<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 15:00:35 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:00:35 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-10T15:00:35+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Reformasi total koperasi bagi generasi millenial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reformasi total koperasi bagi generasi millenial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reformasi total koperasi bagi generasi millenial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37091-minat-generasi-muda-alpha</link>
	<guid isPermaLink="false">8979b969f07009ac7385888b4ca24167</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap paper, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi minat generasi millenial terhadap koperasi, termasuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial: Berdasarkan analisis terhadap paper, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi minat generasi millenial terhadap koperasi, termasuk persepsi mereka tentang manfaat dan tantangan berpartisipasi dalam koperasi. Hal ini penting untuk merancang strategi rebranding yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan dan harapan generasi muda. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program Reformasi Total Koperasi terhadap kinerja dan keberlanjutan koperasi, dengan fokus pada indikator-indikator seperti peningkatan jumlah anggota, peningkatan pendapatan, dan peningkatan daya saing. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas program tersebut dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dan inovasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas koperasi, serta bagaimana koperasi dapat memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan layanan kepada anggota. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang peluang dan tantangan dalam penerapan teknologi di koperasi, serta memberikan rekomendasi tentang strategi pengembangan teknologi yang tepat.. Koperasi merupakan badan usaha yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong-royong yang memiliki kaitan yang erat dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia.Perjalanan koperasi tidaklah mudah, banyak hambatan yang merintangi dari berbagai sisi internal dan eksternal koperasi.Pemerintah harus melaksanakan Reformasi Total Koperasi secara lengkap dan terus menerus kepada generasi millenial.Koperasi perlu memberikan nilai yang dibutuhkan oleh anak-anak muda saat ini Tulisan ini membahas Reformasi Total Koperasi yang diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan generasi millenial sehingga mereka dapat mengimplementasikan kecanggihan teknologi dan komunikasi untuk meningkatkan kegiatan koperasi dalam pergerakan ekonomi global. Mahasiswa yang menjadi ikon rebranding koperasi di kalangan muda membutuhkan pengetahuan koperasi dan peraturan yang mendukung usaha koperasi. Upaya rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan koperasi harus dilaksanakan secara lengkap dan terus menerus agar eksistensi koperasi dapat bersaing dengan usaha global-korporasi lainnya. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-97390.webp" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-97390.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-97390.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-97390.webp 1x" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" alt="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-b4be8.webp" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-b4be8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-b4be8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-b4be8.webp 1x" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" alt="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-3032d.webp" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-3032d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-3032d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-3032d.webp 1x" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" alt="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37091-minat-generasi-muda-alpha" title="JURIS - Reformasi total koperasi bagi generasi millenial" target="_blank">Reformasi total koperasi bagi generasi millenial</a>: Berdasarkan analisis terhadap paper, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi minat generasi millenial terhadap koperasi, termasuk persepsi mereka tentang manfaat dan tantangan berpartisipasi dalam koperasi. Hal ini penting untuk merancang strategi rebranding yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan dan harapan generasi muda. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program Reformasi Total Koperasi terhadap kinerja dan keberlanjutan koperasi, dengan fokus pada indikator-indikator seperti peningkatan jumlah anggota, peningkatan pendapatan, dan peningkatan daya saing. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas program tersebut dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dan inovasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas koperasi, serta bagaimana koperasi dapat memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan layanan kepada anggota. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang peluang dan tantangan dalam penerapan teknologi di koperasi, serta memberikan rekomendasi tentang strategi pengembangan teknologi yang tepat..
<br>Koperasi merupakan badan usaha yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong-royong yang memiliki kaitan yang erat dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia.Perjalanan koperasi tidaklah mudah, banyak hambatan yang merintangi dari berbagai sisi internal dan eksternal koperasi.Pemerintah harus melaksanakan Reformasi Total Koperasi secara lengkap dan terus menerus kepada generasi millenial.Koperasi perlu memberikan nilai yang dibutuhkan oleh anak-anak muda saat ini
<br>Tulisan ini membahas Reformasi Total Koperasi yang diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan generasi millenial sehingga mereka dapat mengimplementasikan kecanggihan teknologi dan komunikasi untuk meningkatkan kegiatan koperasi dalam pergerakan ekonomi global. Mahasiswa yang menjadi ikon rebranding koperasi di kalangan muda membutuhkan pengetahuan koperasi dan peraturan yang mendukung usaha koperasi. Upaya rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan koperasi harus dilaksanakan secara lengkap dan terus menerus agar eksistensi koperasi dapat bersaing dengan usaha global-korporasi lainnya.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-b4be8.webp" type="image/webp" length="90276" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-97390.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-b4be8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/minat-generasi-muda-alpha-konsumen-reformasi-total-thumb-3032d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra nikah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra nikah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra nikah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37075-pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kur</link>
	<guid isPermaLink="false">7f16f8da4729948012ab1dcf080e4b2a</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zawawi imron ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,imron,scope,zawawi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas bimbingan pra-nikah berbasis daring dibandingkan dengan metode tatap muka dalam meningkatkan kesiapan mental calon pengantin menghadapi rumah tangga. Kedua, penting untuk mengkaji sejauh mana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah: Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas bimbingan pra-nikah berbasis daring dibandingkan dengan metode tatap muka dalam meningkatkan kesiapan mental calon pengantin menghadapi rumah tangga. Kedua, penting untuk mengkaji sejauh mana pemahaman pasangan tentang hak dan kewajiban suami-istri berdasarkan ajaran Islam berpengaruh terhadap ketahanan keluarga di era digitalisasi. Ketiga, perlu diteliti bagaimana integrasi materi persiapan kesehatan pranikah, seperti tes genetik dan skrining penyakit menular, ke dalam kurikulum bimbingan pra-nikah secara nasional dapat mencegah risiko kesehatan bagi pasangan dan generasi berikutnya. Studi-studi ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang pendekatan holistik dalam persiapan pernikahan yang tidak hanya mencakup aspek agama dan psikologis, tetapi juga kesehatan fisik dan adaptasi terhadap perubahan sosial. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi model bimbingan yang melibatkan orang tua calon pengantin untuk memperkuat dukungan keluarga besar. Dengan demikian, bimbingan pra-nikah dapat dikembangkan menjadi program yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian juga dapat mengamati dampak jangka panjang dari bimbingan pra-nikah terhadap angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga. Fokus pada faktor-faktor kontekstual seperti latar belakang pendidikan, ekonomi, serta budaya lokal akan membantu menyusun strategi yang lebih terarah. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat digunakan untuk menilai efektivitas berbagai model bimbingan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan nasional tentang bimbingan pra-nikah.. Menikah adalah ibadah dan ibadah terlama adalah pernikahan.Menikah bukan hanya untuk mencapai kebahagiaan, tetapi juga melibatkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab oleh suami dan istri dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.Bimbingan pra-nikah menjadi wadah dan upaya preventif dalam mempersiapkan calon suami dan istri menghadapi berbagai permasalahan keluarga Pernikahan merupakan suatu ikatan pertalian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami dan istri untuk membangun sebuah keluarga. Tujuan berkeluarga adalah untuk melestarikan keturunan dan membentuk keluarga sakinah hingga ke SurgaNya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penerangan khususnya kepada pasangan calon suami istri bagaimana mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah. Dengan mengikuti kursus atau bimbingan pra-nikah pasangan calon pengantin diberikan bekal ilmu pernikahan, keluarga, dan parenting sehingga lebih siap dalam menjalani hidup berumah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-5f1d8.webp" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-5f1d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-5f1d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-5f1d8.webp 1x" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" alt="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-51288.webp" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-51288.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-51288.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-51288.webp 1x" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" alt="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-cdc02.webp" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-cdc02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-cdc02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-cdc02.webp 1x" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" alt="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37075-pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kur" title="JURIS - Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah" target="_blank">Mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah</a>: Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas bimbingan pra-nikah berbasis daring dibandingkan dengan metode tatap muka dalam meningkatkan kesiapan mental calon pengantin menghadapi rumah tangga. Kedua, penting untuk mengkaji sejauh mana pemahaman pasangan tentang hak dan kewajiban suami-istri berdasarkan ajaran Islam berpengaruh terhadap ketahanan keluarga di era digitalisasi. Ketiga, perlu diteliti bagaimana integrasi materi persiapan kesehatan pranikah, seperti tes genetik dan skrining penyakit menular, ke dalam kurikulum bimbingan pra-nikah secara nasional dapat mencegah risiko kesehatan bagi pasangan dan generasi berikutnya. Studi-studi ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang pendekatan holistik dalam persiapan pernikahan yang tidak hanya mencakup aspek agama dan psikologis, tetapi juga kesehatan fisik dan adaptasi terhadap perubahan sosial. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi model bimbingan yang melibatkan orang tua calon pengantin untuk memperkuat dukungan keluarga besar. Dengan demikian, bimbingan pra-nikah dapat dikembangkan menjadi program yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian juga dapat mengamati dampak jangka panjang dari bimbingan pra-nikah terhadap angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga. Fokus pada faktor-faktor kontekstual seperti latar belakang pendidikan, ekonomi, serta budaya lokal akan membantu menyusun strategi yang lebih terarah. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat digunakan untuk menilai efektivitas berbagai model bimbingan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan nasional tentang bimbingan pra-nikah..
<br>Menikah adalah ibadah dan ibadah terlama adalah pernikahan.Menikah bukan hanya untuk mencapai kebahagiaan, tetapi juga melibatkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab oleh suami dan istri dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.Bimbingan pra-nikah menjadi wadah dan upaya preventif dalam mempersiapkan calon suami dan istri menghadapi berbagai permasalahan keluarga
<br>Pernikahan merupakan suatu ikatan pertalian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami dan istri untuk membangun sebuah keluarga. Tujuan berkeluarga adalah untuk melestarikan keturunan dan membentuk keluarga sakinah hingga ke SurgaNya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penerangan khususnya kepada pasangan calon suami istri bagaimana mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah. Dengan mengikuti kursus atau bimbingan pra-nikah pasangan calon pengantin diberikan bekal ilmu pernikahan, keluarga, dan parenting sehingga lebih siap dalam menjalani hidup berumah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-cdc02.webp" type="image/webp" length="127624" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-5f1d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-51288.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/pernikahan-bimbingan-pra-nikah-preventif-kurikulum-thumb-cdc02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh oleh malang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh oleh malang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh oleh malang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37078-hasil-penelitian-sopir-bus-toko-ol</link>
	<guid isPermaLink="false">ea2afd021e4c2b8b82bda7397da65825</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zawawi imron ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,imron,scope,zawawi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai aspek hukum dalam perjanjian bagi hasil antara sopir bus dan toko oleh-oleh, termasuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai aspek hukum dalam perjanjian bagi hasil antara sopir bus dan toko oleh-oleh, termasuk perlindungan hukum bagi kedua belah pihak jika terjadi sengketa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan sistem bagi hasil ini dengan model kerjasama bisnis lainnya, seperti kemitraan atau waralaba, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana faktor-faktor sosial budaya, seperti kepercayaan dan kedermawanan, mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem bagi hasil ini, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas kerjasama bisnis di masa depan.. Metode bagi hasil antara sopir dan pemilik toko hanya berdasarkan obrolan antara pemilik toko dan sopir saja.Bagi hasil yang diberikan oleh pemilik toko sebesar 10% dari seluruh penjualan belum lagi dibagi lagi dengan pemilik perusahan bus sebesar 50%.Jadi sopir menerima 50% dari hasil 10% dari oleh-oleh tersebut.Bagi hasil antara sopir dan toko oleh-oleh memberikan keuntungan antara dua belah pihak dari pihak sopir tersendiri mendapatkan keuntungan dari toko sebesar 10% dari pemilik tooko lalu dibagi 50% kepada perusahaan bus, sedangkan untuk pemilik toko keuntungan penjualan meningkat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bagi hasil yang dilakukan toko oleh-oleh dengan perusahaan bus pariwisata. Penelitian ini dilakukan karena adanya keunikan bagi hasil oleh dua perusahaan yang salah satunya tidak memiliki modal sama sekali dalam perusahaan dagang namun bisa mendapatkan laba. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif tempat penelitian dilakukan pada agen bus pariwisata TS. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Hasil penelitian ini adalah perjanjian bagi hasil tersebut dilakukan atas dasar saling percaya dan kedermawanan pemilik toko oleh-oleh. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b3867.webp" title="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b3867.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b3867.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b3867.webp 1x" title="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" alt="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b142b.webp" title="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b142b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b142b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b142b.webp 1x" title="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" alt="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37078-hasil-penelitian-sopir-bus-toko-ol" title="JURIS - Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang" target="_blank">Penerapan bagi hasil antara sopir bus dengan toko oleh-oleh malang</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai aspek hukum dalam perjanjian bagi hasil antara sopir bus dan toko oleh-oleh, termasuk perlindungan hukum bagi kedua belah pihak jika terjadi sengketa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan sistem bagi hasil ini dengan model kerjasama bisnis lainnya, seperti kemitraan atau waralaba, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana faktor-faktor sosial budaya, seperti kepercayaan dan kedermawanan, mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem bagi hasil ini, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas kerjasama bisnis di masa depan..
<br>Metode bagi hasil antara sopir dan pemilik toko hanya berdasarkan obrolan antara pemilik toko dan sopir saja.Bagi hasil yang diberikan oleh pemilik toko sebesar 10% dari seluruh penjualan belum lagi dibagi lagi dengan pemilik perusahan bus sebesar 50%.Jadi sopir menerima 50% dari hasil 10% dari oleh-oleh tersebut.Bagi hasil antara sopir dan toko oleh-oleh memberikan keuntungan antara dua belah pihak dari pihak sopir tersendiri mendapatkan keuntungan dari toko sebesar 10% dari pemilik tooko lalu dibagi 50% kepada perusahaan bus, sedangkan untuk pemilik toko keuntungan penjualan meningkat
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bagi hasil yang dilakukan toko oleh-oleh dengan perusahaan bus pariwisata. Penelitian ini dilakukan karena adanya keunikan bagi hasil oleh dua perusahaan yang salah satunya tidak memiliki modal sama sekali dalam perusahaan dagang namun bisa mendapatkan laba. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif tempat penelitian dilakukan pada agen bus pariwisata TS. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Hasil penelitian ini adalah perjanjian bagi hasil tersebut dilakukan atas dasar saling percaya dan kedermawanan pemilik toko oleh-oleh.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b3867.webp" type="image/webp" length="88878" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b3867.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/hasil-penelitian-sopir-bus-toko-penerapan-malang-b-thumb-b142b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Innovative Behavior The Role of Self Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Innovative Behavior The Role of Self Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Innovative Behavior The Role of Self Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37088-inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eks</link>
	<guid isPermaLink="false">934b9fe2630c04ad98b878d8182dc63b</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ali maskur ]]></category>
	<category><![CDATA[ role self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,maskur,role,self]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki peran self-efficacy dalam perilaku inovatif karyawan Gen Z di berbagai industri, bukan hanya di bidang pemasaran. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki peran self-efficacy dalam perilaku inovatif karyawan Gen Z di berbagai industri, bukan hanya di bidang pemasaran. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor situasional yang dapat berinteraksi dengan self-efficacy, seperti dukungan supervisor dan organisasi, serta spiritualitas di tempat kerja. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi untuk meningkatkan self-efficacy dan work engagement karyawan Gen Z, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap perilaku inovatif mereka.. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak self-efficacy terhadap perilaku inovatif, serta peran mediasi work engagement dalam hubungan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap perilaku inovatif.Selain itu, work engagement ditemukan sebagai mediator yang menjelaskan mekanisme bagaimana self-efficacy mempengaruhi perilaku inovatif.Temuan ini mendukung teori kognitif sosial yang menyatakan bahwa self-efficacy adalah penggerak penting bagi individu untuk menginvestasikan sumber daya mereka dalam pekerjaan, yang pada gilirannya mendorong perilaku kerja positif.Referensi terhadap objek penelitian, temuan ini menunjukkan bahwa karyawan Gen Z dengan self-efficacy tinggi kemungkinan akan mengalami peningkatan work engagement.Mereka akan menjadi lebih bersemangat dan fokus dalam pekerjaan mereka.Work engagement ini akhirnya memungkinkan mereka untuk berperilaku inovatif.Mereka akan mampu menghasilkan ide-ide baru untuk menyelesaikan masalah dan menyelesaikan pekerjaan mereka.Berdasarkan hasil penelitian ini, self-efficacy adalah karakteristik kepribadian yang harus dimiliki oleh karyawan Gen Z, terutama mereka yang bekerja di bidang pemasaran produk.Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kinerja sistem perekrutan dan seleksi pelamar untuk menarik pelamar dengan kepercayaan diri yang tinggi.Karena Gen Z cenderung mencari solusi dengan cepat, disarankan bagi perusahaan untuk merekrut pelamar dengan kompetensi yang memadai yang dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.Kompetensi yang mereka miliki dapat menjadi sumber daya kuat untuk meningkatkan self-efficacy mereka.Khususnya dalam konteks pemasaran produk, jumlah pengguna media sosial semakin meningkat, mendorong perusahaan untuk mengelola kehadiran mereka di platform ini untuk meningkatkan penjualan produk mereka.Karyawan Gen Z perlu memiliki kompetensi untuk mengelola platform media sosial perusahaan dan bahkan membuat mereka lebih menarik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap perilaku inovatif yang dimediasi oleh work engagement pada karyawan Gen Z. Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang didistribusikan melalui Google Forms. Sebanyak 155 respons diterima dari karyawan Gen Z di tiga kota di Jawa Timur. Data dianalisis menggunakan software SmartPLS dengan pendekatan partial least squares-based structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki dampak signifikan terhadap perilaku inovatif. Selain itu, ditemukan bahwa work engagement memediasi hubungan antara self-efficacy... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-97e4d.webp" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-97e4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-97e4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-97e4d.webp 1x" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" alt="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-a4a38.webp" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-a4a38.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-a4a38.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-a4a38.webp 1x" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" alt="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-92d3b.webp" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-92d3b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-92d3b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-92d3b.webp 1x" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" alt="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37088-inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eks" title="JURIS - Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees" target="_blank">Innovative Behavior: The Role of Self-Efficacy and Work Engagement of Gen Z employees</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki peran self-efficacy dalam perilaku inovatif karyawan Gen Z di berbagai industri, bukan hanya di bidang pemasaran. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor situasional yang dapat berinteraksi dengan self-efficacy, seperti dukungan supervisor dan organisasi, serta spiritualitas di tempat kerja. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi untuk meningkatkan self-efficacy dan work engagement karyawan Gen Z, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap perilaku inovatif mereka..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak self-efficacy terhadap perilaku inovatif, serta peran mediasi work engagement dalam hubungan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap perilaku inovatif.Selain itu, work engagement ditemukan sebagai mediator yang menjelaskan mekanisme bagaimana self-efficacy mempengaruhi perilaku inovatif.Temuan ini mendukung teori kognitif sosial yang menyatakan bahwa self-efficacy adalah penggerak penting bagi individu untuk menginvestasikan sumber daya mereka dalam pekerjaan, yang pada gilirannya mendorong perilaku kerja positif.Referensi terhadap objek penelitian, temuan ini menunjukkan bahwa karyawan Gen Z dengan self-efficacy tinggi kemungkinan akan mengalami peningkatan work engagement.Mereka akan menjadi lebih bersemangat dan fokus dalam pekerjaan mereka.Work engagement ini akhirnya memungkinkan mereka untuk berperilaku inovatif.Mereka akan mampu menghasilkan ide-ide baru untuk menyelesaikan masalah dan menyelesaikan pekerjaan mereka.Berdasarkan hasil penelitian ini, self-efficacy adalah karakteristik kepribadian yang harus dimiliki oleh karyawan Gen Z, terutama mereka yang bekerja di bidang pemasaran produk.Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kinerja sistem perekrutan dan seleksi pelamar untuk menarik pelamar dengan kepercayaan diri yang tinggi.Karena Gen Z cenderung mencari solusi dengan cepat, disarankan bagi perusahaan untuk merekrut pelamar dengan kompetensi yang memadai yang dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.Kompetensi yang mereka miliki dapat menjadi sumber daya kuat untuk meningkatkan self-efficacy mereka.Khususnya dalam konteks pemasaran produk, jumlah pengguna media sosial semakin meningkat, mendorong perusahaan untuk mengelola kehadiran mereka di platform ini untuk meningkatkan penjualan produk mereka.Karyawan Gen Z perlu memiliki kompetensi untuk mengelola platform media sosial perusahaan dan bahkan membuat mereka lebih menarik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap perilaku inovatif yang dimediasi oleh work engagement pada karyawan Gen Z. Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang didistribusikan melalui Google Forms. Sebanyak 155 respons diterima dari karyawan Gen Z di tiga kota di Jawa Timur. Data dianalisis menggunakan software SmartPLS dengan pendekatan partial least squares-based structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki dampak signifikan terhadap perilaku inovatif. Selain itu, ditemukan bahwa work engagement memediasi hubungan antara self-efficacy...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-a4a38.webp" type="image/webp" length="111796" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-97e4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-a4a38.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/inovatif-karyawan-organik-retensi-gen-eksplorasi-f-thumb-92d3b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2690-stim-ykpn.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11324-telaah-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Determinasi Milieu Ekologi Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Determinasi Milieu Ekologi Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Determinasi Milieu Ekologi Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37096-penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol</link>
	<guid isPermaLink="false">62709ef68fd17cc0a5b5e284100e0bcf</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana model 'eklesial bermilieu-ekologis' dapat diterapkan dalam berbagai suku dan latar budaya di Papua yang memiliki pola intervensi sosial berbeda terhadap pasien kronis, untuk melihat apakah pendekatan ini efektif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua: Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana model 'eklesial bermilieu-ekologis' dapat diterapkan dalam berbagai suku dan latar budaya di Papua yang memiliki pola intervensi sosial berbeda terhadap pasien kronis, untuk melihat apakah pendekatan ini efektif secara lintas budaya atau perlu penyesuaian lokal. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pendekatan empat langkah merengkuh Miroslav Volf dapat diintegrasikan dengan praktik adat setempat tanpa menghilangkan otonomi pasien, agar tidak terjadi benturan antara nilai teologis dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat nilai-nilai yang selaras. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran kelompok penyintas dalam gereja sebagai agen transformasi pastoral, khususnya bagaimana mereka dapat dilatih agar tidak hanya sekadar berbagi pengalaman, tetapi mampu menciptakan ruang aman yang penuh empati dan kehadiran tanpa menimbulkan kecemasan atau perbandingan bagi pasien baru. Penelitian-penelitian ini dapat membantu gereja merancang program penggembalaan yang lebih sensitif, berdaya, dan berkelanjutan bagi orang sakit kronis di tengah realitas sosial dan ekonomi Papua.. Dalam konteks Papua, pelayanan kepada orang sakit kronis membutuhkan dukungan mutlak dari milieu-ekologisnya, yang meskipun positif karena menunjukkan kepedulian sosial, juga dapat menjadi beban ketika berubah menjadi tekanan budaya yang mendikte pasien.Teori Miroslav Volf tentang empat langkah merengkuh (embrace) menawarkan pendekatan baru yang relevan untuk penggembalaan, agar proses penyembuhan tidak memaksa klien tetapi menghargai kemandirian dan kesediaannya.Gereja perlu mewujudkan dirinya sebagai eklesial bermilieu-ekologis, yaitu komunitas yang sadar akan panggilan ilahi untuk menyembuhkan secara holistik tanpa memaksakan kehendak, sekaligus membimbing umat untuk terbuka secara teratur dan kritis terhadap intervensi sosial dalam proses penyembuhan Sakit kronis merupakan masalah yang kompleks di Tanah Papua, baik karena masyarakatnya masih sangat kuat determinasi milieunya maupun karena berobat masih merupakan kemewahan bagi sebagian besar masyarakatnya. Mereka yang sakit kronis dapat jatuh ke dalam pasif-agresif, menarik diri, dan memendam kemarahan. Gereja terpanggil untuk melayani mereka, meskipun gereja-gereja di Papua juga memiliki keterbatasan. Argumentasi utama dalam penelitian ini: determinasi milieu dan ekologi memengaruhi keberhasilan gereja dalam menyediakan penggembalaan untuk penyembuhan batin, penyembuhan spiritual, dan penyembuhan fisik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kasus Ibu E yang mengalami... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-5192a.webp" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-5192a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-5192a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-5192a.webp 1x" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" alt="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-516ef.webp" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-516ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-516ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-516ef.webp 1x" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" alt="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-07565.webp" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-07565.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-07565.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-07565.webp 1x" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" alt="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37096-penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol" title="JURIS - Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua" target="_blank">Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua</a>: Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana model 'eklesial bermilieu-ekologis' dapat diterapkan dalam berbagai suku dan latar budaya di Papua yang memiliki pola intervensi sosial berbeda terhadap pasien kronis, untuk melihat apakah pendekatan ini efektif secara lintas budaya atau perlu penyesuaian lokal. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pendekatan empat langkah merengkuh Miroslav Volf dapat diintegrasikan dengan praktik adat setempat tanpa menghilangkan otonomi pasien, agar tidak terjadi benturan antara nilai teologis dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat nilai-nilai yang selaras. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran kelompok penyintas dalam gereja sebagai agen transformasi pastoral, khususnya bagaimana mereka dapat dilatih agar tidak hanya sekadar berbagi pengalaman, tetapi mampu menciptakan ruang aman yang penuh empati dan kehadiran tanpa menimbulkan kecemasan atau perbandingan bagi pasien baru. Penelitian-penelitian ini dapat membantu gereja merancang program penggembalaan yang lebih sensitif, berdaya, dan berkelanjutan bagi orang sakit kronis di tengah realitas sosial dan ekonomi Papua..
<br>Dalam konteks Papua, pelayanan kepada orang sakit kronis membutuhkan dukungan mutlak dari milieu-ekologisnya, yang meskipun positif karena menunjukkan kepedulian sosial, juga dapat menjadi beban ketika berubah menjadi tekanan budaya yang mendikte pasien.Teori Miroslav Volf tentang empat langkah merengkuh (embrace) menawarkan pendekatan baru yang relevan untuk penggembalaan, agar proses penyembuhan tidak memaksa klien tetapi menghargai kemandirian dan kesediaannya.Gereja perlu mewujudkan dirinya sebagai eklesial bermilieu-ekologis, yaitu komunitas yang sadar akan panggilan ilahi untuk menyembuhkan secara holistik tanpa memaksakan kehendak, sekaligus membimbing umat untuk terbuka secara teratur dan kritis terhadap intervensi sosial dalam proses penyembuhan
<br>Sakit kronis merupakan masalah yang kompleks di Tanah Papua, baik karena masyarakatnya masih sangat kuat determinasi milieunya maupun karena berobat masih merupakan kemewahan bagi sebagian besar masyarakatnya. Mereka yang sakit kronis dapat jatuh ke dalam pasif-agresif, menarik diri, dan memendam kemarahan. Gereja terpanggil untuk melayani mereka, meskipun gereja-gereja di Papua juga memiliki keterbatasan. Argumentasi utama dalam penelitian ini: determinasi milieu dan ekologi memengaruhi keberhasilan gereja dalam menyediakan penggembalaan untuk penyembuhan batin, penyembuhan spiritual, dan penyembuhan fisik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kasus Ibu E yang mengalami...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-516ef.webp" type="image/webp" length="104794" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-5192a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-516ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/penggembalaan-sakit-kronis-eklesial-bermilieu-ekol-thumb-07565.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6281-stftkijne.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14313-murai-jurnal-papua-teologi-konstekstual.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37081-mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-m</link>
	<guid isPermaLink="false">651cc94c82816cfcce5e9608d54dc910</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada implementasi adab dalam berilmu dan adab di seluruh aktivitas. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang lebih mendalam, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada implementasi adab dalam berilmu dan adab di seluruh aktivitas. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang lebih mendalam, seperti studi kasus atau wawancara mendalam dengan mahasiswa akuntansi yang telah menerapkan adab secara konsisten. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari implementasi adab terhadap prestasi akademik dan perilaku etis mahasiswa. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pembelajaran etika bisnis dan profesi berbasis IESQ (Integrasi IESQ) dalam meningkatkan kesadaran etis mahasiswa akuntansi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen atau studi kasus yang melibatkan mahasiswa akuntansi yang telah mengikuti pembelajaran etika bisnis dan profesi berbasis IESQ.. Techne telah menubuh (embodied) pada setiap individu, dalam hal ini techne yang dimaksud adalah smartphone (media sosial.Adab menuntut ilmu mahasiswa akuntansi FEB UB berbasis konsep menembah Gusti menurut pemikiran HOS Tjokroaminoto dalam penelitian ini ada tiga fase.Fase pertama adalah pengenalan dari tokoh HOS Tjokroaminoto, fase kedua adalah konsep dari adab dan ilmu, dan fase ketiga adalah implementasi dari konsep menembah Gusti.Dari ketiga fase tersebut hanya Ahmad yang dapat melalui semua tahapannya.Sementara itu, dari ketiga informan lainnya hanya mampu melewati fase pertama dan kedua saja.Untuk fase ketiga, Dewi dan Maulana masih belum menerapkannya.Sementara itu, Hafidz hanya menerapkan poin kedua, yaitu adab ketika sedang belajar.Dari hasil analisis dalam bab pembahasan tabel adab menuntut ilmu dari keempat informan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan dari pendidikan akuntansi belum berhasil tercapai secara sempurna sebatas dari keempat informan tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan pengalaman mahasiswa akuntansi Universitas Brawijaya mengenai adab menuntut ilmu berdasarkan konsep menembah Gusti (worshipping God) menurut pemikiran HOS Tjokroaminoto, sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah Hyper-Postphenomenology pada mahasiswa akuntansi yang telah menempuh mata kuliah Etika Bisnis Profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan memiliki pemahaman konseptual mengenai pentingnya menembah Gusti yang direpresentasikan melalui adab sebelum ilmu. Hasil yang berbeda terlihat pada tahapan implementasi berkesadaran mengenai adab yang direpresentasikan melalui adab sebelum ilmu, adab dalam berilmu, dan adab di seluruh aktivitas. Hanya satu informan yang telah memiliki kesadaran implementatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-f0710.webp" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-f0710.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-f0710.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-f0710.webp 1x" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" alt="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-a12b5.webp" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-a12b5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-a12b5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-a12b5.webp 1x" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" alt="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-d3625.webp" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-d3625.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-d3625.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-d3625.webp 1x" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" alt="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37081-mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-m" title="JURIS - Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu" target="_blank">Menembah gusti sebagai basis adab menuntut ilmu</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada implementasi adab dalam berilmu dan adab di seluruh aktivitas. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang lebih mendalam, seperti studi kasus atau wawancara mendalam dengan mahasiswa akuntansi yang telah menerapkan adab secara konsisten. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari implementasi adab terhadap prestasi akademik dan perilaku etis mahasiswa. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pembelajaran etika bisnis dan profesi berbasis IESQ (Integrasi IESQ) dalam meningkatkan kesadaran etis mahasiswa akuntansi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen atau studi kasus yang melibatkan mahasiswa akuntansi yang telah mengikuti pembelajaran etika bisnis dan profesi berbasis IESQ..
<br>Techne telah menubuh (embodied) pada setiap individu, dalam hal ini techne yang dimaksud adalah smartphone (media sosial.Adab menuntut ilmu mahasiswa akuntansi FEB UB berbasis konsep menembah Gusti menurut pemikiran HOS Tjokroaminoto dalam penelitian ini ada tiga fase.Fase pertama adalah pengenalan dari tokoh HOS Tjokroaminoto, fase kedua adalah konsep dari adab dan ilmu, dan fase ketiga adalah implementasi dari konsep menembah Gusti.Dari ketiga fase tersebut hanya Ahmad yang dapat melalui semua tahapannya.Sementara itu, dari ketiga informan lainnya hanya mampu melewati fase pertama dan kedua saja.Untuk fase ketiga, Dewi dan Maulana masih belum menerapkannya.Sementara itu, Hafidz hanya menerapkan poin kedua, yaitu adab ketika sedang belajar.Dari hasil analisis dalam bab pembahasan tabel adab menuntut ilmu dari keempat informan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan dari pendidikan akuntansi belum berhasil tercapai secara sempurna sebatas dari keempat informan tersebut
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan pengalaman mahasiswa akuntansi Universitas Brawijaya mengenai adab menuntut ilmu berdasarkan konsep menembah Gusti (worshipping God) menurut pemikiran HOS Tjokroaminoto, sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah Hyper-Postphenomenology pada mahasiswa akuntansi yang telah menempuh mata kuliah Etika Bisnis Profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan memiliki pemahaman konseptual mengenai pentingnya menembah Gusti yang direpresentasikan melalui adab sebelum ilmu. Hasil yang berbeda terlihat pada tahapan implementasi berkesadaran mengenai adab yang direpresentasikan melalui adab sebelum ilmu, adab dalam berilmu, dan adab di seluruh aktivitas. Hanya satu informan yang telah memiliki kesadaran implementatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-f0710.webp" type="image/webp" length="97112" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-f0710.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-a12b5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/mata-kuliah-akuntansi-pendidikan-minat-mahasiswa-a-thumb-d3625.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Revolutionizing Digital Banking Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Revolutionizing Digital Banking Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Revolutionizing Digital Banking Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37094-perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-online-inte</link>
	<guid isPermaLink="false">07b8af0bb4b83725f6a76f237ce83ddd</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:04:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ali maskur ]]></category>
	<category><![CDATA[ role self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,maskur,role,self]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat memperluas sampel untuk mencakup demografi yang lebih beragam dan wilayah geografis, mengadopsi desain longitudinal untuk menangkap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat memperluas sampel untuk mencakup demografi yang lebih beragam dan wilayah geografis, mengadopsi desain longitudinal untuk menangkap perubahan perilaku selama waktu, dan menyelidiki faktor moderasi tambahan seperti literasi digital, kepercayaan, atau perbedaan budaya. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran teknologi emerging seperti kecerdasan buatan, autentikasi biometrik, dan gamifikasi dalam membentuk pengalaman pelanggan di seluruh generasi. Secara khusus, penelitian dapat menyelidiki bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan menarik, sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan di seluruh kohort generasi. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana bank dapat menggunakan teknologi ini untuk menciptakan perjalanan pelanggan yang mulus dan terintegrasi di seluruh saluran digital dan fisik, sehingga memperkuat kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana bank dapat menggunakan data dan analisis untuk memahami preferensi dan perilaku pelanggan di seluruh generasi, sehingga memungkinkan mereka untuk menyesuaikan strategi dan penawaran mereka untuk memenuhi harapan pelanggan yang semakin standar.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa di antara tiga dimensi integrasi omnichannel, konsistensi saluran dan transparansi saluran adalah penentu penting pengalaman pelanggan online yang positif, sementara konektivitas saluran tidak lagi berfungsi sebagai pembeda yang signifikan.Pengalaman pelanggan online secara kuat meningkatkan keinginan untuk tetap menggunakan layanan, yang menekankan perannya yang penting dalam mendorong loyalitas digital.Menariknya, efek moderasi kohort generasi tidak didukung, menunjukkan bahwa baik Generasi Y dan Generasi Z memiliki persepsi layanan perbankan digital secara serupa dalam hal konsistensi, transparansi, dan konektivitas.Hasil ini menunjukkan bahwa harapan digital telah menjadi semakin standar di seluruh kohort generasi, mencerminkan kematangan dan normalisasi platform perbankan digital.Sebaliknya, diferensiasi kompetitif tidak lagi terletak pada penawaran fitur khusus saluran, tetapi pada pengaturan perjalanan pelanggan ujung-ke-ujung yang konsisten di seluruh sentuhan digital dan fisik.Secara khusus, bank harus memprioritaskan sinkronisasi data waktu nyata di seluruh saluran, memastikan bahwa interaksi pelanggan yang dimulai melalui aplikasi seluler dapat dilanjutkan secara mulus melalui layanan call center dan cabang tanpa kehilangan informasi atau pengulangan.Selain itu, standarisasi protokol pemulihan layanan di seluruh saluran, seperti penanganan keluhan, resolusi sengketa transaksi, dan verifikasi keamanan, dapat memperkuat kepercayaan pelanggan pada momen interaksi yang kritis.Dengan konvergensi harapan digital di seluruh kohort, investasi dalam integrasi omnichannel harus fokus pada kontinuitas proses dan kohesi interaksi, daripada kustomisasi berdasarkan usia, karena faktor-faktor ini lebih mungkin untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dalam lingkungan perbankan digital yang matang Penelitian ini menyelidiki bagaimana kualitas integrasi omnichannel, yang terdiri dari konsistensi saluran, transparansi saluran, dan konektivitas saluran, membentuk pengalaman pelanggan online dan pengaruhnya terhadap keinginan untuk tetap menggunakan perbankan digital. Menggunakan kerangka Stimulus - Organisme - Respons, penelitian ini juga memeriksa apakah kohort generasi memoderasi hubungan ini. Metode kuantitatif dengan sampel purposive digunakan, melibatkan 90 respons yang valid dari pengguna perbankan digital Indonesia, yang berasal dari Generasi Y dan Z. Model persamaan struktural menggunakan Smart PLS diterapkan untuk menilai. Temuan mengungkapkan bahwa konektivitas saluran tidak memiliki efek yang berarti. Selain itu, pengalaman pelanggan online secara kuat memprediksi keinginan pelanggan untuk tetap menggunakan layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa konsistensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-afc8f.webp" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-afc8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-afc8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-afc8f.webp 1x" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" alt="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-2b15d.webp" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-2b15d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-2b15d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-2b15d.webp 1x" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" alt="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-25470.webp" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-25470.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-25470.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-25470.webp 1x" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" alt="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37094-perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-online-inte" title="JURIS - Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty" target="_blank">Revolutionizing Digital Banking: Bridging Generational Gaps to Deliver Exceptional Customer Loyalty</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat memperluas sampel untuk mencakup demografi yang lebih beragam dan wilayah geografis, mengadopsi desain longitudinal untuk menangkap perubahan perilaku selama waktu, dan menyelidiki faktor moderasi tambahan seperti literasi digital, kepercayaan, atau perbedaan budaya. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran teknologi emerging seperti kecerdasan buatan, autentikasi biometrik, dan gamifikasi dalam membentuk pengalaman pelanggan di seluruh generasi. Secara khusus, penelitian dapat menyelidiki bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan menarik, sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan di seluruh kohort generasi. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana bank dapat menggunakan teknologi ini untuk menciptakan perjalanan pelanggan yang mulus dan terintegrasi di seluruh saluran digital dan fisik, sehingga memperkuat kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana bank dapat menggunakan data dan analisis untuk memahami preferensi dan perilaku pelanggan di seluruh generasi, sehingga memungkinkan mereka untuk menyesuaikan strategi dan penawaran mereka untuk memenuhi harapan pelanggan yang semakin standar..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa di antara tiga dimensi integrasi omnichannel, konsistensi saluran dan transparansi saluran adalah penentu penting pengalaman pelanggan online yang positif, sementara konektivitas saluran tidak lagi berfungsi sebagai pembeda yang signifikan.Pengalaman pelanggan online secara kuat meningkatkan keinginan untuk tetap menggunakan layanan, yang menekankan perannya yang penting dalam mendorong loyalitas digital.Menariknya, efek moderasi kohort generasi tidak didukung, menunjukkan bahwa baik Generasi Y dan Generasi Z memiliki persepsi layanan perbankan digital secara serupa dalam hal konsistensi, transparansi, dan konektivitas.Hasil ini menunjukkan bahwa harapan digital telah menjadi semakin standar di seluruh kohort generasi, mencerminkan kematangan dan normalisasi platform perbankan digital.Sebaliknya, diferensiasi kompetitif tidak lagi terletak pada penawaran fitur khusus saluran, tetapi pada pengaturan perjalanan pelanggan ujung-ke-ujung yang konsisten di seluruh sentuhan digital dan fisik.Secara khusus, bank harus memprioritaskan sinkronisasi data waktu nyata di seluruh saluran, memastikan bahwa interaksi pelanggan yang dimulai melalui aplikasi seluler dapat dilanjutkan secara mulus melalui layanan call center dan cabang tanpa kehilangan informasi atau pengulangan.Selain itu, standarisasi protokol pemulihan layanan di seluruh saluran, seperti penanganan keluhan, resolusi sengketa transaksi, dan verifikasi keamanan, dapat memperkuat kepercayaan pelanggan pada momen interaksi yang kritis.Dengan konvergensi harapan digital di seluruh kohort, investasi dalam integrasi omnichannel harus fokus pada kontinuitas proses dan kohesi interaksi, daripada kustomisasi berdasarkan usia, karena faktor-faktor ini lebih mungkin untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dalam lingkungan perbankan digital yang matang
<br>Penelitian ini menyelidiki bagaimana kualitas integrasi omnichannel, yang terdiri dari konsistensi saluran, transparansi saluran, dan konektivitas saluran, membentuk pengalaman pelanggan online dan pengaruhnya terhadap keinginan untuk tetap menggunakan perbankan digital. Menggunakan kerangka Stimulus - Organisme - Respons, penelitian ini juga memeriksa apakah kohort generasi memoderasi hubungan ini. Metode kuantitatif dengan sampel purposive digunakan, melibatkan 90 respons yang valid dari pengguna perbankan digital Indonesia, yang berasal dari Generasi Y dan Z. Model persamaan struktural menggunakan Smart PLS diterapkan untuk menilai. Temuan mengungkapkan bahwa konektivitas saluran tidak memiliki efek yang berarti. Selain itu, pengalaman pelanggan online secara kuat memprediksi keinginan pelanggan untuk tetap menggunakan layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa konsistensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-25470.webp" type="image/webp" length="107458" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-afc8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-2b15d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/perbankan-digital-pengalaman-pelanggan-integrasi-o-thumb-25470.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2690-stim-ykpn.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11324-telaah-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis penetapan harga jasa fotografi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis penetapan harga jasa fotografi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis penetapan harga jasa fotografi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37083-praktik-harga-strategi-penetapan-h</link>
	<guid isPermaLink="false">2629512cbb430089602eff2a0fec3279</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 12:05:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak praktik harga teman terhadap kinerja bisnis fotografi. Selain itu, perlu juga diteliti bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menarik pelanggan baru tanpa mengorbankan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis penetapan harga jasa fotografi: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak praktik harga teman terhadap kinerja bisnis fotografi. Selain itu, perlu juga diteliti bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menarik pelanggan baru tanpa mengorbankan keuntungan bisnis. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi inovasi-inovasi dalam dunia fotografi yang dapat meningkatkan daya saing dan keuntungan bisnis.. Pada usaha fotografi DP, terdapat harga umum untuk pelanggan pada umumnya dan harga khusus untuk teman.Pada kasus ini, ada pelanggaran etika bisnis karena pegawai dapat mengambil keputusan tanpa sepengetahuan pemilik dengan menggunakan Auharga temanAy dengan alasan untuk mempertahankan pelanggan Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penetapan harga jasa fotografi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui wawancara tatap muka dengan subjek salah satu karyawan dan pemilik layanan jasa fotografi DP. Penelitian ini menghasilkan konsep penetapan harga teman pada jasa fotografi dengan ketentuan membantu mempromosikan layanan jasa tersebut menggunakan media sosial, dengan maksud untuk mempertahankan dan menambah jumlah pelanggan. Berdasarkan konsep tersebut, peneliti berargumen bahwa perbuatan tersebut dapat melanggar etika. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-28e6c.webp" title="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-28e6c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-28e6c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-28e6c.webp 1x" title="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" alt="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-999f6.webp" title="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-999f6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-999f6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-999f6.webp 1x" title="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" alt="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37083-praktik-harga-strategi-penetapan-h" title="JURIS - Analisis penetapan harga jasa fotografi" target="_blank">Analisis penetapan harga jasa fotografi</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak praktik harga teman terhadap kinerja bisnis fotografi. Selain itu, perlu juga diteliti bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menarik pelanggan baru tanpa mengorbankan keuntungan bisnis. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi inovasi-inovasi dalam dunia fotografi yang dapat meningkatkan daya saing dan keuntungan bisnis..
<br>Pada usaha fotografi DP, terdapat harga umum untuk pelanggan pada umumnya dan harga khusus untuk teman.Pada kasus ini, ada pelanggaran etika bisnis karena pegawai dapat mengambil keputusan tanpa sepengetahuan pemilik dengan menggunakan Auharga temanAy dengan alasan untuk mempertahankan pelanggan
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penetapan harga jasa fotografi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui wawancara tatap muka dengan subjek salah satu karyawan dan pemilik layanan jasa fotografi DP. Penelitian ini menghasilkan konsep penetapan harga teman pada jasa fotografi dengan ketentuan membantu mempromosikan layanan jasa tersebut menggunakan media sosial, dengan maksud untuk mempertahankan dan menambah jumlah pelanggan. Berdasarkan konsep tersebut, peneliti berargumen bahwa perbuatan tersebut dapat melanggar etika.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-999f6.webp" type="image/webp" length="94060" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-28e6c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/praktik-harga-strategi-penetapan-akuntansi-keperil-thumb-999f6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Jang oetama yang hidup ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Jang oetama yang hidup ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Jang oetama yang hidup ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37092-konsep-hijrah-migrasi-indonesia-berdikari-zelfbest</link>
	<guid isPermaLink="false">cf475c3a923054c5b609e419be296d87</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 12:02:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian pertama perlu mengkaji ulang narasi sejarah kebangkitan nasional dengan membandingkan peran Sarekat Dagang Islam dan Boedi Oetomo dalam konteks nasionalisme awal, untuk mengevaluasi kemungkinan penggantian tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Jang oetama yang hidup: Penelitian pertama perlu mengkaji ulang narasi sejarah kebangkitan nasional dengan membandingkan peran Sarekat Dagang Islam dan Boedi Oetomo dalam konteks nasionalisme awal, untuk mengevaluasi kemungkinan penggantian tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional menjadi 16 Oktober berdasarkan temuan historiografis baru. Penelitian kedua harus mengeksplorasi penerapan model musyawarah mufakat dalam sistem politik kontemporer Indonesia dengan menguji desain sistem pemerintahan partisipatif yang terinspirasi dari gerakan Sarekat Islam namun disesuaikan dengan tatanan digital masa kini. Penelitian ketiga perlu mengembangkan rancangan Koperasi Multi Nasional sebagai alternatif terhadap korporasi multinasional, dengan mengkaji bagaimana koperasi skala besar dapat dikelola secara efektif dan mandiri berbasis nilai-nilai sosialisme Islam dan semangat Zelfbestuur untuk menciptakan ekonomi berkeadilan sosial di era globalisasi.. HOS Tjokroaminoto, seorang ningrat yang menjadi pejuang rakyat, menerapkan empat langkah perjuangan.konsolidasi organisasi, gerakan sosial-ekonomi, penyebaran ideologi sosialisme Islam, dan gerakan relasional.Semangat perjuangannya terwujud dalam konsep Hijrah dan Zelfbestuur sebagai jalan bagi bangsa Indonesia mencapai kemandirian penuh.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan transformasi di bidang sejarah, demokrasi, ekonomi, dan kebudayaan melalui Mosi Kebangkitan Nasional Baru Berjiwa Jang Oetama yang Selalu Hidup Tulisan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat H.O.S. Tjokroaminoto untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia. Penulis menelusuri sepak terjang Pak Tjokro berupa pemikiran dan aksi yang menghasilkan dua kata kunci, yaitu Hijrah dan Zelfbestuur. Indonesia membutuhkan Hijrah untuk mencapai Zelfbestuur mengingat betapa deras dan menyesatkannya arus peradaban. Indonesia berdikari dapat dicapai dengan Mosi Kebangkitan Nasional Baru Berjiwa Jang Oetama yang Selalu Hidup. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-b4f9d.webp" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-b4f9d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-b4f9d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-b4f9d.webp 1x" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" alt="JURIS - Jang oetama yang hidup" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-d7850.webp" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-d7850.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-d7850.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-d7850.webp 1x" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" alt="JURIS - Jang oetama yang hidup" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-ce640.webp" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-ce640.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-ce640.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-ce640.webp 1x" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" alt="JURIS - Jang oetama yang hidup" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37092-konsep-hijrah-migrasi-indonesia-berdikari-zelfbest" title="JURIS - Jang oetama yang hidup" target="_blank">Jang oetama yang hidup</a>: Penelitian pertama perlu mengkaji ulang narasi sejarah kebangkitan nasional dengan membandingkan peran Sarekat Dagang Islam dan Boedi Oetomo dalam konteks nasionalisme awal, untuk mengevaluasi kemungkinan penggantian tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional menjadi 16 Oktober berdasarkan temuan historiografis baru. Penelitian kedua harus mengeksplorasi penerapan model musyawarah mufakat dalam sistem politik kontemporer Indonesia dengan menguji desain sistem pemerintahan partisipatif yang terinspirasi dari gerakan Sarekat Islam namun disesuaikan dengan tatanan digital masa kini. Penelitian ketiga perlu mengembangkan rancangan Koperasi Multi Nasional sebagai alternatif terhadap korporasi multinasional, dengan mengkaji bagaimana koperasi skala besar dapat dikelola secara efektif dan mandiri berbasis nilai-nilai sosialisme Islam dan semangat Zelfbestuur untuk menciptakan ekonomi berkeadilan sosial di era globalisasi..
<br>HOS Tjokroaminoto, seorang ningrat yang menjadi pejuang rakyat, menerapkan empat langkah perjuangan.konsolidasi organisasi, gerakan sosial-ekonomi, penyebaran ideologi sosialisme Islam, dan gerakan relasional.Semangat perjuangannya terwujud dalam konsep Hijrah dan Zelfbestuur sebagai jalan bagi bangsa Indonesia mencapai kemandirian penuh.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan transformasi di bidang sejarah, demokrasi, ekonomi, dan kebudayaan melalui Mosi Kebangkitan Nasional Baru Berjiwa Jang Oetama yang Selalu Hidup
<br>Tulisan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat H.O.S. Tjokroaminoto untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia. Penulis menelusuri sepak terjang Pak Tjokro berupa pemikiran dan aksi yang menghasilkan dua kata kunci, yaitu Hijrah dan Zelfbestuur. Indonesia membutuhkan Hijrah untuk mencapai Zelfbestuur mengingat betapa deras dan menyesatkannya arus peradaban. Indonesia berdikari dapat dicapai dengan Mosi Kebangkitan Nasional Baru Berjiwa Jang Oetama yang Selalu Hidup.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-d7850.webp" type="image/webp" length="92452" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-b4f9d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-d7850.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/konsep-hijrah-migrasi-berdikari-zelfbestuur-ideolo-thumb-ce640.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37090-santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-san</link>
	<guid isPermaLink="false">a47d05e71dd5f2672794e4a9fd9f08b8</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:48:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana pengetahuan dan kuasa saling berinteraksi dalam konteks pesantren. Selain itu, studi komparatif antara pesantren dengan institusi pendidikan lainnya dapat memberikan perspektif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana pengetahuan dan kuasa saling berinteraksi dalam konteks pesantren. Selain itu, studi komparatif antara pesantren dengan institusi pendidikan lainnya dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang dinamika pengetahuan dan kuasa. Terakhir, penelitian tentang bagaimana santri merespons dan berinteraksi dengan kuasa yang diterapkan oleh pesantren dapat memberikan wawasan tentang resistensi dan adaptasi dalam konteks pendidikan.. Sejak pertama kali masuk pesantren, santri baru langsung dikenai kuasa-pengatahuan.Pertama-tama yang dilakukan pesantren adalah mengidentifikasi diri santri, apakah masuk kategori santri yang sudah memiliki kedisiplinan, ataukah belum.Perbedaan kepemilikian karakter diri inilah yang kemudian menentukan jenis kuasa yang mesti dikenakan pada santri.Berbagai macam operasi kuasa tentu memberikan dampak pada perilaku santri, dan memang inilah yang menjadi tujuan.Dampak ini dapat berbentuk dua macam, yang pertama disiplin, dan yang kedua menolak.Yang kedua inilah dampak yang tidak diharapkan oleh pesantren.Kedua macam itu merupakan bentuk santri setelah ia mendapatkan efek panoptik dari beroperasinya teknik-kuasa tersebut.Santri yang disiplin adalah santri yang dapat mewujudkan idealitas seorang santri ke dalam tubuhnya, ke dalam dirinya dalam bentuk cara berucap, berperilaku, ketepatan waktu, bertingkah laku, hingga berpakaian.Santri yang demikian ini adalah yang sudah dianggap berhasil ditanami sebuah rasa harus disiplin dengan sendirinya, yaitu yang meskipun tanpa terdapat pengawasan secara langsung pun, santri tersebut sudah bertindak disiplin, patuh, produktif, dan tunduk terhadap teknik-kuasa, inilah tubuh yang disebut Foucault sebagai tubuh yang self regulated.Santri yang Ayself regulatedAy ini memiliki kecenderungan merasa ringan, merasa tidak terlalu terbebani dengan aturan-aturan yang ditimpakan padanya, termasuk juga terhadap pengawasan, seperti yang terjadi pada Arif, salah seorang santri, yang dijelaskan pada bab sebelumnya.Kondisi tubuh demikian, perlu digaris bawahi, bukan berarti tubuh yang merasa sama sekali tidak terawasi, akan tetapi intensitas tekanan panoptik yang dirasakan dirinya tidak sekuat jika dibandingkan dengan santri yang memiliki kecenderungan melanggar, sebab ia berada pada Aualiran arusAy yang sama dengan yang dikehendaki oleh pesantren Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relasi antara pengetahuan dan kuasa yang ada pondok pesantren. Pengetahuan yang dimaksud ini dilacak dengan cara mengidentifikasi berbagai macam media. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bagaimana motif kuasa yang dimiliki pesantren atas diri santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian genealogi dan metode penelitian kualitatif. Pendekatan geneologi yang digunakan merujuk dari gagasan Michel Foucault. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya metode-metode kuasa yang dimiliki... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-dace1.webp" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-dace1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-dace1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-dace1.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" alt="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-e9503.webp" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-e9503.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-e9503.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-e9503.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" alt="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-2f08b.webp" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-2f08b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-2f08b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-2f08b.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" alt="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37090-santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-san" title="JURIS - Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri" target="_blank">Pengetahuan sebagai alat kuasa penundukan santri</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana pengetahuan dan kuasa saling berinteraksi dalam konteks pesantren. Selain itu, studi komparatif antara pesantren dengan institusi pendidikan lainnya dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang dinamika pengetahuan dan kuasa. Terakhir, penelitian tentang bagaimana santri merespons dan berinteraksi dengan kuasa yang diterapkan oleh pesantren dapat memberikan wawasan tentang resistensi dan adaptasi dalam konteks pendidikan..
<br>Sejak pertama kali masuk pesantren, santri baru langsung dikenai kuasa-pengatahuan.Pertama-tama yang dilakukan pesantren adalah mengidentifikasi diri santri, apakah masuk kategori santri yang sudah memiliki kedisiplinan, ataukah belum.Perbedaan kepemilikian karakter diri inilah yang kemudian menentukan jenis kuasa yang mesti dikenakan pada santri.Berbagai macam operasi kuasa tentu memberikan dampak pada perilaku santri, dan memang inilah yang menjadi tujuan.Dampak ini dapat berbentuk dua macam, yang pertama disiplin, dan yang kedua menolak.Yang kedua inilah dampak yang tidak diharapkan oleh pesantren.Kedua macam itu merupakan bentuk santri setelah ia mendapatkan efek panoptik dari beroperasinya teknik-kuasa tersebut.Santri yang disiplin adalah santri yang dapat mewujudkan idealitas seorang santri ke dalam tubuhnya, ke dalam dirinya dalam bentuk cara berucap, berperilaku, ketepatan waktu, bertingkah laku, hingga berpakaian.Santri yang demikian ini adalah yang sudah dianggap berhasil ditanami sebuah rasa harus disiplin dengan sendirinya, yaitu yang meskipun tanpa terdapat pengawasan secara langsung pun, santri tersebut sudah bertindak disiplin, patuh, produktif, dan tunduk terhadap teknik-kuasa, inilah tubuh yang disebut Foucault sebagai tubuh yang self regulated.Santri yang Ayself regulatedAy ini memiliki kecenderungan merasa ringan, merasa tidak terlalu terbebani dengan aturan-aturan yang ditimpakan padanya, termasuk juga terhadap pengawasan, seperti yang terjadi pada Arif, salah seorang santri, yang dijelaskan pada bab sebelumnya.Kondisi tubuh demikian, perlu digaris bawahi, bukan berarti tubuh yang merasa sama sekali tidak terawasi, akan tetapi intensitas tekanan panoptik yang dirasakan dirinya tidak sekuat jika dibandingkan dengan santri yang memiliki kecenderungan melanggar, sebab ia berada pada Aualiran arusAy yang sama dengan yang dikehendaki oleh pesantren
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relasi antara pengetahuan dan kuasa yang ada pondok pesantren. Pengetahuan yang dimaksud ini dilacak dengan cara mengidentifikasi berbagai macam media. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bagaimana motif kuasa yang dimiliki pesantren atas diri santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian genealogi dan metode penelitian kualitatif. Pendekatan geneologi yang digunakan merujuk dari gagasan Michel Foucault. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya metode-metode kuasa yang dimiliki...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-dace1.webp" type="image/webp" length="83870" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-dace1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-e9503.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/santri-pondok-pesantren-kuasa-genealogi-sanksi-sos-thumb-2f08b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food Are Indonesian Consumers Buying ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food Are Indonesian Consumers Buying ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food Are Indonesian Consumers Buying ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37073-analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau</link>
	<guid isPermaLink="false">3ff769801f5f4a7979b6309dadb32e7d</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:36:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ali maskur ]]></category>
	<category><![CDATA[ role self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,maskur,role,self]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam atau diskusi kelompok fokus untuk memahami alasan di balik fenomena ini. Selain itu, analisis dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana strategi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam atau diskusi kelompok fokus untuk memahami alasan di balik fenomena ini. Selain itu, analisis dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana strategi komunikasi produsen dan retailer mempengaruhi visibilitas label RSPO dan dampaknya pada perilaku pembelian. Hal ini penting karena studi ini menunjukkan bahwa banyak produsen tidak menampilkan label RSPO meskipun produk mereka bersertifikat. Akhirnya, penelitian masa depan dapat memperluas populasi dan sampel di luar produk makanan berlabel RSPO, misalnya, ke produk lain yang menggunakan bahan baku berkelanjutan (misalnya, kosmetik atau produk pembersih). Selain itu, variabel lain seperti pengetahuan konsumen tentang keberlanjutan atau persepsi risiko terhadap produk berkelanjutan dapat ditambahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.. Studi ini menunjukkan bahwa citra merek hijau dan loyalitas merek hijau untuk produk makanan yang diberi label Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pembelian hijau.Sertifikasi dan label keberlanjutan dapat mengurangi asimetri informasi dan mempengaruhi keyakinan konsumen hijau secara positif.Label RSPO meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk makanan yang dikategorikan sebagai hijau.Konsumen yang berkomitmen pada merek ramah lingkungan juga meningkatkan loyalitas mereka terhadap produk hijau dan memperkuat perilaku pembelian hijau.Namun, cinta merek hijau tidak memiliki pengaruh pada perilaku pembelian hijau.Hal ini mungkin karena perilaku pembelian hijau responden dalam studi ini tidak disebabkan oleh ikatan emosional terhadap merek berlabel RSPO, tetapi hanya berdasarkan citra dan loyalitas terhadap produk ramah lingkungan Konsumen semakin enggan terlibat dalam praktik greenwashing yang meluas pada produk minyak sawit. Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ada sebagai standar internasional yang bertujuan mendorong konsumsi konsumen menuju minyak sawit yang lebih berkelanjutan. Studi ini menggunakan kerangka Cognitive-Affective-Behavioral (CAB) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian hijau untuk produk makanan berlabel RSPO di Indonesia. Dimensi kognitif diwakili oleh citra merek hijau dan loyalitas merek hijau, sedangkan dimensi afektif diwakili... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-3f328.webp" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-3f328.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-3f328.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-3f328.webp 1x" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" alt="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-6c232.webp" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-6c232.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-6c232.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-6c232.webp 1x" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" alt="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-bb819.webp" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-bb819.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-bb819.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-bb819.webp 1x" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" alt="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37073-analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau" title="JURIS - Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?" target="_blank">Sustainable Palm Oil Certification for Sustainable Food: Are Indonesian Consumers Buying?</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam atau diskusi kelompok fokus untuk memahami alasan di balik fenomena ini. Selain itu, analisis dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana strategi komunikasi produsen dan retailer mempengaruhi visibilitas label RSPO dan dampaknya pada perilaku pembelian. Hal ini penting karena studi ini menunjukkan bahwa banyak produsen tidak menampilkan label RSPO meskipun produk mereka bersertifikat. Akhirnya, penelitian masa depan dapat memperluas populasi dan sampel di luar produk makanan berlabel RSPO, misalnya, ke produk lain yang menggunakan bahan baku berkelanjutan (misalnya, kosmetik atau produk pembersih). Selain itu, variabel lain seperti pengetahuan konsumen tentang keberlanjutan atau persepsi risiko terhadap produk berkelanjutan dapat ditambahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa citra merek hijau dan loyalitas merek hijau untuk produk makanan yang diberi label Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pembelian hijau.Sertifikasi dan label keberlanjutan dapat mengurangi asimetri informasi dan mempengaruhi keyakinan konsumen hijau secara positif.Label RSPO meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk makanan yang dikategorikan sebagai hijau.Konsumen yang berkomitmen pada merek ramah lingkungan juga meningkatkan loyalitas mereka terhadap produk hijau dan memperkuat perilaku pembelian hijau.Namun, cinta merek hijau tidak memiliki pengaruh pada perilaku pembelian hijau.Hal ini mungkin karena perilaku pembelian hijau responden dalam studi ini tidak disebabkan oleh ikatan emosional terhadap merek berlabel RSPO, tetapi hanya berdasarkan citra dan loyalitas terhadap produk ramah lingkungan
<br>Konsumen semakin enggan terlibat dalam praktik greenwashing yang meluas pada produk minyak sawit. Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ada sebagai standar internasional yang bertujuan mendorong konsumsi konsumen menuju minyak sawit yang lebih berkelanjutan. Studi ini menggunakan kerangka Cognitive-Affective-Behavioral (CAB) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian hijau untuk produk makanan berlabel RSPO di Indonesia. Dimensi kognitif diwakili oleh citra merek hijau dan loyalitas merek hijau, sedangkan dimensi afektif diwakili...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-bb819.webp" type="image/webp" length="102302" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-3f328.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-6c232.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/analisis-data-produksi-perilaku-pembelian-hijau-at-thumb-bb819.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2690-stim-ykpn.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11324-telaah-bisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran pemikiran islam hos tjokroaminoto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran pemikiran islam hos tjokroaminoto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran pemikiran islam hos tjokroaminoto ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37093-hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba</link>
	<guid isPermaLink="false">f543db41ca628625e4a7d711caaf341b</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:27:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fee ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fee,focus,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh lingkungan keluarga santri dalam membentuk pemikiran HOS Tjokroaminoto. Selain itu, studi komparatif antara pemikiran Tjokroaminoto dengan tokoh-tokoh Islam lainnya dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh lingkungan keluarga santri dalam membentuk pemikiran HOS Tjokroaminoto. Selain itu, studi komparatif antara pemikiran Tjokroaminoto dengan tokoh-tokoh Islam lainnya dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Terakhir, penelitian tentang relevansi pemikiran Tjokroaminoto dalam konteks sosial dan politik saat ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemahaman kita tentang Islam dan kebangsaan.. HOS Tjokroaminoto menulis Memeriksai AoAlam Kebenaran sebagai karya puncak yang isinya merupakan api atau inti dari Islam.Pemikiran beliau terbentuk dari keluarga pesantren dari garis keturunan kakek-buyutnya.Menurut Pak Tjokro, inti ajaran Islam ada pada Al- Baqaroh.1-5, yang mengandung prinsip tauhid, kedermawanan dan persaudaraan antarsesama bangsa, mengendalikan hawa nafsu, bersyukur kepada Allah SWT, pertanggungjawaban di akhirat atas segala perbuatan manusia di dunia.Sholat merupakan wujud manembah kepada Gusti karena menghaluskan budi dan menyucikan hati.Pemikiran ini masih relevan dengan zaman sekarang, namun organisasi yang beliau besarkan tidak bertahan.Perlu pembahasan lebih lanjut mengenai antara penopang dan masalah yang terjadi di SI Tulisan ini merupakan pemikiran sang penelaah buku Memeriksai AoAlam Kebenaran karya HOS Tjokroaminoto yang terdiri dari pandangan Pak Tjokro dan penelusuran biografi serta pemikiran. Penulis merasa Pak Tjokro menangkap apinya Islam, tidak hanya sekedar ajaran dasar Islam, karena pola pikirnya terbentuk dari lingkungan keluarga santri. Penulis merasa karya Pak Tjokro masih relevan dengan kondisi saat ini, namun perlu tinjauan lebih lanjut mengenai persoalan yang terjadi dan gagasan-gagasan yang menopang SI. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-e0682.webp" title="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-e0682.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-e0682.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-e0682.webp 1x" title="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" alt="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-f99c1.webp" title="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-f99c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-f99c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-f99c1.webp 1x" title="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" alt="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37093-hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba" title="JURIS - Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto" target="_blank">Catatan diskusi buku memeriksai Aoalam kebenaran: pemikiran islam hos tjokroaminoto</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh lingkungan keluarga santri dalam membentuk pemikiran HOS Tjokroaminoto. Selain itu, studi komparatif antara pemikiran Tjokroaminoto dengan tokoh-tokoh Islam lainnya dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Terakhir, penelitian tentang relevansi pemikiran Tjokroaminoto dalam konteks sosial dan politik saat ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemahaman kita tentang Islam dan kebangsaan..
<br>HOS Tjokroaminoto menulis Memeriksai AoAlam Kebenaran sebagai karya puncak yang isinya merupakan api atau inti dari Islam.Pemikiran beliau terbentuk dari keluarga pesantren dari garis keturunan kakek-buyutnya.Menurut Pak Tjokro, inti ajaran Islam ada pada Al- Baqaroh.1-5, yang mengandung prinsip tauhid, kedermawanan dan persaudaraan antarsesama bangsa, mengendalikan hawa nafsu, bersyukur kepada Allah SWT, pertanggungjawaban di akhirat atas segala perbuatan manusia di dunia.Sholat merupakan wujud manembah kepada Gusti karena menghaluskan budi dan menyucikan hati.Pemikiran ini masih relevan dengan zaman sekarang, namun organisasi yang beliau besarkan tidak bertahan.Perlu pembahasan lebih lanjut mengenai antara penopang dan masalah yang terjadi di SI
<br>Tulisan ini merupakan pemikiran sang penelaah buku Memeriksai AoAlam Kebenaran karya HOS Tjokroaminoto yang terdiri dari pandangan Pak Tjokro dan penelusuran biografi serta pemikiran. Penulis merasa Pak Tjokro menangkap apinya Islam, tidak hanya sekedar ajaran dasar Islam, karena pola pikirnya terbentuk dari lingkungan keluarga santri. Penulis merasa karya Pak Tjokro masih relevan dengan kondisi saat ini, namun perlu tinjauan lebih lanjut mengenai persoalan yang terjadi dan gagasan-gagasan yang menopang SI.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-f99c1.webp" type="image/webp" length="92618" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-e0682.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/hos-tjokroaminoto-pemikiran-islam-telaah-buku-keba-thumb-f99c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2694-oneresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11332-oetoesan-hindia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 10 Apr 2026 15:00:35 +0700. 12 items. Served in: 5.655 seconds [rss] -->
