<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2026 20:34:50 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 20:34:50 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-06T20:34:50+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64594-insiden-nyeri-punggung-intensitas</link>
	<guid isPermaLink="false">f92d0fecad11e9dd8ebf20a138c4d73d</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 17:07:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melakukan pengukuran hasil terapi secara kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melakukan pengukuran hasil terapi secara kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja akupunktur dalam mengurangi nyeri punggung bawah secara lebih mendalam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi akupunktur pada kasus-kasus spesifik.. Asuhan Akupunktur pada kasus nyeri punggung bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue menunjukkan hasil yang positif.Terapi ini mampu menurunkan intensitas nyeri, mengurangi kekakuan, serta meningkatkan kemampuan aktivitas harian klien secara bertahap.Pendekatan berbasis sindrom memberikan arah terapi yang lebih terfokus, sehingga efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam penanganan nyeri punggung bawah, khususnya pada klien usia lanjut Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan kemampuan fungsional serta kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan nyeri punggung bawah umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan terapi nonfarmakologis sebagai alternatif yang aman dan holistik, salah satunya akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Akupunktur pada kasus nyeri punggung bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Partisipan penelitian adalah seorang perempuan berusia 67 tahun dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar hingga bokong. Penelitian dilaksanakan di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada dengan pemberian terapi akupunktur sebanyak enam kali... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" alt="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" alt="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" alt="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64594-insiden-nyeri-punggung-intensitas" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" target="_blank">Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melakukan pengukuran hasil terapi secara kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja akupunktur dalam mengurangi nyeri punggung bawah secara lebih mendalam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi akupunktur pada kasus-kasus spesifik..
<br>Asuhan Akupunktur pada kasus nyeri punggung bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue menunjukkan hasil yang positif.Terapi ini mampu menurunkan intensitas nyeri, mengurangi kekakuan, serta meningkatkan kemampuan aktivitas harian klien secara bertahap.Pendekatan berbasis sindrom memberikan arah terapi yang lebih terfokus, sehingga efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam penanganan nyeri punggung bawah, khususnya pada klien usia lanjut
<br>Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan kemampuan fungsional serta kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan nyeri punggung bawah umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan terapi nonfarmakologis sebagai alternatif yang aman dan holistik, salah satunya akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Akupunktur pada kasus nyeri punggung bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Partisipan penelitian adalah seorang perempuan berusia 67 tahun dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar hingga bokong. Penelitian dilaksanakan di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada dengan pemberian terapi akupunktur sebanyak enam kali...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" type="image/webp" length="73118" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin Dingin Sebuah Studi Kasus Ilustratif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin Dingin Sebuah Studi Kasus Ilustratif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin Dingin Sebuah Studi Kasus Ilustratif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64593-otot-leher-nyeri-non-penuru</link>
	<guid isPermaLink="false">4af770379a48880cec4ae14cde5ef3da</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 17:07:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas akupunktur pada nyeri leher akibat Sindrom Angin-Dingin. 2. Dikembangkan studi perbandingan antara akupunktur dengan terapi konvensional seperti obat antiinflamasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif: 1. Dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas akupunktur pada nyeri leher akibat Sindrom Angin-Dingin. 2. Dikembangkan studi perbandingan antara akupunktur dengan terapi konvensional seperti obat antiinflamasi atau fisioterapi. 3. Dilakukan penelitian tentang efek jangka panjang akupunktur pada fungsi gerak leher dan kualitas hidup pasien.. Studi kasus ilustratif ini menunjukkan bahwa intervensi akupunktur yang disusun berdasarkan diferensiasi sindrom TCM memberikan hasil klinis yang baik pada kasus nyeri otot leher akibat invasi Angin-Dingin.Penerapan protokol yang mengombinasikan titik lokal (GB20, GB21, dan Ashi) serta titik distal (SI3, TE5, dan LI4) selama dua belas sesi menghasilkan penurunan nyeri yang progresif hingga mencapai resolusi nyeri pada akhir terapi Nyeri otot leher merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan produktivitas kerja, terutama pada pekerja pengguna komputer. Dalam perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), nyeri otot leher dapat dikaitkan dengan Jing Bi akibat invasi patogen Angin-Dingin yang menyebabkan hambatan aliran Qi dan Darah pada meridian. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus ilustratif deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan nyeri otot leher non-traumatik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp 1x" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" alt="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp 1x" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" alt="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp 1x" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" alt="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64593-otot-leher-nyeri-non-penuru" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" target="_blank">Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif</a>: 1. Dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas akupunktur pada nyeri leher akibat Sindrom Angin-Dingin. 2. Dikembangkan studi perbandingan antara akupunktur dengan terapi konvensional seperti obat antiinflamasi atau fisioterapi. 3. Dilakukan penelitian tentang efek jangka panjang akupunktur pada fungsi gerak leher dan kualitas hidup pasien..
<br>Studi kasus ilustratif ini menunjukkan bahwa intervensi akupunktur yang disusun berdasarkan diferensiasi sindrom TCM memberikan hasil klinis yang baik pada kasus nyeri otot leher akibat invasi Angin-Dingin.Penerapan protokol yang mengombinasikan titik lokal (GB20, GB21, dan Ashi) serta titik distal (SI3, TE5, dan LI4) selama dua belas sesi menghasilkan penurunan nyeri yang progresif hingga mencapai resolusi nyeri pada akhir terapi
<br>Nyeri otot leher merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan produktivitas kerja, terutama pada pekerja pengguna komputer. Dalam perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), nyeri otot leher dapat dikaitkan dengan Jing Bi akibat invasi patogen Angin-Dingin yang menyebabkan hambatan aliran Qi dan Darah pada meridian. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus ilustratif deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan nyeri otot leher non-traumatik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" type="image/webp" length="93574" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire Studi Kasus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire Studi Kasus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire Studi Kasus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64592-protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire</link>
	<guid isPermaLink="false">9118123e2e3210a512fe471b133a605c</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 17:07:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu mengkaji efek jangka panjang protokol akupunktur enam titik pada pasien dengan sindrom Liver Fire untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara akupunktur dan terapi farmakologis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus: Penelitian lanjutan perlu mengkaji efek jangka panjang protokol akupunktur enam titik pada pasien dengan sindrom Liver Fire untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara akupunktur dan terapi farmakologis untuk mengevaluasi keunggulan masing-masing pendekatan. Terakhir, penelitian mekanistik yang menggambarkan peran spesifik jalur PINK1/Parkin dalam modulasi inflamasi neurogenik selama terapi akupunktur dapat memperkaya pemahaman ilmiah tentang efektivitas intervensi ini.. Protokol akupunktur enam titik yang berbasis diferensiasi sindrom Liver Fire menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri kepala pada studi kasus ini.Penurunan skor VAS dari 8 menjadi 0 serta perbaikan parameter TCM membuktikan manfaat terapi.Namun, temuan ini perlu diverifikasi melalui penelitian kuantitatif dengan desain yang lebih robust untuk memvalidasi efektivitas baku protokol ini Sefalgia, yang mencakup migren dan tension-type headache (TTH), merupakan beban kesehatan global dengan tingkat disabilitas yang tinggi. Keterbatasan farmakoterapi konvensional, seperti risiko medication-overuse headache (MOH) dan potensi toksisitas organ, mendorong urgensi penggunaan terapi komplementer yang lebih aman dan berkelanjutan. Traditional Chinese Medicine (TCM) menawarkan solusi melalui metode Bian Zheng Lun Zhi (diferensiasi sindrom), terutama pada sindrom Liver Fire yang sering ditemukan pada kasus nyeri kepala kronis intensitas tinggi. Penelitian ini merupakan studi kasus klinis pada satu pasien perempuan berusia 42 tahun dengan diagnosis migren tanpa aura... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-45f01.webp" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-45f01.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-45f01.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-45f01.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" alt="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-d255d.webp" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-d255d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-d255d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-d255d.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" alt="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-1eb17.webp" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-1eb17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-1eb17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-1eb17.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" alt="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64592-protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire" title="JURIS - Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus" target="_blank">Efektivitas Klinis Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri Kepala Sindrom Liver Fire: Studi Kasus</a>: Penelitian lanjutan perlu mengkaji efek jangka panjang protokol akupunktur enam titik pada pasien dengan sindrom Liver Fire untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara akupunktur dan terapi farmakologis untuk mengevaluasi keunggulan masing-masing pendekatan. Terakhir, penelitian mekanistik yang menggambarkan peran spesifik jalur PINK1/Parkin dalam modulasi inflamasi neurogenik selama terapi akupunktur dapat memperkaya pemahaman ilmiah tentang efektivitas intervensi ini..
<br>Protokol akupunktur enam titik yang berbasis diferensiasi sindrom Liver Fire menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri kepala pada studi kasus ini.Penurunan skor VAS dari 8 menjadi 0 serta perbaikan parameter TCM membuktikan manfaat terapi.Namun, temuan ini perlu diverifikasi melalui penelitian kuantitatif dengan desain yang lebih robust untuk memvalidasi efektivitas baku protokol ini
<br>Sefalgia, yang mencakup migren dan tension-type headache (TTH), merupakan beban kesehatan global dengan tingkat disabilitas yang tinggi. Keterbatasan farmakoterapi konvensional, seperti risiko medication-overuse headache (MOH) dan potensi toksisitas organ, mendorong urgensi penggunaan terapi komplementer yang lebih aman dan berkelanjutan. Traditional Chinese Medicine (TCM) menawarkan solusi melalui metode Bian Zheng Lun Zhi (diferensiasi sindrom), terutama pada sindrom Liver Fire yang sering ditemukan pada kasus nyeri kepala kronis intensitas tinggi. Penelitian ini merupakan studi kasus klinis pada satu pasien perempuan berusia 42 tahun dengan diagnosis migren tanpa aura...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-45f01.webp" type="image/webp" length="74038" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-45f01.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-d255d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/protokol-akupunktur-sefalgia-liver-fire-enam-titik-thumb-1eb17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital Majalengka in 2026 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital Majalengka in 2026 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital Majalengka in 2026 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64597-literasi-digital-konselor-tenaga</link>
	<guid isPermaLink="false">59584d64b37b7805a19f8789886e94d4</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 17:07:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ john jackson ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep chandra ]]></category>
	<category><![CDATA[ opan baehaqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,baehaqi,chandra,jackson,john,opan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital tenaga kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian di berbagai fasilitas kesehatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital, Majalengka, in 2026: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital tenaga kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian di berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan generalisasi hasil dan memahami perbedaan literasi digital di berbagai setting. Eksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi literasi digital, seperti pelatihan, dukungan organisasi, dan infrastruktur teknologi, juga penting untuk dilakukan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan yang lebih efektif dan terarah bagi tenaga kesehatan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis dasar dan mengoptimalkan penggunaan sistem digital. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data, dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan di era digital.. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat literasi digital tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Talaga, Majalengka pada tahun 2026 berada pada kategori tinggi dengan persentase 82%.Semua delapan dimensi literasi digital, yaitu keterampilan fungsional dan di luar itu, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kemampuan mencari dan memilih informasi, berpikir kritis dan evaluasi, pemahaman budaya dan sosial, serta keselamatan digital, juga berada pada kategori tinggi.Temuan ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan telah siap menghadapi transformasi digital, khususnya dalam penggunaan rekam medis elektronik dan sistem informasi kesehatan.Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti desain cross-sectional yang hanya menggambarkan kondisi pada satu titik waktu, cakupan lokasi yang terbatas di satu rumah sakit regional, dan penggunaan instrumen self-report yang dapat menyebabkan persepsi responden yang bias.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital, serta memperluas cakupan penelitian ke berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan generalisasi hasil.Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi literasi digital, seperti pelatihan, dukungan organisasi, dan infrastruktur teknologi.Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis dasar dan mengoptimalkan penggunaan sistem digital.Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data, dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan di era digital Perkembangan pesat teknologi kesehatan digital di era Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 telah menuntut kompetensi digital yang memadai di kalangan tenaga kesehatan; Namun, bukti empiris di rumah sakit regional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat literasi digital tenaga kesehatan di rumah sakit umum regional pada tahun 2026 berdasarkan delapan dimensi kompetensi digital. Desain kuantitatif deskriptif cross-sectional digunakan, melibatkan seluruh 90 tenaga kesehatan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan sangat andal (Cronbach's Alpha = 0.970), diukur menggunakan skala Likert enam poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa secara keseluruhan literasi digital berada pada tingkat tinggi (82%), dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-f8f55.webp" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-f8f55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-f8f55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-f8f55.webp 1x" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" alt="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-180d8.webp" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-180d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-180d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-180d8.webp 1x" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" alt="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-cc435.webp" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-cc435.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-cc435.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-cc435.webp 1x" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" alt="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64597-literasi-digital-konselor-tenaga" title="JURIS - An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026" target="_blank">An Overview of the Digital Literacy Level of Healthcare Workers at Talaga Regional General Hospital,  Majalengka, in 2026</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital tenaga kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian di berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan generalisasi hasil dan memahami perbedaan literasi digital di berbagai setting. Eksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi literasi digital, seperti pelatihan, dukungan organisasi, dan infrastruktur teknologi, juga penting untuk dilakukan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan yang lebih efektif dan terarah bagi tenaga kesehatan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis dasar dan mengoptimalkan penggunaan sistem digital. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data, dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan di era digital..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat literasi digital tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Talaga, Majalengka pada tahun 2026 berada pada kategori tinggi dengan persentase 82%.Semua delapan dimensi literasi digital, yaitu keterampilan fungsional dan di luar itu, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kemampuan mencari dan memilih informasi, berpikir kritis dan evaluasi, pemahaman budaya dan sosial, serta keselamatan digital, juga berada pada kategori tinggi.Temuan ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan telah siap menghadapi transformasi digital, khususnya dalam penggunaan rekam medis elektronik dan sistem informasi kesehatan.Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti desain cross-sectional yang hanya menggambarkan kondisi pada satu titik waktu, cakupan lokasi yang terbatas di satu rumah sakit regional, dan penggunaan instrumen self-report yang dapat menyebabkan persepsi responden yang bias.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau pendekatan campuran untuk lebih mendalami dinamika perkembangan literasi digital, serta memperluas cakupan penelitian ke berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan generalisasi hasil.Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi literasi digital, seperti pelatihan, dukungan organisasi, dan infrastruktur teknologi.Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis dasar dan mengoptimalkan penggunaan sistem digital.Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi data, dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan di era digital
<br>Perkembangan pesat teknologi kesehatan digital di era Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 telah menuntut kompetensi digital yang memadai di kalangan tenaga kesehatan; Namun, bukti empiris di rumah sakit regional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat literasi digital tenaga kesehatan di rumah sakit umum regional pada tahun 2026 berdasarkan delapan dimensi kompetensi digital. Desain kuantitatif deskriptif cross-sectional digunakan, melibatkan seluruh 90 tenaga kesehatan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan sangat andal (Cronbach's Alpha = 0.970), diukur menggunakan skala Likert enam poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa secara keseluruhan literasi digital berada pada tingkat tinggi (82%), dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-180d8.webp" type="image/webp" length="233028" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-f8f55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-180d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/literasi-digital-konselor-tenaga-kesehatan-perenca-thumb-cc435.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5415-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18346-international-journal-health-pharmaceutical-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Importance of STEM Education in Early Childhood Education Developing Critical Thinking at an Early Age ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Importance of STEM Education in Early Childhood Education Developing Critical Thinking at an Early Age ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Importance of STEM Education in Early Childhood Education Developing Critical Thinking at an Early Age ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64590-akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir</link>
	<guid isPermaLink="false">fb69955ddca61195c600bcc23841f715</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 15:42:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ulya fawaida ]]></category>
	<category><![CDATA[ nadia azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ atul khosyi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atul,azizah,fawaida,khosyi,nadia,ulya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk melengkapi penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi pendekatan STEM dalam zona bermain lainnya seperti Zona Seni atau Zona Literasi untuk melihat dampak berbeda ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age: Untuk melengkapi penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi pendekatan STEM dalam zona bermain lainnya seperti Zona Seni atau Zona Literasi untuk melihat dampak berbeda terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis. Kedua, penelitian dapat menyelidiki peran bahan belajar berbeda (seperti bahan loose parts versus alat digital) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Ketiga, peneliti dapat mengevaluasi efek jangka panjang dari paparan dini pendidikan STEM terhadap prestasi akademik anak di tingkat pendidikan lebih lanjut. Dengan memperluas cakupan penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan model pendidikan STEM yang lebih inklusif dan adaptif terhadap berbagai konteks pembelajaran anak usia dini.. Penelitian deskriptif kualitatif ini membuktikan bahwa pendekatan STEM tidak hanya relevan untuk tingkat pendidikan lanjutan tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif, kontekstual, dan bermakna di tingkat pendidikan usia dini.Melalui optimalisasi pengaturan ruang zonasi, khususnya Zona Rekayasa dan Zona Eksplorasi Bahan Alami dan Teknologi, anak-anak muda telah terbukti mengembangkan keterampilan berpikir kritis sejak dini.Analisis dokumen perencanaan dan catatan pelaksanaan menunjukkan bahwa aktivitas bermain inkuiri sederhana, seperti eksperimen propagasi suara atau merancang jalur kursi roda menggunakan blok, dapat merangsang indikator kunci berpikir kritis pada fase dasar.Anak-anak telah terbukti mampu mengajukan pertanyaan investigatif, menganalisis hubungan sebab-akibat, menyelesaikan masalah secara mandiri saat mengalami kegagalan desain, dan berkomunikasi ide spasial mereka.Ini memastikan bahwa pendidikan STEM di usia dini dapat menempa dasar pemikiran yang kuat tanpa memberi beban target akademis abstrak kepada anak-anak.Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena fokus observasi saat ini terbatas pada dua zona pembelajaran tertentu.Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti dan praktisi pendidikan masa depan untuk memperluas lokus penelitian ke zona bermain lainnya, seperti Zona Permainan Peran, Zona Seni, atau Zona Literasi.Ekspansi ini penting untuk merumuskan model implementasi STEM yang lebih komprehensif, integratif, dan holistik di masa depan Masih ada orang yang percaya bahwa pendekatan STEM sulit diimplementasikan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mereka menganggap pendekatan ini lebih cocok untuk pendidikan tingkat lanjut. Hal ini karena siswa di tingkat ini memiliki keterampilan berpikir kritis dan lanjutan yang diperlukan untuk pembelajaran STEM. Sebaliknya, mereka berargumen bahwa kemampuan berpikir anak usia dini masih terbatas. Mereka belum bisa berpikir kritis. Berdasarkan realitas ini, penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan pendidikan seni di tingkat pendidikan usia dini dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis anak. Aktivitas sederhana, seperti bermain dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp 1x" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" alt="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp 1x" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" alt="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp 1x" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" alt="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64590-akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" target="_blank">The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age</a>: Untuk melengkapi penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi pendekatan STEM dalam zona bermain lainnya seperti Zona Seni atau Zona Literasi untuk melihat dampak berbeda terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis. Kedua, penelitian dapat menyelidiki peran bahan belajar berbeda (seperti bahan loose parts versus alat digital) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Ketiga, peneliti dapat mengevaluasi efek jangka panjang dari paparan dini pendidikan STEM terhadap prestasi akademik anak di tingkat pendidikan lebih lanjut. Dengan memperluas cakupan penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan model pendidikan STEM yang lebih inklusif dan adaptif terhadap berbagai konteks pembelajaran anak usia dini..
<br>Penelitian deskriptif kualitatif ini membuktikan bahwa pendekatan STEM tidak hanya relevan untuk tingkat pendidikan lanjutan tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif, kontekstual, dan bermakna di tingkat pendidikan usia dini.Melalui optimalisasi pengaturan ruang zonasi, khususnya Zona Rekayasa dan Zona Eksplorasi Bahan Alami dan Teknologi, anak-anak muda telah terbukti mengembangkan keterampilan berpikir kritis sejak dini.Analisis dokumen perencanaan dan catatan pelaksanaan menunjukkan bahwa aktivitas bermain inkuiri sederhana, seperti eksperimen propagasi suara atau merancang jalur kursi roda menggunakan blok, dapat merangsang indikator kunci berpikir kritis pada fase dasar.Anak-anak telah terbukti mampu mengajukan pertanyaan investigatif, menganalisis hubungan sebab-akibat, menyelesaikan masalah secara mandiri saat mengalami kegagalan desain, dan berkomunikasi ide spasial mereka.Ini memastikan bahwa pendidikan STEM di usia dini dapat menempa dasar pemikiran yang kuat tanpa memberi beban target akademis abstrak kepada anak-anak.Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena fokus observasi saat ini terbatas pada dua zona pembelajaran tertentu.Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti dan praktisi pendidikan masa depan untuk memperluas lokus penelitian ke zona bermain lainnya, seperti Zona Permainan Peran, Zona Seni, atau Zona Literasi.Ekspansi ini penting untuk merumuskan model implementasi STEM yang lebih komprehensif, integratif, dan holistik di masa depan
<br>Masih ada orang yang percaya bahwa pendekatan STEM sulit diimplementasikan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mereka menganggap pendekatan ini lebih cocok untuk pendidikan tingkat lanjut. Hal ini karena siswa di tingkat ini memiliki keterampilan berpikir kritis dan lanjutan yang diperlukan untuk pembelajaran STEM. Sebaliknya, mereka berargumen bahwa kemampuan berpikir anak usia dini masih terbatas. Mereka belum bisa berpikir kritis. Berdasarkan realitas ini, penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan pendidikan seni di tingkat pendidikan usia dini dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis anak. Aktivitas sederhana, seperti bermain dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" type="image/webp" length="72976" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6442-education-science-technology-international-conference.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth Grade Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth Grade Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth Grade Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64589-berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran</link>
	<guid isPermaLink="false">f9d22df6af68e755afaa0863faeb4825</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 15:29:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ulya fawaida ]]></category>
	<category><![CDATA[ nadia azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ atul khosyi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atul,azizah,fawaida,khosyi,nadia,ulya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan media pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta menguji efektivitasnya dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan media pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar.2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak penggunaan media PANTODA terhadap keterampilan berpikir kreatif matematis siswa, khususnya dalam hal keluwesan dan orisinalitas ide.3. Meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, serta mengembangkan strategi-strategi untuk meningkatkan efektivitasnya.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media PANTODA (Pictogram and Bar Chart Boards) efektif meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas empat dalam bidang penyajian data.Efektivitas ini ditunjukkan oleh tren peningkatan yang signifikan dalam rata-rata hasil belajar dari tahap pra-siklus hingga Siklus I dan Siklus II, dengan tingkat penguasaan kelas secara keseluruhan mencapai 88%, yang masuk dalam kategori "Baik".Keberhasilan ini erat kaitannya dengan kemampuan media PANTODA dalam menarik perhatian siswa, menyederhanakan konsep abstrak menjadi bentuk yang lebih konkret, dan merangsang partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.Sehingga, media PANTODA terbukti sebagai solusi inovatif yang mampu mengatasi kesulitan belajar siswa sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.Diharapkan hasil ini akan mendorong guru untuk terus mengembangkan media pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa guna meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar Rendahnya tingkat berpikir kreatif siswa, khususnya pada materi diagram pictografi, menjadi tantangan utama dalam pembelajaran matematika kelas empat di SDN 1 Ngargosari. Masalah ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih mekanistik dan berpusat pada guru, serta kurangnya alat peraga konkret yang dapat merangsang eksplorasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif matematis siswa melalui implementasi model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yang didukung oleh media PANTODA (Pictogram and Data Diagram Board). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-cbf22.webp" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-cbf22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-cbf22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-cbf22.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" alt="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-e75ab.webp" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-e75ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-e75ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-e75ab.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" alt="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-9ecf3.webp" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-9ecf3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-9ecf3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-9ecf3.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" alt="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64589-berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran" title="JURIS - The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students" target="_blank">The Implementation of PBL Using PANTODA Media to Enhance the Creative Thinking Skills of Fourth-Grade Students</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan media pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar.2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak penggunaan media PANTODA terhadap keterampilan berpikir kreatif matematis siswa, khususnya dalam hal keluwesan dan orisinalitas ide.3. Meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, serta mengembangkan strategi-strategi untuk meningkatkan efektivitasnya..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media PANTODA (Pictogram and Bar Chart Boards) efektif meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas empat dalam bidang penyajian data.Efektivitas ini ditunjukkan oleh tren peningkatan yang signifikan dalam rata-rata hasil belajar dari tahap pra-siklus hingga Siklus I dan Siklus II, dengan tingkat penguasaan kelas secara keseluruhan mencapai 88%, yang masuk dalam kategori "Baik".Keberhasilan ini erat kaitannya dengan kemampuan media PANTODA dalam menarik perhatian siswa, menyederhanakan konsep abstrak menjadi bentuk yang lebih konkret, dan merangsang partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.Sehingga, media PANTODA terbukti sebagai solusi inovatif yang mampu mengatasi kesulitan belajar siswa sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.Diharapkan hasil ini akan mendorong guru untuk terus mengembangkan media pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa guna meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar
<br>Rendahnya tingkat berpikir kreatif siswa, khususnya pada materi diagram pictografi, menjadi tantangan utama dalam pembelajaran matematika kelas empat di SDN 1 Ngargosari. Masalah ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih mekanistik dan berpusat pada guru, serta kurangnya alat peraga konkret yang dapat merangsang eksplorasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif matematis siswa melalui implementasi model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yang didukung oleh media PANTODA (Pictogram and Data Diagram Board). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-e75ab.webp" type="image/webp" length="76246" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-cbf22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-e75ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/berpikir-kreatif-matematis-pembelajaran-mahasiswa-thumb-9ecf3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6442-education-science-technology-international-conference.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64596-pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">d34950f93c7ca185b70f7a0ebf24e868</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 13:58:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi antara masyarakat di daerah pedesaan dan perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi perilaku ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi antara masyarakat di daerah pedesaan dan perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi perilaku swamedikasi, seperti akses terhadap informasi kesehatan, tingkat pendidikan, dan faktor sosial-ekonomi. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik swamedikasi dan upaya-upaya untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Desa Yosowilangun, Kabupaten Gresik memiliki pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat analgesikAeantipiretik, dengan proporsi sebesar 73%.Selain itu, perilaku swamedikasi yang ditunjukkan oleh responden juga tergolong baik, dengan persentase mencapai 91%.Hasil pengujian statistik menggunakan metode Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p < 0,05.Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat berperan dalam memengaruhi cara mereka melakukan pengobatan mandiri, sehingga pengetahuan yang lebih baik cenderung mendorong praktik swamedikasi yang lebih tepat dan rasional Swamedikasi adalah praktik pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan, seperti demam dan nyeri, dengan menggunakan obat bebas analgesik dan antipiretik yang mudah diperoleh tanpa resep dokter. Kemudahan akses, kepraktisan, dan biaya yang lebih rendah menjadi alasan utama masyarakat memilih swamedikasi. Namun, penggunaan obat secara mandiri berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai jenis, dosis, tujuan, dan cara penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi dalam penggunaan obat analgesik dan antipiretik pada masyarakat Desa Yosowilangun,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-ae67a.webp" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-ae67a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-ae67a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-ae67a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" alt="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-932f9.webp" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-932f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-932f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-932f9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" alt="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-7cc51.webp" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-7cc51.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-7cc51.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-7cc51.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" alt="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64596-pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-pe" title="JURIS - Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik" target="_blank">Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi antara masyarakat di daerah pedesaan dan perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi perilaku swamedikasi, seperti akses terhadap informasi kesehatan, tingkat pendidikan, dan faktor sosial-ekonomi. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik swamedikasi dan upaya-upaya untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Desa Yosowilangun, Kabupaten Gresik memiliki pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat analgesikAeantipiretik, dengan proporsi sebesar 73%.Selain itu, perilaku swamedikasi yang ditunjukkan oleh responden juga tergolong baik, dengan persentase mencapai 91%.Hasil pengujian statistik menggunakan metode Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p < 0,05.Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat berperan dalam memengaruhi cara mereka melakukan pengobatan mandiri, sehingga pengetahuan yang lebih baik cenderung mendorong praktik swamedikasi yang lebih tepat dan rasional
<br>Swamedikasi adalah praktik pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan, seperti demam dan nyeri, dengan menggunakan obat bebas analgesik dan antipiretik yang mudah diperoleh tanpa resep dokter. Kemudahan akses, kepraktisan, dan biaya yang lebih rendah menjadi alasan utama masyarakat memilih swamedikasi. Namun, penggunaan obat secara mandiri berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai jenis, dosis, tujuan, dan cara penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi dalam penggunaan obat analgesik dan antipiretik pada masyarakat Desa Yosowilangun,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-ae67a.webp" type="image/webp" length="69330" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-ae67a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-932f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/pengetahuan-masyarakat-obat-rasional-perilaku-kese-thumb-7cc51.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Export Readiness of Small and Medium Sized Enterprises in Emerging Markets A Capability Based Conceptual Model from Kazakhstan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Export Readiness of Small and Medium Sized Enterprises in Emerging Markets A Capability Based Conceptual Model from Kazakhstan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Export Readiness of Small and Medium Sized Enterprises in Emerging Markets A Capability Based Conceptual Model from Kazakhstan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64587-program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabil</link>
	<guid isPermaLink="false">87604e1f2ce5f1c11b40c00be5025933</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 13:42:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ulya fawaida ]]></category>
	<category><![CDATA[ nadia azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ atul khosyi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atul,azizah,fawaida,khosyi,nadia,ulya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk melengkapi penelitian konseptual ini, ada beberapa arah studi baru yang sangat menarik untuk ditelusuri. Pertama, penting untuk secara langsung meneliti dampak nyata dari berbagai program pendukung yang disebutkan dalam makalah ini; misalnya, melalui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan: Untuk melengkapi penelitian konseptual ini, ada beberapa arah studi baru yang sangat menarik untuk ditelusuri. Pertama, penting untuk secara langsung meneliti dampak nyata dari berbagai program pendukung yang disebutkan dalam makalah ini; misalnya, melalui wawancara atau survei dengan pemilik UKM, bagaimana pelatihan universitas dan teknologi digital (seperti e-commerce) memengaruhi kesiapan dan peningkatan penjualan ekspor. Penelitian ini akan menguji secara empiris hubungan antara bantuan berbasis pendidikan, kapabilitas digital, dan kerjasama universitas-industri dengan hasil ekspor UKM yang sesungguhnya. Kedua, studi perbandingan yang lebih luas sangat berharga. Selain Kazakhstan dan Indonesia, melibatkan negara-negara berkembang lain dapat membantu memahami model atau intervensi paling efektif dalam membangun kapabilitas ekspor UKM, serta mengidentifikasi apakah ada pola keberhasilan universal ataukah strategi harus disesuaikan dengan konteks lokal. Ini akan mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diterapkan. Ketiga, krusial untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang berbagai mekanisme dukungan. Mengkaji apakah keterlibatan UKM dengan akselerator ekspor, proyek konsultasi mahasiswa, atau platform digital berkorelasi dengan peningkatan kesiapan dan tingkat keberhasilan ekspor berkelanjutan akan memberikan bukti kausal yang lebih kuat mengenai investasi mana yang paling menguntungkan dalam mengembangkan ekosistem kesiapan ekspor bagi UKM di pasar berkembang.. Makalah ini menyajikan analisis berorientasi kapabilitas mengenai kesiapan ekspor UKM, mengemukakan bahwa kesiapan tersebut merupakan serangkaian kapabilitas multidimensional yang meliputi aspek sumber daya manusia, digital, inovasi, jejaring, dan dukungan institusional, bukan sekadar akses keuangan atau partisipasi dalam promosi.Kontribusi utamanya adalah model yang diusulkan untuk mengembangkan UKM siap ekspor melalui integrasi pembentukan pengetahuan, kapasitas teknologi, dan kerja sama universitas-industri, yang menyoroti kebutuhan pelatihan, dukungan pemerintah, solusi digital, dan metrik yang sesuai.Model ini sangat relevan untuk konteks pasar berkembang seperti Kazakhstan dan Indonesia, menekankan pentingnya koordinasi antar berbagai institusiAitermasuk universitas, lembaga pemerintah, dan pelaku industriAiuntuk membangun kapabilitas ekspor yang komprehensif Dalam makalah ini, sebuah model konseptual berbasis kapabilitas untuk kesiapan ekspor UKM di ekonomi pasar berkembang dibangun dengan menggunakan Kazakhstan sebagai studi kasus utama dan Indonesia sebagai studi kasus sekunder. Penelitian ini menerapkan pandangan berbasis sumber daya perusahaan, teori kapabilitas dinamis, literatur internasionalisasi UKM, studi kesiapan ekspor, dan literatur kolaborasi universitas-industri untuk menjelaskan bagaimana kesiapan ekspor harus dipandang lebih dari sekadar sumber daya keuangan, strategi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-03efd.webp" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-03efd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-03efd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-03efd.webp 1x" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" alt="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-4d413.webp" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-4d413.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-4d413.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-4d413.webp 1x" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" alt="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-6fc92.webp" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-6fc92.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-6fc92.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-6fc92.webp 1x" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" alt="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64587-program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabil" title="JURIS - Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan" target="_blank">Export Readiness of Small and Medium-Sized Enterprises in Emerging Markets: A Capability-Based Conceptual Model from Kazakhstan</a>: Untuk melengkapi penelitian konseptual ini, ada beberapa arah studi baru yang sangat menarik untuk ditelusuri. Pertama, penting untuk secara langsung meneliti dampak nyata dari berbagai program pendukung yang disebutkan dalam makalah ini; misalnya, melalui wawancara atau survei dengan pemilik UKM, bagaimana pelatihan universitas dan teknologi digital (seperti e-commerce) memengaruhi kesiapan dan peningkatan penjualan ekspor. Penelitian ini akan menguji secara empiris hubungan antara bantuan berbasis pendidikan, kapabilitas digital, dan kerjasama universitas-industri dengan hasil ekspor UKM yang sesungguhnya. Kedua, studi perbandingan yang lebih luas sangat berharga. Selain Kazakhstan dan Indonesia, melibatkan negara-negara berkembang lain dapat membantu memahami model atau intervensi paling efektif dalam membangun kapabilitas ekspor UKM, serta mengidentifikasi apakah ada pola keberhasilan universal ataukah strategi harus disesuaikan dengan konteks lokal. Ini akan mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diterapkan. Ketiga, krusial untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang berbagai mekanisme dukungan. Mengkaji apakah keterlibatan UKM dengan akselerator ekspor, proyek konsultasi mahasiswa, atau platform digital berkorelasi dengan peningkatan kesiapan dan tingkat keberhasilan ekspor berkelanjutan akan memberikan bukti kausal yang lebih kuat mengenai investasi mana yang paling menguntungkan dalam mengembangkan ekosistem kesiapan ekspor bagi UKM di pasar berkembang..
<br>Makalah ini menyajikan analisis berorientasi kapabilitas mengenai kesiapan ekspor UKM, mengemukakan bahwa kesiapan tersebut merupakan serangkaian kapabilitas multidimensional yang meliputi aspek sumber daya manusia, digital, inovasi, jejaring, dan dukungan institusional, bukan sekadar akses keuangan atau partisipasi dalam promosi.Kontribusi utamanya adalah model yang diusulkan untuk mengembangkan UKM siap ekspor melalui integrasi pembentukan pengetahuan, kapasitas teknologi, dan kerja sama universitas-industri, yang menyoroti kebutuhan pelatihan, dukungan pemerintah, solusi digital, dan metrik yang sesuai.Model ini sangat relevan untuk konteks pasar berkembang seperti Kazakhstan dan Indonesia, menekankan pentingnya koordinasi antar berbagai institusiAitermasuk universitas, lembaga pemerintah, dan pelaku industriAiuntuk membangun kapabilitas ekspor yang komprehensif
<br>Dalam makalah ini, sebuah model konseptual berbasis kapabilitas untuk kesiapan ekspor UKM di ekonomi pasar berkembang dibangun dengan menggunakan Kazakhstan sebagai studi kasus utama dan Indonesia sebagai studi kasus sekunder. Penelitian ini menerapkan pandangan berbasis sumber daya perusahaan, teori kapabilitas dinamis, literatur internasionalisasi UKM, studi kesiapan ekspor, dan literatur kolaborasi universitas-industri untuk menjelaskan bagaimana kesiapan ekspor harus dipandang lebih dari sekadar sumber daya keuangan, strategi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-03efd.webp" type="image/webp" length="84564" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-03efd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-4d413.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/program-promosi-ekspor-kesiapan-ukm-kapabilitas-pa-thumb-6fc92.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6442-education-science-technology-international-conference.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age Sex and Hemodialysis Frequency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age Sex and Hemodialysis Frequency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age Sex and Hemodialysis Frequency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64584-faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien</link>
	<guid isPermaLink="false">12f535c68a765e53091a3165a2f9539c</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 11:42:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ john jackson ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep chandra ]]></category>
	<category><![CDATA[ opan baehaqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,baehaqi,chandra,jackson,john,opan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi dampak stadium PGK terhadap dinamika urea dan respons terhadap dialisis, mengingat data stadium PGK tidak tersedia dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi dampak stadium PGK terhadap dinamika urea dan respons terhadap dialisis, mengingat data stadium PGK tidak tersedia dalam studi ini. Kedua, penelitian dapat mempelajari perbedaan seks dalam kecukupan dialisis, terutama mengapa perempuan mungkin mencapai kecukupan lebih baik meskipun kadar urea serupa dengan laki-laki. Ketiga, penelitian dapat mengevaluasi peran komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes dalam memengaruhi kadar urea dan hasil dialisis pada populasi usia lanjut. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kadar urea dan meningkatkan strategi pengelolaan PGK yang lebih personalisasi.. Kadar urea pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) bervariasi sesuai usia dan menunjukkan pola berbeda antara laki-laki dan perempuan, tetapi tidak ada perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin.Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika urea dipengaruhi oleh faktor multifaktorial, menekankan pentingnya strategi manajemen individual pada pasien PGK yang menjalani dialisis.Faktor-faktor seperti usia, frekuensi dialisis, dan kondisi komorbiditas berperan dalam regulasi kadar urea.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi kompleks antara variabel-variabel ini dan pengaruhnya terhadap hasil klinis pasien Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah kondisi progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dan akumulasi limbah metabolik seperti urea. Dialisis hemodialisis penting dalam PGK lanjut untuk mengurangi kadar urea, yang menjadi penanda penting untuk fungsi ginjal dan kecukupan dialisis. Variasi kadar urea dapat dipengaruhi oleh faktor demografi seperti usia dan jenis kelamin, serta faktor terkait pengobatan termasuk frekuensi dialisis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar urea dan frekuensi dialisis pada pasien PGK berdasarkan kelompok usia ( ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-1b057.webp" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-1b057.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-1b057.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-1b057.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" alt="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-ea5c0.webp" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-ea5c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-ea5c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-ea5c0.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" alt="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-cf002.webp" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-cf002.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-cf002.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-cf002.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" alt="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64584-faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien" title="JURIS - Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency" target="_blank">Analysis of Urea Levels in Chronic Kidney Disease Patients Based on Age, Sex, and Hemodialysis Frequency</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi dampak stadium PGK terhadap dinamika urea dan respons terhadap dialisis, mengingat data stadium PGK tidak tersedia dalam studi ini. Kedua, penelitian dapat mempelajari perbedaan seks dalam kecukupan dialisis, terutama mengapa perempuan mungkin mencapai kecukupan lebih baik meskipun kadar urea serupa dengan laki-laki. Ketiga, penelitian dapat mengevaluasi peran komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes dalam memengaruhi kadar urea dan hasil dialisis pada populasi usia lanjut. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kadar urea dan meningkatkan strategi pengelolaan PGK yang lebih personalisasi..
<br>Kadar urea pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) bervariasi sesuai usia dan menunjukkan pola berbeda antara laki-laki dan perempuan, tetapi tidak ada perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin.Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika urea dipengaruhi oleh faktor multifaktorial, menekankan pentingnya strategi manajemen individual pada pasien PGK yang menjalani dialisis.Faktor-faktor seperti usia, frekuensi dialisis, dan kondisi komorbiditas berperan dalam regulasi kadar urea.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi kompleks antara variabel-variabel ini dan pengaruhnya terhadap hasil klinis pasien
<br>Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah kondisi progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dan akumulasi limbah metabolik seperti urea. Dialisis hemodialisis penting dalam PGK lanjut untuk mengurangi kadar urea, yang menjadi penanda penting untuk fungsi ginjal dan kecukupan dialisis. Variasi kadar urea dapat dipengaruhi oleh faktor demografi seperti usia dan jenis kelamin, serta faktor terkait pengobatan termasuk frekuensi dialisis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar urea dan frekuensi dialisis pada pasien PGK berdasarkan kelompok usia (<50 tahun, 51Ae60 tahun, dan Ou61 tahun) dan jenis kelamin. Metode: Studi kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien PGK yang menjalani dialisis hemodialisis di PKU Muhammadiyah Gamping Hospital dari 2021 hingga 2023. Total...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-ea5c0.webp" type="image/webp" length="82884" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-1b057.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-ea5c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/faktor-demografi-usia-heading-kelompok-pasien-laki-thumb-cf002.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5415-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18346-international-journal-health-pharmaceutical-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64585-indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn</link>
	<guid isPermaLink="false">1d7ac2e8655612dab6cc33bc76c35fe6</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 11:09:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ john jackson ]]></category>
	<category><![CDATA[ asep chandra ]]></category>
	<category><![CDATA[ opan baehaqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,baehaqi,chandra,jackson,john,opan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif kohort yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat kesehatan untuk memastikan generalisasi model. Selain itu, studi intervensi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif kohort yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat kesehatan untuk memastikan generalisasi model. Selain itu, studi intervensi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen berdasarkan skor CONUT dan SII dalam mengurangi rawat inap berulang. Penelitian juga dapat fokus pada evaluasi hubungan kausal antara skor CONUT, SII, dan rawat inap berulang, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mencegah rawat inap berulang pada pasien hemodialisis.. Berdasarkan penelitian terhadap 121 pasien gagal ginjal kronik tahap 5 yang menjalani hemodialisis rutin, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara skor Controlling Nutritional Status (CONUT) dengan frekuensi rawat inap berulang.Pasien dengan skor CONUT yang lebih tinggi, yang mencerminkan status malnutrisi yang lebih parah, cenderung memiliki frekuensi rawat inap berulang yang lebih tinggi.Analisis menunjukkan bahwa skor CONUT memiliki koefisien korelasi 0,462 dengan nilai p 0,000, dan dalam analisis multivariat terbukti sebagai prediktor independen dengan rasio odds 1,619 (95% CI 1,287Ae2,036.Hal ini berarti setiap kenaikan satu poin pada skor CONUT meningkatkan risiko rawat inap berulang sebesar 61,9%.Selain itu, Sistemik Immune-Inflammation Index (SII) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan rawat inap berulang.Nilai SII yang lebih tinggi, yang menunjukkan dominasi inflamasi sistemik, terkait dengan frekuensi rawat inap berulang yang lebih tinggi.Analisis menunjukkan koefisien korelasi 0,389 dengan nilai p 0,000.Dalam analisis multivariat, SII juga merupakan prediktor independen dengan rasio odds 1,097 (95% CI 1,041Ae1,156.p = 0,001), yang berarti setiap kenaikan 100 unit SII meningkatkan risiko rawat inap berulang sebesar 9,7%.Penelitian ini juga menemukan hubungan signifikan antara skor CONUT dan SII dengan koefisien korelasi 0,418 dan nilai p 0,000.Temuan ini mendukung konsep sindrom kompleks malnutrisi-inflamasi (MICS), di mana status malnutrisi yang buruk erat kaitannya dengan peningkatan inflamasi sistemik pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.Kedua kondisi ini saling memperburuk, membentuk siklus patologis yang meningkatkan risiko komplikasi dan rawat inap berulang Rawatan hemodialisis merupakan pilihan terapi pengganti ginjal bagi pasien gagal ginjal kronik (CKD). Meskipun hemodialisis dapat memperpanjang harapan hidup, komplikasi dan morbiditas tetap menjadi tantangan yang signifikan. Pasien hemodialisis memiliki tingkat rawat inap berulang yang tinggi, yang tidak hanya meningkatkan morbiditas dan mortalitas tetapi juga menimbulkan beban biaya kesehatan yang signifikan dan mengurangi kualitas hidup. Malnutrisi dan inflamasi adalah dua faktor penting yang mempengaruhi hasil klinis pada populasi ini. Sindrom kompleks malnutrisi-inflamasi (MICS) sering terjadi pada pasien hemodialisis dan diyakini sebagai penyebab utama... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp 1x" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" alt="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp 1x" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" alt="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp 1x" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" alt="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64585-indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" target="_blank">Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif kohort yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat kesehatan untuk memastikan generalisasi model. Selain itu, studi intervensi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen berdasarkan skor CONUT dan SII dalam mengurangi rawat inap berulang. Penelitian juga dapat fokus pada evaluasi hubungan kausal antara skor CONUT, SII, dan rawat inap berulang, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mencegah rawat inap berulang pada pasien hemodialisis..
<br>Berdasarkan penelitian terhadap 121 pasien gagal ginjal kronik tahap 5 yang menjalani hemodialisis rutin, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara skor Controlling Nutritional Status (CONUT) dengan frekuensi rawat inap berulang.Pasien dengan skor CONUT yang lebih tinggi, yang mencerminkan status malnutrisi yang lebih parah, cenderung memiliki frekuensi rawat inap berulang yang lebih tinggi.Analisis menunjukkan bahwa skor CONUT memiliki koefisien korelasi 0,462 dengan nilai p 0,000, dan dalam analisis multivariat terbukti sebagai prediktor independen dengan rasio odds 1,619 (95% CI 1,287Ae2,036.Hal ini berarti setiap kenaikan satu poin pada skor CONUT meningkatkan risiko rawat inap berulang sebesar 61,9%.Selain itu, Sistemik Immune-Inflammation Index (SII) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan rawat inap berulang.Nilai SII yang lebih tinggi, yang menunjukkan dominasi inflamasi sistemik, terkait dengan frekuensi rawat inap berulang yang lebih tinggi.Analisis menunjukkan koefisien korelasi 0,389 dengan nilai p 0,000.Dalam analisis multivariat, SII juga merupakan prediktor independen dengan rasio odds 1,097 (95% CI 1,041Ae1,156.p = 0,001), yang berarti setiap kenaikan 100 unit SII meningkatkan risiko rawat inap berulang sebesar 9,7%.Penelitian ini juga menemukan hubungan signifikan antara skor CONUT dan SII dengan koefisien korelasi 0,418 dan nilai p 0,000.Temuan ini mendukung konsep sindrom kompleks malnutrisi-inflamasi (MICS), di mana status malnutrisi yang buruk erat kaitannya dengan peningkatan inflamasi sistemik pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.Kedua kondisi ini saling memperburuk, membentuk siklus patologis yang meningkatkan risiko komplikasi dan rawat inap berulang
<br>Rawatan hemodialisis merupakan pilihan terapi pengganti ginjal bagi pasien gagal ginjal kronik (CKD). Meskipun hemodialisis dapat memperpanjang harapan hidup, komplikasi dan morbiditas tetap menjadi tantangan yang signifikan. Pasien hemodialisis memiliki tingkat rawat inap berulang yang tinggi, yang tidak hanya meningkatkan morbiditas dan mortalitas tetapi juga menimbulkan beban biaya kesehatan yang signifikan dan mengurangi kualitas hidup. Malnutrisi dan inflamasi adalah dua faktor penting yang mempengaruhi hasil klinis pada populasi ini. Sindrom kompleks malnutrisi-inflamasi (MICS) sering terjadi pada pasien hemodialisis dan diyakini sebagai penyebab utama...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" type="image/webp" length="176966" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5415-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18346-international-journal-health-pharmaceutical-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64577-norma-netralitas-asn-sipil-negara</link>
	<guid isPermaLink="false">03e217979f140e539f6c8803818471e3</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 11:07:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap pelanggaran netralitas ASN, seperti bagaimana platform digital memengaruhi intervensi politik secara tidak langsung. Selain itu, perlu diteliti efektivitas forum pemantau netralitas ASN ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap pelanggaran netralitas ASN, seperti bagaimana platform digital memengaruhi intervensi politik secara tidak langsung. Selain itu, perlu diteliti efektivitas forum pemantau netralitas ASN dalam mencegah pelanggaran, termasuk keterlibatan masyarakat dalam pengawasan. Penelitian juga dapat membandingkan regulasi netralitas ASN antar daerah untuk mengidentifikasi best practice dalam penegakan aturan. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pengawasan yang lebih komprehensif, memperkuat partisipasi masyarakat, dan memastikan konsistensi regulasi di seluruh wilayah.. Berdasarkan hasil temuan dari analisis data dan kajian yang telah dilakukan netralitas ASN dalam demokrasi lokal pada Pilkada dari tahun ke tahun semakin tinggi angka pelanggaran yang dilakukan.Banyak sekali tantangan yang menjadi faktor tingginya pelanggaran yang terjadi.Kurangnya kesadaran dan integritas ASN sebagai aparatur negara yang melayani masyarakat, ketidaktegasan sanksi dan kurangnya regulasi dan badan pemilu menjadi penyebab yang paling dominan.Disisi lain, arus teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan baru yang perlu diatasi.Pilkada Lampung Timur yang masih ada kegiatan pelanggaran baik dari ASN dan penyelenggaran pemilu perlu adanya evaluasi dan regulasi berkelanjutan dan badan pemilu setempat secara maksimal Netralitas ASN menjadi sorotan penting dalam proses berjalannya pilkada. ASN yang dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat sangat penting untuk menjaga integritas kode etik sebagai ASN. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep netralitas ASN yang berdasarkan undang-undang dan menelaah dinamika netralitas ASN dalam demokrasi lokal pada Pilkada Lampung Timur. Dari telaah yang dilakukan ditemukan banyak sekali tantangan yang menjadi faktor tingginya pelanggaran yang terjadi. Kurangnya kesadaran dan integritas ASN sebagai aparatur negara yang melayani masyarakat, ketidaktegasan sanksi dan kurangnya regulasi dan badan pemilu menjadi penyebab yang paling dominan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-06125.webp" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-06125.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-06125.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-06125.webp 1x" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" alt="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-51aba.webp" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-51aba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-51aba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-51aba.webp 1x" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" alt="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-b613d.webp" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-b613d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-b613d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-b613d.webp 1x" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" alt="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64577-norma-netralitas-asn-sipil-negara" title="JURIS - Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur" target="_blank">Netralitas Aparatur Sipil Negara Dalam Demokrasi Lokal Pilkada Lampung Timur</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap pelanggaran netralitas ASN, seperti bagaimana platform digital memengaruhi intervensi politik secara tidak langsung. Selain itu, perlu diteliti efektivitas forum pemantau netralitas ASN dalam mencegah pelanggaran, termasuk keterlibatan masyarakat dalam pengawasan. Penelitian juga dapat membandingkan regulasi netralitas ASN antar daerah untuk mengidentifikasi best practice dalam penegakan aturan. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pengawasan yang lebih komprehensif, memperkuat partisipasi masyarakat, dan memastikan konsistensi regulasi di seluruh wilayah..
<br>Berdasarkan hasil temuan dari analisis data dan kajian yang telah dilakukan netralitas ASN dalam demokrasi lokal pada Pilkada dari tahun ke tahun semakin tinggi angka pelanggaran yang dilakukan.Banyak sekali tantangan yang menjadi faktor tingginya pelanggaran yang terjadi.Kurangnya kesadaran dan integritas ASN sebagai aparatur negara yang melayani masyarakat, ketidaktegasan sanksi dan kurangnya regulasi dan badan pemilu menjadi penyebab yang paling dominan.Disisi lain, arus teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan baru yang perlu diatasi.Pilkada Lampung Timur yang masih ada kegiatan pelanggaran baik dari ASN dan penyelenggaran pemilu perlu adanya evaluasi dan regulasi berkelanjutan dan badan pemilu setempat secara maksimal
<br>Netralitas ASN menjadi sorotan penting dalam proses berjalannya pilkada. ASN yang dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat sangat penting untuk menjaga integritas kode etik sebagai ASN. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep netralitas ASN yang berdasarkan undang-undang dan menelaah dinamika netralitas ASN dalam demokrasi lokal pada Pilkada Lampung Timur. Dari telaah yang dilakukan ditemukan banyak sekali tantangan yang menjadi faktor tingginya pelanggaran yang terjadi. Kurangnya kesadaran dan integritas ASN sebagai aparatur negara yang melayani masyarakat, ketidaktegasan sanksi dan kurangnya regulasi dan badan pemilu menjadi penyebab yang paling dominan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-51aba.webp" type="image/webp" length="90696" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-06125.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-51aba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/4/norma-netralitas-asn-sipil-negara-pilkada-aparatur-thumb-b613d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-160-um-metro.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7099-jurnal-renvoi-jurnal-hukum-syariah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang Undang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang Undang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang Undang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64580-partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-m</link>
	<guid isPermaLink="false">651565aab483841c83a305fbcaed36fa</guid>
	<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 09:27:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas dan inklusivitas partisipasi publik dalam pembentukan undang-undang, perlu ada upaya untuk meningkatkan partisipasi publik secara aktif, transparan, dan responsif. Pemerintah dan lembaga terkait dapat melakukan sosialisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang: Untuk meningkatkan kualitas dan inklusivitas partisipasi publik dalam pembentukan undang-undang, perlu ada upaya untuk meningkatkan partisipasi publik secara aktif, transparan, dan responsif. Pemerintah dan lembaga terkait dapat melakukan sosialisasi yang lebih intensif mengenai pentingnya peraturan perundang-undangan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Proses pembentukan peraturan harus transparan, dengan informasi yang jelas mengenai tahapan, dokumen, dan rancangan yang sedang dibahas. Pembuat kebijakan harus lebih mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dalam merancang peraturan yang relevan. Peningkatan aksesibilitas bagi kelompok rentan juga penting untuk melibatkan kelompok-kelompok yang mungkin tidak memiliki akses langsung ke proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Teknologi dapat digunakan untuk memperluas ruang partisipasi publik, misalnya dengan platform daring yang memungkinkan masyarakat mengajukan pendapat atau berpartisipasi dalam jajak pendapat. Pemerintah harus mendorong kolaborasi dengan LSM yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu untuk mendalami masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga dapat merancang peraturan yang lebih tepat sasaran.. Peran masyarakat dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan yaitu masyarakat dapat mempengaruhi, mengontrol, serta mengevaluasi suatu kebijakan publik.Semakin tinggi derajat partisipasi, maka semakin tinggi pula derajat ruang lingkup kemanfaatan kebijakan ataupun perundang-undangan tersebut bagi masyarakat.Selain itu, masyarakat memiliki hak untuk terlibat dalam pembentukan suatu undang-undang.Dalam rangka mewujudkannya, perlu membangun strong state dan strong society secara beriringan.Masyarakat dapat melakukan partisipasi yang dibagi menjadi dua, yaitu partisipasi pasif dan partisipasi aktif.Kendala yang dialami masyarakat dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan antara lain.keterbatasan akses informasi, kurangnya pemahaman hukum, kurangnya saluran partisipasi yang efektif, dominasi kepentingan elit, tidak ada perlindungan terhadap hak partisipasi, proses yang rumit dan panjang, keterbatasan teknologi dan infrastruktur, ketidaksetaraan dalam pengaruh, kurangnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, birokrasi yang kompleks, serta keterbatasan dalam penegakan hukum Perancangan undang-undang yang dilakukan oleh lembaga legislatif selalu berkaitan dengan peran masyarakat, karena undang-undang secara langsung maupun tidak langsung akan berimplikasi terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, dengan menggunakan metode pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan, masyarakat dapat mempengaruhi, mengontrol, dan mengevaluasi kebijakan publik. Semakin besar peluang dan minat partisipasi publik, maka semakin tinggi pula derajat ruang lingkup kemanfaatan kebijakan tersebut bagi masyarakat.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-72ec3.webp" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-72ec3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-72ec3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-72ec3.webp 1x" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" alt="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-05608.webp" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-05608.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-05608.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-05608.webp 1x" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" alt="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-14679.webp" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-14679.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-14679.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-14679.webp 1x" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" alt="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64580-partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-m" title="JURIS - Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang" target="_blank">Hak Konstitusional Masyarakat Melalui Partisipasi Publik dalam Proses Pembentukan Undang-Undang</a>: Untuk meningkatkan kualitas dan inklusivitas partisipasi publik dalam pembentukan undang-undang, perlu ada upaya untuk meningkatkan partisipasi publik secara aktif, transparan, dan responsif. Pemerintah dan lembaga terkait dapat melakukan sosialisasi yang lebih intensif mengenai pentingnya peraturan perundang-undangan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Proses pembentukan peraturan harus transparan, dengan informasi yang jelas mengenai tahapan, dokumen, dan rancangan yang sedang dibahas. Pembuat kebijakan harus lebih mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dalam merancang peraturan yang relevan. Peningkatan aksesibilitas bagi kelompok rentan juga penting untuk melibatkan kelompok-kelompok yang mungkin tidak memiliki akses langsung ke proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Teknologi dapat digunakan untuk memperluas ruang partisipasi publik, misalnya dengan platform daring yang memungkinkan masyarakat mengajukan pendapat atau berpartisipasi dalam jajak pendapat. Pemerintah harus mendorong kolaborasi dengan LSM yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu untuk mendalami masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga dapat merancang peraturan yang lebih tepat sasaran..
<br>Peran masyarakat dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan yaitu masyarakat dapat mempengaruhi, mengontrol, serta mengevaluasi suatu kebijakan publik.Semakin tinggi derajat partisipasi, maka semakin tinggi pula derajat ruang lingkup kemanfaatan kebijakan ataupun perundang-undangan tersebut bagi masyarakat.Selain itu, masyarakat memiliki hak untuk terlibat dalam pembentukan suatu undang-undang.Dalam rangka mewujudkannya, perlu membangun strong state dan strong society secara beriringan.Masyarakat dapat melakukan partisipasi yang dibagi menjadi dua, yaitu partisipasi pasif dan partisipasi aktif.Kendala yang dialami masyarakat dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan antara lain.keterbatasan akses informasi, kurangnya pemahaman hukum, kurangnya saluran partisipasi yang efektif, dominasi kepentingan elit, tidak ada perlindungan terhadap hak partisipasi, proses yang rumit dan panjang, keterbatasan teknologi dan infrastruktur, ketidaksetaraan dalam pengaruh, kurangnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, birokrasi yang kompleks, serta keterbatasan dalam penegakan hukum
<br>Perancangan undang-undang yang dilakukan oleh lembaga legislatif selalu berkaitan dengan peran masyarakat, karena undang-undang secara langsung maupun tidak langsung akan berimplikasi terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, dengan menggunakan metode pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan, masyarakat dapat mempengaruhi, mengontrol, dan mengevaluasi kebijakan publik. Semakin besar peluang dan minat partisipasi publik, maka semakin tinggi pula derajat ruang lingkup kemanfaatan kebijakan tersebut bagi masyarakat....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-05608.webp" type="image/webp" length="68892" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-72ec3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-05608.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/partisipasi-publik-aktif-siswa-peran-masyarakat-si-thumb-14679.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-160-um-metro.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7099-jurnal-renvoi-jurnal-hukum-syariah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 06 Sep 2026 20:34:50 +0700. 12 items. Served in: 12.07 seconds [rss] -->
