<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 06:03:08 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 06:03:08 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-30T06:03:08+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52229-semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesa</link>
	<guid isPermaLink="false">3ab4647d1ccb0e258adce40147e228bd</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nashrul amin ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amin,counter,flag,focus,nashrul,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri, diperlukan strategi yang komprehensif. Pertama, perlu ada upaya untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, dengan memastikan bahwa santri tidak hanya fokus pada satu aspek ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi: Untuk mengatasi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri, diperlukan strategi yang komprehensif. Pertama, perlu ada upaya untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, dengan memastikan bahwa santri tidak hanya fokus pada satu aspek pendidikan saja. Kedua, penting untuk memperkuat karakter santri melalui pendidikan moral dan sosial yang kuat, serta memberikan keteladanan dari pengurus dan senior. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik, agar santri tetap termotivasi dalam belajar agama. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk santri berkarakter dan berakhlak mulia.. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri.Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam pesantren.Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Ganjaran Gondanglegi Malang mengalami perkembangan signifikan dalam aspek pendidikan dan sarana prasarana seiring dengan kemajuan zaman. Namun, perubahan ini juga menimbulkan tantangan baru dalam minat belajar santri, terutama dalam bidang pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat, khususnya tenaga pengajar, terhadap minat belajar santri di pesantren ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pesantren membawa dampak positif dalam peningkatan sarana pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman tradisional. Beberapa tenaga pengajar mengungkapkan bahwa minat santri terhadap pendidikan agama mengalami penurunan, yang dipengaruhi oleh modernisasi, perubahan pola belajar, serta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-85471.webp" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-85471.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-85471.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-85471.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" alt="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-7e42a.webp" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-7e42a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-7e42a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-7e42a.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" alt="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-2c421.webp" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-2c421.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-2c421.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-2c421.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" alt="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52229-semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesa" title="JURIS - Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi" target="_blank">Persepsi Masyarakat Ganjaran ATerhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi</a>: Untuk mengatasi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri, diperlukan strategi yang komprehensif. Pertama, perlu ada upaya untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, dengan memastikan bahwa santri tidak hanya fokus pada satu aspek pendidikan saja. Kedua, penting untuk memperkuat karakter santri melalui pendidikan moral dan sosial yang kuat, serta memberikan keteladanan dari pengurus dan senior. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik, agar santri tetap termotivasi dalam belajar agama. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk santri berkarakter dan berakhlak mulia..
<br>Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri.Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam pesantren.Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan
<br>Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Ganjaran Gondanglegi Malang mengalami perkembangan signifikan dalam aspek pendidikan dan sarana prasarana seiring dengan kemajuan zaman. Namun, perubahan ini juga menimbulkan tantangan baru dalam minat belajar santri, terutama dalam bidang pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat, khususnya tenaga pengajar, terhadap minat belajar santri di pesantren ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pesantren membawa dampak positif dalam peningkatan sarana pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman tradisional. Beberapa tenaga pengajar mengungkapkan bahwa minat santri terhadap pendidikan agama mengalami penurunan, yang dipengaruhi oleh modernisasi, perubahan pola belajar, serta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-7e42a.webp" type="image/webp" length="107064" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-85471.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-7e42a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/semangat-santri-minat-belajar-karakter-pesantren-p-thumb-2c421.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5204-darajat-jurnal-pendidikan-agama-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Politik Sebagai Gaya Hidup ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Politik Sebagai Gaya Hidup ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Politik Sebagai Gaya Hidup ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52210-gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-poli</link>
	<guid isPermaLink="false">4b3949917705e9a752347d1821b8c791</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam merekonstruksi politik gaya hidup yang berorientasi pada makna sebagai manusia otentis secara rasional dan transendental. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Politik Sebagai Gaya Hidup: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam merekonstruksi politik gaya hidup yang berorientasi pada makna sebagai manusia otentis secara rasional dan transendental. Kedua, bagaimana pengaruh teknologi media dalam globalisasi politik dan demokrasi terhadap praktek politik gaya hidup, khususnya dalam konteks demokrasi liberal dan kapitalisme lanjut. Ketiga, bagaimana peran hukum dalam merekonstruksi kesadaran dari degradasi dan katastrop politik gaya hidup yang lahir dari praktek manipulasi, eksploitasi dan instrumentalisasi politik demokratis.. Berbagai fenomena tersebut tentu melahirkan berbagai resiko dan konsekwensi dalam bingkai relasi rakyat dan negara berupa kepalsuan politik dan demokrasi itu sendiri.Sementara rakyat sebagai pemegang dan pemilik kedaulatan dengan berbagai kelemahan kualitas, kapasitas dan kapabilitas menjadi tumbal dan korban dalam praktek artifisialitas politik demokratis tersebut.Hidup dalam mayoritas diam merupakan alternatif meski memuat konsekwensi berupa kenaifan dalam berbagai bentuknya Artikel ini berfokus pada politik sebagai gaya hidup dalam budaya kontemporer dan gelombang demokrasi liberal. Praktik politik sebagai gaya hidup ini mencerminkan revolusi globalisasi dari dunia maya dan budaya postmodern dalam landasan ideologis kapitalisme akhir. Praktik politik gaya hidup juga mendegradasi narasi besar politik dalam modernitas politik yang mengorientasikan tatanan politik dan prinsip-prinsip demokrasi rakyat dan mengubah narasi kecil politik dalam postmodernitas politik yang mengorientasikan kesadaran subjek secara absolut yang dikendalikan oleh hasrat dan insting. Struktur kesadaran materialistis, hedonistik, konkumeristik dan konsumtivistik. Politik sebagai gaya hidup hadir dalam kehidupan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp 1x" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" alt="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp 1x" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" alt="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp 1x" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" alt="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52210-gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-poli" title="JURIS - Politik Sebagai Gaya Hidup" target="_blank">Politik Sebagai Gaya Hidup</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam merekonstruksi politik gaya hidup yang berorientasi pada makna sebagai manusia otentis secara rasional dan transendental. Kedua, bagaimana pengaruh teknologi media dalam globalisasi politik dan demokrasi terhadap praktek politik gaya hidup, khususnya dalam konteks demokrasi liberal dan kapitalisme lanjut. Ketiga, bagaimana peran hukum dalam merekonstruksi kesadaran dari degradasi dan katastrop politik gaya hidup yang lahir dari praktek manipulasi, eksploitasi dan instrumentalisasi politik demokratis..
<br>Berbagai fenomena tersebut tentu melahirkan berbagai resiko dan konsekwensi dalam bingkai relasi rakyat dan negara berupa kepalsuan politik dan demokrasi itu sendiri.Sementara rakyat sebagai pemegang dan pemilik kedaulatan dengan berbagai kelemahan kualitas, kapasitas dan kapabilitas menjadi tumbal dan korban dalam praktek artifisialitas politik demokratis tersebut.Hidup dalam mayoritas diam merupakan alternatif meski memuat konsekwensi berupa kenaifan dalam berbagai bentuknya
<br>Artikel ini berfokus pada politik sebagai gaya hidup dalam budaya kontemporer dan gelombang demokrasi liberal. Praktik politik sebagai gaya hidup ini mencerminkan revolusi globalisasi dari dunia maya dan budaya postmodern dalam landasan ideologis kapitalisme akhir. Praktik politik gaya hidup juga mendegradasi narasi besar politik dalam modernitas politik yang mengorientasikan tatanan politik dan prinsip-prinsip demokrasi rakyat dan mengubah narasi kecil politik dalam postmodernitas politik yang mengorientasikan kesadaran subjek secara absolut yang dikendalikan oleh hasrat dan insting. Struktur kesadaran materialistis, hedonistik, konkumeristik dan konsumtivistik. Politik sebagai gaya hidup hadir dalam kehidupan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" type="image/webp" length="117988" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-93e5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-8f65d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/gaya-hidup-majalah-g-ceria-praktik-politik-uang-ha-thumb-0b875.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52224-peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonforma</link>
	<guid isPermaLink="false">16330c02910125f2c0e5e5b144b75991</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:57:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ budaya mutu ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budaya,counter,flag,focus,mutu,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model pendampingan tutor yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti kepemimpinan transformasional, literasi digital fungsional, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model pendampingan tutor yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti kepemimpinan transformasional, literasi digital fungsional, dan kearifan lokal. Model ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas tutor secara holistik.2. Meneliti dampak jangka panjang dari pendekatan partisipatif dalam peningkatan kapasitas tutor. Apakah perubahan sikap dan kompetensi tutor dapat bertahan dan berkembang dalam waktu yang lebih lama? Bagaimana model pendampingan ini dapat diadaptasi untuk menjaga keberlanjutan inovasi pembelajaran di era digital?3. Melakukan studi komparatif antara PKBM Bina Bahari dengan PKBM lain yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam penerapan pendekatan partisipatif dan integrasi andragogi. Studi ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang efektivitas model pendampingan yang telah dikembangkan.. Kegiatan pendampingan di PKBM Bina Bahari menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas tutor tidak cukup dicapai melalui pelatihan teknis semata, tetapi memerlukan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pengalaman, refleksi, dan praktik nyata.Pendekatan Andragogi terbukti efektif dalam mendorong perubahan peran tutor dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif.Di sisi lain, penguatan Kepemimpinan Transformasional mendorong munculnya inisiatif, kepercayaan diri, dan komitmen tutor sebagai agen perubahan di komunitasnya.Integrasi keduanya melahirkan praktik pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi wilayah pesisir, termasuk dalam keterbatasan infrastruktur digital.Secara reflektif, kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan nonformal tidak harus bergantung pada teknologi tinggi, tetapi pada kemampuan adaptasi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif.Model pendampingan berbasis komunitas yang diterapkan mampu menghasilkan perubahan pada aspek sikap, kompetensi, dan interaksi sosial tutor secara simultan, sehingga memperkuat fondasi pembelajaran yang berkelanjutan Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tutor dalam mengoptimalkan pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal di PKBM Bina Bahari di era digital. Tutor memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan pembelajaran berbasis andragogi dan pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Community Based Research (CBR), yang melibatkan tutor dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi identifikasi kebutuhan melalui FGD dan wawancara, perencanaan bersama, pelaksanaan workshop, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-68e64.webp" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-68e64.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-68e64.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-68e64.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" alt="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-6090b.webp" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-6090b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-6090b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-6090b.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" alt="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-873ad.webp" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-873ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-873ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-873ad.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" alt="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52224-peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonforma" title="JURIS - Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital" target="_blank">Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Bina Bahari dalam Optimalisasi Pembelajaran Nonformal di Era Digital</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model pendampingan tutor yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti kepemimpinan transformasional, literasi digital fungsional, dan kearifan lokal. Model ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas tutor secara holistik.2. Meneliti dampak jangka panjang dari pendekatan partisipatif dalam peningkatan kapasitas tutor. Apakah perubahan sikap dan kompetensi tutor dapat bertahan dan berkembang dalam waktu yang lebih lama? Bagaimana model pendampingan ini dapat diadaptasi untuk menjaga keberlanjutan inovasi pembelajaran di era digital?3. Melakukan studi komparatif antara PKBM Bina Bahari dengan PKBM lain yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam penerapan pendekatan partisipatif dan integrasi andragogi. Studi ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang efektivitas model pendampingan yang telah dikembangkan..
<br>Kegiatan pendampingan di PKBM Bina Bahari menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas tutor tidak cukup dicapai melalui pelatihan teknis semata, tetapi memerlukan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pengalaman, refleksi, dan praktik nyata.Pendekatan Andragogi terbukti efektif dalam mendorong perubahan peran tutor dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif.Di sisi lain, penguatan Kepemimpinan Transformasional mendorong munculnya inisiatif, kepercayaan diri, dan komitmen tutor sebagai agen perubahan di komunitasnya.Integrasi keduanya melahirkan praktik pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi wilayah pesisir, termasuk dalam keterbatasan infrastruktur digital.Secara reflektif, kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan nonformal tidak harus bergantung pada teknologi tinggi, tetapi pada kemampuan adaptasi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif.Model pendampingan berbasis komunitas yang diterapkan mampu menghasilkan perubahan pada aspek sikap, kompetensi, dan interaksi sosial tutor secara simultan, sehingga memperkuat fondasi pembelajaran yang berkelanjutan
<br>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tutor dalam mengoptimalkan pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal di PKBM Bina Bahari di era digital. Tutor memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan pembelajaran berbasis andragogi dan pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Community Based Research (CBR), yang melibatkan tutor dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi identifikasi kebutuhan melalui FGD dan wawancara, perencanaan bersama, pelaksanaan workshop, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-68e64.webp" type="image/webp" length="80726" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-68e64.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-6090b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/peran-tutor-pendampingan-pendidikan-nonformal-andr-thumb-873ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5206-participatory-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52222-konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi</link>
	<guid isPermaLink="false">2447d19998985ea305cb90afffa3b6e4</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 18:51:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nashrul amin ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amin,counter,flag,focus,nashrul,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang pengaruh tembang Sunan Bonang dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda Muslim. Selain itu, studi komparatif antara tembang Sunan Bonang dengan media pembelajaran lainnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang pengaruh tembang Sunan Bonang dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda Muslim. Selain itu, studi komparatif antara tembang Sunan Bonang dengan media pembelajaran lainnya dalam pendidikan Islam modern juga dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, penelitian tentang strategi pelestarian dan pengembangan tembang Sunan Bonang dalam kurikulum pendidikan Islam modern dapat memberikan sumbangsih yang signifikan bagi pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif.. Tembang Sunan Bonang memiliki nilai edukatif, dakwah, dan spiritual yang sangat tinggi.Sebagai media pembelajaran Islam, tembang ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyampaikan ajaran tauhid, akhlak, tasawuf, serta pesan moral yang tetap relevan hingga saat ini.Integrasi nilai seni dan budaya dalam metode dakwah Islam terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat dan mempermudah pemahaman ajaran Islam.Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengembangan tembang Sunan Bonang dalam pendidikan Islam modern perlu terus dilakukan agar generasi mendatang tetap dapat mengambil manfaat dari ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tembang yang dikaitkan dengan Sunan Bonang, menganalisis makna serta nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya, mengeksplorasi pesan moral dan spiritual yang disampaikan, serta mengkaji metode penyampaian ajaran Islam melalui tembang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembang Sunan Bonang mengandung ajaran tauhid, akhlak mulia, serta nilai-nilai spiritual yang mendalam. Pesan moral dalam tembang ini mencakup ajakan untuk selalu mendekatkan diri kepada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-faf71.webp" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-faf71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-faf71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-faf71.webp 1x" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" alt="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-cb578.webp" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-cb578.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-cb578.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-cb578.webp 1x" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" alt="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-f1e52.webp" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-f1e52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-f1e52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-f1e52.webp 1x" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" alt="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52222-konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi" title="JURIS - Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam" target="_blank">Tembang Sunan Bonang Sebagai Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang pengaruh tembang Sunan Bonang dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda Muslim. Selain itu, studi komparatif antara tembang Sunan Bonang dengan media pembelajaran lainnya dalam pendidikan Islam modern juga dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, penelitian tentang strategi pelestarian dan pengembangan tembang Sunan Bonang dalam kurikulum pendidikan Islam modern dapat memberikan sumbangsih yang signifikan bagi pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif..
<br>Tembang Sunan Bonang memiliki nilai edukatif, dakwah, dan spiritual yang sangat tinggi.Sebagai media pembelajaran Islam, tembang ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyampaikan ajaran tauhid, akhlak, tasawuf, serta pesan moral yang tetap relevan hingga saat ini.Integrasi nilai seni dan budaya dalam metode dakwah Islam terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat dan mempermudah pemahaman ajaran Islam.Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengembangan tembang Sunan Bonang dalam pendidikan Islam modern perlu terus dilakukan agar generasi mendatang tetap dapat mengambil manfaat dari ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tembang yang dikaitkan dengan Sunan Bonang, menganalisis makna serta nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya, mengeksplorasi pesan moral dan spiritual yang disampaikan, serta mengkaji metode penyampaian ajaran Islam melalui tembang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembang Sunan Bonang mengandung ajaran tauhid, akhlak mulia, serta nilai-nilai spiritual yang mendalam. Pesan moral dalam tembang ini mencakup ajakan untuk selalu mendekatkan diri kepada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-f1e52.webp" type="image/webp" length="108598" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-faf71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-cb578.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/konteks-dakwah-islam-pembelajaran-ekonomi-modern-k-thumb-f1e52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5204-darajat-jurnal-pendidikan-agama-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ibn Taymiyyahs Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ibn Taymiyyahs Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ibn Taymiyyahs Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52231-genetika-etika-islam-nilai-agama-sumber-ilmu</link>
	<guid isPermaLink="false">bd191ce7dcd8279764e74b553d133f0c</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:43:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ permana sari ]]></category>
	<category><![CDATA[ musthofa asy ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari musthofa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,asy,musthofa,permana,sari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual dapat diterapkan dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ibn Taymiyyah's Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia: Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam di Indonesia secara praktis. Studi ini dapat mengeksplorasi strategi dan metode pengajaran yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dan intelektual dalam berbagai mata pelajaran. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi pemikiran Ibnu Taimiyyah dalam pendidikan Islam di Indonesia. Studi ini dapat menganalisis dampak integrasi nilai agama dan intelektual terhadap perkembangan intelektual dan spiritual siswa, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam menerapkan pemikiran Ibnu Taimiyyah dalam pendidikan Islam di Indonesia. Studi ini dapat mengusulkan strategi dan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, sehingga integrasi nilai agama dan intelektual dapat terwujud secara efektif dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia.. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemikiran ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual sangat relevan dengan pendidikan Islm di Indonesia saat ini.Pemikiran Ibnu Taimiyyah yang menekankan pentingnya integrasi antara wahyu (nilai agama) dan akal (intelektual) memiliki relevansi yang sangat signifikan dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam modern di Indonesia.Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat secara global, pendekatan yang memisahkan aspek spiritual dan rasional dapat menciptakan kesenjangan dalam pembentukan karakter peserta didik.Ibnu Taimiyyah memandang bahwa akal yang sehat dan wahyu yang sahih harus bersinergi, di mana pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak manusia berpengetahuan luas tetapi juga berakhlak mulia.Implikasinya bagi pendidikan Islam di Indonesia adalah kebutuhan untuk merancang kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, etika Islam, dan keterampilan berpikir kritis.Sistem pendidikan harus membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu-ilmu agama dan sains modern dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moral.Ini relevan dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki komitmen moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi.Pemikiran Ibnu Taimiyyah juga menekankan bahwa proses pendidikan harus membentuk manusia yang beramal berdasarkan ilmu, menjembatani teori dengan praktik, dan menumbuhkan kesadaran bahwa semua aspek kehidupan harus dipandu oleh prinsip-prinsip tauhid.Oleh karena itu, paradigma pendidikan berbasis integrasi nilai agama dan intelektual ini dapat menjadi solusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer di Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang Integrasi Nilai Agama dan Intelektual dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, Pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual sangat relevan bagi pendidikan Islam di Indonesia masa kini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara wahyu dan akal untuk membentuk manusia yang berilmu dan berakhlak mulia. Relevansinya terletak pada kebutuhan kurikulum yang menggabungkan tauhid, etika Islam, dan keterampilan berpikir kritis, guna menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-00b28.webp" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-00b28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-00b28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-00b28.webp 1x" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" alt="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-0390f.webp" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-0390f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-0390f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-0390f.webp 1x" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" alt="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-4bd84.webp" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-4bd84.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-4bd84.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-4bd84.webp 1x" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" alt="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52231-genetika-etika-islam-nilai-agama-sumber-ilmu" title="JURIS - Ibn Taymiyyah&#039;s Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia" target="_blank">Ibn Taymiyyah's Thoughts on the Integration of Religious and Intellectual Values AUAUin Islamic Education in Indonesia</a>: Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam di Indonesia secara praktis. Studi ini dapat mengeksplorasi strategi dan metode pengajaran yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dan intelektual dalam berbagai mata pelajaran. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi pemikiran Ibnu Taimiyyah dalam pendidikan Islam di Indonesia. Studi ini dapat menganalisis dampak integrasi nilai agama dan intelektual terhadap perkembangan intelektual dan spiritual siswa, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam menerapkan pemikiran Ibnu Taimiyyah dalam pendidikan Islam di Indonesia. Studi ini dapat mengusulkan strategi dan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, sehingga integrasi nilai agama dan intelektual dapat terwujud secara efektif dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia..
<br>Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemikiran ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual sangat relevan dengan pendidikan Islm di Indonesia saat ini.Pemikiran Ibnu Taimiyyah yang menekankan pentingnya integrasi antara wahyu (nilai agama) dan akal (intelektual) memiliki relevansi yang sangat signifikan dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam modern di Indonesia.Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat secara global, pendekatan yang memisahkan aspek spiritual dan rasional dapat menciptakan kesenjangan dalam pembentukan karakter peserta didik.Ibnu Taimiyyah memandang bahwa akal yang sehat dan wahyu yang sahih harus bersinergi, di mana pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak manusia berpengetahuan luas tetapi juga berakhlak mulia.Implikasinya bagi pendidikan Islam di Indonesia adalah kebutuhan untuk merancang kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, etika Islam, dan keterampilan berpikir kritis.Sistem pendidikan harus membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu-ilmu agama dan sains modern dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moral.Ini relevan dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki komitmen moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi.Pemikiran Ibnu Taimiyyah juga menekankan bahwa proses pendidikan harus membentuk manusia yang beramal berdasarkan ilmu, menjembatani teori dengan praktik, dan menumbuhkan kesadaran bahwa semua aspek kehidupan harus dipandu oleh prinsip-prinsip tauhid.Oleh karena itu, paradigma pendidikan berbasis integrasi nilai agama dan intelektual ini dapat menjadi solusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer di Indonesia
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang Integrasi Nilai Agama dan Intelektual dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, Pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang integrasi nilai agama dan intelektual sangat relevan bagi pendidikan Islam di Indonesia masa kini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara wahyu dan akal untuk membentuk manusia yang berilmu dan berakhlak mulia. Relevansinya terletak pada kebutuhan kurikulum yang menggabungkan tauhid, etika Islam, dan keterampilan berpikir kritis, guna menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-4bd84.webp" type="image/webp" length="148436" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-00b28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-0390f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/genetika-etika-islam-nilai-nilai-agama-sumber-ilmu-thumb-4bd84.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5204-darajat-jurnal-pendidikan-agama-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi Miftahhul Huda Depok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi Miftahhul Huda Depok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi Miftahhul Huda Depok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52219-kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-sisw</link>
	<guid isPermaLink="false">c8739279ddf3ba901f6a7ebb78650cfe</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:28:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, metode audiolingual terbukti efektif dalam meningkatkan mufrodat siswa. Namun, penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas di MI Miftahul Huda Depok. Untuk menguji efektivitas metode ini secara lebih luas, penelitian lanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok: Berdasarkan hasil penelitian, metode audiolingual terbukti efektif dalam meningkatkan mufrodat siswa. Namun, penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas di MI Miftahul Huda Depok. Untuk menguji efektivitas metode ini secara lebih luas, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak kelas dan sekolah. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan metode audiolingual yang lebih interaktif dan menarik, misalnya dengan menggabungkan elemen-elemen visual dan audio yang lebih beragam. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak metode audiolingual terhadap keterampilan bahasa Arab lainnya, seperti kemampuan menulis dan membaca. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Arab di sekolah-sekolah Islam di Indonesia.. Hafalan mufrodat menjadi faktor utama yang membantu siswa untuk memahami materi-materi yang dipelajari.Semakin banyak mufrodat yang dihafal dan diketahui oleh siswa, maka akan semakin mudah pula siswa untuk memahami materi yang diajarkan, begitupun sebaliknya.Apabila hafalan mufrodat siswa cenderung sedikit, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.Melihat dari KI KD bahasa Arab siswa MI yang telah disusun oleh KEMENAG, dapat kita simpulkan bahwa siswa dituntut untuk memiliki kemampuan dasar dalam pembelajaran bahasa arab.Terdapat empat keterampilan yang perlu dikuasai dalam belajar bahasa Arab, yaitu kemampuan berbicara (kalam), kemampuan menulis (kitabah), kemampuan membaca (qiroAoah), dan kemampuan mendengarkan (istimaAo).Namun pada kenyataannya, hafalan mufrodat serta kemampuan bahasa Arab siswa MI Miftahul Huda Depok tergolong sangat rendah.Siswa MI Miftahul Huda Depok tidak hanya memiliki hafalan mufrodat yang minim, akan tetapi minat dalam menghafal mufrodat dan belajar bahasa arab juga sangat rendah.Jumlah siswa yang mampu mencapai KKM bahkan tidak mencapai angka 50%.Dalam penelitian pembelajaran bahasa Arab menggunakan metode audio lingual untuk meningkatkan mufrodat anak MI kelas 5 dikarenakan dalam pembelajaran bahasa Arab anak-anak memiliki kesulitan dalam menghafal kosakata dalam pembelajaran bahasa Arab pengumpulan data menggunakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran siswa.Penelitian ini menggunakan penelitian tindak kelas PTK karena menggunakan PTK memiliki beberapa tindakan dari awal sampai tindakan akhir.Sasaran dalam penelitian PTK yaitu siswa atau siswi kelas 5 di MI Miftahul Huda Depok.Dalam kelas 5 terdiri dari 24 siswa/i jumlah siswa kelas 5 terdiri dari 12 Putri dan 12 putra yang berjumlah 24 murid yang menjadi sasaran penelitian PTK seluruh siswa atau siswi kelas 5 MI Miftaahul Hudaa Depok Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di MI. Miftahul Huda Depok menunjukkan bahwa minimnya penyelesaian mata pelajaran bahasa Arab KKM 60 di kalangan siswa menyebabkan rendahnya hasil belajar bahasa Arab siswa karena siswa kesulitan memahami pembelajaran bahasa Arab. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan bahasa Arab, yang tidak mengerti pentingnya belajar bahasa Arab. Metode yang digunakan dapat meningkatkan kemauan anak untuk mendengarkan atau memahami saat belajar bahasa Arab, karena melalui visual observasi tujuan dari penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-87ab6.webp" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-87ab6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-87ab6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-87ab6.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" alt="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-52bec.webp" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-52bec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-52bec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-52bec.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" alt="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-6ee74.webp" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-6ee74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-6ee74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-6ee74.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" alt="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52219-kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-sisw" title="JURIS - Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok" target="_blank">Implementasi Metode Audiolingual Dalam Meningkatkan Mufrodat Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Di Mi.Miftahhul Huda Depok</a>: Berdasarkan hasil penelitian, metode audiolingual terbukti efektif dalam meningkatkan mufrodat siswa. Namun, penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas di MI Miftahul Huda Depok. Untuk menguji efektivitas metode ini secara lebih luas, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak kelas dan sekolah. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan metode audiolingual yang lebih interaktif dan menarik, misalnya dengan menggabungkan elemen-elemen visual dan audio yang lebih beragam. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak metode audiolingual terhadap keterampilan bahasa Arab lainnya, seperti kemampuan menulis dan membaca. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Arab di sekolah-sekolah Islam di Indonesia..
<br>Hafalan mufrodat menjadi faktor utama yang membantu siswa untuk memahami materi-materi yang dipelajari.Semakin banyak mufrodat yang dihafal dan diketahui oleh siswa, maka akan semakin mudah pula siswa untuk memahami materi yang diajarkan, begitupun sebaliknya.Apabila hafalan mufrodat siswa cenderung sedikit, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.Melihat dari KI KD bahasa Arab siswa MI yang telah disusun oleh KEMENAG, dapat kita simpulkan bahwa siswa dituntut untuk memiliki kemampuan dasar dalam pembelajaran bahasa arab.Terdapat empat keterampilan yang perlu dikuasai dalam belajar bahasa Arab, yaitu kemampuan berbicara (kalam), kemampuan menulis (kitabah), kemampuan membaca (qiroAoah), dan kemampuan mendengarkan (istimaAo).Namun pada kenyataannya, hafalan mufrodat serta kemampuan bahasa Arab siswa MI Miftahul Huda Depok tergolong sangat rendah.Siswa MI Miftahul Huda Depok tidak hanya memiliki hafalan mufrodat yang minim, akan tetapi minat dalam menghafal mufrodat dan belajar bahasa arab juga sangat rendah.Jumlah siswa yang mampu mencapai KKM bahkan tidak mencapai angka 50%.Dalam penelitian pembelajaran bahasa Arab menggunakan metode audio lingual untuk meningkatkan mufrodat anak MI kelas 5 dikarenakan dalam pembelajaran bahasa Arab anak-anak memiliki kesulitan dalam menghafal kosakata dalam pembelajaran bahasa Arab pengumpulan data menggunakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran siswa.Penelitian ini menggunakan penelitian tindak kelas PTK karena menggunakan PTK memiliki beberapa tindakan dari awal sampai tindakan akhir.Sasaran dalam penelitian PTK yaitu siswa atau siswi kelas 5 di MI Miftahul Huda Depok.Dalam kelas 5 terdiri dari 24 siswa/i jumlah siswa kelas 5 terdiri dari 12 Putri dan 12 putra yang berjumlah 24 murid yang menjadi sasaran penelitian PTK seluruh siswa atau siswi kelas 5 MI Miftaahul Hudaa Depok
<br>Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di MI. Miftahul Huda Depok menunjukkan bahwa minimnya penyelesaian mata pelajaran bahasa Arab KKM 60 di kalangan siswa menyebabkan rendahnya hasil belajar bahasa Arab siswa karena siswa kesulitan memahami pembelajaran bahasa Arab. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan bahasa Arab, yang tidak mengerti pentingnya belajar bahasa Arab. Metode yang digunakan dapat meningkatkan kemauan anak untuk mendengarkan atau memahami saat belajar bahasa Arab, karena melalui visual observasi tujuan dari penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-52bec.webp" type="image/webp" length="84542" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-87ab6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-52bec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/kesiapan-belajar-bahasa-inggris-hasil-siswa-mahasi-thumb-6ee74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52221-desain-modul-esp-pembelajaran-pembelaj</link>
	<guid isPermaLink="false">cb6ab0232c0de9d51d97695cda8a33f8</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:14:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arief subhan ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arief,counter,flag,focus,scope,subhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran microteaching, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan materi modul yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya: Untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran microteaching, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan materi modul yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam modul, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kolaboratif. Dengan demikian, modul dapat menjadi alat pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya telah dibuat dengan menggunakan model Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima langkah.analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi.Hasil penilaian ahli terhadap modul menunjukkan bahwa modul telah valid pada beberapa aspek, tetapi membutuhkan revisi pada isi modul, yaitu beberapa aspek seperti kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah, kejelasan kerangka isi, kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran, dan sebagainya.Saran-saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan pembuatan modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, antara lain.materi microteaching dalam modul dapat direvisi, baik ditambah maupun disesuaikan dan dilengkapi sesuai kebutuhan, dan penelitian lanjutan terhadap modul setelah dilakukan revisi adalah uji coba kelompok kecil sehingga modul siap untuk digunakan dalam proses pembelajaran Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan Borg dan Gall, yang telah disederhanakan menjadi lima tahap: analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan memperoleh skor validasi akhir sebesar 71,56%, yang dikategorikan sebagai valid dengan revisi parsial. Oleh karena itu, hasil akhir penelitian ini adalah modul dengan validasi yang memadai, yang memerlukan beberapa revisi sebelum melanjutkan ke tahap penelitian selanjutnya, yaitu pengujian kelompok, untuk menghasilkan modul yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp 1x" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" alt="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp 1x" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" alt="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp 1x" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" alt="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52221-desain-modul-esp-pembelajaran-pembelaj" title="JURIS - Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya" target="_blank">Penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Microteaching di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya</a>: Untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran microteaching, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan materi modul yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam modul, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kolaboratif. Dengan demikian, modul dapat menjadi alat pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya telah dibuat dengan menggunakan model Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima langkah.analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi.Hasil penilaian ahli terhadap modul menunjukkan bahwa modul telah valid pada beberapa aspek, tetapi membutuhkan revisi pada isi modul, yaitu beberapa aspek seperti kesesuaian antara konsep-konsep kunci dan isi materi mata kuliah, kejelasan kerangka isi, kesesuaian antara standar kompetensi dan tujuan pembelajaran, dan sebagainya.Saran-saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan pembuatan modul pembelajaran mata kuliah microteaching di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, antara lain.materi microteaching dalam modul dapat direvisi, baik ditambah maupun disesuaikan dan dilengkapi sesuai kebutuhan, dan penelitian lanjutan terhadap modul setelah dilakukan revisi adalah uji coba kelompok kecil sehingga modul siap untuk digunakan dalam proses pembelajaran
<br>Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan Borg dan Gall, yang telah disederhanakan menjadi lima tahap: analisis kebutuhan modul, desain modul, pengembangan desain modul, validasi ahli, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan memperoleh skor validasi akhir sebesar 71,56%, yang dikategorikan sebagai valid dengan revisi parsial. Oleh karena itu, hasil akhir penelitian ini adalah modul dengan validasi yang memadai, yang memerlukan beberapa revisi sebelum melanjutkan ke tahap penelitian selanjutnya, yaitu pengujian kelompok, untuk menghasilkan modul yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" type="image/webp" length="53504" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-5ac34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-d696d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/desain-modul-esp-pembelajaran-microteaching-revisi-thumb-16b4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52218-budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-san</link>
	<guid isPermaLink="false">f59c22cfe9b7280eb8f85846c6d2c955</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 17:10:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter disiplin santri di ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter disiplin santri di lingkungan pondok pesantren yang berbeda. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan strategi komunikasi yang digunakan oleh pengurus di berbagai pondok pesantren, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran dan pengaruh lingkungan pondok pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana lingkungan pondok pesantren, termasuk aturan, tradisi, dan interaksi sosial, mempengaruhi perilaku dan karakter disiplin santri. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi komunikasi interpersonal yang digunakan oleh pengurus untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana pengurus beradaptasi dan menyesuaikan strategi komunikasi mereka dalam menghadapi berbagai situasi dan perilaku santri yang berbeda.. Berdasarkan penjelasan yang diberikan peneliti pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa, teori Miller dan Stainberg merupakan teori strategi komunikasi interpersonal yang digunakan pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah, antara lain.Pertama, Strategi Wortel Teruntai adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang dilakukan komunikator untuk meningkatkan probabilitas komunikan, apabila komunikator memberikan imbalan (reward) kepada komunikan, baik itu berupa barang ataupun pujian.Biasanya pengurus akan memberikan imbalan kepada santri yang memiliki rajin dan disiplin.Kedua, Strategi Pedang Tergantung adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang lakukan untuk mengurangi probabilitas komunikan, strategi ini berupa sebuah hukuman (punisment) yang komunikator berikan kepada komunikan.Biasanya pengurus memberikan hukuman kepada para santri yang melanggar peraturan di pondok pesantren, seperti merokok, keluar pondok tanpa izin, dan tidak mengikuti kegiatan.Ketiga, Strategi Katalisator adalah penerapan strategi komunikasi interpersonal yang digunakan komunikator untuk sekedar mengingatkan komunikan agar melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh komunikator, strategi ini berbeda dengan kedua strategi sebelumnya, strategi katalisator lebih menekankan sikap kesadaran kepada diri sendiri komunikan untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh komunikator.Biasanya pengurus memberikan teguran halus dan nasihat kepada santri yang melakukan pelanggaran ringan, seperti membuang sampah sembarangan, ghosob, dll.Dalam proses pengurus untuk membentuk karakter disiplin santri, terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat, antara lain.Faktor pendukung, pertama yaitu dalam proses membentuk karakter disiplin santri, para pengurus berusaha membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait.Kerja sama antar civitas yang baik juga akan berdampak positif, seperti komunikasi antara pengasuh kepada pengurus kemudian berlanjut ke santri, sehingga kerja sama tersebut saling mendukung dan memberikan dampak yang positif terhadap kedisiplinan santri.Kedua yaitu lingkungan yang mendukung, pada dasarnya lingkungan seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap sikap, watak, dan akhlaknya.Jika seseorang hidup dalam lingkungan yang baik, maka lingkungan tersebut akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan karakternya.Salah satu lingkungan yang baik adalah lingkungan pondok pesantren, cukup kita ketahui bahwasannya lingkungan pondok merupakan lingkungan pendidikan yang sangat memperhatikan sifat akhlaqul karimah, salah satunya mempunyai karakter yang disiplin ketika berada di lingkungan pondok pesantren, yaitu dengan mematuhi segala peraturan pondok pesantren yang sudah disepakati bersama-sama.Faktor penghambat, pertama yaitu pengurus yang terkadang lalai, Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam proses pembentukan karakter disiplin santri adalah dari pribadi pengurus sendiri yang terkadang lalai dalam menjalankan tugas-tugas sebagai komunikatornya, karena peran seorang pengurus sebagai komunikator merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter disiplin santri.Dengan pengurus yang mempunyai pengetahuan yang luas, pengalaman yang cukup tinggi, dan memiliki sikap tanggung jawab yang baik, pengurus dirasa akan lebih mampu dalam membimbing dan memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan.Kedua yaitu kurangnya kesadaran individu santri, Kurangnya minat santri untuk berubah menjadi lebih baik menjadi faktor utama yang menghambat proses pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri.Sejumlah santri mungkin merasa sulit beradaptasi dengan situasi, kondisi, dan aturan yang berlaku di pondok pesantren, sehingga mereka cenderung menunjukkan ketidaksetujuan terhadap tata tertib dan aturan yang sudah ditetapkan, bahkan ada yang cenderung melanggar aturan, meskipun tidak semua santri memiliki perilaku yang melanggar, tidak dapat dipungkiri juga bahwa perilaku santri yang kurang responsif terhadap intruksi pengurus dapat menghambat proses jalannya komunikasi antara pengurus dengan santri yang lain.Hal ini menunjukkan bahwa bagaimanapun cara pengurus dalam mendidik santri untuk menjadi lebih baik, jika dari hati nurani santri sendiri tidak ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, maka pengurus juga akan semakin kesulitan sendiri dalam memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, baik dalam diri sendiri maupun melalui interaksi langsung atau tatap muka sehingga pesan dapat disampaikan dan keputusan dapat dicapai. Dalam penelitian ini, komunikasi interpersonal yang dimaksud adalah komunikasi antara pengelola dalam membentuk karakter disiplin para santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal pengelola dalam membentuk karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp 1x" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" alt="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp 1x" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" alt="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp 1x" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" alt="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52218-budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-san" title="JURIS - Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri" target="_blank">Strategi  Strategi Komunikasi Interpersonal Pengurus dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam membentuk karakter disiplin santri di lingkungan pondok pesantren yang berbeda. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan strategi komunikasi yang digunakan oleh pengurus di berbagai pondok pesantren, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran dan pengaruh lingkungan pondok pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana lingkungan pondok pesantren, termasuk aturan, tradisi, dan interaksi sosial, mempengaruhi perilaku dan karakter disiplin santri. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi komunikasi interpersonal yang digunakan oleh pengurus untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam membentuk karakter disiplin santri. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana pengurus beradaptasi dan menyesuaikan strategi komunikasi mereka dalam menghadapi berbagai situasi dan perilaku santri yang berbeda..
<br>Berdasarkan penjelasan yang diberikan peneliti pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa, teori Miller dan Stainberg merupakan teori strategi komunikasi interpersonal yang digunakan pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah, antara lain.Pertama, Strategi Wortel Teruntai adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang dilakukan komunikator untuk meningkatkan probabilitas komunikan, apabila komunikator memberikan imbalan (reward) kepada komunikan, baik itu berupa barang ataupun pujian.Biasanya pengurus akan memberikan imbalan kepada santri yang memiliki rajin dan disiplin.Kedua, Strategi Pedang Tergantung adalah penerapan strategi kendali komunikasi interpersonal yang lakukan untuk mengurangi probabilitas komunikan, strategi ini berupa sebuah hukuman (punisment) yang komunikator berikan kepada komunikan.Biasanya pengurus memberikan hukuman kepada para santri yang melanggar peraturan di pondok pesantren, seperti merokok, keluar pondok tanpa izin, dan tidak mengikuti kegiatan.Ketiga, Strategi Katalisator adalah penerapan strategi komunikasi interpersonal yang digunakan komunikator untuk sekedar mengingatkan komunikan agar melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh komunikator, strategi ini berbeda dengan kedua strategi sebelumnya, strategi katalisator lebih menekankan sikap kesadaran kepada diri sendiri komunikan untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh komunikator.Biasanya pengurus memberikan teguran halus dan nasihat kepada santri yang melakukan pelanggaran ringan, seperti membuang sampah sembarangan, ghosob, dll.Dalam proses pengurus untuk membentuk karakter disiplin santri, terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat, antara lain.Faktor pendukung, pertama yaitu dalam proses membentuk karakter disiplin santri, para pengurus berusaha membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait.Kerja sama antar civitas yang baik juga akan berdampak positif, seperti komunikasi antara pengasuh kepada pengurus kemudian berlanjut ke santri, sehingga kerja sama tersebut saling mendukung dan memberikan dampak yang positif terhadap kedisiplinan santri.Kedua yaitu lingkungan yang mendukung, pada dasarnya lingkungan seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap sikap, watak, dan akhlaknya.Jika seseorang hidup dalam lingkungan yang baik, maka lingkungan tersebut akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan karakternya.Salah satu lingkungan yang baik adalah lingkungan pondok pesantren, cukup kita ketahui bahwasannya lingkungan pondok merupakan lingkungan pendidikan yang sangat memperhatikan sifat akhlaqul karimah, salah satunya mempunyai karakter yang disiplin ketika berada di lingkungan pondok pesantren, yaitu dengan mematuhi segala peraturan pondok pesantren yang sudah disepakati bersama-sama.Faktor penghambat, pertama yaitu pengurus yang terkadang lalai, Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam proses pembentukan karakter disiplin santri adalah dari pribadi pengurus sendiri yang terkadang lalai dalam menjalankan tugas-tugas sebagai komunikatornya, karena peran seorang pengurus sebagai komunikator merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter disiplin santri.Dengan pengurus yang mempunyai pengetahuan yang luas, pengalaman yang cukup tinggi, dan memiliki sikap tanggung jawab yang baik, pengurus dirasa akan lebih mampu dalam membimbing dan memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan.Kedua yaitu kurangnya kesadaran individu santri, Kurangnya minat santri untuk berubah menjadi lebih baik menjadi faktor utama yang menghambat proses pengurus dalam membentuk karakter disiplin santri.Sejumlah santri mungkin merasa sulit beradaptasi dengan situasi, kondisi, dan aturan yang berlaku di pondok pesantren, sehingga mereka cenderung menunjukkan ketidaksetujuan terhadap tata tertib dan aturan yang sudah ditetapkan, bahkan ada yang cenderung melanggar aturan, meskipun tidak semua santri memiliki perilaku yang melanggar, tidak dapat dipungkiri juga bahwa perilaku santri yang kurang responsif terhadap intruksi pengurus dapat menghambat proses jalannya komunikasi antara pengurus dengan santri yang lain.Hal ini menunjukkan bahwa bagaimanapun cara pengurus dalam mendidik santri untuk menjadi lebih baik, jika dari hati nurani santri sendiri tidak ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, maka pengurus juga akan semakin kesulitan sendiri dalam memberikan pengajaran kepada santri terkait kedisiplinan
<br>Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, baik dalam diri sendiri maupun melalui interaksi langsung atau tatap muka sehingga pesan dapat disampaikan dan keputusan dapat dicapai. Dalam penelitian ini, komunikasi interpersonal yang dimaksud adalah komunikasi antara pengelola dalam membentuk karakter disiplin para santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal pengelola dalam membentuk karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" type="image/webp" length="101886" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-1b072.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-ab5c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/budaya-disiplin-santri-faktor-penghambat-minat-pen-thumb-06ccd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52208-ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-nil</link>
	<guid isPermaLink="false">6c8126fe1a29a94583676dd4da3b66be</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 16:20:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jkis indexed ]]></category>
	<category><![CDATA[ kpk tipikor ]]></category>
	<category><![CDATA[ jkis email ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[email,indexed,jkis,kpk,tipikor]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kombinasi antara pesan krisis yang dihasilkan oleh AI dan intervensi manusia yang menambahkan elemen empati dapat meningkatkan kepercayaan publik pada krisis yang dapat dicegah, seperti pelanggaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kombinasi antara pesan krisis yang dihasilkan oleh AI dan intervensi manusia yang menambahkan elemen empati dapat meningkatkan kepercayaan publik pada krisis yang dapat dicegah, seperti pelanggaran norma budaya. Selain itu, studi komparatif dapat ditujukan untuk menguji persepsi transparansi penggunaan AI dalam komunikasi krisis di berbagai budaya wisatawan, misalnya membandingkan respons netizen dari negara Barat dengan Asia Tenggara, guna mengetahui apakah faktor budaya memoderasi efek pengungkapan AI terhadap reputasi destinasi. Selanjutnya, pengembangan model evaluasi keadilan algoritmik secara realActime dapat menjadi fokus, dengan merancang indikator prosedural, interaksional, dan distributif yang dapat diukur selama situasi krisis dan menguji bagaimana kepatuhan terhadap ketiga pilar tersebut mempengaruhi pemulihan reputasi. Akhirnya, penelitian eksperimental dapat menguji efektivitas model kolaboratif hibrida yang mengintegrasikan kecepatan pemrosesan AI dengan kurasi empatik manusia dalam skenario krisis simulasi, untuk menentukan kombinasi optimal yang meminimalkan dampak negatif dan menumbuhkan reputasi berkelanjutan bagi destinasi wisata.. Integrasi AI dalam komunikasi krisis pariwisata Bali meningkatkan kecepatan distribusi informasi dan skalabilitas bahasa, namun efektivitasnya tergantung pada jenis krisis, bekerja optimal pada krisis korban seperti bencana alam dan kurang pada krisis yang dapat dicegah karena defisit empati.pengungkapan meningkatkan akuntabilitas digital dan mengurangi kemarahan netizen meski proses pemulihan lebih lambat, sedangkan menyembunyikan AI berisiko menimbulkan krisis reputasi sekunder jika terdeteksi.Penelitian memperluas kerangka SCCT dengan memperkenalkan konsep Suara Korporasi Algoritmik (ACV) yang menilai AI sebagai suara organisasi melalui tiga pilar keadilan algoritmik, dan menekankan kebutuhan model kolaboratif hibrida yang menggabungkan kecepatan AI dengan empati manusia dan nilai budaya Bali untuk menjaga reputasi berkelanjutan Transformasi digital telah mendorong penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) generatif dalam mengelola komunikasi krisis pariwisata. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran AI sebagai sumber pesan, pengaruh transparansi dalam penggunaannya terhadap reputasi destinasi, dan memperluas Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT) di era digital. Krisis pariwisata Bali berfungsi sebagai konteks penelitian untuk mengkaji dinamika interaksi dengan audiens global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten dan wawancara mendalam, studi ini menguji efektivitas pesan krisis berbasis AI di berbagai klaster krisis. Hasil menunjukkan bahwa AI memberikan efisiensi absolut dalam hal kecepatan respons waktu nyata dan skalabilitas bahasa untuk audiens heterogen. Namun, efektivitas AI sangat bergantung pada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-f468e.webp" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-f468e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-f468e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-f468e.webp 1x" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" alt="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-009c0.webp" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-009c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-009c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-009c0.webp 1x" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" alt="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-387b1.webp" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-387b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-387b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-387b1.webp 1x" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" alt="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52208-ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-nil" title="JURIS - Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali" target="_blank">Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kombinasi antara pesan krisis yang dihasilkan oleh AI dan intervensi manusia yang menambahkan elemen empati dapat meningkatkan kepercayaan publik pada krisis yang dapat dicegah, seperti pelanggaran norma budaya. Selain itu, studi komparatif dapat ditujukan untuk menguji persepsi transparansi penggunaan AI dalam komunikasi krisis di berbagai budaya wisatawan, misalnya membandingkan respons netizen dari negara Barat dengan Asia Tenggara, guna mengetahui apakah faktor budaya memoderasi efek pengungkapan AI terhadap reputasi destinasi. Selanjutnya, pengembangan model evaluasi keadilan algoritmik secara realActime dapat menjadi fokus, dengan merancang indikator prosedural, interaksional, dan distributif yang dapat diukur selama situasi krisis dan menguji bagaimana kepatuhan terhadap ketiga pilar tersebut mempengaruhi pemulihan reputasi. Akhirnya, penelitian eksperimental dapat menguji efektivitas model kolaboratif hibrida yang mengintegrasikan kecepatan pemrosesan AI dengan kurasi empatik manusia dalam skenario krisis simulasi, untuk menentukan kombinasi optimal yang meminimalkan dampak negatif dan menumbuhkan reputasi berkelanjutan bagi destinasi wisata..
<br>Integrasi AI dalam komunikasi krisis pariwisata Bali meningkatkan kecepatan distribusi informasi dan skalabilitas bahasa, namun efektivitasnya tergantung pada jenis krisis, bekerja optimal pada krisis korban seperti bencana alam dan kurang pada krisis yang dapat dicegah karena defisit empati.pengungkapan meningkatkan akuntabilitas digital dan mengurangi kemarahan netizen meski proses pemulihan lebih lambat, sedangkan menyembunyikan AI berisiko menimbulkan krisis reputasi sekunder jika terdeteksi.Penelitian memperluas kerangka SCCT dengan memperkenalkan konsep Suara Korporasi Algoritmik (ACV) yang menilai AI sebagai suara organisasi melalui tiga pilar keadilan algoritmik, dan menekankan kebutuhan model kolaboratif hibrida yang menggabungkan kecepatan AI dengan empati manusia dan nilai budaya Bali untuk menjaga reputasi berkelanjutan
<br>Transformasi digital telah mendorong penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) generatif dalam mengelola komunikasi krisis pariwisata. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran AI sebagai sumber pesan, pengaruh transparansi dalam penggunaannya terhadap reputasi destinasi, dan memperluas Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT) di era digital. Krisis pariwisata Bali berfungsi sebagai konteks penelitian untuk mengkaji dinamika interaksi dengan audiens global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten dan wawancara mendalam, studi ini menguji efektivitas pesan krisis berbasis AI di berbagai klaster krisis. Hasil menunjukkan bahwa AI memberikan efisiensi absolut dalam hal kecepatan respons waktu nyata dan skalabilitas bahasa untuk audiens heterogen. Namun, efektivitas AI sangat bergantung pada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-f468e.webp" type="image/webp" length="111268" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-f468e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-009c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/ai-transparan-akuntabel-nilai-budaya-integrasi-pos-thumb-387b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-668-dinastires.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1116-jurnal-komunikasi-ilmu-sosial.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penyiaran dan Ketahanan Nasional Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penyiaran dan Ketahanan Nasional Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penyiaran dan Ketahanan Nasional Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52216-penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-ach-ilham-zubair</link>
	<guid isPermaLink="false">862d41145983b2c4584c4da4e453209f</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:56:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan antara talk show Rosi dengan program talk show politik lainnya di Indonesia untuk mengidentifikasi perbedaan strategi wacana dan dampaknya terhadap persepsi publik; selanjutnya, sebuah studi kuantitatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan antara talk show Rosi dengan program talk show politik lainnya di Indonesia untuk mengidentifikasi perbedaan strategi wacana dan dampaknya terhadap persepsi publik; selanjutnya, sebuah studi kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur sejauh mana penonton talk show Rosi terpengaruh dalam tingkat partisipasi politik dan pemahaman tentang pemilu, dengan menggunakan survei praAcdan pasca menonton; terakhir, penelitian longitudinal yang melacak evolusi konten dan gaya penyajian talk show selama beberapa siklus pemilihan umum dapat memberikan wawasan tentang perubahan dinamika media massa dalam membentuk narasi integrasi bangsa dan ketahanan nasional.. Program talk show Rosi di Kompas TV menyajikan informasi dan perspektif mengenai pemilu dalam konteks integrasi bangsa, serta berperan sebagai referensi penting bagi publik dalam memahami situasi wacana terkini.Analisis struktur makro, superstruktur, dan mikro menunjukkan bahwa penyajian konten dilakukan secara teratur, menghormati budaya santun, dan mengedepankan kontrol informasi oleh presenter.Namun, terdapat potensi pelanggaran prinsip kerja sama ketika narasumber menyampaikan maksud secara halus, yang dapat menyebabkan penyampaian informasi tidak relevan atau berteleActele Lanskap pertelevisian Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, berkembang dari hanya satu saluran milik negara, Televisi Republik Indonesia (TVRI), menjadi sebelas stasiun. Perkembangan ini menyebabkan lonjakan keragaman program, dengan talkshow sebagai genre yang populer. Di antara talkshow tersebut, Rosi, yang ditayangkan di Kompas TV, saluran berita nasional terkemuka, telah menarik perhatian publik yang besar. Kompas TV berperan sebagai platform untuk berita dan urusan terkini, yang mencerminkan perspektif media tentang pemilihan umum dan ketahanan nasional. Rosi, sebuah produksi Kompas TV, menawarkan wawasan dan perspektif tentang pemilu dalam konteks integrasi nasional. Talkshow ini menggarisbawahi peran pemilu sebagai alat untuk mendorong kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-c70e4.webp" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-c70e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-c70e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-c70e4.webp 1x" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" alt="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-5b176.webp" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-5b176.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-5b176.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-5b176.webp 1x" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" alt="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-19f1b.webp" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-19f1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-19f1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-19f1b.webp 1x" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" alt="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52216-penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-ach-ilham-zubair" title="JURIS - Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi" target="_blank">Penyiaran dan Ketahanan Nasional: Studi Analisis Wacana Pemilu 2024 dalam Menjaga Integrasi Bangsa pada Talkshow Rosi</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan antara talk show Rosi dengan program talk show politik lainnya di Indonesia untuk mengidentifikasi perbedaan strategi wacana dan dampaknya terhadap persepsi publik; selanjutnya, sebuah studi kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur sejauh mana penonton talk show Rosi terpengaruh dalam tingkat partisipasi politik dan pemahaman tentang pemilu, dengan menggunakan survei praAcdan pasca menonton; terakhir, penelitian longitudinal yang melacak evolusi konten dan gaya penyajian talk show selama beberapa siklus pemilihan umum dapat memberikan wawasan tentang perubahan dinamika media massa dalam membentuk narasi integrasi bangsa dan ketahanan nasional..
<br>Program talk show Rosi di Kompas TV menyajikan informasi dan perspektif mengenai pemilu dalam konteks integrasi bangsa, serta berperan sebagai referensi penting bagi publik dalam memahami situasi wacana terkini.Analisis struktur makro, superstruktur, dan mikro menunjukkan bahwa penyajian konten dilakukan secara teratur, menghormati budaya santun, dan mengedepankan kontrol informasi oleh presenter.Namun, terdapat potensi pelanggaran prinsip kerja sama ketika narasumber menyampaikan maksud secara halus, yang dapat menyebabkan penyampaian informasi tidak relevan atau berteleActele
<br>Lanskap pertelevisian Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, berkembang dari hanya satu saluran milik negara, Televisi Republik Indonesia (TVRI), menjadi sebelas stasiun. Perkembangan ini menyebabkan lonjakan keragaman program, dengan talkshow sebagai genre yang populer. Di antara talkshow tersebut, Rosi, yang ditayangkan di Kompas TV, saluran berita nasional terkemuka, telah menarik perhatian publik yang besar. Kompas TV berperan sebagai platform untuk berita dan urusan terkini, yang mencerminkan perspektif media tentang pemilihan umum dan ketahanan nasional. Rosi, sebuah produksi Kompas TV, menawarkan wawasan dan perspektif tentang pemilu dalam konteks integrasi nasional. Talkshow ini menggarisbawahi peran pemilu sebagai alat untuk mendorong kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-c70e4.webp" type="image/webp" length="98480" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-c70e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-5b176.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/penyiaran-ketahanan-nasional-rosi-nasional-studi-a-thumb-19f1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52217-karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">72704e2674e630b15e90bc2efbec6051</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:32:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan dapat memaksimalkan manfaat WhatsApp sambil mengatasi tantangannya. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara empiris strategi komunikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan: Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan dapat memaksimalkan manfaat WhatsApp sambil mengatasi tantangannya. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara empiris strategi komunikasi spesifik yang digunakan pasangan untuk mengurangi kesalahpahaman yang timbul dari kurangnya isyarat nonverbal di WhatsApp. Kita bisa meneliti, misalnya, apakah penggunaan emoji, pesan suara, atau panggilan video secara aktif benar-benar efektif, dan adakah pola tertentu dalam penulisan pesan teks yang terbukti mengurangi salah tafsir antar pasangan. Selain itu, mengingat adanya indikasi ketergantungan pada WhatsApp, studi mendatang dapat menganalisis dampak jangka panjang dari penggunaan aplikasi yang berlebihan ini terhadap kualitas hubungan interpersonal secara keseluruhan, termasuk frekuensi interaksi tatap muka dan kegiatan bersama tanpa gawai. Apakah ada batas tertentu di mana pemanfaatan WhatsApp justru dapat merenggangkan ikatan emosional daripada memperkuatnya? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif. Misalnya, membandingkan efektivitas WhatsApp dengan aplikasi pesan instan lain yang populer di kalangan pasangan, atau mengeksplorasi bagaimana faktor demografi dan budaya, seperti usia, latar belakang pekerjaan, atau lokasi geografis, memengaruhi pola komunikasi melalui WhatsApp dan persepsi mereka terhadap efektivitasnya. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran WhatsApp dalam dinamika hubungan modern.. WhatsApp terbukti menjadi alat komunikasi yang efektif bagi pasangan, menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, meskipun tantangan seperti kesalahpahaman dan ketergantungan perlu diatasi.Efektivitas komunikasi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan antar pasangan dan kompetensi digital mereka.Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pasangan dan dasar untuk studi lebih lanjut mengenai penggunaan WhatsApp dalam komunikasi interpersonal Di era digital ini, WhatsApp telah menjadi platform komunikasi interpersonal yang populer, termasuk bagi para pasangan. WhatsApp, sebagai salah satu aplikasi pesan instan yang paling populer di dunia termasuk Indonesia, telah memberikan perubahan signifikan dalam dinamika ilmu komunikasi. WhatsApp menyediakan berbagai fitur seperti pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video, yang memungkinkan pasangan untuk tetap terhubung secara real-time meskipun berada di tempat yang berjauhan. Komunikasi interpersonal melalui WhatsApp memungkinkan adanya kemudahan dalam berinteraksi, yang pada awalnya dilakukan dengan tatap muka, kini dapat dilakukan secara virtual dengan teknologi komunikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" alt="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" alt="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" alt="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52217-karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-ko" title="JURIS - Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan" target="_blank">Efektivitas Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Kepada Pasangan</a>: Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan dapat memaksimalkan manfaat WhatsApp sambil mengatasi tantangannya. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara empiris strategi komunikasi spesifik yang digunakan pasangan untuk mengurangi kesalahpahaman yang timbul dari kurangnya isyarat nonverbal di WhatsApp. Kita bisa meneliti, misalnya, apakah penggunaan emoji, pesan suara, atau panggilan video secara aktif benar-benar efektif, dan adakah pola tertentu dalam penulisan pesan teks yang terbukti mengurangi salah tafsir antar pasangan. Selain itu, mengingat adanya indikasi ketergantungan pada WhatsApp, studi mendatang dapat menganalisis dampak jangka panjang dari penggunaan aplikasi yang berlebihan ini terhadap kualitas hubungan interpersonal secara keseluruhan, termasuk frekuensi interaksi tatap muka dan kegiatan bersama tanpa gawai. Apakah ada batas tertentu di mana pemanfaatan WhatsApp justru dapat merenggangkan ikatan emosional daripada memperkuatnya? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif. Misalnya, membandingkan efektivitas WhatsApp dengan aplikasi pesan instan lain yang populer di kalangan pasangan, atau mengeksplorasi bagaimana faktor demografi dan budaya, seperti usia, latar belakang pekerjaan, atau lokasi geografis, memengaruhi pola komunikasi melalui WhatsApp dan persepsi mereka terhadap efektivitasnya. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran WhatsApp dalam dinamika hubungan modern..
<br>WhatsApp terbukti menjadi alat komunikasi yang efektif bagi pasangan, menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, meskipun tantangan seperti kesalahpahaman dan ketergantungan perlu diatasi.Efektivitas komunikasi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan antar pasangan dan kompetensi digital mereka.Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pasangan dan dasar untuk studi lebih lanjut mengenai penggunaan WhatsApp dalam komunikasi interpersonal
<br>Di era digital ini, WhatsApp telah menjadi platform komunikasi interpersonal yang populer, termasuk bagi para pasangan. WhatsApp, sebagai salah satu aplikasi pesan instan yang paling populer di dunia termasuk Indonesia, telah memberikan perubahan signifikan dalam dinamika ilmu komunikasi. WhatsApp menyediakan berbagai fitur seperti pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video, yang memungkinkan pasangan untuk tetap terhubung secara real-time meskipun berada di tempat yang berjauhan. Komunikasi interpersonal melalui WhatsApp memungkinkan adanya kemudahan dalam berinteraksi, yang pada awalnya dilakukan dengan tatap muka, kini dapat dilakukan secara virtual dengan teknologi komunikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" type="image/webp" length="99062" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-9ed1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-3411e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/karyawan-platform-komunikasi-kompetensi-digital-in-thumb-91dd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52213-social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran</link>
	<guid isPermaLink="false">f19c188e008bcb623c1ff59dd00fee9d</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:19:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Gagasan Campus Social Responsibility (CSR) bagi Perguruan Tinggi Islam yang diuraikan dalam artikel ini membuka banyak peluang penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan praktik di lapangan. Salah satu arah studi yang menarik adalah melakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility: Gagasan Campus Social Responsibility (CSR) bagi Perguruan Tinggi Islam yang diuraikan dalam artikel ini membuka banyak peluang penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan praktik di lapangan. Salah satu arah studi yang menarik adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas berbagai bentuk program CSR yang telah diterapkan. Penting untuk mengukur bagaimana inisiatif seperti Cause Promotions atau Community Volunteering benar-benar berhasil membangun citra positif institusi, memperkuat ikatan dengan masyarakat, dan memberikan dampak sosial yang nyata, tidak hanya berdasarkan asumsi tetapi melalui data empiris dari perspektif para pemangku kepentingan. Selain itu, mengingat Perguruan Tinggi Islam memiliki nilai dan kekhasan tersendiri, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip atau etika keislaman secara spesifik dapat diintegrasikan lebih jauh ke dalam strategi dan implementasi CSR. Hal ini dapat mencakup pengembangan model-model CSR yang unik dan relevan dengan ajaran Islam, serta meneliti respons masyarakat terhadap pendekatan tersebut. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan implementasi CSR di masa depan, perlu diidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat utama. Penelitian ini dapat menyelidiki tantangan terkait alokasi sumber daya, dukungan dari civitas akademika, serta dinamika dan kebutuhan spesifik masyarakat lokal, sehingga perguruan tinggi Islam dapat merancang program CSR yang lebih adaptif, efisien, dan memberikan manfaat maksimal sesuai dengan kapasitas dan lingkungannya.. Campus Social Responsibility (CSR) pada perguruan tinggi Islam merupakan program kehumasan yang strategis, bukan semata-mata penjualan, yang bertujuan membangun citra positif dan meningkatkan kesadaran publik yang lebih luas.Melalui CSR, tercipta jembatan komunikasi harmonis dan rasa saling memiliki antara institusi dengan para pemangku kepentingan.Esensinya adalah pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang mendorong kemandirian dan kemampuan mereka dalam mengatasi problematika sosial CSR (Corporate Social Responsibility) telah lama dikenal di dunia industri dalam bentuk aktivitas sosial sebagai bentuk pertanggunggjawaban atas pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam oleh badan usaha milik negara. Dalam perkembangannya, CSR juga menjadi salah satu strategi komunikasi pemasaran oleh berbagai industri dan lembaga non pemerintah. Disamping memberikan kemanfaatan dalam kontribusi sosial, CSR juga memiliki dampak besar dalam meluaskan sekaligus menguatkan branding korporat. Dengan branding yang kuat dan luas, persepsi positif publik terhadap korporat dapat meningkat. Dengan semangat ini pula, kampus perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai sebuah lembaga pendidikan yang tak lepas dari peran sosial sejatinya dapat pula menjalankan fungsi CSR. Gagasan Campus Social Responsibility ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-0f416.webp" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-0f416.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-0f416.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-0f416.webp 1x" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" alt="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-2f392.webp" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-2f392.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-2f392.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-2f392.webp 1x" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" alt="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-14185.webp" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-14185.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-14185.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-14185.webp 1x" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" alt="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52213-social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran" title="JURIS - Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility" target="_blank">Peran Sosial Perguruan Tinggi Islam dalam Program Campus Social Responsibility</a>: Gagasan Campus Social Responsibility (CSR) bagi Perguruan Tinggi Islam yang diuraikan dalam artikel ini membuka banyak peluang penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan praktik di lapangan. Salah satu arah studi yang menarik adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas berbagai bentuk program CSR yang telah diterapkan. Penting untuk mengukur bagaimana inisiatif seperti Cause Promotions atau Community Volunteering benar-benar berhasil membangun citra positif institusi, memperkuat ikatan dengan masyarakat, dan memberikan dampak sosial yang nyata, tidak hanya berdasarkan asumsi tetapi melalui data empiris dari perspektif para pemangku kepentingan. Selain itu, mengingat Perguruan Tinggi Islam memiliki nilai dan kekhasan tersendiri, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip atau etika keislaman secara spesifik dapat diintegrasikan lebih jauh ke dalam strategi dan implementasi CSR. Hal ini dapat mencakup pengembangan model-model CSR yang unik dan relevan dengan ajaran Islam, serta meneliti respons masyarakat terhadap pendekatan tersebut. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan implementasi CSR di masa depan, perlu diidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat utama. Penelitian ini dapat menyelidiki tantangan terkait alokasi sumber daya, dukungan dari civitas akademika, serta dinamika dan kebutuhan spesifik masyarakat lokal, sehingga perguruan tinggi Islam dapat merancang program CSR yang lebih adaptif, efisien, dan memberikan manfaat maksimal sesuai dengan kapasitas dan lingkungannya..
<br>Campus Social Responsibility (CSR) pada perguruan tinggi Islam merupakan program kehumasan yang strategis, bukan semata-mata penjualan, yang bertujuan membangun citra positif dan meningkatkan kesadaran publik yang lebih luas.Melalui CSR, tercipta jembatan komunikasi harmonis dan rasa saling memiliki antara institusi dengan para pemangku kepentingan.Esensinya adalah pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang mendorong kemandirian dan kemampuan mereka dalam mengatasi problematika sosial
<br>CSR (Corporate Social Responsibility) telah lama dikenal di dunia industri dalam bentuk aktivitas sosial sebagai bentuk pertanggunggjawaban atas pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam oleh badan usaha milik negara. Dalam perkembangannya, CSR juga menjadi salah satu strategi komunikasi pemasaran oleh berbagai industri dan lembaga non pemerintah. Disamping memberikan kemanfaatan dalam kontribusi sosial, CSR juga memiliki dampak besar dalam meluaskan sekaligus menguatkan branding korporat. Dengan branding yang kuat dan luas, persepsi positif publik terhadap korporat dapat meningkat. Dengan semangat ini pula, kampus perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai sebuah lembaga pendidikan yang tak lepas dari peran sosial sejatinya dapat pula menjalankan fungsi CSR. Gagasan Campus Social Responsibility ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-14185.webp" type="image/webp" length="91890" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-0f416.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-2f392.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/social-responsibility-strategis-kampus-islam-peran-thumb-14185.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1028-iai-tabah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5202-alamtara-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 30 Jun 2026 06:03:08 +0700. 12 items. Served in: 3.656 seconds [rss] -->
