<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 09:23:36 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:23:36 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-08T09:23:36+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Sampul Jurnal MG ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sampul Jurnal MG ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sampul Jurnal MG ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64881-gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-bo</link>
	<guid isPermaLink="false">aa6a8faf09d97272cd98682b6403dd27</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:14:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak gempabumi pada struktur bangunan bersejarah di kawasan Bogor dengan metode analisis geofisika lebih mendalam. 2. Pengembangan model prediksi kerusakan bangunan berdasarkan parameter seismik lokal dan global ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sampul Jurnal MG: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak gempabumi pada struktur bangunan bersejarah di kawasan Bogor dengan metode analisis geofisika lebih mendalam. 2. Pengembangan model prediksi kerusakan bangunan berdasarkan parameter seismik lokal dan global untuk meningkatkan mitigasi bencana. 3. Studi keterkaitan antara pola curah hujan dan aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat sebagai indikator risiko gempa berbasis iklim.. Gempabumi Bogor 9 September 2012 menyebabkan kerusakan pada lebih dari 500 bangunan, terutama di desa Cibunian dan Purwabakti.Analisis mikrotremor menunjukkan bahwa efek tapak lokal bukan penyebab utama kerusakan, melainkan kualitas konstruksi bangunan.Daerah penelitian memiliki tingkat kerentanan seismik rendah dengan nilai ground shear strain yang tidak signifikan.Rekomendasi untuk mitigasi bencana gempa melibatkan penguatan struktur bangunan dan pemetaan risiko seismik lebih detail Gempabumi bermagnitudo 4,8 SR mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Minggu 9 September 2012. Gempabumi ini berpusat di 6.70 LS dan 106,64 BT, dengan kedalaman 10 km. Akibatnya lebih dari 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Kerusakan terparah terjadi di desa Cibunian dan Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tapak lokal di daerah kerusakan akibat gempabumi Bogor 9 September 2012 berdasarkan pengukuran mikrotremor. Pengambilan data mikrotremor dilakukan di 13 titik di desa Cibunian dan Purwabakti menggunakan portable digital seismograph 3 komponen dengan durasi pengukuran selama 30 menit dan frekuensi sampling... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp 1x" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" alt="JURIS - Sampul Jurnal MG" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp 1x" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" alt="JURIS - Sampul Jurnal MG" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp 1x" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" alt="JURIS - Sampul Jurnal MG" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64881-gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-bo" title="JURIS - Sampul Jurnal MG" target="_blank">Sampul Jurnal MG</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak gempabumi pada struktur bangunan bersejarah di kawasan Bogor dengan metode analisis geofisika lebih mendalam. 2. Pengembangan model prediksi kerusakan bangunan berdasarkan parameter seismik lokal dan global untuk meningkatkan mitigasi bencana. 3. Studi keterkaitan antara pola curah hujan dan aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat sebagai indikator risiko gempa berbasis iklim..
<br>Gempabumi Bogor 9 September 2012 menyebabkan kerusakan pada lebih dari 500 bangunan, terutama di desa Cibunian dan Purwabakti.Analisis mikrotremor menunjukkan bahwa efek tapak lokal bukan penyebab utama kerusakan, melainkan kualitas konstruksi bangunan.Daerah penelitian memiliki tingkat kerentanan seismik rendah dengan nilai ground shear strain yang tidak signifikan.Rekomendasi untuk mitigasi bencana gempa melibatkan penguatan struktur bangunan dan pemetaan risiko seismik lebih detail
<br>Gempabumi bermagnitudo 4,8 SR mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Minggu 9 September 2012. Gempabumi ini berpusat di 6.70 LS dan 106,64 BT, dengan kedalaman 10 km. Akibatnya lebih dari 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Kerusakan terparah terjadi di desa Cibunian dan Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tapak lokal di daerah kerusakan akibat gempabumi Bogor 9 September 2012 berdasarkan pengukuran mikrotremor. Pengambilan data mikrotremor dilakukan di 13 titik di desa Cibunian dan Purwabakti menggunakan portable digital seismograph 3 komponen dengan durasi pengukuran selama 30 menit dan frekuensi sampling...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" type="image/webp" length="87260" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-5b6e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-9c177.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/gempabumi-bogor-efek-tapak-lokal-mikrotremor-sr-sa-thumb-96e96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64878-model-regresi-logistik-prediksi-musi</link>
	<guid isPermaLink="false">7c05cff74d912b1ca2f2371c2a754c84</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:22:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengintegrasikan data satelit atau teknologi remote sensing untuk meningkatkan akurasi prediksi awal musim hujan. Kedua, penelitian lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengintegrasikan data satelit atau teknologi remote sensing untuk meningkatkan akurasi prediksi awal musim hujan. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim jangka panjang terhadap pola awal musim hujan di wilayah Pantura Jawa Barat. Ketiga, pengembangan model prediksi yang lebih dinamis dengan mempertimbangkan variabel-variabel lokal seperti perubahan penggunaan lahan atau aktivitas manusia. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat dasar ilmiah model prediksi dan meningkatkan relevansi aplikasi praktis di sektor pertanian.. Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu hasil kinerja model prediksi awal musim hujan menunjukkan hasil yang baik, hal ini dikarenakan input prediktor yang mempunyai hubungan yang kuat dengan variabilitas awal musim di Pantura Jawa Barat.Dengan memperbandingkan dari dari 5 model yang diuji, model ensembel memberikan kinerja yang paling baik, hal ini ditandai dengan nilai RMSE, r dan ROC yang sangat baik.Model ini telah dapat memprediksi dengan cukup baik kondisi awal musim pada kondisi ekstrim akibat pengaruh El Nino dan La Nina di mana kondisi ini belum bisa dilakukan oleh model-model sebelumnya Prediksi awal musim hujan merupakan suatu hal penting yang menunjang beberapa sektor di antaranya di sektor pertanian. Prediksi awal musim dipergunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan kegiatan penanam padi khususnya penentuan awal musim tanam. Untuk menentukan awal musim hujan biasanya ditandai dengan perubahan sirkulasi atmosfer yang cukup signifikan misalnya perubahan arah angin, tekanan udara permukaan dan daerah liputan awan. Untuk penelitian ini dipergunakan 17 prediktor yang telah dipilih berdasarkan tes korelasi spasial antara prediktor... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-478c7.webp" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-478c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-478c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-478c7.webp 1x" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" alt="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-8bc21.webp" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-8bc21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-8bc21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-8bc21.webp 1x" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" alt="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-3feaa.webp" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-3feaa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-3feaa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-3feaa.webp 1x" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" alt="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64878-model-regresi-logistik-prediksi-musi" title="JURIS - Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global" target="_blank">Model Prediksi Awal Musim Hujan Di Sentra Padi Pantura Jabar Dengan Prediktor Regional Dan Global</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengintegrasikan data satelit atau teknologi remote sensing untuk meningkatkan akurasi prediksi awal musim hujan. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim jangka panjang terhadap pola awal musim hujan di wilayah Pantura Jawa Barat. Ketiga, pengembangan model prediksi yang lebih dinamis dengan mempertimbangkan variabel-variabel lokal seperti perubahan penggunaan lahan atau aktivitas manusia. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat dasar ilmiah model prediksi dan meningkatkan relevansi aplikasi praktis di sektor pertanian..
<br>Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu hasil kinerja model prediksi awal musim hujan menunjukkan hasil yang baik, hal ini dikarenakan input prediktor yang mempunyai hubungan yang kuat dengan variabilitas awal musim di Pantura Jawa Barat.Dengan memperbandingkan dari dari 5 model yang diuji, model ensembel memberikan kinerja yang paling baik, hal ini ditandai dengan nilai RMSE, r dan ROC yang sangat baik.Model ini telah dapat memprediksi dengan cukup baik kondisi awal musim pada kondisi ekstrim akibat pengaruh El Nino dan La Nina di mana kondisi ini belum bisa dilakukan oleh model-model sebelumnya
<br>Prediksi awal musim hujan merupakan suatu hal penting yang menunjang beberapa sektor di antaranya di sektor pertanian. Prediksi awal musim dipergunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan kegiatan penanam padi khususnya penentuan awal musim tanam. Untuk menentukan awal musim hujan biasanya ditandai dengan perubahan sirkulasi atmosfer yang cukup signifikan misalnya perubahan arah angin, tekanan udara permukaan dan daerah liputan awan. Untuk penelitian ini dipergunakan 17 prediktor yang telah dipilih berdasarkan tes korelasi spasial antara prediktor...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-478c7.webp" type="image/webp" length="93898" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-478c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-8bc21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/model-regresi-logistik-hujan-prediktor-hasil-sentr-thumb-3feaa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64886-teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung</link>
	<guid isPermaLink="false">65ac66d21343fb0afff7cb3c866cbde7</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:19:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yuli astuti ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[astuti,yuli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan musik modern terhadap keberlanjutan tradisi Becanang, dengan membandingkan preferensi generasi muda dan tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi pendokumentasian digital sebagai sarana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan musik modern terhadap keberlanjutan tradisi Becanang, dengan membandingkan preferensi generasi muda dan tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi pendokumentasian digital sebagai sarana pelestarian, seperti pembuatan video tutorial atau aplikasi interaktif untuk menyebarluaskan teknik permainan canang. Terakhir, studi tentang integrasi tradisi Becanang ke dalam kurikulum pendidikan lokal bisa menjadi arah penelitian baru, dengan mengevaluasi bagaimana pendidikan formal dapat memperkuat identitas budaya melalui praktik langsung oleh siswa.. Tradisi Becanang adalah warisan sejak era Kerajaan Linge (awalnya berfungsi memanggil Sarakopat) yang kini dimainkan untuk menyambut tamu, menghibur ibu-ibu saat memasak persiapan pernikahan, dan mengiringi mempelai pria (Jule Bai).Meskipun mulai pudar akibat faktor internal dan eksternal, pelestariannya terus diupayakan dengan mewajibkan Becanang sehari sebelum pernikahan dan saat Jule Bai.Adapun pada prosesi Munenes (mengantar mempelai wanita), tradisi ini pantang untuk dimainkan.Pemerintah daerah dan aparatur desa diharapkan lebih proaktif mendorong masyarakat untuk terus menjalankan tradisi Becanang.Sinergi ini sangat krusial agar warisan budaya leluhur tidak punah, tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, serta terhindar dari klaim pihak luar Tradisi Becanang di beberapa kecamatan di lingkungan Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah tidak dipraktikkan lagi. Mempertahankan tradisi Becanang memerlukan upaya sadar dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Becanang terkait dengan sejarah serta aturan-aturan yang berlaku dalam pelaksanaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, di mana data yang terkumpul diinterpretasikan dan dianalisis menggunakan triangulasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" alt="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" alt="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp 1x" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" alt="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64886-teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung" title="JURIS - Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah" target="_blank">Tradisi Becanang pada Prosesi Mungerje di Kabupaten Aceh Tengah</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan musik modern terhadap keberlanjutan tradisi Becanang, dengan membandingkan preferensi generasi muda dan tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi pendokumentasian digital sebagai sarana pelestarian, seperti pembuatan video tutorial atau aplikasi interaktif untuk menyebarluaskan teknik permainan canang. Terakhir, studi tentang integrasi tradisi Becanang ke dalam kurikulum pendidikan lokal bisa menjadi arah penelitian baru, dengan mengevaluasi bagaimana pendidikan formal dapat memperkuat identitas budaya melalui praktik langsung oleh siswa..
<br>Tradisi Becanang adalah warisan sejak era Kerajaan Linge (awalnya berfungsi memanggil Sarakopat) yang kini dimainkan untuk menyambut tamu, menghibur ibu-ibu saat memasak persiapan pernikahan, dan mengiringi mempelai pria (Jule Bai).Meskipun mulai pudar akibat faktor internal dan eksternal, pelestariannya terus diupayakan dengan mewajibkan Becanang sehari sebelum pernikahan dan saat Jule Bai.Adapun pada prosesi Munenes (mengantar mempelai wanita), tradisi ini pantang untuk dimainkan.Pemerintah daerah dan aparatur desa diharapkan lebih proaktif mendorong masyarakat untuk terus menjalankan tradisi Becanang.Sinergi ini sangat krusial agar warisan budaya leluhur tidak punah, tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, serta terhindar dari klaim pihak luar
<br>Tradisi Becanang di beberapa kecamatan di lingkungan Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah tidak dipraktikkan lagi. Mempertahankan tradisi Becanang memerlukan upaya sadar dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Becanang terkait dengan sejarah serta aturan-aturan yang berlaku dalam pelaksanaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, di mana data yang terkumpul diinterpretasikan dan dianalisis menggunakan triangulasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" type="image/webp" length="82688" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-b6cd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-d858c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/teknik-pengumpulan-data-integrasi-tradisi-megibung-thumb-9af98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1921-alimspublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9455-jurnal-ilmiah-pendidikan-kebudayaan-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Parameter Geo Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu Sukabumi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Parameter Geo Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu Sukabumi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Parameter Geo Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu Sukabumi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64875-prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permuk</link>
	<guid isPermaLink="false">db58df7f924723f8f7d5908722a37b02</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:05:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ om gfdl cm2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,cm2,contact,gfdl,go,jmg,om,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan jaringan sensor radon di lokasi lain untuk membandingkan pola anomali lokal dan regional, memperluas data pengamatan dengan integrasi parameter geofisika lain seperti aktivitas seismik dan magnetik, serta mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan jaringan sensor radon di lokasi lain untuk membandingkan pola anomali lokal dan regional, memperluas data pengamatan dengan integrasi parameter geofisika lain seperti aktivitas seismik dan magnetik, serta mengeksplorasi korelasi antara variasi radon dan kejadian gempabumi dalam skala waktu lebih panjang untuk memahami mekanisme deformasi batuan secara komprehensif. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengidentifikasi pola prediktif yang lebih akurat dan memperkuat basis data untuk studi mitigasi bencana gempabumi di masa depan.. Berdasarkan hasil penelitian prekursor gempabumi di Pelabuhan Ratu sepanjang tahun 2012 diperoleh kesimpulan bahwa ditemukan adanya anomali geo-atmosferik dan geokimia sebelum terjadinya gempabumi.Anomali pada parameter geo-atmosferik yang dicurigai sebagai prekursor gempabumi ditunjukkan dengan adanya pola penurunan sebesar 5,3A-13A yang diikuti kenaikan sebesar 6A-10,5A pada nilai TmaxAeTmin.Pada parameter geokimia, tampak adanya pola kenaikan pada kurva emisi radon, suhu dan kelembaban tanah.Kenaikan konsentrasi radon terdeteksi sebesar 1,5 sampai 60 kali dari nilai normalnya.Peningkatan atau penurunan konsentrasi radon menyebabkan adanya penurunan atau peningkatan kelembaban udara relatif dan perubahan suhu.Kenaikan kelembaban terdeteksi sebesar 6%-21%, sementara perubahan suhu tanah ditunjukkan dengan peningkatan sebesar 1,5A-3,2A yang diikuti dengan penurunan sebesar 1,5A-4A.Kemunculan anomali pada parameter geo-atmosferik dan geokimia tampak dalam rentang waktu 3 hingga 40 hari sebelum kejadian gempabumi.Dengan demikian menunjukkan bahwa parameter geo-atmosferik dan geokimia termasuk dalam prekursor jangka pendek yang berhubungan dengan proses deformasi di wilayah pengamatan sebelum gempabumi Monitoring parameter geo-atmosferik dan geokimia sebagai perpaduan dari monitoring emisi gas radon, suhu udara permukaan, suhu dan kelembaban tanah dilakukan di Stasiun Observatori Geofisika Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat untuk mengetahui hubungannya dengan aktivitas gempabumi. Penelitian di Indonesia mengenai hubungan parameter geo-atmosferik dan geokimia dengan prekursor gempabumi baru pertama kali dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (Puslitbang BMKG). Monitoring gas radon, suhu, dan kelembaban tanah dilakukan menggunakan sistem monitoring radon RAD7 dengan sensor soil gas probe yang ditanam pada kedalaman 1,2 meter. Data pengamatan suhu permukaan adalah suhu maksimum dan minimum yang tercatat menggunakan termometer air raksa. Anomali radon, suhu, dan kelembaban dikorelasikan dengan kejadian gempabumi yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-f1bca.webp" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-f1bca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-f1bca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-f1bca.webp 1x" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" alt="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-9748c.webp" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-9748c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-9748c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-9748c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" alt="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-75e22.webp" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-75e22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-75e22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-75e22.webp 1x" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" alt="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64875-prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permuk" title="JURIS - Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi" target="_blank">Analisis Parameter Geo-Atmosferik Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan jaringan sensor radon di lokasi lain untuk membandingkan pola anomali lokal dan regional, memperluas data pengamatan dengan integrasi parameter geofisika lain seperti aktivitas seismik dan magnetik, serta mengeksplorasi korelasi antara variasi radon dan kejadian gempabumi dalam skala waktu lebih panjang untuk memahami mekanisme deformasi batuan secara komprehensif. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengidentifikasi pola prediktif yang lebih akurat dan memperkuat basis data untuk studi mitigasi bencana gempabumi di masa depan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian prekursor gempabumi di Pelabuhan Ratu sepanjang tahun 2012 diperoleh kesimpulan bahwa ditemukan adanya anomali geo-atmosferik dan geokimia sebelum terjadinya gempabumi.Anomali pada parameter geo-atmosferik yang dicurigai sebagai prekursor gempabumi ditunjukkan dengan adanya pola penurunan sebesar 5,3A-13A yang diikuti kenaikan sebesar 6A-10,5A pada nilai TmaxAeTmin.Pada parameter geokimia, tampak adanya pola kenaikan pada kurva emisi radon, suhu dan kelembaban tanah.Kenaikan konsentrasi radon terdeteksi sebesar 1,5 sampai 60 kali dari nilai normalnya.Peningkatan atau penurunan konsentrasi radon menyebabkan adanya penurunan atau peningkatan kelembaban udara relatif dan perubahan suhu.Kenaikan kelembaban terdeteksi sebesar 6%-21%, sementara perubahan suhu tanah ditunjukkan dengan peningkatan sebesar 1,5A-3,2A yang diikuti dengan penurunan sebesar 1,5A-4A.Kemunculan anomali pada parameter geo-atmosferik dan geokimia tampak dalam rentang waktu 3 hingga 40 hari sebelum kejadian gempabumi.Dengan demikian menunjukkan bahwa parameter geo-atmosferik dan geokimia termasuk dalam prekursor jangka pendek yang berhubungan dengan proses deformasi di wilayah pengamatan sebelum gempabumi
<br>Monitoring parameter geo-atmosferik dan geokimia sebagai perpaduan dari monitoring emisi gas radon, suhu udara permukaan, suhu dan kelembaban tanah dilakukan di Stasiun Observatori Geofisika Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat untuk mengetahui hubungannya dengan aktivitas gempabumi. Penelitian di Indonesia mengenai hubungan parameter geo-atmosferik dan geokimia dengan prekursor gempabumi baru pertama kali dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (Puslitbang BMKG). Monitoring gas radon, suhu, dan kelembaban tanah dilakukan menggunakan sistem monitoring radon RAD7 dengan sensor soil gas probe yang ditanam pada kedalaman 1,2 meter. Data pengamatan suhu permukaan adalah suhu maksimum dan minimum yang tercatat menggunakan termometer air raksa. Anomali radon, suhu, dan kelembaban dikorelasikan dengan kejadian gempabumi yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-f1bca.webp" type="image/webp" length="104604" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-f1bca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-9748c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/prekursor-gempabumi-anomali-radon-suhu-permukaan-d-thumb-75e22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effectiveness of Lemon Aromatherapy Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effectiveness of Lemon Aromatherapy Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effectiveness of Lemon Aromatherapy Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64871-aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal</link>
	<guid isPermaLink="false">56153eb9f70957a5a2a00d8aedb87049</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:03:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ tawak street ]]></category>
	<category><![CDATA[ mataram city ]]></category>
	<category><![CDATA[ east lombok ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[city,east,lombok,mataram,street,tawak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian protokol aromaterapi yang lebih terstandardisasi dan terkontrol untuk memastikan kualitas dan konsentrasi minyak esensial yang konsisten di antara peserta. Selain itu, studi yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain: Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian protokol aromaterapi yang lebih terstandardisasi dan terkontrol untuk memastikan kualitas dan konsentrasi minyak esensial yang konsisten di antara peserta. Selain itu, studi yang lebih besar dengan rancangan acak faktorial 2x2 yang mencakup kelompok plasebo aroma dapat membantu memisahkan efek farmakologis dari efek harapan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi aromaterapi dan konseling dalam konteks fasilitas rujukan, kelahiran berisiko tinggi, dan konteks sociocultural yang berbeda. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki mekanisme yang mendasari efek sinergis dari kedua komponen ini, seperti pengaruhnya pada pelepasan katekolamin dan kemajuan persalinan.. Konseling antenatal berbasis HBM yang dikombinasikan dengan aromaterapi lemon adalah strategi yang efektif, aman, dan hemat biaya untuk meningkatkan manajemen nyeri persalinan dalam perawatan bidan primer.Aromaterapi lemon adalah pengemudi utama dalam meredakan rasa sakit.perbandingan antara kelompok kombinasi dan kelompok konseling saja menghasilkan perbedaan 1,3 poin NRS pada 8 cm dilatasi (p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-acadc.webp" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-acadc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-acadc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-acadc.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" alt="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-af979.webp" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-af979.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-af979.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-af979.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" alt="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-cc449.webp" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-cc449.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-cc449.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-cc449.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" alt="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64871-aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal" title="JURIS - Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain" target="_blank">Effectiveness of Lemon Aromatherapy-Enhanced Health Belief Model Counseling in Reducing Labor Pain</a>: Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian protokol aromaterapi yang lebih terstandardisasi dan terkontrol untuk memastikan kualitas dan konsentrasi minyak esensial yang konsisten di antara peserta. Selain itu, studi yang lebih besar dengan rancangan acak faktorial 2x2 yang mencakup kelompok plasebo aroma dapat membantu memisahkan efek farmakologis dari efek harapan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi aromaterapi dan konseling dalam konteks fasilitas rujukan, kelahiran berisiko tinggi, dan konteks sociocultural yang berbeda. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki mekanisme yang mendasari efek sinergis dari kedua komponen ini, seperti pengaruhnya pada pelepasan katekolamin dan kemajuan persalinan..
<br>Konseling antenatal berbasis HBM yang dikombinasikan dengan aromaterapi lemon adalah strategi yang efektif, aman, dan hemat biaya untuk meningkatkan manajemen nyeri persalinan dalam perawatan bidan primer.Aromaterapi lemon adalah pengemudi utama dalam meredakan rasa sakit.perbandingan antara kelompok kombinasi dan kelompok konseling saja menghasilkan perbedaan 1,3 poin NRS pada 8 cm dilatasi (p<0,001), sedangkan konseling sendiri tidak berbeda secara signifikan dari kontrol dalam trajektori nyeri yang disesuaikan ( -0,18.Sebaliknya, konseling HBM adalah pengemudi utama coping self-efficacy dan pengurangan kecemasan, dengan kelompok konseling setara satu sama lain dan jauh melebihi kontrol.risiko 62% lebih rendah dari nyeri parah daripada kontrol (RR 0,38.95% CI 0,22-0,66), tahap pertama aktif terpendek (4,3 jam), tingkat rujukan analgesia terendah (8,9%), dan kepuasan kelahiran tertinggi (8,5/10), tanpa perbedaan dalam hasil neonatal dan dengan efek samping minimal
<br>Nyeri persalinan adalah pengalaman sensori-emosional yang kompleks yang dapat menyebabkan kelelahan maternal dan persalinan yang lama jika tidak dikelola dengan baik. Konseling antenatal berbasis Health Belief Model (HBM) dapat meningkatkan coping self-efficacy, sedangkan aromaterapi lemon yang dihirup dapat mengurangi persepsi rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas konseling HBM yang diperkuat dengan aromaterapi lemon dalam mengurangi nyeri persalinan dan membedakan efek konseling dari aromaterapi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-af979.webp" type="image/webp" length="92998" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-acadc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-af979.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/aromaterapi-lemon-health-belief-model-nyeri-persal-thumb-cc449.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14360-health-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves 05 Dengan Satelit Altimeter ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves 05 Dengan Satelit Altimeter ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves 05 Dengan Satelit Altimeter ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64880-simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model</link>
	<guid isPermaLink="false">fca16d9a69dd71f56eda59b54552c72b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:02:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada verifikasi model Windwaves-05 dengan data observasi dari buoy untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan parameterisasi interaksi nonlinier dalam model perlu dilakukan untuk memperbaiki prediksi gelombang. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter: Penelitian lanjutan dapat fokus pada verifikasi model Windwaves-05 dengan data observasi dari buoy untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan parameterisasi interaksi nonlinier dalam model perlu dilakukan untuk memperbaiki prediksi gelombang. Terakhir, studi lebih lanjut tentang pengaruh koefisien gesekan angin (drag coefficient) terhadap kinerja model dapat memberikan wawasan penting untuk meningkatkan presisi simulasi gelombang laut.. Model Windwaves-05 menunjukkan korelasi tinggi dengan data satelit altimeter AVISO, dengan nilai korelasi tertinggi pada Mei (0,94) dan terendah pada Februari (0,77).Kesalahan absolut tinggi gelombang umumnya kurang dari 0,8 meter, sementara kesalahan relatif rata-rata mencapai 24%.Hasil verifikasi menunjukkan bahwa model ini memiliki performa yang cukup baik untuk prakiraan tinggi gelombang di perairan Indonesia Di negara kepulauan seperti Indonesia, informasi tentang tinggi gelombang sangat penting untuk menunjang aktivitas di laut. Mengingat hal tersebut, akurasi prakiraan tinggi gelombang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa model prediksi gelombang laut Windwaves-05 yang digunakan BMKG sejak tahun 2004 terhadap data observasi satelit altimeter AVISO dengan menghitung nilai korelasi, kesalahan absolut, dan kesalahan relatif model selama periode tahun 2010. Dari hasil verifikasi, diperoleh nilai korelasi antara luaran model Windwaves-05 dengan AVISO bervariasi diatas 0,7, dengan nilai korelasi terendah (0,77) diperoleh pada bulan Februari dan yang tertinggi pada bulan Mei (0,94), dan nilai bias absolut tinggi gelombang yang diperoleh umumnya bervariasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp 1x" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" alt="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp 1x" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" alt="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp 1x" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" alt="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64880-simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model" title="JURIS - Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter" target="_blank">Verifikasi Luaran Model Gelombang Windwaves-05 Dengan Satelit Altimeter</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada verifikasi model Windwaves-05 dengan data observasi dari buoy untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan parameterisasi interaksi nonlinier dalam model perlu dilakukan untuk memperbaiki prediksi gelombang. Terakhir, studi lebih lanjut tentang pengaruh koefisien gesekan angin (drag coefficient) terhadap kinerja model dapat memberikan wawasan penting untuk meningkatkan presisi simulasi gelombang laut..
<br>Model Windwaves-05 menunjukkan korelasi tinggi dengan data satelit altimeter AVISO, dengan nilai korelasi tertinggi pada Mei (0,94) dan terendah pada Februari (0,77).Kesalahan absolut tinggi gelombang umumnya kurang dari 0,8 meter, sementara kesalahan relatif rata-rata mencapai 24%.Hasil verifikasi menunjukkan bahwa model ini memiliki performa yang cukup baik untuk prakiraan tinggi gelombang di perairan Indonesia
<br>Di negara kepulauan seperti Indonesia, informasi tentang tinggi gelombang sangat penting untuk menunjang aktivitas di laut. Mengingat hal tersebut, akurasi prakiraan tinggi gelombang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa model prediksi gelombang laut Windwaves-05 yang digunakan BMKG sejak tahun 2004 terhadap data observasi satelit altimeter AVISO dengan menghitung nilai korelasi, kesalahan absolut, dan kesalahan relatif model selama periode tahun 2010. Dari hasil verifikasi, diperoleh nilai korelasi antara luaran model Windwaves-05 dengan AVISO bervariasi diatas 0,7, dengan nilai korelasi terendah (0,77) diperoleh pada bulan Februari dan yang tertinggi pada bulan Mei (0,94), dan nilai bias absolut tinggi gelombang yang diperoleh umumnya bervariasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" type="image/webp" length="99916" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-a51da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-28a1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/simulasi-gelombang-laut-evaluasi-performa-model-ve-thumb-6fa5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5 Mpi Om and Gfdl Cm2 1 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5 Mpi Om and Gfdl Cm2 1 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5 Mpi Om and Gfdl Cm2 1 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64876-akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa</link>
	<guid isPermaLink="false">a6cec6d19888a6d8928087bc19e2e723</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:52:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ om gfdl cm2 ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,cm2,contact,gfdl,go,jmg,om,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data lokal yang lebih detail untuk meningkatkan akurasi simulasi curah hujan di wilayah pesisir dan pegunungan NTB. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model Regional Climate Model (RCM) lainnya yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1: Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data lokal yang lebih detail untuk meningkatkan akurasi simulasi curah hujan di wilayah pesisir dan pegunungan NTB. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model Regional Climate Model (RCM) lainnya yang mungkin lebih efektif dalam mereproduksi pola curah hujan musiman yang kompleks. Penelitian juga bisa mengkaji dampak perubahan iklim terhadap siklus El Niyo-La Niya dan bagaimana interaksi ini memengaruhi distribusi curah hujan di masa depan, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih dalam untuk pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana iklim di NTB.. Model-model memberikan wawasan penting tentang bagaimana iklim regional mungkin merespons perubahan iklim global.Studi ini telah mengevaluasi kinerja RCM-CCAM (Conformal-cubic Atmospheric Model) dalam mensimulasikan iklim dan variasi musiman di Propinsi NTB.Dalam studi ini, simulasi RCM untuk variabilitas iklim didorong oleh dua General Circulation Models (GCMs).Studi ini menganalisis periode saat ini (1980Ae1999) dan masa depan (2050Ae2069 dan 2080Ae2099).Dibandingkan dengan data observasional BMKG, data model iklim CCAM dengan ECHAM5/MPI-OM dan kondisi batas model iklim GFDL CM2.1 cenderung memperkirakan curah hujan tahunan rata-rata untuk periode saat ini, kecuali di daerah ketinggian tinggi.Secara umum, meskipun proyeksi curah hujan berdasarkan ECHAM5/MPI-OM sedikit lebih rendah dari GFDL CM.21, kesepakatan yang masuk akal tentang pola curah hujan musiman ditemukan antara dua model tersebut dan data observasional.Sementara itu, proyeksi curah hujan rata-rata musim kemarau untuk dua periode masa depan berdasarkan model ECHAM5/MPI-OM serta dua periode masa depan berdasarkan model GFDL CM2.Di sisi lain, rata-rata curah hujan proyeksi musim hujan untuk dua periode masa depan menunjukkan perbedaan yang jelas antara simulasi ECHAM5/MPI-OM dan GFDL CM2.Perbedaan ini terutama muncul di wilayah barat dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa Simulasi curah hujan di Propinsi Nusa Tenggara Barat dipelajari dengan menggunakan Regional Climate Model (RCM)Aithe CSIRO Conformal-Cubic Atmospheric Model (CCAM) yang didukung oleh model global (General Circulation Models atau GCMs) yaitu ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1. Tiga periode yang dikaji dalam studi ini adalah 1980Ae1999, 2050Ae2069, dan 2080Ae2099 untuk. simulasi periode 1980Ae1999 dievaluasi terhadap observasional data. Secara umum, untuk simulasi pola curah hujan tahunan periode 2050Ae2069 dan 2080Ae2099, ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1 menunjukkan pola simulasi yang hampir sama. Namun, simulasi kedua model global ini untuk curah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp 1x" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" alt="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp 1x" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" alt="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp 1x" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" alt="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64876-akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa" title="JURIS - Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1" target="_blank">Simulation of Rainfall Over West Nusa Tenggara Province Based on Echam5/Mpi-Om and Gfdl Cm2.1</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data lokal yang lebih detail untuk meningkatkan akurasi simulasi curah hujan di wilayah pesisir dan pegunungan NTB. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model Regional Climate Model (RCM) lainnya yang mungkin lebih efektif dalam mereproduksi pola curah hujan musiman yang kompleks. Penelitian juga bisa mengkaji dampak perubahan iklim terhadap siklus El Niyo-La Niya dan bagaimana interaksi ini memengaruhi distribusi curah hujan di masa depan, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih dalam untuk pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana iklim di NTB..
<br>Model-model memberikan wawasan penting tentang bagaimana iklim regional mungkin merespons perubahan iklim global.Studi ini telah mengevaluasi kinerja RCM-CCAM (Conformal-cubic Atmospheric Model) dalam mensimulasikan iklim dan variasi musiman di Propinsi NTB.Dalam studi ini, simulasi RCM untuk variabilitas iklim didorong oleh dua General Circulation Models (GCMs).Studi ini menganalisis periode saat ini (1980Ae1999) dan masa depan (2050Ae2069 dan 2080Ae2099).Dibandingkan dengan data observasional BMKG, data model iklim CCAM dengan ECHAM5/MPI-OM dan kondisi batas model iklim GFDL CM2.1 cenderung memperkirakan curah hujan tahunan rata-rata untuk periode saat ini, kecuali di daerah ketinggian tinggi.Secara umum, meskipun proyeksi curah hujan berdasarkan ECHAM5/MPI-OM sedikit lebih rendah dari GFDL CM.21, kesepakatan yang masuk akal tentang pola curah hujan musiman ditemukan antara dua model tersebut dan data observasional.Sementara itu, proyeksi curah hujan rata-rata musim kemarau untuk dua periode masa depan berdasarkan model ECHAM5/MPI-OM serta dua periode masa depan berdasarkan model GFDL CM2.Di sisi lain, rata-rata curah hujan proyeksi musim hujan untuk dua periode masa depan menunjukkan perbedaan yang jelas antara simulasi ECHAM5/MPI-OM dan GFDL CM2.Perbedaan ini terutama muncul di wilayah barat dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa
<br>Simulasi curah hujan di Propinsi Nusa Tenggara Barat dipelajari dengan menggunakan Regional Climate Model (RCM)Aithe CSIRO Conformal-Cubic Atmospheric Model (CCAM) yang didukung oleh model global (General Circulation Models atau GCMs) yaitu ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1. Tiga periode yang dikaji dalam studi ini adalah 1980Ae1999, 2050Ae2069, dan 2080Ae2099 untuk. simulasi periode 1980Ae1999 dievaluasi terhadap observasional data. Secara umum, untuk simulasi pola curah hujan tahunan periode 2050Ae2069 dan 2080Ae2099, ECHAM5/MPI-OM and GFDL CM2.1 menunjukkan pola simulasi yang hampir sama. Namun, simulasi kedua model global ini untuk curah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" type="image/webp" length="100210" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-bcdbb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-002bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/akurasi-simulasi-c-model-eksplorasi-analisa-data-q-thumb-f106c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa Bali Ntb ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa Bali Ntb ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa Bali Ntb ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64883-mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data</link>
	<guid isPermaLink="false">28e1d56965e702deb48a204d55a6237b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:46:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ welly fitria ]]></category>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,fitria,go,jmg,us,welly]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb: Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. Terakhir, pengembangan peta hazard yang lebih spesifik untuk daerah-daerah dengan aktivitas sesar aktif dapat membantu dalam perencanaan tata kota yang lebih aman.. Nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar Pulau Jawa, Bali dan NTB pada kondisi Peak Ground Acceleration (PGA) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun berkisar 0,05 g - 0,5 g.Secara umum, rentang nilai percepatan tersebut relatif hampir sama dengan Peta Gempa Indonesia 2010.Berdasarkan kurva hazard gempa diperoleh bahwa gempa deep background sangat berpengaruh terhadap beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Serang, Jakarta dan Surabaya.Selain itu sumber gempa sesar (fault) juga mempengaruhi hazard di beberapa kota besar seperti Bandung, Jogyakarta dan Semarang mengingat kota-kota tersebut letaknya sangat berdekatan dengan sumber gempa sesar.Analisis isoseismal dua kejadian gempa Tasikmalaya 2 September 2009 dan 26 Juni 2010 menunjukkan daerah di selatan Pulau Jawa bagian barat mengalami guncangan yang cukup kuat sekitar VII - VIII MMI (0,25 g - 0,3 g) yang bersesuaian dengan peta hazard gempa hasil combine source Jawa, Bali dan NTB merupakan wilayah rawan bencana gempa. Untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut, upaya mitigasi perlu dilakukan secara optimal. Salah satunya melalui penelitian hazard kegempaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hazard gempa dan isoseismal daerah penelitian. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan dan pengolahan data gempa, pemodelan dan karakterisasi sumber gempa serta analisis hazard gempa dan isoseismal. Analisis hazard gempa dilakukan dengan menggunakan teori probabilitas total dan pemodelan sumber gempa tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan katalog BMKG tahun 1903 Ae 2010, kedalaman 0 Ae 300 km dan Mw Ou5 serta data PGA yang tercatat di jaringan BMKG. Hasil analisis hazard gempa menunjukkan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) di batuan dasar Pulau... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" alt="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" alt="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp 1x" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" alt="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64883-mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data" title="JURIS - Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb" target="_blank">Analisis Hazard Gempa Dan Isoseismal Untuk Wilayah Jawa-Bali-Ntb</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. Terakhir, pengembangan peta hazard yang lebih spesifik untuk daerah-daerah dengan aktivitas sesar aktif dapat membantu dalam perencanaan tata kota yang lebih aman..
<br>Nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar Pulau Jawa, Bali dan NTB pada kondisi Peak Ground Acceleration (PGA) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun berkisar 0,05 g - 0,5 g.Secara umum, rentang nilai percepatan tersebut relatif hampir sama dengan Peta Gempa Indonesia 2010.Berdasarkan kurva hazard gempa diperoleh bahwa gempa deep background sangat berpengaruh terhadap beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Serang, Jakarta dan Surabaya.Selain itu sumber gempa sesar (fault) juga mempengaruhi hazard di beberapa kota besar seperti Bandung, Jogyakarta dan Semarang mengingat kota-kota tersebut letaknya sangat berdekatan dengan sumber gempa sesar.Analisis isoseismal dua kejadian gempa Tasikmalaya 2 September 2009 dan 26 Juni 2010 menunjukkan daerah di selatan Pulau Jawa bagian barat mengalami guncangan yang cukup kuat sekitar VII - VIII MMI (0,25 g - 0,3 g) yang bersesuaian dengan peta hazard gempa hasil combine source
<br>Jawa, Bali dan NTB merupakan wilayah rawan bencana gempa. Untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut, upaya mitigasi perlu dilakukan secara optimal. Salah satunya melalui penelitian hazard kegempaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hazard gempa dan isoseismal daerah penelitian. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan dan pengolahan data gempa, pemodelan dan karakterisasi sumber gempa serta analisis hazard gempa dan isoseismal. Analisis hazard gempa dilakukan dengan menggunakan teori probabilitas total dan pemodelan sumber gempa tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan katalog BMKG tahun 1903 Ae 2010, kedalaman 0 Ae 300 km dan Mw Ou5 serta data PGA yang tercatat di jaringan BMKG. Hasil analisis hazard gempa menunjukkan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) di batuan dasar Pulau...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" type="image/webp" length="103596" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-32642.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-1b22c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/mitigasi-bencana-gempa-sewu-pulau-jawa-data-bumi-w-thumb-4f7eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64873-gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efe</link>
	<guid isPermaLink="false">b7f69aa9ec8a2f815e7793f2f6696176</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:36:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji kualitas bahan bangunan dan teknik konstruksi yang lebih tahan terhadap gempa, terutama di daerah rawan seperti Bogor. Selain itu, studi lebih dalam tentang karakteristik dinamik tanah di daerah lereng ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji kualitas bahan bangunan dan teknik konstruksi yang lebih tahan terhadap gempa, terutama di daerah rawan seperti Bogor. Selain itu, studi lebih dalam tentang karakteristik dinamik tanah di daerah lereng perbukitan perlu dilakukan untuk memahami interaksi antara struktur bangunan dan getaran gempa. Terakhir, penelitian bisa fokus pada pengembangan pedoman mitigasi bencana berbasis data mikrotremor untuk wilayah dengan kondisi geologi serupa, guna mengurangi risiko kerusakan akibat gempa di masa depan.. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah frekuensi predominan (fo) yang terukur di lokasi penelitian berkisar antara 1,0 Ae 7,2 Hz dengan penyebaran yang tidak teratur.Faktor amplifikasi (A) berkisar antara 1,0 sampai 4,1 dimana hampir seluruhnya < 3 yang masuk kategori rendah.Ground shear strain yang terhitung sebesar 2x10Ae3x10 dari gempabumi Bogor (M=4,8) dengan indeks kerentanan seismik (Kg) sebesar 0,36 Ae 8,90.Kerusakan parah yang terjadi di daerah penelitian bukan karena efek tapak lokal, tetapi lebih dominan disebabkan oleh konstruksi dan kualitas bangunan yang kurang baik Gempabumi bermagnitudo 4,8 SR mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Minggu 9 September 2012. Gempabumi ini berpusat di 6.70 LS dan 106,64 BT, dengan kedalaman 10 km. Akibatnya lebih dari 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Kerusakan terparah terjadi di desa Cibunian dan Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tapak lokal di daerah kerusakan akibat gempabumi Bogor 9 September 2012 berdasarkan pengukuran mikrotremor. Pengambilan data mikrotremor pada penelitian ini dilakukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-26e7f.webp" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-26e7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-26e7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-26e7f.webp 1x" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" alt="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-7a2c5.webp" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-7a2c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-7a2c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-7a2c5.webp 1x" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" alt="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-68614.webp" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-68614.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-68614.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-68614.webp 1x" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" alt="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64873-gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efe" title="JURIS - Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012" target="_blank">Efek Tapak Lokal Pada Daerah Kerusakan Akibat Gempabumi Bogor 9 September 2012</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji kualitas bahan bangunan dan teknik konstruksi yang lebih tahan terhadap gempa, terutama di daerah rawan seperti Bogor. Selain itu, studi lebih dalam tentang karakteristik dinamik tanah di daerah lereng perbukitan perlu dilakukan untuk memahami interaksi antara struktur bangunan dan getaran gempa. Terakhir, penelitian bisa fokus pada pengembangan pedoman mitigasi bencana berbasis data mikrotremor untuk wilayah dengan kondisi geologi serupa, guna mengurangi risiko kerusakan akibat gempa di masa depan..
<br>Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah frekuensi predominan (fo) yang terukur di lokasi penelitian berkisar antara 1,0 Ae 7,2 Hz dengan penyebaran yang tidak teratur.Faktor amplifikasi (A) berkisar antara 1,0 sampai 4,1 dimana hampir seluruhnya < 3 yang masuk kategori rendah.Ground shear strain yang terhitung sebesar 2x10Ae3x10 dari gempabumi Bogor (M=4,8) dengan indeks kerentanan seismik (Kg) sebesar 0,36 Ae 8,90.Kerusakan parah yang terjadi di daerah penelitian bukan karena efek tapak lokal, tetapi lebih dominan disebabkan oleh konstruksi dan kualitas bangunan yang kurang baik
<br>Gempabumi bermagnitudo 4,8 SR mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Minggu 9 September 2012. Gempabumi ini berpusat di 6.70 LS dan 106,64 BT, dengan kedalaman 10 km. Akibatnya lebih dari 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Kerusakan terparah terjadi di desa Cibunian dan Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tapak lokal di daerah kerusakan akibat gempabumi Bogor 9 September 2012 berdasarkan pengukuran mikrotremor. Pengambilan data mikrotremor pada penelitian ini dilakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-7a2c5.webp" type="image/webp" length="106840" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-26e7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-7a2c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/gempabumi-bogor-daerah-rawan-hama-efek-tapak-lokal-thumb-68614.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64874-statistical-downscaling-numerical-weather-predicti</link>
	<guid isPermaLink="false">b1fdfbab1f58eac3c603b8d339bdbb5b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:35:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jmg bmkg go ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bmkg,contact,go,jmg,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode SVD dan PLSR untuk mengeksplorasi hubungan spasial antara variabel NWP dan parameter cuaca lokal dengan resolusi lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai teknik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode SVD dan PLSR untuk mengeksplorasi hubungan spasial antara variabel NWP dan parameter cuaca lokal dengan resolusi lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai teknik reduksi dimensi untuk menentukan metode terbaik dalam konteks regional dengan karakteristik iklim unik. Terakhir, penelitian juga dapat mengkaji pengaruh variasi waktu dan musim terhadap optimalisasi domain spasial NWP dalam model MOS, terutama untuk memprediksi fenomena cuaca skala kecil seperti hujan deras atau angin kencang.. Domain grid berukuran 3x3 pada posisi grid 29, 30, 31, 37, 38, 39, 45, 46, dan 47 berpotensi untuk dijadikan sebagai domain spasial dalam pengembangan model MOS sekitar Jawa Barat, Banten dan Jakarta menggunakan data NWP GFS.Model analisis korelasi spasial, SVD dan PLSR untuk penentuan domain spasial menunjukkan hasil yang hampir sama.Namun demikian, model yang paling mudah untuk penentuan domainnya adalah metode PLSR karena dapat dengan mudah untuk memilihnya yaitu dengan memverifikasi berdasarkan nilai korelasi dan RMSE Model Output Statistics (MOS) adalah salah satu metode statistical downscaling pada tahap post processing luaran Numerical Weather Prediction (NWP) untuk mendapatkan nilai prakiraan parameter cuaca di sebuah titik stasiun pengamatan. Permasalahan yang timbul dalam MOS adalah penentuan domain spasial NWP yang akan digunakan sebagai prediktor. Pada makalah ini disajikan metode penentuan domain spasial untuk memprakirakan suhu maksimum di wilayah Jabodetabek menggunakan data luaran NWP Global Forecast System (GFS) dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Data pengamatan suhu maksimum diambil dari delapan stasiun di Wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang digunakan untuk kalibrasi. Pada tahap awal domain spasial NWP ditentukan berukuran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1d894.webp" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1d894.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1d894.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1d894.webp 1x" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" alt="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1efd7.webp" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1efd7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1efd7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1efd7.webp 1x" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" alt="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-18953.webp" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-18953.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-18953.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-18953.webp 1x" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" alt="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64874-statistical-downscaling-numerical-weather-predicti" title="JURIS - Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics" target="_blank">Penentuan Domain Spasial Nwp Dalam Pembangunan Model Output Statistics</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode SVD dan PLSR untuk mengeksplorasi hubungan spasial antara variabel NWP dan parameter cuaca lokal dengan resolusi lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai teknik reduksi dimensi untuk menentukan metode terbaik dalam konteks regional dengan karakteristik iklim unik. Terakhir, penelitian juga dapat mengkaji pengaruh variasi waktu dan musim terhadap optimalisasi domain spasial NWP dalam model MOS, terutama untuk memprediksi fenomena cuaca skala kecil seperti hujan deras atau angin kencang..
<br>Domain grid berukuran 3x3 pada posisi grid 29, 30, 31, 37, 38, 39, 45, 46, dan 47 berpotensi untuk dijadikan sebagai domain spasial dalam pengembangan model MOS sekitar Jawa Barat, Banten dan Jakarta menggunakan data NWP GFS.Model analisis korelasi spasial, SVD dan PLSR untuk penentuan domain spasial menunjukkan hasil yang hampir sama.Namun demikian, model yang paling mudah untuk penentuan domainnya adalah metode PLSR karena dapat dengan mudah untuk memilihnya yaitu dengan memverifikasi berdasarkan nilai korelasi dan RMSE
<br>Model Output Statistics (MOS) adalah salah satu metode statistical downscaling pada tahap post processing luaran Numerical Weather Prediction (NWP) untuk mendapatkan nilai prakiraan parameter cuaca di sebuah titik stasiun pengamatan. Permasalahan yang timbul dalam MOS adalah penentuan domain spasial NWP yang akan digunakan sebagai prediktor. Pada makalah ini disajikan metode penentuan domain spasial untuk memprakirakan suhu maksimum di wilayah Jabodetabek menggunakan data luaran NWP Global Forecast System (GFS) dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Data pengamatan suhu maksimum diambil dari delapan stasiun di Wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang digunakan untuk kalibrasi. Pada tahap awal domain spasial NWP ditentukan berukuran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-18953.webp" type="image/webp" length="101868" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1d894.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-1efd7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/statistical-downscaling-numerical-weather-predicti-thumb-18953.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-630-bmkg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17404-jurnal-meteorologi-geofisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64867-standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-bel</link>
	<guid isPermaLink="false">952108bc257adb5e656c51996b86a245</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 00:30:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi apakah pola interferensi prosodi yang diamati dalam studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School: Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi apakah pola interferensi prosodi yang diamati dalam studi ini adalah umum di antara mahasiswa Sunda yang belajar bahasa Arab di pesantren. Penelitian ini dapat melibatkan analisis akustik yang lebih mendalam dan juga memasukkan persepsi pendengar untuk mengukur dampak praktis dari perbedaan intonasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi apakah konvergensi intonasi yang diamati dalam Yes/No Questions adalah akibat dari kebetulan kebetulan atau apakah ada faktor-faktor lain yang terlibat, seperti pengaruh media Modern Standard Arabic atau instruksi kelas yang eksplisit. Penelitian ini dapat melibatkan analisis transkrip kelas dan wawancara dengan guru dan mahasiswa untuk memahami praktik pembelajaran dan pengajaran intonasi di pesantren. Ketiga, studi ini menyoroti pentingnya integrasi instruksi suprasegmental dalam kurikulum bahasa Arab komunikatif. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana instruksi ini dapat diimplementasikan secara efektif di kelas, termasuk pengembangan bahan instruksional khusus yang berfokus pada latihan Intonasi Attitudinal. Penelitian ini dapat melibatkan pengamatan kelas, wawancara dengan guru, dan evaluasi hasil belajar mahasiswa untuk mengukur dampak instruksi suprasegmental pada kemampuan komunikasi pragmatis mereka.. Studi ini menyarankan bahwa interferensi bahasa ibu dalam pidato bahasa Arab mahasiswa mungkin tidak hanya mempengaruhi akurasi pengucapan huruf, tetapi juga sistem intonasi dan durasi pidato mereka (fonologi suprasegmental).Berdasarkan analisis fonetik akustik dan Teori Intonasi Attitudinal, dua fenomena utama ditemukan.Pertama, dalam ungkapan interogatif pencarian informasi (WH-Questions), mahasiswa mengubah kontur nada jatuh yang tegas menjadi pola nada naik, yang secara potensial mengubah makna attitudinal yang dirasakan menuju nuansa kesopanan atau percakapan santai.Dalam ungkapan ini, juga terjadi pergeseran titik penekanan (pergeseran stres), di mana mahasiswa memendekkan durasi suku kata di awal kalimat dan memanjangkannya di akhir ungkapan.Tinjauan Teori Intonasi Attitudinal menunjukkan bahwa penggunaan nada naik dan perpanjangan durasi ini konsisten dengan pergeseran makna yang dirasakan dari apa yang seharusnya tegas dan langsung menjadi ungkapan dengan nuansa keraguan atau kehati-hatian ekstra.Kedua, fenomena kesamaan pola (konvergensi) terjadi dalam ungkapan konfirmasi (Yes/No Questions).Dalam kalimat ini, kebiasaan intonasi mahasiswa secara kebetulan sesuai dengan standar bahasa Arab (pola nada naik), yang menurut Teori Intonasi Attitudinal, diinterpretasikan sebagai menghasilkan makna attitudinal yang sejalan dan sopan tanpa distorsi yang jelas, berdasarkan pola akustik dua subjek yang diteliti.Secara keseluruhan, temuan studi kasus ini menunjukkan potensi celah buta dalam pembelajaran bahasa Arab di pesantren, di mana fokus utama pada kesesuaian leksikal dan gramatikal mungkin meninggalkan peran penting intonasi dalam komunikasi pragmatis yang kurang teratasi.Oleh karena itu, temuan ini menyarankan kebutuhan potensial untuk integrasi yang lebih besar dari instruksi suprasegmental dalam kurikulum bahasa Arab komunikatif, sebagai cara untuk membantu mengurangi risiko miskomunikasi dalam interaksi global, sebuah proposal yang akan bermanfaat dari studi lebih lanjut yang melibatkan implementasi kelas dan hasil pembelajar Studi kasus eksploratif ini menganalisis Intonasi Attitudinal dari ungkapan interogatif bahasa Arab yang dihasilkan oleh mahasiswa Sunda, menggunakan analisis fonetik akustik untuk menggambarkan pola transfer prosodi potensial. Tujuannya adalah untuk menggambarkan perbedaan arah nada dan durasi dalam membangun Makna Attitudinal di seluruh jenis ungkapan interogatif. Menggunakan desain deskriptif-evaluatif, data pidato diekstrak menggunakan perangkat lunak Praat v.6.4.63 dan ditafsirkan melalui Teori Intonasi Attitudinal. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam ungkapan pencarian informasi (WH-Questions), pembicara bahasa Arab asli secara konsisten menggunakan nada jatuh untuk menunjukkan kepastian. Sebaliknya, mahasiswa menggunakan nada naik dan menunjukkan perpanjangan akhir. Perubahan intonasi ini mungkin secara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-6fd73.webp" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-6fd73.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-6fd73.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-6fd73.webp 1x" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" alt="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-74749.webp" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-74749.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-74749.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-74749.webp 1x" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" alt="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-03adb.webp" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-03adb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-03adb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-03adb.webp 1x" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" alt="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64867-standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-bel" title="JURIS - Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School" target="_blank">Attitudinal Intonation of Arabic Interrogative Utterances among Sundanese Students at Islamic Boarding School</a>: Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi apakah pola interferensi prosodi yang diamati dalam studi ini adalah umum di antara mahasiswa Sunda yang belajar bahasa Arab di pesantren. Penelitian ini dapat melibatkan analisis akustik yang lebih mendalam dan juga memasukkan persepsi pendengar untuk mengukur dampak praktis dari perbedaan intonasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi apakah konvergensi intonasi yang diamati dalam Yes/No Questions adalah akibat dari kebetulan kebetulan atau apakah ada faktor-faktor lain yang terlibat, seperti pengaruh media Modern Standard Arabic atau instruksi kelas yang eksplisit. Penelitian ini dapat melibatkan analisis transkrip kelas dan wawancara dengan guru dan mahasiswa untuk memahami praktik pembelajaran dan pengajaran intonasi di pesantren. Ketiga, studi ini menyoroti pentingnya integrasi instruksi suprasegmental dalam kurikulum bahasa Arab komunikatif. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana instruksi ini dapat diimplementasikan secara efektif di kelas, termasuk pengembangan bahan instruksional khusus yang berfokus pada latihan Intonasi Attitudinal. Penelitian ini dapat melibatkan pengamatan kelas, wawancara dengan guru, dan evaluasi hasil belajar mahasiswa untuk mengukur dampak instruksi suprasegmental pada kemampuan komunikasi pragmatis mereka..
<br>Studi ini menyarankan bahwa interferensi bahasa ibu dalam pidato bahasa Arab mahasiswa mungkin tidak hanya mempengaruhi akurasi pengucapan huruf, tetapi juga sistem intonasi dan durasi pidato mereka (fonologi suprasegmental).Berdasarkan analisis fonetik akustik dan Teori Intonasi Attitudinal, dua fenomena utama ditemukan.Pertama, dalam ungkapan interogatif pencarian informasi (WH-Questions), mahasiswa mengubah kontur nada jatuh yang tegas menjadi pola nada naik, yang secara potensial mengubah makna attitudinal yang dirasakan menuju nuansa kesopanan atau percakapan santai.Dalam ungkapan ini, juga terjadi pergeseran titik penekanan (pergeseran stres), di mana mahasiswa memendekkan durasi suku kata di awal kalimat dan memanjangkannya di akhir ungkapan.Tinjauan Teori Intonasi Attitudinal menunjukkan bahwa penggunaan nada naik dan perpanjangan durasi ini konsisten dengan pergeseran makna yang dirasakan dari apa yang seharusnya tegas dan langsung menjadi ungkapan dengan nuansa keraguan atau kehati-hatian ekstra.Kedua, fenomena kesamaan pola (konvergensi) terjadi dalam ungkapan konfirmasi (Yes/No Questions).Dalam kalimat ini, kebiasaan intonasi mahasiswa secara kebetulan sesuai dengan standar bahasa Arab (pola nada naik), yang menurut Teori Intonasi Attitudinal, diinterpretasikan sebagai menghasilkan makna attitudinal yang sejalan dan sopan tanpa distorsi yang jelas, berdasarkan pola akustik dua subjek yang diteliti.Secara keseluruhan, temuan studi kasus ini menunjukkan potensi celah buta dalam pembelajaran bahasa Arab di pesantren, di mana fokus utama pada kesesuaian leksikal dan gramatikal mungkin meninggalkan peran penting intonasi dalam komunikasi pragmatis yang kurang teratasi.Oleh karena itu, temuan ini menyarankan kebutuhan potensial untuk integrasi yang lebih besar dari instruksi suprasegmental dalam kurikulum bahasa Arab komunikatif, sebagai cara untuk membantu mengurangi risiko miskomunikasi dalam interaksi global, sebuah proposal yang akan bermanfaat dari studi lebih lanjut yang melibatkan implementasi kelas dan hasil pembelajar
<br>Studi kasus eksploratif ini menganalisis Intonasi Attitudinal dari ungkapan interogatif bahasa Arab yang dihasilkan oleh mahasiswa Sunda, menggunakan analisis fonetik akustik untuk menggambarkan pola transfer prosodi potensial. Tujuannya adalah untuk menggambarkan perbedaan arah nada dan durasi dalam membangun Makna Attitudinal di seluruh jenis ungkapan interogatif. Menggunakan desain deskriptif-evaluatif, data pidato diekstrak menggunakan perangkat lunak Praat v.6.4.63 dan ditafsirkan melalui Teori Intonasi Attitudinal. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam ungkapan pencarian informasi (WH-Questions), pembicara bahasa Arab asli secara konsisten menggunakan nada jatuh untuk menunjukkan kepastian. Sebaliknya, mahasiswa menggunakan nada naik dan menunjukkan perpanjangan akhir. Perubahan intonasi ini mungkin secara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-03adb.webp" type="image/webp" length="97038" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-6fd73.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-74749.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/9/standar-bahasa-kesiapan-belajar-inggris-kurikulum-thumb-03adb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-899-metro.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4385-international-journal-arabic-language-teaching.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64869-sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-teg</link>
	<guid isPermaLink="false">6242ccba64a9bd760ca209235bbea5b2</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 00:21:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn sidebar ]]></category>
	<category><![CDATA[ amerta email ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn arunika ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amerta,arunika,email,issn,sidebar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan algoritma media sosial memengaruhi strategi pemasaran media konvensional. Selain itu, studi tentang strategi pengelolaan sumber daya terbatas untuk produksi konten media sosial perlu dilakukan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan algoritma media sosial memengaruhi strategi pemasaran media konvensional. Selain itu, studi tentang strategi pengelolaan sumber daya terbatas untuk produksi konten media sosial perlu dilakukan. Terakhir, penelitian dapat mengkaji metode efektif untuk mengatasi fragmentasi audiens di berbagai platform media sosial.. Media sosial menjadi komponen vital dalam strategi pemasaran media konvensional.Penggunaan media sosial meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan audiens.Namun, tantangan seperti perubahan algoritma dan fragmentasi audiens tetap perlu diatasi Perkembangan pesat media sosial telah secara signifikan mengubah lanskap strategi pemasaran media, memaksa media konvensional untuk beradaptasi guna mempertahankan daya saing mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap strategi pemasaran yang diterapkan oleh media konvensional di Indonesia. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari survei terhadap profesional pemasaran media dengan wawasan kualitatif dari wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa platform media sosial telah menjadi alat penting untuk meningkatkan keterlibatan audiens, memperluas jangkauan, dan mendorong penyebaran konten. Selain itu, organisasi media konvensional telah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-2982b.webp" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-2982b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-2982b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-2982b.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" alt="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-521e2.webp" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-521e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-521e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-521e2.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" alt="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-a0fa6.webp" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-a0fa6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-a0fa6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-a0fa6.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" alt="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64869-sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-teg" title="JURIS - Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional" target="_blank">Pengaruh Media Sosial terhadap Strategi Pemasaran Media Konvensional</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan algoritma media sosial memengaruhi strategi pemasaran media konvensional. Selain itu, studi tentang strategi pengelolaan sumber daya terbatas untuk produksi konten media sosial perlu dilakukan. Terakhir, penelitian dapat mengkaji metode efektif untuk mengatasi fragmentasi audiens di berbagai platform media sosial..
<br>Media sosial menjadi komponen vital dalam strategi pemasaran media konvensional.Penggunaan media sosial meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan audiens.Namun, tantangan seperti perubahan algoritma dan fragmentasi audiens tetap perlu diatasi
<br>Perkembangan pesat media sosial telah secara signifikan mengubah lanskap strategi pemasaran media, memaksa media konvensional untuk beradaptasi guna mempertahankan daya saing mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap strategi pemasaran yang diterapkan oleh media konvensional di Indonesia. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari survei terhadap profesional pemasaran media dengan wawasan kualitatif dari wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa platform media sosial telah menjadi alat penting untuk meningkatkan keterlibatan audiens, memperluas jangkauan, dan mendorong penyebaran konten. Selain itu, organisasi media konvensional telah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-2982b.webp" type="image/webp" length="48000" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-2982b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-521e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/sosial-strategi-pemasaran-keterlibatan-audiens-pen-thumb-a0fa6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3950-amertamedia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18995-arunika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 08 Sep 2026 09:23:36 +0700. 12 items. Served in: 3.453 seconds [rss] -->
