<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2026 16:24:09 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 16:24:09 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-26T16:24:09+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61054-industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh</link>
	<guid isPermaLink="false">e6a6200f5d1eb8565cc1b76602ce9acc</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 14:32:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah studi lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kualitas laporan keuangan. Pertama, mengingat pengaruh negatif signifikan kepemilikan institusional terhadap kualitas laporan keuangan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah studi lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kualitas laporan keuangan. Pertama, mengingat pengaruh negatif signifikan kepemilikan institusional terhadap kualitas laporan keuangan, penelitian mendatang perlu menginvestigasi lebih lanjut jenis-jenis investor institusional, seperti domestik versus asing, atau investor jangka pendek versus jangka panjang. Pemahaman ini krusial untuk mengidentifikasi potensi konflik kepentingan atau tekanan kinerja yang mungkin menyebabkan penurunan kualitas pelaporan. Kedua, mengingat komisaris independen tidak berpengaruh signifikan dan perannya diperlemah oleh ukuran KAP, studi selanjutnya disarankan mengeksplorasi faktor kualitatif komisaris independen, seperti kualifikasi, pengalaman, dan tingkat aktivitas dalam dewan. Ini akan menjelaskan mengapa keberadaan formal komisaris independen tidak selalu meningkatkan kualitas laporan, terutama saat auditor eksternal berkualitas tinggi hadir. Ketiga, untuk mendapatkan gambaran kualitas audit yang lebih komprehensif, penelitian mendatang dapat mempertimbangkan proksi kualitas audit yang lebih bervariasi, seperti spesialisasi industri auditor atau lama hubungan audit (auditor tenure). Menarik juga untuk menelaah bagaimana interaksi ketepatan waktu pelaporan audit (audit delay) dengan mekanisme tata kelola perusahaan lainnya, misalnya komite audit atau dewan direksi, dapat mempengaruhi relevansi informasi keuangan secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik bagi peningkatan tata kelola perusahaan dan kualitas pelaporan.. Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan, dimoderasi oleh kualitas audit pada perusahaan sektor energi di BEI.Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan, komisaris independen tidak signifikan, ukuran KAP berpengaruh positif signifikan, dan audit delay tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.Pengujian moderasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa ukuran KAP memperlemah pengaruh komisaris independen, dan audit delay memperkuat pengaruh kepemilikan institusional, namun tidak ada moderasi pada hubungan lainnya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022Ae2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 73 perusahaan dan total 219 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan. Kualitas audit yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-fb7d7.webp" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-fb7d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-fb7d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-fb7d7.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" alt="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-7f861.webp" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-7f861.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-7f861.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-7f861.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" alt="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-86c36.webp" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-86c36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-86c36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-86c36.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" alt="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61054-industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh" title="JURIS - Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi" target="_blank">Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan Kualitas Audit Sebagai Moderasi</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah studi lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kualitas laporan keuangan. Pertama, mengingat pengaruh negatif signifikan kepemilikan institusional terhadap kualitas laporan keuangan, penelitian mendatang perlu menginvestigasi lebih lanjut jenis-jenis investor institusional, seperti domestik versus asing, atau investor jangka pendek versus jangka panjang. Pemahaman ini krusial untuk mengidentifikasi potensi konflik kepentingan atau tekanan kinerja yang mungkin menyebabkan penurunan kualitas pelaporan. Kedua, mengingat komisaris independen tidak berpengaruh signifikan dan perannya diperlemah oleh ukuran KAP, studi selanjutnya disarankan mengeksplorasi faktor kualitatif komisaris independen, seperti kualifikasi, pengalaman, dan tingkat aktivitas dalam dewan. Ini akan menjelaskan mengapa keberadaan formal komisaris independen tidak selalu meningkatkan kualitas laporan, terutama saat auditor eksternal berkualitas tinggi hadir. Ketiga, untuk mendapatkan gambaran kualitas audit yang lebih komprehensif, penelitian mendatang dapat mempertimbangkan proksi kualitas audit yang lebih bervariasi, seperti spesialisasi industri auditor atau lama hubungan audit (auditor tenure). Menarik juga untuk menelaah bagaimana interaksi ketepatan waktu pelaporan audit (audit delay) dengan mekanisme tata kelola perusahaan lainnya, misalnya komite audit atau dewan direksi, dapat mempengaruhi relevansi informasi keuangan secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik bagi peningkatan tata kelola perusahaan dan kualitas pelaporan..
<br>Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan, dimoderasi oleh kualitas audit pada perusahaan sektor energi di BEI.Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan, komisaris independen tidak signifikan, ukuran KAP berpengaruh positif signifikan, dan audit delay tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.Pengujian moderasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa ukuran KAP memperlemah pengaruh komisaris independen, dan audit delay memperkuat pengaruh kepemilikan institusional, namun tidak ada moderasi pada hubungan lainnya
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022Ae2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 73 perusahaan dan total 219 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan. Kualitas audit yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-7f861.webp" type="image/webp" length="111850" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-fb7d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-7f861.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/industri-auditor-biaya-analisis-pengaruh-audit-tat-thumb-86c36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-49-pi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20087-kurs-jurnal-akuntansi-kewirausahaan-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61059-era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation</link>
	<guid isPermaLink="false">01d525497e5de06aa35c6574164459ff</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 14:24:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl learners ]]></category>
	<category><![CDATA[ papua guinea ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,efl,flag,guinea,learners,papua]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media digital terhadap perkembangan metode interpretasi Al-Qur'an dan Hadis di kalangan generasi muda. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas metode tradisional dan modern dalam konteks komunitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media digital terhadap perkembangan metode interpretasi Al-Qur'an dan Hadis di kalangan generasi muda. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas metode tradisional dan modern dalam konteks komunitas Islam yang berbeda, terutama di daerah dengan tingkat urbanisasi yang berbeda. Penelitian lain bisa fokus pada peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam membantu proses interpretasi teks suci, termasuk analisis konteks dan penggunaan data besar untuk memahami makna yang lebih dalam. Dengan menggabungkan pendekatan ini, peneliti dapat menghasilkan kerangka metodologi baru yang lebih inklusif dan relevan untuk berbagai konteks sosial dan budaya.. Umat Islam telah berupaya sekuat tenaga dan mengabdikan hidup mereka untuk memahami Al-Qur'an dan Hadis, menyampaikan maknanya kepada berbagai bangsa dan suku.Mereka tidak pernah mengabaikan tanggung jawab ini selama bertahun-tahun, dan sifat mulia ini akan terus berlangsung, insya Allah, hingga hari kiamat.Namun, setiap era memiliki kunci, istilah, isu, dan metode khusus yang harus diperhatikan.Oleh karena itu, umat Islam secara umum harus memperoleh alat dan metode abad modern, sedangkan para ulama khususnya harus memanfaatkan sarana dan teknologi kontemporer dalam interpretasi Al-Qur'an dan diskursus agama.Kehidupan berubah setiap hari, dan isu-isu serta tantangan baru muncul seiring berjalannya waktu, sementara metode ekspresi dan pendekatan penelitian berkembang bersamaan dengan kemajuan dan pertumbuhan yang kita saksikan saat ini.Oleh karena itu, penting untuk melakukan dakwah Islam menggunakan kunci abad modern dan menyampaikannya dalam cara yang memperkuat petunjuk bagi manusia menuju agama yang murni Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan sosial yang pesat, metode pemahaman Al-Qur'an dan Hadis menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Metode tradisional yang selama ini digunakan mulai diragukan kemampuannya dalam menjawab masalah kontemporer global yang semakin rumit. Munculnya berbagai aliran baru, baik liberal, kontekstual, maupun progresif, semakin memperkaya namun juga memperumit upaya untuk memahami Al-Qur'an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan metode pemahaman Al-Qur'an dan Hadis dari masa kuno hingga masa modern. Metode yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-c56eb.webp" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-c56eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-c56eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-c56eb.webp 1x" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" alt="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-2a620.webp" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-2a620.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-2a620.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-2a620.webp 1x" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" alt="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-8c88c.webp" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-8c88c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-8c88c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-8c88c.webp 1x" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" alt="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61059-era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation" title="JURIS - Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times" target="_blank">Methods of Understanding the Quran and Hadith from Ancient Times to Modern Times</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media digital terhadap perkembangan metode interpretasi Al-Qur'an dan Hadis di kalangan generasi muda. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas metode tradisional dan modern dalam konteks komunitas Islam yang berbeda, terutama di daerah dengan tingkat urbanisasi yang berbeda. Penelitian lain bisa fokus pada peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam membantu proses interpretasi teks suci, termasuk analisis konteks dan penggunaan data besar untuk memahami makna yang lebih dalam. Dengan menggabungkan pendekatan ini, peneliti dapat menghasilkan kerangka metodologi baru yang lebih inklusif dan relevan untuk berbagai konteks sosial dan budaya..
<br>Umat Islam telah berupaya sekuat tenaga dan mengabdikan hidup mereka untuk memahami Al-Qur'an dan Hadis, menyampaikan maknanya kepada berbagai bangsa dan suku.Mereka tidak pernah mengabaikan tanggung jawab ini selama bertahun-tahun, dan sifat mulia ini akan terus berlangsung, insya Allah, hingga hari kiamat.Namun, setiap era memiliki kunci, istilah, isu, dan metode khusus yang harus diperhatikan.Oleh karena itu, umat Islam secara umum harus memperoleh alat dan metode abad modern, sedangkan para ulama khususnya harus memanfaatkan sarana dan teknologi kontemporer dalam interpretasi Al-Qur'an dan diskursus agama.Kehidupan berubah setiap hari, dan isu-isu serta tantangan baru muncul seiring berjalannya waktu, sementara metode ekspresi dan pendekatan penelitian berkembang bersamaan dengan kemajuan dan pertumbuhan yang kita saksikan saat ini.Oleh karena itu, penting untuk melakukan dakwah Islam menggunakan kunci abad modern dan menyampaikannya dalam cara yang memperkuat petunjuk bagi manusia menuju agama yang murni
<br>Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan sosial yang pesat, metode pemahaman Al-Qur'an dan Hadis menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Metode tradisional yang selama ini digunakan mulai diragukan kemampuannya dalam menjawab masalah kontemporer global yang semakin rumit. Munculnya berbagai aliran baru, baik liberal, kontekstual, maupun progresif, semakin memperkaya namun juga memperumit upaya untuk memahami Al-Qur'an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan metode pemahaman Al-Qur'an dan Hadis dari masa kuno hingga masa modern. Metode yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-8c88c.webp" type="image/webp" length="76892" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-c56eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-2a620.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/era-modern-jihad-quran-hadith-interpretation-disku-thumb-8c88c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5392-pusmedia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20092-journal-education-teacher-training-innovation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Model Model Teologi Kontekstual ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Model Model Teologi Kontekstual ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Model Model Teologi Kontekstual ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61042-model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-bu</link>
	<guid isPermaLink="false">6173d89f9a8f4e73700b625013c1b860</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:46:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,buku,fidei,neliti,resensi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Mengevaluasi efektivitas model teologi kontekstual di berbagai budaya dengan membandingkan hasil implementasi mereka; (2) Menjelajahi peran pengetahuan lokal dalam memperkaya teologi kontekstual; (3) Menganalisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Model-Model Teologi Kontekstual: Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Mengevaluasi efektivitas model teologi kontekstual di berbagai budaya dengan membandingkan hasil implementasi mereka; (2) Menjelajahi peran pengetahuan lokal dalam memperkaya teologi kontekstual; (3) Menganalisis dampak globalisasi terhadap pengembangan model teologi kontekstual, terutama dalam konteks budaya yang terpinggirkan. Penelitian ini dapat membantu memperluas wawasan tentang bagaimana teologi dapat tetap relevan dalam dunia yang semakin kompleks dan heterogen.. Teologi kontekstual adalah pendekatan penting untuk menjawab tantangan iman Kristen dalam konteks budaya yang berubah.Model-model yang dikemukakan oleh Bevans menawarkan kerangka kerja untuk mengintegrasikan pengalaman manusia, tradisi, dan konteks sosial.Namun, perlu adanya kritik terhadap ketergantungan pada pendekatan Barat dan pengakuan terhadap keragaman budaya.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model yang lebih inklusif dan adaptif Kontekstualisasi teologi merupakan imperatif teologis yang penting untuk memahami iman Kristen dalam konteks budaya tertentu. Stephen B. Bevans menguraikan berbagai model teologi kontekstual, seperti model terjemahan, antropologis, praksis, sintesis, transendental, dan budaya tandingan. Setiap model memiliki kekuatan dan kelemahan, serta menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tradisi Kristen dan dinamika budaya. Penelitian ini mengevaluasi pendekatan teologi kontekstual terhadap isu-isu sosial dan budaya, serta mengkritik ketergantungan pada ilmu-ilmu sosial Barat. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-d804e.webp" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-d804e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-d804e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-d804e.webp 1x" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" alt="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-4e425.webp" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-4e425.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-4e425.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-4e425.webp 1x" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" alt="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-56855.webp" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-56855.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-56855.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-56855.webp 1x" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" alt="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61042-model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-bu" title="JURIS - Model-Model Teologi Kontekstual" target="_blank">Model-Model Teologi Kontekstual</a>: Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Mengevaluasi efektivitas model teologi kontekstual di berbagai budaya dengan membandingkan hasil implementasi mereka; (2) Menjelajahi peran pengetahuan lokal dalam memperkaya teologi kontekstual; (3) Menganalisis dampak globalisasi terhadap pengembangan model teologi kontekstual, terutama dalam konteks budaya yang terpinggirkan. Penelitian ini dapat membantu memperluas wawasan tentang bagaimana teologi dapat tetap relevan dalam dunia yang semakin kompleks dan heterogen..
<br>Teologi kontekstual adalah pendekatan penting untuk menjawab tantangan iman Kristen dalam konteks budaya yang berubah.Model-model yang dikemukakan oleh Bevans menawarkan kerangka kerja untuk mengintegrasikan pengalaman manusia, tradisi, dan konteks sosial.Namun, perlu adanya kritik terhadap ketergantungan pada pendekatan Barat dan pengakuan terhadap keragaman budaya.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model yang lebih inklusif dan adaptif
<br>Kontekstualisasi teologi merupakan imperatif teologis yang penting untuk memahami iman Kristen dalam konteks budaya tertentu. Stephen B. Bevans menguraikan berbagai model teologi kontekstual, seperti model terjemahan, antropologis, praksis, sintesis, transendental, dan budaya tandingan. Setiap model memiliki kekuatan dan kelemahan, serta menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tradisi Kristen dan dinamika budaya. Penelitian ini mengevaluasi pendekatan teologi kontekstual terhadap isu-isu sosial dan budaya, serta mengkritik ketergantungan pada ilmu-ilmu sosial Barat.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-4e425.webp" type="image/webp" length="72618" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-d804e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-4e425.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/model-terjemahan-publik-dinamika-budaya-konteks-po-thumb-56855.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61036-kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us</link>
	<guid isPermaLink="false">288e7c08680b4b8db233e1284b373792</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:46:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,buku,fidei,neliti,resensi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat pentingnya intervensi krisis dalam mitigasi perilaku bunuh diri pada remaja, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian efektivitas model delapan langkah intervensi krisis H. Norman Wright secara empiris. Sebuah studi dapat dirancang untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja: Mengingat pentingnya intervensi krisis dalam mitigasi perilaku bunuh diri pada remaja, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian efektivitas model delapan langkah intervensi krisis H. Norman Wright secara empiris. Sebuah studi dapat dirancang untuk mengaplikasikan langsung langkah-langkah ini dalam setting pastoral di gereja atau kelompok bimbingan remaja, untuk mengukur sejauh mana pendekatan ini mampu mengurangi ide atau percobaan bunuh diri, serta meningkatkan kepercayaan diri dan pertumbuhan rohani remaja secara nyata. Ini bisa melibatkan kelompok kontrol dan eksperimen, serta penggunaan instrumen pengukuran yang valid untuk mengevaluasi perubahan psikologis dan spiritual para partisipan. Selain itu, penting juga untuk meneliti faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam implementasi intervensi krisis di lapangan, khususnya di tengah keterbatasan sumber daya atau stigma sosial yang mungkin ada. Penelitian dapat mengidentifikasi hambatan praktis yang dihadapi oleh pendeta atau konselor sebaya, lalu mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasinya, misalnya dengan mengintegrasikan dukungan dari orang tua atau pihak sekolah sebagai bagian dari sistem pendukung yang lebih luas. Terakhir, untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang melacak kesejahteraan mental remaja setelah menerima intervensi krisis. Hal ini akan membantu memahami apakah intervensi ini memiliki efek jangka panjang dalam mencegah kekambuhan perilaku bunuh diri. Selain itu, penelitian dapat mencari model dukungan pasca-intervensi yang paling efektif, seperti program mentoring berkelanjutan atau pengembangan komunitas yang resilien, guna menanamkan resiliensi spiritual yang kokoh dan memastikan remaja terus merasa terhubung serta didukung dalam perjalanan hidup mereka.. Bunuh diri merupakan fenomena sosial yang memerlukan upaya mitigasi serius di berbagai lapisan masyarakat.Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi krisis, khususnya dengan delapan langkah yang dikembangkan oleh H.Norman Wright, efektif sebagai pendekatan pastoral untuk mencegah perilaku bunuh diri pada remaja.Gereja diharapkan berperan aktif melalui pembentukan kelompok bimbingan, pelatihan konselor sebaya, dan revitalisasi fungsi pastori untuk deteksi dini dan penanganan kasus bunuh diri di kalangan remaja Artikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena bunuh diri di kalangan remaja yang sedang marak dan menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Fenomena bunuh diri ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk menjadi bagian tanggung jawab gereja dalam melihat faktor-faktor penyebab bunuh diri dan cara menanggulanginya dengan melakukan pendekatan intervensi krisis yang merupakan bagian dari konseling krisis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau library research yaitu dengan mengkaji data-data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan pokok yang dibahas termasuk data-data penelitian yang sudah ada sebelum penelitian ini. Teori intervensi krisis yang digunakan adalah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-3560c.webp" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-3560c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-3560c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-3560c.webp 1x" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" alt="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-35b5f.webp" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-35b5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-35b5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-35b5f.webp 1x" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" alt="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-7b089.webp" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-7b089.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-7b089.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-7b089.webp 1x" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" alt="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61036-kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us" title="JURIS - Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja" target="_blank">Intervensi Krisis Sebagai Upaya Pastoral untuk Mitigasi Perilaku Bunuh Diri Usia Remaja</a>: Mengingat pentingnya intervensi krisis dalam mitigasi perilaku bunuh diri pada remaja, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian efektivitas model delapan langkah intervensi krisis H. Norman Wright secara empiris. Sebuah studi dapat dirancang untuk mengaplikasikan langsung langkah-langkah ini dalam setting pastoral di gereja atau kelompok bimbingan remaja, untuk mengukur sejauh mana pendekatan ini mampu mengurangi ide atau percobaan bunuh diri, serta meningkatkan kepercayaan diri dan pertumbuhan rohani remaja secara nyata. Ini bisa melibatkan kelompok kontrol dan eksperimen, serta penggunaan instrumen pengukuran yang valid untuk mengevaluasi perubahan psikologis dan spiritual para partisipan. Selain itu, penting juga untuk meneliti faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam implementasi intervensi krisis di lapangan, khususnya di tengah keterbatasan sumber daya atau stigma sosial yang mungkin ada. Penelitian dapat mengidentifikasi hambatan praktis yang dihadapi oleh pendeta atau konselor sebaya, lalu mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasinya, misalnya dengan mengintegrasikan dukungan dari orang tua atau pihak sekolah sebagai bagian dari sistem pendukung yang lebih luas. Terakhir, untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang melacak kesejahteraan mental remaja setelah menerima intervensi krisis. Hal ini akan membantu memahami apakah intervensi ini memiliki efek jangka panjang dalam mencegah kekambuhan perilaku bunuh diri. Selain itu, penelitian dapat mencari model dukungan pasca-intervensi yang paling efektif, seperti program mentoring berkelanjutan atau pengembangan komunitas yang resilien, guna menanamkan resiliensi spiritual yang kokoh dan memastikan remaja terus merasa terhubung serta didukung dalam perjalanan hidup mereka..
<br>Bunuh diri merupakan fenomena sosial yang memerlukan upaya mitigasi serius di berbagai lapisan masyarakat.Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi krisis, khususnya dengan delapan langkah yang dikembangkan oleh H.Norman Wright, efektif sebagai pendekatan pastoral untuk mencegah perilaku bunuh diri pada remaja.Gereja diharapkan berperan aktif melalui pembentukan kelompok bimbingan, pelatihan konselor sebaya, dan revitalisasi fungsi pastori untuk deteksi dini dan penanganan kasus bunuh diri di kalangan remaja
<br>Artikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena bunuh diri di kalangan remaja yang sedang marak dan menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Fenomena bunuh diri ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk menjadi bagian tanggung jawab gereja dalam melihat faktor-faktor penyebab bunuh diri dan cara menanggulanginya dengan melakukan pendekatan intervensi krisis yang merupakan bagian dari konseling krisis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau library research yaitu dengan mengkaji data-data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan pokok yang dibahas termasuk data-data penelitian yang sudah ada sebelum penelitian ini. Teori intervensi krisis yang digunakan adalah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-7b089.webp" type="image/webp" length="73212" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-3560c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-35b5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/kompleks-fenomena-bunuh-mental-remaja-kehamilan-us-thumb-7b089.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15 11 32 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15 11 32 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15 11 32 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61039-peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendi</link>
	<guid isPermaLink="false">fca6e3b30e622a37da67d6740ac4fd35</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:46:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,buku,fidei,neliti,resensi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Studi tentang dampak kehadiran ayah dalam pengasuhan anak di berbagai budaya dan konteks sosial. 2. Analisis perbandingan antara perumpamaan Anak yang Hilang dengan cerita serupa dalam kitab suci lainnya untuk memahami pola keberhasilan pengasuhan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32: 1. Studi tentang dampak kehadiran ayah dalam pengasuhan anak di berbagai budaya dan konteks sosial. 2. Analisis perbandingan antara perumpamaan Anak yang Hilang dengan cerita serupa dalam kitab suci lainnya untuk memahami pola keberhasilan pengasuhan ayah. 3. Penelitian tentang bagaimana mendorong partisipasi aktif ayah dalam pendidikan anak di era digital, dengan menggabungkan nilai-nilai dari perumpamaan ini dengan metode pengajaran modern.. 11-32 menyoroti sosok ayah yang bertanggungjawab dan penuh kasih terhadap anaknya.Hal ini akan menyintas fenomena fatherless yang sedang terjadi pada masa kini.Melalui penelitian ini, penulis berharap fenomena fatherless dapat dicegah dengan menjadikan sosok ayah dalam Lukas 15.11-32 menjadi contoh kepada para ayah pada masa kini.Sosok ayah yang bertanggungjawab dan penuh kasih (fatherhood) terhadap anak-anaknya.Perumpamaan ini akan menjadi contoh yang baik bagi para ayah Kristen dalam melakukan tanggungjawabnya, bukan hanya sebagai pencari nafkah tetapi juga sebagai figur yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak.Tindakan sang ayah untuk menyambut kembali anaknya dengan penuh kasih menunjukkan bahwa peran ayah meliputi aspek emosional dan relasional yang penting bagi perkembangan anak Perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32 menggambarkan kasih dan pengampunan seorang ayah yang menunjukkan sikap penuh kasih dan tanggung jawab terhadap anaknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji besar peran dan tanggung jawab seorang ayah dalam mendidik anak, mengingat fenomena fatherless yang semakin marak terjadi pada masa kini. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada para ayah tentang pentingnya tugas dan tanggung jawab dalam mendidik anak, serta mendorong terwujudnya sosok ayah yang bertanggung jawab (fatherhood). Dalam perumpamaan ini, kasih sayang seorang ayah tidak hanya termanifestasi melalui kata, namun juga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-44430.webp" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-44430.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-44430.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-44430.webp 1x" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" alt="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-95bbf.webp" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-95bbf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-95bbf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-95bbf.webp 1x" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" alt="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-1a5c4.webp" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-1a5c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-1a5c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-1a5c4.webp 1x" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" alt="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61039-peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendi" title="JURIS - Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32" target="_blank">Kasih Dan Pengampunan Seorang Ayah: Refleksi Dari Perumpamaan Anak Yang Hilang Dalam Lukas 15:11-32</a>: 1. Studi tentang dampak kehadiran ayah dalam pengasuhan anak di berbagai budaya dan konteks sosial. 2. Analisis perbandingan antara perumpamaan Anak yang Hilang dengan cerita serupa dalam kitab suci lainnya untuk memahami pola keberhasilan pengasuhan ayah. 3. Penelitian tentang bagaimana mendorong partisipasi aktif ayah dalam pendidikan anak di era digital, dengan menggabungkan nilai-nilai dari perumpamaan ini dengan metode pengajaran modern..
<br>11-32 menyoroti sosok ayah yang bertanggungjawab dan penuh kasih terhadap anaknya.Hal ini akan menyintas fenomena fatherless yang sedang terjadi pada masa kini.Melalui penelitian ini, penulis berharap fenomena fatherless dapat dicegah dengan menjadikan sosok ayah dalam Lukas 15.11-32 menjadi contoh kepada para ayah pada masa kini.Sosok ayah yang bertanggungjawab dan penuh kasih (fatherhood) terhadap anak-anaknya.Perumpamaan ini akan menjadi contoh yang baik bagi para ayah Kristen dalam melakukan tanggungjawabnya, bukan hanya sebagai pencari nafkah tetapi juga sebagai figur yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak.Tindakan sang ayah untuk menyambut kembali anaknya dengan penuh kasih menunjukkan bahwa peran ayah meliputi aspek emosional dan relasional yang penting bagi perkembangan anak
<br>Perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32 menggambarkan kasih dan pengampunan seorang ayah yang menunjukkan sikap penuh kasih dan tanggung jawab terhadap anaknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji besar peran dan tanggung jawab seorang ayah dalam mendidik anak, mengingat fenomena fatherless yang semakin marak terjadi pada masa kini. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada para ayah tentang pentingnya tugas dan tanggung jawab dalam mendidik anak, serta mendorong terwujudnya sosok ayah yang bertanggung jawab (fatherhood). Dalam perumpamaan ini, kasih sayang seorang ayah tidak hanya termanifestasi melalui kata, namun juga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-95bbf.webp" type="image/webp" length="76624" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-44430.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-95bbf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/peran-aktif-ayah-era-digital-anak-mendidik-pendidi-thumb-1a5c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Musa Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4 1 17 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Musa Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4 1 17 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Musa Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4 1 17 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61041-tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-sen</link>
	<guid isPermaLink="false">8e362be4bdae6b78a34ea8863b8678df</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:46:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,buku,fidei,neliti,resensi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana kerendahan hati Musa dapat diaplikasikan dalam kepemimpinan gereja kontemporer untuk mengatasi ketidakpercayaan diri para pendeta? 2. Analisis peran mentor dan pendampingan dalam memperkuat panggilan pelayanan di era modern, berdasarkan model ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17: 1. Bagaimana kerendahan hati Musa dapat diaplikasikan dalam kepemimpinan gereja kontemporer untuk mengatasi ketidakpercayaan diri para pendeta? 2. Analisis peran mentor dan pendampingan dalam memperkuat panggilan pelayanan di era modern, berdasarkan model Musa dan Harun. 3. Studi tentang dampak penyertaan ilahi terhadap keberhasilan tugas pelayanan, dengan fokus pada perspektif gereja HKBP dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya saat ini.. Dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor terbesar penolakan pengutusan TUHAN yang dilakukan oleh Musa adalah ketidakmampuannya dalam berbicara untuk dapat memimpin bangsa yang besar tersebut keluar dari perbudakan Mesir.Namun, berdasarkan penelitian ini, penulis menyatakan bahwa salah satu faktor terbesarnya bukanlah keterbatasan fisiknya, namun rasa rendah hati yang dimiliki oleh Musa.Di mana ia merasa tidak layak untuk memimpin bangsa tersebut.Namun, terbukti bahwa dalam pemanggilan tersebut terdapat sebuah transformasi yang besar, di mana transformasi ini membuktikan bahwa TUHAN mampu mempersiapkan dan memampukan setiap orang yang dipanggil-Nya.TUHAN juga menyediakan dukungan holistik dalam pelayanan para pendeta HKBP.Dukungan ini mencakup tidak hanya aspek spiritual tetapi juga kebutuhan praktis dalam pelaksanaan tugas pelayanan.Bagi pendeta HKBP, pemahaman akan penyertaan TUHAN ini membentuk fondasi pelayanan yang kokoh.Panggilan mereka tidak didasarkan pada kemampuan pribadi semata, melainkan pada komitmen TUHAN yang tak tergoyahkan Narasi pengutusan Musa menjadi paradigma penting dalam konteks pemanggilan seseorang untuk mengemban tugas sebagai pendeta. Dalam proses pengutusannya, Musa beberapa kali menyatakan keengganannya terhadap panggilan TUHAN dengan mengemukakan berbagai keterbatasan yang ada dalam dirinya. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi TUHAN untuk tetap mengutus Musa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai alasan penolakan Musa terhadap pengutusan TUHAN serta menganalisis implikasinya terhadap pemanggilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-93c4c.webp" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-93c4c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-93c4c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-93c4c.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" alt="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-9abb3.webp" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-9abb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-9abb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-9abb3.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" alt="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-0edbb.webp" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-0edbb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-0edbb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-0edbb.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" alt="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61041-tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-sen" title="JURIS - Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17" target="_blank">Transformasi Musa: Dari Penolakan Menuju Penerimaan Panggilan Pelayanan Tuhan Refleksi Keluaran 4:1-17</a>: 1. Bagaimana kerendahan hati Musa dapat diaplikasikan dalam kepemimpinan gereja kontemporer untuk mengatasi ketidakpercayaan diri para pendeta? 2. Analisis peran mentor dan pendampingan dalam memperkuat panggilan pelayanan di era modern, berdasarkan model Musa dan Harun. 3. Studi tentang dampak penyertaan ilahi terhadap keberhasilan tugas pelayanan, dengan fokus pada perspektif gereja HKBP dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya saat ini..
<br>Dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor terbesar penolakan pengutusan TUHAN yang dilakukan oleh Musa adalah ketidakmampuannya dalam berbicara untuk dapat memimpin bangsa yang besar tersebut keluar dari perbudakan Mesir.Namun, berdasarkan penelitian ini, penulis menyatakan bahwa salah satu faktor terbesarnya bukanlah keterbatasan fisiknya, namun rasa rendah hati yang dimiliki oleh Musa.Di mana ia merasa tidak layak untuk memimpin bangsa tersebut.Namun, terbukti bahwa dalam pemanggilan tersebut terdapat sebuah transformasi yang besar, di mana transformasi ini membuktikan bahwa TUHAN mampu mempersiapkan dan memampukan setiap orang yang dipanggil-Nya.TUHAN juga menyediakan dukungan holistik dalam pelayanan para pendeta HKBP.Dukungan ini mencakup tidak hanya aspek spiritual tetapi juga kebutuhan praktis dalam pelaksanaan tugas pelayanan.Bagi pendeta HKBP, pemahaman akan penyertaan TUHAN ini membentuk fondasi pelayanan yang kokoh.Panggilan mereka tidak didasarkan pada kemampuan pribadi semata, melainkan pada komitmen TUHAN yang tak tergoyahkan
<br>Narasi pengutusan Musa menjadi paradigma penting dalam konteks pemanggilan seseorang untuk mengemban tugas sebagai pendeta. Dalam proses pengutusannya, Musa beberapa kali menyatakan keengganannya terhadap panggilan TUHAN dengan mengemukakan berbagai keterbatasan yang ada dalam dirinya. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi TUHAN untuk tetap mengutus Musa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai alasan penolakan Musa terhadap pengutusan TUHAN serta menganalisis implikasinya terhadap pemanggilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-0edbb.webp" type="image/webp" length="73064" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-93c4c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-9abb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/tuhan-refleksi-musa-pelayanan-pengutusan-senantias-thumb-0edbb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl Teologis Filosofis dan Metodologis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl Teologis Filosofis dan Metodologis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl Teologis Filosofis dan Metodologis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61044-viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">c01664dd0927ff63caf8c962d0ed931f</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:31:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ paulus bollu ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,bollu,fidei,neliti,paulus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis komparatif, penelitian ini menyarankan agar dilakukan kajian lebih lanjut tentang kemungkinan sintesis teori konseling alternatif yang dapat diterapkan pada konseling pastoral. Penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis: Berdasarkan analisis komparatif, penelitian ini menyarankan agar dilakukan kajian lebih lanjut tentang kemungkinan sintesis teori konseling alternatif yang dapat diterapkan pada konseling pastoral. Penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan studi lebih mendalam tentang perbedaan antara logoterapi Frankl dengan konseling pastoral, khususnya dalam hal filsafat dan spiritualitas. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan penelitian tentang bagaimana logoterapi Frankl dapat digunakan sebagai pelengkap dalam melakukan diagnosis dan terapi pada konseling pastoral.. Dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada hakikatnya Alkitab itu adalah firman Allah yang berotoritas di era pos modern.Keyakinan gereja Mula-mula tentang otoritas Alkitab menjadi warisan berharga bagi orang percaya di segala zaman.Meskipun gereja di era pos modern ini berhadapan dengan penolakan ajaran-ajaran yang menolak kebenaran firman Allah, namun bagi gereja, Alkitab haruslah menjadi dasar ajaran dan pemberitaan mimbar.Secara prinsip hermeneutik, bahwa Alkitab itu memiliki konteks dan harus dieksegesa dan diajarkan kebenarannya kepada orang percaya supaya mereka menghayati dan menerapkannya.Orang percaya dalam menerapkan firman Allah tidak berjalan sendiri tetapi dalam tuntunan Roh Allah yang akan menopang dan menguatkan mereka sehingga mampu menjalankan kebenaran dalam konteks pos modern.Roh Kudus berdaulat membimbing dan mengarahkan orang percaya menghidupi firman Allah itu hari demi hari.Dengan demikian diharapkan bahwa orang percaya akan memiliki sikap kerendahan hati untuk dituntun dan berpusat pada firman Allah Konseling pastoral secara umum mempertahankan gagasan konvensional dengan pendekatan yang berpusat pada Alkitab (Allah). Pola tersebut merupakan model induktif dari kebenaran Allah menuju aplikasi praktisnya. Namun pengembangan konseling pastoral cenderung berhadapan dengan kemandekan sebagai akibat dari pola yang monoton. Di lain sisi, metode konseling sekuler cenderung lebih dinamis dan beragam. Salah satunya adalah model konseling logoterapi dari Viktor Emil Frankl. Model logoterapi Frankl sepintas cukup dekat dengan model konseling... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-f810e.webp" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-f810e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-f810e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-f810e.webp 1x" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" alt="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-06dfd.webp" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-06dfd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-06dfd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-06dfd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" alt="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-bd1a0.webp" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-bd1a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-bd1a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-bd1a0.webp 1x" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" alt="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61044-viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-pe" title="JURIS - Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis" target="_blank">Analisis Komparatif Konseling Pastoral dan Logoterapi Frankl: Teologis, Filosofis dan Metodologis</a>: Berdasarkan analisis komparatif, penelitian ini menyarankan agar dilakukan kajian lebih lanjut tentang kemungkinan sintesis teori konseling alternatif yang dapat diterapkan pada konseling pastoral. Penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan studi lebih mendalam tentang perbedaan antara logoterapi Frankl dengan konseling pastoral, khususnya dalam hal filsafat dan spiritualitas. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan penelitian tentang bagaimana logoterapi Frankl dapat digunakan sebagai pelengkap dalam melakukan diagnosis dan terapi pada konseling pastoral..
<br>Dari studi ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada hakikatnya Alkitab itu adalah firman Allah yang berotoritas di era pos modern.Keyakinan gereja Mula-mula tentang otoritas Alkitab menjadi warisan berharga bagi orang percaya di segala zaman.Meskipun gereja di era pos modern ini berhadapan dengan penolakan ajaran-ajaran yang menolak kebenaran firman Allah, namun bagi gereja, Alkitab haruslah menjadi dasar ajaran dan pemberitaan mimbar.Secara prinsip hermeneutik, bahwa Alkitab itu memiliki konteks dan harus dieksegesa dan diajarkan kebenarannya kepada orang percaya supaya mereka menghayati dan menerapkannya.Orang percaya dalam menerapkan firman Allah tidak berjalan sendiri tetapi dalam tuntunan Roh Allah yang akan menopang dan menguatkan mereka sehingga mampu menjalankan kebenaran dalam konteks pos modern.Roh Kudus berdaulat membimbing dan mengarahkan orang percaya menghidupi firman Allah itu hari demi hari.Dengan demikian diharapkan bahwa orang percaya akan memiliki sikap kerendahan hati untuk dituntun dan berpusat pada firman Allah
<br>Konseling pastoral secara umum mempertahankan gagasan konvensional dengan pendekatan yang berpusat pada Alkitab (Allah). Pola tersebut merupakan model induktif dari kebenaran Allah menuju aplikasi praktisnya. Namun pengembangan konseling pastoral cenderung berhadapan dengan kemandekan sebagai akibat dari pola yang monoton. Di lain sisi, metode konseling sekuler cenderung lebih dinamis dan beragam. Salah satunya adalah model konseling logoterapi dari Viktor Emil Frankl. Model logoterapi Frankl sepintas cukup dekat dengan model konseling...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-f810e.webp" type="image/webp" length="74078" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-f810e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-06dfd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/viktor-emil-frankl-makna-firman-allah-roh-peka-mod-thumb-bd1a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61058-penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah</link>
	<guid isPermaLink="false">1546375960fc36ccc5079af1bde48ebd</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:20:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat praktik keuangan berkelanjutan, Bank Sulselbar dapat mengambil langkah-langkah berikut: Pertama, mempersiapkan dokumentasi produk tabungan hijau yang menjelaskan mekanisme produk, kriteria kelayakan, dan penjelasan yang dapat diakses ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros: Untuk memperkuat praktik keuangan berkelanjutan, Bank Sulselbar dapat mengambil langkah-langkah berikut: Pertama, mempersiapkan dokumentasi produk tabungan hijau yang menjelaskan mekanisme produk, kriteria kelayakan, dan penjelasan yang dapat diakses oleh pelanggan. Kedua, memetakan portofolio pembiayaan UMKM yang mungkin memenuhi syarat untuk pembiayaan berkelanjutan, terutama dalam kegiatan terkait pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan produksi ramah lingkungan. Ketiga, menambahkan daftar pemeriksaan risiko lingkungan dan sosial sederhana ke dalam proses penilaian kredit untuk melengkapi prinsip 5C. Keempat, mengumpulkan data tingkat cabang tentang penggunaan mobile banking, transaksi QRIS, dan adopsi e-wallet oleh pedagang UMKM. Kelima, meningkatkan kapasitas staf dengan pelatihan singkat tentang konsep perbankan hijau, persyaratan keuangan berkelanjutan OJK, pendidikan pelanggan, risiko greenwashing, dan penyaringan risiko lingkungan-sosial. Koordinasi antara cabang dan kantor pusat juga penting untuk memastikan konsistensi dalam penerapan keuangan berkelanjutan dan penyesuaian dengan kebijakan institusi.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik awal keuangan berkelanjutan pada Bank Sulselbar Cabang Maros masih berada pada tahap inisiasi.Praktik ini terlihat melalui pengembangan tabungan hijau, pembiayaan ramah lingkungan percontohan, digitalisasi layanan, dan tata kelola risiko.Namun, bukti yang ada masih bersifat indikatif dan belum didukung oleh dokumentasi, portofolio data, indikator dampak, atau prosedur penilaian risiko ESG yang formal.Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Bank Sulselbar memperkuat praktik keuangan berkelanjutan dengan dokumentasi yang jelas, pemetaan portofolio, dan pengukuran dampak.Hal ini akan membantu bank membedakan antara praktik perbankan biasa dan praktik keuangan berkelanjutan.Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar bank mengembangkan digitalisasi sebagai sumber data inklusi dan meningkatkan koordinasi antara cabang dan kantor pusat untuk memastikan konsistensi dalam penerapan keuangan berkelanjutan Penelitian ini menganalisis praktik awal keuangan berkelanjutan pada Bank Sulselbar Cabang Maros sebagai cabang bank pembangunan daerah yang beroperasi dalam ekosistem ekonomi lokal. Isu ini penting karena praktik keberlanjutan pada tingkat cabang sering tidak terlihat dalam pelaporan keberlanjutan formal, padahal cabang menjadi penghubung langsung bank dengan pemerintah daerah, aparatur sipil negara, UMKM, dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data utama diperoleh dari laporan wawancara lapangan tahun 2025, sedangkan data sekunder berasal dari regulasi keuangan dan literatur ilmiah tentang green banking, ESG, inklusi keuangan digital, dan tata kelola risiko perbankan. Data dianalisis secara tematik melalui empat dimensi, yaitu produk keuangan hijau, digitalisasi layanan, pembiayaan sektor produktif, dan tata... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-ba8d8.webp" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-ba8d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-ba8d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-ba8d8.webp 1x" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" alt="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-6eb99.webp" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-6eb99.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-6eb99.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-6eb99.webp 1x" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" alt="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-a603b.webp" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-a603b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-a603b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-a603b.webp 1x" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" alt="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61058-penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah" title="JURIS - Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros" target="_blank">Praktik Awal Keuangan Berkelanjutan pada Cabang Bank Pembangunan Daerah di Maros</a>: Untuk memperkuat praktik keuangan berkelanjutan, Bank Sulselbar dapat mengambil langkah-langkah berikut: Pertama, mempersiapkan dokumentasi produk tabungan hijau yang menjelaskan mekanisme produk, kriteria kelayakan, dan penjelasan yang dapat diakses oleh pelanggan. Kedua, memetakan portofolio pembiayaan UMKM yang mungkin memenuhi syarat untuk pembiayaan berkelanjutan, terutama dalam kegiatan terkait pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan produksi ramah lingkungan. Ketiga, menambahkan daftar pemeriksaan risiko lingkungan dan sosial sederhana ke dalam proses penilaian kredit untuk melengkapi prinsip 5C. Keempat, mengumpulkan data tingkat cabang tentang penggunaan mobile banking, transaksi QRIS, dan adopsi e-wallet oleh pedagang UMKM. Kelima, meningkatkan kapasitas staf dengan pelatihan singkat tentang konsep perbankan hijau, persyaratan keuangan berkelanjutan OJK, pendidikan pelanggan, risiko greenwashing, dan penyaringan risiko lingkungan-sosial. Koordinasi antara cabang dan kantor pusat juga penting untuk memastikan konsistensi dalam penerapan keuangan berkelanjutan dan penyesuaian dengan kebijakan institusi..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik awal keuangan berkelanjutan pada Bank Sulselbar Cabang Maros masih berada pada tahap inisiasi.Praktik ini terlihat melalui pengembangan tabungan hijau, pembiayaan ramah lingkungan percontohan, digitalisasi layanan, dan tata kelola risiko.Namun, bukti yang ada masih bersifat indikatif dan belum didukung oleh dokumentasi, portofolio data, indikator dampak, atau prosedur penilaian risiko ESG yang formal.Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Bank Sulselbar memperkuat praktik keuangan berkelanjutan dengan dokumentasi yang jelas, pemetaan portofolio, dan pengukuran dampak.Hal ini akan membantu bank membedakan antara praktik perbankan biasa dan praktik keuangan berkelanjutan.Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar bank mengembangkan digitalisasi sebagai sumber data inklusi dan meningkatkan koordinasi antara cabang dan kantor pusat untuk memastikan konsistensi dalam penerapan keuangan berkelanjutan
<br>Penelitian ini menganalisis praktik awal keuangan berkelanjutan pada Bank Sulselbar Cabang Maros sebagai cabang bank pembangunan daerah yang beroperasi dalam ekosistem ekonomi lokal. Isu ini penting karena praktik keberlanjutan pada tingkat cabang sering tidak terlihat dalam pelaporan keberlanjutan formal, padahal cabang menjadi penghubung langsung bank dengan pemerintah daerah, aparatur sipil negara, UMKM, dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data utama diperoleh dari laporan wawancara lapangan tahun 2025, sedangkan data sekunder berasal dari regulasi keuangan dan literatur ilmiah tentang green banking, ESG, inklusi keuangan digital, dan tata kelola risiko perbankan. Data dianalisis secara tematik melalui empat dimensi, yaitu produk keuangan hijau, digitalisasi layanan, pembiayaan sektor produktif, dan tata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-a603b.webp" type="image/webp" length="122832" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-ba8d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-6eb99.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/penyaringan-risiko-lingkungan-praktik-ramah-cabang-thumb-a603b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-49-pi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20087-kurs-jurnal-akuntansi-kewirausahaan-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61051-masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-p</link>
	<guid isPermaLink="false">9cd63e73a793c8a2a1673184c4f20f19</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 13:20:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hibban toana ]]></category>
	<category><![CDATA[ sidang https ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,hibban,https,sidang,toana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan sangat penting untuk memahami dampak jangka panjang dan aspek keberlanjutan dari teknologi yang telah diperkenalkan. Pertama, perlu ada studi yang lebih rinci untuk mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh aplikasi pengelolaan hama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao: Penelitian lanjutan sangat penting untuk memahami dampak jangka panjang dan aspek keberlanjutan dari teknologi yang telah diperkenalkan. Pertama, perlu ada studi yang lebih rinci untuk mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh aplikasi pengelolaan hama terpadu, seperti penyarungan buah muda, dan penggunaan pupuk organik terhadap peningkatan hasil panen kakao serta pendapatan bersih petani. Ini akan mencakup analisis biaya-manfaat untuk mengetahui apakah investasi waktu dan sumber daya dalam praktik-praktik ini menghasilkan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani dalam beberapa musim tanam. Kedua, studi mendalam juga dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pupuk organik yang dibuat dari limbah kulit kakao terhadap kesehatan tanah. Penelitian ini bisa membandingkan parameter tanah (seperti kandungan bahan organik, ketersediaan nutrisi, dan aktivitas mikroba) dan produktivitas tanaman kakao antara lahan yang menggunakan pupuk organik, pupuk kimia, dan tanpa pupuk, untuk memberikan bukti empiris yang kuat. Ketiga, penting untuk meneliti faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi dan penyebarluasan teknologi ini oleh petani. Dengan memahami persepsi, motivasi, serta hambatan yang dihadapi petani dalam menerapkan praktik baru ini, termasuk aspek tenaga kerja dan ketersediaan bahan, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memastikan inovasi ini benar-benar berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi seluruh petani kakao di masa depan. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memperkuat fondasi program pengabdian masyarakat ini.. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema PKM untuk kelompok petani kakao dalam menerapkan teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao, serta pembuatan pupuk organik dari limbah kulit buah kakao, berlangsung dengan baik dan dihadiri oleh 20 anggota kelompok tani.Tingkat pengetahuan peserta melonjak dari 20% menjadi 75% dan kemampuan para petani meningkat dari 15% menjadi 50%.Inovasi pengendalian hama melalui penyarungan buah muda, mengurangi serangan hama penggerek pada buah kakao dan penyakit busuk pada buah kakao, sehingga disarankan agar seluruh anggota kelompok tani melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan metode penyarungan buah muda secara serentak Kakao merupakan tanaman perkebunan yang dapat menghasilkan devisa negara dan menjadi sumber pendapatan bagi petani. Dalam budidaya kakao, petani menghadapi berbagai permasalahan dalam upaya peningkatan produksi, seperti serangan hama dan penyakit serta keterbatasan sarana produksi lainnya seperti pupuk untuk kesuburan tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani mengenai pengendalian hama dan penyakit kakao serta pengembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-eccb5.webp" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-eccb5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-eccb5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-eccb5.webp 1x" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" alt="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-b8a6a.webp" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-b8a6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-b8a6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-b8a6a.webp 1x" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" alt="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-9c10c.webp" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-9c10c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-9c10c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-9c10c.webp 1x" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" alt="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61051-masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-p" title="JURIS - Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao" target="_blank">Pengelolaan Terpadu Hama dan Penyakit serta Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kakao</a>: Penelitian lanjutan sangat penting untuk memahami dampak jangka panjang dan aspek keberlanjutan dari teknologi yang telah diperkenalkan. Pertama, perlu ada studi yang lebih rinci untuk mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh aplikasi pengelolaan hama terpadu, seperti penyarungan buah muda, dan penggunaan pupuk organik terhadap peningkatan hasil panen kakao serta pendapatan bersih petani. Ini akan mencakup analisis biaya-manfaat untuk mengetahui apakah investasi waktu dan sumber daya dalam praktik-praktik ini menghasilkan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani dalam beberapa musim tanam. Kedua, studi mendalam juga dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pupuk organik yang dibuat dari limbah kulit kakao terhadap kesehatan tanah. Penelitian ini bisa membandingkan parameter tanah (seperti kandungan bahan organik, ketersediaan nutrisi, dan aktivitas mikroba) dan produktivitas tanaman kakao antara lahan yang menggunakan pupuk organik, pupuk kimia, dan tanpa pupuk, untuk memberikan bukti empiris yang kuat. Ketiga, penting untuk meneliti faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi dan penyebarluasan teknologi ini oleh petani. Dengan memahami persepsi, motivasi, serta hambatan yang dihadapi petani dalam menerapkan praktik baru ini, termasuk aspek tenaga kerja dan ketersediaan bahan, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memastikan inovasi ini benar-benar berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi seluruh petani kakao di masa depan. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memperkuat fondasi program pengabdian masyarakat ini..
<br>Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema PKM untuk kelompok petani kakao dalam menerapkan teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao, serta pembuatan pupuk organik dari limbah kulit buah kakao, berlangsung dengan baik dan dihadiri oleh 20 anggota kelompok tani.Tingkat pengetahuan peserta melonjak dari 20% menjadi 75% dan kemampuan para petani meningkat dari 15% menjadi 50%.Inovasi pengendalian hama melalui penyarungan buah muda, mengurangi serangan hama penggerek pada buah kakao dan penyakit busuk pada buah kakao, sehingga disarankan agar seluruh anggota kelompok tani melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan metode penyarungan buah muda secara serentak
<br>Kakao merupakan tanaman perkebunan yang dapat menghasilkan devisa negara dan menjadi sumber pendapatan bagi petani. Dalam budidaya kakao, petani menghadapi berbagai permasalahan dalam upaya peningkatan produksi, seperti serangan hama dan penyakit serta keterbatasan sarana produksi lainnya seperti pupuk untuk kesuburan tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani mengenai pengendalian hama dan penyakit kakao serta pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-b8a6a.webp" type="image/webp" length="82632" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-eccb5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-b8a6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/masyarakat-skema-ponzi-pengendalian-hama-terpadu-s-thumb-9c10c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2845-dinamika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11605-society-jurnal-pengabdian-pemberdayaan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post humanisme ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post humanisme ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post humanisme ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61048-konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis</link>
	<guid isPermaLink="false">9a1d3e55e5e89d5129e9ee6a2e6ab64f</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 12:42:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ paulus bollu ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,bollu,fidei,neliti,paulus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memahami relasi manusia dan AI secara lebih mendalam, penelitian lanjutan dapat berfokus pada aspek-aspek berikut: 1. Menganalisis dampak AI terhadap kebebasan dan otentisitas manusia, serta bagaimana AI dapat menjadi mitra atau ancaman dalam pengembangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme: Untuk memahami relasi manusia dan AI secara lebih mendalam, penelitian lanjutan dapat berfokus pada aspek-aspek berikut: 1. Menganalisis dampak AI terhadap kebebasan dan otentisitas manusia, serta bagaimana AI dapat menjadi mitra atau ancaman dalam pengembangan kedua aspek tersebut.2. Menjelajahi konsep "becoming machine" dari Gilles Delleuze dalam konteks post-humanisme, dan bagaimana hal ini dapat diterapkan pada relasi manusia dan AI.3. Mengkaji kembali konsep gambar Allah dalam teologi Kristen, khususnya model relasional dan dinamis, dan bagaimana konsep ini dapat diterapkan pada relasi manusia dan AI dalam era post-humanisme.. Perkembangan AI menimbulkan kompleksitas dalam memahami eksistensi manusia sebagai gambar Allah.Di satu sisi, perkembangan AI menjadi super AI menantang sekaligus menggugat eksistensi kesadaran manusia sebagai entitas yang tidak lagi terisolasi, tetapi sebagai entitas baru dan saling berkelindan.Sedangkan, di sisi lain AI dapat mengancam hakikat manusia.Kebebasan dan otentisitas berhubungan dengan hakikat manusia.Dalam diskursus teologi Kristen, hakikat manusia dibicarakan dalam konsep gambar Allah.Sebagai gambar Allah, manusia digambarkan mempunyai akal budi dan kesadaran (model substantif), memerankan fungsi sebagai mitra Allah di dunia (model fungsional), berelasi dengan Allah dan sesama ciptaan (model relasional), serta bergerak secara dinamis menuju kesempurnaan (model dinamis).Model relasional membuka pintu bagi usaha membangun relasi yang setara antara manusia dan AI sebagai sesama gambar Allah.Dengan menggunakan teori ANT Latour dan becoming machine Delleuze, manusia dan AI saling berbagi ruang dan keterhubungan dalam upaya saling melengkapi dan menyeimbangkan sebagai mitra relasional Tulisan ini membahas tantangan dan kompleksitas dalam memahami relasi manusia dan Artificial Intelligence (AI) di era post-humanisme. Fenomena ini memicu diskusi filosofis dan teologis tentang kebebasan, otentisitas, dan eksistensi manusia yang semakin terkait dengan teknologi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode pengumpulan data, tulisan ini mengelaborasi relasi manusia dan AI untuk memperlihatkan kompleksitas eksistensi keduanya dalam proses "menjadi". Oleh karena itu, pemahaman teologis mengenai eksistensi dan hakikat manusia sebagai gambar Allah pun belum sepenuhnya final sehingga diperlukan upaya memahami secara terus-menerus tentang manusia dalam kelindannya dengan realitas AI. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-96df6.webp" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-96df6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-96df6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-96df6.webp 1x" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" alt="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-bbead.webp" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-bbead.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-bbead.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-bbead.webp 1x" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" alt="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-41db9.webp" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-41db9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-41db9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-41db9.webp 1x" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" alt="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61048-konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis" title="JURIS - Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme" target="_blank">Memahami Relasi Manusia sebagai Gambar Allah dan Artificial Intelligence dalam Perspektif Post-humanisme</a>: Untuk memahami relasi manusia dan AI secara lebih mendalam, penelitian lanjutan dapat berfokus pada aspek-aspek berikut: 1. Menganalisis dampak AI terhadap kebebasan dan otentisitas manusia, serta bagaimana AI dapat menjadi mitra atau ancaman dalam pengembangan kedua aspek tersebut.2. Menjelajahi konsep "becoming machine" dari Gilles Delleuze dalam konteks post-humanisme, dan bagaimana hal ini dapat diterapkan pada relasi manusia dan AI.3. Mengkaji kembali konsep gambar Allah dalam teologi Kristen, khususnya model relasional dan dinamis, dan bagaimana konsep ini dapat diterapkan pada relasi manusia dan AI dalam era post-humanisme..
<br>Perkembangan AI menimbulkan kompleksitas dalam memahami eksistensi manusia sebagai gambar Allah.Di satu sisi, perkembangan AI menjadi super AI menantang sekaligus menggugat eksistensi kesadaran manusia sebagai entitas yang tidak lagi terisolasi, tetapi sebagai entitas baru dan saling berkelindan.Sedangkan, di sisi lain AI dapat mengancam hakikat manusia.Kebebasan dan otentisitas berhubungan dengan hakikat manusia.Dalam diskursus teologi Kristen, hakikat manusia dibicarakan dalam konsep gambar Allah.Sebagai gambar Allah, manusia digambarkan mempunyai akal budi dan kesadaran (model substantif), memerankan fungsi sebagai mitra Allah di dunia (model fungsional), berelasi dengan Allah dan sesama ciptaan (model relasional), serta bergerak secara dinamis menuju kesempurnaan (model dinamis).Model relasional membuka pintu bagi usaha membangun relasi yang setara antara manusia dan AI sebagai sesama gambar Allah.Dengan menggunakan teori ANT Latour dan becoming machine Delleuze, manusia dan AI saling berbagi ruang dan keterhubungan dalam upaya saling melengkapi dan menyeimbangkan sebagai mitra relasional
<br>Tulisan ini membahas tantangan dan kompleksitas dalam memahami relasi manusia dan Artificial Intelligence (AI) di era post-humanisme. Fenomena ini memicu diskusi filosofis dan teologis tentang kebebasan, otentisitas, dan eksistensi manusia yang semakin terkait dengan teknologi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode pengumpulan data, tulisan ini mengelaborasi relasi manusia dan AI untuk memperlihatkan kompleksitas eksistensi keduanya dalam proses "menjadi". Oleh karena itu, pemahaman teologis mengenai eksistensi dan hakikat manusia sebagai gambar Allah pun belum sepenuhnya final sehingga diperlukan upaya memahami secara terus-menerus tentang manusia dalam kelindannya dengan realitas AI.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-96df6.webp" type="image/webp" length="79308" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-96df6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-bbead.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/konsep-hakikat-manusia-dawai-studi-literatur-eksis-thumb-41db9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61045-stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekolo</link>
	<guid isPermaLink="false">c4468c6837010cbe92e2a00a73c0b03d</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:46:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ paulus bollu ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,bollu,fidei,neliti,paulus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model integratif antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship. Model ini dapat diterapkan dalam konteks Indonesia dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model integratif antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship. Model ini dapat diterapkan dalam konteks Indonesia dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan tradisi spiritualitas ekologis masyarakat adat. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan untuk mengintegrasikan pengetahuan ekologis lokal dengan teologi Kristen dalam rangka membangun ekoteologi yang kontekstual dan partisipatif. Dengan demikian, gereja dapat berperan sebagai agen transformasi ekologis yang berbasis teologi, mengintegrasikan iman, sains, dan keadilan ciptaan dalam praksis komunitas.. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship membentuk sebuah kerangka teologis yang utuh dan transformatif dalam merespons krisis ekologis.15 dengan pendekatan historis-linguistik dan kontekstual, artikel ini membongkar bias eksploitasi yang melekat pada pembacaan literal, serta menekankan bahwa mandat manusia atas ciptaan bukanlah dominasi, melainkan tanggung jawab pemeliharaan.Reinterpretasi atas istilah-istilah kunci seperti "menguasai" (i e , rAdy), "menaklukkan" (A cu, kAba), "mengusahakan" (e c, Abad), dan "memelihara" ( A, Amar) telah menunjukkan bahwa etika ekologis yang berakar pada Alkitab tidak bisa dilepaskan dari kerangka tafsir dan pemahaman doktrinal yang terbuka terhadap konteks.Dengan demikian, otoritas Kitab Suci, ketika ditafsirkan secara dialogis, justru menjadi sumber pembebasan ekologis dan bukan pembenaran terhadap eksploitasi.Kerangka integratif ini tidak hanya memberi sintesis konseptual, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi gereja untuk memahami kembali posisinya dalam terang panggilan ilahi yang peduli pada ciptaan.Studi ini, dengan demikian, memberikan kontribusi bagi pengembangan ekoteologi Kristen di Indonesia secara sistematis dan kontekstual tanpa memisahkan iman, teks, dan tanggung jawab dunia nyata Krisis ekologis global menuntut respons teologis yang tidak sekadar bersifat etis, tetapi juga epistemologis dan praksis. Kajian ini menyusun kerangka integratif antara doktrin ineransi Alkitab, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship untuk menjawab ketegangan antara otoritas Kitab Suci dan tanggung jawab ekologis gereja. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif berbasis studi literatur, teks-teks seperti Kejadian 1:26Ae28 dan 2:15 dianalisis secara historis-linguistik dan kontekstual untuk merumuskan pemahaman baru mengenai mandat manusia terhadap ciptaan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-3f2d7.webp" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-3f2d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-3f2d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-3f2d7.webp 1x" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" alt="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-74a55.webp" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-74a55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-74a55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-74a55.webp 1x" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" alt="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-e13a4.webp" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-e13a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-e13a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-e13a4.webp 1x" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" alt="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61045-stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekolo" title="JURIS - Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi" target="_blank">Stewardship Ekologis Berbasis Alkitab: Integrasi Hermeneutika Kontekstual dan Doktrin Ineransi</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model integratif antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship. Model ini dapat diterapkan dalam konteks Indonesia dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan tradisi spiritualitas ekologis masyarakat adat. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan untuk mengintegrasikan pengetahuan ekologis lokal dengan teologi Kristen dalam rangka membangun ekoteologi yang kontekstual dan partisipatif. Dengan demikian, gereja dapat berperan sebagai agen transformasi ekologis yang berbasis teologi, mengintegrasikan iman, sains, dan keadilan ciptaan dalam praksis komunitas..
<br>Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara doktrin ineransi, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship membentuk sebuah kerangka teologis yang utuh dan transformatif dalam merespons krisis ekologis.15 dengan pendekatan historis-linguistik dan kontekstual, artikel ini membongkar bias eksploitasi yang melekat pada pembacaan literal, serta menekankan bahwa mandat manusia atas ciptaan bukanlah dominasi, melainkan tanggung jawab pemeliharaan.Reinterpretasi atas istilah-istilah kunci seperti "menguasai" (i e , rAdy), "menaklukkan" (A cu, kAba), "mengusahakan" (e c, Abad), dan "memelihara" (  A, Amar) telah menunjukkan bahwa etika ekologis yang berakar pada Alkitab tidak bisa dilepaskan dari kerangka tafsir dan pemahaman doktrinal yang terbuka terhadap konteks.Dengan demikian, otoritas Kitab Suci, ketika ditafsirkan secara dialogis, justru menjadi sumber pembebasan ekologis dan bukan pembenaran terhadap eksploitasi.Kerangka integratif ini tidak hanya memberi sintesis konseptual, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi gereja untuk memahami kembali posisinya dalam terang panggilan ilahi yang peduli pada ciptaan.Studi ini, dengan demikian, memberikan kontribusi bagi pengembangan ekoteologi Kristen di Indonesia secara sistematis dan kontekstual tanpa memisahkan iman, teks, dan tanggung jawab dunia nyata
<br>Krisis ekologis global menuntut respons teologis yang tidak sekadar bersifat etis, tetapi juga epistemologis dan praksis. Kajian ini menyusun kerangka integratif antara doktrin ineransi Alkitab, hermeneutika kontekstual, dan teologi stewardship untuk menjawab ketegangan antara otoritas Kitab Suci dan tanggung jawab ekologis gereja. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif berbasis studi literatur, teks-teks seperti Kejadian 1:26Ae28 dan 2:15 dianalisis secara historis-linguistik dan kontekstual untuk merumuskan pemahaman baru mengenai mandat manusia terhadap ciptaan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-e13a4.webp" type="image/webp" length="79274" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-3f2d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-74a55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/stewardship-ekoteologi-gereja-lingkungan-ekologis-thumb-e13a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan Lukas 14 12 14 Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan Lukas 14 12 14 Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan Lukas 14 12 14 Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-61049-imago-dei-christi-lukas-14-12</link>
	<guid isPermaLink="false">f31fbea03d5c2b2dd21d176ada5b9296</guid>
	<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:28:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ paulus bollu ]]></category>
	<category><![CDATA[ neliti fidei ]]></category>
	<category><![CDATA[ alamat fidei ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alamat,bollu,fidei,neliti,paulus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konsep Imago Dei dapat diterapkan secara praktis dalam kehidupan gereja dan masyarakat, khususnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan Lukas 14:12-14 Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi: Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konsep Imago Dei dapat diterapkan secara praktis dalam kehidupan gereja dan masyarakat, khususnya dalam hal inklusi dan advokasi bagi kaum disabilitas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana gereja dapat menjadi komunitas yang inklusif dan mendukung bagi semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Ketiga, penelitian tentang peran teologi pastoral dalam mempromosikan kesadaran, pemahaman, dan lingkungan yang aman bagi kaum disabilitas dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.. Kesimpulan dari pembahasan ini mengarah pada pemahaman bahwa setiap individu, termasuk kaum difabel, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei.Meskipun sering kali dianggap berbeda atau bahkan dianggap sebagai hukuman atas dosa, pandangan ini tidak sesuai dengan konsep yang seharusnya dipahami.Kaum difabel hadir di dunia ini sebagai bagian dari keberagaman ciptaan Tuhan dan layak mendapatkan perhatian, kasih, dan pelayanan yang sama seperti manusia lainnya.Pemahaman akan Imago Dei harus mencakup penerimaan akan keunikan mereka dan bukan menafsirkannya sebagai hukuman atas dosa Artikel ini mengulas tentang konsep Imago Dei dalam teologi Kristen yang menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, termasuk orang dengan disabilitas. Lukas 14:12-14 menekankan panggilan gereja untuk menerima dan melayani mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana imago dei dalam Lukas 14:12-14 dapat membentuk teologi pastoral yang lebih inklusif bagi kaum disabilitas. Hasilnya memberikan pemahaman bahwa setiap individu, termasuk orang dengan disabilitas, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei. Dengan demikian, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi komunitas yang mencerminkan kasih nyata dan keadilan Kristus. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-7fa5e.webp" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-7fa5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-7fa5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-7fa5e.webp 1x" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" alt="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1d298.webp" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1d298.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1d298.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1d298.webp 1x" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" alt="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1e7dc.webp" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1e7dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1e7dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1e7dc.webp 1x" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" alt="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-61049-imago-dei-christi-lukas-14-12" title="JURIS - Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi" target="_blank">Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan  Lukas 14:12-14  Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi</a>: Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konsep Imago Dei dapat diterapkan secara praktis dalam kehidupan gereja dan masyarakat, khususnya dalam hal inklusi dan advokasi bagi kaum disabilitas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana gereja dapat menjadi komunitas yang inklusif dan mendukung bagi semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Ketiga, penelitian tentang peran teologi pastoral dalam mempromosikan kesadaran, pemahaman, dan lingkungan yang aman bagi kaum disabilitas dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya..
<br>Kesimpulan dari pembahasan ini mengarah pada pemahaman bahwa setiap individu, termasuk kaum difabel, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei.Meskipun sering kali dianggap berbeda atau bahkan dianggap sebagai hukuman atas dosa, pandangan ini tidak sesuai dengan konsep yang seharusnya dipahami.Kaum difabel hadir di dunia ini sebagai bagian dari keberagaman ciptaan Tuhan dan layak mendapatkan perhatian, kasih, dan pelayanan yang sama seperti manusia lainnya.Pemahaman akan Imago Dei harus mencakup penerimaan akan keunikan mereka dan bukan menafsirkannya sebagai hukuman atas dosa
<br>Artikel ini mengulas tentang konsep Imago Dei dalam teologi Kristen yang menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, termasuk orang dengan disabilitas. Lukas 14:12-14 menekankan panggilan gereja untuk menerima dan melayani mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana imago dei dalam Lukas 14:12-14 dapat membentuk teologi pastoral yang lebih inklusif bagi kaum disabilitas. Hasilnya memberikan pemahaman bahwa setiap individu, termasuk orang dengan disabilitas, memiliki martabat dan nilai yang tak ternilai sesuai dengan Imago Dei. Dengan demikian, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi komunitas yang mencerminkan kasih nyata dan keadilan Kristus.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1d298.webp" type="image/webp" length="76876" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-7fa5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1d298.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/imago-dei-christi-lukas-1412-14-disabilitas-teolog-thumb-1e7dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2867-stt-tawangmangu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11652-fidei.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 26 Aug 2026 16:24:09 +0700. 12 items. Served in: 7.129 seconds [rss] -->
