<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 10:21:00 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 10:21:00 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-15T10:21:00+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66080-siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis</link>
	<guid isPermaLink="false">08ce1a6d389f4d6219abd5341fd90e9b</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh Model Taylor terhadap kreativitas siswa dalam bidang studi selain matematika untuk memvalidasi generalisasi temuan ini. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pengembangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh Model Taylor terhadap kreativitas siswa dalam bidang studi selain matematika untuk memvalidasi generalisasi temuan ini. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pengembangan bakat melalui Model Taylor terhadap prestasi akademik dan keterampilan kritis siswa. 3. Penelitian kualitatif diperlukan untuk menggali persepsi guru dan siswa tentang efektivitas Model Taylor dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis bakat, serta identifikasi hambatan implementasinya di lapangan.. Kelima talenta yang dimiliki siswa yaitu berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan berpengaruh positif pada kreativitas siswa sangat.Ada perbedaan kelima talenta yang dimilki siswa pada pada kreativitas siswa berbakat, hasil penelitian bakat kretif produktf menunjukkan lebih baik dari bakat yang lainnya, sedangkan keempat bakat lain menunjukkan tidak ada perbedaan Penelitian ini akan membahas kreativitas siswa pada pelajaran matematika berdasarkan bakat yang dimilki siswa menurut calvin Taylor yaitu bakat berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari kelima bakat diatas pada kreativitas siswa. Dan ada perbedaan kreativitas siswa berdasarkan kelima bakat tersebut, bakat berfikir kreatif produktif memilki kreativitas matematika lebih baik dari pada bakat yang lainnya. Sedangkan keempat bakat yang tersebut tidak ada perbedaan hasil kretivitas siswa. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp 1x" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" alt="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp 1x" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" alt="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66080-siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" target="_blank">Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh Model Taylor terhadap kreativitas siswa dalam bidang studi selain matematika untuk memvalidasi generalisasi temuan ini. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pengembangan bakat melalui Model Taylor terhadap prestasi akademik dan keterampilan kritis siswa. 3. Penelitian kualitatif diperlukan untuk menggali persepsi guru dan siswa tentang efektivitas Model Taylor dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis bakat, serta identifikasi hambatan implementasinya di lapangan..
<br>Kelima talenta yang dimiliki siswa yaitu berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan berpengaruh positif pada kreativitas siswa sangat.Ada perbedaan kelima talenta yang dimilki siswa pada pada kreativitas siswa berbakat, hasil penelitian bakat kretif produktf menunjukkan lebih baik dari bakat yang lainnya, sedangkan keempat bakat lain menunjukkan tidak ada perbedaan
<br>Penelitian ini akan membahas kreativitas siswa pada pelajaran matematika berdasarkan bakat yang dimilki siswa menurut calvin Taylor yaitu bakat berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari kelima bakat diatas pada kreativitas siswa. Dan ada perbedaan kreativitas siswa berdasarkan kelima bakat tersebut, bakat berfikir kreatif produktif memilki kreativitas matematika lebih baik dari pada bakat yang lainnya. Sedangkan keempat bakat yang tersebut tidak ada perbedaan hasil kretivitas siswa.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" type="image/webp" length="88052" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66067-dalih-nilai-islam-prinsip-etika</link>
	<guid isPermaLink="false">4715acb11bbe1a5c5e23963b0d96ce54</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun kerangka Tata Kelola Pendidikan Berbasis Tauhid (TBEGF) telah diusulkan untuk menjembatani nilai teologis dengan praktik tata kelola, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sebuah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi: Meskipun kerangka Tata Kelola Pendidikan Berbasis Tauhid (TBEGF) telah diusulkan untuk menjembatani nilai teologis dengan praktik tata kelola, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sebuah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana proses internalisasi nilai-nilai teologis seperti tauhid, amanah, dan keadilan dapat dilakukan secara efektif pada tingkat individu pengelola lembaga pendidikan Islam, bukan sekadar transfer pengetahuan tetapi pembentukan etos kerja yang mempengaruhi setiap keputusan. Misalnya, bagaimana pelatihan berbasis kesadaran spiritual atau program pengembangan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam dapat memperkuat komitmen pengelola terhadap prinsip-prinsip ini di tengah tuntutan administrasi modern. Mengingat pesatnya perkembangan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), penting untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip etika Islam seperti amanah dan keadilan dapat diintegrasikan dan dipertahankan dalam sistem tata kelola berbasis teknologi. Hal ini mencakup bagaimana kita memastikan keputusan oleh algoritma atau AI selaras dengan nilai-nilai tersebut, serta mengidentifikasi tantangan dan merumuskan pedoman etis konkret untuk implementasi AI guna menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Terakhir, penelitian dapat fokus pada peran karakteristik kelembagaan sebagai moderator dalam implementasi TBEGF dengan membandingkan bagaimana model ini diterapkan dan beradaptasi di berbagai jenis lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren tradisional, madrasah modern, atau perguruan tinggi Islam. Memahami faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas TBEGF, termasuk budaya lokal, sumber daya, dan tekanan kebijakan, akan sangat berharga untuk mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik dan dapat diterapkan secara luas.. Penelitian ini menemukan bahwa fondasi teologis pendidikan Islam, meliputi tauhid, amanah, syrA, 'adl, ihsan, maqAid al-syar'ah, dan tazkiyat al-nafs, adalah konstruk epistemologis yang memandu tujuan, kurikulum, pembentukan karakter, dan kepemimpinan pendidikan Islam menuju paradigma yang holistik dan transformatif.Untuk mengatasi fragmentasi dalam praktik tata kelola, studi ini mengusulkan model konseptual Tauhid-Based Educational Governance Framework (TBEGF) yang menjelaskan empat tahap transformasi nilai teologis menjadi tata kelola operasional yang teruji empiris.Penelitian selanjutnya sangat penting untuk memvalidasi TBEGF secara kuantitatif dengan SEM-PLS serta melalui studi mixed methods pada berbagai tipologi lembaga, guna memperkuat generalisasi dan keberlanjutan ilmu Manajemen Pendidikan Islam Tata kelola lembaga pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tuntutan akuntabilitas publik dan transformasi digital, sementara tuntutan mempertahankan basis nilai teologis sebagai dasar keberadaannya harus tetap terpenuhi. Kajian mengenai tata kelola berbasis Islam masih bersifat teoretis, normatif, dan terfragmentasi, sehingga belum tersedia sintesis mengenai bagaimana fondasi teologis ditransformasikan menjadi konstruk tata kelola pendidikan yang operasional. Penelitian ini menyusun model konseptual integratif melalui dua tahap analitis: memetakan secara sistematis fondasi teologis sebagai landasan tata kelola pendidikan Islam dalam literatur bereputasi, dan menganalisis bagaimana fondasi tersebut ditransformasikan menjadi konstruk dan praktik tata kelola. Penelitian menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" alt="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" alt="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" alt="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66067-dalih-nilai-islam-prinsip-etika" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" target="_blank">Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi</a>: Meskipun kerangka Tata Kelola Pendidikan Berbasis Tauhid (TBEGF) telah diusulkan untuk menjembatani nilai teologis dengan praktik tata kelola, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sebuah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana proses internalisasi nilai-nilai teologis seperti tauhid, amanah, dan keadilan dapat dilakukan secara efektif pada tingkat individu pengelola lembaga pendidikan Islam, bukan sekadar transfer pengetahuan tetapi pembentukan etos kerja yang mempengaruhi setiap keputusan. Misalnya, bagaimana pelatihan berbasis kesadaran spiritual atau program pengembangan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam dapat memperkuat komitmen pengelola terhadap prinsip-prinsip ini di tengah tuntutan administrasi modern. Mengingat pesatnya perkembangan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), penting untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip etika Islam seperti amanah dan keadilan dapat diintegrasikan dan dipertahankan dalam sistem tata kelola berbasis teknologi. Hal ini mencakup bagaimana kita memastikan keputusan oleh algoritma atau AI selaras dengan nilai-nilai tersebut, serta mengidentifikasi tantangan dan merumuskan pedoman etis konkret untuk implementasi AI guna menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Terakhir, penelitian dapat fokus pada peran karakteristik kelembagaan sebagai moderator dalam implementasi TBEGF dengan membandingkan bagaimana model ini diterapkan dan beradaptasi di berbagai jenis lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren tradisional, madrasah modern, atau perguruan tinggi Islam. Memahami faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas TBEGF, termasuk budaya lokal, sumber daya, dan tekanan kebijakan, akan sangat berharga untuk mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik dan dapat diterapkan secara luas..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa fondasi teologis pendidikan Islam, meliputi tauhid, amanah, syrA, 'adl, ihsan, maqAid al-syar'ah, dan tazkiyat al-nafs, adalah konstruk epistemologis yang memandu tujuan, kurikulum, pembentukan karakter, dan kepemimpinan pendidikan Islam menuju paradigma yang holistik dan transformatif.Untuk mengatasi fragmentasi dalam praktik tata kelola, studi ini mengusulkan model konseptual Tauhid-Based Educational Governance Framework (TBEGF) yang menjelaskan empat tahap transformasi nilai teologis menjadi tata kelola operasional yang teruji empiris.Penelitian selanjutnya sangat penting untuk memvalidasi TBEGF secara kuantitatif dengan SEM-PLS serta melalui studi mixed methods pada berbagai tipologi lembaga, guna memperkuat generalisasi dan keberlanjutan ilmu Manajemen Pendidikan Islam
<br>Tata kelola lembaga pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tuntutan akuntabilitas publik dan transformasi digital, sementara tuntutan mempertahankan basis nilai teologis sebagai dasar keberadaannya harus tetap terpenuhi. Kajian mengenai tata kelola berbasis Islam masih bersifat teoretis, normatif, dan terfragmentasi, sehingga belum tersedia sintesis mengenai bagaimana fondasi teologis ditransformasikan menjadi konstruk tata kelola pendidikan yang operasional. Penelitian ini menyusun model konseptual integratif melalui dua tahap analitis: memetakan secara sistematis fondasi teologis sebagai landasan tata kelola pendidikan Islam dalam literatur bereputasi, dan menganalisis bagaimana fondasi tersebut ditransformasikan menjadi konstruk dan praktik tata kelola. Penelitian menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" type="image/webp" length="111998" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pesantren Culture and Character Building of Female Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pesantren Culture and Character Building of Female Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pesantren Culture and Character Building of Female Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66070-kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-p</link>
	<guid isPermaLink="false">8ac55e84d5ff05ab5240f07a801d5851</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang budaya pesantren terhadap perkembangan karakter santriwati di era digital. 2. Studi perbandingan antara model pendidikan karakter di berbagai pesantren untuk mengidentifikasi praktik efektif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pesantren Culture and Character Building of Female Students: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang budaya pesantren terhadap perkembangan karakter santriwati di era digital. 2. Studi perbandingan antara model pendidikan karakter di berbagai pesantren untuk mengidentifikasi praktik efektif yang dapat diadopsi secara luas. 3. Analisis peran teknologi digital dalam memperkuat atau mengubah dinamika budaya pesantren serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter santriwati.. Budaya pesantren secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter santriwati melalui tiga domain utama.kegiatan keagamaan harian, interaksi sosial etis, dan regulasi busana tradisional.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kesantunan yang diintegrasikan dalam budaya pesantren berdampak positif pada pengembangan karakter.Hasil analisis statistik mendukung hubungan signifikan antara budaya pesantren dan pembentukan karakter santriwati Degradasi moral dan tantangan etis yang dihadapi generasi muda di era digital menuntut adanya model pendidikan karakter yang berbasis konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan karakter santriwati dan menganalisis pengaruh budaya pesantren terhadap karakter mereka. Pendekatan metode campuran dengan desain eksploratif sekuensial diterapkan dalam penelitian ini. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada santriwati aktif dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa pembentukan karakter diintegrasikan secara sistematis ke dalam tiga ranah utama: rutinitas keagamaan sehari-hari, dinamika interaksi sosial yang etis, serta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp 1x" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" alt="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp 1x" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" alt="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp 1x" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" alt="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66070-kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-p" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" target="_blank">Pesantren Culture and Character Building of Female Students</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang budaya pesantren terhadap perkembangan karakter santriwati di era digital. 2. Studi perbandingan antara model pendidikan karakter di berbagai pesantren untuk mengidentifikasi praktik efektif yang dapat diadopsi secara luas. 3. Analisis peran teknologi digital dalam memperkuat atau mengubah dinamika budaya pesantren serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter santriwati..
<br>Budaya pesantren secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter santriwati melalui tiga domain utama.kegiatan keagamaan harian, interaksi sosial etis, dan regulasi busana tradisional.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kesantunan yang diintegrasikan dalam budaya pesantren berdampak positif pada pengembangan karakter.Hasil analisis statistik mendukung hubungan signifikan antara budaya pesantren dan pembentukan karakter santriwati
<br>Degradasi moral dan tantangan etis yang dihadapi generasi muda di era digital menuntut adanya model pendidikan karakter yang berbasis konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan karakter santriwati dan menganalisis pengaruh budaya pesantren terhadap karakter mereka. Pendekatan metode campuran dengan desain eksploratif sekuensial diterapkan dalam penelitian ini. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada santriwati aktif dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa pembentukan karakter diintegrasikan secara sistematis ke dalam tiga ranah utama: rutinitas keagamaan sehari-hari, dinamika interaksi sosial yang etis, serta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" type="image/webp" length="85134" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66069-model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja</link>
	<guid isPermaLink="false">0bf25e638826cf511ccba886b67c831d</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi strategi guru PAI dalam mengaitkan nilai-nilai Islam dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila di berbagai sekolah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi strategi guru PAI dalam mengaitkan nilai-nilai Islam dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila di berbagai sekolah dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara keteladanan guru, rutinitas keagamaan, dan pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada peran kolaborasi sekolah dan keluarga dalam memperkuat karakter siswa, serta bagaimana pengalaman belajar kontekstual dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memperkuat Profil Pelajar Pancasila melalui pengaitan materi agama dengan nilai kebangsaan, pembelajaran aktif dan kontekstual, keteladanan, rutinitas religius, kerja sama dengan keluarga, serta pengalaman di luar kelas.Strategi tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan membentuk kesinambungan antara pengetahuan, contoh perilaku, latihan, dan refleksi.Data menunjukkan perkembangan pada kedisiplinan ibadah dan akhlak, penghargaan terhadap perbedaan, partisipasi sosial, kemampuan bekerja mandiri, keaktifan memecahkan masalah, dan kreativitas.Dengan demikian, guru PAI menjalankan fungsi sebagai pengajar, pembimbing, model, dan penggerak budaya karakter di sekolah Kurikulum Merdeka mengharuskan sekolah untuk mengaitkan pencapaian akademik dengan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menerapkan berbagai pendekatan, namun praktik-praktik tersebut belum didokumentasikan secara komprehensif. Penelitian ini mengidentifikasi strategi yang digunakan guru PAI untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila serta mengkaji hubungannya dengan pengembangan karakter siswa. Desain studi kasus kualitatif diterapkan di sebuah sekolah menengah atas Islam. Data telaah dokumen, kemudian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru mengaitkan materi PAI dengan nilai-nilai Pancasila, menerapkan pembelajaran partisipatif, memberikan keteladanan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp 1x" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" alt="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp 1x" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" alt="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp 1x" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" alt="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66069-model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" target="_blank">Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi strategi guru PAI dalam mengaitkan nilai-nilai Islam dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila di berbagai sekolah dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara keteladanan guru, rutinitas keagamaan, dan pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada peran kolaborasi sekolah dan keluarga dalam memperkuat karakter siswa, serta bagaimana pengalaman belajar kontekstual dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memperkuat Profil Pelajar Pancasila melalui pengaitan materi agama dengan nilai kebangsaan, pembelajaran aktif dan kontekstual, keteladanan, rutinitas religius, kerja sama dengan keluarga, serta pengalaman di luar kelas.Strategi tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan membentuk kesinambungan antara pengetahuan, contoh perilaku, latihan, dan refleksi.Data menunjukkan perkembangan pada kedisiplinan ibadah dan akhlak, penghargaan terhadap perbedaan, partisipasi sosial, kemampuan bekerja mandiri, keaktifan memecahkan masalah, dan kreativitas.Dengan demikian, guru PAI menjalankan fungsi sebagai pengajar, pembimbing, model, dan penggerak budaya karakter di sekolah
<br>Kurikulum Merdeka mengharuskan sekolah untuk mengaitkan pencapaian akademik dengan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menerapkan berbagai pendekatan, namun praktik-praktik tersebut belum didokumentasikan secara komprehensif. Penelitian ini mengidentifikasi strategi yang digunakan guru PAI untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila serta mengkaji hubungannya dengan pengembangan karakter siswa. Desain studi kasus kualitatif diterapkan di sebuah sekolah menengah atas Islam. Data telaah dokumen, kemudian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru mengaitkan materi PAI dengan nilai-nilai Pancasila, menerapkan pembelajaran partisipatif, memberikan keteladanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" type="image/webp" length="83330" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66078-peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik</link>
	<guid isPermaLink="false">27ae22e26a7462e0d1d092e983a1e0d8</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ free nicepng ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,free,nicepng,scope,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perbedaan kearifan lokal terhadap pembentukan identitas finansial anak, seperti membandingkan pendekatan budaya Tionghoa dan Sunda dalam konteks modern. Selain itu, perlu dikembangkan modul pendidikan keuangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perbedaan kearifan lokal terhadap pembentukan identitas finansial anak, seperti membandingkan pendekatan budaya Tionghoa dan Sunda dalam konteks modern. Selain itu, perlu dikembangkan modul pendidikan keuangan berbasis permainan tradisional yang relevan dengan konteks sosial budaya daerah tertentu. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas integrasi teknologi digital, seperti aplikasi edukasi keuangan interaktif, dalam meningkatkan pemahaman konsep finansial dasar pada anak usia dini. Ketiga saran ini berpotensi memperkaya wawasan tentang peran konteks budaya dan inovasi teknologi dalam pendidikan keuangan anak, serta membuka peluang penelitian lebih lanjut yang beragam dan relevan dengan tantangan keuangan masa depan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas finansial anak usia dini terbentuk melalui interaksi kompleks antara nilai budaya keluarga, praktik pendidikan di PAUD, dan paparan media digital.Integrasi pendidikan keuangan berbasis sosiokultural dalam kurikulum PAUD, yang melibatkan peran aktif keluarga dan masyarakat, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku finansial anak.Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori sosiokultural Vygotsky dalam konteks pendidikan finansial anak usia dini.Hasil studi memperluas pemahaman bahwa literasi keuangan bukan hanya keterampilan kognitif, tetapi juga konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman budaya dan interaksi sosial.Penelitian ini memperkaya kerangka teoretis pendidikan anak usia dini dengan menekankan pentingnya nilai sosial dan budaya dalam membentuk identitas keuangan anak Perkembangan ekonomi global menuntut peningkatan literasi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi keterampilan hidup dan kemandirian ekonomi. Anak-anak membangun pemahaman keuangan tidak hanya melalui pengetahuan matematis, tetapi juga melalui interaksi sosial dan budaya dalam keluarga serta lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan identitas finansial anak usia dini melalui pendekatan sosiokultural dengan menelaah literatur mengenai praktik pendidikan keuangan di PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan paradigma konstruktivis dan teori sosiokultural Vygotsky. Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan keuangan anak usia dini yang terbit antara 2020Ae2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas finansial... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp 1x" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" alt="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp 1x" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" alt="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp 1x" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" alt="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66078-peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" target="_blank">Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perbedaan kearifan lokal terhadap pembentukan identitas finansial anak, seperti membandingkan pendekatan budaya Tionghoa dan Sunda dalam konteks modern. Selain itu, perlu dikembangkan modul pendidikan keuangan berbasis permainan tradisional yang relevan dengan konteks sosial budaya daerah tertentu. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas integrasi teknologi digital, seperti aplikasi edukasi keuangan interaktif, dalam meningkatkan pemahaman konsep finansial dasar pada anak usia dini. Ketiga saran ini berpotensi memperkaya wawasan tentang peran konteks budaya dan inovasi teknologi dalam pendidikan keuangan anak, serta membuka peluang penelitian lebih lanjut yang beragam dan relevan dengan tantangan keuangan masa depan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas finansial anak usia dini terbentuk melalui interaksi kompleks antara nilai budaya keluarga, praktik pendidikan di PAUD, dan paparan media digital.Integrasi pendidikan keuangan berbasis sosiokultural dalam kurikulum PAUD, yang melibatkan peran aktif keluarga dan masyarakat, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku finansial anak.Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori sosiokultural Vygotsky dalam konteks pendidikan finansial anak usia dini.Hasil studi memperluas pemahaman bahwa literasi keuangan bukan hanya keterampilan kognitif, tetapi juga konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman budaya dan interaksi sosial.Penelitian ini memperkaya kerangka teoretis pendidikan anak usia dini dengan menekankan pentingnya nilai sosial dan budaya dalam membentuk identitas keuangan anak
<br>Perkembangan ekonomi global menuntut peningkatan literasi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi keterampilan hidup dan kemandirian ekonomi. Anak-anak membangun pemahaman keuangan tidak hanya melalui pengetahuan matematis, tetapi juga melalui interaksi sosial dan budaya dalam keluarga serta lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan identitas finansial anak usia dini melalui pendekatan sosiokultural dengan menelaah literatur mengenai praktik pendidikan keuangan di PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan paradigma konstruktivis dan teori sosiokultural Vygotsky. Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan keuangan anak usia dini yang terbit antara 2020Ae2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas finansial...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" type="image/webp" length="69644" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5878-journal-ashil-jurnal-pendidikan-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital Studi Interaksi Pembelajaran melalui E Learning di MAN 1 Trenggalek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital Studi Interaksi Pembelajaran melalui E Learning di MAN 1 Trenggalek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital Studi Interaksi Pembelajaran melalui E Learning di MAN 1 Trenggalek ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66063-komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru</link>
	<guid isPermaLink="false">a7f513be038374cc12fb099b2c389e7b</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal kopis ]]></category>
	<category><![CDATA[ farous amous ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amous,farous,focus,jurnal,kopis,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum, untuk melihat perbedaan budaya komunikasi digital dan implikasinya terhadap pembentukan relasi pedagogis di era transformasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek): Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum, untuk melihat perbedaan budaya komunikasi digital dan implikasinya terhadap pembentukan relasi pedagogis di era transformasi teknologi. Selain itu, studi mendatang dapat mengkaji lebih dalam orientasi rasionalitas komunikasi dalam ruang digital, khususnya sejauh mana interaksi melalui portal e-learning benar-benar berorientasi pada tindakan komunikatif yang dialogis sebagaimana dijelaskan Habermas, atau masih didominasi oleh kepentingan administratif dan instrumental. Penelitian kuantitatif atau mixed methods juga dapat digunakan untuk menguji dimensi komunikasi interpersonal, impersonal, dan hyperpersonal dalam kerangka Computer-Mediated Communication (CMC), serta hubungannya dengan tingkat keterlibatan belajar dan pemahaman siswa.. Penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan portal e-learning di MAN 1 Trenggalek tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pedagogis berbasis digital yang membentuk pola interaksi dialogis dan kolaboratif antara guru, siswa, dan sistem.Pola komunikasi yang terbentuk menunjukkan pergeseran dari model instruksional satu arah menuju praktik komunikasi pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan berkelanjutan.Dengan mengintegrasikan perspektif Computer-Mediated Communication, teori tindakan komunikatif Habermas, dan pendekatan sosial-konstruktivisme Vygotsky, pembelajaran digital merupakan praktik komunikasi sosial yang memungkinkan terjadinya negosiasi makna, keterlibatan aktif, serta konstruksi pengetahuan secara kolektif dalam ruang yang dimediasi teknologi.Interaksi pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan berlangsung secara fleksibel melalui komunikasi sinkron dan asinkron yang terdokumentasi secara digital.Temuan memperluas kajian komunikasi pendidikan dengan menempatkan e-learning bukan semata-mata sebagai inovasi teknologis atau metode pedagogik, melainkan sebagai medium komunikasi pendidikan yang memiliki implikasi terhadap relasi guru dan siswa, peran siswa sebagai partisipan aktif, serta dinamika pembelajaran yang lebih demokratis.Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi e-learning ke depan perlu dipahami sebagai upaya strategis dalam membangun ekosistem komunikasi pedagogis yang bermakna, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era digital Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik komunikasi pembelajaran di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran digital melalui pemanfaatan Portal E-Learning di MAN 1 Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Portal E-Learning tidak hanya berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pendidikan berbasis digital yang mendorong pola interaksi dialogis, partisipatif, dan kolaboratif. Peran guru bergeser dari sumber utama informasi menjadi fasilitator komunikasi pembelajaran, sementara siswa berperan sebagai partisipan aktif dalam proses negosiasi makna dan konstruksi pengetahuan. Integrasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" alt="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" alt="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" alt="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66063-komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" target="_blank">Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum, untuk melihat perbedaan budaya komunikasi digital dan implikasinya terhadap pembentukan relasi pedagogis di era transformasi teknologi. Selain itu, studi mendatang dapat mengkaji lebih dalam orientasi rasionalitas komunikasi dalam ruang digital, khususnya sejauh mana interaksi melalui portal e-learning benar-benar berorientasi pada tindakan komunikatif yang dialogis sebagaimana dijelaskan Habermas, atau masih didominasi oleh kepentingan administratif dan instrumental. Penelitian kuantitatif atau mixed methods juga dapat digunakan untuk menguji dimensi komunikasi interpersonal, impersonal, dan hyperpersonal dalam kerangka Computer-Mediated Communication (CMC), serta hubungannya dengan tingkat keterlibatan belajar dan pemahaman siswa..
<br>Penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan portal e-learning di MAN 1 Trenggalek tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pedagogis berbasis digital yang membentuk pola interaksi dialogis dan kolaboratif antara guru, siswa, dan sistem.Pola komunikasi yang terbentuk menunjukkan pergeseran dari model instruksional satu arah menuju praktik komunikasi pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan berkelanjutan.Dengan mengintegrasikan perspektif Computer-Mediated Communication, teori tindakan komunikatif Habermas, dan pendekatan sosial-konstruktivisme Vygotsky, pembelajaran digital merupakan praktik komunikasi sosial yang memungkinkan terjadinya negosiasi makna, keterlibatan aktif, serta konstruksi pengetahuan secara kolektif dalam ruang yang dimediasi teknologi.Interaksi pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan berlangsung secara fleksibel melalui komunikasi sinkron dan asinkron yang terdokumentasi secara digital.Temuan memperluas kajian komunikasi pendidikan dengan menempatkan e-learning bukan semata-mata sebagai inovasi teknologis atau metode pedagogik, melainkan sebagai medium komunikasi pendidikan yang memiliki implikasi terhadap relasi guru dan siswa, peran siswa sebagai partisipan aktif, serta dinamika pembelajaran yang lebih demokratis.Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi e-learning ke depan perlu dipahami sebagai upaya strategis dalam membangun ekosistem komunikasi pedagogis yang bermakna, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era digital
<br>Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik komunikasi pembelajaran di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran digital melalui pemanfaatan Portal E-Learning di MAN 1 Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Portal E-Learning tidak hanya berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pendidikan berbasis digital yang mendorong pola interaksi dialogis, partisipatif, dan kolaboratif. Peran guru bergeser dari sumber utama informasi menjadi fasilitator komunikasi pembelajaran, sementara siswa berperan sebagai partisipan aktif dalam proses negosiasi makna dan konstruksi pengetahuan. Integrasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" type="image/webp" length="80794" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5876-jurnal-kopis-kajian-penelitian-pemikiran-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66083-efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pemb</link>
	<guid isPermaLink="false">32858df33b5e8766cc7840fc30e15d74</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendanaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efisiensi sistem pendidikan berbasis pasar tenaga kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendanaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efisiensi sistem pendidikan berbasis pasar tenaga kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis jangka panjang tentang korelasi antara investasi pendidikan dan pertumbuhan ekonomi nasional perlu dilakukan untuk memperkuat dasar kebijakan.. Pembiayaan pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk kurangnya dana, keterbatasan fasilitas, dan gaji pengajar yang rendah.Pemerintah masih menjadi sumber utama pembiayaan pendidikan, namun efisiensi dan nilai ekonomi pendidikan tetap menjadi isu krusial.Perlu peningkatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal Banyak kajian yang memecahkan misteri pertumbuhan ekonomi dalam kaitannya dengan kualitas manusia, tetapi tidak ada satu pun yang menemukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling meniadakan. Oleh karena itu, terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai projek di negara-negara berkembang telah menyadarkan para ekonom: bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan tergantung antara lain kepada taraf pendidikan masyarakatnya. Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp 1x" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" alt="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp 1x" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" alt="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66083-efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pemb" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" target="_blank">Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendanaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efisiensi sistem pendidikan berbasis pasar tenaga kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis jangka panjang tentang korelasi antara investasi pendidikan dan pertumbuhan ekonomi nasional perlu dilakukan untuk memperkuat dasar kebijakan..
<br>Pembiayaan pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk kurangnya dana, keterbatasan fasilitas, dan gaji pengajar yang rendah.Pemerintah masih menjadi sumber utama pembiayaan pendidikan, namun efisiensi dan nilai ekonomi pendidikan tetap menjadi isu krusial.Perlu peningkatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal
<br>Banyak kajian yang memecahkan misteri pertumbuhan ekonomi dalam kaitannya dengan kualitas manusia, tetapi tidak ada satu pun yang menemukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling meniadakan. Oleh karena itu, terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai projek di negara-negara berkembang telah menyadarkan para ekonom: bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan tergantung antara lain kepada taraf pendidikan masyarakatnya. Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" type="image/webp" length="99088" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integration of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Values in Love Based Islamic Education in Madrasah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integration of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Values in Love Based Islamic Education in Madrasah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integration of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Values in Love Based Islamic Education in Madrasah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66076-studi-model-konseptual-integratif-integrasi</link>
	<guid isPermaLink="false">e7e4f00f424d566ca0a416112c290646</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:30:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model integratif ABS-SBK dalam konteks budaya lain seperti Tri Hita Karana di Bali atau Javanese Bhineka Tunggal Ika untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan materi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah: Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model integratif ABS-SBK dalam konteks budaya lain seperti Tri Hita Karana di Bali atau Javanese Bhineka Tunggal Ika untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan materi ajar standar dan instrumen penilaian berbasis nilai ABS-SBK untuk memastikan konsistensi implementasi. Terakhir, studi tentang dampak model ini terhadap perkembangan karakter siswa dan keterlibatan komunitas dapat dilakukan untuk memperkuat dasar teoretis dan praktisnya.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah memiliki dasar filosofis yang kuat dan urgensi praktis.Kerangka kerja ABS-SBK yang holistik, yang menggabungkan dimensi transendental (Kitabullah), normatif (Syarak), dan budaya (Adat), selaras dengan metodologi pendidikan kasih sayang yang berakar pada tarbiyah qalbiyah.Model integratif tripartit yang dikembangkan mencakup tingkat epistemologis, aksiologis, dan praksis, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memperkuat identitas budaya-religius siswa.Model ini dapat diadaptasi ke berbagai konteks budaya, menjadikannya paradigma untuk pendidikan Islam yang responsif secara budaya, baik nasional maupun internasional Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan prinsip budaya Minangkabau yang menetapkan adat sebagai sesuatu yang secara fundamental berlandaskan hukum Islam, yang pada gilirannya berakar pada Al-Qur'an, sehingga menciptakan ikatan tak terpisahkan antara tradisi lokal dan doktrin agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis dan mengembangkan model konseptual guna mengintegrasikan nilai-nilai ABS-SBK ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah. Melalui studi pustaka dan pendekatan filosofis-hermeneutis terhadap sumber primer dan sekunder,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp 1x" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" alt="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp 1x" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" alt="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp 1x" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" alt="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66076-studi-model-konseptual-integratif-integrasi" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" target="_blank">Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model integratif ABS-SBK dalam konteks budaya lain seperti Tri Hita Karana di Bali atau Javanese Bhineka Tunggal Ika untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan materi ajar standar dan instrumen penilaian berbasis nilai ABS-SBK untuk memastikan konsistensi implementasi. Terakhir, studi tentang dampak model ini terhadap perkembangan karakter siswa dan keterlibatan komunitas dapat dilakukan untuk memperkuat dasar teoretis dan praktisnya..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah memiliki dasar filosofis yang kuat dan urgensi praktis.Kerangka kerja ABS-SBK yang holistik, yang menggabungkan dimensi transendental (Kitabullah), normatif (Syarak), dan budaya (Adat), selaras dengan metodologi pendidikan kasih sayang yang berakar pada tarbiyah qalbiyah.Model integratif tripartit yang dikembangkan mencakup tingkat epistemologis, aksiologis, dan praksis, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memperkuat identitas budaya-religius siswa.Model ini dapat diadaptasi ke berbagai konteks budaya, menjadikannya paradigma untuk pendidikan Islam yang responsif secara budaya, baik nasional maupun internasional
<br>Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan prinsip budaya Minangkabau yang menetapkan adat sebagai sesuatu yang secara fundamental berlandaskan hukum Islam, yang pada gilirannya berakar pada Al-Qur'an, sehingga menciptakan ikatan tak terpisahkan antara tradisi lokal dan doktrin agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis dan mengembangkan model konseptual guna mengintegrasikan nilai-nilai ABS-SBK ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah. Melalui studi pustaka dan pendekatan filosofis-hermeneutis terhadap sumber primer dan sekunder,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" type="image/webp" length="106286" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66085-kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis</link>
	<guid isPermaLink="false">494437e865e189b74a334384eb648b45</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:38:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ muhamad safa ]]></category>
	<category><![CDATA[ nafiur rofiq ]]></category>
	<category><![CDATA[ hikam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hikam,malang,muhamad,nafiur,rofiq,safa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar fokus pada pengembangan media pembelajaran budaya lokal yang lebih interaktif dan menarik, seperti penggunaan teknologi digital atau media sosial. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban: Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar fokus pada pengembangan media pembelajaran budaya lokal yang lebih interaktif dan menarik, seperti penggunaan teknologi digital atau media sosial. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak jangka panjang dari integrasi budaya lokal dalam pembelajaran terhadap pembentukan identitas budaya anak. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran komite sekolah, dinas pendidikan, dan tokoh budaya dalam mendukung dan mempromosikan penggunaan media budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini.. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan Ensiklopedia Budaya Lokal bagi guru-guru PAUD di Kecamatan Soko berhasil meningkatkan literasi budaya dan kapasitas pedagogis guru sebagai pelestari budaya lokal.Integrasi budaya dalam pembelajaran memperkaya aspek kognitif dan afektif anak serta membentuk identitas dan karakter sejak dini, selaras dengan teori Vygotsky dan pendekatan UNESCO.Dampak sosial tampak dari meningkatnya kesadaran kolektif, kolaborasi antarguru, dan inisiatif menciptakan media pembelajaran kontekstual.Pelatihan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan dan pengembangan media budaya lokal agar pendidikan PAUD makin bermakna dan berakar pada kearifan lokal Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi integrasi terbatas konten budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini. Sasaran utamanya adalah meningkatkan literasi budaya di kalangan anak-anak dengan memberdayakan guru PAUD di Kecamatan Soko melalui penggunaan Ensiklopedia Budaya Lokal sebagai media pembelajaran inovatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru secara aktif dalam pelatihan dan sosialisasi penggunaan ensiklopedia dalam rencana pembelajaran dan kegiatan kelas. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme guru dalam mengintegrasikan budaya lokal dalam praktik mengajar. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kapasitas guru, tetapi juga mendorong perkembangan kesadaran dan apresiasi budaya di kalangan anak-anak. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d6c5d.webp" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d6c5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d6c5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d6c5d.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" alt="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-1c683.webp" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-1c683.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-1c683.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-1c683.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" alt="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d0614.webp" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d0614.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d0614.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d0614.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" alt="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66085-kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis" title="JURIS - Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban" target="_blank">Penguatan Literasi Budaya Lokal Bagi Guru RA di Kecamatan Soko Tuban</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar fokus pada pengembangan media pembelajaran budaya lokal yang lebih interaktif dan menarik, seperti penggunaan teknologi digital atau media sosial. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak jangka panjang dari integrasi budaya lokal dalam pembelajaran terhadap pembentukan identitas budaya anak. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran komite sekolah, dinas pendidikan, dan tokoh budaya dalam mendukung dan mempromosikan penggunaan media budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini..
<br>Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan Ensiklopedia Budaya Lokal bagi guru-guru PAUD di Kecamatan Soko berhasil meningkatkan literasi budaya dan kapasitas pedagogis guru sebagai pelestari budaya lokal.Integrasi budaya dalam pembelajaran memperkaya aspek kognitif dan afektif anak serta membentuk identitas dan karakter sejak dini, selaras dengan teori Vygotsky dan pendekatan UNESCO.Dampak sosial tampak dari meningkatnya kesadaran kolektif, kolaborasi antarguru, dan inisiatif menciptakan media pembelajaran kontekstual.Pelatihan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan dan pengembangan media budaya lokal agar pendidikan PAUD makin bermakna dan berakar pada kearifan lokal
<br>Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi integrasi terbatas konten budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini. Sasaran utamanya adalah meningkatkan literasi budaya di kalangan anak-anak dengan memberdayakan guru PAUD di Kecamatan Soko melalui penggunaan Ensiklopedia Budaya Lokal sebagai media pembelajaran inovatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru secara aktif dalam pelatihan dan sosialisasi penggunaan ensiklopedia dalam rencana pembelajaran dan kegiatan kelas. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme guru dalam mengintegrasikan budaya lokal dalam praktik mengajar. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kapasitas guru, tetapi juga mendorong perkembangan kesadaran dan apresiasi budaya di kalangan anak-anak.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-1c683.webp" type="image/webp" length="136420" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d6c5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-1c683.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/kapasitas-guru-praprofesi-literasi-pedagogis-kompe-thumb-d0614.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5879-bhakti-jurnal-pengabdian-pemberdayaan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66084-kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p</link>
	<guid isPermaLink="false">75e28f0116d65d569c9e45a19675fe85</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:34:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK. 2. Analisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap efektivitas kinerja guru. 3. Studi tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan: 1. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK. 2. Analisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap efektivitas kinerja guru. 3. Studi tentang peran program mentoring dalam pengembangan kompetensi profesional guru vokasional. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek pengembangan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi, dan dukungan sistemik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan.. Model yang dibangun sesuai dengan kondisi empiris, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam perencanaan upaya peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK.Faktor kepribadian, jiwa kepemimpinan, dan mental wirausaha individu guru tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja guru.Penelitian menunjukkan pentingnya manajemen mutu dan pengembangan kompetensi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasional Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah model yang dibangun sesuai dengan data empiris, dan (2) mengetahui kontribusi faktor-faktor determinasi terhadap kinerja guru. Penelitian menggunakan model pengukuran dengan pendekatan analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian adalah guru teknik mesin di semua Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah pada semester II tahun akademik 2004-2005. Sampel diperoleh melalui teknik sampling area cluster multi stage. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis dengan analisis koefisien determinasi LISREL-8.51. Hasil menunjukkan bahwa model sesuai dengan data empiris. Model ini menjadi dasar untuk perencanaan model optimalisasi peran guru teknik mesin... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp 1x" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" alt="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp 1x" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" alt="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp 1x" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" alt="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66084-kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" target="_blank">Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan</a>: 1. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK. 2. Analisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap efektivitas kinerja guru. 3. Studi tentang peran program mentoring dalam pengembangan kompetensi profesional guru vokasional. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek pengembangan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi, dan dukungan sistemik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan..
<br>Model yang dibangun sesuai dengan kondisi empiris, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam perencanaan upaya peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK.Faktor kepribadian, jiwa kepemimpinan, dan mental wirausaha individu guru tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja guru.Penelitian menunjukkan pentingnya manajemen mutu dan pengembangan kompetensi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasional
<br>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah model yang dibangun sesuai dengan data empiris, dan (2) mengetahui kontribusi faktor-faktor determinasi terhadap kinerja guru. Penelitian menggunakan model pengukuran dengan pendekatan analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian adalah guru teknik mesin di semua Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah pada semester II tahun akademik 2004-2005. Sampel diperoleh melalui teknik sampling area cluster multi stage. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis dengan analisis koefisien determinasi LISREL-8.51. Hasil menunjukkan bahwa model sesuai dengan data empiris. Model ini menjadi dasar untuk perencanaan model optimalisasi peran guru teknik mesin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" type="image/webp" length="95292" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66072-putusan-hakim-pengambilan-keputusan-keputusa</link>
	<guid isPermaLink="false">3c3fe082251076414894bf6de47c3f89</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:45:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ de recht ]]></category>
	<category><![CDATA[ pn jkt ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,de,jkt,main,pn,recht]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum. Kerangka kerja ini dapat mencakup analisis yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum. Kerangka kerja ini dapat mencakup analisis yang lebih mendalam tentang unsur-unsur keterlibatan dalam peredaran narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan dampak terhadap kepercayaan publik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam putusan pengadilan, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan petugas penegak hukum. Penelitian juga dapat menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keputusan hakim dalam kasus-kasus narkotika, termasuk pengaruh budaya organisasi dan loyalitas antar sesama petugas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pertimbangan hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam kasus narkotika yang melibatkan petugas penegak hukum.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra secara hukum didukung oleh bukti dan ketentuan undang-undang yang berlaku.Putusan tersebut menetapkan pidana penjara seumur hidup yang sesuai dengan tingkat keterlibatan terdakwa, jumlah narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan kerusakan terhadap kepercayaan publik.Namun, putusan tersebut kurang sistematis dalam menjelaskan hubungan antara setiap keadaan yang memberatkan dan meringankan dengan pemilihan pidana penjara seumur hidup.Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum Artikel ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra, seorang perwira tinggi kepolisian yang dinyatakan bersalah turut serta dalam tindak pidana peredaran narkotika. Terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup, dan putusan tersebut dipertahankan pada tingkat banding dan kasasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp 1x" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" alt="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp 1x" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" alt="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp 1x" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" alt="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66072-putusan-hakim-pengambilan-keputusan-keputusa" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" target="_blank">Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum. Kerangka kerja ini dapat mencakup analisis yang lebih mendalam tentang unsur-unsur keterlibatan dalam peredaran narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan dampak terhadap kepercayaan publik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam putusan pengadilan, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan petugas penegak hukum. Penelitian juga dapat menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keputusan hakim dalam kasus-kasus narkotika, termasuk pengaruh budaya organisasi dan loyalitas antar sesama petugas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pertimbangan hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam kasus narkotika yang melibatkan petugas penegak hukum..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra secara hukum didukung oleh bukti dan ketentuan undang-undang yang berlaku.Putusan tersebut menetapkan pidana penjara seumur hidup yang sesuai dengan tingkat keterlibatan terdakwa, jumlah narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan kerusakan terhadap kepercayaan publik.Namun, putusan tersebut kurang sistematis dalam menjelaskan hubungan antara setiap keadaan yang memberatkan dan meringankan dengan pemilihan pidana penjara seumur hidup.Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum
<br>Artikel ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra, seorang perwira tinggi kepolisian yang dinyatakan bersalah turut serta dalam tindak pidana peredaran narkotika. Terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup, dan putusan tersebut dipertahankan pada tingkat banding dan kasasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" type="image/webp" length="73180" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-192-ubhara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12594-de-recht-journal-police-law-enforcement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konseling Bercorak Budaya Penerapannya dalam Komunikasi Konseling ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konseling Bercorak Budaya Penerapannya dalam Komunikasi Konseling ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konseling Bercorak Budaya Penerapannya dalam Komunikasi Konseling ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66082-budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu</link>
	<guid isPermaLink="false">2ea184596935f76be1ead80b6f3cfa7c</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:30:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling: 1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan konseling lintas budaya antara kelompok etnis di Indonesia untuk memahami dinamika interaksi budaya dalam konseling.. Konseling lintas budaya memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan nilai-nilai budaya nasional Indonesia.Konselor perlu memiliki kompetensi budaya untuk menyesuaikan metode konseling dengan konteks lokal.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model konseling yang lebih inklusif dan berbasis budaya Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari 'sekedar' proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujung pada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalam proses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan sarana berupa komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melalui media tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Dalam berkomunikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp 1x" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" alt="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp 1x" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" alt="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp 1x" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" alt="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66082-budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" target="_blank">Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling</a>: 1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan konseling lintas budaya antara kelompok etnis di Indonesia untuk memahami dinamika interaksi budaya dalam konseling..
<br>Konseling lintas budaya memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan nilai-nilai budaya nasional Indonesia.Konselor perlu memiliki kompetensi budaya untuk menyesuaikan metode konseling dengan konteks lokal.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model konseling yang lebih inklusif dan berbasis budaya
<br>Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari 'sekedar' proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujung pada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalam proses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan sarana berupa komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melalui media tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Dalam berkomunikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" type="image/webp" length="66626" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 15 Sep 2026 10:21:00 +0700. 12 items. Served in: 17.553 seconds [rss] -->
