<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 13:13:50 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 13:13:50 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-22T13:13:50+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ The Influence of Smartphones on Child Development A Psychological and Educational Analysis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Influence of Smartphones on Child Development A Psychological and Educational Analysis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Influence of Smartphones on Child Development A Psychological and Educational Analysis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41247-emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognit</link>
	<guid isPermaLink="false">3bc48ba6c2f800bf2ba4b05551ff3ec5</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:38:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki dampak smartphone pada perkembangan anak secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti pengaruh smartphone pada perkembangan kognitif, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki dampak smartphone pada perkembangan anak secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti pengaruh smartphone pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang efektif dalam mengawasi dan membatasi penggunaan smartphone pada anak-anak, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam pendidikan anak. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengaruh smartphone pada perkembangan anak dan menawarkan rekomendasi praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mengelola penggunaan teknologi pada anak-anak.. Penggunaan smartphone dapat memberikan manfaat seperti akses informasi dan pendidikan, tetapi juga dapat memiliki dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijaksana.Berikut adalah beberapa pertimbangan dari perspektif psikologi pendidikan.smartphone dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak, terutama jika digunakan secara berlebihan.Waktu yang terlalu lama dihabiskan di depan layar dapat menghambat kemampuan anak untuk berkembang dalam aspek seperti keterampilan sosial, pemecahan masalah, dan kreativitas.Penggunaan smartphone, terutama sebelum tidur, dapat mengganggu kualitas tidur anak.Gangguan tidur dapat mempengaruhi konsentrasi dan kemampuan mereka untuk belajar di sekolah.Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di smartphone mungkin kurang termotivasi untuk belajar atau melakukan aktivitas fisik dan sosial.Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademik mereka Pengenalan smartphone kepada anak-anak dapat memiliki dampak dan pengaruh yang signifikan baik secara fisik maupun mental terhadap anak-anak. Dampak dan pengaruh tersebut dapat bersifat positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, faktor pengawasan orang tua dan guru sangat diperlukan dalam melindungi anak-anak dari pengaruh smartphone. Smartphone dapat mempengaruhi aspek perkembangan kognitif, sosial-emosional, nilai-nilai agama dan moral, bahasa, serta aspek fisik-motorik anak-anak.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f1863.webp" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f1863.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f1863.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f1863.webp 1x" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" alt="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f2599.webp" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f2599.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f2599.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f2599.webp 1x" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" alt="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-2cabc.webp" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-2cabc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-2cabc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-2cabc.webp 1x" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" alt="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41247-emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognit" title="JURIS - The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis" target="_blank">The Influence of Smartphones on Child Development: A Psychological and Educational Analysis</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki dampak smartphone pada perkembangan anak secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti pengaruh smartphone pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang efektif dalam mengawasi dan membatasi penggunaan smartphone pada anak-anak, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam pendidikan anak. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengaruh smartphone pada perkembangan anak dan menawarkan rekomendasi praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mengelola penggunaan teknologi pada anak-anak..
<br>Penggunaan smartphone dapat memberikan manfaat seperti akses informasi dan pendidikan, tetapi juga dapat memiliki dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijaksana.Berikut adalah beberapa pertimbangan dari perspektif psikologi pendidikan.smartphone dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak, terutama jika digunakan secara berlebihan.Waktu yang terlalu lama dihabiskan di depan layar dapat menghambat kemampuan anak untuk berkembang dalam aspek seperti keterampilan sosial, pemecahan masalah, dan kreativitas.Penggunaan smartphone, terutama sebelum tidur, dapat mengganggu kualitas tidur anak.Gangguan tidur dapat mempengaruhi konsentrasi dan kemampuan mereka untuk belajar di sekolah.Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di smartphone mungkin kurang termotivasi untuk belajar atau melakukan aktivitas fisik dan sosial.Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademik mereka
<br>Pengenalan smartphone kepada anak-anak dapat memiliki dampak dan pengaruh yang signifikan baik secara fisik maupun mental terhadap anak-anak. Dampak dan pengaruh tersebut dapat bersifat positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, faktor pengawasan orang tua dan guru sangat diperlukan dalam melindungi anak-anak dari pengaruh smartphone. Smartphone dapat mempengaruhi aspek perkembangan kognitif, sosial-emosional, nilai-nilai agama dan moral, bahasa, serta aspek fisik-motorik anak-anak....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f1863.webp" type="image/webp" length="71008" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f1863.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-f2599.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/emosional-anak-usia-pendidikan-sekolah-kognitif-ob-thumb-2cabc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41250-praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism</link>
	<guid isPermaLink="false">6a1579aef4c4100459e17ec5db608c24</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:38:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli dalam praktik tarekat Naqsyabandiyah memengaruhi perkembangan emosional dan moral remaja di lingkungan pesantren, mengingat usia tersebut merupakan masa penting pembentukan identitas. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism: Pertama, perlu diteliti bagaimana tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli dalam praktik tarekat Naqsyabandiyah memengaruhi perkembangan emosional dan moral remaja di lingkungan pesantren, mengingat usia tersebut merupakan masa penting pembentukan identitas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran simbol-simbol ekspresif dalam ritual tasawuf, seperti zikir dan wirid, dalam membangun kesadaran religius di kalangan generasi muda yang cenderung lebih terhubung dengan media digital daripada tradisi lisan. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas pendekatan tasawuf dalam konteks modern, seperti di lingkungan perkotaan atau kampus, untuk melihat apakah nilai-nilai tasawuf masih relevan dalam membentuk kepribadian di tengah pengaruh globalisasi dan individualisme. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap potensi tasawuf sebagai alternatif pendidikan karakter yang berbasis spiritualitas Islam. Selain itu, hasilnya bisa menjadi dasar pengembangan modul pelatihan kepribadian yang memadukan nilai tasawuf dengan psikologi kontemporer. Fokus pada kelompok usia dan konteks sosial yang berbeda akan memberikan gambaran komprehensif tentang adaptabilitas ajaran tasawuf. Dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, peneliti dapat mengukur perubahan sikap dan perilaku sebelum dan sesudah intervensi berbasis praktik tasawuf. Hal ini juga membuka peluang untuk membandingkan efektivitas antar tarekat atau antar komunitas. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memperdalam pemahaman akademik, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi pembangunan karakter bangsa yang religius dan beretika.. Pendekatan tasawuf sebagai studi spiritualitas Islam memiliki korelasi dengan kesadaran religiusitas dalam membentuk kepribadian.Aspek-aspek religiusitas seperti kepercayaan, praktik keagamaan, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi saling mendukung untuk mewujudkan religiusitas sebagai dasar pembentukan kepribadian.Perspektif tasawuf menunjukkan adanya keterkaitan antara tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli dengan aspek religiusitas dalam membentuk kepribadian ideal (insan kamil) Kesadaran sebagai fungsi mental utama terus diteliti dalam kaitannya dengan religiusitas dalam pembentukan kepribadian. Religiusitas, dalam arti ketekunan dalam menjalankan praktik keagamaan dalam Islam, secara khusus dibahas dalam tasawuf sebagai disiplin spiritual. Makalah ini menghadirkan kesadaran beragama dalam membentuk kepribadian sehubungan dengan tasawuf. Dalam tasawuf, pembentukan kepribadian melibatkan tahapan takhalli (pelepasan sifat negatif), tahalli (pengisian sifat positif), dan tajalli (internalisasi sifat positif). Diskusi ini menggabungkan data kepustakaan dengan data lapangan dari praktisi tasawuf yang berafiliasi dengan tarekat Naqsyabandiyah di kawasan pesisir utara Aceh. Tasawuf di kalangan masyarakat Aceh, khususnya di wilayah pesisir utara, tetap menjadi rujukan utama dalam memahami dan memperkuat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-5c52a.webp" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-5c52a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-5c52a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-5c52a.webp 1x" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" alt="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-4445f.webp" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-4445f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-4445f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-4445f.webp 1x" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" alt="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-d0ee8.webp" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-d0ee8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-d0ee8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-d0ee8.webp 1x" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" alt="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41250-praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism" title="JURIS - Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism" target="_blank">Religiosity Consciousness As The Foundation Of Personality In Sufism</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli dalam praktik tarekat Naqsyabandiyah memengaruhi perkembangan emosional dan moral remaja di lingkungan pesantren, mengingat usia tersebut merupakan masa penting pembentukan identitas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran simbol-simbol ekspresif dalam ritual tasawuf, seperti zikir dan wirid, dalam membangun kesadaran religius di kalangan generasi muda yang cenderung lebih terhubung dengan media digital daripada tradisi lisan. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas pendekatan tasawuf dalam konteks modern, seperti di lingkungan perkotaan atau kampus, untuk melihat apakah nilai-nilai tasawuf masih relevan dalam membentuk kepribadian di tengah pengaruh globalisasi dan individualisme. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap potensi tasawuf sebagai alternatif pendidikan karakter yang berbasis spiritualitas Islam. Selain itu, hasilnya bisa menjadi dasar pengembangan modul pelatihan kepribadian yang memadukan nilai tasawuf dengan psikologi kontemporer. Fokus pada kelompok usia dan konteks sosial yang berbeda akan memberikan gambaran komprehensif tentang adaptabilitas ajaran tasawuf. Dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, peneliti dapat mengukur perubahan sikap dan perilaku sebelum dan sesudah intervensi berbasis praktik tasawuf. Hal ini juga membuka peluang untuk membandingkan efektivitas antar tarekat atau antar komunitas. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memperdalam pemahaman akademik, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi pembangunan karakter bangsa yang religius dan beretika..
<br>Pendekatan tasawuf sebagai studi spiritualitas Islam memiliki korelasi dengan kesadaran religiusitas dalam membentuk kepribadian.Aspek-aspek religiusitas seperti kepercayaan, praktik keagamaan, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi saling mendukung untuk mewujudkan religiusitas sebagai dasar pembentukan kepribadian.Perspektif tasawuf menunjukkan adanya keterkaitan antara tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli dengan aspek religiusitas dalam membentuk kepribadian ideal (insan kamil)
<br>Kesadaran sebagai fungsi mental utama terus diteliti dalam kaitannya dengan religiusitas dalam pembentukan kepribadian. Religiusitas, dalam arti ketekunan dalam menjalankan praktik keagamaan dalam Islam, secara khusus dibahas dalam tasawuf sebagai disiplin spiritual. Makalah ini menghadirkan kesadaran beragama dalam membentuk kepribadian sehubungan dengan tasawuf. Dalam tasawuf, pembentukan kepribadian melibatkan tahapan takhalli (pelepasan sifat negatif), tahalli (pengisian sifat positif), dan tajalli (internalisasi sifat positif). Diskusi ini menggabungkan data kepustakaan dengan data lapangan dari praktisi tasawuf yang berafiliasi dengan tarekat Naqsyabandiyah di kawasan pesisir utara Aceh. Tasawuf di kalangan masyarakat Aceh, khususnya di wilayah pesisir utara, tetap menjadi rujukan utama dalam memahami dan memperkuat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-4445f.webp" type="image/webp" length="103242" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-5c52a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-4445f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/praktik-tasawuf-consciousness-religiosity-sufism-i-thumb-d0ee8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41266-hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla</link>
	<guid isPermaLink="false">e6bf201e1f70bc110473373f04a2e843</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:29:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aiyub aiyub ]]></category>
	<category><![CDATA[ syiah kuala ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,aiyub,banda,kuala,syiah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi makna dan implikasi dari nazam Lam Yahtalim dalam konteks pendidikan agama Islam di Aceh, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi makna dan implikasi dari nazam Lam Yahtalim dalam konteks pendidikan agama Islam di Aceh, khususnya dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan isi nazam Lam Yahtalim dengan sumber-sumber hadis lainnya, guna memperdalam pemahaman tentang keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis peran nazam Lam Yahtalim dalam mempromosikan nilai-nilai Islam di kalangan masyarakat Aceh, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dan keagamaan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kajian keislaman di Indonesia, khususnya terkait dengan tradisi lisan dan peranannya dalam transmisi nilai-nilai agama.. Berdasarkan temuan, penulis menemukan beberapa hadis tentang keistimewaan Rasulullah di dalam nazam lam yahtalim di antaranya, hadis riwayat al-Thabari tentang Nabi tidak pernah bermimpi basah, hadis yang ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham tentang Nabi tidak pernah menguap, hadis riwayat al-Baihaqi tentang Binatang liar tidak pernah lari ketika berjumpa dengan Nabi, tentang lalat tidak pernah hinggap ditubuh Nabi penulis tidak menemukan hadis namun di dalam kitab al- Khashaish al- Kubra, imam al- Suyuthi berkata tentang keistimewaan Nabi SAW tidak pernah hinggap lalat di badan Nabi, hadis riwayat Muslim tentang Nabi bisa mengetahui sesuatu di belakangnya, hadis yang diriwayat oleh Aisyah r.tentang air seni Nabi tidak pernah nampak dipermukaan bumi, hadis riwayat Muslim tentang hati Nabi tidak pernah tidur, hadis yang telah ditakhrij oleh Al-Hakim al-Turmidzi dari Zakwan tentang bayangan Nabi tidak pernah nampak ketika kena sinar matahari, Al-Zarqani di dalam kitab Syarah Al-MuwathaAo mengatakan Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang duduk, hadis riwayat Al-Thabrani, Abu NaAoim, al-Khathib dan Ibnu AoAsakir tentang Nabi telah dikhitan semenjak dilahirkan Nazam merupakan salah satu bagian dari kesenian yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya. Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di pondok pesantren atau dayah yang ada di Aceh selesai shalat fardhu membaca nazam Lam Yahtalim. Nazam ini berada di sebuah kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berjudul MarAqi al-'Ubdiyah Sharh AlA BidAyat al-HidAyah Li al-ImAm Al- Ghazali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat induktif untuk menumukan hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Hasil dari penelitian bahwa peneliti menemukan beberapa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9a9d4.webp" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9a9d4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9a9d4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9a9d4.webp 1x" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" alt="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9b575.webp" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9b575.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9b575.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9b575.webp 1x" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" alt="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-a3467.webp" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-a3467.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-a3467.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-a3467.webp 1x" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" alt="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41266-hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla" title="JURIS - Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis" target="_blank">Nazam Lam Yahtalim dalam Perspektif Hadis</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi makna dan implikasi dari nazam Lam Yahtalim dalam konteks pendidikan agama Islam di Aceh, khususnya dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan isi nazam Lam Yahtalim dengan sumber-sumber hadis lainnya, guna memperdalam pemahaman tentang keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis peran nazam Lam Yahtalim dalam mempromosikan nilai-nilai Islam di kalangan masyarakat Aceh, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dan keagamaan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kajian keislaman di Indonesia, khususnya terkait dengan tradisi lisan dan peranannya dalam transmisi nilai-nilai agama..
<br>Berdasarkan temuan, penulis menemukan beberapa hadis tentang keistimewaan Rasulullah di dalam nazam lam yahtalim di antaranya, hadis riwayat al-Thabari tentang Nabi tidak pernah bermimpi basah, hadis yang ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham tentang Nabi tidak pernah menguap, hadis riwayat al-Baihaqi tentang Binatang liar tidak pernah lari ketika berjumpa dengan Nabi, tentang lalat tidak pernah hinggap ditubuh Nabi penulis tidak menemukan hadis namun di dalam kitab al- Khashaish al- Kubra, imam al- Suyuthi berkata tentang keistimewaan Nabi SAW tidak pernah hinggap lalat di badan Nabi, hadis riwayat Muslim tentang Nabi bisa mengetahui sesuatu di belakangnya, hadis yang diriwayat oleh Aisyah r.tentang air seni Nabi tidak pernah nampak dipermukaan bumi, hadis riwayat Muslim tentang hati Nabi tidak pernah tidur, hadis yang telah ditakhrij oleh Al-Hakim al-Turmidzi dari Zakwan tentang bayangan Nabi tidak pernah nampak ketika kena sinar matahari, Al-Zarqani di dalam kitab Syarah Al-MuwathaAo mengatakan Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang duduk, hadis riwayat Al-Thabrani, Abu NaAoim, al-Khathib dan Ibnu AoAsakir tentang Nabi telah dikhitan semenjak dilahirkan
<br>Nazam merupakan salah satu bagian dari kesenian yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya. Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di pondok pesantren atau dayah yang ada di Aceh selesai shalat fardhu membaca nazam Lam Yahtalim. Nazam ini berada di sebuah kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berjudul MarAqi al-'Ubdiyah Sharh AlA BidAyat al-HidAyah Li al-ImAm Al- Ghazali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat induktif untuk menumukan hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Hasil dari penelitian bahwa peneliti menemukan beberapa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9a9d4.webp" type="image/webp" length="89586" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9a9d4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-9b575.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/hadis-riwayat-imam-spiritual-pondok-pesantren-isla-thumb-a3467.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41260-pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">6202ab8d67041d96b9153aa702857746</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:14:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aiyub aiyub ]]></category>
	<category><![CDATA[ syiah kuala ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,aiyub,banda,kuala,syiah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai model kepemimpinan orang tua dalam membentuk karakter anak di berbagai latar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai model kepemimpinan orang tua dalam membentuk karakter anak di berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Hal ini penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor seperti tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan, dan pendapatan dapat mempengaruhi pilihan model kepemimpinan dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi bagi orang tua yang mengalami kesulitan dalam menerapkan model kepemimpinan Islami. Program ini dapat mencakup pelatihan keterampilan komunikasi, manajemen konflik, dan pemahaman tentang perkembangan anak. Ketiga, penting untuk meneliti peran lingkungan sosial, seperti sekolah dan masyarakat, dalam mendukung pembentukan karakter anak. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter yang positif.. Penelitian ini mengkaji tiga model kepemimpinan orang tua di bidang ini.Ketiga panutan inilah yang melahirkan karakter berbeda-beda khas remaja.Hal ini bukan disebabkan oleh model kepemimpinannya.Namun hal ini disebabkan oleh penerapan radikal model kepemimpinan ini.Apabila model kepemimpinan Islami orang tua dalam keluarga diterapkan dengan baik maka akan tercipta karakter Islami yang baik pada remaja.Kejahatan remaja saat ini berakar pada model kepemimpinan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam.Banyak orang tua yang masih belum menyadari pentingnya menerapkan model kepemimpinan Islami.Orang tua diharapkan mampu menerapkan model kepemimpinan Islami dalam keluarga karena selain dapat menurunkan angka kenakalan remaja, model kepemimpinan tersebut juga dapat mengembangkan masa depan remaja Muslim Pembentukan kepribadian manusia memegang peranan utama dalam pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Pendidikan semata-mata bertanggung jawab untuk membentuk akhlak yang baik pada diri setiap orang, termasuk generasi muda Indonesia. Apalagi bagi anak yang sedang mencari jati dirinya, tanpa adanya peran pendidikan maka ia akan kehilangan arah dan terkena permasalahan sosial. Tak hanya pendidikan, peran ayah dan ibu juga sangat penting dalam mendidik dan mengasuh anak. Pengaruh model kepemimpinan orang tua terhadap perilaku nakal anak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepribadian anak. Model kepemimpinan yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-7e696.webp" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-7e696.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-7e696.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-7e696.webp 1x" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" alt="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-9b27d.webp" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-9b27d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-9b27d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-9b27d.webp 1x" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" alt="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-09045.webp" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-09045.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-09045.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-09045.webp 1x" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" alt="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41260-pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-pen" title="JURIS - Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan" target="_blank">Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam Keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai model kepemimpinan orang tua dalam membentuk karakter anak di berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Hal ini penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor seperti tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan, dan pendapatan dapat mempengaruhi pilihan model kepemimpinan dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi bagi orang tua yang mengalami kesulitan dalam menerapkan model kepemimpinan Islami. Program ini dapat mencakup pelatihan keterampilan komunikasi, manajemen konflik, dan pemahaman tentang perkembangan anak. Ketiga, penting untuk meneliti peran lingkungan sosial, seperti sekolah dan masyarakat, dalam mendukung pembentukan karakter anak. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter yang positif..
<br>Penelitian ini mengkaji tiga model kepemimpinan orang tua di bidang ini.Ketiga panutan inilah yang melahirkan karakter berbeda-beda khas remaja.Hal ini bukan disebabkan oleh model kepemimpinannya.Namun hal ini disebabkan oleh penerapan radikal model kepemimpinan ini.Apabila model kepemimpinan Islami orang tua dalam keluarga diterapkan dengan baik maka akan tercipta karakter Islami yang baik pada remaja.Kejahatan remaja saat ini berakar pada model kepemimpinan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam.Banyak orang tua yang masih belum menyadari pentingnya menerapkan model kepemimpinan Islami.Orang tua diharapkan mampu menerapkan model kepemimpinan Islami dalam keluarga karena selain dapat menurunkan angka kenakalan remaja, model kepemimpinan tersebut juga dapat mengembangkan masa depan remaja Muslim
<br>Pembentukan kepribadian manusia memegang peranan utama dalam pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Pendidikan semata-mata bertanggung jawab untuk membentuk akhlak yang baik pada diri setiap orang, termasuk generasi muda Indonesia. Apalagi bagi anak yang sedang mencari jati dirinya, tanpa adanya peran pendidikan maka ia akan kehilangan arah dan terkena permasalahan sosial. Tak hanya pendidikan, peran ayah dan ibu juga sangat penting dalam mendidik dan mengasuh anak. Pengaruh model kepemimpinan orang tua terhadap perilaku nakal anak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepribadian anak. Model kepemimpinan yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-09045.webp" type="image/webp" length="75302" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-7e696.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-9b27d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/pengaruh-model-karakter-islam-chikmawati-asuh-anak-thumb-09045.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41269-konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai</link>
	<guid isPermaLink="false">3ff8ac0d9e5b92b5a0cdfac77aab0834</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:00:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aiyub aiyub ]]></category>
	<category><![CDATA[ syiah kuala ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,aiyub,banda,kuala,syiah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas podcast dakwah dalam meningkatkan pemahaman materi PAI pada siswa dengan gaya belajar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas podcast dakwah dalam meningkatkan pemahaman materi PAI pada siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda, dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi kurasi konten podcast dakwah yang efektif, termasuk kriteria pemilihan narasumber, penyusunan naskah yang menarik, dan penggunaan teknik editing audio yang profesional. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana cara meningkatkan literasi digital guru PAI agar mereka mampu memanfaatkan podcast dakwah secara optimal dalam proses pembelajaran, termasuk pelatihan tentang produksi konten, distribusi, dan evaluasi dampak pembelajaran.. Pemanfaatan podcast dakwah sebagai media alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menawarkan potensi besar dalam menghadirkan proses belajar yang fleksibel, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.Karakteristiknya yang berbasis audio memudahkan peserta didik mengakses materi di berbagai situasi, sementara kekuatan retorika dan intonasi dapat memperkuat penyampaian pesan keislaman.Podcast juga mendukung pembelajaran berkelanjutan, mengakomodasi gaya belajar auditori, dan memiliki biaya produksi yang relatif rendah.Namun, optimalisasi podcast dalam pembelajaran PAI memerlukan perencanaan strategis yang matang.Tantangan seperti kualitas konten, keterbatasan interaktivitas, keterampilan teknis guru, serta keberlanjutan produksi perlu diatasi melalui pelatihan, kolaborasi, kurasi konten, dan integrasi ke dalam kurikulum Era digital menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu media inovatif yang mulai dimanfaatkan adalah podcast dakwah, yaitu rekaman audio yang berisi pesan-pesan keislaman yang dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan podcast dakwah sebagai media alternatif pembelajaran PAI di era digital, mencakup keunggulan, tantangan, dan strategi implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur terkait dakwah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-c332a.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-c332a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-c332a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-c332a.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" alt="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-6fa65.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-6fa65.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-6fa65.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-6fa65.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" alt="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-46996.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-46996.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-46996.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-46996.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" alt="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41269-konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai" title="JURIS - Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital" target="_blank">Pemanfaatan Podcast Dakwah Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas podcast dakwah dalam meningkatkan pemahaman materi PAI pada siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda, dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi kurasi konten podcast dakwah yang efektif, termasuk kriteria pemilihan narasumber, penyusunan naskah yang menarik, dan penggunaan teknik editing audio yang profesional. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana cara meningkatkan literasi digital guru PAI agar mereka mampu memanfaatkan podcast dakwah secara optimal dalam proses pembelajaran, termasuk pelatihan tentang produksi konten, distribusi, dan evaluasi dampak pembelajaran..
<br>Pemanfaatan podcast dakwah sebagai media alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menawarkan potensi besar dalam menghadirkan proses belajar yang fleksibel, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.Karakteristiknya yang berbasis audio memudahkan peserta didik mengakses materi di berbagai situasi, sementara kekuatan retorika dan intonasi dapat memperkuat penyampaian pesan keislaman.Podcast juga mendukung pembelajaran berkelanjutan, mengakomodasi gaya belajar auditori, dan memiliki biaya produksi yang relatif rendah.Namun, optimalisasi podcast dalam pembelajaran PAI memerlukan perencanaan strategis yang matang.Tantangan seperti kualitas konten, keterbatasan interaktivitas, keterampilan teknis guru, serta keberlanjutan produksi perlu diatasi melalui pelatihan, kolaborasi, kurasi konten, dan integrasi ke dalam kurikulum
<br>Era digital menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu media inovatif yang mulai dimanfaatkan adalah podcast dakwah, yaitu rekaman audio yang berisi pesan-pesan keislaman yang dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan podcast dakwah sebagai media alternatif pembelajaran PAI di era digital, mencakup keunggulan, tantangan, dan strategi implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur terkait dakwah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-46996.webp" type="image/webp" length="81016" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-c332a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-6fa65.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/konten-podcast-dakwah-digital-era-metodik-guru-pai-thumb-46996.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11 Aceh Tengah District ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11 Aceh Tengah District ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11 Aceh Tengah District ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41253-program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade</link>
	<guid isPermaLink="false">c0fd3520ae2ad3b04caf4526459d30ad</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 10:29:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut strategi-strategi inovatif yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan guru, seperti sistem reward dan punishment ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District: Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut strategi-strategi inovatif yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan guru, seperti sistem reward dan punishment yang efektif. 2. Meneliti dampak dari supervisi akademik terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah, dengan fokus pada aspek-aspek seperti peningkatan metode mengajar guru dan evaluasi proses belajar. 3. Menganalisis peran dan kontribusi guru dalam proses supervisi akademik, serta bagaimana supervisi dapat menjadi sarana pengembangan profesionalisme guru. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran kepala sekolah dan supervisi akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, serta strategi-strategi konkret untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi.. Program ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi guru, sehingga keterlibatan mereka dalam pengembangan sangat penting.Program supervisi akademik mencakup semua aspek proses belajar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.Dengan program ini, diharapkan kemampuan profesional guru dapat ditingkatkan, sehingga kualitas belajar di madrasah menjadi lebih baik dan efektif.Selain itu, kepala sekolah menghadapi berbagai kendala dalam upayanya meningkatkan kedisiplinan guru.Beberapa kendala utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya staf pengajar yang memiliki keahlian di bidang tertentu, guru yang tinggal jauh dari madrasah, dan fasilitas serta infrastruktur terbatas untuk mendukung pembelajaran.Faktor lain yang mempengaruhi kedisiplinan guru adalah etos kerja yang lemah, yang menyebabkan kurangnya kesiapan dalam melaksanakan tugas mengajar secara optimal.Kendala-kendala ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah dalam menegakkan disiplin dan memastikan proses belajar berjalan dengan baik.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, kepala sekolah mengambil langkah-langkah strategis.Salah satunya adalah menyelenggarakan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi guru untuk meningkatkan kompetensi di bidang studi masing-masing.Selain itu, kepala madrasah juga mendorong sistem pengajaran tim, di mana guru dapat bekerja sama dalam mengajar untuk saling melengkapi kekurangan dalam penguasaan materi pelajaran.Program Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga dilaksanakan sebagai forum bagi guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan profesionalisme.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kendala yang dihadapi dalam supervisi akademik dan peningkatan kedisiplinan guru dapat diminimalkan, sehingga kualitas pendidikan di MIN 11 Aceh Tengah dapat terus berkembang Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan guru, peran kepala madrasah sebagai pengawas melalui supervisi akademik sangat berpengaruh. Kepala sekolah diharapkan mampu memanfaatkan dan mengatasi bersama segala permasalahan yang terjadi di sekolah, sehingga kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) supervisi akademik dalam penyiapan program madrasah. (2) kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MIN 11 Kabupaten Aceh Tengah. Teknik analisis data dalam penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9ed2e.webp" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9ed2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9ed2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9ed2e.webp 1x" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" alt="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-99413.webp" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-99413.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-99413.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-99413.webp 1x" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" alt="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9e6ef.webp" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9e6ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9e6ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9e6ef.webp 1x" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" alt="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41253-program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade" title="JURIS - Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District" target="_blank">Madrasah Head Supervision in Improving Teacher Discipline at MIN 11, Aceh Tengah District</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut strategi-strategi inovatif yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan guru, seperti sistem reward dan punishment yang efektif. 2. Meneliti dampak dari supervisi akademik terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah, dengan fokus pada aspek-aspek seperti peningkatan metode mengajar guru dan evaluasi proses belajar. 3. Menganalisis peran dan kontribusi guru dalam proses supervisi akademik, serta bagaimana supervisi dapat menjadi sarana pengembangan profesionalisme guru. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran kepala sekolah dan supervisi akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, serta strategi-strategi konkret untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi..
<br>Program ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi guru, sehingga keterlibatan mereka dalam pengembangan sangat penting.Program supervisi akademik mencakup semua aspek proses belajar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.Dengan program ini, diharapkan kemampuan profesional guru dapat ditingkatkan, sehingga kualitas belajar di madrasah menjadi lebih baik dan efektif.Selain itu, kepala sekolah menghadapi berbagai kendala dalam upayanya meningkatkan kedisiplinan guru.Beberapa kendala utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya staf pengajar yang memiliki keahlian di bidang tertentu, guru yang tinggal jauh dari madrasah, dan fasilitas serta infrastruktur terbatas untuk mendukung pembelajaran.Faktor lain yang mempengaruhi kedisiplinan guru adalah etos kerja yang lemah, yang menyebabkan kurangnya kesiapan dalam melaksanakan tugas mengajar secara optimal.Kendala-kendala ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah dalam menegakkan disiplin dan memastikan proses belajar berjalan dengan baik.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, kepala sekolah mengambil langkah-langkah strategis.Salah satunya adalah menyelenggarakan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi guru untuk meningkatkan kompetensi di bidang studi masing-masing.Selain itu, kepala madrasah juga mendorong sistem pengajaran tim, di mana guru dapat bekerja sama dalam mengajar untuk saling melengkapi kekurangan dalam penguasaan materi pelajaran.Program Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga dilaksanakan sebagai forum bagi guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan profesionalisme.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kendala yang dihadapi dalam supervisi akademik dan peningkatan kedisiplinan guru dapat diminimalkan, sehingga kualitas pendidikan di MIN 11 Aceh Tengah dapat terus berkembang
<br>Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan guru, peran kepala madrasah sebagai pengawas melalui supervisi akademik sangat berpengaruh. Kepala sekolah diharapkan mampu memanfaatkan dan mengatasi bersama segala permasalahan yang terjadi di sekolah, sehingga kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) supervisi akademik dalam penyiapan program madrasah. (2) kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MIN 11 Kabupaten Aceh Tengah. Teknik analisis data dalam penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9ed2e.webp" type="image/webp" length="75068" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9ed2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-99413.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/program-madrasah-diniyah-instrumen-supervisi-akade-thumb-9e6ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41249-santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas</link>
	<guid isPermaLink="false">97e976190aeaf7d74cce4baafaa74665</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 10:18:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif di pesantren. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai aspek, seperti penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif di pesantren. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai aspek, seperti penggunaan media visual, teknologi, dan pendekatan kolaboratif dalam pembelajaran bahasa Arab. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak metode Manhaji terhadap pemahaman santri dalam materi Nahwu dan Shorof, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi metode ini. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan buku Manhaji yang lebih komprehensif dan interaktif, dengan menambahkan lebih banyak contoh dan latihan untuk meningkatkan pemahaman santri. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode pengajaran yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif santri, seperti penggunaan permainan atau simulasi dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan menggabungkan berbagai metode dan pendekatan, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab di pesantren dan membantu santri dalam memahami materi dengan lebih baik.. Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Fitiyan menunjukkan hasil menarik terkait pemahaman santri terhadap materi yang diajarkan melalui lagu dalam buku Manhaji.Data yang diperoleh menunjukkan bahwa hanya 0,83% santri yang benar-benar memahami materi.Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi di balik angka tersebut terdapat banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dan dianalisis lebih mendalam.Hal ini membuka peluang untuk lebih jauh mengeksplorasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan bagaimana santri dapat memahami dan menguasai materi dengan lebih baik.Lagu-lagu dalam buku Manhaji dirancang untuk membantu santri memahami berbagai konsep dalam Nahwu dan Shorof.Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pemahaman yang diperoleh melalui lagu dan pemahaman yang diperoleh dari buku Manhaji itu sendiri.Buku Manhaji tidak hanya menyajikan materi secara tertulis, tetapi juga dilengkapi dengan penjelasan yang lebih mendalam serta contoh dan latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan santri.Sebagai contoh, dalam materi Shorof, buku tersebut menyajikan berbagai contoh penggunaan kata dalam kalimat yang dapat membantu santri memahami konteks penggunaan kata-kata tersebut.Salah satu contoh yang relevan adalah ketika santri diajarkan tentang perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab.Dalam buku Manhaji, perubahan-perubahan ini dijelaskan dengan jelas melalui tabel yang menunjukkan perubahan waktu dari satu jenis ke jenis lainnya.Selain itu, terdapat latihan yang memungkinkan santri untuk berlatih langsung dan memperkuat pemahaman mereka.Sebaliknya, lagu-lagu dalam buku Manhaji cenderung lebih fokus pada repetisi dan irama, yang meskipun dapat membantu dalam mengingat, tidak selalu efektif dalam membangun pemahaman yang mendalam.Hasil tes dan wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa santri merasa lebih mudah belajar dan memahami materi Shorof dengan menggunakan metode Manhaji.Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran yang lebih terstruktur dan sistematis cenderung lebih efektif daripada hanya mengandalkan lagu sebagai media pembelajaran.Dalam konteks ini, penting untuk memeriksa bagaimana metode pengajaran yang berbeda dapat mempengaruhi hasil belajar santri.Misalnya, metode pembelajaran yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif dari santri dapat meningkatkan pemahaman dan retensi materi.Secara kesimpulan, penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi santri dalam memahami materi Nahwu Shorof melalui lagu dalam buku Manhaji.Meskipun ada beberapa santri yang dapat memahami materi, angka yang rendah menunjukkan kebutuhan akan pendekatan pengajaran yang lebih komprehensif.Dengan menggabungkan berbagai metode pengajaran, termasuk penggunaan buku Manhaji yang lebih deskriptif dan latihan, diharapkan santri dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang materi yang diajarkan.Pondok Pesantren Darul Fitiyan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran agar santri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam pengetahuan agama dan bahasa Arab Metode Manhaji menggunakan lagu sebagai media inovatif untuk belajar Nahwu dan Shorof. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi dan efektivitas metode Manhaji di Pondok Pasantren Al-Fitiyan, Tibang Syiah Kuala Banda Aceh. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi belajar, dan memudahkan santri dalam menghafal dan memahami aturan Nahwu dan Shorof. Lagu dengan irama menarik terbukti menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan memori dan retensi materi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif di pesantren di seluruh Aceh. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-16aec.webp" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-16aec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-16aec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-16aec.webp 1x" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" alt="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-c9f72.webp" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-c9f72.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-c9f72.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-c9f72.webp 1x" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" alt="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-ce687.webp" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-ce687.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-ce687.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-ce687.webp 1x" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" alt="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41249-santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas" title="JURIS - INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA" target="_blank">INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: MANHAJI LAGU SEBAGAI MEDIA</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif di pesantren. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai aspek, seperti penggunaan media visual, teknologi, dan pendekatan kolaboratif dalam pembelajaran bahasa Arab. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak metode Manhaji terhadap pemahaman santri dalam materi Nahwu dan Shorof, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi metode ini. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan buku Manhaji yang lebih komprehensif dan interaktif, dengan menambahkan lebih banyak contoh dan latihan untuk meningkatkan pemahaman santri. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode pengajaran yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif santri, seperti penggunaan permainan atau simulasi dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan menggabungkan berbagai metode dan pendekatan, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab di pesantren dan membantu santri dalam memahami materi dengan lebih baik..
<br>Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Fitiyan menunjukkan hasil menarik terkait pemahaman santri terhadap materi yang diajarkan melalui lagu dalam buku Manhaji.Data yang diperoleh menunjukkan bahwa hanya 0,83% santri yang benar-benar memahami materi.Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi di balik angka tersebut terdapat banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dan dianalisis lebih mendalam.Hal ini membuka peluang untuk lebih jauh mengeksplorasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan bagaimana santri dapat memahami dan menguasai materi dengan lebih baik.Lagu-lagu dalam buku Manhaji dirancang untuk membantu santri memahami berbagai konsep dalam Nahwu dan Shorof.Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pemahaman yang diperoleh melalui lagu dan pemahaman yang diperoleh dari buku Manhaji itu sendiri.Buku Manhaji tidak hanya menyajikan materi secara tertulis, tetapi juga dilengkapi dengan penjelasan yang lebih mendalam serta contoh dan latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan santri.Sebagai contoh, dalam materi Shorof, buku tersebut menyajikan berbagai contoh penggunaan kata dalam kalimat yang dapat membantu santri memahami konteks penggunaan kata-kata tersebut.Salah satu contoh yang relevan adalah ketika santri diajarkan tentang perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab.Dalam buku Manhaji, perubahan-perubahan ini dijelaskan dengan jelas melalui tabel yang menunjukkan perubahan waktu dari satu jenis ke jenis lainnya.Selain itu, terdapat latihan yang memungkinkan santri untuk berlatih langsung dan memperkuat pemahaman mereka.Sebaliknya, lagu-lagu dalam buku Manhaji cenderung lebih fokus pada repetisi dan irama, yang meskipun dapat membantu dalam mengingat, tidak selalu efektif dalam membangun pemahaman yang mendalam.Hasil tes dan wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa santri merasa lebih mudah belajar dan memahami materi Shorof dengan menggunakan metode Manhaji.Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran yang lebih terstruktur dan sistematis cenderung lebih efektif daripada hanya mengandalkan lagu sebagai media pembelajaran.Dalam konteks ini, penting untuk memeriksa bagaimana metode pengajaran yang berbeda dapat mempengaruhi hasil belajar santri.Misalnya, metode pembelajaran yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif dari santri dapat meningkatkan pemahaman dan retensi materi.Secara kesimpulan, penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi santri dalam memahami materi Nahwu Shorof melalui lagu dalam buku Manhaji.Meskipun ada beberapa santri yang dapat memahami materi, angka yang rendah menunjukkan kebutuhan akan pendekatan pengajaran yang lebih komprehensif.Dengan menggabungkan berbagai metode pengajaran, termasuk penggunaan buku Manhaji yang lebih deskriptif dan latihan, diharapkan santri dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang materi yang diajarkan.Pondok Pesantren Darul Fitiyan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran agar santri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam pengetahuan agama dan bahasa Arab
<br>Metode Manhaji menggunakan lagu sebagai media inovatif untuk belajar Nahwu dan Shorof. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi dan efektivitas metode Manhaji di Pondok Pasantren Al-Fitiyan, Tibang Syiah Kuala Banda Aceh. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi belajar, dan memudahkan santri dalam menghafal dan memahami aturan Nahwu dan Shorof. Lagu dengan irama menarik terbukti menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan memori dan retensi materi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif di pesantren di seluruh Aceh.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-16aec.webp" type="image/webp" length="52934" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-16aec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-c9f72.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/santri-pondok-pesantren-inovasi-pembelajaran-bahas-thumb-ce687.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religious Moderation Future Generations Through Dayah Education in Community Development ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious Moderation Future Generations Through Dayah Education in Community Development ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious Moderation Future Generations Through Dayah Education in Community Development ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41251-future-generation-dayah-religious-moderation-digit</link>
	<guid isPermaLink="false">8eb29ae891b7453f1c184a6e8ed93b69</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 10:03:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai metode integrasi teknologi dalam kurikulum dayah, termasuk identifikasi platform dan aplikasi digital ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai metode integrasi teknologi dalam kurikulum dayah, termasuk identifikasi platform dan aplikasi digital yang paling sesuai untuk mendukung pembelajaran agama dan pengembangan karakter. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana dayah dapat secara efektif menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada santri, khususnya dalam menghadapi paparan konten radikal dan hoaks di media sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi peran kyai dan tokoh agama dalam membentuk pandangan santri serta strategi untuk membangun ketahanan ideologis. Ketiga, penting untuk meneliti dampak program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru dan staf dayah dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pemahaman tentang moderasi beragama. Penelitian ini dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan spesifik dan mengevaluasi efektivitas berbagai model pelatihan yang tersedia, sehingga dayah dapat terus beradaptasi dengan tantangan zaman dan menghasilkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.. Dayah education institutions play a crucial role in shaping future generations and contributing to community development.However, they face challenges in adapting to the digital era and addressing issues like radicalism and misinformation.Therefore, modernizing the education system, integrating religious moderation into the curriculum, and strengthening the institution's resources are essential to prepare students to become responsible and contributing members of society Future generations are a crucial pillar of society, destined to become leaders and drive societal development. Therefore, preparing the younger generation is essential, particularly through dayah educational institutions. As the oldest religious education institutions in Indonesia, dayahs face challenges adapting to the digital era, including preparing students for modern developments and fostering their role as agents of community development. This article employs qualitative research methods Ae observation and analysis of relevant documentation Ae to address these issues. The findings indicate... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-5beba.webp" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-5beba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-5beba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-5beba.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" alt="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-e7aea.webp" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-e7aea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-e7aea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-e7aea.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" alt="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-28cec.webp" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-28cec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-28cec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-28cec.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" alt="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41251-future-generation-dayah-religious-moderation-digit" title="JURIS - Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development" target="_blank">Religious Moderation: Future Generations Through Dayah Education in Community Development</a>: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai metode integrasi teknologi dalam kurikulum dayah, termasuk identifikasi platform dan aplikasi digital yang paling sesuai untuk mendukung pembelajaran agama dan pengembangan karakter. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana dayah dapat secara efektif menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada santri, khususnya dalam menghadapi paparan konten radikal dan hoaks di media sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi peran kyai dan tokoh agama dalam membentuk pandangan santri serta strategi untuk membangun ketahanan ideologis. Ketiga, penting untuk meneliti dampak program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru dan staf dayah dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pemahaman tentang moderasi beragama. Penelitian ini dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan spesifik dan mengevaluasi efektivitas berbagai model pelatihan yang tersedia, sehingga dayah dapat terus beradaptasi dengan tantangan zaman dan menghasilkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat..
<br>Dayah education institutions play a crucial role in shaping future generations and contributing to community development.However, they face challenges in adapting to the digital era and addressing issues like radicalism and misinformation.Therefore, modernizing the education system, integrating religious moderation into the curriculum, and strengthening the institution's resources are essential to prepare students to become responsible and contributing members of society
<br>Future generations are a crucial pillar of society, destined to become leaders and drive societal development. Therefore, preparing the younger generation is essential, particularly through dayah educational institutions. As the oldest religious education institutions in Indonesia, dayahs face challenges adapting to the digital era, including preparing students for modern developments and fostering their role as agents of community development. This article employs qualitative research methods Ae observation and analysis of relevant documentation Ae to address these issues. The findings indicate...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-5beba.webp" type="image/webp" length="65114" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-5beba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-e7aea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/future-generation-dayah-religious-moderation-digit-thumb-28cec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41267-belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-sit</link>
	<guid isPermaLink="false">5cbaa5095e99e766ebd62ab292a0edf7</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 09:37:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aiyub aiyub ]]></category>
	<category><![CDATA[ syiah kuala ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,aiyub,banda,kuala,syiah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang strategi militer Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kepemimpinan dan manajemen dalam perang. Kedua, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang strategi militer Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kepemimpinan dan manajemen dalam perang. Kedua, penelitian tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menerapkan nilai-nilai akhlak dan moral dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari, serta bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam dunia usaha modern. Ketiga, penelitian tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mengembangkan kepemimpinan dan manajemen dalam berbagai bidang, termasuk self-development, bisnis, dan entrepreneurship, serta bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam konteks pendidikan dan pengembangan kepemimpinan masa depan.. Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang luar biasa namun bukan tidak mungkin untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multidimensi.Salah seorang guru leadership/manager menyatakan bahwa pemimpin yang baik memberikan inspirasi.Itulah yang membedakan pemimpin dengan yang bukan.Nabi Muhammad SAW disamping meninggalkan teladan yang baik bisa kita copy-paste juga meninggalkan banyak inspirasi dan kebijaksanaan (wisdom) tentang banyak hal.Tugas kita mengembangkan inspirasi tersebut sesuai dengan dimensi waktu dan ruang dalam radius kekhalifahan yang kita emban.Allah SWT megutus Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi ummatnya.AuLaqad Kaana Lakum Fii Rasulullah Uswatun HasanatunAy (Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu).Sesungguhnya nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan suatu contoh suri tauladan yang baik (uswah hasanah).Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW, mari kita teladani akhlak beliau walaupun tidak maksimal Kepemimpinan dan manajemen selalu memberikan kesan yang menarik. Topik ini senantiasa memberikan daya tarik yang kuat pada setiap orang. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik (teladan), sikap dan daya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Tujuan penulisan ini untuk memberikan sekilas uraian mengenai hal-hal yang baik dari kepemimpinan (leadership) dan manajemen (manager). Kedua istilah itu terlebih-lebih jika hanya disebut leader dan manager. Kedua istilah itu hakikatnya mempunyai fungsi yang sama-sama berfungsi memimpin. Akan tetapi, inilah yang menjadi persoalannya, mengapa jika mempunyai fungsi dan arti yang sama namun diciptakan dengan istilah yang berbeda. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-a7609.webp" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-a7609.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-a7609.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-a7609.webp 1x" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" alt="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-514ae.webp" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-514ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-514ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-514ae.webp 1x" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" alt="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-42785.webp" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-42785.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-42785.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-42785.webp 1x" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" alt="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41267-belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-sit" title="JURIS - Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan" target="_blank">Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang strategi militer Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kepemimpinan dan manajemen dalam perang. Kedua, penelitian tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menerapkan nilai-nilai akhlak dan moral dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari, serta bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam dunia usaha modern. Ketiga, penelitian tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mengembangkan kepemimpinan dan manajemen dalam berbagai bidang, termasuk self-development, bisnis, dan entrepreneurship, serta bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam konteks pendidikan dan pengembangan kepemimpinan masa depan..
<br>Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang luar biasa namun bukan tidak mungkin untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multidimensi.Salah seorang guru leadership/manager menyatakan bahwa pemimpin yang baik memberikan inspirasi.Itulah yang membedakan pemimpin dengan yang bukan.Nabi Muhammad SAW disamping meninggalkan teladan yang baik bisa kita copy-paste juga meninggalkan banyak inspirasi dan kebijaksanaan (wisdom) tentang banyak hal.Tugas kita mengembangkan inspirasi tersebut sesuai dengan dimensi waktu dan ruang dalam radius kekhalifahan yang kita emban.Allah SWT megutus Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi ummatnya.AuLaqad Kaana Lakum Fii Rasulullah Uswatun HasanatunAy (Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu).Sesungguhnya nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan suatu contoh suri tauladan yang baik (uswah hasanah).Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW, mari kita teladani akhlak beliau walaupun tidak maksimal
<br>Kepemimpinan dan manajemen selalu memberikan kesan yang menarik. Topik ini senantiasa memberikan daya tarik yang kuat pada setiap orang. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik (teladan), sikap dan daya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Tujuan penulisan ini untuk memberikan sekilas uraian mengenai hal-hal yang baik dari kepemimpinan (leadership) dan manajemen (manager). Kedua istilah itu terlebih-lebih jika hanya disebut leader dan manager. Kedua istilah itu hakikatnya mempunyai fungsi yang sama-sama berfungsi memimpin. Akan tetapi, inilah yang menjadi persoalannya, mengapa jika mempunyai fungsi dan arti yang sama namun diciptakan dengan istilah yang berbeda.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-a7609.webp" type="image/webp" length="68706" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-a7609.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-514ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/belajar-kepemimpinan-manajemen-teladan-situasi-sya-thumb-42785.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41262-mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-mi</link>
	<guid isPermaLink="false">991796bb516c57f69cb5975b1dcb75c5</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 08:56:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aiyub aiyub ]]></category>
	<category><![CDATA[ syiah kuala ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,aiyub,banda,kuala,syiah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang peran keluarga dalam mendidik anak di era millenial dengan generasi sebelumnya. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi yang digunakan oleh keluarga muslim dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang peran keluarga dalam mendidik anak di era millenial dengan generasi sebelumnya. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi yang digunakan oleh keluarga muslim dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral kepada anak-anak mereka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh teknologi dan media sosial terhadap peran keluarga dalam mendidik anak di era millenial.. Setiap pengalaman yang diterima anak melalui penglihatan, pendengaran, atau perlakuan terhadap anak pada waktu kecil akan merupakan pembinaan kebiasaan yang tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari.Pendidikan yang disertai pengawasan bertujuan untuk melihat langsung tentang bagaimana keadaan tingkah laku anak sehari-harinya baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.Pendidikan dasar di keluarga menurut Islam lebih menitikberatkan pada pembentukan akhlak yang terpuji.Pendidikan dasar ini membentuk perilaku Insan kamil, yang dapat berguna bagi agama, bangsa dan negara ketika anak-anak tersebut dewasa nantinya Mendidik anak adalah sebuah tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Dalam era millenial, keluarga menghadapi tantangan dalam mendidik anak-anak mereka untuk menjadi generasi yang sholeh dan sholehah. Pendidikan agama yang diberikan sejak dini menuntut peran serta keluarga, karena keluarga merupakan institusi pendidikan pertama dan utama yang dapat memberikan pengaruh kepada anak. Tugas orang tua dalam mendidik keluarga khusus anak-anaknya, dan keluarga muslim adalah lingkungan pertama dalam pendidikan. Pendidikan dasar agama yang diberikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-7c395.webp" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-7c395.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-7c395.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-7c395.webp 1x" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" alt="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-bcfe0.webp" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-bcfe0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-bcfe0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-bcfe0.webp 1x" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" alt="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-37d8b.webp" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-37d8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-37d8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-37d8b.webp 1x" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" alt="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41262-mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-mi" title="JURIS - Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial" target="_blank">Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang peran keluarga dalam mendidik anak di era millenial dengan generasi sebelumnya. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi yang digunakan oleh keluarga muslim dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral kepada anak-anak mereka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh teknologi dan media sosial terhadap peran keluarga dalam mendidik anak di era millenial..
<br>Setiap pengalaman yang diterima anak melalui penglihatan, pendengaran, atau perlakuan terhadap anak pada waktu kecil akan merupakan pembinaan kebiasaan yang tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari.Pendidikan yang disertai pengawasan bertujuan untuk melihat langsung tentang bagaimana keadaan tingkah laku anak sehari-harinya baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.Pendidikan dasar di keluarga menurut Islam lebih menitikberatkan pada pembentukan akhlak yang terpuji.Pendidikan dasar ini membentuk perilaku Insan kamil, yang dapat berguna bagi agama, bangsa dan negara ketika anak-anak tersebut dewasa nantinya
<br>Mendidik anak adalah sebuah tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Dalam era millenial, keluarga menghadapi tantangan dalam mendidik anak-anak mereka untuk menjadi generasi yang sholeh dan sholehah. Pendidikan agama yang diberikan sejak dini menuntut peran serta keluarga, karena keluarga merupakan institusi pendidikan pertama dan utama yang dapat memberikan pengaruh kepada anak. Tugas orang tua dalam mendidik keluarga khusus anak-anaknya, dan keluarga muslim adalah lingkungan pertama dalam pendidikan. Pendidikan dasar agama yang diberikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-7c395.webp" type="image/webp" length="76602" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-7c395.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-bcfe0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/mendidik-anak-era-millenial-keluarga-muslim-tingka-thumb-37d8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisa Bagan Teori Promotion Health Model Nola J Pender ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisa Bagan Teori Promotion Health Model Nola J Pender ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisa Bagan Teori Promotion Health Model Nola J Pender ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41245-community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori</link>
	<guid isPermaLink="false">385e585e87034ba206b38b0eef86d3d3</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 08:54:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ one moment ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[moment,one]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap teori Promotion Health Model Nola J. Pender, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki bagaimana teori ini diterapkan dalam berbagai konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model Nola J. Pender: Berdasarkan analisis terhadap teori Promotion Health Model Nola J. Pender, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki bagaimana teori ini diterapkan dalam berbagai konteks budaya dan sosial, serta bagaimana hal itu mempengaruhi perilaku kesehatan individu. Studi ini dapat membantu memahami bagaimana faktor-faktor sosial dan budaya mempengaruhi penerapan teori ini dan memberikan rekomendasi untuk penyesuaian strategi promosi kesehatan yang sesuai dengan konteks lokal.2. Melakukan penelitian longitudinal yang berfokus pada perubahan perilaku kesehatan individu selama periode waktu yang lebih lama. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai perilaku kesehatan yang diinginkan, serta memberikan wawasan tentang strategi intervensi yang efektif untuk mempromosikan perubahan perilaku jangka panjang.3. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh tenaga kesehatan dalam menerapkan teori Promotion Health Model. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana tenaga kesehatan dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mempromosikan perilaku kesehatan, serta bagaimana pelatihan dan dukungan yang diberikan kepada mereka dapat ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam mempromosikan kesehatan individu dan komunitas.. Kesimpulan dalam kasus tersebut adalah pemeliharaan kesehatan efektif, pengetahuan meningkat, dan perilaku hidup sehat terlakana.Sehingga kekuatan Health Promotion Model, menjadi sumber informasi penting dan bermanfaat bagi setiap orang yang ingin mengetahui bahwa promosi kesehatan sesorang sangat didukung oleh nilai yang diharapkan serta teori kognitif sosial yang menekankan pada self direction dan persepsi terhadap self efficacy.Pengambilan keputusan, tindakan dan efficacy diri akan menentukan status kesehatan.Teori ini sangat lengkap untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan tindakan promotif dan preventif Terbentuknya teori keperawatan Nola J. Pender dikarenakan adanya pergeseran paradigma yang terjadi dalam pemberian pelayanan kesehatan. Perubahan paradigma inilah yang menjadikan perawat sebagai posisi kunci dalam berbagai peran dan fungsinya dalam melakukan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, adanya promosi dan preventif kesehatan yang cenderung dilakukan dan diupayakan oleh perawat melahirkan sebuah teori dan model konseptual dari Nola J. Pender yaitu Health Promotion Model. Model ini mengintegrasikan teori nilai harapan (Expectancy-Value) dan teori kognitif sosial (Social Cognitive Theory) dalam perspektif keperawatan manusia dilihat sebagai fungsi yang holistik. Pender menerbitkan A Conceptual Model for Preventive Health Behavior... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-5d137.webp" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-5d137.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-5d137.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-5d137.webp 1x" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" alt="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-ecb93.webp" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-ecb93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-ecb93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-ecb93.webp 1x" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" alt="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-e0e84.webp" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-e0e84.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-e0e84.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-e0e84.webp 1x" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" alt="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41245-community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori" title="JURIS - Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender" target="_blank">Analisa Bagan Teori Promotion Health Model  Nola J. Pender</a>: Berdasarkan analisis terhadap teori Promotion Health Model Nola J. Pender, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki bagaimana teori ini diterapkan dalam berbagai konteks budaya dan sosial, serta bagaimana hal itu mempengaruhi perilaku kesehatan individu. Studi ini dapat membantu memahami bagaimana faktor-faktor sosial dan budaya mempengaruhi penerapan teori ini dan memberikan rekomendasi untuk penyesuaian strategi promosi kesehatan yang sesuai dengan konteks lokal.2. Melakukan penelitian longitudinal yang berfokus pada perubahan perilaku kesehatan individu selama periode waktu yang lebih lama. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai perilaku kesehatan yang diinginkan, serta memberikan wawasan tentang strategi intervensi yang efektif untuk mempromosikan perubahan perilaku jangka panjang.3. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh tenaga kesehatan dalam menerapkan teori Promotion Health Model. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana tenaga kesehatan dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mempromosikan perilaku kesehatan, serta bagaimana pelatihan dan dukungan yang diberikan kepada mereka dapat ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam mempromosikan kesehatan individu dan komunitas..
<br>Kesimpulan dalam kasus tersebut adalah pemeliharaan kesehatan efektif, pengetahuan meningkat, dan perilaku hidup sehat terlakana.Sehingga kekuatan Health Promotion Model, menjadi sumber informasi penting dan bermanfaat bagi setiap orang yang ingin mengetahui bahwa promosi kesehatan sesorang sangat didukung oleh nilai yang diharapkan serta teori kognitif sosial yang menekankan pada self direction dan persepsi terhadap self efficacy.Pengambilan keputusan, tindakan dan efficacy diri akan menentukan status kesehatan.Teori ini sangat lengkap untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan tindakan promotif dan preventif
<br>Terbentuknya teori keperawatan Nola J. Pender dikarenakan adanya pergeseran paradigma yang terjadi dalam pemberian pelayanan kesehatan. Perubahan paradigma inilah yang menjadikan perawat sebagai posisi kunci dalam berbagai peran dan fungsinya dalam melakukan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, adanya promosi dan preventif kesehatan yang cenderung dilakukan dan diupayakan oleh perawat melahirkan sebuah teori dan model konseptual dari Nola J. Pender yaitu Health Promotion Model. Model ini mengintegrasikan teori nilai harapan (Expectancy-Value) dan teori kognitif sosial (Social Cognitive Theory) dalam perspektif keperawatan manusia dilihat sebagai fungsi yang holistik. Pender menerbitkan A Conceptual Model for Preventive Health Behavior...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-5d137.webp" type="image/webp" length="81880" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-5d137.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-ecb93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/community-health-promotion-promosi-kesehatan-teori-thumb-e0e84.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5727-aacendikiajournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13099-aacendikia-journal-nursing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Policy Specialisation A Meta Analysis of Abil Hasans Thoughts Al Mawardi in the Book of Ahkam us Shulthaniyah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Policy Specialisation A Meta Analysis of Abil Hasans Thoughts Al Mawardi in the Book of Ahkam us Shulthaniyah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Policy Specialisation A Meta Analysis of Abil Hasans Thoughts Al Mawardi in the Book of Ahkam us Shulthaniyah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41248-analisis-konsep-resiliensi-spesial</link>
	<guid isPermaLink="false">64cf7cda7a2291992cfae1038859a3bd</guid>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 08:22:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan studi komparatif antara teori klasik dan praktik kebijakan modern, dengan fokus pada penerapan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan's Thoughts Al-Mawardi in the Book of "Ahkam us-Shulthaniyah": Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan studi komparatif antara teori klasik dan praktik kebijakan modern, dengan fokus pada penerapan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan dalam konteks pemerintahan Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Al-Mawardi dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan kontemporer di negara-negara Muslim, serta bagaimana teori klasik dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan publik yang lebih efektif dan relevan. 2. Melakukan penelitian empiris yang mendalam untuk menguji efektivitas penerapan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan dalam administrasi publik di negara-negara Muslim. Penelitian ini dapat mencakup analisis kasus di berbagai negara, dengan fokus pada bagaimana spesialisasi kebijakan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan, mengurangi korupsi, dan meningkatkan pelayanan publik. 3. Mempertimbangkan aspek-aspek sosial, budaya, dan politik dalam penerapan spesialisasi kebijakan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konteks sosial, budaya, dan politik tertentu dapat mempengaruhi penerapan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan, serta bagaimana kebijakan publik dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat lokal.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis dalam konsep Spesialisasi Kebijakan dengan meta-analisis pemikiran Abil Hasan Al-Mawardi dalam "Ahkam us-Shulthaniyah", maka peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pemikiran Abil Hasan Al-Mawardi dalam "Ahkam us-Shulthaniyah" masih selaras dengan banyak prinsip yang dicakup dalam konsep Spesialisasi Kebijakan.Al-Mawardi sangat menekankan keahlian teknis dalam administrasi negara, baik pembagian peran yang jelas dalam pemerintahan dan konsistensi dalam penerapan hukum dan kebijakan.Meta-analisis pemikiran Al-Mawardi menunjukkan bahwa meskipun karyanya ditulis pada masa medieval, banyak prinsip yang diajukan dapat diterapkan dalam pembuatan kebijakan kontemporer.Al-Mawardi memberikan fondasi yang kuat untuk spesialisasi kebijakan dalam administrasi publik, terutama dalam pemerintahan yang membutuhkan koordinasi dan konsistensi yang tinggi.Implikasi Integrasi antara teori klasik dan konsep kebijakan modern dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif dalam memahami dan menerapkan kebijakan publik.Pemikiran Al-Mawardi memberikan perspektif historis yang penting, sedangkan konsep Spesialisasi Kebijakan menawarkan kerangka yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dalam pemerintahan kontemporer.Dengan demikian, peneliti berharap para akademisi akan lebih jauh mengeksplorasi studi literatur pemerintahan berdasarkan pemerintahan Islam Spesialisasi kebijakan adalah konsep yang dikembangkan dalam penerapan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang tertentu untuk merancang dan menerapkan kebijakan yang efektif. Penelitian ini memiliki urgensi dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan di zaman modern, serta untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran klasik dalam teori kebijakan kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep spesialisasi kebijakan dan memetakan relevansi prinsip-prinsip ini dengan pemikiran Abil Hasan Al-Mawardi dalam bukunya "Ahkam us-Shulthaniyah". Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan pendekatan studi literatur (Library Research) dengan meninjau berbagai literatur termasuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-5b59d.webp" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-5b59d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-5b59d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-5b59d.webp 1x" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" alt="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-3a9b8.webp" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-3a9b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-3a9b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-3a9b8.webp 1x" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" alt="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-1e9ef.webp" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-1e9ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-1e9ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-1e9ef.webp 1x" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" alt="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41248-analisis-konsep-resiliensi-spesial" title="JURIS - Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan&#039;s Thoughts Al-Mawardi in the Book of &quot;Ahkam us-Shulthaniyah&quot;" target="_blank">Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan's Thoughts Al-Mawardi in the Book of "Ahkam us-Shulthaniyah"</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan studi komparatif antara teori klasik dan praktik kebijakan modern, dengan fokus pada penerapan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan dalam konteks pemerintahan Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Al-Mawardi dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan kontemporer di negara-negara Muslim, serta bagaimana teori klasik dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan publik yang lebih efektif dan relevan. 2. Melakukan penelitian empiris yang mendalam untuk menguji efektivitas penerapan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan dalam administrasi publik di negara-negara Muslim. Penelitian ini dapat mencakup analisis kasus di berbagai negara, dengan fokus pada bagaimana spesialisasi kebijakan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan, mengurangi korupsi, dan meningkatkan pelayanan publik. 3. Mempertimbangkan aspek-aspek sosial, budaya, dan politik dalam penerapan spesialisasi kebijakan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konteks sosial, budaya, dan politik tertentu dapat mempengaruhi penerapan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan, serta bagaimana kebijakan publik dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat lokal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis dalam konsep Spesialisasi Kebijakan dengan meta-analisis pemikiran Abil Hasan Al-Mawardi dalam "Ahkam us-Shulthaniyah", maka peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pemikiran Abil Hasan Al-Mawardi dalam "Ahkam us-Shulthaniyah" masih selaras dengan banyak prinsip yang dicakup dalam konsep Spesialisasi Kebijakan.Al-Mawardi sangat menekankan keahlian teknis dalam administrasi negara, baik pembagian peran yang jelas dalam pemerintahan dan konsistensi dalam penerapan hukum dan kebijakan.Meta-analisis pemikiran Al-Mawardi menunjukkan bahwa meskipun karyanya ditulis pada masa medieval, banyak prinsip yang diajukan dapat diterapkan dalam pembuatan kebijakan kontemporer.Al-Mawardi memberikan fondasi yang kuat untuk spesialisasi kebijakan dalam administrasi publik, terutama dalam pemerintahan yang membutuhkan koordinasi dan konsistensi yang tinggi.Implikasi Integrasi antara teori klasik dan konsep kebijakan modern dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif dalam memahami dan menerapkan kebijakan publik.Pemikiran Al-Mawardi memberikan perspektif historis yang penting, sedangkan konsep Spesialisasi Kebijakan menawarkan kerangka yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dalam pemerintahan kontemporer.Dengan demikian, peneliti berharap para akademisi akan lebih jauh mengeksplorasi studi literatur pemerintahan berdasarkan pemerintahan Islam
<br>Spesialisasi kebijakan adalah konsep yang dikembangkan dalam penerapan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang tertentu untuk merancang dan menerapkan kebijakan yang efektif. Penelitian ini memiliki urgensi dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip spesialisasi kebijakan di zaman modern, serta untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran klasik dalam teori kebijakan kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep spesialisasi kebijakan dan memetakan relevansi prinsip-prinsip ini dengan pemikiran Abil Hasan Al-Mawardi dalam bukunya "Ahkam us-Shulthaniyah". Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan pendekatan studi literatur (Library Research) dengan meninjau berbagai literatur termasuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-5b59d.webp" type="image/webp" length="70250" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-5b59d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-3a9b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/analisis-konsep-resiliensi-spesialisasi-kebijakan-thumb-1e9ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-791-stainusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3091-jurnal-ikhtibar-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 22 Apr 2026 13:13:50 +0700. 12 items. Served in: 2.36 seconds [rss] -->
