<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.76-28jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.76-28jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 28 Jun 2026 05:50:41 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 05:50:41 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-28T05:50:41+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Peran Nilai Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Nilai Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Nilai Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51993-teori-etika-digital-literasi-l</link>
	<guid isPermaLink="false">5179c8bd1e6448c2fe5ee10fd915b069</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 05:11:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dwi andayani ]]></category>
	<category><![CDATA[ peran nilai ]]></category>
	<category><![CDATA[ nizar ayubi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andayani,ayubi,dwi,nilai,nizar,peran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi nilaiAcnilai Islam memengaruhi tingkat literasi digital di kalangan siswa SMA, misalnya dengan menguji hipotesis bahwa penerapan prinsip kejujuran dan tanggung jawab meningkatkan kemampuan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi nilaiAcnilai Islam memengaruhi tingkat literasi digital di kalangan siswa SMA, misalnya dengan menguji hipotesis bahwa penerapan prinsip kejujuran dan tanggung jawab meningkatkan kemampuan verifikasi informasi. Selain itu, studi komparatif yang membandingkan kerangka etika yang berasal dari Islam, Kristen, dan humanisme sekuler dalam upaya moderasi ujaran kebencian daring dapat memberikan wawasan tentang efektivitas masingAcmasing pendekatan lintas budaya. Terakhir, pengembangan dan evaluasi platform berbasis kecerdasan buatan yang menyematkan prinsipAcprinsip etika Islam untuk mendeteksi serta memitigasi penyebaran disinformasi di media sosial dapat menjadi kontribusi praktis yang menguji penerapan teori etika digital dalam konteks teknologi modern.. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, keadilan, dan rasa hormat berperan penting dalam membentuk perilaku sosial yang harmonis dan bertanggung jawab dalam era teknologi digital.Untuk memperluas penerapan nilai tersebut, diperlukan regulasi etika berbasis Islam, kampanye literasi digital, serta pengembangan kurikulum dan forum komunitas yang mendukung etika digital.Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode campuran dengan sampel yang lebih besar dan membandingkan nilai Islam dengan perspektif agama atau filosofi lain guna memperkaya pemahaman etika digital universal Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk cara manusia berinteraksi dan membentuk nilai-nilai. Namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan etis dan sosial, seperti penyebaran disinformasi dan perilaku negatif di ruang digital. Dalam konteks ini, nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, dapat menjadi panduan etika yang mampu mendorong perilaku positif di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan sosial di era teknologi digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan observasi partisipatif pada komunitas daring yang menerapkan prinsip-prinsip Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam memiliki peran penting dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-a2d85.webp" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-a2d85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-a2d85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-a2d85.webp 1x" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" alt="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-2004d.webp" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-2004d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-2004d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-2004d.webp 1x" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" alt="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-b0d55.webp" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-b0d55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-b0d55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-b0d55.webp 1x" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" alt="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51993-teori-etika-digital-literasi-l" title="JURIS - Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era" target="_blank">Peran Nilai-Nilai Islam dalam Transformasi Sosial pada Era Teknologi: The Role of Islamic Values AUAUin Social Transformation in the Technological Era</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi nilaiAcnilai Islam memengaruhi tingkat literasi digital di kalangan siswa SMA, misalnya dengan menguji hipotesis bahwa penerapan prinsip kejujuran dan tanggung jawab meningkatkan kemampuan verifikasi informasi. Selain itu, studi komparatif yang membandingkan kerangka etika yang berasal dari Islam, Kristen, dan humanisme sekuler dalam upaya moderasi ujaran kebencian daring dapat memberikan wawasan tentang efektivitas masingAcmasing pendekatan lintas budaya. Terakhir, pengembangan dan evaluasi platform berbasis kecerdasan buatan yang menyematkan prinsipAcprinsip etika Islam untuk mendeteksi serta memitigasi penyebaran disinformasi di media sosial dapat menjadi kontribusi praktis yang menguji penerapan teori etika digital dalam konteks teknologi modern..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, keadilan, dan rasa hormat berperan penting dalam membentuk perilaku sosial yang harmonis dan bertanggung jawab dalam era teknologi digital.Untuk memperluas penerapan nilai tersebut, diperlukan regulasi etika berbasis Islam, kampanye literasi digital, serta pengembangan kurikulum dan forum komunitas yang mendukung etika digital.Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode campuran dengan sampel yang lebih besar dan membandingkan nilai Islam dengan perspektif agama atau filosofi lain guna memperkaya pemahaman etika digital universal
<br>Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk cara manusia berinteraksi dan membentuk nilai-nilai. Namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan etis dan sosial, seperti penyebaran disinformasi dan perilaku negatif di ruang digital. Dalam konteks ini, nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, dapat menjadi panduan etika yang mampu mendorong perilaku positif di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan sosial di era teknologi digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan observasi partisipatif pada komunitas daring yang menerapkan prinsip-prinsip Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam memiliki peran penting dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-b0d55.webp" type="image/webp" length="73140" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-a2d85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-2004d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/teori-etika-digital-literasi-islami-tantangan-sosi-thumb-b0d55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1559-pandawan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7875-alfabet-jurnal-wawasan-agama-risalah-islamiah-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51997-al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-isla</link>
	<guid isPermaLink="false">6dcd7546a9a7af2e3775cb8cd4bdddd3</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 05:11:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi jaka k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,dwi,flag,focus,jaka,k,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kurikulum terintegrasi yang menggabungkan pengetahuan ilmiah modern dengan nilaiAcnilai Islam holistik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah Muhammadiyah; selanjutnya, studi kualitatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kurikulum terintegrasi yang menggabungkan pengetahuan ilmiah modern dengan nilaiAcnilai Islam holistik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah Muhammadiyah; selanjutnya, studi kualitatif mengenai persepsi dan pengalaman guru serta mahasiswa terkait implementasi model pendidikan holistik di institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah dapat menggali bagaimana integrasi ilmu agama dan sekuler memengaruhi keterlibatan mereka dengan kedua bidang pengetahuan; terakhir, penelitian komparatif antara penggunaan teknologi digital serta platform pembelajaran daring dengan metode pengajaran tradisional dapat mengevaluasi dampak terhadap pengembangan kemampuan bernalar dan kebebasan berkreasi siswa Muhammadiyah, sehingga memberikan dasar empiris untuk perancangan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap era modern.. Pendidikan Muhammadiyah berupaya mengembangkan kemampuan bernalar peserta didik, namun prinsip pembaharuan dan kebebasan berpikir sering tidak diperdulikan, menyebabkan posisi marginal umat Islam.Artikel ini menyumbang wacana transformasi pendidikan dengan menggabungkan nilai tradisional Islam dan tantangan modernitas, menekankan pentingnya fokus pada pengembangan bernalar dan kebebasan berpikir.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi model pendidikan integratif antara ilmu modern dan nilai Islam holistik serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pendidikan Muhammadiyah Artikel ini membahas dua pertanyaan utama: tantangan membangun gerakan ilmu dalam perspektif pendidikan Muhammadiyah abad kedua dan gagasan arah transformasi pendidikan Muhammadiyah dalam periode tersebut. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu terkait pendidikan Islam, lama menjadi khususnya dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, telah diskursus penting di kalangan masyarakat Muslim. Muhammadiyah terdorong untuk meninjau kembali tatanan epistemologi ilmu yang ada karena paradigma ilmu saat ini dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan umat. Pendidikan menjadi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-88321.webp" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-88321.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-88321.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-88321.webp 1x" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" alt="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-1efeb.webp" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-1efeb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-1efeb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-1efeb.webp 1x" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" alt="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-e3ac7.webp" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-e3ac7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-e3ac7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-e3ac7.webp 1x" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" alt="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51997-al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-isla" title="JURIS - Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century" target="_blank">Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kurikulum terintegrasi yang menggabungkan pengetahuan ilmiah modern dengan nilaiAcnilai Islam holistik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah Muhammadiyah; selanjutnya, studi kualitatif mengenai persepsi dan pengalaman guru serta mahasiswa terkait implementasi model pendidikan holistik di institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah dapat menggali bagaimana integrasi ilmu agama dan sekuler memengaruhi keterlibatan mereka dengan kedua bidang pengetahuan; terakhir, penelitian komparatif antara penggunaan teknologi digital serta platform pembelajaran daring dengan metode pengajaran tradisional dapat mengevaluasi dampak terhadap pengembangan kemampuan bernalar dan kebebasan berkreasi siswa Muhammadiyah, sehingga memberikan dasar empiris untuk perancangan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap era modern..
<br>Pendidikan Muhammadiyah berupaya mengembangkan kemampuan bernalar peserta didik, namun prinsip pembaharuan dan kebebasan berpikir sering tidak diperdulikan, menyebabkan posisi marginal umat Islam.Artikel ini menyumbang wacana transformasi pendidikan dengan menggabungkan nilai tradisional Islam dan tantangan modernitas, menekankan pentingnya fokus pada pengembangan bernalar dan kebebasan berpikir.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi model pendidikan integratif antara ilmu modern dan nilai Islam holistik serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pendidikan Muhammadiyah
<br>Artikel ini membahas dua pertanyaan utama: tantangan membangun gerakan ilmu dalam perspektif pendidikan Muhammadiyah abad kedua dan gagasan arah transformasi pendidikan Muhammadiyah dalam periode tersebut. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu terkait pendidikan Islam, lama menjadi khususnya dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, telah diskursus penting di kalangan masyarakat Muslim. Muhammadiyah terdorong untuk meninjau kembali tatanan epistemologi ilmu yang ada karena paradigma ilmu saat ini dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan umat. Pendidikan menjadi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-1efeb.webp" type="image/webp" length="199920" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-88321.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-1efeb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/al-islam-pendidikan-muhammadiyah-kurikulum-nilai-w-thumb-e3ac7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1199-zamronedu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5934-ad-daqqoq-journal-religion-social-movement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51986-literasi-digital-al-ayah-asi-dig</link>
	<guid isPermaLink="false">e44be799904a084627c823fc3458ccd4</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 05:11:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ print issn ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,issn,page,print,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana model integrasi literasi digital dan teologi inkarnasional dapat diimplementasikan secara empiris dalam kelas PAK, misalnya dengan menguji dampaknya terhadap kompetensi digital dan pertumbuhan spiritual ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana model integrasi literasi digital dan teologi inkarnasional dapat diimplementasikan secara empiris dalam kelas PAK, misalnya dengan menguji dampaknya terhadap kompetensi digital dan pertumbuhan spiritual siswa. Selain itu, diperlukan pengembangan kurikulum berbasis literasi digital teologis yang memadukan bahan ajar digital interaktif dengan prinsip inkarnasional, serta evaluasi efektivitasnya melalui studi kasus di beberapa sekolah teologis. Akhirnya, sebuah studi perbandingan antara konteks budaya digital di Indonesia dan negara lain dapat memperluas pemahaman tentang adaptasi teologi inkarnasional dalam ruang digital yang beragam, sehingga menghasilkan pedoman global yang kontekstual dan relevan.. Integrasi literasi digital dan teologi termasuk dalam budaya digital.Melalui integrasi literasi digital dan pendekatan inkarnasional, proses pembelajaran PAK tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan teologis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik Perkembangan teknologi digital kerap kali menciptakan disparitas antara keterampilan teknis dan tingkat kedewasaan rohani yang berdampak pada degradasi moral di ruang siber. Maka, kebutuhan akan literasi digital yang bersifat teologis menjadi sangat krusial. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkaji sintesis antara literasi digital dengan prinsip teologis dalam kerangka inkarnasi Kristus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi inkarnasional memberi fondasi teologis dan praktis kepada Pendidikan Kristen secara kontekstual untuk hadir dalam budaya masyarakat digital. Integrasi ini mengubah ruang digital menjadi locus perjumpaan iman sejati yang menuntun pendewasan iman sehingga peserta didik dapat menjadi saksi Kristus dalam ruang digital. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-47882.webp" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-47882.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-47882.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-47882.webp 1x" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" alt="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-f1e08.webp" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-f1e08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-f1e08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-f1e08.webp 1x" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" alt="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-30b2f.webp" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-30b2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-30b2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-30b2f.webp 1x" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" alt="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51986-literasi-digital-al-ayah-asi-dig" title="JURIS - Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen" target="_blank">Integrasi Literasi Digital dan Teologi Inkarnasional dalam Pendidikan Agama Kristen</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana model integrasi literasi digital dan teologi inkarnasional dapat diimplementasikan secara empiris dalam kelas PAK, misalnya dengan menguji dampaknya terhadap kompetensi digital dan pertumbuhan spiritual siswa. Selain itu, diperlukan pengembangan kurikulum berbasis literasi digital teologis yang memadukan bahan ajar digital interaktif dengan prinsip inkarnasional, serta evaluasi efektivitasnya melalui studi kasus di beberapa sekolah teologis. Akhirnya, sebuah studi perbandingan antara konteks budaya digital di Indonesia dan negara lain dapat memperluas pemahaman tentang adaptasi teologi inkarnasional dalam ruang digital yang beragam, sehingga menghasilkan pedoman global yang kontekstual dan relevan..
<br>Integrasi literasi digital dan teologi termasuk dalam budaya digital.Melalui integrasi literasi digital dan pendekatan inkarnasional, proses pembelajaran PAK tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan teologis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik
<br>Perkembangan teknologi digital kerap kali menciptakan disparitas antara keterampilan teknis dan tingkat kedewasaan rohani yang berdampak pada degradasi moral di ruang siber. Maka, kebutuhan akan literasi digital yang bersifat teologis menjadi sangat krusial. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkaji sintesis antara literasi digital dengan prinsip teologis dalam kerangka inkarnasi Kristus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi inkarnasional memberi fondasi teologis dan praktis kepada Pendidikan Kristen secara kontekstual untuk hadir dalam budaya masyarakat digital. Integrasi ini mengubah ruang digital menjadi locus perjumpaan iman sejati yang menuntun pendewasan iman sehingga peserta didik dapat menjadi saksi Kristus dalam ruang digital.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-30b2f.webp" type="image/webp" length="199420" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-47882.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-f1e08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/literasi-digital-al-ayah-asi-integrasi-teologi-ink-thumb-30b2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1864-sttintheos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17688-dunamis-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ From Falak to Fiqh Muamalah Deconstructing the Socio Economic Movement of KH Sholeh Darat as a Counter Hegemony Strategy Against Colonialism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Falak to Fiqh Muamalah Deconstructing the Socio Economic Movement of KH Sholeh Darat as a Counter Hegemony Strategy Against Colonialism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Falak to Fiqh Muamalah Deconstructing the Socio Economic Movement of KH Sholeh Darat as a Counter Hegemony Strategy Against Colonialism ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52004-muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks</link>
	<guid isPermaLink="false">401f5a64bc0d887cf631bb591e489f76</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 05:11:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi jaka k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,dwi,flag,focus,jaka,k,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat diarahkan pada kajian komparatif antara KH. Sholeh Darat dan ulama Nusantara lainnya, atau pada analisis resepsi pemikiran fikih dan etika ekonominya dalam tradisi pesantren dan komunitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat diarahkan pada kajian komparatif antara KH. Sholeh Darat dan ulama Nusantara lainnya, atau pada analisis resepsi pemikiran fikih dan etika ekonominya dalam tradisi pesantren dan komunitas Muslim kontemporer. Hal ini menjadi semakin urgen mengingat pesantren modern saat ini masih menghadapi tantangan dominasi keilmuan Barat yang berpotensi mengikis identitas budaya dan keilmuan lokal. Warisan intelektual Sholeh Darat tentang kontekstualisasi fikih, rasionalisasi ekonomi, dan politik bahasa dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kurikulum pesantren yang lebih berakar pada tradisi lokal namun tetap responsif terhadap dinamika global. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut dampak langsung pemikiran Sholeh Darat terhadap praktik ekonomi masyarakat Jawa secara luas, serta menganalisis bagaimana strategi counter-hegemony yang dikembangkan Sholeh Darat dapat diterapkan atau disesuaikan dalam konteks sosial-ekonomi kontemporer.. Sholeh Darat tidak hanya berperan sebagai ulama dan pendidik keagamaan, tetapi juga sebagai aktor sosial yang secara sadar merumuskan strategi counter-hegemony terhadap kolonialisme Belanda melalui pendekatan sosio-ekonomi yang terintegrasi.Dengan mengkaji karya-karya utamanya, terutama Majmu'at al-Shari'ah al-Kafiyah li al-'Awam dan Faid al-Rahman, penelitian ini menemukan bahwa pemikiran Sholeh Darat bekerja secara simultan pada tiga ranah utama.kontekstualisasi fikih muamalah, rasionalisasi etika ekonomi umat, dan penguatan identitas budaya berbasis bahasa lokal.Pertama, kontekstualisasi fikih muamalah memperlihatkan bagaimana hukum Islam digunakan sebagai instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi.Dengan menerjemahkan norma fikih ke dalam bahasa dan ukuran lokal, Sholeh Darat mendemokratisasi akses umat terhadap hukum Islam sekaligus membangun etika ekonomi berbasis keadilan dan solidaritas sosial.Kedua, kritik terhadap praktik ekonomi ritualistik yang tidak produktif menunjukkan upaya rasionalisasi internal masyarakat Muslim, di mana tradisi tidak ditolak secara total, tetapi diseleksi berdasarkan kemaslahatan sosial dan daya tahan ekonomi umat.Ketiga, penggunaan bahasa Jawa dan aksara Pegon sebagai medium transmisi keilmuan berfungsi sebagai strategi kultural untuk membangun kemandirian mental dan epistemik umat di tengah hegemoni kolonial.Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi Islam Nusantara dan gerakan sosial Islam dengan menunjukkan bahwa resistensi kolonial tidak selalu termanifestasi dalam bentuk perlawanan politik terbuka.Sebaliknya, melalui reformulasi fikih, etika ekonomi, dan politik budaya, KH.Sholeh Darat menawarkan model counter-hegemony berbasis pengetahuan dan moralitas yang bekerja di tingkat akar rumput.Temuan ini memperluas pemahaman tentang peran ulama sebagai agen transformasi sosial-ekonomi yang aktif dan reflektif terhadap struktur kekuasaan Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi gerakan sosial-ekonomi oleh KH. Sholeh Darat (1820-1903), seorang ulama Jawa dan tokoh anti-kolonial, dengan menganalisis pendekatan integratifnya dalam menggabungkan teologi Islam, fikih kontekstual, dan politik budaya sebagai bentuk counter-hegemony terhadap penetrasi ekonomi dan budaya kolonial Belanda. Menggunakan pendekatan historis-filosofis kualitatif, penelitian ini menganalisis data primer dari karya-karya KH. Sholeh Darat, terutama Majmu'at al-Shari'ah al-Kafiyah li al-'Awam dan Faid al-Rahman, melalui analisis isi dan hermeneutika kritis. Temuan mengungkapkan bahwa KH. Sholeh Darat mengembangkan strategi pemberdayaan tiga lapis: (1) mengkontekstualisasikan hukum ekonomi Islam (misalnya zakat dengan ukuran lokal Jawa) agar dapat diakses dan memberdayakan masyarakat awam; (2) mengkritik praktik ekonomi yang tidak rasional dan tidak produktif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-e1ac6.webp" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-e1ac6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-e1ac6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-e1ac6.webp 1x" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" alt="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-22ec7.webp" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-22ec7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-22ec7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-22ec7.webp 1x" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" alt="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-9350f.webp" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-9350f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-9350f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-9350f.webp 1x" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" alt="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52004-muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks" title="JURIS - From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism" target="_blank">From Falak to Fiqh Muamalah: Deconstructing the Socio-Economic Movement of KH. Sholeh Darat as a Counter-Hegemony Strategy Against Colonialism</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat diarahkan pada kajian komparatif antara KH. Sholeh Darat dan ulama Nusantara lainnya, atau pada analisis resepsi pemikiran fikih dan etika ekonominya dalam tradisi pesantren dan komunitas Muslim kontemporer. Hal ini menjadi semakin urgen mengingat pesantren modern saat ini masih menghadapi tantangan dominasi keilmuan Barat yang berpotensi mengikis identitas budaya dan keilmuan lokal. Warisan intelektual Sholeh Darat tentang kontekstualisasi fikih, rasionalisasi ekonomi, dan politik bahasa dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kurikulum pesantren yang lebih berakar pada tradisi lokal namun tetap responsif terhadap dinamika global. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut dampak langsung pemikiran Sholeh Darat terhadap praktik ekonomi masyarakat Jawa secara luas, serta menganalisis bagaimana strategi counter-hegemony yang dikembangkan Sholeh Darat dapat diterapkan atau disesuaikan dalam konteks sosial-ekonomi kontemporer..
<br>Sholeh Darat tidak hanya berperan sebagai ulama dan pendidik keagamaan, tetapi juga sebagai aktor sosial yang secara sadar merumuskan strategi counter-hegemony terhadap kolonialisme Belanda melalui pendekatan sosio-ekonomi yang terintegrasi.Dengan mengkaji karya-karya utamanya, terutama Majmu'at al-Shari'ah al-Kafiyah li al-'Awam dan Faid al-Rahman, penelitian ini menemukan bahwa pemikiran Sholeh Darat bekerja secara simultan pada tiga ranah utama.kontekstualisasi fikih muamalah, rasionalisasi etika ekonomi umat, dan penguatan identitas budaya berbasis bahasa lokal.Pertama, kontekstualisasi fikih muamalah memperlihatkan bagaimana hukum Islam digunakan sebagai instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi.Dengan menerjemahkan norma fikih ke dalam bahasa dan ukuran lokal, Sholeh Darat mendemokratisasi akses umat terhadap hukum Islam sekaligus membangun etika ekonomi berbasis keadilan dan solidaritas sosial.Kedua, kritik terhadap praktik ekonomi ritualistik yang tidak produktif menunjukkan upaya rasionalisasi internal masyarakat Muslim, di mana tradisi tidak ditolak secara total, tetapi diseleksi berdasarkan kemaslahatan sosial dan daya tahan ekonomi umat.Ketiga, penggunaan bahasa Jawa dan aksara Pegon sebagai medium transmisi keilmuan berfungsi sebagai strategi kultural untuk membangun kemandirian mental dan epistemik umat di tengah hegemoni kolonial.Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi Islam Nusantara dan gerakan sosial Islam dengan menunjukkan bahwa resistensi kolonial tidak selalu termanifestasi dalam bentuk perlawanan politik terbuka.Sebaliknya, melalui reformulasi fikih, etika ekonomi, dan politik budaya, KH.Sholeh Darat menawarkan model counter-hegemony berbasis pengetahuan dan moralitas yang bekerja di tingkat akar rumput.Temuan ini memperluas pemahaman tentang peran ulama sebagai agen transformasi sosial-ekonomi yang aktif dan reflektif terhadap struktur kekuasaan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi gerakan sosial-ekonomi oleh KH. Sholeh Darat (1820-1903), seorang ulama Jawa dan tokoh anti-kolonial, dengan menganalisis pendekatan integratifnya dalam menggabungkan teologi Islam, fikih kontekstual, dan politik budaya sebagai bentuk counter-hegemony terhadap penetrasi ekonomi dan budaya kolonial Belanda. Menggunakan pendekatan historis-filosofis kualitatif, penelitian ini menganalisis data primer dari karya-karya KH. Sholeh Darat, terutama Majmu'at al-Shari'ah al-Kafiyah li al-'Awam dan Faid al-Rahman, melalui analisis isi dan hermeneutika kritis. Temuan mengungkapkan bahwa KH. Sholeh Darat mengembangkan strategi pemberdayaan tiga lapis: (1) mengkontekstualisasikan hukum ekonomi Islam (misalnya zakat dengan ukuran lokal Jawa) agar dapat diakses dan memberdayakan masyarakat awam; (2) mengkritik praktik ekonomi yang tidak rasional dan tidak produktif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-9350f.webp" type="image/webp" length="78960" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-e1ac6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-22ec7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/muslimn-karya-kh-analisis-resepsi-khalayak-konteks-thumb-9350f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1199-zamronedu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5934-ad-daqqoq-journal-religion-social-movement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51984-yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-isk</link>
	<guid isPermaLink="false">692da8d697e2193bd4ef0f9197b7444b</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 05:11:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ print issn ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,issn,page,print,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana praktik pelayanan gereja dapat memfasilitasi ruang pengampunan bagi orang yang dianggap Aotidak layakAo di dalam konteks modern? Sejauh mana pendekatan hermeneutika pengampunan dapat diadaptasi ke dalam program pastoral rehabilitasi bagi mantan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen: Bagaimana praktik pelayanan gereja dapat memfasilitasi ruang pengampunan bagi orang yang dianggap Aotidak layakAo di dalam konteks modern? Sejauh mana pendekatan hermeneutika pengampunan dapat diadaptasi ke dalam program pastoral rehabilitasi bagi mantan pelaku kejahatan? Apakah model inklusif mengenai Yudas Iskariot dapat dijadikan kerangka evaluasi ulang kepentingan etika keadilan sosial dalam jaringan gereja saat ini?. Penelitian ini menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas oleh kegagalan manusia, bahkan atas pengkhianatan Yudas Iskariot.Meski Yudas Ditafsirkan sebagai simbol penolakan, narasi Alkitab mengundang ruang pengampunan melalui narasi pemulihan.Dengan membuka ruang teologis untuk Yudas, artikel membuka ruang pastoral bagi mereka yang tidak layak, menegaskan bahwa kasih karunia Allah tidak hilang Tokoh Yudas Iskariot secara historis telah dilabel sebagai simbol kegagalan, pengkhianatan, dan kebinasaan kekal. Dalam banyak tradisi Kristen, narasi tentang Yudas Iskariot berujung pada finalitas hukuman, tanpa ruang untuk pemulihan atau pengampunan. Artikel ini berupaya menantang pemahaman tersebut melalui pendekatan naratif dan hermeneutika pengampunan, dengan menelaah kembali kisah Yudas Iskariot secara teologis, etis, dan pastoral, serta membandingkan respons penyesalan Yudas Iskariot dan Petrus dan mengeksplorasi pemikiran teolog seperti Karl Barth, David Bentley, dan Miroslav Volf. Dengan demikian, tulisan ini menyoroti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-2845c.webp" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-2845c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-2845c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-2845c.webp 1x" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" alt="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-a76b8.webp" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-a76b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-a76b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-a76b8.webp 1x" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" alt="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-06d30.webp" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-06d30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-06d30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-06d30.webp 1x" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" alt="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51984-yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-isk" title="JURIS - Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen" target="_blank">Yudas Iskariot dan Narasi Pengampunan: Menggugat Finalitas Penghakiman dalam Tradisi Kristen</a>: Bagaimana praktik pelayanan gereja dapat memfasilitasi ruang pengampunan bagi orang yang dianggap Aotidak layakAo di dalam konteks modern? Sejauh mana pendekatan hermeneutika pengampunan dapat diadaptasi ke dalam program pastoral rehabilitasi bagi mantan pelaku kejahatan? Apakah model inklusif mengenai Yudas Iskariot dapat dijadikan kerangka evaluasi ulang kepentingan etika keadilan sosial dalam jaringan gereja saat ini?.
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas oleh kegagalan manusia, bahkan atas pengkhianatan Yudas Iskariot.Meski Yudas Ditafsirkan sebagai simbol penolakan, narasi Alkitab mengundang ruang pengampunan melalui narasi pemulihan.Dengan membuka ruang teologis untuk Yudas, artikel membuka ruang pastoral bagi mereka yang tidak layak, menegaskan bahwa kasih karunia Allah tidak hilang
<br>Tokoh Yudas Iskariot secara historis telah dilabel sebagai simbol kegagalan, pengkhianatan, dan kebinasaan kekal. Dalam banyak tradisi Kristen, narasi tentang Yudas Iskariot berujung pada finalitas hukuman, tanpa ruang untuk pemulihan atau pengampunan. Artikel ini berupaya menantang pemahaman tersebut melalui pendekatan naratif dan hermeneutika pengampunan, dengan menelaah kembali kisah Yudas Iskariot secara teologis, etis, dan pastoral, serta membandingkan respons penyesalan Yudas Iskariot dan Petrus dan mengeksplorasi pemikiran teolog seperti Karl Barth, David Bentley, dan Miroslav Volf. Dengan demikian, tulisan ini menyoroti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-a76b8.webp" type="image/webp" length="194044" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-2845c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-a76b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/yudas-iskariot-pengampunan-teologi-tokoh-kisah-nar-thumb-06d30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1864-sttintheos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17688-dunamis-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents Social Media and Digital Parenting as a Solution ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents Social Media and Digital Parenting as a Solution ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents Social Media and Digital Parenting as a Solution ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51999-perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-rema</link>
	<guid isPermaLink="false">649df90c4e522104e77b68aae035f18c</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 01:49:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi jaka k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,dwi,flag,focus,jaka,k,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai dampak media sosial terhadap perilaku remaja sekolah dasar dalam hal hubungan asmara. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kualitatif atau kuantitatif, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai dampak media sosial terhadap perilaku remaja sekolah dasar dalam hal hubungan asmara. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kualitatif atau kuantitatif, tergantung pada tujuan dan fokus penelitian. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada peran digital parenting dalam mengarahkan perilaku remaja sekolah dasar dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengkaji efektivitas digital parenting dalam mencegah dampak negatif media sosial dan mempromosikan penggunaan media sosial yang positif. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi pendidikan dan intervensi yang dapat diterapkan oleh guru dan orang tua untuk mencegah perilaku pacaran di kalangan remaja sekolah dasar dan mempromosikan interaksi sosial yang sehat dan positif.. Seiring berkembangnya teknologi, internet pun juga berkembang pesat.Salah satu bagian dari internet yakni media sosial juga ikut melaju kencang yang menyebabkan para remaja sangat kecanduan dengan media sosial.Mereka begitu asyik dengan HP ketika di luar jam sekolah dan menjadi manusia super sibuk yang tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari layar HP.Ditambah lagi, akses ke media sosial seperti tik tok, instagram, atau yang lainnya sudah sangat mudah dan cepat dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.Begitu cepatnya mereka bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena dampak negatif yang cukup besar terutama dalam interaksi sosial dengan lawan jenis yaitu munculnya fenomena pacaran.Hal tersebut diakibatkan faktor percepatan pubertas pada anak usia Sekolah Dasar.Peran guru dan orang tua untuk menangani masalah yang terjadi pada fenomena pacaran remaja SD tersebut agar dapat menggunakan media sosial dengan bijak sangatlah penting.Digital parenting hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan ini.Dengan menerapkan digital parenting secara maksimal baik di sekolah atau di rumah, harapannya nanti bisa mengajarkan pada anak-anak dan remaja untuk menggunakan HP dan sosial media secara bijak dan bertanggung jawab Saat ini, kita berada di era globalisasi, di mana perkembangan teknologi melaju pesat dan semakin canggih. Internet, sebagai bagian dari globalisasi, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semua kalangan, termasuk remaja dan anak-anak. Media sosial, sebagai bagian dari internet, telah menjadi virus mematikan bagi remaja, yang menggerogoti mereka dan membuat mereka mengkonsumsinya seperti makanan pokok. Dampak dari media sosial ini adalah demoralisasi dalam perilaku sosial terkait hubungan asmara di kalangan remaja sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif atau negatif dari penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja serta solusi untuk mengatasinya.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-efe99.webp" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-efe99.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-efe99.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-efe99.webp 1x" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" alt="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-ff659.webp" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-ff659.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-ff659.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-ff659.webp 1x" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" alt="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-b7179.webp" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-b7179.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-b7179.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-b7179.webp 1x" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" alt="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51999-perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-rema" title="JURIS - The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution" target="_blank">The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary SchoolAAdolescents, Social Media, and Digital Parenting as a Solution</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai dampak media sosial terhadap perilaku remaja sekolah dasar dalam hal hubungan asmara. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kualitatif atau kuantitatif, tergantung pada tujuan dan fokus penelitian. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada peran digital parenting dalam mengarahkan perilaku remaja sekolah dasar dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengkaji efektivitas digital parenting dalam mencegah dampak negatif media sosial dan mempromosikan penggunaan media sosial yang positif. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi pendidikan dan intervensi yang dapat diterapkan oleh guru dan orang tua untuk mencegah perilaku pacaran di kalangan remaja sekolah dasar dan mempromosikan interaksi sosial yang sehat dan positif..
<br>Seiring berkembangnya teknologi, internet pun juga berkembang pesat.Salah satu bagian dari internet yakni media sosial juga ikut melaju kencang yang menyebabkan para remaja sangat kecanduan dengan media sosial.Mereka begitu asyik dengan HP ketika di luar jam sekolah dan menjadi manusia super sibuk yang tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari layar HP.Ditambah lagi, akses ke media sosial seperti tik tok, instagram, atau yang lainnya sudah sangat mudah dan cepat dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.Begitu cepatnya mereka bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena dampak negatif yang cukup besar terutama dalam interaksi sosial dengan lawan jenis yaitu munculnya fenomena pacaran.Hal tersebut diakibatkan faktor percepatan pubertas pada anak usia Sekolah Dasar.Peran guru dan orang tua untuk menangani masalah yang terjadi pada fenomena pacaran remaja SD tersebut agar dapat menggunakan media sosial dengan bijak sangatlah penting.Digital parenting hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan ini.Dengan menerapkan digital parenting secara maksimal baik di sekolah atau di rumah, harapannya nanti bisa mengajarkan pada anak-anak dan remaja untuk menggunakan HP dan sosial media secara bijak dan bertanggung jawab
<br>Saat ini, kita berada di era globalisasi, di mana perkembangan teknologi melaju pesat dan semakin canggih. Internet, sebagai bagian dari globalisasi, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semua kalangan, termasuk remaja dan anak-anak. Media sosial, sebagai bagian dari internet, telah menjadi virus mematikan bagi remaja, yang menggerogoti mereka dan membuat mereka mengkonsumsinya seperti makanan pokok. Dampak dari media sosial ini adalah demoralisasi dalam perilaku sosial terkait hubungan asmara di kalangan remaja sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif atau negatif dari penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja serta solusi untuk mengatasinya....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-b7179.webp" type="image/webp" length="216132" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-efe99.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-ff659.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/perilaku-remaja-tingkah-laku-anak-usia-sikap-sekol-thumb-b7179.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1199-zamronedu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5934-ad-daqqoq-journal-religion-social-movement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak Hak Minoritas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak Hak Minoritas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak Hak Minoritas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52001-daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat</link>
	<guid isPermaLink="false">aa3122f60f6bca259e814a7f169cc639</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 01:49:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi jaka k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,dwi,flag,focus,jaka,k,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:1. Studi komparatif: Melakukan penelitian komparatif antara gerakan sosial berbasis agama di komunitas minoritas Muslim dengan gerakan serupa di komunitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:1. Studi komparatif: Melakukan penelitian komparatif antara gerakan sosial berbasis agama di komunitas minoritas Muslim dengan gerakan serupa di komunitas minoritas Kristen di daerah mayoritas Muslim. Studi komparatif ini akan membantu memahami apakah pola yang ditemukan dalam penelitian ini mewakili karakteristik universal gerakan minoritas agama atau spesifik pada konteks Islam-Kristen di Indonesia.2. Analisis keberlanjutan gerakan: Menjelajahi keberlanjutan gerakan sosial berbasis agama, khususnya dalam mengantisipasi perubahan kepemimpinan dan dinamika politik lokal yang dapat mempengaruhi kontinuitas gerakan. Studi longitudinal terhadap pemuda Muslim dan perubahan orientasi mereka terhadap strategi gerakan akan memberikan wawasan penting tentang transformasi gerakan dalam jangka panjang.3. Pengembangan teori gerakan sosial berbasis agama: Mengembangkan teori gerakan sosial yang lebih komprehensif dan berlaku dalam konteks Indonesia yang plural. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kerangka teoritis yang mempertimbangkan dinamika unik gerakan sosial berbasis agama dalam masyarakat plural, termasuk peran agama sebagai mekanisme jembatan dan strategi adaptasi budaya.4. Intervensi kebijakan: Mengidentifikasi intervensi kebijakan yang diperlukan untuk mengatasi hambatan struktural dalam akses ke posisi birokrasi strategis dan memastikan kesetaraan kesempatan bagi komunitas minoritas. Studi ini dapat menjadi dasar untuk merancang kebijakan afirmatif atau sistem kuota yang dapat mengatasi langit-langit kaca yang ada, meskipun implementasinya harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari reaksi balik dari komunitas mayoritas.5. Studi kasus regional: Melakukan studi kasus di daerah lain di Indonesia dengan komposisi demografi agama yang beragam, seperti Papua atau Maluku. Studi ini akan memperkaya pemahaman tentang variasi strategi dan efektivitas gerakan berbasis agama dalam konteks minoritas yang berbeda.6. Analisis dampak jangka panjang: Meneliti dampak jangka panjang gerakan sosial berbasis agama terhadap transformasi sosial, ekonomi, dan politik di komunitas minoritas. Studi ini dapat membantu mengevaluasi keberlanjutan dan keberhasilan gerakan dalam menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan.7. Penelitian kolaboratif: Membangun kolaborasi penelitian antara ahli agama, sosiolog, dan ahli gerakan sosial untuk mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang peran agama dalam gerakan sosial, khususnya dalam konteks Indonesia yang plural.. Penelitian ini mengungkapkan kompleksitas mekanisme di mana nilai-nilai agama ditransformasikan menjadi gerakan keadilan sosial dalam konteks minoritas Muslim di Kota Manado, yang berbeda dari pola gerakan agama di daerah mayoritas Muslim di Indonesia.Temuan utama menunjukkan bahwa status minoritas menciptakan dinamika unik di mana agama berfungsi bukan sebagai dasar untuk mobilisasi konfrontatif, tetapi sebagai sumber daya budaya untuk membangun pembentukan koalisi antar-agama dan strategi diplomasi kultural yang canggih.Proses transformasi nilai agama melibatkan wirausahawan agama di tingkat elit yang berkolaborasi dengan struktur organisasi komunitas Islam dan pelaksana di tingkat akar rumput dalam menciptakan repertoar gerakan yang memprioritaskan dialog, advokasi hukum, dan pemberdayaan ekonomi sebagai strategi utama.Signifikansi teoritis temuan ini terletak pada kontribusinya terhadap pengembangan teori politik kontestatif dalam konteks non-Barat, khususnya dalam menunjukkan bahwa mekanisme frame alignment di masyarakat plural membutuhkan mekanisme yang lebih kompleks dibandingkan dengan konteks homogen yang menjadi dasar teori gerakan sosial klasik.Agama dalam konteks minoritas berfungsi tidak hanya sebagai kerangka motivasi, tetapi juga sebagai kerangka diagnostik yang mampu mengidentifikasi ketidakadilan struktural tanpa menciptakan antagonisme dengan komunitas mayoritas.Evaluasi efektivitas gerakan keadilan sosial berbasis agama mengungkapkan paradoks menarik di mana kesuksesan gerakan lebih dapat diukur melalui transformasi kualitas hubungan antar-komunitas dan pergeseran persepsi publik daripada pencapaian kekuasaan politik formal.Meskipun perwakilan politik Muslim di institusi formal masih underrepresented, telah terjadi peningkatan signifikan dalam akses ke fasilitas publik, partisipasi ekonomi, dan yang paling penting, transformasi persepsi antar-komunitas yang menciptakan modal sosial baru.Dampak dalam dimensi ekonomi menunjukkan kesuksesan strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, dengan pertumbuhan UMKM Muslim mencapai 34% dan tingkat kelangsungan hidup 73% melebihi rata-rata kota.Namun, disparitas struktural dalam akses ke sektor ekonomi formal tetap menjadi tantangan, dengan rata-rata pendapatan komunitas Muslim 23% lebih rendah daripada rata-rata kota.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi kemajuan dalam pemberdayaan ekonomi, langit-langit kaca struktural dalam mobilitas ekonomi vertikal masih memerlukan intervensi kebijakan sistematis.Transformasi paling signifikan terjadi dalam dimensi sosio-kultural, dengan 74% responden antar-agama melaporkan perbaikan hubungan antar-agama dan 89% responden Muslim menunjukkan persahabatan dengan individu dari agama lain.Intensitas kolaborasi dalam kegiatan sosial antar-agama dan perubahan positif dalam representasi media menunjukkan kesuksesan strategi diplomasi kultural dalam mengubah stereotip dan prasangka antar-komunitas.Analisis kritis mengungkapkan dilema fundamental yang dihadapi oleh komunitas minoritas Muslim antara mempertahankan identitas agama yang khas dan kebutuhan untuk terintegrasi ke dalam masyarakat utama Manado.Strategi adaptasi budaya yang dipilih oleh komunitas Muslim berhasil menciptakan penerimaan dari komunitas mayoritas, tetapi menimbulkan kekhawatiran internal tentang potensi akulturasi berlebihan yang dapat mengancam preservasi identitas agama.Ketergantungan gerakan pada figur karismatik dan kepemimpinan pribadi menunjukkan kerentanan struktural yang dapat menghambat kelangsungan institusional.Fragmentasi internal yang muncul di antara organisasi komunitas Islam menunjukkan bahwa kesuksesan gerakan dalam membangun koalisi eksternal belum seimbang dengan konsolidasi internal yang kuat.Resistensi budaya tersembunyi dalam bentuk mikroagresi dan diskriminasi halus yang dialami oleh 41% pemuda Muslim menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi perubahan pada tingkat diskursus publik, transformasi pada tingkat interpersonal masih memerlukan proses yang lebih panjang.Paradoks lain muncul dalam dimensi politik di mana partisipasi pemilu Muslim yang meningkat mencapai 87% tidak diimbangi dengan perwakilan proporsional di institusi legislatif dan eksekutif.Hanya 4 dari 47 posisi echelon II dan III di Pemerintah Kota Manado yang dipegang oleh Muslim, menunjukkan hambatan tak terlihat dalam akses ke posisi birokrasi strategis.Temuan penelitian ini menantang asumsi mainstream dalam teori gerakan sosial yang cenderung menghubungkan gerakan berbasis agama dengan konflik identitas dan nasionalisme agama.Dalam konteks minoritas Muslim Manado, agama sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme jembatan-pembangun yang memfasilitasi dialog dan kerjasama antar-komunitas.Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk merekonseptualisasi peran agama dalam gerakan sosial, khususnya dalam konteks masyarakat plural di mana agama dapat berfungsi sebagai faktor penyatu daripada pembagi.Mekanisme frame alignment yang dikembangkan oleh komunitas Muslim Manado menunjukkan kecanggihan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan tujuan keadilan sosial sekuler.Proses ini tidak melibatkan sekularisasi nilai-nilai agama, tetapi lebih pada konteksualisasi yang memungkinkan nilai-nilai Islam universal beresonansi dengan nilai-nilai Minahasan lokal.Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teori resonansi budaya dalam gerakan sosial, khususnya dalam menunjukkan bagaimana komunitas minoritas dapat memanfaatkan adaptasi budaya sebagai strategi bertahan dan maju.Konsep resistensi sehari-hari yang ditemukan dalam penelitian ini memperkaya pemahaman tentang repertoar gerakan sosial dalam konteks minoritas.Resistensi tidak selalu muncul dalam politik konfrontatif, tetapi dapat mengambil bentuk adaptasi kreatif, jaringan ekonomi, dan pembangunan jembatan budaya yang secara kumulatif menciptakan perubahan sosial yang signifikan.Model gerakan keadilan sosial yang dikembangkan oleh komunitas Muslim Manado menawarkan alternatif terhadap pola gerakan berbasis agama yang cenderung konfrontatif di daerah lain di Indonesia.Penekanan pada dialog, advokasi hukum, dan pemberdayaan ekonomi sebagai strategi utama menunjukkan kelayakan pendekatan resistensi non-kekerasan dalam memperjuangkan hak-hak minoritas.Sukses dalam menciptakan transformasi persepsi antar-komunitas melalui strategi diplomasi kultural menunjukkan pentingnya kekuatan lunak dalam gerakan sosial minoritas.Model ini dapat diadaptasi di daerah lain dengan karakteristik mayoritas-minoritas yang serupa, dengan penyesuaian untuk konteks budaya lokal yang spesifik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme transformasi nilai-nilai agama menjadi gerakan keadilan sosial dan mengukur efektivitasnya dalam memperjuangkan hak-hak minoritas Muslim di Kota Manado, Sulawesi Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis melalui studi kasus instrumental, penelitian dilakukan selama enam bulan dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap 23 informan kunci, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa posisi minoritas menciptakan dinamika unik di mana agama berfungsi sebagai mekanisme jembatan daripada faktor pembagi. Proses reinterpretasi teologis konsep adl, rahmatan lil alamiin, dan ummatan wasathan menghasilkan kerangka interpretatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-7cbb9.webp" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-7cbb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-7cbb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-7cbb9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" alt="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-e7f1c.webp" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-e7f1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-e7f1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-e7f1c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" alt="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-5927b.webp" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-5927b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-5927b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-5927b.webp 1x" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" alt="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52001-daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat" title="JURIS - Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas" target="_blank">Analisis Historis Peran Agama Sebagai Katalisator Gerakan Keadilan Sosial yang Memperjuangkan Hak-Hak Minoritas</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:1. Studi komparatif: Melakukan penelitian komparatif antara gerakan sosial berbasis agama di komunitas minoritas Muslim dengan gerakan serupa di komunitas minoritas Kristen di daerah mayoritas Muslim. Studi komparatif ini akan membantu memahami apakah pola yang ditemukan dalam penelitian ini mewakili karakteristik universal gerakan minoritas agama atau spesifik pada konteks Islam-Kristen di Indonesia.2. Analisis keberlanjutan gerakan: Menjelajahi keberlanjutan gerakan sosial berbasis agama, khususnya dalam mengantisipasi perubahan kepemimpinan dan dinamika politik lokal yang dapat mempengaruhi kontinuitas gerakan. Studi longitudinal terhadap pemuda Muslim dan perubahan orientasi mereka terhadap strategi gerakan akan memberikan wawasan penting tentang transformasi gerakan dalam jangka panjang.3. Pengembangan teori gerakan sosial berbasis agama: Mengembangkan teori gerakan sosial yang lebih komprehensif dan berlaku dalam konteks Indonesia yang plural. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kerangka teoritis yang mempertimbangkan dinamika unik gerakan sosial berbasis agama dalam masyarakat plural, termasuk peran agama sebagai mekanisme jembatan dan strategi adaptasi budaya.4. Intervensi kebijakan: Mengidentifikasi intervensi kebijakan yang diperlukan untuk mengatasi hambatan struktural dalam akses ke posisi birokrasi strategis dan memastikan kesetaraan kesempatan bagi komunitas minoritas. Studi ini dapat menjadi dasar untuk merancang kebijakan afirmatif atau sistem kuota yang dapat mengatasi langit-langit kaca yang ada, meskipun implementasinya harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari reaksi balik dari komunitas mayoritas.5. Studi kasus regional: Melakukan studi kasus di daerah lain di Indonesia dengan komposisi demografi agama yang beragam, seperti Papua atau Maluku. Studi ini akan memperkaya pemahaman tentang variasi strategi dan efektivitas gerakan berbasis agama dalam konteks minoritas yang berbeda.6. Analisis dampak jangka panjang: Meneliti dampak jangka panjang gerakan sosial berbasis agama terhadap transformasi sosial, ekonomi, dan politik di komunitas minoritas. Studi ini dapat membantu mengevaluasi keberlanjutan dan keberhasilan gerakan dalam menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan.7. Penelitian kolaboratif: Membangun kolaborasi penelitian antara ahli agama, sosiolog, dan ahli gerakan sosial untuk mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang peran agama dalam gerakan sosial, khususnya dalam konteks Indonesia yang plural..
<br>Penelitian ini mengungkapkan kompleksitas mekanisme di mana nilai-nilai agama ditransformasikan menjadi gerakan keadilan sosial dalam konteks minoritas Muslim di Kota Manado, yang berbeda dari pola gerakan agama di daerah mayoritas Muslim di Indonesia.Temuan utama menunjukkan bahwa status minoritas menciptakan dinamika unik di mana agama berfungsi bukan sebagai dasar untuk mobilisasi konfrontatif, tetapi sebagai sumber daya budaya untuk membangun pembentukan koalisi antar-agama dan strategi diplomasi kultural yang canggih.Proses transformasi nilai agama melibatkan wirausahawan agama di tingkat elit yang berkolaborasi dengan struktur organisasi komunitas Islam dan pelaksana di tingkat akar rumput dalam menciptakan repertoar gerakan yang memprioritaskan dialog, advokasi hukum, dan pemberdayaan ekonomi sebagai strategi utama.Signifikansi teoritis temuan ini terletak pada kontribusinya terhadap pengembangan teori politik kontestatif dalam konteks non-Barat, khususnya dalam menunjukkan bahwa mekanisme frame alignment di masyarakat plural membutuhkan mekanisme yang lebih kompleks dibandingkan dengan konteks homogen yang menjadi dasar teori gerakan sosial klasik.Agama dalam konteks minoritas berfungsi tidak hanya sebagai kerangka motivasi, tetapi juga sebagai kerangka diagnostik yang mampu mengidentifikasi ketidakadilan struktural tanpa menciptakan antagonisme dengan komunitas mayoritas.Evaluasi efektivitas gerakan keadilan sosial berbasis agama mengungkapkan paradoks menarik di mana kesuksesan gerakan lebih dapat diukur melalui transformasi kualitas hubungan antar-komunitas dan pergeseran persepsi publik daripada pencapaian kekuasaan politik formal.Meskipun perwakilan politik Muslim di institusi formal masih underrepresented, telah terjadi peningkatan signifikan dalam akses ke fasilitas publik, partisipasi ekonomi, dan yang paling penting, transformasi persepsi antar-komunitas yang menciptakan modal sosial baru.Dampak dalam dimensi ekonomi menunjukkan kesuksesan strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, dengan pertumbuhan UMKM Muslim mencapai 34% dan tingkat kelangsungan hidup 73% melebihi rata-rata kota.Namun, disparitas struktural dalam akses ke sektor ekonomi formal tetap menjadi tantangan, dengan rata-rata pendapatan komunitas Muslim 23% lebih rendah daripada rata-rata kota.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi kemajuan dalam pemberdayaan ekonomi, langit-langit kaca struktural dalam mobilitas ekonomi vertikal masih memerlukan intervensi kebijakan sistematis.Transformasi paling signifikan terjadi dalam dimensi sosio-kultural, dengan 74% responden antar-agama melaporkan perbaikan hubungan antar-agama dan 89% responden Muslim menunjukkan persahabatan dengan individu dari agama lain.Intensitas kolaborasi dalam kegiatan sosial antar-agama dan perubahan positif dalam representasi media menunjukkan kesuksesan strategi diplomasi kultural dalam mengubah stereotip dan prasangka antar-komunitas.Analisis kritis mengungkapkan dilema fundamental yang dihadapi oleh komunitas minoritas Muslim antara mempertahankan identitas agama yang khas dan kebutuhan untuk terintegrasi ke dalam masyarakat utama Manado.Strategi adaptasi budaya yang dipilih oleh komunitas Muslim berhasil menciptakan penerimaan dari komunitas mayoritas, tetapi menimbulkan kekhawatiran internal tentang potensi akulturasi berlebihan yang dapat mengancam preservasi identitas agama.Ketergantungan gerakan pada figur karismatik dan kepemimpinan pribadi menunjukkan kerentanan struktural yang dapat menghambat kelangsungan institusional.Fragmentasi internal yang muncul di antara organisasi komunitas Islam menunjukkan bahwa kesuksesan gerakan dalam membangun koalisi eksternal belum seimbang dengan konsolidasi internal yang kuat.Resistensi budaya tersembunyi dalam bentuk mikroagresi dan diskriminasi halus yang dialami oleh 41% pemuda Muslim menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi perubahan pada tingkat diskursus publik, transformasi pada tingkat interpersonal masih memerlukan proses yang lebih panjang.Paradoks lain muncul dalam dimensi politik di mana partisipasi pemilu Muslim yang meningkat mencapai 87% tidak diimbangi dengan perwakilan proporsional di institusi legislatif dan eksekutif.Hanya 4 dari 47 posisi echelon II dan III di Pemerintah Kota Manado yang dipegang oleh Muslim, menunjukkan hambatan tak terlihat dalam akses ke posisi birokrasi strategis.Temuan penelitian ini menantang asumsi mainstream dalam teori gerakan sosial yang cenderung menghubungkan gerakan berbasis agama dengan konflik identitas dan nasionalisme agama.Dalam konteks minoritas Muslim Manado, agama sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme jembatan-pembangun yang memfasilitasi dialog dan kerjasama antar-komunitas.Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk merekonseptualisasi peran agama dalam gerakan sosial, khususnya dalam konteks masyarakat plural di mana agama dapat berfungsi sebagai faktor penyatu daripada pembagi.Mekanisme frame alignment yang dikembangkan oleh komunitas Muslim Manado menunjukkan kecanggihan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan tujuan keadilan sosial sekuler.Proses ini tidak melibatkan sekularisasi nilai-nilai agama, tetapi lebih pada konteksualisasi yang memungkinkan nilai-nilai Islam universal beresonansi dengan nilai-nilai Minahasan lokal.Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teori resonansi budaya dalam gerakan sosial, khususnya dalam menunjukkan bagaimana komunitas minoritas dapat memanfaatkan adaptasi budaya sebagai strategi bertahan dan maju.Konsep resistensi sehari-hari yang ditemukan dalam penelitian ini memperkaya pemahaman tentang repertoar gerakan sosial dalam konteks minoritas.Resistensi tidak selalu muncul dalam politik konfrontatif, tetapi dapat mengambil bentuk adaptasi kreatif, jaringan ekonomi, dan pembangunan jembatan budaya yang secara kumulatif menciptakan perubahan sosial yang signifikan.Model gerakan keadilan sosial yang dikembangkan oleh komunitas Muslim Manado menawarkan alternatif terhadap pola gerakan berbasis agama yang cenderung konfrontatif di daerah lain di Indonesia.Penekanan pada dialog, advokasi hukum, dan pemberdayaan ekonomi sebagai strategi utama menunjukkan kelayakan pendekatan resistensi non-kekerasan dalam memperjuangkan hak-hak minoritas.Sukses dalam menciptakan transformasi persepsi antar-komunitas melalui strategi diplomasi kultural menunjukkan pentingnya kekuatan lunak dalam gerakan sosial minoritas.Model ini dapat diadaptasi di daerah lain dengan karakteristik mayoritas-minoritas yang serupa, dengan penyesuaian untuk konteks budaya lokal yang spesifik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme transformasi nilai-nilai agama menjadi gerakan keadilan sosial dan mengukur efektivitasnya dalam memperjuangkan hak-hak minoritas Muslim di Kota Manado, Sulawesi Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis melalui studi kasus instrumental, penelitian dilakukan selama enam bulan dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap 23 informan kunci, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa posisi minoritas menciptakan dinamika unik di mana agama berfungsi sebagai mekanisme jembatan daripada faktor pembagi. Proses reinterpretasi teologis konsep adl, rahmatan lil alamiin, dan ummatan wasathan menghasilkan kerangka interpretatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-5927b.webp" type="image/webp" length="212988" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-7cbb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-e7f1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/daerah-minoritas-muslim-sosial-konteks-masyarakat-thumb-5927b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1199-zamronedu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5934-ad-daqqoq-journal-religion-social-movement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Comparison of Data Mining Methods Using C4 5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Comparison of Data Mining Methods Using C4 5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Comparison of Data Mining Methods Using C4 5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51980-akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-algor</link>
	<guid isPermaLink="false">9264a4c5a4fa7fc511bd79babde8f5ba</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 01:49:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ riki renaldo ]]></category>
	<category><![CDATA[ yakub yakub ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,renaldo,riki,yakub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Apakah penerapan algoritma klasifikasi lain seperti Random Forest, Support Vector Machine, atau Gradient Boosting dapat meningkatkan akurasi prediksi penyakit jantung dibandingkan Naive Bayes yang saat ini digunakan? Bagaimana pengaruh teknik seleksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease: Apakah penerapan algoritma klasifikasi lain seperti Random Forest, Support Vector Machine, atau Gradient Boosting dapat meningkatkan akurasi prediksi penyakit jantung dibandingkan Naive Bayes yang saat ini digunakan? Bagaimana pengaruh teknik seleksi fitur atau reduksi dimensi, misalnya Principal Component Analysis atau metode berbasis informasi, terhadap performa model prediksi ketika hanya sebagian atribut yang dipertimbangkan? Dapatkah model prediksi yang dikembangkan divalidasi dengan data klinis yang berasal dari beberapa rumah sakit atau populasi yang lebih beragam untuk menilai generalisasi dan kestabilan hasil? Apakah integrasi data waktu nyata seperti rekam medis elektronik atau sinyal fisiologis berkelanjutan dapat memperkaya sistem pakar sehingga memberikan rekomendasi diagnosis yang lebih tepat dan responsif? Bagaimana implementasi antarmuka pengguna yang sederhana dan dapat diakses oleh tenaga medis nonAcahli dapat mempengaruhi adopsi sistem pakar dalam praktik sehari-hari di fasilitas kesehatan? Apakah pengembangan model prediktif berbasis pembelajaran mendalam dengan arsitektur jaringan saraf dapat mengatasi keterbatasan dataset terbatas dan menghasilkan prediksi yang lebih akurat serta interpretabel?. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dibangun sistem pakar untuk memprediksi penyakit jantung dengan menggunakan algoritma Naive Bayes sebagai mesin infrastruktur.Algoritma Naive Bayes menunjukkan akurasi sebesar 83,17%, lebih tinggi dibandingkan algoritma C4.Oleh karena itu, peneliti memilih Naive Bayes untuk memprediksi penyakit jantung menggunakan data latih sebanyak 3.546 record dengan 13 atribut yang diambil dari UCI Repository Penyakit jantung merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya deposit lemak pada arteri koroner yang mengubah fungsi dan bentuk arteri sehingga aliran darah ke jantung terhambat. Metode data mining dapat memprediksi penyakit ini, di antaranya algoritma C4.5 dan Naive Bayes yang sering digunakan dalam penelitian. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari situs UCI Machine Learning Repository, terdiri dari 3.546 record dengan 13 atribut. Nilai akurasi algoritma Naive Bayes mencapai 81,40% yang lebih tinggi dibandingkan algoritma C4.5 yang hanya 79,07%. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa algoritma Naive Bayes merupakan klasifikasi yang sangat baik dengan nilai antara 0,709Ac1,00.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-193f3.webp" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-193f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-193f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-193f3.webp 1x" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" alt="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-18d97.webp" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-18d97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-18d97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-18d97.webp 1x" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" alt="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-56173.webp" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-56173.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-56173.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-56173.webp 1x" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" alt="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51980-akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-algor" title="JURIS - The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease" target="_blank">The Comparison of Data Mining Methods Using C4.5 Algorithm and Naive Bayes in Predicting Heart Disease</a>: Apakah penerapan algoritma klasifikasi lain seperti Random Forest, Support Vector Machine, atau Gradient Boosting dapat meningkatkan akurasi prediksi penyakit jantung dibandingkan Naive Bayes yang saat ini digunakan? Bagaimana pengaruh teknik seleksi fitur atau reduksi dimensi, misalnya Principal Component Analysis atau metode berbasis informasi, terhadap performa model prediksi ketika hanya sebagian atribut yang dipertimbangkan? Dapatkah model prediksi yang dikembangkan divalidasi dengan data klinis yang berasal dari beberapa rumah sakit atau populasi yang lebih beragam untuk menilai generalisasi dan kestabilan hasil? Apakah integrasi data waktu nyata seperti rekam medis elektronik atau sinyal fisiologis berkelanjutan dapat memperkaya sistem pakar sehingga memberikan rekomendasi diagnosis yang lebih tepat dan responsif? Bagaimana implementasi antarmuka pengguna yang sederhana dan dapat diakses oleh tenaga medis nonAcahli dapat mempengaruhi adopsi sistem pakar dalam praktik sehari-hari di fasilitas kesehatan? Apakah pengembangan model prediktif berbasis pembelajaran mendalam dengan arsitektur jaringan saraf dapat mengatasi keterbatasan dataset terbatas dan menghasilkan prediksi yang lebih akurat serta interpretabel?.
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat dibangun sistem pakar untuk memprediksi penyakit jantung dengan menggunakan algoritma Naive Bayes sebagai mesin infrastruktur.Algoritma Naive Bayes menunjukkan akurasi sebesar 83,17%, lebih tinggi dibandingkan algoritma C4.Oleh karena itu, peneliti memilih Naive Bayes untuk memprediksi penyakit jantung menggunakan data latih sebanyak 3.546 record dengan 13 atribut yang diambil dari UCI Repository
<br>Penyakit jantung merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya deposit lemak pada arteri koroner yang mengubah fungsi dan bentuk arteri sehingga aliran darah ke jantung terhambat. Metode data mining dapat memprediksi penyakit ini, di antaranya algoritma C4.5 dan Naive Bayes yang sering digunakan dalam penelitian. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari situs UCI Machine Learning Repository, terdiri dari 3.546 record dengan 13 atribut. Nilai akurasi algoritma Naive Bayes mencapai 81,40% yang lebih tinggi dibandingkan algoritma C4.5 yang hanya 79,07%. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa algoritma Naive Bayes merupakan klasifikasi yang sangat baik dengan nilai antara 0,709Ac1,00....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-18d97.webp" type="image/webp" length="70690" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-193f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-18d97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/akurasi-algoritma-nave-naive-bayes-c4-5-penyakit-j-thumb-56173.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1375-buddhi-dharma.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13702-tech-e.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51992-platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris</link>
	<guid isPermaLink="false">18bae02487b246e0833297be10f5bf9c</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 01:49:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dwi andayani ]]></category>
	<category><![CDATA[ peran nilai ]]></category>
	<category><![CDATA[ nizar ayubi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andayani,ayubi,dwi,nilai,nizar,peran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji lebih lanjut dampak teknologi digital pada keterlibatan sosial di komunitas agama yang berbeda, seperti Kristen, Hindu, Buddha, atau kelompok lintas agama. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji lebih lanjut dampak teknologi digital pada keterlibatan sosial di komunitas agama yang berbeda, seperti Kristen, Hindu, Buddha, atau kelompok lintas agama. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efek universal dan kontekstual teknologi terhadap keterlibatan sosial. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar atau pendekatan campuran dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai dampak penggunaan teknologi terhadap berbagai aspek keterlibatan sosial di komunitas agama. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada pengembangan platform digital yang lebih responsif terhadap kebutuhan sosial dan spiritual komunitas agama, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan privasi data. Dengan demikian, komunitas agama dapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mencapai tujuan spiritual dan sosial mereka di era digital ini.. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi digital, terutama melalui media sosial dan aplikasi religi, memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama Islam.Platform digital mempermudah komunikasi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial.Selain itu, teknologi ini memberikan dukungan sosial dan spiritual bagi anggota komunitas, bahkan ketika mereka terpisah oleh jarak.Dalam konteks teknologi yang semakin disruptif, komunitas agama perlu mempertimbangkan nilai-nilai agama sebagai landasan untuk menilai dampak sosial teknologi.Prinsip-prinsip seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dapat menjadi panduan dalam memanfaatkan teknologi digital Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama, dengan fokus pada penggunaan platform digital. Latar belakang penelitian ini berakar pada perubahan signifikan dalam cara interaksi sosial akibat kemajuan teknologi informasi, terutama di tengah pandemi yang membatasi interaksi tatap muka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis konten dari platform digital yang digunakan oleh komunitas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan keagamaan, serta membangun... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-9ae0f.webp" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-9ae0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-9ae0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-9ae0f.webp 1x" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" alt="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-5393f.webp" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-5393f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-5393f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-5393f.webp 1x" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" alt="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-d8e5a.webp" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-d8e5a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-d8e5a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-d8e5a.webp 1x" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" alt="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51992-platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris" title="JURIS - Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital" target="_blank">Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keterlibatan Sosial Komunitas Agama di Platform Digital</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji lebih lanjut dampak teknologi digital pada keterlibatan sosial di komunitas agama yang berbeda, seperti Kristen, Hindu, Buddha, atau kelompok lintas agama. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efek universal dan kontekstual teknologi terhadap keterlibatan sosial. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar atau pendekatan campuran dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai dampak penggunaan teknologi terhadap berbagai aspek keterlibatan sosial di komunitas agama. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada pengembangan platform digital yang lebih responsif terhadap kebutuhan sosial dan spiritual komunitas agama, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan privasi data. Dengan demikian, komunitas agama dapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mencapai tujuan spiritual dan sosial mereka di era digital ini..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi digital, terutama melalui media sosial dan aplikasi religi, memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama Islam.Platform digital mempermudah komunikasi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial.Selain itu, teknologi ini memberikan dukungan sosial dan spiritual bagi anggota komunitas, bahkan ketika mereka terpisah oleh jarak.Dalam konteks teknologi yang semakin disruptif, komunitas agama perlu mempertimbangkan nilai-nilai agama sebagai landasan untuk menilai dampak sosial teknologi.Prinsip-prinsip seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dapat menjadi panduan dalam memanfaatkan teknologi digital
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi dalam meningkatkan keterlibatan sosial di komunitas agama, dengan fokus pada penggunaan platform digital. Latar belakang penelitian ini berakar pada perubahan signifikan dalam cara interaksi sosial akibat kemajuan teknologi informasi, terutama di tengah pandemi yang membatasi interaksi tatap muka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis konten dari platform digital yang digunakan oleh komunitas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan keagamaan, serta membangun...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-d8e5a.webp" type="image/webp" length="95502" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-9ae0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-5393f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/platform-digital-koperasi-nilai-agama-catur-waris-thumb-d8e5a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1559-pandawan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7875-alfabet-jurnal-wawasan-agama-risalah-islamiah-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51991-nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam</link>
	<guid isPermaLink="false">0751ef39a25aa4c3622c4b312a7e9b04</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 01:49:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dwi andayani ]]></category>
	<category><![CDATA[ peran nilai ]]></category>
	<category><![CDATA[ nizar ayubi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andayani,ayubi,dwi,nilai,nizar,peran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana peran interaksi antara nilai agama dan kepedulian protokol kesehatan dalam memfasilitasi adopsi TIK di pesantren? Bagaimana pengembangan platform pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dapat meningkatkan motivasi belajar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl: Bagaimana peran interaksi antara nilai agama dan kepedulian protokol kesehatan dalam memfasilitasi adopsi TIK di pesantren? Bagaimana pengembangan platform pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah menengah kejuruan Islam? Bagaimana evaluasi jangka panjang terhadap dampak penerapan TIK berbasis nilai agama terhadap kualitas pengajaran dan kepribadian siswa di perguruan tinggi Islam?. Penelitian ini menemukan bahwa penerimaan TIK dalam Pendidikan Islam dipengaruhi secara signifikan oleh persepsi kemudahan penggunaan, manfaat persepsional, dan kecocokan teknologi dengan nilai agama, dimana aset agama menonjol sebagai faktor dominan.Keterbatasan penelitian meliputi ukuran sampel terbatas dan pendekatan kuantitatif yang tidak mendalam, sehingga membutuhkan peneliti lanjutan dengan metode mixedAcmethods dan sampel yang lebih representatif Penelitian ini mengeksplorasi penerimaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Islam dengan mempertimbangkan pengaruh perspektif agama terhadap sikap pengguna. Dengan berkembangnya digitalisasi di sektor Pendidikan, lembaga Pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan mengadopsi teknologi sambil mempertahankan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi di lingkungan Pendidikan Islam. Tujuan penelitian ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-cccca.webp" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-cccca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-cccca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-cccca.webp 1x" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" alt="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-e703e.webp" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-e703e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-e703e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-e703e.webp 1x" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" alt="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-58df1.webp" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-58df1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-58df1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-58df1.webp 1x" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" alt="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51991-nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam" title="JURIS - Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl" target="_blank">Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Islam: Dampak Perspektif Agama Terhadap TIK: Eksplorasi Penerimaan Teknologi untuk Pembelajaran Digital dalam Pendidikan Isl</a>: Bagaimana peran interaksi antara nilai agama dan kepedulian protokol kesehatan dalam memfasilitasi adopsi TIK di pesantren? Bagaimana pengembangan platform pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah menengah kejuruan Islam? Bagaimana evaluasi jangka panjang terhadap dampak penerapan TIK berbasis nilai agama terhadap kualitas pengajaran dan kepribadian siswa di perguruan tinggi Islam?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa penerimaan TIK dalam Pendidikan Islam dipengaruhi secara signifikan oleh persepsi kemudahan penggunaan, manfaat persepsional, dan kecocokan teknologi dengan nilai agama, dimana aset agama menonjol sebagai faktor dominan.Keterbatasan penelitian meliputi ukuran sampel terbatas dan pendekatan kuantitatif yang tidak mendalam, sehingga membutuhkan peneliti lanjutan dengan metode mixedAcmethods dan sampel yang lebih representatif
<br>Penelitian ini mengeksplorasi penerimaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Islam dengan mempertimbangkan pengaruh perspektif agama terhadap sikap pengguna. Dengan berkembangnya digitalisasi di sektor Pendidikan, lembaga Pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan mengadopsi teknologi sambil mempertahankan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi di lingkungan Pendidikan Islam. Tujuan penelitian ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-58df1.webp" type="image/webp" length="89912" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-cccca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-e703e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/nilai-agama-catur-sudut-pandang-islam-nilai-nilai-thumb-58df1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1559-pandawan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7875-alfabet-jurnal-wawasan-agama-risalah-islamiah-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Muhammadiyahs Humanist Education Muhammadiyahs Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Muhammadiyahs Humanist Education Muhammadiyahs Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Muhammadiyahs Humanist Education Muhammadiyahs Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51998-pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-sos</link>
	<guid isPermaLink="false">955835711188ea4106fd688c974eb755</guid>
	<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 01:49:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi jaka k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,dwi,flag,focus,jaka,k,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak jangka panjang dari pendidikan Muhammadiyah terhadap perilaku remaja, khususnya dalam hal pengembangan karakter dan kompetensi sosial. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak jangka panjang dari pendidikan Muhammadiyah terhadap perilaku remaja, khususnya dalam hal pengembangan karakter dan kompetensi sosial. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode studi kasus atau survei longitudinal untuk mengukur perubahan perilaku dan sikap remaja setelah mengikuti program pendidikan Muhammadiyah.2. Mengeksplorasi strategi-strategi spesifik yang digunakan oleh AUM dalam pendidikan karakter dan pengembangan moral remaja. Penelitian ini dapat berfokus pada metode pengajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan program-program sosial yang diterapkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, serta menganalisis efektivitasnya dalam membentuk karakter remaja.3. Meneliti lebih dalam tentang peran dan kontribusi AUM dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan moral dan spiritual remaja. Penelitian ini dapat mencakup studi tentang budaya sekolah, hubungan guru-siswa, dan peran orang tua dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah.. Pendidikan Muhammadiyah yang berfokus pada teologi humanis, khususnya berdasarkan nilai-nilai dari Surah Al-Ma'un, terbukti efektif dalam menanggulangi anomali perilaku remaja.Pendekatan ini menekankan pentingnya amal sosial sebagai manifestasi iman, yang diwujudkan melalui berbagai program pendidikan dan sosial.Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan tidak hanya memberikan pendidikan formal tetapi juga membentuk karakter berbasis nilai-nilai Islam dan kepedulian sosial.Program-program pendidikan Muhammadiyah, yang mencakup sekolah, panti asuhan, dan lembaga pendidikan lainnya, berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan moral dan spiritual remaja.Dengan demikian, remaja yang terlibat dalam program-program ini cenderung menunjukkan perilaku positif seperti meningkatnya kepedulian sosial, tanggung jawab, dan etika kerja yang baik, serta mampu menghindari perilaku negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas.Konsep teologi humanis dari Al-Ma'un, ketika diterapkan dalam pendidikan Muhammadiyah, mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi anomali perilaku remaja.Hal ini membantu membentuk mereka menjadi individu yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi positif kepada masyarakat sekitar Fenomena anomali perilaku remaja menjadi perhatian penting dalam konteks sosial dan keagamaan. Muhammadiyah, sebagai organisasi keagamaan besar di Indonesia, merespons fenomena ini dengan pendekatan yang menekankan amal sosial sebagai manifestasi iman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Muhammadiyah menanggapi anomali perilaku remaja melalui konsep teologi humanis yang diambil dari Surah al-Ma'un dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-66fde.webp" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-66fde.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-66fde.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-66fde.webp 1x" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" alt="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e5648.webp" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e5648.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e5648.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e5648.webp 1x" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" alt="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e1f1e.webp" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e1f1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e1f1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e1f1e.webp 1x" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" alt="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51998-pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-sos" title="JURIS - Muhammadiyah&#039;s Humanist Education: Muhammadiyah&#039;s Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth" target="_blank">Muhammadiyah's Humanist Education: Muhammadiyah's Strategy in Addressing Behavioral Anomalies of Gen Z Youth</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak jangka panjang dari pendidikan Muhammadiyah terhadap perilaku remaja, khususnya dalam hal pengembangan karakter dan kompetensi sosial. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode studi kasus atau survei longitudinal untuk mengukur perubahan perilaku dan sikap remaja setelah mengikuti program pendidikan Muhammadiyah.2. Mengeksplorasi strategi-strategi spesifik yang digunakan oleh AUM dalam pendidikan karakter dan pengembangan moral remaja. Penelitian ini dapat berfokus pada metode pengajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan program-program sosial yang diterapkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, serta menganalisis efektivitasnya dalam membentuk karakter remaja.3. Meneliti lebih dalam tentang peran dan kontribusi AUM dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan moral dan spiritual remaja. Penelitian ini dapat mencakup studi tentang budaya sekolah, hubungan guru-siswa, dan peran orang tua dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah..
<br>Pendidikan Muhammadiyah yang berfokus pada teologi humanis, khususnya berdasarkan nilai-nilai dari Surah Al-Ma'un, terbukti efektif dalam menanggulangi anomali perilaku remaja.Pendekatan ini menekankan pentingnya amal sosial sebagai manifestasi iman, yang diwujudkan melalui berbagai program pendidikan dan sosial.Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan tidak hanya memberikan pendidikan formal tetapi juga membentuk karakter berbasis nilai-nilai Islam dan kepedulian sosial.Program-program pendidikan Muhammadiyah, yang mencakup sekolah, panti asuhan, dan lembaga pendidikan lainnya, berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan moral dan spiritual remaja.Dengan demikian, remaja yang terlibat dalam program-program ini cenderung menunjukkan perilaku positif seperti meningkatnya kepedulian sosial, tanggung jawab, dan etika kerja yang baik, serta mampu menghindari perilaku negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas.Konsep teologi humanis dari Al-Ma'un, ketika diterapkan dalam pendidikan Muhammadiyah, mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi anomali perilaku remaja.Hal ini membantu membentuk mereka menjadi individu yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi positif kepada masyarakat sekitar
<br>Fenomena anomali perilaku remaja menjadi perhatian penting dalam konteks sosial dan keagamaan. Muhammadiyah, sebagai organisasi keagamaan besar di Indonesia, merespons fenomena ini dengan pendekatan yang menekankan amal sosial sebagai manifestasi iman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Muhammadiyah menanggapi anomali perilaku remaja melalui konsep teologi humanis yang diambil dari Surah al-Ma'un dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-66fde.webp" type="image/webp" length="96090" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-66fde.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e5648.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-muhammadiyah-program-sosial-politik-kom-thumb-e1f1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1199-zamronedu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5934-ad-daqqoq-journal-religion-social-movement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rausyan Fikr The Ideal Human Model in Ali Shariatis Perspective ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rausyan Fikr The Ideal Human Model in Ali Shariatis Perspective ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rausyan Fikr The Ideal Human Model in Ali Shariatis Perspective ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51996-keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fi</link>
	<guid isPermaLink="false">a127ad517bd073297761f532d2f9a1ec</guid>
	<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 21:51:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi jaka k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,dwi,flag,focus,jaka,k,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana konsep rausyan fikr dapat dioperasionalkan dalam kurikulum pendidikan modern untuk menumbuhkan perkembangan intelektual dan spiritual pada mahasiswa, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari'ati's Perspective: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana konsep rausyan fikr dapat dioperasionalkan dalam kurikulum pendidikan modern untuk menumbuhkan perkembangan intelektual dan spiritual pada mahasiswa, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Selanjutnya, studi empiris dapat menilai dampak penerapan prinsip-prinsip rausyan fikr dalam program pemberdayaan komunitas di wilayah yang mengalami penindasan politik, dengan mengukur perubahan indikator keadilan sosial, partisipasi warga, dan rasa kepemilikan terhadap perubahan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dualitas fisikAcspiritual manusia dalam strategi aktivisme digital yang terinspirasi oleh pemikiran Ali Shari'ati, khususnya bagaimana keseimbangan antara aspek material dan spiritual memengaruhi efektivitas kampanye online dalam memobilisasi dukungan publik terhadap isuAcisu keadilan sosial.. Manusia memiliki dualitas fisik dan spiritual yang menjadi dasar bagi pembentukan masyarakat yang adil dan makmur.Ali Shari'ati menekankan bahwa manusia memiliki kehendak bebas, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Tuhan atau menjauh, serta memperkenalkan konsep rausyan fikr sebagai model manusia ideal yang menggabungkan kesadaran sosial dan tanggung jawab kemajuan masyarakat.Pemahaman menyeluruh tentang kemanusiaan, baik aspek fisik maupun spiritual, menjadi kunci pembentukan masyarakat yang berkeadilan dan berperadaban Penelitian ini mengeksplorasi konsep rausyan fikr dalam pemikiran Ali Syari'ati, seorang intelektual Muslim asal Iran yang gagasannya mempengaruhi banyak aktivis dan akademisi di dunia Islam. Syari'ati memperkenalkan rausyan fikr sebagai model manusia ideal yang menggabungkan intelektualitas dengan komitmen moral untuk perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder yang relevan, termasuk karya Syari'ati dan studi tentang pemikirannya. Penelitian ini mengkaji relevansi konsep rausyan fikr dalam konteks kontemporer, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti ketidakadilan sosial, penindasan politik, dan krisis identitas budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rausyan fikr berperan penting dalam membentuk manusia yang utuh, yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-841cd.webp" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-841cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-841cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-841cd.webp 1x" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" alt="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-767d7.webp" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-767d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-767d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-767d7.webp 1x" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" alt="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-92ff6.webp" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-92ff6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-92ff6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-92ff6.webp 1x" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" alt="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51996-keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fi" title="JURIS - Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari&#039;ati&#039;s Perspective" target="_blank">Rausyan Fikr: The Ideal Human Model in Ali Shari'ati's Perspective</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana konsep rausyan fikr dapat dioperasionalkan dalam kurikulum pendidikan modern untuk menumbuhkan perkembangan intelektual dan spiritual pada mahasiswa, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Selanjutnya, studi empiris dapat menilai dampak penerapan prinsip-prinsip rausyan fikr dalam program pemberdayaan komunitas di wilayah yang mengalami penindasan politik, dengan mengukur perubahan indikator keadilan sosial, partisipasi warga, dan rasa kepemilikan terhadap perubahan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dualitas fisikAcspiritual manusia dalam strategi aktivisme digital yang terinspirasi oleh pemikiran Ali Shari'ati, khususnya bagaimana keseimbangan antara aspek material dan spiritual memengaruhi efektivitas kampanye online dalam memobilisasi dukungan publik terhadap isuAcisu keadilan sosial..
<br>Manusia memiliki dualitas fisik dan spiritual yang menjadi dasar bagi pembentukan masyarakat yang adil dan makmur.Ali Shari'ati menekankan bahwa manusia memiliki kehendak bebas, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Tuhan atau menjauh, serta memperkenalkan konsep rausyan fikr sebagai model manusia ideal yang menggabungkan kesadaran sosial dan tanggung jawab kemajuan masyarakat.Pemahaman menyeluruh tentang kemanusiaan, baik aspek fisik maupun spiritual, menjadi kunci pembentukan masyarakat yang berkeadilan dan berperadaban
<br>Penelitian ini mengeksplorasi konsep rausyan fikr dalam pemikiran Ali Syari'ati, seorang intelektual Muslim asal Iran yang gagasannya mempengaruhi banyak aktivis dan akademisi di dunia Islam. Syari'ati memperkenalkan rausyan fikr sebagai model manusia ideal yang menggabungkan intelektualitas dengan komitmen moral untuk perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder yang relevan, termasuk karya Syari'ati dan studi tentang pemikirannya. Penelitian ini mengkaji relevansi konsep rausyan fikr dalam konteks kontemporer, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti ketidakadilan sosial, penindasan politik, dan krisis identitas budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rausyan fikr berperan penting dalam membentuk manusia yang utuh, yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-841cd.webp" type="image/webp" length="90144" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-841cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-767d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/keadilan-sosial-identitas-budaya-rausyan-fikr-manu-thumb-92ff6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1199-zamronedu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5934-ad-daqqoq-journal-religion-social-movement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 28 Jun 2026 05:50:41 +0700. 12 items. Served in: 3.439 seconds [rss] -->
