<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2026 21:28:19 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 21:28:19 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-24T21:28:19+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan Praktik Pola dan Dampaknya terhadap Layanan Publik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan Praktik Pola dan Dampaknya terhadap Layanan Publik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan Praktik Pola dan Dampaknya terhadap Layanan Publik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60408-empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant</link>
	<guid isPermaLink="false">39137f048d0fe4a02a9e50bc639b32a0</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novi arliati ]]></category>
	<category><![CDATA[ h marpaung ]]></category>
	<category><![CDATA[ oloan c ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arliati,c,h,marpaung,novi,oloan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas partisipasi masyarakat dalam pengawasan dana pendidikan melalui mekanisme transparansi berbasis teknologi. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang peran pendidikan anti-korupsi dalam membentuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik: Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas partisipasi masyarakat dalam pengawasan dana pendidikan melalui mekanisme transparansi berbasis teknologi. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang peran pendidikan anti-korupsi dalam membentuk karakter generasi muda. Terakhir, penelitian tentang implementasi sistem digitalisasi pengelolaan anggaran pendidikan untuk meminimalkan kecurangan dan meningkatkan akuntabilitas dapat menjadi arah studi baru yang relevan.. Korupsi di sektor pendidikan menunjukkan karakteristik sistemik yang melibatkan berbagai pihak dalam tata kelola pendidikan.Faktor utama termasuk sistem pengawasan yang lemah, transparansi yang rendah, dan celah regulasi.Solusi yang direkomendasikan meliputi penguatan akuntabilitas, transparansi pengelolaan anggaran, partisipasi masyarakat, dan harmonisasi regulasi Korupsi di sektor pendidikan merupakan ancaman serius terhadap integritas pelayanan publik dan pencapaian tujuan pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dan pola korupsi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta pungutan liar di lingkungan pendidikan dasar dan menengah, sekaligus menelaah dampaknya terhadap kualitas layanan publik di bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap berbagai regulasi, laporan lembaga antikorupsi, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya sistem pengawasan, minimnya transparansi dan akuntabilitas,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-83ab1.webp" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-83ab1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-83ab1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-83ab1.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" alt="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f713a.webp" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f713a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f713a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f713a.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" alt="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f893e.webp" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f893e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f893e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f893e.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" alt="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60408-empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant" title="JURIS - Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik" target="_blank">Studi Kasus Korupsi di Sektor Pendidikan: Praktik, Pola, dan Dampaknya terhadap Layanan Publik</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas partisipasi masyarakat dalam pengawasan dana pendidikan melalui mekanisme transparansi berbasis teknologi. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang peran pendidikan anti-korupsi dalam membentuk karakter generasi muda. Terakhir, penelitian tentang implementasi sistem digitalisasi pengelolaan anggaran pendidikan untuk meminimalkan kecurangan dan meningkatkan akuntabilitas dapat menjadi arah studi baru yang relevan..
<br>Korupsi di sektor pendidikan menunjukkan karakteristik sistemik yang melibatkan berbagai pihak dalam tata kelola pendidikan.Faktor utama termasuk sistem pengawasan yang lemah, transparansi yang rendah, dan celah regulasi.Solusi yang direkomendasikan meliputi penguatan akuntabilitas, transparansi pengelolaan anggaran, partisipasi masyarakat, dan harmonisasi regulasi
<br>Korupsi di sektor pendidikan merupakan ancaman serius terhadap integritas pelayanan publik dan pencapaian tujuan pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dan pola korupsi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta pungutan liar di lingkungan pendidikan dasar dan menengah, sekaligus menelaah dampaknya terhadap kualitas layanan publik di bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap berbagai regulasi, laporan lembaga antikorupsi, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya sistem pengawasan, minimnya transparansi dan akuntabilitas,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f713a.webp" type="image/webp" length="110740" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-83ab1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f713a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/empiris-pola-korupsi-celah-regulasi-pendidikan-ant-thumb-f893e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1299-appisi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6468-jurnal-hukum-administrasi-publik-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation LDA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation LDA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation LDA ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60418-tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw</link>
	<guid isPermaLink="false">4a1277593906ced3b0b04e224489fa29</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ thomson mary ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mary,thomson,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan dapat mencakup integrasi analisis sentimen, deteksi sikap, atau pemodelan topik dinamis untuk menangkap orientasi emosional dan evolusi temporal secara lebih komprehensif. Analisis komparatif di berbagai platform media sosial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA): Saran penelitian lanjutan dapat mencakup integrasi analisis sentimen, deteksi sikap, atau pemodelan topik dinamis untuk menangkap orientasi emosional dan evolusi temporal secara lebih komprehensif. Analisis komparatif di berbagai platform media sosial akan meningkatkan representativitas dan robustness temuan. Dari sudut pandang kebijakan, disarankan agar institusi pemerintahan mengintegrasikan analisis diskursus terstruktur ke dalam kerangka komunikasi regulasi dengan mengembangkan sistem pemantauan topik-berbasis, pesan adaptif, penjelasan legislatif transparan, dan deliberasi kebijakan berbasis bukti.. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerangka kerja LDA yang dioptimalkan, yang mengintegrasikan tahap praproses, pemodelan bigram, dan evaluasi metrik ganda menggunakan koherensi dan kebingungan, efektif dalam memetakan diskursus publik tentang RUU Perampasan Aset menggunakan data Twitter Indonesia.Konfigurasi optimal dengan K sama dengan 9 mengungkapkan bahwa pembahasan publik terorganisir menjadi klaster tematik yang berbeda, dengan penegakan hukum dan pengesahan regulasi sebagai sumbu dominan, diikuti dinamika legislasi, mobilisasi protes, dan kontestasi politik.Temuan ini menunjukkan bahwa diskursus digital terstruktur di sekitar masalah substantif daripada murni didorong oleh polaritas emosional, khususnya menekankan kekhawatiran terkait kepastian hukum dan legitimasi institusional.Pada tingkat teoritis, penelitian ini memperluas studi berbasis sentimen sebelumnya dengan memindahkan fokus analisis dari klasifikasi polaritas ke analisis struktur tematik.Alih-alih mengidentifikasi opini sebagai positif atau negatif saja, model ini mengungkapkan fondasi substantif kekhawatiran publik, terutama mengenai kejelasan prosedural dan akuntabilitas.Namun, penelitian ini terbatas pada data Twitter dalam rentang waktu tertentu dan oleh batasan metodologis yang melekat pada LDA, yang menggunakan representasi Bag-of-Words yang tidak menangkap sarkasme, nuansa kontekstual, atau evolusi diskursus temporal.Akibatnya, hasilnya harus ditafsirkan sebagai pemetaan diskursus daripada pengukuran definitif konsensus publik secara keseluruhan.Dari perspektif tata kelola, dominasi topik terkait penegakan hukum dan proses legislasi memberikan wawasan konkret dan dapat diterapkan.Pemodelan topik dapat berfungsi sebagai instrumen pemantauan berbasis data untuk mendeteksi pergeseran perhatian publik dan mengidentifikasi mekanisme hukum tertentu yang memerlukan penjelasan yang lebih jelas.Dengan menyelaraskan strategi komunikasi dengan kluster tematik dominan daripada hanya bereaksi terhadap fluktuasi sentimen, institusi pemerintahan dapat mengurangi ambiguitas interpretatif, memperkuat legitimasi prosedural, dan meningkatkan kepercayaan institusional selama proses pembuatan kebijakan Penelitian ini menganalisis struktur diskursus publik di Twitter mengenai RUU Perampasan Aset sebagai inisiatif kebijakan yang bertujuan memperkuat penegakan hukum antikorupsi dan menjamin kepastian hukum. Berbeda dari pendekatan analisis sentimen konvensional, penelitian ini berfokus pada pemetaan bagaimana kekhawatiran substantif publik terorganisasi secara tematik dalam perdebatan digital. Sebanyak 14.319 cuitan yang telah dibersihkan dan dihapus duplikasinya pada periode Januari hingga September 2025 dianalisis menggunakan Latent Dirichlet Allocation, dengan konfigurasi optimal sembilan topik yang dipilih berdasarkan evaluasi koherensi untuk memastikan keterpahaman semantik. Hasil penelitian menunjukkan sembilan klaster tema utama, dengan isu penegakan hukum dan pengesahan regulasi sebagai fokus dominan, diikuti dinamika... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-066dc.webp" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-066dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-066dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-066dc.webp 1x" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" alt="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-04b11.webp" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-04b11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-04b11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-04b11.webp 1x" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" alt="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-e37a6.webp" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-e37a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-e37a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-e37a6.webp 1x" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" alt="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60418-tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw" title="JURIS - Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)" target="_blank">Topic Modeling of Public Discourse on Twitter About the Asset Confiscation Bill Using Latent Dirichlet Allocation (LDA)</a>: Saran penelitian lanjutan dapat mencakup integrasi analisis sentimen, deteksi sikap, atau pemodelan topik dinamis untuk menangkap orientasi emosional dan evolusi temporal secara lebih komprehensif. Analisis komparatif di berbagai platform media sosial akan meningkatkan representativitas dan robustness temuan. Dari sudut pandang kebijakan, disarankan agar institusi pemerintahan mengintegrasikan analisis diskursus terstruktur ke dalam kerangka komunikasi regulasi dengan mengembangkan sistem pemantauan topik-berbasis, pesan adaptif, penjelasan legislatif transparan, dan deliberasi kebijakan berbasis bukti..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kerangka kerja LDA yang dioptimalkan, yang mengintegrasikan tahap praproses, pemodelan bigram, dan evaluasi metrik ganda menggunakan koherensi dan kebingungan, efektif dalam memetakan diskursus publik tentang RUU Perampasan Aset menggunakan data Twitter Indonesia.Konfigurasi optimal dengan K sama dengan 9 mengungkapkan bahwa pembahasan publik terorganisir menjadi klaster tematik yang berbeda, dengan penegakan hukum dan pengesahan regulasi sebagai sumbu dominan, diikuti dinamika legislasi, mobilisasi protes, dan kontestasi politik.Temuan ini menunjukkan bahwa diskursus digital terstruktur di sekitar masalah substantif daripada murni didorong oleh polaritas emosional, khususnya menekankan kekhawatiran terkait kepastian hukum dan legitimasi institusional.Pada tingkat teoritis, penelitian ini memperluas studi berbasis sentimen sebelumnya dengan memindahkan fokus analisis dari klasifikasi polaritas ke analisis struktur tematik.Alih-alih mengidentifikasi opini sebagai positif atau negatif saja, model ini mengungkapkan fondasi substantif kekhawatiran publik, terutama mengenai kejelasan prosedural dan akuntabilitas.Namun, penelitian ini terbatas pada data Twitter dalam rentang waktu tertentu dan oleh batasan metodologis yang melekat pada LDA, yang menggunakan representasi Bag-of-Words yang tidak menangkap sarkasme, nuansa kontekstual, atau evolusi diskursus temporal.Akibatnya, hasilnya harus ditafsirkan sebagai pemetaan diskursus daripada pengukuran definitif konsensus publik secara keseluruhan.Dari perspektif tata kelola, dominasi topik terkait penegakan hukum dan proses legislasi memberikan wawasan konkret dan dapat diterapkan.Pemodelan topik dapat berfungsi sebagai instrumen pemantauan berbasis data untuk mendeteksi pergeseran perhatian publik dan mengidentifikasi mekanisme hukum tertentu yang memerlukan penjelasan yang lebih jelas.Dengan menyelaraskan strategi komunikasi dengan kluster tematik dominan daripada hanya bereaksi terhadap fluktuasi sentimen, institusi pemerintahan dapat mengurangi ambiguitas interpretatif, memperkuat legitimasi prosedural, dan meningkatkan kepercayaan institusional selama proses pembuatan kebijakan
<br>Penelitian ini menganalisis struktur diskursus publik di Twitter mengenai RUU Perampasan Aset sebagai inisiatif kebijakan yang bertujuan memperkuat penegakan hukum antikorupsi dan menjamin kepastian hukum. Berbeda dari pendekatan analisis sentimen konvensional, penelitian ini berfokus pada pemetaan bagaimana kekhawatiran substantif publik terorganisasi secara tematik dalam perdebatan digital. Sebanyak 14.319 cuitan yang telah dibersihkan dan dihapus duplikasinya pada periode Januari hingga September 2025 dianalisis menggunakan Latent Dirichlet Allocation, dengan konfigurasi optimal sembilan topik yang dipilih berdasarkan evaluasi koherensi untuk memastikan keterpahaman semantik. Hasil penelitian menunjukkan sembilan klaster tema utama, dengan isu penegakan hukum dan pengesahan regulasi sebagai fokus dominan, diikuti dinamika...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-04b11.webp" type="image/webp" length="116880" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-066dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-04b11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/tata-kelola-keuangan-publik-ruu-perampasan-aset-tw-thumb-e37a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3748-kresna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17812-jurnal-riset-informatika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity Eoq Dan Just In Time Jit ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity Eoq Dan Just In Time Jit ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity Eoq Dan Just In Time Jit ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60421-total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-biay</link>
	<guid isPermaLink="false">538c86602965b4fd46a8df908b467e30</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pugy gautama ]]></category>
	<category><![CDATA[ v7i2 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gautama,pugy,v7i2]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tantangan implementasi metode JIT di industri lain, seperti manufaktur atau tekstil, untuk melihat apakah prinsip JIT tetap efektif. Selain itu, peneliti dapat menggabungkan metode EOQ dan JIT dalam model hybrid ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit): Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tantangan implementasi metode JIT di industri lain, seperti manufaktur atau tekstil, untuk melihat apakah prinsip JIT tetap efektif. Selain itu, peneliti dapat menggabungkan metode EOQ dan JIT dalam model hybrid untuk mengatasi kelemahan masing-masing metode dalam situasi yang berbeda. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengaruh digitalisasi dan otomasi terhadap efisiensi pengendalian persediaan bahan baku, terutama dalam mengurangi biaya penyimpanan dan meningkatkan akurasi prediksi permintaan.. Jumlah kuantitas pemesanan bahan baku optimal pada pakan ternak ayam dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah 12.456,2 kg dengan frekuensi pemesanan 4 kali dalam satu tahun.Sedangkan jumlah kuantitas pesanan bahan baku optimal pada pakan ternak ayam dengan menggunakan metode Just In Time (JIT) adalah 4.700,2 kg dengan frekuensi pemesanan 2 kali dalam satu tahun.Total biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam yang harus dikeluarkan apabila menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah Rp340.Sedangkan total biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam yang harus dikeluarkan apabila menggunakan metode Just In Time (JIT) adalah Rp 218.Metode yang paling efisien dalam meminimalisir biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam di PT Kerta Mulya Saripakan adalah dengan menggunakan metode Just In Time (JIT) Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah kuantitas pemesanan bahan baku pakan ternak ayam yang optimal dan jumlah frekuensi pemesanan, menghitung total biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam, menganalisis metode yang paling efisien yang harus diterapkan untuk meminimalisir biaya persediaan bahan baku di PT Kerta Mulya Saripakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Setelah dilakukan analisis lebih lanjut biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan perhitungan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a7a70.webp" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a7a70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a7a70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a7a70.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" alt="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-4841c.webp" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-4841c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-4841c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-4841c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" alt="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a781f.webp" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a781f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a781f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a781f.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" alt="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60421-total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-biay" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)" target="_blank">Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pakan Ternak Ayam Di Pt Kms Dengan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Dan Just In Time (Jit)</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tantangan implementasi metode JIT di industri lain, seperti manufaktur atau tekstil, untuk melihat apakah prinsip JIT tetap efektif. Selain itu, peneliti dapat menggabungkan metode EOQ dan JIT dalam model hybrid untuk mengatasi kelemahan masing-masing metode dalam situasi yang berbeda. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengaruh digitalisasi dan otomasi terhadap efisiensi pengendalian persediaan bahan baku, terutama dalam mengurangi biaya penyimpanan dan meningkatkan akurasi prediksi permintaan..
<br>Jumlah kuantitas pemesanan bahan baku optimal pada pakan ternak ayam dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah 12.456,2 kg dengan frekuensi pemesanan 4 kali dalam satu tahun.Sedangkan jumlah kuantitas pesanan bahan baku optimal pada pakan ternak ayam dengan menggunakan metode Just In Time (JIT) adalah 4.700,2 kg dengan frekuensi pemesanan 2 kali dalam satu tahun.Total biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam yang harus dikeluarkan apabila menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah Rp340.Sedangkan total biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam yang harus dikeluarkan apabila menggunakan metode Just In Time (JIT) adalah Rp 218.Metode yang paling efisien dalam meminimalisir biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam di PT Kerta Mulya Saripakan adalah dengan menggunakan metode Just In Time (JIT)
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah kuantitas pemesanan bahan baku pakan ternak ayam yang optimal dan jumlah frekuensi pemesanan, menghitung total biaya persediaan bahan baku pakan ternak ayam, menganalisis metode yang paling efisien yang harus diterapkan untuk meminimalisir biaya persediaan bahan baku di PT Kerta Mulya Saripakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Setelah dilakukan analisis lebih lanjut biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan perhitungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-4841c.webp" type="image/webp" length="65350" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a7a70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-4841c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/total-biaya-selisih-adaptasi-metode-jit-proyek-ter-thumb-a781f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1474-lppm-unbaja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15650-jurnal-intent-jurnal-industri-teknologi-terpadu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101 Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101 Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101 Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60412-proses-produksi-simulasi-mesin-pro</link>
	<guid isPermaLink="false">c82070a664bdeac9eda145a75bbc7e61</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ asep nurudin ]]></category>
	<category><![CDATA[ v9i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,nurudin,v9i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan, disarankan agar perusahaan fokus pada penyebab dengan RPN tertinggi, yaitu melakukan pergantian Shaft Score di Shaft 2 dan Glue Roll aus secepat mungkin. Selain itu, perusahaan perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi: Untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan, disarankan agar perusahaan fokus pada penyebab dengan RPN tertinggi, yaitu melakukan pergantian Shaft Score di Shaft 2 dan Glue Roll aus secepat mungkin. Selain itu, perusahaan perlu memperkuat pelaksanaan perawatan Preventif dan prediktif mesin produksi, khususnya pada unit Corrugator, Twin Shaft, dan glue system, agar kondisi keausan tidak berdampak pada mutu hasil produksi. Dengan demikian, risiko shortage dan reject dapat diminimalkan, sehingga kelangsungan produksi dapat terjaga dengan baik.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap proses produksi Carton Sheet di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), maka diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut.Faktor-faktor penyebab produksi Shortage yang berhasil diidentifikasi meliputi aspek material, manusia, metode, dan mesin.Faktor penyebab terbesar adalah kerusakan pada Shaft Score di Shaft 2 yang mengalami keausan, mengakibatkan ketidaksesuaian ukuran Sheet sehingga tidak memenuhi standar dan menjadi produk Reject.Hal ini menghasilkan nilai RPN tertinggi sebesar 179,2, menunjukkan tingkat risiko tertinggi yang perlu menjadi prioritas penanganan.Ide perbaikan masalah bermaksud untuk mengurangi jumlah produksi Shortage yang terjadi diarea Corrugator C101 Produksi shortage merupakan salah satu permasalahan utama yang berdampak terhadap efisiensi operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab produksi shortage pada proses produksi carton sheet di perusahaan kertas, serta menentukan akar permasalahan dan solusi prioritas melalui metode Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada Head Section dan Leader Shift di area Corrugator C101. Hasil RCA menunjukkan bahwa penyebab utama berasal dari faktor mesin, manusia, material, dan metode.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-3322b.webp" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-3322b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-3322b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-3322b.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" alt="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-9e325.webp" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-9e325.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-9e325.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-9e325.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" alt="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-92726.webp" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-92726.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-92726.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-92726.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" alt="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60412-proses-produksi-simulasi-mesin-pro" title="JURIS - Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi" target="_blank">Optimasi Efisiensi Mesin Corrugator C101: Analisis Root Cause dan FMEA untuk Meminimalisir Shortage Produksi</a>: Untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan, disarankan agar perusahaan fokus pada penyebab dengan RPN tertinggi, yaitu melakukan pergantian Shaft Score di Shaft 2 dan Glue Roll aus secepat mungkin. Selain itu, perusahaan perlu memperkuat pelaksanaan perawatan Preventif dan prediktif mesin produksi, khususnya pada unit Corrugator, Twin Shaft, dan glue system, agar kondisi keausan tidak berdampak pada mutu hasil produksi. Dengan demikian, risiko shortage dan reject dapat diminimalkan, sehingga kelangsungan produksi dapat terjaga dengan baik..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap proses produksi Carton Sheet di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), maka diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut.Faktor-faktor penyebab produksi Shortage yang berhasil diidentifikasi meliputi aspek material, manusia, metode, dan mesin.Faktor penyebab terbesar adalah kerusakan pada Shaft Score di Shaft 2 yang mengalami keausan, mengakibatkan ketidaksesuaian ukuran Sheet sehingga tidak memenuhi standar dan menjadi produk Reject.Hal ini menghasilkan nilai RPN tertinggi sebesar 179,2, menunjukkan tingkat risiko tertinggi yang perlu menjadi prioritas penanganan.Ide perbaikan masalah bermaksud untuk mengurangi jumlah produksi Shortage yang terjadi diarea Corrugator C101
<br>Produksi shortage merupakan salah satu permasalahan utama yang berdampak terhadap efisiensi operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab produksi shortage pada proses produksi carton sheet di perusahaan kertas, serta menentukan akar permasalahan dan solusi prioritas melalui metode Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada Head Section dan Leader Shift di area Corrugator C101. Hasil RCA menunjukkan bahwa penyebab utama berasal dari faktor mesin, manusia, material, dan metode....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-92726.webp" type="image/webp" length="63378" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-3322b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-9e325.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/proses-produksi-simulasi-mesin-hasil-umkm-optimasi-thumb-92726.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1474-lppm-unbaja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15650-jurnal-intent-jurnal-industri-teknologi-terpadu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60414-akurasi-model-svm-deep-learning-mode</link>
	<guid isPermaLink="false">5152932b8232952649dfd758ec7b939f</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ thomson mary ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mary,thomson,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan arsitektur CNN yang lebih ringkas seperti MobileNet atau EfficientNet untuk meningkatkan efisiensi komputasi. Selain itu, pengembangan metode thresholding adaptif yang lebih canggih dapat meningkatkan akurasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan arsitektur CNN yang lebih ringkas seperti MobileNet atau EfficientNet untuk meningkatkan efisiensi komputasi. Selain itu, pengembangan metode thresholding adaptif yang lebih canggih dapat meningkatkan akurasi segmentasi bercak daun. Terakhir, penelitian dapat memperluas aplikasi model ini untuk mengklasifikasikan penyakit pada tanaman lain dengan karakteristik citra yang berbeda, serta mengevaluasi kinerja model pada kondisi lingkungan nyata yang lebih kompleks.. ResNet50 menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan ResNet101 dalam mengklasifikasikan penyakit daun kopi.Segmentasi warna berkontribusi signifikan dalam meningkatkan akurasi model.Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis ResNet dapat menjadi solusi efektif untuk identifikasi penyakit daun kopi secara otomatis Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang membutuhkan pengendalian kualitas yang detail. Penyakit yang umum menyerang tanaman kopi adalah miner, rust, dan phoma. Meskipun penampilan tiap penyakit terlihat mirip, penyakit-penyakit tersebut memiliki gejala dan solusi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang teliti dan membutuhkan bidang computer vision untuk dapat membedakan gejalanya. Miner dan phoma memiliki fitur gambar yang serupa yang menjadi tantangan dalam penelitian ini. Beberapa pendekatan deep learning digunakan untuk membantu menghindari kesalahan penanganan penyakit akibat kesalahan klasifikasi tradisional. Salah satu model yang paling akurat adalah Residual Network. Penelitian ini menggunakan varian ResNet50 dan ResNet101 setelah mempertimbangkan jumlah dataset yang akan dipelajari dan kesesuaian dengan state-of-the-art... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-668af.webp" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-668af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-668af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-668af.webp 1x" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" alt="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-6491a.webp" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-6491a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-6491a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-6491a.webp 1x" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" alt="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-d7690.webp" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-d7690.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-d7690.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-d7690.webp 1x" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" alt="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60414-akurasi-model-svm-deep-learning-mode" title="JURIS - Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks" target="_blank">Classification Of Coffee Leaf Spot Diseases Using The Residual Neural Networks</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan arsitektur CNN yang lebih ringkas seperti MobileNet atau EfficientNet untuk meningkatkan efisiensi komputasi. Selain itu, pengembangan metode thresholding adaptif yang lebih canggih dapat meningkatkan akurasi segmentasi bercak daun. Terakhir, penelitian dapat memperluas aplikasi model ini untuk mengklasifikasikan penyakit pada tanaman lain dengan karakteristik citra yang berbeda, serta mengevaluasi kinerja model pada kondisi lingkungan nyata yang lebih kompleks..
<br>ResNet50 menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan ResNet101 dalam mengklasifikasikan penyakit daun kopi.Segmentasi warna berkontribusi signifikan dalam meningkatkan akurasi model.Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis ResNet dapat menjadi solusi efektif untuk identifikasi penyakit daun kopi secara otomatis
<br>Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang membutuhkan pengendalian kualitas yang detail. Penyakit yang umum menyerang tanaman kopi adalah miner, rust, dan phoma. Meskipun penampilan tiap penyakit terlihat mirip, penyakit-penyakit tersebut memiliki gejala dan solusi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang teliti dan membutuhkan bidang computer vision untuk dapat membedakan gejalanya. Miner dan phoma memiliki fitur gambar yang serupa yang menjadi tantangan dalam penelitian ini. Beberapa pendekatan deep learning digunakan untuk membantu menghindari kesalahan penanganan penyakit akibat kesalahan klasifikasi tradisional. Salah satu model yang paling akurat adalah Residual Network. Penelitian ini menggunakan varian ResNet50 dan ResNet101 setelah mempertimbangkan jumlah dataset yang akan dipelajari dan kesesuaian dengan state-of-the-art...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-6491a.webp" type="image/webp" length="109460" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-668af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-6491a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/akurasi-model-svm-deep-learning-resnet-coffee-leaf-thumb-d7690.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3748-kresna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17812-jurnal-riset-informatika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60410-nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola</link>
	<guid isPermaLink="false">e39b6a8336ed1fd8ffd76ca0ea18142b</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novi arliati ]]></category>
	<category><![CDATA[ h marpaung ]]></category>
	<category><![CDATA[ oloan c ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arliati,c,h,marpaung,novi,oloan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 dalam praktik, khususnya di sektor-sektor seperti kesehatan dan keuangan. Selain itu, analisis komparatif terhadap regulasi AI di negara-negara lain seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 dalam praktik, khususnya di sektor-sektor seperti kesehatan dan keuangan. Selain itu, analisis komparatif terhadap regulasi AI di negara-negara lain seperti Uni Eropa dapat memberikan wawasan untuk menyempurnakan kerangka hukum Indonesia. Terakhir, penelitian tentang dampak AI pada privasi data dalam konteks transformasi digital nasional dapat menjadi arah baru untuk memastikan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak warga negara.. Perkembangan AI telah memberikan manfaat signifikan tetapi meningkatkan risiko terhadap perlindungan data pribadi.Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi memberikan dasar hukum, tetapi masih kurang mengakomodasi isu AI seperti transparansi algoritma dan pengambilan keputusan otomatis.Diperlukan harmonisasi regulasi dan pengembangan tata kelola AI yang lebih komprehensif untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia Abstrak. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai sektor melalui kemampuan mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan data pribadi secara masif. Di satu sisi, AI memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi, inovasi, dan kualitas pelayanan, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai tantangan hukum yang berkaitan dengan perlindungan privasi, keamanan data, transparansi algoritma, dan akuntabilitas dalam pemrosesan data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap data pribadi di era kecerdasan buatan serta mengkaji tantangan dan prospek regulasinya di Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-107a3.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-107a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-107a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-107a3.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-7171d.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-7171d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-7171d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-7171d.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-22fb8.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-22fb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-22fb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-22fb8.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60410-nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola" title="JURIS - Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia" target="_blank">Perlindungan Hukum Data Pribadi di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Prospek Regulasi di Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 dalam praktik, khususnya di sektor-sektor seperti kesehatan dan keuangan. Selain itu, analisis komparatif terhadap regulasi AI di negara-negara lain seperti Uni Eropa dapat memberikan wawasan untuk menyempurnakan kerangka hukum Indonesia. Terakhir, penelitian tentang dampak AI pada privasi data dalam konteks transformasi digital nasional dapat menjadi arah baru untuk memastikan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak warga negara..
<br>Perkembangan AI telah memberikan manfaat signifikan tetapi meningkatkan risiko terhadap perlindungan data pribadi.Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi memberikan dasar hukum, tetapi masih kurang mengakomodasi isu AI seperti transparansi algoritma dan pengambilan keputusan otomatis.Diperlukan harmonisasi regulasi dan pengembangan tata kelola AI yang lebih komprehensif untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia
<br>Abstrak. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai sektor melalui kemampuan mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan data pribadi secara masif. Di satu sisi, AI memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi, inovasi, dan kualitas pelayanan, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai tantangan hukum yang berkaitan dengan perlindungan privasi, keamanan data, transparansi algoritma, dan akuntabilitas dalam pemrosesan data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap data pribadi di era kecerdasan buatan serta mengkaji tantangan dan prospek regulasinya di Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-107a3.webp" type="image/webp" length="61664" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-107a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-7171d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/nilai-uni-eropa-regulasi-ai-holistik-tata-kelola-a-thumb-22fb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1299-appisi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6468-jurnal-hukum-administrasi-publik-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Studi Kasus Selakosa Coffee ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Studi Kasus Selakosa Coffee ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Studi Kasus Selakosa Coffee ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60419-kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance</link>
	<guid isPermaLink="false">e5e7e595e084fe69c293d3cd59f2074e</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 20:58:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pugy gautama ]]></category>
	<category><![CDATA[ v7i2 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gautama,pugy,v7i2]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Selakosa Coffee, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada variabel-variabel tambahan yang dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan. Penelitian ini dapat melibatkan sampel yang lebih besar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee: Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Selakosa Coffee, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada variabel-variabel tambahan yang dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan. Penelitian ini dapat melibatkan sampel yang lebih besar dan menyelidiki faktor-faktor seperti kualitas produk, variasi menu, dan inovasi dalam layanan. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi pemasaran yang efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka. Dengan menggabungkan berbagai aspek, penelitian ini dapat memberikan saran yang lebih komprehensif bagi Selakosa Coffee dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat posisi mereka di pasar.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Selakosa Coffee menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA), ditemukan adanya kesenjangan (GAP) yang signifikan antara harapan dan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan yang diberikan.Tiga variabel utama yang menjadi prioritas perbaikan adalah ruangan indoor yang luas (X5), ketersediaan toilet yang memadai (X8), dan kebersihan serta kenyamanan ruangan (X19).Variabel-variabel ini menunjukkan nilai GAP negatif, yang menandakan bahwa layanan yang diberikan tidak memenuhi ekspektasi pelanggan.Melalui analisis IPA, ketiga variabel tersebut berada di Kuadran A, yang menandakan bahwa atribut-atribut ini sangat penting bagi pelanggan namun kinerja layanan masih rendah.Oleh karena itu, perbaikan segera diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan.Usulan perbaikan diformulasikan menggunakan metode 5W 1H, yang mencakup penataan ulang ruangan, penambahan fasilitas toilet, dan penerapan prosedur kebersihan yang lebih ketat.Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan di Selakosa Coffee dapat dicapai dengan mengatasi variabel-variabel prioritas yang diidentifikasi.Dengan demikian, Selakosa Coffee diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi keluhan, dan memperkuat posisinya di pasar yang kompetitif.Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting bagi penelitian di bidang kualitas pelayanan, khususnya dalam sektor food and beverage, dan dapat dijadikan acuan untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam dengan variabel dan sampel yang lebih luas Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan di Selakosa Coffee dengan menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Seiring dengan meningkatnya persaingan di industri kedai kopi, memberikan pelayanan yang unggul menjadi kunci untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Penelitian ini melibatkan 90 responden dan menganalisis lima dimensi utama kualitas layanan: berwujud, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara harapan pelanggan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-36b3d.webp" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-36b3d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-36b3d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-36b3d.webp 1x" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" alt="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-00dcc.webp" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-00dcc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-00dcc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-00dcc.webp 1x" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" alt="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-9c920.webp" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-9c920.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-9c920.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-9c920.webp 1x" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" alt="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60419-kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance" title="JURIS - PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee" target="_blank">PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS: Studi Kasus: Selakosa Coffee</a>: Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Selakosa Coffee, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada variabel-variabel tambahan yang dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan. Penelitian ini dapat melibatkan sampel yang lebih besar dan menyelidiki faktor-faktor seperti kualitas produk, variasi menu, dan inovasi dalam layanan. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi pemasaran yang efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka. Dengan menggabungkan berbagai aspek, penelitian ini dapat memberikan saran yang lebih komprehensif bagi Selakosa Coffee dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat posisi mereka di pasar..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Selakosa Coffee menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA), ditemukan adanya kesenjangan (GAP) yang signifikan antara harapan dan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan yang diberikan.Tiga variabel utama yang menjadi prioritas perbaikan adalah ruangan indoor yang luas (X5), ketersediaan toilet yang memadai (X8), dan kebersihan serta kenyamanan ruangan (X19).Variabel-variabel ini menunjukkan nilai GAP negatif, yang menandakan bahwa layanan yang diberikan tidak memenuhi ekspektasi pelanggan.Melalui analisis IPA, ketiga variabel tersebut berada di Kuadran A, yang menandakan bahwa atribut-atribut ini sangat penting bagi pelanggan namun kinerja layanan masih rendah.Oleh karena itu, perbaikan segera diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan.Usulan perbaikan diformulasikan menggunakan metode 5W   1H, yang mencakup penataan ulang ruangan, penambahan fasilitas toilet, dan penerapan prosedur kebersihan yang lebih ketat.Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan di Selakosa Coffee dapat dicapai dengan mengatasi variabel-variabel prioritas yang diidentifikasi.Dengan demikian, Selakosa Coffee diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi keluhan, dan memperkuat posisinya di pasar yang kompetitif.Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting bagi penelitian di bidang kualitas pelayanan, khususnya dalam sektor food and beverage, dan dapat dijadikan acuan untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam dengan variabel dan sampel yang lebih luas
<br>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan di Selakosa Coffee dengan menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Seiring dengan meningkatnya persaingan di industri kedai kopi, memberikan pelayanan yang unggul menjadi kunci untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Penelitian ini melibatkan 90 responden dan menganalisis lima dimensi utama kualitas layanan: berwujud, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara harapan pelanggan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-9c920.webp" type="image/webp" length="83506" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-36b3d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-00dcc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/6/kualitas-layanan-kepuasan-pelanggan-importance-per-thumb-9c920.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1474-lppm-unbaja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15650-jurnal-intent-jurnal-industri-teknologi-terpadu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact of Covid 19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Covid 19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Covid 19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60426-banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu</link>
	<guid isPermaLink="false">2a404cef59d8f144814b5ba9ba022869</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 19:20:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ impact covid ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[covid,header,impact,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ The impact of the Covid-19 pandemic has disrupted various economic activities, including in the banking sector. The government has taken various steps to mitigate the impact of the pandemic, including issuing policies to protect banking customers affected ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia: The impact of the Covid-19 pandemic has disrupted various economic activities, including in the banking sector. The government has taken various steps to mitigate the impact of the pandemic, including issuing policies to protect banking customers affected by Covid-19. The Financial Services Authority (OJK) has also issued several policies to support the government's efforts, including POJK No. 11/POJK.03/2020, which provides for credit relaxation programs for affected customers. However, there are still challenges in implementing these policies, such as the need for better communication and education about the policy to avoid misuse and ensure that it reaches the intended beneficiaries. Therefore, further research could explore the effectiveness of these policies in protecting banking customers and mitigating the impact of the pandemic on the banking sector, as well as the role of OJK in monitoring and evaluating the implementation of these policies.. Based on the discussion in the previous chapter, it can be concluded that the impact of Covid-19 gives influence on economic activities, including in business and banking sectors, which causes debtors to experience difficulties in carrying out achievements.In response to the problem, the government issued several policies, including the issuance of PERPU No.1 of 2020 on State Financial Policy and Financial System Stability for Handling the Corona Virus Disease 2019 Pandemic and/or in the Context of Facing Threats that Endanger the National Economy and Financial System Stability, which is now established as Law No.The Financial Services Authority as a banking supervisory institution also took part in and supported the government's policies, one of which was the issuance of POJK No.In the implementation of the protection of banking customers affected by Covid-19, through the POJK, banking institutions are required to implement a credit relaxation program in the form of credit restructuring for banking customers affected by the Corona-19 virus.As for the implementation of the regulations, it is entrusted to each banking institution.At the end of this section, the writer also suggests and recommends that in order to overcome the spread of the virus in the submission of restructuring, the community is advised not to meet directly but through online media.However, not all communities understand and understand the online process, so banks need to socialize the policy.To prevent misuse of the policy, OJK must also continue to monitor the implementation of the policy This research is descriptive analysis and uses a statutory approach. This research also uses qualitative juridical analysis which is conducted by using inductive deductive thinking method and vice versa. Conducted to find out and describe the corona virus impact on regulation in banking sector, and how the Financial Services Authority's role for protecting banking consumers affected by Covid-19. The impact of Covid-19 has an economic activities impact, including in banking sector, which causes debtors to experience difficulties in carrying out achievements. Although, the government issued several policies including the existence of regulations regarding State Financial Policy... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-90c1e.webp" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-90c1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-90c1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-90c1e.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" alt="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-d273e.webp" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-d273e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-d273e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-d273e.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" alt="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-c6ba9.webp" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-c6ba9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-c6ba9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-c6ba9.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" alt="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60426-banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu" title="JURIS - The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia" target="_blank">The Impact of Covid-19 Outbreak on Banking Policies in Indonesia</a>: The impact of the Covid-19 pandemic has disrupted various economic activities, including in the banking sector. The government has taken various steps to mitigate the impact of the pandemic, including issuing policies to protect banking customers affected by Covid-19. The Financial Services Authority (OJK) has also issued several policies to support the government's efforts, including POJK No. 11/POJK.03/2020, which provides for credit relaxation programs for affected customers. However, there are still challenges in implementing these policies, such as the need for better communication and education about the policy to avoid misuse and ensure that it reaches the intended beneficiaries. Therefore, further research could explore the effectiveness of these policies in protecting banking customers and mitigating the impact of the pandemic on the banking sector, as well as the role of OJK in monitoring and evaluating the implementation of these policies..
<br>Based on the discussion in the previous chapter, it can be concluded that the impact of Covid-19 gives influence on economic activities, including in business and banking sectors, which causes debtors to experience difficulties in carrying out achievements.In response to the problem, the government issued several policies, including the issuance of PERPU No.1 of 2020 on State Financial Policy and Financial System Stability for Handling the Corona Virus Disease 2019 Pandemic and/or in the Context of Facing Threats that Endanger the National Economy and Financial System Stability, which is now established as Law No.The Financial Services Authority as a banking supervisory institution also took part in and supported the government's policies, one of which was the issuance of POJK No.In the implementation of the protection of banking customers affected by Covid-19, through the POJK, banking institutions are required to implement a credit relaxation program in the form of credit restructuring for banking customers affected by the Corona-19 virus.As for the implementation of the regulations, it is entrusted to each banking institution.At the end of this section, the writer also suggests and recommends that in order to overcome the spread of the virus in the submission of restructuring, the community is advised not to meet directly but through online media.However, not all communities understand and understand the online process, so banks need to socialize the policy.To prevent misuse of the policy, OJK must also continue to monitor the implementation of the policy
<br>This research is descriptive analysis and uses a statutory approach. This research also uses qualitative juridical analysis which is conducted by using inductive deductive thinking method and vice versa. Conducted to find out and describe the corona virus impact on regulation in banking sector, and how the Financial Services Authority's role for protecting banking consumers affected by Covid-19. The impact of Covid-19 has an economic activities impact, including in banking sector, which causes debtors to experience difficulties in carrying out achievements. Although, the government issued several policies including the existence of regulations regarding State Financial Policy...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-90c1e.webp" type="image/webp" length="93510" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-90c1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-d273e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/banking-sectors-impact-bank-covid-19-policies-issu-thumb-c6ba9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-557-unnes.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15649-jsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT Primaland Pandeglang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT Primaland Pandeglang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT Primaland Pandeglang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60413-industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-pro</link>
	<guid isPermaLink="false">d8ee62fe13f98d095341486f8ae987c9</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 18:33:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ asep nurudin ]]></category>
	<category><![CDATA[ v9i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,nurudin,v9i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas produksi baja ringan di PT. Primaland, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada perbaikan proses roll forming. Penelitian ini dapat menyelidiki efektivitas penggunaan alat bantu alignment digital dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang: Untuk meningkatkan kualitas produksi baja ringan di PT. Primaland, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada perbaikan proses roll forming. Penelitian ini dapat menyelidiki efektivitas penggunaan alat bantu alignment digital dalam mengurangi defect, serta mengeksplorasi strategi pelatihan teknisi yang optimal. Selain itu, studi lanjutan dapat mengevaluasi dampak pemasangan tirai pelindung terhadap kualitas produk dan lingkungan kerja. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas produksi baja ringan di PT. Primaland.. Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat lima jenis cacat pada baja ringan tipe kanal di PT.Primaland, dengan cacat paling dominan adalah Camber (31%), Twist (28%), dan Bow (25%).Kapabilitas proses produksi saat ini berada pada level sigma 2,5 dengan tingkat kemungkinan kerusakan sebesar 11.Perusahaan direkomendasikan untuk menerapkan rotasi kerja, pelatihan teknisi, dan standarisasi pengawasan kualitas melalui checklist harian guna meningkatkan kualitas menuju target zero defect PT. Primaland adalah perusahaan yang bergerak di industri baja ringan dengan produk utama seperti kanal, hollo, dan reng. Selama periode Januari hingga Desember 2024, ditemukan berbagai cacat produk pada mesin Roll Forming seperti Camber, Twist, Bow, Label, dan Panjang Kurang yang berdampak pada kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis defect dominan dan nilai level sigma menggunakan metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil analisis menunjukkan nilai sigma sebesar 2,5 dengan DPMO 11.342. Jenis cacat yang paling dominan adalah Camber (31%), Twist (28%), dan Bow (25%).... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-abecf.webp" title="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-abecf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-abecf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-abecf.webp 1x" title="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" alt="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-cb389.webp" title="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-cb389.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-cb389.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-cb389.webp 1x" title="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" alt="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60413-industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-pro" title="JURIS - Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang" target="_blank">Pengendalian Defect Baja Ringan Tipe Kanal dengan Metode Six Sigma di PT. Primaland Pandeglang</a>: Untuk meningkatkan kualitas produksi baja ringan di PT. Primaland, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada perbaikan proses roll forming. Penelitian ini dapat menyelidiki efektivitas penggunaan alat bantu alignment digital dalam mengurangi defect, serta mengeksplorasi strategi pelatihan teknisi yang optimal. Selain itu, studi lanjutan dapat mengevaluasi dampak pemasangan tirai pelindung terhadap kualitas produk dan lingkungan kerja. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas produksi baja ringan di PT. Primaland..
<br>Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat lima jenis cacat pada baja ringan tipe kanal di PT.Primaland, dengan cacat paling dominan adalah Camber (31%), Twist (28%), dan Bow (25%).Kapabilitas proses produksi saat ini berada pada level sigma 2,5 dengan tingkat kemungkinan kerusakan sebesar 11.Perusahaan direkomendasikan untuk menerapkan rotasi kerja, pelatihan teknisi, dan standarisasi pengawasan kualitas melalui checklist harian guna meningkatkan kualitas menuju target zero defect
<br>PT. Primaland adalah perusahaan yang bergerak di industri baja ringan dengan produk utama seperti kanal, hollo, dan reng. Selama periode Januari hingga Desember 2024, ditemukan berbagai cacat produk pada mesin Roll Forming seperti Camber, Twist, Bow, Label, dan Panjang Kurang yang berdampak pada kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis defect dominan dan nilai level sigma menggunakan metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil analisis menunjukkan nilai sigma sebesar 2,5 dengan DPMO 11.342. Jenis cacat yang paling dominan adalah Camber (31%), Twist (28%), dan Bow (25%)....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-abecf.webp" type="image/webp" length="84788" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-abecf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/industri-baja-ue-mesin-rol-cacat-produk-galon-peng-thumb-cb389.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1474-lppm-unbaja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15650-jurnal-intent-jurnal-industri-teknologi-terpadu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity EOQ Dan Just In Time JIT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity EOQ Dan Just In Time JIT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity EOQ Dan Just In Time JIT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60425-manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai</link>
	<guid isPermaLink="false">831a0495cda959e7cbb75edc099706b5</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 17:12:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ aisah nazla ]]></category>
	<category><![CDATA[ v7i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisah,nazla,v7i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Dalam penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengkaji penerapan model hybrid antara EOQ dan JIT agar menggabungkan keunggulan kedua metode tersebut dalam mengurangi biaya persediaan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak variasi lead time ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT): Dalam penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengkaji penerapan model hybrid antara EOQ dan JIT agar menggabungkan keunggulan kedua metode tersebut dalam mengurangi biaya persediaan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak variasi lead time terhadap efektivitas JIT, terutama dalam konteks jalan macet dan kendaraan mogok yang sering terjadi di wilayah Serang, Banten. Sementara itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor eksternal seperti ketergantungan pasokan bahan baku dari pemasok lokal dan ketersediaan alternatif bahan baku untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok di UMKM Citra.. Jumlah kuantitas pemesanan bahan baku tepung terigu yang optimal dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam sekali pesan adalah sebesar 7.928 kg, dengan frekuensi pemesanan periode setahun sebanyak 5 kali, terdapat safety stock atau cadangan pengaman sebesar 1.863 kg dan reorder point atau titik pemesanan kembali diangka 2.Sedangkan apabila menggunakan metode Just In Time (JIT) didapatkan hasil untuk jumlah kuantitas pemesanan yang optimal sebesar 20.976 kg dengan pemesanan bahan baku yang dalam sekali pesan sebesar 2.997 kg, dan terdapat frekuensi pemesanan selama setahun sebanyak 2 kali.Total biaya persediaan bahan baku tepung terigu dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) menghasilkan biaya sebesar Rp 1.955, sedangkan metode Just In Time (JIT) menghasilkan biaya sebesar Rp 943.Setelah mengetahui total biaya persediaan antara metode perusahaan, EOQ, dan JIT maka penulis merekomendasikan menggunakan metode Just In Time karena total biaya persediaan lebih kecil sebesar Rp 934.924 dibandingkan dengan metode perusahaan dan EOQ yang masing-masing sebesar Rp 10 Sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak di bidang usaha makanan yaitu kerupuk, dengan bahan baku yang digunakan di UMKM Citra adalah tepung terigu yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan kerupuk. Dalam penelitian ini, penulis meninjau pengendalian untuk menentukan besarnya stok pengaman ketersediaan bahan baku UMKM Citra dengan membandingkan dua sistem ketersediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya safety stok dan kapan harus memesan kembali serta membandingkan sistem pengendalian availability yang telah dilakukan UMKM Citra dengan menggunakan dua sistem pengendalian availability yaitu metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode Just In Time (JIT). Setelah dilakukan analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku, biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Citra lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-ffa19.webp" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-ffa19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-ffa19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-ffa19.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" alt="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-75ef3.webp" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-75ef3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-75ef3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-75ef3.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" alt="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-8e8d2.webp" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-8e8d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-8e8d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-8e8d2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" alt="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60425-manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai" title="JURIS - Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)" target="_blank">Analisis Pengendalian Persediaan Tepung Terigu Di UMKM Citra Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Just In Time (JIT)</a>: Dalam penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengkaji penerapan model hybrid antara EOQ dan JIT agar menggabungkan keunggulan kedua metode tersebut dalam mengurangi biaya persediaan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak variasi lead time terhadap efektivitas JIT, terutama dalam konteks jalan macet dan kendaraan mogok yang sering terjadi di wilayah Serang, Banten. Sementara itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor eksternal seperti ketergantungan pasokan bahan baku dari pemasok lokal dan ketersediaan alternatif bahan baku untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok di UMKM Citra..
<br>Jumlah kuantitas pemesanan bahan baku tepung terigu yang optimal dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam sekali pesan adalah sebesar 7.928 kg, dengan frekuensi pemesanan periode setahun sebanyak 5 kali, terdapat safety stock atau cadangan pengaman sebesar 1.863 kg dan reorder point atau titik pemesanan kembali diangka 2.Sedangkan apabila menggunakan metode Just In Time (JIT) didapatkan hasil untuk jumlah kuantitas pemesanan yang optimal sebesar 20.976 kg dengan pemesanan bahan baku yang dalam sekali pesan sebesar 2.997 kg, dan terdapat frekuensi pemesanan selama setahun sebanyak 2 kali.Total biaya persediaan bahan baku tepung terigu dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) menghasilkan biaya sebesar Rp 1.955, sedangkan metode Just In Time (JIT) menghasilkan biaya sebesar Rp 943.Setelah mengetahui total biaya persediaan antara metode perusahaan, EOQ, dan JIT maka penulis merekomendasikan menggunakan metode Just In Time karena total biaya persediaan lebih kecil sebesar Rp 934.924 dibandingkan dengan metode perusahaan dan EOQ yang masing-masing sebesar Rp 10
<br>Sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak di bidang usaha makanan yaitu kerupuk, dengan bahan baku yang digunakan di UMKM Citra adalah tepung terigu yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan kerupuk. Dalam penelitian ini, penulis meninjau pengendalian untuk menentukan besarnya stok pengaman ketersediaan bahan baku UMKM Citra dengan membandingkan dua sistem ketersediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya safety stok dan kapan harus memesan kembali serta membandingkan sistem pengendalian availability yang telah dilakukan UMKM Citra dengan menggunakan dua sistem pengendalian availability yaitu metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode Just In Time (JIT). Setelah dilakukan analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku, biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Citra lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-8e8d2.webp" type="image/webp" length="42932" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-ffa19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-75ef3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/manufacturing-lead-time-total-biaya-selisih-rantai-thumb-8e8d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1474-lppm-unbaja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15650-jurnal-intent-jurnal-industri-teknologi-terpadu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60405-kekerasan-seksual-anak-u</link>
	<guid isPermaLink="false">baddd19b96f588aa43207224da1482b7</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 16:37:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ novi arliati ]]></category>
	<category><![CDATA[ h marpaung ]]></category>
	<category><![CDATA[ oloan c ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arliati,c,h,marpaung,novi,oloan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kerangka hukum untuk mendefinisikan hubungan pacaran secara eksplisit dalam peraturan pelaksana UU TPKS, sehingga memperjelas konteks perlindungan korban. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengembangan indikator ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kerangka hukum untuk mendefinisikan hubungan pacaran secara eksplisit dalam peraturan pelaksana UU TPKS, sehingga memperjelas konteks perlindungan korban. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengembangan indikator operasional untuk menilai ketidakseimbangan relasi kuasa dalam kasus kekerasan seksual, yang dapat menjadi dasar penegakan hukum yang lebih akurat. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan standar pemeriksaan berbasis trauma dan mekanisme perlindungan digital yang terstruktur, untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan segera dan konsisten. Saran ini bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan hukum yang inklusif dan responsif terhadap dinamika kekerasan seksual dalam relasi non-perkawinan.. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah memberikan dasar normatif untuk perlindungan korban kekerasan seksual dalam relasi pacaran melalui pengakuan ketidakseimbangan relasi kuasa dan hak korban atas penanganan, perlindungan, serta pemulihan.Namun, perlindungan yang tersedia masih bersifat umum karena UU TPKS tidak menyebutkan relasi pacaran sebagai konteks eksplisit, sehingga ketergantungan pada penafsiran aparat penegak hukum tetap tinggi.Kekosongan norma termanifestasi dalam delapan bentuk, termasuk ketiadaan definisi hubungan pacaran, indikator pembuktian ketidakseimbangan relasi kuasa, serta standar perlindungan digital dan berbasis trauma yang lemah.Kekosongan ini berpotensi mereduksi pengalaman korban menjadi masalah privat.Penelitian ini merekomendasikan penguatan normatif melalui peraturan pelaksana, pedoman berbasis trauma, mekanisme perlindungan digital, dan sistem pemulihan berperspektif korban Kekerasan seksual dalam hubungan pacaran meningkat seiring dengan perkembangan hubungan intim di luar pernikahan, namun seringkali dianggap sebagai masalah pribadi. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 mengakui ketidakseimbangan kekuasaan sebagai salah satu unsur kekerasan seksual tetapi tidak secara eksplisit mengatur hubungan pacaran sebagai konteks yang dilindungi, sehingga menciptakan kerentanan hukum bagi korban. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan korban kekerasan seksual dalam hubungan pacaran berdasarkan Undang-Undang Kekerasan Seksual dan mengidentifikasi kesenjangan normatif yang membatasi perlindungan yang efektif. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan hukum dan konseptual. Materi hukum primer meliputi Undang-Undang Kekerasan Seksual, Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-b3e2b.webp" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-b3e2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-b3e2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-b3e2b.webp 1x" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" alt="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-d55b7.webp" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-d55b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-d55b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-d55b7.webp 1x" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" alt="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-68a7d.webp" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-68a7d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-68a7d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-68a7d.webp 1x" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" alt="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60405-kekerasan-seksual-anak-u" title="JURIS - Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022" target="_blank">Kekosongan Norma dan Rekonstruksi Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Relasi Pacaran Pasca Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kerangka hukum untuk mendefinisikan hubungan pacaran secara eksplisit dalam peraturan pelaksana UU TPKS, sehingga memperjelas konteks perlindungan korban. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengembangan indikator operasional untuk menilai ketidakseimbangan relasi kuasa dalam kasus kekerasan seksual, yang dapat menjadi dasar penegakan hukum yang lebih akurat. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan standar pemeriksaan berbasis trauma dan mekanisme perlindungan digital yang terstruktur, untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan segera dan konsisten. Saran ini bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan hukum yang inklusif dan responsif terhadap dinamika kekerasan seksual dalam relasi non-perkawinan..
<br>Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah memberikan dasar normatif untuk perlindungan korban kekerasan seksual dalam relasi pacaran melalui pengakuan ketidakseimbangan relasi kuasa dan hak korban atas penanganan, perlindungan, serta pemulihan.Namun, perlindungan yang tersedia masih bersifat umum karena UU TPKS tidak menyebutkan relasi pacaran sebagai konteks eksplisit, sehingga ketergantungan pada penafsiran aparat penegak hukum tetap tinggi.Kekosongan norma termanifestasi dalam delapan bentuk, termasuk ketiadaan definisi hubungan pacaran, indikator pembuktian ketidakseimbangan relasi kuasa, serta standar perlindungan digital dan berbasis trauma yang lemah.Kekosongan ini berpotensi mereduksi pengalaman korban menjadi masalah privat.Penelitian ini merekomendasikan penguatan normatif melalui peraturan pelaksana, pedoman berbasis trauma, mekanisme perlindungan digital, dan sistem pemulihan berperspektif korban
<br>Kekerasan seksual dalam hubungan pacaran meningkat seiring dengan perkembangan hubungan intim di luar pernikahan, namun seringkali dianggap sebagai masalah pribadi. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 mengakui ketidakseimbangan kekuasaan sebagai salah satu unsur kekerasan seksual tetapi tidak secara eksplisit mengatur hubungan pacaran sebagai konteks yang dilindungi, sehingga menciptakan kerentanan hukum bagi korban. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan korban kekerasan seksual dalam hubungan pacaran berdasarkan Undang-Undang Kekerasan Seksual dan mengidentifikasi kesenjangan normatif yang membatasi perlindungan yang efektif. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan hukum dan konseptual. Materi hukum primer meliputi Undang-Undang Kekerasan Seksual, Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-b3e2b.webp" type="image/webp" length="73466" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-b3e2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-d55b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/kekerasan-seksual-anak-uu-tpks-perlindungan-korban-thumb-68a7d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1299-appisi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6468-jurnal-hukum-administrasi-publik-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries A Scoping Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries A Scoping Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries A Scoping Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-60404-skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi</link>
	<guid isPermaLink="false">93a9fcf55a6ba6a2de7b2f792ecc8659</guid>
	<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 16:36:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fees,focus,header,page,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Evaluasi efektivitas program skrining anemia berbasis standar dalam mengurangi risiko komplikasi kehamilan di negara berkembang. 2. Studi tentang dampak intervensi nutrisi berkelanjutan, seperti suplemen besi dan asam folat, terhadap perkembangan neonatal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review: 1. Evaluasi efektivitas program skrining anemia berbasis standar dalam mengurangi risiko komplikasi kehamilan di negara berkembang. 2. Studi tentang dampak intervensi nutrisi berkelanjutan, seperti suplemen besi dan asam folat, terhadap perkembangan neonatal jangka panjang. 3. Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara anemia selama kehamilan dan perkembangan kognitif anak di masa depan, dengan fokus pada populasi dengan akses terbatas ke layanan kesehatan.. Anemia pada kehamilan tetap menjadi faktor risiko signifikan terhadap luaran kesehatan ibu dan neonatal di negara berkembang.Penelitian ini menunjukkan bahwa anemia moderat hingga berat terkait dengan komplikasi obstetri, kelahiran prematur, dan mortalitas neonatal.Namun, variasi dalam prevalensi anemia dan efeknya bergantung pada kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur kesehatan.Kebutuhan untuk meningkatkan skrining anemia berbasis standar dan intervensi nutrisi terus diperlukan untuk mengurangi dampak buruk anemia Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar di negara berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap buruknya luaran kesehatan ibu dan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah mengenai luaran kesehatan ibu dan neonatal pada ibu hamil dengan anemia di negara berkembang. Pencarian literatur dilakukan pada periode 2020 hingga 2025 menggunakan dua basis data dan satu mesin pencari dengan bantuan Mendeley dalam proses seleksi artikel. Penilaian kualitas metodologis (critical appraisal) dan pemetaan data (data charting) dilakukan dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-baac6.webp" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-baac6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-baac6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-baac6.webp 1x" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" alt="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-a5b31.webp" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-a5b31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-a5b31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-a5b31.webp 1x" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" alt="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-5fa70.webp" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-5fa70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-5fa70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-5fa70.webp 1x" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" alt="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-60404-skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi" title="JURIS - Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review" target="_blank">Maternal and Neonatal Health Outcomes In Pregnant Women With Anemia In Developing Countries: A Scoping Review</a>: 1. Evaluasi efektivitas program skrining anemia berbasis standar dalam mengurangi risiko komplikasi kehamilan di negara berkembang. 2. Studi tentang dampak intervensi nutrisi berkelanjutan, seperti suplemen besi dan asam folat, terhadap perkembangan neonatal jangka panjang. 3. Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara anemia selama kehamilan dan perkembangan kognitif anak di masa depan, dengan fokus pada populasi dengan akses terbatas ke layanan kesehatan..
<br>Anemia pada kehamilan tetap menjadi faktor risiko signifikan terhadap luaran kesehatan ibu dan neonatal di negara berkembang.Penelitian ini menunjukkan bahwa anemia moderat hingga berat terkait dengan komplikasi obstetri, kelahiran prematur, dan mortalitas neonatal.Namun, variasi dalam prevalensi anemia dan efeknya bergantung pada kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur kesehatan.Kebutuhan untuk meningkatkan skrining anemia berbasis standar dan intervensi nutrisi terus diperlukan untuk mengurangi dampak buruk anemia
<br>Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar di negara berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap buruknya luaran kesehatan ibu dan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah mengenai luaran kesehatan ibu dan neonatal pada ibu hamil dengan anemia di negara berkembang. Pencarian literatur dilakukan pada periode 2020 hingga 2025 menggunakan dua basis data dan satu mesin pencari dengan bantuan Mendeley dalam proses seleksi artikel. Penilaian kualitas metodologis (critical appraisal) dan pemetaan data (data charting) dilakukan dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-baac6.webp" type="image/webp" length="76358" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-baac6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-a5b31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/skrining-anemia-mahasiswa-hasil-prevalensi-kehamil-thumb-5fa70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1437-jpress.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20058-jurnal-aisyah-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 24 Aug 2026 21:28:19 +0700. 12 items. Served in: 2.458 seconds [rss] -->
