<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 07:20:57 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 07:20:57 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-29T07:20:57+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Digital Rekam Medis Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Digital Rekam Medis Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Digital Rekam Medis Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42529-medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-me</link>
	<guid isPermaLink="false">d32510fb640782d6404ef53a0da80f9e</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 04:09:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ revision vi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari sukawan ]]></category>
	<category><![CDATA[ atjo wahyu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,atjo,revision,sukawan,vi,wahyu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menjanjikan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara mendalam faktor-faktor yang menghambat implementasi RME di puskesmas, termasuk persepsi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri: Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menjanjikan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara mendalam faktor-faktor yang menghambat implementasi RME di puskesmas, termasuk persepsi dan motivasi petugas kesehatan terhadap perubahan sistem. Kedua, pengembangan model pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan petugas rekam medis, dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman tentang regulasi RME, dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Ketiga, penelitian evaluasi terhadap efektivitas integrasi SIMPUS dengan aplikasi lain, seperti sistem informasi farmasi dan laboratorium, dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan interoperabilitas data dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam implementasi RME, serta menghasilkan rekomendasi yang praktis dan relevan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas.. Puskesmas Pesantren 1 masih perlu melakukan perbaikan signifikan pada aspek SDM, fasilitas, dan kebijakan untuk mencapai implementasi RME yang efektif dan efisien.Kesiapan implementasi RME belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022, dan terdapat kendala berupa keterbatasan kompetensi, belum optimalnya pemanfaatan SIMPUS, ketiadaan SPO RME, serta penginputan data pasien yang belum memenuhi standar metadata nasional.Perlu adanya peningkatan kapasitas petugas registrasi, dukungan teknis teknologi informasi, percepatan pemanfaatan SIMPUS, dan penyusunan SPO RME untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk penerapan rekam medis elektronik (RME) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Namun, banyak fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri, masih menghadapi tantangan dalam transisi dari sistem manual ke elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan implementasi RME di Puskesmas Pesantren 1 dengan fokus pada sumber daya manusia, fasilitas, kebijakan, dan registrasi pasien. Metode yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-83817.webp" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-83817.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-83817.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-83817.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" alt="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-59f94.webp" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-59f94.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-59f94.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-59f94.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" alt="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-ef9a6.webp" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-ef9a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-ef9a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-ef9a6.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" alt="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42529-medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-me" title="JURIS - Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri" target="_blank">Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri</a>: Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menjanjikan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara mendalam faktor-faktor yang menghambat implementasi RME di puskesmas, termasuk persepsi dan motivasi petugas kesehatan terhadap perubahan sistem. Kedua, pengembangan model pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan petugas rekam medis, dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman tentang regulasi RME, dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Ketiga, penelitian evaluasi terhadap efektivitas integrasi SIMPUS dengan aplikasi lain, seperti sistem informasi farmasi dan laboratorium, dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan interoperabilitas data dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam implementasi RME, serta menghasilkan rekomendasi yang praktis dan relevan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas..
<br>Puskesmas Pesantren 1 masih perlu melakukan perbaikan signifikan pada aspek SDM, fasilitas, dan kebijakan untuk mencapai implementasi RME yang efektif dan efisien.Kesiapan implementasi RME belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022, dan terdapat kendala berupa keterbatasan kompetensi, belum optimalnya pemanfaatan SIMPUS, ketiadaan SPO RME, serta penginputan data pasien yang belum memenuhi standar metadata nasional.Perlu adanya peningkatan kapasitas petugas registrasi, dukungan teknis teknologi informasi, percepatan pemanfaatan SIMPUS, dan penyusunan SPO RME untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data
<br>Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk penerapan rekam medis elektronik (RME) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Namun, banyak fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri, masih menghadapi tantangan dalam transisi dari sistem manual ke elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan implementasi RME di Puskesmas Pesantren 1 dengan fokus pada sumber daya manusia, fasilitas, kebijakan, dan registrasi pasien. Metode yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-ef9a6.webp" type="image/webp" length="221452" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-83817.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-59f94.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/medis-elektronik-rme-transformasi-digital-rekam-pu-thumb-ef9a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Bayang Bayang yang Memisah Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bayang Bayang yang Memisah Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bayang Bayang yang Memisah Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42540-pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-politi</link>
	<guid isPermaLink="false">b62d05182a01262c15e9adf640f243e2</guid>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 04:09:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ back matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ contacts us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[back,contacts,front,matter,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika politik kepartaian di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, selain menguji sejauh mana proses modularisasi partai ini juga terjadi di provinsi lain, riset selanjutnya perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali: Untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika politik kepartaian di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, selain menguji sejauh mana proses modularisasi partai ini juga terjadi di provinsi lain, riset selanjutnya perlu menelisik lebih jauh kondisi sosial-politik spesifik yang membuat strategi partai modular menjadi pilihan efektif, baik bagi partai dominan maupun partai yang lebih kecil. Apakah ada karakteristik demografi, budaya lokal yang kuat, atau struktur ekonomi daerah yang secara unik memengaruhi kecenderungan partai untuk mengandalkan figur personal ketimbang ideologi? Pertanyaan ini akan membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor pendorong modularisasi yang lebih luas.Kedua, sangat penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari model partai hibrida ini terhadap kualitas representasi dan akuntabilitas politik di tingkat lokal. Jika fungsi representasi semakin bergeser dari institusi partai ke individu kader atau "broker", bagaimana hal ini memengaruhi mekanisme pengawasan terhadap kebijakan publik, transparansi pengelolaan sumber daya, dan partisipasi warga di luar lingkaran patronase? Penelitian bisa mengeksplorasi apakah modularisasi ini berpotensi mengikis kapasitas partai dalam merumuskan dan mengimplementasikan agenda pembangunan yang koheren.Ketiga, sebuah studi mendalam dari perspektif pemilih akan sangat berharga. Bagaimana masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput, menafsirkan dan merespons fenomena perpindahan kader beserta basis dukungannya? Apakah mereka memandang tindakan ini sebagai pragmatisme politik yang wajar atau sebagai pengkhianatan terhadap prinsip? Memahami mengapa pemilih memilih untuk tetap loyal pada modul personal seorang kader meskipun afiliasi partainya berubah, atau sebaliknya, akan mengungkap logika "pasar politik" dari sisi permintaan secara lebih mendalam dan komprehensif.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan Bali mengalami proses modularisasi signifikan, ditandai oleh melemahnya kontrol ideologis dan meningkatnya ketergantungan pada kekuatan figur personal kader.Perpindahan tiga kader strategis (Putu Agus Suradnyana, I Nyoman Mulyadi, dan I Putu Alit Yandinata) menunjukkan mereka bertindak sebagai "aktor penghubung" yang mengelola "modul" dukungan massa personal, di mana loyalitas pemilih terikat pada hubungan pribadi, bukan institusi partai.Fenomena ini mengubah peran partai dari rumah ideologis menjadi kendaraan elektoral semata, yang memungkinkan kader berpindah dan membawa basis pemilihnya ketika insentif tidak selaras, memperkaya pemahaman tentang dinamika partai politik di tingkat lokal Artikel ini membahas tentang proses modularisasi PDI Perjuangan Bali dan dampaknya terhadap mobilitas kader menjelang Pilkada 2024. Modularisasi dipahami sebagai pergeseran fungsi partai dari rumah ideologi menjadi wadah pragmatis yang mengandalkan kekuatan personal kader untuk mempertahankan basis elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses modularisasi mempengaruhi berpindahnya kader PDI Perjuangan Bali ke partai lain serta bagaimana perpindahan tersebut mempengaruhi distribusi suara. Teori yang digunakan sebagai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp 1x" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" alt="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp 1x" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" alt="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp 1x" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" alt="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42540-pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-politi" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" target="_blank">Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali</a>: Untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika politik kepartaian di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, selain menguji sejauh mana proses modularisasi partai ini juga terjadi di provinsi lain, riset selanjutnya perlu menelisik lebih jauh kondisi sosial-politik spesifik yang membuat strategi partai modular menjadi pilihan efektif, baik bagi partai dominan maupun partai yang lebih kecil. Apakah ada karakteristik demografi, budaya lokal yang kuat, atau struktur ekonomi daerah yang secara unik memengaruhi kecenderungan partai untuk mengandalkan figur personal ketimbang ideologi? Pertanyaan ini akan membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor pendorong modularisasi yang lebih luas.Kedua, sangat penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari model partai hibrida ini terhadap kualitas representasi dan akuntabilitas politik di tingkat lokal. Jika fungsi representasi semakin bergeser dari institusi partai ke individu kader atau "broker", bagaimana hal ini memengaruhi mekanisme pengawasan terhadap kebijakan publik, transparansi pengelolaan sumber daya, dan partisipasi warga di luar lingkaran patronase? Penelitian bisa mengeksplorasi apakah modularisasi ini berpotensi mengikis kapasitas partai dalam merumuskan dan mengimplementasikan agenda pembangunan yang koheren.Ketiga, sebuah studi mendalam dari perspektif pemilih akan sangat berharga. Bagaimana masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput, menafsirkan dan merespons fenomena perpindahan kader beserta basis dukungannya? Apakah mereka memandang tindakan ini sebagai pragmatisme politik yang wajar atau sebagai pengkhianatan terhadap prinsip? Memahami mengapa pemilih memilih untuk tetap loyal pada modul personal seorang kader meskipun afiliasi partainya berubah, atau sebaliknya, akan mengungkap logika "pasar politik" dari sisi permintaan secara lebih mendalam dan komprehensif..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan Bali mengalami proses modularisasi signifikan, ditandai oleh melemahnya kontrol ideologis dan meningkatnya ketergantungan pada kekuatan figur personal kader.Perpindahan tiga kader strategis (Putu Agus Suradnyana, I Nyoman Mulyadi, dan I Putu Alit Yandinata) menunjukkan mereka bertindak sebagai "aktor penghubung" yang mengelola "modul" dukungan massa personal, di mana loyalitas pemilih terikat pada hubungan pribadi, bukan institusi partai.Fenomena ini mengubah peran partai dari rumah ideologis menjadi kendaraan elektoral semata, yang memungkinkan kader berpindah dan membawa basis pemilihnya ketika insentif tidak selaras, memperkaya pemahaman tentang dinamika partai politik di tingkat lokal
<br>Artikel ini membahas tentang proses modularisasi PDI Perjuangan Bali dan dampaknya terhadap mobilitas kader menjelang Pilkada 2024. Modularisasi dipahami sebagai pergeseran fungsi partai dari rumah ideologi menjadi wadah pragmatis yang mengandalkan kekuatan personal kader untuk mempertahankan basis elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses modularisasi mempengaruhi berpindahnya kader PDI Perjuangan Bali ke partai lain serta bagaimana perpindahan tersebut mempengaruhi distribusi suara. Teori yang digunakan sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" type="image/webp" length="220082" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17948-jurnal-transformative-ilmu-pemerintahan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42543-akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-p</link>
	<guid isPermaLink="false">2829f19322292c6b008f35b7acd9a9cd</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:44:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit untuk memantau perubahan tingkat pengembalian berkas klaim setelah pelatihan koder dan penerapan SOP, sehingga dapat membandingkan apakah intervensi mempengaruhi akurasi kode diagnosis. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang): Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit untuk memantau perubahan tingkat pengembalian berkas klaim setelah pelatihan koder dan penerapan SOP, sehingga dapat membandingkan apakah intervensi mempengaruhi akurasi kode diagnosis. Kedua, teliti peran teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi ketidaksesuaian kode diagnosis secara otomatis sebelum klaim diajukan, guna menurunkan beban manual dan meningkatkan akurasi. Ketiga, evaluasi dampak administratif dan finansial dari pengembalian berkas klaim pada rumah sakit, termasuk waktu pemrosesan, biaya tambahan, dan kepuasan pelanggan, agar dapat mengukur nilai tambah dari perbaikan akurasi kode diagnosis secara holistik.. Pengembalian berkas klaim akibat ketidakakuratan kode diagnosis mencapai 81A%, disebabkan oleh kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan.Untuk menguranginya, koder perlu lebih teliti dalam menentukan kode diagnosis dengan memperhatikan bukti pendukung, asesmen awal, dan laporan operasi.Pencegahan dapat dicapai melalui pelatihan koder, penerapan SOP khusus, dan peningkatan keterlibatan tenaga medis dalam proses koding Organisasi Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bertujuan menyediakan asuransi kesehatan melalui program JKN. Pada proses klaim, berkas dapat dikembalikan bila terdapat ketidaksesuaian kode diagnosis dan tindakan, yang disebabkan oleh kurangnya bukti pendukung. Penelitian retrospektif deskriptif menggunakan 53 rekam medis yang dikembalikan pada Oktober 2022 dan diukur melalui checklist dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa 81A% berkas dikembalikan karena akurasi kode diagnosis tidak akurat, dengan penyebab utama kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan. Keterbatasan terletak pada sampel terbatas dan data yang bersifat retrospektif. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp 1x" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" alt="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp 1x" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" alt="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp 1x" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" alt="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42543-akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-p" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" target="_blank">Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)</a>: Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit untuk memantau perubahan tingkat pengembalian berkas klaim setelah pelatihan koder dan penerapan SOP, sehingga dapat membandingkan apakah intervensi mempengaruhi akurasi kode diagnosis. Kedua, teliti peran teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi ketidaksesuaian kode diagnosis secara otomatis sebelum klaim diajukan, guna menurunkan beban manual dan meningkatkan akurasi. Ketiga, evaluasi dampak administratif dan finansial dari pengembalian berkas klaim pada rumah sakit, termasuk waktu pemrosesan, biaya tambahan, dan kepuasan pelanggan, agar dapat mengukur nilai tambah dari perbaikan akurasi kode diagnosis secara holistik..
<br>Pengembalian berkas klaim akibat ketidakakuratan kode diagnosis mencapai 81A%, disebabkan oleh kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan.Untuk menguranginya, koder perlu lebih teliti dalam menentukan kode diagnosis dengan memperhatikan bukti pendukung, asesmen awal, dan laporan operasi.Pencegahan dapat dicapai melalui pelatihan koder, penerapan SOP khusus, dan peningkatan keterlibatan tenaga medis dalam proses koding
<br>Organisasi Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bertujuan menyediakan asuransi kesehatan melalui program JKN. Pada proses klaim, berkas dapat dikembalikan bila terdapat ketidaksesuaian kode diagnosis dan tindakan, yang disebabkan oleh kurangnya bukti pendukung. Penelitian retrospektif deskriptif menggunakan 53 rekam medis yang dikembalikan pada Oktober 2022 dan diukur melalui checklist dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa 81A% berkas dikembalikan karena akurasi kode diagnosis tidak akurat, dengan penyebab utama kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan. Keterbatasan terletak pada sampel terbatas dan data yang bersifat retrospektif.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" type="image/webp" length="209454" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42536-strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">c430cc44442865b493179a517ed944d1</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:12:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan dalam konteks implementasi SIMRS, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan dalam konteks implementasi SIMRS, dengan fokus pada persepsi pasien dan tenaga medis. Hal ini penting untuk memahami bagaimana kualitas layanan yang dirasakan oleh pengguna sistem dapat ditingkatkan. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas implementasi SIMRS, misalnya dengan mengintegrasikan fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) untuk membantu dalam pengambilan keputusan klinis dan manajemen data. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana struktur organisasi yang adaptif dan fleksibel dapat mendukung implementasi SIMRS yang berkelanjutan, dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan dan teknologi yang terus berkembang.. Berdasarkan pengujian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem tetapi berpengaruh terhadap struktur organisasi.Struktur organisasi berpengaruh terhadap penggunaan sistem dan implementasi SIMRS.Penggunaan sistem tidak memberikan pengaruh terhadap implementasi SIMRS.Penggunaan sistem sebagai variabel intervining tidak mampu memberikan pengaruh antara kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS dan struktur organisasi terhadap implementasi SIMRS Implementasi SIMRS bertujuan membantu meningkatkan mutu layanan yang diberikan oleh rumah sakit sehingga mampu meningkatkan kepuasan pasien. Kualitas layanan salah satu kendala dalam penerapan SIMRS yang diberikan oleh penyedia layanan berdampak pada penggunaan sistem informasi dan implementasi SIMRS. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS menggunakan metode HOT Ae Fit. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi 288 orang dan sampel yang digunakan 167 orang penggunan SIMRS. Uji analisis multivariat menggunakan teknik analisis SEM dengan aplikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-648a5.webp" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-648a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-648a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-648a5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" alt="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-721cf.webp" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-721cf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-721cf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-721cf.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" alt="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-f247a.webp" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-f247a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-f247a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-f247a.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" alt="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42536-strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen" title="JURIS - Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining" target="_blank">Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervining</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan dalam konteks implementasi SIMRS, dengan fokus pada persepsi pasien dan tenaga medis. Hal ini penting untuk memahami bagaimana kualitas layanan yang dirasakan oleh pengguna sistem dapat ditingkatkan. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas implementasi SIMRS, misalnya dengan mengintegrasikan fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) untuk membantu dalam pengambilan keputusan klinis dan manajemen data. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana struktur organisasi yang adaptif dan fleksibel dapat mendukung implementasi SIMRS yang berkelanjutan, dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan dan teknologi yang terus berkembang..
<br>Berdasarkan pengujian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem tetapi berpengaruh terhadap struktur organisasi.Struktur organisasi berpengaruh terhadap penggunaan sistem dan implementasi SIMRS.Penggunaan sistem tidak memberikan pengaruh terhadap implementasi SIMRS.Penggunaan sistem sebagai variabel intervining tidak mampu memberikan pengaruh antara kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS dan struktur organisasi terhadap implementasi SIMRS
<br>Implementasi SIMRS bertujuan membantu meningkatkan mutu layanan yang diberikan oleh rumah sakit sehingga mampu meningkatkan kepuasan pasien. Kualitas layanan salah satu kendala dalam penerapan SIMRS yang diberikan oleh penyedia layanan berdampak pada penggunaan sistem informasi dan implementasi SIMRS. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS menggunakan metode HOT Ae Fit. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi 288 orang dan sampel yang digunakan 167 orang penggunan SIMRS. Uji analisis multivariat menggunakan teknik analisis SEM dengan aplikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-648a5.webp" type="image/webp" length="235772" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-648a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-721cf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/strategik-struktur-organisasi-sistem-pendukung-pen-thumb-f247a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42528-pasien-tbc-paru-tb-ro</link>
	<guid isPermaLink="false">112f6149297e11db86db205ff945571c</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:50:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ revision vi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari sukawan ]]></category>
	<category><![CDATA[ atjo wahyu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,atjo,revision,sukawan,vi,wahyu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kesiapan transformasi layanan kesehatan TBC, diperlukan peningkatan alokasi anggaran untuk puskesmas, terutama untuk infrastruktur diagnostik dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Skema pembiayaan BPJS Kesehatan perlu dioptimalkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan: Untuk meningkatkan kesiapan transformasi layanan kesehatan TBC, diperlukan peningkatan alokasi anggaran untuk puskesmas, terutama untuk infrastruktur diagnostik dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Skema pembiayaan BPJS Kesehatan perlu dioptimalkan untuk mendukung penemuan kasus dan kualitas pengobatan di fasilitas kesehatan primer. Selain itu, pendanaan tambahan harus diberikan untuk tindakan non-kapitasi dan kasus TBC yang memerlukan perawatan lanjut. Pembiayaan untuk aspek promotif dan pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi kejadian TBC di masyarakat. Fokus pada pembiayaan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan sangat penting untuk mencapai transformasi layanan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan kesehatan berperan penting dalam kesiapan transformasi pelayanan kesehatan TBC di Indonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa pembiayaan kesehatan secara signifikan mempengaruhi kesiapan transformasi layanan kesehatan (T-statistik = 3,180.Meskipun adanya peningkatan pembiayaan TB dari donor internasional seperti Global Fund dan skema BPJS Kesehatan, pembiayaan ini tidak cukup untuk mendukung transformasi layanan yang lebih komprehensif dan merata.Pemerintah perlu memperkuat alokasi anggaran untuk puskesmas, terutama untuk meningkatkan infrastruktur diagnostik, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan memberikan layanan TB yang lebih komprehensif di tingkat pratama.Skema pembiayaan BPJS Kesehatan, khususnya kapitasi, perlu dioptimalkan untuk mendukung penemuan kasus dan kualitas pengobatan di fasilitas kesehatan primer.Pendanaan tambahan dapat diberikan untuk tindakan non-kapitasi, kasus TBC yang memerlukan diagnostik atau perawatan lanjut.Pembiayaan untuk aspek promotif dan pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi kejadian TBC di masyarakat Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di negara-negara dengan prevalensi tinggi seperti Indonesia. Meskipun telah berupaya selama beberapa dekade, kasus TB di Indonesia belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Transformasi layanan kesehatan TB diperlukan untuk meningkatkan akses universal ke diagnosis dan pengobatan yang berkualitas, yang sangat bergantung pada kesiapan pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan pembiayaan kesehatan dengan kesiapan transformasi layanan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-b9406.webp" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-b9406.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-b9406.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-b9406.webp 1x" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" alt="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-12233.webp" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-12233.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-12233.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-12233.webp 1x" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" alt="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-e5a5d.webp" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-e5a5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-e5a5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-e5a5d.webp 1x" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" alt="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42528-pasien-tbc-paru-tb-ro" title="JURIS - Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan" target="_blank">Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan</a>: Untuk meningkatkan kesiapan transformasi layanan kesehatan TBC, diperlukan peningkatan alokasi anggaran untuk puskesmas, terutama untuk infrastruktur diagnostik dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Skema pembiayaan BPJS Kesehatan perlu dioptimalkan untuk mendukung penemuan kasus dan kualitas pengobatan di fasilitas kesehatan primer. Selain itu, pendanaan tambahan harus diberikan untuk tindakan non-kapitasi dan kasus TBC yang memerlukan perawatan lanjut. Pembiayaan untuk aspek promotif dan pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi kejadian TBC di masyarakat. Fokus pada pembiayaan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan sangat penting untuk mencapai transformasi layanan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan kesehatan berperan penting dalam kesiapan transformasi pelayanan kesehatan TBC di Indonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa pembiayaan kesehatan secara signifikan mempengaruhi kesiapan transformasi layanan kesehatan (T-statistik = 3,180.Meskipun adanya peningkatan pembiayaan TB dari donor internasional seperti Global Fund dan skema BPJS Kesehatan, pembiayaan ini tidak cukup untuk mendukung transformasi layanan yang lebih komprehensif dan merata.Pemerintah perlu memperkuat alokasi anggaran untuk puskesmas, terutama untuk meningkatkan infrastruktur diagnostik, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan memberikan layanan TB yang lebih komprehensif di tingkat pratama.Skema pembiayaan BPJS Kesehatan, khususnya kapitasi, perlu dioptimalkan untuk mendukung penemuan kasus dan kualitas pengobatan di fasilitas kesehatan primer.Pendanaan tambahan dapat diberikan untuk tindakan non-kapitasi, kasus TBC yang memerlukan diagnostik atau perawatan lanjut.Pembiayaan untuk aspek promotif dan pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi kejadian TBC di masyarakat
<br>Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di negara-negara dengan prevalensi tinggi seperti Indonesia. Meskipun telah berupaya selama beberapa dekade, kasus TB di Indonesia belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Transformasi layanan kesehatan TB diperlukan untuk meningkatkan akses universal ke diagnosis dan pengobatan yang berkualitas, yang sangat bergantung pada kesiapan pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan pembiayaan kesehatan dengan kesiapan transformasi layanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-b9406.webp" type="image/webp" length="221356" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-b9406.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-12233.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/pasien-tbc-paru-tb-ro-bpjs-pembiayaan-kesehatan-pu-thumb-e5a5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Era Society 5 0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PMIK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Era Society 5 0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PMIK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Era Society 5 0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PMIK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42547-kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ</link>
	<guid isPermaLink="false">58e4e22a2d4cfc4c48183c1743401dbc</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:48:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yulfa yulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ 1 rm l ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,l,rm,view,vol,yulfa,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kompetensi PMIK di era society 5.0, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi metode, teknik, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK): Untuk meningkatkan kompetensi PMIK di era society 5.0, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi metode, teknik, dan konsep baru dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan oleh PMIK. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam menerapkan teknologi, seperti RME dan SIMRS, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, PMIK dapat bersaing dan memenuhi target kompetensi di era society 5.0. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi dan pelatihan yang telah dilakukan, serta mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan kesiapan PMIK dalam menghadapi peluang dan tantangan dunia kerja di era society 5.0.. 0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan.Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan berbagai sumber daya sehingga dapat tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau.Tenaga kesehatan berperan penting, salah satunya yaitu perekam medis dan informasi kesehatan.0 tiap individu PMIK harus memiliki knowledge dan skills seperti leadership skills.Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri.Pada area kompetensi ini, seorang PMIK diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan baru, seperti metode, teknik, dan konsep baru yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Hal ini juga berpengaruh pada kesiapan peluang dan tantangan dunia kerja era society 5 Era society 5.0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengelolaan berbagai sumber daya agar tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau sehingga pada titik ini dibutuhkan perekam medis yang berkualitas. Pada era society 5.0 tiap individu harus memiliki knowledge dan skills. Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri. Pengaruh dari era society 5.0 terhadap kompetensi PMIK menyebabkan adanya perubahan dan peningkatan ilmu yang menuntut PMIK harus bisa mengembangkan, menerapkan, dan menggunakan teknologi, salah satu contoh penggunaannya yaitu Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp 1x" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" alt="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp 1x" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" alt="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42547-kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" target="_blank">Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)</a>: Untuk meningkatkan kompetensi PMIK di era society 5.0, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi metode, teknik, dan konsep baru dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan oleh PMIK. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam menerapkan teknologi, seperti RME dan SIMRS, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, PMIK dapat bersaing dan memenuhi target kompetensi di era society 5.0. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi dan pelatihan yang telah dilakukan, serta mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan kesiapan PMIK dalam menghadapi peluang dan tantangan dunia kerja di era society 5.0..
<br>0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan.Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan berbagai sumber daya sehingga dapat tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau.Tenaga kesehatan berperan penting, salah satunya yaitu perekam medis dan informasi kesehatan.0 tiap individu PMIK harus memiliki knowledge dan skills seperti leadership skills.Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri.Pada area kompetensi ini, seorang PMIK diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan baru, seperti metode, teknik, dan konsep baru yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Hal ini juga berpengaruh pada kesiapan peluang dan tantangan dunia kerja era society 5
<br>Era society 5.0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengelolaan berbagai sumber daya agar tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau sehingga pada titik ini dibutuhkan perekam medis yang berkualitas. Pada era society 5.0 tiap individu harus memiliki knowledge dan skills. Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri. Pengaruh dari era society 5.0 terhadap kompetensi PMIK menyebabkan adanya perubahan dan peningkatan ilmu yang menuntut PMIK harus bisa mengembangkan, menerapkan, dan menggunakan teknologi, salah satu contoh penggunaannya yaitu Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" type="image/webp" length="95176" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42531-resep-non-racikan-steril-instalasi-farma</link>
	<guid isPermaLink="false">d1180aebc1fbd1c8de370696c2782a68</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:32:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana sistem Rekam Medis Elektronik dapat dioptimalkan untuk secara khusus memprioritaskan resep racikan guna menurunkan waktu tunggu? Apakah penerapan alur kerja lean di instalasi farmasi dapat meningkatkan efisiensi bagi semua jenis resep, dan bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali: Bagaimana sistem Rekam Medis Elektronik dapat dioptimalkan untuk secara khusus memprioritaskan resep racikan guna menurunkan waktu tunggu? Apakah penerapan alur kerja lean di instalasi farmasi dapat meningkatkan efisiensi bagi semua jenis resep, dan bagaimana dampaknya pada kepuasan pasien? Bagaimana peran pelatihan staf farmasi dalam penanganan resep racikan mempengaruhi waktu pelayanan, dan apa indikator keterampilan yang dapat diukur secara real time untuk evaluasi berkelanjutan?. Jenis resep merupakan faktor utama yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan farmasi, di mana resep racikan menghasilkan waktu tunggu lebih lama dibandingkan resep non-racikan.Variabel seperti jenis kelamin, hari kunjungan, dan poli tujuan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu secara statistik.Penerapan Rekam Medis Elektronik berkontribusi pada kestabilan waktu tunggu, namun perlu pengembangan sistem dan manajemen khusus untuk resep racikan guna menurunkan waktu tunggu secara keseluruhan Waktu tunggu pelayanan farmasi adalah indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Tk II Udayana, Denpasar Bali. Meskipun penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) telah diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, pasien rawat jalan masih sering menghadapi waktu tunggu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor seperti jenis resep, poli tujuan, jenis kelamin, dan waktu kunjungan yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan farmasi di instalasi farmasi rumah sakit tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-98db7.webp" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-98db7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-98db7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-98db7.webp 1x" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" alt="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-00acf.webp" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-00acf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-00acf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-00acf.webp 1x" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" alt="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-bc642.webp" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-bc642.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-bc642.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-bc642.webp 1x" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" alt="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42531-resep-non-racikan-steril-instalasi-farma" title="JURIS - Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali" target="_blank">Waiting Time for Pharmaceutical Installation Services on Outpatients Using Electronic Medical Records at RUMKIT TK II Udayana Denpasar Bali</a>: Bagaimana sistem Rekam Medis Elektronik dapat dioptimalkan untuk secara khusus memprioritaskan resep racikan guna menurunkan waktu tunggu? Apakah penerapan alur kerja lean di instalasi farmasi dapat meningkatkan efisiensi bagi semua jenis resep, dan bagaimana dampaknya pada kepuasan pasien? Bagaimana peran pelatihan staf farmasi dalam penanganan resep racikan mempengaruhi waktu pelayanan, dan apa indikator keterampilan yang dapat diukur secara real time untuk evaluasi berkelanjutan?.
<br>Jenis resep merupakan faktor utama yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan farmasi, di mana resep racikan menghasilkan waktu tunggu lebih lama dibandingkan resep non-racikan.Variabel seperti jenis kelamin, hari kunjungan, dan poli tujuan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu secara statistik.Penerapan Rekam Medis Elektronik berkontribusi pada kestabilan waktu tunggu, namun perlu pengembangan sistem dan manajemen khusus untuk resep racikan guna menurunkan waktu tunggu secara keseluruhan
<br>Waktu tunggu pelayanan farmasi adalah indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Tk II Udayana, Denpasar Bali. Meskipun penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) telah diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, pasien rawat jalan masih sering menghadapi waktu tunggu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor seperti jenis resep, poli tujuan, jenis kelamin, dan waktu kunjungan yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan farmasi di instalasi farmasi rumah sakit tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-bc642.webp" type="image/webp" length="244204" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-98db7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-00acf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/resep-non-racikan-non-steril-instalasi-farmasi-rsu-thumb-bc642.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan Mini Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan Mini Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan Mini Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42541-telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi</link>
	<guid isPermaLink="false">2d80a2a407fdea612ecc042ad2c1de5d</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:25:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ quotes day ]]></category>
	<category><![CDATA[ main menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[day,main,menu,quotes,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi masyarakat tentang telemedicine, terutama dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review: Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi masyarakat tentang telemedicine, terutama dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur teknologi komunikasi di daerah terpencil, serta penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah terkait implementasi telemedicine. Dengan demikian, telemedicine dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi hambatan akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.. Implementasi telemedicine menawarkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau.Teknologi ini memungkinkan pertukaran informasi medis yang efisien antara dokter dan pasien, mengurangi kebutuhan akan perjalanan fisik, serta mempermudah proses penjadwalan konsultasi.Meskipun demikian, untuk mencapai efektivitas yang optimal, diperlukan upaya untuk mengatasi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, keterbatasan akses jaringan internet, dan rendahnya tingkat kepercayaan pasien terhadap teknologi ini.Oleh karena itu, penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kepercayaan masyarakat sangat krusial agar telemedicine dapat diadopsi secara luas dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Telemedicine telah berkembang menjadi solusi inovatif dalam penyediaan layanan kesehatan, terutama bagi wilayah pedesaan yang sering mengalami hambatan akses. Didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, telemedicine berpotensi meningkatkan manajemen penyakit, status kesehatan, dan kepuasan pasien. Namun, adopsi teknologi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan penggunaan, tingkat kepercayaan terhadap teknologi, serta kualitas infrastruktur yang tersedia. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan analisis literatur, di mana data diperoleh melalui pencarian pada Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedicine dapat secara signifikan memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" alt="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" alt="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" alt="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42541-telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" target="_blank">Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review</a>: Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi masyarakat tentang telemedicine, terutama dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur teknologi komunikasi di daerah terpencil, serta penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah terkait implementasi telemedicine. Dengan demikian, telemedicine dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi hambatan akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan..
<br>Implementasi telemedicine menawarkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau.Teknologi ini memungkinkan pertukaran informasi medis yang efisien antara dokter dan pasien, mengurangi kebutuhan akan perjalanan fisik, serta mempermudah proses penjadwalan konsultasi.Meskipun demikian, untuk mencapai efektivitas yang optimal, diperlukan upaya untuk mengatasi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, keterbatasan akses jaringan internet, dan rendahnya tingkat kepercayaan pasien terhadap teknologi ini.Oleh karena itu, penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kepercayaan masyarakat sangat krusial agar telemedicine dapat diadopsi secara luas dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat
<br>Telemedicine telah berkembang menjadi solusi inovatif dalam penyediaan layanan kesehatan, terutama bagi wilayah pedesaan yang sering mengalami hambatan akses. Didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, telemedicine berpotensi meningkatkan manajemen penyakit, status kesehatan, dan kepuasan pasien. Namun, adopsi teknologi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan penggunaan, tingkat kepercayaan terhadap teknologi, serta kualitas infrastruktur yang tersedia. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan analisis literatur, di mana data diperoleh melalui pencarian pada Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedicine dapat secara signifikan memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" type="image/webp" length="86822" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3818-scitechgrup.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17818-jurnal-riset-sains-kesehatan-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42542-instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara</link>
	<guid isPermaLink="false">1414ca44c9aebf8900f43daf1b1af98d</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:15:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi sistem tanda tangan digital pada rekam medis elektronik untuk meningkatkan keamanan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi sistem tanda tangan digital pada rekam medis elektronik untuk meningkatkan keamanan dan autentikasi data pasien. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak ketidaksesuaian variabel dan metadata terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut hambatan dan tantangan dalam implementasi pedoman variabel dan metadata rekam medis elektronik dari perspektif berbagai pemangku kepentingan, seperti petugas rekam medis, dokter, dan staf IT. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi rekam medis elektronik yang efektif dan efisien, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan di masa depan. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pelatihan dan pendampingan bagi petugas rekam medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam penggunaan rekam medis elektronik yang sesuai dengan standar yang berlaku.. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data pada penyelenggaraan rekam medis elektronik di rumah sakit X yaitu masih terdapat variabel belum sesuai dengan pedoman yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan utamanya pada general consent, asesmen awal variabel pemeriksaan psikologis, sosial ekonomi dan spiritual kemudian pada pemeriksaan spesialistik variabel rencana rawat, instruksi medik dan keperawatan ini dikarenakan pada saat penerapan rekam medis elektronik tahun 2019 belum terdapat pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam penentuan dan adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga (vendor) jika terdapat penambahan variabel dalam rekam medis elektronik serta tanda tangan digital yang belum dapat diterapkan di Rumah Sakit X khususnya untuk pasien dan keluarga pasien Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas IT, petugas pendaftaran rawat jalan dan Dokter. Objek penelitiannya adalah variabel rekam medis elektronik pada instalasi rawat jalan Rumah Sakit X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data penyelenggaraan RME di Rumah Sakit... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" alt="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" alt="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" alt="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42542-instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" target="_blank">Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi sistem tanda tangan digital pada rekam medis elektronik untuk meningkatkan keamanan dan autentikasi data pasien. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak ketidaksesuaian variabel dan metadata terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut hambatan dan tantangan dalam implementasi pedoman variabel dan metadata rekam medis elektronik dari perspektif berbagai pemangku kepentingan, seperti petugas rekam medis, dokter, dan staf IT. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi rekam medis elektronik yang efektif dan efisien, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan di masa depan. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pelatihan dan pendampingan bagi petugas rekam medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam penggunaan rekam medis elektronik yang sesuai dengan standar yang berlaku..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data pada penyelenggaraan rekam medis elektronik di rumah sakit X yaitu masih terdapat variabel belum sesuai dengan pedoman yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan utamanya pada general consent, asesmen awal variabel pemeriksaan psikologis, sosial ekonomi dan spiritual kemudian pada pemeriksaan spesialistik variabel rencana rawat, instruksi medik dan keperawatan ini dikarenakan pada saat penerapan rekam medis elektronik tahun 2019 belum terdapat pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam penentuan dan adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga (vendor) jika terdapat penambahan variabel dalam rekam medis elektronik serta tanda tangan digital yang belum dapat diterapkan di Rumah Sakit X khususnya untuk pasien dan keluarga pasien
<br>Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas IT, petugas pendaftaran rawat jalan dan Dokter. Objek penelitiannya adalah variabel rekam medis elektronik pada instalasi rawat jalan Rumah Sakit X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data penyelenggaraan RME di Rumah Sakit...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" type="image/webp" length="241900" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42532-rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">55450f0c5d3627cc3b6f16b46663136f</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:13:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ oki setiono ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur rokhman ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,oki,rokhman,setiono,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pendukung pengkodean berbasis kecerdasan buatan dapat membantu coder dalam memvalidasi kesesuaian antara kode diagnosis DBD dan temuan klinis secara real-time di rumah sakit daerah. Kedua, penting untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama: Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pendukung pengkodean berbasis kecerdasan buatan dapat membantu coder dalam memvalidasi kesesuaian antara kode diagnosis DBD dan temuan klinis secara real-time di rumah sakit daerah. Kedua, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara beban kerja coder, durasi pelatihan rutin, dan akurasi pengkodean diagnosis DBD guna menentukan model pelatihan yang paling efektif dalam konteks rumah sakit dengan sumber daya terbatas. Ketiga, perlu dikaji faktor-faktor sistemik seperti integrasi antara sistem informasi laboratorium dan sistem rekam medis elektronik terhadap keputusan pengkodean, untuk mengidentifikasi hambatan struktural yang menyebabkan ketidaksesuaian kode A91 dan data klinis pasien DBD, sehingga dapat dirancang sistem yang lebih akurat dan mendukung keputusan klinis secara menyeluruh.. Prosedur pengodean diagnosis yang dilakukan oleh coder di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama belum sesuai dengan tahapan menurut ICD-10 Volume 2 karena terkendala beban kerja dan ketergantungan pada sistem informasi rumah sakit.Ketepatan pengodean diagnosis mencapai 78,6% yang tepat, namun 21,4% rekam medis tidak sesuai karena ketidaksesuaian antara diagnosis dan hasil pemeriksaan klinis.Ketepatan koding sangat memengaruhi pelaporan morbiditas dan pembiayaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional serta kelancaran pembayaran rumah sakit Salah satu unit penunjang di Rumah Sakit yaitu rekam medis merupakan catatan manual/elektronik yang dilakukan oleh tenaga pemberi asuhan pelayanan kesehatan seperti diagnosis. Salah satu kegiatan rekam medis yaitu melakukan kodefikasi penyakit. Koding adalah pemberian simbol alfanumerik yang dilakukan oleh coder. Koding diagnosis yang diberikan harus tepat sesuai dengan kode yang tercantum di dalam ICD-10, koding yang tepat akan mempengaruhi pembiayaan kesehatan rumah sakit. Penelitian dilakukan di RS Medika Citra Utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur pengkodean dan ketepatan diagnosis penyakit dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu rekam medis pasien dengue haemorrhagic fever Januari-Desember 2022. Jumlah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-73552.webp" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-73552.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-73552.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-73552.webp 1x" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" alt="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-002f4.webp" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-002f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-002f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-002f4.webp 1x" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" alt="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-1b748.webp" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-1b748.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-1b748.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-1b748.webp 1x" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" alt="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42532-rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-pe" title="JURIS - Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama" target="_blank">Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pendukung pengkodean berbasis kecerdasan buatan dapat membantu coder dalam memvalidasi kesesuaian antara kode diagnosis DBD dan temuan klinis secara real-time di rumah sakit daerah. Kedua, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara beban kerja coder, durasi pelatihan rutin, dan akurasi pengkodean diagnosis DBD guna menentukan model pelatihan yang paling efektif dalam konteks rumah sakit dengan sumber daya terbatas. Ketiga, perlu dikaji faktor-faktor sistemik seperti integrasi antara sistem informasi laboratorium dan sistem rekam medis elektronik terhadap keputusan pengkodean, untuk mengidentifikasi hambatan struktural yang menyebabkan ketidaksesuaian kode A91 dan data klinis pasien DBD, sehingga dapat dirancang sistem yang lebih akurat dan mendukung keputusan klinis secara menyeluruh..
<br>Prosedur pengodean diagnosis yang dilakukan oleh coder di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama belum sesuai dengan tahapan menurut ICD-10 Volume 2 karena terkendala beban kerja dan ketergantungan pada sistem informasi rumah sakit.Ketepatan pengodean diagnosis mencapai 78,6% yang tepat, namun 21,4% rekam medis tidak sesuai karena ketidaksesuaian antara diagnosis dan hasil pemeriksaan klinis.Ketepatan koding sangat memengaruhi pelaporan morbiditas dan pembiayaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional serta kelancaran pembayaran rumah sakit
<br>Salah satu unit penunjang di Rumah Sakit yaitu rekam medis merupakan catatan manual/elektronik yang dilakukan oleh tenaga pemberi asuhan pelayanan kesehatan seperti diagnosis. Salah satu kegiatan rekam medis yaitu melakukan kodefikasi penyakit. Koding adalah pemberian simbol alfanumerik yang dilakukan oleh coder. Koding diagnosis yang diberikan harus tepat sesuai dengan kode yang tercantum di dalam ICD-10, koding yang tepat akan mempengaruhi pembiayaan kesehatan rumah sakit. Penelitian dilakukan di RS Medika Citra Utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur pengkodean dan ketepatan diagnosis penyakit dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu rekam medis pasien dengue haemorrhagic fever Januari-Desember 2022. Jumlah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-73552.webp" type="image/webp" length="279380" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-73552.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-002f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/rekam-medis-pasien-kerusakan-berkas-petugas-ketepa-thumb-1b748.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ External Reporting Analysis of Hospital Information System SIRS Revision VI at Hospital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ External Reporting Analysis of Hospital Information System SIRS Revision VI at Hospital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ External Reporting Analysis of Hospital Information System SIRS Revision VI at Hospital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42530-rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis</link>
	<guid isPermaLink="false">d6bec9ecb4a7570782f894f640979218</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:02:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ revision vi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari sukawan ]]></category>
	<category><![CDATA[ atjo wahyu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,atjo,revision,sukawan,vi,wahyu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas integrasi SIMRS dengan sistem pelaporan eksternal, khususnya dalam hal kecepatan dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas integrasi SIMRS dengan sistem pelaporan eksternal, khususnya dalam hal kecepatan dan akurasi data. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan bagi petugas rekam medis dan staf IT terkait pemanfaatan SIMRS untuk pelaporan eksternal yang lebih optimal. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak perubahan tempat tidur terhadap efisiensi pelaporan eksternal dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan update data oleh pihak IT. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam pelaporan eksternal rumah sakit berbasis SIMRS, sehingga dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelaporan tersebut.. Analisis ketercapaian dan kendala pelaporan SIRS Revisi VI apabila terdapat perubahan tempat tidur yang terjadi selama satu tahun dua kali berdampak pada pencatatan bangsal, dimana pihak IT tidak segera atau tidak instan melakukan up date perubahan pada SIMRS di waktu yang sama, maka berdampak pada pencatatan bangsal sehingga memerlukan pengkajian dan kolaborasi antara IT RS, bagian bangsal serta tim terkait dalam pelaporan eksternal Sistem Informasi Rumah Sakit (HIS) merupakan pelaporan eksternal yang wajib dipenuhi oleh setiap rumah sakit kepada Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan secara periodik sesuai batas waktu pelaporan. Sumber data yang digunakan berasal dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dimana merupakan suatu aplikasi yang diintegrasikan keseluruh layanan kesehatan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pelaporan rumah sakit. Salah satu pemanfaatannya sebagai data pelaporan eksternal rumah sakit. Pelaporan rumah sakit ini merupakan salah satu indikator pengukuran ketercapaian pelaksanaan layanan kesehatan bagi masyarakat. Metode yang digunakan analisis deskriptif dimana untuk mengukur ketercapaian dan kendala yang dihadapi dalam pengolahan data pelaporan eksternal. Pengukuran ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-8afee.webp" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-8afee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-8afee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-8afee.webp 1x" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" alt="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-23d5d.webp" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-23d5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-23d5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-23d5d.webp 1x" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" alt="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-cbc22.webp" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-cbc22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-cbc22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-cbc22.webp 1x" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" alt="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42530-rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis" title="JURIS - External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital" target="_blank">External Reporting Analysis of Hospital Information System (SIRS-Revision VI) at Hospital</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas integrasi SIMRS dengan sistem pelaporan eksternal, khususnya dalam hal kecepatan dan akurasi data. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan bagi petugas rekam medis dan staf IT terkait pemanfaatan SIMRS untuk pelaporan eksternal yang lebih optimal. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak perubahan tempat tidur terhadap efisiensi pelaporan eksternal dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan update data oleh pihak IT. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam pelaporan eksternal rumah sakit berbasis SIMRS, sehingga dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelaporan tersebut..
<br>Analisis ketercapaian dan kendala pelaporan SIRS Revisi VI apabila terdapat perubahan tempat tidur yang terjadi selama satu tahun dua kali berdampak pada pencatatan bangsal, dimana pihak IT tidak segera atau tidak instan melakukan up date perubahan pada SIMRS di waktu yang sama, maka berdampak pada pencatatan bangsal sehingga memerlukan pengkajian dan kolaborasi antara IT RS, bagian bangsal serta tim terkait dalam pelaporan eksternal
<br>Sistem Informasi Rumah Sakit (HIS) merupakan pelaporan eksternal yang wajib dipenuhi oleh setiap rumah sakit kepada Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan secara periodik sesuai batas waktu pelaporan. Sumber data yang digunakan berasal dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dimana merupakan suatu aplikasi yang diintegrasikan keseluruh layanan kesehatan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pelaporan rumah sakit. Salah satu pemanfaatannya sebagai data pelaporan eksternal rumah sakit. Pelaporan rumah sakit ini merupakan salah satu indikator pengukuran ketercapaian pelaksanaan layanan kesehatan bagi masyarakat. Metode yang digunakan analisis deskriptif dimana untuk mengukur ketercapaian dan kendala yang dihadapi dalam pengolahan data pelaporan eksternal. Pengukuran ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-8afee.webp" type="image/webp" length="213982" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-8afee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-23d5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/rumah-sakit-pasien-emr-manajemen-rekam-medis-tht-k-thumb-cbc22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online SIMPELPRO untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online SIMPELPRO untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online SIMPELPRO untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42535-lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-aplik</link>
	<guid isPermaLink="false">f00ef34e7c737a99aab5a9d4494a417e</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 20:54:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yulfa yulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ 1 rm l ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,l,rm,view,vol,yulfa,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji efektivitas fitur notifikasi melalui WhatsApp dalam meningkatkan kepatuhan peserta PROLANIS terhadap jadwal kegiatan dan edukasi kesehatan dibandingkan dengan media notifikasi lain. Kedua, layak dilakukan penelitian untuk menguji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli: Pertama, perlu dikaji efektivitas fitur notifikasi melalui WhatsApp dalam meningkatkan kepatuhan peserta PROLANIS terhadap jadwal kegiatan dan edukasi kesehatan dibandingkan dengan media notifikasi lain. Kedua, layak dilakukan penelitian untuk menguji penerapan aplikasi SIMPELPRO di fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya guna mengevaluasi adaptabilitas sistem di berbagai konteks layanan kesehatan primer. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi strategi sosialisasi yang paling efektif dalam memperkenalkan aplikasi SIMPELPRO kepada masyarakat umum, termasuk keterlibatan tokoh masyarakat dan penggunaan media lokal, agar adopsi sistem lebih luas dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi hasil temuan dari studi awal dan memastikan bahwa solusi berbasis teknologi ini dapat berdampak secara menyeluruh pada peningkatan kualitas layanan prolanis di tingkat primer.. Prototype aplikasi SIMPELPRO berbasis web dapat membantu pasien mengetahui jadwal kegiatan prolanis di Klinik Pratama Polkesmar.Aplikasi ini memungkinkan peserta PROLANIS memperoleh materi edukasi kesehatan yang diberikan oleh dokter.Aplikasi SIMPELPRO juga memberikan alternatif solusi dalam pemberian edukasi bagi peserta PROLANIS Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan serta ancaman pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 sebagai wujud komitmen konstitusi untuk mengelola pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional. Minimnya informasi dan sosialisasi mengenai Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di FKTP menyebabkan target... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-04f45.webp" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-04f45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-04f45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-04f45.webp 1x" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" alt="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-95aed.webp" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-95aed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-95aed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-95aed.webp 1x" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" alt="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-a6d92.webp" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-a6d92.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-a6d92.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-a6d92.webp 1x" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" alt="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42535-lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-aplik" title="JURIS - Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli" target="_blank">Prototype Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Prolanis Online (SIMPELPRO) untuk Mendukung Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kli</a>: Pertama, perlu dikaji efektivitas fitur notifikasi melalui WhatsApp dalam meningkatkan kepatuhan peserta PROLANIS terhadap jadwal kegiatan dan edukasi kesehatan dibandingkan dengan media notifikasi lain. Kedua, layak dilakukan penelitian untuk menguji penerapan aplikasi SIMPELPRO di fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya guna mengevaluasi adaptabilitas sistem di berbagai konteks layanan kesehatan primer. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi strategi sosialisasi yang paling efektif dalam memperkenalkan aplikasi SIMPELPRO kepada masyarakat umum, termasuk keterlibatan tokoh masyarakat dan penggunaan media lokal, agar adopsi sistem lebih luas dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi hasil temuan dari studi awal dan memastikan bahwa solusi berbasis teknologi ini dapat berdampak secara menyeluruh pada peningkatan kualitas layanan prolanis di tingkat primer..
<br>Prototype aplikasi SIMPELPRO berbasis web dapat membantu pasien mengetahui jadwal kegiatan prolanis di Klinik Pratama Polkesmar.Aplikasi ini memungkinkan peserta PROLANIS memperoleh materi edukasi kesehatan yang diberikan oleh dokter.Aplikasi SIMPELPRO juga memberikan alternatif solusi dalam pemberian edukasi bagi peserta PROLANIS
<br>Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan serta ancaman pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 sebagai wujud komitmen konstitusi untuk mengelola pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional. Minimnya informasi dan sosialisasi mengenai Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di FKTP menyebabkan target...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-04f45.webp" type="image/webp" length="230404" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-04f45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-95aed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/lansia-klinik-pratama-aplikasi-sistem-parkir-mutia-thumb-a6d92.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 29 Apr 2026 07:20:57 +0700. 12 items. Served in: 3.977 seconds [rss] -->
