<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.144-11jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.144-11jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2026 00:27:55 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 00:27:55 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-11T00:27:55+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar Bottom Gill Net yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar Bottom Gill Net yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar Bottom Gill Net yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54019-biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie</link>
	<guid isPermaLink="false">5f92411d05a65b78bea707035c7c0fc6</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 22:05:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ banyuasin ii ]]></category>
	<category><![CDATA[ dina melinda ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal ilmu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[banyuasin,dina,ii,ilmu,jurnal,melinda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi temporal komposisi spesies dan tingkat keanekaragaman dengan melakukan survei bulanan selama setahun penuh, sehingga dapat mengidentifikasi pola musiman pada hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi temporal komposisi spesies dan tingkat keanekaragaman dengan melakukan survei bulanan selama setahun penuh, sehingga dapat mengidentifikasi pola musiman pada hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan Nipah Panjang II. Selanjutnya, penting untuk menguji pengaruh ukuran mesh yang berbeda, misalnya 3,5 inci versus 4,5 inci, terhadap komposisi tangkapan utama, byAccatch, dan tingkat selektivitas, guna menentukan ukuran optimal yang meminimalkan tangkapan tidak sengaja dan meningkatkan keberlanjutan. Selain itu, studi multivariat yang mengintegrasikan parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan salinitas dengan data tangkapan dapat mengungkap hubungan sebabAcakibat antara kondisi fisik perairan dan distribusi abundansi spesies target, yang dapat menjadi dasar bagi model prediksi ekologi dan manajemen sumber daya perikanan yang adaptif. Semua pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman ilmiah tentang dinamika ekosistem perairan pantai serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelolaan perikanan berkelanjutan di wilayah tersebut.. Penelitian ini menunjukkan bahwa jaring insang dasar berukuran 4,5 inci yang diturunkan di perairan Nipah Panjang II, Kabupaten Tanjung Jabung Timur menangkap lima spesies ikan, yaitu ikan senangin, ikan kurau, ikan hiu, ikan malung, dan ikan pari.Indeks keanekaragaman hasil tangkapan berada pada level sedang (H' = 1,3) dengan indeks keseragaman yang tinggi (E = 0,82) serta indeks dominasi yang rendah (C = 0,3), menandakan distribusi individu yang relatif merata tanpa spesies dominan.Kondisi lingkungan perairan yang baik, ditambah dengan keberagaman spesies yang cukup, menunjukkan bahwa perairan tersebut memiliki potensi yang layak untuk mendukung kegiatan perikanan berkelanjutan Jaring insang dasar (bottom gill net) ialah jaring yang berbentuk lembaran persegi panjang dengan mata jaring yang sama. Jaring insang ini dioperasikan dengan cara hanyut di dasar perairan atau di pertengahan perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gill net) 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II, Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan responden sebanyak 7 nelayan dan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali pada setiap nelayan. Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah jumlah total hasil tangkapan yang didaratkan, berat ikan dan jenis ikan indeks untuk menganalisis komposisi hasil keseragaman, dan indeks dominansi serta parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian memperlihatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-32eef.webp" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-32eef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-32eef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-32eef.webp 1x" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" alt="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-f4cbe.webp" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-f4cbe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-f4cbe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-f4cbe.webp 1x" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" alt="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-24a8f.webp" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-24a8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-24a8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-24a8f.webp 1x" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" alt="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54019-biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie" title="JURIS - Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur" target="_blank">Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi temporal komposisi spesies dan tingkat keanekaragaman dengan melakukan survei bulanan selama setahun penuh, sehingga dapat mengidentifikasi pola musiman pada hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan Nipah Panjang II. Selanjutnya, penting untuk menguji pengaruh ukuran mesh yang berbeda, misalnya 3,5 inci versus 4,5 inci, terhadap komposisi tangkapan utama, byAccatch, dan tingkat selektivitas, guna menentukan ukuran optimal yang meminimalkan tangkapan tidak sengaja dan meningkatkan keberlanjutan. Selain itu, studi multivariat yang mengintegrasikan parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan salinitas dengan data tangkapan dapat mengungkap hubungan sebabAcakibat antara kondisi fisik perairan dan distribusi abundansi spesies target, yang dapat menjadi dasar bagi model prediksi ekologi dan manajemen sumber daya perikanan yang adaptif. Semua pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman ilmiah tentang dinamika ekosistem perairan pantai serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelolaan perikanan berkelanjutan di wilayah tersebut..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa jaring insang dasar berukuran 4,5 inci yang diturunkan di perairan Nipah Panjang II, Kabupaten Tanjung Jabung Timur menangkap lima spesies ikan, yaitu ikan senangin, ikan kurau, ikan hiu, ikan malung, dan ikan pari.Indeks keanekaragaman hasil tangkapan berada pada level sedang (H' = 1,3) dengan indeks keseragaman yang tinggi (E = 0,82) serta indeks dominasi yang rendah (C = 0,3), menandakan distribusi individu yang relatif merata tanpa spesies dominan.Kondisi lingkungan perairan yang baik, ditambah dengan keberagaman spesies yang cukup, menunjukkan bahwa perairan tersebut memiliki potensi yang layak untuk mendukung kegiatan perikanan berkelanjutan
<br>Jaring insang dasar (bottom gill net) ialah jaring yang berbentuk lembaran persegi panjang dengan mata jaring yang sama. Jaring insang ini dioperasikan dengan cara hanyut di dasar perairan atau di pertengahan perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gill net) 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II, Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan responden sebanyak 7 nelayan dan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali pada setiap nelayan. Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah jumlah total hasil tangkapan yang didaratkan, berat ikan dan jenis ikan indeks untuk menganalisis komposisi hasil keseragaman, dan indeks dominansi serta parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian memperlihatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-f4cbe.webp" type="image/webp" length="99734" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-32eef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-f4cbe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/biologi-ikan-hiu-penanganan-hasil-tangkapan-spesie-thumb-24a8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Automation of Orchid Soil pH Using IoT Based Soil pH Sensor SKJ 001 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Automation of Orchid Soil pH Using IoT Based Soil pH Sensor SKJ 001 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Automation of Orchid Soil pH Using IoT Based Soil pH Sensor SKJ 001 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54026-evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi</link>
	<guid isPermaLink="false">39072e7eeea52b796e2952b0784ff6a0</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 21:33:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ deli serdang ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ ipomea spp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,deli,flag,ipomea,serdang,spp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem otomasi pH tanah yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti pengendalian kelembaban tanah, suhu, dan cahaya. Hal ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001): Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem otomasi pH tanah yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti pengendalian kelembaban tanah, suhu, dan cahaya. Hal ini dapat membantu menjaga kondisi optimal untuk pertumbuhan tanaman anggrek.2. Menerapkan sistem otomasi pH tanah ini pada skala yang lebih besar, seperti di kebun anggrek komersial atau di area pertanian yang luas. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu petani dalam mengelola pH tanah secara efisien dan efektif.3. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan kinerja sistem otomasi pH tanah, seperti meningkatkan akurasi sensor pH tanah, meningkatkan kecepatan respons sistem, dan meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani kondisi tanah yang bervariasi. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi lebih andal dan akurat dalam menjaga stabilitas pH tanah.. A soil pH automation system for orchid plants has been designed using the SKJ-001 soil pH sensor, the HC-SR04 ultrasonic sensor, a 5-volt pump, and a relay, utilizing the NodeMCU ESP32 microcontroller.The average accuracy value obtained is 98.606%, the average precision value is 99.176%, and the average error is 0.Based on the soil pH measurement data obtained using the SKJ-001 sensor, processed by programming through the Arduino IDE and Blynk, and compared to the VT-05 soil pH moisture meter, the instrument meets the eligibility standards with an error of less than 5%.The measurement data can be downloaded in CSV format through Blynk and processed using Excel.The operation of the soil pH automation system can be monitored through the Blynk application, which sends soil pH data, solution height, and pump activity notifications from the NodeMCU ESP32 microcontroller via the internet for real-time remote monitoring Proses pertumbuhan dan perkembangan anggrek cymbidium memerlukan pH tanah sekitar 5,5-6,5. Jika tidak, akan menyebabkan penyerapan nutrisi rendah, yang berakibat daun menjadi kuning dan pertumbuhan lambat, sedangkan pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan akar tanaman mati. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan desain otomasi pH tanah berbasis IoT menggunakan sensor pH tanah SKJ-001 untuk menjaga stabilitas pH tanah dan mengurangi kegagalan pertumbuhan dan perkembangan anggrek akibat pH tanah yang tidak stabil. Desain otomasi pH... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp 1x" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" alt="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp 1x" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" alt="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp 1x" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" alt="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54026-evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" target="_blank">Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem otomasi pH tanah yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti pengendalian kelembaban tanah, suhu, dan cahaya. Hal ini dapat membantu menjaga kondisi optimal untuk pertumbuhan tanaman anggrek.2. Menerapkan sistem otomasi pH tanah ini pada skala yang lebih besar, seperti di kebun anggrek komersial atau di area pertanian yang luas. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu petani dalam mengelola pH tanah secara efisien dan efektif.3. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan kinerja sistem otomasi pH tanah, seperti meningkatkan akurasi sensor pH tanah, meningkatkan kecepatan respons sistem, dan meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani kondisi tanah yang bervariasi. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi lebih andal dan akurat dalam menjaga stabilitas pH tanah..
<br>A soil pH automation system for orchid plants has been designed using the SKJ-001 soil pH sensor, the HC-SR04 ultrasonic sensor, a 5-volt pump, and a relay, utilizing the NodeMCU ESP32 microcontroller.The average accuracy value obtained is 98.606%, the average precision value is 99.176%, and the average error is 0.Based on the soil pH measurement data obtained using the SKJ-001 sensor, processed by programming through the Arduino IDE and Blynk, and compared to the VT-05 soil pH moisture meter, the instrument meets the eligibility standards with an error of less than 5%.The measurement data can be downloaded in CSV format through Blynk and processed using Excel.The operation of the soil pH automation system can be monitored through the Blynk application, which sends soil pH data, solution height, and pump activity notifications from the NodeMCU ESP32 microcontroller via the internet for real-time remote monitoring
<br>Proses pertumbuhan dan perkembangan anggrek cymbidium memerlukan pH tanah sekitar 5,5-6,5. Jika tidak, akan menyebabkan penyerapan nutrisi rendah, yang berakibat daun menjadi kuning dan pertumbuhan lambat, sedangkan pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan akar tanaman mati. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan desain otomasi pH tanah berbasis IoT menggunakan sensor pH tanah SKJ-001 untuk menjaga stabilitas pH tanah dan mengurangi kegagalan pertumbuhan dan perkembangan anggrek akibat pH tanah yang tidak stabil. Desain otomasi pH...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" type="image/webp" length="91028" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas Hatching Rate Siste Artemia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas Hatching Rate Siste Artemia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas Hatching Rate Siste Artemia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54024-pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas</link>
	<guid isPermaLink="false">d72942ebfe9daa7735f3eb8957657002</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 21:29:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lili suharli ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal ilmu ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,ilmu,jurnal,lili,scope,suharli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh proses dekapsulasi terhadap tingkat kelangsungan hidup (survival rate) serta komposisi nutrisi Artemia setelah menetas, sehingga dapat diketahui apakah metode dekapsulasi meningkatkan kualitas pakan bagi larva ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh proses dekapsulasi terhadap tingkat kelangsungan hidup (survival rate) serta komposisi nutrisi Artemia setelah menetas, sehingga dapat diketahui apakah metode dekapsulasi meningkatkan kualitas pakan bagi larva udang dan ikan. Selain itu, diperlukan studi untuk menentukan rentang salinitas optimal yang lebih luas, misalnya menguji salinitas 35Ac45 ppt serta variasi durasi perendaman dekapsulasi, guna memahami bagaimana kombinasi faktor tersebut memengaruhi laju penetasan dan pertumbuhan awal Artemia. Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan efektivitas bahan kimia dekapsulasi alternatif, seperti variasi konsentrasi kalium persulfat atau penggunaan agen enzimatik, terhadap tingkat hatching dan kesehatan embrio, sehingga dapat ditemukan prosedur yang lebih aman dan efisien. Seluruh penelitian ini sebaiknya menggunakan desain acak lengkap dengan replikasi yang memadai serta mengukur parameter kualitas air secara lebih detail, termasuk suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut, untuk mengurangi variabilitas hasil. Dengan mengintegrasikan hasil-hasil tersebut, diharapkan dapat dikembangkan protokol dekapsulasi yang optimal baik dari segi efisiensi penetasan maupun peningkatan nilai gizi Artemia sebagai pakan hidup.. Simpulan dari penelitian ini adalah proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan sistA artemia mempengaruhi hatching rate artemia.Perlakuan C penetasan artemia dengan proses dekapsulasi dan kadar salinitas 30 ppt mampu meningkatkan hatching rate sebesar 37,04% dari perlakuan kontrol Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas artemia dekapsulasi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A artemia dekapsulasi dengan salinitas 20 ppt, perlakuan B artemia dekapsulasi dengan salinitas 25 ppt, perlakuan C artemia dekapsulasi salinitas 30 ppt dan kontrol penetasan artemia non dekapsulasi salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antar perlakuan. Daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu Artemia dekapsulasi dengan salinitas 30 ppt sebesar 88,55%, daya tetas perlakuan B sebesar 68,51%, daya tetas perlakuan A sebesar 54,98%, dan kontrol menunjukkan daya tetas paling rendah yaitu sebesar 51,51%. Proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-95d4d.webp" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-95d4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-95d4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-95d4d.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" alt="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-c2133.webp" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-c2133.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-c2133.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-c2133.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" alt="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-30a03.webp" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-30a03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-30a03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-30a03.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" alt="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54024-pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas" title="JURIS - Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia" target="_blank">Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh proses dekapsulasi terhadap tingkat kelangsungan hidup (survival rate) serta komposisi nutrisi Artemia setelah menetas, sehingga dapat diketahui apakah metode dekapsulasi meningkatkan kualitas pakan bagi larva udang dan ikan. Selain itu, diperlukan studi untuk menentukan rentang salinitas optimal yang lebih luas, misalnya menguji salinitas 35Ac45 ppt serta variasi durasi perendaman dekapsulasi, guna memahami bagaimana kombinasi faktor tersebut memengaruhi laju penetasan dan pertumbuhan awal Artemia. Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan efektivitas bahan kimia dekapsulasi alternatif, seperti variasi konsentrasi kalium persulfat atau penggunaan agen enzimatik, terhadap tingkat hatching dan kesehatan embrio, sehingga dapat ditemukan prosedur yang lebih aman dan efisien. Seluruh penelitian ini sebaiknya menggunakan desain acak lengkap dengan replikasi yang memadai serta mengukur parameter kualitas air secara lebih detail, termasuk suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut, untuk mengurangi variabilitas hasil. Dengan mengintegrasikan hasil-hasil tersebut, diharapkan dapat dikembangkan protokol dekapsulasi yang optimal baik dari segi efisiensi penetasan maupun peningkatan nilai gizi Artemia sebagai pakan hidup..
<br>Simpulan dari penelitian ini adalah proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan sistA artemia mempengaruhi hatching rate artemia.Perlakuan C penetasan artemia dengan proses dekapsulasi dan kadar salinitas 30 ppt mampu meningkatkan hatching rate sebesar 37,04% dari perlakuan kontrol
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas artemia dekapsulasi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A artemia dekapsulasi dengan salinitas 20 ppt, perlakuan B artemia dekapsulasi dengan salinitas 25 ppt, perlakuan C artemia dekapsulasi salinitas 30 ppt dan kontrol penetasan artemia non dekapsulasi salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antar perlakuan. Daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu Artemia dekapsulasi dengan salinitas 30 ppt sebesar 88,55%, daya tetas perlakuan B sebesar 68,51%, daya tetas perlakuan A sebesar 54,98%, dan kontrol menunjukkan daya tetas paling rendah yaitu sebesar 51,51%. Proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-c2133.webp" type="image/webp" length="150276" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-95d4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-c2133.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/pengaruh-proses-daya-artemia-dekapsulasi-salinitas-thumb-30a03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon AKUDALON ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon AKUDALON ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon AKUDALON ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54025-budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-ika</link>
	<guid isPermaLink="false">f687d3a9c7ad17bfe230fbad48439957</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 21:26:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ leni maryani ]]></category>
	<category><![CDATA[ rico rico 11 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal ilmu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[11,ilmu,jurnal,leni,maryani,rico]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penggunaan berbagai jenis tanaman air lainnya, seperti selada air atau pak choi, terhadap kualitas air dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem akudalon, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi tanaman ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON): Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penggunaan berbagai jenis tanaman air lainnya, seperti selada air atau pak choi, terhadap kualitas air dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem akudalon, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi tanaman optimal untuk peningkatan produktivitas. Selain itu, penting untuk menilai keberlanjutan jangka panjang akudalon dengan memantau siklus daur ulang air dan keseimbangan nutrisi selama beberapa generasi ikan, guna memastikan stabilitas ekosistem mini dan mengurangi risiko akumulasi zat berbahaya. Selanjutnya, studi biayaAcmanfaat dan analisis skalabilitas akudalon pada konteks rumah tangga perkotaan versus usaha budidaya skala kecil perlu dilakukan untuk menilai kelayakan ekonomi, potensi adopsi sosial, serta faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam penerapan luas teknologi ini.. Teknik budidaya ikan lele dengan sistem akuaponik dalam galon (akudalon) yang dikombinasikan dengan sayuran kangkung menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (95,56A%) dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi (3,74A% per hari).Selain itu, waktu panen sayuran kangkung yang singkat (setiap 28 hari) menunjukkan efisiensi produksi yang tinggi.Oleh karena itu, akudalon berbasis kangkung berpotensi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan produksi ikan lele di lahan terbatas Penelitian ini mengadaptasi teknik akuaponik pada budidaya ikan lele dalam galon (akudalon) yang memanfaatkan galon bekas sekali pakai dan dapat diterapkan pada lahan sempit dengan penggunaan air minimal. Selama dua bulan, benih ikan lele berukuran 6Ac7Acm diteliti dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan: kontrol, serta akudalon dengan sayur kangkung, bayam Brazil, dan bayam, masingAcmasing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa akudalon dengan sayur kangkung memberikan TKH tertinggi (95,56A%), LPS tertinggi (3,74A% bobot tubuh/hari), serta panen sayur setiap 28 hari, menjadikannya solusi potensial bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi melalui budidaya simultan ikan dan sayuran. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-ba014.webp" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-ba014.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-ba014.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-ba014.webp 1x" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" alt="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-784d2.webp" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-784d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-784d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-784d2.webp 1x" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" alt="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-e532c.webp" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-e532c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-e532c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-e532c.webp 1x" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" alt="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54025-budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-ika" title="JURIS - Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)" target="_blank">Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON)</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penggunaan berbagai jenis tanaman air lainnya, seperti selada air atau pak choi, terhadap kualitas air dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem akudalon, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi tanaman optimal untuk peningkatan produktivitas. Selain itu, penting untuk menilai keberlanjutan jangka panjang akudalon dengan memantau siklus daur ulang air dan keseimbangan nutrisi selama beberapa generasi ikan, guna memastikan stabilitas ekosistem mini dan mengurangi risiko akumulasi zat berbahaya. Selanjutnya, studi biayaAcmanfaat dan analisis skalabilitas akudalon pada konteks rumah tangga perkotaan versus usaha budidaya skala kecil perlu dilakukan untuk menilai kelayakan ekonomi, potensi adopsi sosial, serta faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam penerapan luas teknologi ini..
<br>Teknik budidaya ikan lele dengan sistem akuaponik dalam galon (akudalon) yang dikombinasikan dengan sayuran kangkung menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (95,56A%) dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi (3,74A% per hari).Selain itu, waktu panen sayuran kangkung yang singkat (setiap 28 hari) menunjukkan efisiensi produksi yang tinggi.Oleh karena itu, akudalon berbasis kangkung berpotensi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan produksi ikan lele di lahan terbatas
<br>Penelitian ini mengadaptasi teknik akuaponik pada budidaya ikan lele dalam galon (akudalon) yang memanfaatkan galon bekas sekali pakai dan dapat diterapkan pada lahan sempit dengan penggunaan air minimal. Selama dua bulan, benih ikan lele berukuran 6Ac7Acm diteliti dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan: kontrol, serta akudalon dengan sayur kangkung, bayam Brazil, dan bayam, masingAcmasing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa akudalon dengan sayur kangkung memberikan TKH tertinggi (95,56A%), LPS tertinggi (3,74A% bobot tubuh/hari), serta panen sayur setiap 28 hari, menjadikannya solusi potensial bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi melalui budidaya simultan ikan dan sayuran.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-e532c.webp" type="image/webp" length="109772" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-ba014.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-784d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/budidaya-ikan-keramba-hasil-laut-lele-sangkuriang-thumb-e532c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan Survival Rate Benih Ikan Nila ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan Survival Rate Benih Ikan Nila ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan Survival Rate Benih Ikan Nila ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54018-kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba</link>
	<guid isPermaLink="false">7c647cb87d1004bd892d3f81c3303f7b</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 21:19:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ metode vitro ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot jackpot ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal ilmu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilmu,jackpot,jurnal,metode,slot,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan durasi pemberian tepung batang pisang pada pakan komersil untuk meningkatkan pertumbuhan dan respons imun ikan nila, dengan menguji rentang dosis mulai dari 10Ag hingga 50Ag per kilogram pakan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan Survival Rate Benih Ikan Nila: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan durasi pemberian tepung batang pisang pada pakan komersil untuk meningkatkan pertumbuhan dan respons imun ikan nila, dengan menguji rentang dosis mulai dari 10Ag hingga 50Ag per kilogram pakan selama periode pemeliharaan yang lebih panjang. Penelitian lain dapat menilai dampak penambahan tepung batang pisang terhadap komposisi mikrobiota usus dan aktivitas enzim pencernaan pada larva ikan nila, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme peningkatan efisiensi pakan dan kesehatan usus. Selain itu, uji coba lapangan pada sistem budidaya intensif dapat dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan penggunaan tepung batang pisang sebagai bahan tambahan pakan, termasuk analisis biaya manfaat serta potensi pengurangan penggunaan antibiotik dalam produksi ikan nila.. Penambahan tepung batang pisang pada pakan komersil dengan dosis 30Ag/kg pakan tidak meningkatkan kelangsungan hidup secara signifikan pada benih ikan nila.Selain itu, tidak terdapat pengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat dan panjang selama periode pemeliharaan 28Ahari.Meskipun demikian, penambahan tersebut memengaruhi kadar glukosa darah, menunjukkan adanya efek fisiologis yang memerlukan penelitian lebih lanjut Penambahan tepung pisang ambon dalam pakan komersil dapat meningkatkan status kesehatan ikan gurami secara signifikan karena kandungan senyawa imunostimulan dalam tepung batang pisang. Penelitian yang dilaksanakan selama 40 hari menggunakan benih ikan nila ukuran 3-5 cm dengan menggunakan metode rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pemberian tepung batang pisang yang dicoating pada pakan komersil (30 g/kg pakan) dengan lama pemeliharaan ikan nila selama 7 hari (P7) pemberian pakan pada pemeliharaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-29536.webp" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-29536.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-29536.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-29536.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" alt="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-47864.webp" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-47864.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-47864.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-47864.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" alt="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-0c886.webp" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-0c886.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-0c886.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-0c886.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" alt="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54018-kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila" target="_blank">Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan  Survival Rate Benih Ikan Nila</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan durasi pemberian tepung batang pisang pada pakan komersil untuk meningkatkan pertumbuhan dan respons imun ikan nila, dengan menguji rentang dosis mulai dari 10Ag hingga 50Ag per kilogram pakan selama periode pemeliharaan yang lebih panjang. Penelitian lain dapat menilai dampak penambahan tepung batang pisang terhadap komposisi mikrobiota usus dan aktivitas enzim pencernaan pada larva ikan nila, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme peningkatan efisiensi pakan dan kesehatan usus. Selain itu, uji coba lapangan pada sistem budidaya intensif dapat dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan penggunaan tepung batang pisang sebagai bahan tambahan pakan, termasuk analisis biaya manfaat serta potensi pengurangan penggunaan antibiotik dalam produksi ikan nila..
<br>Penambahan tepung batang pisang pada pakan komersil dengan dosis 30Ag/kg pakan tidak meningkatkan kelangsungan hidup secara signifikan pada benih ikan nila.Selain itu, tidak terdapat pengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat dan panjang selama periode pemeliharaan 28Ahari.Meskipun demikian, penambahan tersebut memengaruhi kadar glukosa darah, menunjukkan adanya efek fisiologis yang memerlukan penelitian lebih lanjut
<br>Penambahan tepung pisang ambon dalam pakan komersil dapat meningkatkan status kesehatan ikan gurami secara signifikan karena kandungan senyawa imunostimulan dalam tepung batang pisang. Penelitian yang dilaksanakan selama 40 hari menggunakan benih ikan nila ukuran 3-5 cm dengan menggunakan metode rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pemberian tepung batang pisang yang dicoating pada pakan komersil (30 g/kg pakan) dengan lama pemeliharaan ikan nila selama 7 hari (P7) pemberian pakan pada pemeliharaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-47864.webp" type="image/webp" length="96272" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-29536.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-47864.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/kombinasi-pisang-ambon-p0-pakan-komersil-limbah-ba-thumb-0c886.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan Geloina erosa Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu Kota Bengkulu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan Geloina erosa Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu Kota Bengkulu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan Geloina erosa Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu Kota Bengkulu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54023-kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove</link>
	<guid isPermaLink="false">52bab8120795762e8a6f61d6d66947a1</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 21:01:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sungai gelam ]]></category>
	<category><![CDATA[ eko harianto ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal ilmu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eko,gelam,harianto,ilmu,jurnal,sungai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana fluktuasi suhu dan salinitas tahunan memengaruhi siklus gonad Geloina erosa serta menentukan periode reproduksi optimal untuk mengurangi penangkapan pada fase belum matang; selanjutnya, studi molekuler ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana fluktuasi suhu dan salinitas tahunan memengaruhi siklus gonad Geloina erosa serta menentukan periode reproduksi optimal untuk mengurangi penangkapan pada fase belum matang; selanjutnya, studi molekuler dapat mengevaluasi perbedaan ekspresi gen pada tahap perkembangan gonad (TKG I, II, III) untuk memahami mekanisme regulasi reproduksi pada tingkat seluler; terakhir, penelitian eksperimental dengan desain kontrolActreatment dapat menguji efektivitas kebijakan batas ukuran tangkap minimum terhadap struktur umur, tingkat IKG, dan keberlanjutan populasi, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi manajemen perikanan berbasis ekosistem di muara mangrove.. Berdasarkan hasil penelitian, nilai IKG kerang lokan (Geloina erosa) jantan dan betina relatif seimbang, meskipun terdapat nilai.Distribusi TKG menunjukkan dominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi tingkat kematangan dari TKG I hingga TKG III.Hal ini mengindikasikan bahwa populasi berada dalam kondisi reproduktif aktif dengan pola pemijahan yang berlangsung secara bertahap dan tidak serentak Kerang lokan Geloina erosa merupakan bivalvia bernilai ekonomis yang banyak dimanfaatkan di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu. Peningkatan eksploitasi tanpa memperhatikan kondisi reproduksi berpotensi mengancam keberlanjutan populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik reproduksi G. erosa berdasarkan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Pengambilan sampel dilakukan pada MeiAeOktober 2023 di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Sampel dikumpulkan secara manual saat kondisi surut, selanjutnya dibawa ke Laboratorium Perikanan, Universitas Bengkulu untuk analisis lebih lanjut. Gonad diamati secara morfologis dan mikroskopis (100yAe400y) untuk menentukan jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad. Nilai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-53b3b.webp" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-53b3b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-53b3b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-53b3b.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" alt="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-6d61c.webp" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-6d61c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-6d61c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-6d61c.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" alt="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-5e4d6.webp" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-5e4d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-5e4d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-5e4d6.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" alt="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54023-kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove" title="JURIS - Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu" target="_blank">Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana fluktuasi suhu dan salinitas tahunan memengaruhi siklus gonad Geloina erosa serta menentukan periode reproduksi optimal untuk mengurangi penangkapan pada fase belum matang; selanjutnya, studi molekuler dapat mengevaluasi perbedaan ekspresi gen pada tahap perkembangan gonad (TKG I, II, III) untuk memahami mekanisme regulasi reproduksi pada tingkat seluler; terakhir, penelitian eksperimental dengan desain kontrolActreatment dapat menguji efektivitas kebijakan batas ukuran tangkap minimum terhadap struktur umur, tingkat IKG, dan keberlanjutan populasi, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi manajemen perikanan berbasis ekosistem di muara mangrove..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, nilai IKG kerang lokan (Geloina erosa) jantan dan betina relatif seimbang, meskipun terdapat nilai.Distribusi TKG menunjukkan dominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi tingkat kematangan dari TKG I hingga TKG III.Hal ini mengindikasikan bahwa populasi berada dalam kondisi reproduktif aktif dengan pola pemijahan yang berlangsung secara bertahap dan tidak serentak
<br>Kerang lokan Geloina erosa merupakan bivalvia bernilai ekonomis yang banyak dimanfaatkan di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu. Peningkatan eksploitasi tanpa memperhatikan kondisi reproduksi berpotensi mengancam keberlanjutan populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik reproduksi G. erosa berdasarkan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Pengambilan sampel dilakukan pada MeiAeOktober 2023 di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Sampel dikumpulkan secara manual saat kondisi surut, selanjutnya dibawa ke Laboratorium Perikanan, Universitas Bengkulu untuk analisis lebih lanjut. Gonad diamati secara morfologis dan mikroskopis (100yAe400y) untuk menentukan jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad. Nilai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-6d61c.webp" type="image/webp" length="89078" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-53b3b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-6d61c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/kematangan-gonad-geloina-erosa-reproduksi-mangrove-thumb-5e4d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Co Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel 1 DInSAR ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Co Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel 1 DInSAR ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Co Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel 1 DInSAR ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54029-analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-panjan</link>
	<guid isPermaLink="false">1bf6f42c541cb24ae9c591a6bcb28617</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 19:36:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ nc license ]]></category>
	<category><![CDATA[ rji logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,license,logo,nc,rji]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan hasil DInSAR. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan hasil DInSAR. Selain itu, studi komparatif yang menyelidiki pengaruh atmosfer dan noise pada akurasi pergeseran dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang batasan metode DInSAR. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi potensi DInSAR dalam mendeteksi deformasi permukaan yang terkait dengan peristiwa seismik moderat di daerah tektonik aktif lainnya dapat memberikan wawasan berharga tentang aplikasi metode ini dalam konteks yang berbeda.. Studi ini menunjukkan efektivitas Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) sebagai alat metodologis untuk mendeteksi dan memvisualisasikan deformasi permukaan tanah yang halus yang terkait dengan peristiwa seismik moderat.Dengan menerapkan DInSAR ke wilayah Padang Panjang setelah gempa bumi tanggal 2 Mei 2025, penelitian ini berhasil memetakan perubahan vertikal permukaan yang terlokalisasi, dengan deformasi yang paling menonjol terkonsentrasi di area episentral dari peristiwa M 4,8.Deformasi vertikal kumulatif yang terdeteksi sekitar -0,495 mm menunjukkan sensitivitas metode dalam menangkap deformasi skala kecil yang mungkin tidak mudah diamati melalui pengukuran berbasis darat konvensional.Tujuan utama penelitian ini - untuk mendemonstrasikan keterapan DInSAR untuk analisis deformasi permukaan pasca-gempa di pengaturan tektonik aktif - telah dicapai.Daripada memberikan interpretasi kuantitatif yang rinci tentang proses tektonik, hasil penelitian ini menekankan kemampuan metode untuk mengungkapkan pola deformasi spasial dan temporal dan asosiasinya dengan struktur geologi yang diketahui, seperti Sianok Fault.Perbandingan antara kondisi pra- dan pasca-gempa menunjukkan bagaimana DInSAR dapat menangkap perubahan yang terkait dengan akumulasi dan pelepasan stres dalam kerak, sehingga mendukung perannya sebagai pendekatan pemantauan dan analitis.Temuan ini memiliki implikasi penting untuk penilaian bahaya seismik dan pemantauan geofisika, karena DInSAR menawarkan teknik yang efektif biaya dan luas area untuk mengamati deformasi di daerah tektonik aktif seperti Sumatera Barat.Namun, penelitian ini tunduk pada batasan, termasuk jendela observasi temporal yang relatif singkat, magnitudo gempa yang kecil, dan efek atmosfer dan noise yang mungkin mempengaruhi akurasi pergeseran.Penelitian masa depan harus mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan signifikansi DInSAR sebagai kerangka metodologis yang andal untuk analisis deformasi permukaan dan kontribusinya yang potensial terhadap studi dan upaya mitigasi risiko terkait gempa bumi Studi ini menganalisis deformasi permukaan yang terkait dengan gempa bumi berkekuatan Mw 4,8 yang terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada tanggal 2 Mei 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan permukaan menggunakan Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) dengan citra Sentinel-1A dari Badan Antariksa Eropa. Analisis mencakup periode pra-gempa (8 April - 2 Mei 2025) dan periode pasca-gempa (2 Mei - 6 Juni 2025). Nilai deformasi mewakili pergeseran sepanjang arah Line of Sight (LOS) satelit. Hasil menunjukkan perubahan spasial yang jelas antara kedua periode. Sebelum gempa, area dekat episentrum menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-f5429.webp" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-f5429.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-f5429.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-f5429.webp 1x" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" alt="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-6b0b1.webp" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-6b0b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-6b0b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-6b0b1.webp 1x" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" alt="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-27cfa.webp" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-27cfa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-27cfa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-27cfa.webp 1x" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" alt="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54029-analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-panjan" title="JURIS - Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR" target="_blank">Co-Seismic Surface Deformation Associated with the 2 May 2025 Padang Panjang Earthquake Derived from Sentinel-1 DInSAR</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan hasil DInSAR. Selain itu, studi komparatif yang menyelidiki pengaruh atmosfer dan noise pada akurasi pergeseran dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang batasan metode DInSAR. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi potensi DInSAR dalam mendeteksi deformasi permukaan yang terkait dengan peristiwa seismik moderat di daerah tektonik aktif lainnya dapat memberikan wawasan berharga tentang aplikasi metode ini dalam konteks yang berbeda..
<br>Studi ini menunjukkan efektivitas Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) sebagai alat metodologis untuk mendeteksi dan memvisualisasikan deformasi permukaan tanah yang halus yang terkait dengan peristiwa seismik moderat.Dengan menerapkan DInSAR ke wilayah Padang Panjang setelah gempa bumi tanggal 2 Mei 2025, penelitian ini berhasil memetakan perubahan vertikal permukaan yang terlokalisasi, dengan deformasi yang paling menonjol terkonsentrasi di area episentral dari peristiwa M 4,8.Deformasi vertikal kumulatif yang terdeteksi sekitar -0,495 mm menunjukkan sensitivitas metode dalam menangkap deformasi skala kecil yang mungkin tidak mudah diamati melalui pengukuran berbasis darat konvensional.Tujuan utama penelitian ini - untuk mendemonstrasikan keterapan DInSAR untuk analisis deformasi permukaan pasca-gempa di pengaturan tektonik aktif - telah dicapai.Daripada memberikan interpretasi kuantitatif yang rinci tentang proses tektonik, hasil penelitian ini menekankan kemampuan metode untuk mengungkapkan pola deformasi spasial dan temporal dan asosiasinya dengan struktur geologi yang diketahui, seperti Sianok Fault.Perbandingan antara kondisi pra- dan pasca-gempa menunjukkan bagaimana DInSAR dapat menangkap perubahan yang terkait dengan akumulasi dan pelepasan stres dalam kerak, sehingga mendukung perannya sebagai pendekatan pemantauan dan analitis.Temuan ini memiliki implikasi penting untuk penilaian bahaya seismik dan pemantauan geofisika, karena DInSAR menawarkan teknik yang efektif biaya dan luas area untuk mengamati deformasi di daerah tektonik aktif seperti Sumatera Barat.Namun, penelitian ini tunduk pada batasan, termasuk jendela observasi temporal yang relatif singkat, magnitudo gempa yang kecil, dan efek atmosfer dan noise yang mungkin mempengaruhi akurasi pergeseran.Penelitian masa depan harus mengintegrasikan data seri waktu yang lebih panjang, dataset SAR resolusi tinggi, dan informasi geodetik atau geologi komplementer untuk memperkuat interpretasi dan meningkatkan kekokohan.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan signifikansi DInSAR sebagai kerangka metodologis yang andal untuk analisis deformasi permukaan dan kontribusinya yang potensial terhadap studi dan upaya mitigasi risiko terkait gempa bumi
<br>Studi ini menganalisis deformasi permukaan yang terkait dengan gempa bumi berkekuatan Mw 4,8 yang terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada tanggal 2 Mei 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan permukaan menggunakan Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) dengan citra Sentinel-1A dari Badan Antariksa Eropa. Analisis mencakup periode pra-gempa (8 April - 2 Mei 2025) dan periode pasca-gempa (2 Mei - 6 Juni 2025). Nilai deformasi mewakili pergeseran sepanjang arah Line of Sight (LOS) satelit. Hasil menunjukkan perubahan spasial yang jelas antara kedua periode. Sebelum gempa, area dekat episentrum menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-f5429.webp" type="image/webp" length="105454" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-f5429.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-6b0b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/3/analisis-deformasi-dinsar-gempa-bumi-padang-sentin-thumb-27cfa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54027-penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar</link>
	<guid isPermaLink="false">65760a0767ffa05fcc73866a81fbd867</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 19:28:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ banyuasin ii ]]></category>
	<category><![CDATA[ dina melinda ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurnal ilmu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[banyuasin,dina,ii,ilmu,jurnal,melinda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan teknik DNA barcoding bersama analisis genetik populasi dapat membantu mengungkap struktur genetik serta tingkat diversitas antar populasi ikan putak di tiga kabupaten, memberikan wawasan tentang konektivitas dan potensi isolasi genetik. Selanjutnya, studi komprehensif mengenai faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, dan kecepatan aliran air dapat dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan hubungan sebabAcakibat antara kondisi habitat dan karakteristik morfometrik, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi upaya konservasi dan pengelolaan stok ikan putak yang lebih efektif.. Karakteristik morfometrik ikan putak di ketiga stasiun menunjukkan adanya variasi status pertumbuhan, termasuk alometrik positif, negatif, dan isometrik, dengan korelasi yang bervariasi antara kuat, sedang, dan lemah.Karakteristik meristik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar stasiun.Rasio jenis kelamin tidak seimbang di stasiun 1 dan 3 (1.0,25), sementara di stasiun 2 rasio mendekati keseimbangan (1 Perbedaan kondisi lingkungan tempat hidup ikan putak Notopterus notopterus dapat mempengaruhi distribusi dan variasi morfologi ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik morfometrik, meristik dan nisbah kelain Ikan putak di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Ikan putak sebagai objek penelitian. Pengambilan sampel ikan putak dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun tempat pengambilan sampel, yaitu stasiun 1 penampungan ikan putak yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" alt="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" alt="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" alt="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54027-penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" target="_blank">Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan teknik DNA barcoding bersama analisis genetik populasi dapat membantu mengungkap struktur genetik serta tingkat diversitas antar populasi ikan putak di tiga kabupaten, memberikan wawasan tentang konektivitas dan potensi isolasi genetik. Selanjutnya, studi komprehensif mengenai faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, dan kecepatan aliran air dapat dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan hubungan sebabAcakibat antara kondisi habitat dan karakteristik morfometrik, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi upaya konservasi dan pengelolaan stok ikan putak yang lebih efektif..
<br>Karakteristik morfometrik ikan putak di ketiga stasiun menunjukkan adanya variasi status pertumbuhan, termasuk alometrik positif, negatif, dan isometrik, dengan korelasi yang bervariasi antara kuat, sedang, dan lemah.Karakteristik meristik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar stasiun.Rasio jenis kelamin tidak seimbang di stasiun 1 dan 3 (1.0,25), sementara di stasiun 2 rasio mendekati keseimbangan (1
<br>Perbedaan kondisi lingkungan tempat hidup ikan putak Notopterus notopterus dapat mempengaruhi distribusi dan variasi morfologi ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik morfometrik, meristik dan nisbah kelain Ikan putak di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Ikan putak sebagai objek penelitian. Pengambilan sampel ikan putak dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun tempat pengambilan sampel, yaitu stasiun 1 penampungan ikan putak yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" type="image/webp" length="101578" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efforts To Prepare A Disaster Ready Campus By Improving Nursing Students Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efforts To Prepare A Disaster Ready Campus By Improving Nursing Students Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efforts To Prepare A Disaster Ready Campus By Improving Nursing Students Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54014-tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajar</link>
	<guid isPermaLink="false">363cf5710fc1f8439628022d9afef260</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 19:22:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ one search ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[one,search,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas Tabletop Disaster Exercise dibandingkan dengan metode simulasi lain seperti simulasi berbasis laboratorium atau virtual reality untuk menentukan pendekatan paling efisien dalam meningkatkan kesiapsiagaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students' Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas Tabletop Disaster Exercise dibandingkan dengan metode simulasi lain seperti simulasi berbasis laboratorium atau virtual reality untuk menentukan pendekatan paling efisien dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang melacak retensi pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan selama beberapa semester atau tahun setelah intervensi, guna menilai keberlanjutan dampak TDE. Akhirnya, penelitian multiAcinstitusi dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi di wilayah dengan tingkat risiko bencana yang berbeda dapat memperluas generalisasi temuan serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi TDE pada skala yang lebih luas.. Berdasarkan hasil penelitian, skor kesiapsiagaan sebelum intervensi TDE berada pada rentang minimum 58 dan maksimum 75, sedangkan setelah intervensi TDE meningkat menjadi rentang minimum 68 dan maksimum 89.Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada skor kesiapsiagaan (p = 0.Oleh karena itu, metode Tabletop Disaster Exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang tinggi; oleh karena itu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini sangat penting, termasuk di institusi pendidikan tinggi. Mahasiswa keperawatan, sebagai calon tenaga kesehatan, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk merespons situasi bencana secara efektif. Metode pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan adalah Tabletop Disaster Exercise (TDE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode TDE terhadap kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain praAceksperimental dengan pendekatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-d4b06.webp" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-d4b06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-d4b06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-d4b06.webp 1x" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" alt="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-61b36.webp" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-61b36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-61b36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-61b36.webp 1x" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" alt="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-800bc.webp" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-800bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-800bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-800bc.webp 1x" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" alt="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54014-tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajar" title="JURIS - Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students&#039; Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method" target="_blank">Efforts To Prepare A Disaster-Ready Campus By Improving Nursing Students' Readiness By Implementing The Tabletop Disaster Exercise Method</a>: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas Tabletop Disaster Exercise dibandingkan dengan metode simulasi lain seperti simulasi berbasis laboratorium atau virtual reality untuk menentukan pendekatan paling efisien dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang melacak retensi pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan selama beberapa semester atau tahun setelah intervensi, guna menilai keberlanjutan dampak TDE. Akhirnya, penelitian multiAcinstitusi dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi di wilayah dengan tingkat risiko bencana yang berbeda dapat memperluas generalisasi temuan serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi TDE pada skala yang lebih luas..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, skor kesiapsiagaan sebelum intervensi TDE berada pada rentang minimum 58 dan maksimum 75, sedangkan setelah intervensi TDE meningkat menjadi rentang minimum 68 dan maksimum 89.Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada skor kesiapsiagaan (p = 0.Oleh karena itu, metode Tabletop Disaster Exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan
<br>Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang tinggi; oleh karena itu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini sangat penting, termasuk di institusi pendidikan tinggi. Mahasiswa keperawatan, sebagai calon tenaga kesehatan, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk merespons situasi bencana secara efektif. Metode pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan adalah Tabletop Disaster Exercise (TDE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode TDE terhadap kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain praAceksperimental dengan pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-800bc.webp" type="image/webp" length="97896" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-d4b06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-61b36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/tahan-bencana-komunikasi-risiko-pembelajaran-mahas-thumb-800bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6669-akperrspadjakarta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16216-journal-educational-nursing-jen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54015-mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">4c2412422bd63362ef9cea921203f501</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 18:55:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ one search ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[one,search,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efek Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan praAcbencana dengan melakukan penilaian longitudinal selama satu hingga dua tahun setelah intervensi, sehingga dapat mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efek Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan praAcbencana dengan melakukan penilaian longitudinal selama satu hingga dua tahun setelah intervensi, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan yang tercapai bersifat tahan lama dan bagaimana faktorAcfaktor lingkungan memengaruhi retensi pengetahuan. Selain itu, studi komparatif antara mahasiswa kebidanan dengan mahasiswa bidang kesehatan lain, seperti keperawatan atau kesehatan masyarakat, dapat menguji apakah metode Service Learning menghasilkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang serupa atau berbeda antar disiplin, serta menilai peran kolaborasi interprofesional dalam memperkuat kompetensi kesiapsiagaan bencana. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan dan menguji varian Service Learning berbasis teknologi digital, misalnya melalui simulasi daring, aplikasi mobile, atau platform virtual reality, untuk menilai efektivitasnya dalam kondisi terbatas akses lapangan, serta mempelajari pengaruhnya terhadap kemampuan praktis, perilaku respons bencana, dan motivasi belajar mahasiswa dalam konteks pendidikan kebidanan modern. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas bukti empiris mengenai efektivitas Service Learning dan memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum kebidanan yang adaptif terhadap tantangan bencana di masa depan.. Service learning dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan praAcbencana pada mahasiswa kebidanan melalui integrasi pengalaman akademik di lapangan, pembelajaran kritis, dan refleksi.Penerapan metode ini diharapkan mendukung pengembangan mahasiswa tenaga kesehatan prospektif yang siap berperan dalam upaya mitigasi dan respons bencana di komunitas Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga kesiapsiagaan bencana menjadi kompetensi penting bagi tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa kebidanan sebagai calon bidan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan praAcbencana adalah Service Learning. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan praAcbencana pada mahasiswa Program Studi Kebidanan S1 di STIKes RSPAD Gatot Soebroto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasiAceksperimental dengan pendekatan pretestAcposttest kontrol grup. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dengan teknik total sampling. Hasil: Nilai rataAcrata pengetahuan mahasiswa meningkat dari 78,33AAA16,681 sebelum intervensi menjadi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-33a5e.webp" title="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-33a5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-33a5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-33a5e.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" alt="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-31ede.webp" title="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-31ede.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-31ede.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-31ede.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" alt="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54015-mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-ma" title="JURIS - The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" target="_blank">The Effectiveness of the Service Learning Method on Pre-Disaster Preparedness in Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efek Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan praAcbencana dengan melakukan penilaian longitudinal selama satu hingga dua tahun setelah intervensi, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan yang tercapai bersifat tahan lama dan bagaimana faktorAcfaktor lingkungan memengaruhi retensi pengetahuan. Selain itu, studi komparatif antara mahasiswa kebidanan dengan mahasiswa bidang kesehatan lain, seperti keperawatan atau kesehatan masyarakat, dapat menguji apakah metode Service Learning menghasilkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang serupa atau berbeda antar disiplin, serta menilai peran kolaborasi interprofesional dalam memperkuat kompetensi kesiapsiagaan bencana. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan dan menguji varian Service Learning berbasis teknologi digital, misalnya melalui simulasi daring, aplikasi mobile, atau platform virtual reality, untuk menilai efektivitasnya dalam kondisi terbatas akses lapangan, serta mempelajari pengaruhnya terhadap kemampuan praktis, perilaku respons bencana, dan motivasi belajar mahasiswa dalam konteks pendidikan kebidanan modern. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas bukti empiris mengenai efektivitas Service Learning dan memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum kebidanan yang adaptif terhadap tantangan bencana di masa depan..
<br>Service learning dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan praAcbencana pada mahasiswa kebidanan melalui integrasi pengalaman akademik di lapangan, pembelajaran kritis, dan refleksi.Penerapan metode ini diharapkan mendukung pengembangan mahasiswa tenaga kesehatan prospektif yang siap berperan dalam upaya mitigasi dan respons bencana di komunitas
<br>Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga kesiapsiagaan bencana menjadi kompetensi penting bagi tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa kebidanan sebagai calon bidan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan praAcbencana adalah Service Learning. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan praAcbencana pada mahasiswa Program Studi Kebidanan S1 di STIKes RSPAD Gatot Soebroto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasiAceksperimental dengan pendekatan pretestAcposttest kontrol grup. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dengan teknik total sampling. Hasil: Nilai rataAcrata pengetahuan mahasiswa meningkat dari 78,33AAA16,681 sebelum intervensi menjadi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-31ede.webp" type="image/webp" length="100278" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-33a5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/mahasiswa-program-kebidanan-loyalitas-service-lear-thumb-31ede.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6669-akperrspadjakarta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16216-journal-educational-nursing-jen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54008-kualitas-data-efisiensi-teknik-augme</link>
	<guid isPermaLink="false">adcd1e351eec29ad1ac2712ad26341fe</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 18:05:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan model deep learning seperti LSTM atau BERT untuk meningkatkan kemampuan identifikasi sentimen netral pada ulasan aplikasi JMO, mengingat keterbatasan data netral yang memengaruhi performa model Nayve ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan model deep learning seperti LSTM atau BERT untuk meningkatkan kemampuan identifikasi sentimen netral pada ulasan aplikasi JMO, mengingat keterbatasan data netral yang memengaruhi performa model Nayve Bayes. Selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan teknik augmentasi data atau mengumpulkan lebih banyak ulasan netral melalui periode waktu yang lebih panjang guna menyeimbangkan distribusi kelas dan memperbaiki akurasi keseluruhan. Terakhir, studi komparatif antara model monolingual dan multilinguial yang mengintegrasikan ulasan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dapat memberikan wawasan tentang pengaruh bahasa terhadap akurasi analisis sentimen, sehingga dapat menghasilkan sistem yang lebih robust untuk aplikasi JMO.. Penelitian ini berhasil menganalisis sentimen ulasan pengguna aplikasi JMO di Google Play Store dengan Nayve Bayes, menemukan bahwa 74,1% ulasan positif, 25,9% negatif, dan sedikit ulasan netral.Preprocessing seperti text cleaning, penghapusan stopwords, dan stemming meningkatkan kualitas data secara signifikan.Model Nayve Bayes mencapai akurasi 86,06% untuk kelas positif dan negatif namun kurang efektif pada kelas netral, menekankan pentingnya keseimbangan data antar kategori Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, aplikasi mobile telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang menyediakan layanan bagi pengguna Jamsostek. Ulasan pengguna di platform seperti Google Play Store sering kali menjadi sumber informasi penting yang mencerminkan kualitas dan kepuasan pengguna terhadap aplikasi. Namun, untuk dapat memahami sentimen yang terkandung dalam ulasan tersebut secara otomatis, diperlukan metode analisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-6b0a8.webp" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-6b0a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-6b0a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-6b0a8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" alt="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-ffbd5.webp" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-ffbd5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-ffbd5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-ffbd5.webp 1x" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" alt="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-87abe.webp" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-87abe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-87abe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-87abe.webp 1x" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" alt="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54008-kualitas-data-efisiensi-teknik-augme" title="JURIS - Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes" target="_blank">Analisis Sentimen Terhadap Pengguna Aplikasi Jamsostek Mobile Pada Google Play Store Menggunakan Metode Nayve Bayes</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan model deep learning seperti LSTM atau BERT untuk meningkatkan kemampuan identifikasi sentimen netral pada ulasan aplikasi JMO, mengingat keterbatasan data netral yang memengaruhi performa model Nayve Bayes. Selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan teknik augmentasi data atau mengumpulkan lebih banyak ulasan netral melalui periode waktu yang lebih panjang guna menyeimbangkan distribusi kelas dan memperbaiki akurasi keseluruhan. Terakhir, studi komparatif antara model monolingual dan multilinguial yang mengintegrasikan ulasan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dapat memberikan wawasan tentang pengaruh bahasa terhadap akurasi analisis sentimen, sehingga dapat menghasilkan sistem yang lebih robust untuk aplikasi JMO..
<br>Penelitian ini berhasil menganalisis sentimen ulasan pengguna aplikasi JMO di Google Play Store dengan Nayve Bayes, menemukan bahwa 74,1% ulasan positif, 25,9% negatif, dan sedikit ulasan netral.Preprocessing seperti text cleaning, penghapusan stopwords, dan stemming meningkatkan kualitas data secara signifikan.Model Nayve Bayes mencapai akurasi 86,06% untuk kelas positif dan negatif namun kurang efektif pada kelas netral, menekankan pentingnya keseimbangan data antar kategori
<br>Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, aplikasi mobile telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang menyediakan layanan bagi pengguna Jamsostek. Ulasan pengguna di platform seperti Google Play Store sering kali menjadi sumber informasi penting yang mencerminkan kualitas dan kepuasan pengguna terhadap aplikasi. Namun, untuk dapat memahami sentimen yang terkandung dalam ulasan tersebut secara otomatis, diperlukan metode analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-ffbd5.webp" type="image/webp" length="87164" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-6b0a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-ffbd5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/kualitas-data-efisiensi-teknik-augmentasi-deep-lea-thumb-87abe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5874-likmi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19090-informatika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Development of a Field Simulation Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of a Field Simulation Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of a Field Simulation Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54013-integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap</link>
	<guid isPermaLink="false">cf2703b7afa0891d831d5b537734d5a6</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:50:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ one search ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[one,search,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi multi-pusat yang dikendalikan secara acak di berbagai wilayah geografis untuk mengonfirmasi validitas eksternal modul. Pelacakan longitudinal terhadap penurunan tingkat kompetensi respons bencana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi multi-pusat yang dikendalikan secara acak di berbagai wilayah geografis untuk mengonfirmasi validitas eksternal modul. Pelacakan longitudinal terhadap penurunan tingkat kompetensi respons bencana selama interval enam bulan atau lebih akan membantu menetapkan jadwal optimal untuk pelatihan penyegaran. Selain itu, iterasi modul yang akan datang harus mengintegrasikan teknologi imersif biaya rendah yang muncul, seperti realitas virtual hibrida atau lapisan realitas augmented field, untuk meningkatkan realisme skenario triase darurat tanpa biaya logistik yang prohibitif.. Penelitian ini berhasil memvalidasi hipotesis bahwa kerangka belajar berbasis pengalaman secara signifikan mempercepat pemahaman teoritis dan kesiapan psikomotorik mengenai Paket Pelayanan Awal (PPAM) Kesehatan Reproduksi bagi mahasiswa kebidanan tingkat akhir.Melalui penerapan struktural kerangka ADDIE, penelitian ini mengembangkan modul instruksional berbasis simulasi lapangan yang diverifikasi oleh panel ahli independen sebagai sangat valid dan layak secara instruksional.Pengujian lapangan empiris secara meyakinkan menunjukkan bahwa integrasi modul ini dengan simulasi taktis outdoor menghasilkan hasil pedagogis yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan model kelas konvensional yang berbasis konsep.Data kuantitatif mengonfirmasi peningkatan yang signifikan, secara statistik, dalam retensi pengetahuan kognitif (89,4 A 4,8.p < 0,001) dan keterampilan eksekusi psikomotorik (91,2 A 3,9.Pendekatan simulasi lapangan ini menjembatani kesenjangan yang lama antara instruksi dan dinamika bencana dunia nyata, memungkinkan mahasiswa untuk mengelola triase maternal yang cepat, menjaga privasi klinis dalam tempat penampungan darurat, dan mengkoordinasikan logistik yang kompleks di bawah tekanan.Modul yang baru dirancang ini terbukti sebagai media pendidikan yang efektif, dapat diperluas, dan sangat layak.Pengadopsian kurikulum berbasis simulasi ini dalam pendidikan kebidanan sangat penting untuk mengembangkan tenaga kesehatan yang tangguh dan siap lapangan, mampu secara aktif mengurangi mortalitas maternal dan neonatal yang dapat dicegah selama fase akut kritis krisis kemanusiaan Paket Pelayanan Awal (PPAM) Kesehatan Reproduksi pada Situasi Darurat Bencana adalah intervensi bencana kritis yang membutuhkan kesiapan kognitif dan psikomotorik yang kuat dari mahasiswa kebidanan. Namun, pendidikan tradisional seringkali gagal mereplikasi dinamika bencana dunia nyata yang kacau. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi modul MISP Kesehatan Reproduksi berbasis simulasi lapangan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa kebidanan tingkat akhir. Pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang dipandu oleh kerangka ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi) digunakan dalam fase implementasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-c55a8.webp" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-c55a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-c55a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-c55a8.webp 1x" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" alt="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-a19f0.webp" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-a19f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-a19f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-a19f0.webp 1x" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" alt="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-4ebc8.webp" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-4ebc8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-4ebc8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-4ebc8.webp 1x" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" alt="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54013-integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap" title="JURIS - Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto" target="_blank">Development of a Field Simulation-Based MISP for Reproductive Health Module for Undergraduate Midwifery Students at STIKES RSPAD Gatot Soebroto</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi multi-pusat yang dikendalikan secara acak di berbagai wilayah geografis untuk mengonfirmasi validitas eksternal modul. Pelacakan longitudinal terhadap penurunan tingkat kompetensi respons bencana selama interval enam bulan atau lebih akan membantu menetapkan jadwal optimal untuk pelatihan penyegaran. Selain itu, iterasi modul yang akan datang harus mengintegrasikan teknologi imersif biaya rendah yang muncul, seperti realitas virtual hibrida atau lapisan realitas augmented field, untuk meningkatkan realisme skenario triase darurat tanpa biaya logistik yang prohibitif..
<br>Penelitian ini berhasil memvalidasi hipotesis bahwa kerangka belajar berbasis pengalaman secara signifikan mempercepat pemahaman teoritis dan kesiapan psikomotorik mengenai Paket Pelayanan Awal (PPAM) Kesehatan Reproduksi bagi mahasiswa kebidanan tingkat akhir.Melalui penerapan struktural kerangka ADDIE, penelitian ini mengembangkan modul instruksional berbasis simulasi lapangan yang diverifikasi oleh panel ahli independen sebagai sangat valid dan layak secara instruksional.Pengujian lapangan empiris secara meyakinkan menunjukkan bahwa integrasi modul ini dengan simulasi taktis outdoor menghasilkan hasil pedagogis yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan model kelas konvensional yang berbasis konsep.Data kuantitatif mengonfirmasi peningkatan yang signifikan, secara statistik, dalam retensi pengetahuan kognitif (89,4 A 4,8.p < 0,001) dan keterampilan eksekusi psikomotorik (91,2 A 3,9.Pendekatan simulasi lapangan ini menjembatani kesenjangan yang lama antara instruksi dan dinamika bencana dunia nyata, memungkinkan mahasiswa untuk mengelola triase maternal yang cepat, menjaga privasi klinis dalam tempat penampungan darurat, dan mengkoordinasikan logistik yang kompleks di bawah tekanan.Modul yang baru dirancang ini terbukti sebagai media pendidikan yang efektif, dapat diperluas, dan sangat layak.Pengadopsian kurikulum berbasis simulasi ini dalam pendidikan kebidanan sangat penting untuk mengembangkan tenaga kesehatan yang tangguh dan siap lapangan, mampu secara aktif mengurangi mortalitas maternal dan neonatal yang dapat dicegah selama fase akut kritis krisis kemanusiaan
<br>Paket Pelayanan Awal (PPAM) Kesehatan Reproduksi pada Situasi Darurat Bencana adalah intervensi bencana kritis yang membutuhkan kesiapan kognitif dan psikomotorik yang kuat dari mahasiswa kebidanan. Namun, pendidikan tradisional seringkali gagal mereplikasi dinamika bencana dunia nyata yang kacau. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi modul MISP Kesehatan Reproduksi berbasis simulasi lapangan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa kebidanan tingkat akhir. Pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang dipandu oleh kerangka ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi) digunakan dalam fase implementasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-c55a8.webp" type="image/webp" length="118952" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-c55a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-a19f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/integrasi-modul-stem-gudang-respons-bencana-kesiap-thumb-4ebc8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6669-akperrspadjakarta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16216-journal-educational-nursing-jen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 11 Jul 2026 00:27:55 +0700. 12 items. Served in: 2.792 seconds [rss] -->
