<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 26 Sep 2026 05:50:18 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 26 Sep 2026 05:50:18 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-26T05:50:18+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K Medoids ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K Medoids ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K Medoids ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69224-santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m</link>
	<guid isPermaLink="false">14160a27e775cea94970bf16dd164fac</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 20:22:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anto anto 48 ]]></category>
	<category><![CDATA[ lies hartono ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[48,anto,hartono,lies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma clustering lain seperti K-Means atau DBSCAN untuk membandingkan akurasinya dalam pengelompokkan santri. Selain itu, peneliti juga bisa mengeksplorasi penggunaan atribut tambahan seperti kebiasaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma clustering lain seperti K-Means atau DBSCAN untuk membandingkan akurasinya dalam pengelompokkan santri. Selain itu, peneliti juga bisa mengeksplorasi penggunaan atribut tambahan seperti kebiasaan belajar atau aktivitas ekstrakurikuler sebagai parameter pengelompokan. Terakhir, pengembangan sistem berbasis web atau mobile untuk memudahkan pihak pesantren dalam mengakses hasil clustering secara real-time dapat menjadi arah studi yang relevan.. Berdasarkan penelitain yang telah dilakukan, dengan adanya aplikasi clustering, pihak pesantren lebih mudah dalam mengelompokkan santri sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sehingga dapat terhindar dari kesalahan dalam santri.Performansi kedua metode pengukuran jarak tersebut menunjukkan nilai DBI Manhattan lebih baik daripada minkowski dimana nilai DBI Manhattan sebesar -0,0869 dan minkowski sebesar -0,3061, hal ini menunjukkan performa manhattan distance lebih baik dibanding minkowski dalam melakukan pengelompokkan santri Clustering merupakan suatu proses pengelompokkan data, observasi atau mengelompokkan kelas yang memiliki kesamaan objek. Pondok pesantren daarul ilmi boarding school juga harus melakukan pengelompokkan atau clustering terhadap santrinya untuk memaksimalkan proses pengajaran. Pondok pesantren tersebut belum memiliki sebuah aplikasi komputer untuk pengelompokkan santri sehingga sering terjadi kesalahan dalam menempatkan santri sesuai kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak pesantren. Proses pengelompokkan santri dilakukan berdasarkan nilai ahlak, ibadah,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-3c9d9.webp" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-3c9d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-3c9d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-3c9d9.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" alt="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-c8b87.webp" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-c8b87.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-c8b87.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-c8b87.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" alt="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-ad4f9.webp" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-ad4f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-ad4f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-ad4f9.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" alt="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69224-santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m" title="JURIS - Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids" target="_blank">Implementasi Data Mining Untuk Pengelompokkan Santri Menggunakan Metode K-Medoids</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma clustering lain seperti K-Means atau DBSCAN untuk membandingkan akurasinya dalam pengelompokkan santri. Selain itu, peneliti juga bisa mengeksplorasi penggunaan atribut tambahan seperti kebiasaan belajar atau aktivitas ekstrakurikuler sebagai parameter pengelompokan. Terakhir, pengembangan sistem berbasis web atau mobile untuk memudahkan pihak pesantren dalam mengakses hasil clustering secara real-time dapat menjadi arah studi yang relevan..
<br>Berdasarkan penelitain yang telah dilakukan, dengan adanya aplikasi clustering, pihak pesantren lebih mudah dalam mengelompokkan santri sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sehingga dapat terhindar dari kesalahan dalam santri.Performansi kedua metode pengukuran jarak tersebut menunjukkan nilai DBI Manhattan lebih baik daripada minkowski dimana nilai DBI Manhattan sebesar -0,0869 dan minkowski sebesar -0,3061, hal ini menunjukkan performa manhattan distance lebih baik dibanding minkowski dalam melakukan pengelompokkan santri
<br>Clustering merupakan suatu proses pengelompokkan data, observasi atau mengelompokkan kelas yang memiliki kesamaan objek. Pondok pesantren daarul ilmi boarding school juga harus melakukan pengelompokkan atau clustering terhadap santrinya untuk memaksimalkan proses pengajaran. Pondok pesantren tersebut belum memiliki sebuah aplikasi komputer untuk pengelompokkan santri sehingga sering terjadi kesalahan dalam menempatkan santri sesuai kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak pesantren. Proses pengelompokkan santri dilakukan berdasarkan nilai ahlak, ibadah,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-c8b87.webp" type="image/webp" length="86240" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-3c9d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-c8b87.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/santri-pondok-pesantren-clustering-data-mining-k-m-thumb-ad4f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K Nearest Neighbor Method ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K Nearest Neighbor Method ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K Nearest Neighbor Method ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69213-ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-ekon</link>
	<guid isPermaLink="false">82f500e017054c361bf73445adc7896c</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 20:12:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anto anto 14 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[14,anto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode hybrid yang menggabungkan KNN dengan algoritma lain untuk meningkatkan akurasi prediksi kelayakan penerima bantuan sosial. 2. Penelitian perlu memperluas cakupan data dengan memasukkan variabel tambahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method: 1. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode hybrid yang menggabungkan KNN dengan algoritma lain untuk meningkatkan akurasi prediksi kelayakan penerima bantuan sosial. 2. Penelitian perlu memperluas cakupan data dengan memasukkan variabel tambahan seperti kondisi kesehatan atau riwayat penerimaan bantuan sebelumnya. 3. Studi tentang dampak implementasi sistem klasifikasi otomatis pada efisiensi distribusi bantuan sosial di berbagai gereja atau lembaga keagamaan lainnya dapat menjadi arah penelitian baru.. Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi klasifikasi kelayakan penerima bantuan sosial menggunakan metode K-Nearest Neighbor yang menunjukkan akurasi tinggi.Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam menentukan jemaat yang layak menerima bantuan sosial.Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan kualitas data dan integrasi dengan metode lain untuk meningkatkan akurasi Klasifikasi data adalah proses penggelompokkan data berdasarkan atribut-atribut (Pekerjaan Jemaat, Tanggungan Jemaat, Status Rumah Jemaat, dan Penghasilan Jemaat). Permasalahan yang terjadi saat ini adalah seringkali terjadi pendataan penerima bantuan sosial jemaat yang tidak tepat sasaran, sehingga apabila ada bantuan sosial masuk kedalam gereja diberikan kepada jemaat yang sebenarnya kurang mampu namun beralih kepada jemaat yang mampu sehingga menimbulkan kekeliruan antar jemaat yang satu dengan yang lainnya. Hasil data yang telah diklasifikasikan menurut tingkat ekonomi jemaat data inilah yang akan menjadi acuan saat pembagian bantuan sosial bagi jemaat agar tepat sasaran. Penelitian ini penulis menggunakan metode K-Nearest Neighbor atau... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-f1b5e.webp" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-f1b5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-f1b5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-f1b5e.webp 1x" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" alt="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9d43.webp" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9d43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9d43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9d43.webp 1x" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" alt="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9b86.webp" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9b86.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9b86.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9b86.webp 1x" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" alt="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69213-ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-ekon" title="JURIS - Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method" target="_blank">Classification Of Eligibility to Receive Social Assistance Using The K-Nearest Neighbor Method</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode hybrid yang menggabungkan KNN dengan algoritma lain untuk meningkatkan akurasi prediksi kelayakan penerima bantuan sosial. 2. Penelitian perlu memperluas cakupan data dengan memasukkan variabel tambahan seperti kondisi kesehatan atau riwayat penerimaan bantuan sebelumnya. 3. Studi tentang dampak implementasi sistem klasifikasi otomatis pada efisiensi distribusi bantuan sosial di berbagai gereja atau lembaga keagamaan lainnya dapat menjadi arah penelitian baru..
<br>Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi klasifikasi kelayakan penerima bantuan sosial menggunakan metode K-Nearest Neighbor yang menunjukkan akurasi tinggi.Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam menentukan jemaat yang layak menerima bantuan sosial.Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan kualitas data dan integrasi dengan metode lain untuk meningkatkan akurasi
<br>Klasifikasi data adalah proses penggelompokkan data berdasarkan atribut-atribut (Pekerjaan Jemaat, Tanggungan Jemaat, Status Rumah Jemaat, dan Penghasilan Jemaat). Permasalahan yang terjadi saat ini adalah seringkali terjadi pendataan penerima bantuan sosial jemaat yang tidak tepat sasaran, sehingga apabila ada bantuan sosial masuk kedalam gereja diberikan kepada jemaat yang sebenarnya kurang mampu namun beralih kepada jemaat yang mampu sehingga menimbulkan kekeliruan antar jemaat yang satu dengan yang lainnya. Hasil data yang telah diklasifikasikan menurut tingkat ekonomi jemaat data inilah yang akan menjadi acuan saat pembagian bantuan sosial bagi jemaat agar tepat sasaran. Penelitian ini penulis menggunakan metode K-Nearest Neighbor atau...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9b86.webp" type="image/webp" length="140208" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-f1b5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9d43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/ekonomi-jemaat-situasi-belanja-bantuan-sosial-impl-thumb-c9b86.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al MAwardAos al AukAm al SulAniyyah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al MAwardAos al AukAm al SulAniyyah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al MAwardAos al AukAm al SulAniyyah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69220-bughat-al-maward-social-construction-law-abbasi</link>
	<guid isPermaLink="false">247b12869c5a3c2799b10729cd4325dc</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:47:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,fees,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konstruksi hukum bughAt diterapkan dalam konteks politik modern, terutama dalam kasus di mana otoritas negara menghadapi resistensi non-kekerasan. Selain itu, analisis perbandingan antara pendekatan al-MAward ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konstruksi hukum bughAt diterapkan dalam konteks politik modern, terutama dalam kasus di mana otoritas negara menghadapi resistensi non-kekerasan. Selain itu, analisis perbandingan antara pendekatan al-MAward dengan madzhab hukum lain seperti Hanafi atau Maliki dapat mengungkap variasi dalam mekanisme legitimasi kekuasaan. Terakhir, studi tentang dampak fatwa modern terhadap marginalisasi kelompok tertentu dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan struktur eksklusi yang dibangun oleh hukum klasik.. Penelitian ini menunjukkan bahwa fiqh klasik adalah alat legitimasi hegemoni yang secara historis intrinsik, mengungkap mekanisme eksklusi yang mendasari pemeliharaan otoritas terpusat.Klasik fiqh tidak hanya mengatur kekerasan, tetapi juga menghasilkannya melalui konstruksi hukum yang berfungsi sebagai teknologi kekuasaan.Temuan ini mengubah pandangan tradisional tentang bughAt sebagai kerangka perlindungan menjadi pengakuan bahwa hukum tersebut dirancang untuk memperkuat otoritas negara melalui mekanisme eksklusi yang terstruktur Hukum Islam tentang pemberontakan (bughAt) secara tradisional diinterpretasikan sebagai kerangka perlindungan atau derivasi teologis netral yang dirancang untuk mengatur konflik politik internal. Menantang interpretasi statis ini, studi ini menggunakan dekonstruksi genealogis yang disintesiskan dengan kerangka konstruksi sosial dan kekuasaan/pengetahuan untuk meneliti al-AukAm al-SulAniyyah karya al-MAward sebagai artefak kelangsungan hidup kekaisaran. Temuan menunjukkan bahwa formulasi bughAt al-MAward berfungsi sebagai 'teknologi kekuasaan' yang dirancang untuk mengurangi ketidakmampuan material Khilafah Abbasiyah di bawah hegemoni Buwayhid. Dengan membangun 'fiksi hukum' dari kedaulatan simbolik, teks memanfaatkan ambiguitas antara pemberontakan dan perampokan (hirAbah). Arsitektur... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-326c6.webp" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-326c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-326c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-326c6.webp 1x" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" alt="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-c8738.webp" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-c8738.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-c8738.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-c8738.webp 1x" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" alt="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-1cd22.webp" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-1cd22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-1cd22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-1cd22.webp 1x" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" alt="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69220-bughat-al-maward-social-construction-law-abbasi" title="JURIS - The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah" target="_blank">The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-MAwardAos al-AukAm al-SulAniyyah</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konstruksi hukum bughAt diterapkan dalam konteks politik modern, terutama dalam kasus di mana otoritas negara menghadapi resistensi non-kekerasan. Selain itu, analisis perbandingan antara pendekatan al-MAward dengan madzhab hukum lain seperti Hanafi atau Maliki dapat mengungkap variasi dalam mekanisme legitimasi kekuasaan. Terakhir, studi tentang dampak fatwa modern terhadap marginalisasi kelompok tertentu dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan struktur eksklusi yang dibangun oleh hukum klasik..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa fiqh klasik adalah alat legitimasi hegemoni yang secara historis intrinsik, mengungkap mekanisme eksklusi yang mendasari pemeliharaan otoritas terpusat.Klasik fiqh tidak hanya mengatur kekerasan, tetapi juga menghasilkannya melalui konstruksi hukum yang berfungsi sebagai teknologi kekuasaan.Temuan ini mengubah pandangan tradisional tentang bughAt sebagai kerangka perlindungan menjadi pengakuan bahwa hukum tersebut dirancang untuk memperkuat otoritas negara melalui mekanisme eksklusi yang terstruktur
<br>Hukum Islam tentang pemberontakan (bughAt) secara tradisional diinterpretasikan sebagai kerangka perlindungan atau derivasi teologis netral yang dirancang untuk mengatur konflik politik internal. Menantang interpretasi statis ini, studi ini menggunakan dekonstruksi genealogis yang disintesiskan dengan kerangka konstruksi sosial dan kekuasaan/pengetahuan untuk meneliti al-AukAm al-SulAniyyah karya al-MAward sebagai artefak kelangsungan hidup kekaisaran. Temuan menunjukkan bahwa formulasi bughAt al-MAward berfungsi sebagai 'teknologi kekuasaan' yang dirancang untuk mengurangi ketidakmampuan material Khilafah Abbasiyah di bawah hegemoni Buwayhid. Dengan membangun 'fiksi hukum' dari kedaulatan simbolik, teks memanfaatkan ambiguitas antara pemberontakan dan perampokan (hirAbah). Arsitektur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-1cd22.webp" type="image/webp" length="146742" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-326c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-c8738.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/bughat-al-maward-social-construction-law-abbasid-p-thumb-1cd22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7720-pesma-annur.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21269-nur-international-journal-islamic-thought.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69226-lokasi-wisata-belanja-text-mining</link>
	<guid isPermaLink="false">08322dc5927d2e958c4c4a672d26ad0a</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:33:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anto anto 48 ]]></category>
	<category><![CDATA[ lies hartono ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[48,anto,hartono,lies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Mengembangkan sistem dengan dataset yang lebih luas untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. 2. Menerapkan algoritma machine learning lain untuk meningkatkan presisi analisis sentimen. 3. Mengintegrasikan sistem ini ke platform media sosial lain seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining: 1. Mengembangkan sistem dengan dataset yang lebih luas untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. 2. Menerapkan algoritma machine learning lain untuk meningkatkan presisi analisis sentimen. 3. Mengintegrasikan sistem ini ke platform media sosial lain seperti Facebook atau LinkedIn untuk mengevaluasi skalabilitas dan adaptabilitas teknologi.. Penelitian ini berhasil mencapai tujuan dengan menghasilkan aplikasi rekomendasi lokasi wisata dan kuliner yang efektif.Aplikasi berjalan baik dengan dataset 73 komentar, namun memiliki keterbatasan dalam pengumpulan data secara real-time.Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan text mining dan analisis sentimen untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menemukan destinasi populer di media sosial Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan penilaian mengenai tempat wisata serta kuliner yang populer di media sosial (Instagram dan Twitter). Proses penelitian menggunakan pendekatan text mining, dimulai dengan pemrosesan teks (case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming) untuk menyaring komentar. Selanjutnya, pembobotan dilakukan menggunakan metode TF-IDF guna menentukan relevansi kata. Proses klasifikasi komentar berdasarkan nama lokasi dilakukan dengan algoritma Nayve Bayes, dilanjutkan dengan analisis sentimen untuk menilai komentar positif, negatif, atau netral.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-1fd34.webp" title="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-1fd34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-1fd34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-1fd34.webp 1x" title="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" alt="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-31a3a.webp" title="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-31a3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-31a3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-31a3a.webp 1x" title="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" alt="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69226-lokasi-wisata-belanja-text-mining" title="JURIS - Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining" target="_blank">Application Design Location Search Recommendations And Sentiment Analysis Using Text Mining</a>: 1. Mengembangkan sistem dengan dataset yang lebih luas untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. 2. Menerapkan algoritma machine learning lain untuk meningkatkan presisi analisis sentimen. 3. Mengintegrasikan sistem ini ke platform media sosial lain seperti Facebook atau LinkedIn untuk mengevaluasi skalabilitas dan adaptabilitas teknologi..
<br>Penelitian ini berhasil mencapai tujuan dengan menghasilkan aplikasi rekomendasi lokasi wisata dan kuliner yang efektif.Aplikasi berjalan baik dengan dataset 73 komentar, namun memiliki keterbatasan dalam pengumpulan data secara real-time.Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan text mining dan analisis sentimen untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menemukan destinasi populer di media sosial
<br>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan penilaian mengenai tempat wisata serta kuliner yang populer di media sosial (Instagram dan Twitter). Proses penelitian menggunakan pendekatan text mining, dimulai dengan pemrosesan teks (case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming) untuk menyaring komentar. Selanjutnya, pembobotan dilakukan menggunakan metode TF-IDF guna menentukan relevansi kata. Proses klasifikasi komentar berdasarkan nama lokasi dilakukan dengan algoritma Nayve Bayes, dilanjutkan dengan analisis sentimen untuk menilai komentar positif, negatif, atau netral....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-1fd34.webp" type="image/webp" length="107248" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-1fd34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/lokasi-wisata-belanja-text-mining-analisis-sentime-thumb-31a3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Paradox of the Sufi Sultanate Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Paradox of the Sufi Sultanate Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Paradox of the Sufi Sultanate Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69227-struktur-politik-nigeria-negara-m</link>
	<guid isPermaLink="false">04075c6080db76b8e21ddececc6d19f2</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:23:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,fees,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut tentang peran perguruan sufi dalam pemerintahan modern, khususnya bagaimana mereka beradaptasi dengan sistem hukum nasional. 2. Analisis ekonomi dan dampak struktural dari 'fiskalisasi sufi' pada pembentukan negara, dengan fokus ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft: 1. Penelitian lebih lanjut tentang peran perguruan sufi dalam pemerintahan modern, khususnya bagaimana mereka beradaptasi dengan sistem hukum nasional. 2. Analisis ekonomi dan dampak struktural dari 'fiskalisasi sufi' pada pembentukan negara, dengan fokus pada hubungan antara hibah dan penguasaan kekuasaan. 3. Studi tentang evolusi institusi sufi pasca-kejatuhan negara, termasuk bagaimana mereka mempertahankan pengaruh melalui budaya atau tradisi tanpa struktur politik formal, serta implikasinya terhadap identitas keagamaan masyarakat.. Studi ini menunjukkan bahwa 'Sultanat Sufi' bukanlah tipe institusi permanen, tetapi fase sementara 'kerangka revolusioner'.Infrastruktur mistis perguruan sufi tidak kompatibel secara ontologis dengan kebutuhan birokrasi negara.Konsep 'Transsubstantiasi Karismatik' menjelaskan bagaimana baraka volatil pemimpin sufi dikonversi menjadi otoritas legal-rasional.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kelangsungan negara memerlukan penghapusan perguruan sufi.Namun, penghapusan ini bersifat epistemik dan struktural, bukan penghapusan total praktik mistis.Budaya dan patronase sufi sering tetap bertahan sebagai wajah legitimasi Sejarah mencatat kejadian berulang di mana perguruan sufi berubah menjadi negara territorial, khususnya dalam Kekaisaran Safawi, Caliphate Sokoto, dan gerakan perlawanan Afrika Utara. Namun, studi akademik sering menggabungkan identitas mistis pendiri dengan realitas administratif politik ini, mengasumsikan keberlanjutan 'pemerintahan sufi' yang dibantah oleh bukti empiris. Studi ini menggunakan analisis historis komparatif untuk mendekonstruksi 'Sultanat Sufi' sebagai tipe politik. Dengan membandingkan fiskalisasi Naqshbandi di Asia Tengah, mobilisasi QAdir di Afrika Barat, dan tribalisasi Sans di Libya, penelitian ini mengisolasi mekanisme struktural pembentukan negara. Temuan menunjukkan proses konsisten 'penghapusan epistemik', di mana ikatan murshid-murd yang esensial untuk mobilisasi awal secara sistematis dihancurkan atau 'transsubstantiasi' otoritas legal-rasional setelah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-2edf2.webp" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-2edf2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-2edf2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-2edf2.webp 1x" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" alt="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-1ae95.webp" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-1ae95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-1ae95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-1ae95.webp 1x" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" alt="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-64fef.webp" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-64fef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-64fef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-64fef.webp 1x" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" alt="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69227-struktur-politik-nigeria-negara-m" title="JURIS - The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft" target="_blank">The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft</a>: 1. Penelitian lebih lanjut tentang peran perguruan sufi dalam pemerintahan modern, khususnya bagaimana mereka beradaptasi dengan sistem hukum nasional. 2. Analisis ekonomi dan dampak struktural dari 'fiskalisasi sufi' pada pembentukan negara, dengan fokus pada hubungan antara hibah dan penguasaan kekuasaan. 3. Studi tentang evolusi institusi sufi pasca-kejatuhan negara, termasuk bagaimana mereka mempertahankan pengaruh melalui budaya atau tradisi tanpa struktur politik formal, serta implikasinya terhadap identitas keagamaan masyarakat..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa 'Sultanat Sufi' bukanlah tipe institusi permanen, tetapi fase sementara 'kerangka revolusioner'.Infrastruktur mistis perguruan sufi tidak kompatibel secara ontologis dengan kebutuhan birokrasi negara.Konsep 'Transsubstantiasi Karismatik' menjelaskan bagaimana baraka volatil pemimpin sufi dikonversi menjadi otoritas legal-rasional.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kelangsungan negara memerlukan penghapusan perguruan sufi.Namun, penghapusan ini bersifat epistemik dan struktural, bukan penghapusan total praktik mistis.Budaya dan patronase sufi sering tetap bertahan sebagai wajah legitimasi
<br>Sejarah mencatat kejadian berulang di mana perguruan sufi berubah menjadi negara territorial, khususnya dalam Kekaisaran Safawi, Caliphate Sokoto, dan gerakan perlawanan Afrika Utara. Namun, studi akademik sering menggabungkan identitas mistis pendiri dengan realitas administratif politik ini, mengasumsikan keberlanjutan 'pemerintahan sufi' yang dibantah oleh bukti empiris. Studi ini menggunakan analisis historis komparatif untuk mendekonstruksi 'Sultanat Sufi' sebagai tipe politik. Dengan membandingkan fiskalisasi Naqshbandi di Asia Tengah, mobilisasi QAdir di Afrika Barat, dan tribalisasi Sans di Libya, penelitian ini mengisolasi mekanisme struktural pembentukan negara. Temuan menunjukkan proses konsisten 'penghapusan epistemik', di mana ikatan murshid-murd yang esensial untuk mobilisasi awal secara sistematis dihancurkan atau 'transsubstantiasi' otoritas legal-rasional setelah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-1ae95.webp" type="image/webp" length="142940" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-2edf2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-1ae95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/struktur-politik-nigeria-negara-mem-sufi-sultanate-thumb-64fef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7720-pesma-annur.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21269-nur-international-journal-islamic-thought.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementation of the Hash Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementation of the Hash Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementation of the Hash Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69217-teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">95e7e288fbca4c74d9af178e98d360a0</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:13:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based method ]]></category>
	<category><![CDATA[ ayu fitriana ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ayu,based,fitriana,method,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penerapan algoritma Hash-Based pada apotek lain dengan variasi lokasi atau jenis obat untuk menguji generalisasi hasil. Selain itu, studi dapat memperluas periode pengumpulan data untuk mengamati tren jangka panjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penerapan algoritma Hash-Based pada apotek lain dengan variasi lokasi atau jenis obat untuk menguji generalisasi hasil. Selain itu, studi dapat memperluas periode pengumpulan data untuk mengamati tren jangka panjang dan perubahan pola pembelian. Terakhir, penelitian dapat mengintegrasikan faktor demografi pelanggan atau preferensi spesifik untuk meningkatkan akurasi rekomendasi produk, sehingga strategi penjualan lebih personal dan efektif.. Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan Algoritma Hash Based pada data transaksi penjualan obat di Apotek Permata Sejahtera, ditemukan sebanyak 37 kombinasi itemset obat yang sering dibeli secara bersamaan oleh pelanggan, dengan tingkat support minimal 40% dan confidence minimal 80%.Temuan ini menunjukkan adanya pola pembelian yang konsisten, terutama pada obat-obatan seperti Amoxicillin, Asam Mefenamat, Dexteem Plus, dan Voltadex.Hasil ini menggambarkan keterkaitan antar obat dan memberikan dampak praktis dalam tata letak obat yang lebih efisien, memudahkan proses pengambilan oleh petugas dan pelanggan, serta mempercepat layanan.Selain itu, apotek dapat merancang strategi stok dan pengadaan obat yang lebih tepat sasaran, menghindari kekosongan produk dengan tingkat permintaan tinggi.Kombinasi produk yang sering dibeli bersama juga berpotensi dijadikan dasar untuk promosi bundling atau penawaran khusus guna meningkatkan penjualan Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku usaha di bidang kesehatan seperti apotek dituntut untuk mampu memanfaatkan data transaksi secara optimal. Apotek Permata Sejahtera mengalami peningkatan volume transaksi penjualan setiap harinya, yang menyebabkan penumpukan data tanpa analisis lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengidentifikasi keterkaitan antar produk obat yang sering dibeli bersamaan oleh konsumen guna mendukung strategi penjualan dan penataan produk. Penelitian ini menggunakan algoritma Hash Based untuk menemukan pola asosiasi dari data transaksi penjualan obat selama bulan Februari hingga September 2024. Tahapan penelitian meliputi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-873b8.webp" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-873b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-873b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-873b8.webp 1x" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" alt="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-8392f.webp" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-8392f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-8392f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-8392f.webp 1x" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" alt="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-f73c4.webp" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-f73c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-f73c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-f73c4.webp 1x" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" alt="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69217-teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-pe" title="JURIS - Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy" target="_blank">Implementation of the Hash-Based Algorithm for Analyzing Drug Sales Patterns at Permata Pharmacy</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penerapan algoritma Hash-Based pada apotek lain dengan variasi lokasi atau jenis obat untuk menguji generalisasi hasil. Selain itu, studi dapat memperluas periode pengumpulan data untuk mengamati tren jangka panjang dan perubahan pola pembelian. Terakhir, penelitian dapat mengintegrasikan faktor demografi pelanggan atau preferensi spesifik untuk meningkatkan akurasi rekomendasi produk, sehingga strategi penjualan lebih personal dan efektif..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan Algoritma Hash Based pada data transaksi penjualan obat di Apotek Permata Sejahtera, ditemukan sebanyak 37 kombinasi itemset obat yang sering dibeli secara bersamaan oleh pelanggan, dengan tingkat support minimal 40% dan confidence minimal 80%.Temuan ini menunjukkan adanya pola pembelian yang konsisten, terutama pada obat-obatan seperti Amoxicillin, Asam Mefenamat, Dexteem Plus, dan Voltadex.Hasil ini menggambarkan keterkaitan antar obat dan memberikan dampak praktis dalam tata letak obat yang lebih efisien, memudahkan proses pengambilan oleh petugas dan pelanggan, serta mempercepat layanan.Selain itu, apotek dapat merancang strategi stok dan pengadaan obat yang lebih tepat sasaran, menghindari kekosongan produk dengan tingkat permintaan tinggi.Kombinasi produk yang sering dibeli bersama juga berpotensi dijadikan dasar untuk promosi bundling atau penawaran khusus guna meningkatkan penjualan
<br>Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku usaha di bidang kesehatan seperti apotek dituntut untuk mampu memanfaatkan data transaksi secara optimal. Apotek Permata Sejahtera mengalami peningkatan volume transaksi penjualan setiap harinya, yang menyebabkan penumpukan data tanpa analisis lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengidentifikasi keterkaitan antar produk obat yang sering dibeli bersamaan oleh konsumen guna mendukung strategi penjualan dan penataan produk. Penelitian ini menggunakan algoritma Hash Based untuk menemukan pola asosiasi dari data transaksi penjualan obat selama bulan Februari hingga September 2024. Tahapan penelitian meliputi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-8392f.webp" type="image/webp" length="101940" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-873b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-8392f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/teknik-pengumpulan-data-produk-obat-tradisional-re-thumb-f73c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Lansia Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Lansia Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Lansia Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69229-aplikasi-ramah-lansia-digital</link>
	<guid isPermaLink="false">af759d38a130cc23abafa537e357fef8</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:06:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ slot mahjong ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot gacor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gacor,header,mahjong,page,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi khusus untuk deteksi hoaks yang lebih sederhana dan intuitif bagi lansia. Penelitian lain bisa fokus pada pembentukan komunitas mentor lansia yang memahami teknologi untuk membantu sesama lansia. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi khusus untuk deteksi hoaks yang lebih sederhana dan intuitif bagi lansia. Penelitian lain bisa fokus pada pembentukan komunitas mentor lansia yang memahami teknologi untuk membantu sesama lansia. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pelatihan digital safety rutin di tingkat kelurahan dapat menjadi arah studi baru. Penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan media sosial lokal sebagai platform edukasi digital untuk lansia. Peneliti dapat mengkaji efektivitas modul pelatihan berbasis video untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang keamanan data. Selain itu, studi lanjutan bisa mengidentifikasi tantangan spesifik lansia di daerah pedesaan dalam mengakses layanan digital. Penelitian juga perlu mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan literasi digital terhadap perilaku lansia dalam menghadapi informasi palsu. Arsitektur penelitian berikutnya bisa menitikberatkan pada pengembangan kebijakan protektif untuk lansia di ruang digital. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran keluarga dalam mendukung literasi digital lansia. Akhirnya, studi lanjutan dapat menggabungkan pendekatan teknologi dan sosial untuk menciptakan lingkungan digital yang ramah lansia.. Masyarakat lanjut usia rentan terhadap kejahatan digital karena keterbatasan literasi digital safety.Pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan sangat penting untuk melindungi lansia agar dapat beraktivitas secara aman di dunia digital.Edukasi harus dilakukan secara komunitas dan mencakup penggunaan aplikasi periksa fakta serta perlindungan data pribadi Masyarakat Lanjut Usia (Lansia) merupakan kelompok yang rentan mengalami kejahatan digital. Fenomena kejahatan digital yang mereka alami cukup bervariasi, mulai dari paparan hoaks dalam bidang kesehatan hingga penipuan bermotif perbankan melalui panggilan seluler. Edukasi literasi digital diperlukan untuk dilakukan secara komunitas, bukan individual. Metode penelitian mencakup pelatihan literasi digital, pendampingan teknis terkait hoaks, penggunaan aplikasi periksa fakta, dan bimbingan teknis untuk menjaga data pribadi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali hoaks dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-130b4.webp" title="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-130b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-130b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-130b4.webp 1x" title="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" alt="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-45fe6.webp" title="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-45fe6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-45fe6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-45fe6.webp 1x" title="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" alt="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69229-aplikasi-ramah-lansia-digital" title="JURIS - Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital" target="_blank">Lansia, Kelompok Masyarakat yang Rentan Mengalami Kejahatan Digital</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi khusus untuk deteksi hoaks yang lebih sederhana dan intuitif bagi lansia. Penelitian lain bisa fokus pada pembentukan komunitas mentor lansia yang memahami teknologi untuk membantu sesama lansia. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pelatihan digital safety rutin di tingkat kelurahan dapat menjadi arah studi baru. Penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan media sosial lokal sebagai platform edukasi digital untuk lansia. Peneliti dapat mengkaji efektivitas modul pelatihan berbasis video untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang keamanan data. Selain itu, studi lanjutan bisa mengidentifikasi tantangan spesifik lansia di daerah pedesaan dalam mengakses layanan digital. Penelitian juga perlu mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan literasi digital terhadap perilaku lansia dalam menghadapi informasi palsu. Arsitektur penelitian berikutnya bisa menitikberatkan pada pengembangan kebijakan protektif untuk lansia di ruang digital. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran keluarga dalam mendukung literasi digital lansia. Akhirnya, studi lanjutan dapat menggabungkan pendekatan teknologi dan sosial untuk menciptakan lingkungan digital yang ramah lansia..
<br>Masyarakat lanjut usia rentan terhadap kejahatan digital karena keterbatasan literasi digital safety.Pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan sangat penting untuk melindungi lansia agar dapat beraktivitas secara aman di dunia digital.Edukasi harus dilakukan secara komunitas dan mencakup penggunaan aplikasi periksa fakta serta perlindungan data pribadi
<br>Masyarakat Lanjut Usia (Lansia) merupakan kelompok yang rentan mengalami kejahatan digital. Fenomena kejahatan digital yang mereka alami cukup bervariasi, mulai dari paparan hoaks dalam bidang kesehatan hingga penipuan bermotif perbankan melalui panggilan seluler. Edukasi literasi digital diperlukan untuk dilakukan secara komunitas, bukan individual. Metode penelitian mencakup pelatihan literasi digital, pendampingan teknis terkait hoaks, penggunaan aplikasi periksa fakta, dan bimbingan teknis untuk menjaga data pribadi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali hoaks dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-130b4.webp" type="image/webp" length="63366" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-130b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/aplikasi-ramah-lansia-digital-literas-komunikasi-i-thumb-45fe6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-527-unm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19805-iptek-jurnal-hasil-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Algoritma K Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Algoritma K Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Algoritma K Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69208-siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-da</link>
	<guid isPermaLink="false">add0bfe02068cd60171861dc3da705e8</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:05:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anto anto 14 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[14,anto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas data sampel dari satu sekolah menjadi beberapa sekolah di wilayah berbeda untuk memastikan generalisasi hasil. Selain itu, metode analisis dapat dikembangkan dengan menggabungkan algoritma k-medoids ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas data sampel dari satu sekolah menjadi beberapa sekolah di wilayah berbeda untuk memastikan generalisasi hasil. Selain itu, metode analisis dapat dikembangkan dengan menggabungkan algoritma k-medoids dengan teknik lain seperti machine learning untuk meningkatkan akurasi pengelompokan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor non-akademik, seperti partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler atau motivasi belajar, sebagai parameter tambahan dalam proses clustering.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 9 Tarakan, implementasi metode k-medoids diterapkan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat keaktifan mereka.Dalam studi ini, 31 siswa kelas VIII-I Tahun Ajaran Genap 2022/2023 dianalisis menggunakan nilai akademik sebagai parameter utama.3 siswa masuk ke dalam cluster 'Sangat Berminat,' 4 siswa tergabung dalam cluster 'Berminat,' dan 24 siswa masuk ke dalam cluster 'Kurang Berminat.' Metode dalam k-medoids mengelompokkan data berdasarkan kesamaan, di mana setiap cluster memiliki satu objek sebagai pusat (medoid).Namun, dalam proses pemilihan medoids yang dilakukan secara acak, hasil pengelompokan dapat bervariasi setiap kali algoritma dijalankan.Dengan demikian, meskipun metode k-medoids efektif dalam mengelompokkan siswa, hasil akhir dari pengelompokan sangat dipengaruhi oleh pemilihan awal medoids Pengelompokan siswa berdasarkan tingkat keaktifan mereka merupakan salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. SMP 9 Tarakan saat ini belum memiliki sistem yang mampu mengelompokkan siswa berdasarkan keaktifan mereka dalam proses pembelajaran, yang dapat membantu dalam mengevaluasi hasil pembelajaran. Pada tahap awal penerapan metode ini, data yang dikumpulkan berasal dari nilai rapor siswa kelas VIII I Semester 2 (Genap) tahun ajaran 2022/2023. Karakter yang digunakan dalam analisis meliputi nilai Agama, PPKn, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Penjaskes, dan Seni Budaya Keterampilan, dengan total 31 data yang dianalisis. Langkah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-75fb3.webp" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-75fb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-75fb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-75fb3.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" alt="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-8e7a5.webp" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-8e7a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-8e7a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-8e7a5.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" alt="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-a3b86.webp" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-a3b86.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-a3b86.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-a3b86.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" alt="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69208-siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-da" title="JURIS - Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran" target="_blank">Implementasi Algoritma K-Medoids Dalam Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas data sampel dari satu sekolah menjadi beberapa sekolah di wilayah berbeda untuk memastikan generalisasi hasil. Selain itu, metode analisis dapat dikembangkan dengan menggabungkan algoritma k-medoids dengan teknik lain seperti machine learning untuk meningkatkan akurasi pengelompokan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor non-akademik, seperti partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler atau motivasi belajar, sebagai parameter tambahan dalam proses clustering..
<br>Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 9 Tarakan, implementasi metode k-medoids diterapkan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat keaktifan mereka.Dalam studi ini, 31 siswa kelas VIII-I Tahun Ajaran Genap 2022/2023 dianalisis menggunakan nilai akademik sebagai parameter utama.3 siswa masuk ke dalam cluster 'Sangat Berminat,' 4 siswa tergabung dalam cluster 'Berminat,' dan 24 siswa masuk ke dalam cluster 'Kurang Berminat.' Metode dalam k-medoids mengelompokkan data berdasarkan kesamaan, di mana setiap cluster memiliki satu objek sebagai pusat (medoid).Namun, dalam proses pemilihan medoids yang dilakukan secara acak, hasil pengelompokan dapat bervariasi setiap kali algoritma dijalankan.Dengan demikian, meskipun metode k-medoids efektif dalam mengelompokkan siswa, hasil akhir dari pengelompokan sangat dipengaruhi oleh pemilihan awal medoids
<br>Pengelompokan siswa berdasarkan tingkat keaktifan mereka merupakan salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. SMP 9 Tarakan saat ini belum memiliki sistem yang mampu mengelompokkan siswa berdasarkan keaktifan mereka dalam proses pembelajaran, yang dapat membantu dalam mengevaluasi hasil pembelajaran. Pada tahap awal penerapan metode ini, data yang dikumpulkan berasal dari nilai rapor siswa kelas VIII I Semester 2 (Genap) tahun ajaran 2022/2023. Karakter yang digunakan dalam analisis meliputi nilai Agama, PPKn, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Penjaskes, dan Seni Budaya Keterampilan, dengan total 31 data yang dianalisis. Langkah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-a3b86.webp" type="image/webp" length="84594" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-75fb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-8e7a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/siswa-ber-motivasi-ma-data-analisis-kelas-busana-i-thumb-a3b86.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering Using K Medoids Algorithm ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering Using K Medoids Algorithm ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering Using K Medoids Algorithm ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69209-hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi</link>
	<guid isPermaLink="false">a04763ecd84c2daf51277cba88aaeb0b</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 19:02:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anto anto 14 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[14,anto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Pengembangan metode optimasi pemilihan centroid untuk meningkatkan stabilitas hasil klasterisasi. 2. Perbandingan kinerja K-Medoids dengan algoritma lain seperti K-Means atau DBSCAN dalam konteks data penjualan. 3. Aplikasi metode ini pada data penjualan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering Using K-Medoids Algorithm: 1. Pengembangan metode optimasi pemilihan centroid untuk meningkatkan stabilitas hasil klasterisasi. 2. Perbandingan kinerja K-Medoids dengan algoritma lain seperti K-Means atau DBSCAN dalam konteks data penjualan. 3. Aplikasi metode ini pada data penjualan dari sektor bisnis yang berbeda untuk menguji generalisabilitas hasil. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma yang lebih adaptif terhadap perubahan tren pasar dan kebutuhan spesifik pelaku usaha.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokkan data penjualan menggunakan K-Medoids efektif dalam mendukung strategi pemasaran.Klaster optimal diperoleh pada k=3 dengan evaluasi DBI.Variasi hasil klaster disebabkan oleh pemilihan centroid secara acak.Penerapan teknik data mining membantu toko meningkatkan efisiensi manajemen produk dan promosi Penelitian ini bertujuan untuk membantu toko pernak-pernik dalam mencapai target penjualan bulanan melalui penerapan teknik data mining dengan metode klasterisasi K-Medoids. Penelitian dilakukan melalui enam tahapan utama, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) pembersihan data (data cleaning), (3) implementasi data mining, (4) evaluasi hasil klasterisasi menggunakan nilai Davies-Bouldin Index (DBI), (5) penentuan jumlah klaster optimal (k-terbaik), dan (6) visualisasi hasil klasterisasi. Data yang digunakan terdiri dari tiga atribut yang dipilih dari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-1e78a.webp" title="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-1e78a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-1e78a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-1e78a.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" alt="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-d8fcd.webp" title="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-d8fcd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-d8fcd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-d8fcd.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" alt="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69209-hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi" title="JURIS - Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm" target="_blank">Implementation of Data Mining for Sales Data Clustering  Using K-Medoids Algorithm</a>: 1. Pengembangan metode optimasi pemilihan centroid untuk meningkatkan stabilitas hasil klasterisasi. 2. Perbandingan kinerja K-Medoids dengan algoritma lain seperti K-Means atau DBSCAN dalam konteks data penjualan. 3. Aplikasi metode ini pada data penjualan dari sektor bisnis yang berbeda untuk menguji generalisabilitas hasil. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma yang lebih adaptif terhadap perubahan tren pasar dan kebutuhan spesifik pelaku usaha..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokkan data penjualan menggunakan K-Medoids efektif dalam mendukung strategi pemasaran.Klaster optimal diperoleh pada k=3 dengan evaluasi DBI.Variasi hasil klaster disebabkan oleh pemilihan centroid secara acak.Penerapan teknik data mining membantu toko meningkatkan efisiensi manajemen produk dan promosi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk membantu toko pernak-pernik dalam mencapai target penjualan bulanan melalui penerapan teknik data mining dengan metode klasterisasi K-Medoids. Penelitian dilakukan melalui enam tahapan utama, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) pembersihan data (data cleaning), (3) implementasi data mining, (4) evaluasi hasil klasterisasi menggunakan nilai Davies-Bouldin Index (DBI), (5) penentuan jumlah klaster optimal (k-terbaik), dan (6) visualisasi hasil klasterisasi. Data yang digunakan terdiri dari tiga atribut yang dipilih dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-1e78a.webp" type="image/webp" length="85800" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-1e78a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/hasil-penelitian-stabilitas-jangka-evaluasi-radiog-thumb-d8fcd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Genealogical Reconstruction of WilAyat al Faqh as Theological Constitutionalism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Genealogical Reconstruction of WilAyat al Faqh as Theological Constitutionalism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Genealogical Reconstruction of WilAyat al Faqh as Theological Constitutionalism ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69219-wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic</link>
	<guid isPermaLink="false">48a70c8b3a8ab1e625f16f98b88469ef</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 18:23:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,fees,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep malaua (kepentingan umum) diaplikasikan dalam pemerintahan modern untuk menyeimbangkan kebutuhan agama dan sosial, serta mempelajari efektivitas Majelis Khobregan dalam mempertahankan mekanisme ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep malaua (kepentingan umum) diaplikasikan dalam pemerintahan modern untuk menyeimbangkan kebutuhan agama dan sosial, serta mempelajari efektivitas Majelis Khobregan dalam mempertahankan mekanisme pemeriksaan kekuasaan. Selain itu, analisis terhadap peran Marjaiyyah independen dalam membatasi otoritas Pemimpin Negara bisa menjadi arah studi baru. Penelitian ini juga bisa menggali dinamika antara norma hukum dan realitas politik pasca-revolusi, terutama dalam konteks ketegangan antara kekuasaan teokratik dan kebebasan akademik.. Studi ini telah melakukan rekonstruksi genealogis dan struktural WilAyat al-Faqh, menggeser fokus analitis dari realisme geopolitik ke logika hukum internal.Kontribusi teoretis utama terletak pada demonstrasi kontinuitas antara konsep klasik agen (wikAlah) dan kekuasaan modern.Doktrin ini bukan inovasi baru, melainkan operasionalisasi fars kifAyah (kewajiban kolektif) untuk menjaga integritas Syara.Analisis menunjukkan bahwa evolusi ini tidak linear tetapi dialektis.memerlukan pemulihan 'Wilayat Umum' NarAq untuk mengatasi konsensus restriktif Sheikh AnAr.Dengan menggambarkan otoritas jurist sebagai itibAr (rasional/terbangun) dan berakar pada amAnah (amanah), penelitian ini membatalkan penerapan 'dominasi kharismatik' Weber pada institusi ini.Sebaliknya, terungkap sistem 'Konstitusionalisme Teologis' yang secara eksplisit dirancang sebagai cek terhadap Aght.Ini dicapai tidak hanya melalui kebutuhan moral keadilan (adAla), tetapi juga melalui mekanisme institusional konkretAiseperti Majelis Khobregan dan otoritas polisentris MarjaiyyahAiyang membatasi penguasa secara prosedural Analisis kontemporer terhadap WilAyat al-Faqh umumnya menggunakan kerangka keamanan atau realisme politik, yang secara efektif mengurangi doktrin menjadi alat hegemoni negara. Pendekatan eksternal ini menciptakan blind spot epistemik mengenai keterbatasan normatif internal yang mengikat jurist-ruler. Artikel ini mengisi celah ini dengan merekonstruksi genealogi doktrin melalui analisis kualitatif hukum dasar Syi'ah, melacak perjalanan dari karya Safavid Al-Karak, melalui sintesis Qajar NarAq dan kritik restriktif AnAr, hingga teks revolusioner... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-6b896.webp" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-6b896.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-6b896.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-6b896.webp 1x" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" alt="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-9bb44.webp" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-9bb44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-9bb44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-9bb44.webp 1x" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" alt="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-799c1.webp" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-799c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-799c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-799c1.webp 1x" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" alt="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69219-wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic" title="JURIS - A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism" target="_blank">A Genealogical Reconstruction of WilAyat al-Faqh as Theological Constitutionalism</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep malaua (kepentingan umum) diaplikasikan dalam pemerintahan modern untuk menyeimbangkan kebutuhan agama dan sosial, serta mempelajari efektivitas Majelis Khobregan dalam mempertahankan mekanisme pemeriksaan kekuasaan. Selain itu, analisis terhadap peran Marjaiyyah independen dalam membatasi otoritas Pemimpin Negara bisa menjadi arah studi baru. Penelitian ini juga bisa menggali dinamika antara norma hukum dan realitas politik pasca-revolusi, terutama dalam konteks ketegangan antara kekuasaan teokratik dan kebebasan akademik..
<br>Studi ini telah melakukan rekonstruksi genealogis dan struktural WilAyat al-Faqh, menggeser fokus analitis dari realisme geopolitik ke logika hukum internal.Kontribusi teoretis utama terletak pada demonstrasi kontinuitas antara konsep klasik agen (wikAlah) dan kekuasaan modern.Doktrin ini bukan inovasi baru, melainkan operasionalisasi fars kifAyah (kewajiban kolektif) untuk menjaga integritas Syara.Analisis menunjukkan bahwa evolusi ini tidak linear tetapi dialektis.memerlukan pemulihan 'Wilayat Umum' NarAq untuk mengatasi konsensus restriktif Sheikh AnAr.Dengan menggambarkan otoritas jurist sebagai itibAr (rasional/terbangun) dan berakar pada amAnah (amanah), penelitian ini membatalkan penerapan 'dominasi kharismatik' Weber pada institusi ini.Sebaliknya, terungkap sistem 'Konstitusionalisme Teologis' yang secara eksplisit dirancang sebagai cek terhadap Aght.Ini dicapai tidak hanya melalui kebutuhan moral keadilan (adAla), tetapi juga melalui mekanisme institusional konkretAiseperti Majelis Khobregan dan otoritas polisentris MarjaiyyahAiyang membatasi penguasa secara prosedural
<br>Analisis kontemporer terhadap WilAyat al-Faqh umumnya menggunakan kerangka keamanan atau realisme politik, yang secara efektif mengurangi doktrin menjadi alat hegemoni negara. Pendekatan eksternal ini menciptakan blind spot epistemik mengenai keterbatasan normatif internal yang mengikat jurist-ruler. Artikel ini mengisi celah ini dengan merekonstruksi genealogi doktrin melalui analisis kualitatif hukum dasar Syi'ah, melacak perjalanan dari karya Safavid Al-Karak, melalui sintesis Qajar NarAq dan kritik restriktif AnAr, hingga teks revolusioner...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-799c1.webp" type="image/webp" length="104560" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-6b896.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-9bb44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/wilayat-al-faqh-shii-jurisprudence-islamic-politic-thumb-799c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7720-pesma-annur.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21269-nur-international-journal-islamic-thought.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69225-analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market</link>
	<guid isPermaLink="false">035feb61d7f8bc321de059b052f702dd</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 18:15:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anto anto 48 ]]></category>
	<category><![CDATA[ lies hartono ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[48,anto,hartono,lies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengembangan aplikasi yang lebih canggih dengan menggunakan teknik-teknik data mining lainnya, seperti klasifikasi dan prediksi, untuk menganalisis pola pembelian pelanggan Bius Coffee secara lebih mendalam. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengembangan aplikasi yang lebih canggih dengan menggunakan teknik-teknik data mining lainnya, seperti klasifikasi dan prediksi, untuk menganalisis pola pembelian pelanggan Bius Coffee secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh promosi dan strategi pemasaran terhadap pola pembelian pelanggan, serta mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi pengembangan bisnis kafe dan industri restoran secara umum.. Berdasarkan hasil Analisa dalam menentukan pola penjualan menggunakan metode algoritma Apriori menunjukan bahwa untuk membentuk aturan rule maka dilakukan proses pembentukan kombinasi-kombinasi dimulai dengan Analisa Transaksi 1-itemset, kombinasi 2-itemset dan kombinasi 3-itemset yang memenuhi nilai support dan confidence dalam pembentukan kombinasi tersebut.Terdapat beberapa transkasi yang terseleksi sesuai dengan ketentuan minimum support dan confidence maka hasil tersebut akan membentuk rule dan kemudian akan di ranking.Berdasarkan analisa yang telah dilkaukan terhadap penelitian ini dapat disimpulkan bahwa.Hasil Analisa kombinasi 2-itemset menghasilkan 1 rule dengan minimum support 30% dan confidence tertinggi yaitu 72%, namun untuk kombinasi 3-itemset tidak ada kombinasi yang memenuhi nilai tersebut.Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 item yang memilki hubungan asosiasi tertinggi dengan nilai confidence sebesar 72% yaitu Mie Goreng (Makanan) dan Bius Coffee (Minuman), sehingga pemilik usaha dapat membuat strategi dalam membuat menu paket promosi menggunakan kombinasi 2-itemset tersebut Kafe yang berada di Kota Tarakan, Bius Coffee, mulai mencari strategi penjualan disebabkan persaingan bisnis makin meningkat. Salah satu langkah promosi yang dapat dilakukan oleh sebuah industri restoran adalah dengan membuat menu paket yang tentunya memiliki harga yang lebih terjangkau daripada jika harus membeli per item sehingga konsumen akan merasa lebih senang dengan adanya menu tersebut. Bius Coffee, salah satu kafe yang cukup banyak peminatnya, berkeinginan untuk membuat menu paket. Menu paket yang akan ditawarkan merupakan kombinasi dari menu makanan dan minuman yang dimiliki oleh kafe, dengan memperhatikan seberapa sering kombinasi menu yang akan dibuat sebagai paket dipilih oleh pelanggan. Algoritma Apriori adalah salah satu algoritma pada bidang data mining... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-49f2a.webp" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-49f2a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-49f2a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-49f2a.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" alt="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-60c6f.webp" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-60c6f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-60c6f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-60c6f.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" alt="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-c606d.webp" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-c606d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-c606d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-c606d.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" alt="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69225-analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market" title="JURIS - Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy" target="_blank">Implementasi Metode Market Basket Analysis Untuk Menentukan Menu Paket Penjualan Di Bius Cafy</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pengembangan aplikasi yang lebih canggih dengan menggunakan teknik-teknik data mining lainnya, seperti klasifikasi dan prediksi, untuk menganalisis pola pembelian pelanggan Bius Coffee secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh promosi dan strategi pemasaran terhadap pola pembelian pelanggan, serta mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi pengembangan bisnis kafe dan industri restoran secara umum..
<br>Berdasarkan hasil Analisa dalam menentukan pola penjualan menggunakan metode algoritma Apriori menunjukan bahwa untuk membentuk aturan rule maka dilakukan proses pembentukan kombinasi-kombinasi dimulai dengan Analisa Transaksi 1-itemset, kombinasi 2-itemset dan kombinasi 3-itemset yang memenuhi nilai support dan confidence dalam pembentukan kombinasi tersebut.Terdapat beberapa transkasi yang terseleksi sesuai dengan ketentuan minimum support dan confidence maka hasil tersebut akan membentuk rule dan kemudian akan di ranking.Berdasarkan analisa yang telah dilkaukan terhadap penelitian ini dapat disimpulkan bahwa.Hasil Analisa kombinasi 2-itemset menghasilkan 1 rule dengan minimum support 30% dan confidence tertinggi yaitu 72%, namun untuk kombinasi 3-itemset tidak ada kombinasi yang memenuhi nilai tersebut.Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 item yang memilki hubungan asosiasi tertinggi dengan nilai confidence sebesar 72% yaitu Mie Goreng (Makanan) dan Bius Coffee (Minuman), sehingga pemilik usaha dapat membuat strategi dalam membuat menu paket promosi menggunakan kombinasi 2-itemset tersebut
<br>Kafe yang berada di Kota Tarakan, Bius Coffee, mulai mencari strategi penjualan disebabkan persaingan bisnis makin meningkat. Salah satu langkah promosi yang dapat dilakukan oleh sebuah industri restoran adalah dengan membuat menu paket yang tentunya memiliki harga yang lebih terjangkau daripada jika harus membeli per item sehingga konsumen akan merasa lebih senang dengan adanya menu tersebut. Bius Coffee, salah satu kafe yang cukup banyak peminatnya, berkeinginan untuk membuat menu paket. Menu paket yang akan ditawarkan merupakan kombinasi dari menu makanan dan minuman yang dimiliki oleh kafe, dengan memperhatikan seberapa sering kombinasi menu yang akan dibuat sebagai paket dipilih oleh pelanggan. Algoritma Apriori adalah salah satu algoritma pada bidang data mining...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-c606d.webp" type="image/webp" length="100918" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-49f2a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-60c6f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/analisis-pola-kombinasi-algoritma-penjualan-market-thumb-c606d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-69218-toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-trans</link>
	<guid isPermaLink="false">5365603322ea458e8242c236fd1fdfa8</guid>
	<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 17:41:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based method ]]></category>
	<category><![CDATA[ ayu fitriana ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ayu,based,fitriana,method,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi dengan membandingkan algoritma FP-Growth dan Apriori untuk mengevaluasi efisiensi masing-masing dalam analisis pola penjualan. Selain itu, metode ini bisa diterapkan pada data penjualan dari toko-toko UMKM ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi dengan membandingkan algoritma FP-Growth dan Apriori untuk mengevaluasi efisiensi masing-masing dalam analisis pola penjualan. Selain itu, metode ini bisa diterapkan pada data penjualan dari toko-toko UMKM di wilayah lain dengan skala data yang lebih besar untuk menguji generalisasi hasil. Terakhir, penelitian bisa fokus pada integrasi data real-time dari transaksi pelanggan untuk menghasilkan rekomendasi tata letak toko yang dinamis dan responsif terhadap perubahan tren konsumen.. Penelitian ini berhasil menerapkan algoritma FP-Growth untuk menganalisis pola pembelian konsumen di Toko Zaynthary.Dengan minimum support sebesar 30% dan minimum confidence sebesar 50%, diperoleh satu aturan asosiasi yang valid, yaitu {Blouse Ie Jeans} dengan confidence 55%, yang menunjukkan kecenderungan konsumen membeli kedua item tersebut secara bersamaan.Berdasarkan temuan ini, disarankan agar item Blouse dan Jeans ditempatkan berdekatan dalam etalase untuk meningkatkan kenyamanan belanja dan peluang penjualan.Algoritma FP-Growth terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam penataan produk berbasis data historis penjualan.Untuk pengembangan lebih lanjut, metode ini dapat dibandingkan dengan algoritma lain seperti Apriori atau diterapkan pada skala data yang lebih besar guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan akurat Penerapan teknik data mining dalam dunia bisnis memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma FP-Growth untuk menganalisis pola pembelian konsumen di Toko Zaynthary, sebuah toko fashion di Kota Tarakan. Sebanyak 161 data transaksi penjualan dikumpulkan dan diolah untuk menemukan frequent itemset dan association rule yang merepresentasikan hubungan antar produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kombinasi item yang sering dibeli secara bersamaan, seperti {Blouse Ie Jeans} dengan nilai confidence 55%, sehingga direkomendasikan untuk diletakkan berdekatan dalam penataan etalase toko. FP-Growth terbukti efektif dalam mengeksplorasi pola pembelian konsumen dan memberikan rekomendasi tata letak barang yang dapat menunjang peningkatan penjualan. Hasil ini dapat dijadikan acuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-91bdb.webp" title="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-91bdb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-91bdb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-91bdb.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" alt="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-2e680.webp" title="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-2e680.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-2e680.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-2e680.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" alt="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-69218-toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-trans" title="JURIS - Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM" target="_blank">Pengaturan Tata Letak Produk Fashion dengan FP-Growth untuk Peningkatan Penjualan UMKM</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi dengan membandingkan algoritma FP-Growth dan Apriori untuk mengevaluasi efisiensi masing-masing dalam analisis pola penjualan. Selain itu, metode ini bisa diterapkan pada data penjualan dari toko-toko UMKM di wilayah lain dengan skala data yang lebih besar untuk menguji generalisasi hasil. Terakhir, penelitian bisa fokus pada integrasi data real-time dari transaksi pelanggan untuk menghasilkan rekomendasi tata letak toko yang dinamis dan responsif terhadap perubahan tren konsumen..
<br>Penelitian ini berhasil menerapkan algoritma FP-Growth untuk menganalisis pola pembelian konsumen di Toko Zaynthary.Dengan minimum support sebesar 30% dan minimum confidence sebesar 50%, diperoleh satu aturan asosiasi yang valid, yaitu {Blouse Ie Jeans} dengan confidence 55%, yang menunjukkan kecenderungan konsumen membeli kedua item tersebut secara bersamaan.Berdasarkan temuan ini, disarankan agar item Blouse dan Jeans ditempatkan berdekatan dalam etalase untuk meningkatkan kenyamanan belanja dan peluang penjualan.Algoritma FP-Growth terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam penataan produk berbasis data historis penjualan.Untuk pengembangan lebih lanjut, metode ini dapat dibandingkan dengan algoritma lain seperti Apriori atau diterapkan pada skala data yang lebih besar guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan akurat
<br>Penerapan teknik data mining dalam dunia bisnis memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma FP-Growth untuk menganalisis pola pembelian konsumen di Toko Zaynthary, sebuah toko fashion di Kota Tarakan. Sebanyak 161 data transaksi penjualan dikumpulkan dan diolah untuk menemukan frequent itemset dan association rule yang merepresentasikan hubungan antar produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kombinasi item yang sering dibeli secara bersamaan, seperti {Blouse Ie Jeans} dengan nilai confidence 55%, sehingga direkomendasikan untuk diletakkan berdekatan dalam penataan etalase toko. FP-Growth terbukti efektif dalam mengeksplorasi pola pembelian konsumen dan memberikan rekomendasi tata letak barang yang dapat menunjang peningkatan penjualan. Hasil ini dapat dijadikan acuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-2e680.webp" type="image/webp" length="98234" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-91bdb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/toko-fashion-tata-letak-manipulasi-data-transaksi-thumb-2e680.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5850-ppkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21267-journal-big-data-analytic-artificial-intelligence.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 26 Sep 2026 05:50:18 +0700. 12 items. Served in: 0.915 seconds [rss] -->
