<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 20:37:22 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:37:22 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-01T20:37:22+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang Mediasi Customer Engagement ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang Mediasi Customer Engagement ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang Mediasi Customer Engagement ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63542-nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian</link>
	<guid isPermaLink="false">82fab7be5d95a044de4aedae8ddbf387</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:00:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novia murni ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan mudra ]]></category>
	<category><![CDATA[ journal art ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[art,journal,mudra,murni,novia,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara UMKM kuliner dan fashion di Kota Serang dengan UMKM di kota lain untuk menganalisis perbedaan dampak komunikasi visual berbasis AI terhadap kinerja UMKM. Selain itu, penelitian dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara UMKM kuliner dan fashion di Kota Serang dengan UMKM di kota lain untuk menganalisis perbedaan dampak komunikasi visual berbasis AI terhadap kinerja UMKM. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap konten visual yang dihasilkan oleh AI dan dampaknya terhadap perilaku pembelian. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran inovasi digital dalam meningkatkan kinerja UMKM, khususnya dalam hal penggunaan teknologi AI untuk komunikasi visual.. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 383 pelaku UMKM kuliner dan fashion di Kota Serang dengan menggunakan analisis Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) menunjukkan bahwa menggunakan AI untuk membuat konten visual yang menarik, kreatif, informatif, personal, dan konsisten dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan.Customer engagement terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, yang menunjukkan bahwa peningkatan interaksi, partisipasi, dan hubungan pelanggan melalui media sosial dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja usaha.Komunikasi visual berbasis AI juga terbukti memberikan pengaruh langsung dan positif terhadap kinerja UMKM kuliner dan fashion.Selain pengaruh langsung tersebut, customer engagement terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara komunikasi visual berbasis AI dan kinerja UMKM kuliner dan fashion.AI dalam pemasaran digital sangat efektif karena dapat menghasilkan konten dengan cepat dan efisien serta meningkatkan keterlibatan pelanggan, yang pada akhirnya akan menghasilkan nilai bisnis bagi UMKM kuliner dan fashion.Pelaku UMKM kuliner dan fashion harus mengintegrasikan pemanfaatan AI ke dalam strategi desain komunikasi visual yang berfokus pada karakteristik target audiens, identitas merek, kualitas pesan, dan kebutuhan pelanggan Transformasi digital telah mendorong perubahan strategi pemasaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya dalam pengembangan komunikasi visual di media sosial. Teknologi AI memungkinkan pelaku usaha menghasilkan konten yang lebih kreatif, personal, dan sesuai dengan karakteristik audiens sehingga berpotensi meningkatkan keterlibatan pelanggan serta kinerja usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi visual berbasis Artificial Intelligence terhadap customer engagement, menguji pengaruh customer engagement terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-9216e.webp" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-9216e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-9216e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-9216e.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" alt="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-27ddf.webp" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-27ddf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-27ddf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-27ddf.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" alt="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-ab757.webp" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-ab757.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-ab757.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-ab757.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" alt="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63542-nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian" title="JURIS - Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement" target="_blank">Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara UMKM kuliner dan fashion di Kota Serang dengan UMKM di kota lain untuk menganalisis perbedaan dampak komunikasi visual berbasis AI terhadap kinerja UMKM. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap konten visual yang dihasilkan oleh AI dan dampaknya terhadap perilaku pembelian. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran inovasi digital dalam meningkatkan kinerja UMKM, khususnya dalam hal penggunaan teknologi AI untuk komunikasi visual..
<br>Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 383 pelaku UMKM kuliner dan fashion di Kota Serang dengan menggunakan analisis Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) menunjukkan bahwa menggunakan AI untuk membuat konten visual yang menarik, kreatif, informatif, personal, dan konsisten dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan.Customer engagement terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, yang menunjukkan bahwa peningkatan interaksi, partisipasi, dan hubungan pelanggan melalui media sosial dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja usaha.Komunikasi visual berbasis AI juga terbukti memberikan pengaruh langsung dan positif terhadap kinerja UMKM kuliner dan fashion.Selain pengaruh langsung tersebut, customer engagement terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara komunikasi visual berbasis AI dan kinerja UMKM kuliner dan fashion.AI dalam pemasaran digital sangat efektif karena dapat menghasilkan konten dengan cepat dan efisien serta meningkatkan keterlibatan pelanggan, yang pada akhirnya akan menghasilkan nilai bisnis bagi UMKM kuliner dan fashion.Pelaku UMKM kuliner dan fashion harus mengintegrasikan pemanfaatan AI ke dalam strategi desain komunikasi visual yang berfokus pada karakteristik target audiens, identitas merek, kualitas pesan, dan kebutuhan pelanggan
<br>Transformasi digital telah mendorong perubahan strategi pemasaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya dalam pengembangan komunikasi visual di media sosial. Teknologi AI memungkinkan pelaku usaha menghasilkan konten yang lebih kreatif, personal, dan sesuai dengan karakteristik audiens sehingga berpotensi meningkatkan keterlibatan pelanggan serta kinerja usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi visual berbasis Artificial Intelligence terhadap customer engagement, menguji pengaruh customer engagement terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-ab757.webp" type="image/webp" length="96226" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-9216e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-27ddf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/nilai-bisnis-bi-pengaruh-komunikasi-pengadopsian-t-thumb-ab757.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3159-besaung-jurnal-seni-desain-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63538-karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-r</link>
	<guid isPermaLink="false">11e638251143fe91134c2ada79b7064f</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:07:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novia murni ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan mudra ]]></category>
	<category><![CDATA[ journal art ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[art,journal,mudra,murni,novia,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji representasi identitas visual kemaritiman di wilayah maritim lainnya di Indonesia, seperti Kota Aceh atau Surabaya, untuk membandingkan strategi visual yang berbeda. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar: Penelitian lanjutan dapat mengkaji representasi identitas visual kemaritiman di wilayah maritim lainnya di Indonesia, seperti Kota Aceh atau Surabaya, untuk membandingkan strategi visual yang berbeda. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan dan komunitas lokal dalam memperkuat identitas visual melalui pelibatan masyarakat secara aktif dalam proses desain. Penelitian multidisiplin yang menggabungkan pendekatan antropologi, psikologi, dan desain dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana simbol budaya diinterpretasikan oleh berbagai kelompok sosial, terutama generasi muda.. Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi visual identitas kemaritiman di Kota Palembang dan Makassar berkembang melalui struktur visual yang berbeda.Palembang merepresentasikan identitas kemaritiman Sriwijaya secara fragmentatif dan belum memiliki simbol visual yang dominan sehingga belum membentuk sistem identitas visual yang konsisten dalam ruang publik.Sebaliknya, Makassar berhasil membangun identitas visual kemaritiman yang kuat melalui reproduksi simbol Pinisi secara berkelanjutan pada berbagai media visual, seperti city branding, identitas institusi, media promosi, dan elemen arsitektur.Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh konteks geografis, budaya maritim, serta proses reproduksi simbol dalam ruang publik Penelitian ini mengkaji representasi identitas visual kemaritiman di Kota Palembang dan Kota Makassar. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kekuatan sejarah kemaritiman Sriwijaya di Palembang dan lemahnya representasi visual identitas kemaritiman dalam ruang publik, sementara Makassar menunjukkan identitas kemaritiman yang lebih konsisten melalui penggunaan simbol Pinisi. Untuk memahami perbedaan tersebut, penelitian dilakukan dengan membandingkan karakter visual, keterkaitan simbol dengan identitas kemaritiman, serta konsistensi reproduksi simbol pada kedua kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi visual Sriwijaya di Palembang masih bersifat fragmentatif, tidak memiliki simbol visual yang dominan, dan belum membentuk sistem identitas visual yang konsisten. Sebaliknya, simbol Pinisi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-0fc9c.webp" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-0fc9c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-0fc9c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-0fc9c.webp 1x" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" alt="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-6e405.webp" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-6e405.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-6e405.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-6e405.webp 1x" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" alt="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-fc7d8.webp" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-fc7d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-fc7d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-fc7d8.webp 1x" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" alt="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63538-karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-r" title="JURIS - Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar" target="_blank">Komparasi Representasi Identitas Visual Kemaritiman Kota Palembang dan Kota Makassar</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji representasi identitas visual kemaritiman di wilayah maritim lainnya di Indonesia, seperti Kota Aceh atau Surabaya, untuk membandingkan strategi visual yang berbeda. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan dan komunitas lokal dalam memperkuat identitas visual melalui pelibatan masyarakat secara aktif dalam proses desain. Penelitian multidisiplin yang menggabungkan pendekatan antropologi, psikologi, dan desain dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana simbol budaya diinterpretasikan oleh berbagai kelompok sosial, terutama generasi muda..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi visual identitas kemaritiman di Kota Palembang dan Makassar berkembang melalui struktur visual yang berbeda.Palembang merepresentasikan identitas kemaritiman Sriwijaya secara fragmentatif dan belum memiliki simbol visual yang dominan sehingga belum membentuk sistem identitas visual yang konsisten dalam ruang publik.Sebaliknya, Makassar berhasil membangun identitas visual kemaritiman yang kuat melalui reproduksi simbol Pinisi secara berkelanjutan pada berbagai media visual, seperti city branding, identitas institusi, media promosi, dan elemen arsitektur.Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh konteks geografis, budaya maritim, serta proses reproduksi simbol dalam ruang publik
<br>Penelitian ini mengkaji representasi identitas visual kemaritiman di Kota Palembang dan Kota Makassar. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kekuatan sejarah kemaritiman Sriwijaya di Palembang dan lemahnya representasi visual identitas kemaritiman dalam ruang publik, sementara Makassar menunjukkan identitas kemaritiman yang lebih konsisten melalui penggunaan simbol Pinisi. Untuk memahami perbedaan tersebut, penelitian dilakukan dengan membandingkan karakter visual, keterkaitan simbol dengan identitas kemaritiman, serta konsistensi reproduksi simbol pada kedua kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi visual Sriwijaya di Palembang masih bersifat fragmentatif, tidak memiliki simbol visual yang dominan, dan belum membentuk sistem identitas visual yang konsisten. Sebaliknya, simbol Pinisi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-fc7d8.webp" type="image/webp" length="102062" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-0fc9c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-6e405.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/karakter-visual-komposisi-identitas-cocok-represen-thumb-fc7d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3159-besaung-jurnal-seni-desain-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity A Netnographic Study of Public Perception Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan Studi Netnografi atas Persepsi Publik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity A Netnographic Study of Public Perception Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan Studi Netnografi atas Persepsi Publik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity A Netnographic Study of Public Perception Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan Studi Netnografi atas Persepsi Publik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63527-analisis-filosofis-moral-nilai-g</link>
	<guid isPermaLink="false">22da5d70c04c8f8a8a1f005491702888</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:54:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mempelajari bagaimana perbedaan algoritma di platform media sosial memengaruhi pembentukan moralitas digital. Melakukan studi lintas budaya untuk menguji sejauh mana model Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan dapat diterapkan dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity: A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik: Mempelajari bagaimana perbedaan algoritma di platform media sosial memengaruhi pembentukan moralitas digital. Melakukan studi lintas budaya untuk menguji sejauh mana model Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan dapat diterapkan dalam konteks yang lebih beragam. Mengembangkan pendekatan kuantitatif, seperti model persamaan struktural, untuk menguji hubungan antara nilai kesederhanaan dan keabsahan moral pemimpin secara empiris.. Temuan utama menunjukkan munculnya model konseptual baru, Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan.Model ini menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan lagi dianggap sebagai aksesi pasif, tetapi strategi aktif untuk mengelola kompleksitas digital.Studi ini berkontribusi dalam menghubungkan tradisi dan modernitas dalam studi pendidikan Islam Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi filosofis kesederhanaan kepemimpinan dalam ruang digital melalui perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi. Data dikumpulkan dari 518 komentar publik pada unggahan Instagram akun @arsip.peristiwa yang menampilkan figur kepemimpinan sederhana, dilengkapi dengan data interaksi berupa likes dan shares. Teknik sampling purposif digunakan untuk memastikan relevansi data. Analisis dilakukan melalui thematic analysis yang dipadukan dengan interpretasi filosofis. Validitas data dijaga melalui triangulasi, audit trail, dan refleksi kritis. Temuan: Kesederhanaan kepemimpinan dikonstruksi secara multidimensional.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-7620a.webp" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-7620a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-7620a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-7620a.webp 1x" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" alt="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-e0e63.webp" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-e0e63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-e0e63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-e0e63.webp 1x" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" alt="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-855b6.webp" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-855b6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-855b6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-855b6.webp 1x" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" alt="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63527-analisis-filosofis-moral-nilai-g" title="JURIS - Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik" target="_blank">Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity:  A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik</a>: Mempelajari bagaimana perbedaan algoritma di platform media sosial memengaruhi pembentukan moralitas digital. Melakukan studi lintas budaya untuk menguji sejauh mana model Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan dapat diterapkan dalam konteks yang lebih beragam. Mengembangkan pendekatan kuantitatif, seperti model persamaan struktural, untuk menguji hubungan antara nilai kesederhanaan dan keabsahan moral pemimpin secara empiris..
<br>Temuan utama menunjukkan munculnya model konseptual baru, Ontologi Moral Digital Kesederhanaan Kepemimpinan.Model ini menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan lagi dianggap sebagai aksesi pasif, tetapi strategi aktif untuk mengelola kompleksitas digital.Studi ini berkontribusi dalam menghubungkan tradisi dan modernitas dalam studi pendidikan Islam
<br>Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi filosofis kesederhanaan kepemimpinan dalam ruang digital melalui perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi. Data dikumpulkan dari 518 komentar publik pada unggahan Instagram akun @arsip.peristiwa yang menampilkan figur kepemimpinan sederhana, dilengkapi dengan data interaksi berupa likes dan shares. Teknik sampling purposif digunakan untuk memastikan relevansi data. Analisis dilakukan melalui thematic analysis yang dipadukan dengan interpretasi filosofis. Validitas data dijaga melalui triangulasi, audit trail, dan refleksi kritis. Temuan: Kesederhanaan kepemimpinan dikonstruksi secara multidimensional....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-855b6.webp" type="image/webp" length="93122" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-7620a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-e0e63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/analisis-filosofis-moral-nilai-generasi-pembentuka-thumb-855b6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human Centered Design Approach ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human Centered Design Approach ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human Centered Design Approach ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63537-material-sampah-organik-pengelolaan-pengelo</link>
	<guid isPermaLink="false">f249e66bb316f22fcc11c4c2ae08fab2</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:27:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novia murni ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan mudra ]]></category>
	<category><![CDATA[ journal art ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[art,journal,mudra,murni,novia,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Mengembangkan desain komposter rumah tangga yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, pengendalian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Mengembangkan desain komposter rumah tangga yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, pengendalian bau, dan kemudahan pemindahan adalah faktor-faktor penting bagi pengguna. Oleh karena itu, desain komposter yang lebih inovatif dan terintegrasi dengan kebutuhan pengguna dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Misalnya, mengembangkan komposter dengan sistem ventilasi yang lebih baik, mekanisme pengadukan yang lebih efisien, dan fitur-fitur lain yang dapat meningkatkan kenyamanan pengguna.2. Menerapkan pendekatan Human-Centered Design dalam pengembangan produk-produk pengelolaan sampah rumah tangga lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Human-Centered Design sangat efektif dalam memahami kebutuhan pengguna dan mengembangkan solusi yang sesuai. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat diterapkan dalam pengembangan produk-produk pengelolaan sampah rumah tangga lainnya, seperti tempat sampah, wadah pengomposan, atau alat-alat daur ulang. Dengan demikian, produk-produk tersebut dapat lebih ramah pengguna dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.3. Menganalisis faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan budaya, seperti dukungan keluarga, semangat berbagi dalam komunitas, dan nilai-nilai lingkungan, mempengaruhi keputusan pengguna untuk mengompos. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis faktor-faktor sosial dan budaya ini untuk memahami lebih dalam bagaimana mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.Dengan menggabungkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat mengembangkan solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih berkelanjutan, ramah pengguna, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kampanye kesadaran lingkungan yang efektif dan mendorong perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.. Studi ini berhasil merumuskan persyaratan desain pengguna sebagai fondasi utama dalam menciptakan kit tas kompos rumah tangga berdasarkan pendekatan Human-Centered Design (HCD).Melalui pendekatan ini, jelas bahwa kesuksesan alat komposting mandiri bukan hanya soal kecanggihan teknis, tetapi seberapa jauh produk tersebut mampu menyatu dengan kebiasaan, kekhawatiran, dan realitas ruang sehari-hari masyarakat.Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, konsep kit tas kompos dirancang sebagai sistem fisik yang kohesif dan solutif.Dalam hal struktur tas, dibuat kompak dan mudah dipindahkan sehingga ramah bagi rumah-rumah perkotaan dengan lahan minimal, memanfaatkan bahan banner bekas yang secara alami tahan terhadap air dan kelembaban.Masalah klasik seperti bau tidak sedap dan gangguan lingkungan diatasi melalui sistem ventilasi udara yang terjaga, dikombinasikan dengan penutup serangga berbasis ritsleting yang rapat untuk memutus akses lalat, lalat buah, dan tikus.Ketidaksukaan publik untuk mengaduk sampah organik diatasi melalui mekanisme pengadukan yang lebih higienis menggunakan alat bantu praktis untuk meminimalkan kontak fisik langsung.Mobilitas atau proses pemindahan tas juga menjadi lebih ringan berkat pegangan yang aman dan opsi untuk memasang roda di bagian bawah.Sementara itu, untuk panen kompos, desainer menyertakan jendela akses khusus di bagian bawah tas yang mudah dibuka dan ditutup sehingga pupuk matang dapat diekstrak dengan bersih tanpa mengotori lantai.Untuk mencegah komposting menjadi membingungkan, seluruh sistem dilengkapi dengan panduan visual komunikatif untuk pemula.Di sisi lain, eksperimen memanfaatkan banner bekas membuktikan bahwa sisa bahan promosi memiliki potensi besar untuk naik tingkat (upcycling).Namun, tantangan terbesar terletak pada persepsi publik.desain harus mampu membuktikan dan membangun kepercayaan pengguna bahwa bahan daur ulang ini aman, kuat, dan tahan lama.Akhirnya, kriteria desain yang terkunci dalam studi ini diharapkan menjadi blueprint kuat untuk fase pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan pengujian produk dalam penelitian selanjutnya Sampah organik rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah perkotaan di Indonesia. Meskipun memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos, praktik pengomposan di tingkat rumah tangga belum banyak dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sarana yang praktis, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Di sisi lain, limbah banner bekas dari berbagai kegiatan promosi terus bertambah setiap tahun dan sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, material ini memiliki karakteristik yang kuat, tahan air, dan berpotensi diolah kembali menjadi produk fungsional yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain kit tas kompos rumah tangga berbahan banner bekas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-9d4ea.webp" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-9d4ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-9d4ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-9d4ea.webp 1x" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" alt="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-ccd65.webp" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-ccd65.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-ccd65.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-ccd65.webp 1x" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" alt="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-92826.webp" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-92826.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-92826.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-92826.webp 1x" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" alt="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63537-material-sampah-organik-pengelolaan-pengelo" title="JURIS - Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach" target="_blank">Exploring User Needs for a Household Compost Bag Kit Made from Used Banners Using a Human-Centered Design Approach</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Mengembangkan desain komposter rumah tangga yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, pengendalian bau, dan kemudahan pemindahan adalah faktor-faktor penting bagi pengguna. Oleh karena itu, desain komposter yang lebih inovatif dan terintegrasi dengan kebutuhan pengguna dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Misalnya, mengembangkan komposter dengan sistem ventilasi yang lebih baik, mekanisme pengadukan yang lebih efisien, dan fitur-fitur lain yang dapat meningkatkan kenyamanan pengguna.2. Menerapkan pendekatan Human-Centered Design dalam pengembangan produk-produk pengelolaan sampah rumah tangga lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Human-Centered Design sangat efektif dalam memahami kebutuhan pengguna dan mengembangkan solusi yang sesuai. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat diterapkan dalam pengembangan produk-produk pengelolaan sampah rumah tangga lainnya, seperti tempat sampah, wadah pengomposan, atau alat-alat daur ulang. Dengan demikian, produk-produk tersebut dapat lebih ramah pengguna dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.3. Menganalisis faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan budaya, seperti dukungan keluarga, semangat berbagi dalam komunitas, dan nilai-nilai lingkungan, mempengaruhi keputusan pengguna untuk mengompos. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis faktor-faktor sosial dan budaya ini untuk memahami lebih dalam bagaimana mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.Dengan menggabungkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat mengembangkan solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih berkelanjutan, ramah pengguna, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kampanye kesadaran lingkungan yang efektif dan mendorong perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab..
<br>Studi ini berhasil merumuskan persyaratan desain pengguna sebagai fondasi utama dalam menciptakan kit tas kompos rumah tangga berdasarkan pendekatan Human-Centered Design (HCD).Melalui pendekatan ini, jelas bahwa kesuksesan alat komposting mandiri bukan hanya soal kecanggihan teknis, tetapi seberapa jauh produk tersebut mampu menyatu dengan kebiasaan, kekhawatiran, dan realitas ruang sehari-hari masyarakat.Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, konsep kit tas kompos dirancang sebagai sistem fisik yang kohesif dan solutif.Dalam hal struktur tas, dibuat kompak dan mudah dipindahkan sehingga ramah bagi rumah-rumah perkotaan dengan lahan minimal, memanfaatkan bahan banner bekas yang secara alami tahan terhadap air dan kelembaban.Masalah klasik seperti bau tidak sedap dan gangguan lingkungan diatasi melalui sistem ventilasi udara yang terjaga, dikombinasikan dengan penutup serangga berbasis ritsleting yang rapat untuk memutus akses lalat, lalat buah, dan tikus.Ketidaksukaan publik untuk mengaduk sampah organik diatasi melalui mekanisme pengadukan yang lebih higienis menggunakan alat bantu praktis untuk meminimalkan kontak fisik langsung.Mobilitas atau proses pemindahan tas juga menjadi lebih ringan berkat pegangan yang aman dan opsi untuk memasang roda di bagian bawah.Sementara itu, untuk panen kompos, desainer menyertakan jendela akses khusus di bagian bawah tas yang mudah dibuka dan ditutup sehingga pupuk matang dapat diekstrak dengan bersih tanpa mengotori lantai.Untuk mencegah komposting menjadi membingungkan, seluruh sistem dilengkapi dengan panduan visual komunikatif untuk pemula.Di sisi lain, eksperimen memanfaatkan banner bekas membuktikan bahwa sisa bahan promosi memiliki potensi besar untuk naik tingkat (upcycling).Namun, tantangan terbesar terletak pada persepsi publik.desain harus mampu membuktikan dan membangun kepercayaan pengguna bahwa bahan daur ulang ini aman, kuat, dan tahan lama.Akhirnya, kriteria desain yang terkunci dalam studi ini diharapkan menjadi blueprint kuat untuk fase pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan pengujian produk dalam penelitian selanjutnya
<br>Sampah organik rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah perkotaan di Indonesia. Meskipun memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos, praktik pengomposan di tingkat rumah tangga belum banyak dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sarana yang praktis, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Di sisi lain, limbah banner bekas dari berbagai kegiatan promosi terus bertambah setiap tahun dan sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, material ini memiliki karakteristik yang kuat, tahan air, dan berpotensi diolah kembali menjadi produk fungsional yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain kit tas kompos rumah tangga berbahan banner bekas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-9d4ea.webp" type="image/webp" length="104356" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-9d4ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-ccd65.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/material-sampah-organik-pengelolaan-plastik-nilai-thumb-92826.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3159-besaung-jurnal-seni-desain-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63518-pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja</link>
	<guid isPermaLink="false">8a4318f961593d035988b2eb4d4563c5</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:52:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan berdasarkan temuan ini. Pertama, penelitian tentang pengaruh partisipasi masyarakat dalam model pengelolaan RTH preventif-kolaboratif untuk meningkatkan keberlanjutan fungsi sosial dan ekologis taman. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan berdasarkan temuan ini. Pertama, penelitian tentang pengaruh partisipasi masyarakat dalam model pengelolaan RTH preventif-kolaboratif untuk meningkatkan keberlanjutan fungsi sosial dan ekologis taman. Kedua, analisis efektivitas desain universal dalam meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di ruang publik kota. Ketiga, studi mengenai dampak faktor musiman dan kebijakan lokal terhadap pola penggunaan RTH oleh masyarakat. Ketiga saran ini dapat menjadi arah studi yang mengintegrasikan teori akses dengan praktik pengelolaan ruang publik berkelanjutan.. Respons masyarakat terhadap pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Putri Pinang Masak Park, Kota Jambi menunjukkan ketidaksesuaian antara pembangunan fisik yang baik dengan kualitas pemeliharaan yang belum optimal.Meskipun taman ini berfungsi sebagai ikon publik yang strategis, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti kerusakan fasilitas, rendahnya kebersihan toilet, penumpukan sampah, serta belum tersedianya fasilitas yang inklusif bagi penyandang disabilitas.Dalam perspektif teori akses, temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka hijau tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap pengelolaan ruang terbuka hijau di Putri Pinang Masak Park Kota Jambi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan pemanfaatan ruang terbuka hijau oleh masyarakat. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan secara mendalam dan wawancara semi-terstruktur dengan pengunjung Taman Putri Pinang Masak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber. Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons masyarakat terhadap RTH di Taman Putri Pinang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-0af06.webp" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-0af06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-0af06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-0af06.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" alt="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-8dec6.webp" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-8dec6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-8dec6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-8dec6.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" alt="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-d1345.webp" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-d1345.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-d1345.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-d1345.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" alt="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63518-pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja" title="JURIS - Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City" target="_blank">Analysis Of Public Response To The Management Of Green Open Space Putri Pinang Masak Park Jambi City</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan berdasarkan temuan ini. Pertama, penelitian tentang pengaruh partisipasi masyarakat dalam model pengelolaan RTH preventif-kolaboratif untuk meningkatkan keberlanjutan fungsi sosial dan ekologis taman. Kedua, analisis efektivitas desain universal dalam meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di ruang publik kota. Ketiga, studi mengenai dampak faktor musiman dan kebijakan lokal terhadap pola penggunaan RTH oleh masyarakat. Ketiga saran ini dapat menjadi arah studi yang mengintegrasikan teori akses dengan praktik pengelolaan ruang publik berkelanjutan..
<br>Respons masyarakat terhadap pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Putri Pinang Masak Park, Kota Jambi menunjukkan ketidaksesuaian antara pembangunan fisik yang baik dengan kualitas pemeliharaan yang belum optimal.Meskipun taman ini berfungsi sebagai ikon publik yang strategis, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti kerusakan fasilitas, rendahnya kebersihan toilet, penumpukan sampah, serta belum tersedianya fasilitas yang inklusif bagi penyandang disabilitas.Dalam perspektif teori akses, temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka hijau tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal
<br>Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap pengelolaan ruang terbuka hijau di Putri Pinang Masak Park Kota Jambi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan pemanfaatan ruang terbuka hijau oleh masyarakat. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan secara mendalam dan wawancara semi-terstruktur dengan pengunjung Taman Putri Pinang Masak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber. Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons masyarakat terhadap RTH di Taman Putri Pinang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-8dec6.webp" type="image/webp" length="71194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-0af06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-8dec6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/pemanfaatan-ruang-respon-masyarakat-madura-kinerja-thumb-d1345.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63521-collaborative-governance-desa-inklusif-penyandang</link>
	<guid isPermaLink="false">1365659b6cd2d3ba6348e616a72bac3f</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:51:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa inklusif, seperti peran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal: Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa inklusif, seperti peran aktor-aktor kunci, strategi pendampingan, dan dukungan regulasi.2. Menganalisis dampak jangka panjang dari kolaborasi ini terhadap pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas di Sidorejo, serta mengukur tingkat kepuasan dan partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan desa.3. Meneliti dan mengembangkan model kolaborasi yang lebih inklusif dan partisipatif, dengan melibatkan lebih banyak aktor dari berbagai sektor, termasuk masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah, untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki kesempatan yang sama dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program.. Berdasarkan pembahasan, Collaborative Governance dalam mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Sidorejo telah berjalan sesuai dengan teori Ansell dan Gash.Dialog langsung antar aktor yang melibatkan SIGAB, Pemerintah Kalurahan Sidorejo, dan Kelompok Difabel Sidorejo telah berjalan dengan baik.Kepercayaan antar aktor sebagai bagian dari proses kolaborasi telah terbangun dengan baik.Sejumlah aktor yang terlibat telah menunjukkan berbagai upaya sebagai bentuk komitmen terhadap proses kolaborasi.Pemahaman bersama antar aktor mengenai konsep Desa Inklusif di Sidorejo telah terbangun dengan baik.Hasil sementara dari proses kolaborasi ditunjukkan dengan adanya perubahan sosial yang signifikan, berkurangnya stigma dan pembatasan ruang partisipasi, penguatan kelembagaan melalui pembentukan Kelompok Difabel Sidorejo, dan adanya dukungan regulasi dan alokasi anggaran.Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terbangun telah memberikan dampak positif dan menjadi pondasi awal dalam mewujudkan Desa Inklusif Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah di antara studi-studi sebelumnya dengan mengintegrasikan proses Collaborative Governance dalam konteks mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kalurahan Sidorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Collaborative Governance dalam mewujudkan desa inklusif bagi penyandang disabilitas di Sidorejo telah berjalan dengan baik, namun dalam praktiknya masih terdapat tantangan. Meskipun demikian, komitmen Pemerintah Kalurahan Sidorejo tetap kuat dengan adanya dukungan dari sejumlah aktor terkait. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah kalurahan Sidorejo serta aktor terkait dalam melakukan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan desa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-6d0a5.webp" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-6d0a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-6d0a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-6d0a5.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" alt="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-2d1d7.webp" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-2d1d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-2d1d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-2d1d7.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" alt="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-c72ba.webp" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-c72ba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-c72ba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-c72ba.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" alt="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63521-collaborative-governance-desa-inklusif-penyandang" title="JURIS - Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal" target="_blank">Collaborative Governance in Realizing an Inclusive Village for Persons with Disabilities in Sidorejo Village: Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kal</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa inklusif, seperti peran aktor-aktor kunci, strategi pendampingan, dan dukungan regulasi.2. Menganalisis dampak jangka panjang dari kolaborasi ini terhadap pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas di Sidorejo, serta mengukur tingkat kepuasan dan partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan desa.3. Meneliti dan mengembangkan model kolaborasi yang lebih inklusif dan partisipatif, dengan melibatkan lebih banyak aktor dari berbagai sektor, termasuk masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah, untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki kesempatan yang sama dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program..
<br>Berdasarkan pembahasan, Collaborative Governance dalam mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Sidorejo telah berjalan sesuai dengan teori Ansell dan Gash.Dialog langsung antar aktor yang melibatkan SIGAB, Pemerintah Kalurahan Sidorejo, dan Kelompok Difabel Sidorejo telah berjalan dengan baik.Kepercayaan antar aktor sebagai bagian dari proses kolaborasi telah terbangun dengan baik.Sejumlah aktor yang terlibat telah menunjukkan berbagai upaya sebagai bentuk komitmen terhadap proses kolaborasi.Pemahaman bersama antar aktor mengenai konsep Desa Inklusif di Sidorejo telah terbangun dengan baik.Hasil sementara dari proses kolaborasi ditunjukkan dengan adanya perubahan sosial yang signifikan, berkurangnya stigma dan pembatasan ruang partisipasi, penguatan kelembagaan melalui pembentukan Kelompok Difabel Sidorejo, dan adanya dukungan regulasi dan alokasi anggaran.Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terbangun telah memberikan dampak positif dan menjadi pondasi awal dalam mewujudkan Desa Inklusif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah di antara studi-studi sebelumnya dengan mengintegrasikan proses Collaborative Governance dalam konteks mewujudkan Desa Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Kalurahan Sidorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Collaborative Governance dalam mewujudkan desa inklusif bagi penyandang disabilitas di Sidorejo telah berjalan dengan baik, namun dalam praktiknya masih terdapat tantangan. Meskipun demikian, komitmen Pemerintah Kalurahan Sidorejo tetap kuat dengan adanya dukungan dari sejumlah aktor terkait. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah kalurahan Sidorejo serta aktor terkait dalam melakukan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan desa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-6d0a5.webp" type="image/webp" length="66716" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-6d0a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-2d1d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/collaborative-governance-inklusif-penyandang-disab-thumb-c72ba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63539-sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k</link>
	<guid isPermaLink="false">ea100e03acce8616c1e7645670f7b61b</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:29:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novia murni ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan mudra ]]></category>
	<category><![CDATA[ journal art ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[art,journal,mudra,murni,novia,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Melakukan penelitian komparatif dengan sentra sulam tradisional lainnya di Sumatera Barat untuk menganalisis strategi pelestarian yang berbeda dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Melakukan penelitian komparatif dengan sentra sulam tradisional lainnya di Sumatera Barat untuk menganalisis strategi pelestarian yang berbeda dan mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dalam melestarikan teknik sulaman tradisional.2. Mempelajari dan mengembangkan desain produk sulaman kombinasi untuk aplikasi pada produk-produk kontemporer seperti fesyen, aksesori, dan dekorasi interior. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana sulaman kombinasi dapat diintegrasikan dengan tren dan selera pasar modern tanpa mengorbankan identitas budaya dan nilai-nilai tradisional.3. Meneliti lebih lanjut tentang dampak pelatihan dan pewarisan keterampilan dalam menjaga keberlanjutan kerajinan sulam bayang. Penelitian ini dapat fokus pada efektivitas pelatihan dalam meningkatkan minat generasi muda, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, dan memastikan regenerasi pengrajin yang terampil.. Penelitian ini menemukan bahwa Rumah Sulaman Cici menjalankan tiga strategi pelestarian utama yang saling mendukung dan terintegrasi.Pertama, pemertahanan teknik sulam bayang sebagai teknik inti dalam setiap karya sulaman kombinasi, yang diwujudkan melalui konsistensi penggunaannya sebagai fondasi visual selama lebih dari dua dekade.Kedua, pemertahanan motif flora tradisional Koto Gadang sebagai identitas visual yang konsisten, dengan tetap mempertahankan bentuk dasar motif sambil memvariasikan ukuran, warna, dan komposisi.Ketiga, pelaksanaan pelatihan sulam bayang sebagai sarana pewarisan keterampilan kepada generasi muda, yang tidak hanya mentransfer keterampilan teknis tetapi juga menanamkan kesadaran budaya dan rasa bangga terhadap warisan lokal.Kontribusi penelitian ini adalah memberikan dokumentasi akademik tentang strategi pelestarian integratif yang menggabungkan praktik produksi berkelanjutan, inovasi adaptif, dan pewarisan keterampilan dalam satu kesatuan yang saling menopang.Dampak dari strategi ini adalah terciptanya keberlanjutan usaha, pemertahanan identitas budaya, dan regenerasi pengrajin yang menjamin kelangsungan sulam bayang di masa depan Sulam bayang merupakan teknik sulaman tradisional khas Sumatra Barat yang memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi, namun keberadaannya kini semakin terancam karena hanya dipertahankan oleh segelintir perajin. Salah satu tempat yang masih konsisten melestarikan teknik ini adalah Rumah Sulaman Cici di Koto Gadang, yang justru mengembangkannya menjadi sulaman kombinasi dengan berbagai inovasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian sulaman kombinasi berbasis sulam bayang yang dilakukan di Rumah Sulaman Cici, serta menganalisis keseimbangan antara inovasi produk dan pemertahanan nilai tradisi dalam praktik sulaman tersebut. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-99a55.webp" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-99a55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-99a55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-99a55.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" alt="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-b55d8.webp" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-b55d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-b55d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-b55d8.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" alt="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-c75b3.webp" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-c75b3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-c75b3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-c75b3.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" alt="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63539-sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k" title="JURIS - Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang" target="_blank">Upaya Pelestarian Sulaman Kombinasi Berbasis Sulam Bayang Di Rumah Sulaman Cici Koto Gadang</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Melakukan penelitian komparatif dengan sentra sulam tradisional lainnya di Sumatera Barat untuk menganalisis strategi pelestarian yang berbeda dan mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dalam melestarikan teknik sulaman tradisional.2. Mempelajari dan mengembangkan desain produk sulaman kombinasi untuk aplikasi pada produk-produk kontemporer seperti fesyen, aksesori, dan dekorasi interior. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana sulaman kombinasi dapat diintegrasikan dengan tren dan selera pasar modern tanpa mengorbankan identitas budaya dan nilai-nilai tradisional.3. Meneliti lebih lanjut tentang dampak pelatihan dan pewarisan keterampilan dalam menjaga keberlanjutan kerajinan sulam bayang. Penelitian ini dapat fokus pada efektivitas pelatihan dalam meningkatkan minat generasi muda, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, dan memastikan regenerasi pengrajin yang terampil..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa Rumah Sulaman Cici menjalankan tiga strategi pelestarian utama yang saling mendukung dan terintegrasi.Pertama, pemertahanan teknik sulam bayang sebagai teknik inti dalam setiap karya sulaman kombinasi, yang diwujudkan melalui konsistensi penggunaannya sebagai fondasi visual selama lebih dari dua dekade.Kedua, pemertahanan motif flora tradisional Koto Gadang sebagai identitas visual yang konsisten, dengan tetap mempertahankan bentuk dasar motif sambil memvariasikan ukuran, warna, dan komposisi.Ketiga, pelaksanaan pelatihan sulam bayang sebagai sarana pewarisan keterampilan kepada generasi muda, yang tidak hanya mentransfer keterampilan teknis tetapi juga menanamkan kesadaran budaya dan rasa bangga terhadap warisan lokal.Kontribusi penelitian ini adalah memberikan dokumentasi akademik tentang strategi pelestarian integratif yang menggabungkan praktik produksi berkelanjutan, inovasi adaptif, dan pewarisan keterampilan dalam satu kesatuan yang saling menopang.Dampak dari strategi ini adalah terciptanya keberlanjutan usaha, pemertahanan identitas budaya, dan regenerasi pengrajin yang menjamin kelangsungan sulam bayang di masa depan
<br>Sulam bayang merupakan teknik sulaman tradisional khas Sumatra Barat yang memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi, namun keberadaannya kini semakin terancam karena hanya dipertahankan oleh segelintir perajin. Salah satu tempat yang masih konsisten melestarikan teknik ini adalah Rumah Sulaman Cici di Koto Gadang, yang justru mengembangkannya menjadi sulaman kombinasi dengan berbagai inovasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian sulaman kombinasi berbasis sulam bayang yang dilakukan di Rumah Sulaman Cici, serta menganalisis keseimbangan antara inovasi produk dan pemertahanan nilai tradisi dalam praktik sulaman tersebut.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-c75b3.webp" type="image/webp" length="101304" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-99a55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-b55d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/sulam-bayang-sulaman-kombinasi-pelestarian-kriya-k-thumb-c75b3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3159-besaung-jurnal-seni-desain-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63536-representasi-drupadi-artwear-desain-busana</link>
	<guid isPermaLink="false">70325be8d072c9a6b8826f5d25e4db04</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:23:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novia murni ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan mudra ]]></category>
	<category><![CDATA[ journal art ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[art,journal,mudra,murni,novia,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengujian validitas tingkat keberterimaan dan respons audiens secara kuantitatif, misalnya melalui metode survei dan kuesioner. Selain itu, pengkajian lanjutan mengenai strategi diseminasi produk berbasis riset ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengujian validitas tingkat keberterimaan dan respons audiens secara kuantitatif, misalnya melalui metode survei dan kuesioner. Selain itu, pengkajian lanjutan mengenai strategi diseminasi produk berbasis riset gender ini krusial untuk diakomodasi melalui platform digital dan ekosistem industri kreatif global. Langkah strategis tersebut diperlukan guna memformulasi model pelestarian warisan budaya tak-benda (intangible cultural heritage) Nusantara yang tidak hanya bernilai filosofis tebal, melainkan juga lebih inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan di masa depan.. Penelitian ini secara empiris telah berhasil merumuskan proses translasi serta artikulasi nilai filosofis, atribut rupa, dan simbol-simbol perjuangan tokoh Drupadi ke dalam desain busana artwear melalui empat tahapan metode kreatif Dharsono.Perwujudan rancangan ini secara sistematis mengintegrasikan motif batik Parang Rusak, stilisasi ornamen kobaran api (Geni), serta aplikasi ragam hias flora berupa bunga melati dan kenanga yang dikonstruksikan ke dalam material tekstil dan non-tekstil yang kaku bersiluet gaun A-line dengan dominasi palet warna merah dan emas.Melalui sistem penandaan tingkat pertama yakni denotasi semiotika Roland Barthes, seluruh elemen formal tersebut tidak lagi hadir sebagai entitas dekoratif yang netral saja, akan tetapi bertindak sebagai bahasa visual (visual language) yang secara literal merekam identitas dan atribut pewayangan Jawa.Kemudian pemindahan medium (transmedium) dari teks sastra klasik ke dalam wujud real-clothing ini menjadi bukti konkrit bagaimana atribut budaya masa lampau dapat didekonstruksi secara terukur menjadi produk kriya seni sandang kontemporer yang inovatif.Selanjutnya artikulasi representasi elemen visual pada karya busana artwear tokoh Drupadi ini terbukti efektif dalam mengomunikasikan pergeseran pemaknaan secara mendalam pada tataran konotatif dan mitos.Konfigurasi rupa pada busana artwear ini berhasil mereduksi citra kesetiaan perempuan yang pasif, submisif, dan reduktif dalam pola konvensional pewayangan tradisional, untuk kemudian dialihkan menjadi sebuah manifesto kekuatan emansipatif yang aktif, mandiri, dan berdaya.Melalui sinergi utuh sistem tanda Barthes, karya busana artwear ini berhasil menaturalisasikan mitos kekuatan perempuan modern yang responsif terhadap heterogenitas serta dinamika perubahan sosial masyarakat urban saat ini.Dengan demikian, luaran produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pakaian seni semata, namun telah bertindak sebagai medium komunikasi visual yang prospektif dalam menjembatani dialektika isu pemberdayaan gender kontemporer dengan warisan budaya tak-benda Nusantara Drupadi, tokoh epik dari kisah fenomenal Mahabharata, sering direduksi hanya sebagai simbol kesabaran dan kesetiaan pasif perempuan. Namun, di tengah dinamika masyarakat urban kontemporer saat ini, terdapat urgensi besar untuk merekonstruksi citra tersebut agar tetap relevan dengan isu-isu modern terkait pemberdayaan dan kompleksitas identitas perempuan. Penelitian ini memanfaatkan desain artwear sebagai bentuk untuk merepresentasikan karakter Drupadi ke dalam konteks masyarakat urban, dengan tujuan menampilkan Drupadi sebagai simbol kekuatan dan pemberdayaan perempuan dalam realitas sosial-budaya modern. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-d0a88.webp" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-d0a88.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-d0a88.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-d0a88.webp 1x" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" alt="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-8e13b.webp" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-8e13b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-8e13b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-8e13b.webp 1x" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" alt="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-4b5d4.webp" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-4b5d4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-4b5d4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-4b5d4.webp 1x" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" alt="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63536-representasi-drupadi-artwear-desain-busana" title="JURIS - Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes" target="_blank">Representasi Tokoh Drupadi Pada Desain Artwear Melalui Kajian Semiotika Roland Barthes</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengujian validitas tingkat keberterimaan dan respons audiens secara kuantitatif, misalnya melalui metode survei dan kuesioner. Selain itu, pengkajian lanjutan mengenai strategi diseminasi produk berbasis riset gender ini krusial untuk diakomodasi melalui platform digital dan ekosistem industri kreatif global. Langkah strategis tersebut diperlukan guna memformulasi model pelestarian warisan budaya tak-benda (intangible cultural heritage) Nusantara yang tidak hanya bernilai filosofis tebal, melainkan juga lebih inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan di masa depan..
<br>Penelitian ini secara empiris telah berhasil merumuskan proses translasi serta artikulasi nilai filosofis, atribut rupa, dan simbol-simbol perjuangan tokoh Drupadi ke dalam desain busana artwear melalui empat tahapan metode kreatif Dharsono.Perwujudan rancangan ini secara sistematis mengintegrasikan motif batik Parang Rusak, stilisasi ornamen kobaran api (Geni), serta aplikasi ragam hias flora berupa bunga melati dan kenanga yang dikonstruksikan ke dalam material tekstil dan non-tekstil yang kaku bersiluet gaun A-line dengan dominasi palet warna merah dan emas.Melalui sistem penandaan tingkat pertama yakni denotasi semiotika Roland Barthes, seluruh elemen formal tersebut tidak lagi hadir sebagai entitas dekoratif yang netral saja, akan tetapi bertindak sebagai bahasa visual (visual language) yang secara literal merekam identitas dan atribut pewayangan Jawa.Kemudian pemindahan medium (transmedium) dari teks sastra klasik ke dalam wujud real-clothing ini menjadi bukti konkrit bagaimana atribut budaya masa lampau dapat didekonstruksi secara terukur menjadi produk kriya seni sandang kontemporer yang inovatif.Selanjutnya artikulasi representasi elemen visual pada karya busana artwear tokoh Drupadi ini terbukti efektif dalam mengomunikasikan pergeseran pemaknaan secara mendalam pada tataran konotatif dan mitos.Konfigurasi rupa pada busana artwear ini berhasil mereduksi citra kesetiaan perempuan yang pasif, submisif, dan reduktif dalam pola konvensional pewayangan tradisional, untuk kemudian dialihkan menjadi sebuah manifesto kekuatan emansipatif yang aktif, mandiri, dan berdaya.Melalui sinergi utuh sistem tanda Barthes, karya busana artwear ini berhasil menaturalisasikan mitos kekuatan perempuan modern yang responsif terhadap heterogenitas serta dinamika perubahan sosial masyarakat urban saat ini.Dengan demikian, luaran produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pakaian seni semata, namun telah bertindak sebagai medium komunikasi visual yang prospektif dalam menjembatani dialektika isu pemberdayaan gender kontemporer dengan warisan budaya tak-benda Nusantara
<br>Drupadi, tokoh epik dari kisah fenomenal Mahabharata, sering direduksi hanya sebagai simbol kesabaran dan kesetiaan pasif perempuan. Namun, di tengah dinamika masyarakat urban kontemporer saat ini, terdapat urgensi besar untuk merekonstruksi citra tersebut agar tetap relevan dengan isu-isu modern terkait pemberdayaan dan kompleksitas identitas perempuan. Penelitian ini memanfaatkan desain artwear sebagai bentuk untuk merepresentasikan karakter Drupadi ke dalam konteks masyarakat urban, dengan tujuan menampilkan Drupadi sebagai simbol kekuatan dan pemberdayaan perempuan dalam realitas sosial-budaya modern.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-4b5d4.webp" type="image/webp" length="104446" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-d0a88.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-8e13b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/representasi-drupadi-artwear-desain-busana-karya-t-thumb-4b5d4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3159-besaung-jurnal-seni-desain-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Literacy and Radicalism Potential An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra Literasi Digital dan Potensi Radikalisme Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Literacy and Radicalism Potential An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra Literasi Digital dan Potensi Radikalisme Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Literacy and Radicalism Potential An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra Literasi Digital dan Potensi Radikalisme Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63522-literasi-digital-konselor-integra</link>
	<guid isPermaLink="false">d27e1ed4218336412a3ced0b5a1d0287</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:23:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbedaan perilaku digital antar generasi untuk merancang strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Peneliti juga bisa mengeksplorasi peran AI dalam mendeteksi konten radikal secara real-time di platform media ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan: Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbedaan perilaku digital antar generasi untuk merancang strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Peneliti juga bisa mengeksplorasi peran AI dalam mendeteksi konten radikal secara real-time di platform media sosial. Selain itu, studi tentang pengaruh budaya lokal terhadap kerentanan radikalisme di daerah seperti Sumatera Selatan dapat memberikan wawasan kontekstual yang lebih dalam untuk kebijakan nasional.. Propaganda radikal di era digital mengancam stabilitas masyarakat, terutama melalui platform media sosial.Indikator radikalisme di Sumatera Selatan meningkat dalam segi pemahaman dan sikap.Konsumsi digital tinggi di kalangan Gen Z memerlukan tindakan preventif seperti integrasi literasi digital berbasis Pancasila, kampanye narasi tandingan, dan kolaborasi multi-pihak untuk membangun ekosistem digital yang tangguh Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital, perilaku daring, dan Indeks Potensi Radikalisme (RPI), serta mengidentifikasi tingkat kerentanan radikalisme di kalangan generasi digital di Sumatera Selatan. Desain / Metodologi : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 400 responden lintas generasi (Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers). Variabel yang diukur meliputi literasi digital, perilaku daring, RPI (ideologi, sikap, tindakan), serta pola penggunaan internet dan platform digital. Temuan Penelitian : RPI meningkat dari 9,3 (2023) menjadi 9,6 (2024), dengan dimensi sikap paling dominan (18,0) dan tindakan tetap rendah (0,8). Mayoritas responden menggunakan internet lebih dari tiga jam per hari, dengan WhatsApp, Facebook, TikTok,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-1f13d.webp" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-1f13d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-1f13d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-1f13d.webp 1x" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" alt="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-5b7ad.webp" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-5b7ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-5b7ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-5b7ad.webp 1x" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" alt="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-96693.webp" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-96693.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-96693.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-96693.webp 1x" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" alt="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63522-literasi-digital-konselor-integra" title="JURIS - Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan" target="_blank">Digital Literacy and Radicalism Potential: An Analysis of Youth Digital Behavior in South Sumatra: Literasi Digital dan Potensi Radikalisme: Analisis Perilaku Digital Generasi Muda di Sumatera Selatan</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbedaan perilaku digital antar generasi untuk merancang strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Peneliti juga bisa mengeksplorasi peran AI dalam mendeteksi konten radikal secara real-time di platform media sosial. Selain itu, studi tentang pengaruh budaya lokal terhadap kerentanan radikalisme di daerah seperti Sumatera Selatan dapat memberikan wawasan kontekstual yang lebih dalam untuk kebijakan nasional..
<br>Propaganda radikal di era digital mengancam stabilitas masyarakat, terutama melalui platform media sosial.Indikator radikalisme di Sumatera Selatan meningkat dalam segi pemahaman dan sikap.Konsumsi digital tinggi di kalangan Gen Z memerlukan tindakan preventif seperti integrasi literasi digital berbasis Pancasila, kampanye narasi tandingan, dan kolaborasi multi-pihak untuk membangun ekosistem digital yang tangguh
<br>Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital, perilaku daring, dan Indeks Potensi Radikalisme (RPI), serta mengidentifikasi tingkat kerentanan radikalisme di kalangan generasi digital di Sumatera Selatan. Desain / Metodologi : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 400 responden lintas generasi (Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers). Variabel yang diukur meliputi literasi digital, perilaku daring, RPI (ideologi, sikap, tindakan), serta pola penggunaan internet dan platform digital. Temuan Penelitian : RPI meningkat dari 9,3 (2023) menjadi 9,6 (2024), dengan dimensi sikap paling dominan (18,0) dan tindakan tetap rendah (0,8). Mayoritas responden menggunakan internet lebih dari tiga jam per hari, dengan WhatsApp, Facebook, TikTok,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-1f13d.webp" type="image/webp" length="162858" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-1f13d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-5b7ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/literasi-digital-konselor-integrasi-ayah-asi-liter-thumb-96693.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture KUA Tourism Village in Tangerang Regency Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture KUA Tourism Village in Tangerang Regency Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture KUA Tourism Village in Tangerang Regency Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63523-local-community-sf-collaborative-governance-touris</link>
	<guid isPermaLink="false">232b9db9555771d0f799e856cf613fe7</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:20:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Based on the findings and analysis, the following suggestions for further research are proposed: Firstly, a comprehensive study on the role of non-governmental actors, particularly BUMD and the private sector, is recommended to gain a more holistic understanding ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan Desa Wisata Ketapang Urban: Based on the findings and analysis, the following suggestions for further research are proposed: Firstly, a comprehensive study on the role of non-governmental actors, particularly BUMD and the private sector, is recommended to gain a more holistic understanding of the collaborative dynamics. Secondly, a comparative study across various regions would provide a broader perspective on the practice of collaborative governance. Lastly, a longitudinal analysis of the temporal dynamics of collaboration over an extended period is suggested to capture its long-term development and outcomes.. The research concludes that the implementation of collaborative governance in managing the Ketapang Urban Aquaculture (KUA) tourism village has not been optimal.The transfer of management has led to a more centralized and corporatized governance structure, resulting in decreased community participation, weakened social integration, and a decline in local economic activities, particularly among MSMEs.The findings highlight the importance of improving governance through strengthening inclusive community participation, enhancing transparency and accountability, and optimizing the role of government as a facilitator in bridging the interests of various stakeholders.The study emphasizes that weaknesses in one dimension of collaboration can have systemic effects on the overall governance process and its outcomes, and provides an empirical contribution to the collaborative governance literature by demonstrating that the involvement of semi-government actors such as BUMD does not necessarily strengthen collaboration, but may instead create power imbalances if not supported by participatory and transparent mechanisms This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in the management of Ketapang Urban Aquaculture (KUA) following the transfer of management from the village government and local community to a Regional-Owned Enterprise (BUMD), as well as to examine its impact on inter-actor relations, community participation, and the socio-economic conditions of the local community. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-ad891.webp" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-ad891.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-ad891.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-ad891.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" alt="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-7932f.webp" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-7932f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-7932f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-7932f.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" alt="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-387a9.webp" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-387a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-387a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-387a9.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" alt="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63523-local-community-sf-collaborative-governance-touris" title="JURIS - Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban" target="_blank">Analysis of Collaborative Governance in Managing Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Tourism Village in Tangerang Regency: Analisis Collaborative Governance dalam Pengelolaan  Desa Wisata Ketapang Urban</a>: Based on the findings and analysis, the following suggestions for further research are proposed: Firstly, a comprehensive study on the role of non-governmental actors, particularly BUMD and the private sector, is recommended to gain a more holistic understanding of the collaborative dynamics. Secondly, a comparative study across various regions would provide a broader perspective on the practice of collaborative governance. Lastly, a longitudinal analysis of the temporal dynamics of collaboration over an extended period is suggested to capture its long-term development and outcomes..
<br>The research concludes that the implementation of collaborative governance in managing the Ketapang Urban Aquaculture (KUA) tourism village has not been optimal.The transfer of management has led to a more centralized and corporatized governance structure, resulting in decreased community participation, weakened social integration, and a decline in local economic activities, particularly among MSMEs.The findings highlight the importance of improving governance through strengthening inclusive community participation, enhancing transparency and accountability, and optimizing the role of government as a facilitator in bridging the interests of various stakeholders.The study emphasizes that weaknesses in one dimension of collaboration can have systemic effects on the overall governance process and its outcomes, and provides an empirical contribution to the collaborative governance literature by demonstrating that the involvement of semi-government actors such as BUMD does not necessarily strengthen collaboration, but may instead create power imbalances if not supported by participatory and transparent mechanisms
<br>This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in the management of Ketapang Urban Aquaculture (KUA) following the transfer of management from the village government and local community to a Regional-Owned Enterprise (BUMD), as well as to examine its impact on inter-actor relations, community participation, and the socio-economic conditions of the local community.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-7932f.webp" type="image/webp" length="88702" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-ad891.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-7932f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/local-community-sf-collaborative-governance-touris-thumb-387a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java A Case Study of the BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023 Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java A Case Study of the BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023 Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java A Case Study of the BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023 Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63524-partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-progr</link>
	<guid isPermaLink="false">8c9c4cd13863e69335db9e2a1845b7e0</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 16:54:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak platform digital dalam meningkatkan partisipasi pekerja informal melalui BPJS Ketenagakerjaan. 2. Analisis peran tokoh masyarakat dan organisasi lokal dalam memperluas sosialisasi program jaminan sosial. 3. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak platform digital dalam meningkatkan partisipasi pekerja informal melalui BPJS Ketenagakerjaan. 2. Analisis peran tokoh masyarakat dan organisasi lokal dalam memperluas sosialisasi program jaminan sosial. 3. Studi perbandingan antar daerah lain untuk memahami faktor struktural yang memengaruhi partisipasi, seperti kebijakan daerah dan infrastruktur pemerintahan.. Partisipasi pekerja informal dalam BPJS Ketenagakerjaan masih rendah, dengan DIY mencapai 37% dan Jawa Tengah 24%.Faktor utama yang memengaruhi partisipasi adalah komitmen pemerintah daerah, dukungan anggaran, dan sosialisasi.Keterbatasan ekonomi, pendidikan, serta akses informasi menjadi penghambat utama.Peningkatan partisipasi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi pekerja informal dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta mengkaji perbedaan implementasi kebijakan menggunakan pendekatan power resource yang dikembangkan oleh Walter Korpi. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pengumpulan data untuk menganalisis implementasi program jaminan sosial bagi pekerja informal di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2023. Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi di DIY mencapai hampir 37% dari total angkatan kerja, sedangkan di Jawa Tengah hanya sekitar 24%, yang menunjukkan adanya perbedaan efektivitas implementasi kebijakan di kedua wilayah. Kebijakan pemerintah daerah dan dukungan anggaran berperan penting... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-b981b.webp" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-b981b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-b981b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-b981b.webp 1x" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" alt="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-45c1e.webp" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-45c1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-45c1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-45c1e.webp 1x" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" alt="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-9d52c.webp" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-9d52c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-9d52c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-9d52c.webp 1x" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" alt="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63524-partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-progr" title="JURIS - Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan" target="_blank">Comparative Politics of Welfare in the Special Region of Yogyakarta and Central Java: A Case Study of the  BPJS Ketenagakerjaan Program in 2023: Perbandingan Politik Kesejahteraan di Provinsi DIY dan</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak platform digital dalam meningkatkan partisipasi pekerja informal melalui BPJS Ketenagakerjaan. 2. Analisis peran tokoh masyarakat dan organisasi lokal dalam memperluas sosialisasi program jaminan sosial. 3. Studi perbandingan antar daerah lain untuk memahami faktor struktural yang memengaruhi partisipasi, seperti kebijakan daerah dan infrastruktur pemerintahan..
<br>Partisipasi pekerja informal dalam BPJS Ketenagakerjaan masih rendah, dengan DIY mencapai 37% dan Jawa Tengah 24%.Faktor utama yang memengaruhi partisipasi adalah komitmen pemerintah daerah, dukungan anggaran, dan sosialisasi.Keterbatasan ekonomi, pendidikan, serta akses informasi menjadi penghambat utama.Peningkatan partisipasi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta
<br>Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi pekerja informal dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta mengkaji perbedaan implementasi kebijakan menggunakan pendekatan power resource yang dikembangkan oleh Walter Korpi. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pengumpulan data untuk menganalisis implementasi program jaminan sosial bagi pekerja informal di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2023. Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi di DIY mencapai hampir 37% dari total angkatan kerja, sedangkan di Jawa Tengah hanya sekitar 24%, yang menunjukkan adanya perbedaan efektivitas implementasi kebijakan di kedua wilayah. Kebijakan pemerintah daerah dan dukungan anggaran berperan penting...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-b981b.webp" type="image/webp" length="89056" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-b981b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-45c1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/partisipasi-pekerja-program-bpjs-wisata-alam-imple-thumb-9d52c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Multi actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs Based Management of MECoK Ecopark in Jepara Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Multi actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs Based Management of MECoK Ecopark in Jepara Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Multi actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs Based Management of MECoK Ecopark in Jepara Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63534-multiaktor-collaborative-governance-sdgs-governanc</link>
	<guid isPermaLink="false">73720996fa82d67cfae4da4245d635b5</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 16:50:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ book jpp vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ een endasari ]]></category>
	<category><![CDATA[ michael lega ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,een,endasari,jpp,lega,michael,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penerapan MoU formal untuk meningkatkan stabilitas kolaborasi. 2. Perlu dikaji strategi penguatan partisipasi masyarakat lokal dalam forum kolaborasi. 3. Studi evaluasi jangka panjang diperlukan untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penerapan MoU formal untuk meningkatkan stabilitas kolaborasi. 2. Perlu dikaji strategi penguatan partisipasi masyarakat lokal dalam forum kolaborasi. 3. Studi evaluasi jangka panjang diperlukan untuk menilai efektivitas tata kelola berbasis kolaborasi dalam mendukung SDGs.. Pengelolaan MECoK Ecopark merepresentasikan praktik collaborative governance berbasis inisiatif bottom-up dengan konfigurasi semi-hierarkis.Kolaborasi efektif berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui sinergi aktor yang stabil, meskipun masih terdapat celah pada desain institusional.Kekuatan kolaborasi lebih bergantung pada kredibilitas aktor daripada formalisasi kelembagaan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antar pelaku multiaktor dalam pengelolaan MECoK Ecopark di Jepara, dengan perspektif collaborative governance model Ansell dan Gash sebagai kerangka teoritis. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Kajian mencakup data primer melalui wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan. Adapun data sekunder didapat dari studi dokumentasi melalui website resmi organisasi dan studi pustaka dari e-book, dan e-journal. Temuan : Sinergi pengelolaan MECoK menunjukkan keselarasan dengan model Ansell dan Gash pada Starting Conditions, Facilitative Leadership, dan Collaborative Process, namun terdapat gap Institutional Design, yang mana kolaborasi masih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-b08ab.webp" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-b08ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-b08ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-b08ab.webp 1x" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" alt="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-bb14e.webp" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-bb14e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-bb14e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-bb14e.webp 1x" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" alt="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-90774.webp" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-90774.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-90774.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-90774.webp 1x" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" alt="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63534-multiaktor-collaborative-governance-sdgs-governanc" title="JURIS - Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs" target="_blank">Multi-actor Synergy and Collaborative Governance in the SDGs-Based Management of MECoK Ecopark in Jepara: Sinergi Multiaktor dan Collaborative Governance dalam Pengelolaan MECoK Ecopark Berbasis SDGs</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penerapan MoU formal untuk meningkatkan stabilitas kolaborasi. 2. Perlu dikaji strategi penguatan partisipasi masyarakat lokal dalam forum kolaborasi. 3. Studi evaluasi jangka panjang diperlukan untuk menilai efektivitas tata kelola berbasis kolaborasi dalam mendukung SDGs..
<br>Pengelolaan MECoK Ecopark merepresentasikan praktik collaborative governance berbasis inisiatif bottom-up dengan konfigurasi semi-hierarkis.Kolaborasi efektif berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui sinergi aktor yang stabil, meskipun masih terdapat celah pada desain institusional.Kekuatan kolaborasi lebih bergantung pada kredibilitas aktor daripada formalisasi kelembagaan
<br>Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antar pelaku multiaktor dalam pengelolaan MECoK Ecopark di Jepara, dengan perspektif collaborative governance model Ansell dan Gash sebagai kerangka teoritis. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Kajian mencakup data primer melalui wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan. Adapun data sekunder didapat dari studi dokumentasi melalui website resmi organisasi dan studi pustaka dari e-book, dan e-journal. Temuan : Sinergi pengelolaan MECoK menunjukkan keselarasan dengan model Ansell dan Gash pada Starting Conditions, Facilitative Leadership, dan Collaborative Process, namun terdapat gap Institutional Design, yang mana kolaborasi masih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-b08ab.webp" type="image/webp" length="74314" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-b08ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-bb14e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/multiaktor-collaborative-governance-sdgs-ecopark-m-thumb-90774.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 01 Sep 2026 20:37:22 +0700. 12 items. Served in: 7.376 seconds [rss] -->
