<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 21:20:34 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:20:34 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-08T21:20:34+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini Kajian Pragmatik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini Kajian Pragmatik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini Kajian Pragmatik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36074-praktik-pola-asuh-anak-bahasa</link>
	<guid isPermaLink="false">bc198c9fcc223b73e169b55f63a5ba40</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:10:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ridha anwari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anwari,ridha]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa dan kesantunan berbahasa pada anak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik): Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa dan kesantunan berbahasa pada anak usia dini. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat semakin banyaknya anak yang terpapar pada konten-konten media sosial sejak usia dini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan kesantunan berbahasa pada anak usia dini, dengan mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang relevan. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara lebih akurat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kesantunan berbahasa anak usia dini, dengan menggunakan instrumen yang terstandarisasi. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan perkembangan bahasa anak usia dini di Indonesia, serta membantu menciptakan generasi muda yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia.. Secara umum dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pola asuh dan bahasa anak dalam berkomunikasi, antara sekolah umum dan yang berbasis Islam.Jika anak terbiasa berkomunikasi dengan orang tua maupun teman dengan bahasa yang santun, maka pola bahasa anak juga cenderung lebih santun.Kesantunan berbahasa pada anak usia dini di PAUD terpadu pelangi dan TKIT Anak Sholeh Mandiri dapat diurutkan dari yang paling banyak yaitu berupa maksim kesepakatan, maksim kerendahan hati, maksim kearifan, maksim pujian, maksim kedermawanan, dan maksim simpati Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola asuh orang tua terhadap bahasa pada anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu metode simak, rekam, dan catat. Data diperoleh dengan cara mengikuti kegiatan anak di sekolah, sambil merekam percakapan mereka saat berkomunikasi dalam setiap kegiatan. Secara umum disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pola asuh orang tua di sekolah umum dengan pola asuh orang tua di sekolah berbasis Islam. Pola kesantunan berbahasa yang ditemukan berupa maksim kesepakatan, kerendahan hati, kearifan, pujian, kedermawanan, dan simpati. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini adalah cara orang tua, guru, lingkungan sosial, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-47858.webp" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-47858.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-47858.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-47858.webp 1x" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" alt="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-2f6ae.webp" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-2f6ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-2f6ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-2f6ae.webp 1x" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" alt="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-51e2b.webp" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-51e2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-51e2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-51e2b.webp 1x" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" alt="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36074-praktik-pola-asuh-anak-bahasa" title="JURIS - Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)" target="_blank">Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini (Kajian Pragmatik)</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa dan kesantunan berbahasa pada anak usia dini. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat semakin banyaknya anak yang terpapar pada konten-konten media sosial sejak usia dini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan kesantunan berbahasa pada anak usia dini, dengan mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang relevan. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara lebih akurat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kesantunan berbahasa anak usia dini, dengan menggunakan instrumen yang terstandarisasi. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan perkembangan bahasa anak usia dini di Indonesia, serta membantu menciptakan generasi muda yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia..
<br>Secara umum dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pola asuh dan bahasa anak dalam berkomunikasi, antara sekolah umum dan yang berbasis Islam.Jika anak terbiasa berkomunikasi dengan orang tua maupun teman dengan bahasa yang santun, maka pola bahasa anak juga cenderung lebih santun.Kesantunan berbahasa pada anak usia dini di PAUD terpadu pelangi dan TKIT Anak Sholeh Mandiri dapat diurutkan dari yang paling banyak yaitu berupa maksim kesepakatan, maksim kerendahan hati, maksim kearifan, maksim pujian, maksim kedermawanan, dan maksim simpati
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola asuh orang tua terhadap bahasa pada anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu metode simak, rekam, dan catat. Data diperoleh dengan cara mengikuti kegiatan anak di sekolah, sambil merekam percakapan mereka saat berkomunikasi dalam setiap kegiatan. Secara umum disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pola asuh orang tua di sekolah umum dengan pola asuh orang tua di sekolah berbasis Islam. Pola kesantunan berbahasa yang ditemukan berupa maksim kesepakatan, kerendahan hati, kearifan, pujian, kedermawanan, dan simpati. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini adalah cara orang tua, guru, lingkungan sosial, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-51e2b.webp" type="image/webp" length="96100" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-47858.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-2f6ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/praktik-pola-asuh-anak-bahasa-al-quran-tua-kesantu-thumb-51e2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11592-idealektik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam Regulasi Negara Dan Realitas Sosial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam Regulasi Negara Dan Realitas Sosial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam Regulasi Negara Dan Realitas Sosial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36085-agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-isla</link>
	<guid isPermaLink="false">c67275cdc38e930303445ea47ff1c23f</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:10:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi sebagai berikut: Pertama, meneliti lebih mendalam tentang dampak sosial dan hukum dari implementasi fatwa MUI tentang perkawinan beda agama. Studi ini dapat mengkaji bagaimana fatwa tersebut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi sebagai berikut: Pertama, meneliti lebih mendalam tentang dampak sosial dan hukum dari implementasi fatwa MUI tentang perkawinan beda agama. Studi ini dapat mengkaji bagaimana fatwa tersebut mempengaruhi stabilitas sosial dan pemahaman masyarakat tentang hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, menganalisis respons masyarakat Muslim terhadap fatwa MUI mengenai perkawinan beda agama. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa tersebut diterima atau ditentang oleh berbagai kelompok masyarakat, serta implikasi sosial dan budaya yang timbul dari perbedaan pandangan tersebut. Ketiga, menelaah relevansi fatwa MUI tentang perkawinan beda agama dalam konteks hak asasi manusia dan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam. Kajian ini dapat membandingkan perspektif hukum Islam dengan prinsip HAM internasional untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi polemik ini tanpa menyalahi aturan Islam yang telah ditetapkan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dinamika fatwa MUI tentang perkawinan beda agama dan implikasinya dalam masyarakat Indonesia yang plural.. Fatwa MUI tentang larangan perkawinan beda agama memiliki dasar yang kuat dalam hukum Islam, baik dari segi dalil Al-Qur'an dan Hadis maupun pandangan para ulama.Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar hubungan kontraktual, tetapi juga ikatan sakral yang bertujuan menjaga akidah dan ketahanan keluarga Muslim.Oleh karena itu, larangan ini didasarkan pada prinsip kemaslahatan (maslahah) guna menghindari potensi konflik keyakinan yang dapat mengancam stabilitas rumah tangga.Di sisi lain, hukum positif Indonesia melalui Undang-Undang Perkawinan tidak secara eksplisit melarang perkawinan beda agama, tetapi tetap mensyaratkan kesesuaian dengan hukum agama masing-masing.Hal ini menunjukkan bahwa negara masih mengakomodasi hukum agama dalam regulasi perkawinan.Dinamika dan polemik mengenai perkawinan beda agama di Indonesia terus berlanjut.Meskipun sebagian masyarakat mendukung larangan ini atas dasar kepatuhan terhadap ajaran Islam, ada pula kelompok yang mengusulkan adanya regulasi yang lebih inklusif dengan mengacu pada prinsip hak asasi manusia.Dalam praktiknya, beberapa pasangan memilih jalan alternatif seperti menikah di luar negeri atau melakukan konversi agama secara administratif demi mendapatkan legalitas pernikahan.Namun, pendekatan ini sering kali menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai bentuk manipulasi hukum.Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa pencatatan perkawinan harus sesuai dengan hukum agama semakin mempertegas posisi hukum Indonesia yang tetap berpijak pada nilai-nilai religius dalam persoalan perkawinan.Sehingga, meskipun hukum positif dan fatwa MUI memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyikapi perkawinan beda agama, implementasi hukum di Indonesia tetap menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan prinsip Islam.Polemik yang terjadi antara aspek hukum Islam, hukum negara, dan hak asasi manusia mencerminkan kompleksitas persoalan ini dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek legal formal, tetapi juga sensitivitas sosial dan nilai-nilai agama yang telah menjadi bagian dari identitas hukum nasional Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang perkawinan beda agama berdasarkan hukum Islam yang menekankan prinsip kemaslahatan. Regulasi negara melalui Undang-Undang Perkawinan tidak secara tegas melarangnya, tetapi mensyaratkan kesesuaian dengan hukum agama masing-masing. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menelaah dinamika fatwa MUI, regulasi negara, dan realitas sosial terkait perkawinan beda agama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fatwa MUI memiliki dasar kuat dalam Islam, praktik sosial menunjukkan keberagaman... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-b41db.webp" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-b41db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-b41db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-b41db.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" alt="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-24d6e.webp" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-24d6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-24d6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-24d6e.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" alt="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-0afb8.webp" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-0afb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-0afb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-0afb8.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" alt="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36085-agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-isla" title="JURIS - Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial" target="_blank">Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi sebagai berikut: Pertama, meneliti lebih mendalam tentang dampak sosial dan hukum dari implementasi fatwa MUI tentang perkawinan beda agama. Studi ini dapat mengkaji bagaimana fatwa tersebut mempengaruhi stabilitas sosial dan pemahaman masyarakat tentang hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, menganalisis respons masyarakat Muslim terhadap fatwa MUI mengenai perkawinan beda agama. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa tersebut diterima atau ditentang oleh berbagai kelompok masyarakat, serta implikasi sosial dan budaya yang timbul dari perbedaan pandangan tersebut. Ketiga, menelaah relevansi fatwa MUI tentang perkawinan beda agama dalam konteks hak asasi manusia dan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam. Kajian ini dapat membandingkan perspektif hukum Islam dengan prinsip HAM internasional untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi polemik ini tanpa menyalahi aturan Islam yang telah ditetapkan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dinamika fatwa MUI tentang perkawinan beda agama dan implikasinya dalam masyarakat Indonesia yang plural..
<br>Fatwa MUI tentang larangan perkawinan beda agama memiliki dasar yang kuat dalam hukum Islam, baik dari segi dalil Al-Qur'an dan Hadis maupun pandangan para ulama.Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar hubungan kontraktual, tetapi juga ikatan sakral yang bertujuan menjaga akidah dan ketahanan keluarga Muslim.Oleh karena itu, larangan ini didasarkan pada prinsip kemaslahatan (maslahah) guna menghindari potensi konflik keyakinan yang dapat mengancam stabilitas rumah tangga.Di sisi lain, hukum positif Indonesia melalui Undang-Undang Perkawinan tidak secara eksplisit melarang perkawinan beda agama, tetapi tetap mensyaratkan kesesuaian dengan hukum agama masing-masing.Hal ini menunjukkan bahwa negara masih mengakomodasi hukum agama dalam regulasi perkawinan.Dinamika dan polemik mengenai perkawinan beda agama di Indonesia terus berlanjut.Meskipun sebagian masyarakat mendukung larangan ini atas dasar kepatuhan terhadap ajaran Islam, ada pula kelompok yang mengusulkan adanya regulasi yang lebih inklusif dengan mengacu pada prinsip hak asasi manusia.Dalam praktiknya, beberapa pasangan memilih jalan alternatif seperti menikah di luar negeri atau melakukan konversi agama secara administratif demi mendapatkan legalitas pernikahan.Namun, pendekatan ini sering kali menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai bentuk manipulasi hukum.Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa pencatatan perkawinan harus sesuai dengan hukum agama semakin mempertegas posisi hukum Indonesia yang tetap berpijak pada nilai-nilai religius dalam persoalan perkawinan.Sehingga, meskipun hukum positif dan fatwa MUI memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyikapi perkawinan beda agama, implementasi hukum di Indonesia tetap menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan prinsip Islam.Polemik yang terjadi antara aspek hukum Islam, hukum negara, dan hak asasi manusia mencerminkan kompleksitas persoalan ini dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek legal formal, tetapi juga sensitivitas sosial dan nilai-nilai agama yang telah menjadi bagian dari identitas hukum nasional
<br>Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang perkawinan beda agama berdasarkan hukum Islam yang menekankan prinsip kemaslahatan. Regulasi negara melalui Undang-Undang Perkawinan tidak secara tegas melarangnya, tetapi mensyaratkan kesesuaian dengan hukum agama masing-masing. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menelaah dinamika fatwa MUI, regulasi negara, dan realitas sosial terkait perkawinan beda agama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fatwa MUI memiliki dasar kuat dalam Islam, praktik sosial menunjukkan keberagaman...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-24d6e.webp" type="image/webp" length="46770" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-b41db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-24d6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/agama-hak-asasi-proses-konversi-prinsip-islam-ajar-thumb-0afb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-451-uim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11131-uim-qanuni-journal-indonesian-islamic-family-law.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda Maqosid Al ShariAoah Kontemporer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda Maqosid Al ShariAoah Kontemporer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda Maqosid Al ShariAoah Kontemporer ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36088-peradilan-islam-negara-muslim-perspekt</link>
	<guid isPermaLink="false">5bb900040a2a66af8b0bac6b852f8c8e</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:48:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, beberapa arah studi baru dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, beberapa arah studi baru dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pendekatan maqAid al-sharAoah dapat diimplementasikan secara konkret dalam praktik peradilan Islam di berbagai negara, khususnya dalam menyelesaikan kasus-kasus kontemporer yang melibatkan benturan nilai antara hukum Islam dan hukum internasional. Kedua, studi komparatif antara sistem peradilan Islam di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki konteks sosial dan hukum serupa dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas berbagai model reformasi hukum Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi. Ketiga, penelitian yang berfokus pada peran teknologi digital dalam meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan efisiensi peradilan Islam, serta potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam membantu hakim dalam proses pengambilan keputusan, perlu dikembangkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan hukum Islam yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern, serta memperkuat peran peradilan Islam sebagai lembaga yang menjamin keadilan dan kemaslahatan umat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa globalisasi merupakan fenomena kompleks yang telah membentuk panorama global saat ini, melibatkan integrasi mendalam antara negara-negara dan individu-individu di seluruh dunia.Pengaruh globalisasi terhadap interpretasi dan aplikasi hukum peradilan Islam sering kali kompleks dan memerlukan penyesuaian antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan kontemporer.Pendekatan maqAid al-sharAoah, pemikiran An-NaAoim, dan prinsip reformis Ramadan memberikan kerangka pemahaman bahwa globalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk memperkuat substansi keadilan dalam hukum Islam Penelitian ini menganalisis pengaruh globalisasi terhadap sistem hukum peradilan Islam dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, serta menggunakan kerangka teori maqAid al-sharAoah yang dikembangkan oleh Jasser Auda. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana integrasi global memengaruhi konsepsi, prinsip normatif, dan implementasi kelembagaan hukum Islam. Globalisasi memunculkan tantangan terhadap sistem hukum Islam, khususnya dalam isu hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan keadilan prosedural. Namun, tantangan ini sekaligus membuka peluang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a1b73.webp" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a1b73.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a1b73.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a1b73.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" alt="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a008b.webp" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a008b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a008b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a008b.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" alt="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-4aff5.webp" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-4aff5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-4aff5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-4aff5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" alt="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36088-peradilan-islam-negara-muslim-perspekt" title="JURIS - Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer" target="_blank">Pengaruh Globalisasi Terhadap Hukum Peradilan Islam Perspektif Jasser Auda: Maqosid Al ShariAoah Kontemporer</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, beberapa arah studi baru dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pendekatan maqAid al-sharAoah dapat diimplementasikan secara konkret dalam praktik peradilan Islam di berbagai negara, khususnya dalam menyelesaikan kasus-kasus kontemporer yang melibatkan benturan nilai antara hukum Islam dan hukum internasional. Kedua, studi komparatif antara sistem peradilan Islam di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki konteks sosial dan hukum serupa dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas berbagai model reformasi hukum Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi. Ketiga, penelitian yang berfokus pada peran teknologi digital dalam meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan efisiensi peradilan Islam, serta potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam membantu hakim dalam proses pengambilan keputusan, perlu dikembangkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan hukum Islam yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern, serta memperkuat peran peradilan Islam sebagai lembaga yang menjamin keadilan dan kemaslahatan umat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa globalisasi merupakan fenomena kompleks yang telah membentuk panorama global saat ini, melibatkan integrasi mendalam antara negara-negara dan individu-individu di seluruh dunia.Pengaruh globalisasi terhadap interpretasi dan aplikasi hukum peradilan Islam sering kali kompleks dan memerlukan penyesuaian antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan kontemporer.Pendekatan maqAid al-sharAoah, pemikiran An-NaAoim, dan prinsip reformis Ramadan memberikan kerangka pemahaman bahwa globalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk memperkuat substansi keadilan dalam hukum Islam
<br>Penelitian ini menganalisis pengaruh globalisasi terhadap sistem hukum peradilan Islam dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, serta menggunakan kerangka teori maqAid al-sharAoah yang dikembangkan oleh Jasser Auda. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana integrasi global memengaruhi konsepsi, prinsip normatif, dan implementasi kelembagaan hukum Islam. Globalisasi memunculkan tantangan terhadap sistem hukum Islam, khususnya dalam isu hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan keadilan prosedural. Namun, tantangan ini sekaligus membuka peluang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a008b.webp" type="image/webp" length="76424" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a1b73.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-a008b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/peradilan-islam-negara-muslim-perspektif-madzhab-g-thumb-4aff5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-451-uim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11131-uim-qanuni-journal-indonesian-islamic-family-law.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36076-kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-post-f</link>
	<guid isPermaLink="false">5c2cece8fa38693e13d6723373afc4d1</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 18:06:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ridha anwari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anwari,ridha]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1) Menganalisis lebih lanjut tentang penggunaan piranti kohesi gramatikal yang tepat dalam Tajuk Rencana harian Banjarmasin Post, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keefektifan, ringkasan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post: Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1) Menganalisis lebih lanjut tentang penggunaan piranti kohesi gramatikal yang tepat dalam Tajuk Rencana harian Banjarmasin Post, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keefektifan, ringkasan, dan kejelasan dalam menyampaikan pesan. 2) Meneliti dan membandingkan penggunaan piranti kohesi gramatikal dalam Tajuk Rencana dengan rubrik-rubrik lain di Banjarmasin Post, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam membangun wacana yang kohesif dan koheren. 3) Mengkaji lebih dalam tentang peran dan fungsi piranti kohesi gramatikal dalam menciptakan kepaduan dan keutuhan wacana, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam penulisan berita dan artikel di media massa.. 1) Piranti kohesi gramatikal yang sangat dominan pada piranti referensi adalah pronomina persona, pronomina penunjuk umum, dan pronomina eklitiknya.2) Untuk piranti kohesi garamatikal berupa proses subtitusi dari semua data yang dianalisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa gejala subtitusi pada setiap data selalu ada, proses pensubtitusian mencapai 3 sampai 6 buah dalam tiap data.Proses subtitusi sangat mendukung kohesif dan koheren wacana yang dibangunnya.Dengan memanfaatkan pensubtitusian atau penyulihan itu sebagai alat pembangunan wacana, pengulangan unsur-unsur yang sama dalam penulisan akan terhindar sehingga wacana itu tidak monoton.3) Untuk piranti kohesi yang berupa elipsis yang telah dianalisis, juga ditemukan pada tiap data, tetapi jumlahnya tidak banyak.Pada setiap data penggunaan elipsis hanya berkisar antara 1 sampai 2 buah saja.Pelesapan unsur yang sama pada bagian yang lain, sangat mendukung kohesif dan koheren kalimat dalam wacana Pembicaraan tentang kohesi tidak akan terlepas dari masalah wacana karena kohesi memang merupakan bagian dari wacana. Wacana merupakan tataran yang paling besar dalam hierarki kebahasaan. Wacana tidak merupakan susunan kalimat secara acak, tetapi merupakan satuan bahasa, baik lisan maupun tulisan yang tersusun berkesinambungan dan membentuk suatu kepaduan. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian bertujuan mendeskripsikan pemakaian piranti kohesi gramatikal yang meliputi referensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi yang digunakan dalam penulisan berita dalam Tajuk Rencana harian Banjarmasin Post. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-43dfb.webp" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-43dfb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-43dfb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-43dfb.webp 1x" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" alt="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-fbb4e.webp" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-fbb4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-fbb4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-fbb4e.webp 1x" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" alt="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-d7bb5.webp" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-d7bb5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-d7bb5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-d7bb5.webp 1x" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" alt="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36076-kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-post-f" title="JURIS - Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post" target="_blank">Kohesi Gramatikal pada Tajuk Rencana di Harian Banjarmasin Post</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1) Menganalisis lebih lanjut tentang penggunaan piranti kohesi gramatikal yang tepat dalam Tajuk Rencana harian Banjarmasin Post, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keefektifan, ringkasan, dan kejelasan dalam menyampaikan pesan. 2) Meneliti dan membandingkan penggunaan piranti kohesi gramatikal dalam Tajuk Rencana dengan rubrik-rubrik lain di Banjarmasin Post, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam membangun wacana yang kohesif dan koheren. 3) Mengkaji lebih dalam tentang peran dan fungsi piranti kohesi gramatikal dalam menciptakan kepaduan dan keutuhan wacana, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam penulisan berita dan artikel di media massa..
<br>1) Piranti kohesi gramatikal yang sangat dominan pada piranti referensi adalah pronomina persona, pronomina penunjuk umum, dan pronomina eklitiknya.2) Untuk piranti kohesi garamatikal berupa proses subtitusi dari semua data yang dianalisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa gejala subtitusi pada setiap data selalu ada, proses pensubtitusian mencapai 3 sampai 6 buah dalam tiap data.Proses subtitusi sangat mendukung kohesif dan koheren wacana yang dibangunnya.Dengan memanfaatkan pensubtitusian atau penyulihan itu sebagai alat pembangunan wacana, pengulangan unsur-unsur yang sama dalam penulisan akan terhindar sehingga wacana itu tidak monoton.3) Untuk piranti kohesi yang berupa elipsis yang telah dianalisis, juga ditemukan pada tiap data, tetapi jumlahnya tidak banyak.Pada setiap data penggunaan elipsis hanya berkisar antara 1 sampai 2 buah saja.Pelesapan unsur yang sama pada bagian yang lain, sangat mendukung kohesif dan koheren kalimat dalam wacana
<br>Pembicaraan tentang kohesi tidak akan terlepas dari masalah wacana karena kohesi memang merupakan bagian dari wacana. Wacana merupakan tataran yang paling besar dalam hierarki kebahasaan. Wacana tidak merupakan susunan kalimat secara acak, tetapi merupakan satuan bahasa, baik lisan maupun tulisan yang tersusun berkesinambungan dan membentuk suatu kepaduan. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian bertujuan mendeskripsikan pemakaian piranti kohesi gramatikal yang meliputi referensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi yang digunakan dalam penulisan berita dalam Tajuk Rencana harian Banjarmasin Post.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-d7bb5.webp" type="image/webp" length="98618" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-43dfb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-fbb4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/kohesi-gramatikal-tajuk-banjarmasin-fungsi-piranti-thumb-d7bb5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11592-idealektik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Student Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Student Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Student Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36082-kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajar</link>
	<guid isPermaLink="false">5fdb6cf5de513031921d9eef63f247e5</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 18:03:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arabiyyati f ]]></category>
	<category><![CDATA[ lughati al ]]></category>
	<category><![CDATA[ iji wa al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,arabiyyati,f,iji,lughati,wa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan model blended learning yang menggabungkan SCL dan CL secara daring dan luring memengaruhi motivasi serta penguasaan bahasa Arab di kalangan pelajar dengan latar belakang berbeda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education: Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan model blended learning yang menggabungkan SCL dan CL secara daring dan luring memengaruhi motivasi serta penguasaan bahasa Arab di kalangan pelajar dengan latar belakang berbeda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan berkelanjutan bagi guru berbasis komunitas praktik profesional dalam mengadopsi pendekatan SCL dan CL di kelas bahasa Arab yang padat siswa. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana keterlibatan siswa dalam perancangan aktivitas pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemandirian belajar dan kinerja komunikatif jangka panjang, terutama di lingkungan pendidikan formal yang masih berorientasi ujian. Studi-studi ini akan membantu memahami kondisi optimal implementasi SCL dan CL, mendorong inovasi pedagogis yang berkelanjutan, serta memberikan panduan praktis bagi sekolah dan pengambil kebijakan dalam mentransformasi pembelajaran bahasa Arab secara sistemik dan inklusif.. Integrasi Student-Centered Learning (SCL) dan Collaborative Learning (CL) dalam pendidikan bahasa Arab memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan, otonomi, dan kompetensi komunikatif siswa.Penerapan pendekatan ini memerlukan perencanaan matang, dukungan institusi, serta pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.Dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan desain pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan peserta didik, kelas bahasa Arab dapat menjadi ruang yang dinamis, inklusif, dan berpusat pada siswa Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Student-Centered Learning (SCL) dan Collaborative Learning (CL) dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Ketika paradigma pendidikan bergeser dari pendekatan tradisional yang berpusat pada guru ke metode yang lebih interaktif dan digerakkan oleh peserta didik, kebutuhan untuk memahami dan menerapkan SCL dan CL menjadi semakin relevan. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini meninjau literatur dan praktik pendidikan yang menunjukkan bagaimana kedua strategi ini berkontribusi untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, otonomi, keterampilan komunikasi, dan pemikiran kritis di ruang kelas bahasa Arab. Temuan menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-efe70.webp" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-efe70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-efe70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-efe70.webp 1x" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" alt="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-a2d6f.webp" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-a2d6f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-a2d6f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-a2d6f.webp 1x" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" alt="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-eed8a.webp" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-eed8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-eed8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-eed8a.webp 1x" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" alt="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36082-kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajar" title="JURIS - Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education" target="_blank">Student-Centered Learning and Collaborative Learning in Arabic Language Education</a>: Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan model blended learning yang menggabungkan SCL dan CL secara daring dan luring memengaruhi motivasi serta penguasaan bahasa Arab di kalangan pelajar dengan latar belakang berbeda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan berkelanjutan bagi guru berbasis komunitas praktik profesional dalam mengadopsi pendekatan SCL dan CL di kelas bahasa Arab yang padat siswa. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana keterlibatan siswa dalam perancangan aktivitas pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemandirian belajar dan kinerja komunikatif jangka panjang, terutama di lingkungan pendidikan formal yang masih berorientasi ujian. Studi-studi ini akan membantu memahami kondisi optimal implementasi SCL dan CL, mendorong inovasi pedagogis yang berkelanjutan, serta memberikan panduan praktis bagi sekolah dan pengambil kebijakan dalam mentransformasi pembelajaran bahasa Arab secara sistemik dan inklusif..
<br>Integrasi Student-Centered Learning (SCL) dan Collaborative Learning (CL) dalam pendidikan bahasa Arab memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan, otonomi, dan kompetensi komunikatif siswa.Penerapan pendekatan ini memerlukan perencanaan matang, dukungan institusi, serta pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.Dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan desain pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan peserta didik, kelas bahasa Arab dapat menjadi ruang yang dinamis, inklusif, dan berpusat pada siswa
<br>Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Student-Centered Learning (SCL) dan Collaborative Learning (CL) dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Ketika paradigma pendidikan bergeser dari pendekatan tradisional yang berpusat pada guru ke metode yang lebih interaktif dan digerakkan oleh peserta didik, kebutuhan untuk memahami dan menerapkan SCL dan CL menjadi semakin relevan. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini meninjau literatur dan praktik pendidikan yang menunjukkan bagaimana kedua strategi ini berkontribusi untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, otonomi, keterampilan komunikasi, dan pemikiran kritis di ruang kelas bahasa Arab. Temuan menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-eed8a.webp" type="image/webp" length="89438" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-efe70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-a2d6f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/kelas-bahasa-inggris-pemerolehan-pembelajaran-voka-thumb-eed8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2942-gubugjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11849-nazhair-journal-arabic-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Stkip Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018 2019 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Stkip Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018 2019 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Stkip Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018 2019 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36071-anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa</link>
	<guid isPermaLink="false">409aeb158010f13765794367c8c180a3</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:56:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ma kurikulum ]]></category>
	<category><![CDATA[ muatan nilai ]]></category>
	<category><![CDATA[ karya yus r ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[karya,kurikulum,ma,muatan,nilai,r,yus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh faktor sosio-kultural mahasiswa asli Papua terhadap proses pembelajaran bahasa Inggris, termasuk bagaimana latar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh faktor sosio-kultural mahasiswa asli Papua terhadap proses pembelajaran bahasa Inggris, termasuk bagaimana latar belakang budaya dan bahasa daerah memengaruhi kemampuan mereka dalam menguasai bahasa Inggris. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan serta karakteristik mahasiswa asli Papua, misalnya dengan mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal dalam materi pembelajaran. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas berbagai strategi intervensi yang dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Inggris pada mahasiswa asli Papua, seperti program mentoring, pelatihan intensif, atau penggunaan teknologi pembelajaran yang adaptif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa asli Papua dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan global.. Secara umum, mahasiswa asli Papua di STKIP Muhammadiyah Manokwari masih cenderung pasif dalam kegiatan mata kuliah bahasa Inggris.Kesulitan belajar mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk minimnya kosakata, kesulitan pengucapan, kurangnya pemahaman struktur kalimat dan grammar, serta kurangnya kemampuan dasar membaca bahasa Inggris sebelum masuk perguruan tinggi.Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan motivasi belajar dan pembiasaan penggunaan bahasa Inggris melalui kegiatan seperti hari bahasa Inggris dan pemutaran film berbahasa Inggris Mata kuliah bahasa Inggris adalah mata kuliah wajib di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari, Papua Barat. Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa asli Papua, belum menguasai kemampuan dasar bahasa Inggris dan mengalami kesulitan belajar. Lebih dari 50% mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah bahasa Inggris didominasi oleh mahasiswa asli Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asli Papua mengalami kesulitan dalam keempat kemampuan dasar bahasa Inggris: berbicara (Speaking), mendengarkan (Listening), menulis (Writing),... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-ede88.webp" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-ede88.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-ede88.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-ede88.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" alt="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-b5699.webp" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-b5699.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-b5699.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-b5699.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" alt="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-d836e.webp" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-d836e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-d836e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-d836e.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" alt="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36071-anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa" title="JURIS - Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019" target="_blank">Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa Asli Papua Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Di Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Stkip) Muhammadiyah Manokwari Tahun Ajaran 2018/2019</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh faktor sosio-kultural mahasiswa asli Papua terhadap proses pembelajaran bahasa Inggris, termasuk bagaimana latar belakang budaya dan bahasa daerah memengaruhi kemampuan mereka dalam menguasai bahasa Inggris. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan serta karakteristik mahasiswa asli Papua, misalnya dengan mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal dalam materi pembelajaran. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas berbagai strategi intervensi yang dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Inggris pada mahasiswa asli Papua, seperti program mentoring, pelatihan intensif, atau penggunaan teknologi pembelajaran yang adaptif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa asli Papua dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan global..
<br>Secara umum, mahasiswa asli Papua di STKIP Muhammadiyah Manokwari masih cenderung pasif dalam kegiatan mata kuliah bahasa Inggris.Kesulitan belajar mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk minimnya kosakata, kesulitan pengucapan, kurangnya pemahaman struktur kalimat dan grammar, serta kurangnya kemampuan dasar membaca bahasa Inggris sebelum masuk perguruan tinggi.Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan motivasi belajar dan pembiasaan penggunaan bahasa Inggris melalui kegiatan seperti hari bahasa Inggris dan pemutaran film berbahasa Inggris
<br>Mata kuliah bahasa Inggris adalah mata kuliah wajib di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari, Papua Barat. Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa asli Papua, belum menguasai kemampuan dasar bahasa Inggris dan mengalami kesulitan belajar. Lebih dari 50% mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah bahasa Inggris didominasi oleh mahasiswa asli Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asli Papua mengalami kesulitan dalam keempat kemampuan dasar bahasa Inggris: berbicara (Speaking), mendengarkan (Listening), menulis (Writing),...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-b5699.webp" type="image/webp" length="112180" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-ede88.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-b5699.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/anak-asli-papua-karakteristik-mahasiswa-oap-pembel-thumb-d836e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11592-idealektik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X Means ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X Means ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X Means ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36080-pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p</link>
	<guid isPermaLink="false">8d62538164d348d5c443a145516c7db6</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:56:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ archive team ]]></category>
	<category><![CDATA[ zaehol fatah ]]></category>
	<category><![CDATA[ imam wahyudi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[archive,fatah,imam,team,wahyudi,zaehol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja algoritma X-Means dengan algoritma clustering lainnya, seperti K-Means atau DBSCAN, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja algoritma X-Means dengan algoritma clustering lainnya, seperti K-Means atau DBSCAN, untuk mengidentifikasi metode yang paling akurat dan efisien dalam memetakan kejadian stunting. Kedua, studi dapat diperluas dengan memasukkan variabel tambahan yang mempengaruhi stunting, seperti akses terhadap layanan kesehatan, sanitasi, dan pendidikan, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor risiko stunting di wilayah tersebut. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini stunting berbasis SIG yang dapat memberikan informasi real-time kepada petugas kesehatan mengenai wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus stunting, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran dan efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Indonesia.. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengelompokan wilayah berdasarkan status ekonomi keluarga menggunakan algoritma X-Means menghasilkan empat kelompok terbaik dengan akurasi cluster 0,47.Integrasi peta dengan hasil pengelompokan data berhasil dilakukan tanpa kesalahan menggunakan library geopandas.Visualisasi peta prevalensi stunting menggambarkan status desa berdasarkan warna latar belakang, yang mengindikasikan tingkat kejadian stunting di masing-masing wilayah Stunting adalah masalah kekurangan asupan gizi yang berlangsung cukup lama, dan penurunan kejadian stunting merupakan prioritas program pemerintah di bidang kesehatan. Pemetaan wilayah berdasarkan kejadian stunting akan sangat membantu petugas kesehatan dalam menurunkan prevalensi stunting. Penelitian ini memetakan wilayah yang rentan stunting berdasarkan faktor status ekonomi keluarga menggunakan teknik data mining clustering dengan algoritma X-Means. Penentuan scoring cluster optimal menggunakan Davies Bouldin Index (DBI). Hasil analisis clustering diintegrasikan dalam peta berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian memberikan gambaran pengelompokan wilayah dengan nilai scoring evaluasi DBI sebesar 0,47. Disarankan untuk memanfaatkan metode lain dan membandingkannya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-d7fec.webp" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-d7fec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-d7fec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-d7fec.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" alt="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-687a1.webp" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-687a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-687a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-687a1.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" alt="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-c0a5f.webp" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-c0a5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-c0a5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-c0a5f.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" alt="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36080-pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p" title="JURIS - Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means" target="_blank">Pemetaan Kejadian Stunting Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Di Puskesmas Bangil Menggunakan Algoritma X-Means</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja algoritma X-Means dengan algoritma clustering lainnya, seperti K-Means atau DBSCAN, untuk mengidentifikasi metode yang paling akurat dan efisien dalam memetakan kejadian stunting. Kedua, studi dapat diperluas dengan memasukkan variabel tambahan yang mempengaruhi stunting, seperti akses terhadap layanan kesehatan, sanitasi, dan pendidikan, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor risiko stunting di wilayah tersebut. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini stunting berbasis SIG yang dapat memberikan informasi real-time kepada petugas kesehatan mengenai wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus stunting, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran dan efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Indonesia..
<br>Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengelompokan wilayah berdasarkan status ekonomi keluarga menggunakan algoritma X-Means menghasilkan empat kelompok terbaik dengan akurasi cluster 0,47.Integrasi peta dengan hasil pengelompokan data berhasil dilakukan tanpa kesalahan menggunakan library geopandas.Visualisasi peta prevalensi stunting menggambarkan status desa berdasarkan warna latar belakang, yang mengindikasikan tingkat kejadian stunting di masing-masing wilayah
<br>Stunting adalah masalah kekurangan asupan gizi yang berlangsung cukup lama, dan penurunan kejadian stunting merupakan prioritas program pemerintah di bidang kesehatan. Pemetaan wilayah berdasarkan kejadian stunting akan sangat membantu petugas kesehatan dalam menurunkan prevalensi stunting. Penelitian ini memetakan wilayah yang rentan stunting berdasarkan faktor status ekonomi keluarga menggunakan teknik data mining clustering dengan algoritma X-Means. Penentuan scoring cluster optimal menggunakan Davies Bouldin Index (DBI). Hasil analisis clustering diintegrasikan dalam peta berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian memberikan gambaran pengelompokan wilayah dengan nilai scoring evaluasi DBI sebesar 0,47. Disarankan untuk memanfaatkan metode lain dan membandingkannya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-687a1.webp" type="image/webp" length="87060" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-d7fec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-687a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/pemetaan-wilayah-stunting-clustering-x-means-sig-p-thumb-c0a5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-451-uim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11129-uim-jurnal-aplikasi-teknologi-informasi-manajemen-jatim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi Teks Eksposisi Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma Smk Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi Teks Eksposisi Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma Smk Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi Teks Eksposisi Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma Smk Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36068-teks-observasi-konjungsi-eksposisi-rani-setia</link>
	<guid isPermaLink="false">81abb4903ca2cc0d117f29d5e0f660b9</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:34:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ma kurikulum ]]></category>
	<category><![CDATA[ muatan nilai ]]></category>
	<category><![CDATA[ karya yus r ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[karya,kurikulum,ma,muatan,nilai,r,yus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap kesalahan penggunaan konjungsi dalam pembelajaran menulis, agar dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan ketidaktepatan tersebut dalam praktik kelas. Kedua, perlu dilakukan penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013: Pertama, perlu diteliti bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap kesalahan penggunaan konjungsi dalam pembelajaran menulis, agar dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan ketidaktepatan tersebut dalam praktik kelas. Kedua, perlu dilakukan penelitian eksperimen penerapan modul pembelajaran berbasis kesalahan konjungsi yang ditemukan dalam buku ini, untuk melihat sejauh mana modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan konjungsi secara tepat. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian komparatif tentang tata penggunaan konjungsi antara teks tulisan siswa dengan contoh teks dalam buku pegangan guru, guna mengidentifikasi apakah kesalahan siswa dipengaruhi langsung oleh model yang terdapat dalam buku ajar tersebut. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan kualitatif dengan data empiris dan memberikan solusi berbasis bukti untuk perbaikan kualitas bahan ajar dan praktik pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat menengah.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat kesalahan dalam penggunaan kata penghubung pada buku pegangan guru.Konjungsi koordinatif seperti dan, atau, selanjutnya, dengan, hanya, adalah, serta digunakan secara salah, termasuk penempatannya setelah subjek atau di tengah kalimat.Selain itu, konjungsi subordinatif seperti karena, sebab, agar, kalau, hingga, dan sebagai juga digunakan secara keliru dalam konteks sebab-akibat, tujuan, atau batas kejadian Siswa diajarkan untuk menulis dan tanpa adanya sikap perbaikan. Padahal pentingnya perbaikan pada tulisan siswa sejak dini agar tidak menjadi hal yang terus terjadi. Oleh sebab itu, banyak terjadinya kesalahan-kesalahan pada tulisan tersebut. Kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penulisan kata penghubung atau konjungsi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memaparkan suatu keadaan sejelas mungkin tanpa adanya tindakan terhadap objek yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah Buku Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/MA Edisi Revisi 2017 Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pada teks observasi, teks eksposisi, dan teks anekdot terkait... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c90de.webp" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c90de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c90de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c90de.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" alt="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c6796.webp" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c6796.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c6796.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c6796.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" alt="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-036f8.webp" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-036f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-036f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-036f8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" alt="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36068-teks-observasi-konjungsi-eksposisi-rani-setia" title="JURIS - Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013" target="_blank">Analisis Kesalahan Pemakaian Kata Penghubung Dalam Teks Observasi, Teks Eksposisi, Dan Teks Anekdot Pada Buku Pegangan Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Sma/Smk/Ma Tahun 2017 Kurikulum 2013</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap kesalahan penggunaan konjungsi dalam pembelajaran menulis, agar dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan ketidaktepatan tersebut dalam praktik kelas. Kedua, perlu dilakukan penelitian eksperimen penerapan modul pembelajaran berbasis kesalahan konjungsi yang ditemukan dalam buku ini, untuk melihat sejauh mana modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan konjungsi secara tepat. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian komparatif tentang tata penggunaan konjungsi antara teks tulisan siswa dengan contoh teks dalam buku pegangan guru, guna mengidentifikasi apakah kesalahan siswa dipengaruhi langsung oleh model yang terdapat dalam buku ajar tersebut. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan kualitatif dengan data empiris dan memberikan solusi berbasis bukti untuk perbaikan kualitas bahan ajar dan praktik pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat menengah..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat kesalahan dalam penggunaan kata penghubung pada buku pegangan guru.Konjungsi koordinatif seperti dan, atau, selanjutnya, dengan, hanya, adalah, serta digunakan secara salah, termasuk penempatannya setelah subjek atau di tengah kalimat.Selain itu, konjungsi subordinatif seperti karena, sebab, agar, kalau, hingga, dan sebagai juga digunakan secara keliru dalam konteks sebab-akibat, tujuan, atau batas kejadian
<br>Siswa diajarkan untuk menulis dan tanpa adanya sikap perbaikan. Padahal pentingnya perbaikan pada tulisan siswa sejak dini agar tidak menjadi hal yang terus terjadi. Oleh sebab itu, banyak terjadinya kesalahan-kesalahan pada tulisan tersebut. Kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penulisan kata penghubung atau konjungsi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memaparkan suatu keadaan sejelas mungkin tanpa adanya tindakan terhadap objek yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah Buku Guru Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/MA Edisi Revisi 2017 Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pada teks observasi, teks eksposisi, dan teks anekdot terkait...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c6796.webp" type="image/webp" length="90850" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c90de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-c6796.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/teks-observasi-konjungsi-eksposisi-analisiskesalah-thumb-036f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11592-idealektik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT ON MENTAL HEALTH OF YOUTH ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT ON MENTAL HEALTH OF YOUTH ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT ON MENTAL HEALTH OF YOUTH ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36087-kategori-mental-health-kesehatan-perempuan</link>
	<guid isPermaLink="false">e83b080ead3cad39b8feb63f69654e25</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:11:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lembaga agama dalam memberikan edukasi dan bimbingan moral kepada remaja tentang makna pernikahan dan kesiapan yang diperlukan. Kedua, mengkaji lebih dalam tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lembaga agama dalam memberikan edukasi dan bimbingan moral kepada remaja tentang makna pernikahan dan kesiapan yang diperlukan. Kedua, mengkaji lebih dalam tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental remaja, khususnya dalam hal kecemasan, stres, dan depresi. Ketiga, meneliti strategi-strategi pemerintah dalam mencegah pernikahan dini, termasuk upaya-upaya edukasi dan sosialisasi, serta bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut dapat disinergikan dengan lembaga agama dan masyarakat.. Pernikahan dini, meskipun diperbolehkan dalam Islam, memerlukan pertimbangan matang terkait kesiapan fisik, mental, dan finansial.Perspektif hukum Islam menekankan pentingnya maslahat dan kesiapan individu, sementara kesehatan mental menunjukkan risiko signifikan yang harus diatasi.Pendekatan holistik yang melibatkan edukasi, dukungan psikososial, dan kebijakan pemerintah diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak pernikahan dini.Sinergi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan kesejahteraan individu yang terlibat dalam pernikahan dini Pernikahan dini adalah fenomena sosial yang masih banyak terjadi, khususnya di masyarakat dengan akses pendidikan dan informasi terbatas. Dalam perspektif hukum Islam, pernikahan dini diperbolehkan selama memenuhi syarat dan rukun pernikahan, namun memerlukan kesiapan fisik, mental, dan finansial. Dampak negatif yang timbul dari pernikahan dini mencakup kecemasan, stres, depresi, hingga isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis literatur dan studi kasus untuk mengeksplorasi pandangan hukum Islam dan dampak kesehatan mental yang terkait dengan pernikahan dini. Artikel ini juga mengusulkan beberapa solusi, seperti edukasi agama, dukungan psikososial, dan kebijakan yang melibatkan sinergi antara hukum Islam dan regulasi nasional. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-1fbbd.webp" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-1fbbd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-1fbbd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-1fbbd.webp 1x" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" alt="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-baa78.webp" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-baa78.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-baa78.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-baa78.webp 1x" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" alt="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-64b08.webp" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-64b08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-64b08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-64b08.webp 1x" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" alt="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36087-kategori-mental-health-kesehatan-perempuan" title="JURIS - The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH" target="_blank">The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lembaga agama dalam memberikan edukasi dan bimbingan moral kepada remaja tentang makna pernikahan dan kesiapan yang diperlukan. Kedua, mengkaji lebih dalam tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental remaja, khususnya dalam hal kecemasan, stres, dan depresi. Ketiga, meneliti strategi-strategi pemerintah dalam mencegah pernikahan dini, termasuk upaya-upaya edukasi dan sosialisasi, serta bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut dapat disinergikan dengan lembaga agama dan masyarakat..
<br>Pernikahan dini, meskipun diperbolehkan dalam Islam, memerlukan pertimbangan matang terkait kesiapan fisik, mental, dan finansial.Perspektif hukum Islam menekankan pentingnya maslahat dan kesiapan individu, sementara kesehatan mental menunjukkan risiko signifikan yang harus diatasi.Pendekatan holistik yang melibatkan edukasi, dukungan psikososial, dan kebijakan pemerintah diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak pernikahan dini.Sinergi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan kesejahteraan individu yang terlibat dalam pernikahan dini
<br>Pernikahan dini adalah fenomena sosial yang masih banyak terjadi, khususnya di masyarakat dengan akses pendidikan dan informasi terbatas. Dalam perspektif hukum Islam, pernikahan dini diperbolehkan selama memenuhi syarat dan rukun pernikahan, namun memerlukan kesiapan fisik, mental, dan finansial. Dampak negatif yang timbul dari pernikahan dini mencakup kecemasan, stres, depresi, hingga isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis literatur dan studi kasus untuk mengeksplorasi pandangan hukum Islam dan dampak kesehatan mental yang terkait dengan pernikahan dini. Artikel ini juga mengusulkan beberapa solusi, seperti edukasi agama, dukungan psikososial, dan kebijakan yang melibatkan sinergi antara hukum Islam dan regulasi nasional.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-baa78.webp" type="image/webp" length="57874" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-1fbbd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-baa78.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/kategori-mental-health-kesehatan-perempuan-emosion-thumb-64b08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-451-uim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11131-uim-qanuni-journal-indonesian-islamic-family-law.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Role of Al Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Role of Al Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Role of Al Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36067-keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-pembe</link>
	<guid isPermaLink="false">a7b817457c07f0484fb5993f6d9297f5</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 16:55:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arabiyyah f ]]></category>
	<category><![CDATA[ iyyah wa al ]]></category>
	<category><![CDATA[ miyyah lad ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,arabiyyah,f,iyyah,lad,miyyah,wa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap kontribusi Al-Jurjani dan Farid Wajdi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana teori balaghah Al-Jurjani dapat diterapkan dalam analisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies: Berdasarkan analisis terhadap kontribusi Al-Jurjani dan Farid Wajdi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana teori balaghah Al-Jurjani dapat diterapkan dalam analisis wacana kontemporer, khususnya dalam konteks media sosial dan komunikasi digital. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan Farid Wajdi terhadap linguistik sosial dengan teori-teori sosiolinguistik modern, untuk melihat relevansi dan kontribusinya dalam memahami dinamika bahasa di masyarakat modern. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran bahasa Arab yang mengintegrasikan pendekatan tradisional Al-Jurjani dengan perspektif sosial-budaya Farid Wajdi, dengan tujuan menghasilkan metode pengajaran yang lebih efektif dan relevan bagi pelajar abad ke-21. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu bahasa Arab dan memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan pendidikan dan komunikasi di era global.. Abdul Qahir al-Jurjani memberikan sumbangan yang luar biasa dalam bidang ilmu bahasa, khususnya melalui teorinya dalam retorika yang mendalam.Karya-karyanya memperkenalkan konsep-konsep penting mengenai keindahan bahasa dan struktur kalimat.Farid Wajdi, seorang tokoh penting dalam pengembangan ilmu bahasa, memberikan kontribusi besar melalui teori-teori yang menghubungkan bahasa dengan aspek budaya dan sosial.Kontribusinya memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan ilmu bahasa pada masanya.Kedua pemikir ini, meskipun berbeda pendekatan, memberikan landasan penting bagi studi bahasa dan sastra Arab yang komprehensif Dalam studi ini, kami berfokus pada kajian Keer Abdul Qahir al-Jurjani dalam tema-tema Farid Wajdi dan mempertimbangkan pentingnya pemikiran ini dalam studi terbaru tentang bahasa dan sastra Arab. Sementara Al-Jurjani menetapkan teori retorika, yang berfokus pada hubungan antara struktur dan makna kalimat individu, Farid Wajdi menyajikan metode linguistik, yang didasarkan pada pendekatan sosial dan budaya. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka dalam model penelitian kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa Al-Jurjani memberikan kontribusi signifikan dalam memahami estetika bahasa melalui teori-teorinya tentang struktur dan makna, yang menjadi dasar balaghah.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-61a08.webp" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-61a08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-61a08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-61a08.webp 1x" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" alt="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-73769.webp" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-73769.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-73769.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-73769.webp 1x" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" alt="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-e1b26.webp" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-e1b26.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-e1b26.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-e1b26.webp 1x" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" alt="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36067-keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-pembe" title="JURIS - The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies" target="_blank">The Role of Al-Jurjani and Farid Wajdi in the Development of Arabic Language and Literature Studies</a>: Berdasarkan analisis terhadap kontribusi Al-Jurjani dan Farid Wajdi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana teori balaghah Al-Jurjani dapat diterapkan dalam analisis wacana kontemporer, khususnya dalam konteks media sosial dan komunikasi digital. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan Farid Wajdi terhadap linguistik sosial dengan teori-teori sosiolinguistik modern, untuk melihat relevansi dan kontribusinya dalam memahami dinamika bahasa di masyarakat modern. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran bahasa Arab yang mengintegrasikan pendekatan tradisional Al-Jurjani dengan perspektif sosial-budaya Farid Wajdi, dengan tujuan menghasilkan metode pengajaran yang lebih efektif dan relevan bagi pelajar abad ke-21. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu bahasa Arab dan memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan pendidikan dan komunikasi di era global..
<br>Abdul Qahir al-Jurjani memberikan sumbangan yang luar biasa dalam bidang ilmu bahasa, khususnya melalui teorinya dalam retorika yang mendalam.Karya-karyanya memperkenalkan konsep-konsep penting mengenai keindahan bahasa dan struktur kalimat.Farid Wajdi, seorang tokoh penting dalam pengembangan ilmu bahasa, memberikan kontribusi besar melalui teori-teori yang menghubungkan bahasa dengan aspek budaya dan sosial.Kontribusinya memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan ilmu bahasa pada masanya.Kedua pemikir ini, meskipun berbeda pendekatan, memberikan landasan penting bagi studi bahasa dan sastra Arab yang komprehensif
<br>Dalam studi ini, kami berfokus pada kajian Keer Abdul Qahir al-Jurjani dalam tema-tema Farid Wajdi dan mempertimbangkan pentingnya pemikiran ini dalam studi terbaru tentang bahasa dan sastra Arab. Sementara Al-Jurjani menetapkan teori retorika, yang berfokus pada hubungan antara struktur dan makna kalimat individu, Farid Wajdi menyajikan metode linguistik, yang didasarkan pada pendekatan sosial dan budaya. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka dalam model penelitian kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa Al-Jurjani memberikan kontribusi signifikan dalam memahami estetika bahasa melalui teori-teorinya tentang struktur dan makna, yang menjadi dasar balaghah....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-e1b26.webp" type="image/webp" length="90936" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-61a08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-73769.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/keindahan-bahasa-pembelajaran-inggris-vokasional-k-thumb-e1b26.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2942-gubugjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11849-nazhair-journal-arabic-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era Arabic Language Edition ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era Arabic Language Edition ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era Arabic Language Edition ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36078-variasi-konten-multimedia-pembelajaran</link>
	<guid isPermaLink="false">26d7286e84fa076a2697ace6ca665fff</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 16:36:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arabiyyati f ]]></category>
	<category><![CDATA[ lughati al ]]></category>
	<category><![CDATA[ iji wa al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,arabiyyati,f,iji,lughati,wa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar bahasa Arab pada berbagai jenjang pendidikan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition: Berdasarkan kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar bahasa Arab pada berbagai jenjang pendidikan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya belajar siswa dan kualitas konten multimedia. Kedua, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi lebih dalam pengalaman guru dalam mengintegrasikan multimedia interaktif ke dalam pembelajaran bahasa Arab, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Ketiga, penelitian pengembangan dapat difokuskan pada perancangan model multimedia interaktif yang adaptif dan personalisasi, yang mampu menyesuaikan konten dan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan preferensi individu siswa, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar.. Interactive multimedia-based learning in the modern era has proven itself as a paradigmatic transformation in education, especially in overcoming the challenges of conventional learning.By combining dynamic elements such as text, audio, video, animation, simulation and interactive features, interactive multimedia not only increases learner engagement, but also facilitates deeper conceptual understanding through multisensory and experiential learning approaches.Its advantage lies in the ability to personalise learning, where content can be tailored to an individual's learning pace and style, as well as providing instant feedback that reinforces the learning process The digital era demands educational innovation, with interactive multimedia emerging as a modern instructional solution. Interactive multimedia integrates text, audio, video, animations, and interactive elements to create dynamic, engaging, and effective learning experiences. This article examines the role of interactive multimedia in addressing the limitations of conventional teaching materials, such as low student engagement, difficulties in understanding abstract concepts, and limited access to learning resources. Through a literature review approach, this study explores the benefits of interactive multimedia, including enhanced... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-23259.webp" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-23259.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-23259.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-23259.webp 1x" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" alt="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-2b289.webp" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-2b289.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-2b289.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-2b289.webp 1x" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" alt="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-eb0ba.webp" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-eb0ba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-eb0ba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-eb0ba.webp 1x" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" alt="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36078-variasi-konten-multimedia-pembelajaran" title="JURIS - Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition" target="_blank">Interactive Multimedia as a Modern Instructional Solution in the Digital Era: Arabic Language Edition</a>: Berdasarkan kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar bahasa Arab pada berbagai jenjang pendidikan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya belajar siswa dan kualitas konten multimedia. Kedua, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi lebih dalam pengalaman guru dalam mengintegrasikan multimedia interaktif ke dalam pembelajaran bahasa Arab, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Ketiga, penelitian pengembangan dapat difokuskan pada perancangan model multimedia interaktif yang adaptif dan personalisasi, yang mampu menyesuaikan konten dan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan preferensi individu siswa, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar..
<br>Interactive multimedia-based learning in the modern era has proven itself as a paradigmatic transformation in education, especially in overcoming the challenges of conventional learning.By combining dynamic elements such as text, audio, video, animation, simulation and interactive features, interactive multimedia not only increases learner engagement, but also facilitates deeper conceptual understanding through multisensory and experiential learning approaches.Its advantage lies in the ability to personalise learning, where content can be tailored to an individual's learning pace and style, as well as providing instant feedback that reinforces the learning process
<br>The digital era demands educational innovation, with interactive multimedia emerging as a modern instructional solution. Interactive multimedia integrates text, audio, video, animations, and interactive elements to create dynamic, engaging, and effective learning experiences. This article examines the role of interactive multimedia in addressing the limitations of conventional teaching materials, such as low student engagement, difficulties in understanding abstract concepts, and limited access to learning resources. Through a literature review approach, this study explores the benefits of interactive multimedia, including enhanced...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-23259.webp" type="image/webp" length="73426" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-23259.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-2b289.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/variasi-konten-multimedia-pembelajaran-digital-bah-thumb-eb0ba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2942-gubugjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11849-nazhair-journal-arabic-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu Kupu yang Berhati Mulia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu Kupu yang Berhati Mulia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu Kupu yang Berhati Mulia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36072-moral-positif-nilai-pesan-nila</link>
	<guid isPermaLink="false">4133e196ee5efee450be533a49dfaa36</guid>
	<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 16:11:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ma kurikulum ]]></category>
	<category><![CDATA[ muatan nilai ]]></category>
	<category><![CDATA[ karya yus r ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[karya,kurikulum,ma,muatan,nilai,r,yus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerpen-cerpen serupa, dengan fokus pada hubungan hewan dengan lingkungan dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia: Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerpen-cerpen serupa, dengan fokus pada hubungan hewan dengan lingkungan dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Meneliti bagaimana nilai-nilai moral dalam cerpen dapat mempengaruhi pemahaman dan perilaku pembaca, terutama siswa SMP, dan bagaimana hal tersebut dapat dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra. (3) Melakukan studi komparatif antara nilai-nilai moral dalam cerpen dengan nilai-nilai moral dalam novel, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam penyampaian pesan moral.. Berdasarkan hasil penelitian terhadap cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia, terdapat 13 kutipan yang termasuk dalam hubungan hewan dengan lingkungan, 13 kutipan hubungan hewan dengan hewan, 4 kutipan hubungan hewan dengan dirinya sendiri, dan 1 kutipan hubungan hewan dengan Tuhan.Penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen tersebut mengandung nilai-nilai moral positif yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral yang terkandung dalam cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat nilai moral dalam cerpen tersebut, yaitu hubungan hewan dengan lingkungan, hubungan hewan dengan hewan, hubungan hewan dengan dirinya sendiri, dan hubungan hewan dengan Tuhan. Penelitian ini membandingkan cerpen yang diteliti dengan cerpen serupa, yaitu tentang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-8a78c.webp" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-8a78c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-8a78c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-8a78c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" alt="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-438e7.webp" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-438e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-438e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-438e7.webp 1x" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" alt="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-cd8fc.webp" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-cd8fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-cd8fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-cd8fc.webp 1x" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" alt="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36072-moral-positif-nilai-pesan-nila" title="JURIS - Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia" target="_blank">Analisis Nilai Moral dalam Cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerpen-cerpen serupa, dengan fokus pada hubungan hewan dengan lingkungan dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Meneliti bagaimana nilai-nilai moral dalam cerpen dapat mempengaruhi pemahaman dan perilaku pembaca, terutama siswa SMP, dan bagaimana hal tersebut dapat dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra. (3) Melakukan studi komparatif antara nilai-nilai moral dalam cerpen dengan nilai-nilai moral dalam novel, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam penyampaian pesan moral..
<br>Berdasarkan hasil penelitian terhadap cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia, terdapat 13 kutipan yang termasuk dalam hubungan hewan dengan lingkungan, 13 kutipan hubungan hewan dengan hewan, 4 kutipan hubungan hewan dengan dirinya sendiri, dan 1 kutipan hubungan hewan dengan Tuhan.Penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen tersebut mengandung nilai-nilai moral positif yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral yang terkandung dalam cerpen Kupu-Kupu yang Berhati Mulia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat nilai moral dalam cerpen tersebut, yaitu hubungan hewan dengan lingkungan, hubungan hewan dengan hewan, hubungan hewan dengan dirinya sendiri, dan hubungan hewan dengan Tuhan. Penelitian ini membandingkan cerpen yang diteliti dengan cerpen serupa, yaitu tentang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-cd8fc.webp" type="image/webp" length="92178" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-8a78c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-438e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/moral-positif-nilai-pesan-masyarakat-analisis-cerp-thumb-cd8fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2826-umbjm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11592-idealektik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 08 Apr 2026 21:20:34 +0700. 12 items. Served in: 6.863 seconds [rss] -->
