<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 07:57:47 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 07:57:47 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-21T07:57:47+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67695-kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote</link>
	<guid isPermaLink="false">1c4e2b32dfc41fc151d6797616dccf7e</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 06:04:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ miracle cell ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cell,kel,miracle,ojs,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional bagi para pendeta di GPM Tuni untuk meningkatkan karakteristik kepemimpinan mereka. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional bagi para pendeta di GPM Tuni untuk meningkatkan karakteristik kepemimpinan mereka. Kedua, analisis perbandingan antara kepemimpinan transformasional di Jemaat GPM Tuni dengan jemaat lain di wilayah Maluku untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan. Ketiga, penelitian tentang peran kebijakan gereja dalam mendukung atau menghambat penerapan kepemimpinan transformasional, terutama dalam konteks daerah yang sulit dijangkau seperti Jemaat GPM Tuni.. Kepemimpinan pendeta dalam konteks berjemaat di Jemaat GPM Tuni belum memperlihatkan ciri khas sebagai pemimpin transformasional, karena beberapa indikator.Pertama, ia belum menunjukkan pengaruh ideal yang dijadikan sebagai teladan bagi umat.Kedua, ia belum menampilkan motivasi inspirasional kepada umat.Ketiga, ia belum menghadirkan kreativitas untuk mengembangkan pelayanan.Lalu, ia belum memperlihatkan kemampuan individunya dalam memimpin.Oleh karena itu, hal ini berpengaruh pada ketercapaian tujuan yang hendak dicapai baik bagi umat maupun pelayan Penelitian ini membahas pendeta sebagai pemimpin transformasional di Jemaat GPM Tuni dan tujuannya adalah untuk menganalisis kepemimpinan pendeta di Jemaat GPM Tuni dengan menggunakan metode penelitian kualitatif di Jemaat GPM Tuni, Klasis GPM Pulau Ambon pada bulan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan wawancara dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data, yang dianalsis dengan perspektif empiris dan perspektif teologis terhadap interaksi antara konteks dan teks yang bersumber dari Alkitab, buku-buku dan Ajaran Gereja. Hasil yang diperoleh adalah pendeta yang memimpin di Jemaat GPM Tuni belum memiliki karakter sebagai pemimpin yang trasformasional... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-c8005.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-c8005.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-c8005.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-c8005.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" alt="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-8fbd2.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-8fbd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-8fbd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-8fbd2.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" alt="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-76ed3.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-76ed3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-76ed3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-76ed3.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" alt="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67695-kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote" title="JURIS - Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni" target="_blank">Kepemimpinan Transformasional Di Jemaat Gereja Protestan Maluku Tuni</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional bagi para pendeta di GPM Tuni untuk meningkatkan karakteristik kepemimpinan mereka. Kedua, analisis perbandingan antara kepemimpinan transformasional di Jemaat GPM Tuni dengan jemaat lain di wilayah Maluku untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan. Ketiga, penelitian tentang peran kebijakan gereja dalam mendukung atau menghambat penerapan kepemimpinan transformasional, terutama dalam konteks daerah yang sulit dijangkau seperti Jemaat GPM Tuni..
<br>Kepemimpinan pendeta dalam konteks berjemaat di Jemaat GPM Tuni belum memperlihatkan ciri khas sebagai pemimpin transformasional, karena beberapa indikator.Pertama, ia belum menunjukkan pengaruh ideal yang dijadikan sebagai teladan bagi umat.Kedua, ia belum menampilkan motivasi inspirasional kepada umat.Ketiga, ia belum menghadirkan kreativitas untuk mengembangkan pelayanan.Lalu, ia belum memperlihatkan kemampuan individunya dalam memimpin.Oleh karena itu, hal ini berpengaruh pada ketercapaian tujuan yang hendak dicapai baik bagi umat maupun pelayan
<br>Penelitian ini membahas pendeta sebagai pemimpin transformasional di Jemaat GPM Tuni dan tujuannya adalah untuk menganalisis kepemimpinan pendeta di Jemaat GPM Tuni dengan menggunakan metode penelitian kualitatif di Jemaat GPM Tuni, Klasis GPM Pulau Ambon pada bulan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan wawancara dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data, yang dianalsis dengan perspektif empiris dan perspektif teologis terhadap interaksi antara konteks dan teks yang bersumber dari Alkitab, buku-buku dan Ajaran Gereja. Hasil yang diperoleh adalah pendeta yang memimpin di Jemaat GPM Tuni belum memiliki karakter sebagai pemimpin yang trasformasional...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-76ed3.webp" type="image/webp" length="264380" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-c8005.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-8fbd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/kepemimpinan-transformasional-pendeta-gereja-prote-thumb-76ed3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Anak dan Remaja dalam Pusaran AI ChatGPT CICI Canva AI Tutor dan Suno Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Anak dan Remaja dalam Pusaran AI ChatGPT CICI Canva AI Tutor dan Suno Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Anak dan Remaja dalam Pusaran AI ChatGPT CICI Canva AI Tutor dan Suno Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67697-etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak</link>
	<guid isPermaLink="false">8be965faae979f376a5e54edb3abd84c</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 05:56:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ miracle cell ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cell,kel,miracle,ojs,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan kerangka etika AI yang disesuaikan dengan konteks gereja, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti bias algoritma dan privasi data. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan AI terhadap perkembangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan kerangka etika AI yang disesuaikan dengan konteks gereja, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti bias algoritma dan privasi data. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan AI terhadap perkembangan spiritual dan karakter anak remaja di jemaat lokal perlu dilakukan untuk memahami bagaimana teknologi ini memengaruhi identitas iman mereka. Terakhir, penelitian tentang model kolaborasi antara gereja, orang tua, dan komunitas dalam mengintegrasikan AI sebagai alat bantu pendidikan iman dapat menjadi arah baru untuk memastikan penggunaan teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Kristen.. Anak dan remaja di Jemaat GPM Wayame tumbuh dalam ekosistem digital yang kompleks, di mana AI menjadi bagian integral dalam belajar, berkreasi, dan berinteraksi.Penggunaan AI menghadirkan peluang sekaligus risiko sosial dan kognitif.AI meningkatkan personalisasi pembelajaran, kreativitas, dan keterlibatan dalam pendidikan, tetapi penggunaan berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis, menimbulkan bias, dan risiko pelanggaran privasi.AI dapat memperkaya pendidikan Kristen jika digunakan sebagai pelengkap pengajaran iman, mendukung pemahaman Alkitab, dan menanamkan nilai kasih, kejujuran, serta tanggung jawab.edukatif (mendukung pembelajaran), etis (tanggung jawab dan privasi), spiritual (tidak menggantikan pengalaman rohani), dan komunitas (memperkuat relasi sosial dalam jemaat) Penelitian ini mengkaji tentang fenomena penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh anak dan remaja di Jemaat GPM Wayame dalam konteks pendidikan iman Kristen. Kehadiran AI melalui aplikasi, seperti: ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno membuka peluang baru bagi pembelajaran kreatif, interaktif, dan kontekstual. Namun, AI juga membawa tantangan berupa risiko ketergantungan, berkurangnya kemampuan berpikir kritis, plagiarisme, serta dampak etis dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis teologi pendidikan, penelitian ini menggali pengalaman anak-remaja melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperkaya pendidikan Kristen bila ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung pembentukan iman, karakter,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-abab8.webp" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-abab8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-abab8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-abab8.webp 1x" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" alt="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-cdbca.webp" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-cdbca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-cdbca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-cdbca.webp 1x" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" alt="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-dcd19.webp" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-dcd19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-dcd19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-dcd19.webp 1x" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" alt="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67697-etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak" title="JURIS - Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame" target="_blank">Anak dan Remaja dalam Pusaran AI (ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno): Kajian Pendidikan di Jemaat GPM Wayame</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan kerangka etika AI yang disesuaikan dengan konteks gereja, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti bias algoritma dan privasi data. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan AI terhadap perkembangan spiritual dan karakter anak remaja di jemaat lokal perlu dilakukan untuk memahami bagaimana teknologi ini memengaruhi identitas iman mereka. Terakhir, penelitian tentang model kolaborasi antara gereja, orang tua, dan komunitas dalam mengintegrasikan AI sebagai alat bantu pendidikan iman dapat menjadi arah baru untuk memastikan penggunaan teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Kristen..
<br>Anak dan remaja di Jemaat GPM Wayame tumbuh dalam ekosistem digital yang kompleks, di mana AI menjadi bagian integral dalam belajar, berkreasi, dan berinteraksi.Penggunaan AI menghadirkan peluang sekaligus risiko sosial dan kognitif.AI meningkatkan personalisasi pembelajaran, kreativitas, dan keterlibatan dalam pendidikan, tetapi penggunaan berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis, menimbulkan bias, dan risiko pelanggaran privasi.AI dapat memperkaya pendidikan Kristen jika digunakan sebagai pelengkap pengajaran iman, mendukung pemahaman Alkitab, dan menanamkan nilai kasih, kejujuran, serta tanggung jawab.edukatif (mendukung pembelajaran), etis (tanggung jawab dan privasi), spiritual (tidak menggantikan pengalaman rohani), dan komunitas (memperkuat relasi sosial dalam jemaat)
<br>Penelitian ini mengkaji tentang fenomena penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh anak dan remaja di Jemaat GPM Wayame dalam konteks pendidikan iman Kristen. Kehadiran AI melalui aplikasi, seperti: ChatGPT, CICI, Canva, AI Tutor, dan Suno membuka peluang baru bagi pembelajaran kreatif, interaktif, dan kontekstual. Namun, AI juga membawa tantangan berupa risiko ketergantungan, berkurangnya kemampuan berpikir kritis, plagiarisme, serta dampak etis dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis teologi pendidikan, penelitian ini menggali pengalaman anak-remaja melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperkaya pendidikan Kristen bila ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung pembentukan iman, karakter,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-cdbca.webp" type="image/webp" length="214582" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-abab8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-cdbca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/etika-ai-nilai-kasih-sayang-kristen-anak-remaja-pe-thumb-dcd19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identitas Hibrid Kristen Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K Bhabaha ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identitas Hibrid Kristen Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K Bhabaha ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identitas Hibrid Kristen Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K Bhabaha ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67696-gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid</link>
	<guid isPermaLink="false">a1b1908b3bd8078e6d11738c88b41157</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 05:38:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ miracle cell ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cell,kel,miracle,ojs,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis bagaimana identitas Kristen GPM terbentuk dan berubah dalam konteks sosial, budaya, dan politik yang dinamis di Maluku, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh kolonial dan pascakolonial.2. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha: Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis bagaimana identitas Kristen GPM terbentuk dan berubah dalam konteks sosial, budaya, dan politik yang dinamis di Maluku, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh kolonial dan pascakolonial.2. Meneliti bagaimana identitas Kristen GPM mempengaruhi dan dipengaruhi oleh interaksi dengan kelompok-kelompok agama lain di Maluku, serta bagaimana identitas tersebut berperan dalam upaya-upaya perdamaian dan rekonsiliasi pasca-konflik.3. Melakukan studi komparatif antara identitas Kristen GPM dengan identitas Kristen di daerah-daerah lain di Indonesia, untuk memahami karakteristik unik dan kesamaan-kesamaan yang mungkin ada, serta bagaimana identitas tersebut dibentuk oleh konteks lokal dan nasional.. Melalui pemaparan analitis terhadap perjalanan historis Gereja Protestan Maluku, hal yang dapat disimpulkan yakni identitas Kristen GPM alias Kristianitas GPM merupakan hasil negosiasi.Negosiasi yang dimaksud bukan dalam pengertian yang asimilasi-pasif saja, melainkan terakomodir di dalamnya juga asimilasi-aktif.Negosiasi identitas tidak hanya berkaitan dengan ancaman yang datang dari pihak luar (liyan), tetapi berkaitan juga dengan kehendak untuk berubah.Kehendak untuk berubah sangat penting karena dengan begitu negosiasi identitas tidak bersumber dari represi.Akan tetapi, negosiasi identitas yang dilakukan bersumber dari kebutuhan untuk mengidentifikasikan serta merepresentasikan diri secara terus-menerus dalam menyikapi proses perubahan sosial, budaya, dan politik di tengah masyarakat.Sedari awal artikel ini orang sudah pasti menerawang bahwa Kristianitas GPM tidak murni.Kristianitas GPM tidak hanya soal identitas religius.Kristianitas GPM juga adalah identitas politik, identitas kultural, dan identitas sosial, yang masing-masing dapat teridentifikasi berdasarkan segmen-segmen (konteks) historis tertentu.Dengan demikian, konstruksi Kristianitas GPM kontemporer ialah hibrid yakni Kristianitas yang seharusnya terbuka menerjang potensi-potensi perubahan masyarakat ke depannya tanpa mengabaikan esensi dari Kekristenan itu sendiri.Sama seperti kerelaan masyarakat pribumi Maluku memilih untuk menjadi Kristen karena ekaristi dianggap sejajar dengan tradisi secara esensial, perubahan atau negosiasi yang bersifat asimilatif-aktif juga sebaiknya jangan mengabaikan esensialitas secara subjektif pada diri kita sendiri Identitas melekat pada subjek, sehingga identifikasi publik terhadap individu atau kelompok dalam masyarakat akan selalu terjalin dengan identitas: dari mana asalnya? Apa agamanya, sukunya, dan jenis kelaminnya? Agama sebagai elemen identitas menjadi penting, terutama di Indonesia, mengakui "Tuhan Yang Maha Esa" sebagai dasar pertama Pancasila. Artikel ini bermaksud untuk menguraikan pembentukan identitas Kristen kontemporer yang berafiliasi dengan GPM sepanjang era kolonial dan pascakolonial di Maluku. Dengan demikian, penelitian ini memakai konsep hibriditas dari teori pascakolonial sebagai alat analisisnya. Metode genealogi digunakan dalam artikel ini untuk mengeksplorasi data historis-tekstual tentang GPM... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp 1x" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" alt="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp 1x" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" alt="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp 1x" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" alt="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67696-gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" target="_blank">Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis bagaimana identitas Kristen GPM terbentuk dan berubah dalam konteks sosial, budaya, dan politik yang dinamis di Maluku, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh kolonial dan pascakolonial.2. Meneliti bagaimana identitas Kristen GPM mempengaruhi dan dipengaruhi oleh interaksi dengan kelompok-kelompok agama lain di Maluku, serta bagaimana identitas tersebut berperan dalam upaya-upaya perdamaian dan rekonsiliasi pasca-konflik.3. Melakukan studi komparatif antara identitas Kristen GPM dengan identitas Kristen di daerah-daerah lain di Indonesia, untuk memahami karakteristik unik dan kesamaan-kesamaan yang mungkin ada, serta bagaimana identitas tersebut dibentuk oleh konteks lokal dan nasional..
<br>Melalui pemaparan analitis terhadap perjalanan historis Gereja Protestan Maluku, hal yang dapat disimpulkan yakni identitas Kristen GPM alias Kristianitas GPM merupakan hasil negosiasi.Negosiasi yang dimaksud bukan dalam pengertian yang asimilasi-pasif saja, melainkan terakomodir di dalamnya juga asimilasi-aktif.Negosiasi identitas tidak hanya berkaitan dengan ancaman yang datang dari pihak luar (liyan), tetapi berkaitan juga dengan kehendak untuk berubah.Kehendak untuk berubah sangat penting karena dengan begitu negosiasi identitas tidak bersumber dari represi.Akan tetapi, negosiasi identitas yang dilakukan bersumber dari kebutuhan untuk mengidentifikasikan serta merepresentasikan diri secara terus-menerus dalam menyikapi proses perubahan sosial, budaya, dan politik di tengah masyarakat.Sedari awal artikel ini orang sudah pasti menerawang bahwa Kristianitas GPM tidak murni.Kristianitas GPM tidak hanya soal identitas religius.Kristianitas GPM juga adalah identitas politik, identitas kultural, dan identitas sosial, yang masing-masing dapat teridentifikasi berdasarkan segmen-segmen (konteks) historis tertentu.Dengan demikian, konstruksi Kristianitas GPM kontemporer ialah hibrid yakni Kristianitas yang seharusnya terbuka menerjang potensi-potensi perubahan masyarakat ke depannya tanpa mengabaikan esensi dari Kekristenan itu sendiri.Sama seperti kerelaan masyarakat pribumi Maluku memilih untuk menjadi Kristen karena ekaristi dianggap sejajar dengan tradisi secara esensial, perubahan atau negosiasi yang bersifat asimilatif-aktif juga sebaiknya jangan mengabaikan esensialitas secara subjektif pada diri kita sendiri
<br>Identitas melekat pada subjek, sehingga identifikasi publik terhadap individu atau kelompok dalam masyarakat akan selalu terjalin dengan identitas: dari mana asalnya? Apa agamanya, sukunya, dan jenis kelaminnya? Agama sebagai elemen identitas menjadi penting, terutama di Indonesia, mengakui "Tuhan Yang Maha Esa" sebagai dasar pertama Pancasila. Artikel ini bermaksud untuk menguraikan pembentukan identitas Kristen kontemporer yang berafiliasi dengan GPM sepanjang era kolonial dan pascakolonial di Maluku. Dengan demikian, penelitian ini memakai konsep hibriditas dari teori pascakolonial sebagai alat analisisnya. Metode genealogi digunakan dalam artikel ini untuk mengeksplorasi data historis-tekstual tentang GPM...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" type="image/webp" length="263264" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726 2019 dan SNI 2847 2019 Studi Kasus Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726 2019 dan SNI 2847 2019 Studi Kasus Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726 2019 dan SNI 2847 2019 Studi Kasus Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67715-distribusi-beban-gempa-gedung-tahan</link>
	<guid isPermaLink="false">cb561a43cadbc90c88c2f4a4e883d1f4</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 05:02:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pulau haruku ]]></category>
	<category><![CDATA[ talake ambon ]]></category>
	<category><![CDATA[ richrisna h ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan material alternatif untuk fondasi tiang pancang guna meningkatkan daya dukung tanah lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode respons spektrum dan metode lain dalam analisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura): Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan material alternatif untuk fondasi tiang pancang guna meningkatkan daya dukung tanah lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode respons spektrum dan metode lain dalam analisis struktur tahan gempa. Penelitian juga bisa mengkaji dampak orientasi bangunan terhadap distribusi beban gempa, terutama pada bangunan dengan panjang melebihi 40 meter. Dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini, penting untuk mengembangkan pedoman desain struktur yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis daerah rawan gempa. Penelitian lebih lanjut juga sebaiknya mencakup simulasi skenario gempa dengan intensitas berbeda untuk menguji ketahanan struktur. Selain itu, penggunaan teknologi pemantauan real-time untuk mengidentifikasi deformasi fondasi dapat menjadi arah penelitian yang relevan. Studi tentang optimasi pola penempatan tiang pancang untuk meningkatkan efisiensi fondasi juga layak dieksplorasi. Penelitian terkait perbaikan desain struktur atas (balok dan kolom) untuk memenuhi konsep strong column-weak beam secara optimal dapat menjadi fokus selanjutnya. Evaluasi dampak perubahan parameter SNI terhadap desain struktur tahan gempa juga perlu dilakukan. Akhirnya, penelitian tentang integrasi sistem isolasi getar dalam desain bangunan di daerah rawan gempa menjadi arah studi yang menarik untuk masa depan.. Analisis beban mati, beban mati tambahan, dan beban hidup menunjukkan bahwa total beban pada lantai dua mencapai 4.Gaya geser dasar respons spektrum dalam arah x dan y masing-masing 1.941,27 kN, yang lebih rendah dari gaya geser statik ekuivalen.Elemen struktur seperti balok, kolom, dan fondasi memenuhi syarat keamanan sesuai SNI, termasuk kekuatan lentur, geser, dan efisiensi fondasi yang mencapai 98-100% Indonesia merupakan daerah dengan aktivitas gempa tinggi. Penelitian ini menganalisis kapasitas elemen struktur bangunan baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura yang tidak memiliki dilatasi. Analisis mencakup beban mati, beban hidup, dan beban gempa menggunakan metode spektrum respons di ETABS. Hasil menunjukkan bahwa elemen struktur memenuhi syarat keamanan sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, termasuk kekuatan balok, kolom, dan fondasi. Defleksi antar lantai dan efisiensi fondasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67715-distribusi-beban-gempa-gedung-tahan" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" target="_blank">Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan material alternatif untuk fondasi tiang pancang guna meningkatkan daya dukung tanah lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode respons spektrum dan metode lain dalam analisis struktur tahan gempa. Penelitian juga bisa mengkaji dampak orientasi bangunan terhadap distribusi beban gempa, terutama pada bangunan dengan panjang melebihi 40 meter. Dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini, penting untuk mengembangkan pedoman desain struktur yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis daerah rawan gempa. Penelitian lebih lanjut juga sebaiknya mencakup simulasi skenario gempa dengan intensitas berbeda untuk menguji ketahanan struktur. Selain itu, penggunaan teknologi pemantauan real-time untuk mengidentifikasi deformasi fondasi dapat menjadi arah penelitian yang relevan. Studi tentang optimasi pola penempatan tiang pancang untuk meningkatkan efisiensi fondasi juga layak dieksplorasi. Penelitian terkait perbaikan desain struktur atas (balok dan kolom) untuk memenuhi konsep strong column-weak beam secara optimal dapat menjadi fokus selanjutnya. Evaluasi dampak perubahan parameter SNI terhadap desain struktur tahan gempa juga perlu dilakukan. Akhirnya, penelitian tentang integrasi sistem isolasi getar dalam desain bangunan di daerah rawan gempa menjadi arah studi yang menarik untuk masa depan..
<br>Analisis beban mati, beban mati tambahan, dan beban hidup menunjukkan bahwa total beban pada lantai dua mencapai 4.Gaya geser dasar respons spektrum dalam arah x dan y masing-masing 1.941,27 kN, yang lebih rendah dari gaya geser statik ekuivalen.Elemen struktur seperti balok, kolom, dan fondasi memenuhi syarat keamanan sesuai SNI, termasuk kekuatan lentur, geser, dan efisiensi fondasi yang mencapai 98-100%
<br>Indonesia merupakan daerah dengan aktivitas gempa tinggi. Penelitian ini menganalisis kapasitas elemen struktur bangunan baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura yang tidak memiliki dilatasi. Analisis mencakup beban mati, beban hidup, dan beban gempa menggunakan metode spektrum respons di ETABS. Hasil menunjukkan bahwa elemen struktur memenuhi syarat keamanan sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, termasuk kekuatan balok, kolom, dan fondasi. Defleksi antar lantai dan efisiensi fondasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" type="image/webp" length="105542" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau Studi Kasus Perumtel Kayu Tiga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau Studi Kasus Perumtel Kayu Tiga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau Studi Kasus Perumtel Kayu Tiga ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67713-temperatur-mata-air-sumber-sendang-su</link>
	<guid isPermaLink="false">ed27ea529fa05fe0c3a996e70d1b7dd3</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:55:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pulau haruku ]]></category>
	<category><![CDATA[ talake ambon ]]></category>
	<category><![CDATA[ richrisna h ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap debit sumber air Wai Soya Bawah, karena fluktuasi curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air. Selain itu, pengembangan sistem manajemen berbasis komunitas untuk memastikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga): Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap debit sumber air Wai Soya Bawah, karena fluktuasi curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air. Selain itu, pengembangan sistem manajemen berbasis komunitas untuk memastikan partisipasi aktif warga dalam pemeliharaan jaringan distribusi juga penting. Terakhir, studi tentang integrasi teknologi sensor pintar untuk pemantauan real-time kebocoran pipa dan kualitas air bisa menjadi arah penelitian baru, mengingat kebutuhan akan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air bersih di masa depan.. Sistem jaringan distribusi air bersih di Perumtel Kayu Tiga secara umum masih berfungsi, namun belum optimal.Unit sumber air baku, pipa transmisi, reservoir, dan jaringan distribusi mengalami berbagai masalah teknis seperti sedimentasi, kebocoran pipa, serta kurangnya pemeliharaan rutin.Meskipun kapasitas sistem saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih, efisiensi sistem menurun akibat kehilangan air dan kondisi jaringan yang tidak sesuai standar.Debit sumber air Wai Soya Bawah saat ini masih cukup, tetapi tanpa pengelolaan berkelanjutan, ketersediaan debit berpotensi menurun di masa depan.Untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih, diperlukan rehabilitasi infrastruktur, pemeliharaan rutin, dan penataan ulang jaringan distribusi sesuai standar teknis Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus disediakan secara berkelanjutan untuk mendukung kehidupan masyarakat. Di Desa Soya, khususnya wilayah Perumtel Kayu Tiga, air bersih disalurkan dari mata air Wai Soya Bawah melalui jaringan transmisi ke reservoir sebelum didistribusikan kepada warga. Namun, sistem yang ada menghadapi masalah teknis seperti sedimentasi pada bangunan penangkap air, kebocoran pipa transmisi, kerusakan reservoir, dan pemasangan jaringan distribusi yang tidak memenuhi standar, sehingga meningkatkan risiko kehilangan dan kontaminasi air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas sumber air dan proyeksi kebutuhan air bersih di area tersebut. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dan pengukuran debit mata air, sedangkan data sekunder mencakup catatan populasi, referensi teknis, dan standar kualitas air. Proyeksi pertumbuhan penduduk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" alt="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" alt="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" alt="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67713-temperatur-mata-air-sumber-sendang-su" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" target="_blank">Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap debit sumber air Wai Soya Bawah, karena fluktuasi curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air. Selain itu, pengembangan sistem manajemen berbasis komunitas untuk memastikan partisipasi aktif warga dalam pemeliharaan jaringan distribusi juga penting. Terakhir, studi tentang integrasi teknologi sensor pintar untuk pemantauan real-time kebocoran pipa dan kualitas air bisa menjadi arah penelitian baru, mengingat kebutuhan akan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air bersih di masa depan..
<br>Sistem jaringan distribusi air bersih di Perumtel Kayu Tiga secara umum masih berfungsi, namun belum optimal.Unit sumber air baku, pipa transmisi, reservoir, dan jaringan distribusi mengalami berbagai masalah teknis seperti sedimentasi, kebocoran pipa, serta kurangnya pemeliharaan rutin.Meskipun kapasitas sistem saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih, efisiensi sistem menurun akibat kehilangan air dan kondisi jaringan yang tidak sesuai standar.Debit sumber air Wai Soya Bawah saat ini masih cukup, tetapi tanpa pengelolaan berkelanjutan, ketersediaan debit berpotensi menurun di masa depan.Untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih, diperlukan rehabilitasi infrastruktur, pemeliharaan rutin, dan penataan ulang jaringan distribusi sesuai standar teknis
<br>Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus disediakan secara berkelanjutan untuk mendukung kehidupan masyarakat. Di Desa Soya, khususnya wilayah Perumtel Kayu Tiga, air bersih disalurkan dari mata air Wai Soya Bawah melalui jaringan transmisi ke reservoir sebelum didistribusikan kepada warga. Namun, sistem yang ada menghadapi masalah teknis seperti sedimentasi pada bangunan penangkap air, kebocoran pipa transmisi, kerusakan reservoir, dan pemasangan jaringan distribusi yang tidak memenuhi standar, sehingga meningkatkan risiko kehilangan dan kontaminasi air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas sumber air dan proyeksi kebutuhan air bersih di area tersebut. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dan pengukuran debit mata air, sedangkan data sekunder mencakup catatan populasi, referensi teknis, dan standar kualitas air. Proyeksi pertumbuhan penduduk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" type="image/webp" length="110624" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan Studi Kasus Talake Kota Ambon ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan Studi Kasus Talake Kota Ambon ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan Studi Kasus Talake Kota Ambon ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67719-transportasi-perkotaan-moda-tran</link>
	<guid isPermaLink="false">0202a3b1021b298e9892b6fe9397d527</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:49:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pulau haruku ]]></category>
	<category><![CDATA[ talake ambon ]]></category>
	<category><![CDATA[ richrisna h ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan menjaga kualitas layanan, penyedia transportasi online perlu fokus pada aspek kenyamanan dan keamanan. Pengelola transportasi konvensional harus mempertahankan tarif yang terjangkau, meningkatkan kenyamanan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon): Untuk meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan menjaga kualitas layanan, penyedia transportasi online perlu fokus pada aspek kenyamanan dan keamanan. Pengelola transportasi konvensional harus mempertahankan tarif yang terjangkau, meningkatkan kenyamanan dan keamanan, serta memastikan ketersediaan moda. Pemerintah perlu menyusun kebijakan yang mendukung persaingan sehat antara transportasi online dan konvensional dengan meningkatkan standar pelayanan, terutama terkait keamanan, kenyamanan, dan keterjangkauan tarif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara kedua moda transportasi di kawasan pendidikan yang berbeda, serta menganalisis faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku mobilitas dan pemilihan moda transportasi.. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, variabel biaya perjalanan, waktu tempuh, frekuensi perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan moda berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna.Secara parsial, pada transportasi online, variabel waktu tempuh, kenyamanan, dan keamanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.Sedangkan pada transportasi konvensional, variabel biaya perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan moda berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.Nilai koefisien korelasi (R) yang tinggi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel bebas dan tingkat kepuasan pengguna.Analisis logit menunjukkan probabilitas pemilihan transportasi online sebesar 31% dan transportasi konvensional sebesar 69%.Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih memilih transportasi konvensional, yang diduga dipengaruhi oleh faktor biaya, ketersediaan moda, dan kebiasaan penggunaan.Dengan demikian, transportasi konvensional masih menjadi pilihan utama pengguna di kawasan pendidikan Talake, Kota Ambon Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan sistem transportasi perkotaan, terutama melalui hadirnya layanan transportasi berbasis aplikasi (online). Moda ini menawarkan kemudahan akses, efisiensi waktu, dan transparansi tarif yang memengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih sarana perjalanan. Di Kota Ambon, khususnya di Talake yang mencakup UKIM, SMK Negeri 7, SMP Negeri 19, dan SMA Muhammadiyah, transportasi online dan konvensional beroperasi bersamaan untuk melayani mobilitas lebih dari 6.938 mahasiswa dan pelajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh biaya perjalanan, waktu tempuh, frekuensi perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan moda terhadap kepuasan pengguna, serta menentukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-f9351.webp" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-f9351.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-f9351.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-f9351.webp 1x" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" alt="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-d8620.webp" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-d8620.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-d8620.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-d8620.webp 1x" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" alt="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-c79d8.webp" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-c79d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-c79d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-c79d8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" alt="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67719-transportasi-perkotaan-moda-tran" title="JURIS - Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)" target="_blank">Analisis Perbandingan Pemilihan Pengguna Transportasi Online dan Konvensional Berdasarkan Perilaku Mobilitas di Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Talake Kota Ambon)</a>: Untuk meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan menjaga kualitas layanan, penyedia transportasi online perlu fokus pada aspek kenyamanan dan keamanan. Pengelola transportasi konvensional harus mempertahankan tarif yang terjangkau, meningkatkan kenyamanan dan keamanan, serta memastikan ketersediaan moda. Pemerintah perlu menyusun kebijakan yang mendukung persaingan sehat antara transportasi online dan konvensional dengan meningkatkan standar pelayanan, terutama terkait keamanan, kenyamanan, dan keterjangkauan tarif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara kedua moda transportasi di kawasan pendidikan yang berbeda, serta menganalisis faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku mobilitas dan pemilihan moda transportasi..
<br>Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, variabel biaya perjalanan, waktu tempuh, frekuensi perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan moda berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna.Secara parsial, pada transportasi online, variabel waktu tempuh, kenyamanan, dan keamanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.Sedangkan pada transportasi konvensional, variabel biaya perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan moda berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.Nilai koefisien korelasi (R) yang tinggi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel bebas dan tingkat kepuasan pengguna.Analisis logit menunjukkan probabilitas pemilihan transportasi online sebesar 31% dan transportasi konvensional sebesar 69%.Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih memilih transportasi konvensional, yang diduga dipengaruhi oleh faktor biaya, ketersediaan moda, dan kebiasaan penggunaan.Dengan demikian, transportasi konvensional masih menjadi pilihan utama pengguna di kawasan pendidikan Talake, Kota Ambon
<br>Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan sistem transportasi perkotaan, terutama melalui hadirnya layanan transportasi berbasis aplikasi (online). Moda ini menawarkan kemudahan akses, efisiensi waktu, dan transparansi tarif yang memengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih sarana perjalanan. Di Kota Ambon, khususnya di Talake yang mencakup UKIM, SMK Negeri 7, SMP Negeri 19, dan SMA Muhammadiyah, transportasi online dan konvensional beroperasi bersamaan untuk melayani mobilitas lebih dari 6.938 mahasiswa dan pelajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh biaya perjalanan, waktu tempuh, frekuensi perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan moda terhadap kepuasan pengguna, serta menentukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-f9351.webp" type="image/webp" length="129084" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-f9351.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-d8620.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/transportasi-perkotaan-moda-udara-pemilihan-mode-c-thumb-c79d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Relasi Islam Kristen di Desa Wayame Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Relasi Islam Kristen di Desa Wayame Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Relasi Islam Kristen di Desa Wayame Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67705-sikap-toleransi-siswa-resolusi-kon</link>
	<guid isPermaLink="false">e40b691c15323a5a3cc2394ccb9b1062</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:29:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ relasi islam ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,islam,kel,ojs,relasi,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan Desa Wayame dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah konflik, dengan fokus pada peran kepemimpinan lokal dan institusi dialog seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik: Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan Desa Wayame dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah konflik, dengan fokus pada peran kepemimpinan lokal dan institusi dialog seperti Tim 20.2. Meneliti bagaimana komunitas Muslim dan Kristen di Wayame mampu menolak pengaruh eksternal dan tetap berpegang pada ajaran toleransi, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan di wilayah lain yang rentan konflik.3. Melakukan studi komparatif antara Desa Wayame dengan wilayah lain yang mengalami konflik, untuk memahami strategi-strategi unik yang diterapkan Wayame dalam membangun perdamaian dan toleransi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat diterapkan di wilayah lain.. Penelitian ini mengonfirmasi hipotesis bahwa sikap toleransi yang kuat dan proaktif dari komunitas Muslim di Desa Wayame menjadi salah satu fondasi krusial dalam membangun kerja sama dengan komunitas Kristen untuk menjaga perdamaian selama konflik Maluku terjadi dan pascakonflik.Visi perdamaian ini tidak terwujud dalam sebuah dokumen formal, melainkan didasarkan pada ajaran Islam tentang toleransi (tasamuh) dan kerinduan mendalam untuk hidup berdampingan secara damai.Keberhasilan ini mencerminkan sebuah upaya kolektif, yang sejalan dengan pemahaman bahwa konflik sosial merupakan problematika multidimensi yang penyelesaiannya menuntut keterlibatan semua elemen masyarakat.Dalam konteks ini peran tokoh lokal dari kedua komunitas menjadi signifikan.Salah satu wujud kolaborasi strategis mereka adalah pembentukan "Tim 20" yang berfungsi sebagai salah satu mekanisme kolaboratif untuk mediasi dan resolusi konflik di tingkat akar rumput.Efektivitas mekanisme ini ditopang oleh kemampuan komunal yang lebih luas untuk secara sadar menolak provokasi eksternal dan mengimplementasikan bentuk toleransi positif.Hal ini diwujudkan melalui kerja sama konkret seperti kegiatan keamanan bersama, kerja bakti, dan dialog rutin.Dengan demikian, Wayame menjadi bukti empiris bahwa kolaborasi multipihak, yang dimotori oleh kepemimpinan lokal yang responsif dan ditopang oleh pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan, dapat menciptakan resiliensi sosial yang luar biasa di tengah krisis Penelitian ini mengkaji visi dan peran komunitas Muslim di Desa Wayame dalam membangun toleransi dan kerja sama dengan komunitas Kristen untuk menjaga perdamaian selama konflik Maluku terjadi dan sekarang pascakonflik Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa interview, observasi partisipatif, dan kuesioner terhadap tokoh agama dan masyarakat Muslim. Hasil temuan menunjukkan bahwa komunitas Muslim dan Kristen di Wayame berhasil memelihara hubungan yang sangat baik dan tidak terprovokasi oleh eskalasi konflik yang lebih luas. Faktor utamanya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-dd289.webp" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-dd289.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-dd289.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-dd289.webp 1x" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" alt="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-16f00.webp" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-16f00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-16f00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-16f00.webp 1x" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" alt="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-6de42.webp" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-6de42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-6de42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-6de42.webp 1x" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" alt="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67705-sikap-toleransi-siswa-resolusi-kon" title="JURIS - Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik" target="_blank">Relasi Islam-Kristen di Desa Wayame: Anomali Sosial di tengah Konflik dan Model Empiris Pascakonflik</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan Desa Wayame dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah konflik, dengan fokus pada peran kepemimpinan lokal dan institusi dialog seperti Tim 20.2. Meneliti bagaimana komunitas Muslim dan Kristen di Wayame mampu menolak pengaruh eksternal dan tetap berpegang pada ajaran toleransi, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan di wilayah lain yang rentan konflik.3. Melakukan studi komparatif antara Desa Wayame dengan wilayah lain yang mengalami konflik, untuk memahami strategi-strategi unik yang diterapkan Wayame dalam membangun perdamaian dan toleransi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat diterapkan di wilayah lain..
<br>Penelitian ini mengonfirmasi hipotesis bahwa sikap toleransi yang kuat dan proaktif dari komunitas Muslim di Desa Wayame menjadi salah satu fondasi krusial dalam membangun kerja sama dengan komunitas Kristen untuk menjaga perdamaian selama konflik Maluku terjadi dan pascakonflik.Visi perdamaian ini tidak terwujud dalam sebuah dokumen formal, melainkan didasarkan pada ajaran Islam tentang toleransi (tasamuh) dan kerinduan mendalam untuk hidup berdampingan secara damai.Keberhasilan ini mencerminkan sebuah upaya kolektif, yang sejalan dengan pemahaman bahwa konflik sosial merupakan problematika multidimensi yang penyelesaiannya menuntut keterlibatan semua elemen masyarakat.Dalam konteks ini peran tokoh lokal dari kedua komunitas menjadi signifikan.Salah satu wujud kolaborasi strategis mereka adalah pembentukan "Tim 20" yang berfungsi sebagai salah satu mekanisme kolaboratif untuk mediasi dan resolusi konflik di tingkat akar rumput.Efektivitas mekanisme ini ditopang oleh kemampuan komunal yang lebih luas untuk secara sadar menolak provokasi eksternal dan mengimplementasikan bentuk toleransi positif.Hal ini diwujudkan melalui kerja sama konkret seperti kegiatan keamanan bersama, kerja bakti, dan dialog rutin.Dengan demikian, Wayame menjadi bukti empiris bahwa kolaborasi multipihak, yang dimotori oleh kepemimpinan lokal yang responsif dan ditopang oleh pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan, dapat menciptakan resiliensi sosial yang luar biasa di tengah krisis
<br>Penelitian ini mengkaji visi dan peran komunitas Muslim di Desa Wayame dalam membangun toleransi dan kerja sama dengan komunitas Kristen untuk menjaga perdamaian selama konflik Maluku terjadi dan sekarang pascakonflik Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa interview, observasi partisipatif, dan kuesioner terhadap tokoh agama dan masyarakat Muslim. Hasil temuan menunjukkan bahwa komunitas Muslim dan Kristen di Wayame berhasil memelihara hubungan yang sangat baik dan tidak terprovokasi oleh eskalasi konflik yang lebih luas. Faktor utamanya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-6de42.webp" type="image/webp" length="258876" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-dd289.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-16f00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/sikap-toleransi-siswa-resolusi-konflik-prinsip-mas-thumb-6de42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67707-analisis-strategis-gereja-sosial-kea</link>
	<guid isPermaLink="false">a517be76dca9015f5d8846c7e44b5932</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:27:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ relasi islam ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,islam,kel,ojs,relasi,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kasus di lapangan mengenai efektivitas program pendidikan non-formal yang diselenggarakan oleh gereja dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak-anak kurang mampu. Kajian tentang model ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kasus di lapangan mengenai efektivitas program pendidikan non-formal yang diselenggarakan oleh gereja dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak-anak kurang mampu. Kajian tentang model kolaborasi optimal antara gereja, pemerintah, dan sektor swasta dalam upaya pemberdayaan pendidikan berbasis komunitas juga perlu diupayakan. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai dampak pembinaan spiritual dan karakter oleh gereja terhadap motivasi belajar dan keberhasilan pendidikan anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Investigasi terhadap peran teknologi digital dalam mendukung program pendidikan gereja agar dapat menjangkau anak-anak di daerah terpencil atau sulit dijangkau juga sangat relevan untuk dilakukan.. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja memiliki kontribusi strategis dan signifikan sebagai agen perubahan sosial dalam memperjuangkan keadilan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah.Kontribusi utama gereja terwujud melalui pengelolaan program pendidikan non-formal, pemberian beasiswa, pendampingan karakter dan spiritualitas, serta advokasi hak pendidikan anak.Gereja bukan hanya institusi rohani, melainkan juga mitra strategis pemerintah yang secara aktif membuka akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan program-program pendidikan yang inovatif dan kontekstual oleh gereja, yang tidak sekadar berfokus pada aspek akademis, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter dan spiritual anak-anak marginal.Melalui kolaborasi intensif dengan pemerintah, LSM, dan dunia usaha, gereja dapat memperluas jangkauan dan dampak sosial dalam mengurangi kesenjangan pendidikan serta mengentaskan kemiskinan pendidikan.Gereja sebaiknya memperkuat dan memperluas program pendidikan non-formal sebagai pelengkap pendidikan formal yang selama ini kurang dapat diakses oleh anak-anak kurang mampu.Pengembangan model pendampingan holistik yang mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan spiritual, dan keterampilan vokasi harus menjadi prioritas dalam pelayanan sosial gereja.Kolaborasi nyata dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam penyediaan beasiswa dan fasilitas pendidikan harus terus diintensifkan untuk menjamin keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan.Pendekatan advokasi gereja perlu diperkuat agar dapat menjadi suara yang efektif dalam mendorong kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berpihak pada anak-anak marginal Tulisan ini mengkaji peran strategis gereja dalam memperjuangkan keadilan terkait pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang menghadapi ketidakadilan akses dan kualitas pendidikan. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dan analisis teologis untuk menilai kontribusi gereja sebagai agen perubahan sosial melalui program pendidikan non-formal, pelatihan, dan pendampingan yang berlandaskan nilai-nilai Alkitab dan misi Kerajaan Allah. Hasil penelitian menegaskan bahwa gereja tidak hanya membangun kesadaran dan menyediakan sumber daya pendidikan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-a38ab.webp" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-a38ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-a38ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-a38ab.webp 1x" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" alt="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-c242f.webp" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-c242f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-c242f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-c242f.webp 1x" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" alt="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-04827.webp" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-04827.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-04827.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-04827.webp 1x" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" alt="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67707-analisis-strategis-gereja-sosial-kea" title="JURIS - Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah" target="_blank">Peran Gereja dalam Mempromosikan Keadilan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga Berpenghasilan Rendah</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kasus di lapangan mengenai efektivitas program pendidikan non-formal yang diselenggarakan oleh gereja dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak-anak kurang mampu. Kajian tentang model kolaborasi optimal antara gereja, pemerintah, dan sektor swasta dalam upaya pemberdayaan pendidikan berbasis komunitas juga perlu diupayakan. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai dampak pembinaan spiritual dan karakter oleh gereja terhadap motivasi belajar dan keberhasilan pendidikan anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Investigasi terhadap peran teknologi digital dalam mendukung program pendidikan gereja agar dapat menjangkau anak-anak di daerah terpencil atau sulit dijangkau juga sangat relevan untuk dilakukan..
<br>Penelitian ini menegaskan bahwa gereja memiliki kontribusi strategis dan signifikan sebagai agen perubahan sosial dalam memperjuangkan keadilan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah.Kontribusi utama gereja terwujud melalui pengelolaan program pendidikan non-formal, pemberian beasiswa, pendampingan karakter dan spiritualitas, serta advokasi hak pendidikan anak.Gereja bukan hanya institusi rohani, melainkan juga mitra strategis pemerintah yang secara aktif membuka akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan program-program pendidikan yang inovatif dan kontekstual oleh gereja, yang tidak sekadar berfokus pada aspek akademis, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter dan spiritual anak-anak marginal.Melalui kolaborasi intensif dengan pemerintah, LSM, dan dunia usaha, gereja dapat memperluas jangkauan dan dampak sosial dalam mengurangi kesenjangan pendidikan serta mengentaskan kemiskinan pendidikan.Gereja sebaiknya memperkuat dan memperluas program pendidikan non-formal sebagai pelengkap pendidikan formal yang selama ini kurang dapat diakses oleh anak-anak kurang mampu.Pengembangan model pendampingan holistik yang mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan spiritual, dan keterampilan vokasi harus menjadi prioritas dalam pelayanan sosial gereja.Kolaborasi nyata dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam penyediaan beasiswa dan fasilitas pendidikan harus terus diintensifkan untuk menjamin keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan.Pendekatan advokasi gereja perlu diperkuat agar dapat menjadi suara yang efektif dalam mendorong kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berpihak pada anak-anak marginal
<br>Tulisan ini mengkaji peran strategis gereja dalam memperjuangkan keadilan terkait pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang menghadapi ketidakadilan akses dan kualitas pendidikan. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dan analisis teologis untuk menilai kontribusi gereja sebagai agen perubahan sosial melalui program pendidikan non-formal, pelatihan, dan pendampingan yang berlandaskan nilai-nilai Alkitab dan misi Kerajaan Allah. Hasil penelitian menegaskan bahwa gereja tidak hanya membangun kesadaran dan menyediakan sumber daya pendidikan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-04827.webp" type="image/webp" length="270384" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-a38ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-c242f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/analisis-strategis-gereja-sosial-keadilan-pendidik-thumb-04827.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2 2 Software Case Study Oma Village Pulau Haruku District Central Maluku Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2 2 Software Case Study Oma Village Pulau Haruku District Central Maluku Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2 2 Software Case Study Oma Village Pulau Haruku District Central Maluku Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67712-evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendali</link>
	<guid isPermaLink="false">c36c9d04f355c720ca2ccb14b8f6d1de</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:16:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pulau haruku ]]></category>
	<category><![CDATA[ talake ambon ]]></category>
	<category><![CDATA[ richrisna h ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model prediksi permintaan air berbasis data cuaca dan iklim untuk meningkatkan akurasi proyeksi. Selain itu, penelitian tentang penerapan teknologi IoT dalam pemantauan real-time kualitas dan kuantitas air di jaringan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency): Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model prediksi permintaan air berbasis data cuaca dan iklim untuk meningkatkan akurasi proyeksi. Selain itu, penelitian tentang penerapan teknologi IoT dalam pemantauan real-time kualitas dan kuantitas air di jaringan distribusi dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan. Terakhir, studi tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sistem distribusi air bersih perlu dikembangkan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan akses air di daerah terpencil.. Sistem distribusi air bersih Desa Oma masih mampu memenuhi kebutuhan hingga tahun 2046 dengan proyeksi penduduk 2.577,5 jiwa dan kebutuhan debit 3,1793 L/det.Meski kapasitas jaringan secara umum memadai, beberapa titik memiliki tekanan mendekati batas minimum.Kondisi lapangan menunjukkan adanya masyarakat yang belum terlayani secara optimal, dengan praktik pengambilan air langsung dari pipa distribusi yang berpotensi mengganggu kestabilan pelayanan.Perlu optimalisasi perencanaan dan pengelolaan sistem untuk memastikan distribusi air yang merata, efektif, dan berkelanjutan Ketersediaan air bersih yang memadai dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan kesejahteraan umum. Namun, distribusi air yang merata tetap menjadi tantangan, terutama di daerah pedesaan dan kepulauan. Desa Oma, yang berada di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, dengan populasi 2.177 jiwa, menghadapi masalah seperti debit tidak stabil, tekanan rendah, dan kuantitas air yang berkurang. Metode evaluasi konvensional berbasis observasi lapangan dianggap tidak cukup untuk merepresentasikan kondisi jaringan secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk memodelkan dan mengevaluasi kinerja sistem distribusi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-b9a71.webp" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-b9a71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-b9a71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-b9a71.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" alt="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-26d17.webp" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-26d17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-26d17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-26d17.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" alt="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-73793.webp" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-73793.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-73793.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-73793.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" alt="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67712-evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendali" title="JURIS - Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)" target="_blank">Evaluation of the Clean Water Distribution Network System Using EPANET 2.2 Software (Case Study: Oma Village, Pulau Haruku District, Central Maluku Regency)</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model prediksi permintaan air berbasis data cuaca dan iklim untuk meningkatkan akurasi proyeksi. Selain itu, penelitian tentang penerapan teknologi IoT dalam pemantauan real-time kualitas dan kuantitas air di jaringan distribusi dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan. Terakhir, studi tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sistem distribusi air bersih perlu dikembangkan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan akses air di daerah terpencil..
<br>Sistem distribusi air bersih Desa Oma masih mampu memenuhi kebutuhan hingga tahun 2046 dengan proyeksi penduduk 2.577,5 jiwa dan kebutuhan debit 3,1793 L/det.Meski kapasitas jaringan secara umum memadai, beberapa titik memiliki tekanan mendekati batas minimum.Kondisi lapangan menunjukkan adanya masyarakat yang belum terlayani secara optimal, dengan praktik pengambilan air langsung dari pipa distribusi yang berpotensi mengganggu kestabilan pelayanan.Perlu optimalisasi perencanaan dan pengelolaan sistem untuk memastikan distribusi air yang merata, efektif, dan berkelanjutan
<br>Ketersediaan air bersih yang memadai dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan kesejahteraan umum. Namun, distribusi air yang merata tetap menjadi tantangan, terutama di daerah pedesaan dan kepulauan. Desa Oma, yang berada di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, dengan populasi 2.177 jiwa, menghadapi masalah seperti debit tidak stabil, tekanan rendah, dan kuantitas air yang berkurang. Metode evaluasi konvensional berbasis observasi lapangan dianggap tidak cukup untuk merepresentasikan kondisi jaringan secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk memodelkan dan mengevaluasi kinerja sistem distribusi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-26d17.webp" type="image/webp" length="99642" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-b9a71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-26d17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/evaluasi-sistem-drainase-kinerja-pengendalian-inte-thumb-73793.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67702-partisipasi-ibadah-pendampingan-pastoral-amgpm</link>
	<guid isPermaLink="false">039ceccf6e0850472b12a2a6c3ce1cf9</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:00:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yanang wael ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,ojs,ukim,wael,wainitu,yanang]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, mengembangkan kajian ini dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas pendampingan pastoral yang diusulkan pada konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, mengembangkan kajian ini dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas pendampingan pastoral yang diusulkan pada konteks gereja yang lebih luas. Kedua, memperkuat pendekatan pastoral secara personal kepada anggota yang baru bergabung dan anggota yang mulai jarang mengikuti ibadah dan kegiatan ranting, dengan tujuan membangun komunikasi yang hangat dan membuat anggota merasa dihargai, diperhatikan, dan diterima sebagai bagian dari komunitas. Ketiga, menciptakan suasana ibadah yang lebih hidup, kreatif, dan partisipatif tanpa mengurangi makna serta hakikat ibadah itu sendiri, dengan melibatkan anggota dalam berbagai bentuk pelayanan kreatif yang tetap berpusat pada Firman Tuhan. Keempat, menjadikan pendampingan pastoral yang dihasilkan dalam penelitian ini sebagai rujukan bagi peneliti lain dalam kajian ilmu pastoral, dengan menghubungkan setiap persoalan partisipasi anggota dengan bentuk pendampingan pastoral yang sesuai, sehingga dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan pada berbagai konteks.. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka hal yang dapat disimpulkan yakni tiga hal yang menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian ini.Pertama, rendahnya partisipasi anggota AMGPM Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip dalam ibadah ranting yang disebabkan oleh beberapa faktor internal (dari dalam), yaitu.ketidakpercayaan diri dalam memimpin ibadah, kepribadian introvert yang sulit bergaul, dan ketergantungan pada ajakan teman.serta beberapa faktor eksternal (dari luar), yaitu.kesibukan pekerjaan/pendidikan, jarak dan kondisi geografis lokasi ibadah, juga ketidaktepatan waktu pelaksanaan ibadah, serta kurangnya kreativitas/variasi ibadah yang menimbulkan kejenuhan.Kedua, minimnya partisipasi tersebut berdampak signifikan pada empat area kehidupan bergereja anggota yaitu terhambatnya pertumbuhan iman personal anggota, melemahnya kohesi dan kesehatan kehidupan persekutuan ranting, terhambatnya regenerasi kepemimpinan pelayanan gerejawi di masa depan, serta risiko keterputusan jangka panjang anggota dari kehidupan bergereja apabila dibiarkan tanpa penanganan.Ketiga, sebagai jawaban atas kedua persoalan tersebut, pendampingan pastoral berdasarkan konsep van Beek, yang terdiri atas empat komponen, diusulkan, yaitu.(1) fungsi membimbing secara personal bagi anggota yang kurang percaya diri dan introvert.(2) kepemimpinan pastoral yang relasional dan bersahabat bagi anggota yang bergantung pada ajakan teman.(3) pendampingan pastoral yang bersifat outreach melalui kunjungan dan komunikasi berkelanjutan bagi anggota yang terkendala kesibukan dan jarak.serta (4) pembaharuan kreativitas ibadah dan komitmen kepemimpinan pastoral yang melayani.Pendampingan pastoral ini terbukti mulai diwujudkan pengurus ranting setempat melalui pembiasaan dalam mendengarkan anggota, kunjungan, serta komunikasi berkala kepada anggota yang kurang aktif, dan pelibatan anggota dalam perencanaan, juga pelaksanaan kegiatan ranting Kajian ini meneliti rendahnya partisipasi anggota Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip dalam ibadah serta relevansinya bagi perumusan pendampingan pastoral. Kesenjangan antara jumlah anggota terdaftar dan rata-rata kehadiran dalam ibadah menunjukkan perlunya pendekatan pastoral yang lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan pendekatan pastoral yang personal sebagai upaya meningkatkan partisipasi anggota dalam ibadah AMGPM Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" alt="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" alt="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" alt="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67702-partisipasi-ibadah-pendampingan-pastoral-amgpm" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" target="_blank">Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, mengembangkan kajian ini dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas pendampingan pastoral yang diusulkan pada konteks gereja yang lebih luas. Kedua, memperkuat pendekatan pastoral secara personal kepada anggota yang baru bergabung dan anggota yang mulai jarang mengikuti ibadah dan kegiatan ranting, dengan tujuan membangun komunikasi yang hangat dan membuat anggota merasa dihargai, diperhatikan, dan diterima sebagai bagian dari komunitas. Ketiga, menciptakan suasana ibadah yang lebih hidup, kreatif, dan partisipatif tanpa mengurangi makna serta hakikat ibadah itu sendiri, dengan melibatkan anggota dalam berbagai bentuk pelayanan kreatif yang tetap berpusat pada Firman Tuhan. Keempat, menjadikan pendampingan pastoral yang dihasilkan dalam penelitian ini sebagai rujukan bagi peneliti lain dalam kajian ilmu pastoral, dengan menghubungkan setiap persoalan partisipasi anggota dengan bentuk pendampingan pastoral yang sesuai, sehingga dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan pada berbagai konteks..
<br>Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka hal yang dapat disimpulkan yakni tiga hal yang menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian ini.Pertama, rendahnya partisipasi anggota AMGPM Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip dalam ibadah ranting yang disebabkan oleh beberapa faktor internal (dari dalam), yaitu.ketidakpercayaan diri dalam memimpin ibadah, kepribadian introvert yang sulit bergaul, dan ketergantungan pada ajakan teman.serta beberapa faktor eksternal (dari luar), yaitu.kesibukan pekerjaan/pendidikan, jarak dan kondisi geografis lokasi ibadah, juga ketidaktepatan waktu pelaksanaan ibadah, serta kurangnya kreativitas/variasi ibadah yang menimbulkan kejenuhan.Kedua, minimnya partisipasi tersebut berdampak signifikan pada empat area kehidupan bergereja anggota yaitu terhambatnya pertumbuhan iman personal anggota, melemahnya kohesi dan kesehatan kehidupan persekutuan ranting, terhambatnya regenerasi kepemimpinan pelayanan gerejawi di masa depan, serta risiko keterputusan jangka panjang anggota dari kehidupan bergereja apabila dibiarkan tanpa penanganan.Ketiga, sebagai jawaban atas kedua persoalan tersebut, pendampingan pastoral berdasarkan konsep van Beek, yang terdiri atas empat komponen, diusulkan, yaitu.(1) fungsi membimbing secara personal bagi anggota yang kurang percaya diri dan introvert.(2) kepemimpinan pastoral yang relasional dan bersahabat bagi anggota yang bergantung pada ajakan teman.(3) pendampingan pastoral yang bersifat outreach melalui kunjungan dan komunikasi berkelanjutan bagi anggota yang terkendala kesibukan dan jarak.serta (4) pembaharuan kreativitas ibadah dan komitmen kepemimpinan pastoral yang melayani.Pendampingan pastoral ini terbukti mulai diwujudkan pengurus ranting setempat melalui pembiasaan dalam mendengarkan anggota, kunjungan, serta komunikasi berkala kepada anggota yang kurang aktif, dan pelibatan anggota dalam perencanaan, juga pelaksanaan kegiatan ranting
<br>Kajian ini meneliti rendahnya partisipasi anggota Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip dalam ibadah serta relevansinya bagi perumusan pendampingan pastoral. Kesenjangan antara jumlah anggota terdaftar dan rata-rata kehadiran dalam ibadah menunjukkan perlunya pendekatan pastoral yang lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan pendekatan pastoral yang personal sebagai upaya meningkatkan partisipasi anggota dalam ibadah AMGPM Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" type="image/webp" length="184420" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU Studi Kasus Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU Studi Kasus Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU Studi Kasus Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67718-truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockpo</link>
	<guid isPermaLink="false">61ab4097b52334d6215d1412fe45a25b</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 03:51:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pulau haruku ]]></category>
	<category><![CDATA[ talake ambon ]]></category>
	<category><![CDATA[ richrisna h ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada evaluasi efektivitas pemasangan tanda lalu lintas dan peningkatan penerangan jalan dalam mengurangi kejadian kecelakaan di lokasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru): Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada evaluasi efektivitas pemasangan tanda lalu lintas dan peningkatan penerangan jalan dalam mengurangi kejadian kecelakaan di lokasi yang diteliti. Kedua, studi lebih lanjut tentang dampak perbaikan fasilitas pejalan kaki, seperti trotoar dan zebra cross, terhadap tingkat keselamatan pengguna jalan. Ketiga, penelitian tentang pengaruh kebijakan penegakan hukum kecepatan dan edukasi keselamatan lalu lintas terhadap perilaku pengemudi, khususnya kalangan muda. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat rekomendasi yang telah ada dan memberikan dasar ilmiah untuk kebijakan keselamatan lalu lintas yang lebih efektif.. Berdasarkan analisis lima tahun terakhir (2020-2024), indeks EAN di Simpang Gedung Nunusaku adalah 77, yang berada di bawah ambang batas kritis (BKA=104 dan UCL=118).Karakteristik kecelakaan didominasi oleh pengendara usia muda produktif (16-30 tahun) sebesar 81,25%, dengan moda sepeda motor (78,57%) dan benturan tabrak samping (42,86%).Faktor utama pemicu kecelakaan bukan volume kendaraan yang padat (DS=0,61), tetapi perilaku berkendara berkecepatan tinggi (15% sampel melanggar batas kecepatan).Kondisi ini diperparah oleh hilangnya fungsi lampu penerangan jalan malam hari serta ketidakhadiran marka prioritas, rambu batas kecepatan, trotoar, dan zebra cross Kecelakaan lalu lintas tetap menjadi masalah transportasi utama yang dipengaruhi oleh perilaku manusia, kondisi jalan, dan faktor kendaraan. Simpang Gedung Nunusaku di Jalan Trans Seram Kota Piru merupakan salah satu lokasi yang sering terkait kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kecelakaan, mengidentifikasi faktor penyebab, serta menawarkan perbaikan keselamatan yang sesuai. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Data primer meliputi karakteristik geometri jalan, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan yang diperoleh melalui observasi lapangan, sedangkan data sekunder terdiri dari catatan kecelakaan selama lima tahun... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-da7b7.webp" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-da7b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-da7b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-da7b7.webp 1x" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" alt="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-7aed8.webp" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-7aed8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-7aed8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-7aed8.webp 1x" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" alt="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-93749.webp" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-93749.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-93749.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-93749.webp 1x" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" alt="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67718-truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockpo" title="JURIS - ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)" target="_blank">ANALISIS PENANGANAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SERAM BAGIAN BARAT KOTA PIRU (Studi Kasus : Simpang Gedung Nunusaku Jalan Trans Seram Kota Piru)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada evaluasi efektivitas pemasangan tanda lalu lintas dan peningkatan penerangan jalan dalam mengurangi kejadian kecelakaan di lokasi yang diteliti. Kedua, studi lebih lanjut tentang dampak perbaikan fasilitas pejalan kaki, seperti trotoar dan zebra cross, terhadap tingkat keselamatan pengguna jalan. Ketiga, penelitian tentang pengaruh kebijakan penegakan hukum kecepatan dan edukasi keselamatan lalu lintas terhadap perilaku pengemudi, khususnya kalangan muda. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat rekomendasi yang telah ada dan memberikan dasar ilmiah untuk kebijakan keselamatan lalu lintas yang lebih efektif..
<br>Berdasarkan analisis lima tahun terakhir (2020-2024), indeks EAN di Simpang Gedung Nunusaku adalah 77, yang berada di bawah ambang batas kritis (BKA=104 dan UCL=118).Karakteristik kecelakaan didominasi oleh pengendara usia muda produktif (16-30 tahun) sebesar 81,25%, dengan moda sepeda motor (78,57%) dan benturan tabrak samping (42,86%).Faktor utama pemicu kecelakaan bukan volume kendaraan yang padat (DS=0,61), tetapi perilaku berkendara berkecepatan tinggi (15% sampel melanggar batas kecepatan).Kondisi ini diperparah oleh hilangnya fungsi lampu penerangan jalan malam hari serta ketidakhadiran marka prioritas, rambu batas kecepatan, trotoar, dan zebra cross
<br>Kecelakaan lalu lintas tetap menjadi masalah transportasi utama yang dipengaruhi oleh perilaku manusia, kondisi jalan, dan faktor kendaraan. Simpang Gedung Nunusaku di Jalan Trans Seram Kota Piru merupakan salah satu lokasi yang sering terkait kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kecelakaan, mengidentifikasi faktor penyebab, serta menawarkan perbaikan keselamatan yang sesuai. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Data primer meliputi karakteristik geometri jalan, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan yang diperoleh melalui observasi lapangan, sedangkan data sekunder terdiri dari catatan kecelakaan selama lima tahun...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-93749.webp" type="image/webp" length="101222" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-da7b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-7aed8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/truck-kondisi-jalan-pejalan-kaki-rockport-kenyaman-thumb-93749.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67703-muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi</link>
	<guid isPermaLink="false">fe2b6d31ed57dede2913f47339596a46</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 03:34:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yanang wael ]]></category>
	<category><![CDATA[ kel wainitu ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs ukim ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,ojs,ukim,wael,wainitu,yanang]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian ini mengusulkan pendampingan pastoral transformatif yang dapat diterapkan bagi kaum muda AMGPM Ranting Talitakumi. Upaya ini menggunakan fungsi-fungsi utama pastoral yang dikemukakan oleh Van Beek, yaitu: healing ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati: Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian ini mengusulkan pendampingan pastoral transformatif yang dapat diterapkan bagi kaum muda AMGPM Ranting Talitakumi. Upaya ini menggunakan fungsi-fungsi utama pastoral yang dikemukakan oleh Van Beek, yaitu: healing (menyembuhkan) dan guiding (membimbing) dengan tetap memperhatikan kekhasan konteks kaum muda dan organisasi AMGPM. Agar layak disebut transformatif, upaya ini secara eksplisit menyasar perubahan pada empat tingkat: (1) tingkat pribadi yaitu tumbuhnya kesadaran bahwa persekutuan adalah kebutuhan iman dan bukan sekadar agenda pilihan; (2) tingkat relasi yaitu terbangunnya kedekatan personal antara pengurus dan anggota serta antaranggota; (3) tingkat budaya organisasi yaitu bergesernya pola kerja dari reaktif dan seragam menjadi proaktif dan kontekstual; serta (4) tingkat struktur pelayanan yaitu tersedianya mekanisme pendampingan yang terjadwal dan melembaga, bukan bergantung semata pada inisiatif perorangan. Pelaku perubahan ini bukan hanya pengurus Ranting, melainkan juga pendeta, Majelis Jemaat (MJ), dan anggota tersebut, yang diposisikan sebagai subjek yang turut merancang bentuk ibadah dan kegiatan pendampingan (ko-kreasi), bukan sekadar objek yang didampingi. Keberhasilan upaya ini dapat diindikasikan, antara lain: meningkatnya kehadiran yang lebih stabil dan menyebar yang tidak lagi didominasi kelompok inti yang sama, serta bertambahnya anggota yang terlibat dalam kepengurusan atau pelayanan, juga munculnya inisiatif dari anggota dalam merancang bentuk ibadah atau kegiatan Ranting.. Sebagai kajian eksploratif awal dengan basis tiga informan kunci dan dua kali observasi, penelitian ini menemukan indikasi bahwa tingkat partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati tergolong rendah, yakni berkisar antara 30-40 persen dari jumlah anggota yang terdaftar berdasarkan estimasi Ketua Ranting dan peneliti dengan pola kehadiran yang cenderung didominasi oleh anggota yang sama setiap Minggu.Rendahnya partisipasi ini teridentifikasi berkaitan dengan faktor-faktor internal, yaitu kurangnya inisiatif dan motivasi pribadi, karakter pemalu, dan kurang percaya diri, serta kesibukan pribadi.Faktor-faktor eksternalnya, yaitu kurangnya pendekatan personal dari pengurus, pelaksanaan ibadah yang kurang variatif dan kreatif, waktu pelaksanaan ibadah yang tidak tepat waktu, serta pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial.Rendahnya partisipasi tersebut berpotensi berdampak pada menurunnya intensitas pembinaan iman, melemahnya rasa memiliki terhadap organisasi, terhambatnya proses kaderisasi, serta berkurangnya dinamika persekutuan.Gereja telah melakukan upaya pendampingan pastoral kepada anggota yang tidak aktif, tapi masih bersifat insidental dan belum terstruktur secara sistematis.42-47 mengingatkan bahwa kesetiaan dalam persekutuan merupakan ciri khas jemaat mula-mula yang diberkati dan bertumbuh, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan sebuah komunitas turut ditentukan oleh sejauh mana ia menjadi ruang yang aman, ramah, dan bermakna bagi anggotanya, bukan hanya oleh ketekunan anggota semata.Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, penelitian ini mengusulkan upaya pendampingan pastoral transformatif yang mengintegrasikan fungsi guiding (membimbing), serta healing yang diperluas dengan semangat nurturing, reconciling, empowering, dan liberating, sebagai kerangka awal yang terstruktur, relasional, proaktif, kontekstual, dan berkesinambungan untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi yang masih perlu diuji dan disempurnakan melalui penerapan dan penelitian lanjutan Kaum muda merupakan bagian strategis dari gereja, karena kaum muda menjadi calon pemimpin dan penerus pelayanan gerejawi di masa depan. Namun, partisipasi anggota muda dalam kegiatan ibadah di organisasi kepemudaan gereja, seperti Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini mengkaji tingkat partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati, faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi tersebut, serta pendampingan pastoral yang dapat dikembangkan untuk menjawab realitas tersebut. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-f4c75.webp" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-f4c75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-f4c75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-f4c75.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" alt="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-c8872.webp" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-c8872.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-c8872.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-c8872.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" alt="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-19fba.webp" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-19fba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-19fba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-19fba.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" alt="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67703-muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi" title="JURIS - Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati" target="_blank">Pendampingan Pastoral sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda dalam Ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati</a>: Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian ini mengusulkan pendampingan pastoral transformatif yang dapat diterapkan bagi kaum muda AMGPM Ranting Talitakumi. Upaya ini menggunakan fungsi-fungsi utama pastoral yang dikemukakan oleh Van Beek, yaitu: healing (menyembuhkan) dan guiding (membimbing) dengan tetap memperhatikan kekhasan konteks kaum muda dan organisasi AMGPM. Agar layak disebut transformatif, upaya ini secara eksplisit menyasar perubahan pada empat tingkat: (1) tingkat pribadi yaitu tumbuhnya kesadaran bahwa persekutuan adalah kebutuhan iman dan bukan sekadar agenda pilihan; (2) tingkat relasi yaitu terbangunnya kedekatan personal antara pengurus dan anggota serta antaranggota; (3) tingkat budaya organisasi yaitu bergesernya pola kerja dari reaktif dan seragam menjadi proaktif dan kontekstual; serta (4) tingkat struktur pelayanan yaitu tersedianya mekanisme pendampingan yang terjadwal dan melembaga, bukan bergantung semata pada inisiatif perorangan. Pelaku perubahan ini bukan hanya pengurus Ranting, melainkan juga pendeta, Majelis Jemaat (MJ), dan anggota tersebut, yang diposisikan sebagai subjek yang turut merancang bentuk ibadah dan kegiatan pendampingan (ko-kreasi), bukan sekadar objek yang didampingi. Keberhasilan upaya ini dapat diindikasikan, antara lain: meningkatnya kehadiran yang lebih stabil dan menyebar yang tidak lagi didominasi kelompok inti yang sama, serta bertambahnya anggota yang terlibat dalam kepengurusan atau pelayanan, juga munculnya inisiatif dari anggota dalam merancang bentuk ibadah atau kegiatan Ranting..
<br>Sebagai kajian eksploratif awal dengan basis tiga informan kunci dan dua kali observasi, penelitian ini menemukan indikasi bahwa tingkat partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati tergolong rendah, yakni berkisar antara 30-40 persen dari jumlah anggota yang terdaftar berdasarkan estimasi Ketua Ranting dan peneliti dengan pola kehadiran yang cenderung didominasi oleh anggota yang sama setiap Minggu.Rendahnya partisipasi ini teridentifikasi berkaitan dengan faktor-faktor internal, yaitu kurangnya inisiatif dan motivasi pribadi, karakter pemalu, dan kurang percaya diri, serta kesibukan pribadi.Faktor-faktor eksternalnya, yaitu kurangnya pendekatan personal dari pengurus, pelaksanaan ibadah yang kurang variatif dan kreatif, waktu pelaksanaan ibadah yang tidak tepat waktu, serta pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial.Rendahnya partisipasi tersebut berpotensi berdampak pada menurunnya intensitas pembinaan iman, melemahnya rasa memiliki terhadap organisasi, terhambatnya proses kaderisasi, serta berkurangnya dinamika persekutuan.Gereja telah melakukan upaya pendampingan pastoral kepada anggota yang tidak aktif, tapi masih bersifat insidental dan belum terstruktur secara sistematis.42-47 mengingatkan bahwa kesetiaan dalam persekutuan merupakan ciri khas jemaat mula-mula yang diberkati dan bertumbuh, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan sebuah komunitas turut ditentukan oleh sejauh mana ia menjadi ruang yang aman, ramah, dan bermakna bagi anggotanya, bukan hanya oleh ketekunan anggota semata.Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, penelitian ini mengusulkan upaya pendampingan pastoral transformatif yang mengintegrasikan fungsi guiding (membimbing), serta healing yang diperluas dengan semangat nurturing, reconciling, empowering, dan liberating, sebagai kerangka awal yang terstruktur, relasional, proaktif, kontekstual, dan berkesinambungan untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi yang masih perlu diuji dan disempurnakan melalui penerapan dan penelitian lanjutan
<br>Kaum muda merupakan bagian strategis dari gereja, karena kaum muda menjadi calon pemimpin dan penerus pelayanan gerejawi di masa depan. Namun, partisipasi anggota muda dalam kegiatan ibadah di organisasi kepemudaan gereja, seperti Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini mengkaji tingkat partisipasi kaum muda dalam ibadah AMGPM Ranting Talitakumi Jemaat GPM Eden Kudamati, faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi tersebut, serta pendampingan pastoral yang dapat dikembangkan untuk menjawab realitas tersebut.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-c8872.webp" type="image/webp" length="283592" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-f4c75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-c8872.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/muda-gereja-pendampingan-pastoral-partisipasi-amgp-thumb-19fba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 21 Sep 2026 07:57:47 +0700. 12 items. Served in: 4.179 seconds [rss] -->
