<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.102-5jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.102-5jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 08:12:51 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 08:12:51 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-05T08:12:51+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality</link>
	<guid isPermaLink="false">9ff3d81d63662ea764bfa01f7647dd64</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat.. Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" target="_blank">Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat..
<br>Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN
<br>Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" length="154426" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy A Literatur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy A Literatur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy A Literatur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53084-etik-terapi-kelompok-terapeutik-kep</link>
	<guid isPermaLink="false">554517de0442cee606b699344dc021fa</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lena atoy 34 ]]></category>
	<category><![CDATA[ hasbi nasrum ]]></category>
	<category><![CDATA[ edi purnomo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang menyelidiki penerapan prinsip etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik di berbagai setting pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perawat mengintegrasikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang menyelidiki penerapan prinsip etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik di berbagai setting pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perawat mengintegrasikan nilai-nilai etik dan legal dalam praktik sehari-hari, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan untuk memastikan terapi kelompok terapeutik yang profesional dan aman secara hukum. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien dan perawat mengenai pengalaman mereka dalam terapi kelompok terapeutik, termasuk aspek-aspek etik dan legal yang mereka hadapi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana meningkatkan kualitas dan akuntabilitas terapi kelompok terapeutik, serta memastikan perlindungan hak-hak pasien dan perawat.. Terapi kelompok adalah terapi yang dapat diberikan oleh Ners Spesialis, sehingga dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus memperhatikan prinsip etik dan legal keperawatan.Prinsip etik keperawatan yang dapat diterapkan pada terapi kelompok adalah autonomy, beneficence, non-maleficence, fidelity, veracity.Langkah yang dapat dilakukan untuk mengambil suatu keputusan etis apabila terjadi dilema etik dalam terapi kelompok adalah melakukan penilaian, identifikasi masalah dan identifikasi konflik, membuat perencanaan, implementasi dan evaluasi.Dasar hukum yang menjadi landasan menjalankan terapi kelompok adalah Undang-Undang RI No.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, yang disempurnakan pada Undang-Undang RI No.Terapi kelompok dapat diberikan pada klien individu, keluarga, kelompok dan komunitas baik sehat, risiko dan gangguan sepanjang daur kehidupan, sebagai upaya promotif, preventif, kuratif Penguasaan aspek etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik sangat krusial bagi perawat, untuk dapat melindungi hak pasien dan memperkuat akuntabilitas profesional perawat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek etik dan legal keperawatan dalam pelaksanaan terapi kelompok terapeutik. Metode yang digunakan adalah literature review pada pangkalan data LibUI, Google Scholar, dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci seperti "etik", "legal", "prinsip etik", "prinsip legal", "terapi kelompok", serta "terapi kelompok terapeutik". Kriteria inklusi menetapkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp 1x" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" alt="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp 1x" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" alt="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp 1x" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" alt="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53084-etik-terapi-kelompok-terapeutik-kep" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" target="_blank">Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang menyelidiki penerapan prinsip etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik di berbagai setting pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perawat mengintegrasikan nilai-nilai etik dan legal dalam praktik sehari-hari, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan untuk memastikan terapi kelompok terapeutik yang profesional dan aman secara hukum. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien dan perawat mengenai pengalaman mereka dalam terapi kelompok terapeutik, termasuk aspek-aspek etik dan legal yang mereka hadapi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana meningkatkan kualitas dan akuntabilitas terapi kelompok terapeutik, serta memastikan perlindungan hak-hak pasien dan perawat..
<br>Terapi kelompok adalah terapi yang dapat diberikan oleh Ners Spesialis, sehingga dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus memperhatikan prinsip etik dan legal keperawatan.Prinsip etik keperawatan yang dapat diterapkan pada terapi kelompok adalah autonomy, beneficence, non-maleficence, fidelity, veracity.Langkah yang dapat dilakukan untuk mengambil suatu keputusan etis apabila terjadi dilema etik dalam terapi kelompok adalah melakukan penilaian, identifikasi masalah dan identifikasi konflik, membuat perencanaan, implementasi dan evaluasi.Dasar hukum yang menjadi landasan menjalankan terapi kelompok adalah Undang-Undang RI No.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, yang disempurnakan pada Undang-Undang RI No.Terapi kelompok dapat diberikan pada klien individu, keluarga, kelompok dan komunitas baik sehat, risiko dan gangguan sepanjang daur kehidupan, sebagai upaya promotif, preventif, kuratif
<br>Penguasaan aspek etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik sangat krusial bagi perawat, untuk dapat melindungi hak pasien dan memperkuat akuntabilitas profesional perawat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek etik dan legal keperawatan dalam pelaksanaan terapi kelompok terapeutik. Metode yang digunakan adalah literature review pada pangkalan data LibUI, Google Scholar, dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci seperti "etik", "legal", "prinsip etik", "prinsip legal", "terapi kelompok", serta "terapi kelompok terapeutik". Kriteria inklusi menetapkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" type="image/webp" length="128342" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre</link>
	<guid isPermaLink="false">cae68c1dd2e169e711fd16af8ebeacec</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ neva sefanya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pengelolaan perilaku yang sistematis dan berkelanjutan di panti asuhan, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan spesifik anak-anak di panti asuhan.. Anak usia 3Ae11 tahun di Panti Asuhan X memiliki perilaku agresif yang bervariasi, termasuk agresi verbal terhadap orang lain, agresi fisik terhadap orang lain, agresi terhadap objek, dan agresi terhadap diri sendiri.Setelah diberikan intervensi regulasi emosi melalui sesi psikoedukatif dan latihan keterampilan adaptif, kemampuan anak dalam mengelola emosi meningkat, ketidakstabilan emosi berkurang, dan semua bentuk agresi menurun, terutama agresi fisik terhadap objek dan agresi verbal terhadap orang lain.Hasil ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara lebih tepat dan mengurangi perilaku agresif Perilaku agresif pada anak usia 3Ae11 tahun di panti asuhan dapat menghambat perkembangan sosial-emosional dan menciptakan lingkungan pengasuhan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perilaku agresif anak dan mengevaluasi efektivitas intervensi regulasi emosi dalam menurunkan perilaku agresif. Partisipan penelitian terdiri dari 10 anak berusia 3Ae11 tahun yang tinggal di Panti Asuhan X dan teridentifikasi menunjukkan perilaku agresif. Penelitian menggunakan desain... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" target="_blank">Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pengelolaan perilaku yang sistematis dan berkelanjutan di panti asuhan, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan spesifik anak-anak di panti asuhan..
<br>Anak usia 3Ae11 tahun di Panti Asuhan X memiliki perilaku agresif yang bervariasi, termasuk agresi verbal terhadap orang lain, agresi fisik terhadap orang lain, agresi terhadap objek, dan agresi terhadap diri sendiri.Setelah diberikan intervensi regulasi emosi melalui sesi psikoedukatif dan latihan keterampilan adaptif, kemampuan anak dalam mengelola emosi meningkat, ketidakstabilan emosi berkurang, dan semua bentuk agresi menurun, terutama agresi fisik terhadap objek dan agresi verbal terhadap orang lain.Hasil ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara lebih tepat dan mengurangi perilaku agresif
<br>Perilaku agresif pada anak usia 3Ae11 tahun di panti asuhan dapat menghambat perkembangan sosial-emosional dan menciptakan lingkungan pengasuhan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perilaku agresif anak dan mengevaluasi efektivitas intervensi regulasi emosi dalam menurunkan perilaku agresif. Partisipan penelitian terdiri dari 10 anak berusia 3Ae11 tahun yang tinggal di Panti Asuhan X dan teridentifikasi menunjukkan perilaku agresif. Penelitian menggunakan desain...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" type="image/webp" length="91780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti</link>
	<guid isPermaLink="false">94309b5f2693de0b0dad63dd0ca601dc</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang peran kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi kerja di berbagai wilayah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, seperti kondisi lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan dukungan manajemen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berperan dalam motivasi kerja sales retail di beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK).5% terhadap motivasi kerja dan memiliki peran positif yang jelas.Artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka semakin tinggi pula motivasi kerja dan sebaliknya.Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja berperan penting dalam motivasi kerja.Dimensi working conditions (WCS) merupakan dimensi kualitas kehidupan kerja yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja dengan koefisien korelasi sebesar 0 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penting keberlangsungan perusahaan untuk menangani berbagai masalah salah satunya dalam membangun kinerja yang baik untuk para karyawannya. Kualitas Kerja Karyawan merupakan hal yang cukup kompleks dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah faktor dari dalam diri seperti motivasi. Upaya pimpinan dalam meningkatkan motivasi untuk para bawahan dinilai penting terutama untuk para Sales sebagai ujung tombak dari pemasaran produk atau jasa perusahaan yang memiliki pengaruh besar dalam tercapainya suatu tujuan perusahaan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bahwa adanya kontribusi peran kualitas kehidupan kerja pada motivasi kerja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" target="_blank">Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang peran kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi kerja di berbagai wilayah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, seperti kondisi lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan dukungan manajemen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berperan dalam motivasi kerja sales retail di beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK).5% terhadap motivasi kerja dan memiliki peran positif yang jelas.Artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka semakin tinggi pula motivasi kerja dan sebaliknya.Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja berperan penting dalam motivasi kerja.Dimensi working conditions (WCS) merupakan dimensi kualitas kehidupan kerja yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja dengan koefisien korelasi sebesar 0
<br>Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penting keberlangsungan perusahaan untuk menangani berbagai masalah salah satunya dalam membangun kinerja yang baik untuk para karyawannya. Kualitas Kerja Karyawan merupakan hal yang cukup kompleks dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah faktor dari dalam diri seperti motivasi. Upaya pimpinan dalam meningkatkan motivasi untuk para bawahan dinilai penting terutama untuk para Sales sebagai ujung tombak dari pemasaran produk atau jasa perusahaan yang memiliki pengaruh besar dalam tercapainya suatu tujuan perusahaan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bahwa adanya kontribusi peran kualitas kehidupan kerja pada motivasi kerja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" type="image/webp" length="123124" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit</link>
	<guid isPermaLink="false">19caa4fdb15d337df8f8ed74980511da</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ generasi z ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, seperti akses informasi atau kesempatan rekreasi pada penggemar K-pop. Kedua, penelitian dapat berfokus pada konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop, untuk lebih memahami perilaku dan dampak celebrity worship pada penggemar K-pop. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak celebrity worship yang berlebihan terhadap kualitas hidup penggemar K-pop, dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dampak negatif tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara celebrity worship dan kualitas hidup pada penggemar K-pop.. Penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X dari kalangan dewasa awal.Hasil penelitian menemukan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan kualitas hidup.Semakin tinggi tingkat celebrity worship yang dialami, semakin tinggi juga kualitas hidup penggemar K-pop berusia dewasa awal yang menggunakan aplikasi X, dan demikian pula sebaliknya.Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang diajukan.Korelasi antara celebrity worship dan kualitas hidup yang ditemukan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan kajian empiris, serta menjadi landasan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.Konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop juga dapat menjadi fokus pada penelitian ke depannya.Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang program psikoedukasi.Meskipun ditemukan adanya hubungan positif antara celebrity worship dengan kualitas hidup, namun perlu diingat bahwa perilaku celebrity worship yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap penggemar.Penggemar K-pop perlu mengetahui batasan yang wajar dalam menunjukkan perilaku celebrity worship terhadap idolanya.Program psikoedukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi penggemar K-pop terkait cara-cara untuk menjaga tingkat celebrity worship agar tidak melebihi batas wajar.Program psikoedukasi yang dirancang juga dapat mengangkat topik terkait cara-cara meningkatkan kualitas hidup Musik K-pop banyak digemari oleh masyarakat global saat ini. Penggemar K-pop tidak hanya menyukai musik K-pop, namun juga mengidolakan para penyanyinya. Penggemar K-pop sering mengikuti berita terbaru hingga mengumpulkan informasi pribadi mengenai idolanya, salah satunya melalui aplikasi X. Perilaku ini dikenal sebagai celebrity worship, yaitu perilaku yang cenderung menunjukkan hubungan parasosial dan obsesi terhadap idolanya. Beberapa penelitian terdahulu menemukan kaitan antara celebrity worship dengan beberapa aspek kualitas hidup, namun hasilnya masih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" target="_blank">Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, seperti akses informasi atau kesempatan rekreasi pada penggemar K-pop. Kedua, penelitian dapat berfokus pada konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop, untuk lebih memahami perilaku dan dampak celebrity worship pada penggemar K-pop. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak celebrity worship yang berlebihan terhadap kualitas hidup penggemar K-pop, dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dampak negatif tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara celebrity worship dan kualitas hidup pada penggemar K-pop..
<br>Penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X dari kalangan dewasa awal.Hasil penelitian menemukan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan kualitas hidup.Semakin tinggi tingkat celebrity worship yang dialami, semakin tinggi juga kualitas hidup penggemar K-pop berusia dewasa awal yang menggunakan aplikasi X, dan demikian pula sebaliknya.Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang diajukan.Korelasi antara celebrity worship dan kualitas hidup yang ditemukan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan kajian empiris, serta menjadi landasan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.Konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop juga dapat menjadi fokus pada penelitian ke depannya.Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang program psikoedukasi.Meskipun ditemukan adanya hubungan positif antara celebrity worship dengan kualitas hidup, namun perlu diingat bahwa perilaku celebrity worship yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap penggemar.Penggemar K-pop perlu mengetahui batasan yang wajar dalam menunjukkan perilaku celebrity worship terhadap idolanya.Program psikoedukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi penggemar K-pop terkait cara-cara untuk menjaga tingkat celebrity worship agar tidak melebihi batas wajar.Program psikoedukasi yang dirancang juga dapat mengangkat topik terkait cara-cara meningkatkan kualitas hidup
<br>Musik K-pop banyak digemari oleh masyarakat global saat ini. Penggemar K-pop tidak hanya menyukai musik K-pop, namun juga mengidolakan para penyanyinya. Penggemar K-pop sering mengikuti berita terbaru hingga mengumpulkan informasi pribadi mengenai idolanya, salah satunya melalui aplikasi X. Perilaku ini dikenal sebagai celebrity worship, yaitu perilaku yang cenderung menunjukkan hubungan parasosial dan obsesi terhadap idolanya. Beberapa penelitian terdahulu menemukan kaitan antara celebrity worship dengan beberapa aspek kualitas hidup, namun hasilnya masih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" type="image/webp" length="155510" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en</link>
	<guid isPermaLink="false">9f1df44586bae9f3a3656fc686c7a121</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X): Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, sehingga dapat dilakukan studi komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan kerja. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya dalam bidang sumber daya manusia.. Berdasarkan hasil analisis di atas, diketahui bahwa terdapat peran social support terhadap work engagement.Semakin tinggi perceived social support, semakin tinggi work engagement.Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.Implikasi dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk mendorong timbulnya work engagement, individu/karyawan perlu mempersepsi bahwa lingkungan sosial telah memberikan dukungan (support) Work engagement karyawan dapat ditimbulkan dari beberapa aspek, salah satunya adalah social support dari lingkungan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran social support terhadap work engagement. Seperti perusahaan pada umumnya, PT X ingin mencapai tujuan atau target organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, PT X berusaha menciptakan suasana kerja yang saling mendukung. Social support didefinisikan sebagai persepsi bahwa seseorang diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Social support dapat berasal dari atasan, keluarga, sahabat,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" target="_blank">Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, sehingga dapat dilakukan studi komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan kerja. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya dalam bidang sumber daya manusia..
<br>Berdasarkan hasil analisis di atas, diketahui bahwa terdapat peran social support terhadap work engagement.Semakin tinggi perceived social support, semakin tinggi work engagement.Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.Implikasi dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk mendorong timbulnya work engagement, individu/karyawan perlu mempersepsi bahwa lingkungan sosial telah memberikan dukungan (support)
<br>Work engagement karyawan dapat ditimbulkan dari beberapa aspek, salah satunya adalah social support dari lingkungan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran social support terhadap work engagement. Seperti perusahaan pada umumnya, PT X ingin mencapai tujuan atau target organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, PT X berusaha menciptakan suasana kerja yang saling mendukung. Social support didefinisikan sebagai persepsi bahwa seseorang diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Social support dapat berasal dari atasan, keluarga, sahabat,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" type="image/webp" length="146068" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53065-analisis-faktor-alpha-sumbe</link>
	<guid isPermaLink="false">4d874b708656d8dedcce6d5d73dfd44c</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ibu tunggal dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk berbagai peran dan tanggung jawab yang mereka miliki.2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan waktu pada ibu tunggal. Penelitian ini dapat menyelidiki peran dukungan sosial, jaringan keluarga, dan sumber daya yang tersedia dalam membantu ibu tunggal mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan unik yang dihadapi oleh ibu tunggal dalam mengelola waktu, seperti konflik peran dan tekanan sosial.3. Mengembangkan intervensi atau program pelatihan yang ditujukan khusus untuk ibu tunggal dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode-metode praktis dan efektif yang dapat diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengatur waktu mereka secara optimal. Intervensi ini dapat mencakup strategi-strategi seperti perencanaan, pengorganisasian, prioritas, dan manajemen stres yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal.Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu ibu tunggal dalam mengelola waktu mereka dengan lebih baik, meningkatkan keseimbangan antara berbagai peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.. Dari kesepuluh kesuksesan time management menurut Kapur (2020), dapat terjelaskan bahwa pada faktor planning keempat partisipan secara garis besar membuat perencanaan di dalam notes handphone agar lebih memudahkan keempat partisipan dalam mencatat jadwal.Dalam organizing keempat partisipan melihat dan mengatur semua jadwal dari bangun hingga kembali tidur dan diletakkan di notes handphone untuk mengetahui tugas apa yang perlu diprioritaskan untuk menghindari kelalaian dalam tugas.Pada faktor leading, keempat partisipan secara garis besar mengarahkan kepada orang-orang yang membantunya seperti pada ART dan orang tua partisipan.Pada faktor prioritas keempat partisipan secara garis besar sama-sama mengutamakan anak dikarenakan anak-anak mereka yang masih tergolong kecil, menjalankan kuliah agar segera lulus dan mengutamakan pekerjaan untuk pendapatan sehari-hari.Pada faktor controlling keempat partisipan dalam pemantauan tugas mereka memantau penjadwalan yang telah disusun hingga akhir minggu untuk melihat apa saja yang perlu dikerjakan terlebih dahulu dengan mengutamakan tugas yang paling penting.Dalam faktor goal setting keempat partisipan memiliki tujuan berkuliah agar memperbagus karier dan menginginkan agar semua peran sebagai ibu tunggal berjalan dengan baik.Komunikasi dilakukan keempat partisipan kepada orang-orang yang membantunya, seperti ART dan orang tua partisipan.Hal tersebut dilakukan agar semua aktivitas serta pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.Pada faktor delegation keempat partisipan memiliki kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan mencatat semua pekerjaan dan tugas untuk dapat dilaksanakan secara tepat waktu.Pada faktor collaboration, keempat partisipan memiliki kolaborasi yang baik dengan orang-orang yang membantunya, seperti.ART, orang tua, keluarga, dan anak partisipan.Penting sekali adanya kolaborasi yang dilakukan di saat banyaknya peran dan tugas yang ibu tunggal jalani.Faktor terakhir yaitu manage stress, keempat partisipan mempunyai pengelolaan stres yaitu meluangkan waktunya untuk menonton televisi di malam hari, mengajak anak-anak pergi ke mall, bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk cara ibu tunggal dalam mengelola stres.Kejadian ditinggal suami meninggal merupakan hal yang dapat merubah keadaan dalam sekejap.Pada keempat partisipan ditemukan bahwa mereka tidak bisa berduka terlalu lama, karena mereka memiliki anak-anak yang harus diperjuangkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.Kejadian tersebut membuat keempat partisipan harus tetap menjalankan perannya sebagai single mother yang memiliki multi peran, agar terus dapat menopang kehidupan keluarganya.Tentunya multi peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya penerapan time management.Hasil yang telah diterapkan oleh keempat partisipan, menghasilkan banyak manfaat untuk mereka.Berdasarkan sepuluh faktor keberhasilan time management yang telah dipaparkan oleh Kapur (2020), dapat terlihat bahwa keempat partisipan dapat melakukan sepuluh faktor tersebut sehingga sampai saat ini mereka dapat menyeimbangkan peran dan tugas mereka.Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan.Penelitian ini juga dapat digunakan pada single mothers yang mengalami problems yang sama, yang berhubungan dalam hal mengelola waktu.Penelitian ini juga ingin memberikan manfaat untuk para pembaca agar dapat membantu mereka khususnya pada ibu tunggal yang mengalami masalah dalam pengelolaan waktu dan ingin mengetahui apa saja yang perlu diterapkan agar hidup mereka dapat berjalan dengan baik dan seimbang.Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terhadap berbagai pihak (seperti.anak dari seorang ibu tunggal, atasan di perusahaan yang memiliki bawahan seorang ibu tunggal, ataupun dosen dari mahasiswa yang berstatus ibu tunggal), yang memiliki hubungan/keterkaitan/tuntutan terhadap seorang ibu tunggal Sebagai ibu tunggal, membesarkan anak menjadi tantangan yang sangat berat. Selain membesarkan anak dan mengurus rumah tangga, ibu tunggal juga perlu bekerja. Lebih dari itu, terkadang ibu tunggal bahkan ada yang berkegiatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ibu tunggal ingin sukses dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sukses dalam pengasuhan, sukses dalam bekerja, dan sukses dalam pendidikan. Dalam hal menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, tampaknya bukan hal yang mudah bagi ibu tunggal. Ibu tunggal perlu melakukan pengelolaan waktu (time management) dengan baik dalam menjalankan berbagai peran/aspek kehidupan. Time management adalah cara individu mengatur atau menjadwalkan setiap kegiatannya, sehingga semua kegiatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53065-analisis-faktor-alpha-sumbe" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" target="_blank">Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ibu tunggal dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk berbagai peran dan tanggung jawab yang mereka miliki.2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan waktu pada ibu tunggal. Penelitian ini dapat menyelidiki peran dukungan sosial, jaringan keluarga, dan sumber daya yang tersedia dalam membantu ibu tunggal mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan unik yang dihadapi oleh ibu tunggal dalam mengelola waktu, seperti konflik peran dan tekanan sosial.3. Mengembangkan intervensi atau program pelatihan yang ditujukan khusus untuk ibu tunggal dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode-metode praktis dan efektif yang dapat diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengatur waktu mereka secara optimal. Intervensi ini dapat mencakup strategi-strategi seperti perencanaan, pengorganisasian, prioritas, dan manajemen stres yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal.Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu ibu tunggal dalam mengelola waktu mereka dengan lebih baik, meningkatkan keseimbangan antara berbagai peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan..
<br>Dari kesepuluh kesuksesan time management menurut Kapur (2020), dapat terjelaskan bahwa pada faktor planning keempat partisipan secara garis besar membuat perencanaan di dalam notes handphone agar lebih memudahkan keempat partisipan dalam mencatat jadwal.Dalam organizing keempat partisipan melihat dan mengatur semua jadwal dari bangun hingga kembali tidur dan diletakkan di notes handphone untuk mengetahui tugas apa yang perlu diprioritaskan untuk menghindari kelalaian dalam tugas.Pada faktor leading, keempat partisipan secara garis besar mengarahkan kepada orang-orang yang membantunya seperti pada ART dan orang tua partisipan.Pada faktor prioritas keempat partisipan secara garis besar sama-sama mengutamakan anak dikarenakan anak-anak mereka yang masih tergolong kecil, menjalankan kuliah agar segera lulus dan mengutamakan pekerjaan untuk pendapatan sehari-hari.Pada faktor controlling keempat partisipan dalam pemantauan tugas mereka memantau penjadwalan yang telah disusun hingga akhir minggu untuk melihat apa saja yang perlu dikerjakan terlebih dahulu dengan mengutamakan tugas yang paling penting.Dalam faktor goal setting keempat partisipan memiliki tujuan berkuliah agar memperbagus karier dan menginginkan agar semua peran sebagai ibu tunggal berjalan dengan baik.Komunikasi dilakukan keempat partisipan kepada orang-orang yang membantunya, seperti ART dan orang tua partisipan.Hal tersebut dilakukan agar semua aktivitas serta pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.Pada faktor delegation keempat partisipan memiliki kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan mencatat semua pekerjaan dan tugas untuk dapat dilaksanakan secara tepat waktu.Pada faktor collaboration, keempat partisipan memiliki kolaborasi yang baik dengan orang-orang yang membantunya, seperti.ART, orang tua, keluarga, dan anak partisipan.Penting sekali adanya kolaborasi yang dilakukan di saat banyaknya peran dan tugas yang ibu tunggal jalani.Faktor terakhir yaitu manage stress, keempat partisipan mempunyai pengelolaan stres yaitu meluangkan waktunya untuk menonton televisi di malam hari, mengajak anak-anak pergi ke mall, bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk cara ibu tunggal dalam mengelola stres.Kejadian ditinggal suami meninggal merupakan hal yang dapat merubah keadaan dalam sekejap.Pada keempat partisipan ditemukan bahwa mereka tidak bisa berduka terlalu lama, karena mereka memiliki anak-anak yang harus diperjuangkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.Kejadian tersebut membuat keempat partisipan harus tetap menjalankan perannya sebagai single mother yang memiliki multi peran, agar terus dapat menopang kehidupan keluarganya.Tentunya multi peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya penerapan time management.Hasil yang telah diterapkan oleh keempat partisipan, menghasilkan banyak manfaat untuk mereka.Berdasarkan sepuluh faktor keberhasilan time management yang telah dipaparkan oleh Kapur (2020), dapat terlihat bahwa keempat partisipan dapat melakukan sepuluh faktor tersebut sehingga sampai saat ini mereka dapat menyeimbangkan peran dan tugas mereka.Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan.Penelitian ini juga dapat digunakan pada single mothers yang mengalami problems yang sama, yang berhubungan dalam hal mengelola waktu.Penelitian ini juga ingin memberikan manfaat untuk para pembaca agar dapat membantu mereka khususnya pada ibu tunggal yang mengalami masalah dalam pengelolaan waktu dan ingin mengetahui apa saja yang perlu diterapkan agar hidup mereka dapat berjalan dengan baik dan seimbang.Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terhadap berbagai pihak (seperti.anak dari seorang ibu tunggal, atasan di perusahaan yang memiliki bawahan seorang ibu tunggal, ataupun dosen dari mahasiswa yang berstatus ibu tunggal), yang memiliki hubungan/keterkaitan/tuntutan terhadap seorang ibu tunggal
<br>Sebagai ibu tunggal, membesarkan anak menjadi tantangan yang sangat berat. Selain membesarkan anak dan mengurus rumah tangga, ibu tunggal juga perlu bekerja. Lebih dari itu, terkadang ibu tunggal bahkan ada yang berkegiatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ibu tunggal ingin sukses dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sukses dalam pengasuhan, sukses dalam bekerja, dan sukses dalam pendidikan. Dalam hal menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, tampaknya bukan hal yang mudah bagi ibu tunggal. Ibu tunggal perlu melakukan pengelolaan waktu (time management) dengan baik dalam menjalankan berbagai peran/aspek kehidupan. Time management adalah cara individu mengatur atau menjadwalkan setiap kegiatannya, sehingga semua kegiatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" type="image/webp" length="100752" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak</link>
	<guid isPermaLink="false">ae38ead243cc633f1749dbefe476d61f</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ neva sefanya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor-Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress (Studi Narrative Review): Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor yang belum tercakup dalam penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak psychological distress pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau dewasa muda, dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesehatan mental mereka. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara psychological distress dengan faktor-faktor sosial, seperti dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan atau kerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menjadi intervensi atau pencegahan terhadap psychological distress. Dengan memahami faktor-faktor dan dinamika psikososial yang kompleks, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan mental individu dan masyarakat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Melalui metode narrative review terhadap empat artikel penelitian kuantitatif, ditemukan enam faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological distress, yaitu attachment anxiety, reflective functioning, well-being, kecanduan media sosial, stres akademik, dan koneksi komunitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16Ae48 tahun.Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial, psychological distress dapat mulai muncul pada masa remaja (12Ae18 tahun), mencapai puncaknya pada masa dewasa muda (18Ae40 tahun), serta berpotensi berlanjut hingga masa dewasa akhir dan lanjut usia (40 tahun ke atas).Temuan ini menunjukkan bahwa psychological distress bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi internal individu dan lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental yang lebih komprehensif Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang individu mengalami psychological distress dengan data yang diambil berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu yang dapat mengakibatkan penderitaan, baik jangka pendek maupun panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap penelitian yang sudah pernah diterbitkan mengenai topik tertentu. Hasil kajian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" target="_blank">Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor yang belum tercakup dalam penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak psychological distress pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau dewasa muda, dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesehatan mental mereka. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara psychological distress dengan faktor-faktor sosial, seperti dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan atau kerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menjadi intervensi atau pencegahan terhadap psychological distress. Dengan memahami faktor-faktor dan dinamika psikososial yang kompleks, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan mental individu dan masyarakat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Melalui metode narrative review terhadap empat artikel penelitian kuantitatif, ditemukan enam faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological distress, yaitu attachment anxiety, reflective functioning, well-being, kecanduan media sosial, stres akademik, dan koneksi komunitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16Ae48 tahun.Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial, psychological distress dapat mulai muncul pada masa remaja (12Ae18 tahun), mencapai puncaknya pada masa dewasa muda (18Ae40 tahun), serta berpotensi berlanjut hingga masa dewasa akhir dan lanjut usia (40 tahun ke atas).Temuan ini menunjukkan bahwa psychological distress bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi internal individu dan lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental yang lebih komprehensif
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang individu mengalami psychological distress dengan data yang diambil berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu yang dapat mengakibatkan penderitaan, baik jangka pendek maupun panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap penelitian yang sudah pernah diterbitkan mengenai topik tertentu. Hasil kajian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" length="105194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53072-green-transformational-leadership-hubungan-positif</link>
	<guid isPermaLink="false">e3b798471ecd241786ee3737fa35aad9</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ reza fahlevi ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,fahlevi,main,reza,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut tetap konsisten seiring waktu. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi peran moderasi psikologis seperti rasa memiliki (psychological ownership) dan dukungan organisasi yang dirasakan (perceived organizational support) dalam memperkuat atau melemahkan pengaruh transformational leadership terhadap work engagement. Terakhir, sebuah studi komparatif antarnegara yang membandingkan perusahaan IT di negara berkembang dengan negara maju dapat membantu mengidentifikasi bagaimana faktor budaya dan konteks ekonomi memengaruhi kekuatan hubungan antara transformational leadership dan work engagement.. Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat, dapat dikatakan bahwa ditemukannya hubungan positif dan signifikan antara transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT.Hal ini menunjukkan bahwa bila semakin tinggi nilai transformational leadership, semakin tinggi pula nilai work engagement.Sebaliknya, semakin rendah nilai transformational leadership, semakin rendah pula nilai work engagement Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT. Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya, selagi juga memamerkan perkembangan kelompok dan organisasi (Bass & Avolio, 1990). Work engagement adalah keadaan well-being kerja yang positif, afektif-kognitif yang dapat terlihat sebagai kebalikan dari job burnout dengan adanya vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli & Bakker, 2003). Penelitian ini melibatkan oleh 168 karyawan tetap atau karyawan kontrak, bekerja di divisi IT, dan masa kerja minimal satu tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Global Transformational Leaderhip (Carless et al., 2000) dan Utrecht Work Engagement Scale (Schaufeli & Bakker, 2010). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" alt="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" alt="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" alt="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53072-green-transformational-leadership-hubungan-positif" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" target="_blank">Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut tetap konsisten seiring waktu. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi peran moderasi psikologis seperti rasa memiliki (psychological ownership) dan dukungan organisasi yang dirasakan (perceived organizational support) dalam memperkuat atau melemahkan pengaruh transformational leadership terhadap work engagement. Terakhir, sebuah studi komparatif antarnegara yang membandingkan perusahaan IT di negara berkembang dengan negara maju dapat membantu mengidentifikasi bagaimana faktor budaya dan konteks ekonomi memengaruhi kekuatan hubungan antara transformational leadership dan work engagement..
<br>Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat, dapat dikatakan bahwa ditemukannya hubungan positif dan signifikan antara transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT.Hal ini menunjukkan bahwa bila semakin tinggi nilai transformational leadership, semakin tinggi pula nilai work engagement.Sebaliknya, semakin rendah nilai transformational leadership, semakin rendah pula nilai work engagement
<br>Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT. Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya, selagi juga memamerkan perkembangan kelompok dan organisasi (Bass & Avolio, 1990). Work engagement adalah keadaan well-being kerja yang positif, afektif-kognitif yang dapat terlihat sebagai kebalikan dari job burnout dengan adanya vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli & Bakker, 2003). Penelitian ini melibatkan oleh 168 karyawan tetap atau karyawan kontrak, bekerja di divisi IT, dan masa kerja minimal satu tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Global Transformational Leaderhip (Carless et al., 2000) dan Utrecht Work Engagement Scale (Schaufeli & Bakker, 2010). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" type="image/webp" length="138454" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app</link>
	<guid isPermaLink="false">675c4618f1dd025bcef0ef23cda35571</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer attachment pada Dewasa Muda: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki alasan lain seperti kekerasan seksual pada aplikasi kencan. Peneliti juga menyarankan agar individu dapat berinteraksi secara langsung, karena interaksi dengan aplikasi kencan memanglah tidak salah, namun interaksi langsung dapat meningkatkan interaksi sosial mereka.. Berdasarkan temuan dari data-data yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan negatif signifikan antara attachment orang tua, teman sebaya dengan kesepian pada individu yang menggunakan aplikasi kencan online.Artinya semakin tinggi kesepian, maka semakin rendah attachment, dan semakin mendorong individu untuk menggunakan aplikasi kencan online Pada era digital, penggunaan platform online seperti aplikasi kencan semakin marak di kalangan masyarakat. Aplikasi kencan memberikan kemudahan dan manfaat, seperti memudahkan mencari pertemanan. Namun, terlepas dari hakikat penggunaannya, sarana aplikasi kencan online, dipergunakan untuk membantu individu yang mengalami permasalahan attachment. Keterbatasan attachment yang dimiliki dapat memicu rasa kesepian sehingga mendorong individu menggunakan dating apps. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" target="_blank">Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer attachment pada Dewasa Muda</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki alasan lain seperti kekerasan seksual pada aplikasi kencan. Peneliti juga menyarankan agar individu dapat berinteraksi secara langsung, karena interaksi dengan aplikasi kencan memanglah tidak salah, namun interaksi langsung dapat meningkatkan interaksi sosial mereka..
<br>Berdasarkan temuan dari data-data yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan negatif signifikan antara attachment orang tua, teman sebaya dengan kesepian pada individu yang menggunakan aplikasi kencan online.Artinya semakin tinggi kesepian, maka semakin rendah attachment, dan semakin mendorong individu untuk menggunakan aplikasi kencan online
<br>Pada era digital, penggunaan platform online seperti aplikasi kencan semakin marak di kalangan masyarakat. Aplikasi kencan memberikan kemudahan dan manfaat, seperti memudahkan mencari pertemanan. Namun, terlepas dari hakikat penggunaannya, sarana aplikasi kencan online, dipergunakan untuk membantu individu yang mengalami permasalahan attachment. Keterbatasan attachment yang dimiliki dapat memicu rasa kesepian sehingga mendorong individu menggunakan dating apps. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" type="image/webp" length="132986" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53079-faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan</link>
	<guid isPermaLink="false">32964bb04f7c34ac3fd8ac44879d3651</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 07:23:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada perbedaan usia dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana efikasi diri mempengaruhi pengambilan keputusan karier ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada perbedaan usia dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana efikasi diri mempengaruhi pengambilan keputusan karier pada masa remaja akhir dan masa dewasa awal. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh pada pengambilan keputusan karier, seperti faktor eksternal seperti ekonomi keluarga dan faktor internal seperti kepribadian dan keterampilan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa tingkat akhir.. Hipotesis penelitian tingkat akhir terbukti berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karier.Pembuktian ini menunjukkan berpengaruh positif dan mampu berkontribusi sebesar 5,6%.Dengan kata lain semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan karier.Dan sebaliknya, semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah juga pengambilan keputusan karier Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase dimana kondisi rasa percaya diri dan keyakinan dirinya berkurang dalam hal penetapan karier setelah lulus. Efikasi diri berperan memotivasi agar mahasiswa tingkat akhir dapat membuat rencana kariernya. Jika seseorang memiliki efikasi diri yang tinggi, maka pengambilan keputusan kariernya diharapkan tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir dalam pengambilan keputusan karier. Pada penelitian ini menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp 1x" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp 1x" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53079-faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" target="_blank">Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada perbedaan usia dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana efikasi diri mempengaruhi pengambilan keputusan karier pada masa remaja akhir dan masa dewasa awal. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh pada pengambilan keputusan karier, seperti faktor eksternal seperti ekonomi keluarga dan faktor internal seperti kepribadian dan keterampilan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa tingkat akhir..
<br>Hipotesis penelitian tingkat akhir terbukti berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karier.Pembuktian ini menunjukkan berpengaruh positif dan mampu berkontribusi sebesar 5,6%.Dengan kata lain semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan karier.Dan sebaliknya, semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah juga pengambilan keputusan karier
<br>Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase dimana kondisi rasa percaya diri dan keyakinan dirinya berkurang dalam hal penetapan karier setelah lulus. Efikasi diri berperan memotivasi agar mahasiswa tingkat akhir dapat membuat rencana kariernya. Jika seseorang memiliki efikasi diri yang tinggi, maka pengambilan keputusan kariernya diharapkan tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir dalam pengambilan keputusan karier. Pada penelitian ini menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" type="image/webp" length="85676" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ</link>
	<guid isPermaLink="false">1fd130cf7f79248beea76c89b9563bc5</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:46:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ neva sefanya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health: A Protocol For Systematic Literature Review: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis dan kesehatan mental karyawan dalam konteks industri yang beragam. Studi ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik dalam keselamatan psikologis yang paling signifikan berkontribusi terhadap hasil kesehatan mental yang positif. 2. Melakukan penelitian yang berfokus pada dampak intervensi organisasi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas berbagai strategi dan praktik organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran kepemimpinan dalam menciptakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana pemimpin dapat memfasilitasi komunikasi terbuka, mendorong inovasi, dan mendukung karyawan dalam mengakui kesalahan dan mencari bantuan tanpa takut konsekuensi negatif. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana keselamatan psikologis dapat ditingkatkan di berbagai organisasi dan bagaimana hal itu dapat berdampak positif pada kesehatan mental karyawan, produktivitas, dan kinerja organisasi secara keseluruhan.. Protokol ini menetapkan metodologi yang ketat dan transparan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan.Dengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesis bukti akan menjadi komprehensif dan dapat diulang.Temuan yang diharapkan akan menjembatani kesenjangan antara teori keselamatan psikologis tingkat tim dan kerangka iklim keselamatan psikososial tingkat organisasi.Akhirnya, tinjauan sistematis ini akan memberikan wawasan berbasis bukti yang berharga bagi praktisi dan organisasi untuk memprioritaskan keselamatan psikologis sebagai strategi inti untuk melindungi kesehatan mental karyawan dan meningkatkan kesejahteraan tempat kerja secara keseluruhan Kesehatan mental karyawan telah menjadi perhatian global yang kritis, dengan data yang menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan berkontribusi terhadap kerugian ekonomi tahunan yang luar biasa sebesar 1 triliun dolar akibat produktivitas yang hilang. Keselamatan psikologis, yang didefinisikan sebagai keyakinan bersama dalam sebuah tim bahwa lingkungan aman untuk mengambil risiko antar pribadi, adalah faktor vital yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi. Studi ini menyajikan protokol untuk tinjauan literatur sistematis (TLS) yang dirancang untuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" target="_blank">The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis dan kesehatan mental karyawan dalam konteks industri yang beragam. Studi ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik dalam keselamatan psikologis yang paling signifikan berkontribusi terhadap hasil kesehatan mental yang positif. 2. Melakukan penelitian yang berfokus pada dampak intervensi organisasi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas berbagai strategi dan praktik organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran kepemimpinan dalam menciptakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana pemimpin dapat memfasilitasi komunikasi terbuka, mendorong inovasi, dan mendukung karyawan dalam mengakui kesalahan dan mencari bantuan tanpa takut konsekuensi negatif. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana keselamatan psikologis dapat ditingkatkan di berbagai organisasi dan bagaimana hal itu dapat berdampak positif pada kesehatan mental karyawan, produktivitas, dan kinerja organisasi secara keseluruhan..
<br>Protokol ini menetapkan metodologi yang ketat dan transparan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan.Dengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesis bukti akan menjadi komprehensif dan dapat diulang.Temuan yang diharapkan akan menjembatani kesenjangan antara teori keselamatan psikologis tingkat tim dan kerangka iklim keselamatan psikososial tingkat organisasi.Akhirnya, tinjauan sistematis ini akan memberikan wawasan berbasis bukti yang berharga bagi praktisi dan organisasi untuk memprioritaskan keselamatan psikologis sebagai strategi inti untuk melindungi kesehatan mental karyawan dan meningkatkan kesejahteraan tempat kerja secara keseluruhan
<br>Kesehatan mental karyawan telah menjadi perhatian global yang kritis, dengan data yang menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan berkontribusi terhadap kerugian ekonomi tahunan yang luar biasa sebesar 1 triliun dolar akibat produktivitas yang hilang. Keselamatan psikologis, yang didefinisikan sebagai keyakinan bersama dalam sebuah tim bahwa lingkungan aman untuk mengambil risiko antar pribadi, adalah faktor vital yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi. Studi ini menyajikan protokol untuk tinjauan literatur sistematis (TLS) yang dirancang untuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" type="image/webp" length="160142" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 08:12:51 +0700. 12 items. Served in: 5.245 seconds [rss] -->
