<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 12:50:44 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 12:50:44 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-08T12:50:44+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Comparative Characterization of Morphological Physiological and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparative Characterization of Morphological Physiological and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparative Characterization of Morphological Physiological and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64894-skrining-fitokimia-fraksi-allam</link>
	<guid isPermaLink="false">4a213be7c3b335f2fb0abfd14159994d</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:16:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yaya sunarya ]]></category>
	<category><![CDATA[ jumar jumar ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jumar,sunarya,yaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis kuantitatif fitokimia dan evaluasi aktivitas antioksidan. Selain itu, studi komparatif lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan konsentrasi senyawa bioaktif di antara spesies ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis kuantitatif fitokimia dan evaluasi aktivitas antioksidan. Selain itu, studi komparatif lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan konsentrasi senyawa bioaktif di antara spesies dan kultivar, yang dapat mempengaruhi efektivitas dan potensi mereka. Penelitian ini dapat membantu memahami lebih lanjut potensi farmakologis spesies Allamanda dan mengidentifikasi konstituen bioaktif yang spesifik. Selain itu, studi ekologi yang menyelidiki hubungan antara karakteristik morfologis, stomatal, dan fisiologis dengan lingkungan alami spesies Allamanda dapat memberikan wawasan tentang adaptasi dan strategi kelangsungan hidup mereka. Dengan menggabungkan pendekatan ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang spesies Allamanda dan potensi aplikasinya dalam bidang farmakologi dan hias.. Empat spesies Allamanda menunjukkan variasi yang signifikan dalam ciri morfologis, kepadatan stomata, kandungan klorofil, dan kandungan fitokimia.Ciri morfologis membuktikan perbedaan dalam warna, bentuk, dan bentuk bunga, dalam warna, tepi, dan permukaan daun, serta dalam warna batang.Analisis stomata menunjukkan variabilitas dalam kepadatan dan indeks, yang menyarankan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang berbeda.Pengukuran kandungan klorofil menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan beberapa spesies menunjukkan tingkat klorofil a dan b yang lebih tinggi, yang mungkin berkorelasi dengan efisiensi fotosintesis mereka.Skrining fitokimia mengidentifikasi keberadaan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid pada semua spesies.Temuan ini menyoroti potensi mereka sebagai sumber antioksidan alami dan potensi untuk penelitian tanaman obat dan hias Spesies Allamanda telah banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias dan menarik minat yang semakin meningkat karena potensi sifat obatnya. Namun, informasi komparatif tentang karakteristik morfologis, fisiologis, dan fitokimia mereka masih terbatas. Studi ini memeriksa empat spesies Allamanda berdasarkan ciri morfologis, distribusi stomata, kandungan klorofil, dan analisis fitokimia: yaitu, A. cathartica L., A. cathartica (Hendersonii); A. blanchetii (Purple); dan A. blanchetii (Brown Bud). Studi ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan data komparatif di antara spesies Allamanda, yang membatasi penggunaan potensi botani dan farmakologisnya. Bunga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-3d9e1.webp" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-3d9e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-3d9e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-3d9e1.webp 1x" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" alt="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-97b3c.webp" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-97b3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-97b3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-97b3c.webp 1x" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" alt="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-d6eca.webp" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-d6eca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-d6eca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-d6eca.webp 1x" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" alt="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64894-skrining-fitokimia-fraksi-allam" title="JURIS - Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species" target="_blank">Comparative Characterization of Morphological, Physiological, and Phytochemical Traits among Four Allamanda Species</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis kuantitatif fitokimia dan evaluasi aktivitas antioksidan. Selain itu, studi komparatif lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan konsentrasi senyawa bioaktif di antara spesies dan kultivar, yang dapat mempengaruhi efektivitas dan potensi mereka. Penelitian ini dapat membantu memahami lebih lanjut potensi farmakologis spesies Allamanda dan mengidentifikasi konstituen bioaktif yang spesifik. Selain itu, studi ekologi yang menyelidiki hubungan antara karakteristik morfologis, stomatal, dan fisiologis dengan lingkungan alami spesies Allamanda dapat memberikan wawasan tentang adaptasi dan strategi kelangsungan hidup mereka. Dengan menggabungkan pendekatan ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang spesies Allamanda dan potensi aplikasinya dalam bidang farmakologi dan hias..
<br>Empat spesies Allamanda menunjukkan variasi yang signifikan dalam ciri morfologis, kepadatan stomata, kandungan klorofil, dan kandungan fitokimia.Ciri morfologis membuktikan perbedaan dalam warna, bentuk, dan bentuk bunga, dalam warna, tepi, dan permukaan daun, serta dalam warna batang.Analisis stomata menunjukkan variabilitas dalam kepadatan dan indeks, yang menyarankan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang berbeda.Pengukuran kandungan klorofil menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan beberapa spesies menunjukkan tingkat klorofil a dan b yang lebih tinggi, yang mungkin berkorelasi dengan efisiensi fotosintesis mereka.Skrining fitokimia mengidentifikasi keberadaan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid pada semua spesies.Temuan ini menyoroti potensi mereka sebagai sumber antioksidan alami dan potensi untuk penelitian tanaman obat dan hias
<br>Spesies Allamanda telah banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias dan menarik minat yang semakin meningkat karena potensi sifat obatnya. Namun, informasi komparatif tentang karakteristik morfologis, fisiologis, dan fitokimia mereka masih terbatas. Studi ini memeriksa empat spesies Allamanda berdasarkan ciri morfologis, distribusi stomata, kandungan klorofil, dan analisis fitokimia: yaitu, A. cathartica L., A. cathartica (Hendersonii); A. blanchetii (Purple); dan A. blanchetii (Brown Bud). Studi ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan data komparatif di antara spesies Allamanda, yang membatasi penggunaan potensi botani dan farmakologisnya. Bunga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-d6eca.webp" type="image/webp" length="93358" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-3d9e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-97b3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/skrining-fitokimia-fraksi-allamanda-kandungan-klor-thumb-d6eca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-594-umy.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2337-planta-tropika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sampul Jurnal MG ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sampul Jurnal MG ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sampul Jurnal MG ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64881-gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-bo</link>
	<guid isPermaLink="false">365bc49e2202570909daa6677c4aa35b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:14:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak gempabumi pada struktur bangunan bersejarah di kawasan Bogor dengan metode analisis geofisika lebih mendalam. 2. Pengembangan model prediksi kerusakan bangunan berdasarkan parameter seismik lokal dan global ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sampul Jurnal MG: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak gempabumi pada struktur bangunan bersejarah di kawasan Bogor dengan metode analisis geofisika lebih mendalam. 2. Pengembangan model prediksi kerusakan bangunan berdasarkan parameter seismik lokal dan global untuk meningkatkan mitigasi bencana. 3. Studi keterkaitan antara pola curah hujan dan aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat sebagai indikator risiko gempa berbasis iklim.. Gempabumi Bogor 9 September 2012 menyebabkan kerusakan pada lebih dari 500 bangunan, terutama di desa Cibunian dan Purwabakti.Analisis mikrotremor menunjukkan bahwa efek tapak lokal bukan penyebab utama kerusakan, melainkan kualitas konstruksi bangunan.Daerah penelitian memiliki tingkat kerentanan seismik rendah dengan nilai ground shear strain yang tidak signifikan.Rekomendasi untuk mitigasi bencana gempa melibatkan penguatan struktur bangunan dan pemetaan risiko seismik lebih detail Gempabumi bermagnitudo 4,8 SR mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Minggu 9 September 2012. Gempabumi ini berpusat di 6.70 LS dan 106,64 BT, dengan kedalaman 10 km. Akibatnya lebih dari 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Kerusakan terparah terjadi di desa Cibunian dan Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tapak lokal di daerah kerusakan akibat gempabumi Bogor 9 September 2012 berdasarkan pengukuran mikrotremor. Pengambilan data mikrotremor dilakukan di 13 titik di desa Cibunian dan Purwabakti menggunakan portable digital seismograph 3 komponen dengan durasi pengukuran selama 30 menit dan frekuensi sampling 100 Hz. Pengolahan data menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectrum Ratio) dengan software... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp 1x" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" alt="JURIS - Sampul Jurnal MG" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp 1x" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" alt="JURIS - Sampul Jurnal MG" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp 1x" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" alt="JURIS - Sampul Jurnal MG" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64881-gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-bo" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" target="_blank">Sampul Jurnal MG</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak gempabumi pada struktur bangunan bersejarah di kawasan Bogor dengan metode analisis geofisika lebih mendalam. 2. Pengembangan model prediksi kerusakan bangunan berdasarkan parameter seismik lokal dan global untuk meningkatkan mitigasi bencana. 3. Studi keterkaitan antara pola curah hujan dan aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat sebagai indikator risiko gempa berbasis iklim..
<br>Gempabumi Bogor 9 September 2012 menyebabkan kerusakan pada lebih dari 500 bangunan, terutama di desa Cibunian dan Purwabakti.Analisis mikrotremor menunjukkan bahwa efek tapak lokal bukan penyebab utama kerusakan, melainkan kualitas konstruksi bangunan.Daerah penelitian memiliki tingkat kerentanan seismik rendah dengan nilai ground shear strain yang tidak signifikan.Rekomendasi untuk mitigasi bencana gempa melibatkan penguatan struktur bangunan dan pemetaan risiko seismik lebih detail
<br>Gempabumi bermagnitudo 4,8 SR mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Minggu 9 September 2012. Gempabumi ini berpusat di 6.70 LS dan 106,64 BT, dengan kedalaman 10 km. Akibatnya lebih dari 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Kerusakan terparah terjadi di desa Cibunian dan Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tapak lokal di daerah kerusakan akibat gempabumi Bogor 9 September 2012 berdasarkan pengukuran mikrotremor. Pengambilan data mikrotremor dilakukan di 13 titik di desa Cibunian dan Purwabakti menggunakan portable digital seismograph 3 komponen dengan durasi pengukuran selama 30 menit dan frekuensi sampling 100 Hz. Pengolahan data menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectrum Ratio) dengan software...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" type="image/webp" length="87260" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code FFMC Dan Fire Weather Index FWI Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan Lahan Luaran WRF Dengan Observasi Periode Juni Agustus 2013 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code FFMC Dan Fire Weather Index FWI Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan Lahan Luaran WRF Dengan Observasi Periode Juni Agustus 2013 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code FFMC Dan Fire Weather Index FWI Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan Lahan Luaran WRF Dengan Observasi Periode Juni Agustus 2013 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64889-spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil</link>
	<guid isPermaLink="false">7e46effa1347afa20b53e4f131e55d78</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:10:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ om gfdl cm2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,cm2,contact,gfdl,go,jmg,om,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim seperti El-Nino terhadap akurasi prediksi indeks FFMC dan FWI. 2. Pengembangan metode perbaikan prediksi kelembapan udara untuk meningkatkan kualitas indeks kebakaran. 3. Ekspansi studi ke wilayah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013): 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim seperti El-Nino terhadap akurasi prediksi indeks FFMC dan FWI. 2. Pengembangan metode perbaikan prediksi kelembapan udara untuk meningkatkan kualitas indeks kebakaran. 3. Ekspansi studi ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik iklim berbeda untuk memvalidasi keandalan model WRF dalam skala regional.. Luaran WRF dengan resolusi 9 km memiliki korelasi kuat terhadap data observasi cuaca, terutama untuk parameter suhu dan kelembapan.Indeks FFMC dan FWI yang dihasilkan oleh model WRF menunjukkan korelasi tinggi dengan data observasi, meskipun terdapat kecenderungan over forecasting pada parameter kelembapan.Studi ini membuktikan bahwa model WRF dapat menjadi alternatif untuk menyusun sistem peringkat bahaya kebakaran di wilayah yang kurang memiliki jaringan stasiun cuaca Pengembangan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan (SPBK) dilakukan dengan memanfaatkan luaran WRF resolusi 9 km. Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dan Fire Weather Index (FWI) atau tingkat kesulitan pengendalian kebakaran disusun menggunakan parameter cuaca, seperti suhu, kelembapan, kecepatan dan arah angin, serta curah hujan kumulatif. Kondisi klimatologis periode bulan Juni Ae Agustus 2013 pada umumnya normal, tanpa dipengaruhi El-Nino maupun La-Nina. Dilakukan verifikasi parameter cuaca luaran WRF... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-c0904.webp" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-c0904.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-c0904.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-c0904.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" alt="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-b9027.webp" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-b9027.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-b9027.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-b9027.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" alt="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-09f4d.webp" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-09f4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-09f4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-09f4d.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" alt="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64889-spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil" title="JURIS - Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)" target="_blank">Perbandingan Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) Dan Fire Weather Index (FWI) Pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan Luaran WRF Dengan Observasi (Periode: Juni - Agustus 2013)</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim seperti El-Nino terhadap akurasi prediksi indeks FFMC dan FWI. 2. Pengembangan metode perbaikan prediksi kelembapan udara untuk meningkatkan kualitas indeks kebakaran. 3. Ekspansi studi ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik iklim berbeda untuk memvalidasi keandalan model WRF dalam skala regional..
<br>Luaran WRF dengan resolusi 9 km memiliki korelasi kuat terhadap data observasi cuaca, terutama untuk parameter suhu dan kelembapan.Indeks FFMC dan FWI yang dihasilkan oleh model WRF menunjukkan korelasi tinggi dengan data observasi, meskipun terdapat kecenderungan over forecasting pada parameter kelembapan.Studi ini membuktikan bahwa model WRF dapat menjadi alternatif untuk menyusun sistem peringkat bahaya kebakaran di wilayah yang kurang memiliki jaringan stasiun cuaca
<br>Pengembangan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan (SPBK) dilakukan dengan memanfaatkan luaran WRF resolusi 9 km. Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dan Fire Weather Index (FWI) atau tingkat kesulitan pengendalian kebakaran disusun menggunakan parameter cuaca, seperti suhu, kelembapan, kecepatan dan arah angin, serta curah hujan kumulatif. Kondisi klimatologis periode bulan Juni Ae Agustus 2013 pada umumnya normal, tanpa dipengaruhi El-Nino maupun La-Nina. Dilakukan verifikasi parameter cuaca luaran WRF...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-b9027.webp" type="image/webp" length="104872" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-c0904.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-b9027.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/spbk-indeks-ffmc-fwi-fine-fuel-hasil-verifikasi-wr-thumb-09f4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64891-analisis-siklus-hidup-hasil-model-validas</link>
	<guid isPermaLink="false">81a879b85065acb9de042c5b723d73f4</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:08:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ om gfdl cm2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,cm2,contact,gfdl,go,jmg,om,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis siklus kegempaan di wilayah lain yang memiliki karakteristik geologi serupa dengan Bengkulu untuk memvalidasi model prakiraan ini. Selain itu, penggunaan data geodetik seperti pergeseran lempeng ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis siklus kegempaan di wilayah lain yang memiliki karakteristik geologi serupa dengan Bengkulu untuk memvalidasi model prakiraan ini. Selain itu, penggunaan data geodetik seperti pergeseran lempeng atau deformasi kerak bumi dapat dikombinasikan dengan model seismisitas untuk meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara perubahan b-value dan aktivitas seismik di daerah Bengkulu dapat membantu memahami mekanisme akumulasi stress sebelum gempabumi besar terjadi.. Berdasarkan analisa katalog data gempabumi periode 1971-2013 di daerah Bengkulu, telah terindikasi adanya pola atau siklus yang teratur sebelum terjadinya gempabumi utama yang signifikan.Siklus ini mengikuti pola meliputi periode normal (N), periode anomali peningkatan seismisitas (N), periode penurunan aktivitas seismik atau precursory gap (G), dan periode terjadinya gempabumi utama (M).Siklus kegempaan di daerah Bengkulu saat ini dalam periode precursory gap (G) atau periode penurunan aktivitas seismik.Berdasarkan perhitungan menggunakan formula hubungan antara Mm, Mp, dan Tp yang telah didapat, maka saat ini daerah Bengkulu diperkirakan menyimpan potensi gempabumi dengan kekuatan M > 7,5 Sebelum terjadi gempabumi utama, biasanya akan didahului oleh suatu pola atau siklus kegempaan. Siklus ini meliputi periode normal, periode anomali yang ditandai dengan peningkatan aktivitas, periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas seismik, dan periode terjadinya gempabumi utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat siklus kegempaan serta membuat model (persamaan) perkiraan terjadinya gempabumi di wilayah Bengkulu untuk kegunaan mengestimasi besarnya magnitudo gempabumi yang akan terjadi berdasarkan model yang dibuat. Data yang digunakan adalah katalog data kegempaan M Ou 4,5 di daerah Bengkulu pada rentang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-f08ff.webp" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-f08ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-f08ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-f08ff.webp 1x" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" alt="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-c0594.webp" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-c0594.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-c0594.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-c0594.webp 1x" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" alt="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-d495d.webp" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-d495d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-d495d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-d495d.webp 1x" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" alt="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64891-analisis-siklus-hidup-hasil-model-validas" title="JURIS - Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu" target="_blank">Model Prakiraan Kejadian Gempabumi Di Daerah Bengkulu</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis siklus kegempaan di wilayah lain yang memiliki karakteristik geologi serupa dengan Bengkulu untuk memvalidasi model prakiraan ini. Selain itu, penggunaan data geodetik seperti pergeseran lempeng atau deformasi kerak bumi dapat dikombinasikan dengan model seismisitas untuk meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara perubahan b-value dan aktivitas seismik di daerah Bengkulu dapat membantu memahami mekanisme akumulasi stress sebelum gempabumi besar terjadi..
<br>Berdasarkan analisa katalog data gempabumi periode 1971-2013 di daerah Bengkulu, telah terindikasi adanya pola atau siklus yang teratur sebelum terjadinya gempabumi utama yang signifikan.Siklus ini mengikuti pola meliputi periode normal (N), periode anomali peningkatan seismisitas (N), periode penurunan aktivitas seismik atau precursory gap (G), dan periode terjadinya gempabumi utama (M).Siklus kegempaan di daerah Bengkulu saat ini dalam periode precursory gap (G) atau periode penurunan aktivitas seismik.Berdasarkan perhitungan menggunakan formula hubungan antara Mm, Mp, dan Tp yang telah didapat, maka saat ini daerah Bengkulu diperkirakan menyimpan potensi gempabumi dengan kekuatan M > 7,5
<br>Sebelum terjadi gempabumi utama, biasanya akan didahului oleh suatu pola atau siklus kegempaan. Siklus ini meliputi periode normal, periode anomali yang ditandai dengan peningkatan aktivitas, periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas seismik, dan periode terjadinya gempabumi utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat siklus kegempaan serta membuat model (persamaan) perkiraan terjadinya gempabumi di wilayah Bengkulu untuk kegunaan mengestimasi besarnya magnitudo gempabumi yang akan terjadi berdasarkan model yang dibuat. Data yang digunakan adalah katalog data kegempaan M Ou 4,5 di daerah Bengkulu pada rentang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-d495d.webp" type="image/webp" length="98778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-f08ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-c0594.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/analisis-siklus-hidup-hasil-model-validasi-mobilen-thumb-d495d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City Lombok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City Lombok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City Lombok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64887-pola-makan-generasi-muda-sehat-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">6d1612f17cbebd7b517c548b10791c1a</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:01:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tawak street ]]></category>
	<category><![CDATA[ mataram city ]]></category>
	<category><![CDATA[ view pdf ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[city,mataram,pdf,street,tawak,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan gizi di sekolah terhadap perilaku makan remaja. Selain itu, studi longitudinal bisa dilakukan untuk memahami evolusi pola makan dan risiko PTM seiring pertumbuhan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan gizi di sekolah terhadap perilaku makan remaja. Selain itu, studi longitudinal bisa dilakukan untuk memahami evolusi pola makan dan risiko PTM seiring pertumbuhan remaja. Terakhir, penelitian tentang efektivitas kebijakan lokal, seperti pembatasan iklan makanan tidak sehat di sekitar sekolah, juga perlu dieksplorasi untuk merancang strategi kesehatan yang lebih tepat.. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan tidak sehat secara signifikan meningkatkan risiko PTM pada remaja di Kota Mataram.Remaja yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berperasa, dan camilan tinggi lemak 2,7 kali lebih mungkin mengalami risiko PTM dibandingkan rekan sebaya dengan pola makan sehat.Intervensi dini seperti pendidikan gizi di sekolah dan kebijakan kesehatan masyarakat yang komprehensif diperlukan untuk mengurangi beban PTM di masa depan Penelitian ini menganalisis hubungan antara pola makan dan risiko penyakit tidak menular (PTM) di kalangan remaja perkotaan di Kota Mataram, Lombok. Studi penampang melibatkan 300 siswa SMA usia 15Ae18 tahun dari lima sekolah. Pola makan dikategorikan menjadi sehat, campuran, dan tidak sehat. Hasil menunjukkan bahwa remaja dengan pola makan tidak sehat memiliki risiko 2,7 kali lebih tinggi terkena PTM dibandingkan rekan sebaya dengan pola makan sehat. Penelitian ini menekankan kebutuhan pendidikan gizi dan promosi kesehatan di sekolah-sekolah perkotaan untuk mengurangi beban jangka panjang PTM pada generasi muda. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-58555.webp" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-58555.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-58555.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-58555.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" alt="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-b2828.webp" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-b2828.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-b2828.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-b2828.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" alt="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-e7292.webp" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-e7292.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-e7292.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-e7292.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" alt="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64887-pola-makan-generasi-muda-sehat-ma" title="JURIS - Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok" target="_blank">Analysis of the Relationship Between Dietary Patterns and the Risk of Non-Communicable Diseases Among Urban Adolescents in Mataram City, Lombok</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan gizi di sekolah terhadap perilaku makan remaja. Selain itu, studi longitudinal bisa dilakukan untuk memahami evolusi pola makan dan risiko PTM seiring pertumbuhan remaja. Terakhir, penelitian tentang efektivitas kebijakan lokal, seperti pembatasan iklan makanan tidak sehat di sekitar sekolah, juga perlu dieksplorasi untuk merancang strategi kesehatan yang lebih tepat..
<br>Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan tidak sehat secara signifikan meningkatkan risiko PTM pada remaja di Kota Mataram.Remaja yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berperasa, dan camilan tinggi lemak 2,7 kali lebih mungkin mengalami risiko PTM dibandingkan rekan sebaya dengan pola makan sehat.Intervensi dini seperti pendidikan gizi di sekolah dan kebijakan kesehatan masyarakat yang komprehensif diperlukan untuk mengurangi beban PTM di masa depan
<br>Penelitian ini menganalisis hubungan antara pola makan dan risiko penyakit tidak menular (PTM) di kalangan remaja perkotaan di Kota Mataram, Lombok. Studi penampang melibatkan 300 siswa SMA usia 15Ae18 tahun dari lima sekolah. Pola makan dikategorikan menjadi sehat, campuran, dan tidak sehat. Hasil menunjukkan bahwa remaja dengan pola makan tidak sehat memiliki risiko 2,7 kali lebih tinggi terkena PTM dibandingkan rekan sebaya dengan pola makan sehat. Penelitian ini menekankan kebutuhan pendidikan gizi dan promosi kesehatan di sekolah-sekolah perkotaan untuk mengurangi beban jangka panjang PTM pada generasi muda.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-e7292.webp" type="image/webp" length="92868" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-58555.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-b2828.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pola-makan-generasi-muda-sehat-yuyu-analysis-relat-thumb-e7292.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14360-health-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64885-guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-b</link>
	<guid isPermaLink="false">484b8a4efc6699dbc4affec81b0d775b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:37:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yuli astuti ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[astuti,yuli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif dalam pendidikan agama, khususnya Akidah Akhlak. Bagaimana guru dapat menggunakan pendekatan saintifik dan teknologi untuk meningkatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif dalam pendidikan agama, khususnya Akidah Akhlak. Bagaimana guru dapat menggunakan pendekatan saintifik dan teknologi untuk meningkatkan karakter religius siswa? Apakah ada metode pembelajaran yang lebih efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai religius? Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa. Bagaimana sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dapat ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan religius yang konsisten dan berkelanjutan? Apakah ada strategi khusus yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan dari media sosial dan pengaruh negatif lingkungan? Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMK MaAoarif NU 1 Wangon dan sekolah-sekolah lainnya.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa karakter religius siswa di SMK MaAoarif NU 1 Wangon berkembang melalui program sekolah yang terstruktur, seperti pelaksanaan shalat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, kultum, dan istighosah.Guru Akidah Akhlak memiliki peran sentral dalam membentuk karakter religius tersebut, tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator yang membentuk kebiasaan positif melalui pendekatan persuasif dan keteladanan.Faktor internal dan eksternal turut memengaruhi proses pembentukan karakter religius siswa, di mana dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang religius, serta metode pembelajaran yang interaktif menjadi penguat yang signifikan.Namun, tantangan seperti kurangnya motivasi siswa dan pengaruh negatif media sosial tetap menjadi hambatan yang perlu diantisipasi secara adaptif dan berkelanjutan.Secara keseluruhan, temuan ini menguatkan bahwa peran guru Akidah Akhlak sangat penting dalam meningkatkan karakter religius siswa, sesuai dengan tujuan utama penelitian ini Masalah yang dihadapi guru-guru terutama guru agama mengenai karakter siswa yaitu siswa TKR berangkat siang atau telat dengan alasan begadang, siswa parkir sembarangan, siswa suka minta pulang sebelum waktunya, siswa pernah mengambil uang PIP untuk keperluan yang tidak semestinya, siswa berkata kotor saat di depan kelas maupun di dalam kelas, siswa main game bareng bergerombol dengan posisi duduk jegang, dan siswa masuk ke WC guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMK Ma'arif NU 1 Wangon, faktor pendukung dan penghambatnya, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Akidah Akhlak di SMK MaAoarif NU 1 Wangon... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-997b4.webp" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-997b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-997b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-997b4.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" alt="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-156ed.webp" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-156ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-156ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-156ed.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" alt="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-5d381.webp" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-5d381.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-5d381.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-5d381.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" alt="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64885-guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-b" title="JURIS - Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon" target="_blank">Peran Guru Akidah Akhlak dalam Internalisasi Nilai-Nilai Religius pada Siswa SMK MaAoarif NU 1 Wangon</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif dalam pendidikan agama, khususnya Akidah Akhlak. Bagaimana guru dapat menggunakan pendekatan saintifik dan teknologi untuk meningkatkan karakter religius siswa? Apakah ada metode pembelajaran yang lebih efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai religius? Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa. Bagaimana sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dapat ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan religius yang konsisten dan berkelanjutan? Apakah ada strategi khusus yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan dari media sosial dan pengaruh negatif lingkungan? Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMK MaAoarif NU 1 Wangon dan sekolah-sekolah lainnya..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa karakter religius siswa di SMK MaAoarif NU 1 Wangon berkembang melalui program sekolah yang terstruktur, seperti pelaksanaan shalat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, kultum, dan istighosah.Guru Akidah Akhlak memiliki peran sentral dalam membentuk karakter religius tersebut, tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator yang membentuk kebiasaan positif melalui pendekatan persuasif dan keteladanan.Faktor internal dan eksternal turut memengaruhi proses pembentukan karakter religius siswa, di mana dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang religius, serta metode pembelajaran yang interaktif menjadi penguat yang signifikan.Namun, tantangan seperti kurangnya motivasi siswa dan pengaruh negatif media sosial tetap menjadi hambatan yang perlu diantisipasi secara adaptif dan berkelanjutan.Secara keseluruhan, temuan ini menguatkan bahwa peran guru Akidah Akhlak sangat penting dalam meningkatkan karakter religius siswa, sesuai dengan tujuan utama penelitian ini
<br>Masalah yang dihadapi guru-guru terutama guru agama mengenai karakter siswa yaitu siswa TKR berangkat siang atau telat dengan alasan begadang, siswa parkir sembarangan, siswa suka minta pulang sebelum waktunya, siswa pernah mengambil uang PIP untuk keperluan yang tidak semestinya, siswa berkata kotor saat di depan kelas maupun di dalam kelas, siswa main game bareng bergerombol dengan posisi duduk jegang, dan siswa masuk ke WC guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMK Ma'arif NU 1 Wangon, faktor pendukung dan penghambatnya, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Akidah Akhlak di SMK MaAoarif NU 1 Wangon...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-997b4.webp" type="image/webp" length="113970" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-997b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-156ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/guru-agama-kristen-akidah-akhlak-peran-bk-pendidik-thumb-5d381.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1921-alimspublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9455-jurnal-ilmiah-pendidikan-kebudayaan-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64886-teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung</link>
	<guid isPermaLink="false">3e03b3e19598a36180d39dfb6fe6f4e8</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:19:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yuli astuti ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[astuti,yuli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan musik modern terhadap keberlanjutan tradisi Becanang, dengan membandingkan preferensi generasi muda dan tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi pendokumentasian digital sebagai sarana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan musik modern terhadap keberlanjutan tradisi Becanang, dengan membandingkan preferensi generasi muda dan tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi pendokumentasian digital sebagai sarana pelestarian, seperti pembuatan video tutorial atau aplikasi interaktif untuk menyebarluaskan teknik permainan canang. Terakhir, studi tentang integrasi tradisi Becanang ke dalam kurikulum pendidikan lokal bisa menjadi arah penelitian baru, dengan mengevaluasi bagaimana pendidikan formal dapat memperkuat identitas budaya melalui praktik langsung oleh siswa.. Tradisi Becanang adalah warisan sejak era Kerajaan Linge (awalnya berfungsi memanggil Sarakopat) yang kini dimainkan untuk menyambut tamu, menghibur ibu-ibu saat memasak persiapan pernikahan, dan mengiringi mempelai pria (Jule Bai).Meskipun mulai pudar akibat faktor internal dan eksternal, pelestariannya terus diupayakan dengan mewajibkan Becanang sehari sebelum pernikahan dan saat Jule Bai.Adapun pada prosesi Munenes (mengantar mempelai wanita), tradisi ini pantang untuk dimainkan.Pemerintah daerah dan aparatur desa diharapkan lebih proaktif mendorong masyarakat untuk terus menjalankan tradisi Becanang.Sinergi ini sangat krusial agar warisan budaya leluhur tidak punah, tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, serta terhindar dari klaim pihak luar Tradisi Becanang di beberapa kecamatan di lingkungan Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah tidak dipraktikkan lagi. Mempertahankan tradisi Becanang memerlukan upaya sadar dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Becanang terkait dengan sejarah serta aturan-aturan yang berlaku dalam pelaksanaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, di mana data yang terkumpul diinterpretasikan dan dianalisis menggunakan triangulasi, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Becanang telah ada sejak zaman Kerajaan Linge. Pada masa itu, Becanang berfungsi sebagai pentalu, atau pemanggil Sarakopat (bawahan kerajaan), dan juga ditampilkan saat menyambut tamu kehormatan. Saat ini, Becanang ditampilkan pada upacara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" alt="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" alt="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" alt="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64886-teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" target="_blank">Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan musik modern terhadap keberlanjutan tradisi Becanang, dengan membandingkan preferensi generasi muda dan tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi pendokumentasian digital sebagai sarana pelestarian, seperti pembuatan video tutorial atau aplikasi interaktif untuk menyebarluaskan teknik permainan canang. Terakhir, studi tentang integrasi tradisi Becanang ke dalam kurikulum pendidikan lokal bisa menjadi arah penelitian baru, dengan mengevaluasi bagaimana pendidikan formal dapat memperkuat identitas budaya melalui praktik langsung oleh siswa..
<br>Tradisi Becanang adalah warisan sejak era Kerajaan Linge (awalnya berfungsi memanggil Sarakopat) yang kini dimainkan untuk menyambut tamu, menghibur ibu-ibu saat memasak persiapan pernikahan, dan mengiringi mempelai pria (Jule Bai).Meskipun mulai pudar akibat faktor internal dan eksternal, pelestariannya terus diupayakan dengan mewajibkan Becanang sehari sebelum pernikahan dan saat Jule Bai.Adapun pada prosesi Munenes (mengantar mempelai wanita), tradisi ini pantang untuk dimainkan.Pemerintah daerah dan aparatur desa diharapkan lebih proaktif mendorong masyarakat untuk terus menjalankan tradisi Becanang.Sinergi ini sangat krusial agar warisan budaya leluhur tidak punah, tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, serta terhindar dari klaim pihak luar
<br>Tradisi Becanang di beberapa kecamatan di lingkungan Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah tidak dipraktikkan lagi. Mempertahankan tradisi Becanang memerlukan upaya sadar dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Becanang terkait dengan sejarah serta aturan-aturan yang berlaku dalam pelaksanaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, di mana data yang terkumpul diinterpretasikan dan dianalisis menggunakan triangulasi, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Becanang telah ada sejak zaman Kerajaan Linge. Pada masa itu, Becanang berfungsi sebagai pentalu, atau pemanggil Sarakopat (bawahan kerajaan), dan juga ditampilkan saat menyambut tamu kehormatan. Saat ini, Becanang ditampilkan pada upacara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" type="image/webp" length="72470" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1921-alimspublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9455-jurnal-ilmiah-pendidikan-kebudayaan-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves 05 Dengan Satelit Altimeter ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves 05 Dengan Satelit Altimeter ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves 05 Dengan Satelit Altimeter ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64880-simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model</link>
	<guid isPermaLink="false">fca16d9a69dd71f56eda59b54552c72b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:02:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada verifikasi model Windwaves-05 dengan data observasi dari buoy untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan parameterisasi interaksi nonlinier dalam model perlu dilakukan untuk memperbaiki prediksi gelombang. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter: Penelitian lanjutan dapat fokus pada verifikasi model Windwaves-05 dengan data observasi dari buoy untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan parameterisasi interaksi nonlinier dalam model perlu dilakukan untuk memperbaiki prediksi gelombang. Terakhir, studi lebih lanjut tentang pengaruh koefisien gesekan angin (drag coefficient) terhadap kinerja model dapat memberikan wawasan penting untuk meningkatkan presisi simulasi gelombang laut.. Model Windwaves-05 menunjukkan korelasi tinggi dengan data satelit altimeter AVISO, dengan nilai korelasi tertinggi pada Mei (0,94) dan terendah pada Februari (0,77).Kesalahan absolut tinggi gelombang umumnya kurang dari 0,8 meter, sementara kesalahan relatif rata-rata mencapai 24%.Hasil verifikasi menunjukkan bahwa model ini memiliki performa yang cukup baik untuk prakiraan tinggi gelombang di perairan Indonesia Di negara kepulauan seperti Indonesia, informasi tentang tinggi gelombang sangat penting untuk menunjang aktivitas di laut. Mengingat hal tersebut, akurasi prakiraan tinggi gelombang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa model prediksi gelombang laut Windwaves-05 yang digunakan BMKG sejak tahun 2004 terhadap data observasi satelit altimeter AVISO dengan menghitung nilai korelasi, kesalahan absolut, dan kesalahan relatif model selama periode tahun 2010. Dari hasil verifikasi, diperoleh nilai korelasi antara luaran model Windwaves-05 dengan AVISO bervariasi diatas 0,7,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp 1x" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" alt="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp 1x" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" alt="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp 1x" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" alt="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64880-simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" target="_blank">Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada verifikasi model Windwaves-05 dengan data observasi dari buoy untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan parameterisasi interaksi nonlinier dalam model perlu dilakukan untuk memperbaiki prediksi gelombang. Terakhir, studi lebih lanjut tentang pengaruh koefisien gesekan angin (drag coefficient) terhadap kinerja model dapat memberikan wawasan penting untuk meningkatkan presisi simulasi gelombang laut..
<br>Model Windwaves-05 menunjukkan korelasi tinggi dengan data satelit altimeter AVISO, dengan nilai korelasi tertinggi pada Mei (0,94) dan terendah pada Februari (0,77).Kesalahan absolut tinggi gelombang umumnya kurang dari 0,8 meter, sementara kesalahan relatif rata-rata mencapai 24%.Hasil verifikasi menunjukkan bahwa model ini memiliki performa yang cukup baik untuk prakiraan tinggi gelombang di perairan Indonesia
<br>Di negara kepulauan seperti Indonesia, informasi tentang tinggi gelombang sangat penting untuk menunjang aktivitas di laut. Mengingat hal tersebut, akurasi prakiraan tinggi gelombang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa model prediksi gelombang laut Windwaves-05 yang digunakan BMKG sejak tahun 2004 terhadap data observasi satelit altimeter AVISO dengan menghitung nilai korelasi, kesalahan absolut, dan kesalahan relatif model selama periode tahun 2010. Dari hasil verifikasi, diperoleh nilai korelasi antara luaran model Windwaves-05 dengan AVISO bervariasi diatas 0,7,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" type="image/webp" length="99916" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5 Mpi Om and Gfdl Cm2 1 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5 Mpi Om and Gfdl Cm2 1 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5 Mpi Om and Gfdl Cm2 1 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64876-akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa</link>
	<guid isPermaLink="false">6d0f3756e6e6b0a33a619c257a532187</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:52:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ om gfdl cm2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,cm2,contact,gfdl,go,jmg,om,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data lokal yang lebih detail untuk meningkatkan akurasi simulasi curah hujan di wilayah pesisir dan pegunungan NTB. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model Regional Climate Model (RCM) lainnya yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1: Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data lokal yang lebih detail untuk meningkatkan akurasi simulasi curah hujan di wilayah pesisir dan pegunungan NTB. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model Regional Climate Model (RCM) lainnya yang mungkin lebih efektif dalam mereproduksi pola curah hujan musiman yang kompleks. Penelitian juga bisa mengkaji dampak perubahan iklim terhadap siklus El Niyo-La Niya dan bagaimana interaksi ini memengaruhi distribusi curah hujan di masa depan, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih dalam untuk pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana iklim di NTB.. Model-model memberikan wawasan penting tentang bagaimana iklim regional mungkin merespons perubahan iklim global.Studi ini telah mengevaluasi kinerja RCM-CCAM (Conformal-cubic Atmospheric Model) dalam mensimulasikan iklim dan variasi musiman di Propinsi NTB.Dalam studi ini, simulasi RCM untuk variabilitas iklim didorong oleh dua General Circulation Models (GCMs).Studi ini menganalisis periode saat ini (1980Ae1999) dan masa depan (2050Ae2069 dan 2080Ae2099).Dibandingkan dengan data observasional BMKG, data model iklim CCAM dengan ECHAM5/MPI-OM dan kondisi batas model iklim GFDL CM2.1 cenderung memperkirakan curah hujan tahunan rata-rata untuk periode saat ini, kecuali di daerah ketinggian tinggi.Secara umum, meskipun proyeksi curah hujan berdasarkan ECHAM5/MPI-OM sedikit lebih rendah dari GFDL CM.21, kesepakatan yang masuk akal tentang pola curah hujan musiman ditemukan antara dua model tersebut dan data observasional.Sementara itu, proyeksi curah hujan rata-rata musim kemarau untuk dua periode masa depan berdasarkan model ECHAM5/MPI-OM serta dua periode masa depan berdasarkan model GFDL CM2.Di sisi lain, rata-rata curah hujan proyeksi musim hujan untuk dua periode masa depan menunjukkan perbedaan yang jelas antara simulasi ECHAM5/MPI-OM dan GFDL CM2.Perbedaan ini terutama muncul di wilayah barat dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa Simulasi curah hujan di Propinsi Nusa Tenggara Barat dipelajari dengan menggunakan Regional Climate Model (RCM)Aithe CSIRO Conformal-Cubic Atmospheric Model (CCAM) yang didukung oleh model global (General Circulation Models atau GCMs) yaitu ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1. Tiga periode yang dikaji dalam studi ini adalah 1980Ae1999, 2050Ae2069, dan 2080Ae2099 untuk. simulasi periode 1980Ae1999 dievaluasi terhadap observasional data. Secara umum, untuk simulasi pola curah hujan tahunan periode 2050Ae2069 dan 2080Ae2099, ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1 menunjukkan pola simulasi yang hampir sama. Namun, simulasi kedua model global ini untuk curah hujan tahunan periode observasi (1980 Ae 1999) berbeda. Bila dilihat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp 1x" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" alt="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp 1x" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" alt="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp 1x" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" alt="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64876-akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" target="_blank">Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data lokal yang lebih detail untuk meningkatkan akurasi simulasi curah hujan di wilayah pesisir dan pegunungan NTB. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model Regional Climate Model (RCM) lainnya yang mungkin lebih efektif dalam mereproduksi pola curah hujan musiman yang kompleks. Penelitian juga bisa mengkaji dampak perubahan iklim terhadap siklus El Niyo-La Niya dan bagaimana interaksi ini memengaruhi distribusi curah hujan di masa depan, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih dalam untuk pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana iklim di NTB..
<br>Model-model memberikan wawasan penting tentang bagaimana iklim regional mungkin merespons perubahan iklim global.Studi ini telah mengevaluasi kinerja RCM-CCAM (Conformal-cubic Atmospheric Model) dalam mensimulasikan iklim dan variasi musiman di Propinsi NTB.Dalam studi ini, simulasi RCM untuk variabilitas iklim didorong oleh dua General Circulation Models (GCMs).Studi ini menganalisis periode saat ini (1980Ae1999) dan masa depan (2050Ae2069 dan 2080Ae2099).Dibandingkan dengan data observasional BMKG, data model iklim CCAM dengan ECHAM5/MPI-OM dan kondisi batas model iklim GFDL CM2.1 cenderung memperkirakan curah hujan tahunan rata-rata untuk periode saat ini, kecuali di daerah ketinggian tinggi.Secara umum, meskipun proyeksi curah hujan berdasarkan ECHAM5/MPI-OM sedikit lebih rendah dari GFDL CM.21, kesepakatan yang masuk akal tentang pola curah hujan musiman ditemukan antara dua model tersebut dan data observasional.Sementara itu, proyeksi curah hujan rata-rata musim kemarau untuk dua periode masa depan berdasarkan model ECHAM5/MPI-OM serta dua periode masa depan berdasarkan model GFDL CM2.Di sisi lain, rata-rata curah hujan proyeksi musim hujan untuk dua periode masa depan menunjukkan perbedaan yang jelas antara simulasi ECHAM5/MPI-OM dan GFDL CM2.Perbedaan ini terutama muncul di wilayah barat dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa
<br>Simulasi curah hujan di Propinsi Nusa Tenggara Barat dipelajari dengan menggunakan Regional Climate Model (RCM)Aithe CSIRO Conformal-Cubic Atmospheric Model (CCAM) yang didukung oleh model global (General Circulation Models atau GCMs) yaitu ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1. Tiga periode yang dikaji dalam studi ini adalah 1980Ae1999, 2050Ae2069, dan 2080Ae2099 untuk. simulasi periode 1980Ae1999 dievaluasi terhadap observasional data. Secara umum, untuk simulasi pola curah hujan tahunan periode 2050Ae2069 dan 2080Ae2099, ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1 menunjukkan pola simulasi yang hampir sama. Namun, simulasi kedua model global ini untuk curah hujan tahunan periode observasi (1980 Ae 1999) berbeda. Bila dilihat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" type="image/webp" length="100210" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa Bali Ntb ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa Bali Ntb ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa Bali Ntb ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64883-mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data</link>
	<guid isPermaLink="false">b636252ed86e5fa8b27fe7bf0517e59f</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:46:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ welly fitria ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,fitria,go,jmg,us,welly]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb: Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. Terakhir, pengembangan peta hazard yang lebih spesifik untuk daerah-daerah dengan aktivitas sesar aktif dapat membantu dalam perencanaan tata kota yang lebih aman.. Nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar Pulau Jawa, Bali dan NTB pada kondisi Peak Ground Acceleration (PGA) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun berkisar 0,05 g - 0,5 g.Secara umum, rentang nilai percepatan tersebut relatif hampir sama dengan Peta Gempa Indonesia 2010.Berdasarkan kurva hazard gempa diperoleh bahwa gempa deep background sangat berpengaruh terhadap beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Serang, Jakarta dan Surabaya.Selain itu sumber gempa sesar (fault) juga mempengaruhi hazard di beberapa kota besar seperti Bandung, Jogyakarta dan Semarang mengingat kota-kota tersebut letaknya sangat berdekatan dengan sumber gempa sesar.Analisis isoseismal dua kejadian gempa Tasikmalaya 2 September 2009 dan 26 Juni 2010 menunjukkan daerah di selatan Pulau Jawa bagian barat mengalami guncangan yang cukup kuat sekitar VII - VIII MMI (0,25 g - 0,3 g) yang bersesuaian dengan peta hazard gempa hasil combine source Jawa, Bali dan NTB merupakan wilayah rawan bencana gempa. Untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut, upaya mitigasi perlu dilakukan secara optimal. Salah satunya melalui penelitian hazard kegempaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hazard gempa dan isoseismal daerah penelitian. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan dan pengolahan data gempa, pemodelan dan karakterisasi sumber gempa serta analisis hazard gempa dan isoseismal. Analisis hazard gempa dilakukan dengan menggunakan teori probabilitas total dan pemodelan sumber gempa tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan katalog... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" alt="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" alt="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" alt="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64883-mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" target="_blank">Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. Terakhir, pengembangan peta hazard yang lebih spesifik untuk daerah-daerah dengan aktivitas sesar aktif dapat membantu dalam perencanaan tata kota yang lebih aman..
<br>Nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar Pulau Jawa, Bali dan NTB pada kondisi Peak Ground Acceleration (PGA) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun berkisar 0,05 g - 0,5 g.Secara umum, rentang nilai percepatan tersebut relatif hampir sama dengan Peta Gempa Indonesia 2010.Berdasarkan kurva hazard gempa diperoleh bahwa gempa deep background sangat berpengaruh terhadap beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Serang, Jakarta dan Surabaya.Selain itu sumber gempa sesar (fault) juga mempengaruhi hazard di beberapa kota besar seperti Bandung, Jogyakarta dan Semarang mengingat kota-kota tersebut letaknya sangat berdekatan dengan sumber gempa sesar.Analisis isoseismal dua kejadian gempa Tasikmalaya 2 September 2009 dan 26 Juni 2010 menunjukkan daerah di selatan Pulau Jawa bagian barat mengalami guncangan yang cukup kuat sekitar VII - VIII MMI (0,25 g - 0,3 g) yang bersesuaian dengan peta hazard gempa hasil combine source
<br>Jawa, Bali dan NTB merupakan wilayah rawan bencana gempa. Untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut, upaya mitigasi perlu dilakukan secara optimal. Salah satunya melalui penelitian hazard kegempaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hazard gempa dan isoseismal daerah penelitian. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan dan pengolahan data gempa, pemodelan dan karakterisasi sumber gempa serta analisis hazard gempa dan isoseismal. Analisis hazard gempa dilakukan dengan menggunakan teori probabilitas total dan pemodelan sumber gempa tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan katalog...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" type="image/webp" length="103596" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64890-sumber-gempa-bumi-lokasi-data-g</link>
	<guid isPermaLink="false">e5073e0c7c43d5d72ca847b500833d51</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:25:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ om gfdl cm2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,cm2,contact,gfdl,go,jmg,om,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis pergerakan Sesar Lembang dengan data seismik yang lebih luas untuk memvalidasi aktivitasnya secara real-time. Selain itu, studi perbandingan antara Sesar Lembang dengan sesar-sesar lain di wilayah Bandung ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis pergerakan Sesar Lembang dengan data seismik yang lebih luas untuk memvalidasi aktivitasnya secara real-time. Selain itu, studi perbandingan antara Sesar Lembang dengan sesar-sesar lain di wilayah Bandung dapat memberikan wawasan tentang dinamika tektonik regional. Terakhir, penelitian historis tentang gempa bumi di area ini dengan pendekatan paleoseismologi dapat mengungkap pola aktivitas sesar dalam skala waktu yang lebih panjang, sehingga memperkuat prediksi risiko gempa di masa depan.. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa, jika ditinjau dari sudut seismologi, Sesar Lembang ini masih aktif, ini dibuktikan dengan adanya gempabumi yang masih terjadi, walaupun kekuatannya kecil, tapi ini menunjukan bahwa sesar ini masih aktif.Gempa bumi yang terjadi terkonsentrasi di ujung-ujung sesar, baik ujung barat maupun ujung timur.Sistem pergerakan Sesar Lembang merupakan tipe sinistral (mengiri), sedangkan untuk sesar-sesar sekundernya merupakan pensesaran normal, dan sebagian merupakan pensesaran naik (thrusting) Sesar Lembang yang membentang mulai dari Gunung Manglayang di bagian Timur hingga Cisarua di bagian barat yang panjangnya sekitar 22 km diduga merupakan sesar yang masih aktif. Untuk membuktikannya, maka dipasang 4 buah seismometer disekitar Sesar Lembang yaitu di Ciater, Tangkuban Perahu, Cimenyan dan di Lembang mulai Mei 2010 Ae Agustus 2013. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menentukan lokasi hypocenter gempa bumi yang lebih presisi, serta menentukan mekanisme sumber gempa bumi. Untuk mengetahui posisi gempa bumi-gempa bumi tersebut, maka dilakukan proses pengolahan penentuan pusat gempa bumi yaitu metoda tiga lingkaran, direlokasi lagi dengan metoda single event... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-41154.webp" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-41154.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-41154.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-41154.webp 1x" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" alt="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-cadc3.webp" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-cadc3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-cadc3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-cadc3.webp 1x" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" alt="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-b6329.webp" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-b6329.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-b6329.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-b6329.webp 1x" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" alt="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64890-sumber-gempa-bumi-lokasi-data-g" title="JURIS - Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung" target="_blank">Aktivitas Sesar Lembang Di Utara Cekungan Bandung</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis pergerakan Sesar Lembang dengan data seismik yang lebih luas untuk memvalidasi aktivitasnya secara real-time. Selain itu, studi perbandingan antara Sesar Lembang dengan sesar-sesar lain di wilayah Bandung dapat memberikan wawasan tentang dinamika tektonik regional. Terakhir, penelitian historis tentang gempa bumi di area ini dengan pendekatan paleoseismologi dapat mengungkap pola aktivitas sesar dalam skala waktu yang lebih panjang, sehingga memperkuat prediksi risiko gempa di masa depan..
<br>Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa, jika ditinjau dari sudut seismologi, Sesar Lembang ini masih aktif, ini dibuktikan dengan adanya gempabumi yang masih terjadi, walaupun kekuatannya kecil, tapi ini menunjukan bahwa sesar ini masih aktif.Gempa bumi yang terjadi terkonsentrasi di ujung-ujung sesar, baik ujung barat maupun ujung timur.Sistem pergerakan Sesar Lembang merupakan tipe sinistral (mengiri), sedangkan untuk sesar-sesar sekundernya merupakan pensesaran normal, dan sebagian merupakan pensesaran naik (thrusting)
<br>Sesar Lembang yang membentang mulai dari Gunung Manglayang di bagian Timur hingga Cisarua di bagian barat yang panjangnya sekitar 22 km diduga merupakan sesar yang masih aktif. Untuk membuktikannya, maka dipasang 4 buah seismometer disekitar Sesar Lembang yaitu di Ciater, Tangkuban Perahu, Cimenyan dan di Lembang mulai Mei 2010 Ae Agustus 2013. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menentukan lokasi hypocenter gempa bumi yang lebih presisi, serta menentukan mekanisme sumber gempa bumi. Untuk mengetahui posisi gempa bumi-gempa bumi tersebut, maka dilakukan proses pengolahan penentuan pusat gempa bumi yaitu metoda tiga lingkaran, direlokasi lagi dengan metoda single event...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-41154.webp" type="image/webp" length="116688" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-41154.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-cadc3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/sumber-gempa-bumi-lokasi-data-sesar-lembang-cekung-thumb-b6329.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64882-manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah</link>
	<guid isPermaLink="false">cd51c9d6abb3520bbdb743874275c2cf</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:01:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tawak street ]]></category>
	<category><![CDATA[ mataram city ]]></category>
	<category><![CDATA[ view pdf ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[city,mataram,pdf,street,tawak,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas aplikasi seluler dalam mendukung manajemen diabetes, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut: Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan aplikasi yang intuitif dan mudah digunakan. Aplikasi yang sederhana dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers: Untuk meningkatkan efektivitas aplikasi seluler dalam mendukung manajemen diabetes, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut: Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan aplikasi yang intuitif dan mudah digunakan. Aplikasi yang sederhana dan mudah dinavigasi akan meningkatkan kepatuhan pengguna dan memfasilitasi manajemen diabetes yang lebih efektif. Kedua, penting untuk mengintegrasikan fitur-fitur yang mendorong interaksi pengguna yang lebih aktif. Misalnya, aplikasi dapat menawarkan tantangan atau insentif untuk mendorong pengguna agar lebih terlibat dalam pemantauan gula darah mereka. Ketiga, aplikasi harus menyediakan umpan balik yang disesuaikan dan edukatif. Umpan balik yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dapat membantu pengguna memahami pola glikemik mereka dan membuat keputusan yang lebih baik tentang manajemen diabetes mereka. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, aplikasi seluler dapat menjadi alat yang lebih kuat dalam mendukung manajemen diabetes dan meningkatkan hasil kesehatan bagi penderita diabetes tipe 2.. Studi ini menekankan efektivitas integrasi pendekatan sosiolinguistik dalam pendidikan bahasa tingkat menengah.Dengan mengkontekstualisasi pengajaran bahasa, siswa mengembangkan kompetensi kritis yang diperlukan untuk berkomunikasi di dunia nyata.Temuan ini menyarankan kebutuhan akan pedagogi yang lebih dinamis, otentik, dan berwawasan sosial bagi guru.Siswa memperoleh manfaat melalui kesadaran yang ditingkatkan, empati, dan keterampilan pragmatik.Sementara itu, pengembang kurikulum harus memasukkan konten sosiolinguistik untuk menjembatani kesenjangan antara teori bahasa dan penggunaan praktis.Penelitian lebih lanjut harus mengeksplorasi intervensi berbasis kelas dan studi kasus untuk menilai secara empiris dampak jangka panjang pendekatan ini.Kolaborasi antara ahli bahasa, pendidik, dan pembuat kebijakan juga penting dalam merancang kurikulum bahasa yang responsif dan inklusif Manuskrip diajukan: 19 Juni 2025, direvisi: 26 Juli 2025, diterima untuk publikasi: 18 Agustus 2025, diterbitkan: 26 Agustus 2025. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi seluler dalam mendukung pemantauan gula darah dan manajemen bagi individu dengan Tipe 2 Diabetes. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Analisis dokumen akademik dari Google Scholar, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan prosiding konferensi, digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis konten tematik diterapkan untuk mengidentifikasi temuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-24366.webp" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-24366.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-24366.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-24366.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" alt="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-52a5d.webp" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-52a5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-52a5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-52a5d.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" alt="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-dbefa.webp" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-dbefa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-dbefa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-dbefa.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" alt="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64882-manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers" target="_blank">Evaluation of the Effectiveness of Mobile Applications for Monitoring Blood Sugar in Type 2 Diabetes Sufferers</a>: Untuk meningkatkan efektivitas aplikasi seluler dalam mendukung manajemen diabetes, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut: Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan aplikasi yang intuitif dan mudah digunakan. Aplikasi yang sederhana dan mudah dinavigasi akan meningkatkan kepatuhan pengguna dan memfasilitasi manajemen diabetes yang lebih efektif. Kedua, penting untuk mengintegrasikan fitur-fitur yang mendorong interaksi pengguna yang lebih aktif. Misalnya, aplikasi dapat menawarkan tantangan atau insentif untuk mendorong pengguna agar lebih terlibat dalam pemantauan gula darah mereka. Ketiga, aplikasi harus menyediakan umpan balik yang disesuaikan dan edukatif. Umpan balik yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dapat membantu pengguna memahami pola glikemik mereka dan membuat keputusan yang lebih baik tentang manajemen diabetes mereka. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, aplikasi seluler dapat menjadi alat yang lebih kuat dalam mendukung manajemen diabetes dan meningkatkan hasil kesehatan bagi penderita diabetes tipe 2..
<br>Studi ini menekankan efektivitas integrasi pendekatan sosiolinguistik dalam pendidikan bahasa tingkat menengah.Dengan mengkontekstualisasi pengajaran bahasa, siswa mengembangkan kompetensi kritis yang diperlukan untuk berkomunikasi di dunia nyata.Temuan ini menyarankan kebutuhan akan pedagogi yang lebih dinamis, otentik, dan berwawasan sosial bagi guru.Siswa memperoleh manfaat melalui kesadaran yang ditingkatkan, empati, dan keterampilan pragmatik.Sementara itu, pengembang kurikulum harus memasukkan konten sosiolinguistik untuk menjembatani kesenjangan antara teori bahasa dan penggunaan praktis.Penelitian lebih lanjut harus mengeksplorasi intervensi berbasis kelas dan studi kasus untuk menilai secara empiris dampak jangka panjang pendekatan ini.Kolaborasi antara ahli bahasa, pendidik, dan pembuat kebijakan juga penting dalam merancang kurikulum bahasa yang responsif dan inklusif
<br>Manuskrip diajukan: 19 Juni 2025, direvisi: 26 Juli 2025, diterima untuk publikasi: 18 Agustus 2025, diterbitkan: 26 Agustus 2025. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi seluler dalam mendukung pemantauan gula darah dan manajemen bagi individu dengan Tipe 2 Diabetes. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Analisis dokumen akademik dari Google Scholar, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan prosiding konferensi, digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis konten tematik diterapkan untuk mengidentifikasi temuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-24366.webp" type="image/webp" length="91644" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-24366.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-52a5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/manajemen-diabetes-lansia-jurnal-ilmiah-aplikasi-s-thumb-dbefa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14360-health-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 08 Sep 2026 12:50:44 +0700. 12 items. Served in: 4.948 seconds [rss] -->
