<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 14:51:29 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 14:51:29 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-21T14:51:29+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Gerakan Dialog Keagamaan Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gerakan Dialog Keagamaan Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gerakan Dialog Keagamaan Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67824-dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-kota-bandung-wil</link>
	<guid isPermaLink="false">aefc9d95cc2d0a696901eb2c3128b033</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:36:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ eni zulaiha ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eni,zulaiha]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat menjadi ruang perjumpaan yang efektif untuk menciptakan kehidupan harmoni dan toleransi di masyarakat yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat menjadi ruang perjumpaan yang efektif untuk menciptakan kehidupan harmoni dan toleransi di masyarakat yang heterogen? Kedua, apakah ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi keberhasilan gerakan dialog keagamaan dalam menciptakan ruang perjumpaan antar umat beragama? Ketiga, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat terus dikembangkan dan dipertahankan agar tetap relevan dan efektif dalam masyarakat yang dinamis?. Gerakan dialog keagamaan di kota Bandung merupakan respon terhadap konsep dan praktek dialog antar umat beragama yang diperkasai oleh pemerintah, beberapa lembaga non-pemerintah (komunitas masyarakat sipil) mengambil insisatif untuk dialog antar umat beragama.Gerakan dialog keagamaan yang dilakukan sebenarnya merupakan respon kritis atas keyakinan bahwa upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini mengalami kegagalan.Sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda dalam memahami dialog antar umat beragama.Diantara komunitas atau organisasi yang fokus dalam gerakan dialog keagamaan di kota Bandung ialah Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB), Paguyupan Anti Diskriminasi Agama, Adat dan Kepercayaan (PAKUAN), Masyarakat Untuk Lintas Agama (MAULA), Sahabat Lintas Iman (SALIM), Forum Lintas Iman Deklarasi Sancang (FLADS), Peace Generation, Sekolah Damai Indonesia Wilayah Bandung, dan Halaqah Damai.Komunitas-komunitas tersebut telah berhasil menjadi ruang-ruang perjumpaan antar umat beragama kota Bandung.Dengan ruang perjumpaan yang ada membuat umat beragama dan menghargai perbedaan satu sama lain.Lebih jauh lagi, walau dengan berbagai latar belakang agama dan kenyakinan yang berbeda, bisa saling menerima dan bisa berkerjasama dalam kehidupan masyarakat kota Bandung Kondisi objektif heterogenitas, termaksud keragaman agama di kota Bandung, menunjukkan akan pentingnya ruang-ruang perjumpaan antar umat beragama sebagai upaya untuk hidup toleran, setara dan bisa berkerjasama. Sebagai bentuk ruang perjumpaan antar umat beragama, dialog keagamaan sudah semestinya terus digagas dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Bandung. Tulisan ini memaparkan berbagai gerakan dialog keagamaan yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh komunitas-komunitas masyarakat sipil di kota Bandung. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-eded0.webp" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-eded0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-eded0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-eded0.webp 1x" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" alt="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-7fd78.webp" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-7fd78.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-7fd78.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-7fd78.webp 1x" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" alt="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-e34d3.webp" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-e34d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-e34d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-e34d3.webp 1x" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" alt="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67824-dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-kota-bandung-wil" title="JURIS - Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung" target="_blank">Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat menjadi ruang perjumpaan yang efektif untuk menciptakan kehidupan harmoni dan toleransi di masyarakat yang heterogen? Kedua, apakah ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi keberhasilan gerakan dialog keagamaan dalam menciptakan ruang perjumpaan antar umat beragama? Ketiga, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat terus dikembangkan dan dipertahankan agar tetap relevan dan efektif dalam masyarakat yang dinamis?.
<br>Gerakan dialog keagamaan di kota Bandung merupakan respon terhadap konsep dan praktek dialog antar umat beragama yang diperkasai oleh pemerintah, beberapa lembaga non-pemerintah (komunitas masyarakat sipil) mengambil insisatif untuk dialog antar umat beragama.Gerakan dialog keagamaan yang dilakukan sebenarnya merupakan respon kritis atas keyakinan bahwa upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini mengalami kegagalan.Sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda dalam memahami dialog antar umat beragama.Diantara komunitas atau organisasi yang fokus dalam gerakan dialog keagamaan di kota Bandung ialah Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB), Paguyupan Anti Diskriminasi Agama, Adat dan Kepercayaan (PAKUAN), Masyarakat Untuk Lintas Agama (MAULA), Sahabat Lintas Iman (SALIM), Forum Lintas Iman Deklarasi Sancang (FLADS), Peace Generation, Sekolah Damai Indonesia Wilayah Bandung, dan Halaqah Damai.Komunitas-komunitas tersebut telah berhasil menjadi ruang-ruang perjumpaan antar umat beragama kota Bandung.Dengan ruang perjumpaan yang ada membuat umat beragama dan menghargai perbedaan satu sama lain.Lebih jauh lagi, walau dengan berbagai latar belakang agama dan kenyakinan yang berbeda, bisa saling menerima dan bisa berkerjasama dalam kehidupan masyarakat kota Bandung
<br>Kondisi objektif heterogenitas, termaksud keragaman agama di kota Bandung, menunjukkan akan pentingnya ruang-ruang perjumpaan antar umat beragama sebagai upaya untuk hidup toleran, setara dan bisa berkerjasama. Sebagai bentuk ruang perjumpaan antar umat beragama, dialog keagamaan sudah semestinya terus digagas dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Bandung. Tulisan ini memaparkan berbagai gerakan dialog keagamaan yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh komunitas-komunitas masyarakat sipil di kota Bandung.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-e34d3.webp" type="image/webp" length="183446" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-eded0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-7fd78.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/dialog-keagamaan-ruang-perjumpaan-bandung-wilayah-thumb-e34d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67818-aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">00c8b156fd64e1b86f6671e8580a4c02</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:04:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ irsyad hasan ]]></category>
	<category><![CDATA[ mulia sari ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hasan,irsyad,mulia,sari,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka dan tutorial daring, serta pengaruhnya terhadap pencapaian akademik. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi kreatif yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka dan tutorial daring, serta pengaruhnya terhadap pencapaian akademik. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi kreatif yang dapat diterapkan oleh dosen untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka, seperti penggunaan metode pembelajaran berbasis kasus atau simulasi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka dengan pengembangan keterampilan sosial dan emosional mereka, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kesuksesan mereka di dunia profesional.. Keaktifan mahasiswa Program Studi PGSD UPBJJ-UT Pontianak dalam tutorial tatap muka terbukti berpengaruh signifikan terhadap pencapaian akademik mereka, di mana mahasiswa yang aktif terlibat dalam diskusi lebih mampu memahami materi, mengasah keterampilan berpikir kritis, dan meraih nilai ujian akhir yang lebih baik dibandingkan mereka yang kurang aktif.Interaksi aktif dalam tutorial tidak hanya memperdalam pemahaman, terutama pada materi yang sulit dipahami secara mandiri, tetapi juga meningkatkan kemampuan analitis mahasiswa.Sebaliknya, mahasiswa yang pasif cenderung mengalami kendala dalam memahami konsep kompleks, yang berdampak negatif pada hasil akademik mereka.Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran dosen dalam menciptakan suasana belajar yang inklusif dan interaktif untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa, karena diskusi langsung lebih efektif daripada pembelajaran mandiri dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan.Partisipasi aktif tidak hanya memaksimalkan potensi akademik, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional di masa depan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh keaktifan mahasiswa Program Studi PGSD UPBJJ-UT Pontianak dalam tutorial tatap muka terhadap pencapaian akademik mereka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang terlibat aktif dalam diskusi tutorial cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pembelajaran serta meraih nilai akhir yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang kurang aktif. Selain itu, partisipasi aktif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis dan peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi ujian. Sebaliknya, mahasiswa yang kurang aktif kerap menghadapi tantangan dalam memahami konsep yang lebih kompleks, meskipun upaya belajar mandiri dapat membantu mereka mencapai hasil akademik yang cukup memadai. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-2afa6.webp" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-2afa6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-2afa6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-2afa6.webp 1x" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" alt="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-e8944.webp" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-e8944.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-e8944.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-e8944.webp 1x" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" alt="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-b2a9b.webp" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-b2a9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-b2a9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-b2a9b.webp 1x" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" alt="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67818-aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-ma" title="JURIS - Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS" target="_blank">Peran Keaktifan Mahasiswa Dalam Tutorial Tatap Muka Terhadap Pencapaian Akademik Pada Mata Kuliah  Konsep Dasar IPS</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka dan tutorial daring, serta pengaruhnya terhadap pencapaian akademik. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi kreatif yang dapat diterapkan oleh dosen untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka, seperti penggunaan metode pembelajaran berbasis kasus atau simulasi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara keaktifan mahasiswa dalam tutorial tatap muka dengan pengembangan keterampilan sosial dan emosional mereka, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kesuksesan mereka di dunia profesional..
<br>Keaktifan mahasiswa Program Studi PGSD UPBJJ-UT Pontianak dalam tutorial tatap muka terbukti berpengaruh signifikan terhadap pencapaian akademik mereka, di mana mahasiswa yang aktif terlibat dalam diskusi lebih mampu memahami materi, mengasah keterampilan berpikir kritis, dan meraih nilai ujian akhir yang lebih baik dibandingkan mereka yang kurang aktif.Interaksi aktif dalam tutorial tidak hanya memperdalam pemahaman, terutama pada materi yang sulit dipahami secara mandiri, tetapi juga meningkatkan kemampuan analitis mahasiswa.Sebaliknya, mahasiswa yang pasif cenderung mengalami kendala dalam memahami konsep kompleks, yang berdampak negatif pada hasil akademik mereka.Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran dosen dalam menciptakan suasana belajar yang inklusif dan interaktif untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa, karena diskusi langsung lebih efektif daripada pembelajaran mandiri dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan.Partisipasi aktif tidak hanya memaksimalkan potensi akademik, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional di masa depan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh keaktifan mahasiswa Program Studi PGSD UPBJJ-UT Pontianak dalam tutorial tatap muka terhadap pencapaian akademik mereka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang terlibat aktif dalam diskusi tutorial cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pembelajaran serta meraih nilai akhir yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang kurang aktif. Selain itu, partisipasi aktif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis dan peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi ujian. Sebaliknya, mahasiswa yang kurang aktif kerap menghadapi tantangan dalam memahami konsep yang lebih kompleks, meskipun upaya belajar mandiri dapat membantu mereka mencapai hasil akademik yang cukup memadai.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-2afa6.webp" type="image/webp" length="86658" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-2afa6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-e8944.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/aktif-mahasiswa-peran-loyalitas-program-partisipas-thumb-b2a9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67805-sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi</link>
	<guid isPermaLink="false">5ab64edb83809ed4bc7e52e0c1445ebd</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:57:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ irsyad hasan ]]></category>
	<category><![CDATA[ mulia sari ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hasan,irsyad,mulia,sari,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi adaptasi masyarakat pedesaan dengan karakteristik budaya yang berbeda untuk memahami variasi dampak modernisasi. 2. Evaluasi mendalam tentang efektivitas kebijakan pembangunan inklusif dalam mengurangi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi adaptasi masyarakat pedesaan dengan karakteristik budaya yang berbeda untuk memahami variasi dampak modernisasi. 2. Evaluasi mendalam tentang efektivitas kebijakan pembangunan inklusif dalam mengurangi kesenjangan sosial di wilayah pedesaan yang berbeda. 3. Studi tentang peran partisipasi komunitas dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai tradisional untuk memperkuat identitas lokal dalam konteks modernisasi yang berkelanjutan.. Modernisasi memberikan dampak signifikan pada struktur sosial masyarakat pedesaan di Indonesia, baik secara positif maupun negatif.Peluang akses teknologi dan pendidikan terbuka, tetapi tantangan seperti kesenjangan sosial dan perubahan nilai tradisional muncul.Masyarakat pedesaan menunjukkan adaptasi melalui integrasi tradisi dengan inovasi modern dan peningkatan kapasitas melalui pendidikan.Dukungan kebijakan inklusif, penguatan institusi lokal, dan infrastruktur merata diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya.Partisipasi aktif masyarakat dalam perubahan sosial menjadi kunci untuk memastikan modernisasi meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan identitas budaya Penelitian ini menganalisis dampak modernisasi terhadap struktur sosial masyarakat pedesaan di Indonesia, termasuk pola hubungan sosial, sistem nilai, dan stratifikasi sosial. Modernisasi menawarkan peluang melalui teknologi dan pendidikan, namun juga meningkatkan kesenjangan sosial dan mengancam nilai-nilai tradisional. Adaptasi masyarakat pedesaan melibatkan penguatan institusi lokal, pendidikan berbasis budaya, dan partisipasi komunitas. Rekomendasi mencakup kebijakan pembangunan inklusif untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-69ff6.webp" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-69ff6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-69ff6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-69ff6.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" alt="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-a5d29.webp" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-a5d29.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-a5d29.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-a5d29.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" alt="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-79756.webp" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-79756.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-79756.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-79756.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" alt="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67805-sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi" title="JURIS - Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia" target="_blank">Pengaruh Modernisasi Terhadap Struktur Sosial Masyarakat Pedesaan Di Indonesia</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi adaptasi masyarakat pedesaan dengan karakteristik budaya yang berbeda untuk memahami variasi dampak modernisasi. 2. Evaluasi mendalam tentang efektivitas kebijakan pembangunan inklusif dalam mengurangi kesenjangan sosial di wilayah pedesaan yang berbeda. 3. Studi tentang peran partisipasi komunitas dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai tradisional untuk memperkuat identitas lokal dalam konteks modernisasi yang berkelanjutan..
<br>Modernisasi memberikan dampak signifikan pada struktur sosial masyarakat pedesaan di Indonesia, baik secara positif maupun negatif.Peluang akses teknologi dan pendidikan terbuka, tetapi tantangan seperti kesenjangan sosial dan perubahan nilai tradisional muncul.Masyarakat pedesaan menunjukkan adaptasi melalui integrasi tradisi dengan inovasi modern dan peningkatan kapasitas melalui pendidikan.Dukungan kebijakan inklusif, penguatan institusi lokal, dan infrastruktur merata diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya.Partisipasi aktif masyarakat dalam perubahan sosial menjadi kunci untuk memastikan modernisasi meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan identitas budaya
<br>Penelitian ini menganalisis dampak modernisasi terhadap struktur sosial masyarakat pedesaan di Indonesia, termasuk pola hubungan sosial, sistem nilai, dan stratifikasi sosial. Modernisasi menawarkan peluang melalui teknologi dan pendidikan, namun juga meningkatkan kesenjangan sosial dan mengancam nilai-nilai tradisional. Adaptasi masyarakat pedesaan melibatkan penguatan institusi lokal, pendidikan berbasis budaya, dan partisipasi komunitas. Rekomendasi mencakup kebijakan pembangunan inklusif untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-a5d29.webp" type="image/webp" length="91052" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-69ff6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-a5d29.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/sosial-identitas-budaya-adaptasi-masyarakat-pesisi-thumb-79756.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67801-fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga</link>
	<guid isPermaLink="false">8e4f1ca32558d0ae03e56246466dd536</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:52:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ robi darwis ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi agama ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,busro,darwis,robi,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas upacara Tumpek Wariga dalam pendidikan lingkungan modern dengan menggabungkan tradisi dan teknologi. Selanjutnya, peneliti dapat mengeksplorasi peran ritual Bali lainnya dalam pelestarian ekosistem sebagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali: Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas upacara Tumpek Wariga dalam pendidikan lingkungan modern dengan menggabungkan tradisi dan teknologi. Selanjutnya, peneliti dapat mengeksplorasi peran ritual Bali lainnya dalam pelestarian ekosistem sebagai alternatif pendekatan keberlanjutan. Terakhir, studi tentang dampak urbanisasi terhadap praktik tradisional seperti Tumpek Wariga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk menjaga kesinambungan budaya dan lingkungan di masyarakat Hindu Bali.. Umat Hindu melaksanakan Upacara Tumpek Wariga berdasarkan kitab Sundarigama dan sesuai dengan kitab suci Veda.Bahwa manusia sangat tergantung pada alam semesta, khususnya pada tumbuh-tumbuhan, karena makhluk yang percaya pada Tuhan sebagai Maha Pencipta, patut bersyukur dan mohon kepada Tuhan sebagai pencipta beliau memberi anugerahnya amerta melalui segala tanem tuwuh.Upacara Tumpek Wariga terus dilaksanakan dan dilestarikan karena diyakini dengan melaksanakan upacara ini bisa selalu dekat dengan Tuhan dan melalui upacara ini masyarakat diharapkan menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap adanya tumbuh-tumbuhan karena tumbuh-tumbuhan manusia bisa tidak melangsungkan kehidupan di dunia ini Lingkungan merupakan tempat yang dekat dengan keberadaan kehidupan manusia, selain itu lingkungan juga memiliki makna penting untuk manusia. Dengan lingkungan fisik manusia bisa menggunakannya untuk mencukupi kebutuhan materilnya, manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya dengan lingkungan biologi, dan manusia dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini berhasil menemukan bahwa Tumpek Wariga sebagai kearifan lokal masyarakat Hindu Bali bukanlah persembahan bagi tumbuh-tumbuhan, melainkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-45e4a.webp" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-45e4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-45e4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-45e4a.webp 1x" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" alt="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-4e400.webp" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-4e400.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-4e400.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-4e400.webp 1x" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" alt="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-2e60c.webp" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-2e60c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-2e60c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-2e60c.webp 1x" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" alt="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67801-fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga" title="JURIS - Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali" target="_blank">Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas upacara Tumpek Wariga dalam pendidikan lingkungan modern dengan menggabungkan tradisi dan teknologi. Selanjutnya, peneliti dapat mengeksplorasi peran ritual Bali lainnya dalam pelestarian ekosistem sebagai alternatif pendekatan keberlanjutan. Terakhir, studi tentang dampak urbanisasi terhadap praktik tradisional seperti Tumpek Wariga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk menjaga kesinambungan budaya dan lingkungan di masyarakat Hindu Bali..
<br>Umat Hindu melaksanakan Upacara Tumpek Wariga berdasarkan kitab Sundarigama dan sesuai dengan kitab suci Veda.Bahwa manusia sangat tergantung pada alam semesta, khususnya pada tumbuh-tumbuhan, karena makhluk yang percaya pada Tuhan sebagai Maha Pencipta, patut bersyukur dan mohon kepada Tuhan sebagai pencipta beliau memberi anugerahnya amerta melalui segala tanem tuwuh.Upacara Tumpek Wariga terus dilaksanakan dan dilestarikan karena diyakini dengan melaksanakan upacara ini bisa selalu dekat dengan Tuhan dan melalui upacara ini masyarakat diharapkan menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap adanya tumbuh-tumbuhan karena tumbuh-tumbuhan manusia bisa tidak melangsungkan kehidupan di dunia ini
<br>Lingkungan merupakan tempat yang dekat dengan keberadaan kehidupan manusia, selain itu lingkungan juga memiliki makna penting untuk manusia. Dengan lingkungan fisik manusia bisa menggunakannya untuk mencukupi kebutuhan materilnya, manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya dengan lingkungan biologi, dan manusia dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini berhasil menemukan bahwa Tumpek Wariga sebagai kearifan lokal masyarakat Hindu Bali bukanlah persembahan bagi tumbuh-tumbuhan, melainkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-2e60c.webp" type="image/webp" length="110358" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-45e4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-4e400.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/fisik-manusia-pelestarian-lingkungan-tumpek-wariga-thumb-2e60c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Menelusuri Transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menelusuri Transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menelusuri Transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67806-gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-gere</link>
	<guid isPermaLink="false">de0c526526b8f375c3167e716a1d70a0</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:49:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Penelitian lebih mendalam tentang sejarah dan perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Menelusuri Transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Penelitian lebih mendalam tentang sejarah dan perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan gereja tersebut, seperti peran para misionaris, strategi misi, dan interaksi dengan masyarakat lokal.2. Menganalisis dampak sosial dan budaya dari transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia, termasuk studi tentang perubahan-perubahan sosial, budaya, dan keagamaan yang terjadi di masyarakat setempat akibat kehadiran gereja tersebut.3. Meneliti aspek-aspek teologis dan doktrinal Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dengan membandingkan dan menganalisis perbedaan-perbedaan dengan denominasi Kristen lainnya, serta mengkaji implikasi teologis dari transmisi gereja tersebut di Indonesia.. Dari bahasan sejumlah perwujudan sebagaimana disebutkan sebelumnya, ditemukan, bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh merupakan berbagai (pluriformitas) warisan tradisi reformatoris yang dibawa oleh para utusan Lembaga Pekabaran Injil serta Gereja-gereja Protestan di dunia Barat.Gereja ini lahir setelah James White (berkebangsaan Amerika Serikat) mengalami kebangunan besar tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.Gereja ini mulai berdiri pada 1844 M., dan bertumbuh-kembang mula-mula di Amerika pada 1860 M., yang kemudian segera dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.Sifat khas dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah setiap anggota Gereja mempunyai suara dalam memilih pegawai-pegawai daerah.Para utusan dari daerah memberikan hak suaranya untuk memilih pegawai-pegawai Uni, dan para utusan dari Uni memberikan hak suaranya untuk memilih pegawai-pegawai General Conference.Melalui cara ini, setiap Uni, Daerah, Lembaga, Gereja, dan anggota Gereja-gereja, mempunyai hak suara dalam pemilihan dan dalam menentukan orang-orang pemegang tanggung jawab pada General Conference.Melalui cara ini pula proses transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia dapat tumbuh dan bekembang dengan cepat dibanding "denominasi-denominasi" Gereja lainnya Advent dalam dunia Kristen termasuk denominasi. Denominasi ini bila dilihat dari sejarahnya merupakan pecahan dari gereja Kristen Protestan, ketika Kristen Protestan tidak kuasa untuk mengendalikan Advent. Semakin lama semakin lepas dan tidak mau kembali lagi kepadanya. Pergerakan Advent segera dan dengan cepat berkembang ke seluruh dunia. Dalam usaha menyiarkan agamanya, umat Advent di Indonesia menyelenggarakan zending yang kuat (tangguh) berpusat di Jakarta untuk wilayah Indonesia Barat dan di Manado untuk wilayah Indonesia... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-a5f9a.webp" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-a5f9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-a5f9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-a5f9a.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" alt="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-9ac8a.webp" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-9ac8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-9ac8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-9ac8a.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" alt="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-dbfcd.webp" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-dbfcd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-dbfcd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-dbfcd.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" alt="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67806-gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-gere" title="JURIS - Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia" target="_blank">Menelusuri Transmisi  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Penelitian lebih mendalam tentang sejarah dan perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan gereja tersebut, seperti peran para misionaris, strategi misi, dan interaksi dengan masyarakat lokal.2. Menganalisis dampak sosial dan budaya dari transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia, termasuk studi tentang perubahan-perubahan sosial, budaya, dan keagamaan yang terjadi di masyarakat setempat akibat kehadiran gereja tersebut.3. Meneliti aspek-aspek teologis dan doktrinal Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dengan membandingkan dan menganalisis perbedaan-perbedaan dengan denominasi Kristen lainnya, serta mengkaji implikasi teologis dari transmisi gereja tersebut di Indonesia..
<br>Dari bahasan sejumlah perwujudan sebagaimana disebutkan sebelumnya, ditemukan, bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh merupakan berbagai (pluriformitas) warisan tradisi reformatoris yang dibawa oleh para utusan Lembaga Pekabaran Injil serta Gereja-gereja Protestan di dunia Barat.Gereja ini lahir setelah James White (berkebangsaan Amerika Serikat) mengalami kebangunan besar tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.Gereja ini mulai berdiri pada 1844 M., dan bertumbuh-kembang mula-mula di Amerika pada 1860 M., yang kemudian segera dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.Sifat khas dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah setiap anggota Gereja mempunyai suara dalam memilih pegawai-pegawai daerah.Para utusan dari daerah memberikan hak suaranya untuk memilih pegawai-pegawai Uni, dan para utusan dari Uni memberikan hak suaranya untuk memilih pegawai-pegawai General Conference.Melalui cara ini, setiap Uni, Daerah, Lembaga, Gereja, dan anggota Gereja-gereja, mempunyai hak suara dalam pemilihan dan dalam menentukan orang-orang pemegang tanggung jawab pada General Conference.Melalui cara ini pula proses transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia dapat tumbuh dan bekembang dengan cepat dibanding "denominasi-denominasi" Gereja lainnya
<br>Advent dalam dunia Kristen termasuk denominasi. Denominasi ini bila dilihat dari sejarahnya merupakan pecahan dari gereja Kristen Protestan, ketika Kristen Protestan tidak kuasa untuk mengendalikan Advent. Semakin lama semakin lepas dan tidak mau kembali lagi kepadanya. Pergerakan Advent segera dan dengan cepat berkembang ke seluruh dunia. Dalam usaha menyiarkan agamanya, umat Advent di Indonesia menyelenggarakan zending yang kuat (tangguh) berpusat di Jakarta untuk wilayah Indonesia Barat dan di Manado untuk wilayah Indonesia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-a5f9a.webp" type="image/webp" length="120056" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-a5f9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-9ac8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/gereja-masehi-protestan-gpm-karya-misi-kristen-jaw-thumb-dbfcd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67811-mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht</link>
	<guid isPermaLink="false">86023b87ec56a183aaa72bbc64f4f1dd</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:46:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ robi darwis ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi agama ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,busro,darwis,robi,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak modernisasi terhadap keberlanjutan tradisi Ngaruwat Bumi di era digital. 2. Studi komparatif antara Ngaruwat Bumi dengan ritual serupa di wilayah lain untuk memahami keragaman budaya Jawa Barat. 3. Analisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang): 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak modernisasi terhadap keberlanjutan tradisi Ngaruwat Bumi di era digital. 2. Studi komparatif antara Ngaruwat Bumi dengan ritual serupa di wilayah lain untuk memahami keragaman budaya Jawa Barat. 3. Analisis psikologis dampak ritual Ngaruwat Bumi terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama dalam konteks pengelolaan stres dan kepercayaan diri. Penelitian ini dapat mengembangkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan antropologi, psikologi, dan studi agama untuk memperkaya pemahaman tentang peran tradisi dalam masyarakat modern.. Tradisi Ngaruwat Bumi di kampung Cihideung Girang Kabupaten Subang memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan upaya menjaga kesejahteraan masyarakat.Tradisi ini dilaksanakan secara kolektif dengan tujuan menyelamatkan bumi dan memohon perlindungan dari para leluhur.Masyarakat percaya bahwa tradisi ini membawa manfaat sosial-religius, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, serta memperkuat solidaritas dalam komunitas.Pelaksanaannya terkait dengan perayaan besar Islam dan melibatkan simbol-simbol budaya yang memiliki makna filosofis Tradisi Ngaruwat Bumi di kampung Cihideung Girang bermula pada masa penyebaran Islam di Jawa Barat khususnya di Subang, dan adanya tradisi tersebut semata-mata bukti penghormatan masyarakat terhadap leluhur. Adapun pandangan masyarakat Cihideung terhadap tradisi Ngaruwat Bumi adalah sebagai bentuk ungkapan refleksi sosial-keagamaan dengan cara berkomunikasi dengan leluhur kampung tersebut. Sedangkan maksud dari tradisi Ngaruwat Bumi 60% masyarakat percaya kepada leluhur yang telah menjaga kampung Cihideung Girang dari marabahaya. Pelaksanaan tradisi Ngaruwat ditentukan oleh pihak yang memiliki otoritas didaerah dan pelaksanaanya dilakukan secara kolektif, dan dilaksanakan pada bulan Maulid Nabi atau Isra MiAoraj. Makna dari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-8ab56.webp" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-8ab56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-8ab56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-8ab56.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" alt="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-10d3d.webp" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-10d3d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-10d3d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-10d3d.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" alt="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-d31fb.webp" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-d31fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-d31fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-d31fb.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" alt="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67811-mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht" title="JURIS - Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)" target="_blank">Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang)</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak modernisasi terhadap keberlanjutan tradisi Ngaruwat Bumi di era digital. 2. Studi komparatif antara Ngaruwat Bumi dengan ritual serupa di wilayah lain untuk memahami keragaman budaya Jawa Barat. 3. Analisis psikologis dampak ritual Ngaruwat Bumi terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama dalam konteks pengelolaan stres dan kepercayaan diri. Penelitian ini dapat mengembangkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan antropologi, psikologi, dan studi agama untuk memperkaya pemahaman tentang peran tradisi dalam masyarakat modern..
<br>Tradisi Ngaruwat Bumi di kampung Cihideung Girang Kabupaten Subang memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan upaya menjaga kesejahteraan masyarakat.Tradisi ini dilaksanakan secara kolektif dengan tujuan menyelamatkan bumi dan memohon perlindungan dari para leluhur.Masyarakat percaya bahwa tradisi ini membawa manfaat sosial-religius, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, serta memperkuat solidaritas dalam komunitas.Pelaksanaannya terkait dengan perayaan besar Islam dan melibatkan simbol-simbol budaya yang memiliki makna filosofis
<br>Tradisi Ngaruwat Bumi di kampung Cihideung Girang bermula pada masa penyebaran Islam di Jawa Barat khususnya di Subang, dan adanya tradisi tersebut semata-mata bukti penghormatan masyarakat terhadap leluhur. Adapun pandangan masyarakat Cihideung terhadap tradisi Ngaruwat Bumi adalah sebagai bentuk ungkapan refleksi sosial-keagamaan dengan cara berkomunikasi dengan leluhur kampung tersebut. Sedangkan maksud dari tradisi Ngaruwat Bumi 60% masyarakat percaya kepada leluhur yang telah menjaga kampung Cihideung Girang dari marabahaya. Pelaksanaan tradisi Ngaruwat ditentukan oleh pihak yang memiliki otoritas didaerah dan pelaksanaanya dilakukan secara kolektif, dan dilaksanakan pada bulan Maulid Nabi atau Isra MiAoraj. Makna dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-8ab56.webp" type="image/webp" length="88358" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-8ab56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-10d3d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/mental-masyarakat-pra-peran-tradisi-tiban-kesejaht-thumb-d31fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67822-teks-suci-agama-pendidikan-islam</link>
	<guid isPermaLink="false">451cc95e6125dc1c88d10df1db8605a9</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:27:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ eni zulaiha ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eni,zulaiha]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis hermeneutika terhadap hadist-hadist yang berkaitan dengan agama majusi, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada studi komparatif antara ajaran Islam dan ajaran majusi, khususnya dalam hal monoteisme dan penyembahan terhadap api ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis: Berdasarkan analisis hermeneutika terhadap hadist-hadist yang berkaitan dengan agama majusi, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada studi komparatif antara ajaran Islam dan ajaran majusi, khususnya dalam hal monoteisme dan penyembahan terhadap api suci. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki lebih lanjut tentang interaksi dan toleransi Islam terhadap penganut agama majusi, serta bagaimana pandangan Islam terhadap perkembangan agama majusi yang menyimpang dari ajaran awalnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara Islam dan agama-agama lain, khususnya dalam konteks sejarah dan interaksi antar umat beragama.. Agama majusi merupakan agama yang lahir di Persia yang di bawa oleh nabinya yang bernama Spitama Zarathustra (dalam bahasa Yunani Zoroaster), dilahirkan pada tahun 600-583 SM di Iran.Ajaran yang dibawanya merupakan ajaran monotheisme yaitu menyembah tuhan yang maha Esa dan tidak menyekutukan tuhan dengan menyembah berhala.Pokok ajarannya adalah Mazhayasna "kebaktian kepada Ahura-Mazda" yaitu tuhan yang maha Esa dan maha mengetahui, Ahura-Mazda terdiri dari dua kata yang berarti maha tahu dan maha bijaksana.Zarathustra memiliki misi membangkitkan kembali agama yang sejati dengan tiga ajaran yaitu.Hoomta (fikiran yang suci), hookhia (kata-kata yang suci) dan huvereshta (tingkah laku yang suci).Namun ajaran murni yang dibawa oleh Zarathustra kemudian mengalami pergeseran sehingga penyembahannya berpusat pada api suci.Agama majusi merupakan agama yang kokoh di Iran sejak Zarathustra menyebarkan ajarannya namun pada abad-abad selanjutnya setelahnya, kaum majusi banyak hijrah ke India dan sebagian besar menetap di Bombay dan sekitarnya, dan di Iran sendiri banyak yang beralih kepada agama Islam, hal ini dipicu oleh penaklukan bangsa Iran oleh Bangsa Arab.Kitab suci agama majusi secara keseluruhan adala Avesta, dalam masa perkembanggannya agama majusi menganut ajaran dualisme yaitu mempercayai tuhan cahaya yaitu Ahura-Mazda dan tuhan kegelapan yaitu Ahriman, umumnya agama majusi ini pada perkembangannya menyembah api sebagai simbol dari kesucian dan cahaya.Selain itu agama majusi juga memiliki sekte-sekte diantaranya.aliran manu, aliran mazdak, aliran tsanwiyah, aliran disahniyah dan aliran Zindiq.Tinjauan hadist mengenai agama majusi yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari dan Shahis Muslim menyatakan bahwa dalam beberapa hadist agama majusi disinggung, interaksi Islam dengan agama majusi bisa dikatakan cukup baik dan Islam sendiri tidak memusuhi umat atau kaum majusi.Bagi sebagian ulama mengkatagorikan agama majusi sebagai ahl al- kithab, namun ada juga yang berpendapat mereka menyerupai ahl al- kithab dan diperlakukan seperti ahl al- kithab mereka membayar jizyah, sembelihan mereka halal dikonsumsi, dan wanita mereka boleh dinikahi.Dalam Al-Quran sendiri agama majusi tidak digolongkan sebagai bagian dari kaum Musyrikin Hadist diakui sebagai sumber yang otentik setelah Al-Qur'an bagi Agama Islam, pada kajian terhadap agama-agama selain Islam, kedua sumber tersebut menyebutkan agama-agama lain, salah satunya adalah agama majusi. Tulisan ini berupa kajian hadist mengenai agama majusi yang mempunyai nama lain yaitu Zoroaster. Majusi merupakan salah satu agama masehi yang lahir sebelum Islam datang sebagai rahmatan lil-alamin. Sejarah awal agama majusi yang di bawa oleh Zarathustra sebagai agama monotheime dengan menyembah Tuhan yang maha esa telah mengalami pergeseran yaitu berpusat kepada penyembahan terhadap api. Penganut Agama Majusi saat ini bisa ditemui di Iran dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-f9ea3.webp" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-f9ea3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-f9ea3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-f9ea3.webp 1x" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" alt="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-cab74.webp" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-cab74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-cab74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-cab74.webp 1x" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" alt="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-89bc5.webp" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-89bc5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-89bc5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-89bc5.webp 1x" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" alt="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67822-teks-suci-agama-pendidikan-islam" title="JURIS - Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis" target="_blank">Agama Majusi dalam Tinjauan Hadis</a>: Berdasarkan analisis hermeneutika terhadap hadist-hadist yang berkaitan dengan agama majusi, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada studi komparatif antara ajaran Islam dan ajaran majusi, khususnya dalam hal monoteisme dan penyembahan terhadap api suci. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki lebih lanjut tentang interaksi dan toleransi Islam terhadap penganut agama majusi, serta bagaimana pandangan Islam terhadap perkembangan agama majusi yang menyimpang dari ajaran awalnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara Islam dan agama-agama lain, khususnya dalam konteks sejarah dan interaksi antar umat beragama..
<br>Agama majusi merupakan agama yang lahir di Persia yang di bawa oleh nabinya yang bernama Spitama Zarathustra (dalam bahasa Yunani Zoroaster), dilahirkan pada tahun 600-583 SM di Iran.Ajaran yang dibawanya merupakan ajaran monotheisme yaitu menyembah tuhan yang maha Esa dan tidak menyekutukan tuhan dengan menyembah berhala.Pokok ajarannya adalah Mazhayasna "kebaktian kepada Ahura-Mazda" yaitu tuhan yang maha Esa dan maha mengetahui, Ahura-Mazda terdiri dari dua kata yang berarti maha tahu dan maha bijaksana.Zarathustra memiliki misi membangkitkan kembali agama yang sejati dengan tiga ajaran yaitu.Hoomta (fikiran yang suci), hookhia (kata-kata yang suci) dan huvereshta (tingkah laku yang suci).Namun ajaran murni yang dibawa oleh Zarathustra kemudian mengalami pergeseran sehingga penyembahannya berpusat pada api suci.Agama majusi merupakan agama yang kokoh di Iran sejak Zarathustra menyebarkan ajarannya namun pada abad-abad selanjutnya setelahnya, kaum majusi banyak hijrah ke India dan sebagian besar menetap di Bombay dan sekitarnya, dan di Iran sendiri banyak yang beralih kepada agama Islam, hal ini dipicu oleh penaklukan bangsa Iran oleh Bangsa Arab.Kitab suci agama majusi secara keseluruhan adala Avesta, dalam masa perkembanggannya agama majusi menganut ajaran dualisme yaitu mempercayai tuhan cahaya yaitu Ahura-Mazda dan tuhan kegelapan yaitu Ahriman, umumnya agama majusi ini pada perkembangannya menyembah api sebagai simbol dari kesucian dan cahaya.Selain itu agama majusi juga memiliki sekte-sekte diantaranya.aliran manu, aliran mazdak, aliran tsanwiyah, aliran disahniyah dan aliran Zindiq.Tinjauan hadist mengenai agama majusi yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari dan Shahis Muslim menyatakan bahwa dalam beberapa hadist agama majusi disinggung, interaksi Islam dengan agama majusi bisa dikatakan cukup baik dan Islam sendiri tidak memusuhi umat atau kaum majusi.Bagi sebagian ulama mengkatagorikan agama majusi sebagai ahl al- kithab, namun ada juga yang berpendapat mereka menyerupai ahl al- kithab dan diperlakukan seperti ahl al- kithab mereka membayar jizyah, sembelihan mereka halal dikonsumsi, dan wanita mereka boleh dinikahi.Dalam Al-Quran sendiri agama majusi tidak digolongkan sebagai bagian dari kaum Musyrikin
<br>Hadist diakui sebagai sumber yang otentik setelah Al-Qur'an bagi Agama Islam, pada kajian terhadap agama-agama selain Islam, kedua sumber tersebut menyebutkan agama-agama lain, salah satunya adalah agama majusi. Tulisan ini berupa kajian hadist mengenai agama majusi yang mempunyai nama lain yaitu Zoroaster. Majusi merupakan salah satu agama masehi yang lahir sebelum Islam datang sebagai rahmatan lil-alamin. Sejarah awal agama majusi yang di bawa oleh Zarathustra sebagai agama monotheime dengan menyembah Tuhan yang maha esa telah mengalami pergeseran yaitu berpusat kepada penyembahan terhadap api. Penganut Agama Majusi saat ini bisa ditemui di Iran dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-89bc5.webp" type="image/webp" length="104688" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-f9ea3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-cab74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/teks-suci-agama-pendidikan-islam-abu-mahasiswa-pan-thumb-89bc5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67819-tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determ</link>
	<guid isPermaLink="false">07c6ebb77c33bbc8be9513275129edb6</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:19:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ eni zulaiha ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[eni,zulaiha]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengaruh budaya pop pada tradisi shalawatan di masyarakat pedesaan dengan tradisi keagamaan lainnya, seperti doa-doa atau ritual-ritual keagamaan. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengaruh budaya pop pada tradisi shalawatan di masyarakat pedesaan dengan tradisi keagamaan lainnya, seperti doa-doa atau ritual-ritual keagamaan. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang bagaimana budaya pop mempengaruhi persepsi dan praktik keagamaan generasi muda di masyarakat pedesaan, serta bagaimana mereka menyesuaikan atau mengadaptasi tradisi keagamaan dengan budaya pop yang mereka konsumsi. Terakhir, penelitian tentang dampak ekonomi dan sosial dari acara shalawatan panggung ini terhadap masyarakat pedesaan juga dapat menjadi fokus penelitian yang menarik.. Penelitian ini ingin menunjukkan perubahan pola perilaku masyarakat pedesaan dalam mengekspresikan rasa keberagamaan mereka, sebagai akibat dari budaya pop yang mereka lihat sehari-hari lewat berbagai saluran media masa televisi.Ekspresi religiusitas masyarakat desa yang dahulu terkesan tradisional dan konvensional, telah berubah menjadi modern dan kontemporer, sebagaimana yang terlihat dalam kegiatan Shalawatan yang mereka adakan.Dahulu mereka melakukan Shalawatan di mesjid-mesjid atau di rumah-rumah penduduk, dalam suanana khidmat, sambil duduk bersila.Sekarang mereka melakukannya di lapangan terbuka dengan sebuah panggung besar di depannya.Shalawat dilantunkan dengan musik pop atau dangdut yang sedang popular.Suanana hingar-bingar bak konser live music ini mereka lakukan semalam suntuk, diselingi dakwah para kyai.Shalawatan model ini telah menggantikan shalawatan konvensional yang dulu biasa mereka lalukan.Acara shalawat panggung ini merupakan representative dari bentuk transformasi agama yang terjadi pada masyarakat pedesaan yang sedang mengalami proses urbanisasi, budaya pop memberikan andil yang besar dalam perubahan tradisi keagamaan ini Tulisan ini adalah refleksi dari penelitian yang telah dilakukan terhadap KH. A. Maulana Jamaludin Al-Busyiri (Haji Ule) dan K.H. Salimul Apip (Ajengan Apip). Keduanya aktif mempromosikan kegiatan shalawat dari panggung ke panggung dengan iringan-iringan musik di pelosok-pelosok Jawa Barat. Di atas panggung-panggung itu syair shalawat dilantunkan dengan meminjam nada dari lagu-lagu yang sedang popular di lidah masyarakat, seperti nada lagu iwak peyek, tum hi ho dan lain sebagainya. Shalawatan yang dulu dilakukan di mesjid-mesjid, di rumah-rumah dengan penuh khidmat dan sarat dengan bobot ruhaniah kini tampil lebih semarak, lebih popular, lebih entertaining. Pengaruh budaya pop terlihat sangat nyata dalam panggung-panggung... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f965a.webp" title="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f965a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f965a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f965a.webp 1x" title="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" alt="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f99d5.webp" title="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f99d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f99d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f99d5.webp 1x" title="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" alt="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67819-tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determ" title="JURIS - Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan" target="_blank">Budaya Pop Dalam Tradisi Shalawatan Pada Masyarakat Pedesaan</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengaruh budaya pop pada tradisi shalawatan di masyarakat pedesaan dengan tradisi keagamaan lainnya, seperti doa-doa atau ritual-ritual keagamaan. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang bagaimana budaya pop mempengaruhi persepsi dan praktik keagamaan generasi muda di masyarakat pedesaan, serta bagaimana mereka menyesuaikan atau mengadaptasi tradisi keagamaan dengan budaya pop yang mereka konsumsi. Terakhir, penelitian tentang dampak ekonomi dan sosial dari acara shalawatan panggung ini terhadap masyarakat pedesaan juga dapat menjadi fokus penelitian yang menarik..
<br>Penelitian ini ingin menunjukkan perubahan pola perilaku masyarakat pedesaan dalam mengekspresikan rasa keberagamaan mereka, sebagai akibat dari budaya pop yang mereka lihat sehari-hari lewat berbagai saluran media masa televisi.Ekspresi religiusitas masyarakat desa yang dahulu terkesan tradisional dan konvensional, telah berubah menjadi modern dan kontemporer, sebagaimana yang terlihat dalam kegiatan Shalawatan yang mereka adakan.Dahulu mereka melakukan Shalawatan di mesjid-mesjid atau di rumah-rumah penduduk, dalam suanana khidmat, sambil duduk bersila.Sekarang mereka melakukannya di lapangan terbuka dengan sebuah panggung besar di depannya.Shalawat dilantunkan dengan musik pop atau dangdut yang sedang popular.Suanana hingar-bingar bak konser live music ini mereka lakukan semalam suntuk, diselingi dakwah para kyai.Shalawatan model ini telah menggantikan shalawatan konvensional yang dulu biasa mereka lalukan.Acara shalawat panggung ini merupakan representative dari bentuk transformasi agama yang terjadi pada masyarakat pedesaan yang sedang mengalami proses urbanisasi, budaya pop memberikan andil yang besar dalam perubahan tradisi keagamaan ini
<br>Tulisan ini adalah refleksi dari penelitian yang telah dilakukan terhadap KH. A. Maulana Jamaludin Al-Busyiri (Haji Ule) dan K.H. Salimul Apip (Ajengan Apip). Keduanya aktif mempromosikan kegiatan shalawat dari panggung ke panggung dengan iringan-iringan musik di pelosok-pelosok Jawa Barat. Di atas panggung-panggung itu syair shalawat dilantunkan dengan meminjam nada dari lagu-lagu yang sedang popular di lidah masyarakat, seperti nada lagu iwak peyek, tum hi ho dan lain sebagainya. Shalawatan yang dulu dilakukan di mesjid-mesjid, di rumah-rumah dengan penuh khidmat dan sarat dengan bobot ruhaniah kini tampil lebih semarak, lebih popular, lebih entertaining. Pengaruh budaya pop terlihat sangat nyata dalam panggung-panggung...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f965a.webp" type="image/webp" length="106592" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f965a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tingkah-laku-masyarakat-perilaku-determinan-pedesa-thumb-f99d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67807-doktrin-agama-pendidikan-kristen-ajaran</link>
	<guid isPermaLink="false">2a16ba9268435ac14343825c598b85f6</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:10:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Penelitian tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial di Indonesia, dengan fokus pada peran komunitas lokal dalam memfasilitasi pertemuan antarumat beragama. 2) Analisis bagaimana ajaran Islam tentang pluralisme dapat diintegrasikan ke ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam: 1) Penelitian tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial di Indonesia, dengan fokus pada peran komunitas lokal dalam memfasilitasi pertemuan antarumat beragama. 2) Analisis bagaimana ajaran Islam tentang pluralisme dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik untuk mengurangi ketegangan sosial. 3) Studi tentang efektivitas pendidikan agama dalam meningkatkan pemahaman akan keberagaman dan toleransi, khususnya di kalangan generasi muda.. Pluralisme dalam Islam merupakan prinsip dasar yang menekankan toleransi, koeksistensi, dan dialog antar umat beragama.Penelitian ini menunjukkan bahwa pluralisme tidak hanya sebagai sikap menerima perbedaan, tetapi juga sebagai semangat untuk membangun kesetaraan dan keadilan.Selain itu, penelitian menegaskan pentingnya dialog dalam mengatasi konflik dan memperkuat persatuan.Saran penelitian lanjutan mencakup studi tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial, pengaruh ajaran Islam tentang pluralisme terhadap kebijakan sosial modern, serta peran pendidikan agama dalam meningkatkan toleransi Agama-agama pada dasarnya mengajarkan tentang nilai-nilai kemanusiaan, ilmu yang mengajarkan nilai-nilai tentang kemanusiaan yaitu pluralisme, Pluralisme pada dasarnya kelanjutan dari sikap toleransi moral dan koeksistensi. Jika sikap toleransi itu adalah kebiasaan menghargai perbedaan sekedarnya dipermukaan, sementara koeksistensi ialah menerima keberadaan pihak lain, tetapi tidak mengekang munculnya konflik. Sementara pluralisme ialah spirit untuk saling mengabsahkan kesataraan dan melindungi dan mengembangkan rasa persaudaraan di antara sesama manusia baik sebagai pribadi maupun kelompok. sehingga terjalin kerja sama demi membangun nilai-nilai kemanusiaan universal, dan memberikan kesempatan (opportunity) yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-8d8a3.webp" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-8d8a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-8d8a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-8d8a3.webp 1x" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" alt="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-ac63e.webp" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-ac63e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-ac63e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-ac63e.webp 1x" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" alt="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-0d157.webp" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-0d157.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-0d157.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-0d157.webp 1x" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" alt="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67807-doktrin-agama-pendidikan-kristen-ajaran" title="JURIS - Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam" target="_blank">Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam</a>: 1) Penelitian tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial di Indonesia, dengan fokus pada peran komunitas lokal dalam memfasilitasi pertemuan antarumat beragama. 2) Analisis bagaimana ajaran Islam tentang pluralisme dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik untuk mengurangi ketegangan sosial. 3) Studi tentang efektivitas pendidikan agama dalam meningkatkan pemahaman akan keberagaman dan toleransi, khususnya di kalangan generasi muda..
<br>Pluralisme dalam Islam merupakan prinsip dasar yang menekankan toleransi, koeksistensi, dan dialog antar umat beragama.Penelitian ini menunjukkan bahwa pluralisme tidak hanya sebagai sikap menerima perbedaan, tetapi juga sebagai semangat untuk membangun kesetaraan dan keadilan.Selain itu, penelitian menegaskan pentingnya dialog dalam mengatasi konflik dan memperkuat persatuan.Saran penelitian lanjutan mencakup studi tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial, pengaruh ajaran Islam tentang pluralisme terhadap kebijakan sosial modern, serta peran pendidikan agama dalam meningkatkan toleransi
<br>Agama-agama pada dasarnya mengajarkan tentang nilai-nilai kemanusiaan, ilmu yang mengajarkan nilai-nilai tentang kemanusiaan yaitu pluralisme, Pluralisme pada dasarnya kelanjutan dari sikap toleransi moral dan koeksistensi. Jika sikap toleransi itu adalah kebiasaan menghargai perbedaan sekedarnya dipermukaan, sementara koeksistensi ialah menerima keberadaan pihak lain, tetapi tidak mengekang munculnya konflik. Sementara pluralisme ialah spirit untuk saling mengabsahkan kesataraan dan melindungi dan mengembangkan rasa persaudaraan di antara sesama manusia baik sebagai pribadi maupun kelompok. sehingga terjalin kerja sama demi membangun nilai-nilai kemanusiaan universal, dan memberikan kesempatan (opportunity) yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-0d157.webp" type="image/webp" length="222758" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-8d8a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-ac63e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/doktrin-agama-pendidikan-kristen-pak-ajaran-islam-thumb-0d157.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67809-pemikiran-islam-peran-al-analisis-pera</link>
	<guid isPermaLink="false">38971dd0c26a8d5ca885c36c53c00793</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 11:45:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ robi darwis ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi agama ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,busro,darwis,robi,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak pemikiran Islam Liberal terhadap stabilitas politik di Indonesia, terutama dalam konteks perbedaan antara mayoritas agama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak pemikiran Islam Liberal terhadap stabilitas politik di Indonesia, terutama dalam konteks perbedaan antara mayoritas agama dan mayoritas politik. Kedua, eksplorasi peran Islam Liberal dalam mempromosikan kesetaraan gender, dengan mengevaluasi bagaimana prinsip kebebasan berpikir dapat diterapkan dalam konteks budaya Indonesia. Ketiga, analisis mengenai bagaimana Islam Liberal dapat memperkuat hak minoritas agama melalui pendekatan kontekstual, terutama di daerah dengan keragaman budaya yang tinggi. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi pemikiran Islam Liberal dalam dinamika masyarakat Indonesia yang kompleks.. Islam Liberal adalah buah kreativitas pemikir muslim kontemporer yang layak diapresiasi.Orang tidak bisa dihakimi oleh siapapun karena pemikirannya.Tapi orang akan dihakimi oleh lingkungan sosialnya ketika aksinya tidak menempati ruang dan waktu yang tepat.Jika aksi adalah produk pemikiran, maka pemikiran yang kontra produktif bagi kebutuhan konteks ruang dan waktunya pun akan dihakimi oleh opini publik.Karena konteks ruang dan waktu yang berbeda, khususnya dalam hal hubungan real politic dan real religious, maka tidak aneh jika Islam Liberal menjadi 'kiri' di Timur Tengah, tetapi menjadi 'kanan' di Indonesia.Di Timur Tengah ia berhadapan dengan penguasa yang 'berjubah agama', namun di Indonesia ia berhadapan dengan rakyat yang mayoritas muslim Penelitian ini mencoba menganalisis pemikiran Islam liberal di Indonesia. Liberal Islam dalam penelitian ini menganalisis silsilahnya, kerangka acuan dan kontekstualitas isu di Indonesia, dengan menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi. Yang pertama, dengan menggunakan pendekatan positivistik untuk penjelasan obyektif pemikiran Liberal Islam. Yang kedua, dengan menggunakan pendekatan verstehen untuk menafsirkan makna pemikiran Liberal Islam dalam konteksnya. Ditemukan bahwa dalam pemikiran Liberal Islam ada banyak masalah yang dapat membuat kerusakan sosial, karena melampaui teks, mencari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-69473.webp" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-69473.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-69473.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-69473.webp 1x" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" alt="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-1f51a.webp" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-1f51a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-1f51a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-1f51a.webp 1x" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" alt="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-2f7df.webp" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-2f7df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-2f7df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-2f7df.webp 1x" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" alt="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67809-pemikiran-islam-peran-al-analisis-pera" title="JURIS - Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual" target="_blank">Liberalisasi Islam Di Indonesia Perspektif Kontektual</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak pemikiran Islam Liberal terhadap stabilitas politik di Indonesia, terutama dalam konteks perbedaan antara mayoritas agama dan mayoritas politik. Kedua, eksplorasi peran Islam Liberal dalam mempromosikan kesetaraan gender, dengan mengevaluasi bagaimana prinsip kebebasan berpikir dapat diterapkan dalam konteks budaya Indonesia. Ketiga, analisis mengenai bagaimana Islam Liberal dapat memperkuat hak minoritas agama melalui pendekatan kontekstual, terutama di daerah dengan keragaman budaya yang tinggi. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi pemikiran Islam Liberal dalam dinamika masyarakat Indonesia yang kompleks..
<br>Islam Liberal adalah buah kreativitas pemikir muslim kontemporer yang layak diapresiasi.Orang tidak bisa dihakimi oleh siapapun karena pemikirannya.Tapi orang akan dihakimi oleh lingkungan sosialnya ketika aksinya tidak menempati ruang dan waktu yang tepat.Jika aksi adalah produk pemikiran, maka pemikiran yang kontra produktif bagi kebutuhan konteks ruang dan waktunya pun akan dihakimi oleh opini publik.Karena konteks ruang dan waktu yang berbeda, khususnya dalam hal hubungan real politic dan real religious, maka tidak aneh jika Islam Liberal menjadi 'kiri' di Timur Tengah, tetapi menjadi 'kanan' di Indonesia.Di Timur Tengah ia berhadapan dengan penguasa yang 'berjubah agama', namun di Indonesia ia berhadapan dengan rakyat yang mayoritas muslim
<br>Penelitian ini mencoba menganalisis pemikiran Islam liberal di Indonesia. Liberal Islam dalam penelitian ini menganalisis silsilahnya, kerangka acuan dan kontekstualitas isu di Indonesia, dengan menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi. Yang pertama, dengan menggunakan pendekatan positivistik untuk penjelasan obyektif pemikiran Liberal Islam. Yang kedua, dengan menggunakan pendekatan verstehen untuk menafsirkan makna pemikiran Liberal Islam dalam konteksnya. Ditemukan bahwa dalam pemikiran Liberal Islam ada banyak masalah yang dapat membuat kerusakan sosial, karena melampaui teks, mencari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-2f7df.webp" type="image/webp" length="177592" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-69473.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-1f51a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/pemikiran-islam-peran-al-analisis-kurikulum-libera-thumb-2f7df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67808-sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena</link>
	<guid isPermaLink="false">63acc93fa1a7c609e2d5d20ec57bc54e</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 11:06:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ robi darwis ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi agama ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,busro,darwis,robi,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang peran Nahdlatul Ulama dalam gerakan sosial keagamaan di Indonesia, khususnya dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional: Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang peran Nahdlatul Ulama dalam gerakan sosial keagamaan di Indonesia, khususnya dalam konteks kebangkitan nasional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak gerakan sosial keagamaan Nahdlatul Ulama terhadap dinamika sosial dan politik di Indonesia. Ketiga, studi komparatif tentang gerakan sosial keagamaan di Indonesia dan negara lain dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang peran agama dalam masyarakat.. Dari uraian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa Nahdlatul Ulama lahir pada masa sebagai organisasi yang kebangkitan Nasional merupakan suatu gerakan sosial keagamaan.Organisasi ini lahir seiring dengan masa kebangkitan Indonesia dan memiliki unsur-unsur gerakan sosial yaitu Tantangan Kolektif (collective challenge), adanya Tujuan Bersama (common purpose), solidaritas dan identitas kolektif, dan memelihara politik perlawanan.Nahdlatul Ulama pun bisa termasuk sebagai gerakan keagamaan di Indonesia karena di dalam peran memiliki nilai-nilai messinaistic, millenaristic, nativistic, perang suci, kebencian kepada kebudayaan yang bersifat asing, megico-mysticism dan pujaan kepada nenek moyang.Tentu saja, seiring dengan perjalanan waktu, perubahan situasi dan kondisi lingkungan sosial politik dan pergantian rezim baik di kalangan NU maupun pemerintahan Negara Indonesia,NU mengalami perubahan bentuk dalam peran dan fungsinya Beberapa analis sosial menganggap perpanjangan agama sebagai fenomena sosial digantikan oleh teknologi. Ini adalah instrumen untuk melegitimasi kelas atau kelompok yang lebih rendah sehingga tidak memiliki kekuatan dengan cara proses alienasi. Tapi agama adalah salah satu aspek budaya yang membebani realitas sosial. Hal itu bisa mempengaruhi sistem sosial atau bisa dipengaruhi aspek lain yang menghasilkan nilai, moral atau etika. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai fenomena organisasi keagamaan, yang bangkit pada masa awam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-c2b3f.webp" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-c2b3f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-c2b3f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-c2b3f.webp 1x" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" alt="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-e0311.webp" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-e0311.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-e0311.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-e0311.webp 1x" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" alt="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-33ec1.webp" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-33ec1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-33ec1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-33ec1.webp 1x" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" alt="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67808-sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena" title="JURIS - Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional" target="_blank">Gerakan Sosial Keagamaan Nahdlatul Ulama Pada Masa Kebangkitan Nasional</a>: Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang peran Nahdlatul Ulama dalam gerakan sosial keagamaan di Indonesia, khususnya dalam konteks kebangkitan nasional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak gerakan sosial keagamaan Nahdlatul Ulama terhadap dinamika sosial dan politik di Indonesia. Ketiga, studi komparatif tentang gerakan sosial keagamaan di Indonesia dan negara lain dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang peran agama dalam masyarakat..
<br>Dari uraian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa Nahdlatul Ulama lahir pada masa sebagai organisasi yang kebangkitan Nasional merupakan suatu gerakan sosial keagamaan.Organisasi ini lahir seiring dengan masa kebangkitan Indonesia dan memiliki unsur-unsur gerakan sosial yaitu Tantangan Kolektif (collective challenge), adanya Tujuan Bersama (common purpose), solidaritas dan identitas kolektif, dan memelihara politik perlawanan.Nahdlatul Ulama pun bisa termasuk sebagai gerakan keagamaan di Indonesia karena di dalam peran memiliki nilai-nilai messinaistic, millenaristic, nativistic, perang suci, kebencian kepada kebudayaan yang bersifat asing, megico-mysticism dan pujaan kepada nenek moyang.Tentu saja, seiring dengan perjalanan waktu, perubahan situasi dan kondisi lingkungan sosial politik dan pergantian rezim baik di kalangan NU maupun pemerintahan Negara Indonesia,NU mengalami perubahan bentuk dalam peran dan fungsinya
<br>Beberapa analis sosial menganggap perpanjangan agama sebagai fenomena sosial digantikan oleh teknologi. Ini adalah instrumen untuk melegitimasi kelas atau kelompok yang lebih rendah sehingga tidak memiliki kekuatan dengan cara proses alienasi. Tapi agama adalah salah satu aspek budaya yang membebani realitas sosial. Hal itu bisa mempengaruhi sistem sosial atau bisa dipengaruhi aspek lain yang menghasilkan nilai, moral atau etika. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai fenomena organisasi keagamaan, yang bangkit pada masa awam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-c2b3f.webp" type="image/webp" length="115468" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-c2b3f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-e0311.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/sistem-sosial-semut-fungsi-tanah-fenomena-masyarak-thumb-33ec1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sekularisasi dan Sekularisme Agama ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sekularisasi dan Sekularisme Agama ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sekularisasi dan Sekularisme Agama ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-67815-lembaga-agama-peran-eksistensi</link>
	<guid isPermaLink="false">354bc3adcb758b4035fafca1a10fa4bc</guid>
	<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 10:46:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang bagaimana sekularisasi dan sekularisme mempengaruhi peran agama dalam masyarakat modern. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis mendalam tentang dampak sekularisasi dan sekularisme ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sekularisasi dan Sekularisme Agama: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang bagaimana sekularisasi dan sekularisme mempengaruhi peran agama dalam masyarakat modern. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis mendalam tentang dampak sekularisasi dan sekularisme terhadap kepercayaan dan praktik keagamaan di berbagai negara. Terakhir, penelitian tentang bagaimana sekularisasi dan sekularisme mempengaruhi hubungan antara agama dan negara, serta implikasinya terhadap kebijakan publik, dapat menjadi topik menarik untuk diteliti lebih lanjut.. Setelah diuraikan mengenai masalah yang berkaitan dengan sekularisasi dan sekularisme maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Sekularisasi dan sekularisme merupakan kedua hal yang berbeda.Sekularisasi pada dasarnya merupakan proses perubahan persepsi masyarakat tentang perubahan peran agama bagi masyarakat.Perubahan tersebut berkaitan dengan peran agama sebagai institusi, sistem norma maupun sistem kognitif.Oleh karena itu menelusuri proses sekularisasi didasarkan pada pemahaman agama berdasarkan definisi-definisi agama berdasarkan kagegori institusional, normatif dan kognitif.Sekularisasi berdasarkan 3 kategori agama di atas diwujudkan dalam bentuk proses kemerosotan lembaga agama, rutinisasi, diferensiasi, pelepasan, transformasi, generalisasi, desakralisasi sekularisme itu sendiri Berawal dari abad ke-19, kata sekularisasi itu muncul, sekularisasi dimaksudkan kepada penyerahan kekuasaan dan hak milik gereja kepada negara dan yayasan duniawi. Dan pada abad ke-20, istilah ini mengalami perkembangan secara konseptual yang panjang, sehingga memiliki makna dan arti yang beragam. Sedangkan di Indonesia kata sekularisasi ataupun sekularisme merupakan kata yang 'haram' untuk dibicarakan. Di Indonesia sendiri isu mengenai sekularisasi pertama dilontarkan pada tahun 1970-an oleh Nurcholish Majid dan menuai pro dan kontra. Perbedaan sekularisasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-1ede6.webp" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-1ede6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-1ede6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-1ede6.webp 1x" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" alt="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-9e900.webp" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-9e900.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-9e900.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-9e900.webp 1x" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" alt="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-19215.webp" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-19215.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-19215.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-19215.webp 1x" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" alt="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67815-lembaga-agama-peran-eksistensi" title="JURIS - Sekularisasi dan Sekularisme Agama" target="_blank">Sekularisasi dan Sekularisme Agama</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang bagaimana sekularisasi dan sekularisme mempengaruhi peran agama dalam masyarakat modern. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis mendalam tentang dampak sekularisasi dan sekularisme terhadap kepercayaan dan praktik keagamaan di berbagai negara. Terakhir, penelitian tentang bagaimana sekularisasi dan sekularisme mempengaruhi hubungan antara agama dan negara, serta implikasinya terhadap kebijakan publik, dapat menjadi topik menarik untuk diteliti lebih lanjut..
<br>Setelah diuraikan mengenai masalah yang berkaitan dengan sekularisasi dan sekularisme maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Sekularisasi dan sekularisme merupakan kedua hal yang berbeda.Sekularisasi pada dasarnya merupakan proses perubahan persepsi masyarakat tentang perubahan peran agama bagi masyarakat.Perubahan tersebut berkaitan dengan peran agama sebagai institusi, sistem norma maupun sistem kognitif.Oleh karena itu menelusuri proses sekularisasi didasarkan pada pemahaman agama berdasarkan definisi-definisi agama berdasarkan kagegori institusional, normatif dan kognitif.Sekularisasi berdasarkan 3 kategori agama di atas diwujudkan dalam bentuk proses kemerosotan lembaga agama, rutinisasi, diferensiasi, pelepasan, transformasi, generalisasi, desakralisasi sekularisme itu sendiri
<br>Berawal dari abad ke-19, kata sekularisasi itu muncul, sekularisasi dimaksudkan kepada penyerahan kekuasaan dan hak milik gereja kepada negara dan yayasan duniawi. Dan pada abad ke-20, istilah ini mengalami perkembangan secara konseptual yang panjang, sehingga memiliki makna dan arti yang beragam. Sedangkan di Indonesia kata sekularisasi ataupun sekularisme merupakan kata yang 'haram' untuk dibicarakan. Di Indonesia sendiri isu mengenai sekularisasi pertama dilontarkan pada tahun 1970-an oleh Nurcholish Majid dan menuai pro dan kontra. Perbedaan sekularisasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-1ede6.webp" type="image/webp" length="107616" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-1ede6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-9e900.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/lembaga-agama-peran-eksistensi-studi-komparatif-mo-thumb-19215.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 21 Sep 2026 14:51:29 +0700. 12 items. Served in: 23.037 seconds [rss] -->
