<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 12:47:04 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 12:47:04 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-28T12:47:04+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42325-lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-ka</link>
	<guid isPermaLink="false">42db96a0d3d3c62b188466ad7094f964</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:35:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jaya,puspita,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana penerapan kurikulum berbasis digital di pesantren dapat memengaruhi pemahaman keagamaan dan kemampuan teknologi santri secara bersamaan, untuk memastikan integrasi teknologi tidak mengikis nilai-nilai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi: Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana penerapan kurikulum berbasis digital di pesantren dapat memengaruhi pemahaman keagamaan dan kemampuan teknologi santri secara bersamaan, untuk memastikan integrasi teknologi tidak mengikis nilai-nilai tradisional. Kedua, penting untuk meneliti model kolaborasi antara pesantren dengan lembaga pendidikan umum atau industri teknologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan keterampilan abad ke-21 dan pendidikan karakter islami. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam mengenai efektivitas pendekatan pembelajaran hibrida (daring dan luring) di madrasah dalam mengatasi kesenjangan digital di daerah terpencil, serta bagaimana strategi ini dapat memperkuat ketahanan pendidikan Islam di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Penelitian-penelitian ini akan membantu membangun sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman di tengah arus modernisasi.. Setelah runtuhnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia mengalami reformasi besar yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Islam.Perubahan dari sistem sentralisasi ke desentralisasi memberi ruang bagi lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah untuk berinovasi dan beradaptasi sesuai kebutuhan lokal dan global.Untuk tetap relevan di era disrupsi, lembaga pendidikan Islam perlu menerapkan strategi adaptasi komprehensif, meningkatkan kapasitas pendidik dalam penggunaan teknologi, menyempurnakan kurikulum, serta memperkuat kolaborasi demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan Pasca jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia mengalami transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya sistem pendidikan Islam. Perubahan politik dan reformasi yang terjadi membawa pengaruh signifikan terhadap cara pendidikan Islam dikelola dan dikembangkan. Dalam era disrupsi yang dipicu oleh kemajuan teknologi, globalisasi, dan lembaga pendidikan Islam misalnya pesantren dan madrasah ketika menghadapi tantangan yang unik dan kompleks. Tujuan penelitian untuk mengetahui pendidikan Islam di Indonesia pasca Orde Baru, mengidentifikasi dan mengevaluasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam dalam era disrupsi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-36219.webp" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-36219.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-36219.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-36219.webp 1x" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" alt="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-9a3aa.webp" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-9a3aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-9a3aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-9a3aa.webp 1x" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" alt="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-748bd.webp" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-748bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-748bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-748bd.webp 1x" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" alt="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42325-lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-ka" title="JURIS - Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi" target="_blank">Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana penerapan kurikulum berbasis digital di pesantren dapat memengaruhi pemahaman keagamaan dan kemampuan teknologi santri secara bersamaan, untuk memastikan integrasi teknologi tidak mengikis nilai-nilai tradisional. Kedua, penting untuk meneliti model kolaborasi antara pesantren dengan lembaga pendidikan umum atau industri teknologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan keterampilan abad ke-21 dan pendidikan karakter islami. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam mengenai efektivitas pendekatan pembelajaran hibrida (daring dan luring) di madrasah dalam mengatasi kesenjangan digital di daerah terpencil, serta bagaimana strategi ini dapat memperkuat ketahanan pendidikan Islam di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Penelitian-penelitian ini akan membantu membangun sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman di tengah arus modernisasi..
<br>Setelah runtuhnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia mengalami reformasi besar yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Islam.Perubahan dari sistem sentralisasi ke desentralisasi memberi ruang bagi lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah untuk berinovasi dan beradaptasi sesuai kebutuhan lokal dan global.Untuk tetap relevan di era disrupsi, lembaga pendidikan Islam perlu menerapkan strategi adaptasi komprehensif, meningkatkan kapasitas pendidik dalam penggunaan teknologi, menyempurnakan kurikulum, serta memperkuat kolaborasi demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan
<br>Pasca jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia mengalami transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya sistem pendidikan Islam. Perubahan politik dan reformasi yang terjadi membawa pengaruh signifikan terhadap cara pendidikan Islam dikelola dan dikembangkan. Dalam era disrupsi yang dipicu oleh kemajuan teknologi, globalisasi, dan lembaga pendidikan Islam misalnya pesantren dan madrasah ketika menghadapi tantangan yang unik dan kompleks. Tujuan penelitian untuk mengetahui pendidikan Islam di Indonesia pasca Orde Baru, mengidentifikasi dan mengevaluasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam dalam era disrupsi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-36219.webp" type="image/webp" length="91146" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-36219.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-9a3aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/lembaga-pendidikan-karakter-islami-wanita-model-is-thumb-748bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4 D Thiagarajan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4 D Thiagarajan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4 D Thiagarajan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42311-sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-m</link>
	<guid isPermaLink="false">677747a28160d016eff2decb62ab27f1</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:33:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul wachid ]]></category>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ abdun nafi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,abdun,jaya,nafi,puspita,wachid]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara permainan sosiometri kepribadian dengan metode pembelajaran konvensional dalam hal efektivitas dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep kepribadian. Selain itu, dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara permainan sosiometri kepribadian dengan metode pembelajaran konvensional dalam hal efektivitas dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep kepribadian. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh permainan ini terhadap peningkatan semangat dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kelas. Terakhir, penelitian tentang bagaimana permainan ini dapat membantu peserta didik dalam mengaplikasikan konsep kepribadian dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.. Permainan sosiometri kepribadian berhasil mendorong partisipasi dan evaluasi diri peserta didik tentang kepribadian masing-masing.Permainan ini juga berhasil menumbuhkan semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti kelas.Selain itu, permainan ini juga berhasil memfokuskan peserta ke dalam materi tentang konsep kepribadian.Kesimpulannya, permainan ini dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep kepribadian dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari Permainan sosiometri kepribadian bertujuan mendorong partisipasi peserta didik, mengevaluasi diri tentang kepribadian masing-masing, menumbuhkan semangat dan antusiasme, serta memfokuskan peserta ke dalam materi tentang konsep kepribadian. Permainan ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengingat kebaikan orang lain di dalam kelas. Pada akhir permainan, akan ditemukan peserta yang memiliki kebaikan paling banyak. Permainan ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep kepribadian dan mengaplikasikannya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-34eb6.webp" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-34eb6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-34eb6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-34eb6.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" alt="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-e3cc9.webp" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-e3cc9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-e3cc9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-e3cc9.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" alt="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-97581.webp" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-97581.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-97581.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-97581.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" alt="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42311-sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-m" title="JURIS - Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan" target="_blank">Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara permainan sosiometri kepribadian dengan metode pembelajaran konvensional dalam hal efektivitas dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep kepribadian. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh permainan ini terhadap peningkatan semangat dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kelas. Terakhir, penelitian tentang bagaimana permainan ini dapat membantu peserta didik dalam mengaplikasikan konsep kepribadian dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik..
<br>Permainan sosiometri kepribadian berhasil mendorong partisipasi dan evaluasi diri peserta didik tentang kepribadian masing-masing.Permainan ini juga berhasil menumbuhkan semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti kelas.Selain itu, permainan ini juga berhasil memfokuskan peserta ke dalam materi tentang konsep kepribadian.Kesimpulannya, permainan ini dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep kepribadian dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
<br>Permainan sosiometri kepribadian bertujuan mendorong partisipasi peserta didik, mengevaluasi diri tentang kepribadian masing-masing, menumbuhkan semangat dan antusiasme, serta memfokuskan peserta ke dalam materi tentang konsep kepribadian. Permainan ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengingat kebaikan orang lain di dalam kelas. Pada akhir permainan, akan ditemukan peserta yang memiliki kebaikan paling banyak. Permainan ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep kepribadian dan mengaplikasikannya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-e3cc9.webp" type="image/webp" length="52078" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-34eb6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-e3cc9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sosiometri-kepribadian-partisipasi-evaluasi-pengem-thumb-97581.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42327-niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa</link>
	<guid isPermaLink="false">2761a9b40accc25c93179434eaf347ff</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:23:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul wachid ]]></category>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ abdun nafi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,abdun,jaya,nafi,puspita,wachid]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai efektivitas berbagai program budaya sekolah dalam meningkatkan karakter religius ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai efektivitas berbagai program budaya sekolah dalam meningkatkan karakter religius siswa, dengan fokus pada indikator-indikator spesifik seperti perilaku sosial, toleransi, dan kemampuan beradaptasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan implementasi budaya sekolah, seperti dukungan dari orang tua, kualitas guru, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkaya dan memperluas jangkauan program budaya sekolah, misalnya melalui pengembangan platform digital yang menyediakan konten keagamaan interaktif dan forum diskusi online. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana budaya sekolah dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter religius siswa yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan berdaya saing tinggi, sehingga mereka mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.. Berdasarkan hasil penelitian tentang pembinaan karakter religius peserta didik melalui budaya sekolah di SMA Negeri 2 Ponorogo, peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembinaan karakter religius peserta didik dilaksanakan secara terprogram melalui budaya sekolah.Budaya sekolah membentuk kesadaran dan kemandirian peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai religius baik nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan seperti dalam hal praktek fikih ibadah, shalat Dhuha secara mandiri, shalat berjamaAoah fardhu, tilawah al-QurAoan, peningkatan spiritual, emosional, dan kepedulian sosial, dalam giat Ramadhan mendidik nilai kedermawanan dan gemar bersedekah.Pembinaan karakter religius di SMAN 2 Ponorogo yang merupakan bentuk kepedulian sosial dimana hal-hal tersebut dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari selama mengikuti pembelajaran di dalam sekolah, di luar sekolah bahkan setelah mereka lulus menjadi alumni dari sekolah Karakter keagamaan merupakan salah satu sifat penting yang harus dimiliki siswa untuk mencegah degradasi moral dengan meningkatkan kesadaran beragama melalui budaya sekolah di SMAN 2 Ponorogo. Tulisan ini bertujuan untuk, mengidentifikasi budaya sekolah, pengembangan karakter keagamaan melalui budaya sekolah dan dampaknya pada perkembangan karakter religius siswa. Data penelitian kualitatif kasus ini dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi cetak dan digital. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-a953a.webp" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-a953a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-a953a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-a953a.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" alt="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-29fe5.webp" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-29fe5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-29fe5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-29fe5.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" alt="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-13d8a.webp" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-13d8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-13d8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-13d8a.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" alt="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42327-niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa" title="JURIS - Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo" target="_blank">Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai efektivitas berbagai program budaya sekolah dalam meningkatkan karakter religius siswa, dengan fokus pada indikator-indikator spesifik seperti perilaku sosial, toleransi, dan kemampuan beradaptasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan implementasi budaya sekolah, seperti dukungan dari orang tua, kualitas guru, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkaya dan memperluas jangkauan program budaya sekolah, misalnya melalui pengembangan platform digital yang menyediakan konten keagamaan interaktif dan forum diskusi online. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana budaya sekolah dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter religius siswa yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan berdaya saing tinggi, sehingga mereka mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa..
<br>Berdasarkan hasil penelitian tentang pembinaan karakter religius peserta didik melalui budaya sekolah di SMA Negeri 2 Ponorogo, peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembinaan karakter religius peserta didik dilaksanakan secara terprogram melalui budaya sekolah.Budaya sekolah membentuk kesadaran dan kemandirian peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai religius baik nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan seperti dalam hal praktek fikih ibadah, shalat Dhuha secara mandiri, shalat berjamaAoah fardhu, tilawah al-QurAoan, peningkatan spiritual, emosional, dan kepedulian sosial, dalam giat Ramadhan mendidik nilai kedermawanan dan gemar bersedekah.Pembinaan karakter religius di SMAN 2 Ponorogo yang merupakan bentuk kepedulian sosial dimana hal-hal tersebut dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari selama mengikuti pembelajaran di dalam sekolah, di luar sekolah bahkan setelah mereka lulus menjadi alumni dari sekolah
<br>Karakter keagamaan merupakan salah satu sifat penting yang harus dimiliki siswa untuk mencegah degradasi moral dengan meningkatkan kesadaran beragama melalui budaya sekolah di SMAN 2 Ponorogo. Tulisan ini bertujuan untuk, mengidentifikasi budaya sekolah, pengembangan karakter keagamaan melalui budaya sekolah dan dampaknya pada perkembangan karakter religius siswa. Data penelitian kualitatif kasus ini dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi cetak dan digital. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-29fe5.webp" type="image/webp" length="81786" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-a953a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-29fe5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/niali-nilai-religius-produksi-program-budaya-siswa-thumb-13d8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42322-kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-g</link>
	<guid isPermaLink="false">fa186747a46b20f0b8e87ac930444eaf</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:14:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul wachid ]]></category>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ abdun nafi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,abdun,jaya,nafi,puspita,wachid]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Salah satu arah penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi efek pelatihan penggunaan teknologi informasi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru PAI, dengan meneliti dampaknya pada kualitas pengajaran dan motivasi siswa. Penelitian lain dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process: Salah satu arah penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi efek pelatihan penggunaan teknologi informasi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru PAI, dengan meneliti dampaknya pada kualitas pengajaran dan motivasi siswa. Penelitian lain dapat fokus pada studi longitudinal tentang hubungan antara kompetensi kepribadian guru dengan perkembangan karakter siswa, mengidentifikasi variabel mediating seperti model peran dan interaksi kelas. Selain itu, penelitian multikultural dapat membandingkan kebijakan dan praktik pengembangan profesional guru PAI di daerah berbeda untuk menguraikan faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas pelatihan.. Guru PAI bertanggung jawab untuk mengarahkan siswa menjadi khalifah di bumi dan hamba Allah.Dalam proses belajar, guru harus memiliki kompetensi kepribadian dan profesional untuk menjadi teladan dan menguasai materi.Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan profesional sangat penting Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang harus dimiliki seorang guru. Selain itu, penelitian ini juga membahas bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kepribadian guru guna menunjang proses pembelajaran dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sekolah/madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-40ebe.webp" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-40ebe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-40ebe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-40ebe.webp 1x" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" alt="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-cb0a7.webp" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-cb0a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-cb0a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-cb0a7.webp 1x" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" alt="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-a3c76.webp" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-a3c76.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-a3c76.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-a3c76.webp 1x" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" alt="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42322-kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-g" title="JURIS - Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process" target="_blank">Intensification of Personality Competence and Professionalism of PAI Teachers In The Lessoning Process</a>: Salah satu arah penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi efek pelatihan penggunaan teknologi informasi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru PAI, dengan meneliti dampaknya pada kualitas pengajaran dan motivasi siswa. Penelitian lain dapat fokus pada studi longitudinal tentang hubungan antara kompetensi kepribadian guru dengan perkembangan karakter siswa, mengidentifikasi variabel mediating seperti model peran dan interaksi kelas. Selain itu, penelitian multikultural dapat membandingkan kebijakan dan praktik pengembangan profesional guru PAI di daerah berbeda untuk menguraikan faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas pelatihan..
<br>Guru PAI bertanggung jawab untuk mengarahkan siswa menjadi khalifah di bumi dan hamba Allah.Dalam proses belajar, guru harus memiliki kompetensi kepribadian dan profesional untuk menjadi teladan dan menguasai materi.Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan profesional sangat penting
<br>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang harus dimiliki seorang guru. Selain itu, penelitian ini juga membahas bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kepribadian guru guna menunjang proses pembelajaran dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sekolah/madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-40ebe.webp" type="image/webp" length="69890" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-40ebe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-cb0a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kompetensi-profesional-guru-pai-kepribadian-metodi-thumb-a3c76.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Internalisasi Nilai nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Internalisasi Nilai nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Internalisasi Nilai nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42312-organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa</link>
	<guid isPermaLink="false">4a7ce9fa19a34b35d2db766fd43e41dc</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:00:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul wachid ]]></category>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ abdun nafi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,abdun,jaya,nafi,puspita,wachid]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas metode-metode pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas metode-metode pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat pada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur dampak implementasi metode tersebut terhadap perubahan sikap dan perilaku peserta didik. Kedua, penting untuk meneliti peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung internalisasi nilai-nilai Islam moderat di lingkungan pendidikan. Penelitian ini dapat menggali bagaimana interaksi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sikap moderat pada peserta didik. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum pendidikan Islam yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan nilai-nilai moderasi beragama. Model kurikulum ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat fondasi kebangsaan dan mencegah radikalisme di Indonesia, serta menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia, toleran, dan cinta damai.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa radikalisme beragama menjadi permasalahan besar di Indonesia yang perlu diatasi melalui pendidikan Islam.Lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk meluruskan pemahaman agama yang melenceng dengan menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat.Strategi internalisasi tersebut meliputi pembangunan lingkungan pendidikan yang moderat dengan menghadirkan guru dan tenaga kependidikan yang moderat, serta insersi nilai-nilai Islam moderat ke dalam kurikulum pendidikan Islam Tujuan penelitian ini, pertama, untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai Islam moderat. Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data diambil dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan berbagai jenis karya ilmiah yang relevan dengan kajian penelitian. Sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-979d2.webp" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-979d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-979d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-979d2.webp 1x" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" alt="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-6bc4a.webp" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-6bc4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-6bc4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-6bc4a.webp 1x" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" alt="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-ceab7.webp" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-ceab7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-ceab7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-ceab7.webp 1x" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" alt="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42312-organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa" title="JURIS - Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia" target="_blank">Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas metode-metode pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat pada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur dampak implementasi metode tersebut terhadap perubahan sikap dan perilaku peserta didik. Kedua, penting untuk meneliti peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung internalisasi nilai-nilai Islam moderat di lingkungan pendidikan. Penelitian ini dapat menggali bagaimana interaksi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sikap moderat pada peserta didik. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum pendidikan Islam yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan nilai-nilai moderasi beragama. Model kurikulum ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat fondasi kebangsaan dan mencegah radikalisme di Indonesia, serta menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia, toleran, dan cinta damai..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa radikalisme beragama menjadi permasalahan besar di Indonesia yang perlu diatasi melalui pendidikan Islam.Lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk meluruskan pemahaman agama yang melenceng dengan menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat.Strategi internalisasi tersebut meliputi pembangunan lingkungan pendidikan yang moderat dengan menghadirkan guru dan tenaga kependidikan yang moderat, serta insersi nilai-nilai Islam moderat ke dalam kurikulum pendidikan Islam
<br>Tujuan penelitian ini, pertama, untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai Islam moderat. Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data diambil dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan berbagai jenis karya ilmiah yang relevan dengan kajian penelitian. Sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-6bc4a.webp" type="image/webp" length="179512" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-979d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-6bc4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/organisasi-islam-moderat-sikap-mahasiswa-nilai-nil-thumb-ceab7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik Strategi Pendidikan Islam di Era Globalisasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik Strategi Pendidikan Islam di Era Globalisasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik Strategi Pendidikan Islam di Era Globalisasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42309-nilai-islam-wasathiyah-agama-isl</link>
	<guid isPermaLink="false">9b4664ded06e123b60be28113eeb4867</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:50:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ raja denata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[denata,jaya,puspita,raja]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik Strategi Pendidikan Islam di Era Globalisasi: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran agama Islam di era digital. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring dapat memaksimalkan keterlibatan siswa dan meningkatkan hasil belajar mereka. Kedua, penting untuk dilakukan studi komparatif mengenai implementasi kurikulum pendidikan Islam di berbagai negara dengan tingkat globalisasi yang berbeda. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang strategi adaptasi yang efektif dalam menghadapi tantangan globalisasi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan teknologi dan inovasi, sehingga teknologi tidak hanya menjadi alat untuk kemajuan material tetapi juga untuk kebaikan spiritual dan sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat terus relevan dan berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era globalisasi.. Pendidikan Islam harus menyusun berbagai macam strategi dalam menghadapi tantangan globalisasi.Memperluas wawasan mereka dan menanamkan sikap inklusif merupakan cara terbaik agar mereka dapat menyikapi berbagai perubahan dengan tetap mempertahankan pendirian dan keyakinan mereka.Pendidikan Islam juga harus memperhatikan peningkatan mutu sumber daya manusia, menyiapkan kurikulum yang handal, dan mengembangkan ilmu sosial profetik Globalisasi tidak selalu berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan Islam. Di satu sisi, ia dapat menghadirkan dampak positif yang disebut dengan peluang. Di sisi lain, ia juga dapat mendatangkan kelemahan yang dapat disebut sebagai tantangan. Para pakar pendidikan Islam harus mampu memperkirakan beragam bentuk peluang dan tantangan yang ada akibat gempuran globalisasi yang tak dapat terhindarkan. Hal ini penting dilakukan untuk menyusun strategi khusus agar pendidikan Islam tetap dapat menjalankan visi misinya dalam membentuk insan kAmil yang ber-akhlAqul karmah dan bahagia di dunia dan akhirat.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-cf047.webp" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-cf047.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-cf047.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-cf047.webp 1x" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" alt="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-e1734.webp" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-e1734.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-e1734.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-e1734.webp 1x" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" alt="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-1bfad.webp" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-1bfad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-1bfad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-1bfad.webp 1x" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" alt="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42309-nilai-islam-wasathiyah-agama-isl" title="JURIS - Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi" target="_blank">Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik  Strategi Pendidikan Islam  di Era Globalisasi</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran agama Islam di era digital. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring dapat memaksimalkan keterlibatan siswa dan meningkatkan hasil belajar mereka. Kedua, penting untuk dilakukan studi komparatif mengenai implementasi kurikulum pendidikan Islam di berbagai negara dengan tingkat globalisasi yang berbeda. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang strategi adaptasi yang efektif dalam menghadapi tantangan globalisasi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan teknologi dan inovasi, sehingga teknologi tidak hanya menjadi alat untuk kemajuan material tetapi juga untuk kebaikan spiritual dan sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat terus relevan dan berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era globalisasi..
<br>Pendidikan Islam harus menyusun berbagai macam strategi dalam menghadapi tantangan globalisasi.Memperluas wawasan mereka dan menanamkan sikap inklusif merupakan cara terbaik agar mereka dapat menyikapi berbagai perubahan dengan tetap mempertahankan pendirian dan keyakinan mereka.Pendidikan Islam juga harus memperhatikan peningkatan mutu sumber daya manusia, menyiapkan kurikulum yang handal, dan mengembangkan ilmu sosial profetik
<br>Globalisasi tidak selalu berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan Islam. Di satu sisi, ia dapat menghadirkan dampak positif yang disebut dengan peluang. Di sisi lain, ia juga dapat mendatangkan kelemahan yang dapat disebut sebagai tantangan. Para pakar pendidikan Islam harus mampu memperkirakan beragam bentuk peluang dan tantangan yang ada akibat gempuran globalisasi yang tak dapat terhindarkan. Hal ini penting dilakukan untuk menyusun strategi khusus agar pendidikan Islam tetap dapat menjalankan visi misinya dalam membentuk insan kAmil yang ber-akhlAqul karmah dan bahagia di dunia dan akhirat....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-e1734.webp" type="image/webp" length="75778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-cf047.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-e1734.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/nilai-islam-wasathiyah-agama-nilai-nilai-strategi-thumb-1bfad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Naqshbandi Spirituality and the Digital Age A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Naqshbandi Spirituality and the Digital Age A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Naqshbandi Spirituality and the Digital Age A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42321-naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-digi</link>
	<guid isPermaLink="false">ca0502c57518b43c2e97a658c1960358</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:29:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi eksperimental untuk mengukur dampak intervensi berbasis dhikr digital pada kecanduan media sosial di kalangan remaja, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap program mindfulness sekuler; mengkaji penerapan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi eksperimental untuk mengukur dampak intervensi berbasis dhikr digital pada kecanduan media sosial di kalangan remaja, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap program mindfulness sekuler; mengkaji penerapan Kerangka Etika Digital Naqshbandi di lingkungan pendidikan Islam, termasuk desain modul pelajaran dan observasi perubahan perilaku siswa; serta melakukan analisis kualitatif terhadap praktik spiritual Naqshbandi dalam konteks komunitas Muslim yang beragam, guna mengevaluasi dialog dan adaptasi prinsip-prinsip Naqshbandi dengan realitas sosial dan budaya lokal.. Naqshbandi Digital Ethics Framework memberikan kerangka konseptual yang menekankan disiplin perhatian, pemurnian niat, dan pengendalian diri moral sebagai respons terhadap bahaya digital.Kerangka ini memperluas diskursus etika komunikasi Islam dengan menggabungkan psikologi spiritual Sufi dalam konteks media sosial modern.Namun, keterbatasan struktural, seperti dominasi kapitalisme pengawasan dan variabilitas komitmen spiritual, menunjukkan perlunya pengujian empiris dan integrasi kebijakan untuk efektivitasnya di kalangan remaja Muslim Artikel ini mengkaji bagaimana prinsipAcprinsip tasawuf Naqsyabandiyah dapat berfungsi sebagai kerangka spiritual dalam menghadapi dampak etis dan psikologis yang muncul akibat budaya media sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dan hermeneutik terhadap teks, dengan mengacu pada karyaAckarya klasik Naqsyabandiyah serta ajaran QurAoani dan Nabawi sebagai sumber utama. TeksActeks tersebut dianalisis secara tematik untuk mengekstraksi sebelas prinsip Naqsyabandiyah dan memetakannya dengan berbagai dampak negatif digital yang telah didokumentasikan dalam literatur psikologi media, seperti kecanduan, distraksi, narsisme dalam presentasi diri, perundungan siber, serta paparan konten berbahaya. Artikel ini mengusulkan sebuah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-6af31.webp" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-6af31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-6af31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-6af31.webp 1x" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" alt="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-29c1a.webp" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-29c1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-29c1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-29c1a.webp 1x" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" alt="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-b01e7.webp" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-b01e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-b01e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-b01e7.webp 1x" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" alt="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42321-naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-digi" title="JURIS - Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges" target="_blank">Naqshbandi Spirituality and the Digital Age: A Conceptual Response to Social MediaAeRelated Moral Challenges</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi eksperimental untuk mengukur dampak intervensi berbasis dhikr digital pada kecanduan media sosial di kalangan remaja, dengan membandingkan efektivitasnya terhadap program mindfulness sekuler; mengkaji penerapan Kerangka Etika Digital Naqshbandi di lingkungan pendidikan Islam, termasuk desain modul pelajaran dan observasi perubahan perilaku siswa; serta melakukan analisis kualitatif terhadap praktik spiritual Naqshbandi dalam konteks komunitas Muslim yang beragam, guna mengevaluasi dialog dan adaptasi prinsip-prinsip Naqshbandi dengan realitas sosial dan budaya lokal..
<br>Naqshbandi Digital Ethics Framework memberikan kerangka konseptual yang menekankan disiplin perhatian, pemurnian niat, dan pengendalian diri moral sebagai respons terhadap bahaya digital.Kerangka ini memperluas diskursus etika komunikasi Islam dengan menggabungkan psikologi spiritual Sufi dalam konteks media sosial modern.Namun, keterbatasan struktural, seperti dominasi kapitalisme pengawasan dan variabilitas komitmen spiritual, menunjukkan perlunya pengujian empiris dan integrasi kebijakan untuk efektivitasnya di kalangan remaja Muslim
<br>Artikel ini mengkaji bagaimana prinsipAcprinsip tasawuf Naqsyabandiyah dapat berfungsi sebagai kerangka spiritual dalam menghadapi dampak etis dan psikologis yang muncul akibat budaya media sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dan hermeneutik terhadap teks, dengan mengacu pada karyaAckarya klasik Naqsyabandiyah serta ajaran QurAoani dan Nabawi sebagai sumber utama. TeksActeks tersebut dianalisis secara tematik untuk mengekstraksi sebelas prinsip Naqsyabandiyah dan memetakannya dengan berbagai dampak negatif digital yang telah didokumentasikan dalam literatur psikologi media, seperti kecanduan, distraksi, narsisme dalam presentasi diri, perundungan siber, serta paparan konten berbahaya. Artikel ini mengusulkan sebuah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-6af31.webp" type="image/webp" length="93454" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-6af31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-29c1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/naqshbandi-etika-digital-spiritualitas-islami-ethi-thumb-b01e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11904-qaulan-journal-islamic-communication.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42313-sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buk</link>
	<guid isPermaLink="false">f3c4b14b95c7694083aa7295c81bda11</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:47:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ abdul wachid ]]></category>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ abdun nafi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[abdul,abdun,jaya,nafi,puspita,wachid]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap yang lebih valid dan reliabel, khususnya yang mempertimbangkan konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap yang lebih valid dan reliabel, khususnya yang mempertimbangkan konteks budaya dan karakteristik peserta didik di berbagai daerah. Kedua, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk membandingkan efektivitas berbagai teknik penilaian sikap, seperti observasi, penilaian diri, dan penilaian antar-teman, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan bagi guru PAI untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam melaksanakan penilaian sikap secara efektif dan komprehensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas penilaian sikap dalam pembelajaran PAI, sehingga dapat membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat berperan optimal dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran PAI memerlukan beberapa teknik yang esensial, termasuk observasi, penilaian antar-teman, penilaian diri, dan jurnal guru.Teknik-teknik ini penting untuk mengamati dan mengevaluasi aspek spiritual dan sosial peserta didik.Penerapan teknik-teknik ini membutuhkan pendidik untuk melakukan pengamatan terhadap kebiasaan peserta didik, memanfaatkan pengetahuan teman sebaya, mendorong kejujuran melalui penilaian diri, dan mencatat perkembangan peserta didik melalui jurnal guru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi, ruang lingkup pengembangan assessment kompetensi sikap terhadap pembelajaran PAI di SMP. Penilaian sikap tersebut memiliki beberapa teknik yang meliputi aspek spiritual dan sosial. Beberapa teknik tersebut diantaranya ialah teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal yang ditulis oleh guru. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan segala informasi mengenai aspek-aspek yang mendukung penelitian baik dari sumber naskah-naskah dan beberapa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-70fff.webp" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-70fff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-70fff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-70fff.webp 1x" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" alt="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d450f.webp" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d450f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d450f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d450f.webp 1x" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" alt="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d5b64.webp" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d5b64.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d5b64.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d5b64.webp 1x" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" alt="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42313-sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buk" title="JURIS - Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP" target="_blank">Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap yang lebih valid dan reliabel, khususnya yang mempertimbangkan konteks budaya dan karakteristik peserta didik di berbagai daerah. Kedua, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk membandingkan efektivitas berbagai teknik penilaian sikap, seperti observasi, penilaian diri, dan penilaian antar-teman, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan bagi guru PAI untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam melaksanakan penilaian sikap secara efektif dan komprehensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas penilaian sikap dalam pembelajaran PAI, sehingga dapat membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat berperan optimal dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran PAI memerlukan beberapa teknik yang esensial, termasuk observasi, penilaian antar-teman, penilaian diri, dan jurnal guru.Teknik-teknik ini penting untuk mengamati dan mengevaluasi aspek spiritual dan sosial peserta didik.Penerapan teknik-teknik ini membutuhkan pendidik untuk melakukan pengamatan terhadap kebiasaan peserta didik, memanfaatkan pengetahuan teman sebaya, mendorong kejujuran melalui penilaian diri, dan mencatat perkembangan peserta didik melalui jurnal guru
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi, ruang lingkup pengembangan assessment kompetensi sikap terhadap pembelajaran PAI di SMP. Penilaian sikap tersebut memiliki beberapa teknik yang meliputi aspek spiritual dan sosial. Beberapa teknik tersebut diantaranya ialah teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal yang ditulis oleh guru. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan segala informasi mengenai aspek-aspek yang mendukung penelitian baik dari sumber naskah-naskah dan beberapa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d450f.webp" type="image/webp" length="92652" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-70fff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d450f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sumber-naskah-primer-arab-peserta-didik-buku-ajar-thumb-d5b64.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk Implementasi Nilai Nilai Q S Luqman Ayat 12 19 dalam Pembentukan Karakter Siswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk Implementasi Nilai Nilai Q S Luqman Ayat 12 19 dalam Pembentukan Karakter Siswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk Implementasi Nilai Nilai Q S Luqman Ayat 12 19 dalam Pembentukan Karakter Siswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42318-sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-luq</link>
	<guid isPermaLink="false">b123f86adb896eb300067a086dadeedc</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:45:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lutfi wakhid ]]></category>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ alfiani rif ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alfiani,jaya,lutfi,puspita,rif,wakhid]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas metode pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai Luqman Hakim pada siswa, dengan membandingkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam Pembentukan Karakter Siswa: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas metode pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai Luqman Hakim pada siswa, dengan membandingkan hasil implementasi di SD Negeri Pacarpeluk dengan sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran integratif yang menggabungkan nilai-nilai agama Islam dengan kurikulum nasional, sehingga dapat memperkuat karakter siswa secara holistik. Ketiga, penting untuk meneliti peran aktif orang tua dalam mendukung implementasi pendidikan Luqman Hakim di rumah, serta mencari strategi untuk meningkatkan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah dasar dengan latar belakang umum, sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai agama dan bangsa.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk dilakukan melalui metode nasihat dan keteladanan, dengan fokus pada pembentukan karakter religius, disiplin, dan sopan santun siswa.Meskipun terdapat tantangan terkait latar belakang sekolah umum, sekolah tetap konsisten dalam melakukan pembiasaan untuk mewujudkan siswa berintelektual dan berkarakter.Integrasi nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah dalam pembelajaran menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual dan sosial siswa This study aims to examine the implementation of the values of QS. Luqman verses 12-19 in the formation of student character at SD Negeri Pacarpeluk. The educational values of Luqman Hakim that are raised include aqidah, sharia, and morals which are sourced from Luqman Hakim's advice in the Al-Qur'an Surah Luqman verses 12-19. The research method uses a qualitative approach with observation and interviews in the learning process at SD Negeri Pacarpeluk. The implementation of the values of Q.S. Luqman verses 12-19 in the formation of student character at SD Negeri Pacarpeluk is carried out by providing advice and role models.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-2caa1.webp" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-2caa1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-2caa1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-2caa1.webp 1x" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" alt="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-baf4e.webp" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-baf4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-baf4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-baf4e.webp 1x" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" alt="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-85984.webp" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-85984.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-85984.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-85984.webp 1x" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" alt="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42318-sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-luq" title="JURIS - Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa" target="_blank">Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai Q.S. Luqman Ayat 12-19 dalam  Pembentukan Karakter Siswa</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas metode pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai Luqman Hakim pada siswa, dengan membandingkan hasil implementasi di SD Negeri Pacarpeluk dengan sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran integratif yang menggabungkan nilai-nilai agama Islam dengan kurikulum nasional, sehingga dapat memperkuat karakter siswa secara holistik. Ketiga, penting untuk meneliti peran aktif orang tua dalam mendukung implementasi pendidikan Luqman Hakim di rumah, serta mencari strategi untuk meningkatkan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah dasar dengan latar belakang umum, sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai agama dan bangsa..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk dilakukan melalui metode nasihat dan keteladanan, dengan fokus pada pembentukan karakter religius, disiplin, dan sopan santun siswa.Meskipun terdapat tantangan terkait latar belakang sekolah umum, sekolah tetap konsisten dalam melakukan pembiasaan untuk mewujudkan siswa berintelektual dan berkarakter.Integrasi nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah dalam pembelajaran menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual dan sosial siswa
<br>This study aims to examine the implementation of the values of QS. Luqman verses 12-19 in the formation of student character at SD Negeri Pacarpeluk. The educational values of Luqman Hakim that are raised include aqidah, sharia, and morals which are sourced from Luqman Hakim's advice in the Al-Qur'an Surah Luqman verses 12-19. The research method uses a qualitative approach with observation and interviews in the learning process at SD Negeri Pacarpeluk. The implementation of the values of Q.S. Luqman verses 12-19 in the formation of student character at SD Negeri Pacarpeluk is carried out by providing advice and role models....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-baf4e.webp" type="image/webp" length="100854" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-2caa1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-baf4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sd-negeri-surat-luqman-ayat-surah-verses-karakter-thumb-85984.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42308-sosial-degradasi-moral-degradation</link>
	<guid isPermaLink="false">483a468b69c80582645aef90b0ac382b</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:43:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ raja denata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[denata,jaya,puspita,raja]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian berikut dapat menjadi arah studi lanjutan: Bagaimana pengaruh pendekatan pendidikan moral berbasis akidah akhlak terhadap peningkatan kesadaran etika digital pada remaja di sekolah menengah? Bagaimana interaksi antara regulasi penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age: Pertanyaan penelitian berikut dapat menjadi arah studi lanjutan: Bagaimana pengaruh pendekatan pendidikan moral berbasis akidah akhlak terhadap peningkatan kesadaran etika digital pada remaja di sekolah menengah? Bagaimana interaksi antara regulasi penggunaan media digital dan keterlibatan keluarga memitigasi perilaku kriminal online di kalangan remaja? Apakah model intervensi berbasis komunitas yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan teknologi dapat secara signifikan menurunkan tingkat konflik sosial dan perilaku menunggakan di antara pelajar? Penelitian-penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang mekanisme sosial dan budaya yang memengaruhi moralitas digital serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah.. Era digital menimbulkan degradasi moral terutama di kalangan remaja karena kemudahan akses dan ketergantungan terhadap teknologi.Faktor utama degradasi moral meliputi kurangnya pendidikan moral awal, individualisasi yang berlebihan, dan pengaruh media yang tidak sehat.Solusi yang disarankan adalah memperkuat pendidikan moral melalui akidah akhlak Islam, melibatkan keluarga dan lingkungan sosial, serta menerapkan regulasi dan pembatasan penggunaan media digital bagi remaja Di era digital ini, perkembangan teknologi berkembang sangat pesat. Masyarakat sangat mudah untuk mendapatkan hal-hal yang disuka hingga muncul efek negatif dan positif. Melihat perkembangan tersebut bisa berdampak negatif yang tidak kalah banyak dari dampak positif. Generasi yang rentan pada pengaruh-pengaruh negatif adalah remaja dan berakibat degradasi moral. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini bisa memicu celah untuk melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan hal-hal kejahatan. Degradasi moral ini sangat sulit jika hanya mengandalkan teori-teori tertentu. Dalam agama Islam terdapat ajaran akidah akhlak yang diharapkan mampu memberikan solusi terhadap masalah degradasi moral tersebut. Strategi ini dapat berupa pemahaman terhadap remaja tentang akidah akhlak dan bimbingan dalam menyelesaikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-c2f7b.webp" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-c2f7b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-c2f7b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-c2f7b.webp 1x" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" alt="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-fc22f.webp" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-fc22f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-fc22f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-fc22f.webp 1x" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" alt="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-aed2f.webp" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-aed2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-aed2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-aed2f.webp 1x" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" alt="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42308-sosial-degradasi-moral-degradation" title="JURIS - Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age" target="_blank">Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age</a>: Pertanyaan penelitian berikut dapat menjadi arah studi lanjutan: Bagaimana pengaruh pendekatan pendidikan moral berbasis akidah akhlak terhadap peningkatan kesadaran etika digital pada remaja di sekolah menengah? Bagaimana interaksi antara regulasi penggunaan media digital dan keterlibatan keluarga memitigasi perilaku kriminal online di kalangan remaja? Apakah model intervensi berbasis komunitas yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan teknologi dapat secara signifikan menurunkan tingkat konflik sosial dan perilaku menunggakan di antara pelajar? Penelitian-penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang mekanisme sosial dan budaya yang memengaruhi moralitas digital serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah..
<br>Era digital menimbulkan degradasi moral terutama di kalangan remaja karena kemudahan akses dan ketergantungan terhadap teknologi.Faktor utama degradasi moral meliputi kurangnya pendidikan moral awal, individualisasi yang berlebihan, dan pengaruh media yang tidak sehat.Solusi yang disarankan adalah memperkuat pendidikan moral melalui akidah akhlak Islam, melibatkan keluarga dan lingkungan sosial, serta menerapkan regulasi dan pembatasan penggunaan media digital bagi remaja
<br>Di era digital ini, perkembangan teknologi berkembang sangat pesat. Masyarakat sangat mudah untuk mendapatkan hal-hal yang disuka hingga muncul efek negatif dan positif. Melihat perkembangan tersebut bisa berdampak negatif yang tidak kalah banyak dari dampak positif. Generasi yang rentan pada pengaruh-pengaruh negatif adalah remaja dan berakibat degradasi moral. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini bisa memicu celah untuk melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan hal-hal kejahatan. Degradasi moral ini sangat sulit jika hanya mengandalkan teori-teori tertentu. Dalam agama Islam terdapat ajaran akidah akhlak yang diharapkan mampu memberikan solusi terhadap masalah degradasi moral tersebut. Strategi ini dapat berupa pemahaman terhadap remaja tentang akidah akhlak dan bimbingan dalam menyelesaikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-fc22f.webp" type="image/webp" length="64286" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-c2f7b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-fc22f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/sosial-degradasi-moral-degradation-digital-teens-y-thumb-aed2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42331-islami-konteks-kurikulum-prototipe-kurik</link>
	<guid isPermaLink="false">da0588ee0a306d0b501746958396d5d8</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:25:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jaya,puspita,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian berikutnya dapat mengkaji dampak penerapan fase capaian pada tingkat penerimaan materi ajar akidah di kalangan guru dan siswa melalui survei longitudinal. Selanjutnya, studi eksperimental dapat membandingkan perkembangan kompetensi spiritual ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022: Penelitian berikutnya dapat mengkaji dampak penerapan fase capaian pada tingkat penerimaan materi ajar akidah di kalangan guru dan siswa melalui survei longitudinal. Selanjutnya, studi eksperimental dapat membandingkan perkembangan kompetensi spiritual dan kognitif siswa di sekolah dengan kurikulum 2013 dan prototipe 2022 untuk menilai efektivitas pendekatan fase. Akhirnya, penelitian kuantitatif dapat menilai hubungan antara tingkat beban materi ajar dan tingkat stres guru, guna mengidentifikasi strategi pengelolaan beban kerja yang optimal dalam konteks kurikulum Indonesia.. Kurikulum 2013 menempatkan materi pokok akidah pada empat kompetensi dasar, sehingga menghasilkan beban capaian yang tinggi dan tidak sesuai dengan esensi spiritual.Kurikulum prototipe 2022 mengatur materi pokok dengan fase capaian, sehingga meminimalkan beban dan memperbaiki keterbatasan dalam pembelajaran daring.Dengan penerapan fase pencapaian, kurikulum prototipe dapat memulihkan beban materi ajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran akidah di Indonesia Tuntutan beban materi ajar akidah dalam kurikulum 2013, yang diwajibkan mencapai empat indikator kompetensi, menjadi masalah utama selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode perpustakaan dan analisis isi terhadap kebijakan kurikulum 2013 serta prototipe 2022. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum 2013 menyusun materi pokok berdasarkan kompetensi dasar berjumlah empat, sedangkan prototipe 2022 merumuskan materi berdasarkan capaian pembelajaran per fase, menekankan esensi materi dan mengurangi beban kompetensi sekaligus memperbaiki masalah pembelajaran daring. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-34cd4.webp" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-34cd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-34cd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-34cd4.webp 1x" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" alt="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-342a3.webp" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-342a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-342a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-342a3.webp 1x" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" alt="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-d7b56.webp" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-d7b56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-d7b56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-d7b56.webp 1x" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" alt="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42331-islami-konteks-kurikulum-prototipe-kurik" title="JURIS - Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022" target="_blank">Analisis Perbedaan Materi Pokok Pembelajaran Akidah pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe 2022</a>: Penelitian berikutnya dapat mengkaji dampak penerapan fase capaian pada tingkat penerimaan materi ajar akidah di kalangan guru dan siswa melalui survei longitudinal. Selanjutnya, studi eksperimental dapat membandingkan perkembangan kompetensi spiritual dan kognitif siswa di sekolah dengan kurikulum 2013 dan prototipe 2022 untuk menilai efektivitas pendekatan fase. Akhirnya, penelitian kuantitatif dapat menilai hubungan antara tingkat beban materi ajar dan tingkat stres guru, guna mengidentifikasi strategi pengelolaan beban kerja yang optimal dalam konteks kurikulum Indonesia..
<br>Kurikulum 2013 menempatkan materi pokok akidah pada empat kompetensi dasar, sehingga menghasilkan beban capaian yang tinggi dan tidak sesuai dengan esensi spiritual.Kurikulum prototipe 2022 mengatur materi pokok dengan fase capaian, sehingga meminimalkan beban dan memperbaiki keterbatasan dalam pembelajaran daring.Dengan penerapan fase pencapaian, kurikulum prototipe dapat memulihkan beban materi ajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran akidah di Indonesia
<br>Tuntutan beban materi ajar akidah dalam kurikulum 2013, yang diwajibkan mencapai empat indikator kompetensi, menjadi masalah utama selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode perpustakaan dan analisis isi terhadap kebijakan kurikulum 2013 serta prototipe 2022. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum 2013 menyusun materi pokok berdasarkan kompetensi dasar berjumlah empat, sedangkan prototipe 2022 merumuskan materi berdasarkan capaian pembelajaran per fase, menekankan esensi materi dan mengurangi beban kompetensi sekaligus memperbaiki masalah pembelajaran daring.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-34cd4.webp" type="image/webp" length="107122" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-34cd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-342a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/islami-konteks-kurikulum-prototipe-materi-ajar-aki-thumb-d7b56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Muatan Hikmah At TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Muatan Hikmah At TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Muatan Hikmah At TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42330-dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba</link>
	<guid isPermaLink="false">1c10b924240fbaa339970528738c397b</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:22:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ puspita jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jaya,puspita,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Kaji bagaimana penerapan muatan hikmah atActasyriAo dapat dimodernisasi melalui teknologi pendidikan, misalnya dengan membuat modul pembelajaran digital yang menyajikan ilustrasi dan studi kasus guna memperkuat pemahaman afektif; selanjutnya, lakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Kaji bagaimana penerapan muatan hikmah atActasyriAo dapat dimodernisasi melalui teknologi pendidikan, misalnya dengan membuat modul pembelajaran digital yang menyajikan ilustrasi dan studi kasus guna memperkuat pemahaman afektif; selanjutnya, lakukan penelitian eksperimental yang membandingkan efektivitas kurikulum berbasis hikmah atActasyriAo dengan kurikulum konvensional pada tingkat sekolah menengah pertama, mengukur dampaknya terhadap karakter dan nilai keislaman; terakhir, periksa dampak jangka panjang penerapan kurikulum ini dengan studi longitudinal yang meneliti perubahan perilaku dan sikap peserta didik dalam konteks kehidupan sosial di masyarakat.. Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan untuk menjadikan peserta didik yang berwawasan keIslaman dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehariAchari.Namun, kenyataan masih banyak peserta didik yang berperilaku tidak islami.Hal ini menjadikan Pendidikan Agama Islam kurang berhasil dan kurikulum pendidikan agama islam kurang akurat dalam menciptakan peserta didik yang islami.Sehingga pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam harus terus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip dan asasAcasas dalam pengembangan kurikulum.Dalam pengembangannya, muatan Hikmah atAcTasyriAo menjadi salah satu metode yang efektif.Hikmah atAcTasyriAo merupakan serangkaian hikmah dibalik hukum agama yang disyariAoatkan.Sehingga, dalam pembelajaran Agama Islam, materi yang disampaikan bukan hanya seputar teori dan praktiknya, tapi lebih dari itu akan didalami pula mengenai filosofi atau alasan kenapa hal tersebut disyariAoatkan Pendidikan Agama Islam dewasa ini berjalan secara konvensional dan tradisional. Guru atau pendidik hanya mengajarkan ilmu atau teori kepada peserta didik, tanpa bagaimana sebenarnya penghayatan dari teori tersebut. Kegagalan ini bermuara dari realita bahwa pendidikan agama islam hanya menfokuskan pada aspekn pengetahuan (kognitif) berupa penumbuhan nilaiAcnilai agama dan mengabaikan aspekn kritis yang lain. Aspek konatif dan afektif dari pendidikan agama terkadang kurang diperhatikan. Sehingga kesholihan ibadah kadang kurang berdampak pada kesholihan Aoanal... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-f8864.webp" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-f8864.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-f8864.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-f8864.webp 1x" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-a2808.webp" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-a2808.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-a2808.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-a2808.webp 1x" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-bfd32.webp" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-bfd32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-bfd32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-bfd32.webp 1x" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42330-dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba" title="JURIS - Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam" target="_blank">Muatan Hikmah At-TasyriAo dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam</a>: Kaji bagaimana penerapan muatan hikmah atActasyriAo dapat dimodernisasi melalui teknologi pendidikan, misalnya dengan membuat modul pembelajaran digital yang menyajikan ilustrasi dan studi kasus guna memperkuat pemahaman afektif; selanjutnya, lakukan penelitian eksperimental yang membandingkan efektivitas kurikulum berbasis hikmah atActasyriAo dengan kurikulum konvensional pada tingkat sekolah menengah pertama, mengukur dampaknya terhadap karakter dan nilai keislaman; terakhir, periksa dampak jangka panjang penerapan kurikulum ini dengan studi longitudinal yang meneliti perubahan perilaku dan sikap peserta didik dalam konteks kehidupan sosial di masyarakat..
<br>Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan untuk menjadikan peserta didik yang berwawasan keIslaman dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehariAchari.Namun, kenyataan masih banyak peserta didik yang berperilaku tidak islami.Hal ini menjadikan Pendidikan Agama Islam kurang berhasil dan kurikulum pendidikan agama islam kurang akurat dalam menciptakan peserta didik yang islami.Sehingga pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam harus terus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip dan asasAcasas dalam pengembangan kurikulum.Dalam pengembangannya, muatan Hikmah atAcTasyriAo menjadi salah satu metode yang efektif.Hikmah atAcTasyriAo merupakan serangkaian hikmah dibalik hukum agama yang disyariAoatkan.Sehingga, dalam pembelajaran Agama Islam, materi yang disampaikan bukan hanya seputar teori dan praktiknya, tapi lebih dari itu akan didalami pula mengenai filosofi atau alasan kenapa hal tersebut disyariAoatkan
<br>Pendidikan Agama Islam dewasa ini berjalan secara konvensional dan tradisional. Guru atau pendidik hanya mengajarkan ilmu atau teori kepada peserta didik, tanpa bagaimana sebenarnya penghayatan dari teori tersebut. Kegagalan ini bermuara dari realita bahwa pendidikan agama islam hanya menfokuskan pada aspekn pengetahuan (kognitif) berupa penumbuhan nilaiAcnilai agama dan mengabaikan aspekn kritis yang lain. Aspek konatif dan afektif dari pendidikan agama terkadang kurang diperhatikan. Sehingga kesholihan ibadah kadang kurang berdampak pada kesholihan Aoanal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-a2808.webp" type="image/webp" length="88036" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-f8864.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-a2808.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/dakwah-islam-dewasa-integrasi-nilai-agama-pengemba-thumb-bfd32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-869-iain-ponorogo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11907-ma-alim-jurnal-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 28 Apr 2026 12:47:04 +0700. 12 items. Served in: 3.09 seconds [rss] -->
