<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.63-25jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.63-25jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 23:00:58 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 23:00:58 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-25T23:00:58+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Hikmat Dalam Mengatur Perkataan Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hikmat Dalam Mengatur Perkataan Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hikmat Dalam Mengatur Perkataan Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51505-studi-kitab-amsal-hikmat-lidah</link>
	<guid isPermaLink="false">7e24fdd1276da8ccfd2c6e35724dcf15</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 22:30:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ one moment ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[moment,one]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan ajaran Amsal tentang pengendalian lidah memengaruhi perilaku verbal umat Kristen di platform media sosial modern, sehingga dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang komunikasi yang bijaksana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan ajaran Amsal tentang pengendalian lidah memengaruhi perilaku verbal umat Kristen di platform media sosial modern, sehingga dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang komunikasi yang bijaksana dalam konteks digital. Selanjutnya, studi komparatif antara konsep "lidah" dalam Kitab Amsal dan Surat Yakobus dapat memperluas pemahaman teologis lintas Perjanjian Lama dan Baru, serta menilai perbedaan interpretasi budaya dalam praktik pengaturan perkataan. Selain itu, sebuah intervensi pendidikan yang dirancang untuk mengajarkan kebijaksanaan bicara kepada remaja dalam kelompok pemuda gereja dapat diujicobakan secara eksperimental untuk mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan karakter, keterampilan sosioAcemosional, dan kualitas hubungan interpersonal mereka.. Kitab Amsal memperingatkan bahaya berbicara tergesaAcgesa dan menekankan perlunya kataAckata yang bijaksana serta baik.Lidah yang menghasilkan kataAckata berkah mencerminkan adanya hikmat, sedangkan kataAckata negatif menandakan kurangnya hikmat dan dapat menimbulkan kehancuran.orang yang menjaga perkataan memperoleh kehidupan dan keberhasilan, sementara yang tidak mengendalikan lidah akan mengalami kehancuran Kitab Amsal merupakan kumpulan ucapan bijak yang dikaitkan dengan Raja Salomo sebagai raja paling berhikmat di Israel. Salah satu tema yang diajarkan dalam kitab ini adalah tentang berhikmat dalam menjaga perkataan. Penulis kitab Amsal sering menggemakan tema ini dengan kiasan lidah. Studi ini bertujuan untuk menggali ajaran kitab Amsal berkenaan dengan penggunaan lidah oleh orang percaya. Pertanyaan utama yang ingin dibahas adalah: bagaimana ajaran Amsal mengenai hikmat dalam mengatur perkataan bagi kehidupan bermasyarakat? Dengan menggunakan kajian pustaka dengan metode topikal, maka dihasilkanlah kebenaran tentang penggunaan Lidah dalam kitab Amsal ini. Kitab Amsal memperingatkan tentang bahaya berbicara dengan tergesa-gesa atau tanpa pemikiran, menekankan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-94947.webp" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-94947.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-94947.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-94947.webp 1x" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" alt="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-f7143.webp" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-f7143.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-f7143.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-f7143.webp 1x" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" alt="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-c31bf.webp" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-c31bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-c31bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-c31bf.webp 1x" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" alt="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51505-studi-kitab-amsal-hikmat-lidah" title="JURIS - Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal" target="_blank">Hikmat Dalam Mengatur Perkataan: Studi Tematis Penggunaan Kata AuLidahAy Dalam Kitab Amsal</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan ajaran Amsal tentang pengendalian lidah memengaruhi perilaku verbal umat Kristen di platform media sosial modern, sehingga dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang komunikasi yang bijaksana dalam konteks digital. Selanjutnya, studi komparatif antara konsep "lidah" dalam Kitab Amsal dan Surat Yakobus dapat memperluas pemahaman teologis lintas Perjanjian Lama dan Baru, serta menilai perbedaan interpretasi budaya dalam praktik pengaturan perkataan. Selain itu, sebuah intervensi pendidikan yang dirancang untuk mengajarkan kebijaksanaan bicara kepada remaja dalam kelompok pemuda gereja dapat diujicobakan secara eksperimental untuk mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan karakter, keterampilan sosioAcemosional, dan kualitas hubungan interpersonal mereka..
<br>Kitab Amsal memperingatkan bahaya berbicara tergesaAcgesa dan menekankan perlunya kataAckata yang bijaksana serta baik.Lidah yang menghasilkan kataAckata berkah mencerminkan adanya hikmat, sedangkan kataAckata negatif menandakan kurangnya hikmat dan dapat menimbulkan kehancuran.orang yang menjaga perkataan memperoleh kehidupan dan keberhasilan, sementara yang tidak mengendalikan lidah akan mengalami kehancuran
<br>Kitab Amsal merupakan kumpulan ucapan bijak yang dikaitkan dengan Raja Salomo sebagai raja paling berhikmat di Israel. Salah satu tema yang diajarkan dalam kitab ini adalah tentang berhikmat dalam menjaga perkataan. Penulis kitab Amsal sering menggemakan tema ini dengan kiasan lidah. Studi ini bertujuan untuk menggali ajaran kitab Amsal berkenaan dengan penggunaan lidah oleh orang percaya. Pertanyaan utama yang ingin dibahas adalah: bagaimana ajaran Amsal mengenai hikmat dalam mengatur perkataan bagi kehidupan bermasyarakat? Dengan menggunakan kajian pustaka dengan metode topikal, maka dihasilkanlah kebenaran tentang penggunaan Lidah dalam kitab Amsal ini. Kitab Amsal memperingatkan tentang bahaya berbicara dengan tergesa-gesa atau tanpa pemikiran, menekankan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-94947.webp" type="image/webp" length="83266" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-94947.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-f7143.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/studi-kitab-amsal-hikmat-lidah-bahaya-mengatur-per-thumb-c31bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3404-sttii-ambon.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13587-hymnos-jurnal-teologi-keagamaan-kristen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51511-kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri</link>
	<guid isPermaLink="false">b039a5463a297eb0d1d44b5a6cb8f149</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 22:30:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs mmtc ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol 8 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[8,ac,front,matter,mmtc,ojs,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media sosial oleh pemerintah. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang strategi komunikasi yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media sosial oleh pemerintah. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang strategi komunikasi yang efektif dalam menggunakan media sosial, khususnya Instagram, untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kedua, penelitian tentang bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap komunikasi dan kanal informasi pemerintah. Ketiga, penelitian tentang bagaimana pemerintah dapat menciptakan konten yang lebih interaktif dan menarik untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, pemerintah dapat mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan terintegrasi dalam menggunakan media sosial untuk mencapai tujuan-tujuan publiknya.. Setiap instansi memiliki ragam kebutuhan dengan strategi yang juga berbeda dalam menggunakan media sosial instagram.Karakteristik instansi akan berbeda dalam berinteraksi di media sosial.Ini terlihat dari hasil analisa bahwa terdapat 1.Perpaduan antara substansi konten berupa jenis dan sifatnya, serta struktur dalam bentuk format konten, dapat menjadi ragam pilihan alternatif yang disesuaikan dengan audiens masing-masing.Kementerian sudah lebih baik dalam mengoptimalkan media sosial instagram daripada Lembaga untuk lebih dekat kepada audiensnya.Terlihat dari 54,4,1% akun instagram di tingkat K/L, memiliki lebih dari 500.000 dan 23% memiliki followers di atas 1.Sementara untuk di Lembaga masih belum mengoptimalkan penggunaannya yang terlihat dari masih 81,5% akun yang angka followers nya di bawah 500.Kementerian menyadari lebih pentingnya penggunaan media sosial instagram daripada lembaga.Ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan bahwa dari 34 kementerian yang dianalisis, terdapat 824 akun instagram.Sementara dari 66 lembaga yang dianalisis, tercatat 232 akun instagram.Lembaga lebih banyak memproduksi konten daripada Kementerian.024 akun instagram dari 100 K/L yang diamati.037 dari 824 instansi dan lembaga sebanyak 14.Rerata instansi kementerian masih mengedepankan ketokohan personal informasi publik, program, alih-alih kebijakan, dan interaksi dengan publiknya.Konten promosi aktivitas kegiatan masih dominan menjadi isi instagram pemerintah daripada konten yang informatif, edukatif, bahkan kolaboratif.Format foto/teks lebih banyak digunakan daripada infografis dan video.Rerata atau dalam instansi Lembaga juga mengedepankan informasi publik, namun juga masih dominan unsur pimpinan isi instagramnya.Untuk program juga kerap diangkat, beberapa lembaga memasukkan konten yang berorientasi pada interaksi audiens.Instagram Lembaga juga lebih dominan dalam menyampaikan aktivitas kegiatan alih-alih konten yang edukatif dan informatif.Hampir semisal dengan Kementerian bahwa konten berformat foto/teks banyak digunakan daripada video dan infografis.K/L dengan pengikut instagram terbanyak adalah Kemenko bidang Perekonomian.Kemendikbud Ristek, Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, BPJS Ketenagakerjaan, dan BMKG.a) Kemenko bidang Perekonomian dengan konten promosi dan konten informasi publik dalam bentuk foto/teks serta video.b) Kementerian Pertahanan mengedepankan tokoh atau personal dalam bentuk foto/teks.c) Kemendikbud Ristek dengan konten informasi publik yang edukatif dan disajikan dalam bentuk infografis.d) Kementerian Kesehatan dengan format konten berbentuk video.e) Kementerian Badan Usaha Milik Negara dengan konten informatif.dengan BPJS Ketenagakerjaan konten program yang informatif dan edukatif, disajikan dalam bentuk infografis, dan BMKG dengan konten publiknya yang mengedukasi Lembaga pemerintah membutuhkan kanal media sosial sebagai alat komunikasi publik untuk menyebarkan kebijakan, program, dan informasi publik. Pemerintah perlu menggunakan kanal media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas di tengah tingkat kepercayaan publik terhadap komunikasi dan kanal informasi pemerintah yang masih rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis isi substansi konten, yaitu jenis dan sifat konten terkait hal seperti apa yang dibutuhkan dan pesan apa yang perlu dikomunikasikan kepada khalayak serta struktur konten terkait bagaimana konten diprioritaskan, diatur, diformat, dan ditampilkan dalam media.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-ca5d6.webp" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-ca5d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-ca5d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-ca5d6.webp 1x" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" alt="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-6b272.webp" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-6b272.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-6b272.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-6b272.webp 1x" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" alt="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-f7309.webp" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-f7309.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-f7309.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-f7309.webp 1x" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" alt="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51511-kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri" title="JURIS - Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga" target="_blank">Analisis Isi Konten Media Sosial Instagram Pemerintah Indonesia di Tingkat Kementerian dan Lembaga</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media sosial oleh pemerintah. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang strategi komunikasi yang efektif dalam menggunakan media sosial, khususnya Instagram, untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kedua, penelitian tentang bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap komunikasi dan kanal informasi pemerintah. Ketiga, penelitian tentang bagaimana pemerintah dapat menciptakan konten yang lebih interaktif dan menarik untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, pemerintah dapat mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan terintegrasi dalam menggunakan media sosial untuk mencapai tujuan-tujuan publiknya..
<br>Setiap instansi memiliki ragam kebutuhan dengan strategi yang juga berbeda dalam menggunakan media sosial instagram.Karakteristik instansi akan berbeda dalam berinteraksi di media sosial.Ini terlihat dari hasil analisa bahwa terdapat 1.Perpaduan antara substansi konten berupa jenis dan sifatnya, serta struktur dalam bentuk format konten, dapat menjadi ragam pilihan alternatif yang disesuaikan dengan audiens masing-masing.Kementerian sudah lebih baik dalam mengoptimalkan media sosial instagram daripada Lembaga untuk lebih dekat kepada audiensnya.Terlihat dari 54,4,1% akun instagram di tingkat K/L, memiliki lebih dari 500.000 dan 23% memiliki followers di atas 1.Sementara untuk di Lembaga masih belum mengoptimalkan penggunaannya yang terlihat dari masih 81,5% akun yang angka followers nya di bawah 500.Kementerian menyadari lebih pentingnya penggunaan media sosial instagram daripada lembaga.Ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan bahwa dari 34 kementerian yang dianalisis, terdapat 824 akun instagram.Sementara dari 66 lembaga yang dianalisis, tercatat 232 akun instagram.Lembaga lebih banyak memproduksi konten daripada Kementerian.024 akun instagram dari 100 K/L yang diamati.037 dari 824 instansi dan lembaga sebanyak 14.Rerata instansi kementerian masih mengedepankan ketokohan personal informasi publik, program, alih-alih kebijakan, dan interaksi dengan publiknya.Konten promosi aktivitas kegiatan masih dominan menjadi isi instagram pemerintah daripada konten yang informatif, edukatif, bahkan kolaboratif.Format foto/teks lebih banyak digunakan daripada infografis dan video.Rerata atau dalam instansi Lembaga juga mengedepankan informasi publik, namun juga masih dominan unsur pimpinan isi instagramnya.Untuk program juga kerap diangkat, beberapa lembaga memasukkan konten yang berorientasi pada interaksi audiens.Instagram Lembaga juga lebih dominan dalam menyampaikan aktivitas kegiatan alih-alih konten yang edukatif dan informatif.Hampir semisal dengan Kementerian bahwa konten berformat foto/teks banyak digunakan daripada video dan infografis.K/L dengan pengikut instagram terbanyak adalah Kemenko bidang Perekonomian.Kemendikbud Ristek, Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, BPJS Ketenagakerjaan, dan BMKG.a) Kemenko bidang Perekonomian dengan konten promosi dan konten informasi publik dalam bentuk foto/teks serta video.b) Kementerian Pertahanan mengedepankan tokoh atau personal dalam bentuk foto/teks.c) Kemendikbud Ristek dengan konten informasi publik yang edukatif dan disajikan dalam bentuk infografis.d) Kementerian Kesehatan dengan format konten berbentuk video.e) Kementerian Badan Usaha Milik Negara dengan konten informatif.dengan BPJS Ketenagakerjaan konten program yang informatif dan edukatif, disajikan dalam bentuk infografis, dan BMKG dengan konten publiknya yang mengedukasi
<br>Lembaga pemerintah membutuhkan kanal media sosial sebagai alat komunikasi publik untuk menyebarkan kebijakan, program, dan informasi publik. Pemerintah perlu menggunakan kanal media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas di tengah tingkat kepercayaan publik terhadap komunikasi dan kanal informasi pemerintah yang masih rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis isi substansi konten, yaitu jenis dan sifat konten terkait hal seperti apa yang dibutuhkan dan pesan apa yang perlu dikomunikasikan kepada khalayak serta struktur konten terkait bagaimana konten diprioritaskan, diatur, diformat, dan ditampilkan dalam media....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-f7309.webp" type="image/webp" length="106436" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-ca5d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-6b272.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kepercayaan-publik-pengorganisasian-lembaga-pemeri-thumb-f7309.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3619-mmtc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14855-jurnal-ilmiah-manajemen-informasi-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemanfaatan Akun Tiktok infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemanfaatan Akun Tiktok infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemanfaatan Akun Tiktok infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51508-sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran</link>
	<guid isPermaLink="false">6a1c104a2ba4892f544fe44c1648b9cf</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:38:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs mmtc ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol 8 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[8,ac,front,matter,mmtc,ojs,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial TikTok pada akun @infodhaharjogja. Pertama, pengelola TikTok @infodhaharjogja disarankan untuk memanfaatkan fitur TikTok Live Streaming agar menjangkau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial TikTok pada akun @infodhaharjogja. Pertama, pengelola TikTok @infodhaharjogja disarankan untuk memanfaatkan fitur TikTok Live Streaming agar menjangkau audiens lebih luas dan meningkatkan komunikasi dengan audiens. Kedua, pengelola dapat memaksimalkan pemanfaatan fitur TikTok dengan music integration karena dengan memanfaatkan fitur ini dapat menjangkau audiens lebih luas melalui sound yang sedang tren di TikTok. Ketiga, pengelola dapat menambahkan linktree pada bio akun TikTok untuk membantu audiens mendapatkan kontak dari akun ini. Keempat, pengelola dapat melakukan update secara berkala pada setiap fitur daftar putar video konten agar viewers mendapatkan informasi dengan mudah ketika ingin melihat konten sesuai dengan topik yang diinginkan. Kelima, pengelola dapat menambahkan transaksi commerce seperti fitur keranjang kuning untuk menghubungkan transaksi penjualan dari pelaku usaha kuliner dengan followers dari akun @infodhaharjogja.. Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan indikator context berupa tampilan dan tata letak konten yang menunjukkan keseragaman font, warna, dan desain yang menarik.Hal ini didukung dengan pemanfaatan fitur TikTok yaitu personalized feed berupa caption dan fitur hashtag.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan elemen content dengan kombinasi teks, gambar, suara, dan video untuk menghasilkan pesan visual yang menarik dan informatif.Fitur TikTok yang dimanfaatkan yaitu editing tools dan music integration.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan indikator community didukung fitur TikTok personalized feed dalam bentuk like dan kolom komentar sebagai ruang viewers dan akun pengguna lainnya untuk saling membalas komentar.Akun TikTok @infodhaharjogja tidak memanfaatkan indikator customization.Customization pada TikTok tidak dapat terpenuhi karena tidak menyediakan penggunaan fitur untuk menyesuaikan tampilan secara personal.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan beberapa aspek dari indikator communication.Communication pada akun TikTok dilakukan melalui fitur personalized feed yaitu kolom komentar dan juga komunikasi melalui Direct Message.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan indikator connection fitur TikTok yaitu hashtag.Terdapat juga fitur daftar putar untuk mengelompokkan video berdasarkan topik.Saat ini linktree belum terdapat pada bio.Akun TikTok @infodhaharjogja tidak menerapkan indikator commerce.Hal ini karena akun @infodhaharjogja tidak memfasilitasi untuk melakukan transaksi komersial seperti jual beli produk TikTok telah menjadi tren dalam pemanfaatan media sosial untuk kegiatan komunikasi pemasaran. Hal ini menjadi alasan bagi para content creator untuk membuat konten terkait promosi produk atau jasa. Salah satu akun yang menggunakan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran yaitu @infodhaharjogja. Penentuan akun ini karena setelah dilakukan analisis dengan website analysis, engagement rate @infodhaharjogja meraih angka engagement rate dan comments to like ratio yang lebih tinggi dibandingkan akun lainnya, namun jumlah followers sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan akun TikTok @infodhaharjogja sebagai media komunikasi pemasaran kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teori yang mendasari dalam penelitian ini yaitu 7C Framework. Penelitian ini menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-53588.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-53588.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-53588.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-53588.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" alt="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-0168c.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-0168c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-0168c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-0168c.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" alt="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-db0ad.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-db0ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-db0ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-db0ad.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" alt="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51508-sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran" title="JURIS - Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta" target="_blank">Pemanfaatan Akun Tiktok @infodhaharjogja Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial TikTok pada akun @infodhaharjogja. Pertama, pengelola TikTok @infodhaharjogja disarankan untuk memanfaatkan fitur TikTok Live Streaming agar menjangkau audiens lebih luas dan meningkatkan komunikasi dengan audiens. Kedua, pengelola dapat memaksimalkan pemanfaatan fitur TikTok dengan music integration karena dengan memanfaatkan fitur ini dapat menjangkau audiens lebih luas melalui sound yang sedang tren di TikTok. Ketiga, pengelola dapat menambahkan linktree pada bio akun TikTok untuk membantu audiens mendapatkan kontak dari akun ini. Keempat, pengelola dapat melakukan update secara berkala pada setiap fitur daftar putar video konten agar viewers mendapatkan informasi dengan mudah ketika ingin melihat konten sesuai dengan topik yang diinginkan. Kelima, pengelola dapat menambahkan transaksi commerce seperti fitur keranjang kuning untuk menghubungkan transaksi penjualan dari pelaku usaha kuliner dengan followers dari akun @infodhaharjogja..
<br>Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan indikator context berupa tampilan dan tata letak konten yang menunjukkan keseragaman font, warna, dan desain yang menarik.Hal ini didukung dengan pemanfaatan fitur TikTok yaitu personalized feed berupa caption dan fitur hashtag.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan elemen content dengan kombinasi teks, gambar, suara, dan video untuk menghasilkan pesan visual yang menarik dan informatif.Fitur TikTok yang dimanfaatkan yaitu editing tools dan music integration.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan indikator community didukung fitur TikTok personalized feed dalam bentuk like dan kolom komentar sebagai ruang viewers dan akun pengguna lainnya untuk saling membalas komentar.Akun TikTok @infodhaharjogja tidak memanfaatkan indikator customization.Customization pada TikTok tidak dapat terpenuhi karena tidak menyediakan penggunaan fitur untuk menyesuaikan tampilan secara personal.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan beberapa aspek dari indikator communication.Communication pada akun TikTok dilakukan melalui fitur personalized feed yaitu kolom komentar dan juga komunikasi melalui Direct Message.Akun TikTok @infodhaharjogja sudah memanfaatkan indikator connection fitur TikTok yaitu hashtag.Terdapat juga fitur daftar putar untuk mengelompokkan video berdasarkan topik.Saat ini linktree belum terdapat pada bio.Akun TikTok @infodhaharjogja tidak menerapkan indikator commerce.Hal ini karena akun @infodhaharjogja tidak memfasilitasi untuk melakukan transaksi komersial seperti jual beli produk
<br>TikTok telah menjadi tren dalam pemanfaatan media sosial untuk kegiatan komunikasi pemasaran. Hal ini menjadi alasan bagi para content creator untuk membuat konten terkait promosi produk atau jasa. Salah satu akun yang menggunakan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran yaitu @infodhaharjogja. Penentuan akun ini karena setelah dilakukan analisis dengan website analysis, engagement rate @infodhaharjogja meraih angka engagement rate dan comments to like ratio yang lebih tinggi dibandingkan akun lainnya, namun jumlah followers sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan akun TikTok @infodhaharjogja sebagai media komunikasi pemasaran kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teori yang mendasari dalam penelitian ini yaitu 7C Framework. Penelitian ini menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-0168c.webp" type="image/webp" length="102540" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-53588.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-0168c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/sosial-tiktok-x-komunikasi-pemasaran-strategi-7c-f-thumb-db0ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3619-mmtc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14855-jurnal-ilmiah-manajemen-informasi-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Artificial Intelligenence dan Hoaks Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Artificial Intelligenence dan Hoaks Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Artificial Intelligenence dan Hoaks Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51514-produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika</link>
	<guid isPermaLink="false">b7b3da3510020ea54d0358b7b2b6ff72</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:38:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ kanal jkt48 ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs mmtc ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,front,jkt48,kanal,matter,mmtc,ojs]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi ancaman hoaks yang semakin canggih, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hoaks dan mendorong mereka untuk berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi yang diterima. Pemerintah, komunitas anti-hoaks, dan masyarakat perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah: Untuk mengatasi ancaman hoaks yang semakin canggih, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hoaks dan mendorong mereka untuk berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi yang diterima. Pemerintah, komunitas anti-hoaks, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang komprehensif, termasuk pengembangan etika AI, transparansi dalam penggunaan teknologi, dan pendidikan serta kesadaran publik tentang implikasi AI. Selain itu, penting juga untuk terus mengembangkan teknologi deteksi hoaks dan berkolaborasi dengan platform online untuk mengidentifikasi dan menghapus konten hoaks secara cepat dan efektif.. Produksi konten hoaks saat ini tidak lagi terbatas pada teks dan gambar, tetapi telah menggunakan teknologi AI yang menggabungkan video, audio, dan teks, sehingga semakin kompleks dan sulit diidentifikasi sebagai hoaks.Tantangan utama yang dihadapi adalah polarisasi masyarakat yang memicu konflik, kerugian ekonomi, dan masalah hukum.Untuk mengatasi hal ini, komunitas online seperti Mafindo terus meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi dan literasi digital, mengembangkan teknologi deteksi hoaks, dan berkolaborasi dengan berbagai platform.Sementara itu, pemerintah juga berusaha mengantisipasi ancaman disrupsi AI dengan penegakan UU ITE dan aturan terkait lainnya, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan literasi digital masyarakat Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak signifikan terhadap peradaban manusia. Melalui AI, berbagai pekerjaan digantikan dan menjadi lebih mudah. Namun, kemajuan ini juga membawa ancaman, termasuk meningkatnya produksi konten menyesatkan seperti hoaks yang menggunakan teknologi AI, yang membuat masyarakat semakin bingung dan tidak paham tentang kebenaran informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi konten hoaks AI dan tantangan literasi digital yang dihadapi oleh komunitas online anti-hoaks, serta upaya pemerintah dalam mengantisipasi ancaman ini. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-f080d.webp" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-f080d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-f080d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-f080d.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" alt="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-bcf35.webp" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-bcf35.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-bcf35.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-bcf35.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" alt="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-789cc.webp" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-789cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-789cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-789cc.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" alt="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51514-produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika" title="JURIS - Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah" target="_blank">Artificial Intelligenence dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat di Komunitas Online dan Upaya Antisipasi Pemerintah</a>: Untuk mengatasi ancaman hoaks yang semakin canggih, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hoaks dan mendorong mereka untuk berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi yang diterima. Pemerintah, komunitas anti-hoaks, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang komprehensif, termasuk pengembangan etika AI, transparansi dalam penggunaan teknologi, dan pendidikan serta kesadaran publik tentang implikasi AI. Selain itu, penting juga untuk terus mengembangkan teknologi deteksi hoaks dan berkolaborasi dengan platform online untuk mengidentifikasi dan menghapus konten hoaks secara cepat dan efektif..
<br>Produksi konten hoaks saat ini tidak lagi terbatas pada teks dan gambar, tetapi telah menggunakan teknologi AI yang menggabungkan video, audio, dan teks, sehingga semakin kompleks dan sulit diidentifikasi sebagai hoaks.Tantangan utama yang dihadapi adalah polarisasi masyarakat yang memicu konflik, kerugian ekonomi, dan masalah hukum.Untuk mengatasi hal ini, komunitas online seperti Mafindo terus meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi dan literasi digital, mengembangkan teknologi deteksi hoaks, dan berkolaborasi dengan berbagai platform.Sementara itu, pemerintah juga berusaha mengantisipasi ancaman disrupsi AI dengan penegakan UU ITE dan aturan terkait lainnya, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan literasi digital masyarakat
<br>Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak signifikan terhadap peradaban manusia. Melalui AI, berbagai pekerjaan digantikan dan menjadi lebih mudah. Namun, kemajuan ini juga membawa ancaman, termasuk meningkatnya produksi konten menyesatkan seperti hoaks yang menggunakan teknologi AI, yang membuat masyarakat semakin bingung dan tidak paham tentang kebenaran informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi konten hoaks AI dan tantangan literasi digital yang dihadapi oleh komunitas online anti-hoaks, serta upaya pemerintah dalam mengantisipasi ancaman ini.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-f080d.webp" type="image/webp" length="94110" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-f080d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-bcf35.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/produksi-konten-ekonomi-digital-masyarakat-etika-a-thumb-789cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3619-mmtc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14855-jurnal-ilmiah-manajemen-informasi-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Halaman Cover Redaksi dan Daftar Isi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Halaman Cover Redaksi dan Daftar Isi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Halaman Cover Redaksi dan Daftar Isi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51517-kesehatan-mental-layanan-selfacdi</link>
	<guid isPermaLink="false">6d1832f41a4df74374257fece2a2bbb2</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:38:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ kanal jkt48 ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs mmtc ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,front,jkt48,kanal,matter,mmtc,ojs]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang selfAcdisclosure daring terhadap kesehatan mental dengan melakukan studi longitudinal pada anggota komunitas "Teman Curhat Bunda" selama dua hingga tiga tahun, sehingga dapat mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang selfAcdisclosure daring terhadap kesehatan mental dengan melakukan studi longitudinal pada anggota komunitas "Teman Curhat Bunda" selama dua hingga tiga tahun, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan persepsi dukungan sosial dan tingkat stres seiring waktu. Selain itu, perbandingan antar platform media sosial (misalnya Instagram, WhatsApp, dan forum daring) dapat memberikan wawasan tentang konteks digital yang paling efektif dalam memfasilitasi selfAcdisclosure yang konstruktif, sehingga membantu merumuskan pedoman platform yang lebih tepat. Selanjutnya, pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi pola selfAcdisclosure risiko serta memberikan umpan balik otomatis kepada pengguna dapat meningkatkan kemampuan komunitas dalam mengelola kesejahteraan mental secara proaktif.. SelfAcdisclosure daring dalam komunitas "Teman Curhat Bunda" secara signifikan meningkatkan persepsi dukungan sosial dan menurunkan tingkat stres anggota, menunjukkan potensi intervensi berbasis komunitas untuk kesehatan mental.Peran moderator sebagai penengah penting dalam memastikan kualitas dan keamanan informasi yang dibagikan, sehingga memperkuat efek positif selfAcdisclosure.Oleh karena itu, pengembangan kebijakan dan mekanisme moderasi yang terintegrasi dapat memperluas manfaat psikologis pada platform serupa Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran selfAcdisclosure daring dalam komunitas "Teman Curhat Bunda" sebagai upaya mempertahankan kesehatan mental anggotanya. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan kuesioner daring yang disebarkan kepada 312 anggota komunitas, serta analisis konten pada 1.200 postingan selama enam bulan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan informasi pribadi secara signifikan berhubungan positif dengan persepsi dukungan sosial dan penurunan gejala stres, sementara moderasi oleh admin komunitas berperan penting dalam mengoptimalkan manfaat psikologis. Temuan ini menyiratkan bahwa strategi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-3bf5c.webp" title="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-3bf5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-3bf5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-3bf5c.webp 1x" title="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" alt="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-e476d.webp" title="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-e476d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-e476d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-e476d.webp 1x" title="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" alt="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51517-kesehatan-mental-layanan-selfacdi" title="JURIS - Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi" target="_blank">Halaman Cover, Redaksi, dan Daftar Isi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang selfAcdisclosure daring terhadap kesehatan mental dengan melakukan studi longitudinal pada anggota komunitas "Teman Curhat Bunda" selama dua hingga tiga tahun, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan persepsi dukungan sosial dan tingkat stres seiring waktu. Selain itu, perbandingan antar platform media sosial (misalnya Instagram, WhatsApp, dan forum daring) dapat memberikan wawasan tentang konteks digital yang paling efektif dalam memfasilitasi selfAcdisclosure yang konstruktif, sehingga membantu merumuskan pedoman platform yang lebih tepat. Selanjutnya, pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi pola selfAcdisclosure risiko serta memberikan umpan balik otomatis kepada pengguna dapat meningkatkan kemampuan komunitas dalam mengelola kesejahteraan mental secara proaktif..
<br>SelfAcdisclosure daring dalam komunitas "Teman Curhat Bunda" secara signifikan meningkatkan persepsi dukungan sosial dan menurunkan tingkat stres anggota, menunjukkan potensi intervensi berbasis komunitas untuk kesehatan mental.Peran moderator sebagai penengah penting dalam memastikan kualitas dan keamanan informasi yang dibagikan, sehingga memperkuat efek positif selfAcdisclosure.Oleh karena itu, pengembangan kebijakan dan mekanisme moderasi yang terintegrasi dapat memperluas manfaat psikologis pada platform serupa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran selfAcdisclosure daring dalam komunitas "Teman Curhat Bunda" sebagai upaya mempertahankan kesehatan mental anggotanya. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan kuesioner daring yang disebarkan kepada 312 anggota komunitas, serta analisis konten pada 1.200 postingan selama enam bulan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan informasi pribadi secara signifikan berhubungan positif dengan persepsi dukungan sosial dan penurunan gejala stres, sementara moderasi oleh admin komunitas berperan penting dalam mengoptimalkan manfaat psikologis. Temuan ini menyiratkan bahwa strategi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-3bf5c.webp" type="image/webp" length="97934" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-3bf5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/kesehatan-mental-layanan-selfacdisclosure-komunita-thumb-e476d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3619-mmtc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14855-jurnal-ilmiah-manajemen-informasi-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51512-yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember</link>
	<guid isPermaLink="false">f9c4a2f11fe1e47160512b9d5cee4897</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:38:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs mmtc ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol 8 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[8,ac,front,matter,mmtc,ojs,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan metodologi yang lebih partisipatif, seperti metode etnografi yang melibatkan masyarakat adat secara langsung. Hal ini dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dan representatif, sesuai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan metodologi yang lebih partisipatif, seperti metode etnografi yang melibatkan masyarakat adat secara langsung. Hal ini dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dan representatif, sesuai dengan tujuan penelitian ini. Selain itu, penelitian tentang resepsi audiens yang melacak perubahan dan perkembangan literasi digital di masyarakat adat dari waktu ke waktu juga dapat memberikan temuan yang lebih mendalam terkait dampak literasi digital terhadap pelestarian warisan budaya dan penguatan masyarakat adat dalam menghadapi tantangan digitalisasi. Refleksi implikasi teori dan praktik literasi digital dari penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk memperluas kerangka kajian dalam upaya menciptakan masyarakat digital yang inklusif dan adil.. Studi ini menyoroti perlunya literasi digital dalam memberdayakan masyarakat adat, khususnya dalam konteks eksploitasi budaya yang dialami oleh masyarakat adat Baduy Luar melalui platform media sosial TikTok.Eksploitasi ini memperlihatkan bagaimana warisan budaya takbenda dikomodifikasi tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama yang memiliki hak atas narasi budaya mereka sendiri.Dalam menghadapi tantangan ini, literasi digital berperan sebagai alat yang sangat penting untuk membantu masyarakat adat mengontrol representasi dan akses terhadap kekayaan budaya serta melindungi warisan budaya mereka dari komersialisasi yang tidak sah Penelitian ini mengkaji peran literasi digital dalam melindungi warisan budaya takbenda masyarakat adat, dengan fokus pada eksploitasi budaya masyarakat adat Baduy Luar di TikTok. Komodifikasi budaya di media digital sering menyebabkan misrepresentasi, hal ini menunjukkan pentingnya literasi digital sebagai alat pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dan studi kasus, menyoroti pentingnya program literasi digital yang inklusif untuk membantu masyarakat adat mengontrol representasi budaya, memahami hak atas Indigenous Cultural and Intellectual Property (ICIP), dan melawan Authorized Heritage Discourse (AHD) yang mendominasi narasi budaya di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berbasis komunitas dapat mendukung pelestarian budaya, meningkatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-1a9d8.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-1a9d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-1a9d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-1a9d8.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" alt="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-ab2de.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-ab2de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-ab2de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-ab2de.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" alt="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-f841f.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-f841f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-f841f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-f841f.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" alt="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51512-yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember" title="JURIS - Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan" target="_blank">Pemberdayaan Masyarakat Adat Melalui Literasi Digital: Melindungi Warisan Budaya Takbenda dan Mendorong Inklusi Pendidikan</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan metodologi yang lebih partisipatif, seperti metode etnografi yang melibatkan masyarakat adat secara langsung. Hal ini dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dan representatif, sesuai dengan tujuan penelitian ini. Selain itu, penelitian tentang resepsi audiens yang melacak perubahan dan perkembangan literasi digital di masyarakat adat dari waktu ke waktu juga dapat memberikan temuan yang lebih mendalam terkait dampak literasi digital terhadap pelestarian warisan budaya dan penguatan masyarakat adat dalam menghadapi tantangan digitalisasi. Refleksi implikasi teori dan praktik literasi digital dari penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk memperluas kerangka kajian dalam upaya menciptakan masyarakat digital yang inklusif dan adil..
<br>Studi ini menyoroti perlunya literasi digital dalam memberdayakan masyarakat adat, khususnya dalam konteks eksploitasi budaya yang dialami oleh masyarakat adat Baduy Luar melalui platform media sosial TikTok.Eksploitasi ini memperlihatkan bagaimana warisan budaya takbenda dikomodifikasi tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama yang memiliki hak atas narasi budaya mereka sendiri.Dalam menghadapi tantangan ini, literasi digital berperan sebagai alat yang sangat penting untuk membantu masyarakat adat mengontrol representasi dan akses terhadap kekayaan budaya serta melindungi warisan budaya mereka dari komersialisasi yang tidak sah
<br>Penelitian ini mengkaji peran literasi digital dalam melindungi warisan budaya takbenda masyarakat adat, dengan fokus pada eksploitasi budaya masyarakat adat Baduy Luar di TikTok. Komodifikasi budaya di media digital sering menyebabkan misrepresentasi, hal ini menunjukkan pentingnya literasi digital sebagai alat pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dan studi kasus, menyoroti pentingnya program literasi digital yang inklusif untuk membantu masyarakat adat mengontrol representasi budaya, memahami hak atas Indigenous Cultural and Intellectual Property (ICIP), dan melawan Authorized Heritage Discourse (AHD) yang mendominasi narasi budaya di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berbasis komunitas dapat mendukung pelestarian budaya, meningkatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-ab2de.webp" type="image/webp" length="114124" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-1a9d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-ab2de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/yuridis-masyarakat-adat-representasi-budaya-pember-thumb-f841f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3619-mmtc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14855-jurnal-ilmiah-manajemen-informasi-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B NB UVB phototherapy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B NB UVB phototherapy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B NB UVB phototherapy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51526-guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi</link>
	<guid isPermaLink="false">7480ccbc5d01bda1a4717ce504f0c38c</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 17:56:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efektivitas fototerapi NBAcUVB pada guttate psoriasis pediatrik dengan melakukan studi kohort prospektif yang mengikuti pasien selama minimal satu tahun untuk menilai tingkat relaps dan perubahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efektivitas fototerapi NBAcUVB pada guttate psoriasis pediatrik dengan melakukan studi kohort prospektif yang mengikuti pasien selama minimal satu tahun untuk menilai tingkat relaps dan perubahan skor PASI jangka panjang. Selain itu, diperlukan uji klinis terkontrol acak yang membandingkan NBAcUVB dengan terapi fototerapi alternatif seperti BBAcUVB atau PUVA pada anak-anak dengan GP, guna menentukan profil keamanan dan efektivitas relatif masingAcmasing modalitas. Selanjutnya, peran stres psikologis sebagai faktor pemicu eksaserbasi GP dapat diselidiki melalui studi observasional yang mengukur tingkat stres menggunakan skala terstandarisasi serta mengaitkannya dengan respons klinis terhadap NBAcUVB, termasuk kemungkinan intervensi psikologis untuk memperbaiki hasil terapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan wawasan komprehensif tentang optimalisasi strategi pengobatan, pemantauan jangka panjang, dan faktor psikosial yang memengaruhi penderita guttate psoriasis anak.. Kami melaporkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dengan guttate psoriasis yang menunjukkan progresi penyakit selama terapi sistemik sebelumnya, kemungkinan terkait dengan dosis metotreksat yang subterapeutik.Perbaikan klinis yang signifikan dicapai dengan fototerapi NB-UVB 311 nm, mencapai PASI90 setelah 18 sesi pengobatan.Kasus ini menekankan pentingnya evaluasi kecukupan terapi sebelumnya, pemilihan modalitas pengobatan yang tepat, serta pengenalan efikasi cepat fototerapi NB-UVB pada guttate psoriasis pediatrik Guttate psoriasis (GP) adalah varian psoriasis yang umum menyerang anak-anak dan dewasa muda, sering dipicu oleh infeksi. Meskipun sebagian besar kasus merespons terapi topikal, beberapa pasien menunjukkan respons yang tidak memadai terhadap pengobatan sebelumnya. Fototerapi narrowband ultraviolet B (NB-UVB) dianggap sebagai pilihan terapi yang aman dan efektif dalam kasus tersebut. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun datang dengan banyak papula eritematosa dengan sisik halus yang tersebar di batang tubuh dan ekstremitas. Temuan laboratorium menunjukkan peningkatan titer antistreptolisin-O. Berdasarkan fitur klinis dan histopatologi, pasien didiagnosis menderita... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-01cc7.webp" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-01cc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-01cc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-01cc7.webp 1x" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" alt="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-c2e84.webp" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-c2e84.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-c2e84.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-c2e84.webp 1x" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" alt="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-0d8c5.webp" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-0d8c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-0d8c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-0d8c5.webp 1x" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" alt="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51526-guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi" title="JURIS - Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy" target="_blank">Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efektivitas fototerapi NBAcUVB pada guttate psoriasis pediatrik dengan melakukan studi kohort prospektif yang mengikuti pasien selama minimal satu tahun untuk menilai tingkat relaps dan perubahan skor PASI jangka panjang. Selain itu, diperlukan uji klinis terkontrol acak yang membandingkan NBAcUVB dengan terapi fototerapi alternatif seperti BBAcUVB atau PUVA pada anak-anak dengan GP, guna menentukan profil keamanan dan efektivitas relatif masingAcmasing modalitas. Selanjutnya, peran stres psikologis sebagai faktor pemicu eksaserbasi GP dapat diselidiki melalui studi observasional yang mengukur tingkat stres menggunakan skala terstandarisasi serta mengaitkannya dengan respons klinis terhadap NBAcUVB, termasuk kemungkinan intervensi psikologis untuk memperbaiki hasil terapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan wawasan komprehensif tentang optimalisasi strategi pengobatan, pemantauan jangka panjang, dan faktor psikosial yang memengaruhi penderita guttate psoriasis anak..
<br>Kami melaporkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dengan guttate psoriasis yang menunjukkan progresi penyakit selama terapi sistemik sebelumnya, kemungkinan terkait dengan dosis metotreksat yang subterapeutik.Perbaikan klinis yang signifikan dicapai dengan fototerapi NB-UVB 311 nm, mencapai PASI90 setelah 18 sesi pengobatan.Kasus ini menekankan pentingnya evaluasi kecukupan terapi sebelumnya, pemilihan modalitas pengobatan yang tepat, serta pengenalan efikasi cepat fototerapi NB-UVB pada guttate psoriasis pediatrik
<br>Guttate psoriasis (GP) adalah varian psoriasis yang umum menyerang anak-anak dan dewasa muda, sering dipicu oleh infeksi. Meskipun sebagian besar kasus merespons terapi topikal, beberapa pasien menunjukkan respons yang tidak memadai terhadap pengobatan sebelumnya. Fototerapi narrowband ultraviolet B (NB-UVB) dianggap sebagai pilihan terapi yang aman dan efektif dalam kasus tersebut. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun datang dengan banyak papula eritematosa dengan sisik halus yang tersebar di batang tubuh dan ekstremitas. Temuan laboratorium menunjukkan peningkatan titer antistreptolisin-O. Berdasarkan fitur klinis dan histopatologi, pasien didiagnosis menderita...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-01cc7.webp" type="image/webp" length="117780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-01cc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-c2e84.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/guttate-psoriasis-nb-uvb-phototherapy-pasi-anak-fo-thumb-0d8c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12999-indonesian-journal-biomedicine-clinical-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Microstructural evolution and mechanical performance of Ni modified sand cast excavator bucket teeth ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Microstructural evolution and mechanical performance of Ni modified sand cast excavator bucket teeth ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Microstructural evolution and mechanical performance of Ni modified sand cast excavator bucket teeth ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51525-gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p</link>
	<guid isPermaLink="false">5916d05b179bcaff7029fdf944e90da9</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 17:34:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lulu nurdini ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari siswanto ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni kusnowo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,kusnowo,lulu,nurdini,roni,siswanto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek penambahan nikel pada mikrostruktur dan sifat mekanik lebih lanjut. Selain itu, studi komparatif antara modifikasi nikel dan elemen paduan lainnya dapat dilakukan untuk menentukan elemen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek penambahan nikel pada mikrostruktur dan sifat mekanik lebih lanjut. Selain itu, studi komparatif antara modifikasi nikel dan elemen paduan lainnya dapat dilakukan untuk menentukan elemen paduan yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja gigi pengait excavator. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter perlakuan panas, seperti suhu dan waktu, untuk mencapai kombinasi optimal kekuatan, kekerasan, dan ketangguhan. Akhirnya, studi tentang pengaruh modifikasi nikel pada ketahanan aus dan ketahanan korosi gigi pengait excavator dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kinerja material dalam kondisi kerja yang berat.. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa modifikasi nikel dan perlakuan panas multi-tahap efektif dalam meningkatkan kinerja mekanik gigi pengait excavator yang dicetak pasir.Mikrostruktur material terdiri dari martensit lamel yang dominan dengan adanya austenit sisa.Setelah tahap penyempurnaan akhir, kekuatan tarik mencapai 1206 MPa, dengan kekerasan 51 HRC, dan ketangguhan dampak 26,1 J/mm2.Ketahanan dampak yang meningkat terkait dengan stabilisasi austenit sisa yang dipromosikan oleh penambahan nikel.Analisis fraktograf menunjukkan fraktur yang didominasi oleh pembentukan cekungan, diikuti oleh propagasi retak yang melibatkan retak antar butir dan retak sekunder.Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi modifikasi nikel dan perlakuan panas dapat meningkatkan ketangguhan dan ketahanan dampak gigi pengait excavator, yang penting untuk aplikasi di bidang konstruksi dan pertambangan Gigi pengait pada excavator membutuhkan kekuatan, kekerasan, dan ketangguhan dampak yang tinggi untuk menahan kondisi kerja yang berat, termasuk abrasi dan dampak berulang. Mencapai kombinasi sifat ini pada baja paduan rendah yang dicetak pasir masih menjadi tantangan. Studi ini menyelidiki evolusi mikrostruktur dan sifat mekanik gigi pengait excavator yang dimodifikasi dengan nikel yang tunduk pada proses perlakuan panas lima tahap. Bahan diproduksi dengan pencetakan pasir dengan penambahan 0,6 wt.% Ni, diikuti dengan perlakuan panas berurutan yang terdiri dari normalisasi, tempering pra-penyempurnaan, pengerasan, dan penyempurnaan ganda. Karakterisasi mikrostruktur dan pengujian mekanik dilakukan untuk mengevaluasi efek urutan perlakuan panas pada kinerja material. Perlakuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-2371b.webp" title="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-2371b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-2371b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-2371b.webp 1x" title="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" alt="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-410d7.webp" title="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-410d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-410d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-410d7.webp 1x" title="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" alt="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51525-gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p" title="JURIS - Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth" target="_blank">Microstructural evolution and mechanical performance of Ni-modified sand-cast excavator bucket teeth</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek penambahan nikel pada mikrostruktur dan sifat mekanik lebih lanjut. Selain itu, studi komparatif antara modifikasi nikel dan elemen paduan lainnya dapat dilakukan untuk menentukan elemen paduan yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja gigi pengait excavator. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter perlakuan panas, seperti suhu dan waktu, untuk mencapai kombinasi optimal kekuatan, kekerasan, dan ketangguhan. Akhirnya, studi tentang pengaruh modifikasi nikel pada ketahanan aus dan ketahanan korosi gigi pengait excavator dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kinerja material dalam kondisi kerja yang berat..
<br>Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa modifikasi nikel dan perlakuan panas multi-tahap efektif dalam meningkatkan kinerja mekanik gigi pengait excavator yang dicetak pasir.Mikrostruktur material terdiri dari martensit lamel yang dominan dengan adanya austenit sisa.Setelah tahap penyempurnaan akhir, kekuatan tarik mencapai 1206 MPa, dengan kekerasan 51 HRC, dan ketangguhan dampak 26,1 J/mm2.Ketahanan dampak yang meningkat terkait dengan stabilisasi austenit sisa yang dipromosikan oleh penambahan nikel.Analisis fraktograf menunjukkan fraktur yang didominasi oleh pembentukan cekungan, diikuti oleh propagasi retak yang melibatkan retak antar butir dan retak sekunder.Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi modifikasi nikel dan perlakuan panas dapat meningkatkan ketangguhan dan ketahanan dampak gigi pengait excavator, yang penting untuk aplikasi di bidang konstruksi dan pertambangan
<br>Gigi pengait pada excavator membutuhkan kekuatan, kekerasan, dan ketangguhan dampak yang tinggi untuk menahan kondisi kerja yang berat, termasuk abrasi dan dampak berulang. Mencapai kombinasi sifat ini pada baja paduan rendah yang dicetak pasir masih menjadi tantangan. Studi ini menyelidiki evolusi mikrostruktur dan sifat mekanik gigi pengait excavator yang dimodifikasi dengan nikel yang tunduk pada proses perlakuan panas lima tahap. Bahan diproduksi dengan pencetakan pasir dengan penambahan 0,6 wt.% Ni, diikuti dengan perlakuan panas berurutan yang terdiri dari normalisasi, tempering pra-penyempurnaan, pengerasan, dan penyempurnaan ganda. Karakterisasi mikrostruktur dan pengujian mekanik dilakukan untuk mengevaluasi efek urutan perlakuan panas pada kinerja material. Perlakuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-2371b.webp" type="image/webp" length="182376" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-2371b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/gigi-pengait-penambahan-nikel-baja-paduan-rendah-p-thumb-410d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12998-jurnal-polimesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51506-kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks</link>
	<guid isPermaLink="false">fa9459f8e89cee178059ea51e41f681e</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 17:02:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ one moment ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[moment,one]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implementasi pendayagunaan dalam gereja-gereja modern. Fokus penelitian dapat diarahkan pada efektivitas strategi pendayagunaan dalam memobilisasi anggota gereja untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implementasi pendayagunaan dalam gereja-gereja modern. Fokus penelitian dapat diarahkan pada efektivitas strategi pendayagunaan dalam memobilisasi anggota gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendayagunaan, seperti dukungan dari pemimpin gereja dan kualitas program pelatihan yang disediakan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan gereja dan pemberdayaan anggota jemaat.. Artikel ini memberikan kesimpulan tentang pendayagunaan orang percaya berdasarkan pola teladan Musa dan Yesus sebagai role model pertumbuhan gereja.Pendayagunaan tersebut dilakukan dengan pola mencari/memilih, melatih/mengajar, dan penempatan/mengutus.Penelitian selanjutnya dapat melibatkan studi lebih lanjut tentang implementasi pendayagunaan dalam gereja-gereja modern, dengan fokus pada efektivitas strategi pendayagunaan dalam memobilisasi anggota gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan Pertumbuhan gereja merupakan salah satu indikator kesehatan gereja. Gereja yang tidak bertumbuh mengindikasikan adanya hal yang kurang sehat dalam gereja tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pendayagunaan orang percaya menurut pola teladan Musa dan Yesus sebagai role model pertumbuhan gereja. Penelitian ini menemukan bahwa Musa dan Yesus adalah pemimpin yang dapat menjadi teladan dalam mendayagunakan orang percaya dengan indikator, mencari/memilih, melatih/mengajar, dan penempatan/mengutus. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-217d3.webp" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-217d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-217d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-217d3.webp 1x" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" alt="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-11322.webp" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-11322.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-11322.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-11322.webp 1x" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" alt="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-ec0d2.webp" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-ec0d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-ec0d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-ec0d2.webp 1x" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" alt="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51506-kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks" title="JURIS - Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong" target="_blank">Pendayagunaan Orang Percaya Menurut Pola Teladan Musa Dan Yesus: Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implementasi pendayagunaan dalam gereja-gereja modern. Fokus penelitian dapat diarahkan pada efektivitas strategi pendayagunaan dalam memobilisasi anggota gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendayagunaan, seperti dukungan dari pemimpin gereja dan kualitas program pelatihan yang disediakan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan gereja dan pemberdayaan anggota jemaat..
<br>Artikel ini memberikan kesimpulan tentang pendayagunaan orang percaya berdasarkan pola teladan Musa dan Yesus sebagai role model pertumbuhan gereja.Pendayagunaan tersebut dilakukan dengan pola mencari/memilih, melatih/mengajar, dan penempatan/mengutus.Penelitian selanjutnya dapat melibatkan studi lebih lanjut tentang implementasi pendayagunaan dalam gereja-gereja modern, dengan fokus pada efektivitas strategi pendayagunaan dalam memobilisasi anggota gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan
<br>Pertumbuhan gereja merupakan salah satu indikator kesehatan gereja. Gereja yang tidak bertumbuh mengindikasikan adanya hal yang kurang sehat dalam gereja tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pendayagunaan orang percaya menurut pola teladan Musa dan Yesus sebagai role model pertumbuhan gereja. Penelitian ini menemukan bahwa Musa dan Yesus adalah pemimpin yang dapat menjadi teladan dalam mendayagunakan orang percaya dengan indikator, mencari/memilih, melatih/mengajar, dan penempatan/mengutus.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-ec0d2.webp" type="image/webp" length="87460" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-217d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-11322.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/kesehatan-gereja-kemah-injil-konteks-modern-pola-p-thumb-ec0d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3404-sttii-ambon.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13587-hymnos-jurnal-teologi-keagamaan-kristen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Comparative of field study of three and four bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparative of field study of three and four bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparative of field study of three and four bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51520-wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond</link>
	<guid isPermaLink="false">46162aa6d7620a81730d43c51e97ea89</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 16:20:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lulu nurdini ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari siswanto ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni kusnowo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,kusnowo,lulu,nurdini,roni,siswanto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran untuk penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi pengaruh jumlah bilah yang lebih tinggi pada kinerja turbin ASWT. Apakah ada titik optimal di mana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran untuk penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi pengaruh jumlah bilah yang lebih tinggi pada kinerja turbin ASWT. Apakah ada titik optimal di mana kinerja turbin mencapai puncaknya, atau apakah peningkatan terus menerus dalam jumlah bilah akan memberikan manfaat lebih lanjut? Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan desain turbin ASWT dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk bilah, sudut pitch, dan panjang bilah. Bagaimana perubahan ini dapat mempengaruhi kinerja turbin di bawah kondisi angin rendah? Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi turbin ASWT dalam aplikasi energi terbarukan skala kecil, seperti sistem energi terintegrasi atau sistem energi hibrid. Bagaimana turbin ASWT dapat dioptimalkan untuk bekerja secara sinergis dengan sumber energi terbarukan lainnya?. Studi ini secara eksperimental menyelidiki pengaruh jumlah bilah pada perilaku rotasi dan kinerja listrik ASWT yang beroperasi di bawah kondisi angin alami.Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah sebagai berikut.(1) Jumlah bilah secara signifikan mempengaruhi perilaku rotasi dan kinerja listrik ASWT di bawah kondisi angin rendah (0,8-4,0 m/s).Turbin empat bilah menunjukkan cut-in lebih awal, stabilitas rotasi yang lebih tinggi, dan keluaran listrik yang lebih baik secara konsisten daripada konfigurasi tiga bilah.(2) Daya listrik sebesar 0,29 W pada kecepatan angin 3,8-4,0 m/s dicapai oleh turbin ASWT empat bilah yang lebih dari tiga kali lebih tinggi daripada turbin tiga bilah (0,09 W).Ini juga menghasilkan tegangan dan arus yang lebih tinggi pada kecepatan angin sedang (2,5-3,0 m/s).(3) Kinerja yang ditingkatkan dari turbin ASWT empat bilah dikaitkan dengan peningkatan torsi aerodinamis dan kontinuitas torsi yang dihasilkan dari soliditas bilah yang lebih tinggi, bukan hanya peningkatan kecepatan rotasi saja.Hal ini menyebabkan coupling elektromekanis yang lebih kuat dan mengurangi interupsi arus di dekat daerah cut-in.(4) Hasil ini mengonfirmasi bahwa peningkatan jumlah bilah dari tiga menjadi empat memberikan keseimbangan yang lebih menguntungkan antara beban aerodinamis dan kinerja listrik di bawah kondisi angin rendah dan fluktuatif Archimedes Spiral Wind Turbines (ASWTs) cocok untuk pengumpulan energi skala kecil di lingkungan angin rendah. Namun, evaluasi lapangan tentang efek jumlah bilah di bawah kondisi angin alami masih terbatas. Studi ini secara eksperimental memeriksa pengaruh jumlah bilah pada perilaku rotasi dan kinerja listrik di bawah kondisi angin alami, memberikan wawasan empiris di luar studi laboratorium dan numerik yang terkendali. Konfigurasi turbin tiga bilah dan empat bilah dibuat dan diuji di kondisi lapangan dengan kecepatan angin berkisar dari 0,8... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-d2c74.webp" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-d2c74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-d2c74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-d2c74.webp 1x" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" alt="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-395ea.webp" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-395ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-395ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-395ea.webp 1x" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" alt="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-19708.webp" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-19708.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-19708.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-19708.webp 1x" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" alt="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51520-wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond" title="JURIS - Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions" target="_blank">Comparative of field study of three- and four-bladed archimedes spiral wind turbines under natural low wind conditions</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran untuk penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi pengaruh jumlah bilah yang lebih tinggi pada kinerja turbin ASWT. Apakah ada titik optimal di mana kinerja turbin mencapai puncaknya, atau apakah peningkatan terus menerus dalam jumlah bilah akan memberikan manfaat lebih lanjut? Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan desain turbin ASWT dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk bilah, sudut pitch, dan panjang bilah. Bagaimana perubahan ini dapat mempengaruhi kinerja turbin di bawah kondisi angin rendah? Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi turbin ASWT dalam aplikasi energi terbarukan skala kecil, seperti sistem energi terintegrasi atau sistem energi hibrid. Bagaimana turbin ASWT dapat dioptimalkan untuk bekerja secara sinergis dengan sumber energi terbarukan lainnya?.
<br>Studi ini secara eksperimental menyelidiki pengaruh jumlah bilah pada perilaku rotasi dan kinerja listrik ASWT yang beroperasi di bawah kondisi angin alami.Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah sebagai berikut.(1) Jumlah bilah secara signifikan mempengaruhi perilaku rotasi dan kinerja listrik ASWT di bawah kondisi angin rendah (0,8-4,0 m/s).Turbin empat bilah menunjukkan cut-in lebih awal, stabilitas rotasi yang lebih tinggi, dan keluaran listrik yang lebih baik secara konsisten daripada konfigurasi tiga bilah.(2) Daya listrik sebesar 0,29 W pada kecepatan angin 3,8-4,0 m/s dicapai oleh turbin ASWT empat bilah yang lebih dari tiga kali lebih tinggi daripada turbin tiga bilah (0,09 W).Ini juga menghasilkan tegangan dan arus yang lebih tinggi pada kecepatan angin sedang (2,5-3,0 m/s).(3) Kinerja yang ditingkatkan dari turbin ASWT empat bilah dikaitkan dengan peningkatan torsi aerodinamis dan kontinuitas torsi yang dihasilkan dari soliditas bilah yang lebih tinggi, bukan hanya peningkatan kecepatan rotasi saja.Hal ini menyebabkan coupling elektromekanis yang lebih kuat dan mengurangi interupsi arus di dekat daerah cut-in.(4) Hasil ini mengonfirmasi bahwa peningkatan jumlah bilah dari tiga menjadi empat memberikan keseimbangan yang lebih menguntungkan antara beban aerodinamis dan kinerja listrik di bawah kondisi angin rendah dan fluktuatif
<br>Archimedes Spiral Wind Turbines (ASWTs) cocok untuk pengumpulan energi skala kecil di lingkungan angin rendah. Namun, evaluasi lapangan tentang efek jumlah bilah di bawah kondisi angin alami masih terbatas. Studi ini secara eksperimental memeriksa pengaruh jumlah bilah pada perilaku rotasi dan kinerja listrik di bawah kondisi angin alami, memberikan wawasan empiris di luar studi laboratorium dan numerik yang terkendali. Konfigurasi turbin tiga bilah dan empat bilah dibuat dan diuji di kondisi lapangan dengan kecepatan angin berkisar dari 0,8...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-19708.webp" type="image/webp" length="135862" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-d2c74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-395ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/2/wind-turbines-desain-turbin-magnetik-analisis-kond-thumb-19708.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12998-jurnal-polimesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A rare case of symmetrical drug related intertriginous and flexural exanthema SDRIFE ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A rare case of symmetrical drug related intertriginous and flexural exanthema SDRIFE ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A rare case of symmetrical drug related intertriginous and flexural exanthema SDRIFE ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51527-steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca</link>
	<guid isPermaLink="false">a71c87c289548414c0a18eaa6d510c2d</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 16:17:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki faktor risiko SDRIFE pada populasi dengan paparan polifarmasi melalui studi kohort prospektif yang mengumpulkan data detail tentang jenis, dosis, dan durasi obat serta respon imun pasien; selanjutnya, validasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE): Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki faktor risiko SDRIFE pada populasi dengan paparan polifarmasi melalui studi kohort prospektif yang mengumpulkan data detail tentang jenis, dosis, dan durasi obat serta respon imun pasien; selanjutnya, validasi skala Naranjo dibandingkan dengan alat penilaian kausalitas lain seperti Liverpool ADR Causality Assessment Tool dalam konteks SDRIFE diperlukan untuk menentukan keakuratan dan kegunaan klinisnya; serta, uji coba terkontrol yang mengevaluasi efektivitas dan sensitivitas patch test serta metode in vitro seperti tes aktivasi sel T dalam mengidentifikasi agen penyebab pada kasus SDRIFE dengan eksposur obat ganda dapat memberikan panduan diagnostik yang lebih andal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme patofisiologis SDRIFE, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mengoptimalkan strategi manajemen klinis bagi pasien dengan reaksi obat yang kompleks.. Kami melaporkan sebuah kasus langka SDRIFE yang didiagnosis berdasarkan riwayat klinis, pemeriksaan fisik, dan temuan histopatologi.Pengakuan cepat terhadap pola lesi intertriginosa simetris serta penggunaan skala Naranjo membantu mengidentifikasi obat penyebab, namun penilaian harus hati-hati untuk menghindari atribusi berlebih pada beberapa agen.Penarikan obat yang dicurigai secara dini dan, bila memungkinkan, pengujian patch tetap penting untuk mengoptimalkan hasil klinis dan mencegah kekambuhan Symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE) merupakan erupsi obat makulopapular yang jarang terjadi, dimediasi oleh reaksi hipersensitivitas tipe IV, dan ditandai dengan patch eritematosa pada area fleksural dan intertriginosa yang simetris tanpa disertai gejala sistemik. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan manifestasi SDRIFE yang jarang serta menekankan pentingnya deteksi dini dan penghentian segera obat penyebab. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan batas tegas yang melibatkan aksila, regio inframammae, fossa antekubiti, inguinal, poplitea, dan glutea setelah terpapar beberapa obat sistemik, yang meliputi sefadroksil, asam mefenamat, amoksisilin, deksametason... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-0a8a2.webp" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-0a8a2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-0a8a2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-0a8a2.webp 1x" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" alt="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-49737.webp" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-49737.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-49737.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-49737.webp 1x" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" alt="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-19eda.webp" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-19eda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-19eda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-19eda.webp 1x" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" alt="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51527-steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca" title="JURIS - A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)" target="_blank">A rare case of symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE)</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki faktor risiko SDRIFE pada populasi dengan paparan polifarmasi melalui studi kohort prospektif yang mengumpulkan data detail tentang jenis, dosis, dan durasi obat serta respon imun pasien; selanjutnya, validasi skala Naranjo dibandingkan dengan alat penilaian kausalitas lain seperti Liverpool ADR Causality Assessment Tool dalam konteks SDRIFE diperlukan untuk menentukan keakuratan dan kegunaan klinisnya; serta, uji coba terkontrol yang mengevaluasi efektivitas dan sensitivitas patch test serta metode in vitro seperti tes aktivasi sel T dalam mengidentifikasi agen penyebab pada kasus SDRIFE dengan eksposur obat ganda dapat memberikan panduan diagnostik yang lebih andal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme patofisiologis SDRIFE, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mengoptimalkan strategi manajemen klinis bagi pasien dengan reaksi obat yang kompleks..
<br>Kami melaporkan sebuah kasus langka SDRIFE yang didiagnosis berdasarkan riwayat klinis, pemeriksaan fisik, dan temuan histopatologi.Pengakuan cepat terhadap pola lesi intertriginosa simetris serta penggunaan skala Naranjo membantu mengidentifikasi obat penyebab, namun penilaian harus hati-hati untuk menghindari atribusi berlebih pada beberapa agen.Penarikan obat yang dicurigai secara dini dan, bila memungkinkan, pengujian patch tetap penting untuk mengoptimalkan hasil klinis dan mencegah kekambuhan
<br>Symmetrical drug-related intertriginous and flexural exanthema (SDRIFE) merupakan erupsi obat makulopapular yang jarang terjadi, dimediasi oleh reaksi hipersensitivitas tipe IV, dan ditandai dengan patch eritematosa pada area fleksural dan intertriginosa yang simetris tanpa disertai gejala sistemik. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan manifestasi SDRIFE yang jarang serta menekankan pentingnya deteksi dini dan penghentian segera obat penyebab. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan batas tegas yang melibatkan aksila, regio inframammae, fossa antekubiti, inguinal, poplitea, dan glutea setelah terpapar beberapa obat sistemik, yang meliputi sefadroksil, asam mefenamat, amoksisilin, deksametason...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-0a8a2.webp" type="image/webp" length="75000" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-0a8a2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-49737.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/steroid-sistemik-danatau-drug-eruption-naranjo-sca-thumb-19eda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-568-ugm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12999-indonesian-journal-biomedicine-clinical-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The effect of heat input on defect formation macrostructure microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The effect of heat input on defect formation macrostructure microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The effect of heat input on defect formation macrostructure microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51522-variasi-arus-pengelasan-model-al</link>
	<guid isPermaLink="false">53ba929ff0c2ec3e3bcb532f7b0ca263</guid>
	<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 15:51:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lulu nurdini ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari siswanto ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni kusnowo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,kusnowo,lulu,nurdini,roni,siswanto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis efek variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan pengelasan AA 1100, seperti kekuatan tarik dan ketahanan terhadap korosi. (2) Mengkaji pengaruh ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis efek variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan pengelasan AA 1100, seperti kekuatan tarik dan ketahanan terhadap korosi. (2) Mengkaji pengaruh variasi arus pengelasan pada evolusi mikrostruktur dan distribusi kekerasan di zona yang terpengaruh panas (HAZ) dan logam pengisi. (3) Meneliti metode pengendalian pori dan spatter selama pengelasan AA 1100, seperti pengaturan aliran gas pelindung atau penggunaan teknik pengelasan alternatif.. Penelitian ini menganalisis efek variasi arus pengelasan pada sifat fisik dan mekanik sambungan pengelasan AA 1100.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah variasi arus pengelasan berpengaruh signifikan terhadap kualitas sambungan pengelasan AA 1100 GMAW, terutama dalam hal cacat pengelasan, mikrostruktur, dan kekerasan.Peningkatan arus pengelasan meningkatkan masukan panas, yang menyebabkan peningkatan pori dan spatter serta lelehan yang lebih lebar.Arus pengelasan 100 A menghasilkan pori minimal, mikrostruktur logam pengisi yang lebih halus, dan kekerasan tertinggi.Masukan panas yang lebih tinggi pada arus pengelasan yang lebih tinggi mendorong pertumbuhan butir yang lebih kasar, sehingga menurunkan kekerasan.Oleh karena itu, pengendalian arus yang tepat sangat penting untuk mencapai sifat fisik dan mekanik yang optimal Aluminium AA 1100 banyak digunakan dalam aplikasi industri karena kepadatan rendah dan ketahanan korosi yang baik. Namun, sering terjadi cacat pengelasan seperti pori dan perubahan sifat mekanik selama pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW). Salah satu parameter yang paling berpengaruh terhadap kualitas pengelasan adalah arus pengelasan. Penelitian ini menganalisis efek variasi arus pengelasan terhadap sifat fisik dan mekanik sambungan pengelasan AA 1100 GMAW menggunakan kawat pengisi ER 5356. Pengelasan dilakukan pada arus 100 A, 130 A, dan 160 A menggunakan gas pelindung argon. Sambungan pengelasan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-5a883.webp" title="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-5a883.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-5a883.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-5a883.webp 1x" title="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" alt="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-e7dd9.webp" title="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-e7dd9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-e7dd9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-e7dd9.webp 1x" title="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" alt="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51522-variasi-arus-pengelasan-model-al" title="JURIS - The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process" target="_blank">The effect of heat input on defect formation, macrostructure, microstructure and hardness in AA 1100 aluminum weld joints using the GMAW process</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis efek variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan pengelasan AA 1100, seperti kekuatan tarik dan ketahanan terhadap korosi. (2) Mengkaji pengaruh variasi arus pengelasan pada evolusi mikrostruktur dan distribusi kekerasan di zona yang terpengaruh panas (HAZ) dan logam pengisi. (3) Meneliti metode pengendalian pori dan spatter selama pengelasan AA 1100, seperti pengaturan aliran gas pelindung atau penggunaan teknik pengelasan alternatif..
<br>Penelitian ini menganalisis efek variasi arus pengelasan pada sifat fisik dan mekanik sambungan pengelasan AA 1100.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah variasi arus pengelasan berpengaruh signifikan terhadap kualitas sambungan pengelasan AA 1100 GMAW, terutama dalam hal cacat pengelasan, mikrostruktur, dan kekerasan.Peningkatan arus pengelasan meningkatkan masukan panas, yang menyebabkan peningkatan pori dan spatter serta lelehan yang lebih lebar.Arus pengelasan 100 A menghasilkan pori minimal, mikrostruktur logam pengisi yang lebih halus, dan kekerasan tertinggi.Masukan panas yang lebih tinggi pada arus pengelasan yang lebih tinggi mendorong pertumbuhan butir yang lebih kasar, sehingga menurunkan kekerasan.Oleh karena itu, pengendalian arus yang tepat sangat penting untuk mencapai sifat fisik dan mekanik yang optimal
<br>Aluminium AA 1100 banyak digunakan dalam aplikasi industri karena kepadatan rendah dan ketahanan korosi yang baik. Namun, sering terjadi cacat pengelasan seperti pori dan perubahan sifat mekanik selama pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW). Salah satu parameter yang paling berpengaruh terhadap kualitas pengelasan adalah arus pengelasan. Penelitian ini menganalisis efek variasi arus pengelasan terhadap sifat fisik dan mekanik sambungan pengelasan AA 1100 GMAW menggunakan kawat pengisi ER 5356. Pengelasan dilakukan pada arus 100 A, 130 A, dan 160 A menggunakan gas pelindung argon. Sambungan pengelasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-e7dd9.webp" type="image/webp" length="144204" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-5a883.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/variasi-arus-pengelasan-model-aluminium-alloy-weld-thumb-e7dd9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12998-jurnal-polimesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 25 Jun 2026 23:00:58 +0700. 12 items. Served in: 3.317 seconds [rss] -->
