<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 14:51:40 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 14:51:40 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-20T14:51:40+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49595-data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap</link>
	<guid isPermaLink="false">dcc288bcac45738447abd6a2b0c6d914</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:47:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ridho bahtra ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bahtra,ridho,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar dan beragam untuk memperoleh ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar dan beragam untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang penggunaan bahasa evaluatif dalam berbagai teks hukum. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi pola-pola linguistik yang lebih spesifik dan mengungkap pengaruhnya terhadap interpretasi hukum.2. Memerhatikan aspek-aspek lain dalam laporan investigasi, seperti penggunaan kata kerja, frasa, dan konstruksi gramatikal tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian dan interpretasi. Menganalisis bagaimana pilihan kata dan konstruksi gramatikal ini dapat memengaruhi persepsi pembaca terhadap peristiwa dan karakter yang terlibat.3. Melakukan penelitian komparatif antara laporan investigasi yang ditulis oleh penyidik dengan latar belakang dan pengalaman berbeda. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi perbedaan dalam penggunaan bahasa evaluatif dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi hasil investigasi dan proses hukum. Mempelajari bagaimana latar belakang dan pengalaman penyidik dapat memengaruhi gaya penulisan dan penggunaan bahasa mereka dalam laporan investigasi.4. Meneliti pengaruh penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi terhadap proses pengambilan keputusan oleh jaksa dan hakim. Menganalisis bagaimana penilaian negatif atau positif yang terungkap dalam laporan dapat memengaruhi persepsi dan interpretasi mereka terhadap kasus tersebut. Memahami bagaimana bahasa evaluatif dapat mempengaruhi hasil yudisial dan apakah ada bias yang timbul dari penggunaan bahasa tersebut.5. Mempertimbangkan aspek-aspek etika dalam penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi. Menganalisis bagaimana penggunaan bahasa yang berpotensi memengaruhi hak-hak tersangka dan apakah ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi bias dan meningkatkan keadilan dalam proses hukum.6. Meneliti pengaruh penggunaan bahasa evaluatif pada tingkat kepercayaan publik terhadap sistem keadilan pidana. Menganalisis bagaimana bahasa evaluatif dalam laporan investigasi dapat memengaruhi persepsi masyarakat tentang keadilan dan integritas proses hukum. Memahami apakah penggunaan bahasa yang subjektif dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem keadilan dan bagaimana hal itu dapat diatasi.7. Mengembangkan panduan atau protokol linguistik standar untuk penyusunan laporan investigasi yang dapat membantu penyidik dalam menjaga netralitas dan kejelasan dalam penulisan laporan. Panduan ini dapat mencakup pedoman tentang penggunaan bahasa evaluatif, pilihan kata, dan konstruksi gramatikal yang tepat.8. Melakukan penelitian kolaboratif antara ahli linguistik, ahli hukum, dan penyidik untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mengurangi penggunaan bahasa evaluatif yang berlebihan dalam laporan investigasi. Menggabungkan pengetahuan dan perspektif dari berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pendekatan yang komprehensif dalam menjaga objektivitas dan kejelasan dalam dokumentasi hukum.9. Mengkaji kembali proses pelatihan dan pendidikan penyidik untuk memastikan bahwa mereka memahami pentingnya netralitas linguistik dalam laporan investigasi. Menyediakan pelatihan yang berfokus pada kesadaran linguistik dan bagaimana bahasa dapat mempengaruhi interpretasi hukum.10. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang dari penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi terhadap hasil yudisial dan kepercayaan publik terhadap sistem keadilan. Menganalisis apakah ada perubahan dalam penggunaan bahasa evaluatif dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi proses hukum dan persepsi masyarakat.Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kualitas dan objektivitas laporan investigasi, serta menjaga integritas proses hukum dan keadilan.. Kesimpulan yang diambil berdasarkan analisis terhadap delapan jenis laporan investigasi adalah sebagai berikut.(1) kecenderungan pola penggunaan leksis penilaian sikap negatif ditunjukkan dalam elemen Afektif, elemen Penilaian, dan elemen Apresiasi negatif oleh penyidik.(2) pola penggunaan leksis penilaian posisi negatif oleh penyidik dengan cara menceritakan peristiwa negatif atau penolakan terhadap berita yang disampaikan kepada yang diperiksa.Kesimpulan ini didasarkan pada penilaian terhadap interogasi saksi, interogasi tersangka, laporan investigasi penahanan, interogasi penangkapan, interogasi Tempat Kejadian Perkara, laporan investigasi penyitaan, interogasi pembinaan penasihat hukum, dan laporan pencarian orang.Berdasarkan temuan dan tujuan penelitian ini, interpretasi bahasa undang-undang dan studi linguistik tentang proses penyusunan laporan dapat dilakukan dengan akurat.Setiap elemen dalam bahasa tidak hanya bermakna, tetapi juga jujur, baik positif maupun negatif.Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teori linguistik secara umum dan khususnya dalam studi evaluatif bahasa.Diharapkan dapat menunjukkan kebenaran fisik dan materi dalam investigasi untuk menghindari kesalahan interpretasi dan transkripsi laporan tersebut.Penelitian ini memeriksa penilaian dalam teks laporan oleh penyidik.Dari hasil penelitian, disarankan beberapa penelitian lebih lanjut.Pertama, disarankan agar peneliti terus menggunakan data bahasa tertulis dari sumber data lain.Selain itu, data bahasa lisan juga dianggap sebagai penelitian penilaian yang dianggap kaya akan temuan baru.Kedua, disarankan agar penelitian penilaian lebih dikembangkan dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar sehingga dapat memperoleh gambaran yang lebih baik tentang penggunaan bahasa evaluatif dalam berbagai teks.Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa evaluatif dalam Laporan Investigasi cenderung mencerminkan sikap penyidik, yang dapat mempengaruhi representasi peristiwa.Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi sikap dan posisi negatif dalam BAP mencerminkan kerangka linguistik non-netral oleh penyidik.Bukti statistik dari korpus menunjukkan bahwa dokumen-dokumen ini bersifat evaluatif.Hal ini sangat penting karena pola linguistik seperti itu dapat menyebabkan 'kesalahan interpretasi' selama fase yudisial.Jika sebuah laporan sangat diframing dengan penilaian negatif, dapat secara tidak sengaja mempengaruhi persepsi jaksa atau hakim terhadap kasus tersebut.Oleh karena itu, peningkatan objektivitas linguistik dalam menyusun BAP sangat penting untuk menjaga integritas proses hukum.Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan perhatian lebih pada netralitas linguistik untuk meningkatkan kejelasan dan objektivitas dokumentasi hukum Diskursus hukum, khususnya Laporan Investigasi (Berita Acara Pemeriksaan/BAP), berfungsi sebagai fondasi bukti yang penting dalam sistem keadilan pidana. Secara ideal, dokumen-dokumen ini harus mencerminkan netralitas dan objektivitas yang ketat untuk menjamin proses hukum yang adil. Namun, masalah penelitian yang signifikan tetap ada: potensi infiltrasi bahasa evaluatif subjektif yang dapat mengganggu kejelasan hukum, keadilan, dan keadilan prosedural. Meskipun memiliki bobot hukum yang mendalam, pemahaman empiris terbatas tentang bagaimana mekanisme penilaian linguistik beroperasi dalam berbagai jenis BAP. Bahasa evaluatif yang tidak terkendali berisiko... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c60b3.webp" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c60b3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c60b3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c60b3.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" alt="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c3392.webp" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c3392.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c3392.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c3392.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" alt="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-579db.webp" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-579db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-579db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-579db.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" alt="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49595-data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap" title="JURIS - Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti" target="_blank">Evaluasi Kerangka Kerja Penilaian dalam Laporan Investigasi Peneliti</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar dan beragam untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang penggunaan bahasa evaluatif dalam berbagai teks hukum. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi pola-pola linguistik yang lebih spesifik dan mengungkap pengaruhnya terhadap interpretasi hukum.2. Memerhatikan aspek-aspek lain dalam laporan investigasi, seperti penggunaan kata kerja, frasa, dan konstruksi gramatikal tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian dan interpretasi. Menganalisis bagaimana pilihan kata dan konstruksi gramatikal ini dapat memengaruhi persepsi pembaca terhadap peristiwa dan karakter yang terlibat.3. Melakukan penelitian komparatif antara laporan investigasi yang ditulis oleh penyidik dengan latar belakang dan pengalaman berbeda. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi perbedaan dalam penggunaan bahasa evaluatif dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi hasil investigasi dan proses hukum. Mempelajari bagaimana latar belakang dan pengalaman penyidik dapat memengaruhi gaya penulisan dan penggunaan bahasa mereka dalam laporan investigasi.4. Meneliti pengaruh penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi terhadap proses pengambilan keputusan oleh jaksa dan hakim. Menganalisis bagaimana penilaian negatif atau positif yang terungkap dalam laporan dapat memengaruhi persepsi dan interpretasi mereka terhadap kasus tersebut. Memahami bagaimana bahasa evaluatif dapat mempengaruhi hasil yudisial dan apakah ada bias yang timbul dari penggunaan bahasa tersebut.5. Mempertimbangkan aspek-aspek etika dalam penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi. Menganalisis bagaimana penggunaan bahasa yang berpotensi memengaruhi hak-hak tersangka dan apakah ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi bias dan meningkatkan keadilan dalam proses hukum.6. Meneliti pengaruh penggunaan bahasa evaluatif pada tingkat kepercayaan publik terhadap sistem keadilan pidana. Menganalisis bagaimana bahasa evaluatif dalam laporan investigasi dapat memengaruhi persepsi masyarakat tentang keadilan dan integritas proses hukum. Memahami apakah penggunaan bahasa yang subjektif dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem keadilan dan bagaimana hal itu dapat diatasi.7. Mengembangkan panduan atau protokol linguistik standar untuk penyusunan laporan investigasi yang dapat membantu penyidik dalam menjaga netralitas dan kejelasan dalam penulisan laporan. Panduan ini dapat mencakup pedoman tentang penggunaan bahasa evaluatif, pilihan kata, dan konstruksi gramatikal yang tepat.8. Melakukan penelitian kolaboratif antara ahli linguistik, ahli hukum, dan penyidik untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mengurangi penggunaan bahasa evaluatif yang berlebihan dalam laporan investigasi. Menggabungkan pengetahuan dan perspektif dari berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pendekatan yang komprehensif dalam menjaga objektivitas dan kejelasan dalam dokumentasi hukum.9. Mengkaji kembali proses pelatihan dan pendidikan penyidik untuk memastikan bahwa mereka memahami pentingnya netralitas linguistik dalam laporan investigasi. Menyediakan pelatihan yang berfokus pada kesadaran linguistik dan bagaimana bahasa dapat mempengaruhi interpretasi hukum.10. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang dari penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi terhadap hasil yudisial dan kepercayaan publik terhadap sistem keadilan. Menganalisis apakah ada perubahan dalam penggunaan bahasa evaluatif dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi proses hukum dan persepsi masyarakat.Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kualitas dan objektivitas laporan investigasi, serta menjaga integritas proses hukum dan keadilan..
<br>Kesimpulan yang diambil berdasarkan analisis terhadap delapan jenis laporan investigasi adalah sebagai berikut.(1) kecenderungan pola penggunaan leksis penilaian sikap negatif ditunjukkan dalam elemen Afektif, elemen Penilaian, dan elemen Apresiasi negatif oleh penyidik.(2) pola penggunaan leksis penilaian posisi negatif oleh penyidik dengan cara menceritakan peristiwa negatif atau penolakan terhadap berita yang disampaikan kepada yang diperiksa.Kesimpulan ini didasarkan pada penilaian terhadap interogasi saksi, interogasi tersangka, laporan investigasi penahanan, interogasi penangkapan, interogasi Tempat Kejadian Perkara, laporan investigasi penyitaan, interogasi pembinaan penasihat hukum, dan laporan pencarian orang.Berdasarkan temuan dan tujuan penelitian ini, interpretasi bahasa undang-undang dan studi linguistik tentang proses penyusunan laporan dapat dilakukan dengan akurat.Setiap elemen dalam bahasa tidak hanya bermakna, tetapi juga jujur, baik positif maupun negatif.Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teori linguistik secara umum dan khususnya dalam studi evaluatif bahasa.Diharapkan dapat menunjukkan kebenaran fisik dan materi dalam investigasi untuk menghindari kesalahan interpretasi dan transkripsi laporan tersebut.Penelitian ini memeriksa penilaian dalam teks laporan oleh penyidik.Dari hasil penelitian, disarankan beberapa penelitian lebih lanjut.Pertama, disarankan agar peneliti terus menggunakan data bahasa tertulis dari sumber data lain.Selain itu, data bahasa lisan juga dianggap sebagai penelitian penilaian yang dianggap kaya akan temuan baru.Kedua, disarankan agar penelitian penilaian lebih dikembangkan dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar sehingga dapat memperoleh gambaran yang lebih baik tentang penggunaan bahasa evaluatif dalam berbagai teks.Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa evaluatif dalam Laporan Investigasi cenderung mencerminkan sikap penyidik, yang dapat mempengaruhi representasi peristiwa.Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi sikap dan posisi negatif dalam BAP mencerminkan kerangka linguistik non-netral oleh penyidik.Bukti statistik dari korpus menunjukkan bahwa dokumen-dokumen ini bersifat evaluatif.Hal ini sangat penting karena pola linguistik seperti itu dapat menyebabkan 'kesalahan interpretasi' selama fase yudisial.Jika sebuah laporan sangat diframing dengan penilaian negatif, dapat secara tidak sengaja mempengaruhi persepsi jaksa atau hakim terhadap kasus tersebut.Oleh karena itu, peningkatan objektivitas linguistik dalam menyusun BAP sangat penting untuk menjaga integritas proses hukum.Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan perhatian lebih pada netralitas linguistik untuk meningkatkan kejelasan dan objektivitas dokumentasi hukum
<br>Diskursus hukum, khususnya Laporan Investigasi (Berita Acara Pemeriksaan/BAP), berfungsi sebagai fondasi bukti yang penting dalam sistem keadilan pidana. Secara ideal, dokumen-dokumen ini harus mencerminkan netralitas dan objektivitas yang ketat untuk menjamin proses hukum yang adil. Namun, masalah penelitian yang signifikan tetap ada: potensi infiltrasi bahasa evaluatif subjektif yang dapat mengganggu kejelasan hukum, keadilan, dan keadilan prosedural. Meskipun memiliki bobot hukum yang mendalam, pemahaman empiris terbatas tentang bagaimana mekanisme penilaian linguistik beroperasi dalam berbagai jenis BAP. Bahasa evaluatif yang tidak terkendali berisiko...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c60b3.webp" type="image/webp" length="170652" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c60b3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-c3392.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/data-bahasa-figuratif-dominasi-sikap-evaluatif-res-thumb-579db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1644-lldikti10.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14719-curricula-journal-teaching-learning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis fmea ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis fmea ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis fmea ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49597-six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis</link>
	<guid isPermaLink="false">3b2422611bdc09421cf2779c6f0334a3</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:22:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Sebelum menerapkan kebijakan baru, perusahaan dapat melihat dampak penerapan 5S secara terukur terhadap penurunan tingkat dirty dan over cement. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat meneliti penggunaan sensor UV dan data realActime untuk memprediksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea): Sebelum menerapkan kebijakan baru, perusahaan dapat melihat dampak penerapan 5S secara terukur terhadap penurunan tingkat dirty dan over cement. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat meneliti penggunaan sensor UV dan data realActime untuk memprediksi yellowing, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. Terakhir, integrasi analitik prediktif berbasis machine learning pada pemeliharaan pisau trimming dapat meminimalkan cacat poor trimming, sehingga memelihara level sigma di atas standar green belt.. Pengendalian kualitas dalam produksi outsole melibatkan inspeksi berlapis dari bahan baku hingga inspeksi akhir, namun konsistensi operator dan standar kerja masih menjadi kendala yang menyebabkan cacat.Level sigma produksi masih belum optimal karena keterlambatan bahan baku yang mempengaruhi stabilitas proses.Oleh karena itu, peningkatan pengendalian proses dan manajemen pasokan bahan baku sangat diperlukan untuk meningkatkan level sigma dan menurunkan jumlah defect Penelitian ini membahas pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole di PT Hwaseung Indonesia. Masalah utama yang dihadapi adalah masih tingginya tingkat kecacatan produk berupa poor trimming, over cement, dirty, dan yellowing yang berdampak pada efisiensi produksi dan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) serta analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai level sigma untuk jenis cacat poor trimming sebesar 6,83, yellowing sebesar 6,86, over cement sebesar 6,85, dan dirty sebesar 6,88, yang seluruhnya termasuk kategori green belt. Melalui analisis FMEA, penyebab dominan dari kecacatan antara lain operator kurang terampil, penggunaan alat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-3f63e.webp" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-3f63e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-3f63e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-3f63e.webp 1x" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" alt="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-579a3.webp" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-579a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-579a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-579a3.webp 1x" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" alt="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-e9ea4.webp" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-e9ea4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-e9ea4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-e9ea4.webp 1x" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" alt="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49597-six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis" title="JURIS - Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)" target="_blank">Pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole menggunakan metode six sigma dan failure mode and effect analysis (fmea)</a>: Sebelum menerapkan kebijakan baru, perusahaan dapat melihat dampak penerapan 5S secara terukur terhadap penurunan tingkat dirty dan over cement. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat meneliti penggunaan sensor UV dan data realActime untuk memprediksi yellowing, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. Terakhir, integrasi analitik prediktif berbasis machine learning pada pemeliharaan pisau trimming dapat meminimalkan cacat poor trimming, sehingga memelihara level sigma di atas standar green belt..
<br>Pengendalian kualitas dalam produksi outsole melibatkan inspeksi berlapis dari bahan baku hingga inspeksi akhir, namun konsistensi operator dan standar kerja masih menjadi kendala yang menyebabkan cacat.Level sigma produksi masih belum optimal karena keterlambatan bahan baku yang mempengaruhi stabilitas proses.Oleh karena itu, peningkatan pengendalian proses dan manajemen pasokan bahan baku sangat diperlukan untuk meningkatkan level sigma dan menurunkan jumlah defect
<br>Penelitian ini membahas pengendalian kualitas untuk mengurangi pemborosan pada produksi outsole di PT Hwaseung Indonesia. Masalah utama yang dihadapi adalah masih tingginya tingkat kecacatan produk berupa poor trimming, over cement, dirty, dan yellowing yang berdampak pada efisiensi produksi dan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) serta analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai level sigma untuk jenis cacat poor trimming sebesar 6,83, yellowing sebesar 6,86, over cement sebesar 6,85, dan dirty sebesar 6,88, yang seluruhnya termasuk kategori green belt. Melalui analisis FMEA, penyebab dominan dari kecacatan antara lain operator kurang terampil, penggunaan alat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-579a3.webp" type="image/webp" length="100864" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-3f63e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-579a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/six-sigma-dmaic-efisiensi-produksi-pigmen-analisis-thumb-e9ea4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-126-unkris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11044-industrikrisna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ APOA2Ae265 T C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ APOA2Ae265 T C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ APOA2Ae265 T C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49581-lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi</link>
	<guid isPermaLink="false">44739b90e413fb31af471835e152182d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:21:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian berikutnya dapat mengkaji interaksi antara polimorfisme APOA2Ae265 T>C dengan pola diet, khususnya konsumsi lemak jenuh, untuk menentukan apakah asupan lemak dapat memodulasi efek genotype pada profil lipid; serta menilai dampak jangka panjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - APOA2Ae265 T>C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population: Penelitian berikutnya dapat mengkaji interaksi antara polimorfisme APOA2Ae265 T>C dengan pola diet, khususnya konsumsi lemak jenuh, untuk menentukan apakah asupan lemak dapat memodulasi efek genotype pada profil lipid; serta menilai dampak jangka panjang pola lipid dan risiko kardiovaskular melalui studi longitudinal pada populasi Indonesia yang lebih besar dan beragam; dan terakhir, meneliti kombinasi polimorfisme genetik lain (misalnya APOE, PCSK9) dalam analisis risiko komprehensif guna mengidentifikasi subkelompok populasi yang memiliki risiko tinggi dan dapat ditargetkan intervensi preventif.. Polimorfisme APOA2Ae265 T>C berkorelasi dengan variasi pada profil lipid dan komposisi tubuh, yang dapat menambah risiko penyakit kardiovaskular pada individu dengan genotype CT/CC.Karena ukuran sampel kecil, pemanfaatan genotyping APOA2 sebagai alat stratifikasi risiko klinis masih belum pasti.Penelitian lanjutan dengan populasi besar dan heterogen diperlukan untuk mengonfirmasi temuan dan menilai signifikansi klinisnya Latar belakang: Polimorfisme APOA2Ae265 T>C secara signifikan memengaruhi metabolisme lipid dan komposisi tubuh, serta berperan kunci dalam penyakit kardiovaskular (CVD) dan sindrom metabolik. Penelitian ini meneliti hubungan antara polimorfisme APOA2, profil lipid, komposisi tubuh, dan risiko CVD pada populasi Indonesia sehat. Metode: Sebuah studi crossAcsectional dengan 84 partisipan sehat di Depok melibatkan genotipe PCRAcRFLP untuk polimorfisme rs5082, pengukuran plasma APOA2 dan APOB100 melalui ELISA, serta evaluasi profil lipid dan persentase lemak tubuh. Hasil: Individu dengan genotype CT/CC menunjukkan tingkat plasma APOA2 lebih rendah dan rasio APOB100/APOA2 lebih tinggi dibandingkan dengan genotype TT. Meskipun perbedaan profil lipid dan persentase lemak tidak signifikan setelah koreksi, tren menunjukkan kemungkinan peningkatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-d17d3.webp" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-d17d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-d17d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-d17d3.webp 1x" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" alt="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-2f28d.webp" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-2f28d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-2f28d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-2f28d.webp 1x" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" alt="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-5dfb3.webp" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-5dfb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-5dfb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-5dfb3.webp 1x" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" alt="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49581-lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi" title="JURIS - APOA2Ae265 T&gt;C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population" target="_blank">APOA2Ae265 T>C Polymorphism as A Genetic Marker Associated with  Lipid Profiles and Cardiovascular Risk in A Healthy Indonesian Population</a>: Penelitian berikutnya dapat mengkaji interaksi antara polimorfisme APOA2Ae265 T>C dengan pola diet, khususnya konsumsi lemak jenuh, untuk menentukan apakah asupan lemak dapat memodulasi efek genotype pada profil lipid; serta menilai dampak jangka panjang pola lipid dan risiko kardiovaskular melalui studi longitudinal pada populasi Indonesia yang lebih besar dan beragam; dan terakhir, meneliti kombinasi polimorfisme genetik lain (misalnya APOE, PCSK9) dalam analisis risiko komprehensif guna mengidentifikasi subkelompok populasi yang memiliki risiko tinggi dan dapat ditargetkan intervensi preventif..
<br>Polimorfisme APOA2Ae265 T>C berkorelasi dengan variasi pada profil lipid dan komposisi tubuh, yang dapat menambah risiko penyakit kardiovaskular pada individu dengan genotype CT/CC.Karena ukuran sampel kecil, pemanfaatan genotyping APOA2 sebagai alat stratifikasi risiko klinis masih belum pasti.Penelitian lanjutan dengan populasi besar dan heterogen diperlukan untuk mengonfirmasi temuan dan menilai signifikansi klinisnya
<br>Latar belakang: Polimorfisme APOA2Ae265 T>C secara signifikan memengaruhi metabolisme lipid dan komposisi tubuh, serta berperan kunci dalam penyakit kardiovaskular (CVD) dan sindrom metabolik. Penelitian ini meneliti hubungan antara polimorfisme APOA2, profil lipid, komposisi tubuh, dan risiko CVD pada populasi Indonesia sehat. Metode: Sebuah studi crossAcsectional dengan 84 partisipan sehat di Depok melibatkan genotipe PCRAcRFLP untuk polimorfisme rs5082, pengukuran plasma APOA2 dan APOB100 melalui ELISA, serta evaluasi profil lipid dan persentase lemak tubuh. Hasil: Individu dengan genotype CT/CC menunjukkan tingkat plasma APOA2 lebih rendah dan rasio APOB100/APOA2 lebih tinggi dibandingkan dengan genotype TT. Meskipun perbedaan profil lipid dan persentase lemak tidak signifikan setelah koreksi, tren menunjukkan kemungkinan peningkatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-5dfb3.webp" type="image/webp" length="96998" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-d17d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-2f28d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/lemak-tubuh-apoa2-polymorphism-lipid-profile-cardi-thumb-5dfb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-747-inabj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3762-indonesian-biomedical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Exploring Usability Practicality and Innovation of Flipbook Based Interactive E Books in Physics Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exploring Usability Practicality and Innovation of Flipbook Based Interactive E Books in Physics Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exploring Usability Practicality and Innovation of Flipbook Based Interactive E Books in Physics Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49575-sekolah-guru-fisika-modul-pbl-p</link>
	<guid isPermaLink="false">e45f503ac36ba635593766da48a34779</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:19:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk menilai dampak penggunaan eAcbook interaktif terhadap motivasi dan pemahaman konsep fisika modern, dengan menanyakan: apakah integrasi modul PBL meningkatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education: Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk menilai dampak penggunaan eAcbook interaktif terhadap motivasi dan pemahaman konsep fisika modern, dengan menanyakan: apakah integrasi modul PBL meningkatkan pemahaman konsep relativitas bila dibandingkan dengan metode tradisional? Selain itu, eksplorasi integrasi teknologi augmented reality (AR) dalam flipbook dapat diujicoba, menanyakan: bagaimana elemen AR memengaruhi kemudahan visualisasi dan beban kognitif siswa dibandingkan dengan animasi statis? Akhirnya, pengembangan sistem adaptif berbasis kecerdasan buatan perlu diinvestigasi lebih lanjut, dengan fokus pada: apakah penyesuaian tingkat kesulitan otomatis dapat meningkatkan tingkat retensi dan penerapan konsep fisika dibandingkan dengan pendekatan satuAcukuranAcuntukAcsemua?. Penelitian menunjukkan eAcbook fisika modern berbasis flipbook interaktif memiliki tingkat praktikabilitas sangat tinggi, di mana sebagian besar kriteria menempuh skor di atas 80A%.Fitur umpan balik, penilaian, dan desain visual menjadi aspek dengan skor tertinggi, sedangkan aspek kompatibilitas aksesibilitas menempuh skor terendah namun masih dalam kategori baik.EAcbook ini dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang mendukung pembelajaran fisika dan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa di era digital Berdasarkan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktikabilitas eAcbook fisika modern berbasis flipbook interaktif dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan evaluatif yang melibatkan mahasiswa calon guru fisika dan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eAcbook ini memiliki tingkat praktikabilitas tinggi, dengan sebagian besar kriteria menempuh skor di atas 80A%. Penilaian luas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b2873.webp" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b2873.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b2873.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b2873.webp 1x" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" alt="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b0e5d.webp" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b0e5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b0e5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b0e5d.webp 1x" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" alt="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-0a84f.webp" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-0a84f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-0a84f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-0a84f.webp 1x" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" alt="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49575-sekolah-guru-fisika-modul-pbl-p" title="JURIS - Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education" target="_blank">Exploring Usability, Practicality, and Innovation of Flipbook-Based Interactive E-Books in Physics Education</a>: Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk menilai dampak penggunaan eAcbook interaktif terhadap motivasi dan pemahaman konsep fisika modern, dengan menanyakan: apakah integrasi modul PBL meningkatkan pemahaman konsep relativitas bila dibandingkan dengan metode tradisional? Selain itu, eksplorasi integrasi teknologi augmented reality (AR) dalam flipbook dapat diujicoba, menanyakan: bagaimana elemen AR memengaruhi kemudahan visualisasi dan beban kognitif siswa dibandingkan dengan animasi statis? Akhirnya, pengembangan sistem adaptif berbasis kecerdasan buatan perlu diinvestigasi lebih lanjut, dengan fokus pada: apakah penyesuaian tingkat kesulitan otomatis dapat meningkatkan tingkat retensi dan penerapan konsep fisika dibandingkan dengan pendekatan satuAcukuranAcuntukAcsemua?.
<br>Penelitian menunjukkan eAcbook fisika modern berbasis flipbook interaktif memiliki tingkat praktikabilitas sangat tinggi, di mana sebagian besar kriteria menempuh skor di atas 80A%.Fitur umpan balik, penilaian, dan desain visual menjadi aspek dengan skor tertinggi, sedangkan aspek kompatibilitas aksesibilitas menempuh skor terendah namun masih dalam kategori baik.EAcbook ini dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang mendukung pembelajaran fisika dan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa di era digital
<br>Berdasarkan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktikabilitas eAcbook fisika modern berbasis flipbook interaktif dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan evaluatif yang melibatkan mahasiswa calon guru fisika dan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eAcbook ini memiliki tingkat praktikabilitas tinggi, dengan sebagian besar kriteria menempuh skor di atas 80A%. Penilaian luas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b0e5d.webp" type="image/webp" length="116270" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b2873.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-b0e5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/sekolah-guru-fisika-modul-pbl-pembelajaran-flipboo-thumb-0a84f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3543-jiecr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5796-journal-innovation-educational-cultural-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49594-penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday</link>
	<guid isPermaLink="false">37c5a3e7a61d1166b54cebfe5289c3bc</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:19:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan kelompok peserta yang lebih besar, institusi pendidikan yang berbeda, atau bentuk tugas penulisan akademik lainnya. Penelitian lebih lanjut juga dapat menyelidiki efektivitas strategi instruksional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan kelompok peserta yang lebih besar, institusi pendidikan yang berbeda, atau bentuk tugas penulisan akademik lainnya. Penelitian lebih lanjut juga dapat menyelidiki efektivitas strategi instruksional spesifik atau alat penulisan digital dalam meningkatkan akurasi gramatikal di antara pembelajar EFL. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pengajaran yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan keterampilan gramatikal siswa, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kolaboratif. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran umpan balik dan koreksi dalam meningkatkan akurasi gramatikal, serta dampak jangka panjang dari intervensi ini pada kualitas penulisan siswa. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki bagaimana konteks budaya dan sosial dapat mempengaruhi akurasi gramatikal dalam penulisan akademik, dan bagaimana strategi pengajaran dapat disesuaikan untuk mengakomodasi perbedaan ini.. Penelitian ini menyelidiki akurasi gramatikal yang ditunjukkan oleh pembelajar EFL dalam tugas penulisan deskripsi grafik di Universitas Amikom Purwokerto.Temuan mengungkapkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam beberapa aspek gramatikal, terutama kesesuaian subjek-predikat, penggunaan artikel, konsistensi tenses, dan struktur kalimat.Di antara aspek-aspek ini, kesesuaian subjek-predikat muncul sebagai masalah gramatikal yang paling sering ditemukan dalam tulisan siswa.Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa mampu menafsirkan dan menggambarkan data visual, akurasi gramatikal tetap menjadi tantangan signifikan dalam menyajikan informasi dengan jelas dan efektif dalam penulisan akademik bahasa Inggris.Penelitian ini juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pengajaran tata bahasa ke dalam aktivitas penulisan akademik, terutama tugas-tugas yang melibatkan deskripsi grafik dan interpretasi data.Memberikan siswa lebih banyak latihan penulisan terarah, umpan balik korektif, dan paparan terhadap teks model dapat membantu meningkatkan kompetensi gramatikal dan kualitas penulisan mereka.Selain itu, dosen didorong untuk menekankan aspek gramatikal yang sering menyebabkan kesulitan bagi pembelajar EFL, seperti penggunaan artikel dan konsistensi tenses, selama instruksi penulisan Kemampuan untuk menggambarkan grafik dengan akurat dalam bahasa Inggris adalah keterampilan akademik yang penting bagi pembelajar EFL, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di mana siswa diharuskan untuk menafsirkan dan berkomunikasi dengan data visual. Namun, banyak pembelajar masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan deskripsi grafik yang secara gramatikal akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tingkat akurasi gramatikal yang ditunjukkan oleh pembelajar EFL dalam tugas deskripsi grafik dan mengidentifikasi aspek gramatikal yang memerlukan perbaikan lebih lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis 30 sampel deskripsi grafik tertulis yang dihasilkan oleh mahasiswa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-2145f.webp" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-2145f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-2145f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-2145f.webp 1x" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" alt="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-9f622.webp" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-9f622.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-9f622.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-9f622.webp 1x" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" alt="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-335ce.webp" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-335ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-335ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-335ce.webp 1x" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" alt="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49594-penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday" title="JURIS - Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners" target="_blank">Grammatical Accuracy in Graph Description Among EFL Learners</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan kelompok peserta yang lebih besar, institusi pendidikan yang berbeda, atau bentuk tugas penulisan akademik lainnya. Penelitian lebih lanjut juga dapat menyelidiki efektivitas strategi instruksional spesifik atau alat penulisan digital dalam meningkatkan akurasi gramatikal di antara pembelajar EFL. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pengajaran yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan keterampilan gramatikal siswa, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan kolaboratif. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran umpan balik dan koreksi dalam meningkatkan akurasi gramatikal, serta dampak jangka panjang dari intervensi ini pada kualitas penulisan siswa. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki bagaimana konteks budaya dan sosial dapat mempengaruhi akurasi gramatikal dalam penulisan akademik, dan bagaimana strategi pengajaran dapat disesuaikan untuk mengakomodasi perbedaan ini..
<br>Penelitian ini menyelidiki akurasi gramatikal yang ditunjukkan oleh pembelajar EFL dalam tugas penulisan deskripsi grafik di Universitas Amikom Purwokerto.Temuan mengungkapkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam beberapa aspek gramatikal, terutama kesesuaian subjek-predikat, penggunaan artikel, konsistensi tenses, dan struktur kalimat.Di antara aspek-aspek ini, kesesuaian subjek-predikat muncul sebagai masalah gramatikal yang paling sering ditemukan dalam tulisan siswa.Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa mampu menafsirkan dan menggambarkan data visual, akurasi gramatikal tetap menjadi tantangan signifikan dalam menyajikan informasi dengan jelas dan efektif dalam penulisan akademik bahasa Inggris.Penelitian ini juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pengajaran tata bahasa ke dalam aktivitas penulisan akademik, terutama tugas-tugas yang melibatkan deskripsi grafik dan interpretasi data.Memberikan siswa lebih banyak latihan penulisan terarah, umpan balik korektif, dan paparan terhadap teks model dapat membantu meningkatkan kompetensi gramatikal dan kualitas penulisan mereka.Selain itu, dosen didorong untuk menekankan aspek gramatikal yang sering menyebabkan kesulitan bagi pembelajar EFL, seperti penggunaan artikel dan konsistensi tenses, selama instruksi penulisan
<br>Kemampuan untuk menggambarkan grafik dengan akurat dalam bahasa Inggris adalah keterampilan akademik yang penting bagi pembelajar EFL, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di mana siswa diharuskan untuk menafsirkan dan berkomunikasi dengan data visual. Namun, banyak pembelajar masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan deskripsi grafik yang secara gramatikal akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tingkat akurasi gramatikal yang ditunjukkan oleh pembelajar EFL dalam tugas deskripsi grafik dan mengidentifikasi aspek gramatikal yang memerlukan perbaikan lebih lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis 30 sampel deskripsi grafik tertulis yang dihasilkan oleh mahasiswa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-9f622.webp" type="image/webp" length="75398" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-2145f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-9f622.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/penulisan-akademik-mahasiswa-sarjana-konteks-buday-thumb-335ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-948-prin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4725-jurnal-riset-rumpun-ilmu-bahasa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process ANP ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process ANP ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process ANP ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49599-kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-su</link>
	<guid isPermaLink="false">1e510f85546b4450aca491b0b7fef850</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:12:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak pemilihan supplier berdasarkan metode ANP terhadap kinerja produksi jangka panjang, dengan mengukur indikator seperti waktu siklus produksi dan tingkat cacat produk. Kedua, kembangkan model ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP): Pertama, lakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak pemilihan supplier berdasarkan metode ANP terhadap kinerja produksi jangka panjang, dengan mengukur indikator seperti waktu siklus produksi dan tingkat cacat produk. Kedua, kembangkan model ANP yang memintegrasikan variabel risiko logistik dan volatilitas harga bahan baku, sehingga perusahaan dapat merespons perubahan pasar secara proaktif. Ketiga, lakukan studi perbandingan antara ANP dan metode kombinasi TOPSIS-ANP dalam pemilihan supplier, guna menentukan keunggulan relatif kedua pendekatan dalam konteks industri perabotan kayu di Indonesia.. Model Analytic Network Process (ANP) dibuat untuk memperoleh kriteria antar hubungan alternatif menentukan prioritas perusahaan yang harus diselesaikan permasalahan dengan tujuan pemilihan supplier kursi di CV Integritas Mulia Bersama.Berdasarkan pengolahan data penelitian ini menentukan kriteria kualitas kayu, harga, pelayanan supplier, dan pengiriman kursi, sehingga pihak perusahaan memprioritaskan tujuan dalam pemilihan supplier.Pengambilan keputusan pemilihan supplier kursi dalam menentukan kriteria pada perusahaan CV Integritas Mulia Bersama menggunakan model ANP yang telah dihasilkan sesuai tahapan kriteria yang telah divalidasi dari pihak perusahaan.perusahaan B (0,60082), perusahaan C (0,45246), perusahaan A (0,41737) Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang dihadapi oleh CV Integritas Mulia Bersama tidak tercapainya target produksi karena keterlambatan pengiriman dari beberapa supplier. Perusahaan ingin mengetahui kriteria mana yang lebih diprioritaskan dalam pemilihan supplier. Dalam suatu proses pengambilan keputusan merupakan hal sangat penting bagi perusahaan, karena dengan menentukan prioritas merupakan nilai sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan produk suatu perusahaan. Salah satunya dalam meningkatkan kualitas kayu, harga, pelayanan supplier, dan pengiriman kursi oleh suatu perusahaan mengenai pemilihan supplier kayu dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) merupakan faktor yang sangat penting dalam pengambilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-e1f53.webp" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-e1f53.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-e1f53.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-e1f53.webp 1x" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" alt="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-37760.webp" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-37760.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-37760.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-37760.webp 1x" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" alt="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-bb81a.webp" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-bb81a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-bb81a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-bb81a.webp 1x" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" alt="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49599-kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-su" title="JURIS - Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)" target="_blank">Pemilihan supplier kayu kayu pada cv integritas mulia bersama untuk menentukan prioritas supplier kayu bagi perusahaan dengan menggunakan metode analytic network process(ANP)</a>: Pertama, lakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak pemilihan supplier berdasarkan metode ANP terhadap kinerja produksi jangka panjang, dengan mengukur indikator seperti waktu siklus produksi dan tingkat cacat produk. Kedua, kembangkan model ANP yang memintegrasikan variabel risiko logistik dan volatilitas harga bahan baku, sehingga perusahaan dapat merespons perubahan pasar secara proaktif. Ketiga, lakukan studi perbandingan antara ANP dan metode kombinasi TOPSIS-ANP dalam pemilihan supplier, guna menentukan keunggulan relatif kedua pendekatan dalam konteks industri perabotan kayu di Indonesia..
<br>Model Analytic Network Process (ANP) dibuat untuk memperoleh kriteria antar hubungan alternatif menentukan prioritas perusahaan yang harus diselesaikan permasalahan dengan tujuan pemilihan supplier kursi di CV Integritas Mulia Bersama.Berdasarkan pengolahan data penelitian ini menentukan kriteria kualitas kayu, harga, pelayanan supplier, dan pengiriman kursi, sehingga pihak perusahaan memprioritaskan tujuan dalam pemilihan supplier.Pengambilan keputusan pemilihan supplier kursi dalam menentukan kriteria pada perusahaan CV Integritas Mulia Bersama menggunakan model ANP yang telah dihasilkan sesuai tahapan kriteria yang telah divalidasi dari pihak perusahaan.perusahaan B (0,60082), perusahaan C (0,45246), perusahaan A (0,41737)
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang dihadapi oleh CV Integritas Mulia Bersama tidak tercapainya target produksi karena keterlambatan pengiriman dari beberapa supplier. Perusahaan ingin mengetahui kriteria mana yang lebih diprioritaskan dalam pemilihan supplier. Dalam suatu proses pengambilan keputusan merupakan hal sangat penting bagi perusahaan, karena dengan menentukan prioritas merupakan nilai sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan produk suatu perusahaan. Salah satunya dalam meningkatkan kualitas kayu, harga, pelayanan supplier, dan pengiriman kursi oleh suatu perusahaan mengenai pemilihan supplier kayu dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) merupakan faktor yang sangat penting dalam pengambilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-bb81a.webp" type="image/webp" length="110524" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-e1f53.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-37760.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/kualitas-kayu-metode-anp-saw-pemilihan-supplier-an-thumb-bb81a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-126-unkris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11044-industrikrisna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49591-kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met</link>
	<guid isPermaLink="false">0e48e42910810fffaeea52cac354560d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:47:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek kombinasi waktu fermentasi dengan penambahan mikroorganisme starter untuk melihat pengaruhnya terhadap senyawa aroma dan profil asam, sehingga dapat diformulasikan bahan baku kopi wine dengan kualitas organoleptik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek kombinasi waktu fermentasi dengan penambahan mikroorganisme starter untuk melihat pengaruhnya terhadap senyawa aroma dan profil asam, sehingga dapat diformulasikan bahan baku kopi wine dengan kualitas organoleptik yang lebih konsisten. Selain itu, studi lanjutan dapat menilai dampak metode pengeringan dan suhu pemanggangan terhadap kandungan prebiotik kopi wine, guna optimalisasi manfaat kesehatan dan umur simpan produk kopi bubuk. Terakhir, penelitian lebih lanjut disarankan untuk menerapkan analisis metabolomik guna mengidentifikasi perubahan kimiawi spesifik selama proses fermentasi, sehingga dapat memandu proses standar industri yang ramah lingkungan dan ekonomis.. Kurang fermentasi (20Ac25Ahari) menghasilkan bubuk kopi dengan kadar air, rendemen, warna, aroma, dan tekstur yang lebih baik dibandingkan fermentasi 30Ahari.Fermentasi 25Ahari meningkatkan nilai organoleptik sekaligus menurunkan kadar air, sehingga kualitas bubuk kopi lebih unggul.Fermentasi 30Ahari menyebabkan peningkatan kadar air dan menurunkan skor organoleptik, sehingga tidak optimal Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Biji kopi umumnya diolah dengan beberapa cara pengolahan yaitu cara basah, salah satu tahapan pengolahan pada biji kopi yang sangat menentukan mutu adalah dengan metode fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik bubuk kopi dan mutu organoleptik bubuk kopi pada waktu fermentasi. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air bubuk kopi, warna, aroma, kepahitan, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan waktu fermentasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-f43fa.webp" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-f43fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-f43fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-f43fa.webp 1x" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" alt="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-2d6ed.webp" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-2d6ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-2d6ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-2d6ed.webp 1x" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" alt="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-09947.webp" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-09947.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-09947.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-09947.webp 1x" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" alt="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49591-kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met" title="JURIS - Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder" target="_blank">Effect of Fermentation Duration of Arabica Coffee through the Wine Process on the Physical and Organoleptic Quality of Coffee Powder</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek kombinasi waktu fermentasi dengan penambahan mikroorganisme starter untuk melihat pengaruhnya terhadap senyawa aroma dan profil asam, sehingga dapat diformulasikan bahan baku kopi wine dengan kualitas organoleptik yang lebih konsisten. Selain itu, studi lanjutan dapat menilai dampak metode pengeringan dan suhu pemanggangan terhadap kandungan prebiotik kopi wine, guna optimalisasi manfaat kesehatan dan umur simpan produk kopi bubuk. Terakhir, penelitian lebih lanjut disarankan untuk menerapkan analisis metabolomik guna mengidentifikasi perubahan kimiawi spesifik selama proses fermentasi, sehingga dapat memandu proses standar industri yang ramah lingkungan dan ekonomis..
<br>Kurang fermentasi (20Ac25Ahari) menghasilkan bubuk kopi dengan kadar air, rendemen, warna, aroma, dan tekstur yang lebih baik dibandingkan fermentasi 30Ahari.Fermentasi 25Ahari meningkatkan nilai organoleptik sekaligus menurunkan kadar air, sehingga kualitas bubuk kopi lebih unggul.Fermentasi 30Ahari menyebabkan peningkatan kadar air dan menurunkan skor organoleptik, sehingga tidak optimal
<br>Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Biji kopi umumnya diolah dengan beberapa cara pengolahan yaitu cara basah, salah satu tahapan pengolahan pada biji kopi yang sangat menentukan mutu adalah dengan metode fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik bubuk kopi dan mutu organoleptik bubuk kopi pada waktu fermentasi. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air bubuk kopi, warna, aroma, kepahitan, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan waktu fermentasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-2d6ed.webp" type="image/webp" length="170416" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-f43fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-2d6ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/kualitas-bubuk-mangga-biji-kopi-sampel-variasi-met-thumb-09947.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Critical Listening Deficits in Higher Education A Systematic Review of Metacognitive Gaps Argument Evaluation and Learning Anxiety ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Critical Listening Deficits in Higher Education A Systematic Review of Metacognitive Gaps Argument Evaluation and Learning Anxiety ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Critical Listening Deficits in Higher Education A Systematic Review of Metacognitive Gaps Argument Evaluation and Learning Anxiety ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49587-mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-mahasisw</link>
	<guid isPermaLink="false">110c112d01f116171b2072fea2cc1e2b</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:38:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ridho bahtra ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bahtra,ridho,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan basis data yang digunakan dalam tinjauan sistematis, sehingga dapat mencakup lebih banyak literatur dan meningkatkan representasi penelitian dalam bidang ini. Selain itu, perlu dilakukan pengujian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan basis data yang digunakan dalam tinjauan sistematis, sehingga dapat mencakup lebih banyak literatur dan meningkatkan representasi penelitian dalam bidang ini. Selain itu, perlu dilakukan pengujian terhadap efektivitas model pembelajaran mendengarkan secara kritis yang eksperimental, terutama dalam konteks pendidikan tinggi. Hal ini dapat dilakukan melalui penelitian kuantitatif yang melibatkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, untuk mengukur dampak intervensi pembelajaran mendengarkan secara kritis terhadap kemampuan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi integrasi teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran mendengarkan secara kritis. Teknologi dapat digunakan untuk menyediakan sumber belajar yang interaktif dan menarik, serta membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan mendengarkan secara kritis. Kecerdasan buatan dapat membantu dalam menganalisis dan memberikan umpan balik terhadap kinerja mendengarkan mahasiswa, sehingga mereka dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang inovatif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dalam era digital.. Berdasarkan hasil dari tinjauan sistematis sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dapat disimpulkan bahwa masalah mendengarkan secara kritis pada mahasiswa universitas meliputi keterbatasan strategi metacognitive tingkat lanjut, kemampuan evaluasi argumen lisan yang rendah, pengaruh faktor afektif, dan desain pembelajaran yang belum terorientasi pada berpikir kritis.Meskipun istilah mendengarkan secara kritis belum digunakan secara dominan dalam literatur selama lima tahun terakhir, komponen-komponennya telah dibahas secara implisit dalam studi tentang mendengarkan akademik dan strategi metacognitive.Implikasinya secara teoritis adalah kebutuhan untuk mendefinisikan kembali mendengarkan secara kritis sebagai konstruksi integratif yang mencakup dimensi kognitif, metacognitive, dan reflektif.Temuan-temuan ini menegaskan urgensi pengembangan pembelajaran mendengarkan yang secara eksplisit mengarahkan mahasiswa pada aktivitas evaluasi, refleksi, dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi lisan.Model pembelajaran mendengarkan secara kritis yang berbasis tugas analitis, diskusi reflektif, dan regulasi diri memiliki potensi menjadi solusi yang relevan dalam pendidikan tinggi.Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah basis data yang digunakan dan tidak termasuk analisis meta kuantitatif.Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas cakupan basis data, menguji efektivitas model pembelajaran mendengarkan secara kritis eksperimental, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendukung pengembangan keterampilan mendengarkan secara kritis pada mahasiswa Kemampuan mendengarkan secara kritis merupakan keterampilan bahasa tingkat tinggi yang memainkan peran penting dalam kesuksesan akademik mahasiswa di pendidikan tinggi. Namun, penelitian yang secara eksplisit membahas masalah mendengarkan secara kritis pada mahasiswa masih tersebar luas dan belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis masalah mendengarkan secara kritis pada mahasiswa universitas melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini mengacu pada pedoman PRISMA 2020 dengan sumber data berasal dari basis data ScienceDirect, Taylor & Francis Online, dan Education Resources Information Center (ERIC). Pencarian literatur dibatasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-60d3a.webp" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-60d3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-60d3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-60d3a.webp 1x" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" alt="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-7da99.webp" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-7da99.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-7da99.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-7da99.webp 1x" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" alt="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-92169.webp" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-92169.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-92169.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-92169.webp 1x" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" alt="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49587-mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-mahasisw" title="JURIS - Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety" target="_blank">Critical Listening Deficits in Higher Education: A Systematic Review of Metacognitive Gaps, Argument Evaluation, and Learning Anxiety</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan basis data yang digunakan dalam tinjauan sistematis, sehingga dapat mencakup lebih banyak literatur dan meningkatkan representasi penelitian dalam bidang ini. Selain itu, perlu dilakukan pengujian terhadap efektivitas model pembelajaran mendengarkan secara kritis yang eksperimental, terutama dalam konteks pendidikan tinggi. Hal ini dapat dilakukan melalui penelitian kuantitatif yang melibatkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, untuk mengukur dampak intervensi pembelajaran mendengarkan secara kritis terhadap kemampuan mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi integrasi teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran mendengarkan secara kritis. Teknologi dapat digunakan untuk menyediakan sumber belajar yang interaktif dan menarik, serta membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan mendengarkan secara kritis. Kecerdasan buatan dapat membantu dalam menganalisis dan memberikan umpan balik terhadap kinerja mendengarkan mahasiswa, sehingga mereka dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang inovatif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dalam era digital..
<br>Berdasarkan hasil dari tinjauan sistematis sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dapat disimpulkan bahwa masalah mendengarkan secara kritis pada mahasiswa universitas meliputi keterbatasan strategi metacognitive tingkat lanjut, kemampuan evaluasi argumen lisan yang rendah, pengaruh faktor afektif, dan desain pembelajaran yang belum terorientasi pada berpikir kritis.Meskipun istilah mendengarkan secara kritis belum digunakan secara dominan dalam literatur selama lima tahun terakhir, komponen-komponennya telah dibahas secara implisit dalam studi tentang mendengarkan akademik dan strategi metacognitive.Implikasinya secara teoritis adalah kebutuhan untuk mendefinisikan kembali mendengarkan secara kritis sebagai konstruksi integratif yang mencakup dimensi kognitif, metacognitive, dan reflektif.Temuan-temuan ini menegaskan urgensi pengembangan pembelajaran mendengarkan yang secara eksplisit mengarahkan mahasiswa pada aktivitas evaluasi, refleksi, dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi lisan.Model pembelajaran mendengarkan secara kritis yang berbasis tugas analitis, diskusi reflektif, dan regulasi diri memiliki potensi menjadi solusi yang relevan dalam pendidikan tinggi.Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah basis data yang digunakan dan tidak termasuk analisis meta kuantitatif.Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas cakupan basis data, menguji efektivitas model pembelajaran mendengarkan secara kritis eksperimental, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendukung pengembangan keterampilan mendengarkan secara kritis pada mahasiswa
<br>Kemampuan mendengarkan secara kritis merupakan keterampilan bahasa tingkat tinggi yang memainkan peran penting dalam kesuksesan akademik mahasiswa di pendidikan tinggi. Namun, penelitian yang secara eksplisit membahas masalah mendengarkan secara kritis pada mahasiswa masih tersebar luas dan belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis masalah mendengarkan secara kritis pada mahasiswa universitas melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini mengacu pada pedoman PRISMA 2020 dengan sumber data berasal dari basis data ScienceDirect, Taylor & Francis Online, dan Education Resources Information Center (ERIC). Pencarian literatur dibatasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-60d3a.webp" type="image/webp" length="98216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-60d3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-7da99.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/mahasiswa-universitas-kompetensi-akademik-beban-ko-thumb-92169.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1644-lldikti10.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14719-curricula-journal-teaching-learning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Multimedia Learning In Health Education How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Multimedia Learning In Health Education How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Multimedia Learning In Health Education How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49593-beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agam</link>
	<guid isPermaLink="false">e82ca20b3933186f9e1fad830a2f0c6d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:02:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ridho bahtra ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bahtra,ridho,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, periksa dampak jangka panjang penggunaan media audiovisual pada pemeliharaan keterampilan pijat, dengan mengukur performa mahasiswa tiga bulan setelah pelatihan dan mengkaji faktor retensi pengetahuan. Kedua, eksplore integrasi teknologi augmentasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training: Pertama, periksa dampak jangka panjang penggunaan media audiovisual pada pemeliharaan keterampilan pijat, dengan mengukur performa mahasiswa tiga bulan setelah pelatihan dan mengkaji faktor retensi pengetahuan. Kedua, eksplore integrasi teknologi augmentasi realitas (AR) sebagai saluran tambahan, menilai apakah pengalaman haptic realActime dapat memperbesar peningkatan akurasi teknik dibandingkan hanya video. Ketiga, lakukan studi komparatif pada berbagai disiplin kejuruan kesehatanAimisalnya fisioterapi, kebugaran, dan perawatan kebersihanAiuntuk mengidentifikasi variabel konteks yang mempengaruhi efektivitas media audiovisual dan menentukan apakah adaptasi konten khusus bidang dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Semua proposal penelitian mempertimbangkan batasan metodologi yang ada, dan bertujuan memperluas pemahaman tentang optimalisasi media pembelajaran dalam pendidikan kejuruan kesehatan secara terintegrasi dengan praktik profesional.. Penelitian ini secara empiris menunjukkan bahwa penggunaan media instruksional audiovisual secara signifikan meningkatkan penguasaan keterampilan pijat mahasiswa.Perbedaan skor yang terukur dan statistik kuat mengindikasikan bahwa media video tidak hanya memperjelas prosedur tetapi juga mempercepat akuisisi keterampilan psikomotor.Oleh karena itu, media audiovisual merupakan alat pedagogis yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di pendidikan kejuruan kesehatan.Namun, keterbatasan ukuran sampel dan konteks akademik perlu diuji kembali dalam konteks program pendidikan kesehatan lainnya.Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk memeriksa efektivitas jangka panjang media audiovisual, variasi format konten (misalnya simulasi interaktif atau AR), serta dampaknya terhadap motivasi belajar, retensi keterampilan, dan kelayakan kerja lulusan Lebih dari 50A% mahasiswa yang terdaftar di mata kuliah pijat pada tahun ajaran 2022/2023 gagal memenuhi standar kompetensi yang diharapkan, dengan kekurangan ditemukan pada kinerja praktik, ketelitian teknis, pemahaman prosedur, dan keterampilan motorik halus. Penelitian ini menyelidiki efektivitas media instruksional audiovisual dalam meningkatkan akuisisi keterampilan pijat pada mahasiswa pendidikan vokasi. Berlandaskan teori pembelajaran multimedia, media audiovisual diperkirakan memfasilitasi transfer pengetahuan yang efisien dengan mengintegrasikan demonstrasi visual dan penjelasan auditori, sehingga mendukung pemrosesan kognitif dan pengembangan psikomotor. Desain kuasiAceksperimental dengan kelompok kontrol postActestAconly digunakan, melibatkan 108 mahasiswa yang ditetapkan secara acak ke dalam kelompok eksperimen yang menerima instruksi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-c11a3.webp" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-c11a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-c11a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-c11a3.webp 1x" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" alt="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-d234c.webp" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-d234c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-d234c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-d234c.webp 1x" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" alt="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-f1629.webp" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-f1629.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-f1629.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-f1629.webp 1x" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" alt="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49593-beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agam" title="JURIS - Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training" target="_blank">Multimedia Learning In Health Education: How Audiovisual Media Improve Psychomotor Skill Development In Massage Training</a>: Pertama, periksa dampak jangka panjang penggunaan media audiovisual pada pemeliharaan keterampilan pijat, dengan mengukur performa mahasiswa tiga bulan setelah pelatihan dan mengkaji faktor retensi pengetahuan. Kedua, eksplore integrasi teknologi augmentasi realitas (AR) sebagai saluran tambahan, menilai apakah pengalaman haptic realActime dapat memperbesar peningkatan akurasi teknik dibandingkan hanya video. Ketiga, lakukan studi komparatif pada berbagai disiplin kejuruan kesehatanAimisalnya fisioterapi, kebugaran, dan perawatan kebersihanAiuntuk mengidentifikasi variabel konteks yang mempengaruhi efektivitas media audiovisual dan menentukan apakah adaptasi konten khusus bidang dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Semua proposal penelitian mempertimbangkan batasan metodologi yang ada, dan bertujuan memperluas pemahaman tentang optimalisasi media pembelajaran dalam pendidikan kejuruan kesehatan secara terintegrasi dengan praktik profesional..
<br>Penelitian ini secara empiris menunjukkan bahwa penggunaan media instruksional audiovisual secara signifikan meningkatkan penguasaan keterampilan pijat mahasiswa.Perbedaan skor yang terukur dan statistik kuat mengindikasikan bahwa media video tidak hanya memperjelas prosedur tetapi juga mempercepat akuisisi keterampilan psikomotor.Oleh karena itu, media audiovisual merupakan alat pedagogis yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di pendidikan kejuruan kesehatan.Namun, keterbatasan ukuran sampel dan konteks akademik perlu diuji kembali dalam konteks program pendidikan kesehatan lainnya.Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk memeriksa efektivitas jangka panjang media audiovisual, variasi format konten (misalnya simulasi interaktif atau AR), serta dampaknya terhadap motivasi belajar, retensi keterampilan, dan kelayakan kerja lulusan
<br>Lebih dari 50A% mahasiswa yang terdaftar di mata kuliah pijat pada tahun ajaran 2022/2023 gagal memenuhi standar kompetensi yang diharapkan, dengan kekurangan ditemukan pada kinerja praktik, ketelitian teknis, pemahaman prosedur, dan keterampilan motorik halus. Penelitian ini menyelidiki efektivitas media instruksional audiovisual dalam meningkatkan akuisisi keterampilan pijat pada mahasiswa pendidikan vokasi. Berlandaskan teori pembelajaran multimedia, media audiovisual diperkirakan memfasilitasi transfer pengetahuan yang efisien dengan mengintegrasikan demonstrasi visual dan penjelasan auditori, sehingga mendukung pemrosesan kognitif dan pengembangan psikomotor. Desain kuasiAceksperimental dengan kelompok kontrol postActestAconly digunakan, melibatkan 108 mahasiswa yang ditetapkan secara acak ke dalam kelompok eksperimen yang menerima instruksi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-c11a3.webp" type="image/webp" length="83722" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-c11a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-d234c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/beban-kognitif-mahasiswa-pendidikan-agama-islam-au-thumb-f1629.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1644-lldikti10.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14719-curricula-journal-teaching-learning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49596-kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas</link>
	<guid isPermaLink="false">5bc729a5e29f33f1703f71c6500b10b6</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 05:24:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji integrasi model peramalan permintaan, seperti ARIMA atau teknik pembelajaran mesin, dengan RCCP untuk meningkatkan akurasi perencanaan kapasitas pada periode yang lebih dinamis. Selain itu, studi komparatif antara ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji integrasi model peramalan permintaan, seperti ARIMA atau teknik pembelajaran mesin, dengan RCCP untuk meningkatkan akurasi perencanaan kapasitas pada periode yang lebih dinamis. Selain itu, studi komparatif antara peningkatan tenaga kerja, penambahan jam lembur, dan investasi pada otomatisasi mesin dapat memberikan wawasan mengenai strategi biayaAcefisiensi yang optimal dalam konteks produksi tas kantor. Selanjutnya, perlu dilakukan ekstensi penerapan RCCP pada lingkungan multiAcproduk, sehingga interaksi antara variasi produk dan utilisasi sumber daya dapat dianalisis secara holistik. Penelitian ini juga dapat mengevaluasi dampak kebijakan fleksibilitas kerja serta regulasi ketenagakerjaan terhadap efektivitas strategi lembur dalam jangka panjang. Akhirnya, pengembangan sistem keputusan berbasis data yang menggabungkan indikator kinerja operasional dan biaya dapat memperkuat kemampuan manajerial dalam mengatasi fluktuasi permintaan di industri manufaktur.. Berdasarkan hasil penelitian, pada periode Mei hingga Oktober 2025 perusahaan belum mampu memenuhi seluruh permintaan tas kantor karena kapasitas produksi yang tersedia lebih rendah dibandingkan kapasitas yang dibutuhkan.Penerapan metode RCCP mengidentifikasi kekurangan kapasitas secara dini dan memberikan dasar keputusan rasional, menunjukkan dua alternatif penyesuaian kapasitas, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur, dengan lembur terbukti lebih efisien dalam jangka pendek.Dengan demikian, RCCP berfungsi sebagai alat evaluasi jadwal induk produksi dan model perencanaan kapasitas yang efektif serta berbasis data aktual untuk mendukung keputusan manajerial pada industri manufaktur dengan permintaan fluktuatif PT WXD Lisheng Ton merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi tas kantor berdasarkan pesanan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah jadwal induk produksi yang belum disusun berdasarkan kondisi aktual kapasitas produksi, sehingga target pesanan sering tidak tercapai. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) sebagai dasar evaluasi kesesuaian antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada bagian sewing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi yang optimal guna memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya minimum. Metode yang digunakan adalah Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan membandingkan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap periode produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode MeiAeOktober 2025,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-438ef.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-438ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-438ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-438ef.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-5d207.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-5d207.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-5d207.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-5d207.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-cbfa5.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-cbfa5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-cbfa5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-cbfa5.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49596-kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas" title="JURIS - Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton" target="_blank">Analisis Kapasitas Produksi Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada Sewing PT WXD Lisheng Ton</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji integrasi model peramalan permintaan, seperti ARIMA atau teknik pembelajaran mesin, dengan RCCP untuk meningkatkan akurasi perencanaan kapasitas pada periode yang lebih dinamis. Selain itu, studi komparatif antara peningkatan tenaga kerja, penambahan jam lembur, dan investasi pada otomatisasi mesin dapat memberikan wawasan mengenai strategi biayaAcefisiensi yang optimal dalam konteks produksi tas kantor. Selanjutnya, perlu dilakukan ekstensi penerapan RCCP pada lingkungan multiAcproduk, sehingga interaksi antara variasi produk dan utilisasi sumber daya dapat dianalisis secara holistik. Penelitian ini juga dapat mengevaluasi dampak kebijakan fleksibilitas kerja serta regulasi ketenagakerjaan terhadap efektivitas strategi lembur dalam jangka panjang. Akhirnya, pengembangan sistem keputusan berbasis data yang menggabungkan indikator kinerja operasional dan biaya dapat memperkuat kemampuan manajerial dalam mengatasi fluktuasi permintaan di industri manufaktur..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, pada periode Mei hingga Oktober 2025 perusahaan belum mampu memenuhi seluruh permintaan tas kantor karena kapasitas produksi yang tersedia lebih rendah dibandingkan kapasitas yang dibutuhkan.Penerapan metode RCCP mengidentifikasi kekurangan kapasitas secara dini dan memberikan dasar keputusan rasional, menunjukkan dua alternatif penyesuaian kapasitas, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur, dengan lembur terbukti lebih efisien dalam jangka pendek.Dengan demikian, RCCP berfungsi sebagai alat evaluasi jadwal induk produksi dan model perencanaan kapasitas yang efektif serta berbasis data aktual untuk mendukung keputusan manajerial pada industri manufaktur dengan permintaan fluktuatif
<br>PT WXD Lisheng Ton merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi tas kantor berdasarkan pesanan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah jadwal induk produksi yang belum disusun berdasarkan kondisi aktual kapasitas produksi, sehingga target pesanan sering tidak tercapai. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) sebagai dasar evaluasi kesesuaian antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada bagian sewing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi yang optimal guna memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya minimum. Metode yang digunakan adalah Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan membandingkan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap periode produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode MeiAeOktober 2025,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-438ef.webp" type="image/webp" length="67392" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-438ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-5d207.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/kapasitas-produksi-rough-cut-capacity-planning-tas-thumb-cbfa5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-126-unkris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11044-industrikrisna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49592-faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-q</link>
	<guid isPermaLink="false">4a03ce3f42b28f7faa3bf1d5de15334d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 05:17:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ridho bahtra ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bahtra,ridho,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variabel psikologis tambahan, seperti kontrol kecemasan dan motivasi, dalam konteks sepak bola. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variabel psikologis tambahan, seperti kontrol kecemasan dan motivasi, dalam konteks sepak bola. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan model pelatihan yang lebih komprehensif yang mempertimbangkan aspek psikologis dalam meningkatkan kemampuan menembak. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efek mediasi kepercayaan diri dalam hubungan antara atribut fisik dan kinerja menembak. Ini akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana kepercayaan diri dapat memperkuat hubungan antara kekuatan fisik dan kemampuan menembak. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang mengintegrasikan kondisioning fisik dan psikologis. Penelitian ini dapat membantu menentukan strategi pelatihan yang paling efektif untuk mengembangkan kemampuan menembak atlet muda secara holistik. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menembak dalam sepak bola dan membantu mengembangkan metode pelatihan yang lebih efektif untuk atlet muda.. Penelitian ini secara meyakinkan menunjukkan bahwa performa menembak di antara atlet sepak bola muda di SSB Tuna Agung Salido bukanlah hasil dari kemampuan fisik yang terisolasi, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara kondisi fisiologis dan kesiapan psikologis.Temuan mengungkapkan bahwa faktor fisik terintegrasi, khususnya kekuatan ledakan kaki dan kekuatan otot perut, menjadi penentu utama akurasi dan daya menembak.Secara kuantitatif, kekuatan otot perut berkontribusi paling signifikan (37,3%), diikuti dengan dekat oleh kekuatan ledakan kaki (33,3%), yang menegaskan kebutuhan biomekanis stabilitas inti dalam mentransfer energi selama gerakan menendang.Namun, kekuatan fisik saja tidak cukup untuk kinerja optimal.Faktor psikologis, khususnya kepercayaan diri, memainkan peran tambahan yang vital, berkontribusi 19,8% secara langsung terhadap kemampuan menembak.Secara kritis, analisis jalur menunjukkan bahwa atribut fisik juga memiliki pengaruh tidak langsung melalui kepercayaan diri, menyarankan bahwa atlet yang merasa siap secara fisik memiliki ketahanan mental yang lebih tinggi selama pelaksanaan.Efek mediasi ini menekankan koneksi psikofisiologis di mana kompetensi tubuh memupuk keyakinan mental, mengurangi ragu-ragu pada momen kritis dalam pertandingan.Oleh karena itu, temuan ini menuntut pergeseran paradigma dalam metodologi pelatihan pemuda.Program pelatihan yang efektif harus melampaui latihan teknis untuk mengadopsi regimen holistik yang secara bersamaan mengembangkan kekuatan inti, kekuatan ledakan, dan ketahanan mental.Para pelatih disarankan untuk mengintegrasikan kondisioning psikologis, seperti visualisasi dan latihan pembangun kepercayaan diri, bersama dengan latihan fisik untuk memaksimalkan potensi.Penelitian masa depan harus mengeksplorasi variabel psikologis tambahan seperti pengendalian kecemasan dan motivasi untuk lebih menyempurnakan model pelatihan.Secara keseluruhan, mengoptimalkan kemampuan menembak memerlukan pendekatan dua fokus yang menghargai pikiran dan tubuh sebagai sistem yang saling terhubung yang penting untuk keunggulan atletik dalam lingkungan sepak bola kompetitif Ketepatan menembak merupakan faktor penentu kesuksesan dalam sepak bola kompetitif, yang bergantung pada interaksi kompleks antara kemampuan fisiologis dan kesiapan psikologis. Meskipun penting, banyak program pelatihan mengabaikan kontribusi spesifik dari stabilitas inti dan kondisi mental. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara menyeluruh pengaruh kekuatan ledakan kaki, kekuatan otot perut, dan kepercayaan diri terhadap kemampuan menembak siswa di SSB Tuna Agung Salido. Memahami hubungan ini sangat penting untuk mengembangkan protokol pelatihan yang ditargetkan yang memaksimalkan hasil kinerja di antara atlet muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi asosiatif kausal, yang dilakukan pada Februari 2026.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-b8adf.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-b8adf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-b8adf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-b8adf.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" alt="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-65d1a.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-65d1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-65d1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-65d1a.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" alt="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-520c9.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-520c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-520c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-520c9.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" alt="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49592-faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-q" title="JURIS - Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola" target="_blank">Faktor-Faktor Fisik dan Psikologis yang Mempengaruhi Performa Menembak dalam Sepak Bola</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variabel psikologis tambahan, seperti kontrol kecemasan dan motivasi, dalam konteks sepak bola. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan model pelatihan yang lebih komprehensif yang mempertimbangkan aspek psikologis dalam meningkatkan kemampuan menembak. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efek mediasi kepercayaan diri dalam hubungan antara atribut fisik dan kinerja menembak. Ini akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana kepercayaan diri dapat memperkuat hubungan antara kekuatan fisik dan kemampuan menembak. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang mengintegrasikan kondisioning fisik dan psikologis. Penelitian ini dapat membantu menentukan strategi pelatihan yang paling efektif untuk mengembangkan kemampuan menembak atlet muda secara holistik. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menembak dalam sepak bola dan membantu mengembangkan metode pelatihan yang lebih efektif untuk atlet muda..
<br>Penelitian ini secara meyakinkan menunjukkan bahwa performa menembak di antara atlet sepak bola muda di SSB Tuna Agung Salido bukanlah hasil dari kemampuan fisik yang terisolasi, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara kondisi fisiologis dan kesiapan psikologis.Temuan mengungkapkan bahwa faktor fisik terintegrasi, khususnya kekuatan ledakan kaki dan kekuatan otot perut, menjadi penentu utama akurasi dan daya menembak.Secara kuantitatif, kekuatan otot perut berkontribusi paling signifikan (37,3%), diikuti dengan dekat oleh kekuatan ledakan kaki (33,3%), yang menegaskan kebutuhan biomekanis stabilitas inti dalam mentransfer energi selama gerakan menendang.Namun, kekuatan fisik saja tidak cukup untuk kinerja optimal.Faktor psikologis, khususnya kepercayaan diri, memainkan peran tambahan yang vital, berkontribusi 19,8% secara langsung terhadap kemampuan menembak.Secara kritis, analisis jalur menunjukkan bahwa atribut fisik juga memiliki pengaruh tidak langsung melalui kepercayaan diri, menyarankan bahwa atlet yang merasa siap secara fisik memiliki ketahanan mental yang lebih tinggi selama pelaksanaan.Efek mediasi ini menekankan koneksi psikofisiologis di mana kompetensi tubuh memupuk keyakinan mental, mengurangi ragu-ragu pada momen kritis dalam pertandingan.Oleh karena itu, temuan ini menuntut pergeseran paradigma dalam metodologi pelatihan pemuda.Program pelatihan yang efektif harus melampaui latihan teknis untuk mengadopsi regimen holistik yang secara bersamaan mengembangkan kekuatan inti, kekuatan ledakan, dan ketahanan mental.Para pelatih disarankan untuk mengintegrasikan kondisioning psikologis, seperti visualisasi dan latihan pembangun kepercayaan diri, bersama dengan latihan fisik untuk memaksimalkan potensi.Penelitian masa depan harus mengeksplorasi variabel psikologis tambahan seperti pengendalian kecemasan dan motivasi untuk lebih menyempurnakan model pelatihan.Secara keseluruhan, mengoptimalkan kemampuan menembak memerlukan pendekatan dua fokus yang menghargai pikiran dan tubuh sebagai sistem yang saling terhubung yang penting untuk keunggulan atletik dalam lingkungan sepak bola kompetitif
<br>Ketepatan menembak merupakan faktor penentu kesuksesan dalam sepak bola kompetitif, yang bergantung pada interaksi kompleks antara kemampuan fisiologis dan kesiapan psikologis. Meskipun penting, banyak program pelatihan mengabaikan kontribusi spesifik dari stabilitas inti dan kondisi mental. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara menyeluruh pengaruh kekuatan ledakan kaki, kekuatan otot perut, dan kepercayaan diri terhadap kemampuan menembak siswa di SSB Tuna Agung Salido. Memahami hubungan ini sangat penting untuk mengembangkan protokol pelatihan yang ditargetkan yang memaksimalkan hasil kinerja di antara atlet muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi asosiatif kausal, yang dilakukan pada Februari 2026....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-65d1a.webp" type="image/webp" length="169692" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-b8adf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-65d1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/faktor-fisik-mekanik-kekuatan-otot-quadriceps-lati-thumb-520c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1644-lldikti10.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14719-curricula-journal-teaching-learning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49579-bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer</link>
	<guid isPermaLink="false">2dbc960f6b7724f46b97f7f6c7b3f1fc</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 05:02:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada implementasi praktis pendidikan karakter di berbagai konteks sekolah, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan siswa. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada implementasi praktis pendidikan karakter di berbagai konteks sekolah, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan siswa. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang peran guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter, serta cara menyesuaikan pendekatan pendidikan karakter dengan berbagai konteks budaya dan sosial. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi tema-tema yang belum banyak diteliti sebelumnya, seperti penggunaan teknologi dalam pendidikan karakter dan pengaruh lingkungan sosial dan media terhadap nilai-nilai karakter siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di sekolah dan menghasilkan generasi muda dengan karakter yang kuat dan kompetitif.. Berdasarkan hasil analisis bibliometrik di database Scopus dari tahun 2013 hingga 2023, penelitian tentang pendidikan nilai karakter di sekolah telah mengalami peningkatan signifikan, menunjukkan kepedulian global yang semakin besar terhadap pentingnya karakter dalam pendidikan.Tren penelitian menunjukkan fokus pada integrasi nilai karakter ke dalam kurikulum, penggunaan teknologi dalam pendidikan karakter, dan pemeriksaan pengaruh faktor sociocultural terhadap perkembangan karakter.Kolaborasi internasional dan interdisipliner semakin penting dalam penelitian ini, dengan kontribusi signifikan dari bidang psikologi, sosiologi, dan pendidikan.Penelitian masa depan perlu memperluas fokusnya pada implementasi praktis pendidikan karakter di berbagai konteks sekolah dan pengukuran dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan siswa Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memahami secara mendalam tren penelitian mengenai pendidikan nilai karakter dalam konteks global, khususnya yang terindeks di Scopus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan menganalisis tren penelitian ini dari tahun 2013 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah tinjauan bibliometrik, dengan data diekstrak dari Scopus pada November 2022 menggunakan kata kunci "nilai pendidikan karakter di sekolah", kemudian dianalisis secara deskriptif dan melalui visualisasi jaringan menggunakan VOSViewer. Temuan menunjukkan peningkatan tahunan yang konsisten dalam publikasi, dengan Universitas Sebelas Maret sebagai kontributor... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-7e523.webp" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-7e523.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-7e523.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-7e523.webp 1x" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" alt="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-ea18c.webp" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-ea18c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-ea18c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-ea18c.webp 1x" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" alt="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-82430.webp" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-82430.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-82430.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-82430.webp 1x" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" alt="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49579-bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer" title="JURIS - Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools" target="_blank">Bibliometric Mapping of Character Values Education in Schools</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada implementasi praktis pendidikan karakter di berbagai konteks sekolah, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan siswa. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang peran guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter, serta cara menyesuaikan pendekatan pendidikan karakter dengan berbagai konteks budaya dan sosial. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi tema-tema yang belum banyak diteliti sebelumnya, seperti penggunaan teknologi dalam pendidikan karakter dan pengaruh lingkungan sosial dan media terhadap nilai-nilai karakter siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di sekolah dan menghasilkan generasi muda dengan karakter yang kuat dan kompetitif..
<br>Berdasarkan hasil analisis bibliometrik di database Scopus dari tahun 2013 hingga 2023, penelitian tentang pendidikan nilai karakter di sekolah telah mengalami peningkatan signifikan, menunjukkan kepedulian global yang semakin besar terhadap pentingnya karakter dalam pendidikan.Tren penelitian menunjukkan fokus pada integrasi nilai karakter ke dalam kurikulum, penggunaan teknologi dalam pendidikan karakter, dan pemeriksaan pengaruh faktor sociocultural terhadap perkembangan karakter.Kolaborasi internasional dan interdisipliner semakin penting dalam penelitian ini, dengan kontribusi signifikan dari bidang psikologi, sosiologi, dan pendidikan.Penelitian masa depan perlu memperluas fokusnya pada implementasi praktis pendidikan karakter di berbagai konteks sekolah dan pengukuran dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan siswa
<br>Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memahami secara mendalam tren penelitian mengenai pendidikan nilai karakter dalam konteks global, khususnya yang terindeks di Scopus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan menganalisis tren penelitian ini dari tahun 2013 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah tinjauan bibliometrik, dengan data diekstrak dari Scopus pada November 2022 menggunakan kata kunci "nilai pendidikan karakter di sekolah", kemudian dianalisis secara deskriptif dan melalui visualisasi jaringan menggunakan VOSViewer. Temuan menunjukkan peningkatan tahunan yang konsisten dalam publikasi, dengan Universitas Sebelas Maret sebagai kontributor...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-7e523.webp" type="image/webp" length="184136" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-7e523.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-ea18c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/bibliometrik-pendidikan-nilai-karakter-vosviewer-p-thumb-82430.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3543-jiecr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5796-journal-innovation-educational-cultural-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 20 Jun 2026 14:51:40 +0700. 12 items. Served in: 7.03 seconds [rss] -->
