<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 22 Jul 2026 11:35:19 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 11:35:19 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-22T11:35:19+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY BSF SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA Coffea robusta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY BSF SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA Coffea robusta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY BSF SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA Coffea robusta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55589-kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier</link>
	<guid isPermaLink="false">4e69a290cf0a729fc9167a893eb5c177</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 10:20:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kayu apu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apu,kayu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek jangka panjang penggunaan kasgot BSF pada pertumbuhan kopi robusta selama siklus produksi penuh, sehingga dapat menilai dampak terhadap hasil panen dan kualitas biji; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta): Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek jangka panjang penggunaan kasgot BSF pada pertumbuhan kopi robusta selama siklus produksi penuh, sehingga dapat menilai dampak terhadap hasil panen dan kualitas biji; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan media tanam berbasis kasgot BSF terhadap media konvensional pada berbagai varietas kopi dan kondisi iklim berbeda, untuk menentukan keuniversalan manfaatnya; terakhir, penelitian dapat meneliti peran mikroorganisme spesifik yang terdapat dalam kasgot BSF serta interaksinya dengan arang sekam, guna memahami mekanisme biologis yang meningkatkan ketersediaan nutrisi dan mengoptimalkan formulasi media tanam yang lebih efisien.. Penelitian menunjukkan bahwa kasgot dari larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai media tanam secara signifikan meningkatkan diameter batang, jumlah daun, dan tinggi bibit kopi robusta hingga 12 minggu setelah tanam.Kombinasi kasgot dengan tanah dan arang sekam (rasio 1.1) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (46,30Acm) karena kemampuan arang sekam menyerap dan melepaskan nutrisi secara bertahap.Dengan demikian, media tanam berbasis kasgot BSF dapat mengoptimalkan pertumbuhan kopi robusta melalui penyediaan unsur hara yang memadai Pengaruh Casgot Larva Black Soldier Fly (Bsf) Sebagai Media Tanam Pada Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta). Sisa biokonversi limbah organik dari larva Black Soldier Fly (BSF) dikenal sebagai limbah larva belatung. Dengan memanfaatkan mikroba, biomassa dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana selama proses konversi, sehingga meningkatkan potensinya sebagai pupuk organik bagi tanaman. Kotoran larva BSF berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan tanah guna menahan air dan udara, serta meningkatkan retensi nutrisi. Salah satu kendala dalam pertumbuhan bibit kopi Robusta (Coffea robusta) secara generatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-f64ee.webp" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-f64ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-f64ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-f64ee.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" alt="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-c0881.webp" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-c0881.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-c0881.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-c0881.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" alt="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-6ce63.webp" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-6ce63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-6ce63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-6ce63.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" alt="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55589-kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier" title="JURIS - PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)" target="_blank">PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek jangka panjang penggunaan kasgot BSF pada pertumbuhan kopi robusta selama siklus produksi penuh, sehingga dapat menilai dampak terhadap hasil panen dan kualitas biji; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan media tanam berbasis kasgot BSF terhadap media konvensional pada berbagai varietas kopi dan kondisi iklim berbeda, untuk menentukan keuniversalan manfaatnya; terakhir, penelitian dapat meneliti peran mikroorganisme spesifik yang terdapat dalam kasgot BSF serta interaksinya dengan arang sekam, guna memahami mekanisme biologis yang meningkatkan ketersediaan nutrisi dan mengoptimalkan formulasi media tanam yang lebih efisien..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa kasgot dari larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai media tanam secara signifikan meningkatkan diameter batang, jumlah daun, dan tinggi bibit kopi robusta hingga 12 minggu setelah tanam.Kombinasi kasgot dengan tanah dan arang sekam (rasio 1.1) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (46,30Acm) karena kemampuan arang sekam menyerap dan melepaskan nutrisi secara bertahap.Dengan demikian, media tanam berbasis kasgot BSF dapat mengoptimalkan pertumbuhan kopi robusta melalui penyediaan unsur hara yang memadai
<br>Pengaruh Casgot Larva Black Soldier Fly (Bsf) Sebagai Media Tanam Pada Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta). Sisa biokonversi limbah organik dari larva Black Soldier Fly (BSF) dikenal sebagai limbah larva belatung. Dengan memanfaatkan mikroba, biomassa dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana selama proses konversi, sehingga meningkatkan potensinya sebagai pupuk organik bagi tanaman. Kotoran larva BSF berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan tanah guna menahan air dan udara, serta meningkatkan retensi nutrisi. Salah satu kendala dalam pertumbuhan bibit kopi Robusta (Coffea robusta) secara generatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-c0881.webp" type="image/webp" length="108696" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-f64ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-c0881.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/kopi-robusta-coffea-bsf-black-soldier-kotoran-magg-thumb-6ce63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55595-aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan</link>
	<guid isPermaLink="false">3964bdb9dea96ceebfe19985bc86d961</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:38:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kayu apu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apu,kayu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berikut merupakan saran penelitian lanjutan yang dapat memperluas pemahaman dan aplikasi teknologi ini: pertama, lakukan uji lapangan jangka panjang untuk memantau pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Trembesi yang diberi perendaman microbubble dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding: Berikut merupakan saran penelitian lanjutan yang dapat memperluas pemahaman dan aplikasi teknologi ini: pertama, lakukan uji lapangan jangka panjang untuk memantau pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Trembesi yang diberi perendaman microbubble dan ditanam dengan seedball di berbagai tipe lahan kritis; kedua, teliti variasi konsentrasi microbubble dan lamanya perendaman pada beberapa spesies benih hutan lain untuk menentukan parameter optimal yang dapat diterapkan secara luas; ketiga, analisis biaya dan manfaat ekonomi secara komprehensif, termasuk penggunaan UAV aeroseeding, untuk menilai skalabilitas praktis serta dampak lingkungan dan sosial yang mungkin muncul ketika metode ini diterapkan secara besar-besaran. Dengan pangkalan data yang diperluas dan parameter yang disempurnakan, oo teknologi microbubble dapat menjadi solusi yang lebih terukur, hemat biaya, dan ramah lingkungan dalam upaya rehabilitasi lahan di wilayah bencana tinggi.. Dapat disimpulkan bahwa perendaman larutan microbubble water dapat meningkatkan viabilitas benih Trembesi di Jawa Barat dan efektif apabila diikutsertakan dengan penaburan benih menggunakan metode seedball.Dibuktikan dengan tingginya nilai kombinasi perlakuan ini pada daya kecambah 84%, kecepatan tumbuh benih 0,0395 dan indeks vigor yang mencapai di 70%.Benih trembesi dengan kombinasi perlakuan ini dapat diaplikasikan dalam mendukung penghijauan kegiatan aeroseeding di lahan kritis Jawa Barat Pengaruh Invigorasi Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kejadian bencana alam terbanyak di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan penduduk yang mendorong perluasan permukiman dan alih fungsi lahan hutan demi kebutuhan ekonomi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Akibatnya, terbentuk lahan kritis yang rentan terhadap longsor dan banjir. Upaya rehabilitasi melalui penghijauan telah dilakukan, namun metode konvensional sulit menjangkau seluruh wilayah kritis. Inovasi Aeroseeding menjadi alternatif penanaman melalui udara yang lebih efisien, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas fisiologis benih cooperation. Teknologi invigorasi menggunakan Microbubble diketahui mampu meningkatkan viabilitas benih dengan mempercepat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-35fee.webp" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-35fee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-35fee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-35fee.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" alt="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-fa728.webp" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-fa728.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-fa728.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-fa728.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" alt="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-41987.webp" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-41987.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-41987.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-41987.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" alt="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55595-aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan" title="JURIS - Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding" target="_blank">Pengaruh Invigoration Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding</a>: Berikut merupakan saran penelitian lanjutan yang dapat memperluas pemahaman dan aplikasi teknologi ini: pertama, lakukan uji lapangan jangka panjang untuk memantau pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Trembesi yang diberi perendaman microbubble dan ditanam dengan seedball di berbagai tipe lahan kritis; kedua, teliti variasi konsentrasi microbubble dan lamanya perendaman pada beberapa spesies benih hutan lain untuk menentukan parameter optimal yang dapat diterapkan secara luas; ketiga, analisis biaya dan manfaat ekonomi secara komprehensif, termasuk penggunaan UAV aeroseeding, untuk menilai skalabilitas praktis serta dampak lingkungan dan sosial yang mungkin muncul ketika metode ini diterapkan secara besar-besaran. Dengan pangkalan data yang diperluas dan parameter yang disempurnakan, oo teknologi microbubble dapat menjadi solusi yang lebih terukur, hemat biaya, dan ramah lingkungan dalam upaya rehabilitasi lahan di wilayah bencana tinggi..
<br>Dapat disimpulkan bahwa perendaman larutan microbubble water dapat meningkatkan viabilitas benih Trembesi di Jawa Barat dan efektif apabila diikutsertakan dengan penaburan benih menggunakan metode seedball.Dibuktikan dengan tingginya nilai kombinasi perlakuan ini pada daya kecambah 84%, kecepatan tumbuh benih 0,0395 dan indeks vigor yang mencapai di 70%.Benih trembesi dengan kombinasi perlakuan ini dapat diaplikasikan dalam mendukung penghijauan kegiatan aeroseeding di lahan kritis Jawa Barat
<br>Pengaruh Invigorasi Menggunakan Microbubble Pada Benih Trembesi Di Jawa Barat Untuk Mendukung Inovasi Aeroseeding. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kejadian bencana alam terbanyak di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan penduduk yang mendorong perluasan permukiman dan alih fungsi lahan hutan demi kebutuhan ekonomi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Akibatnya, terbentuk lahan kritis yang rentan terhadap longsor dan banjir. Upaya rehabilitasi melalui penghijauan telah dilakukan, namun metode konvensional sulit menjangkau seluruh wilayah kritis. Inovasi Aeroseeding menjadi alternatif penanaman melalui udara yang lebih efisien, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas fisiologis benih cooperation. Teknologi invigorasi menggunakan Microbubble diketahui mampu meningkatkan viabilitas benih dengan mempercepat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-35fee.webp" type="image/webp" length="109400" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-35fee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-fa728.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/aeroseeding-microbubble-fungsi-lahan-hutan-alih-kr-thumb-41987.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon Semak dan Lahan Terbuka ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon Semak dan Lahan Terbuka ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon Semak dan Lahan Terbuka ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55592-lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah</link>
	<guid isPermaLink="false">2fea09fdb50b0a9bdc45b019cee045b3</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:33:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kayu apu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apu,kayu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jenis vegetasi dan kondisi tanah terhadap laju infiltrasi dan permeabilitas tanah. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai jenis tutupan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jenis vegetasi dan kondisi tanah terhadap laju infiltrasi dan permeabilitas tanah. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai jenis tutupan lahan, seperti hutan, perkebunan, dan lahan pertanian, serta menganalisis hubungan antara sifat fisik tanah, struktur vegetasi, dan laju infiltrasi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi laju infiltrasi dan permeabilitas tanah yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, kemiringan lahan, dan kondisi vegetasi. Model ini dapat membantu dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air dan konservasi tanah yang lebih efektif.. Laju infiltrasi di tegakan sengon sebesar 51,24 cm/jam (kelas sangat cepat), semak sebesar 7,56 cm/jam (kelas agak cepat), dan lahan terbuka sebesar 4,32 cm/jam (kelas sedang).Permeabilitas tanah di tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka berturut-turut sebesar 2,25 cm/jam (kelas sedang), 1,57 cm/jam (kelas agak lambat), dan 1,10 cm/jam (kelas agak lambat) Karakteristik infiltrasi dan permeabilitas tanah berperan penting dalam mengatur siklus hidrologi, yang dipengaruhi oleh perbedaan penutupan lahan dan kondisi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer dan permeabilitas tanah diukur dengan menggunakan permeameter. Sifat-sifat fisik tanah dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-16255.webp" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-16255.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-16255.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-16255.webp 1x" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" alt="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-0ffc8.webp" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-0ffc8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-0ffc8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-0ffc8.webp 1x" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" alt="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-06bfd.webp" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-06bfd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-06bfd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-06bfd.webp 1x" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" alt="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55592-lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah" title="JURIS - Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka" target="_blank">Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah pada Tegakan Sengon, Semak, dan Lahan Terbuka</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jenis vegetasi dan kondisi tanah terhadap laju infiltrasi dan permeabilitas tanah. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai jenis tutupan lahan, seperti hutan, perkebunan, dan lahan pertanian, serta menganalisis hubungan antara sifat fisik tanah, struktur vegetasi, dan laju infiltrasi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi laju infiltrasi dan permeabilitas tanah yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, kemiringan lahan, dan kondisi vegetasi. Model ini dapat membantu dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air dan konservasi tanah yang lebih efektif..
<br>Laju infiltrasi di tegakan sengon sebesar 51,24 cm/jam (kelas sangat cepat), semak sebesar 7,56 cm/jam (kelas agak cepat), dan lahan terbuka sebesar 4,32 cm/jam (kelas sedang).Permeabilitas tanah di tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka berturut-turut sebesar 2,25 cm/jam (kelas sedang), 1,57 cm/jam (kelas agak lambat), dan 1,10 cm/jam (kelas agak lambat)
<br>Karakteristik infiltrasi dan permeabilitas tanah berperan penting dalam mengatur siklus hidrologi, yang dipengaruhi oleh perbedaan penutupan lahan dan kondisi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer dan permeabilitas tanah diukur dengan menggunakan permeameter. Sifat-sifat fisik tanah dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-0ffc8.webp" type="image/webp" length="73702" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-16255.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-0ffc8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/lahan-pertanian-laju-infiltrasi-sifat-fisik-tanah-thumb-06bfd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55591-dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata</link>
	<guid isPermaLink="false">7138fd77763432890930965b9c5977b3</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:30:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kayu apu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apu,kayu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas partisipasi masyarakat dalam proses pembaruan peta tutupan lahan menggunakan teknologi drone, dengan membandingkan akurasi data lapangan dan persepsi warga terhadap perubahan penggunaan lahan (pertanyaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas partisipasi masyarakat dalam proses pembaruan peta tutupan lahan menggunakan teknologi drone, dengan membandingkan akurasi data lapangan dan persepsi warga terhadap perubahan penggunaan lahan (pertanyaan penelitian: sejauh mana partisipasi warga meningkatkan kualitas peta tutupan lahan?). Selain itu, studi lanjutan dapat meneliti dampak sosialAcekonomi dari pola ruang budidaya kehutanan yang dominan, khususnya bagaimana skema perhutanan sosial kemitraan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan konservasi hutan (pertanyaan penelitian: apa kontribusi skema perhutanan sosial terhadap peningkatan pendapatan dan pelestarian hutan di Desa Jonggon Jaya?). Terakhir, diperlukan analisis jangka panjang tentang dinamika pertumbuhan penduduk dan tekanan lahan, dengan mengembangkan model prediksi perubahan pola penggunaan lahan untuk mendukung perencanaan tata ruang yang adaptif dan berkelanjutan (pertanyaan penelitian: bagaimana proyeksi pertumbuhan penduduk mempengaruhi kebutuhan lahan dan bagaimana kebijakan tata ruang dapat menanggapi perubahan tersebut secara proaktif).. Desa Jonggon Jaya memiliki 30 kelas tutupan lahan seluas 10.515,82 ha, dengan hutan sekunder lahan rendah (1.192,42 ha) menjadi tutupan paling dominan untuk penggunaan lain, sementara hutan eukaliptus mendominasi fungsi hutan produksi.Rencana tata ruang desa terbagi menjadi 19 pola, di mana pola paling dominan untuk penggunaan lain adalah perkebunan (27,00%) dan untuk hutan produksi adalah budidaya kehutanan (48,68%).Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan berbasis partisipatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut Pemetaan rencana tata ruang desa secara partisipatip di desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Pertumbuhan jumlah penduduk pada suatu wilayah dari tahun ke tahun akan terus meningkat dengan cukup signifikan hal tersebut membuat kebutuhan akan lahan dan alih fungsi lahan akan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tutupan lahan eksisting, dan memetakan pola ruang di Desa Jonggon Jaya. Adapun analisis atau metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan dilakukannya diskusi secara pasif ataupun aktif dengan melakukan komunikasi dua arah. Dimana pada kegiatan ini fasilitator meminta pandangan dan masukan terkait draft rencana tata ruang wilayah Desa hasil penyusunan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-ab1f8.webp" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-ab1f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-ab1f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-ab1f8.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" alt="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-53225.webp" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-53225.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-53225.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-53225.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" alt="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-16ddf.webp" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-16ddf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-16ddf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-16ddf.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" alt="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55591-dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata" title="JURIS - Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara" target="_blank">Pemetaan Rencana Tata Ruang Desa Secara Partisipatif di Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas partisipasi masyarakat dalam proses pembaruan peta tutupan lahan menggunakan teknologi drone, dengan membandingkan akurasi data lapangan dan persepsi warga terhadap perubahan penggunaan lahan (pertanyaan penelitian: sejauh mana partisipasi warga meningkatkan kualitas peta tutupan lahan?). Selain itu, studi lanjutan dapat meneliti dampak sosialAcekonomi dari pola ruang budidaya kehutanan yang dominan, khususnya bagaimana skema perhutanan sosial kemitraan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan konservasi hutan (pertanyaan penelitian: apa kontribusi skema perhutanan sosial terhadap peningkatan pendapatan dan pelestarian hutan di Desa Jonggon Jaya?). Terakhir, diperlukan analisis jangka panjang tentang dinamika pertumbuhan penduduk dan tekanan lahan, dengan mengembangkan model prediksi perubahan pola penggunaan lahan untuk mendukung perencanaan tata ruang yang adaptif dan berkelanjutan (pertanyaan penelitian: bagaimana proyeksi pertumbuhan penduduk mempengaruhi kebutuhan lahan dan bagaimana kebijakan tata ruang dapat menanggapi perubahan tersebut secara proaktif)..
<br>Desa Jonggon Jaya memiliki 30 kelas tutupan lahan seluas 10.515,82 ha, dengan hutan sekunder lahan rendah (1.192,42 ha) menjadi tutupan paling dominan untuk penggunaan lain, sementara hutan eukaliptus mendominasi fungsi hutan produksi.Rencana tata ruang desa terbagi menjadi 19 pola, di mana pola paling dominan untuk penggunaan lain adalah perkebunan (27,00%) dan untuk hutan produksi adalah budidaya kehutanan (48,68%).Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan berbasis partisipatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut
<br>Pemetaan rencana tata ruang desa secara partisipatip di desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Pertumbuhan jumlah penduduk pada suatu wilayah dari tahun ke tahun akan terus meningkat dengan cukup signifikan hal tersebut membuat kebutuhan akan lahan dan alih fungsi lahan akan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tutupan lahan eksisting, dan memetakan pola ruang di Desa Jonggon Jaya. Adapun analisis atau metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan dilakukannya diskusi secara pasif ataupun aktif dengan melakukan komunikasi dua arah. Dimana pada kegiatan ini fasilitator meminta pandangan dan masukan terkait draft rencana tata ruang wilayah Desa hasil penyusunan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-53225.webp" type="image/webp" length="106548" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-ab1f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-53225.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/dominasi-fungsi-direktif-lahan-rendah-detail-tata-thumb-16ddf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba Beeswax Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond Prunus amygdalus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba Beeswax Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond Prunus amygdalus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba Beeswax Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond Prunus amygdalus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55596-lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-f</link>
	<guid isPermaLink="false">e929aa23bd9c6c47ba41a0b9778d9435</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:23:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ cigugur kab ]]></category>
	<category><![CDATA[ eva monica ]]></category>
	<category><![CDATA[ cipari kec ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cigugur,cipari,eva,kab,kec,monica]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan formulasi lip balm dengan variasi konsentrasi cera alba yang lebih luas, misalnya 5%, 15%, dan 25%, untuk mengeksplorasi pengaruh konsentrasi yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus): Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan formulasi lip balm dengan variasi konsentrasi cera alba yang lebih luas, misalnya 5%, 15%, dan 25%, untuk mengeksplorasi pengaruh konsentrasi yang lebih rendah dan lebih tinggi terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan. 2. Melakukan studi komparatif antara lip balm berbasis minyak almond dengan lip balm berbasis bahan alami lainnya, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, untuk membandingkan efektivitas dan karakteristik fisik masing-masing formulasi. 3. Meneliti pengaruh jangka panjang penggunaan lip balm terhadap kesehatan bibir, termasuk evaluasi efek hidrasi, perlindungan UV, dan potensi iritasi atau alergi, untuk memastikan keamanan dan manfaat produk dalam penggunaan rutin.. Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi konsentrasi cera alba memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan lip balm.Formula dengan konsentrasi cera alba 15% (FII) menunjukkan hasil paling optimal.FII memiliki kestabilan pH yang baik, daya lekat dan daya sebar yang seimbang, peningkatan kelembapan kulit paling signifikan, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit.Selain itu, FII juga mempertahankan kestabilan fisik dan organoleptik selama uji penyimpanan Masalah kesehatan bibir seperti kering, pecah-pecah, dan iritasi dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Perawatan bibir yang kurang optimal juga meningkatkan risiko kerusakan akibat paparan sinar matahari, cuaca ekstrem, atau bahan kimia dari kosmetik. Lip balm adalah solusi praktis untuk menjaga kelembapan bibir, meskipun demikian sebagian produk mengandung bahan sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi lip balm berbahan alami yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-f9b1f.webp" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-f9b1f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-f9b1f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-f9b1f.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" alt="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-b7a51.webp" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-b7a51.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-b7a51.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-b7a51.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" alt="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-15cb8.webp" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-15cb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-15cb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-15cb8.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" alt="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55596-lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-f" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)" target="_blank">Pengaruh Penggunaan Stiffening Agent Cera Alba (Beeswax) Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Minyak Almond (Prunus amygdalus)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan formulasi lip balm dengan variasi konsentrasi cera alba yang lebih luas, misalnya 5%, 15%, dan 25%, untuk mengeksplorasi pengaruh konsentrasi yang lebih rendah dan lebih tinggi terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan. 2. Melakukan studi komparatif antara lip balm berbasis minyak almond dengan lip balm berbasis bahan alami lainnya, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, untuk membandingkan efektivitas dan karakteristik fisik masing-masing formulasi. 3. Meneliti pengaruh jangka panjang penggunaan lip balm terhadap kesehatan bibir, termasuk evaluasi efek hidrasi, perlindungan UV, dan potensi iritasi atau alergi, untuk memastikan keamanan dan manfaat produk dalam penggunaan rutin..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi konsentrasi cera alba memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan lip balm.Formula dengan konsentrasi cera alba 15% (FII) menunjukkan hasil paling optimal.FII memiliki kestabilan pH yang baik, daya lekat dan daya sebar yang seimbang, peningkatan kelembapan kulit paling signifikan, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit.Selain itu, FII juga mempertahankan kestabilan fisik dan organoleptik selama uji penyimpanan
<br>Masalah kesehatan bibir seperti kering, pecah-pecah, dan iritasi dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Perawatan bibir yang kurang optimal juga meningkatkan risiko kerusakan akibat paparan sinar matahari, cuaca ekstrem, atau bahan kimia dari kosmetik. Lip balm adalah solusi praktis untuk menjaga kelembapan bibir, meskipun demikian sebagian produk mengandung bahan sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi lip balm berbahan alami yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-15cb8.webp" type="image/webp" length="56246" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-f9b1f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-b7a51.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/lip-balm-adjektiva-karakteristik-fisik-parameter-g-thumb-15cb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1589-umkuningan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8112-herbapharma-journal-herb-farmacological.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil Kulit dan Karet di Kalimantan Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil Kulit dan Karet di Kalimantan Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil Kulit dan Karet di Kalimantan Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55574-sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-indust</link>
	<guid isPermaLink="false">54ade562dca9d4024f0fef393573911d</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:17:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case study ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur di Kalimantan Timur, perlu dilakukan upaya-upaya strategis. Pertama, perlu ada peningkatan permintaan akan produk industri tekstil, kulit, dan karet, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur: Untuk meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur di Kalimantan Timur, perlu dilakukan upaya-upaya strategis. Pertama, perlu ada peningkatan permintaan akan produk industri tekstil, kulit, dan karet, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kedua, penting untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan, dan industri, sehingga dapat menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan industri dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang telah ada secara lebih efisien, serta mencari lahan baru yang potensial. Keempat, efisiensi dan penggalakan diversifikasi sarana produksi harus menjadi fokus, dengan memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan memadai. Terakhir, penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Dengan menggabungkan upaya-upaya ini, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri manufaktur di Kalimantan Timur dan meningkatkan daya saing produk-produk tekstil, kulit, dan karet di pasar global.. Jumlah industri manufaktur baik skala mikro, kecil, sedang, dan besar di Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat setiap tahunnya.Industri kelompok tekstil dan industri kelompok karet (karet, barang berbahan dasar karet, dan plastik) mengalami peningkatan, sedangkan industri kelompok kulit (kulit, barang berbahan dasar kulit, dan alas kaki) selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.Serapan tenaga kerja dalam industri masih berfluktuasi di Kalimantan Timur.Terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja khususnya pada industri kelompok kulit dan karet pada beberapa tahun terakhir, namun tidak pada industri kelompok tekstil.Pertanian dan peternakan berperan sebagai pemasok bahan baku bagi industri tekstil, kulit, dan karet.Kalimantan Timur menghasilkan ternak sapi, kambing, kerbau, dan domba.Karet dihasilkan dari perkebunan karet rakyat, perkebunan karet besar swasta, dan perkebunan karet besar pemerintah.Peningkatan produksi pertanian dan peternakan akan mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri tekstil, kulit, dan karet.Laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur (3,58 pada tahun 2023) perlu ditingkatkan.Upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet antara lain peningkatan permintaan akan produk.peningkatan pelaku usaha baik secara kuantitas maupun kualitas sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi.dan penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi Industri manufaktur di Kalimantan Timur, termasuk kelompok tekstil, kulit (kulit, barang dari kulit, dan alas kaki), dan karet (karet, barang dari karet, dan plastik), perlu dipacu pertumbuhannya karena pertumbuhan nilai brutonya relatif masih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan industri manufaktur; pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet; dan pertumbuhan nilai tambah bruto industri di Kalimantan Timur; mendeskripsikan peran pertanian sebagai pemasok bahan baku bagi industri serta merumuskan upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-2de66.webp" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-2de66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-2de66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-2de66.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" alt="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-c5475.webp" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-c5475.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-c5475.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-c5475.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" alt="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-39a68.webp" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-39a68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-39a68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-39a68.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" alt="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55574-sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-indust" title="JURIS - Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur" target="_blank">Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil, Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur</a>: Untuk meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur di Kalimantan Timur, perlu dilakukan upaya-upaya strategis. Pertama, perlu ada peningkatan permintaan akan produk industri tekstil, kulit, dan karet, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kedua, penting untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan, dan industri, sehingga dapat menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan industri dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang telah ada secara lebih efisien, serta mencari lahan baru yang potensial. Keempat, efisiensi dan penggalakan diversifikasi sarana produksi harus menjadi fokus, dengan memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan memadai. Terakhir, penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Dengan menggabungkan upaya-upaya ini, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri manufaktur di Kalimantan Timur dan meningkatkan daya saing produk-produk tekstil, kulit, dan karet di pasar global..
<br>Jumlah industri manufaktur baik skala mikro, kecil, sedang, dan besar di Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat setiap tahunnya.Industri kelompok tekstil dan industri kelompok karet (karet, barang berbahan dasar karet, dan plastik) mengalami peningkatan, sedangkan industri kelompok kulit (kulit, barang berbahan dasar kulit, dan alas kaki) selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.Serapan tenaga kerja dalam industri masih berfluktuasi di Kalimantan Timur.Terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja khususnya pada industri kelompok kulit dan karet pada beberapa tahun terakhir, namun tidak pada industri kelompok tekstil.Pertanian dan peternakan berperan sebagai pemasok bahan baku bagi industri tekstil, kulit, dan karet.Kalimantan Timur menghasilkan ternak sapi, kambing, kerbau, dan domba.Karet dihasilkan dari perkebunan karet rakyat, perkebunan karet besar swasta, dan perkebunan karet besar pemerintah.Peningkatan produksi pertanian dan peternakan akan mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri tekstil, kulit, dan karet.Laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur (3,58 pada tahun 2023) perlu ditingkatkan.Upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet antara lain peningkatan permintaan akan produk.peningkatan pelaku usaha baik secara kuantitas maupun kualitas sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi.dan penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi
<br>Industri manufaktur di Kalimantan Timur, termasuk kelompok tekstil, kulit (kulit, barang dari kulit, dan alas kaki), dan karet (karet, barang dari karet, dan plastik), perlu dipacu pertumbuhannya karena pertumbuhan nilai brutonya relatif masih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan industri manufaktur; pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet; dan pertumbuhan nilai tambah bruto industri di Kalimantan Timur; mendeskripsikan peran pertanian sebagai pemasok bahan baku bagi industri serta merumuskan upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-c5475.webp" type="image/webp" length="93098" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-2de66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-c5475.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/sub-industri-tekstil-manufaktur-ev-daya-saing-kare-thumb-39a68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konflik Pemilu Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konflik Pemilu Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konflik Pemilu Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55579-hasil-sengketa-penyelesaian</link>
	<guid isPermaLink="false">88a965a5e0dce9ca5fc2fd65fa71e009</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:53:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ license term ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,license,scope,term]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap konflik dan resolusi sengketa dalam kontestasi elektoral, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Meneliti lebih mendalam tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh calon perseorangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak: Berdasarkan analisis terhadap konflik dan resolusi sengketa dalam kontestasi elektoral, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Meneliti lebih mendalam tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh calon perseorangan dalam memenuhi syarat dukungan pencalonan, serta strategi-strategi yang mereka gunakan untuk meraih dukungan tersebut. Penelitian ini dapat mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan calon perseorangan dalam kontestasi elektoral.2. Menganalisis peran dan kinerja Bawaslu dalam menangani sengketa pemilu, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan calon perseorangan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas mekanisme adjudikasi yang digunakan oleh Bawaslu, serta bagaimana keputusan-keputusan tersebut mempengaruhi dinamika politik lokal.3. Melakukan studi komparatif tentang regulasi dan praktik pemilu di berbagai daerah, dengan fokus pada peran dan partisipasi calon perseorangan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan calon perseorangan dalam kontestasi elektoral, serta bagaimana regulasi dan praktik pemilu dapat ditingkatkan untuk mendukung partisipasi politik yang lebih inklusif.. Sengketa pemilu antara bakal calon perseorangan dengan KPU Lebak terjadi karena adanya ketidakpuasan bakal calon perseorangan yaitu Cecep Sumarno-Didin Saprudin terkait keputusan KPU Kabupaten Lebak yang menolak berkas pendaftaran sebagai calon kandidat pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 karena dianggap tidak memenuhi syarat dukungan minimal berupa fotokopi KTP elektronik dari masyarakat Lebak.Sengketa tersebut ditangani secara langsung oleh Bawaslu Kabupaten Lebak karena substansi sengketa masuk pada jenis sengketa proses pemilu.Sedangkan Resolusi konflik yang digunakan untuk mengatasi sengketa tersebut adalah dengan metode adjudikasi.Hal ini dipilih sebab pihak yang berkonflik tidak pernah menemui kesepakatan bersama ketika dihadapkan melalui proses musyawarah yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Lebak.Dalam putusan hasil sengketa, bakal calon perseorangan kalah di persidangan sehingga langkah mereka untuk maju dalam kontestasi elektoral pada Pilkada Lebak terhenti.Kegagalan bakal calon perseorangan untuk tampil dalam pentas kontestasi elektoral mengonfirmasi temuan-temuan sebelumnya bahwa eksistensi calon perseorangan sebagai antitesa terhadap kekuasaan partai politik masih lemah Artikel ini membahas sengketa konflik antara calon perseorangan dan penyelenggara pemilu dalam kontestasi elektoral pada Pilkada Kabupaten Lebak tahun 2018. Mengapa terjadi sengketa pemilu antara calon perseorangan dengan lembaga penyelenggara pemilu dan bagaimana resolusi konflik sengketa calon perseorangan dalam kontestasi elektoral pada Pilkada Kabupaten Lebak merupakan dua pertanyaan yang hendak dijawab dalam tulisan ini. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan studi kepustakaan dan berita online. Hasil penelitian mengungkap bahwa sengketa terjadi karena adanya ketidakpuasan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-bafc6.webp" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-bafc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-bafc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-bafc6.webp 1x" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" alt="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-86fb6.webp" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-86fb6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-86fb6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-86fb6.webp 1x" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" alt="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-6beef.webp" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-6beef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-6beef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-6beef.webp 1x" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" alt="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55579-hasil-sengketa-penyelesaian" title="JURIS - Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak" target="_blank">Konflik Pemilu: Dinamika Sengketa Calon Perseorangan dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Lebak</a>: Berdasarkan analisis terhadap konflik dan resolusi sengketa dalam kontestasi elektoral, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Meneliti lebih mendalam tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh calon perseorangan dalam memenuhi syarat dukungan pencalonan, serta strategi-strategi yang mereka gunakan untuk meraih dukungan tersebut. Penelitian ini dapat mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan calon perseorangan dalam kontestasi elektoral.2. Menganalisis peran dan kinerja Bawaslu dalam menangani sengketa pemilu, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan calon perseorangan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas mekanisme adjudikasi yang digunakan oleh Bawaslu, serta bagaimana keputusan-keputusan tersebut mempengaruhi dinamika politik lokal.3. Melakukan studi komparatif tentang regulasi dan praktik pemilu di berbagai daerah, dengan fokus pada peran dan partisipasi calon perseorangan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan calon perseorangan dalam kontestasi elektoral, serta bagaimana regulasi dan praktik pemilu dapat ditingkatkan untuk mendukung partisipasi politik yang lebih inklusif..
<br>Sengketa pemilu antara bakal calon perseorangan dengan KPU Lebak terjadi karena adanya ketidakpuasan bakal calon perseorangan yaitu Cecep Sumarno-Didin Saprudin terkait keputusan KPU Kabupaten Lebak yang menolak berkas pendaftaran sebagai calon kandidat pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 karena dianggap tidak memenuhi syarat dukungan minimal berupa fotokopi KTP elektronik dari masyarakat Lebak.Sengketa tersebut ditangani secara langsung oleh Bawaslu Kabupaten Lebak karena substansi sengketa masuk pada jenis sengketa proses pemilu.Sedangkan Resolusi konflik yang digunakan untuk mengatasi sengketa tersebut adalah dengan metode adjudikasi.Hal ini dipilih sebab pihak yang berkonflik tidak pernah menemui kesepakatan bersama ketika dihadapkan melalui proses musyawarah yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Lebak.Dalam putusan hasil sengketa, bakal calon perseorangan kalah di persidangan sehingga langkah mereka untuk maju dalam kontestasi elektoral pada Pilkada Lebak terhenti.Kegagalan bakal calon perseorangan untuk tampil dalam pentas kontestasi elektoral mengonfirmasi temuan-temuan sebelumnya bahwa eksistensi calon perseorangan sebagai antitesa terhadap kekuasaan partai politik masih lemah
<br>Artikel ini membahas sengketa konflik antara calon perseorangan dan penyelenggara pemilu dalam kontestasi elektoral pada Pilkada Kabupaten Lebak tahun 2018. Mengapa terjadi sengketa pemilu antara calon perseorangan dengan lembaga penyelenggara pemilu dan bagaimana resolusi konflik sengketa calon perseorangan dalam kontestasi elektoral pada Pilkada Kabupaten Lebak merupakan dua pertanyaan yang hendak dijawab dalam tulisan ini. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan studi kepustakaan dan berita online. Hasil penelitian mengungkap bahwa sengketa terjadi karena adanya ketidakpuasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-bafc6.webp" type="image/webp" length="77062" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-bafc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-86fb6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-sengketa-penyelesaian-alternatif-perseoranga-thumb-6beef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2190-kpu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10139-electoral-governance-jurnal-tata-kelola-pemilu-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55576-biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya</link>
	<guid isPermaLink="false">1e392c29aa2ca2f72d96327545f9ee41</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:50:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case study ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1) Menyelidiki perubahan komposisi spesies tumbuhan dan satwa di wilayah perairan dan daratan seiring pertumbuhan populasi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor risiko dan strategi mitigasi; 2) Menilai dampak penggunaan sumber ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat: Saran penelitian lanjutan: 1) Menyelidiki perubahan komposisi spesies tumbuhan dan satwa di wilayah perairan dan daratan seiring pertumbuhan populasi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor risiko dan strategi mitigasi; 2) Menilai dampak penggunaan sumber daya hayati tradisional-result bagi kesehatan masyarakat, dengan membandingkan metode pengobatan tradisional dan modern; 3) Mengembangkan model pemantauan data keanekaragaman hayati berbasis teknologi, seperti penggunaan drone dan aplikasi mobile, untuk mempercepat pengumpulan data dan memperbarui inventaris secara realActime. Kesemua penelitian ini akan memperkuat kebijakan konservasi daerah dan keberlanjutan sumber daya alam.. Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan 532 jenis tumbuhan liar daratan dan 879 jenis satwa liar perairan yang belum memiliki nilai ekonomi.Dari seluruh spesies tersebut, 15 jenis tumbuhan dan 39 jenis satwa memiliki nilai ekonomi, sementara 134 jenis spesies sudah dibudidayakan.Keanekaragaman ini juga mencakup 90 jenis tumbuhan obat tradisional, menjadikan daerah tersebut sebagai aset penting AA E AC pembangunan ekonomi dan konservasi Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat. Studi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah yaitu dilakukan secara eksplorasi dengan kombinasi metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data keanekaraman hayati. Hasil studi menunjukan bahwa keanekaragaman hayati Kabupaten Kotawaringin Barat cukup tinggi, dimana jenis liar daratan dan perairan yang belum bernilai ekonomi teridentifikasi untuk jenis tumbuhan sebanyak 532 jenis dan satwa sebanyak 879 Jenis. Jenis liar daratan dan perairan yang sudah bernilai ekonomi dari jenis tumbuhan teridentifikasi 15 jenis dan satwa sebanyak 39 Jenis. Jenis yang sudah dibudidayakan teridentifikasi sebanyak 134 jenis. Jenis tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan tradisional ditemukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-74d68.webp" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-74d68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-74d68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-74d68.webp 1x" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" alt="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-ed754.webp" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-ed754.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-ed754.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-ed754.webp 1x" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" alt="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-35c09.webp" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-35c09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-35c09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-35c09.webp 1x" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" alt="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55576-biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya" title="JURIS - Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat" target="_blank">Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat</a>: Saran penelitian lanjutan: 1) Menyelidiki perubahan komposisi spesies tumbuhan dan satwa di wilayah perairan dan daratan seiring pertumbuhan populasi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor risiko dan strategi mitigasi; 2) Menilai dampak penggunaan sumber daya hayati tradisional-result bagi kesehatan masyarakat, dengan membandingkan metode pengobatan tradisional dan modern; 3) Mengembangkan model pemantauan data keanekaragaman hayati berbasis teknologi, seperti penggunaan drone dan aplikasi mobile, untuk mempercepat pengumpulan data dan memperbarui inventaris secara realActime. Kesemua penelitian ini akan memperkuat kebijakan konservasi daerah dan keberlanjutan sumber daya alam..
<br>Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan 532 jenis tumbuhan liar daratan dan 879 jenis satwa liar perairan yang belum memiliki nilai ekonomi.Dari seluruh spesies tersebut, 15 jenis tumbuhan dan 39 jenis satwa memiliki nilai ekonomi, sementara 134 jenis spesies sudah dibudidayakan.Keanekaragaman ini juga mencakup 90 jenis tumbuhan obat tradisional, menjadikan daerah tersebut sebagai aset penting AA E AC pembangunan ekonomi dan konservasi
<br>Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Kotawaringin Barat. Studi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah yaitu dilakukan secara eksplorasi dengan kombinasi metode Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data keanekaraman hayati. Hasil studi menunjukan bahwa keanekaragaman hayati Kabupaten Kotawaringin Barat cukup tinggi, dimana jenis liar daratan dan perairan yang belum bernilai ekonomi teridentifikasi untuk jenis tumbuhan sebanyak 532 jenis dan satwa sebanyak 879 Jenis. Jenis liar daratan dan perairan yang sudah bernilai ekonomi dari jenis tumbuhan teridentifikasi 15 jenis dan satwa sebanyak 39 Jenis. Jenis yang sudah dibudidayakan teridentifikasi sebanyak 134 jenis. Jenis tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan tradisional ditemukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-35c09.webp" type="image/webp" length="82186" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-74d68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-ed754.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/biodiversitas-konservasi-nilai-ekonomi-sumber-daya-thumb-35c09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55578-analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi</link>
	<guid isPermaLink="false">19ea608078107baf0ac4d77bae97204e</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:39:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case study ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut peran kapulaga sebagai tanaman utama dalam sistem agroforestri kapulaga, termasuk analisis ekonomi dan sosial budaya yang terkait dengan budidaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut peran kapulaga sebagai tanaman utama dalam sistem agroforestri kapulaga, termasuk analisis ekonomi dan sosial budaya yang terkait dengan budidaya kapulaga. 2. Meneliti strategi pengelolaan agroforestri kapulaga yang optimal, dengan mempertimbangkan aspek konservasi, keberlanjutan, dan produktivitas. 3. Menganalisis dampak agroforestri kapulaga terhadap ekosistem dan lingkungan, termasuk studi tentang penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, dan kualitas air. Dengan menggabungkan aspek-aspek ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam pengembangan dan pengelolaan sistem agroforestri kapulaga yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi petani dan lingkungan.. Vegetasi penyusun KTH Jaya Tani terdiri dari 20 famili yang tersebar dalam 30 genus dan 31 spesies tanaman yang terdiri dari berbagai tingkat pertumbuhan.Durian, mangga, dan pala ditemukan di semua tingkat pertumbuhan, mulai dari semai hingga pohon.Adapun tanaman seperti alpukat, kelapa, dan kluwih hanya ditemukan pada tingkat pohon saja.Sedangkan cengkeh, kakao, dan kopi mendominasi pada tingkat tiang dan pancang.Tanaman berkayu seperti bayur hanya ditemukan pada tingkat semai saja.Selain itu, tumbuhan bawah seperti keladi, paku-pakuan, nanas, kapulaga dan singkong karet juga ditemukan.Kelapa pada tingkat pohon memiliki INP dengan nilai 128,696 %.Sedangkan INP kakao (126,118%) mendominasi pada tingkat tiang.Pada tingkat pancang terdapat pisang (35,238%) yang memiliki INP terbesar.Pada tingkatan semai, kakao memiliki nilai INP tertinggi (6,801%).Sedangkan tumbuhan bawah, kapulaga memiliki INP tertinggi yaitu 125,533 %.Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H') tertinggi ada pada tingkat pohon (2,19) dengan kategori sedang.Indeks Kemerataan (E) tertinggi juga pada tingkat pancang (0,85) dengan kategori tinggi.Indeks Dominasi tertinggi pada tumbuhan bawah (0,86) dengan kapulaga merupakan spesies yang mendominasi.Indeks Kekayaan spesies (R) terbesar pada pohon (3,36) dengan kategori rendah Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani. Studi agroforestri di Provinsi Lampung mayoritas berfokus pada sistem kopi, sementara penelitian terkait sistem agroforestri kapulaga masih sangat terbatas. Sehingga tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis komposisi dan keanekaragaman vegetasi pada lahan agroforestri kapulaga di KTH Jaya Tani. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis vegetasi pada petak ukur bersarang. Analisis Data menggunakan analisis indeks nilai penting,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-ade64.webp" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-ade64.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-ade64.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-ade64.webp 1x" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" alt="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-a9f8b.webp" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-a9f8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-a9f8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-a9f8b.webp 1x" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" alt="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-eeff9.webp" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-eeff9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-eeff9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-eeff9.webp 1x" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" alt="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55578-analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi" title="JURIS - Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani" target="_blank">Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut peran kapulaga sebagai tanaman utama dalam sistem agroforestri kapulaga, termasuk analisis ekonomi dan sosial budaya yang terkait dengan budidaya kapulaga. 2. Meneliti strategi pengelolaan agroforestri kapulaga yang optimal, dengan mempertimbangkan aspek konservasi, keberlanjutan, dan produktivitas. 3. Menganalisis dampak agroforestri kapulaga terhadap ekosistem dan lingkungan, termasuk studi tentang penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, dan kualitas air. Dengan menggabungkan aspek-aspek ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam pengembangan dan pengelolaan sistem agroforestri kapulaga yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi petani dan lingkungan..
<br>Vegetasi penyusun KTH Jaya Tani terdiri dari 20 famili yang tersebar dalam 30 genus dan 31 spesies tanaman yang terdiri dari berbagai tingkat pertumbuhan.Durian, mangga, dan pala ditemukan di semua tingkat pertumbuhan, mulai dari semai hingga pohon.Adapun tanaman seperti alpukat, kelapa, dan kluwih hanya ditemukan pada tingkat pohon saja.Sedangkan cengkeh, kakao, dan kopi mendominasi pada tingkat tiang dan pancang.Tanaman berkayu seperti bayur hanya ditemukan pada tingkat semai saja.Selain itu, tumbuhan bawah seperti keladi, paku-pakuan, nanas, kapulaga dan singkong karet juga ditemukan.Kelapa pada tingkat pohon memiliki INP dengan nilai 128,696 %.Sedangkan INP kakao (126,118%) mendominasi pada tingkat tiang.Pada tingkat pancang terdapat pisang (35,238%) yang memiliki INP terbesar.Pada tingkatan semai, kakao memiliki nilai INP tertinggi (6,801%).Sedangkan tumbuhan bawah, kapulaga memiliki INP tertinggi yaitu 125,533 %.Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H') tertinggi ada pada tingkat pohon (2,19) dengan kategori sedang.Indeks Kemerataan (E) tertinggi juga pada tingkat pancang (0,85) dengan kategori tinggi.Indeks Dominasi tertinggi pada tumbuhan bawah (0,86) dengan kapulaga merupakan spesies yang mendominasi.Indeks Kekayaan spesies (R) terbesar pada pohon (3,36) dengan kategori rendah
<br>Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi pada Lahan Agroforestri Kapulaga di KTH Jaya Tani. Studi agroforestri di Provinsi Lampung mayoritas berfokus pada sistem kopi, sementara penelitian terkait sistem agroforestri kapulaga masih sangat terbatas. Sehingga tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis komposisi dan keanekaragaman vegetasi pada lahan agroforestri kapulaga di KTH Jaya Tani. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis vegetasi pada petak ukur bersarang. Analisis Data menggunakan analisis indeks nilai penting,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-a9f8b.webp" type="image/webp" length="72684" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-ade64.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-a9f8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/analisis-vegetasi-agroforestri-kapulaga-biodiversi-thumb-eeff9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK Case Study Kapuk Village Tabir Ulu District Merangin Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK Case Study Kapuk Village Tabir Ulu District Merangin Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK Case Study Kapuk Village Tabir Ulu District Merangin Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55575-kontribusi-tenaga-kontrak-judul</link>
	<guid isPermaLink="false">934feba392f7d489ed14023dcb42b084</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:20:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case study ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Mengkaji pengaruh kebijakan upah minimum regional terhadap daya tarik tenaga kerja di sektor pertanian, terutama di daerah pedesaan. 2. Meneliti peran teknologi pertanian (seperti sistem irigasi digital) dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency): 1. Mengkaji pengaruh kebijakan upah minimum regional terhadap daya tarik tenaga kerja di sektor pertanian, terutama di daerah pedesaan. 2. Meneliti peran teknologi pertanian (seperti sistem irigasi digital) dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan dampaknya pada penyerapan tenaga kerja. faites. 3. Meneliti faktor motivasi dan kepuasan kerja tenaga kerja pertanian dalam era pascaAcCOVIDAc19 untuk merancang program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan.. Kontribusi tenaga kerja di subAcsektor tanaman pangan mencapai 55,10A% di era New Normal akibat pandemi COVIDAc19.Penyerapan tenaga kerja di subAcsektor dan seluruh sektor memegang skor sangat baik, 53,65A%.Produktivitas tenaga kerja memberikan pengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja Penelitian ini dilakukan di Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin dari 30 Januari hingga 30 Februari 2020 dengan tujuan menganalisis kontribusi tenaga kerja (TK) di subAcsektor tanaman pangan selama era New Normal akibat pandemi COVIDAc19. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel purposif dan simple random sampling; data sekunder diperoleh dari Dinas Desa dan data primer melalui kuesioner. Analisis kontribusi menggunakan nilai kontribusi dan regresi linier berganda dipakai untuk mengukur pengaruh produktivitas tenaga kerja serta tingkat upah pada penyerapan tenaga kerja. Hasil menunjukkan kontribusi TK di subAcsektor tanaman pangan mencapai 55,10A% dan 53,65A% terhadap seluruh sektor, serta produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif pada penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sektor pertanian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-81b9a.webp" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-81b9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-81b9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-81b9a.webp 1x" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" alt="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-a7a4c.webp" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-a7a4c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-a7a4c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-a7a4c.webp 1x" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" alt="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-c5a52.webp" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-c5a52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-c5a52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-c5a52.webp 1x" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" alt="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55575-kontribusi-tenaga-kontrak-judul" title="JURIS - LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)" target="_blank">LABOR ABSORPTION OF THE FOOD CROPS SUB-SECTOR IN THE NEW NORMAL ERA IMPACT OF THE COVID19 PANDEMIC OUTBREAK (Case Study: Kapuk Village, Tabir Ulu District, Merangin Regency)</a>: 1. Mengkaji pengaruh kebijakan upah minimum regional terhadap daya tarik tenaga kerja di sektor pertanian, terutama di daerah pedesaan. 2. Meneliti peran teknologi pertanian (seperti sistem irigasi digital) dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan dampaknya pada penyerapan tenaga kerja. faites. 3. Meneliti faktor motivasi dan kepuasan kerja tenaga kerja pertanian dalam era pascaAcCOVIDAc19 untuk merancang program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan..
<br>Kontribusi tenaga kerja di subAcsektor tanaman pangan mencapai 55,10A% di era New Normal akibat pandemi COVIDAc19.Penyerapan tenaga kerja di subAcsektor dan seluruh sektor memegang skor sangat baik, 53,65A%.Produktivitas tenaga kerja memberikan pengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja
<br>Penelitian ini dilakukan di Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin dari 30 Januari hingga 30 Februari 2020 dengan tujuan menganalisis kontribusi tenaga kerja (TK) di subAcsektor tanaman pangan selama era New Normal akibat pandemi COVIDAc19. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel purposif dan simple random sampling; data sekunder diperoleh dari Dinas Desa dan data primer melalui kuesioner. Analisis kontribusi menggunakan nilai kontribusi dan regresi linier berganda dipakai untuk mengukur pengaruh produktivitas tenaga kerja serta tingkat upah pada penyerapan tenaga kerja. Hasil menunjukkan kontribusi TK di subAcsektor tanaman pangan mencapai 55,10A% dan 53,65A% terhadap seluruh sektor, serta produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif pada penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sektor pertanian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-a7a4c.webp" type="image/webp" length="99698" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-81b9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-a7a4c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/kontribusi-tenaga-kontrak-judul-analisis-labor-abs-thumb-c5a52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG Areca catechu L PADA MEDIA TANAH GAMBUT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG Areca catechu L PADA MEDIA TANAH GAMBUT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG Areca catechu L PADA MEDIA TANAH GAMBUT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55587-kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-ta</link>
	<guid isPermaLink="false">8d38e780c2c174f4577c7d2b19bb3d3a</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 07:40:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kayu apu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apu,kayu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh dosis kompos kulit pinang dan pupuk urea yang optimal untuk pertumbuhan bibit pinang pada media tanah gambut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efek jangka ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh dosis kompos kulit pinang dan pupuk urea yang optimal untuk pertumbuhan bibit pinang pada media tanah gambut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efek jangka panjang dari pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman pinang. Terakhir, studi komparatif antara penggunaan kompos kulit pinang dengan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit pinang dapat dilakukan untuk menentukan metode yang lebih efektif dan efisien.. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tentang pengaruh pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit pinang (Areca catechu L.) pada media tanah gambut menunjukan bahwa.Kompos kulit pinang berpengaruh nyata terhadap pertambahn tinggi bibit pinang dan diameter pangkal batang pada umur 3, 6, 9 dan 12 MST.Sedangkan pada pertambahan jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 3, 9 dan 12 MST.Pupuk urea berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi bibit pinang pada umur 3 dan 6 MST.Pada pertambahan ukuran diameter pangkal batang pupuk urea berpengaruh nyata pada umur 3, 6 dan 9 MST, sedangkan pada pertambahan jumlah daun pupuk urea berpengaruh nyata pada umur 3 MST.Tidak terdapat interaksi antara pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap tinggi tanaman pinang, diameter pangkal batang dan pertamabahan jumlah daun pada umur 3, 6, 9 dan 12 MST Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Pinang dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Bibit Pinang (Areca catechu L.) Pada Media Tanah Gambut. Pertumbuhan bibit pinang (Areca catechu L.) pada media tanah gambut sering menghadapi kendala akibat rendahnya kandungan unsur hara dan sifat kimia tanah yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit pinang pada media tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama adalah dosis pupuk kompos (K) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 0, 0,25, 0,50, 0,75 dan 1 kg. Faktor kedua adalah dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0,0, 1,5,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-dbf34.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-dbf34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-dbf34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-dbf34.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-91458.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-91458.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-91458.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-91458.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-1b4eb.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-1b4eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-1b4eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-1b4eb.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55587-kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-ta" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT" target="_blank">PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT PINANG DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG (Areca catechu L.) PADA MEDIA TANAH GAMBUT</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh dosis kompos kulit pinang dan pupuk urea yang optimal untuk pertumbuhan bibit pinang pada media tanah gambut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efek jangka panjang dari pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman pinang. Terakhir, studi komparatif antara penggunaan kompos kulit pinang dengan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit pinang dapat dilakukan untuk menentukan metode yang lebih efektif dan efisien..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tentang pengaruh pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit pinang (Areca catechu L.) pada media tanah gambut menunjukan bahwa.Kompos kulit pinang berpengaruh nyata terhadap pertambahn tinggi bibit pinang dan diameter pangkal batang pada umur 3, 6, 9 dan 12 MST.Sedangkan pada pertambahan jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 3, 9 dan 12 MST.Pupuk urea berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi bibit pinang pada umur 3 dan 6 MST.Pada pertambahan ukuran diameter pangkal batang pupuk urea berpengaruh nyata pada umur 3, 6 dan 9 MST, sedangkan pada pertambahan jumlah daun pupuk urea berpengaruh nyata pada umur 3 MST.Tidak terdapat interaksi antara pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap tinggi tanaman pinang, diameter pangkal batang dan pertamabahan jumlah daun pada umur 3, 6, 9 dan 12 MST
<br>Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Pinang dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Bibit Pinang (Areca catechu L.) Pada Media Tanah Gambut. Pertumbuhan bibit pinang (Areca catechu L.) pada media tanah gambut sering menghadapi kendala akibat rendahnya kandungan unsur hara dan sifat kimia tanah yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompos kulit pinang dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit pinang pada media tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama adalah dosis pupuk kompos (K) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 0, 0,25, 0,50, 0,75 dan 1 kg. Faktor kedua adalah dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0,0, 1,5,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-1b4eb.webp" type="image/webp" length="99728" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-dbf34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-91458.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/kulit-pinang-tanah-gambut-teh-kompos-ftir-sampel-p-thumb-1b4eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH Lactuca sativa L var crispa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH Lactuca sativa L var crispa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH Lactuca sativa L var crispa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55573-selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik</link>
	<guid isPermaLink="false">4d5be61a162f38fddef8cdcc2549f77a</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 07:24:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case study ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh kombinasi pupuk organik limbah cair tahu dengan bahan organik tambahan seperti kompos sekam padi terhadap keseimbangan nutrisi dan pertumbuhan selada merah pada sistem hidroponik apung; selanjutnya, penting ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa): Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh kombinasi pupuk organik limbah cair tahu dengan bahan organik tambahan seperti kompos sekam padi terhadap keseimbangan nutrisi dan pertumbuhan selada merah pada sistem hidroponik apung; selanjutnya, penting untuk mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang penggunaan pupuk cair limbah tahu dengan memantau potensi akumulasi logam berat atau patogen dalam larutan nutrisi dan jaringan tanaman selama beberapa siklus tanam; akhirnya, studi dapat memperluas aplikasi konsentrasi optimal 45A% POC ke jenis sayuran daun lainnya seperti kangkung dan bayam serta pada konfigurasi hidroponik yang berbeda (misalnya NFT atau drip) untuk menentukan apakah konsentrasi yang sama menghasilkan produktivitas yang sebanding.. Pemberian pupuk organik limbah cair tahu sebagai nutrisi hidroponik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah, terbukti dari regresi linear positif (y = 68.Perlakuan dengan konsentrasi 45A% (t3) menghasilkan berat segar rata-rata tertinggi (32,58Ag) dibandingkan konsentrasi 15A% (t1) yang paling rendah (12,00Ag), menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pupuk meningkatkan pertumbuhan.Konsentrasi 45A% juga memberikan hasil terbaik pada semua variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, berat segar tanaman dan akar) meskipun belum seoptimal nutrisi ABAMix kontrol Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Limbah Cair Tahu Sebagai Nutrisi Pada Sistem Hidroponik Apung Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L. var. crispa). Industri tahu dalam setiap produksinya menghasilkan limbah cair tahu yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair tahu memiliki potensi diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), yang dapat digunakan sebagai nutrisi pada sistem hidroponik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik limbah cair tahu sebagai nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L. var. crispa) pada sistem hidroponik apung. Penelitian dilaksanakan di Jalan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-731dc.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-731dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-731dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-731dc.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-4ed14.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-4ed14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-4ed14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-4ed14.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-3bb4f.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-3bb4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-3bb4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-3bb4f.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55573-selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)" target="_blank">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK APUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa)</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh kombinasi pupuk organik limbah cair tahu dengan bahan organik tambahan seperti kompos sekam padi terhadap keseimbangan nutrisi dan pertumbuhan selada merah pada sistem hidroponik apung; selanjutnya, penting untuk mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang penggunaan pupuk cair limbah tahu dengan memantau potensi akumulasi logam berat atau patogen dalam larutan nutrisi dan jaringan tanaman selama beberapa siklus tanam; akhirnya, studi dapat memperluas aplikasi konsentrasi optimal 45A% POC ke jenis sayuran daun lainnya seperti kangkung dan bayam serta pada konfigurasi hidroponik yang berbeda (misalnya NFT atau drip) untuk menentukan apakah konsentrasi yang sama menghasilkan produktivitas yang sebanding..
<br>Pemberian pupuk organik limbah cair tahu sebagai nutrisi hidroponik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah, terbukti dari regresi linear positif (y = 68.Perlakuan dengan konsentrasi 45A% (t3) menghasilkan berat segar rata-rata tertinggi (32,58Ag) dibandingkan konsentrasi 15A% (t1) yang paling rendah (12,00Ag), menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pupuk meningkatkan pertumbuhan.Konsentrasi 45A% juga memberikan hasil terbaik pada semua variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, berat segar tanaman dan akar) meskipun belum seoptimal nutrisi ABAMix kontrol
<br>Pengaruh  Pemberian  Pupuk  Organik  Limbah  Cair  Tahu  Sebagai  Nutrisi  Pada  Sistem  Hidroponik Apung  Terhadap  Pertumbuhan  Dan  Hasil  Tanaman  Selada  Merah  (Lactuca  sativa  L.  var.  crispa). Industri tahu dalam setiap produksinya menghasilkan limbah cair tahu yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair tahu memiliki potensi diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), yang dapat digunakan sebagai nutrisi pada sistem hidroponik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik limbah cair tahu sebagai nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L. var. crispa) pada sistem hidroponik apung. Penelitian dilaksanakan di Jalan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-3bb4f.webp" type="image/webp" length="112372" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-731dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-4ed14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/selada-lactuca-sativa-sumber-nutrisi-hidroponik-ha-thumb-3bb4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-343-untag-smd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2428-agrifor-jurnal-ilmu-pertanian-kehutanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 22 Jul 2026 11:35:19 +0700. 12 items. Served in: 3.182 seconds [rss] -->
