<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2026 11:22:42 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 11:22:42 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-06T11:22:42+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi ketatanegaraan Islam Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi ketatanegaraan Islam Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi ketatanegaraan Islam Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64540-contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-mu</link>
	<guid isPermaLink="false">977cf880fdf8ac71d70a00b3cad2d82d</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tradisi jum ]]></category>
	<category><![CDATA[ amril m 111 ]]></category>
	<category><![CDATA[ yos sudarso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[111,amril,jum,m,sudarso,tradisi,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, melakukan analisis komparatif antara kebijakan Umar ibn al-Khattab dengan para khalifah lainnya untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan reformasi dan kepemimpinan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, melakukan analisis komparatif antara kebijakan Umar ibn al-Khattab dengan para khalifah lainnya untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan reformasi dan kepemimpinan. Kedua, meneliti relevansi langsung kebijakan Umar dalam perumusan model tata kelola publik di negara-negara Muslim kontemporer, dengan tujuan memahami bagaimana nilai-nilai dan praktik Umar dapat diterapkan dalam konteks modern. Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana ijtihad politik Umar dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan hukum Islam kontemporer yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami transformasi ketatanegaraan Islam dan relevansinya dalam konteks kekinian.. Kepemimpinan Umar ibn al-Khattab menandai fase krusial dalam sejarah peradaban Islam, di mana Islam tidak hanya bertahan sebagai agama spiritual, tetapi berkembang menjadi sistem politik dan administrasi yang matang.Reformasi kelembagaan yang dilakukan Umar, seperti pembentukan diwAn, bait al-mAl, lembaga yudisial yang independen, serta birokrasi militer dan kepolisian, menunjukkan adanya visi negara yang berorientasi pada efektivitas, keadilan, dan pelayanan publik.Kebijakan-kebijakan tersebut memperlihatkan bagaimana ijtihad politik dijalankan secara kontekstual dan pragmatis, dengan tetap mengacu pada nilai-nilai dasar syariat.Ijtihad Umar dalam hukum, ekonomi, dan relasi sosial menunjukkan fleksibilitas fikih dalam merespons realitas dinamis sehingga menjadi salah satu contoh konkret dari penerapan maqAid al-syarAoah dalam praktik kenegaraan.Sikapnya terhadap komunitas non-Muslim yang menjunjung tinggi toleransi dan hak sipil turut memperkuat fondasi Islam sebagai agama yang mampu merawat keragaman.Tidak kalah penting, nilai-nilai etis yang melekat pada pribadi Umar, seperti keadilan, kesederhanaan, musyawarah, dan antikorupsi juga membentuk etos pemerintahan yang patut menjadi rujukan dalam tata kelola modern Pemerintahan Islam pada masa Umar ibn al-Khattab (634Ae644 M) menjadi fase sentral dalam transformasi Islam dari komunitas religius menjadi entitas politik global. Sebagai khalifah kedua setelah Abu Bakar, Umar tidak hanya meneruskan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW tetapi juga membentuk sistem pemerintahan yang berbasis pada prinsip keadilan, musyawarah, dan ketertiban administrasi. Pada masa kepemimpinannya, Umar tercatat melakukan berbagai reformasi lembaga negara seperti diwAn al-jund, bait al-mAl, qadhA, sistem pemungutan pajak kharAj, serta penetapan kalender Hijriah sebagai instrumen administratif. Selain itu, ijtihad politik Umar dalam menetapkan kebijakan publik fiqih dalam merespons dinamika sosial-politik seperti menunjukkan fleksibilitas hukum Islam dalam merespons... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-70ca4.webp" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-70ca4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-70ca4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-70ca4.webp 1x" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" alt="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-a655c.webp" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-a655c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-a655c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-a655c.webp 1x" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" alt="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-3275a.webp" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-3275a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-3275a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-3275a.webp 1x" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" alt="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64540-contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-mu" title="JURIS - Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab" target="_blank">Transformasi ketatanegaraan Islam: Telaah historis terhadap ijtihad politik Umar bin Khattab</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, melakukan analisis komparatif antara kebijakan Umar ibn al-Khattab dengan para khalifah lainnya untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan reformasi dan kepemimpinan. Kedua, meneliti relevansi langsung kebijakan Umar dalam perumusan model tata kelola publik di negara-negara Muslim kontemporer, dengan tujuan memahami bagaimana nilai-nilai dan praktik Umar dapat diterapkan dalam konteks modern. Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana ijtihad politik Umar dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan hukum Islam kontemporer yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami transformasi ketatanegaraan Islam dan relevansinya dalam konteks kekinian..
<br>Kepemimpinan Umar ibn al-Khattab menandai fase krusial dalam sejarah peradaban Islam, di mana Islam tidak hanya bertahan sebagai agama spiritual, tetapi berkembang menjadi sistem politik dan administrasi yang matang.Reformasi kelembagaan yang dilakukan Umar, seperti pembentukan diwAn, bait al-mAl, lembaga yudisial yang independen, serta birokrasi militer dan kepolisian, menunjukkan adanya visi negara yang berorientasi pada efektivitas, keadilan, dan pelayanan publik.Kebijakan-kebijakan tersebut memperlihatkan bagaimana ijtihad politik dijalankan secara kontekstual dan pragmatis, dengan tetap mengacu pada nilai-nilai dasar syariat.Ijtihad Umar dalam hukum, ekonomi, dan relasi sosial menunjukkan fleksibilitas fikih dalam merespons realitas dinamis sehingga menjadi salah satu contoh konkret dari penerapan maqAid al-syarAoah dalam praktik kenegaraan.Sikapnya terhadap komunitas non-Muslim yang menjunjung tinggi toleransi dan hak sipil turut memperkuat fondasi Islam sebagai agama yang mampu merawat keragaman.Tidak kalah penting, nilai-nilai etis yang melekat pada pribadi Umar, seperti keadilan, kesederhanaan, musyawarah, dan antikorupsi juga membentuk etos pemerintahan yang patut menjadi rujukan dalam tata kelola modern
<br>Pemerintahan Islam pada masa Umar ibn al-Khattab (634Ae644 M) menjadi fase sentral dalam transformasi Islam dari komunitas religius menjadi entitas politik global. Sebagai khalifah kedua setelah Abu Bakar, Umar tidak hanya meneruskan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW tetapi juga membentuk sistem pemerintahan yang berbasis pada prinsip keadilan, musyawarah, dan ketertiban administrasi. Pada masa kepemimpinannya, Umar tercatat melakukan berbagai reformasi lembaga negara seperti diwAn al-jund, bait al-mAl, qadhA, sistem pemungutan pajak kharAj, serta penetapan kalender Hijriah sebagai instrumen administratif. Selain itu, ijtihad politik Umar dalam menetapkan kebijakan publik fiqih dalam merespons dinamika sosial-politik seperti menunjukkan fleksibilitas hukum Islam dalam merespons...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-a655c.webp" type="image/webp" length="85230" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-70ca4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-a655c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/contoh-umar-bin-pemerintahan-islam-negara-muslim-p-thumb-3275a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7178-man4kotapekanbaru.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20347-takuana-jurnal-pendidikan-sains-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64539-dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya</link>
	<guid isPermaLink="false">4ca075016a70c6d32440616185d9e979</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tradisi jum ]]></category>
	<category><![CDATA[ amril m 111 ]]></category>
	<category><![CDATA[ yos sudarso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[111,amril,jum,m,sudarso,tradisi,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah memberikan wawasan penting mengenai dinamika komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan Bugis, sekaligus menegaskan peran Ternate sebagai arena interaksi budaya yang kaya dan berpotensi menjadi model pengelolaan keberagaman. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis: Penelitian ini telah memberikan wawasan penting mengenai dinamika komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan Bugis, sekaligus menegaskan peran Ternate sebagai arena interaksi budaya yang kaya dan berpotensi menjadi model pengelolaan keberagaman. Untuk memperdalam pemahaman dan aplikasi praktis, beberapa arah penelitian lanjutan patut dipertimbangkan. Pertama, untuk menguji generalisasi model Ternate, studi komparatif dapat dilakukan dengan kota-kota pelabuhan multietnis lain di Indonesia, seperti Makassar, Ambon, atau Surabaya. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor universal dan kontekstual yang mendukung harmoni antarbudaya, serta apakah nilai-nilai keislaman dan ikatan ekonomi memainkan peran serupa dalam menopang relasi antar etnis di konteks yang berbeda. Kedua, meskipun potensi konflik dan polarisasi telah diidentifikasi, mekanisme mitigasi dan penanganannya belum dieksplorasi secara mendalam. Studi di masa depan dapat fokus pada analisis mendalam mengenai faktor pemicu konflik laten dan strategi efektif yang digunakan oleh komunitas lokal, tokoh adat, atau institusi keagamaan untuk mencegah eskalasi ketegangan, terutama terkait perbedaan pemaknaan bahasa dan kebiasaan. Penelitian ini dapat menggali bagaimana mekanisme informal menjaga perdamaian dan memperkuat integrasi sosial. Ketiga, berbekal identifikasi hambatan komunikasi spesifik seperti perbedaan kecepatan bicara, kontak mata, intonasi, dan pemaknaan kata, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan dan menguji efektivitas program pelatihan komunikasi antarbudaya yang dirancang khusus. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran linguistik dan non-verbal bagi kedua kelompok, serta mengasah keterampilan empati. Dengan demikian, diharapkan dapat memfasilitasi interaksi yang lebih efektif, mengurangi kesalahpahaman, dan menghasilkan panduan praktis yang memperkuat kohesi sosial antarbudaya, khususnya bagi generasi muda atau pendatang baru.. Penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan Bugis didukung oleh nilai-nilai Islam, ikatan ekonomi, dan solidaritas sosial, meskipun ada kendala komunikasi seperti perbedaan intonasi dan pemaknaan kata yang berhasil diatasi melalui strategi adaptasi budaya.Interaksi ini menghasilkan dampak positif seperti simpati, toleransi, peningkatan pengetahuan, serta penguatan integrasi sosial, yang juga mendorong proses enkulturasi dan akulturasi.Dengan demikian, Ternate tidak hanya menjadi ruang geografis, tetapi juga arena interaksi budaya yang memperkaya identitas kolektif dan berfungsi sebagai model pengelolaan keberagaman di Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan komunitas Bugis yang telah lama tinggal di wilayah tersebut. Sebagai kota pelabuhan dengan sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan kekuasaan kerajaan, Ternate berfungsi sebagai ruang sosial yang memfasilitasi perjumpaan, interaksi, dan negosiasi antarbudaya. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi antara masyarakat Ternate dan Bugis berlangsung dalam kerangka historis yang dibentuk oleh nilai-nilai Islam, ikatan ekonomi, dan solidaritas sosial. Pola adaptasi budaya terlihat jelas. Meskipun terdapat perbedaan identitas budaya, kedua komunitas memupuk harmoni melalui praktik komunikatif yang inklusif dan saling... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-ee35f.webp" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-ee35f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-ee35f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-ee35f.webp 1x" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" alt="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-d0259.webp" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-d0259.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-d0259.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-d0259.webp 1x" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" alt="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-16f1b.webp" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-16f1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-16f1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-16f1b.webp 1x" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" alt="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64539-dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya" title="JURIS - Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis" target="_blank">Ternate sebagai ruang perjumpaan antarbudaya: Studi komunikasi antara orang Ternate dan Bugis</a>: Penelitian ini telah memberikan wawasan penting mengenai dinamika komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan Bugis, sekaligus menegaskan peran Ternate sebagai arena interaksi budaya yang kaya dan berpotensi menjadi model pengelolaan keberagaman. Untuk memperdalam pemahaman dan aplikasi praktis, beberapa arah penelitian lanjutan patut dipertimbangkan. Pertama, untuk menguji generalisasi model Ternate, studi komparatif dapat dilakukan dengan kota-kota pelabuhan multietnis lain di Indonesia, seperti Makassar, Ambon, atau Surabaya. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor universal dan kontekstual yang mendukung harmoni antarbudaya, serta apakah nilai-nilai keislaman dan ikatan ekonomi memainkan peran serupa dalam menopang relasi antar etnis di konteks yang berbeda. Kedua, meskipun potensi konflik dan polarisasi telah diidentifikasi, mekanisme mitigasi dan penanganannya belum dieksplorasi secara mendalam. Studi di masa depan dapat fokus pada analisis mendalam mengenai faktor pemicu konflik laten dan strategi efektif yang digunakan oleh komunitas lokal, tokoh adat, atau institusi keagamaan untuk mencegah eskalasi ketegangan, terutama terkait perbedaan pemaknaan bahasa dan kebiasaan. Penelitian ini dapat menggali bagaimana mekanisme informal menjaga perdamaian dan memperkuat integrasi sosial. Ketiga, berbekal identifikasi hambatan komunikasi spesifik seperti perbedaan kecepatan bicara, kontak mata, intonasi, dan pemaknaan kata, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan dan menguji efektivitas program pelatihan komunikasi antarbudaya yang dirancang khusus. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran linguistik dan non-verbal bagi kedua kelompok, serta mengasah keterampilan empati. Dengan demikian, diharapkan dapat memfasilitasi interaksi yang lebih efektif, mengurangi kesalahpahaman, dan menghasilkan panduan praktis yang memperkuat kohesi sosial antarbudaya, khususnya bagi generasi muda atau pendatang baru..
<br>Penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan Bugis didukung oleh nilai-nilai Islam, ikatan ekonomi, dan solidaritas sosial, meskipun ada kendala komunikasi seperti perbedaan intonasi dan pemaknaan kata yang berhasil diatasi melalui strategi adaptasi budaya.Interaksi ini menghasilkan dampak positif seperti simpati, toleransi, peningkatan pengetahuan, serta penguatan integrasi sosial, yang juga mendorong proses enkulturasi dan akulturasi.Dengan demikian, Ternate tidak hanya menjadi ruang geografis, tetapi juga arena interaksi budaya yang memperkaya identitas kolektif dan berfungsi sebagai model pengelolaan keberagaman di Indonesia
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika komunikasi antarbudaya antara masyarakat Ternate dan komunitas Bugis yang telah lama tinggal di wilayah tersebut. Sebagai kota pelabuhan dengan sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan kekuasaan kerajaan, Ternate berfungsi sebagai ruang sosial yang memfasilitasi perjumpaan, interaksi, dan negosiasi antarbudaya. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi antara masyarakat Ternate dan Bugis berlangsung dalam kerangka historis yang dibentuk oleh nilai-nilai Islam, ikatan ekonomi, dan solidaritas sosial. Pola adaptasi budaya terlihat jelas. Meskipun terdapat perbedaan identitas budaya, kedua komunitas memupuk harmoni melalui praktik komunikatif yang inklusif dan saling...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-d0259.webp" type="image/webp" length="84132" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-ee35f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-d0259.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/dinamika-komunikasi-santri-antarbudaya-poligami-st-thumb-16f1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7178-man4kotapekanbaru.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20347-takuana-jurnal-pendidikan-sains-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64536-kohesi-sosial-demokrasi-gener</link>
	<guid isPermaLink="false">c707dbded84c735021538a195d1bc9a5</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tradisi jum ]]></category>
	<category><![CDATA[ amril m 111 ]]></category>
	<category><![CDATA[ yos sudarso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[111,amril,jum,m,sudarso,tradisi,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak modernisasi terhadap tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit, terutama perubahan dalam partisipasi generasi muda. Selain itu, studi perbandingan antara tradisi ini dengan praktik serupa di wilayah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak modernisasi terhadap tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit, terutama perubahan dalam partisipasi generasi muda. Selain itu, studi perbandingan antara tradisi ini dengan praktik serupa di wilayah lain dapat memberikan wawasan tentang adaptasi budaya lokal dalam konteks globalisasi. Pengembangan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam pelestarian tradisi ini juga menjadi arah penelitian yang relevan, terutama untuk memastikan keberlanjutan tradisi di tengah tantangan sosial yang berkembang.. Tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit menggambarkan integrasi nilai agama dan budaya lokal.Tradisi ini memainkan peran penting dalam kehidupan spiritual, sosial, dan budaya masyarakat.Pelaksanaan tradisi ini berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dan memperkuat identitas komunitas.Tradisi ini juga mendorong solidaritas sosial dan refleksi spiritual dalam masyarakat Tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit merupakan praktik keagamaan dan budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal. Tradisi ini berperan penting dalam kehidupan spiritual, sosial, dan budaya masyarakat. Tradisi ini menjadi media untuk memperkuat keyakinan pada tauhid, mendorong refleksi spiritual, dan meningkatkan penyesalan atas dosa. Secara sosial, tradisi ini berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas, mempererat kohesi sosial, dan menjaga harmonisasi komunitas. Selain itu, tradisi ini berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dengan menyeimbangkan ajaran Islam dan tradisi lokal. Penelitian ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-2af1d.webp" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-2af1d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-2af1d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-2af1d.webp 1x" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" alt="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-78f11.webp" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-78f11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-78f11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-78f11.webp 1x" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" alt="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-41ed1.webp" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-41ed1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-41ed1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-41ed1.webp 1x" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" alt="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64536-kohesi-sosial-demokrasi-gener" title="JURIS - Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis" target="_blank">Tradisi JumAoat Kliwon Keliling Kampung: Studi kasus desa Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak modernisasi terhadap tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit, terutama perubahan dalam partisipasi generasi muda. Selain itu, studi perbandingan antara tradisi ini dengan praktik serupa di wilayah lain dapat memberikan wawasan tentang adaptasi budaya lokal dalam konteks globalisasi. Pengembangan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam pelestarian tradisi ini juga menjadi arah penelitian yang relevan, terutama untuk memastikan keberlanjutan tradisi di tengah tantangan sosial yang berkembang..
<br>Tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit menggambarkan integrasi nilai agama dan budaya lokal.Tradisi ini memainkan peran penting dalam kehidupan spiritual, sosial, dan budaya masyarakat.Pelaksanaan tradisi ini berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dan memperkuat identitas komunitas.Tradisi ini juga mendorong solidaritas sosial dan refleksi spiritual dalam masyarakat
<br>Tradisi Ratib Jum'at Kliwon di Desa Tanjung Belit merupakan praktik keagamaan dan budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal. Tradisi ini berperan penting dalam kehidupan spiritual, sosial, dan budaya masyarakat. Tradisi ini menjadi media untuk memperkuat keyakinan pada tauhid, mendorong refleksi spiritual, dan meningkatkan penyesalan atas dosa. Secara sosial, tradisi ini berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas, mempererat kohesi sosial, dan menjaga harmonisasi komunitas. Selain itu, tradisi ini berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dengan menyeimbangkan ajaran Islam dan tradisi lokal. Penelitian ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-2af1d.webp" type="image/webp" length="73820" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-2af1d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-78f11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/kohesi-sosial-demokrasi-generasi-muda-pelestarian-thumb-41ed1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7178-man4kotapekanbaru.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20347-takuana-jurnal-pendidikan-sains-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Victims of Robbery with the Forced Defence Noodweer A Legal and Victimological Aspects ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Victims of Robbery with the Forced Defence Noodweer A Legal and Victimological Aspects ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Victims of Robbery with the Forced Defence Noodweer A Legal and Victimological Aspects ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64532-korban-kejahatan-noodweer-perampokan</link>
	<guid isPermaLink="false">5e53355c9be5360adbad2210a55bdc8a</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ minors crime ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ novita intan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,crime,intan,main,minors,novita]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun penelitian ini telah menganalisis aspek hukum dan victimologis dari korban perampokan dengan pembelaan paksa (noodweer), masih terdapat beberapa celah yang bisa dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman dan pengembangan hukum di Indonesia. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects: Meskipun penelitian ini telah menganalisis aspek hukum dan victimologis dari korban perampokan dengan pembelaan paksa (noodweer), masih terdapat beberapa celah yang bisa dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman dan pengembangan hukum di Indonesia. Salah satu arah penelitian yang prospektif adalah melakukan studi empiris mendalam mengenai implementasi konsep noodweer dan noodweer-exces dalam praktik peradilan di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis putusan-putusan pengadilan terkait kasus-kasus pembelaan paksa, mengidentifikasi faktor-faktor yang secara konsisten dipertimbangkan hakim, serta mengevaluasi konsistensi penerapan prinsip proporsionalitas dan subsidiaritas. Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana hukum diterapkan di lapangan akan sangat berharga untuk memastikan keadilan bagi korban yang terpaksa membela diri. Selain itu, sebuah studi komparatif yang menelaah kerangka hukum pembelaan diri paksa di beberapa yurisdiksi lain dapat memberikan perspektif berharga. Dengan membandingkan definisi, kriteria, dan preseden hukum noodweer dari negara-negara dengan sistem hukum yang relevan, kita dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan potensi reformasi yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kejelasan serta keadilan dalam hukum pidana Indonesia. Terakhir, mengingat tekanan psikologis yang disebutkan dalam konteks noodweer-exces, penelitian interdisipliner yang fokus pada dampak psikologis dan sosial jangka panjang terhadap korban yang terpaksa melakukan pembelaan diri hingga mengakibatkan konsekuensi serius bagi penyerang akan sangat relevan. Studi ini dapat mengkaji dukungan yang tersedia bagi para korban pasca-insiden dan proses hukum, serta mengeksplorasi kebutuhan rehabilitasi dan perlindungan psikososial mereka, sehingga melengkapi tinjauan hukum dengan dimensi kemanusiaan yang lebih komprehensif. Upaya-upaya penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konkret bagi pemerintah dan penegak hukum dalam menciptakan kepastian dan keadilan hukum yang lebih baik bagi masyarakat.. Pengaturan mengenai alasan pemaaf dan pembenar dalam tindak pidana pembelaan paksa atau noodweer sangat krusial, di mana tindakan pembelaan diri yang memenuhi unsur-unsur pembelaan paksa sesuai Pasal 49 KUHP seharusnya tidak dikriminalisasi dan dapat menjadi alasan penghapusan pidana, bahkan jika tindakan tersebut memenuhi rumusan delik.Perlindungan hukum terhadap korban yang melakukan pembelaan paksa harus mengedepankan kepentingan hukum yang lebih tinggi dalam situasi darurat, dengan mempertimbangkan kondisi konkret yang menyertai tindakan tersebut dan memberikan otonomi kepada korban sebagai pemegang hak untuk memilih tindakan pembelaan yang diperlukan.Oleh karena itu, pemerintah dan penegak hukum, khususnya hakim, perlu meningkatkan pengawasan serta memberikan kepastian hukum yang jelas dan pertimbangan yang cermat dalam memutuskan perkara terkait noodweer demi mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat yang terancam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan pidana dalam kasus korban kejahatan kekerasan yang kemudian melakukan pembelaan paksa hingga melampaui batas akibat paksaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korban kejahatan kekerasan yang melakukan tindakan pidana sebagai upaya pembelaan paksa dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila memenuhi persyaratan berdasarkan Pasal 48-51 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban juga menjelaskan bahwa korban memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman jika terjadi pelanggaran berat hak asasi manusia. Namun, untuk mendapatkan hak ini, korban tetap harus melalui proses hukum. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-e96fb.webp" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-e96fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-e96fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-e96fb.webp 1x" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" alt="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-86480.webp" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-86480.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-86480.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-86480.webp 1x" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" alt="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-53ba3.webp" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-53ba3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-53ba3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-53ba3.webp 1x" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" alt="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64532-korban-kejahatan-noodweer-perampokan" title="JURIS - Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects" target="_blank">Victims of Robbery with the Forced Defence (Noodweer): A Legal and Victimological Aspects</a>: Meskipun penelitian ini telah menganalisis aspek hukum dan victimologis dari korban perampokan dengan pembelaan paksa (noodweer), masih terdapat beberapa celah yang bisa dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman dan pengembangan hukum di Indonesia. Salah satu arah penelitian yang prospektif adalah melakukan studi empiris mendalam mengenai implementasi konsep noodweer dan noodweer-exces dalam praktik peradilan di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis putusan-putusan pengadilan terkait kasus-kasus pembelaan paksa, mengidentifikasi faktor-faktor yang secara konsisten dipertimbangkan hakim, serta mengevaluasi konsistensi penerapan prinsip proporsionalitas dan subsidiaritas. Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana hukum diterapkan di lapangan akan sangat berharga untuk memastikan keadilan bagi korban yang terpaksa membela diri. Selain itu, sebuah studi komparatif yang menelaah kerangka hukum pembelaan diri paksa di beberapa yurisdiksi lain dapat memberikan perspektif berharga. Dengan membandingkan definisi, kriteria, dan preseden hukum noodweer dari negara-negara dengan sistem hukum yang relevan, kita dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan potensi reformasi yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kejelasan serta keadilan dalam hukum pidana Indonesia. Terakhir, mengingat tekanan psikologis yang disebutkan dalam konteks noodweer-exces, penelitian interdisipliner yang fokus pada dampak psikologis dan sosial jangka panjang terhadap korban yang terpaksa melakukan pembelaan diri hingga mengakibatkan konsekuensi serius bagi penyerang akan sangat relevan. Studi ini dapat mengkaji dukungan yang tersedia bagi para korban pasca-insiden dan proses hukum, serta mengeksplorasi kebutuhan rehabilitasi dan perlindungan psikososial mereka, sehingga melengkapi tinjauan hukum dengan dimensi kemanusiaan yang lebih komprehensif. Upaya-upaya penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konkret bagi pemerintah dan penegak hukum dalam menciptakan kepastian dan keadilan hukum yang lebih baik bagi masyarakat..
<br>Pengaturan mengenai alasan pemaaf dan pembenar dalam tindak pidana pembelaan paksa atau noodweer sangat krusial, di mana tindakan pembelaan diri yang memenuhi unsur-unsur pembelaan paksa sesuai Pasal 49 KUHP seharusnya tidak dikriminalisasi dan dapat menjadi alasan penghapusan pidana, bahkan jika tindakan tersebut memenuhi rumusan delik.Perlindungan hukum terhadap korban yang melakukan pembelaan paksa harus mengedepankan kepentingan hukum yang lebih tinggi dalam situasi darurat, dengan mempertimbangkan kondisi konkret yang menyertai tindakan tersebut dan memberikan otonomi kepada korban sebagai pemegang hak untuk memilih tindakan pembelaan yang diperlukan.Oleh karena itu, pemerintah dan penegak hukum, khususnya hakim, perlu meningkatkan pengawasan serta memberikan kepastian hukum yang jelas dan pertimbangan yang cermat dalam memutuskan perkara terkait noodweer demi mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat yang terancam
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan pidana dalam kasus korban kejahatan kekerasan yang kemudian melakukan pembelaan paksa hingga melampaui batas akibat paksaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korban kejahatan kekerasan yang melakukan tindakan pidana sebagai upaya pembelaan paksa dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila memenuhi persyaratan berdasarkan Pasal 48-51 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban juga menjelaskan bahwa korban memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman jika terjadi pelanggaran berat hak asasi manusia. Namun, untuk mendapatkan hak ini, korban tetap harus melalui proses hukum.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-86480.webp" type="image/webp" length="66216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-e96fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-86480.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/korban-kejahatan-noodweer-perampokan-perlindungan-thumb-53ba3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-557-unnes.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13343-law-research-review-quarterly.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Minors and Crime Law and Criminological Analysis on Theft by Children Case of Central Java Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Minors and Crime Law and Criminological Analysis on Theft by Children Case of Central Java Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Minors and Crime Law and Criminological Analysis on Theft by Children Case of Central Java Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64533-social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement</link>
	<guid isPermaLink="false">847265b635cf36fcf60fc52ce7f23205</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ minors crime ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ novita intan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,crime,intan,main,minors,novita]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas program diversion dalam menangani kasus pencurian oleh anak-anak, khususnya di daerah dengan tingkat kejahatan tinggi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan moral dan pengasuhan orang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia): Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas program diversion dalam menangani kasus pencurian oleh anak-anak, khususnya di daerah dengan tingkat kejahatan tinggi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan moral dan pengasuhan orang tua dalam mencegah perilaku deviant pada anak-anak. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji dampak faktor ekonomi seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial terhadap peningkatan tindak kriminalitas di kalangan anak-anak, serta cara mengatasi masalah tersebut melalui kebijakan lokal yang lebih inklusif.. Crime is a social phenomenon that goes on endlessly, taking into account the increase in crime in addition to the progress of human existence.Theft has a high frequency of offenses committed in the ongoing period.The crime of theft is not only carried out by adults, but children and minors also carry out theft.A child who commits theft or deviant actions is the result of association around him, such as family, the surrounding environment, school, and friends who neglect to follow and make the situation only friendly.Children who try to commit theft crimes are children who have internal problems that affect a person's condition due to religious variables, educational variables, economic variables, and family variables.Then external variables, such as the condition of the child's family, society, and full macro needs that develop Juvenile delinquency comes in many forms-one of which is theft. This delinquency is a social phenomenon with a continuation of criminology. Juvenile crimes are a major concern because children are the generation of the nation. Children who commit criminal acts certainly have both internal and external causes. The treatment of child criminals is part of the policy as a child protection effort as a form of law enforcement. Criminology plays an important role in this case because it is also called criminal sociology because it is the study of humans in its opposition to certain social norms. Criminology... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-908bd.webp" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-908bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-908bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-908bd.webp 1x" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" alt="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-b8eef.webp" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-b8eef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-b8eef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-b8eef.webp 1x" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" alt="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-8c47e.webp" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-8c47e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-8c47e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-8c47e.webp 1x" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" alt="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64533-social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement" title="JURIS - Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)" target="_blank">Minors and Crime: Law and Criminological Analysis on Theft by Children (Case of Central Java, Indonesia)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas program diversion dalam menangani kasus pencurian oleh anak-anak, khususnya di daerah dengan tingkat kejahatan tinggi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan moral dan pengasuhan orang tua dalam mencegah perilaku deviant pada anak-anak. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji dampak faktor ekonomi seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial terhadap peningkatan tindak kriminalitas di kalangan anak-anak, serta cara mengatasi masalah tersebut melalui kebijakan lokal yang lebih inklusif..
<br>Crime is a social phenomenon that goes on endlessly, taking into account the increase in crime in addition to the progress of human existence.Theft has a high frequency of offenses committed in the ongoing period.The crime of theft is not only carried out by adults, but children and minors also carry out theft.A child who commits theft or deviant actions is the result of association around him, such as family, the surrounding environment, school, and friends who neglect to follow and make the situation only friendly.Children who try to commit theft crimes are children who have internal problems that affect a person's condition due to religious variables, educational variables, economic variables, and family variables.Then external variables, such as the condition of the child's family, society, and full macro needs that develop
<br>Juvenile delinquency comes in many forms-one of which is theft. This delinquency is a social phenomenon with a continuation of criminology. Juvenile crimes are a major concern because children are the generation of the nation. Children who commit criminal acts certainly have both internal and external causes. The treatment of child criminals is part of the policy as a child protection effort as a form of law enforcement. Criminology plays an important role in this case because it is also called criminal sociology because it is the study of humans in its opposition to certain social norms. Criminology...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-908bd.webp" type="image/webp" length="69704" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-908bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-b8eef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/social-norms-theft-minor-crime-law-enforcement-cri-thumb-8c47e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-557-unnes.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13343-law-research-review-quarterly.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA SMK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA SMK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA SMK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64543-pendidikan-agama-kristen-integrasi-nilai</link>
	<guid isPermaLink="false">4b7fe4679d98319a52d525b7e102c476</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tradisi jum ]]></category>
	<category><![CDATA[ amril m 111 ]]></category>
	<category><![CDATA[ yos sudarso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[111,amril,jum,m,sudarso,tradisi,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum sekolah umum. 2. Perlu dilakukan analisis mengenai dampak pelatihan guru berbasis nilai Islam terhadap hasil pembelajaran siswa. 3. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK: 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum sekolah umum. 2. Perlu dilakukan analisis mengenai dampak pelatihan guru berbasis nilai Islam terhadap hasil pembelajaran siswa. 3. Penelitian tentang peran aktivitas ekstrakurikuler dalam memperkuat pemahaman agama Islam di kalangan siswa sekolah umum dapat menjadi arah studi baru yang relevan.. Pendidikan agama Islam di sekolah memiliki peran krusial dalam menyiapkan siswa yang religius.Kebijakan pendidikan Islam perlu fokus pada integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum yang seimbang.Pelatihan guru dalam pendekatan berbasis nilai Islam sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam kebijakan pendidikan agama Islam di sekolah umum, terutama di tingkat SMA/SMK, di mana implementasi pendidikan agama Islam didasarkan pada kurikulum dan rencana pembelajaran serta fokus pada hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data diperoleh dari perpustakaan dalam bentuk buku, jurnal, dan prosiding konferensi terkait kebijakan pendidikan agama Islam di sekolah umum, khususnya di tingkat SMA/SMK. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-62a77.webp" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-62a77.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-62a77.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-62a77.webp 1x" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" alt="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-c3794.webp" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-c3794.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-c3794.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-c3794.webp 1x" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" alt="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-7a2ef.webp" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-7a2ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-7a2ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-7a2ef.webp 1x" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" alt="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64543-pendidikan-agama-kristen-integrasi-nilai" title="JURIS - Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK" target="_blank">Analisis kebijakan pendidikan Islam pada Sekolah Umum di SMA/SMK</a>: 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum sekolah umum. 2. Perlu dilakukan analisis mengenai dampak pelatihan guru berbasis nilai Islam terhadap hasil pembelajaran siswa. 3. Penelitian tentang peran aktivitas ekstrakurikuler dalam memperkuat pemahaman agama Islam di kalangan siswa sekolah umum dapat menjadi arah studi baru yang relevan..
<br>Pendidikan agama Islam di sekolah memiliki peran krusial dalam menyiapkan siswa yang religius.Kebijakan pendidikan Islam perlu fokus pada integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum yang seimbang.Pelatihan guru dalam pendekatan berbasis nilai Islam sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam kebijakan pendidikan agama Islam di sekolah umum, terutama di tingkat SMA/SMK, di mana implementasi pendidikan agama Islam didasarkan pada kurikulum dan rencana pembelajaran serta fokus pada hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data diperoleh dari perpustakaan dalam bentuk buku, jurnal, dan prosiding konferensi terkait kebijakan pendidikan agama Islam di sekolah umum, khususnya di tingkat SMA/SMK. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-62a77.webp" type="image/webp" length="123024" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-62a77.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-c3794.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/pendidikan-agama-kristen-pak-integrasi-nilai-sejar-thumb-7a2ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7178-man4kotapekanbaru.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20347-takuana-jurnal-pendidikan-sains-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Law Enforcement of Corruption Crimes in the State Owned Enterprises Sector in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Law Enforcement of Corruption Crimes in the State Owned Enterprises Sector in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Law Enforcement of Corruption Crimes in the State Owned Enterprises Sector in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64530-sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups</link>
	<guid isPermaLink="false">e3d2d6322e67a88ce0781e0d5d036bef</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 07:01:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ minors crime ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ novita intan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,crime,intan,main,minors,novita]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mendorong korupsi di sektor BUMN, termasuk peran moral dan etika dalam mendorong terjadinya korupsi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mendorong korupsi di sektor BUMN, termasuk peran moral dan etika dalam mendorong terjadinya korupsi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak korupsi terhadap kinerja BUMN dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan memberantas korupsi di sektor ini. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan strategi dan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan BUMN, serta memperkuat peran pengawasan dan penegakan hukum dalam mencegah dan memberantas korupsi di sektor BUMN.. BUMN sebagai subjek hukum masih dianggap tidak dapat dituntut secara pidana.Mereka yang dapat dituntut secara pidana adalah administrator korporasi, baik direktur maupun karyawan.Untuk dapat menanggung BUMN yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam kasus korupsi, mereka dapat menerapkan teori kriminal korporasi seperti.teori tanggung jawab vicarious, teori identifikasi, tanggung jawab ketat, dan doktrin agregasi.Untuk menjerat administrator BUMN dalam mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang mereka lakukan, penegak hukum bebas memilih teori dan doktrin (berdasarkan kasus), tetapi juga dengan selalu terus menerapkan maksim hukum yang berlaku secara universal, yaitu actus non facit reum nisi mens sit rea dan selalu dibimbing oleh ketentuan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 telah mengatur tanggung jawab pidana korporasi, sehingga BUMN yang terbukti terlibat dalam kasus korupsi, dapat dituntut secara pidana.Dalam pelaksanaannya, tidak berhenti menyelidiki kasus hanya sampai direktur dan karyawan BUMN tetapi harus mencoba melihat konstruksi penuh perbuatan pidana disertai bukti pendukung, apakah BUMN juga mendapat manfaat (manfaat) akibat korupsi yang dilakukan Korupsi telah menjadi masalah serius bagi Indonesia, terutama di sektor layanan publik, seperti sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji korupsi di sektor BUMN dengan teori etika Aristoteles. Teori Etika Aristoteles berfungsi untuk memimpin manusia mencapai tujuan tertinggi dalam hidup mereka melalui rasio dan menjadikan manusia sebagai manusia utama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif di mana penggunaan metode ini menggunakan pendekatan konsep dan legislasi. Mengenai kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, arti definisi korupsi adalah masalah penyimpangan moral dari masalah moral dalam manusia. Oleh karena itu, hukum dan ekonomi bukan faktor utama yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-adbb8.webp" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-adbb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-adbb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-adbb8.webp 1x" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" alt="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-9e632.webp" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-9e632.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-9e632.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-9e632.webp 1x" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" alt="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-4dc66.webp" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-4dc66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-4dc66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-4dc66.webp 1x" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" alt="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64530-sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups" title="JURIS - Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia" target="_blank">Law Enforcement of Corruption Crimes in the State-Owned Enterprises Sector in Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mendorong korupsi di sektor BUMN, termasuk peran moral dan etika dalam mendorong terjadinya korupsi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak korupsi terhadap kinerja BUMN dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan memberantas korupsi di sektor ini. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan strategi dan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan BUMN, serta memperkuat peran pengawasan dan penegakan hukum dalam mencegah dan memberantas korupsi di sektor BUMN..
<br>BUMN sebagai subjek hukum masih dianggap tidak dapat dituntut secara pidana.Mereka yang dapat dituntut secara pidana adalah administrator korporasi, baik direktur maupun karyawan.Untuk dapat menanggung BUMN yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam kasus korupsi, mereka dapat menerapkan teori kriminal korporasi seperti.teori tanggung jawab vicarious, teori identifikasi, tanggung jawab ketat, dan doktrin agregasi.Untuk menjerat administrator BUMN dalam mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang mereka lakukan, penegak hukum bebas memilih teori dan doktrin (berdasarkan kasus), tetapi juga dengan selalu terus menerapkan maksim hukum yang berlaku secara universal, yaitu actus non facit reum nisi mens sit rea dan selalu dibimbing oleh ketentuan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 telah mengatur tanggung jawab pidana korporasi, sehingga BUMN yang terbukti terlibat dalam kasus korupsi, dapat dituntut secara pidana.Dalam pelaksanaannya, tidak berhenti menyelidiki kasus hanya sampai direktur dan karyawan BUMN tetapi harus mencoba melihat konstruksi penuh perbuatan pidana disertai bukti pendukung, apakah BUMN juga mendapat manfaat (manfaat) akibat korupsi yang dilakukan
<br>Korupsi telah menjadi masalah serius bagi Indonesia, terutama di sektor layanan publik, seperti sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji korupsi di sektor BUMN dengan teori etika Aristoteles. Teori Etika Aristoteles berfungsi untuk memimpin manusia mencapai tujuan tertinggi dalam hidup mereka melalui rasio dan menjadikan manusia sebagai manusia utama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif di mana penggunaan metode ini menggunakan pendekatan konsep dan legislasi. Mengenai kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, arti definisi korupsi adalah masalah penyimpangan moral dari masalah moral dalam manusia. Oleh karena itu, hukum dan ekonomi bukan faktor utama yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-4dc66.webp" type="image/webp" length="97036" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-adbb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-9e632.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/sektor-layanan-tanah-karyawan-bumn-semarang-korups-thumb-4dc66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-557-unnes.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13343-law-research-review-quarterly.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis perbandingan metode tafsir al Muqaran dan al MawdhuAoi dalam kajian tematik al QurAoan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis perbandingan metode tafsir al Muqaran dan al MawdhuAoi dalam kajian tematik al QurAoan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis perbandingan metode tafsir al Muqaran dan al MawdhuAoi dalam kajian tematik al QurAoan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64538-qur-anic-exegesis-al-muqaran-mawdhu-tafsir-st</link>
	<guid isPermaLink="false">794a7da3025a95b095b0a59a04cff0e3</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 22:26:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tradisi jum ]]></category>
	<category><![CDATA[ amril m 111 ]]></category>
	<category><![CDATA[ yos sudarso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[111,amril,jum,m,sudarso,tradisi,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan teknologi AI untuk mempercepat analisis perbandingan interpretasi tafsir al-Muqaran secara sistematis. Selain itu, perlu ada studi lebih dalam tentang penggunaan metode al-MawdhuAoi dalam konteks sosial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan teknologi AI untuk mempercepat analisis perbandingan interpretasi tafsir al-Muqaran secara sistematis. Selain itu, perlu ada studi lebih dalam tentang penggunaan metode al-MawdhuAoi dalam konteks sosial dan politik modern, khususnya dalam menghadapi isu seperti keadilan ekonomi atau moderasi beragama. Terakhir, penelitian interdisciplinary yang menggabungkan pendekatan hermeneutika dan sosiologi agama dapat membantu memahami dinamika interpretasi al-QurAoan dalam masyarakat multikultural.. Metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi memiliki karakter epistemologis dan metodologis yang berbeda namun saling melengkapi.Al-Muqaran fokus pada analisis komparatif antar-interpretasi atau antar-ayat dengan tema serupa, sementara al-MawdhuAoi mengumpulkan dan menyintesiskan ayat-ayat terkait satu tema untuk analisis menyeluruh.Kedua metode tidak saling meniadakan, tetapi dapat menjadi instrumen saling melengkapi dalam konstruksi makna.Integrasi keduanya dalam studi tafsir modern sangat disarankan untuk menghasilkan pemahaman al-QurAoan yang lebih kaya, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman Artikel ini mengeksplorasi dua pendekatan utama dalam tafsir al-QurAoan, yaitu metode al-Muqaran (perbandingan) dan al-MawdhuAoi (tematik). Metode al-Muqaran membandingkan interpretasi dari berbagai mufasir atau ayat-ayat yang membahas tema serupa untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan perspektif hermeneutik. Sebaliknya, metode al-MawdhuAoi mengumpulkan seluruh ayat al-QurAoan terkait suatu tema dan menganalisisnya secara holistik untuk membangun pemahaman terpadu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode saling melengkapi: al-Muqaran memperkaya dialog antar-tekstual dan antar-mufasir, sedangkan al-MawdhuAoi memberikan wawasan sistematis terhadap isu kontemporer.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-70d42.webp" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-70d42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-70d42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-70d42.webp 1x" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" alt="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-269b2.webp" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-269b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-269b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-269b2.webp 1x" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" alt="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-21982.webp" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-21982.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-21982.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-21982.webp 1x" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" alt="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64538-qur-anic-exegesis-al-muqaran-mawdhu-tafsir-st" title="JURIS - Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan" target="_blank">Analisis perbandingan metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi dalam kajian tematik al-QurAoan</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan teknologi AI untuk mempercepat analisis perbandingan interpretasi tafsir al-Muqaran secara sistematis. Selain itu, perlu ada studi lebih dalam tentang penggunaan metode al-MawdhuAoi dalam konteks sosial dan politik modern, khususnya dalam menghadapi isu seperti keadilan ekonomi atau moderasi beragama. Terakhir, penelitian interdisciplinary yang menggabungkan pendekatan hermeneutika dan sosiologi agama dapat membantu memahami dinamika interpretasi al-QurAoan dalam masyarakat multikultural..
<br>Metode tafsir al-Muqaran dan al-MawdhuAoi memiliki karakter epistemologis dan metodologis yang berbeda namun saling melengkapi.Al-Muqaran fokus pada analisis komparatif antar-interpretasi atau antar-ayat dengan tema serupa, sementara al-MawdhuAoi mengumpulkan dan menyintesiskan ayat-ayat terkait satu tema untuk analisis menyeluruh.Kedua metode tidak saling meniadakan, tetapi dapat menjadi instrumen saling melengkapi dalam konstruksi makna.Integrasi keduanya dalam studi tafsir modern sangat disarankan untuk menghasilkan pemahaman al-QurAoan yang lebih kaya, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman
<br>Artikel ini mengeksplorasi dua pendekatan utama dalam tafsir al-QurAoan, yaitu metode al-Muqaran (perbandingan) dan al-MawdhuAoi (tematik). Metode al-Muqaran membandingkan interpretasi dari berbagai mufasir atau ayat-ayat yang membahas tema serupa untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan perspektif hermeneutik. Sebaliknya, metode al-MawdhuAoi mengumpulkan seluruh ayat al-QurAoan terkait suatu tema dan menganalisisnya secara holistik untuk membangun pemahaman terpadu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode saling melengkapi: al-Muqaran memperkaya dialog antar-tekstual dan antar-mufasir, sedangkan al-MawdhuAoi memberikan wawasan sistematis terhadap isu kontemporer....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-70d42.webp" type="image/webp" length="128110" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-70d42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-269b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/quranic-exegesis-al-muqaran-al-mawdhui-tafsir-stud-thumb-21982.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7178-man4kotapekanbaru.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20347-takuana-jurnal-pendidikan-sains-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ From Digitalization to Normalization A Netnography of Everyday Indonesian Muslims Polygamous Marriages on YouTube ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Digitalization to Normalization A Netnography of Everyday Indonesian Muslims Polygamous Marriages on YouTube ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Digitalization to Normalization A Netnography of Everyday Indonesian Muslims Polygamous Marriages on YouTube ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64520-gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi</link>
	<guid isPermaLink="false">ae453e8c15077442ade12c8532afdfec</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:54:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ editor chief ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti ropiah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,counter,editor,flag,ropiah,siti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menyoroti peran penting kanal YouTube dalam menormalisasi praktik poligami di kalangan Muslim Indonesia, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang fenomena ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims' Polygamous Marriages on YouTube: Penelitian ini telah menyoroti peran penting kanal YouTube dalam menormalisasi praktik poligami di kalangan Muslim Indonesia, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang fenomena kompleks ini. Pertama, penting untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai bagaimana audiens, khususnya para istri dan anak-anak dalam keluarga poligami, menginternalisasi narasi yang disajikan di platform digital tersebut. Studi ini dapat mengkaji dampak psikologis dan sosial jangka panjang dari paparan konten semacam itu, meneliti apakah narasi 'harmonis' yang ditampilkan berkorelasi dengan pengalaman riil mereka, atau justru menciptakan disonansi kognitif yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan stabilitas keluarga. Kedua, ada kebutuhan mendesak untuk menganalisis respons dari kerangka kerja regulasi agama dan gender terhadap munculnya otoritas interpretasi digital ini. Bagaimana lembaga keagamaan formal dan organisasi hak-hak perempuan merespons klaim-klaim otoritas yang berbasis pengalaman pribadi dan karisma di media sosial, dan apakah ada upaya sistematis untuk mengembangkan kerangka interpretatif alternatif yang lebih inklusif, adil, dan berlandaskan pada etika kesetaraan gender yang lebih luas, sesuai dengan maqAid Al-Qur'an? Penelitian dapat mengeksplorasi strategi yang efektif dalam mengembangkan dan menyebarluaskan narasi tandingan yang mampu membongkar simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan, serta mengedukasi publik tentang interpretasi yang lebih kontekstual dan kritis terhadap teks-teagamaan terkait poligami. Ketiga, studi di masa depan dapat memperluas fokus dari YouTube ke platform media sosial lainnya seperti TikTok, Instagram, atau Facebook, untuk memahami strategi komunikasi yang berbeda dan bagaimana audiens yang lebih beragam berinteraksi dengan konten poligami. Analisis komparatif lintas platform dan studi longitudinal dapat mengungkapkan bagaimana agen perempuan menegosiasikan atau bahkan menantang narasi patriarkal yang dominan, serta melihat evolusi diskursus normalisasi dari waktu ke waktu. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika ruang digital sebagai arena kontestasi dan reproduksi nilai-nilai sosial dan keagamaan di Indonesia.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tiga kanal YouTube yang diteliti menormalisasi praktik poligami melalui diskursus digital religius, membingkainya sebagai ketaatan kepada Tuhan dan kepemimpinan laki-laki yang saleh, serta sunah yang sakral, sehingga melanggengkan ideologi patriarkal.Kanal-kanal ini secara konsisten menampilkan narasi maskulinitas religius di mana laki-laki adalah pemimpin dan pengendali hasrat, sementara perempuan diposisikan sebagai pendukung moral dan spiritual yang tunduk, sabar, dan murah hati, yang secara halus menutupi ketidakseimbangan kekuasaan dan menormalisasi subordinasi perempuan.Normalisasi ini didukung oleh interpretasi selektif ayat-ayat Al-Qur'an dan klaim otoritas interpretatif pribadi, yang menciptakan otoritas keagamaan terdesentralisasi yang melegitimasi dinamika kekuasaan gender yang tidak setara, sehingga membutuhkan dekonstruksi simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan demi kerangka interpretatif yang berlandaskan maqAid Al-Qur'an dan etika kesetaraan gender Penelitian mengenai tema interseksionalitas dalam ruang digital, representasi gender, dan keluarga poligami dalam komunitas Muslim telah memperoleh perhatian akademik yang semakin besar dalam beberapa dekade terakhir. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji peran penting media digital dalam mereproduksi praktik dan menormalisasi poligami masih belum banyak dilakukan. Artikel ini mengkaji normalisasi poligami dalam lanskap digital Indonesia dengan berfokus pada tiga kanal YouTube yang dikelola oleh Muslim yang menjalankan poligami, termasuk kanal dengan jumlah penonton terbanyak yang menampilkan kehidupan sehari-hari keluarga poligami di Indonesia. Penelitian ini berargumen bahwa representasi kehidupan sehari-hari keluarga poligami di ruang digital berkontribusi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp 1x" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" alt="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp 1x" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" alt="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp 1x" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" alt="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64520-gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi" title="JURIS - From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims&#039; Polygamous Marriages on YouTube" target="_blank">From Digitalization to Normalization: A Netnography of Everyday Indonesian Muslims' Polygamous Marriages on YouTube</a>: Penelitian ini telah menyoroti peran penting kanal YouTube dalam menormalisasi praktik poligami di kalangan Muslim Indonesia, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang fenomena kompleks ini. Pertama, penting untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai bagaimana audiens, khususnya para istri dan anak-anak dalam keluarga poligami, menginternalisasi narasi yang disajikan di platform digital tersebut. Studi ini dapat mengkaji dampak psikologis dan sosial jangka panjang dari paparan konten semacam itu, meneliti apakah narasi 'harmonis' yang ditampilkan berkorelasi dengan pengalaman riil mereka, atau justru menciptakan disonansi kognitif yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan stabilitas keluarga. Kedua, ada kebutuhan mendesak untuk menganalisis respons dari kerangka kerja regulasi agama dan gender terhadap munculnya otoritas interpretasi digital ini. Bagaimana lembaga keagamaan formal dan organisasi hak-hak perempuan merespons klaim-klaim otoritas yang berbasis pengalaman pribadi dan karisma di media sosial, dan apakah ada upaya sistematis untuk mengembangkan kerangka interpretatif alternatif yang lebih inklusif, adil, dan berlandaskan pada etika kesetaraan gender yang lebih luas, sesuai dengan maqAid Al-Qur'an? Penelitian dapat mengeksplorasi strategi yang efektif dalam mengembangkan dan menyebarluaskan narasi tandingan yang mampu membongkar simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan, serta mengedukasi publik tentang interpretasi yang lebih kontekstual dan kritis terhadap teks-teagamaan terkait poligami. Ketiga, studi di masa depan dapat memperluas fokus dari YouTube ke platform media sosial lainnya seperti TikTok, Instagram, atau Facebook, untuk memahami strategi komunikasi yang berbeda dan bagaimana audiens yang lebih beragam berinteraksi dengan konten poligami. Analisis komparatif lintas platform dan studi longitudinal dapat mengungkapkan bagaimana agen perempuan menegosiasikan atau bahkan menantang narasi patriarkal yang dominan, serta melihat evolusi diskursus normalisasi dari waktu ke waktu. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika ruang digital sebagai arena kontestasi dan reproduksi nilai-nilai sosial dan keagamaan di Indonesia..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa tiga kanal YouTube yang diteliti menormalisasi praktik poligami melalui diskursus digital religius, membingkainya sebagai ketaatan kepada Tuhan dan kepemimpinan laki-laki yang saleh, serta sunah yang sakral, sehingga melanggengkan ideologi patriarkal.Kanal-kanal ini secara konsisten menampilkan narasi maskulinitas religius di mana laki-laki adalah pemimpin dan pengendali hasrat, sementara perempuan diposisikan sebagai pendukung moral dan spiritual yang tunduk, sabar, dan murah hati, yang secara halus menutupi ketidakseimbangan kekuasaan dan menormalisasi subordinasi perempuan.Normalisasi ini didukung oleh interpretasi selektif ayat-ayat Al-Qur'an dan klaim otoritas interpretatif pribadi, yang menciptakan otoritas keagamaan terdesentralisasi yang melegitimasi dinamika kekuasaan gender yang tidak setara, sehingga membutuhkan dekonstruksi simbol-simbol religius yang menormalisasi ketidaksetaraan demi kerangka interpretatif yang berlandaskan maqAid Al-Qur'an dan etika kesetaraan gender
<br>Penelitian mengenai tema interseksionalitas dalam ruang digital, representasi gender, dan keluarga poligami dalam komunitas Muslim telah memperoleh perhatian akademik yang semakin besar dalam beberapa dekade terakhir. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji peran penting media digital dalam mereproduksi praktik dan menormalisasi poligami masih belum banyak dilakukan. Artikel ini mengkaji normalisasi poligami dalam lanskap digital Indonesia dengan berfokus pada tiga kanal YouTube yang dikelola oleh Muslim yang menjalankan poligami, termasuk kanal dengan jumlah penonton terbanyak yang menampilkan kehidupan sehari-hari keluarga poligami di Indonesia. Penelitian ini berargumen bahwa representasi kehidupan sehari-hari keluarga poligami di ruang digital berkontribusi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" type="image/webp" length="95686" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-40d89.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-055db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/gender-judith-butler-kesetaraan-normalisasi-poliga-thumb-2affe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-812-iain-langsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3313-al-qadha-jurnal-hukum-islam-perundang-undangan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia A Victimology and Criminology Approach ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia A Victimology and Criminology Approach ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia A Victimology and Criminology Approach ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64528-pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt</link>
	<guid isPermaLink="false">328ad40b694e30f09bfbbba9ee4cba04</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:29:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bale mediasi ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ east lombok ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bale,content,east,lombok,main,mediasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas undang-undang perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dalam konteks implementasi di lapangan. 2. Studi tentang inisiatif berbasis komunitas untuk meningkatkan perlindungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach: 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas undang-undang perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dalam konteks implementasi di lapangan. 2. Studi tentang inisiatif berbasis komunitas untuk meningkatkan perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, terutama di daerah terpencil. 3. Penelitian mengenai peran pendidikan seks dan kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga, serta pengembangan program edukasi yang berbasis teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas informasi.. Anak-anak adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa secara spiritual dan fisik belum memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan sebagai makhluk sosial sejak dalam kandungan memiliki hak untuk hidup, bebas, dan menerima perlindungan.Oleh karena itu, anak sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual.Kekerasan seksual merupakan tindakan kriminal yang disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal.Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat (orang tua/guru).Di Indonesia, regulasi perlindungan anak diatur dalam Undang-Undang No.Regulasi perlindungan anak terdapat dalam berbagai hal seperti Konstitusi 1945, Konvensi Hak Anak, hingga Undang-Undang No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.Semua regulasi tersebut mengecam adanya tindakan kekerasan seksual terhadap anak, bahwa anak memiliki hak untuk dilindungi dari berbagai kejahatan seperti Pasal 15 Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa Setiap Anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dalam aktivitas politik, keterlibatan dalam sengketa, keterlibatan dalam kerusuhan sosial, keterlibatan dalam kejadian yang mengandung unsur kekerasan, keterlibatan dalam perang, dan kekerasan seksual.Penanganan korban kekerasan seksual anak dilakukan oleh Badan Perlindungan Saksi dan Korban Berdasarkan Undang-Undang No.13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.LPSK diberikan mandat baru terkait layanan bagi korban kejahatan, di mana LPSK memberikan bantuan kepada korban perdagangan manusia, korban kekerasan seksual.Bantuan ini mencakup bantuan medis dan psikososial serta bantuan psikologis.31 Tahun 2014, korban berhak mendapatkan rehabilitasi psikososial dan psikologis serta ganti rugi dan restitusi.Selain itu, kekerasan dapat dilaporkan ke Komnas HAM, KPAI, stasiun polisi lokal, rumah sakit, NGO dan tokoh untuk tindak lanjut.Dari banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, diperlukan perhatian ekstra dari pemerintah.Sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual harus ketat, karena dampak yang dialami korban kekerasan bukan hanya fisik tetapi juga spiritual.Pendidikan seks harus diberikan sebagai salah satu upaya pencegahan kekerasan seksual anak Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga mendefinisikan kekerasan dalam rumah tangga sebagai setiap tindakan terhadap seseorang, khususnya perempuan, yang mengakibatkan kesakitan fisik, seksual, psikologis atau penderitaan, serta pengabaian rumah tangga termasuk ancaman, pemaksaan, atau pencabutan kebebasan secara tidak sah dalam lingkup rumah tangga. Namun, dalam kasus ini fokus akan pada perempuan sebagai korban, yang juga merujuk pada data yang tersedia di Komnas Perempuan. Ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-5654f.webp" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-5654f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-5654f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-5654f.webp 1x" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" alt="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-32223.webp" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-32223.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-32223.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-32223.webp 1x" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" alt="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-b52cc.webp" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-b52cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-b52cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-b52cc.webp 1x" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" alt="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64528-pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt" title="JURIS - Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach" target="_blank">Protection for Women Victims of Domestic Violence in Indonesia: A Victimology and Criminology Approach</a>: 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas undang-undang perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dalam konteks implementasi di lapangan. 2. Studi tentang inisiatif berbasis komunitas untuk meningkatkan perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, terutama di daerah terpencil. 3. Penelitian mengenai peran pendidikan seks dan kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga, serta pengembangan program edukasi yang berbasis teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas informasi..
<br>Anak-anak adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa secara spiritual dan fisik belum memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan sebagai makhluk sosial sejak dalam kandungan memiliki hak untuk hidup, bebas, dan menerima perlindungan.Oleh karena itu, anak sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual.Kekerasan seksual merupakan tindakan kriminal yang disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal.Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat (orang tua/guru).Di Indonesia, regulasi perlindungan anak diatur dalam Undang-Undang No.Regulasi perlindungan anak terdapat dalam berbagai hal seperti Konstitusi 1945, Konvensi Hak Anak, hingga Undang-Undang No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.Semua regulasi tersebut mengecam adanya tindakan kekerasan seksual terhadap anak, bahwa anak memiliki hak untuk dilindungi dari berbagai kejahatan seperti Pasal 15 Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa Setiap Anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dalam aktivitas politik, keterlibatan dalam sengketa, keterlibatan dalam kerusuhan sosial, keterlibatan dalam kejadian yang mengandung unsur kekerasan, keterlibatan dalam perang, dan kekerasan seksual.Penanganan korban kekerasan seksual anak dilakukan oleh Badan Perlindungan Saksi dan Korban Berdasarkan Undang-Undang No.13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.LPSK diberikan mandat baru terkait layanan bagi korban kejahatan, di mana LPSK memberikan bantuan kepada korban perdagangan manusia, korban kekerasan seksual.Bantuan ini mencakup bantuan medis dan psikososial serta bantuan psikologis.31 Tahun 2014, korban berhak mendapatkan rehabilitasi psikososial dan psikologis serta ganti rugi dan restitusi.Selain itu, kekerasan dapat dilaporkan ke Komnas HAM, KPAI, stasiun polisi lokal, rumah sakit, NGO dan tokoh untuk tindak lanjut.Dari banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, diperlukan perhatian ekstra dari pemerintah.Sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual harus ketat, karena dampak yang dialami korban kekerasan bukan hanya fisik tetapi juga spiritual.Pendidikan seks harus diberikan sebagai salah satu upaya pencegahan kekerasan seksual anak
<br>Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga mendefinisikan kekerasan dalam rumah tangga sebagai setiap tindakan terhadap seseorang, khususnya perempuan, yang mengakibatkan kesakitan fisik, seksual, psikologis atau penderitaan, serta pengabaian rumah tangga termasuk ancaman, pemaksaan, atau pencabutan kebebasan secara tidak sah dalam lingkup rumah tangga. Namun, dalam kasus ini fokus akan pada perempuan sebagai korban, yang juga merujuk pada data yang tersedia di Komnas Perempuan. Ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-b52cc.webp" type="image/webp" length="74240" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-5654f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-32223.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pola-perilaku-anak-perempuan-korban-kdrt-kejahatan-thumb-b52cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-557-unnes.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13343-law-research-review-quarterly.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village Rancabali District Bandung Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village Rancabali District Bandung Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village Rancabali District Bandung Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64523-wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam</link>
	<guid isPermaLink="false">1cc1b8ebbf226575094b4395ca2eaea8</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:28:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aji ramadhan ]]></category>
	<category><![CDATA[ feby febrian ]]></category>
	<category><![CDATA[ eka ermawati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aji,eka,ermawati,febrian,feby,ramadhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk memperluas lingkup studi ini dari Desa Wisata Alamendah ke beberapa desa wisata lain di Kabupaten Bandung atau bahkan wilayah berbeda, guna membandingkan efektivitas strategi bauran pemasaran dan mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency): Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk memperluas lingkup studi ini dari Desa Wisata Alamendah ke beberapa desa wisata lain di Kabupaten Bandung atau bahkan wilayah berbeda, guna membandingkan efektivitas strategi bauran pemasaran dan mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat meningkatkan kepuasan serta loyalitas pengunjung secara lebih merata. Selain itu, mengingat penelitian ini menggunakan sampel terbatas dan pendekatan kuantitatif, studi lanjutan dapat mempertimbangkan penggunaan metode campuran (mix method) dengan menggabungkan survei kuantitatif berskala lebih besar yang mencakup demografi pengunjung lebih beragam, serta wawancara mendalam atau focus group discussion. Pendekatan kualitatif ini akan membantu menggali lebih dalam alasan di balik ketidakpuasan sebagian pengunjung (yang masih mencapai 32,3%) dan memahami secara holistik elemen bauran pemasaran mana yang paling perlu diperbaiki atau dikembangkan, misalnya terkait kualitas produk olahan stroberi, kenyamanan fasilitas umum, atau keramahan pelayanan. Penelitian di masa depan juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari elemen-elemen bauran pemasaran yang lebih spesifik, seperti strategi penetapan harga yang fleksibel, inovasi promosi digital yang lebih interaktif, atau program pemberdayaan masyarakat lokal yang berkelanjutan, terhadap pembentukan loyalitas pengunjung yang tidak hanya sekadar kembali berkunjung, tetapi juga menjadi duta promosi sukarela bagi desa wisata. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana desa wisata dapat terus berkembang dan relevan di mata wisatawan.. Secara keseluruhan, bauran pemasaran di Desa Wisata Alamendah menunjukkan respons yang relatif baik dari pengunjung, mencakup aspek produk, harga, promosi, tempat, proses, sumber daya manusia, dan bukti fisik, yang secara signifikan memengaruhi kepuasan pengunjung.Tingkat kepuasan pengunjung di desa wisata ini juga tergolong baik dan memiliki dampak yang sangat besar terhadap loyalitas mereka, mendorong keinginan untuk kembali berkunjung.Meskipun bauran pemasaran memengaruhi loyalitas pengunjung baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan, kepuasan pengunjung terbukti memiliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas, menjadikannya faktor kunci dalam mempertahankan dan menarik kembali wisatawan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bauran pemasaran terhadap kepuasan dan implikasinya pada loyalitas pengunjung, melalui survei pengunjung di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, baik secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif, dengan unit analisis pengunjung di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dengan sampel 30 orang. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis kuantitatif dan analisis jalur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa bauran pemasaran terhadap kepuasan dan implikasinya pada loyalitas pengunjung di Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung, secara umum dapat dikatakan baik,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-ff112.webp" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-ff112.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-ff112.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-ff112.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" alt="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-349b0.webp" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-349b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-349b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-349b0.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" alt="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-b87a3.webp" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-b87a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-b87a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-b87a3.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" alt="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64523-wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam" title="JURIS - The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)" target="_blank">The Effect of Marketing Mix on Satisfaction and Its Implications on Visitor Loyalty (A Survey on Visitors in Alamendah Tourism Village, Rancabali District, Bandung Regency)</a>: Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk memperluas lingkup studi ini dari Desa Wisata Alamendah ke beberapa desa wisata lain di Kabupaten Bandung atau bahkan wilayah berbeda, guna membandingkan efektivitas strategi bauran pemasaran dan mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat meningkatkan kepuasan serta loyalitas pengunjung secara lebih merata. Selain itu, mengingat penelitian ini menggunakan sampel terbatas dan pendekatan kuantitatif, studi lanjutan dapat mempertimbangkan penggunaan metode campuran (mix method) dengan menggabungkan survei kuantitatif berskala lebih besar yang mencakup demografi pengunjung lebih beragam, serta wawancara mendalam atau focus group discussion. Pendekatan kualitatif ini akan membantu menggali lebih dalam alasan di balik ketidakpuasan sebagian pengunjung (yang masih mencapai 32,3%) dan memahami secara holistik elemen bauran pemasaran mana yang paling perlu diperbaiki atau dikembangkan, misalnya terkait kualitas produk olahan stroberi, kenyamanan fasilitas umum, atau keramahan pelayanan. Penelitian di masa depan juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari elemen-elemen bauran pemasaran yang lebih spesifik, seperti strategi penetapan harga yang fleksibel, inovasi promosi digital yang lebih interaktif, atau program pemberdayaan masyarakat lokal yang berkelanjutan, terhadap pembentukan loyalitas pengunjung yang tidak hanya sekadar kembali berkunjung, tetapi juga menjadi duta promosi sukarela bagi desa wisata. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana desa wisata dapat terus berkembang dan relevan di mata wisatawan..
<br>Secara keseluruhan, bauran pemasaran di Desa Wisata Alamendah menunjukkan respons yang relatif baik dari pengunjung, mencakup aspek produk, harga, promosi, tempat, proses, sumber daya manusia, dan bukti fisik, yang secara signifikan memengaruhi kepuasan pengunjung.Tingkat kepuasan pengunjung di desa wisata ini juga tergolong baik dan memiliki dampak yang sangat besar terhadap loyalitas mereka, mendorong keinginan untuk kembali berkunjung.Meskipun bauran pemasaran memengaruhi loyalitas pengunjung baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan, kepuasan pengunjung terbukti memiliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas, menjadikannya faktor kunci dalam mempertahankan dan menarik kembali wisatawan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bauran pemasaran terhadap kepuasan dan implikasinya pada loyalitas pengunjung, melalui survei pengunjung di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, baik secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif, dengan unit analisis pengunjung di Desa Wisata Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dengan sampel 30 orang. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis kuantitatif dan analisis jalur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa bauran pemasaran terhadap kepuasan dan implikasinya pada loyalitas pengunjung di Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung, secara umum dapat dikatakan baik,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-ff112.webp" type="image/webp" length="107864" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-ff112.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-349b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/wisata-alam-baumata-ekowisata-masyarakat-lokal-tam-thumb-b87a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1421-greenation-international-journal-engineering-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64524-hasil-uji-thermovisi-laporan-pemer</link>
	<guid isPermaLink="false">caecb75cbe6928a276c573ee179db4b8</guid>
	<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:19:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aji ramadhan ]]></category>
	<category><![CDATA[ feby febrian ]]></category>
	<category><![CDATA[ eka ermawati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aji,eka,ermawati,febrian,feby,ramadhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh proses manufaktur pada kualitas pegas, terutama dalam hal pengendalian inklusi dan void. Selain itu, studi tentang efek korosi pada berbagai jenis pegas dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh proses manufaktur pada kualitas pegas, terutama dalam hal pengendalian inklusi dan void. Selain itu, studi tentang efek korosi pada berbagai jenis pegas dan lingkungan korosif yang berbeda dapat memberikan wawasan yang berharga. Penelitian juga dapat berfokus pada pengembangan metode pencegahan dan perlindungan pegas dari kerusakan akibat korosi, termasuk desain dan material yang lebih tahan korosi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keandalan dan umur pakai pegas dalam industri kimia.. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembahasan, disimpulkan bahwa penyebab kerusakan Actuator Pegas adalah masuknya cairan korosif yang tidak diinginkan ke dalam kamar pegas, yang menyebabkan terjadinya reaksi korosi.Proses shot peening tidak dilakukan dalam proses manufaktur pegas yang menyebabkan kekurangan daya tahan pegas terhadap beban dinamis, proses tempering tidak dilakukan dengan sempurna (Imperfect Tempering) sehingga pegas menjadi rapuh yang sensitif terhadap beban dinamis (Ductility berkurang).Dari hasil uji SEM, inklusi sulfida tersebar di semua area sampel uji dengan ukuran yang bervariasi dan morfologi datar memanjang.Dari hasil uji EDX, spektrum unsur yang terkandung dalam inklusi adalah Mn dan S.Unsur Mn dan S tampak dominan dengan kandungan sulfur sebesar 4,71 wt% dalam inklusi non-logam.Inklusi MnS memiliki potensi menjadi awal retakan skala mikro karena inklusi ini adalah tempat konsentrasi tegangan (stress raisers) dan bagian terlemah dari material matriks.Jenis korosi yang terjadi adalah korosi lokal yang dimulai karena endapan yang menempel pada permukaan pegas dan hanya terjadi di lokasi tertentu (misalnya.Berdasarkan hasil semua uji yang dilakukan dan mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan yang ada dalam operasi, faktor penyebab kerusakan adalah cacat material dan lingkungan korosif, untuk mencegah kegagalan/kerusakan Actuator Pegas, dapat dilakukan dengan memperbaiki packing kamar Actuator Pegas dengan benar untuk meminimalkan masuknya cairan ke dalam kamar, melakukan pemeliharaan rutin unit katup sesuai dengan SOP yang benar, dan melakukan pemeriksaan kualitas material pegas pasca pembelian dari produsen sehingga sesuai dengan standar material yang akan digunakan Pegas, yang berfungsi untuk membantu katup beroperasi sehingga dapat sepenuhnya tertutup dan terbuka, memiliki peran vital dalam operasi kontinu industri kimia. Ketika terjadi masalah, ditemukan cairan keruh di kamar pegas actuator yang menyebabkan katup tidak beroperasi dan tidak berada dalam kondisi tertutup penuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan penyebab kegagalan Actuator Pegas di industri kimia. Penelitian ini secara khusus diarahkan pada Actuator Pegas yang rusak untuk menentukan penyebab kegagalan/kerusakan. Tes yang dilakukan adalah: fractografi, metallografi (mikrostruktur), analisis komposisi kimia, uji keras, dan analisis mikroskop elektron pemindai (SEM) energi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-03097.webp" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-03097.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-03097.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-03097.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" alt="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-cdf2d.webp" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-cdf2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-cdf2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-cdf2d.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" alt="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-11069.webp" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-11069.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-11069.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-11069.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" alt="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64524-hasil-uji-thermovisi-laporan-pemer" title="JURIS - Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator" target="_blank">Analysis of Spring Damage in the Chamber Actuator</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh proses manufaktur pada kualitas pegas, terutama dalam hal pengendalian inklusi dan void. Selain itu, studi tentang efek korosi pada berbagai jenis pegas dan lingkungan korosif yang berbeda dapat memberikan wawasan yang berharga. Penelitian juga dapat berfokus pada pengembangan metode pencegahan dan perlindungan pegas dari kerusakan akibat korosi, termasuk desain dan material yang lebih tahan korosi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keandalan dan umur pakai pegas dalam industri kimia..
<br>Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembahasan, disimpulkan bahwa penyebab kerusakan Actuator Pegas adalah masuknya cairan korosif yang tidak diinginkan ke dalam kamar pegas, yang menyebabkan terjadinya reaksi korosi.Proses shot peening tidak dilakukan dalam proses manufaktur pegas yang menyebabkan kekurangan daya tahan pegas terhadap beban dinamis, proses tempering tidak dilakukan dengan sempurna (Imperfect Tempering) sehingga pegas menjadi rapuh yang sensitif terhadap beban dinamis (Ductility berkurang).Dari hasil uji SEM, inklusi sulfida tersebar di semua area sampel uji dengan ukuran yang bervariasi dan morfologi datar memanjang.Dari hasil uji EDX, spektrum unsur yang terkandung dalam inklusi adalah Mn dan S.Unsur Mn dan S tampak dominan dengan kandungan sulfur sebesar 4,71 wt% dalam inklusi non-logam.Inklusi MnS memiliki potensi menjadi awal retakan skala mikro karena inklusi ini adalah tempat konsentrasi tegangan (stress raisers) dan bagian terlemah dari material matriks.Jenis korosi yang terjadi adalah korosi lokal yang dimulai karena endapan yang menempel pada permukaan pegas dan hanya terjadi di lokasi tertentu (misalnya.Berdasarkan hasil semua uji yang dilakukan dan mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan yang ada dalam operasi, faktor penyebab kerusakan adalah cacat material dan lingkungan korosif, untuk mencegah kegagalan/kerusakan Actuator Pegas, dapat dilakukan dengan memperbaiki packing kamar Actuator Pegas dengan benar untuk meminimalkan masuknya cairan ke dalam kamar, melakukan pemeliharaan rutin unit katup sesuai dengan SOP yang benar, dan melakukan pemeriksaan kualitas material pegas pasca pembelian dari produsen sehingga sesuai dengan standar material yang akan digunakan
<br>Pegas, yang berfungsi untuk membantu katup beroperasi sehingga dapat sepenuhnya tertutup dan terbuka, memiliki peran vital dalam operasi kontinu industri kimia. Ketika terjadi masalah, ditemukan cairan keruh di kamar pegas actuator yang menyebabkan katup tidak beroperasi dan tidak berada dalam kondisi tertutup penuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan penyebab kegagalan Actuator Pegas di industri kimia. Penelitian ini secara khusus diarahkan pada Actuator Pegas yang rusak untuk menentukan penyebab kegagalan/kerusakan. Tes yang dilakukan adalah: fractografi, metallografi (mikrostruktur), analisis komposisi kimia, uji keras, dan analisis mikroskop elektron pemindai (SEM) energi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-11069.webp" type="image/webp" length="67462" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-03097.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-cdf2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/hasil-uji-thermovisi-laporan-pemeriksaan-pegas-voi-thumb-11069.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1421-greenation-international-journal-engineering-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 06 Sep 2026 11:22:42 +0700. 12 items. Served in: 5.687 seconds [rss] -->
