<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 15 Apr 2026 02:11:33 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 02:11:33 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-15T02:11:33+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN Arenga pinnata TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN Arenga pinnata TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN Arenga pinnata TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38746-kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pli</link>
	<guid isPermaLink="false">45973d16ed1f480246e9bd01379c1496</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 23:07:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis mikroba spesifik yang berperan dalam proses fermentasi nira aren, termasuk peran bakteri asam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis mikroba spesifik yang berperan dalam proses fermentasi nira aren, termasuk peran bakteri asam laktat dan jenis ragi yang dominan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh variasi sumber nira aren (misalnya dari pohon aren yang berbeda usia atau lokasi geografis) terhadap komposisi mikroba dan kualitas tuak yang dihasilkan. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai optimasi kondisi fermentasi, seperti suhu, pH, dan penambahan nutrisi tertentu, dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi fermentasi dan menghasilkan tuak dengan karakteristik rasa dan aroma yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang proses fermentasi tuak dan membuka peluang untuk pengembangan produk tuak yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelimpahan ragi lebih tinggi pada awal fermentasi (0-5 jam), sementara bakteri lebih dominan pada fermentasi 10 jam.Kualitas organoleptik tuak menunjukkan bahwa warna tidak berubah selama fermentasi, rasa terbaik ditemukan pada fermentasi 0 jam, dan aroma terbaik pada fermentasi 15 jam.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengidentifikasi jenis mikroba pada nira aren Latar Belakang: Nira aren (Arenga pinnata) sangat digemari oleh masyarakat karena dapat dikonsumsi secara langsung dan diolah untuk kebutuhan pangan. Yang sangat khas adalah nira aren (A. pinnata) ini dapat mengalami fermentasi karena kandungan gula yang cukup tinggi dan kehadiran ragi di dalamnya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji hubungan lama fermentasi nira aren (A. pinnata) dengan kehadiran mikroba dan kelimpahannya serta kualitas organoleptik tuak.Metode: Penelitian dilakukan pada tanggal 2-5 Juni 2011 di Laboratorium Biologi Dasar Fakultas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-8a41e.webp" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-8a41e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-8a41e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-8a41e.webp 1x" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" alt="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-679c0.webp" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-679c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-679c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-679c0.webp 1x" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" alt="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-19851.webp" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-19851.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-19851.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-19851.webp 1x" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" alt="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38746-kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pli" title="JURIS - KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK" target="_blank">KAJIAN TENTANG LAMA FERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KELIMPAHAN MIKROBA DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TUAK</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis mikroba spesifik yang berperan dalam proses fermentasi nira aren, termasuk peran bakteri asam laktat dan jenis ragi yang dominan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh variasi sumber nira aren (misalnya dari pohon aren yang berbeda usia atau lokasi geografis) terhadap komposisi mikroba dan kualitas tuak yang dihasilkan. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai optimasi kondisi fermentasi, seperti suhu, pH, dan penambahan nutrisi tertentu, dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi fermentasi dan menghasilkan tuak dengan karakteristik rasa dan aroma yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang proses fermentasi tuak dan membuka peluang untuk pengembangan produk tuak yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelimpahan ragi lebih tinggi pada awal fermentasi (0-5 jam), sementara bakteri lebih dominan pada fermentasi 10 jam.Kualitas organoleptik tuak menunjukkan bahwa warna tidak berubah selama fermentasi, rasa terbaik ditemukan pada fermentasi 0 jam, dan aroma terbaik pada fermentasi 15 jam.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengidentifikasi jenis mikroba pada nira aren
<br>Latar Belakang: Nira aren (Arenga pinnata) sangat digemari oleh masyarakat karena dapat dikonsumsi secara langsung dan diolah untuk kebutuhan pangan. Yang sangat khas adalah nira aren (A. pinnata) ini dapat mengalami fermentasi karena kandungan gula yang cukup tinggi dan kehadiran ragi di dalamnya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji hubungan lama fermentasi nira aren (A. pinnata) dengan kehadiran mikroba dan kelimpahannya serta kualitas organoleptik tuak.Metode: Penelitian dilakukan pada tanggal 2-5 Juni 2011 di Laboratorium Biologi Dasar Fakultas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-679c0.webp" type="image/webp" length="72618" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-8a41e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-679c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/kombinasi-kondisi-fermentasi-proses-pliek-nira-are-thumb-19851.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38740-uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m</link>
	<guid isPermaLink="false">2dacc8b254960b252c8c65727e3537bf</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:55:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap sifat mekanik komposit bulu itik dan purun tikus. Hal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap sifat mekanik komposit bulu itik dan purun tikus. Hal ini penting untuk menentukan konsentrasi NaOH yang optimal dalam proses alkalisasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian sifat-sifat lain dari komposit, seperti kekuatan tarik dan impak, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai performa material. Ketiga, dapat dilakukan studi mengenai pengaruh penambahan material pengisi, seperti nanopartikel, terhadap sifat-sifat komposit untuk meningkatkan kekuatannya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh material komposit yang lebih unggul dengan aplikasi yang lebih luas, serta berkontribusi pada pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada penelitian komposit hibrida ini, pengaruh alkalisasi terhadap uji keausan dan kekerasan sampel komposit menunjukkan bahwa nilai tertinggi diperoleh setelah perlakuan alkalisasi selama 10 menit, sedangkan nilai terendah diperoleh setelah perlakuan alkalisasi selama 60 menit.Semakin lama perlakuan alkalisasi pada serat, maka nilai keausannya semakin rendah, namun nilai kekerasan sampel komposit semakin tinggi.Alkalisasi juga mempengaruhi persentase rongga (void) dalam komposit selama uji keausan dan kekerasan.Alkalisasi dapat membantu mengurangi pembentukan rongga pada komposit, karena alkalisasi selama 60 menit diketahui dapat mengurangi nilai rongga sebesar 0,29% terhadap uji keausan dan 1,18% terhadap void pada uji kekerasan Provinsi Kalimantan Selatan merupakan habitat salah satu jenis tumbuhan Purun Tikus. Tanaman ini tumbuh liar di lahan basah dan digunakan untuk kerajinan tangan serta menjadi habitat bagi itik Alabio. Bulu itik banyak ditemukan dibuang di tempat pembuangan sampah. NaOH merupakan senyawa kimia bersifat basa yang memiliki fungsi menghilangkan dan membersihkan residu pada serat. Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian pada material komposit penguat bulu itik dan purun tikus dengan metode alkalisasi perendaman dengan NaOH. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" alt="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" alt="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" alt="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38740-uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" target="_blank">Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap sifat mekanik komposit bulu itik dan purun tikus. Hal ini penting untuk menentukan konsentrasi NaOH yang optimal dalam proses alkalisasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian sifat-sifat lain dari komposit, seperti kekuatan tarik dan impak, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai performa material. Ketiga, dapat dilakukan studi mengenai pengaruh penambahan material pengisi, seperti nanopartikel, terhadap sifat-sifat komposit untuk meningkatkan kekuatannya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh material komposit yang lebih unggul dengan aplikasi yang lebih luas, serta berkontribusi pada pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan..
<br>Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada penelitian komposit hibrida ini, pengaruh alkalisasi terhadap uji keausan dan kekerasan sampel komposit menunjukkan bahwa nilai tertinggi diperoleh setelah perlakuan alkalisasi selama 10 menit, sedangkan nilai terendah diperoleh setelah perlakuan alkalisasi selama 60 menit.Semakin lama perlakuan alkalisasi pada serat, maka nilai keausannya semakin rendah, namun nilai kekerasan sampel komposit semakin tinggi.Alkalisasi juga mempengaruhi persentase rongga (void) dalam komposit selama uji keausan dan kekerasan.Alkalisasi dapat membantu mengurangi pembentukan rongga pada komposit, karena alkalisasi selama 60 menit diketahui dapat mengurangi nilai rongga sebesar 0,29% terhadap uji keausan dan 1,18% terhadap void pada uji kekerasan
<br>Provinsi Kalimantan Selatan merupakan habitat salah satu jenis tumbuhan Purun Tikus. Tanaman ini tumbuh liar di lahan basah dan digunakan untuk kerajinan tangan serta menjadi habitat bagi itik Alabio. Bulu itik banyak ditemukan dibuang di tempat pembuangan sampah. NaOH merupakan senyawa kimia bersifat basa yang memiliki fungsi menghilangkan dan membersihkan residu pada serat. Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian pada material komposit penguat bulu itik dan purun tikus dengan metode alkalisasi perendaman dengan NaOH. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" type="image/webp" length="66194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38754-ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan</link>
	<guid isPermaLink="false">5df6a44ae567a3eac7f6b1e97dbdd1dc</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:51:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teorema hahn ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hahn,header,page,teorema]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan teorema Ergodic untuk pemetaan hybrid diperumum di ruang Hilbert atas real, yang akan memperluas aplikasi teori ini ke studi dinamika nonlinear. Selain itu, eksplorasi sifat-sifat pemetaan hybrid ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan teorema Ergodic untuk pemetaan hybrid diperumum di ruang Hilbert atas real, yang akan memperluas aplikasi teori ini ke studi dinamika nonlinear. Selain itu, eksplorasi sifat-sifat pemetaan hybrid diperumum dalam konteks ruang vektor bernorma yang lebih umum, seperti ruang Orlicz, dapat memberikan wawasan baru tentang keberadaan dan karakteristik titik tetap. Terakhir, investigasi mengenai hubungan antara pemetaan hybrid diperumum dan masalah optimasi konveks dapat membuka peluang untuk mengembangkan algoritma baru yang efisien untuk mencari solusi optimal.. Penelitian ini membuktikan eksistensi titik tetap untuk pemetaan Hybrid diperumum di ruang Hilbert atas R dengan memanfaatkan Limit Banach.Ditemukan bahwa jika terdapat elemen dalam himpunan konveks tertutup yang menghasilkan barisan terbatas, maka pemetaan tersebut memiliki titik tetap.Selain itu, kekonvergenan lemah suatu barisan juga menjamin bahwa limit lemahnya merupakan titik tetap dari pemetaan tersebut.Hasil ini memperluas pemahaman tentang teorema titik tetap pada pemetaan nonlinear, termasuk pemetaan nonekspansif, nonspreading, dan hybrid Penelitian ini mengkaji eksistensi titik tetap bagi pemetaan Hybrid diperumum pada ruang Hilbert atas R. Misalkan C adalah himpunan tak kosong, konveks, dan tertutup dalam ruang Hilbert atas R, serta T suatu pemetaan Hybrid diperumum. Ditunjukkan bahwa apabila terdapat x OO C sehingga {T nx} terbatas, maka dengan menggunakan Limit Banach dapat dibuktikan bahwa T memiliki titik tetap. Selain itu, jika untuk setiap barisan dalam C berlaku bahwa selisih antara elemen dan hasil pemetaannya menuju nol serta barisan tersebut konvergen lemah ke suatu elemen di C, maka elemen limit tersebut merupakan titik tetap dari T . Hasil ini menegaskan peran penting... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp 1x" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" alt="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp 1x" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" alt="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38754-ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" target="_blank">Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan teorema Ergodic untuk pemetaan hybrid diperumum di ruang Hilbert atas real, yang akan memperluas aplikasi teori ini ke studi dinamika nonlinear. Selain itu, eksplorasi sifat-sifat pemetaan hybrid diperumum dalam konteks ruang vektor bernorma yang lebih umum, seperti ruang Orlicz, dapat memberikan wawasan baru tentang keberadaan dan karakteristik titik tetap. Terakhir, investigasi mengenai hubungan antara pemetaan hybrid diperumum dan masalah optimasi konveks dapat membuka peluang untuk mengembangkan algoritma baru yang efisien untuk mencari solusi optimal..
<br>Penelitian ini membuktikan eksistensi titik tetap untuk pemetaan Hybrid diperumum di ruang Hilbert atas R dengan memanfaatkan Limit Banach.Ditemukan bahwa jika terdapat elemen dalam himpunan konveks tertutup yang menghasilkan barisan terbatas, maka pemetaan tersebut memiliki titik tetap.Selain itu, kekonvergenan lemah suatu barisan juga menjamin bahwa limit lemahnya merupakan titik tetap dari pemetaan tersebut.Hasil ini memperluas pemahaman tentang teorema titik tetap pada pemetaan nonlinear, termasuk pemetaan nonekspansif, nonspreading, dan hybrid
<br>Penelitian ini mengkaji eksistensi titik tetap bagi pemetaan Hybrid diperumum pada ruang Hilbert atas R. Misalkan C adalah himpunan tak kosong, konveks, dan tertutup dalam ruang Hilbert atas R, serta T suatu pemetaan Hybrid diperumum. Ditunjukkan bahwa apabila terdapat x OO C sehingga {T nx} terbatas, maka dengan menggunakan Limit Banach dapat dibuktikan bahwa T memiliki titik tetap. Selain itu, jika untuk setiap barisan dalam C berlaku bahwa selisih antara elemen dan hasil pemetaannya menuju nol serta barisan tersebut konvergen lemah ke suatu elemen di C, maka elemen limit tersebut merupakan titik tetap dari T . Hasil ini menegaskan peran penting...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" type="image/webp" length="158890" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-449-uin-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17496-jurnal-riset-mahasiswa-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic Sea Water Reverse Osmosis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic Sea Water Reverse Osmosis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic Sea Water Reverse Osmosis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38762-pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut</link>
	<guid isPermaLink="false">979af686cb73a27b3bc1aa53fbe25a0a</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:40:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyediaan air bersih di Desa Sulamu dan wilayah serupa. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai optimasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyediaan air bersih di Desa Sulamu dan wilayah serupa. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai optimasi efisiensi energi pada sistem PV-SWRO, termasuk penggunaan teknologi pemulihan energi untuk mengurangi konsumsi energi per meter kubik air yang dihasilkan. Kedua, penelitian lapangan yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami kondisi lokal Desa Sulamu secara spesifik, seperti kualitas air laut, pola konsumsi air masyarakat, dan faktor-faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi kebutuhan air bersih. Ketiga, pengembangan model pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan perlu dieksplorasi untuk mengatasi tantangan biaya investasi awal yang tinggi, serta mendorong partisipasi aktif dari pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pengembangan infrastruktur desalinasi berbasis energi terbarukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah kekurangan air bersih dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia.. Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Sulamu berpotensi menghadapi tantangan serius dalam penyediaan air bersih akibat keterbatasan sumber air tawar dan pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan mencapai 8.210 jiwa pada tahun 2032, dengan kebutuhan air bersih sebesar 215.Teknologi desalinasi berbasis PV-SWRO diusulkan sebagai solusi berkelanjutan dengan estimasi konsumsi energi antara 496 hingga 1.554 MWh per tahun, yang didukung potensi energi matahari melimpah di wilayah tersebut.Data estimasi kebutuhan air dan energi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merancang strategi yang mendukung keberlanjutan program desalinasi berbasis energi terbarukan Kekurangan air bersih diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi Indonesia di masa mendatang, khususnya di daerah dengan curah hujan rendah, serta kawasan pesisir yang memiliki sumber daya air tawar terbatas. Penelitian ini mengkaji penyediaan air bersih melalui teknologi desalinasi air laut di Desa Sulamu, Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga tahun 2032. Teknologi yang digunakan adalah desalinasi air laut berbasis Photovoltaic (PV) yang menggerakkan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini diajukan sebagai solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Penelitian ini mencakup analisis kebutuhan air yang disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan penduduk dan estimasi konsumsi energi dari sistem... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp 1x" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" alt="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp 1x" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" alt="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp 1x" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" alt="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38762-pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" target="_blank">Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyediaan air bersih di Desa Sulamu dan wilayah serupa. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai optimasi efisiensi energi pada sistem PV-SWRO, termasuk penggunaan teknologi pemulihan energi untuk mengurangi konsumsi energi per meter kubik air yang dihasilkan. Kedua, penelitian lapangan yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami kondisi lokal Desa Sulamu secara spesifik, seperti kualitas air laut, pola konsumsi air masyarakat, dan faktor-faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi kebutuhan air bersih. Ketiga, pengembangan model pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan perlu dieksplorasi untuk mengatasi tantangan biaya investasi awal yang tinggi, serta mendorong partisipasi aktif dari pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pengembangan infrastruktur desalinasi berbasis energi terbarukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah kekurangan air bersih dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Sulamu berpotensi menghadapi tantangan serius dalam penyediaan air bersih akibat keterbatasan sumber air tawar dan pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan mencapai 8.210 jiwa pada tahun 2032, dengan kebutuhan air bersih sebesar 215.Teknologi desalinasi berbasis PV-SWRO diusulkan sebagai solusi berkelanjutan dengan estimasi konsumsi energi antara 496 hingga 1.554 MWh per tahun, yang didukung potensi energi matahari melimpah di wilayah tersebut.Data estimasi kebutuhan air dan energi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merancang strategi yang mendukung keberlanjutan program desalinasi berbasis energi terbarukan
<br>Kekurangan air bersih diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi Indonesia di masa mendatang, khususnya di daerah dengan curah hujan rendah, serta kawasan pesisir yang memiliki sumber daya air tawar terbatas. Penelitian ini mengkaji penyediaan air bersih melalui teknologi desalinasi air laut di Desa Sulamu, Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga tahun 2032. Teknologi yang digunakan adalah desalinasi air laut berbasis Photovoltaic (PV) yang menggerakkan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini diajukan sebagai solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Penelitian ini mencakup analisis kebutuhan air yang disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan penduduk dan estimasi konsumsi energi dari sistem...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" type="image/webp" length="86142" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38756-laser-cutting-diode-speed-akrilik-tr</link>
	<guid isPermaLink="false">c9865dac62b81d0c0e27a47604be934c</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:35:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter pemotongan akrilik transparan dengan menggunakan media pelapis kertas, dengan mempertimbangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter pemotongan akrilik transparan dengan menggunakan media pelapis kertas, dengan mempertimbangkan faktor waktu pengerjaan secepat mungkin dan persentase intensitas daya sekecil mungkin. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi media pelapis alternatif yang lebih efektif dalam memotong akrilik transparan, seperti menggunakan bahan yang lebih tebal atau dengan komposisi bahan yang berbeda. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan akrilik transparan terhadap hasil pemotongan, dengan mempertimbangkan parameter pemotongan yang telah ditemukan dalam penelitian ini.. Berdasarkan hasil eksperimen dan analisis data yang telah dilakukan, beberapa kesimpulan dapat dirumuskan, di antaranya adalah hasil fisik pemotongan setiap variasi media pelapis meninggalkan bekas garitan yang lebar, kasar, dan berwana gelap.Pada media pelapis kertas tepotong bagian sisi depan dan belakang, pada media pelapis lakban terpotong sisi bagian depan saja, dan pada media pelapis alas papan MDF hitam terpotong bagian belakang saja.Semua media pelapis memberikan pengaruh yang signifikan tehadap kedalaman hasil pemotongan.Media pelapis yang paling optimal diantara 3 jenis yang digunakan adalah kertas.Kemudian berdasarkan analisis eksperimen kedua, diperoleh persamaan regresi Y = 0.Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas daya, semakin besar pula nilai depth of cut, sedangkan peningkatan cutting speed justru mengurangi nilai depth of cut.Kemudian parameter terbaik untuk pemotongan dibutuhkan berdasarkan nilai depth of cut, waktu tercepat dan terakhir adalah persentase intensitas daya, sehingga didapatkan parameter persentase intensitas daya 90% pada cutting speed 6 mm/min, dan dilakukan pengulangan 2 kali pemotongan Mesin laser cutting merupakan alat yang banyak digunakan dalam industri untuk memotong berbagai jenis material. Salah satu material yang sering dimanfaatkan adalah akrilik, yang dapat dipotong menggunakan mesin laser cutting dengan jenis CO2. Namun, mesin ini memiliki kelemahan berupa harga yang cukup mahal. Sebagai alternatif, laser cutting diode menawarkan solusi yang lebih ekonomis, meskipun efektivitasnya pada akrilik, terutama yang transparan, masih perlu dibuktikan. Modul laser diode diketahui mampu memotong material seperti kertas, kayu, bambu, kulit, dan plastik. Kemudian berdasarkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-8d93b.webp" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-8d93b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-8d93b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-8d93b.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" alt="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e6994.webp" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e6994.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e6994.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e6994.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" alt="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e3900.webp" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e3900.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e3900.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e3900.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" alt="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38756-laser-cutting-diode-speed-akrilik-tr" title="JURIS - PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT" target="_blank">PENGARUH VARIASI MEDIA PELAPIS TERHADAP PEMOTONGAN AKRILIK TRANSPARAN DENGAN PROCUT DIODE 15 WATT</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter pemotongan akrilik transparan dengan menggunakan media pelapis kertas, dengan mempertimbangkan faktor waktu pengerjaan secepat mungkin dan persentase intensitas daya sekecil mungkin. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi media pelapis alternatif yang lebih efektif dalam memotong akrilik transparan, seperti menggunakan bahan yang lebih tebal atau dengan komposisi bahan yang berbeda. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan akrilik transparan terhadap hasil pemotongan, dengan mempertimbangkan parameter pemotongan yang telah ditemukan dalam penelitian ini..
<br>Berdasarkan hasil eksperimen dan analisis data yang telah dilakukan, beberapa kesimpulan dapat dirumuskan, di antaranya adalah hasil fisik pemotongan setiap variasi media pelapis meninggalkan bekas garitan yang lebar, kasar, dan berwana gelap.Pada media pelapis kertas tepotong bagian sisi depan dan belakang, pada media pelapis lakban terpotong sisi bagian depan saja, dan pada media pelapis alas papan MDF hitam terpotong bagian belakang saja.Semua media pelapis memberikan pengaruh yang signifikan tehadap kedalaman hasil pemotongan.Media pelapis yang paling optimal diantara 3 jenis yang digunakan adalah kertas.Kemudian berdasarkan analisis eksperimen kedua, diperoleh persamaan regresi Y = 0.Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas daya, semakin besar pula nilai depth of cut, sedangkan peningkatan cutting speed justru mengurangi nilai depth of cut.Kemudian parameter terbaik untuk pemotongan dibutuhkan berdasarkan nilai depth of cut, waktu tercepat dan terakhir adalah persentase intensitas daya, sehingga didapatkan parameter persentase intensitas daya 90% pada cutting speed 6 mm/min, dan dilakukan pengulangan 2 kali pemotongan
<br>Mesin laser cutting merupakan alat yang banyak digunakan dalam industri untuk memotong berbagai jenis material. Salah satu material yang sering dimanfaatkan adalah akrilik, yang dapat dipotong menggunakan mesin laser cutting dengan jenis CO2. Namun, mesin ini memiliki kelemahan berupa harga yang cukup mahal. Sebagai alternatif, laser cutting diode menawarkan solusi yang lebih ekonomis, meskipun efektivitasnya pada akrilik, terutama yang transparan, masih perlu dibuktikan. Modul laser diode diketahui mampu memotong material seperti kertas, kayu, bambu, kulit, dan plastik. Kemudian berdasarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e6994.webp" type="image/webp" length="208234" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-8d93b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e6994.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/laser-cutting-diode-speed-akrilik-transparan-varia-thumb-e3900.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt</link>
	<guid isPermaLink="false">6b5eb50adc0ec59027dab4d9c4605468</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:10:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi tepung sagu juga dapat dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan. Terakhir, penelitian tentang manfaat kesehatan dan nutrisi dari konsumsi tepung sagu dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang nilai gizi sagu bagi masyarakat.. Kandungan kadar karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, Sagu Ihur (Metroxylon sylvester) sebesar 77,4% dan tepung Sagu Molat (Metroxylon sagus Rottbol) sebesar 88,6%.Penelitian tentang tubuhan sagu dan segala potensi yang terdapat didalamnya dibutuhkan, khususnya tepung sagu agar dapat menjadi produk yang sempurna Sagu merupakan salah satu jenis bahan pangan tradisional daerah Maluku yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Di Maluku, hidup berbagai jenis sagu pada habitatnya masing-masing dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Beberapa jenis sagu yang tumbuh di daerah Maluku dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah Sagu Tuni, Ihur, Molat, Makanaru dan Duri Rotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan karbohidrat beberapa jenis sagu menggunakan spektrofotometer dan rumus regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, tepung Sagu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" alt="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" alt="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" target="_blank">Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi tepung sagu juga dapat dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan. Terakhir, penelitian tentang manfaat kesehatan dan nutrisi dari konsumsi tepung sagu dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang nilai gizi sagu bagi masyarakat..
<br>Kandungan kadar karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, Sagu Ihur (Metroxylon sylvester) sebesar 77,4% dan tepung Sagu Molat (Metroxylon sagus Rottbol) sebesar 88,6%.Penelitian tentang tubuhan sagu dan segala potensi yang terdapat didalamnya dibutuhkan, khususnya tepung sagu agar dapat menjadi produk yang sempurna
<br>Sagu merupakan salah satu jenis bahan pangan tradisional daerah Maluku yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Di Maluku, hidup berbagai jenis sagu pada habitatnya masing-masing dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Beberapa jenis sagu yang tumbuh di daerah Maluku dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah Sagu Tuni, Ihur, Molat, Makanaru dan Duri Rotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan karbohidrat beberapa jenis sagu menggunakan spektrofotometer dan rumus regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, tepung Sagu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" type="image/webp" length="89828" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha</link>
	<guid isPermaLink="false">49ede605ab70aae838afa241c7c7b697</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:53:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.): Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya untuk mengetahui apakah air kelapa juga memiliki efek yang serupa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen spesifik dalam air kelapa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat dikembangkan sebagai pupuk alami yang efektif.. Volume air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.), yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun, terdapat pada volume 250 ml, disusul volume 200 ml, selanjutnya volume 150 ml dan 100 ml, dan Kontrol (A0) Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Green Mustard Seed, Air Kelapa, Air dan Tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dari 15 September 2010 sampai 15 November 2010. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" target="_blank">PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya untuk mengetahui apakah air kelapa juga memiliki efek yang serupa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen spesifik dalam air kelapa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat dikembangkan sebagai pupuk alami yang efektif..
<br>Volume air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.), yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun, terdapat pada volume 250 ml, disusul volume 200 ml, selanjutnya volume 150 ml dan 100 ml, dan Kontrol (A0)
<br>Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Green Mustard Seed, Air Kelapa, Air dan Tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dari 15 September 2010 sampai 15 November 2010.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" type="image/webp" length="57628" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38739-variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">520e562f17395cac31d325f9ac2fcac3</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:39:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi sudut pengapian dan durasi injeksi pada emisi gas buang, guna memastikan bahwa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi sudut pengapian dan durasi injeksi pada emisi gas buang, guna memastikan bahwa peningkatan performa tidak mengorbankan aspek lingkungan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan performa ECU berbasis Arduino dengan ECU Programmable dari merek lain, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan menguji pengaruh penggunaan bahan bakar alternatif, seperti bioetanol atau biodiesel, terhadap performa mesin dan emisi gas buang, untuk mencari solusi bahan bakar yang lebih berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang optimasi performa mesin sepeda motor injeksi, serta berkontribusi pada pengembangan teknologi otomotif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ECU Programmable berbasis Arduino pada sepeda motor Honda Vario 110cc FI tahun 2014 berpengaruh signifikan terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar.Variasi sudut pengapian 40 dan durasi injeksi 5% menghasilkan torsi tertinggi sebesar 16,98 N.m, sementara sudut pengapian 20 dan injeksi 10% menghasilkan daya maksimum sebesar 7,03 HP.Konsumsi bahan bakar terendah dicapai pada sudut pengapian 20 dan injeksi 5%, yaitu 4,15 ml/menit Kemajuan teknologi otomotif di Indonesia berkembang pesat, dengan produksi sepeda motor mencapai 5.057.516 unit pada tahun 2021. Pabrikan otomotif menghadirkan model dengan sistem pengapian injeksi menggunakan Electronic Control Unit (ECU). ECU berfungsi mengatur aktuator berdasarkan input yang diterima. ECU Programmable berbasis Arduino tersedia di pasaran untuk meningkatkan performa kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut pengapian dan durasi injeksi bahan bakar menggunakan ECU programmable berbasis Arduino terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar sepeda motor 110cc FI, serta menemukan variasi terbaik untuk hasil optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-b9274.webp" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-b9274.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-b9274.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-b9274.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" alt="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-0b714.webp" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-0b714.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-0b714.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-0b714.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" alt="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-e593b.webp" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-e593b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-e593b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-e593b.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" alt="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38739-variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen" title="JURIS - Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi" target="_blank">Pengaruh Sudut Pengapian Dan Durasi Injeksi Penggunaan Ecu Berbasis Arduino Terhadap Performa Motor 110cc Fi</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi sudut pengapian dan durasi injeksi pada emisi gas buang, guna memastikan bahwa peningkatan performa tidak mengorbankan aspek lingkungan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan performa ECU berbasis Arduino dengan ECU Programmable dari merek lain, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan menguji pengaruh penggunaan bahan bakar alternatif, seperti bioetanol atau biodiesel, terhadap performa mesin dan emisi gas buang, untuk mencari solusi bahan bakar yang lebih berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang optimasi performa mesin sepeda motor injeksi, serta berkontribusi pada pengembangan teknologi otomotif yang lebih efisien dan ramah lingkungan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ECU Programmable berbasis Arduino pada sepeda motor Honda Vario 110cc FI tahun 2014 berpengaruh signifikan terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar.Variasi sudut pengapian  40 dan durasi injeksi  5% menghasilkan torsi tertinggi sebesar 16,98 N.m, sementara sudut pengapian  20 dan injeksi  10% menghasilkan daya maksimum sebesar 7,03 HP.Konsumsi bahan bakar terendah dicapai pada sudut pengapian  20 dan injeksi  5%, yaitu 4,15 ml/menit
<br>Kemajuan teknologi otomotif di Indonesia berkembang pesat, dengan produksi sepeda motor mencapai 5.057.516 unit pada tahun 2021. Pabrikan otomotif menghadirkan model dengan sistem pengapian injeksi menggunakan Electronic Control Unit (ECU). ECU berfungsi mengatur aktuator berdasarkan input yang diterima. ECU Programmable berbasis Arduino tersedia di pasaran untuk meningkatkan performa kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut pengapian dan durasi injeksi bahan bakar menggunakan ECU programmable berbasis Arduino terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar sepeda motor 110cc FI, serta menemukan variasi terbaik untuk hasil optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-0b714.webp" type="image/webp" length="96558" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-b9274.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-0b714.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/variasi-sudut-chinepada-bakar-alternatif-ramah-pen-thumb-e593b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK Anonna muricata L ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK Anonna muricata L ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK Anonna muricata L ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38757-ga-perendaman-perkecambahan-anonna-mur</link>
	<guid isPermaLink="false">97c0161754e35bb172ea5368930cce33</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:30:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai jenis ZPT selain GA terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit sirsak, dengan tujuan menemukan kombinasi ZPT yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas bibit. Selain itu, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.): Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai jenis ZPT selain GA terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit sirsak, dengan tujuan menemukan kombinasi ZPT yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas bibit. Selain itu, studi mengenai pengaruh variasi suhu dan kelembaban selama proses perendaman dan perkecambahan biji sirsak perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bibit yang seragam dan berkualitas tinggi. Terakhir, penelitian yang lebih mendalam mengenai mekanisme fisiologis yang mendasari pengaruh GA terhadap perkecambahan biji sirsak, termasuk analisis ekspresi gen yang terlibat dalam proses tersebut, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana GA memacu pertumbuhan bibit sirsak dan membuka peluang untuk pengembangan teknologi perbanyakan tanaman sirsak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman sirsak, serta mendukung pengembangan industri pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.. Penggunaan konsentrasi GA dan waktu perendaman yang berbeda pada biji sirsak berpengaruh signifikan terhadap persentase perkecambahan, perkecambahan tinggi dan panjang akar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi GA dengan konsentrasi 15 ppm selama 12 jam menghasilkan persentase perkecambahan tertinggi, tinggi kecambah 16,12 cm, dan panjang akar kecambah 12,99 cm.Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat menggunakan perlakuan ini sebelum menanam biji sirsak Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh konsentrasi GA dengan waktu perendaman terhadap bibit perkecambahan sirsak, dan untuk mengetahui whichone dari pengobatan yang dapat memberikan kualitas yang sangat tinggi dan kuantitas bibit perkecambahan sirsak.Metode: Penelitian dimulai dari Juni - Juli 2011. faktorial pola rancangan acak kelompok (RAL) yang digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama di mana konsentrasi GA dengan empat tingkat yaitu A1 = 5 PPM, A2 = 10 PPM, A3 = 15 PPM, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-8427a.webp" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-8427a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-8427a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-8427a.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" alt="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-20b58.webp" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-20b58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-20b58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-20b58.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" alt="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-46818.webp" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-46818.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-46818.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-46818.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" alt="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38757-ga-perendaman-perkecambahan-anonna-mur" title="JURIS - PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)" target="_blank">PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SIRSAK (Anonna muricata L.)</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai jenis ZPT selain GA terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit sirsak, dengan tujuan menemukan kombinasi ZPT yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas bibit. Selain itu, studi mengenai pengaruh variasi suhu dan kelembaban selama proses perendaman dan perkecambahan biji sirsak perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bibit yang seragam dan berkualitas tinggi. Terakhir, penelitian yang lebih mendalam mengenai mekanisme fisiologis yang mendasari pengaruh GA terhadap perkecambahan biji sirsak, termasuk analisis ekspresi gen yang terlibat dalam proses tersebut, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana GA memacu pertumbuhan bibit sirsak dan membuka peluang untuk pengembangan teknologi perbanyakan tanaman sirsak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman sirsak, serta mendukung pengembangan industri pertanian yang lebih maju dan berdaya saing..
<br>Penggunaan konsentrasi GA dan waktu perendaman yang berbeda pada biji sirsak berpengaruh signifikan terhadap persentase perkecambahan, perkecambahan tinggi dan panjang akar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi GA dengan konsentrasi 15 ppm selama 12 jam menghasilkan persentase perkecambahan tertinggi, tinggi kecambah 16,12 cm, dan panjang akar kecambah 12,99 cm.Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat menggunakan perlakuan ini sebelum menanam biji sirsak
<br>Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh konsentrasi GA dengan waktu perendaman terhadap bibit perkecambahan sirsak, dan untuk mengetahui whichone dari pengobatan yang dapat memberikan kualitas yang sangat tinggi dan kuantitas bibit perkecambahan sirsak.Metode: Penelitian dimulai dari Juni - Juli 2011. faktorial pola rancangan acak kelompok (RAL) yang digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama di mana konsentrasi GA dengan empat tingkat yaitu A1 = 5 PPM, A2 = 10 PPM, A3 = 15 PPM, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-20b58.webp" type="image/webp" length="78282" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-8427a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-20b58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/ga-perendaman-perkecambahan-anonna-muricata-l-sirs-thumb-46818.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi</link>
	<guid isPermaLink="false">cebd3ebe2f3bdf6e947e25b4a6e52aa7</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:13:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ afid nugroho ]]></category>
	<category><![CDATA[ teguh wibowo ]]></category>
	<category><![CDATA[ sandi rais ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau lebih banyak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja turbin? Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain turbin Savonius heliks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk sudu, sudut sudu, dan konfigurasi sudu yang optimal untuk meningkatkan performa turbin. Apakah ada desain sudu atau konfigurasi sudu tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi turbin Savonius heliks? Studi ini juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan, seperti kecepatan angin yang berbeda-beda, untuk melihat bagaimana variasi jumlah sudu mempengaruhi kinerja turbin di berbagai kondisi.. Hasil pengujian dan pembahasan pola aliran turbin Savonius tipe heliks yang sudah dilakukan menunjukkan variasi jumlah sudu mempengaruhi pola liran udara yang terjadi.Jumlah sudu meningkatkan tekanan pada sisi cembung blade returning.Peningkatan tekanan pada sisi cembung sudu akan menghambat kinerja turbin.Dua buah sudu menghasilkan turbulensi yang lebih kecil dibandingkan variasi tiga dan empat sudu.Penurunan jumlah sudu berpengaruh terhadap penurunan turbulensi yang terjadi.Turbulensi yang terjadi pada turbin menyebabkan performanya menurun karena berkurangnya distribusi kecepatan fluida, bertambahnya jumlah pusaran mengakibatkan menurunnya kecepatan fluida.Oleh karena itu, turbin Savonius tipe heliks dengan dua sudu menjadi rekomendasi utama karena variasi dua sudu menghasilkan performa paling optimal dibandingkan variasi yang lain dengan minimnya terjadi tekanan pada sisi cembung sudu dan terjadinya turbulensi Ketersediaan sumber daya fosil yang semakin menurun mendorong pemerintah dan swasta untuk mengembangkan energi terbarukan. Salah satu solusi adalah menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk memenuhi permintaan energi. Turbin Savonius, juga dikenal sebagai VAWT, memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi skala kecil. Turbin angin Savonius memiliki performa lebih rendah dibandingkan jenis lainnya. Performa ini perlu ditingkatkan melalui modifikasi desain, seperti variasi jumlah sudu pada turbin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu pada kinerja turbin angin Savonius tipe heliks. Fokus penelitian ini pada pola aliran udara dengan variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius heliks.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" target="_blank">Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau lebih banyak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja turbin? Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain turbin Savonius heliks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk sudu, sudut sudu, dan konfigurasi sudu yang optimal untuk meningkatkan performa turbin. Apakah ada desain sudu atau konfigurasi sudu tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi turbin Savonius heliks? Studi ini juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan, seperti kecepatan angin yang berbeda-beda, untuk melihat bagaimana variasi jumlah sudu mempengaruhi kinerja turbin di berbagai kondisi..
<br>Hasil pengujian dan pembahasan pola aliran turbin Savonius tipe heliks yang sudah dilakukan menunjukkan variasi jumlah sudu mempengaruhi pola liran udara yang terjadi.Jumlah sudu meningkatkan tekanan pada sisi cembung blade returning.Peningkatan tekanan pada sisi cembung sudu akan menghambat kinerja turbin.Dua buah sudu menghasilkan turbulensi yang lebih kecil dibandingkan variasi tiga dan empat sudu.Penurunan jumlah sudu berpengaruh terhadap penurunan turbulensi yang terjadi.Turbulensi yang terjadi pada turbin menyebabkan performanya menurun karena berkurangnya distribusi kecepatan fluida, bertambahnya jumlah pusaran mengakibatkan menurunnya kecepatan fluida.Oleh karena itu, turbin Savonius tipe heliks dengan dua sudu menjadi rekomendasi utama karena variasi dua sudu menghasilkan performa paling optimal dibandingkan variasi yang lain dengan minimnya terjadi tekanan pada sisi cembung sudu dan terjadinya turbulensi
<br>Ketersediaan sumber daya fosil yang semakin menurun mendorong pemerintah dan swasta untuk mengembangkan energi terbarukan. Salah satu solusi adalah menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk memenuhi permintaan energi. Turbin Savonius, juga dikenal sebagai VAWT, memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi skala kecil. Turbin angin Savonius memiliki performa lebih rendah dibandingkan jenis lainnya. Performa ini perlu ditingkatkan melalui modifikasi desain, seperti variasi jumlah sudu pada turbin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu pada kinerja turbin angin Savonius tipe heliks. Fokus penelitian ini pada pola aliran udara dengan variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius heliks....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" type="image/webp" length="89794" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan</link>
	<guid isPermaLink="false">ce39daff7b2595fc22c186e7108be810</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:53:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization: Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, seperti data sosioekonomi atau data demografis, untuk lebih meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model yang dapat memberikan penjelasan yang dapat ditindaklanjuti untuk hasil prediksi, memungkinkan intervensi yang ditargetkan dan dukungan bagi mahasiswa yang berisiko.. Secara keseluruhan, hasil eksperimen mendukung empat kesimpulan utama.Pertama, kelompok fitur gabungan mencapai kinerja klasifikasi multiclass terbaik, meskipun keunggulannya atas kelompok fitur akademik saja hanya marginal.Kedua, optimasi Hessian-free secara konsisten mencapai kinerja terbaik di semua skenario kelompok fitur.Ketiga, keuntungan HFO yang jelas atas pengoptimal pertama kali muncul dalam skenario non-akademik-saja, di mana keuntungannya atas pengoptimal pertama kali terkuat sangat besar.Keempat, variabel non-akademik yang tersedia pada waktu masuk memang mengandung sinyal prediktif yang bermakna untuk penyaringan risiko dini, meskipun kinerja penyaringan yang dihasilkan tetap terbatas karena ketidakseimbangan kelas yang parah dan kesulitan inheren dalam memprediksi hasil akademik jangka panjang dari informasi sebelum masuk.Studi ini menunjukkan bahwa variabel non-akademik dapat mendukung penyaringan tahap pertama mahasiswa, meskipun mereka tidak cukup untuk prediksi risiko mandiri yang sangat akurat Memprediksi predikat kelulusan mahasiswa merupakan hal yang penting untuk pemantauan akademik dan intervensi tepat waktu dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki prediksi predikat kelulusan menggunakan jaringan saraf tiruan dalam tiga pengaturan kelompok fitur: hanya akademik, hanya non-akademik, dan fitur akademikAenon-akademik gabungan. Multilayer perceptron dengan tiga lapisan tersembunyi dilatih menggunakan SGD dengan momentum, RMSProp, Adam, dan prosedur optimasi Hessian-free yang diredam. Dua tugas dipertimbangkan: tugas klasifikasi predikat kelulusan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" target="_blank">Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization</a>: Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, seperti data sosioekonomi atau data demografis, untuk lebih meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model yang dapat memberikan penjelasan yang dapat ditindaklanjuti untuk hasil prediksi, memungkinkan intervensi yang ditargetkan dan dukungan bagi mahasiswa yang berisiko..
<br>Secara keseluruhan, hasil eksperimen mendukung empat kesimpulan utama.Pertama, kelompok fitur gabungan mencapai kinerja klasifikasi multiclass terbaik, meskipun keunggulannya atas kelompok fitur akademik saja hanya marginal.Kedua, optimasi Hessian-free secara konsisten mencapai kinerja terbaik di semua skenario kelompok fitur.Ketiga, keuntungan HFO yang jelas atas pengoptimal pertama kali muncul dalam skenario non-akademik-saja, di mana keuntungannya atas pengoptimal pertama kali terkuat sangat besar.Keempat, variabel non-akademik yang tersedia pada waktu masuk memang mengandung sinyal prediktif yang bermakna untuk penyaringan risiko dini, meskipun kinerja penyaringan yang dihasilkan tetap terbatas karena ketidakseimbangan kelas yang parah dan kesulitan inheren dalam memprediksi hasil akademik jangka panjang dari informasi sebelum masuk.Studi ini menunjukkan bahwa variabel non-akademik dapat mendukung penyaringan tahap pertama mahasiswa, meskipun mereka tidak cukup untuk prediksi risiko mandiri yang sangat akurat
<br>Memprediksi predikat kelulusan mahasiswa merupakan hal yang penting untuk pemantauan akademik dan intervensi tepat waktu dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki prediksi predikat kelulusan menggunakan jaringan saraf tiruan dalam tiga pengaturan kelompok fitur: hanya akademik, hanya non-akademik, dan fitur akademikAenon-akademik gabungan. Multilayer perceptron dengan tiga lapisan tersembunyi dilatih menggunakan SGD dengan momentum, RMSProp, Adam, dan prosedur optimasi Hessian-free yang diredam. Dua tugas dipertimbangkan: tugas klasifikasi predikat kelulusan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" type="image/webp" length="166216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-449-uin-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17496-jurnal-riset-mahasiswa-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik</link>
	<guid isPermaLink="false">e63cef23c8aba1b6251b1dfb2bd8f20a</guid>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:17:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ graph icon ]]></category>
	<category><![CDATA[ waa sagu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara varietas pisang di Pulau Ambon dengan varietas pisang di daerah lain di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan persamaan genetik di antara varietas-varietas tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi pengembangan varietas pisang baru yang lebih unggul dengan memanfaatkan keragaman genetik yang ada di Pulau Ambon.. Berdasarkan hasil pengamatan, jenis pisang yang ditemukan dan diidentifikasi serta diinventarisasi berjumlah tujuh jenis pisang yaitu pisang Empat puluh hari, Jawaka, Kepok, Ambon hijau, Raja, Emas dan Tanduk.Berdasarkan hasil karakterisasi morfologis, terdapat variasi penampilan pada setiap jenis pisang di pulau Ambon.Perbedaan terlihat pada bentuk, ukuran, warna, penampakkan tiap organ baik pada batang, daun, bunga dan buah.Berdasarkan similaritasnya, hubungan kekerabatan terdekat yaitu antara pisang Jawaka lokasi Seith dan Kepok lokasi Latuhalat dengan nilai similaritas sebesar 747525.Sedangkan hubungan kekerabatan terjauh antara pisang Emas dan pisang Tanduk dengan nilai similaritas sebesar 0,559647 Pisang merupakan buah tropis yang sudah populer di masyarakat, dan potensial dikembangkan di Indonesia. Terdapat banyak varietas pisang yang tumbuh liar maupun dibudidaya oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan karakter antar tiap jenisnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari penampilan tanaman seperti batang semu, daun, bunga, dan buah. Perbedaan tersebut penting sekali untuk diketahui hubungan kekerabatan antar jenisnya sehingga dapat diperoleh informasi awal dalam memperbaiki sifat genetik yang akan menghasilkan tanaman dengan varietas baru yang lebih unggul. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" target="_blank">HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON</a>: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara varietas pisang di Pulau Ambon dengan varietas pisang di daerah lain di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan persamaan genetik di antara varietas-varietas tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi pengembangan varietas pisang baru yang lebih unggul dengan memanfaatkan keragaman genetik yang ada di Pulau Ambon..
<br>Berdasarkan hasil pengamatan, jenis pisang yang ditemukan dan diidentifikasi serta diinventarisasi berjumlah tujuh jenis pisang yaitu pisang Empat puluh hari, Jawaka, Kepok, Ambon hijau, Raja, Emas dan Tanduk.Berdasarkan hasil karakterisasi morfologis, terdapat variasi penampilan pada setiap jenis pisang di pulau Ambon.Perbedaan terlihat pada bentuk, ukuran, warna, penampakkan tiap organ baik pada batang, daun, bunga dan buah.Berdasarkan similaritasnya, hubungan kekerabatan terdekat yaitu antara pisang Jawaka lokasi Seith dan Kepok lokasi Latuhalat dengan nilai similaritas sebesar 747525.Sedangkan hubungan kekerabatan terjauh antara pisang Emas dan pisang Tanduk dengan nilai similaritas sebesar 0,559647
<br>Pisang merupakan buah tropis yang sudah populer di masyarakat, dan potensial dikembangkan di Indonesia. Terdapat banyak varietas pisang yang tumbuh liar maupun dibudidaya oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan karakter antar tiap jenisnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari penampilan tanaman seperti batang semu, daun, bunga, dan buah. Perbedaan tersebut penting sekali untuk diketahui hubungan kekerabatan antar jenisnya sehingga dapat diperoleh informasi awal dalam memperbaiki sifat genetik yang akan menghasilkan tanaman dengan varietas baru yang lebih unggul.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" type="image/webp" length="111516" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 15 Apr 2026 02:11:33 +0700. 12 items. Served in: 11.593 seconds [rss] -->
