<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 23:06:24 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 23:06:24 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-22T23:06:24+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51106-saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistlebl</link>
	<guid isPermaLink="false">3ed70dae2fbc49ab05a76f881a7e7eaa</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:50:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ fadly daud ]]></category>
	<category><![CDATA[ muh nasir ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,daud,fadly,muh,nasir]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Salah satu rencana penelitian lanjutan adalah menilai efektivitas pengisian perjanjian perlindungan fisik dan psikologis bagi saksi pelapor di beberapa wilayah Bawaslu, dengan memilih sampel pelapor yang pernah menjelang sidang dan mengevaluasi tingkat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu: Salah satu rencana penelitian lanjutan adalah menilai efektivitas pengisian perjanjian perlindungan fisik dan psikologis bagi saksi pelapor di beberapa wilayah Bawaslu, dengan memilih sampel pelapor yang pernah menjelang sidang dan mengevaluasi tingkat rasa aman serta kepuasan layanan. Selain itu, penelitian berikutnya dapat menyelidiki dampak kolaborasi antara LPSK dan Bawaslu terhadap partisipasi publik dalam pelaporan pelanggaran, dengan menggunakan pendekatan komparatif di dua daerah berbeda. Terakhir, pengembangan protokol audit independen yang dapat memantau dan menilai kebijakan perlindungan saksi pelapor secara berkala merupakan agenda penting, sehingga kebijakan yang ada dapat terus disempurnakan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pemilu.. Bawaslu memiliki peran penting dalam melindungi saksi pelapor, namun regulasi saat ini belum memadai untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan pelapor selama proses persidangan.Kerangka hukum yang ada belum termasuk ketentuan spesifik mengenai perlindungan fisik, administratif, dan psikologis saksi pelapor, sehingga risiko intimidasi dan tekanan meningkat.Oleh karena itu, perlu dirumuskan kebijakan khusus yang melibatkan LPSK serta mekanisme isolasi dan perjanjian perlindungan agar saksi pelapor dapat dilindungi secara menyeluruh Penelitian ini mengeksplorasi kondisi perlindungan hukum saksi pelapor (whistleblower) di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam proses persidangan, dengan fokus pada kerangka hukum yang ada di Indonesia, seperti UndangAcUndang Nomor 10 tahun 2016, UndangAcUndang Nomor 7 tahun 2017, dan UndangAcUndang Nomor 31 tahun 2014. Analisis normatif terhadap peraturan perundangAcundangan dan ketentuan prosedural Bawaslu menunjukkan adanya kekosongan regulasi khusus yang menjamin keamanan dan kerahasiaan saksi pelapor selama sidang. Studi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan Bawaslu serta perlunya mekanisme perlindungan fisik, administratif, dan psikologis bagi pelapor. Hasil temuan menggarisbawahi kebutuhan akan kebijakan yang lebih komprehensif, di mana Bawaslu dapat secara mandiri menyediakan perjanjian perlindungan, mengisolasi saksi pelapor... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-f1272.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-f1272.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-f1272.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-f1272.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" alt="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-3c286.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-3c286.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-3c286.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-3c286.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" alt="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-81c67.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-81c67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-81c67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-81c67.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" alt="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51106-saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistlebl" title="JURIS - Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu" target="_blank">Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pelapor dalam Proses Persidangan di Bawaslu</a>: Salah satu rencana penelitian lanjutan adalah menilai efektivitas pengisian perjanjian perlindungan fisik dan psikologis bagi saksi pelapor di beberapa wilayah Bawaslu, dengan memilih sampel pelapor yang pernah menjelang sidang dan mengevaluasi tingkat rasa aman serta kepuasan layanan. Selain itu, penelitian berikutnya dapat menyelidiki dampak kolaborasi antara LPSK dan Bawaslu terhadap partisipasi publik dalam pelaporan pelanggaran, dengan menggunakan pendekatan komparatif di dua daerah berbeda. Terakhir, pengembangan protokol audit independen yang dapat memantau dan menilai kebijakan perlindungan saksi pelapor secara berkala merupakan agenda penting, sehingga kebijakan yang ada dapat terus disempurnakan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pemilu..
<br>Bawaslu memiliki peran penting dalam melindungi saksi pelapor, namun regulasi saat ini belum memadai untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan pelapor selama proses persidangan.Kerangka hukum yang ada belum termasuk ketentuan spesifik mengenai perlindungan fisik, administratif, dan psikologis saksi pelapor, sehingga risiko intimidasi dan tekanan meningkat.Oleh karena itu, perlu dirumuskan kebijakan khusus yang melibatkan LPSK serta mekanisme isolasi dan perjanjian perlindungan agar saksi pelapor dapat dilindungi secara menyeluruh
<br>Penelitian ini mengeksplorasi kondisi perlindungan hukum saksi pelapor (whistleblower) di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam proses persidangan, dengan fokus pada kerangka hukum yang ada di Indonesia, seperti UndangAcUndang Nomor 10 tahun 2016, UndangAcUndang Nomor 7 tahun 2017, dan UndangAcUndang Nomor 31 tahun 2014. Analisis normatif terhadap peraturan perundangAcundangan dan ketentuan prosedural Bawaslu menunjukkan adanya kekosongan regulasi khusus yang menjamin keamanan dan kerahasiaan saksi pelapor selama sidang. Studi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan Bawaslu serta perlunya mekanisme perlindungan fisik, administratif, dan psikologis bagi pelapor. Hasil temuan menggarisbawahi kebutuhan akan kebijakan yang lebih komprehensif, di mana Bawaslu dapat secara mandiri menyediakan perjanjian perlindungan, mengisolasi saksi pelapor...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-3c286.webp" type="image/webp" length="108754" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-f1272.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-3c286.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/saksi-pelapor-perlindungan-bawaslu-whistleblower-l-thumb-81c67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51105-kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pem</link>
	<guid isPermaLink="false">6e4d0ddba8ffe601be2aae255e39a99f</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:50:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modal header ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,content,crawl,header,main,modal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan metode pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi guru dan siswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana metode pembelajaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan metode pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi guru dan siswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa, serta dampaknya terhadap motivasi belajar matematika. Selain itu, studi lanjutan juga dapat menyelidiki faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas komunikasi, seperti gaya komunikasi guru dan peran komunikasi non-verbal dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah.. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis uraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan yang positif antara variabel kualitas komunikasi guru dan siswa dengan motivasi belajar matematika.Makna dari hubungan yang positif sendiri adalah hubungan antara 2 variabel dimana kenaikan satu variabel menyebabkan penambahan nilai pada variabel lainnya atau sebaliknya.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kualitas komunikasi guru dan siswa dengan motivasi belajar matematika siswa kelas tinggi di MI Muhammadiyah se-Kecamatan Nogosari Boyolali tahun ajaran 2020/2021 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas komunikasi guru dan siswa dengan motivasi belajar matematika siswa MI. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelasional, dan dilaksanakan di MI Muhammadiyah Potronayan 1 Nogosari Boyolali di mulai bulan Oktober 2020 sampai maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi di MI Muhammadiyah se-Kecamatan Nogosari Boyolali. Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling sebanyak 63 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil penelitian: Tingkat kualitas komunikasi guru dan siswa termasuk kedalam kategori baik yaitu sebesar 68,25%. Motivasi belajar matematika siswa kelas tinggi berada dalam kategori sedang yaitu sebesar 61,90%. Berdasarkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-e27c0.webp" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-e27c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-e27c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-e27c0.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" alt="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-1c858.webp" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-1c858.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-1c858.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-1c858.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" alt="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-2b39f.webp" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-2b39f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-2b39f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-2b39f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" alt="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51105-kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pem" title="JURIS - Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika" target="_blank">Hubungan Kualitas Komunikasi Guru Dan Siswa Dengan Motivasi Belajar Matematika</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan metode pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi guru dan siswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa, serta dampaknya terhadap motivasi belajar matematika. Selain itu, studi lanjutan juga dapat menyelidiki faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas komunikasi, seperti gaya komunikasi guru dan peran komunikasi non-verbal dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah..
<br>Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis uraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan yang positif antara variabel kualitas komunikasi guru dan siswa dengan motivasi belajar matematika.Makna dari hubungan yang positif sendiri adalah hubungan antara 2 variabel dimana kenaikan satu variabel menyebabkan penambahan nilai pada variabel lainnya atau sebaliknya.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kualitas komunikasi guru dan siswa dengan motivasi belajar matematika siswa kelas tinggi di MI Muhammadiyah se-Kecamatan Nogosari Boyolali tahun ajaran 2020/2021
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas komunikasi guru dan siswa dengan motivasi belajar matematika siswa MI. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelasional, dan dilaksanakan di MI Muhammadiyah Potronayan 1 Nogosari Boyolali di mulai bulan Oktober 2020 sampai maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi di MI Muhammadiyah se-Kecamatan Nogosari Boyolali. Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling sebanyak 63 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil penelitian: Tingkat kualitas komunikasi guru dan siswa termasuk kedalam kategori baik yaitu sebesar 68,25%. Motivasi belajar matematika siswa kelas tinggi berada dalam kategori sedang yaitu sebesar 61,90%. Berdasarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-e27c0.webp" type="image/webp" length="64332" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-e27c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-1c858.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kualitas-komunikasi-kerjasama-peran-pembelajaran-m-thumb-2b39f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1066-uinsaid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16662-jenius-journal-education-policy-elementary-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51101-legislative-function-dpr-president-constitutional</link>
	<guid isPermaLink="false">a519753397a8dc4e6dcbf8da7d649d12</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:22:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ trade secret ]]></category>
	<category><![CDATA[ mati suri ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mati,secret,suri,trade]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat fungsi legislatif DPR, perlu ada upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan keahlian penyusun legislatif. Selain itu, penting untuk menginstitusionalisasi partisipasi publik yang bermakna pada setiap tahap pembuatan undang-undang. Hal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System: Untuk memperkuat fungsi legislatif DPR, perlu ada upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan keahlian penyusun legislatif. Selain itu, penting untuk menginstitusionalisasi partisipasi publik yang bermakna pada setiap tahap pembuatan undang-undang. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan dan memberikan akses yang lebih luas kepada publik untuk memberikan masukan dan saran. Selain itu, perlu ada peningkatan transparansi inisiatif legislatif yang dipimpin eksekutif. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan akses publik terhadap informasi terkait proses pembuatan undang-undang dan memastikan bahwa proses tersebut dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Dengan demikian, prinsip cek dan keseimbangan dapat diterapkan secara substansial, bukan hanya prosedural. Penelitian ini juga menyarankan agar reformasi sistem legislatif terus diarahkan pada penguatan parlemen, peningkatan akuntabilitas eksekutif, dan penerapan prinsip deliberasi publik yang transparan. Dengan demikian, supremasi konstitusi dapat ditegakkan dalam setiap tindakan legislatif, dan konsolidasi demokratisasi konstitusional di Indonesia dapat terwujud.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika fungsi legislatif di Indonesia telah mengalami transformasi konstitusional yang signifikan, bergeser dari era dominasi presiden ke konfigurasi kekuasaan yang lebih seimbang tetapi masih tidak simetris antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden.Transformasi ini menunjukkan bahwa reformasi konstitusional telah berhasil mengubah struktur kekuasaan tetapi belum sepenuhnya mengubah budaya pembuatan undang-undang.Presiden tetap menjadi aktor sentral dalam praktik legislatif karena sumber daya kelembagaan, teknokratis, dan politik yang unggul, meskipun DPR telah diperkuat secara normatif melalui amandemen terhadap Konstitusi 1945.Secara teoritis, penelitian ini menegaskan bahwa prinsip cek dan keseimbangan di bawah sistem presidensial Indonesia bersifat kooperatif daripada kompetitif.Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan politik, seperti ketergantungan koalisi, kapasitas penelitian parlemen yang lemah, dan kendali eksekutif atas Program Legislasi Nasional (Prolegnas).Faktor-faktor ini telah menyebabkan keseimbangan prosedural tanpa kesetaraan substansial, di mana proses legislasi terus mencerminkan dominasi eksekutif di bawah legitimasi demokrasi.Secara praktis, temuan penelitian ini menekankan urgensi penguatan kapasitas institusional dan epistemis DPR untuk memastikan kemandirian dan akuntabilitas legislatif.Peningkatan di masa depan harus fokus pada (1) pendirian institusi penelitian dan analisis parlemen yang independen.(2) peningkatan profesionalisme dan keahlian penyusun legislatif.(3) penginstitusionalan partisipasi publik yang bermakna pada setiap tahap pembuatan undang-undang.dan (4) peningkatan transparansi inisiatif legislatif yang dipimpin eksekutif.Langkah-langkah ini sangat penting untuk mewujudkan supremasi hukum yang substansial yang bukan hanya formal, tetapi benar-benar mewujudkan deliberasi demokrasi dan supremasi konstitusi.Dalam penerapan yang lebih luas, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum konstitusi dengan menyediakan kerangka evaluatif untuk menilai keseimbangan kekuasaan dalam sistem presidensial.Model cek dan keseimbangan kooperatif yang didukung oleh pengawasan yudisial melalui Mahkamah Konstitusi dapat berfungsi sebagai referensi normatif untuk negara demokrasi lainnya yang mengalami hubungan eksekutif-legislatif yang tidak simetris Penelitian ini menyelidiki evolusi hubungan kekuasaan legislatif antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden dalam kerangka konstitusional Indonesia, khususnya sebelum dan setelah amandemen terhadap Konstitusi 1945. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana reformasi konstitusional telah merombak distribusi kekuasaan legislatif dan apakah mereka berhasil mencapai keseimbangan kekuasaan yang substansial. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif kualitatif dengan analisis historis dan komparatif, penelitian ini mengeksplorasi dokumen konstitusional, hukum, dan keputusan Mahkamah Konstitusi yang relevan. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun amandemen konstitusional bergeser dari sistem dominasi presiden ke keseimbangan kekuasaan formal, praktik pembuatan undang-undang tetap sangat dipengaruhi oleh kendali eksekutif. Presiden tetap memiliki... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-fa6c2.webp" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-fa6c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-fa6c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-fa6c2.webp 1x" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" alt="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-ba48b.webp" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-ba48b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-ba48b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-ba48b.webp 1x" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" alt="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-60ff4.webp" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-60ff4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-60ff4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-60ff4.webp 1x" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" alt="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51101-legislative-function-dpr-president-constitutional" title="JURIS - The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System" target="_blank">The Evolution of Legislative Power Relations between the Parliament and the President in IndonesiaAos Constitutional System</a>: Untuk memperkuat fungsi legislatif DPR, perlu ada upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan keahlian penyusun legislatif. Selain itu, penting untuk menginstitusionalisasi partisipasi publik yang bermakna pada setiap tahap pembuatan undang-undang. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan dan memberikan akses yang lebih luas kepada publik untuk memberikan masukan dan saran. Selain itu, perlu ada peningkatan transparansi inisiatif legislatif yang dipimpin eksekutif. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan akses publik terhadap informasi terkait proses pembuatan undang-undang dan memastikan bahwa proses tersebut dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Dengan demikian, prinsip cek dan keseimbangan dapat diterapkan secara substansial, bukan hanya prosedural. Penelitian ini juga menyarankan agar reformasi sistem legislatif terus diarahkan pada penguatan parlemen, peningkatan akuntabilitas eksekutif, dan penerapan prinsip deliberasi publik yang transparan. Dengan demikian, supremasi konstitusi dapat ditegakkan dalam setiap tindakan legislatif, dan konsolidasi demokratisasi konstitusional di Indonesia dapat terwujud..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika fungsi legislatif di Indonesia telah mengalami transformasi konstitusional yang signifikan, bergeser dari era dominasi presiden ke konfigurasi kekuasaan yang lebih seimbang tetapi masih tidak simetris antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden.Transformasi ini menunjukkan bahwa reformasi konstitusional telah berhasil mengubah struktur kekuasaan tetapi belum sepenuhnya mengubah budaya pembuatan undang-undang.Presiden tetap menjadi aktor sentral dalam praktik legislatif karena sumber daya kelembagaan, teknokratis, dan politik yang unggul, meskipun DPR telah diperkuat secara normatif melalui amandemen terhadap Konstitusi 1945.Secara teoritis, penelitian ini menegaskan bahwa prinsip cek dan keseimbangan di bawah sistem presidensial Indonesia bersifat kooperatif daripada kompetitif.Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan politik, seperti ketergantungan koalisi, kapasitas penelitian parlemen yang lemah, dan kendali eksekutif atas Program Legislasi Nasional (Prolegnas).Faktor-faktor ini telah menyebabkan keseimbangan prosedural tanpa kesetaraan substansial, di mana proses legislasi terus mencerminkan dominasi eksekutif di bawah legitimasi demokrasi.Secara praktis, temuan penelitian ini menekankan urgensi penguatan kapasitas institusional dan epistemis DPR untuk memastikan kemandirian dan akuntabilitas legislatif.Peningkatan di masa depan harus fokus pada (1) pendirian institusi penelitian dan analisis parlemen yang independen.(2) peningkatan profesionalisme dan keahlian penyusun legislatif.(3) penginstitusionalan partisipasi publik yang bermakna pada setiap tahap pembuatan undang-undang.dan (4) peningkatan transparansi inisiatif legislatif yang dipimpin eksekutif.Langkah-langkah ini sangat penting untuk mewujudkan supremasi hukum yang substansial yang bukan hanya formal, tetapi benar-benar mewujudkan deliberasi demokrasi dan supremasi konstitusi.Dalam penerapan yang lebih luas, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum konstitusi dengan menyediakan kerangka evaluatif untuk menilai keseimbangan kekuasaan dalam sistem presidensial.Model cek dan keseimbangan kooperatif yang didukung oleh pengawasan yudisial melalui Mahkamah Konstitusi dapat berfungsi sebagai referensi normatif untuk negara demokrasi lainnya yang mengalami hubungan eksekutif-legislatif yang tidak simetris
<br>Penelitian ini menyelidiki evolusi hubungan kekuasaan legislatif antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden dalam kerangka konstitusional Indonesia, khususnya sebelum dan setelah amandemen terhadap Konstitusi 1945. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana reformasi konstitusional telah merombak distribusi kekuasaan legislatif dan apakah mereka berhasil mencapai keseimbangan kekuasaan yang substansial. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif kualitatif dengan analisis historis dan komparatif, penelitian ini mengeksplorasi dokumen konstitusional, hukum, dan keputusan Mahkamah Konstitusi yang relevan. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun amandemen konstitusional bergeser dari sistem dominasi presiden ke keseimbangan kekuasaan formal, praktik pembuatan undang-undang tetap sangat dipengaruhi oleh kendali eksekutif. Presiden tetap memiliki...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-ba48b.webp" type="image/webp" length="102598" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-fa6c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-ba48b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/legislative-function-dpr-president-constitutional-thumb-60ff4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51102-instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-ar</link>
	<guid isPermaLink="false">9baa0e7f6468d960164c865363972bcf</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:33:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi dan material yang mendukung arsitektur temporer, seperti modularitas, prefabrikasi, dan elemen kinetik. Bagaimana teknologi ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi dan material yang mendukung arsitektur temporer, seperti modularitas, prefabrikasi, dan elemen kinetik. Bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas ruang, serta bagaimana material yang digunakan dapat meningkatkan daya tahan dan keberlanjutan bangunan. Kedua, studi dapat mengeksplorasi aspek sosial dan budaya dalam arsitektur temporer. Bagaimana arsitektur ini dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan dan preferensi pengguna, serta bagaimana temporalitas dapat menciptakan ruang yang inklusif dan dinamis. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak lingkungan dan sosial dari arsitektur temporer. Bagaimana arsitektur ini dapat mengurangi limbah konstruksi dan penggunaan sumber daya, serta bagaimana temporalitas dapat mendukung keberlanjutan dan adaptasi terhadap perubahan sosial dan lingkungan.. Temporalitas dalam arsitektur tidak hanya sekadar kondisi yang harus dihadapi, tetapi juga dapat diintegrasikan sebagai strategi desain yang proaktif untuk mendukung keberagaman kemungkinan.Dengan mengadopsi pendekatan temporalitas, arsitek dapat merancang bangunan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga siap untuk beradaptasi dengan perubahan di masa depan.Strategi ini melibatkan penggunaan elemen-elemen modular dan struktur yang mudah dibongkar pasang, memungkinkan ruang untuk diubah sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.Dengan demikian, temporalitas menjadi alat desain yang memungkinkan arsitektur untuk tetap relevan dan fungsional dalam berbagai konteks dan waktu.Adaptivitas dan fleksibilitas adalah dua aspek kunci dari arsitektur temporer yang didasarkan pada konsep temporalitas.Bangunan yang dirancang dengan prinsip-prinsip ini dapat dengan mudah disesuaikan untuk berbagai fungsi dan aktivitas, dari fasilitas kesehatan hingga ruang kerja dan tempat pameran.Fleksibilitas ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang tetapi juga memungkinkan respons cepat terhadap situasi darurat seperti bencana alam atau pandemi.Dengan kemampuan untuk terus menerus direkonfigurasikan, arsitektur temporer menawarkan solusi yang dinamis dan responsif terhadap perubahan berbagai kebutuhan pengguna.Selain itu, pendekatan ini mendukung keberlanjutan dengan memaksimalkan umur bangunan dan mengurangi kebutuhan akan konstruksi baru.Dengan demikian, temporalitas sebagai basis perancangan arsitektur tidak hanya menawarkan solusi praktis dan efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan adaptabilitas dalam menghadapi tantangan masa depan Tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan gagasan temporalitas atau kesementaraan sebagai potensi dalam perancangan spasial arsitektur yang adaptif dan fleksibel. Fleksibilitas dan adaptabilitas merupakan nilai tambah signifikan dalam karya perancangan arsitektur. Kemampuan ruang, untuk digunakan dalam berbagai situasi berbeda, oleh orang-orang berbeda, dengan penyesuaian konfigurasi tanpa memerlukan tambahan luas spasial. Arsitektur hadir dengan berbagai kemungkinan, di mana variasi prediksi spekulasinya merupakan bagian dari pemrograman... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-a2ae3.webp" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-a2ae3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-a2ae3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-a2ae3.webp 1x" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" alt="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-52b92.webp" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-52b92.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-52b92.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-52b92.webp 1x" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" alt="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-ed778.webp" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-ed778.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-ed778.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-ed778.webp 1x" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" alt="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51102-instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-ar" title="JURIS - Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur" target="_blank">Multi Ruang Multi Pengguna Multi Waktu: Temporalitas Sebagai Strategi Arsitektur</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi dan material yang mendukung arsitektur temporer, seperti modularitas, prefabrikasi, dan elemen kinetik. Bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas ruang, serta bagaimana material yang digunakan dapat meningkatkan daya tahan dan keberlanjutan bangunan. Kedua, studi dapat mengeksplorasi aspek sosial dan budaya dalam arsitektur temporer. Bagaimana arsitektur ini dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan dan preferensi pengguna, serta bagaimana temporalitas dapat menciptakan ruang yang inklusif dan dinamis. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak lingkungan dan sosial dari arsitektur temporer. Bagaimana arsitektur ini dapat mengurangi limbah konstruksi dan penggunaan sumber daya, serta bagaimana temporalitas dapat mendukung keberlanjutan dan adaptasi terhadap perubahan sosial dan lingkungan..
<br>Temporalitas dalam arsitektur tidak hanya sekadar kondisi yang harus dihadapi, tetapi juga dapat diintegrasikan sebagai strategi desain yang proaktif untuk mendukung keberagaman kemungkinan.Dengan mengadopsi pendekatan temporalitas, arsitek dapat merancang bangunan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga siap untuk beradaptasi dengan perubahan di masa depan.Strategi ini melibatkan penggunaan elemen-elemen modular dan struktur yang mudah dibongkar pasang, memungkinkan ruang untuk diubah sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.Dengan demikian, temporalitas menjadi alat desain yang memungkinkan arsitektur untuk tetap relevan dan fungsional dalam berbagai konteks dan waktu.Adaptivitas dan fleksibilitas adalah dua aspek kunci dari arsitektur temporer yang didasarkan pada konsep temporalitas.Bangunan yang dirancang dengan prinsip-prinsip ini dapat dengan mudah disesuaikan untuk berbagai fungsi dan aktivitas, dari fasilitas kesehatan hingga ruang kerja dan tempat pameran.Fleksibilitas ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang tetapi juga memungkinkan respons cepat terhadap situasi darurat seperti bencana alam atau pandemi.Dengan kemampuan untuk terus menerus direkonfigurasikan, arsitektur temporer menawarkan solusi yang dinamis dan responsif terhadap perubahan berbagai kebutuhan pengguna.Selain itu, pendekatan ini mendukung keberlanjutan dengan memaksimalkan umur bangunan dan mengurangi kebutuhan akan konstruksi baru.Dengan demikian, temporalitas sebagai basis perancangan arsitektur tidak hanya menawarkan solusi praktis dan efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan adaptabilitas dalam menghadapi tantangan masa depan
<br>Tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan gagasan temporalitas atau kesementaraan sebagai potensi dalam perancangan spasial arsitektur yang adaptif dan fleksibel. Fleksibilitas dan adaptabilitas merupakan nilai tambah signifikan dalam karya perancangan arsitektur. Kemampuan ruang, untuk digunakan dalam berbagai situasi berbeda, oleh orang-orang berbeda, dengan penyesuaian konfigurasi tanpa memerlukan tambahan luas spasial. Arsitektur hadir dengan berbagai kemungkinan, di mana variasi prediksi spekulasinya merupakan bagian dari pemrograman...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-a2ae3.webp" type="image/webp" length="115654" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-a2ae3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-52b92.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/instagram-studi-kualitatif-arsitektur-ti-desain-pl-thumb-ed778.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51107-putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan</link>
	<guid isPermaLink="false">62b6579f25c1f0bec5c120e3d3d6db19</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:25:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ fadly daud ]]></category>
	<category><![CDATA[ muh nasir ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,daud,fadly,muh,nasir]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kebijakan batas usia dalam konteks partisipasi politik, terutama di tingkat lokal. Penelitian ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kebijakan batas usia dalam konteks partisipasi politik, terutama di tingkat lokal. Penelitian ini dapat berfokus pada dampak kebijakan tersebut terhadap partisipasi politik generasi muda dan bagaimana kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan dinamika sosial dan politik yang berubah.2. Melakukan studi komparatif antara kebijakan batas usia di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki sistem politik serupa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan batas usia diterapkan di negara-negara lain, dan apakah ada praktik terbaik yang dapat diadopsi atau disesuaikan dengan konteks Indonesia.3. Meneliti dan menganalisis dampak kebijakan batas usia terhadap kualitas demokrasi dan representasi politik. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah kebijakan tersebut telah berhasil mencapai tujuan inklusivitas dan kesetaraan, atau apakah kebijakan tersebut justru menciptakan hambatan bagi calon-calon potensial yang memiliki kemampuan dan integritas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi politik dan kualitas demokrasi di Indonesia.. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan batas usia untuk calon kepala daerah dapat dianggap sebagai bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.Pembahasan ini didasarkan pada analisis normatif terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku, keputusan Mahkamah Konstitusi, serta tinjauan literatur yang relevan.Batas usia yang ditetapkan dalam undang-undang mencegah individu yang telah memenuhi persyaratan lainnya untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.Hal ini dapat dianggap sebagai pelanggaran hak konstitusional untuk memilih, yang seharusnya dijamin bagi semua warga negara tanpa diskriminasi usia.Keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 70/PUU-XXII/2024 menekankan pentingnya prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menentukan kebijakan batas usia untuk calon kepala daerah.Dalam putusannya, Mahkamah Konstitusi menekankan bahwa meskipun pembatasan usia dapat diterima dalam konteks tertentu, kebijakan tersebut harus sejalan dengan prinsip-prinsip inklusivitas dan keadilan.Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa batas usia tidak boleh digunakan untuk membatasi hak konstitusional individu yang memenuhi persyaratan lainnya untuk berpartisipasi dalam pemilihan.Keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai batas usia untuk calon kepala daerah harus dilihat dalam konteks perlindungan hak asasi manusia.Mahkamah Konstitusi dalam putusannya menekankan bahwa meskipun ada batas usia, hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus sesuai dengan prinsip-prinsip inklusivitas yang mendasari demokrasi.Mahkamah Konstitusi menekankan bahwa hak untuk memilih adalah bagian integral dari hak politik yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara.Oleh karena itu, Mahkamah mendorong revisi kebijakan yang lebih inklusif untuk memastikan tidak ada diskriminasi yang tidak sah dalam proses pencalonan kepala daerah.Dalam keputusan Nomor 70/PUU-XXII/2024, Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa batas usia yang ditetapkan oleh undang-undang dapat dipertahankan selama tujuannya utamanya adalah untuk memastikan bahwa calon memiliki kedewasaan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pemerintahan.Namun, Mahkamah Konstitusi juga mengakui bahwa pembatasan ini harus diterapkan secara proporsional dan tidak menghalangi hak konstitusional untuk memilih Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 adalah hasil dari sebuah tinjauan yudisial terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 yang mengatur batas usia minimum untuk calon kepala daerah. Regulasi ini bersifat diskriminatif karena membatasi partisipasi politik individu yang lebih muda. Artikel ini bertujuan untuk menjawab secara kritis bagaimana studi hak asasi manusia melihat batas usia dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan analitis-kritis dan studi kasus yang memprioritaskan aspek hak asasi manusia.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-eb8e1.webp" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-eb8e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-eb8e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-eb8e1.webp 1x" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" alt="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-99e97.webp" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-99e97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-99e97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-99e97.webp 1x" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" alt="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-1b1c4.webp" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-1b1c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-1b1c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-1b1c4.webp 1x" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" alt="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51107-putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan" title="JURIS - Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads" target="_blank">Human Rights Review on Age Limitation of Candidates for Regional Heads</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kebijakan batas usia dalam konteks partisipasi politik, terutama di tingkat lokal. Penelitian ini dapat berfokus pada dampak kebijakan tersebut terhadap partisipasi politik generasi muda dan bagaimana kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan dinamika sosial dan politik yang berubah.2. Melakukan studi komparatif antara kebijakan batas usia di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki sistem politik serupa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan batas usia diterapkan di negara-negara lain, dan apakah ada praktik terbaik yang dapat diadopsi atau disesuaikan dengan konteks Indonesia.3. Meneliti dan menganalisis dampak kebijakan batas usia terhadap kualitas demokrasi dan representasi politik. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah kebijakan tersebut telah berhasil mencapai tujuan inklusivitas dan kesetaraan, atau apakah kebijakan tersebut justru menciptakan hambatan bagi calon-calon potensial yang memiliki kemampuan dan integritas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi politik dan kualitas demokrasi di Indonesia..
<br>Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan batas usia untuk calon kepala daerah dapat dianggap sebagai bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.Pembahasan ini didasarkan pada analisis normatif terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku, keputusan Mahkamah Konstitusi, serta tinjauan literatur yang relevan.Batas usia yang ditetapkan dalam undang-undang mencegah individu yang telah memenuhi persyaratan lainnya untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.Hal ini dapat dianggap sebagai pelanggaran hak konstitusional untuk memilih, yang seharusnya dijamin bagi semua warga negara tanpa diskriminasi usia.Keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 70/PUU-XXII/2024 menekankan pentingnya prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menentukan kebijakan batas usia untuk calon kepala daerah.Dalam putusannya, Mahkamah Konstitusi menekankan bahwa meskipun pembatasan usia dapat diterima dalam konteks tertentu, kebijakan tersebut harus sejalan dengan prinsip-prinsip inklusivitas dan keadilan.Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa batas usia tidak boleh digunakan untuk membatasi hak konstitusional individu yang memenuhi persyaratan lainnya untuk berpartisipasi dalam pemilihan.Keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai batas usia untuk calon kepala daerah harus dilihat dalam konteks perlindungan hak asasi manusia.Mahkamah Konstitusi dalam putusannya menekankan bahwa meskipun ada batas usia, hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus sesuai dengan prinsip-prinsip inklusivitas yang mendasari demokrasi.Mahkamah Konstitusi menekankan bahwa hak untuk memilih adalah bagian integral dari hak politik yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara.Oleh karena itu, Mahkamah mendorong revisi kebijakan yang lebih inklusif untuk memastikan tidak ada diskriminasi yang tidak sah dalam proses pencalonan kepala daerah.Dalam keputusan Nomor 70/PUU-XXII/2024, Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa batas usia yang ditetapkan oleh undang-undang dapat dipertahankan selama tujuannya utamanya adalah untuk memastikan bahwa calon memiliki kedewasaan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pemerintahan.Namun, Mahkamah Konstitusi juga mengakui bahwa pembatasan ini harus diterapkan secara proporsional dan tidak menghalangi hak konstitusional untuk memilih
<br>Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 adalah hasil dari sebuah tinjauan yudisial terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 yang mengatur batas usia minimum untuk calon kepala daerah. Regulasi ini bersifat diskriminatif karena membatasi partisipasi politik individu yang lebih muda. Artikel ini bertujuan untuk menjawab secara kritis bagaimana studi hak asasi manusia melihat batas usia dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan analitis-kritis dan studi kasus yang memprioritaskan aspek hak asasi manusia....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-1b1c4.webp" type="image/webp" length="107738" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-eb8e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-99e97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/putusan-mahkamah-agung-pembatasan-usia-pernikahan-thumb-1b1c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konsep Iddah Dalam Hukum Islam Analisis Dasar Hukum Macam Macam Dan Hikmah Pensyariatananya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Iddah Dalam Hukum Islam Analisis Dasar Hukum Macam Macam Dan Hikmah Pensyariatananya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Iddah Dalam Hukum Islam Analisis Dasar Hukum Macam Macam Dan Hikmah Pensyariatananya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51094-iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kon</link>
	<guid isPermaLink="false">4875e6195916ba943e2285968932a79b</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:24:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ linda nabila ]]></category>
	<category><![CDATA[ dinda arisha ]]></category>
	<category><![CDATA[ rahma tazkia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arisha,dinda,linda,nabila,rahma,tazkia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana kebijakan pemerintah dapat mempermudah pelaksanaan iddah dengan memperkuat kolaborasi lembaga peradilan dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal mengenai dampak psikologis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya: Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana kebijakan pemerintah dapat mempermudah pelaksanaan iddah dengan memperkuat kolaborasi lembaga peradilan dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal mengenai dampak psikologis iddah terhadap perempuan yang mengalami perceraian atau kehilangan suami, sehingga dapat merumuskan pedoman dukungan mental yang lebih responsif. Selanjutnya, disarankan untuk meneliti perbandingan antar provinsi di Indonesia mengenai interpretasi dan praktik iddah, guna menghasilkan rekomendasi harmonisasi kebijakan hukum keluarga yang lebih adil dan mengutamakan hak perempuan. Semua saran ini dapat membantu mengisi kesenjangan penelitian tentang adaptasi dan implementasi iddah di era modern dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis bukti.. Iddah merupakan ketentuan hukum keluarga Islam yang diwajibkan kepada perempuan setelah berakhirnya perkawinan karena talak, fasakh, maupun kematian suami.Penelitian ini menunjukkan bahwa iddah memiliki landasan normatif yang kuat dalam Al-QurAoan, hadis, dan ijmaAo ulama, dengan bentuk pelaksanaan yang berbeda sesuai kondisi perempuan.Selanjutnya, iddah berfungsi sebagai instrumen perlindungan yang mempertahankan keturunan, kehormatan, dan agama, sehingga tidak hanya bersifat administratif melainkan mendukung kemaslahatan sosial Iddah merupakan ketentuan hukum keluarga Islam yang wajib dijalani perempuan setelah berakhirnya perkawinan karena perceraian atau kematian suami. Kajian tentang iddah penting dalam konteks hukum keluarga Islam kontemporer karena sering dipahami sebatas kewajiban normatif tanpa memperhatikan tujuan dan nilai kemaslahatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep iddah dalam hukum Islam yang mencakup pengertian, dasar hukum, macam-macam, dan hikmah pensyariatannya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-b2508.webp" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-b2508.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-b2508.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-b2508.webp 1x" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" alt="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-e2f7c.webp" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-e2f7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-e2f7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-e2f7c.webp 1x" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" alt="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-65f68.webp" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-65f68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-65f68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-65f68.webp 1x" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" alt="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51094-iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kon" title="JURIS - Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya" target="_blank">Konsep Iddah Dalam Hukum Islam: Analisis Dasar Hukum, Macam-Macam, Dan Hikmah Pensyariatananya</a>: Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana kebijakan pemerintah dapat mempermudah pelaksanaan iddah dengan memperkuat kolaborasi lembaga peradilan dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal mengenai dampak psikologis iddah terhadap perempuan yang mengalami perceraian atau kehilangan suami, sehingga dapat merumuskan pedoman dukungan mental yang lebih responsif. Selanjutnya, disarankan untuk meneliti perbandingan antar provinsi di Indonesia mengenai interpretasi dan praktik iddah, guna menghasilkan rekomendasi harmonisasi kebijakan hukum keluarga yang lebih adil dan mengutamakan hak perempuan. Semua saran ini dapat membantu mengisi kesenjangan penelitian tentang adaptasi dan implementasi iddah di era modern dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis bukti..
<br>Iddah merupakan ketentuan hukum keluarga Islam yang diwajibkan kepada perempuan setelah berakhirnya perkawinan karena talak, fasakh, maupun kematian suami.Penelitian ini menunjukkan bahwa iddah memiliki landasan normatif yang kuat dalam Al-QurAoan, hadis, dan ijmaAo ulama, dengan bentuk pelaksanaan yang berbeda sesuai kondisi perempuan.Selanjutnya, iddah berfungsi sebagai instrumen perlindungan yang mempertahankan keturunan, kehormatan, dan agama, sehingga tidak hanya bersifat administratif melainkan mendukung kemaslahatan sosial
<br>Iddah merupakan ketentuan hukum keluarga Islam yang wajib dijalani perempuan setelah berakhirnya perkawinan karena perceraian atau kematian suami. Kajian tentang iddah penting dalam konteks hukum keluarga Islam kontemporer karena sering dipahami sebatas kewajiban normatif tanpa memperhatikan tujuan dan nilai kemaslahatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep iddah dalam hukum Islam yang mencakup pengertian, dasar hukum, macam-macam, dan hikmah pensyariatannya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-e2f7c.webp" type="image/webp" length="127116" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-b2508.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-e2f7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/iddah-talak-raji-regulasi-keluarga-islam-kontempor-thumb-65f68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2011-jurnalp4i.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9768-khazanah-jurnal-studi-ilmu-agama-sosial-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students Errors in Solving Mathematical Story Problems ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students Errors in Solving Mathematical Story Problems ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students Errors in Solving Mathematical Story Problems ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51109-siswa-kelas-busana-perilaku-belajar</link>
	<guid isPermaLink="false">9055b8683520c51700e7aad8d0397d41</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:06:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modal header ]]></category>
	<category><![CDATA[ archive team ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[archive,content,header,main,modal,team]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis permainan digital yang menekankan latihan membaca soal secara berulang dapat meningkatkan ketelitian siswa dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students' Errors in Solving Mathematical Story Problems: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis permainan digital yang menekankan latihan membaca soal secara berulang dapat meningkatkan ketelitian siswa dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita matematika; apakah penggunaan modul interaktif yang menyajikan formulasi rumus secara visual dan kontekstual dapat memperdalam pemahaman konsep serta mengurangi kesalahan transformasi dan keterampilan pada siswa kelas V; serta bagaimana pendekatan pembelajaran kolaboratif yang melibatkan peerActeaching selama tiga bulan dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan operasi aritmetika secara tepat serta menurunkan frekuensi kesalahan penutup. StudiAcstudi tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan mengukur efek jangka panjang melalui tes pascaAcintervensi dan observasi kelas, sehingga dapat memberikan bukti empiris yang kuat bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi hambatan ontogenik, didaktik, dan epistemologis yang teridentifikasi.. Penelitian ini menemukan bahwa siswa kelas V MI GUPPI Wironanggan menghadapi berbagai hambatan belajar dan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yang terbagi menjadi lima jenis kesalahan (membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan, dan penutup) serta tiga jenis hambatan (ontogenik, didaktik, epistemologis).Faktor penyebab utama meliputi kurangnya ketelitian dalam membaca soal, terburuAcburunya pengerjaan, ketidakpahaman rumus, dan ketidakmampuan melakukan operasi aritmetika secara tepat.Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan ketelitian membaca, memperkuat pemahaman rumus, dan memberikan latihan operasi aritmetika untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dapat dijadikan patokan untuk memahami tingkat pemahaman mereka terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hambatan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Brousseau & Balacheff, mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Analisis Kesalahan Newman, serta mengetahui faktorAcfaktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal cerita matematika. Penelitian ini dilaksanakan di MI GUPPI Wironanggan dari September 2023 hingga Maret 2024 dengan subjek siswa kelas V. Jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semiActerstruktur dan observasi. Instrumen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" alt="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" alt="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" alt="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51109-siswa-kelas-busana-perilaku-belajar" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" target="_blank">Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students' Errors in Solving Mathematical Story Problems</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis permainan digital yang menekankan latihan membaca soal secara berulang dapat meningkatkan ketelitian siswa dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita matematika; apakah penggunaan modul interaktif yang menyajikan formulasi rumus secara visual dan kontekstual dapat memperdalam pemahaman konsep serta mengurangi kesalahan transformasi dan keterampilan pada siswa kelas V; serta bagaimana pendekatan pembelajaran kolaboratif yang melibatkan peerActeaching selama tiga bulan dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan operasi aritmetika secara tepat serta menurunkan frekuensi kesalahan penutup. StudiAcstudi tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan mengukur efek jangka panjang melalui tes pascaAcintervensi dan observasi kelas, sehingga dapat memberikan bukti empiris yang kuat bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi hambatan ontogenik, didaktik, dan epistemologis yang teridentifikasi..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa siswa kelas V MI GUPPI Wironanggan menghadapi berbagai hambatan belajar dan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yang terbagi menjadi lima jenis kesalahan (membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan, dan penutup) serta tiga jenis hambatan (ontogenik, didaktik, epistemologis).Faktor penyebab utama meliputi kurangnya ketelitian dalam membaca soal, terburuAcburunya pengerjaan, ketidakpahaman rumus, dan ketidakmampuan melakukan operasi aritmetika secara tepat.Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan ketelitian membaca, memperkuat pemahaman rumus, dan memberikan latihan operasi aritmetika untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika
<br>Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dapat dijadikan patokan untuk memahami tingkat pemahaman mereka terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hambatan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Brousseau & Balacheff, mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Analisis Kesalahan Newman, serta mengetahui faktorAcfaktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal cerita matematika. Penelitian ini dilaksanakan di MI GUPPI Wironanggan dari September 2023 hingga Maret 2024 dengan subjek siswa kelas V. Jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semiActerstruktur dan observasi. Instrumen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" type="image/webp" length="75378" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1066-uinsaid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16662-jenius-journal-education-policy-elementary-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Surakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Surakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Surakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51103-teknik-pengumpulan-data-pelatihan</link>
	<guid isPermaLink="false">df56fe51e0f1cab1a1d1eb62732cd396</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:00:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modal header ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,content,crawl,header,main,modal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana tingkat keterlibatan orang tua mempengaruhi kemandirian belajar peserta didik dalam pembelajaran daring, misalnya dengan merumuskan pertanyaan penelitian: AuBagaimana kontribusi aktif orang tua terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana tingkat keterlibatan orang tua mempengaruhi kemandirian belajar peserta didik dalam pembelajaran daring, misalnya dengan merumuskan pertanyaan penelitian: AuBagaimana kontribusi aktif orang tua terhadap perkembangan kemandirian belajar siswa di sekolah dasar selama pembelajaran online?Ay. Selanjutnya, penting untuk meneliti alternatif platform pembelajaran yang membutuhkan bandwidth rendah untuk mengatasi kendala akses internet di daerah dengan infrastruktur terbatas, sehingga dapat dirumuskan studi komparatif antara penggunaan Zoom dan platform ringan lainnya. Terakhir, evaluasi program pelatihan guru dalam mengoptimalkan strategi penyampaian materi secara daring perlu dilakukan, dengan tujuan menilai efektivitas pelatihan tersebut dalam meningkatkan kualitas penjelasan materi dan keterlibatan siswa, misalnya melalui pertanyaan: AuSejauh mana pelatihan online bagi guru meningkatkan kemampuan mereka dalam menjelaskan materi secara efektif pada kelas daring?Ay.. Implementasi pembelajaran daring menggunakan platform Zoom meeting terbukti cukup efektif, terbukti dari nilai tengah semester yang mayoritas memenuhi batas ketuntasan minimal.Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh kerjasama antara pendidik, peserta didik, dan orang tua, meskipun peran orang tua dalam mendukung pembelajaran masih perlu diteliti lebih lanjut.Kendala utama yang dihadapi meliputi ketidakefisienan penjelasan materi oleh pendidik karena waktu terbatas, keterbatasan jaringan internet, serta kurangnya perangkat smartphone pribadi pada sebagian peserta didik Pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 membuat guru harus memutar otak untuk berinovasi dan kreatif dalam menyalurkan pengetahuan kepada peserta didik dengan berbagai cara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2021 di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui implementasi strategi pembelajaran daring di era pandemi COVID 19 pada sekolah dasar; 2) mengetahui kesulitan yang dialami guru selama menerapkan pembelajaran daring di era pandemi COVID 19 pada sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah guru wali kelas IIID. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi data yaitu reduksi data,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-200c3.webp" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-200c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-200c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-200c3.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" alt="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-07063.webp" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-07063.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-07063.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-07063.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" alt="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-ad243.webp" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-ad243.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-ad243.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-ad243.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" alt="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51103-teknik-pengumpulan-data-pelatihan" title="JURIS - Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta" target="_blank">Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Surakarta</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana tingkat keterlibatan orang tua mempengaruhi kemandirian belajar peserta didik dalam pembelajaran daring, misalnya dengan merumuskan pertanyaan penelitian: AuBagaimana kontribusi aktif orang tua terhadap perkembangan kemandirian belajar siswa di sekolah dasar selama pembelajaran online?Ay. Selanjutnya, penting untuk meneliti alternatif platform pembelajaran yang membutuhkan bandwidth rendah untuk mengatasi kendala akses internet di daerah dengan infrastruktur terbatas, sehingga dapat dirumuskan studi komparatif antara penggunaan Zoom dan platform ringan lainnya. Terakhir, evaluasi program pelatihan guru dalam mengoptimalkan strategi penyampaian materi secara daring perlu dilakukan, dengan tujuan menilai efektivitas pelatihan tersebut dalam meningkatkan kualitas penjelasan materi dan keterlibatan siswa, misalnya melalui pertanyaan: AuSejauh mana pelatihan online bagi guru meningkatkan kemampuan mereka dalam menjelaskan materi secara efektif pada kelas daring?Ay..
<br>Implementasi pembelajaran daring menggunakan platform Zoom meeting terbukti cukup efektif, terbukti dari nilai tengah semester yang mayoritas memenuhi batas ketuntasan minimal.Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh kerjasama antara pendidik, peserta didik, dan orang tua, meskipun peran orang tua dalam mendukung pembelajaran masih perlu diteliti lebih lanjut.Kendala utama yang dihadapi meliputi ketidakefisienan penjelasan materi oleh pendidik karena waktu terbatas, keterbatasan jaringan internet, serta kurangnya perangkat smartphone pribadi pada sebagian peserta didik
<br>Pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 membuat guru harus memutar otak untuk berinovasi dan kreatif dalam menyalurkan pengetahuan kepada peserta didik dengan berbagai cara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2021 di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui implementasi strategi pembelajaran daring di era pandemi COVID 19 pada sekolah dasar; 2) mengetahui kesulitan yang dialami guru selama menerapkan pembelajaran daring di era pandemi COVID 19 pada sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah guru wali kelas IIID. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi data yaitu reduksi data,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-ad243.webp" type="image/webp" length="92520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-200c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-07063.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/teknik-pengumpulan-data-pelatihan-guru-pembelajara-thumb-ad243.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1066-uinsaid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16662-jenius-journal-education-policy-elementary-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effectof Experiential Learning Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectof Experiential Learning Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectof Experiential Learning Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51093-spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembe</link>
	<guid isPermaLink="false">f912293cdb3fc49639c5a7d43a3846ad</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:57:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl teachers ]]></category>
	<category><![CDATA[ analysis ice ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,efl,first,ice,issue,teachers]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian berikutnya dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi pembelajaran berbasis pengalaman dengan teknologi pembelajaran adaptif, seperti alat umpan balik pelafalan berbasis AI, untuk menentukan apakah pendekatan hibrid dapat mengurangi variasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers: Penelitian berikutnya dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi pembelajaran berbasis pengalaman dengan teknologi pembelajaran adaptif, seperti alat umpan balik pelafalan berbasis AI, untuk menentukan apakah pendekatan hibrid dapat mengurangi variasi kemampuan secara lebih signifikan di antara guru taman kanak-kanak. Selain itu, studi kuasiAceksperimental dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih luas harus dilaksanakan untuk memperkuat validitas internal dan eksternal hasil, sekaligus membuka ruang perbandingan antara intervensi berbasis pengalaman dan metode pelatihan tradisional. Rekomendasi lainnya adalah mengembangkan kerangka kerja diferensiasi berbasis tingkat kemampuan, yang memanfaatkan analisis data diagnostik awal untuk mengelompokkan peserta berdasarkan profil keterampilan, sehingga intervensi dapat disesuaikan secara individual dan meningkatkan hasil belajar secara lebih merata di seluruh kelompok guru.. Penggunaan pendekatan Pembelajaran Berbasis Pengalaman terbukti meningkatkan kompetensi berbicara bahasa Inggris guru taman kanak-kanak secara signifikan.Namun, perbedaan kemampuan antar peserta tetap tinggi, sehingga diperlukan strategi diferensiasi yang lebih terstruktur agar pengajaran dapat menyesuaikan dengan tingkat kemampuan masingAcmasing Penelitian ini meneliti efektivitas intervensi Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning/EL) terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris guru taman kanak-kanak di TK PAPB Semarang. Dengan desain pretest-posttest satu kelompok dan delapan guru peserta, hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor keseluruhan kemampuan berbicara, dengan rataAcrata peningkatan lima poin (p = 0.010). Meskipun demikian, variasi skor yang tinggi, khususnya pada aspek pelafalan, menandakan masih adanya perbedaan kemampuan yang signifikan di antara peserta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EL merupakan strategi berharga, namun intervensi selanjutnya perlu mengintegrasikan instruksi yang lebih personal dan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan kelompok belajar yang heterogen. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-11bd5.webp" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-11bd5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-11bd5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-11bd5.webp 1x" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" alt="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-9d744.webp" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-9d744.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-9d744.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-9d744.webp 1x" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" alt="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-be2d5.webp" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-be2d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-be2d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-be2d5.webp 1x" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" alt="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51093-spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembe" title="JURIS - The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers" target="_blank">The Effectof Experiential Learning-Based on Improving English Speaking Skills of Kindergarten Teachers</a>: Penelitian berikutnya dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi pembelajaran berbasis pengalaman dengan teknologi pembelajaran adaptif, seperti alat umpan balik pelafalan berbasis AI, untuk menentukan apakah pendekatan hibrid dapat mengurangi variasi kemampuan secara lebih signifikan di antara guru taman kanak-kanak. Selain itu, studi kuasiAceksperimental dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih luas harus dilaksanakan untuk memperkuat validitas internal dan eksternal hasil, sekaligus membuka ruang perbandingan antara intervensi berbasis pengalaman dan metode pelatihan tradisional. Rekomendasi lainnya adalah mengembangkan kerangka kerja diferensiasi berbasis tingkat kemampuan, yang memanfaatkan analisis data diagnostik awal untuk mengelompokkan peserta berdasarkan profil keterampilan, sehingga intervensi dapat disesuaikan secara individual dan meningkatkan hasil belajar secara lebih merata di seluruh kelompok guru..
<br>Penggunaan pendekatan Pembelajaran Berbasis Pengalaman terbukti meningkatkan kompetensi berbicara bahasa Inggris guru taman kanak-kanak secara signifikan.Namun, perbedaan kemampuan antar peserta tetap tinggi, sehingga diperlukan strategi diferensiasi yang lebih terstruktur agar pengajaran dapat menyesuaikan dengan tingkat kemampuan masingAcmasing
<br>Penelitian ini meneliti efektivitas intervensi Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning/EL) terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris guru taman kanak-kanak di TK PAPB Semarang. Dengan desain pretest-posttest satu kelompok dan delapan guru peserta, hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor keseluruhan kemampuan berbicara, dengan rataAcrata peningkatan lima poin (p = 0.010). Meskipun demikian, variasi skor yang tinggi, khususnya pada aspek pelafalan, menandakan masih adanya perbedaan kemampuan yang signifikan di antara peserta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EL merupakan strategi berharga, namun intervensi selanjutnya perlu mengintegrasikan instruksi yang lebih personal dan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan kelompok belajar yang heterogen.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-be2d5.webp" type="image/webp" length="108306" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-11bd5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-9d744.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/spesifik-kelompok-guru-kompetensi-taman-pembelajar-thumb-be2d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15293-globish-english-indonesian-journal-english-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ CIRC and Reading Comprehension Achievement The Effect and Their Interaction with Self Efficacy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ CIRC and Reading Comprehension Achievement The Effect and Their Interaction with Self Efficacy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ CIRC and Reading Comprehension Achievement The Effect and Their Interaction with Self Efficacy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51092-metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi</link>
	<guid isPermaLink="false">04b403049d997c0dbac9f7d853308fd7</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:21:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl teachers ]]></category>
	<category><![CDATA[ analysis ice ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,efl,first,ice,issue,teachers]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian berikut dapat dijadikan arah studi lanjutan: 1) Bagaimana pengaruh pelatihan khusus selfAcefficacy secara terintegrasi dengan metode CIRC terhadap peningkatan pemahaman membaca pada siswa berprestasi rendah? 2) Apakah jenis teks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy: Pertanyaan penelitian berikut dapat dijadikan arah studi lanjutan: 1) Bagaimana pengaruh pelatihan khusus selfAcefficacy secara terintegrasi dengan metode CIRC terhadap peningkatan pemahaman membaca pada siswa berprestasi rendah? 2) Apakah jenis teks (naratif, prosedural, eksposisi) memoderasi dampak CIRC terhadap pemahaman membaca dan selfAcefficacy, dan bagaimana perbedaan strategi kolaboratif berdampak pada tiap jenis teks? 3) Sejauh mana faktor motivasi intrinsik dan lingkungan belajar berperan sebagai mediator antara interaksi metode CIRC dan selfAcefficacy dalam mencapai hasil pemahaman membaca jangka panjang?. Metode CIRC secara signifikan meningkatkan prestasi pemahaman membaca dibandingkan strategi konvensional.Tingkat selfAcefficacy siswa tidak secara langsung memengaruhi prestasi membaca dalam konteks ini.Interaksi antara metode pengajaran dan selfAcefficacy tidak signifikan, sehingga efektivitas CIRC bersifat konsisten bagi semua kelompok Penelitian ini bertujuan memeriksa pengaruh Metode Integrasi Membaca dan Menulis Bersama (CIRC) terhadap prestasi pemahaman membaca siswa, dilihat dari tingkat selfAcefficacy mereka. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Unggulan Talang Ubi dengan pendekatan kuantitatif dan desain eksperimental faktor. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas XI, total 174 siswa, dan sampel dipilih secara purposive. Dua kelas dipilih masing-masing 35 siswa: satu menggunakan metode CIRC dan satu menggunakan strategi konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman membaca dan kuesioner selfAcefficacy, masing-masing diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan ANOVA dua arah menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan signifikan antara prestasi pemahaman membaca siswa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-14789.webp" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-14789.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-14789.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-14789.webp 1x" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" alt="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-820dc.webp" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-820dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-820dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-820dc.webp 1x" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" alt="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-ad295.webp" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-ad295.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-ad295.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-ad295.webp 1x" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" alt="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51092-metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi" title="JURIS - CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy" target="_blank">CIRC and Reading Comprehension Achievement: The Effect and Their Interaction with Self Efficacy</a>: Pertanyaan penelitian berikut dapat dijadikan arah studi lanjutan: 1) Bagaimana pengaruh pelatihan khusus selfAcefficacy secara terintegrasi dengan metode CIRC terhadap peningkatan pemahaman membaca pada siswa berprestasi rendah? 2) Apakah jenis teks (naratif, prosedural, eksposisi) memoderasi dampak CIRC terhadap pemahaman membaca dan selfAcefficacy, dan bagaimana perbedaan strategi kolaboratif berdampak pada tiap jenis teks? 3) Sejauh mana faktor motivasi intrinsik dan lingkungan belajar berperan sebagai mediator antara interaksi metode CIRC dan selfAcefficacy dalam mencapai hasil pemahaman membaca jangka panjang?.
<br>Metode CIRC secara signifikan meningkatkan prestasi pemahaman membaca dibandingkan strategi konvensional.Tingkat selfAcefficacy siswa tidak secara langsung memengaruhi prestasi membaca dalam konteks ini.Interaksi antara metode pengajaran dan selfAcefficacy tidak signifikan, sehingga efektivitas CIRC bersifat konsisten bagi semua kelompok
<br>Penelitian ini bertujuan memeriksa pengaruh Metode Integrasi Membaca dan Menulis Bersama (CIRC) terhadap prestasi pemahaman membaca siswa, dilihat dari tingkat selfAcefficacy mereka. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Unggulan Talang Ubi dengan pendekatan kuantitatif dan desain eksperimental faktor. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas XI, total 174 siswa, dan sampel dipilih secara purposive. Dua kelas dipilih masing-masing 35 siswa: satu menggunakan metode CIRC dan satu menggunakan strategi konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman membaca dan kuesioner selfAcefficacy, masing-masing diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan ANOVA dua arah menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan signifikan antara prestasi pemahaman membaca siswa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-14789.webp" type="image/webp" length="98184" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-14789.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-820dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/metode-circ-kombinasi-faktor-motivasi-siswa-self-e-thumb-ad295.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15293-globish-english-indonesian-journal-english-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51091-produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaks</link>
	<guid isPermaLink="false">b3a89c440b7c6e34988cfbf4efa86f9e</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:15:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl teachers ]]></category>
	<category><![CDATA[ analysis ice ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,efl,first,ice,issue,teachers]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional, terutama dengan sumber daya teknologi yang beragam, untuk memahami bagaimana DST dapat disesuaikan. Studi longitudinal dapat membantu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional, terutama dengan sumber daya teknologi yang beragam, untuk memahami bagaimana DST dapat disesuaikan. Studi longitudinal dapat membantu menilai dampak jangka panjangnya terhadap identitas budaya siswa, kepercayaan diri, dan kompetensi komunikatif antarbudaya. Selain itu, melibatkan komunitas lokal dalam tahap desain dan umpan balik proyek DST dapat mendorong kolaborasi sekolah-komunitas dan meningkatkan keterlibatan budaya. Arah ini akan lebih memperkuat kontribusi teoretis studi ini, khususnya pentingnya glokalisasi dan literasi multimodal dalam konteks EFL. Secara praktis, hal ini dapat memperkuat peran guru sebagai perancang instruksional, mendukung pengembangan model pedagogis yang inklusif, responsif budaya, dan teknologi-ditingkatkan.. Studi ini menunjukkan bahwa cerita digital berbasis kebijaksanaan lokal (DST) bukan hanya metode pengajaran inovatif, tetapi juga pendekatan transformasional dalam pengajaran bahasa Inggris.Dengan mengintegrasikan narasi budaya lokal ke dalam media digital, siswa dapat mengembangkan keterampilan bahasa Inggris yang kontekstual dan komunikatif sambil mendalami hubungan mereka dengan identitas budaya mereka.Proses ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih reflektif dan bermakna di mana bahasa tidak terisolasi dari nilai-nilai sosial dan konteks budaya lokal.Penelitian masa depan disarankan untuk memperluas cakupan investigasi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional untuk mengeksplorasi aplikasi dan hasil DST yang beragam.Studi longitudinal dapat membantu menilai dampak jangka panjangnya terhadap identitas budaya siswa, kepercayaan diri, dan kompetensi komunikatif antarbudaya.Selain itu, melibatkan komunitas lokal dalam tahap desain dan umpan balik proyek DST dapat mendorong kolaborasi sekolah-komunitas dan meningkatkan keterlibatan budaya.Arah ini akan lebih memperkuat kontribusi teoretis studi ini, khususnya pentingnya glokalisasi dan literasi multimodal dalam konteks EFL.Secara praktis, hal ini dapat memperkuat peran guru sebagai perancang instruksional, mendukung pengembangan model pedagogis yang inklusif, responsif budaya, dan teknologi-ditingkatkan Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga memperjelas masalah yang terus berlanjut: kurangnya relevansi budaya dalam bahan-bahan standar EFL. Pendekatan ini mengurangi keterlibatan siswa dan menghambat literasi budaya dan kompetensi komunikatif yang otentik. Metode tradisional memprioritaskan ketepatan tata bahasa daripada komunikasi bermakna dan pemahaman budaya, yang mengakibatkan motivasi yang lebih rendah dan keterampilan komunikasi yang lebih lemah.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-8cb63.webp" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-8cb63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-8cb63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-8cb63.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" alt="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-e3089.webp" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-e3089.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-e3089.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-e3089.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" alt="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-133e2.webp" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-133e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-133e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-133e2.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" alt="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51091-produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaks" title="JURIS - Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts" target="_blank">Local Wisdom Digital Storytelling to Foster Cultural Literacy and Communicative Competence in EFL Contexts</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional, terutama dengan sumber daya teknologi yang beragam, untuk memahami bagaimana DST dapat disesuaikan. Studi longitudinal dapat membantu menilai dampak jangka panjangnya terhadap identitas budaya siswa, kepercayaan diri, dan kompetensi komunikatif antarbudaya. Selain itu, melibatkan komunitas lokal dalam tahap desain dan umpan balik proyek DST dapat mendorong kolaborasi sekolah-komunitas dan meningkatkan keterlibatan budaya. Arah ini akan lebih memperkuat kontribusi teoretis studi ini, khususnya pentingnya glokalisasi dan literasi multimodal dalam konteks EFL. Secara praktis, hal ini dapat memperkuat peran guru sebagai perancang instruksional, mendukung pengembangan model pedagogis yang inklusif, responsif budaya, dan teknologi-ditingkatkan..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa cerita digital berbasis kebijaksanaan lokal (DST) bukan hanya metode pengajaran inovatif, tetapi juga pendekatan transformasional dalam pengajaran bahasa Inggris.Dengan mengintegrasikan narasi budaya lokal ke dalam media digital, siswa dapat mengembangkan keterampilan bahasa Inggris yang kontekstual dan komunikatif sambil mendalami hubungan mereka dengan identitas budaya mereka.Proses ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih reflektif dan bermakna di mana bahasa tidak terisolasi dari nilai-nilai sosial dan konteks budaya lokal.Penelitian masa depan disarankan untuk memperluas cakupan investigasi dengan mencakup berbagai sekolah dan konteks regional untuk mengeksplorasi aplikasi dan hasil DST yang beragam.Studi longitudinal dapat membantu menilai dampak jangka panjangnya terhadap identitas budaya siswa, kepercayaan diri, dan kompetensi komunikatif antarbudaya.Selain itu, melibatkan komunitas lokal dalam tahap desain dan umpan balik proyek DST dapat mendorong kolaborasi sekolah-komunitas dan meningkatkan keterlibatan budaya.Arah ini akan lebih memperkuat kontribusi teoretis studi ini, khususnya pentingnya glokalisasi dan literasi multimodal dalam konteks EFL.Secara praktis, hal ini dapat memperkuat peran guru sebagai perancang instruksional, mendukung pengembangan model pedagogis yang inklusif, responsif budaya, dan teknologi-ditingkatkan
<br>Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga memperjelas masalah yang terus berlanjut: kurangnya relevansi budaya dalam bahan-bahan standar EFL. Pendekatan ini mengurangi keterlibatan siswa dan menghambat literasi budaya dan kompetensi komunikatif yang otentik. Metode tradisional memprioritaskan ketepatan tata bahasa daripada komunikasi bermakna dan pemahaman budaya, yang mengakibatkan motivasi yang lebih rendah dan keterampilan komunikasi yang lebih lemah....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-133e2.webp" type="image/webp" length="102694" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-8cb63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-e3089.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/produk-tas-lokal-industri-komunitas-kebijaksanaan-thumb-133e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15293-globish-english-indonesian-journal-english-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics Promoting SumaterayCEs Eco Tourism and Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics Promoting SumaterayCEs Eco Tourism and Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics Promoting SumaterayCEs Eco Tourism and Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51097-komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-utara</link>
	<guid isPermaLink="false">f5750877dbbf8f7a3820fbdfbf1cad9a</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 17:38:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ z generation ]]></category>
	<category><![CDATA[ first issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ next issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[first,generation,issue,next,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana penggunaan aplikasi interaktif yang terintegrasi dengan komik dapat meningkatkan pengetahuan budaya wisatawan internasional, misalnya dengan menguji tingkat retensi informasi dibandingkan media konvensional. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana penggunaan aplikasi interaktif yang terintegrasi dengan komik dapat meningkatkan pengetahuan budaya wisatawan internasional, misalnya dengan menguji tingkat retensi informasi dibandingkan media konvensional. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan komik daur ulang terhadap perilaku konsumsi ekologis di kalangan pembaca muda, sehingga mengukur perubahan sikap terhadap keberlanjutan lingkungan. Terakhir, penelitian komparatif antara komik bilingual dan monolingual dapat mengevaluasi efektivitas masing-masing format dalam memotivasi kunjungan ke destinasi wisata lokal, memberikan panduan strategis bagi pengembangan materi promosi pariwisata yang lebih inklusif.. Sumatra memiliki potensi wisata internasional yang masih membutuhkan promosi media efektif, sehingga Si Ito Comics dikembangkan sebagai alat promosi bilingual dengan penggunaan kertas daur ulang untuk mengurangi limbah.Data statistik menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatra Utara, dan komik Si Ito berkontribusi pada tren positif tersebut dengan menggabungkan elemen edukatif dan lingkungan.Pemerintah dan pemangku kepentingan disarankan melanjutkan dukungan terhadap inovasi media serupa untuk memperkuat daya tarik wisata dan menciptakan peluang kerja bagi generasi muda Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam mendukung promosi Ito, selain dicetak menggunakan kertas daur ulang, pariwisata berkelanjutan. Komik Si dilengkapi dengan fitur aplikasi digital yang memungkinkan pembaca untuk mengakses konten tambahan seperti panduan wisata, informasi budaya lokal, dan aktivitas interaktif. Kombinasi antara media cetak dan digital ini dirancang untuk menjangkau generasi muda yang akrab dengan teknologi sekaligus mempromosikan nilai-nilai ramah lingkungan. Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi potensi komik sebagai media pembelajaran inovatif yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendukung penguasaan bahasa asing melalui narasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-1e3d8.webp" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-1e3d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-1e3d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-1e3d8.webp 1x" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" alt="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-cd170.webp" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-cd170.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-cd170.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-cd170.webp 1x" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" alt="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-497c2.webp" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-497c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-497c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-497c2.webp 1x" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" alt="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51097-komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-utara" title="JURIS - Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education" target="_blank">Interactive Learning Through yCuSi ItoyCE Comics: Promoting SumaterayCEs Eco-Tourism and Education</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana penggunaan aplikasi interaktif yang terintegrasi dengan komik dapat meningkatkan pengetahuan budaya wisatawan internasional, misalnya dengan menguji tingkat retensi informasi dibandingkan media konvensional. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan komik daur ulang terhadap perilaku konsumsi ekologis di kalangan pembaca muda, sehingga mengukur perubahan sikap terhadap keberlanjutan lingkungan. Terakhir, penelitian komparatif antara komik bilingual dan monolingual dapat mengevaluasi efektivitas masing-masing format dalam memotivasi kunjungan ke destinasi wisata lokal, memberikan panduan strategis bagi pengembangan materi promosi pariwisata yang lebih inklusif..
<br>Sumatra memiliki potensi wisata internasional yang masih membutuhkan promosi media efektif, sehingga Si Ito Comics dikembangkan sebagai alat promosi bilingual dengan penggunaan kertas daur ulang untuk mengurangi limbah.Data statistik menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatra Utara, dan komik Si Ito berkontribusi pada tren positif tersebut dengan menggabungkan elemen edukatif dan lingkungan.Pemerintah dan pemangku kepentingan disarankan melanjutkan dukungan terhadap inovasi media serupa untuk memperkuat daya tarik wisata dan menciptakan peluang kerja bagi generasi muda
<br>Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam mendukung promosi Ito, selain dicetak menggunakan kertas daur ulang, pariwisata berkelanjutan. Komik Si dilengkapi dengan fitur aplikasi digital yang memungkinkan pembaca untuk mengakses konten tambahan seperti panduan wisata, informasi budaya lokal, dan aktivitas interaktif. Kombinasi antara media cetak dan digital ini dirancang untuk menjangkau generasi muda yang akrab dengan teknologi sekaligus mempromosikan nilai-nilai ramah lingkungan. Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi potensi komik sebagai media pembelajaran inovatif yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendukung penguasaan bahasa asing melalui narasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-497c2.webp" type="image/webp" length="241154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-1e3d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-cd170.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/komik-ramah-lingkungan-pariwisata-sumatera-tarik-m-thumb-497c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15293-globish-english-indonesian-journal-english-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 22 Jun 2026 23:06:24 +0700. 12 items. Served in: 3.491 seconds [rss] -->
