<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 16:51:45 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:51:45 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-13T16:51:45+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial Pelatihan Kepada Siswa I SMPN 88 Jakarta Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial Pelatihan Kepada Siswa I SMPN 88 Jakarta Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial Pelatihan Kepada Siswa I SMPN 88 Jakarta Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38110-eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-informasi-med</link>
	<guid isPermaLink="false">77b50a63338b1dd7e65ad6b016d0ff03</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:45:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teti sumarni ]]></category>
	<category><![CDATA[ ratu laura m ]]></category>
	<category><![CDATA[ ratu nadya w ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[laura,m,nadya,ratu,sumarni,teti,w]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat semakin pentingnya literasi informasi di era digital, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas jangka panjang dari berbagai metode pelatihan. Sebuah studi bisa menginvestigasi secara mendalam bagaimana pendekatan pedagogis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat): Melihat semakin pentingnya literasi informasi di era digital, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas jangka panjang dari berbagai metode pelatihan. Sebuah studi bisa menginvestigasi secara mendalam bagaimana pendekatan pedagogis yang berbeda, misalnya antara lokakarya interaktif tatap muka dengan modul daring berbasis gamifikasi, dapat secara berkelanjutan membentuk kemampuan berpikir kritis siswa remaja dalam menelaah beragam informasi di platform media sosial. Penting juga untuk meneliti peran pendampingan dari lingkungan terdekat siswa; bagaimana literasi digital orang tua dan guru dapat dioptimalkan agar mereka mampu menjadi filter informasi yang handal, serta model dukungan dan pelatihan seperti apa yang paling efektif bagi para pendamping ini. Selain itu, menarik untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan sosiologis yang mendorong preferensi siswa remaja untuk mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama, meskipun terdapat risiko hoaks yang tinggi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi karakteristik spesifik dari platform dan format konten yang membuat media sosial terasa lebih menarik atau relevan bagi mereka, sehingga kita dapat mengembangkan strategi yang lebih tepat dalam membimbing generasi muda menuju sumber informasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di masa depan.. Siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat menunjukkan kemampuan yang relatif baik dalam penelusuran informasi melalui media sosial, namun masih memerlukan pendampingan untuk memilah informasi yang akurat dan kredibel.Hal ini krusial mengingat media sosial berbeda dengan media massa yang keakuratan informasinya terjamin, sehingga kehati-hatian dalam menyaring berita bohong sangat ditekankan.Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kewaspadaan ekstra di ruang digital, dan disarankan untuk mengadakan program lanjutan secara berkala guna mengoptimalkan keterampilan literasi informasi mereka Informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Mulanya informasi adalah suatu hal yang mahal dan membutuhkan usaha untuk mendapatkannya, seperti harus membeli koran, buku, majalah, dan sebagainya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini informasi tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Informasi dapat diakses dimana saja dan kapan saja, dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu media yang ramai digunakan oleh masyarakat untuk mencari informasi saat ini yaitu media sosial. Penggunaan media sosial oleh masyarakat Indonesia sejumlah 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut telah meningkat sekitar 12,35% jika dibandingkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-8fc66.webp" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-8fc66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-8fc66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-8fc66.webp 1x" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" alt="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-e6ca1.webp" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-e6ca1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-e6ca1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-e6ca1.webp 1x" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" alt="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-54806.webp" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-54806.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-54806.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-54806.webp 1x" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" alt="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38110-eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-informasi-med" title="JURIS - Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)" target="_blank">Pelatihan Penelusuran Informasi Online Melalui Media Sosial (Pelatihan Kepada Siswa/I SMPN 88 Jakarta Barat)</a>: Melihat semakin pentingnya literasi informasi di era digital, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas jangka panjang dari berbagai metode pelatihan. Sebuah studi bisa menginvestigasi secara mendalam bagaimana pendekatan pedagogis yang berbeda, misalnya antara lokakarya interaktif tatap muka dengan modul daring berbasis gamifikasi, dapat secara berkelanjutan membentuk kemampuan berpikir kritis siswa remaja dalam menelaah beragam informasi di platform media sosial. Penting juga untuk meneliti peran pendampingan dari lingkungan terdekat siswa; bagaimana literasi digital orang tua dan guru dapat dioptimalkan agar mereka mampu menjadi filter informasi yang handal, serta model dukungan dan pelatihan seperti apa yang paling efektif bagi para pendamping ini. Selain itu, menarik untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan sosiologis yang mendorong preferensi siswa remaja untuk mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama, meskipun terdapat risiko hoaks yang tinggi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi karakteristik spesifik dari platform dan format konten yang membuat media sosial terasa lebih menarik atau relevan bagi mereka, sehingga kita dapat mengembangkan strategi yang lebih tepat dalam membimbing generasi muda menuju sumber informasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di masa depan..
<br>Siswa/i SMPN 88 Jakarta Barat menunjukkan kemampuan yang relatif baik dalam penelusuran informasi melalui media sosial, namun masih memerlukan pendampingan untuk memilah informasi yang akurat dan kredibel.Hal ini krusial mengingat media sosial berbeda dengan media massa yang keakuratan informasinya terjamin, sehingga kehati-hatian dalam menyaring berita bohong sangat ditekankan.Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kewaspadaan ekstra di ruang digital, dan disarankan untuk mengadakan program lanjutan secara berkala guna mengoptimalkan keterampilan literasi informasi mereka
<br>Informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Mulanya informasi adalah suatu hal yang mahal dan membutuhkan usaha untuk mendapatkannya, seperti harus membeli koran, buku, majalah, dan sebagainya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini informasi tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Informasi dapat diakses dimana saja dan kapan saja, dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu media yang ramai digunakan oleh masyarakat untuk mencari informasi saat ini yaitu media sosial. Penggunaan media sosial oleh masyarakat Indonesia sejumlah 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah tersebut telah meningkat sekitar 12,35% jika dibandingkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-e6ca1.webp" type="image/webp" length="87426" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-8fc66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-e6ca1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/eksplorasi-faktor-sosial-penelusuran-kebutuhan-pok-thumb-54806.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1454-upi-yai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16102-ikra-ith-abdimas.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38112-siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-k</link>
	<guid isPermaLink="false">b7a61f527dc0488c6b9f5863bfc10e02</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:18:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teti sumarni ]]></category>
	<category><![CDATA[ ratu laura m ]]></category>
	<category><![CDATA[ ratu nadya w ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[laura,m,nadya,ratu,sumarni,teti,w]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa ide penelitian baru yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif efektivitas berbagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa ide penelitian baru yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif efektivitas berbagai platform e-commerce (Shopee, GoMart, website) dalam meningkatkan penjualan UMKM Sanfresh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, jangkauan pasar, dan kemudahan penggunaan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM Sanfresh dalam mengadopsi sistem pencatatan keuangan digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi. Ketiga, penelitian eksperimen dapat dirancang untuk menguji pengaruh pelatihan digital terhadap peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri pengelola UMKM Sanfresh dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka. Ketiga saran ini saling melengkapi dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang transformasi digital UMKM di era pasca pandemi.. Semakin majunya perkembangan teknologi dan informasi membuat kita sebagai pelaku usaha harus sigap dan cepat dalam mengikuti perubahan.Tak terkecuali untuk UMKM Sanfresh yang awalnya kurang begitu memperhatikan penggunaan digital dalam bisnisnya, dan lebih hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut serta penggunaan media sosial whatsapp saja.Berdasarkan kegiatan peningkatan dan transformasi bisnis melalui fasilitas dan aplikasi pemasaran dengan mudahnya konsumen menemukan Sanfresh di berbagai aplikasi belanja online, sehingga saat ini bertambah semakin pelanggan berkembang juga Sanfresh dalam menjadi penyedia produk-produk segar yang bervariatif dan berkualitas.Harapan kami agar pengabdian masyarakat ini, UMKM Sanfresh dapat terus mengembangkan lagi usahanya dan tetap mengaplikasikan semua ilmu yang didapat selama kegiatan pengabdian serta tidak Lelah-lelahnya terus belajar agar dapat mempertahankan bisnisnya demi keberlanjutan di masa yang akan datang UMKM Sanfresh merupakan sebuah usaha kecil menengah di daerah Cicalengka yang masih tertinggal dalam teknologi bisnis terkini, semua kegiatan pemasaran dan proses pencatatan keuangan untuk bisnis masih mengandalkan proses yang manual. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu UMKM Sanfresh menjadi UMKM yang memiliki alat dan kegiatan pemasaran lebih baik yang bisa membantu penjualan, tujuan lainnya juga Sanfresh memiliki pencatatan keuangan berbasis digital yang dapat memudahkan dalam menganalisa penjualan. Metode yang digunakan adalah survey, wawancara, pemberian materi dan praktikum. Hasil dari pengabdian untuk Sanfresh diantaranya membuatkan logo perusahaan yang lebih representatif, katalog dan foto produk yang menarik, mendaftarkan Sanfresh di platform... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-2ca49.webp" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-2ca49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-2ca49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-2ca49.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" alt="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-294d6.webp" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-294d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-294d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-294d6.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" alt="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-0aa35.webp" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-0aa35.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-0aa35.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-0aa35.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" alt="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38112-siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-k" title="JURIS - Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19" target="_blank">Transformasi Bisnis UMKM Sanfresh Melalui Digitalisasi Bisnis Pasca Covid 19</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa ide penelitian baru yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif efektivitas berbagai platform e-commerce (Shopee, GoMart, website) dalam meningkatkan penjualan UMKM Sanfresh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, jangkauan pasar, dan kemudahan penggunaan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM Sanfresh dalam mengadopsi sistem pencatatan keuangan digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi. Ketiga, penelitian eksperimen dapat dirancang untuk menguji pengaruh pelatihan digital terhadap peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri pengelola UMKM Sanfresh dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka. Ketiga saran ini saling melengkapi dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang transformasi digital UMKM di era pasca pandemi..
<br>Semakin  majunya perkembangan teknologi dan informasi membuat kita sebagai pelaku usaha harus sigap dan cepat dalam mengikuti perubahan.Tak terkecuali untuk UMKM Sanfresh yang awalnya kurang begitu memperhatikan penggunaan digital dalam bisnisnya, dan lebih hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut serta penggunaan media sosial whatsapp saja.Berdasarkan kegiatan peningkatan dan transformasi bisnis melalui fasilitas dan aplikasi pemasaran dengan mudahnya konsumen menemukan Sanfresh di berbagai aplikasi belanja online, sehingga saat ini bertambah semakin pelanggan berkembang juga Sanfresh dalam menjadi penyedia produk-produk segar yang bervariatif dan berkualitas.Harapan kami agar pengabdian masyarakat ini, UMKM Sanfresh dapat terus mengembangkan lagi usahanya dan tetap mengaplikasikan semua ilmu yang didapat selama kegiatan pengabdian serta tidak Lelah-lelahnya terus belajar agar dapat mempertahankan bisnisnya demi keberlanjutan di masa yang akan datang
<br>UMKM Sanfresh merupakan sebuah usaha kecil menengah di daerah Cicalengka yang masih tertinggal dalam teknologi bisnis terkini, semua kegiatan pemasaran dan proses pencatatan keuangan untuk bisnis masih mengandalkan proses yang manual. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu UMKM Sanfresh  menjadi  UMKM  yang  memiliki  alat  dan  kegiatan  pemasaran  lebih  baik  yang  bisa  membantu penjualan,  tujuan  lainnya  juga  Sanfresh  memiliki  pencatatan  keuangan  berbasis  digital  yang  dapat memudahkan dalam menganalisa penjualan. Metode yang digunakan adalah survey, wawancara, pemberian materi dan praktikum. Hasil dari pengabdian untuk Sanfresh diantaranya membuatkan logo perusahaan yang lebih representatif, katalog dan foto produk yang menarik, mendaftarkan Sanfresh di platform...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-2ca49.webp" type="image/webp" length="80330" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-2ca49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-294d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/siklus-bisnis-umkm-branding-digital-laporan-keuang-thumb-0aa35.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1454-upi-yai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16102-ikra-ith-abdimas.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura Cikedung Indramayu Jawa Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura Cikedung Indramayu Jawa Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura Cikedung Indramayu Jawa Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38119-inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat</link>
	<guid isPermaLink="false">1464a0fe35ab7f8d24797df0117901e3</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:36:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teti sumarni ]]></category>
	<category><![CDATA[ ratu laura m ]]></category>
	<category><![CDATA[ ratu nadya w ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[laura,m,nadya,ratu,sumarni,teti,w]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil pengabdian, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas pelaku UMKM di Desa Jatisura. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat: Berdasarkan hasil pengabdian, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas pelaku UMKM di Desa Jatisura. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan ide-ide kreatif menjadi produk yang marketable, termasuk akses terhadap permodalan dan pemasaran. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas pendampingan oleh aparat desa dalam memfasilitasi pengembangan usaha mikro, khususnya dalam hal penyediaan infrastruktur dan akses ke pasar yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Jatisura secara berkelanjutan.. Pengabdian ini disambut antusias oleh para pelaku usaha di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu.Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pola pikir kreatif pada pelaku usaha setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan.Meskipun perbedaan hasil pre dan post-test tidak signifikan secara statistik, kegiatan ini tetap bermanfaat bagi masyarakat desa Jatisura untuk meningkatkan pendapatan dan mengelola usaha mereka Peranan Indonesia dalam mewujudkan nasionalisme adalah dengan menjadi pelaku pasar yang aktif dalam persaingan global. Untuk itu, dibutuhkan pelaku usaha yang memiliki ide-ide kreatif yang dapat diwujudkan dalam produk. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membuka pola perilaku masyarakat agar menjadi produktif dan menciptakan produk yang kompetitif. Target yang ingin dicapai adalah meningkatkan jiwa kreatifitas pelaku usaha UMKM. Metode pelaksanaan melibatkan penyuluhan dan pelatihan kepada Ibu-ibu PKK yang aktif dalam kegiatan usaha (pelaku usaha) sebanyak 17 peserta. Hasil penyebaran kuesioner pre dan post-test menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-2c40a.webp" title="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-2c40a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-2c40a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-2c40a.webp 1x" title="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" alt="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-8cdca.webp" title="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-8cdca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-8cdca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-8cdca.webp 1x" title="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" alt="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38119-inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat" title="JURIS - Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat" target="_blank">Membangun Jiwa Kreatifitas Pelaku UMKM Di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat</a>: Berdasarkan hasil pengabdian, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas pelaku UMKM di Desa Jatisura. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan ide-ide kreatif menjadi produk yang marketable, termasuk akses terhadap permodalan dan pemasaran. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas pendampingan oleh aparat desa dalam memfasilitasi pengembangan usaha mikro, khususnya dalam hal penyediaan infrastruktur dan akses ke pasar yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Jatisura secara berkelanjutan..
<br>Pengabdian ini disambut antusias oleh para pelaku usaha di Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu.Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pola pikir kreatif pada pelaku usaha setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan.Meskipun perbedaan hasil pre dan post-test tidak signifikan secara statistik, kegiatan ini tetap bermanfaat bagi masyarakat desa Jatisura untuk meningkatkan pendapatan dan mengelola usaha mereka
<br>Peranan Indonesia dalam mewujudkan nasionalisme adalah dengan menjadi pelaku pasar yang aktif dalam persaingan global. Untuk itu, dibutuhkan pelaku usaha yang memiliki ide-ide kreatif yang dapat diwujudkan dalam produk. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membuka pola perilaku masyarakat agar menjadi produktif dan menciptakan produk yang kompetitif. Target yang ingin dicapai adalah meningkatkan jiwa kreatifitas pelaku usaha UMKM. Metode pelaksanaan melibatkan penyuluhan dan pelatihan kepada Ibu-ibu PKK yang aktif dalam kegiatan usaha (pelaku usaha) sebanyak 17 peserta. Hasil penyebaran kuesioner pre dan post-test menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-2c40a.webp" type="image/webp" length="138704" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-2c40a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/inovasi-usaha-umkm-ekonomi-masyarakat-kepercayaan-thumb-8cdca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1454-upi-yai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16102-ikra-ith-abdimas.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38097-sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara</link>
	<guid isPermaLink="false">28e1131e96b4ebf4885762873530aeea</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:28:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti apakah variasi durasi pembendungan yang lebih dekat dengan batas satu menit, seperti 55 detik versus 60 detik, juga menghasilkan perbedaan bermakna dalam jumlah eritrosit, karena temuan saat ini menunjukkan bahwa selisih 30 detik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik: Pertama, perlu diteliti apakah variasi durasi pembendungan yang lebih dekat dengan batas satu menit, seperti 55 detik versus 60 detik, juga menghasilkan perbedaan bermakna dalam jumlah eritrosit, karena temuan saat ini menunjukkan bahwa selisih 30 detik (50 vs 80 detik) berdampak signifikan. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh posisi lengan dan lokasi pemasangan torniquet terhadap hasil hitung eritrosit, karena faktor anatomi dan tekanan lokal dapat memengaruhi hemokonsentrasi secara berbeda meskipun durasi pembendungan sama. Ketiga, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang bagaimana karakteristik vena individu, seperti ukuran, elastisitas, dan keberadaan bekas luka atau trombosis, memodifikasi efek pembendungan terhadap hasil pemeriksaan eritrosit. Penelitian-penelitian ini akan membantu menyusun panduan pengambilan darah yang lebih personal dan akurat, terutama pada pasien dengan kondisi vaskular khusus. Dengan pendekatan seperti itu, mutu pemeriksaan laboratorium dapat ditingkatkan secara menyeluruh tanpa hanya bergantung pada waktu standar yang berlaku umum.. Rata-rata jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik adalah 4,48x10A/AAl, sedangkan pada pembendungan 80 detik adalah 4,50x10A/AAl.Terdapat perbedaan bermakna pada jumlah eritrosit antara pembendungan 50 detik dan 80 detik dengan nilai p = 0,046 < 0,05.Oleh karena itu, pembendungan selama 80 detik yang melebihi batas waktu satu menit tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan jumlah eritrosit karena dapat memengaruhi akurasi hasil Pembendungan torniquet adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil jumlah eritrosit. Pembendungan menurut CLSI tidak boleh lebih dari 1 menit. Namun terkadang dalam pengambilan darah vena terjadi pembendungan lebih dari satu menit. Pada penelitian ini peneliti meneliti tentang perbedaan jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan jumlah eritrosit dengan pembendungan 50 detik dan 80 detik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang telah memenuhi kriteria... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-5012b.webp" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-5012b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-5012b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-5012b.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" alt="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f8cf5.webp" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f8cf5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f8cf5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f8cf5.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" alt="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f357d.webp" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f357d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f357d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f357d.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" alt="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38097-sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara" title="JURIS - Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik" target="_blank">Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik</a>: Pertama, perlu diteliti apakah variasi durasi pembendungan yang lebih dekat dengan batas satu menit, seperti 55 detik versus 60 detik, juga menghasilkan perbedaan bermakna dalam jumlah eritrosit, karena temuan saat ini menunjukkan bahwa selisih 30 detik (50 vs 80 detik) berdampak signifikan. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh posisi lengan dan lokasi pemasangan torniquet terhadap hasil hitung eritrosit, karena faktor anatomi dan tekanan lokal dapat memengaruhi hemokonsentrasi secara berbeda meskipun durasi pembendungan sama. Ketiga, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang bagaimana karakteristik vena individu, seperti ukuran, elastisitas, dan keberadaan bekas luka atau trombosis, memodifikasi efek pembendungan terhadap hasil pemeriksaan eritrosit. Penelitian-penelitian ini akan membantu menyusun panduan pengambilan darah yang lebih personal dan akurat, terutama pada pasien dengan kondisi vaskular khusus. Dengan pendekatan seperti itu, mutu pemeriksaan laboratorium dapat ditingkatkan secara menyeluruh tanpa hanya bergantung pada waktu standar yang berlaku umum..
<br>Rata-rata jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik adalah 4,48x10A/AAl, sedangkan pada pembendungan 80 detik adalah 4,50x10A/AAl.Terdapat perbedaan bermakna pada jumlah eritrosit antara pembendungan 50 detik dan 80 detik dengan nilai p = 0,046 < 0,05.Oleh karena itu, pembendungan selama 80 detik yang melebihi batas waktu satu menit tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan jumlah eritrosit karena dapat memengaruhi akurasi hasil
<br>Pembendungan torniquet adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil jumlah eritrosit. Pembendungan menurut CLSI tidak boleh lebih dari 1 menit. Namun terkadang dalam pengambilan darah vena terjadi pembendungan lebih dari satu menit. Pada penelitian ini peneliti meneliti tentang perbedaan jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan jumlah eritrosit dengan pembendungan 50 detik dan 80 detik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang telah memenuhi kriteria...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f357d.webp" type="image/webp" length="86976" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-5012b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f8cf5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/sampel-darah-vena-data-hasil-wawancara-penelitian-thumb-f357d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3135-ukmc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12716-jurnal-laboratorium-prima.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Empowering HOTS Through Web Based Independent Learning The Mediating Effects of Self Efficacy and Self Concept ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Empowering HOTS Through Web Based Independent Learning The Mediating Effects of Self Efficacy and Self Concept ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Empowering HOTS Through Web Based Independent Learning The Mediating Effects of Self Efficacy and Self Concept ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38102-pembelajaran-independen-web-self-efficacy</link>
	<guid isPermaLink="false">6a1de3b0cf8a320de1ea6878b3783c16</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:53:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl students ]]></category>
	<category><![CDATA[ andi idayani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,efl,idayani,students]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur untuk meningkatkan self-efficacy dan self-concept dalam lingkungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur untuk meningkatkan self-efficacy dan self-concept dalam lingkungan pembelajaran independen berbasis web. Penelitian ini menunjukkan bahwa WBIL dapat meningkatkan kepercayaan dan persepsi akademik siswa, tetapi efeknya dapat ditingkatkan dengan memberikan umpan balik terstruktur, kesempatan untuk refleksi, dan tugas-tugas yang menantang secara progresif. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi spesifik yang dapat diterapkan dalam WBIL untuk mendukung pengembangan self-efficacy dan self-concept.2. Memerhatikan faktor-faktor psikologis dalam desain pembelajaran berbasis web untuk disiplin-disiplin berbasis bahasa. Penelitian ini menekankan peran penting self-efficacy dan self-concept dalam mendukung kinerja kognitif tingkat tinggi dalam pembelajaran terjemahan. Studi lanjutan dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana faktor-faktor psikologis ini dapat diintegrasikan dalam desain pembelajaran berbasis web untuk disiplin-disiplin berbasis bahasa lainnya, seperti sastra atau linguistik.3. Mengeksplorasi pengaruh variabel-variabel lain yang dapat memediasi hubungan antara WBIL dan HOTS. Penelitian ini menemukan bahwa SE dan SC memediasi secara parsial hubungan antara WBIL dan HOTS, tetapi mungkin ada variabel-variabel lain yang juga berperan. Studi lanjutan dapat menyelidiki variabel-variabel seperti motivasi, minat, atau kemampuan digital siswa, dan bagaimana variabel-variabel ini dapat memengaruhi efek WBIL pada HOTS.. Penelitian ini menyelidiki peran pembelajaran independen berbasis web (WBIL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) di antara mahasiswa universitas dalam kursus terjemahan, dengan self-efficacy (SE) dan self-concept (SC) sebagai variabel mediator.Temuan menunjukkan bahwa WBIL memiliki efek positif pada kedua SE dan SC, menunjukkan bahwa keterlibatan dalam pembelajaran yang dipacu sendiri, yang dimediasi oleh teknologi, dapat meningkatkan kepercayaan dan persepsi akademik siswa.Selain itu, baik SE dan SC memprediksi HOTS secara signifikan, dengan SE sebagai prediktor yang lebih kuat.Hasil ini menunjukkan bahwa faktor psikologis memainkan peran penting dalam mendukung kinerja kognitif tingkat tinggi.Analisis mediasi lebih lanjut menunjukkan bahwa SE dan SC memediasi secara parsial hubungan antara WBIL dan HOTS, menunjukkan bahwa WBIL berkontribusi pada pengembangan HOTS baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesiapan psikologis siswa.Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya merancang lingkungan pembelajaran berbasis web yang mendukung pengembangan kepercayaan dan persepsi diri siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mereka Latar belakang: Penelitian ini menyelidiki efek dari pembelajaran independen berbasis web (WBIL) terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, dengan self-efficacy (SE) dan self-concept (SC) sebagai variabel mediator, dalam konteks pembelajaran terjemahan di pendidikan tinggi.Metodologi: Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan dari 55 mahasiswa yang mengambil kursus terkait terjemahan melalui instrumen yang telah divalidasi untuk mengukur WBIL, SE, SC, dan HOTS.Temuan: Temuan menunjukkan bahwa WBIL memiliki efek positif signifikan terhadap self-efficacy... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-c2e37.webp" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-c2e37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-c2e37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-c2e37.webp 1x" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" alt="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-8bc68.webp" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-8bc68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-8bc68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-8bc68.webp 1x" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" alt="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-5abd1.webp" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-5abd1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-5abd1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-5abd1.webp 1x" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" alt="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38102-pembelajaran-independen-web-self-efficacy" title="JURIS - Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept" target="_blank">Empowering HOTS Through Web-Based Independent Learning: The Mediating Effects of Self-Efficacy and Self-Concept</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur untuk meningkatkan self-efficacy dan self-concept dalam lingkungan pembelajaran independen berbasis web. Penelitian ini menunjukkan bahwa WBIL dapat meningkatkan kepercayaan dan persepsi akademik siswa, tetapi efeknya dapat ditingkatkan dengan memberikan umpan balik terstruktur, kesempatan untuk refleksi, dan tugas-tugas yang menantang secara progresif. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi spesifik yang dapat diterapkan dalam WBIL untuk mendukung pengembangan self-efficacy dan self-concept.2. Memerhatikan faktor-faktor psikologis dalam desain pembelajaran berbasis web untuk disiplin-disiplin berbasis bahasa. Penelitian ini menekankan peran penting self-efficacy dan self-concept dalam mendukung kinerja kognitif tingkat tinggi dalam pembelajaran terjemahan. Studi lanjutan dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana faktor-faktor psikologis ini dapat diintegrasikan dalam desain pembelajaran berbasis web untuk disiplin-disiplin berbasis bahasa lainnya, seperti sastra atau linguistik.3. Mengeksplorasi pengaruh variabel-variabel lain yang dapat memediasi hubungan antara WBIL dan HOTS. Penelitian ini menemukan bahwa SE dan SC memediasi secara parsial hubungan antara WBIL dan HOTS, tetapi mungkin ada variabel-variabel lain yang juga berperan. Studi lanjutan dapat menyelidiki variabel-variabel seperti motivasi, minat, atau kemampuan digital siswa, dan bagaimana variabel-variabel ini dapat memengaruhi efek WBIL pada HOTS..
<br>Penelitian ini menyelidiki peran pembelajaran independen berbasis web (WBIL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) di antara mahasiswa universitas dalam kursus terjemahan, dengan self-efficacy (SE) dan self-concept (SC) sebagai variabel mediator.Temuan menunjukkan bahwa WBIL memiliki efek positif pada kedua SE dan SC, menunjukkan bahwa keterlibatan dalam pembelajaran yang dipacu sendiri, yang dimediasi oleh teknologi, dapat meningkatkan kepercayaan dan persepsi akademik siswa.Selain itu, baik SE dan SC memprediksi HOTS secara signifikan, dengan SE sebagai prediktor yang lebih kuat.Hasil ini menunjukkan bahwa faktor psikologis memainkan peran penting dalam mendukung kinerja kognitif tingkat tinggi.Analisis mediasi lebih lanjut menunjukkan bahwa SE dan SC memediasi secara parsial hubungan antara WBIL dan HOTS, menunjukkan bahwa WBIL berkontribusi pada pengembangan HOTS baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesiapan psikologis siswa.Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya merancang lingkungan pembelajaran berbasis web yang mendukung pengembangan kepercayaan dan persepsi diri siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mereka
<br>Latar belakang: Penelitian ini menyelidiki efek dari pembelajaran independen berbasis web (WBIL) terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, dengan self-efficacy (SE) dan self-concept (SC) sebagai variabel mediator, dalam konteks pembelajaran terjemahan di pendidikan tinggi.Metodologi: Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan dari 55 mahasiswa yang mengambil kursus terkait terjemahan melalui instrumen yang telah divalidasi untuk mengukur WBIL, SE, SC, dan HOTS.Temuan: Temuan menunjukkan bahwa WBIL memiliki efek positif signifikan terhadap self-efficacy...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-8bc68.webp" type="image/webp" length="123060" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-c2e37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-8bc68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/pembelajaran-independen-web-self-efficacy-self-con-thumb-5abd1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1318-fkip-uwgm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7303-script-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38098-leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi</link>
	<guid isPermaLink="false">ef154556e56616ee62df28969c53a117</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:49:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi waktu diam terhadap hasil homogenisasi sekunder, misalnya dengan membandingkan waktu diam 15 menit, 30 menit, dan 60 menit. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada jenis tabung antikoagulan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi waktu diam terhadap hasil homogenisasi sekunder, misalnya dengan membandingkan waktu diam 15 menit, 30 menit, dan 60 menit. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada jenis tabung antikoagulan yang berbeda (misalnya, tabung lithium heparin) untuk melihat apakah terdapat perbedaan hasil homogenisasi sekunder. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh homogenisasi sekunder terhadap parameter hematologi lainnya, seperti hitung trombosit dan indeks eritrosit, guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak homogenisasi terhadap kualitas sampel darah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan berkontribusi pada pengembangan standar prosedur homogenisasi yang lebih optimal di laboratorium klinik, sehingga dapat meningkatkan akurasi dan keandalan hasil pemeriksaan.. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada pemeriksaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sekunder 2 dan 8 kali tidak terdapat perbedaan hasil.Rata-rata hasil pemeriksaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sebanyak 2 kali setelah didiamkan 30 menit sebesar 7.Rata-rata hasil pemeriksaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sebanyak 8 kali setelah didiamkan 30 menit sebesar 7 Latar Belakang: Leukosit adalah salah satu pemeriksaan hematologi. Darah yang ditampung dalam tabung K2EDTA harus dihomogenisasi primer kemudian diperiksa. Namun, terkadang dalam laboratorium, pemeriksaan tidak langsung dilakukan setelah pengambilan darah sehingga apabila didiamkan dalam beberapa waktu harus dihomogenisasi sekunder agar tidak membentuk endapan dan tercampur dengan baik.Tujuan: Untuk mengetahui adakah perbedaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sekunder sebanyak 2 dan 8 kali setelah didiamkan selama 30 menit.Metode: Jenis penelitian ini adalah cross-sectional study. Darah diperiksa menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-0cb15.webp" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-0cb15.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-0cb15.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-0cb15.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" alt="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-cdfac.webp" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-cdfac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-cdfac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-cdfac.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" alt="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-11351.webp" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-11351.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-11351.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-11351.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" alt="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38098-leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi" title="JURIS - Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit" target="_blank">Perbedaan Jumlah Leukosit yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 2 dan 8 Kali setelah Didiamkan Selama 30 Menit</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi waktu diam terhadap hasil homogenisasi sekunder, misalnya dengan membandingkan waktu diam 15 menit, 30 menit, dan 60 menit. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada jenis tabung antikoagulan yang berbeda (misalnya, tabung lithium heparin) untuk melihat apakah terdapat perbedaan hasil homogenisasi sekunder. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh homogenisasi sekunder terhadap parameter hematologi lainnya, seperti hitung trombosit dan indeks eritrosit, guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak homogenisasi terhadap kualitas sampel darah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan berkontribusi pada pengembangan standar prosedur homogenisasi yang lebih optimal di laboratorium klinik, sehingga dapat meningkatkan akurasi dan keandalan hasil pemeriksaan..
<br>Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada pemeriksaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sekunder 2 dan 8 kali tidak terdapat perbedaan hasil.Rata-rata hasil pemeriksaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sebanyak 2 kali setelah didiamkan 30 menit sebesar 7.Rata-rata hasil pemeriksaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sebanyak 8 kali setelah didiamkan 30 menit sebesar 7
<br>Latar Belakang: Leukosit adalah salah satu pemeriksaan hematologi. Darah yang ditampung dalam tabung K2EDTA harus dihomogenisasi primer kemudian diperiksa. Namun, terkadang dalam laboratorium, pemeriksaan tidak langsung dilakukan setelah pengambilan darah sehingga apabila didiamkan dalam beberapa waktu harus dihomogenisasi sekunder agar tidak membentuk endapan dan tercampur dengan baik.Tujuan: Untuk mengetahui adakah perbedaan jumlah leukosit yang dihomogenisasi sekunder sebanyak 2 dan 8 kali setelah didiamkan selama 30 menit.Metode: Jenis penelitian ini adalah cross-sectional study. Darah diperiksa menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-cdfac.webp" type="image/webp" length="103708" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-0cb15.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-cdfac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/leukosit-pemeriksaan-homogenisasi-akurasi-hasil-pe-thumb-11351.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3135-ukmc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12716-jurnal-laboratorium-prima.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ EFL Students Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education Motivation Habits Material Preferences and Language Skill Development ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ EFL Students Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education Motivation Habits Material Preferences and Language Skill Development ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ EFL Students Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education Motivation Habits Material Preferences and Language Skill Development ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38101-bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motiva</link>
	<guid isPermaLink="false">157456a1fbe497a6f2e0c88d509fc690</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:22:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl students ]]></category>
	<category><![CDATA[ andi idayani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,efl,idayani,students]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana motivasi, kebiasaan membaca, preferensi materi, dan pengembangan keterampilan bahasa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - EFL Students' Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana motivasi, kebiasaan membaca, preferensi materi, dan pengembangan keterampilan bahasa saling berkaitan dalam pendidikan tinggi Indonesia. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi mahasiswa tentang RfP, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan keterlibatan mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam RfP, seperti efek penggunaan platform digital pada kebiasaan membaca dan keterampilan bahasa. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta mempertimbangkan aspek teknologi, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang RfP dalam konteks pendidikan tinggi Indonesia dan membantu mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan pengembangan keterampilan bahasa mahasiswa.. Mahasiswa mengakui manfaat linguistik dan akademik dari RfP.Praktik tingkat sekolah, termasuk kegiatan RfP yang terorganisir, materi yang kaya, dan iklim yang mendukung otonomi sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang konsisten dan pengetahuan bahasa yang komprehensif.Penggunaan desain longitudinal dan praktik membaca digital/kolaboratif mungkin memberikan penjelasan lebih lanjut tentang mempertahankan keterlibatan Latar belakang: Penelitian ini menyelidiki persepsi mahasiswa EFL (English as a Foreign Language) tentang Reading for Pleasure (RfP) dalam hal motivasi membaca, kebiasaan membaca, preferensi materi, dan pengembangan keterampilan bahasa Inggris. Metodologi: Desain penelitian deskriptif kuantitatif digunakan. Data dikumpulkan dari 35 mahasiswa semester kedua Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu universitas swasta di Jawa Tengah dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Temuan: Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pendapat yang tinggi tentang RfP, terutama efeknya pada kosakata dan pemahaman membaca (lebih dari 80%). Banyak motivasi bersifat instrumental, dan mahasiswa membaca untuk meningkatkan keterampilan membaca daripada menikmatinya. Partisipasi masih sporadis karena... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-f7c79.webp" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-f7c79.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-f7c79.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-f7c79.webp 1x" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" alt="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-1b8da.webp" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-1b8da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-1b8da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-1b8da.webp 1x" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" alt="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-ab4be.webp" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-ab4be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-ab4be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-ab4be.webp 1x" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" alt="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38101-bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motiva" title="JURIS - EFL Students&#039; Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development" target="_blank">EFL Students' Perceptions of Reading for Pleasure in Indonesian Higher Education: Motivation, Habits, Material Preferences, and Language Skill Development</a>: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana motivasi, kebiasaan membaca, preferensi materi, dan pengembangan keterampilan bahasa saling berkaitan dalam pendidikan tinggi Indonesia. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi mahasiswa tentang RfP, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan keterlibatan mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam RfP, seperti efek penggunaan platform digital pada kebiasaan membaca dan keterampilan bahasa. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta mempertimbangkan aspek teknologi, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang RfP dalam konteks pendidikan tinggi Indonesia dan membantu mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan pengembangan keterampilan bahasa mahasiswa..
<br>Mahasiswa mengakui manfaat linguistik dan akademik dari RfP.Praktik tingkat sekolah, termasuk kegiatan RfP yang terorganisir, materi yang kaya, dan iklim yang mendukung otonomi sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang konsisten dan pengetahuan bahasa yang komprehensif.Penggunaan desain longitudinal dan praktik membaca digital/kolaboratif mungkin memberikan penjelasan lebih lanjut tentang mempertahankan keterlibatan
<br>Latar belakang: Penelitian ini menyelidiki persepsi mahasiswa EFL (English as a Foreign Language) tentang Reading for Pleasure (RfP) dalam hal motivasi membaca, kebiasaan membaca, preferensi materi, dan pengembangan keterampilan bahasa Inggris. Metodologi: Desain penelitian deskriptif kuantitatif digunakan. Data dikumpulkan dari 35 mahasiswa semester kedua Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu universitas swasta di Jawa Tengah dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Temuan: Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pendapat yang tinggi tentang RfP, terutama efeknya pada kosakata dan pemahaman membaca (lebih dari 80%). Banyak motivasi bersifat instrumental, dan mahasiswa membaca untuk meningkatkan keterampilan membaca daripada menikmatinya. Partisipasi masih sporadis karena...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-ab4be.webp" type="image/webp" length="88912" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-f7c79.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-1b8da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/bahasa-inggris-mahasiswa-esai-efl-motivasi-membaca-thumb-ab4be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1318-fkip-uwgm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7303-script-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38095-sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaa</link>
	<guid isPermaLink="false">db6c3606ef8816e59076e8ea7ad8b1a8</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:14:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar jumlah sampel yang digunakan dapat diperbanyak lagi. Hal ini diharapkan dapat menggambarkan seluruh populasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis antikoagulan dan metode ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar jumlah sampel yang digunakan dapat diperbanyak lagi. Hal ini diharapkan dapat menggambarkan seluruh populasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis antikoagulan dan metode homogenisasi sekunder yang berbeda untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Penelitian juga dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor lain seperti suhu penyimpanan dan waktu penundaan pemeriksaan.. Berdasarkan peneltian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa.Kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 2 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan nilai SD 1,17 g/dL.Kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 8 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan nilai SD 1,13 g/dL.Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 2 kali dan 8 kali dengan nilai p 0,567 (>0,05) Pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium klinik yang bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam tubuh seseorang. Sampel pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan hemoglobin merupakan darah dengan antikoagulan EDTA. Antikoagulan berperan untuk menonaktifkan faktor pembekuan darah. Maka dari itu, darah yang telah dimasukkan kedalam tabung dengan antikoagulan harus segera dihomogenisasi primer. Pada pelaksanaan dilapangan, sampel darah yang sudah ditampung biasanya tidak langsung diperiksa sehingga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-dd9a0.webp" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-dd9a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-dd9a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-dd9a0.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" alt="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-57224.webp" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-57224.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-57224.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-57224.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" alt="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-163bd.webp" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-163bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-163bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-163bd.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" alt="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38095-sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaa" title="JURIS - Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer" target="_blank">Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar jumlah sampel yang digunakan dapat diperbanyak lagi. Hal ini diharapkan dapat menggambarkan seluruh populasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis antikoagulan dan metode homogenisasi sekunder yang berbeda untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Penelitian juga dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor lain seperti suhu penyimpanan dan waktu penundaan pemeriksaan..
<br>Berdasarkan peneltian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa.Kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 2 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan nilai SD 1,17 g/dL.Kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 8 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan nilai SD 1,13 g/dL.Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 2 kali dan 8 kali dengan nilai p 0,567 (>0,05)
<br>Pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium klinik yang bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam tubuh seseorang. Sampel pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan hemoglobin merupakan darah dengan antikoagulan EDTA. Antikoagulan berperan untuk menonaktifkan faktor pembekuan darah. Maka dari itu, darah yang telah dimasukkan kedalam tabung dengan antikoagulan harus segera dihomogenisasi primer. Pada pelaksanaan dilapangan, sampel darah yang sudah ditampung biasanya tidak langsung diperiksa sehingga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-163bd.webp" type="image/webp" length="93552" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-dd9a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-57224.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/sampel-darah-vena-hemoglobin-penundaan-homogenisas-thumb-163bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3135-ukmc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12716-jurnal-laboratorium-prima.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategies for Reading Online Academic Texts A Comparative Qualitative Study of High and Low English Reading Proficiency Learners ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategies for Reading Online Academic Texts A Comparative Qualitative Study of High and Low English Reading Proficiency Learners ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategies for Reading Online Academic Texts A Comparative Qualitative Study of High and Low English Reading Proficiency Learners ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38100-daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-mah</link>
	<guid isPermaLink="false">51000df93102c377db0a3c3b3f048310</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:10:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ efl students ]]></category>
	<category><![CDATA[ andi idayani ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,efl,idayani,students]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki perkembangan strategi membaca daring mahasiswa selama beberapa semester. Penelitian ini dapat mengidentifikasi perubahan dalam penggunaan strategi dan faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki perkembangan strategi membaca daring mahasiswa selama beberapa semester. Penelitian ini dapat mengidentifikasi perubahan dalam penggunaan strategi dan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan tersebut. Selain itu, penelitian kualitatif yang lebih mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif mahasiswa secara lebih detail. Studi ini dapat fokus pada strategi yang digunakan mahasiswa untuk mengatasi kesulitan membaca daring, seperti strategi pengelolaan waktu, strategi pemecahan masalah, dan strategi pemantauan pemahaman. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam membaca akademik daring, seperti penggunaan alat bantu kosa kata, anotasi, dan fitur navigasi. Dengan memahami strategi yang digunakan mahasiswa dan tantangan yang mereka hadapi, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan pengalaman membaca akademik daring dan mengembangkan strategi instruksional yang efektif.. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa dengan tingkat keterampilan membaca bahasa Inggris yang tinggi dan rendah menerapkan strategi membaca daring secara berbeda.Mahasiswa dengan keterampilan tinggi menunjukkan kontrol metacognitive yang lebih kuat dan fleksibilitas dalam menggunakan strategi.Mereka membaca dengan tujuan yang jelas, menyesuaikan kecepatan, dan menggunakan petunjuk konteks.Sebaliknya, mahasiswa dengan keterampilan rendah lebih bergantung pada strategi permukaan dan alat terjemahan.Mereka fokus pada penyelesaian tugas, menghindari teks panjang, dan bergantung pada terjemahan penuh.Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan membaca mempengaruhi strategi membaca daring yang digunakan mahasiswa.Kesulitan yang dialami juga berbeda antara kedua kelompok.Mahasiswa dengan keterampilan tinggi mengalami kesulitan teknis dan kognitif, sedangkan mahasiswa dengan keterampilan rendah menghadapi tantangan kosa kata dan pemahaman.Penelitian ini menekankan pentingnya instruksi strategi yang disesuaikan dengan tingkat keterampilan dan kebutuhan mahasiswa, serta dukungan dalam penggunaan alat membaca digital dan pengelolaan tantangan membaca berbasis layar Penelitian ini menyelidiki bagaimana mahasiswa dengan tingkat keterampilan membaca bahasa Inggris yang tinggi dan rendah menerapkan strategi membaca daring saat berinteraksi dengan teks akademik. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa semester enam di Kalimantan Island. Didorong oleh teori metacognitive, yang menekankan kemampuan pembelajar untuk memantau dan mengatur proses membaca, penelitian ini membahas pentingnya membaca akademik daring dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif komparatif. Enam mahasiswa dipilih secara sengaja berdasarkan skor TOEFL mereka untuk mewakili tingkat keterampilan yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi penggunaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-711c2.webp" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-711c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-711c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-711c2.webp 1x" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" alt="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-69dfe.webp" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-69dfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-69dfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-69dfe.webp 1x" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" alt="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-68b71.webp" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-68b71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-68b71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-68b71.webp 1x" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" alt="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38100-daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-mah" title="JURIS - Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners" target="_blank">Strategies for Reading Online Academic Texts: A Comparative Qualitative Study of High- and Low-English Reading Proficiency Learners</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki perkembangan strategi membaca daring mahasiswa selama beberapa semester. Penelitian ini dapat mengidentifikasi perubahan dalam penggunaan strategi dan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan tersebut. Selain itu, penelitian kualitatif yang lebih mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif mahasiswa secara lebih detail. Studi ini dapat fokus pada strategi yang digunakan mahasiswa untuk mengatasi kesulitan membaca daring, seperti strategi pengelolaan waktu, strategi pemecahan masalah, dan strategi pemantauan pemahaman. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam membaca akademik daring, seperti penggunaan alat bantu kosa kata, anotasi, dan fitur navigasi. Dengan memahami strategi yang digunakan mahasiswa dan tantangan yang mereka hadapi, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan pengalaman membaca akademik daring dan mengembangkan strategi instruksional yang efektif..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa dengan tingkat keterampilan membaca bahasa Inggris yang tinggi dan rendah menerapkan strategi membaca daring secara berbeda.Mahasiswa dengan keterampilan tinggi menunjukkan kontrol metacognitive yang lebih kuat dan fleksibilitas dalam menggunakan strategi.Mereka membaca dengan tujuan yang jelas, menyesuaikan kecepatan, dan menggunakan petunjuk konteks.Sebaliknya, mahasiswa dengan keterampilan rendah lebih bergantung pada strategi permukaan dan alat terjemahan.Mereka fokus pada penyelesaian tugas, menghindari teks panjang, dan bergantung pada terjemahan penuh.Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan membaca mempengaruhi strategi membaca daring yang digunakan mahasiswa.Kesulitan yang dialami juga berbeda antara kedua kelompok.Mahasiswa dengan keterampilan tinggi mengalami kesulitan teknis dan kognitif, sedangkan mahasiswa dengan keterampilan rendah menghadapi tantangan kosa kata dan pemahaman.Penelitian ini menekankan pentingnya instruksi strategi yang disesuaikan dengan tingkat keterampilan dan kebutuhan mahasiswa, serta dukungan dalam penggunaan alat membaca digital dan pengelolaan tantangan membaca berbasis layar
<br>Penelitian ini menyelidiki bagaimana mahasiswa dengan tingkat keterampilan membaca bahasa Inggris yang tinggi dan rendah menerapkan strategi membaca daring saat berinteraksi dengan teks akademik. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa semester enam di Kalimantan Island. Didorong oleh teori metacognitive, yang menekankan kemampuan pembelajar untuk memantau dan mengatur proses membaca, penelitian ini membahas pentingnya membaca akademik daring dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif komparatif. Enam mahasiswa dipilih secara sengaja berdasarkan skor TOEFL mereka untuk mewakili tingkat keterampilan yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi penggunaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-69dfe.webp" type="image/webp" length="96952" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-711c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-69dfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/daring-mahasiswa-semester-tujuh-enam-pgsd-strategi-thumb-68b71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1318-fkip-uwgm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7303-script-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38105-intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi</link>
	<guid isPermaLink="false">56767fc447f06eecf48e30e2b743e343</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 11:57:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn barcode ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,content,issn,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi eksistensial humanistik pada lansia dengan berbagai latar belakang budaya dan tingkat keparahan masalah penyesuaian diri. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi eksistensial humanistik pada lansia dengan berbagai latar belakang budaya dan tingkat keparahan masalah penyesuaian diri. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana faktor-faktor lingkungan panti sosial, seperti kualitas interaksi sosial antar lansia dan dukungan dari petugas, dapat memoderasi efektivitas intervensi. Penelitian di masa depan juga dapat menyelidiki penggunaan teknologi, seperti aplikasi seluler atau platform daring, untuk menyediakan dukungan psikologis yang berkelanjutan bagi lansia di panti sosial, terutama dalam mengatasi perasaan kesepian dan isolasi. Terakhir, studi komparatif yang membandingkan efektivitas terapi eksistensial humanistik dengan pendekatan terapi lain, seperti terapi perilaku kognitif atau terapi kelompok, dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang pilihan intervensi yang paling sesuai untuk lansia dengan masalah penyesuaian diri.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi eksistensial humanistik efektif dalam mengatasi masalah penyesuaian diri pada lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang.Intervensi selama 5 sesi berhasil mengubah perilaku subjek dari menarik diri, murung, tidak bersemangat, dan sulit tidur menjadi lebih mampu bersosialisasi, ceria, bersemangat, dan dapat tidur nyenyak.Keberhasilan intervensi ini dicapai melalui fasilitasi penemuan makna hidup, penguatan kesadaran diri dan determinasi diri, serta pengembangan hubungan sosial yang bermakna Individu dengan lanjut usia yang tinggal di panti sosial menghadapi tantangan penyesuaian diri akibat perubahan status, kesehatan yang semakin menurun dan keterbatasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi terapi eksistensial humanistik dalam mengatasi masalah penyesuaian diri pada lansia di panti sosial. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada lansia perempuan berusia 67 tahun, warga binaan panti sosial XY yang mengalami masalah penyesuaian diri setelah stroke kedua dengan simtom menarik diri, kehilangan semangat dan sulit tidur. Intervensi dilakukan lima sesi dengan pendekatan terapi eksistensial humanistik berfokus pada kesadaran diri, makna hidup dan pengembangan hubungan sosial. Intervensi menunjukkan perubahan positif pada seluruh target perilaku. Subjek mampu bersosialisasi pada sesi ke tiga,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-d2d27.webp" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-d2d27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-d2d27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-d2d27.webp 1x" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" alt="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-e2ba7.webp" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-e2ba7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-e2ba7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-e2ba7.webp 1x" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" alt="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-eb483.webp" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-eb483.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-eb483.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-eb483.webp 1x" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" alt="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38105-intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi" title="JURIS - Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial" target="_blank">Terapi Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Sosial</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi eksistensial humanistik pada lansia dengan berbagai latar belakang budaya dan tingkat keparahan masalah penyesuaian diri. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana faktor-faktor lingkungan panti sosial, seperti kualitas interaksi sosial antar lansia dan dukungan dari petugas, dapat memoderasi efektivitas intervensi.  Penelitian di masa depan juga dapat menyelidiki penggunaan teknologi, seperti aplikasi seluler atau platform daring, untuk menyediakan dukungan psikologis yang berkelanjutan bagi lansia di panti sosial, terutama dalam mengatasi perasaan kesepian dan isolasi.  Terakhir, studi komparatif yang membandingkan efektivitas terapi eksistensial humanistik dengan pendekatan terapi lain, seperti terapi perilaku kognitif atau terapi kelompok, dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang pilihan intervensi yang paling sesuai untuk lansia dengan masalah penyesuaian diri..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi eksistensial humanistik efektif dalam mengatasi masalah penyesuaian diri pada lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang.Intervensi selama 5 sesi berhasil mengubah perilaku subjek dari menarik diri, murung, tidak bersemangat, dan sulit tidur menjadi lebih mampu bersosialisasi, ceria, bersemangat, dan dapat tidur nyenyak.Keberhasilan intervensi ini dicapai melalui fasilitasi penemuan makna hidup, penguatan kesadaran diri dan determinasi diri, serta pengembangan hubungan sosial yang bermakna
<br>Individu dengan lanjut usia yang tinggal di panti sosial menghadapi tantangan penyesuaian diri akibat perubahan status, kesehatan yang semakin menurun dan keterbatasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi terapi eksistensial humanistik dalam mengatasi masalah penyesuaian diri pada lansia di panti sosial. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada lansia perempuan berusia 67 tahun, warga binaan panti sosial XY yang mengalami masalah penyesuaian diri setelah stroke kedua dengan simtom menarik diri, kehilangan semangat dan sulit tidur. Intervensi dilakukan lima sesi dengan pendekatan terapi eksistensial humanistik berfokus pada kesadaran diri, makna hidup dan pengembangan hubungan sosial. Intervensi menunjukkan perubahan positif pada seluruh target perilaku. Subjek mampu bersosialisasi pada sesi ke tiga,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-eb483.webp" type="image/webp" length="61650" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-d2d27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-e2ba7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/intervensi-terapi-o2-panti-sosial-lansia-interaksi-thumb-eb483.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3135-ukmc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12718-journal-life-span-development.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Metode Mnemonik dan Orton Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Metode Mnemonik dan Orton Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Metode Mnemonik dan Orton Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38104-intervensi-membaca-phbs-metode-anak-dis</link>
	<guid isPermaLink="false">1137bc3869e972738d126f376d97dbdd</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 11:47:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn barcode ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,content,issn,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas metode mnemonik dan Orton-Gillingham pada anak dengan tingkat disabilitas intelektual ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas metode mnemonik dan Orton-Gillingham pada anak dengan tingkat disabilitas intelektual yang berbeda, seperti disabilitas intelektual sedang atau berat, untuk melihat apakah adaptasi metode diperlukan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas metode mnemonik dan Orton-Gillingham dengan metode intervensi membaca lainnya, seperti metode fonik atau metode whole language, untuk menentukan pendekatan mana yang paling optimal bagi anak dengan disabilitas intelektual. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan intervensi membaca, seperti peran orang tua dalam mendukung pembelajaran membaca di rumah, karakteristik guru yang efektif dalam mengimplementasikan metode mnemonik dan Orton-Gillingham, serta pengaruh lingkungan belajar yang inklusif terhadap motivasi dan prestasi membaca anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana cara terbaik untuk membantu anak dengan disabilitas intelektual mencapai potensi penuh mereka dalam membaca dan belajar.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode mnemonik dan Orton-Gillingham efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan.Strategi mnemonik memperkuat daya ingat anak terhadap huruf dan kata melalui asosiasi visual dan verbal, sementara pendekatan Orton-Gillingham membantu anak belajar secara aktif dengan melibatkan berbagai indera.Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diimplementasikan di lingkungan sekolah dan rumah, dan penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan subjek yang lebih beragam dan rentang usia yang lebih luas Membaca permulaan merupakan fondasi awal dalam proses membaca yang diberikan pada anak kelas rendah sebelum melanjutkan pada tahapan membaca berikutnya, namun kemampuan ini kerap masih menjadi tantangan bagi anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mnemonik dan Orton-Gillingham dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kasus tunggal.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-2464a.webp" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-2464a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-2464a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-2464a.webp 1x" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" alt="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-844e0.webp" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-844e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-844e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-844e0.webp 1x" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" alt="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-e9c58.webp" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-e9c58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-e9c58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-e9c58.webp 1x" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" alt="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38104-intervensi-membaca-phbs-metode-anak-dis" title="JURIS - Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual" target="_blank">Metode Mnemonik dan Orton-Gillingham untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disabilitas Intelektual</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas metode mnemonik dan Orton-Gillingham pada anak dengan tingkat disabilitas intelektual yang berbeda, seperti disabilitas intelektual sedang atau berat, untuk melihat apakah adaptasi metode diperlukan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas metode mnemonik dan Orton-Gillingham dengan metode intervensi membaca lainnya, seperti metode fonik atau metode whole language, untuk menentukan pendekatan mana yang paling optimal bagi anak dengan disabilitas intelektual. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan intervensi membaca, seperti peran orang tua dalam mendukung pembelajaran membaca di rumah, karakteristik guru yang efektif dalam mengimplementasikan metode mnemonik dan Orton-Gillingham, serta pengaruh lingkungan belajar yang inklusif terhadap motivasi dan prestasi membaca anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana cara terbaik untuk membantu anak dengan disabilitas intelektual mencapai potensi penuh mereka dalam membaca dan belajar..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode mnemonik dan Orton-Gillingham efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan.Strategi mnemonik memperkuat daya ingat anak terhadap huruf dan kata melalui asosiasi visual dan verbal, sementara pendekatan Orton-Gillingham membantu anak belajar secara aktif dengan melibatkan berbagai indera.Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diimplementasikan di lingkungan sekolah dan rumah, dan penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan subjek yang lebih beragam dan rentang usia yang lebih luas
<br>Membaca permulaan merupakan fondasi awal dalam proses membaca yang diberikan pada anak kelas rendah sebelum melanjutkan pada tahapan membaca berikutnya, namun kemampuan ini kerap masih menjadi tantangan bagi anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mnemonik dan Orton-Gillingham dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kasus tunggal....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-e9c58.webp" type="image/webp" length="146492" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-2464a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-844e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/intervensi-membaca-phbs-metode-anak-disabilitas-re-thumb-e9c58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3135-ukmc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12718-journal-life-span-development.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-38103-work-stress-kesepian-stres-generasi-z-lindya</link>
	<guid isPermaLink="false">2b974d30c62dece06e66ddbf069074c1</guid>
	<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 11:12:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn barcode ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,content,issn,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi stres kerja pada pekerja remote, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi stres kerja pada pekerja remote, seperti beban kerja, dukungan sosial, dan kondisi lingkungan kerja fisik. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi untuk mengurangi kesepian kerja dan stres kerja pada pekerja remote, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keterlibatan kerja dan kesejahteraan psikologis. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak budaya terhadap kesepian kerja dan stres kerja pada pekerja remote, terutama dalam konteks budaya Indonesia yang menekankan pentingnya hubungan sosial dan kebersamaan.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesepian kerja memiliki hubungan positif terhadap stres kerja pada pekerja remote generasi Z.Semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan individu, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami.Temuan ini menegaskan bahwa aspek hubungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan psikologis pekerja, terutama pada sistem kerja jarak jauh yang minim interaksi tatap muka Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kesepian di tempat kerja dan stres kerja pada pekerja remote Generasi Z. Perkembangan pesat sistem kerja jarak jauh pascapandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya rasa kesepian yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kinerja kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik snowball sampling dan melibatkan 116 pekerja remote Generasi Z sebagai responden. Sebagian besar partisipan berusia 22Ae24 tahun, dengan distribusi gender yang seimbang (50% perempuan dan 50% laki-laki), bekerja terutama di bidang desain, teknologi, dan administrasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-38032.webp" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-38032.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-38032.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-38032.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" alt="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-bf938.webp" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-bf938.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-bf938.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-bf938.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" alt="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-2ded0.webp" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-2ded0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-2ded0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-2ded0.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" alt="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38103-work-stress-kesepian-stres-generasi-z-lindya" title="JURIS - Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z" target="_blank">Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi stres kerja pada pekerja remote, seperti beban kerja, dukungan sosial, dan kondisi lingkungan kerja fisik. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi untuk mengurangi kesepian kerja dan stres kerja pada pekerja remote, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keterlibatan kerja dan kesejahteraan psikologis. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak budaya terhadap kesepian kerja dan stres kerja pada pekerja remote, terutama dalam konteks budaya Indonesia yang menekankan pentingnya hubungan sosial dan kebersamaan..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesepian kerja memiliki hubungan positif terhadap stres kerja pada pekerja remote generasi Z.Semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan individu, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami.Temuan ini menegaskan bahwa aspek hubungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan psikologis pekerja, terutama pada sistem kerja jarak jauh yang minim interaksi tatap muka
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kesepian di tempat kerja dan stres kerja pada pekerja remote Generasi Z. Perkembangan pesat sistem kerja jarak jauh pascapandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya rasa kesepian yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kinerja kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik snowball sampling dan melibatkan 116 pekerja remote Generasi Z sebagai responden. Sebagian besar partisipan berusia 22Ae24 tahun, dengan distribusi gender yang seimbang (50% perempuan dan 50% laki-laki), bekerja terutama di bidang desain, teknologi, dan administrasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-38032.webp" type="image/webp" length="100730" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-38032.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-bf938.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/work-stress-kesepian-stres-generasi-z-pengaruh-pek-thumb-2ded0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3135-ukmc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12718-journal-life-span-development.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 13 Apr 2026 16:51:45 +0700. 12 items. Served in: 3.193 seconds [rss] -->
