teori ini melihat manusia sebagai individu dan masyarakat, dengan kemampuan berpikir yang membedakannya dari binatang. Manusia dapat mempelajari dan mengubah makna serta symbol, melakukan tindakan dan berinteraksi. Teori ini muncul dari ketegangan antara "I dan Me" (gagasan Mead), di mana ada kesenjangan antara diri kita dan diri kita yang tersosialisasi. Pendekatan Dramaturgi berfokus pada bagaimana orang melakukan sesuatu, bukan apa yang mereka... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-9efc2.webp" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-9efc2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-9efc2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-9efc2.webp 1x" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" alt="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-40a3b.webp" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-40a3b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-40a3b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-40a3b.webp 1x" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" alt="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-4c835.webp" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-4c835.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-4c835.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-4c835.webp 1x" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" alt="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55328-dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffm" title="JURIS - Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial" target="_blank">Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang bagaimana teori Dramaturgi dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial, seperti dalam interaksi antar individu, kelompok, atau bahkan dalam organisasi. Selain itu, dapat juga diteliti bagaimana teori ini dapat digunakan untuk memahami dan menganalisis konflik sosial, rasial, dan dampak represif birokrasi serta industrialisasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana teori Dramaturgi dapat membantu dalam pengembangan kebijakan hukum yang lebih adil dan progresif..
<br>Teori Dramaturgi dapat diterapkan dalam hukum dan memiliki dampak terhadap perkembangan teori dan kebijakan hukum.Teori ini menginspirasi teori hermeneutic hukum, di mana realitas dalam masyarakat perlu ditafsirkan secara pasti.Dalam kehidupan nyata, teori ini memiliki kontradiksi dengan kenyataan bahwa orang tidak mempersiapkan peran mereka secara sengaja.Namun, teori ini juga memiliki kecocokan dengan dunia nyata dalam hal nilai-nilai yang disampaikan.Teori ini juga menyebabkan munculnya positivisme dan normative, di mana individu harus taat pada norma-norma yang bersifat generalis.Kebijakan hukum yang ideal adalah Ius Constituendum, yang menggambarkan keinginan masyarakat secara objektif dan dapat mengantisipasi masa depan
<br>Dalam teori Dramaturgi (Goffman), manusia adalah aktor yang berusaha menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain. Teori ini melihat manusia sebagai individu dan masyarakat, dengan kemampuan berpikir yang membedakannya dari binatang. Manusia dapat mempelajari dan mengubah makna serta symbol, melakukan tindakan dan berinteraksi. Teori ini muncul dari ketegangan antara "I dan Me" (gagasan Mead), di mana ada kesenjangan antara diri kita dan diri kita yang tersosialisasi. Pendekatan Dramaturgi berfokus pada bagaimana orang melakukan sesuatu, bukan apa yang mereka...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-40a3b.webp" type="image/webp" length="86234" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-9efc2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-40a3b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/dramaturgi-interaksi-sosial-peran-goffman-manusia-thumb-4c835.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ How Does an Introverted Personality Affect Students Writing Abilities ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ How Does an Introverted Personality Affect Students Writing Abilities ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ How Does an Introverted Personality Affect Students Writing Abilities ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55312-faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">f1ab75470b966b5428cf02962ae691c1</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 20:31:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ friend fraud ]]></category>
	<category><![CDATA[ awareness ai ]]></category>
	<category><![CDATA[ janis irma j ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ai,awareness,fraud,friend,irma,j,janis]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara siswa introvert dan ekstrovert dalam hal kemampuan menulis. Penelitian ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan-perbedaan dalam proses penulisan antara kedua kelompok tersebut, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - How Does an Introverted Personality Affect Students' Writing Abilities?: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara siswa introvert dan ekstrovert dalam hal kemampuan menulis. Penelitian ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan-perbedaan dalam proses penulisan antara kedua kelompok tersebut, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa introvert. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran lingkungan belajar dan metode pengajaran dalam mempengaruhi kemampuan menulis siswa introvert, serta bagaimana strategi-strategi pengajaran dapat disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan siswa introvert. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kebiasaan membaca dan menulis pada kemampuan menulis siswa introvert, serta bagaimana kebiasaan ini dapat dikembangkan dan dipertahankan untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka.. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, makalah ini melaporkan bahwa tidak ada pengaruh khusus antara kepribadian introvert siswa dan kemampuan menulis mereka.Namun, siswa dengan kepribadian introvert cenderung memiliki kemampuan menulis yang baik karena kebiasaan mereka.Dengan membaca banyak, siswa memiliki kosakata yang lebih luas dan dapat menggunakannya saat menulis.Selain itu, dengan sering mengekspresikan pikiran mereka melalui tulisan, siswa akan lebih mudah menentukan alur tulisan mereka.Dapat disimpulkan bahwa setiap siswa yang memiliki kepribadian introvert tidak tentu memiliki kemampuan menulis yang baik Kepribadian dianggap sebagai salah satu faktor internal yang berdampak pada kemampuan siswa dalam belajar bahasa. Penelitian ini mengeksplorasi dampak tipe kepribadian terhadap kemampuan menulis bahasa Inggris mereka, dengan fokus pada Introvert. Tes ini bertujuan untuk obyektivitas, kejelasan, dan presisi, dengan catatan formal dan kepatuhan terhadap struktur akademik konvensional dan aturan tata bahasa. Deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Kelas Menulis Pendidikan Bahasa Inggris Semester VII Tahun Pelajaran 2022/2023 Universitas Papua. Instrumen yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-a2351.webp" title="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-a2351.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-a2351.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-a2351.webp 1x" title="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" alt="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-672dc.webp" title="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-672dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-672dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-672dc.webp 1x" title="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" alt="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55312-faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-ma" title="JURIS - How Does an Introverted Personality Affect Students&#039; Writing Abilities?" target="_blank">How Does an Introverted Personality Affect Students' Writing Abilities?</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara siswa introvert dan ekstrovert dalam hal kemampuan menulis. Penelitian ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan-perbedaan dalam proses penulisan antara kedua kelompok tersebut, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa introvert. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran lingkungan belajar dan metode pengajaran dalam mempengaruhi kemampuan menulis siswa introvert, serta bagaimana strategi-strategi pengajaran dapat disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan siswa introvert. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kebiasaan membaca dan menulis pada kemampuan menulis siswa introvert, serta bagaimana kebiasaan ini dapat dikembangkan dan dipertahankan untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka..
<br>Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, makalah ini melaporkan bahwa tidak ada pengaruh khusus antara kepribadian introvert siswa dan kemampuan menulis mereka.Namun, siswa dengan kepribadian introvert cenderung memiliki kemampuan menulis yang baik karena kebiasaan mereka.Dengan membaca banyak, siswa memiliki kosakata yang lebih luas dan dapat menggunakannya saat menulis.Selain itu, dengan sering mengekspresikan pikiran mereka melalui tulisan, siswa akan lebih mudah menentukan alur tulisan mereka.Dapat disimpulkan bahwa setiap siswa yang memiliki kepribadian introvert tidak tentu memiliki kemampuan menulis yang baik
<br>Kepribadian dianggap sebagai salah satu faktor internal yang berdampak pada kemampuan siswa dalam belajar bahasa. Penelitian ini mengeksplorasi dampak tipe kepribadian terhadap kemampuan menulis bahasa Inggris mereka, dengan fokus pada Introvert. Tes ini bertujuan untuk obyektivitas, kejelasan, dan presisi, dengan catatan formal dan kepatuhan terhadap struktur akademik konvensional dan aturan tata bahasa. Deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Kelas Menulis Pendidikan Bahasa Inggris Semester VII Tahun Pelajaran 2022/2023 Universitas Papua. Instrumen yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-a2351.webp" type="image/webp" length="112130" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-a2351.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/faktor-internal-siswa-mahasiswa-kelas-statistik-se-thumb-672dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1173-uiad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5774-jle-journal-literate-english-education-study-program.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Al GhazAl on Reason Legal and Sufism Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Al GhazAl on Reason Legal and Sufism Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Al GhazAl on Reason Legal and Sufism Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55323-ekonomi-islam-modern-etika-sosial-mode</link>
	<guid isPermaLink="false">7796080e2225ad6b9179c18e14bfba50</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 20:15:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ pola akurat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akurat,counter,flag,malang,pola,qolam]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis yang mendalam terhadap pemikiran Al-GhazAl, penelitian ini mengusulkan tiga arah penelitian lanjutan yang dapat membuka jalan bagi rekonstruksi epistemologi hukum Islam yang lebih progresif dan humanistik. Pertama, penelitian dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity: Berdasarkan analisis yang mendalam terhadap pemikiran Al-GhazAl, penelitian ini mengusulkan tiga arah penelitian lanjutan yang dapat membuka jalan bagi rekonstruksi epistemologi hukum Islam yang lebih progresif dan humanistik. Pertama, penelitian dapat berfokus pada transformasi paradigma bayAn, yang saat ini cenderung terperangkap dalam formalisme tekstual, menjadi pendekatan yang lebih berorientasi pada maqAid. Ini akan memungkinkan interpretasi teks yang lebih fleksibel dan adaptif, yang sesuai dengan perubahan sosial. Kedua, emansipasi penalaran burhAn harus menjadi prioritas. Penalaran rasional-ilmiah harus menjadi instrumen utama dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti bioetika, ekonomi digital, krisis ekologi, dan kecerdasan buatan (AI). Epistemologi hukum Islam harus terlibat dalam dialog serius dengan sains modern, filsafat kritis, dan teori sosial kontemporer. Ketiga, humanisasi dimensi AoirfAn harus memposisikan tradisi ini sebagai dasar etika sosial transformasional. Kesadaran dalam tidak lagi dipahami sebagai pengalaman mistis elit, tetapi sebagai kekuatan moral untuk keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan pembebasan manusia dari struktur penindasan. Melalui kerangka kerja ini, hukum Islam dapat berkontribusi pada tatanan normatif global yang menjamin keadilan, keamanan, dan pemberdayaan pekerja wanita.. Melalui sintesis bayAn, burhAn, dan AoirfAn, Al-Ghazali maju dengan epistemologi integratif yang menolak fragmentasi penalaran.Dia menggunakan mode bayAn saat membahas masalah yang erat kaitannya dengan hukum Islam (fiqh) dan ul al-fiqh, terutama dalam menafsirkan teks skriptural.Mode burhAn berfungsi untuk memperkuat argumen logis dan filosofis, sedangkan mode AoirfAn mengungkapkan dimensi dalam, spiritual dari yurisprudensi dan Sufisme.Ketiga mode ini tidak membentuk hierarki kaku.sebaliknya, mereka membentuk jaringan epistemis yang saling terhubung yang saling mendukung satu sama lain.Warisan intelektual Al-GhazAl, bagaimanapun, tidak terbatas pada periode abad pertengahan.Sebaliknya, ia menantang dunia modern - ditandai oleh rasionalitas kritis, sains empiris, dan kompleksitas sosial - untuk melakukan artikulasi yang diperbarui.Dengan demikian, rekonstruksi epistemologi hukumnya dapat dibaca sebagai agenda metodologis yang membuka dialog dengan realitas global.Emansipasi penalaran burhAn menempatkan rasionalitas kritis dan sains empiris sebagai mitra dalam ijtihAd.humanisasi dimensi AoirfAn mengubah spiritualitas menjadi kekuatan etis untuk keadilan sosial dan keberlanjutan.dan transformasi paradigma bayAn menafsirkan teks melalui pendekatan maqAid-oriented dan kontekstual.Melalui sintesis ini, hukum Islam melampaui formalisme hukum menuju etika hukum humanistik dan transformasional.Ia berfungsi tidak hanya sebagai sistem normatif yang mengikat secara internal, tetapi juga sebagai epistemologi hukum alternatif yang mengintegrasikan teks, penalaran, dan spiritualitas dalam merespons kompleksitas modernitas global Artikel ini memeriksa rekonstruksi epistemologi integratif al-GhazAl tentang hukum Islam melalui penelitian pustaka kualitatif, menggunakan IuyAAo AoUlm al-Dn sebagai teks utama dan menerapkan kerangka kerja epistemologis bayAn, burhAn, dan AoirfAn. Studi ini mengungkapkan bahwa al-GhazAl secara konsisten mengintegrasikan etika Sufi dan logika burhAn ke dalam diskursus fiqh, mengungkap makna dalam di balik struktur formal hukum. Sinergi antara penalaran bayAn (skriptural-normatif), penalaran burhAn (rasional-filsafat), dan penalaran AoirfAn (mistis-intuisi) menghasilkan konstruksi epistemologis integral... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-a06e8.webp" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-a06e8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-a06e8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-a06e8.webp 1x" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" alt="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-cbe9b.webp" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-cbe9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-cbe9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-cbe9b.webp 1x" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" alt="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-9adbc.webp" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-9adbc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-9adbc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-9adbc.webp 1x" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" alt="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55323-ekonomi-islam-modern-etika-sosial-mode" title="JURIS - Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity" target="_blank">Al-GhazAl on Reason, Legal, and Sufism: Toward an Integrative Epistemology of Islamic Law in Modernity</a>: Berdasarkan analisis yang mendalam terhadap pemikiran Al-GhazAl, penelitian ini mengusulkan tiga arah penelitian lanjutan yang dapat membuka jalan bagi rekonstruksi epistemologi hukum Islam yang lebih progresif dan humanistik. Pertama, penelitian dapat berfokus pada transformasi paradigma bayAn, yang saat ini cenderung terperangkap dalam formalisme tekstual, menjadi pendekatan yang lebih berorientasi pada maqAid. Ini akan memungkinkan interpretasi teks yang lebih fleksibel dan adaptif, yang sesuai dengan perubahan sosial. Kedua, emansipasi penalaran burhAn harus menjadi prioritas. Penalaran rasional-ilmiah harus menjadi instrumen utama dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti bioetika, ekonomi digital, krisis ekologi, dan kecerdasan buatan (AI). Epistemologi hukum Islam harus terlibat dalam dialog serius dengan sains modern, filsafat kritis, dan teori sosial kontemporer. Ketiga, humanisasi dimensi AoirfAn harus memposisikan tradisi ini sebagai dasar etika sosial transformasional. Kesadaran dalam tidak lagi dipahami sebagai pengalaman mistis elit, tetapi sebagai kekuatan moral untuk keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan pembebasan manusia dari struktur penindasan. Melalui kerangka kerja ini, hukum Islam dapat berkontribusi pada tatanan normatif global yang menjamin keadilan, keamanan, dan pemberdayaan pekerja wanita..
<br>Melalui sintesis bayAn, burhAn, dan AoirfAn, Al-Ghazali maju dengan epistemologi integratif yang menolak fragmentasi penalaran.Dia menggunakan mode bayAn saat membahas masalah yang erat kaitannya dengan hukum Islam (fiqh) dan ul al-fiqh, terutama dalam menafsirkan teks skriptural.Mode burhAn berfungsi untuk memperkuat argumen logis dan filosofis, sedangkan mode AoirfAn mengungkapkan dimensi dalam, spiritual dari yurisprudensi dan Sufisme.Ketiga mode ini tidak membentuk hierarki kaku.sebaliknya, mereka membentuk jaringan epistemis yang saling terhubung yang saling mendukung satu sama lain.Warisan intelektual Al-GhazAl, bagaimanapun, tidak terbatas pada periode abad pertengahan.Sebaliknya, ia menantang dunia modern - ditandai oleh rasionalitas kritis, sains empiris, dan kompleksitas sosial - untuk melakukan artikulasi yang diperbarui.Dengan demikian, rekonstruksi epistemologi hukumnya dapat dibaca sebagai agenda metodologis yang membuka dialog dengan realitas global.Emansipasi penalaran burhAn menempatkan rasionalitas kritis dan sains empiris sebagai mitra dalam ijtihAd.humanisasi dimensi AoirfAn mengubah spiritualitas menjadi kekuatan etis untuk keadilan sosial dan keberlanjutan.dan transformasi paradigma bayAn menafsirkan teks melalui pendekatan maqAid-oriented dan kontekstual.Melalui sintesis ini, hukum Islam melampaui formalisme hukum menuju etika hukum humanistik dan transformasional.Ia berfungsi tidak hanya sebagai sistem normatif yang mengikat secara internal, tetapi juga sebagai epistemologi hukum alternatif yang mengintegrasikan teks, penalaran, dan spiritualitas dalam merespons kompleksitas modernitas global
<br>Artikel ini memeriksa rekonstruksi epistemologi integratif al-GhazAl tentang hukum Islam melalui penelitian pustaka kualitatif, menggunakan IuyAAo AoUlm al-Dn sebagai teks utama dan menerapkan kerangka kerja epistemologis bayAn, burhAn, dan AoirfAn. Studi ini mengungkapkan bahwa al-GhazAl secara konsisten mengintegrasikan etika Sufi dan logika burhAn ke dalam diskursus fiqh, mengungkap makna dalam di balik struktur formal hukum. Sinergi antara penalaran bayAn (skriptural-normatif), penalaran burhAn (rasional-filsafat), dan penalaran AoirfAn (mistis-intuisi) menghasilkan konstruksi epistemologis integral...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-9adbc.webp" type="image/webp" length="106778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-a06e8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-cbe9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/ekonomi-islam-modern-etika-sosial-al-ghazal-episte-thumb-9adbc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5871-tribakti-jurnal-pemikiran-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village Konawe Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village Konawe Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village Konawe Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55315-jaringan-sosial-modal-siswa-peran-ge</link>
	<guid isPermaLink="false">9295155ddb926be8a25fe5d82aad966d</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 20:15:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ corn farmers ]]></category>
	<category><![CDATA[ joko susanto ]]></category>
	<category><![CDATA[ teta wismar ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[corn,farmers,joko,susanto,teta,wismar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif lintas desa, wilayah, atau komoditas untuk menyelidiki secara lebih komprehensif bagaimana modal sosial berinteraksi dengan stabilitas pendapatan, diversifikasi mata pencaharian, asuransi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif lintas desa, wilayah, atau komoditas untuk menyelidiki secara lebih komprehensif bagaimana modal sosial berinteraksi dengan stabilitas pendapatan, diversifikasi mata pencaharian, asuransi pertanian, platform pemasaran digital, dan program manajemen risiko formal. Selain itu, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memahami dinamika tahun ke tahun kegagalan panen dan ketahanan petani. Studi ini juga dapat diperluas untuk menyelidiki peran gender dan kelompok rentan dalam membangun ketahanan pertanian, serta dampak ketahanan petani terhadap stabilitas ekonomi dan sosial komunitas pedesaan yang lebih luas.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan petani jagung di Desa Karandu dibentuk tidak hanya oleh praktik budidaya teknis, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial yang tertanam dalam aktivitas pertanian sehari-hari mereka.Ketahanan petani jagung di Desa Karandu didukung oleh tiga bentuk modal sosial.modal sosial bonding yang tercermin dalam ikatan kekeluargaan, dukungan tetangga, dan solidaritas kelompok tani.modal sosial bridging yang muncul dalam hubungan jangka panjang dengan kolektor dan pedagang, yang menyediakan akses ke kredit informal, informasi pasar, dan pengaturan pembayaran yang fleksibel.dan modal sosial linking yang terlihat dalam hubungan vertikal dengan pemerintah desa, penyuluh, dan institusi pertanian, yang menyediakan bantuan teknis, benih subsidi, program pengendalian hama, dan dukungan infrastruktur.Temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan petani jagung di Desa Karandu dibangun melalui kombinasi solidaritas sosial, kerjasama ekonomi, dan dukungan institusional.Intervensi teknis tetap penting, tetapi menjadi lebih efektif ketika tertanam dalam jaringan sosial yang kuat Petani jagung di Desa Karandu, Kabupaten Konawe, berulang kali mengalami kegagalan panen akibat serangan hama, kekeringan, banjir, dan kondisi iklim yang tidak menentu, yang mengancam stabilitas ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana modal sosial mendukung ketahanan petani dalam menghadapi kegagalan panen, dengan fokus pada modal sosial bonding, bridging, dan linking. Desain penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposive, terdiri dari delapan petani jagung, dua kolektor, kepala desa, dan satu petugas penyuluh pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, dan dianalisis menggunakan model... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-1d816.webp" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-1d816.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-1d816.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-1d816.webp 1x" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" alt="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-cf646.webp" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-cf646.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-cf646.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-cf646.webp 1x" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" alt="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-27f1d.webp" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-27f1d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-27f1d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-27f1d.webp 1x" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" alt="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55315-jaringan-sosial-modal-siswa-peran-ge" title="JURIS - Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency" target="_blank">Corn FarmersAo Resilience to Crop Failure through Social Capital in Karandu Village, Konawe Regency</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif lintas desa, wilayah, atau komoditas untuk menyelidiki secara lebih komprehensif bagaimana modal sosial berinteraksi dengan stabilitas pendapatan, diversifikasi mata pencaharian, asuransi pertanian, platform pemasaran digital, dan program manajemen risiko formal. Selain itu, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memahami dinamika tahun ke tahun kegagalan panen dan ketahanan petani. Studi ini juga dapat diperluas untuk menyelidiki peran gender dan kelompok rentan dalam membangun ketahanan pertanian, serta dampak ketahanan petani terhadap stabilitas ekonomi dan sosial komunitas pedesaan yang lebih luas..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan petani jagung di Desa Karandu dibentuk tidak hanya oleh praktik budidaya teknis, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial yang tertanam dalam aktivitas pertanian sehari-hari mereka.Ketahanan petani jagung di Desa Karandu didukung oleh tiga bentuk modal sosial.modal sosial bonding yang tercermin dalam ikatan kekeluargaan, dukungan tetangga, dan solidaritas kelompok tani.modal sosial bridging yang muncul dalam hubungan jangka panjang dengan kolektor dan pedagang, yang menyediakan akses ke kredit informal, informasi pasar, dan pengaturan pembayaran yang fleksibel.dan modal sosial linking yang terlihat dalam hubungan vertikal dengan pemerintah desa, penyuluh, dan institusi pertanian, yang menyediakan bantuan teknis, benih subsidi, program pengendalian hama, dan dukungan infrastruktur.Temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan petani jagung di Desa Karandu dibangun melalui kombinasi solidaritas sosial, kerjasama ekonomi, dan dukungan institusional.Intervensi teknis tetap penting, tetapi menjadi lebih efektif ketika tertanam dalam jaringan sosial yang kuat
<br>Petani jagung di Desa Karandu, Kabupaten Konawe, berulang kali mengalami kegagalan panen akibat serangan hama, kekeringan, banjir, dan kondisi iklim yang tidak menentu, yang mengancam stabilitas ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana modal sosial mendukung ketahanan petani dalam menghadapi kegagalan panen, dengan fokus pada modal sosial bonding, bridging, dan linking. Desain penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposive, terdiri dari delapan petani jagung, dua kolektor, kepala desa, dan satu petugas penyuluh pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, dan dianalisis menggunakan model...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-cf646.webp" type="image/webp" length="149722" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-1d816.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-cf646.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/jaringan-sosial-modal-siswa-peran-gender-ekonomi-r-thumb-27f1d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-765-rcsdevelopment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2724-aplikatif-journal-research-trends-social-sciences-humanities.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55307-syariat-maqashid-al-shariah</link>
	<guid isPermaLink="false">4b85ea4b71fdaeedf80a7db4514e53cf</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 19:14:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ open access ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[access,atom,focus,logo,open,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Sarankan penelitian selanjutnya meliputi (1) bagaimana pengaruh program edukasi literasi investasi terhadap persepsi investor terhadap CSR berbasis maqashid pada bank syariah, dengan menguji apakah peningkatan pemahaman etis dapat mengubah hubungan negatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns: Sarankan penelitian selanjutnya meliputi (1) bagaimana pengaruh program edukasi literasi investasi terhadap persepsi investor terhadap CSR berbasis maqashid pada bank syariah, dengan menguji apakah peningkatan pemahaman etis dapat mengubah hubungan negatif antara indeks CSR maqashid dan pengembalian saham; (2) apakah hasil serupa dapat ditemukan pada bank-bank syariah lain di Indonesia maupun kawasan ASEAN, melalui analisis komparatif multiAcbank yang mencakup variabelAcvariabel tambahan seperti kualitas tata kelola dan faktor makroekonomi; serta (3) bagaimana integrasi indikator ESG tradisional dengan indeks CSR maqashid dapat meningkatkan keakuratan model prediksi pengembalian saham, dengan mengembangkan kerangka penilaian campuran dan menguji keefektifannya menggunakan data panel waktu panjang. PenelitianAcpenelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang sinergi nilai etis dan keuangan, serta memberikan dasar kebijakan bagi regulator dan praktisi perbankan dalam merancang strategi CSR yang lebih berdampak. Penelitian pertama dapat menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol yang menerima modul edukasi digital, serta mengukur perubahan persepsi melalui survei sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian kedua sebaiknya memperluas horizon waktu hingga 2028 untuk menangkap efek jangka panjang dan mengidentifikasi faktor eksternal yang memoderasi hubungan antara CSR dan kinerja pasar.. Penelitian ini mengungkap dinamika hubungan antara pengungkapan CSR berbasis maqashid sharia, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap tingkat pengembalian saham Bank Panin Syariah Tbk periode 2020Ae2024.Hasil menunjukkan bahwa sinyal etis melalui CSR berbasis maqashid belum diterima secara positif oleh pasar, terbukti adanya pengaruh negatif signifikan antara indeks CSR maqashid dan pengembalian saham.Temuan menekankan perlunya memperkuat sinergi antara nilai etis (maqashid) dan indikator keuangan konvensional serta meningkatkan literasi serta komunikasi kepada investor agar CSR berbasis maqashid dipandang sebagai strategi bisnis berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang Perusahaan sektor keuangan saat ini aktif melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam berbagai bidang, seperti sosial, lingkungan, dan religius. Regulasi ini diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan keuangan untuk berkontribusi pada keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji dampak pengungkapan CSR berbasis Maqashid alAcShariah terhadap pengembalian saham dengan mengevaluasi ukuran perusahaan dan leverage sebagai sinyal pasar penting. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-15794.webp" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-15794.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-15794.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-15794.webp 1x" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" alt="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-761b4.webp" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-761b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-761b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-761b4.webp 1x" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" alt="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-1c4df.webp" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-1c4df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-1c4df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-1c4df.webp 1x" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" alt="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55307-syariat-maqashid-al-shariah" title="JURIS - CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns" target="_blank">CSR Objectives and Investor Perceptions in the Islamic Capital Market: An Analysis of Panin Syariah BankAos Stock Returns</a>: Sarankan penelitian selanjutnya meliputi (1) bagaimana pengaruh program edukasi literasi investasi terhadap persepsi investor terhadap CSR berbasis maqashid pada bank syariah, dengan menguji apakah peningkatan pemahaman etis dapat mengubah hubungan negatif antara indeks CSR maqashid dan pengembalian saham; (2) apakah hasil serupa dapat ditemukan pada bank-bank syariah lain di Indonesia maupun kawasan ASEAN, melalui analisis komparatif multiAcbank yang mencakup variabelAcvariabel tambahan seperti kualitas tata kelola dan faktor makroekonomi; serta (3) bagaimana integrasi indikator ESG tradisional dengan indeks CSR maqashid dapat meningkatkan keakuratan model prediksi pengembalian saham, dengan mengembangkan kerangka penilaian campuran dan menguji keefektifannya menggunakan data panel waktu panjang. PenelitianAcpenelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang sinergi nilai etis dan keuangan, serta memberikan dasar kebijakan bagi regulator dan praktisi perbankan dalam merancang strategi CSR yang lebih berdampak. Penelitian pertama dapat menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol yang menerima modul edukasi digital, serta mengukur perubahan persepsi melalui survei sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian kedua sebaiknya memperluas horizon waktu hingga 2028 untuk menangkap efek jangka panjang dan mengidentifikasi faktor eksternal yang memoderasi hubungan antara CSR dan kinerja pasar..
<br>Penelitian ini mengungkap dinamika hubungan antara pengungkapan CSR berbasis maqashid sharia, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap tingkat pengembalian saham Bank Panin Syariah Tbk periode 2020Ae2024.Hasil menunjukkan bahwa sinyal etis melalui CSR berbasis maqashid belum diterima secara positif oleh pasar, terbukti adanya pengaruh negatif signifikan antara indeks CSR maqashid dan pengembalian saham.Temuan menekankan perlunya memperkuat sinergi antara nilai etis (maqashid) dan indikator keuangan konvensional serta meningkatkan literasi serta komunikasi kepada investor agar CSR berbasis maqashid dipandang sebagai strategi bisnis berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang
<br>Perusahaan sektor keuangan saat ini aktif melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam berbagai bidang, seperti sosial, lingkungan, dan religius. Regulasi ini diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan keuangan untuk berkontribusi pada keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji dampak pengungkapan CSR berbasis Maqashid alAcShariah terhadap pengembalian saham dengan mengevaluasi ukuran perusahaan dan leverage sebagai sinyal pasar penting. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-15794.webp" type="image/webp" length="95236" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-15794.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-761b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/syariat-maqashid-al-shariah-sharia-index-pengungka-thumb-1c4df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1049-ashapublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5312-journal-social-science-economics-josse.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Beyond Pedagogical Formalism Implementing the Islamization of Science within the Pesantren Based Higher Education Ecosystem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Beyond Pedagogical Formalism Implementing the Islamization of Science within the Pesantren Based Higher Education Ecosystem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Beyond Pedagogical Formalism Implementing the Islamization of Science within the Pesantren Based Higher Education Ecosystem ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55317-agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-isl</link>
	<guid isPermaLink="false">a7b009028a5c5dba0413d8c475299550</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 19:14:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot jepang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,jepang,scope,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan alat penilaian afektif-perilaku: Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode penilaian yang dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan alat penilaian afektif-perilaku: Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode penilaian yang dapat mengukur dimensi afektif dan psikomotor dalam pendidikan tinggi Islam. Alat penilaian ini dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan antara pemahaman kognitif dan perilaku etis mahasiswa, serta memberikan umpan balik yang lebih komprehensif kepada institusi dan dosen.2. Studi institusional komparatif: Melakukan studi komparatif antara institusi pendidikan tinggi Islam yang telah menerapkan program Islamisasi Ilmu Pengetahuan dapat memberikan wawasan berharga tentang praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi strategi yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan budaya institusi.3. Efektivitas bimbingan holistik: Meneliti peran bimbingan holistik dalam internalisasi nilai-nilai Islam di antara mahasiswa. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana bimbingan yang diberikan oleh dosen dan mentor dapat mempengaruhi perilaku etis dan profesional mahasiswa, serta bagaimana bimbingan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi mahasiswa di berbagai disiplin ilmu.Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam, memastikan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.. Studi ini telah memeriksa implementasi program IoS di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai-nilai Islam ke dalam disiplin agama dan sekuler berkontribusi terhadap pengembangan lulusan yang seimbang secara moral dan intelektual.Temuan menunjukkan bahwa meskipun UNIDA Gontor telah membuat kemajuan signifikan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam kurikulumnya di berbagai bidang, tantangan tetap ada dalam memastikan internalisasi nilai-nilai tersebut di antara mahasiswa, terutama dalam domain afektif dan psikomotor.Secara filosofis, Islamisasi Pengetahuan di UNIDA Gontor berakar pada pemikiran al-Attas dan al-Faruqi tentang integrasi aspek intelektual dan moral.Namun, implementasinya di ekosistem pesantren mengungkapkan kesenjangan antara penguasaan kognitif dan habituasi nilai dalam praktik profesional mahasiswa.Tantangan ini menekankan bahwa Islamisasi tidak boleh berhenti pada adopsi kerangka teoritis global, tetapi memerlukan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman melalui bimbingan holistik yang dapat mengubah nilai-nilai Islam menjadi perilaku autentik.Dengan demikian, kesuksesan Islamisasi Pengetahuan di UNIDA Gontor tidak lagi sekadar teoritis, tetapi telah menjadi model integrasi sistematis yang menggabungkan tradisi pesantren dengan ketelitian akademik modern.Selain itu, peran fakultas dan administrasi sangat penting dalam mendukung IoS.Keterlibatan fakultas, pengembangan profesional berkelanjutan, dan dukungan institusional adalah kunci keberhasilan program jangka panjang.Temuan menunjukkan bahwa investasi lebih lanjut di bidang-bidang ini akan sangat penting untuk menyempurnakan dan memperluas dampak program.Penelitian masa depan harus memeriksa efek jangka panjang IoS pada kehidupan profesional dan pribadi lulusan, dan membandingkan program di UNIDA Gontor dengan inisiatif serupa di institusi Islam lainnya.Dengan mengatasi tantangan yang diidentifikasi dalam studi ini dan memanfaatkan praktik terbaik, UNIDA Gontor dapat melanjutkan misinya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga bertanggung jawab secara etis dan terlibat secara sosial Islamisasi Ilmu Pengetahuan (IoS) membahas krisis epistemologis yang disebabkan oleh paradigma ilmiah sekuler yang memisahkan pengetahuan dari nilai-nilai spiritual. Studi ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pilar struktural dan hasil implementasi program IoS yang terinstitusionalisasi. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif di Universitas Darussalam Gontor, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkapkan tiga pilar empiris implementasi:... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-39c20.webp" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-39c20.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-39c20.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-39c20.webp 1x" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" alt="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-b040d.webp" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-b040d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-b040d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-b040d.webp 1x" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" alt="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-e87c2.webp" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-e87c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-e87c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-e87c2.webp 1x" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" alt="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55317-agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-isl" title="JURIS - Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem" target="_blank">Beyond Pedagogical Formalism: Implementing the Islamization of Science within the Pesantren-Based Higher Education Ecosystem</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan alat penilaian afektif-perilaku: Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode penilaian yang dapat mengukur dimensi afektif dan psikomotor dalam pendidikan tinggi Islam. Alat penilaian ini dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan antara pemahaman kognitif dan perilaku etis mahasiswa, serta memberikan umpan balik yang lebih komprehensif kepada institusi dan dosen.2. Studi institusional komparatif: Melakukan studi komparatif antara institusi pendidikan tinggi Islam yang telah menerapkan program Islamisasi Ilmu Pengetahuan dapat memberikan wawasan berharga tentang praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi strategi yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan budaya institusi.3. Efektivitas bimbingan holistik: Meneliti peran bimbingan holistik dalam internalisasi nilai-nilai Islam di antara mahasiswa. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana bimbingan yang diberikan oleh dosen dan mentor dapat mempengaruhi perilaku etis dan profesional mahasiswa, serta bagaimana bimbingan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi mahasiswa di berbagai disiplin ilmu.Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam, memastikan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa..
<br>Studi ini telah memeriksa implementasi program IoS di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai-nilai Islam ke dalam disiplin agama dan sekuler berkontribusi terhadap pengembangan lulusan yang seimbang secara moral dan intelektual.Temuan menunjukkan bahwa meskipun UNIDA Gontor telah membuat kemajuan signifikan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam kurikulumnya di berbagai bidang, tantangan tetap ada dalam memastikan internalisasi nilai-nilai tersebut di antara mahasiswa, terutama dalam domain afektif dan psikomotor.Secara filosofis, Islamisasi Pengetahuan di UNIDA Gontor berakar pada pemikiran al-Attas dan al-Faruqi tentang integrasi aspek intelektual dan moral.Namun, implementasinya di ekosistem pesantren mengungkapkan kesenjangan antara penguasaan kognitif dan habituasi nilai dalam praktik profesional mahasiswa.Tantangan ini menekankan bahwa Islamisasi tidak boleh berhenti pada adopsi kerangka teoritis global, tetapi memerlukan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman melalui bimbingan holistik yang dapat mengubah nilai-nilai Islam menjadi perilaku autentik.Dengan demikian, kesuksesan Islamisasi Pengetahuan di UNIDA Gontor tidak lagi sekadar teoritis, tetapi telah menjadi model integrasi sistematis yang menggabungkan tradisi pesantren dengan ketelitian akademik modern.Selain itu, peran fakultas dan administrasi sangat penting dalam mendukung IoS.Keterlibatan fakultas, pengembangan profesional berkelanjutan, dan dukungan institusional adalah kunci keberhasilan program jangka panjang.Temuan menunjukkan bahwa investasi lebih lanjut di bidang-bidang ini akan sangat penting untuk menyempurnakan dan memperluas dampak program.Penelitian masa depan harus memeriksa efek jangka panjang IoS pada kehidupan profesional dan pribadi lulusan, dan membandingkan program di UNIDA Gontor dengan inisiatif serupa di institusi Islam lainnya.Dengan mengatasi tantangan yang diidentifikasi dalam studi ini dan memanfaatkan praktik terbaik, UNIDA Gontor dapat melanjutkan misinya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga bertanggung jawab secara etis dan terlibat secara sosial
<br>Islamisasi Ilmu Pengetahuan (IoS) membahas krisis epistemologis yang disebabkan oleh paradigma ilmiah sekuler yang memisahkan pengetahuan dari nilai-nilai spiritual. Studi ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pilar struktural dan hasil implementasi program IoS yang terinstitusionalisasi. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif di Universitas Darussalam Gontor, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkapkan tiga pilar empiris implementasi:...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-e87c2.webp" type="image/webp" length="97046" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-39c20.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-b040d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/agama-studi-komparatif-prinsip-islam-institusi-nil-thumb-e87c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Legible Mind How Generative AI Flattens Consciousness Transforms Communication and Recenters Human Intelligence on the Illegible ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Legible Mind How Generative AI Flattens Consciousness Transforms Communication and Recenters Human Intelligence on the Illegible ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Legible Mind How Generative AI Flattens Consciousness Transforms Communication and Recenters Human Intelligence on the Illegible ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55305-interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge</link>
	<guid isPermaLink="false">e9983a56960f8dbc931655e5690c3ce4</guid>
	<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 17:42:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ legible mind ]]></category>
	<category><![CDATA[ brain drain ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[brain,drain,legible,mind]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis yang disajikan dalam makalah ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Investigasi interdisipliner tentang bagaimana manusia memandang dan menilai illegibility, serta bagaimana otak dan subjek ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible: Berdasarkan analisis yang disajikan dalam makalah ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Investigasi interdisipliner tentang bagaimana manusia memandang dan menilai illegibility, serta bagaimana otak dan subjek yang mengalami menavigasi interaksi manusia-AI. Penelitian ini dapat membantu kita memahami mekanisme kognitif dan persepsi yang terlibat dalam mendeteksi dan menghargai illegibility dalam komunikasi.2. Regulasi AI yang menipu dengan mensimulasikan ketidak sempurnaan manusia. Studi empiris telah menunjukkan bahwa delegasi kepada AI dapat meningkatkan perilaku tidak jujur pada manusia. Jika AI dirancang untuk meniru ketidak sempurnaan manusia, risiko manipulasi epistemis dan sosial meningkat secara dramatis. Regulasi harus mencakup strategi yang melampaui verifikasi statis dan mengadopsi pendekatan yang pluralistik, sadar konteks, dan tahan terhadap manipulasi.3. Pengembangan platform dan protokol bukti kemanusiaan yang menghargai illegibility strategis daripada menghukumnya. Komunikasi desain harus menciptakan lingkungan yang mendorong manusia untuk mengekspresikan diri mereka secara autentik, termasuk kesalahan, ambiguitas, dan pengalaman pribadi. Ini dapat membantu menjaga keunikan dan keaslian komunikasi manusia di tengah dominasi konten yang dihasilkan AI.. Makalah ini melacak tiga transformasi yang saling terkait yang dipaksakan oleh kecerdasan buatan generatif terhadap kondisi manusia.Pertama, AI meratakan kesadaran dengan menghasilkan keluaran yang lancar, mirip dengan orang pertama yang mensimulasikan penanda perilaku kesadaran sambil sepenuhnya tidak memiliki kualia, pengalaman subyektif, atau "apa yang rasanya seperti" yang mencirikan makhluk yang berakal.Kedua, AI mengubah komunikasi, menggantikan kerangka kerja Gricean tentang kerjasama yang didorong oleh niat dan inferensi kooperatif dengan rezim keterbacaan statistik hiper yang telah memicu gerakan balik ambiguitas strategis, di mana manusia dengan sengaja memperkenalkan kesalahan, ambiguitas, dan pengalaman pribadi untuk menandakan keaslian mereka.Ketiga, AI memusatkan kembali kecerdasan manusia menjauh dari produksi artefak yang dapat dibaca dan menuju keterbacaan meta.kemampuan untuk memicu AI secara efektif, mengkritik keluaran terhadap standar internal yang tidak dapat diturunkan dari data pelatihan, dan mengintegrasikan konten yang dihasilkan AI dengan pengalaman hidup dan wawasan yang tidak dapat diturunkan.Sepanjang analisis ini, satu wawasan telah berulang.Kecerdasan buatan generatif unggul dalam menghasilkan yang pertama.Itu adalah alat yang sangat kuat dan berguna.Bahaya terletak bukan pada keterbacaan itu sendiri, tetapi pada melupakan yang tidak jelas.pada kesalahan mengira permukaan yang lancar sebagai kedalaman yang hidup, pada meratakan kesadaran kita sendiri untuk mencocokkan keluaran mesin, pada meninggalkan ambiguitas strategis dan lompatan kreatif yang membuat pemikiran dan komunikasi manusia apa adanya.Oleh karena itu, makalah ini menawarkan provokasi terakhir.tindakan paling manusiawi di era kecerdasan buatan generatif adalah memperkenalkan dengan sengaja, dengan berani, yang tidak jelas - kesalahan, perasaan, kontradiksi, lompatan iman - ke dalam dunia yang dioptimalkan untuk kejelasan.Dalam lingkungan di mana mesin menghasilkan keterbacaan sempurna sesuai permintaan, ketidak sempurnaan disengaja, kontradiksi emosional, dan kesediaan untuk mengatakan "Saya tidak tahu" atau "Saya merasa sebaliknya" menjadi tanda-tanda pikiran yang tidak hanya memproses tetapi hidup.Seperti yang diingatkan kita oleh paradoks penalaran yang konsisten, kecerdasan yang sejati - manusia atau buatan - harus mampu mengakui batas-batasnya sendiri.Kemampuan manusia untuk melakukannya, dan melakukannya secara autentik, tetap tidak tergantikan Kecerdasan buatan generatif menghasilkan keluaran yang sangat jelas, lancar, koheren, dan kemungkinan statistik. Namun, kesadaran manusia, komunikasi, dan kecerdasan secara mendasar dibentuk oleh unsur-unsur yang tidak jelas: qualia, ambiguitas strategis, kesalahan, dan wawasan yang tidak dapat diturunkan. Makalah ini memperkenalkan konsep "pikiran yang dapat dibaca" untuk memeriksa bagaimana kecerdasan buatan generatif meratakan kesadaran, mengubah komunikasi, dan memusatkan kembali kecerdasan manusia di era media sintetis. Mengambil dari filsafat pikiran (Nagel,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-01231.webp" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-01231.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-01231.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-01231.webp 1x" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" alt="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-3dbcb.webp" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-3dbcb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-3dbcb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-3dbcb.webp 1x" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" alt="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-4ea85.webp" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-4ea85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-4ea85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-4ea85.webp 1x" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" alt="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55305-interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge" title="JURIS - The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible" target="_blank">The Legible Mind: How Generative AI Flattens Consciousness, Transforms Communication, and Recenters Human Intelligence on the Illegible</a>: Berdasarkan analisis yang disajikan dalam makalah ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Investigasi interdisipliner tentang bagaimana manusia memandang dan menilai illegibility, serta bagaimana otak dan subjek yang mengalami menavigasi interaksi manusia-AI. Penelitian ini dapat membantu kita memahami mekanisme kognitif dan persepsi yang terlibat dalam mendeteksi dan menghargai illegibility dalam komunikasi.2. Regulasi AI yang menipu dengan mensimulasikan ketidak sempurnaan manusia. Studi empiris telah menunjukkan bahwa delegasi kepada AI dapat meningkatkan perilaku tidak jujur pada manusia. Jika AI dirancang untuk meniru ketidak sempurnaan manusia, risiko manipulasi epistemis dan sosial meningkat secara dramatis. Regulasi harus mencakup strategi yang melampaui verifikasi statis dan mengadopsi pendekatan yang pluralistik, sadar konteks, dan tahan terhadap manipulasi.3. Pengembangan platform dan protokol bukti kemanusiaan yang menghargai illegibility strategis daripada menghukumnya. Komunikasi desain harus menciptakan lingkungan yang mendorong manusia untuk mengekspresikan diri mereka secara autentik, termasuk kesalahan, ambiguitas, dan pengalaman pribadi. Ini dapat membantu menjaga keunikan dan keaslian komunikasi manusia di tengah dominasi konten yang dihasilkan AI..
<br>Makalah ini melacak tiga transformasi yang saling terkait yang dipaksakan oleh kecerdasan buatan generatif terhadap kondisi manusia.Pertama, AI meratakan kesadaran dengan menghasilkan keluaran yang lancar, mirip dengan orang pertama yang mensimulasikan penanda perilaku kesadaran sambil sepenuhnya tidak memiliki kualia, pengalaman subyektif, atau "apa yang rasanya seperti" yang mencirikan makhluk yang berakal.Kedua, AI mengubah komunikasi, menggantikan kerangka kerja Gricean tentang kerjasama yang didorong oleh niat dan inferensi kooperatif dengan rezim keterbacaan statistik hiper yang telah memicu gerakan balik ambiguitas strategis, di mana manusia dengan sengaja memperkenalkan kesalahan, ambiguitas, dan pengalaman pribadi untuk menandakan keaslian mereka.Ketiga, AI memusatkan kembali kecerdasan manusia menjauh dari produksi artefak yang dapat dibaca dan menuju keterbacaan meta.kemampuan untuk memicu AI secara efektif, mengkritik keluaran terhadap standar internal yang tidak dapat diturunkan dari data pelatihan, dan mengintegrasikan konten yang dihasilkan AI dengan pengalaman hidup dan wawasan yang tidak dapat diturunkan.Sepanjang analisis ini, satu wawasan telah berulang.Kecerdasan buatan generatif unggul dalam menghasilkan yang pertama.Itu adalah alat yang sangat kuat dan berguna.Bahaya terletak bukan pada keterbacaan itu sendiri, tetapi pada melupakan yang tidak jelas.pada kesalahan mengira permukaan yang lancar sebagai kedalaman yang hidup, pada meratakan kesadaran kita sendiri untuk mencocokkan keluaran mesin, pada meninggalkan ambiguitas strategis dan lompatan kreatif yang membuat pemikiran dan komunikasi manusia apa adanya.Oleh karena itu, makalah ini menawarkan provokasi terakhir.tindakan paling manusiawi di era kecerdasan buatan generatif adalah memperkenalkan dengan sengaja, dengan berani, yang tidak jelas - kesalahan, perasaan, kontradiksi, lompatan iman - ke dalam dunia yang dioptimalkan untuk kejelasan.Dalam lingkungan di mana mesin menghasilkan keterbacaan sempurna sesuai permintaan, ketidak sempurnaan disengaja, kontradiksi emosional, dan kesediaan untuk mengatakan "Saya tidak tahu" atau "Saya merasa sebaliknya" menjadi tanda-tanda pikiran yang tidak hanya memproses tetapi hidup.Seperti yang diingatkan kita oleh paradoks penalaran yang konsisten, kecerdasan yang sejati - manusia atau buatan - harus mampu mengakui batas-batasnya sendiri.Kemampuan manusia untuk melakukannya, dan melakukannya secara autentik, tetap tidak tergantikan
<br>Kecerdasan buatan generatif menghasilkan keluaran yang sangat jelas, lancar, koheren, dan kemungkinan statistik. Namun, kesadaran manusia, komunikasi, dan kecerdasan secara mendasar dibentuk oleh unsur-unsur yang tidak jelas: qualia, ambiguitas strategis, kesalahan, dan wawasan yang tidak dapat diturunkan. Makalah ini memperkenalkan konsep "pikiran yang dapat dibaca" untuk memeriksa bagaimana kecerdasan buatan generatif meratakan kesadaran, mengubah komunikasi, dan memusatkan kembali kecerdasan manusia di era media sintetis. Mengambil dari filsafat pikiran (Nagel,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-3dbcb.webp" type="image/webp" length="97630" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-01231.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-3dbcb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/interaksi-manusia-komputer-regulasi-ai-holistik-ge-thumb-4ea85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-763-bircu-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2720-budapest-international-research-critics-institute-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 21 Jul 2026 02:33:41 +0700. 12 items. Served in: 2.643 seconds [rss] -->
