<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.291-19aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.291-19aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 19 Aug 2026 19:48:36 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:48:36 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-19T19:48:36+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Strategis SDM untuk Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4 0 Studi Kasus PT XYZ ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Strategis SDM untuk Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4 0 Studi Kasus PT XYZ ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Strategis SDM untuk Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4 0 Studi Kasus PT XYZ ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59508-daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-manusi</link>
	<guid isPermaLink="false">ca69e63774966942fe5109be2b78bc00</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:21:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi xyz ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,studi,xyz]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, PT XYZ telah menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan SDM di era digital. Namun, masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan program pelatihan yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Strategis SDM untuk Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0: Studi Kasus PT XYZ: Berdasarkan hasil penelitian, PT XYZ telah menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan SDM di era digital. Namun, masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan program pelatihan yang lebih terfokus pada keterampilan digital dan soft skills, dengan melibatkan karyawan secara aktif dalam proyek-proyek nyata yang relevan dengan industri. Selain itu, PT XYZ dapat mengembangkan budaya organisasi yang lebih inklusif dan kolaboratif, mendorong inovasi dan partisipasi aktif dari seluruh karyawan. Terakhir, perusahaan dapat terus memperkuat kebijakan fleksibel yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja-keluarga, meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, PT XYZ dapat membangun SDM yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital, sehingga mendukung keberlanjutan perusahaan di masa depan.. Transformasi strategis sumber daya manusia (SDM) di PT XYZ untuk keberlanjutan perusahaan di era Industri 4.Dengan fokus pada peningkatan kemampuan individu, penguatan peran vital dalam pencapaian tujuan jangka panjang, dan kebutuhan kepemimpinan digital, perusahaan akan lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.Implementasi strategi ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja SDM, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan Era Revolusi Industri 4.0 telah membawa pengaruh signifikan dalam mengubah lanskap bisnis digital, termasuk di sektor perbankan. Posisi karyawan sebagai sumber daya manusia (SDM) yang membawa pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan layanan profesional terancam oleh perubahan digital dan kompleksitas yang dikatakan mampu menggantikan semua pekerjaan manusia. Transformasi strategis manajemen sumber daya manusia (HR) menjadi krusial di PT. XYZ untuk memastikan keberlanjutan bisnis perbankan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran strategis pengembangan manajemen sumber daya manusia (HR) di PT. XYZ dalam menghadapi kompleksitas transformasi teknologi digital di perbankan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah karyawan Bank XYZ yang lulus dari Program Pengembangan Manajemen (MDP), termasuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-2fd40.webp" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-2fd40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-2fd40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-2fd40.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" alt="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-b88c3.webp" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-b88c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-b88c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-b88c3.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" alt="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-d0e39.webp" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-d0e39.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-d0e39.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-d0e39.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" alt="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59508-daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-manusi" title="JURIS - Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ" target="_blank">Transformasi Strategis SDM untuk  Keberlanjutan Perusahaan di Era Industri 4.0:  Studi Kasus PT XYZ</a>: Berdasarkan hasil penelitian, PT XYZ telah menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan SDM di era digital. Namun, masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan program pelatihan yang lebih terfokus pada keterampilan digital dan soft skills, dengan melibatkan karyawan secara aktif dalam proyek-proyek nyata yang relevan dengan industri. Selain itu, PT XYZ dapat mengembangkan budaya organisasi yang lebih inklusif dan kolaboratif, mendorong inovasi dan partisipasi aktif dari seluruh karyawan. Terakhir, perusahaan dapat terus memperkuat kebijakan fleksibel yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja-keluarga, meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, PT XYZ dapat membangun SDM yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital, sehingga mendukung keberlanjutan perusahaan di masa depan..
<br>Transformasi strategis sumber daya manusia (SDM) di PT XYZ untuk keberlanjutan perusahaan di era Industri 4.Dengan fokus pada peningkatan kemampuan individu, penguatan peran vital dalam pencapaian tujuan jangka panjang, dan kebutuhan kepemimpinan digital, perusahaan akan lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.Implementasi strategi ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja SDM, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan
<br>Era Revolusi Industri 4.0 telah membawa pengaruh signifikan dalam mengubah lanskap bisnis digital, termasuk di sektor perbankan. Posisi karyawan sebagai sumber daya manusia (SDM) yang membawa pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan layanan profesional terancam oleh perubahan digital dan kompleksitas yang dikatakan mampu menggantikan semua pekerjaan manusia. Transformasi strategis manajemen sumber daya manusia (HR) menjadi krusial di PT. XYZ untuk memastikan keberlanjutan bisnis perbankan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran strategis pengembangan manajemen sumber daya manusia (HR) di PT. XYZ dalam menghadapi kompleksitas transformasi teknologi digital di perbankan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah karyawan Bank XYZ yang lulus dari Program Pengembangan Manajemen (MDP), termasuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-2fd40.webp" type="image/webp" length="103382" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-2fd40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-b88c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/daya-manusia-disiplin-manajemen-sumber-administras-thumb-d0e39.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-422-kwikkiangie.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19712-jurnal-manajemen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59518-standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-stan</link>
	<guid isPermaLink="false">96d60fdd0dd0a7806a6041e2311e29c3</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:21:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nadia raihan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[nadia,raihan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat temuan kadar air kopi bubuk di Sumatera Selatan yang masih tinggi melebihi standar, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, bagaimana jika kita meneliti lebih dalam profil sangrai yang optimal? Misalnya, apakah ada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera: Melihat temuan kadar air kopi bubuk di Sumatera Selatan yang masih tinggi melebihi standar, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, bagaimana jika kita meneliti lebih dalam profil sangrai yang optimal? Misalnya, apakah ada kombinasi suhu dan waktu sangrai tertentu yang bisa secara efektif menurunkan kadar air hingga batas SNI tanpa merusak cita rasa khas kopi Sumatera Selatan, dan bagaimana metode pendinginan setelah sangrai memengaruhi retensi kelembaban? Kedua, mengingat peran penting kemasan dan penyimpanan, studi tentang efektivitas teknologi kemasan dan kondisi penyimpanan inovatif akan sangat berguna. Penelitian bisa fokus pada jenis material kemasan yang lebih baik dalam menjaga kadar air serta sistem penyimpanan yang terkontrol kelembaban, dan menguji mana yang paling efisien dan terjangkau bagi produsen lokal. Ketiga, perlu juga ditelusuri lebih lanjut pengaruh praktik pascapanen di tingkat petani. Pertanyaan yang muncul adalah, praktik pengeringan dan penanganan awal seperti apa di tingkat petani yang paling signifikan berkontribusi terhadap kadar air akhir kopi bubuk, dan intervensi pelatihan atau teknologi apa yang paling efektif untuk memastikan produk mentah sudah memenuhi standar kelembaban sebelum masuk ke tahap pengolahan selanjutnya? Penelitian ini tidak hanya akan membantu produsen memenuhi standar, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing kopi bubuk Sumatera Selatan di pasar.. Analisis terhadap enam sampel kopi bubuk dari Sumatera Selatan menunjukkan bahwa semua sampel memiliki kadar air yang melebihi batas maksimum Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu berkisar antara 7,38% hingga 9,10%.Sebaliknya, kadar abu dan kafein semua sampel berada dalam rentang yang dapat diterima sesuai SNI, dengan nilai masing-masing berkisar 4,28% hingga 4,81% dan 1,24% hingga 1,91%.Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun parameter abu dan kafein memenuhi standar kualitas, perhatian lebih besar harus diberikan pada pengendalian kadar air untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas produk Sumatera Selatan merupakan provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Namun, banyak produk kopi bubuk yang beredar di pasaran belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis (IG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia kopi bubuk dari Sumatera Selatan yang memenuhi standar SNI, memiliki sertifikasi IG, dan yang tidak bersertifikat. Tiga parameter kimia yang diperiksa adalah kadar air, kadar abu, dan kadar kafein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu dan kafein dari keenam sampel kopi bubuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh SNI. Namun, kadar air semua sampel melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI untuk kopi bubuk, berkisar antara 7,38% hingga 9,10%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-14464.webp" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-14464.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-14464.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-14464.webp 1x" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" alt="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-ee81d.webp" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-ee81d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-ee81d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-ee81d.webp 1x" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" alt="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-10caf.webp" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-10caf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-10caf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-10caf.webp 1x" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" alt="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59518-standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-stan" title="JURIS - Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera" target="_blank">Chemical Profile of Ground Coffees in South Sumatera</a>: Melihat temuan kadar air kopi bubuk di Sumatera Selatan yang masih tinggi melebihi standar, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, bagaimana jika kita meneliti lebih dalam profil sangrai yang optimal? Misalnya, apakah ada kombinasi suhu dan waktu sangrai tertentu yang bisa secara efektif menurunkan kadar air hingga batas SNI tanpa merusak cita rasa khas kopi Sumatera Selatan, dan bagaimana metode pendinginan setelah sangrai memengaruhi retensi kelembaban? Kedua, mengingat peran penting kemasan dan penyimpanan, studi tentang efektivitas teknologi kemasan dan kondisi penyimpanan inovatif akan sangat berguna. Penelitian bisa fokus pada jenis material kemasan yang lebih baik dalam menjaga kadar air serta sistem penyimpanan yang terkontrol kelembaban, dan menguji mana yang paling efisien dan terjangkau bagi produsen lokal. Ketiga, perlu juga ditelusuri lebih lanjut pengaruh praktik pascapanen di tingkat petani. Pertanyaan yang muncul adalah, praktik pengeringan dan penanganan awal seperti apa di tingkat petani yang paling signifikan berkontribusi terhadap kadar air akhir kopi bubuk, dan intervensi pelatihan atau teknologi apa yang paling efektif untuk memastikan produk mentah sudah memenuhi standar kelembaban sebelum masuk ke tahap pengolahan selanjutnya? Penelitian ini tidak hanya akan membantu produsen memenuhi standar, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing kopi bubuk Sumatera Selatan di pasar..
<br>Analisis terhadap enam sampel kopi bubuk dari Sumatera Selatan menunjukkan bahwa semua sampel memiliki kadar air yang melebihi batas maksimum Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu berkisar antara 7,38% hingga 9,10%.Sebaliknya, kadar abu dan kafein semua sampel berada dalam rentang yang dapat diterima sesuai SNI, dengan nilai masing-masing berkisar 4,28% hingga 4,81% dan 1,24% hingga 1,91%.Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun parameter abu dan kafein memenuhi standar kualitas, perhatian lebih besar harus diberikan pada pengendalian kadar air untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas produk
<br>Sumatera Selatan merupakan provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Namun, banyak produk kopi bubuk yang beredar di pasaran belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis (IG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia kopi bubuk dari Sumatera Selatan yang memenuhi standar SNI, memiliki sertifikasi IG, dan yang tidak bersertifikat. Tiga parameter kimia yang diperiksa adalah kadar air, kadar abu, dan kadar kafein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu dan kafein dari keenam sampel kopi bubuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh SNI. Namun, kadar air semua sampel melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI untuk kopi bubuk, berkisar antara 7,38% hingga 9,10%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-14464.webp" type="image/webp" length="109950" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-14464.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-ee81d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/standar-kualitas-mahasiswa-sni-briket-nasional-pro-thumb-10caf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1490-akb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7714-journal-innovation-food-animal-science-jifas.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec Bacukiki Kota Parepare ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec Bacukiki Kota Parepare ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec Bacukiki Kota Parepare ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59521-naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sa</link>
	<guid isPermaLink="false">353223ffe32207cf4536eab48040a114</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:21:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal sains ]]></category>
	<category><![CDATA[ heni siswati ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[heni,jurnal,sains,siswati,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan awal yang menjanjikan mengenai potensi buah naga merah dalam membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Namun, untuk benar-benar memahami manfaat penuhnya, ada beberapa arah penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare: Penelitian ini memberikan wawasan awal yang menjanjikan mengenai potensi buah naga merah dalam membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Namun, untuk benar-benar memahami manfaat penuhnya, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada studi yang menyelidiki efektivitas jangka panjang dari konsumsi buah naga merah, bukan hanya dalam rentang waktu singkat seperti 15 hari. Penelitian bisa mencari tahu berapa dosis optimal dan frekuensi konsumsi yang paling efektif dan aman untuk mempertahankan kadar gula darah normal selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, serta apakah ada perbedaan signifikan jika buah naga merah dikonsumsi dalam bentuk segar, jus, atau olahan lain. Kedua, penting untuk mendalami bagaimana sebenarnya buah naga merah bekerja di dalam tubuh. Studi selanjutnya dapat berfokus pada identifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam buah naga merah dan menjelaskan mekanisme molekuler atau biokimia yang tepat di balik efek penurunan gula darah, misalnya, bagaimana interaksinya dengan produksi insulin atau sensitivitas sel terhadap insulin. Ini akan memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat. Ketiga, mengingat adanya variabel perancu seperti stres yang diidentifikasi dalam penelitian ini, studi di masa depan sebaiknya dirancang dengan kontrol yang lebih ketat terhadap faktor-faktor gaya hidup. Peneliti bisa mengembangkan protokol intervensi yang juga mencakup manajemen stres atau memilih desain penelitian yang lebih kuat, seperti uji klinis acak terkontrol, dengan jumlah peserta yang lebih besar dan representatif dari berbagai demografi. Ini akan membantu memastikan bahwa efek yang diamati benar-benar berasal dari buah naga merah, bukan faktor lain.. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian buah naga merah terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman. Penyakit diabetes ini bila tidak cepat diatasi akan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih parah karena dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi yaitu kerusakan syaraf, kerusakan ginjal, kerusakan mata, penyakit jantung, stroke, impotensi dan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian buah naga merah terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II. Jenis Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen Design dengan rancangan pretest-postest. Sampel berjumlah 40 responden yang dibagi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-42f11.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-42f11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-42f11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-42f11.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-e47c3.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-e47c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-e47c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-e47c3.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-779a4.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-779a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-779a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-779a4.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59521-naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sa" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare" target="_blank">Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita  Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kec. Bacukiki Kota Parepare</a>: Penelitian ini memberikan wawasan awal yang menjanjikan mengenai potensi buah naga merah dalam membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Namun, untuk benar-benar memahami manfaat penuhnya, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada studi yang menyelidiki efektivitas jangka panjang dari konsumsi buah naga merah, bukan hanya dalam rentang waktu singkat seperti 15 hari. Penelitian bisa mencari tahu berapa dosis optimal dan frekuensi konsumsi yang paling efektif dan aman untuk mempertahankan kadar gula darah normal selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, serta apakah ada perbedaan signifikan jika buah naga merah dikonsumsi dalam bentuk segar, jus, atau olahan lain. Kedua, penting untuk mendalami bagaimana sebenarnya buah naga merah bekerja di dalam tubuh. Studi selanjutnya dapat berfokus pada identifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam buah naga merah dan menjelaskan mekanisme molekuler atau biokimia yang tepat di balik efek penurunan gula darah, misalnya, bagaimana interaksinya dengan produksi insulin atau sensitivitas sel terhadap insulin. Ini akan memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat. Ketiga, mengingat adanya variabel perancu seperti stres yang diidentifikasi dalam penelitian ini, studi di masa depan sebaiknya dirancang dengan kontrol yang lebih ketat terhadap faktor-faktor gaya hidup. Peneliti bisa mengembangkan protokol intervensi yang juga mencakup manajemen stres atau memilih desain penelitian yang lebih kuat, seperti uji klinis acak terkontrol, dengan jumlah peserta yang lebih besar dan representatif dari berbagai demografi. Ini akan membantu memastikan bahwa efek yang diamati benar-benar berasal dari buah naga merah, bukan faktor lain..
<br>Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian buah naga merah terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare
<br>Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman. Penyakit diabetes ini bila tidak cepat diatasi akan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih parah karena dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi yaitu kerusakan syaraf, kerusakan ginjal, kerusakan mata, penyakit jantung, stroke, impotensi dan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian buah naga merah terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II. Jenis Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen Design dengan rancangan pretest-postest. Sampel berjumlah 40 responden yang dibagi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-42f11.webp" type="image/webp" length="87094" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-42f11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-e47c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/naga-merah-rdfpe-kulit-konsumsi-buah-sayur-timbal-thumb-779a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1325-itka.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6696-saintekes-jurnal-sains-teknologi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen Studi Empirik pada Bank BCA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen Studi Empirik pada Bank BCA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen Studi Empirik pada Bank BCA ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59511-customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan</link>
	<guid isPermaLink="false">2b4a739170864a4b34ff423febca53a9</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:21:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki pengaruh customer experience officer (CXO) terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, studi tentang perubahan kantor cabang tradisional menjadi future branch dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen: Studi Empirik pada Bank BCA: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki pengaruh customer experience officer (CXO) terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, studi tentang perubahan kantor cabang tradisional menjadi future branch dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang aspek layanan pelanggan digital yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan kemudahan penggunaan (ease of use) dalam layanan digital perbankan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia dan pengalaman pengguna.. Customer experience tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan.Ease of use berpengaruh secara positif dan signifikan dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan.Semakin baik ease of use, kepuasan pelanggan semakin tinggi Pandemi covid-19 mengurangi layanan pelanggan secara langsung dan memaksa bank untuk memulai layanan perbankan berbasis digital. Secara bertahap, aktivitas perbankan tradisional beralih ke perbankan digital, dan bank mulai bersaing untuk menciptakan layanan perbankan digital yang mudah diakses oleh pelanggan. Praktik ini berkembang dengan cepat. Namun, respons pelanggan terhadap pendekatan baru ini belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, penulis mendeteksi respons pelanggan dalam bentuk kepuasan pelanggan dan menggunakan pengalaman pelanggan serta kemudahan penggunaan alat layanan pelanggan digital sebagai penentu yang diduga. Menggunakan penilaian sampling untuk membuktikan konsep ini, penulis merekrut 113 pelanggan sebagai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-56465.webp" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-56465.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-56465.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-56465.webp 1x" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" alt="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-871e7.webp" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-871e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-871e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-871e7.webp 1x" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" alt="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-79b93.webp" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-79b93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-79b93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-79b93.webp 1x" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" alt="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59511-customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan" title="JURIS - Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA" target="_blank">Apakah Layanan Digital Memuaskan Konsumen:  Studi Empirik pada Bank BCA</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki pengaruh customer experience officer (CXO) terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, studi tentang perubahan kantor cabang tradisional menjadi future branch dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang aspek layanan pelanggan digital yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan kemudahan penggunaan (ease of use) dalam layanan digital perbankan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia dan pengalaman pengguna..
<br>Customer experience tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan.Ease of use berpengaruh secara positif dan signifikan dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan.Semakin baik ease of use, kepuasan pelanggan semakin tinggi
<br>Pandemi covid-19 mengurangi layanan pelanggan secara langsung dan memaksa bank untuk memulai layanan perbankan berbasis digital. Secara bertahap, aktivitas perbankan tradisional beralih ke perbankan digital, dan bank mulai bersaing untuk menciptakan layanan perbankan digital yang mudah diakses oleh pelanggan. Praktik ini berkembang dengan cepat. Namun, respons pelanggan terhadap pendekatan baru ini belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, penulis mendeteksi respons pelanggan dalam bentuk kepuasan pelanggan dan menggunakan pengalaman pelanggan serta kemudahan penggunaan alat layanan pelanggan digital sebagai penentu yang diduga. Menggunakan penilaian sampling untuk membuktikan konsep ini, penulis merekrut 113 pelanggan sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-79b93.webp" type="image/webp" length="94152" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-56465.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-871e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/customer-experience-ease-kepuasan-pelanggan-layana-thumb-79b93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-422-kwikkiangie.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19712-jurnal-manajemen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59530-hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-pas</link>
	<guid isPermaLink="false">1deaf21851242e1c08fcd8dd75bec07c</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 19:21:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal sains ]]></category>
	<category><![CDATA[ heni siswati ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[heni,jurnal,sains,siswati,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat dari kekuatan teori Self-Transcendence Pamela G. Reed dalam aspek psikososial dan spiritual, serta beberapa keterbatasannya dalam menjelaskan penanganan fisik dan operasionalisasi konsep yang masih abstrak, ada beberapa arah penelitian lanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara: Melihat dari kekuatan teori Self-Transcendence Pamela G. Reed dalam aspek psikososial dan spiritual, serta beberapa keterbatasannya dalam menjelaskan penanganan fisik dan operasionalisasi konsep yang masih abstrak, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan menguji coba secara empiris suatu instrumen atau protokol intervensi keperawatan yang didasarkan pada teori Self-Transcendence. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana konsep-konsep abstrak seperti 'transendensi diri' bisa diukur dan diimplementasikan secara konkret dalam perawatan pasien dengan penyakit kronis atau terminal, termasuk aspek fisik dan spiritual mereka. Misalnya, bagaimana kita bisa menilai kemajuan batin pasien atau interaksinya dengan lingkungan secara lebih sistematis, sehingga teori ini tidak hanya relevan secara konseptual tetapi juga praktis dalam pengaturan klinis. Kedua, mempertimbangkan bahwa kasus yang dianalisis melibatkan masalah fisik yang serius (defisit nutrisi, nyeri kronis, luka luas), studi selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas pengintegrasian teori Self-Transcendence dengan intervensi perawatan fisik konvensional. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: 'Bagaimana penerapan prinsip transendensi diri mempengaruhi adaptasi pasien terhadap gejala fisik yang memburuk, seperti nyeri atau kelemahan, dalam konteks perawatan paliatif kanker payudara stadium lanjut?' Penelitian ini penting untuk menunjukkan bagaimana dimensi spiritual dan psikologis dapat mendukung atau bahkan meningkatkan hasil dari perawatan fisik, mengatasi keterbatasan teori yang hanya fokus pada psikologis tanpa mempertimbangkan fisiknya. Ketiga, karena penelitian ini berupa tinjauan pustaka dan analisis kasus, studi kualitatif mendalam akan sangat berharga untuk memahami pengalaman hidup pasien kanker payudara stadium lanjut yang menjalani perawatan paliatif. Penelitian ini bisa mengeksplorasi bagaimana pasien secara pribadi mengalami dan menerapkan konsep self-transcendence dalam menghadapi kondisi fisik dan emosional mereka yang menantang, serta peran perawat dalam memfasilitasi proses tersebut. Dengan demikian, kita bisa memperoleh pemahaman yang lebih kaya dan nuansa dari perspektif pasien, yang pada akhirnya dapat memperkuat aplikasi teori Reed di lapangan dan memastikan perawatan yang lebih holistik dan berpusat pada pasien.. Reed memiliki kekuatan dalam memahami pengalaman manusia dan mempertimbangkan dimensi spiritual.Meskipun terdapat kelemahan, seperti kompleksitas dan abstraksi beberapa konsep, teori ini memiliki potensi aplikasi yang luas dalam keperawatan, terutama dalam konteks penanganan masalah psikososial dan spiritual klien.Kesimpulannya, teori ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman holistik dalam praktek keperawatan Pamela G. Reed menerbitkan teori transendensi diri yang menyatakan bahwa perkembangan konsep diri dibatasi secara multidimensi yaitu ke dalam, ke luar, dan sementara (duniawi). Tindakan keperawatan secara langsung fokus pada sumber yang berasal dari dalam diri seseorang menuju transendensi atau fokus pada beberapa faktor personal dan kontekstual yang mempengaruhi hubungan transendensi diri dan kerentanan, hubungan transendensi diri dengan kondisi baik/sehat. Tulisan ini menganalisis penerapan teori Reed pada pasien kanker payudara. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-b2780.webp" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-b2780.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-b2780.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-b2780.webp 1x" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" alt="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-42b83.webp" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-42b83.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-42b83.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-42b83.webp 1x" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" alt="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-a7ac0.webp" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-a7ac0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-a7ac0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-a7ac0.webp 1x" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" alt="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59530-hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-pas" title="JURIS - Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara" target="_blank">Aplikasi Model Konseptual Keperawatan Pamela G Reed AuSelf-TranscendenceAy Pada Kasus Kanker Payudara</a>: Melihat dari kekuatan teori Self-Transcendence Pamela G. Reed dalam aspek psikososial dan spiritual, serta beberapa keterbatasannya dalam menjelaskan penanganan fisik dan operasionalisasi konsep yang masih abstrak, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan menguji coba secara empiris suatu instrumen atau protokol intervensi keperawatan yang didasarkan pada teori Self-Transcendence. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana konsep-konsep abstrak seperti 'transendensi diri' bisa diukur dan diimplementasikan secara konkret dalam perawatan pasien dengan penyakit kronis atau terminal, termasuk aspek fisik dan spiritual mereka. Misalnya, bagaimana kita bisa menilai kemajuan batin pasien atau interaksinya dengan lingkungan secara lebih sistematis, sehingga teori ini tidak hanya relevan secara konseptual tetapi juga praktis dalam pengaturan klinis. Kedua, mempertimbangkan bahwa kasus yang dianalisis melibatkan masalah fisik yang serius (defisit nutrisi, nyeri kronis, luka luas), studi selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas pengintegrasian teori Self-Transcendence dengan intervensi perawatan fisik konvensional. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: 'Bagaimana penerapan prinsip transendensi diri mempengaruhi adaptasi pasien terhadap gejala fisik yang memburuk, seperti nyeri atau kelemahan, dalam konteks perawatan paliatif kanker payudara stadium lanjut?' Penelitian ini penting untuk menunjukkan bagaimana dimensi spiritual dan psikologis dapat mendukung atau bahkan meningkatkan hasil dari perawatan fisik, mengatasi keterbatasan teori yang hanya fokus pada psikologis tanpa mempertimbangkan fisiknya. Ketiga, karena penelitian ini berupa tinjauan pustaka dan analisis kasus, studi kualitatif mendalam akan sangat berharga untuk memahami pengalaman hidup pasien kanker payudara stadium lanjut yang menjalani perawatan paliatif. Penelitian ini bisa mengeksplorasi bagaimana pasien secara pribadi mengalami dan menerapkan konsep self-transcendence dalam menghadapi kondisi fisik dan emosional mereka yang menantang, serta peran perawat dalam memfasilitasi proses tersebut. Dengan demikian, kita bisa memperoleh pemahaman yang lebih kaya dan nuansa dari perspektif pasien, yang pada akhirnya dapat memperkuat aplikasi teori Reed di lapangan dan memastikan perawatan yang lebih holistik dan berpusat pada pasien..
<br>Reed memiliki kekuatan dalam memahami pengalaman manusia dan mempertimbangkan dimensi spiritual.Meskipun terdapat kelemahan, seperti kompleksitas dan abstraksi beberapa konsep, teori ini memiliki potensi aplikasi yang luas dalam keperawatan, terutama dalam konteks penanganan masalah psikososial dan spiritual klien.Kesimpulannya, teori ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman holistik dalam praktek keperawatan
<br>Pamela G. Reed menerbitkan teori transendensi diri yang menyatakan bahwa perkembangan konsep diri dibatasi secara multidimensi yaitu ke dalam, ke luar, dan sementara (duniawi). Tindakan keperawatan secara langsung fokus pada sumber yang berasal dari dalam diri seseorang menuju transendensi atau fokus pada beberapa faktor personal dan kontekstual yang mempengaruhi hubungan transendensi diri dan kerentanan, hubungan transendensi diri dengan kondisi baik/sehat. Tulisan ini menganalisis penerapan teori Reed pada pasien kanker payudara.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-b2780.webp" type="image/webp" length="96148" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-b2780.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-42b83.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/hidup-pasien-ohca-kanker-payudara-self-transcenden-thumb-a7ac0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1325-itka.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6696-saintekes-jurnal-sains-teknologi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59522-anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-anemi</link>
	<guid isPermaLink="false">03e981066c210989c469076c57a08e14</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 15:13:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal sains ]]></category>
	<category><![CDATA[ heni siswati ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[heni,jurnal,sains,siswati,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan keberhasilan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santriwati terkait konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Namun, penting untuk memahami lebih lanjut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun: Penelitian ini menunjukkan keberhasilan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santriwati terkait konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Namun, penting untuk memahami lebih lanjut keberlanjutan perubahan ini. Oleh karena itu, sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas jangka panjang program KIE ini, misalnya dengan memantau status hemoglobin dan kepatuhan konsumsi TTD pada santriwati setelah enam bulan atau satu tahun pasca-intervensi, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perilaku positif tersebut. Selain itu, mengingat peran penting dukungan lingkungan, penelitian berikutnya bisa menyelidiki secara komparatif efektivitas model KIE yang berbeda, seperti program yang melibatkan pelatihan kader kesehatan remaja sebagai agen edukasi sebaya, atau integrasi KIE berbasis digital, dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Tujuannya adalah untuk menemukan pendekatan yang paling efektif dan efisien dalam menjangkau dan mempertahankan partisipasi santriwati. Terakhir, untuk melengkapi pemahaman, studi kualitatif mendalam sangat relevan untuk menggali persepsi, hambatan, dan motivasi santriwati secara langsung terkait konsumsi TTD rutin. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor personal, sosial, dan institusional yang lebih mendalam, seperti stigma, rutinitas pondok, atau dukungan dari pengelola, yang mungkin mempengaruhi kepatuhan mereka, sehingga rekomendasi kebijakan dan intervensi di masa depan dapat dirancang dengan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan anemia di lingkungan pesantren.. Pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santriwati terkait konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk pencegahan anemia.Untuk memperkuat upaya ini, diperlukan dukungan instansi terkait dalam penegakan konsumsi TTD serta pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala pada remaja putri.Selain itu, pemberdayaan kader kesehatan remaja sebagai pengawas rutin konsumsi TTD sangat penting untuk keberlanjutan program pencegahan anemia di pondok pesantren Remaja putri termasuk santriwati merupakan salah satu kelompok umur yang berisiko mengalami anemia zat besi. Dampak selanjutnya anemia gizi besi dapat lebih serius karena remaja putri nantinya akan hamil dan melahirkan anak. Anemia pada remaja putri ini jika tidak diatasi dengan baik secara dini sehingga menikah dan hamil dapat meningkatkan bahaya kematian ibu dan kelahiran prematur (Kemenkes RI , 2018). Disamping itu WHO juga menyampaikan bahwa anemia zat besi juga merupakan penyebab terjadinya kematian bayi pada negara-negara dengan kematian bayi yang tinggi. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kondisi kekurangan zat gizi ini dapat tumbuh dan berkembang tidak sesuai usianya, salah satunya dapat menyebabkan terjadinya stunting. Berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin kepada 64 santriwati di Pondok pesantren Al Muttaqin didapatkan hasil bahwa santriwati dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-47b9a.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-47b9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-47b9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-47b9a.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-9e5dc.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-9e5dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-9e5dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-9e5dc.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-a406e.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-a406e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-a406e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-a406e.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59522-anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-anemi" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun" target="_blank">Pengaruh Pemberian Kie terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Santriwati terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah di Pondok Pesantren Al Muttaqin Kota Madiun</a>: Penelitian ini menunjukkan keberhasilan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santriwati terkait konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Namun, penting untuk memahami lebih lanjut keberlanjutan perubahan ini. Oleh karena itu, sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas jangka panjang program KIE ini, misalnya dengan memantau status hemoglobin dan kepatuhan konsumsi TTD pada santriwati setelah enam bulan atau satu tahun pasca-intervensi, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perilaku positif tersebut. Selain itu, mengingat peran penting dukungan lingkungan, penelitian berikutnya bisa menyelidiki secara komparatif efektivitas model KIE yang berbeda, seperti program yang melibatkan pelatihan kader kesehatan remaja sebagai agen edukasi sebaya, atau integrasi KIE berbasis digital, dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Tujuannya adalah untuk menemukan pendekatan yang paling efektif dan efisien dalam menjangkau dan mempertahankan partisipasi santriwati. Terakhir, untuk melengkapi pemahaman, studi kualitatif mendalam sangat relevan untuk menggali persepsi, hambatan, dan motivasi santriwati secara langsung terkait konsumsi TTD rutin. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor personal, sosial, dan institusional yang lebih mendalam, seperti stigma, rutinitas pondok, atau dukungan dari pengelola, yang mungkin mempengaruhi kepatuhan mereka, sehingga rekomendasi kebijakan dan intervensi di masa depan dapat dirancang dengan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan anemia di lingkungan pesantren..
<br>Pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santriwati terkait konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk pencegahan anemia.Untuk memperkuat upaya ini, diperlukan dukungan instansi terkait dalam penegakan konsumsi TTD serta pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala pada remaja putri.Selain itu, pemberdayaan kader kesehatan remaja sebagai pengawas rutin konsumsi TTD sangat penting untuk keberlanjutan program pencegahan anemia di pondok pesantren
<br>Remaja putri termasuk santriwati merupakan salah satu kelompok umur yang berisiko mengalami anemia zat besi. Dampak selanjutnya anemia gizi besi dapat lebih serius karena remaja putri nantinya akan hamil dan melahirkan anak. Anemia pada remaja putri ini jika tidak diatasi dengan baik secara dini sehingga menikah dan hamil dapat meningkatkan bahaya kematian ibu dan kelahiran prematur (Kemenkes RI , 2018). Disamping itu WHO juga menyampaikan bahwa anemia zat besi juga merupakan penyebab terjadinya kematian bayi pada negara-negara dengan kematian bayi yang tinggi. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kondisi kekurangan zat gizi ini dapat tumbuh dan berkembang tidak sesuai usianya, salah satunya dapat menyebabkan terjadinya stunting. Berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin kepada 64 santriwati di Pondok pesantren Al Muttaqin didapatkan hasil bahwa santriwati dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-a406e.webp" type="image/webp" length="83360" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-47b9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-9e5dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/anemia-berat-gizi-besi-kie-santriwati-perilaku-kon-thumb-a406e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1325-itka.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6696-saintekes-jurnal-sains-teknologi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59517-etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame</link>
	<guid isPermaLink="false">16fd01462a67e36a587caa9d970b77bc</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 14:57:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ joko kusnoto ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal pdgi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[joko,jurnal,kusnoto,pdgi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kohort prospektif yang lebih luas dengan jangka waktu yang lebih panjang untuk menyelidiki etiologi dan patogenesis ameloblastoma unikistik secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kohort prospektif yang lebih luas dengan jangka waktu yang lebih panjang untuk menyelidiki etiologi dan patogenesis ameloblastoma unikistik secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian tentang ekspresi protein p63 pada kista dentigerus dan ameloblastoma unikistik dapat dilakukan untuk memahami peranannya dalam proses tumorigenesis dan membantu dalam menentukan perilaku biologis lesi serta modalitas pengobatan yang sesuai. Studi tentang mutasi gen patogen yang mempengaruhi jalur persinyalan MAPK dan SHH juga dapat dilakukan untuk memahami mekanisme molekular yang terlibat dalam patogenesis ameloblastoma.. Etiologi dan patogenesis tidak dapat diketahui melalui pemeriksaan histopatologi untuk membantu menentukan diagnosis yang akurat dari ameloblastoma unikistik sehingga dapat dilakukan perawatan yang tepat untuk mencegah rekurensi.Analisis ekspresi p63 pada kista dentigerous diperlukan untuk menilai tingkat proliferasi dan transformasi neoplastik sel epitel dinding kista terutama pada lapisan basal menjadi ameloblastoma unikistik Ameloblastoma tipe unikistik merupakan ameloblastoma yang seringkali terjadi pada usia muda. Ameloblastoma tipe unikistik dapat terjadi akibat adanya transformasi neoplastik dari kista odontogenik ke tumor odontogenik, transformasi ameloblastik epitel enamel yang tereduksi dari gigi yang sedang berkembang. Namun, belum dapat ditemukan bukti yang meyakinkan untuk setiap patogenesis yang diusulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perkembangan etiologi dan patogenesis ameloblastoma tipe unikistik berdasarkan analisis hasil pemeriksaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-728b4.webp" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-728b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-728b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-728b4.webp 1x" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" alt="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-1fa3a.webp" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-1fa3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-1fa3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-1fa3a.webp 1x" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" alt="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-80474.webp" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-80474.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-80474.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-80474.webp 1x" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" alt="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59517-etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame" title="JURIS - Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis" target="_blank">Etiology and Pathogenesis of Unicystic Ameloblastoma Based on the Histopathology Examination Result Analysis</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kohort prospektif yang lebih luas dengan jangka waktu yang lebih panjang untuk menyelidiki etiologi dan patogenesis ameloblastoma unikistik secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian tentang ekspresi protein p63 pada kista dentigerus dan ameloblastoma unikistik dapat dilakukan untuk memahami peranannya dalam proses tumorigenesis dan membantu dalam menentukan perilaku biologis lesi serta modalitas pengobatan yang sesuai. Studi tentang mutasi gen patogen yang mempengaruhi jalur persinyalan MAPK dan SHH juga dapat dilakukan untuk memahami mekanisme molekular yang terlibat dalam patogenesis ameloblastoma..
<br>Etiologi dan patogenesis tidak dapat diketahui melalui pemeriksaan histopatologi untuk membantu menentukan diagnosis yang akurat dari ameloblastoma unikistik sehingga dapat dilakukan perawatan yang tepat untuk mencegah rekurensi.Analisis ekspresi p63 pada kista dentigerous diperlukan untuk menilai tingkat proliferasi dan transformasi neoplastik sel epitel dinding kista terutama pada lapisan basal menjadi ameloblastoma unikistik
<br>Ameloblastoma tipe unikistik merupakan ameloblastoma yang seringkali terjadi pada usia muda. Ameloblastoma tipe unikistik dapat terjadi akibat adanya transformasi neoplastik dari kista odontogenik ke tumor odontogenik, transformasi ameloblastik epitel enamel yang tereduksi dari gigi yang sedang berkembang. Namun, belum dapat ditemukan bukti yang meyakinkan untuk setiap patogenesis yang diusulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perkembangan etiologi dan patogenesis ameloblastoma tipe unikistik berdasarkan analisis hasil pemeriksaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-80474.webp" type="image/webp" length="148470" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-728b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-1fa3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/etiology-histopathology-pathogenesis-unicystic-ame-thumb-80474.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-636-pdgi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-77-journal-indonesian-dental-association.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59516-konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-postmoder</link>
	<guid isPermaLink="false">3b48763ffcff792beacf5f8c03d529cb</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 14:57:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ paulus bollu ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,bollu,fidei,neliti,paulus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana hermeneutik Alkitab dapat diterapkan secara praktis dalam konteks postmodern, khususnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana hermeneutik Alkitab dapat diterapkan secara praktis dalam konteks postmodern, khususnya dalam hal menavigasi isu-isu kompleks dan mempertahankan identitas dan misi gereja. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana hermeneutik Alkitab dapat menjadi alat untuk memperkuat iman orang percaya di tengah tantangan dan pengaruh pemikiran postmodern. Ketiga, studi komparatif tentang hermeneutik Alkitab di berbagai tradisi dan budaya dapat dilakukan untuk memahami bagaimana hermeneutik dapat disesuaikan dengan konteks lokal tanpa mengabaikan kebenaran objektif dan transenden yang disampaikan oleh Alkitab.. Dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada hakikatnya Alkitab itu adalah firman Allah yang berotoritas di era pos modern.Keyakinan gereja Mula-mula tentang otoritas Alkitab menjadi warisan berharga bagi orang percaya di segala zaman.Meskipun gereja di era pos modern ini berhadapan dengan penolakan ajaran-ajaran yang menolak kebenaran firman Allah, namun bagi gereja, Alkitab haruslah menjadi dasar ajaran dan pemberitaan mimbar.Secara prinsip hermeneutik, bahwa Alkitab itu memiliki konteks dan harus dieksegesa dan diajarkan kebenarannya kepada orang percaya supaya mereka menghayati dan menerapkannya.Orang percaya dalam menerapkan firman Allah tidak berjalan sendiri tetapi dalam tuntunan Roh Allah yang akan menopang dan menguatkan mereka sehingga mampu menjalankan kebenaran dalam konteks pos modern.Roh Kudus berdaulat membimbing dan mengarahkan orang percaya menghidupi firman Allah itu hari demi hari.Dengan demikian diharapkan bahwa orang percaya akan memiliki sikap kerendahan hati untuk dituntun dan berpusat pada firman Allah Artikel ini mengemukakan tentang pentingnya mengajarkan firman Allah kepada orang percaya supaya dihayati dan diterapkan maknanya dalam kehidupan mereka. Mengingat akan keyakinan gereja bahwa Alkitab memiliki otoritas atas kehidupan orang percaya termasuk di era postmodern ini. Untuk mencapai pengajaran yang relevan dengan kebutuhan itu, maka dibutuhkan hermeneutik Alkitab sebagai jawaban final terhadap isu postmodern. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan studi pustaka. Peneliti menemukan bahwa otoritas Alkitab sangat esensial bagi gereja di dunia postmodern. Berita Alkitab menyediakan fondasi kebenaran yang objektif dan transenden di tengah relativisme dan subjektivitas yang merajalela. Demikian juga Alkitab menjadi kompas moral dan teologis yang esensial untuk menavigasi isu-isu kompleks. Berita Alkitab juga dibutuhkan guna mempertahankan identitas dan misi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-29ea4.webp" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-29ea4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-29ea4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-29ea4.webp 1x" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" alt="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-c979e.webp" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-c979e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-c979e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-c979e.webp 1x" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" alt="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-77ec8.webp" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-77ec8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-77ec8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-77ec8.webp 1x" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" alt="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59516-konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-postmoder" title="JURIS - Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern" target="_blank">Menalar Kontribusi Hermeneutik Alkitab untuk Mengokohkan Kehidupan Iman Kristen di Era Postmodern</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana hermeneutik Alkitab dapat diterapkan secara praktis dalam konteks postmodern, khususnya dalam hal menavigasi isu-isu kompleks dan mempertahankan identitas dan misi gereja. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana hermeneutik Alkitab dapat menjadi alat untuk memperkuat iman orang percaya di tengah tantangan dan pengaruh pemikiran postmodern. Ketiga, studi komparatif tentang hermeneutik Alkitab di berbagai tradisi dan budaya dapat dilakukan untuk memahami bagaimana hermeneutik dapat disesuaikan dengan konteks lokal tanpa mengabaikan kebenaran objektif dan transenden yang disampaikan oleh Alkitab..
<br>Dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada hakikatnya Alkitab itu adalah firman Allah yang berotoritas di era pos modern.Keyakinan gereja Mula-mula tentang otoritas Alkitab menjadi warisan berharga bagi orang percaya di segala zaman.Meskipun gereja di era pos modern ini berhadapan dengan penolakan ajaran-ajaran yang menolak kebenaran firman Allah, namun bagi gereja, Alkitab haruslah menjadi dasar ajaran dan pemberitaan mimbar.Secara prinsip hermeneutik, bahwa Alkitab itu memiliki konteks dan harus dieksegesa dan diajarkan kebenarannya kepada orang percaya supaya mereka menghayati dan menerapkannya.Orang percaya dalam menerapkan firman Allah tidak berjalan sendiri tetapi dalam tuntunan Roh Allah yang akan menopang dan menguatkan mereka sehingga mampu menjalankan kebenaran dalam konteks pos modern.Roh Kudus berdaulat membimbing dan mengarahkan orang percaya menghidupi firman Allah itu hari demi hari.Dengan demikian diharapkan bahwa orang percaya akan memiliki sikap kerendahan hati untuk dituntun dan berpusat pada firman Allah
<br>Artikel ini mengemukakan tentang pentingnya mengajarkan firman Allah kepada orang percaya supaya dihayati dan diterapkan maknanya dalam kehidupan mereka. Mengingat akan keyakinan gereja bahwa Alkitab memiliki otoritas atas kehidupan orang percaya termasuk di era postmodern ini. Untuk mencapai pengajaran yang relevan dengan kebutuhan itu, maka dibutuhkan hermeneutik Alkitab sebagai jawaban final terhadap isu postmodern. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan studi pustaka. Peneliti menemukan bahwa otoritas Alkitab sangat esensial bagi gereja di dunia postmodern. Berita Alkitab menyediakan fondasi kebenaran yang objektif dan transenden di tengah relativisme dan subjektivitas yang merajalela. Demikian juga Alkitab menjadi kompas moral dan teologis yang esensial untuk menavigasi isu-isu kompleks. Berita Alkitab juga dibutuhkan guna mempertahankan identitas dan misi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-c979e.webp" type="image/webp" length="71718" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-29ea4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-c979e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/konteks-postmodern-gereja-lanskap-budaya-karya-mis-thumb-77ec8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak Dewasa Adult Astigmatisme ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak Dewasa Adult Astigmatisme ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak Dewasa Adult Astigmatisme ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59528-human-becoming-astigmatisme-parse-rossema</link>
	<guid isPermaLink="false">32202e14d40ba68f055c6fb95ee0cfd8</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 13:43:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal sains ]]></category>
	<category><![CDATA[ heni siswati ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[heni,jurnal,sains,siswati,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat bahwa penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang mendalam, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan guna memperkaya pemahaman dan aplikasi teori Human Becoming Parse dalam praktik keperawatan. Pertama, akan sangat berharga ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme: Mengingat bahwa penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang mendalam, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan guna memperkaya pemahaman dan aplikasi teori Human Becoming Parse dalam praktik keperawatan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif berskala lebih besar yang membandingkan efektivitas penerapan teori Human Becoming Parse dengan pendekatan keperawatan tradisional atau lainnya pada kelompok pasien astigmatisme dewasa yang lebih beragam. Penelitian ini dapat menguji sejauh mana teori Parse mampu meningkatkan kualitas hidup, adaptasi psikososial, dan kepatuhan pengobatan pasien dalam populasi yang lebih luas, memberikan bukti empiris mengenai keunggulan atau kekhasan pendekatan ini. Kedua, diperlukan penelitian longitudinal yang fokus pada pengukuran dampak jangka panjang dari intervensi keperawatan berbasis Human Becoming Parse. Studi semacam ini dapat melacak perkembangan pasien terkait persepsi makna hidup, pola ritmis dalam menghadapi penyakit, dan kemampuan transendensi mereka seiring waktu, serta mengukur kepuasan pasien terhadap dukungan yang diberikan. Hal ini akan membantu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari teori Parse yang paling berkontribusi pada hasil positif jangka panjang. Ketiga, mengingat adanya disebutkan kelainan genetik sebagai salah satu kemungkinan penyebab astigmatisme dan dampaknya terhadap body image serta interaksi sosial pasien, sebuah studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pasien dalam memahami dan menerima kondisi genetik mereka melalui lensa teori Human Becoming Parse. Penelitian ini bisa menggali bagaimana konsep imaging, valuing, dan languaging membantu pasien membentuk makna pribadi terhadap identitas dan kondisi kesehatan mereka, serta bagaimana hal ini memengaruhi keputusan mereka terkait penanganan dan integrasi sosial.. Pendekatan Human Becoming Parse terbukti efektif diterapkan pada kasus astigmatisme.Disarankan agar perawat menggunakan teori ini dalam pengkajian pasien astigmatisme.Penerapan teori Human Becoming Parse membantu memenuhi kebutuhan pasien melalui komponen structuring meaning, configuring rhythmical pattern, dan transcendence Asmatigmatisme merupakan suatu penyakit gangguan penglihatan pada semua usia umur, saat ini peulis memilih pada anak dewasa sehingga mengakibakan penglihatan tidak jelas bahkan tidak tajam dalam penglihatan pada kornea mata yang terjadi secara kronis. Pendekatan yang digunakan dalam menangani penyakit kronis yakni Human Becoming (Rossemarie Rizzo Parse). Metode yang dIgunakan studi kasus dan studi literatur. Hasil Tn. A berusia 19 tahun saat ini dirawat dengan diagnose medis Astigmatisme kecanduan main game dan kelainan genetik pada kornea mata. Pengkajian dengan pendekatan human becoming parse, terdapat masalah ketidakadekuatan structuring meaning, configuring rhytmical pattern, contranscending. Tujuan yang ditetapkan mengacu pada NOC berdasarkan pendekatan Human Becoming Parse. Intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan mengacu pada nursing system pada pendekatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-9b7cd.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-9b7cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-9b7cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-9b7cd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" alt="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-44993.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-44993.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-44993.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-44993.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" alt="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-ad9c9.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-ad9c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-ad9c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-ad9c9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" alt="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59528-human-becoming-astigmatisme-parse-rossema" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme" target="_blank">Analisis Penerapan Teori Human Becoming Rossemarie Rizzo Parse pada Anak (Dewasa-Adult) Astigmatisme</a>: Mengingat bahwa penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang mendalam, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan guna memperkaya pemahaman dan aplikasi teori Human Becoming Parse dalam praktik keperawatan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif berskala lebih besar yang membandingkan efektivitas penerapan teori Human Becoming Parse dengan pendekatan keperawatan tradisional atau lainnya pada kelompok pasien astigmatisme dewasa yang lebih beragam. Penelitian ini dapat menguji sejauh mana teori Parse mampu meningkatkan kualitas hidup, adaptasi psikososial, dan kepatuhan pengobatan pasien dalam populasi yang lebih luas, memberikan bukti empiris mengenai keunggulan atau kekhasan pendekatan ini. Kedua, diperlukan penelitian longitudinal yang fokus pada pengukuran dampak jangka panjang dari intervensi keperawatan berbasis Human Becoming Parse. Studi semacam ini dapat melacak perkembangan pasien terkait persepsi makna hidup, pola ritmis dalam menghadapi penyakit, dan kemampuan transendensi mereka seiring waktu, serta mengukur kepuasan pasien terhadap dukungan yang diberikan. Hal ini akan membantu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari teori Parse yang paling berkontribusi pada hasil positif jangka panjang. Ketiga, mengingat adanya disebutkan kelainan genetik sebagai salah satu kemungkinan penyebab astigmatisme dan dampaknya terhadap body image serta interaksi sosial pasien, sebuah studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pasien dalam memahami dan menerima kondisi genetik mereka melalui lensa teori Human Becoming Parse. Penelitian ini bisa menggali bagaimana konsep imaging, valuing, dan languaging membantu pasien membentuk makna pribadi terhadap identitas dan kondisi kesehatan mereka, serta bagaimana hal ini memengaruhi keputusan mereka terkait penanganan dan integrasi sosial..
<br>Pendekatan Human Becoming Parse terbukti efektif diterapkan pada kasus astigmatisme.Disarankan agar perawat menggunakan teori ini dalam pengkajian pasien astigmatisme.Penerapan teori Human Becoming Parse membantu memenuhi kebutuhan pasien melalui komponen structuring meaning, configuring rhythmical pattern, dan transcendence
<br>Asmatigmatisme merupakan suatu penyakit gangguan penglihatan pada semua usia umur, saat ini peulis memilih pada anak dewasa sehingga mengakibakan penglihatan tidak jelas bahkan tidak tajam dalam penglihatan pada kornea mata yang terjadi secara kronis. Pendekatan yang digunakan dalam menangani penyakit kronis yakni Human Becoming (Rossemarie Rizzo Parse). Metode yang dIgunakan studi kasus dan studi literatur. Hasil Tn. A berusia 19 tahun saat ini dirawat dengan diagnose medis Astigmatisme kecanduan main game dan kelainan genetik pada kornea mata. Pengkajian dengan pendekatan human becoming parse, terdapat masalah ketidakadekuatan structuring meaning, configuring rhytmical pattern, contranscending. Tujuan yang ditetapkan mengacu pada NOC berdasarkan pendekatan Human Becoming Parse. Intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan mengacu pada nursing system pada pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-44993.webp" type="image/webp" length="86980" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-9b7cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-44993.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/human-becoming-astigmatisme-parse-rossemarie-rizzo-thumb-ad9c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1325-itka.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6696-saintekes-jurnal-sains-teknologi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25 59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25 59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25 59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59526-kategori-deskriptif-kualitatif-kualitat</link>
	<guid isPermaLink="false">d90d845cc361707e8757fef6d6afc323</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 13:37:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menyoroti bahwa meskipun mayoritas ibu balita stunting memberikan ASI eksklusif, stunting tetap terjadi, mengindikasikan perlunya eksplorasi lebih lanjut. Studi lanjutan dapat menganalisis kualitas ASI dan status gizi ibu menyusui, serta ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara: Penelitian ini menyoroti bahwa meskipun mayoritas ibu balita stunting memberikan ASI eksklusif, stunting tetap terjadi, mengindikasikan perlunya eksplorasi lebih lanjut. Studi lanjutan dapat menganalisis kualitas ASI dan status gizi ibu menyusui, serta mengevaluasi detail praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah periode eksklusif, untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian gizi. Mengingat pola pemberian makan yang tidak tepat dan kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting adalah faktor dominan, riset ke depan dapat merancang serta menguji efektivitas intervensi pendidikan gizi yang praktis dan peka budaya. Intervensi ini harus meliputi demonstrasi masak bahan lokal ekonomis dan strategi mengubah kebiasaan jajan balita, dengan mempertimbangkan norma masyarakat agar program lebih relevan dan diterima. Untuk pemahaman yang lebih komprehensif, disarankan melakukan studi kuantitatif atau mixed methods guna mengkuantifikasi hubungan antara faktor sosio-ekonomi keluarga (pendapatan, jaminan pangan) serta kondisi sanitasi dan akses air bersih dengan prevalensi stunting. Data yang dihasilkan akan sangat krusial dalam merumuskan kebijakan publik yang holistik dan berkelanjutan untuk menanggulangi stunting.. Berdasarkan hasil penelitian kualitatif tentang kejadian stunting diperoleh beberapa tema yang mempengaruhi kejadian stunting yaitu riwayat pemberian asi eksklusif, Pola pemberian makanan pada balita, Pola asuh dan pengetahuan tentang stunting.Pola pemberian makan pada balita menjadi faktor paling kuat yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Kincang, Rakit, Banjarnegara Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Permasalahan stunting umumnya dihubungkan dengan asupan gizi sebelumnya yang tidak baik. Dampak jangka panjangnya, anak akan mengalami penurunan kesehatan reproduksi, kapasitas kerja dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah, postur tubuh yang pendek saat dewasa serta mengalami penurunan produktivitas dan kapasitas kerja. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengetahui dan mengkaji faktor yang mempengaruhi stunting. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 7 responden,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-e22e7.webp" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-e22e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-e22e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-e22e7.webp 1x" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" alt="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-0fd30.webp" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-0fd30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-0fd30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-0fd30.webp 1x" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" alt="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-86c66.webp" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-86c66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-86c66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-86c66.webp 1x" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" alt="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59526-kategori-deskriptif-kualitatif-kualitat" title="JURIS - Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara" target="_blank">Studi Fenomenologi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Kabupaten Banjarnegara</a>: Penelitian ini menyoroti bahwa meskipun mayoritas ibu balita stunting memberikan ASI eksklusif, stunting tetap terjadi, mengindikasikan perlunya eksplorasi lebih lanjut. Studi lanjutan dapat menganalisis kualitas ASI dan status gizi ibu menyusui, serta mengevaluasi detail praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah periode eksklusif, untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian gizi. Mengingat pola pemberian makan yang tidak tepat dan kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting adalah faktor dominan, riset ke depan dapat merancang serta menguji efektivitas intervensi pendidikan gizi yang praktis dan peka budaya. Intervensi ini harus meliputi demonstrasi masak bahan lokal ekonomis dan strategi mengubah kebiasaan jajan balita, dengan mempertimbangkan norma masyarakat agar program lebih relevan dan diterima. Untuk pemahaman yang lebih komprehensif, disarankan melakukan studi kuantitatif atau mixed methods guna mengkuantifikasi hubungan antara faktor sosio-ekonomi keluarga (pendapatan, jaminan pangan) serta kondisi sanitasi dan akses air bersih dengan prevalensi stunting. Data yang dihasilkan akan sangat krusial dalam merumuskan kebijakan publik yang holistik dan berkelanjutan untuk menanggulangi stunting..
<br>Berdasarkan hasil penelitian kualitatif tentang kejadian stunting diperoleh beberapa tema yang mempengaruhi kejadian stunting yaitu riwayat pemberian asi eksklusif, Pola pemberian makanan pada balita, Pola asuh dan pengetahuan tentang stunting.Pola pemberian makan pada balita menjadi faktor paling kuat yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Kincang, Rakit, Banjarnegara
<br>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Permasalahan stunting umumnya dihubungkan dengan asupan gizi sebelumnya yang tidak baik. Dampak jangka panjangnya, anak akan mengalami penurunan kesehatan reproduksi, kapasitas kerja dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah, postur tubuh yang pendek saat dewasa serta mengalami penurunan produktivitas dan kapasitas kerja. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengetahui dan mengkaji faktor yang mempengaruhi stunting. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 7 responden,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-e22e7.webp" type="image/webp" length="91216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-e22e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-0fd30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/kategori-deskriptif-kualitatif-gizi-pola-asuh-kual-thumb-86c66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3511-stikesyahoedsmg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19842-jurnal-smart-kebidanan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua Wua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua Wua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua Wua ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59527-mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum</link>
	<guid isPermaLink="false">c138e9645c6cd0c214a976a3f6668614</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 13:35:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal sains ]]></category>
	<category><![CDATA[ heni siswati ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[heni,jurnal,sains,siswati,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat hasil penelitian ini yang menunjukkan ketidakpatuhan mayoritas pasien Prolanis di Puskesmas Wua-wua dan tidak adanya hubungan signifikan dengan faktor demografi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perluasan cakupan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua: Melihat hasil penelitian ini yang menunjukkan ketidakpatuhan mayoritas pasien Prolanis di Puskesmas Wua-wua dan tidak adanya hubungan signifikan dengan faktor demografi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perluasan cakupan studi dengan jumlah sampel pasien Prolanis yang lebih besar dan representatif dari berbagai wilayah sangat dianjurkan. Ini penting untuk mengkonfirmasi apakah faktor sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, atau jumlah obat, yang dalam penelitian ini tidak signifikan, mungkin sebenarnya memiliki pengaruh yang teridentifikasi dengan kekuatan statistik lebih tinggi pada populasi yang lebih luas. Penelitian juga bisa mengidentifikasi kombinasi faktor-faktor yang secara kolektif memengaruhi kepatuhan. Kedua, disarankan untuk melakukan penelitian kualitatif mendalam, seperti wawancara fokus grup, guna menggali alasan-alasan subjektif di balik ketidakpatuhan. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang pengalaman pasien, persepsi mereka terhadap pengobatan, serta pengaruh faktor psikososial atau budaya yang belum terungkap. Ketiga, pengembangan dan evaluasi intervensi inovatif untuk meningkatkan kepatuhan adalah langkah krusial. Ini bisa meliputi program edukasi interaktif, penggunaan aplikasi pengingat obat, atau penguatan sistem dukungan keluarga dan komunitas. Studi intervensi sebaiknya berdesain longitudinal untuk mengukur efektivitas jangka panjang dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta hasil klinis pasien Prolanis, guna merumuskan strategi berkelanjutan.. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua termasuk dalam kategori tidak patuh dalam minum obat.Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik demografi dengan kepatuhan minum obat pada pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua Prolanis adalah program proaktif yang terintegrasi dan dikembangkan langsung oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan utama untuk menurunkan resiko komplikasi. Setiap tahunnya jumlah pasien prolanis dibeberapa fasilitas kesehatan di Kota Kendari semakin bertambah. Tujuan pengobatan dilakukan selain untuk pengobatan, juga untuk mencegah terjadinya komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Adanya prolanis ini akan meminimalisirkan hal tersebut, angka kematian penyakit tidak menular terutama penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-73bb2.webp" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-73bb2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-73bb2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-73bb2.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" alt="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-981b4.webp" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-981b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-981b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-981b4.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" alt="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-948e1.webp" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-948e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-948e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-948e1.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" alt="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59527-mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum" title="JURIS - Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua" target="_blank">Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Pprolanis di Puskesmas Wua-Wua</a>: Melihat hasil penelitian ini yang menunjukkan ketidakpatuhan mayoritas pasien Prolanis di Puskesmas Wua-wua dan tidak adanya hubungan signifikan dengan faktor demografi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perluasan cakupan studi dengan jumlah sampel pasien Prolanis yang lebih besar dan representatif dari berbagai wilayah sangat dianjurkan. Ini penting untuk mengkonfirmasi apakah faktor sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, atau jumlah obat, yang dalam penelitian ini tidak signifikan, mungkin sebenarnya memiliki pengaruh yang teridentifikasi dengan kekuatan statistik lebih tinggi pada populasi yang lebih luas. Penelitian juga bisa mengidentifikasi kombinasi faktor-faktor yang secara kolektif memengaruhi kepatuhan. Kedua, disarankan untuk melakukan penelitian kualitatif mendalam, seperti wawancara fokus grup, guna menggali alasan-alasan subjektif di balik ketidakpatuhan. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang pengalaman pasien, persepsi mereka terhadap pengobatan, serta pengaruh faktor psikososial atau budaya yang belum terungkap. Ketiga, pengembangan dan evaluasi intervensi inovatif untuk meningkatkan kepatuhan adalah langkah krusial. Ini bisa meliputi program edukasi interaktif, penggunaan aplikasi pengingat obat, atau penguatan sistem dukungan keluarga dan komunitas. Studi intervensi sebaiknya berdesain longitudinal untuk mengukur efektivitas jangka panjang dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta hasil klinis pasien Prolanis, guna merumuskan strategi berkelanjutan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua termasuk dalam kategori tidak patuh dalam minum obat.Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik demografi dengan kepatuhan minum obat pada pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua
<br>Prolanis adalah program proaktif yang terintegrasi dan dikembangkan langsung oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan utama untuk menurunkan resiko komplikasi. Setiap tahunnya jumlah pasien prolanis dibeberapa fasilitas kesehatan di Kota Kendari semakin bertambah. Tujuan pengobatan dilakukan selain untuk pengobatan, juga untuk mencegah terjadinya komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Adanya prolanis ini akan meminimalisirkan hal tersebut, angka kematian penyakit tidak menular terutama penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-948e1.webp" type="image/webp" length="88874" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-73bb2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-981b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/mayoritas-pasien-ro-prolanis-diabetes-minum-obat-k-thumb-948e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1325-itka.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6696-saintekes-jurnal-sains-teknologi-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe Treynor Jensen Information dan Sortino Ratio 2021 2023 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe Treynor Jensen Information dan Sortino Ratio 2021 2023 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe Treynor Jensen Information dan Sortino Ratio 2021 2023 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59512-investor-reksa-dana-saham-ca</link>
	<guid isPermaLink="false">4ef18897c0e6a529bc9e8e4b593576ea</guid>
	<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 12:19:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi xyz ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,studi,xyz]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengumpulkan sampel dari berbagai tipe reksa dana lainnya, seperti pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, indeks, dan sebagainya. Penelitian juga perlu membedakan antara reksa dana konvensional dan reksa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023): Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengumpulkan sampel dari berbagai tipe reksa dana lainnya, seperti pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, indeks, dan sebagainya. Penelitian juga perlu membedakan antara reksa dana konvensional dan reksa dana syariah. Waktu penelitian dapat diperpanjang menjadi lebih dari tiga tahun, dan metode pengukuran yang digunakan dapat bervariasi, seperti MA, Appraisal ratio, dan lainnya. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja reksa dana dan membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, dapat disimpulkan bahwa reksa dana campuran lebih baik daripada reksa dana saham berdasarkan tingkat pengembalian dan kinerjanya terhadap IHSG.Namun, metode pengukuran yang berbeda menunjukkan hasil yang beragam.Rasio Sharpe, Treynor, dan Sortino menunjukkan keunggulan reksa dana saham, sedangkan Information ratio dan Jensen's Alpha menunjukkan keunggulan reksa dana campuran.Hasil kinerja reksa dana saham dan campuran dapat bervariasi tergantung pada metode pengukuran yang digunakan.Hal ini merujuk pada pengukuran risiko yang berbeda dari masing-masing rasio.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa reksa dana saham tidak selalu lebih baik daripada reksa dana campuran.Seluruh nilai kinerja menggunakan kelima rasio tersebut menunjukkan hasil negatif, mengindikasikan bahwa baik reksa dana saham maupun reksa dana campuran tidak berkinerja optimal dalam tiga tahun terakhir Pertumbuhan investor reksa dana yang signifikan menekankan pentingnya pemilihan reksa dana yang cermat berdasarkan kinerja. Penelitian ini membandingkan kinerja reksa dana saham dan campuran menggunakan berbagai metrik, termasuk Sharpe, Treynor, Jensen's Alpha, Information, dan Sortino ratios, untuk menentukan kekuatan relatif mereka. Sebagai studi kasus, penelitian ini menganalisis kinerja reksa dana saham dan campuran. Temuan menunjukkan bahwa reksa dana saham unggul dalam rasio Sharpe, Treynor, dan Sortino, sementara reksa dana campuran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-80fdc.webp" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-80fdc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-80fdc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-80fdc.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" alt="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-0064a.webp" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-0064a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-0064a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-0064a.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" alt="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-fe553.webp" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-fe553.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-fe553.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-fe553.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" alt="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59512-investor-reksa-dana-saham-ca" title="JURIS - Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)" target="_blank">Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham dan Campuran dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Information, dan Sortino Ratio (2021-2023)</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengumpulkan sampel dari berbagai tipe reksa dana lainnya, seperti pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, indeks, dan sebagainya. Penelitian juga perlu membedakan antara reksa dana konvensional dan reksa dana syariah. Waktu penelitian dapat diperpanjang menjadi lebih dari tiga tahun, dan metode pengukuran yang digunakan dapat bervariasi, seperti MA, Appraisal ratio, dan lainnya. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja reksa dana dan membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, dapat disimpulkan bahwa reksa dana campuran lebih baik daripada reksa dana saham berdasarkan tingkat pengembalian dan kinerjanya terhadap IHSG.Namun, metode pengukuran yang berbeda menunjukkan hasil yang beragam.Rasio Sharpe, Treynor, dan Sortino menunjukkan keunggulan reksa dana saham, sedangkan Information ratio dan Jensen's Alpha menunjukkan keunggulan reksa dana campuran.Hasil kinerja reksa dana saham dan campuran dapat bervariasi tergantung pada metode pengukuran yang digunakan.Hal ini merujuk pada pengukuran risiko yang berbeda dari masing-masing rasio.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa reksa dana saham tidak selalu lebih baik daripada reksa dana campuran.Seluruh nilai kinerja menggunakan kelima rasio tersebut menunjukkan hasil negatif, mengindikasikan bahwa baik reksa dana saham maupun reksa dana campuran tidak berkinerja optimal dalam tiga tahun terakhir
<br>Pertumbuhan investor reksa dana yang signifikan menekankan pentingnya pemilihan reksa dana yang cermat berdasarkan kinerja. Penelitian ini membandingkan kinerja reksa dana saham dan campuran menggunakan berbagai metrik, termasuk Sharpe, Treynor, Jensen's Alpha, Information, dan Sortino ratios, untuk menentukan kekuatan relatif mereka. Sebagai studi kasus, penelitian ini menganalisis kinerja reksa dana saham dan campuran. Temuan menunjukkan bahwa reksa dana saham unggul dalam rasio Sharpe, Treynor, dan Sortino, sementara reksa dana campuran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-fe553.webp" type="image/webp" length="80544" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-80fdc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-0064a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/investor-reksa-dana-saham-campuran-rasio-sharpe-tr-thumb-fe553.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-422-kwikkiangie.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19712-jurnal-manajemen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 19 Aug 2026 19:48:36 +0700. 12 items. Served in: 4.454 seconds [rss] -->
