<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.254-28jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.254-28jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2026 14:11:45 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 14:11:45 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-28T14:11:45+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb Puntigrus partipentazona di Perairan Danau Toba ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb Puntigrus partipentazona di Perairan Danau Toba ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb Puntigrus partipentazona di Perairan Danau Toba ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56901-ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata</link>
	<guid isPermaLink="false">6a1f3bf67c9ad22da6fff3f25b4e3dd5</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 13:47:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji aspek reproduksi lainnya, seperti pola musim pemijahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang strategi reproduksi dan adaptasi P. partipentazona di ekosistem ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji aspek reproduksi lainnya, seperti pola musim pemijahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang strategi reproduksi dan adaptasi P. partipentazona di ekosistem Danau Toba, serta pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang faktor-faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan reproduksi P. partipentazona, serta bagaimana spesies ini berinteraksi dengan spesies asli di Danau Toba.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek biologi reproduksi P.partipentazona di perairan Danau Toba menunjukkan pola reproduksi aktif yang ditandai oleh variasi TKG (I-IV), peningkatan IKG pada betina, dengan betina matang gonad pada ukuran yang lebih besar.Selain itu, nilai fekunditas 194-361 butir yang meningkat seiring ukuran tubuh, dan adanya hubungan positif antara ukuran tubuh dengan fekunditas.Nilai faktor kondisi (0,97-1,32) menunjukkan kondisi tubuh yang baik, yang menegaskan spesies ini mampu beradaptasi dengan baik di perairan Danau Toba.Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah sebagai dasar informasi yang dapat dimanfaatkan dalam kajian ekologi perairan tawar serta mendukung pengelolaan dan pelestarian sumber daya perikanan secara berkelanjutan di Danau Toba Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi dan faktor kondisi ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di perairan Danau Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. partipentazona memiliki tingkat kematangan gonad yang bervariasi, dengan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) betina lebih tinggi dibandingkan jantan di seluruh stasiun pengamatan. Ukuran pertama kali matang gonad betina lebih besar dibandingkan jantan, serta nilai fekunditas berkisar antara 194 - 361 butir telur dengan hubungan yang berkorelasi positif dengan panjang dan bobot tubuh. Dimorfisme seksual tampak pada warna tubuh dan bentuk tubuh ikan. Nilai faktor kondisi berkisar 0,97... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-f2d91.webp" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-f2d91.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-f2d91.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-f2d91.webp 1x" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" alt="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-13ea5.webp" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-13ea5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-13ea5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-13ea5.webp 1x" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" alt="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-eb919.webp" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-eb919.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-eb919.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-eb919.webp 1x" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" alt="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56901-ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata" title="JURIS - Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba" target="_blank">Biologi Reproduksi dan Faktor Kondisi Ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di Perairan Danau Toba</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji aspek reproduksi lainnya, seperti pola musim pemijahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang strategi reproduksi dan adaptasi P. partipentazona di ekosistem Danau Toba, serta pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang faktor-faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan reproduksi P. partipentazona, serta bagaimana spesies ini berinteraksi dengan spesies asli di Danau Toba..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek biologi reproduksi P.partipentazona di perairan Danau Toba menunjukkan pola reproduksi aktif yang ditandai oleh variasi TKG (I-IV), peningkatan IKG pada betina, dengan betina matang gonad pada ukuran yang lebih besar.Selain itu, nilai fekunditas 194-361 butir yang meningkat seiring ukuran tubuh, dan adanya hubungan positif antara ukuran tubuh dengan fekunditas.Nilai faktor kondisi (0,97-1,32) menunjukkan kondisi tubuh yang baik, yang menegaskan spesies ini mampu beradaptasi dengan baik di perairan Danau Toba.Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah sebagai dasar informasi yang dapat dimanfaatkan dalam kajian ekologi perairan tawar serta mendukung pengelolaan dan pelestarian sumber daya perikanan secara berkelanjutan di Danau Toba
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi dan faktor kondisi ikan Tiger Barb (Puntigrus partipentazona) di perairan Danau Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. partipentazona memiliki tingkat kematangan gonad yang bervariasi, dengan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) betina lebih tinggi dibandingkan jantan di seluruh stasiun pengamatan. Ukuran pertama kali matang gonad betina lebih besar dibandingkan jantan, serta nilai fekunditas berkisar antara 194 - 361 butir telur dengan hubungan yang berkorelasi positif dengan panjang dan bobot tubuh. Dimorfisme seksual tampak pada warna tubuh dan bentuk tubuh ikan. Nilai faktor kondisi berkisar 0,97...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-eb919.webp" type="image/webp" length="105394" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-f2d91.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-13ea5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/ekosistem-danau-biologi-reproduksi-wisata-toba-bio-thumb-eb919.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56896-interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa</link>
	<guid isPermaLink="false">e274d1190a06c826639a78aeb953dacc</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 13:47:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi kampanye kesadaran yang kreatif untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial lingkungan. Kampanye ini dapat memanfaatkan media sosial sebagai platform utama, dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi kampanye kesadaran yang kreatif untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial lingkungan. Kampanye ini dapat memanfaatkan media sosial sebagai platform utama, dengan fokus pada penyebaran informasi dan ajakan kolaboratif secara daring. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan pola pembelajaran di era media sosial, seperti peer-based learning, kolaborasi, kreativitas, dan kegiatan berdasarkan minat dan persahabatan. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan bekerja sama dengan disiplin ilmu lainnya, sehingga dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui komunikasi positif dan kreatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi sebagai sumber informasi belajar pada mahasiswa melalui kegiatan antara lain.mahasiswa yang mengetahui konsep dan pengertian dari lingkungan dari total 33 responden, yaitu 80%, sedangkan responden yang menyatakan tidak mengetahui sebesar 20%.Tingkat keterlibatan mahasiswa mengenai partisipasi mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan peduli lingkungan dengan beberapa cakupan penting yang seperti aspek sosialisasi.Tingkat pengetahuan mahasiswa pada konsep dan pengertian yang berorientasi pada kegiatan sosial lingkungan.Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengetahui konsep dan pengertian dari lingkungan dari total 33 responden, yaitu 80%, sedangkan responden yang menyatakan tidak mengetahui sebesar 20%.Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa mengetahui konsep dan kegiatan dari lingkungan.Tingkat keterlibatan mahasiswa pada kegiatan lingkungan yang dilakukan di lingkungan sekolah sebanyak 25%, kegiatan di lingkungan komunitas atau kelompok sebanyak 20% dan tidak terlibat sebanyak 55%.Media online dapat digunakan oleh mahasiswa untuk sosialisasi kegiatan lingkungan seperti media kampanye 48,5%, media facebook sebanyak 33,3 %, media Instagram.Sebanyak 33,3 %, media youtube sebanyak 45,5%, dan media lainnya sebanyak 33,3 %.Mahasiswa berperan pentingnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan komunikasi melalui memanfaatkan media sosial serta dapat memberikan informasi yang positif yang berkaitan dengan kreativitas dan disiplin ilmu yang dimiliki Kehadiran teknologi sebagai wujud dari pengembangan potensi sumber daya manusia, terutama media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi. Mahasiswa sebagai agen perubahan, adalah kelompok yang paling rentan terhadap ketergantungan pada internet dan memanfaatkan media sosial sebagai alat utama untuk berkomunikasi, partisipasi dalam aksi sosial dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial yang berorientasi lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan tahap reduksi, interpretasi dan verifikasi data. Hasil observasi terdapat isu yang ada di program studi Pendidikan Biologi pada bidang sains dan lingkungan mengalami penurunan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-40d90.webp" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-40d90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-40d90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-40d90.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" alt="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-d12f4.webp" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-d12f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-d12f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-d12f4.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" alt="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-55e8f.webp" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-55e8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-55e8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-55e8f.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" alt="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56896-interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa" title="JURIS - Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan" target="_blank">Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi kampanye kesadaran yang kreatif untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial lingkungan. Kampanye ini dapat memanfaatkan media sosial sebagai platform utama, dengan fokus pada penyebaran informasi dan ajakan kolaboratif secara daring. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan pola pembelajaran di era media sosial, seperti peer-based learning, kolaborasi, kreativitas, dan kegiatan berdasarkan minat dan persahabatan. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan bekerja sama dengan disiplin ilmu lainnya, sehingga dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui komunikasi positif dan kreatif..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi sebagai sumber informasi belajar pada mahasiswa melalui kegiatan antara lain.mahasiswa yang mengetahui konsep dan pengertian dari lingkungan dari total 33 responden, yaitu 80%, sedangkan responden yang menyatakan tidak mengetahui sebesar 20%.Tingkat keterlibatan mahasiswa mengenai partisipasi mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan peduli lingkungan dengan beberapa cakupan penting yang seperti aspek sosialisasi.Tingkat pengetahuan mahasiswa pada konsep dan pengertian yang berorientasi pada kegiatan sosial lingkungan.Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengetahui konsep dan pengertian dari lingkungan dari total 33 responden, yaitu 80%, sedangkan responden yang menyatakan tidak mengetahui sebesar 20%.Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa mengetahui konsep dan kegiatan dari lingkungan.Tingkat keterlibatan mahasiswa pada kegiatan lingkungan yang dilakukan di lingkungan sekolah sebanyak 25%, kegiatan di lingkungan komunitas atau kelompok sebanyak 20% dan tidak terlibat sebanyak 55%.Media online dapat digunakan oleh mahasiswa untuk sosialisasi kegiatan lingkungan seperti media kampanye 48,5%, media facebook sebanyak 33,3 %, media Instagram.Sebanyak 33,3 %, media youtube sebanyak 45,5%, dan media lainnya sebanyak 33,3 %.Mahasiswa berperan pentingnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan komunikasi melalui memanfaatkan media sosial serta dapat memberikan informasi yang positif yang berkaitan dengan kreativitas dan disiplin ilmu yang dimiliki
<br>Kehadiran teknologi sebagai wujud dari pengembangan potensi sumber daya manusia, terutama media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi. Mahasiswa sebagai agen perubahan, adalah kelompok yang paling rentan terhadap ketergantungan pada internet dan memanfaatkan media sosial sebagai alat utama untuk berkomunikasi, partisipasi dalam aksi sosial dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial yang berorientasi lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan tahap reduksi, interpretasi dan verifikasi data. Hasil observasi terdapat isu yang ada di program studi Pendidikan Biologi pada bidang sains dan lingkungan mengalami penurunan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-55e8f.webp" type="image/webp" length="100094" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-40d90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-d12f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/interaksi-sosial-sumber-daya-mahasiswa-siswa-parti-thumb-55e8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56902-ketahanan-pangan-lokal-program-panga</link>
	<guid isPermaLink="false">99bd45387f1f6be1b11c2044b53b3780</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 13:47:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi variasi kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif pada keenam tumbuhan air selama empat musim untuk memahami fluktuasi gizi serta potensi kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam program pangan lokal. Selanjutnya, analisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi variasi kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif pada keenam tumbuhan air selama empat musim untuk memahami fluktuasi gizi serta potensi kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam program pangan lokal. Selanjutnya, analisis kelayakan pasar dan rantai nilai ekonomi bagi produk olahan tumbuhan air, termasuk studi persepsi konsumen, biaya produksi, dan peluang ekspor, dapat memberikan dasar bagi pengembangan industri mikroAcdan skala kecil yang berkelanjutan. Terakhir, pendekatan partisipatif dengan melibatkan petani lokal dalam program pemuliaan selektif dapat menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi, toleransi terhadap perubahan iklim, dan nilai gizi superior, sekaligus memperkuat pengetahuan tradisional dan menjaga keberlanjutan ekosistem rawa.. Penelitian di lima kelurahan rawa Pangkalan Bun mengidentifikasi enam tumbuhan air yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan, dengan bagian yang dipakai meliputi daun, batang muda, pucuk, dan umbi, serta diproses melalui tumis, rebus, atau dijadikan lalapan.Analisis indeks etnobotani menunjukkan kangkung memiliki nilai UV tertinggi (2,9) dan RFC (1), sementara selada air memiliki nilai terendah (0,8), menandakan perbedaan tingkat pemanfaatan di antara spesies.Tumbuhan air memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan lokal karena mudah diperoleh, biaya rendah, dan dapat menjadi sumber pangan alternatif, sehingga diperlukan pelestarian ekosistem rawa dan penelitian lanjutan mengenai kandungan gizi, potensi ekonomi, serta konservasi Perairan rawa Pangkalan Bun memiliki keanekaragaman tumbuhan air yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan guna mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnobotani tumbuhan air sebagai sumber pangan dalam mendukung ketahanan pangan lokal di perairan rawa Pangkalan Bun. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui wawancara dan dokumentasi. Informan berjumlah 15 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat sekitar perairan rawa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis tumbuhan air yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan, yaitu kangkung (Ipomea aquatica Forssk.), genjer (Limnocharis flava (L.) Buchenau), kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd.), keladi (Colocasia esculenta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-65dc8.webp" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-65dc8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-65dc8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-65dc8.webp 1x" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" alt="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-4540a.webp" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-4540a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-4540a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-4540a.webp 1x" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" alt="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-a1552.webp" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-a1552.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-a1552.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-a1552.webp 1x" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" alt="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56902-ketahanan-pangan-lokal-program-panga" title="JURIS - Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters" target="_blank">Ethnobotanical Study of Aquatic Plants as a Food Source to Support Local Food Security in Swamp Waters</a>: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi variasi kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif pada keenam tumbuhan air selama empat musim untuk memahami fluktuasi gizi serta potensi kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam program pangan lokal. Selanjutnya, analisis kelayakan pasar dan rantai nilai ekonomi bagi produk olahan tumbuhan air, termasuk studi persepsi konsumen, biaya produksi, dan peluang ekspor, dapat memberikan dasar bagi pengembangan industri mikroAcdan skala kecil yang berkelanjutan. Terakhir, pendekatan partisipatif dengan melibatkan petani lokal dalam program pemuliaan selektif dapat menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi, toleransi terhadap perubahan iklim, dan nilai gizi superior, sekaligus memperkuat pengetahuan tradisional dan menjaga keberlanjutan ekosistem rawa..
<br>Penelitian di lima kelurahan rawa Pangkalan Bun mengidentifikasi enam tumbuhan air yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan, dengan bagian yang dipakai meliputi daun, batang muda, pucuk, dan umbi, serta diproses melalui tumis, rebus, atau dijadikan lalapan.Analisis indeks etnobotani menunjukkan kangkung memiliki nilai UV tertinggi (2,9) dan RFC (1), sementara selada air memiliki nilai terendah (0,8), menandakan perbedaan tingkat pemanfaatan di antara spesies.Tumbuhan air memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan lokal karena mudah diperoleh, biaya rendah, dan dapat menjadi sumber pangan alternatif, sehingga diperlukan pelestarian ekosistem rawa dan penelitian lanjutan mengenai kandungan gizi, potensi ekonomi, serta konservasi
<br>Perairan rawa Pangkalan Bun memiliki keanekaragaman tumbuhan air yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan guna mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnobotani tumbuhan air sebagai sumber pangan dalam mendukung ketahanan pangan lokal di perairan rawa Pangkalan Bun. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui wawancara dan dokumentasi. Informan berjumlah 15 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat sekitar perairan rawa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis tumbuhan air yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan, yaitu kangkung (Ipomea aquatica Forssk.), genjer (Limnocharis flava (L.) Buchenau), kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd.), keladi (Colocasia esculenta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-65dc8.webp" type="image/webp" length="166514" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-65dc8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-4540a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/ketahanan-pangan-lokal-program-tepung-keluarga-eth-thumb-a1552.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56903-konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le</link>
	<guid isPermaLink="false">c6afbabb5ba5b5bf721b22265e3bffe5</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 07:49:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengetahuan keanekaragaman hayati bagi sikap konservasi siswa di SMA Negeri 2 Medan. Faktor lingkungan keluarga, media sosial, dan budaya sekolah masih belum dieksplorasi secara mendalam. Oleh karena itu, studi longitudinal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi: Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengetahuan keanekaragaman hayati bagi sikap konservasi siswa di SMA Negeri 2 Medan. Faktor lingkungan keluarga, media sosial, dan budaya sekolah masih belum dieksplorasi secara mendalam. Oleh karena itu, studi longitudinal selama satu tahun akan meneliti pengaruh lingkungan keluarga terhadap perubahan sikap konservasi siswa. Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan pendekatan eksperimental yang melibatkan intervensi media digital, seperti aplikasi edukasi, untuk menilai peningkatan kesadaran lingkungan. Metode kuantitatif dengan panel responden dapat dikombinasikan dengan teknik interview kualitatif guna memperoleh gambaran kontekstual yang lebih kaya. Saran lain adalah membuat program pelatihan guru mengenai pengintegrasian pembelajaran keanekaragaman hayati dengan aktivitas praktikum lapangan. Penelitian ini juga memandu evaluasi dampak program tersebut terhadap perilaku siswa dalam kegiatan kebersihan dan pengelolaan sampah. Peneliti dapat menggunakan analisis regresi berganda untuk memisahkan kontribusi masing-masing variabel independen. Hasilnya diharapkan dapat memandu kebijakan pendidikan lingkungan di tingkat sekolah menengah. Kesimpulannya, penelitian mendukung penerapan pendekatan holistik dalam pembelajaran biologi dan konservasi.. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi di SMA Negeri 2 Medan.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,733 menunjukkan hubungan kuat dan positif.Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keanekaragaman hayati berperan penting dalam membentuk kesadaran dan sikap peduli lingkungan siswa Keanekaragaman hayati merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Namun, rendahnya kesadaran peserta didik terhadap konservasi lingkungan masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi pada kelas X SMA Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-9e9ef.webp" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-9e9ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-9e9ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-9e9ef.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" alt="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-59efc.webp" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-59efc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-59efc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-59efc.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" alt="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-66074.webp" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-66074.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-66074.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-66074.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" alt="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56903-konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le" title="JURIS - Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi" target="_blank">Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi</a>: Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengetahuan keanekaragaman hayati bagi sikap konservasi siswa di SMA Negeri 2 Medan. Faktor lingkungan keluarga, media sosial, dan budaya sekolah masih belum dieksplorasi secara mendalam. Oleh karena itu, studi longitudinal selama satu tahun akan meneliti pengaruh lingkungan keluarga terhadap perubahan sikap konservasi siswa. Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan pendekatan eksperimental yang melibatkan intervensi media digital, seperti aplikasi edukasi, untuk menilai peningkatan kesadaran lingkungan. Metode kuantitatif dengan panel responden dapat dikombinasikan dengan teknik interview kualitatif guna memperoleh gambaran kontekstual yang lebih kaya. Saran lain adalah membuat program pelatihan guru mengenai pengintegrasian pembelajaran keanekaragaman hayati dengan aktivitas praktikum lapangan. Penelitian ini juga memandu evaluasi dampak program tersebut terhadap perilaku siswa dalam kegiatan kebersihan dan pengelolaan sampah. Peneliti dapat menggunakan analisis regresi berganda untuk memisahkan kontribusi masing-masing variabel independen. Hasilnya diharapkan dapat memandu kebijakan pendidikan lingkungan di tingkat sekolah menengah. Kesimpulannya, penelitian mendukung penerapan pendekatan holistik dalam pembelajaran biologi dan konservasi..
<br>Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi di SMA Negeri 2 Medan.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,733 menunjukkan hubungan kuat dan positif.Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keanekaragaman hayati berperan penting dalam membentuk kesadaran dan sikap peduli lingkungan siswa
<br>Keanekaragaman hayati merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Namun, rendahnya kesadaran peserta didik terhadap konservasi lingkungan masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi pada kelas X SMA Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-9e9ef.webp" type="image/webp" length="73680" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-9e9ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-59efc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/konservasi-lingkungan-perubahan-sikap-mahasiswa-le-thumb-66074.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Development of a Gamification Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of a Gamification Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of a Gamification Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56898-elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b</link>
	<guid isPermaLink="false">28459d5324937e8a4e9fcb3495e2ff3f</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 07:40:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan efektivitas LKPD berbasis gamifikasi dengan LKPD konvensional melalui desain eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol, sehingga dapat menilai secara kuantitatif peningkatan motivasi belajar dan hasil ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan efektivitas LKPD berbasis gamifikasi dengan LKPD konvensional melalui desain eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol, sehingga dapat menilai secara kuantitatif peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Selain itu, studi dapat memperluas penerapan LKPD gamifikasi pada topik biologi lain, seperti sistem reproduksi atau sistem pencernaan, serta menguji keberlakuannya pada tingkat pendidikan yang berbeda, misalnya kelas X atau XII, untuk menentukan adaptabilitas model 4D dalam konteks yang lebih beragam. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan LKPD gamifikasi terhadap retensi pengetahuan siswa dan perubahan sikap belajar, dengan melakukan pengukuran kembali beberapa bulan setelah intervensi, sehingga dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan manfaat pedagogis. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti empiris mengenai kontribusi gamifikasi dalam pendidikan biologi dan memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam mengintegrasikan elemen permainan ke dalam materi ajar.. Pengembangan LKPD berbasis gamifikasi pada materi Sistem Gerak Manusia untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Medan dengan menggunakan model 4D menghasilkan produk yang tergolong sangat layak (ahli materi.85%) dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar serta hasil belajar kognitif siswa, dengan skor NAcGain sebesar 0,79 dan 0,81, keduanya berada pada kategori tinggi.Temuan ini menegaskan bahwa LKPD berbasis gamifikasi dapat berfungsi sebagai inovasi yang mendukung pembelajaran Biologi yang lebih terlibat, berpusat pada siswa, serta memperkaya literatur tentang gamifikasi dalam pendidikan sains.Penelitian lanjutan disarankan dengan melibatkan kelas kontrol serta menerapkan LKPD pada topik Biologi lain atau tingkat pendidikan yang berbeda untuk menguji keefektifannya secara lebih luas Pembelajaran Biologi pada materi Sistem Gerak Manusia masih bergantung pada media konvensional yang kurang interaktif, sehingga menyebabkan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis gamifikasi pada materi Sistem Gerak Manusia yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui angket validasi, angket respons guru dan siswa, angket motivasi berbasis model ARCS, serta instrumen pretest dan posttest. Kelayakan dan kepraktisan dianalisis menggunakan analisis persentase deskriptif, sedangkan peningkatan motivasi dan hasil belajar dianalisis menggunakan rumus Normalized Gain.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-375ef.webp" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-375ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-375ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-375ef.webp 1x" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" alt="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-12517.webp" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-12517.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-12517.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-12517.webp 1x" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" alt="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-81904.webp" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-81904.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-81904.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-81904.webp 1x" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" alt="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56898-elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b" title="JURIS - Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan" target="_blank">Development of a Gamification-Based LKPD for the Human Movement System in Grade XI SMA N 1 Medan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan efektivitas LKPD berbasis gamifikasi dengan LKPD konvensional melalui desain eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol, sehingga dapat menilai secara kuantitatif peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Selain itu, studi dapat memperluas penerapan LKPD gamifikasi pada topik biologi lain, seperti sistem reproduksi atau sistem pencernaan, serta menguji keberlakuannya pada tingkat pendidikan yang berbeda, misalnya kelas X atau XII, untuk menentukan adaptabilitas model 4D dalam konteks yang lebih beragam. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan LKPD gamifikasi terhadap retensi pengetahuan siswa dan perubahan sikap belajar, dengan melakukan pengukuran kembali beberapa bulan setelah intervensi, sehingga dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan manfaat pedagogis. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti empiris mengenai kontribusi gamifikasi dalam pendidikan biologi dan memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam mengintegrasikan elemen permainan ke dalam materi ajar..
<br>Pengembangan LKPD berbasis gamifikasi pada materi Sistem Gerak Manusia untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Medan dengan menggunakan model 4D menghasilkan produk yang tergolong sangat layak (ahli materi.85%) dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar serta hasil belajar kognitif siswa, dengan skor NAcGain sebesar 0,79 dan 0,81, keduanya berada pada kategori tinggi.Temuan ini menegaskan bahwa LKPD berbasis gamifikasi dapat berfungsi sebagai inovasi yang mendukung pembelajaran Biologi yang lebih terlibat, berpusat pada siswa, serta memperkaya literatur tentang gamifikasi dalam pendidikan sains.Penelitian lanjutan disarankan dengan melibatkan kelas kontrol serta menerapkan LKPD pada topik Biologi lain atau tingkat pendidikan yang berbeda untuk menguji keefektifannya secara lebih luas
<br>Pembelajaran Biologi pada materi Sistem Gerak Manusia masih bergantung pada media konvensional yang kurang interaktif, sehingga menyebabkan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis gamifikasi pada materi Sistem Gerak Manusia yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui angket validasi, angket respons guru dan siswa, angket motivasi berbasis model ARCS, serta instrumen pretest dan posttest. Kelayakan dan kepraktisan dianalisis menggunakan analisis persentase deskriptif, sedangkan peningkatan motivasi dan hasil belajar dianalisis menggunakan rumus Normalized Gain....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-375ef.webp" type="image/webp" length="70654" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-375ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-12517.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/elemen-gamifikasi-hasil-angket-validasi-motivasi-b-thumb-81904.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56890-bakteri-endofit-kulit-antimicrobia</link>
	<guid isPermaLink="false">75c036f187c3e50981f6c68862d14db6</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 07:21:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan identifikasi taksonomi definitif menggunakan teknik molekuler seperti sekuensing gen 16S rRNA untuk mengonfirmasi genus dan spesies bakteri endofit yang diisolasi. Selain itu, studi metabolomik menggunakan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan identifikasi taksonomi definitif menggunakan teknik molekuler seperti sekuensing gen 16S rRNA untuk mengonfirmasi genus dan spesies bakteri endofit yang diisolasi. Selain itu, studi metabolomik menggunakan LC-MS/MS dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba yang selektif. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada mekanisme biosintesis senyawa bioaktif ini dan potensi aplikasinya dalam pengembangan agen antimikroba alami yang baru. Selain itu, studi ekologi yang lebih komprehensif dapat dilakukan untuk memahami pengaruh zonasi ekologis pada komposisi dan potensi antimikroba komunitas bakteri endofit di akar Rhizophora mucronata.. This study successfully isolated and characterized 18 endophytic bacterial isolates from the prop and lateral roots of Rhizophora mucronata across three distinct management zones (core, buffer, and utilization) in a semi-arid mangrove ecosystem.4%), demonstrating exceptional adaptability to rhizospheric conditions.isolates ZS-04 and ZI-05 exhibited the most potent bioactivity, yielding very strong inhibition against Staphylococcus aureus and strong inhibition against Escherichia coli.Statistically, while intra-zone variability masked significant zonal differences for S.785), a significant ecological gradient was observed for E.TukeyAos HSD post hoc testing specifically identified a significant difference between the utilization and buffer zones (p = 0.These findings validate root endophytes as promising, stress-adapted reservoirs of targeted natural antibacterial agents.However, as the current taxonomic assignments are based solely on phenotypic characteristics, future research must prioritize 16S rRNA gene sequencing for definitive taxonomic validation, coupled with LC-MS/MS-based metabolite profiling to elucidate specific bioactive compounds responsible for this selective antimicrobial activity Ekosistem mangrove semi-arid menyimpan potensi besar sebagai sumber bakteri endofit penghasil senyawa antimikrobia yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengevaluasi aktivitas antimikrobia bakteri endofit dari akar tunjang dan lateral Rhizophora mucronata pada tiga zona pengelolaan (inti, penyangga, dan pemanfaatan) di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang. Pengambilan sampel dilakukan pada MaretAeApril 2026, diikuti sterilisasi permukaan akar dan isolasi pada media Nutrient Agar. Karakterisasi fenotipik dilakukan secara makroskopik, mikroskopik, dan biokimia, sedangkan uji aktivitas antimikrobia menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Dari 69 koloni awal, diperoleh 18 isolat murni dengan Bacillus... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-ec108.webp" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-ec108.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-ec108.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-ec108.webp 1x" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" alt="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-6fe2e.webp" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-6fe2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-6fe2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-6fe2e.webp 1x" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" alt="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-b3ed6.webp" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-b3ed6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-b3ed6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-b3ed6.webp 1x" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" alt="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56890-bakteri-endofit-kulit-antimicrobia" title="JURIS - Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang" target="_blank">Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan identifikasi taksonomi definitif menggunakan teknik molekuler seperti sekuensing gen 16S rRNA untuk mengonfirmasi genus dan spesies bakteri endofit yang diisolasi. Selain itu, studi metabolomik menggunakan LC-MS/MS dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba yang selektif. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada mekanisme biosintesis senyawa bioaktif ini dan potensi aplikasinya dalam pengembangan agen antimikroba alami yang baru. Selain itu, studi ekologi yang lebih komprehensif dapat dilakukan untuk memahami pengaruh zonasi ekologis pada komposisi dan potensi antimikroba komunitas bakteri endofit di akar Rhizophora mucronata..
<br>This study successfully isolated and characterized 18 endophytic bacterial isolates from the prop and lateral roots of Rhizophora mucronata across three distinct management zones (core, buffer, and utilization) in a semi-arid mangrove ecosystem.4%), demonstrating exceptional adaptability to rhizospheric conditions.isolates ZS-04 and ZI-05 exhibited the most potent bioactivity, yielding very strong inhibition against Staphylococcus aureus and strong inhibition against Escherichia coli.Statistically, while intra-zone variability masked significant zonal differences for S.785), a significant ecological gradient was observed for E.TukeyAos HSD post hoc testing specifically identified a significant difference between the utilization and buffer zones (p = 0.These findings validate root endophytes as promising, stress-adapted reservoirs of targeted natural antibacterial agents.However, as the current taxonomic assignments are based solely on phenotypic characteristics, future research must prioritize 16S rRNA gene sequencing for definitive taxonomic validation, coupled with LC-MS/MS-based metabolite profiling to elucidate specific bioactive compounds responsible for this selective antimicrobial activity
<br>Ekosistem mangrove semi-arid menyimpan potensi besar sebagai sumber bakteri endofit penghasil senyawa antimikrobia yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengevaluasi aktivitas antimikrobia bakteri endofit dari akar tunjang dan lateral Rhizophora mucronata pada tiga zona pengelolaan (inti, penyangga, dan pemanfaatan) di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang. Pengambilan sampel dilakukan pada MaretAeApril 2026, diikuti sterilisasi permukaan akar dan isolasi pada media Nutrient Agar. Karakterisasi fenotipik dilakukan secara makroskopik, mikroskopik, dan biokimia, sedangkan uji aktivitas antimikrobia menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Dari 69 koloni awal, diperoleh 18 isolat murni dengan Bacillus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-b3ed6.webp" type="image/webp" length="105890" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-ec108.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-6fe2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/bakteri-endofit-kulit-antimicrobial-activity-endop-thumb-b3ed6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum Amazon Frogbit dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum Amazon Frogbit dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum Amazon Frogbit dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56904-restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la</link>
	<guid isPermaLink="false">c81a5ce4ddf613280107cea996ab543a</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 07:17:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak invasifitas L. laevigatum terhadap keanekaragaman hayati dan kualitas habitat di ekosistem rawa. Selain itu, penelitian tentang strategi pengelolaan dan pengendalian L. laevigatum ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak invasifitas L. laevigatum terhadap keanekaragaman hayati dan kualitas habitat di ekosistem rawa. Selain itu, penelitian tentang strategi pengelolaan dan pengendalian L. laevigatum sebagai spesies invasif juga perlu dilakukan, termasuk pengembangan metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian tentang interaksi L. laevigatum dengan spesies tumbuhan dan hewan asli di ekosistem rawa juga dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang dinamika ekosistem dan strategi pengelolaan yang optimal.. Limnobium laevigatum memiliki potensi sebagai tumbuhan invasif di ekosistem perairan rawa.laevigatum menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan perairan rawa, dengan daun berbentuk roset terapung, akar serabut panjang bercabang, dan kemampuan reproduksi vegetatif melalui stolon.Jaringan aerenkim pada tangkai daun dan daun berfungsi dalam daya apung dan pertukaran gas, serta jaringan parenkim dan berkas pengangkut mendukung efisiensi transportasi hara dan air.Kombinasi sifat ini mendukung pertumbuhan cepat dan kemampuan mendominasi habitat, sehingga L.laevigatum berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan rawa Limnobium laevigatum adalah tumbuhan air asing dengan potensi invasif karena memiliki kemampuan beradaptasi dan berkembang pesat di perairan rawa, yang dapat mengganggu keseimbangan habitat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfoanatomi L. laevigatum dan menganalisis potensinya sebagai tumbuhan invasif di perairan rawa Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan 14 spesimen dan menganalisis morfologi dan anatomi daun, tangkai daun, dan akar. Hasil menunjukkan L. laevigatum memiliki daun berbentuk roset terapung dengan permukaan licin berwarna hijau, sistem perakaran serabut menggantung bebas, dan mampu berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Pengamatan anatomi menunjukkan jaringan aerenkim pada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0880e.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0880e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0880e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0880e.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" alt="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0b7f9.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0b7f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0b7f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0b7f9.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" alt="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-d5189.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-d5189.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-d5189.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-d5189.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" alt="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56904-restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la" title="JURIS - Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun" target="_blank">Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbit) dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak invasifitas L. laevigatum terhadap keanekaragaman hayati dan kualitas habitat di ekosistem rawa. Selain itu, penelitian tentang strategi pengelolaan dan pengendalian L. laevigatum sebagai spesies invasif juga perlu dilakukan, termasuk pengembangan metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian tentang interaksi L. laevigatum dengan spesies tumbuhan dan hewan asli di ekosistem rawa juga dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang dinamika ekosistem dan strategi pengelolaan yang optimal..
<br>Limnobium laevigatum memiliki potensi sebagai tumbuhan invasif di ekosistem perairan rawa.laevigatum menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan perairan rawa, dengan daun berbentuk roset terapung, akar serabut panjang bercabang, dan kemampuan reproduksi vegetatif melalui stolon.Jaringan aerenkim pada tangkai daun dan daun berfungsi dalam daya apung dan pertukaran gas, serta jaringan parenkim dan berkas pengangkut mendukung efisiensi transportasi hara dan air.Kombinasi sifat ini mendukung pertumbuhan cepat dan kemampuan mendominasi habitat, sehingga L.laevigatum berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan rawa
<br>Limnobium laevigatum adalah tumbuhan air asing dengan potensi invasif karena memiliki kemampuan beradaptasi dan berkembang pesat di perairan rawa, yang dapat mengganggu keseimbangan habitat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfoanatomi L. laevigatum dan menganalisis potensinya sebagai tumbuhan invasif di perairan rawa Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan 14 spesimen dan menganalisis morfologi dan anatomi daun, tangkai daun, dan akar. Hasil menunjukkan L. laevigatum memiliki daun berbentuk roset terapung dengan permukaan licin berwarna hijau, sistem perakaran serabut menggantung bebas, dan mampu berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Pengamatan anatomi menunjukkan jaringan aerenkim pada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-d5189.webp" type="image/webp" length="102208" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0880e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-0b7f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/restorasi-ekosistem-rawa-morfoanatomi-limnobium-la-thumb-d5189.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56891-kesehatan-masyarakat-minat-masyar</link>
	<guid isPermaLink="false">4f896393716245c0a1511dba8f8678a9</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 07:16:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aida minropa ]]></category>
	<category><![CDATA[ lenni sastra ]]></category>
	<category><![CDATA[ fitria alisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aida,alisa,fitria,lenni,minropa,sastra]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular dapat menjadi agenda rutin di puskesmas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular dapat menjadi agenda rutin di puskesmas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kegiatan ini terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.. Layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular adalah salah satu bentuk layanan kepada masyarakat.Pelaksanaannya dilakukan secara individu ataupun kelompok di pelayanan kesehatan.Pelaksanaan ini bertujuan agar masyarakat diketahui kondisi kesehatannya dan teredukasi cara menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di mana pun mereka berada.Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin di puskesmas sehingga dapat tercapai pemenuhan kebutuhan kesehatan pada masyarakat dengan optimal Latar belakang: Penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi, asam urat, diabetes melitus, dan kolesterol, yang jika tidak diatasi dari awal dapat menimbulkan komplikasi. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensi penyakit yang datang ke tubuh kita pun akan diketahui lebih dini. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-14fd4.webp" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-14fd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-14fd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-14fd4.webp 1x" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" alt="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-c8ead.webp" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-c8ead.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-c8ead.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-c8ead.webp 1x" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" alt="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-fd4b9.webp" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-fd4b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-fd4b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-fd4b9.webp 1x" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" alt="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56891-kesehatan-masyarakat-minat-masyar" title="JURIS - Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat" target="_blank">Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Camat Padang Barat</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular dapat menjadi agenda rutin di puskesmas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kegiatan ini terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala..
<br>Layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular adalah salah satu bentuk layanan kepada masyarakat.Pelaksanaannya dilakukan secara individu ataupun kelompok di pelayanan kesehatan.Pelaksanaan ini bertujuan agar masyarakat diketahui kondisi kesehatannya dan teredukasi cara menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di mana pun mereka berada.Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin di puskesmas sehingga dapat tercapai pemenuhan kebutuhan kesehatan pada masyarakat dengan optimal
<br>Latar belakang: Penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi, asam urat, diabetes melitus, dan kolesterol, yang jika tidak diatasi dari awal dapat menimbulkan komplikasi. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensi penyakit yang datang ke tubuh kita pun akan diketahui lebih dini. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-c8ead.webp" type="image/webp" length="121470" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-14fd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-c8ead.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/kesehatan-masyarakat-minat-thailand-pendidikan-pem-thumb-fd4b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3639-mercubaktijaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16689-jurnal-abdi-mercusuar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau Vigna radiata sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau Vigna radiata sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau Vigna radiata sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56895-komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-kac</link>
	<guid isPermaLink="false">411a7107d5e48fc5ccb8d247adcbb1b3</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 07:05:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menguji efektivitas medium alternatif kacang hijau terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk Gram negatif dan positif, untuk menentukan spektrum luasnya. 2. Menganalisis komposisi nutrisi medium alternatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus: Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menguji efektivitas medium alternatif kacang hijau terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk Gram negatif dan positif, untuk menentukan spektrum luasnya. 2. Menganalisis komposisi nutrisi medium alternatif setelah produksi untuk memastikan ketersediaan nutrisi bagi bakteri. 3. Menjelajahi efek variasi konsentrasi tepung dan infusum kacang hijau pada pertumbuhan bakteri, untuk mengoptimalkan formula medium alternatif.. Berdasarkan hasil penelitian, tepung kacang hijau (Vigna radiata) menunjukkan potensi kuat sebagai media alternatif pertumbuhan Staphylococcus aureus yang efektif, dengan efektivitas pertumbuhan yang setara dengan medium komersial standar, Tryptic Soy Agar (TSA).Sebaliknya, medium infusum kacang hijau kurang optimal untuk pertumbuhan bakteri, kemungkinan akibat degradasi nutrisi selama proses pemanasan atau pengolahan.Secara morfologis, kedua medium alternatif berhasil mendukung pertumbuhan bakteri, meskipun menghasilkan koloni yang sedikit lebih kecil dibandingkan medium standar.Oleh karena itu, tepung kacang hijau dapat direkomendasikan sebagai alternatif medium pertumbuhan yang layak dan hemat biaya untuk latihan mikrobiologi, terutama di laboratorium dengan infrastruktur terbatas Keterbatasan akses dan tingginya biaya media pertumbuhan komersial mendorong pengembangan media alternatif berbasis bahan lokal. Meskipun beberapa bahan legum telah dilaporkan dapat mendukung pertumbuhan bakteri, pemanfaatan kacang hijau (Vigna radiata) sebagai media alternatif, khususnya dalam bentuk tepung dan infusum, serta perbandingan efektivitasnya terhadap media standar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi kedua bentuk tersebut sebagai media pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian adalah eksperimental yang dilakukan pada MaretAeMei 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Medan. Metode yang digunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-0c414.webp" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-0c414.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-0c414.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-0c414.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" alt="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-9d3a1.webp" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-9d3a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-9d3a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-9d3a1.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" alt="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-43c45.webp" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-43c45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-43c45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-43c45.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" alt="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56895-komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-kac" title="JURIS - Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus" target="_blank">Evaluasi Tepung dan Infusum Kacang Hijau (Vigna radiata) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus aureus</a>: Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menguji efektivitas medium alternatif kacang hijau terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk Gram negatif dan positif, untuk menentukan spektrum luasnya. 2. Menganalisis komposisi nutrisi medium alternatif setelah produksi untuk memastikan ketersediaan nutrisi bagi bakteri. 3. Menjelajahi efek variasi konsentrasi tepung dan infusum kacang hijau pada pertumbuhan bakteri, untuk mengoptimalkan formula medium alternatif..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, tepung kacang hijau (Vigna radiata) menunjukkan potensi kuat sebagai media alternatif pertumbuhan Staphylococcus aureus yang efektif, dengan efektivitas pertumbuhan yang setara dengan medium komersial standar, Tryptic Soy Agar (TSA).Sebaliknya, medium infusum kacang hijau kurang optimal untuk pertumbuhan bakteri, kemungkinan akibat degradasi nutrisi selama proses pemanasan atau pengolahan.Secara morfologis, kedua medium alternatif berhasil mendukung pertumbuhan bakteri, meskipun menghasilkan koloni yang sedikit lebih kecil dibandingkan medium standar.Oleh karena itu, tepung kacang hijau dapat direkomendasikan sebagai alternatif medium pertumbuhan yang layak dan hemat biaya untuk latihan mikrobiologi, terutama di laboratorium dengan infrastruktur terbatas
<br>Keterbatasan akses dan tingginya biaya media pertumbuhan komersial mendorong pengembangan media alternatif berbasis bahan lokal. Meskipun beberapa bahan legum telah dilaporkan dapat mendukung pertumbuhan bakteri, pemanfaatan kacang hijau (Vigna radiata) sebagai media alternatif, khususnya dalam bentuk tepung dan infusum, serta perbandingan efektivitasnya terhadap media standar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi kedua bentuk tersebut sebagai media pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian adalah eksperimental yang dilakukan pada MaretAeMei 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Medan. Metode yang digunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-0c414.webp" type="image/webp" length="64438" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-0c414.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-9d3a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/komoditas-kacang-hijau-kombinasi-tepung-alternatif-thumb-43c45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56899-coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-mad</link>
	<guid isPermaLink="false">894426ab59927dbb439951000027efc7</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 06:43:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki apakah model Problem Based Learning yang dibantu mind mapping memberikan efek serupa pada topik biologi lain seperti ekosistem atau genetika serta pada tingkat kelas yang berbeda, misalnya pada kelas XII atau tingkat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki apakah model Problem Based Learning yang dibantu mind mapping memberikan efek serupa pada topik biologi lain seperti ekosistem atau genetika serta pada tingkat kelas yang berbeda, misalnya pada kelas XII atau tingkat SMP. Selanjutnya, diperlukan studi jangka panjang untuk menilai retensi kemampuan berpikir kritis siswa setelah beberapa bulan atau tahun penerapan model ini, sehingga dapat diketahui keberlanjutan manfaatnya. Selain itu, perbandingan antara mind mapping dengan teknik visualisasi lain seperti concept mapping atau diagram alur dalam konteks PBL dapat mengungkap strategi visual yang paling efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor moderator seperti motivasi belajar, gaya belajar, atau tingkat kecerdasan emosional terhadap efektivitas model ini, guna memperjelas kondisi optimal penerapannya. Akhirnya, uji coba model ini dalam lingkungan pembelajaran daring atau hybrid dapat memberikan wawasan tentang adaptabilitasnya pada berbagai platform pendidikan modern.. Penerapan model Problem Based Learning yang dibantu dengan mind mapping secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan di SMA Negeri 12 Medan.Analisis data menunjukkan peningkatan rataAcrata nilai dari 48,03 pada preActest menjadi 75,61 pada postActest serta nilai signifikansi sebesar 0,015 ( ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-09ec1.webp" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-09ec1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-09ec1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-09ec1.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" alt="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-c957a.webp" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-c957a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-c957a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-c957a.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" alt="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-b8911.webp" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-b8911.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-b8911.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-b8911.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" alt="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56899-coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-mad" title="JURIS - Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan" target="_blank">Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pencernaan</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki apakah model Problem Based Learning yang dibantu mind mapping memberikan efek serupa pada topik biologi lain seperti ekosistem atau genetika serta pada tingkat kelas yang berbeda, misalnya pada kelas XII atau tingkat SMP. Selanjutnya, diperlukan studi jangka panjang untuk menilai retensi kemampuan berpikir kritis siswa setelah beberapa bulan atau tahun penerapan model ini, sehingga dapat diketahui keberlanjutan manfaatnya. Selain itu, perbandingan antara mind mapping dengan teknik visualisasi lain seperti concept mapping atau diagram alur dalam konteks PBL dapat mengungkap strategi visual yang paling efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor moderator seperti motivasi belajar, gaya belajar, atau tingkat kecerdasan emosional terhadap efektivitas model ini, guna memperjelas kondisi optimal penerapannya. Akhirnya, uji coba model ini dalam lingkungan pembelajaran daring atau hybrid dapat memberikan wawasan tentang adaptabilitasnya pada berbagai platform pendidikan modern..
<br>Penerapan model Problem Based Learning yang dibantu dengan mind mapping secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan di SMA Negeri 12 Medan.Analisis data menunjukkan peningkatan rataAcrata nilai dari 48,03 pada preActest menjadi 75,61 pada postActest serta nilai signifikansi sebesar 0,015 (<0,05), sehingga hipotesis mengenai pengaruh positif model tersebut diterima.Oleh karena itu, model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif efektif dalam pendidikan biologi, dan disarankan agar guru mengimplementasikannya serta peneliti melakukan studi lanjutan pada materi atau jenjang lain
<br>Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran biologi untuk membantu siswa menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbantuan mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretestAcposttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan mind mapping dan kelas kontrol yang menggunakan model Problem Based Learning. Data dikumpulkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-b8911.webp" type="image/webp" length="98414" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-09ec1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-c957a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/coba-model-sawroc-pemahaman-siswa-kritis-madrasah-thumb-b8911.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-347-unipa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17499-spizaetus-jurnal-biologi-pendidikan-biologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56907-tekanan-darah-pengendalian-kondisi-f</link>
	<guid isPermaLink="false">44e2f991af8fb7c9dca1f7ac4524c27e</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 06:13:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aida minropa ]]></category>
	<category><![CDATA[ lenni sastra ]]></category>
	<category><![CDATA[ fitria alisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aida,alisa,fitria,lenni,minropa,sastra]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dalam jangka panjang. Selain itu, perlu juga dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dalam jangka panjang. Selain itu, perlu juga dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi ini, seperti kondisi fisik dan psikologis lansia, serta faktor lingkungan. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif untuk mengendalikan tekanan darah pada lansia hipertensi.. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil 83,3% lansia hipertensi mengalami peningkatan pengetahuan tentang hipertensi.90% lansia mengalami penurunan tekanan darah dan lansia mampu memperagakan kembali terapi rendam kaki air hangat serai dan garam yang telah diajarkan.Setelah kegiatan selesai, diharapkan lansia dapat melakukan terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah disamping juga mengkonsumsi obat hipertensi dengan patuh Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia. Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur. Masalah yang umum terjadi pada lansia dengan hipertensi adalah tidak terkontrolnya tekanan darah dimana nilai tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan lansia untuk mengontrol tekanan darah adalah terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam. Terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dapat membantu meningkatkan sirkulais darah dengan memperlebar pembuluh darah sehingga lebih banyak oksigen dipasok ke jaringan yang mengalami sumbatan. Sehingga hal ini dapat memberikan perbaikan sirkulasi darah. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-12528.webp" title="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-12528.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-12528.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-12528.webp 1x" title="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" alt="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-a3fa4.webp" title="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-a3fa4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-a3fa4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-a3fa4.webp 1x" title="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" alt="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56907-tekanan-darah-pengendalian-kondisi-f" title="JURIS - Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi" target="_blank">Terapi Rendam Kaki Air Hangat Serai dan Garam Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dalam jangka panjang. Selain itu, perlu juga dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi ini, seperti kondisi fisik dan psikologis lansia, serta faktor lingkungan. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif untuk mengendalikan tekanan darah pada lansia hipertensi..
<br>Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil 83,3% lansia hipertensi mengalami peningkatan pengetahuan tentang hipertensi.90% lansia mengalami penurunan tekanan darah dan lansia mampu memperagakan kembali terapi rendam kaki air hangat serai dan garam yang telah diajarkan.Setelah kegiatan selesai, diharapkan lansia dapat melakukan terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah disamping juga mengkonsumsi obat hipertensi dengan patuh
<br>Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia. Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur. Masalah yang umum terjadi pada lansia dengan hipertensi adalah tidak terkontrolnya tekanan darah dimana nilai tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan lansia untuk mengontrol tekanan darah adalah terapi rendam kaki dengan air hangat serai dan garam. Terapi rendam kaki air hangat serai dan garam dapat membantu meningkatkan sirkulais darah dengan memperlebar pembuluh darah sehingga lebih banyak oksigen dipasok ke jaringan yang mengalami sumbatan. Sehingga hal ini dapat memberikan perbaikan sirkulasi darah.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-a3fa4.webp" type="image/webp" length="74290" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-12528.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/tekanan-darah-pengendalian-kondisi-fisik-lansia-pe-thumb-a3fa4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3639-mercubaktijaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16689-jurnal-abdi-mercusuar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-56906-konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan</link>
	<guid isPermaLink="false">58bacc9b9e9343af7591756e8a729b30</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 05:54:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aida minropa ]]></category>
	<category><![CDATA[ lenni sastra ]]></category>
	<category><![CDATA[ fitria alisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aida,alisa,fitria,lenni,minropa,sastra]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas dosis berbeda madu (misalnya 2Aml vs 5Aml) ketika dikombinasikan dengan oralit pada anak balita dengan diare akut untuk menentukan dosis optimal yang paling efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas dosis berbeda madu (misalnya 2Aml vs 5Aml) ketika dikombinasikan dengan oralit pada anak balita dengan diare akut untuk menentukan dosis optimal yang paling efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi diare. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang pemberian madu sebagai terapi komplementer terhadap kejadian stunting pada anak-anak yang sering mengalami diare, sehingga dapat diketahui apakah madu berkontribusi pada peningkatan status gizi secara keseluruhan. Selanjutnya, perbandingan antara terapi madu dan terapi komplementer lain seperti masase atau TuiANa pada anak dengan diare akut dapat dilakukan untuk menilai mana yang lebih efektif dalam mempercepat pemulihan dan mengurangi komplikasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan masing-masing intervensi.. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengatasi anak diare melalui pelayanan home care.Orang tua dapat mengimplementasikan di rumah dengan mengkonsumsi madu untuk menurunkan frekuensi diare pada anak saat anak pertama mengalami diare di rumah Latar Belakang: Perawat home care sebagai pemberi asuhan keperawatan memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan kesehatan anak yang mengalami diare melalui berbagai intervensi. Berbagai komplikasi masalah kesehatan diare dapat dicegah melalui upaya promotif, preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif. Selain itu perawat juga berperan dalam penerapan terapi komplementer keperawatan sebagai terapi pendukung terhadap penurunan angka kejadian diare dan penurunan frekuensi diare pada anak. Salah satu terapi komplementer untuk mengatasi anak mengalami diare yaitu dengan memberikan madu. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengatasi anak diare melalui pelayanan home care. Metode: Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-7be48.webp" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-7be48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-7be48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-7be48.webp 1x" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" alt="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-d89fb.webp" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-d89fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-d89fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-d89fb.webp 1x" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" alt="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-f50d2.webp" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-f50d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-f50d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-f50d2.webp 1x" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" alt="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56906-konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan" title="JURIS - Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak" target="_blank">Perawatan Home Care dengan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas dosis berbeda madu (misalnya 2Aml vs 5Aml) ketika dikombinasikan dengan oralit pada anak balita dengan diare akut untuk menentukan dosis optimal yang paling efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi diare. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang pemberian madu sebagai terapi komplementer terhadap kejadian stunting pada anak-anak yang sering mengalami diare, sehingga dapat diketahui apakah madu berkontribusi pada peningkatan status gizi secara keseluruhan. Selanjutnya, perbandingan antara terapi madu dan terapi komplementer lain seperti masase atau TuiANa pada anak dengan diare akut dapat dilakukan untuk menilai mana yang lebih efektif dalam mempercepat pemulihan dan mengurangi komplikasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan masing-masing intervensi..
<br>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengatasi anak diare melalui pelayanan home care.Orang tua dapat mengimplementasikan di rumah dengan mengkonsumsi madu untuk menurunkan frekuensi diare pada anak saat anak pertama mengalami diare di rumah
<br>Latar Belakang: Perawat home care sebagai pemberi asuhan keperawatan memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan kesehatan anak yang mengalami diare melalui berbagai intervensi. Berbagai komplikasi masalah kesehatan diare dapat dicegah melalui upaya promotif, preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif. Selain itu perawat juga berperan dalam penerapan terapi komplementer keperawatan sebagai terapi pendukung terhadap penurunan angka kejadian diare dan penurunan frekuensi diare pada anak. Salah satu terapi komplementer untuk mengatasi anak mengalami diare yaitu dengan memberikan madu. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengatasi anak diare melalui pelayanan home care. Metode: Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-d89fb.webp" type="image/webp" length="102000" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-7be48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-d89fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/konsumsi-madu-temulawak-anak-balita-kesehatan-stat-thumb-f50d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3639-mercubaktijaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16689-jurnal-abdi-mercusuar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 28 Jul 2026 14:11:45 +0700. 12 items. Served in: 3.847 seconds [rss] -->
