<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 17:56:50 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:56:50 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-06T17:56:50+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition Based Online Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition Based Online Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition Based Online Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46866-analisis-ekspresi-wajah-statistik-ekspres</link>
	<guid isPermaLink="false">8777b831cd573217e6e5b0272631c999</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:26:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ aps tpi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aps,header,page,stats,tpi,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variabel emosional tambahan seperti stres dan motivasi terhadap hasil belajar di platform online, serta mengkaji efektivitas intervensi visual untuk meningkatkan ekspresi wajah positif; kajian kuantitatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning: Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variabel emosional tambahan seperti stres dan motivasi terhadap hasil belajar di platform online, serta mengkaji efektivitas intervensi visual untuk meningkatkan ekspresi wajah positif; kajian kuantitatif multivariat dapat dilaksanakan pada sampel yang lebih besar dan beragam disiplin untuk memvalidasi generalisasi temuan; serta pengembangan sistem realActime feedback berbasis AI yang memberi pemberitahuan langsung kepada pendidik mengenai kondisi emosional siswa sehingga dapat menyesuaikan penugasan secara adaptif.. Terdapat hubungan antara ekspresi wajah dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran online berbasis face recognition yang dianalisis dengan uji korelasi Pearson.Korrelation positif menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang lebih baik berhubungan dengan nilai belajar yang lebih tinggi.Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi ekspresi wajah sebagai indikator kondisi emosional siswa Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ekspresi wajah dan hasil belajar mahasiswa yang berbasis face recognition. Pembelajaran yang diterapkan yaitu pembelajaran online dengan jumlah responden sebanyak sembilan orang pada perkuliahan statistika. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan inferensial, software yang digunakan untuk analisis statistik mendeteksi ekspresi wajah yaitu LOBE software, sedangkan pengambilan data hasil belajar menggunakan instrumen soal pilihan ganda sebanyak sepuluh soal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hubungan antara ekspresi wajah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-b796e.webp" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-b796e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-b796e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-b796e.webp 1x" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" alt="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-caa7f.webp" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-caa7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-caa7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-caa7f.webp 1x" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" alt="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-e55ac.webp" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-e55ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-e55ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-e55ac.webp 1x" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" alt="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46866-analisis-ekspresi-wajah-statistik-ekspres" title="JURIS - Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning" target="_blank">Relation of Facial Expressions and Student Learning Outcomes in Face Recognition-Based Online Learning</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variabel emosional tambahan seperti stres dan motivasi terhadap hasil belajar di platform online, serta mengkaji efektivitas intervensi visual untuk meningkatkan ekspresi wajah positif; kajian kuantitatif multivariat dapat dilaksanakan pada sampel yang lebih besar dan beragam disiplin untuk memvalidasi generalisasi temuan; serta pengembangan sistem realActime feedback berbasis AI yang memberi pemberitahuan langsung kepada pendidik mengenai kondisi emosional siswa sehingga dapat menyesuaikan penugasan secara adaptif..
<br>Terdapat hubungan antara ekspresi wajah dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran online berbasis face recognition yang dianalisis dengan uji korelasi Pearson.Korrelation positif menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang lebih baik berhubungan dengan nilai belajar yang lebih tinggi.Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi ekspresi wajah sebagai indikator kondisi emosional siswa
<br>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ekspresi wajah dan hasil belajar mahasiswa yang berbasis face recognition. Pembelajaran yang diterapkan yaitu pembelajaran online dengan jumlah responden sebanyak sembilan orang pada perkuliahan statistika. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan inferensial, software yang digunakan untuk analisis statistik mendeteksi ekspresi wajah yaitu LOBE software, sedangkan pengambilan data hasil belajar menggunakan instrumen soal pilihan ganda sebanyak sepuluh soal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hubungan antara ekspresi wajah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-caa7f.webp" type="image/webp" length="93534" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-b796e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-caa7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/analisis-ekspresi-wajah-statistik-hasil-penelitian-thumb-e55ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18527-edcomtech-jurnal-kajian-teknologi-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46868-passive-drying-chili-model-newton-hen</link>
	<guid isPermaLink="false">9b8f3cea53e8fda79a7f7b67b0bac7ab</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:24:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dewi sartika ]]></category>
	<category><![CDATA[ chief editor ]]></category>
	<category><![CDATA[ modal receh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,dewi,editor,modal,receh,sartika]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, tinjau pengaruh posisi rak dalam solar dryer terhadap distribusi kelembapan dan suhu, karena variasi posisi dapat mempengaruhi kecepatan pengeringan; kedua, uji kombinasi pengeringan pasif dengan pretreatment seperti blansir atau pengeringan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili: Pertama, tinjau pengaruh posisi rak dalam solar dryer terhadap distribusi kelembapan dan suhu, karena variasi posisi dapat mempengaruhi kecepatan pengeringan; kedua, uji kombinasi pengeringan pasif dengan pretreatment seperti blansir atau pengeringan ringan, guna meningkatkan efisiensi energi dan kualitas hasil akhir; ketiga, kembangkan model prediksi dinamis yang mengintegrasikan parameter lingkungan real-time sehingga proses pengeringan dapat diotomatisasi dan dioptimalisasikan secara real-time, meningkatkan produktivitas serta memperpanjang umur simpan cabai setelah pengeringan.. Model Page merupakan model penyerapan kelembapan yang paling sesuai untuk kedua jenis cabai.Kurva pengeringan menunjukkan penurunan kadar air yang cepat pada awal proses, kemudian melambat seiring waktu.Kedua varietas cabai memiliki pola pengeringan yang hampir identik, sehingga penyesuaian metode dapat dipertimbangkan untuk optimalisasi produksi Cabai merupakan komoditas yang rentan terhadap kerusakan, karena kadar air yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan tindakan pasca panen yang efisien dan efektif melalui metode pengeringan. Pengeringan cabai bertujuan untuk mengurangi kadar air bahan yang dikeringkan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola penurunan kadar air cabai rawit dan cabai keriting serta model pengeringan yang tepat digunakan pada cabai. Suhu pengeringan rata-rata didalam ruang pengering berkisar antara 39 sampai 75 C. Sampel yang digunakan dua jenis cabai, yakni cabai keriting dan cabai rawit. Model yang dievaluasi kesesuainnya adalah model Newton, Page, Handreson & Pabris. Model Page menampilkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7d0e8.webp" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7d0e8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7d0e8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7d0e8.webp 1x" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" alt="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7ff4d.webp" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7ff4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7ff4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7ff4d.webp 1x" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" alt="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-f1fa5.webp" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-f1fa5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-f1fa5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-f1fa5.webp 1x" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" alt="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46868-passive-drying-chili-model-newton-hen" title="JURIS - Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili" target="_blank">Characteristics of Passive Drying Model in BirdAos Eye Chili and Curly Chili</a>: Pertama, tinjau pengaruh posisi rak dalam solar dryer terhadap distribusi kelembapan dan suhu, karena variasi posisi dapat mempengaruhi kecepatan pengeringan; kedua, uji kombinasi pengeringan pasif dengan pretreatment seperti blansir atau pengeringan ringan, guna meningkatkan efisiensi energi dan kualitas hasil akhir; ketiga, kembangkan model prediksi dinamis yang mengintegrasikan parameter lingkungan real-time sehingga proses pengeringan dapat diotomatisasi dan dioptimalisasikan secara real-time, meningkatkan produktivitas serta memperpanjang umur simpan cabai setelah pengeringan..
<br>Model Page merupakan model penyerapan kelembapan yang paling sesuai untuk kedua jenis cabai.Kurva pengeringan menunjukkan penurunan kadar air yang cepat pada awal proses, kemudian melambat seiring waktu.Kedua varietas cabai memiliki pola pengeringan yang hampir identik, sehingga penyesuaian metode dapat dipertimbangkan untuk optimalisasi produksi
<br>Cabai merupakan komoditas yang rentan terhadap kerusakan, karena kadar air yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan tindakan pasca panen yang efisien dan efektif melalui metode pengeringan. Pengeringan cabai bertujuan untuk mengurangi kadar air bahan yang dikeringkan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola penurunan kadar air cabai rawit dan cabai keriting serta model pengeringan yang tepat digunakan pada cabai. Suhu pengeringan rata-rata didalam ruang pengering berkisar antara 39 sampai 75 C. Sampel yang digunakan dua jenis cabai, yakni cabai keriting dan cabai rawit. Model yang dievaluasi kesesuainnya adalah model Newton, Page, Handreson & Pabris. Model Page menampilkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7d0e8.webp" type="image/webp" length="135802" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7d0e8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-7ff4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/passive-drying-chili-model-newton-henderson-page-a-thumb-f1fa5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-251-untika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11742-celebes-agricultural.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells English ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells English ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells English ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46863-total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering</link>
	<guid isPermaLink="false">9bcbb894277650b1695b3f29f3ea4a72</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:12:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dewi sartika ]]></category>
	<category><![CDATA[ chief editor ]]></category>
	<category><![CDATA[ modal receh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,dewi,editor,modal,receh,sartika]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif yang menyelidiki pengaruh berbagai parameter sangrai, seperti suhu dan durasi, terhadap profil senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao. Selain itu, penelitian dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif yang menyelidiki pengaruh berbagai parameter sangrai, seperti suhu dan durasi, terhadap profil senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada skala industri kecil untuk mengevaluasi efektivitas sangrai dalam meningkatkan kualitas kulit biji kakao sebagai bahan baku makanan fungsional. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kulit biji kakao sebagai sumber antioksidan alami dalam berbagai aplikasi makanan dan kesehatan.. Waktu sangrai berpengaruh signifikan terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao fermentasi.Durasi sangrai sedang (14Ae18 menit) lebih baik dalam mempertahankan sifat bioaktif kulit biji kakao dibandingkan dengan durasi yang lebih pendek atau lebih panjang.Sangrai selama 14 menit menghasilkan total fenol tertinggi dan nilai IC50 terendah, meskipun secara statistik tidak berbeda signifikan dengan sangrai selama 18 menit.Temuan ini menunjukkan bahwa sangrai yang terkontrol dapat meningkatkan potensi fungsional kulit biji kakao, tetapi masih diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas antioksidan Kulit biji kakao merupakan produk samping pengolahan kakao yang mengandung senyawa bioaktif, terutama fenolik, dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Namun, informasi mengenai pengaruh waktu penyangraian terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan pada kulit biji kakao fermentasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu penyangraian terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao fermentasi yang berasal dari biji kakao Forastero varietas BR 25... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-1cca8.webp" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-1cca8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-1cca8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-1cca8.webp 1x" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" alt="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-53f42.webp" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-53f42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-53f42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-53f42.webp 1x" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" alt="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-df4e9.webp" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-df4e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-df4e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-df4e9.webp 1x" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" alt="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46863-total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering" title="JURIS - Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English" target="_blank">Effect of Roasting Time on Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Cocoa Bean Shells: English</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif yang menyelidiki pengaruh berbagai parameter sangrai, seperti suhu dan durasi, terhadap profil senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada skala industri kecil untuk mengevaluasi efektivitas sangrai dalam meningkatkan kualitas kulit biji kakao sebagai bahan baku makanan fungsional. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kulit biji kakao sebagai sumber antioksidan alami dalam berbagai aplikasi makanan dan kesehatan..
<br>Waktu sangrai berpengaruh signifikan terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao fermentasi.Durasi sangrai sedang (14Ae18 menit) lebih baik dalam mempertahankan sifat bioaktif kulit biji kakao dibandingkan dengan durasi yang lebih pendek atau lebih panjang.Sangrai selama 14 menit menghasilkan total fenol tertinggi dan nilai IC50 terendah, meskipun secara statistik tidak berbeda signifikan dengan sangrai selama 18 menit.Temuan ini menunjukkan bahwa sangrai yang terkontrol dapat meningkatkan potensi fungsional kulit biji kakao, tetapi masih diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas antioksidan
<br>Kulit biji kakao merupakan produk samping pengolahan kakao yang mengandung senyawa bioaktif, terutama fenolik, dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Namun, informasi mengenai pengaruh waktu penyangraian terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan pada kulit biji kakao fermentasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu penyangraian terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao fermentasi yang berasal dari biji kakao Forastero varietas BR 25...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-1cca8.webp" type="image/webp" length="51106" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-1cca8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-53f42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/total-fenol-yogurt-kulit-biji-alat-pengering-kakao-thumb-df4e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-251-untika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11742-celebes-agricultural.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Feasibility of 3 Dimensional Media Based Learning for Electrical Vocational High School Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Feasibility of 3 Dimensional Media Based Learning for Electrical Vocational High School Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Feasibility of 3 Dimensional Media Based Learning for Electrical Vocational High School Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46862-kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik</link>
	<guid isPermaLink="false">c57db27f56edbef9fe42ac5396056587</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:04:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ aps tpi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aps,header,page,stats,tpi,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menanyakan bagaimana penggunaan teknologi 3D dalam pembelajaran memengaruhi pemahaman konseptual jangka panjang siswa, apakah media tersebut dapat mengurangi kesenjangan pengetahuan di antara siswa dengan tingkat kemampuan berbeda, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students: Penelitian lanjutan dapat menanyakan bagaimana penggunaan teknologi 3D dalam pembelajaran memengaruhi pemahaman konseptual jangka panjang siswa, apakah media tersebut dapat mengurangi kesenjangan pengetahuan di antara siswa dengan tingkat kemampuan berbeda, serta bagaimana integrasi augmented reality dengan media 3D dapat meningkatkan transfer pengetahuan ke praktik lapangan. Perbandingan antara media 3D interaktif dan media konvensional mengenai dampaknya pada motivasi dan hasil belajar juga penting. Selain itu, penelitian eksperimental dapat mengevaluasi dampak penggunaan media 3D pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam konteks pendidikan vokasional.. Media pembelajaran 3D yang dikembangkan secara signifikan meningkatkan keterlibatan, minat, dan pemikiran kritis siswa, sehingga menegaskan teknologi 3D sebagai alat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK teknik listrik.Analisis komparatif desain media 3D lebih lanjut dapat memperkaya praktik terbaik.Dengan memperluas penelitian, era pembelajaran 3D dapat berkontribusi pada kompetensi siswa secara menyeluruh Kombinasi teknologi 3 dimensi dengan materi edukasi bertujuan menciptakan ide-ide baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya tarik proses pengajaran dan pembelajaran bagi siswa dalam situasi kehidupan nyata. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran 3D untuk materi penerangan jalan umum menggunakan model ADDIE. Media 3D yang dikembangkan menerima umpan balik sangat positif, dengan lebih dari 90A% siswa sangat setuju bahwa media ini secara signifikan meningkatkan keterlibatan, minat, dan pemikiran kritis mereka. Hasil ini menegaskan teknologi 3D sebagai masa depan pembelajaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-27fb0.webp" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-27fb0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-27fb0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-27fb0.webp 1x" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" alt="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-4be0d.webp" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-4be0d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-4be0d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-4be0d.webp 1x" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" alt="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-93f43.webp" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-93f43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-93f43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-93f43.webp 1x" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" alt="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46862-kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik" title="JURIS - Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students" target="_blank">Feasibility of 3-Dimensional Media-Based Learning for Electrical Vocational High School Students</a>: Penelitian lanjutan dapat menanyakan bagaimana penggunaan teknologi 3D dalam pembelajaran memengaruhi pemahaman konseptual jangka panjang siswa, apakah media tersebut dapat mengurangi kesenjangan pengetahuan di antara siswa dengan tingkat kemampuan berbeda, serta bagaimana integrasi augmented reality dengan media 3D dapat meningkatkan transfer pengetahuan ke praktik lapangan. Perbandingan antara media 3D interaktif dan media konvensional mengenai dampaknya pada motivasi dan hasil belajar juga penting. Selain itu, penelitian eksperimental dapat mengevaluasi dampak penggunaan media 3D pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam konteks pendidikan vokasional..
<br>Media pembelajaran 3D yang dikembangkan secara signifikan meningkatkan keterlibatan, minat, dan pemikiran kritis siswa, sehingga menegaskan teknologi 3D sebagai alat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK teknik listrik.Analisis komparatif desain media 3D lebih lanjut dapat memperkaya praktik terbaik.Dengan memperluas penelitian, era pembelajaran 3D dapat berkontribusi pada kompetensi siswa secara menyeluruh
<br>Kombinasi teknologi 3 dimensi dengan materi edukasi bertujuan menciptakan ide-ide baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya tarik proses pengajaran dan pembelajaran bagi siswa dalam situasi kehidupan nyata. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran 3D untuk materi penerangan jalan umum menggunakan model ADDIE. Media 3D yang dikembangkan menerima umpan balik sangat positif, dengan lebih dari 90A% siswa sangat setuju bahwa media ini secara signifikan meningkatkan keterlibatan, minat, dan pemikiran kritis mereka. Hasil ini menegaskan teknologi 3D sebagai masa depan pembelajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-27fb0.webp" type="image/webp" length="187988" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-27fb0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-4be0d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/kompetensi-siswa-edukasi-3d-interaktif-daya-tarik-thumb-93f43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18527-edcomtech-jurnal-kajian-teknologi-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integrating Local Wisdom in E LKPD Enhancing Students Critical Thinking Skills ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrating Local Wisdom in E LKPD Enhancing Students Critical Thinking Skills ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrating Local Wisdom in E LKPD Enhancing Students Critical Thinking Skills ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46853-budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pol</link>
	<guid isPermaLink="false">bb12b592547256a3a20dd801e5bed6be</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:39:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ crt based e ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahaya ic ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,cahaya,crt,e,ic]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan E-LKPD berbasis CTL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students' Critical Thinking Skills: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan E-LKPD berbasis CTL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dapat mencakup pengamatan dan evaluasi yang lebih mendalam tentang bagaimana keterampilan berpikir kritis siswa berkembang dan diterapkan dalam berbagai konteks belajar. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan E-LKPD yang lebih interaktif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital terbaru. Hal ini dapat mencakup penggunaan augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan menarik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana E-LKPD dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan kesadaran ekologis dan budaya lokal di antara siswa. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana E-LKPD dapat digunakan untuk mengintegrasikan konten budaya dan lingkungan lokal ke dalam pembelajaran sains, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang isu-isu lingkungan dan budaya.. Penelitian ini berhasil menghasilkan Electronic Student Worksheet (E-LKPD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mengintegrasikan kearifan lokal Ngawi, khususnya kawasan wisata Seloondo, untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran ekosistem untuk kelas VII.Pengembangan E-LKPD ini berakar pada prinsip pembelajaran kontekstual yang mendorong siswa menghubungkan konten ilmiah dengan konteks lokal kehidupan nyata, sehingga membuat sains lebih bermakna dan menarik.E-LKPD ditandai dengan integrasi elemen budaya dan lingkungan lokal ke dalam konten pembelajaran, dikombinasikan dengan interaktivitas fitur digital yang disediakan melalui platform Liveworksheet.Ini mencakup penggunaan video, gambar, animasi, dan kuis, yang bersama-sama meningkatkan keterlibatan kognitif siswa dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang konsep ekologi.Format ini tidak hanya selaras dengan kebutuhan pembelajaran digital modern, tetapi juga mendukung partisipasi aktif dan belajar mandiri siswa.Dalam hal kelayakan, produk telah divalidasi secara positif oleh para ahli.Ahli materi menilainya sangat layak (91%), ahli bahasa layak (76,3%), dan ahli media sangat layak (91,7%).Hasil ini menunjukkan bahwa E-LKPD memenuhi standar kualitas dalam hal akurasi konten, kejelasan bahasa, dan presentasi digital.Tingkat persetujuan ahli yang tinggi mendukung penggunaan produk ini sebagai sumber belajar pelengkap dalam pendidikan sains.Kepraktisan E-LKPD dikonfirmasi melalui umpan balik pengguna, dengan siswa dan guru menilainya sangat praktis, menunjukkan bahwa mudah digunakan, diakses, dan bermanfaat dalam pengaturan kelas.Ini menunjukkan bahwa produk tidak hanya secara teoritis kuat, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kondisi pengajaran dunia nyata.Selain itu, efektivitas E-LKPD diuji secara empiris melalui perbandingan antara kelompok eksperimen dan kontrol.Hasil uji t sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa.Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis CTL memiliki dampak yang berarti pada kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, yang penting untuk menguasai konten sains dan mengembangkan kompetensi pemecahan masalah.Implikasi penelitian ini signifikan bagi pendidik sains dan pengembang kurikulum.Integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran sains tidak hanya memperkuat keterampilan berpikir kritis siswa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi budaya dan kesadaran lingkungan.Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan abad ke-21.Sekolah dapat mengadopsi pendekatan serupa dengan merancang bahan belajar yang mencerminkan konteks lokal siswa sambil memanfaatkan alat digital untuk meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-LKPD berbasis CTL yang mengandung kearifan lokal Ngawi dengan bantuan website liveworksheet untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian R&D dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba adalah kelas VII D, VII E, dan guru di MTs Negeri 9 Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis CTL memiliki kelayakan tinggi, dengan hasil validasi dari ahli materi sebesar 91% (sangat layak), ahli bahasa sebesar 76,3% (layak), dan ahli media sebesar 91,7% (sangat layak). Uji kepraktisan dari siswa dan guru menunjukkan respons positif dengan kategori sangat praktis (95% dan 91,4%). Selain itu, analisis efektivitas berdasarkan hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-51165.webp" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-51165.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-51165.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-51165.webp 1x" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" alt="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-55e6c.webp" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-55e6c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-55e6c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-55e6c.webp 1x" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" alt="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-04a56.webp" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-04a56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-04a56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-04a56.webp 1x" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" alt="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46853-budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pol" title="JURIS - Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students&#039; Critical Thinking Skills" target="_blank">Integrating Local Wisdom in E-LKPD: Enhancing Students' Critical Thinking Skills</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan E-LKPD berbasis CTL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dapat mencakup pengamatan dan evaluasi yang lebih mendalam tentang bagaimana keterampilan berpikir kritis siswa berkembang dan diterapkan dalam berbagai konteks belajar. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan E-LKPD yang lebih interaktif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital terbaru. Hal ini dapat mencakup penggunaan augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan menarik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana E-LKPD dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan kesadaran ekologis dan budaya lokal di antara siswa. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana E-LKPD dapat digunakan untuk mengintegrasikan konten budaya dan lingkungan lokal ke dalam pembelajaran sains, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang isu-isu lingkungan dan budaya..
<br>Penelitian ini berhasil menghasilkan Electronic Student Worksheet (E-LKPD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mengintegrasikan kearifan lokal Ngawi, khususnya kawasan wisata Seloondo, untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran ekosistem untuk kelas VII.Pengembangan E-LKPD ini berakar pada prinsip pembelajaran kontekstual yang mendorong siswa menghubungkan konten ilmiah dengan konteks lokal kehidupan nyata, sehingga membuat sains lebih bermakna dan menarik.E-LKPD ditandai dengan integrasi elemen budaya dan lingkungan lokal ke dalam konten pembelajaran, dikombinasikan dengan interaktivitas fitur digital yang disediakan melalui platform Liveworksheet.Ini mencakup penggunaan video, gambar, animasi, dan kuis, yang bersama-sama meningkatkan keterlibatan kognitif siswa dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang konsep ekologi.Format ini tidak hanya selaras dengan kebutuhan pembelajaran digital modern, tetapi juga mendukung partisipasi aktif dan belajar mandiri siswa.Dalam hal kelayakan, produk telah divalidasi secara positif oleh para ahli.Ahli materi menilainya sangat layak (91%), ahli bahasa layak (76,3%), dan ahli media sangat layak (91,7%).Hasil ini menunjukkan bahwa E-LKPD memenuhi standar kualitas dalam hal akurasi konten, kejelasan bahasa, dan presentasi digital.Tingkat persetujuan ahli yang tinggi mendukung penggunaan produk ini sebagai sumber belajar pelengkap dalam pendidikan sains.Kepraktisan E-LKPD dikonfirmasi melalui umpan balik pengguna, dengan siswa dan guru menilainya sangat praktis, menunjukkan bahwa mudah digunakan, diakses, dan bermanfaat dalam pengaturan kelas.Ini menunjukkan bahwa produk tidak hanya secara teoritis kuat, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kondisi pengajaran dunia nyata.Selain itu, efektivitas E-LKPD diuji secara empiris melalui perbandingan antara kelompok eksperimen dan kontrol.Hasil uji t sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa.Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis CTL memiliki dampak yang berarti pada kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, yang penting untuk menguasai konten sains dan mengembangkan kompetensi pemecahan masalah.Implikasi penelitian ini signifikan bagi pendidik sains dan pengembang kurikulum.Integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran sains tidak hanya memperkuat keterampilan berpikir kritis siswa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi budaya dan kesadaran lingkungan.Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan abad ke-21.Sekolah dapat mengadopsi pendekatan serupa dengan merancang bahan belajar yang mencerminkan konteks lokal siswa sambil memanfaatkan alat digital untuk meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan
<br>Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-LKPD berbasis CTL yang mengandung kearifan lokal Ngawi dengan bantuan website liveworksheet untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian R&D dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba adalah kelas VII D, VII E, dan guru di MTs Negeri 9 Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis CTL memiliki kelayakan tinggi, dengan hasil validasi dari ahli materi sebesar 91% (sangat layak), ahli bahasa sebesar 76,3% (layak), dan ahli media sebesar 91,7% (sangat layak). Uji kepraktisan dari siswa dan guru menunjukkan respons positif dengan kategori sangat praktis (95% dan 91,4%). Selain itu, analisis efektivitas berdasarkan hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-51165.webp" type="image/webp" length="93070" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-51165.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-55e6c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/budaya-lokal-angkola-kritis-siswa-pola-pemahaman-p-thumb-04a56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-759-cahaya-ic.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2709-integrated-science-education-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46857-strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-penget</link>
	<guid isPermaLink="false">e14659c38649d62eb3ca42cb327d68c4</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:37:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ eliza eliza ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,eliza,fees,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhi sikap orang tua terhadap imunisasi HPV, terutama dalam konteks lokal. (2) Mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhi sikap orang tua terhadap imunisasi HPV, terutama dalam konteks lokal. (2) Mengeksplorasi strategi komunikasi dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi positif orang tua tentang imunisasi HPV, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya setempat. (3) Meneliti dampak intervensi edukasi dan kampanye kesehatan yang ditujukan kepada orang tua dalam meningkatkan penerimaan imunisasi HPV di wilayah dengan cakupan rendah, seperti Sumatera Barat.. Pengetahuan orang tua merupakan faktor paling konsisten yang memengaruhi penerimaan vaksin HPV, sementara persepsi berperan dalam membentuk keputusan melalui peningkatan akses informasi dan penguatan layanan Latar belakang: Kanker serviks masih menjadi ancaman kesehatan global dengan tingginya angka kejadian dan kematian, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah, sehingga imunisasi HPV menjadi langkah pencegahan yang sangat penting. Namun, cakupan imunisasi HPV di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat masih rendah, yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi orang tua, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemberian imunisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat pengetahuan serta persepsi orang tua dengan keputusan mereka dalam memberikan imunisasi HPV kepada anak perempuan usia sekolah dasar. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-6e2c3.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-6e2c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-6e2c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-6e2c3.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" alt="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-96d58.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-96d58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-96d58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-96d58.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" alt="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-25fd0.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-25fd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-25fd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-25fd0.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" alt="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46857-strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-penget" title="JURIS - Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak" target="_blank">Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Keputusan Imunisasi HPV Anak</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhi sikap orang tua terhadap imunisasi HPV, terutama dalam konteks lokal. (2) Mengeksplorasi strategi komunikasi dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi positif orang tua tentang imunisasi HPV, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya setempat. (3) Meneliti dampak intervensi edukasi dan kampanye kesehatan yang ditujukan kepada orang tua dalam meningkatkan penerimaan imunisasi HPV di wilayah dengan cakupan rendah, seperti Sumatera Barat..
<br>Pengetahuan orang tua merupakan faktor paling konsisten yang memengaruhi penerimaan vaksin HPV, sementara persepsi berperan dalam membentuk keputusan melalui peningkatan akses informasi dan penguatan layanan
<br>Latar belakang: Kanker serviks masih menjadi ancaman kesehatan global dengan tingginya angka kejadian dan kematian, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah, sehingga imunisasi HPV menjadi langkah pencegahan yang sangat penting. Namun, cakupan imunisasi HPV di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat masih rendah, yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi orang tua, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemberian imunisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat pengetahuan serta persepsi orang tua dengan keputusan mereka dalam memberikan imunisasi HPV kepada anak perempuan usia sekolah dasar.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-6e2c3.webp" type="image/webp" length="88204" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-6e2c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-96d58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/strategi-komunikasi-imunisasi-hpv-pengetahuan-tua-thumb-25fd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10500-jpp-jurnal-kesehatan-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Potensi Ekstrak N Heksan Jamur Endofit Bajakah Spatholobus littoralisk Hassk terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography Mass Spectrometry ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Potensi Ekstrak N Heksan Jamur Endofit Bajakah Spatholobus littoralisk Hassk terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography Mass Spectrometry ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Potensi Ekstrak N Heksan Jamur Endofit Bajakah Spatholobus littoralisk Hassk terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography Mass Spectrometry ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46844-enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g</link>
	<guid isPermaLink="false">d7bc95b5baf2a71231ed1843c9406b40</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:19:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ leny marlina ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur hidayah ]]></category>
	<category><![CDATA[ umul farida ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[farida,hidayah,leny,marlina,nur,umul]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti mekanisme aksi Methyl Oleate pada membran bakteri Escherichia coli, mengungkap apakah interaksi tersebut memicu permeabilitas membran atau gangguan sintesis protein. Selanjutnya, evaluasi sinergi antara senyawa Methyl ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry: Penelitian selanjutnya dapat meneliti mekanisme aksi Methyl Oleate pada membran bakteri Escherichia coli, mengungkap apakah interaksi tersebut memicu permeabilitas membran atau gangguan sintesis protein. Selanjutnya, evaluasi sinergi antara senyawa Methyl Oleate dan antibiotik konvensional dapat menilai potensi kombinasi terapi untuk mengatasi resistensi bakteri. Terakhir, studi in vivo pada model hewan yang terinfeksi bakteri gramAcnegatif dapat mengukur efektivitas dan keamanan ekstrak jamur endofit Bajakah sebagai agen antibakteri alternatif.. Ekstrak NAcheksan jamur endofit Bajakah menampilkan aktivitas antibakteri kuat terhadap Escherichia coli, dengan zona hambat rataAcrata 24,06Amm dan MIC/MBC 50Appm.Analisis GCAcMS mengidentifikasi tujuh senyawa, di antaranya Methyl Oleate berkontribusi paling dominan (70,26A%).Hasil ini menegaskan bahwa jamur endofit Bajakah dapat menjadi sumber senyawa antibakteri potensial Stok batang Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) sangat terbatas dan sebagian besar diperoleh dari hutan. Jamur endofit yang diisolasi dari tanaman inang dapat menghasilkan metabolit sekunder mirip yang diproduksi oleh tanaman sendiri, akibat koAcevolusi dan transfer genetik. Penelitian ini bertujuan menilai potensi antibakteri ekstrak NAcheksan jamur endofit Bajakah terhadap Escherichia coli serta mengidentifikasi senyawa aktif menggunakan Gas ChromatographyAcMass Spectrometry (GCAcMS). Metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cb312.webp" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cb312.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cb312.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cb312.webp 1x" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" alt="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cef56.webp" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cef56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cef56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cef56.webp 1x" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" alt="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-746d2.webp" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-746d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-746d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-746d2.webp 1x" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" alt="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46844-enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g" title="JURIS - Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry" target="_blank">Potensi Ekstrak N-Heksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralisk Hassk) terhadap Escherichia Coli dan Identifikasi Senyawa Secara Gas Chromatography-Mass Spectrometry</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti mekanisme aksi Methyl Oleate pada membran bakteri Escherichia coli, mengungkap apakah interaksi tersebut memicu permeabilitas membran atau gangguan sintesis protein. Selanjutnya, evaluasi sinergi antara senyawa Methyl Oleate dan antibiotik konvensional dapat menilai potensi kombinasi terapi untuk mengatasi resistensi bakteri. Terakhir, studi in vivo pada model hewan yang terinfeksi bakteri gramAcnegatif dapat mengukur efektivitas dan keamanan ekstrak jamur endofit Bajakah sebagai agen antibakteri alternatif..
<br>Ekstrak NAcheksan jamur endofit Bajakah menampilkan aktivitas antibakteri kuat terhadap Escherichia coli, dengan zona hambat rataAcrata 24,06Amm dan MIC/MBC 50Appm.Analisis GCAcMS mengidentifikasi tujuh senyawa, di antaranya Methyl Oleate berkontribusi paling dominan (70,26A%).Hasil ini menegaskan bahwa jamur endofit Bajakah dapat menjadi sumber senyawa antibakteri potensial
<br>Stok batang Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) sangat terbatas dan sebagian besar diperoleh dari hutan. Jamur endofit yang diisolasi dari tanaman inang dapat menghasilkan metabolit sekunder mirip yang diproduksi oleh tanaman sendiri, akibat koAcevolusi dan transfer genetik. Penelitian ini bertujuan menilai potensi antibakteri ekstrak NAcheksan jamur endofit Bajakah terhadap Escherichia coli serta mengidentifikasi senyawa aktif menggunakan Gas ChromatographyAcMass Spectrometry (GCAcMS). Metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cb312.webp" type="image/webp" length="132120" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cb312.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-cef56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/enzimatik-jamur-endofit-bajakah-escherichia-coli-g-thumb-746d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11588-jcps-journal-current-pharmaceutical-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Aktivitas Fisik Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Aktivitas Fisik Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Aktivitas Fisik Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46855-performa-atlet-pencak-manfaat-aktiv</link>
	<guid isPermaLink="false">d85e6a91383e25f0c4a895ebfac91c60</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 14:41:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ eliza eliza ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,eliza,fees,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan pengukuran asupan energi dan aktivitas fisik menggunakan metode yang lebih objektif, seperti food weighing, actigraphy, atau pedometer, agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan pengukuran asupan energi dan aktivitas fisik menggunakan metode yang lebih objektif, seperti food weighing, actigraphy, atau pedometer, agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Selain itu, penelitian berikutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang dapat mendukung status gizi, seperti pola makan dan kualitas tidur. Dengan demikian, status gizi atlet muda dapat lebih komprehensif dan akurat.. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi latihan, aktivitas fisik, dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi pada atlet sepak bola.Meskipun sebagian besar atlet memiliki kecukupan energi rendah, aktivitas fisik tergolong baik, dan frekuensi latihan yang normal, mayoritas tetap menunjukkan bahwa status gizi dipengaruhi oleh faktor lainnya.Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari, kualitas tidur, atau perbedaan metabolisme individu Latar belakang: Status gizi menentukan kemampuan fisik dan performa atlet; keseimbangan asupan energi, aktivitas fisik, dan frekuensi latihan berperan penting pada atlet muda. Penelitian ini bertujuan mengetahui frekuensi latihan, aktivitas fisik, dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi pada atlet sepak bola usia 11Ae12 tahun.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 40 atlet sepak bola usia 11Ae12 tahun di SSB Kancil Mas Karawang yang dipilih dengan simple random sampling. Data kecukupan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-df2b2.webp" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-df2b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-df2b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-df2b2.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" alt="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-10e57.webp" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-10e57.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-10e57.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-10e57.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" alt="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-ec3bc.webp" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-ec3bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-ec3bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-ec3bc.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" alt="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46855-performa-atlet-pencak-manfaat-aktiv" title="JURIS - Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola" target="_blank">Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi pada Atlet Sepak Bola</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan pengukuran asupan energi dan aktivitas fisik menggunakan metode yang lebih objektif, seperti food weighing, actigraphy, atau pedometer, agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Selain itu, penelitian berikutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang dapat mendukung status gizi, seperti pola makan dan kualitas tidur. Dengan demikian, status gizi atlet muda dapat lebih komprehensif dan akurat..
<br>Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi latihan, aktivitas fisik, dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi pada atlet sepak bola.Meskipun sebagian besar atlet memiliki kecukupan energi rendah, aktivitas fisik tergolong baik, dan frekuensi latihan yang normal, mayoritas tetap menunjukkan bahwa status gizi dipengaruhi oleh faktor lainnya.Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari, kualitas tidur, atau perbedaan metabolisme individu
<br>Latar belakang: Status gizi menentukan kemampuan fisik dan performa atlet; keseimbangan asupan energi, aktivitas fisik, dan frekuensi latihan berperan penting pada atlet muda. Penelitian ini bertujuan mengetahui frekuensi latihan, aktivitas fisik, dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi pada atlet sepak bola usia 11Ae12 tahun.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 40 atlet sepak bola usia 11Ae12 tahun di SSB Kancil Mas Karawang yang dipilih dengan simple random sampling. Data kecukupan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-ec3bc.webp" type="image/webp" length="108942" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-df2b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-10e57.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/performa-atlet-pencak-manfaat-aktivitas-fisik-anak-thumb-ec3bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10500-jpp-jurnal-kesehatan-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46850-kognitif-anak-kemampuan-afektif</link>
	<guid isPermaLink="false">e56c33cfc10d857ad50b9d72384f2b2a</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 14:32:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ eliza eliza ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,eliza,fees,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mendalami pengaruh pola asuh, studi longitudinal dapat dilakukan di wilayah yang berbeda untuk menilai perubahan kognitif jangka panjang. Penelitian intervensi eksperimen yang mengkombinasikan program parenting education dengan penyuluhan nutrisi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting: Untuk mendalami pengaruh pola asuh, studi longitudinal dapat dilakukan di wilayah yang berbeda untuk menilai perubahan kognitif jangka panjang. Penelitian intervensi eksperimen yang mengkombinasikan program parenting education dengan penyuluhan nutrisi dapat menilai dampak terpadu terhadap perkembangan kognitif. Analisis penyebab tambahan, seperti kualitas stimulasi fleksibilitas rumah, dapat mengidentifikasi faktor pendukung kognitif yang belum terungkap dalam konteks stunting.. Pola asuh memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kognitif anak stunting, dengan pola demokratis meningkatkan kemungkinan kognitif baik dua hingga tiga kali.Meskipun mayoritas keluarga menerapkan pola demokratis, masih tinggi prevalensi kognitif buruk, menandakan faktor lain seperti gizi dan stimulasi rumah mempengaruhi.Intervensi harus fokus pada pendidikan pengasuhan, beserta program gizi dan kesehatan komprehensif untuk mengatasi stunting Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Faktor pengasuhan diduga kuat memengaruhi perkembangan tersebut, bahkan dalam kondisi stunting.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan kognitif anak balita stunting di Desa Buyumpondoli.Metode: Penelitian cross-sectional ini dilaksanakan di Posyandu Desa Buyumpondoli, Wilayah Kerja Puskesmas Tentena, pada 21-22 Juli 2025. Sebanyak 35 ibu yang memiliki balita stunting dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel.Hasil: Sebagian besar responden berusia... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-385cf.webp" title="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-385cf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-385cf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-385cf.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" alt="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-5c0f1.webp" title="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-5c0f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-5c0f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-5c0f1.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" alt="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46850-kognitif-anak-kemampuan-afektif" title="JURIS - Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting" target="_blank">Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting</a>: Untuk mendalami pengaruh pola asuh, studi longitudinal dapat dilakukan di wilayah yang berbeda untuk menilai perubahan kognitif jangka panjang. Penelitian intervensi eksperimen yang mengkombinasikan program parenting education dengan penyuluhan nutrisi dapat menilai dampak terpadu terhadap perkembangan kognitif. Analisis penyebab tambahan, seperti kualitas stimulasi fleksibilitas rumah, dapat mengidentifikasi faktor pendukung kognitif yang belum terungkap dalam konteks stunting..
<br>Pola asuh memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kognitif anak stunting, dengan pola demokratis meningkatkan kemungkinan kognitif baik dua hingga tiga kali.Meskipun mayoritas keluarga menerapkan pola demokratis, masih tinggi prevalensi kognitif buruk, menandakan faktor lain seperti gizi dan stimulasi rumah mempengaruhi.Intervensi harus fokus pada pendidikan pengasuhan, beserta program gizi dan kesehatan komprehensif untuk mengatasi stunting
<br>Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Faktor pengasuhan diduga kuat memengaruhi perkembangan tersebut, bahkan dalam kondisi stunting.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan kognitif anak balita stunting di Desa Buyumpondoli.Metode: Penelitian cross-sectional ini dilaksanakan di Posyandu Desa Buyumpondoli, Wilayah Kerja Puskesmas Tentena, pada 21-22 Juli 2025. Sebanyak 35 ibu yang memiliki balita stunting dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel.Hasil: Sebagian besar responden berusia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-385cf.webp" type="image/webp" length="108532" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-385cf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/kognitif-anak-kemampuan-afektif-balita-teknologi-a-thumb-5c0f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10500-jpp-jurnal-kesehatan-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46846-daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca</link>
	<guid isPermaLink="false">779afbf84b560e4205fef25fea373a56</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 13:42:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ leny marlina ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur hidayah ]]></category>
	<category><![CDATA[ umul farida ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[farida,hidayah,leny,marlina,nur,umul]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap stabilitas dan keamanan sediaan sabun cair antiseptik yang mengandung kombinasi ekstrak biji pepaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap stabilitas dan keamanan sediaan sabun cair antiseptik yang mengandung kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan variasi konsentrasi yang lebih luas untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan aktivitas antibakteri terbaik. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kombinasi ekstrak ini sebagai bahan aktif alami dalam produk-produk perawatan kulit lainnya, seperti krim atau gel.. Sabun cair antiseptik kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada semua formulasi uji.Peningkatan konsentrasi ekstrak meningkatkan daya hambat, dengan formulasi F3 memiliki diameter zona hambat terbesar meskipun lebih rendah daripada kontrol positif, DettolA.Secara statistik, terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dan negatif, tetapi perbedaan antara formulasi uji tidak signifikan pada uji lanjut (post hoc).Hasil ini tetap menunjukkan adanya potensi kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah sebagai bahan aktif alami dalam sediaan sabun cair antiseptik Staphylococcus aureus merupakan patogen utama yang bertanggung jawab atas berbagai infeksi kulit, dan penggunaan jangka panjang antiseptik sintetis dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi kulit. Akibatnya, alternatif alami seperti biji pepaya (Carica papaya L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum) sedang dieksplorasi karena kandungan metabolit sekunder mereka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri sabun cair antiseptik yang diformulasikan dengan kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh melalui makeras dengan menggunakan 96% etanol. Sabun dibuat dalam empat formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda: F0 (0%), F1 (2%), F2 (6%), dan F3 (10%). Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. DettolA dan air destilasi digunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-8ff7b.webp" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-8ff7b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-8ff7b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-8ff7b.webp 1x" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" alt="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-f9545.webp" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-f9545.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-f9545.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-f9545.webp 1x" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" alt="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-407c9.webp" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-407c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-407c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-407c9.webp 1x" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" alt="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46846-daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca" title="JURIS - Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus" target="_blank">Uji Antibakteri Sabun Cair Antiseptik Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya dan Daun Sirih Merah terhadap Staphylococcus aureus</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap stabilitas dan keamanan sediaan sabun cair antiseptik yang mengandung kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan variasi konsentrasi yang lebih luas untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan aktivitas antibakteri terbaik. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kombinasi ekstrak ini sebagai bahan aktif alami dalam produk-produk perawatan kulit lainnya, seperti krim atau gel..
<br>Sabun cair antiseptik kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada semua formulasi uji.Peningkatan konsentrasi ekstrak meningkatkan daya hambat, dengan formulasi F3 memiliki diameter zona hambat terbesar meskipun lebih rendah daripada kontrol positif, DettolA.Secara statistik, terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dan negatif, tetapi perbedaan antara formulasi uji tidak signifikan pada uji lanjut (post hoc).Hasil ini tetap menunjukkan adanya potensi kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah sebagai bahan aktif alami dalam sediaan sabun cair antiseptik
<br>Staphylococcus aureus merupakan patogen utama yang bertanggung jawab atas berbagai infeksi kulit, dan penggunaan jangka panjang antiseptik sintetis dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi kulit. Akibatnya, alternatif alami seperti biji pepaya (Carica papaya L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum) sedang dieksplorasi karena kandungan metabolit sekunder mereka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri sabun cair antiseptik yang diformulasikan dengan kombinasi ekstrak biji pepaya dan daun sirih merah terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh melalui makeras dengan menggunakan 96% etanol. Sabun dibuat dalam empat formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda: F0 (0%), F1 (2%), F2 (6%), dan F3 (10%). Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. DettolA dan air destilasi digunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-8ff7b.webp" type="image/webp" length="147050" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-8ff7b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-f9545.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/daun-sirih-hijau-uji-antibakteri-merah-piper-croca-thumb-407c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11588-jcps-journal-current-pharmaceutical-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46851-usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-pemeriksa</link>
	<guid isPermaLink="false">bd29623f5151f5bbdbf3751c4cccc734</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 13:08:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ eliza eliza ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,eliza,fees,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA, perlu dilakukan penyuluhan dan edukasi rutin mengenai kanker serviks dan pemeriksaan IVA, terutama pada kelompok WUS berusia Ou40 tahun, berpendidikan rendah, dan tidak bekerja. Selain itu, penelitian selanjutnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur: Untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA, perlu dilakukan penyuluhan dan edukasi rutin mengenai kanker serviks dan pemeriksaan IVA, terutama pada kelompok WUS berusia Ou40 tahun, berpendidikan rendah, dan tidak bekerja. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada wilayah yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan motivasi WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA. Dengan demikian, strategi promosi kesehatan dan pelayanan yang lebih terjangkau dan menarik dapat dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA.. Faktor individu seperti usia muda, paritas rendah, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, status bekerja, serta pengetahuan yang baik terbukti memiliki hubungan signifikan terhadap pelaksanaan pemeriksaan IVA Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) merupakan metode skrining yang efektif, murah, dan mudah dilakukan. Namun cakupan pemeriksaan IVA masih rendah, termasuk di Desa Toman Baru Kecamatan Babat Toman, dengan hanya 17,6% Wanita Usia Subur (WUS) yang telah melakukan pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Toman Baru. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-f75f0.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-f75f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-f75f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-f75f0.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" alt="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-09d1a.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-09d1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-09d1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-09d1a.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" alt="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46851-usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-pemeriksa" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur" target="_blank">Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Pada Wanita Usia Subur</a>: Untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA, perlu dilakukan penyuluhan dan edukasi rutin mengenai kanker serviks dan pemeriksaan IVA, terutama pada kelompok WUS berusia Ou40 tahun, berpendidikan rendah, dan tidak bekerja. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada wilayah yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan motivasi WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA. Dengan demikian, strategi promosi kesehatan dan pelayanan yang lebih terjangkau dan menarik dapat dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA..
<br>Faktor individu seperti usia muda, paritas rendah, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, status bekerja, serta pengetahuan yang baik terbukti memiliki hubungan signifikan terhadap pelaksanaan pemeriksaan IVA
<br>Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) merupakan metode skrining yang efektif, murah, dan mudah dilakukan. Namun cakupan pemeriksaan IVA masih rendah, termasuk di Desa Toman Baru Kecamatan Babat Toman, dengan hanya 17,6% Wanita Usia Subur (WUS) yang telah melakukan pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Toman Baru.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-09d1a.webp" type="image/webp" length="110278" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-f75f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/4/usia-subur-wus-kunjungan-pemeriksaan-iva-kanker-se-thumb-09d1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10500-jpp-jurnal-kesehatan-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi Actinidia deliciosa sebagai Sun Protection ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi Actinidia deliciosa sebagai Sun Protection ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi Actinidia deliciosa sebagai Sun Protection ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-46848-gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-ekst</link>
	<guid isPermaLink="false">cbbd44d4dffe6827eac2784d2a135861</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 12:30:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ eliza eliza ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,eliza,fees,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas perlindungan UV (misalnya SPF) dari sunscreen spray gel kiwi secara klinis pada manusia, sehingga dapat menilai kelebihan dan kekurangan dibandingkan produk sintetis. Selain itu, riset dapat meneliti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas perlindungan UV (misalnya SPF) dari sunscreen spray gel kiwi secara klinis pada manusia, sehingga dapat menilai kelebihan dan kekurangan dibandingkan produk sintetis. Selain itu, riset dapat meneliti kombinasi ekstrak kiwi dengan bahan alami lain seperti ekstrak teh hijau atau minyak kelapa untuk meningkatkan aktivitas antiAcoksidan serta daya tahan produk terhadap panas dan cahaya matahari. Akhirnya, studi skalabilitas produksi industri dapat dilakukan untuk memeriksa biaya dan teknologi farmasi yang optimal, sehingga produk dapat diproduksi masal dengan kualitas konsisten dan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia.. Ekstrak buah kiwi dapat diformulasikan menjadi sunscreen spray gel dengan konsentrasi ekstrak 15A% yang stabil dan memenuhi semua persyaratan fisik.FormulaAII menunjukkan kestabilan terbaik pada uji pH, homogenitas, daya sebar, viskositas, organoleptik, dan tidak menimbulkan iritasi kulit selama 28Ahari.Produk ini dapat dijadikan tabir surya alami yang aman dan ramah lingkungan Latar Belakang: Indonesia sebagai negara tropis memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun sehingga meningkatkan risiko paparan radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan penuaan dini, kulit terbakar, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Tabir surya berperan penting dalam melindungi kulit dari efek merugikan sinar UV, namun sebagian besar produk yang beredar masih menggunakan bahan kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi, reaksi alergi, serta dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan tabir surya alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Buah kiwi (Actinidia deliciosa) diketahui mengandung vitamin C, vitamin E, flavonoid, dan polifenol yang bersifat antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif tabir surya alami. Metode: Jenis penelitian yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-ff95f.webp" title="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-ff95f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-ff95f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-ff95f.webp 1x" title="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" alt="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-8834f.webp" title="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-8834f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-8834f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-8834f.webp 1x" title="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" alt="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-46848-gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-ekst" title="JURIS - Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection" target="_blank">Formulasi dan Evaluasi Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai Sun Protection</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas perlindungan UV (misalnya SPF) dari sunscreen spray gel kiwi secara klinis pada manusia, sehingga dapat menilai kelebihan dan kekurangan dibandingkan produk sintetis. Selain itu, riset dapat meneliti kombinasi ekstrak kiwi dengan bahan alami lain seperti ekstrak teh hijau atau minyak kelapa untuk meningkatkan aktivitas antiAcoksidan serta daya tahan produk terhadap panas dan cahaya matahari. Akhirnya, studi skalabilitas produksi industri dapat dilakukan untuk memeriksa biaya dan teknologi farmasi yang optimal, sehingga produk dapat diproduksi masal dengan kualitas konsisten dan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia..
<br>Ekstrak buah kiwi dapat diformulasikan menjadi sunscreen spray gel dengan konsentrasi ekstrak 15A% yang stabil dan memenuhi semua persyaratan fisik.FormulaAII menunjukkan kestabilan terbaik pada uji pH, homogenitas, daya sebar, viskositas, organoleptik, dan tidak menimbulkan iritasi kulit selama 28Ahari.Produk ini dapat dijadikan tabir surya alami yang aman dan ramah lingkungan
<br>Latar Belakang: Indonesia sebagai negara tropis memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun sehingga meningkatkan risiko paparan radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan penuaan dini, kulit terbakar, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Tabir surya berperan penting dalam melindungi kulit dari efek merugikan sinar UV, namun sebagian besar produk yang beredar masih menggunakan bahan kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi, reaksi alergi, serta dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan tabir surya alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Buah kiwi (Actinidia deliciosa) diketahui mengandung vitamin C, vitamin E, flavonoid, dan polifenol yang bersifat antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif tabir surya alami. Metode: Jenis penelitian yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-ff95f.webp" type="image/webp" length="101706" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-ff95f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/gel-ekstrak-centella-kombinasi-pepaya-buah-uji-org-thumb-8834f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10500-jpp-jurnal-kesehatan-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 06 May 2026 17:56:50 +0700. 12 items. Served in: 7.075 seconds [rss] -->
