<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 14:50:07 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 14:50:07 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-08T14:50:07+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region Abelson Bcr Abl Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region Abelson Bcr Abl Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region Abelson Bcr Abl Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35892-bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode</link>
	<guid isPermaLink="false">c6d460f67e3b55c54f4fb190e2e836fa</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:30:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ iis kurniati ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan metode TCM terhadap kepuasan pasien dalam mendapatkan hasil pemeriksaan BCR-ABL secara cepat dan akurat, mengingat waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode PCR dengan pooling. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung: Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan metode TCM terhadap kepuasan pasien dalam mendapatkan hasil pemeriksaan BCR-ABL secara cepat dan akurat, mengingat waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode PCR dengan pooling. Kedua, diperlukan kajian lebih lanjut tentang efisiensi biaya jangka panjang dengan metode TCM jika jumlah sampel meningkat, termasuk analisis utilisasi alat dan konsumsi reagen dalam kondisi beban kerja tinggi. Ketiga, sebaiknya diteliti penerapan skema penentuan tarif layanan berbasis unit cost yang diperoleh dari metode Activity Based Costing untuk pemeriksaan BCR-ABL, agar rumah sakit dapat menetapkan harga yang transparan, terjangkau bagi pasien, dan tetap menguntungkan bagi institusi.. Metode TCM lebih efektif dan efisien untuk pemeriksaan BCR-ABL dibandingkan metode PCR.Unit cost pemeriksaan dengan metode TCM lebih rendah, yaitu Rp2.Selain lebih murah, metode TCM juga mengurangi waktu tunggu hasil dari satu bulan menjadi maksimal satu hari kerja Breakpoint Cluster Region Abelson (BCR-ABL) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ekspresi fusi protein BCR-ABL yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya Kromosom Philadelphia (Ph 1 chr). RSUP Dr. Hasan Sadikin melakukan pemeriksaan BCR-ABL dengan metode PCR. Harga pemeriksaan ini terhitung mahal dan tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga laboratorium harus melakukan pooling sampel untuk menekan unit cost hal ini menyebabkan waktu tunggu hasil pemeriksaan BCL-ABL menjadi 1 bulan. Terdapat metode lain pemeriksaan BCR-ABL yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM) yang diwakili GenXpert yang memiliki sensitivitas yang sama dengan metode PCR. Dengan metode TCM pemeriksaan ini dapat segera dikerjakan dan hasil dapat dikeluarkan pada hari yang sama.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp 1x" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" alt="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp 1x" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" alt="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp 1x" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" alt="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35892-bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" target="_blank">Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan metode TCM terhadap kepuasan pasien dalam mendapatkan hasil pemeriksaan BCR-ABL secara cepat dan akurat, mengingat waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode PCR dengan pooling. Kedua, diperlukan kajian lebih lanjut tentang efisiensi biaya jangka panjang dengan metode TCM jika jumlah sampel meningkat, termasuk analisis utilisasi alat dan konsumsi reagen dalam kondisi beban kerja tinggi. Ketiga, sebaiknya diteliti penerapan skema penentuan tarif layanan berbasis unit cost yang diperoleh dari metode Activity Based Costing untuk pemeriksaan BCR-ABL, agar rumah sakit dapat menetapkan harga yang transparan, terjangkau bagi pasien, dan tetap menguntungkan bagi institusi..
<br>Metode TCM lebih efektif dan efisien untuk pemeriksaan BCR-ABL dibandingkan metode PCR.Unit cost pemeriksaan dengan metode TCM lebih rendah, yaitu Rp2.Selain lebih murah, metode TCM juga mengurangi waktu tunggu hasil dari satu bulan menjadi maksimal satu hari kerja
<br>Breakpoint Cluster Region Abelson (BCR-ABL) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ekspresi fusi protein BCR-ABL yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya Kromosom Philadelphia (Ph 1 chr). RSUP Dr. Hasan Sadikin melakukan pemeriksaan BCR-ABL dengan metode PCR. Harga pemeriksaan ini terhitung mahal dan tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga laboratorium harus melakukan pooling sampel untuk menekan unit cost hal ini menyebabkan waktu tunggu hasil pemeriksaan BCL-ABL menjadi 1 bulan. Terdapat metode lain pemeriksaan BCR-ABL yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM) yang diwakili GenXpert yang memiliki sensitivitas yang sama dengan metode PCR. Dengan metode TCM pemeriksaan ini dapat segera dikerjakan dan hasil dapat dikeluarkan pada hari yang sama....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" type="image/webp" length="99194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Structuring of Local Government Organizations The Perspective of Henry MintzbergAos Theory ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Structuring of Local Government Organizations The Perspective of Henry MintzbergAos Theory ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Structuring of Local Government Organizations The Perspective of Henry MintzbergAos Theory ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35881-peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori</link>
	<guid isPermaLink="false">4516dadb2edb7b435bad03f8a5a0a17d</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:21:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ luwu regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot88 https ]]></category>
	<category><![CDATA[ kontak https ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[https,kontak,luwu,regency,slot88]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penataan organisasi perangkat daerah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory: Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penataan organisasi perangkat daerah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi pelatihan dan pengembangan kapasitas yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam memahami dan menerapkan aturan yang ada. Selain itu, penelitian juga dapat mengusulkan strategi-strategi untuk meningkatkan hubungan kerja yang efektif antara berbagai divisi dan mengurangi pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kejelasan regulasi dan memastikan bahwa peraturan yang ada dapat diterapkan dengan efektif. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam meningkatkan kualitas penataan organisasi perangkat daerah dan mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.. Penelitian ini memeriksa penataan organisasi perangkat daerah melalui teori organisasi Henry Mintzberg, dengan fokus pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember.Temuan menunjukkan bahwa penyusunan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa Kabupaten Jember belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang ada.Masalah utama adalah tidak adanya peraturan daerah yang memberikan panduan teknis untuk penyusunan peraturan bupati.Selain itu, peraturan tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip penataan organisasi perangkat daerah yang rasional, proporsional, efektif, dan efisien sebagaimana dikemukakan oleh teori Mintzberg.Hal ini menyebabkan masalah seperti kurangnya kemampuan untuk memahami dan menerapkan aturan yang ada.Perbaikan diperlukan dalam hal sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, kejelasan regulasi, hubungan kerja yang efektif, dan mengurangi pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penataan Organisasi Perangkat Desa. Fokus penelitian yaitu menganalisis kebijakan penataan organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif, teknik penentuan sampel menggunakan (snowball sampling). Penentuan informan kunci yang dipilih awal penelitian yakni Kepala Dinas, Sekretaris dan Kepala Bagian. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Data yang digunakan data skunder dan data primer. Peneliti mengacu pada teori Henry Minztberg (1993) tentang lima struktur dalam mendesain organisasi yang efektif. Berdasarkan temuan dinyatakan bahwa penataan organisasi perangkat daerah di tinjau dari teori mintzberg tergolong kurang maksimal. Pertama... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp 1x" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" alt="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp 1x" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" alt="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp 1x" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" alt="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35881-peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" target="_blank">The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory</a>: Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penataan organisasi perangkat daerah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi pelatihan dan pengembangan kapasitas yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam memahami dan menerapkan aturan yang ada. Selain itu, penelitian juga dapat mengusulkan strategi-strategi untuk meningkatkan hubungan kerja yang efektif antara berbagai divisi dan mengurangi pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kejelasan regulasi dan memastikan bahwa peraturan yang ada dapat diterapkan dengan efektif. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam meningkatkan kualitas penataan organisasi perangkat daerah dan mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif dan efisien..
<br>Penelitian ini memeriksa penataan organisasi perangkat daerah melalui teori organisasi Henry Mintzberg, dengan fokus pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember.Temuan menunjukkan bahwa penyusunan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa Kabupaten Jember belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang ada.Masalah utama adalah tidak adanya peraturan daerah yang memberikan panduan teknis untuk penyusunan peraturan bupati.Selain itu, peraturan tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip penataan organisasi perangkat daerah yang rasional, proporsional, efektif, dan efisien sebagaimana dikemukakan oleh teori Mintzberg.Hal ini menyebabkan masalah seperti kurangnya kemampuan untuk memahami dan menerapkan aturan yang ada.Perbaikan diperlukan dalam hal sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, kejelasan regulasi, hubungan kerja yang efektif, dan mengurangi pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan
<br>Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penataan Organisasi Perangkat Desa. Fokus penelitian yaitu menganalisis kebijakan penataan organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif, teknik penentuan sampel menggunakan (snowball sampling). Penentuan informan kunci yang dipilih awal penelitian yakni Kepala Dinas, Sekretaris dan Kepala Bagian. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Data yang digunakan data skunder dan data primer. Peneliti mengacu pada teori Henry Minztberg (1993) tentang lima struktur dalam mendesain organisasi yang efektif. Berdasarkan temuan dinyatakan bahwa penataan organisasi perangkat daerah di tinjau dari teori mintzberg tergolong kurang maksimal. Pertama...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" type="image/webp" length="78334" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10263-politico.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35900-teologi-paulus-jakarta-penganiayaan</link>
	<guid isPermaLink="false">1dfb632a6c6d976373cd89604c72de15</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:14:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ slot bet 100 ]]></category>
	<category><![CDATA[ based work ]]></category>
	<category><![CDATA[ stt hidup ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[100,based,bet,hidup,slot,stt,work]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai pengalaman penderitaan umat Kristen di berbagai daerah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai pengalaman penderitaan umat Kristen di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan konteks sosial, budaya, dan politik. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih jauh peran teologi pembebasan dan teologi kontekstual dalam memberdayakan komunitas minoritas untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan melawan ketidakadilan. Ketiga, penting untuk mengembangkan model pendidikan iman yang inklusif dan dialogis, yang mampu membekali generasi muda dengan pemahaman yang komprehensif tentang iman Kristen dan kemampuan untuk berinteraksi secara konstruktif dengan pemeluk agama lain. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana teologis dan memberikan kontribusi praktis bagi pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih adil, damai, dan harmonis. Dengan demikian, gereja dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mewujudkan nilai-nilai kerajaan Allah di bumi.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi penganiayaan Paulus menawarkan kerangka spiritual yang kuat bagi umat Kristen di Indonesia untuk menghadapi diskriminasi dan tekanan sosial.Penderitaan, dalam perspektif Paulus, bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari panggilan untuk ikut serta dalam karya Kristus dan menjadi saksi kasih-Nya di tengah dunia.Gereja dipanggil untuk tidak hanya memberikan penghiburan spiritual, tetapi juga terlibat aktif dalam advokasi sosial dan pembangunan perdamaian Penelitian ini berfokus pada pemaknaan teologi penganiayaan dalam teologi Paulus dari perspektif kebinekaan Indonesia, dengan tujuan menggali relevansi penderitaan dalam konteks iman Kristen minoritas di tengah masyarakat plural. Paulus memandang penderitaan bukan sekadar realitas tragis, tetapi sebagai partisipasi dalam karya penebusan Kristus dan sarana kesetiaan terhadap Injil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis teologis dan kontekstual terhadap teks-teks Paulus (khususnya 2... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-65b6c.webp" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-65b6c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-65b6c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-65b6c.webp 1x" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" alt="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-10478.webp" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-10478.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-10478.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-10478.webp 1x" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" alt="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-507b9.webp" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-507b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-507b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-507b9.webp 1x" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" alt="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35900-teologi-paulus-jakarta-penganiayaan" title="JURIS - Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia" target="_blank">Memaknai Teologi Penganiayaan dalam Teologi Paulus dari Perspektif Kebinekaan Indonesia</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai pengalaman penderitaan umat Kristen di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan konteks sosial, budaya, dan politik. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih jauh peran teologi pembebasan dan teologi kontekstual dalam memberdayakan komunitas minoritas untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan melawan ketidakadilan. Ketiga, penting untuk mengembangkan model pendidikan iman yang inklusif dan dialogis, yang mampu membekali generasi muda dengan pemahaman yang komprehensif tentang iman Kristen dan kemampuan untuk berinteraksi secara konstruktif dengan pemeluk agama lain. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana teologis dan memberikan kontribusi praktis bagi pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih adil, damai, dan harmonis. Dengan demikian, gereja dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mewujudkan nilai-nilai kerajaan Allah di bumi..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi penganiayaan Paulus menawarkan kerangka spiritual yang kuat bagi umat Kristen di Indonesia untuk menghadapi diskriminasi dan tekanan sosial.Penderitaan, dalam perspektif Paulus, bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari panggilan untuk ikut serta dalam karya Kristus dan menjadi saksi kasih-Nya di tengah dunia.Gereja dipanggil untuk tidak hanya memberikan penghiburan spiritual, tetapi juga terlibat aktif dalam advokasi sosial dan pembangunan perdamaian
<br>Penelitian ini berfokus pada pemaknaan teologi penganiayaan dalam teologi Paulus dari perspektif kebinekaan Indonesia, dengan tujuan menggali relevansi penderitaan dalam konteks iman Kristen minoritas di tengah masyarakat plural. Paulus memandang penderitaan bukan sekadar realitas tragis, tetapi sebagai partisipasi dalam karya penebusan Kristus dan sarana kesetiaan terhadap Injil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis teologis dan kontekstual terhadap teks-teks Paulus (khususnya 2...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-507b9.webp" type="image/webp" length="87780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-65b6c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-10478.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/teologi-paulus-jakarta-penganiayaan-penderitaan-ke-thumb-507b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1485-sttberitahidup.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7536-angelion-jurnal-teologi-pendidikan-kristen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI Enterobius vermicularis PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI Enterobius vermicularis PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI Enterobius vermicularis PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35887-risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis</link>
	<guid isPermaLink="false">12ec80d732bf98b51e469d8fa4bfdb68</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 12:47:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ iis kurniati ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak panti asuhan dan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan edukasi tentang personal hygiene ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak panti asuhan dan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan edukasi tentang personal hygiene yang efektif untuk mencegah infeksi cacing kremi. Studi longitudinal juga dapat dilakukan untuk melihat efek jangka panjang dari kebersihan diri terhadap kejadian infeksi cacing kremi. Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua atau pengasuh dengan personal hygiene anak-anak panti asuhan dan kejadian infeksi cacing kremi? Bagaimana pengaruh lingkungan panti asuhan, seperti kepadatan dan kebersihan, terhadap personal hygiene dan risiko infeksi cacing kremi? Apakah ada perbedaan signifikan dalam personal hygiene dan risiko infeksi cacing kremi antara anak-anak panti asuhan yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan yang baik dan yang tidak?. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan mengganti pakaian dan kebiasaan menggigit kuku dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) Latar belakang: Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum dan menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi cacing dapat disebabkan oleh beberapa jenis cacing parasit, salah satunya adalah Enterobius vermicularis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan Personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) pada anak panti asuhan di Kelurahan Sukabangun Kota Palembang tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik Proportional Random sampling dengan sampel berjumlah 33 anak.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" alt="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" alt="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" alt="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35887-risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" target="_blank">HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak panti asuhan dan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan edukasi tentang personal hygiene yang efektif untuk mencegah infeksi cacing kremi. Studi longitudinal juga dapat dilakukan untuk melihat efek jangka panjang dari kebersihan diri terhadap kejadian infeksi cacing kremi. Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua atau pengasuh dengan personal hygiene anak-anak panti asuhan dan kejadian infeksi cacing kremi? Bagaimana pengaruh lingkungan panti asuhan, seperti kepadatan dan kebersihan, terhadap personal hygiene dan risiko infeksi cacing kremi? Apakah ada perbedaan signifikan dalam personal hygiene dan risiko infeksi cacing kremi antara anak-anak panti asuhan yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan yang baik dan yang tidak?.
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan mengganti pakaian dan kebiasaan menggigit kuku dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis)
<br>Latar belakang: Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum dan menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi cacing dapat disebabkan oleh beberapa jenis cacing parasit, salah satunya adalah Enterobius vermicularis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan Personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) pada anak panti asuhan di Kelurahan Sukabangun Kota Palembang tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik Proportional Random sampling dengan sampel berjumlah 33 anak....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" type="image/webp" length="110132" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35891-staphylococcus-aureus-darah-donor-zona-hemolisis</link>
	<guid isPermaLink="false">c0aed9a272a86d953979bab6c1df09e1</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 12:25:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ iis kurniati ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variasi konsentrasi darah donor kedaluwarsa terhadap pertumbuhan dan karakteristik koloni Staphylococcus aureus pada media agar darah, dengan tujuan untuk mengoptimalkan komposisi media agar darah alternatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variasi konsentrasi darah donor kedaluwarsa terhadap pertumbuhan dan karakteristik koloni Staphylococcus aureus pada media agar darah, dengan tujuan untuk mengoptimalkan komposisi media agar darah alternatif yang lebih ekonomis. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi potensi penggunaan darah donor kedaluwarsa pada media agar darah terhadap isolasi dan identifikasi bakteri patogen lainnya, sehingga dapat memperluas aplikasi media alternatif ini dalam diagnosis mikrobiologi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada studi perbandingan efektivitas media agar darah donor kedaluwarsa dengan media agar darah komersial dalam mendeteksi resistensi antibiotik pada Staphylococcus aureus, guna memastikan keakuratan hasil uji sensitivitas antibiotik.. Tidak ada pengaruh pada media agar darah menggunakan darah donor kedaluwarsa 1-4 minggu terhadap besarnya diameter zona hemolisis Staphylococcus aureus Darah domba merupakan standar emas dalam pembuatan media agar darah, namun darah domba yang telah diproses defibrinasi dijual secara komersial dengan harga yang sangat mahal. Darah manusia mengandung zat yang mirip dengan darah domba dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan dari pembuatan media agar darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu simpan darah donor yang kedaluwarsa pada pembuatan media agar darah terhadap diameter zona hemolisis bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian didapatkan rata-rata diameter zona hemolisis Staphylococcus aureus pada media agar darah donor kedaluwarsa 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu adalah 10,67 mm; 10,50 mm; 10,00 mm; dan 10,00 mm. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-30697.webp" title="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-30697.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-30697.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-30697.webp 1x" title="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" alt="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-4c372.webp" title="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-4c372.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-4c372.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-4c372.webp 1x" title="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" alt="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35891-staphylococcus-aureus-darah-donor-zona-hemolisis" title="JURIS - Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus" target="_blank">Variasi Waktu Simpan Darah Donor Kedaluwarsa Pada Media Agar Darah Terhadap Diameter Zona Hemolisis Staphylococcus Aureus</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variasi konsentrasi darah donor kedaluwarsa terhadap pertumbuhan dan karakteristik koloni Staphylococcus aureus pada media agar darah, dengan tujuan untuk mengoptimalkan komposisi media agar darah alternatif yang lebih ekonomis. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi potensi penggunaan darah donor kedaluwarsa pada media agar darah terhadap isolasi dan identifikasi bakteri patogen lainnya, sehingga dapat memperluas aplikasi media alternatif ini dalam diagnosis mikrobiologi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada studi perbandingan efektivitas media agar darah donor kedaluwarsa dengan media agar darah komersial dalam mendeteksi resistensi antibiotik pada Staphylococcus aureus, guna memastikan keakuratan hasil uji sensitivitas antibiotik..
<br>Tidak ada pengaruh pada media agar darah menggunakan darah donor kedaluwarsa 1-4 minggu terhadap besarnya diameter zona hemolisis Staphylococcus aureus
<br>Darah domba merupakan standar emas dalam pembuatan media agar darah, namun darah domba yang telah diproses defibrinasi dijual secara komersial dengan harga yang sangat mahal. Darah manusia mengandung zat yang mirip dengan darah domba dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan dari pembuatan media agar darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu simpan darah donor yang kedaluwarsa pada pembuatan media agar darah terhadap diameter zona hemolisis bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian didapatkan rata-rata diameter zona hemolisis Staphylococcus aureus pada media agar darah donor kedaluwarsa 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu adalah 10,67 mm; 10,50 mm; 10,00 mm; dan 10,00 mm. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-30697.webp" type="image/webp" length="92176" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-30697.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/staphylococcus-aureus-darah-donor-hemolisis-simpan-thumb-4c372.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi Overwight pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi Overwight pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi Overwight pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35902-pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">74eb212b495fc1a1752039aec69ecc96</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 12:11:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang memengaruhi pola makan anak, seperti tingkat pendapatan, pendidikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang memengaruhi pola makan anak, seperti tingkat pendapatan, pendidikan orang tua, dan akses terhadap makanan sehat. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk menggali perspektif orang tua mengenai tantangan dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi gizi yang ditujukan untuk meningkatkan pola makan dan aktivitas fisik anak di tingkat masyarakat. Intervensi ini dapat berupa penyuluhan gizi, pelatihan memasak makanan sehat, atau pembentukan kelompok dukungan bagi orang tua. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi peran lingkungan sekolah dalam membentuk perilaku makan dan aktivitas fisik anak. Hal ini dapat mencakup evaluasi kualitas makanan yang disediakan di kantin sekolah, ketersediaan fasilitas olahraga, dan pelaksanaan program pendidikan kesehatan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan pola aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak di Kecamatan Panti.Pola makan yang tidak seimbang meningkatkan risiko obesitas hingga 18 kali lipat, sementara pola aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko tersebut sebesar 3,5 kali lipat.Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas pola makan dan peningkatan aktivitas fisik anak sangat penting untuk mencegah dan mengatasi masalah obesitas pada anak Masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai. Prevalensi overweight pada balita mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 8% dari populasi balita. Pentingnya upaya pencegahan dalam berbagai aspek. Penelitian ini berfokus pada analisis faktor-faktor yang berpengaruh pada kelebihan gizi pada anak di kecamatan Panti. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Setting area studi di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah Balita yang berada di kecamatan panti. Besar sampel diperhitungkan dengan menggunakan rumus slovin dengan confidence level 95% dan margin error 5% sehingga dibutuhkan 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random sampling. Variabel penelitian adalah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" alt="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" alt="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" alt="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35902-pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" target="_blank">Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang memengaruhi pola makan anak, seperti tingkat pendapatan, pendidikan orang tua, dan akses terhadap makanan sehat. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk menggali perspektif orang tua mengenai tantangan dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi gizi yang ditujukan untuk meningkatkan pola makan dan aktivitas fisik anak di tingkat masyarakat. Intervensi ini dapat berupa penyuluhan gizi, pelatihan memasak makanan sehat, atau pembentukan kelompok dukungan bagi orang tua. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi peran lingkungan sekolah dalam membentuk perilaku makan dan aktivitas fisik anak. Hal ini dapat mencakup evaluasi kualitas makanan yang disediakan di kantin sekolah, ketersediaan fasilitas olahraga, dan pelaksanaan program pendidikan kesehatan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan pola aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak di Kecamatan Panti.Pola makan yang tidak seimbang meningkatkan risiko obesitas hingga 18 kali lipat, sementara pola aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko tersebut sebesar 3,5 kali lipat.Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas pola makan dan peningkatan aktivitas fisik anak sangat penting untuk mencegah dan mengatasi masalah obesitas pada anak
<br>Masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai. Prevalensi overweight pada balita mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 8% dari populasi balita. Pentingnya upaya pencegahan dalam berbagai aspek. Penelitian ini berfokus pada analisis faktor-faktor yang berpengaruh pada kelebihan gizi pada anak di kecamatan Panti. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Setting area studi di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah Balita yang berada di kecamatan panti. Besar sampel diperhitungkan dengan menggunakan rumus slovin dengan confidence level 95% dan margin error 5% sehingga dibutuhkan 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random sampling. Variabel penelitian adalah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" type="image/webp" length="111746" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35880-identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pari</link>
	<guid isPermaLink="false">db6d6b94b1b04262f5ddb5542caf18c4</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 12:03:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ luwu regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot88 https ]]></category>
	<category><![CDATA[ kontak https ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[https,kontak,luwu,regency,slot88]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi dampak nyata kebijakan pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Pendekatan empiris ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi dampak nyata kebijakan pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Pendekatan empiris ini penting untuk menghasilkan data yang lebih spesifik dan aplikatif dalam mendukung formulasi kebijakan yang efektif. Selain itu, penelitian lanjutan juga perlu menekankan peran teknologi digital dan inovasi sosial sebagai faktor kunci dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi lokal. Penting juga untuk mengkaji mekanisme kolaborasi antara pemangku kepentingan agar tercipta sinergi optimal dalam implementasi kebijakan pariwisata. Dari sisi kebijakan, disarankan agar pemerintah mengembangkan regulasi yang fleksibel dan adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga pengembangan pariwisata dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penguatan kebijakan pelestarian budaya dan lingkungan juga menjadi prioritas utama agar identitas lokal terjaga dan dampak negatif pariwisata massal dapat diminimalkan. Dengan kombinasi penelitian komprehensif dan kebijakan yang responsif, diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.. Berdasarkan literatur yang ditinjau, kebijakan pariwisata memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal jika dirancang dan diterapkan secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, seperti melalui pengembangan desa wisata dan pelatihan kapasitas, dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan melestarikan budaya serta lingkungan.Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pemberdayaan, terutama melalui program kolaboratif dan penggunaan teknologi digital yang memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.Namun, tantangan seperti ketimpangan ekonomi, potensi kerusakan sosial budaya, dan kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan perlu diatasi agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.Kebijakan pariwisata seharusnya menekankan peningkatan partisipasi masyarakat, memperkuat kolaborasi multi-pihak, mendukung regulasi yang berorientasi pada keberlanjutan, dan memanfaatkan inovasi digital.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi empiris mendalam untuk menguji dampak kebijakan secara langsung, mengidentifikasi mekanisme optimal dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata.Selain itu, pengembangan kebijakan harus adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan, dengan menekankan pelestarian budaya dan keberlanjutan agar pengembangan pariwisata dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan kepariwisataan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Jember melalui studi literatur. Kebijakan pariwisata yang diterapkan menitikberatkan pada pengembangan destinasi berbasis masyarakat dengan pendekatan inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, pendapatan, dan pelestarian budaya serta lingkungan. Faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi meliputi keterlibatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" alt="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" alt="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" alt="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35880-identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pari" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" target="_blank">The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi dampak nyata kebijakan pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Pendekatan empiris ini penting untuk menghasilkan data yang lebih spesifik dan aplikatif dalam mendukung formulasi kebijakan yang efektif. Selain itu, penelitian lanjutan juga perlu menekankan peran teknologi digital dan inovasi sosial sebagai faktor kunci dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi lokal. Penting juga untuk mengkaji mekanisme kolaborasi antara pemangku kepentingan agar tercipta sinergi optimal dalam implementasi kebijakan pariwisata. Dari sisi kebijakan, disarankan agar pemerintah mengembangkan regulasi yang fleksibel dan adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga pengembangan pariwisata dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penguatan kebijakan pelestarian budaya dan lingkungan juga menjadi prioritas utama agar identitas lokal terjaga dan dampak negatif pariwisata massal dapat diminimalkan. Dengan kombinasi penelitian komprehensif dan kebijakan yang responsif, diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan..
<br>Berdasarkan literatur yang ditinjau, kebijakan pariwisata memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal jika dirancang dan diterapkan secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, seperti melalui pengembangan desa wisata dan pelatihan kapasitas, dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan melestarikan budaya serta lingkungan.Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pemberdayaan, terutama melalui program kolaboratif dan penggunaan teknologi digital yang memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.Namun, tantangan seperti ketimpangan ekonomi, potensi kerusakan sosial budaya, dan kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan perlu diatasi agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.Kebijakan pariwisata seharusnya menekankan peningkatan partisipasi masyarakat, memperkuat kolaborasi multi-pihak, mendukung regulasi yang berorientasi pada keberlanjutan, dan memanfaatkan inovasi digital.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi empiris mendalam untuk menguji dampak kebijakan secara langsung, mengidentifikasi mekanisme optimal dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata.Selain itu, pengembangan kebijakan harus adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan, dengan menekankan pelestarian budaya dan keberlanjutan agar pengembangan pariwisata dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal
<br>Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan kepariwisataan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Jember melalui studi literatur. Kebijakan pariwisata yang diterapkan menitikberatkan pada pengembangan destinasi berbasis masyarakat dengan pendekatan inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, pendapatan, dan pelestarian budaya serta lingkungan. Faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi meliputi keterlibatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" type="image/webp" length="76958" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10263-politico.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35893-memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kogni</link>
	<guid isPermaLink="false">beed747d55acd0cc68a382ce523308d4</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 12:02:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember: Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi mental. Kedua, perlu dikaji bagaimana perbedaan waktu pelaksanaan salat tahajudAimisalnya mendekati akhir malam dibanding awal malamAimempengaruhi kualitas gelombang alfa dan efektivitasnya terhadap memori kerja lansia. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi apakah manfaat salat tahajud terhadap memori bisa diperluas ke lansia non-Muslim melalui bentuk meditasi religius atau spiritual yang serupa, agar temuan ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam intervensi kognitif. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain longitudinal untuk mengevaluasi perubahan jangka panjang, serta mengontrol faktor pengganggu seperti status nutrisi, tingkat stres, dan latar belakang pendidikan. Selain itu, penggunaan metode pengumpulan data yang lebih objektif, seperti pencatatan otomatis frekuensi salat atau penilaian kualitas tidur, dapat meningkatkan validitas hasil. Dengan menggabungkan pendekatan neurofisiologis dan psikososial, penelitian berikutnya bisa mengungkap mekanisme di balik hubungan antara spiritualitas malam hari dan kesehatan kognitif lansia secara lebih komprehensif.. Salat tahajud berpengaruh terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger.Lansia yang rutin melaksanakan salat tahajud, baik dari segi frekuensi per minggu maupun jumlah rakaat, memiliki kemampuan memori jangka pendek yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak melaksanakannya.Pengaruh positif tersebut kemungkinan terkait dengan kondisi relaksasi yang ditimbulkan selama salat tahajud, yang berhubungan dengan aktivitas gelombang alfa pada otak Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat Tahajud menyebabkan gelombang otak berada pada fase gelombang alfa; fase ini berhubungan dengan kondisi relaksasi yang dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 lansia. Data salat tahajud diperoleh melalui kuesioner, sedangkan memori jangka pendek diukur menggunakan Digit Span Test. Analisis data dilakukan secara univariat dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35893-memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kogni" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" target="_blank">Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember</a>: Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi mental. Kedua, perlu dikaji bagaimana perbedaan waktu pelaksanaan salat tahajudAimisalnya mendekati akhir malam dibanding awal malamAimempengaruhi kualitas gelombang alfa dan efektivitasnya terhadap memori kerja lansia. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi apakah manfaat salat tahajud terhadap memori bisa diperluas ke lansia non-Muslim melalui bentuk meditasi religius atau spiritual yang serupa, agar temuan ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam intervensi kognitif. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain longitudinal untuk mengevaluasi perubahan jangka panjang, serta mengontrol faktor pengganggu seperti status nutrisi, tingkat stres, dan latar belakang pendidikan. Selain itu, penggunaan metode pengumpulan data yang lebih objektif, seperti pencatatan otomatis frekuensi salat atau penilaian kualitas tidur, dapat meningkatkan validitas hasil. Dengan menggabungkan pendekatan neurofisiologis dan psikososial, penelitian berikutnya bisa mengungkap mekanisme di balik hubungan antara spiritualitas malam hari dan kesehatan kognitif lansia secara lebih komprehensif..
<br>Salat tahajud berpengaruh terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger.Lansia yang rutin melaksanakan salat tahajud, baik dari segi frekuensi per minggu maupun jumlah rakaat, memiliki kemampuan memori jangka pendek yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak melaksanakannya.Pengaruh positif tersebut kemungkinan terkait dengan kondisi relaksasi yang ditimbulkan selama salat tahajud, yang berhubungan dengan aktivitas gelombang alfa pada otak
<br>Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat Tahajud menyebabkan gelombang otak berada pada fase gelombang alfa; fase ini berhubungan dengan kondisi relaksasi yang dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 lansia. Data salat tahajud diperoleh melalui kuesioner, sedangkan memori jangka pendek diukur menggunakan Digit Span Test. Analisis data dilakukan secara univariat dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" type="image/webp" length="79812" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Rheumatoid Factor Rf Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Rheumatoid Factor Rf Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Rheumatoid Factor Rf Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35901-hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor</link>
	<guid isPermaLink="false">6b9af107fbdce0ea0bc017c190662841</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 12:00:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ iis kurniati ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan memperluas cakupan studi ke berbagai fasilitas kesehatan, seperti panti jompo, untuk mendapatkan sampel yang lebih representatif dan meningkatkan validitas hasil.  Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat menggali ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda: Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan memperluas cakupan studi ke berbagai fasilitas kesehatan, seperti panti jompo, untuk mendapatkan sampel yang lebih representatif dan meningkatkan validitas hasil. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat menggali lebih dalam faktor-faktor genetik dan lingkungan yang berkontribusi terhadap perkembangan Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra-lansia, dengan mempertimbangkan variabel tambahan seperti status sosial ekonomi dan paparan polutan. Terakhir, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker prediktif dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk mengurangi risiko Rheumatoid Arthritis (RA) pada kelompok usia ini, dengan fokus pada intervensi gaya hidup dan deteksi dini.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda menghasilkan 10% hasil positif dan 90% hasil negatif.Hasil pemeriksaan menunjukkan titer Rheumatoid Factor (RF) pada sampel RF.1 sebesar 128 IU/mL dan sampel RF.Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola makan dan olahraga teratur, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan nyeri atau sakit pada sendi Latar Belakang Rematoid faktor (RF) pada wanita pra-lansia adalah penanda autoantibodi yang penting dalam diagnosis Rheumatoid Arthritis (RA). Wanita pada usia ini cenderung memiliki respon imun yang meningkat terhadap self antigen, dipengaruhi oleh perubahan hormonal seperti menopause, yang dapat memicu autoimunitas. Tujuan : Pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada lansia bertujuan untuk deteksi dini penyakit kronis seperti Rheumatoid Arthritis (RA). Adapun tujuan penelitian Mengetahui gambaran Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Tehnik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah tehnik total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 wanita pra lansia yang melakukan pengambilan darah di laboratorium RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-255b4.webp" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-255b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-255b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-255b4.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" alt="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-f0ed4.webp" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-f0ed4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-f0ed4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-f0ed4.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" alt="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-9e28b.webp" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-9e28b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-9e28b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-9e28b.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" alt="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35901-hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor" title="JURIS - Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda" target="_blank">Gambaran Rheumatoid Factor (Rf) Pada Wanita Pra Lansia Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda</a>: Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan memperluas cakupan studi ke berbagai fasilitas kesehatan, seperti panti jompo, untuk mendapatkan sampel yang lebih representatif dan meningkatkan validitas hasil.  Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat menggali lebih dalam faktor-faktor genetik dan lingkungan yang berkontribusi terhadap perkembangan Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra-lansia, dengan mempertimbangkan variabel tambahan seperti status sosial ekonomi dan paparan polutan.  Terakhir, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker prediktif dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk mengurangi risiko Rheumatoid Arthritis (RA) pada kelompok usia ini, dengan fokus pada intervensi gaya hidup dan deteksi dini..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda menghasilkan 10% hasil positif dan 90% hasil negatif.Hasil pemeriksaan menunjukkan titer Rheumatoid Factor (RF) pada sampel RF.1 sebesar 128 IU/mL dan sampel RF.Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola makan dan olahraga teratur, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan nyeri atau sakit pada sendi
<br>Latar Belakang Rematoid faktor (RF) pada wanita pra-lansia adalah penanda autoantibodi yang penting dalam diagnosis Rheumatoid Arthritis (RA). Wanita pada usia ini cenderung memiliki respon imun yang meningkat terhadap self antigen, dipengaruhi oleh perubahan hormonal seperti menopause, yang dapat memicu autoimunitas. Tujuan : Pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada lansia bertujuan untuk deteksi dini penyakit kronis seperti Rheumatoid Arthritis (RA). Adapun tujuan penelitian Mengetahui gambaran Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Tehnik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah tehnik total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 wanita pra lansia yang melakukan pengambilan darah di laboratorium RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-9e28b.webp" type="image/webp" length="78276" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-255b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-f0ed4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/hasil-positif-nyeri-rheumatoid-factor-arthritis-wa-thumb-9e28b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35883-tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p</link>
	<guid isPermaLink="false">45bb21810aab12a1e59bdbdd2ec58f40</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 11:32:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau lansia. Kedua, bagaimana pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau lansia. Kedua, bagaimana pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap pencegahan masalah psikososial. Ketiga, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat di masyarakat perkotaan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial dan membantu mengembangkan intervensi yang lebih efektif.. Sebagian besar peran keluarga di wilayah pedesaan dalam mencegah masalah psikososial adalah sangat baik, sedangkan di wilayah perkotaan sebagian besar adalah kategori baik.Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan peran keluarga di kedua wilayah (p value >0,05).Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan kondisi sosial, serta kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi kesehatan yang merata, tantangan sosial dan ekonomi yang sama, peran keluarga sebagai unit utama dalam dukungan sosial, pengaruh budaya, dan fungsi keluarga dalam mencegah masalah psikososial yang sama antara masyarakat di wilayah pedesaan dan perkotaan Masalah psikososial adalah perubahan dalam kehidupan seseorang yang berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan gangguan jiwa di masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan termasuk dalam kategori sangat baik dalam mencegah masalah psikososial (52,8%), sedangkan keluarga di wilayah perkotaan sebagian besar termasuk dalam kategori baik (50,9%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan peran keluarga di kedua wilayah dalam mencegah masalah psikososial. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp 1x" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" alt="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp 1x" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" alt="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp 1x" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" alt="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35883-tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" target="_blank">Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau lansia. Kedua, bagaimana pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap pencegahan masalah psikososial. Ketiga, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat di masyarakat perkotaan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial dan membantu mengembangkan intervensi yang lebih efektif..
<br>Sebagian besar peran keluarga di wilayah pedesaan dalam mencegah masalah psikososial adalah sangat baik, sedangkan di wilayah perkotaan sebagian besar adalah kategori baik.Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan peran keluarga di kedua wilayah (p value >0,05).Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan kondisi sosial, serta kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi kesehatan yang merata, tantangan sosial dan ekonomi yang sama, peran keluarga sebagai unit utama dalam dukungan sosial, pengaruh budaya, dan fungsi keluarga dalam mencegah masalah psikososial yang sama antara masyarakat di wilayah pedesaan dan perkotaan
<br>Masalah psikososial adalah perubahan dalam kehidupan seseorang yang berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan gangguan jiwa di masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan termasuk dalam kategori sangat baik dalam mencegah masalah psikososial (52,8%), sedangkan keluarga di wilayah perkotaan sebagian besar termasuk dalam kategori baik (50,9%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan peran keluarga di kedua wilayah dalam mencegah masalah psikososial.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" type="image/webp" length="77194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35882-wilayah-pesisir-pulau-faktor-peril</link>
	<guid isPermaLink="false">57ae52c034488071afda2bcddb43652c</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:42:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pengasuhan pada masyarakat pesisir, khususnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir: Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pengasuhan pada masyarakat pesisir, khususnya terkait pemberian ASI dan MPASI. Hal ini penting untuk memahami faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi perilaku pengasuhan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari faktor sosial dan perilaku terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah pesisir. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi gizi dan praktik pengasuhan yang tepat dalam mengurangi prevalensi stunting pada balita di wilayah pesisir. Program intervensi ini sebaiknya melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan kader kesehatan, untuk memastikan keberlanjutan program.. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosial dan perilaku seperti tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, jumlah anak dalam keluarga, serta praktik pemberian ASI dan MPASI terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir.Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada edukasi gizi dan pengasuhan ibu, peningkatan akses informasi kesehatan, serta penguatan program keluarga berencana di komunitas pesisir.Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan praktik pengasuhan yang tepat guna mencegah stunting pada balita.Selain itu, diperlukan dukungan ekonomi bagi keluarga di wilayah pesisir untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi anak-anak mereka Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap keterbatasan akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial dan perilaku yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir. Faktor sosial yang diteliti meliputi tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, dan jumlah anak. Faktor perilaku yang diteliti meliputi praktik pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, dan inisiasi menyusui dini. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 240 ibu dengan balita dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp 1x" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" alt="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp 1x" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" alt="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp 1x" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" alt="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35882-wilayah-pesisir-pulau-faktor-peril" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" target="_blank">Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pengasuhan pada masyarakat pesisir, khususnya terkait pemberian ASI dan MPASI. Hal ini penting untuk memahami faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi perilaku pengasuhan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari faktor sosial dan perilaku terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah pesisir. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi gizi dan praktik pengasuhan yang tepat dalam mengurangi prevalensi stunting pada balita di wilayah pesisir. Program intervensi ini sebaiknya melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan kader kesehatan, untuk memastikan keberlanjutan program..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosial dan perilaku seperti tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, jumlah anak dalam keluarga, serta praktik pemberian ASI dan MPASI terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir.Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada edukasi gizi dan pengasuhan ibu, peningkatan akses informasi kesehatan, serta penguatan program keluarga berencana di komunitas pesisir.Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan praktik pengasuhan yang tepat guna mencegah stunting pada balita.Selain itu, diperlukan dukungan ekonomi bagi keluarga di wilayah pesisir untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi anak-anak mereka
<br>Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap keterbatasan akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial dan perilaku yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir. Faktor sosial yang diteliti meliputi tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, dan jumlah anak. Faktor perilaku yang diteliti meliputi praktik pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, dan inisiasi menyusui dini. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 240 ibu dengan balita dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" type="image/webp" length="142088" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35884-darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan</link>
	<guid isPermaLink="false">6f114cecf3f413bc2c187d42e0c7a04b</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:24:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi ini pada kelompok pasien hipertensi dengan karakteristik yang lebih beragam, seperti tingkat keparahan hipertensi, usia, dan jenis kelamin. Studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi ini pada kelompok pasien hipertensi dengan karakteristik yang lebih beragam, seperti tingkat keparahan hipertensi, usia, dan jenis kelamin. Studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi mekanisme fisiologis yang mendasari pengaruh hentakan kaki, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah, misalnya dengan mengukur perubahan hormon stres atau aktivitas sistem saraf otonom. Selain itu, penelitian intervensi jangka panjang diperlukan untuk menilai apakah efek penurunan tekanan darah dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama dan apakah intervensi ini dapat mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien hipertensi.. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari intervensi hentakan kaki, mandi air dingin, dan minum air dingin dibandingkan dengan kelompok kontrol.Pengaruh paling signifikan terlihat pada tekanan darah sistolik dan nadi.Temuan ini mengindikasikan potensi intervensi non-farmakologis ini sebagai pelengkap terapi hipertensi, namun memerlukan penelitian lebih lanjut dengan metodologi yang lebih ketat untuk mengontrol variabel perancu Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan penanganan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Peneliti menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sebanyak 35 peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan intervensi satu kali. Pengukuran dilakukan 10 menit sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diobservasi adalah tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi, MAP (Mean Arterial Presure), dan saturasi oksigen. Analisis data menggunakan Anova, paired samples... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-0548b.webp" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-0548b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-0548b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-0548b.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" alt="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-af751.webp" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-af751.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-af751.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-af751.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" alt="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-991d9.webp" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-991d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-991d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-991d9.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" alt="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35884-darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan" title="JURIS - Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi" target="_blank">Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi</a>: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi ini pada kelompok pasien hipertensi dengan karakteristik yang lebih beragam, seperti tingkat keparahan hipertensi, usia, dan jenis kelamin. Studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi mekanisme fisiologis yang mendasari pengaruh hentakan kaki, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah, misalnya dengan mengukur perubahan hormon stres atau aktivitas sistem saraf otonom. Selain itu, penelitian intervensi jangka panjang diperlukan untuk menilai apakah efek penurunan tekanan darah dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama dan apakah intervensi ini dapat mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien hipertensi..
<br>Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari intervensi hentakan kaki, mandi air dingin, dan minum air dingin dibandingkan dengan kelompok kontrol.Pengaruh paling signifikan terlihat pada tekanan darah sistolik dan nadi.Temuan ini mengindikasikan potensi intervensi non-farmakologis ini sebagai pelengkap terapi hipertensi, namun memerlukan penelitian lebih lanjut dengan metodologi yang lebih ketat untuk mengontrol variabel perancu
<br>Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan penanganan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Peneliti menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sebanyak 35 peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan intervensi satu kali. Pengukuran dilakukan 10 menit sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diobservasi adalah tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi, MAP (Mean Arterial Presure), dan saturasi oksigen. Analisis data menggunakan Anova, paired samples...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-af751.webp" type="image/webp" length="98018" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-0548b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-af751.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/darah-sistolik-terapi-mandi-air-pengendalian-tekan-thumb-991d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 08 Apr 2026 14:50:07 +0700. 12 items. Served in: 5.404 seconds [rss] -->
