<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 14:58:29 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 14:58:29 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-01T14:58:29+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43682-manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-popul</link>
	<guid isPermaLink="false">ff0b137e5731187dd29758f9a892d3ad</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 13:37:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,counter,crawl,flag,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana cara memperkuat jaringan sosial keluarga dan komunitas untuk mendorong aktivitas fisik lansia di Yogyakarta? Apakah desain fasilitas lingkungan yang rendah hambatan dapat meningkatkan partisipasi aktif lansia secara signifikan? Bagaimana kombinasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City: Bagaimana cara memperkuat jaringan sosial keluarga dan komunitas untuk mendorong aktivitas fisik lansia di Yogyakarta? Apakah desain fasilitas lingkungan yang rendah hambatan dapat meningkatkan partisipasi aktif lansia secara signifikan? Bagaimana kombinasi program edukatif keluarga dan infrastruktur ramah usia dapat memotivasi lansia dengan tingkat pendidikan rendah agar lebih aktif?. Lansia di Yogyakarta kota cenderung aktif fisik lebih dari setengah populasi, namun 40A% masih tidak aktif.Faktor sosial, terutama dukungan keluarga dan komunitas, mempengaruhi secara signifikan aktivitas fisik, sementara faktor lingkungan juga berperan.Intervensi berbasis komunitas, pendidikan keluarga, dan peningkatan fasilitas ramah usia perlu diprioritaskan untuk meningkatkan aktivitas fisik lansia Populasi lansia di seluruh dunia terus meningkat, sehingga membawa dampak ekonomi, psikologis, dan kesehatan, terutama terkait kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan tidak aktif pada lansia dapat disebabkan oleh keterbatasan dukungan sosial dan akses yang terbatas ke lingkungan aman dan ramah usia. Penelitian ini dilakukan secara crossAcsectional pada 297 lansia di Yogyakarta Kota menggunakan data purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa 57,9A% responden aktif secara fisik. Analisis bivariate menegaskan bahwa faktor sosial dan lingkungan berkorelasi signifikan dengan tingkat aktivitas fisik (p < 0,005); faktor sosial lebih mempengaruhi (ORA=A62,876). Studi ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, komunitas, dan fasilitas yang disesuaikan usia sebagai kunci untuk meningkatkan aktivitas fisik lansia. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-2a8f7.webp" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-2a8f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-2a8f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-2a8f7.webp 1x" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" alt="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-9b1fa.webp" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-9b1fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-9b1fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-9b1fa.webp 1x" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" alt="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-22128.webp" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-22128.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-22128.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-22128.webp 1x" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" alt="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43682-manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-popul" title="JURIS - Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City" target="_blank">Social and Environmental Factors Associated with Physical Activity among Elderly in Yogyakarta City</a>: Bagaimana cara memperkuat jaringan sosial keluarga dan komunitas untuk mendorong aktivitas fisik lansia di Yogyakarta? Apakah desain fasilitas lingkungan yang rendah hambatan dapat meningkatkan partisipasi aktif lansia secara signifikan? Bagaimana kombinasi program edukatif keluarga dan infrastruktur ramah usia dapat memotivasi lansia dengan tingkat pendidikan rendah agar lebih aktif?.
<br>Lansia di Yogyakarta kota cenderung aktif fisik lebih dari setengah populasi, namun 40A% masih tidak aktif.Faktor sosial, terutama dukungan keluarga dan komunitas, mempengaruhi secara signifikan aktivitas fisik, sementara faktor lingkungan juga berperan.Intervensi berbasis komunitas, pendidikan keluarga, dan peningkatan fasilitas ramah usia perlu diprioritaskan untuk meningkatkan aktivitas fisik lansia
<br>Populasi lansia di seluruh dunia terus meningkat, sehingga membawa dampak ekonomi, psikologis, dan kesehatan, terutama terkait kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan tidak aktif pada lansia dapat disebabkan oleh keterbatasan dukungan sosial dan akses yang terbatas ke lingkungan aman dan ramah usia. Penelitian ini dilakukan secara crossAcsectional pada 297 lansia di Yogyakarta Kota menggunakan data purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa 57,9A% responden aktif secara fisik. Analisis bivariate menegaskan bahwa faktor sosial dan lingkungan berkorelasi signifikan dengan tingkat aktivitas fisik (p < 0,005); faktor sosial lebih mempengaruhi (ORA=A62,876). Studi ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, komunitas, dan fasilitas yang disesuaikan usia sebagai kunci untuk meningkatkan aktivitas fisik lansia.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-2a8f7.webp" type="image/webp" length="153730" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-2a8f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-9b1fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/manfaat-aktivitas-fisik-kondisi-lansia-populasi-ru-thumb-22128.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-525-untad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15009-preventif-jurnal-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health Nusa Cendana University ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health Nusa Cendana University ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health Nusa Cendana University ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43681-limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab</link>
	<guid isPermaLink="false">aec18857d6eb325155f85467301efb99</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 13:04:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,counter,crawl,flag,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menanyakan bagaimana persepsi pandemi memengaruhi kebiasaan pembuangan masker di kalangan mahasiswa, serta menilai efektivitas program pelatihan terpadu yang menggabungkan simulasi pembuangan masker dan diskusi motivasional; ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University: Penelitian selanjutnya dapat menanyakan bagaimana persepsi pandemi memengaruhi kebiasaan pembuangan masker di kalangan mahasiswa, serta menilai efektivitas program pelatihan terpadu yang menggabungkan simulasi pembuangan masker dan diskusi motivasional; selanjutnya, studi longitudinal dapat mengamati perubahan perilaku mahasiswa setelah penerapan fasilitas wadah khusus dan kebijakan disinfektan rutin, guna menilai dampak jangka panjang; akhirnya, penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat mendalami faktor emosional dan sosial yang menunda atau mempercepat adopsi praktik pembuangan masker, sehingga rekomendasi kebijakan dapat lebih terarah dan manusiawi.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap memengaruhi praktik pengelolaan limbah masker yang baik.Mahasiswa dengan tingkat pengetahuan tinggi dan sikap positif cenderung mematuhi prosedur yang direkomendasikan, termasuk pengumpulan, disinfeksi, penyebaran, pembuangan yang tepat, dan pencucian tangan.Namun, hambatan implementasi masih ada, seperti fasilitas terbatas dan ketidakhadiran disinfektan, yang memengaruhi perilaku beberapa mahasiswa.Fakultas disarankan menyediakan wadah khusus limbah masker dan disinfektan di kampus, serta meningkatkan pendidikan berkelanjutan untuk memperkuat pengetahuan dan sikap agar pengelolaan limbah masker dapat dilakukan secara konsisten dan benar.Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menilai program pengelolaan limbah masker menggunakan desain kuantitatif atau kualitatif analitis dengan populasi yang lebih besar guna mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis pengetahuan dan sikap Manajemen limbah masker yang tidak tepat selama pandemi COVIDAc19 menimbulkan risiko penularan virus dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan praktik pengelolaan limbah masker di kalangan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana. Survei deskriptif kuantitatif dilakukan pada 322 mahasiswa yang dipilih secara stratifikasi acak dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan 51,9A% mahasiswa mempraktikkan pengelolaan limbah masker yang baik, didukung oleh 91,9A% memiliki pengetahuan baik dan 86,3A% sikap positif. Mahasiswa dengan pengetahuan dan sikap lebih baik cenderung mengelola limbah masker secara tepat. Disarankan fakultas menyediakan wadah khusus limbah masker dan bahan disinfektan untuk mendukung perilaku pembuangan yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-7af7a.webp" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-7af7a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-7af7a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-7af7a.webp 1x" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" alt="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-fea9f.webp" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-fea9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-fea9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-fea9f.webp 1x" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" alt="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-c90a5.webp" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-c90a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-c90a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-c90a5.webp 1x" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" alt="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43681-limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab" title="JURIS - The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University" target="_blank">The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University</a>: Penelitian selanjutnya dapat menanyakan bagaimana persepsi pandemi memengaruhi kebiasaan pembuangan masker di kalangan mahasiswa, serta menilai efektivitas program pelatihan terpadu yang menggabungkan simulasi pembuangan masker dan diskusi motivasional; selanjutnya, studi longitudinal dapat mengamati perubahan perilaku mahasiswa setelah penerapan fasilitas wadah khusus dan kebijakan disinfektan rutin, guna menilai dampak jangka panjang; akhirnya, penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat mendalami faktor emosional dan sosial yang menunda atau mempercepat adopsi praktik pembuangan masker, sehingga rekomendasi kebijakan dapat lebih terarah dan manusiawi..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap memengaruhi praktik pengelolaan limbah masker yang baik.Mahasiswa dengan tingkat pengetahuan tinggi dan sikap positif cenderung mematuhi prosedur yang direkomendasikan, termasuk pengumpulan, disinfeksi, penyebaran, pembuangan yang tepat, dan pencucian tangan.Namun, hambatan implementasi masih ada, seperti fasilitas terbatas dan ketidakhadiran disinfektan, yang memengaruhi perilaku beberapa mahasiswa.Fakultas disarankan menyediakan wadah khusus limbah masker dan disinfektan di kampus, serta meningkatkan pendidikan berkelanjutan untuk memperkuat pengetahuan dan sikap agar pengelolaan limbah masker dapat dilakukan secara konsisten dan benar.Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menilai program pengelolaan limbah masker menggunakan desain kuantitatif atau kualitatif analitis dengan populasi yang lebih besar guna mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis pengetahuan dan sikap
<br>Manajemen limbah masker yang tidak tepat selama pandemi COVIDAc19 menimbulkan risiko penularan virus dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan praktik pengelolaan limbah masker di kalangan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana. Survei deskriptif kuantitatif dilakukan pada 322 mahasiswa yang dipilih secara stratifikasi acak dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan 51,9A% mahasiswa mempraktikkan pengelolaan limbah masker yang baik, didukung oleh 91,9A% memiliki pengetahuan baik dan 86,3A% sikap positif. Mahasiswa dengan pengetahuan dan sikap lebih baik cenderung mengelola limbah masker secara tepat. Disarankan fakultas menyediakan wadah khusus limbah masker dan bahan disinfektan untuk mendukung perilaku pembuangan yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-7af7a.webp" type="image/webp" length="112720" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-7af7a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-fea9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/limbah-masker-non-medis-perilaku-mahasiswa-unpab-s-thumb-c90a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-525-untad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15009-preventif-jurnal-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43692-kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nag</link>
	<guid isPermaLink="false">b4cb69030d8478a4aab155b232b14c2f</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 12:52:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,counter,crawl,flag,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pencegahan diare, seperti norma sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari intervensi berbasis masyarakat terhadap penurunan angka kejadian diare pada balita. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan peer education dapat dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan diare. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi beban penyakit diare pada balita di Indonesia.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun di Kota Palu masih tergolong rendah.Hal ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan keterlibatan masyarakat dalam program pencegahan diare.Diperlukan strategi yang inovatif dan partisipatif untuk mendorong peran aktif ibu dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyebaran penyakit diare pada anak-anak Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun di negara-negara berkembang dengan akses terbatas ke air bersih dan sanitasi yang layak. Di Indonesia, khususnya di Kota Palu, angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun masih tinggi dan berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan dilakukan dari September 2020 hingga Mei 2021 di delapan pusat kesehatan masyarakat yang mewakili seluruh wilayah Kota Palu. Sampel terdiri dari 138 ibu anak-anak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-6de1a.webp" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-6de1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-6de1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-6de1a.webp 1x" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" alt="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-5014d.webp" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-5014d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-5014d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-5014d.webp 1x" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" alt="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-a3cbb.webp" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-a3cbb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-a3cbb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-a3cbb.webp 1x" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" alt="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43692-kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nag" title="JURIS - Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City" target="_blank">Level of Community Participation in Efforts to Reduce the Incidence of Diarrhea in Toddlers in Palu City</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pencegahan diare, seperti norma sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari intervensi berbasis masyarakat terhadap penurunan angka kejadian diare pada balita. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan peer education dapat dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan diare. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi beban penyakit diare pada balita di Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun di Kota Palu masih tergolong rendah.Hal ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan keterlibatan masyarakat dalam program pencegahan diare.Diperlukan strategi yang inovatif dan partisipatif untuk mendorong peran aktif ibu dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyebaran penyakit diare pada anak-anak
<br>Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun di negara-negara berkembang dengan akses terbatas ke air bersih dan sanitasi yang layak. Di Indonesia, khususnya di Kota Palu, angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun masih tinggi dan berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan dilakukan dari September 2020 hingga Mei 2021 di delapan pusat kesehatan masyarakat yang mewakili seluruh wilayah Kota Palu. Sampel terdiri dari 138 ibu anak-anak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-a3cbb.webp" type="image/webp" length="68926" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-6de1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-5014d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kepercayaan-masyarakat-pemberdayaan-nagari-norma-s-thumb-a3cbb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-525-untad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15009-preventif-jurnal-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43674-angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins</link>
	<guid isPermaLink="false">19a9509ee1f488f00451208899df7b71</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 12:47:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ luncur laung ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi dharma ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,budi,dharma,isbi,laung,luncur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai desain ulang posisi letak angklung gantung atau modifikasi dalam produksi bunyi untuk mengoptimalkan resonansi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai desain ulang posisi letak angklung gantung atau modifikasi dalam produksi bunyi untuk mengoptimalkan resonansi dan proyeksi suara. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi atau teknik tradisional untuk memperpanjang durasi bunyi angklung gantung, sehingga lebih mudah ditangkap dan diperkuat oleh sistem tata suara. Ketiga, penting untuk menciptakan microphone yang lebih spesifik dan responsif terhadap karakteristik bunyi angklung gantung, dengan mempertimbangkan frekuensi dan dinamika yang unik dari instrumen ini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan instrumen angklung gantung yang lebih optimal dalam pertunjukan musik, serta mendorong kolaborasi yang lebih harmonis antara seniman musik dan teknisi sound reinforcement, sehingga menghasilkan pengalaman pertunjukan yang lebih memuaskan bagi para penonton.. Penelitian ini menangkap kondisi bahwa masih minimnya upaya untuk merespon instrumen musik hasil modifikasi.Fokus dari kegiatan penciptaan instrumen masih berkutat pada penemuan instrumen namun belum melakukan uji coba bertahap dan penyempurnaan pada karya hasil modifikasi.Laju modifikasi instrumen yang ada belum diimbangi dengan upaya pemahaman teknologi yang up to date, sehingga antara seniman bunyi dan pekerja teknologi sound reinforcement terkesan ada benturan yang menyebabkan kualitas bunyi tidak tersepakati.Adapun temuan pada penelitian ini, bahwa sebuah pertunjukan angklung di atas panggung, membutuhkan kesinambungan dan keseimbangan bunyi dengan bunyi-bunyian dari instrumen yang lain, terlebih jika volume instrumen lainnya lebih menonjol Penelitian ini didasari oleh pertanyaan tentang minimnya penggunaan instrumen angklung gantung akhir-akhir ini. Penurunan minat masyarakat pada angklung gantung dalam sebuah pertunjukan memantik penelitian ini untuk lebih jauh mencatat problematika apa saja yang muncul saat pertunjukan. Penelitian ini berupaya untuk menganalisa dan menelaah tentang instrumen angklung gantung sebagai instrumen musik yang dapat memenuhi tujuan komposisi musik. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologis. Pencarian data, teknik analisa dan pemaparan data dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini berupa rangkuman problematika bunyi dari instrumen angklung gantung. Hasil dari penelitian ini dapat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-d9c6f.webp" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-d9c6f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-d9c6f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-d9c6f.webp 1x" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" alt="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-b6123.webp" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-b6123.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-b6123.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-b6123.webp 1x" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" alt="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-f5117.webp" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-f5117.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-f5117.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-f5117.webp 1x" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" alt="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43674-angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins" title="JURIS - Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik" target="_blank">Problematika Bunyi pada Instrumen Angklung Gantung dalam Pertunjukan Musik</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai desain ulang posisi letak angklung gantung atau modifikasi dalam produksi bunyi untuk mengoptimalkan resonansi dan proyeksi suara. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi atau teknik tradisional untuk memperpanjang durasi bunyi angklung gantung, sehingga lebih mudah ditangkap dan diperkuat oleh sistem tata suara. Ketiga, penting untuk menciptakan microphone yang lebih spesifik dan responsif terhadap karakteristik bunyi angklung gantung, dengan mempertimbangkan frekuensi dan dinamika yang unik dari instrumen ini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan instrumen angklung gantung yang lebih optimal dalam pertunjukan musik, serta mendorong kolaborasi yang lebih harmonis antara seniman musik dan teknisi sound reinforcement, sehingga menghasilkan pengalaman pertunjukan yang lebih memuaskan bagi para penonton..
<br>Penelitian ini menangkap kondisi bahwa masih minimnya upaya untuk merespon instrumen musik hasil modifikasi.Fokus dari kegiatan penciptaan instrumen masih berkutat pada penemuan instrumen namun belum melakukan uji coba bertahap dan penyempurnaan pada karya hasil modifikasi.Laju modifikasi instrumen yang ada belum diimbangi dengan upaya pemahaman teknologi yang up to date, sehingga antara seniman bunyi dan pekerja teknologi sound reinforcement terkesan ada benturan yang menyebabkan kualitas bunyi tidak tersepakati.Adapun temuan pada penelitian ini, bahwa sebuah pertunjukan angklung di atas panggung, membutuhkan kesinambungan dan keseimbangan bunyi dengan bunyi-bunyian dari instrumen yang lain, terlebih jika volume instrumen lainnya lebih menonjol
<br>Penelitian ini didasari oleh pertanyaan tentang minimnya penggunaan instrumen angklung gantung akhir-akhir ini. Penurunan minat masyarakat pada angklung gantung dalam sebuah pertunjukan memantik penelitian ini untuk lebih jauh mencatat problematika apa saja yang muncul saat pertunjukan. Penelitian ini berupaya untuk menganalisa dan menelaah tentang instrumen angklung gantung sebagai instrumen musik yang dapat memenuhi tujuan komposisi musik. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologis. Pencarian data, teknik analisa dan pemaparan data dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini berupa rangkuman problematika bunyi dari instrumen angklung gantung. Hasil dari penelitian ini dapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-d9c6f.webp" type="image/webp" length="57292" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-d9c6f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-b6123.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/angklung-gantung-problematika-bunyi-microphone-ins-thumb-f5117.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43690-obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva</link>
	<guid isPermaLink="false">615dae677cbbc109e55e1fcd0b849c2c</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 12:41:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,counter,crawl,flag,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana pengaruh budaya dan norma sosial terhadap pola makan dan aktivitas fisik remaja di berbagai wilayah di Asia Tenggara. Studi kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana pengaruh budaya dan norma sosial terhadap pola makan dan aktivitas fisik remaja di berbagai wilayah di Asia Tenggara. Studi kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, dan pemangku kepentingan komunitas dapat memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi pilihan gaya hidup sehat. Selain itu, penelitian intervensi yang dirancang secara khusus untuk mengatasi hambatan sosioekonomi terhadap akses makanan sehat dan fasilitas olahraga sangat penting. Penelitian ini harus menguji efektivitas berbagai strategi, seperti program subsidi makanan, peningkatan akses ke fasilitas olahraga komunitas, dan kampanye edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Terakhir, pengembangan dan evaluasi aplikasi kesehatan seluler (mHealth) yang interaktif dan menarik, yang dirancang untuk mempromosikan perilaku sehat dan memberikan dukungan personalisasi kepada remaja, perlu dipertimbangkan sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi masalah obesitas remaja di kawasan ini. Penelitian ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti literasi digital, aksesibilitas, dan preferensi pengguna untuk memastikan keberhasilan implementasi dan dampak yang berkelanjutan.. The review concludes that unhealthy lifestyle habits are strongly associated with the rising rates of adolescent obesity in Southeast Asia.Key contributing factors include limited physical activity due to gadget use, the influence of parental roles, inadequate dietary habits, and socioeconomic barriers to healthcare access.Addressing these issues requires a comprehensive approach encompassing nutrition education, promotion of physical activity, parental empowerment, and supportive environmental changes to foster healthier lifestyles among adolescents Obesity among children and adolescents has become a serious global health problem, with rates in Southeast Asia increasing to 31%. This study explores current scientific evidence to inform the formulation of more effective adolescent obesity prevention and intervention strategies in the region. A review of 8 relevant articles, sourced from Google Scholar and Pubmed between 2020-2024, revealed that increasing prevalence of adolescent obesity is linked to factors including lack of physical activity due to gadget use, parental roles, poor diet,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-8825d.webp" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-8825d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-8825d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-8825d.webp 1x" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" alt="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-6c74c.webp" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-6c74c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-6c74c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-6c74c.webp 1x" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" alt="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-05e27.webp" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-05e27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-05e27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-05e27.webp 1x" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" alt="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43690-obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva" title="JURIS - Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review" target="_blank">Unhealthy Lifestyle Habits and Implications of Adolescent Obesity Southeast Asia: Literature Review</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana pengaruh budaya dan norma sosial terhadap pola makan dan aktivitas fisik remaja di berbagai wilayah di Asia Tenggara. Studi kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, dan pemangku kepentingan komunitas dapat memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi pilihan gaya hidup sehat. Selain itu, penelitian intervensi yang dirancang secara khusus untuk mengatasi hambatan sosioekonomi terhadap akses makanan sehat dan fasilitas olahraga sangat penting. Penelitian ini harus menguji efektivitas berbagai strategi, seperti program subsidi makanan, peningkatan akses ke fasilitas olahraga komunitas, dan kampanye edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Terakhir, pengembangan dan evaluasi aplikasi kesehatan seluler (mHealth) yang interaktif dan menarik, yang dirancang untuk mempromosikan perilaku sehat dan memberikan dukungan personalisasi kepada remaja, perlu dipertimbangkan sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi masalah obesitas remaja di kawasan ini. Penelitian ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti literasi digital, aksesibilitas, dan preferensi pengguna untuk memastikan keberhasilan implementasi dan dampak yang berkelanjutan..
<br>The review concludes that unhealthy lifestyle habits are strongly associated with the rising rates of adolescent obesity in Southeast Asia.Key contributing factors include limited physical activity due to gadget use, the influence of parental roles, inadequate dietary habits, and socioeconomic barriers to healthcare access.Addressing these issues requires a comprehensive approach encompassing nutrition education, promotion of physical activity, parental empowerment, and supportive environmental changes to foster healthier lifestyles among adolescents
<br>Obesity among children and adolescents has become a serious global health problem, with rates in Southeast Asia increasing to 31%. This study explores current scientific evidence to inform the formulation of more effective adolescent obesity prevention and intervention strategies in the region. A review of 8 relevant articles, sourced from Google Scholar and Pubmed between 2020-2024, revealed that increasing prevalence of adolescent obesity is linked to factors including lack of physical activity due to gadget use, parental roles, poor diet,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-6c74c.webp" type="image/webp" length="143010" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-8825d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-6c74c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/obesity-adolescent-south-east-asia-lifestyle-preva-thumb-05e27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-525-untad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15009-preventif-jurnal-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Antenatal Care ANC History Related To Chronic Energy Deficiency CED In Pregnant Women ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Antenatal Care ANC History Related To Chronic Energy Deficiency CED In Pregnant Women ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Antenatal Care ANC History Related To Chronic Energy Deficiency CED In Pregnant Women ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43686-konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap</link>
	<guid isPermaLink="false">53b2c90293618a547689f5d0819bf739</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 12:34:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,counter,crawl,flag,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap ANC dan konsumsi tablet ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap ANC dan konsumsi tablet besi, termasuk persepsi, pengetahuan, dan hambatan yang dihadapi. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari CED pada kehamilan, persalinan, dan kesehatan bayi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan praktik ANC serta konsumsi tablet besi pada ibu hamil.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat ANC dan kejadian CED pada wanita hamil.Pemeriksaan antenatal yang memadai dan konsumsi rutin tablet besi dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah CED pada wanita hamil.Upaya pencegahan CED perlu ditingkatkan melalui edukasi dan konseling kepada wanita hamil mengenai pentingnya ANC dan konsumsi suplemen besi untuk memastikan kesehatan ibu dan janin Kekurangan energi kronis (CED) adalah kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan energi dan protein secara berkepanjangan, yang dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius, terutama pada remaja dan wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara riwayat ANC dan tingkat konsumsi tablet besi dengan kejadian CED pada wanita hamil di wilayah Puskesmas Way Kandis, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total responden 48 wanita hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka. Analisis statistik menggunakan analisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-ecc57.webp" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-ecc57.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-ecc57.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-ecc57.webp 1x" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" alt="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-1f2de.webp" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-1f2de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-1f2de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-1f2de.webp 1x" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" alt="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-233c7.webp" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-233c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-233c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-233c7.webp 1x" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" alt="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43686-konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap" title="JURIS - Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women" target="_blank">Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap ANC dan konsumsi tablet besi, termasuk persepsi, pengetahuan, dan hambatan yang dihadapi. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari CED pada kehamilan, persalinan, dan kesehatan bayi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan praktik ANC serta konsumsi tablet besi pada ibu hamil..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat ANC dan kejadian CED pada wanita hamil.Pemeriksaan antenatal yang memadai dan konsumsi rutin tablet besi dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah CED pada wanita hamil.Upaya pencegahan CED perlu ditingkatkan melalui edukasi dan konseling kepada wanita hamil mengenai pentingnya ANC dan konsumsi suplemen besi untuk memastikan kesehatan ibu dan janin
<br>Kekurangan energi kronis (CED) adalah kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan energi dan protein secara berkepanjangan, yang dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius, terutama pada remaja dan wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara riwayat ANC dan tingkat konsumsi tablet besi dengan kejadian CED pada wanita hamil di wilayah Puskesmas Way Kandis, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total responden 48 wanita hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka. Analisis statistik menggunakan analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-233c7.webp" type="image/webp" length="69848" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-ecc57.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-1f2de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/konsumsi-rutin-wedang-tablet-hamil-tatap-muka-fe-b-thumb-233c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-525-untad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15009-preventif-jurnal-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43671-warisan-budaya-sunda-identitas</link>
	<guid isPermaLink="false">4ea961bfa7ed0c84f196923b210ffe96</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 12:27:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ surya rahman ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ bandung gd ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,gd,isbi,rahman,surya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian mendalam mengenai teknik pembuatan Goong Renteng, termasuk bahan-bahan yang digunakan dan proses pengrajinannya, dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda: Berdasarkan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian mendalam mengenai teknik pembuatan Goong Renteng, termasuk bahan-bahan yang digunakan dan proses pengrajinannya, dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif tentang aspek material dari kesenian ini. Kedua, studi komparatif antara Goong Renteng dengan kesenian gamelan lainnya di Jawa Barat, atau bahkan di seluruh Indonesia, dapat mengungkap persamaan dan perbedaan yang signifikan, serta memperkaya pemahaman tentang evolusi dan diversifikasi musik tradisional. Ketiga, penelitian mengenai peran Goong Renteng dalam ritual dan upacara adat masyarakat Sumedang, termasuk makna simbolis dari setiap instrumen dan bagaimana musik tersebut berkontribusi pada pengalaman spiritual dan sosial, dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan antara musik, agama, dan budaya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian dan pengembangan kesenian Goong Renteng, serta memperkaya khazanah pengetahuan tentang budaya Sunda dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan memahami lebih dalam tentang sejarah, teknik pembuatan, dan peran sosial-spiritual dari Goong Renteng, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya ini terus hidup dan berkembang di masa depan.. Penelitian mengenai Goong Renteng dari Sumedang, Jawa Barat, mengungkapkan makna simbolik dan filosofis yang mendalam dalam kesenian tradisional ini.Goong Renteng, sebagai bagian integral dari warisan budaya Sunda, menawarkan wawasan mengenai pandangan hidup masyarakat Sumedang melalui struktur, fungsi, dan praktik penggunaannya.Kesenian ini merepresentasikan prinsip keselarasan dan keragaman, serta berfungsi sebagai simbol pelestarian warisan budaya, menegaskan tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan melestarikan identitas dan kebijaksanaan lokal Goong Renteng merupakan warisan budaya Sunda yang sarat dengan nilai-nilai filosofis, terutama yang tercermin dalam konsep "silih asah, silih asih, silih asuh." Penelitian ini bertujuan mengkaji makna filosofis dan simbolik dari Goong Renteng, instrumen musik tradisional dari Sumedang, Jawa Barat, melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menganalisis berbagai literatur, termasuk buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu, untuk mengeksplorasi bagaimana struktur, fungsi, dan penggunaan Goong Renteng mencerminkan pandangan hidup masyarakat Sunda tentang kebersamaan, harmoni, dan hubungan manusia dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Goong Renteng tidak hanya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-18f8e.webp" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-18f8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-18f8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-18f8e.webp 1x" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" alt="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-d6fcb.webp" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-d6fcb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-d6fcb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-d6fcb.webp 1x" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" alt="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-da0d9.webp" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-da0d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-da0d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-da0d9.webp 1x" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" alt="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43671-warisan-budaya-sunda-identitas" title="JURIS - Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda" target="_blank">Makna Simbolis dalam Kesenian Goong Renteng Sumedang: Kajian Etnografis pada Tradisi Musik Sunda</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian mendalam mengenai teknik pembuatan Goong Renteng, termasuk bahan-bahan yang digunakan dan proses pengrajinannya, dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif tentang aspek material dari kesenian ini. Kedua, studi komparatif antara Goong Renteng dengan kesenian gamelan lainnya di Jawa Barat, atau bahkan di seluruh Indonesia, dapat mengungkap persamaan dan perbedaan yang signifikan, serta memperkaya pemahaman tentang evolusi dan diversifikasi musik tradisional. Ketiga, penelitian mengenai peran Goong Renteng dalam ritual dan upacara adat masyarakat Sumedang, termasuk makna simbolis dari setiap instrumen dan bagaimana musik tersebut berkontribusi pada pengalaman spiritual dan sosial, dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan antara musik, agama, dan budaya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian dan pengembangan kesenian Goong Renteng, serta memperkaya khazanah pengetahuan tentang budaya Sunda dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan memahami lebih dalam tentang sejarah, teknik pembuatan, dan peran sosial-spiritual dari Goong Renteng, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya ini terus hidup dan berkembang di masa depan..
<br>Penelitian mengenai Goong Renteng dari Sumedang, Jawa Barat, mengungkapkan makna simbolik dan filosofis yang mendalam dalam kesenian tradisional ini.Goong Renteng, sebagai bagian integral dari warisan budaya Sunda, menawarkan wawasan mengenai pandangan hidup masyarakat Sumedang melalui struktur, fungsi, dan praktik penggunaannya.Kesenian ini merepresentasikan prinsip keselarasan dan keragaman, serta berfungsi sebagai simbol pelestarian warisan budaya, menegaskan tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan melestarikan identitas dan kebijaksanaan lokal
<br>Goong Renteng merupakan warisan budaya Sunda yang sarat dengan nilai-nilai filosofis, terutama yang tercermin dalam konsep "silih asah, silih asih, silih asuh." Penelitian ini bertujuan mengkaji makna filosofis dan simbolik dari Goong Renteng, instrumen musik tradisional dari Sumedang, Jawa Barat, melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menganalisis berbagai literatur, termasuk buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu, untuk mengeksplorasi bagaimana struktur, fungsi, dan penggunaan Goong Renteng mencerminkan pandangan hidup masyarakat Sunda tentang kebersamaan, harmoni, dan hubungan manusia dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Goong Renteng tidak hanya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-18f8e.webp" type="image/webp" length="71046" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-18f8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-d6fcb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/warisan-budaya-sunda-identitas-goong-renteng-sumed-thumb-da0d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta Yogyakarta dan Cirebon ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta Yogyakarta dan Cirebon ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta Yogyakarta dan Cirebon ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43672-pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-sek</link>
	<guid isPermaLink="false">484afe37b35e36dbfe1358fc03ac45d7</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 11:59:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ luncur laung ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi dharma ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,budi,dharma,isbi,laung,luncur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai pengaruh faktor sosio-kultural terhadap perkembangan sistem nada pada gamelan sekaten di masing-masing daerah, termasuk peran abdi dalem dan tradisi lokal. Selain itu, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai pengaruh faktor sosio-kultural terhadap perkembangan sistem nada pada gamelan sekaten di masing-masing daerah, termasuk peran abdi dalem dan tradisi lokal. Selain itu, studi komparatif yang lebih luas dapat dilakukan dengan melibatkan perangkat gamelan sekaten dari daerah lain di Jawa atau bahkan di luar Jawa untuk mengidentifikasi variasi dan persamaan dalam sistem nada dan tuning. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model digitalisasi sistem nada gamelan sekaten, yang memungkinkan pelestarian dan reproduksi suara gamelan secara akurat, serta memfasilitasi pembelajaran dan apresiasi musik gamelan bagi generasi mendatang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah pengetahuan tentang musik tradisional Indonesia dan melestarikan warisan budaya bangsa.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa laras pelog gamelan sekaten di Surakarta maupun di Yogyakarta berbeda dengan laras pelog pada umumnya, dipengaruhi oleh jangkah nada dan gembyang yang khas.Gamelan Kiai Gunturmadu di kedua kota memiliki pitch yang lebih rendah dibandingkan pasangannya, dan ambitus suara yang dihasilkan tidak sesuai dengan rentang suara manusia.Gamelan sekati di Cirebon menunjukkan perbedaan signifikan, dengan pitch yang lebih tinggi untuk ricikan balungannya dan jangkah panjang nada yang berbeda dari gamelan sekaten lainnya Sekaten atau Muludan merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bunyi gamelan dikumandangkan di tiga kota yang memiliki sejarah kerajaan bercorak Islam-Jawa seperti Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Semua perangkat gamelan di ketiga kota tersebut menggunakan sistem nada mirip laras pelog pada karawitan Jawa pada umumnya. Meskipun terdengar seperti laras pelog, nada-nada yang ada di setiap perangkat gamelan tersebut sama sekali berbeda. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian khusus tentang pengukuran frekuensi dan jangkah nada yang dilakukan dengan metode deskripsi analitis dan pendekatan etnomusikologi.Hasil pengukuran frekuensi dan jangkah nada menghasilkan pengetahuan bahwa: (1) Perbedaan sistem nada mirip laras pelog terletak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-fb150.webp" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-fb150.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-fb150.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-fb150.webp 1x" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" alt="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-b8c64.webp" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-b8c64.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-b8c64.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-b8c64.webp 1x" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" alt="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-85fba.webp" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-85fba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-85fba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-85fba.webp 1x" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" alt="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43672-pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-sek" title="JURIS - Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon" target="_blank">Sistem Nada Atau Tuning System pada Perangkat Gamelan Sekaten DI Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai pengaruh faktor sosio-kultural terhadap perkembangan sistem nada pada gamelan sekaten di masing-masing daerah, termasuk peran abdi dalem dan tradisi lokal. Selain itu, studi komparatif yang lebih luas dapat dilakukan dengan melibatkan perangkat gamelan sekaten dari daerah lain di Jawa atau bahkan di luar Jawa untuk mengidentifikasi variasi dan persamaan dalam sistem nada dan tuning. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model digitalisasi sistem nada gamelan sekaten, yang memungkinkan pelestarian dan reproduksi suara gamelan secara akurat, serta memfasilitasi pembelajaran dan apresiasi musik gamelan bagi generasi mendatang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah pengetahuan tentang musik tradisional Indonesia dan melestarikan warisan budaya bangsa..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa laras pelog gamelan sekaten di Surakarta maupun di Yogyakarta berbeda dengan laras pelog pada umumnya, dipengaruhi oleh jangkah nada dan gembyang yang khas.Gamelan Kiai Gunturmadu di kedua kota memiliki pitch yang lebih rendah dibandingkan pasangannya, dan ambitus suara yang dihasilkan tidak sesuai dengan rentang suara manusia.Gamelan sekati di Cirebon menunjukkan perbedaan signifikan, dengan pitch yang lebih tinggi untuk ricikan balungannya dan jangkah panjang nada yang berbeda dari gamelan sekaten lainnya
<br>Sekaten atau Muludan merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bunyi gamelan dikumandangkan di tiga kota yang memiliki sejarah kerajaan bercorak Islam-Jawa seperti Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Semua perangkat gamelan di ketiga kota tersebut menggunakan sistem nada mirip laras pelog pada karawitan Jawa pada umumnya. Meskipun terdengar seperti laras pelog, nada-nada yang ada di setiap perangkat gamelan tersebut sama sekali berbeda. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian khusus tentang pengukuran frekuensi dan jangkah nada yang dilakukan dengan metode deskripsi analitis dan pendekatan etnomusikologi.Hasil pengukuran frekuensi dan jangkah nada menghasilkan pengetahuan bahwa: (1) Perbedaan sistem nada mirip laras pelog terletak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-85fba.webp" type="image/webp" length="39824" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-fb150.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-b8c64.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pariwisata-gamelan-sekaten-sistem-nada-jangkah-jaw-thumb-85fba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43669-festival-musik-jazz-komposisi-alat-dae</link>
	<guid isPermaLink="false">5adc032c238e1930078c2c99e1a062b2</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 11:18:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ surya rahman ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ bandung gd ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,gd,isbi,rahman,surya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Menyelidiki bagaimana unsur regum dapat diadaptasi dalam genre musik modern seperti pop atau elektronik, sehingga memperluas konteks penafsiran musik tradisional. 2) Mengkaji interaksi antara pengamat musik dengan penonton dalam konteks praksis Didong, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan: 1) Menyelidiki bagaimana unsur regum dapat diadaptasi dalam genre musik modern seperti pop atau elektronik, sehingga memperluas konteks penafsiran musik tradisional. 2) Mengkaji interaksi antara pengamat musik dengan penonton dalam konteks praksis Didong, sehingga memahami dampak sosial budaya dari representasi regum dalam setting festival musik kontemporer. 3) Mempertimbangkan penggunaan teknologi rekaman jaringan (networked audio) untuk merakit unsur Didong secara realActime antar wilayah, sehingga meneliti potensi kolaborasi lintas budaya. Penelitian tersebut dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika kultur tradisional di era digital serta membuka peluang inovasi dalam pertunjukan musik daerah.. "Tene Simah Kuet" merupakan sebuah karya komposisi yang bersumber dari regum/kode sebagai penanda berakhirnya sebuah permainan dalam kesenian Didong.Dalam penggarapan ini pengkarya menghadirkan regum/kode dalam setiap perubahan dinamika, tempo, dan perpindahan materi vokal/ritme.Karya ini digarap dengan menggunakan pendekatan garap reinterpretasi yang bersumber pada bagian terkecil dari sebuah kesenian tradisi "Tene Simah Kuet" adalah karya komposisi musik karawitan yang bersumber dari unsur musik regum/kode dalam kesenian Didong. Dalam kesenian didong, regum memiliki peran penting sebagai penanda berakhirnya permainan dalam pertunjukan. "Tene Simah Kuet" dapat diartikan sebagai tanda/penanda yang membawa kekuatan dalam bentuk perubahan tempo dan dinamika sebuah permainan. Dalam hal ini pengkarya menafsirkan regum pada kesenian Didong melalui pengembangan ke dalam bentuk ritme dan vokal. Karya "Tene Simah Kuet" terdiri atas satu kesatuan bagian karya yang mengaktualisasikan regum/kode dinamika forte dalam bagian karya. "Tene Simah Kuet" diaktualisasikan dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ea526.webp" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ea526.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ea526.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ea526.webp 1x" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" alt="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-6fa08.webp" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-6fa08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-6fa08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-6fa08.webp 1x" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" alt="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ebf9f.webp" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ebf9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ebf9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ebf9f.webp 1x" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" alt="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43669-festival-musik-jazz-komposisi-alat-dae" title="JURIS - AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan" target="_blank">AuTene Simah KuetAy Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Ke dalam Komposisi Musik Karawitan</a>: 1) Menyelidiki bagaimana unsur regum dapat diadaptasi dalam genre musik modern seperti pop atau elektronik, sehingga memperluas konteks penafsiran musik tradisional. 2) Mengkaji interaksi antara pengamat musik dengan penonton dalam konteks praksis Didong, sehingga memahami dampak sosial budaya dari representasi regum dalam setting festival musik kontemporer. 3) Mempertimbangkan penggunaan teknologi rekaman jaringan (networked audio) untuk merakit unsur Didong secara realActime antar wilayah, sehingga meneliti potensi kolaborasi lintas budaya. Penelitian tersebut dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika kultur tradisional di era digital serta membuka peluang inovasi dalam pertunjukan musik daerah..
<br>"Tene Simah Kuet" merupakan sebuah karya komposisi yang bersumber dari regum/kode sebagai penanda berakhirnya sebuah permainan dalam kesenian Didong.Dalam penggarapan ini pengkarya menghadirkan regum/kode dalam setiap perubahan dinamika, tempo, dan perpindahan materi vokal/ritme.Karya ini digarap dengan menggunakan pendekatan garap reinterpretasi yang bersumber pada bagian terkecil dari sebuah kesenian tradisi
<br>"Tene Simah Kuet" adalah karya komposisi musik karawitan yang bersumber dari unsur musik regum/kode dalam kesenian Didong. Dalam kesenian didong, regum memiliki peran penting sebagai penanda berakhirnya permainan dalam pertunjukan. "Tene Simah Kuet" dapat diartikan sebagai tanda/penanda yang membawa kekuatan dalam bentuk perubahan tempo dan dinamika sebuah permainan. Dalam hal ini pengkarya menafsirkan regum pada kesenian Didong melalui pengembangan ke dalam bentuk ritme dan vokal. Karya "Tene Simah Kuet" terdiri atas satu kesatuan bagian karya yang mengaktualisasikan regum/kode dinamika forte dalam bagian karya. "Tene Simah Kuet" diaktualisasikan dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ebf9f.webp" type="image/webp" length="58142" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ea526.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-6fa08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/festival-musik-jazz-komposisi-alat-daerah-tradisio-thumb-ebf9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43670-kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel</link>
	<guid isPermaLink="false">d8a358e8f9109ba82ac07c8fbe20b7ff</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 11:17:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ surya rahman ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ bandung gd ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,gd,isbi,rahman,surya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode pelatihan vokal adaptif terhadap jenis-jenis disabilitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode pelatihan vokal adaptif terhadap jenis-jenis disabilitas nonfisik yang berbeda, dengan mempertimbangkan tingkat keparahan dan karakteristik unik masing-masing individu. Hal ini penting untuk memahami bagaimana pendekatan yang paling tepat dapat disesuaikan untuk memaksimalkan potensi setiap mahasiswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan yang terintegrasi dengan terapi seni lainnya, seperti terapi musik dan art therapy, untuk menciptakan pendekatan holistik yang mendukung perkembangan emosional, sosial, dan kognitif mahasiswa difabel. Integrasi ini dapat membantu mengatasi hambatan psikologis dan meningkatkan motivasi belajar. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung pelatihan vokal adaptif, misalnya melalui penggunaan aplikasi atau perangkat lunak yang dirancang khusus untuk membantu mahasiswa melatih teknik vokal, meningkatkan pendengaran, dan memberikan umpan balik yang personal. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas pelatihan, serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih secara mandiri di luar jam pelajaran.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan keterampilan bernyanyi yang adaptif dan terstruktur memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan keterampilan vokal mahasiswa difabel nonfisik di Art Therapy Center Widyatama.Pendekatan pelatihan yang adaptif dan terstruktur dapat dijadikan sebagai model yang efektif dalam pendidikan musik untuk siswa dengan kebutuhan khusus, karena dapat membantu meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesejahteraan mereka Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil pelatihan keterampilan bernyanyi pada mahasiswa difabel nonfisik di Art Therapy Center Widyatama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data utama. Penelitian ini menemukan bahwa pelatihan keterampilan bernyanyi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengenalan teknik dasar, praktek bernyanyi, dan evaluasi performa. Meskipun terdapat kendala dalam proses pelatihan, seperti kesulitan adaptasi dengan metode pembelajaran, hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-ff44c.webp" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-ff44c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-ff44c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-ff44c.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" alt="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-96bff.webp" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-96bff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-96bff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-96bff.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" alt="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-9f710.webp" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-9f710.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-9f710.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-9f710.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" alt="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43670-kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel" title="JURIS - Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama" target="_blank">Pengembangan Keterampilan Bernyanyi Mahasiswa Difabel Nonfisik melalui Pelatihan Musik di Art Therapy Center Widyatama</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode pelatihan vokal adaptif terhadap jenis-jenis disabilitas nonfisik yang berbeda, dengan mempertimbangkan tingkat keparahan dan karakteristik unik masing-masing individu. Hal ini penting untuk memahami bagaimana pendekatan yang paling tepat dapat disesuaikan untuk memaksimalkan potensi setiap mahasiswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan yang terintegrasi dengan terapi seni lainnya, seperti terapi musik dan art therapy, untuk menciptakan pendekatan holistik yang mendukung perkembangan emosional, sosial, dan kognitif mahasiswa difabel. Integrasi ini dapat membantu mengatasi hambatan psikologis dan meningkatkan motivasi belajar. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung pelatihan vokal adaptif, misalnya melalui penggunaan aplikasi atau perangkat lunak yang dirancang khusus untuk membantu mahasiswa melatih teknik vokal, meningkatkan pendengaran, dan memberikan umpan balik yang personal. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas pelatihan, serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih secara mandiri di luar jam pelajaran..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan keterampilan bernyanyi yang adaptif dan terstruktur memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan keterampilan vokal mahasiswa difabel nonfisik di Art Therapy Center Widyatama.Pendekatan pelatihan yang adaptif dan terstruktur dapat dijadikan sebagai model yang efektif dalam pendidikan musik untuk siswa dengan kebutuhan khusus, karena dapat membantu meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesejahteraan mereka
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil pelatihan keterampilan bernyanyi pada mahasiswa difabel nonfisik di Art Therapy Center Widyatama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data utama. Penelitian ini menemukan bahwa pelatihan keterampilan bernyanyi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengenalan teknik dasar, praktek bernyanyi, dan evaluasi performa. Meskipun terdapat kendala dalam proses pelatihan, seperti kesulitan adaptasi dengan metode pembelajaran, hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-ff44c.webp" type="image/webp" length="67382" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-ff44c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-96bff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/kognitif-mahasiswa-keterampilan-bernyanyi-difabel-thumb-9f710.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43675-karya-komposisi-gukkatura-musik-te</link>
	<guid isPermaLink="false">5ea91bbf01de0ed0937dab03f7cba467</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 11:14:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ luncur laung ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi dharma ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,budi,dharma,isbi,laung,luncur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan eksplorasi teknik vokal over range dalam kesenian Nandong, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis komparatif teknik vokal serupa dalam tradisi musik vokal Indonesia lainnya, seperti tembang Jawa atau Partikelan Batak, untuk mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan: Berdasarkan eksplorasi teknik vokal over range dalam kesenian Nandong, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis komparatif teknik vokal serupa dalam tradisi musik vokal Indonesia lainnya, seperti tembang Jawa atau Partikelan Batak, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam implementasi dan fungsi estetisnya. Selain itu, penelitian dapat mengkaji bagaimana teknik over range dapat diintegrasikan ke dalam komposisi musik kontemporer, tidak hanya dalam konteks karawitan, tetapi juga dalam genre musik populer, dengan mempertimbangkan tantangan teknis dan estetika yang mungkin timbul. Lebih lanjut, penelitian kualitatif mendalam mengenai persepsi dan pengalaman para penandong dalam menghasilkan suara over range, termasuk aspek fisiologis, psikologis, dan spiritual, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang praktik ini dan potensi dampaknya terhadap kesehatan vokal. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen Nandong, khususnya teknik vokal over range, dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program terapi musik untuk membantu individu dengan gangguan vokal atau kesulitan bernapas, dengan mempertimbangkan manfaat potensial dari latihan vokal yang terkontrol dan terstruktur.. Over range dilahirkan dengan menggarap vokal yang melewati batas kemampuan setiap musisi, penggarapan yang serupa juga digunakan pada garapan instrumen yang digunakan, instrumen yang dimaksud berupa bass, gitar elektrik, suling, serune kalee, dan lili serune kalee.Untuk menciptakan sebuah komposisi musik tentunya dibutuhkan piranti garap yang digunakan dalam mewujudkan ide yang diangkat, piranti garap yang digunakan pada komposisi karawitan yang berjudul AuLuncur LaungAy ini ialah karakter vokal Aeyeuk dan grenek pada vokal nandong, hal tersebut bertujuan agar pendengar atau apresiator dari karya ini dapat memahami darimana karya komposisi ini bersumber serta bertujuan agar Nandong dapat dinikmati dalam wajah yang barunya AuLUNCUR LAUNGAy adalah sebuah karya komposisi musik karawitan yang berangkat dari kesenian Nandong tepatnya pada setiap awalan penandong memulai syair. AuLUNCUR LAUNGAy terdiri dari dua suku kata, yang mana AuLUNCURAy berarti meluncur dan AuLAUNGAy suara yang kuat (nyaring) yang diteriakan (untuk memanggil atau menyeru). Berarti kata AuLUNCUR LAUNGAy di dalam karya ini dianalogikan sebagai bentuk peluncuran bunyi yang kuat dan nyaring, hal ini terlihat jelas pada kesenian Nandong Simeulue yang mana vokal Over Range yang dibentuk dengan tiga unsur yaitu panjang, tinggi dan melengking tersebut menjadi karakter yang sangat kuat. Fokus karya adalah Over Range yang terdapat dalam vokal Nandong, Over Range disini yaitu merupakan suatu unsur vokal yang dipaksa hingga melewati batas range dari instrument, Over Range pada karya AuLUNCUR LAUNGAy ini akan diaktualisasikan melalui materi garap serta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-39650.webp" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-39650.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-39650.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-39650.webp 1x" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" alt="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-f03ff.webp" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-f03ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-f03ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-f03ff.webp 1x" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" alt="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-7c488.webp" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-7c488.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-7c488.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-7c488.webp 1x" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" alt="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43675-karya-komposisi-gukkatura-musik-te" title="JURIS - AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan" target="_blank">AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan</a>: Berdasarkan eksplorasi teknik vokal over range dalam kesenian Nandong, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis komparatif teknik vokal serupa dalam tradisi musik vokal Indonesia lainnya, seperti tembang Jawa atau Partikelan Batak, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam implementasi dan fungsi estetisnya. Selain itu, penelitian dapat mengkaji bagaimana teknik over range dapat diintegrasikan ke dalam komposisi musik kontemporer, tidak hanya dalam konteks karawitan, tetapi juga dalam genre musik populer, dengan mempertimbangkan tantangan teknis dan estetika yang mungkin timbul. Lebih lanjut, penelitian kualitatif mendalam mengenai persepsi dan pengalaman para penandong dalam menghasilkan suara over range, termasuk aspek fisiologis, psikologis, dan spiritual, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang praktik ini dan potensi dampaknya terhadap kesehatan vokal. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen Nandong, khususnya teknik vokal over range, dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program terapi musik untuk membantu individu dengan gangguan vokal atau kesulitan bernapas, dengan mempertimbangkan manfaat potensial dari latihan vokal yang terkontrol dan terstruktur..
<br>Over range dilahirkan dengan menggarap vokal yang melewati batas kemampuan setiap musisi, penggarapan yang serupa juga digunakan pada garapan instrumen yang digunakan, instrumen yang dimaksud berupa bass, gitar elektrik, suling, serune kalee, dan lili serune kalee.Untuk menciptakan sebuah komposisi musik tentunya dibutuhkan piranti garap yang digunakan dalam mewujudkan ide yang diangkat, piranti garap yang digunakan pada komposisi karawitan yang berjudul AuLuncur LaungAy ini ialah karakter vokal Aeyeuk dan grenek pada vokal nandong, hal tersebut bertujuan agar pendengar atau apresiator dari karya ini dapat memahami darimana karya komposisi ini bersumber serta bertujuan agar Nandong dapat dinikmati dalam wajah yang barunya
<br>AuLUNCUR LAUNGAy adalah sebuah karya komposisi musik karawitan yang berangkat dari kesenian Nandong tepatnya pada setiap awalan penandong memulai syair. AuLUNCUR LAUNGAy terdiri dari dua suku kata, yang mana AuLUNCURAy berarti meluncur dan AuLAUNGAy suara yang kuat (nyaring) yang diteriakan (untuk memanggil atau menyeru). Berarti kata AuLUNCUR LAUNGAy di dalam karya ini dianalogikan sebagai bentuk peluncuran bunyi yang kuat dan nyaring, hal ini terlihat jelas pada kesenian Nandong Simeulue yang mana vokal Over Range yang dibentuk dengan tiga unsur yaitu panjang, tinggi dan melengking tersebut menjadi karakter yang sangat kuat. Fokus karya adalah Over Range yang terdapat dalam vokal Nandong, Over Range disini yaitu merupakan suatu unsur vokal yang dipaksa hingga melewati batas range dari instrument, Over Range pada karya AuLUNCUR LAUNGAy ini akan diaktualisasikan melalui materi garap serta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-39650.webp" type="image/webp" length="23136" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-39650.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-f03ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/karya-komposisi-gukkatura-musik-teknik-vokal-alam-thumb-7c488.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sisingaan dalam Upacara Khitanan Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sisingaan dalam Upacara Khitanan Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sisingaan dalam Upacara Khitanan Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-43676-adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat</link>
	<guid isPermaLink="false">1ac7cf6b2cd4ccfd8f161d053328984c</guid>
	<pubDate>Fri, 01 May 2026 10:52:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ luncur laung ]]></category>
	<category><![CDATA[ isbi bandung ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi dharma ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bandung,budi,dharma,isbi,laung,luncur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang dan temuan penelitian, penelitian lanjutan dapat mengkaji terlebih dahulu bagaimana pola partisipasi masyarakat terhadap Sisingaan berubah di era digital, misalnya dengan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan acara tersebut. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda: Berdasarkan latar belakang dan temuan penelitian, penelitian lanjutan dapat mengkaji terlebih dahulu bagaimana pola partisipasi masyarakat terhadap Sisingaan berubah di era digital, misalnya dengan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan acara tersebut. Penelitian selanjutnya juga dapat meneliti dampak penggunaan elemen musik modern dalam proses Sisingaan terhadap persepsi nilai budaya pada generasi muda. Akhirnya, studi perbandingan antara Sisingaan di berbagai daerah Sunda dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan identitas budaya serta memberikan rekomendasi adaptasi tradisi yang berkelanjutan.. Sisingaan merupakan seni yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan namun juga sebagai media penyampaian pesan moral dan nilai keagamaan.Prosesi Sisingaan dalam acara khitanan mencerminkan perpaduan budaya lokal dan nilai Islam, menegaskan peran kebersamaan, keberanian, dan keteguhan iman.Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan dan menyesuaikan tradisi ini agar tetap relevan bagi generasi mendatang Tradisi Sisingaan dari budaya Sunda di Jawa Barat merupakan kesenian yang berfungsi sebagai hiburan dan media penyampaian nilai moral serta agama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dan makna Sisingaan dalam acara khitanan anak laki-laki Sunda serta bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi budayanya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan pencarian sumber dari database akademik seperti Google Scholar, menggunakan kata kunci "Sisingaan Sunda" dan "Sisingaan dan khitanan". Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ce5af.webp" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ce5af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ce5af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ce5af.webp 1x" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" alt="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-9bfd1.webp" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-9bfd1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-9bfd1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-9bfd1.webp 1x" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" alt="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ba44e.webp" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ba44e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ba44e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ba44e.webp 1x" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" alt="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-43676-adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat" title="JURIS - Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda" target="_blank">Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda</a>: Berdasarkan latar belakang dan temuan penelitian, penelitian lanjutan dapat mengkaji terlebih dahulu bagaimana pola partisipasi masyarakat terhadap Sisingaan berubah di era digital, misalnya dengan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan acara tersebut. Penelitian selanjutnya juga dapat meneliti dampak penggunaan elemen musik modern dalam proses Sisingaan terhadap persepsi nilai budaya pada generasi muda. Akhirnya, studi perbandingan antara Sisingaan di berbagai daerah Sunda dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan identitas budaya serta memberikan rekomendasi adaptasi tradisi yang berkelanjutan..
<br>Sisingaan merupakan seni yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan namun juga sebagai media penyampaian pesan moral dan nilai keagamaan.Prosesi Sisingaan dalam acara khitanan mencerminkan perpaduan budaya lokal dan nilai Islam, menegaskan peran kebersamaan, keberanian, dan keteguhan iman.Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan dan menyesuaikan tradisi ini agar tetap relevan bagi generasi mendatang
<br>Tradisi Sisingaan dari budaya Sunda di Jawa Barat merupakan kesenian yang berfungsi sebagai hiburan dan media penyampaian nilai moral serta agama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dan makna Sisingaan dalam acara khitanan anak laki-laki Sunda serta bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi budayanya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan pencarian sumber dari database akademik seperti Google Scholar, menggunakan kata kunci "Sisingaan Sunda" dan "Sisingaan dan khitanan". Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ce5af.webp" type="image/webp" length="69316" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ce5af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-9bfd1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/adaptasi-tradisi-muja-musik-tradisional-masyarakat-thumb-ba44e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15125-awilaras.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 01 May 2026 14:58:29 +0700. 12 items. Served in: 4.018 seconds [rss] -->
