<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.273-18aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.273-18aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2026 19:53:06 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:53:06 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-18T19:53:06+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59372-persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan</link>
	<guid isPermaLink="false">e20f462a80cec0809003e1739e207c90</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ fachrul reza ]]></category>
	<category><![CDATA[ intam kurnia ]]></category>
	<category><![CDATA[ nadia tala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fachrul,intam,kurnia,nadia,reza,tala]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimanaanet penerapan teknologi bioremediasi di TPA dapat mengurangi konsentrasi bau busuk yang dihasilkan_semua operasional TPA di Kelurahan Kawatuna? 2. Apakah program edukasi pengelolaan sampah bagi penduduk setempat dapat menurunkan tingkat pencemaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna: 1. Bagaimanaanet penerapan teknologi bioremediasi di TPA dapat mengurangi konsentrasi bau busuk yang dihasilkan_semua operasional TPA di Kelurahan Kawatuna? 2. Apakah program edukasi pengelolaan sampah bagi penduduk setempat dapat menurunkan tingkat pencemaran udara di area TPA di Kelurahan Kawatuna? 3. Bagaimana pengaruh monitoring kualitas udara secara real-time terhadap persepsi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar TPA di Kelurahan Kawatuna?. Sampah di Kelurahan Kawatuna menimbulkan pencemaran udara, terutama bau busuk, yang memengaruhi kesehatan masyarakat.Meski TPA melakukan pengawasan, masalah bau tetap menjadi isu utama bagi penduduk.Diperlukan upaya tambahan, termasuk teknologi ramah lingkungan dan program kesehatan untuk mengurangi dampak pencemaran udara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Kawa Tuna berfungsi sebagai solusi pengelolaan sampah, namun operasionalnya seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran udara yang berupa bau busuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencemaran udara dan lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas di TPA serta efeknya terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan survei persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bau busuk yang dihasilkan dari TPA dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan TPA yang lebih baik dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-262a4.webp" title="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-262a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-262a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-262a4.webp 1x" title="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" alt="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-ff51b.webp" title="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-ff51b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-ff51b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-ff51b.webp 1x" title="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" alt="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59372-persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan" title="JURIS - Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna" target="_blank">Analisis Dampak Pencemaran Udara Akibat Operasional Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna</a>: 1. Bagaimanaanet penerapan teknologi bioremediasi di TPA dapat mengurangi konsentrasi bau busuk yang dihasilkan_semua operasional TPA di Kelurahan Kawatuna? 2. Apakah program edukasi pengelolaan sampah bagi penduduk setempat dapat menurunkan tingkat pencemaran udara di area TPA di Kelurahan Kawatuna? 3. Bagaimana pengaruh monitoring kualitas udara secara real-time terhadap persepsi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar TPA di Kelurahan Kawatuna?.
<br>Sampah di Kelurahan Kawatuna menimbulkan pencemaran udara, terutama bau busuk, yang memengaruhi kesehatan masyarakat.Meski TPA melakukan pengawasan, masalah bau tetap menjadi isu utama bagi penduduk.Diperlukan upaya tambahan, termasuk teknologi ramah lingkungan dan program kesehatan untuk mengurangi dampak pencemaran udara
<br>Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Kawa Tuna berfungsi sebagai solusi pengelolaan sampah, namun operasionalnya seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran udara yang berupa bau busuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencemaran udara dan lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas di TPA serta efeknya terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan survei persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bau busuk yang dihasilkan dari TPA dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan TPA yang lebih baik dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-262a4.webp" type="image/webp" length="84364" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-262a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/persepsi-masyarakat-surabaya-kesehatan-kesejahtera-thumb-ff51b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3303-stiapembangunanpalu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13307-jurnal-administrator.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59381-undang-nomor-4-2023-amanat-und</link>
	<guid isPermaLink="false">a53e8437e68a0a11ada0f9b0c0ccf4b6</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ miftahul haq ]]></category>
	<category><![CDATA[ yeni triana ]]></category>
	<category><![CDATA[ youth sport ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[haq,miftahul,sport,triana,yeni,youth]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan konsistensi dan hasil perlindungan anak, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi untuk memperkuat kekuatan mengikat PERMA Nomor 5 Tahun 2019. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts: Untuk meningkatkan konsistensi dan hasil perlindungan anak, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi untuk memperkuat kekuatan mengikat PERMA Nomor 5 Tahun 2019. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kepastian hukum dan perlindungan anak dalam konteks dispensasi pernikahan. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki dampak sosial dan budaya dari dispensasi pernikahan, serta strategi untuk mengurangi permintaan dispensasi pernikahan di bawah umur.. Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi normatif dan praktik yudisial, yang melemahkan kepastian hukum.Penelitian ini mengusulkan untuk memperkuat kekuatan mengikat PERMA Nomor 5 Tahun 2019 guna meningkatkan konsistensi dan hasil perlindungan anak Sebagai bagian dari upaya untuk melindungi kaum muda dan mengurangi pernikahan di bawah umur, usia pernikahan legal dinaikkan menjadi 19 tahun untuk semua orang berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Perubahan regulasi ini, pada kenyataannya, telah menyebabkan lonjakan permintaan pengecualian dalam sistem peradilan, yang menimbulkan pertanyaan tentang dampak keseluruhan. Meskipun Mahkamah Agung telah campur tangan dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 5 Tahun 2019 untuk memberikan panduan bagi hakim, perbedaan pandangan dalam putusan pengadilan terus mengancam konsistensi hukum. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-5e016.webp" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-5e016.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-5e016.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-5e016.webp 1x" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" alt="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-6deeb.webp" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-6deeb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-6deeb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-6deeb.webp 1x" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" alt="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-1bde1.webp" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-1bde1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-1bde1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-1bde1.webp 1x" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" alt="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59381-undang-nomor-4-2023-amanat-und" title="JURIS - Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts" target="_blank">Judicial Discretion and Legal Certainty in Marriage Dispensation: A Normative Analysis of Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 Implementation in Indonesian Religious Courts</a>: Untuk meningkatkan konsistensi dan hasil perlindungan anak, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi untuk memperkuat kekuatan mengikat PERMA Nomor 5 Tahun 2019. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kepastian hukum dan perlindungan anak dalam konteks dispensasi pernikahan. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki dampak sosial dan budaya dari dispensasi pernikahan, serta strategi untuk mengurangi permintaan dispensasi pernikahan di bawah umur..
<br>Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi normatif dan praktik yudisial, yang melemahkan kepastian hukum.Penelitian ini mengusulkan untuk memperkuat kekuatan mengikat PERMA Nomor 5 Tahun 2019 guna meningkatkan konsistensi dan hasil perlindungan anak
<br>Sebagai bagian dari upaya untuk melindungi kaum muda dan mengurangi pernikahan di bawah umur, usia pernikahan legal dinaikkan menjadi 19 tahun untuk semua orang berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Perubahan regulasi ini, pada kenyataannya, telah menyebabkan lonjakan permintaan pengecualian dalam sistem peradilan, yang menimbulkan pertanyaan tentang dampak keseluruhan. Meskipun Mahkamah Agung telah campur tangan dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 5 Tahun 2019 untuk memberikan panduan bagi hakim, perbedaan pandangan dalam putusan pengadilan terus mengancam konsistensi hukum.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-6deeb.webp" type="image/webp" length="95088" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-5e016.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-6deeb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/undang-undang-nomor-42023-amanat-undang-dispensasi-thumb-1bde1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7273-jolastic.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18937-journal-law-social-politics.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59391-indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-unda</link>
	<guid isPermaLink="false">e83e262ebc6bf7eeba541ee50d6a709a</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yeni nuraeni ]]></category>
	<category><![CDATA[ ida nurlinda ]]></category>
	<category><![CDATA[ 36a kuningan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[36a,ida,kuningan,nuraeni,nurlinda,yeni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum, institusi terkait harus lebih giat dalam menerapkan regulasi. Sanksi yang lebih keras bagi para koruptor, seperti hukuman penjara yang lebih panjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice: Untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum, institusi terkait harus lebih giat dalam menerapkan regulasi. Sanksi yang lebih keras bagi para koruptor, seperti hukuman penjara yang lebih panjang dan denda yang signifikan, juga dapat menjadi faktor pencegah korupsi. Pendidikan dan penyebaran informasi tentang bahaya korupsi di kalangan masyarakat dan pelaku bisnis perlu ditingkatkan untuk membangun kesadaran kolektif dan memerangi korupsi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah kasus serupa terulang dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum.. Penegakan hukum di sektor pertambangan panas bumi diatur oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014, yang menekankan kontrol dan pengelolaan negara serta wewenang pemerintah pusat dan daerah dalam pemberian izin dan pengawasan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.Sementara itu, korupsi di sektor pertambangan diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, yang mengubah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.Pst menunjukkan bahwa keputusan Majelis Hakim tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.Berdasarkan analisis teori sistem hukum, kelemahan dalam implementasi regulasi pada kasus Nomor 60/Pid Pada tahun 2026, Indonesia mencatat skor indeks persepsi korupsi yang rendah, yaitu 38, dan menempati peringkat 109 dari 180 negara. Kondisi ini menekankan pentingnya penegakan hukum di sektor strategis seperti energi terbarukan dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi dan implementasi hukum terkait korupsi di sektor pertambangan panas bumi Indonesia, dengan fokus pada Keputusan Nomor 60/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif melalui pendekatan kasus dan statuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam kasus ini mengeluarkan keputusan yang berbeda dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa secara normatif, tata kelola pertambangan panas bumi diatur oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014, sedangkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-1daf1.webp" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-1daf1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-1daf1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-1daf1.webp 1x" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" alt="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-52e5f.webp" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-52e5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-52e5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-52e5f.webp 1x" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" alt="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-5b015.webp" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-5b015.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-5b015.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-5b015.webp 1x" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" alt="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59391-indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-unda" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice" target="_blank">Law Enforcement of Corruption Crimes in Geothermal Mining Sector in Indonesia to Realize the Value of Justice</a>: Untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum, institusi terkait harus lebih giat dalam menerapkan regulasi. Sanksi yang lebih keras bagi para koruptor, seperti hukuman penjara yang lebih panjang dan denda yang signifikan, juga dapat menjadi faktor pencegah korupsi. Pendidikan dan penyebaran informasi tentang bahaya korupsi di kalangan masyarakat dan pelaku bisnis perlu ditingkatkan untuk membangun kesadaran kolektif dan memerangi korupsi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah kasus serupa terulang dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum..
<br>Penegakan hukum di sektor pertambangan panas bumi diatur oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014, yang menekankan kontrol dan pengelolaan negara serta wewenang pemerintah pusat dan daerah dalam pemberian izin dan pengawasan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.Sementara itu, korupsi di sektor pertambangan diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, yang mengubah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.Pst menunjukkan bahwa keputusan Majelis Hakim tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.Berdasarkan analisis teori sistem hukum, kelemahan dalam implementasi regulasi pada kasus Nomor 60/Pid
<br>Pada tahun 2026, Indonesia mencatat skor indeks persepsi korupsi yang rendah, yaitu 38, dan menempati peringkat 109 dari 180 negara. Kondisi ini menekankan pentingnya penegakan hukum di sektor strategis seperti energi terbarukan dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi dan implementasi hukum terkait korupsi di sektor pertambangan panas bumi Indonesia, dengan fokus pada Keputusan Nomor 60/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif melalui pendekatan kasus dan statuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam kasus ini mengeluarkan keputusan yang berbeda dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa secara normatif, tata kelola pertambangan panas bumi diatur oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014, sedangkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-5b015.webp" type="image/webp" length="107078" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-1daf1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-52e5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/indeks-persepsi-korupsi-pemberantasan-undang-undan-thumb-5b015.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-101-uniku.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18948-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59383-holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasi</link>
	<guid isPermaLink="false">0222d6ef08bc7311ddcc3844c748a982</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dede rosyada ]]></category>
	<category><![CDATA[ imron arifin ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif mudiono ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,arifin,dede,imron,mudiono,rosyada]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat temuan penelitian ini tentang potensi dan kendala penerapan strategi active knowledge sharing, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Pertama, penelitian mendatang dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education: Melihat temuan penelitian ini tentang potensi dan kendala penerapan strategi active knowledge sharing, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Pertama, penelitian mendatang dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi program pelatihan guru Pendidikan Agama Islam yang komprehensif, khususnya yang mencakup peningkatan literasi digital dan kemampuan adaptasi metode pengajaran inovatif. Penting untuk mengetahui sejauh mana pelatihan yang terstruktur dapat meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri guru dalam menerapkan active knowledge sharing secara rutin, dan bagaimana ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran serta motivasi siswa. Kedua, akan sangat berguna untuk meneliti metode intervensi pedagogis yang spesifik dan terbukti efektif dalam mengatasi pasivitas siswa. Ini termasuk mencari cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa yang enggan berpartisipasi atau merasa kurang dalam pengetahuan agama, sehingga mereka lebih termotivasi untuk aktif berbagi dan berinteraksi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi teknik-teknik bimbingan atau kegiatan kelompok yang paling berhasil dalam mendorong partisipasi aktif dari semua siswa. Terakhir, mengingat adanya kendala waktu dan kurangnya materi pendukung, studi di masa depan dapat mengeksplorasi desain dan implementasi kurikulum serta materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih fleksibel dan secara eksplisit mendukung strategi active knowledge sharing. Bagaimana materi ajar yang inovatif dan relevan dapat diintegrasikan ke dalam jadwal yang padat untuk memfasilitasi diskusi mendalam dan kolaborasi, serta dampaknya terhadap pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, menjadi pertanyaan krusial yang perlu dijawab. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang optimalisasi active knowledge sharing dalam konteks pendidikan agama.. Implementasi strategi active knowledge sharing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan pendekatan positif yang terbukti meningkatkan aktivitas belajar siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi mereka.Strategi ini efektif dalam mengoptimalkan keterlibatan siswa, menumbuhkan rasa saling menghormati dan empati, serta mendorong pemahaman materi yang lebih mendalam, memungkinkan siswa untuk lebih aktif menyuarakan pendapat mereka.Dengan demikian, active knowledge sharing berhasil memicu motivasi siswa untuk menghargai perbedaan dan meningkatkan interaksi di antara mereka di SMA Batik 1 Surakarta Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa apakah menerapkan strategi active knowledge sharing dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa dalam pelajaran agama Islam di SMA Batik 1 Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan teknik deskriptif. Metode pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan non-statistik di mana data dianalisis dalam bentuk wawancara yang dikumpulkan, catatan pengamatan, dan hasil dokumen. Hasil penelitian yang dilakukan ditarik pada kesimpulan bahwa strategi active knowledge sharing dapat meningkatkan aktivitas siswa. Strategi ini akan selalu menggunakan pendapat dan jawaban dari orang lain. Namun, guru tidak secara rutin menggunakan penggunaan pertukaran pengetahuan aktif karena mereka bergantung pada materi yang disampaikan. Maka,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-72833.webp" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-72833.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-72833.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-72833.webp 1x" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" alt="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-c4355.webp" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-c4355.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-c4355.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-c4355.webp 1x" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" alt="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-cf067.webp" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-cf067.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-cf067.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-cf067.webp 1x" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" alt="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59383-holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasi" title="JURIS - Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education" target="_blank">Implementation Of Active Knowledge Sharing Strategy To Improve Student Learning Activities In Islamic Education</a>: Melihat temuan penelitian ini tentang potensi dan kendala penerapan strategi active knowledge sharing, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Pertama, penelitian mendatang dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi program pelatihan guru Pendidikan Agama Islam yang komprehensif, khususnya yang mencakup peningkatan literasi digital dan kemampuan adaptasi metode pengajaran inovatif. Penting untuk mengetahui sejauh mana pelatihan yang terstruktur dapat meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri guru dalam menerapkan active knowledge sharing secara rutin, dan bagaimana ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran serta motivasi siswa. Kedua, akan sangat berguna untuk meneliti metode intervensi pedagogis yang spesifik dan terbukti efektif dalam mengatasi pasivitas siswa. Ini termasuk mencari cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa yang enggan berpartisipasi atau merasa kurang dalam pengetahuan agama, sehingga mereka lebih termotivasi untuk aktif berbagi dan berinteraksi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi teknik-teknik bimbingan atau kegiatan kelompok yang paling berhasil dalam mendorong partisipasi aktif dari semua siswa. Terakhir, mengingat adanya kendala waktu dan kurangnya materi pendukung, studi di masa depan dapat mengeksplorasi desain dan implementasi kurikulum serta materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih fleksibel dan secara eksplisit mendukung strategi active knowledge sharing. Bagaimana materi ajar yang inovatif dan relevan dapat diintegrasikan ke dalam jadwal yang padat untuk memfasilitasi diskusi mendalam dan kolaborasi, serta dampaknya terhadap pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, menjadi pertanyaan krusial yang perlu dijawab. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang optimalisasi active knowledge sharing dalam konteks pendidikan agama..
<br>Implementasi strategi active knowledge sharing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan pendekatan positif yang terbukti meningkatkan aktivitas belajar siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi mereka.Strategi ini efektif dalam mengoptimalkan keterlibatan siswa, menumbuhkan rasa saling menghormati dan empati, serta mendorong pemahaman materi yang lebih mendalam, memungkinkan siswa untuk lebih aktif menyuarakan pendapat mereka.Dengan demikian, active knowledge sharing berhasil memicu motivasi siswa untuk menghargai perbedaan dan meningkatkan interaksi di antara mereka di SMA Batik 1 Surakarta
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa apakah menerapkan strategi active knowledge sharing dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa dalam pelajaran agama Islam di SMA Batik 1 Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan teknik deskriptif. Metode pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan non-statistik di mana data dianalisis dalam bentuk wawancara yang dikumpulkan, catatan pengamatan, dan hasil dokumen. Hasil penelitian yang dilakukan ditarik pada kesimpulan bahwa strategi active knowledge sharing dapat meningkatkan aktivitas siswa. Strategi ini akan selalu menggunakan pendapat dan jawaban dari orang lain. Namun, guru tidak secara rutin menggunakan penggunaan pertukaran pengetahuan aktif karena mereka bergantung pada materi yang disampaikan. Maka,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-c4355.webp" type="image/webp" length="107606" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-72833.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-c4355.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/holland-aktivitas-siswa-analisis-data-mahasiswa-pe-thumb-cf067.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-974-iaiannawawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18947-jurnal-tarbiyat-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh Cambodia A Quantitative Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh Cambodia A Quantitative Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh Cambodia A Quantitative Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59382-kualitas-manajemen-sentra-niat</link>
	<guid isPermaLink="false">821eec23902e7398cd30f3828b191242</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ miftahul haq ]]></category>
	<category><![CDATA[ yeni triana ]]></category>
	<category><![CDATA[ youth sport ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[haq,miftahul,sport,triana,yeni,youth]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan geografis studi ini dengan menyelidiki kepuasan residen dan niat perilaku di berbagai kota di Kamboja dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan geografis studi ini dengan menyelidiki kepuasan residen dan niat perilaku di berbagai kota di Kamboja dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan dalam kepuasan residen dan niat perilaku antara kelompok demografi yang berbeda, seperti lansia dan generasi muda, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan niat mereka. Akhirnya, studi komparatif antara kondominium dan perumahan landed dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang preferensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan residen di kedua jenis perumahan.. Studi ini menganalisis kepuasan residen dan niat perilaku di antara penghuni kondominium di Phnom Penh, Kamboja.Hasil menunjukkan bahwa Manajemen Properti dan Pemandangan dan Lanskap adalah faktor paling berpengaruh dalam membentuk kepuasan residen secara keseluruhan, sedangkan Manajemen Properti dan Karakteristik Kondominium adalah penggerak terkuat dari niat perilaku residen terhadap pengembang.Secara keseluruhan, kepuasan ditentukan terutama oleh kualitas manajemen dan atribut perumahan fisik, sedangkan faktor lingkungan dan aksesibilitas memainkan peran yang relatif lebih kecil.Temuan ini konsisten dengan teori yang menekankan kondisi perumahan objektif dan persepsi lingkungan subjektif sebagai penentu kunci kepuasan residen.Peran dominan Manajemen Properti menyoroti fungsinya sebagai sinyal kualitas kritis dalam perumahan perkotaan padat, sedangkan pentingnya Pemandangan dan Lanskap mencerminkan nilai psikologis lingkungan hidup yang estetis.Studi ini juga menyarankan implikasi kebijakan untuk memperkuat standar regulasi dalam manajemen properti dan desain lanskap dalam pengembangan kondominium.Namun, studi ini terbatas pada fokus geografis di Phnom Penh dan sampel yang dibatasi usia, menunjukkan kebutuhan penelitian masa depan tentang tren perumahan regional yang lebih luas dan kelompok demografi yang berbeda, terutama lansia dan populasi muda Latar belakang: Perumahan landed tidak tergantikan oleh kondominium, karena rumah landed tetap menjadi pilihan utama tempat tinggal bagi banyak pembeli Kamboja. Namun, kondominium semakin digunakan sebagai tempat tinggal perkotaan dekat dengan pusat bisnis, institusi, dan area pekerjaan, terutama di Phnom Penh.Tujuan: Studi kuantitatif ini bertujuan untuk meneliti kepuasan residen dan niat perilaku terhadap pengembang real estate dengan mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi kepuasan residen dan pentingnya faktor-faktor tersebut dalam membentuk niat perilaku residen.Metode: Studi ini melibatkan 250 residen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-ece0e.webp" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-ece0e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-ece0e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-ece0e.webp 1x" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" alt="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-abcda.webp" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-abcda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-abcda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-abcda.webp 1x" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" alt="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-47084.webp" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-47084.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-47084.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-47084.webp 1x" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" alt="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59382-kualitas-manajemen-sentra-niat" title="JURIS - Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study" target="_blank">Residential Satisfaction and Behavioral Intentions among Condominium Residents in Phnom Penh, Cambodia: A Quantitative Study</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan geografis studi ini dengan menyelidiki kepuasan residen dan niat perilaku di berbagai kota di Kamboja dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan dalam kepuasan residen dan niat perilaku antara kelompok demografi yang berbeda, seperti lansia dan generasi muda, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan niat mereka. Akhirnya, studi komparatif antara kondominium dan perumahan landed dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang preferensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan residen di kedua jenis perumahan..
<br>Studi ini menganalisis kepuasan residen dan niat perilaku di antara penghuni kondominium di Phnom Penh, Kamboja.Hasil menunjukkan bahwa Manajemen Properti dan Pemandangan dan Lanskap adalah faktor paling berpengaruh dalam membentuk kepuasan residen secara keseluruhan, sedangkan Manajemen Properti dan Karakteristik Kondominium adalah penggerak terkuat dari niat perilaku residen terhadap pengembang.Secara keseluruhan, kepuasan ditentukan terutama oleh kualitas manajemen dan atribut perumahan fisik, sedangkan faktor lingkungan dan aksesibilitas memainkan peran yang relatif lebih kecil.Temuan ini konsisten dengan teori yang menekankan kondisi perumahan objektif dan persepsi lingkungan subjektif sebagai penentu kunci kepuasan residen.Peran dominan Manajemen Properti menyoroti fungsinya sebagai sinyal kualitas kritis dalam perumahan perkotaan padat, sedangkan pentingnya Pemandangan dan Lanskap mencerminkan nilai psikologis lingkungan hidup yang estetis.Studi ini juga menyarankan implikasi kebijakan untuk memperkuat standar regulasi dalam manajemen properti dan desain lanskap dalam pengembangan kondominium.Namun, studi ini terbatas pada fokus geografis di Phnom Penh dan sampel yang dibatasi usia, menunjukkan kebutuhan penelitian masa depan tentang tren perumahan regional yang lebih luas dan kelompok demografi yang berbeda, terutama lansia dan populasi muda
<br>Latar belakang: Perumahan landed tidak tergantikan oleh kondominium, karena rumah landed tetap menjadi pilihan utama tempat tinggal bagi banyak pembeli Kamboja. Namun, kondominium semakin digunakan sebagai tempat tinggal perkotaan dekat dengan pusat bisnis, institusi, dan area pekerjaan, terutama di Phnom Penh.Tujuan: Studi kuantitatif ini bertujuan untuk meneliti kepuasan residen dan niat perilaku terhadap pengembang real estate dengan mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi kepuasan residen dan pentingnya faktor-faktor tersebut dalam membentuk niat perilaku residen.Metode: Studi ini melibatkan 250 residen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-abcda.webp" type="image/webp" length="76428" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-ece0e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-abcda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/kualitas-manajemen-sentra-niat-perilaku-keuangan-g-thumb-47084.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7273-jolastic.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18937-journal-law-social-politics.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59384-dinamika-sosial-budaya-sekolah-kuri</link>
	<guid isPermaLink="false">790abd9e2ba8986d361a5437e778184c</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dede rosyada ]]></category>
	<category><![CDATA[ imron arifin ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif mudiono ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,arifin,dede,imron,mudiono,rosyada]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi penerapan GTE dalam konteks digital, seperti komunitas online dan etnografi virtual. Dengan memanfaatkan alat analisis data yang canggih, peneliti dapat menyelidiki fenomena sosial dan budaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi penerapan GTE dalam konteks digital, seperti komunitas online dan etnografi virtual. Dengan memanfaatkan alat analisis data yang canggih, peneliti dapat menyelidiki fenomena sosial dan budaya yang kompleks dalam lingkungan digital. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas GTE dalam bidang interdisipliner, seperti kesehatan masyarakat dan antropologi, dengan fokus pada pemahaman yang tertanam dalam konteks. Dengan demikian, penelitian ini dapat memperluas pemahaman tentang bagaimana GTE dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan baru dan pemahaman yang lebih baik tentang realitas sosial.. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penelitian Grounded Theory Etnografi (GTE) adalah metodologi kualitatif yang kuat yang mengintegrasikan pendekatan teori-bangunan sistematis Grounded Theory (GT) dengan kekayaan konteks Etnografi.GTE memungkinkan peneliti untuk menyelidiki dan memahami fenomena sosial dan budaya dalam pengaturan alami mereka.Dengan menggabungkan teknik pengumpulan data mendalam - seperti observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen - dengan pengkodean iteratif dan pengembangan konsep, GTE memfasilitasi generasi teori yang berakar pada bukti empiris.Kekuatan GTE terletak pada kemampuannya untuk mengungkapkan wawasan yang nuansa dan sensitif budaya dan untuk membangun teori yang mencerminkan realitas hidup peserta.Kekuatan ini telah membuat GTE efektif khususnya di bidang seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, antropologi, dan sosiologi, di mana pemahaman yang tertanam dalam konteks sangat penting.Masa depan GTE menjanjikan, terutama dengan integrasi etnografi digital dan alat analisis data yang memungkinkan keterlibatan data yang lebih kompleks dan multimodal.Bidang-bidang yang muncul seperti komunitas online, etnografi virtual, dan penelitian interdisipliner menawarkan peluang baru untuk memperluas penerapan GTE.Namun, beberapa keterbatasan dan tantangan tetap ada.GTE memerlukan waktu yang signifikan dan keterlibatan peneliti, yang mungkin tidak selalu memungkinkan dalam lingkungan penelitian yang cepat atau terbatas sumber daya.Ada juga potensi bias peneliti selama pengumpulan data dan interpretasi dalam konteks yang sensitif budaya.Selain itu, mempertahankan ketelitian teoritis saat menavigasi dinamika sosial yang kompleks tetap menjadi tantangan metodologis.Secara keseluruhan, GTE terus menjadi metodologi yang relevan dan berkembang yang menawarkan peluang kaya untuk pengembangan teori dalam penelitian kualitatif.Penelitian masa depan harus fokus pada penyempurnaan teknik GTE, mengatasi tantangan praktisnya, dan mengeksplorasi interpretasi, terutama dalam konteks yang sensitif budaya Penelitian Grounded Theory Etnografi (GTE) menghadirkan metodologi mutakhir yang menggabungkan kekuatan Grounded Theory (GT) dan Etnografi. Pendekatan ini membuka gerbang untuk memahami fenomena sosial dan budaya secara mendalam, menghasilkan teori yang kokoh dan berlandaskan data empiris. Tujuan utama GTE adalah mengembangkan atau memperluas teori melalui analisis data kualitatif yang sistematis. Peneliti GTE mengumpulkan data melalui berbagai metode etnografi, seperti observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data tersebut kemudian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-91b82.webp" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-91b82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-91b82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-91b82.webp 1x" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" alt="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-503bf.webp" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-503bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-503bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-503bf.webp 1x" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" alt="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-1ecca.webp" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-1ecca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-1ecca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-1ecca.webp 1x" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" alt="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59384-dinamika-sosial-budaya-sekolah-kuri" title="JURIS - Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research" target="_blank">Development of Basic Concepts of Ethnographic Grounded Theory Research</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi penerapan GTE dalam konteks digital, seperti komunitas online dan etnografi virtual. Dengan memanfaatkan alat analisis data yang canggih, peneliti dapat menyelidiki fenomena sosial dan budaya yang kompleks dalam lingkungan digital. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas GTE dalam bidang interdisipliner, seperti kesehatan masyarakat dan antropologi, dengan fokus pada pemahaman yang tertanam dalam konteks. Dengan demikian, penelitian ini dapat memperluas pemahaman tentang bagaimana GTE dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan baru dan pemahaman yang lebih baik tentang realitas sosial..
<br>Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penelitian Grounded Theory Etnografi (GTE) adalah metodologi kualitatif yang kuat yang mengintegrasikan pendekatan teori-bangunan sistematis Grounded Theory (GT) dengan kekayaan konteks Etnografi.GTE memungkinkan peneliti untuk menyelidiki dan memahami fenomena sosial dan budaya dalam pengaturan alami mereka.Dengan menggabungkan teknik pengumpulan data mendalam - seperti observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen - dengan pengkodean iteratif dan pengembangan konsep, GTE memfasilitasi generasi teori yang berakar pada bukti empiris.Kekuatan GTE terletak pada kemampuannya untuk mengungkapkan wawasan yang nuansa dan sensitif budaya dan untuk membangun teori yang mencerminkan realitas hidup peserta.Kekuatan ini telah membuat GTE efektif khususnya di bidang seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, antropologi, dan sosiologi, di mana pemahaman yang tertanam dalam konteks sangat penting.Masa depan GTE menjanjikan, terutama dengan integrasi etnografi digital dan alat analisis data yang memungkinkan keterlibatan data yang lebih kompleks dan multimodal.Bidang-bidang yang muncul seperti komunitas online, etnografi virtual, dan penelitian interdisipliner menawarkan peluang baru untuk memperluas penerapan GTE.Namun, beberapa keterbatasan dan tantangan tetap ada.GTE memerlukan waktu yang signifikan dan keterlibatan peneliti, yang mungkin tidak selalu memungkinkan dalam lingkungan penelitian yang cepat atau terbatas sumber daya.Ada juga potensi bias peneliti selama pengumpulan data dan interpretasi dalam konteks yang sensitif budaya.Selain itu, mempertahankan ketelitian teoritis saat menavigasi dinamika sosial yang kompleks tetap menjadi tantangan metodologis.Secara keseluruhan, GTE terus menjadi metodologi yang relevan dan berkembang yang menawarkan peluang kaya untuk pengembangan teori dalam penelitian kualitatif.Penelitian masa depan harus fokus pada penyempurnaan teknik GTE, mengatasi tantangan praktisnya, dan mengeksplorasi interpretasi, terutama dalam konteks yang sensitif budaya
<br>Penelitian Grounded Theory Etnografi (GTE) menghadirkan metodologi mutakhir yang menggabungkan kekuatan Grounded Theory (GT) dan Etnografi. Pendekatan ini membuka gerbang untuk memahami fenomena sosial dan budaya secara mendalam, menghasilkan teori yang kokoh dan berlandaskan data empiris. Tujuan utama GTE adalah mengembangkan atau memperluas teori melalui analisis data kualitatif yang sistematis. Peneliti GTE mengumpulkan data melalui berbagai metode etnografi, seperti observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data tersebut kemudian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-1ecca.webp" type="image/webp" length="100054" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-91b82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-503bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/dinamika-sosial-budaya-sekolah-kurikulum-fenomena-thumb-1ecca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-974-iaiannawawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18947-jurnal-tarbiyat-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59379-pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati</link>
	<guid isPermaLink="false">de97bba2084262dcc0f223c2df9bffae</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ stat counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ modongan kec ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,kec,modongan,stat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi kebutuhan penting siswa non-jurusan Bahasa Inggris terhadap materi pembelajaran, masih terdapat beberapa celah yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut demi pengembangan pengajaran Bahasa Inggris ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English: Meskipun penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi kebutuhan penting siswa non-jurusan Bahasa Inggris terhadap materi pembelajaran, masih terdapat beberapa celah yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut demi pengembangan pengajaran Bahasa Inggris Umum yang lebih komprehensif. Pertama, disarankan untuk melakukan studi kualitatif mendalam, seperti melalui wawancara kelompok terarah atau observasi kelas, untuk memahami secara lebih rinci mengapa siswa mengalami kesulitan tertentu dalam tata bahasa atau keterampilan mendengarkan. Pendekatan ini dapat mengungkap faktor-faktor kontekstual atau psikologis yang tidak terdeteksi oleh kuesioner kuantitatif, sehingga memberikan wawasan yang lebih kaya bagi perancangan materi yang benar-benar solutif. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan purwarupa materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi, diikuti dengan evaluasi efektivitasnya melalui studi eksperimen atau quasi-eksperimen. Apakah materi yang mengintegrasikan video, latihan pelafalan, dan proyek kelompok ini benar-benar meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan? Pertanyaan ini krusial untuk memvalidasi temuan analisis kebutuhan ini ke dalam praktik pengajaran. Terakhir, mengingat bahwa pengembangan materi tidak hanya melibatkan siswa, studi di masa depan dapat memperluas cakupan dengan mewawancarai para pengajar Bahasa Inggris Umum. Fokusnya adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasikan kurikulum yang ada, serta bagaimana mereka memandang materi baru yang berbasis kebutuhan siswa ini dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam lingkungan kelas. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran holistik yang mempertimbangkan perspektif semua pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat universitas.. Analisis kebutuhan sangat penting dalam pengembangan materi dan rencana pembelajaran mata kuliah Bahasa Inggris umum di Universitas Tidar, karena dapat memandu penentuan materi yang relevan dan metode pengajaran yang efektif.Studi ini menemukan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi untuk belajar Bahasa Inggris demi karir masa depan dan komunikasi global, meskipun mereka menganggap tata bahasa dan keterampilan mendengarkan sebagai yang paling sulit dikuasai.Oleh karena itu, disarankan agar kurikulum dan materi disesuaikan untuk mencakup keempat keterampilan bahasa (berbicara, membaca, menulis, mendengarkan) dalam konteks sehari-hari, akademik, dan profesional, dengan menggunakan aktivitas kelompok interaktif yang diminati siswa, serta diperlukan penelitian lanjutan melalui wawancara untuk pemahaman yang lebih mendalam Hal terpenting untuk keberhasilan program pembelajaran bahasa, termasuk bahasa Inggris sebagai mata kuliah umum, adalah memastikan bahwa alat yang tepat digunakan. Sebelum materi dibuat, kebutuhan siswa harus diidentifikasi agar pengembang materi memiliki gambaran lengkap tentang apa yang dibutuhkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan siswa dalam membuat materi untuk mata kuliah Bahasa Inggris umum bagi siswa yang bukan dari Jurusan Bahasa Inggris. Dua puluh empat siswa dari berbagai jurusan di Universitas Tidar berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-b946b.webp" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-b946b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-b946b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-b946b.webp 1x" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" alt="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-0c6fb.webp" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-0c6fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-0c6fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-0c6fb.webp 1x" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" alt="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-d13bb.webp" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-d13bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-d13bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-d13bb.webp 1x" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" alt="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59379-pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati" title="JURIS - Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English" target="_blank">Assessment of Requirements for the Creation of Course Materials for English as a Second Language for Students Majoring in Subjects Other Than English</a>: Meskipun penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi kebutuhan penting siswa non-jurusan Bahasa Inggris terhadap materi pembelajaran, masih terdapat beberapa celah yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut demi pengembangan pengajaran Bahasa Inggris Umum yang lebih komprehensif. Pertama, disarankan untuk melakukan studi kualitatif mendalam, seperti melalui wawancara kelompok terarah atau observasi kelas, untuk memahami secara lebih rinci mengapa siswa mengalami kesulitan tertentu dalam tata bahasa atau keterampilan mendengarkan. Pendekatan ini dapat mengungkap faktor-faktor kontekstual atau psikologis yang tidak terdeteksi oleh kuesioner kuantitatif, sehingga memberikan wawasan yang lebih kaya bagi perancangan materi yang benar-benar solutif. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan purwarupa materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi, diikuti dengan evaluasi efektivitasnya melalui studi eksperimen atau quasi-eksperimen. Apakah materi yang mengintegrasikan video, latihan pelafalan, dan proyek kelompok ini benar-benar meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan? Pertanyaan ini krusial untuk memvalidasi temuan analisis kebutuhan ini ke dalam praktik pengajaran. Terakhir, mengingat bahwa pengembangan materi tidak hanya melibatkan siswa, studi di masa depan dapat memperluas cakupan dengan mewawancarai para pengajar Bahasa Inggris Umum. Fokusnya adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasikan kurikulum yang ada, serta bagaimana mereka memandang materi baru yang berbasis kebutuhan siswa ini dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam lingkungan kelas. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran holistik yang mempertimbangkan perspektif semua pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat universitas..
<br>Analisis kebutuhan sangat penting dalam pengembangan materi dan rencana pembelajaran mata kuliah Bahasa Inggris umum di Universitas Tidar, karena dapat memandu penentuan materi yang relevan dan metode pengajaran yang efektif.Studi ini menemukan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi untuk belajar Bahasa Inggris demi karir masa depan dan komunikasi global, meskipun mereka menganggap tata bahasa dan keterampilan mendengarkan sebagai yang paling sulit dikuasai.Oleh karena itu, disarankan agar kurikulum dan materi disesuaikan untuk mencakup keempat keterampilan bahasa (berbicara, membaca, menulis, mendengarkan) dalam konteks sehari-hari, akademik, dan profesional, dengan menggunakan aktivitas kelompok interaktif yang diminati siswa, serta diperlukan penelitian lanjutan melalui wawancara untuk pemahaman yang lebih mendalam
<br>Hal terpenting untuk keberhasilan program pembelajaran bahasa, termasuk bahasa Inggris sebagai mata kuliah umum, adalah memastikan bahwa alat yang tepat digunakan. Sebelum materi dibuat, kebutuhan siswa harus diidentifikasi agar pengembang materi memiliki gambaran lengkap tentang apa yang dibutuhkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan siswa dalam membuat materi untuk mata kuliah Bahasa Inggris umum bagi siswa yang bukan dari Jurusan Bahasa Inggris. Dua puluh empat siswa dari berbagai jurusan di Universitas Tidar berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-0c6fb.webp" type="image/webp" length="67352" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-b946b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-0c6fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/pencapaian-berbahasa-inggris-siswa-studi-kualitati-thumb-d13bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3032-bustanul-ulum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12441-majapahit-journal-english-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59387-pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingku</link>
	<guid isPermaLink="false">35886ea977e54bb8aa2a52dcb79f2c84</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ miftahul haq ]]></category>
	<category><![CDATA[ yeni triana ]]></category>
	<category><![CDATA[ youth sport ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[haq,miftahul,sport,triana,yeni,youth]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap kerangka hukum pertambangan dan tantangan implementasi tanggung jawab lingkungan korporasi, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk memastikan keberlanjutan sektor pertambangan di Indonesia. Pertama, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara: Berdasarkan analisis terhadap kerangka hukum pertambangan dan tantangan implementasi tanggung jawab lingkungan korporasi, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk memastikan keberlanjutan sektor pertambangan di Indonesia. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai efektivitas mekanisme penegakan hukum yang ada, khususnya dalam konteks sanksi administratif dan pidana. Mengingat rendahnya penerapan sanksi pidana dan kurangnya efek jera dari sanksi administratif, penelitian bisa mengeksplorasi model penegakan hukum alternatif yang lebih inovatif dan komprehensif, seperti pendekatan restorative justice atau kerangka kerja multi-stakeholder yang melibatkan masyarakat lokal dan organisasi non-pemerintah dalam pengawasan dan pelaporan kepatuhan lingkungan. Saran ini akan memperkuat upaya untuk mengatasi permasalahan fragmentasi pengawasan dan kelemahan implementasi yang diidentifikasi.Kedua, penting untuk meneliti lebih lanjut dampak sosial-ekonomi yang lebih luas dari ketidakpatuhan perusahaan terhadap kewajiban reklamasi dan pengelolaan limbah, serta bagaimana fenomena Aoregulatory captureAo memengaruhi efektivitas kebijakan di tingkat lokal. Penelitian ini dapat mengkuantifikasi kerugian ekonomi dan sosial yang diderita masyarakat, mengidentifikasi strategi konkret untuk meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah, dan mencegah praktik yang menghambat penegakan hukum yang adil. Pendekatan ini akan memberikan landasan empiris untuk reformasi kebijakan yang menargetkan akar masalah insentif ekonomi yang membuat perusahaan lebih memilih membayar denda daripada melaksanakan reklamasi.Ketiga, sejalan dengan rekomendasi peningkatan pemantauan, penelitian dapat fokus pada eksplorasi dan implementasi teknologi canggih untuk pemantauan lingkungan secara real-time di sektor pertambangan, seperti penggunaan citra satelit resolusi tinggi, sensor Internet of Things (IoT), atau kecerdasan buatan. Studi ini akan mengidentifikasi tantangan teknis, legal, dan kelembagaan dalam adopsi teknologi tersebut, serta potensi manfaatnya dalam menyediakan data akurat dan transparan yang dapat meningkatkan akuntabilitas korporasi dan efisiensi pengawasan lingkungan secara signifikan.. Studi ini menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan korporasi di bawah hukum pertambangan Indonesia beroperasi melalui kerangka hukum hierarkis yang komprehensif secara normatif.Namun, dalam praktiknya, terdapat tiga kelemahan utama.pemantauan pasca-perizinan yang lemah mengurangi efektivitas AMDAL, mekanisme jaminan reklamasi belum memadai dengan tingkat ketidakpatuhan sekitar 40%, dan ketentuan pertanggungjawaban pidana jarang diterapkan sebagai efek jera.Oleh karena itu, diperlukan perbaikan signifikan dalam pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban lingkungan Latar Belakang: Sektor pertambangan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun juga menimbulkan risiko signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Isu hukum utama berkaitan dengan ketidakcukupan mekanisme penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang melibatkan kelemahan dalam pertanggungjawaban korporasi atas kewajiban lingkungan pada setiap tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi hingga reklamasi pasca-tambang. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya tanggung jawab korporasi dalam memastikan bahwa kegiatan usaha pertambangan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-18def.webp" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-18def.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-18def.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-18def.webp 1x" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" alt="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-a149f.webp" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-a149f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-a149f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-a149f.webp 1x" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" alt="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-fa11d.webp" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-fa11d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-fa11d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-fa11d.webp 1x" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" alt="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59387-pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingku" title="JURIS - Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara" target="_blank">Corporate Environmental Responsibility at Every Stage of Mining Business According to Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara</a>: Berdasarkan analisis terhadap kerangka hukum pertambangan dan tantangan implementasi tanggung jawab lingkungan korporasi, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk memastikan keberlanjutan sektor pertambangan di Indonesia. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai efektivitas mekanisme penegakan hukum yang ada, khususnya dalam konteks sanksi administratif dan pidana. Mengingat rendahnya penerapan sanksi pidana dan kurangnya efek jera dari sanksi administratif, penelitian bisa mengeksplorasi model penegakan hukum alternatif yang lebih inovatif dan komprehensif, seperti pendekatan restorative justice atau kerangka kerja multi-stakeholder yang melibatkan masyarakat lokal dan organisasi non-pemerintah dalam pengawasan dan pelaporan kepatuhan lingkungan. Saran ini akan memperkuat upaya untuk mengatasi permasalahan fragmentasi pengawasan dan kelemahan implementasi yang diidentifikasi.Kedua, penting untuk meneliti lebih lanjut dampak sosial-ekonomi yang lebih luas dari ketidakpatuhan perusahaan terhadap kewajiban reklamasi dan pengelolaan limbah, serta bagaimana fenomena Aoregulatory captureAo memengaruhi efektivitas kebijakan di tingkat lokal. Penelitian ini dapat mengkuantifikasi kerugian ekonomi dan sosial yang diderita masyarakat, mengidentifikasi strategi konkret untuk meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah, dan mencegah praktik yang menghambat penegakan hukum yang adil. Pendekatan ini akan memberikan landasan empiris untuk reformasi kebijakan yang menargetkan akar masalah insentif ekonomi yang membuat perusahaan lebih memilih membayar denda daripada melaksanakan reklamasi.Ketiga, sejalan dengan rekomendasi peningkatan pemantauan, penelitian dapat fokus pada eksplorasi dan implementasi teknologi canggih untuk pemantauan lingkungan secara real-time di sektor pertambangan, seperti penggunaan citra satelit resolusi tinggi, sensor Internet of Things (IoT), atau kecerdasan buatan. Studi ini akan mengidentifikasi tantangan teknis, legal, dan kelembagaan dalam adopsi teknologi tersebut, serta potensi manfaatnya dalam menyediakan data akurat dan transparan yang dapat meningkatkan akuntabilitas korporasi dan efisiensi pengawasan lingkungan secara signifikan..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan korporasi di bawah hukum pertambangan Indonesia beroperasi melalui kerangka hukum hierarkis yang komprehensif secara normatif.Namun, dalam praktiknya, terdapat tiga kelemahan utama.pemantauan pasca-perizinan yang lemah mengurangi efektivitas AMDAL, mekanisme jaminan reklamasi belum memadai dengan tingkat ketidakpatuhan sekitar 40%, dan ketentuan pertanggungjawaban pidana jarang diterapkan sebagai efek jera.Oleh karena itu, diperlukan perbaikan signifikan dalam pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban lingkungan
<br>Latar Belakang: Sektor pertambangan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun juga menimbulkan risiko signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Isu hukum utama berkaitan dengan ketidakcukupan mekanisme penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang melibatkan kelemahan dalam pertanggungjawaban korporasi atas kewajiban lingkungan pada setiap tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi hingga reklamasi pasca-tambang. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya tanggung jawab korporasi dalam memastikan bahwa kegiatan usaha pertambangan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-18def.webp" type="image/webp" length="149474" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-18def.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-a149f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/pertanggungjawaban-korporasi-tanggung-lingkungan-p-thumb-fa11d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7273-jolastic.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18937-journal-law-social-politics.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah Integrating Potential Screening the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program and Administrative Documentation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah Integrating Potential Screening the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program and Administrative Documentation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah Integrating Potential Screening the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program and Administrative Documentation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59388-siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis</link>
	<guid isPermaLink="false">3ab0e91710f6337c8a8f4bef64f4ff47</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piety social ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi setyono ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,counter,flag,piety,setyono,social]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat temuan penelitian ini mengenai manajemen kesiswaan yang komprehensif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi multi-kasus yang lebih mendalam tidak hanya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation.: Melihat temuan penelitian ini mengenai manajemen kesiswaan yang komprehensif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi multi-kasus yang lebih mendalam tidak hanya membandingkan variasi SOP dan efektivitasnya di beberapa SMP IT, tetapi juga menganalisis bagaimana sekolah-sekolah tersebut secara adaptif merespons tantangan anggaran dan dinamika sosial budaya lokal dalam implementasi manajemen kesiswaan. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada inovasi strategis apa yang muncul dari sekolah dengan sumber daya terbatas namun berhasil mempertahankan kualitas pengembangan karakter dan akademik siswa. Kedua, selain pelacakan data longitudinal terkait disiplin dan prestasi akademik, studi masa depan bisa mengkaji dampak jangka panjang model manajemen kesiswaan berbasis SOP terhadap kesejahteraan psikologis siswa, motivasi internal untuk belajar, serta keberlanjutan pembentukan karakter religius mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Bagaimana pengalaman alumni yang telah melalui sistem ini berkontribusi pada kehidupan mereka di jenjang selanjutnya dapat menjadi fokus utama. Ketiga, mengingat potensi digitalisasi yang disebutkan, penelitian lebih lanjut dapat menguji secara empiris bagaimana integrasi sistem digital dalam administrasi kesiswaan tidak hanya meningkatkan keandalan dokumentasi dan kemudahan audit, melainkan juga secara signifikan memfasilitasi peningkatan keterlibatan orang tua dan mempercepat proses pengambilan keputusan strategis yang berbasis data oleh manajemen sekolah. Dengan demikian, penelitian ini akan mengidentifikasi model optimal untuk memaksimalkan kolaborasi antar-pemangku kepentingan demi perkembangan siswa yang lebih holistik dan berkelanjutan. Fokus pada aspek-aspek ini akan memperkaya pemahaman kita tentang manajemen kesiswaan yang adaptif dan berorientasi masa depan.. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen kesiswaan di SMP IT Daarul Hidayah dilaksanakan secara menyeluruh berbasis SOP, mengintegrasikan perencanaan, PPDB, screening potensi, pengembangan akademik-karakter, program unggulan tahfidz-qirAAoatul kutub, serta penilaian komprehensif hingga evaluasi tahunan.Pendekatan ini menunjukkan bahwa fungsi kesiswaan adalah rantai layanan pengembangan yang menyeimbangkan humanisme (seleksi diagnostik-inklusif) dengan kontrol sistematis (dokumentasi dan koordinasi), dan secara teoritis memperkuat konsep manajemen siswa dari masuk hingga lulus.Meskipun terbatas pada studi kasus tunggal dan non-longitudinal, implementasi ini berhasil dalam memperkuat disiplin, menanamkan akhlak mulia, dan menciptakan tata kelola sekolah adaptif, bahkan dengan anggaran terbatas yang diatasi melalui SOP, kolaborasi orang tua, dan kemitraan eksternal Manajemen kesiswaan menjadi isu strategis dalam peningkatan mutu sekolah karena menentukan keteraturan layanan peserta didik sejak penerimaan hingga kelulusan. Dalam konteks sekolah Islam terpadu, urgensi manajemen kesiswaan semakin tinggi karena sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan capaian akademik, tetapi juga menguatkan pembinaan karakter religius melalui program unggulan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen kesiswaan end-to-end berbasis SOP di SMP IT Daarul Hidayah, khususnya integrasi screening potensi, program tahfidzAeqirAAoatul kutub, serta dokumentasi administratif sebagai mekanisme kontrol mutu layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus; data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-e47e1.webp" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-e47e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-e47e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-e47e1.webp 1x" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." alt="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-0f692.webp" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-0f692.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-0f692.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-0f692.webp 1x" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." alt="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-2e9b0.webp" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-2e9b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-2e9b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-2e9b0.webp 1x" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." alt="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59388-siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis" title="JURIS - Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation." target="_blank">Comprehensive Student Management at SMP IT Daarul Hidayah: Integrating Potential Screening, the QirAAoatul Kutub Tahfidz Program, and Administrative Documentation.</a>: Melihat temuan penelitian ini mengenai manajemen kesiswaan yang komprehensif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi multi-kasus yang lebih mendalam tidak hanya membandingkan variasi SOP dan efektivitasnya di beberapa SMP IT, tetapi juga menganalisis bagaimana sekolah-sekolah tersebut secara adaptif merespons tantangan anggaran dan dinamika sosial budaya lokal dalam implementasi manajemen kesiswaan. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada inovasi strategis apa yang muncul dari sekolah dengan sumber daya terbatas namun berhasil mempertahankan kualitas pengembangan karakter dan akademik siswa. Kedua, selain pelacakan data longitudinal terkait disiplin dan prestasi akademik, studi masa depan bisa mengkaji dampak jangka panjang model manajemen kesiswaan berbasis SOP terhadap kesejahteraan psikologis siswa, motivasi internal untuk belajar, serta keberlanjutan pembentukan karakter religius mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Bagaimana pengalaman alumni yang telah melalui sistem ini berkontribusi pada kehidupan mereka di jenjang selanjutnya dapat menjadi fokus utama. Ketiga, mengingat potensi digitalisasi yang disebutkan, penelitian lebih lanjut dapat menguji secara empiris bagaimana integrasi sistem digital dalam administrasi kesiswaan tidak hanya meningkatkan keandalan dokumentasi dan kemudahan audit, melainkan juga secara signifikan memfasilitasi peningkatan keterlibatan orang tua dan mempercepat proses pengambilan keputusan strategis yang berbasis data oleh manajemen sekolah. Dengan demikian, penelitian ini akan mengidentifikasi model optimal untuk memaksimalkan kolaborasi antar-pemangku kepentingan demi perkembangan siswa yang lebih holistik dan berkelanjutan. Fokus pada aspek-aspek ini akan memperkaya pemahaman kita tentang manajemen kesiswaan yang adaptif dan berorientasi masa depan..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen kesiswaan di SMP IT Daarul Hidayah dilaksanakan secara menyeluruh berbasis SOP, mengintegrasikan perencanaan, PPDB, screening potensi, pengembangan akademik-karakter, program unggulan tahfidz-qirAAoatul kutub, serta penilaian komprehensif hingga evaluasi tahunan.Pendekatan ini menunjukkan bahwa fungsi kesiswaan adalah rantai layanan pengembangan yang menyeimbangkan humanisme (seleksi diagnostik-inklusif) dengan kontrol sistematis (dokumentasi dan koordinasi), dan secara teoritis memperkuat konsep manajemen siswa dari masuk hingga lulus.Meskipun terbatas pada studi kasus tunggal dan non-longitudinal, implementasi ini berhasil dalam memperkuat disiplin, menanamkan akhlak mulia, dan menciptakan tata kelola sekolah adaptif, bahkan dengan anggaran terbatas yang diatasi melalui SOP, kolaborasi orang tua, dan kemitraan eksternal
<br>Manajemen kesiswaan menjadi isu strategis dalam peningkatan mutu sekolah karena menentukan keteraturan layanan peserta didik sejak penerimaan hingga kelulusan. Dalam konteks sekolah Islam terpadu, urgensi manajemen kesiswaan semakin tinggi karena sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan capaian akademik, tetapi juga menguatkan pembinaan karakter religius melalui program unggulan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen kesiswaan end-to-end berbasis SOP di SMP IT Daarul Hidayah, khususnya integrasi screening potensi, program tahfidzAeqirAAoatul kutub, serta dokumentasi administratif sebagai mekanisme kontrol mutu layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus; data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-2e9b0.webp" type="image/webp" length="122634" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-e47e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-0f692.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/siswa-studi-multi-program-tahfidz-administrasi-bis-thumb-2e9b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-974-iaiannawawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18947-jurnal-tarbiyat-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59392-perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-tol</link>
	<guid isPermaLink="false">c38f91a5e368fa9fca56a6b6bbb67f7e</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 19:09:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piety social ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi setyono ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,counter,flag,piety,setyono,social]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada dampak jangka panjang pembelajaran kolaboratif terhadap sikap toleransi beragama mahasiswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah perubahan sikap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada dampak jangka panjang pembelajaran kolaboratif terhadap sikap toleransi beragama mahasiswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah perubahan sikap yang terjadi selama proses pembelajaran kolaboratif tetap bertahan dan berkembang setelah mahasiswa lulus dari universitas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan di berbagai disiplin ilmu dan tingkat pendidikan, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi sikap toleransi beragama secara lebih luas di masyarakat. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dosen sebagai fasilitator dalam pembelajaran kolaboratif dan bagaimana mereka dapat lebih efektif dalam memfasilitasi dialog dan refleksi mahasiswa tentang nilai-nilai Islam yang menekankan toleransi dan musyawarah dalam menghadapi perbedaan.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui proses pembelajaran yang menekankan kerjasama, dialog, dan interaksi dalam kelompok heterogen, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif tetapi juga mengalami transformasi dalam sikap dan perspektif mereka terhadap perbedaan-perbedaan agama.Pembelajaran kolaboratif dapat menciptakan ruang dialog yang aman dan setara, memungkinkan mahasiswa untuk mengekspresikan pendapat mereka, mendengarkan, dan menghormati pandangan orang lain.Perubahan dalam aspek partisipasi diskusi, kemampuan bekerja sama, sikap terhadap perbedaan, keterampilan mendengarkan, dan cara berargumen menunjukkan bahwa toleransi beragama tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi juga diinternalisasi melalui pengalaman belajar bersama.Khususnya bagi kelompok mahasiswa yang awalnya memiliki pemahaman agama yang kurang moderat, pembelajaran kolaboratif merupakan cara efektif untuk membangun kesadaran akan pentingnya sikap terbuka, dialogis, dan menghormati perbedaan.Pembelajaran kolaboratif merupakan pendekatan strategis dalam mengajar Pendidikan Agama Islam di tingkat perguruan tinggi, khususnya untuk membentuk karakter yang moderat dan toleran dalam masyarakat yang pluralistik.Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan rahmat, keadilan, dan penghormatan terhadap keragaman sebagai bagian dari sunnah dalam kehidupan sosial Pembelajaran kolaboratif dipandang sebagai pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan dimensi afektif dan sosial mahasiswa melalui interaksi, dialog, dan kerja sama lintas perspektif. Melalui proses kolaborasi dalam kelompok yang heterogen, mahasiswa tidak hanya belajar memahami materi akademik, tetapi juga belajar menghargai perbedaan, membangun empati, serta mengembangkan sikap saling menghormati dalam konteks keberagaman beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pembelajaran kolaboratif sebagai sarana strategis dalam menumbuhkan sikap toleransi beragama pada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-45574.webp" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-45574.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-45574.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-45574.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" alt="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-57d17.webp" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-57d17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-57d17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-57d17.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" alt="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-25c8e.webp" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-25c8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-25c8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-25c8e.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" alt="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59392-perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-tol" title="JURIS - Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment" target="_blank">Collaborative Learning Strategies to Increase Religious Tolerance in Students: Building an Inclusive and Moderate Attitude in the Campus Environment</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada dampak jangka panjang pembelajaran kolaboratif terhadap sikap toleransi beragama mahasiswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah perubahan sikap yang terjadi selama proses pembelajaran kolaboratif tetap bertahan dan berkembang setelah mahasiswa lulus dari universitas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan di berbagai disiplin ilmu dan tingkat pendidikan, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi sikap toleransi beragama secara lebih luas di masyarakat. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dosen sebagai fasilitator dalam pembelajaran kolaboratif dan bagaimana mereka dapat lebih efektif dalam memfasilitasi dialog dan refleksi mahasiswa tentang nilai-nilai Islam yang menekankan toleransi dan musyawarah dalam menghadapi perbedaan..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui proses pembelajaran yang menekankan kerjasama, dialog, dan interaksi dalam kelompok heterogen, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif tetapi juga mengalami transformasi dalam sikap dan perspektif mereka terhadap perbedaan-perbedaan agama.Pembelajaran kolaboratif dapat menciptakan ruang dialog yang aman dan setara, memungkinkan mahasiswa untuk mengekspresikan pendapat mereka, mendengarkan, dan menghormati pandangan orang lain.Perubahan dalam aspek partisipasi diskusi, kemampuan bekerja sama, sikap terhadap perbedaan, keterampilan mendengarkan, dan cara berargumen menunjukkan bahwa toleransi beragama tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi juga diinternalisasi melalui pengalaman belajar bersama.Khususnya bagi kelompok mahasiswa yang awalnya memiliki pemahaman agama yang kurang moderat, pembelajaran kolaboratif merupakan cara efektif untuk membangun kesadaran akan pentingnya sikap terbuka, dialogis, dan menghormati perbedaan.Pembelajaran kolaboratif merupakan pendekatan strategis dalam mengajar Pendidikan Agama Islam di tingkat perguruan tinggi, khususnya untuk membentuk karakter yang moderat dan toleran dalam masyarakat yang pluralistik.Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan rahmat, keadilan, dan penghormatan terhadap keragaman sebagai bagian dari sunnah dalam kehidupan sosial
<br>Pembelajaran kolaboratif dipandang sebagai pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan dimensi afektif dan sosial mahasiswa melalui interaksi, dialog, dan kerja sama lintas perspektif. Melalui proses kolaborasi dalam kelompok yang heterogen, mahasiswa tidak hanya belajar memahami materi akademik, tetapi juga belajar menghargai perbedaan, membangun empati, serta mengembangkan sikap saling menghormati dalam konteks keberagaman beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pembelajaran kolaboratif sebagai sarana strategis dalam menumbuhkan sikap toleransi beragama pada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-25c8e.webp" type="image/webp" length="112944" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-45574.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-57d17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/perubahan-sikap-pembelajaran-kolaboratif-toleransi-thumb-25c8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-974-iaiannawawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18947-jurnal-tarbiyat-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59386-digital-analisis-status-hukum-kontrak-kekuatan-huk</link>
	<guid isPermaLink="false">19145dff986e1e25644a16bf0669bd6f</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 14:39:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yeni nuraeni ]]></category>
	<category><![CDATA[ ida nurlinda ]]></category>
	<category><![CDATA[ 36a kuningan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[36a,ida,kuningan,nuraeni,nurlinda,yeni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pembuat undang-undang mengkodefikasi aturan MoU khusus saat memperbarui hukum kontrak nasional untuk memastikan kepastian hukum yang berkelanjutan. Praktisi hukum juga disarankan untuk menyusun klausul ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pembuat undang-undang mengkodefikasi aturan MoU khusus saat memperbarui hukum kontrak nasional untuk memastikan kepastian hukum yang berkelanjutan. Praktisi hukum juga disarankan untuk menyusun klausul hak, kewajiban, dan sanksi yang eksplisit dalam MoU sewa untuk memastikan kekuatan eksekutorinya. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan dasar bagi praktisi hukum untuk dipertimbangkan saat menyusun MoU yang melindungi dan akuntabel.. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa MoU dapat dianggap sebagai perjanjian yang sah.Kesimpulan ini didukung oleh Jurisprudensi Mahkamah Agung Indonesia No.1788/K/Pdt/2014, yang mengakui bahwa MoU yang menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak memenuhi persyaratan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.Status hukum MoU dapat dianalisis melalui substansinya.MoU yang menimbulkan kerugian materiil dalam hal pelanggaran dan menetapkan sanksi yang jelas untuk ketidakpatuhan dapat diakui sebagai memiliki kekuatan hukum yang setara dengan kontrak.Pengakuan ini konsisten dengan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang mewujudkan prinsip kebebasan berkontrak.Namun, kerangka hukum yang mengatur MoU tetap tidak lengkap karena hukum positif Indonesia tidak mengandung ketentuan khusus yang mengatur instrumen-instrumen ini.Karena hukum positif Indonesia tidak mengatur MoU secara khusus, hakim umumnya membatasi penilaian pada substansi setiap instrumen.Di mana pihak-pihak menempati posisi tawar yang tidak setara dan satu pihak tidak bebas untuk mengekspresikan niatnya selama pembentukan MoU, hakim dapat menafsirkan instrumen tersebut berdasarkan prinsip itikad baik.Hal ini memerlukan legislator untuk mengatur MoU sebagai memiliki status yang sama dengan perjanjian.MoU yang memenuhi persyaratan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat memiliki kekuatan hukum yang mengikat Memorandum of Understanding (MoU) sering disalahpahami sebagai hanya perjanjian moral tanpa kekuatan mengikat. Ketidakhadiran peraturan khusus dalam hukum positif menyebabkan ketidakpastian hukum yang bertentangan dengan semangat Sustainable Development Goal (SDG) 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat) dalam mencapai tata kelola ekonomi yang akuntabel. Tujuan: Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum dan kekuatan MoU sebagai perjanjian yang sah dalam hukum perjanjian. Metode: Dilakukan studi hukum normatif-deskriptif untuk memeriksa masalah melalui interpretasi doktrinal dan analisis putusan pengadilan. Hasil: Hasilnya mengacu pada Putusan Mahkamah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-5baa5.webp" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-5baa5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-5baa5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-5baa5.webp 1x" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" alt="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-8c80e.webp" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-8c80e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-8c80e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-8c80e.webp 1x" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" alt="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-9f7e6.webp" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-9f7e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-9f7e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-9f7e6.webp 1x" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" alt="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59386-digital-analisis-status-hukum-kontrak-kekuatan-huk" title="JURIS - Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia" target="_blank">Legal Status and Force of Memorandum of Understanding as Valid Agreement in Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pembuat undang-undang mengkodefikasi aturan MoU khusus saat memperbarui hukum kontrak nasional untuk memastikan kepastian hukum yang berkelanjutan. Praktisi hukum juga disarankan untuk menyusun klausul hak, kewajiban, dan sanksi yang eksplisit dalam MoU sewa untuk memastikan kekuatan eksekutorinya. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan dasar bagi praktisi hukum untuk dipertimbangkan saat menyusun MoU yang melindungi dan akuntabel..
<br>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa MoU dapat dianggap sebagai perjanjian yang sah.Kesimpulan ini didukung oleh Jurisprudensi Mahkamah Agung Indonesia No.1788/K/Pdt/2014, yang mengakui bahwa MoU yang menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak memenuhi persyaratan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.Status hukum MoU dapat dianalisis melalui substansinya.MoU yang menimbulkan kerugian materiil dalam hal pelanggaran dan menetapkan sanksi yang jelas untuk ketidakpatuhan dapat diakui sebagai memiliki kekuatan hukum yang setara dengan kontrak.Pengakuan ini konsisten dengan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang mewujudkan prinsip kebebasan berkontrak.Namun, kerangka hukum yang mengatur MoU tetap tidak lengkap karena hukum positif Indonesia tidak mengandung ketentuan khusus yang mengatur instrumen-instrumen ini.Karena hukum positif Indonesia tidak mengatur MoU secara khusus, hakim umumnya membatasi penilaian pada substansi setiap instrumen.Di mana pihak-pihak menempati posisi tawar yang tidak setara dan satu pihak tidak bebas untuk mengekspresikan niatnya selama pembentukan MoU, hakim dapat menafsirkan instrumen tersebut berdasarkan prinsip itikad baik.Hal ini memerlukan legislator untuk mengatur MoU sebagai memiliki status yang sama dengan perjanjian.MoU yang memenuhi persyaratan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat memiliki kekuatan hukum yang mengikat
<br>Memorandum of Understanding (MoU) sering disalahpahami sebagai hanya perjanjian moral tanpa kekuatan mengikat. Ketidakhadiran peraturan khusus dalam hukum positif menyebabkan ketidakpastian hukum yang bertentangan dengan semangat Sustainable Development Goal (SDG) 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat) dalam mencapai tata kelola ekonomi yang akuntabel. Tujuan: Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum dan kekuatan MoU sebagai perjanjian yang sah dalam hukum perjanjian. Metode: Dilakukan studi hukum normatif-deskriptif untuk memeriksa masalah melalui interpretasi doktrinal dan analisis putusan pengadilan. Hasil: Hasilnya mengacu pada Putusan Mahkamah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-5baa5.webp" type="image/webp" length="102580" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-5baa5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-8c80e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/digital-analisis-status-kontrak-kekuatan-memorandu-thumb-9f7e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-101-uniku.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18948-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59374-kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">83e4b3319bb07b8f1345cbddf8b7173f</guid>
	<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 13:22:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sakti lubis ]]></category>
	<category><![CDATA[ sitirejo ii ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ii,lubis,sakti,sitirejo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perluasan dataset citra digital PMK melalui kerja sama dengan peternakan, lembaga kesehatan hewan, dan petugas lapangan akan meningkatkan ukuran dan keragaman data, sehingga model CNN dapat dilatih lebih representatif dan mengurangi risiko overfitting. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa: Pertama, perluasan dataset citra digital PMK melalui kerja sama dengan peternakan, lembaga kesehatan hewan, dan petugas lapangan akan meningkatkan ukuran dan keragaman data, sehingga model CNN dapat dilatih lebih representatif dan mengurangi risiko overfitting. Kedua, penelitian lebih lanjut tentang arsitektur jaringan saraf konvolusional yang lebih ringan, seperti MobileNetV3 atau EfficientNetAcB0, dapat meminimalkan memori dan mempercepat inferensi, memudahkan penerapan aplikasi pada perangkat mobile atau edge device di lapangan. Ketiga, integrasi multimodal dengan data sensor tambahan (suhu tubuh, suara,i IN metadata keberadaan hewan) bersama citra digital dapat memberikan konteks klinis lebih kaya, meningkatkan akurasi dan sensitivitas deteksi. Keempat, implementasi sistem deteksi berbasis realActime pada aplikasi mobile atau web akan memberikan kemudahan skrining segera di lokasi, mengurangi waktu tunggu diagnosis manual. Kelima, validasi lapangan dengan uji klinis pada kelompok hewan yang belum pernah diuji sebelumnya akan menilai performa sistem secara objektif di kondisi nyata. Keseluruhan, pengembangan tersebut diharapkan memperkuat solusi skrining PMK, memperpanjang jangkauan layanan kesehatan hewan, dan menurunkan beban kerja petugas kesehatan hewan.. Pengujian menggunakan dataset pakar dengan CNN menghasilkan akurasi 100%, melebihi algoritma WEKA seperti SMO (90%), IBk (87%) dan Trees.Sistem deteksi otomatis berbasis CNN terbukti lebih efisien dan akurat dibandingkan penganalisis manual, mengurangi waktu diagnosis dan risiko kesalahan.Keterbatasan utama penelitian terletak pada ukuran dataset yang kecil dan kurang variatif, sehingga hasil 100% perlu diverifikasi dengan data yang lebih besar dan beragam Industri sapi diseluruh dunia menghadapi ancaman besar dari penyakit mulut dan kuku (PMK) karena virus menular. Di Kabupaten Sumbawa puncak PMK terjadi pada tahun 2022 sejumlah 12.814 ekor. Skrining pada PMK sangat penting dilakukan untuk deteksi dini dan pengobatan dini. Saat ini, deteksi yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan masih bersifat manual yang membutuhkan waktu 48 jam per satu hewan untuk mendapatkan hasil diagnosis dan rentan terhadap kesalahan. Tujuan peneliti akan membuat Prototype Sistem Deteksi Otomatis yang meliputi Aplikasi sistem deteksi otomatis penyakit mulut dan kuku (PMK) menggunakan App Designer (GUI) system-MATLAB dalam membantu Petugas Kesehatan Hewan saat mendiagnosis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-12e96.webp" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-12e96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-12e96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-12e96.webp 1x" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" alt="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-dae93.webp" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-dae93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-dae93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-dae93.webp 1x" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" alt="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-3d7f4.webp" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-3d7f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-3d7f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-3d7f4.webp 1x" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" alt="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59374-kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe" title="JURIS - Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa" target="_blank">Prototype Sistem Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Gambar Citra Digital Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Ternak di Kabupaten Sumbawa</a>: Pertama, perluasan dataset citra digital PMK melalui kerja sama dengan peternakan, lembaga kesehatan hewan, dan petugas lapangan akan meningkatkan ukuran dan keragaman data, sehingga model CNN dapat dilatih lebih representatif dan mengurangi risiko overfitting. Kedua, penelitian lebih lanjut tentang arsitektur jaringan saraf konvolusional yang lebih ringan, seperti MobileNetV3 atau EfficientNetAcB0, dapat meminimalkan memori dan mempercepat inferensi, memudahkan penerapan aplikasi pada perangkat mobile atau edge device di lapangan. Ketiga, integrasi multimodal dengan data sensor tambahan (suhu tubuh, suara,i IN metadata keberadaan hewan) bersama citra digital dapat memberikan konteks klinis lebih kaya, meningkatkan akurasi dan sensitivitas deteksi. Keempat, implementasi sistem deteksi berbasis realActime pada aplikasi mobile atau web akan memberikan kemudahan skrining segera di lokasi, mengurangi waktu tunggu diagnosis manual. Kelima, validasi lapangan dengan uji klinis pada kelompok hewan yang belum pernah diuji sebelumnya akan menilai performa sistem secara objektif di kondisi nyata. Keseluruhan, pengembangan tersebut diharapkan memperkuat solusi skrining PMK, memperpanjang jangkauan layanan kesehatan hewan, dan menurunkan beban kerja petugas kesehatan hewan..
<br>Pengujian menggunakan dataset pakar dengan CNN menghasilkan akurasi 100%, melebihi algoritma WEKA seperti SMO (90%), IBk (87%) dan Trees.Sistem deteksi otomatis berbasis CNN terbukti lebih efisien dan akurat dibandingkan penganalisis manual, mengurangi waktu diagnosis dan risiko kesalahan.Keterbatasan utama penelitian terletak pada ukuran dataset yang kecil dan kurang variatif, sehingga hasil 100% perlu diverifikasi dengan data yang lebih besar dan beragam
<br>Industri sapi diseluruh dunia menghadapi ancaman besar dari penyakit mulut dan kuku (PMK) karena virus menular. Di Kabupaten Sumbawa puncak PMK terjadi pada tahun 2022 sejumlah 12.814 ekor. Skrining pada PMK sangat penting dilakukan untuk deteksi dini dan pengobatan dini. Saat ini, deteksi yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan masih bersifat manual yang membutuhkan waktu 48 jam per satu hewan untuk mendapatkan hasil diagnosis dan rentan terhadap kesalahan. Tujuan peneliti akan membuat Prototype Sistem Deteksi Otomatis yang meliputi Aplikasi sistem deteksi otomatis penyakit mulut dan kuku (PMK) menggunakan App Designer (GUI) system-MATLAB dalam membantu Petugas Kesehatan Hewan saat mendiagnosis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-3d7f4.webp" type="image/webp" length="130764" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-12e96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-dae93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/kesehatan-hewan-desain-prototype-sistem-deteksi-pe-thumb-3d7f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1534-fkpt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13576-bulletin-information-technology-bit.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 18 Aug 2026 19:53:06 +0700. 12 items. Served in: 5.328 seconds [rss] -->
