<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 21:13:36 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 21:13:36 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-29T21:13:36+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42840-responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h</link>
	<guid isPermaLink="false">f09dd11bb20fceb536e9831a750082e7</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:41:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mobil siaga ]]></category>
	<category><![CDATA[ fluor albus ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[albus,fluor,mobil,siaga,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku lansia dalam penanganan gout arthritis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku lansia dalam penanganan gout arthritis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pendidikan kesehatan yang lebih inovatif dan efektif, seperti penggunaan teknologi atau media sosial, untuk menjangkau lebih banyak lansia dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman mereka tentang gout arthritis. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pendidikan kesehatan terhadap kualitas hidup lansia dengan gout arthritis, termasuk aspek fisik, psikologis, dan sosial.. Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sebelum pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sebagian besar responden yaitu 75,9% memiliki sikap negatif.Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sesudah pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sebagian besar responden yaitu sebanyak 75,9% memiliki sikap positif.Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung tahun 2022 dimana uji statistik wilcoxon signed rank didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05 Asam urat pada lansia terjadi ketika ada gangguan metabolisme purin pada tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia agar penderita asam urat tahu, mau, dan mampu mencegah, menangani, serta melakukan pemeliharaan kesehatan terkait penyakit asam urat, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-c1a6e.webp" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-c1a6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-c1a6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-c1a6e.webp 1x" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" alt="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23015.webp" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23015.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23015.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23015.webp 1x" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" alt="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23fb6.webp" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23fb6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23fb6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23fb6.webp 1x" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" alt="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42840-responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h" title="JURIS - Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis" target="_blank">Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif Lansia Terhadap Penanggulangan Gout Arthritis</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku lansia dalam penanganan gout arthritis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pendidikan kesehatan yang lebih inovatif dan efektif, seperti penggunaan teknologi atau media sosial, untuk menjangkau lebih banyak lansia dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman mereka tentang gout arthritis. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pendidikan kesehatan terhadap kualitas hidup lansia dengan gout arthritis, termasuk aspek fisik, psikologis, dan sosial..
<br>Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sebelum pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sebagian besar responden yaitu 75,9% memiliki sikap negatif.Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sesudah pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sebagian besar responden yaitu sebanyak 75,9% memiliki sikap positif.Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung tahun 2022 dimana uji statistik wilcoxon signed rank didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05
<br>Asam urat pada lansia terjadi ketika ada gangguan metabolisme purin pada tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia agar penderita asam urat tahu, mau, dan mampu mencegah, menangani, serta melakukan pemeliharaan kesehatan terkait penyakit asam urat, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-c1a6e.webp" type="image/webp" length="105780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-c1a6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23015.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/responden-sikap-negatif-perilaku-lansia-kualitas-h-thumb-23fb6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4573-stikespamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17970-jurnal-ilmiah-pamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI PPI DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI APD HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI PPI DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI APD HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI PPI DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI APD HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42844-model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung</link>
	<guid isPermaLink="false">6c705d22a314a8ef233c1653c837dba3</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:22:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ malang city ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[city,malang,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak supervisi berkelanjutan terhadap kepatuhan perawat dalam jangka panjang. 2. Studi perbandingan antara efektivitas supervisi di rumah sakit dengan tipe dan kondisi lingkungan berbeda. 3. Penelitian tentang faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak supervisi berkelanjutan terhadap kepatuhan perawat dalam jangka panjang. 2. Studi perbandingan antara efektivitas supervisi di rumah sakit dengan tipe dan kondisi lingkungan berbeda. 3. Penelitian tentang faktor-faktor lain seperti pelatihan tambahan atau ketersediaan sumber daya yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD.. Ada hubungan signifikan antara keefektifan supervisi oleh Tim PPI IPCN dengan kepatuhan penggunaan APD handscoon dalam tindakan keperawatan di Rumah Sakit Dr.Supervisi yang efektif berkontribusi besar dalam meningkatkan kepatuhan perawat.Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas supervisi agar kepatuhan penggunaan APD semakin optimal Masih sering ditemukan perawat yang tidak patuh dalam menggunakan Alat pelindung diri (APD), padahal APD berfungsi untuk melindungi diri terhadap bahaya infeksi nosokomial yang dapat terjadi pada petugas di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi tim PPI dengan kepatuhan perawat menggunakan APD handscoon. Jenis penelitian analitik dengan teknik cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 perawat yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi yang berisi ceklis kepatuhan penggunaan APD dan penilaian efektivitas supervisi yang dinilai dari parameter ketepatan waktu, akurasi, bersifat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-7ca2b.webp" title="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-7ca2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-7ca2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-7ca2b.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" alt="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-cae28.webp" title="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-cae28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-cae28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-cae28.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" alt="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42844-model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung" title="JURIS - HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM" target="_blank">HUBUNGAN SUPERVISI OLEH TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)  HANDSCOON DALAM TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUM</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak supervisi berkelanjutan terhadap kepatuhan perawat dalam jangka panjang. 2. Studi perbandingan antara efektivitas supervisi di rumah sakit dengan tipe dan kondisi lingkungan berbeda. 3. Penelitian tentang faktor-faktor lain seperti pelatihan tambahan atau ketersediaan sumber daya yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD..
<br>Ada hubungan signifikan antara keefektifan supervisi oleh Tim PPI IPCN dengan kepatuhan penggunaan APD handscoon dalam tindakan keperawatan di Rumah Sakit Dr.Supervisi yang efektif berkontribusi besar dalam meningkatkan kepatuhan perawat.Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas supervisi agar kepatuhan penggunaan APD semakin optimal
<br>Masih sering ditemukan perawat yang tidak patuh dalam menggunakan Alat pelindung diri (APD), padahal APD berfungsi untuk melindungi diri terhadap bahaya infeksi nosokomial yang dapat terjadi pada petugas di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi tim PPI dengan kepatuhan perawat menggunakan APD handscoon. Jenis penelitian analitik dengan teknik cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 perawat yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi yang berisi ceklis kepatuhan penggunaan APD dan penilaian efektivitas supervisi yang dinilai dari parameter ketepatan waktu, akurasi, bersifat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-cae28.webp" type="image/webp" length="101182" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-7ca2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/model-supervisi-tim-kepatuhan-alat-pelindung-ppi-h-thumb-cae28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4573-stikespamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17970-jurnal-ilmiah-pamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42834-ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-hiper</link>
	<guid isPermaLink="false">fc24fc1705802bd63cd047cd502f3d5e</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:13:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umi zulaika ]]></category>
	<category><![CDATA[ pasien cva ]]></category>
	<category><![CDATA[ short form ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cva,form,pasien,short,umi,zulaika]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, penting untuk mengembangkan strategi edukasi yang efektif bagi keluarga. Edukasi ini dapat mencakup informasi tentang pentingnya dukungan emosional, instrumental, dan informasional dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta: Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, penting untuk mengembangkan strategi edukasi yang efektif bagi keluarga. Edukasi ini dapat mencakup informasi tentang pentingnya dukungan emosional, instrumental, dan informasional dalam membantu pasien hipertensi. Selain itu, perlu juga untuk meningkatkan akses dan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta memfasilitasi komunikasi antara keluarga dan petugas kesehatan agar dapat memberikan dukungan yang optimal bagi pasien hipertensi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan mengurangi risiko komplikasi hipertensi.. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman.Petugas kesehatan sebaiknya memberikan edukasi kepada keluarga untuk memberikan dukungan pada pasien hipertensi sehingga pasien hipertensi patuh menjalani pengobatan Latar belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang pengobatan dan perawatannya membutuhkan waktu seumur hidup. Tujuan pengobatan dan perawatan adalah pengendalian hipertensi untuk mencegah komplikasi. Penderita hipertensi banyak yang tidak mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin sehingga menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Salah satu hal yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga meliputi dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan informasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo. Metode: Metode penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-bb1fa.webp" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-bb1fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-bb1fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-bb1fa.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" alt="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-d3928.webp" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-d3928.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-d3928.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-d3928.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" alt="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-6a7c9.webp" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-6a7c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-6a7c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-6a7c9.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" alt="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42834-ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-hiper" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta" target="_blank">Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta</a>: Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, penting untuk mengembangkan strategi edukasi yang efektif bagi keluarga. Edukasi ini dapat mencakup informasi tentang pentingnya dukungan emosional, instrumental, dan informasional dalam membantu pasien hipertensi. Selain itu, perlu juga untuk meningkatkan akses dan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta memfasilitasi komunikasi antara keluarga dan petugas kesehatan agar dapat memberikan dukungan yang optimal bagi pasien hipertensi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan mengurangi risiko komplikasi hipertensi..
<br>Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman.Petugas kesehatan sebaiknya memberikan edukasi kepada keluarga untuk memberikan dukungan pada pasien hipertensi sehingga pasien hipertensi patuh menjalani pengobatan
<br>Latar belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang pengobatan dan perawatannya membutuhkan waktu seumur hidup. Tujuan pengobatan dan perawatan adalah pengendalian hipertensi untuk mencegah komplikasi. Penderita hipertensi banyak yang tidak mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin sehingga menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Salah satu hal yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga meliputi dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan informasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo. Metode: Metode penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-6a7c9.webp" type="image/webp" length="72154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-bb1fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-d3928.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/ansietas-pasien-hipertensi-risiko-komplikasi-dukun-thumb-6a7c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2762-stikespantirapih.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15575-care-jurnal-keperawatan-stikes-panti-rapih.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients A Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients A Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients A Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42831-ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan</link>
	<guid isPermaLink="false">0c1689204dfbcf6376363ba581452d81</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:12:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full text ]]></category>
	<category><![CDATA[ alwi alwi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alwi,full,text,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji apakah kombinasi latihan ekspresi wajah, latihan motorik oral, dan terapi berbasis teknologi digital dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal dalam memperbaiki fungsi komunikasi jangka panjang pasien ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review: Pertama, perlu dikaji apakah kombinasi latihan ekspresi wajah, latihan motorik oral, dan terapi berbasis teknologi digital dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal dalam memperbaiki fungsi komunikasi jangka panjang pasien stroke. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas pelatihan mandiri berbasis aplikasi mobile dengan panduan suara dan umpan balik visual secara real-time terhadap konsistensi latihan dan motivasi pasien di rumah. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang durasi, intensitas, dan frekuensi ideal program rehabilitasi orofasial berbasis rumah yang dipantau secara virtual oleh tenaga kesehatan, guna menjamin keberlanjutan dan personalisasi perawatan sesuai tahap pemulihan pasien stroke.. Latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada pasien stroke melalui peningkatan kekuatan otot wajah, koordinasi gerakan bibir dan lidah, serta kejelasan artikulasi dan produksi suara.Latihan ini juga memberikan dampak positif tidak langsung terhadap fungsi menelan yang mendukung komunikasi verbal.Meskipun demikian, variasi dalam desain penelitian, ukuran sampel kecil, dan perbedaan instrumen pengukuran menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menetapkan protokol standar dan keberlanjutan efektivitas intervensi Latar belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis yang sering menyebabkan kelemahan otot wajah, disartria, gangguan artikulasi, dan menurunnya kemampuan komunikasi. Intervensi rehabilitatif seperti latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral umumnya digunakan untuk merangsang otot orofasial dan mendukung pemulihan fungsi komunikasi. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis efek latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral terhadap kemampuan komunikasi pada pasien stroke. Metode: Pencarian literatur dilakukan di PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar untuk studi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-815cf.webp" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-815cf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-815cf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-815cf.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" alt="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-65fec.webp" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-65fec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-65fec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-65fec.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" alt="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-d4b60.webp" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-d4b60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-d4b60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-d4b60.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" alt="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42831-ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan" title="JURIS - The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review" target="_blank">The Effect of Facial Expression Gymnastics and Oral Motoric Exercise in Supporting Communication in Stroke Patients: A Literature Review</a>: Pertama, perlu dikaji apakah kombinasi latihan ekspresi wajah, latihan motorik oral, dan terapi berbasis teknologi digital dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal dalam memperbaiki fungsi komunikasi jangka panjang pasien stroke. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas pelatihan mandiri berbasis aplikasi mobile dengan panduan suara dan umpan balik visual secara real-time terhadap konsistensi latihan dan motivasi pasien di rumah. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang durasi, intensitas, dan frekuensi ideal program rehabilitasi orofasial berbasis rumah yang dipantau secara virtual oleh tenaga kesehatan, guna menjamin keberlanjutan dan personalisasi perawatan sesuai tahap pemulihan pasien stroke..
<br>Latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada pasien stroke melalui peningkatan kekuatan otot wajah, koordinasi gerakan bibir dan lidah, serta kejelasan artikulasi dan produksi suara.Latihan ini juga memberikan dampak positif tidak langsung terhadap fungsi menelan yang mendukung komunikasi verbal.Meskipun demikian, variasi dalam desain penelitian, ukuran sampel kecil, dan perbedaan instrumen pengukuran menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menetapkan protokol standar dan keberlanjutan efektivitas intervensi
<br>Latar belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis yang sering menyebabkan kelemahan otot wajah, disartria, gangguan artikulasi, dan menurunnya kemampuan komunikasi. Intervensi rehabilitatif seperti latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral umumnya digunakan untuk merangsang otot orofasial dan mendukung pemulihan fungsi komunikasi. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis efek latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral terhadap kemampuan komunikasi pada pasien stroke. Metode: Pencarian literatur dilakukan di PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar untuk studi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-d4b60.webp" type="image/webp" length="113362" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-815cf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-65fec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/ekspresi-wajah-mahasiswa-kemampuan-komunikasi-mate-thumb-d4b60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1421-stikep-ppnijabar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17971-jurnal-keperawatan-komprehensif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42850-zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-k</link>
	<guid isPermaLink="false">a653f402730a2004bd93efcdda00b389</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:05:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen terkontrol acak (RCT) yang membandingkan efektivitas kombinasi jus bit dan alpukat terhadap peningkatan hemoglobin dengan kelompok yang hanya menerima tablet zat besi saja, untuk mengetahui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen terkontrol acak (RCT) yang membandingkan efektivitas kombinasi jus bit dan alpukat terhadap peningkatan hemoglobin dengan kelompok yang hanya menerima tablet zat besi saja, untuk mengetahui kontribusi spesifik jus terhadap peningkatan hemoglobin secara lebih valid. Kedua, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang melibatkan ibu hamil dari berbagai trimester untuk mengeksplorasi apakah efektivitas kombinasi jus ini berbeda berdasarkan usia kehamilan, mengingat kebutuhan zat besi meningkat pada trimester kedua dan ketiga. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan dengan menguji variasi komposisi jus, seperti penambahan buah kaya vitamin C (contohnya jeruk atau lemon), untuk melihat apakah kombinasi tertentu dapat lebih optimal dalam mendukung penyerapan zat besi dan meningkatkan hemoglobin pada ibu hamil anemia.. Kombinasi jus buah bit dan jus buah alpukat yang diberikan bersama tablet Fe sangat efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia.Peningkatan signifikan terjadi dari rata-rata 10,25 g/dl sebelum intervensi menjadi 11,35 g/dl setelah intervensi selama lima hari.Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,000 < (0,05), sehingga terdapat perbedaan bermakna dalam kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian jus Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2018, anemia selama kehamilan menyumbang 40% kematian ibu di negara berkembang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa anemia memengaruhi 40% hingga 50% ibu hamil, yang berarti lima dari sepuluh ibu hamil menderita anemia. Defisiensi zat besi selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir, dan jumlah suplemen zat besi yang diberikan kepada ibu hamil meningkat sekitar 1000 mg. Sumber zat besi non-farmakologis lainnya yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil adalah jus bit dan jus... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-9886c.webp" title="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-9886c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-9886c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-9886c.webp 1x" title="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" alt="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-6a4d0.webp" title="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-6a4d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-6a4d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-6a4d0.webp 1x" title="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" alt="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42850-zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-k" title="JURIS - Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil" target="_blank">Keefektifan Jus Buah Bit Dan Jus Buah Alpukat Dalam Kenaikan Kadar Hemoglobin Dengan Anemia Ibu Hamil</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen terkontrol acak (RCT) yang membandingkan efektivitas kombinasi jus bit dan alpukat terhadap peningkatan hemoglobin dengan kelompok yang hanya menerima tablet zat besi saja, untuk mengetahui kontribusi spesifik jus terhadap peningkatan hemoglobin secara lebih valid. Kedua, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang melibatkan ibu hamil dari berbagai trimester untuk mengeksplorasi apakah efektivitas kombinasi jus ini berbeda berdasarkan usia kehamilan, mengingat kebutuhan zat besi meningkat pada trimester kedua dan ketiga. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan dengan menguji variasi komposisi jus, seperti penambahan buah kaya vitamin C (contohnya jeruk atau lemon), untuk melihat apakah kombinasi tertentu dapat lebih optimal dalam mendukung penyerapan zat besi dan meningkatkan hemoglobin pada ibu hamil anemia..
<br>Kombinasi jus buah bit dan jus buah alpukat yang diberikan bersama tablet Fe sangat efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia.Peningkatan signifikan terjadi dari rata-rata 10,25 g/dl sebelum intervensi menjadi 11,35 g/dl setelah intervensi selama lima hari.Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,000 <  (0,05), sehingga terdapat perbedaan bermakna dalam kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian jus
<br>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2018, anemia selama kehamilan menyumbang 40% kematian ibu di negara berkembang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa anemia memengaruhi 40% hingga 50% ibu hamil, yang berarti lima dari sepuluh ibu hamil menderita anemia. Defisiensi zat besi selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir, dan jumlah suplemen zat besi yang diberikan kepada ibu hamil meningkat sekitar 1000 mg. Sumber zat besi non-farmakologis lainnya yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil adalah jus bit dan jus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-6a4d0.webp" type="image/webp" length="168158" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-9886c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/zat-besi-hemoglobin-jus-buah-naga-merah-bit-kombin-thumb-6a4d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4573-stikespamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17970-jurnal-ilmiah-pamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Self Efficacy as a Behavioral Enabler of Self Care in Chronic Heart Failure ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Self Efficacy as a Behavioral Enabler of Self Care in Chronic Heart Failure ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Self Efficacy as a Behavioral Enabler of Self Care in Chronic Heart Failure ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42830-preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua</link>
	<guid isPermaLink="false">6417c58f2a2a2f64425cc3ff26f60b84</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:03:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full text ]]></category>
	<category><![CDATA[ alwi alwi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alwi,full,text,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual spesifik, seperti dukungan sosial, akses ke layanan kesehatan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care in Chronic Heart Failure: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual spesifik, seperti dukungan sosial, akses ke layanan kesehatan, dan tingkat literasi kesehatan, yang dapat memoderasi hubungan antara self-efficacy dan perilaku perawatan diri pada pasien CHF. Kedua, studi intervensi yang dirancang untuk meningkatkan self-efficacy dan keterampilan perawatan diri secara bersamaan diperlukan untuk menentukan apakah pendekatan kombinasi lebih efektif daripada hanya berfokus pada peningkatan self-efficacy saja. Penelitian ini dapat menguji berbagai strategi intervensi, seperti pelatihan keterampilan, konseling individu, dan kelompok dukungan sebaya. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami bagaimana self-efficacy dan perilaku perawatan diri berubah seiring waktu pada pasien CHF, dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi keberhasilan jangka panjang dalam manajemen penyakit. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi periode kritis di mana intervensi paling efektif dan untuk menyesuaikan strategi perawatan berdasarkan kebutuhan individu pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi perawatan diri pada pasien CHF dan untuk mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup mereka.. Self-efficacy berhubungan positif dengan perawatan diri pada pasien gagal jantung kronis.Namun, kekuatan hubungan yang moderat menunjukkan bahwa perawatan diri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi.Temuan ini mendukung pandangan bahwa self-efficacy berfungsi sebagai enabler perilaku, bukan penentu tunggal perawatan diri.Oleh karena itu, intervensi untuk meningkatkan manajemen diri CHF harus menggabungkan strategi membangun kepercayaan diri dengan dukungan pendidikan, klinis, dan kontekstual yang lebih luas Latar Belakang: Gagal jantung kronis (CHF) merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan morbiditas, rawat inap berulang, dan tuntutan manajemen diri jangka panjang. Meskipun perawatan diri penting untuk mengendalikan gejala dan mencegah perburukan, banyak pasien kesulitan mempertahankan manajemen harian yang efektif. Self-efficacy dianggap sebagai faktor psikologis penting yang dapat mendukung perilaku perawatan diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-efficacy dan perawatan diri pada pasien dengan gagal jantung kronis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-211d9.webp" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-211d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-211d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-211d9.webp 1x" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" alt="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-b2132.webp" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-b2132.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-b2132.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-b2132.webp 1x" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" alt="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-fe244.webp" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-fe244.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-fe244.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-fe244.webp 1x" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" alt="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42830-preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua" title="JURIS - Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure" target="_blank">Self-Efficacy as a Behavioral Enabler of Self-Care  in Chronic Heart Failure</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual spesifik, seperti dukungan sosial, akses ke layanan kesehatan, dan tingkat literasi kesehatan, yang dapat memoderasi hubungan antara self-efficacy dan perilaku perawatan diri pada pasien CHF. Kedua, studi intervensi yang dirancang untuk meningkatkan self-efficacy dan keterampilan perawatan diri secara bersamaan diperlukan untuk menentukan apakah pendekatan kombinasi lebih efektif daripada hanya berfokus pada peningkatan self-efficacy saja. Penelitian ini dapat menguji berbagai strategi intervensi, seperti pelatihan keterampilan, konseling individu, dan kelompok dukungan sebaya. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami bagaimana self-efficacy dan perilaku perawatan diri berubah seiring waktu pada pasien CHF, dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi keberhasilan jangka panjang dalam manajemen penyakit. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi periode kritis di mana intervensi paling efektif dan untuk menyesuaikan strategi perawatan berdasarkan kebutuhan individu pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi perawatan diri pada pasien CHF dan untuk mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup mereka..
<br>Self-efficacy berhubungan positif dengan perawatan diri pada pasien gagal jantung kronis.Namun, kekuatan hubungan yang moderat menunjukkan bahwa perawatan diri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi.Temuan ini mendukung pandangan bahwa self-efficacy berfungsi sebagai enabler perilaku, bukan penentu tunggal perawatan diri.Oleh karena itu, intervensi untuk meningkatkan manajemen diri CHF harus menggabungkan strategi membangun kepercayaan diri dengan dukungan pendidikan, klinis, dan kontekstual yang lebih luas
<br>Latar Belakang: Gagal jantung kronis (CHF) merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan morbiditas, rawat inap berulang, dan tuntutan manajemen diri jangka panjang. Meskipun perawatan diri penting untuk mengendalikan gejala dan mencegah perburukan, banyak pasien kesulitan mempertahankan manajemen harian yang efektif. Self-efficacy dianggap sebagai faktor psikologis penting yang dapat mendukung perilaku perawatan diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-efficacy dan perawatan diri pada pasien dengan gagal jantung kronis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-211d9.webp" type="image/webp" length="71816" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-211d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-b2132.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/preferensi-individu-pasien-perilaku-manajemen-keua-thumb-fe244.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1421-stikep-ppnijabar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17971-jurnal-keperawatan-komprehensif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Impact of Android Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar Indonesia A Quasi Experimental Study in a Senior High School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Impact of Android Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar Indonesia A Quasi Experimental Study in a Senior High School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Impact of Android Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar Indonesia A Quasi Experimental Study in a Senior High School ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42842-posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi</link>
	<guid isPermaLink="false">e77e1e68cde7f0a1211008bb47c34c20</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 18:56:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full text ]]></category>
	<category><![CDATA[ alwi alwi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alwi,full,text,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android pada pengetahuan dan perilaku ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android pada pengetahuan dan perilaku remaja perempuan. Kedua, penelitian perlu diperluas ke wilayah lain dengan sampel yang lebih besar untuk memverifikasi efektivitas intervensi dalam konteks yang berbeda. Ketiga, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji hubungan antara peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap serta perilaku seksual berisiko, dengan fokus pada indikator seperti kepatuhan terhadap pemeriksaan kesehatan reproduksi dan penggunaan alat kontrasepsi. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang potensi pendidikan digital dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja secara menyeluruh.. Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android secara efektif meningkatkan pengetahuan remaja perempuan dan merupakan pendekatan digital yang menjanjikan untuk promosi kesehatan berbasis sekolah.Pendidikan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta yang menerima intervensi dibandingkan kelompok kontrol.Pendekatan ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Volume 12 (2), 242-249 https://doi.org/10.33755/jkk.v12i2.1011. Latar belakang: Remaja perempuan sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi karena pengetahuan yang terbatas dan akses yang tidak memadai. Strategi pendidikan inovatif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android dalam meningkatkan pengetahuan remaja perempuan. Metode: Studi kuasi-eksperimental... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-21e7c.webp" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-21e7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-21e7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-21e7c.webp 1x" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" alt="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-101ff.webp" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-101ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-101ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-101ff.webp 1x" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" alt="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-0e5d3.webp" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-0e5d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-0e5d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-0e5d3.webp 1x" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" alt="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42842-posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi" title="JURIS - Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School" target="_blank">Impact of Android-Based Reproductive Health Education on Knowledge Improvement Among Adolescent Girls in Takalar, Indonesia: A Quasi-Experimental Study in a Senior High School</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android pada pengetahuan dan perilaku remaja perempuan. Kedua, penelitian perlu diperluas ke wilayah lain dengan sampel yang lebih besar untuk memverifikasi efektivitas intervensi dalam konteks yang berbeda. Ketiga, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji hubungan antara peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap serta perilaku seksual berisiko, dengan fokus pada indikator seperti kepatuhan terhadap pemeriksaan kesehatan reproduksi dan penggunaan alat kontrasepsi. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang potensi pendidikan digital dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja secara menyeluruh..
<br>Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android secara efektif meningkatkan pengetahuan remaja perempuan dan merupakan pendekatan digital yang menjanjikan untuk promosi kesehatan berbasis sekolah.Pendidikan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta yang menerima intervensi dibandingkan kelompok kontrol.Pendekatan ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah
<br>Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Volume 12 (2), 242-249 https://doi.org/10.33755/jkk.v12i2.1011. Latar belakang: Remaja perempuan sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi karena pengetahuan yang terbatas dan akses yang tidak memadai. Strategi pendidikan inovatif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Android dalam meningkatkan pengetahuan remaja perempuan. Metode: Studi kuasi-eksperimental...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-21e7c.webp" type="image/webp" length="109884" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-21e7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-101ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/posttest-kelompok-intervensi-kesehatan-reproduksi-thumb-0e5d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1421-stikep-ppnijabar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17971-jurnal-keperawatan-komprehensif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42854-senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kual</link>
	<guid isPermaLink="false">8fc8392eb0dee50abb39d4103edb7102</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:38:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jambi city ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[city,jambi,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas intervensi senam tera dan konsumsi puding kelor dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas intervensi senam tera dan konsumsi puding kelor dengan metode penanganan hipertensi lainnya. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi responden terhadap intervensi ini, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan keberhasilan intervensi. Ketiga, penelitian jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan dari intervensi ini terhadap kualitas hidup dan pencegahan komplikasi hipertensi pada populasi pralansia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat senam tera dan konsumsi puding kelor sebagai strategi non-farmakologis dalam pengelolaan hipertensi, serta memberikan dasar bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat.. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi tingkat 1 sebelum diberikan intervensi senam tera dan konsumsi puding kelor, dan hampir seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah dengan kategori pra-hipertensi setelah intervensi.Pemberian senam tera dan konsumsi puding kelor berpengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.Kombinasi intervensi ini dapat menjadi alternatif efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan mudah dilaksanakan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam tera dan konsumsi puding kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimen dengan one group pre-test-post-test design. Populasi penelitian berjumlah 116 dengan jumlah sampel 25 responden dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner dan lembar observasi. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon Signe Rank Test untuk menguji pre-test dan post-test. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil pre-test sebagian besar (64%) responden... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-27485.webp" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-27485.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-27485.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-27485.webp 1x" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" alt="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-0cfb4.webp" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-0cfb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-0cfb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-0cfb4.webp 1x" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" alt="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-75de0.webp" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-75de0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-75de0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-75de0.webp 1x" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" alt="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42854-senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kual" title="JURIS - Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah" target="_blank">Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Senam Tera Dan Konsumsi Puding Buah</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas intervensi senam tera dan konsumsi puding kelor dengan metode penanganan hipertensi lainnya. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi responden terhadap intervensi ini, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan keberhasilan intervensi. Ketiga, penelitian jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan dari intervensi ini terhadap kualitas hidup dan pencegahan komplikasi hipertensi pada populasi pralansia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat senam tera dan konsumsi puding kelor sebagai strategi non-farmakologis dalam pengelolaan hipertensi, serta memberikan dasar bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi tingkat 1 sebelum diberikan intervensi senam tera dan konsumsi puding kelor, dan hampir seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah dengan kategori pra-hipertensi setelah intervensi.Pemberian senam tera dan konsumsi puding kelor berpengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.Kombinasi intervensi ini dapat menjadi alternatif efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan mudah dilaksanakan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam tera dan konsumsi puding kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimen dengan one group pre-test-post-test design. Populasi penelitian berjumlah 116 dengan jumlah sampel 25 responden dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner dan lembar observasi. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon Signe Rank Test untuk menguji pre-test dan post-test. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil pre-test sebagian besar (64%) responden...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-27485.webp" type="image/webp" length="108486" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-27485.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-0cfb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/senam-tera-teknik-pernapasan-darah-kualitas-hidup-thumb-75de0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4573-stikespamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17970-jurnal-ilmiah-pamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42848-occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes</link>
	<guid isPermaLink="false">e252671d898d917784e79bdf86fec3cc</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:37:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas variasi karakteristik responden dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi mekanisme koping, seperti dukungan sosial dan lingkungan. Selain itu, studi komparatif antara pasien ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas variasi karakteristik responden dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi mekanisme koping, seperti dukungan sosial dan lingkungan. Selain itu, studi komparatif antara pasien diabetes mellitus tipe II dengan tipe lain dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam membantu pasien mengelola kecemasan dan meningkatkan mekanisme koping adaptif.. Hasil penelitian yang dilakukan di Palembang Puskesmas Taman Bacaan menyimpulkan bahwa.Penderita Diabetes Mellitus Tipe II pada Puskesmas Taman Bacaan Palembang menunjukkan tingkat kecemasan yang tinggi, dengan 21 responden (67,7%) mengalami kecemasan, sementara 10 responden (32,2%) lainnya tidak mengalami kecemasan.Pasien Diabetes Mellitus tipe II di Palembang Puskesmas Taman Bacaan menunjukkan sebagian besar menggunakan mekanisme koping adaptif, dengan 17 responden (54,8%), sementara sebagian lainnya menggunakan mekanisme koping maladaptif, berjumlah 14 responden (45,2%).Terdapat relasi cukup signifikan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Taman Bacaan Palembang pada tahun 2023, hal ini didukung dengan p-value sebesar 0,007 Diabetes Mellitus adalah kondisi kesehatan yang tidak menular dan menjadi perhatian global. Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia dengan jumlah penderita mencapai 10 juta orang. Individu yang menderita diabetes mellitus mengalami transformasi besar dalam gaya hidup mereka, termasuk dalam hal mengatur pola makan, berolahraga, dan memantau kadar gula darah. Perubahan ini seringkali menyebabkan respons psikologis negatif seperti kemarahan, perasaan tidak berarti, peningkatan kecemasan, dan depresi. Mekanisme koping merupakan cara untuk mengatasi, menghadapi, atau mengelola situasi stres dengan baik, baik secara mental maupun perilaku, untuk beradaptasi dengan peristiwa yang menimbulkan tekanan dan mempertahankan kesejahteraan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami korelasi tingkat kecemasan dan mekanisme koping pasien diabetes mellitus tipe II Puskesmas Taman Bacaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-0047b.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-0047b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-0047b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-0047b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-eb196.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-eb196.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-eb196.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-eb196.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-72979.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-72979.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-72979.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-72979.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42848-occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes" title="JURIS - Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II" target="_blank">Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas variasi karakteristik responden dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi mekanisme koping, seperti dukungan sosial dan lingkungan. Selain itu, studi komparatif antara pasien diabetes mellitus tipe II dengan tipe lain dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam membantu pasien mengelola kecemasan dan meningkatkan mekanisme koping adaptif..
<br>Hasil penelitian yang dilakukan di Palembang Puskesmas Taman Bacaan menyimpulkan bahwa.Penderita Diabetes Mellitus Tipe II pada Puskesmas Taman Bacaan Palembang menunjukkan tingkat kecemasan yang tinggi, dengan 21 responden (67,7%) mengalami kecemasan, sementara 10 responden (32,2%) lainnya tidak mengalami kecemasan.Pasien Diabetes Mellitus tipe II di Palembang Puskesmas Taman Bacaan menunjukkan sebagian besar menggunakan mekanisme koping adaptif, dengan 17 responden (54,8%), sementara sebagian lainnya menggunakan mekanisme koping maladaptif, berjumlah 14 responden (45,2%).Terdapat relasi cukup signifikan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Taman Bacaan Palembang pada tahun 2023, hal ini didukung dengan p-value sebesar 0,007
<br>Diabetes Mellitus adalah kondisi kesehatan yang tidak menular dan menjadi perhatian global. Indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia dengan jumlah penderita mencapai 10 juta orang. Individu yang menderita diabetes mellitus mengalami transformasi besar dalam gaya hidup mereka, termasuk dalam hal mengatur pola makan, berolahraga, dan memantau kadar gula darah. Perubahan ini seringkali menyebabkan respons psikologis negatif seperti kemarahan, perasaan tidak berarti, peningkatan kecemasan, dan depresi. Mekanisme koping merupakan cara untuk mengatasi, menghadapi, atau mengelola situasi stres dengan baik, baik secara mental maupun perilaku, untuk beradaptasi dengan peristiwa yang menimbulkan tekanan dan mempertahankan kesejahteraan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami korelasi tingkat kecemasan dan mekanisme koping pasien diabetes mellitus tipe II Puskesmas Taman Bacaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-eb196.webp" type="image/webp" length="134948" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-0047b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-eb196.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/occurrence-type-ii-intrinsik-pasien-dm-diabetes-me-thumb-72979.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4573-stikespamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17970-jurnal-ilmiah-pamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42852-status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa</link>
	<guid isPermaLink="false">0dc08d58ef86569728a05229c09804ed</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:08:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pemantauan IMT terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak usia dini. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas program edukasi orang tua dalam meningkatkan kesadaran pola makan sehat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pemantauan IMT terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak usia dini. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas program edukasi orang tua dalam meningkatkan kesadaran pola makan sehat di lingkungan pendidikan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat membandingkan metode pemantauan status gizi yang berbeda untuk menemukan pendekatan yang paling efisien dalam mendeteksi dini masalah gizi di TKQ Matlaul Khoir.. Penggunaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat menjadi salah satu alat yang efektif dalam menilai status gizi anak usia dini.Dengan memantau IMT, dapat diketahui apakah anak tersebut mengalami masalah gizi, baik kekurangan, kelebihan, maupun dalam kategori gizi normal.Hasil perhitungan status gizi berdasarkan IMT kepada 5 anak yang diteliti, dengan mengukur BB/TB atau BB/PB maka didapat sebanyak 100% anak memiliki IMT berada dalam rentang -2 SD dengan 1 SD.Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa anak usia 4-5 tahun di TKQ Matlaul Khoir memiliki status gizi yang normal atau gizi baik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat menunjukkan pentingnya pemantauan status gizi pada anak usia dini untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dan perlunya perhatian lebih terhadap pola makan dan kebiasaan hidup sehat bagi anak-anak di lingkungan pendidikan Pemantauan status gizi pada anak usia dini merupakan salah satu aspek yang sangat penting karena status gizi pada anak usia dini akan menentukan kualitas hidup anak di awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan fungsi tubuh yang optimal berdasarkan status status gizi agar anak tumbuh dengan sehat dan berkembang sesuai usianya. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan studi lapangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode antropometri dalam menilai status gizi. Sample penelitian ini pada anak usia dini di TKQ Matlaul Khoir yang berusia 4-5 tahun berjumlah 5 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tiga metode utama yaitu, pengukuran berat dan tinggi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-9f752.webp" title="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-9f752.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-9f752.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-9f752.webp 1x" title="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" alt="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-78232.webp" title="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-78232.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-78232.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-78232.webp 1x" title="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" alt="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42852-status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa" title="JURIS - Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir" target="_blank">Pemantauan Status Gizi Melalui Indeks Massa Tubuh Untuk Mendeteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini Di Tkq Matlaul Khoir</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pemantauan IMT terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak usia dini. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas program edukasi orang tua dalam meningkatkan kesadaran pola makan sehat di lingkungan pendidikan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat membandingkan metode pemantauan status gizi yang berbeda untuk menemukan pendekatan yang paling efisien dalam mendeteksi dini masalah gizi di TKQ Matlaul Khoir..
<br>Penggunaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat menjadi salah satu alat yang efektif dalam menilai status gizi anak usia dini.Dengan memantau IMT, dapat diketahui apakah anak tersebut mengalami masalah gizi, baik kekurangan, kelebihan, maupun dalam kategori gizi normal.Hasil perhitungan status gizi berdasarkan IMT kepada 5 anak yang diteliti, dengan mengukur BB/TB atau BB/PB maka didapat sebanyak 100% anak memiliki IMT berada dalam rentang -2 SD dengan  1 SD.Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa anak usia 4-5 tahun di TKQ Matlaul Khoir memiliki status gizi yang normal atau gizi baik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat menunjukkan pentingnya pemantauan status gizi pada anak usia dini untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dan perlunya perhatian lebih terhadap pola makan dan kebiasaan hidup sehat bagi anak-anak di lingkungan pendidikan
<br>Pemantauan status gizi pada anak usia dini merupakan salah satu aspek yang sangat penting karena status gizi pada anak usia dini akan menentukan kualitas hidup anak di awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan fungsi tubuh yang optimal berdasarkan status status gizi agar anak tumbuh dengan sehat dan berkembang sesuai usianya. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan studi lapangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode antropometri dalam menilai status gizi. Sample penelitian ini pada anak usia dini di TKQ Matlaul Khoir yang berusia 4-5 tahun berjumlah 5 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tiga metode utama yaitu, pengukuran berat dan tinggi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-78232.webp" type="image/webp" length="102908" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-9f752.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/status-gizi-siswa-nilai-sumberdaya-massa-tubuh-imt-thumb-78232.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4573-stikespamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17970-jurnal-ilmiah-pamenang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health An Umbrella Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health An Umbrella Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health An Umbrella Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42833-intervensi-digital-msme-evaluasi-interv</link>
	<guid isPermaLink="false">6874c20e15b6c2b369eb3e3a45bcfeb9</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:03:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full text ]]></category>
	<category><![CDATA[ alwi alwi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alwi,full,text,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan uji coba terkontrol acak untuk menguji efektivitas aplikasi mHealth yang dirancang khusus bagi ibu pascapersalinan di berbagai konteks wilayah, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health: An Umbrella Review: Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan uji coba terkontrol acak untuk menguji efektivitas aplikasi mHealth yang dirancang khusus bagi ibu pascapersalinan di berbagai konteks wilayah, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, agar dapat diketahui sejauh mana intervensi ini dapat meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan lanjutan dan kualitas hidup ibu. Kedua, perlu dikembangkan dan dievaluasi intervensi mHealth yang melibatkan peran aktif perawat secara daring, untuk mengetahui bagaimana pendekatan berbasis keperawatan dapat meningkatkan efikasi diri dan keterlibatan ibu dalam perawatan diri selama masa pascapersalinan. Ketiga, diperlukan studi longitudinal yang mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan mHealth terhadap kesehatan fisik dan mental ibu, termasuk aspek pemulihan berat badan, gejala depresi, dan keterikatan dengan bayi, agar intervensi digital ini dapat disesuaikan secara dinamis sesuai kebutuhan evolusi masa pascapersalinan.. Intervensi mobile health berpotensi memberikan manfaat dalam mendukung hasil kesehatan ibu selama masa pascapersalinan, khususnya terkait perawatan diri, kesejahteraan psikologis, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap tindak lanjut klinis.Namun, temuan ini harus diinterpretasikan secara hati-hati karena bukti yang tersedia masih terbatas, heterogen, dan sebagian besar berasal dari studi tingkat tinjauan.Penelitian primer yang dirancang dengan baik, khususnya uji coba terkontrol acak yang berfokus pada populasi pascapersalinan, diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas, keberlanjutan jangka panjang, adaptabilitas kontekstual, dan kelayakan penerapan intervensi mHealth dalam perawatan rutin Periode pascapersalinan merupakan tahap kritis yang melibatkan pemulihan fisik, adaptasi emosional, dan transisi sosial, yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu. Akses terbatas terhadap layanan perawatan pascakelahiran secara berkelanjutan dapat meningkatkan risiko depresi, perawatan diri yang tidak memadai, dan keterlambatan pemulihan. Intervensi kesehatan berbasis mobile (mHealth) muncul sebagai solusi potensial untuk mendukung kelangsungan perawatan melalui pemantauan jarak jauh, edukasi digital, dan dukungan yang berkelanjutan. Tujuan tinjauan ini adalah mensintesis bukti mengenai peran intervensi mHealth dalam meningkatkan hasil kesehatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-e1b12.webp" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-e1b12.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-e1b12.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-e1b12.webp 1x" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" alt="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-85411.webp" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-85411.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-85411.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-85411.webp 1x" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" alt="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-08018.webp" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-08018.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-08018.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-08018.webp 1x" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" alt="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42833-intervensi-digital-msme-evaluasi-interv" title="JURIS - Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review" target="_blank">Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health:  An Umbrella Review</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan uji coba terkontrol acak untuk menguji efektivitas aplikasi mHealth yang dirancang khusus bagi ibu pascapersalinan di berbagai konteks wilayah, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, agar dapat diketahui sejauh mana intervensi ini dapat meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan lanjutan dan kualitas hidup ibu. Kedua, perlu dikembangkan dan dievaluasi intervensi mHealth yang melibatkan peran aktif perawat secara daring, untuk mengetahui bagaimana pendekatan berbasis keperawatan dapat meningkatkan efikasi diri dan keterlibatan ibu dalam perawatan diri selama masa pascapersalinan. Ketiga, diperlukan studi longitudinal yang mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan mHealth terhadap kesehatan fisik dan mental ibu, termasuk aspek pemulihan berat badan, gejala depresi, dan keterikatan dengan bayi, agar intervensi digital ini dapat disesuaikan secara dinamis sesuai kebutuhan evolusi masa pascapersalinan..
<br>Intervensi mobile health berpotensi memberikan manfaat dalam mendukung hasil kesehatan ibu selama masa pascapersalinan, khususnya terkait perawatan diri, kesejahteraan psikologis, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap tindak lanjut klinis.Namun, temuan ini harus diinterpretasikan secara hati-hati karena bukti yang tersedia masih terbatas, heterogen, dan sebagian besar berasal dari studi tingkat tinjauan.Penelitian primer yang dirancang dengan baik, khususnya uji coba terkontrol acak yang berfokus pada populasi pascapersalinan, diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas, keberlanjutan jangka panjang, adaptabilitas kontekstual, dan kelayakan penerapan intervensi mHealth dalam perawatan rutin
<br>Periode pascapersalinan merupakan tahap kritis yang melibatkan pemulihan fisik, adaptasi emosional, dan transisi sosial, yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu. Akses terbatas terhadap layanan perawatan pascakelahiran secara berkelanjutan dapat meningkatkan risiko depresi, perawatan diri yang tidak memadai, dan keterlambatan pemulihan. Intervensi kesehatan berbasis mobile (mHealth) muncul sebagai solusi potensial untuk mendukung kelangsungan perawatan melalui pemantauan jarak jauh, edukasi digital, dan dukungan yang berkelanjutan. Tujuan tinjauan ini adalah mensintesis bukti mengenai peran intervensi mHealth dalam meningkatkan hasil kesehatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-85411.webp" type="image/webp" length="75324" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-e1b12.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-85411.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/intervensi-digital-msme-evaluasi-aktivitas-fisik-s-thumb-08018.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1421-stikep-ppnijabar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17971-jurnal-keperawatan-komprehensif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety A Systematic Review of Randomized Controlled Trials ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety A Systematic Review of Randomized Controlled Trials ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety A Systematic Review of Randomized Controlled Trials ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42836-lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi</link>
	<guid isPermaLink="false">0086b24133384b0048e4289e43b3fe36</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 16:57:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full text ]]></category>
	<category><![CDATA[ alwi alwi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alwi,full,text,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil tinjauan sistematis ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi dosis optimal dan durasi pemberian aromaterapi lavender melalui inhalasi untuk mencapai efek ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials: Berdasarkan hasil tinjauan sistematis ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi dosis optimal dan durasi pemberian aromaterapi lavender melalui inhalasi untuk mencapai efek anksiolitik yang maksimal pada pasien pra-operasi. Kedua, studi komparatif yang membandingkan efektivitas aromaterapi lavender dengan intervensi non-farmakologis lain, seperti relaksasi otot progresif atau terapi musik, perlu dilakukan untuk menentukan pendekatan mana yang paling efektif dalam mengurangi kecemasan pra-operasi. Ketiga, penelitian yang berfokus pada mekanisme biologis yang mendasari efek aromaterapi lavender pada kecemasan, seperti perubahan aktivitas gelombang otak atau regulasi hormon stres, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana intervensi ini bekerja dan membantu mengoptimalkan penggunaannya dalam praktik klinis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti yang lebih kuat dan komprehensif untuk mendukung penggunaan aromaterapi lavender sebagai bagian dari perawatan standar untuk pasien yang akan menjalani operasi.. Inhaled lavender aromatherapy appears to be a promising complementary intervention for reducing preoperative anxiety in adult surgical patients.Nevertheless, the evidence remains heterogeneous, and effectiveness may vary according to clinical context, comparator type, and intervention protocol.Further high-quality trials using standardized administration methods and outcome measures are needed to clarify its clinical role Preoperative anxiety is common among patients undergoing surgery and may adversely affect perioperative outcomes, increased anesthetic requirements, and delayed recovery. Lavender aromatherapy has been widely used as a complementary non-pharmacological intervention; however, its effectiveness in preoperative care remains variably reported across studies. This review aimed to synthesize evidence from randomized controlled trials (RCTs) on the effectiveness of inhaled lavender aromatherapy in reducing preoperative anxiety among adult surgical patients. A structured review of RCTs was conducted using Scopus, PubMed, and ScienceDirect. Studies published within the last 10 years were searched using combinations of terms related to lavender aromatherapy, inhalation, and preoperative anxiety. Eligibility criteria... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-18939.webp" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-18939.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-18939.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-18939.webp 1x" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" alt="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-f769d.webp" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-f769d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-f769d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-f769d.webp 1x" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" alt="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-29635.webp" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-29635.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-29635.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-29635.webp 1x" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" alt="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42836-lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi" title="JURIS - Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials" target="_blank">Inhaled Lavender Aromatherapy for Preoperative Anxiety:  A Systematic Review of Randomized Controlled Trials</a>: Berdasarkan hasil tinjauan sistematis ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi dosis optimal dan durasi pemberian aromaterapi lavender melalui inhalasi untuk mencapai efek anksiolitik yang maksimal pada pasien pra-operasi. Kedua, studi komparatif yang membandingkan efektivitas aromaterapi lavender dengan intervensi non-farmakologis lain, seperti relaksasi otot progresif atau terapi musik, perlu dilakukan untuk menentukan pendekatan mana yang paling efektif dalam mengurangi kecemasan pra-operasi. Ketiga, penelitian yang berfokus pada mekanisme biologis yang mendasari efek aromaterapi lavender pada kecemasan, seperti perubahan aktivitas gelombang otak atau regulasi hormon stres, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana intervensi ini bekerja dan membantu mengoptimalkan penggunaannya dalam praktik klinis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti yang lebih kuat dan komprehensif untuk mendukung penggunaan aromaterapi lavender sebagai bagian dari perawatan standar untuk pasien yang akan menjalani operasi..
<br>Inhaled lavender aromatherapy appears to be a promising complementary intervention for reducing preoperative anxiety in adult surgical patients.Nevertheless, the evidence remains heterogeneous, and effectiveness may vary according to clinical context, comparator type, and intervention protocol.Further high-quality trials using standardized administration methods and outcome measures are needed to clarify its clinical role
<br>Preoperative anxiety is common among patients undergoing surgery and may adversely affect perioperative outcomes, increased anesthetic requirements, and delayed recovery. Lavender aromatherapy has been widely used as a complementary non-pharmacological intervention; however, its effectiveness in preoperative care remains variably reported across studies. This review aimed to synthesize evidence from randomized controlled trials (RCTs) on the effectiveness of inhaled lavender aromatherapy in reducing preoperative anxiety among adult surgical patients. A structured review of RCTs was conducted using Scopus, PubMed, and ScienceDirect. Studies published within the last 10 years were searched using combinations of terms related to lavender aromatherapy, inhalation, and preoperative anxiety. Eligibility criteria...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-29635.webp" type="image/webp" length="99888" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-18939.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-f769d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/lavender-aromatherapy-preoperative-anxiety-randomi-thumb-29635.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1421-stikep-ppnijabar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17971-jurnal-keperawatan-komprehensif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 29 Apr 2026 21:13:36 +0700. 12 items. Served in: 11.927 seconds [rss] -->
