<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 19 Jul 2026 17:33:05 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 17:33:05 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-19T17:33:05+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools A Systematic Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools A Systematic Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools A Systematic Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54998-kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problema</link>
	<guid isPermaLink="false">4a68e7a65a6f33b126c56364f6ddfd0e</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 13:13:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nurmy ar ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ar,nurmy]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru bahasa Inggris di sekolah dasar mempengaruhi kompetensi mengajar dan hasil belajar siswa, dengan menggunakan desain eksperimen campuran pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru bahasa Inggris di sekolah dasar mempengaruhi kompetensi mengajar dan hasil belajar siswa, dengan menggunakan desain eksperimen campuran pada beberapa provinsi; (2) sejauh mana integrasi teknologi digitalAiseperti aplikasi pembelajaran bahasa dan platform daringAidapat meningkatkan paparan bahasa Inggris siswa di luar kelas, melalui studi kasus longitudinal di daerah pedesaan; (3) apa dampak penerapan kerangka kebijakan bahasa yang stabil dan terkoordinasi terhadap konsistensi pelaksanaan kurikulum bahasa Inggris di seluruh wilayah, yang dapat dianalisis melalui survei komparatif kebijakan antara sekolah dengan kebijakan yang konsisten dan yang berubahAcubah; (4) bagaimana model kurikulum berbasis konten lokal dapat memperkuat motivasi belajar bahasa Inggris siswa, dengan melakukan penelitian tindakan kelas di sekolah yang mengadopsi pendekatan konten lokal; serta (5) apa faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program pelatihan guru dalam konteks kebijakan Kurikulum Merdeka, yang dapat diinvestigasi melalui pendekatan kualitatif wawancara mendalam dengan guru dan pembuat kebijakan. PenelitianAcpenelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang dapat memperkuat strategi kebijakan dan praktik pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar Indonesia.. Kesimpulannya, tinjauan literatur sistematis ini mengungkap tantangan utama pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, antara lain kekurangan guru berkualitas, sumber daya terbatas, perubahan kebijakan, dan kurangnya pendidikan guru, serta sekaligus mengidentifikasi peluang seperti peningkatan keberadaan mata pelajaran bahasa Inggris, integrasi konten lokal, dan implementasi Kurikulum Merdeka.Untuk mengatasi tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang, diperlukan langkah komprehensif meliputi penarikan dan pelatihan guru berkualitas, penyediaan sumber daya yang memadai, pembentukan kerangka kebijakan bahasa yang stabil, reformasi kurikulum, serta inovasi dalam pendekatan pengajaran.Dengan kolaborasi semua pemangku kepentingan, peningkatan kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar dapat memberdayakan siswa Indonesia dalam menguasai kompetensi bahasa yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif dalam konteks global Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan, peluang, dan arah masa depan pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia melalui tinjauan literatur sistematis. Dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), pencarian sistematis dilakukan pada beberapa basis data akademik, termasuk Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect. Dua penelaah independen menyaring judul dan abstrak, kemudian tinjauan teks penuh dilakukan untuk memastikan kelayakan. Setelah proses seleksi sistematis, 11 artikel akhirnya dimasukkan dalam penelitian ini, memberikan wawasan berharga mengenai tantangan dan peluang pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia dihadapkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-ba8ed.webp" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-ba8ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-ba8ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-ba8ed.webp 1x" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" alt="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-739c2.webp" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-739c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-739c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-739c2.webp 1x" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" alt="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-e7e68.webp" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-e7e68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-e7e68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-e7e68.webp 1x" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" alt="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54998-kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problema" title="JURIS - English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review" target="_blank">English Instruction Challenges and Opportunities in Indonesian Primary Schools: A Systematic Review</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru bahasa Inggris di sekolah dasar mempengaruhi kompetensi mengajar dan hasil belajar siswa, dengan menggunakan desain eksperimen campuran pada beberapa provinsi; (2) sejauh mana integrasi teknologi digitalAiseperti aplikasi pembelajaran bahasa dan platform daringAidapat meningkatkan paparan bahasa Inggris siswa di luar kelas, melalui studi kasus longitudinal di daerah pedesaan; (3) apa dampak penerapan kerangka kebijakan bahasa yang stabil dan terkoordinasi terhadap konsistensi pelaksanaan kurikulum bahasa Inggris di seluruh wilayah, yang dapat dianalisis melalui survei komparatif kebijakan antara sekolah dengan kebijakan yang konsisten dan yang berubahAcubah; (4) bagaimana model kurikulum berbasis konten lokal dapat memperkuat motivasi belajar bahasa Inggris siswa, dengan melakukan penelitian tindakan kelas di sekolah yang mengadopsi pendekatan konten lokal; serta (5) apa faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program pelatihan guru dalam konteks kebijakan Kurikulum Merdeka, yang dapat diinvestigasi melalui pendekatan kualitatif wawancara mendalam dengan guru dan pembuat kebijakan. PenelitianAcpenelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang dapat memperkuat strategi kebijakan dan praktik pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar Indonesia..
<br>Kesimpulannya, tinjauan literatur sistematis ini mengungkap tantangan utama pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, antara lain kekurangan guru berkualitas, sumber daya terbatas, perubahan kebijakan, dan kurangnya pendidikan guru, serta sekaligus mengidentifikasi peluang seperti peningkatan keberadaan mata pelajaran bahasa Inggris, integrasi konten lokal, dan implementasi Kurikulum Merdeka.Untuk mengatasi tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang, diperlukan langkah komprehensif meliputi penarikan dan pelatihan guru berkualitas, penyediaan sumber daya yang memadai, pembentukan kerangka kebijakan bahasa yang stabil, reformasi kurikulum, serta inovasi dalam pendekatan pengajaran.Dengan kolaborasi semua pemangku kepentingan, peningkatan kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar dapat memberdayakan siswa Indonesia dalam menguasai kompetensi bahasa yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif dalam konteks global
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan, peluang, dan arah masa depan pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia melalui tinjauan literatur sistematis. Dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), pencarian sistematis dilakukan pada beberapa basis data akademik, termasuk Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect. Dua penelaah independen menyaring judul dan abstrak, kemudian tinjauan teks penuh dilakukan untuk memastikan kelayakan. Setelah proses seleksi sistematis, 11 artikel akhirnya dimasukkan dalam penelitian ini, memberikan wawasan berharga mengenai tantangan dan peluang pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia dihadapkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-739c2.webp" type="image/webp" length="106252" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-ba8ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-739c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/kebijakan-bahasa-pembelajaran-arab-problematika-st-thumb-e7e68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14557-journal-english-language-teaching-innovations-materials.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Enhancing Job Application Writing A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Enhancing Job Application Writing A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Enhancing Job Application Writing A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55002-esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan</link>
	<guid isPermaLink="false">da2f57c1a8df2b44cf7acdf4ff967134</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 12:42:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ soni ariawan ]]></category>
	<category><![CDATA[ sahni sahni ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ariawan,sahni,soni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penyempurnaan alat AI untuk memberikan umpan balik yang lebih sensitif terhadap konteks, seperti penyesuaian nada atau kesesuaian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penyempurnaan alat AI untuk memberikan umpan balik yang lebih sensitif terhadap konteks, seperti penyesuaian nada atau kesesuaian dengan audiens tertentu - area di mana pengulas manusia saat ini memiliki keunggulan. Kedua, memahami bagaimana siswa menerima dan merespons umpan balik dari kecerdasan buatan dibandingkan dengan pengulas manusia tetap menjadi pertanyaan terbuka, terutama dalam hubungannya dengan peningkatan belajar jangka panjang. Studi longitudinal yang melacak perkembangan penulisan selama waktu akan sangat berharga dalam hal ini. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas umpan balik AI di berbagai genre penulisan, seperti esai argumentatif, laporan, atau penulisan kreatif, dan di antara pembelajar dengan berbagai tingkat keterampilan. Selain itu, karena alat penulisan AI terus berkembang dengan cepat, studi perbandingan antara platform seperti Gemini, ChatGPT, dan Claude dapat membantu mengidentifikasi kekuatan relatif dan menginformasikan praktik terbaik untuk implementasi pendidikan.. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan alat AI, Gemini dan ChatGPT, dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tata bahasa dan mekanika, dibandingkan dengan umpan balik ahli manusia.Dengan mengkuantifikasi dan mengevaluasi umpan balik dari kedua sumber, penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah AI dapat secara efektif mendukung pembelajar dalam menulis surat lamaran kerja profesional dan akurat.Secara keseluruhan, Gemini dan ChatGPT melampaui dua pengulas manusia dalam mendeteksi kesalahan tata bahasa dan mekanika.Kemampuan AI untuk menerapkan aturan secara konsisten, memberikan umpan balik secara instan, dan memeriksa berbagai fitur linguistik secara bersamaan memberikan keunggulan signifikan dalam mendeteksi kesalahan.Dari kedua model tersebut, Gemini lebih responsif terhadap ketidakkonsistenan tata bahasa, seperti kesesuaian subjek-predikat dan tanda baca, tetapi ChatGPT memiliki fungsi yang lebih besar dalam menghasilkan variasi teks dan keserasian keseluruhan.Sementara hasil ini menunjukkan potensi AI, ahli manusia menunjukkan kekuatan dalam mengidentifikasi masalah yang memerlukan kesadaran konteks, seperti kesesuaian nada dan ketidakkonsistenan halus dalam gaya dan konten.Temuan ini menunjukkan kebutuhan akan penilaian manusia, serta karakter berbasis aturan dari alat AI.Gemini sering kali memberikan saran perbaikan tanpa menyatakan kesalahan secara eksplisit, sementara ChatGPT memberikan tips tingkat tinggi dan bahkan mengutip bagian konten untuk merekomendasikan perbaikan menuju penulisan yang benar.Kekuatan ini membentuk dasar versatilitas alat AI dalam konteks pembelajaran, di mana siswa dapat memperoleh manfaat dari deteksi kesalahan dan perbaikan yang dipandu.Secara pedagogis, temuan ini menyarankan bahwa AI dapat menjadi penyedia umpan balik tambahan yang berguna, terutama untuk masalah penulisan berulang dan teknis.Sebaliknya, sistem umpan balik terintegrasi - di mana AI menawarkan umpan balik berbasis aturan dan pengulas manusia memberikan umpan balik tentang nada, sensitivitas audiens, dan keserasian konten - mungkin memberikan dukungan penulisan yang paling seimbang dan komprehensif Pengiriman surat lamaran kerja yang terstruktur dengan baik merupakan aspek penting dalam proses rekrutmen bisnis dan pemerintahan. Namun, karena kesulitan dalam tata bahasa dan mekanika, banyak siswa, termasuk lulusan baru, gagal menghasilkan lamaran kerja berkualitas tinggi. Meskipun para pengulas manusia biasanya memberikan umpan balik untuk meningkatkan keterampilan ini, kecerdasan buatan (AI) telah membawa sistem umpan balik otomatis. Penelitian ini membandingkan kinerja dua model kecerdasan buatan, Gemini dan ChatGPT, serta ahli manusia dalam menilai surat lamaran kerja. Studi ini membandingkan umpan balik dalam enam fitur penulisan - kesesuaian subjek-predikat, paralelisme, ejaan, kapitalisasi, tanda baca, dan variasi kalimat - dari 10 surat lamaran kerja yang disusun oleh siswa sekolah menengah atas tahun terakhir.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-0e206.webp" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-0e206.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-0e206.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-0e206.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" alt="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-b4854.webp" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-b4854.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-b4854.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-b4854.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" alt="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-9ffc3.webp" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-9ffc3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-9ffc3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-9ffc3.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" alt="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55002-esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan" title="JURIS - Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics" target="_blank">Enhancing Job Application Writing: A Comparative Case Study of AI and Human Feedback on Grammar and Mechanics</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penyempurnaan alat AI untuk memberikan umpan balik yang lebih sensitif terhadap konteks, seperti penyesuaian nada atau kesesuaian dengan audiens tertentu - area di mana pengulas manusia saat ini memiliki keunggulan. Kedua, memahami bagaimana siswa menerima dan merespons umpan balik dari kecerdasan buatan dibandingkan dengan pengulas manusia tetap menjadi pertanyaan terbuka, terutama dalam hubungannya dengan peningkatan belajar jangka panjang. Studi longitudinal yang melacak perkembangan penulisan selama waktu akan sangat berharga dalam hal ini. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas umpan balik AI di berbagai genre penulisan, seperti esai argumentatif, laporan, atau penulisan kreatif, dan di antara pembelajar dengan berbagai tingkat keterampilan. Selain itu, karena alat penulisan AI terus berkembang dengan cepat, studi perbandingan antara platform seperti Gemini, ChatGPT, dan Claude dapat membantu mengidentifikasi kekuatan relatif dan menginformasikan praktik terbaik untuk implementasi pendidikan..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan alat AI, Gemini dan ChatGPT, dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tata bahasa dan mekanika, dibandingkan dengan umpan balik ahli manusia.Dengan mengkuantifikasi dan mengevaluasi umpan balik dari kedua sumber, penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah AI dapat secara efektif mendukung pembelajar dalam menulis surat lamaran kerja profesional dan akurat.Secara keseluruhan, Gemini dan ChatGPT melampaui dua pengulas manusia dalam mendeteksi kesalahan tata bahasa dan mekanika.Kemampuan AI untuk menerapkan aturan secara konsisten, memberikan umpan balik secara instan, dan memeriksa berbagai fitur linguistik secara bersamaan memberikan keunggulan signifikan dalam mendeteksi kesalahan.Dari kedua model tersebut, Gemini lebih responsif terhadap ketidakkonsistenan tata bahasa, seperti kesesuaian subjek-predikat dan tanda baca, tetapi ChatGPT memiliki fungsi yang lebih besar dalam menghasilkan variasi teks dan keserasian keseluruhan.Sementara hasil ini menunjukkan potensi AI, ahli manusia menunjukkan kekuatan dalam mengidentifikasi masalah yang memerlukan kesadaran konteks, seperti kesesuaian nada dan ketidakkonsistenan halus dalam gaya dan konten.Temuan ini menunjukkan kebutuhan akan penilaian manusia, serta karakter berbasis aturan dari alat AI.Gemini sering kali memberikan saran perbaikan tanpa menyatakan kesalahan secara eksplisit, sementara ChatGPT memberikan tips tingkat tinggi dan bahkan mengutip bagian konten untuk merekomendasikan perbaikan menuju penulisan yang benar.Kekuatan ini membentuk dasar versatilitas alat AI dalam konteks pembelajaran, di mana siswa dapat memperoleh manfaat dari deteksi kesalahan dan perbaikan yang dipandu.Secara pedagogis, temuan ini menyarankan bahwa AI dapat menjadi penyedia umpan balik tambahan yang berguna, terutama untuk masalah penulisan berulang dan teknis.Sebaliknya, sistem umpan balik terintegrasi - di mana AI menawarkan umpan balik berbasis aturan dan pengulas manusia memberikan umpan balik tentang nada, sensitivitas audiens, dan keserasian konten - mungkin memberikan dukungan penulisan yang paling seimbang dan komprehensif
<br>Pengiriman surat lamaran kerja yang terstruktur dengan baik merupakan aspek penting dalam proses rekrutmen bisnis dan pemerintahan. Namun, karena kesulitan dalam tata bahasa dan mekanika, banyak siswa, termasuk lulusan baru, gagal menghasilkan lamaran kerja berkualitas tinggi. Meskipun para pengulas manusia biasanya memberikan umpan balik untuk meningkatkan keterampilan ini, kecerdasan buatan (AI) telah membawa sistem umpan balik otomatis. Penelitian ini membandingkan kinerja dua model kecerdasan buatan, Gemini dan ChatGPT, serta ahli manusia dalam menilai surat lamaran kerja. Studi ini membandingkan umpan balik dalam enam fitur penulisan - kesesuaian subjek-predikat, paralelisme, ejaan, kapitalisasi, tanda baca, dan variasi kalimat - dari 10 surat lamaran kerja yang disusun oleh siswa sekolah menengah atas tahun terakhir....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-b4854.webp" type="image/webp" length="102724" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-0e206.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-b4854.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/esai-argumentatif-akuisisi-alat-ai-kemampuan-kecer-thumb-9ffc3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14557-journal-english-language-teaching-innovations-materials.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54983-document-customary-land-rights-sistem-hak-sis</link>
	<guid isPermaLink="false">51cbf1caa8f74c86a9791659f606c998</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 11:26:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ eka indexing ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ tri mulyani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eka,faculty,indexing,law,mulyani,tri]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi ketidakpastian hukum dalam penggunaan tanah adat sebagai jaminan, penelitian ini mengusulkan model rekonstruksi hukum yang adaptif. Model ini menciptakan ruang bagi integrasi tanah adat ke dalam sistem hak tanggungan sambil mempertahankan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law: Untuk mengatasi ketidakpastian hukum dalam penggunaan tanah adat sebagai jaminan, penelitian ini mengusulkan model rekonstruksi hukum yang adaptif. Model ini menciptakan ruang bagi integrasi tanah adat ke dalam sistem hak tanggungan sambil mempertahankan nilai-nilai adat dan identitas kolektif. Rekonstruksi yang diusulkan memperkenalkan kerangka hibrid yang didasarkan pada quasi-publisitas dan spesialitas kolektif. Quasi-publisitas merujuk pada pengakuan administratif entitas komunal dalam sistem administrasi pertanahan, sementara spesialitas kolektif menekankan penentuan batas-batas teritorial dan kolektif menjadi kepemilikan hukum individual. Kerangka ini memungkinkan tanah adat beroperasi dalam skema pembiayaan dan jaminan sambil mempertahankan sifat kolektifnya. Analisis komparatif dengan Rwanda menunjukkan bahwa formalisasi komprehensif memperkuat kegunaan ekonomi tanah dan memperluas akses ke pembiayaan, tetapi juga menciptakan risiko terhadap struktur komunal dan sosio-budaya. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan model seimbang yang menggabungkan kepastian hukum, aksesibilitas ekonomi, dan perlindungan nilai-nilai hukum adat. Melalui pendekatan ini, tanah adat berubah dari properti yang diakui secara sosial tetapi terbatas secara ekonomi menjadi representasi hukum dan ekonomi yang produktif tanpa mengubah tanah adat menjadi kepemilikan individual. Model ini memastikan bahwa properti memperoleh nilainya bukan hanya dari kepemilikan, tetapi dari kerangka hukum yang memungkinkan fungsinya sebagai alat untuk pengembangan yang adil dan berkelanjutan.. This study demonstrates that the tension between the communal character of customary land and the formal structure of mortgage rights cannot be viewed as an absolute legal obstacle.The unregistered and socially legitimized nature of customary land remains incompatible with the principles of publicity and speciality because the mortgage system requires administrative registration, certainty of legal subjects, and clearly defined objects.An adaptive legal reconstruction model, however, creates space for integrating customary land into the security rights regime while preserving indigenous values and communal identity.The reconstruction proposed in this study introduces a hybrid framework based on quasi-publicity and collective speciality.Quasi-publicity refers to administrative recognition of communal entities within the land administration system, whereas collective speciality emphasizes the determination of territorial boundaries and collective into legal individualized ownership.Such a framework enables customary land to operate within financing and security arrangements while maintaining its collective nature.Comparative analysis with Rwanda indicates that comprehensive formalization strengthens the economic utility of land and expands access to financing, yet simultaneously creates risks to communal and socio-cultural structures.Indonesia therefore requires a balanced model capable of combining legal certainty, economic accessibility, and protection of customary law values.Through this approach, customary land transforms from socially recognized but economically limited property into a productive legal and economic representation without converting communal land into individualized ownership.Such a model ensures that property derives its value not merely from ownership but from the legal framework that enables it to function effectively as a tool for equitable and sustainable development Penelitian ini mengkaji ketidakpastian hukum dalam penggunaan tanah adat sebagai objek jaminan dalam sistem hak tanggungan di Indonesia. Pluralisme hukum dalam Undang-Undang Pokok Agraria 1960 menimbulkan ketegangan antara rezim tanah adat dan sistem pendaftaran formal yang disyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah tanah adat dapat memenuhi prinsip publisitas dan spesialitas serta merumuskan model rekonstruksi hukum yang mengakomodasi kedua sistem. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-4d79b.webp" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-4d79b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-4d79b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-4d79b.webp 1x" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" alt="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-f9495.webp" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-f9495.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-f9495.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-f9495.webp 1x" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" alt="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-ec228.webp" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-ec228.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-ec228.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-ec228.webp 1x" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" alt="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54983-document-customary-land-rights-sistem-hak-sis" title="JURIS - Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law" target="_blank">Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law</a>: Untuk mengatasi ketidakpastian hukum dalam penggunaan tanah adat sebagai jaminan, penelitian ini mengusulkan model rekonstruksi hukum yang adaptif. Model ini menciptakan ruang bagi integrasi tanah adat ke dalam sistem hak tanggungan sambil mempertahankan nilai-nilai adat dan identitas kolektif. Rekonstruksi yang diusulkan memperkenalkan kerangka hibrid yang didasarkan pada quasi-publisitas dan spesialitas kolektif. Quasi-publisitas merujuk pada pengakuan administratif entitas komunal dalam sistem administrasi pertanahan, sementara spesialitas kolektif menekankan penentuan batas-batas teritorial dan kolektif menjadi kepemilikan hukum individual. Kerangka ini memungkinkan tanah adat beroperasi dalam skema pembiayaan dan jaminan sambil mempertahankan sifat kolektifnya. Analisis komparatif dengan Rwanda menunjukkan bahwa formalisasi komprehensif memperkuat kegunaan ekonomi tanah dan memperluas akses ke pembiayaan, tetapi juga menciptakan risiko terhadap struktur komunal dan sosio-budaya. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan model seimbang yang menggabungkan kepastian hukum, aksesibilitas ekonomi, dan perlindungan nilai-nilai hukum adat. Melalui pendekatan ini, tanah adat berubah dari properti yang diakui secara sosial tetapi terbatas secara ekonomi menjadi representasi hukum dan ekonomi yang produktif tanpa mengubah tanah adat menjadi kepemilikan individual. Model ini memastikan bahwa properti memperoleh nilainya bukan hanya dari kepemilikan, tetapi dari kerangka hukum yang memungkinkan fungsinya sebagai alat untuk pengembangan yang adil dan berkelanjutan..
<br>This study demonstrates that the tension between the communal character of customary land and the formal structure of mortgage rights cannot be viewed as an absolute legal obstacle.The unregistered and socially legitimized nature of customary land remains incompatible with the principles of publicity and speciality because the mortgage system requires administrative registration, certainty of legal subjects, and clearly defined objects.An adaptive legal reconstruction model, however, creates space for integrating customary land into the security rights regime while preserving indigenous values and communal identity.The reconstruction proposed in this study introduces a hybrid framework based on quasi-publicity and collective speciality.Quasi-publicity refers to administrative recognition of communal entities within the land administration system, whereas collective speciality emphasizes the determination of territorial boundaries and collective into legal individualized ownership.Such a framework enables customary land to operate within financing and security arrangements while maintaining its collective nature.Comparative analysis with Rwanda indicates that comprehensive formalization strengthens the economic utility of land and expands access to financing, yet simultaneously creates risks to communal and socio-cultural structures.Indonesia therefore requires a balanced model capable of combining legal certainty, economic accessibility, and protection of customary law values.Through this approach, customary land transforms from socially recognized but economically limited property into a productive legal and economic representation without converting communal land into individualized ownership.Such a model ensures that property derives its value not merely from ownership but from the legal framework that enables it to function effectively as a tool for equitable and sustainable development
<br>Penelitian ini mengkaji ketidakpastian hukum dalam penggunaan tanah adat sebagai objek jaminan dalam sistem hak tanggungan di Indonesia. Pluralisme hukum dalam Undang-Undang Pokok Agraria 1960 menimbulkan ketegangan antara rezim tanah adat dan sistem pendaftaran formal yang disyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah tanah adat dapat memenuhi prinsip publisitas dan spesialitas serta merumuskan model rekonstruksi hukum yang mengakomodasi kedua sistem. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-4d79b.webp" type="image/webp" length="64832" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-4d79b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-f9495.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/document-customary-land-rights-sistem-hak-tanah-ad-thumb-ec228.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-104-usm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2559-hukum-masyarakat-madani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation SLAPP Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina Comparison of Environmental Anti Strategic Lawsuit Against Public Partici ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation SLAPP Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina Comparison of Environmental Anti Strategic Lawsuit Against Public Partici ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation SLAPP Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina Comparison of Environmental Anti Strategic Lawsuit Against Public Partici ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54984-regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-indonesi</link>
	<guid isPermaLink="false">4b7ae1a7bc23019406b248afeff05223</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 11:26:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ eka indexing ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ tri mulyani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eka,faculty,indexing,law,mulyani,tri]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada implementasi dan efektivitas regulasi Anti-SLAPP di Indonesia dan Filipina. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana regulasi tersebut diterapkan dalam praktik, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada implementasi dan efektivitas regulasi Anti-SLAPP di Indonesia dan Filipina. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana regulasi tersebut diterapkan dalam praktik, termasuk analisis kasus-kasus nyata yang melibatkan litigasi lingkungan hidup. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam penerapan regulasi Anti-SLAPP, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitasnya. Selain itu, penelitian juga dapat mengusulkan strategi-strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak mereka dalam berpartisipasi dalam isu-isu lingkungan hidup, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan terkait lingkungan. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan strategi-strategi untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan dalam upaya perlindungan lingkungan hidup.. Indonesia dan Filipina telah memiliki dan menerapkan regulasi Anti SLAPP di bidang lingkungan hidup.Meskipun demikian, terdapat perbedaan ditinjau menggunakan teori kepastian hukum oleh Jan Michiel Otto.Perbedaan pertama, menunjukkan regulasi yang diterapkan di Indonesia lebih spesifik diatur dalam satu regulasi tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang kemudian secara teknis terdapat regulasi lanjutan hingga aturan mengenai pedoman beracara di Pengadilan.Sedangkan di Filipina, ketentuannya diatur dalam beberapa aturan setingkat Undang-Undang dan terdapat pedoman penyelesaian melalui mekanisme yang disebut summary hearing (diselesaikan dalam waktu 30 hari).Kedua, keberlakuan regulasi disesuaikan dengan tanggal diundangkan, namun Filipina mewajibkan publikasi melalui media massa terlebih dahulu sehingga peluang diketahui publik lebih besar.Ketiga, terdapat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan regulasi yang ada, namun untuk penerapannya di Indonesia justru peran serta masyarakat cenderung terdapat upaya kriminalisasi dan mengesampingkan regulasi Anti SLAPP, sedangkan di Filipina semua penyelesaiannya melalui mekanisme summary hearing.Keempat, dalam menerapkan aturan hukum dalam penyelesaian sengketa, Hakim di Indonesia telah menggunakan pertimbangan ketentuan Anti SLAPP sehingga terdapat kasus yang kemudian diputus bebas, sedangkan di Filipina Hakim secara konsisten berpedoman pada aturan summary hearing dalam penyelesaiannya.Terakhir, Indonesia memberikan kepastian hukum kepada para pihak untuk dapat mengajukan upaya hukum dalam putusan Hakim sehingga tanpa adanya upaya hukum yang diajukan, konsekuensinya para pihak wajib melaksanakan isi putusan tersebut, sedangkan di Filipina, proses gugatan yang sedang berjalan dapat dinyatakan gugur oleh Pengadilan apabila permohonan pihak lawan agar gugatan yang sedang berjalan dinyatakan sebagai gugatan SLAPP.Sehingga dalam sistem hukum Indonesia, penentuan apakah suatu upaya hukum merupakan SLAPP atau tidak berada dalam satu rangkaian perkara sedangkan di Filipina tidak dalam satu rangkaian perkara Litigasi strategis terhadap partisipasi publik (Strategic Lawsuit Against Public Participation atau Anti-SLAPP) dalam perkara lingkungan hidup masih menjadi tantangan dalam perlindungan hak masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan ekologis. Indonesia dan Filipina merupakan negara ASEAN yang mengadopsi regulasi Anti-SLAPP dalam periode yang relatif berdekatan serta memiliki karakteristik serupa sebagai negara berkembang. Perbedaan pengaturan di kedua negara mendorong perlunya kajian mengenai tingkat kepastian hukum yang diberikan oleh masing-masing sistem. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaturan Anti-SLAPP dalam litigasi lingkungan di Indonesia dan Filipina... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-849bf.webp" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-849bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-849bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-849bf.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" alt="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-dcc7f.webp" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-dcc7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-dcc7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-dcc7f.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" alt="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-fc538.webp" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-fc538.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-fc538.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-fc538.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" alt="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54984-regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-indonesi" title="JURIS - Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici" target="_blank">Perbandingan Regulasi Anti Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) Lingkungan Hidup di Indonesia dan Filipina: Comparison of Environmental Anti- Strategic Lawsuit Against Public Partici</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada implementasi dan efektivitas regulasi Anti-SLAPP di Indonesia dan Filipina. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana regulasi tersebut diterapkan dalam praktik, termasuk analisis kasus-kasus nyata yang melibatkan litigasi lingkungan hidup. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam penerapan regulasi Anti-SLAPP, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitasnya. Selain itu, penelitian juga dapat mengusulkan strategi-strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak mereka dalam berpartisipasi dalam isu-isu lingkungan hidup, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan terkait lingkungan. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan strategi-strategi untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan dalam upaya perlindungan lingkungan hidup..
<br>Indonesia dan Filipina telah memiliki dan menerapkan regulasi Anti SLAPP di bidang lingkungan hidup.Meskipun demikian, terdapat perbedaan ditinjau menggunakan teori kepastian hukum oleh Jan Michiel Otto.Perbedaan pertama, menunjukkan regulasi yang diterapkan di Indonesia lebih spesifik diatur dalam satu regulasi tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang kemudian secara teknis terdapat regulasi lanjutan hingga aturan mengenai pedoman beracara di Pengadilan.Sedangkan di Filipina, ketentuannya diatur dalam beberapa aturan setingkat Undang-Undang dan terdapat pedoman penyelesaian melalui mekanisme yang disebut summary hearing (diselesaikan dalam waktu 30 hari).Kedua, keberlakuan regulasi disesuaikan dengan tanggal diundangkan, namun Filipina mewajibkan publikasi melalui media massa terlebih dahulu sehingga peluang diketahui publik lebih besar.Ketiga, terdapat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan regulasi yang ada, namun untuk penerapannya di Indonesia justru peran serta masyarakat cenderung terdapat upaya kriminalisasi dan mengesampingkan regulasi Anti SLAPP, sedangkan di Filipina semua penyelesaiannya melalui mekanisme summary hearing.Keempat, dalam menerapkan aturan hukum dalam penyelesaian sengketa, Hakim di Indonesia telah menggunakan pertimbangan ketentuan Anti SLAPP sehingga terdapat kasus yang kemudian diputus bebas, sedangkan di Filipina Hakim secara konsisten berpedoman pada aturan summary hearing dalam penyelesaiannya.Terakhir, Indonesia memberikan kepastian hukum kepada para pihak untuk dapat mengajukan upaya hukum dalam putusan Hakim sehingga tanpa adanya upaya hukum yang diajukan, konsekuensinya para pihak wajib melaksanakan isi putusan tersebut, sedangkan di Filipina, proses gugatan yang sedang berjalan dapat dinyatakan gugur oleh Pengadilan apabila permohonan pihak lawan agar gugatan yang sedang berjalan dinyatakan sebagai gugatan SLAPP.Sehingga dalam sistem hukum Indonesia, penentuan apakah suatu upaya hukum merupakan SLAPP atau tidak berada dalam satu rangkaian perkara sedangkan di Filipina tidak dalam satu rangkaian perkara
<br>Litigasi strategis terhadap partisipasi publik (Strategic Lawsuit Against Public Participation atau Anti-SLAPP) dalam perkara lingkungan hidup masih menjadi tantangan dalam perlindungan hak masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan ekologis. Indonesia dan Filipina merupakan negara ASEAN yang mengadopsi regulasi Anti-SLAPP dalam periode yang relatif berdekatan serta memiliki karakteristik serupa sebagai negara berkembang. Perbedaan pengaturan di kedua negara mendorong perlunya kajian mengenai tingkat kepastian hukum yang diberikan oleh masing-masing sistem. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaturan Anti-SLAPP dalam litigasi lingkungan di Indonesia dan Filipina...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-dcc7f.webp" type="image/webp" length="58992" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-849bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-dcc7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/regulasi-anti-slapp-lingkungan-hidup-filipina-publ-thumb-fc538.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-104-usm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2559-hukum-masyarakat-madani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ E Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah Malaysia A Pilot Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ E Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah Malaysia A Pilot Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ E Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah Malaysia A Pilot Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54996-pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran</link>
	<guid isPermaLink="false">7f68f4c41a118550aaeaac66c1da0ce3</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 11:22:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pilot study ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[pilot,study,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas penelitian ini dengan mempertimbangkan lebih banyak konstruk kesiapan e-learning, seperti kesiapan lingkungan, sosial, dan keuangan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas penelitian ini dengan mempertimbangkan lebih banyak konstruk kesiapan e-learning, seperti kesiapan lingkungan, sosial, dan keuangan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak responden di Sabah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada guru yang mengajar di daerah pedesaan, yang sering kali diabaikan dalam penelitian sebelumnya karena kesulitan akses. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris di Sabah dan membantu mengembangkan strategi untuk meningkatkan integrasi e-learning dalam pengajaran bahasa Inggris.. Penelitian ini berhasil mencapai tujuannya untuk menilai keandalan instrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris di sekolah menengah di Sabah, Malaysia, berdasarkan lima dimensi yang diadopsi dari Model Kesiapan Chapnick (2000).Secara umum, Cronbach's Alpha keseluruhan dari survei mencapai 0,871, yang menunjukkan bahwa sangat andal untuk digunakan.Untuk penelitian lebih lanjut, karena penelitian terbatas yang dilakukan untuk memeriksa kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris, lebih banyak studi perlu dilakukan dengan lebih banyak konstruk kesiapan (kesiapan lingkungan, kesiapan sosial, dan kesiapan keuangan) yang diusulkan oleh Chapnick (2000).Jumlah responden yang lebih besar di Sabah juga harus dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa siap guru bahasa Inggris sekolah menengah untuk mengintegrasikan e-learning dalam pengajaran bahasa Inggris.Selain itu, ada ketidakseimbangan antara guru bahasa Inggris laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam penelitian, hampir 92 persen responden adalah perempuan.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melibatkan lebih banyak guru laki-laki untuk memiliki perwakilan gender yang seimbang.Selain itu, guru yang mengajar di daerah pedesaan juga harus difokuskan dalam penelitian masa depan karena daerah pedesaan diabaikan oleh peneliti karena ketidaknyamanan dan ketidakmudahan akses Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai keandalan instrumen yang disesuaikan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris di sekolah menengah di Sabah, Malaysia. Lima dimensi yang dipilih dari Model Kesiapan E-Learning Chapnick (2000) (yaitu kesiapan psikologis, kesiapan keterampilan teknologi, kesiapan peralatan, kesiapan konten, dan kesiapan sumber daya manusia) menjadi subjek untuk penyelidikan. Menggunakan sampel acak sederhana, penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner lintas seksi online untuk mengumpulkan data dari guru bahasa Inggris di berbagai sekolah menengah di Sabah. 72 guru bahasa Inggris merespons kuesioner online, di mana Cronbach's alpha digunakan untuk menguji keandalan item kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa Cronbach's... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-38b9a.webp" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-38b9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-38b9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-38b9a.webp 1x" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" alt="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-595b4.webp" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-595b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-595b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-595b4.webp 1x" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" alt="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-a29d6.webp" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-a29d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-a29d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-a29d6.webp 1x" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" alt="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54996-pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran" title="JURIS - E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study" target="_blank">E-Learning Readiness Among English Language Teachers in Sabah, Malaysia: A Pilot Study</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas penelitian ini dengan mempertimbangkan lebih banyak konstruk kesiapan e-learning, seperti kesiapan lingkungan, sosial, dan keuangan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak responden di Sabah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada guru yang mengajar di daerah pedesaan, yang sering kali diabaikan dalam penelitian sebelumnya karena kesulitan akses. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris di Sabah dan membantu mengembangkan strategi untuk meningkatkan integrasi e-learning dalam pengajaran bahasa Inggris..
<br>Penelitian ini berhasil mencapai tujuannya untuk menilai keandalan instrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris di sekolah menengah di Sabah, Malaysia, berdasarkan lima dimensi yang diadopsi dari Model Kesiapan Chapnick (2000).Secara umum, Cronbach's Alpha keseluruhan dari survei mencapai 0,871, yang menunjukkan bahwa sangat andal untuk digunakan.Untuk penelitian lebih lanjut, karena penelitian terbatas yang dilakukan untuk memeriksa kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris, lebih banyak studi perlu dilakukan dengan lebih banyak konstruk kesiapan (kesiapan lingkungan, kesiapan sosial, dan kesiapan keuangan) yang diusulkan oleh Chapnick (2000).Jumlah responden yang lebih besar di Sabah juga harus dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa siap guru bahasa Inggris sekolah menengah untuk mengintegrasikan e-learning dalam pengajaran bahasa Inggris.Selain itu, ada ketidakseimbangan antara guru bahasa Inggris laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam penelitian, hampir 92 persen responden adalah perempuan.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melibatkan lebih banyak guru laki-laki untuk memiliki perwakilan gender yang seimbang.Selain itu, guru yang mengajar di daerah pedesaan juga harus difokuskan dalam penelitian masa depan karena daerah pedesaan diabaikan oleh peneliti karena ketidaknyamanan dan ketidakmudahan akses
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai keandalan instrumen yang disesuaikan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan e-learning di antara guru bahasa Inggris di sekolah menengah di Sabah, Malaysia. Lima dimensi yang dipilih dari Model Kesiapan E-Learning Chapnick (2000) (yaitu kesiapan psikologis, kesiapan keterampilan teknologi, kesiapan peralatan, kesiapan konten, dan kesiapan sumber daya manusia) menjadi subjek untuk penyelidikan. Menggunakan sampel acak sederhana, penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner lintas seksi online untuk mengumpulkan data dari guru bahasa Inggris di berbagai sekolah menengah di Sabah. 72 guru bahasa Inggris merespons kuesioner online, di mana Cronbach's alpha digunakan untuk menguji keandalan item kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa Cronbach's...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-38b9a.webp" type="image/webp" length="84964" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-38b9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-595b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/pembelajaran-bahasa-inggris-vokasional-pengajaran-thumb-a29d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14557-journal-english-language-teaching-innovations-materials.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-55004-pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-pem</link>
	<guid isPermaLink="false">7902de11d5c65254ae8b043d9afe2baf</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 10:59:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdur rauf ]]></category>
	<category><![CDATA[ aims scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ toto togel ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdur,aims,rauf,scope,togel,toto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang potensi kue lontar sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran matematika berbasis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang potensi kue lontar sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yang memanfaatkan kue lontar sebagai media pembelajaran. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh pendekatan etnomatematika terhadap motivasi dan hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian ini dapat mengukur dampak penggunaan kue lontar sebagai media pembelajaran terhadap pemahaman konsep matematika dan minat belajar peserta didik. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue lontar, seperti konsep bangun ruang, pengukuran, dan perbandingan, serta mengembangkan materi pembelajaran matematika yang relevan dengan konsep-konsep tersebut.. Matematika sebagai ilmu yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan masih sering dipersepsikan sebagai pelajaran yang abstrak dan sulit, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman peserta didik.Pendekatan etnomatematika menjadi solusi yang relevan karena mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat.Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui eksplorasi jajanan tradisional, seperti kue lontar, yang mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri (lingkaran) serta pengukuran dan perbandingan dalam proses pembuatannya.Berdasarkan hasil penelitian, kue lontar merupakan salah satu kuliner yang dijual di pasar Indonesia sekaligus menjadi ciri khas Kabupaten Seram Bagian Timur.Konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatannya meliputi perbandingan senilai, sedangkan pada penyajiannya terdapat konsep sudut, dan bentuk kuenya mencerminkan konsep lingkaran.Kue lontar sebagai bagian dari budaya masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur tidak hanya memiliki nilai kuliner dan tradisi, tetapi juga memuat nilai matematis yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue lontar sebagai salah satu kue adat khas Desa Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur. Kue lontar memiliki bentuk seperti lingkaran dan proses pembuatannya melibatkan konsep matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, dimana peneliti menjadi instrumen utama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan untuk mendapatkan deskripsi etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue lontar mengandung beberapa konsep matematika, yaitu konsep perbandingan senilai, konsep bangun ruang tabung, konsep lingkaran, dan konsep sudut. Penelitian ini mengungkap bahwa kue lontar memiliki banyak konsep etnomatematika... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-bee47.webp" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-bee47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-bee47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-bee47.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" alt="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-7ba26.webp" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-7ba26.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-7ba26.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-7ba26.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" alt="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-9ec90.webp" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-9ec90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-9ec90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-9ec90.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" alt="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55004-pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-pem" title="JURIS - Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur" target="_blank">Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang potensi kue lontar sebagai sumber belajar matematika yang kontekstual dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yang memanfaatkan kue lontar sebagai media pembelajaran. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh pendekatan etnomatematika terhadap motivasi dan hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian ini dapat mengukur dampak penggunaan kue lontar sebagai media pembelajaran terhadap pemahaman konsep matematika dan minat belajar peserta didik. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue lontar, seperti konsep bangun ruang, pengukuran, dan perbandingan, serta mengembangkan materi pembelajaran matematika yang relevan dengan konsep-konsep tersebut..
<br>Matematika sebagai ilmu yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan masih sering dipersepsikan sebagai pelajaran yang abstrak dan sulit, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman peserta didik.Pendekatan etnomatematika menjadi solusi yang relevan karena mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat.Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui eksplorasi jajanan tradisional, seperti kue lontar, yang mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri (lingkaran) serta pengukuran dan perbandingan dalam proses pembuatannya.Berdasarkan hasil penelitian, kue lontar merupakan salah satu kuliner yang dijual di pasar Indonesia sekaligus menjadi ciri khas Kabupaten Seram Bagian Timur.Konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatannya meliputi perbandingan senilai, sedangkan pada penyajiannya terdapat konsep sudut, dan bentuk kuenya mencerminkan konsep lingkaran.Kue lontar sebagai bagian dari budaya masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur tidak hanya memiliki nilai kuliner dan tradisi, tetapi juga memuat nilai matematis yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue lontar sebagai salah satu kue adat khas Desa Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur. Kue lontar memiliki bentuk seperti lingkaran dan proses pembuatannya melibatkan konsep matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, dimana peneliti menjadi instrumen utama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan untuk mendapatkan deskripsi etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue lontar mengandung beberapa konsep matematika, yaitu konsep perbandingan senilai, konsep bangun ruang tabung, konsep lingkaran, dan konsep sudut. Penelitian ini mengungkap bahwa kue lontar memiliki banyak konsep etnomatematika...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-bee47.webp" type="image/webp" length="36286" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-bee47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-7ba26.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/pemahaman-konsep-matematis-bangun-datar-kemandiria-thumb-9ec90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-847-unipasby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3810-buana-matematika-jurnal-ilmiah-matematika-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions A Qualitative Case Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions A Qualitative Case Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions A Qualitative Case Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54995-identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-m</link>
	<guid isPermaLink="false">2233309b3770f19fa3c2683565d970c5</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 10:53:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji secara eksperimental perbedaan dampak penggunaan alat kecerdasan buatan dalam mendukung translanguaging dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang dipandu dosen, untuk melihat pengaruhnya terhadap peningkatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study: Penelitian selanjutnya dapat menguji secara eksperimental perbedaan dampak penggunaan alat kecerdasan buatan dalam mendukung translanguaging dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang dipandu dosen, untuk melihat pengaruhnya terhadap peningkatan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa vokasi. Selain itu, studi longitudinal dengan desain campuran dapat melacak perkembangan strategi translanguaging dan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa selama beberapa semester serta membandingkan hasilnya antar institusi vokasi yang berbeda, guna menilai transferabilitas temuan. Selanjutnya, penelitian kualitatif yang melibatkan data multimodal seperti video, audio, dan refleksi pribadi dapat menggali bagaimana identitas linguistik dan posisi sosial mahasiswa terbentuk dalam praktik translanguaging, sehingga memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika sosialAckultural dalam pembelajaran bahasa di lingkungan vokasi.. Penelitian ini menunjukkan bahwa translanguaging bukan sekadar hibriditas linguistik, melainkan rasionalitas pedagogis dimana mahasiswa secara sengaja mengatur penggunaan multiAcbahasa untuk memperjelas konsep, bernegosiasi ide, dan mengekspresikan sikap dalam diskusi.Forum diskusi daring berperan sebagai agen pedagogis yang memperluas ruang translanguaging, memungkinkan praktik tersebut terlihat dan direplikasi oleh mahasiswa lainnya.Temuan ini memperluas kajian translanguaging ke konteks pendidikan vokasi, meskipun penelitian masih terbatas pada satu thread diskusi dan tidak mencakup data multimodal atau pelacakan longitudinal Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik translanguaging pedagogis yang dimediasi teknologi berfungsi sebagai ruang pembentukan makna dalam forum diskusi daring melalui Google Classroom. Penelitian fokus pada bagaimana mahasiswa vokasi membangun makna selama diskusi daring dengan secara strategis memobilisasi sumber daya multibahasa untuk bernegosiasi ide dengan rekan sejawat. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis 114 komentar yang dihasilkan oleh 24 mahasiswa semester tujuh program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan di... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-f0baa.webp" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-f0baa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-f0baa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-f0baa.webp 1x" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" alt="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-b0656.webp" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-b0656.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-b0656.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-b0656.webp 1x" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" alt="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-af968.webp" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-af968.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-af968.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-af968.webp 1x" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" alt="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54995-identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-m" title="JURIS - Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study" target="_blank">Strategic Translanguaging Patterns in Asynchronous Vocational ELT Discussions: A Qualitative Case Study</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji secara eksperimental perbedaan dampak penggunaan alat kecerdasan buatan dalam mendukung translanguaging dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang dipandu dosen, untuk melihat pengaruhnya terhadap peningkatan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa vokasi. Selain itu, studi longitudinal dengan desain campuran dapat melacak perkembangan strategi translanguaging dan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa selama beberapa semester serta membandingkan hasilnya antar institusi vokasi yang berbeda, guna menilai transferabilitas temuan. Selanjutnya, penelitian kualitatif yang melibatkan data multimodal seperti video, audio, dan refleksi pribadi dapat menggali bagaimana identitas linguistik dan posisi sosial mahasiswa terbentuk dalam praktik translanguaging, sehingga memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika sosialAckultural dalam pembelajaran bahasa di lingkungan vokasi..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa translanguaging bukan sekadar hibriditas linguistik, melainkan rasionalitas pedagogis dimana mahasiswa secara sengaja mengatur penggunaan multiAcbahasa untuk memperjelas konsep, bernegosiasi ide, dan mengekspresikan sikap dalam diskusi.Forum diskusi daring berperan sebagai agen pedagogis yang memperluas ruang translanguaging, memungkinkan praktik tersebut terlihat dan direplikasi oleh mahasiswa lainnya.Temuan ini memperluas kajian translanguaging ke konteks pendidikan vokasi, meskipun penelitian masih terbatas pada satu thread diskusi dan tidak mencakup data multimodal atau pelacakan longitudinal
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik translanguaging pedagogis yang dimediasi teknologi berfungsi sebagai ruang pembentukan makna dalam forum diskusi daring melalui Google Classroom. Penelitian fokus pada bagaimana mahasiswa vokasi membangun makna selama diskusi daring dengan secara strategis memobilisasi sumber daya multibahasa untuk bernegosiasi ide dengan rekan sejawat. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis 114 komentar yang dihasilkan oleh 24 mahasiswa semester tujuh program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan di...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-f0baa.webp" type="image/webp" length="94580" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-f0baa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-b0656.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/identitas-mahasiswa-uhamka-sumber-daya-semester-ii-thumb-af968.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14557-journal-english-language-teaching-innovations-materials.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self Efficacy in Learning English ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self Efficacy in Learning English ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self Efficacy in Learning English ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54997-augmented-reality-technology-acceptance-self-effic</link>
	<guid isPermaLink="false">7ccbede2514536b84be3e9f8dd666b86</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 10:48:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ assistance e ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[assistance,e,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variabel moderasi seperti tingkat motivasi intrinsik mahasiswa mempengaruhi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan augmented reality dan sikap belajar Bahasa Inggris, sehingga dapat menjawab pertanyaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English: Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variabel moderasi seperti tingkat motivasi intrinsik mahasiswa mempengaruhi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan augmented reality dan sikap belajar Bahasa Inggris, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah motivasi intrinsik memperkuat efek positif kemudahan penggunaan. Selain itu, studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dapat menggali pengalaman subjektif mahasiswa dalam penggunaan aplikasi augmented reality berbasis CLIL, untuk memahami faktor-faktor kontekstual yang tidak terjangkau oleh model kuantitatif sebelumnya. Selanjutnya, penelitian dengan desain eksperimental berukuran sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai jurusan dapat menilai generalisasi temuan mengenai pengaruh persepsi kesenangan terhadap selfAcefficacy, serta mengidentifikasi perbedaan lintas disiplin ilmu dalam adopsi teknologi ini. Selain itu, eksplorasi penggunaan realitas tertambah dalam konteks pembelajaran daring dapat menguji efektivitas integrasi AR dengan platform eAclearning, sehingga menjawab pertanyaan apakah kombinasi tersebut meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar secara signifikan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kegunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap dan selfAcefficacy, sedangkan persepsi kemudahan penggunaan serta persepsi kesenangan berpengaruh signifikan terhadap keduanya, dan sikap berperan sebagai mediator terhadap selfAcefficacy.Evaluasi model menggunakan SRMR mengindikasikan kecocokan model yang memadai.Implikasi utama adalah bahwa pemahaman faktor-faktor nonActeknologis ini dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pedagogis yang efektif untuk pembelajaran Bahasa Inggris dengan teknologi augmented reality, serta menunjukkan kebutuhan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan variabel intervening serta moderating Penelitian ini meneliti pengaruh penerimaan teknologi augmented reality terhadap sikap dan selfAcefficacy dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta memodelkan efek langsung dan tidak langsungnya. Penelitian menggunakan desain survei analitik nonAceksperimental dengan pemodelan persamaan struktural. Sebanyak dua ratus lima puluh tujuh responden mengisi kuesioner survei. Analisis data menggunakan SmartPLS untuk menguji outer loading, validitas dan reliabilitas, nilai RAcsquare, koefisien jalur, efek tidak langsung... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-7eee8.webp" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-7eee8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-7eee8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-7eee8.webp 1x" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" alt="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-179a5.webp" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-179a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-179a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-179a5.webp 1x" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" alt="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-3c45f.webp" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-3c45f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-3c45f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-3c45f.webp 1x" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" alt="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54997-augmented-reality-technology-acceptance-self-effic" title="JURIS - Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English" target="_blank">Technology Acceptance of Augmented Reality to Attitude and Self-Efficacy in Learning English</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variabel moderasi seperti tingkat motivasi intrinsik mahasiswa mempengaruhi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan augmented reality dan sikap belajar Bahasa Inggris, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah motivasi intrinsik memperkuat efek positif kemudahan penggunaan. Selain itu, studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dapat menggali pengalaman subjektif mahasiswa dalam penggunaan aplikasi augmented reality berbasis CLIL, untuk memahami faktor-faktor kontekstual yang tidak terjangkau oleh model kuantitatif sebelumnya. Selanjutnya, penelitian dengan desain eksperimental berukuran sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai jurusan dapat menilai generalisasi temuan mengenai pengaruh persepsi kesenangan terhadap selfAcefficacy, serta mengidentifikasi perbedaan lintas disiplin ilmu dalam adopsi teknologi ini. Selain itu, eksplorasi penggunaan realitas tertambah dalam konteks pembelajaran daring dapat menguji efektivitas integrasi AR dengan platform eAclearning, sehingga menjawab pertanyaan apakah kombinasi tersebut meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar secara signifikan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kegunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap dan selfAcefficacy, sedangkan persepsi kemudahan penggunaan serta persepsi kesenangan berpengaruh signifikan terhadap keduanya, dan sikap berperan sebagai mediator terhadap selfAcefficacy.Evaluasi model menggunakan SRMR mengindikasikan kecocokan model yang memadai.Implikasi utama adalah bahwa pemahaman faktor-faktor nonActeknologis ini dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pedagogis yang efektif untuk pembelajaran Bahasa Inggris dengan teknologi augmented reality, serta menunjukkan kebutuhan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan variabel intervening serta moderating
<br>Penelitian ini meneliti pengaruh penerimaan teknologi augmented reality terhadap sikap dan selfAcefficacy dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta memodelkan efek langsung dan tidak langsungnya. Penelitian menggunakan desain survei analitik nonAceksperimental dengan pemodelan persamaan struktural. Sebanyak dua ratus lima puluh tujuh responden mengisi kuesioner survei. Analisis data menggunakan SmartPLS untuk menguji outer loading, validitas dan reliabilitas, nilai RAcsquare, koefisien jalur, efek tidak langsung...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-179a5.webp" type="image/webp" length="119758" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-7eee8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-179a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/augmented-reality-technology-acceptance-self-effic-thumb-3c45f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14557-journal-english-language-teaching-innovations-materials.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Kompetensi Paedagogik Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Kompetensi Paedagogik Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Kompetensi Paedagogik Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54988-kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-gur</link>
	<guid isPermaLink="false">89a7659d3ff2d20076d34d534d6bce47</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 10:39:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul manan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,manan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana, dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana, dan media pembelajaran yang memadai, serta memperkuat kepemimpinan dan pengawasan kepala sekolah dalam mendukung kompetensi pedagogik guru. Dengan demikian, diharapkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 32 Pekanbaru dapat terus ditingkatkan.. Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 32 Pekanbaru dikategorikan "Cukup".Hal ini dapat diketahui dari presentase yang dilaksanakan secara keseluruhan, yaitu 61,25%, berada pada rentang 56% - 65%.Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompetensi Paedagogik guru meliputi faktor internal dan eksternal.Faktor internal meliputi pengalaman mengajar, mengikuti pelatihan, dan kesadaran akan kewajiban dan hati nurani.Sedangkan faktor eksternal meliputi ketersediaan sarana, prasarana, dan media pembelajaran, serta adanya kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap guru Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP 32 Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 32 Pekanbaru dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dikategorikan "Cukup", dengan presentase keseluruhan 61,25% (rentang 56%-65%). Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompetensi Paedagogik guru meliputi faktor internal (pengalaman mengajar, mengikuti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-b263f.webp" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-b263f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-b263f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-b263f.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-d2c39.webp" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-d2c39.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-d2c39.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-d2c39.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-4bab8.webp" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-4bab8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-4bab8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-4bab8.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54988-kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-gur" title="JURIS - Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam" target="_blank">Implementasi Kompetensi Paedagogik : Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam</a>: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana, dan media pembelajaran yang memadai, serta memperkuat kepemimpinan dan pengawasan kepala sekolah dalam mendukung kompetensi pedagogik guru. Dengan demikian, diharapkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 32 Pekanbaru dapat terus ditingkatkan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 32 Pekanbaru dikategorikan "Cukup".Hal ini dapat diketahui dari presentase yang dilaksanakan secara keseluruhan, yaitu 61,25%, berada pada rentang 56% - 65%.Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompetensi Paedagogik guru meliputi faktor internal dan eksternal.Faktor internal meliputi pengalaman mengajar, mengikuti pelatihan, dan kesadaran akan kewajiban dan hati nurani.Sedangkan faktor eksternal meliputi ketersediaan sarana, prasarana, dan media pembelajaran, serta adanya kegiatan pembinaan dan pengawasan terhadap guru
<br>Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian Implementasi Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP 32 Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 32 Pekanbaru dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dikategorikan "Cukup", dengan presentase keseluruhan 61,25% (rentang 56%-65%). Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompetensi Paedagogik guru meliputi faktor internal (pengalaman mengajar, mengikuti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-4bab8.webp" type="image/webp" length="108598" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-b263f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-d2c39.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kompetensi-pedagogik-mahasiswa-guru-smp-negeri-pen-thumb-4bab8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54991-komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemam</link>
	<guid isPermaLink="false">046859a19e30100403ad6dac49f0cbd6</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 10:18:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pilot study ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[pilot,study,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki hubungan antara kesadaran metakognitif dan penggunaan strategi negosiasi makna selama proses pelatihan strategi komunikasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki hubungan antara kesadaran metakognitif dan penggunaan strategi negosiasi makna selama proses pelatihan strategi komunikasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan strategi komunikasi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi teknis di antara staf lini depan di industri perhotelan. Akhirnya, studi komparatif antara pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dan pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris lebih tinggi dalam menggunakan strategi komunikasi dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang strategi mana yang paling efektif untuk kelompok pembelajar yang berbeda.. Studi ini menunjukkan bahwa pelatihan strategi komunikasi lebih sukses dalam mengajarkan pembelajar EOP untuk menggunakan strategi berbasis diskursus seperti topik fronting dan pengulangan leksikal daripada strategi negosiasi makna seperti pemeriksaan konfirmasi.Strategi komunikasi yang paling sering digunakan dalam konteks EOP ini adalah pengulangan leksikal dan filler.Kelancaran peserta, yang diukur dalam satuan C dan frekuensi filler, lebih tinggi selama interaksi pada topik yang familiar, dan lebih rendah dalam diskusi tentang topik teknis seperti manajemen risiko.Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dapat dilatih untuk menggunakan strategi berbasis diskursus karena strategi ini tidak memerlukan sumber daya linguistik tambahan.Namun, studi ini menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pembelajar untuk menggunakan strategi negosiasi makna karena mereka mungkin kurang memiliki kesadaran metakognitif untuk memantau kebutuhan komunikatif interlocutor Penggunaan strategi komunikasi bervariasi dengan kemampuan berbahasa sasaran dan pembelajar yang kurang mahir mengandalkan strategi L1 untuk perbaikan percakapan. Dalam konteks Inggris untuk Tujuan Pekerjaan (EOP) di mana register teknis tidak familiar, sedikit yang diketahui apakah strategi komunikasi dapat memungkinkan pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas untuk mengatasi ragu-ragu dalam berbicara. Studi ini memeriksa penggunaan strategi komunikasi dan kelancaran pembelajar dalam interaksi kelompok yang terintegrasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-b36c3.webp" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-b36c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-b36c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-b36c3.webp 1x" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" alt="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-fa2c2.webp" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-fa2c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-fa2c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-fa2c2.webp 1x" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" alt="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-aca9d.webp" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-aca9d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-aca9d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-aca9d.webp 1x" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" alt="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54991-komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemam" title="JURIS - Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes" target="_blank">Fluency and Communication Strategy Use in Group Interactions for Occupational Purposes</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki hubungan antara kesadaran metakognitif dan penggunaan strategi negosiasi makna selama proses pelatihan strategi komunikasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan strategi komunikasi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi teknis di antara staf lini depan di industri perhotelan. Akhirnya, studi komparatif antara pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dan pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris lebih tinggi dalam menggunakan strategi komunikasi dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang strategi mana yang paling efektif untuk kelompok pembelajar yang berbeda..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa pelatihan strategi komunikasi lebih sukses dalam mengajarkan pembelajar EOP untuk menggunakan strategi berbasis diskursus seperti topik fronting dan pengulangan leksikal daripada strategi negosiasi makna seperti pemeriksaan konfirmasi.Strategi komunikasi yang paling sering digunakan dalam konteks EOP ini adalah pengulangan leksikal dan filler.Kelancaran peserta, yang diukur dalam satuan C dan frekuensi filler, lebih tinggi selama interaksi pada topik yang familiar, dan lebih rendah dalam diskusi tentang topik teknis seperti manajemen risiko.Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dapat dilatih untuk menggunakan strategi berbasis diskursus karena strategi ini tidak memerlukan sumber daya linguistik tambahan.Namun, studi ini menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pembelajar untuk menggunakan strategi negosiasi makna karena mereka mungkin kurang memiliki kesadaran metakognitif untuk memantau kebutuhan komunikatif interlocutor
<br>Penggunaan strategi komunikasi bervariasi dengan kemampuan berbahasa sasaran dan pembelajar yang kurang mahir mengandalkan strategi L1 untuk perbaikan percakapan. Dalam konteks Inggris untuk Tujuan Pekerjaan (EOP) di mana register teknis tidak familiar, sedikit yang diketahui apakah strategi komunikasi dapat memungkinkan pembelajar dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas untuk mengatasi ragu-ragu dalam berbicara. Studi ini memeriksa penggunaan strategi komunikasi dan kelancaran pembelajar dalam interaksi kelompok yang terintegrasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-aca9d.webp" type="image/webp" length="95118" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-b36c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-fa2c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/komunikasi-teknis-wacana-strategi-kemampuan-matema-thumb-aca9d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-509-untan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14557-journal-english-language-teaching-innovations-materials.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54989-konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">8041daf633c743bf97be34d194b80627</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 10:13:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul manan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,manan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi suhu optimal dan durasi rendam kaki (misalnya 38Ac42AC selama 5Ac15 menit) untuk menentukan kombinasi yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Selain itu, studi dapat menguji pengaruh kombinasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi suhu optimal dan durasi rendam kaki (misalnya 38Ac42AC selama 5Ac15 menit) untuk menentukan kombinasi yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Selain itu, studi dapat menguji pengaruh kombinasi rendam kaki air jahe hangat dengan intervensi diet rendah natrium untuk menilai sinergi antara terapi hidrotermal dan modifikasi pola makan terhadap kontrol hipertensi. Selanjutnya, diperlukan uji coba terkontrol secara randomisasi dengan sampel lebih besar dan multiAcpusat selama minimal enam bulan untuk menilai keberlanjutan efek, faktor keamanan, serta mekanisme fisiologis yang mendasari perbedaan efektivitas antara rendam kaki air hangat dan air jahe hangat.. Terdapat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah rendam kaki air hangat pada pasien hipertensi.Terdapat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah rendam kaki air jahe hangat pasien hipertensi.Rendam kaki air jahe hangat lebih efektif dari rendam kaki air hangat pada pasien hipertensi Hipertensi merupakan suatu gejala peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan stroke dan komplikasi lainnya. Hipertensi dapat disebut sebagai silent killer karena seringkali tidak menunjukkan gejala. Ada 2 pengobatan yang dapat dilakukan yakni farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektifitas rendam kaki air hangat dan air jahe hangat terhadap hipertensi pada lansia. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan menggunakan pendekatan Pre Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 21 responden dengan hipertensi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan Standar Operational Prosedur (SOP) rendam kaki air hangat, air jahe hangat, spigmamometer, stetoskop,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-83c70.webp" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-83c70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-83c70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-83c70.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" alt="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-b8672.webp" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-b8672.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-b8672.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-b8672.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" alt="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-2a6ee.webp" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-2a6ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-2a6ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-2a6ee.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" alt="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54989-konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe" title="JURIS - Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia" target="_blank">Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat Dan Air Jahe Hangat Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi suhu optimal dan durasi rendam kaki (misalnya 38Ac42AC selama 5Ac15 menit) untuk menentukan kombinasi yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Selain itu, studi dapat menguji pengaruh kombinasi rendam kaki air jahe hangat dengan intervensi diet rendah natrium untuk menilai sinergi antara terapi hidrotermal dan modifikasi pola makan terhadap kontrol hipertensi. Selanjutnya, diperlukan uji coba terkontrol secara randomisasi dengan sampel lebih besar dan multiAcpusat selama minimal enam bulan untuk menilai keberlanjutan efek, faktor keamanan, serta mekanisme fisiologis yang mendasari perbedaan efektivitas antara rendam kaki air hangat dan air jahe hangat..
<br>Terdapat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah rendam kaki air hangat pada pasien hipertensi.Terdapat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah rendam kaki air jahe hangat pasien hipertensi.Rendam kaki air jahe hangat lebih efektif dari rendam kaki air hangat pada pasien hipertensi
<br>Hipertensi merupakan suatu gejala peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan stroke dan komplikasi lainnya. Hipertensi dapat disebut sebagai silent killer karena seringkali tidak menunjukkan gejala. Ada 2 pengobatan yang dapat dilakukan yakni farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektifitas rendam kaki air hangat dan air jahe hangat terhadap hipertensi pada lansia. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan menggunakan pendekatan Pre Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 21 responden dengan hipertensi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan Standar Operational Prosedur (SOP) rendam kaki air hangat, air jahe hangat, spigmamometer, stetoskop,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-83c70.webp" type="image/webp" length="103866" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-83c70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-b8672.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/konsumsi-jahe-hangat-ansietas-pasien-hipertensi-pe-thumb-2a6ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-54986-produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tan</link>
	<guid isPermaLink="false">fd470b08350ad1e8e357c0211f25546a</guid>
	<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 09:23:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi prayogi ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira saputra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,content,main,prayogi,saputra,wira]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang usaha Boreh yang telah dibangun oleh Kelompok Wanita Tani, dengan mengamati faktor-faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan selama setidaknya tiga tahun setelah intervensi. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang usaha Boreh yang telah dibangun oleh Kelompok Wanita Tani, dengan mengamati faktor-faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan selama setidaknya tiga tahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan studi tentang penerimaan pasar internasional terhadap produk Boreh Bali, khususnya mengidentifikasi preferensi konsumen wisatawan asing dan potensi penyesuaian produk untuk memenuhi standar internasional. Selanjutnya, penelitian dapat mengkaji efektivitas strategi pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial, eAccommerce, dan kampanye online, dalam meningkatkan penjualan dan brand awareness produk Boreh di kalangan generasi muda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam untuk memperkuat posisi produk Boreh sebagai atraksi utama dalam wisata kesehatan Bali, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas lokal.. Berdasarkan hasil yang telah dicapai dan beberapa serangkaian kegiatan yang telah dilalui, maka dapat disimpulkan bahwa Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana telah mengalami transformasi yang signifikan.Pelatihan yang terstruktur mengenai produksi, pengemasan, dan pemasaran produk Boreh telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada anggota KWT.Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat membantu KWT dalam mengembangkan dan memasarkan produk Boreh.Adapun saran dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu tetap diperlukannya pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana untuk memastikan keberlanjutan usaha ini Boreh merupakan salah satu ramuan dalam pengobatan tradisional (Usadha) Bali yang terbuat dari kombinasi rempah-rempah yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan kulit dan Boreh menjadi produk wellness tourism yang dilirik wisatawan. Di Desa Mekar Bhuwana telah ada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mulai mengolah rempah-rempah menjadi Boreh namun pengembangannya belum maksimal. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penguatan kapasitas kepada KWT dalam mengembangkan produk Boreh yang sesuai dengan kebutuhan pasar wellness tourism. Kegiatan pengabdian masyarakat ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-7fc1e.webp" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-7fc1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-7fc1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-7fc1e.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" alt="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-d421d.webp" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-d421d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-d421d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-d421d.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" alt="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-25b68.webp" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-25b68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-25b68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-25b68.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" alt="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54986-produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tan" title="JURIS - Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana" target="_blank">Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Pengembangan Produk Boreh Bali Berbasis Wisata Kesehatan Di Desa Mekar Bhuwana</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang usaha Boreh yang telah dibangun oleh Kelompok Wanita Tani, dengan mengamati faktor-faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan selama setidaknya tiga tahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan studi tentang penerimaan pasar internasional terhadap produk Boreh Bali, khususnya mengidentifikasi preferensi konsumen wisatawan asing dan potensi penyesuaian produk untuk memenuhi standar internasional. Selanjutnya, penelitian dapat mengkaji efektivitas strategi pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial, eAccommerce, dan kampanye online, dalam meningkatkan penjualan dan brand awareness produk Boreh di kalangan generasi muda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam untuk memperkuat posisi produk Boreh sebagai atraksi utama dalam wisata kesehatan Bali, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas lokal..
<br>Berdasarkan hasil yang telah dicapai dan beberapa serangkaian kegiatan yang telah dilalui, maka dapat disimpulkan bahwa Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana telah mengalami transformasi yang signifikan.Pelatihan yang terstruktur mengenai produksi, pengemasan, dan pemasaran produk Boreh telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada anggota KWT.Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat membantu KWT dalam mengembangkan dan memasarkan produk Boreh.Adapun saran dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu tetap diperlukannya pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani Desa Mekar Bhuwana untuk memastikan keberlanjutan usaha ini
<br>Boreh merupakan salah satu ramuan dalam pengobatan tradisional (Usadha) Bali yang terbuat dari kombinasi rempah-rempah yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan kulit dan Boreh menjadi produk wellness tourism yang dilirik wisatawan. Di Desa Mekar Bhuwana telah ada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mulai mengolah rempah-rempah menjadi Boreh namun pengembangannya belum maksimal. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penguatan kapasitas kepada KWT dalam mengembangkan produk Boreh yang sesuai dengan kebutuhan pasar wellness tourism. Kegiatan pengabdian masyarakat ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-7fc1e.webp" type="image/webp" length="128674" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-7fc1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-d421d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/produk-tas-lokal-awareness-jamur-wanita-tani-kwt-s-thumb-25b68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1814-ppl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9003-abdi-wisata-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 19 Jul 2026 17:33:05 +0700. 12 items. Served in: 3.424 seconds [rss] -->
