<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.108-6jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.108-6jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2026 16:42:33 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:42:33 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-06T16:42:33+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA I di MIN 1 BANTUL ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA I di MIN 1 BANTUL ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA I di MIN 1 BANTUL ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53439-preferensi-makan-kebiasaan-tua-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">6097a08a792dd92bee41018782a8ee1f</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:30:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ glicine max ]]></category>
	<category><![CDATA[ free gluten ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[free,glicine,gluten,header,max,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara pendapatan orangtua dengan perilaku makan anak. Selain itu, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengaruh pola asuh demokratis terhadap perilaku makan anak, terutama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara pendapatan orangtua dengan perilaku makan anak. Selain itu, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengaruh pola asuh demokratis terhadap perilaku makan anak, terutama dalam hal pemilihan makanan yang sehat. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi edukasi gizi yang efektif bagi orang tua dan guru dalam membentuk preferensi makanan bergizi pada anak. Dengan demikian, upaya-upaya ini dapat membantu meningkatkan asupan makanan bergizi pada anak dan mengurangi masalah kesehatan yang terkait dengan pilihan makanan tidak sehat.. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi pada siswa MIN 1 Bantul.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menganalisis preferensi makanan bergizi dengan pendapatan orangtua Berdasarkan data Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa 95,4% penduduk usia berusia Ou5 tahun di Indonesia mengonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran dari rekomendasi konsumsi buah dan sayuran untuk balita dan anak-anak sebesar 300-400 gram. Selain itu, konsumsi lauk hewani dalam sehari yaitu 11,6% dari anjuran sebesar 12% AKG. Kurangnya konsumsi makanan bergizi dapat dipengaruhi oleh preferensi makanan. Preferensi makanan merupakan tingkat ketidaksukaan atau kesukaan seseorang terhadap jenis makanan tertentu. Preferensi makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pengetahuan gizi, jenis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-5bf54.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-5bf54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-5bf54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-5bf54.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" alt="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-d8b2b.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-d8b2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-d8b2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-d8b2b.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" alt="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53439-preferensi-makan-kebiasaan-tua-ma" title="JURIS - HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL" target="_blank">HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara pendapatan orangtua dengan perilaku makan anak. Selain itu, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengaruh pola asuh demokratis terhadap perilaku makan anak, terutama dalam hal pemilihan makanan yang sehat. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi edukasi gizi yang efektif bagi orang tua dan guru dalam membentuk preferensi makanan bergizi pada anak. Dengan demikian, upaya-upaya ini dapat membantu meningkatkan asupan makanan bergizi pada anak dan mengurangi masalah kesehatan yang terkait dengan pilihan makanan tidak sehat..
<br>Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi pada siswa MIN 1 Bantul.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menganalisis preferensi makanan bergizi dengan pendapatan orangtua
<br>Berdasarkan data Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa 95,4% penduduk usia berusia Ou5 tahun di Indonesia mengonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran dari rekomendasi konsumsi buah dan sayuran untuk balita dan anak-anak sebesar 300-400 gram. Selain itu, konsumsi lauk hewani dalam sehari yaitu 11,6% dari anjuran sebesar 12% AKG. Kurangnya konsumsi makanan bergizi dapat dipengaruhi oleh preferensi makanan. Preferensi makanan merupakan tingkat ketidaksukaan atau kesukaan seseorang terhadap jenis makanan tertentu. Preferensi makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pengetahuan gizi, jenis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-5bf54.webp" type="image/webp" length="127834" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-5bf54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/preferensi-makan-kebiasaan-tua-makanan-bergizi-ana-thumb-d8b2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2476-helvetia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10758-jurnal-dunia-gizi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality Studi Validasi Ahli dan Pengguna ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality Studi Validasi Ahli dan Pengguna ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality Studi Validasi Ahli dan Pengguna ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53436-studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktiv</link>
	<guid isPermaLink="false">53a1b68d09ef0c2cd93b485252903ac1</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:30:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ glicine max ]]></category>
	<category><![CDATA[ free gluten ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[free,glicine,gluten,header,max,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan media AR terhadap perubahan perilaku fisik remaja, misalnya dengan mengukur frekuensi dan intensitas aktivitas fisik selama enam bulan setelah intervensi. Selain itu, penting untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna: Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan media AR terhadap perubahan perilaku fisik remaja, misalnya dengan mengukur frekuensi dan intensitas aktivitas fisik selama enam bulan setelah intervensi. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas media AR dengan media konvensional seperti video atau eAcbook dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi, sehingga dapat diidentifikasi keunggulan relatif masingAcmasing metode. Akhirnya, studi dapat mengeksplorasi personalisasi konten AR berdasarkan profil kebugaran, minat, atau latar belakang budaya pengguna, serta menilai bagaimana penyesuaian tersebut memengaruhi kepuasan, kegunaan, dan adopsi media dalam setting pendidikan formal.. Media edukasi aktivitas fisik berbasis Augmented Reality terbukti sangat layak untuk digunakan, dengan skor kelayakan ahli media sebesar 91,5% dan ahli materi sebesar 88%.Pengujian pengguna menunjukkan 85,91% respons positif dan tingkat kepuasan tinggi, menandakan penerimaan yang sangat baik di kalangan remaja.Media ini berpotensi meningkatkan pemahaman serta keterlibatan remaja dalam melakukan aktivitas fisik Pendahuluan: Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran remaja. Namun, pemahaman yang terbatas dan minat yang rendah terhadap aktivitas fisik menyebabkan banyak remaja melakukan aktivitas fisik yang tidak mencukupi sesuai dengan standar yang direkomendasikan. Penggunaan media telah divalidasi, berpotensi pendidikan berbasis meningkatkan kualitas penyampaian informasi mengenai pentingnya aktivitas fisik melalui visualisasi interaktif dan kontekstual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan media pendidikan aktivitas fisik berbasis AR untuk remaja melalui validasi ahli media, validasi ahli... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-bed0c.webp" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-bed0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-bed0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-bed0c.webp 1x" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" alt="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-50769.webp" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-50769.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-50769.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-50769.webp 1x" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" alt="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-36d71.webp" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-36d71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-36d71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-36d71.webp 1x" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" alt="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53436-studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktiv" title="JURIS - Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna" target="_blank">Kelayakan Media Edukasi Aktivitas Fisik Berbasis Augmented Reality: Studi Validasi Ahli dan Pengguna</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan media AR terhadap perubahan perilaku fisik remaja, misalnya dengan mengukur frekuensi dan intensitas aktivitas fisik selama enam bulan setelah intervensi. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas media AR dengan media konvensional seperti video atau eAcbook dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi, sehingga dapat diidentifikasi keunggulan relatif masingAcmasing metode. Akhirnya, studi dapat mengeksplorasi personalisasi konten AR berdasarkan profil kebugaran, minat, atau latar belakang budaya pengguna, serta menilai bagaimana penyesuaian tersebut memengaruhi kepuasan, kegunaan, dan adopsi media dalam setting pendidikan formal..
<br>Media edukasi aktivitas fisik berbasis Augmented Reality terbukti sangat layak untuk digunakan, dengan skor kelayakan ahli media sebesar 91,5% dan ahli materi sebesar 88%.Pengujian pengguna menunjukkan 85,91% respons positif dan tingkat kepuasan tinggi, menandakan penerimaan yang sangat baik di kalangan remaja.Media ini berpotensi meningkatkan pemahaman serta keterlibatan remaja dalam melakukan aktivitas fisik
<br>Pendahuluan: Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran remaja. Namun, pemahaman yang terbatas dan minat yang rendah terhadap aktivitas fisik menyebabkan banyak remaja melakukan aktivitas fisik yang tidak mencukupi sesuai dengan standar yang direkomendasikan. Penggunaan media telah divalidasi, berpotensi pendidikan berbasis meningkatkan kualitas penyampaian informasi mengenai pentingnya aktivitas fisik melalui visualisasi interaktif dan kontekstual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan media pendidikan aktivitas fisik berbasis AR untuk remaja melalui validasi ahli media, validasi ahli...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-bed0c.webp" type="image/webp" length="147838" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-bed0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-50769.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/studi-validasi-sistem-ahli-aplikasi-aktivitas-fisi-thumb-36d71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2476-helvetia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10758-jurnal-dunia-gizi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment Trends in Judicial Practice in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment Trends in Judicial Practice in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment Trends in Judicial Practice in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53442-hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup</link>
	<guid isPermaLink="false">bcfcc7fbdb80cb5a7e1798c6304c87c0</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:42:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nizla rohaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ palmerah kec ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,kec,nizla,palmerah,rohaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat justisiabilitas hak lingkungan di Indonesia, diperlukan pendekatan multidimensional. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan kejelasan hukum dan mengembangkan regulasi khusus iklim yang lebih komprehensif. Kedua, penting untuk meningkatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia: Untuk memperkuat justisiabilitas hak lingkungan di Indonesia, diperlukan pendekatan multidimensional. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan kejelasan hukum dan mengembangkan regulasi khusus iklim yang lebih komprehensif. Kedua, penting untuk meningkatkan kompetensi yudisial dalam menangani kasus-kasus lingkungan dan iklim yang kompleks. Ketiga, akses ke keadilan harus diperluas, terutama bagi komunitas rentan yang terdampak perubahan iklim. Dengan demikian, sistem hukum dapat lebih efektif mendukung tata kelola iklim dan berkontribusi pada realisasi keadilan lingkungan di Indonesia.. Studi ini menunjukkan bahwa hak atas lingkungan yang bersih dan sehat di Indonesia memiliki fondasi normatif yang kuat, terutama melalui pengakuan konstitusional dan legislasi pendukung.Namun, transisi dari pengakuan normatif ke penegakan yudisial yang efektif tetap menjadi tantangan signifikan.Analisis menunjukkan bahwa litigasi iklim di Indonesia masih berkembang dan sering kali tertanam dalam sengketa lingkungan yang lebih luas, bukan dalam kasus-kasus yang secara khusus terkait iklim.Isu justisiabilitas muncul sebagai hambatan utama dalam merealisasikan hak lingkungan melalui yudisial.Tantangan terkait kedudukan hukum, sebab-akibat, dan pemisahan kekuasaan terus membatasi efektivitas klaim terkait iklim.Pengadilan cenderung mengadopsi pendekatan berhati-hati, terutama ketika kasus melibatkan bukti ilmiah yang kompleks atau memerlukan intervensi tingkat kebijakan, yang mengarah pada hasil yudisial yang tidak konsisten berdasarkan interpretasi yang bervariasi dari norma-norma lingkungan.Meskipun ada keterbatasan ini, ada indikasi perkembangan progresif dalam praktik yudisial.Beberapa pengadilan telah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel, mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti pencegahan dan perlindungan lingkungan sebagai pertimbangan fundamental.Pergeseran ini menunjukkan bahwa yudisial secara bertahap berkembang menuju peran yang lebih aktif dalam menangani masalah lingkungan dan terkait iklim.Secara kesimpulan, memperkuat justisiabilitas hak lingkungan di Indonesia memerlukan pendekatan multidimensional, termasuk meningkatkan kejelasan hukum, mengembangkan regulasi khusus iklim, meningkatkan kompetensi yudisial, dan memastikan akses yang lebih luas ke keadilan.Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini, sistem hukum dapat lebih mendukung tata kelola iklim dan berkontribusi pada realisasi keadilan lingkungan.Efektivitas hak lingkungan bergantung tidak hanya pada pengakuan dalam hukum, tetapi juga pada kemauan dan kemampuan pengadilan untuk menegakkannya dalam praktik Penelitian ini menyelidiki perkembangan litigasi iklim di Indonesia dan implikasinya terhadap justisiabilitas hak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Menggunakan pendekatan hukum normatif, penelitian ini menganalisis ketentuan konstitusional, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan untuk mengevaluasi bagaimana pengadilan Indonesia menafsirkan dan menegakkan hak lingkungan dalam konteks perubahan iklim. Penelitian menemukan bahwa meskipun hak atas lingkungan yang bersih dan sehat secara eksplisit diakui dalam Pasal 28H(1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-8fb7c.webp" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-8fb7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-8fb7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-8fb7c.webp 1x" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" alt="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-79818.webp" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-79818.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-79818.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-79818.webp 1x" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" alt="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-68899.webp" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-68899.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-68899.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-68899.webp 1x" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" alt="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53442-hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup" title="JURIS - Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia" target="_blank">Climate Lawsuits and the Justiciability of the Right to a Clean and Healthy Environment: Trends in Judicial Practice in Indonesia</a>: Untuk memperkuat justisiabilitas hak lingkungan di Indonesia, diperlukan pendekatan multidimensional. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan kejelasan hukum dan mengembangkan regulasi khusus iklim yang lebih komprehensif. Kedua, penting untuk meningkatkan kompetensi yudisial dalam menangani kasus-kasus lingkungan dan iklim yang kompleks. Ketiga, akses ke keadilan harus diperluas, terutama bagi komunitas rentan yang terdampak perubahan iklim. Dengan demikian, sistem hukum dapat lebih efektif mendukung tata kelola iklim dan berkontribusi pada realisasi keadilan lingkungan di Indonesia..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa hak atas lingkungan yang bersih dan sehat di Indonesia memiliki fondasi normatif yang kuat, terutama melalui pengakuan konstitusional dan legislasi pendukung.Namun, transisi dari pengakuan normatif ke penegakan yudisial yang efektif tetap menjadi tantangan signifikan.Analisis menunjukkan bahwa litigasi iklim di Indonesia masih berkembang dan sering kali tertanam dalam sengketa lingkungan yang lebih luas, bukan dalam kasus-kasus yang secara khusus terkait iklim.Isu justisiabilitas muncul sebagai hambatan utama dalam merealisasikan hak lingkungan melalui yudisial.Tantangan terkait kedudukan hukum, sebab-akibat, dan pemisahan kekuasaan terus membatasi efektivitas klaim terkait iklim.Pengadilan cenderung mengadopsi pendekatan berhati-hati, terutama ketika kasus melibatkan bukti ilmiah yang kompleks atau memerlukan intervensi tingkat kebijakan, yang mengarah pada hasil yudisial yang tidak konsisten berdasarkan interpretasi yang bervariasi dari norma-norma lingkungan.Meskipun ada keterbatasan ini, ada indikasi perkembangan progresif dalam praktik yudisial.Beberapa pengadilan telah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel, mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti pencegahan dan perlindungan lingkungan sebagai pertimbangan fundamental.Pergeseran ini menunjukkan bahwa yudisial secara bertahap berkembang menuju peran yang lebih aktif dalam menangani masalah lingkungan dan terkait iklim.Secara kesimpulan, memperkuat justisiabilitas hak lingkungan di Indonesia memerlukan pendekatan multidimensional, termasuk meningkatkan kejelasan hukum, mengembangkan regulasi khusus iklim, meningkatkan kompetensi yudisial, dan memastikan akses yang lebih luas ke keadilan.Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini, sistem hukum dapat lebih mendukung tata kelola iklim dan berkontribusi pada realisasi keadilan lingkungan.Efektivitas hak lingkungan bergantung tidak hanya pada pengakuan dalam hukum, tetapi juga pada kemauan dan kemampuan pengadilan untuk menegakkannya dalam praktik
<br>Penelitian ini menyelidiki perkembangan litigasi iklim di Indonesia dan implikasinya terhadap justisiabilitas hak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Menggunakan pendekatan hukum normatif, penelitian ini menganalisis ketentuan konstitusional, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan untuk mengevaluasi bagaimana pengadilan Indonesia menafsirkan dan menegakkan hak lingkungan dalam konteks perubahan iklim. Penelitian menemukan bahwa meskipun hak atas lingkungan yang bersih dan sehat secara eksplisit diakui dalam Pasal 28H(1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-79818.webp" type="image/webp" length="77420" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-8fb7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-79818.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/hak-lingkungan-keadilan-iklim-hidup-pendidikan-per-thumb-68899.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-937-westscience-press.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12428-west-science-law-human-rights.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson Sebuah Laporan Kasus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson Sebuah Laporan Kasus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson Sebuah Laporan Kasus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53430-segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki</link>
	<guid isPermaLink="false">b03dc9906c0ca93dfd1d2644b20c971f</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:42:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek samping dapson pada pasien kusta dan bagaimana penanganan yang tepat untuk pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap dapson. Selain itu, penelitian tentang alternatif pengobatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek samping dapson pada pasien kusta dan bagaimana penanganan yang tepat untuk pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap dapson. Selain itu, penelitian tentang alternatif pengobatan kusta yang efektif dan aman bagi pasien yang alergi terhadap dapson juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, studi tentang mekanisme kerja dapson dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya dalam pengobatan kusta juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.. Pasien ini memenuhi tanda kardinal pada kusta, yaitu lesi hiperpigmentasi yang mati rasa sebanyak 3 buah lesi yang menunjukkan gambaran kusta pausibasiler dan tergolong kusta pausibasiler yang sedang mengalami reaksi alergi yang diduga terhadap salah satu golongan obat dalam MDT-PB, yaitu dapson.Penatalaksanaan pada pasien ini adalah pemberian paket MDT-MB tanpa pemberian dapson 100mg/hari yang terdiri dari rifampisin 600 mg/bulan, klofazimin 300 mg/bulan (diminum setiap awal bulan), dan klofazimin 50 mg/hari.Prognosis penderita secara umum baik, namun ada kemungkinan untuk terjadinya rekurensi karena obat anti-kusta atau jika ada pencetus lain yang tidak dapat diatasi.Setelah menyelesaikan pengobatan kustanya dengan teratur, diharapkan pasien sembuh dari penyakit kustanya Penyakit kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan testis kecuali susunan saraf pusat. Klasifikasi kusta menurut WHO terdiri dari Pausibasiler (1-5 lesi kulit) dan multibasiler (> 5 lesi kulit). Seorang wanita berumur 35 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan pada wajah, badan, lengan, dan kaki sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya, kulit melepuh sekitar satu minggu yang lalu dan kemudian menjadi bercak kemerahan dengan sisik dan gatal. Terdapat juga bercak putih dan kehitaman pada punggung, lengan kiri, dan paha yang mati rasa. Keluhan nyeri dan pembesaran saraf tidak ditemukan. Sebelumnya, pasien telah mendapatkan pengobatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-d12a9.webp" title="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-d12a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-d12a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-d12a9.webp 1x" title="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" alt="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-7c243.webp" title="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-7c243.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-7c243.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-7c243.webp 1x" title="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" alt="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53430-segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki" title="JURIS - Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus" target="_blank">Penderita Kusta Pausbasiler yang Diduga Alergi Terhadap Dapson: Sebuah Laporan Kasus</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek samping dapson pada pasien kusta dan bagaimana penanganan yang tepat untuk pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap dapson. Selain itu, penelitian tentang alternatif pengobatan kusta yang efektif dan aman bagi pasien yang alergi terhadap dapson juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, studi tentang mekanisme kerja dapson dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya dalam pengobatan kusta juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik..
<br>Pasien ini memenuhi tanda kardinal pada kusta, yaitu lesi hiperpigmentasi yang mati rasa sebanyak 3 buah lesi yang menunjukkan gambaran kusta pausibasiler dan tergolong kusta pausibasiler yang sedang mengalami reaksi alergi yang diduga terhadap salah satu golongan obat dalam MDT-PB, yaitu dapson.Penatalaksanaan pada pasien ini adalah pemberian paket MDT-MB tanpa pemberian dapson 100mg/hari yang terdiri dari rifampisin 600 mg/bulan, klofazimin 300 mg/bulan (diminum setiap awal bulan), dan klofazimin 50 mg/hari.Prognosis penderita secara umum baik, namun ada kemungkinan untuk terjadinya rekurensi karena obat anti-kusta atau jika ada pencetus lain yang tidak dapat diatasi.Setelah menyelesaikan pengobatan kustanya dengan teratur, diharapkan pasien sembuh dari penyakit kustanya
<br>Penyakit kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan testis kecuali susunan saraf pusat. Klasifikasi kusta menurut WHO terdiri dari Pausibasiler (1-5 lesi kulit) dan multibasiler (> 5 lesi kulit). Seorang wanita berumur 35 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan pada wajah, badan, lengan, dan kaki sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya, kulit melepuh sekitar satu minggu yang lalu dan kemudian menjadi bercak kemerahan dengan sisik dan gatal. Terdapat juga bercak putih dan kehitaman pada punggung, lengan kiri, dan paha yang mati rasa. Keluhan nyeri dan pembesaran saraf tidak ditemukan. Sebelumnya, pasien telah mendapatkan pengobatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-7c243.webp" type="image/webp" length="100058" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-d12a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/segmentasi-lesi-kulit-minum-obat-pasien-rumah-saki-thumb-7c243.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2476-helvetia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10757-medical-dental-journal-medidenj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53429-ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka</link>
	<guid isPermaLink="false">bb2936b34d27acd4ac8ffaba377aab9d</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:42:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah nilai ambang skor CONUT yang ditetapkan saat ini (Ou5) secara konsisten memprediksi hasil klinis pada pasien ulkus kaki diabetik di berbagai rumah sakit di Indonesia, dengan melakukan studi kohort prospektif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah nilai ambang skor CONUT yang ditetapkan saat ini (Ou5) secara konsisten memprediksi hasil klinis pada pasien ulkus kaki diabetik di berbagai rumah sakit di Indonesia, dengan melakukan studi kohort prospektif melibatkan ratusan pasien dan mengikuti mereka selama setidaknya enam bulan. Selain itu, uji coba terkontrol secara acak dapat dilakukan untuk mengevaluasi apakah intervensi nutrisi yang disesuaikan berdasarkan skor CONUT, seperti suplementasi protein dan kolesterol, dapat mempercepat penyembuhan luka, menurunkan tingkat amputasi, dan meningkatkan angka kelangsungan hidup dibandingkan dengan perawatan standar. Ide ketiga adalah mengembangkan model prognostik gabungan yang mengintegrasikan skor CONUT dengan rasio neutrofilAclimfosit serta parameter klinis lain, kemudian menguji akurasi model tersebut dalam memprediksi risiko komplikasi pada populasi pasien ulkus kaki diabetik. Semua penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk mengoptimalkan penilaian gizi dan strategi pengobatan, serta memperbaiki kualitas hidup penderita ulkus kaki diabetik.. Ulkus kaki diabetik dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi, iskemia, hingga amputasi yang berdampak pada disabilitas permanen.Malnutrisi terbukti berhubungan dengan skor CONUT tinggi, yang memengaruhi mortalitas, penyembuhan luka, dan meningkatkan risiko amputasi pada pasien kaki diabetes.Oleh karena itu, penilaian skor CONUT dapat menjadi indikator prognostik penting dalam manajemen ulkus kaki diabetik Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi paling serius dari diabetes mellitus yang berhubungan dengan morbiditas tinggi, amputasi, dan mortalitas. Faktor nutrisi memainkan peran penting dalam proses penyembuhan luka, dan malnutrisi terbukti meningkatkan risiko komplikasi serta memperburuk prognosis. Salah satu instrumen objektif yang semakin banyak digunakan untuk menilai status gizi adalah skor Controlling Nutritional Status (CONUT). Skor ini ditentukan berdasarkan tiga parameter laboratorium sederhana, yaitu kadar albumin serum, kolesterol total, dan jumlah limfosit perifer. Penelitian terkini menunjukkan bahwa skor CONUT tidak hanya mampu menilai status gizi, tetapi juga berperan sebagai prediktor independen terhadap penyembuhan ulkus, risiko amputasi, dan mortalitas pada pasien dengan kaki diabetes. Pasien dengan skor CONUT tinggi (Ou5) cenderung... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-282e4.webp" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-282e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-282e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-282e4.webp 1x" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" alt="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-3a681.webp" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-3a681.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-3a681.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-3a681.webp 1x" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" alt="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-94ecf.webp" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-94ecf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-94ecf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-94ecf.webp 1x" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" alt="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53429-ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka" title="JURIS - Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik" target="_blank">Peran Skor CONUT dalam Prediksi Prognosis Pasien dengan Ulkus Kaki Diabetik</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah nilai ambang skor CONUT yang ditetapkan saat ini (Ou5) secara konsisten memprediksi hasil klinis pada pasien ulkus kaki diabetik di berbagai rumah sakit di Indonesia, dengan melakukan studi kohort prospektif melibatkan ratusan pasien dan mengikuti mereka selama setidaknya enam bulan. Selain itu, uji coba terkontrol secara acak dapat dilakukan untuk mengevaluasi apakah intervensi nutrisi yang disesuaikan berdasarkan skor CONUT, seperti suplementasi protein dan kolesterol, dapat mempercepat penyembuhan luka, menurunkan tingkat amputasi, dan meningkatkan angka kelangsungan hidup dibandingkan dengan perawatan standar. Ide ketiga adalah mengembangkan model prognostik gabungan yang mengintegrasikan skor CONUT dengan rasio neutrofilAclimfosit serta parameter klinis lain, kemudian menguji akurasi model tersebut dalam memprediksi risiko komplikasi pada populasi pasien ulkus kaki diabetik. Semua penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk mengoptimalkan penilaian gizi dan strategi pengobatan, serta memperbaiki kualitas hidup penderita ulkus kaki diabetik..
<br>Ulkus kaki diabetik dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi, iskemia, hingga amputasi yang berdampak pada disabilitas permanen.Malnutrisi terbukti berhubungan dengan skor CONUT tinggi, yang memengaruhi mortalitas, penyembuhan luka, dan meningkatkan risiko amputasi pada pasien kaki diabetes.Oleh karena itu, penilaian skor CONUT dapat menjadi indikator prognostik penting dalam manajemen ulkus kaki diabetik
<br>Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi paling serius dari diabetes mellitus yang berhubungan dengan morbiditas tinggi, amputasi, dan mortalitas. Faktor nutrisi memainkan peran penting dalam proses penyembuhan luka, dan malnutrisi terbukti meningkatkan risiko komplikasi serta memperburuk prognosis. Salah satu instrumen objektif yang semakin banyak digunakan untuk menilai status gizi adalah skor Controlling Nutritional Status (CONUT). Skor ini ditentukan berdasarkan tiga parameter laboratorium sederhana, yaitu kadar albumin serum, kolesterol total, dan jumlah limfosit perifer. Penelitian terkini menunjukkan bahwa skor CONUT tidak hanya mampu menilai status gizi, tetapi juga berperan sebagai prediktor independen terhadap penyembuhan ulkus, risiko amputasi, dan mortalitas pada pasien dengan kaki diabetes. Pasien dengan skor CONUT tinggi (Ou5) cenderung...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-94ecf.webp" type="image/webp" length="145280" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-282e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-3a681.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/ulukus-kaki-diabetik-nilai-skor-rendah-luka-diabet-thumb-94ecf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2476-helvetia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10757-medical-dental-journal-medidenj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53435-implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung</link>
	<guid isPermaLink="false">913cd119d348b6ab09bf66b2e6a7160c</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:42:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal pro ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,pro,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat sistem peradilan pertanahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai wilayah di Indonesia guna menguji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional: Untuk memperkuat sistem peradilan pertanahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai wilayah di Indonesia guna menguji temuan. Selain itu, penelitian mendatang dapat fokus pada pengembangan model atau standar operasional prosedur (SOP) yang lebih jelas untuk memastikan konsistensi penerapan due process di semua tingkat peradilan. Eksplorasi terhadap faktor-faktor non-hukum seperti dinamika politik, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi implementasi prinsip ini juga menjadi topik penting untuk dikaji lebih mendalam.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi prinsip due process dalam prosedur pembatalan sertifikat tanah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia secara normatif telah diakomodasi dalam hukum acara perdata, namun dalam praktiknya masih menghadapi adanya inkonsistensi penerapan prinsip ini, yang tercermin dari keterbatasan akses terhadap proses peradilan, minimnya kesempatan yang setara bagi pihak yang tidak didampingi penasihat hukum, serta kesenjangan antara putusan pengadilan dengan implementasi administratif di Badan Pertanahan Nasional (BPN).Kesenjangan antara teori dan praktik ini mengakibatkan lemahnya kepastian hukum dan rasa keadilan bagi para pencari keadilan, sehingga prinsip due process belum sepenuhnya berfungsi sebagai jaminan keadilan prosedural yang substantif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip due process dalam prosedur pembatalan sertifikat tanah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya jumlah sengketa pertanahan di Indonesia serta inkonsistensi penerapan prinsip keadilan prosedural dalam praktik peradilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif-empiris, melalui studi dokumen, wawancara mendalam dengan hakim, pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), advokat, akademisi, serta masyarakat pencari keadilan, ditambah kuesioner... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-65c27.webp" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-65c27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-65c27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-65c27.webp 1x" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" alt="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-4499d.webp" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-4499d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-4499d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-4499d.webp 1x" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" alt="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-26eac.webp" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-26eac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-26eac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-26eac.webp 1x" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" alt="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53435-implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung" title="JURIS - Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional" target="_blank">Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Kejahatan Siber dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional dan Hukum Internasional</a>: Untuk memperkuat sistem peradilan pertanahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai wilayah di Indonesia guna menguji temuan. Selain itu, penelitian mendatang dapat fokus pada pengembangan model atau standar operasional prosedur (SOP) yang lebih jelas untuk memastikan konsistensi penerapan due process di semua tingkat peradilan. Eksplorasi terhadap faktor-faktor non-hukum seperti dinamika politik, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi implementasi prinsip ini juga menjadi topik penting untuk dikaji lebih mendalam..
<br>Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi prinsip due process dalam prosedur pembatalan sertifikat tanah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia secara normatif telah diakomodasi dalam hukum acara perdata, namun dalam praktiknya masih menghadapi adanya inkonsistensi penerapan prinsip ini, yang tercermin dari keterbatasan akses terhadap proses peradilan, minimnya kesempatan yang setara bagi pihak yang tidak didampingi penasihat hukum, serta kesenjangan antara putusan pengadilan dengan implementasi administratif di Badan Pertanahan Nasional (BPN).Kesenjangan antara teori dan praktik ini mengakibatkan lemahnya kepastian hukum dan rasa keadilan bagi para pencari keadilan, sehingga prinsip due process belum sepenuhnya berfungsi sebagai jaminan keadilan prosedural yang substantif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip due process dalam prosedur pembatalan sertifikat tanah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya jumlah sengketa pertanahan di Indonesia serta inkonsistensi penerapan prinsip keadilan prosedural dalam praktik peradilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif-empiris, melalui studi dokumen, wawancara mendalam dengan hakim, pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), advokat, akademisi, serta masyarakat pencari keadilan, ditambah kuesioner...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-26eac.webp" type="image/webp" length="113496" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-65c27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-4499d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/implementasi-prinsip-process-mahkamah-agung-sertif-thumb-26eac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-25-unigres.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8751-jurnal-pro-hukum-jurnal-penelitian-hukum-universitas.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53445-artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha</link>
	<guid isPermaLink="false">b20f92d6ce353c53fc2faa4afa6a2ffe</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:42:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ayat cinta 2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ life skills ]]></category>
	<category><![CDATA[ view mystat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[2,ayat,cinta,life,mystat,skills,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, disarankan agar pembelajaran praktik dilakukan dengan jumlah mahasiswa yang lebih sedikit, yaitu maksimal 20 orang per kelas. Hal ini akan memaksimalkan evaluasi terhadap penguasaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, disarankan agar pembelajaran praktik dilakukan dengan jumlah mahasiswa yang lebih sedikit, yaitu maksimal 20 orang per kelas. Hal ini akan memaksimalkan evaluasi terhadap penguasaan yang dimiliki mahasiswa dan memungkinkan dosen untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan setiap mahasiswa secara lebih efektif. Selain itu, disarankan untuk menyediakan laboratorium khusus untuk pembelajaran praktik, yang dapat berupa ruangan khusus atau bahkan sekolahan. Laboratorium ini akan sangat penting untuk memaksimalkan pembentukan keterampilan mahasiswa. Dosen juga disarankan untuk lebih sering menggunakan hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah sebagai bahan pembelajaran, baik untuk mata kuliah praktik maupun teori. Hal ini akan meningkatkan kebiasaan akademis dan ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa. Terakhir, disarankan agar setiap mata kuliah memiliki produk akhir yang dapat menjadi bukti pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut. Produk akhir ini diharapkan dapat diterapkan dan dibuktikan dalam kehidupan nyata, terutama dalam pembelajaran selanjutnya.. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa.1) pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati menggunakan berbagai metode.2) model pembelajaran berbasis riset yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati belum maksimal.Hal ini terlihat dari 11 mata kuliah, hanya satu mata kuliah yang menggunakan artikel sebagai referensi.dan 3) mahasiswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati.Kebosanan ini karena setiap dosen menerapkan model yang sama, yakni membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok.Setiap kelompok diminta untuk membuat makalah lalu mempresentasikan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran, model pembelajaran berbasis riset, dan pendapat mahasiswa terhadap model pembelajaran yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia. Penelitian ini berbentuk deskriptif eksplanatif. Data penelitian berupa 11 mata kuliah pada Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) secara umum, pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia menggunakan ceramah dan diskusi; 2) hanya satu mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran berbasis riset; 3) mahasiswa beranggapan bahwa model pembelajaran yang digunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-32e8e.webp" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-32e8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-32e8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-32e8e.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" alt="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-d83d6.webp" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-d83d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-d83d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-d83d6.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" alt="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-2111e.webp" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-2111e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-2111e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-2111e.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" alt="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53445-artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha" title="JURIS - Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon" target="_blank">Pengembangan Pembelajaran Berbasis Riset di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon</a>: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, disarankan agar pembelajaran praktik dilakukan dengan jumlah mahasiswa yang lebih sedikit, yaitu maksimal 20 orang per kelas. Hal ini akan memaksimalkan evaluasi terhadap penguasaan yang dimiliki mahasiswa dan memungkinkan dosen untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan setiap mahasiswa secara lebih efektif. Selain itu, disarankan untuk menyediakan laboratorium khusus untuk pembelajaran praktik, yang dapat berupa ruangan khusus atau bahkan sekolahan. Laboratorium ini akan sangat penting untuk memaksimalkan pembentukan keterampilan mahasiswa. Dosen juga disarankan untuk lebih sering menggunakan hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah sebagai bahan pembelajaran, baik untuk mata kuliah praktik maupun teori. Hal ini akan meningkatkan kebiasaan akademis dan ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa. Terakhir, disarankan agar setiap mata kuliah memiliki produk akhir yang dapat menjadi bukti pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut. Produk akhir ini diharapkan dapat diterapkan dan dibuktikan dalam kehidupan nyata, terutama dalam pembelajaran selanjutnya..
<br>Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa.1) pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati menggunakan berbagai metode.2) model pembelajaran berbasis riset yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati belum maksimal.Hal ini terlihat dari 11 mata kuliah, hanya satu mata kuliah yang menggunakan artikel sebagai referensi.dan 3) mahasiswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati.Kebosanan ini karena setiap dosen menerapkan model yang sama, yakni membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok.Setiap kelompok diminta untuk membuat makalah lalu mempresentasikan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran, model pembelajaran berbasis riset, dan pendapat mahasiswa terhadap model pembelajaran yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia. Penelitian ini berbentuk deskriptif eksplanatif. Data penelitian berupa 11 mata kuliah pada Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) secara umum, pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia menggunakan ceramah dan diskusi; 2) hanya satu mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran berbasis riset; 3) mahasiswa beranggapan bahwa model pembelajaran yang digunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-d83d6.webp" type="image/webp" length="73804" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-32e8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-d83d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/artikel-ilmiah-mahasiswa-mata-kuliah-bahasa-pemaha-thumb-2111e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1602-syekh-nurjati.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8171-indonesian-language-education-literature.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53433-uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik</link>
	<guid isPermaLink="false">66056704079f7b2fbf2fe911a33c0495</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:28:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi klinis yang lebih mendalam untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan senyawa bioaktif dari tanaman tropis lokal sebagai agen anti-resistensi antibiotik. Selain itu, penelitian fitokimia yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi klinis yang lebih mendalam untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan senyawa bioaktif dari tanaman tropis lokal sebagai agen anti-resistensi antibiotik. Selain itu, penelitian fitokimia yang lebih komprehensif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dan mekanisme kerja antibakteri serta anti-resistensi yang lebih detail. Pengembangan metode ekstraksi yang standar dan terstandarisasi juga diperlukan untuk memastikan konsistensi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak tanaman. Dengan demikian, potensi tanaman tropis lokal sebagai sumber kandidat terapi baru dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan secara optimal dalam mengatasi resistensi antibiotik.. Tanaman tropis lokal Indonesia merupakan sumber senyawa bioaktif yang sangat potensial dalam menghadapi permasalahan resistensi antibiotik, khususnya pada MRSA.Flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan senyawa fenolik memiliki berbagai mekanisme yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri maupun menekan mekanisme resistensi seperti pembentukan biofilm, aktivitas pompa efluks, dan produksi -laktamase.Eksplorasi lebih lanjut terhadap senyawa-senyawa tersebut diharapkan dapat menghasilkan kandidat terapi baru yang efektif dan aman untuk mengatasi infeksi bakteri multiresisten Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan menjadi ancaman serius terhadap efektivitas terapi infeksi bakteri. Salah satu patogen yang menjadi perhatian utama adalah Staphylococcus aureus multiresisten, terutama Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), yang memiliki kemampuan bertahan terhadap berbagai golongan antibiotik melalui mekanisme seperti produksi -laktamase, modifikasi target antibiotik, aktivasi pompa efluks (efflux pump), dan pembentukan biofilm. Kondisi ini mendorong perlunya pencarian agen alternatif yang mampu menghambat mekanisme resistensi bakteri dan meningkatkan efektivitas antibiotik yang tersedia. Literature review ini bertujuan untuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-fe5cb.webp" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-fe5cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-fe5cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-fe5cb.webp 1x" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" alt="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-8dd67.webp" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-8dd67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-8dd67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-8dd67.webp 1x" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" alt="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-445ef.webp" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-445ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-445ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-445ef.webp 1x" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" alt="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53433-uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik" title="JURIS - Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten" target="_blank">Potensi Senyawa Bioaktif dari Tanaman Tropis Lokal sebagai Agen Anti-Resistensi Antibiotik terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi klinis yang lebih mendalam untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan senyawa bioaktif dari tanaman tropis lokal sebagai agen anti-resistensi antibiotik. Selain itu, penelitian fitokimia yang lebih komprehensif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dan mekanisme kerja antibakteri serta anti-resistensi yang lebih detail. Pengembangan metode ekstraksi yang standar dan terstandarisasi juga diperlukan untuk memastikan konsistensi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak tanaman. Dengan demikian, potensi tanaman tropis lokal sebagai sumber kandidat terapi baru dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan secara optimal dalam mengatasi resistensi antibiotik..
<br>Tanaman tropis lokal Indonesia merupakan sumber senyawa bioaktif yang sangat potensial dalam menghadapi permasalahan resistensi antibiotik, khususnya pada MRSA.Flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan senyawa fenolik memiliki berbagai mekanisme yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri maupun menekan mekanisme resistensi seperti pembentukan biofilm, aktivitas pompa efluks, dan produksi -laktamase.Eksplorasi lebih lanjut terhadap senyawa-senyawa tersebut diharapkan dapat menghasilkan kandidat terapi baru yang efektif dan aman untuk mengatasi infeksi bakteri multiresisten
<br>Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan menjadi ancaman serius terhadap efektivitas terapi infeksi bakteri. Salah satu patogen yang menjadi perhatian utama adalah Staphylococcus aureus multiresisten, terutama Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), yang memiliki kemampuan bertahan terhadap berbagai golongan antibiotik melalui mekanisme seperti produksi -laktamase, modifikasi target antibiotik, aktivasi pompa efluks (efflux pump), dan pembentukan biofilm. Kondisi ini mendorong perlunya pencarian agen alternatif yang mampu menghambat mekanisme resistensi bakteri dan meningkatkan efektivitas antibiotik yang tersedia. Literature review ini bertujuan untuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-445ef.webp" type="image/webp" length="231022" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-fe5cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-8dd67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/uji-toksisitas-senyawa-resistensi-antibiotik-risik-thumb-445ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2476-helvetia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10757-medical-dental-journal-medidenj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konsep Filosofis Tentang Faktor faktor Determinan Pendidikan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Filosofis Tentang Faktor faktor Determinan Pendidikan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Filosofis Tentang Faktor faktor Determinan Pendidikan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53448-nilai-islam-konteks-sekolah-isla</link>
	<guid isPermaLink="false">49019634a0010aea7f50e461c8e4fa10</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:28:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki implementasi praktis dari konsep-konsep filosofis dalam pendidikan Islam. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren, madrasah, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki implementasi praktis dari konsep-konsep filosofis dalam pendidikan Islam. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren, madrasah, dan sekolah Islam terpadu, untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada pengembangan metode pengajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi, sambil tetap mempertahankan identitas keislaman. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pendidik dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan holistik, termasuk aspek spiritual, intelektual, dan moral. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat relevansi dan efektivitas pendidikan Islam di era modern.. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor-faktor determinan Pendidikan Islam meliputi dasar pendidikan, tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, dan lembaga pendidikan yang merupakan satu kesatuan sistem filosofis yang berlandaskan paradigma tauhid.Faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi dalam membentuk proses pendidikan yang mengintegrasikan dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk mewujudkan insan kamil.Kontribusi utama artikel ini adalah menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan keterkaitan filosofis antar faktor determinan Pendidikan Islam, sehingga memberikan perspektif yang lebih integratif dibandingkan kajian sebelumnya yang umumnya membahas setiap faktor secara terpisah.Kerangka konseptual ini menegaskan bahwa relevansi Pendidikan Islam di era modern tidak terletak pada perubahan nilai-nilainya, melainkan pada kemampuan mengaktualisasikan paradigma tauhid dalam pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, dan kelembagaan pendidikan sebagai respons terhadap dinamika global tanpa kehilangan identitas keislaman Pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan intelektualitas umat Muslim berdasarkan nilai-nilai Islam. Artikel ini mengkaji konsep filosofis faktor-faktor determinan pendidikan Islam, mencakup dasar pendidikan, tujuan pendidikan, konsep pendidikan dan peserta didik, serta konsep lembaga pendidikan. Pendekatan filosofis digunakan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam menjadi landasan dalam merumuskan tujuan pendidikan yang holistik, mencakup aspek spiritual, intelektual, dan moral. Peserta didik dipandang sebagai subjek aktif yang memiliki potensi fitrah, sementara lembaga pendidikan berfungsi sebagai wadah pengembangan potensi tersebut. Pembahasan ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-d8d2c.webp" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-d8d2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-d8d2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-d8d2c.webp 1x" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" alt="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-67c96.webp" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-67c96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-67c96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-67c96.webp 1x" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" alt="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-614fa.webp" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-614fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-614fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-614fa.webp 1x" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" alt="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53448-nilai-islam-konteks-sekolah-isla" title="JURIS - Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam" target="_blank">Konsep Filosofis Tentang Faktor-faktor Determinan Pendidikan Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki implementasi praktis dari konsep-konsep filosofis dalam pendidikan Islam. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren, madrasah, dan sekolah Islam terpadu, untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada pengembangan metode pengajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi, sambil tetap mempertahankan identitas keislaman. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pendidik dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan holistik, termasuk aspek spiritual, intelektual, dan moral. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat relevansi dan efektivitas pendidikan Islam di era modern..
<br>Penelitian ini menegaskan bahwa faktor-faktor determinan Pendidikan Islam meliputi dasar pendidikan, tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, dan lembaga pendidikan yang merupakan satu kesatuan sistem filosofis yang berlandaskan paradigma tauhid.Faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi dalam membentuk proses pendidikan yang mengintegrasikan dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk mewujudkan insan kamil.Kontribusi utama artikel ini adalah menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan keterkaitan filosofis antar faktor determinan Pendidikan Islam, sehingga memberikan perspektif yang lebih integratif dibandingkan kajian sebelumnya yang umumnya membahas setiap faktor secara terpisah.Kerangka konseptual ini menegaskan bahwa relevansi Pendidikan Islam di era modern tidak terletak pada perubahan nilai-nilainya, melainkan pada kemampuan mengaktualisasikan paradigma tauhid dalam pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, dan kelembagaan pendidikan sebagai respons terhadap dinamika global tanpa kehilangan identitas keislaman
<br>Pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan intelektualitas umat Muslim berdasarkan nilai-nilai Islam. Artikel ini mengkaji konsep filosofis faktor-faktor determinan pendidikan Islam, mencakup dasar pendidikan, tujuan pendidikan, konsep pendidikan dan peserta didik, serta konsep lembaga pendidikan. Pendekatan filosofis digunakan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam menjadi landasan dalam merumuskan tujuan pendidikan yang holistik, mencakup aspek spiritual, intelektual, dan moral. Peserta didik dipandang sebagai subjek aktif yang memiliki potensi fitrah, sementara lembaga pendidikan berfungsi sebagai wadah pengembangan potensi tersebut. Pembahasan ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-d8d2c.webp" type="image/webp" length="92746" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-d8d2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-67c96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/nilai-nilai-islam-konteks-sekolah-nilai-wasathiyah-thumb-614fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1629-stain-kepri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8362-tanjak-journal-education-teaching.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises SMEs ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises SMEs ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises SMEs ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53443-daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-dig</link>
	<guid isPermaLink="false">eea383f73f118548d6c853585a9a4fb5</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:28:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ palmerah kec ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ icon twitter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,icon,kec,palmerah,twitter]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mendorong adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM), penelitian ini menyarankan beberapa strategi. Pertama, perlu ada subsidi dan insentif yang ditargetkan untuk membantu UKM mengatasi hambatan keuangan dan keterampilan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs): Untuk mendorong adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM), penelitian ini menyarankan beberapa strategi. Pertama, perlu ada subsidi dan insentif yang ditargetkan untuk membantu UKM mengatasi hambatan keuangan dan keterampilan. Kedua, program peningkatan keterampilan yang terstruktur dapat membantu UKM mengembangkan kemampuan digital mereka. Ketiga, kemitraan publik-swasta yang kuat dapat membantu UKM mengakses teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk DT. Keempat, regulasi yang lebih harmonis dan ramah UKM dapat mengurangi beban kepatuhan dan meningkatkan akses ke pasar. Kelima, upaya pendidikan dan pelatihan yang terkoordinasi dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang DT di antara UKM. Dengan menggabungkan strategi ini, UKM dapat meningkatkan kinerja dan daya saing mereka di ekonomi digital yang semakin kompleks.. Studi ini menerangi hambatan yang terus-menerus yang menghambat adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM) sambil merencanakan strategi pragmatis untuk mendorong mereka menuju kematangan digital dan ketahanan ekonomi.Melalui analisis metode campuran yang ketat dari 450 UKM di berbagai konteks global, yang didukung oleh studi kasus dan wawasan ahli, bukti secara tidak dapat disangkal menunjukkan bahwa keterbatasan keuangan internal dan kesenjangan keterampilan, menimbulkan hambatan paling tangguh, mengurangi peluang adopsi hingga 76% dan membatasi 72% perusahaan ke keterlibatan digital dasar.Tantangan eksternal seperti kompleksitas regulasi dan kesenjangan infrastruktur memperburuk masalah ini, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia dan India, di mana kekurangan konektivitas memperbesar stagnasi.intervensi pemerintah yang ditargetkan, terutama subsidi dan program peningkatan keterampilan, dapat meningkatkan peluang kematangan hingga 85% dan 64% masing-masing, dengan kemitraan publik-swasta memberikan dukungan ekosistem yang penting.UKM yang memanfaatkan strategi ini mencapai pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi 28%, menekankan ROI DT yang nyata dan biaya mendesak dari inaksi dalam era di mana digital maju Studi ini menyelidiki hambatan dan strategi terkait adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM). Meskipun teknologi digital semakin penting dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan, banyak UKM masih berada pada tahap awal kematangan digital. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dari 450 UKM di seluruh ekonomi maju, berkembang, dan transisi dengan wawasan kualitatif dari studi kasus dan wawancara ahli. Temuan mengungkapkan bahwa hambatan internal, terutama keterbatasan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-b6320.webp" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-b6320.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-b6320.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-b6320.webp 1x" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" alt="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-c949a.webp" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-c949a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-c949a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-c949a.webp 1x" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" alt="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-25139.webp" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-25139.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-25139.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-25139.webp 1x" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" alt="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53443-daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-dig" title="JURIS - Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)" target="_blank">Barriers and Strategies in Digital Transformation Adoption Among Small and Medium Enterprises (SMEs)</a>: Untuk mendorong adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM), penelitian ini menyarankan beberapa strategi. Pertama, perlu ada subsidi dan insentif yang ditargetkan untuk membantu UKM mengatasi hambatan keuangan dan keterampilan. Kedua, program peningkatan keterampilan yang terstruktur dapat membantu UKM mengembangkan kemampuan digital mereka. Ketiga, kemitraan publik-swasta yang kuat dapat membantu UKM mengakses teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk DT. Keempat, regulasi yang lebih harmonis dan ramah UKM dapat mengurangi beban kepatuhan dan meningkatkan akses ke pasar. Kelima, upaya pendidikan dan pelatihan yang terkoordinasi dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang DT di antara UKM. Dengan menggabungkan strategi ini, UKM dapat meningkatkan kinerja dan daya saing mereka di ekonomi digital yang semakin kompleks..
<br>Studi ini menerangi hambatan yang terus-menerus yang menghambat adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM) sambil merencanakan strategi pragmatis untuk mendorong mereka menuju kematangan digital dan ketahanan ekonomi.Melalui analisis metode campuran yang ketat dari 450 UKM di berbagai konteks global, yang didukung oleh studi kasus dan wawasan ahli, bukti secara tidak dapat disangkal menunjukkan bahwa keterbatasan keuangan internal dan kesenjangan keterampilan, menimbulkan hambatan paling tangguh, mengurangi peluang adopsi hingga 76% dan membatasi 72% perusahaan ke keterlibatan digital dasar.Tantangan eksternal seperti kompleksitas regulasi dan kesenjangan infrastruktur memperburuk masalah ini, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia dan India, di mana kekurangan konektivitas memperbesar stagnasi.intervensi pemerintah yang ditargetkan, terutama subsidi dan program peningkatan keterampilan, dapat meningkatkan peluang kematangan hingga 85% dan 64% masing-masing, dengan kemitraan publik-swasta memberikan dukungan ekosistem yang penting.UKM yang memanfaatkan strategi ini mencapai pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi 28%, menekankan ROI DT yang nyata dan biaya mendesak dari inaksi dalam era di mana digital maju
<br>Studi ini menyelidiki hambatan dan strategi terkait adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM). Meskipun teknologi digital semakin penting dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan, banyak UKM masih berada pada tahap awal kematangan digital. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dari 450 UKM di seluruh ekonomi maju, berkembang, dan transisi dengan wawasan kualitatif dari studi kasus dan wawancara ahli. Temuan mengungkapkan bahwa hambatan internal, terutama keterbatasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-25139.webp" type="image/webp" length="94476" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-b6320.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-c949a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/daya-saing-ukm-transformasi-digital-adopsi-hambata-thumb-25139.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-937-westscience-press.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12431-west-science-journal-economic-entrepreneurship.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional Analisis Self Disclosure Trust dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional Analisis Self Disclosure Trust dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional Analisis Self Disclosure Trust dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53450-unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data</link>
	<guid isPermaLink="false">ffee743f92ea2fdd74d07e32fa376002</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 12:25:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai preferensi siswa terhadap teknologi AI dalam dukungan emosional serta menguatkan relevansi layanan bimbingan dan konseling. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif: Saran penelitian lanjutan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai preferensi siswa terhadap teknologi AI dalam dukungan emosional serta menguatkan relevansi layanan bimbingan dan konseling. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif mendalam yang secara langsung membandingkan tingkat psychological safety dan trust yang dirasakan siswa saat self-disclosure kepada ChatGPT versus kepada konselor atau guru BK. Penelitian ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang membentuk persepsi keamanan dan kepercayaan di setiap medium, memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kualitas interaksi interpersonal dalam layanan BK. Kedua, mengingat model penelitian saat ini hanya menjelaskan sebagian variasi self-disclosure, studi mendatang harus mengidentifikasi dan menguji faktor-faktor eksternal lain seperti karakteristik demografi siswa, literasi digital, atau pengalaman konseling sebelumnya yang mungkin memengaruhi keterbukaan diri terhadap AI. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam dapat mengungkap narasi unik siswa, melengkapi pemahaman yang lebih holistik. Terakhir, dengan adanya kebutuhan untuk memperluas kolaborasi bimbingan dan konseling agar melibatkan teknologi, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model integrasi ChatGPT atau AI sejenis sebagai bagian dari sistem pendukung di sekolah. Hal ini mencakup bagaimana AI dapat menjadi co-facilitator awal untuk self-disclosure siswa, serta strategi etis pemanfaatan data dan pelatihan konselor agar mahir dalam mengintegrasikan AI tanpa mengorbankan esensi hubungan humanis. Studi ini diharapkan mampu mengevaluasi efektivitas pendekatan hibrida dalam memenuhi kebutuhan dukungan emosional siswa secara komprehensif.. Tingkat self-disclosure, trust, dan psychological safety siswa terhadap penggunaan ChatGPT sebagai dukungan emosional tergolong tinggi, dengan psychological safety menjadi faktor paling dominan dalam mendorong keterbukaan diri.Korelasi positif signifikan antar ketiga variabel menegaskan interaksi mereka dalam membentuk preferensi siswa, di mana psychological safety dan trust secara kolektif menjelaskan sebagian besar variasi self-disclosure.Meskipun siswa cenderung menggunakan ChatGPT untuk dukungan emosional, peran konselor manusia tetap vital karena keterbatasan AI dalam kedalaman pemahaman emosional, menantang layanan Bimbingan dan Konseling Kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang setara atau lebih baik daripada media digital Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa dalam menggunakan ChatGPT sebagai media dukungan emosional ditinjau dari aspek self-disclosure, trust, dan psychological safety, serta implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 60 siswa sekolah menengah atas. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur ketiga variabel utama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety memiliki nilai rata-rata tertinggi (M = 4,12), diikuti self-disclosure (M = 3,98) dan trust (M = 3,85), yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara psychological safety dan self-disclosure (r = 0,68;... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp 1x" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" alt="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp 1x" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" alt="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp 1x" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" alt="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53450-unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data" title="JURIS - Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif" target="_blank">Preferensi Siswa terhadap ChatGPT dalam Dukungan Emosional: Analisis Self-Disclosure, Trust, dan Psychological Safety Berbasis Bimbingan dan Konseling Kolaboratif</a>: Saran penelitian lanjutan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai preferensi siswa terhadap teknologi AI dalam dukungan emosional serta menguatkan relevansi layanan bimbingan dan konseling. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif mendalam yang secara langsung membandingkan tingkat psychological safety dan trust yang dirasakan siswa saat self-disclosure kepada ChatGPT versus kepada konselor atau guru BK. Penelitian ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang membentuk persepsi keamanan dan kepercayaan di setiap medium, memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kualitas interaksi interpersonal dalam layanan BK. Kedua, mengingat model penelitian saat ini hanya menjelaskan sebagian variasi self-disclosure, studi mendatang harus mengidentifikasi dan menguji faktor-faktor eksternal lain seperti karakteristik demografi siswa, literasi digital, atau pengalaman konseling sebelumnya yang mungkin memengaruhi keterbukaan diri terhadap AI. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam dapat mengungkap narasi unik siswa, melengkapi pemahaman yang lebih holistik. Terakhir, dengan adanya kebutuhan untuk memperluas kolaborasi bimbingan dan konseling agar melibatkan teknologi, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model integrasi ChatGPT atau AI sejenis sebagai bagian dari sistem pendukung di sekolah. Hal ini mencakup bagaimana AI dapat menjadi co-facilitator awal untuk self-disclosure siswa, serta strategi etis pemanfaatan data dan pelatihan konselor agar mahir dalam mengintegrasikan AI tanpa mengorbankan esensi hubungan humanis. Studi ini diharapkan mampu mengevaluasi efektivitas pendekatan hibrida dalam memenuhi kebutuhan dukungan emosional siswa secara komprehensif..
<br>Tingkat self-disclosure, trust, dan psychological safety siswa terhadap penggunaan ChatGPT sebagai dukungan emosional tergolong tinggi, dengan psychological safety menjadi faktor paling dominan dalam mendorong keterbukaan diri.Korelasi positif signifikan antar ketiga variabel menegaskan interaksi mereka dalam membentuk preferensi siswa, di mana psychological safety dan trust secara kolektif menjelaskan sebagian besar variasi self-disclosure.Meskipun siswa cenderung menggunakan ChatGPT untuk dukungan emosional, peran konselor manusia tetap vital karena keterbatasan AI dalam kedalaman pemahaman emosional, menantang layanan Bimbingan dan Konseling Kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang setara atau lebih baik daripada media digital
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa dalam menggunakan ChatGPT sebagai media dukungan emosional ditinjau dari aspek self-disclosure, trust, dan psychological safety, serta implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 60 siswa sekolah menengah atas. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur ketiga variabel utama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety memiliki nilai rata-rata tertinggi (M = 4,12), diikuti self-disclosure (M = 3,98) dan trust (M = 3,85), yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara psychological safety dan self-disclosure (r = 0,68;...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" type="image/webp" length="97274" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-172ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-c5a13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/unik-siswa-interaksi-sekolah-analisis-data-emosion-thumb-d0d4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1629-stain-kepri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8362-tanjak-journal-education-teaching.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53441-saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektroni</link>
	<guid isPermaLink="false">486202ee2d8a5b5f7d614f1c2f9dcf63</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 11:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nizla rohaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ palmerah kec ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,kec,nizla,palmerah,rohaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penerapan prosedur operasi standar (SOP) terpadu dalam penanganan bukti digital memengaruhi akurasi dan keandalan hasil forensik seluler pada kasus pembunuhan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases: Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penerapan prosedur operasi standar (SOP) terpadu dalam penanganan bukti digital memengaruhi akurasi dan keandalan hasil forensik seluler pada kasus pembunuhan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi SOP di beberapa wilayah. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi efektivitas program sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum dalam meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman hukum mereka, serta dampaknya terhadap tingkat keberhasilan pengakuan bukti elektronik di pengadilan. Penelitian ketiga dapat melakukan perbandingan regulasi penggunaan forensik seluler antara Indonesia dan negaraAcnegara ASEAN, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam rangka menyusun kebijakan nasional yang lebih konsisten dan memberikan kepastian hukum. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki pengaruh penggunaan teknologi enkripsi terbaru pada proses akuisisi data seluler, guna mengembangkan pedoman teknis yang dapat membantu mengatasi hambatan teknis saat mengekstrak bukti. Akhirnya, studi longitudinal dapat memantau dampak reformasi regulasi terhadap kepuasan korban dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana digital.. Mobile forensics memiliki posisi strategis sebagai bukti elektronik dalam sistem bukti pidana di Indonesia, memperoleh legitimasi melalui UU ITE dan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperluas definisi bukti.Kehadirannya memungkinkan rekonstruksi kronologis yang objektif melalui analisis data komunikasi, lokasi, dan aktivitas digital, sehingga memperkuat pembuktian unsur niat dan perencanaan dalam kasus pembunuhan serta memengaruhi keyakinan hakim.Namun, efektivitas bukti ini masih terhambat oleh kurangnya standar operasional seragam, keterbatasan sumber daya manusia berkompetensi, serta kebutuhan reformasi regulasi untuk memastikan keabsahan, integritas, dan kepastian hukum dalam era digital Penelitian ini mengkaji peran forensik seluler sebagai bukti elektronik dalam membuktikan tindak pidana pembunuhan di Indonesia di tengah meningkatnya kompleksitas kejahatan dan upaya pelaku menghilangkan jejak digital. Studi menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian literatur terhadap peraturan perundangAcundangan yang relevan, putusan pengadilan, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forensik seluler memegang posisi penting dalam sistem bukti pidana karena mampu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-3beea.webp" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-3beea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-3beea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-3beea.webp 1x" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" alt="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-fd4e6.webp" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-fd4e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-fd4e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-fd4e6.webp 1x" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" alt="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-0e290.webp" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-0e290.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-0e290.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-0e290.webp 1x" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" alt="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53441-saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektroni" title="JURIS - The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases" target="_blank">The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penerapan prosedur operasi standar (SOP) terpadu dalam penanganan bukti digital memengaruhi akurasi dan keandalan hasil forensik seluler pada kasus pembunuhan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi SOP di beberapa wilayah. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi efektivitas program sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum dalam meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman hukum mereka, serta dampaknya terhadap tingkat keberhasilan pengakuan bukti elektronik di pengadilan. Penelitian ketiga dapat melakukan perbandingan regulasi penggunaan forensik seluler antara Indonesia dan negaraAcnegara ASEAN, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam rangka menyusun kebijakan nasional yang lebih konsisten dan memberikan kepastian hukum. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki pengaruh penggunaan teknologi enkripsi terbaru pada proses akuisisi data seluler, guna mengembangkan pedoman teknis yang dapat membantu mengatasi hambatan teknis saat mengekstrak bukti. Akhirnya, studi longitudinal dapat memantau dampak reformasi regulasi terhadap kepuasan korban dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana digital..
<br>Mobile forensics memiliki posisi strategis sebagai bukti elektronik dalam sistem bukti pidana di Indonesia, memperoleh legitimasi melalui UU ITE dan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperluas definisi bukti.Kehadirannya memungkinkan rekonstruksi kronologis yang objektif melalui analisis data komunikasi, lokasi, dan aktivitas digital, sehingga memperkuat pembuktian unsur niat dan perencanaan dalam kasus pembunuhan serta memengaruhi keyakinan hakim.Namun, efektivitas bukti ini masih terhambat oleh kurangnya standar operasional seragam, keterbatasan sumber daya manusia berkompetensi, serta kebutuhan reformasi regulasi untuk memastikan keabsahan, integritas, dan kepastian hukum dalam era digital
<br>Penelitian ini mengkaji peran forensik seluler sebagai bukti elektronik dalam membuktikan tindak pidana pembunuhan di Indonesia di tengah meningkatnya kompleksitas kejahatan dan upaya pelaku menghilangkan jejak digital. Studi menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian literatur terhadap peraturan perundangAcundangan yang relevan, putusan pengadilan, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forensik seluler memegang posisi penting dalam sistem bukti pidana karena mampu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-0e290.webp" type="image/webp" length="102566" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-3beea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-fd4e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/saksi-ahli-forensik-kekuatan-bukti-elektronik-alat-thumb-0e290.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-937-westscience-press.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12428-west-science-law-human-rights.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 06 Jul 2026 16:42:33 +0700. 12 items. Served in: 3.711 seconds [rss] -->
