<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 02:11:30 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 02:11:30 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-30T02:11:30+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Politik Sebagai Gaya Hidup ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Politik Sebagai Gaya Hidup ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Politik Sebagai Gaya Hidup ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52210-gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-poli</link>
	<guid isPermaLink="false">6bcb74e9226047e0b771f2351eb91192</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam merekonstruksi politik gaya hidup yang berorientasi pada makna sebagai manusia otentis secara rasional dan transendental. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Politik Sebagai Gaya Hidup: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam merekonstruksi politik gaya hidup yang berorientasi pada makna sebagai manusia otentis secara rasional dan transendental. Kedua, bagaimana pengaruh teknologi media dalam globalisasi politik dan demokrasi terhadap praktek politik gaya hidup, khususnya dalam konteks demokrasi liberal dan kapitalisme lanjut. Ketiga, bagaimana peran hukum dalam merekonstruksi kesadaran dari degradasi dan katastrop politik gaya hidup yang lahir dari praktek manipulasi, eksploitasi dan instrumentalisasi politik demokratis.. Berbagai fenomena tersebut tentu melahirkan berbagai resiko dan konsekwensi dalam bingkai relasi rakyat dan negara berupa kepalsuan politik dan demokrasi itu sendiri.Sementara rakyat sebagai pemegang dan pemilik kedaulatan dengan berbagai kelemahan kualitas, kapasitas dan kapabilitas menjadi tumbal dan korban dalam praktek artifisialitas politik demokratis tersebut.Hidup dalam mayoritas diam merupakan alternatif meski memuat konsekwensi berupa kenaifan dalam berbagai bentuknya Artikel ini berfokus pada politik sebagai gaya hidup dalam budaya kontemporer dan gelombang demokrasi liberal. Praktik politik sebagai gaya hidup ini mencerminkan revolusi globalisasi dari dunia maya dan budaya postmodern dalam landasan ideologis kapitalisme akhir. Praktik politik gaya hidup juga mendegradasi narasi besar politik dalam modernitas politik yang mengorientasikan tatanan politik dan prinsip-prinsip demokrasi rakyat dan mengubah narasi kecil politik dalam postmodernitas politik yang mengorientasikan kesadaran subjek secara absolut yang dikendalikan oleh hasrat dan insting. Struktur kesadaran materialistis, hedonistik, konkumeristik dan konsumtivistik. Politik sebagai gaya hidup hadir dalam kehidupan sehari-hari baik di ranah publik maupun digital. Politik sebagai gaya hidup menggambarkan kontestasi, presentasi, pertunjukan dan simulasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp 1x" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" alt="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp 1x" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" alt="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp 1x" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" alt="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52210-gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-poli" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" target="_blank">Politik Sebagai Gaya Hidup</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam merekonstruksi politik gaya hidup yang berorientasi pada makna sebagai manusia otentis secara rasional dan transendental. Kedua, bagaimana pengaruh teknologi media dalam globalisasi politik dan demokrasi terhadap praktek politik gaya hidup, khususnya dalam konteks demokrasi liberal dan kapitalisme lanjut. Ketiga, bagaimana peran hukum dalam merekonstruksi kesadaran dari degradasi dan katastrop politik gaya hidup yang lahir dari praktek manipulasi, eksploitasi dan instrumentalisasi politik demokratis..
<br>Berbagai fenomena tersebut tentu melahirkan berbagai resiko dan konsekwensi dalam bingkai relasi rakyat dan negara berupa kepalsuan politik dan demokrasi itu sendiri.Sementara rakyat sebagai pemegang dan pemilik kedaulatan dengan berbagai kelemahan kualitas, kapasitas dan kapabilitas menjadi tumbal dan korban dalam praktek artifisialitas politik demokratis tersebut.Hidup dalam mayoritas diam merupakan alternatif meski memuat konsekwensi berupa kenaifan dalam berbagai bentuknya
<br>Artikel ini berfokus pada politik sebagai gaya hidup dalam budaya kontemporer dan gelombang demokrasi liberal. Praktik politik sebagai gaya hidup ini mencerminkan revolusi globalisasi dari dunia maya dan budaya postmodern dalam landasan ideologis kapitalisme akhir. Praktik politik gaya hidup juga mendegradasi narasi besar politik dalam modernitas politik yang mengorientasikan tatanan politik dan prinsip-prinsip demokrasi rakyat dan mengubah narasi kecil politik dalam postmodernitas politik yang mengorientasikan kesadaran subjek secara absolut yang dikendalikan oleh hasrat dan insting. Struktur kesadaran materialistis, hedonistik, konkumeristik dan konsumtivistik. Politik sebagai gaya hidup hadir dalam kehidupan sehari-hari baik di ranah publik maupun digital. Politik sebagai gaya hidup menggambarkan kontestasi, presentasi, pertunjukan dan simulasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" type="image/webp" length="103698" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52230-sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-l</link>
	<guid isPermaLink="false">560fe62852c0e5d3c9b7e29f89445440</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ permana sari ]]></category>
	<category><![CDATA[ musthofa asy ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari musthofa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,asy,musthofa,permana,sari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji model optimalisasi AI ini melalui studi lapangan pada berbagai kompetensi keahlian SMK agar diperoleh bukti empiris mengenai efektivitas, tantangan implementasi, dan dampaknya terhadap kesiapan kerja ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji model optimalisasi AI ini melalui studi lapangan pada berbagai kompetensi keahlian SMK agar diperoleh bukti empiris mengenai efektivitas, tantangan implementasi, dan dampaknya terhadap kesiapan kerja lulusan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek pemerataan akses dan dukungan infrastruktur dasar dalam kebijakan AI di SMK, serta pelatihan guru yang diarahkan pada literasi AI yang kritis, bukan sekadar pelatihan penggunaan aplikasi. Terakhir, penting untuk mengembangkan kasus pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan memastikan bahwa penggunaan AI tidak menambah beban guru, tetapi justru mengurangi pekerjaan rutin dan memperkuat pendampingan siswa.. Optimalisasi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran SMK merupakan kebutuhan strategis untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.AI memiliki potensi memperkuat personalisasi pembelajaran, asesmen adaptif, efisiensi administrasi guru, simulasi praktik industri, literasi digital, soft skills, dan kesiapan kerja peserta didik.Dalam konteks pendidikan vokasi, AI dapat menjembatani kebutuhan individual siswa dengan standar kompetensi dunia kerja sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, fleksibel, dan berbasis data.Namun, potensi tersebut tidak otomatis menghasilkan peningkatan mutu.AI hanya akan berdampak positif apabila diterapkan melalui desain pedagogis, tata kelola etis, kesiapan guru, dukungan infrastruktur, dan kolaborasi multipihak.Guru tetap menjadi aktor utama yang merancang, mengarahkan, memverifikasi, dan mengevaluasi penggunaan AI.Sekolah perlu menyusun peta jalan implementasi yang bertahap, mulai dari literasi, uji coba, integrasi kurikuler, kolaborasi industri, hingga evaluasi dampak.Pemerintah, perguruan tinggi, dan industri perlu menyediakan ekosistem pendukung agar transformasi AI di SMK berlangsung inklusif dan berkelanjutan Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai strategi penguatan kompetensi peserta didik menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Kajian ini penting karena SMK menghadapi tuntutan ganda, yaitu menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi industri digital sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung etis, inklusif, dan pedagogis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan analisis isi terhadap artikel jurnal, buku akademik, laporan kebijakan, dan dokumen relevan tentang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-02380.webp" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-02380.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-02380.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-02380.webp 1x" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" alt="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-c52b8.webp" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-c52b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-c52b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-c52b8.webp 1x" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" alt="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-a65ab.webp" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-a65ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-a65ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-a65ab.webp 1x" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" alt="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52230-sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-l" title="JURIS - Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045" target="_blank">Optimalisasi Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji model optimalisasi AI ini melalui studi lapangan pada berbagai kompetensi keahlian SMK agar diperoleh bukti empiris mengenai efektivitas, tantangan implementasi, dan dampaknya terhadap kesiapan kerja lulusan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek pemerataan akses dan dukungan infrastruktur dasar dalam kebijakan AI di SMK, serta pelatihan guru yang diarahkan pada literasi AI yang kritis, bukan sekadar pelatihan penggunaan aplikasi. Terakhir, penting untuk mengembangkan kasus pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan memastikan bahwa penggunaan AI tidak menambah beban guru, tetapi justru mengurangi pekerjaan rutin dan memperkuat pendampingan siswa..
<br>Optimalisasi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran SMK merupakan kebutuhan strategis untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.AI memiliki potensi memperkuat personalisasi pembelajaran, asesmen adaptif, efisiensi administrasi guru, simulasi praktik industri, literasi digital, soft skills, dan kesiapan kerja peserta didik.Dalam konteks pendidikan vokasi, AI dapat menjembatani kebutuhan individual siswa dengan standar kompetensi dunia kerja sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, fleksibel, dan berbasis data.Namun, potensi tersebut tidak otomatis menghasilkan peningkatan mutu.AI hanya akan berdampak positif apabila diterapkan melalui desain pedagogis, tata kelola etis, kesiapan guru, dukungan infrastruktur, dan kolaborasi multipihak.Guru tetap menjadi aktor utama yang merancang, mengarahkan, memverifikasi, dan mengevaluasi penggunaan AI.Sekolah perlu menyusun peta jalan implementasi yang bertahap, mulai dari literasi, uji coba, integrasi kurikuler, kolaborasi industri, hingga evaluasi dampak.Pemerintah, perguruan tinggi, dan industri perlu menyediakan ekosistem pendukung agar transformasi AI di SMK berlangsung inklusif dan berkelanjutan
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai strategi penguatan kompetensi peserta didik menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Kajian ini penting karena SMK menghadapi tuntutan ganda, yaitu menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi industri digital sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung etis, inklusif, dan pedagogis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan analisis isi terhadap artikel jurnal, buku akademik, laporan kebijakan, dan dokumen relevan tentang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-c52b8.webp" type="image/webp" length="102192" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-02380.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-c52b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/sungai-kolaborasi-multipihak-literasi-digital-ai-g-thumb-a65ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5204-darajat-jurnal-pendidikan-agama-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52226-lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program</link>
	<guid isPermaLink="false">6fe6b18785a195544742f973bd422cdd</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ budaya mutu ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budaya,counter,flag,focus,mutu,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengembangkan penelitian tentang perbaikan kurikulum dan program kesiswaan sebagai fokus utama pada tahun kedua ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengembangkan penelitian tentang perbaikan kurikulum dan program kesiswaan sebagai fokus utama pada tahun kedua pendampingan, dengan mempertimbangkan rekomendasi yang telah diberikan dalam paper ini. 2. Melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan yang telah menerapkan manajemen kualitas dengan lembaga yang belum, untuk mengukur dampak dan keberhasilan penerapan manajemen kualitas dalam meningkatkan performa lembaga. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program pendampingan, seperti kepemimpinan kepala sekolah, partisipasi aktif dari semua pihak, dan dukungan dari yayasan dan komite sekolah. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya peningkatan mutu layanan lembaga pendidikan.. Berdasarkan pemaparan hasil pendampingan dan merujuk kepada fokus program dampingan yaitu perbaikan manajemen kelembagaan menuju sekolah unggulan atau excellent school, ditemukan peningkatan performa lembaga yang diindikasikan dengan meningkatkan semangat dan gairah para pejabat struktural dan para dewan guru dalam menjalan peran, fungsi, dan tugasnya.Ini membuktikan bahwa kesiapan dan kesediaan yang dinyatakan pada saat mengerjakan angket dan menjawab interview dipegangi dan dilaksanakan dengan baik.Di samping itu, budaya mutu di lembaga SMK sudah menunjukkan tanda yang baik pula, hal ini bisa dapat dilihat dari tingkat kehadiran guru dan siswa yang menunjukkan kenaikan, kegiatan tartil guru dan siswa yang berjalan efektif, kegiatan sholat dhuha dan jamaah dhuhur, dan kegiatan apel pagi yang tertib dan teratur.Walaupun demikian, beberapa permasalahan masih ditemui, untuk itu pendampingan ini tidak hanya berhenti pada tahun ini, namun akan berlanjut pada periode selanjutnya Implementasi manajemen yang dapat memperbaiki kondisi dan performa lembaga dalam rangka menjadi lembaga yang berkualitas dan mempunyai daya tarik merupakan sebuah keharusan. Namun demikian, ini berbeda dengan kondisi lokasi dampingan yang ada, dimana fungsi-fungsi manajemen tidak berjalan dengan baik yang pada gilirannya mengancam keberadaan lembaga itu sendiri. Untuk perbaikan dan peningkatan performa lembaga yang berkualitas inilah maksud dan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan. Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase. Fase pertama adalah Perencanaan dengan bentuk kegiatan melakukan analisis SWOT, mengkaji dan merumuskan ulang visi dan misi lembaga, merumuskan indikator-indikator visi dan misi, dan merumuskan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-13b80.webp" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-13b80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-13b80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-13b80.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" alt="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-e9485.webp" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-e9485.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-e9485.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-e9485.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" alt="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-a523a.webp" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-a523a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-a523a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-a523a.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" alt="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52226-lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program" title="JURIS - Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu" target="_blank">Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Pendidikan Melalui Pendampingan Berbasis Analisis Swot danA Budaya Mutu</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengembangkan penelitian tentang perbaikan kurikulum dan program kesiswaan sebagai fokus utama pada tahun kedua pendampingan, dengan mempertimbangkan rekomendasi yang telah diberikan dalam paper ini. 2. Melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan yang telah menerapkan manajemen kualitas dengan lembaga yang belum, untuk mengukur dampak dan keberhasilan penerapan manajemen kualitas dalam meningkatkan performa lembaga. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program pendampingan, seperti kepemimpinan kepala sekolah, partisipasi aktif dari semua pihak, dan dukungan dari yayasan dan komite sekolah. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya peningkatan mutu layanan lembaga pendidikan..
<br>Berdasarkan pemaparan hasil pendampingan dan merujuk kepada fokus program dampingan yaitu perbaikan manajemen kelembagaan menuju sekolah unggulan atau excellent school, ditemukan peningkatan performa lembaga yang diindikasikan dengan meningkatkan semangat dan gairah para pejabat struktural dan para dewan guru dalam menjalan peran, fungsi, dan tugasnya.Ini membuktikan bahwa kesiapan dan kesediaan yang dinyatakan pada saat mengerjakan angket dan menjawab interview dipegangi dan dilaksanakan dengan baik.Di samping itu, budaya mutu di lembaga SMK sudah menunjukkan tanda yang baik pula, hal ini bisa dapat dilihat dari tingkat kehadiran guru dan siswa yang menunjukkan kenaikan, kegiatan tartil guru dan siswa yang berjalan efektif, kegiatan sholat dhuha dan jamaah dhuhur, dan kegiatan apel pagi yang tertib dan teratur.Walaupun demikian, beberapa permasalahan masih ditemui, untuk itu pendampingan ini tidak hanya berhenti pada tahun ini, namun akan berlanjut pada periode selanjutnya
<br>Implementasi manajemen yang dapat memperbaiki kondisi dan performa lembaga dalam rangka menjadi lembaga yang berkualitas dan mempunyai daya tarik merupakan sebuah keharusan. Namun demikian, ini berbeda dengan kondisi lokasi dampingan yang ada, dimana fungsi-fungsi manajemen tidak berjalan dengan baik yang pada gilirannya mengancam keberadaan lembaga itu sendiri. Untuk perbaikan dan peningkatan performa lembaga yang berkualitas inilah maksud dan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan. Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase. Fase pertama adalah Perencanaan dengan bentuk kegiatan melakukan analisis SWOT, mengkaji dan merumuskan ulang visi dan misi lembaga, merumuskan indikator-indikator visi dan misi, dan merumuskan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-e9485.webp" type="image/webp" length="104166" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-13b80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-e9485.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/lembaga-pendidikan-nonformal-implementasi-program-thumb-a523a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5206-participatory-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga LK3 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga LK3 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga LK3 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52225-bahaya-trauma-anak-korban-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">f6fe596eece5bedf01d87410257f2bbe</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ budaya mutu ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budaya,counter,flag,focus,mutu,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pendekatan psikososial di LK3 dengan pendekatan lainnya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang pendampingan psikososial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3): Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pendekatan psikososial di LK3 dengan pendekatan lainnya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang pendampingan psikososial terhadap anak korban kekerasan, termasuk perkembangan mental, emosional, dan sosial mereka. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi LK3 dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesejahteraan psikososial masyarakat secara lebih luas.. Pendampingan psikososial di LK3 efektif dalam membantu anak pulih dari trauma, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki hubungan keluarga, dan memperkuat dukungan sosial di lingkungan sekitar.LK3 berperan penting sebagai lembaga rujukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, baik dalam aspek pemulihan psikologis maupun perbaikan sosial keluarga.LK3 juga berfungsi sebagai pusat penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan kesejahteraan psikososial masyarakat, memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang tanpa kekerasan Keluarga adalah sumber utama kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis. Kondisi ini dapat berdampak serius pada perkembangan mental, emosional, dan sosial anak. Penelitian dan pendampingan ini dilakukan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Gresik, yang bertujuan membantu pemulihan trauma anak korban kekerasan dan mengembalikan fungsi sosial anak dan keluarganya. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-15ec7.webp" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-15ec7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-15ec7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-15ec7.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" alt="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-c7755.webp" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-c7755.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-c7755.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-c7755.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" alt="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-50239.webp" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-50239.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-50239.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-50239.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" alt="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52225-bahaya-trauma-anak-korban-ko" title="JURIS - Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)" target="_blank">Pendampingan Psikososial Anak Korban Kekerasan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pendekatan psikososial di LK3 dengan pendekatan lainnya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang pendampingan psikososial terhadap anak korban kekerasan, termasuk perkembangan mental, emosional, dan sosial mereka. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi LK3 dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesejahteraan psikososial masyarakat secara lebih luas..
<br>Pendampingan psikososial di LK3 efektif dalam membantu anak pulih dari trauma, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki hubungan keluarga, dan memperkuat dukungan sosial di lingkungan sekitar.LK3 berperan penting sebagai lembaga rujukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, baik dalam aspek pemulihan psikologis maupun perbaikan sosial keluarga.LK3 juga berfungsi sebagai pusat penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan kesejahteraan psikososial masyarakat, memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang tanpa kekerasan
<br>Keluarga adalah sumber utama kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis. Kondisi ini dapat berdampak serius pada perkembangan mental, emosional, dan sosial anak. Penelitian dan pendampingan ini dilakukan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Gresik, yang bertujuan membantu pemulihan trauma anak korban kekerasan dan mengembalikan fungsi sosial anak dan keluarganya.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-15ec7.webp" type="image/webp" length="72558" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-15ec7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-c7755.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/bahaya-trauma-anak-korban-komunikasi-pendampingan-thumb-50239.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5206-participatory-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52227-perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gi</link>
	<guid isPermaLink="false">9be27602e3e510441561a2c6a72df379</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ budaya mutu ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budaya,counter,flag,focus,mutu,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memastikan keberlanjutan program edukasi gizi, diperlukan strategi tindak lanjut (follow-up) yang melibatkan guru sebagai agen perubahan. Guru dapat mengintegrasikan edukasi gizi dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah, serta memperkuat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah: Untuk memastikan keberlanjutan program edukasi gizi, diperlukan strategi tindak lanjut (follow-up) yang melibatkan guru sebagai agen perubahan. Guru dapat mengintegrasikan edukasi gizi dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah, serta memperkuat perilaku makan sehat di lingkungan sekolah. Selain itu, sekolah dapat mengembangkan program pendukung seperti kantin sehat dan hari makan buah untuk menguatkan perilaku. Pendekatan whole-school yang melibatkan siswa dan guru secara aktif merupakan strategi efektif dalam menciptakan perubahan perilaku yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dalam konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah.. Konsumsi sayur dan buah yang cukup sangat penting bagi anak usia sekolah dasar untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.Namun, data menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada anak-anak Indonesia masih rendah.Kegiatan pengabdian masyarakat "Edukasi Gizi Untuk Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah Pada Siswa di SMP Muhammadiyah Makassar" bertujuan untuk memberikan edukasi gizi kepada siswa SMP Muhammadiyah Makassar guna meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah.Permasalahan utama di SMP Muhammadiyah Makassar terkait konsumsi sayur dan buah meliputi rendahnya kesadaran dan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang, di mana mereka lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan makanan sehat.Untuk mencapai tujuan program, kegiatan ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan strategis, yaitu identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong rendah, padahal keduanya merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi seimbang yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit. Rendahnya konsumsi tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta pengaruh lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumsi sayur dan buah melalui edukasi gizi seimbang pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-717d9.webp" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-717d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-717d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-717d9.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" alt="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-086f4.webp" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-086f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-086f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-086f4.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" alt="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-e30c2.webp" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-e30c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-e30c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-e30c2.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" alt="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52227-perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gi" title="JURIS - Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah" target="_blank">Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah</a>: Untuk memastikan keberlanjutan program edukasi gizi, diperlukan strategi tindak lanjut (follow-up) yang melibatkan guru sebagai agen perubahan. Guru dapat mengintegrasikan edukasi gizi dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah, serta memperkuat perilaku makan sehat di lingkungan sekolah. Selain itu, sekolah dapat mengembangkan program pendukung seperti kantin sehat dan hari makan buah untuk menguatkan perilaku. Pendekatan whole-school yang melibatkan siswa dan guru secara aktif merupakan strategi efektif dalam menciptakan perubahan perilaku yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dalam konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah..
<br>Konsumsi sayur dan buah yang cukup sangat penting bagi anak usia sekolah dasar untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.Namun, data menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada anak-anak Indonesia masih rendah.Kegiatan pengabdian masyarakat "Edukasi Gizi Untuk Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sayur dan Buah Pada Siswa di SMP Muhammadiyah Makassar" bertujuan untuk memberikan edukasi gizi kepada siswa SMP Muhammadiyah Makassar guna meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah.Permasalahan utama di SMP Muhammadiyah Makassar terkait konsumsi sayur dan buah meliputi rendahnya kesadaran dan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang, di mana mereka lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan makanan sehat.Untuk mencapai tujuan program, kegiatan ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan strategis, yaitu identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
<br>Konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong rendah, padahal keduanya merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi seimbang yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit. Rendahnya konsumsi tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta pengaruh lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumsi sayur dan buah melalui edukasi gizi seimbang pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-086f4.webp" type="image/webp" length="89874" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-717d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-086f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/perubahan-perilaku-konsumsi-sayur-buah-gizi-seimba-thumb-e30c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5206-participatory-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dawah Messages in the Book Sorry God I Almost Gave Up by Alfi Alghazi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dawah Messages in the Book Sorry God I Almost Gave Up by Alfi Alghazi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dawah Messages in the Book Sorry God I Almost Gave Up by Alfi Alghazi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52220-makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">51d06d3efd7b4381568eb9822278d456</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 18:22:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arief subhan ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arief,counter,flag,focus,scope,subhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengidentifikasi dampak konkret yang mungkin ditimbulkan oleh buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfi Alghazi terhadap pembaca, khususnya dalam hal pemahaman agama dan perubahan sikap atau perilaku. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Da'wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengidentifikasi dampak konkret yang mungkin ditimbulkan oleh buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfi Alghazi terhadap pembaca, khususnya dalam hal pemahaman agama dan perubahan sikap atau perilaku. Untuk mencapai tujuan ini, disarankan menerapkan metode penelitian yang melibatkan analisis langsung dengan pembaca, atau mendokumentasikan respons pembaca melalui ulasan buku, platform media sosial, atau forum diskusi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang pengaruh buku dalam konteks pembentukan pemahaman agama dan perubahan sikap atau perilaku pembaca.. Kategori ajaran aqidah, unsur yang paling dominan adalah iman kepada Allah.Iman ini mencakup keyakinan akan keberadaan Allah dan sifat-sifat-Nya.Dalam konteks Islam, umat beragama wajib meyakini dan mempercayai keberadaan Allah sebagai kewajiban.Aspek ini merupakan fondasi utama sistem keyakinan Islam.Sementara itu, dalam kategori pesan syariah, fokus utama terletak pada konsep ibadah.Ibadah dianggap sebagai inti tujuan penciptaan makhluk di bumi, baik jin maupun manusia.Dengan kata lain, manusia diciptakan untuk beribadah, dan ini menjadi tugas utamanya.Penekanan pada aspek ibadah ini mencerminkan esensi pesan syariah dalam Islam.Secara umum, pesan yang disampaikan oleh penulis adalah eksplisit dan bukan implisit.Dengan menggabungkan aspek aqidah dan syariah, dapat disimpulkan bahwa iman kepada Allah adalah kewajiban utama, sedangkan ibadah adalah tujuan inti penciptaan manusia dan jin.Hal ini mencerminkan konsistensi ajaran Islam dalam mengarahkan pengikutnya untuk mengakui keberadaan Allah dan memprioritaskan ibadah sebagai tindakan utama dalam memenuhi tujuan penciptaannya Buku merupakan media dakwah yang relevan sepanjang masa. Praktisi dakwah tidak hanya mengandalkan media digital untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam, tetapi juga menggunakan buku bacaan untuk memberikan kenyamanan dan kebebasan berekspresi. Artikel ini bertujuan menjelaskan pesan dakwah dengan dua poin utama yang terkandung dalam buku bacaan, yaitu pesan aqidah yang mencakup segala hal terkait iman, dan pesan syariah yang mencakup ibadah dalam buku Sorry God, I Almost Gave Up karya Alfi Alghazi. Data yang digunakan meliputi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-93952.webp" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-93952.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-93952.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-93952.webp 1x" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" alt="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-670c3.webp" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-670c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-670c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-670c3.webp 1x" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" alt="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-88c1f.webp" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-88c1f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-88c1f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-88c1f.webp 1x" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" alt="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52220-makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-pe" title="JURIS - Da&#039;wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi" target="_blank">Da'wah Messages in the Book Sorry God, I Almost Gave Up by Alfi Alghazi</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengidentifikasi dampak konkret yang mungkin ditimbulkan oleh buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfi Alghazi terhadap pembaca, khususnya dalam hal pemahaman agama dan perubahan sikap atau perilaku. Untuk mencapai tujuan ini, disarankan menerapkan metode penelitian yang melibatkan analisis langsung dengan pembaca, atau mendokumentasikan respons pembaca melalui ulasan buku, platform media sosial, atau forum diskusi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang pengaruh buku dalam konteks pembentukan pemahaman agama dan perubahan sikap atau perilaku pembaca..
<br>Kategori ajaran aqidah, unsur yang paling dominan adalah iman kepada Allah.Iman ini mencakup keyakinan akan keberadaan Allah dan sifat-sifat-Nya.Dalam konteks Islam, umat beragama wajib meyakini dan mempercayai keberadaan Allah sebagai kewajiban.Aspek ini merupakan fondasi utama sistem keyakinan Islam.Sementara itu, dalam kategori pesan syariah, fokus utama terletak pada konsep ibadah.Ibadah dianggap sebagai inti tujuan penciptaan makhluk di bumi, baik jin maupun manusia.Dengan kata lain, manusia diciptakan untuk beribadah, dan ini menjadi tugas utamanya.Penekanan pada aspek ibadah ini mencerminkan esensi pesan syariah dalam Islam.Secara umum, pesan yang disampaikan oleh penulis adalah eksplisit dan bukan implisit.Dengan menggabungkan aspek aqidah dan syariah, dapat disimpulkan bahwa iman kepada Allah adalah kewajiban utama, sedangkan ibadah adalah tujuan inti penciptaan manusia dan jin.Hal ini mencerminkan konsistensi ajaran Islam dalam mengarahkan pengikutnya untuk mengakui keberadaan Allah dan memprioritaskan ibadah sebagai tindakan utama dalam memenuhi tujuan penciptaannya
<br>Buku merupakan media dakwah yang relevan sepanjang masa. Praktisi dakwah tidak hanya mengandalkan media digital untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam, tetapi juga menggunakan buku bacaan untuk memberikan kenyamanan dan kebebasan berekspresi. Artikel ini bertujuan menjelaskan pesan dakwah dengan dua poin utama yang terkandung dalam buku bacaan, yaitu pesan aqidah yang mencakup segala hal terkait iman, dan pesan syariah yang mencakup ibadah dalam buku Sorry God, I Almost Gave Up karya Alfi Alghazi. Data yang digunakan meliputi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-670c3.webp" type="image/webp" length="104832" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-93952.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-670c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/makalah-ulasan-buku-analisis-makna-pesan-esensi-is-thumb-88c1f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dakwah Islam Pesisir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dakwah Islam Pesisir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dakwah Islam Pesisir ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52215-sejarah-islam-konteks-dakwah</link>
	<guid isPermaLink="false">22eb9025f5ff53a886f2a0606c047910</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:27:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang metode dakwah Islam di pesisir dengan wilayah lain di Indonesia, seperti di pedalaman atau perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran dan pengaruh pondok pesantren dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dakwah Islam Pesisir: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang metode dakwah Islam di pesisir dengan wilayah lain di Indonesia, seperti di pedalaman atau perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran dan pengaruh pondok pesantren dalam menyebarkan Islam di pesisir, serta bagaimana pondok pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang efektif dalam mewujudkan keberhasilan dakwah Islamiyah. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana dakwah Islam di pesisir dapat menjadi model atau inspirasi bagi penyebaran Islam di wilayah lain, dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan sejarah yang unik di setiap wilayah.. Dengan mengingat bahwa pelaksanaan dakwah Islamiyah tidak boleh berhenti dalam sistim pelaksanaan dakwah.Maka yang perlu disiapkan dalam estafet pelaksanaan dakwah adalah di dirikannya lembaga pendidikan Islam yang berupa pondok pesantren sebagi cikal bakal lembaga pendidikan Islam.Di pondok pesantren akan di didik para santrinya dari pelbagai daerah yang nantinya diharapkan sebagai kader dalam pelaksanaan dakwah di daerahnya Islam yang ada di Nusantara telah memiliki sejarah panjang di pesisir, kawasan yang terletak di pesisir dan merupakan pusat perdagangan atau pelabuhan utama pada masa lalu. Pesisir seringkali menjadi titik pertemuan antara berbagai budaya, agama, dan peradaban, sehingga memainkan peran penting dalam penyebaran dan perkembangan Islam wilayah tersebut. Islam telah tersebar luas di daerah pesisir melalui berbagai jalur yang berbeda. Penyebaran dan perkembangan Islam di pesisir dipengaruhi beberapa faktor. Sebagaimana diterangkan dalam berbagai literature sejarah Islam, ada beberapa jalur yang digunakan oleh... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-1db5b.webp" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-1db5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-1db5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-1db5b.webp 1x" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" alt="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-5e79f.webp" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-5e79f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-5e79f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-5e79f.webp 1x" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" alt="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-6254f.webp" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-6254f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-6254f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-6254f.webp 1x" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" alt="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52215-sejarah-islam-konteks-dakwah" title="JURIS - Dakwah Islam Pesisir" target="_blank">Dakwah Islam Pesisir</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang metode dakwah Islam di pesisir dengan wilayah lain di Indonesia, seperti di pedalaman atau perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran dan pengaruh pondok pesantren dalam menyebarkan Islam di pesisir, serta bagaimana pondok pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang efektif dalam mewujudkan keberhasilan dakwah Islamiyah. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana dakwah Islam di pesisir dapat menjadi model atau inspirasi bagi penyebaran Islam di wilayah lain, dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan sejarah yang unik di setiap wilayah..
<br>Dengan mengingat bahwa pelaksanaan dakwah Islamiyah tidak boleh berhenti dalam sistim pelaksanaan dakwah.Maka yang perlu disiapkan dalam estafet pelaksanaan dakwah adalah di dirikannya lembaga pendidikan Islam yang berupa pondok pesantren sebagi cikal bakal lembaga pendidikan Islam.Di pondok pesantren akan di didik para santrinya dari pelbagai daerah yang nantinya diharapkan sebagai kader dalam pelaksanaan dakwah di daerahnya
<br>Islam yang ada di Nusantara telah memiliki sejarah panjang di pesisir, kawasan yang terletak di pesisir dan merupakan pusat perdagangan atau pelabuhan utama pada masa lalu. Pesisir seringkali menjadi titik pertemuan antara berbagai budaya, agama, dan peradaban, sehingga memainkan peran penting dalam penyebaran dan perkembangan Islam wilayah tersebut. Islam telah tersebar luas di daerah pesisir melalui berbagai jalur yang berbeda. Penyebaran dan perkembangan Islam di pesisir dipengaruhi beberapa faktor. Sebagaimana diterangkan dalam berbagai literature sejarah Islam, ada beberapa jalur yang digunakan oleh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-1db5b.webp" type="image/webp" length="89330" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-1db5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-5e79f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/sejarah-islam-konteks-dakwah-nusantara-penyebaran-thumb-6254f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52221-desain-modul-esp-pembelajaran-pembelaj</link>
	<guid isPermaLink="false">cb6ab0232c0de9d51d97695cda8a33f8</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:14:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arief subhan ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arief,counter,flag,focus,scope,subhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran microteaching, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan materi modul yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya: Untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran microteaching, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan materi modul yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam modul, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kolaboratif. Dengan demikian, modul dapat menjadi alat pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya telah dibuat dengan menggunakan model Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima langkah.analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi.Hasil penilaian ahli terhadap modul menunjukkan bahwa modul telah valid pada beberapa aspek, tetapi membutuhkan revisi pada isi modul, yaitu beberapa aspek seperti kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah, kejelasan kerangka isi, kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran, dan sebagainya.Saran-saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan pembuatan modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, antara lain.materi microteaching dalam modul dapat direvisi, baik ditambah maupun disesuaikan dan dilengkapi sesuai kebutuhan, dan penelitian lanjutan terhadap modul setelah dilakukan revisi adalah uji coba kelompok kecil sehingga modul siap untuk digunakan dalam proses pembelajaran Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan Borg dan Gall, yang telah disederhanakan menjadi lima tahap: analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan memperoleh skor validasi akhir sebesar 71,56%, yang dikategorikan sebagai valid dengan revisi parsial. Oleh karena itu, hasil akhir penelitian ini adalah modul dengan validasi yang memadai, yang memerlukan beberapa revisi sebelum melanjutkan ke tahap penelitian selanjutnya,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp 1x" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" alt="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp 1x" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" alt="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp 1x" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" alt="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52221-desain-modul-esp-pembelajaran-pembelaj" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" target="_blank">Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya</a>: Untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran microteaching, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan materi modul yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam modul, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kolaboratif. Dengan demikian, modul dapat menjadi alat pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya telah dibuat dengan menggunakan model Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima langkah.analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi.Hasil penilaian ahli terhadap modul menunjukkan bahwa modul telah valid pada beberapa aspek, tetapi membutuhkan revisi pada isi modul, yaitu beberapa aspek seperti kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah, kejelasan kerangka isi, kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran, dan sebagainya.Saran-saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan pembuatan modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, antara lain.materi microteaching dalam modul dapat direvisi, baik ditambah maupun disesuaikan dan dilengkapi sesuai kebutuhan, dan penelitian lanjutan terhadap modul setelah dilakukan revisi adalah uji coba kelompok kecil sehingga modul siap untuk digunakan dalam proses pembelajaran
<br>Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan Borg dan Gall, yang telah disederhanakan menjadi lima tahap: analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan memperoleh skor validasi akhir sebesar 71,56%, yang dikategorikan sebagai valid dengan revisi parsial. Oleh karena itu, hasil akhir penelitian ini adalah modul dengan validasi yang memadai, yang memerlukan beberapa revisi sebelum melanjutkan ke tahap penelitian selanjutnya,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" type="image/webp" length="90612" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52218-budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-san</link>
	<guid isPermaLink="false">f59c22cfe9b7280eb8f85846c6d2c955</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:10:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter disiplin santri di ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter disiplin santri di lingkungan pondok pesantren yang berbeda. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan strategi komunikasi yang digunakan oleh pengurus di berbagai pondok pesantren, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran dan pengaruh lingkungan pondok pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana lingkungan pondok pesantren, termasuk aturan, tradisi, dan interaksi sosial, mempengaruhi perilaku dan karakter disiplin santri. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi komunikasi interpersonal yang digunakan oleh pengurus untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana pengurus beradaptasi dan menyesuaikan strategi komunikasi mereka dalam menghadapi berbagai situasi dan perilaku santri yang berbeda.. Berdasarkan penjelasan yang diberikan peneliti pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa, teori Miller dan Stainberg merupakan teori strategi komunikasi interpersonal yang digunakan pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah, antara lain.Pertama, Strategi Wortel Teruntai adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang dilakukan komunikator untuk meningkatkan probabilitas komunikan, apabila komunikator memberikan imbalan (reward) kepada komunikan, baik itu berupa barang ataupun pujian.Biasanya pengurus akan memberikan imbalan kepada santri yang memiliki rajin dan disiplin.Kedua, Strategi Pedang Tergantung adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang lakukan untuk mengurangi probabilitas komunikan, strategi ini berupa sebuah hukuman (punisment) yang komunikator berikan kepada komunikan.Biasanya pengurus memberikan hukuman kepada para santri yang melanggar peraturan di pondok pesantren, seperti merokok, keluar pondok tanpa izin, dan tidak mengikuti kegiatan.Ketiga, Strategi Katalisator adalah penerapan strategi komunikasi interpersonal yang digunakan komunikator untuk sekedar mengingatkan komunikan agar melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh komunikator, strategi ini berbeda dengan kedua strategi sebelumnya, strategi katalisator lebih menekankan sikap kesadaran kepada diri sendiri komunikan untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh komunikator.Biasanya pengurus memberikan teguran halus dan nasihat kepada santri yang melakukan pelanggaran ringan, seperti membuang sampah sembarangan, ghosob, dll.Dalam proses pengurus untuk membentuk karakter disiplin santri, terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat, antara lain.Faktor pendukung, pertama yaitu dalam proses membentuk karakter disiplin santri, para pengurus berusaha membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait.Kerja sama antar civitas yang baik juga akan berdampak positif, seperti komunikasi antara pengasuh kepada pengurus kemudian berlanjut ke santri, sehingga kerja sama tersebut saling mendukung dan memberikan dampak yang positif terhadap kedisiplinan santri.Kedua yaitu lingkungan yang mendukung, pada dasarnya lingkungan seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap sikap, watak, dan akhlaknya.Jika seseorang hidup dalam lingkungan yang baik, maka lingkungan tersebut akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan karakternya.Salah satu lingkungan yang baik adalah lingkungan pondok pesantren, cukup kita ketahui bahwasannya lingkungan pondok merupakan lingkungan pendidikan yang sangat memperhatikan sifat akhlaqul karimah, salah satunya mempunyai karakter yang disiplin ketika berada di lingkungan pondok pesantren, yaitu dengan mematuhi segala peraturan pondok pesantren yang sudah disepakati bersama-sama.Faktor penghambat, pertama yaitu pengurus yang terkadang lalai, Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam proses pembentukan karakter disiplin santri adalah dari pribadi pengurus sendiri yang terkadang lalai dalam menjalankan tugas-tugas sebagai komunikatornya, karena peran seorang pengurus sebagai komunikator merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter disiplin santri.Dengan pengurus yang mempunyai pengetahuan yang luas, pengalaman yang cukup tinggi, dan memiliki sikap tanggung jawab yang baik, pengurus dirasa akan lebih mampu dalam membimbing dan memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan.Kedua yaitu kurangnya kesadaran individu santri, Kurangnya minat santri untuk berubah menjadi lebih baik menjadi faktor utama yang menghambat proses pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri.Sejumlah santri mungkin merasa sulit beradaptasi dengan situasi, kondisi, dan aturan yang berlaku di pondok pesantren, sehingga mereka cenderung menunjukkan ketidaksetujuan terhadap tata tertib dan aturan yang sudah ditetapkan, bahkan ada yang cenderung melanggar aturan, meskipun tidak semua santri memiliki perilaku yang melanggar, tidak dapat dipungkiri juga bahwa perilaku santri yang kurang responsif terhadap intruksi pengurus dapat menghambat proses jalannya komunikasi antara pengurus dengan santri yang lain.Hal ini menunjukkan bahwa bagaimanapun cara pengurus dalam mendidik santri untuk menjadi lebih baik, jika dari hati nurani santri sendiri tidak ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, maka pengurus juga akan semakin kesulitan sendiri dalam memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, baik dalam diri sendiri maupun melalui interaksi langsung atau tatap muka sehingga pesan dapat disampaikan dan keputusan dapat dicapai. Dalam penelitian ini, komunikasi interpersonal yang dimaksud adalah komunikasi antara pengelola dalam membentuk karakter disiplin para santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal pengelola dalam membentuk karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi interpersonal manajemen dalam membentuk karakter disiplin santri serta apa saja faktor pendukung dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp 1x" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" alt="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp 1x" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" alt="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp 1x" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" alt="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52218-budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-san" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" target="_blank">Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter disiplin santri di lingkungan pondok pesantren yang berbeda. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan strategi komunikasi yang digunakan oleh pengurus di berbagai pondok pesantren, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran dan pengaruh lingkungan pondok pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana lingkungan pondok pesantren, termasuk aturan, tradisi, dan interaksi sosial, mempengaruhi perilaku dan karakter disiplin santri. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi komunikasi interpersonal yang digunakan oleh pengurus untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana pengurus beradaptasi dan menyesuaikan strategi komunikasi mereka dalam menghadapi berbagai situasi dan perilaku santri yang berbeda..
<br>Berdasarkan penjelasan yang diberikan peneliti pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa, teori Miller dan Stainberg merupakan teori strategi komunikasi interpersonal yang digunakan pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah, antara lain.Pertama, Strategi Wortel Teruntai adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang dilakukan komunikator untuk meningkatkan probabilitas komunikan, apabila komunikator memberikan imbalan (reward) kepada komunikan, baik itu berupa barang ataupun pujian.Biasanya pengurus akan memberikan imbalan kepada santri yang memiliki rajin dan disiplin.Kedua, Strategi Pedang Tergantung adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang lakukan untuk mengurangi probabilitas komunikan, strategi ini berupa sebuah hukuman (punisment) yang komunikator berikan kepada komunikan.Biasanya pengurus memberikan hukuman kepada para santri yang melanggar peraturan di pondok pesantren, seperti merokok, keluar pondok tanpa izin, dan tidak mengikuti kegiatan.Ketiga, Strategi Katalisator adalah penerapan strategi komunikasi interpersonal yang digunakan komunikator untuk sekedar mengingatkan komunikan agar melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh komunikator, strategi ini berbeda dengan kedua strategi sebelumnya, strategi katalisator lebih menekankan sikap kesadaran kepada diri sendiri komunikan untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh komunikator.Biasanya pengurus memberikan teguran halus dan nasihat kepada santri yang melakukan pelanggaran ringan, seperti membuang sampah sembarangan, ghosob, dll.Dalam proses pengurus untuk membentuk karakter disiplin santri, terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat, antara lain.Faktor pendukung, pertama yaitu dalam proses membentuk karakter disiplin santri, para pengurus berusaha membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait.Kerja sama antar civitas yang baik juga akan berdampak positif, seperti komunikasi antara pengasuh kepada pengurus kemudian berlanjut ke santri, sehingga kerja sama tersebut saling mendukung dan memberikan dampak yang positif terhadap kedisiplinan santri.Kedua yaitu lingkungan yang mendukung, pada dasarnya lingkungan seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap sikap, watak, dan akhlaknya.Jika seseorang hidup dalam lingkungan yang baik, maka lingkungan tersebut akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan karakternya.Salah satu lingkungan yang baik adalah lingkungan pondok pesantren, cukup kita ketahui bahwasannya lingkungan pondok merupakan lingkungan pendidikan yang sangat memperhatikan sifat akhlaqul karimah, salah satunya mempunyai karakter yang disiplin ketika berada di lingkungan pondok pesantren, yaitu dengan mematuhi segala peraturan pondok pesantren yang sudah disepakati bersama-sama.Faktor penghambat, pertama yaitu pengurus yang terkadang lalai, Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam proses pembentukan karakter disiplin santri adalah dari pribadi pengurus sendiri yang terkadang lalai dalam menjalankan tugas-tugas sebagai komunikatornya, karena peran seorang pengurus sebagai komunikator merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter disiplin santri.Dengan pengurus yang mempunyai pengetahuan yang luas, pengalaman yang cukup tinggi, dan memiliki sikap tanggung jawab yang baik, pengurus dirasa akan lebih mampu dalam membimbing dan memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan.Kedua yaitu kurangnya kesadaran individu santri, Kurangnya minat santri untuk berubah menjadi lebih baik menjadi faktor utama yang menghambat proses pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri.Sejumlah santri mungkin merasa sulit beradaptasi dengan situasi, kondisi, dan aturan yang berlaku di pondok pesantren, sehingga mereka cenderung menunjukkan ketidaksetujuan terhadap tata tertib dan aturan yang sudah ditetapkan, bahkan ada yang cenderung melanggar aturan, meskipun tidak semua santri memiliki perilaku yang melanggar, tidak dapat dipungkiri juga bahwa perilaku santri yang kurang responsif terhadap intruksi pengurus dapat menghambat proses jalannya komunikasi antara pengurus dengan santri yang lain.Hal ini menunjukkan bahwa bagaimanapun cara pengurus dalam mendidik santri untuk menjadi lebih baik, jika dari hati nurani santri sendiri tidak ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, maka pengurus juga akan semakin kesulitan sendiri dalam memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan
<br>Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, baik dalam diri sendiri maupun melalui interaksi langsung atau tatap muka sehingga pesan dapat disampaikan dan keputusan dapat dicapai. Dalam penelitian ini, komunikasi interpersonal yang dimaksud adalah komunikasi antara pengelola dalam membentuk karakter disiplin para santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal pengelola dalam membentuk karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi interpersonal manajemen dalam membentuk karakter disiplin santri serta apa saja faktor pendukung dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" type="image/webp" length="101886" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52211-sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-anon</link>
	<guid isPermaLink="false">24cef453619ed5524b3ed98a776e7346</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 16:30:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi ujaran kebencian di media sosial, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, perlu adanya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial. Pembatasan ini dapat dilakukan dengan menerapkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam: Untuk mengatasi ujaran kebencian di media sosial, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, perlu adanya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial. Pembatasan ini dapat dilakukan dengan menerapkan aturan-aturan yang jelas dan tegas mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diungkapkan melalui media sosial. Kedua, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang cara berkomunikasi yang baik dan sopan. Dalam Islam, ada enam cara berkomunikasi yang harus diterapkan, yaitu Qaulan Kariman, Qaulan Maysura, Qaulan Balighan, Qaulan Layyinan, Qaulan Sadidan, dan Qaulan Ma'rufan. Ketiga, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang dampak negatif dari ujaran kebencian. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi dan diskursus di universitas, serta melibatkan mahasiswa dan akademisi dalam mengeksplorasi ide-ide baru yang lebih komprehensif tentang ujaran kebencian. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa di seluruh universitas.. Dengan adanya globalisasi saat ini, dikatakan bahwa Aunew mediaAu menjadi media yang paling banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat di berbagai belahan dunia.Mudahnya akses internet saat ini, meningkatkan potensi informasi dan juga berita yang mengandung ujaran kebencian atau hate speech sangatlah besar.Faktor yang menyebabkan ujaran kebencian pun karena tidak tersedianya pembatasan pertimbangan baik dan buruk dalam berkomentar menjadi awal penyalahgunaan media sosial.perlu kita ingat bahwa menggunakan media sosial harus berpegang teguh terhadap prinsip dan juga agama, karena jika tidak berpegang teguh terhadap kedua hal itu akan menyebabkan fenomena ujaran kebencian di media sosial.Dan juga setiap mengunggah sesuatu atau berkomentar pastikan bahwa kata-kata yang kita pilih adalah yang terbaik, tidak menyinggung perasaan orang lain dan merugikannya.berfirman dalam Al-QurAoan Surat AlBaqarah ayat 83.Sedangkan melihat ujaran kebencian dapat membuat seseorang ikut melontarkan ujaran kebencian juga.Salah satu penyebab dari hal tersebut adalah maraknya pengguna media sosial yang hanya ikut-ikutan saja baik menyebarkan atau membuat unggahan yang sama tanpa mengetahui maksud/pesan asli/jenis dari sebuah unggahan karena sedang ramai diperbincangkan.Ujaran kebencian memprovokasi seseorang untuk melakukan hal itu juga.Jadi, prasangka bisa menjadi penyebab dan juga bisa menjadi dampak untuk target kebencian adalah Prasangka terhadap target kebencian.Prasangka merupakan sikap yang memiliki konotasi yang negatif yang ditujukan kepada orang lain sebagai individu atau anggota kelompok.Prasangka bisa berwujud dalam ranah kognitif seperti pandangan buruk tanpa dasar kepada orang lain atau kelompok lain, bisa juga dalam bentuk perasaan negatif seperti kebencian dan kedengkian kepada orang lain atau kelompok lain.Akhirnya, prasangka bisa juga mewujud dalam bentuk tindakan diskriminatif dan perlakuan semena-mena yang menimbulkan luka psikis maupun fisik terhadap korban ujaran kebencian Media sosial menjadi alat untuk menyampaikan pendapat seseorang dengan mudah, dengan demikian kerap terjadi pendapat seseorang yang disampaikan melalui media sosial yang melewati batas wajar dan didasari dengan kebencian sehingga diperlukan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial, dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwasannya al-QurAoan membahas enam cara untuk berkomunikasi, contohnya yang pertama ada Qaulan Karimah, kedua Qaulan Maysura, ketiga Qaulan Balighan, keempat Qaulan Layyinan, kelima Qaulan Sadidan, dan terakhir ada Qaulan MaAorufan. Penulisan ini menggunakan metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-11666.webp" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-11666.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-11666.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-11666.webp 1x" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" alt="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-f61c3.webp" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-f61c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-f61c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-f61c3.webp 1x" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" alt="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-5eb3c.webp" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-5eb3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-5eb3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-5eb3c.webp 1x" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" alt="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52211-sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-anon" title="JURIS - Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam" target="_blank">Strategi Mengatasi Hate Speech di Media Sosial dalam Perspektif Islam</a>: Untuk mengatasi ujaran kebencian di media sosial, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, perlu adanya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial. Pembatasan ini dapat dilakukan dengan menerapkan aturan-aturan yang jelas dan tegas mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diungkapkan melalui media sosial. Kedua, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang cara berkomunikasi yang baik dan sopan. Dalam Islam, ada enam cara berkomunikasi yang harus diterapkan, yaitu Qaulan Kariman, Qaulan Maysura, Qaulan Balighan, Qaulan Layyinan, Qaulan Sadidan, dan Qaulan Ma'rufan. Ketiga, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang dampak negatif dari ujaran kebencian. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi dan diskursus di universitas, serta melibatkan mahasiswa dan akademisi dalam mengeksplorasi ide-ide baru yang lebih komprehensif tentang ujaran kebencian. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa di seluruh universitas..
<br>Dengan adanya globalisasi saat ini, dikatakan bahwa Aunew mediaAu menjadi media yang paling banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat di berbagai belahan dunia.Mudahnya akses internet saat ini, meningkatkan potensi informasi dan juga berita yang mengandung ujaran kebencian atau hate speech sangatlah besar.Faktor yang menyebabkan ujaran kebencian pun karena tidak tersedianya pembatasan pertimbangan baik dan buruk dalam berkomentar menjadi awal penyalahgunaan media sosial.perlu kita ingat bahwa menggunakan media sosial harus berpegang teguh terhadap prinsip dan juga agama, karena jika tidak berpegang teguh terhadap kedua hal itu akan menyebabkan fenomena ujaran kebencian di media sosial.Dan juga setiap mengunggah sesuatu atau berkomentar pastikan bahwa kata-kata yang kita pilih adalah yang terbaik, tidak menyinggung perasaan orang lain dan merugikannya.berfirman dalam Al-QurAoan Surat AlBaqarah ayat 83.Sedangkan melihat ujaran kebencian dapat membuat seseorang ikut melontarkan ujaran kebencian juga.Salah satu penyebab dari hal tersebut adalah maraknya pengguna media sosial yang hanya ikut-ikutan saja baik menyebarkan atau membuat unggahan yang sama tanpa mengetahui maksud/pesan asli/jenis dari sebuah unggahan karena sedang ramai diperbincangkan.Ujaran kebencian memprovokasi seseorang untuk melakukan hal itu juga.Jadi, prasangka bisa menjadi penyebab dan juga bisa menjadi dampak untuk target kebencian adalah Prasangka terhadap target kebencian.Prasangka merupakan sikap yang memiliki konotasi yang negatif yang ditujukan kepada orang lain sebagai individu atau anggota kelompok.Prasangka bisa berwujud dalam ranah kognitif seperti pandangan buruk tanpa dasar kepada orang lain atau kelompok lain, bisa juga dalam bentuk perasaan negatif seperti kebencian dan kedengkian kepada orang lain atau kelompok lain.Akhirnya, prasangka bisa juga mewujud dalam bentuk tindakan diskriminatif dan perlakuan semena-mena yang menimbulkan luka psikis maupun fisik terhadap korban ujaran kebencian
<br>Media sosial menjadi alat untuk menyampaikan pendapat seseorang dengan mudah, dengan demikian kerap terjadi pendapat seseorang yang disampaikan melalui media sosial yang melewati batas wajar dan didasari dengan kebencian sehingga diperlukan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial, dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwasannya al-QurAoan membahas enam cara untuk berkomunikasi, contohnya yang pertama ada Qaulan Karimah, kedua Qaulan Maysura, ketiga Qaulan Balighan, keempat Qaulan Layyinan, kelima Qaulan Sadidan, dan terakhir ada Qaulan MaAorufan. Penulisan ini menggunakan metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-11666.webp" type="image/webp" length="94176" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-11666.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-f61c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/sosial-kebebasan-berekspresi-ujaran-kebencian-alat-thumb-5eb3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52217-karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">72704e2674e630b15e90bc2efbec6051</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:32:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan dapat memaksimalkan manfaat WhatsApp sambil mengatasi tantangannya. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara empiris strategi komunikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan: Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan dapat memaksimalkan manfaat WhatsApp sambil mengatasi tantangannya. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara empiris strategi komunikasi spesifik yang digunakan pasangan untuk mengurangi kesalahpahaman yang timbul dari kurangnya isyarat nonverbal di WhatsApp. Kita bisa meneliti, misalnya, apakah penggunaan emoji, pesan suara, atau panggilan video secara aktif benar-benar efektif, dan adakah pola tertentu dalam penulisan pesan teks yang terbukti mengurangi salah tafsir antar pasangan. Selain itu, mengingat adanya indikasi ketergantungan pada WhatsApp, studi mendatang dapat menganalisis dampak jangka panjang dari penggunaan aplikasi yang berlebihan ini terhadap kualitas hubungan interpersonal secara keseluruhan, termasuk frekuensi interaksi tatap muka dan kegiatan bersama tanpa gawai. Apakah ada batas tertentu di mana pemanfaatan WhatsApp justru dapat merenggangkan ikatan emosional daripada memperkuatnya? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif. Misalnya, membandingkan efektivitas WhatsApp dengan aplikasi pesan instan lain yang populer di kalangan pasangan, atau mengeksplorasi bagaimana faktor demografi dan budaya, seperti usia, latar belakang pekerjaan, atau lokasi geografis, memengaruhi pola komunikasi melalui WhatsApp dan persepsi mereka terhadap efektivitasnya. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran WhatsApp dalam dinamika hubungan modern.. WhatsApp terbukti menjadi alat komunikasi yang efektif bagi pasangan, menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, meskipun tantangan seperti kesalahpahaman dan ketergantungan perlu diatasi.Efektivitas komunikasi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan antar pasangan dan kompetensi digital mereka.Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pasangan dan dasar untuk studi lebih lanjut mengenai penggunaan WhatsApp dalam komunikasi interpersonal Di era digital ini, WhatsApp telah menjadi platform komunikasi interpersonal yang populer, termasuk bagi para pasangan. WhatsApp, sebagai salah satu aplikasi pesan instan yang paling populer di dunia termasuk Indonesia, telah memberikan perubahan signifikan dalam dinamika ilmu komunikasi. WhatsApp menyediakan berbagai fitur seperti pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video, yang memungkinkan pasangan untuk tetap terhubung secara real-time meskipun berada di tempat yang berjauhan. Komunikasi interpersonal melalui WhatsApp memungkinkan adanya kemudahan dalam berinteraksi, yang pada awalnya dilakukan dengan tatap muka, kini dapat dilakukan secara virtual dengan teknologi komunikasi yang terus... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" alt="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" alt="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" alt="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52217-karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-ko" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" target="_blank">Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan</a>: Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan dapat memaksimalkan manfaat WhatsApp sambil mengatasi tantangannya. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara empiris strategi komunikasi spesifik yang digunakan pasangan untuk mengurangi kesalahpahaman yang timbul dari kurangnya isyarat nonverbal di WhatsApp. Kita bisa meneliti, misalnya, apakah penggunaan emoji, pesan suara, atau panggilan video secara aktif benar-benar efektif, dan adakah pola tertentu dalam penulisan pesan teks yang terbukti mengurangi salah tafsir antar pasangan. Selain itu, mengingat adanya indikasi ketergantungan pada WhatsApp, studi mendatang dapat menganalisis dampak jangka panjang dari penggunaan aplikasi yang berlebihan ini terhadap kualitas hubungan interpersonal secara keseluruhan, termasuk frekuensi interaksi tatap muka dan kegiatan bersama tanpa gawai. Apakah ada batas tertentu di mana pemanfaatan WhatsApp justru dapat merenggangkan ikatan emosional daripada memperkuatnya? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif. Misalnya, membandingkan efektivitas WhatsApp dengan aplikasi pesan instan lain yang populer di kalangan pasangan, atau mengeksplorasi bagaimana faktor demografi dan budaya, seperti usia, latar belakang pekerjaan, atau lokasi geografis, memengaruhi pola komunikasi melalui WhatsApp dan persepsi mereka terhadap efektivitasnya. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran WhatsApp dalam dinamika hubungan modern..
<br>WhatsApp terbukti menjadi alat komunikasi yang efektif bagi pasangan, menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, meskipun tantangan seperti kesalahpahaman dan ketergantungan perlu diatasi.Efektivitas komunikasi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan antar pasangan dan kompetensi digital mereka.Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pasangan dan dasar untuk studi lebih lanjut mengenai penggunaan WhatsApp dalam komunikasi interpersonal
<br>Di era digital ini, WhatsApp telah menjadi platform komunikasi interpersonal yang populer, termasuk bagi para pasangan. WhatsApp, sebagai salah satu aplikasi pesan instan yang paling populer di dunia termasuk Indonesia, telah memberikan perubahan signifikan dalam dinamika ilmu komunikasi. WhatsApp menyediakan berbagai fitur seperti pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video, yang memungkinkan pasangan untuk tetap terhubung secara real-time meskipun berada di tempat yang berjauhan. Komunikasi interpersonal melalui WhatsApp memungkinkan adanya kemudahan dalam berinteraksi, yang pada awalnya dilakukan dengan tatap muka, kini dapat dilakukan secara virtual dengan teknologi komunikasi yang terus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" type="image/webp" length="94066" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52207-jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita</link>
	<guid isPermaLink="false">3ffe38c98c0186d1d5fb495bdc52e6d8</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:19:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jkis indexed ]]></category>
	<category><![CDATA[ kpk tipikor ]]></category>
	<category><![CDATA[ jkis email ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[email,indexed,jkis,kpk,tipikor]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan platform digital seperti WhatsApp atau aplikasi pajak memengaruhi tingkat kecemasan dan kepatuhan wajib pajak dalam proses penagihan, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap komunikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan platform digital seperti WhatsApp atau aplikasi pajak memengaruhi tingkat kecemasan dan kepatuhan wajib pajak dalam proses penagihan, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap komunikasi tatap muka tradisional; kemudian, studi komparatif antara KPP Madya Medan dan kantor pajak di wilayah lain dapat mengevaluasi apakah strategi komunikasi yang sama menghasilkan hasil kepatuhan yang berbeda, sehingga mengidentifikasi faktor kontekstual regional yang memengaruhi interaksi; akhirnya, penelitian longitudinal yang melacak perubahan perilaku komunikasi jurusita pajak dan respons wajib pajak selama beberapa tahun dapat mengungkap dampak jangka panjang strategi empati fungsional dan konfirmasi pemahaman terhadap persepsi keadilan prosedural dan tingkat kepatuhan sukarela.. Interaksi antara Jurusita Pajak Negara dan Wajib Pajak di KPP Madya Medan menciptakan kecemasan dan ketidakpastian simultan pada kedua pihak, sebagaimana dijelaskan oleh Anxiety/Uncertainty Management Theory.Keberhasilan penagihan pajak aktif bergantung pada penerapan strategi komunikasiAipembukaan informatif, empati fungsional, dan konfirmasi pemahamanAiyang tidak hanya menyelesaikan tunggakan individu tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang terhadap institusi perpajakan.Dari perspektif Social Exchange Theory, kepatuhan Wajib Pajak meningkat ketika Jurusita Pajak Negara meminimalkan cost (instrumental, relasional, prosedural) dan memaksimalkan reward (relasional, kognitif, institusional), serta konsep captive exchange context menegaskan bahwa kualitas komunikasi menjadi determinan utama mode respons dan kepatuhan Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi antarpribadi antara Jurusita Pajak Negara (JSPN) dan Wajib Pajak (WP) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Medan. Proses penagihan pajak aktif merupakan situasi interaksional yang sarat kecemasan, ketidakpastian, dan potensi konflik karena melibatkan asimetri kewenangan yang inheren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap Jurusita Pajak Negara dan Wajib Pajak, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaya (2014). Teori utama yang digunakan adalah Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM) dari Gudykunst (1995) dan Social Exchange Theory (SET) dari Thibaut dan Kelley (1959). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Baik Jurusita... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-3cf1a.webp" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-3cf1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-3cf1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-3cf1a.webp 1x" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" alt="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-5b6bf.webp" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-5b6bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-5b6bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-5b6bf.webp 1x" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" alt="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-12ce8.webp" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-12ce8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-12ce8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-12ce8.webp 1x" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" alt="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52207-jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita" title="JURIS - Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan" target="_blank">Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan platform digital seperti WhatsApp atau aplikasi pajak memengaruhi tingkat kecemasan dan kepatuhan wajib pajak dalam proses penagihan, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap komunikasi tatap muka tradisional; kemudian, studi komparatif antara KPP Madya Medan dan kantor pajak di wilayah lain dapat mengevaluasi apakah strategi komunikasi yang sama menghasilkan hasil kepatuhan yang berbeda, sehingga mengidentifikasi faktor kontekstual regional yang memengaruhi interaksi; akhirnya, penelitian longitudinal yang melacak perubahan perilaku komunikasi jurusita pajak dan respons wajib pajak selama beberapa tahun dapat mengungkap dampak jangka panjang strategi empati fungsional dan konfirmasi pemahaman terhadap persepsi keadilan prosedural dan tingkat kepatuhan sukarela..
<br>Interaksi antara Jurusita Pajak Negara dan Wajib Pajak di KPP Madya Medan menciptakan kecemasan dan ketidakpastian simultan pada kedua pihak, sebagaimana dijelaskan oleh Anxiety/Uncertainty Management Theory.Keberhasilan penagihan pajak aktif bergantung pada penerapan strategi komunikasiAipembukaan informatif, empati fungsional, dan konfirmasi pemahamanAiyang tidak hanya menyelesaikan tunggakan individu tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang terhadap institusi perpajakan.Dari perspektif Social Exchange Theory, kepatuhan Wajib Pajak meningkat ketika Jurusita Pajak Negara meminimalkan cost (instrumental, relasional, prosedural) dan memaksimalkan reward (relasional, kognitif, institusional), serta konsep captive exchange context menegaskan bahwa kualitas komunikasi menjadi determinan utama mode respons dan kepatuhan
<br>Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi antarpribadi antara Jurusita Pajak Negara (JSPN) dan Wajib Pajak (WP) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Medan. Proses penagihan pajak aktif merupakan situasi interaksional yang sarat kecemasan, ketidakpastian, dan potensi konflik karena melibatkan asimetri kewenangan yang inheren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap Jurusita Pajak Negara dan Wajib Pajak, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaya (2014). Teori utama yang digunakan adalah Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM) dari Gudykunst (1995) dan Social Exchange Theory (SET) dari Thibaut dan Kelley (1959). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Baik Jurusita...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-12ce8.webp" type="image/webp" length="115924" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-3cf1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-5b6bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/jurusita-pajak-perilaku-komunikasi-manusia-kualita-thumb-12ce8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-668-dinastires.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1116-jurnal-komunikasi-ilmu-sosial.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 30 Jun 2026 02:11:30 +0700. 12 items. Served in: 1.424 seconds [rss] -->
