<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.264-1aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.264-1aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 16 Aug 2026 16:55:48 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 16:55:48 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-16T16:55:48+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity Based Costing ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity Based Costing ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity Based Costing ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58817-biaya-layanan-total-minimum-operasi-ka</link>
	<guid isPermaLink="false">49ce93b52117bc000f4f247de9e0f6b1</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 15:27:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ vitro study ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,reports,study,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, rekomendasi penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan ABC guna menghitung tarif layanan tambahan di RSGM, seperti bidang prosthodontik atau periodontik. Evaluasi biaya variabel, khususnya BMHP, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing: Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, rekomendasi penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan ABC guna menghitung tarif layanan tambahan di RSGM, seperti bidang prosthodontik atau periodontik. Evaluasi biaya variabel, khususnya BMHP, harus dilakukan secara berkala untuk menjaga transparansi dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, monitoring biaya tetap, seperti perawatan gedung, perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan layanan. Dengan demikian, rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saingnya dalam memberikan perawatan kesehatan yang optimal.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya yang dapat ditanggung pasien sebelum ditambahkan margin adalah Rp 272.Penggunaan bahan habis pakai sangat mempengaruhi biaya ini.Biaya penyusutan juga harus dihitung karena merupakan bagian dari tarif yang menunjukkan biaya operasional yang sebenarnya.Penerapan metode ABC memungkinkan rumah sakit menetapkan tarif layanan secara lebih akurat, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berkontribusi pada daya saing dan berkelanjutan keuangan rumah sakit Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan yang bermutu. Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), rumah sakit harus mengutamakan penyediaan layanan yang bermutu tinggi daripada perolehan laba. Perhitungan biaya yang akurat untuk setiap unit layanan, yang dikenal sebagai unit cost, sangat penting untuk perencanaan keuangan dan penetapan biaya layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan unit cost perawatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-8cb66.webp" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-8cb66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-8cb66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-8cb66.webp 1x" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" alt="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-4654d.webp" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-4654d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-4654d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-4654d.webp 1x" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" alt="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-3e195.webp" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-3e195.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-3e195.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-3e195.webp 1x" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" alt="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58817-biaya-layanan-total-minimum-operasi-ka" title="JURIS - Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing" target="_blank">Strategi Implementasi Kebijakan Tarif Perawatan Saluran Akar Menggunakan Pendekatan Activity-Based Costing</a>: Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, rekomendasi penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan ABC guna menghitung tarif layanan tambahan di RSGM, seperti bidang prosthodontik atau periodontik. Evaluasi biaya variabel, khususnya BMHP, harus dilakukan secara berkala untuk menjaga transparansi dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, monitoring biaya tetap, seperti perawatan gedung, perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan layanan. Dengan demikian, rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saingnya dalam memberikan perawatan kesehatan yang optimal..
<br>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya yang dapat ditanggung pasien sebelum ditambahkan margin adalah Rp 272.Penggunaan bahan habis pakai sangat mempengaruhi biaya ini.Biaya penyusutan juga harus dihitung karena merupakan bagian dari tarif yang menunjukkan biaya operasional yang sebenarnya.Penerapan metode ABC memungkinkan rumah sakit menetapkan tarif layanan secara lebih akurat, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berkontribusi pada daya saing dan berkelanjutan keuangan rumah sakit
<br>Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan yang bermutu. Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), rumah sakit harus mengutamakan penyediaan layanan yang bermutu tinggi daripada perolehan laba. Perhitungan biaya yang akurat untuk setiap unit layanan, yang dikenal sebagai unit cost, sangat penting untuk perencanaan keuangan dan penetapan biaya layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan unit cost perawatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-8cb66.webp" type="image/webp" length="88948" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-8cb66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-4654d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/biaya-layanan-total-minimum-operasi-kapal-fluktuas-thumb-3e195.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58831-kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri</link>
	<guid isPermaLink="false">e942c30d9cc41b9c9ee151931bc46935</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 15:22:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ tim editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,editor,flag,focus,scope,tim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pesantren tradisional dan modern, dengan fokus pada strategi pembentukan karakter dan bagaimana perbedaan model pendidikan memengaruhi hasilnya. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pesantren tradisional dan modern, dengan fokus pada strategi pembentukan karakter dan bagaimana perbedaan model pendidikan memengaruhi hasilnya. Selain itu, penelitian longitudinal yang mengikuti perjalanan santri dari awal hingga setelah kembali ke masyarakat dapat memberikan wawasan tentang ketahanan nilai-nilai karakter dalam jangka panjang. Terakhir, penelitian tentang kontribusi kurikulum pesantren dalam menghadapi era digital, terutama literasi digital, etika bermedia sosial, dan integrasi aspek teknologi ke dalam kurikulum, akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pesantren dapat mempersiapkan santri menghadapi tantangan globalisasi dan kebutuhan generasi milenial serta Gen Z.. Pendidikan karakter di pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai moral dan agama.Pesantren, dengan akar kuat dalam tradisi Islam, telah menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan tantangan globalisasi tanpa mengorbankan prinsip dasar agama.Kurikulum pesantren yang holistik, yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembentukan karakter, mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan dunia modern.Inovasi dalam kurikulum pesantren, seperti literasi digital Islami, kurikulum nasional, dan keterampilan vokasional, menjadi bagian penting dalam memastikan santri siap berkompetisi di dunia global tanpa kehilangan akar agama.Meskipun pesantren modern berkembang dengan inovasi tersebut, pesantren tradisional tetap relevan karena menekankan kesederhanaan, keteguhan agama, dan keteladanan dari kyai serta ustadz dalam membentuk karakter santri yang tahan terhadap godaan dunia luar.Perbedaan antara pesantren tradisional dan modern saling melengkapi.Pesantren tradisional fokus pada pembentukan karakter religius melalui pembiasaan ibadah dan keteladanan, sedangkan pesantren modern mengintegrasikan kurikulum nasional dan literasi digital, yang mempersiapkan santri menghadapi dunia yang berkembang.Keduanya berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang berdaya saing dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.Keberhasilan pesantren dalam membentuk karakter santri tidak hanya bergantung pada kurikulum akademik, tetapi juga pada strategi keteladanan, pembiasaan, dan inovasi dalam kehidupan pesantren.Oleh karena itu, pesantren harus terus berinovasi sambil mempertahankan tradisi yang telah terbukti efektif dalam mendidik karakter santri Pesantren memainkan peran penting dalam membentuk karakter santri dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan pembentukan akhlak melalui kurikulum yang holistik. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pesantren harus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan prinsip dasar agama. Inovasi kurikulum pesantren, seperti literasi digital Islami, penerapan kurikulum nasional, dan penguatan keterampilan vokasional, menjadi kunci untuk memastikan santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kokoh, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia global. Meskipun demikian, pesantren tradisional tetap memiliki tempat yang sangat penting karena mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan beragama yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kedua model pesantren, baik tradisional maupun modern, saling melengkapi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-22267.webp" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-22267.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-22267.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-22267.webp 1x" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" alt="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-0a2ac.webp" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-0a2ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-0a2ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-0a2ac.webp 1x" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" alt="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-7f622.webp" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-7f622.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-7f622.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-7f622.webp 1x" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" alt="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58831-kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri" title="JURIS - Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri" target="_blank">Kurikulum Pesantren dan Tantangan Globalisasi dalam Pembentukan Karakter Santri</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pesantren tradisional dan modern, dengan fokus pada strategi pembentukan karakter dan bagaimana perbedaan model pendidikan memengaruhi hasilnya. Selain itu, penelitian longitudinal yang mengikuti perjalanan santri dari awal hingga setelah kembali ke masyarakat dapat memberikan wawasan tentang ketahanan nilai-nilai karakter dalam jangka panjang. Terakhir, penelitian tentang kontribusi kurikulum pesantren dalam menghadapi era digital, terutama literasi digital, etika bermedia sosial, dan integrasi aspek teknologi ke dalam kurikulum, akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pesantren dapat mempersiapkan santri menghadapi tantangan globalisasi dan kebutuhan generasi milenial serta Gen Z..
<br>Pendidikan karakter di pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai moral dan agama.Pesantren, dengan akar kuat dalam tradisi Islam, telah menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan tantangan globalisasi tanpa mengorbankan prinsip dasar agama.Kurikulum pesantren yang holistik, yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembentukan karakter, mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan dunia modern.Inovasi dalam kurikulum pesantren, seperti literasi digital Islami, kurikulum nasional, dan keterampilan vokasional, menjadi bagian penting dalam memastikan santri siap berkompetisi di dunia global tanpa kehilangan akar agama.Meskipun pesantren modern berkembang dengan inovasi tersebut, pesantren tradisional tetap relevan karena menekankan kesederhanaan, keteguhan agama, dan keteladanan dari kyai serta ustadz dalam membentuk karakter santri yang tahan terhadap godaan dunia luar.Perbedaan antara pesantren tradisional dan modern saling melengkapi.Pesantren tradisional fokus pada pembentukan karakter religius melalui pembiasaan ibadah dan keteladanan, sedangkan pesantren modern mengintegrasikan kurikulum nasional dan literasi digital, yang mempersiapkan santri menghadapi dunia yang berkembang.Keduanya berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang berdaya saing dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.Keberhasilan pesantren dalam membentuk karakter santri tidak hanya bergantung pada kurikulum akademik, tetapi juga pada strategi keteladanan, pembiasaan, dan inovasi dalam kehidupan pesantren.Oleh karena itu, pesantren harus terus berinovasi sambil mempertahankan tradisi yang telah terbukti efektif dalam mendidik karakter santri
<br>Pesantren memainkan peran penting dalam membentuk karakter santri dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan pembentukan akhlak melalui kurikulum yang holistik. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pesantren harus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan prinsip dasar agama. Inovasi kurikulum pesantren, seperti literasi digital Islami, penerapan kurikulum nasional, dan penguatan keterampilan vokasional, menjadi kunci untuk memastikan santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kokoh, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia global. Meskipun demikian, pesantren tradisional tetap memiliki tempat yang sangat penting karena mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan beragama yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kedua model pesantren, baik tradisional maupun modern, saling melengkapi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-7f622.webp" type="image/webp" length="62874" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-22267.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-0a2ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/kurikulum-akademik-dokter-karakter-santri-pesantre-thumb-7f622.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-369-unisla.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19535-akademika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves Peronema canescens jack Againts Candida albicans An in Vitro Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves Peronema canescens jack Againts Candida albicans An in Vitro Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves Peronema canescens jack Againts Candida albicans An in Vitro Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58834-daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni</link>
	<guid isPermaLink="false">769a27997d9f99e8d27a1830415d89fc</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 15:22:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ vitro study ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,reports,study,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk meningkatkan konsentrasi ekstrak, menggunakan teknik ekstraksi yang lebih efisien, dan mengisolasi senyawa aktif tertentu dari daun Sungkai. Selain itu, mengevaluasi efektivitas ekstrak terhadap berbagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study: Untuk melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk meningkatkan konsentrasi ekstrak, menggunakan teknik ekstraksi yang lebih efisien, dan mengisolasi senyawa aktif tertentu dari daun Sungkai. Selain itu, mengevaluasi efektivitas ekstrak terhadap berbagai mikroorganisme atau melakukan uji kombinasi dengan antifungal sintetis dapat membantu menyelidiki potensi interaksi sinergis. Penelitian lanjutan juga dapat mencakup penilaian in vivo dan formulasi aplikasi topikal yang berasal dari ekstrak daun Sungkai untuk menentukan kelayakan sebagai pendekatan terapi alternatif.. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sungkai tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan C.albicans in vitro, meskipun daun Sungkai diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki potensi antimikroba.Ketidakefektifan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti konsentrasi senyawa aktif yang mungkin terlalu rendah untuk mencapai efek antifungal yang signifikan, stabilitas senyawa aktif selama proses ekstraksi, dan sifat C.albicans sebagai patogen oportunistik yang memiliki mekanisme pertahanan kuat, termasuk kemampuan membentuk biofilm.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi antifungal daun Sungkai dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda, konsentrasi yang lebih tinggi, atau kombinasi dengan senyawa lain yang dapat meningkatkan aktivitas biologisnya Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit yang menginfeksi lidah dan daerah mukosa rongga mulut yang umumnya ditandai dengan pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak etanol daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) diketahui mengandung zat kimia yang disebut metabolit sekunder yang dapat menghentikan pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan khasiat anti-jamur ekstrak etanol daun Sungkai terhadap pertumbuhan jamur C. albicans secara in vitro. Penelitian menggunakan metode disc diffusion dengan desain penelitian post-test-only control group design. Jamur C. albicans... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-6a19f.webp" title="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-6a19f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-6a19f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-6a19f.webp 1x" title="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" alt="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-f9cba.webp" title="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-f9cba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-f9cba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-f9cba.webp 1x" title="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" alt="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58834-daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni" title="JURIS - Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study" target="_blank">Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study</a>: Untuk melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk meningkatkan konsentrasi ekstrak, menggunakan teknik ekstraksi yang lebih efisien, dan mengisolasi senyawa aktif tertentu dari daun Sungkai. Selain itu, mengevaluasi efektivitas ekstrak terhadap berbagai mikroorganisme atau melakukan uji kombinasi dengan antifungal sintetis dapat membantu menyelidiki potensi interaksi sinergis. Penelitian lanjutan juga dapat mencakup penilaian in vivo dan formulasi aplikasi topikal yang berasal dari ekstrak daun Sungkai untuk menentukan kelayakan sebagai pendekatan terapi alternatif..
<br>Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sungkai tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan C.albicans in vitro, meskipun daun Sungkai diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki potensi antimikroba.Ketidakefektifan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti konsentrasi senyawa aktif yang mungkin terlalu rendah untuk mencapai efek antifungal yang signifikan, stabilitas senyawa aktif selama proses ekstraksi, dan sifat C.albicans sebagai patogen oportunistik yang memiliki mekanisme pertahanan kuat, termasuk kemampuan membentuk biofilm.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi antifungal daun Sungkai dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda, konsentrasi yang lebih tinggi, atau kombinasi dengan senyawa lain yang dapat meningkatkan aktivitas biologisnya
<br>Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit yang menginfeksi lidah dan daerah mukosa rongga mulut yang umumnya ditandai dengan pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak etanol daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) diketahui mengandung zat kimia yang disebut metabolit sekunder yang dapat menghentikan pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan khasiat anti-jamur ekstrak etanol daun Sungkai terhadap pertumbuhan jamur C. albicans secara in vitro. Penelitian menggunakan metode disc diffusion dengan desain penelitian post-test-only control group design. Jamur C. albicans...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-f9cba.webp" type="image/webp" length="117432" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-6a19f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/daun-sungkai-peronema-proses-ekstraksi-kitin-tekni-thumb-f9cba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58825-minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m</link>
	<guid isPermaLink="false">218830884ef6aaf5dfaaa5b20d2636e6</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 15:08:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman mengenai dampak minuman isotonik terhadap kesehatan gigi, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk menyelidiki secara lebih mendalam potensi agen remineralisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi: Untuk memperkaya pemahaman mengenai dampak minuman isotonik terhadap kesehatan gigi, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk menyelidiki secara lebih mendalam potensi agen remineralisasi dalam mengurangi efek demineralisasi yang disebabkan oleh minuman isotonik. Misalnya, studi dapat dirancang untuk mengevaluasi apakah penambahan fluorida atau kalsium fosfat amorf ke dalam formulasi minuman isotonik dapat menetralkan keasamannya dan melindungi email gigi, bahkan mungkin membalikkan sebagian dari kerusakan awal. Penelitian ini bisa membandingkan berbagai jenis minuman isotonik yang dimodifikasi dengan kontrol positif demineralisasi yang telah terstandardisasi untuk validasi hasil yang lebih kuat. Kedua, studi ini dapat diperluas dengan mensimulasikan kondisi di lingkungan mulut yang lebih realistis melalui penelitian in vivo, atau setidaknya in vitro dengan protokol yang lebih kompleks. Ini berarti mempertimbangkan faktor-faktor seperti aliran saliva, kebiasaan menyikat gigi, dan durasi konsumsi minuman yang bervariasi sepanjang hari, tidak hanya perendaman pasif. Dengan jumlah sampel yang lebih besar dan periode pengamatan yang lebih panjang, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang efek kumulatif minuman isotonik dalam jangka panjang terhadap integritas email gigi. Ketiga, di samping pengukuran kekerasan permukaan, akan bermanfaat untuk menganalisis perubahan mikrostruktur dan komposisi kimia email setelah terpapar minuman isotonik menggunakan teknik pencitraan canggih. Misalnya, penggunaan mikroskop elektron pemindai (SEM) dapat mengungkapkan perubahan morfologi permukaan email, sementara spektroskopi dispersif energi sinar-X (EDX) bisa mengidentifikasi perubahan rasio mineral seperti kalsium dan fosfat. Pendekatan ini akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang mekanisme demineralisasi dan potensi restorasi email gigi pada tingkat molekuler, jauh melampaui data kekerasan semata.. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat penurunan kekerasan permukaan email gigi setelah perendaman dengan minuman isotonik.Keasaman minuman isotonik kurang dari tujuh sehingga dapat menurunkan kekerasan permukaan email gigi Demineralisasi merupakan proses hilangnya mineral pada email gigi apabila email berada dalam suatu lingkungan pH di bawah 5,5. Email yang merupakan lapisan terluar dari anatomi mahkota gigi, dan substansi paling keras dalam tubuh dapat larut karena konsumsi minuman isotonik yang merupakan minuman untuk menggantikan cairan, elektrolit, serta gula pada tubuh karena mempunyai pH kurang dari lima. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perendaman minuman isotonik terhadap kekerasan email gigi.Penelitian ini menggunakan sampel 6 gigi premolar post ekstraksi perawatan otrthodonti, kemudian dilakukan perendaman pada minuman isotonik selama 5 menit/hari selama 7 hari. Setelah itu dilakukan pengukuran kekerasan dengan menggunan Micro Vickers Hardness. Berdasarkan uji independent T-test didapatkan nilai p= 0,03 (p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-8ac9c.webp" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-8ac9c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-8ac9c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-8ac9c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" alt="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-1740b.webp" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-1740b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-1740b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-1740b.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" alt="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-fcd60.webp" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-fcd60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-fcd60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-fcd60.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" alt="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58825-minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m" title="JURIS - Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi" target="_blank">Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi</a>: Untuk memperkaya pemahaman mengenai dampak minuman isotonik terhadap kesehatan gigi, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk menyelidiki secara lebih mendalam potensi agen remineralisasi dalam mengurangi efek demineralisasi yang disebabkan oleh minuman isotonik. Misalnya, studi dapat dirancang untuk mengevaluasi apakah penambahan fluorida atau kalsium fosfat amorf ke dalam formulasi minuman isotonik dapat menetralkan keasamannya dan melindungi email gigi, bahkan mungkin membalikkan sebagian dari kerusakan awal. Penelitian ini bisa membandingkan berbagai jenis minuman isotonik yang dimodifikasi dengan kontrol positif demineralisasi yang telah terstandardisasi untuk validasi hasil yang lebih kuat. Kedua, studi ini dapat diperluas dengan mensimulasikan kondisi di lingkungan mulut yang lebih realistis melalui penelitian in vivo, atau setidaknya in vitro dengan protokol yang lebih kompleks. Ini berarti mempertimbangkan faktor-faktor seperti aliran saliva, kebiasaan menyikat gigi, dan durasi konsumsi minuman yang bervariasi sepanjang hari, tidak hanya perendaman pasif. Dengan jumlah sampel yang lebih besar dan periode pengamatan yang lebih panjang, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang efek kumulatif minuman isotonik dalam jangka panjang terhadap integritas email gigi. Ketiga, di samping pengukuran kekerasan permukaan, akan bermanfaat untuk menganalisis perubahan mikrostruktur dan komposisi kimia email setelah terpapar minuman isotonik menggunakan teknik pencitraan canggih. Misalnya, penggunaan mikroskop elektron pemindai (SEM) dapat mengungkapkan perubahan morfologi permukaan email, sementara spektroskopi dispersif energi sinar-X (EDX) bisa mengidentifikasi perubahan rasio mineral seperti kalsium dan fosfat. Pendekatan ini akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang mekanisme demineralisasi dan potensi restorasi email gigi pada tingkat molekuler, jauh melampaui data kekerasan semata..
<br>Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat penurunan kekerasan permukaan email gigi setelah perendaman dengan minuman isotonik.Keasaman minuman isotonik kurang dari tujuh sehingga dapat menurunkan kekerasan permukaan email gigi
<br>Demineralisasi merupakan proses hilangnya mineral pada email gigi apabila email berada dalam suatu lingkungan pH di bawah 5,5. Email yang merupakan lapisan terluar dari anatomi mahkota gigi, dan substansi paling keras dalam tubuh dapat larut karena konsumsi minuman isotonik yang merupakan minuman untuk menggantikan cairan, elektrolit, serta gula pada tubuh karena mempunyai pH kurang dari lima. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perendaman minuman isotonik terhadap kekerasan email gigi.Penelitian ini menggunakan sampel 6 gigi premolar post ekstraksi perawatan otrthodonti, kemudian dilakukan perendaman pada minuman isotonik selama 5 menit/hari selama 7 hari. Setelah itu dilakukan pengukuran kekerasan dengan menggunan Micro Vickers Hardness. Berdasarkan uji independent T-test didapatkan nilai p= 0,03 (p<0,03) terdapat perbedaan tingkat kekerasan permukaan email...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-fcd60.webp" type="image/webp" length="104182" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-8ac9c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-1740b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/minuman-isotonik-akar-gigi-premolar-keterampilan-m-thumb-fcd60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafiiyah Batealit Jepara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafiiyah Batealit Jepara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafiiyah Batealit Jepara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58833-literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis</link>
	<guid isPermaLink="false">bcd1b707c450f3282584f8c6673e016f</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 14:53:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar kajian tidak hanya berfokus pada peran guru PAI, tetapi juga melibatkan peran orang tua dan lingkungan masyarakat. Selain itu, perlu dipertimbangkan pemanfaatan teknologi digital dalam penguatan literasi keagamaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara: Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar kajian tidak hanya berfokus pada peran guru PAI, tetapi juga melibatkan peran orang tua dan lingkungan masyarakat. Selain itu, perlu dipertimbangkan pemanfaatan teknologi digital dalam penguatan literasi keagamaan agar hasil penelitian lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman. Sekolah juga disarankan untuk menambah ketersediaan bahan bacaan keagamaan yang lebih beragam, sementara guru perlu terus mengembangkan inovasi pembelajaran agar kegiatan literasi menjadi lebih menarik bagi siswa. Kerja sama antara guru, wali kelas, dan pihak sekolah perlu diperkuat agar program pembiasaan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa.Peran tersebut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan teladan yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman melalui berbagai kegiatan pembiasaan seperti pembacaan Asmaul Husna, program tahfidz Al-Qur'an Juz 30, istighosah, sholat berjamaah, serta pemanfaatan perpustakaan.Strategi-strategi tersebut berkontribusi dalam membentuk kebiasaan religius, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta memperkuat karakter siswa.Keberhasilan pelaksanaan program ini didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan dukungan manajemen sekolah, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan bahan bacaan keagamaan dan rendahnya minat baca siswa terhadap literatur non-digital Rendahnya literasi keagamaan di kalangan siswa menjadi tantangan dalam pendidikan Islam, terutama dalam membentuk karakter keagamaan yang kuat. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan membimbing siswa untuk memahami dan menerapkan ajaran Islam secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dan strategi guru PAI dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa di SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, mentor, fasilitator, dan teladan bagi siswa. Strategi yang diterapkan meliputi pembacaan Asmaul Husna setiap pagi, hafalan Juz 30 Al-Qur'an setiap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-82d16.webp" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-82d16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-82d16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-82d16.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" alt="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-c8205.webp" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-c8205.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-c8205.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-c8205.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" alt="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-795e2.webp" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-795e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-795e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-795e2.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" alt="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58833-literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis" title="JURIS - Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi&#039;iyah Batealit Jepara" target="_blank">Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar kajian tidak hanya berfokus pada peran guru PAI, tetapi juga melibatkan peran orang tua dan lingkungan masyarakat. Selain itu, perlu dipertimbangkan pemanfaatan teknologi digital dalam penguatan literasi keagamaan agar hasil penelitian lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman. Sekolah juga disarankan untuk menambah ketersediaan bahan bacaan keagamaan yang lebih beragam, sementara guru perlu terus mengembangkan inovasi pembelajaran agar kegiatan literasi menjadi lebih menarik bagi siswa. Kerja sama antara guru, wali kelas, dan pihak sekolah perlu diperkuat agar program pembiasaan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa.Peran tersebut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan teladan yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman melalui berbagai kegiatan pembiasaan seperti pembacaan Asmaul Husna, program tahfidz Al-Qur'an Juz 30, istighosah, sholat berjamaah, serta pemanfaatan perpustakaan.Strategi-strategi tersebut berkontribusi dalam membentuk kebiasaan religius, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta memperkuat karakter siswa.Keberhasilan pelaksanaan program ini didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan dukungan manajemen sekolah, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan bahan bacaan keagamaan dan rendahnya minat baca siswa terhadap literatur non-digital
<br>Rendahnya literasi keagamaan di kalangan siswa menjadi tantangan dalam pendidikan Islam, terutama dalam membentuk karakter keagamaan yang kuat. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan membimbing siswa untuk memahami dan menerapkan ajaran Islam secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dan strategi guru PAI dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa di SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, mentor, fasilitator, dan teladan bagi siswa. Strategi yang diterapkan meliputi pembacaan Asmaul Husna setiap pagi, hafalan Juz 30 Al-Qur'an setiap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-c8205.webp" type="image/webp" length="99986" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-82d16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-c8205.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/literasi-keagamaan-fungsi-kreativitas-guru-pai-sis-thumb-795e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-369-unisla.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19535-akademika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Penanaman Nilai Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Penanaman Nilai Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Penanaman Nilai Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58814-penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-p</link>
	<guid isPermaLink="false">b282b13ae9ee22c690249a63f05f1be0</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 14:38:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, bukan hanya dalam pembelajaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, bukan hanya dalam pembelajaran Fiqih. 2. Meneliti efektivitas pendekatan hati ke hati dalam pembelajaran Fiqih untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, serta mengukur tingkat pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut oleh siswa. 3. Melakukan studi komparatif antara berbagai metode pembelajaran Fiqih yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang damai dan harmonis.. Berdasarkan uraian diatas tentang AuStrategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama di MAN 1 LamonganAy dapat disimpulkan bahwa.Pengetahuan dan wawasan tentang strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama telah diperoleh para guru MAN 1 Lamongan melalui program pemerintah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.Disini pemerintah juga terus mendorong program moderasi beragama Balai Diklat Keagamaan yang diprogramkan oleh Kemenag melalui pelatihan-pelatihan penanaman nilai-nilai moderasi beragama kepada para guru MAN 1 Lamongan khususnya guru mata pelajaran Fiqih untuk menguatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai moderasi beragama.Adapun strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang digunakan di MAN 1 Lamongan yaitu sebagai berikut.Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Proses Pembelajaran, b.Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Materi Pembelajaran, c.Mengoptimalkan Upaya Pendekatan pada Pembelajaran dan d.Adapun faktor pendukung strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di MAN 1 Lamongan adalah (1) Pemerintah sudah Mengedepankan Moderasi Beragama, dan (2) Fasilitas yang Memadai.Sedangkan factor penghambat strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di MAN 1 Lamongan adalah (1) Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Belum Bisa Maksimal, dan (2) Kurangnya Pemahaman Siswa Penelitian ini berjudul strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran fiqih di MAN 1 Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan islam berperan penting dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi ditengah masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu-ilmu Islam, akan tetapi, salah satu tugas pendidikan Islam adalah mengatasi isu-isu sosial yang berkaitan dengan pemahaman agama yang ada di masyarakat. Moderasi beragama adalah sikap yang menggabungkan ajaran agama dengan kondisi sosial sehingga tidak mengarah pada ekstremisme atau intoleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa di MAN 1 Lamongan mengembangkan sikap moderasi beragama. Dalam penelitian ini menggunakan metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-42b12.webp" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-42b12.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-42b12.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-42b12.webp 1x" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" alt="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-92e1b.webp" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-92e1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-92e1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-92e1b.webp 1x" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" alt="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-62367.webp" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-62367.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-62367.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-62367.webp 1x" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" alt="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58814-penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-p" title="JURIS - Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan" target="_blank">Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, bukan hanya dalam pembelajaran Fiqih. 2. Meneliti efektivitas pendekatan hati ke hati dalam pembelajaran Fiqih untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, serta mengukur tingkat pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut oleh siswa. 3. Melakukan studi komparatif antara berbagai metode pembelajaran Fiqih yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang damai dan harmonis..
<br>Berdasarkan uraian diatas tentang AuStrategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama di MAN 1 LamonganAy dapat disimpulkan bahwa.Pengetahuan dan wawasan tentang strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama telah diperoleh para guru MAN 1 Lamongan melalui program pemerintah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.Disini pemerintah juga terus mendorong program moderasi beragama Balai Diklat Keagamaan yang diprogramkan oleh Kemenag melalui pelatihan-pelatihan penanaman nilai-nilai moderasi beragama kepada para guru MAN 1 Lamongan khususnya guru mata pelajaran Fiqih untuk menguatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai moderasi beragama.Adapun strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang digunakan di MAN 1 Lamongan yaitu sebagai berikut.Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Proses Pembelajaran, b.Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Materi Pembelajaran, c.Mengoptimalkan Upaya Pendekatan pada Pembelajaran dan d.Adapun faktor pendukung strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di MAN 1 Lamongan adalah (1) Pemerintah sudah Mengedepankan Moderasi Beragama, dan (2) Fasilitas yang Memadai.Sedangkan factor penghambat strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di MAN 1 Lamongan adalah (1) Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Belum Bisa Maksimal, dan (2) Kurangnya Pemahaman Siswa
<br>Penelitian ini berjudul strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran fiqih di MAN 1 Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan islam berperan penting dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi ditengah masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu-ilmu Islam, akan tetapi, salah satu tugas pendidikan Islam adalah mengatasi isu-isu sosial yang berkaitan dengan pemahaman agama yang ada di masyarakat. Moderasi beragama adalah sikap yang menggabungkan ajaran agama dengan kondisi sosial sehingga tidak mengarah pada ekstremisme atau intoleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa di MAN 1 Lamongan mengembangkan sikap moderasi beragama. Dalam penelitian ini menggunakan metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-62367.webp" type="image/webp" length="90862" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-42b12.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-92e1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/penanaman-nilai-moderasi-beragama-sikap-pelatihan-thumb-62367.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-369-unisla.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19535-akademika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58828-pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war</link>
	<guid isPermaLink="false">e5a82a71674454e01ddc0fa514ea96b1</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 14:37:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek cuka apel pada gigi, termasuk pengujian jangka panjang dan studi klinis pada manusia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi bahan alami lainnya sebagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek cuka apel pada gigi, termasuk pengujian jangka panjang dan studi klinis pada manusia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi bahan alami lainnya sebagai alternatif pemutih gigi yang aman dan efektif. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan metode pemutihan gigi dengan cuka apel, seperti konsentrasi dan durasi perendaman yang optimal.. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi sebesar 12,4% namun tidak signifikan secara statistik.Perubahan warna gigi tersebut terjadi pada perendaman larutan cuka apel selama 3 dan 5 hari Diskolorasi dapat berdampak pada masalah psikologis dan psikososial. Pemutihan gigi atau bleaching merupakan salah satu cara mengatasi perubahan warna gigi. Bahan pemutih gigi seperti hidrogen peroksida dapat merubah morfologi email dan dapat menghilangkan mineral yang cukup banyak. Adanya akibat dari bahan kimia pemutih gigi ini membuat masyarakat mencari alternatif lain dengan menggunakan bahan alami. Cuka apel salah satu bahan alami yang mengandung asam asetat dan vitamin C yang dapat memberikan efek pemutihan pada gigi. Mengetahui pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-e24d2.webp" title="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-e24d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-e24d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-e24d2.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" alt="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-47df9.webp" title="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-47df9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-47df9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-47df9.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" alt="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58828-pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war" title="JURIS - Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen" target="_blank">Pengaruh Cuka Apel terhadap Perubahan Warna Gigi Permanen</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek cuka apel pada gigi, termasuk pengujian jangka panjang dan studi klinis pada manusia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi bahan alami lainnya sebagai alternatif pemutih gigi yang aman dan efektif. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan metode pemutihan gigi dengan cuka apel, seperti konsentrasi dan durasi perendaman yang optimal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi sebesar 12,4% namun tidak signifikan secara statistik.Perubahan warna gigi tersebut terjadi pada perendaman larutan cuka apel selama 3 dan 5 hari
<br>Diskolorasi dapat berdampak pada masalah psikologis dan psikososial. Pemutihan gigi atau bleaching merupakan salah satu cara mengatasi perubahan warna gigi. Bahan pemutih gigi seperti hidrogen peroksida dapat merubah morfologi email dan dapat menghilangkan mineral yang cukup banyak. Adanya akibat dari bahan kimia pemutih gigi ini membuat masyarakat mencari alternatif lain dengan menggunakan bahan alami. Cuka apel salah satu bahan alami yang mengandung asam asetat dan vitamin C yang dapat memberikan efek pemutihan pada gigi. Mengetahui pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-e24d2.webp" type="image/webp" length="98692" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-e24d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/pemutihan-gigi-diskolorasi-bleaching-cuka-apel-war-thumb-47df9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia Paulo FreireAos Perspective ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia Paulo FreireAos Perspective ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia Paulo FreireAos Perspective ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58815-faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum</link>
	<guid isPermaLink="false">9b317595a8016f3880b3763df9cbc34b</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:57:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan dialogis Freire pada kurikulum Merdeka, dengan mengukur faktor-faktor motivasi, kompetensi pedagogik, dan dukungan institusional yang mempengaruhi implementasinya. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan dialogis Freire pada kurikulum Merdeka, dengan mengukur faktor-faktor motivasi, kompetensi pedagogik, dan dukungan institusional yang mempengaruhi implementasinya. Sebuah studi komparatif dapat membandingkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kebebasan memilih sumber belajar versus model tradisional berbasis ujian, untuk menilai dampaknya terhadap perkembangan kompetensi kritis dan kreativitas siswa. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak kebijakan penilaian fleksibel terhadap kesetaraan akses sumber belajar di daerah terpinggirkan, serta mengidentifikasi hambatan struktural yang masih menguatkan pola pendidikan bank. Penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan siswa dan guru dapat mengungkap persepsi mereka terhadap kebebasan belajar dan bagaimana hal tersebut memengaruhi motivasi belajar serta identitas profesional. Akhirnya, pengembangan model intervensi berbasis teknologi informasi dapat diuji untuk memperkuat dialog antara guru dan siswa, serta memperluas jaringan kolaboratif antar sekolah dalam konteks kurikulum Merdeka.. Kebijakan Kebebasan Belajar yang diluncurkan pada akhir 2019 memberikan ruang kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.Kurikulum ini selaras dengan pemikiran Paulo Freire, menolak model pendidikan bank dan menekankan dialog serta pemecahan masalah untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan siswa secara mandiri.Dengan implementasi dialog antara guru dan siswa, diharapkan kritisisme siswa meningkat serta kualitas pendidikan Indonesia dapat terangkat Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kurikulum Kebebasan Belajar (Merdeka Belajar) di Indonesia dari perspektif pemikiran PauloAFreire. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) sebagai bagian dari pendekatan kualitatif, dengan menelaah dokumen yang meliputi artikel, buku, dan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan antara tahun 2019 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Kebebasan Belajar telah mengadopsi beberapa ide Freire, khususnya nilai kebebasan yang memungkinkan siswa mencari sumber belajar secara mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensinya, serta pentingnya dialog antara siswa dan guru sebagai alternatif terhadap pendidikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-9a75a.webp" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-9a75a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-9a75a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-9a75a.webp 1x" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" alt="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-21673.webp" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-21673.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-21673.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-21673.webp 1x" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" alt="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-cdab0.webp" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-cdab0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-cdab0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-cdab0.webp 1x" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" alt="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58815-faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum" title="JURIS - Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective" target="_blank">Reconsidering the Freedom to Learn Curriculum in Indonesia: Paulo FreireAos Perspective</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan dialogis Freire pada kurikulum Merdeka, dengan mengukur faktor-faktor motivasi, kompetensi pedagogik, dan dukungan institusional yang mempengaruhi implementasinya. Sebuah studi komparatif dapat membandingkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kebebasan memilih sumber belajar versus model tradisional berbasis ujian, untuk menilai dampaknya terhadap perkembangan kompetensi kritis dan kreativitas siswa. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak kebijakan penilaian fleksibel terhadap kesetaraan akses sumber belajar di daerah terpinggirkan, serta mengidentifikasi hambatan struktural yang masih menguatkan pola pendidikan bank. Penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan siswa dan guru dapat mengungkap persepsi mereka terhadap kebebasan belajar dan bagaimana hal tersebut memengaruhi motivasi belajar serta identitas profesional. Akhirnya, pengembangan model intervensi berbasis teknologi informasi dapat diuji untuk memperkuat dialog antara guru dan siswa, serta memperluas jaringan kolaboratif antar sekolah dalam konteks kurikulum Merdeka..
<br>Kebijakan Kebebasan Belajar yang diluncurkan pada akhir 2019 memberikan ruang kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.Kurikulum ini selaras dengan pemikiran Paulo Freire, menolak model pendidikan bank dan menekankan dialog serta pemecahan masalah untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan siswa secara mandiri.Dengan implementasi dialog antara guru dan siswa, diharapkan kritisisme siswa meningkat serta kualitas pendidikan Indonesia dapat terangkat
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kurikulum Kebebasan Belajar (Merdeka Belajar) di Indonesia dari perspektif pemikiran PauloAFreire. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) sebagai bagian dari pendekatan kualitatif, dengan menelaah dokumen yang meliputi artikel, buku, dan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan antara tahun 2019 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Kebebasan Belajar telah mengadopsi beberapa ide Freire, khususnya nilai kebebasan yang memungkinkan siswa mencari sumber belajar secara mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensinya, serta pentingnya dialog antara siswa dan guru sebagai alternatif terhadap pendidikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-9a75a.webp" type="image/webp" length="108242" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-9a75a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-21673.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/faktor-motivasi-siswa-kebebasan-belajar-kurikulum-thumb-cdab0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-369-unisla.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19535-akademika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia Analisis Data Riskesdas 2018 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia Analisis Data Riskesdas 2018 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia Analisis Data Riskesdas 2018 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58820-status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-e</link>
	<guid isPermaLink="false">55295477994569b40e037388f342e930</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:56:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat keterbatasan penelitian ini yang bersifat potong lintang, saran penelitian lanjutan yang krusial adalah melaksanakan studi longitudinal prospektif. Pendekatan ini akan memungkinkan para peneliti untuk mengamati dan melacak perkembangan status ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018: Mengingat keterbatasan penelitian ini yang bersifat potong lintang, saran penelitian lanjutan yang krusial adalah melaksanakan studi longitudinal prospektif. Pendekatan ini akan memungkinkan para peneliti untuk mengamati dan melacak perkembangan status periodontal pada kelompok remaja yang sama selama periode waktu tertentu. Dengan demikian, hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor seperti status ekonomi, kebiasaan menyikat gigi, dan konsumsi alkohol terhadap kejadian atau keparahan penyakit periodontal dapat ditetapkan dengan lebih pasti, mengatasi masalah kausalitas yang tidak dapat dijawab oleh desain potong lintang. Selain itu, untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor perilaku, penelitian selanjutnya dapat menelaah lebih rinci aspek-aspek spesifik dari kebiasaan menyikat gigiAitidak hanya frekuensinya, tetapi juga teknik, durasi, penggunaan alat bantu kebersihan mulut lainnya, serta dampak dari pola konsumsi minuman beralkohol dan diet yang lebih komprehensif. Pendekatan ini dapat menggunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif, seperti survei mendalam dan wawancara fokus grup, untuk menggali persepsi, hambatan, dan motivasi di balik perilaku kesehatan mulut remaja di berbagai latar belakang sosioekonomi dan wilayah geografis. Akhirnya, hasil dari studi ini dapat menjadi dasar untuk merancang dan menguji efektivitas program intervensi kesehatan gigi dan mulut yang disesuaikan secara khusus. Program ini dapat menargetkan kelompok remaja dengan status ekonomi rendah dan di wilayah pedesaan, dengan fokus pada edukasi yang lebih efektif dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan gigi, sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan pada kesehatan periodontal mereka.. Hasil temuan didapatkan bahwa status periodontal pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia adalah berhubungan erat dengan status ekonomi, wilayah tempat tinggal, dan kebiasaan menyikat gigi.Kesehatan gigi dan mulut khususnya status periodontal juga harus diintegrasikan dalam kebijakan perawatan kesehatan umum, dan pemeriksaan status kesehatan periodontal dengan menggunakan pendekatan common risk factor Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 melaporkan bahwa prevalensi penyakit periodontal di Indonesia sebesar 74,1%. Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi yang disebabkan oleh biofilm bakteri pada permukaaan gigi serta salah satu penyebab utama kehilangan gigi akibat kerusakan jaringan periodontal yang bersifat permanen. Penyakit periodontal dibagi menjadi dua yaitu gingivitis dan periodontis. World Health Organization (WHO) Basic Oral Health Survey pemeriksaan dini penyakit periodontal masa remaja terjadi pada usia... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-6d8f0.webp" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-6d8f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-6d8f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-6d8f0.webp 1x" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" alt="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-accf7.webp" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-accf7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-accf7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-accf7.webp 1x" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" alt="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-44d9f.webp" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-44d9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-44d9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-44d9f.webp 1x" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" alt="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58820-status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-e" title="JURIS - Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018" target="_blank">Determinan Status Periodontal Pada Remaja di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018</a>: Mengingat keterbatasan penelitian ini yang bersifat potong lintang, saran penelitian lanjutan yang krusial adalah melaksanakan studi longitudinal prospektif. Pendekatan ini akan memungkinkan para peneliti untuk mengamati dan melacak perkembangan status periodontal pada kelompok remaja yang sama selama periode waktu tertentu. Dengan demikian, hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor seperti status ekonomi, kebiasaan menyikat gigi, dan konsumsi alkohol terhadap kejadian atau keparahan penyakit periodontal dapat ditetapkan dengan lebih pasti, mengatasi masalah kausalitas yang tidak dapat dijawab oleh desain potong lintang. Selain itu, untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor perilaku, penelitian selanjutnya dapat menelaah lebih rinci aspek-aspek spesifik dari kebiasaan menyikat gigiAitidak hanya frekuensinya, tetapi juga teknik, durasi, penggunaan alat bantu kebersihan mulut lainnya, serta dampak dari pola konsumsi minuman beralkohol dan diet yang lebih komprehensif. Pendekatan ini dapat menggunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif, seperti survei mendalam dan wawancara fokus grup, untuk menggali persepsi, hambatan, dan motivasi di balik perilaku kesehatan mulut remaja di berbagai latar belakang sosioekonomi dan wilayah geografis. Akhirnya, hasil dari studi ini dapat menjadi dasar untuk merancang dan menguji efektivitas program intervensi kesehatan gigi dan mulut yang disesuaikan secara khusus. Program ini dapat menargetkan kelompok remaja dengan status ekonomi rendah dan di wilayah pedesaan, dengan fokus pada edukasi yang lebih efektif dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan gigi, sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan pada kesehatan periodontal mereka..
<br>Hasil temuan didapatkan bahwa status periodontal pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia adalah berhubungan erat dengan status ekonomi, wilayah tempat tinggal, dan kebiasaan menyikat gigi.Kesehatan gigi dan mulut khususnya status periodontal juga harus diintegrasikan dalam kebijakan perawatan kesehatan umum, dan pemeriksaan status kesehatan periodontal dengan menggunakan pendekatan common risk factor
<br>Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 melaporkan bahwa prevalensi penyakit periodontal di Indonesia sebesar 74,1%. Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi yang disebabkan oleh biofilm bakteri pada permukaaan gigi serta salah satu penyebab utama kehilangan gigi akibat kerusakan jaringan periodontal yang bersifat permanen. Penyakit periodontal dibagi menjadi dua yaitu gingivitis dan periodontis. World Health Organization (WHO) Basic Oral Health Survey pemeriksaan dini penyakit periodontal masa remaja terjadi pada usia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-accf7.webp" type="image/webp" length="107364" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-6d8f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-accf7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/status-ekonomi-penyakit-gigi-mulut-sosial-rendah-k-thumb-44d9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58835-gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin</link>
	<guid isPermaLink="false">da57e1698be87de060ba77a88be5c6d1</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:15:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ sargassum sp ]]></category>
	<category><![CDATA[ thrush bayi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bayi,case,reports,sargassum,sp,thrush]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengobservasi hubungan antara vitamin D dan karies gigi pada anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengobservasi hubungan antara vitamin D dan karies gigi pada anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara vitamin D dan karies gigi, seperti pola makan, kebersihan mulut, dan faktor genetik. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif terhadap pemahaman kita tentang peran vitamin D dalam kesehatan gigi anak-anak.. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan vitamin D dan menjaga oral hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar subyek (72,6%) yang mengonsumsi vitamin D secara rutin memiliki karies yang lebih rendah.Vitamin D juga memengaruhi pembentukan email dan gigi, sehingga kekurangan vitamin D dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi Vitamin D memainkan peran kunci dalam pengembangan kraniofasial dan pemeliharaan kesehatan mulut yang baik. Kekurangan gizi dan kekurangan vitamin D selama periode pembentukan gigi primer dan gigi permanen dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara serum 25(OH)D dan karies gigi pada anak usia sekolah (usia 6 hingga 11 tahun) di RSGM Baiturrahmah. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" alt="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" alt="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58835-gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" target="_blank">Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengobservasi hubungan antara vitamin D dan karies gigi pada anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara vitamin D dan karies gigi, seperti pola makan, kebersihan mulut, dan faktor genetik. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif terhadap pemahaman kita tentang peran vitamin D dalam kesehatan gigi anak-anak..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan vitamin D dan menjaga oral hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar subyek (72,6%) yang mengonsumsi vitamin D secara rutin memiliki karies yang lebih rendah.Vitamin D juga memengaruhi pembentukan email dan gigi, sehingga kekurangan vitamin D dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi
<br>Vitamin D memainkan peran kunci dalam pengembangan kraniofasial dan pemeliharaan kesehatan mulut yang baik. Kekurangan gizi dan kekurangan vitamin D selama periode pembentukan gigi primer dan gigi permanen dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara serum 25(OH)D dan karies gigi pada anak usia sekolah (usia 6 hingga 11 tahun) di RSGM Baiturrahmah.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" type="image/webp" length="86516" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58827-obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-e</link>
	<guid isPermaLink="false">900501cdcfb072d0f588d7664e7a9140</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:09:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case reports ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat hasil penelitian ini dan keterbatasan yang ada, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dikembangkan untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, sangat penting untuk melakukan penelitian yang berfokus pada optimasi formulasi ekstrak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat: Melihat hasil penelitian ini dan keterbatasan yang ada, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dikembangkan untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, sangat penting untuk melakukan penelitian yang berfokus pada optimasi formulasi ekstrak jahe sebagai obat kumur; studi ini bisa mengeksplorasi berbagai metode ekstraksi dan pelarut, melampaui etanol 95%, guna mengidentifikasi profil senyawa aktif paling efektif dengan stabilitas dan ketersediaan hayati tertinggi di rongga mulut. Ini juga mencakup pengembangan sistem penghantaran inovatif seperti mikroenkapsulasi, memastikan produk akhir memiliki rasa, tampilan, dan daya simpan yang optimal serta diterima baik oleh pengguna, menjawab pertanyaan tentang "Bagaimana metode ekstraksi dan formulasi lanjutan dapat meningkatkan efektivitas antijamur dan penerimaan pasien terhadap obat kumur jahe?". Kedua, mengingat durasi penelitian ini hanya 14 hari, studi longitudinal jangka panjang sangat diperlukan untuk memantau perubahan jumlah Candida albicans, kesehatan mukosa oral, dinamika mikrobioma mulut, dan potensi efek samping, baik minor maupun mayor, seperti perubahan sensasi rasa atau iritasi, setelah penggunaan rutin ekstrak jahe dan klorheksidin selama periode yang lebih panjang, misalnya enam bulan hingga satu tahun. Pendekatan ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang keamanan dan efikasi jangka panjang, memungkinkan kita memahami "Bagaimana profil keamanan dan efektivitas jangka panjang ekstrak jahe dibandingkan dengan klorheksidin dalam mengelola Candida albicans pada pengguna ortodonti cekat?". Ketiga, untuk mengatasi keterbatasan penelitian ini terkait absennya kelompok kontrol negatif, studi di masa depan sebaiknya menyertakan kelompok plasebo atau kontrol yang hanya berkumur dengan air steril. Inklusi ini esensial untuk membedakan efek intervensi yang sesungguhnya dari fluktuasi alami atau efek plasebo, sehingga memberikan validitas yang lebih tinggi terhadap kesimpulan efektivitas, menjawab "Sejauh mana efek antijamur ekstrak jahe dan klorheksidin berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa zat aktif dalam jangka panjang dalam konteks klinis?".. Dapat disimpulkan bahwa berkumur dengan ekstrak jahe menunjukkan efektivitas yang sama terhadap pertumbuhan Candida albicans yang dihambat oleh klorheksidin Jumlah Candida albicans di dalam rongga mulut dapat mengalami peningkatan akibat penggunaan alat ortodonti cekat. Obat kumur dengan kandungan antijamur dapat digunakan untuk menurunkan jumlah C. albicans di dalam rongga mulut. Ekstrak jahe telah dilaporkan dapat menurunkan jumlah C. albicans, namun bila dibandingkan dengan klorheksidin masih ada perbedaan hasil terhadap efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah C. albicans setelah berkumur ekstrak jahe dan klorheksidin sebagai kontrol pada pengguna ortodonti cekat. Studi ini merupakan penelitian eksperimental klinis, yang melibatkan 30 subjek yang dibagi menjadi kelompok yang berkumur dengan ekstrak etanol jahe 30% dan kelompok yang berkumur klorheksidin glukonat 0,2%. Bahan kumur digunakan selama 14 hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Saliva tanpa stimulasi dikumpulkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-607db.webp" title="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-607db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-607db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-607db.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" alt="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-985fc.webp" title="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-985fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-985fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-985fc.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" alt="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58827-obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-e" title="JURIS - Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat" target="_blank">Perbandingan Jumlah Candida Albicans Setelah Berkumur Ekstrak Jahe dan Klorheksidin pada Pengguna Ortodonti Cekat</a>: Melihat hasil penelitian ini dan keterbatasan yang ada, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dikembangkan untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, sangat penting untuk melakukan penelitian yang berfokus pada optimasi formulasi ekstrak jahe sebagai obat kumur; studi ini bisa mengeksplorasi berbagai metode ekstraksi dan pelarut, melampaui etanol 95%, guna mengidentifikasi profil senyawa aktif paling efektif dengan stabilitas dan ketersediaan hayati tertinggi di rongga mulut. Ini juga mencakup pengembangan sistem penghantaran inovatif seperti mikroenkapsulasi, memastikan produk akhir memiliki rasa, tampilan, dan daya simpan yang optimal serta diterima baik oleh pengguna, menjawab pertanyaan tentang "Bagaimana metode ekstraksi dan formulasi lanjutan dapat meningkatkan efektivitas antijamur dan penerimaan pasien terhadap obat kumur jahe?". Kedua, mengingat durasi penelitian ini hanya 14 hari, studi longitudinal jangka panjang sangat diperlukan untuk memantau perubahan jumlah Candida albicans, kesehatan mukosa oral, dinamika mikrobioma mulut, dan potensi efek samping, baik minor maupun mayor, seperti perubahan sensasi rasa atau iritasi, setelah penggunaan rutin ekstrak jahe dan klorheksidin selama periode yang lebih panjang, misalnya enam bulan hingga satu tahun. Pendekatan ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang keamanan dan efikasi jangka panjang, memungkinkan kita memahami "Bagaimana profil keamanan dan efektivitas jangka panjang ekstrak jahe dibandingkan dengan klorheksidin dalam mengelola Candida albicans pada pengguna ortodonti cekat?". Ketiga, untuk mengatasi keterbatasan penelitian ini terkait absennya kelompok kontrol negatif, studi di masa depan sebaiknya menyertakan kelompok plasebo atau kontrol yang hanya berkumur dengan air steril. Inklusi ini esensial untuk membedakan efek intervensi yang sesungguhnya dari fluktuasi alami atau efek plasebo, sehingga memberikan validitas yang lebih tinggi terhadap kesimpulan efektivitas, menjawab "Sejauh mana efek antijamur ekstrak jahe dan klorheksidin berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa zat aktif dalam jangka panjang dalam konteks klinis?"..
<br>Dapat disimpulkan bahwa berkumur dengan ekstrak jahe menunjukkan efektivitas yang sama terhadap pertumbuhan Candida albicans yang dihambat oleh klorheksidin
<br>Jumlah Candida albicans di dalam rongga mulut dapat mengalami peningkatan akibat penggunaan alat ortodonti cekat. Obat kumur dengan kandungan antijamur dapat digunakan untuk menurunkan jumlah C. albicans di dalam rongga mulut. Ekstrak jahe telah dilaporkan dapat menurunkan jumlah C. albicans, namun bila dibandingkan dengan klorheksidin masih ada perbedaan hasil terhadap efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah C. albicans setelah berkumur ekstrak jahe dan klorheksidin sebagai kontrol pada pengguna ortodonti cekat. Studi ini merupakan penelitian eksperimental klinis, yang melibatkan 30 subjek yang dibagi menjadi kelompok yang berkumur dengan ekstrak etanol jahe 30% dan kelompok yang berkumur klorheksidin glukonat 0,2%. Bahan kumur digunakan selama 14 hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Saliva tanpa stimulasi dikumpulkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-607db.webp" type="image/webp" length="95062" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-607db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/obat-kumur-ekstrak-jahe-inhibisi-etanol-optimasi-m-thumb-985fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-58816-budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan</link>
	<guid isPermaLink="false">46877895f3271b33adec117ca58398ae</guid>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:08:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kuantitatif atau desain metode campuran untuk lebih memvalidasi model kepemimpinan transformatif nabi dan mengukur dampak praktisnya pada kinerja institusi dan hasil pendidikan. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kuantitatif atau desain metode campuran untuk lebih memvalidasi model kepemimpinan transformatif nabi dan mengukur dampak praktisnya pada kinerja institusi dan hasil pendidikan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan di berbagai institusi pendidikan tinggi untuk memahami bagaimana model ini diterapkan dan berdampak pada budaya kualitas di berbagai konteks. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara konkret untuk mengintegrasikan nilai-nilai etis dan spiritual dalam praktik kepemimpinan sehari-hari, dengan tujuan memperkuat budaya kualitas dan meningkatkan kinerja institusi secara keseluruhan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformatif nabi memainkan peran signifikan dalam membangun budaya kualitas yang berkelanjutan di pendidikan tinggi.Temuan mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformatif berkontribusi pada pengembangan institusi melalui artikulasi visi, inovasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan, sementara kepemimpinan nabi memperkuat fondasi etis dan moral dari praktik organisasi.Integrasi kedua pendekatan ini membentuk model kepemimpinan holistik yang tidak hanya mempromosikan peningkatan kinerja, tetapi juga memastikan bahwa kemajuan tersebut dipandu oleh integritas, tanggung jawab, dan nilai-nilai sosial.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji dampak model ini pada kinerja institusi dan hasil pendidikan di berbagai pengaturan Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran kepemimpinan transformatif nabi dalam membangun budaya kualitas di pendidikan tinggi. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pemimpin universitas, personel jaminan kualitas, dan staf akademik. Data dianalisis menggunakan model interaktif, termasuk kondensasi data, tampilan data, dan menarik kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformatif berkontribusi pada pengembangan budaya kualitas melalui pembangunan visi, inovasi, dan keterlibatan aktif pemangku kepentingan. Sementara itu, kepemimpinan nabi memperkuat nilai-nilai etis seperti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-d8e88.webp" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-d8e88.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-d8e88.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-d8e88.webp 1x" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" alt="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-32069.webp" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-32069.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-32069.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-32069.webp 1x" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" alt="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-edd33.webp" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-edd33.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-edd33.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-edd33.webp 1x" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" alt="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58816-budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan" title="JURIS - Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education" target="_blank">Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kuantitatif atau desain metode campuran untuk lebih memvalidasi model kepemimpinan transformatif nabi dan mengukur dampak praktisnya pada kinerja institusi dan hasil pendidikan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan di berbagai institusi pendidikan tinggi untuk memahami bagaimana model ini diterapkan dan berdampak pada budaya kualitas di berbagai konteks. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara konkret untuk mengintegrasikan nilai-nilai etis dan spiritual dalam praktik kepemimpinan sehari-hari, dengan tujuan memperkuat budaya kualitas dan meningkatkan kinerja institusi secara keseluruhan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformatif nabi memainkan peran signifikan dalam membangun budaya kualitas yang berkelanjutan di pendidikan tinggi.Temuan mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformatif berkontribusi pada pengembangan institusi melalui artikulasi visi, inovasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan, sementara kepemimpinan nabi memperkuat fondasi etis dan moral dari praktik organisasi.Integrasi kedua pendekatan ini membentuk model kepemimpinan holistik yang tidak hanya mempromosikan peningkatan kinerja, tetapi juga memastikan bahwa kemajuan tersebut dipandu oleh integritas, tanggung jawab, dan nilai-nilai sosial.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji dampak model ini pada kinerja institusi dan hasil pendidikan di berbagai pengaturan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran kepemimpinan transformatif nabi dalam membangun budaya kualitas di pendidikan tinggi. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pemimpin universitas, personel jaminan kualitas, dan staf akademik. Data dianalisis menggunakan model interaktif, termasuk kondensasi data, tampilan data, dan menarik kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformatif berkontribusi pada pengembangan budaya kualitas melalui pembangunan visi, inovasi, dan keterlibatan aktif pemangku kepentingan. Sementara itu, kepemimpinan nabi memperkuat nilai-nilai etis seperti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-d8e88.webp" type="image/webp" length="80484" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-d8e88.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-32069.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/budaya-kualitas-nilai-sosial-kepemimpinan-transfor-thumb-edd33.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-369-unisla.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19535-akademika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 16 Aug 2026 16:55:48 +0700. 12 items. Served in: 2.755 seconds [rss] -->
