<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2026 02:24:16 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 02:24:16 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-26T02:24:16+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Ecotheology Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ecotheology Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ecotheology Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60827-karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr</link>
	<guid isPermaLink="false">a3f8e8d7f2b899b99a41a8ae7c9653d6</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 21:25:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lukas lukas ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot gacor ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gacor,lukas,slot,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Mengembangkan studi eksperimental untuk menguji efektivitas kerangka konseptual ekoteologi dalam meningkatkan kesadaran ekologis Generasi Z. 2. Melakukan studi kasus di sekolah dan gereja untuk memahami implementasi praktis pendidikan berbasis ekoteologi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness: 1. Mengembangkan studi eksperimental untuk menguji efektivitas kerangka konseptual ekoteologi dalam meningkatkan kesadaran ekologis Generasi Z. 2. Melakukan studi kasus di sekolah dan gereja untuk memahami implementasi praktis pendidikan berbasis ekoteologi dalam konteks lokal. 3. Meneliti dampak jangka panjang kerangka ekoteologi melalui studi longitudinal yang membandingkan perubahan perilaku ekologis di berbagai budaya dan sistem pendidikan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi ekoteologi ke dalam Pendidikan Agama Kristen dapat mengatasi kekurangan pendekatan berbasis pengetahuan dengan memperkuat motivasi moral dan spiritual.Kerangka konseptual yang diusulkan menghubungkan dimensi kognitif, afektif, spiritual, dan perilaku dalam pembelajaran ekologis.Namun, temuan penelitian bersifat konseptual dan perlu pengujian empiris melalui studi eksperimental, kasus, dan longitudinal untuk memvalidasi efektivitasnya dalam berbagai konteks budaya dan pendidikan Penelitian ini mengkaji integrasi ekoteologi ke dalam Pendidikan Agama Kristen serta potensi dampaknya terhadap kesadaran ekologis Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka sistematis, penelitian ini mensintesis berbagai studi interdisipliner di bidang pendidikan lingkungan, teologi, dan pembelajaran generasi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan semata tidak cukup untuk membentuk perilaku yang konsisten dalam menjaga lingkungan karena masih adanya kesenjangan antara nilai dan tindakan (valueAeaction gap). Sebaliknya, ekoteologi menghadirkan dimensi moral dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-eb4a7.webp" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-eb4a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-eb4a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-eb4a7.webp 1x" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" alt="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-8b02e.webp" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-8b02e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-8b02e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-8b02e.webp 1x" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" alt="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-2d5ce.webp" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-2d5ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-2d5ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-2d5ce.webp 1x" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" alt="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60827-karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr" title="JURIS - Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness" target="_blank">Ecotheology-Based Christian Religious Education and Its Impact on Generation ZAos Ecological Awareness</a>: 1. Mengembangkan studi eksperimental untuk menguji efektivitas kerangka konseptual ekoteologi dalam meningkatkan kesadaran ekologis Generasi Z. 2. Melakukan studi kasus di sekolah dan gereja untuk memahami implementasi praktis pendidikan berbasis ekoteologi dalam konteks lokal. 3. Meneliti dampak jangka panjang kerangka ekoteologi melalui studi longitudinal yang membandingkan perubahan perilaku ekologis di berbagai budaya dan sistem pendidikan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi ekoteologi ke dalam Pendidikan Agama Kristen dapat mengatasi kekurangan pendekatan berbasis pengetahuan dengan memperkuat motivasi moral dan spiritual.Kerangka konseptual yang diusulkan menghubungkan dimensi kognitif, afektif, spiritual, dan perilaku dalam pembelajaran ekologis.Namun, temuan penelitian bersifat konseptual dan perlu pengujian empiris melalui studi eksperimental, kasus, dan longitudinal untuk memvalidasi efektivitasnya dalam berbagai konteks budaya dan pendidikan
<br>Penelitian ini mengkaji integrasi ekoteologi ke dalam Pendidikan Agama Kristen serta potensi dampaknya terhadap kesadaran ekologis Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka sistematis, penelitian ini mensintesis berbagai studi interdisipliner di bidang pendidikan lingkungan, teologi, dan pembelajaran generasi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan semata tidak cukup untuk membentuk perilaku yang konsisten dalam menjaga lingkungan karena masih adanya kesenjangan antara nilai dan tindakan (valueAeaction gap). Sebaliknya, ekoteologi menghadirkan dimensi moral dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-eb4a7.webp" type="image/webp" length="97636" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-eb4a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-8b02e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/karyawan-studi-eksperimen-ekoteologi-pendidikan-kr-thumb-2d5ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3470-sttkao.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14005-shiftkey-jurnal-teologi-pelayanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Administrative Silence in Indonesia Negative or Positive Legal Fiction ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Administrative Silence in Indonesia Negative or Positive Legal Fiction ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Administrative Silence in Indonesia Negative or Positive Legal Fiction ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60826-efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">d8b07b9e180f0c8b5cb060407885bc72</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 20:50:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ visitors fix ]]></category>
	<category><![CDATA[ lego karjoko ]]></category>
	<category><![CDATA[ alvi syahrin ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alvi,fix,karjoko,lego,syahrin,visitors]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi kontroversi hukum yang timbul dari adopsi model fiktif negatif dan positif dalam dua undang-undang yang berbeda, penelitian ini menyarankan agar hanya satu model yang diadopsi sebagai aturan umum dalam undang-undang administrasi umum atau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?: Untuk mengatasi kontroversi hukum yang timbul dari adopsi model fiktif negatif dan positif dalam dua undang-undang yang berbeda, penelitian ini menyarankan agar hanya satu model yang diadopsi sebagai aturan umum dalam undang-undang administrasi umum atau prosedur administrasi umum. Model alternatif dapat diatur secara eksplisit dalam legislasi terpisah. Dengan demikian, akan tercipta kepastian hukum dan konsistensi dalam penerapan model fiktif, baik negatif maupun positif, dalam kasus-kasus keheningan administratif. Selain itu, penelitian ini juga merekomendasikan agar dilakukan kajian lebih lanjut mengenai implikasi dan dampak dari adopsi model fiktif positif dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan terhadap berbagai sektor, seperti lingkungan dan bisnis. Kajian ini dapat membantu mengidentifikasi sektor-sektor mana yang seharusnya tetap menggunakan model fiktif negatif dan sektor mana yang lebih cocok dengan model fiktif positif. Dengan demikian, akan tercipta kepastian hukum dan efisiensi dalam pengambilan keputusan administratif.. Undang-Undang Administrasi Pemerintahan dan Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara mengadopsi model fiktif positif dan negatif secara bersamaan dalam kerangka regulasi yang sama.Kedua model ini berlaku tanpa prioritas yang jelas dalam kasus keheningan administratif.Model fiktif negatif dan positif tidak seharusnya berlaku bersamaan dalam kerangka regulasi yang sama.Hanya satu model yang seharusnya diadopsi dan dikodifikasi, baik dalam Undang-Undang Hukum Administrasi Umum atau Undang-Undang Prosedur Administrasi Umum.Model alternatif seharusnya diatur secara eksplisit dalam legislasi terpisah.Model yang diadopsi dalam Undang-Undang Hukum Administrasi Umum atau Undang-Undang Prosedur Administrasi Umum seharusnya berlaku secara otomatis kecuali legislasi spesifik menyatakan sebaliknya Undang-Undang Administrasi Pemerintahan memperkenalkan model fiktif positif yang tampaknya dimaksudkan untuk menggantikan model fiktif negatif dalam Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara. Namun, pengaturan tersebut menimbulkan kontroversi hukum karena tidak sepenuhnya mencapai tujuan tersebut. Akibatnya, model fiktif positif dan fiktif negatif kini berlaku berdampingan tanpa hierarki atau prioritas penerapan yang jelas. Penelitian ini mengkaji kontroversi hukum yang timbul dari adopsi kedua model tersebut dalam dua undang-undang yang berbeda. Persoalan ini lebih luas daripada sekadar konflik antarundang-undang karena menyangkut akibat hukum dari keheningan administratif dalam pengambilan keputusan administrasi pemerintahan secara umum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Administrasi Pemerintahan dan Undang-Undang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-66943.webp" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-66943.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-66943.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-66943.webp 1x" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" alt="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-ca7d7.webp" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-ca7d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-ca7d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-ca7d7.webp 1x" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" alt="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-09b6e.webp" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-09b6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-09b6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-09b6e.webp 1x" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" alt="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60826-efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe" title="JURIS - Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?" target="_blank">Administrative Silence in Indonesia: Negative or Positive Legal Fiction?</a>: Untuk mengatasi kontroversi hukum yang timbul dari adopsi model fiktif negatif dan positif dalam dua undang-undang yang berbeda, penelitian ini menyarankan agar hanya satu model yang diadopsi sebagai aturan umum dalam undang-undang administrasi umum atau prosedur administrasi umum. Model alternatif dapat diatur secara eksplisit dalam legislasi terpisah. Dengan demikian, akan tercipta kepastian hukum dan konsistensi dalam penerapan model fiktif, baik negatif maupun positif, dalam kasus-kasus keheningan administratif. Selain itu, penelitian ini juga merekomendasikan agar dilakukan kajian lebih lanjut mengenai implikasi dan dampak dari adopsi model fiktif positif dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan terhadap berbagai sektor, seperti lingkungan dan bisnis. Kajian ini dapat membantu mengidentifikasi sektor-sektor mana yang seharusnya tetap menggunakan model fiktif negatif dan sektor mana yang lebih cocok dengan model fiktif positif. Dengan demikian, akan tercipta kepastian hukum dan efisiensi dalam pengambilan keputusan administratif..
<br>Undang-Undang Administrasi Pemerintahan dan Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara mengadopsi model fiktif positif dan negatif secara bersamaan dalam kerangka regulasi yang sama.Kedua model ini berlaku tanpa prioritas yang jelas dalam kasus keheningan administratif.Model fiktif negatif dan positif tidak seharusnya berlaku bersamaan dalam kerangka regulasi yang sama.Hanya satu model yang seharusnya diadopsi dan dikodifikasi, baik dalam Undang-Undang Hukum Administrasi Umum atau Undang-Undang Prosedur Administrasi Umum.Model alternatif seharusnya diatur secara eksplisit dalam legislasi terpisah.Model yang diadopsi dalam Undang-Undang Hukum Administrasi Umum atau Undang-Undang Prosedur Administrasi Umum seharusnya berlaku secara otomatis kecuali legislasi spesifik menyatakan sebaliknya
<br>Undang-Undang Administrasi Pemerintahan memperkenalkan model fiktif positif yang tampaknya dimaksudkan untuk menggantikan model fiktif negatif dalam Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara. Namun, pengaturan tersebut menimbulkan kontroversi hukum karena tidak sepenuhnya mencapai tujuan tersebut. Akibatnya, model fiktif positif dan fiktif negatif kini berlaku berdampingan tanpa hierarki atau prioritas penerapan yang jelas. Penelitian ini mengkaji kontroversi hukum yang timbul dari adopsi kedua model tersebut dalam dua undang-undang yang berbeda. Persoalan ini lebih luas daripada sekadar konflik antarundang-undang karena menyangkut akibat hukum dari keheningan administratif dalam pengambilan keputusan administrasi pemerintahan secara umum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Administrasi Pemerintahan dan Undang-Undang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-09b6e.webp" type="image/webp" length="84826" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-66943.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-ca7d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/efisiensi-prosedur-administrasi-penerapan-model-pe-thumb-09b6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-734-mkri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3060-jurnal-konstitusi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak Usia 6 12 Tahun di Kabupaten Bogor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak Usia 6 12 Tahun di Kabupaten Bogor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak Usia 6 12 Tahun di Kabupaten Bogor ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60831-karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi</link>
	<guid isPermaLink="false">444360e7771dbee54f4e5080a178e532</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 20:28:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lukas lukas ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot gacor ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gacor,lukas,slot,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan gadget terhadap perkembangan spiritual anak, khususnya dalam konteks pendidikan agama. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas integrasi nilai-nilai iman Kristen dalam pembelajaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan gadget terhadap perkembangan spiritual anak, khususnya dalam konteks pendidikan agama. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas integrasi nilai-nilai iman Kristen dalam pembelajaran digital untuk meningkatkan konsentrasi dan kedisiplinan anak. Serta, penelitian lebih lanjut tentang strategi orang tua dalam mengatur penggunaan gadget dengan mempertimbangkan kebutuhan psikologis dan perkembangan sosial anak di era digital.. Penggunaan gadget pada anak usia 6-12 tahun memiliki dampak positif dan negatif.Gadget dapat menjadi sarana edukatif jika digunakan secara bijak, tetapi penggunaan berlebihan tanpa pengawasan mengganggu konsentrasi dan interaksi sosial.Peran orang tua dan guru Pendidikan Agama Kristen sangat penting dalam membatasi waktu penggunaan gadget, mendampingi anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter.Kolaborasi antar orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak memanfaatkan gadget secara bijak, menjaga fokus belajar, dan membentuk karakter Kristiani yang kuat di tengah arus teknologi modern Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan gadget terhadap konsentrasi anak usia 6Ae12 tahun serta mengkaji peran orang tua dan guru Pendidikan Agama Kristen dalam mendampingi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi anak usia 6-12 tahun, orang tua, dan guru Pendidikan Agama Kristen di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget lebih dari 3 jam per hari berdampak pada menurunnya konsentrasi anak, yang ditandai dengan kesulitan fokus, mudah distraksi, kurang berinteraksi dengan sosial, kesehatan fisik, dan kurang tekun dalam menyelesaikan tugas. Meskipun demikian, gadget juga memberikan manfaat sebagai media pembelajaran apabila digunakan secara terarah.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-6c71c.webp" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-6c71c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-6c71c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-6c71c.webp 1x" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" alt="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-4e454.webp" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-4e454.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-4e454.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-4e454.webp 1x" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" alt="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-42292.webp" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-42292.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-42292.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-42292.webp 1x" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" alt="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60831-karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi" title="JURIS - Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor" target="_blank">Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Anak  Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Bogor</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan gadget terhadap perkembangan spiritual anak, khususnya dalam konteks pendidikan agama. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas integrasi nilai-nilai iman Kristen dalam pembelajaran digital untuk meningkatkan konsentrasi dan kedisiplinan anak. Serta, penelitian lebih lanjut tentang strategi orang tua dalam mengatur penggunaan gadget dengan mempertimbangkan kebutuhan psikologis dan perkembangan sosial anak di era digital..
<br>Penggunaan gadget pada anak usia 6-12 tahun memiliki dampak positif dan negatif.Gadget dapat menjadi sarana edukatif jika digunakan secara bijak, tetapi penggunaan berlebihan tanpa pengawasan mengganggu konsentrasi dan interaksi sosial.Peran orang tua dan guru Pendidikan Agama Kristen sangat penting dalam membatasi waktu penggunaan gadget, mendampingi anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter.Kolaborasi antar orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak memanfaatkan gadget secara bijak, menjaga fokus belajar, dan membentuk karakter Kristiani yang kuat di tengah arus teknologi modern
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan gadget terhadap konsentrasi anak usia 6Ae12 tahun serta mengkaji peran orang tua dan guru Pendidikan Agama Kristen dalam mendampingi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi anak usia 6-12 tahun, orang tua, dan guru Pendidikan Agama Kristen di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget lebih dari 3 jam per hari berdampak pada menurunnya konsentrasi anak, yang ditandai dengan kesulitan fokus, mudah distraksi, kurang berinteraksi dengan sosial, kesehatan fisik, dan kurang tekun dalam menyelesaikan tugas. Meskipun demikian, gadget juga memberikan manfaat sebagai media pembelajaran apabila digunakan secara terarah....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-42292.webp" type="image/webp" length="90682" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-6c71c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-4e454.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/karakter-spiritual-anak-moral-sosial-afeksi-kognit-thumb-42292.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3470-sttkao.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14005-shiftkey-jurnal-teologi-pelayanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4 11 16 dan Implikasinya bagi Penginjilan Pribadi Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4 11 16 dan Implikasinya bagi Penginjilan Pribadi Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4 11 16 dan Implikasinya bagi Penginjilan Pribadi Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60830-kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-su</link>
	<guid isPermaLink="false">b2256baf621d28a2ad1cab94fa0332d2</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 19:55:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lukas lukas ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot gacor ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gacor,lukas,slot,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji hubungan antara kedewasaan rohani dan penggunaan media digital dalam penginjilan pribadi, terutama di era modern. Selain itu, perlu dikembangkan model pemuridan berbasis komunitas yang fokus pada pembentukan karakter ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis: Penelitian lanjutan dapat mengkaji hubungan antara kedewasaan rohani dan penggunaan media digital dalam penginjilan pribadi, terutama di era modern. Selain itu, perlu dikembangkan model pemuridan berbasis komunitas yang fokus pada pembentukan karakter Kristus dan keberanian bersaksi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak kepemimpinan gereja terhadap motivasi jemaat dalam melakukan penginjilan pribadi, dengan mempertimbangkan peran mentor spiritual dan pelatihan kontekstual. Ketiga saran ini menggambarkan arah studi yang relevan untuk memperkaya pemahaman teologis dan praktis tentang kedewasaan rohani dalam konteks misi modern.. Kedewasaan rohani merupakan fondasi utama bagi pelaksanaan penginjilan pribadi karena menghasilkan kestabilan iman, integritas karakter, kasih misioner, dan ketekunan dalam pelayanan.Dalam pemikiran Paulus, kedewasaan rohani tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan pengetahuan teologis, tetapi juga transformasi hidup menuju keserupaan dengan Kristus (Ef.11-16), sehingga orang percaya memiliki motivasi tulus dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran menyimpang.Kedewasaan tersebut mendorong lahirnya kasih yang aktif terhadap jiwa-jiwa, sebab penginjilan bukan sekedar kewajiban religius melainkan respons kasih atas Anugerah Allah di dalam Kristus Penelitian ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak orang percaya mengalami ketidakdewasaan rohani yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam memberitakan Injil. Oleh sebab itu diperlukan pemahaman teologis yang menegaskan bahwa kedewasaan rohani memiliki hubungan erat dengan urgensitas penginjilan pribadi sebagai wujud pertumbuhan iman yang nyata. Secara akademik, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan teologi Paulus dengan menegaskan keterkaitan antara kedewasaan rohani dan upaya penginjilan pribadi. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa spiritualitas Paulus... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0087b.webp" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0087b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0087b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0087b.webp 1x" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" alt="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-38b13.webp" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-38b13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-38b13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-38b13.webp 1x" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" alt="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0467b.webp" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0467b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0467b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0467b.webp 1x" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" alt="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60830-kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-su" title="JURIS - Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis" target="_blank">Kedewasaan Rohani Dalam Efesus 4:11-16 dan Implikasinya bagi  Penginjilan Pribadi: Kajian Eksegetis dan Teologi Praktis</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji hubungan antara kedewasaan rohani dan penggunaan media digital dalam penginjilan pribadi, terutama di era modern. Selain itu, perlu dikembangkan model pemuridan berbasis komunitas yang fokus pada pembentukan karakter Kristus dan keberanian bersaksi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak kepemimpinan gereja terhadap motivasi jemaat dalam melakukan penginjilan pribadi, dengan mempertimbangkan peran mentor spiritual dan pelatihan kontekstual. Ketiga saran ini menggambarkan arah studi yang relevan untuk memperkaya pemahaman teologis dan praktis tentang kedewasaan rohani dalam konteks misi modern..
<br>Kedewasaan rohani merupakan fondasi utama bagi pelaksanaan penginjilan pribadi karena menghasilkan kestabilan iman, integritas karakter, kasih misioner, dan ketekunan dalam pelayanan.Dalam pemikiran Paulus, kedewasaan rohani tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan pengetahuan teologis, tetapi juga transformasi hidup menuju keserupaan dengan Kristus (Ef.11-16), sehingga orang percaya memiliki motivasi tulus dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran menyimpang.Kedewasaan tersebut mendorong lahirnya kasih yang aktif terhadap jiwa-jiwa, sebab penginjilan bukan sekedar kewajiban religius melainkan respons kasih atas Anugerah Allah di dalam Kristus
<br>Penelitian ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak orang percaya mengalami ketidakdewasaan rohani yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam memberitakan Injil. Oleh sebab itu diperlukan pemahaman teologis yang menegaskan bahwa kedewasaan rohani memiliki hubungan erat dengan urgensitas penginjilan pribadi sebagai wujud pertumbuhan iman yang nyata. Secara akademik, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan teologi Paulus dengan menegaskan keterkaitan antara kedewasaan rohani dan upaya penginjilan pribadi. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa spiritualitas Paulus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-38b13.webp" type="image/webp" length="86718" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0087b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-38b13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kedewasaan-rohani-implikasi-penginjilan-pribadi-ef-thumb-0467b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3470-sttkao.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14005-shiftkey-jurnal-teologi-pelayanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60821-efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-perform</link>
	<guid isPermaLink="false">bd8d192b99ca468d3575a2a42b573879</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 19:31:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pengaruh bio ]]></category>
	<category><![CDATA[ kun suharno ]]></category>
	<category><![CDATA[ fuad hilmy ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bio,fuad,hilmy,kun,pengaruh,suharno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji pengaruh variasi roller pada mesin dengan spesifikasi berbeda dan lingkungan uji yang lebih beragam untuk memastikan keandalan hasil. Selain itu, penelitian juga bisa mengganti jenis bahan bakar yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji pengaruh variasi roller pada mesin dengan spesifikasi berbeda dan lingkungan uji yang lebih beragam untuk memastikan keandalan hasil. Selain itu, penelitian juga bisa mengganti jenis bahan bakar yang digunakan untuk melihat respons mesin terhadap variasi bahan bakar. Penelitian lain dapat fokus pada penggunaan sepeda motor non-injeksi untuk membandingkan efisiensi konsumsi bahan bakar dan performa mesin dibandingkan dengan sepeda motor injeksi.. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan sebagai berikut.Daya maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax adalah 8,6 hp pada roller standar dengan putaran mesin 4500 rpm.Daya maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertalite adalah 8,6 hp pada roller racing dengan putaran mesin 4500 rpm.Torsi maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax adalah 15,85 Nm pada roller standar dengan putaran mesin 3500 rpm.Torsi maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertalite adalah 15,77 Nm pada roller standar dengan putaran mesin 4500 rpm.Konsumsi bahan bakar maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax adalah 0,544 kg/jam pada roller racing dengan putaran mesin 5500 rpm.Konsumsi bahan bakar maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertalite adalah 0,613 kg/jam pada roller racing dengan putaran mesin 5500 rpm Penelitian ini merupakan pengujian hasil unjuk kerja mesin motor bensin 4 langkah yang sudah dimodifikasi dengan cara mengganti roller pada CVT menjadi beberapa variasi roller yaitu roller standar 13 gram, roller standar 15 gram, roller racing 15 gram dan roller standar 17 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya, torsi dan konsumsi bahan bakar antar ke 4 roller tersebut dan untuk mengetahui perbedaan antara menggunakan roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax dan pertalite. Metode yang digunakan adalah pengujian langsung terhadap daya, torsi dan konsumsi bahan bakar dari penggunaan variasi roller tersebut menggunakan mesin leads dynamometer. Daya tertinggi berada pada roller standar 15 gram dengan putaran 4500... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-07496.webp" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-07496.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-07496.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-07496.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" alt="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-80a8c.webp" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-80a8c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-80a8c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-80a8c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" alt="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-68646.webp" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-68646.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-68646.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-68646.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" alt="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60821-efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-perform" title="JURIS - Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc" target="_blank">Analisis Penggunaan Roller Cvt Racing Terhadap Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Mesin Jf71e 125 Cc</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji pengaruh variasi roller pada mesin dengan spesifikasi berbeda dan lingkungan uji yang lebih beragam untuk memastikan keandalan hasil. Selain itu, penelitian juga bisa mengganti jenis bahan bakar yang digunakan untuk melihat respons mesin terhadap variasi bahan bakar. Penelitian lain dapat fokus pada penggunaan sepeda motor non-injeksi untuk membandingkan efisiensi konsumsi bahan bakar dan performa mesin dibandingkan dengan sepeda motor injeksi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan sebagai berikut.Daya maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax adalah 8,6 hp pada roller standar dengan putaran mesin 4500 rpm.Daya maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertalite adalah 8,6 hp pada roller racing dengan putaran mesin 4500 rpm.Torsi maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax adalah 15,85 Nm pada roller standar dengan putaran mesin 3500 rpm.Torsi maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertalite adalah 15,77 Nm pada roller standar dengan putaran mesin 4500 rpm.Konsumsi bahan bakar maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax adalah 0,544 kg/jam pada roller racing dengan putaran mesin 5500 rpm.Konsumsi bahan bakar maksimal yang dihasilkan oleh roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertalite adalah 0,613 kg/jam pada roller racing dengan putaran mesin 5500 rpm
<br>Penelitian ini merupakan pengujian hasil unjuk kerja mesin motor bensin 4 langkah yang sudah dimodifikasi dengan cara mengganti roller pada CVT menjadi beberapa variasi roller yaitu roller standar 13 gram, roller standar 15 gram, roller racing 15 gram dan roller standar 17 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya, torsi dan konsumsi bahan bakar antar ke 4 roller tersebut dan untuk mengetahui perbedaan antara menggunakan roller standar dan roller racing dengan berat yang sama menggunakan bahan bakar pertamax dan pertalite. Metode yang digunakan adalah pengujian langsung terhadap daya, torsi dan konsumsi bahan bakar dari penggunaan variasi roller tersebut menggunakan mesin leads dynamometer. Daya tertinggi berada pada roller standar 15 gram dengan putaran 4500...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-68646.webp" type="image/webp" length="83032" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-07496.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-80a8c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/efisiensi-konsumsi-optimasi-performa-mesin-pakan-r-thumb-68646.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-219-utm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2082-senaster-seminar-nasional-riset-teknologi-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia Strengthening Peoples Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia Strengthening Peoples Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia Strengthening Peoples Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60824-perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti</link>
	<guid isPermaLink="false">e80a8a832b7a36c607e97ff603db9041</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 19:30:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ visitors fix ]]></category>
	<category><![CDATA[ lego karjoko ]]></category>
	<category><![CDATA[ alvi syahrin ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alvi,fix,karjoko,lego,syahrin,visitors]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat partisipasi rakyat dalam proses perubahan konstitusi di Indonesia, penelitian ini menyarankan tiga hal. Pertama, mengadopsi mekanisme constitutional initiatives dengan menetapkan ambang batas dukungan berbasis persentase dan syarat sebaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People's Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia: Untuk memperkuat partisipasi rakyat dalam proses perubahan konstitusi di Indonesia, penelitian ini menyarankan tiga hal. Pertama, mengadopsi mekanisme constitutional initiatives dengan menetapkan ambang batas dukungan berbasis persentase dan syarat sebaran suara di setiap daerah pemilihan. Kedua, membentuk constitutional convention yang representatif dengan mempertimbangkan aspek-aspek multikulturalisme Indonesia. Ketiga, mewajibkan referendum sebagai mekanisme persetujuan akhir untuk setiap amendemen konstitusi. Dengan demikian, partisipasi rakyat dapat dijamin pada setiap tahapan perubahan konstitusi, mulai dari pengusulan, pembahasan, hingga ratifikasi.. Penelitian ini menemukan bahwa Chile, Irlandia, dan Romania mengatur partisipasi rakyat dalam perubahan konstitusi melalui model yang berbeda.Chile menempatkan referendum sebagai instrumen utama, Irlandia memperluas partisipasi melalui praktik constitutional initiatives, sedangkan Romania menjamin keterlibatan rakyat sejak tahap pengusulan melalui constitutional initiatives dan pada tahap ratifikasi melalui referendum.Berdasarkan perbandingan tersebut, Indonesia perlu memperkuat partisipasi rakyat pada seluruh tahapan amendemen konstitusi, mulai dari pengusulan, pembahasan, hingga ratifikasi.Pada tahap pengusulan, mekanisme constitutional initiatives dapat diadopsi dengan menetapkan ambang batas dukungan berbasis persentase serta syarat sebaran suara di setiap daerah pemilihan agar usul perubahan tidak bersifat sentralistik atau sekadar mewakili kelompok kecil.Selanjutnya, pada tahap pembahasan dan ratifikasi, Indonesia dapat membentuk constitutional convention yang representatif serta mewajibkan referendum sebagai mekanisme persetujuan akhir.Implementasi dari seluruh gagasan ini dapat dilakukan melalui revisi terhadap Pasal 37 UUD NRI 1945 dan Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2024 Pengaturan mengenai perubahan konstitusi di Indonesia masih menyisakan satu masalah krusial, yakni ketiadaan regulasi mengenai mekanisme partisipasi rakyat. Meskipun penelitian terdahulu telah berupaya menyelesaikan masalah ini, gagasan yang ditawarkan belum mencakup partisipasi rakyat pada setiap tahapan perubahan konstitusi. Artikel ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menawarkan gagasan penguatan partisipasi rakyat pada setiap tahapan amendemen konstitusi. Penelitian ini merupakan penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-31e0b.webp" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-31e0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-31e0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-31e0b.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" alt="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-2bc68.webp" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-2bc68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-2bc68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-2bc68.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" alt="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-8ec6b.webp" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-8ec6b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-8ec6b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-8ec6b.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" alt="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60824-perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti" title="JURIS - Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People&#039;s Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia" target="_blank">Penguatan Partisipasi Rakyat dalam Proses Perubahan Konstitusi di Indonesia: Strengthening People's Participation in the Constitutional Change Process in Indonesia</a>: Untuk memperkuat partisipasi rakyat dalam proses perubahan konstitusi di Indonesia, penelitian ini menyarankan tiga hal. Pertama, mengadopsi mekanisme constitutional initiatives dengan menetapkan ambang batas dukungan berbasis persentase dan syarat sebaran suara di setiap daerah pemilihan. Kedua, membentuk constitutional convention yang representatif dengan mempertimbangkan aspek-aspek multikulturalisme Indonesia. Ketiga, mewajibkan referendum sebagai mekanisme persetujuan akhir untuk setiap amendemen konstitusi. Dengan demikian, partisipasi rakyat dapat dijamin pada setiap tahapan perubahan konstitusi, mulai dari pengusulan, pembahasan, hingga ratifikasi..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa Chile, Irlandia, dan Romania mengatur partisipasi rakyat dalam perubahan konstitusi melalui model yang berbeda.Chile menempatkan referendum sebagai instrumen utama, Irlandia memperluas partisipasi melalui praktik constitutional initiatives, sedangkan Romania menjamin keterlibatan rakyat sejak tahap pengusulan melalui constitutional initiatives dan pada tahap ratifikasi melalui referendum.Berdasarkan perbandingan tersebut, Indonesia perlu memperkuat partisipasi rakyat pada seluruh tahapan amendemen konstitusi, mulai dari pengusulan, pembahasan, hingga ratifikasi.Pada tahap pengusulan, mekanisme constitutional initiatives dapat diadopsi dengan menetapkan ambang batas dukungan berbasis persentase serta syarat sebaran suara di setiap daerah pemilihan agar usul perubahan tidak bersifat sentralistik atau sekadar mewakili kelompok kecil.Selanjutnya, pada tahap pembahasan dan ratifikasi, Indonesia dapat membentuk constitutional convention yang representatif serta mewajibkan referendum sebagai mekanisme persetujuan akhir.Implementasi dari seluruh gagasan ini dapat dilakukan melalui revisi terhadap Pasal 37 UUD NRI 1945 dan Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2024
<br>Pengaturan mengenai perubahan konstitusi di Indonesia masih menyisakan satu masalah krusial, yakni ketiadaan regulasi mengenai mekanisme partisipasi rakyat. Meskipun penelitian terdahulu telah berupaya menyelesaikan masalah ini, gagasan yang ditawarkan belum mencakup partisipasi rakyat pada setiap tahapan perubahan konstitusi. Artikel ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menawarkan gagasan penguatan partisipasi rakyat pada setiap tahapan amendemen konstitusi. Penelitian ini merupakan penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-8ec6b.webp" type="image/webp" length="115384" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-31e0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-2bc68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/perubahan-konstitusi-partisipasi-rakyat-constituti-thumb-8ec6b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-734-mkri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3060-jurnal-konstitusi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60829-pendidikan-agama-kristen-transformasi-digital</link>
	<guid isPermaLink="false">b356299a190be59b2fdaeabd3127e440</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 19:27:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lukas lukas ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot gacor ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gacor,lukas,slot,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen untuk meningkatkan interaksi reflektif peserta didik. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak komunitas digital berbasis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen untuk meningkatkan interaksi reflektif peserta didik. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak komunitas digital berbasis iman terhadap pembentukan karakter generasi muda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran keluarga dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah dan gereja dalam konteks pembelajaran hybrid di era digital. Ketiga arah ini dapat memberikan wawasan baru tentang integrasi teknologi, nilai teologis, dan lingkungan sosial dalam pendidikan Kristen.. Berdasarkan hasil kajian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Kristen di era digital tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai proses transmisi pengetahuan teologis, tetapi harus diarahkan pada proses formasi karakter dan spiritualitas yang holistik, integratif, dan transformatif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan Kristen masih menghadapi berbagai hambatan, meliputi dominasi pendekatan pedagogis yang berorientasi kognitif, rendahnya kompetensi pedagogi digital pendidik, lemahnya integrasi nilai spiritual dalam kurikulum, serta belum optimalnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan gereja.Kondisi tersebut menyebabkan proses internalisasi nilai Kristiani belum berlangsung secara mendalam dan berkelanjutan.Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan internalisasi, habituasi, dan transformasi, serta didukung oleh pedagogi reflektif, keteladanan, dan kontekstualisasi digital, lebih efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik Di tengah arus digitalisasi, pendidikan Kristen menghadapi disrupsi dalam proses internalisasi iman, sehingga nilai-nilai yang diajarkan tidak selalu membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik secara efektif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara pemahaman teologis dan praktik kehidupan sehari-hari. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pendidikan Kristen dan transformasi digital, kajian yang mengintegrasikan dimensi teologis, pedagogis, dan teknologi digital dalam satu model formasi spiritual yang holistik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat pendidikan Kristen sebagai proses formasi karakter dan spiritualitas di era digital serta merumuskan pendekatan pedagogis yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-416d1.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-416d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-416d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-416d1.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" alt="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-f2921.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-f2921.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-f2921.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-f2921.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" alt="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-5eeaa.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-5eeaa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-5eeaa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-5eeaa.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" alt="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60829-pendidikan-agama-kristen-transformasi-digital" title="JURIS - Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital" target="_blank">Rekonstruksi Hakikat Pendidikan Kristen sebagai Proses Formasi Karakter dan Spiritualitas dalam Konteks Era Digital</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen untuk meningkatkan interaksi reflektif peserta didik. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak komunitas digital berbasis iman terhadap pembentukan karakter generasi muda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran keluarga dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah dan gereja dalam konteks pembelajaran hybrid di era digital. Ketiga arah ini dapat memberikan wawasan baru tentang integrasi teknologi, nilai teologis, dan lingkungan sosial dalam pendidikan Kristen..
<br>Berdasarkan hasil kajian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Kristen di era digital tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai proses transmisi pengetahuan teologis, tetapi harus diarahkan pada proses formasi karakter dan spiritualitas yang holistik, integratif, dan transformatif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan Kristen masih menghadapi berbagai hambatan, meliputi dominasi pendekatan pedagogis yang berorientasi kognitif, rendahnya kompetensi pedagogi digital pendidik, lemahnya integrasi nilai spiritual dalam kurikulum, serta belum optimalnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan gereja.Kondisi tersebut menyebabkan proses internalisasi nilai Kristiani belum berlangsung secara mendalam dan berkelanjutan.Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan internalisasi, habituasi, dan transformasi, serta didukung oleh pedagogi reflektif, keteladanan, dan kontekstualisasi digital, lebih efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik
<br>Di tengah arus digitalisasi, pendidikan Kristen menghadapi disrupsi dalam proses internalisasi iman, sehingga nilai-nilai yang diajarkan tidak selalu membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik secara efektif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara pemahaman teologis dan praktik kehidupan sehari-hari. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pendidikan Kristen dan transformasi digital, kajian yang mengintegrasikan dimensi teologis, pedagogis, dan teknologi digital dalam satu model formasi spiritual yang holistik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat pendidikan Kristen sebagai proses formasi karakter dan spiritualitas di era digital serta merumuskan pendekatan pedagogis yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-416d1.webp" type="image/webp" length="100564" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-416d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-f2921.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/pendidikan-agama-kristen-pak-transformasi-digital-thumb-5eeaa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3470-sttkao.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14005-shiftkey-jurnal-teologi-pelayanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Do Green Acquisitions Create Value Evidence from US and Australian Markets ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Do Green Acquisitions Create Value Evidence from US and Australian Markets ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Do Green Acquisitions Create Value Evidence from US and Australian Markets ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60818-akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study</link>
	<guid isPermaLink="false">d8e0c252f93431885027a4260f29531b</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 19:26:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teuku umar ]]></category>
	<category><![CDATA[ cut mutia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cut,mutia,teuku,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi reaksi pasar terhadap akuisisi hijau. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi reaksi pasar terhadap akuisisi hijau. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari akuisisi hijau terhadap kinerja keuangan dan lingkungan perusahaan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan reaksi pasar terhadap akuisisi hijau di berbagai negara dan industri. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika pasar dan implikasinya bagi strategi perusahaan dan kebijakan keuangan berkelanjutan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuisisi hijau pada awalnya menghasilkan kenaikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan akuisisi non-hijau.Namun, setelah mengontrol determinan merger tradisional seperti ukuran transaksi relatif, diversifikasi lintas industri, dan rasio market-to-book, premi hijau tersebut menjadi tidak signifikan secara statistik.Temuan ini mengindikasikan bahwa investor mengevaluasi akuisisi hijau melalui metrik keuangan konvensional, bukan melalui atribut lingkungan.Studi ini memberikan kontribusi pada literatur green M&A dengan menunjukkan bahwa fundamental transaksi, bukan positioning lingkungan, yang mendorong reaksi pasar.Hal ini memiliki implikasi bagi strategi lingkungan perusahaan dan kebijakan keuangan berkelanjutan Penelitian ini mengkaji reaksi pemegang saham terhadap merger dan akuisisi hijau menggunakan 72 transaksi oleh perusahaan pengakuisisi di Amerika Serikat dan Australia selama periode 2018-2020. Sampel memasangkan 36 akuisisi hijau dengan 36 akuisisi non-hijau yang dicocokkan melalui propensity score matching, dengan identifikasi transaksi hijau dilakukan melalui penyaringan tekstual dan klasifikasi industri. Metodologi event study dengan jendela tiga hari [-1, 1] dan berbagai uji ketahanan menunjukkan bahwa akuisisi hijau pada awalnya menghasilkan cumulative abnormal returns yang lebih tinggi dibandingkan akuisisi non-hijau (2,85% versus 0,90%). Namun, regresi lintas-seksi menunjukkan bahwa premi hijau tersebut menjadi tidak signifikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-3f56c.webp" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-3f56c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-3f56c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-3f56c.webp 1x" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" alt="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-76b7c.webp" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-76b7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-76b7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-76b7c.webp 1x" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" alt="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-9c505.webp" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-9c505.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-9c505.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-9c505.webp 1x" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" alt="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60818-akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study" title="JURIS - Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets" target="_blank">Do Green Acquisitions Create Value? Evidence from US and Australian Markets</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi reaksi pasar terhadap akuisisi hijau. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari akuisisi hijau terhadap kinerja keuangan dan lingkungan perusahaan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan reaksi pasar terhadap akuisisi hijau di berbagai negara dan industri. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika pasar dan implikasinya bagi strategi perusahaan dan kebijakan keuangan berkelanjutan..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuisisi hijau pada awalnya menghasilkan kenaikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan akuisisi non-hijau.Namun, setelah mengontrol determinan merger tradisional seperti ukuran transaksi relatif, diversifikasi lintas industri, dan rasio market-to-book, premi hijau tersebut menjadi tidak signifikan secara statistik.Temuan ini mengindikasikan bahwa investor mengevaluasi akuisisi hijau melalui metrik keuangan konvensional, bukan melalui atribut lingkungan.Studi ini memberikan kontribusi pada literatur green M&A dengan menunjukkan bahwa fundamental transaksi, bukan positioning lingkungan, yang mendorong reaksi pasar.Hal ini memiliki implikasi bagi strategi lingkungan perusahaan dan kebijakan keuangan berkelanjutan
<br>Penelitian ini mengkaji reaksi pemegang saham terhadap merger dan akuisisi hijau menggunakan 72 transaksi oleh perusahaan pengakuisisi di Amerika Serikat dan Australia selama periode 2018-2020. Sampel memasangkan 36 akuisisi hijau dengan 36 akuisisi non-hijau yang dicocokkan melalui propensity score matching, dengan identifikasi transaksi hijau dilakukan melalui penyaringan tekstual dan klasifikasi industri. Metodologi event study dengan jendela tiga hari [-1,  1] dan berbagai uji ketahanan menunjukkan bahwa akuisisi hijau pada awalnya menghasilkan cumulative abnormal returns yang lebih tinggi dibandingkan akuisisi non-hijau (2,85% versus 0,90%). Namun, regresi lintas-seksi menunjukkan bahwa premi hijau tersebut menjadi tidak signifikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-76b7c.webp" type="image/webp" length="93276" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-3f56c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-76b7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/akuisisi-hijau-nilai-pemegang-saham-event-study-in-thumb-9c505.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-820-stietribhakti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14003-jurnal-kewirausahaan-akuntansi-manajemen-tri-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Consumer Satisfaction as a Mediating Variable The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Consumer Satisfaction as a Mediating Variable The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Consumer Satisfaction as a Mediating Variable The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60815-kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis</link>
	<guid isPermaLink="false">78f98195aded6e47fd595934f1c94339</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 18:57:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teuku umar ]]></category>
	<category><![CDATA[ cut mutia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cut,mutia,teuku,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran faktor budaya dalam memengaruhi kepuasan konsumen dan keputusan pembelian di berbagai kota Indonesia. Selain itu, studi tentang bagaimana literasi teknologi memodifikasi hubungan antara kualitas layanan dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran faktor budaya dalam memengaruhi kepuasan konsumen dan keputusan pembelian di berbagai kota Indonesia. Selain itu, studi tentang bagaimana literasi teknologi memodifikasi hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan konsumen akan memberikan wawasan mendalam. Penelitian perbandingan antara pengaruh persepsi merek terhadap keputusan pembelian iPhone dengan merek smartphone premium lainnya, seperti Samsung atau Huawei, juga relevan untuk memahami dinamika pasar yang lebih luas. Penelitian longitudinal yang melibatkan observasi jangka panjang terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas merek dapat mengungkap pola perilaku yang lebih stabil. Selain itu, studi tentang dampak harga terhadap keputusan pembelian di pasar premium bisa menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian yang melibatkan survei lintas wilayah untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumen antara kota besar dan daerah pedesaan juga diperlukan. Pengembangan model prediktif berbasis data besar untuk memproyeksikan tren pembelian smartphone premium di masa depan dapat memberikan nilai praktis. Penelitian tentang peran media sosial dalam membentuk persepsi konsumen terhadap iPhone dan merek kompetitor juga layak dieksplorasi. Selain itu, studi tentang pengaruh pandangan masyarakat terhadap teknologi terhadap keputusan pembelian smartphone premium bisa memberikan perspektif baru. Terakhir, penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami motivasi psikologis di balik keputusan pembelian smartphone premium akan melengkapi temuan studi ini.. Studi ini memastikan bahwa kualitas layanan dan persepsi konsumen secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian iPhone di Kota Depok, dengan kepuasan konsumen berperan sebagai mediator penting.Kualitas layanan menjadi prediktor terkuat terhadap kepuasan (=0,412), sedangkan kepuasan menunjukkan efek langsung terbesar pada keputusan pembelian (=0,458).Analisis mediasi menunjukkan bahwa kepuasan mengalirkan 31,4% efek total kualitas layanan dan 37,4% efek total persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian, menegaskan peran kunci kepuasan dalam mengubah pengalaman layanan dan persepsi merek menjadi hasil perilaku.Dengan model menjelaskan 68,3% varians keputusan pembelian, temuan menekankan kebutuhan strategi terpadu yang mengintegrasikan keunggulan layanan, manajemen persepsi merek, dan peningkatan kepuasan untuk mengoptimalkan kinerja penjualan di pasar smartphone premium Studi ini meneliti pengaruh kualitas layanan dan persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian iPhone, yang dimediasi oleh kepuasan konsumen di antara 200 konsumen di Kota Depok, Indonesia. Menggunakan analisis Smart PLS-SEM, temuan menunjukkan bahwa kualitas layanan secara signifikan memengaruhi kepuasan konsumen (=0,412, p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-5dc43.webp" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-5dc43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-5dc43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-5dc43.webp 1x" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" alt="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-0a994.webp" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-0a994.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-0a994.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-0a994.webp 1x" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" alt="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-50283.webp" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-50283.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-50283.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-50283.webp 1x" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" alt="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60815-kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis" title="JURIS - Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City" target="_blank">Consumer Satisfaction as a Mediating Variable: The Impact of Service Quality and Consumer Perception on iPhone Purchase Decisions in Depok City</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran faktor budaya dalam memengaruhi kepuasan konsumen dan keputusan pembelian di berbagai kota Indonesia. Selain itu, studi tentang bagaimana literasi teknologi memodifikasi hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan konsumen akan memberikan wawasan mendalam. Penelitian perbandingan antara pengaruh persepsi merek terhadap keputusan pembelian iPhone dengan merek smartphone premium lainnya, seperti Samsung atau Huawei, juga relevan untuk memahami dinamika pasar yang lebih luas. Penelitian longitudinal yang melibatkan observasi jangka panjang terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas merek dapat mengungkap pola perilaku yang lebih stabil. Selain itu, studi tentang dampak harga terhadap keputusan pembelian di pasar premium bisa menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian yang melibatkan survei lintas wilayah untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumen antara kota besar dan daerah pedesaan juga diperlukan. Pengembangan model prediktif berbasis data besar untuk memproyeksikan tren pembelian smartphone premium di masa depan dapat memberikan nilai praktis. Penelitian tentang peran media sosial dalam membentuk persepsi konsumen terhadap iPhone dan merek kompetitor juga layak dieksplorasi. Selain itu, studi tentang pengaruh pandangan masyarakat terhadap teknologi terhadap keputusan pembelian smartphone premium bisa memberikan perspektif baru. Terakhir, penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami motivasi psikologis di balik keputusan pembelian smartphone premium akan melengkapi temuan studi ini..
<br>Studi ini memastikan bahwa kualitas layanan dan persepsi konsumen secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian iPhone di Kota Depok, dengan kepuasan konsumen berperan sebagai mediator penting.Kualitas layanan menjadi prediktor terkuat terhadap kepuasan (=0,412), sedangkan kepuasan menunjukkan efek langsung terbesar pada keputusan pembelian (=0,458).Analisis mediasi menunjukkan bahwa kepuasan mengalirkan 31,4% efek total kualitas layanan dan 37,4% efek total persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian, menegaskan peran kunci kepuasan dalam mengubah pengalaman layanan dan persepsi merek menjadi hasil perilaku.Dengan model menjelaskan 68,3% varians keputusan pembelian, temuan menekankan kebutuhan strategi terpadu yang mengintegrasikan keunggulan layanan, manajemen persepsi merek, dan peningkatan kepuasan untuk mengoptimalkan kinerja penjualan di pasar smartphone premium
<br>Studi ini meneliti pengaruh kualitas layanan dan persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian iPhone, yang dimediasi oleh kepuasan konsumen di antara 200 konsumen di Kota Depok, Indonesia. Menggunakan analisis Smart PLS-SEM, temuan menunjukkan bahwa kualitas layanan secara signifikan memengaruhi kepuasan konsumen (=0,412, p<0,001) dan keputusan pembelian (=0,328, p<0,001). Persepsi konsumen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan (=0,385, p<0,001) dan keputusan pembelian (=0,294, p<0,01). Kepuasan konsumen sebagian memediasi hubungan antara kualitas layanan dan keputusan pembelian (=0,189, p<0,01), dan antara persepsi konsumen dan keputusan pembelian (=0,176, p<0,01). Model ini menjelaskan 68,3% varians dalam keputusan pembelian, yang menegaskan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-50283.webp" type="image/webp" length="108672" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-5dc43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-0a994.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/kepuasan-konsumen-faktor-budaya-analisis-persepsi-thumb-50283.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-820-stietribhakti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14003-jurnal-kewirausahaan-akuntansi-manajemen-tri-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z Perspektif Ekolinguistik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z Perspektif Ekolinguistik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z Perspektif Ekolinguistik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60811-ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lok</link>
	<guid isPermaLink="false">8b676588c353a7ed90dd05f13b09145b</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 18:25:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zawawi imron ]]></category>
	<category><![CDATA[ zamawi imron ]]></category>
	<category><![CDATA[ ahmad khairi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,imron,khairi,zamawi,zawawi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh platform digital seperti media sosial terhadap konvergensi makna humor di kalangan Gen Z. Selain itu, studi tentang peran kearifan lokal dalam membentuk tipologi humor yang relevan dengan konteks budaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh platform digital seperti media sosial terhadap konvergensi makna humor di kalangan Gen Z. Selain itu, studi tentang peran kearifan lokal dalam membentuk tipologi humor yang relevan dengan konteks budaya digital dapat dikembangkan. Terakhir, penelitian dapat menginvestigasi dinamika hubungan antara ekosistem digital dan penggunaan bahasa humor untuk memahami bagaimana lingkungan virtual memengaruhi identitas komunikatif generasi muda.. Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antara alam dan manusia dalam konteks konvergensi dan tipologi makna humor pada ekolinguistik menunjukkan bahwa bahasa berperan lebih dari sekadar alat komunikasi.Bahasa dapat mencerminkan dan membentuk interaksi manusia dengan lingkungannya, baik secara alamiah maupun sosial.Melalui tiga prinsip utama yaitu kearifan lokal, peran lingkungan, dan hubungan timbal balik antara alam dan manusia, penelitian ini membuktikan bahwa lingkungan digital turut membentuk bahasa Gen Z yang mengandung makna simbolis dan mencerminkan pola pikir serta nilai yang dianut generasi tersebut Perspektif ekolinguistik memiliki sudut pandang untuk menganalisis fenomena pengaruh lingkungan terhadap bahasa humor sebagai bentuk komunikasi yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, budaya, dan bahkan lingkungan digital tempat komunikasi itu berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konvergensi dan tipologi makna humor yang dihasilkan dalam komunikasi Gen Z dan bagaimana konteks lingkungan digital membentuk pemahaman dan penerimaan terhadap humor yang disajikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik baca dan catat. Unsur pembangun ekolinguistik meliputi hubungan alam dengan manusia, peran latar atau lingkungan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-21c9a.webp" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-21c9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-21c9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-21c9a.webp 1x" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" alt="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-28b77.webp" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-28b77.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-28b77.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-28b77.webp 1x" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" alt="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-193f8.webp" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-193f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-193f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-193f8.webp 1x" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" alt="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60811-ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lok" title="JURIS - Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik" target="_blank">Konvergensi dan Tipologi Makna Humor sebagai Konstruksi Konteks Komunikasi Ala Gen Z: Perspektif Ekolinguistik</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh platform digital seperti media sosial terhadap konvergensi makna humor di kalangan Gen Z. Selain itu, studi tentang peran kearifan lokal dalam membentuk tipologi humor yang relevan dengan konteks budaya digital dapat dikembangkan. Terakhir, penelitian dapat menginvestigasi dinamika hubungan antara ekosistem digital dan penggunaan bahasa humor untuk memahami bagaimana lingkungan virtual memengaruhi identitas komunikatif generasi muda..
<br>Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antara alam dan manusia dalam konteks konvergensi dan tipologi makna humor pada ekolinguistik menunjukkan bahwa bahasa berperan lebih dari sekadar alat komunikasi.Bahasa dapat mencerminkan dan membentuk interaksi manusia dengan lingkungannya, baik secara alamiah maupun sosial.Melalui tiga prinsip utama yaitu kearifan lokal, peran lingkungan, dan hubungan timbal balik antara alam dan manusia, penelitian ini membuktikan bahwa lingkungan digital turut membentuk bahasa Gen Z yang mengandung makna simbolis dan mencerminkan pola pikir serta nilai yang dianut generasi tersebut
<br>Perspektif ekolinguistik memiliki sudut pandang untuk menganalisis fenomena pengaruh lingkungan terhadap bahasa humor sebagai bentuk komunikasi yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, budaya, dan bahkan lingkungan digital tempat komunikasi itu berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konvergensi dan tipologi makna humor yang dihasilkan dalam komunikasi Gen Z dan bagaimana konteks lingkungan digital membentuk pemahaman dan penerimaan terhadap humor yang disajikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik baca dan catat. Unsur pembangun ekolinguistik meliputi hubungan alam dengan manusia, peran latar atau lingkungan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-21c9a.webp" type="image/webp" length="87316" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-21c9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-28b77.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/ekolinguistik-gen-z-humor-tipologi-makna-lokal-per-thumb-193f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2151-uinmadura.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11973-jurnal-pendidikan-bahasa-sastra-indonesia-ghancaran.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web dan Implementasinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web dan Implementasinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web dan Implementasinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60808-ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-l</link>
	<guid isPermaLink="false">407a763091d317396f53e582a01ba3cc</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 17:59:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zawawi imron ]]></category>
	<category><![CDATA[ zamawi imron ]]></category>
	<category><![CDATA[ ahmad khairi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,imron,khairi,zamawi,zawawi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Membangun platform interaktif berbasis digital untuk mengajak siswa menciptakan cerita pendek ekologis yang menggambarkan isu lingkungan lokal, sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka. 2) Mengintegrasikan teknologi augmented reality ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web dan Implementasinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra: 1) Membangun platform interaktif berbasis digital untuk mengajak siswa menciptakan cerita pendek ekologis yang menggambarkan isu lingkungan lokal, sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka. 2) Mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) dalam pembelajaran sastra untuk memvisualisasikan dampak ekologis secara dinamis, seperti simulasi banjir akibat polusi atau deforestasi. 3) Mengembangkan program kolaborasi antara sekolah dan komunitas setempat untuk menerapkan solusi lingkungan berdasarkan cerita yang dipelajari, misalnya melalui proyek penanaman pohon atau kampanye kebersihan sungai.. Cerpen digital berbasis web berhasil menggambarkan dampak negatif perilaku manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran, banjir, dan deforestasi.Cerpen-cerpen ini tidak hanya menggambarkan kerusakan fisik tetapi juga dampak emosional dan sosial yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya, sehingga mampu meningkatkan kesadaran ekologis pembaca.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen digital memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media edukasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam membangun kesadaran lingkungan siswa.Implementasi nilai-nilai ekologis dalam cerpen digital berbasis web dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia memberikan dampak signifikan dalam membangun kesadaran lingkungan siswa dan mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap alam Penelitian ini mengkaji nilai-nilai ekologis dalam cerpen digital berbasis web dan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Data penelitian diambil dari tiga cerpen berjudul Penyumbang Sampah ke Sungai, Rumahku Kebanjiran, dan Banjir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekologi sastra untuk mengidentifikasi nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam cerpen tersebut. Hasil penelitian secara efektif menunjukkan bahwa cerpen-cerpen menggambarkan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran, deforestasi, dan banjir. Nilai-nilai ekologis dalam cerpen dapat diimplementasikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran siswa, memperkuat keterampilan berpikir kritis, dan mendorong tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam. Penelitian ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-6cfe1.webp" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-6cfe1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-6cfe1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-6cfe1.webp 1x" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" alt="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-46328.webp" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-46328.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-46328.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-46328.webp 1x" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" alt="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-c2781.webp" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-c2781.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-c2781.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-c2781.webp 1x" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" alt="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60808-ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-l" title="JURIS - Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra" target="_blank">Kajian Ekologi Cerpen Digital Berbasis Web  dan Implementasinya  dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra</a>: 1) Membangun platform interaktif berbasis digital untuk mengajak siswa menciptakan cerita pendek ekologis yang menggambarkan isu lingkungan lokal, sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka. 2) Mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) dalam pembelajaran sastra untuk memvisualisasikan dampak ekologis secara dinamis, seperti simulasi banjir akibat polusi atau deforestasi. 3) Mengembangkan program kolaborasi antara sekolah dan komunitas setempat untuk menerapkan solusi lingkungan berdasarkan cerita yang dipelajari, misalnya melalui proyek penanaman pohon atau kampanye kebersihan sungai..
<br>Cerpen digital berbasis web berhasil menggambarkan dampak negatif perilaku manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran, banjir, dan deforestasi.Cerpen-cerpen ini tidak hanya menggambarkan kerusakan fisik tetapi juga dampak emosional dan sosial yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya, sehingga mampu meningkatkan kesadaran ekologis pembaca.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen digital memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media edukasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam membangun kesadaran lingkungan siswa.Implementasi nilai-nilai ekologis dalam cerpen digital berbasis web dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia memberikan dampak signifikan dalam membangun kesadaran lingkungan siswa dan mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap alam
<br>Penelitian ini mengkaji nilai-nilai ekologis dalam cerpen digital berbasis web dan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Data penelitian diambil dari tiga cerpen berjudul Penyumbang Sampah ke Sungai, Rumahku Kebanjiran, dan Banjir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekologi sastra untuk mengidentifikasi nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam cerpen tersebut. Hasil penelitian secara efektif menunjukkan bahwa cerpen-cerpen menggambarkan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran, deforestasi, dan banjir. Nilai-nilai ekologis dalam cerpen dapat diimplementasikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran siswa, memperkuat keterampilan berpikir kritis, dan mendorong tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam. Penelitian ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-46328.webp" type="image/webp" length="226618" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-6cfe1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-46328.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/ekologi-sastra-cerpen-digital-pendidikan-lingkunga-thumb-c2781.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2151-uinmadura.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11973-jurnal-pendidikan-bahasa-sastra-indonesia-ghancaran.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact of Advertising Content on Purchase Intention The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Advertising Content on Purchase Intention The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Advertising Content on Purchase Intention The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60817-niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek</link>
	<guid isPermaLink="false">fc1aeca4bf9194abb30b7efdabea81de</guid>
	<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 17:51:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teuku umar ]]></category>
	<category><![CDATA[ cut mutia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cut,mutia,teuku,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki moderator tambahan seperti keterlibatan kategori produk, orientasi budaya, dan karakteristik saluran media untuk memahami kondisi batas dengan lebih baik. Desain longitudinal yang menyelidiki dinamika ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki moderator tambahan seperti keterlibatan kategori produk, orientasi budaya, dan karakteristik saluran media untuk memahami kondisi batas dengan lebih baik. Desain longitudinal yang menyelidiki dinamika temporal efek iklan akan meningkatkan inferensi kausal. Meluas ke wilayah metropolitan Asia Tenggara lainnya selain Jakarta akan meningkatkan generalisasi dan mengungkapkan variasi regional potensial dalam pola efektivitas iklan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman tentang pengaruh konten iklan pada perilaku konsumen di pasar negara berkembang.. Studi ini memberikan bukti empiris komprehensif tentang pengaruh konten iklan pada niat beli melalui mediasi kesadaran merek dan citra merek, dengan moderasi Generasi Z.Semua hubungan hipotesis didukung secara empiris, menunjukkan efek langsung dan tidak langsung yang signifikan dari konten iklan pada niat beli.Temuan mengungkapkan bahwa konsumen Generasi Z menunjukkan responsivitas yang lebih tinggi terhadap konten iklan, yang memperkuat efeknya pada persepsi merek dan hasil perilaku.Hasil ini secara teoritis memvalidasi model integratif yang mencakup mediator dan moderator multipel, serta menawarkan wawasan praktis untuk mengembangkan strategi iklan yang ditargetkan secara generasional di pasar negara berkembang Studi ini meneliti pengaruh konten iklan terhadap niat beli di antara 500 konsumen di Jakarta, Indonesia, dengan fokus pada Generasi Z sebagai faktor moderasi. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), kami menyelidiki peran mediasi kesadaran merek dan citra merek dalam hubungan iklan-niat beli. Hasil menunjukkan bahwa konten iklan secara signifikan memengaruhi niat beli baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesadaran merek dan citra merek. Keanggotaan Generasi Z secara signifikan memoderasi hubungan ini, memperkuat efek konten iklan pada hasil merek. Temuan ini berkontribusi pada teori efektivitas iklan dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemasar yang menargetkan konsumen yang lahir di era digital di pasar negara berkembang. Model komprehensif menjelaskan varians substansial dalam niat beli,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-daee0.webp" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-daee0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-daee0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-daee0.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" alt="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-6df2e.webp" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-6df2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-6df2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-6df2e.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" alt="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-d07fe.webp" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-d07fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-d07fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-d07fe.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" alt="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60817-niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek" title="JURIS - The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation" target="_blank">The Impact of Advertising Content on Purchase Intention: The Mediating Role of Brand Awareness and Brand Image with Generation Z Moderation</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki moderator tambahan seperti keterlibatan kategori produk, orientasi budaya, dan karakteristik saluran media untuk memahami kondisi batas dengan lebih baik. Desain longitudinal yang menyelidiki dinamika temporal efek iklan akan meningkatkan inferensi kausal. Meluas ke wilayah metropolitan Asia Tenggara lainnya selain Jakarta akan meningkatkan generalisasi dan mengungkapkan variasi regional potensial dalam pola efektivitas iklan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman tentang pengaruh konten iklan pada perilaku konsumen di pasar negara berkembang..
<br>Studi ini memberikan bukti empiris komprehensif tentang pengaruh konten iklan pada niat beli melalui mediasi kesadaran merek dan citra merek, dengan moderasi Generasi Z.Semua hubungan hipotesis didukung secara empiris, menunjukkan efek langsung dan tidak langsung yang signifikan dari konten iklan pada niat beli.Temuan mengungkapkan bahwa konsumen Generasi Z menunjukkan responsivitas yang lebih tinggi terhadap konten iklan, yang memperkuat efeknya pada persepsi merek dan hasil perilaku.Hasil ini secara teoritis memvalidasi model integratif yang mencakup mediator dan moderator multipel, serta menawarkan wawasan praktis untuk mengembangkan strategi iklan yang ditargetkan secara generasional di pasar negara berkembang
<br>Studi ini meneliti pengaruh konten iklan terhadap niat beli di antara 500 konsumen di Jakarta, Indonesia, dengan fokus pada Generasi Z sebagai faktor moderasi. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), kami menyelidiki peran mediasi kesadaran merek dan citra merek dalam hubungan iklan-niat beli. Hasil menunjukkan bahwa konten iklan secara signifikan memengaruhi niat beli baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesadaran merek dan citra merek. Keanggotaan Generasi Z secara signifikan memoderasi hubungan ini, memperkuat efek konten iklan pada hasil merek. Temuan ini berkontribusi pada teori efektivitas iklan dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemasar yang menargetkan konsumen yang lahir di era digital di pasar negara berkembang. Model komprehensif menjelaskan varians substansial dalam niat beli,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-6df2e.webp" type="image/webp" length="92040" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-daee0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-6df2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/niat-beli-labubu-konsumen-persepsi-merek-konten-ke-thumb-d07fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-820-stietribhakti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14003-jurnal-kewirausahaan-akuntansi-manajemen-tri-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 26 Aug 2026 02:24:16 +0700. 12 items. Served in: 5.865 seconds [rss] -->
