<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 16:47:12 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:47:12 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-23T16:47:12+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68659-wali-hakim-kedudukan-nikah-malojon</link>
	<guid isPermaLink="false">9830ed4dddd2e65c8c90eb20fcbc5ddd</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ahmad sanusi ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ rifatil qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan MUI terhadap praktik Malojongkon Boru di daerah lain untuk membandingkan penerapan hukum agama. Selanjutnya, studi tentang peran teknologi dalam mempercepat proses peralihan wali nikah dapat dikembangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan MUI terhadap praktik Malojongkon Boru di daerah lain untuk membandingkan penerapan hukum agama. Selanjutnya, studi tentang peran teknologi dalam mempercepat proses peralihan wali nikah dapat dikembangkan untuk mengurangi konflik antara keluarga dan masyarakat. Terakhir, penelitian tentang pengaruh perubahan sosial terhadap tradisi Malojongkon Boru dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi norma adat dengan dinamika masyarakat modern.. Penelitian ini menunjukkan bahwa peralihan wali nasab ke wali hakim dalam praktik Malojongkon Boru dilakukan sesuai dengan prinsip hukum Islam.MUI dan Tokoh Adat memandang proses peralihan tersebut sah selama memenuhi syarat yang ditentukan.Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan sistem ini, seperti ketidaksepahaman masyarakat terhadap aturan agama dan adat.Penelitian ini juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara norma agama dan budaya dalam mengatur pernikahan Salah satu masalah yang sering terjadi dalam pernikahan adalah menyangkut akad nikah yang kadang sampai berhari-hari belum terlaksana. Hal ini terjadi disebabkan seorang wali tidak mau menikahkan anak perempunnya karena tidak menyetujui pernikahan tersebut. Sehingga sering terjadi praktik Malojongkon Boru sebagai cara untuk mendapatkan restu dari wali atau ayah perempuan tersebut. Pokok pembahasan untuk penelitian ini adalah peralihan wali nasab ke wali hakim pada praktik Malojongkon Boru. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tokoh Adat tentang peralihan wali nasab ke wali hakim pada praktik pernikahan Malojongkon Boru. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif. Sumber datanya terbagi menjadi dua macam, yakni data lapangan sebagai data primer... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp 1x" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" alt="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp 1x" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" alt="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp 1x" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" alt="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68659-wali-hakim-kedudukan-nikah-malojon" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" target="_blank">Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan MUI terhadap praktik Malojongkon Boru di daerah lain untuk membandingkan penerapan hukum agama. Selanjutnya, studi tentang peran teknologi dalam mempercepat proses peralihan wali nikah dapat dikembangkan untuk mengurangi konflik antara keluarga dan masyarakat. Terakhir, penelitian tentang pengaruh perubahan sosial terhadap tradisi Malojongkon Boru dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi norma adat dengan dinamika masyarakat modern..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa peralihan wali nasab ke wali hakim dalam praktik Malojongkon Boru dilakukan sesuai dengan prinsip hukum Islam.MUI dan Tokoh Adat memandang proses peralihan tersebut sah selama memenuhi syarat yang ditentukan.Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan sistem ini, seperti ketidaksepahaman masyarakat terhadap aturan agama dan adat.Penelitian ini juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara norma agama dan budaya dalam mengatur pernikahan
<br>Salah satu masalah yang sering terjadi dalam pernikahan adalah menyangkut akad nikah yang kadang sampai berhari-hari belum terlaksana. Hal ini terjadi disebabkan seorang wali tidak mau menikahkan anak perempunnya karena tidak menyetujui pernikahan tersebut. Sehingga sering terjadi praktik Malojongkon Boru sebagai cara untuk mendapatkan restu dari wali atau ayah perempuan tersebut. Pokok pembahasan untuk penelitian ini adalah peralihan wali nasab ke wali hakim pada praktik Malojongkon Boru. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tokoh Adat tentang peralihan wali nasab ke wali hakim pada praktik pernikahan Malojongkon Boru. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif. Sumber datanya terbagi menjadi dua macam, yakni data lapangan sebagai data primer...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" type="image/webp" length="93832" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post Covid 19 Reflection ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post Covid 19 Reflection ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post Covid 19 Reflection ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68655-antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-co</link>
	<guid isPermaLink="false">646a4947adb8a1f2deb274d0b2bcda42</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ fethullah g ]]></category>
	<category><![CDATA[ living qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection: 1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka fikih pandemic yang mengintegrasikan prinsip maqAid al-syarah dengan data epidemiologis modern untuk memperkuat respons kebijakan publik.. Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tentang wabah memiliki fleksibilitas yang memungkinkan interpretasi kontekstual dalam menghadapi krisis kesehatan.Perbedaan implementasi fatwa dipengaruhi oleh pendekatan tekstualis dan maqAid al-syarah.Studi kasus di Sumatera Utara menggarisbawahi pentingnya adaptasi nalar hukum Islam dalam merespons tantangan global.Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup analisis perbandingan regional, evaluasi dampak dinamika sosial, serta pengembangan kerangka fikih pandemic yang lebih inklusif Pandemi COVID-19 memunculkan berbagai persoalan teologis dan hukum Islam, terutama terkait pelaksanaan ibadah berjamaah serta penerapan kebijakan kesehatan publik di kalangan umat Islam. Meskipun hadis-hadis tentang wabah telah lama menjadi rujukan normatif dalam fikih Islam, interpretasi kontemporer dan implementasinya dalam fatwa serta praktik keagamaan di tingkat lokal masih belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas hadis-hadis Nabi Muhammad tentang wabah serta implementasinya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp 1x" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" alt="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp 1x" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" alt="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp 1x" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" alt="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68655-antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-co" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" target="_blank">The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection</a>: 1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka fikih pandemic yang mengintegrasikan prinsip maqAid al-syarah dengan data epidemiologis modern untuk memperkuat respons kebijakan publik..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tentang wabah memiliki fleksibilitas yang memungkinkan interpretasi kontekstual dalam menghadapi krisis kesehatan.Perbedaan implementasi fatwa dipengaruhi oleh pendekatan tekstualis dan maqAid al-syarah.Studi kasus di Sumatera Utara menggarisbawahi pentingnya adaptasi nalar hukum Islam dalam merespons tantangan global.Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup analisis perbandingan regional, evaluasi dampak dinamika sosial, serta pengembangan kerangka fikih pandemic yang lebih inklusif
<br>Pandemi COVID-19 memunculkan berbagai persoalan teologis dan hukum Islam, terutama terkait pelaksanaan ibadah berjamaah serta penerapan kebijakan kesehatan publik di kalangan umat Islam. Meskipun hadis-hadis tentang wabah telah lama menjadi rujukan normatif dalam fikih Islam, interpretasi kontemporer dan implementasinya dalam fatwa serta praktik keagamaan di tingkat lokal masih belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas hadis-hadis Nabi Muhammad tentang wabah serta implementasinya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" type="image/webp" length="102862" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Utilization of Big Data in Regional Development Planning A Study on Strengthening Evidence Based Policy in Local Government ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Utilization of Big Data in Regional Development Planning A Study on Strengthening Evidence Based Policy in Local Government ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Utilization of Big Data in Regional Development Planning A Study on Strengthening Evidence Based Policy in Local Government ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68645-implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo</link>
	<guid isPermaLink="false">c8b64684c3ec10f71dddba359c5d26c3</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mail journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ preface toc ]]></category>
	<category><![CDATA[ us whatsapp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji penerapan kerangka perencanaan pembangunan lokal berbasis bukti yang diusulkan dalam penelitian ini di pemerintahan lokal yang spesifik, terutama dalam program pengentasan kemiskinan, reformasi bantuan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji penerapan kerangka perencanaan pembangunan lokal berbasis bukti yang diusulkan dalam penelitian ini di pemerintahan lokal yang spesifik, terutama dalam program pengentasan kemiskinan, reformasi bantuan sosial, perencanaan layanan dasar, atau sistem pemantauan pembangunan regional. Penelitian lebih lanjut juga dapat menggunakan metode campuran dengan menggabungkan analisis dokumen, wawancara, survei, analisis data spasial, dan indikator kinerja kebijakan untuk mengukur bagaimana big data mempengaruhi akurasi perencanaan, efektivitas program, kepuasan warga, dan akuntabilitas publik.. Penelitian ini menemukan bahwa big data dapat memperkuat perencanaan pembangunan regional dengan meningkatkan kualitas, akurasi, dan responsivitas bukti yang digunakan oleh pemerintah lokal.Temuan menunjukkan bahwa perencanaan regional menjadi lebih efektif ketika data penduduk, basis data kemiskinan, catatan bantuan sosial, informasi geospasial, indikator layanan publik, data tingkat desa, keluhan publik, dan umpan balik digital terintegrasi dalam satu ekosistem data yang berorientasi kebijakan.Melalui integrasi ini, pemerintah lokal dapat mengidentifikasi masalah pembangunan dengan lebih akurat, menentukan area prioritas, memetakan kelompok rentan, mengurangi kesalahan dalam penargetan bantuan sosial, dan memantau kesenjangan dalam layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, sanitasi, dan infrastruktur.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan big data di pemerintahan lokal bukan hanya masalah teknis, tetapi juga proses manajerial dan institusional.Big data dapat mendukung kebijakan berbasis bukti hanya ketika pemerintah lokal memiliki tata kelola data yang andal, koordinasi antarpemerintah, kapasitas analitis, pejabat publik yang melek data, dan mekanisme akuntabilitas yang jelas.Tanpa kondisi-kondisi tersebut, volume data yang besar dapat menghasilkan informasi yang terfragmentasi, interpretasi kebijakan yang tidak konsisten, dan program pembangunan yang tidak akurat.Temuan ini mengonfirmasi bahwa big data harus terhubung dengan siklus perencanaan regional penuh, dari identifikasi masalah dan formulasi program hingga implementasi, pemantauan, dan evaluasi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan big data dalam perencanaan pembangunan regional sebagai strategi untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti di pemerintahan lokal. Penelitian ini berfokus pada cara big data dapat mendukung perencanaan program pembangunan, pengurangan kemiskinan, penargetan bantuan sosial, dan perbaikan layanan dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif dan pengembangan kerangka konsep. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dokumenter, termasuk artikel jurnal peer-reviewed terbaru, dokumen kebijakan, laporan institusi, bahan perencanaan regional, dan dokumen regulasi yang terkait dengan big data, tata kelola digital, kebijakan berbasis bukti, perencanaan pembangunan lokal, pengentasan kemiskinan, dan layanan publik. Data dianalisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" alt="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" alt="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68645-implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" target="_blank">The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji penerapan kerangka perencanaan pembangunan lokal berbasis bukti yang diusulkan dalam penelitian ini di pemerintahan lokal yang spesifik, terutama dalam program pengentasan kemiskinan, reformasi bantuan sosial, perencanaan layanan dasar, atau sistem pemantauan pembangunan regional. Penelitian lebih lanjut juga dapat menggunakan metode campuran dengan menggabungkan analisis dokumen, wawancara, survei, analisis data spasial, dan indikator kinerja kebijakan untuk mengukur bagaimana big data mempengaruhi akurasi perencanaan, efektivitas program, kepuasan warga, dan akuntabilitas publik..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa big data dapat memperkuat perencanaan pembangunan regional dengan meningkatkan kualitas, akurasi, dan responsivitas bukti yang digunakan oleh pemerintah lokal.Temuan menunjukkan bahwa perencanaan regional menjadi lebih efektif ketika data penduduk, basis data kemiskinan, catatan bantuan sosial, informasi geospasial, indikator layanan publik, data tingkat desa, keluhan publik, dan umpan balik digital terintegrasi dalam satu ekosistem data yang berorientasi kebijakan.Melalui integrasi ini, pemerintah lokal dapat mengidentifikasi masalah pembangunan dengan lebih akurat, menentukan area prioritas, memetakan kelompok rentan, mengurangi kesalahan dalam penargetan bantuan sosial, dan memantau kesenjangan dalam layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, sanitasi, dan infrastruktur.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan big data di pemerintahan lokal bukan hanya masalah teknis, tetapi juga proses manajerial dan institusional.Big data dapat mendukung kebijakan berbasis bukti hanya ketika pemerintah lokal memiliki tata kelola data yang andal, koordinasi antarpemerintah, kapasitas analitis, pejabat publik yang melek data, dan mekanisme akuntabilitas yang jelas.Tanpa kondisi-kondisi tersebut, volume data yang besar dapat menghasilkan informasi yang terfragmentasi, interpretasi kebijakan yang tidak konsisten, dan program pembangunan yang tidak akurat.Temuan ini mengonfirmasi bahwa big data harus terhubung dengan siklus perencanaan regional penuh, dari identifikasi masalah dan formulasi program hingga implementasi, pemantauan, dan evaluasi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan big data dalam perencanaan pembangunan regional sebagai strategi untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti di pemerintahan lokal. Penelitian ini berfokus pada cara big data dapat mendukung perencanaan program pembangunan, pengurangan kemiskinan, penargetan bantuan sosial, dan perbaikan layanan dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif dan pengembangan kerangka konsep. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dokumenter, termasuk artikel jurnal peer-reviewed terbaru, dokumen kebijakan, laporan institusi, bahan perencanaan regional, dan dokumen regulasi yang terkait dengan big data, tata kelola digital, kebijakan berbasis bukti, perencanaan pembangunan lokal, pengentasan kemiskinan, dan layanan publik. Data dianalisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" type="image/webp" length="106502" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68646-hasil-analisis-model-formulasi-teknik-analis</link>
	<guid isPermaLink="false">f11e11ca55e7dea872ac8ad4c9fd5708</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mail journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ preface toc ]]></category>
	<category><![CDATA[ us whatsapp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian empiris model tata kelola big data yang diusulkan di wilayah pemerintah daerah tertentu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan layanan publik terpadu. Selain itu, penelitian dapat membandingkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian empiris model tata kelola big data yang diusulkan di wilayah pemerintah daerah tertentu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan layanan publik terpadu. Selain itu, penelitian dapat membandingkan perbedaan kapasitas institusional, infrastruktur digital, kepemimpinan, regulasi, dan budaya organisasi di berbagai pemerintah daerah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tata kelola big data. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pengelolaan data publik, khususnya dalam meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi layanan tanpa mengorbankan privasi warga.. Studi ini menemukan bahwa tata kelola big data pemerintah adalah kebutuhan strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu.Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi layanan publik tidak dapat dicapai hanya dengan mengembangkan aplikasi digital atau portal layanan satu atap.Layanan publik terpadu membutuhkan sistem tata kelola yang menghubungkan integrasi data antar lembaga, interoperabilitas sistem, jaminan kualitas data, keamanan data, koordinasi institusi, dan penggunaan data publik secara kolaboratif.Tanpa elemen-elemen ini, layanan digital mungkin tetap terpecah, berulang, dan tidak mampu menyediakan proses administratif yang akurat, cepat, dan berorientasi warga.Temuan juga menunjukkan bahwa integrasi data antar lembaga pemerintah adalah fondasi pengiriman layanan publik yang efektif.Pemerintah daerah perlu menghubungkan data populasi, data lisensi, catatan kesehatan, data pendidikan, basis data bantuan sosial, informasi pajak, data keluhan, dan informasi spasial ke dalam ekosistem layanan bersama.Integrasi ini dapat mengurangi duplikasi catatan, mempercepat verifikasi administratif, meningkatkan akurasi layanan, dan mendukung layanan publik proaktif.Namun, integrasi data harus didukung oleh aturan institusional yang jelas, standar yang berbagi, tata kelola data, manajemen metadata, dan mekanisme pertanggungjawaban.Inovasi utama studi ini terletak pada formulasi model tata kelola big data pemerintah lintas sektor untuk layanan publik terpadu.Model ini terdiri dari enam komponen utama.koordinasi institusi, integrasi data, interoperabilitas sistem, jaminan kualitas data, keamanan data, dan penggunaan layanan kolaboratif.Model ini memperluas studi sebelumnya tentang pemerintahan berbasis data, data pemerintah terbuka, dan layanan publik digital dengan menekankan bahwa efektivitas layanan publik terpadu bergantung pada interoperabilitas teknis dan kolaborasi institusional.Big data diposisikan bukan hanya sebagai sumber daya teknologi, tetapi sebagai aset publik strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab di seluruh sektor Studi ini bertujuan untuk menganalisis model tata kelola big data pemerintah yang dapat meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu. Penelitian ini fokus pada integrasi data antar lembaga, interoperabilitas sistem, keamanan data, dan penggunaan data publik dalam penyediaan layanan terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratori-deskriptif dan pengembangan model tata kelola konseptual. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dokumentasi, termasuk artikel jurnal... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp 1x" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" alt="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp 1x" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" alt="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68646-hasil-analisis-model-formulasi-teknik-analis" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" target="_blank">Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian empiris model tata kelola big data yang diusulkan di wilayah pemerintah daerah tertentu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan layanan publik terpadu. Selain itu, penelitian dapat membandingkan perbedaan kapasitas institusional, infrastruktur digital, kepemimpinan, regulasi, dan budaya organisasi di berbagai pemerintah daerah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tata kelola big data. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pengelolaan data publik, khususnya dalam meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi layanan tanpa mengorbankan privasi warga..
<br>Studi ini menemukan bahwa tata kelola big data pemerintah adalah kebutuhan strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu.Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi layanan publik tidak dapat dicapai hanya dengan mengembangkan aplikasi digital atau portal layanan satu atap.Layanan publik terpadu membutuhkan sistem tata kelola yang menghubungkan integrasi data antar lembaga, interoperabilitas sistem, jaminan kualitas data, keamanan data, koordinasi institusi, dan penggunaan data publik secara kolaboratif.Tanpa elemen-elemen ini, layanan digital mungkin tetap terpecah, berulang, dan tidak mampu menyediakan proses administratif yang akurat, cepat, dan berorientasi warga.Temuan juga menunjukkan bahwa integrasi data antar lembaga pemerintah adalah fondasi pengiriman layanan publik yang efektif.Pemerintah daerah perlu menghubungkan data populasi, data lisensi, catatan kesehatan, data pendidikan, basis data bantuan sosial, informasi pajak, data keluhan, dan informasi spasial ke dalam ekosistem layanan bersama.Integrasi ini dapat mengurangi duplikasi catatan, mempercepat verifikasi administratif, meningkatkan akurasi layanan, dan mendukung layanan publik proaktif.Namun, integrasi data harus didukung oleh aturan institusional yang jelas, standar yang berbagi, tata kelola data, manajemen metadata, dan mekanisme pertanggungjawaban.Inovasi utama studi ini terletak pada formulasi model tata kelola big data pemerintah lintas sektor untuk layanan publik terpadu.Model ini terdiri dari enam komponen utama.koordinasi institusi, integrasi data, interoperabilitas sistem, jaminan kualitas data, keamanan data, dan penggunaan layanan kolaboratif.Model ini memperluas studi sebelumnya tentang pemerintahan berbasis data, data pemerintah terbuka, dan layanan publik digital dengan menekankan bahwa efektivitas layanan publik terpadu bergantung pada interoperabilitas teknis dan kolaborasi institusional.Big data diposisikan bukan hanya sebagai sumber daya teknologi, tetapi sebagai aset publik strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab di seluruh sektor
<br>Studi ini bertujuan untuk menganalisis model tata kelola big data pemerintah yang dapat meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu. Penelitian ini fokus pada integrasi data antar lembaga, interoperabilitas sistem, keamanan data, dan penggunaan data publik dalam penyediaan layanan terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratori-deskriptif dan pengembangan model tata kelola konseptual. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dokumentasi, termasuk artikel jurnal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" type="image/webp" length="108772" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition Quranic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition Quranic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition Quranic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68652-teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-makn</link>
	<guid isPermaLink="false">385845c342e5a1434813fc78a3d50f14</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ fethullah g ]]></category>
	<category><![CDATA[ living qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat membandingkan tradisi manaqiban di komunitas pedesaan dan perkotaan untuk mengeksplorasi dampak struktur sosial modern terhadap pandangan masyarakat terhadap al-QurAoan. 2. Menggunakan pendekatan interdisipliner seperti psikologi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur'anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community: 1. Penelitian lanjutan dapat membandingkan tradisi manaqiban di komunitas pedesaan dan perkotaan untuk mengeksplorasi dampak struktur sosial modern terhadap pandangan masyarakat terhadap al-QurAoan. 2. Menggunakan pendekatan interdisipliner seperti psikologi agama Islam untuk menganalisis transformasi kesadaran, kedamaian batin, dan sikap tawakkal dalam ritual manaqiban. 3. Meneliti bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan era digital, seperti fenomena dunia virtual manaqiban atau penggunaan media sosial oleh anggota komunitas untuk menghasilkan temuan baru yang memperkaya studi al-QurAoan kontemporer.. Tradisi manaqiban di Haurendeng menunjukkan bahwa living QurAoan tidak terbatas pada pembacaan teks al-QurAoan, tetapi merupakan proses dialektis di mana al-QurAoan muncul melalui praktik, simbol, dan pengalaman sosial masyarakat.Ayat-ayat al-QurAoan dalam ritual manaqiban berfungsi sebagai sumber nilai spiritual dan pedoman hidup.Tradisi ini memperkuat hubungan masyarakat dengan Tuhan, memperdalam koneksi spiritual, dan mengintegrasikan nilai-nilai al-QurAoan ke dalam kehidupan sosial.Meski telah membuktikan relevansi tradisi ini, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam mengeksplorasi intertekstualitas ayat-ayat tertentu dan perubahan makna seiring generasi Artikel ini mengkaji fenomena living QurAoan dalam tradisi manaqiban yang dipraktikkan oleh masyarakat Haurendeng, Jawa Barat. Al-QurAoan tidak hanya dipahami sebagai teks suci yang dibaca dan ditafsirkan, tetapi juga sebagai realitas yang hidup (living reality) yang hadir dalam berbagai praktik keagamaan dan pengalaman sosial masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ayat-ayat al-QurAoan diterima, dipraktikkan, dan dimaknai dalam tradisi manaqiban, serta bagaimana masyarakat membangun makna keagamaan melalui praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif living QurAoan dan studi resepsi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait pelaksanaan ritual manaqiban pada masyarakat Haurendeng. Data dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp 1x" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" alt="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp 1x" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" alt="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp 1x" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" alt="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68652-teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-makn" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" target="_blank">The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur'anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat membandingkan tradisi manaqiban di komunitas pedesaan dan perkotaan untuk mengeksplorasi dampak struktur sosial modern terhadap pandangan masyarakat terhadap al-QurAoan. 2. Menggunakan pendekatan interdisipliner seperti psikologi agama Islam untuk menganalisis transformasi kesadaran, kedamaian batin, dan sikap tawakkal dalam ritual manaqiban. 3. Meneliti bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan era digital, seperti fenomena dunia virtual manaqiban atau penggunaan media sosial oleh anggota komunitas untuk menghasilkan temuan baru yang memperkaya studi al-QurAoan kontemporer..
<br>Tradisi manaqiban di Haurendeng menunjukkan bahwa living QurAoan tidak terbatas pada pembacaan teks al-QurAoan, tetapi merupakan proses dialektis di mana al-QurAoan muncul melalui praktik, simbol, dan pengalaman sosial masyarakat.Ayat-ayat al-QurAoan dalam ritual manaqiban berfungsi sebagai sumber nilai spiritual dan pedoman hidup.Tradisi ini memperkuat hubungan masyarakat dengan Tuhan, memperdalam koneksi spiritual, dan mengintegrasikan nilai-nilai al-QurAoan ke dalam kehidupan sosial.Meski telah membuktikan relevansi tradisi ini, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam mengeksplorasi intertekstualitas ayat-ayat tertentu dan perubahan makna seiring generasi
<br>Artikel ini mengkaji fenomena living QurAoan dalam tradisi manaqiban yang dipraktikkan oleh masyarakat Haurendeng, Jawa Barat. Al-QurAoan tidak hanya dipahami sebagai teks suci yang dibaca dan ditafsirkan, tetapi juga sebagai realitas yang hidup (living reality) yang hadir dalam berbagai praktik keagamaan dan pengalaman sosial masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ayat-ayat al-QurAoan diterima, dipraktikkan, dan dimaknai dalam tradisi manaqiban, serta bagaimana masyarakat membangun makna keagamaan melalui praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif living QurAoan dan studi resepsi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait pelaksanaan ritual manaqiban pada masyarakat Haurendeng. Data dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" type="image/webp" length="99366" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68649-crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-laya</link>
	<guid isPermaLink="false">fd0d10112dca12cc0a936b48702be5ca</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mail journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ preface toc ]]></category>
	<category><![CDATA[ us whatsapp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pengenalan wajah terhadap kelompok rentan seperti minoritas etnis atau masyarakat miskin, dengan fokus pada ketidakadilan yang muncul dari kesalahan identifikasi. Selanjutnya, studi perbandingan kerangka ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pengenalan wajah terhadap kelompok rentan seperti minoritas etnis atau masyarakat miskin, dengan fokus pada ketidakadilan yang muncul dari kesalahan identifikasi. Selanjutnya, studi perbandingan kerangka hukum konstitusional di berbagai negara dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam mengatur penggunaan teknologi ini untuk menyeimbangkan keamanan dan hak asasi manusia. Terakhir, penelitian etika tentang penggunaan pengenalan wajah dalam layanan publik perlu dikembangkan untuk mengevaluasi implikasi jangka panjang terhadap demokrasi, kepercayaan publik, dan hak individu dalam era digital.. Penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik dan keamanan harus dipahami sebagai isu konstitusional, bukan hanya sebagai alat teknis untuk modernisasi administratif atau pencegahan kejahatan.Teknologi ini mengubah hubungan antara warga dan negara karena memungkinkan otoritas publik mengubah wajah manusia menjadi identifikasi digital permanen.Dalam konteks layanan publik, teknologi ini dapat mendukung verifikasi identitas, mengurangi penipuan, dan mempercepat akses ke platform pemerintah digital.Dalam konteks keamanan publik, dapat membantu penegak hukum, pengendalian perbatasan, dan identifikasi orang dalam situasi risiko tinggi.Namun, manfaat ini menciptakan risiko konstitusional serius ketika identifikasi biometrik digunakan tanpa batasan hukum jelas, pengawasan independen, remedy yang efektif, dan perlindungan terhadap tindakan negara yang sewenang-wenang.Temuan utama studi ini adalah bahwa pengenalan wajah memengaruhi beberapa hak konstitusional secara bersamaan, termasuk privasi, kebebasan bergerak, kebebasan berkumpul, kesetaraan, dan proses hukum.Studi ini memperluas diskusi dengan menempatkan risiko ini dalam kerangka batasan konstitusional yang lebih eksplisit Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi batasan konstitusional penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik, keamanan publik, dan identifikasi warga. Isu utama yang dibahas adalah ketegangan antara kepentingan negara dalam keamanan dan efisiensi administratif di satu sisi, serta perlindungan privasi, kebebasan sipil, kesetaraan, proses hukum, dan hak konstitusional di sisi lain. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum kualitatif dengan pendekatan normatif-doctrinal. Analisis dilakukan melalui pendekatan peraturan, konseptual, dan komparatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp 1x" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" alt="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp 1x" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" alt="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp 1x" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" alt="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68649-crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-laya" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" target="_blank">Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pengenalan wajah terhadap kelompok rentan seperti minoritas etnis atau masyarakat miskin, dengan fokus pada ketidakadilan yang muncul dari kesalahan identifikasi. Selanjutnya, studi perbandingan kerangka hukum konstitusional di berbagai negara dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam mengatur penggunaan teknologi ini untuk menyeimbangkan keamanan dan hak asasi manusia. Terakhir, penelitian etika tentang penggunaan pengenalan wajah dalam layanan publik perlu dikembangkan untuk mengevaluasi implikasi jangka panjang terhadap demokrasi, kepercayaan publik, dan hak individu dalam era digital..
<br>Penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik dan keamanan harus dipahami sebagai isu konstitusional, bukan hanya sebagai alat teknis untuk modernisasi administratif atau pencegahan kejahatan.Teknologi ini mengubah hubungan antara warga dan negara karena memungkinkan otoritas publik mengubah wajah manusia menjadi identifikasi digital permanen.Dalam konteks layanan publik, teknologi ini dapat mendukung verifikasi identitas, mengurangi penipuan, dan mempercepat akses ke platform pemerintah digital.Dalam konteks keamanan publik, dapat membantu penegak hukum, pengendalian perbatasan, dan identifikasi orang dalam situasi risiko tinggi.Namun, manfaat ini menciptakan risiko konstitusional serius ketika identifikasi biometrik digunakan tanpa batasan hukum jelas, pengawasan independen, remedy yang efektif, dan perlindungan terhadap tindakan negara yang sewenang-wenang.Temuan utama studi ini adalah bahwa pengenalan wajah memengaruhi beberapa hak konstitusional secara bersamaan, termasuk privasi, kebebasan bergerak, kebebasan berkumpul, kesetaraan, dan proses hukum.Studi ini memperluas diskusi dengan menempatkan risiko ini dalam kerangka batasan konstitusional yang lebih eksplisit
<br>Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi batasan konstitusional penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik, keamanan publik, dan identifikasi warga. Isu utama yang dibahas adalah ketegangan antara kepentingan negara dalam keamanan dan efisiensi administratif di satu sisi, serta perlindungan privasi, kebebasan sipil, kesetaraan, proses hukum, dan hak konstitusional di sisi lain. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum kualitatif dengan pendekatan normatif-doctrinal. Analisis dilakukan melalui pendekatan peraturan, konseptual, dan komparatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" type="image/webp" length="109924" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad Sanusi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad Sanusi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad Sanusi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68662-kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas</link>
	<guid isPermaLink="false">4c4e4bbc80775ee58d5723aafcd9072c</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ahmad sanusi ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ rifatil qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma'rifatil Qur'an by K.H. Ahmad Sanusi: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran Islam di kalangan masyarakat Sunda. Kedua, dapat dilakukan studi komparatif antara tafsir Raudhatul Irfan dengan tafsir-tafsir lain yang menggunakan bahasa daerah, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan interpretasi dan penyampaian pesan agama. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran dan pengaruh aksara Pegon dalam melestarikan tradisi literasi lokal dan menjaga identitas budaya Sunda dalam konteks keagamaan.. Cultural identity encompasses local wisdom, which includes aspects of language, activities, practices, customs, and traditions that are unique to a particular region.This study reveals that the Tafsir Raudhatul Irfan by K.Ahmad Sanusi, a prominent scholar from West Java, is a reflection of such cultural identity.The cultural identity in this tafsir is clearly evident through the use of the Sundanese language, which the mufassir chose to communicate the QurAoanic message to students who were already familiar with the language rather than to a broader audience.This choice was not only influenced by K.Ahmad SanusiAos background as a student of Islamic knowledge but also served to strengthen the local cultural ties within Islamic education.Ahmad Sanusi employed the Pegon script, a writing system resembling the Arabic script used for the Sundanese, Javanese, and Madurese languages.The use of Pegon in this tafsir also had a strategic dimension, aimed at maintaining confidentiality in communication between Islamic schools and preventing comprehension by the Dutch colonial authorities, thus reflecting local wisdom in the social and political context of that time Kitab tafsir merupakan salah satu sarana penting dalam menjelaskan dan mendalami ajaran Al-QurAoan di tengah masyarakat. Selain berfungsi sebagai instrumen keagamaan, kitab tafsir sering kali mencerminkan kekayaan budaya dengan menggabungkan aspek-aspek keislaman dengan nilai-nilai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas kultural masyarakat Sunda tercermin dalam Tafsir Raudhatul Irfan fi MaAorifatil QurAoan yang ditulis oleh K.H. Ahmad Sanusi dari Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas kultural dalam Tafsir Raudhatul Irfan tercermin dalam beberapa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp 1x" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" alt="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp 1x" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" alt="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp 1x" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" alt="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68662-kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" target="_blank">Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma'rifatil Qur'an by K.H. Ahmad Sanusi</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran Islam di kalangan masyarakat Sunda. Kedua, dapat dilakukan studi komparatif antara tafsir Raudhatul Irfan dengan tafsir-tafsir lain yang menggunakan bahasa daerah, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan interpretasi dan penyampaian pesan agama. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran dan pengaruh aksara Pegon dalam melestarikan tradisi literasi lokal dan menjaga identitas budaya Sunda dalam konteks keagamaan..
<br>Cultural identity encompasses local wisdom, which includes aspects of language, activities, practices, customs, and traditions that are unique to a particular region.This study reveals that the Tafsir Raudhatul Irfan by K.Ahmad Sanusi, a prominent scholar from West Java, is a reflection of such cultural identity.The cultural identity in this tafsir is clearly evident through the use of the Sundanese language, which the mufassir chose to communicate the QurAoanic message to students who were already familiar with the language rather than to a broader audience.This choice was not only influenced by K.Ahmad SanusiAos background as a student of Islamic knowledge but also served to strengthen the local cultural ties within Islamic education.Ahmad Sanusi employed the Pegon script, a writing system resembling the Arabic script used for the Sundanese, Javanese, and Madurese languages.The use of Pegon in this tafsir also had a strategic dimension, aimed at maintaining confidentiality in communication between Islamic schools and preventing comprehension by the Dutch colonial authorities, thus reflecting local wisdom in the social and political context of that time
<br>Kitab tafsir merupakan salah satu sarana penting dalam menjelaskan dan mendalami ajaran Al-QurAoan di tengah masyarakat. Selain berfungsi sebagai instrumen keagamaan, kitab tafsir sering kali mencerminkan kekayaan budaya dengan menggabungkan aspek-aspek keislaman dengan nilai-nilai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas kultural masyarakat Sunda tercermin dalam Tafsir Raudhatul Irfan fi MaAorifatil QurAoan yang ditulis oleh K.H. Ahmad Sanusi dari Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas kultural dalam Tafsir Raudhatul Irfan tercermin dalam beberapa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" type="image/webp" length="93520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ From Dialogue to Digital Spiritual Practice Thematic Content Analysis of Tiga Fakir on YouTube ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Dialogue to Digital Spiritual Practice Thematic Content Analysis of Tiga Fakir on YouTube ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Dialogue to Digital Spiritual Practice Thematic Content Analysis of Tiga Fakir on YouTube ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68663-praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-pr</link>
	<guid isPermaLink="false">0a8cd4d782e0ae3420fd28b2d82211a8</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:58:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram terhadap transformasi dialog spiritual menjadi praktik harian. Selain itu, penting untuk mengkaji peran komunitas dalam mempertahankan praktik spiritual ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of "Tiga Fakir" on YouTube: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram terhadap transformasi dialog spiritual menjadi praktik harian. Selain itu, penting untuk mengkaji peran komunitas dalam mempertahankan praktik spiritual berbasis digital, terutama dalam konteks generasi muda yang aktif secara online. Penelitian juga bisa fokus pada perbedaan respons audiens dari latar belakang demografis berbeda terhadap pendekatan non-klerikal dalam dakwah digital. Dengan memperluas wawasan ini, studi masa depan dapat mengembangkan kerangka teoritis yang lebih komprehensif tentang dinamika spiritualitas digital dalam masyarakat modern.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog AuTiga FakirAy beroperasi sebagai peta operasional spiritualitas digital, yang menerjemahkan kerangka kesadaran yang kompleks ke dalam disiplin-disiplin transformasional dalam kehidupan sehari-hari melalui praktik media dialogis.Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi audiens melalui komentar tidak hanya menciptakan resonansi afektif, tetapi juga menjadi ruang untuk klarifikasi sejawat dan adopsi praktik spiritual.Pendekatan non-klerikal dan dialogis yang digunakan oleh Tiga Fakir berhasil menurunkan hambatan psikologis dalam pengambilan keputusan spiritual, menjadikannya lebih mudah diakses oleh audiens urban yang mencari makna eksistensial Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wacana dialogis non-klerikal di ruang digital dapat ditransformasikan menjadi praktik spiritual sehari-hari dalam ekosistem keagamaan daring kontemporer. Dengan berfokus pada segmen AuTiga FakirAy di kanal YouTube SAY Inspiratif, studi ini menyoroti celah penting dalam kajian agama digital yang selama ini lebih didominasi oleh pola dakwah satu arah dibandingkan dialog partisipatoris. Menggunakan pendekatan analisis isi tematik, penelitian ini menganalisis transkrip episode AuMenjawab Pertanyaan Abadi Dalam KehidupanAy yang telah dibersihkan, serta data resepsi audiens yang diperoleh dari kolom komentar YouTube. Hasil analisis mengidentifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp 1x" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" alt="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp 1x" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" alt="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp 1x" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" alt="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68663-praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-pr" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" target="_blank">From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of "Tiga Fakir" on YouTube</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram terhadap transformasi dialog spiritual menjadi praktik harian. Selain itu, penting untuk mengkaji peran komunitas dalam mempertahankan praktik spiritual berbasis digital, terutama dalam konteks generasi muda yang aktif secara online. Penelitian juga bisa fokus pada perbedaan respons audiens dari latar belakang demografis berbeda terhadap pendekatan non-klerikal dalam dakwah digital. Dengan memperluas wawasan ini, studi masa depan dapat mengembangkan kerangka teoritis yang lebih komprehensif tentang dinamika spiritualitas digital dalam masyarakat modern..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog AuTiga FakirAy beroperasi sebagai peta operasional spiritualitas digital, yang menerjemahkan kerangka kesadaran yang kompleks ke dalam disiplin-disiplin transformasional dalam kehidupan sehari-hari melalui praktik media dialogis.Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi audiens melalui komentar tidak hanya menciptakan resonansi afektif, tetapi juga menjadi ruang untuk klarifikasi sejawat dan adopsi praktik spiritual.Pendekatan non-klerikal dan dialogis yang digunakan oleh Tiga Fakir berhasil menurunkan hambatan psikologis dalam pengambilan keputusan spiritual, menjadikannya lebih mudah diakses oleh audiens urban yang mencari makna eksistensial
<br>Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wacana dialogis non-klerikal di ruang digital dapat ditransformasikan menjadi praktik spiritual sehari-hari dalam ekosistem keagamaan daring kontemporer. Dengan berfokus pada segmen AuTiga FakirAy di kanal YouTube SAY Inspiratif, studi ini menyoroti celah penting dalam kajian agama digital yang selama ini lebih didominasi oleh pola dakwah satu arah dibandingkan dialog partisipatoris. Menggunakan pendekatan analisis isi tematik, penelitian ini menganalisis transkrip episode AuMenjawab Pertanyaan Abadi Dalam KehidupanAy yang telah dibersihkan, serta data resepsi audiens yang diperoleh dari kolom komentar YouTube. Hasil analisis mengidentifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" type="image/webp" length="91708" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68657-daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojo</link>
	<guid isPermaLink="false">f64cc1627b130ef2d93f453637e3d840</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:39:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi kuatnya akar historis ekoteologi dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi. Pertama, studi mendalam dan komparatif antar-komunitas adat spesifik, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi: Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi kuatnya akar historis ekoteologi dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi. Pertama, studi mendalam dan komparatif antar-komunitas adat spesifik, seperti Toraja dengan Aluk to Dolo-nya dan Kajang dengan Patuntung-nya, perlu dilakukan untuk menggali nuansa prinsip dan praktik ekoteologis mereka. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perbedaan dalam kosmologi, struktur sosial, atau hierarki keagamaan memengaruhi bentuk-bentuk kearifan lingkungan serta upaya konservasi yang diterapkan di masing-masing kelompok. Misalnya, bagaimana ritual Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo di Toraja secara spesifik memanifestasikan etika ekologis dibandingkan dengan Pasang ri Kajang dalam menjaga keseimbangan alam. Kedua, sangat relevan untuk mengkaji resiliensi dan adaptasi ekoteologi tradisional ini dalam menghadapi tantangan lingkungan kontemporer yang masif. Pertanyaan penelitian dapat mencakup bagaimana komunitas adat menanggapi ancaman eksploitasi sumber daya alam skala besar, perubahan iklim, atau dampak pariwisata modern. Analisis ini harus menyoroti mekanisme adaptasi yang mereka kembangkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian etika ekologis leluhur. Ketiga, perlu dieksplorasi potensi integrasi pemahaman ekoteologi lokal ini ke dalam kerangka pendidikan formal dan informal. Bagaimana kearifan lokal dapat diajarkan kepada generasi muda atau diinternalisasikan dalam kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan mendukung praktik pembangunan berkelanjutan? Penelitian ini dapat mengidentifikasi metode pedagogis yang efektif atau model tata kelola yang responsif terhadap nilai-nilai ekologis tradisional, memastikan bahwa warisan budaya ini tidak hanya terlindungi tetapi juga menjadi fondasi solusi untuk krisis lingkungan di masa depan.. Studi ini menyimpulkan bahwa diskursus ekoteologi di Sulawesi Selatan memiliki akar historis yang kuat dalam kearifan lokal komunitas adat, seperti Aluk to Dolo dan Patuntung, yang secara holistik memahami hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam jauh sebelum konsep modern muncul.Nilai-nilai kosmologis, ritual, dan norma adat yang diwariskan leluhur telah membentuk etika ekologis yang menganggap alam sebagai bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial, menegaskan bahwa ekoteologi di wilayah ini adalah kelanjutan pandangan dunia religio-ekologis yang telah lama ada.Perjumpaan antara kearifan lokal dan agama-agama Samawi, meskipun diwarnai paradigma eksploitatif kolonialisme, menghasilkan adaptasi dan sinkretisme yang mempertahankan kesadaran ekologis, sehingga tradisi lokal menjadi landasan kontekstual dan relevan untuk mengatasi krisis ekologis secara berkelanjutan Penelitian ini mengkaji pembentukan historis diskursus ekoteologi di Sulawesi Selatan dengan menekankan peran kearifan lokal yang berakar pada relasi antara agama, manusia, dan alam, serta perjumpaannya dengan agama samawi. Oleh karena itu, fokus kajian ini mencakup adat dan dinamika yang menyertainya dalam konteks sejarah, termasuk pemahaman kolonial terhadap agama-agama lokal itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang didukung oleh analisis sejarah untuk menelusuri konsepsi-konsepsi keagamaan mengenai relasi antara manusia dan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang tertanam dalam sistem kepercayaan lokal atau leluhur memainkan peran penting dalam membentuk relasi etis antara manusia dan alam, yang kemudian berinteraksi dengan kerangka teologis agama-agama samawi (seperti Kristen). Interaksi tersebut... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" alt="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" alt="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" alt="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68657-daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojo" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" target="_blank">Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi</a>: Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi kuatnya akar historis ekoteologi dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi. Pertama, studi mendalam dan komparatif antar-komunitas adat spesifik, seperti Toraja dengan Aluk to Dolo-nya dan Kajang dengan Patuntung-nya, perlu dilakukan untuk menggali nuansa prinsip dan praktik ekoteologis mereka. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perbedaan dalam kosmologi, struktur sosial, atau hierarki keagamaan memengaruhi bentuk-bentuk kearifan lingkungan serta upaya konservasi yang diterapkan di masing-masing kelompok. Misalnya, bagaimana ritual Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo di Toraja secara spesifik memanifestasikan etika ekologis dibandingkan dengan Pasang ri Kajang dalam menjaga keseimbangan alam. Kedua, sangat relevan untuk mengkaji resiliensi dan adaptasi ekoteologi tradisional ini dalam menghadapi tantangan lingkungan kontemporer yang masif. Pertanyaan penelitian dapat mencakup bagaimana komunitas adat menanggapi ancaman eksploitasi sumber daya alam skala besar, perubahan iklim, atau dampak pariwisata modern. Analisis ini harus menyoroti mekanisme adaptasi yang mereka kembangkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian etika ekologis leluhur. Ketiga, perlu dieksplorasi potensi integrasi pemahaman ekoteologi lokal ini ke dalam kerangka pendidikan formal dan informal. Bagaimana kearifan lokal dapat diajarkan kepada generasi muda atau diinternalisasikan dalam kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan mendukung praktik pembangunan berkelanjutan? Penelitian ini dapat mengidentifikasi metode pedagogis yang efektif atau model tata kelola yang responsif terhadap nilai-nilai ekologis tradisional, memastikan bahwa warisan budaya ini tidak hanya terlindungi tetapi juga menjadi fondasi solusi untuk krisis lingkungan di masa depan..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa diskursus ekoteologi di Sulawesi Selatan memiliki akar historis yang kuat dalam kearifan lokal komunitas adat, seperti Aluk to Dolo dan Patuntung, yang secara holistik memahami hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam jauh sebelum konsep modern muncul.Nilai-nilai kosmologis, ritual, dan norma adat yang diwariskan leluhur telah membentuk etika ekologis yang menganggap alam sebagai bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial, menegaskan bahwa ekoteologi di wilayah ini adalah kelanjutan pandangan dunia religio-ekologis yang telah lama ada.Perjumpaan antara kearifan lokal dan agama-agama Samawi, meskipun diwarnai paradigma eksploitatif kolonialisme, menghasilkan adaptasi dan sinkretisme yang mempertahankan kesadaran ekologis, sehingga tradisi lokal menjadi landasan kontekstual dan relevan untuk mengatasi krisis ekologis secara berkelanjutan
<br>Penelitian ini mengkaji pembentukan historis diskursus ekoteologi di Sulawesi Selatan dengan menekankan peran kearifan lokal yang berakar pada relasi antara agama, manusia, dan alam, serta perjumpaannya dengan agama samawi. Oleh karena itu, fokus kajian ini mencakup adat dan dinamika yang menyertainya dalam konteks sejarah, termasuk pemahaman kolonial terhadap agama-agama lokal itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang didukung oleh analisis sejarah untuk menelusuri konsepsi-konsepsi keagamaan mengenai relasi antara manusia dan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang tertanam dalam sistem kepercayaan lokal atau leluhur memainkan peran penting dalam membentuk relasi etis antara manusia dan alam, yang kemudian berinteraksi dengan kerangka teologis agama-agama samawi (seperti Kristen). Interaksi tersebut...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" type="image/webp" length="126598" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt Len Railway Systems ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt Len Railway Systems ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt Len Railway Systems ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68650-manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-ef</link>
	<guid isPermaLink="false">3763f698e09fdd34f356facd05616319</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:14:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mail journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ preface toc ]]></category>
	<category><![CDATA[ us whatsapp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi MES berbasis mobile untuk memudahkan akses real-time dari lokasi produksi. Selain itu, integrasi teknologi artificial intelligence (AI) bisa dieksplorasi untuk memprediksi gangguan produksi berdasarkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi MES berbasis mobile untuk memudahkan akses real-time dari lokasi produksi. Selain itu, integrasi teknologi artificial intelligence (AI) bisa dieksplorasi untuk memprediksi gangguan produksi berdasarkan data historis. Terakhir, penelitian juga bisa mengevaluasi penggunaan aplikasi MES di sektor lain perusahaan, seperti manajemen inventaris atau logistik, untuk memperluas manfaat sistem ini.. Penelitian ini telah menghasilkan sebuah aplikasi web untuk Manufacturing Execution System (MES) yang menggunakan framework Node.Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pemantauan produksi di PT.Dengan adanya aplikasi ini, pengguna mendapatkan bantuan signifikan dalam proses pemantauan dan pembuatan laporan yang diperlukan oleh pimpinan produksi.Selain itu, pimpinan produksi dapat dengan mudah menganalisis data hasil produksi dan membuat keputusan yang tepat berkat fitur dashboard yang memungkinkan mereka melihat grafik pertumbuhan atau penurunan hasil produksi dengan cepat dan akurat.Aplikasi MES berbasis web ini tidak memerlukan pengaturan khusus di komputer pengguna.cukup dengan komputer yang terhubung ke jaringan dan server serta menggunakan browser, pengguna dapat mengakses sistem ini Penelitian ini berfokus pada desain dan pengembangan aplikasi Manufacturing Execution System (MES) berbasis web di PT. Len Railway Systems. Dengan menggunakan pendekatan Agile, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses manufaktur melalui digitalisasi dan otomatisasi yang sejalan dengan konsep Industri 4.0. Aplikasi MES yang dikembangkan dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memungkinkan pemantauan secara real-time, dan memperbaiki manajemen produksi. Penerapan metode Agile memungkinkan pengembangan aplikasi yang fleksibel terhadap perubahan kebutuhan, melalui iterasi dan kolaborasi yang intens antara tim pengembang dan pemangku... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" alt="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" alt="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" alt="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68650-manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-ef" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" target="_blank">Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi MES berbasis mobile untuk memudahkan akses real-time dari lokasi produksi. Selain itu, integrasi teknologi artificial intelligence (AI) bisa dieksplorasi untuk memprediksi gangguan produksi berdasarkan data historis. Terakhir, penelitian juga bisa mengevaluasi penggunaan aplikasi MES di sektor lain perusahaan, seperti manajemen inventaris atau logistik, untuk memperluas manfaat sistem ini..
<br>Penelitian ini telah menghasilkan sebuah aplikasi web untuk Manufacturing Execution System (MES) yang menggunakan framework Node.Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pemantauan produksi di PT.Dengan adanya aplikasi ini, pengguna mendapatkan bantuan signifikan dalam proses pemantauan dan pembuatan laporan yang diperlukan oleh pimpinan produksi.Selain itu, pimpinan produksi dapat dengan mudah menganalisis data hasil produksi dan membuat keputusan yang tepat berkat fitur dashboard yang memungkinkan mereka melihat grafik pertumbuhan atau penurunan hasil produksi dengan cepat dan akurat.Aplikasi MES berbasis web ini tidak memerlukan pengaturan khusus di komputer pengguna.cukup dengan komputer yang terhubung ke jaringan dan server serta menggunakan browser, pengguna dapat mengakses sistem ini
<br>Penelitian ini berfokus pada desain dan pengembangan aplikasi Manufacturing Execution System (MES) berbasis web di PT. Len Railway Systems. Dengan menggunakan pendekatan Agile, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses manufaktur melalui digitalisasi dan otomatisasi yang sejalan dengan konsep Industri 4.0. Aplikasi MES yang dikembangkan dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memungkinkan pemantauan secara real-time, dan memperbaiki manajemen produksi. Penerapan metode Agile memungkinkan pengembangan aplikasi yang fleksibel terhadap perubahan kebutuhan, melalui iterasi dan kolaborasi yang intens antara tim pengembang dan pemangku...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" type="image/webp" length="35016" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Negotiating Eschatology Online Netizens Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Alis Youtube Dawah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Eschatology Online Netizens Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Alis Youtube Dawah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Eschatology Online Netizens Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Alis Youtube Dawah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68661-dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai</link>
	<guid isPermaLink="false">d6b1e60504f28c650642c0760488c8d9</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 12:46:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap betapa aktifnya audiens YouTube dalam menafsirkan dakwah eskatologis. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali. Pertama, akan sangat berharga jika studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Negotiating Eschatology Online: Netizens' Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali's Youtube Da'wah: Penelitian ini telah mengungkap betapa aktifnya audiens YouTube dalam menafsirkan dakwah eskatologis. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali. Pertama, akan sangat berharga jika studi ke depan dapat membandingkan pola resepsi audiens terhadap berbagai jenis dakwah digital. Apakah dakwah bertema eskatologi memang secara unik memicu respons negosiasi dan oposisi yang lebih tinggi, atau apakah fenomena ini juga terjadi pada dakwah dengan tema-tema lain seperti sosial, fikih, atau motivasi? Penelitian komparatif dengan melibatkan beragam penceramah dan gaya penyampaian akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang membentuk penerimaan audiens, serta bagaimana algoritma platform mungkin memengaruhi visibilitas dan resonansi pesan-pesan tersebut. Selain itu, penting juga untuk menelusuri lebih dalam motivasi dan latar belakang sosio-demografi yang mendasari preferensi audiens terhadap pembacaan dominan, negosiasi, atau oposisi. Studi kualitatif lanjutan melalui wawancara mendalam atau survei kepada audiens akan mampu mengungkap bagaimana literasi media, tingkat pendidikan agama, dan pengalaman pribadi individu memengaruhi proses penafsiran mereka di luar apa yang terungkap dalam komentar publik. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang mengapa audiens tertentu cenderung skeptis atau, sebaliknya, sangat afirmasi terhadap pesan-pesan agama online. Terakhir, dengan mempertimbangkan bahwa otoritas keagamaan terus dinegosiasikan dalam ranah digital, penelitian dapat mengeksplorasi secara spesifik bagaimana fitur-fitur dan desain algoritma platform media sosial membentuk konstruksi dan kontestasi otoritas penceramah. Misalnya, bagaimana mekanisme interaksi seperti fitur "suka" atau "bagikan" pada komentar oposisi memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas seorang ustadz? Investigasi ini akan menjelaskan dinamika kompleks antara teknologi platform, agensi audiens, dan lanskap kepemimpinan agama yang terus berubah di dunia maya.. Penelitian ini menemukan bahwa dakwah eskatologis di YouTube, khususnya ceramah Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, ditafsirkan secara beragam oleh audiens, menunjukkan bahwa pesan agama di ruang digital tidak diterima secara seragam.Pembacaan negosiasi dan oposisi lebih dominan dibandingkan pembacaan dominan, merefleksikan keterlibatan kritis audiens, kehati-hatian doktrinal, serta penolakan terhadap gaya komunikasi atau klaim tertentu.Hal ini menegaskan bahwa dakwah digital berfungsi sebagai arena interpretasi yang dialogis dan kontestatif, di mana makna dan otoritas keagamaan terus dinegosiasikan melalui proses dekode aktif yang melibatkan pengetahuan agama, respons emosional, dan penalaran sosio-kultural Penelitian ini mengkaji bagaimana audiens YouTube menafsirkan pesan dakwah Islam eskatologis yang disampaikan oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali dalam ruang publik digital. Dengan menggunakan analisis resepsi kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka encoding/decoding Stuart Hall untuk mengklasifikasikan interpretasi audiens ke dalam kategori pembacaan dominan (preferred), negosiasi (negotiated), dan oposisi (oppositional). Data diperoleh dari komentar pengguna pada video YouTube berjudul AuAkhir Zaman Sudah Sangat DekatAy dan dianalisis secara sistematis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" alt="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" alt="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" alt="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68661-dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" target="_blank">Negotiating Eschatology Online: Netizens' Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali's Youtube Da'wah</a>: Penelitian ini telah mengungkap betapa aktifnya audiens YouTube dalam menafsirkan dakwah eskatologis. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali. Pertama, akan sangat berharga jika studi ke depan dapat membandingkan pola resepsi audiens terhadap berbagai jenis dakwah digital. Apakah dakwah bertema eskatologi memang secara unik memicu respons negosiasi dan oposisi yang lebih tinggi, atau apakah fenomena ini juga terjadi pada dakwah dengan tema-tema lain seperti sosial, fikih, atau motivasi? Penelitian komparatif dengan melibatkan beragam penceramah dan gaya penyampaian akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang membentuk penerimaan audiens, serta bagaimana algoritma platform mungkin memengaruhi visibilitas dan resonansi pesan-pesan tersebut. Selain itu, penting juga untuk menelusuri lebih dalam motivasi dan latar belakang sosio-demografi yang mendasari preferensi audiens terhadap pembacaan dominan, negosiasi, atau oposisi. Studi kualitatif lanjutan melalui wawancara mendalam atau survei kepada audiens akan mampu mengungkap bagaimana literasi media, tingkat pendidikan agama, dan pengalaman pribadi individu memengaruhi proses penafsiran mereka di luar apa yang terungkap dalam komentar publik. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang mengapa audiens tertentu cenderung skeptis atau, sebaliknya, sangat afirmasi terhadap pesan-pesan agama online. Terakhir, dengan mempertimbangkan bahwa otoritas keagamaan terus dinegosiasikan dalam ranah digital, penelitian dapat mengeksplorasi secara spesifik bagaimana fitur-fitur dan desain algoritma platform media sosial membentuk konstruksi dan kontestasi otoritas penceramah. Misalnya, bagaimana mekanisme interaksi seperti fitur "suka" atau "bagikan" pada komentar oposisi memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas seorang ustadz? Investigasi ini akan menjelaskan dinamika kompleks antara teknologi platform, agensi audiens, dan lanskap kepemimpinan agama yang terus berubah di dunia maya..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa dakwah eskatologis di YouTube, khususnya ceramah Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, ditafsirkan secara beragam oleh audiens, menunjukkan bahwa pesan agama di ruang digital tidak diterima secara seragam.Pembacaan negosiasi dan oposisi lebih dominan dibandingkan pembacaan dominan, merefleksikan keterlibatan kritis audiens, kehati-hatian doktrinal, serta penolakan terhadap gaya komunikasi atau klaim tertentu.Hal ini menegaskan bahwa dakwah digital berfungsi sebagai arena interpretasi yang dialogis dan kontestatif, di mana makna dan otoritas keagamaan terus dinegosiasikan melalui proses dekode aktif yang melibatkan pengetahuan agama, respons emosional, dan penalaran sosio-kultural
<br>Penelitian ini mengkaji bagaimana audiens YouTube menafsirkan pesan dakwah Islam eskatologis yang disampaikan oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali dalam ruang publik digital. Dengan menggunakan analisis resepsi kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka encoding/decoding Stuart Hall untuk mengklasifikasikan interpretasi audiens ke dalam kategori pembacaan dominan (preferred), negosiasi (negotiated), dan oposisi (oppositional). Data diperoleh dari komentar pengguna pada video YouTube berjudul AuAkhir Zaman Sudah Sangat DekatAy dan dianalisis secara sistematis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" type="image/webp" length="94030" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Al Ilm Al udhri Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Al Ilm Al udhri Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Al Ilm Al udhri Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68665-epistemologi-sufism-al-ilm-hudhuri-spiritual</link>
	<guid isPermaLink="false">783174e226184b6c4a39a87bf9b21e17</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 12:07:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh praktik tasawuf terhadap pengembangan epistemologi modern, khususnya dalam konteks globalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep al-'ilm al-nudhri dengan pendekatan epistemologi dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Al-'Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh praktik tasawuf terhadap pengembangan epistemologi modern, khususnya dalam konteks globalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep al-'ilm al-nudhri dengan pendekatan epistemologi dalam tradisi non-Islam untuk menemukan kesamaan atau perbedaan mendasar. Terakhir, penelitian eksperimental bisa dilakukan untuk menguji efektivitas metode mujahadah dan riyadhah dalam meningkatkan pemahaman spiritual dan intuisi ilmiah, baik dalam konteks pendidikan maupun pengembangan diri.. Al-'ilm al-nudhri (pengetahuan oleh kehadiran) merupakan pengetahuan nyata yang diperoleh individu langsung dari Tuhan tanpa memerlukan representasi mental atau simbolisme linguistik.Mulla Sadra dan Suhrawardi meyakini bahwa satu-satunya cara memperoleh ilmu tersebut adalah melalui observasi spiritual dengan mengamalkan tasawuf yang melibatkan ritus mujahadah dan riyadhah.Penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi filsafat dan tasawuf memiliki titik temu dalam konsep al-'ilm al-nudhri, yang memungkinkan integrasi antara pengetahuan rasional dan spiritual Artikel ini menggali kemungkinan titik temu antara filsafat dan tasawuf. Hal ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah keduanya dapat menyatu pada tataran epistemologis. Wacana al-'ilm al-nudhri digunakan untuk menjawab pertanyaan ini. Sumber utama studi artikel ini adalah karya-karya Mulla Shadra dan Suhrawardi, yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan filosofis. Artikel ini menyimpulkan bahwa al-'ilm al-nudhri merupakan suatu bentuk pengetahuan nyata yang diperoleh individu langsung dari Tuhannya tanpa memerlukan representasi mental atau simbolisme linguistik. Pengetahuan ini bersifat spiritual dan tidak rasional-indrawi. Mulla Sadra... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp 1x" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" alt="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp 1x" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" alt="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp 1x" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" alt="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68665-epistemologi-sufism-al-ilm-hudhuri-spiritual" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" target="_blank">Al-'Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh praktik tasawuf terhadap pengembangan epistemologi modern, khususnya dalam konteks globalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep al-'ilm al-nudhri dengan pendekatan epistemologi dalam tradisi non-Islam untuk menemukan kesamaan atau perbedaan mendasar. Terakhir, penelitian eksperimental bisa dilakukan untuk menguji efektivitas metode mujahadah dan riyadhah dalam meningkatkan pemahaman spiritual dan intuisi ilmiah, baik dalam konteks pendidikan maupun pengembangan diri..
<br>Al-'ilm al-nudhri (pengetahuan oleh kehadiran) merupakan pengetahuan nyata yang diperoleh individu langsung dari Tuhan tanpa memerlukan representasi mental atau simbolisme linguistik.Mulla Sadra dan Suhrawardi meyakini bahwa satu-satunya cara memperoleh ilmu tersebut adalah melalui observasi spiritual dengan mengamalkan tasawuf yang melibatkan ritus mujahadah dan riyadhah.Penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi filsafat dan tasawuf memiliki titik temu dalam konsep al-'ilm al-nudhri, yang memungkinkan integrasi antara pengetahuan rasional dan spiritual
<br>Artikel ini menggali kemungkinan titik temu antara filsafat dan tasawuf. Hal ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah keduanya dapat menyatu pada tataran epistemologis. Wacana al-'ilm al-nudhri digunakan untuk menjawab pertanyaan ini. Sumber utama studi artikel ini adalah karya-karya Mulla Shadra dan Suhrawardi, yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan filosofis. Artikel ini menyimpulkan bahwa al-'ilm al-nudhri merupakan suatu bentuk pengetahuan nyata yang diperoleh individu langsung dari Tuhannya tanpa memerlukan representasi mental atau simbolisme linguistik. Pengetahuan ini bersifat spiritual dan tidak rasional-indrawi. Mulla Sadra...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" type="image/webp" length="100326" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 23 Sep 2026 16:47:12 +0700. 12 items. Served in: 5.06 seconds [rss] -->
