<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 08:56:31 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 08:56:31 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-29T08:56:31+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ The Educational Environment According to the Quran and Hadith Perspectives and Implications Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al QurAoan Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Educational Environment According to the Quran and Hadith Perspectives and Implications Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al QurAoan Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Educational Environment According to the Quran and Hadith Perspectives and Implications Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al QurAoan Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52124-pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami</link>
	<guid isPermaLink="false">7e689ee21ffe3dc0638d8150afd88380</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anic studies ]]></category>
	<category><![CDATA[ emotions qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ puji lestari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anic,emotions,lestari,puji,qur,studies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan praktis model pendidikan Islam yang terintegrasi, terutama dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Educational Environment According to the Qur'an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid): Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan praktis model pendidikan Islam yang terintegrasi, terutama dalam konteks keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana ketiga pilar ini dapat bekerja sama secara efektif untuk membentuk generasi yang berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap hasil belajar siswa. Dengan memahami kontribusi masing-masing pilar, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter yang holistik dan relevan dengan tantangan kontemporer. Strategi ini dapat mencakup pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan pengembangan karakter, dengan mempertimbangkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.. Dalam kesimpulan, dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan memainkan peran penting dalam pendidikan Islam, berfungsi sebagai ekosistem dasar untuk pengembangan moral, spiritual, dan intelektual.Lingkungan ini terdiri dari tiga domain yang saling terhubung.Dalam ajaran Islam, keluarga ideal menciptakan suasana sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang), sehingga menciptakan atmosfer yang mendukung untuk internalisasi nilai-nilai Islam.Orang tua diharapkan terlibat aktif dalam proses pendidikan dengan memilih institusi berkualitas dan mendukung belajar anak di luar kelas.Sekolah memperkuat nilai-nilai ini melalui kurikulum berbasis karakter dan strategi pembelajaran kontekstual.Sementara itu, masyarakat berfungsi sebagai ruang hidup untuk internalisasi nilai dan penguatan sosial-agama.Untuk mencapai pendidikan Islam yang holistik, kolaborasi di antara ketiga domain ini sangat penting.Upaya terintegrasi memungkinkan realisasi amar ma'ruf nahi munkar dan mendorong pengembangan masyarakat yang adil dan berlandaskan iman (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).Penelitian masa depan harus menyelidiki penerapan praktis model terintegrasi ini untuk menginformasikan kebijakan dan meningkatkan hasil pendidikan Lingkungan pendidikan dalam Islam memainkan peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep lingkungan akademik dari perspektif Al-Qur'an dan Hadis serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan generasi Islami. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menyelidiki berbagai sumber yang relevan. Temuan mengidentifikasi tiga dimensi utama lingkungan pendidikan ideal: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga dimensi ini saling bergantung dan bekerja secara sinergis untuk membentuk generasi yang berakar pada iman, pengetahuan, dan karakter mulia. Keluarga berfungsi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp 1x" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" alt="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp 1x" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" alt="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp 1x" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" alt="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52124-pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" target="_blank">The Educational Environment According to the Qur'an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan praktis model pendidikan Islam yang terintegrasi, terutama dalam konteks keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana ketiga pilar ini dapat bekerja sama secara efektif untuk membentuk generasi yang berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap hasil belajar siswa. Dengan memahami kontribusi masing-masing pilar, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter yang holistik dan relevan dengan tantangan kontemporer. Strategi ini dapat mencakup pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan pengembangan karakter, dengan mempertimbangkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman..
<br>Dalam kesimpulan, dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan memainkan peran penting dalam pendidikan Islam, berfungsi sebagai ekosistem dasar untuk pengembangan moral, spiritual, dan intelektual.Lingkungan ini terdiri dari tiga domain yang saling terhubung.Dalam ajaran Islam, keluarga ideal menciptakan suasana sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang), sehingga menciptakan atmosfer yang mendukung untuk internalisasi nilai-nilai Islam.Orang tua diharapkan terlibat aktif dalam proses pendidikan dengan memilih institusi berkualitas dan mendukung belajar anak di luar kelas.Sekolah memperkuat nilai-nilai ini melalui kurikulum berbasis karakter dan strategi pembelajaran kontekstual.Sementara itu, masyarakat berfungsi sebagai ruang hidup untuk internalisasi nilai dan penguatan sosial-agama.Untuk mencapai pendidikan Islam yang holistik, kolaborasi di antara ketiga domain ini sangat penting.Upaya terintegrasi memungkinkan realisasi amar ma'ruf nahi munkar dan mendorong pengembangan masyarakat yang adil dan berlandaskan iman (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).Penelitian masa depan harus menyelidiki penerapan praktis model terintegrasi ini untuk menginformasikan kebijakan dan meningkatkan hasil pendidikan
<br>Lingkungan pendidikan dalam Islam memainkan peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep lingkungan akademik dari perspektif Al-Qur'an dan Hadis serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan generasi Islami. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menyelidiki berbagai sumber yang relevan. Temuan mengidentifikasi tiga dimensi utama lingkungan pendidikan ideal: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga dimensi ini saling bergantung dan bekerja secara sinergis untuk membentuk generasi yang berakar pada iman, pengetahuan, dan karakter mulia. Keluarga berfungsi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" type="image/webp" length="101742" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3500-stiq-almultazam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14076-al-muhafidz-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills Sakubun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills Sakubun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills Sakubun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52123-mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p</link>
	<guid isPermaLink="false">19e2d004e2f41e9e251b64c110a35fca</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji efektivitas Padlet dalam konteks yang lebih beragam dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners' Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun): Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji efektivitas Padlet dalam konteks yang lebih beragam dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran. Selanjutnya, disarankan melakukan studi campuran (mixedAcmethods) yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antara dosen dan mahasiswa saat menggunakan Padlet, sehingga dapat mengatasi keterbatasan interaksi yang tercatat pada penelitian ini. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal yang menilai dampak penggunaan Padlet terhadap kemampuan menulis bahasa Jepang selama periode yang lebih panjang, termasuk analisis pengaruh variabel seperti stabilitas koneksi internet dan tingkat motivasi belajar mahasiswa.. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Padlet secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis dasar bahasa Jepang mahasiswa, terbukti dari perbedaan nilai rataAcrata antara preActest dan postActest.Responden memberikan tanggapan positif terhadap Padlet sebagai media kolaboratif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan interaksi guruAcmahasiswa dan kebutuhan koneksi internet yang stabil.Karena data kuesioner belum menggali secara mendalam permasalahan yang dihadapi, diperlukan penelitian lanjutan dengan metode wawancara untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif Integrasi antara Revolusi Industri 4.0 dan sektor pendidikan menuntut guru serta mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi terkini, salah satunya Padlet. Padlet merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna menulis atau menempelkan berkas seperti gambar pada Aodinding virtualAo. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Padlet dalam meningkatkan kemampuan menulis komposisi bahasa Jepang pada kelas dasar (Shokyu Sakubun). Penelitian melibatkan 15 mahasiswa pada program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia, dengan mengumpulkan data melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp 1x" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" alt="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp 1x" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" alt="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp 1x" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" alt="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52123-mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" target="_blank">The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners' Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji efektivitas Padlet dalam konteks yang lebih beragam dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran. Selanjutnya, disarankan melakukan studi campuran (mixedAcmethods) yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antara dosen dan mahasiswa saat menggunakan Padlet, sehingga dapat mengatasi keterbatasan interaksi yang tercatat pada penelitian ini. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal yang menilai dampak penggunaan Padlet terhadap kemampuan menulis bahasa Jepang selama periode yang lebih panjang, termasuk analisis pengaruh variabel seperti stabilitas koneksi internet dan tingkat motivasi belajar mahasiswa..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Padlet secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis dasar bahasa Jepang mahasiswa, terbukti dari perbedaan nilai rataAcrata antara preActest dan postActest.Responden memberikan tanggapan positif terhadap Padlet sebagai media kolaboratif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan interaksi guruAcmahasiswa dan kebutuhan koneksi internet yang stabil.Karena data kuesioner belum menggali secara mendalam permasalahan yang dihadapi, diperlukan penelitian lanjutan dengan metode wawancara untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif
<br>Integrasi antara Revolusi Industri 4.0 dan sektor pendidikan menuntut guru serta mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi terkini, salah satunya Padlet. Padlet merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna menulis atau menempelkan berkas seperti gambar pada Aodinding virtualAo. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Padlet dalam meningkatkan kemampuan menulis komposisi bahasa Jepang pada kelas dasar (Shokyu Sakubun). Penelitian melibatkan 15 mahasiswa pada program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia, dengan mengumpulkan data melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" type="image/webp" length="109986" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Correlation of Prior Experience and Self Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Correlation of Prior Experience and Self Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Correlation of Prior Experience and Self Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52105-asing-korelasi-negatif-darah-positif-prio</link>
	<guid isPermaLink="false">fe4efe40ce4269de7ac60e3fd899ad00</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ south africa ]]></category>
	<category><![CDATA[ rudi hamarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot mahjong ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,hamarno,mahjong,rudi,slot,south]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan berbasis pengalaman positif yang dirancang khusus untuk pengelola pesantren, dengan mengukur perubahan pada selfAcefficacy dan perilaku pencegahan skabies secara longitudinal. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan berbasis pengalaman positif yang dirancang khusus untuk pengelola pesantren, dengan mengukur perubahan pada selfAcefficacy dan perilaku pencegahan skabies secara longitudinal. Selain itu, studi eksperimen yang membandingkan pendekatan edukasi digital versus tatap muka dalam meningkatkan selfAcefficacy di antara santri dapat memberikan wawasan mengenai metode paling efisien untuk memperluas pengetahuan dan praktik kebersihan. Terakhir, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi faktor budaya dan religius yang memengaruhi adopsi perilaku pencegahan skabies di lingkungan pesantren dapat membantu mengembangkan intervensi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.. Pengalaman sebelumnya dan selfAcefficacy memainkan peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran tindakan pencegahan skabies di kalangan pengelola pesantren Islam.Analisis menunjukkan bahwa pengalaman negatif berhubungan dengan rendahnya kesadaran tindakan, sedangkan selfAcefficacy yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan kesadaran dan tindakan pencegahan yang lebih baik.Oleh karena itu, diperlukan pengalaman positif serta peningkatan perilaku proaktif untuk memperkuat pencegahan skabies Bentuk pencegahan skabies menghadapi tantangan perilaku yang signifikan, dimana selfAcefficacy dan pengalaman sebelumnya memainkan peran penting dalam memengaruhi kesadaran individu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi korelasi antara pengalaman sebelumnya dan selfAcefficacy dengan kesadaran tindakan pencegahan skabies di sekolah pesantren Islam. Penelitian ini menggunakan desain korelasional crossAcsectional dengan populasi 213 pengelola pesantren Islam dari delapan pesantren di Kabupaten Malang. Sebanyak 140 responden dipilih dengan teknik sampling... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-77150.webp" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-77150.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-77150.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-77150.webp 1x" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" alt="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-14bda.webp" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-14bda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-14bda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-14bda.webp 1x" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" alt="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-5a0aa.webp" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-5a0aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-5a0aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-5a0aa.webp 1x" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" alt="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52105-asing-korelasi-negatif-darah-positif-prio" title="JURIS - Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention" target="_blank">Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan berbasis pengalaman positif yang dirancang khusus untuk pengelola pesantren, dengan mengukur perubahan pada selfAcefficacy dan perilaku pencegahan skabies secara longitudinal. Selain itu, studi eksperimen yang membandingkan pendekatan edukasi digital versus tatap muka dalam meningkatkan selfAcefficacy di antara santri dapat memberikan wawasan mengenai metode paling efisien untuk memperluas pengetahuan dan praktik kebersihan. Terakhir, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi faktor budaya dan religius yang memengaruhi adopsi perilaku pencegahan skabies di lingkungan pesantren dapat membantu mengembangkan intervensi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan..
<br>Pengalaman sebelumnya dan selfAcefficacy memainkan peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran tindakan pencegahan skabies di kalangan pengelola pesantren Islam.Analisis menunjukkan bahwa pengalaman negatif berhubungan dengan rendahnya kesadaran tindakan, sedangkan selfAcefficacy yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan kesadaran dan tindakan pencegahan yang lebih baik.Oleh karena itu, diperlukan pengalaman positif serta peningkatan perilaku proaktif untuk memperkuat pencegahan skabies
<br>Bentuk pencegahan skabies menghadapi tantangan perilaku yang signifikan, dimana selfAcefficacy dan pengalaman sebelumnya memainkan peran penting dalam memengaruhi kesadaran individu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi korelasi antara pengalaman sebelumnya dan selfAcefficacy dengan kesadaran tindakan pencegahan skabies di sekolah pesantren Islam. Penelitian ini menggunakan desain korelasional crossAcsectional dengan populasi 213 pengelola pesantren Islam dari delapan pesantren di Kabupaten Malang. Sebanyak 140 responden dipilih dengan teknik sampling...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-77150.webp" type="image/webp" length="86668" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-77150.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-14bda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/asing-korelasi-negatif-darah-positif-prior-experie-thumb-5a0aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3202-phb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12873-jurnal-ners-kebidanan-journal-ners-midwifery.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52128-bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem</link>
	<guid isPermaLink="false">d4dd90c9fad620aa22a863a741f37447</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Penelitian dapat fokus pada intervensi berbasis komunitas atau kelompok sebaya yang dapat membantu pembelajar mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.2. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh interlocutor dalam mengurangi kecemasan bahasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana respons positif dari interlocutor, seperti penutur asli bahasa Jepang, dapat membantu mengurangi kecemasan pembelajar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.3. Menganalisis dampak intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya terhadap kecemasan bahasa. Penelitian dapat menyelidiki apakah peningkatan intensitas partisipasi secara signifikan mengurangi kecemasan bahasa dan apakah ada titik jenuh di mana peningkatan partisipasi tidak lagi berpengaruh terhadap penurunan kecemasan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara intensitas partisipasi dan kecemasan bahasa.. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tiga faktor utama menyebabkan munculnya kecemasan pada peserta program diskusi antarbudaya, yaitu lama belajar, prestasi belajar (sertifikat keterampilan bahasa Jepang), dan intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya.Dari ketiga faktor tersebut, intensitas partisipasi merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan responden.Semakin tinggi intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, semakin rendah intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung meningkat.Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden.Kecemasan cenderung berkurang karena respons interlocutor, dalam hal ini penutur asli bahasa Jepang, tidak menunjukkan respons negatif terhadap ucapan bahasa Jepang responden.Prinsipnya, kecemasan peserta forum diskusi antarbudaya muncul karena kuantitas atau frekuensi tinggi dari ketiga faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan.Contohnya, jika seorang peserta memiliki waktu belajar yang relatif lama, kecemasannya akan berkurang, sedangkan peserta dengan waktu belajar yang relatif singkat memiliki kecemasan yang tinggi.Hal ini juga berlaku ketika melihat prestasi belajar.Prestasi belajar dalam hal ini diukur dengan kepemilikan sertifikat ujian keterampilan bahasa Jepang.Semakin tinggi tingkat ujian yang dicapai, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, jika prestasi belajar masih rendah, tingkat kecemasan akan meningkat.Contoh konkret dari kecemasan ini kebanyakan terkait dengan aspek linguistik.Responden yang memiliki masa belajar bahasa Jepang yang lebih lama dan prestasi belajar yang tinggi (sertifikat tingkat tinggi) juga tidak menutup kemungkinan memiliki kecemasan yang tinggi jika tidak dipraktikkan.Oleh karena itu, faktor selanjutnya, yaitu intensitas peserta dalam forum diskusi, dapat mengurangi kecemasan responden.Jika intensitas partisipasi tinggi, kecemasan cenderung berkurang, sedangkan peserta dengan intensitas partisipasi yang masih kecil, cenderung memiliki kecemasan yang tinggi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan dari Horwitz, Elaine, Tallon, dan Luo (2010) yang menyatakan bahwa paparan bahasa di luar kelas juga dapat membantu siswa yang cemas menjadi lebih nyaman menggunakan bahasa Penelitian ini menganalisis kecemasan bahasa yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang yang berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing, pembelajar mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan apa yang dirasakan peserta dan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana hasilnya akan dianalisis menggunakan kuesioner dan wawancara dengan 47 responden pembelajar bahasa Jepang yang memiliki pengalaman berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah pertanyaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52128-bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" target="_blank">Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Penelitian dapat fokus pada intervensi berbasis komunitas atau kelompok sebaya yang dapat membantu pembelajar mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.2. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh interlocutor dalam mengurangi kecemasan bahasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana respons positif dari interlocutor, seperti penutur asli bahasa Jepang, dapat membantu mengurangi kecemasan pembelajar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.3. Menganalisis dampak intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya terhadap kecemasan bahasa. Penelitian dapat menyelidiki apakah peningkatan intensitas partisipasi secara signifikan mengurangi kecemasan bahasa dan apakah ada titik jenuh di mana peningkatan partisipasi tidak lagi berpengaruh terhadap penurunan kecemasan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara intensitas partisipasi dan kecemasan bahasa..
<br>Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tiga faktor utama menyebabkan munculnya kecemasan pada peserta program diskusi antarbudaya, yaitu lama belajar, prestasi belajar (sertifikat keterampilan bahasa Jepang), dan intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya.Dari ketiga faktor tersebut, intensitas partisipasi merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan responden.Semakin tinggi intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, semakin rendah intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung meningkat.Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden.Kecemasan cenderung berkurang karena respons interlocutor, dalam hal ini penutur asli bahasa Jepang, tidak menunjukkan respons negatif terhadap ucapan bahasa Jepang responden.Prinsipnya, kecemasan peserta forum diskusi antarbudaya muncul karena kuantitas atau frekuensi tinggi dari ketiga faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan.Contohnya, jika seorang peserta memiliki waktu belajar yang relatif lama, kecemasannya akan berkurang, sedangkan peserta dengan waktu belajar yang relatif singkat memiliki kecemasan yang tinggi.Hal ini juga berlaku ketika melihat prestasi belajar.Prestasi belajar dalam hal ini diukur dengan kepemilikan sertifikat ujian keterampilan bahasa Jepang.Semakin tinggi tingkat ujian yang dicapai, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, jika prestasi belajar masih rendah, tingkat kecemasan akan meningkat.Contoh konkret dari kecemasan ini kebanyakan terkait dengan aspek linguistik.Responden yang memiliki masa belajar bahasa Jepang yang lebih lama dan prestasi belajar yang tinggi (sertifikat tingkat tinggi) juga tidak menutup kemungkinan memiliki kecemasan yang tinggi jika tidak dipraktikkan.Oleh karena itu, faktor selanjutnya, yaitu intensitas peserta dalam forum diskusi, dapat mengurangi kecemasan responden.Jika intensitas partisipasi tinggi, kecemasan cenderung berkurang, sedangkan peserta dengan intensitas partisipasi yang masih kecil, cenderung memiliki kecemasan yang tinggi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan dari Horwitz, Elaine, Tallon, dan Luo (2010) yang menyatakan bahwa paparan bahasa di luar kelas juga dapat membantu siswa yang cemas menjadi lebih nyaman menggunakan bahasa
<br>Penelitian ini menganalisis kecemasan bahasa yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang yang berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing, pembelajar mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan apa yang dirasakan peserta dan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana hasilnya akan dianalisis menggunakan kuesioner dan wawancara dengan 47 responden pembelajar bahasa Jepang yang memiliki pengalaman berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah pertanyaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" type="image/webp" length="101320" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker SSW Candidates An Analysis of the Pre Departure Program ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker SSW Candidates An Analysis of the Pre Departure Program ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker SSW Candidates An Analysis of the Pre Departure Program ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52106-jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendi</link>
	<guid isPermaLink="false">a39ab3ed0b1ba65db9a240b8cb3b830f</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ analysis pre ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,header,page,pre,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektorAcsektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektorAcsektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital atau pembelajaran daring untuk mengurangi ketergantungan pada pengajar tatap muka, menguji sejauh mana teknologi dapat menutup kekurangan tenaga pengajar dan memperluas akses pelatihan; terakhir, penelitian dapat menilai dampak sertifikasi bahasa alternatif, seperti perbandingan antara JLPT dan JFT, terhadap proses seleksi, mobilitas, dan hasil penempatan kerja kandidat SSW, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih fleksibel dan berbasis bukti bagi pemerintah dan lembaga pelatihan.. Penelitian menunjukkan bahwa program SSW telah secara signifikan mempengaruhi pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, terutama melalui persyaratan kompetensi bahasa sebagai kriteria masuk, yang menekankan pentingnya pengembangan human capital di negara pengirim.Program tersebut telah memicu diversifikasi bahan ajar, pembuatan kurikulum baru, namun juga menimbulkan kekurangan tenaga pengajar serta ketidakpastian ujian bahasa yang menyebabkan sebagian kandidat lebih memilih TITP.Oleh karena itu, diperlukan langkah segera untuk meningkatkan keadilan dan aksesibilitas ujian bahasa, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan sektoral, serta menyediakan pelatihan komprehensif bagi pengajar demi menciptakan sistem pendidikan bahasa Jepang yang lebih efektif dan adil bagi pekerja Indonesia Penelitian ini memeriksa bagaimana pendidikan bahasa Jepang mempersiapkan warga Indonesia untuk program pekerja terampil khusus (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang. Seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang, permintaan tenaga terampil di sektorAcsektor kunci juga meningkat. Program SSW Jepang bertujuan menarik tenaga kerja asing, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Wawancara kualitatif dilakukan dengan organisasi pengirim Indonesia serta kandidat dalam program persiapan visa SSW. Penelitian ini memfokuskan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp 1x" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" alt="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp 1x" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" alt="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp 1x" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" alt="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52106-jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendi" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" target="_blank">Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektorAcsektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital atau pembelajaran daring untuk mengurangi ketergantungan pada pengajar tatap muka, menguji sejauh mana teknologi dapat menutup kekurangan tenaga pengajar dan memperluas akses pelatihan; terakhir, penelitian dapat menilai dampak sertifikasi bahasa alternatif, seperti perbandingan antara JLPT dan JFT, terhadap proses seleksi, mobilitas, dan hasil penempatan kerja kandidat SSW, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih fleksibel dan berbasis bukti bagi pemerintah dan lembaga pelatihan..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa program SSW telah secara signifikan mempengaruhi pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, terutama melalui persyaratan kompetensi bahasa sebagai kriteria masuk, yang menekankan pentingnya pengembangan human capital di negara pengirim.Program tersebut telah memicu diversifikasi bahan ajar, pembuatan kurikulum baru, namun juga menimbulkan kekurangan tenaga pengajar serta ketidakpastian ujian bahasa yang menyebabkan sebagian kandidat lebih memilih TITP.Oleh karena itu, diperlukan langkah segera untuk meningkatkan keadilan dan aksesibilitas ujian bahasa, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan sektoral, serta menyediakan pelatihan komprehensif bagi pengajar demi menciptakan sistem pendidikan bahasa Jepang yang lebih efektif dan adil bagi pekerja Indonesia
<br>Penelitian ini memeriksa bagaimana pendidikan bahasa Jepang mempersiapkan warga Indonesia untuk program pekerja terampil khusus (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang. Seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang, permintaan tenaga terampil di sektorAcsektor kunci juga meningkat. Program SSW Jepang bertujuan menarik tenaga kerja asing, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Wawancara kualitatif dilakukan dengan organisasi pengirim Indonesia serta kandidat dalam program persiapan visa SSW. Penelitian ini memfokuskan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" type="image/webp" length="129760" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52109-bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata</link>
	<guid isPermaLink="false">f87857b5ae2047cb0aa27841393cc626</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melihat efek jangka panjang dari paparan konsep "argument" verba dalam kelas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melihat efek jangka panjang dari paparan konsep "argument" verba dalam kelas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode-metode baru dalam pembelajaran bahasa Jepang, seperti menggabungkan konsep-konsep linguistik lainnya atau menggunakan pendekatan yang lebih interaktif dan menarik bagi para pembelajar.. Penelitian ini dimulai dari titik awal memasukkan konsep "argument" verba ke dalam kelas eksperimen Focus on Form (FonF) untuk melihat efeknya terhadap akuisisi partikel kasus oleh para pembelajar.Data statistik berdasarkan hasil tes kelas menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan antara percobaan ini dengan metode konvensional dalam jangka pendek.Berdasarkan hal ini, dalam penelitian selanjutnya, perlu dilihat efek jangka panjang terhadap pembelajar yang telah mempelajari konsep "argument" verba.Salah satu metode adalah dengan menggabungkan penelitian Maarif (2021), yang merupakan titik awal penelitian ini.Perlu dikonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya. Dalam penelitian sebelumnya, penulis menyelidiki efek penjelasan teoritis klausa adnominal bahasa Jepang terhadap pemahaman para pembelajar. Namun, dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pengetahuan partikel kasus dalam bahasa Jepang adalah penentu kunci pemahaman klausa adnominal bahasa Jepang. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menyelidiki efek pemahaman partikel kasus dalam bahasa Jepang melalui konsep "argument" dalam verba. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini, penulis juga mencoba menjembatani konsep-konsep teoritis linguistik sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jepang di kelas. Dalam penelitian ini, penulis mengambil 20 mahasiswa tahun kedua sebagai sampel dan membaginya menjadi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp 1x" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" alt="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp 1x" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" alt="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp 1x" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" alt="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52109-bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" target="_blank">The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melihat efek jangka panjang dari paparan konsep "argument" verba dalam kelas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode-metode baru dalam pembelajaran bahasa Jepang, seperti menggabungkan konsep-konsep linguistik lainnya atau menggunakan pendekatan yang lebih interaktif dan menarik bagi para pembelajar..
<br>Penelitian ini dimulai dari titik awal memasukkan konsep "argument" verba ke dalam kelas eksperimen Focus on Form (FonF) untuk melihat efeknya terhadap akuisisi partikel kasus oleh para pembelajar.Data statistik berdasarkan hasil tes kelas menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan antara percobaan ini dengan metode konvensional dalam jangka pendek.Berdasarkan hal ini, dalam penelitian selanjutnya, perlu dilihat efek jangka panjang terhadap pembelajar yang telah mempelajari konsep "argument" verba.Salah satu metode adalah dengan menggabungkan penelitian Maarif (2021), yang merupakan titik awal penelitian ini.Perlu dikonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal
<br>Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya. Dalam penelitian sebelumnya, penulis menyelidiki efek penjelasan teoritis klausa adnominal bahasa Jepang terhadap pemahaman para pembelajar. Namun, dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pengetahuan partikel kasus dalam bahasa Jepang adalah penentu kunci pemahaman klausa adnominal bahasa Jepang. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menyelidiki efek pemahaman partikel kasus dalam bahasa Jepang melalui konsep "argument" dalam verba. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini, penulis juga mencoba menjembatani konsep-konsep teoritis linguistik sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jepang di kelas. Dalam penelitian ini, penulis mengambil 20 mahasiswa tahun kedua sebagai sampel dan membaginya menjadi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" type="image/webp" length="90988" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Quotative Particles to and tte in Daily Conversation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Quotative Particles to and tte in Daily Conversation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Quotative Particles to and tte in Daily Conversation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52122-kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm</link>
	<guid isPermaLink="false">588ba19d3489857df78ac72d4b9007da</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan antara to dan tte dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama dalam hal penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Quotative Particles 'to' and 'tte' in Daily Conversation: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan antara to dan tte dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama dalam hal penggunaan dan fungsi mereka dalam mengutip pemikiran dan ucapan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan partikel quotative dalam bahasa Jepang dengan bahasa lain yang memiliki sistem kutipan yang serupa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran partikel quotative dalam konteks percakapan informal dan formal, serta bagaimana penggunaan mereka dapat bervariasi tergantung pada tingkat keakraban antara pembicara.. Penelitian ini berfokus pada perspektif sintaksis partikel quotative to dan tte.Untuk meringkas apa yang telah dijelaskan, kedua partikel tersebut dalam percakapan paling sering digunakan di tengah ucapan diikuti oleh kata kerja berpikir, sama seperti struktur dasar kutipan dalam bahasa Jepang.Frekuensi berikutnya adalah penggunaan di akhir ucapan, di mana kata kerja berpikir dihilangkan.Karena to paling sering diikuti oleh kata kerja berpikir yang terkait dengan pemikiran, seperti to omou (berpikir), to di akhir juga memiliki kecenderungan tinggi untuk digunakan mengutip hal-hal terkait pemikiran seseorang.Sementara itu, tte umumnya diikuti oleh iu atau yuu (mengatakan), dan kebanyakan digunakan untuk mengutip ucapan seseorang bahkan ketika tidak ada kata kerja yang mengikutinya.Kecenderungan yang sama berlaku untuk kedua partikel bahkan ketika keduanya diikuti oleh partikel akhir kalimat.Namun, ketika partikel seperti naa atau kana menempel sebelum tte, konten yang dikutip kemungkinan besar pemikiran pembicara.Sedangkan keduanya dapat digunakan untuk mengutip kata atau deskripsi yang tidak terkait dengan ucapan atau pemikiran seseorang, tte lebih sering digunakan dalam kasus ini karena tte dapat berfungsi sebagai setara dengan to yuu.To juga dapat digunakan untuk kata jika menempel pada partikel lain seperti ka atau wa Partikel quotative (kutipan) dalam bahasa Jepang, to dan tte, memiliki fungsi sintaksis dan pragmatik yang beragam dan sering muncul dalam berbagai konteks percakapan. Struktur dasar untuk membentuk kutipan dalam bahasa Jepang mengikuti pola [isi kutipan partikel quotative kata kerja berpikir]. Namun, dalam percakapan alami, baik isi kutipan maupun kata kerja dapat dihilangkan, sehingga partikel-partikel ini muncul di awal atau akhir ucapan. Selain itu, elemen yang mengikuti partikel quotative tidak selalu kata kerja berpikir, tetapi dapat mencakup jenis kata kerja, ungkapan deskriptif, kata tanya, atau partikel akhir kalimat lainnya, yang memperluas keluwesan sintaksisnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis penggunaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp 1x" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" alt="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp 1x" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" alt="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp 1x" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" alt="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52122-kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" target="_blank">Japanese Quotative Particles 'to' and 'tte' in Daily Conversation</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan antara to dan tte dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama dalam hal penggunaan dan fungsi mereka dalam mengutip pemikiran dan ucapan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan partikel quotative dalam bahasa Jepang dengan bahasa lain yang memiliki sistem kutipan yang serupa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran partikel quotative dalam konteks percakapan informal dan formal, serta bagaimana penggunaan mereka dapat bervariasi tergantung pada tingkat keakraban antara pembicara..
<br>Penelitian ini berfokus pada perspektif sintaksis partikel quotative to dan tte.Untuk meringkas apa yang telah dijelaskan, kedua partikel tersebut dalam percakapan paling sering digunakan di tengah ucapan diikuti oleh kata kerja berpikir, sama seperti struktur dasar kutipan dalam bahasa Jepang.Frekuensi berikutnya adalah penggunaan di akhir ucapan, di mana kata kerja berpikir dihilangkan.Karena to paling sering diikuti oleh kata kerja berpikir yang terkait dengan pemikiran, seperti to omou (berpikir), to di akhir juga memiliki kecenderungan tinggi untuk digunakan mengutip hal-hal terkait pemikiran seseorang.Sementara itu, tte umumnya diikuti oleh iu atau yuu (mengatakan), dan kebanyakan digunakan untuk mengutip ucapan seseorang bahkan ketika tidak ada kata kerja yang mengikutinya.Kecenderungan yang sama berlaku untuk kedua partikel bahkan ketika keduanya diikuti oleh partikel akhir kalimat.Namun, ketika partikel seperti naa atau kana menempel sebelum tte, konten yang dikutip kemungkinan besar pemikiran pembicara.Sedangkan keduanya dapat digunakan untuk mengutip kata atau deskripsi yang tidak terkait dengan ucapan atau pemikiran seseorang, tte lebih sering digunakan dalam kasus ini karena tte dapat berfungsi sebagai setara dengan to yuu.To juga dapat digunakan untuk kata jika menempel pada partikel lain seperti ka atau wa
<br>Partikel quotative (kutipan) dalam bahasa Jepang, to dan tte, memiliki fungsi sintaksis dan pragmatik yang beragam dan sering muncul dalam berbagai konteks percakapan. Struktur dasar untuk membentuk kutipan dalam bahasa Jepang mengikuti pola [isi kutipan   partikel quotative   kata kerja berpikir]. Namun, dalam percakapan alami, baik isi kutipan maupun kata kerja dapat dihilangkan, sehingga partikel-partikel ini muncul di awal atau akhir ucapan. Selain itu, elemen yang mengikuti partikel quotative tidak selalu kata kerja berpikir, tetapi dapat mencakup jenis kata kerja, ungkapan deskriptif, kata tanya, atau partikel akhir kalimat lainnya, yang memperluas keluwesan sintaksisnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis penggunaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" type="image/webp" length="127796" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cultural Interpretation in Japanese Studies A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cultural Interpretation in Japanese Studies A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cultural Interpretation in Japanese Studies A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52112-budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ek</link>
	<guid isPermaLink="false">c3d240e001611cf454a8f95aae9455cb</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand: Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya Jepang lebih relevan dengan tantangan global. Sebaliknya, SU dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen budaya tradisional dan populer ke dalam kursusnya untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang budaya Jepang kepada siswa, yang dapat mendalam apresiasi dan keterlibatan budaya mereka. Selain itu, kedua universitas dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaboratif, seperti program pertukaran budaya bersama, untuk memberikan siswa dengan perspektif yang beragam dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang budaya Jepang di dunia yang terglobalisasi.. Perbandingan antara UPI dan SU mengungkapkan perbedaan signifikan dalam cara pengajaran budaya Jepang, yang mencerminkan tujuan pendidikan dan konteks budaya yang berbeda antara Indonesia dan Thailand.Pendekatan UPI, yang menekankan budaya tradisional dan populer, bertujuan membangun apresiasi yang luas terhadap budaya Jepang di antara siswa, sejalan dengan misinya sebagai institusi pendidikan.Di sisi lain, pendekatan pragmatis SU, dengan fokus kuat pada aspek sosial, politik, dan ekonomi, mempersiapkan siswa untuk terlibat dengan peran Jepang dalam konteks global, terutama berkaitan dengan hubungan ekonomi Thailand dengan Jepang.Meskipun perbedaan tersebut, kedua institusi berbagi komitmen untuk memupuk pemikiran kritis, komunikasi yang efektif, dan pemahaman mendalam tentang budaya Jepang melalui kurikulum masing-masing Studi ini membandingkan pengajaran Nihonjijo (Japanology) di sebuah universitas pendidikan di Bandung, Indonesia dan sebuah universitas negeri di Bangkok, Thailand. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan budaya terintegrasi ke dalam kurikulum dan dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan nasional, faktor ekonomi, serta kebutuhan masyarakat setempat. Universitas di Indonesia menekankan aspek tradisional dan populer dari budaya Jepang, yang menekankan hubungan intrinsik antara bahasa dan budaya, sedangkan universitas di Thailand mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis, berfokus pada hubungan sosial, politik,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp 1x" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" alt="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp 1x" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" alt="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp 1x" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" alt="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52112-budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ek" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" target="_blank">Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand</a>: Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya Jepang lebih relevan dengan tantangan global. Sebaliknya, SU dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen budaya tradisional dan populer ke dalam kursusnya untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang budaya Jepang kepada siswa, yang dapat mendalam apresiasi dan keterlibatan budaya mereka. Selain itu, kedua universitas dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaboratif, seperti program pertukaran budaya bersama, untuk memberikan siswa dengan perspektif yang beragam dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang budaya Jepang di dunia yang terglobalisasi..
<br>Perbandingan antara UPI dan SU mengungkapkan perbedaan signifikan dalam cara pengajaran budaya Jepang, yang mencerminkan tujuan pendidikan dan konteks budaya yang berbeda antara Indonesia dan Thailand.Pendekatan UPI, yang menekankan budaya tradisional dan populer, bertujuan membangun apresiasi yang luas terhadap budaya Jepang di antara siswa, sejalan dengan misinya sebagai institusi pendidikan.Di sisi lain, pendekatan pragmatis SU, dengan fokus kuat pada aspek sosial, politik, dan ekonomi, mempersiapkan siswa untuk terlibat dengan peran Jepang dalam konteks global, terutama berkaitan dengan hubungan ekonomi Thailand dengan Jepang.Meskipun perbedaan tersebut, kedua institusi berbagi komitmen untuk memupuk pemikiran kritis, komunikasi yang efektif, dan pemahaman mendalam tentang budaya Jepang melalui kurikulum masing-masing
<br>Studi ini membandingkan pengajaran Nihonjijo (Japanology) di sebuah universitas pendidikan di Bandung, Indonesia dan sebuah universitas negeri di Bangkok, Thailand. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan budaya terintegrasi ke dalam kurikulum dan dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan nasional, faktor ekonomi, serta kebutuhan masyarakat setempat. Universitas di Indonesia menekankan aspek tradisional dan populer dari budaya Jepang, yang menekankan hubungan intrinsik antara bahasa dan budaya, sedangkan universitas di Thailand mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis, berfokus pada hubungan sosial, politik,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" type="image/webp" length="126210" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52114-fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-tek</link>
	<guid isPermaLink="false">de26de672f07361af57966b51f543759</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tenor mempengaruhi penampilan fase dan kontennya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengonfirmasi asumsi ini dengan melibatkan lebih banyak data dengan berbagai jenis status hubungan dan derajat pengenaan. Kedua, penelitian tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase juga penting untuk dilakukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pilihan linguistik dapat mempengaruhi makna interpersonal permintaan. Dengan menyelidiki lebih lanjut pilihan linguistik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi dan taktik yang digunakan dalam percakapan permintaan. Ketiga, penelitian tentang percakapan autentik yang melibatkan peserta dengan status setara juga sangat diperlukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik. Dengan mempelajari percakapan autentik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dinamika percakapan permintaan dalam konteks yang sebenarnya.. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan.1) apa kesenjangan struktur antara percakapan permintaan autentik dan model percakapan buku teks.2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi struktur percakapan permintaan.Penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis teks permintaan tidak memiliki perbedaan dalam tahap-tahapnya, karena keduanya memiliki tiga tahap.pengenalan (senkoo-bu), permintaan (irai-bu), dan penutupan (shuuketsu-bu).Setiap tahap dari permintaan autentik memiliki urutan fase.Tahap pengenalan adalah serangkaian fase penalaran^pernyataan prasyarat^pengantar masalah^(pernyataan prarequest).Tahap permintaan terdiri dari fase penalaran^pernyataan permintaan^penjelasan tambahan^dan respons terhadap permintaan.Tahap penutupan terdiri dari (fase konfirmasi)^pengaturan^penutupan sebagai bagian penutup.Kesenjangan antara keduanya terletak pada tingkat fase dan konten beberapa fase.Model percakapan buku teks menunjukkan absennya fase penjelasan tambahan pada tahap permintaan dan fase konfirmasi pada tahap penutupan.Tidak hanya absennya beberapa fase, tetapi juga penempatan fase yang berbeda antara keduanya.Fase penalaran sebagai pernyataan masalah utama permintaan dalam model buku teks ditempatkan setelah pernyataan permintaan.Berbeda dengan permintaan autentik yang dinyatakan sebelum fase pernyataan permintaan.Selain itu, fase prarequest yang seharusnya bersifat opsional menjadi fase wajib pada setiap tingkat buku teks.Fase konfirmasi yang seharusnya muncul dalam percakapan yang melibatkan hubungan status yang setara tidak muncul dalam buku teks.Sebaliknya, fase pengaturan pada tahap penutupan hanya muncul pada tingkat pre-intermediate dan intermediate.Percakapan autentik menunjukkan perbedaan konten berdasarkan jenis status hubungan antara peserta.Permintaan ketersediaan waktu terutama diterapkan dalam interaksi yang tidak setara, sedangkan obrolan santai atau berbagi kondisi diterapkan ketika peserta memiliki status yang setara.Namun, model buku teks selalu menggunakan konten permintaan ketersediaan waktu baik dalam interaksi setara maupun tidak setara.Oleh karena itu, perbedaan ini harus diantisipasi mengingat peran penting fase prasyarat dalam percakapan permintaan.Ada dua faktor yang diduga berperan penting dalam konfigurasi struktur permintaan, yaitu jenis status hubungan interpersonal (setara atau tidak setara) dan derajat pengenaan objek yang diminta.Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa status hubungan antara peserta (tenor), sebagai salah satu komponen konteks situasional, menentukan penampilan fase dan kontennya.Deskripsi struktur wacana percakapan permintaan di atas diharapkan dapat berkontribusi pada pembelajaran percakapan bahasa Jepang.Pengetahuan wacana tentang tahap dan fase membantu pembelajar bahasa Jepang melakukan permintaan dengan tepat sesuai dengan budaya penutur bahasa Jepang.Namun, karena absennya beberapa fase yang wajib dalam model percakapan buku teks, percakapan autentik diperlukan sebagai bahan pengajaran tambahan.Selain itu, kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks lebih memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik.Lebih lanjut, pekerjaan lebih lanjut tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase harus dilakukan untuk menyelidiki makna interpersonal permintaan yang hasilnya akan memperkaya penelitian ini Permintaan (irai) adalah genre interaksi lisan yang diajarkan sejak tingkat dasar pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing. Permintaan adalah salah satu tindakan tutur yang dapat menimbulkan potensi ancaman terhadap harga diri. Pemahaman tentang tahap-tahap permintaan yang sesuai dengan budaya Jepang sangat penting bagi pembelajar bahasa Jepang agar dapat berkomunikasi dengan sukses. Oleh karena itu, pedagogi percakapan dengan menggunakan pendekatan wacana sangatlah penting. Penelitian ini menyelidiki kesenjangan struktur potensial dalam percakapan permintaan bahasa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp 1x" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" alt="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp 1x" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" alt="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp 1x" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" alt="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52114-fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-tek" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" target="_blank">Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation</a>: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tenor mempengaruhi penampilan fase dan kontennya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengonfirmasi asumsi ini dengan melibatkan lebih banyak data dengan berbagai jenis status hubungan dan derajat pengenaan. Kedua, penelitian tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase juga penting untuk dilakukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pilihan linguistik dapat mempengaruhi makna interpersonal permintaan. Dengan menyelidiki lebih lanjut pilihan linguistik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi dan taktik yang digunakan dalam percakapan permintaan. Ketiga, penelitian tentang percakapan autentik yang melibatkan peserta dengan status setara juga sangat diperlukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik. Dengan mempelajari percakapan autentik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dinamika percakapan permintaan dalam konteks yang sebenarnya..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan.1) apa kesenjangan struktur antara percakapan permintaan autentik dan model percakapan buku teks.2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi struktur percakapan permintaan.Penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis teks permintaan tidak memiliki perbedaan dalam tahap-tahapnya, karena keduanya memiliki tiga tahap.pengenalan (senkoo-bu), permintaan (irai-bu), dan penutupan (shuuketsu-bu).Setiap tahap dari permintaan autentik memiliki urutan fase.Tahap pengenalan adalah serangkaian fase penalaran^pernyataan prasyarat^pengantar masalah^(pernyataan prarequest).Tahap permintaan terdiri dari fase penalaran^pernyataan permintaan^penjelasan tambahan^dan respons terhadap permintaan.Tahap penutupan terdiri dari (fase konfirmasi)^pengaturan^penutupan sebagai bagian penutup.Kesenjangan antara keduanya terletak pada tingkat fase dan konten beberapa fase.Model percakapan buku teks menunjukkan absennya fase penjelasan tambahan pada tahap permintaan dan fase konfirmasi pada tahap penutupan.Tidak hanya absennya beberapa fase, tetapi juga penempatan fase yang berbeda antara keduanya.Fase penalaran sebagai pernyataan masalah utama permintaan dalam model buku teks ditempatkan setelah pernyataan permintaan.Berbeda dengan permintaan autentik yang dinyatakan sebelum fase pernyataan permintaan.Selain itu, fase prarequest yang seharusnya bersifat opsional menjadi fase wajib pada setiap tingkat buku teks.Fase konfirmasi yang seharusnya muncul dalam percakapan yang melibatkan hubungan status yang setara tidak muncul dalam buku teks.Sebaliknya, fase pengaturan pada tahap penutupan hanya muncul pada tingkat pre-intermediate dan intermediate.Percakapan autentik menunjukkan perbedaan konten berdasarkan jenis status hubungan antara peserta.Permintaan ketersediaan waktu terutama diterapkan dalam interaksi yang tidak setara, sedangkan obrolan santai atau berbagi kondisi diterapkan ketika peserta memiliki status yang setara.Namun, model buku teks selalu menggunakan konten permintaan ketersediaan waktu baik dalam interaksi setara maupun tidak setara.Oleh karena itu, perbedaan ini harus diantisipasi mengingat peran penting fase prasyarat dalam percakapan permintaan.Ada dua faktor yang diduga berperan penting dalam konfigurasi struktur permintaan, yaitu jenis status hubungan interpersonal (setara atau tidak setara) dan derajat pengenaan objek yang diminta.Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa status hubungan antara peserta (tenor), sebagai salah satu komponen konteks situasional, menentukan penampilan fase dan kontennya.Deskripsi struktur wacana percakapan permintaan di atas diharapkan dapat berkontribusi pada pembelajaran percakapan bahasa Jepang.Pengetahuan wacana tentang tahap dan fase membantu pembelajar bahasa Jepang melakukan permintaan dengan tepat sesuai dengan budaya penutur bahasa Jepang.Namun, karena absennya beberapa fase yang wajib dalam model percakapan buku teks, percakapan autentik diperlukan sebagai bahan pengajaran tambahan.Selain itu, kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks lebih memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik.Lebih lanjut, pekerjaan lebih lanjut tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase harus dilakukan untuk menyelidiki makna interpersonal permintaan yang hasilnya akan memperkaya penelitian ini
<br>Permintaan (irai) adalah genre interaksi lisan yang diajarkan sejak tingkat dasar pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing. Permintaan adalah salah satu tindakan tutur yang dapat menimbulkan potensi ancaman terhadap harga diri. Pemahaman tentang tahap-tahap permintaan yang sesuai dengan budaya Jepang sangat penting bagi pembelajar bahasa Jepang agar dapat berkomunikasi dengan sukses. Oleh karena itu, pedagogi percakapan dengan menggunakan pendekatan wacana sangatlah penting. Penelitian ini menyelidiki kesenjangan struktur potensial dalam percakapan permintaan bahasa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" type="image/webp" length="124830" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo Pragmatic Equivalence ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo Pragmatic Equivalence ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo Pragmatic Equivalence ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52108-mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-baha</link>
	<guid isPermaLink="false">75dd559538db8f5e0f19f215b648208c</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ini menawarkan peluang dan tantangan yang berbeda dalam menyampaikan makna pragmatis. Kedua, penelitian tentang variasi genre dapat memberikan wawasan penting. Membandingkan bagaimana aizuchi diterjemahkan dalam konten edukasi formal dengan media hiburan informal seperti anime atau drama televisi dapat membantu menentukan apakah strategi yang diidentifikasi dalam penelitian ini berlaku di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembelajar bahasa Jepang memahami dan memahami aizuchi yang diterjemahkan dalam materi subtitled. Studi seperti itu dapat menilai apakah strategi terjemahan saat ini secara efektif memfasilitasi pemahaman lintas budaya atau apakah intervensi tambahan (misalnya anotasi, instruksi eksplisit) mungkin meningkatkan nilai pedagogis aizuchi subtitled bagi mahasiswa bahasa.. Penelitian ini mewakili penyelidikan sistematis pertama tentang terjemahan aizuchi Jepang ke dalam bahasa Indonesia dalam subtitle edukasi, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana ekspresi yang kaya secara pragmatis disesuaikan di antara bahasa dalam konteks pedagogis formal.Penelitian ini memeriksa bagaimana aizuchi Jepang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo, dengan fokus pada mencapai kesetaraan pragmatis.Dengan menganalisis subtitle terpilih menggunakan kerangka tindakan tutur Searle, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar aizuchi diterjemahkan dengan cara yang mempertahankan fungsi komunikatif mereka, seperti mengekspresikan emosi, mempertahankan alur percakapan, atau menandakan perhatian.Temuan ini menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam terjemahan subtitle, terutama ketika menangani penanda diskursif yang halus seperti aizuchi Penelitian ini menyelidiki kesetaraan pragmatis dalam menerjemahkan aizuchi Jepang, atau backchannels percakapan, ke dalam subtitle bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menganalisis 42 contoh aizuchi menggunakan teori tindakan tutur Searle dan skala kesetaraan lima poin. Temuan menunjukkan bahwa aizuchi ekspresif, seperti interjeksi Jepang 'A', yang diterjemahkan menjadi 'Aduh' dalam bahasa Indonesia, mencapai kesetaraan fungsional tertinggi sebesar 89%. Aizuchi direktif, termasuk frase seperti AuSs desu kaAy yang diterjemahkan sebagai AuOh, begitu yaAy, menunjukkan kesetaraan 76% melalui adaptasi retoris. Aizuchi komisif menunjukkan tingkat kesetaraan yang lebih rendah sebesar 61%, menunjukkan spesifisitas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp 1x" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" alt="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp 1x" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" alt="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp 1x" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" alt="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52108-mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-baha" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" target="_blank">Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ini menawarkan peluang dan tantangan yang berbeda dalam menyampaikan makna pragmatis. Kedua, penelitian tentang variasi genre dapat memberikan wawasan penting. Membandingkan bagaimana aizuchi diterjemahkan dalam konten edukasi formal dengan media hiburan informal seperti anime atau drama televisi dapat membantu menentukan apakah strategi yang diidentifikasi dalam penelitian ini berlaku di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembelajar bahasa Jepang memahami dan memahami aizuchi yang diterjemahkan dalam materi subtitled. Studi seperti itu dapat menilai apakah strategi terjemahan saat ini secara efektif memfasilitasi pemahaman lintas budaya atau apakah intervensi tambahan (misalnya anotasi, instruksi eksplisit) mungkin meningkatkan nilai pedagogis aizuchi subtitled bagi mahasiswa bahasa..
<br>Penelitian ini mewakili penyelidikan sistematis pertama tentang terjemahan aizuchi Jepang ke dalam bahasa Indonesia dalam subtitle edukasi, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana ekspresi yang kaya secara pragmatis disesuaikan di antara bahasa dalam konteks pedagogis formal.Penelitian ini memeriksa bagaimana aizuchi Jepang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo, dengan fokus pada mencapai kesetaraan pragmatis.Dengan menganalisis subtitle terpilih menggunakan kerangka tindakan tutur Searle, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar aizuchi diterjemahkan dengan cara yang mempertahankan fungsi komunikatif mereka, seperti mengekspresikan emosi, mempertahankan alur percakapan, atau menandakan perhatian.Temuan ini menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam terjemahan subtitle, terutama ketika menangani penanda diskursif yang halus seperti aizuchi
<br>Penelitian ini menyelidiki kesetaraan pragmatis dalam menerjemahkan aizuchi Jepang, atau backchannels percakapan, ke dalam subtitle bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menganalisis 42 contoh aizuchi menggunakan teori tindakan tutur Searle dan skala kesetaraan lima poin. Temuan menunjukkan bahwa aizuchi ekspresif, seperti interjeksi Jepang 'A', yang diterjemahkan menjadi 'Aduh' dalam bahasa Indonesia, mencapai kesetaraan fungsional tertinggi sebesar 89%. Aizuchi direktif, termasuk frase seperti AuSs desu kaAy yang diterjemahkan sebagai AuOh, begitu yaAy, menunjukkan kesetaraan 76% melalui adaptasi retoris. Aizuchi komisif menunjukkan tingkat kesetaraan yang lebih rendah sebesar 61%, menunjukkan spesifisitas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" type="image/webp" length="102388" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52118-teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal</link>
	<guid isPermaLink="false">ce9a37d2d5589f0b147ea0e15b323cb7</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi teknik-teknik baru yang dapat meningkatkan akurasi dan kualitas penerjemahan lisan, serta untuk mengembangkan metode pelatihan yang efektif bagi penerjemah lisan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menilai dampak penggunaan teknologi dalam penerjemahan lisan, seperti penerapan alat bantu penerjemahan atau sistem penerjemahan otomatis, dan bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan atau mengurangi akurasi dan kualitas interpretasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan akurasi penerjemahan lisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang.. Berdasarkan analisis 32 data, ditemukan bahwa teknik penerjemahan lisan yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penghilangan.Teknik penghilangan banyak digunakan oleh penerjemah karena bertujuan untuk mengklarifikasi pesan penting yang akan disampaikan dalam bahasa sasaran dengan menghilangkan hal-hal yang hanya tambahan atau tidak terlalu penting untuk disampaikan.Namun, penggunaan teknik penghilangan menyebabkan banyak hasil terjemahan menjadi kurang akurat karena masih ada pesan dari bahasa sumber yang tidak disampaikan secara lengkap dalam bahasa sasaran.Melalui analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak dapat mengakomodasi semua ucapan dalam penerjemahan lisan karena tidak ada data yang menggunakan teknik antisipasi dan ada proses penerjemahan yang sama sekali tidak menggunakan teknik penerjemahan berdasarkan teori yang diusulkan oleh Jones.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak cocok untuk penerjemahan lisan.Peneliti di masa depan dapat menggunakan lebih dari satu teknik atau dapat menggunakan teori lain yang dapat memperkuat, mendukung, dan bahkan mendalam untuk menganalisis teknik penerjemahan lisan dan menilai akurasinya.Peneliti di masa depan juga dapat menilai kualitas interpretasi dengan beberapa ahli sehingga hasilnya dapat lebih objektif Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik penerjemahan lisan yang digunakan dan akurasi hasil penerjemahan dalam terjemahan lisan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti triangulasi, teknik non-partisipatif, teknik mencatat, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) untuk menganalisis teknik dan parameter yang digunakan untuk menilai akurasi interpretasi yang diusulkan oleh Saehu (2018) dan Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono (2012) untuk menilai kualitas interpretasi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa teknik yang paling sering digunakan adalah penghilangan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" alt="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" alt="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" alt="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52118-teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" target="_blank">An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi teknik-teknik baru yang dapat meningkatkan akurasi dan kualitas penerjemahan lisan, serta untuk mengembangkan metode pelatihan yang efektif bagi penerjemah lisan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menilai dampak penggunaan teknologi dalam penerjemahan lisan, seperti penerapan alat bantu penerjemahan atau sistem penerjemahan otomatis, dan bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan atau mengurangi akurasi dan kualitas interpretasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan akurasi penerjemahan lisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang..
<br>Berdasarkan analisis 32 data, ditemukan bahwa teknik penerjemahan lisan yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penghilangan.Teknik penghilangan banyak digunakan oleh penerjemah karena bertujuan untuk mengklarifikasi pesan penting yang akan disampaikan dalam bahasa sasaran dengan menghilangkan hal-hal yang hanya tambahan atau tidak terlalu penting untuk disampaikan.Namun, penggunaan teknik penghilangan menyebabkan banyak hasil terjemahan menjadi kurang akurat karena masih ada pesan dari bahasa sumber yang tidak disampaikan secara lengkap dalam bahasa sasaran.Melalui analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak dapat mengakomodasi semua ucapan dalam penerjemahan lisan karena tidak ada data yang menggunakan teknik antisipasi dan ada proses penerjemahan yang sama sekali tidak menggunakan teknik penerjemahan berdasarkan teori yang diusulkan oleh Jones.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak cocok untuk penerjemahan lisan.Peneliti di masa depan dapat menggunakan lebih dari satu teknik atau dapat menggunakan teori lain yang dapat memperkuat, mendukung, dan bahkan mendalam untuk menganalisis teknik penerjemahan lisan dan menilai akurasinya.Peneliti di masa depan juga dapat menilai kualitas interpretasi dengan beberapa ahli sehingga hasilnya dapat lebih objektif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik penerjemahan lisan yang digunakan dan akurasi hasil penerjemahan dalam terjemahan lisan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti triangulasi, teknik non-partisipatif, teknik mencatat, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) untuk menganalisis teknik dan parameter yang digunakan untuk menilai akurasi interpretasi yang diusulkan oleh Saehu (2018) dan Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono (2012) untuk menilai kualitas interpretasi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa teknik yang paling sering digunakan adalah penghilangan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" type="image/webp" length="111444" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention The Power of Unity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention The Power of Unity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention The Power of Unity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52115-tanggung-destigmatisasi-sistem-dukun</link>
	<guid isPermaLink="false">ff858583eda05697298c293ddb517833</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Jepang telah menunjukkan kekuatan kesatuan dalam menangani masalah bunuh diri yang kompleks. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama. Saran penelitian lanjutan adalah untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity: Jepang telah menunjukkan kekuatan kesatuan dalam menangani masalah bunuh diri yang kompleks. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama. Saran penelitian lanjutan adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi-strategi yang digunakan Jepang, seperti pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, negara-negara lain dapat mengadopsi model Jepang dalam mencegah bunuh diri dan memberikan harapan bagi mereka yang menderita masalah kesehatan mental. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran media dalam pencegahan bunuh diri dan bagaimana sensitivitas budaya dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi mereka yang rentan terhadap bunuh diri.. Kertas ini menyelidiki kesuksesan Jepang dalam membangun budaya tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri dan menekankan pentingnya kesatuan.Pencegahan bunuh diri di Jepang adalah inovatif dan sukses.Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama.Pencapaian ini sangat dibantu oleh pendirian berbagai inisiatif dan program, termasuk pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas.Masyarakat dapat membangun jaring keselamatan yang mendukung dan melindungi orang-orang yang lemah dengan mempromosikan solidaritas dan mendorong keterlibatan masyarakat Menggali inspirasi dari inisiatif Jepang yang menginspirasi, artikel ini mengungkapkan pelajaran berharga yang dapat dipelajari dalam mengatasi masalah bunuh diri dengan tanggung jawab bersama. Studi ini berusaha menyelidiki pentingnya kerjasama dalam efektivitas Jepang dalam mempromosikan tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri. Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, dan Jepang secara historis memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi. Namun, dengan menerapkan beberapa inisiatif yang memprioritaskan tanggung jawab bersama dan keterlibatan masyarakat, Jepang telah mencapai kemajuan yang mengesankan dalam mengurangi tingkat bunuh diri. Makalah ini menganalisis elemen-elemen krusial seperti unsur budaya, jaringan dukungan sosial, dan inisiatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp 1x" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" alt="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp 1x" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" alt="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52115-tanggung-destigmatisasi-sistem-dukun" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" target="_blank">JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity</a>: Jepang telah menunjukkan kekuatan kesatuan dalam menangani masalah bunuh diri yang kompleks. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama. Saran penelitian lanjutan adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi-strategi yang digunakan Jepang, seperti pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, negara-negara lain dapat mengadopsi model Jepang dalam mencegah bunuh diri dan memberikan harapan bagi mereka yang menderita masalah kesehatan mental. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran media dalam pencegahan bunuh diri dan bagaimana sensitivitas budaya dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi mereka yang rentan terhadap bunuh diri..
<br>Kertas ini menyelidiki kesuksesan Jepang dalam membangun budaya tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri dan menekankan pentingnya kesatuan.Pencegahan bunuh diri di Jepang adalah inovatif dan sukses.Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama.Pencapaian ini sangat dibantu oleh pendirian berbagai inisiatif dan program, termasuk pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas.Masyarakat dapat membangun jaring keselamatan yang mendukung dan melindungi orang-orang yang lemah dengan mempromosikan solidaritas dan mendorong keterlibatan masyarakat
<br>Menggali inspirasi dari inisiatif Jepang yang menginspirasi, artikel ini mengungkapkan pelajaran berharga yang dapat dipelajari dalam mengatasi masalah bunuh diri dengan tanggung jawab bersama. Studi ini berusaha menyelidiki pentingnya kerjasama dalam efektivitas Jepang dalam mempromosikan tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri. Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, dan Jepang secara historis memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi. Namun, dengan menerapkan beberapa inisiatif yang memprioritaskan tanggung jawab bersama dan keterlibatan masyarakat, Jepang telah mencapai kemajuan yang mengesankan dalam mengurangi tingkat bunuh diri. Makalah ini menganalisis elemen-elemen krusial seperti unsur budaya, jaringan dukungan sosial, dan inisiatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" type="image/webp" length="117692" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 29 Jun 2026 08:56:31 +0700. 12 items. Served in: 8.676 seconds [rss] -->
