<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2026 01:23:27 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:23:27 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-28T01:23:27+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61664-peran-ombudsman-analisis-standar-global-anal</link>
	<guid isPermaLink="false">19687ec0ef27fc934f09cbddf4892ef3</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 23:14:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat peran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam pencegahan maladministrasi di tingkat internasional, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan ORI, harmonisasi regulasi nasional dengan standar internasional, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global: Untuk memperkuat peran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam pencegahan maladministrasi di tingkat internasional, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan ORI, harmonisasi regulasi nasional dengan standar internasional, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga Ombudsman lain dan organisasi internasional. ORI dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam membangun tata kelola pemerintahan global yang bersih, transparan, dan akuntabel. Selain itu, diperlukan revisi regulasi nasional, terutama Undang-Undang No. 37 Tahun 2008, untuk mencakup mandat kerja sama internasional dan kewenangan ORI dalam menangani kasus maladministrasi lintas batas. Harmonisasi dengan konvensi global seperti UNCAC dan OECD Anti-Bribery Convention perlu dipercepat guna memperkuat legitimasi internasional. Penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pendanaan internasional melalui program pelatihan lintas negara, pertukaran keahlian, serta pengalokasian anggaran khusus bagi diplomasi kelembagaan juga sangat penting. Kolaborasi dengan International Ombudsman Institute (IOI) dan lembaga donor multilateral dapat menjadi strategi efektif. Terakhir, perlu peningkatan dukungan politik dan publik melalui advokasi kebijakan dan komunikasi strategis yang menekankan relevansi peran ORI dalam tata kelola global. Pelibatan legislatif dan masyarakat sipil akan memperkuat legitimasi politik ORI sebagai lembaga pengawas publik berkelas dunia yang berkontribusi terhadap pencegahan maladministrasi lintas negara dan penguatan akuntabilitas pemerintahan berkelanjutan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memiliki potensi strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, baik di tingkat nasional maupun internasional.Namun, optimalisasi peran ini masih dihadapkan pada berbagai hambatan kelembagaan dan struktural yang memerlukan penanganan sistematis.Pertama, terdapat keterbatasan regulasi nasional yang belum secara eksplisit mengatur mekanisme kerja sama internasional.25 Tahun 2009 masih berfokus pada pengawasan domestik, sehingga perlu harmonisasi dengan standar global.Kedua, kapasitas sumber daya manusia dan dukungan anggaran ORI masih terbatas, menghambat efektivitas diplomasi kelembagaan dan partisipasi dalam forum internasional.Ketiga, kesadaran publik dan dukungan politik terhadap pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pencegahan maladministrasi masih rendah, menyebabkan lemahnya legitimasi ORI di kancah global.Secara umum, ORI telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam memperkuat pengawasan publik domestik, namun untuk mencapai peran global yang lebih optimal, diperlukan strategi penguatan kapasitas kelembagaan, diplomasi internasional, serta reformulasi regulasi yang adaptif terhadap dinamika global tata kelola pemerintahan berkelanjutan Maladministrasi dan korupsi masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkelanjutan. Penyalahgunaan wewenang, inefisiensi birokrasi, serta lemahnya transparansi publik berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat dan ketimpangan distribusi sumber daya. Urgensi penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya peran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam kerja sama internasional, meskipun memiliki potensi strategis dalam pencegahan maladministrasi lintas negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ORI dalam pencegahan maladministrasi di tingkat nasional dan internasional serta mengidentifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-3b22a.webp" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-3b22a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-3b22a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-3b22a.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" alt="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-49551.webp" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-49551.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-49551.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-49551.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" alt="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-875c9.webp" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-875c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-875c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-875c9.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" alt="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61664-peran-ombudsman-analisis-standar-global-anal" title="JURIS - Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global" target="_blank">Manajemen Strategis Organisasi Ombudsman RI untuk Optimalisasi Pengawasan Publik dan Pencegahan Maladministrasi Global</a>: Untuk memperkuat peran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam pencegahan maladministrasi di tingkat internasional, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan ORI, harmonisasi regulasi nasional dengan standar internasional, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga Ombudsman lain dan organisasi internasional. ORI dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam membangun tata kelola pemerintahan global yang bersih, transparan, dan akuntabel. Selain itu, diperlukan revisi regulasi nasional, terutama Undang-Undang No. 37 Tahun 2008, untuk mencakup mandat kerja sama internasional dan kewenangan ORI dalam menangani kasus maladministrasi lintas batas. Harmonisasi dengan konvensi global seperti UNCAC dan OECD Anti-Bribery Convention perlu dipercepat guna memperkuat legitimasi internasional. Penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pendanaan internasional melalui program pelatihan lintas negara, pertukaran keahlian, serta pengalokasian anggaran khusus bagi diplomasi kelembagaan juga sangat penting. Kolaborasi dengan International Ombudsman Institute (IOI) dan lembaga donor multilateral dapat menjadi strategi efektif. Terakhir, perlu peningkatan dukungan politik dan publik melalui advokasi kebijakan dan komunikasi strategis yang menekankan relevansi peran ORI dalam tata kelola global. Pelibatan legislatif dan masyarakat sipil akan memperkuat legitimasi politik ORI sebagai lembaga pengawas publik berkelas dunia yang berkontribusi terhadap pencegahan maladministrasi lintas negara dan penguatan akuntabilitas pemerintahan berkelanjutan..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memiliki potensi strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, baik di tingkat nasional maupun internasional.Namun, optimalisasi peran ini masih dihadapkan pada berbagai hambatan kelembagaan dan struktural yang memerlukan penanganan sistematis.Pertama, terdapat keterbatasan regulasi nasional yang belum secara eksplisit mengatur mekanisme kerja sama internasional.25 Tahun 2009 masih berfokus pada pengawasan domestik, sehingga perlu harmonisasi dengan standar global.Kedua, kapasitas sumber daya manusia dan dukungan anggaran ORI masih terbatas, menghambat efektivitas diplomasi kelembagaan dan partisipasi dalam forum internasional.Ketiga, kesadaran publik dan dukungan politik terhadap pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pencegahan maladministrasi masih rendah, menyebabkan lemahnya legitimasi ORI di kancah global.Secara umum, ORI telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam memperkuat pengawasan publik domestik, namun untuk mencapai peran global yang lebih optimal, diperlukan strategi penguatan kapasitas kelembagaan, diplomasi internasional, serta reformulasi regulasi yang adaptif terhadap dinamika global tata kelola pemerintahan berkelanjutan
<br>Maladministrasi dan korupsi masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkelanjutan. Penyalahgunaan wewenang, inefisiensi birokrasi, serta lemahnya transparansi publik berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat dan ketimpangan distribusi sumber daya. Urgensi penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya peran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam kerja sama internasional, meskipun memiliki potensi strategis dalam pencegahan maladministrasi lintas negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ORI dalam pencegahan maladministrasi di tingkat nasional dan internasional serta mengidentifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-49551.webp" type="image/webp" length="116010" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-3b22a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-49551.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/peran-ombudsman-analisis-standar-global-islam-masy-thumb-875c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-849-neolectura.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10967-judicious.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61654-ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-keluarg</link>
	<guid isPermaLink="false">fcee3bceebe226509a54fccaa0c143b3</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 22:49:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kade wijaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ ruang cvcu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sabirin b ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[b,cvcu,kade,ruang,sabirin,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam mengantarkan pasien gangguan jiwa untuk kontrol berobat. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam mengantarkan pasien gangguan jiwa untuk kontrol berobat. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi yang dapat meningkatkan kepatuhan kontrol berobat pada pasien gangguan jiwa, seperti intervensi perilaku atau pendekatan edukatif. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran keluarga dalam mendukung pengobatan pasien gangguan jiwa, termasuk bagaimana keluarga dapat menjadi pendukung utama dalam perawatan langsung dan bagaimana mereka dapat memberikan motivasi yang efektif untuk mendorong kepatuhan kontrol berobat. Penelitian juga dapat menyelidiki dampak dari kepatuhan kontrol berobat terhadap hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien gangguan jiwa.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memiliki motivasi tertinggi yaitu motivasi baik dan yang motivasi kurang baik mendapatkan hasil yang rendah, Hasil peelitian menunjukkan bahwa yang memiliki kepatuhan kontrol berobat yang patuh menghasilkan nilai yang tinggi dibandingkan dengan kurang patuhan dalam kontrol berobat, Terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan keluarga dalam kontrol berobat di wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sangat penting untuk diperhatiakan. Tidak teratur dalam kontrol berobat alasan keluarga bosan untuk mengantarkan klien berobat ke Puskesmas. Penanganan penderita gangguan jiwa harus melibatkan peran serta motivasi dari keluarga. Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang memberikan perawatan langsung pada setiap keadaan sehat dan sakit. Salah Satu faktor utama keberhasilan penatalaksanaan terapi penyakit gangguan Jiwa adalah kepatuhan kontrol dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan motivasi dengan kepatuhan keluarga dalam kontrol berobat pada pasien gangguan jiwa diwilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional Study, teknik sampel dalam penelitian ini adalah Purposive... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-5caf8.webp" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-5caf8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-5caf8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-5caf8.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" alt="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-f1746.webp" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-f1746.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-f1746.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-f1746.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" alt="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-de2da.webp" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-de2da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-de2da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-de2da.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" alt="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61654-ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-keluarg" title="JURIS - Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar" target="_blank">Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Keluarga dalam Kontrol Berobat pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam mengantarkan pasien gangguan jiwa untuk kontrol berobat. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi-strategi yang dapat meningkatkan kepatuhan kontrol berobat pada pasien gangguan jiwa, seperti intervensi perilaku atau pendekatan edukatif. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran keluarga dalam mendukung pengobatan pasien gangguan jiwa, termasuk bagaimana keluarga dapat menjadi pendukung utama dalam perawatan langsung dan bagaimana mereka dapat memberikan motivasi yang efektif untuk mendorong kepatuhan kontrol berobat. Penelitian juga dapat menyelidiki dampak dari kepatuhan kontrol berobat terhadap hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien gangguan jiwa..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memiliki motivasi tertinggi yaitu motivasi baik dan yang motivasi kurang baik mendapatkan hasil yang rendah, Hasil peelitian menunjukkan bahwa yang memiliki kepatuhan kontrol berobat yang patuh menghasilkan nilai yang tinggi dibandingkan dengan kurang patuhan dalam kontrol berobat, Terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan keluarga dalam kontrol berobat di wilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar
<br>Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sangat penting untuk diperhatiakan. Tidak teratur dalam kontrol berobat alasan keluarga bosan untuk mengantarkan klien berobat ke Puskesmas. Penanganan penderita gangguan jiwa harus melibatkan peran serta motivasi dari keluarga. Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang memberikan perawatan langsung pada setiap keadaan sehat dan sakit. Salah Satu faktor utama keberhasilan penatalaksanaan terapi penyakit gangguan Jiwa adalah kepatuhan kontrol dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan motivasi dengan kepatuhan keluarga dalam kontrol berobat pada pasien gangguan jiwa diwilayah Puskesmas Jongaya Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional Study, teknik sampel dalam penelitian ini adalah Purposive...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-5caf8.webp" type="image/webp" length="72614" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-5caf8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-f1746.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/ikan-kontrol-keluarga-pasien-gangguan-jiwa-stroke-thumb-de2da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61663-gula-darah-kontrol-senam-prolanis</link>
	<guid isPermaLink="false">95028564e63ede942ea74f62860b6b88</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 22:22:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kade wijaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ ruang cvcu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sabirin b ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[b,cvcu,kade,ruang,sabirin,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang lebih komprehensif dengan melibatkan kelompok kontrol dan ukuran sampel yang lebih besar. Penelitian ini dapat fokus pada efek jangka panjang senam Prolanis terhadap penurunan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang lebih komprehensif dengan melibatkan kelompok kontrol dan ukuran sampel yang lebih besar. Penelitian ini dapat fokus pada efek jangka panjang senam Prolanis terhadap penurunan kadar gula darah, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil, seperti diet dan manajemen stres. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara frekuensi dan intensitas senam Prolanis dengan penurunan kadar gula darah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektivitas senam Prolanis sebagai intervensi non-farmakologis dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada pengaruh yang signifikan antara senam prolanis terhadap penurunan kadar gula darah.pada pasien diabetes mellitus Dengan demikian diharapkan senam prolanis dapat dilanjutkan/dipertahankan menjadi latihan fisik untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diaetes mellitus Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah (hiperglikemia) disebabkan karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan insulin. Tujuan: Untuk Mengetahuai Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Tamamaung Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif desain penelitian pre-exprimental dalam bentuk one group pre Ae test post - test design. Teknik sampel dalam penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-e3911.webp" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-e3911.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-e3911.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-e3911.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" alt="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-875a0.webp" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-875a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-875a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-875a0.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" alt="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-eab8e.webp" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-eab8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-eab8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-eab8e.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" alt="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61663-gula-darah-kontrol-senam-prolanis" title="JURIS - Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar" target="_blank">Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang lebih komprehensif dengan melibatkan kelompok kontrol dan ukuran sampel yang lebih besar. Penelitian ini dapat fokus pada efek jangka panjang senam Prolanis terhadap penurunan kadar gula darah, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil, seperti diet dan manajemen stres. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara frekuensi dan intensitas senam Prolanis dengan penurunan kadar gula darah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektivitas senam Prolanis sebagai intervensi non-farmakologis dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada pengaruh yang signifikan antara senam prolanis terhadap penurunan kadar gula darah.pada pasien diabetes mellitus Dengan demikian diharapkan senam prolanis dapat dilanjutkan/dipertahankan menjadi latihan fisik untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diaetes mellitus
<br>Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah (hiperglikemia) disebabkan karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan insulin. Tujuan: Untuk Mengetahuai Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Tamamaung Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif desain penelitian pre-exprimental dalam bentuk one group pre Ae test post - test design. Teknik sampel dalam penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-eab8e.webp" type="image/webp" length="28988" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-e3911.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-875a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/gula-darah-kontrol-senam-prolanis-diabetes-melitus-thumb-eab8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center PSC 119 Di Kabupaten Jayapura ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center PSC 119 Di Kabupaten Jayapura ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center PSC 119 Di Kabupaten Jayapura ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61652-pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time</link>
	<guid isPermaLink="false">2fe9727bfcf141c30470dda238a2bee3</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:59:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kade wijaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ ruang cvcu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sabirin b ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[b,cvcu,kade,ruang,sabirin,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi berbasis mobile untuk pelaporan darurat secara real-time agar mempercepat proses rujukan. Selain itu, perlu dilakukan integrasi teknologi AI untuk menentukan prioritas penanganan kasus darurat berdasarkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi berbasis mobile untuk pelaporan darurat secara real-time agar mempercepat proses rujukan. Selain itu, perlu dilakukan integrasi teknologi AI untuk menentukan prioritas penanganan kasus darurat berdasarkan tingkat keparahan. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pendirian pusat pelatihan regional untuk meningkatkan kompetensi dan koordinasi antar tim PSC 119 di seluruh wilayah Indonesia.. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa respon time petugas dengan kategori cepat 40,9%.Kinerja petugas dengan kategori baik sebesar 54,5%.Hasil analisis chi square yang dilakukan didapatkan p value 0,010 ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-41390.webp" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-41390.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-41390.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-41390.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" alt="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-b93a7.webp" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-b93a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-b93a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-b93a7.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" alt="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-2def2.webp" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-2def2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-2def2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-2def2.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" alt="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61652-pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time" title="JURIS - Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura" target="_blank">Pengaruh Respon Time Terhadap Penerapan Public Safety Center (PSC) 119 Di Kabupaten Jayapura</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi berbasis mobile untuk pelaporan darurat secara real-time agar mempercepat proses rujukan. Selain itu, perlu dilakukan integrasi teknologi AI untuk menentukan prioritas penanganan kasus darurat berdasarkan tingkat keparahan. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pendirian pusat pelatihan regional untuk meningkatkan kompetensi dan koordinasi antar tim PSC 119 di seluruh wilayah Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa respon time petugas dengan kategori cepat 40,9%.Kinerja petugas dengan kategori baik sebesar 54,5%.Hasil analisis chi square yang dilakukan didapatkan p value 0,010 <=0,05, dengan OR 18,0 yang artinya ada pengaruh respon time terhadap penerapan PSC 119 (kinerja petugas dalam layanan kegawatdaruratan pra Rumah Sakit), dan petugas yang memiliki respon time lambat memiliki 18,0 kali beresiko memiliki kinerja buruk dibandingkan dengan petugas dengan kinerja baik
<br>Kejadian darurat seringkali datang tanpa peringatan, dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Banyak faktor yang dapat memicu situasi darurat, termasuk kecelakaan, tindakan kekerasan yang membahayakan orang lain, kebakaran, penyakit, dan bencana alam. Dalam situasi ini, reaksi darurat yang cepat dan tepat sangat penting, karena ini memungkinkan pelayanan pertama kepada korban dilakukan dengan efektif. PSC 119 adalah lembaga yang berperan penting dalam pelayanan kedaruratan di suatu wilayah. Respon time diperlukan oleh PSC 119 untuk merespons panggilan darurat dan menjadi parameter penting dalam menilai efektivitas layanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana respon...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-b93a7.webp" type="image/webp" length="26502" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-41390.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-b93a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/pelaporan-darurat-situasi-bank-respon-time-respons-thumb-2def2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di Ruang Intensive Care Unit Icu Ciputra Hospital Citra Gardencity Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di Ruang Intensive Care Unit Icu Ciputra Hospital Citra Gardencity Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di Ruang Intensive Care Unit Icu Ciputra Hospital Citra Gardencity Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61661-gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-tekan</link>
	<guid isPermaLink="false">17317538383b4c588633231e7e083fd0</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:34:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kade wijaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ ruang cvcu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sabirin b ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[b,cvcu,kade,ruang,sabirin,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak pasien dan mengukur efek jangka panjang dari foot massage terhadap tekanan darah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital Citra Gardencity Jakarta: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak pasien dan mengukur efek jangka panjang dari foot massage terhadap tekanan darah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis di balik efek foot massage pada tekanan darah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektivitas terapi ini. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efek foot massage dengan intervensi non-farmakologis lainnya dalam menurunkan tekanan darah.. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi, tekanan darah pasien dengan nilai mean sebesar 1,75 (SD=0,500) sedangkan pada kelompok kontrol rerata tekanan darah dengan nilai mean 1,50 (SD=0,577) dengan nilai p-value 0,083 atau lebih besar dari nilai signifikansi p-value >0,05.Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan bermakna rerata tekanan darah antara kelompok intervensi foot massage dengan kelompok kontrol terhadap penurunan tekanan darah pada pasien dalam penelitian ini Tekanan darah yang lebih tinggi dari batas normal yang ditetapkan disebut hipertensi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tekanan darah dianggap tinggi jika tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg dan tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji praktik klinis pasien sekarat di ICU RS Ciputra Citra Garden City dengan menguji pengaruh intervensi pijat kaki baru terhadap denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-afd40.webp" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-afd40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-afd40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-afd40.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" alt="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-a3486.webp" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-a3486.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-a3486.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-a3486.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" alt="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-94956.webp" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-94956.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-94956.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-94956.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" alt="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61661-gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-tekan" title="JURIS - Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta" target="_blank">Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di  Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital  Citra Gardencity Jakarta</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak pasien dan mengukur efek jangka panjang dari foot massage terhadap tekanan darah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis di balik efek foot massage pada tekanan darah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektivitas terapi ini. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efek foot massage dengan intervensi non-farmakologis lainnya dalam menurunkan tekanan darah..
<br>Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi, tekanan darah pasien dengan nilai mean sebesar 1,75 (SD=0,500) sedangkan pada kelompok kontrol rerata tekanan darah dengan nilai mean 1,50 (SD=0,577) dengan nilai p-value 0,083 atau lebih besar dari nilai signifikansi p-value >0,05.Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan bermakna rerata tekanan darah antara kelompok intervensi foot massage dengan kelompok kontrol terhadap penurunan tekanan darah pada pasien dalam penelitian ini
<br>Tekanan darah yang lebih tinggi dari batas normal yang ditetapkan disebut hipertensi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tekanan darah dianggap tinggi jika tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg dan tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji praktik klinis pasien sekarat di ICU RS Ciputra Citra Garden City dengan menguji pengaruh intervensi pijat kaki baru terhadap denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-94956.webp" type="image/webp" length="22094" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-afd40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-a3486.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/gula-darah-pasien-tekanan-pengendalian-foot-massag-thumb-94956.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure CHF di Rumah Sakit X Tangerang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure CHF di Rumah Sakit X Tangerang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure CHF di Rumah Sakit X Tangerang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61657-hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-pasi</link>
	<guid isPermaLink="false">9d2317eb27caa81ae55b112188edeb34</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:34:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan sebelumnya, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dukungan emosional keluarga, seperti karakteristik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit X Tangerang: Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan sebelumnya, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dukungan emosional keluarga, seperti karakteristik keluarga, hubungan antar anggota keluarga, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk memahami perspektif dan pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan emosional.2. Meneliti efek jangka panjang dukungan emosional keluarga terhadap kepatuhan pasien dalam perawatan diri dan kualitas hidup. Penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengamati perubahan perilaku dan hasil kesehatan pasien dengan dukungan emosional keluarga yang baik.3. Menganalisis peran dukungan emosional keluarga dalam mencegah komplikasi dan rehospitalisasi pada pasien CHF. Penelitian ini dapat berfokus pada intervensi berbasis keluarga untuk meningkatkan dukungan emosional dan praktis, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap hasil kesehatan pasien.. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien CHF di RS X Tangerang memperoleh dukungan emosional keluarga yang baik (57,7%).Dukungan tersebut mencerminkan peran penting keluarga dalam memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman, sehingga dapat membantu pasien beradaptasi dengan keterbatasan akibat CHF.Dukungan emosional keluarga yang baik sangat membantu pasien menjaga kepatuhan dalam perawatan dan meningkatkan kualitas hidup.Selain itu, dukungan keluarga juga terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan manajemen penyakit, khususnya pada pasien dengan tingkat pendidikan menengah.Penelitian ini memperkuat temuan bahwa dukungan emosional keluarga yang baik sangat membantu pasien menjaga kepatuhan dalam perawatan dan meningkatkan kualitas hidup Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-ff12d.webp" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-ff12d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-ff12d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-ff12d.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" alt="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-c1029.webp" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-c1029.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-c1029.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-c1029.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" alt="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-22a8e.webp" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-22a8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-22a8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-22a8e.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" alt="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61657-hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-pasi" title="JURIS - Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang" target="_blank">Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF)  di Rumah Sakit X Tangerang</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan sebelumnya, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dukungan emosional keluarga, seperti karakteristik keluarga, hubungan antar anggota keluarga, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk memahami perspektif dan pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan emosional.2. Meneliti efek jangka panjang dukungan emosional keluarga terhadap kepatuhan pasien dalam perawatan diri dan kualitas hidup. Penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengamati perubahan perilaku dan hasil kesehatan pasien dengan dukungan emosional keluarga yang baik.3. Menganalisis peran dukungan emosional keluarga dalam mencegah komplikasi dan rehospitalisasi pada pasien CHF. Penelitian ini dapat berfokus pada intervensi berbasis keluarga untuk meningkatkan dukungan emosional dan praktis, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap hasil kesehatan pasien..
<br>Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien CHF di RS X Tangerang memperoleh dukungan emosional keluarga yang baik (57,7%).Dukungan tersebut mencerminkan peran penting keluarga dalam memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman, sehingga dapat membantu pasien beradaptasi dengan keterbatasan akibat CHF.Dukungan emosional keluarga yang baik sangat membantu pasien menjaga kepatuhan dalam perawatan dan meningkatkan kualitas hidup.Selain itu, dukungan keluarga juga terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan manajemen penyakit, khususnya pada pasien dengan tingkat pendidikan menengah.Penelitian ini memperkuat temuan bahwa dukungan emosional keluarga yang baik sangat membantu pasien menjaga kepatuhan dalam perawatan dan meningkatkan kualitas hidup
<br>Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-c1029.webp" type="image/webp" length="86610" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-ff12d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-c1029.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/hidup-pasien-ohca-mayoritas-ispa-chf-dukungan-emos-thumb-22a8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61659-diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-hiperten</link>
	<guid isPermaLink="false">1b01319de3881fbbf180fc79d25e88b5</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:29:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program edukasi berbasis teknologi pada peningkatan pengetahuan lansia di daerah terpencil. 2. Studi longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi perubahan kepatuhan diet hipertensi seiring dengan penerapan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program edukasi berbasis teknologi pada peningkatan pengetahuan lansia di daerah terpencil. 2. Studi longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi perubahan kepatuhan diet hipertensi seiring dengan penerapan intervensi edukasi jangka panjang. 3. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas pendekatan edukasi kelompok versus individual dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet hipertensi, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.. Penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan lansia signifikan berkorelasi dengan kepatuhan diet hipertensi.Lansia dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan yang berpengetahuan rendah.Analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan, dengan Odds Ratio 3,50.Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang diet hipertensi Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Setiap tahunnya, sekitar tujuh juta kematian berkaitan dengan hipertensi, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian tekanan darah, terutama kepatuhan terhadap diet hipertensi. Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis, faktor genetik, serta kebiasaan pola hidup tidak sehat seperti konsumsi garam dan lemak berlebih serta kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan kepatuhan diet hipertensi di wilayah Kelurahan X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan studi korelasi. Sampel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-1e355.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-1e355.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-1e355.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-1e355.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-62fdc.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-62fdc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-62fdc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-62fdc.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-cee0c.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-cee0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-cee0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-cee0c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61659-diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-hiperten" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X" target="_blank">Hubungan Pengetahuan Lansia Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Di Wilayah Kelurahan X</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program edukasi berbasis teknologi pada peningkatan pengetahuan lansia di daerah terpencil. 2. Studi longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi perubahan kepatuhan diet hipertensi seiring dengan penerapan intervensi edukasi jangka panjang. 3. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas pendekatan edukasi kelompok versus individual dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet hipertensi, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan lansia signifikan berkorelasi dengan kepatuhan diet hipertensi.Lansia dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan yang berpengetahuan rendah.Analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan, dengan Odds Ratio 3,50.Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang diet hipertensi
<br>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Setiap tahunnya, sekitar tujuh juta kematian berkaitan dengan hipertensi, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian tekanan darah, terutama kepatuhan terhadap diet hipertensi. Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis, faktor genetik, serta kebiasaan pola hidup tidak sehat seperti konsumsi garam dan lemak berlebih serta kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan kepatuhan diet hipertensi di wilayah Kelurahan X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan studi korelasi. Sampel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-62fdc.webp" type="image/webp" length="82368" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-1e355.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-62fdc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/diet-hipertensi-bobak-kepatuhan-pengetahuan-lansia-thumb-cee0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61656-rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-far</link>
	<guid isPermaLink="false">3fce8b0db6fd43a182575b967461e382</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:15:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program manajemen beban kerja yang berbasis teknologi informasi untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah perawat dan pasien. Selain itu, evaluasi dampak pelatihan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program manajemen beban kerja yang berbasis teknologi informasi untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah perawat dan pasien. Selain itu, evaluasi dampak pelatihan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis kompetensi klinis perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan. Terakhir, studi tentang peran kepemimpinan manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan dan komitmen perawat dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan kinerja secara holistik.. Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang sebagian besar berada pada kategori cukup (64,4%), dengan sebagian lainnya dalam kategori baik (34,2%), dan hanya sedikit yang berkinerja kurang (1,4%).Mayoritas responden adalah perempuan, berusia produktif 26Ae35 tahun, berpendidikan Profesi Ners, serta memiliki lama bekerja minimal satu tahun.Kinerja perawat dipengaruhi oleh faktor individu (pendidikan, pengalaman, motivasi), faktor organisasi (supervisi, dukungan manajerial, sarana prasarana), dan faktor psikososial (kepuasan serta komitmen kerja).Diperlukan upaya peningkatan kinerja melalui pengelolaan beban kerja, peningkatan sarana, dan pelatihan berkelanjutan Kinerja perawat pelaksana merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Rumah Sakit X Tangerang menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja dan keterbatasan sarana yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 73 perawat pelaksana yang ditentukan melalui rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-d1681.webp" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-d1681.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-d1681.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-d1681.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" alt="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-c6c5e.webp" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-c6c5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-c6c5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-c6c5e.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" alt="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-f3ab3.webp" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-f3ab3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-f3ab3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-f3ab3.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" alt="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61656-rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-far" title="JURIS - Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang" target="_blank">Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program manajemen beban kerja yang berbasis teknologi informasi untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah perawat dan pasien. Selain itu, evaluasi dampak pelatihan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis kompetensi klinis perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan. Terakhir, studi tentang peran kepemimpinan manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan dan komitmen perawat dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan kinerja secara holistik..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang sebagian besar berada pada kategori cukup (64,4%), dengan sebagian lainnya dalam kategori baik (34,2%), dan hanya sedikit yang berkinerja kurang (1,4%).Mayoritas responden adalah perempuan, berusia produktif 26Ae35 tahun, berpendidikan Profesi Ners, serta memiliki lama bekerja minimal satu tahun.Kinerja perawat dipengaruhi oleh faktor individu (pendidikan, pengalaman, motivasi), faktor organisasi (supervisi, dukungan manajerial, sarana prasarana), dan faktor psikososial (kepuasan serta komitmen kerja).Diperlukan upaya peningkatan kinerja melalui pengelolaan beban kerja, peningkatan sarana, dan pelatihan berkelanjutan
<br>Kinerja perawat pelaksana merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Rumah Sakit X Tangerang menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja dan keterbatasan sarana yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 73 perawat pelaksana yang ditentukan melalui rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-d1681.webp" type="image/webp" length="26778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-d1681.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-c6c5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/rumah-sakit-blud-emr-manajemen-instalasi-farmasi-s-thumb-f3ab3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61653-diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukas</link>
	<guid isPermaLink="false">bd01bc39c0c151ec7e632a38039e8d43</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:07:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kade wijaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ ruang cvcu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sabirin b ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[b,cvcu,kade,ruang,sabirin,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman pasien DM tipe 2, serta mengevaluasi efektivitas program edukasi berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman pasien DM tipe 2, serta mengevaluasi efektivitas program edukasi berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari dampak intervensi edukasi pada kelompok usia muda yang cenderung kurang memperhatikan pola makan. Penelitian juga dapat mengkaji peran keluarga dalam mendukung kepatuhan diet pasien DM dengan mengembangkan model program edukasi yang melibatkan anggota keluarga sebagai mitra utama dalam manajemen penyakit.. Edukasi DM merupakan pendidikan dan pelatihan mengenai pengetahuan dan keterampilan bagi penderita diabetes melitus yang bertujuan untuk menunjang perubahan perilaku untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit diabetes, masalah satu pilar pengelolaan diabetes melitus yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai penyakit, pencegahan, tanda gejala, dan penatalaksanaan diabetes melitus. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet Yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Binamu Kota... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-62126.webp" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-62126.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-62126.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-62126.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" alt="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-a1c66.webp" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-a1c66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-a1c66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-a1c66.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" alt="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-f327a.webp" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-f327a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-f327a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-f327a.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" alt="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61653-diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukas" title="JURIS - Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto" target="_blank">Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman pasien DM tipe 2, serta mengevaluasi efektivitas program edukasi berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari dampak intervensi edukasi pada kelompok usia muda yang cenderung kurang memperhatikan pola makan. Penelitian juga dapat mengkaji peran keluarga dalam mendukung kepatuhan diet pasien DM dengan mengembangkan model program edukasi yang melibatkan anggota keluarga sebagai mitra utama dalam manajemen penyakit..
<br>
<br>Edukasi DM merupakan pendidikan dan pelatihan mengenai pengetahuan dan keterampilan bagi penderita diabetes melitus yang bertujuan untuk menunjang perubahan perilaku untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit diabetes, masalah satu pilar pengelolaan diabetes melitus yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai penyakit, pencegahan, tanda gejala, dan penatalaksanaan diabetes melitus. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Berbasis Poster Terhadap Kepatuhan Diet Yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Binamu Kota...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-f327a.webp" type="image/webp" length="65768" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-62126.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-a1c66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/diet-pasien-diabetes-meliutus-pengaruh-edukasi-per-thumb-f327a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61658-terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-ter</link>
	<guid isPermaLink="false">fc25a7bc66e18f587751a2c15a3fe807</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 20:47:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan studi kasus ini, disarankan agar kombinasi pemberian oksigen simple mask (8 L/menit) dan posisi supine head-up 45A diadopsi sebagai protokol awal stabilisasi untuk pasien anak dengan Community Acquired Pneumonia komplikasi perdarahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna: Berdasarkan temuan studi kasus ini, disarankan agar kombinasi pemberian oksigen simple mask (8 L/menit) dan posisi supine head-up 45A diadopsi sebagai protokol awal stabilisasi untuk pasien anak dengan Community Acquired Pneumonia komplikasi perdarahan saluran cerna di IGD anak. Penting untuk memperkuat pemantauan ketat terhadap tanda-tanda penurunan respons setelah fase awal, seperti perubahan frekuensi napas/nadi atau saturasi oksigen, dan menyiapkan eskalasi terapi invasif (seperti High Flow Nasal Cannula atau ventilasi mekanis) secara proaktif jika terjadi kegagalan intervensi non-invasif. Pelatihan rutin bagi staf IGD tentang kriteria evaluasi respons terapi dan algoritma eskalasi perlu dioptimalkan untuk memastikan intervensi lanjutan yang tepat waktu, sehingga potensi manfaat awal tidak terhambat oleh keterlambatan penanganan pada kondisi yang memburuk.. Berdasarkan hasil studi kasus yang dilakukan terhadap seorang pasien anak dengan diagnosis Community Acquired Pneumonia dan perdarahan saluran cerna, dapat disimpulkan bahwa pemberian oksigen melalui Simple Mask dengan aliran 8 liter/menit yang dikombinasikan dengan posisi supine elevasi kepala 45A mampu memberikan dampak klinis positif terhadap kestabilan hemodinamik dan oksigenasi dalam jangka waktu awal.Intervensi ini sangat relevan untuk diterapkan sebagai penatalaksanaan awal di ruang IGD, terutama di fasilitas yang belum tersedia alat bantu napas canggih Pneumonia menyumbang angka kesakitan yang tinggi dengan lebih dari setengah juta kasus yang dilaporkan setiap tahunnya pada anak usia di bawah lima tahun di Indonesia. Efektivitas oksigenasi pada pasien anak tidak hanya ditentukan oleh metode pemberian oksigen, tetapi juga oleh posisi tubuh selama perawatan. Berbagai posisi seperti prone, semirecumbent, Fowler's, dan lateral terbukti dapat meningkatkan saturasi oksigen, menstabilkan hemodinamik, dan mencegah kejadian ventilator-associated pneumonia (VAP). Tujuan dari tulisan ini, untuk menjelaskan Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen dan Posisi Supine 45 Derajat terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-3b2af.webp" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-3b2af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-3b2af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-3b2af.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" alt="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-7e6e7.webp" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-7e6e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-7e6e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-7e6e7.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" alt="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-4c71d.webp" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-4c71d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-4c71d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-4c71d.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" alt="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61658-terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-ter" title="JURIS - Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna" target="_blank">Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen Dan Posisi Supine 45 Derajat Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak Dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna</a>: Berdasarkan temuan studi kasus ini, disarankan agar kombinasi pemberian oksigen simple mask (8 L/menit) dan posisi supine head-up 45A diadopsi sebagai protokol awal stabilisasi untuk pasien anak dengan Community Acquired Pneumonia komplikasi perdarahan saluran cerna di IGD anak. Penting untuk memperkuat pemantauan ketat terhadap tanda-tanda penurunan respons setelah fase awal, seperti perubahan frekuensi napas/nadi atau saturasi oksigen, dan menyiapkan eskalasi terapi invasif (seperti High Flow Nasal Cannula atau ventilasi mekanis) secara proaktif jika terjadi kegagalan intervensi non-invasif. Pelatihan rutin bagi staf IGD tentang kriteria evaluasi respons terapi dan algoritma eskalasi perlu dioptimalkan untuk memastikan intervensi lanjutan yang tepat waktu, sehingga potensi manfaat awal tidak terhambat oleh keterlambatan penanganan pada kondisi yang memburuk..
<br>Berdasarkan hasil studi kasus yang dilakukan terhadap seorang pasien anak dengan diagnosis Community Acquired Pneumonia dan perdarahan saluran cerna, dapat disimpulkan bahwa pemberian oksigen melalui Simple Mask dengan aliran 8 liter/menit yang dikombinasikan dengan posisi supine elevasi kepala 45A mampu memberikan dampak klinis positif terhadap kestabilan hemodinamik dan oksigenasi dalam jangka waktu awal.Intervensi ini sangat relevan untuk diterapkan sebagai penatalaksanaan awal di ruang IGD, terutama di fasilitas yang belum tersedia alat bantu napas canggih
<br>Pneumonia menyumbang angka kesakitan yang tinggi dengan lebih dari setengah juta kasus yang dilaporkan setiap tahunnya pada anak usia di bawah lima tahun di Indonesia. Efektivitas oksigenasi pada pasien anak tidak hanya ditentukan oleh metode pemberian oksigen, tetapi juga oleh posisi tubuh selama perawatan. Berbagai posisi seperti prone, semirecumbent, Fowler's, dan lateral terbukti dapat meningkatkan saturasi oksigen, menstabilkan hemodinamik, dan mencegah kejadian ventilator-associated pneumonia (VAP). Tujuan dari tulisan ini, untuk menjelaskan Evaluasi Pemberian Terapi Oksigen dan Posisi Supine 45 Derajat terhadap Stabilitas Hemodinamik Pasien Anak dengan Community Acquired Pneumonia dan Perdarahan Saluran Cerna.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-3b2af.webp" type="image/webp" length="35724" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-3b2af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-7e6e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/terapi-oksigen-masker-non-rebreathing-protokol-com-thumb-4c71d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga Dengan Hipertensi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga Dengan Hipertensi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga Dengan Hipertensi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61648-usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-ps</link>
	<guid isPermaLink="false">0cb33bdcae1c388fcf57363924dbc242</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 20:26:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ elvi oktavia ]]></category>
	<category><![CDATA[ ida faridah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[elvi,faridah,ida,oktavia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara religius spiritual dan stres pada ibu rumah tangga dengan hipertensi. Selain itu, dapat dilakukan penelitian intervensi untuk menguji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga Dengan Hipertensi: Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara religius spiritual dan stres pada ibu rumah tangga dengan hipertensi. Selain itu, dapat dilakukan penelitian intervensi untuk menguji efektivitas terapi spiritual dalam mengurangi stres pada ibu rumah tangga dengan hipertensi. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada peran pasangan dalam membantu ibu rumah tangga menghadapi stres dan bagaimana spiritualitas dapat memperkuat hubungan dalam keluarga.. Terdapat hubungan antara religius spiritual dengan stres pada ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi.Religius spiritual pada ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi merupakan salah satu penyebab terjadinya stres pada ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi Ibu rumah tangga merupakan kelompok rentan terkena stres. Stres merupakan salah satu penyebab terjadi hipertensi. Ibu rumah tangga yang mengalami stres memiliki tingkat religious spiritual yang berbeda-beda. Spiritual religious merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat stres seseorang sehingga berdampak pada tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross secsional. Tempat penelitian di daerah Sulawesi Selatan dengan besar sampel 246 yaitu ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi dengan menggunakan non probability sampling dengan accidental sampling. Instrumen efikasi diambil dari kuesioner yang sudah dilakukan modifikasi oleh Rasdiyanah, (2020),... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-fd92a.webp" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-fd92a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-fd92a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-fd92a.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" alt="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-d02fc.webp" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-d02fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-d02fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-d02fc.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" alt="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-42a47.webp" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-42a47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-42a47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-42a47.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" alt="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61648-usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-ps" title="JURIS - Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi" target="_blank">Hubungan Religius Spiritual Dengan Stres Pada Ibu Rumah Tangga  Dengan Hipertensi</a>: Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara religius spiritual dan stres pada ibu rumah tangga dengan hipertensi. Selain itu, dapat dilakukan penelitian intervensi untuk menguji efektivitas terapi spiritual dalam mengurangi stres pada ibu rumah tangga dengan hipertensi. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada peran pasangan dalam membantu ibu rumah tangga menghadapi stres dan bagaimana spiritualitas dapat memperkuat hubungan dalam keluarga..
<br>Terdapat hubungan antara religius spiritual dengan stres pada ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi.Religius spiritual pada ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi merupakan salah satu penyebab terjadinya stres pada ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi
<br>Ibu rumah tangga merupakan kelompok rentan terkena stres. Stres merupakan salah satu penyebab terjadi hipertensi. Ibu rumah tangga yang mengalami stres memiliki tingkat religious spiritual yang berbeda-beda. Spiritual religious merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat stres seseorang sehingga berdampak pada tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross secsional. Tempat penelitian di daerah Sulawesi Selatan dengan besar sampel 246 yaitu ibu rumah tangga yang mengalami hipertensi dengan menggunakan non probability sampling dengan accidental sampling. Instrumen efikasi diambil dari kuesioner yang sudah dilakukan modifikasi oleh Rasdiyanah, (2020),...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-d02fc.webp" type="image/webp" length="74544" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-fd92a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-d02fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/usaha-rumah-tangga-nelayan-tangkap-pss-perceived-s-thumb-42a47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1232-stikespanritahusada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20142-jurnal-kesehatan-panrita-husada.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61644-usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-u</link>
	<guid isPermaLink="false">b00cc634f18bb504aaea2ffe287505a7</guid>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 20:24:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nur arifiya ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arifiya,nur,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada penerapan sistem antrean multi-channel (multi-server) untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan dan meningkatkan efisiensi pelayanan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada penerapan sistem antrean multi-channel (multi-server) untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Kedua, analisis dapat dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor psikologis pelanggan, seperti dampak antrean panjang terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Ketiga, penelitian bisa mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pemesanan online atau sistem antrean virtual, untuk mengoptimalkan alur pelayanan. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan model antrean yang lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelanggan dan meningkatkan daya saing usaha kuliner.. Keadaan sistem antrean pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini dapat dikatakan cukup ideal dengan tingkat kesibukan 70%.Namun, perlu peningkatan usaha agar tingkat kesibukan mencapai 100% dan meningkatkan popularitas serta keuntungan usaha.(FIFO//) dengan parameter rata-rata kedatangan 7 orang per jam, rata-rata pelayanan 10 orang per jam, tingkat kesibukan 70%, dan waktu tunggu rata-rata 19,2 menit Penelitian ini menganalisis sistem antrean pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini. Analisis menggunakan data kelajuan kedatangan pelanggan dan data kelajuan pelayanan pelanggan dengan tujuan mendapatkan model antrean dan karakteristik di Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif berdasarkan data primer dan menggunakan stopwatch untuk mencatat data waktu pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah model antreannya yaitu (M/M/1):(FIFO//) dengan kedatangan orang ketika... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-1887a.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-1887a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-1887a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-1887a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" alt="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-ed9e2.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-ed9e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-ed9e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-ed9e2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" alt="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-376be.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-376be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-376be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-376be.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" alt="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61644-usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-u" title="JURIS - Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini" target="_blank">Analisis Penerapan Teori Antrian pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada penerapan sistem antrean multi-channel (multi-server) untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Kedua, analisis dapat dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor psikologis pelanggan, seperti dampak antrean panjang terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Ketiga, penelitian bisa mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pemesanan online atau sistem antrean virtual, untuk mengoptimalkan alur pelayanan. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan model antrean yang lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelanggan dan meningkatkan daya saing usaha kuliner..
<br>Keadaan sistem antrean pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini dapat dikatakan cukup ideal dengan tingkat kesibukan 70%.Namun, perlu peningkatan usaha agar tingkat kesibukan mencapai 100% dan meningkatkan popularitas serta keuntungan usaha.(FIFO//) dengan parameter rata-rata kedatangan 7 orang per jam, rata-rata pelayanan 10 orang per jam, tingkat kesibukan 70%, dan waktu tunggu rata-rata 19,2 menit
<br>Penelitian ini menganalisis sistem antrean pada Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini. Analisis menggunakan data kelajuan kedatangan pelanggan dan data kelajuan pelayanan pelanggan dengan tujuan mendapatkan model antrean dan karakteristik di Usaha Nasi Bebek Pedas Khas Madura Nor Aini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif berdasarkan data primer dan menggunakan stopwatch untuk mencatat data waktu pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah model antreannya yaitu (M/M/1):(FIFO//) dengan kedatangan orang ketika...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-376be.webp" type="image/webp" length="67120" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-1887a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-ed9e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/usaha-kuliner-mahasiswa-daya-saing-antrean-kedatan-thumb-376be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-849-neolectura.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10967-judicious.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 28 Aug 2026 01:23:27 +0700. 12 items. Served in: 3.5 seconds [rss] -->
