<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 19 Jul 2026 22:29:39 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 22:29:39 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-19T22:29:39+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55035-kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sis</link>
	<guid isPermaLink="false">3b2429237404a8a9d49b56f3c80c2753</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 21:29:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ iis juliani ]]></category>
	<category><![CDATA[ sunan ampel ]]></category>
	<category><![CDATA[ ahmad dani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,ampel,dani,iis,juliani,sunan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media kotak sifat cahaya (KOSICA) pada tingkatan kelas yang lebih tinggi, seperti kelas X dan XI, untuk menilai apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis tetap konsisten pada materi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media kotak sifat cahaya (KOSICA) pada tingkatan kelas yang lebih tinggi, seperti kelas X dan XI, untuk menilai apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis tetap konsisten pada materi sains yang lebih kompleks; selanjutnya, diperlukan perbandingan antara KOSICA dengan media digital interaktif seperti animasi atau realitas virtual dalam meningkatkan pemahaman konsep cahaya dan keterampilan berpikir kritis, guna menentukan media mana yang paling efisien dalam konteks pembelajaran; terakhir, penelitian dapat menyelidiki strategi optimal dalam alokasi waktu dan pelatihan guru untuk penggunaan KOSICA, termasuk analisis biayaAcmanfaat serta dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga dapat memberikan pedoman praktis bagi sekolah dalam mengimplementasikan media ini secara luas.. Penggunaan kotak sifat cahaya (KOSICA) secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terbukti dari peningkatan nilai rataAcrata dari 54,81 menjadi 82,90 dan nilai pAcvalue ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp 1x" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" alt="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp 1x" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" alt="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp 1x" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" alt="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55035-kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sis" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" target="_blank">The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media kotak sifat cahaya (KOSICA) pada tingkatan kelas yang lebih tinggi, seperti kelas X dan XI, untuk menilai apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis tetap konsisten pada materi sains yang lebih kompleks; selanjutnya, diperlukan perbandingan antara KOSICA dengan media digital interaktif seperti animasi atau realitas virtual dalam meningkatkan pemahaman konsep cahaya dan keterampilan berpikir kritis, guna menentukan media mana yang paling efisien dalam konteks pembelajaran; terakhir, penelitian dapat menyelidiki strategi optimal dalam alokasi waktu dan pelatihan guru untuk penggunaan KOSICA, termasuk analisis biayaAcmanfaat serta dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga dapat memberikan pedoman praktis bagi sekolah dalam mengimplementasikan media ini secara luas..
<br>Penggunaan kotak sifat cahaya (KOSICA) secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terbukti dari peningkatan nilai rataAcrata dari 54,81 menjadi 82,90 dan nilai pAcvalue <0,05.Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis pengalaman nyata dapat memperkuat pemahaman konsep sifat cahaya serta keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP.Oleh karena itu, disarankan agar para ahli mengevaluasi dan mengoptimalkan penggunaan KOSICA pada berbagai titik pemotongan untuk memperluas penerapannya dalam pembelajaran sains
<br>Penelitian ini meneliti pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam mengajarkan sifat cahaya terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah pertama serta kemampuan berpikir kritis mereka dalam ilmu pengetahuan. Pendekatan kuantitatif dengan desain satu grup preActestAepostActest digunakan, dengan sampel dipilih secara acak dan data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja siswa, dengan nilai rataAcrata meningkat dari 54,81 pada preActest menjadi 82,90 pada postActest, yang mengindikasikan peningkatan substansial dalam hasil belajar. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa juga menunjukkan perkembangan yang jelas, berpindah dari kategori...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" type="image/webp" length="85422" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-739-islamic-journal-integrated-science-education-ijise.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Youthful Perspectives In Efl The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Youthful Perspectives In Efl The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Youthful Perspectives In Efl The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55034-hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pela</link>
	<guid isPermaLink="false">0196ea27502daa9eb0c0c50203b572e0</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 21:29:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yulia rahman ]]></category>
	<category><![CDATA[ tk gayamsari ]]></category>
	<category><![CDATA[ uin sjech m ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gayamsari,m,rahman,sjech,tk,uin,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, memengaruhi motivasi dan pemahaman siswa kelas satu terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam mengatasi kesulitan kosakata ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, memengaruhi motivasi dan pemahaman siswa kelas satu terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam mengatasi kesulitan kosakata yang diidentifikasi pada penelitian ini. Selain itu, studi komparatif antara pendekatan pembelajaran berbasis kodeAcswitching dan pendekatan monolingual dapat mengungkap efektivitas masingAcmasing strategi dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar siswa usia dini. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak perkembangan sikap dan prestasi bahasa Inggris siswa selama tiga tahun pertama pendidikan dasar dapat memberikan wawasan tentang faktorAcfaktor yang berkontribusi pada keberlanjutan minat belajar Bahasa Inggris serta mengidentifikasi intervensi kurikulum yang paling berpengaruh. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran orang tua dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di rumah, dengan mengkaji korelasi antara keterlibatan keluarga dan peningkatan kemampuan bahasa siswa. Selain itu, analisis faktor lingkungan sekolah, seperti ukuran kelas dan ketersediaan sumber belajar, dapat membantu memahami bagaimana konteks fisik mempengaruhi hasil belajar Bahasa Inggris pada tingkat usia dini.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang sikap siswa terhadap bahasa Inggris sangat penting untuk merancang praktik pengajaran yang efektif.Dari hasil survei, 80A% siswa memberikan respons positif terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, meskipun sebagian kecil masih menyatakan keraguan dan menganggap bahasa tersebut menantang karena statusnya sebagai bahasa asing.Oleh karena itu, guru dan perancang kurikulum perlu menyesuaikan teknik pengajaran agar lebih menarik dan relevan, sehingga dapat meningkatkan motivasi serta keberhasilan belajar bahasa Inggris pada siswa Penelitian ini mengenai pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris yag dilakukan pada siswa tahun pertama di SD 1 Muhammadiyah Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan utama yang yaitu Apa pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris?. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara sebagai instrumen. Wawancara dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan kesulitan peserta terkait dengan bahasa Inggris.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp 1x" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" alt="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp 1x" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" alt="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp 1x" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" alt="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55034-hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pela" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" target="_blank">Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, memengaruhi motivasi dan pemahaman siswa kelas satu terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam mengatasi kesulitan kosakata yang diidentifikasi pada penelitian ini. Selain itu, studi komparatif antara pendekatan pembelajaran berbasis kodeAcswitching dan pendekatan monolingual dapat mengungkap efektivitas masingAcmasing strategi dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar siswa usia dini. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak perkembangan sikap dan prestasi bahasa Inggris siswa selama tiga tahun pertama pendidikan dasar dapat memberikan wawasan tentang faktorAcfaktor yang berkontribusi pada keberlanjutan minat belajar Bahasa Inggris serta mengidentifikasi intervensi kurikulum yang paling berpengaruh. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran orang tua dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di rumah, dengan mengkaji korelasi antara keterlibatan keluarga dan peningkatan kemampuan bahasa siswa. Selain itu, analisis faktor lingkungan sekolah, seperti ukuran kelas dan ketersediaan sumber belajar, dapat membantu memahami bagaimana konteks fisik mempengaruhi hasil belajar Bahasa Inggris pada tingkat usia dini..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang sikap siswa terhadap bahasa Inggris sangat penting untuk merancang praktik pengajaran yang efektif.Dari hasil survei, 80A% siswa memberikan respons positif terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, meskipun sebagian kecil masih menyatakan keraguan dan menganggap bahasa tersebut menantang karena statusnya sebagai bahasa asing.Oleh karena itu, guru dan perancang kurikulum perlu menyesuaikan teknik pengajaran agar lebih menarik dan relevan, sehingga dapat meningkatkan motivasi serta keberhasilan belajar bahasa Inggris pada siswa
<br>Penelitian ini mengenai pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris yag dilakukan pada siswa tahun pertama di SD 1 Muhammadiyah Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan utama yang yaitu Apa pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris?. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara sebagai instrumen. Wawancara dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan kesulitan peserta terkait dengan bahasa Inggris....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" type="image/webp" length="79050" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1921-alimspublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9453-simpati.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55039-hybrid-deep-learning-pendidikan-fisi</link>
	<guid isPermaLink="false">4f1e410fafea83c59c41d65dd09261d7</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 18:25:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ iis juliani ]]></category>
	<category><![CDATA[ sunan ampel ]]></category>
	<category><![CDATA[ ahmad dani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,ampel,dani,iis,juliani,sunan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi afektif dan sosial, seperti motivasi belajar, kolaborasi, dan keterlibatan emosional, dipengaruhi oleh penerapan deep learning dalam pembelajaran fisika, sehingga dapat mengisi kesenjangan yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi afektif dan sosial, seperti motivasi belajar, kolaborasi, dan keterlibatan emosional, dipengaruhi oleh penerapan deep learning dalam pembelajaran fisika, sehingga dapat mengisi kesenjangan yang selama ini terfokus pada aspek kognitif saja. Selanjutnya, diperlukan pengembangan model desain instruksional yang sistematis dan terintegrasi, memadukan deep learning dengan teknologi digital interaktif seperti simulasi, platform AI (misalnya ChatGPT), dan analitik pembelajaran, serta menguji keefektifan penilaian otentik yang mendukung pembelajaran bermakna. Terakhir, sebuah studi longitudinal yang meneliti dampak program pengembangan profesional guru terhadap kesiapan mereka dalam mengimplementasikan deep learning, serta konsekuensinya terhadap pencapaian kompetensi abad ke-21 siswa, perlu dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi di kelas.. Penelitian ini menunjukkan bahwa tren penelitian deep learning dalam fisika meningkat secara tidak menentu antara tahun 2016 hingga 2025, namun diprediksi menurun pada tahun 2025, dengan beragam jenis publikasi yang tersedia.Implementasi deep learning memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran, kesiapan guru, dan sistem penilaian yang mendukung pembelajaran bermakna.Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning melalui peningkatan kompetensi pedagogik guru, reformasi kurikulum, dan evaluasi pembelajaran Pendekatan deep learning dapat diterapkan pada sistem pendidikan yang bersifat personalisasi dan adaptif. Pembelajaran personalisasi (juga dikenal sebagai pembelajaran berbasis kompetensi) merupakan pendekatan edukatif yang menyesuaikan instruksi dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tren penelitian deep learning dalam bidang fisika. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dan analitis, dengan data yang diperoleh dari dokumen yang terindeks di Google Scholar tahun 2016Ac2025 melalui Publish or Perish dan Dimension.ai. Prosedur penelitian mengikuti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp 1x" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" alt="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp 1x" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" alt="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp 1x" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" alt="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55039-hybrid-deep-learning-pendidikan-fisi" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" target="_blank">Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi afektif dan sosial, seperti motivasi belajar, kolaborasi, dan keterlibatan emosional, dipengaruhi oleh penerapan deep learning dalam pembelajaran fisika, sehingga dapat mengisi kesenjangan yang selama ini terfokus pada aspek kognitif saja. Selanjutnya, diperlukan pengembangan model desain instruksional yang sistematis dan terintegrasi, memadukan deep learning dengan teknologi digital interaktif seperti simulasi, platform AI (misalnya ChatGPT), dan analitik pembelajaran, serta menguji keefektifan penilaian otentik yang mendukung pembelajaran bermakna. Terakhir, sebuah studi longitudinal yang meneliti dampak program pengembangan profesional guru terhadap kesiapan mereka dalam mengimplementasikan deep learning, serta konsekuensinya terhadap pencapaian kompetensi abad ke-21 siswa, perlu dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi di kelas..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa tren penelitian deep learning dalam fisika meningkat secara tidak menentu antara tahun 2016 hingga 2025, namun diprediksi menurun pada tahun 2025, dengan beragam jenis publikasi yang tersedia.Implementasi deep learning memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran, kesiapan guru, dan sistem penilaian yang mendukung pembelajaran bermakna.Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning melalui peningkatan kompetensi pedagogik guru, reformasi kurikulum, dan evaluasi pembelajaran
<br>Pendekatan deep learning dapat diterapkan pada sistem pendidikan yang bersifat personalisasi dan adaptif. Pembelajaran personalisasi (juga dikenal sebagai pembelajaran berbasis kompetensi) merupakan pendekatan edukatif yang menyesuaikan instruksi dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tren penelitian deep learning dalam bidang fisika. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dan analitis, dengan data yang diperoleh dari dokumen yang terindeks di Google Scholar tahun 2016Ac2025 melalui Publish or Perish dan Dimension.ai. Prosedur penelitian mengikuti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" type="image/webp" length="107414" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-739-islamic-journal-integrated-science-education-ijise.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55037-kesehatan-mental-sekolah-kinerja</link>
	<guid isPermaLink="false">12759f6e30abefd93f41256f20acd2e3</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 18:13:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ adaptive drl ]]></category>
	<category><![CDATA[ yee mon thu ]]></category>
	<category><![CDATA[ diego oliva ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adaptive,diego,drl,mon,oliva,thu,yee]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Pengembangan teknik pengurangan fitur yang lebih efisien untuk dataset EEG yang kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mesin klasik sering kali outperform ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Pengembangan teknik pengurangan fitur yang lebih efisien untuk dataset EEG yang kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mesin klasik sering kali outperform metode pembelajaran dalam dalam dataset EEG yang kecil karena mereka lebih baik dalam generalisasi dan kurang intensif secara komputasi. Namun, teknik pengurangan fitur yang lebih canggih dapat meningkatkan kinerja klasifikasi tanpa mengurangi interpretabilitas.2. Eksplorasi metode transformasi dan normalisasi konektivitas yang lebih lanjut. Penelitian ini memperkenalkan transformasi log-transformed untuk meningkatkan stabilitas distribusi korelasi dan meningkatkan interpretabilitas. Metode transformasi dan normalisasi lainnya dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas konektivitas berbasis EEG.3. Pengujian kerangka kerja STCD pada dataset EEG yang lebih beragam dan skenario real-time. Penelitian ini dilakukan pada dataset DASPS yang terkontrol, dan hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili skenario dunia nyata. Pengujian kerangka kerja STCD pada dataset yang lebih beragam dan skenario real-time dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kinerjanya dalam aplikasi praktis, seperti sistem pemantauan kesehatan mental yang dapat dikenakan dan platform penilaian stres waktu nyata.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan, yang disebut Spatial-Temporal Connectivity Descriptor (STCD), mampu mencapai akurasi yang tinggi dalam mendeteksi stres mental menggunakan deskriptor konektivitas spasial-temporal yang dibuat secara manual.STCD menggabungkan berbagai fitur temporal dan spasial, seperti statistik domain waktu, parameter Hjorth, korelasi antar saluran, asimetri amplitudo, dan Indeks Lag Fase (PLI), untuk mengekstrak informasi yang relevan dari sinyal EEG.Penelitian ini juga mengevaluasi kinerja delapan klasifikasi mesin klasik, yaitu XGBoost, SVM, Random Forest, KNN, Decision Tree, AdaBoost, Gradient Boosting, dan Gaussian Naive Bayes, dalam skenario klasifikasi stres biner dan multikelas.Hasilnya menunjukkan bahwa KNN dan SVM mencapai akurasi tertinggi, sedangkan XGBoost menawarkan keseimbangan optimal antara akurasi prediktif dan efisiensi komputasi.Analisis matriks kebingungan lebih lanjut mengonfirmasi perilaku prediksi yang stabil untuk setiap kelas, menunjukkan bahwa kinerja yang dilaporkan tidak didorong oleh ketidakseimbangan kelas, tetapi mencerminkan kemampuan pemisahan fitur yang kuat.Penelitian ini juga membandingkan kinerja STCD dengan pendekatan sebelumnya dalam pengenalan stres berbasis EEG, menunjukkan keunggulan STCD dalam hal akurasi dan representasi spasial-temporal yang kuat.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa STCD merupakan kerangka kerja yang efisien untuk pengenalan stres mental berbasis EEG, dengan kemampuan diskriminatif yang kuat antara tingkat stres yang berbeda, dan dapat menjadi alternatif yang menarik untuk arsitektur pembelajaran dalam yang kompleks Stres mental merupakan ancaman besar bagi kesehatan global karena memiliki efek buruk yang serius terhadap memori, kesejahteraan emosional, dan produktivitas orang. Meskipun elektroensefalografi (EEG) menawarkan metode non-invasif dengan resolusi temporal tinggi untuk penilaian stres, sifat kompleks dan tidak stabil dari respons neural terkait stres tetap menjadi tantangan signifikan untuk sistem klasifikasi berbasis EEG yang andal. Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan kerangka kerja pengenalan stres berbasis EEG yang dapat ditafsirkan dan modular yang menggunakan deskriptor konektivitas spasial-temporal dengan model pembelajaran mesin klasik. Kerangka kerja yang diusulkan mengekstrak fitur yang dibuat secara manual dari dua domain yang saling melengkapi: deskriptor temporal, termasuk statistik domain waktu dan parameter... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp 1x" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" alt="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp 1x" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" alt="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp 1x" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" alt="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55037-kesehatan-mental-sekolah-kinerja" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" target="_blank">SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Pengembangan teknik pengurangan fitur yang lebih efisien untuk dataset EEG yang kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mesin klasik sering kali outperform metode pembelajaran dalam dalam dataset EEG yang kecil karena mereka lebih baik dalam generalisasi dan kurang intensif secara komputasi. Namun, teknik pengurangan fitur yang lebih canggih dapat meningkatkan kinerja klasifikasi tanpa mengurangi interpretabilitas.2. Eksplorasi metode transformasi dan normalisasi konektivitas yang lebih lanjut. Penelitian ini memperkenalkan transformasi log-transformed untuk meningkatkan stabilitas distribusi korelasi dan meningkatkan interpretabilitas. Metode transformasi dan normalisasi lainnya dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas konektivitas berbasis EEG.3. Pengujian kerangka kerja STCD pada dataset EEG yang lebih beragam dan skenario real-time. Penelitian ini dilakukan pada dataset DASPS yang terkontrol, dan hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili skenario dunia nyata. Pengujian kerangka kerja STCD pada dataset yang lebih beragam dan skenario real-time dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kinerjanya dalam aplikasi praktis, seperti sistem pemantauan kesehatan mental yang dapat dikenakan dan platform penilaian stres waktu nyata..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan, yang disebut Spatial-Temporal Connectivity Descriptor (STCD), mampu mencapai akurasi yang tinggi dalam mendeteksi stres mental menggunakan deskriptor konektivitas spasial-temporal yang dibuat secara manual.STCD menggabungkan berbagai fitur temporal dan spasial, seperti statistik domain waktu, parameter Hjorth, korelasi antar saluran, asimetri amplitudo, dan Indeks Lag Fase (PLI), untuk mengekstrak informasi yang relevan dari sinyal EEG.Penelitian ini juga mengevaluasi kinerja delapan klasifikasi mesin klasik, yaitu XGBoost, SVM, Random Forest, KNN, Decision Tree, AdaBoost, Gradient Boosting, dan Gaussian Naive Bayes, dalam skenario klasifikasi stres biner dan multikelas.Hasilnya menunjukkan bahwa KNN dan SVM mencapai akurasi tertinggi, sedangkan XGBoost menawarkan keseimbangan optimal antara akurasi prediktif dan efisiensi komputasi.Analisis matriks kebingungan lebih lanjut mengonfirmasi perilaku prediksi yang stabil untuk setiap kelas, menunjukkan bahwa kinerja yang dilaporkan tidak didorong oleh ketidakseimbangan kelas, tetapi mencerminkan kemampuan pemisahan fitur yang kuat.Penelitian ini juga membandingkan kinerja STCD dengan pendekatan sebelumnya dalam pengenalan stres berbasis EEG, menunjukkan keunggulan STCD dalam hal akurasi dan representasi spasial-temporal yang kuat.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa STCD merupakan kerangka kerja yang efisien untuk pengenalan stres mental berbasis EEG, dengan kemampuan diskriminatif yang kuat antara tingkat stres yang berbeda, dan dapat menjadi alternatif yang menarik untuk arsitektur pembelajaran dalam yang kompleks
<br>Stres mental merupakan ancaman besar bagi kesehatan global karena memiliki efek buruk yang serius terhadap memori, kesejahteraan emosional, dan produktivitas orang. Meskipun elektroensefalografi (EEG) menawarkan metode non-invasif dengan resolusi temporal tinggi untuk penilaian stres, sifat kompleks dan tidak stabil dari respons neural terkait stres tetap menjadi tantangan signifikan untuk sistem klasifikasi berbasis EEG yang andal. Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan kerangka kerja pengenalan stres berbasis EEG yang dapat ditafsirkan dan modular yang menggunakan deskriptor konektivitas spasial-temporal dengan model pembelajaran mesin klasik. Kerangka kerja yang diusulkan mengekstrak fitur yang dibuat secara manual dari dua domain yang saling melengkapi: deskriptor temporal, termasuk statistik domain waktu dan parameter...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" type="image/webp" length="121144" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-594-umy.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2335-journal-robotics-control-jrc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55038-klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil</link>
	<guid isPermaLink="false">7ea4a59319a0a2285d7ec4129d6e43f9</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 17:50:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ adaptive drl ]]></category>
	<category><![CDATA[ yee mon thu ]]></category>
	<category><![CDATA[ diego oliva ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adaptive,diego,drl,mon,oliva,thu,yee]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi metode ekstraksi fitur hibrida yang diusulkan. Pertama, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi teknik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi metode ekstraksi fitur hibrida yang diusulkan. Pertama, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi teknik ekstraksi fitur alternatif yang lebih canggih dan mengintegrasikannya dengan metode yang diusulkan untuk meningkatkan akurasi dan kinerja klasifikasi. Kedua, kami menyarankan untuk mengoptimalkan parameter hiper dari algoritma pembelajaran mesin yang digunakan dalam penelitian ini, seperti SVM, kNN, dan Decision Tree, untuk mencapai hasil yang lebih baik. Terakhir, kami mengusulkan untuk melakukan validasi lebih lanjut dari metode yang diusulkan pada dataset yang lebih beragam dan kompleks, serta melakukan perbandingan dengan metode-metode lain yang ada dalam literatur untuk memastikan keandalan dan generalisasi metode yang diusulkan.. Studi ini mengusulkan metode ekstraksi fitur hibrida baru untuk klasifikasi lesi kulit dan mengintegrasikan Local Binary Pattern (LBP) dan Gray Level Run Length Matrix (GLRLM).Kami telah melakukan eksperimen menggunakan metode yang diusulkan terintegrasi dengan klasifikasi mesin belajar tradisional seperti SVM, kNN dan Decision Tree pada dua dataset publik, MSK10000 (klasifikasi biner) dan HAM10000 (klasifikasi multi-kelas).Sistem menunjukkan kinerja yang kuat pada berbagai metrik evaluasi, termasuk skor F1 yang mencapai 99,52% A 0,16 untuk klasifikasi biner dan 95,29% A 0,94 untuk tugas multi-kelas.Selain itu, metode yang diusulkan menunjukkan efisiensi komputasi tinggi yang akan memungkinkan implementasi aktual dalam skenario sumber daya terbatas Kanker kulit adalah salah satu kanker yang paling umum dan dalam beberapa kasus mematikan di seluruh dunia, yang menekankan pentingnya diagnosis awal dan akurat yang bergantung pada pengelolaan penyakit yang berhasil. Prosedur diagnosis konvensional memakan waktu dan rentan terhadap rutinitas yang bervariasi yang memerlukan sistem klasifikasi otomatis dan konsisten. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan metode ekstraksi fitur hibrida untuk klasifikasi lesi kulit biner dan multi-kelas dengan mengintegrasikan Local Binary Pattern (LBP) dan Gray Level Run Length Matrix (GLRLM). Pendekatan ini dibenchmark pada dua dataset gambar dermaskopis publik (HAM10000, tujuh kelas dan MSK10000, klasifikasi biner). Dua puluh satu fitur... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp 1x" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" alt="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp 1x" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" alt="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp 1x" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" alt="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55038-klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" target="_blank">Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi metode ekstraksi fitur hibrida yang diusulkan. Pertama, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi teknik ekstraksi fitur alternatif yang lebih canggih dan mengintegrasikannya dengan metode yang diusulkan untuk meningkatkan akurasi dan kinerja klasifikasi. Kedua, kami menyarankan untuk mengoptimalkan parameter hiper dari algoritma pembelajaran mesin yang digunakan dalam penelitian ini, seperti SVM, kNN, dan Decision Tree, untuk mencapai hasil yang lebih baik. Terakhir, kami mengusulkan untuk melakukan validasi lebih lanjut dari metode yang diusulkan pada dataset yang lebih beragam dan kompleks, serta melakukan perbandingan dengan metode-metode lain yang ada dalam literatur untuk memastikan keandalan dan generalisasi metode yang diusulkan..
<br>Studi ini mengusulkan metode ekstraksi fitur hibrida baru untuk klasifikasi lesi kulit dan mengintegrasikan Local Binary Pattern (LBP) dan Gray Level Run Length Matrix (GLRLM).Kami telah melakukan eksperimen menggunakan metode yang diusulkan terintegrasi dengan klasifikasi mesin belajar tradisional seperti SVM, kNN dan Decision Tree pada dua dataset publik, MSK10000 (klasifikasi biner) dan HAM10000 (klasifikasi multi-kelas).Sistem menunjukkan kinerja yang kuat pada berbagai metrik evaluasi, termasuk skor F1 yang mencapai 99,52% A 0,16 untuk klasifikasi biner dan 95,29% A 0,94 untuk tugas multi-kelas.Selain itu, metode yang diusulkan menunjukkan efisiensi komputasi tinggi yang akan memungkinkan implementasi aktual dalam skenario sumber daya terbatas
<br>Kanker kulit adalah salah satu kanker yang paling umum dan dalam beberapa kasus mematikan di seluruh dunia, yang menekankan pentingnya diagnosis awal dan akurat yang bergantung pada pengelolaan penyakit yang berhasil. Prosedur diagnosis konvensional memakan waktu dan rentan terhadap rutinitas yang bervariasi yang memerlukan sistem klasifikasi otomatis dan konsisten. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan metode ekstraksi fitur hibrida untuk klasifikasi lesi kulit biner dan multi-kelas dengan mengintegrasikan Local Binary Pattern (LBP) dan Gray Level Run Length Matrix (GLRLM). Pendekatan ini dibenchmark pada dua dataset gambar dermaskopis publik (HAM10000, tujuh kelas dan MSK10000, klasifikasi biner). Dua puluh satu fitur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" type="image/webp" length="137774" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-594-umy.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2335-journal-robotics-control-jrc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers An Evaluation in Small Border Islands ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers An Evaluation in Small Border Islands ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers An Evaluation in Small Border Islands ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55032-wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-wil</link>
	<guid isPermaLink="false">9dfed497a1e78f9c68fc43ed35c67075</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 16:25:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ hit counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,hit]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD wilayah PPKP, diperlukan program pengembangan profesi yang kontekstual dan berkelanjutan. Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Menganalisis dampak sertifikasi guru terhadap kualitas pembelajaran siswa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD wilayah PPKP, diperlukan program pengembangan profesi yang kontekstual dan berkelanjutan. Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Menganalisis dampak sertifikasi guru terhadap kualitas pembelajaran siswa di PPKP. (2) Meneliti strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan terbatas. (3) Mengeksplorasi peran kepala sekolah dalam mendukung pengembangan kompetensi guru di daerah terpencil.. Penelitian ini mengevaluasi kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru sekolah dasar bersertifikat di Pulau-Pulau Kecil Perbatasan (PPKP).Hasil menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik dan profesional berada pada kategori sangat baik (>90%).Guru menunjukkan pemahaman yang kuat tentang karakteristik siswa, komunikasi, dan evaluasi pembelajaran.Namun, pengembangan diri menjadi tantangan karena keterbatasan akses pelatihan di wilayah perbatasan.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa sertifikasi guru telah meningkatkan kapasitas pedagogik dan profesional, meskipun masih diperlukan program pengembangan profesi yang berkelanjutan dan kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD PPKP Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kompetensi pedagogik dan profesional guru Sekolah Dasar yang telah tersertifikasi di wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan (PPKP), dengan fokus pada Kecamatan Moa Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, sebuah wilayah terpencil 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang menghadapi tantangan pendidikan yang serius. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan desain deskriptif kualitatif berbasis penilaian rubrik terukur, yang dikerangkai oleh Model Evaluasi Countenance (Stake). Standar penilaian mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Subjek penelitian meliputi lima kepala sekolah dan 18 guru SD tersertifikasi dari lima sekolah dasar negeri di kecamatan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, kuesioner, wawancara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-707ac.webp" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-707ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-707ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-707ac.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" alt="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-eb21c.webp" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-eb21c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-eb21c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-eb21c.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" alt="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-25c47.webp" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-25c47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-25c47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-25c47.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" alt="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55032-wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-wil" title="JURIS - Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands" target="_blank">Pedagogical Competence and Professionalism of Certified Elementary School Teachers: An Evaluation in Small Border Islands</a>: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD wilayah PPKP, diperlukan program pengembangan profesi yang kontekstual dan berkelanjutan. Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Menganalisis dampak sertifikasi guru terhadap kualitas pembelajaran siswa di PPKP. (2) Meneliti strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan terbatas. (3) Mengeksplorasi peran kepala sekolah dalam mendukung pengembangan kompetensi guru di daerah terpencil..
<br>Penelitian ini mengevaluasi kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru sekolah dasar bersertifikat di Pulau-Pulau Kecil Perbatasan (PPKP).Hasil menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik dan profesional berada pada kategori sangat baik (>90%).Guru menunjukkan pemahaman yang kuat tentang karakteristik siswa, komunikasi, dan evaluasi pembelajaran.Namun, pengembangan diri menjadi tantangan karena keterbatasan akses pelatihan di wilayah perbatasan.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa sertifikasi guru telah meningkatkan kapasitas pedagogik dan profesional, meskipun masih diperlukan program pengembangan profesi yang berkelanjutan dan kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD PPKP
<br>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kompetensi pedagogik dan profesional guru Sekolah Dasar yang telah tersertifikasi di wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan (PPKP), dengan fokus pada Kecamatan Moa Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, sebuah wilayah terpencil 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang menghadapi tantangan pendidikan yang serius. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan desain deskriptif kualitatif berbasis penilaian rubrik terukur, yang dikerangkai oleh Model Evaluasi Countenance (Stake). Standar penilaian mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Subjek penelitian meliputi lima kepala sekolah dan 18 guru SD tersertifikasi dari lima sekolah dasar negeri di kecamatan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, kuesioner, wawancara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-eb21c.webp" type="image/webp" length="104200" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-707ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-eb21c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/wilayah-pulau-lombok-guru-sd-kkg-perbatasan-pengem-thumb-25c47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-736-sittah-journal-primary-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio Naratif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio Naratif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio Naratif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55014-patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-carlene-e</link>
	<guid isPermaLink="false">ef168904db9a002ea6aaff5c972864fd</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 16:20:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ vina cirebon ]]></category>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ mewarga hati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,hati,mewarga,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara kasus Vina Cirebon dan kisah gundik orang Lewi dalam Kitab Hakim-Hakim 19, dengan fokus pada analisis gender dan peran media dalam merepresentasikan kekerasan terhadap perempuan. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara kasus Vina Cirebon dan kisah gundik orang Lewi dalam Kitab Hakim-Hakim 19, dengan fokus pada analisis gender dan peran media dalam merepresentasikan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak sosial dan psikologis dari representasi kekerasan dalam media terhadap persepsi masyarakat tentang perempuan dan keadilan. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan strategi intervensi dan kebijakan publik untuk mengatasi eksploitasi perempuan dalam media dan meningkatkan perlindungan sosial bagi korban kekerasan.. Kisah tragis yang dialami oleh vina dan eky serta kisah tragis dari seorang gundik milik orang Lewi menunjukkan adanya beberapa persamaan.Persamaan yang pertama adalah tokoh perempuan di dalam kedua kisah tragis tersebut sama-sama mengalami pelecehan seksual dan tindakan tidak manusiawi dari sejumlah laki-laki.Mereka sama-sama menjadi objek pemuas laki-laki, mereka sama-sama dilihat bukan sebagai manusia yang memiliki martabat, mereka sama-sama tidak diberikan hak untuk berbicara, mereka sama-sama mendapatkan stigma yang buruk dari masyarakat, dan mereka sama-sama dieksploitasi untuk mencapai sebuah keadilan.Mereka menjadi korban dari tindakan keji oleh sekelompok laki-laki, yang memanifestasikan kekuasaan mereka melalui tindakan kekerasan.Lalu, persamaan yang kedua yaitu tentang kegagalan dari sistem sosial yang ada pada setiap masanya.Di masa itu, penduduk Gibea gagal melindungi gundik tersebut.Bahkan tidak ada hukum yang efektif atau perlindungan sosial untuk mencegah serta mengadili kekerasan tersebut.Sedangkan dalam sistem sosial dan hukum di Indonesia, meskipun memang sudah lebih maju, namun seringkali masih gagal memberikan perlindungan yang memadai kepada perempuan.Kasus Vina menunjukkan kelemahan dalam penegakan hukum dan perlindungan sosial, di mana tindakan preventif dan responsif seringkali tidak cukup untuk mencegah atau menindak pelaku kekerasan seksual dengan tegas.Bahkan pihak berwajib baru mau melanjutkan proses penyelidikannya ketika kasus ini kembali menjadi sorotan "lagi" oleh masyarakat karena diangkat menjadi sebuah film, yang mana ini kemudian membuka luka lama dari keluarga korban dan menimbulkan kontroversi baru yang berkepanjangan Kekerasan terhadap perempuan terjadi karena adanya pandangan bahwa perempuan lebih rendah dan lebih lemah daripada laki-laki, yang kemudian memunculkan tindakan atau perlakuan sewenang-wenang terhadap perempuan. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2023, meskipun jumlah kasus menurun, namun jumlah keseluruhan kekerasan terhadap perempuan masih tergolong tinggi, terutama pada kasus-kasus yang tidak dilaporkan. Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, tidak hanya terjadi di kehidupan nyata, namun bisa juga terjadi di dalam media. Berbicara mengenai kekerasan terhadap perempuan, ada salah satu contoh kasus yang tergolong dalam kasus kekerasan perempuan di dalam media. Dalam kasus ini terdapat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-f5495.webp" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-f5495.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-f5495.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-f5495.webp 1x" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" alt="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-1beab.webp" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-1beab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-1beab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-1beab.webp 1x" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" alt="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-dd9a6.webp" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-dd9a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-dd9a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-dd9a6.webp 1x" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" alt="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55014-patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-carlene-e" title="JURIS - Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif" target="_blank">Benarkah Tubuhku Dieksploitasi untuk Keadilan?: Tinjauan Terhadap Persamaan Kasus AuVina CirebonAy dengan Penafsiran Kitab Hakim-Hakim 19 Menggunakan Metode Sosio-Naratif</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara kasus Vina Cirebon dan kisah gundik orang Lewi dalam Kitab Hakim-Hakim 19, dengan fokus pada analisis gender dan peran media dalam merepresentasikan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak sosial dan psikologis dari representasi kekerasan dalam media terhadap persepsi masyarakat tentang perempuan dan keadilan. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan strategi intervensi dan kebijakan publik untuk mengatasi eksploitasi perempuan dalam media dan meningkatkan perlindungan sosial bagi korban kekerasan..
<br>Kisah tragis yang dialami oleh vina dan eky serta kisah tragis dari seorang gundik milik orang Lewi menunjukkan adanya beberapa persamaan.Persamaan yang pertama adalah tokoh perempuan di dalam kedua kisah tragis tersebut sama-sama mengalami pelecehan seksual dan tindakan tidak manusiawi dari sejumlah laki-laki.Mereka sama-sama menjadi objek pemuas laki-laki, mereka sama-sama dilihat bukan sebagai manusia yang memiliki martabat, mereka sama-sama tidak diberikan hak untuk berbicara, mereka sama-sama mendapatkan stigma yang buruk dari masyarakat, dan mereka sama-sama dieksploitasi untuk mencapai sebuah keadilan.Mereka menjadi korban dari tindakan keji oleh sekelompok laki-laki, yang memanifestasikan kekuasaan mereka melalui tindakan kekerasan.Lalu, persamaan yang kedua yaitu tentang kegagalan dari sistem sosial yang ada pada setiap masanya.Di masa itu, penduduk Gibea gagal melindungi gundik tersebut.Bahkan tidak ada hukum yang efektif atau perlindungan sosial untuk mencegah serta mengadili kekerasan tersebut.Sedangkan dalam sistem sosial dan hukum di Indonesia, meskipun memang sudah lebih maju, namun seringkali masih gagal memberikan perlindungan yang memadai kepada perempuan.Kasus Vina menunjukkan kelemahan dalam penegakan hukum dan perlindungan sosial, di mana tindakan preventif dan responsif seringkali tidak cukup untuk mencegah atau menindak pelaku kekerasan seksual dengan tegas.Bahkan pihak berwajib baru mau melanjutkan proses penyelidikannya ketika kasus ini kembali menjadi sorotan "lagi" oleh masyarakat karena diangkat menjadi sebuah film, yang mana ini kemudian membuka luka lama dari keluarga korban dan menimbulkan kontroversi baru yang berkepanjangan
<br>Kekerasan terhadap perempuan terjadi karena adanya pandangan bahwa perempuan lebih rendah dan lebih lemah daripada laki-laki, yang kemudian memunculkan tindakan atau perlakuan sewenang-wenang terhadap perempuan. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2023, meskipun jumlah kasus menurun, namun jumlah keseluruhan kekerasan terhadap perempuan masih tergolong tinggi, terutama pada kasus-kasus yang tidak dilaporkan. Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, tidak hanya terjadi di kehidupan nyata, namun bisa juga terjadi di dalam media. Berbicara mengenai kekerasan terhadap perempuan, ada salah satu contoh kasus yang tergolong dalam kasus kekerasan perempuan di dalam media. Dalam kasus ini terdapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-1beab.webp" type="image/webp" length="78012" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-f5495.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-1beab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/patriarki-kekerasan-perempuan-objek-laki-tubuhku-d-thumb-dd9a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengetahuan dan Kebenaran Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengetahuan dan Kebenaran Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengetahuan dan Kebenaran Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55024-filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-barat</link>
	<guid isPermaLink="false">1f5b4e0deb4997f8175e965041f8c899</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 16:05:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ vina cirebon ]]></category>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,front,matter,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan kontribusi dalam memahami dan mengatasi tantangan ekologi yang dihadapi manusia saat ini. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kedua epistemologi tersebut dapat saling melengkapi dan bekerja sama dalam mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran dan praktik yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan ekologi global.. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pertama, karakteristik epistemologi barat meliputi.[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui correspondence theory of truth (kebenaran korespondensi), coherence theory of truth (kebenaran koherensi) dan pragmatic theory of truth (kebenaran pragmatis).[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada aspek intuisi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat subjektif dan sintesis.[3] hubungan dengan agama bersifat terkait, khususnya dalam relasi sebab akibat.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui consensus theory of truth (kebenaran konsensus) dan aletheia theory of truth (kebenaran penyingkapan/ pewahyuan).Ketiga, selain memiliki perbedaan yang mendasar, epistemologi barat dan epistemologi timur memiliki kesamaan dalam beberapa hal, yaitu tentang misteri pengetahuan dan kebenaran, manusia sebagai subjek-objek pengetahuan dan kebenaran, dan kebermanfaatan pengetahuan dan kebenaran.Jadi, pengetahuan dan kebenaran yang diperoleh melalui perjumpaan epistemologi barat dan epistemologi timur didasarkan pada kebermanfaatan yang disepakati bersama (pragmatic Ae consensus theory of truth) Penelitian ini bertujuan mengali perbedaan dan persamaan karakteristik epistemologi barat dan epistemologi timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan kajian terhadap pustaka dan literatur, baik dalam bentuk buku, jurnal maupun dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, karakteristik epistemology barat meliputi: [1] pendekatan pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi, [2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis, [3] hubungan dengan agama bersifat terpisah,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" alt="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" alt="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" alt="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55024-filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-barat" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" target="_blank">Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan kontribusi dalam memahami dan mengatasi tantangan ekologi yang dihadapi manusia saat ini. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kedua epistemologi tersebut dapat saling melengkapi dan bekerja sama dalam mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran dan praktik yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan ekologi global..
<br>Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pertama, karakteristik epistemologi barat meliputi.[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui correspondence theory of truth (kebenaran korespondensi), coherence theory of truth (kebenaran koherensi) dan pragmatic theory of truth (kebenaran pragmatis).[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada aspek intuisi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat subjektif dan sintesis.[3] hubungan dengan agama bersifat terkait, khususnya dalam relasi sebab akibat.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui consensus theory of truth (kebenaran konsensus) dan aletheia theory of truth (kebenaran penyingkapan/ pewahyuan).Ketiga, selain memiliki perbedaan yang mendasar, epistemologi barat dan epistemologi timur memiliki kesamaan dalam beberapa hal, yaitu tentang misteri pengetahuan dan kebenaran, manusia sebagai subjek-objek pengetahuan dan kebenaran, dan kebermanfaatan pengetahuan dan kebenaran.Jadi, pengetahuan dan kebenaran yang diperoleh melalui perjumpaan epistemologi barat dan epistemologi timur didasarkan pada kebermanfaatan yang disepakati bersama (pragmatic Ae consensus theory of truth)
<br>Penelitian ini bertujuan mengali perbedaan dan persamaan karakteristik epistemologi barat dan epistemologi timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan kajian terhadap pustaka dan literatur, baik dalam bentuk buku, jurnal maupun dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, karakteristik epistemology barat meliputi: [1] pendekatan pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi, [2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis, [3] hubungan dengan agama bersifat terpisah,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" type="image/webp" length="49624" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gembira Karena Bebas Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gembira Karena Bebas Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gembira Karena Bebas Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55025-integrasi-iman-karya-masyarakat-kom</link>
	<guid isPermaLink="false">0e429de0596cf327970e25bdf2626d42</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 15:12:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ vina cirebon ]]></category>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,front,matter,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana teologi sukacita dapat diterapkan dalam konteks budaya Tionghoa Kristen di Indonesia, khususnya dalam merespons tantangan sosial dan budaya yang dihadapi komunitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana teologi sukacita dapat diterapkan dalam konteks budaya Tionghoa Kristen di Indonesia, khususnya dalam merespons tantangan sosial dan budaya yang dihadapi komunitas tersebut.2. Menjelajahi cara-cara kreatif untuk mengintegrasikan unsur-unsur budaya Tionghoa dalam ibadah Kristen tanpa mengabaikan ajaran-ajaran Kristen yang fundamental.3. Mengkaji peran kebaktian Imlek dalam memperkuat identitas dan kebersamaan komunitas Tionghoa Kristen, serta bagaimana hal ini dapat menjadi jembatan penghubung antara iman Kristen dan tradisi lokal.. Perayaan Imlek bagi orang Tionghoa di Indonesia merupakan titik tolak pembebasan dan pengakuan identitas etnis mereka.Kebaktian Imlek yang dilakukan oleh beberapa gereja Kristen di Indonesia memberikan makna baru pada unsur-unsur perayaan Imlek agar tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Kristen.Penulis menyadari pentingnya mengetahui sejarah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.Perayaan Imlek harus menjadi momen sukacita yang bersifat kolektif, bukan hanya kepuasan pribadi, dan harus diingat perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan hak-hak mereka Kontekstualisasi teologi merupakan pendekatan penting untuk menghadirkan pemahaman iman yang relevan dalam konteks sosial, budaya, dan sejarah yang spesifik. Dalam konteks Asia, teologi sering kali merespons realitas penderitaan seperti kemiskinan dan penindasan. Namun, penulis berpendapat bahwa refleksi iman tidak hanya berpusat pada penderitaan, tetapi juga harus membuka ruang bagi sukacita sebagai bentuk syukur atas pembebasan. Paper ini menggunakan model antropologis untuk mengeksplorasi bagaimana komunitas Tionghoa Kristen di Indonesia memaknai perayaan Imlek sebagai lambang pembebasan budaya, yang mencerminkan integrasi iman Kristen dengan tradisi lokal. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-bb18f.webp" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-bb18f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-bb18f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-bb18f.webp 1x" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" alt="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-cdf45.webp" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-cdf45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-cdf45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-cdf45.webp 1x" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" alt="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-4ceea.webp" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-4ceea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-4ceea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-4ceea.webp 1x" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" alt="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55025-integrasi-iman-karya-masyarakat-kom" title="JURIS - Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek" target="_blank">Gembira Karena Bebas: Berteologi Kontekstual Orang Tionghoa Kristen di Indonesia dalam Memaknai Perayaan Imlek</a>: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana teologi sukacita dapat diterapkan dalam konteks budaya Tionghoa Kristen di Indonesia, khususnya dalam merespons tantangan sosial dan budaya yang dihadapi komunitas tersebut.2. Menjelajahi cara-cara kreatif untuk mengintegrasikan unsur-unsur budaya Tionghoa dalam ibadah Kristen tanpa mengabaikan ajaran-ajaran Kristen yang fundamental.3. Mengkaji peran kebaktian Imlek dalam memperkuat identitas dan kebersamaan komunitas Tionghoa Kristen, serta bagaimana hal ini dapat menjadi jembatan penghubung antara iman Kristen dan tradisi lokal..
<br>Perayaan Imlek bagi orang Tionghoa di Indonesia merupakan titik tolak pembebasan dan pengakuan identitas etnis mereka.Kebaktian Imlek yang dilakukan oleh beberapa gereja Kristen di Indonesia memberikan makna baru pada unsur-unsur perayaan Imlek agar tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Kristen.Penulis menyadari pentingnya mengetahui sejarah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.Perayaan Imlek harus menjadi momen sukacita yang bersifat kolektif, bukan hanya kepuasan pribadi, dan harus diingat perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan hak-hak mereka
<br>Kontekstualisasi teologi merupakan pendekatan penting untuk menghadirkan pemahaman iman yang relevan dalam konteks sosial, budaya, dan sejarah yang spesifik. Dalam konteks Asia, teologi sering kali merespons realitas penderitaan seperti kemiskinan dan penindasan. Namun, penulis berpendapat bahwa refleksi iman tidak hanya berpusat pada penderitaan, tetapi juga harus membuka ruang bagi sukacita sebagai bentuk syukur atas pembebasan. Paper ini menggunakan model antropologis untuk mengeksplorasi bagaimana komunitas Tionghoa Kristen di Indonesia memaknai perayaan Imlek sebagai lambang pembebasan budaya, yang mencerminkan integrasi iman Kristen dengan tradisi lokal.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-4ceea.webp" type="image/webp" length="82242" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-bb18f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-cdf45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/integrasi-iman-karya-masyarakat-komunitas-tionghoa-thumb-4ceea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Front Matter ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Front Matter ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Front Matter ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55021-martabat-korban-lintas-budaya-vina-ci</link>
	<guid isPermaLink="false">85224fa9eda38c6856feff8442e998ce</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 15:00:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ vina cirebon ]]></category>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ mewarga hati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,hati,mewarga,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana keadilan dicari dan potensi eksploitasi yang menyertainya, penelitian lanjutan bisa menjelajahi beberapa arah baru. Pertama, studi ini bisa diperluas untuk tidak hanya membandingkan kasus "Vina Cirebon" ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Front Matter: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana keadilan dicari dan potensi eksploitasi yang menyertainya, penelitian lanjutan bisa menjelajahi beberapa arah baru. Pertama, studi ini bisa diperluas untuk tidak hanya membandingkan kasus "Vina Cirebon" dengan Kitab Hakim-Hakim 19, melainkan juga meninjau narasi-narasi serupa dari berbagai tradisi hukum kuno atau kisah-kisah modern lainnya yang melibatkan penggunaan tubuh korban sebagai instrumen untuk memicu atau mencapai suatu bentuk keadilan. Pertanyaan utamanya adalah: apakah pola eksploitasi naratif dan fisik korban demi kepentingan keadilan, atau yang diyakini sebagai keadilan, merupakan fenomena lintas budaya dan lintas zaman yang memiliki akar sosial dan psikologis yang lebih dalam? Kedua, akan sangat relevan untuk menyelidiki secara mendalam bagaimana media massa dan platform digital saat ini membentuk serta memanipulasi narasi seputar kasus-kasus kekerasan yang menjadi sorotan publik, seperti kasus "Vina Cirebon". Ini penting untuk memahami bagaimana representasi media, meskipun dengan niat baik untuk mencari keadilan, berpotensi secara tidak sengaja mengobjektivikasi atau bahkan mengeksploitasi penderitaan korban demi narasi yang sensasional atau untuk tujuan tertentu. Pertanyaan penelitian di sini bisa jadi: bagaimana konstruksi naratif media memengaruhi persepsi publik tentang keadilan dan bagaimana dampaknya terhadap martabat serta privasi korban dalam jangka panjang? Terakhir, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan kerangka kerja etika teologis dan hukum yang lebih kokoh. Ini harus secara eksplisit menantang dan menawarkan solusi terhadap praktik-praktik yang mengarah pada eksploitasi korban, sambil tetap memastikan keadilan ditegakkan dengan integritas penuh. Penting untuk mencari tahu: bagaimana kita dapat merumuskan prinsip-prinsip yang secara aktif melindungi martabat korban dan mencegah instrumentalisasi penderitaan mereka dalam proses pencarian keadilan, sekaligus memberdayakan suara mereka secara etis dan bertanggung jawab dalam diskursus publik dan proses hukum?. Penelitian ini telah menganalisis persamaan antara kasus "Vina Cirebon" dan narasi Kitab Hakim-Hakim 19, menyoroti pertanyaan mengenai eksploitasi tubuh demi pencapaian keadilan.Melalui pendekatan sosio-naratif, terungkap bahwa ada pola-pola naratif yang relevan untuk memahami kompleksitas perlakuan terhadap korban dalam sistem keadilan, baik di masa lalu maupun sekarang.Oleh karena itu, studi ini menegaskan perlunya pertimbangan etis dan teologis yang mendalam dalam setiap upaya penegakan keadilan, khususnya dalam memastikan martabat setiap individu tidak direduksi menjadi alat semata Penelitian ini meninjau kasus "Vina Cirebon" melalui lensa Kitab Hakim-Hakim 19, dengan fokus pada pertanyaan apakah tubuh manusia dieksploitasi demi keadilan. Menggunakan metode sosio-naratif, studi ini menganalisis persamaan naratif antara kedua kasus untuk mengungkap implikasi etis dan teologis terkait perlakuan terhadap korban dalam konteks pencarian keadilan. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana narasi kuno dapat memberikan perspektif kritis terhadap isu-isu keadilan kontemporer, khususnya terkait dengan eksploitasi dan martabat individu. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6ecd7.webp" title="JURIS - Front Matter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6ecd7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6ecd7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6ecd7.webp 1x" title="JURIS - Front Matter" alt="JURIS - Front Matter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-0d56b.webp" title="JURIS - Front Matter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-0d56b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-0d56b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-0d56b.webp 1x" title="JURIS - Front Matter" alt="JURIS - Front Matter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6b465.webp" title="JURIS - Front Matter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6b465.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6b465.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6b465.webp 1x" title="JURIS - Front Matter" alt="JURIS - Front Matter" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55021-martabat-korban-lintas-budaya-vina-ci" title="JURIS - Front Matter" target="_blank">Front Matter</a>: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana keadilan dicari dan potensi eksploitasi yang menyertainya, penelitian lanjutan bisa menjelajahi beberapa arah baru. Pertama, studi ini bisa diperluas untuk tidak hanya membandingkan kasus "Vina Cirebon" dengan Kitab Hakim-Hakim 19, melainkan juga meninjau narasi-narasi serupa dari berbagai tradisi hukum kuno atau kisah-kisah modern lainnya yang melibatkan penggunaan tubuh korban sebagai instrumen untuk memicu atau mencapai suatu bentuk keadilan. Pertanyaan utamanya adalah: apakah pola eksploitasi naratif dan fisik korban demi kepentingan keadilan, atau yang diyakini sebagai keadilan, merupakan fenomena lintas budaya dan lintas zaman yang memiliki akar sosial dan psikologis yang lebih dalam? Kedua, akan sangat relevan untuk menyelidiki secara mendalam bagaimana media massa dan platform digital saat ini membentuk serta memanipulasi narasi seputar kasus-kasus kekerasan yang menjadi sorotan publik, seperti kasus "Vina Cirebon". Ini penting untuk memahami bagaimana representasi media, meskipun dengan niat baik untuk mencari keadilan, berpotensi secara tidak sengaja mengobjektivikasi atau bahkan mengeksploitasi penderitaan korban demi narasi yang sensasional atau untuk tujuan tertentu. Pertanyaan penelitian di sini bisa jadi: bagaimana konstruksi naratif media memengaruhi persepsi publik tentang keadilan dan bagaimana dampaknya terhadap martabat serta privasi korban dalam jangka panjang? Terakhir, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan kerangka kerja etika teologis dan hukum yang lebih kokoh. Ini harus secara eksplisit menantang dan menawarkan solusi terhadap praktik-praktik yang mengarah pada eksploitasi korban, sambil tetap memastikan keadilan ditegakkan dengan integritas penuh. Penting untuk mencari tahu: bagaimana kita dapat merumuskan prinsip-prinsip yang secara aktif melindungi martabat korban dan mencegah instrumentalisasi penderitaan mereka dalam proses pencarian keadilan, sekaligus memberdayakan suara mereka secara etis dan bertanggung jawab dalam diskursus publik dan proses hukum?.
<br>Penelitian ini telah menganalisis persamaan antara kasus "Vina Cirebon" dan narasi Kitab Hakim-Hakim 19, menyoroti pertanyaan mengenai eksploitasi tubuh demi pencapaian keadilan.Melalui pendekatan sosio-naratif, terungkap bahwa ada pola-pola naratif yang relevan untuk memahami kompleksitas perlakuan terhadap korban dalam sistem keadilan, baik di masa lalu maupun sekarang.Oleh karena itu, studi ini menegaskan perlunya pertimbangan etis dan teologis yang mendalam dalam setiap upaya penegakan keadilan, khususnya dalam memastikan martabat setiap individu tidak direduksi menjadi alat semata
<br>Penelitian ini meninjau kasus "Vina Cirebon" melalui lensa Kitab Hakim-Hakim 19, dengan fokus pada pertanyaan apakah tubuh manusia dieksploitasi demi keadilan. Menggunakan metode sosio-naratif, studi ini menganalisis persamaan naratif antara kedua kasus untuk mengungkap implikasi etis dan teologis terkait perlakuan terhadap korban dalam konteks pencarian keadilan. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana narasi kuno dapat memberikan perspektif kritis terhadap isu-isu keadilan kontemporer, khususnya terkait dengan eksploitasi dan martabat individu.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6b465.webp" type="image/webp" length="37948" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6ecd7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-0d56b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/martabat-korban-lintas-budaya-vina-cirebon-hakim-h-thumb-6b465.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Resensi Buku Where Two or Three Are Gathered Transforming the Parish through Communities of Practice ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Resensi Buku Where Two or Three Are Gathered Transforming the Parish through Communities of Practice ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Resensi Buku Where Two or Three Are Gathered Transforming the Parish through Communities of Practice ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55019-gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-pr</link>
	<guid isPermaLink="false">c05bc3981baebddc217c5b0f4e44007d</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 14:02:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ vina cirebon ]]></category>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ mewarga hati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,hati,mewarga,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana komunitas praktik dapat diterapkan di berbagai konteks selain gereja, seperti sekolah, rumah sakit, atau komunitas basis, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan iman di dalam komunitas tersebut?2. Apakah ada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice: 1. Bagaimana komunitas praktik dapat diterapkan di berbagai konteks selain gereja, seperti sekolah, rumah sakit, atau komunitas basis, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan iman di dalam komunitas tersebut?2. Apakah ada cara untuk mengembangkan gagasan tentang penginjilan yang lebih inklusif dan dapat diterapkan di berbagai denominasi, sehingga dapat memperluas jangkauan karya ini di luar lingkungan Katolik?3. Bagaimana kita dapat mengelaborasi dan menerapkan gagasan transformasi gereja ini secara lebih luas, dengan mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan unik dari setiap jenis gereja, dan bagaimana hal ini dapat mendorong diskusi dan perenungan di antara para pemeluk agama yang berbeda?. Buku ini memberikan kontribusi yang komprehensif secara konseptual dan contoh empiris dalam mentransformasi gereja yang dapat dikatakan sebagai kelebihan buku.Bagi peresensi, gagasan yang dapat dikembangkan dari buku ini yaitu keramahtamahan (hospitality), percakapan (conversation), pengikut (followership), dan memilih dan memilah (discernment).Regan memang meletakkannya pada desain gereja sebagaimana salah satu perwujudan dari komunitas-komunitas praktik (communities of practice).Namun, peresensi menilai ini bisa dilakukan di wujud komunitas praktik yang lain, contohnya sekolah, rumah sakit, komunitas sel, dan komunitas basis.Sebagai contoh, di sekolah, pembaca yang ingin menggunakan gagasan ini bisa mendesainnya dengan melibatkan budaya sekolah, kebijakan pendidikan, pembelajaran dan kurikulum (eksplisit, implisit, dan nol), dan orang-orang yang terlibat (guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua) Gagasan transformasi gereja atau paroki menjadi hal penting dalam kehidupan menggereja agar senantiasa memperbarui diri. Ini bisa semacam mengembangkan ungkapan ecclesia reformanda quia reformata atau biasa disebut ecclesia reformata semper reformanda yang berarti gereja harus selalu tereformasi sebagaimana dipopulerkan Karl Barth pada 1947 yang berasal dari Agustinus (Koffeman, 2015). Tidak heran dengan menggunakan kata kunci AuparokiAy (parish) dan AugerejaAy (congregation), banyak literatur melimpah disajikan di luar Indonesia di antaranya Transforming Parish Ministry: The Changing Roles of Catholic Clergy, Laity, and Women Religious (1989) (Dolan dkk., 1989), Transforming... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" alt="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" alt="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" alt="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55019-gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-pr" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" target="_blank">Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice</a>: 1. Bagaimana komunitas praktik dapat diterapkan di berbagai konteks selain gereja, seperti sekolah, rumah sakit, atau komunitas basis, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan iman di dalam komunitas tersebut?2. Apakah ada cara untuk mengembangkan gagasan tentang penginjilan yang lebih inklusif dan dapat diterapkan di berbagai denominasi, sehingga dapat memperluas jangkauan karya ini di luar lingkungan Katolik?3. Bagaimana kita dapat mengelaborasi dan menerapkan gagasan transformasi gereja ini secara lebih luas, dengan mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan unik dari setiap jenis gereja, dan bagaimana hal ini dapat mendorong diskusi dan perenungan di antara para pemeluk agama yang berbeda?.
<br>Buku ini memberikan kontribusi yang komprehensif secara konseptual dan contoh empiris dalam mentransformasi gereja yang dapat dikatakan sebagai kelebihan buku.Bagi peresensi, gagasan yang dapat dikembangkan dari buku ini yaitu keramahtamahan (hospitality), percakapan (conversation), pengikut (followership), dan memilih dan memilah (discernment).Regan memang meletakkannya pada desain gereja sebagaimana salah satu perwujudan dari komunitas-komunitas praktik (communities of practice).Namun, peresensi menilai ini bisa dilakukan di wujud komunitas praktik yang lain, contohnya sekolah, rumah sakit, komunitas sel, dan komunitas basis.Sebagai contoh, di sekolah, pembaca yang ingin menggunakan gagasan ini bisa mendesainnya dengan melibatkan budaya sekolah, kebijakan pendidikan, pembelajaran dan kurikulum (eksplisit, implisit, dan nol), dan orang-orang yang terlibat (guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua)
<br>Gagasan transformasi gereja atau paroki menjadi hal penting dalam kehidupan menggereja agar senantiasa memperbarui diri. Ini bisa semacam mengembangkan ungkapan ecclesia reformanda quia reformata atau biasa disebut ecclesia reformata semper reformanda yang berarti gereja harus selalu tereformasi sebagaimana dipopulerkan Karl Barth pada 1947 yang berasal dari Agustinus (Koffeman, 2015). Tidak heran dengan menggunakan kata kunci AuparokiAy (parish) dan AugerejaAy (congregation), banyak literatur melimpah disajikan di luar Indonesia di antaranya Transforming Parish Ministry: The Changing Roles of Catholic Clergy, Laity, and Women Religious (1989) (Dolan dkk., 1989), Transforming...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" type="image/webp" length="81924" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata di Danau Toba ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata di Danau Toba ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata di Danau Toba ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55022-atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan</link>
	<guid isPermaLink="false">93c30e0cfa0ff76839f304c139e975ab</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 13:32:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi prayogi ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira saputra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,content,main,prayogi,saputra,wira]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara desa wisata yang telah menerapkan strategi pemasaran digital dan diversifikasi produk dengan desa wisata yang belum. Studi ini dapat mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata di Danau Toba: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara desa wisata yang telah menerapkan strategi pemasaran digital dan diversifikasi produk dengan desa wisata yang belum. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan desa wisata dalam meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak wisatawan. Kedua, meneliti dampak jangka panjang dari program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana peningkatan kapasitas perempuan berdampak pada perkembangan ekonomi desa wisata, termasuk peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Ketiga, mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih inovatif dan terintegrasi untuk desa wisata. Penelitian ini dapat berfokus pada penggunaan teknologi terbaru, seperti augmented reality atau virtual reality, untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan interaktif. Dengan menggabungkan tiga ide penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan desa wisata di sekitar Danau Toba, memperkuat peran perempuan, dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata secara keseluruhan.. Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema penguatan kapasitas perempuan di Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi peserta, khususnya perempuan yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata.Bukti pemahaman bagi peserta ini terlihat dari mampunya mereka menyusun sebuah rencana aksi sebagai output dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan.Melalui serangkaian sesi pelatihan dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemasaran digital dan diversifikasi produk untuk meningkatkan daya saing desa wisata.Pada sesi identifikasi awal, mayoritas peserta setuju bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata dan berkomitmen untuk lebih berperan aktif dalam upaya tersebut.Dalam hal pemasaran, peserta menyadari pentingnya memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Shopee Live untuk mempromosikan produk lokal, seperti ulos, kepada audiens yang lebih luas.Di samping itu, sesi mengenai diversifikasi produk memberikan gambaran bagaimana Desa Lumban Suhi-suhi telah berhasil mengembangkan objek wisata baru, seperti Pantai Lumban Manik, yang mendukung produk wisata eksisting dan memperkaya pengalaman wisatawan.Selain itu, hasil dari sesi praktik menunjukkan bahwa peserta sangat antusias untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran, dengan sebagian besar peserta berencana untuk membuat akun bisnis di media sosial dan memisahkan akun pribadi mereka.Beberapa peserta bahkan tertarik untuk memanfaatkan Instagram Ads untuk memperluas jangkauan pemasaran mereka.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan daya saing produk wisata di desa mereka.Untuk mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata, sangat dianjurkan agar peserta melanjutkan upaya pemasaran digital dengan lebih fokus dan terarah.Penggunaan platform media sosial yang lebih variatif, seperti Facebook dan YouTube, serta teknik iklan berbayar seperti Instagram Ads, bisa diperluas untuk meningkatkan visibilitas produk dan atraksi wisata.Selain itu, pelatihan berkelanjutan tentang teknik-teknik pemasaran digital yang lebih canggih bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan peserta.Sebagai tambahan, program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata perlu ditingkatkan.Perempuan di desa wisata harus diberikan lebih banyak kesempatan untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis wisata.Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan terkait kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam sektor pariwisata melalui pemasaran digital dan diversifikasi produk di desa wisata sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Program ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan produk wisata lokal, dengan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemasaran digital dan pengembangan produk yang dapat meningkatkan daya saing desa wisata. Peserta kegiatan ini terdiri dari 30 orang perempuan pegiat wisata yang berasal dari berbagai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-4d86e.webp" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-4d86e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-4d86e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-4d86e.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" alt="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-58aad.webp" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-58aad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-58aad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-58aad.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" alt="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-b902e.webp" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-b902e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-b902e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-b902e.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" alt="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55022-atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan" title="JURIS - Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba" target="_blank">Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Pemasaran Produk Pariwisata  di Danau Toba</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara desa wisata yang telah menerapkan strategi pemasaran digital dan diversifikasi produk dengan desa wisata yang belum. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan desa wisata dalam meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak wisatawan. Kedua, meneliti dampak jangka panjang dari program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana peningkatan kapasitas perempuan berdampak pada perkembangan ekonomi desa wisata, termasuk peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Ketiga, mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih inovatif dan terintegrasi untuk desa wisata. Penelitian ini dapat berfokus pada penggunaan teknologi terbaru, seperti augmented reality atau virtual reality, untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan interaktif. Dengan menggabungkan tiga ide penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan desa wisata di sekitar Danau Toba, memperkuat peran perempuan, dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata secara keseluruhan..
<br>Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema penguatan kapasitas perempuan di Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi peserta, khususnya perempuan yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata.Bukti pemahaman bagi peserta ini terlihat dari mampunya mereka menyusun sebuah rencana aksi sebagai output dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan.Melalui serangkaian sesi pelatihan dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemasaran digital dan diversifikasi produk untuk meningkatkan daya saing desa wisata.Pada sesi identifikasi awal, mayoritas peserta setuju bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata dan berkomitmen untuk lebih berperan aktif dalam upaya tersebut.Dalam hal pemasaran, peserta menyadari pentingnya memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Shopee Live untuk mempromosikan produk lokal, seperti ulos, kepada audiens yang lebih luas.Di samping itu, sesi mengenai diversifikasi produk memberikan gambaran bagaimana Desa Lumban Suhi-suhi telah berhasil mengembangkan objek wisata baru, seperti Pantai Lumban Manik, yang mendukung produk wisata eksisting dan memperkaya pengalaman wisatawan.Selain itu, hasil dari sesi praktik menunjukkan bahwa peserta sangat antusias untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran, dengan sebagian besar peserta berencana untuk membuat akun bisnis di media sosial dan memisahkan akun pribadi mereka.Beberapa peserta bahkan tertarik untuk memanfaatkan Instagram Ads untuk memperluas jangkauan pemasaran mereka.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan daya saing produk wisata di desa mereka.Untuk mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata, sangat dianjurkan agar peserta melanjutkan upaya pemasaran digital dengan lebih fokus dan terarah.Penggunaan platform media sosial yang lebih variatif, seperti Facebook dan YouTube, serta teknik iklan berbayar seperti Instagram Ads, bisa diperluas untuk meningkatkan visibilitas produk dan atraksi wisata.Selain itu, pelatihan berkelanjutan tentang teknik-teknik pemasaran digital yang lebih canggih bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan peserta.Sebagai tambahan, program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata perlu ditingkatkan.Perempuan di desa wisata harus diberikan lebih banyak kesempatan untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis wisata.Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan terkait kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan
<br>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam sektor pariwisata melalui pemasaran digital dan diversifikasi produk di desa wisata sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Program ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan produk wisata lokal, dengan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemasaran digital dan pengembangan produk yang dapat meningkatkan daya saing desa wisata. Peserta kegiatan ini terdiri dari 30 orang perempuan pegiat wisata yang berasal dari berbagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-58aad.webp" type="image/webp" length="78846" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-4d86e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-58aad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/atraksi-wisata-tana-kualitas-pengalaman-wisatawan-thumb-b902e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1814-ppl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9003-abdi-wisata-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 19 Jul 2026 22:29:39 +0700. 12 items. Served in: 5.274 seconds [rss] -->
