<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 16:58:44 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:58:44 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-04T16:58:44+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33557-siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifik</link>
	<guid isPermaLink="false">1a7b5612637d103a198c47c3f5c7a14e</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:36:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan antusiasme dan hasil belajar siswa dalam materi tata surya, perlu diimbangi dengan kualitas dan metode yang menarik dalam implementasi konkret. Peningkatan hasil belajar menjadi fokus utama dalam penyampaian materi kepada siswa, terutama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar: Untuk meningkatkan antusiasme dan hasil belajar siswa dalam materi tata surya, perlu diimbangi dengan kualitas dan metode yang menarik dalam implementasi konkret. Peningkatan hasil belajar menjadi fokus utama dalam penyampaian materi kepada siswa, terutama dalam mengoperasikan media pembelajaran inovatif. Media yang valid, praktis, dan efektif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran IPA di sekolah dasar. Selain itu, pengembangan media pembelajaran miniatur 3D juga dapat menjadi sarana untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif dalam memahami konsep tata surya.. Media miniatur 3D tata surya ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan mencegah kebosanan selama pembelajaran.Media ini telah diuji secara valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam peningkatan dan pengembangan pembelajaran materi sistem tata surya pada siswa kelas VI Sekolah Dasar.Melalui media miniatur 3D, siswa kelas VI dapat dengan mudah memahami urutan planet-planet, mengetahui bentuk, warna, dan ukuran masing-masing planet dalam sistem tata surya, serta mengenal meteor dan benda langit lainnya yang ada dalam media miniatur tata surya 3D Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media miniature 3D yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi sistem tata surya. Media ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara komprehensif dan menarik perhatian serta motivasi mereka untuk belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R & D) dengan mengikuti prosedur Borg dan Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI. Tahapan penelitian meliputi pengembangan media, validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi, serta uji coba produk. Uji coba produk terdiri dari tiga tahap: uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Data analisis menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-47f2c.webp" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-47f2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-47f2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-47f2c.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" alt="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-4ea8f.webp" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-4ea8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-4ea8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-4ea8f.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" alt="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-1d405.webp" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-1d405.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-1d405.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-1d405.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" alt="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33557-siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifik" title="JURIS - Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar" target="_blank">Pengembangan Media Miniatur 3D Pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Kelas VI Sekolah Dasar</a>: Untuk meningkatkan antusiasme dan hasil belajar siswa dalam materi tata surya, perlu diimbangi dengan kualitas dan metode yang menarik dalam implementasi konkret. Peningkatan hasil belajar menjadi fokus utama dalam penyampaian materi kepada siswa, terutama dalam mengoperasikan media pembelajaran inovatif. Media yang valid, praktis, dan efektif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran IPA di sekolah dasar. Selain itu, pengembangan media pembelajaran miniatur 3D juga dapat menjadi sarana untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif dalam memahami konsep tata surya..
<br>Media miniatur 3D tata surya ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan mencegah kebosanan selama pembelajaran.Media ini telah diuji secara valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam peningkatan dan pengembangan pembelajaran materi sistem tata surya pada siswa kelas VI Sekolah Dasar.Melalui media miniatur 3D, siswa kelas VI dapat dengan mudah memahami urutan planet-planet, mengetahui bentuk, warna, dan ukuran masing-masing planet dalam sistem tata surya, serta mengenal meteor dan benda langit lainnya yang ada dalam media miniatur tata surya 3D
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media miniature 3D yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi sistem tata surya. Media ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara komprehensif dan menarik perhatian serta motivasi mereka untuk belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R & D) dengan mengikuti prosedur Borg dan Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI. Tahapan penelitian meliputi pengembangan media, validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi, serta uji coba produk. Uji coba produk terdiri dari tiga tahap: uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Data analisis menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-47f2c.webp" type="image/webp" length="91420" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-47f2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-4ea8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/siswa-ber-motivasi-ahli-uji-coba-hasil-verifikasi-thumb-1d405.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3877-jurnal-kajian-pembelajaran-keilmuan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33556-based-learning-model-pbl-kombinasi</link>
	<guid isPermaLink="false">3c244cb96eb329ca4d3bfe8fed65b62f</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:36:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat keberhasilan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada upaya spesifik untuk mengoptimalkan indikator kemampuan menyimpulkan. Meskipun ada peningkatan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo: Melihat keberhasilan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada upaya spesifik untuk mengoptimalkan indikator kemampuan menyimpulkan. Meskipun ada peningkatan, indikator ini awalnya merupakan yang terendah, sehingga menarik untuk mengkaji secara mendalam bagaimana variasi implementasi PBL atau integrasi teknik pendukung tertentu, seperti bimbingan terstruktur dalam penalaran logis atau penggunaan studi kasus yang lebih kompleks, dapat secara signifikan memperkuat keterampilan inferensi siswa. Sebagai tambahan, penelitian di masa mendatang juga dapat mengevaluasi keberlanjutan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang diperoleh siswa setelah intervensi PBL berakhir, serta sejauh mana kemampuan ini dapat ditransfer dan diaplikasikan dalam konteks mata pelajaran lain di luar IPA atau dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Investigasi mengenai retensi jangka panjang dan transferabilitas keterampilan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dampak holistik PBL. Selanjutnya, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas model PBL dengan model pembelajaran lain, seperti inkuiri terbimbing atau pembelajaran berbasis proyek, dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada jenjang dan karakteristik sekolah yang serupa. Perbandingan ini dapat mengidentifikasi keunggulan komparatif serta konteks paling optimal bagi setiap pendekatan, sekaligus membuka peluang untuk mengidentifikasi faktor-faktor moderasi yang mungkin mempengaruhi hasil pembelajaran, seperti tingkat motivasi awal siswa atau dukungan lingkungan belajar. Pendekatan-pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang strategi pedagogis terbaik untuk menumbuhkan pemikir kritis.. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan adanya peningkatan setiap indikator kemampuan berpikir kritis peserta didik.Rata-rata kemampuan berpikir kritis yang semula 46% meningkat menjadi 79% setelah menggunakan model problem based learning Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pelajaran. Penilaian kemampuan berpikir kritis diukur menggunakan soal uraian yang diberikan pada akhir setiap siklus pembelajaran sesuai dengan lima indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus 1, hasilnya 60% dalam kategori cukup baik, dan pada siklus kedua, hasilnya 79%... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-af344.webp" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-af344.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-af344.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-af344.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" alt="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-be5ee.webp" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-be5ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-be5ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-be5ee.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" alt="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-e2cfc.webp" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-e2cfc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-e2cfc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-e2cfc.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" alt="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33556-based-learning-model-pbl-kombinasi" title="JURIS - Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo" target="_blank">Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIIE Di SMPN 2 Bangorejo</a>: Melihat keberhasilan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada upaya spesifik untuk mengoptimalkan indikator kemampuan menyimpulkan. Meskipun ada peningkatan, indikator ini awalnya merupakan yang terendah, sehingga menarik untuk mengkaji secara mendalam bagaimana variasi implementasi PBL atau integrasi teknik pendukung tertentu, seperti bimbingan terstruktur dalam penalaran logis atau penggunaan studi kasus yang lebih kompleks, dapat secara signifikan memperkuat keterampilan inferensi siswa. Sebagai tambahan, penelitian di masa mendatang juga dapat mengevaluasi keberlanjutan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang diperoleh siswa setelah intervensi PBL berakhir, serta sejauh mana kemampuan ini dapat ditransfer dan diaplikasikan dalam konteks mata pelajaran lain di luar IPA atau dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Investigasi mengenai retensi jangka panjang dan transferabilitas keterampilan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dampak holistik PBL. Selanjutnya, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas model PBL dengan model pembelajaran lain, seperti inkuiri terbimbing atau pembelajaran berbasis proyek, dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada jenjang dan karakteristik sekolah yang serupa. Perbandingan ini dapat mengidentifikasi keunggulan komparatif serta konteks paling optimal bagi setiap pendekatan, sekaligus membuka peluang untuk mengidentifikasi faktor-faktor moderasi yang mungkin mempengaruhi hasil pembelajaran, seperti tingkat motivasi awal siswa atau dukungan lingkungan belajar. Pendekatan-pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang strategi pedagogis terbaik untuk menumbuhkan pemikir kritis..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan adanya peningkatan setiap indikator kemampuan berpikir kritis peserta didik.Rata-rata kemampuan berpikir kritis yang semula 46% meningkat menjadi 79% setelah menggunakan model problem based learning
<br>Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pelajaran. Penilaian kemampuan berpikir kritis diukur menggunakan soal uraian yang diberikan pada akhir setiap siklus pembelajaran sesuai dengan lima indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus 1, hasilnya 60% dalam kategori cukup baik, dan pada siklus kedua, hasilnya 79%...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-e2cfc.webp" type="image/webp" length="83374" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-af344.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-be5ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/based-learning-model-pbl-kombinasi-problem-solving-thumb-e2cfc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3877-jurnal-kajian-pembelajaran-keilmuan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Physical Properties of Polyvinyl Alcohol Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Physical Properties of Polyvinyl Alcohol Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Physical Properties of Polyvinyl Alcohol Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33566-analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos</link>
	<guid isPermaLink="false">03fe1c65445ad105c3340b89096d3591</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 14:51:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi film PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN sebagai indikator pH. Film ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang kondisi makanan dengan perubahan warna film ketika diterapkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi film PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN sebagai indikator pH. Film ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang kondisi makanan dengan perubahan warna film ketika diterapkan sebagai kemasan makanan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi film agar dapat berfungsi sebagai indikator waktu-suhu, yang dapat memberikan informasi tentang kondisi penyimpanan makanan. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk meningkatkan sifat antibakteri film dengan menambahkan senyawa antibakteri alami lainnya, seperti ekstrak tanaman atau minyak esensial, untuk meningkatkan efektivitas film dalam mencegah pertumbuhan bakteri dan memperpanjang masa simpan makanan.. Dalam penelitian ini, film PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN dengan penambahan AN menunjukkan beberapa perubahan pada sifat fisik.Sudut kontak tertinggi pada film diamati pada konsentrasi AN 10% pada komposisi PVA/CH/AN.Permukaan film terlihat lebih halus pada komposisi PVA/CH/AN.Spektroskopi FTIR menunjukkan komposisi PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN dengan variasi AN (5-40%) mengandung puncak AN.Spektroskopi UV-vis menunjukkan peningkatan pada panjang gelombang 550-650 nm dengan peningkatan komposisi AN.Uji potensi film menunjukkan perubahan warna film ketika brokoli membusuk, dengan pembusukan tercepat terjadi pada suhu kamar.Komposisi PVA/CH/AN memiliki zona antibakteri yang jelas dengan pertumbuhan mikroba sekitar 16 mm.Singkatnya, penambahan AN dalam jumlah kecil, yaitu 5% dan 10%, meningkatkan nilai antibakteri film, sehingga dapat diterapkan sebagai film kemasan makanan Komposit polivinil alkohol (PVA) dan chitosan (CH) polimer, dengan penambahan anthocyanin (AN) yang diperoleh dari bunga bunga kecombrang, dipersiapkan menggunakan metode drop-casting. Komposit dibuat dengan menambahkan konsentrasi berbeda 5-40% anthocyanin dengan larutan PVA 5% dan CH 2% (perbandingan berat PVA/CH adalah 80:20). Larutan polimer dicampur pada suhu 80 AC dan dikeringkan menggunakan metode drop-casting pada suhu 25 AC selama 48 jam. Komposit dikarakterisasi menggunakan mikroskop elektron pemindai (SEM), spektroskopi inframerah Fourier (FTIR), spektroskopi ultraviolet-visible (UV-vis), sudut kontak, sifat antibakteri, dan aplikasi kemasan makanan. Morfologi yang diperoleh menggunakan SEM menunjukkan bahwa permukaan PVA/CH dengan AN dan gliserol lebih halus daripada PVA/CH. Peningkatan absorpsi pada panjang gelombang 650-700 nm dari spektroskopi UV-vis mengkonfirmasi keberhasilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-621e4.webp" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-621e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-621e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-621e4.webp 1x" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" alt="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-d0e85.webp" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-d0e85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-d0e85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-d0e85.webp 1x" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" alt="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-fceae.webp" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-fceae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-fceae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-fceae.webp 1x" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" alt="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33566-analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos" title="JURIS - Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications" target="_blank">Physical Properties of Polyvinyl Alcohol/Chitosan Films with the Addition of Anthocyanin Extract from Butterfly Pea for Food Packaging Applications</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi film PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN sebagai indikator pH. Film ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang kondisi makanan dengan perubahan warna film ketika diterapkan sebagai kemasan makanan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi film agar dapat berfungsi sebagai indikator waktu-suhu, yang dapat memberikan informasi tentang kondisi penyimpanan makanan. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk meningkatkan sifat antibakteri film dengan menambahkan senyawa antibakteri alami lainnya, seperti ekstrak tanaman atau minyak esensial, untuk meningkatkan efektivitas film dalam mencegah pertumbuhan bakteri dan memperpanjang masa simpan makanan..
<br>Dalam penelitian ini, film PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN dengan penambahan AN menunjukkan beberapa perubahan pada sifat fisik.Sudut kontak tertinggi pada film diamati pada konsentrasi AN 10% pada komposisi PVA/CH/AN.Permukaan film terlihat lebih halus pada komposisi PVA/CH/AN.Spektroskopi FTIR menunjukkan komposisi PVA/CH/AN dan PVA/CH/GS/AN dengan variasi AN (5-40%) mengandung puncak AN.Spektroskopi UV-vis menunjukkan peningkatan pada panjang gelombang 550-650 nm dengan peningkatan komposisi AN.Uji potensi film menunjukkan perubahan warna film ketika brokoli membusuk, dengan pembusukan tercepat terjadi pada suhu kamar.Komposisi PVA/CH/AN memiliki zona antibakteri yang jelas dengan pertumbuhan mikroba sekitar 16 mm.Singkatnya, penambahan AN dalam jumlah kecil, yaitu 5% dan 10%, meningkatkan nilai antibakteri film, sehingga dapat diterapkan sebagai film kemasan makanan
<br>Komposit polivinil alkohol (PVA) dan chitosan (CH) polimer, dengan penambahan anthocyanin (AN) yang diperoleh dari bunga bunga kecombrang, dipersiapkan menggunakan metode drop-casting. Komposit dibuat dengan menambahkan konsentrasi berbeda 5-40% anthocyanin dengan larutan PVA 5% dan CH 2% (perbandingan berat PVA/CH adalah 80:20). Larutan polimer dicampur pada suhu 80 AC dan dikeringkan menggunakan metode drop-casting pada suhu 25 AC selama 48 jam. Komposit dikarakterisasi menggunakan mikroskop elektron pemindai (SEM), spektroskopi inframerah Fourier (FTIR), spektroskopi ultraviolet-visible (UV-vis), sudut kontak, sifat antibakteri, dan aplikasi kemasan makanan. Morfologi yang diperoleh menggunakan SEM menunjukkan bahwa permukaan PVA/CH dengan AN dan gliserol lebih halus daripada PVA/CH. Peningkatan absorpsi pada panjang gelombang 650-700 nm dari spektroskopi UV-vis mengkonfirmasi keberhasilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-621e4.webp" type="image/webp" length="110040" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-621e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-d0e85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-isi-film-anthocyanin-butterfly-pea-chitos-thumb-fceae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb II in Biological and Environmental Samples ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb II in Biological and Environmental Samples ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb II in Biological and Environmental Samples ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33572-flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam</link>
	<guid isPermaLink="false">f59a9037f7233fe67b0219977359d6e7</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 14:47:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi potensi sistem injeksi aliran dengan katup inovatif ini untuk mendeteksi berbagai jenis polutan selain timbal, seperti logam berat lainnya atau senyawa kimia berbahaya di air dan tanah, sehingga metode ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples: Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi potensi sistem injeksi aliran dengan katup inovatif ini untuk mendeteksi berbagai jenis polutan selain timbal, seperti logam berat lainnya atau senyawa kimia berbahaya di air dan tanah, sehingga metode ini bisa lebih serbaguna dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang kompleks. Sebuah arah studi yang menjanjikan adalah mengembangkan sistem katup buatan sendiri ini menjadi versi yang lebih otomatis dan portabel, yang memungkinkan pengujian di lokasi secara langsung (on-site) tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium. Ini akan sangat membantu dalam pemantauan lingkungan secara real-time dan respons cepat terhadap insiden pencemaran. Selanjutnya, perlu dipertimbangkan bagaimana desain katup ini dapat disempurnakan atau bahan pembuatnya dapat diganti dengan alternatif yang lebih murah, lebih tahan lama, atau bahkan dapat didaur ulang sepenuhnya, untuk meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi jejak ekologis sistem. Penelitian juga dapat fokus pada pengujian kinerja sistem ini pada berbagai matriks sampel yang lebih kompleks, seperti limbah industri atau sampel biologis yang beragam, untuk memastikan keandalannya dalam kondisi dunia nyata. Mengintegrasikan teknologi sensor baru atau teknik pra-konsentrasi ke dalam desain katup juga bisa menjadi jalan untuk meningkatkan sensitivitas dan selektivitas, memungkinkan deteksi kontaminan pada konsentrasi yang sangat rendah dengan akurasi yang lebih tinggi. Semua upaya ini akan memperluas jangkauan aplikasi dan keberlanjutan dari inovasi yang sudah ada ini, memberikan solusi yang lebih komprehensif untuk analisis lingkungan.. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa sistem injeksi aliran yang dikembangkan, menggunakan reagen azo organik, efektif dalam menentukan ion Pb(II) dengan efisiensi dan akurasi tinggi.Sistem ini, yang dirancang dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan dan dapat didaur ulang, menawarkan alternatif yang lebih sederhana dan ramah lingkungan dibandingkan metode analisis klasik yang mahal dan rumit.Keunggulan sensitivitasnya juga terbukti lebih tinggi dibandingkan metode FAAS, menjadikannya pilihan yang menjanjikan untuk analisis Pb(II) Strategi untuk merancang katup injeksi untuk teknik injeksi aliran yang efisien dijelaskan, dengan mempertimbangkan kecepatan dan bahan murah yang tersedia di lingkungan untuk penentuan ion Pb(II) menggunakan reagen organik 4-((4-metoksifenil)diazenil)benzena-1,3-diol pada panjang gelombang 498 nm. Ruang lingkup penelitian ini adalah untuk menemukan kondisi optimal, termasuk laju aliran pembawa, koefisien dispersi, panjang koil reaksi, dan kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang koil reaksi optimal adalah 20 cm, dan laju aliran optimal adalah 9,1 mL/menit, yang setara dengan laju... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-44b60.webp" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-44b60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-44b60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-44b60.webp 1x" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" alt="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-8c006.webp" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-8c006.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-8c006.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-8c006.webp 1x" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" alt="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-c47df.webp" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-c47df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-c47df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-c47df.webp 1x" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" alt="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33572-flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam" title="JURIS - New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples" target="_blank">New Design Valve in Flow Injection System for the Determination of Pb(II) in Biological and Environmental Samples</a>: Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi potensi sistem injeksi aliran dengan katup inovatif ini untuk mendeteksi berbagai jenis polutan selain timbal, seperti logam berat lainnya atau senyawa kimia berbahaya di air dan tanah, sehingga metode ini bisa lebih serbaguna dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang kompleks. Sebuah arah studi yang menjanjikan adalah mengembangkan sistem katup buatan sendiri ini menjadi versi yang lebih otomatis dan portabel, yang memungkinkan pengujian di lokasi secara langsung (on-site) tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium. Ini akan sangat membantu dalam pemantauan lingkungan secara real-time dan respons cepat terhadap insiden pencemaran. Selanjutnya, perlu dipertimbangkan bagaimana desain katup ini dapat disempurnakan atau bahan pembuatnya dapat diganti dengan alternatif yang lebih murah, lebih tahan lama, atau bahkan dapat didaur ulang sepenuhnya, untuk meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi jejak ekologis sistem. Penelitian juga dapat fokus pada pengujian kinerja sistem ini pada berbagai matriks sampel yang lebih kompleks, seperti limbah industri atau sampel biologis yang beragam, untuk memastikan keandalannya dalam kondisi dunia nyata. Mengintegrasikan teknologi sensor baru atau teknik pra-konsentrasi ke dalam desain katup juga bisa menjadi jalan untuk meningkatkan sensitivitas dan selektivitas, memungkinkan deteksi kontaminan pada konsentrasi yang sangat rendah dengan akurasi yang lebih tinggi. Semua upaya ini akan memperluas jangkauan aplikasi dan keberlanjutan dari inovasi yang sudah ada ini, memberikan solusi yang lebih komprehensif untuk analisis lingkungan..
<br>Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa sistem injeksi aliran yang dikembangkan, menggunakan reagen azo organik, efektif dalam menentukan ion Pb(II) dengan efisiensi dan akurasi tinggi.Sistem ini, yang dirancang dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan dan dapat didaur ulang, menawarkan alternatif yang lebih sederhana dan ramah lingkungan dibandingkan metode analisis klasik yang mahal dan rumit.Keunggulan sensitivitasnya juga terbukti lebih tinggi dibandingkan metode FAAS, menjadikannya pilihan yang menjanjikan untuk analisis Pb(II)
<br>Strategi untuk merancang katup injeksi untuk teknik injeksi aliran yang efisien dijelaskan, dengan mempertimbangkan kecepatan dan bahan murah yang tersedia di lingkungan untuk penentuan ion Pb(II) menggunakan reagen organik 4-((4-metoksifenil)diazenil)benzena-1,3-diol pada panjang gelombang 498 nm. Ruang lingkup penelitian ini adalah untuk menemukan kondisi optimal, termasuk laju aliran pembawa, koefisien dispersi, panjang koil reaksi, dan kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang koil reaksi optimal adalah 20 cm, dan laju aliran optimal adalah 9,1 mL/menit, yang setara dengan laju...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-c47df.webp" type="image/webp" length="97116" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-44b60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-8c006.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/flow-injection-analysis-lead-ion-environmental-sam-thumb-c47df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower Elaeis guineensis Jacq with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower Elaeis guineensis Jacq with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower Elaeis guineensis Jacq with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33561-oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estr</link>
	<guid isPermaLink="false">ec0176add82594091cfbdc1b6be9f7c9</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 14:32:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research should investigate the specific mechanisms by which estragole attracts Elaeidobius kamerunicus, potentially through behavioral studies or electrophysiological recordings, to optimize pollination strategies.  Additionally, exploring the ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time: Further research should investigate the specific mechanisms by which estragole attracts Elaeidobius kamerunicus, potentially through behavioral studies or electrophysiological recordings, to optimize pollination strategies. Additionally, exploring the influence of environmental factors, such as temperature, humidity, and light intensity, on the release of volatile compounds from oil palm flowers could reveal opportunities to enhance pollinator attraction and fruit set. Finally, a comparative analysis of the volatile compound profiles of different oil palm varieties could identify genotypes with superior pollinator attraction characteristics, contributing to the development of more productive and sustainable oil palm cultivation practices. These investigations, building upon the current findings, will contribute to a more comprehensive understanding of the intricate relationship between oil palm flowers, volatile compounds, and their pollinator, ultimately leading to improved oil palm yields and agricultural practices.. The study identified differences in the timing of volatile compound release between male and female oil palm flowers, with peak releases occurring at 14.00 pm for male flowers and 12.GC-MS analysis revealed a total of 38 different volatile compounds, with estragole being the dominant compound in both flower types.These findings highlight the significance of estragole in attracting the Elaeidobius kamerunicus pollinator and facilitating the oil palm pollination process The pollination process in oil palm is assisted by the insect Elaeidobius kamerunicus, which occurs when male and female flowers bloom producing volatile compounds that act as attractants. This study aims to identify volatile compounds in oil palm flowers based on differences in times with gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). The research steps include determining the time of the release of volatile compounds in oil palm flowers, extracted using steam distillation, and identification by GC-MS. There are different times of the release of volatile compounds for each type of oil palm flower. Three times by male flowers, at 08:00 am, 11:00 am and 14:00 pm, with the highest volatile compounds at 14:00 pm. Meanwhile, female flowers occurred at 09:00 am, 12:00 am and 15:00 pm, with the highest volatile compounds... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-7352d.webp" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-7352d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-7352d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-7352d.webp 1x" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" alt="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-6a749.webp" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-6a749.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-6a749.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-6a749.webp 1x" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" alt="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-15ab2.webp" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-15ab2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-15ab2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-15ab2.webp 1x" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" alt="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33561-oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estr" title="JURIS - Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time" target="_blank">Identification of Volatile Compounds of Oil Palm Flower ( Elaeis guineensis  Jacq.) with Gas Chromatography and Mass Spectrometry Based on the Difference in Time</a>: Further research should investigate the specific mechanisms by which estragole attracts Elaeidobius kamerunicus, potentially through behavioral studies or electrophysiological recordings, to optimize pollination strategies.  Additionally, exploring the influence of environmental factors, such as temperature, humidity, and light intensity, on the release of volatile compounds from oil palm flowers could reveal opportunities to enhance pollinator attraction and fruit set.  Finally, a comparative analysis of the volatile compound profiles of different oil palm varieties could identify genotypes with superior pollinator attraction characteristics, contributing to the development of more productive and sustainable oil palm cultivation practices. These investigations, building upon the current findings, will contribute to a more comprehensive understanding of the intricate relationship between oil palm flowers, volatile compounds, and their pollinator, ultimately leading to improved oil palm yields and agricultural practices..
<br>The study identified differences in the timing of volatile compound release between male and female oil palm flowers, with peak releases occurring at 14.00 pm for male flowers and 12.GC-MS analysis revealed a total of 38 different volatile compounds, with estragole being the dominant compound in both flower types.These findings highlight the significance of estragole in attracting the Elaeidobius kamerunicus pollinator and facilitating the oil palm pollination process
<br>The pollination process in oil palm is assisted by the insect Elaeidobius kamerunicus, which occurs when male and female flowers bloom producing volatile compounds that act as attractants. This study aims to identify volatile compounds in oil palm flowers based on differences in times with gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). The research steps include determining the time of the release of volatile compounds in oil palm flowers, extracted using steam distillation, and identification by GC-MS. There are different times of the release of volatile compounds for each type of oil palm flower. Three times by male flowers, at 08:00 am, 11:00 am and 14:00 pm, with the highest volatile compounds at 14:00 pm. Meanwhile, female flowers occurred at 09:00 am, 12:00 am and 15:00 pm, with the highest volatile compounds...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-15ab2.webp" type="image/webp" length="93162" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-7352d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-6a749.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/oil-palm-wood-elaeis-guineensis-jacq-estragole-vol-thumb-15ab2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33569-zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-l</link>
	<guid isPermaLink="false">877f0e079d632beecad6920fcb938568</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 14:30:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat potensi besar nanopartikel ZnO sebagai pembawa obat anti-leukemia yang telah ditunjukkan dalam studi ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk mengembangkan aplikasinya di masa depan. Pertama, sangat penting untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia: Melihat potensi besar nanopartikel ZnO sebagai pembawa obat anti-leukemia yang telah ditunjukkan dalam studi ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk mengembangkan aplikasinya di masa depan. Pertama, sangat penting untuk melanjutkan penelitian ini ke tahap uji in vivo menggunakan model hewan. Hal ini akan memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan nanopartikel ZnO yang dimuati obat dalam sistem biologis yang lebih kompleks, serta memvalidasi efikasinya dalam mengurangi pertumbuhan tumor leukemia secara langsung dalam tubuh. Selain itu, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas pembawa obat ini pada berbagai jenis sel kanker lain, tidak hanya terbatas pada sel leukemia HL-60, guna mengetahui spektrum kemampuannya. Kedua, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi struktur nanopartikel ZnO, termasuk variasi ukuran dan morfologi, serta modifikasi permukaan untuk meningkatkan efisiensi pemuatan obat dan kemampuan penargetan sel kanker. Pemahaman mendalam tentang mekanisme pelepasan obat yang terkontrol dari nanopartikel ini di lingkungan mikro tumor, misalnya respons terhadap pH atau enzim, akan krusial untuk pengembangan terapi yang lebih cerdas. Ketiga, mengeksplorasi potensi nanopartikel ZnO untuk pengiriman kombinasi beberapa jenis obat anti-kanker guna mengatasi masalah resistensi obat dan meningkatkan efektivitas terapi secara sinergis. Penelitian juga dapat menyertakan evaluasi toksisitas jangka panjang pada sel sehat dan organ untuk memastikan bahwa teknologi ini aman dan dapat diterapkan secara klinis. Dengan demikian, nanopartikel ZnO dapat menjadi platform yang lebih serbaguna dan aman dalam strategi pengobatan kanker di masa depan.. Nanopartikel ZnO berhasil disintesis dari kompleks tetrahedral Zn(II) menggunakan HCl dan HNO3, kemudian dikarakterisasi.Nanopartikel ZnO berukuran 100 nm ini dapat dimanfaatkan sebagai pembawa obat untuk mengobati leukemia setelah dikombinasikan dengan obat, di mana efektivitasnya mampu mengurangi sel kanker hingga 50% Penelitian ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah sintesis kompleks Zn(II) melalui reaksi N-[4-(5-{(Z)-[(5-oxo-2-sulfanyl-4,5-dihydro-1H-imidazol-1-yl)imino]methyl}furan-2-yl)phenyl]acetamide dengan ZnCl2. Karakterisasi kompleks dilakukan menggunakan analisis mikroskopis seperti spektrum UV-Vis, LC-MS, spektrofotometer FTIR, pengukuran konduktivitas, suseptibilitas magnetik, dan absorpsi atom. Bagian kedua adalah sintesis nanopartikel ZnO dengan melarutkan kompleks Zn(II) dalam HNO3 dan HCl, serta penggunaannya sebagai pembawa obat untuk pengobatan leukemia. Nanopartikel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-58467.webp" title="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-58467.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-58467.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-58467.webp 1x" title="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" alt="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-77ee6.webp" title="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-77ee6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-77ee6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-77ee6.webp 1x" title="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" alt="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33569-zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-l" title="JURIS - Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia" target="_blank">Synthesis of ZnO Nanoparticle and Utilized as a Drug Carrier to Treat Leukemia</a>: Melihat potensi besar nanopartikel ZnO sebagai pembawa obat anti-leukemia yang telah ditunjukkan dalam studi ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk mengembangkan aplikasinya di masa depan. Pertama, sangat penting untuk melanjutkan penelitian ini ke tahap uji in vivo menggunakan model hewan. Hal ini akan memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan nanopartikel ZnO yang dimuati obat dalam sistem biologis yang lebih kompleks, serta memvalidasi efikasinya dalam mengurangi pertumbuhan tumor leukemia secara langsung dalam tubuh. Selain itu, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas pembawa obat ini pada berbagai jenis sel kanker lain, tidak hanya terbatas pada sel leukemia HL-60, guna mengetahui spektrum kemampuannya. Kedua, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi struktur nanopartikel ZnO, termasuk variasi ukuran dan morfologi, serta modifikasi permukaan untuk meningkatkan efisiensi pemuatan obat dan kemampuan penargetan sel kanker. Pemahaman mendalam tentang mekanisme pelepasan obat yang terkontrol dari nanopartikel ini di lingkungan mikro tumor, misalnya respons terhadap pH atau enzim, akan krusial untuk pengembangan terapi yang lebih cerdas. Ketiga, mengeksplorasi potensi nanopartikel ZnO untuk pengiriman kombinasi beberapa jenis obat anti-kanker guna mengatasi masalah resistensi obat dan meningkatkan efektivitas terapi secara sinergis. Penelitian juga dapat menyertakan evaluasi toksisitas jangka panjang pada sel sehat dan organ untuk memastikan bahwa teknologi ini aman dan dapat diterapkan secara klinis. Dengan demikian, nanopartikel ZnO dapat menjadi platform yang lebih serbaguna dan aman dalam strategi pengobatan kanker di masa depan..
<br>Nanopartikel ZnO berhasil disintesis dari kompleks tetrahedral Zn(II) menggunakan HCl dan HNO3, kemudian dikarakterisasi.Nanopartikel ZnO berukuran 100 nm ini dapat dimanfaatkan sebagai pembawa obat untuk mengobati leukemia setelah dikombinasikan dengan obat, di mana efektivitasnya mampu mengurangi sel kanker hingga 50%
<br>Penelitian ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah sintesis kompleks Zn(II) melalui reaksi N-[4-(5-{(Z)-[(5-oxo-2-sulfanyl-4,5-dihydro-1H-imidazol-1-yl)imino]methyl}furan-2-yl)phenyl]acetamide dengan ZnCl2. Karakterisasi kompleks dilakukan menggunakan analisis mikroskopis seperti spektrum UV-Vis, LC-MS, spektrofotometer FTIR, pengukuran konduktivitas, suseptibilitas magnetik, dan absorpsi atom. Bagian kedua adalah sintesis nanopartikel ZnO dengan melarutkan kompleks Zn(II) dalam HNO3 dan HCl, serta penggunaannya sebagai pembawa obat untuk pengobatan leukemia. Nanopartikel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-77ee6.webp" type="image/webp" length="86900" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-58467.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/zno-nanopartikel-pembawa-obat-leukemia-anti-tumor-thumb-77ee6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Performance Assessment Influence of Sorbate Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Performance Assessment Influence of Sorbate Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Performance Assessment Influence of Sorbate Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33570-kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnet</link>
	<guid isPermaLink="false">f5df0a1252ad0cfa6d198194088f9b5c</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:53:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Mengembangkan metode sintesis MGONPs yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Mengembangkan metode sintesis MGONPs yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan.2. Menjelajahi aplikasi MGONPs dalam pengolahan air limbah industri, dengan fokus pada penghilangan kontaminan organik dan logam berat.3. Menganalisis efek MGONPs pada ekosistem air, baik dalam hal biokompatibilitas maupun interaksi dengan organisme air. Studi ini dapat membantu memahami dampak MGONPs pada lingkungan dan memastikan penggunaan yang aman.Saran-saran ini menawarkan arah penelitian yang menarik dan potensial untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang pengolahan air limbah dan perlindungan lingkungan.. Studi ini mengungkapkan modifikasi MGONPs yang berhasil untuk adsorpsi pewarna kationik brilliant green dari larutan air.Kesimpulan yang dicapai dari studi ini adalah sebagai berikut.peningkatan penghilangan BG dengan peningkatan pH hingga pH maksimum 6, kemudian menurun hingga mencapai persentase penghilangan minimum pada pH 9.Model pseudo-kedua-order menggambarkan data adsorpsi eksperimental yang cocok dengan model kinetika.Studi isoterm adsorpsi mengungkapkan bahwa model Freundlich terbaik sesuai dengan MGONPs.Kapasitas adsorpsi maksimum (qm) untuk MGONPs adalah 54,57 mg g-1.Studi desorpsi dilakukan, dan SEM-EDX mengungkapkan bahwa molekul pewarna terdesorpsi setelah menggunakan aseton sebagai agen desorpsi.Analisis FTIR menunjukkan hilangnya puncak karakteristik BG setelah studi desorpsi.Hal ini menunjukkan bahwa aseton adalah agen desorpsi yang sangat baik untuk BG, dan adsorben dapat dipulihkan dan didaur ulang untuk digunakan kembali.Studi ini menunjukkan bahwa MGONPs adalah adsorben yang lebih baik dengan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi untuk penyerapan BG, dan aplikasinya di industri dapat lebih dieksplorasi.Selain itu, preferensi adsorpsi tanpa dimensi (qp) dan luas permukaan efektif (eSBET) berfungsi lebih akurat daripada kapasitas adsorpsi konvensional dan luas permukaan spesifik (SBET) dalam memberikan informasi tentang antarmuka sorbate-sorbent (q).Relevansi dan akurasi parameter baru untuk desain sistem adsorpsi di masa depan juga divalidasi melalui analisis korelasi.Adsorpsi, karenanya, adalah metode yang sangat baik untuk mengurangi polutan brilliant green dalam medium air Penyerapan brilliant green ke dalam magnetite-graphene oksida nanopartikel (MGONPs) dari larutan air dieksplorasi melalui eksperimen batch. Sifat penyerapan MGONPs dilakukan di bawah berbagai kondisi eksperimental yang terkait dengan pH, waktu kontak, dosis adsorben, suhu, dan konsentrasi awal adsorbat. Kapasitas adsorpsi MGONPs dan pH optimum adalah 54,57 mg g-1 dan 6, masing-masing. Kesetimbangan dicapai setelah 30 menit, dan data kinetika adsorpsi terbaik sesuai dengan pseudo-kedua-order. Isoterm Freundlich terbaik sesuai dengan kesetimbangan. Acetone mampu mendesorb pewarna dari adsorben yang dimuat. Selain itu, atribut adsorpsi baru yang dikembangkan, yaitu luas permukaan efektif (eSBET) dan preferensi adsorpsi tanpa dimensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-ac118.webp" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-ac118.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-ac118.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-ac118.webp 1x" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" alt="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-5da52.webp" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-5da52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-5da52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-5da52.webp 1x" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" alt="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-dbcd6.webp" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-dbcd6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-dbcd6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-dbcd6.webp 1x" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" alt="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33570-kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnet" title="JURIS - Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment" target="_blank">Performance Assessment: Influence of Sorbate-Sorbent Interphase Using Magnetite Modified Graphene Oxide to Improve Wastewater Treatment</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Mengembangkan metode sintesis MGONPs yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan.2. Menjelajahi aplikasi MGONPs dalam pengolahan air limbah industri, dengan fokus pada penghilangan kontaminan organik dan logam berat.3. Menganalisis efek MGONPs pada ekosistem air, baik dalam hal biokompatibilitas maupun interaksi dengan organisme air. Studi ini dapat membantu memahami dampak MGONPs pada lingkungan dan memastikan penggunaan yang aman.Saran-saran ini menawarkan arah penelitian yang menarik dan potensial untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang pengolahan air limbah dan perlindungan lingkungan..
<br>Studi ini mengungkapkan modifikasi MGONPs yang berhasil untuk adsorpsi pewarna kationik brilliant green dari larutan air.Kesimpulan yang dicapai dari studi ini adalah sebagai berikut.peningkatan penghilangan BG dengan peningkatan pH hingga pH maksimum 6, kemudian menurun hingga mencapai persentase penghilangan minimum pada pH 9.Model pseudo-kedua-order menggambarkan data adsorpsi eksperimental yang cocok dengan model kinetika.Studi isoterm adsorpsi mengungkapkan bahwa model Freundlich terbaik sesuai dengan MGONPs.Kapasitas adsorpsi maksimum (qm) untuk MGONPs adalah 54,57 mg g-1.Studi desorpsi dilakukan, dan SEM-EDX mengungkapkan bahwa molekul pewarna terdesorpsi setelah menggunakan aseton sebagai agen desorpsi.Analisis FTIR menunjukkan hilangnya puncak karakteristik BG setelah studi desorpsi.Hal ini menunjukkan bahwa aseton adalah agen desorpsi yang sangat baik untuk BG, dan adsorben dapat dipulihkan dan didaur ulang untuk digunakan kembali.Studi ini menunjukkan bahwa MGONPs adalah adsorben yang lebih baik dengan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi untuk penyerapan BG, dan aplikasinya di industri dapat lebih dieksplorasi.Selain itu, preferensi adsorpsi tanpa dimensi (qp) dan luas permukaan efektif (eSBET) berfungsi lebih akurat daripada kapasitas adsorpsi konvensional dan luas permukaan spesifik (SBET) dalam memberikan informasi tentang antarmuka sorbate-sorbent (q).Relevansi dan akurasi parameter baru untuk desain sistem adsorpsi di masa depan juga divalidasi melalui analisis korelasi.Adsorpsi, karenanya, adalah metode yang sangat baik untuk mengurangi polutan brilliant green dalam medium air
<br>Penyerapan brilliant green ke dalam magnetite-graphene oksida nanopartikel (MGONPs) dari larutan air dieksplorasi melalui eksperimen batch. Sifat penyerapan MGONPs dilakukan di bawah berbagai kondisi eksperimental yang terkait dengan pH, waktu kontak, dosis adsorben, suhu, dan konsentrasi awal adsorbat. Kapasitas adsorpsi MGONPs dan pH optimum adalah 54,57 mg g-1 dan 6, masing-masing. Kesetimbangan dicapai setelah 30 menit, dan data kinetika adsorpsi terbaik sesuai dengan pseudo-kedua-order. Isoterm Freundlich terbaik sesuai dengan kesetimbangan. Acetone mampu mendesorb pewarna dari adsorben yang dimuat. Selain itu, atribut adsorpsi baru yang dikembangkan, yaitu luas permukaan efektif (eSBET) dan preferensi adsorpsi tanpa dimensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-5da52.webp" type="image/webp" length="118084" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-ac118.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-5da52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/kinetika-adsorpsi-k2-kapasitas-ion-magnetite-graph-thumb-dbcd6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Synthesis and Antidiabetic Evaluation of N Ao Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by In Silico Studies ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Synthesis and Antidiabetic Evaluation of N Ao Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by In Silico Studies ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Synthesis and Antidiabetic Evaluation of N Ao Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by In Silico Studies ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33568-nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-resepto</link>
	<guid isPermaLink="false">e4b3a34fc185b07f3bcd2c8107fb8d81</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:35:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengembangkan lebih lanjut potensi senyawa NBB sebagai agen antidiabetik, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai modifikasi struktur inti NBB itu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by In Silico Studies: Untuk mengembangkan lebih lanjut potensi senyawa NBB sebagai agen antidiabetik, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai modifikasi struktur inti NBB itu sendiri, bukan hanya terbatas pada substituen orto dengan gugus pendorong elektron. Penelitian dapat difokuskan untuk mengidentifikasi bagaimana perubahan pada kerangka utama NBB, seperti penggantian cincin atau penambahan gugus penghubung yang berbeda, dapat menciptakan interaksi molekuler baru dan lebih kuat (misalnya, ikatan hidrogen tambahan atau interaksi hidrofobik yang lebih optimal) dengan residu asam amino kunci pada sisi aktif enzim -glukosidase dan -amilase. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan afinitas pengikatan secara signifikan, mendekati atau bahkan melampaui ligan asli seperti akarbosa. Kedua, melengkapi saran penelitian yang sudah ada dalam dokumen, yaitu eksplorasi berbagai gugus fungsi dan posisi para, penelitian dapat diperluas secara sistematis untuk mencakup gugus penarik elektron (electron-withdrawing groups) atau substituen yang lebih besar pada posisi meta dan para cincin benzena. Selain itu, investigasi modifikasi heterosiklik pada NBB juga penting untuk memahami dampak spesifiknya terhadap afinitas pengikatan dan selektivitas terhadap kedua enzim target. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif ini, kita bisa menemukan senyawa dengan potensi inhibisi ganda atau yang lebih ampuh. Ketiga, mengingat penelitian ini baru bersifat in silico, langkah krusial selanjutnya adalah memvalidasi temuan komputasi ini melalui serangkaian eksperimen in vitro (di laboratorium) dan in vivo (pada model hewan). Hal ini akan memastikan bahwa senyawa NBB yang diprediksi memiliki aktivitas antidiabetik secara komputasi benar-benar menunjukkan efektivitas biologis, serta menilai aspek farmakokinetiknya seperti bioavailabilitas. Integrasi pendekatan komputasi dengan validasi eksperimental akan mempercepat pengembangan obat antidiabetik berbasis NBB.. Teknik molecular docking telah digunakan secara luas dalam desain obat untuk memprediksi interaksi ligan-reseptor.Substituen pada cincin benzena berperan dalam aktivitas antidiabetik, di mana turunan NBB dengan gugus pendorong elektron pada posisi orto berpotensi meningkatkan aktivitas target antidiabetik untuk reseptor -glukosidase dan -amilase.Penelitian selanjutnya akan mengeksplorasi berbagai gugus fungsi dan posisi para untuk optimasi lebih lanjut Tiga turunan NAo-benzilidenbenzohidrazida (NBB) baru berhasil disintesis dengan rendemen 50Ae58%. Spektroskopi FTIR, ESI-MS, 1H- dan 13C-NMR digunakan untuk menyelidiki karakteristik turunan NBB. Struktur dan hubungan turunan NBB terhadap -glukosidase dan -amilase sebagai target yang baik untuk pengobatan diabetes dievaluasi menggunakan skrining in silico. Perhitungan energi ikat bebas (iGbind (MM-GBSA)) NBB ke reseptor -glukosidase dan -amilase menggunakan Molecular Mechanics-Poisson Boltzmann/Generalized Born Surface Area (MM-PB/GBSA) menunjukkan hasil masing-masing Oe0.45 dan Oe20.79 kcal/mol. Pada posisi orto, turunan NBB menunjukkan gugus pendorong elektron (EDG seperti -OCH3, -OH, dan -Cl) dengan energi ikat bebas masing-masing Oe21.94, Oe6.71, dan 21.94 kcal/mol, dibandingkan dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-345ab.webp" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-345ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-345ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-345ab.webp 1x" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" alt="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-5c9be.webp" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-5c9be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-5c9be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-5c9be.webp 1x" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" alt="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-15bed.webp" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-15bed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-15bed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-15bed.webp 1x" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" alt="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33568-nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-resepto" title="JURIS - Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies" target="_blank">Synthesis and Antidiabetic Evaluation of  N Ao-Benzylidenebenzohydrazide Derivatives by  In Silico  Studies</a>: Untuk mengembangkan lebih lanjut potensi senyawa NBB sebagai agen antidiabetik, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai modifikasi struktur inti NBB itu sendiri, bukan hanya terbatas pada substituen orto dengan gugus pendorong elektron. Penelitian dapat difokuskan untuk mengidentifikasi bagaimana perubahan pada kerangka utama NBB, seperti penggantian cincin atau penambahan gugus penghubung yang berbeda, dapat menciptakan interaksi molekuler baru dan lebih kuat (misalnya, ikatan hidrogen tambahan atau interaksi hidrofobik yang lebih optimal) dengan residu asam amino kunci pada sisi aktif enzim -glukosidase dan -amilase. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan afinitas pengikatan secara signifikan, mendekati atau bahkan melampaui ligan asli seperti akarbosa. Kedua, melengkapi saran penelitian yang sudah ada dalam dokumen, yaitu eksplorasi berbagai gugus fungsi dan posisi para, penelitian dapat diperluas secara sistematis untuk mencakup gugus penarik elektron (electron-withdrawing groups) atau substituen yang lebih besar pada posisi meta dan para cincin benzena. Selain itu, investigasi modifikasi heterosiklik pada NBB juga penting untuk memahami dampak spesifiknya terhadap afinitas pengikatan dan selektivitas terhadap kedua enzim target. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif ini, kita bisa menemukan senyawa dengan potensi inhibisi ganda atau yang lebih ampuh. Ketiga, mengingat penelitian ini baru bersifat in silico, langkah krusial selanjutnya adalah memvalidasi temuan komputasi ini melalui serangkaian eksperimen in vitro (di laboratorium) dan in vivo (pada model hewan). Hal ini akan memastikan bahwa senyawa NBB yang diprediksi memiliki aktivitas antidiabetik secara komputasi benar-benar menunjukkan efektivitas biologis, serta menilai aspek farmakokinetiknya seperti bioavailabilitas. Integrasi pendekatan komputasi dengan validasi eksperimental akan mempercepat pengembangan obat antidiabetik berbasis NBB..
<br>Teknik molecular docking telah digunakan secara luas dalam desain obat untuk memprediksi interaksi ligan-reseptor.Substituen pada cincin benzena berperan dalam aktivitas antidiabetik, di mana turunan NBB dengan gugus pendorong elektron pada posisi orto berpotensi meningkatkan aktivitas target antidiabetik untuk reseptor -glukosidase dan -amilase.Penelitian selanjutnya akan mengeksplorasi berbagai gugus fungsi dan posisi para untuk optimasi lebih lanjut
<br>Tiga turunan NAo-benzilidenbenzohidrazida (NBB) baru berhasil disintesis dengan rendemen 50Ae58%. Spektroskopi FTIR, ESI-MS, 1H- dan 13C-NMR digunakan untuk menyelidiki karakteristik turunan NBB. Struktur dan hubungan turunan NBB terhadap -glukosidase dan -amilase sebagai target yang baik untuk pengobatan diabetes dievaluasi menggunakan skrining in silico. Perhitungan energi ikat bebas (iGbind (MM-GBSA)) NBB ke reseptor -glukosidase dan -amilase menggunakan Molecular Mechanics-Poisson Boltzmann/Generalized Born Surface Area (MM-PB/GBSA) menunjukkan hasil masing-masing Oe0.45 dan Oe20.79 kcal/mol. Pada posisi orto, turunan NBB menunjukkan gugus pendorong elektron (EDG seperti -OCH3, -OH, dan -Cl) dengan energi ikat bebas masing-masing Oe21.94, Oe6.71, dan 21.94 kcal/mol, dibandingkan dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-15bed.webp" type="image/webp" length="83222" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-345ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-5c9be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/nbb-antidiabetik-silico-interaksi-ligan-reseptor-a-thumb-15bed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell DSSC Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma Curcuma xanthorrhiza Rhizome and Binahong Anredera cordifolia Leaf with Treatment in pH of the ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell DSSC Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma Curcuma xanthorrhiza Rhizome and Binahong Anredera cordifolia Leaf with Treatment in pH of the ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell DSSC Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma Curcuma xanthorrhiza Rhizome and Binahong Anredera cordifolia Leaf with Treatment in pH of the ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33559-anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra</link>
	<guid isPermaLink="false">7fe1e81a0848bc59ee8f9170990f38b1</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:33:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut pengaruh komposisi campuran pewarna terhadap efisiensi DSSC, dengan mempertimbangkan berbagai rasio campuran dan pH yang optimal. (2) Meneliti pengaruh jenis dan konsentrasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the: Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut pengaruh komposisi campuran pewarna terhadap efisiensi DSSC, dengan mempertimbangkan berbagai rasio campuran dan pH yang optimal. (2) Meneliti pengaruh jenis dan konsentrasi elektrolit pada performa DSSC, serta mengoptimalkan komposisi elektrolit untuk meningkatkan efisiensi sel. (3) Menganalisis pengaruh ukuran dan bentuk partikel TiO2 pada sensitivitas DSSC terhadap cahaya, serta mengoptimalkan ukuran dan bentuk partikel untuk meningkatkan efisiensi sel.. Cordifolia dengan penanganan pH telah berhasil dibuat.Spektrum UV-Vis menunjukkan bahwa pigmen yang diekstrak mengandung senyawa kurkumin dan klorofil.Penanganan pH juga menunjukkan pergeseran pada puncak karakteristik yang berkaitan dengan perubahan pada kelompok kromofor dan auxokrom dalam molekul.Energi celah pita pewarna yang diekstrak, dengan penanganan pH, ditentukan menggunakan voltametri siklik.Kedua pewarna ini memiliki potensi untuk diterapkan sebagai sensitizer DSSC.Campuran terbaik dari kedua pewarna ini (ekstrak A.xanthorrhiza) ditemukan pada pH 7 dan 1 dengan komposisi 3.2 (pH 1,7), menghasilkan Voc, Isc, FF, dan , masing-masing sebesar 320 mV, 2,5 A, 1,83, dan 0,096%.Kemudian pada pH 12 dan 13 dengan komposisi 1.4 (pH 12,6), menghasilkan Voc, Isc, FF, dan , masing-masing sebesar 407 mV, 3,3 A, 1,67, dan 0,146% Penelitian tentang pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) telah dilakukan dengan menggunakan kombinasi pewarna yang diekstrak dari Curcuma xanthorrhiza dan Anredera cordifolia. Setiap pewarna diekstrak dengan penanganan pH 1 hingga 13 dan kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis. Energi celah pita ditentukan dengan menggunakan metode voltametri siklik. Spektrum UV-Vis ekstrak C. xanthorrhiza menunjukkan adanya komponen kurkumin. Spektrum UV-Vis A. cordifolia menunjukkan adanya klorofil dan jejak antosianin. Ekstrak C. xanthorrhiza memiliki energi celah pita terkecil dalam fase asam, pH 1, sebesar 0,66 eV, dan dalam fase alkali, pH 13, sebesar 0,43 eV. Energi celah pita terkecil ekstrak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-47a67.webp" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-47a67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-47a67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-47a67.webp 1x" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" alt="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-c3683.webp" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-c3683.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-c3683.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-c3683.webp 1x" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" alt="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-81d55.webp" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-81d55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-81d55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-81d55.webp 1x" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" alt="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33559-anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra" title="JURIS - Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the" target="_blank">Fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Using Combination of Dyes Extracted from Curcuma ( Curcuma xanthorrhiza ) Rhizome and Binahong ( Anredera cordifolia ) Leaf with Treatment in pH of the</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut pengaruh komposisi campuran pewarna terhadap efisiensi DSSC, dengan mempertimbangkan berbagai rasio campuran dan pH yang optimal. (2) Meneliti pengaruh jenis dan konsentrasi elektrolit pada performa DSSC, serta mengoptimalkan komposisi elektrolit untuk meningkatkan efisiensi sel. (3) Menganalisis pengaruh ukuran dan bentuk partikel TiO2 pada sensitivitas DSSC terhadap cahaya, serta mengoptimalkan ukuran dan bentuk partikel untuk meningkatkan efisiensi sel..
<br>Cordifolia dengan penanganan pH telah berhasil dibuat.Spektrum UV-Vis menunjukkan bahwa pigmen yang diekstrak mengandung senyawa kurkumin dan klorofil.Penanganan pH juga menunjukkan pergeseran pada puncak karakteristik yang berkaitan dengan perubahan pada kelompok kromofor dan auxokrom dalam molekul.Energi celah pita pewarna yang diekstrak, dengan penanganan pH, ditentukan menggunakan voltametri siklik.Kedua pewarna ini memiliki potensi untuk diterapkan sebagai sensitizer DSSC.Campuran terbaik dari kedua pewarna ini (ekstrak A.xanthorrhiza) ditemukan pada pH 7 dan 1 dengan komposisi 3.2 (pH 1,7), menghasilkan Voc, Isc, FF, dan , masing-masing sebesar 320 mV, 2,5 A, 1,83, dan 0,096%.Kemudian pada pH 12 dan 13 dengan komposisi 1.4 (pH 12,6), menghasilkan Voc, Isc, FF, dan , masing-masing sebesar 407 mV, 3,3 A, 1,67, dan 0,146%
<br>Penelitian tentang pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) telah dilakukan dengan menggunakan kombinasi pewarna yang diekstrak dari Curcuma xanthorrhiza dan Anredera cordifolia. Setiap pewarna diekstrak dengan penanganan pH 1 hingga 13 dan kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis. Energi celah pita ditentukan dengan menggunakan metode voltametri siklik. Spektrum UV-Vis ekstrak C. xanthorrhiza menunjukkan adanya komponen kurkumin. Spektrum UV-Vis A. cordifolia menunjukkan adanya klorofil dan jejak antosianin. Ekstrak C. xanthorrhiza memiliki energi celah pita terkecil dalam fase asam, pH 1, sebesar 0,66 eV, dan dalam fase alkali, pH 13, sebesar 0,43 eV. Energi celah pita terkecil ekstrak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-81d55.webp" type="image/webp" length="109348" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-47a67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-c3683.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/anredera-cordifolia-curcuma-xanthorrhiza-ph-ekstra-thumb-81d55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Sustainable synthesis eco safe approach efficiency and DFT study of novel 5 6 7 8 Tetrahyroquinazolin 2 1H one derivatives as antioxidant reagents ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Sustainable synthesis eco safe approach efficiency and DFT study of novel 5 6 7 8 Tetrahyroquinazolin 2 1H one derivatives as antioxidant reagents ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Sustainable synthesis eco safe approach efficiency and DFT study of novel 5 6 7 8 Tetrahyroquinazolin 2 1H one derivatives as antioxidant reagents ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33573-green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant</link>
	<guid isPermaLink="false">0f9c2c8233ae747836e36de1f2a594ea</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:28:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Future research should investigate the potential of these THQ derivatives as therapeutic agents by evaluating their efficacy in in vivo models of oxidative stress-related diseases.  Expanding the scope of the mechanochemical synthesis to include a wider ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents: Future research should investigate the potential of these THQ derivatives as therapeutic agents by evaluating their efficacy in in vivo models of oxidative stress-related diseases. Expanding the scope of the mechanochemical synthesis to include a wider range of aldehydes and (thio)urea derivatives could lead to the discovery of novel compounds with enhanced antioxidant activity and tailored pharmacological properties. Furthermore, exploring the structure-activity relationships through systematic modifications of the THQ scaffold, coupled with advanced computational modeling, will be crucial for optimizing their antioxidant potential and understanding their mechanisms of action at a molecular level. Finally, investigating the potential of these compounds as synergistic agents in combination with existing antioxidants could offer a promising strategy for enhancing overall antioxidant defense systems.. This research successfully demonstrated a sustainable and efficient method for synthesizing novel 5,6,7,8-tetrahydroquinazolin-2(1H)-one derivatives using a mechanochemical approach.The study confirmed the effectiveness of this method, achieving higher yields and shorter reaction times compared to conventional techniques, aligning with green chemistry principles.DFT calculations provided valuable insights into the reaction mechanism and identified compounds with promising antioxidant properties, paving the way for further exploration of these derivatives as potential therapeutic agents 5,6,7,8-Tetrahydroquinazolin-2-(thio)-ones (THQ) are a class of N-heterocycles serving as a structural core in numerous bioactive compounds. This study focuses on a sustainable, one-pot multicomponent synthesis of THQ using readily available starting materials Ae cyclohexanone, various aromatic aldehydes, and (thio)urea Ae to investigate the proposed Biginelli mechanism, supported by DFT calculations. The THQs were synthesized using a mechanochemical (grinding) method, achieving a yield of 85.2% within 3.5 minutes (YE = 24.34), significantly higher than the conventional method (YE = 0.72). This confirms the importance of considering reaction time in assessing yield within the principles of green chemistry. Furthermore, DFT-based antioxidant properties of the THQ were studied, identifying 7b > 6d > 2f as the most potent antioxidant compounds. Softness (E) and hardness () values correlate... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-103a2.webp" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-103a2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-103a2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-103a2.webp 1x" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" alt="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-2c44b.webp" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-2c44b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-2c44b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-2c44b.webp 1x" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" alt="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-1d8fc.webp" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-1d8fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-1d8fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-1d8fc.webp 1x" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" alt="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33573-green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant" title="JURIS - A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents" target="_blank">A Sustainable synthesis, eco-safe approach efficiency and DFT study of novel 5,6,7,8-Tetrahyroquinazolin-2(1H)-one derivatives as antioxidant reagents</a>: Future research should investigate the potential of these THQ derivatives as therapeutic agents by evaluating their efficacy in in vivo models of oxidative stress-related diseases.  Expanding the scope of the mechanochemical synthesis to include a wider range of aldehydes and (thio)urea derivatives could lead to the discovery of novel compounds with enhanced antioxidant activity and tailored pharmacological properties.  Furthermore, exploring the structure-activity relationships through systematic modifications of the THQ scaffold, coupled with advanced computational modeling, will be crucial for optimizing their antioxidant potential and understanding their mechanisms of action at a molecular level.  Finally, investigating the potential of these compounds as synergistic agents in combination with existing antioxidants could offer a promising strategy for enhancing overall antioxidant defense systems..
<br>This research successfully demonstrated a sustainable and efficient method for synthesizing novel 5,6,7,8-tetrahydroquinazolin-2(1H)-one derivatives using a mechanochemical approach.The study confirmed the effectiveness of this method, achieving higher yields and shorter reaction times compared to conventional techniques, aligning with green chemistry principles.DFT calculations provided valuable insights into the reaction mechanism and identified compounds with promising antioxidant properties, paving the way for further exploration of these derivatives as potential therapeutic agents
<br>5,6,7,8-Tetrahydroquinazolin-2-(thio)-ones (THQ) are a class of N-heterocycles serving as a structural core in numerous bioactive compounds. This study focuses on a sustainable, one-pot multicomponent synthesis of THQ using readily available starting materials Ae cyclohexanone, various aromatic aldehydes, and (thio)urea Ae to investigate the proposed Biginelli mechanism, supported by DFT calculations. The THQs were synthesized using a mechanochemical (grinding) method, achieving a yield of 85.2% within 3.5 minutes (YE = 24.34), significantly higher than the conventional method (YE = 0.72). This confirms the importance of considering reaction time in assessing yield within the principles of green chemistry. Furthermore, DFT-based antioxidant properties of the THQ were studied, identifying 7b > 6d > 2f as the most potent antioxidant compounds. Softness (E) and hardness () values correlate...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-103a2.webp" type="image/webp" length="105384" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-103a2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-2c44b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/green-chemistry-eco-safe-approach-dft-antioxidant-thumb-1d8fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3 Nanoparticles Using Hibiscus rosa sinensis Leaves Extract ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3 Nanoparticles Using Hibiscus rosa sinensis Leaves Extract ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3 Nanoparticles Using Hibiscus rosa sinensis Leaves Extract ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33558-nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">840770f49354af83c932aee512bb9db5</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:08:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji kinerja nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dalam aplikasi nyata seperti sensor kimia atau perangkat penyimpan energi, untuk mengevaluasi efisiensi dan stabilitas jangka panjang dalam kondisi operasional. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3 Nanoparticles Using Hibiscus rosa-sinensis Leaves Extract: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji kinerja nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dalam aplikasi nyata seperti sensor kimia atau perangkat penyimpan energi, untuk mengevaluasi efisiensi dan stabilitas jangka panjang dalam kondisi operasional. Kedua, penting untuk membandingkan efek jenis tanaman lain sebagai sumber ekstrak hijau terhadap ukuran, morfologi, dan aktivitas elektrokimia nanopartikel yang dihasilkan, guna mengidentifikasi bahan alami paling optimal dalam sintesis ramah lingkungan. Ketiga, perlu dikaji pengaruh variasi konsentrasi dopan tembaga dan nikel secara lebih sistematis terhadap sifat optik dan konduktivitas listrik nanopartikel, untuk menentukan komposisi ideal yang menghasilkan performa terbaik dalam aplikasi elektronik atau katalitik. Studi lanjutan ini dapat membuka jalan bagi desain material nano berbasis logam oksida yang lebih efisien dan berkelanjutan.. Penelitian ini berhasil mensintesis nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 menggunakan ekstrak daun H.Karakterisasi menunjukkan bahwa partikel memiliki struktur kristalin, morfologi sferis, dan stabilitas termal yang baik.Perilaku elektrokimia menunjukkan proses redoks reversibel berbasis difusi dengan puncak pada 0,49 V, serta arus yang konstan sepanjang siklus, menandakan potensi aplikasi dalam sistem elektrokimia Pada penelitian ini, nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 disintesis menggunakan ekstrak daun tanaman Hibiscus rosa-sinensis melalui metode koprersipitasi. Nanomaterial yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan instrumen TGA, EDX, SEM, UV-Vis, XRD, dan FTIR. Perilaku elektrokimia Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dipelajari dalam larutan DMF pada kisaran potensial dari Oe1,5 hingga 1,5 V. Nanopartikel stabil secara termal menurut hasil TGA, dan pola XRD menunjukkan bahwa semua partikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 bersifat kristalin dengan ukuran rata-rata masing-masing 12,44; 34,61; dan 31,63 nm. Voltamogram siklik menunjukkan puncak katodik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-8ab9f.webp" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-8ab9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-8ab9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-8ab9f.webp 1x" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" alt="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-6ba36.webp" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-6ba36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-6ba36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-6ba36.webp 1x" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" alt="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-5104d.webp" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-5104d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-5104d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-5104d.webp 1x" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" alt="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33558-nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko" title="JURIS - Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract" target="_blank">Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3  Nanoparticles Using  Hibiscus rosa-sinensis  Leaves Extract</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji kinerja nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dalam aplikasi nyata seperti sensor kimia atau perangkat penyimpan energi, untuk mengevaluasi efisiensi dan stabilitas jangka panjang dalam kondisi operasional. Kedua, penting untuk membandingkan efek jenis tanaman lain sebagai sumber ekstrak hijau terhadap ukuran, morfologi, dan aktivitas elektrokimia nanopartikel yang dihasilkan, guna mengidentifikasi bahan alami paling optimal dalam sintesis ramah lingkungan. Ketiga, perlu dikaji pengaruh variasi konsentrasi dopan tembaga dan nikel secara lebih sistematis terhadap sifat optik dan konduktivitas listrik nanopartikel, untuk menentukan komposisi ideal yang menghasilkan performa terbaik dalam aplikasi elektronik atau katalitik. Studi lanjutan ini dapat membuka jalan bagi desain material nano berbasis logam oksida yang lebih efisien dan berkelanjutan..
<br>Penelitian ini berhasil mensintesis nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 menggunakan ekstrak daun H.Karakterisasi menunjukkan bahwa partikel memiliki struktur kristalin, morfologi sferis, dan stabilitas termal yang baik.Perilaku elektrokimia menunjukkan proses redoks reversibel berbasis difusi dengan puncak pada 0,49 V, serta arus yang konstan sepanjang siklus, menandakan potensi aplikasi dalam sistem elektrokimia
<br>Pada penelitian ini, nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 disintesis menggunakan ekstrak daun tanaman Hibiscus rosa-sinensis melalui metode koprersipitasi. Nanomaterial yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan instrumen TGA, EDX, SEM, UV-Vis, XRD, dan FTIR. Perilaku elektrokimia Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dipelajari dalam larutan DMF pada kisaran potensial dari Oe1,5 hingga 1,5 V. Nanopartikel stabil secara termal menurut hasil TGA, dan pola XRD menunjukkan bahwa semua partikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 bersifat kristalin dengan ukuran rata-rata masing-masing 12,44; 34,61; dan 31,63 nm. Voltamogram siklik menunjukkan puncak katodik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-6ba36.webp" type="image/webp" length="84360" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-8ab9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-6ba36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/nanopartikel-al2o3-perilaku-elektrokimia-metode-ko-thumb-5104d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Impregnation of Fe 3 into MCM 41 Pores Effect of Fe 3 Concentration on the Weight Percent of Fe Frameworks and Fe Non Frameworks ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Impregnation of Fe 3 into MCM 41 Pores Effect of Fe 3 Concentration on the Weight Percent of Fe Frameworks and Fe Non Frameworks ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Impregnation of Fe 3 into MCM 41 Pores Effect of Fe 3 Concentration on the Weight Percent of Fe Frameworks and Fe Non Frameworks ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33564-rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-non-framew</link>
	<guid isPermaLink="false">d2aff4b34fd39f3ce2a6dc528e11e62c</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 12:02:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lactic acid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[acid,header,lactic,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti pengaruh temperatur dan durasi sonikasi terhadap efisiensi substitusi isomorfik Fe3  ke dalam kerangka RH-MCM-41 untuk mengetahui apakah kondisi sintesis dapat dioptimalkan agar lebih mendukung pembentukan Fe-frameworks daripada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Impregnation of Fe 3 into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3 Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks: Pertama, perlu diteliti pengaruh temperatur dan durasi sonikasi terhadap efisiensi substitusi isomorfik Fe3 ke dalam kerangka RH-MCM-41 untuk mengetahui apakah kondisi sintesis dapat dioptimalkan agar lebih mendukung pembentukan Fe-frameworks daripada Fe-non-frameworks. Kedua, penting untuk menguji performa katalitik dari material Fe-RH-MCM-41 dengan rasio Fe-frameworks dan Fe-non-frameworks yang bervariasi dalam reaksi spesifik seperti oksidasi atau dekomposisi, agar dapat ditentukan rasio optimal yang memberikan aktivitas katalitik maksimal tanpa menyumbat situs aktif. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi tentang regenerasi dan stabilitas jangka panjang material katalis setelah digunakan, termasuk analisis kerusakan struktur mesoporos dan pelepasan spesi besi selama siklus penggunaan, untuk menilai kelayakan aplikasi industri secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan panduan lebih lengkap dalam desain katalis berbasis RH-MCM-41 termodifikasi besi yang efisien dan ramah lingkungan.. Berdasarkan pola XRD, isotherm adsorpsi-desorpsi N2, dan gambar TEM, silika dari sekam padi dapat digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis sonikasi RH-MCM-41 yang memiliki mesostruktur heksagonal p6mm dengan luas permukaan spesifik tinggi dan distribusi ukuran pori sempit.Impregnasi Fe3 ke dalam pori RH-MCM-41 menghasilkan pembentukan oksida besi di luar kerangka serta substitusi isomorfik Fe3 menggantikan Si4 di dalam kerangka.Kecenderungan pembentukan oksida besi lebih besar daripada substitusi isomorfik, yang disebabkan oleh proses substitusi isomorfik bersifat endotermik, sedangkan pembentukan Fe2O3 bersifat eksotermik.Rasio persen massa Fe-non-frameworks terhadap Fe-frameworks dapat dikontrol melalui penyesuaian konsentrasi Fe3 dalam proses impregnasi, yang penting untuk aplikasi katalitik agar aktivitas katalitik tidak terhambat oleh penyumbatan pori Silika dari sekam padi (RH) telah digunakan sebagai bahan awal dalam sintesis sonikasi MCM-41 (RH-MCM-41). Impregnasi Fe3 ke dalam pori RH-MCM-41 untuk menghasilkan RH-MCM-41 yang mengandung Fe2O3 dan Fe (disebut Fe2O3-Fe-RH-MCM-41) dilakukan dengan meninjau pengaruh berbagai konsentrasi Fe3 terhadap persen berat Fe-frameworks (Fe3 yang menggantikan Si4 dalam kerangka silikat) dan Fe-non-frameworks, yaitu oksida besi yang terbentuk di luar kerangka silikat. Fe2O3-Fe-RH-MCM-41 dicuci dengan larutan HCl 0,01 M untuk menghilangkan Fe-non-frameworks dari bahan dan menghasilkan Fe-RH-MCM-41 yang mengandung Fe-frameworks. Kandungan Fe dalam Fe2O3-Fe-RH-MCM-41 (Fe-total) dan Fe-RH-MCM-41 (Fe-frameworks)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-10ef2.webp" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-10ef2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-10ef2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-10ef2.webp 1x" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" alt="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-390ed.webp" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-390ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-390ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-390ed.webp 1x" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" alt="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-e7b0a.webp" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-e7b0a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-e7b0a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-e7b0a.webp 1x" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" alt="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33564-rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-non-framew" title="JURIS - Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks" target="_blank">Impregnation of Fe 3   into MCM-41 Pores: Effect of Fe 3   Concentration on the Weight Percent of Fe-Frameworks and Fe-Non-Frameworks</a>: Pertama, perlu diteliti pengaruh temperatur dan durasi sonikasi terhadap efisiensi substitusi isomorfik Fe3  ke dalam kerangka RH-MCM-41 untuk mengetahui apakah kondisi sintesis dapat dioptimalkan agar lebih mendukung pembentukan Fe-frameworks daripada Fe-non-frameworks. Kedua, penting untuk menguji performa katalitik dari material Fe-RH-MCM-41 dengan rasio Fe-frameworks dan Fe-non-frameworks yang bervariasi dalam reaksi spesifik seperti oksidasi atau dekomposisi, agar dapat ditentukan rasio optimal yang memberikan aktivitas katalitik maksimal tanpa menyumbat situs aktif. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi tentang regenerasi dan stabilitas jangka panjang material katalis setelah digunakan, termasuk analisis kerusakan struktur mesoporos dan pelepasan spesi besi selama siklus penggunaan, untuk menilai kelayakan aplikasi industri secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan panduan lebih lengkap dalam desain katalis berbasis RH-MCM-41 termodifikasi besi yang efisien dan ramah lingkungan..
<br>Berdasarkan pola XRD, isotherm adsorpsi-desorpsi N2, dan gambar TEM, silika dari sekam padi dapat digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis sonikasi RH-MCM-41 yang memiliki mesostruktur heksagonal p6mm dengan luas permukaan spesifik tinggi dan distribusi ukuran pori sempit.Impregnasi Fe3  ke dalam pori RH-MCM-41 menghasilkan pembentukan oksida besi di luar kerangka serta substitusi isomorfik Fe3  menggantikan Si4  di dalam kerangka.Kecenderungan pembentukan oksida besi lebih besar daripada substitusi isomorfik, yang disebabkan oleh proses substitusi isomorfik bersifat endotermik, sedangkan pembentukan Fe2O3 bersifat eksotermik.Rasio persen massa Fe-non-frameworks terhadap Fe-frameworks dapat dikontrol melalui penyesuaian konsentrasi Fe3  dalam proses impregnasi, yang penting untuk aplikasi katalitik agar aktivitas katalitik tidak terhambat oleh penyumbatan pori
<br>Silika dari sekam padi (RH) telah digunakan sebagai bahan awal dalam sintesis sonikasi MCM-41 (RH-MCM-41). Impregnasi Fe3  ke dalam pori RH-MCM-41 untuk menghasilkan RH-MCM-41 yang mengandung Fe2O3 dan Fe (disebut Fe2O3-Fe-RH-MCM-41) dilakukan dengan meninjau pengaruh berbagai konsentrasi Fe3  terhadap persen berat Fe-frameworks (Fe3  yang menggantikan Si4  dalam kerangka silikat) dan Fe-non-frameworks, yaitu oksida besi yang terbentuk di luar kerangka silikat. Fe2O3-Fe-RH-MCM-41 dicuci dengan larutan HCl 0,01 M untuk menghilangkan Fe-non-frameworks dari bahan dan menghasilkan Fe-RH-MCM-41 yang mengandung Fe-frameworks. Kandungan Fe dalam Fe2O3-Fe-RH-MCM-41 (Fe-total) dan Fe-RH-MCM-41 (Fe-frameworks)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-390ed.webp" type="image/webp" length="87626" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-10ef2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-390ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/rh-mcm-41-impregnation-fe-frameworks-fe-non-framew-thumb-e7b0a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3083-ijc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 04 Apr 2026 16:58:44 +0700. 12 items. Served in: 3.069 seconds [rss] -->
