<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2026 12:50:38 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 12:50:38 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-22T12:50:38+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68215-isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis</link>
	<guid isPermaLink="false">b52ea381d360187f2133e2165f169a77</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:00:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan oposisi makna lainnya seperti oposisi hirarkial dalam novel-novel karya Ahmad Tohari yang lain untuk melihat perbedaan strategi penyampaian konflik sosial. 2. Analisis lebih mendalam tentang bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan oposisi makna lainnya seperti oposisi hirarkial dalam novel-novel karya Ahmad Tohari yang lain untuk melihat perbedaan strategi penyampaian konflik sosial. 2. Analisis lebih mendalam tentang bagaimana oposisi makna dalam novel ini berkontribusi pada pembentukan identitas gender melalui peran tokoh perempuan seperti Srintil dalam konteks budaya patriarkal Jawa. 3. Studi komparatif antara oposisi makna dalam Ronggeng Dukuh Paruk dengan novel-novel sastra Indonesia lainnya yang mengangkat isu sosial dan budaya untuk memahami keunikan pendekatan Ahmad Tohari dalam menyampaikan dinamika masyarakat desa.. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis oposisi makna yang muncul dalam dialog antar karakter, serta memahami bagaimana oposisi tersebut mencerminkan kompleksitas kehidupan sosial dan budaya di masyarakat Dukuh Paruk.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima jenis oposisi makna yang teridentifikasi, yaitu.Oposisi Kutub, Oposisi Hubungan, Oposisi Mutlak, Oposisi Majemuk, dan Oposisi Hirarkial.Dari total data yang dianalisis, oposisi kutub muncul sebanyak 64 kali, diikuti oleh oposisi hubungan (32), oposisi mutlak (10), dan oposisi majemuk (2).Penelitian ini menyoroti bagaimana bahasa dalam novel tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menggambarkan ketegangan antara tradisi dan perubahan sosial, serta antara individu dan norma-norma kolektif.Dengan demikian, novel 'Ronggeng Dukuh Paruk' berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang kompleks, memberikan wawasan mendalam tentang konflik nilai yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam konteks budaya Jawa Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode simak dengan teknik catat dalam mengumpulkan datanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek leksikal antonimi dalam novel trilogi bagian pertama Ronggeng Dukuh Paruk 'Catatan Buat Emak' karya Ahmad Tohari yang diterbitkan pada tahun 1982. Objek penelitian ini adalah antonimi (oposisi makna). Data penelitian ini berupa tuturan atau dialog antartokoh dalam novel ronggeng dukuh paruk yang didalamnya terdapat oposisi makna beserta konteksnya. Sumber data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-62f8a.webp" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-62f8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-62f8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-62f8a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" alt="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-f4e22.webp" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-f4e22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-f4e22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-f4e22.webp 1x" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" alt="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-b1823.webp" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-b1823.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-b1823.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-b1823.webp 1x" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" alt="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68215-isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis" title="JURIS - Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari" target="_blank">Analisis Oposisi Makna AuCatatan Buat EmakAy dalam Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan oposisi makna lainnya seperti oposisi hirarkial dalam novel-novel karya Ahmad Tohari yang lain untuk melihat perbedaan strategi penyampaian konflik sosial. 2. Analisis lebih mendalam tentang bagaimana oposisi makna dalam novel ini berkontribusi pada pembentukan identitas gender melalui peran tokoh perempuan seperti Srintil dalam konteks budaya patriarkal Jawa. 3. Studi komparatif antara oposisi makna dalam Ronggeng Dukuh Paruk dengan novel-novel sastra Indonesia lainnya yang mengangkat isu sosial dan budaya untuk memahami keunikan pendekatan Ahmad Tohari dalam menyampaikan dinamika masyarakat desa..
<br>Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis oposisi makna yang muncul dalam dialog antar karakter, serta memahami bagaimana oposisi tersebut mencerminkan kompleksitas kehidupan sosial dan budaya di masyarakat Dukuh Paruk.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima jenis oposisi makna yang teridentifikasi, yaitu.Oposisi Kutub, Oposisi Hubungan, Oposisi Mutlak, Oposisi Majemuk, dan Oposisi Hirarkial.Dari total data yang dianalisis, oposisi kutub muncul sebanyak 64 kali, diikuti oleh oposisi hubungan (32), oposisi mutlak (10), dan oposisi majemuk (2).Penelitian ini menyoroti bagaimana bahasa dalam novel tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menggambarkan ketegangan antara tradisi dan perubahan sosial, serta antara individu dan norma-norma kolektif.Dengan demikian, novel 'Ronggeng Dukuh Paruk' berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang kompleks, memberikan wawasan mendalam tentang konflik nilai yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam konteks budaya Jawa
<br>Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode simak dengan teknik catat dalam mengumpulkan datanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek leksikal antonimi dalam novel trilogi bagian pertama Ronggeng Dukuh Paruk 'Catatan Buat Emak' karya Ahmad Tohari yang diterbitkan pada tahun 1982. Objek penelitian ini adalah antonimi (oposisi makna). Data penelitian ini berupa tuturan atau dialog antartokoh dalam novel ronggeng dukuh paruk yang didalamnya terdapat oposisi makna beserta konteksnya. Sumber data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-62f8a.webp" type="image/webp" length="75572" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-62f8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-f4e22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/isi-makna-novel-karya-tere-hasil-analisis-oposisi-thumb-b1823.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68203-analisis-cluster-keterkaitan-pengembanga</link>
	<guid isPermaLink="false">0cf9dd4c52c093c1aaf76bc23a127111</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 10:56:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ida putriani ]]></category>
	<category><![CDATA[ fah hernaeny ]]></category>
	<category><![CDATA[ elvi mailani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[elvi,fah,hernaeny,ida,mailani,putriani]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model analisis cluster yang lebih canggih dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pembangunan pendidikan, seperti kualitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model analisis cluster yang lebih canggih dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pembangunan pendidikan, seperti kualitas guru, fasilitas sekolah, dan dukungan pemerintah daerah. 2. Melakukan studi komparatif antara provinsi-provinsi dalam cluster yang berbeda untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menyebabkan disparitas pendidikan. 3. Merancang intervensi kebijakan yang spesifik untuk setiap cluster, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan unik dari masing-masing cluster. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam upaya pemerataan pembangunan pendidikan di Indonesia.. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil analisis dan pembahasan yaitu karakteristik jumlah sekolah SMA memiliki variasi cukup besar dan cenderung tidak homogen dan rata-rata lama sekolah memiliki variasi cenderung kecil dan cenderung homogen.Analisis cluster hierarki dan non hierarki menunjukkan bahwa, secara optimum terbentuk 3 cluster dengan cluster pertama (C1) terdiri dari 31 provinsi, cluster kedua (C2) terdiri dari 2 provinsi, dan cluster ketiga (C3) terdiri dari 1 provinsi.Berdasarkan nilai Pseudo-F tertinggi dan ICD Rate terendah, didapatkan hasil pemilihan metode terbaik, yakni metode hierarki dengan average linkage sebanyak 3 cluster Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tantangan utama dalam menghadapi persaingan global. Pendidikan sebagai sarana utama dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan ketimpangan akses dan mutu antar wilayah. Ketimpangan ini menyebabkan disparitas pembangunan pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah terpencil. Penelitian ini berfokus pada pengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan aspek pembangunan pendidikan pada tahun 2023, dengan menggunakan analisis cluster. Data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) digunakan sebagai basis analisis, mencakup variabel rata-rata lama sekolah, Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM),... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-f85a9.webp" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-f85a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-f85a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-f85a9.webp 1x" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" alt="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-219d5.webp" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-219d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-219d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-219d5.webp 1x" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" alt="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-e978a.webp" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-e978a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-e978a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-e978a.webp 1x" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" alt="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68203-analisis-cluster-keterkaitan-pengembanga" title="JURIS - Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster" target="_blank">Pengelompokan Provinsi berdasarkan Aspek Pembangunan Pendidikan di Indonesia Tahun 2023 menggunakan Analisis Cluster</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model analisis cluster yang lebih canggih dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pembangunan pendidikan, seperti kualitas guru, fasilitas sekolah, dan dukungan pemerintah daerah. 2. Melakukan studi komparatif antara provinsi-provinsi dalam cluster yang berbeda untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menyebabkan disparitas pendidikan. 3. Merancang intervensi kebijakan yang spesifik untuk setiap cluster, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan unik dari masing-masing cluster. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam upaya pemerataan pembangunan pendidikan di Indonesia..
<br>Kesimpulan yang didapatkan dari hasil analisis dan pembahasan yaitu karakteristik jumlah sekolah SMA memiliki variasi cukup besar dan cenderung tidak homogen dan rata-rata lama sekolah memiliki variasi cenderung kecil dan cenderung homogen.Analisis cluster hierarki dan non hierarki menunjukkan bahwa, secara optimum terbentuk 3 cluster dengan cluster pertama (C1) terdiri dari 31 provinsi, cluster kedua (C2) terdiri dari 2 provinsi, dan cluster ketiga (C3) terdiri dari 1 provinsi.Berdasarkan nilai Pseudo-F tertinggi dan ICD Rate terendah, didapatkan hasil pemilihan metode terbaik, yakni metode hierarki dengan average linkage sebanyak 3 cluster
<br>Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tantangan utama dalam menghadapi persaingan global. Pendidikan sebagai sarana utama dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan ketimpangan akses dan mutu antar wilayah. Ketimpangan ini menyebabkan disparitas pembangunan pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah terpencil. Penelitian ini berfokus pada pengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan aspek pembangunan pendidikan pada tahun 2023, dengan menggunakan analisis cluster. Data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) digunakan sebagai basis analisis, mencakup variabel rata-rata lama sekolah, Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM),...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-f85a9.webp" type="image/webp" length="73684" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-f85a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-219d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/analisis-cluster-keterkaitan-pengembangan-pendidik-thumb-e978a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3531-arimsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14415-pentagon-jurnal-matematika-ilmu-pengetahuan-alam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68217-bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-b</link>
	<guid isPermaLink="false">e55bba4738531d158041e90cdcd1bce5</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 10:55:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media sosial terhadap pergeseran penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Selain itu, penelitian bisa membandingkan struktur gramatikal bahasa Jawa dengan bahasa Austronesia lainnya untuk memperjelas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media sosial terhadap pergeseran penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Selain itu, penelitian bisa membandingkan struktur gramatikal bahasa Jawa dengan bahasa Austronesia lainnya untuk memperjelas hubungan linguistiknya. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan formal dalam mempertahankan sistem tingkat tutur bahasa Jawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal.. Meskipun bahasa Jawa menerima pengaruh dari bahasa Austronesia, bahasa ini tetap mempertahankan keunikannya, terutama dalam sistem tingkat tutur.Bahasa Jawa masih memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya lokal meskipun generasi muda lebih menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing.Interaksi antara bahasa Austronesia dan bahasa daerah di Jawa Tengah menunjukkan proses adaptasi yang dinamis, di mana bahasa lokal berkembang tanpa kehilangan ciri khasnya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahasa Austronesia terhadap bahasa daerah di Jawa Tengah, khususnya bahasa Jawa. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji pengaruh tersebut melalui aspek kosakata, struktur gramatikal, dan pola bunyi. Data diperoleh melalui studi pustaka, analisis bahasa, serta observasi penggunaan bahasa di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan kosakata dan pola gramatikal antara bahasa Jawa dan bahasa-bahasa dalam rumpun Austronesia, yang mengindikasikan adanya hubungan historis yang kuat. Meskipun demikian, bahasa Jawa tetap mempertahankan ciri khasnya, seperti sistem tingkat tutur yang kompleks. Pengaruh bahasa Austronesia juga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-b187b.webp" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-b187b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-b187b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-b187b.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" alt="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-3946c.webp" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-3946c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-3946c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-3946c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" alt="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-e1cee.webp" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-e1cee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-e1cee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-e1cee.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" alt="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68217-bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-b" title="JURIS - Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah" target="_blank">Pengaruh Bahasa Austronesia Terhadap Bahasa Daerah di Jawa Tengah</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media sosial terhadap pergeseran penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Selain itu, penelitian bisa membandingkan struktur gramatikal bahasa Jawa dengan bahasa Austronesia lainnya untuk memperjelas hubungan linguistiknya. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan formal dalam mempertahankan sistem tingkat tutur bahasa Jawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal..
<br>Meskipun bahasa Jawa menerima pengaruh dari bahasa Austronesia, bahasa ini tetap mempertahankan keunikannya, terutama dalam sistem tingkat tutur.Bahasa Jawa masih memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya lokal meskipun generasi muda lebih menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing.Interaksi antara bahasa Austronesia dan bahasa daerah di Jawa Tengah menunjukkan proses adaptasi yang dinamis, di mana bahasa lokal berkembang tanpa kehilangan ciri khasnya
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahasa Austronesia terhadap bahasa daerah di Jawa Tengah, khususnya bahasa Jawa. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji pengaruh tersebut melalui aspek kosakata, struktur gramatikal, dan pola bunyi. Data diperoleh melalui studi pustaka, analisis bahasa, serta observasi penggunaan bahasa di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan kosakata dan pola gramatikal antara bahasa Jawa dan bahasa-bahasa dalam rumpun Austronesia, yang mengindikasikan adanya hubungan historis yang kuat. Meskipun demikian, bahasa Jawa tetap mempertahankan ciri khasnya, seperti sistem tingkat tutur yang kompleks. Pengaruh bahasa Austronesia juga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-3946c.webp" type="image/webp" length="82848" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-b187b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-3946c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/bahasa-lokal-generasi-muda-model-analisis-studi-as-thumb-e1cee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68201-siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn</link>
	<guid isPermaLink="false">6ed869c47e3735b6688ec4fed2043974</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 10:34:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ida putriani ]]></category>
	<category><![CDATA[ fah hernaeny ]]></category>
	<category><![CDATA[ elvi mailani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[elvi,fah,hernaeny,ida,mailani,putriani]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode-metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur: Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode-metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti penggunaan pendekatan inkuiri atau pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran guru dalam mendorong dan memfasilitasi berpikir kritis siswa, serta bagaimana guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor eksternal, seperti lingkungan sosial dan dukungan orang tua, terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.. Berdasarkan hasil penelitian, siswa SDN 2 Batur berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam kemampuan berpikir kritis.Siswa kategori tinggi memenuhi semua indikator berpikir kritis, siswa kategori sedang memenuhi tiga indikator, dan siswa kategori rendah hanya memenuhi dua indikator.Kemampuan berpikir kritis siswa sebagian besar masih rendah, dan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor internal seperti kondisi fisik, motivasi, kecemasan, perkembangan intelektual, dan interaksi, serta faktor eksternal berupa lingkungan sosial.Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan upaya-upaya seperti mendorong siswa untuk aktif dan berlatih soal-soal IPAS, mendorong siswa untuk bertanya dan mendiskusikan tantangan dengan guru dan teman, serta menerapkan strategi pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam Pembelajaran IPAS di SDN 2. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD 2 Batur yang dibagi menjadi tiga kategori: Kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis, siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang mampu memenuhi tiga indikator, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-747b7.webp" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-747b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-747b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-747b7.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" alt="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-44197.webp" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-44197.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-44197.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-44197.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" alt="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-c778e.webp" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-c778e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-c778e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-c778e.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" alt="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68201-siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn" title="JURIS - Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur" target="_blank">Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur</a>: Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode-metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti penggunaan pendekatan inkuiri atau pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran guru dalam mendorong dan memfasilitasi berpikir kritis siswa, serta bagaimana guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor eksternal, seperti lingkungan sosial dan dukungan orang tua, terhadap kemampuan berpikir kritis siswa..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, siswa SDN 2 Batur berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam kemampuan berpikir kritis.Siswa kategori tinggi memenuhi semua indikator berpikir kritis, siswa kategori sedang memenuhi tiga indikator, dan siswa kategori rendah hanya memenuhi dua indikator.Kemampuan berpikir kritis siswa sebagian besar masih rendah, dan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor internal seperti kondisi fisik, motivasi, kecemasan, perkembangan intelektual, dan interaksi, serta faktor eksternal berupa lingkungan sosial.Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan upaya-upaya seperti mendorong siswa untuk aktif dan berlatih soal-soal IPAS, mendorong siswa untuk bertanya dan mendiskusikan tantangan dengan guru dan teman, serta menerapkan strategi pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam Pembelajaran IPAS di SDN 2. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD 2 Batur yang dibagi menjadi tiga kategori: Kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis, siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang mampu memenuhi tiga indikator, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-747b7.webp" type="image/webp" length="108284" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-747b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-44197.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/siswa-sd-kritis-pesantren-numerasi-sdn-faktor-inte-thumb-c778e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3531-arimsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14415-pentagon-jurnal-matematika-ilmu-pengetahuan-alam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68219-teori-makna-ogden-analisis-araba-spiri</link>
	<guid isPermaLink="false">aedd05171ba9371d508d21b894347cfa</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:54:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi perbandingan antara pantang-larang masyarakat Banjar dengan kelompok etnis lain di Indonesia untuk melihat kesamaan dan perbedaan makna kultural. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang: Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi perbandingan antara pantang-larang masyarakat Banjar dengan kelompok etnis lain di Indonesia untuk melihat kesamaan dan perbedaan makna kultural. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap pemeliharaan pantang-larang tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian juga bisa menggabungkan pendekatan etnolinguistik dengan studi antropologi untuk memahami hubungan antara kepercayaan lokal dan praktik sehari-hari. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika budaya dan bahasa dalam konteks modern. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji peran perempuan dalam penyampaian dan penerapan pantang-larang, serta bagaimana norma sosial ini berubah seiring waktu. Selain itu, analisis terhadap simbol-simbol dalam pantang-larang (seperti bahan makanan atau tempat keramat) bisa menjadi fokus penelitian untuk mengungkap makna spiritual dan kepercayaan masyarakat. Penelitian juga bisa mencakup studi kasus di daerah lain dengan kepercayaan serupa untuk memperkaya data. Penggunaan teknologi dalam dokumentasi dan analisis ujaran pantang-larang juga bisa menjadi inovasi untuk memastikan keberlanjutan data. Terakhir, penelitian bisa menggali hubungan antara pantang-larang dan nilai-nilai keagamaan atau filosofi hidup masyarakat Banjar secara lebih mendalam.. Dari analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap ujaran pantang-larang suku Banjar di Desa Sungai Saren, Kecamatan Bram Itam, maka dapat disimpulkan.Makna leksikal pada pantang-larang keseluruhan berjumlah 180 kosakata didapatkan dari 40 jenis pantang-larang.Makna kultural pada keseluruhan pantang-larang berjumlah 44 kosakata.Penulis menyarankan penelitian lanjutan untuk menambah data ujaran pantang-larang yang lebih bervariasi sesuai dengan kategori yang ada, serta melakukan analisis yang lebih kompleks mengenai ujaran pantang-larang tersebut Objek penelitian ini adalah makna leksikal dan kultural dari pantangan masyarakat Banjar di Kecamatan Bram Itam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan analisis kepustakaan, serta analisis teori makna Charles Carpenter Fries. Proses analisis data mencakup transkripsi ujaran pantang-larang, analisis makna leksikal dan kultural, serta pengkategorian pantang-larang. Temuan penelitian menunjukkan 40 ungkapan pantangan yang diklasifikasikan dalam 10 kategori, dengan total 180 makna leksikal dan 44 makna kultural.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-87952.webp" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-87952.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-87952.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-87952.webp 1x" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" alt="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-c864c.webp" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-c864c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-c864c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-c864c.webp 1x" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" alt="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-786a5.webp" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-786a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-786a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-786a5.webp 1x" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" alt="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68219-teori-makna-ogden-analisis-araba-spiri" title="JURIS - Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat" target="_blank">Makna Leksikal dan Kultural Pada Pantang Larang:  Studi Etnolinguistik Terhadap Kepercayaan Masyarakat Banjar Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi perbandingan antara pantang-larang masyarakat Banjar dengan kelompok etnis lain di Indonesia untuk melihat kesamaan dan perbedaan makna kultural. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap pemeliharaan pantang-larang tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian juga bisa menggabungkan pendekatan etnolinguistik dengan studi antropologi untuk memahami hubungan antara kepercayaan lokal dan praktik sehari-hari. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika budaya dan bahasa dalam konteks modern. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji peran perempuan dalam penyampaian dan penerapan pantang-larang, serta bagaimana norma sosial ini berubah seiring waktu. Selain itu, analisis terhadap simbol-simbol dalam pantang-larang (seperti bahan makanan atau tempat keramat) bisa menjadi fokus penelitian untuk mengungkap makna spiritual dan kepercayaan masyarakat. Penelitian juga bisa mencakup studi kasus di daerah lain dengan kepercayaan serupa untuk memperkaya data. Penggunaan teknologi dalam dokumentasi dan analisis ujaran pantang-larang juga bisa menjadi inovasi untuk memastikan keberlanjutan data. Terakhir, penelitian bisa menggali hubungan antara pantang-larang dan nilai-nilai keagamaan atau filosofi hidup masyarakat Banjar secara lebih mendalam..
<br>Dari analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap ujaran pantang-larang suku Banjar di Desa Sungai Saren, Kecamatan Bram Itam, maka dapat disimpulkan.Makna leksikal pada pantang-larang keseluruhan berjumlah 180 kosakata didapatkan dari 40 jenis pantang-larang.Makna kultural pada keseluruhan pantang-larang berjumlah 44 kosakata.Penulis menyarankan penelitian lanjutan untuk menambah data ujaran pantang-larang yang lebih bervariasi sesuai dengan kategori yang ada, serta melakukan analisis yang lebih kompleks mengenai ujaran pantang-larang tersebut
<br>Objek penelitian ini adalah makna leksikal dan kultural dari pantangan masyarakat Banjar di Kecamatan Bram Itam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan analisis kepustakaan, serta analisis teori makna Charles Carpenter Fries. Proses analisis data mencakup transkripsi ujaran pantang-larang, analisis makna leksikal dan kultural, serta pengkategorian pantang-larang. Temuan penelitian menunjukkan 40 ungkapan pantangan yang diklasifikasikan dalam 10 kategori, dengan total 180 makna leksikal dan 44 makna kultural....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-c864c.webp" type="image/webp" length="88648" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-87952.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-c864c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/teori-makna-ogden-analisis-araba-spiritual-leksika-thumb-786a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68210-pengguna-facebook-grup-viktor-facebo</link>
	<guid isPermaLink="false">b80fa98a62f9d39f3d7e5e30f57cd9d8</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:53:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang dampak ujaran kebencian terhadap dinamika politik di media sosial, seperti mengidentifikasi pola metafora yang lebih kompleks atau membandingkan tren ujaran kebencian di platform lain. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang dampak ujaran kebencian terhadap dinamika politik di media sosial, seperti mengidentifikasi pola metafora yang lebih kompleks atau membandingkan tren ujaran kebencian di platform lain. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran edukasi digital dalam mengurangi penggunaan metafora berbahaya melalui program pelatihan pengguna media sosial. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan alat deteksi otomatis ujaran kebencian berbasis AI yang mampu mengenali metafora konseptual dalam konteks budaya lokal.. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan metafora konseptual untuk mengekspresikan ujaran kebencian pada komentar grup Facebook tidak signifikan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafora konseptual yang digunakan dalam ujaran kebencian pada komentar Grup Facebook. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan. Data penelitian ini diambil dari komentar pengguna Facebook pada tiga grup Facebook pendukung calon presiden Indonesia yang akan bertarung di pemilihan umum 2024. Grup Facebook tersebut adalah Debat Capres dan Cawapres 2024 yang memiliki ribuan anggota yang secara rutin dan aktif berpartisipasi dalam forum tersebut. Untuk menganalisis jenis metafora konseptual yang digunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-5b107.webp" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-5b107.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-5b107.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-5b107.webp 1x" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" alt="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-37d1e.webp" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-37d1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-37d1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-37d1e.webp 1x" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" alt="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-51a5d.webp" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-51a5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-51a5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-51a5d.webp 1x" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" alt="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68210-pengguna-facebook-grup-viktor-facebo" title="JURIS - Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments" target="_blank">Revealing Metaphors of Bahasa Indonesia Used in Hate Speech in Facebook Group Comments</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang dampak ujaran kebencian terhadap dinamika politik di media sosial, seperti mengidentifikasi pola metafora yang lebih kompleks atau membandingkan tren ujaran kebencian di platform lain. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran edukasi digital dalam mengurangi penggunaan metafora berbahaya melalui program pelatihan pengguna media sosial. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan alat deteksi otomatis ujaran kebencian berbasis AI yang mampu mengenali metafora konseptual dalam konteks budaya lokal..
<br>Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan metafora konseptual untuk mengekspresikan ujaran kebencian pada komentar grup Facebook tidak signifikan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafora konseptual yang digunakan dalam ujaran kebencian pada komentar Grup Facebook. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan. Data penelitian ini diambil dari komentar pengguna Facebook pada tiga grup Facebook pendukung calon presiden Indonesia yang akan bertarung di pemilihan umum 2024. Grup Facebook tersebut adalah Debat Capres dan Cawapres 2024 yang memiliki ribuan anggota yang secara rutin dan aktif berpartisipasi dalam forum tersebut. Untuk menganalisis jenis metafora konseptual yang digunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-37d1e.webp" type="image/webp" length="98456" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-5b107.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-37d1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/pengguna-facebook-grup-viktor-data-deskriptif-kual-thumb-51a5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Semiotics Study A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Semiotics Study A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Semiotics Study A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68213-analisis-makna-araba-kontekstual-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">a8263ad904441c31181bbd52eed0f808</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:29:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan studi semiotika musik Sunda dengan menerapkan teori semiotika Riffaterre pada lirik lagu-lagu Sunda lainnya, untuk mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan studi semiotika musik Sunda dengan menerapkan teori semiotika Riffaterre pada lirik lagu-lagu Sunda lainnya, untuk mengeksplorasi lebih lanjut dimensi budaya dan sosial yang terkandung dalam lirik.2. Meneliti pengaruh lirik lagu 'Tablo Kasmaran' terhadap persepsi dan emosi pendengar, serta bagaimana lirik tersebut dapat memengaruhi perilaku dan mindset pendengar dalam konteks budaya Sunda.3. Menganalisis bagaimana lirik lagu 'Tablo Kasmaran' merefleksikan nilai-nilai dan ideologi masyarakat Sunda, serta bagaimana lirik tersebut dapat menjadi medium komunikasi budaya yang efektif dalam menyampaikan pesan, nilai, dan ideologi kepada pendengarnya.. Teori semiotika Michael Riffaterre bertujuan untuk mengungkapkan makna tersirat yang tersembunyi dalam karya sastra.Melalui pendekatan ini, teori semiotika berusaha menafsirkan dan menganalisis makna tersembunyi dalam lirik sastra atau puisi.Untuk memahami dan menafsirkan lirik dengan benar, diperlukan serangkaian langkah sistematis yang memungkinkan data komprehensif diperoleh tentang makna di balik puisi.Dalam studi lirik 'Tablo Kasmaran' karya Eutik Muchtar, teori Riffaterre diterapkan sebagai kerangka analisis.Proses dimulai dengan membaca lirik secara mendalam, interpretasi bertingkat dari lirik, identifikasi makna kontekstual, dan pencarian kata kunci yang mewakili narasi lirik atau rumpaka secara keseluruhan.Lirik atau rumpaka sebagai bentuk karya sastra berfungsi sebagai media komunikasi melalui tanda bahasa yang mengandung makna.Menafsirkan makna ini memerlukan teori pendukung yang sesuai dengan topik penelitian.Dalam konteks menganalisis 'Tablo Kasmaran', semiotika Riffaterre menyediakan alat analisis untuk mengeksplorasi pesan dan emosi tersembunyi yang terkandung di dalamnya.Melalui analisis ini, ditemukan bahwa lagu 'Tablo Kasmaran' menyampaikan perasaan mendalam menunggu dalam kesendirian, sebuah kekosongan yang hanya bisa diisi oleh kehadiran orang yang dirindukan.Setiap bait dalam lirik menggambarkan perjalanan emosional yang intens, dari kerinduan, rasa sakit, hingga akhirnya menerima kemungkinan bahwa orang yang dicintai mungkin tidak akan kembali Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna mendalam dari lirik lagu 'Tablo Kasmaran' karya Eutik Muchtar, yang populer dalam seni Kliningan dan Wayang Golek. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teori semiotika Riffaterre untuk mengeksplorasi lapisan makna yang terkandung dalam lirik. Lagu 'Tablo Kasmaran' dikenal karena musikalitasnya yang luar biasa dan lirik yang memikat, menjadikannya objek penelitian yang menarik. Melalui analisis ini, penulis menemukan pesan tersembunyi, lagu ini menyampaikan perasaan hati yang mengingatkan pada menunggu dalam kesepian, pada kekosongan yang hanya bisa diisi oleh orang yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-9d355.webp" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-9d355.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-9d355.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-9d355.webp 1x" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" alt="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-c91a3.webp" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-c91a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-c91a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-c91a3.webp 1x" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" alt="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-00ccf.webp" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-00ccf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-00ccf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-00ccf.webp 1x" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" alt="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68213-analisis-makna-araba-kontekstual-ma" title="JURIS - Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar" target="_blank">Semiotics Study: A Meaning Analiysis Of The Lyrics Of The Song AuTablo KasmaranAy By Eutik Muchtar</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan studi semiotika musik Sunda dengan menerapkan teori semiotika Riffaterre pada lirik lagu-lagu Sunda lainnya, untuk mengeksplorasi lebih lanjut dimensi budaya dan sosial yang terkandung dalam lirik.2. Meneliti pengaruh lirik lagu 'Tablo Kasmaran' terhadap persepsi dan emosi pendengar, serta bagaimana lirik tersebut dapat memengaruhi perilaku dan mindset pendengar dalam konteks budaya Sunda.3. Menganalisis bagaimana lirik lagu 'Tablo Kasmaran' merefleksikan nilai-nilai dan ideologi masyarakat Sunda, serta bagaimana lirik tersebut dapat menjadi medium komunikasi budaya yang efektif dalam menyampaikan pesan, nilai, dan ideologi kepada pendengarnya..
<br>Teori semiotika Michael Riffaterre bertujuan untuk mengungkapkan makna tersirat yang tersembunyi dalam karya sastra.Melalui pendekatan ini, teori semiotika berusaha menafsirkan dan menganalisis makna tersembunyi dalam lirik sastra atau puisi.Untuk memahami dan menafsirkan lirik dengan benar, diperlukan serangkaian langkah sistematis yang memungkinkan data komprehensif diperoleh tentang makna di balik puisi.Dalam studi lirik 'Tablo Kasmaran' karya Eutik Muchtar, teori Riffaterre diterapkan sebagai kerangka analisis.Proses dimulai dengan membaca lirik secara mendalam, interpretasi bertingkat dari lirik, identifikasi makna kontekstual, dan pencarian kata kunci yang mewakili narasi lirik atau rumpaka secara keseluruhan.Lirik atau rumpaka sebagai bentuk karya sastra berfungsi sebagai media komunikasi melalui tanda bahasa yang mengandung makna.Menafsirkan makna ini memerlukan teori pendukung yang sesuai dengan topik penelitian.Dalam konteks menganalisis 'Tablo Kasmaran', semiotika Riffaterre menyediakan alat analisis untuk mengeksplorasi pesan dan emosi tersembunyi yang terkandung di dalamnya.Melalui analisis ini, ditemukan bahwa lagu 'Tablo Kasmaran' menyampaikan perasaan mendalam menunggu dalam kesendirian, sebuah kekosongan yang hanya bisa diisi oleh kehadiran orang yang dirindukan.Setiap bait dalam lirik menggambarkan perjalanan emosional yang intens, dari kerinduan, rasa sakit, hingga akhirnya menerima kemungkinan bahwa orang yang dicintai mungkin tidak akan kembali
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna mendalam dari lirik lagu 'Tablo Kasmaran' karya Eutik Muchtar, yang populer dalam seni Kliningan dan Wayang Golek. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teori semiotika Riffaterre untuk mengeksplorasi lapisan makna yang terkandung dalam lirik. Lagu 'Tablo Kasmaran' dikenal karena musikalitasnya yang luar biasa dan lirik yang memikat, menjadikannya objek penelitian yang menarik. Melalui analisis ini, penulis menemukan pesan tersembunyi, lagu ini menyampaikan perasaan hati yang mengingatkan pada menunggu dalam kesepian, pada kekosongan yang hanya bisa diisi oleh orang yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-00ccf.webp" type="image/webp" length="93506" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-9d355.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-c91a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/analisis-makna-araba-kontekstual-lagu-tradisi-tabl-thumb-00ccf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Causation in Medical Malpractice Evaluating Conditio Sine Qua Non Adequate Causation and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Causation in Medical Malpractice Evaluating Conditio Sine Qua Non Adequate Causation and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Causation in Medical Malpractice Evaluating Conditio Sine Qua Non Adequate Causation and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68205-causation-medical-malpractice-objective-imputation</link>
	<guid isPermaLink="false">9fa1170fbe5f403c1efff690d806e83a</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:04:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Dalam penelitian lanjutan, dapat dilakukan tiga arah studi baru. Pertama, mengembangkan kerangka hukum standar untuk kausalitas medis di Indonesia dengan mempertimbangkan pendekatan sistematis seperti yang diterapkan di Jerman. Kedua, melakukan studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions: Dalam penelitian lanjutan, dapat dilakukan tiga arah studi baru. Pertama, mengembangkan kerangka hukum standar untuk kausalitas medis di Indonesia dengan mempertimbangkan pendekatan sistematis seperti yang diterapkan di Jerman. Kedua, melakukan studi perbandingan terhadap sistem hukum negara lain (misalnya, Jerman atau Inggris) untuk mengevaluasi potensi adaptasi doktrin atribusi objektif dalam konteks hukum Indonesia. Ketiga, meneliti kebutuhan pelatihan khusus bagi hakim tentang teori kausalitas modern, seperti konsep 'risiko terlarang' dan 'kontribusi material', untuk memastikan konsistensi penerapan dalam putusan hukum. Ketiga saran ini bertujuan mengatasi celah antara teori hukum modern dan praktik yuridis yang masih kaku di Indonesia, sekaligus memperkuat keadilan dalam penegakan tanggung jawab pidana atas malpraktik medis.. Analisis kausalitas dalam malpraktik medis dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 126/Pid.Dps menunjukkan bahwa menetapkan hubungan kausal dalam kasus medis tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam hukum pidana Indonesia.Kompleksitas berasal tidak hanya dari ketidakpastian ilmiah bawaan praktik klinis, tetapi juga dari kurangnya metodologi yuridis standar.Penelitian menyimpulkan bahwa yurisdiksi Indonesia saat ini berada dalam fase transisi, bergerak secara hati-hati dari pendekatan klasik-fakta menuju paradigma normatif-modern, meskipun tanpa konsistensi sistematis penuh.Penelitian ini menjawab pertanyaan penelitian mengenai pendekatan pengadilan dan kesesuaian dengan doktrin modern.Ketergantungan pengadilan pada teori conditio sine qua non sebagai kerangka awal kronologis gagal mengatasi sifat multi-kausal dari kejadian medis.Dalam pengaturan klinis, hasil adalah akibat interaksi antara kondisi prasarat, risiko inheren, dan perilaku profesional.Menggunakan tes 'but-for' sebagai dasar tunggal untuk tanggung jawab berisiko over-kriminalisasi dan ketidakakuratan metodologis.Pengadilan mencoba menyempitkan cakupan tanggung jawab dengan menerapkan kausalitas yang memadai, mengevaluasi apakah kelalaian dokter secara wajar meningkatkan risiko kematian.Meskipun lebih rinci dari tes fakta, pengadilan kurang analisis probabilistik sistematisAiseperti standar 'kontribusi material' yang digunakan di Inggris atau JermanAimembuat penerapan teori ini tidak lengkap.Elemen atribusi objektif muncul secara implisit saat pengadilan menilai pembuatan 'risiko terlarang' melalui pemantauan yang tidak memadai.Namun, penalaran gagal memenuhi standar modern karena gagal membedakan antara risiko yang diperbolehkan (erlaubtes risiko) dan risiko yang dilarang.Penilaian normatif menyeluruh memerlukan pemisahan ketat antara risiko ini untuk memastikan tanggung jawab pidana hanya dikenakan untuk hasil yang berada dalam cakupan perlindungan norma yang dilanggar.Dibandingkan dengan 'proximate cause' AS, 'material contribution' Inggris, dan 'attribusi objektif' sistematis Jerman, yurisprudensi Indonesia kurang presisi analitis.Putusan Denpasar menunjukkan bahwa tanpa adopsi konsisten salah satu pendekatan modern ini, hukum Indonesia tetap rentan terhadap ketidakpastian hukum.Ketidakkonsistenan yurisprudensi di pengadilan Indonesia menegaskan kebutuhan mendesak untuk pedoman yuridis yang terpadu.Pedoman tersebut harus melampaui kausalitas fakta dan secara resmi mengadopsi kerangka atribusi objektif untuk menangani kompleksitas medis Penelitian ini mengevaluasi penerapan teori kausalitas dalam kasus malpraktik medis, dengan fokus pada kompleksitas perpotongan antara ketidakpastian medis dan kepastian hukum. Dalam sifat alami multi-kausal dari praktik klinis, menetapkan hubungan kausal yang definitif antara kelalaian dokter dan kematian pasien tetap menjadi tantangan yuridis signifikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi konsistensi penalaran yuridis dalam menerapkan teori kausalitas melalui analisis mendalam terhadap Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 126/Pid.Sus/2011/PN.Dps. Selain itu, penelitian ini mencari tahu apakah pendekatan pengadilan selaras dengan standar atribusi normatif modern dalam hukum pidana. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-680f0.webp" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-680f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-680f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-680f0.webp 1x" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" alt="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-0ecee.webp" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-0ecee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-0ecee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-0ecee.webp 1x" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" alt="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-30558.webp" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-30558.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-30558.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-30558.webp 1x" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" alt="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68205-causation-medical-malpractice-objective-imputation" title="JURIS - Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions" target="_blank">Causation in Medical Malpractice: Evaluating Conditio Sine Qua Non, Adequate Causation, and Objective Imputation in Indonesian Court Decisions</a>: Dalam penelitian lanjutan, dapat dilakukan tiga arah studi baru. Pertama, mengembangkan kerangka hukum standar untuk kausalitas medis di Indonesia dengan mempertimbangkan pendekatan sistematis seperti yang diterapkan di Jerman. Kedua, melakukan studi perbandingan terhadap sistem hukum negara lain (misalnya, Jerman atau Inggris) untuk mengevaluasi potensi adaptasi doktrin atribusi objektif dalam konteks hukum Indonesia. Ketiga, meneliti kebutuhan pelatihan khusus bagi hakim tentang teori kausalitas modern, seperti konsep 'risiko terlarang' dan 'kontribusi material', untuk memastikan konsistensi penerapan dalam putusan hukum. Ketiga saran ini bertujuan mengatasi celah antara teori hukum modern dan praktik yuridis yang masih kaku di Indonesia, sekaligus memperkuat keadilan dalam penegakan tanggung jawab pidana atas malpraktik medis..
<br>Analisis kausalitas dalam malpraktik medis dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 126/Pid.Dps menunjukkan bahwa menetapkan hubungan kausal dalam kasus medis tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam hukum pidana Indonesia.Kompleksitas berasal tidak hanya dari ketidakpastian ilmiah bawaan praktik klinis, tetapi juga dari kurangnya metodologi yuridis standar.Penelitian menyimpulkan bahwa yurisdiksi Indonesia saat ini berada dalam fase transisi, bergerak secara hati-hati dari pendekatan klasik-fakta menuju paradigma normatif-modern, meskipun tanpa konsistensi sistematis penuh.Penelitian ini menjawab pertanyaan penelitian mengenai pendekatan pengadilan dan kesesuaian dengan doktrin modern.Ketergantungan pengadilan pada teori conditio sine qua non sebagai kerangka awal kronologis gagal mengatasi sifat multi-kausal dari kejadian medis.Dalam pengaturan klinis, hasil adalah akibat interaksi antara kondisi prasarat, risiko inheren, dan perilaku profesional.Menggunakan tes 'but-for' sebagai dasar tunggal untuk tanggung jawab berisiko over-kriminalisasi dan ketidakakuratan metodologis.Pengadilan mencoba menyempitkan cakupan tanggung jawab dengan menerapkan kausalitas yang memadai, mengevaluasi apakah kelalaian dokter secara wajar meningkatkan risiko kematian.Meskipun lebih rinci dari tes fakta, pengadilan kurang analisis probabilistik sistematisAiseperti standar 'kontribusi material' yang digunakan di Inggris atau JermanAimembuat penerapan teori ini tidak lengkap.Elemen atribusi objektif muncul secara implisit saat pengadilan menilai pembuatan 'risiko terlarang' melalui pemantauan yang tidak memadai.Namun, penalaran gagal memenuhi standar modern karena gagal membedakan antara risiko yang diperbolehkan (erlaubtes risiko) dan risiko yang dilarang.Penilaian normatif menyeluruh memerlukan pemisahan ketat antara risiko ini untuk memastikan tanggung jawab pidana hanya dikenakan untuk hasil yang berada dalam cakupan perlindungan norma yang dilanggar.Dibandingkan dengan 'proximate cause' AS, 'material contribution' Inggris, dan 'attribusi objektif' sistematis Jerman, yurisprudensi Indonesia kurang presisi analitis.Putusan Denpasar menunjukkan bahwa tanpa adopsi konsisten salah satu pendekatan modern ini, hukum Indonesia tetap rentan terhadap ketidakpastian hukum.Ketidakkonsistenan yurisprudensi di pengadilan Indonesia menegaskan kebutuhan mendesak untuk pedoman yuridis yang terpadu.Pedoman tersebut harus melampaui kausalitas fakta dan secara resmi mengadopsi kerangka atribusi objektif untuk menangani kompleksitas medis
<br>Penelitian ini mengevaluasi penerapan teori kausalitas dalam kasus malpraktik medis, dengan fokus pada kompleksitas perpotongan antara ketidakpastian medis dan kepastian hukum. Dalam sifat alami multi-kausal dari praktik klinis, menetapkan hubungan kausal yang definitif antara kelalaian dokter dan kematian pasien tetap menjadi tantangan yuridis signifikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi konsistensi penalaran yuridis dalam menerapkan teori kausalitas melalui analisis mendalam terhadap Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 126/Pid.Sus/2011/PN.Dps. Selain itu, penelitian ini mencari tahu apakah pendekatan pengadilan selaras dengan standar atribusi normatif modern dalam hukum pidana. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-0ecee.webp" type="image/webp" length="276822" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-680f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-0ecee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/causation-medical-malpractice-objective-imputation-thumb-30558.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17229-tatohi-jurnal-ilmu-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Nilai Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi Kajian Poskolonialisme ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nilai Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi Kajian Poskolonialisme ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nilai Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi Kajian Poskolonialisme ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68222-puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel</link>
	<guid isPermaLink="false">ec800f5c0b2cc52643210198eefd7800</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 08:59:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran sastra dalam membangun kesadaran nasional di era digital, dengan membandingkan novel Buya Hamka dengan karya sastra kontemporer yang mengangkat tema serupa. 2. Studi lebih mendalam tentang kontribusi tokoh-tokoh ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran sastra dalam membangun kesadaran nasional di era digital, dengan membandingkan novel Buya Hamka dengan karya sastra kontemporer yang mengangkat tema serupa. 2. Studi lebih mendalam tentang kontribusi tokoh-tokoh lokal seperti Buya Hamka dalam memperkuat identitas nasional selama masa kolonial, dengan menggabungkan pendekatan sejarah dan sosiologi. 3. Penelitian tentang dampak pendidikan kolonial terhadap pemahaman nasionalisme di kalangan generasi muda, serta strategi penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui media massa dan teknologi informasi.. Novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi menunjukkan bahwa tokoh Hamka mencerminkan semangat nasionalisme yang berfungsi sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme, baik secara fisik maupun kultural.Dengan menggunakan pendekatan dekolonisasi yang dikemukakan oleh Frantz Fanon, Hamka menunjukkan upaya pembebasan diri dari pengaruh kolonial melalui pendidikan dan budaya.Nasionalisme yang diusung oleh Hamka bersifat inklusif dan humanis, menekankan pentingnya toleransi antaragama, serta menentang ideologi ekstremis.Penggunaan bahasa Indonesia dan Melayu oleh Hamka juga dapat dipahami sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi bahasa kolonial, yang sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari proses pembebasan mental dan budaya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai nasionalisme yang terdapat dalam novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi dengan menerapkan pendekatan poskolonial. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami semangat nasionalisme yang terkandung dalam karya sastra, terutama dalam konteks sejarah penjajahan dan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana poskolonial, untuk menyelidiki cara nasionalisme dinyatakan melalui narasi, karakter, dan konflik dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mencerminkan beragam bentuk perlawanan terhadap kolonialisme,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-ce790.webp" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-ce790.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-ce790.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-ce790.webp 1x" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" alt="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-863d1.webp" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-863d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-863d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-863d1.webp 1x" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" alt="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-b3ccb.webp" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-b3ccb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-b3ccb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-b3ccb.webp 1x" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" alt="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68222-puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel" title="JURIS - Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme" target="_blank">Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel Buya Hamka Karya Ahmad Fuadi: Kajian Poskolonialisme</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran sastra dalam membangun kesadaran nasional di era digital, dengan membandingkan novel Buya Hamka dengan karya sastra kontemporer yang mengangkat tema serupa. 2. Studi lebih mendalam tentang kontribusi tokoh-tokoh lokal seperti Buya Hamka dalam memperkuat identitas nasional selama masa kolonial, dengan menggabungkan pendekatan sejarah dan sosiologi. 3. Penelitian tentang dampak pendidikan kolonial terhadap pemahaman nasionalisme di kalangan generasi muda, serta strategi penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui media massa dan teknologi informasi..
<br>Novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi menunjukkan bahwa tokoh Hamka mencerminkan semangat nasionalisme yang berfungsi sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme, baik secara fisik maupun kultural.Dengan menggunakan pendekatan dekolonisasi yang dikemukakan oleh Frantz Fanon, Hamka menunjukkan upaya pembebasan diri dari pengaruh kolonial melalui pendidikan dan budaya.Nasionalisme yang diusung oleh Hamka bersifat inklusif dan humanis, menekankan pentingnya toleransi antaragama, serta menentang ideologi ekstremis.Penggunaan bahasa Indonesia dan Melayu oleh Hamka juga dapat dipahami sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi bahasa kolonial, yang sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari proses pembebasan mental dan budaya
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai nasionalisme yang terdapat dalam novel Buya Hamka karya Ahmad Fuadi dengan menerapkan pendekatan poskolonial. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami semangat nasionalisme yang terkandung dalam karya sastra, terutama dalam konteks sejarah penjajahan dan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana poskolonial, untuk menyelidiki cara nasionalisme dinyatakan melalui narasi, karakter, dan konflik dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mencerminkan beragam bentuk perlawanan terhadap kolonialisme,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-863d1.webp" type="image/webp" length="86452" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-ce790.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-863d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/puisi-karya-ahmad-buya-hamka-analisis-wacana-novel-thumb-b3ccb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68199-variasi-massa-silika-gaya-berat-mill</link>
	<guid isPermaLink="false">a668754698b92da2c2d8a7c72ca9f8bf</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 08:39:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kebijakan ai ]]></category>
	<category><![CDATA[ view static ]]></category>
	<category><![CDATA[ rahmanto h ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ai,h,kebijakan,rahmanto,static,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi ketahanan mekanisme pencekaman terhadap siklus operasi berulang, analisis pengaruh beban dinamis selama penggunaan, serta pengembangan desain agar kompatibel dengan berbagai tipe arbor pada sistem toolboy ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi ketahanan mekanisme pencekaman terhadap siklus operasi berulang, analisis pengaruh beban dinamis selama penggunaan, serta pengembangan desain agar kompatibel dengan berbagai tipe arbor pada sistem toolboy yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada peningkatan efisiensi dan kenyamanan operasional sistem pencekaman, serta analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan arbor pada posisi rotasi 180A.. Berdasarkan hasil analisis teoritis dan pengujian fungsional, dapat disimpulkan bahwa sistem pencekaman milling toolboy lama berbasis pegas tidak memenuhi persyaratan kestabilan untuk menahan arbor BT40 bermassa 3,5 kg pada posisi rotasi 180A, dengan nilai faktor keamanan sebesar 0,47.Sistem pencekaman hasil pengembangan berbasis mekanisme ulir yang dilengkapi guide pin mampu menghasilkan gaya aksial sebesar 2500 N dengan faktor keamanan 72,8, sehingga secara teoritis memiliki kapasitas pencekaman yang jauh lebih besar dibandingkan sistem berbasis pegas.Pengujian fungsional menunjukkan bahwa sistem lama tidak mampu menahan arbor pada massa di atas 2,5 kg, sedangkan sistem hasil pengembangan mampu mempertahankan seluruh variasi massa secara stabil pada posisi 180A.Pengembangan sistem pencekaman berbasis mekanisme ulir terbukti meningkatkan stabilitas, keselamatan kerja, dan keandalan operasional milling toolboy pada kondisi penggunaan di Bengkel WAD Politeknik ATMI Surakarta Milling toolboy adalah alat bantu yang digunakan untuk menahan arbor selama proses pemasangan dan pelepasan alat potong serta pull stud. Pada kondisi eksisting di Bengkel WAD Politeknik ATMI Surakarta, sistem pencekaman berbasis pegas tidak mampu mempertahankan arbor BT40 pada posisi rotasi 180A, terutama untuk massa di atas 2,5 kg, sehingga berpotensi menyebabkan arbor terlepas dan membahayakan operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pencekaman milling toolboy dengan mengganti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-03485.webp" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-03485.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-03485.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-03485.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" alt="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-c544a.webp" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-c544a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-c544a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-c544a.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" alt="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-11323.webp" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-11323.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-11323.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-11323.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" alt="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68199-variasi-massa-silika-gaya-berat-mill" title="JURIS - Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A" target="_blank">Pengembangan Sistem Pencekaman Milling Toolboy untuk Meningkatkan Stabilitas Arbor BT40 pada Rotasi 180A</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi ketahanan mekanisme pencekaman terhadap siklus operasi berulang, analisis pengaruh beban dinamis selama penggunaan, serta pengembangan desain agar kompatibel dengan berbagai tipe arbor pada sistem toolboy yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada peningkatan efisiensi dan kenyamanan operasional sistem pencekaman, serta analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan arbor pada posisi rotasi 180A..
<br>Berdasarkan hasil analisis teoritis dan pengujian fungsional, dapat disimpulkan bahwa sistem pencekaman milling toolboy lama berbasis pegas tidak memenuhi persyaratan kestabilan untuk menahan arbor BT40 bermassa 3,5 kg pada posisi rotasi 180A, dengan nilai faktor keamanan sebesar 0,47.Sistem pencekaman hasil pengembangan berbasis mekanisme ulir yang dilengkapi guide pin mampu menghasilkan gaya aksial sebesar 2500 N dengan faktor keamanan 72,8, sehingga secara teoritis memiliki kapasitas pencekaman yang jauh lebih besar dibandingkan sistem berbasis pegas.Pengujian fungsional menunjukkan bahwa sistem lama tidak mampu menahan arbor pada massa di atas 2,5 kg, sedangkan sistem hasil pengembangan mampu mempertahankan seluruh variasi massa secara stabil pada posisi 180A.Pengembangan sistem pencekaman berbasis mekanisme ulir terbukti meningkatkan stabilitas, keselamatan kerja, dan keandalan operasional milling toolboy pada kondisi penggunaan di Bengkel WAD Politeknik ATMI Surakarta
<br>Milling toolboy adalah alat bantu yang digunakan untuk menahan arbor selama proses pemasangan dan pelepasan alat potong serta pull stud. Pada kondisi eksisting di Bengkel WAD Politeknik ATMI Surakarta, sistem pencekaman berbasis pegas tidak mampu mempertahankan arbor BT40 pada posisi rotasi 180A, terutama untuk massa di atas 2,5 kg, sehingga berpotensi menyebabkan arbor terlepas dan membahayakan operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pencekaman milling toolboy dengan mengganti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-03485.webp" type="image/webp" length="109172" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-03485.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-c544a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/variasi-massa-silika-gaya-berat-milling-toolboy-si-thumb-11323.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-410-uniska-bjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21120-al-jazari-jurnal-ilmiah-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68207-film-sejarah-frozen-ii-dokumenter</link>
	<guid isPermaLink="false">4bae7073bf855a298c1d92bcaa430415</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 08:31:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek berikut: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis tindak ilokusi dalam film-film fantasi lainnya, seperti 'Harry Potter' atau 'The Lord of the ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek berikut: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis tindak ilokusi dalam film-film fantasi lainnya, seperti 'Harry Potter' atau 'The Lord of the Rings', untuk melihat apakah pola penggunaan tindak ilokusi serupa dengan yang ditemukan dalam 'Frozen II'. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan tindak ilokusi dalam film-film fantasi dengan film-film yang memiliki konteks formal atau institusional, seperti film-film dokumenter atau film-film sejarah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh budaya dan konteks sosial pada penggunaan tindak ilokusi dalam film-film fantasi, seperti bagaimana budaya dan konteks sosial mempengaruhi pemilihan jenis tindak ilokusi yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film.. Dari hasil yang ditemukan dan dibahas pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan 4 dari 5 jenis tindak ilokusi yang diucapkan oleh tokoh utama dalam film 'Frozen II'.Ada 103 data tokoh utama yang mengandung tindak ilokusi yang dikategorikan sebagai representatif (46), komisif (2), direktif (41) dan ekspresif (14).Jenis pertama adalah representatif dengan 46 data.Mereka terdiri dari ungkapan menyatakan fakta, kesimpulan, deskripsi, dan pernyataan.Kedua, 2 data yang termasuk dalam tindak ilokusi komisif.Mereka terdiri dari ungkapan pertanyaan, perintah, dan permintaan.Terakhir, 14 data dikategorikan sebagai tindak ilokusi ekspresif.Mereka mengekspresikan perasaan terkejut, marah, menyesal, berterima kasih, dan lelah.Dari total di atas, jenis yang paling dominan adalah representatif di antara lima tindak ilokusi.Hal ini terjadi karena film ini berfokus pada perjalanan atau petualangan tokoh, yang lebih perlu menyampaikan fakta atau pernyataan tokoh.Sebaliknya, jenis deklaratif tidak ditemukan dalam penelitian ini karena tindak tutur delaratif cenderung digunakan dalam konteks formal atau institusional dan tidak digunakan dalam film petualangan atau film fantasi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak ilokusi yang ditemukan dalam tuturan tokoh utama dalam film 'Frozen II'. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan transkripsi tuturan tokoh utama (Anna dan Elsa) yang mengandung tindak ilokusi. Ada 103 data tindak ilokusi yang diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan teori Yule (1996) menjadi lima jenis: representatif, komisif, direktif, ekspresif dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan tersebut diklasifikasikan sebagai representatif dengan 46 data, direktif dengan 41 data, ekspresif dengan 14 data dan komisif dengan 2 data. Dari total 103 data tindak ilokusi, representatif adalah yang paling dominan digunakan oleh tokoh utama. Hal ini terjadi karena film ini berfokus... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-7f78e.webp" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-7f78e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-7f78e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-7f78e.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" alt="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-39ad0.webp" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-39ad0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-39ad0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-39ad0.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" alt="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-1606d.webp" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-1606d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-1606d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-1606d.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" alt="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68207-film-sejarah-frozen-ii-dokumenter" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie" target="_blank">An Analysis of Illocutionary Act in AuFrozen IIAy Movie</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek berikut: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis tindak ilokusi dalam film-film fantasi lainnya, seperti 'Harry Potter' atau 'The Lord of the Rings', untuk melihat apakah pola penggunaan tindak ilokusi serupa dengan yang ditemukan dalam 'Frozen II'. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan tindak ilokusi dalam film-film fantasi dengan film-film yang memiliki konteks formal atau institusional, seperti film-film dokumenter atau film-film sejarah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh budaya dan konteks sosial pada penggunaan tindak ilokusi dalam film-film fantasi, seperti bagaimana budaya dan konteks sosial mempengaruhi pemilihan jenis tindak ilokusi yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film..
<br>Dari hasil yang ditemukan dan dibahas pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan 4 dari 5 jenis tindak ilokusi yang diucapkan oleh tokoh utama dalam film 'Frozen II'.Ada 103 data tokoh utama yang mengandung tindak ilokusi yang dikategorikan sebagai representatif (46), komisif (2), direktif (41) dan ekspresif (14).Jenis pertama adalah representatif dengan 46 data.Mereka terdiri dari ungkapan menyatakan fakta, kesimpulan, deskripsi, dan pernyataan.Kedua, 2 data yang termasuk dalam tindak ilokusi komisif.Mereka terdiri dari ungkapan pertanyaan, perintah, dan permintaan.Terakhir, 14 data dikategorikan sebagai tindak ilokusi ekspresif.Mereka mengekspresikan perasaan terkejut, marah, menyesal, berterima kasih, dan lelah.Dari total di atas, jenis yang paling dominan adalah representatif di antara lima tindak ilokusi.Hal ini terjadi karena film ini berfokus pada perjalanan atau petualangan tokoh, yang lebih perlu menyampaikan fakta atau pernyataan tokoh.Sebaliknya, jenis deklaratif tidak ditemukan dalam penelitian ini karena tindak tutur delaratif cenderung digunakan dalam konteks formal atau institusional dan tidak digunakan dalam film petualangan atau film fantasi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak ilokusi yang ditemukan dalam tuturan tokoh utama dalam film 'Frozen II'. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan transkripsi tuturan tokoh utama (Anna dan Elsa) yang mengandung tindak ilokusi. Ada 103 data tindak ilokusi yang diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan teori Yule (1996) menjadi lima jenis: representatif, komisif, direktif, ekspresif dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan tersebut diklasifikasikan sebagai representatif dengan 46 data, direktif dengan 41 data, ekspresif dengan 14 data dan komisif dengan 2 data. Dari total 103 data tindak ilokusi, representatif adalah yang paling dominan digunakan oleh tokoh utama. Hal ini terjadi karena film ini berfokus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-1606d.webp" type="image/webp" length="152116" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-7f78e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-39ad0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/film-sejarah-frozen-ii-dokumenter-young-analisis-i-thumb-1606d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek Kajian Semantik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek Kajian Semantik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek Kajian Semantik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68221-makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">e35bc0503043ff51acf9335f157f5fc6</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 08:22:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ catatan emak ]]></category>
	<category><![CDATA[ devi sofilla ]]></category>
	<category><![CDATA[ khairun nisa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[catatan,devi,emak,khairun,nisa,sofilla]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan metafora dalam serial drama Indonesia lainnya untuk membandingkan pola dan makna yang muncul. Selain itu, analisis dampak metafora terhadap persepsi penonton terhadap karakter dan pesan dalam kisah dapat dikembangkan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan metafora dalam serial drama Indonesia lainnya untuk membandingkan pola dan makna yang muncul. Selain itu, analisis dampak metafora terhadap persepsi penonton terhadap karakter dan pesan dalam kisah dapat dikembangkan. Studi juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan penggunaan metafora antar budaya dalam konten media hiburan global.. Penelitian ini menemukan bahwa serial Netflix Gadis Kretek mengandung 44 metafora dengan tiga jenis utama.Metafora dalam serial ini mencerminkan konsep-konsep kehidupan sehari-hari dan menggambarkan perjuangan serta harapan karakter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora berperan penting dalam menyampaikan makna mendalam melalui bahasa figuratif Artikel ini membahas mengenai metafora di dalam serial Netflix Gadis Kretek dengan menggunakan teori milik Lakoff dan Johnson (1980). Metafora merupakan suatu bentuk bahasa yang membandingkan dua konsep yang berbeda untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dan metafora dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta makna konseptualnya dalam serial Netflix Gadis Kretek. Berdasarkan hasil penelitian telah ditemukan jenis-jenis metafora serta makna konseptual dalam serial Netflix Gadis Kretek, terdapat 44 data yang ditemukan, yaitu 36 jenis metafora struktural, 2 jenis metafora orientasional, dan 6 jenis metafora ontologis dengan makna konseptual yang mengikuti data. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-67267.webp" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-67267.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-67267.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-67267.webp 1x" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" alt="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-28c88.webp" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-28c88.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-28c88.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-28c88.webp 1x" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" alt="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-97b93.webp" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-97b93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-97b93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-97b93.webp 1x" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" alt="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68221-makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-ko" title="JURIS - Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik" target="_blank">Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan metafora dalam serial drama Indonesia lainnya untuk membandingkan pola dan makna yang muncul. Selain itu, analisis dampak metafora terhadap persepsi penonton terhadap karakter dan pesan dalam kisah dapat dikembangkan. Studi juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan penggunaan metafora antar budaya dalam konten media hiburan global..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa serial Netflix Gadis Kretek mengandung 44 metafora dengan tiga jenis utama.Metafora dalam serial ini mencerminkan konsep-konsep kehidupan sehari-hari dan menggambarkan perjuangan serta harapan karakter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora berperan penting dalam menyampaikan makna mendalam melalui bahasa figuratif
<br>Artikel ini membahas mengenai metafora di dalam serial Netflix Gadis Kretek dengan menggunakan teori milik Lakoff dan Johnson (1980). Metafora merupakan suatu bentuk bahasa yang membandingkan dua konsep yang berbeda untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dan metafora dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta makna konseptualnya dalam serial Netflix Gadis Kretek. Berdasarkan hasil penelitian telah ditemukan jenis-jenis metafora serta makna konseptual dalam serial Netflix Gadis Kretek, terdapat 44 data yang ditemukan, yaitu 36 jenis metafora struktural, 2 jenis metafora orientasional, dan 6 jenis metafora ontologis dengan makna konseptual yang mengikuti data.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-28c88.webp" type="image/webp" length="87992" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-67267.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-28c88.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/makna-konseptual-asosiatif-serial-netflix-metafora-thumb-97b93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-463-unja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17227-kajian-linguistik-sastra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 22 Sep 2026 12:50:38 +0700. 12 items. Served in: 5.908 seconds [rss] -->
