<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 11:17:30 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 11:17:30 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-30T11:17:30+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Loloh Sembung Blumea balsamifera Maturity Stage on Antioxidant Activity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Loloh Sembung Blumea balsamifera Maturity Stage on Antioxidant Activity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Loloh Sembung Blumea balsamifera Maturity Stage on Antioxidant Activity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43075-total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-f</link>
	<guid isPermaLink="false">4f32e8d36bd9d6343cb14ad0934532d4</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 10:38:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam loloh sembung yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, terutama pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam loloh sembung yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, terutama pada daun sembung yang matang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas loloh sembung sebagai minuman fungsional dalam kondisi in vivo, misalnya melalui studi pada hewan percobaan untuk menguji pengaruhnya terhadap parameter kesehatan yang relevan. Ketiga, eksplorasi metode pengolahan loloh sembung yang dapat memaksimalkan kandungan senyawa bioaktif dan mempertahankan stabilitasnya selama penyimpanan menjadi penting untuk pengembangan produk yang lebih optimal.. Perbedaan tingkat kematangan daun sembung menunjukkan korelasi positif dengan kandungan total fenolik, total flavonoid dan aktivitas antioksidan (FRAP).Penelitian ini menunjukkan bahwa loloh sembung berpotensi sebagai minuman fungsional yang memanfaatkan kearifan lokal Loloh sembung (Blumea balsamifera) adalah minuman tradisional masyarakat Bali yang digunakan untuk mengobati penyakit. Perbedaan kematangan daun sembung akan mempengaruhi aktivitas antioksidan loloh sembung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan loloh sembung yang dibuat dari berbagai jenis kematangan daun sembung yang diekstrak dengan menggunakan pelarut air. Serbuk daun sembung pada tingkat kematangan yang berbeda (muda, dewasa dan tua) direbus untuk menghasilkan loloh sembung. Analisis kandungan antioksidan meliputi analisis total fenolik, total kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan ferric reducing antioxidant power (FRAP). Hasil analisis menunjukkan bahwa daun sembung dengan tingkat kematangan tua menunjukkan kandungan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-9280e.webp" title="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-9280e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-9280e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-9280e.webp 1x" title="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" alt="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-2a476.webp" title="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-2a476.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-2a476.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-2a476.webp 1x" title="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" alt="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43075-total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-f" title="JURIS - Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity" target="_blank">Effect of Loloh Sembung (Blumea balsamifera) Maturity Stage on Antioxidant Activity</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam loloh sembung yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, terutama pada daun sembung yang matang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas loloh sembung sebagai minuman fungsional dalam kondisi in vivo, misalnya melalui studi pada hewan percobaan untuk menguji pengaruhnya terhadap parameter kesehatan yang relevan. Ketiga, eksplorasi metode pengolahan loloh sembung yang dapat memaksimalkan kandungan senyawa bioaktif dan mempertahankan stabilitasnya selama penyimpanan menjadi penting untuk pengembangan produk yang lebih optimal..
<br>Perbedaan tingkat kematangan daun sembung menunjukkan korelasi positif dengan kandungan total fenolik, total flavonoid dan aktivitas antioksidan (FRAP).Penelitian ini menunjukkan bahwa loloh sembung berpotensi sebagai minuman fungsional yang memanfaatkan kearifan lokal
<br>Loloh sembung (Blumea balsamifera) adalah minuman tradisional masyarakat Bali yang digunakan untuk mengobati penyakit. Perbedaan kematangan daun sembung akan mempengaruhi aktivitas antioksidan loloh sembung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan loloh sembung yang dibuat dari berbagai jenis kematangan daun sembung yang diekstrak dengan menggunakan pelarut air. Serbuk daun sembung pada tingkat kematangan yang berbeda (muda, dewasa dan tua) direbus untuk menghasilkan loloh sembung. Analisis kandungan antioksidan meliputi analisis total fenolik, total kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan ferric reducing antioxidant power (FRAP). Hasil analisis menunjukkan bahwa daun sembung dengan tingkat kematangan tua menunjukkan kandungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-2a476.webp" type="image/webp" length="88708" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-9280e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/total-fenol-yogurt-fenolik-sembung-flavonoid-frap-thumb-2a476.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penurunan Total Polifenol Etanol Asam Laktat Asam Asetat Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penurunan Total Polifenol Etanol Asam Laktat Asam Asetat Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penurunan Total Polifenol Etanol Asam Laktat Asam Asetat Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43077-teknik-fermentasi-buah-hasil-biji</link>
	<guid isPermaLink="false">5e8f415b7fcebe0dd8e8042b5ca4d23e</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 10:10:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi dan kuantifikasi senyawa volatil spesifik yang terbentuk selama fermentasi dengan teknik penambahan inokulum bertahap, untuk memahami kontribusi masing-masing senyawa terhadap aroma dan cita rasa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi dan kuantifikasi senyawa volatil spesifik yang terbentuk selama fermentasi dengan teknik penambahan inokulum bertahap, untuk memahami kontribusi masing-masing senyawa terhadap aroma dan cita rasa cokelat. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan komposisi inokulum dan waktu penambahan inokulum secara bertahap, dengan mempertimbangkan jenis varietas kakao dan kondisi lingkungan fermentasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan mikroorganisme lokal yang memiliki kemampuan fermentasi yang lebih efisien dan menghasilkan profil aroma yang unik, sebagai alternatif pengganti inokulum komersial, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah biji kakao lokal.. Rehidrasi pulp biji kakao asalan dapat memperbaiki komposisi pulp sebagai substrat fermentasi.Parameter pengujian, prekursor aroma dan senyawa volatil tertinggi ditunjukkan pada perlakuan penambahan inokulum secara bertahap.Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan inokulum secara bertahap dapat menurunkan kandungan polifenol dan meningkatkan kandungan asam amino bebas hidrofobik, yang berperan penting dalam pembentukan cita rasa dan aroma khas kakao Latar belakang: Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasi tidak menghasilkan prekursor Cavour khas kakao. Upaya untuk mendapatkan biji kakao kering yang memiliki prekursor Cavour khas kakao dapat dilakukan apabila terdapat subtrat yang dapat difermentasi oleh mikrobia yang terlibat dalam fermentasi biji kakao segar dengan kondisi proses yang sesuai. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi teknik fermentasi biji kakao asalan terhadap parameter mutu biji kakao asalan hasil fermentasi, dan mengevaluasi prekursor Cavour... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-45efe.webp" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-45efe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-45efe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-45efe.webp 1x" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" alt="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-d1530.webp" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-d1530.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-d1530.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-d1530.webp 1x" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" alt="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-30fd4.webp" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-30fd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-30fd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-30fd4.webp 1x" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" alt="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43077-teknik-fermentasi-buah-hasil-biji" title="JURIS - Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan" target="_blank">Penurunan Total Polifenol, Etanol, Asam Laktat, Asam Asetat, Dan Asam Amino Selama Fermentasi Biji Kakao Asalan</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi dan kuantifikasi senyawa volatil spesifik yang terbentuk selama fermentasi dengan teknik penambahan inokulum bertahap, untuk memahami kontribusi masing-masing senyawa terhadap aroma dan cita rasa cokelat. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan komposisi inokulum dan waktu penambahan inokulum secara bertahap, dengan mempertimbangkan jenis varietas kakao dan kondisi lingkungan fermentasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan mikroorganisme lokal yang memiliki kemampuan fermentasi yang lebih efisien dan menghasilkan profil aroma yang unik, sebagai alternatif pengganti inokulum komersial, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah biji kakao lokal..
<br>Rehidrasi pulp biji kakao asalan dapat memperbaiki komposisi pulp sebagai substrat fermentasi.Parameter pengujian, prekursor aroma dan senyawa volatil tertinggi ditunjukkan pada perlakuan penambahan inokulum secara bertahap.Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan inokulum secara bertahap dapat menurunkan kandungan polifenol dan meningkatkan kandungan asam amino bebas hidrofobik, yang berperan penting dalam pembentukan cita rasa dan aroma khas kakao
<br>Latar belakang: Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasi tidak menghasilkan prekursor Cavour khas kakao. Upaya untuk mendapatkan biji kakao kering yang memiliki prekursor Cavour khas kakao dapat dilakukan apabila terdapat subtrat yang dapat difermentasi oleh mikrobia yang terlibat dalam fermentasi biji kakao segar dengan kondisi proses yang sesuai. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi teknik fermentasi biji kakao asalan terhadap parameter mutu biji kakao asalan hasil fermentasi, dan mengevaluasi prekursor Cavour...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-45efe.webp" type="image/webp" length="102134" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-45efe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-d1530.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/teknik-fermentasi-buah-hasil-biji-kakao-domestik-a-thumb-30fd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43058-tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-hidro</link>
	<guid isPermaLink="false">701c99eb8adec7c8a6484d5250c40072</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 10:02:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana variasi jenis enzim hidrolisis selain papain memengaruhi rasa, aroma, dan terima palatabilitas biskuit berbasis HPI tuna dan tepung edamame, karena enzim berbeda dapat menghasilkan profil peptida ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting: Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana variasi jenis enzim hidrolisis selain papain memengaruhi rasa, aroma, dan terima palatabilitas biskuit berbasis HPI tuna dan tepung edamame, karena enzim berbeda dapat menghasilkan profil peptida dan asam amino yang berbeda. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang efektivitas konsumsi biskuit ini dalam jangka panjang terhadap status gizi dan pertumbuhan balita stunting di wilayah endemis seperti Jember, untuk melihat dampak nyata dari intervensi pangan ini. Ketiga, diperlukan penelitian mengenai formulasi tambahan mikronutrien seperti zat besi dan seng pada biskuit tersebut, karena kekurangan mikronutrien juga turut berkontribusi terhadap stunting, sehingga biskuit dapat menjadi multigizi yang lebih komprehensif.. Formulasi biskuit terpilih adalah F3 dengan komposisi 20% tepung edamame dan 20% hidrolisat protein ikan tuna.Kandungan protein dan lemak pada biskuit F3 lebih tinggi dibandingkan biskuit makanan tambahan pabrikan.Biskuit ini berpotensi sebagai alternatif makanan tambahan untuk intervensi stunting berbasis pangan lokal Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kurang gizi paling umum di Indonesia dan masih menjadi permasalahan serius yang perlu segera ditangani. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi stunting pada balita adalah dengan memenuhi kebutuhan protein melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang tinggi protein. Biskuit dapat menjadi media perbaikan gizi apabila diperkaya dengan bahan tertentu. Bahan pangan lokal seperti kacang kedelai edamame yang diolah menjadi tepung edamame dan ikan tuna yang diubah menjadi hidrolisat protein ikan (HPI) memiliki potensi sebagai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-12975.webp" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-12975.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-12975.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-12975.webp 1x" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" alt="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-87c09.webp" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-87c09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-87c09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-87c09.webp 1x" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" alt="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-3051f.webp" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-3051f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-3051f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-3051f.webp 1x" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" alt="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43058-tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-hidro" title="JURIS - Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting" target="_blank">Formulasi Biskuit Tepung Edamame Dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Stunting</a>: Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana variasi jenis enzim hidrolisis selain papain memengaruhi rasa, aroma, dan terima palatabilitas biskuit berbasis HPI tuna dan tepung edamame, karena enzim berbeda dapat menghasilkan profil peptida dan asam amino yang berbeda. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang efektivitas konsumsi biskuit ini dalam jangka panjang terhadap status gizi dan pertumbuhan balita stunting di wilayah endemis seperti Jember, untuk melihat dampak nyata dari intervensi pangan ini. Ketiga, diperlukan penelitian mengenai formulasi tambahan mikronutrien seperti zat besi dan seng pada biskuit tersebut, karena kekurangan mikronutrien juga turut berkontribusi terhadap stunting, sehingga biskuit dapat menjadi multigizi yang lebih komprehensif..
<br>Formulasi biskuit terpilih adalah F3 dengan komposisi 20% tepung edamame dan 20% hidrolisat protein ikan tuna.Kandungan protein dan lemak pada biskuit F3 lebih tinggi dibandingkan biskuit makanan tambahan pabrikan.Biskuit ini berpotensi sebagai alternatif makanan tambahan untuk intervensi stunting berbasis pangan lokal
<br>Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kurang gizi paling umum di Indonesia dan masih menjadi permasalahan serius yang perlu segera ditangani. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi stunting pada balita adalah dengan memenuhi kebutuhan protein melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang tinggi protein. Biskuit dapat menjadi media perbaikan gizi apabila diperkaya dengan bahan tertentu. Bahan pangan lokal seperti kacang kedelai edamame yang diolah menjadi tepung edamame dan ikan tuna yang diubah menjadi hidrolisat protein ikan (HPI) memiliki potensi sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-87c09.webp" type="image/webp" length="84870" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-12975.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-87c09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/tepung-edamame-hidrolisat-protein-stabilitas-varia-thumb-3051f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Stunting among children Indonesian urban areas What is the risk factors ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Stunting among children Indonesian urban areas What is the risk factors ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Stunting among children Indonesian urban areas What is the risk factors ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43071-deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-fakto</link>
	<guid isPermaLink="false">7fbea54c40a2af051f13bf2e9f5418bc</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 09:25:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan yang terdapat dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan:Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis makanan yang paling berkontribusi terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan yang terdapat dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan:Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis makanan yang paling berkontribusi terhadap risiko stunting pada anak-anak di wilayah perkotaan Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis kandungan gizi makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak dan mengaitkannya dengan status gizi mereka. Selain itu, penelitian juga dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas intervensi gizi yang telah dilakukan di wilayah perkotaan Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual yang dapat mempengaruhi keberhasilan intervensi tersebut. Terakhir, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan status gizi anak-anak dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi transisi gizi mereka. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko stunting dan efektivitas intervensi dapat diperoleh, sehingga dapat mendukung pengembangan program pencegahan dan penanggulangan stunting yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.. Karena kesimpulan tidak ditemukan dalam dokumen, berikut adalah kesimpulan yang dibuat.Stunting merupakan masalah gizi serius yang memerlukan perhatian khusus di wilayah perkotaan Indonesia.Faktor-faktor risiko stunting bersifat kompleks dan saling terkait, mencakup aspek konsumsi makanan, sanitasi, akses layanan kesehatan, dan pendidikan ibu.Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.Dengan mengatasi faktor-faktor risiko stunting secara efektif, diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan mewujudkan generasi yang sehat dan produktif Karena tidak ada abstrak bahasa Indonesia dalam dokumen, abstrak bahasa Inggris akan diterjemahkan:"Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?"Stunting pada anak-anak di wilayah perkotaan Indonesia: Apa saja faktor risikonya?Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang terkait dengan stunting pada anak-anak di wilayah perkotaan Indonesia. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor-faktor risiko stunting dapat bervariasi tergantung pada kondisi sosial ekonomi, budaya, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode survei lintas penampang dengan melibatkan sampel anak-anak usia 0-5 tahun di beberapa kota di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-f5f7e.webp" title="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-f5f7e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-f5f7e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-f5f7e.webp 1x" title="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" alt="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-0fdc9.webp" title="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-0fdc9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-0fdc9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-0fdc9.webp 1x" title="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" alt="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43071-deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-fakto" title="JURIS - Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?" target="_blank">Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan yang terdapat dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan:Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis makanan yang paling berkontribusi terhadap risiko stunting pada anak-anak di wilayah perkotaan Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis kandungan gizi makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak dan mengaitkannya dengan status gizi mereka. Selain itu, penelitian juga dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas intervensi gizi yang telah dilakukan di wilayah perkotaan Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual yang dapat mempengaruhi keberhasilan intervensi tersebut. Terakhir, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan status gizi anak-anak dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi transisi gizi mereka. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko stunting dan efektivitas intervensi dapat diperoleh, sehingga dapat mendukung pengembangan program pencegahan dan penanggulangan stunting yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan..
<br>Karena kesimpulan tidak ditemukan dalam dokumen, berikut adalah kesimpulan yang dibuat.Stunting merupakan masalah gizi serius yang memerlukan perhatian khusus di wilayah perkotaan Indonesia.Faktor-faktor risiko stunting bersifat kompleks dan saling terkait, mencakup aspek konsumsi makanan, sanitasi, akses layanan kesehatan, dan pendidikan ibu.Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.Dengan mengatasi faktor-faktor risiko stunting secara efektif, diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan mewujudkan generasi yang sehat dan produktif
<br>Karena tidak ada abstrak bahasa Indonesia dalam dokumen, abstrak bahasa Inggris akan diterjemahkan:"Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?"Stunting pada anak-anak di wilayah perkotaan Indonesia: Apa saja faktor risikonya?Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang terkait dengan stunting pada anak-anak di wilayah perkotaan Indonesia. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor-faktor risiko stunting dapat bervariasi tergantung pada kondisi sosial ekonomi, budaya, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode survei lintas penampang dengan melibatkan sampel anak-anak usia 0-5 tahun di beberapa kota di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-f5f7e.webp" type="image/webp" length="111956" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-f5f7e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/deteksi-faktor-risiko-stunting-balita-anak-urban-g-thumb-0fdc9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43070-penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-seko</link>
	<guid isPermaLink="false">7945bf6703d61c0ff7cbefa9a717ade7</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 09:15:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku jajan siswa, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku jajan siswa, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan ketersediaan makanan sehat di sekolah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas berbagai jenis media penyuluhan gizi yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa, seperti video animasi, permainan edukatif, atau aplikasi mobile. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam proses penyusunan materi penyuluhan gizi, sehingga materi tersebut lebih relevan dan mudah dipahami oleh mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku jajan siswa dan menghasilkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan dan gizi siswa di sekolah.. Penelitian ini menunjukkan bahwa media penyuluhan gizi memiliki pengaruh positif terhadap sikap dan tindakan siswa dalam memilih makanan jajanan.Peningkatan sikap dan tindakan siswa lebih signifikan terlihat pada penggunaan media powerpoint dibandingkan leaflet.Oleh karena itu, penggunaan media penyuluhan gizi, terutama powerpoint, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan perilaku jajan sehat pada siswa sekolah dasar Latar Belakang: Banyaknya berbagai jenis jajan saat ini yang beredar tidak aman dikonsumsi anak usia sekolah dasar di lingkungan sekolah maupun dirumah. Makanan jajanan yang ditawarkan penjual belum tentu menyehatkan dan hal yang disukai anak-anak sekolah dasar tetapi sayangnya tidak semuanya aman dikonsumsi oleh anak. Tujuan : Untuk menilai pengaruh media penyuluhan gizi terhadap perilaku jajan siswa di SD Negeri 107422 Pagar Jati Kabupaten Deli Serdang. Metode: Penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-8b429.webp" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-8b429.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-8b429.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-8b429.webp 1x" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" alt="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-d52a8.webp" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-d52a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-d52a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-d52a8.webp 1x" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" alt="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-5ec16.webp" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-5ec16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-5ec16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-5ec16.webp 1x" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" alt="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43070-penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-seko" title="JURIS - The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior" target="_blank">The Rule of Nutrition Counseling Media to StudentsAo Snacking Behavior</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku jajan siswa, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan ketersediaan makanan sehat di sekolah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas berbagai jenis media penyuluhan gizi yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa, seperti video animasi, permainan edukatif, atau aplikasi mobile. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam proses penyusunan materi penyuluhan gizi, sehingga materi tersebut lebih relevan dan mudah dipahami oleh mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku jajan siswa dan menghasilkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan dan gizi siswa di sekolah..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa media penyuluhan gizi memiliki pengaruh positif terhadap sikap dan tindakan siswa dalam memilih makanan jajanan.Peningkatan sikap dan tindakan siswa lebih signifikan terlihat pada penggunaan media powerpoint dibandingkan leaflet.Oleh karena itu, penggunaan media penyuluhan gizi, terutama powerpoint, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan perilaku jajan sehat pada siswa sekolah dasar
<br>Latar Belakang: Banyaknya berbagai jenis jajan saat ini yang beredar tidak aman dikonsumsi anak usia sekolah dasar di lingkungan sekolah maupun dirumah. Makanan jajanan yang ditawarkan penjual belum tentu menyehatkan dan hal yang disukai anak-anak sekolah dasar tetapi sayangnya tidak semuanya aman dikonsumsi oleh anak. Tujuan : Untuk menilai pengaruh media penyuluhan gizi terhadap perilaku jajan siswa di SD Negeri 107422 Pagar Jati Kabupaten Deli Serdang. Metode: Penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-8b429.webp" type="image/webp" length="91924" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-8b429.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-d52a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/penyuluhan-gizi-status-siswa-moral-sekolah-partisi-thumb-5ec16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43064-makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-w</link>
	<guid isPermaLink="false">5cb74e4b8e162363d26e6510144187f3</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:31:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara citra tubuh dan perilaku makan pada wanita usia subur pranikah. Pertama, penelitian kuantitatif dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara citra tubuh dan perilaku makan pada wanita usia subur pranikah. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi arah kausalitas antara citra tubuh dan perilaku melewatkan makan, serta faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hubungan tersebut. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi wanita usia subur pranikah mengenai citra tubuh dan dampaknya terhadap perilaku makan mereka. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi gizi dan konseling citra tubuh dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi dalam meningkatkan citra tubuh dan memperbaiki perilaku makan pada wanita usia subur pranikah. Dengan menggabungkan hasil dari berbagai jenis penelitian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas hubungan antara citra tubuh dan perilaku makan, serta dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan gizi wanita usia subur pranikah.. Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan perilaku melewatkan makan.Disarankan bagi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan materi terkait citra tubuh dan pentingnya makan secara teratur guna mencegah masalah gizi pada masa kehamilan pada kegiatan bimbingan perkawinan Wanita usia subur (WUS) pranikah perlu memperhatikan kecukupan gizinya, karena sebagai calon ibu status gizi wanita usia subur prakonsepsi akan mempengaruhi tumbuh kembang janin, kesehatan bayi, keselamatan ibu dan bayi selama proses melahirkan. Namun pada masa pranikah ini, perhatian terhadap citra tubuh biasanya meningkat, dimana hal ini dapat mempengaruhi perilaku makan seseorang, salah satunya perilaku melewatkan makan. Perilaku melewatkan makan berdampak pada kualitas diet yang buruk yang pada akhirnya dapat mempengaruhi status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara citra tubuh dengan perilaku melewatkan makan pada wanita usia subur pranikah di kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-c85d5.webp" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-c85d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-c85d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-c85d5.webp 1x" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" alt="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-42674.webp" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-42674.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-42674.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-42674.webp 1x" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" alt="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-8cad7.webp" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-8cad7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-8cad7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-8cad7.webp 1x" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" alt="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43064-makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-w" title="JURIS - Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah" target="_blank">Asosiasi Antara Citra Tubuh dan Perilaku Melewatkan Makan pada Wanita Usia Subur Pranikah</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara citra tubuh dan perilaku makan pada wanita usia subur pranikah. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi arah kausalitas antara citra tubuh dan perilaku melewatkan makan, serta faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hubungan tersebut. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi wanita usia subur pranikah mengenai citra tubuh dan dampaknya terhadap perilaku makan mereka. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi gizi dan konseling citra tubuh dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi dalam meningkatkan citra tubuh dan memperbaiki perilaku makan pada wanita usia subur pranikah. Dengan menggabungkan hasil dari berbagai jenis penelitian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas hubungan antara citra tubuh dan perilaku makan, serta dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan gizi wanita usia subur pranikah..
<br>Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan perilaku melewatkan makan.Disarankan bagi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan materi terkait citra tubuh dan pentingnya makan secara teratur guna mencegah masalah gizi pada masa kehamilan pada kegiatan bimbingan perkawinan
<br>Wanita usia subur (WUS) pranikah perlu memperhatikan kecukupan gizinya, karena sebagai calon ibu status gizi wanita usia subur prakonsepsi akan mempengaruhi tumbuh kembang janin, kesehatan bayi, keselamatan ibu dan bayi selama proses melahirkan. Namun pada masa pranikah ini, perhatian terhadap citra tubuh biasanya meningkat, dimana hal ini dapat mempengaruhi perilaku makan seseorang, salah satunya perilaku melewatkan makan. Perilaku melewatkan makan berdampak pada kualitas diet yang buruk yang pada akhirnya dapat mempengaruhi status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara citra tubuh dengan perilaku melewatkan makan pada wanita usia subur pranikah di kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-42674.webp" type="image/webp" length="112744" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-c85d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-42674.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/makan-responden-usia-subur-wanita-produktif-pember-thumb-8cad7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia A Multilevel Analysis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia A Multilevel Analysis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia A Multilevel Analysis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43066-anak-usia-genz-stunting-produk-domestik</link>
	<guid isPermaLink="false">654aa5496332b78d6344bfe0e747e0c0</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:31:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik bagaimana pertumbuhan ekonomi yang merata dapat mengurangi stunting, misalnya melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Studi longitudinal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik bagaimana pertumbuhan ekonomi yang merata dapat mengurangi stunting, misalnya melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Studi longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor sosial ekonomi, geografis, dan kejadian stunting pada anak-anak. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi efektivitas intervensi yang ditargetkan secara geografis dan sosial-ekonomi untuk mengurangi disparitas stunting di Indonesia. Penelitian juga dapat difokuskan pada peran sektor swasta dan masyarakat sipil dalam mendukung program-program pencegahan stunting, serta bagaimana meningkatkan koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan. Terakhir, studi komparatif dengan negara-negara lain yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dapat memberikan wawasan berharga untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif di Indonesia.. Pertumbuhan ekonomi yang merata merupakan faktor penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak stunting dan severe stunting di seluruh tatanan geografis di Indonesia.Penelitian ini menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio pajak memiliki hubungan signifikan dengan penurunan risiko stunting dan severe stunting.Perbedaan geografis juga berperan penting dalam prevalensi stunting dan severe stunting, sehingga intervensi perlu disesuaikan dengan konteks lokal Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kesenjangan sosioekonomi dan geografis termasuk akar masalah stunting pada anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial determinan stunting dan severe stunting pada anak-anak di Indonesia.Metode: Penelitian ini menganalisis data dari survei potong lintang Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, BPS, dan Kementrian Keuangan. Sampel adalah 3,953 anak usia 6-23 bulan dan 10,215 anak usia 24-59 bulan. Variabel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-683af.webp" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-683af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-683af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-683af.webp 1x" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" alt="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-55e8d.webp" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-55e8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-55e8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-55e8d.webp 1x" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" alt="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-45601.webp" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-45601.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-45601.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-45601.webp 1x" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" alt="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43066-anak-usia-genz-stunting-produk-domestik" title="JURIS - Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis" target="_blank">Gross Domestic Product and Geographic Area as Social Determinants of Child Stunting and Severe Stunting in Indonesia: A Multilevel Analysis</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik bagaimana pertumbuhan ekonomi yang merata dapat mengurangi stunting, misalnya melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Studi longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor sosial ekonomi, geografis, dan kejadian stunting pada anak-anak. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi efektivitas intervensi yang ditargetkan secara geografis dan sosial-ekonomi untuk mengurangi disparitas stunting di Indonesia. Penelitian juga dapat difokuskan pada peran sektor swasta dan masyarakat sipil dalam mendukung program-program pencegahan stunting, serta bagaimana meningkatkan koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan. Terakhir, studi komparatif dengan negara-negara lain yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dapat memberikan wawasan berharga untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif di Indonesia..
<br>Pertumbuhan ekonomi yang merata merupakan faktor penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak stunting dan severe stunting di seluruh tatanan geografis di Indonesia.Penelitian ini menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio pajak memiliki hubungan signifikan dengan penurunan risiko stunting dan severe stunting.Perbedaan geografis juga berperan penting dalam prevalensi stunting dan severe stunting, sehingga intervensi perlu disesuaikan dengan konteks lokal
<br>Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kesenjangan sosioekonomi dan geografis termasuk akar masalah stunting pada anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial determinan stunting dan severe stunting pada anak-anak di Indonesia.Metode: Penelitian ini menganalisis data dari survei potong lintang Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, BPS, dan Kementrian Keuangan. Sampel adalah 3,953 anak usia 6-23 bulan dan 10,215 anak usia 24-59 bulan. Variabel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-683af.webp" type="image/webp" length="106318" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-683af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-55e8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/anak-usia-genz-stunting-produk-domestik-bruto-area-thumb-45601.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43057-edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-la</link>
	<guid isPermaLink="false">f27a544170b22eec423479fab268c48a</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:07:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tuli bising ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bising,tuli,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, kami menyarankan agar edukasi kesehatan berbasis komunitas seperti ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai panti wreda atau komunitas lansia lainnya. Edukasi yang fokus pada pencegahan obesitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, kami menyarankan agar edukasi kesehatan berbasis komunitas seperti ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai panti wreda atau komunitas lansia lainnya. Edukasi yang fokus pada pencegahan obesitas dan osteoartritis dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari edukasi ini terhadap perilaku dan kesehatan lansia, serta mengidentifikasi strategi-strategi tambahan yang dapat memperkuat dampak edukasi tersebut.. Kegiatan pengabmas melalui edukasi seputar gizi dan dampak berlebihan gizi pada lansia yaitu osteoartritis genu berjalan lancar dengan hasil berupa peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan.Peserta komunitas geriatri dan pengelola panti tampak antusias dan meminta kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan Latar Belakang: Lansia, individu berusia di atas 60 tahun, mengalami berbagai masalah kesehatan terutama terkait gizi dan osteoartritis. Proyeksi penduduk lansia menunjukkan tren peningkatan di Indonesia, mendorong perlunya edukasi kesehatan terhadap perubahan perilaku guna meningkatkan derajat kesehatan lansia. Pengabdian ini berfokus pada masalah kesehatan komunitas lansia yang ditemukan di Panti Wreda Pengayoman, Kota Semarang, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya obesitas dan osteoartritis, serta pencegahannya. Metode: Pengabdian ini menggunakan pendekatan komunitas yang melibatkan penyuluhan dengan metode ceramah dan penyebaran materi informatif pada 16 lansia. Pretes dan postes terkait materi penyuluhan diberikan guna mengkaji pemahaman lansia. Hasil: Selain tingginya antusias lansia pada saat penyuluhan, pengabdian ini berhasil meningkatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-0f834.webp" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-0f834.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-0f834.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-0f834.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" alt="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-30060.webp" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-30060.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-30060.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-30060.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" alt="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-36080.webp" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-36080.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-36080.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-36080.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" alt="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43057-edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-la" title="JURIS - Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang" target="_blank">Edukasi Seputar Obesitas dan Osteoartritis pada Komunitas Geriatri di Panti Wreda Pengayoman Semarang</a>: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, kami menyarankan agar edukasi kesehatan berbasis komunitas seperti ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai panti wreda atau komunitas lansia lainnya. Edukasi yang fokus pada pencegahan obesitas dan osteoartritis dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari edukasi ini terhadap perilaku dan kesehatan lansia, serta mengidentifikasi strategi-strategi tambahan yang dapat memperkuat dampak edukasi tersebut..
<br>Kegiatan pengabmas melalui edukasi seputar gizi dan dampak berlebihan gizi pada lansia yaitu osteoartritis genu berjalan lancar dengan hasil berupa peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan.Peserta komunitas geriatri dan pengelola panti tampak antusias dan meminta kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan
<br>Latar Belakang: Lansia, individu berusia di atas 60 tahun, mengalami berbagai masalah kesehatan terutama terkait gizi dan osteoartritis. Proyeksi penduduk lansia menunjukkan tren peningkatan di Indonesia, mendorong perlunya edukasi kesehatan terhadap perubahan perilaku guna meningkatkan derajat kesehatan lansia. Pengabdian ini berfokus pada masalah kesehatan komunitas lansia yang ditemukan di Panti Wreda Pengayoman, Kota Semarang, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya obesitas dan osteoartritis, serta pencegahannya. Metode: Pengabdian ini menggunakan pendekatan komunitas yang melibatkan penyuluhan dengan metode ceramah dan penyebaran materi informatif pada 16 lansia. Pretes dan postes terkait materi penyuluhan diberikan guna mengkaji pemahaman lansia. Hasil: Selain tingginya antusias lansia pada saat penyuluhan, pengabdian ini berhasil meningkatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-30060.webp" type="image/webp" length="66642" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-0f834.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-30060.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/edukasi-kesehatan-mental-lansia-hidup-komunitas-ku-thumb-36080.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6444-med-com-empowermentajournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43056-sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kank</link>
	<guid isPermaLink="false">18fe5715172dd8802dbca8a4422c4dde</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:06:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tuli bising ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bising,tuli,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian berikutnya dapat mengkaji efektivitas media audiovisual dalam meningkatkan persepsi risiko dan motivasi tindakan nyata melakukan pap smear pada kelompok usia subur, dengan membandingkan kelompok kontrol yang menerima edukasi tradisional. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual: Pertanyaan penelitian berikutnya dapat mengkaji efektivitas media audiovisual dalam meningkatkan persepsi risiko dan motivasi tindakan nyata melakukan pap smear pada kelompok usia subur, dengan membandingkan kelompok kontrol yang menerima edukasi tradisional. Selanjutnya, peneliti dapat mengevaluasi durasi optimal dan frekuensi pemutaran video untuk mempertahankan pengetahuan jangka panjang, serta memanfaatkan platform media sosial berbasis komunitas untuk memperluas jangkauan. Terakhir, studi longitudinal dapat menilai dampak jangka panjang intervensi video terhadap tingkat deteksi dini kanker serviks di wilayah pedesaan, yang dapat menawarkan kebijakan berbasis bukti untuk program kesehatan masyarakat.. Pemberian penyuluhan melalui video edukasi meningkatkan pengetahuan tentang pap smear pada pemirsa, terbukti dari perbedaan nilai preActest dan postActest.Media audiovisual terbukti praktis dan efektif sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan.Melalui pendekatan ini, masyarakat perempuan dapat lebih memahami pentingnya pemeriksaan pap smear Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker serviks yang efektif, sederhana dan murah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan metode sosialisasi video edukasi selama 5 hari, antara tanggal 10 hingga 15 Juli 2023, melalui saluran YouTube yang melibatkan 133 pemirsa. Video disebarluaskan secara online melalui media sosial, mulai dari Instagram, WhatsApp, Telegram, hingga Facebook, untuk meningkatkan jumlah pemirsa. PreActest dilaksanakan sebelum menonton video, lalu responden mengisi postActest setelah menonton. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan nilai rataAcrata antara preActest dan postActest, terbukti peningkatan pengetahuan mengenai pap smear. Kesimpulannya,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-73aeb.webp" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-73aeb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-73aeb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-73aeb.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" alt="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-f7469.webp" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-f7469.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-f7469.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-f7469.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" alt="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-7d754.webp" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-7d754.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-7d754.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-7d754.webp 1x" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" alt="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43056-sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kank" title="JURIS - Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual" target="_blank">Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual</a>: Pertanyaan penelitian berikutnya dapat mengkaji efektivitas media audiovisual dalam meningkatkan persepsi risiko dan motivasi tindakan nyata melakukan pap smear pada kelompok usia subur, dengan membandingkan kelompok kontrol yang menerima edukasi tradisional. Selanjutnya, peneliti dapat mengevaluasi durasi optimal dan frekuensi pemutaran video untuk mempertahankan pengetahuan jangka panjang, serta memanfaatkan platform media sosial berbasis komunitas untuk memperluas jangkauan. Terakhir, studi longitudinal dapat menilai dampak jangka panjang intervensi video terhadap tingkat deteksi dini kanker serviks di wilayah pedesaan, yang dapat menawarkan kebijakan berbasis bukti untuk program kesehatan masyarakat..
<br>Pemberian penyuluhan melalui video edukasi meningkatkan pengetahuan tentang pap smear pada pemirsa, terbukti dari perbedaan nilai preActest dan postActest.Media audiovisual terbukti praktis dan efektif sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan.Melalui pendekatan ini, masyarakat perempuan dapat lebih memahami pentingnya pemeriksaan pap smear
<br>Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker serviks yang efektif, sederhana dan murah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan metode sosialisasi video edukasi selama 5 hari, antara tanggal 10 hingga 15 Juli 2023, melalui saluran YouTube yang melibatkan 133 pemirsa. Video disebarluaskan secara online melalui media sosial, mulai dari Instagram, WhatsApp, Telegram, hingga Facebook, untuk meningkatkan jumlah pemirsa. PreActest dilaksanakan sebelum menonton video, lalu responden mengisi postActest setelah menonton. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan nilai rataAcrata antara preActest dan postActest, terbukti peningkatan pengetahuan mengenai pap smear. Kesimpulannya,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-7d754.webp" type="image/webp" length="43746" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-73aeb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-f7469.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/sikap-pap-smear-edukasi-audiovisual-kanker-serviks-thumb-7d754.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6444-med-com-empowermentajournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43072-pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd</link>
	<guid isPermaLink="false">4e71d8ce5eb78a3c4c5270960a35bd50</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:00:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh fasilitas penyimpanan ASI seperti pompa dan lemari es terhadap keberlangsungan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja di daerah pedesaan dengan akses listrik terbatas. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh fasilitas penyimpanan ASI seperti pompa dan lemari es terhadap keberlangsungan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja di daerah pedesaan dengan akses listrik terbatas. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai peran anggota keluarga lain, khususnya nenek atau ibu dari sang ibu, dalam mendukung atau justru menghambat praktik pemberian ASI eksklusif di lingkungan rumah tangga. Ketiga, penting untuk menguji efektivitas program edukasi yang dikemas secara kultural dan lokal, khususnya yang melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan desa, dalam meningkatkan pemahaman dan komitmen terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang intervensi yang lebih tepat sasaran, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan dominasi peran pengasuhan oleh non-ibu. Dengan pendekatan yang berbasis konteks lokal, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Temuan dari studi ini juga dapat menjadi dasar bagi kebijakan daerah dalam menyusun program pendukung menyusui yang inklusif. Selain itu, penelitian lanjutan bisa mengevaluasi kombinasi antara edukasi keluarga dan modifikasi tempat kerja terhadap praktik menyusui. Fokus pada aspek psikologis ibu, seperti stres dan beban kerja domestik, juga layak dieksplorasi. Dengan demikian, pendekatan holistik dapat dikembangkan untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif. Semua ide penelitian ini memperluas temuan studi awal dengan menggali hambatan struktural, sosial, dan budaya secara lebih mendalam.. Pada populasi berpenghasilan rendah dimana praktik pemberian ASI telah dilakukan, tetapi pengasuhan anak dilakukan oleh seseorang selain ibu kandung, pentingnya pemberian ASI eksklusif harus terus ditekankan.Edukasi untuk meningkatkan motivasi ibu dan anggota keluarga lainnya dalam memberikan ASI sangat penting dilakukan.Selain itu, upaya pembentukan lingkungan kerja yang ramah menyusui juga perlu diperkuat Secara global, prevalensi ibu yang memberikan ASI (air susu ibu) secara eksklusif untuk bayinya sampai dengan usia 6 bulan masih rendah (38%). Di Indonesia, pemberian ASI sudah dipraktikkan secara luas, namun yang memberikan hingga 6 bulan hanya 15,3% dan belum meningkat, meskipun Panduan Pemberian Makan Bayi dan Anak dari WHO telah tersedia. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pentingnya pengasuhan oleh ibu (yaitu ibu memiliki peran terbesar dan menghabiskan waktu terbanyak untuk merawat bayinya sehari-hari) untuk meningkatkan praktik ASI Eksklusif pada populasi dengan tingkat ekonomi rendah. Studi cross-sectional ini dilakukan pada 408 anak usia 6 - 24 bulan dan pengasuhnya di daerah pedesaan Indonesia.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-7e577.webp" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-7e577.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-7e577.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-7e577.webp 1x" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" alt="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-02177.webp" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-02177.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-02177.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-02177.webp 1x" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" alt="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-9e069.webp" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-9e069.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-9e069.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-9e069.webp 1x" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" alt="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43072-pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd" title="JURIS - The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices" target="_blank">The Importance Of MotherAos Care For Improving Exclusive Breastfeeding Practices</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh fasilitas penyimpanan ASI seperti pompa dan lemari es terhadap keberlangsungan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja di daerah pedesaan dengan akses listrik terbatas. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai peran anggota keluarga lain, khususnya nenek atau ibu dari sang ibu, dalam mendukung atau justru menghambat praktik pemberian ASI eksklusif di lingkungan rumah tangga. Ketiga, penting untuk menguji efektivitas program edukasi yang dikemas secara kultural dan lokal, khususnya yang melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan desa, dalam meningkatkan pemahaman dan komitmen terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang intervensi yang lebih tepat sasaran, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan dominasi peran pengasuhan oleh non-ibu. Dengan pendekatan yang berbasis konteks lokal, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Temuan dari studi ini juga dapat menjadi dasar bagi kebijakan daerah dalam menyusun program pendukung menyusui yang inklusif. Selain itu, penelitian lanjutan bisa mengevaluasi kombinasi antara edukasi keluarga dan modifikasi tempat kerja terhadap praktik menyusui. Fokus pada aspek psikologis ibu, seperti stres dan beban kerja domestik, juga layak dieksplorasi. Dengan demikian, pendekatan holistik dapat dikembangkan untuk menunjang keberhasilan ASI eksklusif. Semua ide penelitian ini memperluas temuan studi awal dengan menggali hambatan struktural, sosial, dan budaya secara lebih mendalam..
<br>Pada populasi berpenghasilan rendah dimana praktik pemberian ASI telah dilakukan, tetapi pengasuhan anak dilakukan oleh seseorang selain ibu kandung, pentingnya pemberian ASI eksklusif harus terus ditekankan.Edukasi untuk meningkatkan motivasi ibu dan anggota keluarga lainnya dalam memberikan ASI sangat penting dilakukan.Selain itu, upaya pembentukan lingkungan kerja yang ramah menyusui juga perlu diperkuat
<br>Secara global, prevalensi ibu yang memberikan ASI (air susu ibu) secara eksklusif untuk bayinya sampai dengan usia 6 bulan masih rendah (38%). Di Indonesia, pemberian ASI sudah dipraktikkan secara luas, namun yang memberikan hingga 6 bulan hanya 15,3% dan belum meningkat, meskipun Panduan Pemberian Makan Bayi dan Anak dari WHO telah tersedia. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pentingnya pengasuhan oleh ibu (yaitu ibu memiliki peran terbesar dan menghabiskan waktu terbanyak untuk merawat bayinya sehari-hari) untuk meningkatkan praktik ASI Eksklusif pada populasi dengan tingkat ekonomi rendah. Studi cross-sectional ini dilakukan pada 408 anak usia 6 - 24 bulan dan pengasuhnya di daerah pedesaan Indonesia....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-7e577.webp" type="image/webp" length="83990" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-7e577.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-02177.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/pemberian-asi-literasi-anak-usia-eksklusif-imd-par-thumb-9e069.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri Upaya Penanggulangan Covid 19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok Herd Immunity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri Upaya Penanggulangan Covid 19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok Herd Immunity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri Upaya Penanggulangan Covid 19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok Herd Immunity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43055-program-vaksinasi-rotavirus-covi</link>
	<guid isPermaLink="false">d6e6e23873499bf65d43e2275dbd8f83</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 07:30:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tuli bising ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bising,tuli,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas vaksinasi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan dampak positifnya terhadap percepatan kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu, penting untuk mengeksplorasi lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity): Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas vaksinasi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan dampak positifnya terhadap percepatan kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi, serta strategi-strategi yang dapat meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada evaluasi sistem penanganan kegawatdaruratan selama kegiatan vaksinasi, termasuk efektivitas tim medis dalam menangani kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dan strategi mitigasi risiko yang diterapkan.. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema UNIMUS Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi dalam rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)) telah dilaksanakan dengan lancar dan tanpa halangan berarti COVID-19 telah menjadi bencana pandemi dengan tingkat penyebaran dan severity yang memprihatinkan. Hal ini menyebabkan World Health Organization (WHO) sejak 11 Maret 2020 menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Kasus COVID-19 di Indonesia meningkat dalam satu minggu terakhir, yang mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan wajib vaksinasi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-70bbe.webp" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-70bbe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-70bbe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-70bbe.webp 1x" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" alt="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-537f0.webp" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-537f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-537f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-537f0.webp 1x" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" alt="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-3dfb9.webp" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-3dfb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-3dfb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-3dfb9.webp 1x" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" alt="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43055-program-vaksinasi-rotavirus-covi" title="JURIS - Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)" target="_blank">Penanganan Kegawatdaruratan Kegiatan Vaksinasi Unimus Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Dalam Rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas vaksinasi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan dampak positifnya terhadap percepatan kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi, serta strategi-strategi yang dapat meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada evaluasi sistem penanganan kegawatdaruratan selama kegiatan vaksinasi, termasuk efektivitas tim medis dalam menangani kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dan strategi mitigasi risiko yang diterapkan..
<br>Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema UNIMUS Untuk Negeri (Upaya Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi dalam rangka Percepatan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)) telah dilaksanakan dengan lancar dan tanpa halangan berarti
<br>COVID-19 telah menjadi bencana pandemi dengan tingkat penyebaran dan severity yang memprihatinkan. Hal ini menyebabkan World Health Organization (WHO) sejak 11 Maret 2020 menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Kasus COVID-19 di Indonesia meningkat dalam satu minggu terakhir, yang mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan wajib vaksinasi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-537f0.webp" type="image/webp" length="85142" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-70bbe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-537f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/program-vaksinasi-rotavirus-covid-19-kipi-strategi-thumb-3dfb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6444-med-com-empowermentajournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43054-kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan</link>
	<guid isPermaLink="false">c57554b38688be4ccbf07a5318d72093</guid>
	<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 07:18:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tuli bising ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bising,tuli,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara masyarakat yang tinggal di dekat kawasan industri dengan masyarakat yang tinggal di daerah yang lebih tenang, untuk melihat perbedaan tingkat kesadaran dan perilaku pencegahan tuli akibat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara masyarakat yang tinggal di dekat kawasan industri dengan masyarakat yang tinggal di daerah yang lebih tenang, untuk melihat perbedaan tingkat kesadaran dan perilaku pencegahan tuli akibat bising. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuli akibat bising, termasuk penggunaan media sosial dan kampanye kesehatan masyarakat. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kegiatan penyuluhan ini terhadap perilaku pencegahan tuli akibat bising di masyarakat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan program pencegahan.. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuli akibat bising, khususnya masyarakat wilayah Purwoyoso Semarang.Perlu dilakukan kegiatan pengabdian serupa sebagai upaya monitoring perubahan tingkah laku pencegahan tuli akibat bising Tuli akibat bising dapat menyebabkan gangguan komunikasi permanen. Demografi wilayah kelurahan Purwoyoso yang dikelilingi oleh kawasan industri besar, yang tentunya berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran akibat kebisingan industri tersebut. Metode: Kegiatan berupa penyuluhan kesehatan. Dilakukan evaluasi dengan kuesioner. Hasil: Terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang tuli akibat bising. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan berhasil menambah pengetahuan masyarakat tentang tuli akibat bising. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1e8e7.webp" title="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1e8e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1e8e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1e8e7.webp 1x" title="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" alt="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1aa2c.webp" title="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1aa2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1aa2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1aa2c.webp 1x" title="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" alt="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43054-kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan" title="JURIS - Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang" target="_blank">Penyuluhan kesehatan AuTuli Akibat BisingAy pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Purwoyoso Semarang</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara masyarakat yang tinggal di dekat kawasan industri dengan masyarakat yang tinggal di daerah yang lebih tenang, untuk melihat perbedaan tingkat kesadaran dan perilaku pencegahan tuli akibat bising. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuli akibat bising, termasuk penggunaan media sosial dan kampanye kesehatan masyarakat. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kegiatan penyuluhan ini terhadap perilaku pencegahan tuli akibat bising di masyarakat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan program pencegahan..
<br>Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuli akibat bising, khususnya masyarakat wilayah Purwoyoso Semarang.Perlu dilakukan kegiatan pengabdian serupa sebagai upaya monitoring perubahan tingkah laku pencegahan tuli akibat bising
<br>Tuli akibat bising dapat menyebabkan gangguan komunikasi permanen. Demografi wilayah kelurahan Purwoyoso yang dikelilingi oleh kawasan industri besar, yang tentunya berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran akibat kebisingan industri tersebut. Metode: Kegiatan berupa penyuluhan kesehatan. Dilakukan evaluasi dengan kuesioner. Hasil: Terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang tuli akibat bising. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan berhasil menambah pengetahuan masyarakat tentang tuli akibat bising.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1aa2c.webp" type="image/webp" length="64742" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1e8e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/kawasan-industri-masyarakat-pengetahuan-kesehatan-thumb-1aa2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6444-med-com-empowermentajournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 30 Apr 2026 11:17:30 +0700. 12 items. Served in: 2.157 seconds [rss] -->
