<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 19:31:15 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 19:31:15 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-16T19:31:15+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre 2021 Karya Dee Lestari Analisis Poskolonial Homi K Bhabha ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre 2021 Karya Dee Lestari Analisis Poskolonial Homi K Bhabha ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre 2021 Karya Dee Lestari Analisis Poskolonial Homi K Bhabha ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66725-pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli</link>
	<guid isPermaLink="false">443dc56204aa6221bea4663862bb40d1</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 16:32:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ izzal fata ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fata,izzal,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat memperluas objek kajian dengan membandingkan representasi resistensi serupa dalam karya-karya lain Dee Lestari atau penulis Indonesia kontemporer yang mengangkat isu kolonialisme dan identitas. Penggunaan perspektif teori poskolonial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha: Penelitian lanjutan dapat memperluas objek kajian dengan membandingkan representasi resistensi serupa dalam karya-karya lain Dee Lestari atau penulis Indonesia kontemporer yang mengangkat isu kolonialisme dan identitas. Penggunaan perspektif teori poskolonial lain, seperti subalternity (Gayatri Spivak) atau kolonialitas kekuasaan (Anybal Quijano), juga berpotensi memperkaya analisis serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika resistensi dan negosiasi identitas dalam karya sastra Indonesia modern. Selain itu, dapat dilakukan penelitian mengenai kepemilikan budaya terhadap produk seperti Madre, dengan mengeksplorasi konflik antara klaim identitas lokal, warisan kolonial, dan globalisasi dalam konteks kreativitas kuliner.. Bentuk resistensi kaum terjajah terhadap penjajah dalam cerita pendek Madre (2021) karya Dee Lestari diwujudkan melalui tokoh Lakshmi, yang jejak perlawanannya dapat ditelusuri dari kisah cucunya, Tansen, sebagai pewaris.Lakshmi melakukan dua bentuk resistensi, yakni hibriditas dan mimikri (ambivalensi dalam mimikri-mockery).Bentuk resistensi pertama berupa hibriditas identitas, yang muncul sebagai perlawanan atas upaya penjajah (Belanda-Eropa) mempertahankan kesan stabilitas melalui stereotipe larangan pernikahan beda etnis.Lakshmi, yang berdarah India, memilih menikah dengan Tan Sin Gie, seorang keturunan Tionghoa.Perkawinan ini merepresentasikan penggabungan dua kelompok minoritas di wilayah kaum terjajah.Dari pernikahan tersebut lahir keluarga hibrid yang mewarisi identitas ke-India-an dan ke-Tionghoa-an, dengan garis keturunan yang berlanjut hingga Kartika dan cucunya, Tansen Roy Wuisan.Bentuk resistensi kedua adalah mimikri, yakni peniruan gaya kuliner Eropa melalui Madre.Lakshmi secara mandiri mengulturkan Madre, yaitu adonan biang roti berjenis sourdough.Aksi ini merepresentasikan peniruan makanan pokok penjajah (roti) oleh kaum terjajah, yang sejatinya memiliki makanan pokok berupa olahan beras (nasi).Tindak resistensi tersebut dilanjutkan melalui cucu Lakshmi dan Tan Sin Gie, yakni Tansen, yang berhak atas warisan Madre untuk meneruskan proses produksinya Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk resistensi kaum terjajah terhadap penjajah dalam cerpen Madre (2021) karya Dee Lestari dengan fokus pada tokoh Lakshmi, seorang perempuan keturunan India yang menetap di Indonesia sejak 1920-an ketika Belanda masih berkuasa. Kajian ini menggunakan pendekatan pascakolonial dengan teori Homi K. Bhabha mengenai hibriditas, ambivalensi, serta mimikri-mockery, dan dilaksanakan melalui metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan teknik simak-catat melalui pengelompokan serta identifikasi kutipan relevan dalam teks. Analisis difokuskan pada tindakan Lakshmi, namun jejak perjuangannya ditelusuri melalui narasi cucunya, Tansen Roy Wuisan, yang menjadi pewaris nilai dan tradisi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi Lakshmi terwujud dalam dua... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-4cafe.webp" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-4cafe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-4cafe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-4cafe.webp 1x" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" alt="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-fd901.webp" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-fd901.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-fd901.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-fd901.webp 1x" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" alt="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-2f842.webp" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-2f842.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-2f842.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-2f842.webp 1x" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" alt="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66725-pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli" title="JURIS - Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha" target="_blank">Bentuk Resistensi Terjajah terhadap Penjajah dalam Cerita Pendek Madre (2021) Karya Dee Lestari: Analisis Poskolonial Homi K. Bhabha</a>: Penelitian lanjutan dapat memperluas objek kajian dengan membandingkan representasi resistensi serupa dalam karya-karya lain Dee Lestari atau penulis Indonesia kontemporer yang mengangkat isu kolonialisme dan identitas. Penggunaan perspektif teori poskolonial lain, seperti subalternity (Gayatri Spivak) atau kolonialitas kekuasaan (Anybal Quijano), juga berpotensi memperkaya analisis serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika resistensi dan negosiasi identitas dalam karya sastra Indonesia modern. Selain itu, dapat dilakukan penelitian mengenai kepemilikan budaya terhadap produk seperti Madre, dengan mengeksplorasi konflik antara klaim identitas lokal, warisan kolonial, dan globalisasi dalam konteks kreativitas kuliner..
<br>Bentuk resistensi kaum terjajah terhadap penjajah dalam cerita pendek Madre (2021) karya Dee Lestari diwujudkan melalui tokoh Lakshmi, yang jejak perlawanannya dapat ditelusuri dari kisah cucunya, Tansen, sebagai pewaris.Lakshmi melakukan dua bentuk resistensi, yakni hibriditas dan mimikri (ambivalensi dalam mimikri-mockery).Bentuk resistensi pertama berupa hibriditas identitas, yang muncul sebagai perlawanan atas upaya penjajah (Belanda-Eropa) mempertahankan kesan stabilitas melalui stereotipe larangan pernikahan beda etnis.Lakshmi, yang berdarah India, memilih menikah dengan Tan Sin Gie, seorang keturunan Tionghoa.Perkawinan ini merepresentasikan penggabungan dua kelompok minoritas di wilayah kaum terjajah.Dari pernikahan tersebut lahir keluarga hibrid yang mewarisi identitas ke-India-an dan ke-Tionghoa-an, dengan garis keturunan yang berlanjut hingga Kartika dan cucunya, Tansen Roy Wuisan.Bentuk resistensi kedua adalah mimikri, yakni peniruan gaya kuliner Eropa melalui Madre.Lakshmi secara mandiri mengulturkan Madre, yaitu adonan biang roti berjenis sourdough.Aksi ini merepresentasikan peniruan makanan pokok penjajah (roti) oleh kaum terjajah, yang sejatinya memiliki makanan pokok berupa olahan beras (nasi).Tindak resistensi tersebut dilanjutkan melalui cucu Lakshmi dan Tan Sin Gie, yakni Tansen, yang berhak atas warisan Madre untuk meneruskan proses produksinya
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk resistensi kaum terjajah terhadap penjajah dalam cerpen Madre (2021) karya Dee Lestari dengan fokus pada tokoh Lakshmi, seorang perempuan keturunan India yang menetap di Indonesia sejak 1920-an ketika Belanda masih berkuasa. Kajian ini menggunakan pendekatan pascakolonial dengan teori Homi K. Bhabha mengenai hibriditas, ambivalensi, serta mimikri-mockery, dan dilaksanakan melalui metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan teknik simak-catat melalui pengelompokan serta identifikasi kutipan relevan dalam teks. Analisis difokuskan pada tindakan Lakshmi, namun jejak perjuangannya ditelusuri melalui narasi cucunya, Tansen Roy Wuisan, yang menjadi pewaris nilai dan tradisi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi Lakshmi terwujud dalam dua...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-fd901.webp" type="image/webp" length="117436" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-4cafe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-fd901.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/pascakolonial-homi-k-bhabha-madre-dee-lestari-kuli-thumb-2f842.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66721-peran-tokoh-wanita-reyog-patra</link>
	<guid isPermaLink="false">2c0e9c03c453d61532b3555fb38efaed</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 16:28:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nabih hasyim ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hasyim,nabih,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak modernisasi terhadap peran tokoh Patra dalam konteks pertunjukan tradisional yang semakin menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, peneliti dapat membandingkan strategi pelestarian budaya antara kelompok ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak modernisasi terhadap peran tokoh Patra dalam konteks pertunjukan tradisional yang semakin menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, peneliti dapat membandingkan strategi pelestarian budaya antara kelompok Reyog Ki Onggopati dengan kelompok lain untuk mengidentifikasi inovasi yang efektif dalam menjaga keaslian tradisi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap tokoh Patra melalui survei lintas generasi untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal diterima dan diadaptasi dalam masyarakat modern.. Tokoh Patra memiliki peran sentral dalam menyampaikan makna mendalam dari pertunjukan Reyog.Sebagai karakter yang sering kali menghadirkan unsur hiburan dan kejenakaan, Patra berfungsi sebagai elemen penghubung yang mampu menjembatani pesan cerita dengan aspek hiburan yang diharapkan penonton.Melalui gerakan yang penuh improvisasi dan spontanitas, Patra tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga meningkatkan dinamika yang membuat pertunjukan Reyog terasa hidup dan menyentuh berbagai emosi penonton.Perkembangan tokoh Patra menunjukkan relevansinya dalam menjaga keaslian dan kekayaan seni pertunjukan Reyog dari masa ke masa.Meskipun dipengaruhi oleh perubahan zaman, penari Patra tetap mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan seni pertunjukan tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai karakter yang lucu dan atraktif.Dengan demikian, tokoh Patra tidak hanya penting dalam menjaga keseimbangan estetika dan hiburan dalam pertunjukan, tetapi juga berperan aktif dalam melestarikan dan memperbarui warisan budaya Reyog agar tetap relevan bagi generasi penonton yang terus berkembang Artikel ini membahas Reyog Ponorogo sebagai seni pertunjukan tradisional dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang merepresentasikan identitas budaya lokal dan telah mengalami berbagai perubahan seiring perkembangan zaman. Salah satu elemen penting dalam pertunjukan Reyog adalah tokoh Patra, yang kini semakin jarang ditampilkan dan berada di ambang kepunahan. Padahal, tokoh Patra memiliki kekhasan tersendiri dalam struktur pertunjukan Reyog. Saat ini, hanya satu grup yang secara konsisten menampilkan tokoh tersebut, yaitu paguyuban Reyog Ki Onggopati di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran tokoh Patra dalam pertunjukan Reyog Ki Onggopati serta memahami perubahan fungsi dan makna penyajiannya dalam konteks budaya modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9c4a8.webp" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9c4a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9c4a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9c4a8.webp 1x" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" alt="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-b906e.webp" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-b906e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-b906e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-b906e.webp 1x" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" alt="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9ae71.webp" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9ae71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9ae71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9ae71.webp 1x" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" alt="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66721-peran-tokoh-wanita-reyog-patra" title="JURIS - Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo" target="_blank">Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak modernisasi terhadap peran tokoh Patra dalam konteks pertunjukan tradisional yang semakin menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, peneliti dapat membandingkan strategi pelestarian budaya antara kelompok Reyog Ki Onggopati dengan kelompok lain untuk mengidentifikasi inovasi yang efektif dalam menjaga keaslian tradisi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap tokoh Patra melalui survei lintas generasi untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal diterima dan diadaptasi dalam masyarakat modern..
<br>Tokoh Patra memiliki peran sentral dalam menyampaikan makna mendalam dari pertunjukan Reyog.Sebagai karakter yang sering kali menghadirkan unsur hiburan dan kejenakaan, Patra berfungsi sebagai elemen penghubung yang mampu menjembatani pesan cerita dengan aspek hiburan yang diharapkan penonton.Melalui gerakan yang penuh improvisasi dan spontanitas, Patra tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga meningkatkan dinamika yang membuat pertunjukan Reyog terasa hidup dan menyentuh berbagai emosi penonton.Perkembangan tokoh Patra menunjukkan relevansinya dalam menjaga keaslian dan kekayaan seni pertunjukan Reyog dari masa ke masa.Meskipun dipengaruhi oleh perubahan zaman, penari Patra tetap mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan seni pertunjukan tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai karakter yang lucu dan atraktif.Dengan demikian, tokoh Patra tidak hanya penting dalam menjaga keseimbangan estetika dan hiburan dalam pertunjukan, tetapi juga berperan aktif dalam melestarikan dan memperbarui warisan budaya Reyog agar tetap relevan bagi generasi penonton yang terus berkembang
<br>Artikel ini membahas Reyog Ponorogo sebagai seni pertunjukan tradisional dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang merepresentasikan identitas budaya lokal dan telah mengalami berbagai perubahan seiring perkembangan zaman. Salah satu elemen penting dalam pertunjukan Reyog adalah tokoh Patra, yang kini semakin jarang ditampilkan dan berada di ambang kepunahan. Padahal, tokoh Patra memiliki kekhasan tersendiri dalam struktur pertunjukan Reyog. Saat ini, hanya satu grup yang secara konsisten menampilkan tokoh tersebut, yaitu paguyuban Reyog Ki Onggopati di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran tokoh Patra dalam pertunjukan Reyog Ki Onggopati serta memahami perubahan fungsi dan makna penyajiannya dalam konteks budaya modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9c4a8.webp" type="image/webp" length="112120" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9c4a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-b906e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/f/peran-tokoh-wanita-reyog-patra-seni-pertunjukan-ko-thumb-9ae71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66717-pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-pa</link>
	<guid isPermaLink="false">39a1adb2a5fcc31123583c828f196a6c</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 16:25:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ thank salma ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[salma,stats,thank,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak pasar tradisional terhadap pelestarian budaya lokal melalui pendekatan seni visual. Selain itu, eksplorasi teknik sketsa ekspresif dengan media alternatif seperti digital atau mixed media bisa menghasilkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak pasar tradisional terhadap pelestarian budaya lokal melalui pendekatan seni visual. Selain itu, eksplorasi teknik sketsa ekspresif dengan media alternatif seperti digital atau mixed media bisa menghasilkan wawasan baru tentang adaptasi seni tradisional di era modern. Terakhir, penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap karya seni yang merepresentasikan kehidupan pasar tradisional dapat memberikan perspektif lebih luas tentang relevansi seni dalam konteks sosial dan ekonomi lokal.. Penciptaan karya sketsa ekspresif ini berangkat dari ketertarikan terhadap dinamika aktivitas pedagang di Pasar Kebalen pada pagi hari yang sarat interaksi sosial dan gestur visual.Melalui observasi langsung dan penerapan metode penciptaan Alma Hawkins, pencipta menghasilkan enam karya sketsa ekspresif menggunakan tinta bak di atas kertas ivory dengan teknik goresan spontan.Penggunaan bambu runcing dan kuas mampu memperkuat karakter ekspresif karya serta merepresentasikan suasana pasar secara emosional.Pameran yang diselenggarakan pada 4Ae6 Desember 2023 di Universitas Negeri Malang memperoleh respons positif dari pengunjung, yang menilai karya berhasil menghadirkan suasana pasar tradisional secara visual dan kontekstual, sekaligus menunjukkan bahwa sketsa ekspresif dapat menjadi medium reflektif terhadap realitas sosial keseharian Suasana pagi di Kota Malang identik dengan keramaian yang dipicu oleh aktivitas masyarakat, salah satunya di pasar tradisional. Pasar Kebalen menjadi objek penciptaan karena menyimpan dinamika visual dan karakter khas yang menarik. Proses penciptaan dilakukan secara langsung di lokasi (on the spot) dengan pendekatan sketsa ekspresif, yaitu melalui teknik spontan menggunakan bambu dan tinta bak di atas kertas. Pendekatan ini memungkinkan pencipta menangkap gerak, suasana, serta ekspresi visual khas dari aktivitas pasar. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk merepresentasikan aktivitas pedagang Pasar Kebalen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-53c21.webp" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-53c21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-53c21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-53c21.webp 1x" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" alt="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-006c3.webp" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-006c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-006c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-006c3.webp 1x" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" alt="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-d9eb7.webp" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-d9eb7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-d9eb7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-d9eb7.webp 1x" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" alt="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66717-pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-pa" title="JURIS - Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif" target="_blank">Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak pasar tradisional terhadap pelestarian budaya lokal melalui pendekatan seni visual. Selain itu, eksplorasi teknik sketsa ekspresif dengan media alternatif seperti digital atau mixed media bisa menghasilkan wawasan baru tentang adaptasi seni tradisional di era modern. Terakhir, penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap karya seni yang merepresentasikan kehidupan pasar tradisional dapat memberikan perspektif lebih luas tentang relevansi seni dalam konteks sosial dan ekonomi lokal..
<br>Penciptaan karya sketsa ekspresif ini berangkat dari ketertarikan terhadap dinamika aktivitas pedagang di Pasar Kebalen pada pagi hari yang sarat interaksi sosial dan gestur visual.Melalui observasi langsung dan penerapan metode penciptaan Alma Hawkins, pencipta menghasilkan enam karya sketsa ekspresif menggunakan tinta bak di atas kertas ivory dengan teknik goresan spontan.Penggunaan bambu runcing dan kuas mampu memperkuat karakter ekspresif karya serta merepresentasikan suasana pasar secara emosional.Pameran yang diselenggarakan pada 4Ae6 Desember 2023 di Universitas Negeri Malang memperoleh respons positif dari pengunjung, yang menilai karya berhasil menghadirkan suasana pasar tradisional secara visual dan kontekstual, sekaligus menunjukkan bahwa sketsa ekspresif dapat menjadi medium reflektif terhadap realitas sosial keseharian
<br>Suasana pagi di Kota Malang identik dengan keramaian yang dipicu oleh aktivitas masyarakat, salah satunya di pasar tradisional. Pasar Kebalen menjadi objek penciptaan karena menyimpan dinamika visual dan karakter khas yang menarik. Proses penciptaan dilakukan secara langsung di lokasi (on the spot) dengan pendekatan sketsa ekspresif, yaitu melalui teknik spontan menggunakan bambu dan tinta bak di atas kertas. Pendekatan ini memungkinkan pencipta menangkap gerak, suasana, serta ekspresi visual khas dari aktivitas pasar. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk merepresentasikan aktivitas pedagang Pasar Kebalen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-006c3.webp" type="image/webp" length="91880" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-53c21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-006c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/pendekatan-ekspresif-pedagang-pasar-tradisional-ak-thumb-d9eb7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66714-bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup</link>
	<guid isPermaLink="false">e66da947bd1199d149dc59d7a8dad8a2</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 16:16:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ thank salma ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[salma,stats,thank,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian  lanjutan  dapat  mengkaji  kesenian  Bantengan  secara  komparatif  antarwilayah  atau  antarkelompok  untuk  memahami  perbedaan  dan  kesamaan  dalam  struktur  penyajian  dan  instrumentasi  musik  iringan.  Selain  itu,  pendekatan  interdisipliner ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara: Penelitian lanjutan dapat mengkaji kesenian Bantengan secara komparatif antarwilayah atau antarkelompok untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam struktur penyajian dan instrumentasi musik iringan. Selain itu, pendekatan interdisipliner seperti kombinasi antara etnografi dan analisis musikal dapat digunakan untuk mengeksplorasi lebih dalam aspek ritual dan pengalaman trans dalam pertunjukan. Terakhir, penelitian juga dapat menggali respons psikologis penonton terhadap musik iringan tari Bantengan, khususnya dalam konteks perubahan dinamika dan intensitas musik yang memengaruhi persepsi dan pengalaman estetika penonton.. Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur penyajian musik iringan tari Bantengan pada grup Panji Laras Svara di Kota Batu tersusun atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal (suguh), bagian inti (solah), dan bagian penutup (trans).Bagian suguh berfungsi sebagai pembuka ritual yang membangun suasana sakral, bagian solah menjadi inti pertunjukan yang menampilkan gerak tari pecut, kepala banteng, dan macanan dengan iringan musik yang dinamis, sedangkan bagian trans merupakan puncak dramatik pertunjukan yang didukung oleh intensitas musik yang tinggi.Unsur pembentuk musik iringan tari Bantengan meliputi dinamika, tempo, ritme, harmoni, dan melodi, dengan variasi dinamika dari lembut (piano) hingga sangat keras (fortissimo), tempo yang cenderung cepat untuk menyesuaikan gerak tari, serta penggunaan sukat 4/4 sebagai pola ritmis utama dengan instrumen ketipung dan jidor sebagai acuan.Melodi dimainkan melalui instrumen slompret dan seruling yang memperkuat karakter musikal pertunjukan Panji Laras Svara merupakan grup musik etnik bergenre world music yang memadukan alat musik tradisional dan modern dalam berbagai pertunjukan seni. Salah satu karya yang dihadirkan oleh grup ini adalah musik iringan tari bantengan. Keunikan musik iringan tari bantengan Panji Laras Svara terletak pada penggunaan instrumen yang beragam dan belum lazim digunakan dalam kesenian bantengan, sehingga mampu menghadirkan warna musikal baru. Instrumentasi yang digunakan meliputi gitar bass, gitar akustik, rainstick, trompet Ponorogo, Japanese flute, serunai, sapeAo, hapidrum, didgeridoo, dan kenong. Keberagaman instrumen tersebut menjadi daya tarik utama penelitian ini karena menunjukkan inovasi dalam penyajian musik iringan tari bantengan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur ... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-3cdd4.webp" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-3cdd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-3cdd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-3cdd4.webp 1x" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" alt="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-97d09.webp" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-97d09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-97d09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-97d09.webp 1x" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" alt="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-6eca6.webp" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-6eca6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-6eca6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-6eca6.webp 1x" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" alt="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66714-bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup" title="JURIS - Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara" target="_blank">Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara</a>: Penelitian  lanjutan  dapat  mengkaji  kesenian  Bantengan  secara  komparatif  antarwilayah  atau  antarkelompok  untuk  memahami  perbedaan  dan  kesamaan  dalam  struktur  penyajian  dan  instrumentasi  musik  iringan.  Selain  itu,  pendekatan  interdisipliner  seperti  kombinasi  antara  etnografi  dan  analisis  musikal  dapat  digunakan  untuk  mengeksplorasi  lebih  dalam  aspek  ritual  dan  pengalaman  trans  dalam  pertunjukan.  Terakhir,  penelitian  juga  dapat  menggali  respons  psikologis  penonton  terhadap  musik  iringan  tari  Bantengan,  khususnya  dalam  konteks  perubahan  dinamika  dan  intensitas  musik  yang  memengaruhi  persepsi  dan  pengalaman  estetika  penonton..
<br>Penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  struktur  penyajian  musik  iringan  tari  Bantengan  pada  grup  Panji  Laras  Svara  di  Kota  Batu  tersusun  atas  tiga  bagian  utama,  yaitu  bagian  awal  (suguh),  bagian  inti  (solah),  dan  bagian  penutup  (trans).Bagian  suguh  berfungsi  sebagai  pembuka  ritual  yang  membangun  suasana  sakral,  bagian  solah  menjadi  inti  pertunjukan  yang  menampilkan  gerak  tari  pecut,  kepala  banteng,  dan  macanan  dengan  iringan  musik  yang  dinamis,  sedangkan  bagian  trans  merupakan  puncak  dramatik  pertunjukan  yang  didukung  oleh  intensitas  musik  yang  tinggi.Unsur  pembentuk  musik  iringan  tari  Bantengan  meliputi  dinamika,  tempo,  ritme,  harmoni,  dan  melodi,  dengan  variasi  dinamika  dari  lembut  (piano)  hingga  sangat  keras  (fortissimo),  tempo  yang  cenderung  cepat  untuk  menyesuaikan  gerak  tari,  serta  penggunaan  sukat  4/4  sebagai  pola  ritmis  utama  dengan  instrumen  ketipung  dan  jidor  sebagai  acuan.Melodi  dimainkan  melalui  instrumen  slompret  dan  seruling  yang  memperkuat  karakter  musikal  pertunjukan
<br>Panji  Laras  Svara  merupakan  grup  musik  etnik  bergenre  world  music  yang  memadukan  alat  musik  tradisional  dan  modern  dalam  berbagai  pertunjukan  seni.  Salah  satu  karya  yang  dihadirkan  oleh  grup  ini  adalah  musik  iringan  tari  bantengan.  Keunikan  musik  iringan  tari  bantengan  Panji  Laras  Svara  terletak  pada  penggunaan  instrumen  yang  beragam  dan  belum  lazim  digunakan  dalam  kesenian  bantengan,  sehingga  mampu  menghadirkan  warna  musikal  baru.  Instrumentasi  yang  digunakan  meliputi  gitar  bass,  gitar  akustik,  rainstick,  trompet  Ponorogo,  Japanese  flute,  serunai,  sapeAo,  hapidrum,  didgeridoo,  dan  kenong.  Keberagaman  instrumen  tersebut  menjadi  daya  tarik  utama  penelitian  ini  karena  menunjukkan  inovasi  dalam  penyajian  musik  iringan  tari  bantengan.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  struktur ...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-3cdd4.webp" type="image/webp" length="110896" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-3cdd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-97d09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/bantengan-panji-laras-svara-musik-etnik-grup-gerak-thumb-6eca6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66713-pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur</link>
	<guid isPermaLink="false">3b50e529e956301908e37a31f6072272</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 15:54:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ lol fyp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fyp,lol,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, saran penelitian lanjutan adalah: (1) mengeksplorasi perbandingan narasi perjalanan hero dalam film-film lain yang juga mengangkat konsep AuOrang TerpilihAy, baik dalam genre fiksi sejarah, fantasi, maupun fiksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code: Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, saran penelitian lanjutan adalah: (1) mengeksplorasi perbandingan narasi perjalanan hero dalam film-film lain yang juga mengangkat konsep AuOrang TerpilihAy, baik dalam genre fiksi sejarah, fantasi, maupun fiksi ilmiah; (2) menganalisis respons audiens terhadap narasi AuOrang TerpilihAy dalam berbagai konteks budaya, termasuk peran mitos dalam membentuk persepsi keagamaan dan sosial di era digital; dan (3) meneliti lebih lanjut tentang dinamika psikologis karakter dalam perjalanan hero, khususnya dalam konteks modern dan kontemporer.. The Da Vinci Code merupakan salah satu karya yang mengangkat narasi perjalanan seorang hero, yakni Sophie Neveu, yang dalam film ini diidentifikasi sebagai AuOrang TerpilihAy.Perjalanan Sophie mencerminkan berbagai karakteristik struktur mitos dunia, khususnya konsep monomyth sebagaimana dirumuskan oleh Joseph Campbell.Dengan demikian, film ini dapat dikategorikan sebagai bagian dari narasi monomyth.Namun demikian, The Da Vinci Code tidak sepenuhnya mengikuti struktur klasik perjalanan hero seperti dijelaskan oleh Campbell maupun Vogler.Film ini justru menghadirkan anomali dalam struktur naratifnya.Hero utama bukanlah Robert Langdon yang selama ini dianggap sebagai tokoh sentral, melainkan Sophie Neveu, tokoh yang secara struktural ditempatkan sebagai karakter pendamping.Pada diri Sophie-lah tertanam filosofi AuOrang TerpilihAy yang menjadi inti narasi film ini, sebagaimana telah dibahas sebelumnya.Struktur perjalanan hero dalam film ini juga mengandung implikasi psikologis yang mendalam.Perjalanan Sophie merepresentasikan transformasi spiritual dan pembaruan iman yang melibatkan pergolakan batin, pencarian jati diri, serta penerimaan atas peran besar yang diembannya.Narasi ini menunjukkan pergeseran dari pencarian personal menuju misi kemanusiaan yang lebih luas, didukung oleh peran para mentor yang membimbingnya.Akhirnya, The Da Vinci Code memperlihatkan bahwa mitos-mitos kuno tetap relevan dan terus diadaptasi dalam karya sastra dan media kontemporer.Film ini menunjukkan bagaimana narasi mitologis dapat digunakan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai kearifan lama ke dalam konteks dunia modern yang cenderung materialistis dan rasionalistis.Hal ini membuktikan bahwa mitos tetap menjadi medium refleksi spiritual dan sosial di tengah perubahan zaman Artikel ini menggunakan pendekatan struktural Campbell dan Vogler tentang heroAos journey yang memiliki struktur serupa dengan mitos di berbagai belahan dunia. Fokus penelitian ini adalah menganalisis struktur perjalanan tokoh sampingan, Sophie Neveu, dalam film The Da Vinci Code. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi pola heroAos journey yang dilalui Sophie Neveu serta transformasi psikologis yang dialaminya sepanjang alur cerita. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis naratif kualitatif, yang mencakup kajian karakter, motif, serta struktur narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perjalanan hero dalam film ini tidak sepenuhnya mengikuti struktur monomyth... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-5103e.webp" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-5103e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-5103e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-5103e.webp 1x" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" alt="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-64c28.webp" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-64c28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-64c28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-64c28.webp 1x" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" alt="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-810d2.webp" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-810d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-810d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-810d2.webp 1x" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" alt="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66713-pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur" title="JURIS - Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code" target="_blank">Mitos dan Realitas Orang Terpilih dalam Film The Da Vinci Code</a>: Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, saran penelitian lanjutan adalah: (1) mengeksplorasi perbandingan narasi perjalanan hero dalam film-film lain yang juga mengangkat konsep AuOrang TerpilihAy, baik dalam genre fiksi sejarah, fantasi, maupun fiksi ilmiah; (2) menganalisis respons audiens terhadap narasi AuOrang TerpilihAy dalam berbagai konteks budaya, termasuk peran mitos dalam membentuk persepsi keagamaan dan sosial di era digital; dan (3) meneliti lebih lanjut tentang dinamika psikologis karakter dalam perjalanan hero, khususnya dalam konteks modern dan kontemporer..
<br>The Da Vinci Code merupakan salah satu karya yang mengangkat narasi perjalanan seorang hero, yakni Sophie Neveu, yang dalam film ini diidentifikasi sebagai AuOrang TerpilihAy.Perjalanan Sophie mencerminkan berbagai karakteristik struktur mitos dunia, khususnya konsep monomyth sebagaimana dirumuskan oleh Joseph Campbell.Dengan demikian, film ini dapat dikategorikan sebagai bagian dari narasi monomyth.Namun demikian, The Da Vinci Code tidak sepenuhnya mengikuti struktur klasik perjalanan hero seperti dijelaskan oleh Campbell maupun Vogler.Film ini justru menghadirkan anomali dalam struktur naratifnya.Hero utama bukanlah Robert Langdon yang selama ini dianggap sebagai tokoh sentral, melainkan Sophie Neveu, tokoh yang secara struktural ditempatkan sebagai karakter pendamping.Pada diri Sophie-lah tertanam filosofi AuOrang TerpilihAy yang menjadi inti narasi film ini, sebagaimana telah dibahas sebelumnya.Struktur perjalanan hero dalam film ini juga mengandung implikasi psikologis yang mendalam.Perjalanan Sophie merepresentasikan transformasi spiritual dan pembaruan iman yang melibatkan pergolakan batin, pencarian jati diri, serta penerimaan atas peran besar yang diembannya.Narasi ini menunjukkan pergeseran dari pencarian personal menuju misi kemanusiaan yang lebih luas, didukung oleh peran para mentor yang membimbingnya.Akhirnya, The Da Vinci Code memperlihatkan bahwa mitos-mitos kuno tetap relevan dan terus diadaptasi dalam karya sastra dan media kontemporer.Film ini menunjukkan bagaimana narasi mitologis dapat digunakan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai kearifan lama ke dalam konteks dunia modern yang cenderung materialistis dan rasionalistis.Hal ini membuktikan bahwa mitos tetap menjadi medium refleksi spiritual dan sosial di tengah perubahan zaman
<br>Artikel ini menggunakan pendekatan struktural Campbell dan Vogler tentang heroAos journey yang memiliki struktur serupa dengan mitos di berbagai belahan dunia. Fokus penelitian ini adalah menganalisis struktur perjalanan tokoh sampingan, Sophie Neveu, dalam film The Da Vinci Code. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi pola heroAos journey yang dilalui Sophie Neveu serta transformasi psikologis yang dialaminya sepanjang alur cerita. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis naratif kualitatif, yang mencakup kajian karakter, motif, serta struktur narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perjalanan hero dalam film ini tidak sepenuhnya mengikuti struktur monomyth...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-64c28.webp" type="image/webp" length="83356" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-5103e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-64c28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pragmatik-narasi-film-fiksi-ilmiah-struktur-narati-thumb-810d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66710-siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep</link>
	<guid isPermaLink="false">fd34ce3bcd887dc2d03aaa19c11b1ae2</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 15:52:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yusuf hanafi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hanafi,stats,view,yusuf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kartu bergambar menjadi bentuk digital interaktif atau berbasis aplikasi untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. 2) Cakupan tema kosakata dapat diperluas dari tema sekolah ke tema ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP: 1) Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kartu bergambar menjadi bentuk digital interaktif atau berbasis aplikasi untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. 2) Cakupan tema kosakata dapat diperluas dari tema sekolah ke tema lain seperti keluarga atau hobi, sehingga pembelajaran lebih kontekstual. 3) Metode pembelajaran aktif seperti role-play atau storytelling berbahasa Arab dapat dikombinasikan dengan kartu bergambar untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.. Kartu bergambar yang digunakan berukuran 20 x 25 cm, dengan dua sisi.sisi depan menampilkan gambar, dan sisi belakang berisi kosakata Bahasa Arab (mufrodat) yang merepresentasikan gambar tersebut.Media kartu bergambar digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk membantu siswa dalam menentukan makna kosakata dan menuliskan kembali mufrodat yang berkaitan dengan tema.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terjadi peningkatan nilai Bahasa Arab siswa setelah penggunaan media kartu bergambar.Pada siklus I, sebanyak 55% siswa menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata dengan rata-rata nilai 68,5.Sebelumnya, pada pra-siklus, hanya 40% siswa yang menguasai mufrodat dengan rata-rata nilai 57,25.Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan, yaitu 85% siswa menguasai kosakata Bahasa Arab dengan rata-rata nilai 88,5.Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mufrodat siswa telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah Kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata Bahasa Arab (mufrodat) masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil pretest siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Malang yang menunjukkan rata-rata nilai sebesar 57,25. Nilai tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah, yaitu 70 untuk mata pelajaran Bahasa Arab. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapat membantu meningkatkan penguasaan mufrodat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penguasaan kosakata Bahasa Arab siswa sebelum, saat, dan setelah penerapan media kartu bergambar. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Malang. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-71d06.webp" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-71d06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-71d06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-71d06.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" alt="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-8128d.webp" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-8128d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-8128d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-8128d.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" alt="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-557c8.webp" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-557c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-557c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-557c8.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" alt="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66710-siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep" title="JURIS - Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP" target="_blank">Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IX SMP</a>: 1) Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kartu bergambar menjadi bentuk digital interaktif atau berbasis aplikasi untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. 2) Cakupan tema kosakata dapat diperluas dari tema sekolah ke tema lain seperti keluarga atau hobi, sehingga pembelajaran lebih kontekstual. 3) Metode pembelajaran aktif seperti role-play atau storytelling berbahasa Arab dapat dikombinasikan dengan kartu bergambar untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa..
<br>Kartu bergambar yang digunakan berukuran 20 x 25 cm, dengan dua sisi.sisi depan menampilkan gambar, dan sisi belakang berisi kosakata Bahasa Arab (mufrodat) yang merepresentasikan gambar tersebut.Media kartu bergambar digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk membantu siswa dalam menentukan makna kosakata dan menuliskan kembali mufrodat yang berkaitan dengan tema.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terjadi peningkatan nilai Bahasa Arab siswa setelah penggunaan media kartu bergambar.Pada siklus I, sebanyak 55% siswa menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata dengan rata-rata nilai 68,5.Sebelumnya, pada pra-siklus, hanya 40% siswa yang menguasai mufrodat dengan rata-rata nilai 57,25.Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan, yaitu 85% siswa menguasai kosakata Bahasa Arab dengan rata-rata nilai 88,5.Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mufrodat siswa telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah
<br>Kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata Bahasa Arab (mufrodat) masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil pretest siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Malang yang menunjukkan rata-rata nilai sebesar 57,25. Nilai tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah, yaitu 70 untuk mata pelajaran Bahasa Arab. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapat membantu meningkatkan penguasaan mufrodat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penguasaan kosakata Bahasa Arab siswa sebelum, saat, dan setelah penerapan media kartu bergambar. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Malang. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-71d06.webp" type="image/webp" length="89508" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-71d06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-8128d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/siklus-ii-anak-kartu-bergambar-kosakata-bahasa-jep-thumb-557c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Resepsi Penonton Dominan Negosiasi dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan Thank You Salma ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Resepsi Penonton Dominan Negosiasi dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan Thank You Salma ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Resepsi Penonton Dominan Negosiasi dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan Thank You Salma ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66718-pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monste</link>
	<guid isPermaLink="false">9c070e91a7f39aa6af6af89a3bb783f7</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 15:51:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ thank salma ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[salma,stats,thank,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan analisis resepsi penonton dengan membandingkan beberapa film bertema kekerasan seksual untuk memperkaya perspektif budaya dan sosial. Selain itu, penelitian dapat menggunakan pendekatan metode kuantitatif atau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma: Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan analisis resepsi penonton dengan membandingkan beberapa film bertema kekerasan seksual untuk memperkaya perspektif budaya dan sosial. Selain itu, penelitian dapat menggunakan pendekatan metode kuantitatif atau etnografi penonton untuk memperoleh data yang lebih objektif dan representatif. Terakhir, penelitian dapat melibatkan subjek penelitian yang lebih heterogen, seperti kalangan remaja, akademisi, dan praktisi hukum, untuk memahami perbedaan resepsi terhadap isu kekerasan seksual dalam konteks yang beragam.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa film Dear Nathan.Thank You Salma berperan efektif sebagai media penyampaian pesan sosial mengenai isu kekerasan seksual, yang tercermin dari dominasi resepsi penonton pada posisi penerimaan dominan terhadap representasi isu, pesan, serta upaya pencegahan dan penanganan yang ditampilkan dalam film.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup objek kajian yang hanya berfokus pada satu film, serta data resepsi yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dalam periode waktu tertentu, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas terhadap seluruh penonton film bertema serupa Film merupakan salah satu media audiovisual yang memiliki potensi sebagai sarana pembelajaran sekaligus penyampai pesan sosial, termasuk isu kekerasan seksual. Penelitian ini menganalisis film Dear Nathan: Thank You Salma karya Erisca Febriani dan Kuntz Agus dengan tujuan mendeskripsikan resepsi penonton terhadap representasi kekerasan seksual yang ditampilkan dalam film tersebut menggunakan teori resepsi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai posisi pemaknaan penonton. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner daring... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-06515.webp" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-06515.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-06515.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-06515.webp 1x" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" alt="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-d2dcc.webp" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-d2dcc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-d2dcc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-d2dcc.webp 1x" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" alt="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-6ddf9.webp" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-6ddf9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-6ddf9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-6ddf9.webp 1x" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" alt="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66718-pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monste" title="JURIS - Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma" target="_blank">Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan analisis resepsi penonton dengan membandingkan beberapa film bertema kekerasan seksual untuk memperkaya perspektif budaya dan sosial. Selain itu, penelitian dapat menggunakan pendekatan metode kuantitatif atau etnografi penonton untuk memperoleh data yang lebih objektif dan representatif. Terakhir, penelitian dapat melibatkan subjek penelitian yang lebih heterogen, seperti kalangan remaja, akademisi, dan praktisi hukum, untuk memahami perbedaan resepsi terhadap isu kekerasan seksual dalam konteks yang beragam..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa film Dear Nathan.Thank You Salma berperan efektif sebagai media penyampaian pesan sosial mengenai isu kekerasan seksual, yang tercermin dari dominasi resepsi penonton pada posisi penerimaan dominan terhadap representasi isu, pesan, serta upaya pencegahan dan penanganan yang ditampilkan dalam film.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup objek kajian yang hanya berfokus pada satu film, serta data resepsi yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dalam periode waktu tertentu, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas terhadap seluruh penonton film bertema serupa
<br>Film merupakan salah satu media audiovisual yang memiliki potensi sebagai sarana pembelajaran sekaligus penyampai pesan sosial, termasuk isu kekerasan seksual. Penelitian ini menganalisis film Dear Nathan: Thank You Salma karya Erisca Febriani dan Kuntz Agus dengan tujuan mendeskripsikan resepsi penonton terhadap representasi kekerasan seksual yang ditampilkan dalam film tersebut menggunakan teori resepsi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai posisi pemaknaan penonton. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner daring...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-6ddf9.webp" type="image/webp" length="81224" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-06515.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-d2dcc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/pesan-sosial-analisis-resepsi-film-monster-penanga-thumb-6ddf9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66732-aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile</link>
	<guid isPermaLink="false">9b3301eb6a3336b0c0b249a2a254a503</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 15:22:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ amalat al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,amalat,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan game dengan teknologi augmented reality (AR) untuk memberikan pengalaman interaktif lebih realistis dalam mengenalkan burung endemik. Selain itu, memperluas cakupan spesies ke berbagai taman nasional di Indonesia ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan game dengan teknologi augmented reality (AR) untuk memberikan pengalaman interaktif lebih realistis dalam mengenalkan burung endemik. Selain itu, memperluas cakupan spesies ke berbagai taman nasional di Indonesia serta mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam narasi game bisa menjadi arah pengembangan. Terakhir, pengujian efektivitas game secara kuantitatif melalui survei sebelum dan sesudah bermain dapat memberikan data yang lebih akurat mengenai dampak edukatifnya.. Perancangan aset visual game berbasis mobile dengan tema burung endemik Indonesia dilakukan melalui studi literatur dan analisis referensi game yang telah dikembangkan pada berbagai platform seperti Play Store dan App Store.Berdasarkan kajian keanekaragaman hayati, Taman Nasional Betung Kerihun dipilih sebagai sumber objek karena memiliki jumlah spesies burung endemik terancam punah yang lebih tinggi dibandingkan kawasan konservasi lainnya.Perancangan dilakukan menggunakan metode design thinking dengan tahapan emphatize, define, ideate, prototype, dan testing.Produk yang dihasilkan mencakup aset visual utama berupa 27 desain karakter burung endemik, dua desain environment (Hutan Taman Nasional Betung Kerihun dan Hutan Hujan Tropis Sumatra), serta elemen user interface seperti homepage, collection page, gameplay page, dan information page.Melalui pengujian terbatas kepada audiens, aset visual game Bird Match memperoleh tanggapan positif karena dinilai menarik, informatif, dan mampu meningkatkan ketertarikan pengguna untuk mengenal burung-burung endemik Indonesia Indonesia memiliki tingkat biodiversitas yang sangat tinggi dan menempati posisi kedua di dunia setelah Brazil. Namun, ancaman terhadap kelestariannya juga besar, dengan tercatat sekitar 583 spesies berstatus terancam punah. Pengetahuan masyarakat mengenai keanekaragaman hayati masih terbatas pada lingkungan akademis, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan merancang aset visual game mobile bertema burung endemik Indonesia sebagai media edukasi konservasi serta sarana meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-1a683.webp" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-1a683.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-1a683.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-1a683.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" alt="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-33821.webp" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-33821.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-33821.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-33821.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" alt="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-0f105.webp" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-0f105.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-0f105.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-0f105.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" alt="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66732-aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile" title="JURIS - Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia" target="_blank">Perancangan Aset Visual Game Berbasis Mobile sebagai Sarana Pengenalan Burung Endemik Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan game dengan teknologi augmented reality (AR) untuk memberikan pengalaman interaktif lebih realistis dalam mengenalkan burung endemik. Selain itu, memperluas cakupan spesies ke berbagai taman nasional di Indonesia serta mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam narasi game bisa menjadi arah pengembangan. Terakhir, pengujian efektivitas game secara kuantitatif melalui survei sebelum dan sesudah bermain dapat memberikan data yang lebih akurat mengenai dampak edukatifnya..
<br>Perancangan aset visual game berbasis mobile dengan tema burung endemik Indonesia dilakukan melalui studi literatur dan analisis referensi game yang telah dikembangkan pada berbagai platform seperti Play Store dan App Store.Berdasarkan kajian keanekaragaman hayati, Taman Nasional Betung Kerihun dipilih sebagai sumber objek karena memiliki jumlah spesies burung endemik terancam punah yang lebih tinggi dibandingkan kawasan konservasi lainnya.Perancangan dilakukan menggunakan metode design thinking dengan tahapan emphatize, define, ideate, prototype, dan testing.Produk yang dihasilkan mencakup aset visual utama berupa 27 desain karakter burung endemik, dua desain environment (Hutan Taman Nasional Betung Kerihun dan Hutan Hujan Tropis Sumatra), serta elemen user interface seperti homepage, collection page, gameplay page, dan information page.Melalui pengujian terbatas kepada audiens, aset visual game Bird Match memperoleh tanggapan positif karena dinilai menarik, informatif, dan mampu meningkatkan ketertarikan pengguna untuk mengenal burung-burung endemik Indonesia
<br>Indonesia memiliki tingkat biodiversitas yang sangat tinggi dan menempati posisi kedua di dunia setelah Brazil. Namun, ancaman terhadap kelestariannya juga besar, dengan tercatat sekitar 583 spesies berstatus terancam punah. Pengetahuan masyarakat mengenai keanekaragaman hayati masih terbatas pada lingkungan akademis, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan merancang aset visual game mobile bertema burung endemik Indonesia sebagai media edukasi konservasi serta sarana meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-0f105.webp" type="image/webp" length="77696" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-1a683.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-33821.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/aset-visual-3d-spesies-burung-endemik-game-mobile-thumb-0f105.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66722-sejarah-lokal-komik-digital-kisah</link>
	<guid isPermaLink="false">fbd868e60e5961a2c6d7cad452ce2db8</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 15:12:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ amalat al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,amalat,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan komik digital interaktif berbasis augmented reality untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi penerapan komik ini dalam mata pelajaran lain seperti IPS atau PKn untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan komik digital interaktif berbasis augmented reality untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi penerapan komik ini dalam mata pelajaran lain seperti IPS atau PKn untuk memperkuat pendidikan karakter secara lintas disiplin. Studi juga diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang komik digital terhadap perubahan sikap dan perilaku remaja dalam konteks globalisasi yang semakin dinamis.. Komik digital Pahlawan Agung Kadet Soewoko berhasil dikembangkan sebagai media pendidikan karakter yang efektif untuk remaja SMP di Lamongan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mampu menanamkan nilai-nilai seperti tolong-menolong, keberanian, disiplin, dan patriotisme melalui cerita sejarah lokal yang menarik.Penggunaan model ADDIE memastikan proses pengembangan yang sistematis dan validasi oleh ahli media serta materi meningkatkan kualitas produk.Revisi visual dan tata letak dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan dan daya tarik media Salah satu dampak globalisasi di Lamongan adalah terkikisnya karakter remaja akibat kurangnya kesadaran terhadap tokoh sejarah lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghidupkan kembali kisah heroik masa lalu dan menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendidikan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan media komik digital Pahlawan Agung Kadet Soewoko sebagai sarana pendidikan karakter. Tujuannya adalah menganalisis permasalahan dan kebutuhan pengembangan media, mendeskripsikan proses perancangan dan validasi, serta menguji efektivitas media melalui uji lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes evaluasi, dan studi dokumen,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-8192e.webp" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-8192e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-8192e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-8192e.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" alt="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-b4605.webp" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-b4605.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-b4605.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-b4605.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" alt="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-aee41.webp" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-aee41.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-aee41.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-aee41.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" alt="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66722-sejarah-lokal-komik-digital-kisah" title="JURIS - Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan" target="_blank">Pengembangan Komik Digital Sejarah Lokal Kadet Soewoko sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Karakter bagi Remaja di Lamongan</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan komik digital interaktif berbasis augmented reality untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi penerapan komik ini dalam mata pelajaran lain seperti IPS atau PKn untuk memperkuat pendidikan karakter secara lintas disiplin. Studi juga diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang komik digital terhadap perubahan sikap dan perilaku remaja dalam konteks globalisasi yang semakin dinamis..
<br>Komik digital Pahlawan Agung Kadet Soewoko berhasil dikembangkan sebagai media pendidikan karakter yang efektif untuk remaja SMP di Lamongan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini mampu menanamkan nilai-nilai seperti tolong-menolong, keberanian, disiplin, dan patriotisme melalui cerita sejarah lokal yang menarik.Penggunaan model ADDIE memastikan proses pengembangan yang sistematis dan validasi oleh ahli media serta materi meningkatkan kualitas produk.Revisi visual dan tata letak dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan dan daya tarik media
<br>Salah satu dampak globalisasi di Lamongan adalah terkikisnya karakter remaja akibat kurangnya kesadaran terhadap tokoh sejarah lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghidupkan kembali kisah heroik masa lalu dan menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendidikan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan media komik digital Pahlawan Agung Kadet Soewoko sebagai sarana pendidikan karakter. Tujuannya adalah menganalisis permasalahan dan kebutuhan pengembangan media, mendeskripsikan proses perancangan dan validasi, serta menguji efektivitas media melalui uji lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes evaluasi, dan studi dokumen,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-aee41.webp" type="image/webp" length="103746" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-8192e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-b4605.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/sejarah-lokal-komik-digital-kisah-kearifan-papua-n-thumb-aee41.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Permainan Bisik Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Permainan Bisik Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Permainan Bisik Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66711-mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman</link>
	<guid isPermaLink="false">66491692c290ab35edc24832ab542b07</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 14:49:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nabih hasyim ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hasyim,nabih,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menggabungkan metode permainan bisik berantai dengan teknologi seperti media audio interaktif atau aplikasi pembelajaran digital untuk meningkatkan efektivitas latihan menyimak. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada jenjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN: Penelitian lanjutan dapat menggabungkan metode permainan bisik berantai dengan teknologi seperti media audio interaktif atau aplikasi pembelajaran digital untuk meningkatkan efektivitas latihan menyimak. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada jenjang kelas yang berbeda, seperti kelas XI atau XII, untuk melihat efektivitas metode ini pada tingkat kemampuan bahasa yang lebih tinggi. Peneliti juga dapat menggali pengaruh metode ini terhadap keterampilan berbahasa lainnya, seperti kalam (berbicara) atau kitabah (menulis), guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kontribusi metode ini dalam pembelajaran bahasa Arab secara menyeluruh.. Berdasarkan hasil penelitian, metode permainan bisik-bisik berantai memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan konsentrasi dan daya dengar siswa.Permainan ini mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, memfokuskan perhatian pada materi yang didengar, serta melatih ketepatan pelafalan dan pemahaman kosakata bahasa Arab secara menyenangkan dan interaktif.Kelebihan metode ini tercermin dari meningkatnya antusiasme siswa selama pembelajaran, pelafalan bahasa Arab yang menjadi lebih tepat, serta kemudahan bagi guru dalam mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyimak.Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan kolaboratif, sehingga mendukung terciptanya proses pembelajaran yang bermakna.Namun, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, antara lain kesulitan yang dialami oleh siswa yang belum menguasai kosakata bahasa Arab, kondisi kelas yang kadang tidak kondusif akibat kebisingan, serta keterbatasan waktu pelaksanaan yang membatasi keterlibatan seluruh kelompok secara maksimal Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode permainan bisik berantai sebagai media pembelajaran maharah istimaAo dalam meningkatkan konsentrasi dan daya dengar siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 2 Blitar. Metode ini dipilih karena melibatkan aktivitas menyimak secara aktif dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan bisik berantai secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-825fa.webp" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-825fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-825fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-825fa.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" alt="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-46107.webp" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-46107.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-46107.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-46107.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" alt="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-92b97.webp" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-92b97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-92b97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-92b97.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" alt="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66711-mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman" title="JURIS - Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN" target="_blank">Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah IstimaAo untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN</a>: Penelitian lanjutan dapat menggabungkan metode permainan bisik berantai dengan teknologi seperti media audio interaktif atau aplikasi pembelajaran digital untuk meningkatkan efektivitas latihan menyimak. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada jenjang kelas yang berbeda, seperti kelas XI atau XII, untuk melihat efektivitas metode ini pada tingkat kemampuan bahasa yang lebih tinggi. Peneliti juga dapat menggali pengaruh metode ini terhadap keterampilan berbahasa lainnya, seperti kalam (berbicara) atau kitabah (menulis), guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kontribusi metode ini dalam pembelajaran bahasa Arab secara menyeluruh..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, metode permainan bisik-bisik berantai memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan konsentrasi dan daya dengar siswa.Permainan ini mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, memfokuskan perhatian pada materi yang didengar, serta melatih ketepatan pelafalan dan pemahaman kosakata bahasa Arab secara menyenangkan dan interaktif.Kelebihan metode ini tercermin dari meningkatnya antusiasme siswa selama pembelajaran, pelafalan bahasa Arab yang menjadi lebih tepat, serta kemudahan bagi guru dalam mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyimak.Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan kolaboratif, sehingga mendukung terciptanya proses pembelajaran yang bermakna.Namun, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, antara lain kesulitan yang dialami oleh siswa yang belum menguasai kosakata bahasa Arab, kondisi kelas yang kadang tidak kondusif akibat kebisingan, serta keterbatasan waktu pelaksanaan yang membatasi keterlibatan seluruh kelompok secara maksimal
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode permainan bisik berantai sebagai media pembelajaran maharah istimaAo dalam meningkatkan konsentrasi dan daya dengar siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 2 Blitar. Metode ini dipilih karena melibatkan aktivitas menyimak secara aktif dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan bisik berantai secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-46107.webp" type="image/webp" length="88844" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-825fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-46107.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/mahasiswa-bahasa-arab-siswa-kelas-pemahaman-busana-thumb-92b97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66715-sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-ka</link>
	<guid isPermaLink="false">fbdb0356be39ff84d00117101cd8f3f8</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 14:07:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ amalat al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,amalat,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi digitalisasi kesenian tradisional melalui media sosial untuk promosi dan edukasi. Selain itu, studi komparatif antar-sanggar di wilayah lain perlu dilakukan untuk memahami pola regenerasi dan manajemen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi digitalisasi kesenian tradisional melalui media sosial untuk promosi dan edukasi. Selain itu, studi komparatif antar-sanggar di wilayah lain perlu dilakukan untuk memahami pola regenerasi dan manajemen kesenian tradisional di era modern. Penelitian juga dapat mengevaluasi dampak kegiatan sanggar terhadap pembentukan karakter dan apresiasi seni generasi muda, sebagai upaya memperkuat fungsi sosial dan edukatif sanggar seni.. Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia (SKI) di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, dipengaruhi oleh aktivitas manajerial, regenerasi seni, dan dukungan masyarakat.SKI berhasil bertahan melalui inovasi kemasan pertunjukan dan adaptasi terhadap perubahan zaman.Dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan sanggar.SKI tetap menjaga nilai tradisional sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan modern.Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan SKI sebagai contoh keberhasilan pelestarian kesenian tradisional Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Sanggar Karawitan Indonesia di Kota Batu yang memiliki anggota didominasi oleh anak muda. Fenomena ini menarik karena menunjukkan adanya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional di tengah arus globalisasi. Eksistensi sanggar tersebut tak terlepas dari keterlibatan aktif para anggotanya, kemasan pertunjukan yang kreatif, serta dukungan masyarakat dan pemerintah yang turut berperan dalam menjaga keberlangsungannya. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia, baik melalui kegiatan internal seperti pelatihan dan pengembangan kemampuan anggota, maupun kegiatan eksternal berupa pertunjukan dan kolaborasi dengan pihak lain. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu keberadaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-8dd82.webp" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-8dd82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-8dd82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-8dd82.webp 1x" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" alt="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-a0194.webp" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-a0194.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-a0194.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-a0194.webp 1x" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" alt="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-4232e.webp" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-4232e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-4232e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-4232e.webp 1x" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" alt="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66715-sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-ka" title="JURIS - Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu" target="_blank">Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi digitalisasi kesenian tradisional melalui media sosial untuk promosi dan edukasi. Selain itu, studi komparatif antar-sanggar di wilayah lain perlu dilakukan untuk memahami pola regenerasi dan manajemen kesenian tradisional di era modern. Penelitian juga dapat mengevaluasi dampak kegiatan sanggar terhadap pembentukan karakter dan apresiasi seni generasi muda, sebagai upaya memperkuat fungsi sosial dan edukatif sanggar seni..
<br>Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia (SKI) di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, dipengaruhi oleh aktivitas manajerial, regenerasi seni, dan dukungan masyarakat.SKI berhasil bertahan melalui inovasi kemasan pertunjukan dan adaptasi terhadap perubahan zaman.Dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan sanggar.SKI tetap menjaga nilai tradisional sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan modern.Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan SKI sebagai contoh keberhasilan pelestarian kesenian tradisional
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Sanggar Karawitan Indonesia di Kota Batu yang memiliki anggota didominasi oleh anak muda. Fenomena ini menarik karena menunjukkan adanya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional di tengah arus globalisasi. Eksistensi sanggar tersebut tak terlepas dari keterlibatan aktif para anggotanya, kemasan pertunjukan yang kreatif, serta dukungan masyarakat dan pemerintah yang turut berperan dalam menjaga keberlangsungannya. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia, baik melalui kegiatan internal seperti pelatihan dan pengembangan kemampuan anggota, maupun kegiatan eksternal berupa pertunjukan dan kolaborasi dengan pihak lain. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu keberadaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-4232e.webp" type="image/webp" length="108610" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-8dd82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-a0194.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/sanggar-seni-lintas-generasi-eksistensi-karawitan-thumb-4232e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66727-bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun</link>
	<guid isPermaLink="false">2c9b4bb5bed6e6e9e5f2c70dead77fd1</guid>
	<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 13:51:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nabih hasyim ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hasyim,nabih,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan media campuran (mixed media) untuk memperkaya dimensi visual dan makna simbolis dalam karya seni. Selain itu, penelitian lebih lanjut bisa melibatkan pendekatan psikologi perkembangan remaja untuk mengkaji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan media campuran (mixed media) untuk memperkaya dimensi visual dan makna simbolis dalam karya seni. Selain itu, penelitian lebih lanjut bisa melibatkan pendekatan psikologi perkembangan remaja untuk mengkaji dampak emosional dan kognitif dari karya seni bertema teknologi, sehingga tercipta karya yang tidak hanya bernilai estetik tetapi juga memiliki kontribusi edukatif dan sosial yang lebih luas. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas karya seni sebagai media edukasi teknologi di lingkungan sekolah atau komunitas remaja, dengan membandingkan respons audiens terhadap berbagai bentuk media seni seperti lukis, instalasi, atau digital.. Karya seni lukis surealisme dengan media pensil di atas kanvas ini mengangkat ide tentang dampak negatif perkembangan teknologi komunikasi dan informasi bagi remaja.Fenomena tersebut menunjukkan bahwa banyak remaja belum sepenuhnya menyadari keterpaparan mereka terhadap dampak negatif teknologi.Melalui persiapan konsep yang matang, pengolahan objek, serta teknik arsiran yang tepat, karya yang dihasilkan mampu menampilkan estetika visual yang menarik sekaligus menyampaikan pesan kritis tentang fenomena sosial tersebut.Pemilihan objek, penggabungan unsur visual, dan pendistorsian yang terencana berhasil memperkuat pesan simbolis sehingga penikmat karya dapat merasakan pengalaman emosional yang terbangun melalui interaksi antar-subjek dalam lukisan.Proses perubahan sketsa setelah melalui bimbingan juga memberikan kontribusi pada penguatan pesan, sehingga karya lebih komunikatif dan mudah dipahami audiens.Dengan demikian, penggunaan media pensil yang biasanya diaplikasikan pada kertas, berhasil dieksplorasi secara kreatif pada kanvas, memperkaya kemungkinan teknik dalam seni lukis kontemporer.Secara keseluruhan, penciptaan karya ini berjalan lancar dan memuaskan.Perubahan kecil yang dilakukan dari rancangan awal justru memperkuat komposisi dan makna karya.Karya ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya remaja dan mahasiswa, untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi dan informasi, sekaligus menjadi cermin kritis terhadap realitas sosial yang ada Teknologi komunikasi dan informasi merupakan penerapan prinsip-prinsip keilmuan dalam bidang komunikasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses komunikasi. Perkembangannya membawa dampak positif sekaligus negatif, terutama bagi remaja yang berada pada fase pencarian jati diri. Remaja sering digambarkan berada pada posisi ambivalen, tidak lagi tergolong anak-anak, tetapi juga belum sepenuhnya dewasa, sehingga rentan terhadap pengaruh negatif teknologi komunikasi. Dampak tersebut antara lain berupa kecanduan gawai, penyalahgunaan media sosial, serta menurunnya kualitas interaksi sosial. Penelitian penciptaan ini bertujuan memvisualisasikan dampak negatif teknologi komunikasi dan informasi terhadap remaja melalui karya seni lukis. Metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-a18d2.webp" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-a18d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-a18d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-a18d2.webp 1x" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" alt="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-19d1a.webp" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-19d1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-19d1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-19d1a.webp 1x" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" alt="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-fa2cb.webp" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-fa2cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-fa2cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-fa2cb.webp 1x" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" alt="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66727-bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun" title="JURIS - Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme" target="_blank">Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan media campuran (mixed media) untuk memperkaya dimensi visual dan makna simbolis dalam karya seni. Selain itu, penelitian lebih lanjut bisa melibatkan pendekatan psikologi perkembangan remaja untuk mengkaji dampak emosional dan kognitif dari karya seni bertema teknologi, sehingga tercipta karya yang tidak hanya bernilai estetik tetapi juga memiliki kontribusi edukatif dan sosial yang lebih luas. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas karya seni sebagai media edukasi teknologi di lingkungan sekolah atau komunitas remaja, dengan membandingkan respons audiens terhadap berbagai bentuk media seni seperti lukis, instalasi, atau digital..
<br>Karya seni lukis surealisme dengan media pensil di atas kanvas ini mengangkat ide tentang dampak negatif perkembangan teknologi komunikasi dan informasi bagi remaja.Fenomena tersebut menunjukkan bahwa banyak remaja belum sepenuhnya menyadari keterpaparan mereka terhadap dampak negatif teknologi.Melalui persiapan konsep yang matang, pengolahan objek, serta teknik arsiran yang tepat, karya yang dihasilkan mampu menampilkan estetika visual yang menarik sekaligus menyampaikan pesan kritis tentang fenomena sosial tersebut.Pemilihan objek, penggabungan unsur visual, dan pendistorsian yang terencana berhasil memperkuat pesan simbolis sehingga penikmat karya dapat merasakan pengalaman emosional yang terbangun melalui interaksi antar-subjek dalam lukisan.Proses perubahan sketsa setelah melalui bimbingan juga memberikan kontribusi pada penguatan pesan, sehingga karya lebih komunikatif dan mudah dipahami audiens.Dengan demikian, penggunaan media pensil yang biasanya diaplikasikan pada kertas, berhasil dieksplorasi secara kreatif pada kanvas, memperkaya kemungkinan teknik dalam seni lukis kontemporer.Secara keseluruhan, penciptaan karya ini berjalan lancar dan memuaskan.Perubahan kecil yang dilakukan dari rancangan awal justru memperkuat komposisi dan makna karya.Karya ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya remaja dan mahasiswa, untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi dan informasi, sekaligus menjadi cermin kritis terhadap realitas sosial yang ada
<br>Teknologi komunikasi dan informasi merupakan penerapan prinsip-prinsip keilmuan dalam bidang komunikasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses komunikasi. Perkembangannya membawa dampak positif sekaligus negatif, terutama bagi remaja yang berada pada fase pencarian jati diri. Remaja sering digambarkan berada pada posisi ambivalen, tidak lagi tergolong anak-anak, tetapi juga belum sepenuhnya dewasa, sehingga rentan terhadap pengaruh negatif teknologi komunikasi. Dampak tersebut antara lain berupa kecanduan gawai, penyalahgunaan media sosial, serta menurunnya kualitas interaksi sosial. Penelitian penciptaan ini bertujuan memvisualisasikan dampak negatif teknologi komunikasi dan informasi terhadap remaja melalui karya seni lukis. Metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-a18d2.webp" type="image/webp" length="69852" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-a18d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-19d1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/bullying-pengaruh-negatif-makna-karya-proses-komun-thumb-fa2cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-518-um.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20744-journal-language-literature-arts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 16 Sep 2026 19:31:15 +0700. 12 items. Served in: 3.676 seconds [rss] -->
