<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2026 00:35:54 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 00:35:54 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-06T00:35:54+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ From Digitalization to Normalization A Netnography of Everyday Indonesian Muslims Polygamous Marriages on YouTube ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Digitalization to Normalization A Netnography of Everyday Indonesian Muslims Polygamous Marriages on YouTube ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Digitalization to Normalization A Netnography of Everyday Indonesian Muslims Polygamous Marriages on YouTube ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64520-gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi</link>
	<guid isPermaLink="false">67e1403827efe282b94ebe0d30fecb08</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ editor chief ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti ropiah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,counter,editor,flag,ropiah,siti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menyoroti peran penting kanal YouTube dalam menormalisasi praktik poligami di kalangan Muslim Indonesia, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang fenomena ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims' Polygamous Marriages on YouTube: Penelitian ini telah menyoroti peran penting kanal YouTube dalam menormalisasi praktik poligami di kalangan Muslim Indonesia, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang fenomena kompleks ini. Pertama, penting untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai bagaimana audiens, khususnya para istri dan anak-anak dalam keluarga poligami, menginternalisasi narasi yang disajikan di platform digital tersebut. Studi ini dapat mengkaji dampak psikologis dan sosial jangka panjang dari paparan konten semacam itu, meneliti apakah narasi 'harmonis' yang ditampilkan berkorelasi dengan pengalaman riil mereka, atau justru menciptakan disonansi kognitif yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan stabilitas keluarga. Kedua, ada kebutuhan mendesak untuk menganalisis respons dari kerangka kerja regulasi agama dan gender terhadap munculnya otoritas interpretasi digital ini. Bagaimana lembaga keagamaan formal dan organisasi hak-hak perempuan merespons klaim-klaim otoritas yang berbasis pengalaman pribadi dan karisma di media sosial, dan apakah ada upaya sistematis untuk mengembangkan kerangka interpretatif alternatif yang lebih inklusif, adil, dan berlandaskan pada etika kesetaraan gender yang lebih luas, sesuai dengan maqAid Al-Qur'an? Penelitian dapat mengeksplorasi strategi yang efektif dalam mengembangkan dan menyebarluaskan narasi tandingan yang mampu membongkar simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan, serta mengedukasi publik tentang interpretasi yang lebih kontekstual dan kritis terhadap teks-teagamaan terkait poligami. Ketiga, studi di masa depan dapat memperluas fokus dari YouTube ke platform media sosial lainnya seperti TikTok, Instagram, atau Facebook, untuk memahami strategi komunikasi yang berbeda dan bagaimana audiens yang lebih beragam berinteraksi dengan konten poligami. Analisis komparatif lintas platform dan studi longitudinal dapat mengungkapkan bagaimana agen perempuan menegosiasikan atau bahkan menantang narasi patriarkal yang dominan, serta melihat evolusi diskursus normalisasi dari waktu ke waktu. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika ruang digital sebagai arena kontestasi dan reproduksi nilai-nilai sosial dan keagamaan di Indonesia.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tiga kanal YouTube yang diteliti menormalisasi praktik poligami melalui diskursus digital religius, membingkainya sebagai ketaatan kepada Tuhan dan kepemimpinan laki-laki yang saleh, serta sunah yang sakral, sehingga melanggengkan ideologi patriarkal.Kanal-kanal ini secara konsisten menampilkan narasi maskulinitas religius di mana laki-laki adalah pemimpin dan pengendali hasrat, sementara perempuan diposisikan sebagai pendukung moral dan spiritual yang tunduk, sabar, dan murah hati, yang secara halus menutupi ketidakseimbangan kekuasaan dan menormalisasi subordinasi perempuan.Normalisasi ini didukung oleh interpretasi selektif ayat-ayat Al-Qur'an dan klaim otoritas interpretatif pribadi, yang menciptakan otoritas keagamaan terdesentralisasi yang melegitimasi dinamika kekuasaan gender yang tidak setara, sehingga membutuhkan dekonstruksi simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan demi kerangka interpretatif yang berlandaskan maqAid Al-Qur'an dan etika kesetaraan gender Penelitian mengenai tema interseksionalitas dalam ruang digital, representasi gender, dan keluarga poligami dalam komunitas Muslim telah memperoleh perhatian akademik yang semakin besar dalam beberapa dekade terakhir. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji peran penting media digital dalam mereproduksi praktik dan menormalisasi poligami masih belum banyak dilakukan. Artikel ini mengkaji normalisasi poligami dalam lanskap digital Indonesia dengan berfokus pada tiga kanal YouTube yang dikelola oleh Muslim yang menjalankan poligami, termasuk kanal dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp 1x" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" alt="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp 1x" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" alt="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp 1x" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" alt="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64520-gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" target="_blank">From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims' Polygamous Marriages on YouTube</a>: Penelitian ini telah menyoroti peran penting kanal YouTube dalam menormalisasi praktik poligami di kalangan Muslim Indonesia, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang fenomena kompleks ini. Pertama, penting untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai bagaimana audiens, khususnya para istri dan anak-anak dalam keluarga poligami, menginternalisasi narasi yang disajikan di platform digital tersebut. Studi ini dapat mengkaji dampak psikologis dan sosial jangka panjang dari paparan konten semacam itu, meneliti apakah narasi 'harmonis' yang ditampilkan berkorelasi dengan pengalaman riil mereka, atau justru menciptakan disonansi kognitif yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan stabilitas keluarga. Kedua, ada kebutuhan mendesak untuk menganalisis respons dari kerangka kerja regulasi agama dan gender terhadap munculnya otoritas interpretasi digital ini. Bagaimana lembaga keagamaan formal dan organisasi hak-hak perempuan merespons klaim-klaim otoritas yang berbasis pengalaman pribadi dan karisma di media sosial, dan apakah ada upaya sistematis untuk mengembangkan kerangka interpretatif alternatif yang lebih inklusif, adil, dan berlandaskan pada etika kesetaraan gender yang lebih luas, sesuai dengan maqAid Al-Qur'an? Penelitian dapat mengeksplorasi strategi yang efektif dalam mengembangkan dan menyebarluaskan narasi tandingan yang mampu membongkar simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan, serta mengedukasi publik tentang interpretasi yang lebih kontekstual dan kritis terhadap teks-teagamaan terkait poligami. Ketiga, studi di masa depan dapat memperluas fokus dari YouTube ke platform media sosial lainnya seperti TikTok, Instagram, atau Facebook, untuk memahami strategi komunikasi yang berbeda dan bagaimana audiens yang lebih beragam berinteraksi dengan konten poligami. Analisis komparatif lintas platform dan studi longitudinal dapat mengungkapkan bagaimana agen perempuan menegosiasikan atau bahkan menantang narasi patriarkal yang dominan, serta melihat evolusi diskursus normalisasi dari waktu ke waktu. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika ruang digital sebagai arena kontestasi dan reproduksi nilai-nilai sosial dan keagamaan di Indonesia..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa tiga kanal YouTube yang diteliti menormalisasi praktik poligami melalui diskursus digital religius, membingkainya sebagai ketaatan kepada Tuhan dan kepemimpinan laki-laki yang saleh, serta sunah yang sakral, sehingga melanggengkan ideologi patriarkal.Kanal-kanal ini secara konsisten menampilkan narasi maskulinitas religius di mana laki-laki adalah pemimpin dan pengendali hasrat, sementara perempuan diposisikan sebagai pendukung moral dan spiritual yang tunduk, sabar, dan murah hati, yang secara halus menutupi ketidakseimbangan kekuasaan dan menormalisasi subordinasi perempuan.Normalisasi ini didukung oleh interpretasi selektif ayat-ayat Al-Qur'an dan klaim otoritas interpretatif pribadi, yang menciptakan otoritas keagamaan terdesentralisasi yang melegitimasi dinamika kekuasaan gender yang tidak setara, sehingga membutuhkan dekonstruksi simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan demi kerangka interpretatif yang berlandaskan maqAid Al-Qur'an dan etika kesetaraan gender
<br>Penelitian mengenai tema interseksionalitas dalam ruang digital, representasi gender, dan keluarga poligami dalam komunitas Muslim telah memperoleh perhatian akademik yang semakin besar dalam beberapa dekade terakhir. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji peran penting media digital dalam mereproduksi praktik dan menormalisasi poligami masih belum banyak dilakukan. Artikel ini mengkaji normalisasi poligami dalam lanskap digital Indonesia dengan berfokus pada tiga kanal YouTube yang dikelola oleh Muslim yang menjalankan poligami, termasuk kanal dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" type="image/webp" length="100852" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-812-iain-langsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3313-al-qadha-jurnal-hukum-islam-perundang-undangan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD MI ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD MI ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD MI ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64518-motivasi-siswa-kompetensi-partisipa</link>
	<guid isPermaLink="false">22eee5e1b576be0534964ec98154b736</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas berbagai jenis video pembelajaran (animasi, dokumenter, atau interaktif) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, diperlukan penelitian untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas berbagai jenis video pembelajaran (animasi, dokumenter, atau interaktif) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, diperlukan penelitian untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan media video terhadap keterampilan kritis dan kolaboratif siswa. Saran lainnya adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis video yang disesuaikan dengan karakteristik kelas dan lingkungan sekolah, serta mengkaji potensi video dalam mendukung pembelajaran berbasis proyek. Penelitian juga perlu mempertimbangkan faktor motivasi siswa dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Studi lanjutan dapat menggali bagaimana teknologi video dapat diintegrasikan dengan metode pembelajaran lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis. Selain itu, diperlukan analisis tentang tantangan praktis dalam penerapan media video, seperti akses teknologi dan keterampilan guru. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan kriteria evaluasi yang lebih holistik untuk menilai kualitas video sebagai media pembelajaran. Akhirnya, penelitian perlu mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meminimalkan kelemahan yang muncul dari ketergantungan berlebihan pada media video.. Pentingnya kapasitas instruktur untuk memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan media video dalam pembelajaran tematik terpadu.Pembelajaran bermakna yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada anak, kegiatan pembelajaran yang menarik, media yang bervariasi, dan kemampuan menjadi pelaku utama dalam proses pembelajaran (student center).Oleh karena itu, penting bagi pengajar untuk memahami materi yang diajarkan.Penggunaan media pembelajaran, termasuk media video, tentu mempunyai manfaat tersendiri.Bila menggunakan media video, pemutaran film dapat diputar ulang atau dijeda sehingga guru dapat memperbolehkan siswa mendiskusikan isi, substansi, dan pesan dari video yang sedang mereka lihat Pembelajaran tematik ini menekankan pada partisipasi aktif peserta didik sesuai dengan tujuan kurikulum yang diterapkan pada tahun 2013. Pembelajaran tematik merupakan metode pendidikan yang melibatkan penggabungan konten dari berbagai keterampilan dasar dan mata kuliah. Di sisi lain, masih relatif rendahnya pemanfaatan materi pembelajaran yang menarik untuk menunjang proses pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran. Melalui penggunaan media pembelajaran, siswa mempunyai kemampuan untuk termotivasi dan menunjukkan minat dalam memahami konten yang disampaikan oleh instruktur. Artikel ini disusun dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap temuan penelitian yang dipublikasikan di jurnal nasional ternama. Metode inilah yang digunakan dalam perencanaan esai ini. Dalam penyampaian konten pendidikan, media bertindak sebagai perantara antara guru dan siswa, memastikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-865f7.webp" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-865f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-865f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-865f7.webp 1x" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" alt="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-e9bc8.webp" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-e9bc8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-e9bc8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-e9bc8.webp 1x" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" alt="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-1fb7e.webp" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-1fb7e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-1fb7e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-1fb7e.webp 1x" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" alt="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64518-motivasi-siswa-kompetensi-partisipa" title="JURIS - Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI" target="_blank">Dampak Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di SD/MI</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas berbagai jenis video pembelajaran (animasi, dokumenter, atau interaktif) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, diperlukan penelitian untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan media video terhadap keterampilan kritis dan kolaboratif siswa. Saran lainnya adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis video yang disesuaikan dengan karakteristik kelas dan lingkungan sekolah, serta mengkaji potensi video dalam mendukung pembelajaran berbasis proyek. Penelitian juga perlu mempertimbangkan faktor motivasi siswa dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Studi lanjutan dapat menggali bagaimana teknologi video dapat diintegrasikan dengan metode pembelajaran lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis. Selain itu, diperlukan analisis tentang tantangan praktis dalam penerapan media video, seperti akses teknologi dan keterampilan guru. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan kriteria evaluasi yang lebih holistik untuk menilai kualitas video sebagai media pembelajaran. Akhirnya, penelitian perlu mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meminimalkan kelemahan yang muncul dari ketergantungan berlebihan pada media video..
<br>Pentingnya kapasitas instruktur untuk memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan media video dalam pembelajaran tematik terpadu.Pembelajaran bermakna yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada anak, kegiatan pembelajaran yang menarik, media yang bervariasi, dan kemampuan menjadi pelaku utama dalam proses pembelajaran (student center).Oleh karena itu, penting bagi pengajar untuk memahami materi yang diajarkan.Penggunaan media pembelajaran, termasuk media video, tentu mempunyai manfaat tersendiri.Bila menggunakan media video, pemutaran film dapat diputar ulang atau dijeda sehingga guru dapat memperbolehkan siswa mendiskusikan isi, substansi, dan pesan dari video yang sedang mereka lihat
<br>Pembelajaran tematik ini menekankan pada partisipasi aktif peserta didik sesuai dengan tujuan kurikulum yang diterapkan pada tahun 2013. Pembelajaran tematik merupakan metode pendidikan yang melibatkan penggabungan konten dari berbagai keterampilan dasar dan mata kuliah. Di sisi lain, masih relatif rendahnya pemanfaatan materi pembelajaran yang menarik untuk menunjang proses pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran. Melalui penggunaan media pembelajaran, siswa mempunyai kemampuan untuk termotivasi dan menunjukkan minat dalam memahami konten yang disampaikan oleh instruktur. Artikel ini disusun dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap temuan penelitian yang dipublikasikan di jurnal nasional ternama. Metode inilah yang digunakan dalam perencanaan esai ini. Dalam penyampaian konten pendidikan, media bertindak sebagai perantara antara guru dan siswa, memastikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-e9bc8.webp" type="image/webp" length="79710" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-865f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-e9bc8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/motivasi-siswa-kompetensi-partisipasi-aktif-pemaha-thumb-1fb7e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64499-peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-sis</link>
	<guid isPermaLink="false">23a01f3316b11dfdc5832e02ecdf4a02</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ al kafirun ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kafirun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi bullying di sekolah dasar, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengembangkan program pendidikan karakter yang melibatkan keluarga dan masyarakat, karena faktor keluarga dan lingkungan sosial ternyata berpengaruh ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar: Untuk mengatasi bullying di sekolah dasar, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengembangkan program pendidikan karakter yang melibatkan keluarga dan masyarakat, karena faktor keluarga dan lingkungan sosial ternyata berpengaruh besar pada tindakan bullying. Kedua, memperkuat pendidikan digital dan literasi media untuk mengurangi risiko cyberbullying, karena penggunaan teknologi semakin marak di kalangan siswa. Ketiga, menciptakan pelatihan khusus bagi guru tentang manajemen emosi dan pendekatan psikologis dalam menangani siswa yang melakukan atau menjadi korban bullying. Penelitian ini juga perlu mempertimbangkan perbedaan budaya sekolah dan wilayah geografis, karena data menunjukkan bahwa tingkat kekerasan di sekolah bervariasi antar daerah. Dengan menggabungkan pendekatan multidimensi seperti ini, diharapkan solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diatas maka dapat disimpulkan bahwa guru sangat berperan penting di sekolah yaitu dimulai dengan mendidik, membimbing, mengajar serta melatih siswa.Terkait perilaku bullying, guru tentu sangat memiliki andil dalam mengatasinya.Karena berdasarkan data, perilaku bullying tergantung dengan bagaimana guru membentuk karakter siswa di sekolah.Ada beragam cara guru dalam mengatasi bullying yaitu diantaranya, dengan membina, membimbing, mengarahkan, memotivasi, menasehati, dan memberikan contoh perilaku yang baik di sekolah serta memberikan pemahaman bahwa perilaku bullying adalah perilaku yang tidak baik Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam membangun sebuah bangsa yang besar dan maju. Dalam artian suatu bangsa terlihat berkembang atau maju dilihat dari pendidikan yang sedang berlangsung di dalamnya maka pendidikan dianggap sangat penting karena kemajuan suatu bangsa dilihat dari tingkat pendidikannya. Pendidikan di tingkat Sekolah Dasar memiliki peranan penting sebagai fondasi pertama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam hal ini perlu kerjasama antar semua pihak termasuk guru sebagai pelaksana pembelajaran termasuk pendidikan karakter bagi siswa.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-197ca.webp" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-197ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-197ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-197ca.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" alt="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-d9d81.webp" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-d9d81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-d9d81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-d9d81.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" alt="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-16924.webp" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-16924.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-16924.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-16924.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" alt="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64499-peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-sis" title="JURIS - Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar" target="_blank">Peran Guru Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar</a>: Untuk mengatasi bullying di sekolah dasar, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengembangkan program pendidikan karakter yang melibatkan keluarga dan masyarakat, karena faktor keluarga dan lingkungan sosial ternyata berpengaruh besar pada tindakan bullying. Kedua, memperkuat pendidikan digital dan literasi media untuk mengurangi risiko cyberbullying, karena penggunaan teknologi semakin marak di kalangan siswa. Ketiga, menciptakan pelatihan khusus bagi guru tentang manajemen emosi dan pendekatan psikologis dalam menangani siswa yang melakukan atau menjadi korban bullying. Penelitian ini juga perlu mempertimbangkan perbedaan budaya sekolah dan wilayah geografis, karena data menunjukkan bahwa tingkat kekerasan di sekolah bervariasi antar daerah. Dengan menggabungkan pendekatan multidimensi seperti ini, diharapkan solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan..
<br>Berdasarkan penelitian yang dilakukan diatas maka dapat disimpulkan bahwa guru sangat berperan penting di sekolah yaitu dimulai dengan mendidik, membimbing, mengajar serta melatih siswa.Terkait perilaku bullying, guru tentu sangat memiliki andil dalam mengatasinya.Karena berdasarkan data, perilaku bullying tergantung dengan bagaimana guru membentuk karakter siswa di sekolah.Ada beragam cara guru dalam mengatasi bullying yaitu diantaranya, dengan membina, membimbing, mengarahkan, memotivasi, menasehati, dan memberikan contoh perilaku yang baik di sekolah serta memberikan pemahaman bahwa perilaku bullying adalah perilaku yang tidak baik
<br>Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam membangun sebuah bangsa yang besar dan maju. Dalam artian suatu bangsa terlihat berkembang atau maju dilihat dari pendidikan yang sedang berlangsung di dalamnya maka pendidikan dianggap sangat penting karena kemajuan suatu bangsa dilihat dari tingkat pendidikannya. Pendidikan di tingkat Sekolah Dasar memiliki peranan penting sebagai fondasi pertama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam hal ini perlu kerjasama antar semua pihak termasuk guru sebagai pelaksana pembelajaran termasuk pendidikan karakter bagi siswa....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-16924.webp" type="image/webp" length="88144" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-197ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-d9d81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/peran-guru-manajemen-emosi-hasil-karakter-siswa-pr-thumb-16924.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAbs Kitabut Tawhid Vis yA Vis Non MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAbs Kitabut Tawhid Vis yA Vis Non MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAbs Kitabut Tawhid Vis yA Vis Non MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64507-pendidikan-agama-islam-mahasiswa</link>
	<guid isPermaLink="false">160c5fbfd4f0ca9da9cd4500fd6dd448</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 5 tk ulil al ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi sma al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[5,al,sma,studi,tk,ulil]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak pendidikan agama terhadap penurunan kasus penghinaan di Yorubaland. 2. Analisis perbandingan kerangka hukum penghinaan antara Nigeria dan negara lain untuk mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan. 3. Studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb's Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland: 1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak pendidikan agama terhadap penurunan kasus penghinaan di Yorubaland. 2. Analisis perbandingan kerangka hukum penghinaan antara Nigeria dan negara lain untuk mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan. 3. Studi tentang peran dialog antarumat beragama dalam mencegah konflik berbasis agama, khususnya di wilayah dengan keragaman budaya tinggi seperti Yorubaland.. Penelitian ini menunjukkan bahwa penghinaan terhadap agama sering kali memicu kekerasan di Nigeria, khususnya di wilayah utara.Perlu adanya pendekatan pendidikan dan hukum yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.Rekomendasi penting mencakup penguatan toleransi beragama dan penegakan hukum yang adil Kebijaksanaan telah menjadi praktik umum di kalangan non-Muslim di Nigeria, khususnya di wilayah utara negara tersebut. Muslim di utara sering merespons tindakan ini dengan tindakan keras, termasuk pembunuhan pelaku. Tulisan ini membahas relevansi wacana tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam kitab Kitabut-Tawhid. Metode yang digunakan adalah analitis dan historis. Temuan utama mencakup konsep penghinaan dalam Islam, Kristen, Yahudi, dan Hindu, serta kasus penghinaan di Nigeria, khususnya Yorubaland,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-f743f.webp" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-f743f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-f743f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-f743f.webp 1x" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" alt="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-1820f.webp" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-1820f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-1820f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-1820f.webp 1x" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" alt="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-c58c9.webp" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-c58c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-c58c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-c58c9.webp 1x" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" alt="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64507-pendidikan-agama-islam-mahasiswa" title="JURIS - Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb&#039;s Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland" target="_blank">Discourse on Blasphemy In Ibn AbdulwahhAb's Kitabut-Tawhid, Vis-yA-Vis Non-MuslimsAo Attack on Islam In Yorubaland</a>: 1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak pendidikan agama terhadap penurunan kasus penghinaan di Yorubaland. 2. Analisis perbandingan kerangka hukum penghinaan antara Nigeria dan negara lain untuk mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan. 3. Studi tentang peran dialog antarumat beragama dalam mencegah konflik berbasis agama, khususnya di wilayah dengan keragaman budaya tinggi seperti Yorubaland..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penghinaan terhadap agama sering kali memicu kekerasan di Nigeria, khususnya di wilayah utara.Perlu adanya pendekatan pendidikan dan hukum yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.Rekomendasi penting mencakup penguatan toleransi beragama dan penegakan hukum yang adil
<br>Kebijaksanaan telah menjadi praktik umum di kalangan non-Muslim di Nigeria, khususnya di wilayah utara negara tersebut. Muslim di utara sering merespons tindakan ini dengan tindakan keras, termasuk pembunuhan pelaku. Tulisan ini membahas relevansi wacana tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam kitab Kitabut-Tawhid. Metode yang digunakan adalah analitis dan historis. Temuan utama mencakup konsep penghinaan dalam Islam, Kristen, Yahudi, dan Hindu, serta kasus penghinaan di Nigeria, khususnya Yorubaland,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-c58c9.webp" type="image/webp" length="85216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-f743f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-1820f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/pendidikan-agama-islam-mahasiswa-penghinaan-kitabu-thumb-c58c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01 Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01 Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01 Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64511-siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian</link>
	<guid isPermaLink="false">f8c93d9c39639971b3a641afaedfdd0f</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 5 tk ulil al ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi sma al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[5,al,sma,studi,tk,ulil]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran lain di tingkat sekolah dasar untuk mengevaluasi efektivitasnya secara lebih luas. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01 Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran lain di tingkat sekolah dasar untuk mengevaluasi efektivitasnya secara lebih luas. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas PBL dengan metode pembelajaran konvensional dalam konteks pendidikan dasar. 3. Penelitian dapat mengembangkan strategi pengayaan untuk siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar setelah penerapan PBL, dengan fokus pada penguatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.. Penerapan model Problem Based Learning (PBL) efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV A SDN 01 Sukamarga.Tingkat ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 22,2% (siklus I pretest) menjadi 93% (siklus II posttest).PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui diskusi kelompok dan penyelesaian masalah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS kelas IV A di SDN 01 Sukamarga. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPAS dengan menggunakan model problem based learning. Peneliti sebagai obsever dan guru mata pelajaran IPAS bertindak sebagai guru memberi materi langsung kepada perserta didik. pembelajaran dilakukan dengan 2 siklus selama 4 kali pertemuan setiap. Hasil belajar siswa pada postest siklus I meningkat yaitu sebanyak 15 siswa yang memenuhi KKTP dengan nilai tertingi 80, tes dilanjut kembali pada siklus II dengan sedikit perbaikan didapat kembali hasil belajar siswa pada siklus II... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-e186e.webp" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-e186e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-e186e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-e186e.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" alt="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-faf2c.webp" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-faf2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-faf2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-faf2c.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" alt="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-7619f.webp" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-7619f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-7619f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-7619f.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" alt="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64511-siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut" target="_blank">Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar    Siswa Padamata Pelajaran IPAS Kelas IVA di SDN 01    Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Ut</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran lain di tingkat sekolah dasar untuk mengevaluasi efektivitasnya secara lebih luas. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas PBL dengan metode pembelajaran konvensional dalam konteks pendidikan dasar. 3. Penelitian dapat mengembangkan strategi pengayaan untuk siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar setelah penerapan PBL, dengan fokus pada penguatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah..
<br>Penerapan model Problem Based Learning (PBL) efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV A SDN 01 Sukamarga.Tingkat ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 22,2% (siklus I pretest) menjadi 93% (siklus II posttest).PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui diskusi kelompok dan penyelesaian masalah
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS kelas IV A di SDN 01 Sukamarga. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPAS dengan menggunakan model problem based learning. Peneliti sebagai obsever dan guru mata pelajaran IPAS bertindak sebagai guru memberi materi langsung kepada perserta didik. pembelajaran dilakukan dengan 2 siklus selama 4 kali pertemuan setiap. Hasil belajar siswa pada postest siklus I meningkat yaitu sebanyak 15 siswa yang memenuhi KKTP dengan nilai tertingi 80, tes dilanjut kembali pada siklus II dengan sedikit perbaikan didapat kembali hasil belajar siswa pada siklus II...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-faf2c.webp" type="image/webp" length="85756" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-e186e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-faf2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/siklus-ii-anak-pikir-kritis-siswa-hasil-penelitian-thumb-7619f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 8 Tahun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 8 Tahun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 8 Tahun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64508-program-stimulasi-bahasa-siswa</link>
	<guid isPermaLink="false">31aa39aef6f07d524ac93ee8cfe30124</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 5 tk ulil al ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi sma al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[5,al,sma,studi,tk,ulil]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat penelitian ini bersifat kajian kepustakaan, ada kebutuhan mendesak untuk studi empiris yang dapat menguji secara langsung efektivitas program stimulasi motorik yang telah disebutkan. Sebagai contoh, peneliti selanjutnya dapat merancang sebuah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun: Mengingat penelitian ini bersifat kajian kepustakaan, ada kebutuhan mendesak untuk studi empiris yang dapat menguji secara langsung efektivitas program stimulasi motorik yang telah disebutkan. Sebagai contoh, peneliti selanjutnya dapat merancang sebuah studi eksperimental dengan menerapkan serangkaian kegiatan stimulasi motorik, seperti meronce, kolase, kegiatan 3M, dan permainan lompat tali, pada sekelompok siswa sekolah dasar usia 7-8 tahun. Tujuannya adalah untuk mengukur dampak kuantitatif dari intervensi tersebut terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar dan halus siswa, membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi serupa. Penelitian semacam ini akan memberikan bukti konkret mengenai metode stimulasi yang paling efektif. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman orang tua dan guru terhadap perkembangan motorik. Oleh karena itu, studi lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi persepsi dan praktik guru serta orang tua di sekolah dasar mengenai identifikasi dini potensi gangguan motorik dan implementasi kegiatan stimulasi. Pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau fokus grup, bisa digunakan untuk memahami tantangan yang mereka hadapi, faktor-faktor pendukung, serta kebutuhan pelatihan yang mungkin diperlukan agar stimulasi dapat dilakukan secara optimal dan terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Terakhir, mengingat perkembangan motorik saling berkaitan dengan aspek perkembangan lainnya, sebuah studi dapat menyelidiki lebih lanjut korelasi antara tingkat perkembangan motorik siswa (baik kasar maupun halus) dengan capaian akademik mereka. Misalnya, apakah ada hubungan yang signifikan antara kemampuan motorik halus (seperti menulis atau menggambar) dengan performa dalam mata pelajaran tertentu, atau bagaimana kelincahan motorik kasar dapat memengaruhi partisipasi dan keberhasilan dalam aktivitas fisik di sekolah. Penemuan dari studi ini dapat membantu dalam mengembangkan kurikulum yang lebih holistik dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.. Perkembangan motorik, yang meliputi motorik kasar dan halus, merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang siswa.Stimulasi melalui berbagai kegiatan seperti meronce, kolase, 3M, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik siswa usia 7-8 tahun.Gangguan motorik dapat timbul akibat kelainan genetik, faktor keturunan, lingkungan, atau kepribadian siswa, sehingga memerlukan perhatian dini untuk mencegah dampaknya Perkembangan siswa baik fisik maupun motorik merupakan hal yang penting dan saling berkaitan. Orang tua dan guru perlu memahami setiap tahapan perkembangan siswa terutama perkembangan motorik agar dapat mengetahui sejak dini jika terdapat perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik pada siswa sekolah dasar usia 7-8 tahun beserta faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan motorik, stimulasi perkembangan motorik, dan gangguan motorik pada siswa. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah kualitatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-fdc9f.webp" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-fdc9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-fdc9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-fdc9f.webp 1x" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" alt="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-d588b.webp" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-d588b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-d588b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-d588b.webp 1x" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" alt="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-493ef.webp" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-493ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-493ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-493ef.webp 1x" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" alt="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64508-program-stimulasi-bahasa-siswa" title="JURIS - Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun" target="_blank">Perkembangan Motorik Pada Siswa Sekolah Dasar Usia 7 - 8 Tahun</a>: Mengingat penelitian ini bersifat kajian kepustakaan, ada kebutuhan mendesak untuk studi empiris yang dapat menguji secara langsung efektivitas program stimulasi motorik yang telah disebutkan. Sebagai contoh, peneliti selanjutnya dapat merancang sebuah studi eksperimental dengan menerapkan serangkaian kegiatan stimulasi motorik, seperti meronce, kolase, kegiatan 3M, dan permainan lompat tali, pada sekelompok siswa sekolah dasar usia 7-8 tahun. Tujuannya adalah untuk mengukur dampak kuantitatif dari intervensi tersebut terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar dan halus siswa, membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi serupa. Penelitian semacam ini akan memberikan bukti konkret mengenai metode stimulasi yang paling efektif. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman orang tua dan guru terhadap perkembangan motorik. Oleh karena itu, studi lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi persepsi dan praktik guru serta orang tua di sekolah dasar mengenai identifikasi dini potensi gangguan motorik dan implementasi kegiatan stimulasi. Pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau fokus grup, bisa digunakan untuk memahami tantangan yang mereka hadapi, faktor-faktor pendukung, serta kebutuhan pelatihan yang mungkin diperlukan agar stimulasi dapat dilakukan secara optimal dan terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Terakhir, mengingat perkembangan motorik saling berkaitan dengan aspek perkembangan lainnya, sebuah studi dapat menyelidiki lebih lanjut korelasi antara tingkat perkembangan motorik siswa (baik kasar maupun halus) dengan capaian akademik mereka. Misalnya, apakah ada hubungan yang signifikan antara kemampuan motorik halus (seperti menulis atau menggambar) dengan performa dalam mata pelajaran tertentu, atau bagaimana kelincahan motorik kasar dapat memengaruhi partisipasi dan keberhasilan dalam aktivitas fisik di sekolah. Penemuan dari studi ini dapat membantu dalam mengembangkan kurikulum yang lebih holistik dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh..
<br>Perkembangan motorik, yang meliputi motorik kasar dan halus, merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang siswa.Stimulasi melalui berbagai kegiatan seperti meronce, kolase, 3M, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik siswa usia 7-8 tahun.Gangguan motorik dapat timbul akibat kelainan genetik, faktor keturunan, lingkungan, atau kepribadian siswa, sehingga memerlukan perhatian dini untuk mencegah dampaknya
<br>Perkembangan siswa baik fisik maupun motorik merupakan hal yang penting dan saling berkaitan. Orang tua dan guru perlu memahami setiap tahapan perkembangan siswa terutama perkembangan motorik agar dapat mengetahui sejak dini jika terdapat perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik pada siswa sekolah dasar usia 7-8 tahun beserta faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan motorik, stimulasi perkembangan motorik, dan gangguan motorik pada siswa. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah kualitatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-d588b.webp" type="image/webp" length="74738" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-fdc9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-d588b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/program-stimulasi-bahasa-siswa-sekolah-usia-intera-thumb-493ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah Kelas 2 SD MI ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah Kelas 2 SD MI ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah Kelas 2 SD MI ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64506-partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b</link>
	<guid isPermaLink="false">6ac7239fc89c2c45f1877fde846dde72</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 16:21:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di kelas 2 SD/MI, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan bahan ajar yang lebih interaktif dan menarik. Bahan ajar yang interaktif dapat membantu siswa dalam memahami konsep bilangan cacah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah Kelas 2 SD/MI: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di kelas 2 SD/MI, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan bahan ajar yang lebih interaktif dan menarik. Bahan ajar yang interaktif dapat membantu siswa dalam memahami konsep bilangan cacah dengan lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi metode-metode pengajaran yang inovatif, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan pembelajaran kooperatif, untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian, diharapkan kualitas pembelajaran matematika di kelas 2 SD/MI dapat ditingkatkan secara signifikan.. Pembelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah dasar yang berisi muatan pola keteraturan, struktur terorganisir dalam suatu bidang kehidupan yang mempelajari hakikat pengembangan terhadap perubahan yang terjadi pada dunia nyata dalam pemikiran manusia.Pengembangan bahan ajar yaitu pada pelajaran matematika, matematika merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan pada semua jenjang pendidikan karena dipandang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Salah satu materi matematika yang dipelajari di sekolah dasar kelas II ialah materi bilangan cacah.Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang nilainya tidak negatif yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5,.Anggota bilangan ini didefinisikan sebagai himpunan bilangan asli yaitu 1, 2, 3, 4, 5,.Dalam bilangan cacah untuk membandingkan dua bilangan, digunakan lambang Au>Ay dibaca lebih dari, Au ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ac70.webp" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ac70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ac70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ac70.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" alt="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-afe8b.webp" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-afe8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-afe8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-afe8b.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" alt="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ddc2.webp" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ddc2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ddc2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ddc2.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" alt="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64506-partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI" target="_blank">Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Materi Bilangan Cacah  Kelas 2 SD/MI</a>: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di kelas 2 SD/MI, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan bahan ajar yang lebih interaktif dan menarik. Bahan ajar yang interaktif dapat membantu siswa dalam memahami konsep bilangan cacah dengan lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi metode-metode pengajaran yang inovatif, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan pembelajaran kooperatif, untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian, diharapkan kualitas pembelajaran matematika di kelas 2 SD/MI dapat ditingkatkan secara signifikan..
<br>Pembelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah dasar yang berisi muatan pola keteraturan, struktur terorganisir dalam suatu bidang kehidupan yang mempelajari hakikat pengembangan terhadap perubahan yang terjadi pada dunia nyata dalam pemikiran manusia.Pengembangan bahan ajar yaitu pada pelajaran matematika, matematika merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan pada semua jenjang pendidikan karena dipandang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Salah satu materi matematika yang dipelajari di sekolah dasar kelas II ialah materi bilangan cacah.Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang nilainya tidak negatif yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5,.Anggota bilangan ini didefinisikan sebagai himpunan bilangan asli yaitu 1, 2, 3, 4, 5,.Dalam bilangan cacah untuk membandingkan dua bilangan, digunakan lambang Au>Ay dibaca lebih dari, Au<Ay dibaca kurang dari, dan Au=Ay dibaca sama dengan.Operasi bilangan cacah ialah penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.Yang mana materi ini dapat berguna bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.Bilangan cacah dapat mudah dipahami dengan bahan ajar dan metode yang digunakan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar sehingga materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
<br>Pendidikan matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pengembangan yang dilakukan, perlu memperhatikan bahan ajar. Bahan ajar merupakan kegiatan akademik yang dapat dilakukan sendiri oleh para guru. Tugas utama guru adalah menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dengan harapan siswa dapat menerima dan memahami bahan pelajaran dengan mudah. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah adanya ketertinggalan pemahaman siswa pada materi bilangan cacah. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan siswa memahami materi bilangan cacah berupa bahan ajar modul yang diharapkan siswa dapat meningkatkan minat baca pada materi tersebut. Metode yang digunakan ialah metode pustaka dengan menjadikan buku dan jurnal sebagai bahan acuan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ddc2.webp" type="image/webp" length="52462" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ac70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-afe8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/partisipasi-siswa-kemandirian-belajar-matematika-b-thumb-2ddc2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64515-data-nilai-hasil-positif-formalin</link>
	<guid isPermaLink="false">3ad4dd3ed3f11a954be800c022dfb754</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 16:11:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 5 tk ulil al ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi sma al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[5,al,sma,studi,tk,ulil]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Contextual Teaching and Learning (CTL) sangat berhasil dalam meningkatkan nilai dan pemahaman siswa di kelas 5 SD. Untuk masa depan, akan sangat menarik jika penelitian selanjutnya bisa melihat bagaimana efektivitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya: Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Contextual Teaching and Learning (CTL) sangat berhasil dalam meningkatkan nilai dan pemahaman siswa di kelas 5 SD. Untuk masa depan, akan sangat menarik jika penelitian selanjutnya bisa melihat bagaimana efektivitas metode CTL ini dibandingkan dengan cara mengajar lain yang juga modern. Misalnya, apakah CTL lebih baik atau setara dengan metode berbasis proyek atau pembelajaran kolaboratif dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar? Selain itu, karena penelitian ini dilakukan di satu sekolah, penting untuk mengetahui apakah hasil positif ini juga bisa terjadi di sekolah lain dengan latar belakang yang berbeda, atau bahkan untuk mata pelajaran lain di luar Bahasa Indonesia. Ini akan membantu kita memahami seberapa luas manfaat CTL. Terakhir, sangat berguna jika peneliti bisa mendalami bagian mana dari CTL yang paling berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa, atau bagaimana CTL bisa membantu siswa tidak hanya sekadar lulus KKM, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mereka dalam jangka panjang. Menjelajahi pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana kita bisa terus membuat proses belajar menjadi lebih baik dan menarik bagi anak-anak di Indonesia.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berdampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDS Madang Jaya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.Peningkatan signifikan terlihat dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 95%.Hal ini menegaskan efektivitas model CTL dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa secara keseluruhan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan hasil belajar siswa kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya. Jenis penelitian karya ilmiah ini adalah Tindakan kelas dengan metode pengambilan data melalui pengambilan dokumen (dokumntasi) melakukan pengamatan (Observasi) melakukan ulangan (post tes). Hasil data penelitian memunjukkan bahwa terdapat peningkatan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-db38a.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-db38a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-db38a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-db38a.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-522a4.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-522a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-522a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-522a4.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-e81b2.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-e81b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-e81b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-e81b2.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64515-data-nilai-hasil-positif-formalin" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya" target="_blank">Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya</a>: Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Contextual Teaching and Learning (CTL) sangat berhasil dalam meningkatkan nilai dan pemahaman siswa di kelas 5 SD. Untuk masa depan, akan sangat menarik jika penelitian selanjutnya bisa melihat bagaimana efektivitas metode CTL ini dibandingkan dengan cara mengajar lain yang juga modern. Misalnya, apakah CTL lebih baik atau setara dengan metode berbasis proyek atau pembelajaran kolaboratif dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar? Selain itu, karena penelitian ini dilakukan di satu sekolah, penting untuk mengetahui apakah hasil positif ini juga bisa terjadi di sekolah lain dengan latar belakang yang berbeda, atau bahkan untuk mata pelajaran lain di luar Bahasa Indonesia. Ini akan membantu kita memahami seberapa luas manfaat CTL. Terakhir, sangat berguna jika peneliti bisa mendalami bagian mana dari CTL yang paling berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa, atau bagaimana CTL bisa membantu siswa tidak hanya sekadar lulus KKM, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mereka dalam jangka panjang. Menjelajahi pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana kita bisa terus membuat proses belajar menjadi lebih baik dan menarik bagi anak-anak di Indonesia..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berdampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDS Madang Jaya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.Peningkatan signifikan terlihat dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 95%.Hal ini menegaskan efektivitas model CTL dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa secara keseluruhan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan hasil belajar siswa kelas V Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Contekstual Teaching and Learning di SDS Madang Jaya. Jenis penelitian karya ilmiah ini adalah Tindakan kelas dengan metode pengambilan data melalui pengambilan dokumen (dokumntasi) melakukan pengamatan (Observasi) melakukan ulangan (post tes). Hasil data penelitian memunjukkan bahwa terdapat peningkatan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-db38a.webp" type="image/webp" length="80430" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-db38a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-522a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/data-nilai-hasil-positif-formalin-model-ctl-belaja-thumb-e81b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Factors associated with anemia among hemodialysis patients A cross sectional study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Factors associated with anemia among hemodialysis patients A cross sectional study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Factors associated with anemia among hemodialysis patients A cross sectional study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64517-rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-p</link>
	<guid isPermaLink="false">bb3c28fdf6cfda1f6f5cb830a42be03d</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 15:53:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect nurse ]]></category>
	<category><![CDATA[ led services ]]></category>
	<category><![CDATA[ user account ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[account,effect,led,nurse,services,user]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan adalah faktor penting yang berhubungan dengan anemia berat pada pasien yang menjalani hemodialisis. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai mengapa hal ini terjadi dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study: Penelitian ini telah menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan adalah faktor penting yang berhubungan dengan anemia berat pada pasien yang menjalani hemodialisis. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai mengapa hal ini terjadi dan bagaimana kita bisa mengatasinya secara lebih efektif. Untuk penelitian selanjutnya, akan sangat bermanfaat jika kita bisa memahami lebih dalam mengenai perbedaan biologis spesifik antara laki-laki dan perempuan yang memengaruhi produksi sel darah merah. Misalnya, sebuah studi bisa menyelidiki bagaimana kadar hormon tertentu, seperti estrogen atau androgen, secara langsung memengaruhi cara tubuh pasien hemodialisis membuat sel darah merah atau mengelola zat besi. Dengan mengetahui mekanisme detail ini, kita mungkin bisa mengembangkan pengobatan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, mengingat pentingnya nutrisi yang disebutkan dalam pembahasan, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi efektivitas program gizi yang dirancang khusus untuk pasien hemodialisis perempuan, yang berfokus pada asupan zat besi dan vitamin penting lainnya, untuk melihat apakah ini dapat secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin mereka. Terakhir, karena faktor praktis juga berperan dalam kesehatan pasien, akan menarik untuk meneliti bagaimana tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan anemia mereka, serta faktor psikologis seperti tingkat stres atau dukungan sosial, dapat memengaruhi keparahan anemia. Apakah intervensi yang meningkatkan kepatuhan atau memberikan dukungan psikologis dapat membantu pasien, khususnya perempuan, mencapai kadar hemoglobin yang lebih baik? Studi-studi semacam ini akan membantu mengembangkan strategi manajemen anemia yang lebih komprehensif dan personal.. Penelitian ini mengidentifikasi jenis kelamin perempuan sebagai satu-satunya prediktor independen anemia berat pada pasien hemodialisis pemeliharaan, berbeda dengan usia, durasi hemodialisis, dan saturasi oksigen pra-dialisis yang tidak menunjukkan asosiasi signifikan.Temuan ini menegaskan pengaruh mendalam jalur fisiologis dan metabolik spesifik jenis kelamin terhadap kapasitas eritropoietik pada penyakit ginjal stadium akhir, menunjukkan bahwa metrik demografi dan prosedural konvensional tidak memadai untuk penilaian risiko anemia yang komprehensif.Oleh karena itu, protokol manajemen klinis harus mengintegrasikan pengawasan berbasis jenis kelamin dan strategi terapeutik individual, termasuk pemantauan indeks zat besi dan dosis agen perangsang eritropoiesis yang disesuaikan, serta studi longitudinal multisentris lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme hormonal, inflamasi, dan nutrisi yang mendasari disparitas ini Anemia secara substansial meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan beban perawatan kesehatan pada pasien hemodialisis (HD) pemeliharaan, sehingga memerlukan stratifikasi risiko yang tepat untuk manajemen klinis yang optimal. Penelitian ini mengevaluasi parameter demografi dan klinis yang mudah diakses sebagai prediktor independen anemia berat pada kohort HD di Indonesia. Desain studi potong lintang digunakan, melibatkan 168 pasien HD pemeliharaan di Rumah Sakit Al Huda di Banyuwangi melalui pengambilan sampel purposif. Anemia berat secara ketat didefinisikan sebagai hemoglobin ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-6c89b.webp" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-6c89b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-6c89b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-6c89b.webp 1x" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" alt="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7421c.webp" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7421c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7421c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7421c.webp 1x" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" alt="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7bbfb.webp" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7bbfb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7bbfb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7bbfb.webp 1x" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" alt="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64517-rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-p" title="JURIS - Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study" target="_blank">Factors associated with anemia among hemodialysis patients: A cross-sectional study</a>: Penelitian ini telah menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan adalah faktor penting yang berhubungan dengan anemia berat pada pasien yang menjalani hemodialisis. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai mengapa hal ini terjadi dan bagaimana kita bisa mengatasinya secara lebih efektif. Untuk penelitian selanjutnya, akan sangat bermanfaat jika kita bisa memahami lebih dalam mengenai perbedaan biologis spesifik antara laki-laki dan perempuan yang memengaruhi produksi sel darah merah. Misalnya, sebuah studi bisa menyelidiki bagaimana kadar hormon tertentu, seperti estrogen atau androgen, secara langsung memengaruhi cara tubuh pasien hemodialisis membuat sel darah merah atau mengelola zat besi. Dengan mengetahui mekanisme detail ini, kita mungkin bisa mengembangkan pengobatan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, mengingat pentingnya nutrisi yang disebutkan dalam pembahasan, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi efektivitas program gizi yang dirancang khusus untuk pasien hemodialisis perempuan, yang berfokus pada asupan zat besi dan vitamin penting lainnya, untuk melihat apakah ini dapat secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin mereka. Terakhir, karena faktor praktis juga berperan dalam kesehatan pasien, akan menarik untuk meneliti bagaimana tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan anemia mereka, serta faktor psikologis seperti tingkat stres atau dukungan sosial, dapat memengaruhi keparahan anemia. Apakah intervensi yang meningkatkan kepatuhan atau memberikan dukungan psikologis dapat membantu pasien, khususnya perempuan, mencapai kadar hemoglobin yang lebih baik? Studi-studi semacam ini akan membantu mengembangkan strategi manajemen anemia yang lebih komprehensif dan personal..
<br>Penelitian ini mengidentifikasi jenis kelamin perempuan sebagai satu-satunya prediktor independen anemia berat pada pasien hemodialisis pemeliharaan, berbeda dengan usia, durasi hemodialisis, dan saturasi oksigen pra-dialisis yang tidak menunjukkan asosiasi signifikan.Temuan ini menegaskan pengaruh mendalam jalur fisiologis dan metabolik spesifik jenis kelamin terhadap kapasitas eritropoietik pada penyakit ginjal stadium akhir, menunjukkan bahwa metrik demografi dan prosedural konvensional tidak memadai untuk penilaian risiko anemia yang komprehensif.Oleh karena itu, protokol manajemen klinis harus mengintegrasikan pengawasan berbasis jenis kelamin dan strategi terapeutik individual, termasuk pemantauan indeks zat besi dan dosis agen perangsang eritropoiesis yang disesuaikan, serta studi longitudinal multisentris lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme hormonal, inflamasi, dan nutrisi yang mendasari disparitas ini
<br>Anemia secara substansial meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan beban perawatan kesehatan pada pasien hemodialisis (HD) pemeliharaan, sehingga memerlukan stratifikasi risiko yang tepat untuk manajemen klinis yang optimal. Penelitian ini mengevaluasi parameter demografi dan klinis yang mudah diakses sebagai prediktor independen anemia berat pada kohort HD di Indonesia. Desain studi potong lintang digunakan, melibatkan 168 pasien HD pemeliharaan di Rumah Sakit Al Huda di Banyuwangi melalui pengambilan sampel purposif. Anemia berat secara ketat didefinisikan sebagai hemoglobin <8 g/dL dibandingkan dengan non-berat (Ou8 g/dL). Data usia, jenis kelamin, durasi HD, dan saturasi oksigen pra-dialisis dikumpulkan secara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7bbfb.webp" type="image/webp" length="102198" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-6c89b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7421c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/rumah-sakit-pasien-hasil-saturasi-oksigen-prevalen-thumb-7bbfb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6852-nhs-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16547-nursing-health-sciences-journal-nhsj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64513-learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem</link>
	<guid isPermaLink="false">f81e81fbb5b3684e3361f9a19c8d9680</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 15:40:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang lebih variatif dan menarik untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. 2. Meneliti pengaruh model ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang lebih variatif dan menarik untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. 2. Meneliti pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar siswa dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, seperti kualitas guru, keterlibatan siswa, dan lingkungan belajar. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa secara optimal.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada tema 7 subtema 1 dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada kelas 5 di SDN Gading.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dengan diterapkannya model pembelajaran ini dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap adanya kenaikan hasil belajar kognitif siswa dengan didasarkan hasil belajar kognitif siswa pada kegiatan pra tindakan jumlah siswa tunts pada kegiatan pra tindakan yaitu 4 orang siswa, dan pada siklus 1 siwa tuntas belajar yaitu 14 orang siswa dan pada siklus kedua siswa tuntas belajar yaitu 17 siswa.Berdasarkan data diatas diketahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 17%.Untuk keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa Pada siklus 1, keterlaksanaan aktivitas guru adalah 88 % dan pada siklus 2 telah mencapai 100%.Pada siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan sebanyak 12 % Model Kooperatif adalah model pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil yang berjumlah empat sampai enam orang siswa. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa di SDN Gading. Hasil belajar kognitif yang digunakan pada skripsi ini adalah C2, C3, C4, C5 dan C6. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model kooperatif learning tipe jigsaw. Subjek peneltian ini adalah siswa kelas 5 SDN Gading yang berjumlah 22 siswa. Penelitian ini dilakukan dua siklus yang tiap siklus berjumlah satu kali pertemuan. Setiap siklus dilakukan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data ini meliputi wawancara dengan guru kelas 5 SDN Gading dan lembar observasi keterlaksaan pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw. Hasil belajar kognitif ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-6d088.webp" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-6d088.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-6d088.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-6d088.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" alt="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-4d502.webp" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-4d502.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-4d502.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-4d502.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" alt="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-357f9.webp" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-357f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-357f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-357f9.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" alt="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64513-learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem" title="JURIS - Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading" target="_blank">Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V SDN Gading</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang lebih variatif dan menarik untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. 2. Meneliti pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar siswa dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, seperti kualitas guru, keterlibatan siswa, dan lingkungan belajar. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa secara optimal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada tema 7 subtema 1 dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada kelas 5 di SDN Gading.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dengan diterapkannya model pembelajaran ini dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap adanya kenaikan hasil belajar kognitif siswa dengan didasarkan hasil belajar kognitif siswa pada kegiatan pra tindakan jumlah siswa tunts pada kegiatan pra tindakan yaitu 4 orang siswa, dan pada siklus 1 siwa tuntas belajar yaitu 14 orang siswa dan pada siklus kedua siswa tuntas belajar yaitu 17 siswa.Berdasarkan data diatas diketahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 17%.Untuk keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa Pada siklus 1, keterlaksanaan aktivitas guru adalah 88 % dan pada siklus 2 telah mencapai 100%.Pada siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan sebanyak 12 %
<br>Model Kooperatif adalah model pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil yang berjumlah empat sampai enam orang siswa. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa di SDN Gading. Hasil belajar kognitif yang digunakan pada skripsi ini adalah C2, C3, C4, C5 dan C6. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model kooperatif learning tipe jigsaw. Subjek peneltian ini adalah siswa kelas 5 SDN Gading yang berjumlah 22 siswa. Penelitian ini dilakukan dua siklus yang tiap siklus berjumlah satu kali pertemuan. Setiap siklus dilakukan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data ini meliputi wawancara dengan guru kelas 5 SDN Gading dan lembar observasi keterlaksaan pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw. Hasil belajar kognitif ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-357f9.webp" type="image/webp" length="80656" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-6d088.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-4d502.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/learning-tipe-index-hasil-penelitian-mahasiswa-lem-thumb-357f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64504-manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan</link>
	<guid isPermaLink="false">75ffe405aca222272e279603ab514de9</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 14:45:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai peran kewirausahaan dan sistem pengawasan dana BOS di satu sekolah dasar. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan memastikan temuan yang lebih komprehensif, disarankan untuk melakukan beberapa penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar: Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai peran kewirausahaan dan sistem pengawasan dana BOS di satu sekolah dasar. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan memastikan temuan yang lebih komprehensif, disarankan untuk melakukan beberapa penelitian lanjutan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas, membandingkan praktik kewirausahaan dan efektivitas sistem pengawasan dana BOS di berbagai jenis sekolah dasar, seperti yang berlokasi di perkotaan dan pedesaan, atau dengan tingkat kemandirian finansial yang berbeda. Hal ini dapat mengungkap faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan atau kendala dalam implementasi program-program tersebut, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengukuran dampak kuantitatif dari kegiatan kewirausahaan terhadap peningkatan pendapatan sekolah dan kualitas pembelajaran secara spesifik, bukan hanya kontribusi umum. Studi ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas berbagai mekanisme pengawasan, baik internal maupun eksternal, dalam meningkatkan akuntabilitas dan mencegah penyimpangan dana. Ketiga, mengingat temuan tentang rendahnya partisipasi orang tua dan masyarakat dalam pengawasan, penelitian kualitatif yang mendalam sangat diperlukan untuk mengeksplorasi secara rinci faktor-faktor penyebab kurangnya keterlibatan ini. Studi ini dapat merumuskan model partisipasi masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan, serta menguji efektivitasnya dalam mendorong transparansi dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan sekolah. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat untuk meningkatkan tata kelola keuangan dan kemandirian sekolah dasar secara nasional.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kewirausahaan di SDN 139 Sukarasa berkontribusi positif terhadap kemandirian finansial dan pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran kontekstual.Meskipun demikian, pengawasan Dana BOS dan hasil kewirausahaan masih menghadapi kendala signifikan terkait partisipasi orang tua dan efektivitas audit internal, yang menghambat transparansi dan akuntabilitas.Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan komprehensif yang mencakup semua sumber pendanaan, pembentukan tim audit internal, peningkatan literasi keuangan, dan publikasi laporan berkala untuk memperkuat finansial sekolah serta menciptakan lingkungan belajar yang mandiri dan berkelanjutan Penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif jenis wawancara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kegiatan kewirausahaan dan sistem pengawasan terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 139 Sukarasa Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan di sekolah masih berjalan secara sederhana namun berkontribusi terhadap kemandirian sekolah, sedangkan pengawasan terhadap Dana BOS dilakukan secara internal oleh kepala sekolah dan bendahara, serta eksternal oleh pengawas dari Dinas Pendidikan. Meskipun akses terhadap data keuangan terbatas, sekolah berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-02002.webp" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-02002.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-02002.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-02002.webp 1x" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" alt="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-5a3cc.webp" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-5a3cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-5a3cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-5a3cc.webp 1x" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" alt="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-dcc3f.webp" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-dcc3f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-dcc3f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-dcc3f.webp 1x" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" alt="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64504-manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan" title="JURIS - Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar" target="_blank">Peran Kewirausahaan dan Sistem Pengawasan Dana BOS di Lingkungan Sekolah Dasar</a>: Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai peran kewirausahaan dan sistem pengawasan dana BOS di satu sekolah dasar. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan memastikan temuan yang lebih komprehensif, disarankan untuk melakukan beberapa penelitian lanjutan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas, membandingkan praktik kewirausahaan dan efektivitas sistem pengawasan dana BOS di berbagai jenis sekolah dasar, seperti yang berlokasi di perkotaan dan pedesaan, atau dengan tingkat kemandirian finansial yang berbeda. Hal ini dapat mengungkap faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan atau kendala dalam implementasi program-program tersebut, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengukuran dampak kuantitatif dari kegiatan kewirausahaan terhadap peningkatan pendapatan sekolah dan kualitas pembelajaran secara spesifik, bukan hanya kontribusi umum. Studi ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas berbagai mekanisme pengawasan, baik internal maupun eksternal, dalam meningkatkan akuntabilitas dan mencegah penyimpangan dana. Ketiga, mengingat temuan tentang rendahnya partisipasi orang tua dan masyarakat dalam pengawasan, penelitian kualitatif yang mendalam sangat diperlukan untuk mengeksplorasi secara rinci faktor-faktor penyebab kurangnya keterlibatan ini. Studi ini dapat merumuskan model partisipasi masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan, serta menguji efektivitasnya dalam mendorong transparansi dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan sekolah. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat untuk meningkatkan tata kelola keuangan dan kemandirian sekolah dasar secara nasional..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kewirausahaan di SDN 139 Sukarasa berkontribusi positif terhadap kemandirian finansial dan pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran kontekstual.Meskipun demikian, pengawasan Dana BOS dan hasil kewirausahaan masih menghadapi kendala signifikan terkait partisipasi orang tua dan efektivitas audit internal, yang menghambat transparansi dan akuntabilitas.Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan komprehensif yang mencakup semua sumber pendanaan, pembentukan tim audit internal, peningkatan literasi keuangan, dan publikasi laporan berkala untuk memperkuat finansial sekolah serta menciptakan lingkungan belajar yang mandiri dan berkelanjutan
<br>Penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif jenis wawancara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kegiatan kewirausahaan dan sistem pengawasan terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 139 Sukarasa Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan di sekolah masih berjalan secara sederhana namun berkontribusi terhadap kemandirian sekolah, sedangkan pengawasan terhadap Dana BOS dilakukan secara internal oleh kepala sekolah dan bendahara, serta eksternal oleh pengawas dari Dinas Pendidikan. Meskipun akses terhadap data keuangan terbatas, sekolah berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-dcc3f.webp" type="image/webp" length="82774" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-02002.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-5a3cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/2/manajemen-dana-operasional-sekolah-pengelolaan-kom-thumb-dcc3f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non akademik Di SD N 3 Air Naningan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non akademik Di SD N 3 Air Naningan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non akademik Di SD N 3 Air Naningan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64498-manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompe</link>
	<guid isPermaLink="false">c5e489e7a1d45dc137ad711549e062bf</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 14:30:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ al kafirun ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kafirun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas manajemen peserta didik, perlu dikembangkan sistem digitalisasi data siswa yang terintegrasi dengan program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada peran orang tua dalam mendukung ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan: Untuk meningkatkan efektivitas manajemen peserta didik, perlu dikembangkan sistem digitalisasi data siswa yang terintegrasi dengan program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada peran orang tua dalam mendukung program manajemen peserta didik, terutama dalam pengawasan disiplin dan motivasi belajar siswa. Selain itu, evaluasi berkala terhadap kebijakan manajemen peserta didik diperlukan untuk memastikan program tetap relevan dengan kebutuhan perkembangan siswa di era digital.. SDN 3 Air Naningan yang memadukan kurikulum nasional namun siswanya tetap mampu bersaing dan berprestasi, baik akademik maupun non-akademik karena manajemen kesiswaan sekolah ini memiliki program peningkatan prestasi akademik dan non-akademik yang baik.Manajemen peserta didik sangatlah berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswa Manajemen peserta didik merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Pengelolaan yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen peserta didik dalam upaya meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik di SD Negeri 3 Air Naningan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan, strategi, serta peran guru dan staf dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik di bidang akademik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-8b0c8.webp" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-8b0c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-8b0c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-8b0c8.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" alt="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-834bb.webp" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-834bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-834bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-834bb.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" alt="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-dbb72.webp" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-dbb72.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-dbb72.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-dbb72.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" alt="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64498-manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompe" title="JURIS - Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan" target="_blank">Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-akademik Di SD N 3 Air Naningan</a>: Untuk meningkatkan efektivitas manajemen peserta didik, perlu dikembangkan sistem digitalisasi data siswa yang terintegrasi dengan program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada peran orang tua dalam mendukung program manajemen peserta didik, terutama dalam pengawasan disiplin dan motivasi belajar siswa. Selain itu, evaluasi berkala terhadap kebijakan manajemen peserta didik diperlukan untuk memastikan program tetap relevan dengan kebutuhan perkembangan siswa di era digital..
<br>SDN 3 Air Naningan yang memadukan kurikulum nasional namun siswanya tetap mampu bersaing dan berprestasi, baik akademik maupun non-akademik karena manajemen kesiswaan sekolah ini memiliki program peningkatan prestasi akademik dan non-akademik yang baik.Manajemen peserta didik sangatlah berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswa
<br>Manajemen peserta didik merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Pengelolaan yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen peserta didik dalam upaya meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik di SD Negeri 3 Air Naningan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan, strategi, serta peran guru dan staf dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik di bidang akademik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-8b0c8.webp" type="image/webp" length="78006" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-8b0c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-834bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/manajemen-kesiswaan-sistem-digital-kompetensi-pese-thumb-dbb72.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6349-almaarif.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19189-tadzkirah-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 06 Sep 2026 00:35:54 +0700. 12 items. Served in: 8.387 seconds [rss] -->
