<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 15 Apr 2026 06:16:47 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 06:16:47 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-15T06:16:47+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Perilaku Pemijahan Teripang Pasir Holothuria Scabra Berdasarkan Faktor Lingkungan Suhu Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perilaku Pemijahan Teripang Pasir Holothuria Scabra Berdasarkan Faktor Lingkungan Suhu Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perilaku Pemijahan Teripang Pasir Holothuria Scabra Berdasarkan Faktor Lingkungan Suhu Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38758-pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijaha</link>
	<guid isPermaLink="false">94c38c395efac4a8da01487e08bf2770</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 23:27:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti salinitas dan pH, terhadap perilaku pemijahan teripang pasir. Selain itu, penelitian tentang teknik manipulasi lingkungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara: Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti salinitas dan pH, terhadap perilaku pemijahan teripang pasir. Selain itu, penelitian tentang teknik manipulasi lingkungan yang lebih efektif dan efisien, seperti penggunaan sistem aerasi atau kontrol suhu otomatis, dapat diinvestigasi untuk meningkatkan keberhasilan pemijahan. Terakhir, penelitian tentang pengaruh variasi genetik teripang pasir terhadap respons pemijahan terhadap berbagai kondisi lingkungan juga perlu dilakukan untuk mengembangkan strain teripang yang lebih adaptif dan produktif.. Induk jantan melakukan pemijahan dengan cara bertumpu pada tubuh bagian belakang (posterior), induk teripang mengangkat tinggi kepalanya atau tubuh bagian depan (anterior) yang terlihat adanya tonjolan yang kemudian mengeluarkan sperma yang terlihat seperti asap berwarna putih di dalam air.Dengan selang waktu 10 menit terlihat seekor induk betina dengan suhu yang sama dan cara pemijahan yang sama induk betina ini mengeluarkan sel telur.Suhu merupakan faktor keberhasilan pemijahan, namun lingkungan juga (salinitas, pH, DO) mendukung dalam proses pemijahan Teripang Pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu komoditas ekspor dari sektor perikanan yang sudah menurun produksi dan pelestarian sumber daya. Pemijahan teripang sebagai langkah awal penyediaan benih pada budidayanya yang telah berhasil dilakukan secara alami, tetapi frekuensi pemijahan masih sangat rendah. Penelitian ini menggunakan perlakuan induk teripang yang diseleksi dan diambil sebagai sampel yaitu 8 ekor dan memiliki perilaku yang selalu aktif. Induk teripang kemudian diseleksi berdasarkan panjang dan berat teripang. Perilaku pemijahan yang ditampilkan oleh teripang saat memijah berdasarkan faktor lingkungan (suhu) dengan cara menaikan suhu (perebusan) air laut atau kejut suhu. Maka pada suhu awal 27AC perilaku teripang terlihat sangat aktif. Kemudian dengan selang waktu A 30 menit suhu dinaikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" alt="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" alt="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38758-pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijaha" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" target="_blank">Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara</a>: Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti salinitas dan pH, terhadap perilaku pemijahan teripang pasir. Selain itu, penelitian tentang teknik manipulasi lingkungan yang lebih efektif dan efisien, seperti penggunaan sistem aerasi atau kontrol suhu otomatis, dapat diinvestigasi untuk meningkatkan keberhasilan pemijahan. Terakhir, penelitian tentang pengaruh variasi genetik teripang pasir terhadap respons pemijahan terhadap berbagai kondisi lingkungan juga perlu dilakukan untuk mengembangkan strain teripang yang lebih adaptif dan produktif..
<br>Induk jantan melakukan pemijahan dengan cara bertumpu pada tubuh bagian belakang (posterior), induk teripang mengangkat tinggi kepalanya atau tubuh bagian depan (anterior) yang terlihat adanya tonjolan yang kemudian mengeluarkan sperma yang terlihat seperti asap berwarna putih di dalam air.Dengan selang waktu 10 menit terlihat seekor induk betina dengan suhu yang sama dan cara pemijahan yang sama induk betina ini mengeluarkan sel telur.Suhu merupakan faktor keberhasilan pemijahan, namun lingkungan juga (salinitas, pH, DO) mendukung dalam proses pemijahan
<br>Teripang Pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu komoditas ekspor dari sektor perikanan yang sudah menurun produksi dan pelestarian sumber daya. Pemijahan teripang sebagai langkah awal penyediaan benih pada budidayanya yang telah berhasil dilakukan secara alami, tetapi frekuensi pemijahan masih sangat rendah. Penelitian ini menggunakan perlakuan induk teripang yang diseleksi dan diambil sebagai sampel yaitu 8 ekor dan memiliki perilaku yang selalu aktif. Induk teripang kemudian diseleksi berdasarkan panjang dan berat teripang. Perilaku pemijahan yang ditampilkan oleh teripang saat memijah berdasarkan faktor lingkungan (suhu) dengan cara menaikan suhu (perebusan) air laut atau kejut suhu. Maka pada suhu awal 27AC perilaku teripang terlihat sangat aktif. Kemudian dengan selang waktu A 30 menit suhu dinaikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" type="image/webp" length="133306" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38744-daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab</link>
	<guid isPermaLink="false">602602691b5c44f02425328abe910303</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 23:08:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa spesifik dalam asap cair 'waa sagu' yang bertanggung jawab atas sifat antibakterinya, sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa spesifik dalam asap cair 'waa sagu' yang bertanggung jawab atas sifat antibakterinya, sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas asap cair 'waa sagu' dengan jenis asap cair lainnya terhadap kualitas mikrobiologis ikan tuna, serta pengaruhnya terhadap karakteristik sensorik seperti rasa dan aroma. Terakhir, penelitian mengenai pengaruh variasi konsentrasi asap cair dan lama perendaman terhadap efektivitas pengawetan ikan tuna juga penting untuk dilakukan, guna menentukan kondisi optimal yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dan masa simpan yang lebih panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi asap cair 'waa sagu' sebagai alternatif pengawet alami yang aman dan efektif untuk produk perikanan, serta memberikan manfaat bagi industri pengolahan ikan dan konsumen.. Total bakteri pada ikan tuna yang direndam dengan asap cair waa sagu yang disimpan selama 10 hari masih memenuhi standar SNI.Asap cair dari waa sagu berpotensi sebagai antibakteri karena dapat mempertahankan mutu ikan tuna asap secara mikrobiologis selama penyimpanan pada suhu kamar.Penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman ikan tuna asap dengan asap cair 'waa sagu' efektif dalam menjaga kualitas mikrobiologisnya Latar Belakang: Selama ini cara pengawetan ikan tradisional biasanya dilakukan dengan pengasapan, tetapi saat ini sudah dikembangkan metode pengawetan lain yaitu menggunakan metode pengasapan asap cair. Metode: Asap cair yang digunakan dalam penelitian ini adalah asap cair dari Auwaa saguAy dengan konsentrasi 5% garam 5% dan direndam selama 10 menit, jenis ikan yang digunakan yakni ikan tuna (Thunus sp). Daging ikan tuna direndam dalam asap cair dan disimpan selama 10 hari pada suhu kamar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu mikrobiologis (total plate count) ikan tuna asap yang direndam dengan asap cair Auwaa saguAy selama penyimpanan suhu kamar. Hasil: Hasil analisa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-4d12b.webp" title="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-4d12b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-4d12b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-4d12b.webp 1x" title="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" alt="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-bf99e.webp" title="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-bf99e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-bf99e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-bf99e.webp 1x" title="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" alt="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38744-daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab" title="JURIS - Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar" target="_blank">Analisa Total Bakteri Pada Ikan Tuna Asap Yang Direndam Dengan Asap Cair AuWaa SaguAy Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa spesifik dalam asap cair 'waa sagu' yang bertanggung jawab atas sifat antibakterinya, sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas asap cair 'waa sagu' dengan jenis asap cair lainnya terhadap kualitas mikrobiologis ikan tuna, serta pengaruhnya terhadap karakteristik sensorik seperti rasa dan aroma. Terakhir, penelitian mengenai pengaruh variasi konsentrasi asap cair dan lama perendaman terhadap efektivitas pengawetan ikan tuna juga penting untuk dilakukan, guna menentukan kondisi optimal yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dan masa simpan yang lebih panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi asap cair 'waa sagu' sebagai alternatif pengawet alami yang aman dan efektif untuk produk perikanan, serta memberikan manfaat bagi industri pengolahan ikan dan konsumen..
<br>Total bakteri pada ikan tuna yang direndam dengan asap cair waa sagu yang disimpan selama 10 hari masih memenuhi standar SNI.Asap cair dari waa sagu berpotensi sebagai antibakteri karena dapat mempertahankan mutu ikan tuna asap secara mikrobiologis selama penyimpanan pada suhu kamar.Penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman ikan tuna asap dengan asap cair 'waa sagu' efektif dalam menjaga kualitas mikrobiologisnya
<br>Latar Belakang: Selama ini cara pengawetan ikan tradisional biasanya dilakukan dengan pengasapan, tetapi saat ini sudah dikembangkan metode pengawetan lain yaitu menggunakan metode pengasapan asap cair. Metode: Asap cair yang digunakan dalam penelitian ini adalah asap cair dari Auwaa saguAy dengan konsentrasi 5%   garam 5% dan direndam selama 10 menit, jenis ikan yang digunakan yakni ikan tuna (Thunus sp). Daging ikan tuna direndam dalam asap cair dan disimpan selama 10 hari pada suhu kamar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu mikrobiologis (total plate count) ikan tuna asap yang direndam dengan asap cair Auwaa saguAy selama penyimpanan suhu kamar. Hasil: Hasil analisa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-4d12b.webp" type="image/webp" length="76248" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-4d12b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/daging-ikan-telur-asap-cair-konsumsi-tuna-ab-olaha-thumb-bf99e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38761-uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing</link>
	<guid isPermaLink="false">9a96bbf3e8f919357ed85fd933546012</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:56:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif tentang pengaruh ketebalan airfoil pada kualitas cetakan propeler menggunakan metode 3D printing. Selain itu, penelitian tentang optimasi parameter proses silicone molding untuk mengurangi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif tentang pengaruh ketebalan airfoil pada kualitas cetakan propeler menggunakan metode 3D printing. Selain itu, penelitian tentang optimasi parameter proses silicone molding untuk mengurangi penyusutan dan meningkatkan kualitas cetakan juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Terakhir, studi tentang pengaruh material resin pada proses silicone molding terhadap performa propeler juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.. Metode manufaktur silicone molding dapat menjadi alternatif dalam pembuatan propeller selain metode injection molding.Keunggulan dari metode ini terletak pada selisih ukuran antara desain CAD dan hasil cetakan akhir yang tergolong kecil, dengan nilai penyusutan maksimum sebesar -8,77%.Nilai tersebut masih dapat ditekan lebih lanjut melalui pengaturan faktor-faktor proses, seperti suhu dan kelembapan ruangan selama pencetakan.Sementara itu, metode 3D printing lebih sesuai diterapkan pada propeler dengan profil airfoil yang memiliki ketebalan lebih besar.Hasil cetakan propeler modifikasi menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan propeler tanpa modifikasi.Penambahan ketebalan sebesar 1 mm, misalnya, menghasilkan bagian leading edge yang tercetak lebih presisi.Namun, penyesuaian terhadap ketebalan ini menyebabkan bentuk propeler yang dihasilkan tidak sepenuhnya sesuai dengan desain awal berdasarkan referensi Spline Dat Saat ini, industri penerbangan berkembang sangat pesat, tidak hanya pada pesawat berawak, tetapi juga dalam pengembangan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Salah satu komponen krusial pada UAV adalah propeller. Metode yang umum digunakan dalam proses manufaktur propeller antara lain adalah metode forming, hand lay-up, dan vacuum bagging. Metode lain yang berpotensi menjadi alternatif adalah pencetakan menggunakan silikon (silicone molding) dan pencetakan tiga dimensi (3D printing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metode manufaktur yang paling sesuai untuk pembuatan propeller dengan tipe... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" alt="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" alt="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" alt="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38761-uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" target="_blank">PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif tentang pengaruh ketebalan airfoil pada kualitas cetakan propeler menggunakan metode 3D printing. Selain itu, penelitian tentang optimasi parameter proses silicone molding untuk mengurangi penyusutan dan meningkatkan kualitas cetakan juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Terakhir, studi tentang pengaruh material resin pada proses silicone molding terhadap performa propeler juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya..
<br>Metode manufaktur silicone molding dapat menjadi alternatif dalam pembuatan propeller selain metode injection molding.Keunggulan dari metode ini terletak pada selisih ukuran antara desain CAD dan hasil cetakan akhir yang tergolong kecil, dengan nilai penyusutan maksimum sebesar -8,77%.Nilai tersebut masih dapat ditekan lebih lanjut melalui pengaturan faktor-faktor proses, seperti suhu dan kelembapan ruangan selama pencetakan.Sementara itu, metode 3D printing lebih sesuai diterapkan pada propeler dengan profil airfoil yang memiliki ketebalan lebih besar.Hasil cetakan propeler modifikasi menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan propeler tanpa modifikasi.Penambahan ketebalan sebesar 1 mm, misalnya, menghasilkan bagian leading edge yang tercetak lebih presisi.Namun, penyesuaian terhadap ketebalan ini menyebabkan bentuk propeler yang dihasilkan tidak sepenuhnya sesuai dengan desain awal berdasarkan referensi Spline Dat
<br>Saat ini, industri penerbangan berkembang sangat pesat, tidak hanya pada pesawat berawak, tetapi juga dalam pengembangan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Salah satu komponen krusial pada UAV adalah propeller. Metode yang umum digunakan dalam proses manufaktur propeller antara lain adalah metode forming, hand lay-up, dan vacuum bagging. Metode lain yang berpotensi menjadi alternatif adalah pencetakan menggunakan silikon (silicone molding) dan pencetakan tiga dimensi (3D printing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metode manufaktur yang paling sesuai untuk pembuatan propeller dengan tipe...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" type="image/webp" length="55074" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38760-arus-laut-hidup-rumput-suhu-permu</link>
	<guid isPermaLink="false">08c7bc52ab2ba88a9978ceae394071f4</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:19:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji lebih dalam pengaruh faktor-faktor oseanografi lainnya, seperti salinitas dan arus laut, terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii di Dusun Kotania. Selain itu, studi tentang interaksi antara rumput laut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji lebih dalam pengaruh faktor-faktor oseanografi lainnya, seperti salinitas dan arus laut, terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii di Dusun Kotania. Selain itu, studi tentang interaksi antara rumput laut dengan biota laut lainnya, seperti ikan dan invertebrata, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang ekosistem perairan tersebut. Lebih lanjut, penelitian mengenai teknik budidaya yang inovatif, seperti penggunaan substrat buatan atau sistem budidaya terintegrasi, dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi rumput laut di wilayah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan industri rumput laut yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii adalah 30 cm di bawah permukaan air laut.Pada kedalaman ini, rumput laut menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan berat basah rata-rata mencapai 160 gram selama 35 hari.Hasil ini mengindikasikan pentingnya faktor kedalaman dalam mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas rumput laut.Oleh karena itu, dalam kegiatan budidaya rumput laut, perlu diperhatikan faktor oseanografi, terutama kedalaman, untuk mencapai hasil yang optimal Latar Belakang: Rumput Laut Eucheuma cottonii merupakan makro alga yang hidup di laut, pada umumnya di dasar perairan dan menempel pada substrat atau benda lain dan juga hidupnya terapung di permukaan laut. Bagian Ae bagian rumput laut secara umum terdiri dari holdfast yaitu bagian dasar dari rumput laut yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan thalus yaitu bentukAebentuk pertumbuhan rumput laut yang menyerupai percabangan. Pertumbuhan rumput laut sangat tergantung dari faktorAefaktor oseanografi (fisika, kimia, dan pergerakan atau dinamika air laut), rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi dan osmosis melalui dinding thallus. Metode: Berdasarkan hasil Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2011 maka di lakukan suatu kajian yang mendalam terkait dengan cara penanaman rumput laut Eucheuma cottonii dengan kedalaman yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-88197.webp" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-88197.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-88197.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-88197.webp 1x" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" alt="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b0bca.webp" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b0bca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b0bca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b0bca.webp 1x" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" alt="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b77dd.webp" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b77dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b77dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b77dd.webp 1x" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" alt="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38760-arus-laut-hidup-rumput-suhu-permu" title="JURIS - PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT" target="_blank">PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) PADA KEDALAMAN AIR LAUT YANG BERBEDA DI DUSUN KOTANIA DESA ETI KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT</a>: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji lebih dalam pengaruh faktor-faktor oseanografi lainnya, seperti salinitas dan arus laut, terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii di Dusun Kotania. Selain itu, studi tentang interaksi antara rumput laut dengan biota laut lainnya, seperti ikan dan invertebrata, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang ekosistem perairan tersebut. Lebih lanjut, penelitian mengenai teknik budidaya yang inovatif, seperti penggunaan substrat buatan atau sistem budidaya terintegrasi, dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi rumput laut di wilayah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan industri rumput laut yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii adalah 30 cm di bawah permukaan air laut.Pada kedalaman ini, rumput laut menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan berat basah rata-rata mencapai 160 gram selama 35 hari.Hasil ini mengindikasikan pentingnya faktor kedalaman dalam mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas rumput laut.Oleh karena itu, dalam kegiatan budidaya rumput laut, perlu diperhatikan faktor oseanografi, terutama kedalaman, untuk mencapai hasil yang optimal
<br>Latar Belakang: Rumput Laut Eucheuma cottonii merupakan makro alga yang hidup di laut, pada umumnya di dasar perairan dan menempel pada substrat atau benda lain dan juga hidupnya terapung di permukaan laut. Bagian Ae bagian rumput laut secara umum terdiri dari holdfast yaitu bagian dasar dari rumput laut yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan thalus yaitu bentukAebentuk pertumbuhan rumput laut yang menyerupai percabangan. Pertumbuhan rumput laut sangat tergantung dari faktorAefaktor oseanografi (fisika, kimia, dan pergerakan atau dinamika air laut), rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi dan osmosis melalui dinding thallus. Metode: Berdasarkan hasil Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2011 maka di lakukan suatu kajian yang mendalam terkait dengan cara penanaman rumput laut Eucheuma cottonii dengan kedalaman yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b77dd.webp" type="image/webp" length="48528" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-88197.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b0bca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/arus-laut-hidup-rumput-suhu-permukaan-air-pertumbu-thumb-b77dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt</link>
	<guid isPermaLink="false">6b5eb50adc0ec59027dab4d9c4605468</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:10:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi tepung sagu juga dapat dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan. Terakhir, penelitian tentang manfaat kesehatan dan nutrisi dari konsumsi tepung sagu dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang nilai gizi sagu bagi masyarakat.. Kandungan kadar karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, Sagu Ihur (Metroxylon sylvester) sebesar 77,4% dan tepung Sagu Molat (Metroxylon sagus Rottbol) sebesar 88,6%.Penelitian tentang tubuhan sagu dan segala potensi yang terdapat didalamnya dibutuhkan, khususnya tepung sagu agar dapat menjadi produk yang sempurna Sagu merupakan salah satu jenis bahan pangan tradisional daerah Maluku yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Di Maluku, hidup berbagai jenis sagu pada habitatnya masing-masing dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Beberapa jenis sagu yang tumbuh di daerah Maluku dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah Sagu Tuni, Ihur, Molat, Makanaru dan Duri Rotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan karbohidrat beberapa jenis sagu menggunakan spektrofotometer dan rumus regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" alt="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" alt="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" target="_blank">Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi tepung sagu juga dapat dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan. Terakhir, penelitian tentang manfaat kesehatan dan nutrisi dari konsumsi tepung sagu dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang nilai gizi sagu bagi masyarakat..
<br>Kandungan kadar karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, Sagu Ihur (Metroxylon sylvester) sebesar 77,4% dan tepung Sagu Molat (Metroxylon sagus Rottbol) sebesar 88,6%.Penelitian tentang tubuhan sagu dan segala potensi yang terdapat didalamnya dibutuhkan, khususnya tepung sagu agar dapat menjadi produk yang sempurna
<br>Sagu merupakan salah satu jenis bahan pangan tradisional daerah Maluku yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Di Maluku, hidup berbagai jenis sagu pada habitatnya masing-masing dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Beberapa jenis sagu yang tumbuh di daerah Maluku dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah Sagu Tuni, Ihur, Molat, Makanaru dan Duri Rotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan karbohidrat beberapa jenis sagu menggunakan spektrofotometer dan rumus regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" type="image/webp" length="63186" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha</link>
	<guid isPermaLink="false">8c9a30daba3e1edf407861c4fb435e40</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:53:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.): Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya untuk mengetahui apakah air kelapa juga memiliki efek yang serupa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen spesifik dalam air kelapa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat dikembangkan sebagai pupuk alami yang efektif.. Volume air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.), yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun, terdapat pada volume 250 ml, disusul volume 200 ml, selanjutnya volume 150 ml dan 100 ml, dan Kontrol (A0) Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Green Mustard Seed, Air Kelapa, Air dan Tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dari 15 September 2010 sampai 15 November 2010. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" target="_blank">PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya untuk mengetahui apakah air kelapa juga memiliki efek yang serupa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen spesifik dalam air kelapa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat dikembangkan sebagai pupuk alami yang efektif..
<br>Volume air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.), yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun, terdapat pada volume 250 ml, disusul volume 200 ml, selanjutnya volume 150 ml dan 100 ml, dan Kontrol (A0)
<br>Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Green Mustard Seed, Air Kelapa, Air dan Tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dari 15 September 2010 sampai 15 November 2010.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" type="image/webp" length="61520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi</link>
	<guid isPermaLink="false">cebd3ebe2f3bdf6e947e25b4a6e52aa7</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:13:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau lebih banyak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja turbin? Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain turbin Savonius heliks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk sudu, sudut sudu, dan konfigurasi sudu yang optimal untuk meningkatkan performa turbin. Apakah ada desain sudu atau konfigurasi sudu tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi turbin Savonius heliks? Studi ini juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan, seperti kecepatan angin yang berbeda-beda, untuk melihat bagaimana variasi jumlah sudu mempengaruhi kinerja turbin di berbagai kondisi.. Hasil pengujian dan pembahasan pola aliran turbin Savonius tipe heliks yang sudah dilakukan menunjukkan variasi jumlah sudu mempengaruhi pola liran udara yang terjadi.Jumlah sudu meningkatkan tekanan pada sisi cembung blade returning.Peningkatan tekanan pada sisi cembung sudu akan menghambat kinerja turbin.Dua buah sudu menghasilkan turbulensi yang lebih kecil dibandingkan variasi tiga dan empat sudu.Penurunan jumlah sudu berpengaruh terhadap penurunan turbulensi yang terjadi.Turbulensi yang terjadi pada turbin menyebabkan performanya menurun karena berkurangnya distribusi kecepatan fluida, bertambahnya jumlah pusaran mengakibatkan menurunnya kecepatan fluida.Oleh karena itu, turbin Savonius tipe heliks dengan dua sudu menjadi rekomendasi utama karena variasi dua sudu menghasilkan performa paling optimal dibandingkan variasi yang lain dengan minimnya terjadi tekanan pada sisi cembung sudu dan terjadinya turbulensi Ketersediaan sumber daya fosil yang semakin menurun mendorong pemerintah dan swasta untuk mengembangkan energi terbarukan. Salah satu solusi adalah menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk memenuhi permintaan energi. Turbin Savonius, juga dikenal sebagai VAWT, memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi skala kecil. Turbin angin Savonius memiliki performa lebih rendah dibandingkan jenis lainnya. Performa ini perlu ditingkatkan melalui modifikasi desain, seperti variasi jumlah sudu pada turbin. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" target="_blank">Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau lebih banyak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja turbin? Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain turbin Savonius heliks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk sudu, sudut sudu, dan konfigurasi sudu yang optimal untuk meningkatkan performa turbin. Apakah ada desain sudu atau konfigurasi sudu tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi turbin Savonius heliks? Studi ini juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan, seperti kecepatan angin yang berbeda-beda, untuk melihat bagaimana variasi jumlah sudu mempengaruhi kinerja turbin di berbagai kondisi..
<br>Hasil pengujian dan pembahasan pola aliran turbin Savonius tipe heliks yang sudah dilakukan menunjukkan variasi jumlah sudu mempengaruhi pola liran udara yang terjadi.Jumlah sudu meningkatkan tekanan pada sisi cembung blade returning.Peningkatan tekanan pada sisi cembung sudu akan menghambat kinerja turbin.Dua buah sudu menghasilkan turbulensi yang lebih kecil dibandingkan variasi tiga dan empat sudu.Penurunan jumlah sudu berpengaruh terhadap penurunan turbulensi yang terjadi.Turbulensi yang terjadi pada turbin menyebabkan performanya menurun karena berkurangnya distribusi kecepatan fluida, bertambahnya jumlah pusaran mengakibatkan menurunnya kecepatan fluida.Oleh karena itu, turbin Savonius tipe heliks dengan dua sudu menjadi rekomendasi utama karena variasi dua sudu menghasilkan performa paling optimal dibandingkan variasi yang lain dengan minimnya terjadi tekanan pada sisi cembung sudu dan terjadinya turbulensi
<br>Ketersediaan sumber daya fosil yang semakin menurun mendorong pemerintah dan swasta untuk mengembangkan energi terbarukan. Salah satu solusi adalah menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk memenuhi permintaan energi. Turbin Savonius, juga dikenal sebagai VAWT, memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi skala kecil. Turbin angin Savonius memiliki performa lebih rendah dibandingkan jenis lainnya. Performa ini perlu ditingkatkan melalui modifikasi desain, seperti variasi jumlah sudu pada turbin. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" type="image/webp" length="114694" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya Selar Leptolepis Asin Kering ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya Selar Leptolepis Asin Kering ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya Selar Leptolepis Asin Kering ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38753-kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk</link>
	<guid isPermaLink="false">56e6e74c1ab69d66b581d898132eaa0d</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:12:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis garam yang digunakan terhadap cita rasa dan kualitas ikan kawalinya asin kering, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis garam yang digunakan terhadap cita rasa dan kualitas ikan kawalinya asin kering, karena penggunaan garam yang berbeda dapat memengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan mineral dalam produk. Kedua, penelitian tentang pengaruh kombinasi antara konsentrasi garam, waktu perendaman, dan metode pengeringan (misalnya, pengeringan dengan energi surya atau pengeringan konvensional) terhadap kualitas ikan kawalinya asin kering dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian mengenai potensi penambahan bahan alami (seperti ekstrak rempah-rempah atau antioksidan alami) ke dalam larutan garam untuk meningkatkan cita rasa, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan nilai gizi ikan kawalinya asin kering juga sangat menarik untuk dieksplorasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh formulasi pengolahan ikan kawalinya asin kering yang optimal, menghasilkan produk berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan di wilayah Maluku.. Konsentrasi garam dan waktu perendaman berpengaruh terhadap cita rasa ikan kawalinya asin kering.Konsentrasi garam dan waktu perendaman yang terbaik untuk menghasilkan ikan kawalinya asin kering dengan cita rasa yang baik adalah konsentrasi garam 40% dengan waktu perendaman 6 jam.Penanganan yang tepat dalam proses penggaraman ikan kawalinya dapat meningkatkan kualitas dan daya simpan produk Ikan kawalinya (Selar leptolepis) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi tertangkap di perairan Maluku. Dari hasil ikan kawalinya (Selar leptolpis) lebih dari setengahnya dikonsumsi dalam bentuk segar. Proses penggaraman ikan sampai sekarang ini belum tertangani dengan baik, sehingga ikan dapat mengalami perubahan, baik itu perubahan sifat fisik maupun kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme sebelum proses penggaraman itu selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan waktu perendaman terhadap cita rasa ikan kawalinya asin kering. Objek dalam penelitian ini yaitu ikan kawalinya yang masih segar sebanyak 27 ekor. Tahap pembuatan ikan kawalinya asin kering kemudian dibagi menjadi 4 (empat)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-31bf6.webp" title="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-31bf6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-31bf6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-31bf6.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" alt="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-9e700.webp" title="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-9e700.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-9e700.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-9e700.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" alt="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38753-kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk" title="JURIS - Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering" target="_blank">Pengaruh Konsentrasi Garam dan Waktu Perendaman Terhadap Cita Rasa Ikan Kawalinya (Selar Leptolepis) Asin Kering</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis garam yang digunakan terhadap cita rasa dan kualitas ikan kawalinya asin kering, karena penggunaan garam yang berbeda dapat memengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan mineral dalam produk. Kedua, penelitian tentang pengaruh kombinasi antara konsentrasi garam, waktu perendaman, dan metode pengeringan (misalnya, pengeringan dengan energi surya atau pengeringan konvensional) terhadap kualitas ikan kawalinya asin kering dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian mengenai potensi penambahan bahan alami (seperti ekstrak rempah-rempah atau antioksidan alami) ke dalam larutan garam untuk meningkatkan cita rasa, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan nilai gizi ikan kawalinya asin kering juga sangat menarik untuk dieksplorasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh formulasi pengolahan ikan kawalinya asin kering yang optimal, menghasilkan produk berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan di wilayah Maluku..
<br>Konsentrasi garam dan waktu perendaman berpengaruh terhadap cita rasa ikan kawalinya asin kering.Konsentrasi garam dan waktu perendaman yang terbaik untuk menghasilkan ikan kawalinya asin kering dengan cita rasa yang baik adalah konsentrasi garam 40% dengan waktu perendaman 6 jam.Penanganan yang tepat dalam proses penggaraman ikan kawalinya dapat meningkatkan kualitas dan daya simpan produk
<br>Ikan kawalinya (Selar leptolepis) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi tertangkap di perairan Maluku. Dari hasil ikan kawalinya (Selar leptolpis) lebih dari setengahnya dikonsumsi dalam bentuk segar. Proses penggaraman ikan sampai sekarang ini belum tertangani dengan baik, sehingga ikan dapat mengalami perubahan, baik itu perubahan sifat fisik maupun kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme sebelum proses penggaraman itu selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan waktu perendaman terhadap cita rasa ikan kawalinya asin kering. Objek dalam penelitian ini yaitu ikan kawalinya yang masih segar sebanyak 27 ekor. Tahap pembuatan ikan kawalinya asin kering kemudian dibagi menjadi 4 (empat)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-31bf6.webp" type="image/webp" length="74766" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-31bf6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kualitas-ikan-cupang-daging-telur-produk-asin-umur-thumb-9e700.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan</link>
	<guid isPermaLink="false">58a7a6be8dbfcb497248290476e03ee4</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:53:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization: Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, seperti data sosioekonomi atau data demografis, untuk lebih meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model yang dapat memberikan penjelasan yang dapat ditindaklanjuti untuk hasil prediksi, memungkinkan intervensi yang ditargetkan dan dukungan bagi mahasiswa yang berisiko.. Secara keseluruhan, hasil eksperimen mendukung empat kesimpulan utama.Pertama, kelompok fitur gabungan mencapai kinerja klasifikasi multiclass terbaik, meskipun keunggulannya atas kelompok fitur akademik saja hanya marginal.Kedua, optimasi Hessian-free secara konsisten mencapai kinerja terbaik di semua skenario kelompok fitur.Ketiga, keuntungan HFO yang jelas atas pengoptimal pertama kali muncul dalam skenario non-akademik-saja, di mana keuntungannya atas pengoptimal pertama kali terkuat sangat besar.Keempat, variabel non-akademik yang tersedia pada waktu masuk memang mengandung sinyal prediktif yang bermakna untuk penyaringan risiko dini, meskipun kinerja penyaringan yang dihasilkan tetap terbatas karena ketidakseimbangan kelas yang parah dan kesulitan inheren dalam memprediksi hasil akademik jangka panjang dari informasi sebelum masuk.Studi ini menunjukkan bahwa variabel non-akademik dapat mendukung penyaringan tahap pertama mahasiswa, meskipun mereka tidak cukup untuk prediksi risiko mandiri yang sangat akurat Memprediksi predikat kelulusan mahasiswa merupakan hal yang penting untuk pemantauan akademik dan intervensi tepat waktu dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki prediksi predikat kelulusan menggunakan jaringan saraf tiruan dalam tiga pengaturan kelompok fitur: hanya akademik, hanya non-akademik, dan fitur akademikAenon-akademik gabungan. Multilayer perceptron dengan tiga lapisan tersembunyi dilatih menggunakan SGD dengan momentum, RMSProp, Adam, dan prosedur optimasi Hessian-free yang diredam. Dua tugas dipertimbangkan: tugas klasifikasi predikat kelulusan empat kelas dan tugas penyaringan risiko biner di mana Cukup diperlakukan sebagai kelas risiko positif. Hasilnya menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" target="_blank">Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization</a>: Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, seperti data sosioekonomi atau data demografis, untuk lebih meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model yang dapat memberikan penjelasan yang dapat ditindaklanjuti untuk hasil prediksi, memungkinkan intervensi yang ditargetkan dan dukungan bagi mahasiswa yang berisiko..
<br>Secara keseluruhan, hasil eksperimen mendukung empat kesimpulan utama.Pertama, kelompok fitur gabungan mencapai kinerja klasifikasi multiclass terbaik, meskipun keunggulannya atas kelompok fitur akademik saja hanya marginal.Kedua, optimasi Hessian-free secara konsisten mencapai kinerja terbaik di semua skenario kelompok fitur.Ketiga, keuntungan HFO yang jelas atas pengoptimal pertama kali muncul dalam skenario non-akademik-saja, di mana keuntungannya atas pengoptimal pertama kali terkuat sangat besar.Keempat, variabel non-akademik yang tersedia pada waktu masuk memang mengandung sinyal prediktif yang bermakna untuk penyaringan risiko dini, meskipun kinerja penyaringan yang dihasilkan tetap terbatas karena ketidakseimbangan kelas yang parah dan kesulitan inheren dalam memprediksi hasil akademik jangka panjang dari informasi sebelum masuk.Studi ini menunjukkan bahwa variabel non-akademik dapat mendukung penyaringan tahap pertama mahasiswa, meskipun mereka tidak cukup untuk prediksi risiko mandiri yang sangat akurat
<br>Memprediksi predikat kelulusan mahasiswa merupakan hal yang penting untuk pemantauan akademik dan intervensi tepat waktu dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki prediksi predikat kelulusan menggunakan jaringan saraf tiruan dalam tiga pengaturan kelompok fitur: hanya akademik, hanya non-akademik, dan fitur akademikAenon-akademik gabungan. Multilayer perceptron dengan tiga lapisan tersembunyi dilatih menggunakan SGD dengan momentum, RMSProp, Adam, dan prosedur optimasi Hessian-free yang diredam. Dua tugas dipertimbangkan: tugas klasifikasi predikat kelulusan empat kelas dan tugas penyaringan risiko biner di mana Cukup diperlakukan sebagai kelas risiko positif. Hasilnya menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" type="image/webp" length="166216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-449-uin-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17496-jurnal-riset-mahasiswa-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38748-produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor</link>
	<guid isPermaLink="false">659dc4d86edf5ffba7ba96ecd703e449</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:43:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan resolusi dan akurasi sistem, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan transduser dengan resolusi aksial yang lebih baik. Selain itu, studi tentang penggunaan Time Gain Compensation (TGC) dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal: Untuk meningkatkan resolusi dan akurasi sistem, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan transduser dengan resolusi aksial yang lebih baik. Selain itu, studi tentang penggunaan Time Gain Compensation (TGC) dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sinyal A-mode dan mengurangi kesalahan dalam estimasi kedalaman cacat. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi efek diameter lubang simulasi cacat pada akurasi sistem, dengan tujuan untuk menemukan ukuran lubang optimal yang dapat meningkatkan kemampuan deteksi sistem.. Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan sebuah sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik untuk deteksi cacat pada bata timbal.Parameter-parameter ultrasonik yang diperoleh diadopsi dari penggunaan uji tak rusak berbasis ultrasonik pada logam berbahan dasar besi.Parameter-parameter ultrasonik yang didapatkan di antaranya adalah frekuensi transduser yang tepat pada bata timbal adalah 500 KHz dengan lebar pulsa 0.Setelah mendapatkan parameter-parameter ultrasonik, maka parameter-parameter tersebut digunakan untuk menguji tiga buah sampel yang telah difabrikasi sebelumnya menggunakan metode pengecoran konvensional.Pada kasus pertama digunakan bata timbal standar dengan kondisi ideal tanpa cacat.Hasil yang didapatkan pada kasus pertama adalah cepat rambat gelombang ultrasonik dari sebuah bata timbal bernilai 2.156 m/s yang dimana hampir mendekati cepat rambat ideal dari timbal dengan nilai 2.Cepat rambat tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan estimasi kedalaman cacat.Pada kasus kedua digunakan bata timbal dengan cacat buatan berupa lubang bor yang berada pada beberapa lokasi tertentu dengan kedalaman 10 mm, 20 mm, 25 mm, dan 40 mm.Hasil pengukuran dan perhitungan dari sistem ultrasonik menyebutkan bahwa estimasi lokasi cacat titik ke-1 berada pada 23,32 mm dengan error 16,62 %, estimasi lokasi cacat pada titik ke-2 adalah 25,1 mm dengan error 0,44 %, estimasi lokasi cacat titik ketiga adalah 36,17 mm dengan error 9,57 %, dan estimasi lokasi cacat titik ke-4 adalah 9,38 mm dengan error 6,2 %.Rata-rata error dari perhitungan tersebut adalah 8,2 %.Terdapat deviasi antara lokasi cacat yang asli dengan estimasi cacat dari gelombang ultrasonik.Akan tetapi hal tersebut masih dapat diterima selama deviasi cacat masih bernilai -rlubang < d < rlubang atau -3 mm < d < 3mm.Sedangkan pada kasus ketiga dengan bata timbal dengan cacat alami karena solidifikasi tidak sempurna menghasilkan estimasi cacat 26.77 mm dengan error bernilai 1,08 %.Beberapa aspek yang dapat dikembangkan selanjutnya adalah meningkatkan resolusi dari transduser.Resolusi aksial berpengaruh terhadap kualitas puncak pantulan dari sinyal A-mode.Resolusi aksial dapat diperbaiki dengan penggunaan Time Gain Compensation (TGC).Metode ini akan memberikan amplifikasi kekuatan sinyal yang ketika semakin lama semakin melemah menjadi tetap kuat.Aspek lain yang dapat diperbaiki adalah akurasi dari sistem mengingat error yang dihasilkan masih cukup besar diakibatkan diameter lubang simulasi cacat yang cukup besar.Akurasi sistem dapat ditingkatkan dengan memperkecil diameter lubang simulasi cacat pada bata timbal dan diuji ulang untuk melihat kemampuan maksimal dari sistem Pengujian kebocoran dalam produksi bata timbal menggunakan sumber radioaktif berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik guna mengurangi risiko radiasi. Sistem ini mencakup transduser Partial Immerse Technique, papan un0rick, dan laptop. Karena ultrasonik jarang digunakan untuk bahan timbal, diperlukan optimasi parameter. Parameter yang dioptimalkan adalah frekuensi transduser 500 KHz dan lebar pulsa 0,5 s. Tiga kasus diuji: (1) Bata timbal standar, yang memiliki kecepatan rambat 2.156 m/s. (2) Bata timbal dengan cacat buatan, di mana lokasi cacat diperkirakan dengan kesalahan 16,62%, 0,44%,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-311b6.webp" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-311b6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-311b6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-311b6.webp 1x" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" alt="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-e9449.webp" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-e9449.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-e9449.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-e9449.webp 1x" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" alt="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-3d11e.webp" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-3d11e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-3d11e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-3d11e.webp 1x" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" alt="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38748-produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor" title="JURIS - Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal" target="_blank">Sistem Uji Tak Rusak Berbasis Ultrasonik untuk Kontrol Kualitas pada Fabrikasi Bata Timbal</a>: Untuk meningkatkan resolusi dan akurasi sistem, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan transduser dengan resolusi aksial yang lebih baik. Selain itu, studi tentang penggunaan Time Gain Compensation (TGC) dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sinyal A-mode dan mengurangi kesalahan dalam estimasi kedalaman cacat. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi efek diameter lubang simulasi cacat pada akurasi sistem, dengan tujuan untuk menemukan ukuran lubang optimal yang dapat meningkatkan kemampuan deteksi sistem..
<br>Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan sebuah sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik untuk deteksi cacat pada bata timbal.Parameter-parameter ultrasonik yang diperoleh diadopsi dari penggunaan uji tak rusak berbasis ultrasonik pada logam berbahan dasar besi.Parameter-parameter ultrasonik yang didapatkan di antaranya adalah frekuensi transduser yang tepat pada bata timbal adalah 500 KHz dengan lebar pulsa 0.Setelah mendapatkan parameter-parameter ultrasonik, maka parameter-parameter tersebut digunakan untuk menguji tiga buah sampel yang telah difabrikasi sebelumnya menggunakan metode pengecoran konvensional.Pada kasus pertama digunakan bata timbal standar dengan kondisi ideal tanpa cacat.Hasil yang didapatkan pada kasus pertama adalah cepat rambat gelombang ultrasonik dari sebuah bata timbal bernilai 2.156 m/s yang dimana hampir mendekati cepat rambat ideal dari timbal dengan nilai 2.Cepat rambat tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan estimasi kedalaman cacat.Pada kasus kedua digunakan bata timbal dengan cacat buatan berupa lubang bor yang berada pada beberapa lokasi tertentu dengan kedalaman 10 mm, 20 mm, 25 mm, dan 40 mm.Hasil pengukuran dan perhitungan dari sistem ultrasonik menyebutkan bahwa estimasi lokasi cacat titik ke-1 berada pada 23,32 mm dengan error 16,62 %, estimasi lokasi cacat pada titik ke-2 adalah 25,1 mm dengan error 0,44 %, estimasi lokasi cacat titik ketiga adalah 36,17 mm dengan error 9,57 %, dan estimasi lokasi cacat titik ke-4 adalah 9,38 mm dengan error 6,2 %.Rata-rata error dari perhitungan tersebut adalah 8,2 %.Terdapat deviasi antara lokasi cacat yang asli dengan estimasi cacat dari gelombang ultrasonik.Akan tetapi hal tersebut masih dapat diterima selama deviasi cacat masih bernilai -rlubang < d <  rlubang atau -3 mm < d <  3mm.Sedangkan pada kasus ketiga dengan bata timbal dengan cacat alami karena solidifikasi tidak sempurna menghasilkan estimasi cacat 26.77 mm dengan error bernilai 1,08 %.Beberapa aspek yang dapat dikembangkan selanjutnya adalah meningkatkan resolusi dari transduser.Resolusi aksial berpengaruh terhadap kualitas puncak pantulan dari sinyal A-mode.Resolusi aksial dapat diperbaiki dengan penggunaan Time Gain Compensation (TGC).Metode ini akan memberikan amplifikasi kekuatan sinyal yang ketika semakin lama semakin melemah menjadi tetap kuat.Aspek lain yang dapat diperbaiki adalah akurasi dari sistem mengingat error yang dihasilkan masih cukup besar diakibatkan diameter lubang simulasi cacat yang cukup besar.Akurasi sistem dapat ditingkatkan dengan memperkecil diameter lubang simulasi cacat pada bata timbal dan diuji ulang untuk melihat kemampuan maksimal dari sistem
<br>Pengujian kebocoran dalam produksi bata timbal menggunakan sumber radioaktif berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem uji tak rusak berbasis ultrasonik guna mengurangi risiko radiasi. Sistem ini mencakup transduser Partial Immerse Technique, papan un0rick, dan laptop. Karena ultrasonik jarang digunakan untuk bahan timbal, diperlukan optimasi parameter. Parameter yang dioptimalkan adalah frekuensi transduser 500 KHz dan lebar pulsa 0,5 s. Tiga kasus diuji: (1) Bata timbal standar, yang memiliki kecepatan rambat 2.156 m/s. (2) Bata timbal dengan cacat buatan, di mana lokasi cacat diperkirakan dengan kesalahan 16,62%, 0,44%,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-e9449.webp" type="image/webp" length="80216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-311b6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-e9449.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/produksi-bata-beton-akurasi-sistem-m-paspor-tfood-thumb-3d11e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38749-fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin</link>
	<guid isPermaLink="false">d2ef3a4ddaa29dc9ccfe4d974a54d3d6</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:28:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkombinasikan metode FTS Chen dengan metode peramalan lainnya, seperti ARIMA atau model machine learning, untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkombinasikan metode FTS Chen dengan metode peramalan lainnya, seperti ARIMA atau model machine learning, untuk menghasilkan model hibrida yang lebih akurat dan robust. Kedua, perlu dilakukan analisis sensitivitas terhadap parameter-parameter dalam metode FTS Chen, seperti jumlah interval dan fungsi keanggotaan, untuk mengidentifikasi konfigurasi model yang optimal untuk data NTP. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan memasukkan variabel-variabel eksternal yang memengaruhi NTP, seperti harga komoditas global, kebijakan pemerintah, dan kondisi cuaca, untuk meningkatkan kemampuan model dalam menangkap dinamika pasar pertanian.. Penelitian ini menerapkan metode Fuzzy Time Series (FTS) Chen orde tinggi untuk meramalkan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo periode Januari 2020 hingga Oktober 2025.Penerapan metode dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penentuan himpunan semesta, pembentukan interval, proses fuzzifikasi, pembentukan Fuzzy Logical Relationship (FLR) dan Fuzzy Logical Relationship Group (FLRG), serta proses defuzzifikasi untuk memperoleh nilai peramalan.Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada data uji, model FTS Chen orde dua menghasilkan nilai kesalahan sebesar 3.3164%, yang lebih kecil dibandingkan model orde satu dengan nilai MAPE sebesar 9.Sementara itu, penerapan model orde tiga tidak dapat dilanjutkan karena kombinasi relasi fuzzy yang diperlukan tidak terbentuk pada beberapa periode data uji.Hasil ini menunjukkan bahwa model orde dua memberikan kinerja peramalan yang relatif lebih baik pada data NTP yang dianalisis dalam penelitian ini Farmer Exchange Rate (FER) is an economic indicator commonly used to describe the welfare level of farmers and the condition of the agricultural sector. The fluctuating movement of FER values requires an appropriate forecasting approach capable of capturing underlying data patterns. This study aims to apply the high-order Chen Fuzzy Time Series (FTS) method to forecast the Farmer Exchange Rate in Gorontalo Province and to identify the model order that produces the smallest forecasting error. The data used... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-74b44.webp" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-74b44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-74b44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-74b44.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" alt="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-93197.webp" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-93197.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-93197.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-93197.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" alt="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-a303a.webp" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-a303a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-a303a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-a303a.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" alt="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38749-fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin" title="JURIS - Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo" target="_blank">Penerapan Metode Fuzzy Time Series Chen Orde Tinggi Pada Peramalan Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkombinasikan metode FTS Chen dengan metode peramalan lainnya, seperti ARIMA atau model machine learning, untuk menghasilkan model hibrida yang lebih akurat dan robust. Kedua, perlu dilakukan analisis sensitivitas terhadap parameter-parameter dalam metode FTS Chen, seperti jumlah interval dan fungsi keanggotaan, untuk mengidentifikasi konfigurasi model yang optimal untuk data NTP. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan memasukkan variabel-variabel eksternal yang memengaruhi NTP, seperti harga komoditas global, kebijakan pemerintah, dan kondisi cuaca, untuk meningkatkan kemampuan model dalam menangkap dinamika pasar pertanian..
<br>Penelitian ini menerapkan metode Fuzzy Time Series (FTS) Chen orde tinggi untuk meramalkan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo periode Januari 2020 hingga Oktober 2025.Penerapan metode dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penentuan himpunan semesta, pembentukan interval, proses fuzzifikasi, pembentukan Fuzzy Logical Relationship (FLR) dan Fuzzy Logical Relationship Group (FLRG), serta proses defuzzifikasi untuk memperoleh nilai peramalan.Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada data uji, model FTS Chen orde dua menghasilkan nilai kesalahan sebesar 3.3164%, yang lebih kecil dibandingkan model orde satu dengan nilai MAPE sebesar 9.Sementara itu, penerapan model orde tiga tidak dapat dilanjutkan karena kombinasi relasi fuzzy yang diperlukan tidak terbentuk pada beberapa periode data uji.Hasil ini menunjukkan bahwa model orde dua memberikan kinerja peramalan yang relatif lebih baik pada data NTP yang dianalisis dalam penelitian ini
<br>Farmer Exchange Rate (FER) is an economic indicator commonly used to describe the welfare level of farmers and the condition of the agricultural sector. The fluctuating movement of FER values requires an appropriate forecasting approach capable of capturing underlying data patterns. This study aims to apply the high-order Chen Fuzzy Time Series (FTS) method to forecast the Farmer Exchange Rate in Gorontalo Province and to identify the model order that produces the smallest forecasting error. The data used...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-93197.webp" type="image/webp" length="215984" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-74b44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-93197.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/fuzzy-time-series-cheng-exchange-rate-data-trainin-thumb-a303a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-449-uin-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17496-jurnal-riset-mahasiswa-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik</link>
	<guid isPermaLink="false">6bfe1fdda163e7f7e6373e5f324063be</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:17:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara varietas pisang di Pulau Ambon dengan varietas pisang di daerah lain di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan persamaan genetik di antara varietas-varietas tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi pengembangan varietas pisang baru yang lebih unggul dengan memanfaatkan keragaman genetik yang ada di Pulau Ambon.. Berdasarkan hasil pengamatan, jenis pisang yang ditemukan dan diidentifikasi serta diinventarisasi berjumlah tujuh jenis pisang yaitu pisang Empat puluh hari, Jawaka, Kepok, Ambon hijau, Raja, Emas dan Tanduk.Berdasarkan hasil karakterisasi morfologis, terdapat variasi penampilan pada setiap jenis pisang di pulau Ambon.Perbedaan terlihat pada bentuk, ukuran, warna, penampakkan tiap organ baik pada batang, daun, bunga dan buah.Berdasarkan similaritasnya, hubungan kekerabatan terdekat yaitu antara pisang Jawaka lokasi Seith dan Kepok lokasi Latuhalat dengan nilai similaritas sebesar 747525.Sedangkan hubungan kekerabatan terjauh antara pisang Emas dan pisang Tanduk dengan nilai similaritas sebesar 0,559647 Pisang merupakan buah tropis yang sudah populer di masyarakat, dan potensial dikembangkan di Indonesia. Terdapat banyak varietas pisang yang tumbuh liar maupun dibudidaya oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan karakter antar tiap jenisnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari penampilan tanaman seperti batang semu, daun, bunga, dan buah. Perbedaan tersebut penting sekali untuk diketahui hubungan kekerabatan antar jenisnya sehingga dapat diperoleh informasi awal dalam memperbaiki sifat genetik yang akan menghasilkan tanaman dengan varietas baru yang lebih unggul. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" target="_blank">HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON</a>: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara varietas pisang di Pulau Ambon dengan varietas pisang di daerah lain di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan persamaan genetik di antara varietas-varietas tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi pengembangan varietas pisang baru yang lebih unggul dengan memanfaatkan keragaman genetik yang ada di Pulau Ambon..
<br>Berdasarkan hasil pengamatan, jenis pisang yang ditemukan dan diidentifikasi serta diinventarisasi berjumlah tujuh jenis pisang yaitu pisang Empat puluh hari, Jawaka, Kepok, Ambon hijau, Raja, Emas dan Tanduk.Berdasarkan hasil karakterisasi morfologis, terdapat variasi penampilan pada setiap jenis pisang di pulau Ambon.Perbedaan terlihat pada bentuk, ukuran, warna, penampakkan tiap organ baik pada batang, daun, bunga dan buah.Berdasarkan similaritasnya, hubungan kekerabatan terdekat yaitu antara pisang Jawaka lokasi Seith dan Kepok lokasi Latuhalat dengan nilai similaritas sebesar 747525.Sedangkan hubungan kekerabatan terjauh antara pisang Emas dan pisang Tanduk dengan nilai similaritas sebesar 0,559647
<br>Pisang merupakan buah tropis yang sudah populer di masyarakat, dan potensial dikembangkan di Indonesia. Terdapat banyak varietas pisang yang tumbuh liar maupun dibudidaya oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan karakter antar tiap jenisnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari penampilan tanaman seperti batang semu, daun, bunga, dan buah. Perbedaan tersebut penting sekali untuk diketahui hubungan kekerabatan antar jenisnya sehingga dapat diperoleh informasi awal dalam memperbaiki sifat genetik yang akan menghasilkan tanaman dengan varietas baru yang lebih unggul.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" type="image/webp" length="76602" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 15 Apr 2026 06:16:47 +0700. 12 items. Served in: 4.794 seconds [rss] -->
