<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.95-4jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.95-4jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 00:54:06 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:54:06 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-05T00:54:06+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan</link>
	<guid isPermaLink="false">a4cf54a7a6d3b5ba0bb1609b5fc4e1d8</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif.. Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi, supervisor, tunjangan, penghargaan, prosedur,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" target="_blank">Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif..
<br>Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti
<br>Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi, supervisor, tunjangan, penghargaan, prosedur,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" type="image/webp" length="87588" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well Being Pada Remaja di Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well Being Pada Remaja di Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well Being Pada Remaja di Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53054-populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec</link>
	<guid isPermaLink="false">4f1c354f604fa152b7f61f565fd51ad4</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor mediasi seperti dukungan sosial, strategi coping, atau kecerdasan emosional yang mungkin memoderasi hubungan antara smartphone addiction dan subjective well-being pada remaja, sehingga dapat menjawab ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor mediasi seperti dukungan sosial, strategi coping, atau kecerdasan emosional yang mungkin memoderasi hubungan antara smartphone addiction dan subjective well-being pada remaja, sehingga dapat menjawab pertanyaan: bagaimana peran dukungan sosial dalam mengurangi dampak negatif kecanduan smartphone terhadap kesejahteraan subjektif? Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan sampel yang representatif dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk daerah perkotaan dan pedesaan, dapat menilai perubahan pola kecanduan smartphone dan well-being seiring waktu, untuk menjawab: apakah tren peningkatan penggunaan smartphone secara berkelanjutan mempengaruhi penurunan well-being secara kronologis pada populasi remaja? Terakhir, penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam atau focus group discussion dapat menggali persepsi remaja tentang pengalaman mereka dengan smartphone, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme psikologis dan sosial yang belum terdeteksi dalam model kuantitatif, menjawab pertanyaan: apa motivasi internal dan eksternal yang mendorong perilaku kecanduan smartphone di kalangan remaja Indonesia?. Penelitian ini menemukan bahwa smartphone addiction berpengaruh negatif signifikan terhadap subjective well-being remaja di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 16,7% terhadap penurunan kesejahteraan (RA = 0,167).Semakin tinggi tingkat kecanduan, semakin rendah tingkat well-being yang dirasakan oleh remaja.Temuan ini menekankan pentingnya perhatian pada masalah kecanduan smartphone di kalangan remaja Penggunaan smartphone telah menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja di era digital, khususnya di Jakarta, dengan tingkat kepemilikan smartphone yang terus meningkat. Smartphone menawarkan beragam manfaat, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat memicu kecanduan, dikenal sebagai smartphone addiction, yang berpotensi memengaruhi subjective well-being seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran smartphone addiction terhadap subjective well-being pada remaja di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non- eksperimen dengan desain korelasional pada 349 remaja berusia 15 hingga 24 tahun yang belum menikah dan berdomisili... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp 1x" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" alt="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp 1x" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" alt="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp 1x" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" alt="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53054-populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" target="_blank">Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor mediasi seperti dukungan sosial, strategi coping, atau kecerdasan emosional yang mungkin memoderasi hubungan antara smartphone addiction dan subjective well-being pada remaja, sehingga dapat menjawab pertanyaan: bagaimana peran dukungan sosial dalam mengurangi dampak negatif kecanduan smartphone terhadap kesejahteraan subjektif? Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan sampel yang representatif dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk daerah perkotaan dan pedesaan, dapat menilai perubahan pola kecanduan smartphone dan well-being seiring waktu, untuk menjawab: apakah tren peningkatan penggunaan smartphone secara berkelanjutan mempengaruhi penurunan well-being secara kronologis pada populasi remaja? Terakhir, penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam atau focus group discussion dapat menggali persepsi remaja tentang pengalaman mereka dengan smartphone, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme psikologis dan sosial yang belum terdeteksi dalam model kuantitatif, menjawab pertanyaan: apa motivasi internal dan eksternal yang mendorong perilaku kecanduan smartphone di kalangan remaja Indonesia?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa smartphone addiction berpengaruh negatif signifikan terhadap subjective well-being remaja di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 16,7% terhadap penurunan kesejahteraan (RA = 0,167).Semakin tinggi tingkat kecanduan, semakin rendah tingkat well-being yang dirasakan oleh remaja.Temuan ini menekankan pentingnya perhatian pada masalah kecanduan smartphone di kalangan remaja
<br>Penggunaan smartphone telah menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja di era digital, khususnya di Jakarta, dengan  tingkat  kepemilikan  smartphone  yang  terus  meningkat.  Smartphone  menawarkan  beragam  manfaat,  tetapi penggunaan  yang  berlebihan  dapat  memicu  kecanduan,  dikenal  sebagai  smartphone  addiction,  yang  berpotensi memengaruhi subjective well-being seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran smartphone addiction terhadap  subjective  well-being  pada  remaja  di  Jakarta.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kuantitatif  non- eksperimen  dengan  desain  korelasional  pada  349  remaja  berusia  15  hingga  24  tahun  yang  belum  menikah  dan  berdomisili...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" type="image/webp" length="76510" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53053-biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">a4c85a46b4a9a456dde55fac5705c077</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ company size ]]></category>
	<category><![CDATA[ west jakarta ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[company,content,jakarta,main,size,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efisiensi pembayaran pajak, PT CTA dapat mempertimbangkan untuk melakukan pemantauan pengendalian internal secara teratur dan berkala. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai lini dalam perusahaan, mulai dari lini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies: Untuk meningkatkan efisiensi pembayaran pajak, PT CTA dapat mempertimbangkan untuk melakukan pemantauan pengendalian internal secara teratur dan berkala. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai lini dalam perusahaan, mulai dari lini pelaksana hingga lini pengambil keputusan. Dengan demikian, kelemahan pengendalian internal dapat diidentifikasi dan diperbaiki secara efektif. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan pemantauan pengendalian internal secara struktural, yaitu dengan melibatkan seluruh departemen dan divisi dalam perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memastikan bahwa pengendalian internal diterapkan secara konsisten di seluruh organisasi. Terakhir, PT CTA dapat mempertimbangkan untuk melakukan simulasi pengelolaan pajak secara berkala. Simulasi ini dapat membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerja pengelolaan pajak dan mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan. Dengan melakukan simulasi, perusahaan dapat mengantisipasi inefisiensi dan mengambil langkah-langkah preventif untuk meningkatkan efisiensi pembayaran pajak.. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tahun pajak 2018, 2019, dan 2020, PT.CTA tidak melakukan pemantauan pengendalian internal atas pengelolaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Inefisiensi terjadi karena pemantauan tidak dilakukan pada semua lini dari lini pelaksana hingga lini pengambil keputusan.Tidak melakukan pemantauan pengendalian internal secara berkala, mengakibatkan tidak dapat mengungkapkan pengendalian internal dalam satu periode yang mengakibatkan tidak dapat meningkatkan pengendalian internal pada periode berikutnya.Perusahaan memiliki kelemahan pengendalian internal yang tinggi, karena tidak ada sama sekali pemantauan pengendalian internal dari periode terendah harian hingga tahunan, yang mengakibatkan kinerja pengelolaan pajak yang buruk.Kami merekomendasikan agar PT CTA melakukan proses pemantauan pengendalian internal secara teratur mengingat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan terdapat banyak transaksi terkait pajak (peristiwa pajak) untuk PPN sehingga pembayaran PPN menjadi lebih efisien.Kelemahan pengendalian internal yang tinggi segera diperbaiki dengan memantau pengendalian internal sehingga kelemahan pengendalian internal menjadi kekuatan pengendalian internal dan memiliki kinerja pengelolaan pajak yang baik serta mengarah pada efisiensi pembayaran pajak Pembayaran pajak yang efisien merupakan hasil dari keberhasilan perusahaan dalam pengelolaan pajak. Efisiensi atau inefisiensi terjadi pada hilir dari serangkaian prosedur yang membentuk proses pengendalian internal dalam perusahaan. Pengendalian pajak adalah bentuk tindakan pengawasan apakah pelaksanaan atau implementasi mengikuti perencanaan perusahaan. Tindakan yang dimaksud di sini adalah serangkaian prosedur yang dilakukan untuk pengawasan. Sehingga pengendalian internal terkait dengan pengendalian pajak untuk menciptakan efisiensi. Penelitian ini berfokus pada kekuatan atau kelemahan pengendalian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-f3d4f.webp" title="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-f3d4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-f3d4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-f3d4f.webp 1x" title="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" alt="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-9e5b7.webp" title="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-9e5b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-9e5b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-9e5b7.webp 1x" title="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" alt="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53053-biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pen" title="JURIS - Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies" target="_blank">Analysis of internal control monitoring for tax management inefficiencies</a>: Untuk meningkatkan efisiensi pembayaran pajak, PT CTA dapat mempertimbangkan untuk melakukan pemantauan pengendalian internal secara teratur dan berkala. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai lini dalam perusahaan, mulai dari lini pelaksana hingga lini pengambil keputusan. Dengan demikian, kelemahan pengendalian internal dapat diidentifikasi dan diperbaiki secara efektif. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan pemantauan pengendalian internal secara struktural, yaitu dengan melibatkan seluruh departemen dan divisi dalam perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memastikan bahwa pengendalian internal diterapkan secara konsisten di seluruh organisasi. Terakhir, PT CTA dapat mempertimbangkan untuk melakukan simulasi pengelolaan pajak secara berkala. Simulasi ini dapat membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerja pengelolaan pajak dan mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan. Dengan melakukan simulasi, perusahaan dapat mengantisipasi inefisiensi dan mengambil langkah-langkah preventif untuk meningkatkan efisiensi pembayaran pajak..
<br>Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tahun pajak 2018, 2019, dan 2020, PT.CTA tidak melakukan pemantauan pengendalian internal atas pengelolaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Inefisiensi terjadi karena pemantauan tidak dilakukan pada semua lini dari lini pelaksana hingga lini pengambil keputusan.Tidak melakukan pemantauan pengendalian internal secara berkala, mengakibatkan tidak dapat mengungkapkan pengendalian internal dalam satu periode yang mengakibatkan tidak dapat meningkatkan pengendalian internal pada periode berikutnya.Perusahaan memiliki kelemahan pengendalian internal yang tinggi, karena tidak ada sama sekali pemantauan pengendalian internal dari periode terendah harian hingga tahunan, yang mengakibatkan kinerja pengelolaan pajak yang buruk.Kami merekomendasikan agar PT CTA melakukan proses pemantauan pengendalian internal secara teratur mengingat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan terdapat banyak transaksi terkait pajak (peristiwa pajak) untuk PPN sehingga pembayaran PPN menjadi lebih efisien.Kelemahan pengendalian internal yang tinggi segera diperbaiki dengan memantau pengendalian internal sehingga kelemahan pengendalian internal menjadi kekuatan pengendalian internal dan memiliki kinerja pengelolaan pajak yang baik serta mengarah pada efisiensi pembayaran pajak
<br>Pembayaran pajak yang efisien merupakan hasil dari keberhasilan perusahaan dalam pengelolaan pajak. Efisiensi atau inefisiensi terjadi pada hilir dari serangkaian prosedur yang membentuk proses pengendalian internal dalam perusahaan. Pengendalian pajak adalah bentuk tindakan pengawasan apakah pelaksanaan atau implementasi mengikuti perencanaan perusahaan. Tindakan yang dimaksud di sini adalah serangkaian prosedur yang dilakukan untuk pengawasan. Sehingga pengendalian internal terkait dengan pengendalian pajak untuk menciptakan efisiensi. Penelitian ini berfokus pada kekuatan atau kelemahan pengendalian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-f3d4f.webp" type="image/webp" length="70718" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-f3d4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/biaya-pajak-sanksi-kewajiban-pengendalian-internal-thumb-9e5b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1395-arkainstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7027-keynesia-international-journal-economy-business.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot</link>
	<guid isPermaLink="false">bac6c909c1d29c68005d48681d2dfe46</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, studi eksperimental atau longitudinal dapat dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif regresi yang digunakan saat ini, guna mengidentifikasi hubungan kausal antara dimensi penetapan tujuan (meaningful, personal improvement, data based) dan motivasi belajar secara lebih mendalam. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi, dengan mengacu pada teori selfAcdetermination, untuk memahami bagaimana tujuan yang bermakna dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel penetapan tujuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel motivasi belajar.Hasil temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menetapkan tujuan cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mencapai hasil.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penetapan tujuan yang jelas berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar Saat ini, peminat perguruan tinggi tidak hanya siswa SMA saja tetapi juga siswa SMK dan MA. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya peserta seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2024 yang juga mulai didominasi oleh selain siswa SMA. Fenomena ini tidak lepas dari maraknya lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Berdasarkan wawancara interpersonal dengan narasumber, diketahui bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar, siswa jauh lebih termotivasi untuk mencapai keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan suatu proses bagi individu untuk mengarahkan perhatian kepada hal yang ingin... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" target="_blank">Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, studi eksperimental atau longitudinal dapat dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif regresi yang digunakan saat ini, guna mengidentifikasi hubungan kausal antara dimensi penetapan tujuan (meaningful, personal improvement, data based) dan motivasi belajar secara lebih mendalam. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi, dengan mengacu pada teori selfAcdetermination, untuk memahami bagaimana tujuan yang bermakna dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel penetapan tujuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel motivasi belajar.Hasil temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menetapkan tujuan cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mencapai hasil.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penetapan tujuan yang jelas berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar
<br>Saat ini, peminat perguruan tinggi tidak hanya siswa SMA saja tetapi juga siswa SMK dan MA. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya peserta seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2024 yang juga mulai didominasi oleh selain siswa SMA. Fenomena ini tidak lepas dari maraknya lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Berdasarkan wawancara interpersonal dengan narasumber, diketahui bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar, siswa jauh lebih termotivasi untuk mencapai keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan suatu proses bagi individu untuk mengarahkan perhatian kepada hal yang ingin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" length="94302" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53060-kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej</link>
	<guid isPermaLink="false">755d7b90c5021ab01abeac227d7d89e1</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan hidup karyawan di perusahaan distributor farmasi, sehingga dapat diketahui apakah nilai dan norma perusahaan memperkuat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan hidup karyawan di perusahaan distributor farmasi, sehingga dapat diketahui apakah nilai dan norma perusahaan memperkuat atau melemahkan efek kepemimpinan. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan tingkat kepuasan hidup seiring waktu ketika intervensi kepemimpinan transformasional diterapkan, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan dinamika adaptasi karyawan. Terakhir, peneliti dapat menyelidiki peran faktor moderasi seperti tingkat beban kerja atau dukungan sosial di tempat kerja dalam memperkuat atau mengurangi pengaruh kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan hidup, yang dapat membantu merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih terarah.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis memiliki peran terhadap kepuasan hidup karyawan distributor farmasi PT XYZ.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karyawan yang berada di bawah gaya kepemimpinan transformasional serta merasakan kesejahteraan psikologis di tempat kerja cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.Artinya, semakin besar peran gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis, semakin tinggi pula tingkat kepuasan hidup karyawan di distributor farmasi PT XYZ Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan hidup pada karyawan distributor farmasi PT XYZ. Kepemimpinan transformasional merupakan pemimpin yang mengubah nilai, keyakinan, dan sikap pengikutnya. Menurut Kepuasan hidup merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan individu, kepuasan hidup berbeda dengan kebahagiaan saat ini, yang lebih bersifat emosional dan sesaat. Transformasional menginspirasi pengikutnya dengan memberikan visi tentang kemana kelompok tersebut akan menuju serta menciptakan budaya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" alt="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" alt="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" alt="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53060-kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" target="_blank">Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan hidup karyawan di perusahaan distributor farmasi, sehingga dapat diketahui apakah nilai dan norma perusahaan memperkuat atau melemahkan efek kepemimpinan. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan tingkat kepuasan hidup seiring waktu ketika intervensi kepemimpinan transformasional diterapkan, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan dinamika adaptasi karyawan. Terakhir, peneliti dapat menyelidiki peran faktor moderasi seperti tingkat beban kerja atau dukungan sosial di tempat kerja dalam memperkuat atau mengurangi pengaruh kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan hidup, yang dapat membantu merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih terarah..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis memiliki peran terhadap kepuasan hidup karyawan distributor farmasi PT XYZ.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karyawan yang berada di bawah gaya kepemimpinan transformasional serta merasakan kesejahteraan psikologis di tempat kerja cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.Artinya, semakin besar peran gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis, semakin tinggi pula tingkat kepuasan hidup karyawan di distributor farmasi PT XYZ
<br>Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan hidup pada karyawan distributor farmasi PT XYZ. Kepemimpinan transformasional merupakan pemimpin yang mengubah nilai, keyakinan, dan sikap pengikutnya. Menurut Kepuasan hidup merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan individu, kepuasan hidup berbeda dengan kebahagiaan saat ini, yang lebih bersifat emosional dan sesaat. Transformasional menginspirasi pengikutnya dengan memberikan visi tentang kemana kelompok tersebut akan menuju serta menciptakan budaya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" type="image/webp" length="97578" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan</link>
	<guid isPermaLink="false">22968fd14f3c90a83c6a388cc8177b92</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengeksplorasi perubahan dinamika stres dan strategi coping seiring berjalannya waktu pada karyawan remote di sektor teknologi informasi, untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memoderasi keberlanjutan coping efektif. Terakhir, penelitian komparatif lintas budaya dapat menguji perbedaan persepsi stres dan preferensi strategi coping antara pekerja remote di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, guna menghasilkan kerangka kerja adaptif yang memperhitungkan konteks budaya dan organisasi. Dengan pendekatan ini, hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang berbasis bukti bagi perusahaan serta kebijakan publik dalam mendukung kesejahteraan mental tenaga kerja remote.. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pengalaman stres yang dialami oleh empat karyawan remote serta faktorAcfaktor penyebabnya, seperti beban kerja berlebihan, kurangnya waktu istirahat, masalah teknis, dan minimnya dukungan sosial.Strategi coping yang digunakan, yaitu social support, positive reappraisal, dan accepting responsibility, terbukti membantu mengurangi dan mengatasi stres serta meningkatkan kesejahteraan.Meskipun stresor tersebut tidak sepenuhnya hilang, penerapan strategi coping yang tepat dapat memperbaiki penanganan stres, mengurangi dampak negatif, dan menjaga kesejahteraan jangka panjang karyawan Perubahan dalam sistem kerja akibat pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perusahaan mengadopsi sistem kerja remote. Meskipun sistem kerja remote memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja, namun juga menimbulkan sejumlah tantangan dan dampak stres yang perlu diperhatikan dan diatasi. Masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat keras yang bermasalah juga bisa menghambat pekerjaan dan sulit untuk memisahkan antara waktu kerja dan waktu pribadi. Ketika bekerja dari rumah, interaksi langsung dengan rekan kerja berkurang, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional. Untuk mengatasi tantangan dan dampak stres yang muncul, karyawan perlu mengimplementasikan strategi dan upaya yang tepat. Strategi tersebut dikenal dengan istilah "coping", yang merujuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" target="_blank">Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengeksplorasi perubahan dinamika stres dan strategi coping seiring berjalannya waktu pada karyawan remote di sektor teknologi informasi, untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memoderasi keberlanjutan coping efektif. Terakhir, penelitian komparatif lintas budaya dapat menguji perbedaan persepsi stres dan preferensi strategi coping antara pekerja remote di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, guna menghasilkan kerangka kerja adaptif yang memperhitungkan konteks budaya dan organisasi. Dengan pendekatan ini, hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang berbasis bukti bagi perusahaan serta kebijakan publik dalam mendukung kesejahteraan mental tenaga kerja remote..
<br>Penelitian ini memberikan gambaran tentang pengalaman stres yang dialami oleh empat karyawan remote serta faktorAcfaktor penyebabnya, seperti beban kerja berlebihan, kurangnya waktu istirahat, masalah teknis, dan minimnya dukungan sosial.Strategi coping yang digunakan, yaitu social support, positive reappraisal, dan accepting responsibility, terbukti membantu mengurangi dan mengatasi stres serta meningkatkan kesejahteraan.Meskipun stresor tersebut tidak sepenuhnya hilang, penerapan strategi coping yang tepat dapat memperbaiki penanganan stres, mengurangi dampak negatif, dan menjaga kesejahteraan jangka panjang karyawan
<br>Perubahan dalam sistem kerja akibat pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perusahaan mengadopsi sistem kerja remote. Meskipun sistem kerja remote memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja, namun juga menimbulkan sejumlah tantangan dan dampak stres yang perlu diperhatikan dan diatasi. Masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat keras yang bermasalah juga bisa menghambat pekerjaan dan sulit untuk memisahkan antara waktu kerja dan waktu pribadi. Ketika bekerja dari rumah, interaksi langsung dengan rekan kerja berkurang, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional. Untuk mengatasi tantangan dan dampak stres yang muncul, karyawan perlu mengimplementasikan strategi dan upaya yang tepat. Strategi tersebut dikenal dengan istilah "coping", yang merujuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" type="image/webp" length="97330" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas</link>
	<guid isPermaLink="false">bc1c819713d23320dc02f718c5269038</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:47:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ generasi z ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai Generasi X dan Y. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan tingkat SWE di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru dengan institusi publik maupun swasta lain, guna mengetahui apakah perbedaan organisasi atau budaya kerja berkontribusi pada variasi hasil. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi kebijakan manajerial, seperti program pelatihan kepemimpinan atau peningkatan dukungan supervisi, terhadap perubahan SWE serta kinerja dan kesejahteraan karyawan selama beberapa tahun. Penerapan pendekatan mixedAcmethods yang menggabungkan data survei kuantitatif dengan temuan kualitatif akan memperkuat validitas temuan dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap dinamika generasi. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan organisasi yang lebih adaptif dalam memfasilitasi kolaborasi lintas generasi.. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Supportive Work Environment (SWE) pada pegawai aktif di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru cenderung berada pada kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun lingkungan kerja di BSPJI Banjarbaru sudah memberikan dukungan yang cukup kepada pegawainya, masih ada potensi dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut agar lebih optimal dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai Perbedaan generasi di tempat kerja menjadi topik yang semakin relevan dalam manajemen sumber daya manusia, dengan fokus pada bagaimana nilai dan harapan yang berbeda dapat mempengaruhi interaksi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi pegawai Generasi X dan Y di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. SWE didefinisikan sebagai suasana kerja yang mencakup dukungan, interaksi positif, dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka. Variabel dalam penelitian ini mencakup persepsi iklim kerja, interaksi antar rekan kerja, dukungan pengawasan, dan dukungan organisasi. Penelitian ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" target="_blank">Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai Generasi X dan Y. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan tingkat SWE di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru dengan institusi publik maupun swasta lain, guna mengetahui apakah perbedaan organisasi atau budaya kerja berkontribusi pada variasi hasil. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi kebijakan manajerial, seperti program pelatihan kepemimpinan atau peningkatan dukungan supervisi, terhadap perubahan SWE serta kinerja dan kesejahteraan karyawan selama beberapa tahun. Penerapan pendekatan mixedAcmethods yang menggabungkan data survei kuantitatif dengan temuan kualitatif akan memperkuat validitas temuan dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap dinamika generasi. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan organisasi yang lebih adaptif dalam memfasilitasi kolaborasi lintas generasi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Supportive Work Environment (SWE) pada pegawai aktif di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru cenderung berada pada kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun lingkungan kerja di BSPJI Banjarbaru sudah memberikan dukungan yang cukup kepada pegawainya, masih ada potensi dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut agar lebih optimal dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai
<br>Perbedaan generasi di tempat kerja menjadi topik yang semakin relevan dalam manajemen sumber daya manusia, dengan fokus pada bagaimana nilai dan harapan yang berbeda dapat mempengaruhi interaksi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi pegawai Generasi X dan Y di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. SWE didefinisikan sebagai suasana kerja yang mencakup dukungan, interaksi positif, dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka. Variabel dalam penelitian ini mencakup persepsi iklim kerja, interaksi antar rekan kerja, dukungan pengawasan, dan dukungan organisasi. Penelitian ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" type="image/webp" length="87084" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Self Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start Up ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Self Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start Up ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Self Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start Up ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53057-loyalitas-karyawan-generasi-employability</link>
	<guid isPermaLink="false">3b0252853b009074e220160eb6c1b8fa</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ trauma self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,self,trauma]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lingkungan kerja start-up dalam membentuk persepsi employability karyawan Generasi Z? Studi ini dapat mengkaji lebih dalam tentang pengaruh budaya kerja, struktur ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lingkungan kerja start-up dalam membentuk persepsi employability karyawan Generasi Z? Studi ini dapat mengkaji lebih dalam tentang pengaruh budaya kerja, struktur organisasi, dan peluang pengembangan diri di start-up terhadap persepsi employability karyawan. Kedua, apakah ada perbedaan signifikan dalam persepsi employability antara karyawan Generasi Z yang bekerja di start-up dengan karyawan dari generasi sebelumnya? Studi ini dapat membandingkan persepsi employability antara Generasi Z dengan Generasi Y atau X, untuk memahami apakah ada perbedaan generasi dalam hal ini. Ketiga, bagaimana pengaruh pengalaman kerja awal di start-up terhadap persepsi employability karyawan Generasi Z di masa depan? Studi ini dapat mengeksplorasi apakah pengalaman kerja awal di start-up yang tidak stabil dan penuh tantangan dapat membentuk persepsi employability karyawan di masa depan, baik dalam konteks start-up maupun perusahaan lain.. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 246 karyawan Generasi Z di perusahaan start-up, mayoritas partisipan memiliki tingkat self-perceived employability yang tinggi.Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan mereka dalam mempertahankan pekerjaan yang dimiliki maupun dalam memperoleh pekerjaan baru di luar organisasi saat ini.Pada dimensi internal employability, 67% partisipan berada pada kategori tinggi, yang mencerminkan bahwa mereka merasa memiliki peran dan kontribusi penting dalam organisasi tempat mereka bekerja.Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja start-up yang terbuka dan fleksibel memungkinkan Generasi Z untuk merasa dihargai dan bernilai.Sementara itu, pada dimensi external employability, 69.9% partisipan juga berada pada kategori tinggi.Ini menunjukkan bahwa Generasi Z merasa yakin akan daya saing dan kompetensi yang mereka miliki dalam menghadapi pasar kerja eksternal.Persepsi ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya literasi digital, akses terhadap peluang karier melalui platform online, dan keaktifan dalam mengikuti pelatihan atau kegiatan pengembangan diri lainnya Perusahaan start-up yang berbasis teknologi dan inovasi menarik bagi Generasi Z. Namun, start-up belum stabil, sehingga rawan terhadap perubahan dan risiko. Penelitian ini bertujuan melihat self-perceived employability pada karyawan Generasi Z di start-up. Self-perceived employability adalah persepsi kemampuan mempertahankan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain statistik deskriptif digunakan. Subjek penelitian adalah 246 karyawan Generasi Z di start-up. Teknik pengambilan data adalah voluntary sampling. Alat ukur self-perceived employability scale dari Rothwell dan Arnold (2007) yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% karyawan memiliki tingkat internal employability... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-8efe8.webp" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-8efe8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-8efe8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-8efe8.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" alt="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-c6b7b.webp" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-c6b7b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-c6b7b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-c6b7b.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" alt="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-48676.webp" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-48676.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-48676.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-48676.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" alt="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53057-loyalitas-karyawan-generasi-employability" title="JURIS - Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up" target="_blank">Gambaran Self-Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Di Perusahaan Start-Up</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lingkungan kerja start-up dalam membentuk persepsi employability karyawan Generasi Z? Studi ini dapat mengkaji lebih dalam tentang pengaruh budaya kerja, struktur organisasi, dan peluang pengembangan diri di start-up terhadap persepsi employability karyawan. Kedua, apakah ada perbedaan signifikan dalam persepsi employability antara karyawan Generasi Z yang bekerja di start-up dengan karyawan dari generasi sebelumnya? Studi ini dapat membandingkan persepsi employability antara Generasi Z dengan Generasi Y atau X, untuk memahami apakah ada perbedaan generasi dalam hal ini. Ketiga, bagaimana pengaruh pengalaman kerja awal di start-up terhadap persepsi employability karyawan Generasi Z di masa depan? Studi ini dapat mengeksplorasi apakah pengalaman kerja awal di start-up yang tidak stabil dan penuh tantangan dapat membentuk persepsi employability karyawan di masa depan, baik dalam konteks start-up maupun perusahaan lain..
<br>Berdasarkan hasil penelitian terhadap 246 karyawan Generasi Z di perusahaan start-up, mayoritas partisipan memiliki tingkat self-perceived employability yang tinggi.Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan mereka dalam mempertahankan pekerjaan yang dimiliki maupun dalam memperoleh pekerjaan baru di luar organisasi saat ini.Pada dimensi internal employability, 67% partisipan berada pada kategori tinggi, yang mencerminkan bahwa mereka merasa memiliki peran dan kontribusi penting dalam organisasi tempat mereka bekerja.Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja start-up yang terbuka dan fleksibel memungkinkan Generasi Z untuk merasa dihargai dan bernilai.Sementara itu, pada dimensi external employability, 69.9% partisipan juga berada pada kategori tinggi.Ini menunjukkan bahwa Generasi Z merasa yakin akan daya saing dan kompetensi yang mereka miliki dalam menghadapi pasar kerja eksternal.Persepsi ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya literasi digital, akses terhadap peluang karier melalui platform online, dan keaktifan dalam mengikuti pelatihan atau kegiatan pengembangan diri lainnya
<br>Perusahaan start-up yang berbasis teknologi dan inovasi menarik bagi Generasi Z. Namun, start-up belum stabil, sehingga rawan terhadap perubahan dan risiko. Penelitian ini bertujuan melihat self-perceived employability pada karyawan Generasi Z di start-up. Self-perceived employability adalah persepsi kemampuan mempertahankan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain statistik deskriptif digunakan. Subjek penelitian adalah 246 karyawan Generasi Z di start-up. Teknik pengambilan data adalah voluntary sampling. Alat ukur self-perceived employability scale dari Rothwell dan Arnold (2007) yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% karyawan memiliki tingkat internal employability...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-8efe8.webp" type="image/webp" length="138502" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-8efe8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-c6b7b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/loyalitas-karyawan-generasi-employability-z-start-thumb-48676.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53058-motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa</link>
	<guid isPermaLink="false">06acccd2d8ee2c6371590ce379e2a1ca</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ trauma self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,self,trauma]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memengaruhi fluktuasi motivasi. Selanjutnya, studi komparatif antara mahasiswa di wilayah perkotaan JABODETABEK dan wilayah nonAcperkota dapat mengeksplorasi perbedaan dimensi motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta menguji apakah konteks sosialAcekonomi memoderasi tingkat amotivasi. Akhirnya, penelitian eksperimen yang mengimplementasikan program intervensi seperti konseling akademik atau pelatihan manajemen waktu dapat menilai efektivitas strategi tersebut dalam menurunkan tingkat amotivasi dan memperkuat motivasi intrinsik, dengan menggunakan desain kontrol acak untuk memastikan validitas hasil.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap mahasiswa dewasa awal di wilayah JABODETABEK dengan menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS), dapat disimpulkan bahwa secara umum mahasiswa dewasa awal berada pada tingkat motivasi belajar yang tinggi.Dari ketiga dimensi motivasi belajar, dapat dilihat bahwa motivasi ekstrinsik dan intrinsik memiliki rata-rata skor di atas 4.00 yang berarti mahasiswa mempunyai dorongan belajar yang kuat baik dalam diri sendiri maupun dari faktor luar diri Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi belajar, meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, dan amotivasi pada mahasiswa dewasa awal dengan rentang usia 18Ae25 tahun di wilayah JABODETABEK. Mahasiswa pada tahap dewasa awal cenderung menghadapi banyak tantangan khususnya dalam perkuliahan berupa tantangan akademis seperti kesulitan belajar, manajemen waktu, beban akademik, kemudian tantangan sosial seperti membangun jaringan sosial dengan teman maupun dosen, dan tantangan untuk menyeimbangkan kehidupan antara tuntutan akademik, kehidupan sosial, dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen AMS (Academic Motivation Scale) sebagai kuesioner yang disebarkan pada partisipan. Penyebaran kuesioner dimulai pada tanggal 29 April... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" alt="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" alt="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" alt="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53058-motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" target="_blank">Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memengaruhi fluktuasi motivasi. Selanjutnya, studi komparatif antara mahasiswa di wilayah perkotaan JABODETABEK dan wilayah nonAcperkota dapat mengeksplorasi perbedaan dimensi motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta menguji apakah konteks sosialAcekonomi memoderasi tingkat amotivasi. Akhirnya, penelitian eksperimen yang mengimplementasikan program intervensi seperti konseling akademik atau pelatihan manajemen waktu dapat menilai efektivitas strategi tersebut dalam menurunkan tingkat amotivasi dan memperkuat motivasi intrinsik, dengan menggunakan desain kontrol acak untuk memastikan validitas hasil..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap mahasiswa dewasa awal di wilayah JABODETABEK dengan menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS), dapat disimpulkan bahwa secara umum mahasiswa dewasa awal berada pada tingkat motivasi belajar yang tinggi.Dari ketiga dimensi motivasi belajar, dapat dilihat bahwa motivasi ekstrinsik dan intrinsik memiliki rata-rata skor di atas 4.00 yang berarti mahasiswa mempunyai dorongan belajar yang kuat baik dalam diri sendiri maupun dari faktor luar diri
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi belajar, meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, dan amotivasi pada mahasiswa dewasa awal dengan rentang usia 18Ae25 tahun di wilayah JABODETABEK. Mahasiswa pada tahap dewasa awal cenderung menghadapi banyak tantangan khususnya dalam perkuliahan berupa tantangan akademis seperti kesulitan belajar, manajemen waktu, beban akademik, kemudian tantangan sosial seperti membangun jaringan sosial dengan teman maupun dosen, dan tantangan untuk menyeimbangkan kehidupan antara tuntutan akademik, kehidupan sosial, dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen AMS (Academic Motivation Scale) sebagai kuesioner yang disebarkan pada partisipan. Penyebaran kuesioner dimulai pada tanggal 29 April...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" type="image/webp" length="61072" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana</link>
	<guid isPermaLink="false">34881bc87be69d8515e030484b00b3e7</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 18:52:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat mempertimbangkan perubahan muka air tanah di luar area galian yang terjadi.. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan analisis construction stage dan analisis konvensional, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pada pekerjaan basement dengan metode top-down, penting untuk dilakukan construction stage analysis karena berpengaruh terhadap hasil analisis.Hasil deformasi dinding menunjukkan bahwa hasil analisis construction stage lebih besar dibanding analisis biasa (tanpa memperhitungkan tahapan konstruksi) sehingga lebih baik desain dihitung menggunakan tahapan konstruksi sesuai dengan yang terjadi di lapangan.Dari hasil analisis construction stage pada basement dengan sistem top-down, didapatkan bahwa deformasi maksimum yang terjadi pada dinding semakin besar seiring dengan majunya tahapan konstruksi.Pelat berfungsi sangat efektif sebagai strut pada sistem top-down dan membantu menahan beban lateral tanah sehingga mengurangi defleksi dinding penahan tanah (dinding diafragma).Pada penggalian basement tanpa pelat sebagai strut, didapatkan deformasi dinding penahan tanah sebesar 179,11 mm pada tahap galian 5, namun apabila pelat digunakan deformasi berkurang menjadi 15,07 mm yaitu 8,41% dari deformasi dinding tanpa pelat.Deformasi maksimum dinding diafragma terjadi pada tahap galian 5 raft.Deformasi ini masih lebih kecil daripada syarat deformasi sesuai ketentuan SNI yaitu sebesar 85 mm Pada konstruksi basement dengan metode top-down, pekerjaan penggalian dan pemasangan pelat dilakukan secara bertahap. Namun, tidak semua aplikasi geoteknik dapat mensimulasikan tahapan konstruksi sehingga pengaruhnya sering diabaikan oleh banyak insinyur dalam praktiknya. Maka, pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh tahapan konstruksi basement menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX. Pada program, akan dilakukan dua analisis yang berbeda. Pertama, dilakukan analisis construction stage yang mensimulasikan tahapan konstruksi. Sebagai perbandingan, dilakukan analisis konvensional yang tidak mensimulasikan tahapan konstruksi. Kedua hasil analisis dibandingkan. Analisis ini lebih berfokus pada deformasi yang terjadi pada dinding diafragma. Pemodelan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" target="_blank">Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat mempertimbangkan perubahan muka air tanah di luar area galian yang terjadi..
<br>Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan analisis construction stage dan analisis konvensional, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pada pekerjaan basement dengan metode top-down, penting untuk dilakukan construction stage analysis karena berpengaruh terhadap hasil analisis.Hasil deformasi dinding menunjukkan bahwa hasil analisis construction stage lebih besar dibanding analisis biasa (tanpa memperhitungkan tahapan konstruksi) sehingga lebih baik desain dihitung menggunakan tahapan konstruksi sesuai dengan yang terjadi di lapangan.Dari hasil analisis construction stage pada basement dengan sistem top-down, didapatkan bahwa deformasi maksimum yang terjadi pada dinding semakin besar seiring dengan majunya tahapan konstruksi.Pelat berfungsi sangat efektif sebagai strut pada sistem top-down dan membantu menahan beban lateral tanah sehingga mengurangi defleksi dinding penahan tanah (dinding diafragma).Pada penggalian basement tanpa pelat sebagai strut, didapatkan deformasi dinding penahan tanah sebesar 179,11 mm pada tahap galian 5, namun apabila pelat digunakan deformasi berkurang menjadi 15,07 mm yaitu 8,41% dari deformasi dinding tanpa pelat.Deformasi maksimum dinding diafragma terjadi pada tahap galian 5   raft.Deformasi ini masih lebih kecil daripada syarat deformasi sesuai ketentuan SNI yaitu sebesar 85 mm
<br>Pada konstruksi basement dengan metode top-down, pekerjaan penggalian dan pemasangan pelat dilakukan secara bertahap. Namun, tidak semua aplikasi geoteknik dapat mensimulasikan tahapan konstruksi sehingga pengaruhnya sering diabaikan oleh banyak insinyur dalam praktiknya. Maka, pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh tahapan konstruksi basement menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX. Pada program, akan dilakukan dua analisis yang berbeda. Pertama, dilakukan analisis construction stage yang mensimulasikan tahapan konstruksi. Sebagai perbandingan, dilakukan analisis konvensional yang tidak mensimulasikan tahapan konstruksi. Kedua hasil analisis dibandingkan. Analisis ini lebih berfokus pada deformasi yang terjadi pada dinding diafragma. Pemodelan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" type="image/webp" length="120146" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53048-kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-l</link>
	<guid isPermaLink="false">9a2d365440629f7f287fa9a5153eb4b7</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 18:04:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model numerik berbasis elemen hingga untuk menganalisis fondasi tiang bor metode casing di lingkungan laut, dengan memvalidasi hasil simulasi terhadap data analitis dan eksperimental guna memahami interaksi beban ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut: Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model numerik berbasis elemen hingga untuk menganalisis fondasi tiang bor metode casing di lingkungan laut, dengan memvalidasi hasil simulasi terhadap data analitis dan eksperimental guna memahami interaksi beban aksial dan lateral secara komprehensif; selain itu, diperlukan studi eksperimental jangka panjang yang menguji berbagai strategi perlindungan korosi, seperti jenis coating dan sistem pelapisan, untuk menilai pengaruhnya terhadap daya dukung dan umur pakai tiang bor dalam kondisi akselerasi korosi; selanjutnya, analisis keandalan probabilistik yang mengintegrasikan beban gempa, scouring, gelombang, dan gaya arus harus dilakukan untuk merumuskan faktor keselamatan yang lebih realistis dan meningkatkan keamanan desain fondasi di wilayah pesisir.. Berbagai jenis fondasi dapat digunakan untuk konstruksi di laut, namun fondasi tiang bor metode casing paling cocok karena dapat mengatasi kedalaman laut yang besar dan melindungi dari korosi.instalasi fondasi tiang bor di lingkungan laut menghadapi risiko lebih tinggi dan beban lateral memberikan pengurangan kapasitas terbesar (18,5A%), menjadikannya faktor kritis, sementara defleksi tetap berada di dalam batas yang diizinkan.kapasitas aksial lebih rendah daripada beban aksial maksimum sehingga peningkatan panjang atau jumlah tiang diperlukan, dan perbedaan desain antara darat dan laut harus mempertimbangkan beban lateral tambahan seperti scouring, tumbukan kapal, arus, debris, dan buoyancy, serta beban aksial meliputi berat coating Secara struktural jembatan dipisahkan menjadi struktur atas, dan struktur bagian bawah seperti fondasi. Sesuai fungsinya, fondasi jembatan menopang dan meneruskan beban dari bangunan atas jembatan ke lapisan tanah yang kuat dan stabil/solid. Pembangunan jembatan panjang di tengah laut memiliki tingkat kesulitan dan resiko tinggi. Terdapat gaya-gaya yang mempengaruhi fondasi yang dibuat di laut. Semakin besar beban-beban yang ditahan fondasi maka semakin besar pula daya dukung yang dibutuhkan fondasi. Fondasi yang dipakai adalah fondasi tiang bor dengan metode casing.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-75fae.webp" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-75fae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-75fae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-75fae.webp 1x" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" alt="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-c059e.webp" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-c059e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-c059e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-c059e.webp 1x" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" alt="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-b205a.webp" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-b205a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-b205a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-b205a.webp 1x" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" alt="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53048-kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-l" title="JURIS - Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut" target="_blank">Studi Fondasi Tiang Bor Untuk Jembatan di Laut</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model numerik berbasis elemen hingga untuk menganalisis fondasi tiang bor metode casing di lingkungan laut, dengan memvalidasi hasil simulasi terhadap data analitis dan eksperimental guna memahami interaksi beban aksial dan lateral secara komprehensif; selain itu, diperlukan studi eksperimental jangka panjang yang menguji berbagai strategi perlindungan korosi, seperti jenis coating dan sistem pelapisan, untuk menilai pengaruhnya terhadap daya dukung dan umur pakai tiang bor dalam kondisi akselerasi korosi; selanjutnya, analisis keandalan probabilistik yang mengintegrasikan beban gempa, scouring, gelombang, dan gaya arus harus dilakukan untuk merumuskan faktor keselamatan yang lebih realistis dan meningkatkan keamanan desain fondasi di wilayah pesisir..
<br>Berbagai jenis fondasi dapat digunakan untuk konstruksi di laut, namun fondasi tiang bor metode casing paling cocok karena dapat mengatasi kedalaman laut yang besar dan melindungi dari korosi.instalasi fondasi tiang bor di lingkungan laut menghadapi risiko lebih tinggi dan beban lateral memberikan pengurangan kapasitas terbesar (18,5A%), menjadikannya faktor kritis, sementara defleksi tetap berada di dalam batas yang diizinkan.kapasitas aksial lebih rendah daripada beban aksial maksimum sehingga peningkatan panjang atau jumlah tiang diperlukan, dan perbedaan desain antara darat dan laut harus mempertimbangkan beban lateral tambahan seperti scouring, tumbukan kapal, arus, debris, dan buoyancy, serta beban aksial meliputi berat coating
<br>Secara struktural jembatan dipisahkan menjadi struktur atas, dan struktur bagian bawah seperti fondasi. Sesuai fungsinya, fondasi jembatan menopang dan meneruskan beban dari bangunan atas jembatan ke lapisan tanah yang kuat dan stabil/solid. Pembangunan jembatan panjang di tengah laut memiliki tingkat kesulitan dan resiko tinggi. Terdapat gaya-gaya yang mempengaruhi fondasi yang dibuat di laut. Semakin besar beban-beban yang ditahan fondasi maka semakin besar pula daya dukung yang dibutuhkan fondasi. Fondasi yang dipakai adalah fondasi tiang bor dengan metode casing....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-c059e.webp" type="image/webp" length="100596" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-75fae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-c059e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/kedalaman-laut-desain-fondasi-dangkal-lingkungan-t-thumb-b205a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan</link>
	<guid isPermaLink="false">76d3fc3db4ce60143c0c5227758a9ff9</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 17:32:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium dan lapangan. Selain itu, pengembangan model numerik berbasis elemen hingga yang memodelkan perilaku grup tiang pancang dengan sambungan splicing dapat divalidasi dengan data eksperimental, sehingga memungkinkan prediksi mekanisme kegagalan secara lebih akurat. Selanjutnya, studi geoteknik yang mempertimbangkan heterogenitas tanah serta beban dinamis, termasuk gempa bumi, dapat memberikan pedoman desain yang lebih komprehensif bagi fondasi tiang pancang dengan sambungan, sehingga meningkatkan keamanan dan efisiensi biaya pada proyek konstruksi besar.. Berdasarkan hasil analisis, semua sambungan tiang pancang yang diuji tidak mampu menahan gaya tarik, dan sambungan Brunsplice serta Cement Dowel akan gagal pada momen lentur maksimum sekitar kedalaman 7,5Am.Selain itu, tidak terdapat reduksi kekuatan pada daya dukung aksial tekan, sementara sambungan Anderson dan Brunsplice kurang cocok bila terdapat gaya tarik pada kombinasi beban struktur atas.Penentuan posisi sambungan dipengaruhi oleh kurvatur momen lentur fondasi Dengan adanya pertumbuhan pendudukan dan perkembangan teknologi, bentuk bangunan dari waktu ke waktu juga mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan bentuk bangunan tersebut membawa kebutuhan kekuatan terhadap gaya dan momen tertentu berubah. Maka dari itu, fondasi sebagai struktur bagian bawah sekaligus penopang bangunan harus mampu menahan gaya-gaya yang terjadi. Fondasi tiang pancang pracetak merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang umum digunakan sekarang ini. Namun, dikarenakan fondasi cetak terlebih dahulu di luar lapangan, terdapat batasan panjang pada fondasi tersebut akibat dari segi transportasi, dan sebagainya. Sambungan fondasi merupakan sarana pemersatu tiang pancang pracetak untuk mencapai kedalaman pemancangan yang diinginkan. Perencanaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" target="_blank">Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium dan lapangan. Selain itu, pengembangan model numerik berbasis elemen hingga yang memodelkan perilaku grup tiang pancang dengan sambungan splicing dapat divalidasi dengan data eksperimental, sehingga memungkinkan prediksi mekanisme kegagalan secara lebih akurat. Selanjutnya, studi geoteknik yang mempertimbangkan heterogenitas tanah serta beban dinamis, termasuk gempa bumi, dapat memberikan pedoman desain yang lebih komprehensif bagi fondasi tiang pancang dengan sambungan, sehingga meningkatkan keamanan dan efisiensi biaya pada proyek konstruksi besar..
<br>Berdasarkan hasil analisis, semua sambungan tiang pancang yang diuji tidak mampu menahan gaya tarik, dan sambungan Brunsplice serta Cement Dowel akan gagal pada momen lentur maksimum sekitar kedalaman 7,5Am.Selain itu, tidak terdapat reduksi kekuatan pada daya dukung aksial tekan, sementara sambungan Anderson dan Brunsplice kurang cocok bila terdapat gaya tarik pada kombinasi beban struktur atas.Penentuan posisi sambungan dipengaruhi oleh kurvatur momen lentur fondasi
<br>Dengan adanya pertumbuhan pendudukan dan perkembangan teknologi, bentuk bangunan dari waktu ke waktu juga mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan bentuk bangunan tersebut membawa kebutuhan kekuatan terhadap gaya dan momen tertentu berubah. Maka dari itu, fondasi sebagai struktur bagian bawah sekaligus penopang bangunan harus mampu menahan gaya-gaya yang terjadi. Fondasi tiang pancang pracetak merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang umum digunakan sekarang ini. Namun, dikarenakan fondasi cetak terlebih dahulu di luar lapangan, terdapat batasan panjang pada fondasi tersebut akibat dari segi transportasi, dan sebagainya. Sambungan fondasi merupakan sarana pemersatu tiang pancang pracetak untuk mencapai kedalaman pemancangan yang diinginkan. Perencanaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" type="image/webp" length="103944" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 00:54:06 +0700. 12 items. Served in: 4.646 seconds [rss] -->
