<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.105-5jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.105-5jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 11:44:38 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:44:38 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-05T11:44:38+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Chikmatul Muballigoh Serang Banten ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Chikmatul Muballigoh Serang Banten ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Chikmatul Muballigoh Serang Banten ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53114-arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab</link>
	<guid isPermaLink="false">4a41b2fa869e4d5e019913d2d559b035</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:43:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak metode sorogan terhadap peningkatan kemampuan memahami makna teks kitab kuning secara lebih spesifik, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak metode sorogan terhadap peningkatan kemampuan memahami makna teks kitab kuning secara lebih spesifik, seperti analisis terhadap kemampuan santri dalam mengidentifikasi tema utama, memahami struktur argumentasi, dan mengaplikasikan konsep-konsep keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek psikologis dan motivasi belajar santri dalam metode sorogan, termasuk bagaimana metode ini mempengaruhi kepercayaan diri, minat, dan tanggung jawab belajar santri. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana metode sorogan dapat diadaptasi dan diterapkan dalam konteks pembelajaran kitab kuning di pesantren modern dengan memanfaatkan teknologi pendidikan, seperti penggunaan aplikasi atau platform digital untuk memfasilitasi interaksi antara guru dan santri, serta meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pembelajaran.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca kitab kuning.Metode ini membantu santri untuk memahami teks bacaan secara mendalam melalui diskusi secara langsung antara santri dan gurunya.Santriwan-santriwati Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh menggunakan metode Sorogan untuk meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning dengan beberapa indikator yang ada seperti santri mampu membaca cepat, menerjemahkan, dan mampu memahami makna teks dalam kitab kuning.Penggunaan metode sorogan mampu memberikan keefektivitasan terhadap peningkatan kemampuan membaca mekanis santri.Metode sorogan terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mekanis santri.Metode sorogan juga memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan kemampuan memahami makna pada santri.Metode sorogan membantu santri untuk mengembangkan kemampuan analisis dan pemahaman teks secara lebih mendalam.Melalui kegiatan sorogan, santri termotivasi untuk mengidentifikasi informasi penting, memahami hubungan tiap kalimat, dan mendalami makna tersirat dalam teks.Metode sorogan juga meningkatkan kemampuan santri melalui evaluasi seperti ujian yang diadakan di setiap tiga bulan sekali di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh.Dengan demikin, penerapan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning, serta menganalisis metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan mekanik dan pemahaman makna di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode berjalan secara efektif. Dikatakan efektif karena para santri menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" alt="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" alt="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" alt="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53114-arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" target="_blank">Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak metode sorogan terhadap peningkatan kemampuan memahami makna teks kitab kuning secara lebih spesifik, seperti analisis terhadap kemampuan santri dalam mengidentifikasi tema utama, memahami struktur argumentasi, dan mengaplikasikan konsep-konsep keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek psikologis dan motivasi belajar santri dalam metode sorogan, termasuk bagaimana metode ini mempengaruhi kepercayaan diri, minat, dan tanggung jawab belajar santri. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana metode sorogan dapat diadaptasi dan diterapkan dalam konteks pembelajaran kitab kuning di pesantren modern dengan memanfaatkan teknologi pendidikan, seperti penggunaan aplikasi atau platform digital untuk memfasilitasi interaksi antara guru dan santri, serta meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pembelajaran..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca kitab kuning.Metode ini membantu santri untuk memahami teks bacaan secara mendalam melalui diskusi secara langsung antara santri dan gurunya.Santriwan-santriwati Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh menggunakan metode Sorogan untuk meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning dengan beberapa indikator yang ada seperti santri mampu membaca cepat, menerjemahkan, dan mampu memahami makna teks dalam kitab kuning.Penggunaan metode sorogan mampu memberikan keefektivitasan terhadap peningkatan kemampuan membaca mekanis santri.Metode sorogan terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mekanis santri.Metode sorogan juga memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan kemampuan memahami makna pada santri.Metode sorogan membantu santri untuk mengembangkan kemampuan analisis dan pemahaman teks secara lebih mendalam.Melalui kegiatan sorogan, santri termotivasi untuk mengidentifikasi informasi penting, memahami hubungan tiap kalimat, dan mendalami makna tersirat dalam teks.Metode sorogan juga meningkatkan kemampuan santri melalui evaluasi seperti ujian yang diadakan di setiap tiga bulan sekali di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh.Dengan demikin, penerapan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning, serta menganalisis metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan mekanik dan pemahaman makna di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode berjalan secara efektif. Dikatakan efektif karena para santri menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" type="image/webp" length="102512" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1168-uin-banten.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13722-attention-required-cloudflare.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ S The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu GDS dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ S The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu GDS dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ S The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu GDS dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53120-gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi</link>
	<guid isPermaLink="false">e3b4775ca2aabd8dca5ad8fd20cb61f0</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:43:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade komariah ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot88aslijp ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ade,komariah,menus,quick,slot88aslijp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang diabetes mellitus dan hipertensi, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang diabetes mellitus dan hipertensi, serta pentingnya pengelolaan dan pencegahan komplikasi yang terkait. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit ini, termasuk penyediaan informasi yang mudah dipahami dan aksesibilitas layanan kesehatan. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap prevalensi tinggi diabetes dan hipertensi di masyarakat, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan faktor genetik, serta mengembangkan intervensi yang ditargetkan untuk mengurangi risiko tersebut.. Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa program KKN Universitas Bina Bangsa mengenai Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pemeriksaan Tekanan Darah Kepada warga pralansia di RT 03/RW 02 Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Kota Serang telah berjalan dengan baik, warga pralansia menerima dan mengikuti kegiatan dengan antusias.Hal ini tidak terlepas dari persetujuan Lurah yang ikut andil dan menyetujui kegiatan Sosialisasi dan Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengecekan Tensi Darah di RT 03/RW 02 Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Kota Serang Diabetes mellitus dan hipertensi merupakan penyakit yang prevalensinya selalu tinggi di Indonesia. Penyakit ini terjadi pada orang dewasa maupun lansia. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan para warga Pasuluan mengenai penyakit hipertensi dan diabetes mellitus ini, dan apa bila penyakit ini tidak ditangani dengan baik makan akan menyebabkan komplikasi yang berkelanjutan. Adapun metode yang diterapkan dalam sosialisasi ini mengumpulkan semua warga Pasuluan untuk datang ke Posko KKM kelompok 05 guna mengikuti sosialisasi cek gula darah sewaktu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-d3703.webp" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-d3703.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-d3703.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-d3703.webp 1x" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" alt="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-a508e.webp" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-a508e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-a508e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-a508e.webp 1x" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" alt="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-e30b8.webp" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-e30b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-e30b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-e30b8.webp 1x" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" alt="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53120-gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi" title="JURIS - S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang" target="_blank">S, The Sosialisasi Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengukuran Tekanan Darah di Desa Pasuluhan Serang</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang diabetes mellitus dan hipertensi, serta pentingnya pengelolaan dan pencegahan komplikasi yang terkait. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit ini, termasuk penyediaan informasi yang mudah dipahami dan aksesibilitas layanan kesehatan. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap prevalensi tinggi diabetes dan hipertensi di masyarakat, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan faktor genetik, serta mengembangkan intervensi yang ditargetkan untuk mengurangi risiko tersebut..
<br>Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa program KKN Universitas Bina Bangsa mengenai Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pemeriksaan Tekanan Darah Kepada warga pralansia di RT 03/RW 02 Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Kota Serang telah berjalan dengan baik, warga pralansia menerima dan mengikuti kegiatan dengan antusias.Hal ini tidak terlepas dari persetujuan Lurah yang ikut andil dan menyetujui kegiatan Sosialisasi dan Cek Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Pengecekan Tensi Darah di RT 03/RW 02 Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Kota Serang
<br>Diabetes mellitus dan hipertensi merupakan penyakit yang prevalensinya selalu tinggi di Indonesia. Penyakit ini terjadi pada orang dewasa maupun lansia. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan para warga Pasuluan mengenai penyakit hipertensi dan diabetes mellitus ini, dan apa bila penyakit ini tidak ditangani dengan baik makan akan menyebabkan komplikasi yang berkelanjutan. Adapun metode yang diterapkan dalam sosialisasi ini mengumpulkan semua warga Pasuluan untuk datang ke Posko KKM kelompok 05 guna mengikuti sosialisasi cek gula darah sewaktu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-a508e.webp" type="image/webp" length="119626" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-d3703.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-a508e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/gula-darah-pengendalian-tekanan-hipertensi-diabete-thumb-e30b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek PjBL dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek PjBL dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek PjBL dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53113-proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila</link>
	<guid isPermaLink="false">1cbae036508fbf62425e376e9afeb546</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:43:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model manajemen pembelajaran berbasis proyek yang lebih metodis dan terukur, khususnya dalam konteks pendidikan agama Islam di sekolah menengah. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model manajemen pembelajaran berbasis proyek yang lebih metodis dan terukur, khususnya dalam konteks pendidikan agama Islam di sekolah menengah. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk memperluas fokus penelitian agar mencakup elemen-elemen Profil Pelajar Pancasila lainnya, seperti kemandirian dan kerja sama, untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih holistik. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi cara-cara meningkatkan kemampuan administratif guru PAI agar mereka dapat mengawasi pembelajaran berbasis proyek dengan lebih efektif, sambil mempertimbangkan kondisi unik lembaga masing-masing.. Manajemen Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) sangat penting untuk meningkatkan karakter religius siswa di SMA Negeri 1 Ciracap dan SMA Negeri 1 Surade.Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi PjBL bergantung pada desain proyek yang menarik dan manajemen pembelajaran yang efisien, yang mencakup tiga komponen utama.Guru Pendidikan Agama Islam menunjukkan kemampuan merencanakan pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan siswa dan prinsip-prinsip agama.Inisiatif seperti pengabdian masyarakat, kegiatan keagamaan, dan dakwah digital direncanakan secara metodis untuk meningkatkan kesadaran sosial, disiplin, dan rasa tanggung jawab.Guru berperan sebagai manajer pembelajaran dan fasilitator selama fase implementasi, mendorong kerja sama tim, inovasi, dan partisipasi aktif siswa dalam kesempatan belajar di dunia nyata.Pembelajaran menjadi lebih relevan karena siswa mampu menerapkan pemahaman teoretis mereka tentang prinsip-prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari.Guru melakukan evaluasi komprehensif dan introspektif yang mencakup prosedur, hasil, dan perubahan dalam praktik keagamaan siswa.Evaluasi memberi guru dan siswa cara untuk merefleksikan diri dan terus meningkatkan diri.Manajemen pembelajaran PjBL telah berhasil membangun lingkungan belajar interaktif yang berpusat pada siswa dan berfokus pada pembentukan karakter religius.Model strategis untuk pendidikan agama di sekolah menengah dapat berupa pendekatan manajemen pembelajaran yang terencana dan terarah Di SMA Negeri 1 Ciracap dan SMA Negeri 1 Surade di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) sangat penting untuk mengembangkan karakter religius siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana manajemen PjBL membantu pembentukan karakter religius di kedua SMA tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi yang melibatkan instruktur Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para pendidik memasukkan ide-ide keagamaan ke dalam perencanaan proyek, termasuk materi dakwah digital dan kegiatan sosial keagamaan. Guru berperan sebagai fasilitator selama implementasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-dd2f1.webp" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-dd2f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-dd2f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-dd2f1.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" alt="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-2baf4.webp" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-2baf4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-2baf4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-2baf4.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" alt="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-08ce2.webp" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-08ce2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-08ce2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-08ce2.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" alt="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53113-proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila" title="JURIS - Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa" target="_blank">Manajemen Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model manajemen pembelajaran berbasis proyek yang lebih metodis dan terukur, khususnya dalam konteks pendidikan agama Islam di sekolah menengah. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk memperluas fokus penelitian agar mencakup elemen-elemen Profil Pelajar Pancasila lainnya, seperti kemandirian dan kerja sama, untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih holistik. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi cara-cara meningkatkan kemampuan administratif guru PAI agar mereka dapat mengawasi pembelajaran berbasis proyek dengan lebih efektif, sambil mempertimbangkan kondisi unik lembaga masing-masing..
<br>Manajemen Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) sangat penting untuk meningkatkan karakter religius siswa di SMA Negeri 1 Ciracap dan SMA Negeri 1 Surade.Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi PjBL bergantung pada desain proyek yang menarik dan manajemen pembelajaran yang efisien, yang mencakup tiga komponen utama.Guru Pendidikan Agama Islam menunjukkan kemampuan merencanakan pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan siswa dan prinsip-prinsip agama.Inisiatif seperti pengabdian masyarakat, kegiatan keagamaan, dan dakwah digital direncanakan secara metodis untuk meningkatkan kesadaran sosial, disiplin, dan rasa tanggung jawab.Guru berperan sebagai manajer pembelajaran dan fasilitator selama fase implementasi, mendorong kerja sama tim, inovasi, dan partisipasi aktif siswa dalam kesempatan belajar di dunia nyata.Pembelajaran menjadi lebih relevan karena siswa mampu menerapkan pemahaman teoretis mereka tentang prinsip-prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari.Guru melakukan evaluasi komprehensif dan introspektif yang mencakup prosedur, hasil, dan perubahan dalam praktik keagamaan siswa.Evaluasi memberi guru dan siswa cara untuk merefleksikan diri dan terus meningkatkan diri.Manajemen pembelajaran PjBL telah berhasil membangun lingkungan belajar interaktif yang berpusat pada siswa dan berfokus pada pembentukan karakter religius.Model strategis untuk pendidikan agama di sekolah menengah dapat berupa pendekatan manajemen pembelajaran yang terencana dan terarah
<br>Di SMA Negeri 1 Ciracap dan SMA Negeri 1 Surade di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) sangat penting untuk mengembangkan karakter religius siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana manajemen PjBL membantu pembentukan karakter religius di kedua SMA tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi yang melibatkan instruktur Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para pendidik memasukkan ide-ide keagamaan ke dalam perencanaan proyek, termasuk materi dakwah digital dan kegiatan sosial keagamaan. Guru berperan sebagai fasilitator selama implementasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-08ce2.webp" type="image/webp" length="95586" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-dd2f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-2baf4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/proyek-based-learning-sma-negeri-profil-siswa-nila-thumb-08ce2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1168-uin-banten.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13722-attention-required-cloudflare.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53119-daerah-rawan-banjir-bencana</link>
	<guid isPermaLink="false">0c66037161a396268ccc84248a39362f</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:43:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade komariah ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot88aslijp ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ade,komariah,menus,quick,slot88aslijp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang pelatihan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dalam menurunkan ansietas dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang pelatihan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dalam menurunkan ansietas dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan perubahan pengetahuan dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, diperlukan kajian tentang penggunaan media digital, seperti aplikasi seluler atau modul eAclearning, untuk memperkuat penyampaian materi edukasi kepada kader keluarga, dengan mengukur dampaknya terhadap retensi pengetahuan dan kemampuan mengatasi ansietas pada masyarakat terdampak. Selanjutnya, perbandingan antara pendekatan konseling individual dan terapi kelompok yang diberikan oleh kader terlatih dapat diinvestigasi untuk menentukan metode psikososial mana yang paling efektif dalam mengurangi tingkat ansietas warga di daerah rawan banjir.. Menerapkan dan mengembangkan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dapat mengarah pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan serta efikasi diri keluarga yang dapat membuat keluarga mengadopsi perilaku pencegahan terkait kecemasan yang dirasakan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan mayoritas kategori Baik setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan maka diyakini mampu meningkatkan proses dan pemantapan motivasi, kemampuan dan fungsi keluarga yang dilakukan secara terencana, terarah, sistematis dan berlanjut melalui bimbingan, konsultasi, perlindungan, advokasi, pelembagaan keluarga dalam rangka memperkuat peran sosial keluarga terutama di Kecamatan Astambul Bencana Banjir memberikan dampak tidak hanya secara material dan fisik namun secara psikologis yaitu adanya ansietas terutama pada bencana banjir berulang. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah psikologis ansietas pada penduduk rawan banjir di wilayah Kecamatan Astambul. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir dalam membantu menurunkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" alt="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" alt="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" alt="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53119-daerah-rawan-banjir-bencana" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" target="_blank">Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang pelatihan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dalam menurunkan ansietas dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan perubahan pengetahuan dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, diperlukan kajian tentang penggunaan media digital, seperti aplikasi seluler atau modul eAclearning, untuk memperkuat penyampaian materi edukasi kepada kader keluarga, dengan mengukur dampaknya terhadap retensi pengetahuan dan kemampuan mengatasi ansietas pada masyarakat terdampak. Selanjutnya, perbandingan antara pendekatan konseling individual dan terapi kelompok yang diberikan oleh kader terlatih dapat diinvestigasi untuk menentukan metode psikososial mana yang paling efektif dalam mengurangi tingkat ansietas warga di daerah rawan banjir..
<br>Menerapkan dan mengembangkan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dapat mengarah pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan serta efikasi diri keluarga yang dapat membuat keluarga mengadopsi perilaku pencegahan terkait kecemasan yang dirasakan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan mayoritas kategori Baik setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan maka diyakini mampu meningkatkan proses dan pemantapan motivasi, kemampuan dan fungsi keluarga yang dilakukan secara terencana, terarah, sistematis dan berlanjut melalui bimbingan, konsultasi, perlindungan, advokasi, pelembagaan keluarga dalam rangka memperkuat peran sosial keluarga terutama di Kecamatan Astambul
<br>Bencana Banjir memberikan dampak tidak hanya secara material dan fisik namun secara psikologis yaitu adanya ansietas terutama pada bencana banjir berulang. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah psikologis ansietas pada penduduk rawan banjir di wilayah Kecamatan Astambul. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir dalam membantu menurunkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" type="image/webp" length="107868" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj Iran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj Iran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj Iran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53109-chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi</link>
	<guid isPermaLink="false">a24ae94747a43a022236973487bb35db</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 10:54:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ elina svir ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[elina,svir,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk fokus pada aspek fisik dan budaya masyarakat dalam studi kasus di kota seperti Sanandaj, untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas sosial dan modal sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Ketidakpedulian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk fokus pada aspek fisik dan budaya masyarakat dalam studi kasus di kota seperti Sanandaj, untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas sosial dan modal sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Ketidakpedulian terhadap elemen-elemen ini dapat menyebabkan konsekuensi negatif, termasuk segregasi sosial, ketidakaktifan individu, masalah kesehatan fisik dan mental, kesenjangan budaya generasi, komunitas yang tidak berkelanjutan, dan akhirnya kualitas hidup yang lebih rendah.. Modal sosial adalah masalah yang berisiko menurun di ruang perkotaan, yang membuat keberhasilan ruang perkotaan tidak mungkin.Perencana perkotaan harus berpikir untuk meningkatkan interaksi dan modal sosial di ruang perkotaan.Menurut hasil dari bagian analisis, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan orang terhadap individu lain yang ada di jalan cukup tinggi.Sementara itu, tingkat kepercayaan terhadap orang asing sangat rendah, yang merupakan masalah sosial.Sebagian besar peserta menyatakan bahwa jika mereka menemukan tas/barang hilang, mereka akan mencoba menemukan pemiliknya, tetapi tidak berharap untuk menemukan tas/barang hilang milik mereka sendiri jika mereka kehilangan barang tersebut.Tingkat norma sosial, termasuk penerimaan perbedaan, membantu orang yang membutuhkan, dan mediasi sosial serta keyakinan dalam mempengaruhi status lingkungan, dinilai memiliki tingkat yang dapat diterima.Empat area studi kasus dalam penelitian ini terletak di inti utama kota Sanandaj dan memainkan peran penting dalam kota serta dalam hal modal sosial kota.Jalan-jalan ini menampung orang dari kelas sosial dan kelompok yang berbeda dan dari wilayah yang berbeda di kota, yang menggunakan jalan-jalan ini untuk tujuan yang berbeda.Panjang jalan yang pendek adalah faktor penting, yang bersama dengan peningkatan kekuatan dan penurunan kelemahan, menciptakan lingkungan yang cocok untuk berjalan kaki, serta menarik banyak orang, membangun interaksi sosial, meningkatkan kepercayaan, meningkatkan norma sosial dan jaringan sosial Konsep modal sosial telah diusulkan bersama modal lain seperti modal manusia, modal keuangan dan modal ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi modal sosial di jalan-jalan, yang merupakan salah satu ruang publik perkotaan yang paling dinamis. Mereka menyediakan koneksi fisik untuk interaksi sosial dan akibatnya dapat meningkatkan modal sosial. Untuk tujuan ini, empat persimpangan pusat kota Sanandaj, Iran dipilih sebagai studi kasus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis yang dilakukan dengan menanyai 400 partisipan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) pada tingkat inferensial dan statistik. Temuan menunjukkan bahwa elemen jalan yang efektif untuk meningkatkan modal sosial... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp 1x" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" alt="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp 1x" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" alt="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp 1x" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" alt="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53109-chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" target="_blank">Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk fokus pada aspek fisik dan budaya masyarakat dalam studi kasus di kota seperti Sanandaj, untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas sosial dan modal sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Ketidakpedulian terhadap elemen-elemen ini dapat menyebabkan konsekuensi negatif, termasuk segregasi sosial, ketidakaktifan individu, masalah kesehatan fisik dan mental, kesenjangan budaya generasi, komunitas yang tidak berkelanjutan, dan akhirnya kualitas hidup yang lebih rendah..
<br>Modal sosial adalah masalah yang berisiko menurun di ruang perkotaan, yang membuat keberhasilan ruang perkotaan tidak mungkin.Perencana perkotaan harus berpikir untuk meningkatkan interaksi dan modal sosial di ruang perkotaan.Menurut hasil dari bagian analisis, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan orang terhadap individu lain yang ada di jalan cukup tinggi.Sementara itu, tingkat kepercayaan terhadap orang asing sangat rendah, yang merupakan masalah sosial.Sebagian besar peserta menyatakan bahwa jika mereka menemukan tas/barang hilang, mereka akan mencoba menemukan pemiliknya, tetapi tidak berharap untuk menemukan tas/barang hilang milik mereka sendiri jika mereka kehilangan barang tersebut.Tingkat norma sosial, termasuk penerimaan perbedaan, membantu orang yang membutuhkan, dan mediasi sosial serta keyakinan dalam mempengaruhi status lingkungan, dinilai memiliki tingkat yang dapat diterima.Empat area studi kasus dalam penelitian ini terletak di inti utama kota Sanandaj dan memainkan peran penting dalam kota serta dalam hal modal sosial kota.Jalan-jalan ini menampung orang dari kelas sosial dan kelompok yang berbeda dan dari wilayah yang berbeda di kota, yang menggunakan jalan-jalan ini untuk tujuan yang berbeda.Panjang jalan yang pendek adalah faktor penting, yang bersama dengan peningkatan kekuatan dan penurunan kelemahan, menciptakan lingkungan yang cocok untuk berjalan kaki, serta menarik banyak orang, membangun interaksi sosial, meningkatkan kepercayaan, meningkatkan norma sosial dan jaringan sosial
<br>Konsep modal sosial telah diusulkan bersama modal lain seperti modal manusia, modal keuangan dan modal ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi modal sosial di jalan-jalan, yang merupakan salah satu ruang publik perkotaan yang paling dinamis. Mereka menyediakan koneksi fisik untuk interaksi sosial dan akibatnya dapat meningkatkan modal sosial. Untuk tujuan ini, empat persimpangan pusat kota Sanandaj, Iran dipilih sebagai studi kasus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis yang dilakukan dengan menanyai 400 partisipan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) pada tingkat inferensial dan statistik. Temuan menunjukkan bahwa elemen jalan yang efektif untuk meningkatkan modal sosial...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" type="image/webp" length="99082" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kampanye Sekolah Sehat Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kampanye Sekolah Sehat Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kampanye Sekolah Sehat Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53122-sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fis</link>
	<guid isPermaLink="false">44eb1bb1d3e43c716742620279d9e5df</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 10:54:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade komariah ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot88aslijp ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ade,komariah,menus,quick,slot88aslijp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan dampak program sekolah sehat, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan kurikulum kesehatan fisik yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi-strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul: Untuk meningkatkan dampak program sekolah sehat, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan kurikulum kesehatan fisik yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pembelajaran olahraga, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan berbasis komunitas. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program sekolah sehat dalam jangka panjang, termasuk dampak terhadap prestasi akademik dan interaksi sosial siswa. Dengan demikian, program sekolah sehat dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sekolah dan komunitas setempat.. Kegiatan kampanye sekolah sehat fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo 1 berhasil meningkatkan pemahaman dan antusiasme guru serta siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik, serta menghasilkan komitmen awal untuk menyusun program sekolah sehat yang terstruktur.Untuk memperdalam dan melebarkan dampak program ini, disarankan agar terintegrasi pelajaran kesehatan fisik secara lebih mendalam dalam kurikulum, peningkatan sarana prasarana yang mendukung kegiatan fisik, pemantauan dan evaluasi rutin terhadap efektivitas program, dan melibatkan lebih banyak stakeholder dalam penyusunan dan evaluasi program.Dengan strategi dan implementasi yang efektif, program sekolah sehat di SD Muhammadiyah Wonokromo 1 dapat menjadi model yang inspiratif bagi sekolah lain dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas Program pengabdian masyarakat bertajuk "Kampanye Sekolah Sehat Fisik" telah dilaksanakan di SD Muhammadiyah Wonokromo 1 dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan siswa di sekolah dasar. Inisiatif ini diimplementasikan melalui serangkaian aktivitas terstruktur dan inisiatif edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, orang tua, dan komunitas lokal. Metode yang digunakan meliputi penyampaian pendidikan kesehatan melalui mini seminar, praktik penyusunan program sekolah sehat, sesi olahraga rutin, lokakarya, dan promosi praktik kebersihan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari guru dan siswa, serta terbentuknya komitmen bersama untuk mengimplementasikan rencana program sekolah sehat yang telah disusun. Masukan utama dari peserta adalah penjadwalan olahraga rutin dan pelibatan masyarakat secara berkelanjutan. Sekolah akan menindaklanjuti rencana program tersebut, mengingat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-3929a.webp" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-3929a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-3929a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-3929a.webp 1x" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" alt="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-37a70.webp" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-37a70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-37a70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-37a70.webp 1x" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" alt="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-f0be5.webp" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-f0be5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-f0be5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-f0be5.webp 1x" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" alt="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53122-sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fis" title="JURIS - Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul" target="_blank">Kampanye Sekolah Sehat: Optimalisasi Sehat Fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo I Pleret Bantul</a>: Untuk meningkatkan dampak program sekolah sehat, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan kurikulum kesehatan fisik yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pembelajaran olahraga, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan berbasis komunitas. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program sekolah sehat dalam jangka panjang, termasuk dampak terhadap prestasi akademik dan interaksi sosial siswa. Dengan demikian, program sekolah sehat dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sekolah dan komunitas setempat..
<br>Kegiatan kampanye sekolah sehat fisik di SD Muhammadiyah Wonokromo 1 berhasil meningkatkan pemahaman dan antusiasme guru serta siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik, serta menghasilkan komitmen awal untuk menyusun program sekolah sehat yang terstruktur.Untuk memperdalam dan melebarkan dampak program ini, disarankan agar terintegrasi pelajaran kesehatan fisik secara lebih mendalam dalam kurikulum, peningkatan sarana prasarana yang mendukung kegiatan fisik, pemantauan dan evaluasi rutin terhadap efektivitas program, dan melibatkan lebih banyak stakeholder dalam penyusunan dan evaluasi program.Dengan strategi dan implementasi yang efektif, program sekolah sehat di SD Muhammadiyah Wonokromo 1 dapat menjadi model yang inspiratif bagi sekolah lain dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas
<br>Program pengabdian masyarakat bertajuk "Kampanye Sekolah Sehat Fisik" telah dilaksanakan di SD Muhammadiyah Wonokromo 1 dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan siswa di sekolah dasar. Inisiatif ini diimplementasikan melalui serangkaian aktivitas terstruktur dan inisiatif edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, orang tua, dan komunitas lokal. Metode yang digunakan meliputi penyampaian pendidikan kesehatan melalui mini seminar, praktik penyusunan program sekolah sehat, sesi olahraga rutin, lokakarya, dan promosi praktik kebersihan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari guru dan siswa, serta terbentuknya komitmen bersama untuk mengimplementasikan rencana program sekolah sehat yang telah disusun. Masukan utama dari peserta adalah penjadwalan olahraga rutin dan pelibatan masyarakat secara berkelanjutan. Sekolah akan menindaklanjuti rencana program tersebut, mengingat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-3929a.webp" type="image/webp" length="93714" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-3929a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-37a70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/sekolah-sehat-interaksi-sosial-kesehatan-fisik-pre-thumb-f0be5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53108-faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-p</link>
	<guid isPermaLink="false">a2a427bdfd1ac2407940d1f231792c9e</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 10:33:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, pemerintah dapat fokus pada perbaikan sumberdaya pesisir dengan program penanaman mangrove dan pengendalian pencemaran. Selain itu, pemerintah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok: Untuk mengatasi kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, pemerintah dapat fokus pada perbaikan sumberdaya pesisir dengan program penanaman mangrove dan pengendalian pencemaran. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan akses nelayan terhadap modal perbankan dan memberikan pelatihan khusus bagi ibu rumah tangga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kedua, nelayan dapat berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan dan memperbaharui alat tangkap yang ramah ekosistem. Ketiga, pemerintah dan nelayan dapat bekerja sama dalam mengoptimalkan Tempat Pelelangan Ikan untuk menghindari monopoli harga oleh bakul. Dengan demikian, diharapkan kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok dapat diminimalkan dan kesejahteraan nelayan dapat ditingkatkan.. A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor natural merupakan rusaknya sumberdaya pesisir dan musim yang tidak menentu.A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor struktural merupakan sulitnya mengakses modal perbankan dan tidak adanya kekuasaan dalam menentukan harga tangkapan.A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor kultural merupakan kebisaaan hidup yang konsumtif serta tidak mudah dalam menabung.A Rob dan banjir semakin memperparah kemiskinan masyarakat nelayan Kampung Tambak Lorok karena menimbulkan kerugian berupa terendamnya rumah nelayan yang kemudian membuat nelayan mengalami kerusakan harta benda serta memunculkan ancaman baru berupa kemungkinan terjangkit oleh penyakit, hilangnya harta benda dan hilangnya pekerjaan.Sehingga solusi yang dapat dilakukan nelayan adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk melakukan peninggian rumah agar tidak terendam di tengah kondisi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.Maka, penyebab kemiskinan nelayan Kampung Tambak Lorok merupakan keterpaduan antara tiga faktor penyebab kemiskinan, yaitu natural, struktural dan kultural, yang kemudian diperparah dengan adanya kerugian yang ditimbulkan oleh rob dan banjir sebagai dampak dari perubahan iklim bagi wilayah pesisir Kemiskinan disebabkan oleh faktor natural, kultural dan struktural. Kondisi kemiskinan tersebut semakin diperparah dengan adanya fenomena perubahan iklim dalam bentuk bencana rob dan banjir yang menimpa kawasan pesisir. Kampung Tambak Lorok merupakan tempat tinggal bagi 500 lebih keluarga nelayan miskin. Ada tiga dugaan fenomena permasalahan utama di Kampung Tambak Lorok, yaitu kemiskinan, penyakit sosial dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor penyebab kemiskinan natural nelayan di Kampung Tambak Lorok yaitu faktor musim dan kerusakan pesisir. Faktor kemiskinan struktural disebabkan oleh sulitnya akses modal perbankan dan tidak memiliki kekuasaan dalam menentukan harga jual tangkapan. Sedangkan untuk faktor kultural... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp 1x" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" alt="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp 1x" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" alt="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp 1x" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" alt="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53108-faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-p" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" target="_blank">Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok</a>: Untuk mengatasi kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, pemerintah dapat fokus pada perbaikan sumberdaya pesisir dengan program penanaman mangrove dan pengendalian pencemaran. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan akses nelayan terhadap modal perbankan dan memberikan pelatihan khusus bagi ibu rumah tangga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kedua, nelayan dapat berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan dan memperbaharui alat tangkap yang ramah ekosistem. Ketiga, pemerintah dan nelayan dapat bekerja sama dalam mengoptimalkan Tempat Pelelangan Ikan untuk menghindari monopoli harga oleh bakul. Dengan demikian, diharapkan kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok dapat diminimalkan dan kesejahteraan nelayan dapat ditingkatkan..
<br>A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor natural merupakan rusaknya sumberdaya pesisir dan musim yang tidak menentu.A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor struktural merupakan sulitnya mengakses modal perbankan dan tidak adanya kekuasaan dalam menentukan harga tangkapan.A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor kultural merupakan kebisaaan hidup yang konsumtif serta tidak mudah dalam menabung.A Rob dan banjir semakin memperparah kemiskinan masyarakat nelayan Kampung Tambak Lorok karena menimbulkan kerugian berupa terendamnya rumah nelayan yang kemudian membuat nelayan mengalami kerusakan harta benda serta memunculkan ancaman baru berupa kemungkinan terjangkit oleh penyakit, hilangnya harta benda dan hilangnya pekerjaan.Sehingga solusi yang dapat dilakukan nelayan adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk melakukan peninggian rumah agar tidak terendam di tengah kondisi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.Maka, penyebab kemiskinan nelayan Kampung Tambak Lorok merupakan keterpaduan antara tiga faktor penyebab kemiskinan, yaitu natural, struktural dan kultural, yang kemudian diperparah dengan adanya kerugian yang ditimbulkan oleh rob dan banjir sebagai dampak dari perubahan iklim bagi wilayah pesisir
<br>Kemiskinan disebabkan oleh faktor natural, kultural dan struktural. Kondisi kemiskinan tersebut semakin diperparah dengan adanya fenomena perubahan iklim dalam bentuk bencana rob dan banjir yang menimpa kawasan pesisir. Kampung Tambak Lorok merupakan tempat tinggal bagi 500 lebih keluarga nelayan miskin. Ada tiga dugaan fenomena permasalahan utama di Kampung Tambak Lorok, yaitu kemiskinan, penyakit sosial dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor penyebab kemiskinan natural nelayan di Kampung Tambak Lorok yaitu faktor musim dan kerusakan pesisir. Faktor kemiskinan struktural disebabkan oleh sulitnya akses modal perbankan dan tidak memiliki kekuasaan dalam menentukan harga jual tangkapan. Sedangkan untuk faktor kultural...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" type="image/webp" length="75248" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Planning Transportation Megaprojects Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Planning Transportation Megaprojects Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Planning Transportation Megaprojects Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53110-kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas</link>
	<guid isPermaLink="false">5f8ed1b57d68435c042249a329c21b88</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 10:33:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ elina svir ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[elina,svir,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana merancang sistem perencanaan megaproyek transportasi yang lebih adaptif terhadap sifat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana merancang sistem perencanaan megaproyek transportasi yang lebih adaptif terhadap sifat kompleksitasnya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pendekatan perencanaan yang lebih terbuka, non-linier, dan sistem yang terbuka dalam megaproyek transportasi. Ketiga, penelitian tentang bagaimana meningkatkan komitmen dan adaptivitas para pemangku kepentingan dalam situasi dinamis dan tidak pasti juga sangat relevan. Selain itu, penelitian tentang bagaimana kolaborasi dan tindakan kolektif dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan dalam megaproyek transportasi juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, penting untuk menyelidiki bagaimana kompleksitas dan ketidakpastian dalam perencanaan megaproyek transportasi dapat ditangani dengan pendekatan kreatif yang baru.. Failure to understand the nature of complexity in TMs causes most projects to fail to attain the expected benefits and outcomes.The paradoxes discussed relay how TMs struggle over decades to deal with political distress and financial constraints that lead to the problems of low risk mitigation planning, short-term planning considerations, low learning impact, and low performance indicated by this study.These paradoxes have a significant correlation with the planning approaches and procedures that are currently applied.TMs must be understood through their complex nature.Complexity theory can explain how a nonlinear view of planning through adaptation, co-evolution, and self-organizing suits the character of such dynamic projects.Awareness of the intricacy of the planning process is important, as support or opposition of multiple stakeholders may be encountered during project planning and implementation.The uncertainty of complex projects makes communication and interaction increasingly important (De Roo and Silva, 2010).A rational communicative planning approach to TMs should be explored to improve stakeholder commitment and adaptivity within a dynamic situation due to unpredictable socio-economic and political circumstances.Collaborative and collective actions play an important role in the TM decision-making process.Innes and Booher (2010) suggest that collaborative processes are more effective when seen as complex adaptive systems.Involvement of stakeholders from the early phases of a TM project is crucial.Through sufficient diversity of ideas and knowledge, they will adapt and reorganize independently.Complexity thinking offers an understanding of the intricate problems related not only to rational techniques but also to social and political distress as defined in the paradoxes.New TM approaches should consider building an understanding of the complexity and uncertainty involved in TM planning that demands a new creative approach to dealing with complex projects.The gap between the nature of technocracy and the focus on the result should be strategically eliminated.The challenge remains to figure out how planning can be a part of the solution in complex projects Megaproyek transportasi telah menjadi fitur rutin dalam pembangunan kota dan infrastruktur urban. Kegagalan banyak megaproyek untuk mencapai tingkat kinerja yang diinginkan adalah masalah yang banyak dibahas dalam beberapa penelitian dalam beberapa tahun terakhir dan dianggap sebagai ketidakmampuan dalam merumuskan tingkat kesulitan dan tingkat ketidakpastian. Masalah-masalah yang biasa terjadi di megaproyek transportasi tersebut belum terpecahkan meskipun telah mempekerjakan para profesional dan sumber daya yang sangat berpengalaman. Proses pengambilan keputusan dalam tahap perencanaan sangat penting dalam menghadapi sifat megaproyek yang kompleks dan tidak pasti. Makalah ini menyajikan tinjauan literatur yang terkait dengan topik ini dan berpendapat bahwa tantangan utama dalam fase perencanaan adalah kesalahpahaman terhadap karakter... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-c60cb.webp" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-c60cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-c60cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-c60cb.webp 1x" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" alt="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-d9bf4.webp" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-d9bf4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-d9bf4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-d9bf4.webp 1x" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" alt="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-60843.webp" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-60843.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-60843.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-60843.webp 1x" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" alt="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53110-kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas" title="JURIS - Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects" target="_blank">Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana merancang sistem perencanaan megaproyek transportasi yang lebih adaptif terhadap sifat kompleksitasnya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pendekatan perencanaan yang lebih terbuka, non-linier, dan sistem yang terbuka dalam megaproyek transportasi. Ketiga, penelitian tentang bagaimana meningkatkan komitmen dan adaptivitas para pemangku kepentingan dalam situasi dinamis dan tidak pasti juga sangat relevan. Selain itu, penelitian tentang bagaimana kolaborasi dan tindakan kolektif dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan dalam megaproyek transportasi juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, penting untuk menyelidiki bagaimana kompleksitas dan ketidakpastian dalam perencanaan megaproyek transportasi dapat ditangani dengan pendekatan kreatif yang baru..
<br>Failure to understand the nature of complexity in TMs causes most projects to fail to attain the expected benefits and outcomes.The paradoxes discussed relay how TMs struggle over decades to deal with political distress and financial constraints that lead to the problems of low risk mitigation planning, short-term planning considerations, low learning impact, and low performance indicated by this study.These paradoxes have a significant correlation with the planning approaches and procedures that are currently applied.TMs must be understood through their complex nature.Complexity theory can explain how a nonlinear view of planning through adaptation, co-evolution, and self-organizing suits the character of such dynamic projects.Awareness of the intricacy of the planning process is important, as support or opposition of multiple stakeholders may be encountered during project planning and implementation.The uncertainty of complex projects makes communication and interaction increasingly important (De Roo and Silva, 2010).A rational communicative planning approach to TMs should be explored to improve stakeholder commitment and adaptivity within a dynamic situation due to unpredictable socio-economic and political circumstances.Collaborative and collective actions play an important role in the TM decision-making process.Innes and Booher (2010) suggest that collaborative processes are more effective when seen as complex adaptive systems.Involvement of stakeholders from the early phases of a TM project is crucial.Through sufficient diversity of ideas and knowledge, they will adapt and reorganize independently.Complexity thinking offers an understanding of the intricate problems related not only to rational techniques but also to social and political distress as defined in the paradoxes.New TM approaches should consider building an understanding of the complexity and uncertainty involved in TM planning that demands a new creative approach to dealing with complex projects.The gap between the nature of technocracy and the focus on the result should be strategically eliminated.The challenge remains to figure out how planning can be a part of the solution in complex projects
<br>Megaproyek transportasi telah menjadi fitur rutin dalam pembangunan kota dan infrastruktur urban. Kegagalan banyak megaproyek untuk mencapai tingkat kinerja yang diinginkan adalah masalah yang banyak dibahas dalam beberapa penelitian dalam beberapa tahun terakhir dan dianggap sebagai ketidakmampuan dalam merumuskan tingkat kesulitan dan tingkat ketidakpastian. Masalah-masalah yang biasa terjadi di megaproyek transportasi tersebut belum terpecahkan meskipun telah mempekerjakan para profesional dan sumber daya yang sangat berpengalaman. Proses pengambilan keputusan dalam tahap perencanaan sangat penting dalam menghadapi sifat megaproyek yang kompleks dan tidak pasti. Makalah ini menyajikan tinjauan literatur yang terkait dengan topik ini dan berpendapat bahwa tantangan utama dalam fase perencanaan adalah kesalahpahaman terhadap karakter...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-d9bf4.webp" type="image/webp" length="111258" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-c60cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-d9bf4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/kompleksitas-ketidakpastian-megaproyek-transportas-thumb-60843.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53100-transmisi-serat-optik-data</link>
	<guid isPermaLink="false">f5fb00a3923109fb82312f79c34fadff</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 10:33:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ semen padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ padang city ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[city,counter,flag,padang,semen]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat hasil penelitian ini yang didasarkan pada simulasi, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan validasi eksperimental di laboratorium. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pembangunan prototipe sistem komunikasi serat optik dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance: Melihat hasil penelitian ini yang didasarkan pada simulasi, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan validasi eksperimental di laboratorium. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pembangunan prototipe sistem komunikasi serat optik dengan sensor FBG seragam untuk mengonfirmasi temuan simulasi, khususnya terkait kinerja pada berbagai daya masukan dan jarak transmisi. Validasi ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan implementasi praktis dan akurasi model Optisystem yang digunakan. Selain itu, mengingat adanya penurunan kualitas sinyal yang signifikan pada jarak transmisi lebih dari 60 km akibat tingginya tingkat kebisingan dan efek dispersi, penelitian berikutnya perlu mengeksplorasi teknik kompensasi yang lebih canggih. Hal ini bisa meliputi integrasi sensor FBG dengan perangkat lain seperti penguat serat optik (misalnya EDFA atau Raman amplifier) atau penggunaan serat kompensasi dispersi (DCF) guna menjaga integritas sinyal dan faktor-Q pada jarak yang lebih jauh. Dengan demikian, akan dapat diidentifikasi solusi untuk memperluas jangkauan transmisi tanpa mengorbankan kualitas. Terakhir, untuk lebih mengoptimalkan kinerja sistem FBG, penelitian dapat memperluas jenis FBG yang diinvestigasi. Ini mencakup studi tentang profil apodisasi FBG yang berbeda, variasi panjang kisi, atau bahkan struktur FBG hibrida seperti FBG bercirik (chirped FBG) atau FBG sampel (sampled FBG), serta menyelidiki bagaimana parameter ini berinteraksi dengan konfigurasi saluran Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM) yang beragam. Tujuannya adalah untuk menemukan desain FBG yang paling robust dan efisien dalam mengatasi tantangan atenuasi dan dispersi pada sistem komunikasi optik masa depan.. Penelitian ini merancang sistem komunikasi serat optik dengan sensor FBG yang beroperasi pada frekuensi 193.1 THz, daya 20 dBm, dan laju bit 10 Gbit/s.Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan FBG seragam secara signifikan meningkatkan kinerja transmisi, dengan faktor-Q yang lebih baik dan tingkat kesalahan bit (BER) yang lebih rendah dibandingkan FBG Gaussian, bahkan pada saluran CWDM.Meskipun demikian, kualitas sinyal menurun drastis pada jarak lebih dari 60 km akibat kebisingan tinggi, menyebabkan penurunan faktor-Q yang substansial dan membatasi kapasitas transmisi data Serat optik dipilih sebagai media transmisi karena kemampuannya dalam mentransmisikan data dengan daya tinggi, kecepatan tinggi, dan atenuasi rendah. Meskipun memiliki keunggulan tersebut, serat optik masih menghadapi tantangan seperti atenuasi dan dispersi yang dapat mengurangi kinerja transmisi data. Penelitian ini mengkaji kinerja sistem komunikasi berbasis serat optik menggunakan sensor Fiber Bragg Grating (FBG), khususnya dalam mengatasi efek linier yang memengaruhi kualitas transmisi. Dalam perancangan sistem ini, peneliti memvariasikan jarak transmisi dari 10 Ae 150 km... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp 1x" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" alt="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp 1x" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" alt="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53100-transmisi-serat-optik-data" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" target="_blank">Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance</a>: Melihat hasil penelitian ini yang didasarkan pada simulasi, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan validasi eksperimental di laboratorium. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pembangunan prototipe sistem komunikasi serat optik dengan sensor FBG seragam untuk mengonfirmasi temuan simulasi, khususnya terkait kinerja pada berbagai daya masukan dan jarak transmisi. Validasi ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan implementasi praktis dan akurasi model Optisystem yang digunakan. Selain itu, mengingat adanya penurunan kualitas sinyal yang signifikan pada jarak transmisi lebih dari 60 km akibat tingginya tingkat kebisingan dan efek dispersi, penelitian berikutnya perlu mengeksplorasi teknik kompensasi yang lebih canggih. Hal ini bisa meliputi integrasi sensor FBG dengan perangkat lain seperti penguat serat optik (misalnya EDFA atau Raman amplifier) atau penggunaan serat kompensasi dispersi (DCF) guna menjaga integritas sinyal dan faktor-Q pada jarak yang lebih jauh. Dengan demikian, akan dapat diidentifikasi solusi untuk memperluas jangkauan transmisi tanpa mengorbankan kualitas. Terakhir, untuk lebih mengoptimalkan kinerja sistem FBG, penelitian dapat memperluas jenis FBG yang diinvestigasi. Ini mencakup studi tentang profil apodisasi FBG yang berbeda, variasi panjang kisi, atau bahkan struktur FBG hibrida seperti FBG bercirik (chirped FBG) atau FBG sampel (sampled FBG), serta menyelidiki bagaimana parameter ini berinteraksi dengan konfigurasi saluran Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM) yang beragam. Tujuannya adalah untuk menemukan desain FBG yang paling robust dan efisien dalam mengatasi tantangan atenuasi dan dispersi pada sistem komunikasi optik masa depan..
<br>Penelitian ini merancang sistem komunikasi serat optik dengan sensor FBG yang beroperasi pada frekuensi 193.1 THz, daya 20 dBm, dan laju bit 10 Gbit/s.Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan FBG seragam secara signifikan meningkatkan kinerja transmisi, dengan faktor-Q yang lebih baik dan tingkat kesalahan bit (BER) yang lebih rendah dibandingkan FBG Gaussian, bahkan pada saluran CWDM.Meskipun demikian, kualitas sinyal menurun drastis pada jarak lebih dari 60 km akibat kebisingan tinggi, menyebabkan penurunan faktor-Q yang substansial dan membatasi kapasitas transmisi data
<br>Serat optik dipilih sebagai media transmisi karena kemampuannya dalam mentransmisikan data dengan daya tinggi, kecepatan tinggi, dan atenuasi rendah. Meskipun memiliki keunggulan tersebut, serat optik masih menghadapi tantangan seperti atenuasi dan dispersi yang dapat mengurangi kinerja transmisi data. Penelitian ini mengkaji kinerja sistem komunikasi berbasis serat optik menggunakan sensor Fiber Bragg Grating (FBG), khususnya dalam mengatasi efek linier yang memengaruhi kualitas transmisi. Dalam perancangan sistem ini, peneliti memvariasikan jarak transmisi dari 10 Ae 150 km...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" type="image/webp" length="106520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue DBD dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue DBD dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue DBD dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53121-pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali</link>
	<guid isPermaLink="false">bb131caa1f9198b5bf9337d88e6dbf86</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 08:01:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade komariah ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot88aslijp ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ade,komariah,menus,quick,slot88aslijp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, mengukur dampak jangka panjang dari program ini dengan melakukan evaluasi berkala terhadap perilaku dan pengetahuan santri terkait pencegahan DBD. Kedua, mengembangkan strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, mengukur dampak jangka panjang dari program ini dengan melakukan evaluasi berkala terhadap perilaku dan pengetahuan santri terkait pencegahan DBD. Kedua, mengembangkan strategi edukasi yang lebih komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti dinas kesehatan setempat, untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat secara keseluruhan. Ketiga, meneliti efektivitas pendekatan interaktif dalam pengabdian masyarakat di lingkungan lain, seperti sekolah atau komunitas perkotaan, untuk memahami penerapan dan manfaatnya dalam konteks yang berbeda.. Sosialisasi Pencegahan DBD dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pentingnya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kebersihan lingkungan.Implikasi dari program ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan partisipatif mampu mendorong perubahan perilaku positif, yang jika terus dipertahankan, dapat mengurangi risiko penyebaran DBD di lingkungan pondok pesantren Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan DBD di Pondok Pesantren melalui metode sharing sessions interaktif. Metode pengabdian menggunakan lembar observasi untuk mengamati perilaku santri selama dan setelah kegiatan yang meliputi Keaktifan dalam Diskusi: Seberapa sering santri berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Penerapan Pengetahuan: Seberapa sering santri... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-f1582.webp" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-f1582.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-f1582.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-f1582.webp 1x" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" alt="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6a60f.webp" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6a60f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6a60f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6a60f.webp 1x" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" alt="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6df6c.webp" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6df6c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6df6c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6df6c.webp 1x" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" alt="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53121-pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali" title="JURIS - PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren" target="_blank">PKM Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, mengukur dampak jangka panjang dari program ini dengan melakukan evaluasi berkala terhadap perilaku dan pengetahuan santri terkait pencegahan DBD. Kedua, mengembangkan strategi edukasi yang lebih komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti dinas kesehatan setempat, untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat secara keseluruhan. Ketiga, meneliti efektivitas pendekatan interaktif dalam pengabdian masyarakat di lingkungan lain, seperti sekolah atau komunitas perkotaan, untuk memahami penerapan dan manfaatnya dalam konteks yang berbeda..
<br>Sosialisasi Pencegahan DBD dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pentingnya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kebersihan lingkungan.Implikasi dari program ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan partisipatif mampu mendorong perubahan perilaku positif, yang jika terus dipertahankan, dapat mengurangi risiko penyebaran DBD di lingkungan pondok pesantren
<br>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan DBD di Pondok Pesantren melalui metode sharing sessions interaktif. Metode pengabdian menggunakan lembar observasi untuk mengamati perilaku santri selama dan setelah kegiatan yang meliputi Keaktifan dalam Diskusi: Seberapa sering santri berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Penerapan Pengetahuan: Seberapa sering santri...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6df6c.webp" type="image/webp" length="101342" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-f1582.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6a60f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/pendekatan-interaktif-dbd-sharing-sessions-sosiali-thumb-6df6c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach A Case Study in the Island of Java Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach A Case Study in the Island of Java Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach A Case Study in the Island of Java Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53111-clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p</link>
	<guid isPermaLink="false">869321c182532b5b93881cb3e3dc2a71</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:46:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ elina svir ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[elina,svir,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) bagaimana penambahan variabel sosialAcekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, mempengaruhi pengelompokan daerah tertinggal menggunakan metode CLARA atau algoritma clustering lainnya; (2) ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) bagaimana penambahan variabel sosialAcekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, mempengaruhi pengelompokan daerah tertinggal menggunakan metode CLARA atau algoritma clustering lainnya; (2) apakah penggunaan teknik pembelajaran mendalam seperti autoAcencoder dapat meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi pola outlier pada data infrastruktur berskala besar; serta (3) bagaimana hasil clustering dapat divalidasi secara geografis dengan mengintegrasikan data aksesibilitas transportasi dan layanan publik untuk menghasilkan peta prioritas pembangunan yang lebih realistis. Studi tersebut sebaiknya menerapkan pendekatan multivariat yang menggabungkan data PODES, SUSENAS, serta sumber data satelit untuk memperkaya dimensi analisis. Selain itu, perbandingan performa antara CLARA, DBSCAN, dan Spectral Clustering dapat memberikan wawasan tentang kehandalan masingAcmasing metode dalam konteks data dengan outlier yang signifikan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah bagi pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mempercepat pengentasan ketimpangan infrastruktur di Pulau Jawa.. Berdasarkan pendekatan pembelajaran tak terawasi dengan clustering partisional, metode CLARA menghasilkan hasil clustering terbaik karena memberikan nilai koefisien konektivitas dan indeks Dunn yang paling optimal.Analisis menunjukkan bahwa pada Pulau Jawa terdapat 99 kabupaten/kota yang tergolong daerah tertinggal infrastruktur, 12 kabupaten/kota dalam kategori berkembang, dan 8 kabupaten/kota dengan infrastruktur maju.Untuk mengurangi ketertinggalan, diperlukan perbaikan pada jaringan jalan aspal/konstruksi, jalan beraspal, jalan tanah, serta peningkatan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan rumah tangga pengguna telepon di daerah yang tergolong tertinggal Penelitian ini mencoba mengidentifikasi daerah tertinggal di kabupaten/kota di pulau Jawa, Indonesia, berdasarkan sejumlah indikator infrastruktur. Pendekatan unsupervised learning digunakan untuk melakukan klasterisasi dengan metode K-Means, K-Medoids, dan CLARA. Selain memperoleh hasil klasterisasi secara teknis dan melakukan perbandingan kinerja ketiga metode pembelajaran unsupervised learning, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memetakan hasil klasterisasi agar lebih mudah dalam mengenali karakteristik daerah yang terindikasi sebagai daerah tertinggal, yang seharusnya mutlak prioritas pembangunan infrastruktur. Ditemukan bahwa metode clustering terbaik adalah metode CLARA, dengan koefisien konektivitas 7,4794 dan nilai indeks Dunn 0,1042. Pengelompokan sekat kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp 1x" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" alt="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp 1x" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" alt="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp 1x" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" alt="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53111-clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" target="_blank">Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) bagaimana penambahan variabel sosialAcekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, mempengaruhi pengelompokan daerah tertinggal menggunakan metode CLARA atau algoritma clustering lainnya; (2) apakah penggunaan teknik pembelajaran mendalam seperti autoAcencoder dapat meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi pola outlier pada data infrastruktur berskala besar; serta (3) bagaimana hasil clustering dapat divalidasi secara geografis dengan mengintegrasikan data aksesibilitas transportasi dan layanan publik untuk menghasilkan peta prioritas pembangunan yang lebih realistis. Studi tersebut sebaiknya menerapkan pendekatan multivariat yang menggabungkan data PODES, SUSENAS, serta sumber data satelit untuk memperkaya dimensi analisis. Selain itu, perbandingan performa antara CLARA, DBSCAN, dan Spectral Clustering dapat memberikan wawasan tentang kehandalan masingAcmasing metode dalam konteks data dengan outlier yang signifikan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah bagi pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mempercepat pengentasan ketimpangan infrastruktur di Pulau Jawa..
<br>Berdasarkan pendekatan pembelajaran tak terawasi dengan clustering partisional, metode CLARA menghasilkan hasil clustering terbaik karena memberikan nilai koefisien konektivitas dan indeks Dunn yang paling optimal.Analisis menunjukkan bahwa pada Pulau Jawa terdapat 99 kabupaten/kota yang tergolong daerah tertinggal infrastruktur, 12 kabupaten/kota dalam kategori berkembang, dan 8 kabupaten/kota dengan infrastruktur maju.Untuk mengurangi ketertinggalan, diperlukan perbaikan pada jaringan jalan aspal/konstruksi, jalan beraspal, jalan tanah, serta peningkatan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan rumah tangga pengguna telepon di daerah yang tergolong tertinggal
<br>Penelitian ini mencoba mengidentifikasi daerah tertinggal di kabupaten/kota di pulau Jawa, Indonesia, berdasarkan sejumlah indikator infrastruktur. Pendekatan unsupervised learning digunakan untuk melakukan klasterisasi dengan metode K-Means, K-Medoids, dan CLARA. Selain memperoleh hasil klasterisasi secara teknis dan melakukan perbandingan kinerja ketiga metode pembelajaran unsupervised learning, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memetakan hasil klasterisasi agar lebih mudah dalam mengenali karakteristik daerah yang terindikasi sebagai daerah tertinggal, yang seharusnya mutlak prioritas pembangunan infrastruktur. Ditemukan bahwa metode clustering terbaik adalah metode CLARA, dengan koefisien konektivitas 7,4794 dan nilai indeks Dunn 0,1042. Pengelompokan sekat kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" type="image/webp" length="75036" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan Preservation of Traditional Javanese Housing ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan Preservation of Traditional Javanese Housing ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan Preservation of Traditional Javanese Housing ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53105-pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukima</link>
	<guid isPermaLink="false">c3bf969f23902a30bf845af1baca8b7f</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:44:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perkembangan wisata berbasis budaya mempengaruhi pola ruang permukiman tradisional Jawa, khususnya apakah intensifikasi kegiatan pariwisata mengubah fungsi dan simbolisme elemen ruang seperti kramat, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing): Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perkembangan wisata berbasis budaya mempengaruhi pola ruang permukiman tradisional Jawa, khususnya apakah intensifikasi kegiatan pariwisata mengubah fungsi dan simbolisme elemen ruang seperti kramat, punden, dan pedhanyangan. Sebuah studi komparatif antara desa Petungsewu dan desa Ngadas dengan wilayah lain yang memiliki tradisi serupa dapat memperluas pemahaman tentang variasi adaptasi ruang perlindungan terhadap tekanan modernisasi. Penelitian longitudinal yang melacak perubahan fisik dan nonAcfisik selama dekade terakhir akan membantu mengidentifikasi dinamika transformasi ruang dan faktorAcfaktor yang mempercepat atau memperlambat perubahan tersebut. Analisis digitalisasi data lapangan menggunakan teknologi GIS dan pemodelan 3D dapat memberikan gambaran visual yang lebih akurat mengenai hubungan antara elemen kepercayaan dan konfigurasi ruang. Selanjutnya, kajian etnografi mengenai persepsi generasi muda terhadap nilai spiritual ruang perlindungan dapat mengungkap potensi pelestarian atau pergeseran budaya ke generasi berikutnya. Penelitian interdisipliner yang menggabungkan arsitektur, antropologi, dan ekologi dapat menghasilkan kerangka kerja kebijakan yang mendukung pelestarian ruang tradisional sambil mengakomodasi kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Akhirnya, evaluasi program pengelolaan kawasan wisata berbasis cagar budaya dapat memberikan rekomendasi praktis untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan pelestarian nilaiAcnilai budaya.. Berdasarkan kajian, ruang permukiman tradisional Jawa menunjukkan kesamaan orientasi berbasis gunung dan pengaruh kuat kepercayaan, menghasilkan pola permukiman yang mengelompok dengan elemen lokal seperti kramat, punden, dan pedhanyangan.Perbedaan muncul karena variasi elemen ruang lokal yang menghasilkan bentuk dan pola ruang yang berbeda.Selain itu, ruang perlindungan berfungsi melindungi dari kekuatan tak terlihat serta mendukung kebutuhan dasar manusia seperti konservasi air bersih dan kelestarian hutan Manusia dan masyarakat tradisional Jawa merupakan manusia dan masyarakat yang banyak mengedepankan filosofi dan simbol dalam praktik hidup dan kehidupannya. Walaupun di banyak tempat konsep tersebut banyak menghadapi tantangan, berupa perubahan jaman ke materiil, tetapi ada juga sebagian yang masih tetap berusaha mempertahankan segala tradisi yang diturunkan dari nenek moyangnya. Sikap manusia Jawa yang fleksibel menyebabkan tradisi yang muncul merupakan perpaduan antara budaya dasar dan agama (sinkretisme), yang termanifestasi dalam berbagai bentuk dan wujud, salah satunya adalah penciptaan ruang dan lingkungan hidup di sekitarnya. Tulisan ini bertujuan untuk memberi ilustrasi, sekaligus perbandingan wujud ruang permukiman berbasis budaya Jawa. Terdapat pertimbangan dasar, termasuk kondisi fisik dasar, tetapi yang paling umum adalah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-668f3.webp" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-668f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-668f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-668f3.webp 1x" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" alt="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-97955.webp" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-97955.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-97955.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-97955.webp 1x" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" alt="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-f42f0.webp" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-f42f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-f42f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-f42f0.webp 1x" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" alt="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53105-pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukima" title="JURIS - Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)" target="_blank">Ruang Permukiman Tradisional Jawa Berbasis Perlindungan (Preservation of Traditional Javanese Housing)</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perkembangan wisata berbasis budaya mempengaruhi pola ruang permukiman tradisional Jawa, khususnya apakah intensifikasi kegiatan pariwisata mengubah fungsi dan simbolisme elemen ruang seperti kramat, punden, dan pedhanyangan. Sebuah studi komparatif antara desa Petungsewu dan desa Ngadas dengan wilayah lain yang memiliki tradisi serupa dapat memperluas pemahaman tentang variasi adaptasi ruang perlindungan terhadap tekanan modernisasi. Penelitian longitudinal yang melacak perubahan fisik dan nonAcfisik selama dekade terakhir akan membantu mengidentifikasi dinamika transformasi ruang dan faktorAcfaktor yang mempercepat atau memperlambat perubahan tersebut. Analisis digitalisasi data lapangan menggunakan teknologi GIS dan pemodelan 3D dapat memberikan gambaran visual yang lebih akurat mengenai hubungan antara elemen kepercayaan dan konfigurasi ruang. Selanjutnya, kajian etnografi mengenai persepsi generasi muda terhadap nilai spiritual ruang perlindungan dapat mengungkap potensi pelestarian atau pergeseran budaya ke generasi berikutnya. Penelitian interdisipliner yang menggabungkan arsitektur, antropologi, dan ekologi dapat menghasilkan kerangka kerja kebijakan yang mendukung pelestarian ruang tradisional sambil mengakomodasi kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Akhirnya, evaluasi program pengelolaan kawasan wisata berbasis cagar budaya dapat memberikan rekomendasi praktis untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan pelestarian nilaiAcnilai budaya..
<br>Berdasarkan kajian, ruang permukiman tradisional Jawa menunjukkan kesamaan orientasi berbasis gunung dan pengaruh kuat kepercayaan, menghasilkan pola permukiman yang mengelompok dengan elemen lokal seperti kramat, punden, dan pedhanyangan.Perbedaan muncul karena variasi elemen ruang lokal yang menghasilkan bentuk dan pola ruang yang berbeda.Selain itu, ruang perlindungan berfungsi melindungi dari kekuatan tak terlihat serta mendukung kebutuhan dasar manusia seperti konservasi air bersih dan kelestarian hutan
<br>Manusia dan masyarakat tradisional Jawa merupakan manusia dan masyarakat yang banyak mengedepankan filosofi dan simbol dalam praktik hidup dan kehidupannya. Walaupun di banyak tempat konsep tersebut banyak menghadapi tantangan, berupa perubahan jaman ke materiil, tetapi ada juga sebagian yang masih tetap berusaha mempertahankan segala tradisi yang diturunkan dari nenek moyangnya. Sikap manusia Jawa yang fleksibel menyebabkan tradisi yang muncul merupakan perpaduan antara budaya dasar dan agama (sinkretisme), yang termanifestasi dalam berbagai bentuk dan wujud, salah satunya adalah penciptaan ruang dan lingkungan hidup di sekitarnya. Tulisan ini bertujuan untuk memberi ilustrasi, sekaligus perbandingan wujud ruang permukiman berbasis budaya Jawa. Terdapat pertimbangan dasar, termasuk kondisi fisik dasar, tetapi yang paling umum adalah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-f42f0.webp" type="image/webp" length="90434" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-668f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-97955.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/pola-ruang-budaya-jawa-peran-permukiman-tradisiona-thumb-f42f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 11:44:38 +0700. 12 items. Served in: 4.008 seconds [rss] -->
