<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.111-6jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.111-6jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2026 12:40:00 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 12:40:00 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-07T12:40:00+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53460-gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik</link>
	<guid isPermaLink="false">527935e5edd48a889d613219fb97b4d9</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ akar wangi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akar,header,page,stats,view,wangi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini membuka jalan bagi studi lebih lanjut mengenai manajemen budidaya ikan patin yang berkelanjutan, khususnya terkait isu sedimentasi. Sebuah arah penelitian yang menarik adalah untuk menguji secara lebih mendalam bagaimana perbedaan strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit: Penelitian ini membuka jalan bagi studi lebih lanjut mengenai manajemen budidaya ikan patin yang berkelanjutan, khususnya terkait isu sedimentasi. Sebuah arah penelitian yang menarik adalah untuk menguji secara lebih mendalam bagaimana perbedaan strategi pemberian pakan Ae baik dari segi formulasi, frekuensi, maupun metode aplikasinya Ae secara kuantitatif mempengaruhi laju akumulasi sedimen dan fluktuasi parameter kualitas air esensial seperti suhu, pH, dan Total Dissolved Solid (TDS) di kolam tanah. Studi ini dapat mengidentifikasi praktik pemberian pakan paling efisien yang mampu meminimalkan pembentukan sedimen tanpa mengorbankan pertumbuhan ikan. Selain itu, penting juga untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari berbagai tingkat akumulasi sedimen terhadap kesehatan ikan patin, resistensi terhadap penyakit, dan secara keseluruhan produktivitas kolam dalam beberapa siklus budidaya. Pemahaman tentang efek kumulatif ini dapat memberikan panduan bagi pembudidaya dalam merencanakan siklus panen dan pemeliharaan kolam yang optimal. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan pengujian desain sediment trap yang lebih inovatif atau material yang lebih efektif. Hal ini termasuk eksplorasi potensi integrasi sediment trap dengan metode daur ulang sedimen menjadi pupuk organik, atau pemanfaatan jenis tanaman air tertentu, untuk menciptakan sistem manajemen kolam yang terpadu dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi komprehensif untuk menjaga kualitas air dan meminimalkan dampak lingkungan dari budidaya ikan patin di masa mendatang.. Pemanfaatan sediment trap di kolam budidaya ikan patin di Rumbai Bukit berhasil mengukur laju sedimentasi (71,85 ml/l di kolam satu, 16 ml/l di kolam dua) dan memantau parameter kualitas air seperti suhu, TDS, dan pH.Kegiatan ini meningkatkan antusiasme pembudidaya melalui pendampingan mahasiswa Kukerta dalam pemantauan kualitas air.Disarankan pembudidaya membuat dan menggunakan sediment trap secara mandiri untuk pemantauan rutin, mengelola pakan, serta perlunya pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk menjaga kualitas air dan mencegah penumpukan sedimen Kelurahan Rumbai Bukit, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, memiliki potensi perikanan yang dihidupkan oleh kelompok budidaya ikan (pokdakan) mina usaha dengan budidaya ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) di kolam tanah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pemantauan mutu kolam ikan patin menggunakan alat sediment trap yang dilakukan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau selama 40 hari. Sepuluh mahasiswa melakukan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas kolam dengan memantau mutu kolam melalui pengukuran laju sedimentasi, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan pH yang dilanjutkan dengan pembinaan dan pemantauan kualitas air serta pertumbuhan ikan. Hasil analisis kualitas air terhadap pertumbuhan ikan didapatkan grafik hubungan antara pemberian pakan dengan parameter fisika air. Laju sedimentasi di kolam satu termasuk tinggi, rata-rata 71,85 ml/l... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-30681.webp" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-30681.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-30681.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-30681.webp 1x" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" alt="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-35b35.webp" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-35b35.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-35b35.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-35b35.webp 1x" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" alt="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-7a1e5.webp" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-7a1e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-7a1e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-7a1e5.webp 1x" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" alt="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53460-gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik" title="JURIS - Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit" target="_blank">Pengukuran Laju Sedimentasi dan Kualitas Air Kolam Patin Menggunakan Sedimen Trap di Kelurahan Rumbai Bukit</a>: Penelitian ini membuka jalan bagi studi lebih lanjut mengenai manajemen budidaya ikan patin yang berkelanjutan, khususnya terkait isu sedimentasi. Sebuah arah penelitian yang menarik adalah untuk menguji secara lebih mendalam bagaimana perbedaan strategi pemberian pakan Ae baik dari segi formulasi, frekuensi, maupun metode aplikasinya Ae secara kuantitatif mempengaruhi laju akumulasi sedimen dan fluktuasi parameter kualitas air esensial seperti suhu, pH, dan Total Dissolved Solid (TDS) di kolam tanah. Studi ini dapat mengidentifikasi praktik pemberian pakan paling efisien yang mampu meminimalkan pembentukan sedimen tanpa mengorbankan pertumbuhan ikan. Selain itu, penting juga untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari berbagai tingkat akumulasi sedimen terhadap kesehatan ikan patin, resistensi terhadap penyakit, dan secara keseluruhan produktivitas kolam dalam beberapa siklus budidaya. Pemahaman tentang efek kumulatif ini dapat memberikan panduan bagi pembudidaya dalam merencanakan siklus panen dan pemeliharaan kolam yang optimal. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan pengujian desain sediment trap yang lebih inovatif atau material yang lebih efektif. Hal ini termasuk eksplorasi potensi integrasi sediment trap dengan metode daur ulang sedimen menjadi pupuk organik, atau pemanfaatan jenis tanaman air tertentu, untuk menciptakan sistem manajemen kolam yang terpadu dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi komprehensif untuk menjaga kualitas air dan meminimalkan dampak lingkungan dari budidaya ikan patin di masa mendatang..
<br>Pemanfaatan sediment trap di kolam budidaya ikan patin di Rumbai Bukit berhasil mengukur laju sedimentasi (71,85 ml/l di kolam satu, 16 ml/l di kolam dua) dan memantau parameter kualitas air seperti suhu, TDS, dan pH.Kegiatan ini meningkatkan antusiasme pembudidaya melalui pendampingan mahasiswa Kukerta dalam pemantauan kualitas air.Disarankan pembudidaya membuat dan menggunakan sediment trap secara mandiri untuk pemantauan rutin, mengelola pakan, serta perlunya pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk menjaga kualitas air dan mencegah penumpukan sedimen
<br>Kelurahan Rumbai Bukit, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, memiliki potensi perikanan yang dihidupkan oleh kelompok budidaya ikan (pokdakan) mina usaha dengan budidaya ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) di kolam tanah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pemantauan mutu kolam ikan patin menggunakan alat sediment trap yang dilakukan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau selama 40 hari. Sepuluh mahasiswa melakukan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas kolam dengan memantau mutu kolam melalui pengukuran laju sedimentasi, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan pH yang dilanjutkan dengan pembinaan dan pemantauan kualitas air serta pertumbuhan ikan. Hasil analisis kualitas air terhadap pertumbuhan ikan didapatkan grafik hubungan antara pemberian pakan dengan parameter fisika air. Laju sedimentasi di kolam satu termasuk tinggi, rata-rata 71,85 ml/l...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-30681.webp" type="image/webp" length="132616" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-30681.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-35b35.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/gonad-ikan-patin-kolam-budidaya-aquaponik-praktik-thumb-7a1e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Akar Wangi Vetiveria zizanioides Linn Nash Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Akar Wangi Vetiveria zizanioides Linn Nash Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Akar Wangi Vetiveria zizanioides Linn Nash Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53459-erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-margi</link>
	<guid isPermaLink="false">f6a0b0dfbbf20ebb013eb563a2eadc8f</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ akar wangi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akar,header,page,stats,view,wangi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun studi ini telah menunjukkan potensi besar tanaman akar wangi sebagai teknologi konservasi vegetatif, masih terdapat beberapa celah penelitian yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan pemanfaatannya. Salah satu arah penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering: Meskipun studi ini telah menunjukkan potensi besar tanaman akar wangi sebagai teknologi konservasi vegetatif, masih terdapat beberapa celah penelitian yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan pemanfaatannya. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mengembangkan metode pengolahan pangkasan daun akar wangi. Mengingat hasil pangkasan ini saat ini kurang disukai ternak, penelitian dapat berfokus pada teknik fermentasi, ensilase, atau fortifikasi nutrisi untuk meningkatkan palatabilitas dan nilai gizinya, sehingga dapat menjadi sumber pakan alternatif yang berharga dan mendukung sistem pertanian terpadu. Selain itu, diperlukan studi evaluasi jangka panjang dan pada cakupan agroekologi yang lebih luas, mencakup berbagai jenis tanah dan kondisi iklim di lahan kering, untuk secara komprehensif menilai dampak akar wangi terhadap dinamika erosi tanah, kapasitas infiltrasi air, dan peningkatan kesuburan tanah. Penelitian ini akan membantu merumuskan rekomendasi spesifik lokasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan, mempertimbangkan juga varietas akar wangi yang belum banyak diteliti. Terakhir, untuk memastikan adopsi yang lebih luas di kalangan petani, riset dapat menyelidiki model integrasi akar wangi ke dalam beragam sistem usahatani yang sudah ada, termasuk analisis biaya-manfaat, efisiensi tenaga kerja, serta studi persepsi dan faktor-faktor yang mendorong atau menghambat adopsi teknologi konservasi ini oleh masyarakat petani. Dengan demikian, kita dapat lebih memahami potensi ekonomi dan sosial dari teknologi akar wangi dalam mewujudkan pertanian lahan kering yang lebih tangguh dan ramah lingkungan.. Tanaman akar wangi efektif mendukung berbagai tindakan konservasi tanah dan air (KTA) pada usahatani lahan kering, seperti pengembangan sebagai tanaman pagar, strip penguat teras, dan barisan tanaman kontur.Penting untuk tidak membongkar akarnya demi tujuan konservasi, melainkan memanfaatkan pangkasan daunnya secara periodik sebagai pupuk hijau atau mulsa untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi air.Dengan demikian, petani di lahan kering dapat secara mandiri mengadopsi akar wangi sebagai solusi konservasi dan rehabilitasi lahan untuk sistem usahatani yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan Usahatani lahan kering secara umum berada di wilayah tengah dan hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) serta mempunyai banyak permasalahan, seperti kondisi lahan marginal, rawan erosi, ketersediaan air terbatas, teknologi budidaya terbatas, dan rendahnya pendapatan usahatani. Metode teknologi konservasi vegetatif sangat direkomendasikan di dalam tindakan konservasi tanah dan air (KTA) pada usahatani lahan kering, selain menekan erosi dapat meningkatan produktivitas lahan dan mudah diterapkan petani. Keunggulan tanaman akar wangi selain dapat tumbuh di segala jenis tanah, landskap topografi, dan iklim; tetapi juga memiliki kelemahan diantaranya hasil pangkasan daun akar wangi kurang disukai ternak. Di Pulau Jawa, akar wangi banyak ditanam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-d6c35.webp" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-d6c35.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-d6c35.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-d6c35.webp 1x" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" alt="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-12f39.webp" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-12f39.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-12f39.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-12f39.webp 1x" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" alt="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-6b4f4.webp" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-6b4f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-6b4f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-6b4f4.webp 1x" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" alt="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53459-erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-margi" title="JURIS - Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering" target="_blank">Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering</a>: Meskipun studi ini telah menunjukkan potensi besar tanaman akar wangi sebagai teknologi konservasi vegetatif, masih terdapat beberapa celah penelitian yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan pemanfaatannya. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mengembangkan metode pengolahan pangkasan daun akar wangi. Mengingat hasil pangkasan ini saat ini kurang disukai ternak, penelitian dapat berfokus pada teknik fermentasi, ensilase, atau fortifikasi nutrisi untuk meningkatkan palatabilitas dan nilai gizinya, sehingga dapat menjadi sumber pakan alternatif yang berharga dan mendukung sistem pertanian terpadu. Selain itu, diperlukan studi evaluasi jangka panjang dan pada cakupan agroekologi yang lebih luas, mencakup berbagai jenis tanah dan kondisi iklim di lahan kering, untuk secara komprehensif menilai dampak akar wangi terhadap dinamika erosi tanah, kapasitas infiltrasi air, dan peningkatan kesuburan tanah. Penelitian ini akan membantu merumuskan rekomendasi spesifik lokasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan, mempertimbangkan juga varietas akar wangi yang belum banyak diteliti. Terakhir, untuk memastikan adopsi yang lebih luas di kalangan petani, riset dapat menyelidiki model integrasi akar wangi ke dalam beragam sistem usahatani yang sudah ada, termasuk analisis biaya-manfaat, efisiensi tenaga kerja, serta studi persepsi dan faktor-faktor yang mendorong atau menghambat adopsi teknologi konservasi ini oleh masyarakat petani. Dengan demikian, kita dapat lebih memahami potensi ekonomi dan sosial dari teknologi akar wangi dalam mewujudkan pertanian lahan kering yang lebih tangguh dan ramah lingkungan..
<br>Tanaman akar wangi efektif mendukung berbagai tindakan konservasi tanah dan air (KTA) pada usahatani lahan kering, seperti pengembangan sebagai tanaman pagar, strip penguat teras, dan barisan tanaman kontur.Penting untuk tidak membongkar akarnya demi tujuan konservasi, melainkan memanfaatkan pangkasan daunnya secara periodik sebagai pupuk hijau atau mulsa untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi air.Dengan demikian, petani di lahan kering dapat secara mandiri mengadopsi akar wangi sebagai solusi konservasi dan rehabilitasi lahan untuk sistem usahatani yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan
<br>Usahatani lahan kering secara umum berada di wilayah tengah dan hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) serta mempunyai banyak permasalahan, seperti kondisi lahan marginal, rawan erosi, ketersediaan air terbatas, teknologi budidaya terbatas, dan rendahnya pendapatan usahatani. Metode teknologi konservasi vegetatif sangat direkomendasikan di dalam tindakan konservasi tanah dan air (KTA) pada usahatani lahan kering, selain menekan erosi dapat meningkatan produktivitas lahan dan mudah diterapkan petani. Keunggulan tanaman akar wangi selain dapat tumbuh di segala jenis tanah, landskap topografi, dan iklim; tetapi juga memiliki kelemahan diantaranya hasil pangkasan daun akar wangi kurang disukai ternak. Di Pulau Jawa, akar wangi banyak ditanam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-12f39.webp" type="image/webp" length="121678" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-d6c35.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-12f39.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/erosi-tanah-kapasitas-infiltrasi-lahan-marginal-pe-thumb-6b4f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53470-biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-p</link>
	<guid isPermaLink="false">92a03ac33ec4febb089d7e7fdbd79c25</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ akar wangi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akar,header,page,stats,view,wangi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Setelah keberhasilan meningkatkan keterampilan KWT Rasa Saling Sayang dalam mengolah rumput laut, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan keberlanjutan usaha ini. Pertama, perlu ada studi yang mendalam tentang bagaimana strategi pemasaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang: Setelah keberhasilan meningkatkan keterampilan KWT Rasa Saling Sayang dalam mengolah rumput laut, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan keberlanjutan usaha ini. Pertama, perlu ada studi yang mendalam tentang bagaimana strategi pemasaran digital dan offline yang paling efektif dapat diterapkan untuk memperluas jangkauan pasar produk olahan rumput laut ini, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional, sekaligus menganalisis potensi ekspor dan preferensi konsumen dari berbagai segmen pasar. Penelitian ini juga bisa mengkaji secara komprehensif kelayakan ekonomi jangka panjang dari diversifikasi produk olahan rumput laut yang telah dikembangkan, termasuk evaluasi biaya produksi, harga jual optimal, dan proyeksi keuntungan, untuk memastikan keberlanjutan finansial KWT. Kedua, pengembangan produk tidak boleh berhenti pada tiga jenis olahan yang ada; perlu dieksplorasi formulasi produk rumput laut yang lebih inovatif, misalnya produk snack fungsional dengan nilai gizi tinggi atau bahan tambahan pangan alami. Studi ini dapat menguji bahan baku rumput laut jenis lain atau varian rasa baru yang menarik, sambil mencari solusi teknologi yang efisien untuk mengatasi tantangan produksi seperti proses pengeringan dodol yang memakan waktu lama, mungkin dengan menguji metode pengeringan alternatif yang lebih cepat dan higienis. Terakhir, sangat penting untuk menganalisis potensi replikasi model pendampingan dan pemberdayaan ini di komunitas petani rumput laut lain, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang memiliki potensi serupa. Penelitian ini harus mengevaluasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan hambatan dalam skala yang lebih luas, serta mengukur dampak sosial-ekonomi dari perluasan program semacam ini terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir secara keseluruhan, sambil memastikan aspek keberlanjutan lingkungan dari peningkatan budidaya rumput laut.. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh hasil yang baik sesuai dengan tujuan kegiatan antara lain melalui sosialisasi dan penyuluhan KWT Rasa Saling Sayang dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai jenis olahan yang bisa dibuat dari bahan baku rumput laut dengan ketercapaian peningkatan 99,94% dan melalui pendampingan operasional mesin penepung dan mesin pengaduk dodol, KWT Rasa Saling Sayang dapat mengoperasikan mesin produksi berskala UMKM, melalui kegiatan praktik pengolahan dodol dan jelly drink dari tepung rumput laut dapat meningkatkan nilai jual rumput laut segar.Dengan serangkaian kegiatan pengabdian ini KWT Rasa Saling Sayang dapat melakukan uji produksi mandiri mengolah pangan turunan rumput laut dan diharapkan dapat berkelanjutan.Pada kegiatan selanjutnya kelompok wanita tani akan didampingi untuk melakukan pengemasan produk, pemotretan produk, dan pemasaran secara offline dan online melalui akun instagram KWT Rasa Saling Sayang Rumput laut merupakan salah satu hasil laut yang sangat berpotensi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Rumput laut memiliki kandungan antioksidan dan radioaktif yang sangat bermanfaat. Komoditas ini banyak dikonsumsi dalam bentuk mentah maupun produk olahan. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi, rumput laut dapat digunakan sebagai produk kosmestik, produk farmasi, pakan, pupuk dan lain-lain. Kelompok Wanita Tani (KWT) Rasa Saling Sayang merupakan salah satu UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) olahan pangan yang ada di Kawasan Ekonomi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-a0b09.webp" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-a0b09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-a0b09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-a0b09.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" alt="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-c5e8e.webp" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-c5e8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-c5e8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-c5e8e.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" alt="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-13732.webp" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-13732.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-13732.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-13732.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" alt="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53470-biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-p" title="JURIS - Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang" target="_blank">Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pendampingan Pengolahan Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang</a>: Setelah keberhasilan meningkatkan keterampilan KWT Rasa Saling Sayang dalam mengolah rumput laut, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan keberlanjutan usaha ini. Pertama, perlu ada studi yang mendalam tentang bagaimana strategi pemasaran digital dan offline yang paling efektif dapat diterapkan untuk memperluas jangkauan pasar produk olahan rumput laut ini, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional, sekaligus menganalisis potensi ekspor dan preferensi konsumen dari berbagai segmen pasar. Penelitian ini juga bisa mengkaji secara komprehensif kelayakan ekonomi jangka panjang dari diversifikasi produk olahan rumput laut yang telah dikembangkan, termasuk evaluasi biaya produksi, harga jual optimal, dan proyeksi keuntungan, untuk memastikan keberlanjutan finansial KWT. Kedua, pengembangan produk tidak boleh berhenti pada tiga jenis olahan yang ada; perlu dieksplorasi formulasi produk rumput laut yang lebih inovatif, misalnya produk snack fungsional dengan nilai gizi tinggi atau bahan tambahan pangan alami. Studi ini dapat menguji bahan baku rumput laut jenis lain atau varian rasa baru yang menarik, sambil mencari solusi teknologi yang efisien untuk mengatasi tantangan produksi seperti proses pengeringan dodol yang memakan waktu lama, mungkin dengan menguji metode pengeringan alternatif yang lebih cepat dan higienis. Terakhir, sangat penting untuk menganalisis potensi replikasi model pendampingan dan pemberdayaan ini di komunitas petani rumput laut lain, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang memiliki potensi serupa. Penelitian ini harus mengevaluasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan hambatan dalam skala yang lebih luas, serta mengukur dampak sosial-ekonomi dari perluasan program semacam ini terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir secara keseluruhan, sambil memastikan aspek keberlanjutan lingkungan dari peningkatan budidaya rumput laut..
<br>Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh hasil yang baik sesuai dengan tujuan kegiatan antara lain melalui sosialisasi dan penyuluhan KWT Rasa Saling Sayang dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai jenis olahan yang bisa dibuat dari bahan baku rumput laut dengan ketercapaian peningkatan 99,94% dan melalui pendampingan operasional mesin penepung dan mesin pengaduk dodol, KWT Rasa Saling Sayang dapat mengoperasikan mesin produksi berskala UMKM, melalui kegiatan praktik pengolahan dodol dan jelly drink dari tepung rumput laut dapat meningkatkan nilai jual rumput laut segar.Dengan serangkaian kegiatan pengabdian ini KWT Rasa Saling Sayang dapat melakukan uji produksi mandiri mengolah pangan turunan rumput laut dan diharapkan dapat berkelanjutan.Pada kegiatan selanjutnya kelompok wanita tani akan didampingi untuk melakukan pengemasan produk, pemotretan produk, dan pemasaran secara offline dan online melalui akun instagram KWT Rasa Saling Sayang
<br>Rumput laut merupakan salah satu hasil laut yang sangat berpotensi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Rumput laut memiliki kandungan antioksidan dan radioaktif yang sangat bermanfaat. Komoditas ini banyak dikonsumsi dalam bentuk mentah maupun produk olahan. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi, rumput laut dapat digunakan sebagai produk kosmestik, produk farmasi, pakan, pupuk dan lain-lain. Kelompok Wanita Tani (KWT) Rasa Saling Sayang merupakan salah satu UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) olahan pangan yang ada di Kawasan Ekonomi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-c5e8e.webp" type="image/webp" length="99146" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-a0b09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-c5e8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/biaya-produksi-hidroponik-orientasi-pasar-produk-f-thumb-13732.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53467-beras-organik-konsumsi-pertanian-org</link>
	<guid isPermaLink="false">9ffcdafe2e567a11383dd999c418cbf2</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piper longum ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ rambak eco ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eco,header,longum,page,piper,rambak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan sensor Internet of Things dalam sistem smartAcfarming mempengaruhi produktivitas, efisiensi penggunaan air, dan kualitas beras Rojolele organik pada skala perkebunan kecil, serta sejauh ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan sensor Internet of Things dalam sistem smartAcfarming mempengaruhi produktivitas, efisiensi penggunaan air, dan kualitas beras Rojolele organik pada skala perkebunan kecil, serta sejauh mana data realActime dapat meningkatkan keputusan manajerial petani; (2) apa saja faktor ekonomi, sosial, dan risiko yang mempengaruhi keberlanjutan model kemitraan closedAcloop bila diperluas ke varietas padi lain atau wilayah desa yang berbeda, sehingga dapat merumuskan strategi skala yang optimal dan kebijakan dukungan pemerintah; (3) sejauh mana praktik budidaya organik dengan input rendah yang diterapkan dalam program ini berdampak pada kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba, dan emisi karbon dalam jangka panjang, serta bagaimana mekanisme adaptasi dapat meningkatkan ketahanan agroekosistem. Dengan menjawab pertanyaanAcpertanyaan tersebut, penelitian dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan pertanian berkelanjutan serta memperkuat jaringan pemasaran bagi petani kecil, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendukung ketahanan pangan regional.. Penyuluhan dan pelatihan dengan metode experiential learning meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam mengelola produksi beras Rojolele organik menggunakan Good Agricultural Practices.Pendampingan budidaya dan penerapan smart farming meningkatkan motivasi, sikap, dan respon positif petani terhadap teknologi pertanian modern.Fasilitasi jaringan pemasaran bersama offActaker PT WSS memperluas pasar, meningkatkan pengetahuan petani tentang manajemen pemasaran, dan memungkinkan harga beras organik Rojolele yang lebih tinggi Pengembangan padi Rojolele sering kali menghadapi permasalahan dalam kualitas dan operasionalnya. Model kemitraan closed loop menjadi salah satu solusi melalui integrasi ekosistem rantai pasok dan nilai dari hulu sampai hilir yang saling menguntungkan semua pihak termasuk kelompok tani. Program Kemitraan Masyarakat oleh Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret dilakukan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi dan kemitraan petani Sanggar Rojolele Delanggu dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) produk beras organik yang terstandarisasi Lembaga Sertifikasi Organik di Indonesia. Program bertujuan: (1) meningkatkan hardskills dan softskills petani dalam pengembangan padi Rojolele organik, (2) meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, serta (3) menjamin kepastian pasar dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-c750e.webp" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-c750e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-c750e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-c750e.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" alt="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-1e1ed.webp" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-1e1ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-1e1ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-1e1ed.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" alt="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-39624.webp" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-39624.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-39624.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-39624.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" alt="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53467-beras-organik-konsumsi-pertanian-org" title="JURIS - Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu" target="_blank">Pengembangan Model Kemitraan Closed Loop Beras Organik Melalui Fasilitasi Petani Sanggar Rojolele di Desa Delanggu</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan sensor Internet of Things dalam sistem smartAcfarming mempengaruhi produktivitas, efisiensi penggunaan air, dan kualitas beras Rojolele organik pada skala perkebunan kecil, serta sejauh mana data realActime dapat meningkatkan keputusan manajerial petani; (2) apa saja faktor ekonomi, sosial, dan risiko yang mempengaruhi keberlanjutan model kemitraan closedAcloop bila diperluas ke varietas padi lain atau wilayah desa yang berbeda, sehingga dapat merumuskan strategi skala yang optimal dan kebijakan dukungan pemerintah; (3) sejauh mana praktik budidaya organik dengan input rendah yang diterapkan dalam program ini berdampak pada kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba, dan emisi karbon dalam jangka panjang, serta bagaimana mekanisme adaptasi dapat meningkatkan ketahanan agroekosistem. Dengan menjawab pertanyaanAcpertanyaan tersebut, penelitian dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan pertanian berkelanjutan serta memperkuat jaringan pemasaran bagi petani kecil, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendukung ketahanan pangan regional..
<br>Penyuluhan dan pelatihan dengan metode experiential learning meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam mengelola produksi beras Rojolele organik menggunakan Good Agricultural Practices.Pendampingan budidaya dan penerapan smart farming meningkatkan motivasi, sikap, dan respon positif petani terhadap teknologi pertanian modern.Fasilitasi jaringan pemasaran bersama offActaker PT WSS memperluas pasar, meningkatkan pengetahuan petani tentang manajemen pemasaran, dan memungkinkan harga beras organik Rojolele yang lebih tinggi
<br>Pengembangan  padi  Rojolele  sering  kali  menghadapi  permasalahan  dalam  kualitas  dan operasionalnya. Model kemitraan closed loop menjadi salah satu solusi melalui integrasi ekosistem rantai pasok dan nilai dari hulu sampai hilir yang saling menguntungkan semua pihak termasuk kelompok tani. Program Kemitraan Masyarakat oleh Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret dilakukan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi dan kemitraan petani Sanggar Rojolele Delanggu dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) produk beras organik yang terstandarisasi Lembaga Sertifikasi Organik di Indonesia. Program bertujuan: (1) meningkatkan hardskills dan softskills petani dalam pengembangan padi Rojolele organik, (2) meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, serta (3) menjamin kepastian pasar dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-1e1ed.webp" type="image/webp" length="141186" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-c750e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-1e1ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/beras-organik-konsumsi-pertanian-kemitraan-rojolel-thumb-39624.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53449-siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti</link>
	<guid isPermaLink="false">6e6fd583340d363656aa9ccfefc3a952</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, perlu dikembangkan model manajemen BK berbasis kolaborasi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Model ini harus mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi: Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, perlu dikembangkan model manajemen BK berbasis kolaborasi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Model ini harus mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, dan tenaga profesional. Selain itu, penting untuk memperkuat sistem dukungan dan kolaborasi antar pihak, serta meningkatkan kompetensi guru BK dalam bidang asesmen kebutuhan awal siswa berkebutuhan khusus. Dengan demikian, proses identifikasi kebutuhan dan perencanaan layanan yang tepat bagi siswa dapat dilakukan sejak tahap penerimaan peserta didik.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru BK telah memiliki kapasitas dan peran yang cukup baik dalam mendukung penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, namun efektivitas pelaksanaannya masih dibatasi oleh dukungan yang belum optimal dan tingginya hambatan yang dihadapi.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan manajemen BK berbasis kolaborasi yang mampu mengintegrasikan peran guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, tenaga profesional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu sistem layanan yang terstruktur.Pengembangan model tersebut diharapkan dapat memperkuat proses identifikasi kebutuhan, koordinasi layanan, penyediaan dukungan, dan pengambilan keputusan sejak tahap SPMB sehingga penyelenggaraan pendidikan yang inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus dapat terlaksana secara lebih efektif dan berkelanjutan Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), untuk memastikan terpenuhinya hak pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru BK dalam mendukung penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus melalui manajemen BK berbasis kolaborasi di sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru BK tentang penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus berada pada kategori tinggi, demikian pula peran guru BK dalam mendukung penyelenggaraan SPMB. Dukungan yang diterima guru BK berada pada kategori sedang, sedangkan hambatan yang dihadapi berada pada kategori tinggi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-59067.webp" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-59067.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-59067.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-59067.webp 1x" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" alt="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-7fa31.webp" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-7fa31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-7fa31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-7fa31.webp 1x" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" alt="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-3e107.webp" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-3e107.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-3e107.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-3e107.webp 1x" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" alt="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53449-siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti" title="JURIS - Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi" target="_blank">Analisis Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Penyelenggaraan SPMB Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Manajemen BK Berbasis Kolaborasi</a>: Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, perlu dikembangkan model manajemen BK berbasis kolaborasi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Model ini harus mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, dan tenaga profesional. Selain itu, penting untuk memperkuat sistem dukungan dan kolaborasi antar pihak, serta meningkatkan kompetensi guru BK dalam bidang asesmen kebutuhan awal siswa berkebutuhan khusus. Dengan demikian, proses identifikasi kebutuhan dan perencanaan layanan yang tepat bagi siswa dapat dilakukan sejak tahap penerimaan peserta didik..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru BK telah memiliki kapasitas dan peran yang cukup baik dalam mendukung penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, namun efektivitas pelaksanaannya masih dibatasi oleh dukungan yang belum optimal dan tingginya hambatan yang dihadapi.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan manajemen BK berbasis kolaborasi yang mampu mengintegrasikan peran guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, tenaga profesional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu sistem layanan yang terstruktur.Pengembangan model tersebut diharapkan dapat memperkuat proses identifikasi kebutuhan, koordinasi layanan, penyediaan dukungan, dan pengambilan keputusan sejak tahap SPMB sehingga penyelenggaraan pendidikan yang inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus dapat terlaksana secara lebih efektif dan berkelanjutan
<br>Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), untuk memastikan terpenuhinya hak pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru BK dalam mendukung penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus melalui manajemen BK berbasis kolaborasi di sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru BK tentang penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus berada pada kategori tinggi, demikian pula peran guru BK dalam mendukung penyelenggaraan SPMB. Dukungan yang diterima guru BK berada pada kategori sedang, sedangkan hambatan yang dihadapi berada pada kategori tinggi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-59067.webp" type="image/webp" length="82670" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-59067.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-7fa31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/siswa-sekolah-menengah-kolaborasi-pemangku-kepenti-thumb-3e107.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1629-stain-kepri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8362-tanjak-journal-education-teaching.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53469-kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian</link>
	<guid isPermaLink="false">c16e8da357f0458309033b9c22efac59</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ akar wangi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akar,header,page,stats,view,wangi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai dampak ekonomi dari pertanian perkotaan. Misalnya, studi dapat dilakukan untuk menganalisis secara rinci kelayakan finansial dan model bisnis bagi kelompok masyarakat yang menjalankan usaha ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak: Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai dampak ekonomi dari pertanian perkotaan. Misalnya, studi dapat dilakukan untuk menganalisis secara rinci kelayakan finansial dan model bisnis bagi kelompok masyarakat yang menjalankan usaha hidroponik atau vertikultur, termasuk mengukur seberapa besar peningkatan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Selain itu, mengingat pertanian perkotaan seringkali melibatkan banyak orang, menarik untuk meneliti bagaimana kegiatan ini memengaruhi hubungan sosial dan rasa kebersamaan di dalam komunitas. Kita bisa mencari tahu apakah program semacam ini efektif dalam meningkatkan modal sosial dan mengurangi masalah pengangguran di kalangan pemuda. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada manfaat lingkungan yang lebih spesifik dari daur ulang limbah rumah tangga untuk pertanian. Ini bisa meliputi studi tentang seberapa banyak sampah yang berhasil dikurangi dan dampaknya terhadap lingkungan kota secara keseluruhan, serta membandingkan efektivitas berbagai jenis limbah sebagai media tanam atau pupuk alami. Dengan demikian, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang potensi pertanian perkotaan di berbagai aspek.. Program pengabdian masyarakat kemitraan ini disambut antusias oleh kelompok organisasi kesejahteraan dan pemberdayaan keluarga di Kecamatan Pontianak Tenggara, ditandai dengan partisipasi dan keterlibatan tinggi.Kegiatan ini berhasil memberdayakan rumah tangga, khususnya anggota PKK, untuk memanfaatkan lahan terbatas guna budidaya hortikultura sistem hidroponik, mendaur ulang limbah plastik sebagai media tanam, serta mengubah sampah organik dapur menjadi pupuk cair bernilai ekonomis.Keberlanjutan program akan berfokus pada pelatihan strategi pemasaran produk hidroponik untuk mengonversi upaya skala rumah tangga menjadi usaha ekonomi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga dengan optimalisasi lahan dan bahan tak terpakai Pertanian perkotaan telah muncul sebagai strategi yang layak untuk mengatasi keterbatasan lahan, kerawanan pangan, dan kerentanan ekonomi di daerah perkotaan. Di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, kepadatan penduduk yang tinggi dan ruang hijau yang terbatas menjadi hambatan signifikan bagi inisiatif pertanian berbasis masyarakat. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengelola praktik pertanian di lahan skala kecil. Program ini memberdayakan 48 warga setempat, terutama ibu rumah tangga dan pemuda pengangguran, melalui pelatihan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-afcff.webp" title="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-afcff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-afcff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-afcff.webp 1x" title="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" alt="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-1d000.webp" title="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-1d000.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-1d000.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-1d000.webp 1x" title="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" alt="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53469-kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian" title="JURIS - Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak" target="_blank">Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai dampak ekonomi dari pertanian perkotaan. Misalnya, studi dapat dilakukan untuk menganalisis secara rinci kelayakan finansial dan model bisnis bagi kelompok masyarakat yang menjalankan usaha hidroponik atau vertikultur, termasuk mengukur seberapa besar peningkatan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Selain itu, mengingat pertanian perkotaan seringkali melibatkan banyak orang, menarik untuk meneliti bagaimana kegiatan ini memengaruhi hubungan sosial dan rasa kebersamaan di dalam komunitas. Kita bisa mencari tahu apakah program semacam ini efektif dalam meningkatkan modal sosial dan mengurangi masalah pengangguran di kalangan pemuda. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada manfaat lingkungan yang lebih spesifik dari daur ulang limbah rumah tangga untuk pertanian. Ini bisa meliputi studi tentang seberapa banyak sampah yang berhasil dikurangi dan dampaknya terhadap lingkungan kota secara keseluruhan, serta membandingkan efektivitas berbagai jenis limbah sebagai media tanam atau pupuk alami. Dengan demikian, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang potensi pertanian perkotaan di berbagai aspek..
<br>Program pengabdian masyarakat kemitraan ini disambut antusias oleh kelompok organisasi kesejahteraan dan pemberdayaan keluarga di Kecamatan Pontianak Tenggara, ditandai dengan partisipasi dan keterlibatan tinggi.Kegiatan ini berhasil memberdayakan rumah tangga, khususnya anggota PKK, untuk memanfaatkan lahan terbatas guna budidaya hortikultura sistem hidroponik, mendaur ulang limbah plastik sebagai media tanam, serta mengubah sampah organik dapur menjadi pupuk cair bernilai ekonomis.Keberlanjutan program akan berfokus pada pelatihan strategi pemasaran produk hidroponik untuk mengonversi upaya skala rumah tangga menjadi usaha ekonomi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga dengan optimalisasi lahan dan bahan tak terpakai
<br>Pertanian perkotaan telah muncul sebagai strategi yang layak untuk mengatasi keterbatasan lahan, kerawanan pangan, dan kerentanan ekonomi di daerah perkotaan. Di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, kepadatan penduduk yang tinggi dan ruang hijau yang terbatas menjadi hambatan signifikan bagi inisiatif pertanian berbasis masyarakat. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengelola praktik pertanian di lahan skala kecil. Program ini memberdayakan 48 warga setempat, terutama ibu rumah tangga dan pemuda pengangguran, melalui pelatihan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-afcff.webp" type="image/webp" length="139412" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-afcff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/kesadaran-masyarakat-kuliah-pengabdian-kpm-usaha-e-thumb-1d000.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53455-produksi-kambing-perah-genetik-produ</link>
	<guid isPermaLink="false">8bdecd4d65e5e46e07a0b1cb1b3b6c41</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piper longum ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ rambak eco ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eco,header,longum,page,piper,rambak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Program pemberdayaan di Desa Purworejo telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan peternak dan produksi susu kambing melalui penerapan *complete feed*. Untuk memperdalam pemahaman dan memastikan dampak jangka panjang, penelitian lanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan: Program pemberdayaan di Desa Purworejo telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan peternak dan produksi susu kambing melalui penerapan *complete feed*. Untuk memperdalam pemahaman dan memastikan dampak jangka panjang, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi sistematis terhadap pengaruh *complete feed* terhadap performa pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas susu kambing secara berkelanjutan, sekaligus menganalisis potensi peningkatan pendapatan peternak dibandingkan metode pakan tradisional. Penelitian ini penting untuk memberikan bukti kuat mengenai efektivitas dan kelayakan ekonominya. Selain itu, mengingat adanya tantangan terkait sistem kelembagaan Kelompok Tani Ternak yang belum sepenuhnya efektif, studi mendalam perlu dilakukan untuk mengidentifikasi model penguatan kelembagaan yang paling tepat. Fokus penelitian ini bisa mencakup analisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi anggota, tata kelola, dan keberlanjutan operasional kelompok dalam mengadopsi dan mengembangkan inovasi peternakan. Dengan demikian, ditemukan cara terbaik untuk membangun kelompok yang mandiri dan adaptif. Terakhir, sejalan dengan cita-cita menjadikan Desa Purworejo sebagai sentra susu kambing, penelitian lebih lanjut harus diarahkan pada analisis rantai pasok dan strategi pemasaran produk susu kambing serta olahannya. Studi ini dapat mengidentifikasi peluang pasar baru, tantangan distribusi, serta pengembangan produk turunan untuk memastikan bahwa peningkatan produksi yang dihasilkan oleh peternak dapat diserap secara optimal oleh pasar, sehingga memberikan nilai ekonomi yang maksimal dan berkelanjutan bagi seluruh komunitas.. Program bina desa berhasil meningkatkan antusiasme dan pemahaman peternak kambing di Kelompok Tani Ternak Jaya serta Kelompok Tani Ternak Muda Bakti Sejahtera terhadap teknologi pakan, khususnya pembuatan *complete feed*.Peternak kini tidak hanya memiliki mesin pencampur pakan yang sesuai standar, tetapi juga mampu mengaplikasikan *complete feed* dari persiapan bahan hingga pengoperasiannya.Peningkatan pengetahuan dan penerapan *complete feed* ini diharapkan secara signifikan dapat meningkatkan produktivitas ternak kambing mereka Program pemberdayaan desa binaan yang dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen yang dilatarbelakangi oleh minat masyarakat dalam memelihara ternak kambing dengan jenis kambing perah. Kambing perah yang cukup berkembang diantaranya adalah kambing perah PE, Jawa Randu, dan Sapera. Program Desa Binaan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pengembangan kambing ternak perah dimulai dari unit terkecil yakni peternak dengan membentuk perkumpulan Kelompok Tani Ternak (KTT). Program pemberdayaan desa binaan mengajak dua kelompok tani ternak yang ada di Desa Purworejo untuk menjadi mitra. Kelompok Tani Ternak yang menjadi sasaran pada kegiatan pemberdayaan desa binaan adalah Kelompok Tani Ternak Jaya dan Kelompok Tani Ternak Muda Bakti Sejahtera. Permasalahan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-23676.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-23676.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-23676.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-23676.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" alt="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-b06eb.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-b06eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-b06eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-b06eb.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" alt="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53455-produksi-kambing-perah-genetik-produ" title="JURIS - Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan" target="_blank">Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan</a>: Program pemberdayaan di Desa Purworejo telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan peternak dan produksi susu kambing melalui penerapan *complete feed*. Untuk memperdalam pemahaman dan memastikan dampak jangka panjang, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi sistematis terhadap pengaruh *complete feed* terhadap performa pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas susu kambing secara berkelanjutan, sekaligus menganalisis potensi peningkatan pendapatan peternak dibandingkan metode pakan tradisional. Penelitian ini penting untuk memberikan bukti kuat mengenai efektivitas dan kelayakan ekonominya. Selain itu, mengingat adanya tantangan terkait sistem kelembagaan Kelompok Tani Ternak yang belum sepenuhnya efektif, studi mendalam perlu dilakukan untuk mengidentifikasi model penguatan kelembagaan yang paling tepat. Fokus penelitian ini bisa mencakup analisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi anggota, tata kelola, dan keberlanjutan operasional kelompok dalam mengadopsi dan mengembangkan inovasi peternakan. Dengan demikian, ditemukan cara terbaik untuk membangun kelompok yang mandiri dan adaptif. Terakhir, sejalan dengan cita-cita menjadikan Desa Purworejo sebagai sentra susu kambing, penelitian lebih lanjut harus diarahkan pada analisis rantai pasok dan strategi pemasaran produk susu kambing serta olahannya. Studi ini dapat mengidentifikasi peluang pasar baru, tantangan distribusi, serta pengembangan produk turunan untuk memastikan bahwa peningkatan produksi yang dihasilkan oleh peternak dapat diserap secara optimal oleh pasar, sehingga memberikan nilai ekonomi yang maksimal dan berkelanjutan bagi seluruh komunitas..
<br>Program bina desa berhasil meningkatkan antusiasme dan pemahaman peternak kambing di Kelompok Tani Ternak Jaya serta Kelompok Tani Ternak Muda Bakti Sejahtera terhadap teknologi pakan, khususnya pembuatan *complete feed*.Peternak kini tidak hanya memiliki mesin pencampur pakan yang sesuai standar, tetapi juga mampu mengaplikasikan *complete feed* dari persiapan bahan hingga pengoperasiannya.Peningkatan pengetahuan dan penerapan *complete feed* ini diharapkan secara signifikan dapat meningkatkan produktivitas ternak kambing mereka
<br>Program pemberdayaan desa binaan yang dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen yang dilatarbelakangi oleh minat masyarakat dalam memelihara ternak kambing dengan jenis kambing perah. Kambing perah yang cukup berkembang diantaranya adalah kambing perah PE, Jawa Randu, dan Sapera. Program Desa Binaan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pengembangan kambing ternak perah dimulai dari unit terkecil yakni peternak dengan membentuk perkumpulan Kelompok Tani Ternak (KTT). Program pemberdayaan desa binaan mengajak dua kelompok tani ternak yang ada di Desa Purworejo untuk menjadi mitra. Kelompok Tani Ternak yang menjadi sasaran pada kegiatan pemberdayaan desa binaan adalah Kelompok Tani Ternak Jaya dan Kelompok Tani Ternak Muda Bakti Sejahtera. Permasalahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-b06eb.webp" type="image/webp" length="116326" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-23676.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/produksi-kambing-perah-genetik-susu-peternak-progr-thumb-b06eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional Analisis Self Disclosure Trust dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional Analisis Self Disclosure Trust dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional Analisis Self Disclosure Trust dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53450-unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data</link>
	<guid isPermaLink="false">84bedacb8dd404cb799a3c18bfe6cd45</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai preferensi siswa terhadap teknologi AI dalam dukungan emosional serta menguatkan relevansi layanan bimbingan dan konseling. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif: Saran penelitian lanjutan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai preferensi siswa terhadap teknologi AI dalam dukungan emosional serta menguatkan relevansi layanan bimbingan dan konseling. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif mendalam yang secara langsung membandingkan tingkat psychological safety dan trust yang dirasakan siswa saat self-disclosure kepada ChatGPT versus kepada konselor atau guru BK. Penelitian ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang membentuk persepsi keamanan dan kepercayaan di setiap medium, memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kualitas interaksi interpersonal dalam layanan BK. Kedua, mengingat model penelitian saat ini hanya menjelaskan sebagian variasi self-disclosure, studi mendatang harus mengidentifikasi dan menguji faktor-faktor eksternal lain seperti karakteristik demografi siswa, literasi digital, atau pengalaman konseling sebelumnya yang mungkin memengaruhi keterbukaan diri terhadap AI. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam dapat mengungkap narasi unik siswa, melengkapi pemahaman yang lebih holistik. Terakhir, dengan adanya kebutuhan untuk memperluas kolaborasi bimbingan dan konseling agar melibatkan teknologi, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model integrasi ChatGPT atau AI sejenis sebagai bagian dari sistem pendukung di sekolah. Hal ini mencakup bagaimana AI dapat menjadi co-facilitator awal untuk self-disclosure siswa, serta strategi etis pemanfaatan data dan pelatihan konselor agar mahir dalam mengintegrasikan AI tanpa mengorbankan esensi hubungan humanis. Studi ini diharapkan mampu mengevaluasi efektivitas pendekatan hibrida dalam memenuhi kebutuhan dukungan emosional siswa secara komprehensif.. Tingkat self-disclosure, trust, dan psychological safety siswa terhadap penggunaan ChatGPT sebagai dukungan emosional tergolong tinggi, dengan psychological safety menjadi faktor paling dominan dalam mendorong keterbukaan diri.Korelasi positif signifikan antar ketiga variabel menegaskan interaksi mereka dalam membentuk preferensi siswa, di mana psychological safety dan trust secara kolektif menjelaskan sebagian besar variasi self-disclosure.Meskipun siswa cenderung menggunakan ChatGPT untuk dukungan emosional, peran konselor manusia tetap vital karena keterbatasan AI dalam kedalaman pemahaman emosional, menantang layanan Bimbingan dan Konseling Kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang setara atau lebih baik daripada media digital Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa dalam menggunakan ChatGPT sebagai media dukungan emosional ditinjau dari aspek self-disclosure, trust, dan psychological safety, serta implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 60 siswa sekolah menengah atas. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur ketiga variabel utama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety memiliki nilai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp 1x" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" alt="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp 1x" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" alt="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp 1x" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" alt="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53450-unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" target="_blank">Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif</a>: Saran penelitian lanjutan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai preferensi siswa terhadap teknologi AI dalam dukungan emosional serta menguatkan relevansi layanan bimbingan dan konseling. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif mendalam yang secara langsung membandingkan tingkat psychological safety dan trust yang dirasakan siswa saat self-disclosure kepada ChatGPT versus kepada konselor atau guru BK. Penelitian ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang membentuk persepsi keamanan dan kepercayaan di setiap medium, memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kualitas interaksi interpersonal dalam layanan BK. Kedua, mengingat model penelitian saat ini hanya menjelaskan sebagian variasi self-disclosure, studi mendatang harus mengidentifikasi dan menguji faktor-faktor eksternal lain seperti karakteristik demografi siswa, literasi digital, atau pengalaman konseling sebelumnya yang mungkin memengaruhi keterbukaan diri terhadap AI. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam dapat mengungkap narasi unik siswa, melengkapi pemahaman yang lebih holistik. Terakhir, dengan adanya kebutuhan untuk memperluas kolaborasi bimbingan dan konseling agar melibatkan teknologi, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model integrasi ChatGPT atau AI sejenis sebagai bagian dari sistem pendukung di sekolah. Hal ini mencakup bagaimana AI dapat menjadi co-facilitator awal untuk self-disclosure siswa, serta strategi etis pemanfaatan data dan pelatihan konselor agar mahir dalam mengintegrasikan AI tanpa mengorbankan esensi hubungan humanis. Studi ini diharapkan mampu mengevaluasi efektivitas pendekatan hibrida dalam memenuhi kebutuhan dukungan emosional siswa secara komprehensif..
<br>Tingkat self-disclosure, trust, dan psychological safety siswa terhadap penggunaan ChatGPT sebagai dukungan emosional tergolong tinggi, dengan psychological safety menjadi faktor paling dominan dalam mendorong keterbukaan diri.Korelasi positif signifikan antar ketiga variabel menegaskan interaksi mereka dalam membentuk preferensi siswa, di mana psychological safety dan trust secara kolektif menjelaskan sebagian besar variasi self-disclosure.Meskipun siswa cenderung menggunakan ChatGPT untuk dukungan emosional, peran konselor manusia tetap vital karena keterbatasan AI dalam kedalaman pemahaman emosional, menantang layanan Bimbingan dan Konseling Kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang setara atau lebih baik daripada media digital
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa dalam menggunakan ChatGPT sebagai media dukungan emosional ditinjau dari aspek self-disclosure, trust, dan psychological safety, serta implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 60 siswa sekolah menengah atas. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur ketiga variabel utama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety memiliki nilai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" type="image/webp" length="74958" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1629-stain-kepri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8362-tanjak-journal-education-teaching.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53452-daya-hambat-candida-albicans-biof</link>
	<guid isPermaLink="false">467b8d3bb1bb247e9e36919d60ec6227</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arie anggara ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anggara,arie]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian di masa depan dapat melanjutkan temuan ini dengan beberapa arah penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan secara klinis. Pertama, disarankan untuk melakukan studi yang lebih kuantitatif guna menentukan konsentrasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method: Penelitian di masa depan dapat melanjutkan temuan ini dengan beberapa arah penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan secara klinis. Pertama, disarankan untuk melakukan studi yang lebih kuantitatif guna menentukan konsentrasi minimal yang mampu menghambat pertumbuhan jamur (MIC) untuk Fluconazole dan Itraconazole. Metode seperti mikrodilusi cair akan memberikan data numerik yang lebih presisi mengenai efektivitas kedua antijamur ini, melengkapi informasi kualitatif dari penelitian saat ini. Kedua, untuk mencerminkan kondisi nyata di lapangan, penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan isolat klinis Candida albicans yang telah menunjukkan tanda-tanda resistensi terhadap obat antijamur. Menguji efektivitas Fluconazole dan Itraconazole terhadap strain yang resisten akan sangat krusial untuk mengevaluasi potensi terapi mereka di tengah meningkatnya masalah kekebalan obat. Terakhir, mengingat temuan bahwa Itraconazole memiliki daya hambat yang lebih unggul, penelitian dapat menggali lebih dalam alasan molekuler di balik perbedaan ini. Misalnya, menyelidiki interaksi obat dengan enzim target pada tingkat genetik atau protein dapat mengungkap mekanisme superioritas Itraconazole dan bagaimana jamur mengembangkan resistensi, yang pada akhirnya dapat membimbing pengembangan strategi pengobatan baru. Ide-ide ini akan memperkaya pengetahuan kita tentang cara terbaik melawan infeksi jamur.. Berdasarkan hasil analisis data statistik dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa isolat uji dikonfirmasi secara valid sebagai jamur Candida albicans melalui karakteristik makroskopis (koloni cembung, putih kekuningan, berbau asam ragi) serta penampakan mikroskopis (sel ragi oval/bulat Gram-positif dengan bentukan pseudohifa).Seluruh sediaan obat antifungal Flukonazol dan Itrakonazol (baku, generik, dan paten) pada konsentrasi 800 AAg/mL memiliki efektivitas daya hambat yang masuk ke dalam kategori kuat terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 dengan rata-rata diameter zona hambat berada di atas 10 mm.Terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan secara statistik (P-value = 0,000) antara kedua jenis antifungal, di mana Itrakonazol terbukti memiliki efek hambat yang lebih tinggi (rerata total zona hambat 15,37 mm) dibandingkan dengan Flukonazol (rerata total zona hambat 13,41 mm) karena keunggulan afinitas ikatan struktur molekulnya Latar Belakang: Infeksi jamur oportunistik yang disebabkan oleh Candida albicans masih menjadi tantangan medis global seiring meningkatnya risiko resistensi terhadap antifungal golongan azole, khususnya Flukonazol dan Itrakonazol. Pengawasan efektivitas obat secara berkala menggunakan strain acuan standar sangat krusial untuk menjamin mutu terapi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat uji serta membandingkan efektivitas hambat daya antifungal antara Flukonazol dan Itrakonazol terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231.Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini diawali dengan konfirmasi identitas isolat secara makroskopis pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan mikroskopis dengan KOH 10%. Uji aktivitas antifungal dilakukan menggunakan metode difusi cakram (disc diffusion method)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5dbb0.webp" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5dbb0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5dbb0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5dbb0.webp 1x" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" alt="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-ade8f.webp" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-ade8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-ade8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-ade8f.webp 1x" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" alt="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5c0c5.webp" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5c0c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5c0c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5c0c5.webp 1x" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" alt="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53452-daya-hambat-candida-albicans-biof" title="JURIS - Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method" target="_blank">Comparison Of Antifungal Inhibitory Effect Of Fluconazole And Itraconazole Against Candida Albicans Atcc 10231 Using Disc Diffusion Method</a>: Penelitian di masa depan dapat melanjutkan temuan ini dengan beberapa arah penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan secara klinis. Pertama, disarankan untuk melakukan studi yang lebih kuantitatif guna menentukan konsentrasi minimal yang mampu menghambat pertumbuhan jamur (MIC) untuk Fluconazole dan Itraconazole. Metode seperti mikrodilusi cair akan memberikan data numerik yang lebih presisi mengenai efektivitas kedua antijamur ini, melengkapi informasi kualitatif dari penelitian saat ini. Kedua, untuk mencerminkan kondisi nyata di lapangan, penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan isolat klinis Candida albicans yang telah menunjukkan tanda-tanda resistensi terhadap obat antijamur. Menguji efektivitas Fluconazole dan Itraconazole terhadap strain yang resisten akan sangat krusial untuk mengevaluasi potensi terapi mereka di tengah meningkatnya masalah kekebalan obat. Terakhir, mengingat temuan bahwa Itraconazole memiliki daya hambat yang lebih unggul, penelitian dapat menggali lebih dalam alasan molekuler di balik perbedaan ini. Misalnya, menyelidiki interaksi obat dengan enzim target pada tingkat genetik atau protein dapat mengungkap mekanisme superioritas Itraconazole dan bagaimana jamur mengembangkan resistensi, yang pada akhirnya dapat membimbing pengembangan strategi pengobatan baru. Ide-ide ini akan memperkaya pengetahuan kita tentang cara terbaik melawan infeksi jamur..
<br>Berdasarkan hasil analisis data statistik dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa isolat uji dikonfirmasi secara valid sebagai jamur Candida albicans melalui karakteristik makroskopis (koloni cembung, putih kekuningan, berbau asam ragi) serta penampakan mikroskopis (sel ragi oval/bulat Gram-positif dengan bentukan pseudohifa).Seluruh sediaan obat antifungal Flukonazol dan Itrakonazol (baku, generik, dan paten) pada konsentrasi 800 AAg/mL memiliki efektivitas daya hambat yang masuk ke dalam kategori kuat terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 dengan rata-rata diameter zona hambat berada di atas 10 mm.Terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan secara statistik (P-value = 0,000) antara kedua jenis antifungal, di mana Itrakonazol terbukti memiliki efek hambat yang lebih tinggi (rerata total zona hambat 15,37 mm) dibandingkan dengan Flukonazol (rerata total zona hambat 13,41 mm) karena keunggulan afinitas ikatan struktur molekulnya
<br>Latar Belakang: Infeksi jamur oportunistik yang disebabkan oleh Candida albicans masih menjadi tantangan medis global seiring meningkatnya risiko resistensi terhadap antifungal golongan azole, khususnya Flukonazol dan Itrakonazol. Pengawasan efektivitas obat secara berkala menggunakan strain acuan standar sangat krusial untuk menjamin mutu terapi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat uji serta membandingkan efektivitas hambat daya antifungal antara Flukonazol dan Itrakonazol terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231.Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini diawali dengan konfirmasi identitas isolat secara makroskopis pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan mikroskopis dengan KOH 10%. Uji aktivitas antifungal dilakukan menggunakan metode difusi cakram (disc diffusion method)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-ade8f.webp" type="image/webp" length="101602" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5dbb0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-ade8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/daya-hambat-candida-albicans-biofilm-flukonazol-it-thumb-5c0c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3160-indonesian-global-journal-medical-research-andadevelopment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara Propinsi Nusa Tenggara Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara Propinsi Nusa Tenggara Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara Propinsi Nusa Tenggara Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53454-aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">d202649d9c7bfdfe1210007df54faf07</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piper longum ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ rambak eco ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eco,header,longum,page,piper,rambak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pakan fermentasi dengan pakan konvensional untuk menilai efek jangka panjangnya terhadap pertumbuhan dan kesehatan sapi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pakan fermentasi dengan pakan konvensional untuk menilai efek jangka panjangnya terhadap pertumbuhan dan kesehatan sapi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi fermentasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi potensi penggunaan limbah pertanian yang beragam sebagai bahan baku pakan fermentasi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak ekonomi dan sosial dari penggunaan pakan fermentasi pada peternakan sapi, termasuk analisis biaya-manfaat dan dampak terhadap pendapatan petani.. Tim pelaksana memberikan penyuluhan kepada mitra tentang jenis-jenis limbah pertanian untuk pakan.Pengetahuan mitra meningkat dari 40% menjadi 80%.Pakan fermentasi yang dihasilkan mengalami peningkatan nutrisi (protein) dari 6,7% menjadi 16,45%.Selain itu, petani juga sudah mampu membuat pakan fermentasi yang memiliki umur simpan yang lebih lama (hingga 6 bulan).Teknologi fermentasi untuk pakan sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan berat badan Sapi Bali Gumantar adalah salah satu desa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini memiliki potensi pertanian dan perkebunan dengan komoditas utama seperti padi, jagung, kacang, kopi, kakao, kelapa, pisang, dan tanaman hortikultura lainnya. Masalah yang sering ditemui adalah ketersediaan pakan yang sangat terbatas pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan banyak peternak menjual ternaknya dengan harga rendah pada musim kemarau. Masalah lain adalah pengetahuan petani yang rendah tentang teknologi penyimpanan dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-b29ec.webp" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-b29ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-b29ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-b29ec.webp 1x" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" alt="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-96832.webp" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-96832.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-96832.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-96832.webp 1x" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" alt="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-ebfe2.webp" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-ebfe2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-ebfe2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-ebfe2.webp 1x" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" alt="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53454-aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe" title="JURIS - Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat" target="_blank">Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pakan fermentasi dengan pakan konvensional untuk menilai efek jangka panjangnya terhadap pertumbuhan dan kesehatan sapi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi fermentasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi potensi penggunaan limbah pertanian yang beragam sebagai bahan baku pakan fermentasi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak ekonomi dan sosial dari penggunaan pakan fermentasi pada peternakan sapi, termasuk analisis biaya-manfaat dan dampak terhadap pendapatan petani..
<br>Tim pelaksana memberikan penyuluhan kepada mitra tentang jenis-jenis limbah pertanian untuk pakan.Pengetahuan mitra meningkat dari 40% menjadi 80%.Pakan fermentasi yang dihasilkan mengalami peningkatan nutrisi (protein) dari 6,7% menjadi 16,45%.Selain itu, petani juga sudah mampu membuat pakan fermentasi yang memiliki umur simpan yang lebih lama (hingga 6 bulan).Teknologi fermentasi untuk pakan sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan berat badan Sapi Bali
<br>Gumantar adalah salah satu desa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini memiliki potensi pertanian dan perkebunan dengan komoditas utama seperti padi, jagung, kacang, kopi, kakao, kelapa, pisang, dan tanaman hortikultura lainnya. Masalah yang sering ditemui adalah ketersediaan pakan yang sangat terbatas pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan banyak peternak menjual ternaknya dengan harga rendah pada musim kemarau. Masalah lain adalah pengetahuan petani yang rendah tentang teknologi penyimpanan dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-ebfe2.webp" type="image/webp" length="97214" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-b29ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-96832.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/aplikasi-teknologi-fermentasi-nutrisi-pakan-uji-pe-thumb-ebfe2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas Tantangan Diagnostik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas Tantangan Diagnostik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas Tantangan Diagnostik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53451-fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medi</link>
	<guid isPermaLink="false">a344369759338d0e3241b6bf28fad2df</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arie anggara ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anggara,arie]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat tantangan diagnostik yang kompleks dan pentingnya penanganan cepat pada kasus seperti selulitis orbital yang menyerupai glaukoma akut, terutama pada pasien dengan sistem imun lemah, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik: Melihat tantangan diagnostik yang kompleks dan pentingnya penanganan cepat pada kasus seperti selulitis orbital yang menyerupai glaukoma akut, terutama pada pasien dengan sistem imun lemah, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, diperlukan studi untuk mengembangkan dan memvalidasi algoritma diagnostik yang lebih canggih, mungkin dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, yang mampu secara akurat membedakan antara selulitis orbital dan glaukoma akut. Algoritma ini harus mengintegrasikan berbagai data, mulai dari riwayat medis pasien, hasil pemeriksaan fisik dan oftalmologi, hingga data pencitraan seperti CT scan atau MRI, serta biomarker inflamasi yang spesifik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan diagnosis awal dan mempercepat intervensi yang tepat, terutama ketika gejala klinis saling tumpang tindih dan waktu menjadi krusial untuk menyelamatkan penglihatan. Kedua, penting untuk melakukan penelitian kohort yang lebih besar, mungkin secara multisenter, untuk secara komparatif menilai bagaimana status imunokompromaisAimisalnya akibat diabetes melitus atau penyakit ginjal kronisAimemengaruhi presentasi klinis, respons terhadap terapi, dan risiko komplikasi jangka panjang pada pasien selulitis orbital. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor prediktif spesifik yang membuat pasien imunokompromais lebih rentan terhadap presentasi atipikal atau komplikasi serius seperti peleburan kornea, seperti yang terlihat pada kasus ini. Pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara status imun pasien dan perjalanan penyakit orbital cellulitis akan sangat berharga. Terakhir, perlu juga diteliti efektivitas dan implementasi protokol penatalaksanaan multidisiplin yang terstandardisasi. Mengingat kasus ini melibatkan koordinasi antara departemen oftalmologi dan penyakit dalam, penelitian dapat mengevaluasi bagaimana pendekatan terintegrasi ini dapat dioptimalkan untuk memastikan perawatan yang komprehensif dan responsif terhadap kondisi sistemik pasien yang kompleks. Ini akan membantu dalam mengembangkan pedoman praktik klinis yang lebih baik untuk pasien dengan tantangan diagnostik serupa.. Kasus mata merah dengan penurunan visus dan peningkatan tekanan intraokular menunjukkan tantangan diagnostik karena gejala tumpang tindih antara glaukoma sudut tertutup dan selulitis orbital.Peningkatan tekanan intraokular, yang biasanya terkait glaukoma, pada kasus ini dapat menyesatkan.manifestasi seperti pembengkakan palpebra dan kemosis difus lebih mendukung selulitis orbital.Oleh karena itu, kewaspadaan klinis tinggi dan pendekatan komprehensif sangat penting, terutama pada pasien imunokompromais dengan penyakit sistemik, untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan memastikan prognosis visual yang baik Latar Belakang: Selulitis orbital dapat menyerupai glaukoma sudut tertutup akut, terutama pada pasien imunokompromais sehingga menyulitkan diagnosis. Tujuan: Melaporkan kasus selulitis orbital dengan manifestasi yang menyerupai glaukoma akut serta menekankan pentingnya evaluasi klinis komprehensif. Metode: Laporan kasus deskriptif ini menggunakan data yang diperoleh dari rekam medis, anamnesis, pemeriksaan oftalmologi, pemeriksaan laboratorium, serta observasi klinis selama perawatan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis, evaluasi diagnosis banding,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-1aabe.webp" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-1aabe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-1aabe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-1aabe.webp 1x" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" alt="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-ff6fe.webp" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-ff6fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-ff6fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-ff6fe.webp 1x" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" alt="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-b6298.webp" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-b6298.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-b6298.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-b6298.webp 1x" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" alt="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53451-fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medi" title="JURIS - Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik" target="_blank">Selulitis Orbital Yang Menunjukkan Ciri-Ciri Yang Menyerupai Glaukoma Akut Pada Pasien Dengan Gangguan Imunitas: Tantangan Diagnostik</a>: Melihat tantangan diagnostik yang kompleks dan pentingnya penanganan cepat pada kasus seperti selulitis orbital yang menyerupai glaukoma akut, terutama pada pasien dengan sistem imun lemah, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, diperlukan studi untuk mengembangkan dan memvalidasi algoritma diagnostik yang lebih canggih, mungkin dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, yang mampu secara akurat membedakan antara selulitis orbital dan glaukoma akut. Algoritma ini harus mengintegrasikan berbagai data, mulai dari riwayat medis pasien, hasil pemeriksaan fisik dan oftalmologi, hingga data pencitraan seperti CT scan atau MRI, serta biomarker inflamasi yang spesifik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan diagnosis awal dan mempercepat intervensi yang tepat, terutama ketika gejala klinis saling tumpang tindih dan waktu menjadi krusial untuk menyelamatkan penglihatan. Kedua, penting untuk melakukan penelitian kohort yang lebih besar, mungkin secara multisenter, untuk secara komparatif menilai bagaimana status imunokompromaisAimisalnya akibat diabetes melitus atau penyakit ginjal kronisAimemengaruhi presentasi klinis, respons terhadap terapi, dan risiko komplikasi jangka panjang pada pasien selulitis orbital. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor prediktif spesifik yang membuat pasien imunokompromais lebih rentan terhadap presentasi atipikal atau komplikasi serius seperti peleburan kornea, seperti yang terlihat pada kasus ini. Pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara status imun pasien dan perjalanan penyakit orbital cellulitis akan sangat berharga. Terakhir, perlu juga diteliti efektivitas dan implementasi protokol penatalaksanaan multidisiplin yang terstandardisasi. Mengingat kasus ini melibatkan koordinasi antara departemen oftalmologi dan penyakit dalam, penelitian dapat mengevaluasi bagaimana pendekatan terintegrasi ini dapat dioptimalkan untuk memastikan perawatan yang komprehensif dan responsif terhadap kondisi sistemik pasien yang kompleks. Ini akan membantu dalam mengembangkan pedoman praktik klinis yang lebih baik untuk pasien dengan tantangan diagnostik serupa..
<br>Kasus mata merah dengan penurunan visus dan peningkatan tekanan intraokular menunjukkan tantangan diagnostik karena gejala tumpang tindih antara glaukoma sudut tertutup dan selulitis orbital.Peningkatan tekanan intraokular, yang biasanya terkait glaukoma, pada kasus ini dapat menyesatkan.manifestasi seperti pembengkakan palpebra dan kemosis difus lebih mendukung selulitis orbital.Oleh karena itu, kewaspadaan klinis tinggi dan pendekatan komprehensif sangat penting, terutama pada pasien imunokompromais dengan penyakit sistemik, untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan memastikan prognosis visual yang baik
<br>Latar Belakang: Selulitis orbital dapat menyerupai glaukoma sudut tertutup akut, terutama pada pasien imunokompromais sehingga menyulitkan diagnosis. Tujuan: Melaporkan kasus selulitis orbital dengan manifestasi yang menyerupai glaukoma akut serta menekankan pentingnya evaluasi klinis komprehensif. Metode: Laporan kasus deskriptif ini menggunakan data yang diperoleh dari rekam medis, anamnesis, pemeriksaan oftalmologi, pemeriksaan laboratorium, serta observasi klinis selama perawatan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis, evaluasi diagnosis banding,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-1aabe.webp" type="image/webp" length="70516" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-1aabe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-ff6fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/fungsi-imun-pasien-biomarker-inflamasi-medis-rawat-thumb-b6298.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3160-indonesian-global-journal-medical-research-andadevelopment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices GAP di Kabupaten Garut ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices GAP di Kabupaten Garut ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices GAP di Kabupaten Garut ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53461-kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budid</link>
	<guid isPermaLink="false">d908ab847c20ef31cfb120a0b7e84a3e</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 19:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ akar wangi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akar,header,page,stats,view,wangi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana skema mikrokrydit yang terarah dapat meningkatkan adopsi GAP di kalangan petani kopi kecil di Garut, dengan menguji dampak pemberian pinjaman modal usaha terhadap tingkat kepatuhan GAP. Selain itu, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana skema mikrokrydit yang terarah dapat meningkatkan adopsi GAP di kalangan petani kopi kecil di Garut, dengan menguji dampak pemberian pinjaman modal usaha terhadap tingkat kepatuhan GAP. Selain itu, studi mengenai penggunaan alat perantara digital, seperti aplikasi seluler untuk penyuluhan pertanian, dapat menilai efektivitas teknologi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait praktik GAP. Selanjutnya, penelitian komparatif tentang dampak lingkungan antara kebun kopi yang menerapkan GAP dan yang tidak, khususnya pada kualitas tanah dan keanekaragaman hayati, dapat memberikan bukti ilmiah terkait manfaat keberlanjutan GAP dalam konteks agrikultur lokal.. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% petani kopi di Kabupaten Garut telah mengimplementasikan GAP on Coffee, terutama pada aspek pemupukan, penanaman, pembibitan, penggunaan bibit unggul, penanaman penaung, kesesuaian dan pemilihan lahan, serta panen dan pengendalian hama terpadu.Namun, aspek persiapan lahan, pengelolaan penaung, dan pemangkasan masih kurang sesuai, dipengaruhi oleh keterbatasan modal, pengetahuan, dan keterampilan petani.Oleh karena itu, diperlukan program bantuan pupuk, fasilitasi permodalan, serta pelatihan teknis, dan penelitian lanjutan mengenai perilaku dan persepsi petani terhadap GAP on Coffee Good Agriculture Practices on Coffee atau bisa disingkat dengan GAP on Coffee merupakan pedoman pelaksanaan budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan. Telah dilakukan analisis pertanian kopi di Kabupaten Garut dilakukan dengan menggunakan GAP on Coffee. Tujuan analisis untuk mengetahui kesesuaian pertanian dengan GAP on Coffee. Ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data. Analisis dijalankan pada 11 aspek budidaya kopi yang baik, yaitu pemilihan, kesesuaian, persiapan lahan, penamaman penaung, penggunaan bahan tanam unggul, pembibitan, penanaman, pemupukan, pemangkasan, pengelolaan penaung, pengendalian hama terpadu, dan pemanenan. Pada aspek panen yang terdiri atas panen dan penanganan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-f715e.webp" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-f715e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-f715e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-f715e.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" alt="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-1310a.webp" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-1310a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-1310a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-1310a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" alt="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-c2eb8.webp" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-c2eb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-c2eb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-c2eb8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" alt="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53461-kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budid" title="JURIS - Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut" target="_blank">Analisis Pertanian Kopi Menggunakan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Garut</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana skema mikrokrydit yang terarah dapat meningkatkan adopsi GAP di kalangan petani kopi kecil di Garut, dengan menguji dampak pemberian pinjaman modal usaha terhadap tingkat kepatuhan GAP. Selain itu, studi mengenai penggunaan alat perantara digital, seperti aplikasi seluler untuk penyuluhan pertanian, dapat menilai efektivitas teknologi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait praktik GAP. Selanjutnya, penelitian komparatif tentang dampak lingkungan antara kebun kopi yang menerapkan GAP dan yang tidak, khususnya pada kualitas tanah dan keanekaragaman hayati, dapat memberikan bukti ilmiah terkait manfaat keberlanjutan GAP dalam konteks agrikultur lokal..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% petani kopi di Kabupaten Garut telah mengimplementasikan GAP on Coffee, terutama pada aspek pemupukan, penanaman, pembibitan, penggunaan bibit unggul, penanaman penaung, kesesuaian dan pemilihan lahan, serta panen dan pengendalian hama terpadu.Namun, aspek persiapan lahan, pengelolaan penaung, dan pemangkasan masih kurang sesuai, dipengaruhi oleh keterbatasan modal, pengetahuan, dan keterampilan petani.Oleh karena itu, diperlukan program bantuan pupuk, fasilitasi permodalan, serta pelatihan teknis, dan penelitian lanjutan mengenai perilaku dan persepsi petani terhadap GAP on Coffee
<br>Good Agriculture Practices on Coffee atau bisa disingkat dengan GAP on Coffee merupakan pedoman pelaksanaan budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan. Telah dilakukan analisis pertanian kopi di Kabupaten Garut dilakukan dengan menggunakan GAP on Coffee. Tujuan analisis untuk mengetahui kesesuaian pertanian dengan GAP on Coffee. Ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data. Analisis dijalankan pada 11 aspek budidaya kopi yang baik, yaitu pemilihan, kesesuaian, persiapan lahan, penamaman penaung, penggunaan bahan tanam unggul, pembibitan, penanaman, pemupukan, pemangkasan, pengelolaan penaung, pengendalian hama terpadu, dan pemanenan. Pada aspek panen yang terdiri atas panen dan penanganan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-c2eb8.webp" type="image/webp" length="107740" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-f715e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-1310a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/kesesuaian-lahan-petani-kopi-gap-budidaya-garut-go-thumb-c2eb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17937-prima-journal-community-empowering-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 07 Jul 2026 12:40:00 +0700. 12 items. Served in: 5.492 seconds [rss] -->
