<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 04:48:19 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 04:48:19 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-07T04:48:19+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Post Disaster Dayah Management Reconstruction of a Leadership Model in Resilience Based Islamic Education in Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Post Disaster Dayah Management Reconstruction of a Leadership Model in Resilience Based Islamic Education in Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Post Disaster Dayah Management Reconstruction of a Leadership Model in Resilience Based Islamic Education in Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47135-dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab</link>
	<guid isPermaLink="false">394a8365852b622eb62d9f037c643d3d</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 23:12:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dikembangkan modul pelatihan manajemen bencana yang terintegrasi dalam program kader ulama di pesantren, sehingga pemimpin pesantren ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dikembangkan modul pelatihan manajemen bencana yang terintegrasi dalam program kader ulama di pesantren, sehingga pemimpin pesantren masa depan memiliki kapasitas sebagai agen krisis sejak masa pendidikan mereka. Kedua, Kementerian Agama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana perlu memetakan pesantren-pesantren rawan bencana di daerah sebagai mitra strategis untuk program unit pendidikan aman dan memfasilitasi pengembangan modul pembelajaran bencana yang terintegrasi dalam studi kitab kuning, tanpa menggantikan kurikulum formal asing. Ketiga, model rekonstruksi pesantren partisipatif yang melibatkan siswa, alumni, dan komunitas sekitar harus diadopsi sebagai pendekatan standar dalam setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di institusi pendidikan Islam, dengan alokasi anggaran yang memungkinkan partisipasi aktif komunitas lokal. Keempat, sistem pendidikan pesantren 24 jam perlu dioptimalkan sebagai laboratorium hidup untuk memperkuat karakter tangguh terhadap bencana dengan merancang simulasi evakuasi rutin, pelatihan pertolongan pertama, dan manajemen dapur umum darurat terintegrasi dalam aktivitas harian siswa tanpa mengganggu keunikan pendidikan pesantren. Kelima, jaringan luas alumni pesantren yang terlibat dalam berbagai sektor harus diorganisir secara sistematis menjadi pusat respons darurat yang siap diaktifkan setiap saat, dengan fasilitasi pelatihan berkala dan protokol komunikasi cepat yang terhubung dengan pusat kendali operasi BPBD. Keenam, pemerintah daerah di provinsi rawan bencana perlu mengeluarkan kebijakan yang menginstitusionalisasikan forum kolaborasi rutin antara pemimpin pesantren, BPBD, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan organisasi kemanusiaan, sehingga koordinasi tidak dimulai dari nol setiap kali bencana terjadi. Terakhir, institusi penelitian dan universitas Islam harus mendokumentasikan secara sistematis praktik baik dalam pengelolaan pesantren pasca-bencana di berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan model nasional kepemimpinan pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang dapat disesuaikan secara kontekstual, dilengkapi dengan panduan implementasi dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.. Pengelolaan pondok pesantren pasca-bencana di Aceh telah merekonstruksi model kepemimpinan pendidikan Islam yang tidak hanya berpusat pada pelestarian tradisi tetapi juga pada kemampuan adaptif untuk menghadapi krisis.Transformasi peran pemimpin pesantren dari otoritas spiritual menjadi agen krisis membuktikan bahwa krisis tidak melumpuhkan tetapi justru menyucikan dan memperluas makna kepemimpinan itu sendiri.Pemimpin pesantren, yang dikenal sebagai "Abu" dan "Teungku," tidak berhenti menjadi guru agama.mereka menjadi jauh lebih dari sekadar pengajar agama.manajer krisis, pembangun kohesi sosial, dan pusat pemulihan komunitas.Strategi adaptif dalam rekonstruksi fisik dan kurikulum menunjukkan bahwa ketangguhan pesantren bukan hanya tentang kemampuan bertahan tetapi juga berkembang di tengah badai.Pesantren tidak hanya pulih seperti semula tetapi menjadi versi yang lebih kuat dan relevan.dengan bangunan yang lebih kokoh, kurikulum yang diperkaya dengan kesadaran bencana, dan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.Pembangunan kemandirian siswa melalui internalisasi nilai-nilai tangguh adalah kontribusi paling otentik pesantren bagi masa depan Aceh.Kesabaran, kepercayaan pada ilahi, kerja sama bersama, dan ketangguhan tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tetapi diinternalisasi melalui pengalaman sehari-hari, peran model, dan transmisi narasi antargenerasi.Ribuan siswa yang sukarela membantu setelah tsunami adalah bukti bahwa mereka telah dipersiapkan oleh sistem pendidikan pesantren untuk menjadi individu yang tangguh.Model jaringan kolaborasi yang secara organik muncul antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat sipil adalah sintesis yang luar biasa antara tradisi dan modernitas, kemandirian dan kemitraan.Pesantren membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam tradisional bukan peninggalan masa lalu tetapi mitra strategis untuk masa depan dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana.Rekonstruksi model kepemimpinan pesantren pasca-bencana di Aceh telah menghasilkan prototipe manajemen pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang otentik, kontekstual, dan dapat ditiru, dengan potensi penerapan di daerah rawan bencana lainnya Penelitian ini didorong oleh tantangan eksistensial yang dihadapi oleh pondok pesantren (dayah) di Aceh pasca-bencana, di mana tsunami tahun 2004 dan bencana selanjutnya seperti banjir dan longsor tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik tetapi juga menggoncang fondasi kepemimpinan dayah tradisional yang selama ini mengandalkan otoritas spiritual. Dayah diharuskan berubah menjadi institusi respons darurat dan pusat pemulihan komunitas, tetapi model manajemen dan kepemimpinan bencana yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam belum secara sistematis dirumuskan. Studi ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan dayah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp 1x" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" alt="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp 1x" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" alt="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp 1x" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" alt="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47135-dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" target="_blank">Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh</a>: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dikembangkan modul pelatihan manajemen bencana yang terintegrasi dalam program kader ulama di pesantren, sehingga pemimpin pesantren masa depan memiliki kapasitas sebagai agen krisis sejak masa pendidikan mereka. Kedua, Kementerian Agama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana perlu memetakan pesantren-pesantren rawan bencana di daerah sebagai mitra strategis untuk program unit pendidikan aman dan memfasilitasi pengembangan modul pembelajaran bencana yang terintegrasi dalam studi kitab kuning, tanpa menggantikan kurikulum formal asing. Ketiga, model rekonstruksi pesantren partisipatif yang melibatkan siswa, alumni, dan komunitas sekitar harus diadopsi sebagai pendekatan standar dalam setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di institusi pendidikan Islam, dengan alokasi anggaran yang memungkinkan partisipasi aktif komunitas lokal. Keempat, sistem pendidikan pesantren 24 jam perlu dioptimalkan sebagai laboratorium hidup untuk memperkuat karakter tangguh terhadap bencana dengan merancang simulasi evakuasi rutin, pelatihan pertolongan pertama, dan manajemen dapur umum darurat terintegrasi dalam aktivitas harian siswa tanpa mengganggu keunikan pendidikan pesantren. Kelima, jaringan luas alumni pesantren yang terlibat dalam berbagai sektor harus diorganisir secara sistematis menjadi pusat respons darurat yang siap diaktifkan setiap saat, dengan fasilitasi pelatihan berkala dan protokol komunikasi cepat yang terhubung dengan pusat kendali operasi BPBD. Keenam, pemerintah daerah di provinsi rawan bencana perlu mengeluarkan kebijakan yang menginstitusionalisasikan forum kolaborasi rutin antara pemimpin pesantren, BPBD, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan organisasi kemanusiaan, sehingga koordinasi tidak dimulai dari nol setiap kali bencana terjadi. Terakhir, institusi penelitian dan universitas Islam harus mendokumentasikan secara sistematis praktik baik dalam pengelolaan pesantren pasca-bencana di berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan model nasional kepemimpinan pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang dapat disesuaikan secara kontekstual, dilengkapi dengan panduan implementasi dan indikator keberhasilan yang dapat diukur..
<br>Pengelolaan pondok pesantren pasca-bencana di Aceh telah merekonstruksi model kepemimpinan pendidikan Islam yang tidak hanya berpusat pada pelestarian tradisi tetapi juga pada kemampuan adaptif untuk menghadapi krisis.Transformasi peran pemimpin pesantren dari otoritas spiritual menjadi agen krisis membuktikan bahwa krisis tidak melumpuhkan tetapi justru menyucikan dan memperluas makna kepemimpinan itu sendiri.Pemimpin pesantren, yang dikenal sebagai "Abu" dan "Teungku," tidak berhenti menjadi guru agama.mereka menjadi jauh lebih dari sekadar pengajar agama.manajer krisis, pembangun kohesi sosial, dan pusat pemulihan komunitas.Strategi adaptif dalam rekonstruksi fisik dan kurikulum menunjukkan bahwa ketangguhan pesantren bukan hanya tentang kemampuan bertahan tetapi juga berkembang di tengah badai.Pesantren tidak hanya pulih seperti semula tetapi menjadi versi yang lebih kuat dan relevan.dengan bangunan yang lebih kokoh, kurikulum yang diperkaya dengan kesadaran bencana, dan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.Pembangunan kemandirian siswa melalui internalisasi nilai-nilai tangguh adalah kontribusi paling otentik pesantren bagi masa depan Aceh.Kesabaran, kepercayaan pada ilahi, kerja sama bersama, dan ketangguhan tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tetapi diinternalisasi melalui pengalaman sehari-hari, peran model, dan transmisi narasi antargenerasi.Ribuan siswa yang sukarela membantu setelah tsunami adalah bukti bahwa mereka telah dipersiapkan oleh sistem pendidikan pesantren untuk menjadi individu yang tangguh.Model jaringan kolaborasi yang secara organik muncul antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat sipil adalah sintesis yang luar biasa antara tradisi dan modernitas, kemandirian dan kemitraan.Pesantren membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam tradisional bukan peninggalan masa lalu tetapi mitra strategis untuk masa depan dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana.Rekonstruksi model kepemimpinan pesantren pasca-bencana di Aceh telah menghasilkan prototipe manajemen pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang otentik, kontekstual, dan dapat ditiru, dengan potensi penerapan di daerah rawan bencana lainnya
<br>Penelitian ini didorong oleh tantangan eksistensial yang dihadapi oleh pondok pesantren (dayah) di Aceh pasca-bencana, di mana tsunami tahun 2004 dan bencana selanjutnya seperti banjir dan longsor tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik tetapi juga menggoncang fondasi kepemimpinan dayah tradisional yang selama ini mengandalkan otoritas spiritual. Dayah diharuskan berubah menjadi institusi respons darurat dan pusat pemulihan komunitas, tetapi model manajemen dan kepemimpinan bencana yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam belum secara sistematis dirumuskan. Studi ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan dayah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" type="image/webp" length="114656" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Quran Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Quran Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Quran Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47131-pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-qur-siswa</link>
	<guid isPermaLink="false">d1e6f65ef7aaa5d1999e34ac482928b4</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:52:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjut dapat mengevaluasi dampak pendekatan ilmiah terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta menilai efektivitas strategi pengajaran yang bersifat kontekstual dan kolaboratif. Penelitian tambahan dapat membandingkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur'an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1: Penelitian lanjut dapat mengevaluasi dampak pendekatan ilmiah terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta menilai efektivitas strategi pengajaran yang bersifat kontekstual dan kolaboratif. Penelitian tambahan dapat membandingkan hasil kebijakan implementasi pendekatan ilmiah di sekolah di daerah berbeda, dan meneliti pengembangan teknologi edukasi digital untuk memperkuat lingkungan belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa.. Pembelajaran dengan pendekatan ilmiah secara signifikan meningkatkan prestasi belajar membaca dan menulis Qur'an di SDN Ngablak 1.Motivasi siswa tinggi dan pemahaman ilmiah baik berkontribusi pada partisipasi aktif dan pencapaian tujuan.Peningkatan prestasi belajar mencapai 86,70% dengan koefisien korelasi 0,941, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan ilmiah terhadap peningkatan prestasi belajar membaca dan menulis Qur'an serta hubungan positifnya dengan prestasi belajar siswa di SDN Ngablak 1. Metode penelitian kuantitatif dan positivisme digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diambil dari seluruh siswa kelas V dan VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi, pemahaman ilmiah yang baik, serta partisipasi aktif dan pencapaian tujuan yang tinggi. Peningkatan prestasi belajar mencapai 86,70% dan koefisien korelasi antara pendekatan ilmiah dan prestasi belajar sebesar 0,941, yang menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-e8ed6.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-e8ed6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-e8ed6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-e8ed6.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-18ac1.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-18ac1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-18ac1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-18ac1.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-b9dbd.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-b9dbd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-b9dbd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-b9dbd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47131-pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-qur-siswa" title="JURIS - Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur&#039;an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1" target="_blank">Analisis Pengaruh Pendekatan Ilmiah Terhadap Prestasi Belajar Membaca dan Menulis Qur'an Pada Siswa Kelas V dan VI SDN Ngablak 1</a>: Penelitian lanjut dapat mengevaluasi dampak pendekatan ilmiah terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta menilai efektivitas strategi pengajaran yang bersifat kontekstual dan kolaboratif. Penelitian tambahan dapat membandingkan hasil kebijakan implementasi pendekatan ilmiah di sekolah di daerah berbeda, dan meneliti pengembangan teknologi edukasi digital untuk memperkuat lingkungan belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa..
<br>Pembelajaran dengan pendekatan ilmiah secara signifikan meningkatkan prestasi belajar membaca dan menulis Qur'an di SDN Ngablak 1.Motivasi siswa tinggi dan pemahaman ilmiah baik berkontribusi pada partisipasi aktif dan pencapaian tujuan.Peningkatan prestasi belajar mencapai 86,70% dengan koefisien korelasi 0,941, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan ilmiah terhadap peningkatan prestasi belajar membaca dan menulis Qur'an serta hubungan positifnya dengan prestasi belajar siswa di SDN Ngablak 1. Metode penelitian kuantitatif dan positivisme digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diambil dari seluruh siswa kelas V dan VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi, pemahaman ilmiah yang baik, serta partisipasi aktif dan pencapaian tujuan yang tinggi. Peningkatan prestasi belajar mencapai 86,70% dan koefisien korelasi antara pendekatan ilmiah dan prestasi belajar sebesar 0,941, yang menunjukkan hubungan positif yang signifikan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-b9dbd.webp" type="image/webp" length="92748" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-e8ed6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-18ac1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/pendekatan-ilmiah-prestasi-belajar-quran-siswa-kel-thumb-b9dbd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47125-siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-kari</link>
	<guid isPermaLink="false">b6f4e935007993278c1b348e6742ad88</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:47:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana peran intervensi bimbingan keluarga dapat meningkatkan efektivitas dukungan orangtua pada perencanaan karier siswa di sekolah menengah atas? Apakah kombinasi dukungan emosional dan finansial orangtua memberikan dampak lebih besar terhadap kesiapan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung: Bagaimana peran intervensi bimbingan keluarga dapat meningkatkan efektivitas dukungan orangtua pada perencanaan karier siswa di sekolah menengah atas? Apakah kombinasi dukungan emosional dan finansial orangtua memberikan dampak lebih besar terhadap kesiapan karier siswa dibandingkan dukungan satu jenis saja? Bagaimana perbedaan pengaruh dukungan orangtua pada siswa dengan latar belakang ekonomi berbeda dapat diukur dan dioptimalkan melalui program kebijakan sekolah?. Penelitian ini menemukan bahwa dukungan orangtua berhubungan secara signifikan dengan perencanaan karier siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,522 menunjukkan hubungan sedang positif antara kedua variabel.Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan orangtua, semakin baik pula perencanaan karier siswa Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang belum bisa menentukan perencanaan karier. Dukungan orangtua diyakini sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perencanaan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 254 siswa yang dipilah menggunakan teknik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" alt="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" alt="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" alt="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47125-siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-kari" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" target="_blank">Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung</a>: Bagaimana peran intervensi bimbingan keluarga dapat meningkatkan efektivitas dukungan orangtua pada perencanaan karier siswa di sekolah menengah atas? Apakah kombinasi dukungan emosional dan finansial orangtua memberikan dampak lebih besar terhadap kesiapan karier siswa dibandingkan dukungan satu jenis saja? Bagaimana perbedaan pengaruh dukungan orangtua pada siswa dengan latar belakang ekonomi berbeda dapat diukur dan dioptimalkan melalui program kebijakan sekolah?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa dukungan orangtua berhubungan secara signifikan dengan perencanaan karier siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,522 menunjukkan hubungan sedang positif antara kedua variabel.Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan orangtua, semakin baik pula perencanaan karier siswa
<br>Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang belum bisa menentukan perencanaan karier. Dukungan orangtua diyakini sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perencanaan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 254 siswa yang dipilah menggunakan teknik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" type="image/webp" length="96132" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47149-aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda</link>
	<guid isPermaLink="false">19e251809a35fdea1929a27121f17716</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:09:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurus308baru ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308maju ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308king ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurus308baru,jurus308king,jurus308maju]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek dan khasiat dari ramuan-ramuan tradisional Batak Toba yang digunakan dalam pengobatan. Kedua, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek dan khasiat dari ramuan-ramuan tradisional Batak Toba yang digunakan dalam pengobatan. Kedua, penelitian tentang sejarah dan perkembangan pengobatan tradisional Batak Toba, termasuk peran dan pengaruhnya dalam masyarakat Batak Toba. Ketiga, penelitian tentang efektivitas dan keamanan pengobatan tradisional Batak Toba dibandingkan dengan pengobatan modern, serta bagaimana kedua sistem pengobatan ini dapat saling melengkapi dalam memberikan perawatan kesehatan yang komprehensif.. Artikel ini difokuskan pada 3 penyakit yakni kanker payudara (andorabion), terkilir (taralit), penyakit kulit (gadam) yang diobati menggunakan pengobatan tradisional etnik Batak Toba, dalam pengobatan ini terdapat 18 bentuk, fungsi dan makna simbol yang meliputi simbol peralatan, simbol ramuan (pulungan), simbol mantra (tabas) Artikel ini membahas tentang simbol pengobatan tradisional etnik Batak Toba. Etnik Batak Toba memiliki pengetahuan berupa pengobatan tradisional, seseorang yang dipercayai dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara tradisional disebut Parubat huta. Dalam proses pengobatan ini sebagian besar dilakukan dengan cara memanggil roh nenek moyang dan melakukan ritual. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk simbol, fungsi dan makna dalam pengobatan tradisional etnik Batak Toba. Dalam menyelesaikan artikel ini penulis menggunakan teori semiotik dengan metode deskriptif kualitatif dan untuk menunjang hasil dari artikel ini penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan cara (1) wawancara dengan informan, (2)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-454ca.webp" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-454ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-454ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-454ca.webp 1x" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" alt="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-f75da.webp" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-f75da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-f75da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-f75da.webp 1x" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" alt="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-aa88e.webp" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-aa88e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-aa88e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-aa88e.webp 1x" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" alt="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47149-aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda" title="JURIS - Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba" target="_blank">Simbol Pengobatan Tradisional Etnik Batak Toba</a>: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek dan khasiat dari ramuan-ramuan tradisional Batak Toba yang digunakan dalam pengobatan. Kedua, penelitian tentang sejarah dan perkembangan pengobatan tradisional Batak Toba, termasuk peran dan pengaruhnya dalam masyarakat Batak Toba. Ketiga, penelitian tentang efektivitas dan keamanan pengobatan tradisional Batak Toba dibandingkan dengan pengobatan modern, serta bagaimana kedua sistem pengobatan ini dapat saling melengkapi dalam memberikan perawatan kesehatan yang komprehensif..
<br>Artikel ini difokuskan pada 3 penyakit yakni kanker payudara (andorabion), terkilir (taralit), penyakit kulit (gadam) yang diobati menggunakan pengobatan tradisional etnik Batak Toba, dalam pengobatan ini terdapat 18 bentuk, fungsi dan makna simbol yang meliputi simbol peralatan, simbol ramuan (pulungan), simbol mantra (tabas)
<br>Artikel ini membahas tentang simbol pengobatan tradisional etnik Batak Toba. Etnik Batak Toba memiliki pengetahuan berupa pengobatan tradisional, seseorang yang dipercayai dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara tradisional disebut Parubat huta. Dalam proses pengobatan ini sebagian besar dilakukan dengan cara memanggil roh nenek moyang dan melakukan ritual. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk simbol, fungsi dan makna dalam pengobatan tradisional etnik Batak Toba. Dalam menyelesaikan artikel ini penulis menggunakan teori semiotik dengan metode deskriptif kualitatif dan untuk menunjang hasil dari artikel ini penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan cara (1) wawancara dengan informan, (2)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-f75da.webp" type="image/webp" length="135410" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-454ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-f75da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/aksara-batak-toba-makna-simbol-hewan-generasi-muda-thumb-aa88e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-257-uniba.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18606-kompetensi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47133-pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi</link>
	<guid isPermaLink="false">9372cfe54a453961d457df45e58daae5</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:01:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model organisasi pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Islam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model organisasi pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Islam seperti al-muhafadhatu Aoala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (mempertahankan tradisi yang baik sambil mengadopsi inovasi yang lebih baik) dapat diterapkan dalam praktik manajemen pesantren. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana model organisasi pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dapat diterapkan di institusi pendidikan berbasis iman lainnya, seperti madrasah atau sekolah Islam. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi dampak implementasi model organisasi pembelajaran pada hasil pendidikan yang dapat diukur, seperti prestasi akademik, keterampilan sosial, dan pengembangan karakter siswa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut pada pemahaman tentang bagaimana organisasi pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dalam konteks pendidikan Islam, dan bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat memperkuat praktik manajemen organisasi.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Darunnajah merupakan bentuk unik organisasi pembelajaran yang berhasil mensintesiskan teori Senge dan Marquardt dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, menghasilkan pertumbuhan institusi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas.Dengan menganalisis argumen ini melalui penyelidikan kualitatif yang ketat, artikel ini berkontribusi pada diskursus teoritis tentang organisasi pembelajaran dalam konteks non-Barat dan basis pengetahuan praktis untuk manajemen dan modernisasi pesantren.bagian berikutnya menggambarkan metodologi penelitian, diikuti oleh presentasi temuan yang diorganisir di sekitar lima subsistem organisasi pembelajaran, diskusi yang mengintegrasikan temuan dengan literatur teoritis dan empiris yang ada, dan komentar penutup dengan implikasi untuk kebijakan dan praktik Penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi model Learning Organisation Senge dalam konteks manajemen pesantren Islam, dengan fokus khusus pada Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Menggunakan metodologi studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, termasuk pemimpin institusi, guru senior, dan administrator, yang didukung oleh observasi partisipan dan analisis dokumen selama enam bulan. Temuan menunjukkan bahwa Darunnajah telah mengoperasionalkan dengan efektif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-5e990.webp" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-5e990.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-5e990.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-5e990.webp 1x" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" alt="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-3e197.webp" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-3e197.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-3e197.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-3e197.webp 1x" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" alt="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-49ead.webp" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-49ead.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-49ead.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-49ead.webp 1x" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" alt="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47133-pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi" title="JURIS - Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah" target="_blank">Implementing SengeAos Learning Organisation Model in Islamic Educational Institutions: A Case Study of Pondok Pesantren Darunnajah</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model organisasi pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Islam seperti al-muhafadhatu Aoala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (mempertahankan tradisi yang baik sambil mengadopsi inovasi yang lebih baik) dapat diterapkan dalam praktik manajemen pesantren. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana model organisasi pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dapat diterapkan di institusi pendidikan berbasis iman lainnya, seperti madrasah atau sekolah Islam. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi dampak implementasi model organisasi pembelajaran pada hasil pendidikan yang dapat diukur, seperti prestasi akademik, keterampilan sosial, dan pengembangan karakter siswa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut pada pemahaman tentang bagaimana organisasi pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dalam konteks pendidikan Islam, dan bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat memperkuat praktik manajemen organisasi..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Darunnajah merupakan bentuk unik organisasi pembelajaran yang berhasil mensintesiskan teori Senge dan Marquardt dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, menghasilkan pertumbuhan institusi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas.Dengan menganalisis argumen ini melalui penyelidikan kualitatif yang ketat, artikel ini berkontribusi pada diskursus teoritis tentang organisasi pembelajaran dalam konteks non-Barat dan basis pengetahuan praktis untuk manajemen dan modernisasi pesantren.bagian berikutnya menggambarkan metodologi penelitian, diikuti oleh presentasi temuan yang diorganisir di sekitar lima subsistem organisasi pembelajaran, diskusi yang mengintegrasikan temuan dengan literatur teoritis dan empiris yang ada, dan komentar penutup dengan implikasi untuk kebijakan dan praktik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi model Learning Organisation Senge dalam konteks manajemen pesantren Islam, dengan fokus khusus pada Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Menggunakan metodologi studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, termasuk pemimpin institusi, guru senior, dan administrator, yang didukung oleh observasi partisipan dan analisis dokumen selama enam bulan. Temuan menunjukkan bahwa Darunnajah telah mengoperasionalkan dengan efektif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-5e990.webp" type="image/webp" length="117464" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-5e990.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-3e197.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/pondok-pesantren-darunnajah-individu-organisasi-si-thumb-49ead.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Work Family Conflict Assesment Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Work Family Conflict Assesment Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Work Family Conflict Assesment Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47128-instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch</link>
	<guid isPermaLink="false">cf5e023b6cd8856fcefba4d41ff03450</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:52:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai stabilitas instrumen WFC dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Kedua, aplikasikan Model Rasch pada sampel yang lebih luas dan diversifikasi, termasuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model: Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai stabilitas instrumen WFC dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Kedua, aplikasikan Model Rasch pada sampel yang lebih luas dan diversifikasi, termasuk pekerja nonAcformal dan lakiAclaki, guna menguji invariansi dan bias item antar kelompok. Ketiga, kembangkan modul intervensi berbasis hasil pengukuran WFC, menguji efektivitas program fleksibilitas kerja dan dukungan sosial dalam mengurangi konflik dan meningkatkan produktivitas.. Instrumen WFC terbukti valid, reliabel, dan unidimensional menurut Model Rasch.Sebagian besar item mematuhi kriteria kesesuaian model, dan reliabilitas item sangat tinggi.Instrumen ini layak digunakan sebagai alat pengukuran konflik kerjaAckeluarga dalam penelitian dan praktik Bimbingan dan Konseling Konflik kerjaAckeluarga (WFC) merupakan masalah psikososial yang muncul akibat ketidaksesuaian tuntutan peran kerja dan peran keluarga, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis individu. Dampak tinggi WFC menuntut ketersediaan instrumen pengukuran yang akurat, valid, dan reliabel. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas instrumen WFC dengan menggunakan Model Rasch. Sampel terdiri dari 60 perempuan bekerja, menikah, yang dipilih karena secara teoretis rentan mengalami konflik karena peran ganda. Instrumen dikembangkan berdasarkan kerangka Greenhaus dan Beutell, mencakup tiga dimensi: waktu, stres,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp 1x" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" alt="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp 1x" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" alt="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp 1x" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" alt="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47128-instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" target="_blank">Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model</a>: Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai stabilitas instrumen WFC dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Kedua, aplikasikan Model Rasch pada sampel yang lebih luas dan diversifikasi, termasuk pekerja nonAcformal dan lakiAclaki, guna menguji invariansi dan bias item antar kelompok. Ketiga, kembangkan modul intervensi berbasis hasil pengukuran WFC, menguji efektivitas program fleksibilitas kerja dan dukungan sosial dalam mengurangi konflik dan meningkatkan produktivitas..
<br>Instrumen WFC terbukti valid, reliabel, dan unidimensional menurut Model Rasch.Sebagian besar item mematuhi kriteria kesesuaian model, dan reliabilitas item sangat tinggi.Instrumen ini layak digunakan sebagai alat pengukuran konflik kerjaAckeluarga dalam penelitian dan praktik Bimbingan dan Konseling
<br>Konflik kerjaAckeluarga (WFC) merupakan masalah psikososial yang muncul akibat ketidaksesuaian tuntutan peran kerja dan peran keluarga, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis individu. Dampak tinggi WFC menuntut ketersediaan instrumen pengukuran yang akurat, valid, dan reliabel. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas instrumen WFC dengan menggunakan Model Rasch. Sampel terdiri dari 60 perempuan bekerja, menikah, yang dipilih karena secara teoretis rentan mengalami konflik karena peran ganda. Instrumen dikembangkan berdasarkan kerangka Greenhaus dan Beutell, mencakup tiga dimensi: waktu, stres,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" type="image/webp" length="143172" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47137-pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi</link>
	<guid isPermaLink="false">385d1c60d34890a96d82d56eae960d4a</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:55:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertumbuhan penelitian lanjutan dapat memfokuskan studi pada perbandingan efektivitas strategi komunikasi antara madrasah sekular dan madrasah berbasis pesantren, guna memahami peran konteks keagamaan dalam membentuk citra institusi. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo: Pertumbuhan penelitian lanjutan dapat memfokuskan studi pada perbandingan efektivitas strategi komunikasi antara madrasah sekular dan madrasah berbasis pesantren, guna memahami peran konteks keagamaan dalam membentuk citra institusi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan analitik media sosial dapat dipakai kepala madrasah untuk memantau dan menyesuaikan pesan secara realActime, sehingga memaksimalkan respons stakeholder. Terakhir, kajian longitudinal yang menilai dampak jangka panjang dari strategi komunikasi terhadap kualitas pendidikan dan keunggulan kompetitif dapat memberikan insight tentang ketahanan dan adaptasi lembaga pendidikan di era digital.. Strategi komunikasi pemimpin madrasah secara komprehensif dan terintegrasi, yang memadukan media digital dan tatap muka, terbukti efektif memperkuat daya saing institusi.Pendekatan berbasis nilai, penggunaan teknologi, serta keterlibatan komunitas mendorong peningkatan citra positif, kepercayaan publik, dan pendaftaran siswa, tanpa memerlukan promosi konvensional Penelitian ini didasarkan pada pentingnya strategi komunikasi yang diterapkan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di lingkungan yang semakin kompetitif. MI Plus Darussadah Lirboyo, sebagai lembaga baru di bawah naungan pesantren ternama, menghadapi tantangan membangun citra positif dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan strategi komunikasi kepala madrasah dan hasil yang dicapai dalam memperkuat daya saing institusi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model pengurang data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi komunikasi personal, sosial, persuasif, dan kolaboratif, seperti komunikasi terbuka melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-bfa5f.webp" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-bfa5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-bfa5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-bfa5f.webp 1x" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" alt="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-eddd0.webp" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-eddd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-eddd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-eddd0.webp 1x" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" alt="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-45dc6.webp" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-45dc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-45dc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-45dc6.webp 1x" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" alt="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47137-pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi" title="JURIS - The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo" target="_blank">The Communication Strategies of the Madrasah Principal in Enhancing the Competitiveness of an Educational Institution: A Case Study of MI Plus Darussadah Lirboyo</a>: Pertumbuhan penelitian lanjutan dapat memfokuskan studi pada perbandingan efektivitas strategi komunikasi antara madrasah sekular dan madrasah berbasis pesantren, guna memahami peran konteks keagamaan dalam membentuk citra institusi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan analitik media sosial dapat dipakai kepala madrasah untuk memantau dan menyesuaikan pesan secara realActime, sehingga memaksimalkan respons stakeholder. Terakhir, kajian longitudinal yang menilai dampak jangka panjang dari strategi komunikasi terhadap kualitas pendidikan dan keunggulan kompetitif dapat memberikan insight tentang ketahanan dan adaptasi lembaga pendidikan di era digital..
<br>Strategi komunikasi pemimpin madrasah secara komprehensif dan terintegrasi, yang memadukan media digital dan tatap muka, terbukti efektif memperkuat daya saing institusi.Pendekatan berbasis nilai, penggunaan teknologi, serta keterlibatan komunitas mendorong peningkatan citra positif, kepercayaan publik, dan pendaftaran siswa, tanpa memerlukan promosi konvensional
<br>Penelitian ini didasarkan pada pentingnya strategi komunikasi yang diterapkan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di lingkungan yang semakin kompetitif. MI Plus Darussadah Lirboyo, sebagai lembaga baru di bawah naungan pesantren ternama, menghadapi tantangan membangun citra positif dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan strategi komunikasi kepala madrasah dan hasil yang dicapai dalam memperkuat daya saing institusi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model pengurang data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi komunikasi personal, sosial, persuasif, dan kolaboratif, seperti komunikasi terbuka melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-bfa5f.webp" type="image/webp" length="90754" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-bfa5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-eddd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/pola-komunikasi-kepala-terbuka-strategi-institusi-thumb-45dc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Leadership and AI Integration in Higher Education Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Leadership and AI Integration in Higher Education Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Leadership and AI Integration in Higher Education Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47136-desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen</link>
	<guid isPermaLink="false">503cca7b162704f5f8747e738ac9f1a3</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:55:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan dimensi pedagogis, teknologi, etika, dan sosial: Penelitian masa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan dimensi pedagogis, teknologi, etika, dan sosial: Penelitian masa depan dapat merancang dan menguji kerangka kerja integratif yang menyatukan dimensi-dimensi ini. Kerangka kerja ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi, pedagogi, dan faktor sosial saling berinteraksi dan mempengaruhi kualitas pendidikan. 2. Melakukan studi komparatif lintas wilayah dengan tingkat kesiapan digital yang berbeda: Perbandingan antara negara-negara berkembang dan maju dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan solusi yang spesifik konteks. Studi komparatif seperti itu dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan kesetaraan pendidikan.3. Melakukan penelitian kualitatif dan campuran yang lebih dalam untuk menangkap nuansa praktik kelas, persepsi pengguna, dan perubahan institusional: Penelitian kualitatif dan campuran dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman hidup siswa, guru, dan institusi dalam mengadopsi AI. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang yang unik dalam konteks tertentu, serta strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi.. Temuan dari tinjauan literatur sistematis (TLS) ini menawarkan akun yang luas namun nuansa tentang bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) telah terintegrasi ke dalam pendidikan, khususnya dalam hal akses, kesetaraan, dan kualitas.Selain hanya mengatalogkan karya sebelumnya, tinjauan ini merefleksikan secara kritis bagaimana tema-tema ini bersinggungan, menyimpang, dan kadang-kadang meninggalkan pertanyaan penting yang belum terjawab.Berbeda dengan sintesis sebelumnya, yang cenderung berkonsentrasi sempit pada fungsi teknologi, tinjauan ini menempatkan AI dalam lanskap sosial-pedagogis dan etika yang lebih luas, sehingga memberikan wawasan segar tentang perannya yang transformasional namun kontroversial dalam pendidikan global.Pengamatan konsisten di seluruh literatur yang ditinjau adalah kehadiran tiga tema yang saling terkait.akses ke pendidikan, kesetaraan dalam kesempatan belajar, dan peningkatan kualitas.Penekanan ini sejalan dengan analisis sebelumnya oleh Liu et al.(2022) dan Lei & Tang (2023), yang menunjukkan cara AI dapat menyesuaikan pembelajaran dan mengotomatisasi penilaian untuk meningkatkan hasil pendidikan.Namun, tinjauan ini memperluas temuan studi tersebut dengan menekankan implikasi sistemik dari adopsi AI, termasuk potensinya untuk merestrukturisasi arsitektur sistem pendidikan secara keseluruhan daripada mengoptimalkan praktik kelas.Temuan menarik dari karya-karya terbaru yang berfokus pada kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa (Tolentino et al., 2024) menambahkan nuansa pada perdebatan lama yang terutama menekankan infrastruktur dan akses (OECD, 2019).Apa yang muncul di sini adalah pengakuan bahwa adopsi AI yang sukses bukanlah pencapaian teknis semata, tetapi proses yang sangat berpusat pada manusia, dimediasi oleh kepercayaan, pelatihan, dan identitas profesional pendidik.Hal ini mewakili pergeseran yang signifikan dari penelitian sebelumnya, di mana dimensi manusia sering kali dianggap sekunder terhadap kemampuan teknologi.Distribusi geografis studi memberikan lapisan interpretasi yang penting lainnya.Dalam konteks berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand, literatur memprioritaskan pelatihan guru dan kesiapan infrastruktur (Songkram et al.Sebaliknya, di ekonomi maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, fokusnya adalah pada desain kurikulum ulang (Alenezi & Alfaleh, 2024).Kontras ini sejalan dengan laporan institusional oleh UNESCO 2021 dan World Bank 2020, yang juga menyoroti kesenjangan digital yang tajam (UNESCO, 2021).Namun, apa yang membedakan tinjauan ini adalah penekanan empirisnya.Menyintesiskan studi peer-reviewed daripada dokumen kebijakan saja, ia menambahkan nuansa pemahaman kita tentang bagaimana kesenjangan ini materialisasi dalam praktik.Menariknya, bukti menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat memang mengurangi ketidaksamaan, efektivitasnya sangat tergantung pada ekosistem lokal kebijakan, budaya, dan dukungan institusional.Pengamatan ini bertentangan dengan argumen sebelumnya oleh Moher et al.(2009), yang berpendapat bahwa teknologi sendiri tidak dapat menyempitkan kesenjangan pendidikan.Temuan di sini menunjukkan bahwa, di bawah kondisi yang tepat, platform yang diaktifkan AI dapat mengurangi hambatan akses, meskipun diakui tidak seragam di semua konteks.Dari perspektif metodologis, ketergantungan yang berat pada pendekatan kuantitatif, terutama Model Persamaan Struktural (SEM) dan Analisis Faktor Eksploratori (EFA), tidak mengejutkan dan tetap sejalan dengan meta-analisis sebelumnya (Priscilla Josierra Liora et al.Namun, tinjauan ini menyoroti masalah yang kurang dibahas.homogenitas metodologis seperti itu berisiko mengaburkan realitas sosial kompleks dari integrasi AI.Terutama, absennya desain longitudinal dan kualitatif membatasi kemampuan kita untuk menilai tidak hanya hubungan kausal tetapi juga pengalaman hidup siswa dan guru yang menavigasi transformasi yang didorong AI.Secara teoritis, bidang ini tetap berlabuh pada kerangka kerja seperti Pengetahuan Pedagogis Konten Teknologi (TPACK), Model Penerimaan Teknologi (TAM), dan Teori Kognitif Sosial.Model-model ini, meskipun berpengaruh (Zulianti et al., 2025), mengungkapkan titik buta tertentu ketika disorot di bawah temuan tinjauan ini.Misalnya, ketergantungan TAM pada konstruk seperti "kegunaan yang dirasakan" dan "kemudahan penggunaan" tampaknya tidak cukup untuk menjelaskan pola adopsi dalam konteks yang dibentuk oleh hierarki sosial-budaya dan kendala infrastruktur.Demikian pula, meskipun TPACK membantu menghubungkan pedagogi, konten, dan teknologi, ia mengatakan sedikit tentang tantangan etika dari bias algoritma atau inklusivitas pembelajar yang terpinggirkan (Brown et al.Oleh karena itu, tinjauan ini memperluas temuan aplikasi teoritis sebelumnya dengan menyarankan bahwa model hibrida diperlukan dengan mendesak model yang menggabungkan kerangka kerja teknologi dengan perspektif yang berorientasi pada kesetaraan dan etika.Integrasi seperti itu beresonansi dengan pedagogi kritis Freire (1970), yang memajukan pemberdayaan dan keadilan, dan sejalan dengan panggilan Selwyn (2021) untuk pendekatan yang lebih holistik terhadap teknologi pendidikan.Dimensi penting lainnya adalah ketegangan etis yang melekat dalam adopsi AI.Studi yang ditinjau secara konsisten mendokumentasikan kekhawatiran tentang bias algoritma, privasi, dan akses yang tidak merata.Temuan ini jelas sejalan dengan perdebatan global yang sedang berlangsung tentang etika AI (Panduan, 2021) dan peringatan Brown et al.(2022) bahwa tanpa pemerintahan yang hati-hati, AI dapat memperburuk daripada meringankan ketidaksamaan pendidikan.Namun, tinjauan ini menambahkan nuansa pada kekhawatiran tersebut dengan menunjukkan bagaimana masalah etis didistribusikan secara tidak merata.Di konteks berkembang, privasi dan perlindungan data mendominasi diskusi, sedangkan di pengaturan berkembang, masalah paling mendesak berputar di sekitar kelangkaan infrastruktur dan algoritma yang tidak peka budaya.Perbedaan geografis ini, jarang ditekankan dalam sintesis sebelumnya, menyoroti pentingnya menempatkan etika AI dalam konteks sosio-politik tertentu daripada mengobati mereka sebagai tantangan yang identik secara universal.Tinjauan ini menawarkan perspektif yang baru dengan menghubungkan secara sistematis titik-titik antara akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan berbasis AI.Berbeda dengan tinjauan sebelumnya, yang sering kali memeriksa dimensi ini secara terpisah, sintesis saat ini menunjukkan bagaimana mereka sangat terjalin dan saling memperkuat.Khususnya kurang dipelajari dalam penelitian sebelumnya adalah peran pertimbangan sosial-budaya dan etika, yang dibawa ke depan oleh tinjauan ini.Selain itu, perhatian terhadap variabel yang berpusat pada manusia seperti kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa mewakili keberangkatan yang signifikan dari akun deterministik teknologi.Dengan menekankan faktor-faktor ini, tinjauan ini merestrukturisasi adopsi AI bukan sebagai barisan kemajuan yang tak terelakkan tetapi sebagai proses yang dinegosiasikan yang dibentuk oleh agen manusia.Akhirnya, cakupan komparatif yang mencakup baik daerah berkembang dan berkembang mengatasi ketidakseimbangan yang berkelanjutan dalam literatur, di mana pengaturan teknologi maju cenderung mendominasi narasi akademik.Inklusivitas ini memperkuat keunikan tinjauan ini dan meningkatkan kontribusinya terhadap bidang ini Transformasi digital telah mengubah perdebatan tentang akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan tinggi, dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai penggerak utama. Studi ini menyintesiskan literatur yang ada untuk memeriksa persimpangan antara integrasi AI, kepemimpinan digital, kompetensi pedagogis, dan praktik yang berorientasi pada kesetaraan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) dengan kerangka PRISMA, studi ini menganalisis 69 artikel peer-reviewed (2022-2025) dari basis data Scopus dan Watase. Temuan mengidentifikasi tiga tema utama: memperluas akses digital, meningkatkan kesetaraan belajar, dan meningkatkan kualitas melalui pedagogi berbasis AI. Ada perbedaan regional yang signifikan;... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp 1x" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" alt="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp 1x" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" alt="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp 1x" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" alt="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47136-desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" target="_blank">Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan dimensi pedagogis, teknologi, etika, dan sosial: Penelitian masa depan dapat merancang dan menguji kerangka kerja integratif yang menyatukan dimensi-dimensi ini. Kerangka kerja ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi, pedagogi, dan faktor sosial saling berinteraksi dan mempengaruhi kualitas pendidikan. 2. Melakukan studi komparatif lintas wilayah dengan tingkat kesiapan digital yang berbeda: Perbandingan antara negara-negara berkembang dan maju dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan solusi yang spesifik konteks. Studi komparatif seperti itu dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan kesetaraan pendidikan.3. Melakukan penelitian kualitatif dan campuran yang lebih dalam untuk menangkap nuansa praktik kelas, persepsi pengguna, dan perubahan institusional: Penelitian kualitatif dan campuran dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman hidup siswa, guru, dan institusi dalam mengadopsi AI. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang yang unik dalam konteks tertentu, serta strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi..
<br>Temuan dari tinjauan literatur sistematis (TLS) ini menawarkan akun yang luas namun nuansa tentang bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) telah terintegrasi ke dalam pendidikan, khususnya dalam hal akses, kesetaraan, dan kualitas.Selain hanya mengatalogkan karya sebelumnya, tinjauan ini merefleksikan secara kritis bagaimana tema-tema ini bersinggungan, menyimpang, dan kadang-kadang meninggalkan pertanyaan penting yang belum terjawab.Berbeda dengan sintesis sebelumnya, yang cenderung berkonsentrasi sempit pada fungsi teknologi, tinjauan ini menempatkan AI dalam lanskap sosial-pedagogis dan etika yang lebih luas, sehingga memberikan wawasan segar tentang perannya yang transformasional namun kontroversial dalam pendidikan global.Pengamatan konsisten di seluruh literatur yang ditinjau adalah kehadiran tiga tema yang saling terkait.akses ke pendidikan, kesetaraan dalam kesempatan belajar, dan peningkatan kualitas.Penekanan ini sejalan dengan analisis sebelumnya oleh Liu et al.(2022) dan Lei & Tang (2023), yang menunjukkan cara AI dapat menyesuaikan pembelajaran dan mengotomatisasi penilaian untuk meningkatkan hasil pendidikan.Namun, tinjauan ini memperluas temuan studi tersebut dengan menekankan implikasi sistemik dari adopsi AI, termasuk potensinya untuk merestrukturisasi arsitektur sistem pendidikan secara keseluruhan daripada mengoptimalkan praktik kelas.Temuan menarik dari karya-karya terbaru yang berfokus pada kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa (Tolentino et al., 2024) menambahkan nuansa pada perdebatan lama yang terutama menekankan infrastruktur dan akses (OECD, 2019).Apa yang muncul di sini adalah pengakuan bahwa adopsi AI yang sukses bukanlah pencapaian teknis semata, tetapi proses yang sangat berpusat pada manusia, dimediasi oleh kepercayaan, pelatihan, dan identitas profesional pendidik.Hal ini mewakili pergeseran yang signifikan dari penelitian sebelumnya, di mana dimensi manusia sering kali dianggap sekunder terhadap kemampuan teknologi.Distribusi geografis studi memberikan lapisan interpretasi yang penting lainnya.Dalam konteks berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand, literatur memprioritaskan pelatihan guru dan kesiapan infrastruktur (Songkram et al.Sebaliknya, di ekonomi maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, fokusnya adalah pada desain kurikulum ulang (Alenezi & Alfaleh, 2024).Kontras ini sejalan dengan laporan institusional oleh UNESCO 2021 dan World Bank 2020, yang juga menyoroti kesenjangan digital yang tajam (UNESCO, 2021).Namun, apa yang membedakan tinjauan ini adalah penekanan empirisnya.Menyintesiskan studi peer-reviewed daripada dokumen kebijakan saja, ia menambahkan nuansa pemahaman kita tentang bagaimana kesenjangan ini materialisasi dalam praktik.Menariknya, bukti menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat memang mengurangi ketidaksamaan, efektivitasnya sangat tergantung pada ekosistem lokal kebijakan, budaya, dan dukungan institusional.Pengamatan ini bertentangan dengan argumen sebelumnya oleh Moher et al.(2009), yang berpendapat bahwa teknologi sendiri tidak dapat menyempitkan kesenjangan pendidikan.Temuan di sini menunjukkan bahwa, di bawah kondisi yang tepat, platform yang diaktifkan AI dapat mengurangi hambatan akses, meskipun diakui tidak seragam di semua konteks.Dari perspektif metodologis, ketergantungan yang berat pada pendekatan kuantitatif, terutama Model Persamaan Struktural (SEM) dan Analisis Faktor Eksploratori (EFA), tidak mengejutkan dan tetap sejalan dengan meta-analisis sebelumnya (Priscilla Josierra Liora et al.Namun, tinjauan ini menyoroti masalah yang kurang dibahas.homogenitas metodologis seperti itu berisiko mengaburkan realitas sosial kompleks dari integrasi AI.Terutama, absennya desain longitudinal dan kualitatif membatasi kemampuan kita untuk menilai tidak hanya hubungan kausal tetapi juga pengalaman hidup siswa dan guru yang menavigasi transformasi yang didorong AI.Secara teoritis, bidang ini tetap berlabuh pada kerangka kerja seperti Pengetahuan Pedagogis Konten Teknologi (TPACK), Model Penerimaan Teknologi (TAM), dan Teori Kognitif Sosial.Model-model ini, meskipun berpengaruh (Zulianti et al., 2025), mengungkapkan titik buta tertentu ketika disorot di bawah temuan tinjauan ini.Misalnya, ketergantungan TAM pada konstruk seperti "kegunaan yang dirasakan" dan "kemudahan penggunaan" tampaknya tidak cukup untuk menjelaskan pola adopsi dalam konteks yang dibentuk oleh hierarki sosial-budaya dan kendala infrastruktur.Demikian pula, meskipun TPACK membantu menghubungkan pedagogi, konten, dan teknologi, ia mengatakan sedikit tentang tantangan etika dari bias algoritma atau inklusivitas pembelajar yang terpinggirkan (Brown et al.Oleh karena itu, tinjauan ini memperluas temuan aplikasi teoritis sebelumnya dengan menyarankan bahwa model hibrida diperlukan dengan mendesak model yang menggabungkan kerangka kerja teknologi dengan perspektif yang berorientasi pada kesetaraan dan etika.Integrasi seperti itu beresonansi dengan pedagogi kritis Freire (1970), yang memajukan pemberdayaan dan keadilan, dan sejalan dengan panggilan Selwyn (2021) untuk pendekatan yang lebih holistik terhadap teknologi pendidikan.Dimensi penting lainnya adalah ketegangan etis yang melekat dalam adopsi AI.Studi yang ditinjau secara konsisten mendokumentasikan kekhawatiran tentang bias algoritma, privasi, dan akses yang tidak merata.Temuan ini jelas sejalan dengan perdebatan global yang sedang berlangsung tentang etika AI (Panduan, 2021) dan peringatan Brown et al.(2022) bahwa tanpa pemerintahan yang hati-hati, AI dapat memperburuk daripada meringankan ketidaksamaan pendidikan.Namun, tinjauan ini menambahkan nuansa pada kekhawatiran tersebut dengan menunjukkan bagaimana masalah etis didistribusikan secara tidak merata.Di konteks berkembang, privasi dan perlindungan data mendominasi diskusi, sedangkan di pengaturan berkembang, masalah paling mendesak berputar di sekitar kelangkaan infrastruktur dan algoritma yang tidak peka budaya.Perbedaan geografis ini, jarang ditekankan dalam sintesis sebelumnya, menyoroti pentingnya menempatkan etika AI dalam konteks sosio-politik tertentu daripada mengobati mereka sebagai tantangan yang identik secara universal.Tinjauan ini menawarkan perspektif yang baru dengan menghubungkan secara sistematis titik-titik antara akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan berbasis AI.Berbeda dengan tinjauan sebelumnya, yang sering kali memeriksa dimensi ini secara terpisah, sintesis saat ini menunjukkan bagaimana mereka sangat terjalin dan saling memperkuat.Khususnya kurang dipelajari dalam penelitian sebelumnya adalah peran pertimbangan sosial-budaya dan etika, yang dibawa ke depan oleh tinjauan ini.Selain itu, perhatian terhadap variabel yang berpusat pada manusia seperti kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa mewakili keberangkatan yang signifikan dari akun deterministik teknologi.Dengan menekankan faktor-faktor ini, tinjauan ini merestrukturisasi adopsi AI bukan sebagai barisan kemajuan yang tak terelakkan tetapi sebagai proses yang dinegosiasikan yang dibentuk oleh agen manusia.Akhirnya, cakupan komparatif yang mencakup baik daerah berkembang dan berkembang mengatasi ketidakseimbangan yang berkelanjutan dalam literatur, di mana pengaturan teknologi maju cenderung mendominasi narasi akademik.Inklusivitas ini memperkuat keunikan tinjauan ini dan meningkatkan kontribusinya terhadap bidang ini
<br>Transformasi digital telah mengubah perdebatan tentang akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan tinggi, dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai penggerak utama. Studi ini menyintesiskan literatur yang ada untuk memeriksa persimpangan antara integrasi AI, kepemimpinan digital, kompetensi pedagogis, dan praktik yang berorientasi pada kesetaraan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) dengan kerangka PRISMA, studi ini menganalisis 69 artikel peer-reviewed (2022-2025) dari basis data Scopus dan Watase. Temuan mengidentifikasi tiga tema utama: memperluas akses digital, meningkatkan kesetaraan belajar, dan meningkatkan kualitas melalui pedagogi berbasis AI. Ada perbedaan regional yang signifikan;...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" type="image/webp" length="106256" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47129-profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-belaja</link>
	<guid isPermaLink="false">c985e7e8fce9adff845a27564427f37f</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:50:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas konteks dan mengeksplorasi pemanfaatan gaya belajar dalam layanan bimbingan dan konseling yang mendorong fleksibilitas belajar siswa secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas konteks dan mengeksplorasi pemanfaatan gaya belajar dalam layanan bimbingan dan konseling yang mendorong fleksibilitas belajar siswa secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang adaptif, reflektif, dan kolaboratif, serta menguji implementasi layanan BK berbasis gaya belajar pada konteks sekolah dan jenjang pendidikan yang lebih beragam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran lingkungan sosial dalam perkembangan individu dan bagaimana hal itu dapat memperkuat kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua dalam mendukung proses belajar siswa.. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII MTsN 2 Pasaman memiliki profil gaya belajar yang beragam dengan kecenderungan dominan pada gaya belajar visual, disertai gaya auditori dan kinestetik.Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan cara siswa memproses informasi merupakan realitas empiris yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.Profil gaya belajar berfungsi sebagai informasi diagnostik pendukung untuk memahami kebutuhan dan hambatan belajar siswa, namun tidak dapat dijadikan dasar tunggal dalam penentuan strategi layanan.Data penelitian menunjukkan bahwa siswa merespons lebih positif terhadap layanan BK yang disampaikan secara variatif dan multimodal dibandingkan pendekatan yang hanya menyesuaikan satu gaya belajar tertentu Kegiatan belajar merupakan aktivitas utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyerap, mengolah, dan memahami informasi yang dikenal sebagai gaya belajar. Gaya belajar merupakan cara paling mudah dan nyaman bagi individu dalam menerima serta mengolah informasi selama proses pembelajaran. Perbedaan gaya belajar ini memengaruhi perilaku belajar siswa dan keberhasilan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil gaya belajar siswa serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling di kelas VIII MTsN 2 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu 78 siswa kelas VIII yang dipilih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-7e301.webp" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-7e301.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-7e301.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-7e301.webp 1x" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" alt="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-20a53.webp" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-20a53.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-20a53.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-20a53.webp 1x" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" alt="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-791db.webp" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-791db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-791db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-791db.webp 1x" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" alt="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47129-profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-belaja" title="JURIS - Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling" target="_blank">Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas konteks dan mengeksplorasi pemanfaatan gaya belajar dalam layanan bimbingan dan konseling yang mendorong fleksibilitas belajar siswa secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang adaptif, reflektif, dan kolaboratif, serta menguji implementasi layanan BK berbasis gaya belajar pada konteks sekolah dan jenjang pendidikan yang lebih beragam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran lingkungan sosial dalam perkembangan individu dan bagaimana hal itu dapat memperkuat kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua dalam mendukung proses belajar siswa..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII MTsN 2 Pasaman memiliki profil gaya belajar yang beragam dengan kecenderungan dominan pada gaya belajar visual, disertai gaya auditori dan kinestetik.Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan cara siswa memproses informasi merupakan realitas empiris yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.Profil gaya belajar berfungsi sebagai informasi diagnostik pendukung untuk memahami kebutuhan dan hambatan belajar siswa, namun tidak dapat dijadikan dasar tunggal dalam penentuan strategi layanan.Data penelitian menunjukkan bahwa siswa merespons lebih positif terhadap layanan BK yang disampaikan secara variatif dan multimodal dibandingkan pendekatan yang hanya menyesuaikan satu gaya belajar tertentu
<br>Kegiatan belajar merupakan aktivitas utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyerap, mengolah, dan memahami informasi yang dikenal sebagai gaya belajar. Gaya belajar merupakan cara paling mudah dan nyaman bagi individu dalam menerima serta mengolah informasi selama proses pembelajaran. Perbedaan gaya belajar ini memengaruhi perilaku belajar siswa dan keberhasilan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil gaya belajar siswa serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling di kelas VIII MTsN 2 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu 78 siswa kelas VIII yang dipilih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-7e301.webp" type="image/webp" length="90410" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-7e301.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-20a53.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/profil-gaya-guru-bk-siswa-belajar-felder-silverman-thumb-791db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa Studi Korelasional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa Studi Korelasional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa Studi Korelasional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47130-eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-pee</link>
	<guid isPermaLink="false">d59acdf7a9f27a9af339e3f9d88bf296</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:43:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi bimbingan dan konseling yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Intervensi ini dapat mencakup pengembangan kepercayaan, keterampilan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi bimbingan dan konseling yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Intervensi ini dapat mencakup pengembangan kepercayaan, keterampilan komunikasi interpersonal, dan pengurangan perasaan keterasingan dalam hubungan sosial siswa. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecemasan sosial, seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan peer attachment. Dengan memahami dinamika kompleks ini, layanan bimbingan dan konseling dapat dirancang secara lebih efektif untuk mendukung kesehatan psikologis remaja dan membantu mereka mengatasi kecemasan sosial.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI SMA Adabiah 2 Padang.Hubungan yang ditemukan memiliki derajat kekuatan rendah dengan nilai koefisien korelasi r = 0,273, yang menunjukkan bahwa peer attachment berperan dalam dinamika kecemasan sosial siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu.Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas keterikatan dengan teman sebaya, khususnya melalui aspek kepercayaan, komunikasi, dan perasaan keterasingan, memiliki peranan penting dalam tingkat kecemasan sosial yang dialami siswa.Dengan demikian, peer attachment menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya memahami serta menangani kecemasan sosial siswa di lingkungan sekolah Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa kelas X dan XI yang mengalami kecemasan sosial dalam interaksi dengan teman sebaya di lingkungan sekolah. Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 249 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp 1x" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" alt="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp 1x" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" alt="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp 1x" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" alt="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47130-eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-pee" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" target="_blank">Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi bimbingan dan konseling yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Intervensi ini dapat mencakup pengembangan kepercayaan, keterampilan komunikasi interpersonal, dan pengurangan perasaan keterasingan dalam hubungan sosial siswa. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecemasan sosial, seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan peer attachment. Dengan memahami dinamika kompleks ini, layanan bimbingan dan konseling dapat dirancang secara lebih efektif untuk mendukung kesehatan psikologis remaja dan membantu mereka mengatasi kecemasan sosial..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI SMA Adabiah 2 Padang.Hubungan yang ditemukan memiliki derajat kekuatan rendah dengan nilai koefisien korelasi r = 0,273, yang menunjukkan bahwa peer attachment berperan dalam dinamika kecemasan sosial siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu.Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas keterikatan dengan teman sebaya, khususnya melalui aspek kepercayaan, komunikasi, dan perasaan keterasingan, memiliki peranan penting dalam tingkat kecemasan sosial yang dialami siswa.Dengan demikian, peer attachment menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya memahami serta menangani kecemasan sosial siswa di lingkungan sekolah
<br>Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa kelas X dan XI yang mengalami kecemasan sosial dalam interaksi dengan teman sebaya di lingkungan sekolah. Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 249 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" type="image/webp" length="96620" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students Social And Emotional Intelligence ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students Social And Emotional Intelligence ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students Social And Emotional Intelligence ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47132-narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi</link>
	<guid isPermaLink="false">5b9396360ceeef0ab892ad5f591e8fe5</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:42:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi ini dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan jenjang kelas yang berbeda, tidak hanya terbatas pada kelas empat di satu SD saja. Pendekatan penelitian campuran (mixed methods) bisa diterapkan, yaitu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students' Social And Emotional Intelligence: Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi ini dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan jenjang kelas yang berbeda, tidak hanya terbatas pada kelas empat di satu SD saja. Pendekatan penelitian campuran (mixed methods) bisa diterapkan, yaitu menggabungkan kedalaman data kualitatif dengan kemampuan pengukuran data kuantitatif. Misalnya, peneliti dapat melakukan studi eksperimental untuk menguji model pembelajaran PAI tertentu yang dirancang khusus untuk meningkatkan empati, kontrol emosi, dan kemampuan kolaborasi siswa secara terukur. Selain itu, perlu juga dilakukan studi komparatif untuk mengetahui sejauh mana materi PAI memberikan kontribusi yang unik dibandingkan mata pelajaran lain dalam mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional siswa. Perbandingan ini bisa dilakukan antar sekolah dengan latar belakang yang berbeda, misalnya antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama, untuk melihat variasi implementasi dan efektivitas. Akhirnya, sebuah penelitian longitudinal akan sangat berharga untuk melacak dampak jangka panjang dari pembelajaran PAI terhadap perkembangan karakter dan kecerdasan sosial-emosional siswa hingga mereka beranjak dewasa, serta meneliti bagaimana dukungan dan pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI dapat mengoptimalkan integrasi nilai-nilai ini dalam kurikulum sehari-hari. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran strategis PAI dalam membentuk individu yang seimbang secara spiritual, sosial, dan emosional.. Pembelajaran materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas empat SD Negeri 1 Kaumrejo dilaksanakan secara terencana, kontekstual, dan berorientasi pada internalisasi nilai, yang menekankan pembentukan sikap religius, moral, serta perilaku sosial melalui teladan dan pembiasaan.Kecerdasan sosial dan emosional siswa kelas empat menunjukkan perkembangan yang cukup baik, tercermin dari kemampuan bekerja sama, menghargai orang lain, berempati, dan mulai mengelola emosi, meskipun beberapa siswa masih memerlukan bimbingan dalam pengendalian emosi dan resolusi konflik.Materi PAI memiliki relevansi yang kuat terhadap pengembangan kecerdasan sosial dan emosional siswa karena implementasinya yang konsisten, reflektif, dan kontekstual secara signifikan berkontribusi dalam membentuk perilaku sosial positif dan keterampilan pengelolaan emosi, sehingga memperkuat peran PAI dalam pendidikan karakter Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional siswa kelas empat sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis relevansi konten materi PAI terhadap perilaku sosial-emosional siswa, bukan hanya metode atau hasil belajar kognitif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum dan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas empat sekolah dasar di SD Negeri 1 Kaumrejo diimplementasikan secara terencana dan kontekstual, menekankan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-27556.webp" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-27556.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-27556.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-27556.webp 1x" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" alt="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-12e85.webp" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-12e85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-12e85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-12e85.webp 1x" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" alt="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-7721f.webp" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-7721f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-7721f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-7721f.webp 1x" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" alt="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47132-narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi" title="JURIS - The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students&#039; Social And Emotional Intelligence" target="_blank">The Relevance Of Islamic Religious Education Materials To Students' Social And Emotional Intelligence</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi ini dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan jenjang kelas yang berbeda, tidak hanya terbatas pada kelas empat di satu SD saja. Pendekatan penelitian campuran (mixed methods) bisa diterapkan, yaitu menggabungkan kedalaman data kualitatif dengan kemampuan pengukuran data kuantitatif. Misalnya, peneliti dapat melakukan studi eksperimental untuk menguji model pembelajaran PAI tertentu yang dirancang khusus untuk meningkatkan empati, kontrol emosi, dan kemampuan kolaborasi siswa secara terukur. Selain itu, perlu juga dilakukan studi komparatif untuk mengetahui sejauh mana materi PAI memberikan kontribusi yang unik dibandingkan mata pelajaran lain dalam mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional siswa. Perbandingan ini bisa dilakukan antar sekolah dengan latar belakang yang berbeda, misalnya antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama, untuk melihat variasi implementasi dan efektivitas. Akhirnya, sebuah penelitian longitudinal akan sangat berharga untuk melacak dampak jangka panjang dari pembelajaran PAI terhadap perkembangan karakter dan kecerdasan sosial-emosional siswa hingga mereka beranjak dewasa, serta meneliti bagaimana dukungan dan pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI dapat mengoptimalkan integrasi nilai-nilai ini dalam kurikulum sehari-hari. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran strategis PAI dalam membentuk individu yang seimbang secara spiritual, sosial, dan emosional..
<br>Pembelajaran materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas empat SD Negeri 1 Kaumrejo dilaksanakan secara terencana, kontekstual, dan berorientasi pada internalisasi nilai, yang menekankan pembentukan sikap religius, moral, serta perilaku sosial melalui teladan dan pembiasaan.Kecerdasan sosial dan emosional siswa kelas empat menunjukkan perkembangan yang cukup baik, tercermin dari kemampuan bekerja sama, menghargai orang lain, berempati, dan mulai mengelola emosi, meskipun beberapa siswa masih memerlukan bimbingan dalam pengendalian emosi dan resolusi konflik.Materi PAI memiliki relevansi yang kuat terhadap pengembangan kecerdasan sosial dan emosional siswa karena implementasinya yang konsisten, reflektif, dan kontekstual secara signifikan berkontribusi dalam membentuk perilaku sosial positif dan keterampilan pengelolaan emosi, sehingga memperkuat peran PAI dalam pendidikan karakter
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional siswa kelas empat sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis relevansi konten materi PAI terhadap perilaku sosial-emosional siswa, bukan hanya metode atau hasil belajar kognitif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum dan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas empat sekolah dasar di SD Negeri 1 Kaumrejo diimplementasikan secara terencana dan kontekstual, menekankan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-7721f.webp" type="image/webp" length="88354" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-27556.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-12e85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/narasi-sosial-positif-mata-pelajaran-pai-strategi-thumb-7721f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Solution Focused Brief Counseling SFBC dalam konseling kelompok sebuah tinjauan literatur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Solution Focused Brief Counseling SFBC dalam konseling kelompok sebuah tinjauan literatur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Solution Focused Brief Counseling SFBC dalam konseling kelompok sebuah tinjauan literatur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47127-konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-k</link>
	<guid isPermaLink="false">78e8f85c9e67ebff0f846eead36f7ea5</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:29:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas SFBC pada konseling kelompok di lingkungan pendidikan khusus, dengan menanyakan bagaimana karakteristik siswa mempengaruhi proses pencarian solusi. Kedua, studi longitudinal dapat ditujukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur: Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas SFBC pada konseling kelompok di lingkungan pendidikan khusus, dengan menanyakan bagaimana karakteristik siswa mempengaruhi proses pencarian solusi. Kedua, studi longitudinal dapat ditujukan untuk menilai dampak jangka panjang penerapan SFBC pada kesejahteraan psikologis peserta kelompok, serta identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemeliharaan perubahan. Ketiga, pendekatan kuantitatif eksperimental diperlukan untuk membandingkan tingkat keberhasilan antara grup yang menggunakan SFBC dan grup yang menggunakan metode konseling tradisional, guna menegaskan nilai tambah praktis dan teori dari pendekatan berbasis solusi.. SFBC merupakan pendekatan sistemik, singkat, berorientasi pada masa kini, dan berfokus pada perubahan-perubahan kecil dalam konseling kelompok.Pendekatan ini menekankan peran peserta dalam menetapkan tujuan dan preferensi mereka sendiri serta memanfaatkan kekuatan individu untuk mencapai perubahan positif.Leader kelompok berfokus pada perubahan yang jelas, spesifik, dan realistis, sehingga dapat menghasilkan hasil positif tambahan.Salah satu hasil paling diharapkan adalah anggota kelompok mengubah cara berpikir mereka tentang hidup Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) merupakan pendekatan yang berfokus pada penyelesaian dan pencarian solusi dari permasalahan klien. Pendekatan SFBC memungkinkan anggota kelompok belajar memperhatikan apa yang berhasil, dan kemudian melakukannya lebih sering. Praktisi SFBC berusaha menciptakan suasana pemahaman dan penerimaan yang memungkinkan beragam individu memanfaatkan sumber daya mereka untuk membuat perubahan yang konstruktif. Saat ini, SFBC relatif sering digunakan dalam format individual sehingga memerlukan eksplorasi lebih mendalam berkaitan dengan SFBC dalam format kelompok,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-2fe27.webp" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-2fe27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-2fe27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-2fe27.webp 1x" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" alt="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-03198.webp" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-03198.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-03198.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-03198.webp 1x" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" alt="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-e952a.webp" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-e952a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-e952a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-e952a.webp 1x" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" alt="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47127-konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-k" title="JURIS - Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur" target="_blank">Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur</a>: Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas SFBC pada konseling kelompok di lingkungan pendidikan khusus, dengan menanyakan bagaimana karakteristik siswa mempengaruhi proses pencarian solusi. Kedua, studi longitudinal dapat ditujukan untuk menilai dampak jangka panjang penerapan SFBC pada kesejahteraan psikologis peserta kelompok, serta identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemeliharaan perubahan. Ketiga, pendekatan kuantitatif eksperimental diperlukan untuk membandingkan tingkat keberhasilan antara grup yang menggunakan SFBC dan grup yang menggunakan metode konseling tradisional, guna menegaskan nilai tambah praktis dan teori dari pendekatan berbasis solusi..
<br>SFBC merupakan pendekatan sistemik, singkat, berorientasi pada masa kini, dan berfokus pada perubahan-perubahan kecil dalam konseling kelompok.Pendekatan ini menekankan peran peserta dalam menetapkan tujuan dan preferensi mereka sendiri serta memanfaatkan kekuatan individu untuk mencapai perubahan positif.Leader kelompok berfokus pada perubahan yang jelas, spesifik, dan realistis, sehingga dapat menghasilkan hasil positif tambahan.Salah satu hasil paling diharapkan adalah anggota kelompok mengubah cara berpikir mereka tentang hidup
<br>Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) merupakan pendekatan yang berfokus pada penyelesaian dan pencarian solusi dari permasalahan klien. Pendekatan SFBC memungkinkan anggota kelompok belajar memperhatikan apa yang berhasil, dan kemudian melakukannya lebih sering. Praktisi SFBC berusaha menciptakan suasana pemahaman dan penerimaan yang memungkinkan beragam individu memanfaatkan sumber daya mereka untuk membuat perubahan yang konstruktif. Saat ini, SFBC relatif sering digunakan dalam format individual sehingga memerlukan eksplorasi lebih mendalam berkaitan dengan SFBC dalam format kelompok,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-03198.webp" type="image/webp" length="103490" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-2fe27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-03198.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/konseling-kelompok-sfbc-solusi-praktik-brief-couns-thumb-e952a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 07 May 2026 04:48:19 +0700. 12 items. Served in: 2.478 seconds [rss] -->
