<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 04:43:41 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:43:41 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-16T04:43:41+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66401-global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman</link>
	<guid isPermaLink="false">e6a755fbee23ba62133be1e6d3a17d74</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ agus wahyudi ]]></category>
	<category><![CDATA[ tadabbur fi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki pengalaman subjektif pengikut yang berpartisipasi dalam praktik spiritual online dapat memberikan wawasan berharga tentang dampak Cyber-Sufisme pada transformasi otoritas spiritual, pembentukan komunitas agama virtual, dan pengalaman agama pengikut. Akhirnya, penelitian tentang perkembangan Sufisme dalam lingkungan digital yang semakin terendam, termasuk metaverse dan platform bimbingan spiritual yang dibantu AI, akan menjadi penting untuk memahami masa depan tradisi Sufi dalam era digital.. Studi ini telah menunjukkan bahwa transformasi digital telah mengubah cara penyaluran pengetahuan agama, bimbingan spiritual, dan pola otoritas agama di dalam tarekat Sufi.Dalam konteks ini, Cyber-Sufisme di Indonesia telah berkembang menjadi dua model utama.Cyber-Sufisme informatif, yang menggunakan media digital untuk penyebaran informasi dan representasi identitas tarekat, dan Cyber-Sufisme interaktif, yang mengubah ruang digital menjadi "zAwiya digital" untuk melaksanakan baiAoa, dhikr, uuba, dan bimbingan spiritual online.Tarekat Naqshbandi aqqAni merupakan contoh paling maju dari model interaktif melalui ekosistem digital yang terintegrasi, yang memungkinkan keterlibatan spiritual lintas negara.Penting untuk dicatat bahwa transformasi digital ini tidak mengurangi bentuk otoritas spiritual tradisional.sebaliknya, ia telah merekonfigurasi mereka dalam lingkungan yang dimediasi teknologi.Otoritas murshid, sanad spiritual, dan praktik Sufi terus berfungsi sebagai sumber legitimasi yang penting, bahkan dalam ruang siber.Temuan ini menunjukkan bahwa Cyber-Sufisme di Indonesia bukan hanya proses adaptasi teknologi, tetapi juga negosiasi berkelanjutan antara tradisi Sufi, modernitas digital, dan konteks sosial-agama Islam Indonesia.Akibatnya, Cyber-Sufisme di Indonesia merupakan model yang unik yang tidak hanya meniru paradigma spiritual digital Barat, tetapi juga menunjukkan kontinuitas otoritas spiritual dan epistemologis Islam di dalam cyberspace Meskipun platform agama digital berkembang pesat, sedikit yang diketahui tentang bagaimana tarekat Sufi di Indonesia telah menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Studi ini memeriksa perkembangan Cyber-Sufisme di Indonesia dengan mengidentifikasi tipologi praktik digital di antara tarekat Sufi. Menggunakan etnografi virtual dan analisis konten kualitatif, penelitian ini menganalisis situs web resmi dan platform digital dari sembilan tarekat Sufi di Indonesia yang dipilih melalui sampling purposive. Temuan mengidentifikasi dua tipe utama Cyber-Sufisme. Tipe informatif, yang diwakili oleh tarekat QAdiriyya wa Naqshbandiyya, ShAdhiliyya, TjAniyya, SyattAriyya, Idrsiyya, SammAniyya, dan RifAAoiyya,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp 1x" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" alt="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp 1x" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" alt="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp 1x" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" alt="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66401-global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" target="_blank">The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki pengalaman subjektif pengikut yang berpartisipasi dalam praktik spiritual online dapat memberikan wawasan berharga tentang dampak Cyber-Sufisme pada transformasi otoritas spiritual, pembentukan komunitas agama virtual, dan pengalaman agama pengikut. Akhirnya, penelitian tentang perkembangan Sufisme dalam lingkungan digital yang semakin terendam, termasuk metaverse dan platform bimbingan spiritual yang dibantu AI, akan menjadi penting untuk memahami masa depan tradisi Sufi dalam era digital..
<br>Studi ini telah menunjukkan bahwa transformasi digital telah mengubah cara penyaluran pengetahuan agama, bimbingan spiritual, dan pola otoritas agama di dalam tarekat Sufi.Dalam konteks ini, Cyber-Sufisme di Indonesia telah berkembang menjadi dua model utama.Cyber-Sufisme informatif, yang menggunakan media digital untuk penyebaran informasi dan representasi identitas tarekat, dan Cyber-Sufisme interaktif, yang mengubah ruang digital menjadi "zAwiya digital" untuk melaksanakan baiAoa, dhikr, uuba, dan bimbingan spiritual online.Tarekat Naqshbandi aqqAni merupakan contoh paling maju dari model interaktif melalui ekosistem digital yang terintegrasi, yang memungkinkan keterlibatan spiritual lintas negara.Penting untuk dicatat bahwa transformasi digital ini tidak mengurangi bentuk otoritas spiritual tradisional.sebaliknya, ia telah merekonfigurasi mereka dalam lingkungan yang dimediasi teknologi.Otoritas murshid, sanad spiritual, dan praktik Sufi terus berfungsi sebagai sumber legitimasi yang penting, bahkan dalam ruang siber.Temuan ini menunjukkan bahwa Cyber-Sufisme di Indonesia bukan hanya proses adaptasi teknologi, tetapi juga negosiasi berkelanjutan antara tradisi Sufi, modernitas digital, dan konteks sosial-agama Islam Indonesia.Akibatnya, Cyber-Sufisme di Indonesia merupakan model yang unik yang tidak hanya meniru paradigma spiritual digital Barat, tetapi juga menunjukkan kontinuitas otoritas spiritual dan epistemologis Islam di dalam cyberspace
<br>Meskipun platform agama digital berkembang pesat, sedikit yang diketahui tentang bagaimana tarekat Sufi di Indonesia telah menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Studi ini memeriksa perkembangan Cyber-Sufisme di Indonesia dengan mengidentifikasi tipologi praktik digital di antara tarekat Sufi. Menggunakan etnografi virtual dan analisis konten kualitatif, penelitian ini menganalisis situs web resmi dan platform digital dari sembilan tarekat Sufi di Indonesia yang dipilih melalui sampling purposive. Temuan mengidentifikasi dua tipe utama Cyber-Sufisme. Tipe informatif, yang diwakili oleh tarekat QAdiriyya wa Naqshbandiyya, ShAdhiliyya, TjAniyya, SyattAriyya, Idrsiyya, SammAniyya, dan RifAAoiyya,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" type="image/webp" length="80030" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tapa in Ronggowarsitos Serat Pamoring Kawula Gusti 1802 1873 The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tapa in Ronggowarsitos Serat Pamoring Kawula Gusti 1802 1873 The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tapa in Ronggowarsitos Serat Pamoring Kawula Gusti 1802 1873 The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66402-tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis</link>
	<guid isPermaLink="false">b386559247e6e444cd15c97ad736f93a</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ agus wahyudi ]]></category>
	<category><![CDATA[ tadabbur fi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ The study of Javanese Sufism can be further enriched by exploring the representation of Sufi concepts in other works of Ronggowarsito or in different texts of Javanese mysticism. This comparative analysis could provide a deeper understanding of the synthesis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tapa in Ronggowarsito's Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality: The study of Javanese Sufism can be further enriched by exploring the representation of Sufi concepts in other works of Ronggowarsito or in different texts of Javanese mysticism. This comparative analysis could provide a deeper understanding of the synthesis between Islamic and Javanese traditions, shedding light on the unique form of spirituality that emerges from this cultural encounter. Additionally, future research could delve into the practical implications of these spiritual teachings, examining how they shape the daily lives and ethical practices of Javanese communities. By investigating the lived experiences of those who embrace these mystical traditions, researchers can gain insights into the transformative power of tapa and its role in fostering social harmony and personal growth.. This study demonstrates that Serat Pamoring Kawula Gusti represents Sufi concepts through Javanese mystical terminology without diminishing the distinctive characteristics of either tradition.This representation is constructed through a systematic spiritual framework comprising Pupuh Dhandhanggula, which articulates the spiritual goals of sastra cetha and manunggaling kawula Gusti, and Pupuh Megatruh, which outlines the seven stages of tapa as the path to attaining those goals.This structure demonstrates that the spiritual journey presented in the serat is not merely a collection of independent teachings but a coherent process of inner transformation that unfolds progressively.The analysis based on the concept of maqa>ma>t reveals a clear correspondence between the stages of tapa and the process of spiritual transformation in Sufism.Tapaning djasad and tapaning budi represent the process of takhalli> through the purification of the self from blameworthy qualities, whereas tapaning hawa napsu, tapaning rasa sejati, tapaning suksma, tapaning tjahja umantjur, and tapaning urip represent tah}alli> through the cultivation of moral and spiritual virtues.Meanwhile, sastra cetha, as the spiritual goal of the journey, corresponds to tajalli, namely the unveiling of spiritual knowledge attained through the process of self-purification, which ultimately culminates in manunggaling kawula Gusti, the harmonisation of the human will with the Divine will Tapa, a form of Javanese asceticism, constitutes a longstanding tradition and a central element of spiritual life in Javanese society. This practice is frequently documented in Javanese literary works and is regarded as a significant cultural legacy. The present study analyses the concept of tapa in Raden Ngabehi Ronggowarsito's Serat Pamoring Kawula Gusti, focusing on its relationship to Sufi teachings and its role as a process of spiritual discipline and moral transformation. The data were collected through documentation techniques and analysed using a descriptive-interpretive approach through content analysis. The results revealed that tapa is depicted as a systematic approach to self-discipline and moral refinement, with the objectives of attaining sastra cetha (manifest... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp 1x" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" alt="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp 1x" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" alt="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp 1x" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" alt="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66402-tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" target="_blank">Tapa in Ronggowarsito's Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality</a>: The study of Javanese Sufism can be further enriched by exploring the representation of Sufi concepts in other works of Ronggowarsito or in different texts of Javanese mysticism. This comparative analysis could provide a deeper understanding of the synthesis between Islamic and Javanese traditions, shedding light on the unique form of spirituality that emerges from this cultural encounter. Additionally, future research could delve into the practical implications of these spiritual teachings, examining how they shape the daily lives and ethical practices of Javanese communities. By investigating the lived experiences of those who embrace these mystical traditions, researchers can gain insights into the transformative power of tapa and its role in fostering social harmony and personal growth..
<br>This study demonstrates that Serat Pamoring Kawula Gusti represents Sufi concepts through Javanese mystical terminology without diminishing the distinctive characteristics of either tradition.This representation is constructed through a systematic spiritual framework comprising Pupuh Dhandhanggula, which articulates the spiritual goals of sastra cetha and manunggaling kawula Gusti, and Pupuh Megatruh, which outlines the seven stages of tapa as the path to attaining those goals.This structure demonstrates that the spiritual journey presented in the serat is not merely a collection of independent teachings but a coherent process of inner transformation that unfolds progressively.The analysis based on the concept of maqa>ma>t reveals a clear correspondence between the stages of tapa and the process of spiritual transformation in Sufism.Tapaning djasad and tapaning budi represent the process of takhalli> through the purification of the self from blameworthy qualities, whereas tapaning hawa napsu, tapaning rasa sejati, tapaning suksma, tapaning tjahja umantjur, and tapaning urip represent tah}alli> through the cultivation of moral and spiritual virtues.Meanwhile, sastra cetha, as the spiritual goal of the journey, corresponds to tajalli, namely the unveiling of spiritual knowledge attained through the process of self-purification, which ultimately culminates in manunggaling kawula Gusti, the harmonisation of the human will with the Divine will
<br>Tapa, a form of Javanese asceticism, constitutes a longstanding tradition and a central element of spiritual life in Javanese society. This practice is frequently documented in Javanese literary works and is regarded as a significant cultural legacy. The present study analyses the concept of tapa in Raden Ngabehi Ronggowarsito's Serat Pamoring Kawula Gusti, focusing on its relationship to Sufi teachings and its role as a process of spiritual discipline and moral transformation. The data were collected through documentation techniques and analysed using a descriptive-interpretive approach through content analysis. The results revealed that tapa is depicted as a systematic approach to self-discipline and moral refinement, with the objectives of attaining sastra cetha (manifest...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" type="image/webp" length="75080" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66411-hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-ac</link>
	<guid isPermaLink="false">dba85b0105c58c3e879a9f37350dcef1</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan historis antara India dan Sumatra, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi Buddha, komersial, dan budaya yang intim pada milenium pertama yang umum, dan koneksi Muslim yang menyusul. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History: Untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan historis antara India dan Sumatra, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi Buddha, komersial, dan budaya yang intim pada milenium pertama yang umum, dan koneksi Muslim yang menyusul. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana koneksi ini terputus pada zaman yang lebih baru. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak perdagangan dan imigrasi India terhadap budaya dan masyarakat Aceh. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak politik dan ekonomi dari hubungan antara India dan Indonesia, terutama dalam konteks perbatasan yang semakin terbuka dan kesadaran global.. Penduduk Aceh secara mendasar Austronesia dalam bahasa mereka, praktik keagamaan dan adat istiadat (terutama hubungan gender), dan budaya material mereka.Namun, perdagangan konstan dengan India Selatan hingga abad ke-19 tampaknya telah menambahkan strain India Selatan yang jelas ke dalam populasi, yang masih terlihat dalam penampilan Aceh.Selain influx konstan pedagang, guru agama, dan petualang berbagai jenis, ada impor sengaja tenaga kerja pertanian tak bebas pada paruh kedua abad ke-17.Ketika perdamaian kembali ke Aceh setelah 1912, beberapa upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali perdagangan pinang ke India, meskipun tidak lebih dari sekadar setetes.Kemerdekaan India dan Indonesia sama sekali tidak membantu memulihkan koneksi.Kedua negara tidak menyukai perbatasan perdagangan terbuka, dan hubungan antara keduanya sering dingin setelah Konferensi Bandung (1955).India menempatkan Andaman dan Nicobars di bawah administrasi militer Angkatan Laut, dan menutup perbatasan mereka sepenuhnya untuk perdagangan atau komunikasi tidak hanya dengan Indonesia, tetapi juga dengan wilayah yang sebelumnya dikuasai Inggris, Burma dan Malaya yang telah menjadi pemasok utamanya.Pemerintah India menetapkan monopoli pembelian kelapa Nicobar.Kedua kekuatan tampaknya menganggap wilayah perbatasan masing-masing sebagai pinggiran yang merepotkan yang harus ditolak kontak normal dengan tetangga mereka.Indonesia yang paranoid tentang Aceh tampaknya dibenarkan setelah pemberontakan pada tahun 1953.Seperti Batavia, Jakarta kembali mencoba menggunakan kendali perdagangan sebagai cara untuk menegakkan kepatuhan, meskipun awalnya dengan peralatan angkatan laut yang lebih sedikit untuk memberlakukan blokadenya.Barter perdagangan dengan Semenanjung sebentar didorong oleh Gubernur Syammaun Gaharu pada tahun 1958, tetapi ditutup lagi ketika Sabang beroperasi sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1960-1985.Selanjutnya, "semua hasil bumi Aceh selama Orde Baru kecuali gas alam dan pupuk diekspor melalui Belawan" (Sulaiman 2006, 134).Paranoia India tentang perbatasan pulau lebih sulit dijelaskan, karena tidak ada bukti nyata pemberontakan atau subversi di pulau-pulau tersebut.Mereka tentu saja dilihat sebagai aset strategis dalam ambisi India di Samudra Hindia.Namun sebagai aset dalam kebijakan India yang diumumkan untuk meningkatkan hubungan dengan Asia Tenggara, mereka tentu saja sama berharganya.Seperti pinggiran yang merepotkan lainnya di dunia nasionalis, Aceh/Sumatra Utara dan Andaman/Nicobar memiliki banyak hal yang dapat diperoleh dalam era baru perbatasan yang semakin terbuka dan kesadaran global Batas maritim Indonesia dengan India, yang berjarak hanya sekitar 100 km dari Banda Aceh, tampak tenang dan kurang menarik bagi pembuat kebijakan, dibandingkan dengan hampir semua batas wilayah yang dipersengketakan dengan Malaysia, China, Filipina, dan Australia. Hubungan historis India dengan Sumatra juga menarik perhatian lebih sedikit dari para sarjana atau masyarakat umum dibandingkan dengan dunia Arab, Persia, dan Turki, atau dengan Jawa, Semenanjung, dan China. Ini adalah salah satu ketidakseimbangan yang membenarkan "Samudra Hindia" dalam judul International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies. Hal ini juga didukung oleh argumen bahwa hubungan historis terpenting Sumatra Utara di luar Sumatra sendiri adalah dengan India selama bertahun-tahun. Saat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp 1x" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" alt="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp 1x" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" alt="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp 1x" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" alt="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66411-hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-ac" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" target="_blank">The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History</a>: Untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan historis antara India dan Sumatra, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi Buddha, komersial, dan budaya yang intim pada milenium pertama yang umum, dan koneksi Muslim yang menyusul. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana koneksi ini terputus pada zaman yang lebih baru. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak perdagangan dan imigrasi India terhadap budaya dan masyarakat Aceh. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak politik dan ekonomi dari hubungan antara India dan Indonesia, terutama dalam konteks perbatasan yang semakin terbuka dan kesadaran global..
<br>Penduduk Aceh secara mendasar Austronesia dalam bahasa mereka, praktik keagamaan dan adat istiadat (terutama hubungan gender), dan budaya material mereka.Namun, perdagangan konstan dengan India Selatan hingga abad ke-19 tampaknya telah menambahkan strain India Selatan yang jelas ke dalam populasi, yang masih terlihat dalam penampilan Aceh.Selain influx konstan pedagang, guru agama, dan petualang berbagai jenis, ada impor sengaja tenaga kerja pertanian tak bebas pada paruh kedua abad ke-17.Ketika perdamaian kembali ke Aceh setelah 1912, beberapa upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali perdagangan pinang ke India, meskipun tidak lebih dari sekadar setetes.Kemerdekaan India dan Indonesia sama sekali tidak membantu memulihkan koneksi.Kedua negara tidak menyukai perbatasan perdagangan terbuka, dan hubungan antara keduanya sering dingin setelah Konferensi Bandung (1955).India menempatkan Andaman dan Nicobars di bawah administrasi militer Angkatan Laut, dan menutup perbatasan mereka sepenuhnya untuk perdagangan atau komunikasi tidak hanya dengan Indonesia, tetapi juga dengan wilayah yang sebelumnya dikuasai Inggris, Burma dan Malaya yang telah menjadi pemasok utamanya.Pemerintah India menetapkan monopoli pembelian kelapa Nicobar.Kedua kekuatan tampaknya menganggap wilayah perbatasan masing-masing sebagai pinggiran yang merepotkan yang harus ditolak kontak normal dengan tetangga mereka.Indonesia yang paranoid tentang Aceh tampaknya dibenarkan setelah pemberontakan pada tahun 1953.Seperti Batavia, Jakarta kembali mencoba menggunakan kendali perdagangan sebagai cara untuk menegakkan kepatuhan, meskipun awalnya dengan peralatan angkatan laut yang lebih sedikit untuk memberlakukan blokadenya.Barter perdagangan dengan Semenanjung sebentar didorong oleh Gubernur Syammaun Gaharu pada tahun 1958, tetapi ditutup lagi ketika Sabang beroperasi sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1960-1985.Selanjutnya, "semua hasil bumi Aceh selama Orde Baru kecuali gas alam dan pupuk diekspor melalui Belawan" (Sulaiman 2006, 134).Paranoia India tentang perbatasan pulau lebih sulit dijelaskan, karena tidak ada bukti nyata pemberontakan atau subversi di pulau-pulau tersebut.Mereka tentu saja dilihat sebagai aset strategis dalam ambisi India di Samudra Hindia.Namun sebagai aset dalam kebijakan India yang diumumkan untuk meningkatkan hubungan dengan Asia Tenggara, mereka tentu saja sama berharganya.Seperti pinggiran yang merepotkan lainnya di dunia nasionalis, Aceh/Sumatra Utara dan Andaman/Nicobar memiliki banyak hal yang dapat diperoleh dalam era baru perbatasan yang semakin terbuka dan kesadaran global
<br>Batas maritim Indonesia dengan India, yang berjarak hanya sekitar 100 km dari Banda Aceh, tampak tenang dan kurang menarik bagi pembuat kebijakan, dibandingkan dengan hampir semua batas wilayah yang dipersengketakan dengan Malaysia, China, Filipina, dan Australia. Hubungan historis India dengan Sumatra juga menarik perhatian lebih sedikit dari para sarjana atau masyarakat umum dibandingkan dengan dunia Arab, Persia, dan Turki, atau dengan Jawa, Semenanjung, dan China. Ini adalah salah satu ketidakseimbangan yang membenarkan "Samudra Hindia" dalam judul International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies. Hal ini juga didukung oleh argumen bahwa hubungan historis terpenting Sumatra Utara di luar Sumatra sendiri adalah dengan India selama bertahun-tahun. Saat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" type="image/webp" length="116216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Four Divine Presences in al JlAnAos 470 1077 561 1165 Thoughts ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Four Divine Presences in al JlAnAos 470 1077 561 1165 Thoughts ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Four Divine Presences in al JlAnAos 470 1077 561 1165 Thoughts ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66396-hitam-alam-semesta-anak</link>
	<guid isPermaLink="false">131aeb2c42bd5184ffb230844aacd7a0</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ agus wahyudi ]]></category>
	<category><![CDATA[ tadabbur fi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pemikiran al-JlAn, Ibn AoArab, dan Jl tentang kosmologi Sufi. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pemikiran al-JlAn tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn AoArab ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pemikiran al-JlAn, Ibn AoArab, dan Jl tentang kosmologi Sufi. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pemikiran al-JlAn tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn AoArab dan disempurnakan oleh Jl. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana konsep kosmologis Sufi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks spiritualitas dan hubungan manusia dengan semesta. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana kosmologi Sufi dapat memberikan perspektif baru tentang alam semesta dan peran manusia di dalamnya. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi implikasi kosmologi Sufi dalam konteks modern, seperti dalam bidang sains, teknologi, dan lingkungan. Penelitian ini dapat membantu menjembatani kesenjangan antara kosmologi Sufi dan pemahaman modern tentang alam semesta, serta memberikan kontribusi pada diskusi interdisipliner tentang kosmologi dan spiritualitas.. Studi ini menemukan konsep empat kehadiran ilahi al-JlAn.Temuan ini dapat menghubungkan kembali tautan yang hilang antara tiga kehadiran ilahi al-GhazAl dengan lima kehadiran ilahi Ibn AoArab.Konsep empat kehadiran ilahi al-JlAn dikembangkan dari tiga kehadiran ilahi al-GhazAl.Kemudian, empat kehadiran ilahi al-JlAn diperluas oleh Ibn AoArab dan pengikutnya menjadi lima, enam, tujuh, dan empat puluh kehadiran ilahi.Empat kehadiran ilahi yang diusulkan al-JlAn terdiri dari dunia semesta absolut atau Tuhan (lAht), semesta transenden atau kekuasaan (jabart), semesta surgawi atau kedaulatan (malakt), dan semesta terestrial atau dunia kemanusiaan (nAst).Al-JlAn kemudian mengkorelasikan empat kehadiran ilahi dengan delapan elemen yang relevan, yaitu rasul, kosmos/univers, pusat, surga, roh, pengetahuan, tingkat, dan alasan/akal manusia.Secara teoritis, temuan ini berkontribusi pada pengembangan dan integrasi konsep kosmologis Sufi.Secara praktis, temuan ini mengarah pada nilai-nilai integral kosmologi Sufi, menegaskan kembali bahwa perilaku manusia terhadap semesta tidak dapat lagi sembarangan, karena semua tingkat kosmik ditandai sebagai integral, abadi, dan suci.Di sisi lain, penelitian ini masih terbatas, karena studi kosmologi Sufi hanya berfokus pada Buku Rahasia Rahasia (Sirr al-AsrAr) di antara karya-karya al-JlAn yang beragam.Oleh karena itu, sangat disarankan agar penelitian lanjutan tentang kosmologi Sufi dilakukan dengan membandingkan pemikiran al-JlAn sebagai Mahkota Wali (ulAn al-AwliyAAo), Ibn AoArab sebagai Guru Agung Wali (al-Shaykh al-Akbar), dan Jl sebagai Kutub Agama (Qub al-Din).Hal ini karena pemikiran al-JlAn tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn AoArab dan disempurnakan oleh al-Jl Ketidakhadiran Tuhan (al-ghiyAb al-ilAhiyya) dalam kosmologi Barat telah mendorong pemahaman mekanistik tentang alam semesta yang beroperasi secara mandiri. Sebaliknya, kosmologi Islam, khususnya dalam tradisi Sufi, menekankan kehadiran Tuhan yang terus-menerus dan holistik (al-uasrah al-ilAhiyya). Studi ini mengeksplorasi pemikiran kosmologis Shaykh AoAbd al-QAdir al-JlAn (470/1077Ae561/1165), pendiri tarekat QAdiriyya f. Dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka kualitatif, studi ini menganalisis Sirr al-AsrAr (Rahasia Rahasia) al-JlAn bersama karya-karya lainnya menggunakan triangulasi pemikiran Sufi yang ahli. Temuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-b848d.webp" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-b848d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-b848d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-b848d.webp 1x" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" alt="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-38ed8.webp" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-38ed8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-38ed8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-38ed8.webp 1x" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" alt="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-ac28a.webp" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-ac28a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-ac28a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-ac28a.webp 1x" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" alt="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66396-hitam-alam-semesta-anak" title="JURIS - The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts" target="_blank">The Four Divine Presences in al-JlAnAos (470/1077-561/1165) Thoughts</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pemikiran al-JlAn, Ibn AoArab, dan Jl tentang kosmologi Sufi. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pemikiran al-JlAn tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn AoArab dan disempurnakan oleh Jl. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana konsep kosmologis Sufi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks spiritualitas dan hubungan manusia dengan semesta. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana kosmologi Sufi dapat memberikan perspektif baru tentang alam semesta dan peran manusia di dalamnya. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi implikasi kosmologi Sufi dalam konteks modern, seperti dalam bidang sains, teknologi, dan lingkungan. Penelitian ini dapat membantu menjembatani kesenjangan antara kosmologi Sufi dan pemahaman modern tentang alam semesta, serta memberikan kontribusi pada diskusi interdisipliner tentang kosmologi dan spiritualitas..
<br>Studi ini menemukan konsep empat kehadiran ilahi al-JlAn.Temuan ini dapat menghubungkan kembali tautan yang hilang antara tiga kehadiran ilahi al-GhazAl dengan lima kehadiran ilahi Ibn AoArab.Konsep empat kehadiran ilahi al-JlAn dikembangkan dari tiga kehadiran ilahi al-GhazAl.Kemudian, empat kehadiran ilahi al-JlAn diperluas oleh Ibn AoArab dan pengikutnya menjadi lima, enam, tujuh, dan empat puluh kehadiran ilahi.Empat kehadiran ilahi yang diusulkan al-JlAn terdiri dari dunia semesta absolut atau Tuhan (lAht), semesta transenden atau kekuasaan (jabart), semesta surgawi atau kedaulatan (malakt), dan semesta terestrial atau dunia kemanusiaan (nAst).Al-JlAn kemudian mengkorelasikan empat kehadiran ilahi dengan delapan elemen yang relevan, yaitu rasul, kosmos/univers, pusat, surga, roh, pengetahuan, tingkat, dan alasan/akal manusia.Secara teoritis, temuan ini berkontribusi pada pengembangan dan integrasi konsep kosmologis Sufi.Secara praktis, temuan ini mengarah pada nilai-nilai integral kosmologi Sufi, menegaskan kembali bahwa perilaku manusia terhadap semesta tidak dapat lagi sembarangan, karena semua tingkat kosmik ditandai sebagai integral, abadi, dan suci.Di sisi lain, penelitian ini masih terbatas, karena studi kosmologi Sufi hanya berfokus pada Buku Rahasia Rahasia (Sirr al-AsrAr) di antara karya-karya al-JlAn yang beragam.Oleh karena itu, sangat disarankan agar penelitian lanjutan tentang kosmologi Sufi dilakukan dengan membandingkan pemikiran al-JlAn sebagai Mahkota Wali (ulAn al-AwliyAAo), Ibn AoArab sebagai Guru Agung Wali (al-Shaykh al-Akbar), dan Jl sebagai Kutub Agama (Qub al-Din).Hal ini karena pemikiran al-JlAn tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn AoArab dan disempurnakan oleh al-Jl
<br>Ketidakhadiran Tuhan (al-ghiyAb al-ilAhiyya) dalam kosmologi Barat telah mendorong pemahaman mekanistik tentang alam semesta yang beroperasi secara mandiri. Sebaliknya, kosmologi Islam, khususnya dalam tradisi Sufi, menekankan kehadiran Tuhan yang terus-menerus dan holistik (al-uasrah al-ilAhiyya). Studi ini mengeksplorasi pemikiran kosmologis Shaykh AoAbd al-QAdir al-JlAn (470/1077Ae561/1165), pendiri tarekat QAdiriyya f. Dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka kualitatif, studi ini menganalisis Sirr al-AsrAr (Rahasia Rahasia) al-JlAn bersama karya-karya lainnya menggunakan triangulasi pemikiran Sufi yang ahli. Temuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-ac28a.webp" type="image/webp" length="75310" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-b848d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-38ed8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/hitam-alam-semesta-anak-shaykh-aoabd-al-qadir-al-j-thumb-ac28a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66395-direksi-bumn-persero-tata-kelola-nega</link>
	<guid isPermaLink="false">39d84a6c5734678cf814750fafa52712</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ barcode issn ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,contact,issn,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak harmonisasi regulasi terhadap efisiensi pengelolaan BUMN Persero, evaluasi efektivitas kerangka hukum dalam menghindari konflik antara hukum publik dan privat, serta studi tentang peran BPK dalam memastikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak harmonisasi regulasi terhadap efisiensi pengelolaan BUMN Persero, evaluasi efektivitas kerangka hukum dalam menghindari konflik antara hukum publik dan privat, serta studi tentang peran BPK dalam memastikan transparansi pengelolaan BUMN tanpa mengganggu independensi korporasi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi mekanisme pertanggungjawaban direksi BUMN dalam konteks kerugian bisnis berdasarkan prinsip Business Judgment Rule. Penelitian juga dapat mengevaluasi kebijakan internasional terkait pengelolaan aset negara dalam perusahaan milik negara untuk menemukan solusi yang sesuai dengan konteks hukum Indonesia.. Berdasarkan hasil penelitian, disharmonisasi pengaturan mengenai kekayaan negara yang dipisahkan pada BUMN Persero terjadi karena adanya perbedaan paradigma antara hukum publik dan hukum privat dalam menentukan status kekayaan Persero.Undang-Undang Keuangan Negara masih menempatkan kekayaan negara yang dipisahkan sebagai bagian dari keuangan negara, sedangkan Undang-Undang BUMN dan Undang-Undang Perseroan Terbatas memandang Persero sebagai badan hukum mandiri yang memiliki kekayaan terpisah dari negara sebagai pemegang saham.Ketidaksinkronan tersebut diperkuat oleh perbedaan orientasi kelembagaan dan praktik penegakan hukum yang masih menggunakan pendekatan hukum publik terhadap aktivitas bisnis Persero.Akibatnya, muncul multitafsir mengenai kedudukan hukum kekayaan Persero serta ketidakpastian dalam penerapan prinsip badan hukum mandiri pada BUMN Persero.Disharmonisasi pengaturan tersebut berimplikasi pada pelaksanaan kewenangan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Luasnya penafsiran terhadap konsep keuangan negara menyebabkan ruang lingkup pemeriksaan BPK tidak hanya mencakup penggunaan penyertaan modal negara, tetapi juga menjangkau aktivitas bisnis Persero yang bersifat korporatif.Kondisi tersebut menimbulkan ketidakjelasan objek pemeriksaan, tumpang tindih pengawasan, serta risiko kriminalisasi terhadap direksi akibat kerugian bisnis yang sering diinterpretasikan sebagai kerugian negara.Dengan demikian, disharmonisasi regulasi tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga mempengaruhi efektivitas tata kelola dan profesionalitas pengelolaan BUMN Persero Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disharmonisasi pengaturan mengenai status kekayaan negara yang dipisahkan pada Badan Usaha Milik Negara berbentuk Persero serta implikasinya terhadap kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Permasalahan tersebut muncul akibat dualisme rezim hukum publik yang menempatkan kekayaan negara yang dipisahkan sebagai bagian dari keuangan negara dan rezim hukum privat yang memandang Persero sebagai badan hukum mandiri. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui kajian terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-45b06.webp" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-45b06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-45b06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-45b06.webp 1x" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" alt="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-72c6e.webp" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-72c6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-72c6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-72c6e.webp 1x" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" alt="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-74515.webp" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-74515.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-74515.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-74515.webp 1x" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" alt="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66395-direksi-bumn-persero-tata-kelola-nega" title="JURIS - Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk" target="_blank">Disharmonisasi Pengaturan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Bumnpersero Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pemeriksaan Bpk</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak harmonisasi regulasi terhadap efisiensi pengelolaan BUMN Persero, evaluasi efektivitas kerangka hukum dalam menghindari konflik antara hukum publik dan privat, serta studi tentang peran BPK dalam memastikan transparansi pengelolaan BUMN tanpa mengganggu independensi korporasi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi mekanisme pertanggungjawaban direksi BUMN dalam konteks kerugian bisnis berdasarkan prinsip Business Judgment Rule. Penelitian juga dapat mengevaluasi kebijakan internasional terkait pengelolaan aset negara dalam perusahaan milik negara untuk menemukan solusi yang sesuai dengan konteks hukum Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, disharmonisasi pengaturan mengenai kekayaan negara yang dipisahkan pada BUMN Persero terjadi karena adanya perbedaan paradigma antara hukum publik dan hukum privat dalam menentukan status kekayaan Persero.Undang-Undang Keuangan Negara masih menempatkan kekayaan negara yang dipisahkan sebagai bagian dari keuangan negara, sedangkan Undang-Undang BUMN dan Undang-Undang Perseroan Terbatas memandang Persero sebagai badan hukum mandiri yang memiliki kekayaan terpisah dari negara sebagai pemegang saham.Ketidaksinkronan tersebut diperkuat oleh perbedaan orientasi kelembagaan dan praktik penegakan hukum yang masih menggunakan pendekatan hukum publik terhadap aktivitas bisnis Persero.Akibatnya, muncul multitafsir mengenai kedudukan hukum kekayaan Persero serta ketidakpastian dalam penerapan prinsip badan hukum mandiri pada BUMN Persero.Disharmonisasi pengaturan tersebut berimplikasi pada pelaksanaan kewenangan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Luasnya penafsiran terhadap konsep keuangan negara menyebabkan ruang lingkup pemeriksaan BPK tidak hanya mencakup penggunaan penyertaan modal negara, tetapi juga menjangkau aktivitas bisnis Persero yang bersifat korporatif.Kondisi tersebut menimbulkan ketidakjelasan objek pemeriksaan, tumpang tindih pengawasan, serta risiko kriminalisasi terhadap direksi akibat kerugian bisnis yang sering diinterpretasikan sebagai kerugian negara.Dengan demikian, disharmonisasi regulasi tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga mempengaruhi efektivitas tata kelola dan profesionalitas pengelolaan BUMN Persero
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disharmonisasi pengaturan mengenai status kekayaan negara yang dipisahkan pada Badan Usaha Milik Negara berbentuk Persero serta implikasinya terhadap kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Permasalahan tersebut muncul akibat dualisme rezim hukum publik yang menempatkan kekayaan negara yang dipisahkan sebagai bagian dari keuangan negara dan rezim hukum privat yang memandang Persero sebagai badan hukum mandiri. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui kajian terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-72c6e.webp" type="image/webp" length="97264" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-45b06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-72c6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/direksi-bumn-persero-tata-kelola-negara-pengelolaa-thumb-74515.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3538-iainfmpapua.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15408-hunila-jurnal-ilmu-hukum-integrasi-peradilan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Nusantara and Mitreka Satata A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nusantara and Mitreka Satata A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nusantara and Mitreka Satata A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66407-majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingd</link>
	<guid isPermaLink="false">150347c2d8b71636c4a3a4018fe5af96</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 22:12:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Based on the findings of this study, further research could delve into the specific strategies employed by the Majapahit kingdom to establish and maintain friendly relations with foreign kingdoms, particularly those in Southeast Asia. Exploring the diplomatic, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century: Based on the findings of this study, further research could delve into the specific strategies employed by the Majapahit kingdom to establish and maintain friendly relations with foreign kingdoms, particularly those in Southeast Asia. Exploring the diplomatic, economic, and cultural exchanges that facilitated these relationships could provide valuable insights into the dynamics of regional power and influence during the 13th century. Additionally, a comparative analysis of the Majapahit kingdom's foreign policy with that of other contemporary kingdoms in the region could offer a broader understanding of the unique aspects of Majapahit's approach and its impact on the political landscape of Southeast Asia.. The terms Nusantara and Mitreka Satata are two very different things.It is because the term Nusantara is the term for the territories under the control of the Majapahit kingdom, so in the concept of the country, the term Nusantara is used to refer to the unity of Nagara, Nagara-gung, and Mancanagara.Meanwhile, the term Mitreka Satata refers to foreign kingdoms that were not included in the territory of the Majapahit kingdom (Nusantara).It is because this pupuh does not mention that these kingdoms also sent their envoys to pay respects or make offerings to the king of Majapahit.Mitreka Satata is a term used to describe MajapahitAos foreign policy of establishing friendly relations with foreign kingdoms Stanzas thirteen to fifteen of the Kakawin Negarakertagama mention the regional terms "Nusantara" and "Mitreka Satata". Written by Pu Prapanca, the manuscript clearly elucidates the meanings and distinctions between these terms. Notably, the term "Nusantara" was already known during the Singhasari era, as evidenced by its appearance in the Camundi inscription under the name "Dwipantara". However, there remains considerable ambiguity and frequent misinterpretations regarding these terms, with some even conflating them. This research aims to clarify the meanings of "Nusantara"... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp 1x" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" alt="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp 1x" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" alt="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp 1x" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" alt="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66407-majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingd" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" target="_blank">Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century</a>: Based on the findings of this study, further research could delve into the specific strategies employed by the Majapahit kingdom to establish and maintain friendly relations with foreign kingdoms, particularly those in Southeast Asia. Exploring the diplomatic, economic, and cultural exchanges that facilitated these relationships could provide valuable insights into the dynamics of regional power and influence during the 13th century. Additionally, a comparative analysis of the Majapahit kingdom's foreign policy with that of other contemporary kingdoms in the region could offer a broader understanding of the unique aspects of Majapahit's approach and its impact on the political landscape of Southeast Asia..
<br>The terms Nusantara and Mitreka Satata are two very different things.It is because the term Nusantara is the term for the territories under the control of the Majapahit kingdom, so in the concept of the country, the term Nusantara is used to refer to the unity of Nagara, Nagara-gung, and Mancanagara.Meanwhile, the term Mitreka Satata refers to foreign kingdoms that were not included in the territory of the Majapahit kingdom (Nusantara).It is because this pupuh does not mention that these kingdoms also sent their envoys to pay respects or make offerings to the king of Majapahit.Mitreka Satata is a term used to describe MajapahitAos foreign policy of establishing friendly relations with foreign kingdoms
<br>Stanzas thirteen to fifteen of the Kakawin Negarakertagama mention the regional terms "Nusantara" and "Mitreka Satata". Written by Pu Prapanca, the manuscript clearly elucidates the meanings and distinctions between these terms. Notably, the term "Nusantara" was already known during the Singhasari era, as evidenced by its appearance in the Camundi inscription under the name "Dwipantara". However, there remains considerable ambiguity and frequent misinterpretations regarding these terms, with some even conflating them. This research aims to clarify the meanings of "Nusantara"...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" type="image/webp" length="103956" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact of Baron Fishermens Activities on the Socio Economic Life of Kemadang Village Residents 2011 2017 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Baron Fishermens Activities on the Socio Economic Life of Kemadang Village Residents 2011 2017 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Baron Fishermens Activities on the Socio Economic Life of Kemadang Village Residents 2011 2017 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66413-baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e</link>
	<guid isPermaLink="false">3ded93d02691bb053393f73d0e57602d</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 22:11:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ oil gas ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perubahan mata pencaharian dari pertanian ke perikanan terhadap keberlanjutan ekonomi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact of Baron Fishermen's Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017: Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perubahan mata pencaharian dari pertanian ke perikanan terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kedua, studi tentang pengaruh perubahan iklim terhadap produksi ikan di Pantai Baron dan strategi adaptasi nelayan perlu dilakukan. Ketiga, penelitian tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung nelayan melalui bantuan alat tangkap dan pelatihan teknis dapat menjadi arah baru. Penelitian ini akan memberikan wawasan lebih mendalam untuk memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.. Perpindahan mata pencaharian penduduk Desa Kemadang dari petani ke nelayan telah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka secara signifikan.Produksi ikan yang melimpah di Pantai Baron memungkinkan nelayan menghasilkan pendapatan 2-3 kali seminggu, berbeda jauh dengan pendapatan dua kali setahun saat bertani.Pendapatan nelayan yang memiliki perahu lebih tinggi dibandingkan nelayan pekerja karena memiliki modal dan tenaga kerja.Peningkatan pendapatan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup, seperti kepemilikan aset, akses pendidikan, dan perbaikan perumahan.Aktivitas nelayan juga mendorong perbaikan fasilitas dan infrastruktur, seperti mercusuar, bangunan lelang ikan, dan peningkatan jumlah perahu Studi ini mengeksplorasi dampak aktivitas nelayan Baron terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk Desa Kemadang dari tahun 2011 hingga 2017. Dengan metode historis, studi ini menganalisis bagaimana peralihan dari pertanian berbasis daratan ke perikanan memengaruhi pendapatan, kesejahteraan, dan perkembangan infrastruktur di wilayah tersebut. Hasil menunjukkan bahwa produksi ikan yang melimpah di Pantai Baron secara signifikan meningkatkan pendapatan nelayan, yang kini menghasilkan 2-3 kali seminggu dibandingkan pendapatan dua kali setahun dari pertanian. Peningkatan pendapatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" alt="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" alt="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" alt="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66413-baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" target="_blank">The Impact of Baron Fishermen's Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017</a>: Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perubahan mata pencaharian dari pertanian ke perikanan terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kedua, studi tentang pengaruh perubahan iklim terhadap produksi ikan di Pantai Baron dan strategi adaptasi nelayan perlu dilakukan. Ketiga, penelitian tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung nelayan melalui bantuan alat tangkap dan pelatihan teknis dapat menjadi arah baru. Penelitian ini akan memberikan wawasan lebih mendalam untuk memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir..
<br>Perpindahan mata pencaharian penduduk Desa Kemadang dari petani ke nelayan telah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka secara signifikan.Produksi ikan yang melimpah di Pantai Baron memungkinkan nelayan menghasilkan pendapatan 2-3 kali seminggu, berbeda jauh dengan pendapatan dua kali setahun saat bertani.Pendapatan nelayan yang memiliki perahu lebih tinggi dibandingkan nelayan pekerja karena memiliki modal dan tenaga kerja.Peningkatan pendapatan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup, seperti kepemilikan aset, akses pendidikan, dan perbaikan perumahan.Aktivitas nelayan juga mendorong perbaikan fasilitas dan infrastruktur, seperti mercusuar, bangunan lelang ikan, dan peningkatan jumlah perahu
<br>Studi ini mengeksplorasi dampak aktivitas nelayan Baron terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk Desa Kemadang dari tahun 2011 hingga 2017. Dengan metode historis, studi ini menganalisis bagaimana peralihan dari pertanian berbasis daratan ke perikanan memengaruhi pendapatan, kesejahteraan, dan perkembangan infrastruktur di wilayah tersebut. Hasil menunjukkan bahwa produksi ikan yang melimpah di Pantai Baron secara signifikan meningkatkan pendapatan nelayan, yang kini menghasilkan 2-3 kali seminggu dibandingkan pendapatan dua kali setahun dari pertanian. Peningkatan pendapatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" type="image/webp" length="89760" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konsep Tanah Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Tanah Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Tanah Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66409-alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan</link>
	<guid isPermaLink="false">df124f04347b4eb5ba8e0828ed24e9b0</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 20:52:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air terhadap kebijakan maritim Indonesia di masa depan, terutama dalam upaya untuk menjadi kekuatan maritim. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kontradiksi ini mempengaruhi visi dan strategi maritim Indonesia, serta bagaimana negara dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang terkait dengan aspirasi maritimnya.2. Memperluas penelitian tentang bagaimana konsep Tanah-Air telah mempengaruhi persepsi dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang laut dan wilayah maritim. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana konsep ini telah membentuk identitas maritim bangsa, dan bagaimana hal itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan maritim.3. Meneliti lebih lanjut bagaimana konsep Tanah-Air dapat diintegrasikan dengan strategi dan kebijakan maritim Indonesia yang ada, seperti Doktrin Fulcrum Maritim Global dan Kebijakan Laut Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan maritim yang lebih kohesif dan efektif, serta bagaimana hal itu dapat membantu Indonesia mencapai aspirasi maritimnya.. Paradoxes yang melekat dalam konsep 'Tanah-Air' yang berasal dari persimpangan tiga pilar memiliki implikasi mendalam bagi aspirasi saat ini Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melampaui bangsa kepulauan menuju bangsa maritim.Sejak menjabat pada tahun 2014, Presiden Jokowi telah mengangkat urusan maritim sebagai agenda utama dengan mengumumkan Fulcrum Maritim Global yang terdiri dari lima pilar dengan tujuan mewujudkan 'Indonesia sebagai bangsa maritim yang berdaulat, maju, mandiri, dan kuat yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan keamanan di wilayah serta dunia'.Namun, seperti yang tercermin dalam dokumen Kebijakan Laut Indonesia 2017, pemerintahan laut umumnya dirancang sebagai elemen untuk mendukung kebijakan ketahanan nasional yang telah mapan dengan prioritas pada ancaman internal.Hal ini memberikan gambaran tentang kelanjutan prevalensi kekhawatiran akan persatuan nasional meskipun ada menyebutkan lokasi strategis dan warisan maritim bangsa.Ramifikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air sebagai dasar kebijakan maritim Indonesia pada tahun-tahun berikutnya sangat terlihat pada program pilar kebijakan budaya maritim sebagai salah satu roadmap utama dokumen IOP 2017.Misalnya, program 'penyusunan inventaris nilai-nilai budaya maritim dan sistem sosial' menunjukkan kecenderungan untuk mendasarkan visi maritimnya dari prisma sejarah-budaya kekaisaran Sriwijaya dan Majapahit dan budaya strategisnya yang sentralistik dalam pengelolaan wilayah maritim mengingat geografi kepulauan pertama dan kedua 'Nusantara' pada masa itu.Hal ini mencerminkan penerimaan kontradiksi antara kebutuhan akan elemen darat-laut yang tidak terpisahkan dari kepulauan Indonesia di satu sisi dan keyakinan untuk mengelolanya melalui filsafat Jawa yang sentralistik tentang wilayah Artikel ini menganalisis konsep Tanah-Air yang diciptakan oleh pendiri Indonesia selama periode kemerdekaan dan peran sentralnya dalam membentuk pandangan maritim bangsa. Secara khusus, menggunakan pendekatan analitis historis, artikel ini menekankan peran persimpangan antara budaya politik persatuan nasional, budaya strategis Cakra Manggilingan, dan pandangan geopolitis Segara Nusantara sebagai tiga pilar pembentuk konsep Tanah-Air. Berdasarkan persimpangan ini, artikel ini menekankan kontradiksi unik dalam konsep Tanah-Air antara kebutuhan akan kesatuan dan kesatuan elemen darat-laut kepulauan Indonesia dan filsafat Jawa yang konsentris tentang laut dan aspirasi kekuatannya di laut. Berdasarkan kontradiksi dan wawasan konsep 'Tanah-Air',... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp 1x" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" alt="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp 1x" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" alt="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp 1x" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" alt="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66409-alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" target="_blank">Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air terhadap kebijakan maritim Indonesia di masa depan, terutama dalam upaya untuk menjadi kekuatan maritim. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kontradiksi ini mempengaruhi visi dan strategi maritim Indonesia, serta bagaimana negara dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang terkait dengan aspirasi maritimnya.2. Memperluas penelitian tentang bagaimana konsep Tanah-Air telah mempengaruhi persepsi dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang laut dan wilayah maritim. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana konsep ini telah membentuk identitas maritim bangsa, dan bagaimana hal itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan maritim.3. Meneliti lebih lanjut bagaimana konsep Tanah-Air dapat diintegrasikan dengan strategi dan kebijakan maritim Indonesia yang ada, seperti Doktrin Fulcrum Maritim Global dan Kebijakan Laut Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan maritim yang lebih kohesif dan efektif, serta bagaimana hal itu dapat membantu Indonesia mencapai aspirasi maritimnya..
<br>Paradoxes yang melekat dalam konsep 'Tanah-Air' yang berasal dari persimpangan tiga pilar memiliki implikasi mendalam bagi aspirasi saat ini Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melampaui bangsa kepulauan menuju bangsa maritim.Sejak menjabat pada tahun 2014, Presiden Jokowi telah mengangkat urusan maritim sebagai agenda utama dengan mengumumkan Fulcrum Maritim Global yang terdiri dari lima pilar dengan tujuan mewujudkan 'Indonesia sebagai bangsa maritim yang berdaulat, maju, mandiri, dan kuat yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan keamanan di wilayah serta dunia'.Namun, seperti yang tercermin dalam dokumen Kebijakan Laut Indonesia 2017, pemerintahan laut umumnya dirancang sebagai elemen untuk mendukung kebijakan ketahanan nasional yang telah mapan dengan prioritas pada ancaman internal.Hal ini memberikan gambaran tentang kelanjutan prevalensi kekhawatiran akan persatuan nasional meskipun ada menyebutkan lokasi strategis dan warisan maritim bangsa.Ramifikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air sebagai dasar kebijakan maritim Indonesia pada tahun-tahun berikutnya sangat terlihat pada program pilar kebijakan budaya maritim sebagai salah satu roadmap utama dokumen IOP 2017.Misalnya, program 'penyusunan inventaris nilai-nilai budaya maritim dan sistem sosial' menunjukkan kecenderungan untuk mendasarkan visi maritimnya dari prisma sejarah-budaya kekaisaran Sriwijaya dan Majapahit dan budaya strategisnya yang sentralistik dalam pengelolaan wilayah maritim mengingat geografi kepulauan pertama dan kedua 'Nusantara' pada masa itu.Hal ini mencerminkan penerimaan kontradiksi antara kebutuhan akan elemen darat-laut yang tidak terpisahkan dari kepulauan Indonesia di satu sisi dan keyakinan untuk mengelolanya melalui filsafat Jawa yang sentralistik tentang wilayah
<br>Artikel ini menganalisis konsep Tanah-Air yang diciptakan oleh pendiri Indonesia selama periode kemerdekaan dan peran sentralnya dalam membentuk pandangan maritim bangsa. Secara khusus, menggunakan pendekatan analitis historis, artikel ini menekankan peran persimpangan antara budaya politik persatuan nasional, budaya strategis Cakra Manggilingan, dan pandangan geopolitis Segara Nusantara sebagai tiga pilar pembentuk konsep Tanah-Air. Berdasarkan persimpangan ini, artikel ini menekankan kontradiksi unik dalam konsep Tanah-Air antara kebutuhan akan kesatuan dan kesatuan elemen darat-laut kepulauan Indonesia dan filsafat Jawa yang konsentris tentang laut dan aspirasi kekuatannya di laut. Berdasarkan kontradiksi dan wawasan konsep 'Tanah-Air',...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" type="image/webp" length="103272" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village Wanasalam District Lebak Regency 2000 2018 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village Wanasalam District Lebak Regency 2000 2018 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village Wanasalam District Lebak Regency 2000 2018 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66424-sosial-program-jalan-sekaya-maritim</link>
	<guid isPermaLink="false">9def18d8e17d94eb91a24f7125859bae</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 20:44:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ oil gas ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Program Sekaya Maritim terhadap kesejahteraan nelayan di Desa Muara, khususnya dalam mempertahankan peningkatan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Program Sekaya Maritim terhadap kesejahteraan nelayan di Desa Muara, khususnya dalam mempertahankan peningkatan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif pendanaan bagi Koperasi Mina Muara Sejahtera agar dapat memperluas akses modal bagi nelayan kecil. Penelitian juga dapat melibatkan analisis dampak sosial program terhadap komunitas non-nelayan di sekitar Desa Muara, seperti pedagang dan pekerja paruh waktu, untuk memahami interaksi antara pembangunan pesisir dan kesejahteraan masyarakat secara holistik. Dengan memperhatikan aspek ini, peneliti dapat mengembangkan strategi yang lebih inklusif untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh warga desa.. Kondisi infrastruktur Desa Muara sebelum menerima bantuan dan pengembangan dapat dikatakan tidak memadai.Beberapa kekurangan ini terlihat dari akses jalan yang buruk menuju PPI Binuangeun dan ketiadaan saluran drainase yang mengganggu penjualan ikan di TPI Binuangeun.Di sisi lain, nelayan tidak memiliki fasilitas dan infrastruktur yang mendukung aktivitas nelayan selain di TPI dan UPTD PPI Binuangeun.Pengembangan infrastruktur di Desa Muara dimulai ketika pemerintah pusat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan Program Sekaya Maritim.Program Sekaya Maritim di Desa Muara terdiri dari tiga program utama, yaitu pemberian kapal 12 GT, rehabilitasi saluran drainase di sekitar TPI Binuangeun, dan peningkatan akses jalan di sekitar PPI Binuangeun.Selain itu, dibangun pula gedung pelatihan nelayan yang dikenal sebagai Balai Sekaya Maritim.Program-program ini didukung oleh pemberian bantuan paket alat tangkap dari KAPI, mobil Smart Fisherman, dan penyediaan paket workshop perbaikan mesin kapal dari PUPI Artikel ini berfokus pada perkembangan wilayah Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak selama penerapan Program Sekaya Maritim dari tahun 2000 hingga 2018. Program Sekaya Maritim bertujuan untuk meningkatkan kemandirian nelayan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini diterapkan di hampir semua wilayah pesisir Indonesia, terutama pusat-pusat perikanan. Desa Muara menjadi salah satu lokasi penerapan Sekaya Maritim. Kondisi masyarakat dan infrastruktur di Desa Muara masih memerlukan perhatian karena tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah dan kondisi infrastruktur juga mengkhawatirkan. Melalui metode sejarah, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sekaya Maritim di Desa Muara dilakukan dengan memberikan berbagai bantuan dan pengembangan infrastruktur. Perubahan yang terjadi sebagai hasil dari Program Sekaya Maritim setidaknya telah meningkatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" alt="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" alt="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" alt="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66424-sosial-program-jalan-sekaya-maritim" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" target="_blank">The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Program Sekaya Maritim terhadap kesejahteraan nelayan di Desa Muara, khususnya dalam mempertahankan peningkatan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif pendanaan bagi Koperasi Mina Muara Sejahtera agar dapat memperluas akses modal bagi nelayan kecil. Penelitian juga dapat melibatkan analisis dampak sosial program terhadap komunitas non-nelayan di sekitar Desa Muara, seperti pedagang dan pekerja paruh waktu, untuk memahami interaksi antara pembangunan pesisir dan kesejahteraan masyarakat secara holistik. Dengan memperhatikan aspek ini, peneliti dapat mengembangkan strategi yang lebih inklusif untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh warga desa..
<br>Kondisi infrastruktur Desa Muara sebelum menerima bantuan dan pengembangan dapat dikatakan tidak memadai.Beberapa kekurangan ini terlihat dari akses jalan yang buruk menuju PPI Binuangeun dan ketiadaan saluran drainase yang mengganggu penjualan ikan di TPI Binuangeun.Di sisi lain, nelayan tidak memiliki fasilitas dan infrastruktur yang mendukung aktivitas nelayan selain di TPI dan UPTD PPI Binuangeun.Pengembangan infrastruktur di Desa Muara dimulai ketika pemerintah pusat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan Program Sekaya Maritim.Program Sekaya Maritim di Desa Muara terdiri dari tiga program utama, yaitu pemberian kapal 12 GT, rehabilitasi saluran drainase di sekitar TPI Binuangeun, dan peningkatan akses jalan di sekitar PPI Binuangeun.Selain itu, dibangun pula gedung pelatihan nelayan yang dikenal sebagai Balai Sekaya Maritim.Program-program ini didukung oleh pemberian bantuan paket alat tangkap dari KAPI, mobil Smart Fisherman, dan penyediaan paket workshop perbaikan mesin kapal dari PUPI
<br>Artikel ini berfokus pada perkembangan wilayah Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak selama penerapan Program Sekaya Maritim dari tahun 2000 hingga 2018. Program Sekaya Maritim bertujuan untuk meningkatkan kemandirian nelayan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini diterapkan di hampir semua wilayah pesisir Indonesia, terutama pusat-pusat perikanan. Desa Muara menjadi salah satu lokasi penerapan Sekaya Maritim. Kondisi masyarakat dan infrastruktur di Desa Muara masih memerlukan perhatian karena tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah dan kondisi infrastruktur juga mengkhawatirkan. Melalui metode sejarah, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sekaya Maritim di Desa Muara dilakukan dengan memberikan berbagai bantuan dan pengembangan infrastruktur. Perubahan yang terjadi sebagai hasil dari Program Sekaya Maritim setidaknya telah meningkatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" type="image/webp" length="96062" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs Prau Layar Padhang Wulan Suwe Ora Jamu Kodok Ngorek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs Prau Layar Padhang Wulan Suwe Ora Jamu Kodok Ngorek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs Prau Layar Padhang Wulan Suwe Ora Jamu Kodok Ngorek ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66406-indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu</link>
	<guid isPermaLink="false">4c8a85af3a90e2b7064cbc536e7e5641</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 20:33:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak lagu-lagu folklore terhadap kesehatan mental di komunitas lain di Indonesia, seperti membandingkan efektivitas pengetahuan kesehatan yang disampaikan melalui lagu daerah dengan metode modern. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak lagu-lagu folklore terhadap kesehatan mental di komunitas lain di Indonesia, seperti membandingkan efektivitas pengetahuan kesehatan yang disampaikan melalui lagu daerah dengan metode modern. Selain itu, penelitian bisa menggali potensi tanaman obat lain yang disebut dalam lagu-lagu tradisional tetapi belum dieksplorasi secara ilmiah. Terakhir, studi lanjutan dapat mengevaluasi peran digitalisasi lagu-lagu folklore melalui platform seperti YouTube dalam pelestarian pengetahuan kesehatan tradisional, termasuk tantangan dan peluangnya dalam konteks globalisasi.. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan lokal yang terkandung dalam lagu-lagu folklore meliputi kesehatan mental, kesehatan tubuh, dan tanaman obat untuk membuat minuman kesehatan tradisional.Temuan penelitian ini adalah bahwa daun ubi kayu dan daun singkong memiliki potensi sebagai bahan baku skincare alami Wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan merupakan sisi positif yang mendukung aspek kesehatan masyarakat. Laut dapat digunakan sebagai tempat liburan (kesehatan mental) sementara daratan dapat digunakan untuk menanam tanaman herbal (kesehatan tubuh). Pengetahuan komunitas tentang manfaat kesehatan ini dibagikan dalam kegiatan folklore, berupa lagu daerah. Orang-orang menciptakan lagu untuk menyimpan dan berbagi pengetahuan tentang kesehatan. Lagu-lagu folklore tersebut adalah Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, dan Kodok Ngorek. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp 1x" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" alt="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp 1x" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" alt="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp 1x" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" alt="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66406-indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" target="_blank">Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak lagu-lagu folklore terhadap kesehatan mental di komunitas lain di Indonesia, seperti membandingkan efektivitas pengetahuan kesehatan yang disampaikan melalui lagu daerah dengan metode modern. Selain itu, penelitian bisa menggali potensi tanaman obat lain yang disebut dalam lagu-lagu tradisional tetapi belum dieksplorasi secara ilmiah. Terakhir, studi lanjutan dapat mengevaluasi peran digitalisasi lagu-lagu folklore melalui platform seperti YouTube dalam pelestarian pengetahuan kesehatan tradisional, termasuk tantangan dan peluangnya dalam konteks globalisasi..
<br>Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan lokal yang terkandung dalam lagu-lagu folklore meliputi kesehatan mental, kesehatan tubuh, dan tanaman obat untuk membuat minuman kesehatan tradisional.Temuan penelitian ini adalah bahwa daun ubi kayu dan daun singkong memiliki potensi sebagai bahan baku skincare alami
<br>Wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan merupakan sisi positif yang mendukung aspek kesehatan masyarakat. Laut dapat digunakan sebagai tempat liburan (kesehatan mental) sementara daratan dapat digunakan untuk menanam tanaman herbal (kesehatan tubuh). Pengetahuan komunitas tentang manfaat kesehatan ini dibagikan dalam kegiatan folklore, berupa lagu daerah. Orang-orang menciptakan lagu untuk menyimpan dan berbagi pengetahuan tentang kesehatan. Lagu-lagu folklore tersebut adalah Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, dan Kodok Ngorek. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" type="image/webp" length="124998" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non Oil and Gas 1979 1987 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non Oil and Gas 1979 1987 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non Oil and Gas 1979 1987 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66423-strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fl</link>
	<guid isPermaLink="false">9e30508f704b2d124133fd4c0ae8f55f</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 19:19:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hit counters ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ oil gas ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, analisis dampak perubahan harga minyak global terhadap strategi ekspor non-minyak dan gas Indonesia dalam konteks ekonomi global saat ini. Kedua, penelitian tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, analisis dampak perubahan harga minyak global terhadap strategi ekspor non-minyak dan gas Indonesia dalam konteks ekonomi global saat ini. Kedua, penelitian tentang efektivitas kebijakan devaluasi rupiah terhadap daya saing ekspor non-minyak dan gas di pasar internasional. Ketiga, studi banding antara kebijakan ekspor non-minyak dan gas Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan inovasi. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang stabilitas ekonomi dan diversifikasi ekspor Indonesia.. Kampanye ekspor non-minyak dan gas yang dimulai pada 1982 berhasil meningkatkan nilai ekspor non-minyak dan gas di Indonesia.Pada tahun 1987, nilai ekspor non-minyak dan gas melebihi ekspor minyak dan gas sebesar US$661 juta.Faktor utama keberhasilan ini termasuk kebijakan pemerintah, devaluasi rupiah, dan penurunan harga minyak global.Namun, tantangan seperti ketergantungan pada sumber daya alam tetap menjadi isu penting untuk ditangani Artikel ini meneliti masalah mengenai hubungan antara krisis minyak dan gas pada tahun 1981 serta upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor non-minyak dan gas menggunakan pendekatan ekonomi. Kondisi ekonomi Indonesia pada 1979-1980 ditandai oleh keberhasilan pendapatan minyak akibat kenaikan harga minyak internasional yang mencapai US$32 per barrel. Pemerintah melakukan kampanye ekspor non-migrasi melalui PP No. 1 tahun 1982, tetapi nilai ekspor non-minyak dan gas tidak meningkat. Setelah kebijakan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru pada Mei 1986 yang diikuti devaluasi pada tahun yang sama. Dengan upaya ini, nilai ekspor non-minyak dan gas meningkat signifikan menjadi US$9.502 juta pada tahun 1987, melebihi ekspor minyak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp 1x" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" alt="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp 1x" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" alt="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp 1x" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" alt="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66423-strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fl" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" target="_blank">Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, analisis dampak perubahan harga minyak global terhadap strategi ekspor non-minyak dan gas Indonesia dalam konteks ekonomi global saat ini. Kedua, penelitian tentang efektivitas kebijakan devaluasi rupiah terhadap daya saing ekspor non-minyak dan gas di pasar internasional. Ketiga, studi banding antara kebijakan ekspor non-minyak dan gas Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan inovasi. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang stabilitas ekonomi dan diversifikasi ekspor Indonesia..
<br>Kampanye ekspor non-minyak dan gas yang dimulai pada 1982 berhasil meningkatkan nilai ekspor non-minyak dan gas di Indonesia.Pada tahun 1987, nilai ekspor non-minyak dan gas melebihi ekspor minyak dan gas sebesar US$661 juta.Faktor utama keberhasilan ini termasuk kebijakan pemerintah, devaluasi rupiah, dan penurunan harga minyak global.Namun, tantangan seperti ketergantungan pada sumber daya alam tetap menjadi isu penting untuk ditangani
<br>Artikel ini meneliti masalah mengenai hubungan antara krisis minyak dan gas pada tahun 1981 serta upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor non-minyak dan gas menggunakan pendekatan ekonomi. Kondisi ekonomi Indonesia pada 1979-1980 ditandai oleh keberhasilan pendapatan minyak akibat kenaikan harga minyak internasional yang mencapai US$32 per barrel. Pemerintah melakukan kampanye ekspor non-migrasi melalui PP No. 1 tahun 1982, tetapi nilai ekspor non-minyak dan gas tidak meningkat. Setelah kebijakan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru pada Mei 1986 yang diikuti devaluasi pada tahun yang sama. Dengan upaya ini, nilai ekspor non-minyak dan gas meningkat signifikan menjadi US$9.502 juta pada tahun 1987, melebihi ekspor minyak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" type="image/webp" length="101426" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat al Wujd ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat al Wujd ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat al Wujd ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66403-qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-shuhd-metaf</link>
	<guid isPermaLink="false">83e678f7ef3bb003b60fea910845170b</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 18:55:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ihza fazrian ]]></category>
	<category><![CDATA[ sim nanotvi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ainul yaqin ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ainul,fazrian,ihza,nanotvi,sim,yaqin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi's (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd: Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi dan bagaimana ia memadukan elemen-elemen ini dengan komitmen teologisnya yang kuat terhadap ortodoksi Sunni. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana Nanotvi menyeimbangkan mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.2. Mengembangkan model qua-theoretic yang diusulkan dalam artikel ini untuk diterapkan pada aspek-aspek lain dari pemikiran Nanotvi, seperti konsep-konsep seperti jam (penyatuan) dan farq (perbedaan). Model ini dapat membantu menjelaskan bagaimana perspektif dan pengalaman spiritual yang berbeda memberikan kontribusi terhadap pemahaman teologis yang beragam, tanpa jatuh ke dalam kontradiksi atau ekstremisme.3. Meneliti bagaimana sintesis metafisika Nanotvi mempengaruhi filsafat Deobandi selanjutnya dan bagaimana penerimaannya dalam konteks sejarah intelektual Muslim yang lebih luas. Ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana pemikiran Nanotvi mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam di India dan bagaimana ide-idenya diterima atau ditafsirkan oleh pemikir Muslim lainnya.. Artikel ini menunjukkan bagaimana Nanotvi menawarkan intervensi yang unik dalam diskursus India tentang kesatuan ilahi, mereartikulasikan waudat al-wujd sebagai kesatuan atribut keberadaan (waudat ifAt al-wujd).Pendekatan ini memungkinkan dia untuk menyelaraskan kesatuan mistik dengan transendensi ilahi, memastikan tidak ada kompromi terhadap tawud (kesatuan) dan tanzh (transendensi) Islam.Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pemikir Islam menavigasi pertanyaan metafisika yang kompleks, menawarkan wawasan berharga untuk mengatasi ketegangan antara mistisisme dan ortodoksi.Artikel ini juga menawarkan intervensi segar dalam perpotongan antara metafisika Islam dan teologi analitis, menunjukkan bagaimana Nanotvi menavigasi mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.Penerapan analogi dan artikulasi prinsip metafisika yang cermat bukan upaya ad hoc untuk sintesis, tetapi berakar pada kerangka konseptual yang mengantisipasi logika perspektif dan penalaran kondisional.Model qua-theoretic membuat kerangka ini eksplisit, menunjukkan bagaimana akun Nanotvi memungkinkan predikasi yang berbeda untuk coexist dalam harmoni, masing-masing mencerminkan aspek yang valid dari jalan Sufi menuju pengetahuan ilahi Muhammad Qasim Nanotvi dikenal sebagai pendiri seminari Deoband. Keterlibatannya dengan waudat al-wujd mengungkapkan proyek filosofis yang terabaikan yang berusaha untuk menyelaraskan intuisi mistik dengan penalaran metafisika yang ketat. Mengambil dari warisan intelektual ShAh WalullAh al-Dihlaw dan Aj ImdAdullAh MuhAjir Makk, Nanotvi menegaskan bahwa semua eksistensi bergantung pada Tuhan, tetapi mereartikulasikannya dalam struktur teologis yang menjaga transendensi ilahi. Artikel ini memeriksa reinterpretasi Nanotvi tentang waudat al-wujd (kesatuan keberadaan), konsep dasar tetapi kontroversial dalam metafisika Islam dan pemikiran Sufi. Dengan menggunakan pendekatan historis-kritis, studi ini mengungkapkan bahwa Nanotvi tidak sepenuhnya mendukung waudat al-wujd tetapi mereartikulasikannya sebagai kesatuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp 1x" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" alt="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp 1x" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" alt="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp 1x" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" alt="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66403-qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-shuhd-metaf" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" target="_blank">Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi's (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi dan bagaimana ia memadukan elemen-elemen ini dengan komitmen teologisnya yang kuat terhadap ortodoksi Sunni. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana Nanotvi menyeimbangkan mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.2. Mengembangkan model qua-theoretic yang diusulkan dalam artikel ini untuk diterapkan pada aspek-aspek lain dari pemikiran Nanotvi, seperti konsep-konsep seperti jam (penyatuan) dan farq (perbedaan). Model ini dapat membantu menjelaskan bagaimana perspektif dan pengalaman spiritual yang berbeda memberikan kontribusi terhadap pemahaman teologis yang beragam, tanpa jatuh ke dalam kontradiksi atau ekstremisme.3. Meneliti bagaimana sintesis metafisika Nanotvi mempengaruhi filsafat Deobandi selanjutnya dan bagaimana penerimaannya dalam konteks sejarah intelektual Muslim yang lebih luas. Ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana pemikiran Nanotvi mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam di India dan bagaimana ide-idenya diterima atau ditafsirkan oleh pemikir Muslim lainnya..
<br>Artikel ini menunjukkan bagaimana Nanotvi menawarkan intervensi yang unik dalam diskursus India tentang kesatuan ilahi, mereartikulasikan waudat al-wujd sebagai kesatuan atribut keberadaan (waudat ifAt al-wujd).Pendekatan ini memungkinkan dia untuk menyelaraskan kesatuan mistik dengan transendensi ilahi, memastikan tidak ada kompromi terhadap tawud (kesatuan) dan tanzh (transendensi) Islam.Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pemikir Islam menavigasi pertanyaan metafisika yang kompleks, menawarkan wawasan berharga untuk mengatasi ketegangan antara mistisisme dan ortodoksi.Artikel ini juga menawarkan intervensi segar dalam perpotongan antara metafisika Islam dan teologi analitis, menunjukkan bagaimana Nanotvi menavigasi mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.Penerapan analogi dan artikulasi prinsip metafisika yang cermat bukan upaya ad hoc untuk sintesis, tetapi berakar pada kerangka konseptual yang mengantisipasi logika perspektif dan penalaran kondisional.Model qua-theoretic membuat kerangka ini eksplisit, menunjukkan bagaimana akun Nanotvi memungkinkan predikasi yang berbeda untuk coexist dalam harmoni, masing-masing mencerminkan aspek yang valid dari jalan Sufi menuju pengetahuan ilahi
<br>Muhammad Qasim Nanotvi dikenal sebagai pendiri seminari Deoband. Keterlibatannya dengan waudat al-wujd mengungkapkan proyek filosofis yang terabaikan yang berusaha untuk menyelaraskan intuisi mistik dengan penalaran metafisika yang ketat. Mengambil dari warisan intelektual ShAh WalullAh al-Dihlaw dan Aj ImdAdullAh MuhAjir Makk, Nanotvi menegaskan bahwa semua eksistensi bergantung pada Tuhan, tetapi mereartikulasikannya dalam struktur teologis yang menjaga transendensi ilahi. Artikel ini memeriksa reinterpretasi Nanotvi tentang waudat al-wujd (kesatuan keberadaan), konsep dasar tetapi kontroversial dalam metafisika Islam dan pemikiran Sufi. Dengan menggunakan pendekatan historis-kritis, studi ini mengungkapkan bahwa Nanotvi tidak sepenuhnya mendukung waudat al-wujd tetapi mereartikulasikannya sebagai kesatuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" type="image/webp" length="82892" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 16 Sep 2026 04:43:41 +0700. 12 items. Served in: 4.424 seconds [rss] -->
