<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 10:53:09 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 10:53:09 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-07T10:53:09+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Selection of the Best E Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Selection of the Best E Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Selection of the Best E Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47323-e-commerce-platform-pemilihan</link>
	<guid isPermaLink="false">4d9445dbf97695bd4454634348c7adcc</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 08:29:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ejurnal pdsi ]]></category>
	<category><![CDATA[ one moment ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ejurnal,moment,one,pdsi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara metode Entropy dan SAW dengan metode-metode lain dalam pengambilan keputusan multi-kriteria, untuk mengeksplorasi keunggulan dan kelemahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara metode Entropy dan SAW dengan metode-metode lain dalam pengambilan keputusan multi-kriteria, untuk mengeksplorasi keunggulan dan kelemahan masing-masing metode. Kedua, mengembangkan sistem rekomendasi platform e-commerce yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan lebih banyak kriteria dan variabel, serta mengintegrasikan metode-metode lain untuk meningkatkan akurasi dan relevansi rekomendasi. Ketiga, melakukan penelitian empiris yang lebih mendalam untuk menguji validitas dan keandalan metode kombinasi Entropy dan SAW dalam konteks pengambilan keputusan platform e-commerce, dengan melibatkan lebih banyak responden dan platform e-commerce yang beragam.. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan multi-kriteria dengan menerapkan kombinasi metode Entropy dan SAW untuk mengevaluasi dan menentukan platform e-commerce terbaik berdasarkan penilaian pengguna.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi praktis sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam memilih platform e-commerce yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar Memilih platform e-commerce yang tepat memiliki peran penting bagi konsumen dan pelaku bisnis. Bagi konsumen, platform yang andal dan ramah pengguna memberikan pengalaman belanja yang aman, nyaman, dan efisien. Fitur seperti navigasi yang mudah, sistem pembayaran yang andal, dan layanan pelanggan yang responsif akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Sementara itu, bagi pelaku bisnis, memilih platform yang tepat dapat mendukung pertumbuhan bisnis melalui fitur manajemen produk yang baik, integrasi logistik, dan analisis penjualan yang membantu pengambilan keputusan strategis. Platform yang mendukung promosi dan optimasi pencarian juga membuka peluang yang lebih besar untuk menjangkau pasar... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-a67ec.webp" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-a67ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-a67ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-a67ec.webp 1x" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" alt="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-e6e2d.webp" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-e6e2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-e6e2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-e6e2d.webp 1x" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" alt="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-ba52c.webp" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-ba52c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-ba52c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-ba52c.webp 1x" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" alt="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47323-e-commerce-platform-pemilihan" title="JURIS - Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods" target="_blank">Selection of the Best E-Commerce Platform Based on User Ratings using a Combination Entropy and SAW Methods</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara metode Entropy dan SAW dengan metode-metode lain dalam pengambilan keputusan multi-kriteria, untuk mengeksplorasi keunggulan dan kelemahan masing-masing metode. Kedua, mengembangkan sistem rekomendasi platform e-commerce yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan lebih banyak kriteria dan variabel, serta mengintegrasikan metode-metode lain untuk meningkatkan akurasi dan relevansi rekomendasi. Ketiga, melakukan penelitian empiris yang lebih mendalam untuk menguji validitas dan keandalan metode kombinasi Entropy dan SAW dalam konteks pengambilan keputusan platform e-commerce, dengan melibatkan lebih banyak responden dan platform e-commerce yang beragam..
<br>Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan multi-kriteria dengan menerapkan kombinasi metode Entropy dan SAW untuk mengevaluasi dan menentukan platform e-commerce terbaik berdasarkan penilaian pengguna.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi praktis sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam memilih platform e-commerce yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar
<br>Memilih platform e-commerce yang tepat memiliki peran penting bagi konsumen dan pelaku bisnis. Bagi konsumen, platform yang andal dan ramah pengguna memberikan pengalaman belanja yang aman, nyaman, dan efisien. Fitur seperti navigasi yang mudah, sistem pembayaran yang andal, dan layanan pelanggan yang responsif akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Sementara itu, bagi pelaku bisnis, memilih platform yang tepat dapat mendukung pertumbuhan bisnis melalui fitur manajemen produk yang baik, integrasi logistik, dan analisis penjualan yang membantu pengambilan keputusan strategis. Platform yang mendukung promosi dan optimasi pencarian juga membuka peluang yang lebih besar untuk menjangkau pasar...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-a67ec.webp" type="image/webp" length="105530" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-a67ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-e6e2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/e-commerce-platform-pemilihan-penilaian-pengalaman-thumb-ba52c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-978-pdsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4924-bulletin-informatics-data-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47317-manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi</link>
	<guid isPermaLink="false">bfef3c645c6d357e81044bd398b07a1a</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 08:11:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat memulai dengan studi lapangan usability, mengumpulkan umpan balik langsung dari petani mengenai pengalaman penggunaan UI dalam kondisi nyata; selanjutnya, penelitian dapat mengintegrasikan menganalisis data cuaca atau prediksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian: Penelitian lanjutan dapat memulai dengan studi lapangan usability, mengumpulkan umpan balik langsung dari petani mengenai pengalaman penggunaan UI dalam kondisi nyata; selanjutnya, penelitian dapat mengintegrasikan menganalisis data cuaca atau prediksi AI ke dalam antarmuka, sehingga petani dapat menerima rekomendasi preventif berdasarkan data realActime; akhirnya, pengembangan jaringan LoRa harus difokuskan pada peningkatan ketahanan dan skala, misalnya dengan memanfaatkan jaringan Mesh atau gateway tambahan, sehingga sistem monitoring dapat beroperasi di wilayah terpencil tanpa gangguan sinyal.. Rancangan UI aplikasi SMARTA berhasil memfasilitasi kebutuhan petani dalam monitoring kesiapan lahan.Namun, pengujian masih perlu dilakukan secara ekstensif untuk memastikan semua fitur berfungsi sesuai tujuan.Metode blackAcbox testing diharapkan menjadi dasar perbaikan sebelum implementasi lebih lanjut Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian semakin berkembang, terutama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data. Pertanian modern menuntut sistem monitoring yang efisien, real-time, dan hemat energi guna meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) dari aplikasi mobile berbasis teknologi LoRa (Long Range) yang digunakan untuk monitoring kondisi kesiapan lahan pertanian. Sistem ini dirancang agar mampu menyajikan data sensor secara real-time, seperti tingkat kelembaban tanah, suhu, dan ketinggian air, dengan antarmuka yang intuitif dan responsif bagi pengguna di lapangan. Proses pengembangan menggunakan pendekatan DevOps guna memastikan integrasi berkelanjutan antara tim pengembang dan operasional,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-383bf.webp" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-383bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-383bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-383bf.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" alt="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-c4086.webp" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-c4086.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-c4086.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-c4086.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" alt="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-1a93c.webp" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-1a93c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-1a93c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-1a93c.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" alt="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47317-manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi" title="JURIS - Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian" target="_blank">Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian</a>: Penelitian lanjutan dapat memulai dengan studi lapangan usability, mengumpulkan umpan balik langsung dari petani mengenai pengalaman penggunaan UI dalam kondisi nyata; selanjutnya, penelitian dapat mengintegrasikan menganalisis data cuaca atau prediksi AI ke dalam antarmuka, sehingga petani dapat menerima rekomendasi preventif berdasarkan data realActime; akhirnya, pengembangan jaringan LoRa harus difokuskan pada peningkatan ketahanan dan skala, misalnya dengan memanfaatkan jaringan Mesh atau gateway tambahan, sehingga sistem monitoring dapat beroperasi di wilayah terpencil tanpa gangguan sinyal..
<br>Rancangan UI aplikasi SMARTA berhasil memfasilitasi kebutuhan petani dalam monitoring kesiapan lahan.Namun, pengujian masih perlu dilakukan secara ekstensif untuk memastikan semua fitur berfungsi sesuai tujuan.Metode blackAcbox testing diharapkan menjadi dasar perbaikan sebelum implementasi lebih lanjut
<br>Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian semakin berkembang, terutama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data. Pertanian modern menuntut sistem monitoring yang efisien, real-time, dan hemat energi guna meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) dari aplikasi mobile berbasis teknologi LoRa (Long Range) yang digunakan untuk monitoring kondisi kesiapan lahan pertanian. Sistem ini dirancang agar mampu menyajikan data sensor secara real-time, seperti tingkat kelembaban tanah, suhu, dan ketinggian air, dengan antarmuka yang intuitif dan responsif bagi pengguna di lapangan. Proses pengembangan menggunakan pendekatan DevOps guna memastikan integrasi berkelanjutan antara tim pengembang dan operasional,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-1a93c.webp" type="image/webp" length="81548" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-383bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-c4086.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/manajemen-lahan-parkir-pertanian-transmisi-data-si-thumb-1a93c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47302-efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-e</link>
	<guid isPermaLink="false">2809d3d9b65ec32316f6854ff71afa3b</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 08:08:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dina adelina ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan irwan ]]></category>
	<category><![CDATA[ nir fathiya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adelina,dina,fathiya,irwan,nir]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi sistem pengendalian otomatis yang menyesuaikan parameter damper dan register udara secara realActime berdasarkan data sensor suhu dan oksigen, untuk mempertahankan optimalitas pembakaran meskipun terjadi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi sistem pengendalian otomatis yang menyesuaikan parameter damper dan register udara secara realActime berdasarkan data sensor suhu dan oksigen, untuk mempertahankan optimalitas pembakaran meskipun terjadi fluktuasi beban. Sebagai alternatif, studi dapat mengkaji pengaruh penerapan teknologi exhaust gas recirculation (EGR) pada heater hydrocracking, guna menurunkan NOx lebih lanjut tanpa mengorbankan efisiensi termal, dan membandingkan hasilnya dengan pendekatan penyesuaian draft tradisional. Selain itu, penelitian dapat menilai dampak jangka panjang dari strategi ini pada umur peralatan dan kebutuhan perawatan, serta menyesuaikan parameter operasional untuk kondisi industri berbeda, seperti unit hydrocracking dengan feedstock berkarakteristik berbeda.. Penyesuaian draft heater dengan menurunkan bukaan damper hingga 35A dan menutup register udara pada burner nonAcaktif mengurangi konsumsi fuel oil sebesar 38,1A% dan meningkatkan efisiensi heater menjadi 72,26A%.Kombinasi strategi ini menurunkan emisi COCC, NOx, dan SOx secara signifikan.Oleh karena itu, optimalisasi parameter operasional sederhana ini direkomendasikan untuk operasi heater pada unit hydrocracking Optimisasi draft heater di unit hydrocracking sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi gas buang. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penyesuaian bukaan damper dan penutupan register udara pada burner nonAcaktif terhadap konsumsi fuel oil, efisiensi termal, dan emisi COCC, NOx, serta SOx. Hasil menunjukkan bahwa penyesuaian draft melalui kontrol damper hingga 35A dan penutupan register udara secara signifikan mengurangi konsumsi fuel oil sebesar 38,1A%, meningkatkan efisiensi heater menjadi 72,26A%, serta menurunkan emisi gas buang secara bersamaan, tanpa memerlukan peralatan tambahan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-f9dab.webp" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-f9dab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-f9dab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-f9dab.webp 1x" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" alt="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-a7306.webp" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-a7306.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-a7306.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-a7306.webp 1x" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" alt="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-1c599.webp" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-1c599.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-1c599.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-1c599.webp 1x" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" alt="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47302-efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-e" title="JURIS - Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater" target="_blank">Strategi Penyesuaian Draft Heater terhadap Konsumsi Fuel Oil dan Emisi Gas Buang pada Heater</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi sistem pengendalian otomatis yang menyesuaikan parameter damper dan register udara secara realActime berdasarkan data sensor suhu dan oksigen, untuk mempertahankan optimalitas pembakaran meskipun terjadi fluktuasi beban. Sebagai alternatif, studi dapat mengkaji pengaruh penerapan teknologi exhaust gas recirculation (EGR) pada heater hydrocracking, guna menurunkan NOx lebih lanjut tanpa mengorbankan efisiensi termal, dan membandingkan hasilnya dengan pendekatan penyesuaian draft tradisional. Selain itu, penelitian dapat menilai dampak jangka panjang dari strategi ini pada umur peralatan dan kebutuhan perawatan, serta menyesuaikan parameter operasional untuk kondisi industri berbeda, seperti unit hydrocracking dengan feedstock berkarakteristik berbeda..
<br>Penyesuaian draft heater dengan menurunkan bukaan damper hingga 35A dan menutup register udara pada burner nonAcaktif mengurangi konsumsi fuel oil sebesar 38,1A% dan meningkatkan efisiensi heater menjadi 72,26A%.Kombinasi strategi ini menurunkan emisi COCC, NOx, dan SOx secara signifikan.Oleh karena itu, optimalisasi parameter operasional sederhana ini direkomendasikan untuk operasi heater pada unit hydrocracking
<br>Optimisasi draft heater di unit hydrocracking sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi gas buang. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penyesuaian bukaan damper dan penutupan register udara pada burner nonAcaktif terhadap konsumsi fuel oil, efisiensi termal, dan emisi COCC, NOx, serta SOx. Hasil menunjukkan bahwa penyesuaian draft melalui kontrol damper hingga 35A dan penutupan register udara secara signifikan mengurangi konsumsi fuel oil sebesar 38,1A%, meningkatkan efisiensi heater menjadi 72,26A%, serta menurunkan emisi gas buang secara bersamaan, tanpa memerlukan peralatan tambahan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-f9dab.webp" type="image/webp" length="104808" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-f9dab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-a7306.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/efisiensi-termal-sistem-energi-latensi-emisi-gas-m-thumb-1c599.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13657-jurnal-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Arsitektur Mesh 6G IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces IRS untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Arsitektur Mesh 6G IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces IRS untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Arsitektur Mesh 6G IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces IRS untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47314-kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area</link>
	<guid isPermaLink="false">823d17b81f3c9919fade05e8ebfca29b</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:38:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan algoritma optimasi gabungan meshAeIRS berbasis Machine Learning, yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam mengoptimalkan sinyal di area sulit jangkau. Selain itu, studi multi-IRS dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan algoritma optimasi gabungan meshAeIRS berbasis Machine Learning, yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam mengoptimalkan sinyal di area sulit jangkau. Selain itu, studi multi-IRS dan penempatan IRS optimal di area geografi nyata dapat dilakukan untuk memahami dampak penempatan IRS terhadap cakupan dan kualitas sinyal. Implementasi prototipe pada testbed 6G-IoT skala kecil di lingkungan pedesaan atau kampus juga dapat memberikan wawasan praktis dan menguji kinerja arsitektur mesh IRS dalam skenario nyata.. Penelitian ini mengusulkan arsitektur mesh 6G-IoT berbasis Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk mengoptimasi sinyal di area yang sulit dijangkau.Arsitektur tersebut menggabungkan kekuatan jaringan mesh sebagai perluasan cakupan multi-hop dengan kemampuan IRS dalam membentuk ulang lingkungan propagasi radio secara cerdas.Hasil simulasi konseptual menunjukkan peningkatan SINR rata-rata dan penurunan outage, serta perluasan cakupan area yang memenuhi QoS IoT.Selain itu, arsitektur ini menawarkan jalur menuju solusi yang lebih hemat energi dibandingkan sekadar menambah base station.Saran penelitian lanjutan dapat mencakup pengembangan algoritma optimasi gabungan meshAeIRS berbasis Machine Learning, studi multi-IRS dan penempatan IRS optimal di area geografi nyata, serta implementasi prototipe pada testbed 6G-IoT skala kecil di lingkungan pedesaan atau kampus Perkembangan jaringan 6G diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi ekosistem Internet of Things (IoT) berskala masif dengan kebutuhan cakupan yang luas, latensi sangat rendah, serta efisiensi energi tinggi. Namun, area sulit jangkau seperti pedesaan terpencil, daerah pegunungan, atau wilayah dengan banyak halangan fisik masih menjadi tantangan utama bagi operator jaringan. Di sisi lain, arsitektur jaringan mesh dan teknologi Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) muncul sebagai kandidat kuat untuk membentuk lingkungan radio yang dapat diprogram dan memperluas jangkauan sinyal tanpa menambah daya pancar secara signifikan. Artikel ini mengusulkan sebuah arsitektur mesh 6G-IoT berbasis IRS... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-f8b01.webp" title="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-f8b01.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-f8b01.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-f8b01.webp 1x" title="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" alt="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-440a4.webp" title="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-440a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-440a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-440a4.webp 1x" title="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" alt="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47314-kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area" title="JURIS - Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau" target="_blank">Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan algoritma optimasi gabungan meshAeIRS berbasis Machine Learning, yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam mengoptimalkan sinyal di area sulit jangkau. Selain itu, studi multi-IRS dan penempatan IRS optimal di area geografi nyata dapat dilakukan untuk memahami dampak penempatan IRS terhadap cakupan dan kualitas sinyal. Implementasi prototipe pada testbed 6G-IoT skala kecil di lingkungan pedesaan atau kampus juga dapat memberikan wawasan praktis dan menguji kinerja arsitektur mesh   IRS dalam skenario nyata..
<br>Penelitian ini mengusulkan arsitektur mesh 6G-IoT berbasis Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk mengoptimasi sinyal di area yang sulit dijangkau.Arsitektur tersebut menggabungkan kekuatan jaringan mesh sebagai perluasan cakupan multi-hop dengan kemampuan IRS dalam membentuk ulang lingkungan propagasi radio secara cerdas.Hasil simulasi konseptual menunjukkan peningkatan SINR rata-rata dan penurunan outage, serta perluasan cakupan area yang memenuhi QoS IoT.Selain itu, arsitektur ini menawarkan jalur menuju solusi yang lebih hemat energi dibandingkan sekadar menambah base station.Saran penelitian lanjutan dapat mencakup pengembangan algoritma optimasi gabungan meshAeIRS berbasis Machine Learning, studi multi-IRS dan penempatan IRS optimal di area geografi nyata, serta implementasi prototipe pada testbed 6G-IoT skala kecil di lingkungan pedesaan atau kampus
<br>Perkembangan jaringan 6G diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi ekosistem Internet of Things (IoT) berskala masif dengan kebutuhan cakupan yang luas, latensi sangat rendah, serta efisiensi energi tinggi. Namun, area sulit jangkau seperti pedesaan terpencil, daerah pegunungan, atau wilayah dengan banyak halangan fisik masih menjadi tantangan utama bagi operator jaringan. Di sisi lain, arsitektur jaringan mesh dan teknologi Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) muncul sebagai kandidat kuat untuk membentuk lingkungan radio yang dapat diprogram dan memperluas jangkauan sinyal tanpa menambah daya pancar secara signifikan. Artikel ini mengusulkan sebuah arsitektur mesh 6G-IoT berbasis IRS...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-440a4.webp" type="image/webp" length="110254" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-f8b01.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/kualitas-sinyal-4g-6g-iot-irs-jaringan-mesh-area-j-thumb-440a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On Premise Pada Pipeline Animasi 3D ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On Premise Pada Pipeline Animasi 3D ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On Premise Pada Pipeline Animasi 3D ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47319-cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-o</link>
	<guid isPermaLink="false">d4b6484d0fb173b8c9fc3038c0034e52</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:29:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berkenaan dengan temuan bahwa OnAcPremise unggul pada operasi latensi tinggi namun cloud memberikan keunggulan pada perpindahan frame, studi lanjutan dapat mempertimbangkan model hybrid yang mengoptimalkan aliran tugas sehingga fungsi perpindahan frame ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D: Berkenaan dengan temuan bahwa OnAcPremise unggul pada operasi latensi tinggi namun cloud memberikan keunggulan pada perpindahan frame, studi lanjutan dapat mempertimbangkan model hybrid yang mengoptimalkan aliran tugas sehingga fungsi perpindahan frame dilakukan di cloud sementara penyimpanan utama tetap di OnAcPremise. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak biaya dan keamanan dalam jangka panjang; penelitian berikutnya dapat membandingkan total biaya kepemilikan antara skenario hybrid dan eksklusif cloud serta mengukur kepuasan pengguna terkait kontrol data dan privasi. Akhirnya, penelitian yang lebih luas dengan melibatkan berbagai jenis middleware dan cloud provider akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor teknis dan nonActeknis yang memengaruhi adopsi solusi storage di industri animasi 3D.. Penelitian ini membandingkan cloud storage dan OnAcPremise storage dalam pipeline produksi animasi 3D.Hasil teknis menunjukkan OnAcPremise unggul secara signifikan pada operasi sensitif latensi seperti membuka dan menyimpan file, serta rendering multiAcskenario, sedangkan keunggulan cloud terbatas pada perpindahan antar frame.FPS viewport relatif setara kedua sistem karena dipengaruhi lebih oleh kinerja GPU.Dari segi penerimaan pengguna, OnAcPremise memperoleh skor lebih tinggi, terutama pada kecepatan akses dan niat penggunaan berkelanjutan.Keterbatasan penelitian meliputi jumlah responden kecil dan penggunaan satu jenis middleware cloud.Penelitian lanjutan diusulkan untuk melibatkan sampel lebih besar, platform cloud berbeda, serta analisis biaya total kepemilikan Produksi animasi 3D menuntut sistem penyimpanan dengan performa tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini membandingkan cloud storage (Azure Blob Hot Tier melalui CloudBerry Drive) dan On-Premise NAS (HPE StoreEasy RAID 50) dalam pipeline produksi animasi 3D. Pendekatan kuantitatif eksperimental digunakan pada lima indikator teknis: membuka file, FPS viewport saat menggerakkan/menyunting, perpindahan antar frame, menyimpan file, dan rendering multi-skenario. Penerimaan pengguna diukur dengan 7 responden berpengalaman... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-abb09.webp" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-abb09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-abb09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-abb09.webp 1x" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" alt="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-94c7d.webp" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-94c7d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-94c7d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-94c7d.webp 1x" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" alt="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-f5f11.webp" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-f5f11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-f5f11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-f5f11.webp 1x" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" alt="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47319-cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-o" title="JURIS - Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D" target="_blank">Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D</a>: Berkenaan dengan temuan bahwa OnAcPremise unggul pada operasi latensi tinggi namun cloud memberikan keunggulan pada perpindahan frame, studi lanjutan dapat mempertimbangkan model hybrid yang mengoptimalkan aliran tugas sehingga fungsi perpindahan frame dilakukan di cloud sementara penyimpanan utama tetap di OnAcPremise. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak biaya dan keamanan dalam jangka panjang; penelitian berikutnya dapat membandingkan total biaya kepemilikan antara skenario hybrid dan eksklusif cloud serta mengukur kepuasan pengguna terkait kontrol data dan privasi. Akhirnya, penelitian yang lebih luas dengan melibatkan berbagai jenis middleware dan cloud provider akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor teknis dan nonActeknis yang memengaruhi adopsi solusi storage di industri animasi 3D..
<br>Penelitian ini membandingkan cloud storage dan OnAcPremise storage dalam pipeline produksi animasi 3D.Hasil teknis menunjukkan OnAcPremise unggul secara signifikan pada operasi sensitif latensi seperti membuka dan menyimpan file, serta rendering multiAcskenario, sedangkan keunggulan cloud terbatas pada perpindahan antar frame.FPS viewport relatif setara kedua sistem karena dipengaruhi lebih oleh kinerja GPU.Dari segi penerimaan pengguna, OnAcPremise memperoleh skor lebih tinggi, terutama pada kecepatan akses dan niat penggunaan berkelanjutan.Keterbatasan penelitian meliputi jumlah responden kecil dan penggunaan satu jenis middleware cloud.Penelitian lanjutan diusulkan untuk melibatkan sampel lebih besar, platform cloud berbeda, serta analisis biaya total kepemilikan
<br>Produksi animasi 3D menuntut sistem penyimpanan dengan performa tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini membandingkan cloud storage (Azure Blob Hot Tier melalui CloudBerry Drive) dan On-Premise NAS (HPE StoreEasy RAID 50) dalam pipeline produksi animasi 3D. Pendekatan kuantitatif eksperimental digunakan pada lima indikator teknis: membuka file, FPS viewport saat menggerakkan/menyunting, perpindahan antar frame, menyimpan file, dan rendering multi-skenario. Penerimaan pengguna diukur dengan 7 responden berpengalaman...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-f5f11.webp" type="image/webp" length="104820" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-abb09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-94c7d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/cloud-storage-produksi-animasi-bahaya-3d-prem-inte-thumb-f5f11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47310-penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-p</link>
	<guid isPermaLink="false">269e3b165e1f7bf68e016ae69af7733c</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:25:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi model YOLOv8n dalam mendeteksi penyakit daun padi, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan teknik augmentasi data yang lebih canggih. Selain itu, perlu dilakukan validasi dan pengujian model pada dataset ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8: Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi model YOLOv8n dalam mendeteksi penyakit daun padi, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan teknik augmentasi data yang lebih canggih. Selain itu, perlu dilakukan validasi dan pengujian model pada dataset yang lebih beragam dan representatif, termasuk data dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknik transfer learning untuk meningkatkan kinerja model pada dataset yang terbatas. Dengan demikian, model deteksi penyakit daun padi berbasis YOLOv8n dapat menjadi lebih akurat dan andal dalam membantu petani dalam melakukan deteksi dini penyakit daun padi.. Penelitian ini menggunakan model YOLOv8n untuk mendeteksi penyakit pada daun tanaman padi.999 citra yang kemudian dibagi menjadi 70% untuk pelatihan, 20% untuk validasi, dan 10% untuk pengujian.Seluruh citra diberi label menggunakan platform Roboflow.Proses augmentasi diterapkan untuk meningkatkan jumlah data, sehingga menghasilkan total 3.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi parameter pelatihan batch size, jumlah epoch, dan penggunaan augmentasi memengaruhi akurasi dan efisiensi waktu pelatihan model YOLOv8n dalam mendeteksi penyakit daun padi.Konfigurasi batch size 32 dengan 100 epoch yang dilakukan tanpa augmentasi menghasilkan akurasi sebesar 76,5%, namun membutuhkan waktu pelatihan yang lebih lama yaitu 6,2 ms, sehingga cocok untuk kondisi dengan sumber daya komputasi yang memadai.Oleh karena itu, pemilihan parameter pelatihan perlu disesuaikan untuk memprioritaskan akurasi maupun efisiensi waktu pelatihan.Pelabelan juga perlu ditingkatkan sebagai kesesuaian dengan penyakit daun tanaman padi Padi (Oryza sativa) merupakan sumber pangan utama di Indonesia yang rentan terhadap serangan penyakit daun seperti Brown Spot, Hispa, dan Leaf Blast. Penyakit-penyakit ini menghambat fotosintesis dan berdampak pada produktivitas, sehingga deteksi dini sangat penting. Penelitian ini menerapkan metode deteksi objek berbasis YOLOv8n untuk mengidentifikasi tiga penyakit daun padi. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.999 citra, yang mencakup 1.867 citra dari Kaggle Repository dan 132 citra hasil pengambilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-48ea7.webp" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-48ea7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-48ea7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-48ea7.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" alt="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-30d4f.webp" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-30d4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-30d4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-30d4f.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" alt="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-61039.webp" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-61039.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-61039.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-61039.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" alt="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47310-penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-p" title="JURIS - Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8" target="_blank">Deteksi Penyakit Pada Daun Tanaman Padi Berbasis Yolov8</a>: Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi model YOLOv8n dalam mendeteksi penyakit daun padi, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan teknik augmentasi data yang lebih canggih. Selain itu, perlu dilakukan validasi dan pengujian model pada dataset yang lebih beragam dan representatif, termasuk data dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknik transfer learning untuk meningkatkan kinerja model pada dataset yang terbatas. Dengan demikian, model deteksi penyakit daun padi berbasis YOLOv8n dapat menjadi lebih akurat dan andal dalam membantu petani dalam melakukan deteksi dini penyakit daun padi..
<br>Penelitian ini menggunakan model YOLOv8n untuk mendeteksi penyakit pada daun tanaman padi.999 citra yang kemudian dibagi menjadi 70% untuk pelatihan, 20% untuk validasi, dan 10% untuk pengujian.Seluruh citra diberi label menggunakan platform Roboflow.Proses augmentasi diterapkan untuk meningkatkan jumlah data, sehingga menghasilkan total 3.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi parameter pelatihan batch size, jumlah epoch, dan penggunaan augmentasi memengaruhi akurasi dan efisiensi waktu pelatihan model YOLOv8n dalam mendeteksi penyakit daun padi.Konfigurasi batch size 32 dengan 100 epoch yang dilakukan tanpa augmentasi menghasilkan akurasi sebesar 76,5%, namun membutuhkan waktu pelatihan yang lebih lama yaitu 6,2 ms, sehingga cocok untuk kondisi dengan sumber daya komputasi yang memadai.Oleh karena itu, pemilihan parameter pelatihan perlu disesuaikan untuk memprioritaskan akurasi maupun efisiensi waktu pelatihan.Pelabelan juga perlu ditingkatkan sebagai kesesuaian dengan penyakit daun tanaman padi
<br>Padi (Oryza sativa) merupakan sumber pangan utama di Indonesia yang rentan terhadap serangan penyakit daun seperti Brown Spot, Hispa, dan Leaf Blast. Penyakit-penyakit ini menghambat fotosintesis dan berdampak pada produktivitas, sehingga deteksi dini sangat penting. Penelitian ini menerapkan metode deteksi objek berbasis YOLOv8n untuk mengidentifikasi tiga penyakit daun padi. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.999 citra, yang mencakup 1.867 citra dari Kaggle Repository dan 132 citra hasil pengambilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-30d4f.webp" type="image/webp" length="102560" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-48ea7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-30d4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/penyakit-daun-singkong-padi-oryza-sativa-tanaman-t-thumb-61039.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Perspektif Ekonomi Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Perspektif Ekonomi Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Perspektif Ekonomi Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47321-sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan</link>
	<guid isPermaLink="false">ccaf6890702dcad0a2f309b18253db96</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:11:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ nana darna ]]></category>
	<category><![CDATA[ lia yulia ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,darna,lia,main,nana,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana peran teknologi digital (misalnya aplikasi pelacakan hasil tangkapan dan pemasaran online) dapat memperkuat penerapan prinsip ekonomi Islam dalam meningkatkan pendapatan nelayan? Bagaimana program pelatihan keuangan berbasis syariah yang melibatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam: Bagaimana peran teknologi digital (misalnya aplikasi pelacakan hasil tangkapan dan pemasaran online) dapat memperkuat penerapan prinsip ekonomi Islam dalam meningkatkan pendapatan nelayan? Bagaimana program pelatihan keuangan berbasis syariah yang melibatkan keluarga nelayan dapat meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam pengelolaan pendapatan rumah tangga? Bagaimana kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan kelompok nelayan dapat memfasilitasi akses modal berjangka dan asuransi cuaca untuk mengurangi risiko penghasilan tidak menentu dan memaksimalkan keberlanjutan ekonomi komunitas pesisir?. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan di Desa Kramat memiliki peran besar dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan mengedepankan nilaiAcn nilai ekonomi Islam.Mereka bekerja dengan prinsip kejujuran, gotongAcroyong, dan mengutamakan keberkahan dalam penghasilan.Meskipun penghasilan tidak menentu, namun kehidupan yang sederhana, rasa syukur, dan prinsip keadilan dalam rumah tangga membuat kesejahteraan tetap terjaga.Selain itu, aspek pengelolaan keuangan rumah tangga yang dilakukan secara transparan dan partisipatif juga menjadi kekuatan tersendiri.Para nelayan terbiasa membagi penghasilan secara adil dan terbuka bersama pasangan mereka.Praktik ini menunjukkan penerapan nilai syura dan keadilan dalam lingkup domestik yang mendukung kestabilan ekonomi keluarga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga berdasarkan perspektif ekonomi Islam di Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang bekerja sebagai nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para nelayan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti kejujuran, syukur, kerja sama (taAoawun), dan keadilan dalam distribusi pendapatan rumah tangga. Kesejahteraan dipahami secara nonAcmaterial, dengan mengedepankan keberkahan dan keharmonisan keluarga meskipun dalam kondisi penghasilan yang tidak menentu. Faktor pendukung meliputi nilaiAcnilai keagamaan, solidaritas sosial, dan budaya hidup sederhana, sementara faktor penghambat antara lain adalah cuaca ekstrem, fluktuasi hasil laut,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-6da40.webp" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-6da40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-6da40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-6da40.webp 1x" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" alt="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-b950c.webp" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-b950c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-b950c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-b950c.webp 1x" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" alt="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-f33be.webp" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-f33be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-f33be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-f33be.webp 1x" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" alt="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47321-sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan" title="JURIS - Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam" target="_blank">Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam</a>: Bagaimana peran teknologi digital (misalnya aplikasi pelacakan hasil tangkapan dan pemasaran online) dapat memperkuat penerapan prinsip ekonomi Islam dalam meningkatkan pendapatan nelayan? Bagaimana program pelatihan keuangan berbasis syariah yang melibatkan keluarga nelayan dapat meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam pengelolaan pendapatan rumah tangga? Bagaimana kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan kelompok nelayan dapat memfasilitasi akses modal berjangka dan asuransi cuaca untuk mengurangi risiko penghasilan tidak menentu dan memaksimalkan keberlanjutan ekonomi komunitas pesisir?.
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan di Desa Kramat memiliki peran besar dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan mengedepankan nilaiAcn nilai ekonomi Islam.Mereka bekerja dengan prinsip kejujuran, gotongAcroyong, dan mengutamakan keberkahan dalam penghasilan.Meskipun penghasilan tidak menentu, namun kehidupan yang sederhana, rasa syukur, dan prinsip keadilan dalam rumah tangga membuat kesejahteraan tetap terjaga.Selain itu, aspek pengelolaan keuangan rumah tangga yang dilakukan secara transparan dan partisipatif juga menjadi kekuatan tersendiri.Para nelayan terbiasa membagi penghasilan secara adil dan terbuka bersama pasangan mereka.Praktik ini menunjukkan penerapan nilai syura dan keadilan dalam lingkup domestik yang mendukung kestabilan ekonomi keluarga
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga berdasarkan perspektif ekonomi Islam di Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang bekerja sebagai nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para nelayan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti kejujuran, syukur, kerja sama (taAoawun), dan keadilan dalam distribusi pendapatan rumah tangga. Kesejahteraan dipahami secara nonAcmaterial, dengan mengedepankan keberkahan dan keharmonisan keluarga meskipun dalam kondisi penghasilan yang tidak menentu. Faktor pendukung meliputi nilaiAcnilai keagamaan, solidaritas sosial, dan budaya hidup sederhana, sementara faktor penghambat antara lain adalah cuaca ekstrem, fluktuasi hasil laut,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-6da40.webp" type="image/webp" length="98370" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-6da40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-b950c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/sosial-ekonomi-rumah-nilai-tukar-pendapatan-tangga-thumb-f33be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3443-ppsuniyap.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13753-journal-economics-review-joer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Sistem E Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText To Speech ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Sistem E Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText To Speech ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Sistem E Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText To Speech ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47304-validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learnin</link>
	<guid isPermaLink="false">958d1288c89bcceee51d8965351e6bb6</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:07:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi longitudinal yang melibatkan kelompok tunanetra dalam penggunaan sistem selama 3 bulan guna mengukur peningkatan pemahaman materi dan kepuasan pengguna. Kedua, perbaiki sistem dengan menambahkan modul penyesuaian suara dan pilihan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech: Pertama, lakukan studi longitudinal yang melibatkan kelompok tunanetra dalam penggunaan sistem selama 3 bulan guna mengukur peningkatan pemahaman materi dan kepuasan pengguna. Kedua, perbaiki sistem dengan menambahkan modul penyesuaian suara dan pilihan bahasa agar dapat disesuaikan dengan preferensi individual setiap pengguna, serta uji fungsionalitasnya melalui eksperimen A/B. Ketiga, penelitian lanjutan dapat meneliti integrasi AI untuk menerjemahkan konten visual menjadi teks deskriptif otomatis, sehingga memperkaya aksesibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan sensorik yang lebih luas.. Sistem e-learning dengan fitur voice command dan text-to-speech menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan aksesibilitas bagi tunanetra.Evaluasi langsung dengan pengguna tunanetra diperlukan untuk menilai efektivitas nyata.Pengembangan lebih lanjut sebaiknya menambahkan opsi bahasa, penyesuaian suara, dan pengujian usability yang melibatkan peserta lebih banyak Aksesibilitas menjadi tantangan utama dalam e-learning bagi penyandang tunanetra karena keterbatasan visual dalam memahami konten digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem e-learning inklusif dengan fitur voice command dan text-to-speech untuk mendukung interaksi non-visual. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Agile Scrum dalam beberapa siklus sprint, yang mencakup tahapan product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, dan sprint retrospective. Sistem dirancang dalam arsitektur tiga lapisan, dengan React.js pada sisi klien dan Node.js pada sisi server, serta mengintegrasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-99719.webp" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-99719.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-99719.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-99719.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" alt="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-4ee98.webp" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-4ee98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-4ee98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-4ee98.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" alt="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-fe1a9.webp" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-fe1a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-fe1a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-fe1a9.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" alt="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47304-validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learnin" title="JURIS - Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech" target="_blank">Pengembangan Sistem E-Learning Inklusif Cerdas untuk Tuna Netra dengan Integrasi Teknologi Voice Command danAText-To-Speech</a>: Pertama, lakukan studi longitudinal yang melibatkan kelompok tunanetra dalam penggunaan sistem selama 3 bulan guna mengukur peningkatan pemahaman materi dan kepuasan pengguna. Kedua, perbaiki sistem dengan menambahkan modul penyesuaian suara dan pilihan bahasa agar dapat disesuaikan dengan preferensi individual setiap pengguna, serta uji fungsionalitasnya melalui eksperimen A/B. Ketiga, penelitian lanjutan dapat meneliti integrasi AI untuk menerjemahkan konten visual menjadi teks deskriptif otomatis, sehingga memperkaya aksesibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan sensorik yang lebih luas..
<br>Sistem e-learning dengan fitur voice command dan text-to-speech menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan aksesibilitas bagi tunanetra.Evaluasi langsung dengan pengguna tunanetra diperlukan untuk menilai efektivitas nyata.Pengembangan lebih lanjut sebaiknya menambahkan opsi bahasa, penyesuaian suara, dan pengujian usability yang melibatkan peserta lebih banyak
<br>Aksesibilitas menjadi tantangan utama dalam e-learning bagi penyandang tunanetra karena keterbatasan visual dalam memahami konten digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem e-learning inklusif dengan fitur voice command dan text-to-speech untuk mendukung interaksi non-visual. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Agile Scrum dalam beberapa siklus sprint, yang mencakup tahapan product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, dan sprint retrospective. Sistem dirancang dalam arsitektur tiga lapisan, dengan React.js pada sisi klien dan Node.js pada sisi server, serta mengintegrasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-4ee98.webp" type="image/webp" length="103762" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-99719.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-4ee98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/validasi-sistem-skor-integrasi-ai-e-learning-voice-thumb-fe1a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47306-sistem-fisik-digital-kendali</link>
	<guid isPermaLink="false">77dfece759cffb9e96ed2a3bf434f832</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 06:40:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan model kendali LQG dengan mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti gangguan eksternal atau noise yang lebih kompleks. Selain itu, studi komparatif antara metode LQG dan metode kendali lainnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan model kendali LQG dengan mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti gangguan eksternal atau noise yang lebih kompleks. Selain itu, studi komparatif antara metode LQG dan metode kendali lainnya dapat dilakukan untuk menganalisis kinerja dan keunggulan masing-masing metode dalam stabilisasi pendulum terbalik. Terakhir, penelitian dapat fokus pada implementasi kendali LQG pada sistem fisik pendulum terbalik yang sebenarnya, bukan hanya simulasi, untuk menguji efektivitas dan akurasi metode dalam kondisi nyata.. Berdasarkan pengujian, posisi kendali metode LQG paling stabil terdapat pada posisi -3 m dengan waktu ajeg rise time 2,31 detik, settling time 2,44 detik, dan sudut simpangan maksimum 1,9A.Dibandingkan dengan pengujian kendali LQR yang tidak mempertimbangkan noise dan gangguan, hasilnya sedikit berbeda terutama untuk acuan posisi cart selain -3 m.Studi ini membuktikan desain kendali LQG memiliki kinerja yang lebih baik.Selain itu, visualisasi keberhasilan desain kendali optimal LQG dengan Simmechanic (Matlab) dan Blender Graph Editor disajikan, selain pengukuran kinerja secara analitik menggunakan Simulink Pendulum terbalik tipe cart-pole merupakan representasi matematis dari sistem yang tidak stabil. Secara umum, konstruksi fisik pendulum terbalik terdiri dari gerobak (cart) dan batang pendulum. Tanpa mekanisme kendali, pendulum akan terus jatuh akibat gaya gravitasi karena sistem sangat tidak stabil. Pada studi ini, metode kendali Linear Quadratic Gaussian (LQG) digunakan untuk memaksa batang pendulum tegak vertikal sekitar sudut 0A sesuai posisi referensi yang diinginkan dengan menggerakkan cart. Pengujian dan simulasi menggunakan fitur MATLAB Simulink menghasilkan performa dinamika sistem. Hasil pengujian menunjukkan posisi cart paling stabil -3 m dari posisi awal, rise time 2,31 detik, settling time 2,44 detik, dan sudut simpangan maksimum batang pendulum... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-ffff1.webp" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-ffff1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-ffff1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-ffff1.webp 1x" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" alt="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-53551.webp" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-53551.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-53551.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-53551.webp 1x" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" alt="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-21f1c.webp" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-21f1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-21f1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-21f1c.webp 1x" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" alt="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47306-sistem-fisik-digital-kendali" title="JURIS - Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya" target="_blank">Stabilisasi Pendulum Terbalik Menggunakan Linear Quadratic Gaussian dan Visualisasinya</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan model kendali LQG dengan mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti gangguan eksternal atau noise yang lebih kompleks. Selain itu, studi komparatif antara metode LQG dan metode kendali lainnya dapat dilakukan untuk menganalisis kinerja dan keunggulan masing-masing metode dalam stabilisasi pendulum terbalik. Terakhir, penelitian dapat fokus pada implementasi kendali LQG pada sistem fisik pendulum terbalik yang sebenarnya, bukan hanya simulasi, untuk menguji efektivitas dan akurasi metode dalam kondisi nyata..
<br>Berdasarkan pengujian, posisi kendali metode LQG paling stabil terdapat pada posisi -3 m dengan waktu ajeg rise time 2,31 detik, settling time 2,44 detik, dan sudut simpangan maksimum 1,9A.Dibandingkan dengan pengujian kendali LQR yang tidak mempertimbangkan noise dan gangguan, hasilnya sedikit berbeda terutama untuk acuan posisi cart selain -3 m.Studi ini membuktikan desain kendali LQG memiliki kinerja yang lebih baik.Selain itu, visualisasi keberhasilan desain kendali optimal LQG dengan Simmechanic (Matlab) dan Blender Graph Editor disajikan, selain pengukuran kinerja secara analitik menggunakan Simulink
<br>Pendulum terbalik tipe cart-pole merupakan representasi matematis dari sistem yang tidak stabil. Secara umum, konstruksi fisik pendulum terbalik terdiri dari gerobak (cart) dan batang pendulum. Tanpa mekanisme kendali, pendulum akan terus jatuh akibat gaya gravitasi karena sistem sangat tidak stabil. Pada studi ini, metode kendali Linear Quadratic Gaussian (LQG) digunakan untuk memaksa batang pendulum tegak vertikal sekitar sudut 0A sesuai posisi referensi yang diinginkan dengan menggerakkan cart. Pengujian dan simulasi menggunakan fitur MATLAB Simulink menghasilkan performa dinamika sistem. Hasil pengujian menunjukkan posisi cart paling stabil -3 m dari posisi awal, rise time 2,31 detik, settling time 2,44 detik, dan sudut simpangan maksimum batang pendulum...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-53551.webp" type="image/webp" length="55010" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-ffff1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-53551.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/sistem-fisik-digital-kendali-lampu-otomatis-pendul-thumb-21f1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur MFO LS untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization IMO 2020 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur MFO LS untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization IMO 2020 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur MFO LS untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization IMO 2020 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47301-blending-optimization-imo-2020-compliance-marine-f</link>
	<guid isPermaLink="false">ec8bcb88fce980f16192c8b84bb9e9b7</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 06:31:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dina adelina ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan irwan ]]></category>
	<category><![CDATA[ nir fathiya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adelina,dina,fathiya,irwan,nir]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh komposisi blending yang berbeda terhadap stabilitas dan kompatibilitas bahan bakar, terutama dalam jangka waktu penyimpanan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh komposisi blending yang berbeda terhadap stabilitas dan kompatibilitas bahan bakar, terutama dalam jangka waktu penyimpanan yang lebih lama. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan model matematis yang lebih canggih untuk optimasi blending, dengan mempertimbangkan interaksi kompleks antar sifat fisikokimia bahan bakar. Ketiga, studi kasus kilang di Indonesia dapat dieksplorasi lebih dalam untuk memahami tantangan operasional dan ekonomis yang spesifik, serta mengembangkan strategi blending yang sesuai dengan kondisi lokal.. Berdasarkan hasil penelitian optimasi formulasi blending Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS), dapat disimpulkan bahwa komposisi blending sangat berpengaruh terhadap pemenuhan spesifikasi bahan bakar sesuai standar International Maritime Organization (IMO) 2020.Dari empat variasi formulasi yang diuji, blending 3 merupakan formula optimum yang mampu memenuhi seluruh parameter kritis, meliputi viskositas kinematik sebesar 87 mmA/s, pour point 24AC, flash point 66AC, serta kandungan sulfur sebesar 0,2% m/m yang berada di bawah batas maksimum 0,50% m/m.Permasalahan pada formulasi awal, yaitu tingginya pour point pada blending 1 dan blending 2, menunjukkan pentingnya keseimbangan antara komponen residu dan distilat dalam proses blending.Penambahan komponen seperti kerosene, LVGO, dan HVGO terbukti efektif dalam memperbaiki sifat alir dan kestabilan bahan bakar.Selain itu, pemanfaatan HVGO dalam kisaran 5Ae10% volume dapat digunakan sebagai alternatif strategis tanpa menurunkan kualitas produk.Dari aspek operasional dan ekonomis, formulasi optimum mampu meningkatkan pemanfaatan short residue hingga 40%, sehingga memberikan nilai tambah terhadap produk bernilai rendah menjadi bahan bakar yang memenuhi standar internasional.Reformulasi ini juga berdampak positif terhadap efisiensi pembakaran, pengurangan emisi, serta potensi penghematan energi pada sistem pemanasan bahan bakar.Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan strategi blending yang optimal, adaptif terhadap regulasi global, dan aplikatif pada kondisi aktual kilang Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki peran strategis dalam perdagangan global yang sangat bergantung pada transportasi laut. Sektor maritim menjadi tulang punggung distribusi energi dan logistik nasional, sehingga kebutuhan akan bahan bakar kapal yang efisien dan ramah lingkungan semakin meningkat. Dalam konteks ini, industri pengolahan minyak dan gas memegang peranan penting dalam memastikan ketersediaan bahan bakar yang memenuhi standar internasional. Sejak diberlakukannya regulasi International Maritime Organization (IMO) 2020, batas kandungan sulfur dalam bahan bakar kapal diturunkan secara signifikan dari 3,50% m/m menjadi maksimal 0,50% m/m. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi emisi sulfur oksida (SOx) yang berkontribusi terhadap pencemaran udara dan dampak kesehatan global. Implementasi regulasi ini mendorong kilang minyak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-e11d1.webp" title="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-e11d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-e11d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-e11d1.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" alt="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-a9a3f.webp" title="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-a9a3f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-a9a3f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-a9a3f.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" alt="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47301-blending-optimization-imo-2020-compliance-marine-f" title="JURIS - Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020" target="_blank">Optimasi Formula Blending Produk Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS) untuk Pemenuhan Bahan Bakar Kapal Berstandar International Maritim Organization (IMO) 2020</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh komposisi blending yang berbeda terhadap stabilitas dan kompatibilitas bahan bakar, terutama dalam jangka waktu penyimpanan yang lebih lama. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan model matematis yang lebih canggih untuk optimasi blending, dengan mempertimbangkan interaksi kompleks antar sifat fisikokimia bahan bakar. Ketiga, studi kasus kilang di Indonesia dapat dieksplorasi lebih dalam untuk memahami tantangan operasional dan ekonomis yang spesifik, serta mengembangkan strategi blending yang sesuai dengan kondisi lokal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian optimasi formulasi blending Marine Fuel Oil Low Sulfur (MFO-LS), dapat disimpulkan bahwa komposisi blending sangat berpengaruh terhadap pemenuhan spesifikasi bahan bakar sesuai standar International Maritime Organization (IMO) 2020.Dari empat variasi formulasi yang diuji, blending 3 merupakan formula optimum yang mampu memenuhi seluruh parameter kritis, meliputi viskositas kinematik sebesar 87 mmA/s, pour point 24AC, flash point 66AC, serta kandungan sulfur sebesar 0,2% m/m yang berada di bawah batas maksimum 0,50% m/m.Permasalahan pada formulasi awal, yaitu tingginya pour point pada blending 1 dan blending 2, menunjukkan pentingnya keseimbangan antara komponen residu dan distilat dalam proses blending.Penambahan komponen seperti kerosene, LVGO, dan HVGO terbukti efektif dalam memperbaiki sifat alir dan kestabilan bahan bakar.Selain itu, pemanfaatan HVGO dalam kisaran 5Ae10% volume dapat digunakan sebagai alternatif strategis tanpa menurunkan kualitas produk.Dari aspek operasional dan ekonomis, formulasi optimum mampu meningkatkan pemanfaatan short residue hingga 40%, sehingga memberikan nilai tambah terhadap produk bernilai rendah menjadi bahan bakar yang memenuhi standar internasional.Reformulasi ini juga berdampak positif terhadap efisiensi pembakaran, pengurangan emisi, serta potensi penghematan energi pada sistem pemanasan bahan bakar.Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan strategi blending yang optimal, adaptif terhadap regulasi global, dan aplikatif pada kondisi aktual kilang
<br>Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki peran strategis dalam perdagangan global yang sangat bergantung pada transportasi laut. Sektor maritim menjadi tulang punggung distribusi energi dan logistik nasional, sehingga kebutuhan akan bahan bakar kapal yang efisien dan ramah lingkungan semakin meningkat. Dalam konteks ini, industri pengolahan minyak dan gas memegang peranan penting dalam memastikan ketersediaan bahan bakar yang memenuhi standar internasional. Sejak diberlakukannya regulasi International Maritime Organization (IMO) 2020, batas kandungan sulfur dalam bahan bakar kapal diturunkan secara signifikan dari 3,50% m/m menjadi maksimal 0,50% m/m. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi emisi sulfur oksida (SOx) yang berkontribusi terhadap pencemaran udara dan dampak kesehatan global. Implementasi regulasi ini mendorong kilang minyak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-e11d1.webp" type="image/webp" length="114486" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-e11d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/blending-optimization-imo-compliance-marine-fuel-o-thumb-a9a3f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13657-jurnal-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47311-kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi</link>
	<guid isPermaLink="false">fa0023cf8d788606eb90c1d3999e53c9</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 06:30:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi sensor TDS rangkaian kalibrasi hingga 3500Appm agar cocok untuk tanaman selain selada, serta mengevaluasi kinerja kamera resolusi tinggi dalam menangkap perkembangan akar dan lemak; selanjutnya, studi dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT: Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi sensor TDS rangkaian kalibrasi hingga 3500Appm agar cocok untuk tanaman selain selada, serta mengevaluasi kinerja kamera resolusi tinggi dalam menangkap perkembangan akar dan lemak; selanjutnya, studi dapat meneliti sistem pembelajaran mesin yang memprediksi kebutuhan nutrisi berdasarkan data historis nilai TDS dan pH, untuk memperbaiki mekanisme autoAcpenyesuaian nutrisi secara realActime pada sistem hidroponik berbasis IoT.. Selama 5 hari pengujian, alat otomatisasi hidroponik berhasil membaca nilai TDS hingga 1000Appm dan pH antara 6,4Ae7,0, dengan error 3A% untuk sensor pH dan 4A% untuk sensor TDS.Sistem monitoring melalui aplikasi berjalan baik meski terdapat delay transfer data.hal ini tidak menurunkan kinerja sistem otomatisasi.Pengambilan gambar oleh kamera ESP32AcCam menghasilkan resolusi rendah namun data gambar tetap dikirim ke Firebase dan dapat dilihat pada aplikasi.Dengan demikian, sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas hidroponik Hidroponik merupakan metode pertanian modern yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan lingkungan, namun memerlukan pemantauan serta pengaturan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal. Penelitian ini mengenalkan sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik, dengan fokus pengujian pada tanaman selada. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan sensor pH terhubung secara nirkabel untuk mengumpulkan data otomatis, sementara kamera ESP32-Cam merekam visual pertumbuhan tanaman. Data sensor dikirim ke basis data Firebase dan dilanjutkan ke aplikasi. Sistem dilengkapi mekanisme otomatisasi untuk mengatur nutrisi sesuai parameter yang telah ditentukan. Pengujian dan evaluasi dilakukan pada sistem yang diimplementasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-b8c44.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-b8c44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-b8c44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-b8c44.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-cd020.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-cd020.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-cd020.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-cd020.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-31f4f.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-31f4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-31f4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-31f4f.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47311-kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT" target="_blank">Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi sensor TDS rangkaian kalibrasi hingga 3500Appm agar cocok untuk tanaman selain selada, serta mengevaluasi kinerja kamera resolusi tinggi dalam menangkap perkembangan akar dan lemak; selanjutnya, studi dapat meneliti sistem pembelajaran mesin yang memprediksi kebutuhan nutrisi berdasarkan data historis nilai TDS dan pH, untuk memperbaiki mekanisme autoAcpenyesuaian nutrisi secara realActime pada sistem hidroponik berbasis IoT..
<br>Selama 5 hari pengujian, alat otomatisasi hidroponik berhasil membaca nilai TDS hingga 1000Appm dan pH antara 6,4Ae7,0, dengan error 3A% untuk sensor pH dan 4A% untuk sensor TDS.Sistem monitoring melalui aplikasi berjalan baik meski terdapat delay transfer data.hal ini tidak menurunkan kinerja sistem otomatisasi.Pengambilan gambar oleh kamera ESP32AcCam menghasilkan resolusi rendah namun data gambar tetap dikirim ke Firebase dan dapat dilihat pada aplikasi.Dengan demikian, sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas hidroponik
<br>Hidroponik merupakan metode pertanian modern yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan lingkungan, namun memerlukan pemantauan serta pengaturan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal. Penelitian ini mengenalkan sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik, dengan fokus pengujian pada tanaman selada. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan sensor pH terhubung secara nirkabel untuk mengumpulkan data otomatis, sementara kamera ESP32-Cam merekam visual pertumbuhan tanaman. Data sensor dikirim ke basis data Firebase dan dilanjutkan ke aplikasi. Sistem dilengkapi mekanisme otomatisasi untuk mengatur nutrisi sesuai parameter yang telah ditentukan. Pengujian dan evaluasi dilakukan pada sistem yang diimplementasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-31f4f.webp" type="image/webp" length="112778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-b8c44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-cd020.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/kondisi-data-sensor-ph-solenoid-integrasi-iot-limb-thumb-31f4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis EDA dan Cross Industry Standard Process For Data Mining CRISP DM ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis EDA dan Cross Industry Standard Process For Data Mining CRISP DM ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis EDA dan Cross Industry Standard Process For Data Mining CRISP DM ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47320-intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-dukunga</link>
	<guid isPermaLink="false">21b487e91dd99875c244519a214da4f9</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 06:23:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ arwin sumari ]]></category>
	<category><![CDATA[ edy anan 465 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[465,anan,arwin,edy,kirim,naskah,sumari]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi model prediksi berbasis deep learning, misalnya RNN atau transformer, guna menangkap dinamika perilaku media sosial secara realActime serta menilai efektivitasnya dibandingkan algoritma tradisional yang digunakan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM): Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi model prediksi berbasis deep learning, misalnya RNN atau transformer, guna menangkap dinamika perilaku media sosial secara realActime serta menilai efektivitasnya dibandingkan algoritma tradisional yang digunakan dalam studi ini. Selain itu, studi longitudinal dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku dan kesehatan mental pengguna media sosial di atas periode lebih panjang sehingga dapat memvalidasi kestabilan model dan faktor pelengkap seperti dukungan sosial atau intervensi mental health. Terakhir, perlu dilakukan evaluasi integrasi sistem rekomendasi kesehatan mental berbasis web yang memadukan model Nayve Bayes dan EDA ke dalam dashboard interaktif sehingga dapat memberikan saran personalisasi kepada pengguna untuk mengatur waktu dan kualitas interaksi sosial mereka secara proaktif.. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan beberapa kesimpulan pada saat melakukan prediksi resiko penggunaan media sosial menggunakan eksploratory data analysis (EDA) dan cross industry standard process for data mining (CRISPAcDM).Integrasi EDA dan CRISPAcDM dapat memberikan pendekatan yang tepat dalam menghasilkan model prediksi meskipun proses EDA memerlukan waktu tidak sedikit untuk melakukan analisis data secara detail dan menyeluruh.Keunggulan penerapan EDA adalah memastikan semua aspek penting dalam data diperhatikan tanpa terlewatkan.Hasil penerapan EDA terkait resiko penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental menunjukkan semakin lama penggunaan media sosial, semakin besar dampak negatif yang dialami, terutama bagi mereka yang menggunakannya lebih dari 5 jam per hari.Mayoritas individu mengalami dampak negatif dalam tingkat sedang, sementara kasus dengan dampak sangat rendah atau sangat tinggi lebih jarang.Usia 13Ac30 tahun lebih rentan terhadap kegelisahan, perbandingan sosial, dan kebutuhan validasi, sedangkan usia 40 lebih sering mengalami depresi dan gangguan tidur.Secara umum dapat disimpulkan bahwa durasi penggunaan media sosial menjadi faktor yang paling dominan dalam resiko tinggi Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, namun peningkatan penggunaannya sering dikaitkan dengan dampak negatif terhadap kesehatan mental seperti stres, adiksi, FoMo, dan insomnia. Upaya prediksi risiko penggunaan media sosial dapat membantu menjaga kesehatan mental dengan memanfaatkan teknik data mining. Penelitian ini menggunakan metodologi CRISP-DM sebagai kerangka utama serta Exploratory Data Analysis (EDA) untuk mengidentifikasi tren dan anomali yang mendukung proses pemodelan. Beberapa algoritma supervised learning seperti C4.5, kAcNN, dan Nayve Bayes diterapkan untuk memprediksi dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Nayve Bayes memberikan kinerja terbaik dengan akurasi tertinggi sebesar 92,5%, melampaui C4.5 dan kAcNN. Integrasi EDA dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-48965.webp" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-48965.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-48965.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-48965.webp 1x" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" alt="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-95023.webp" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-95023.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-95023.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-95023.webp 1x" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" alt="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-7daaa.webp" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-7daaa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-7daaa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-7daaa.webp 1x" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" alt="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47320-intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-dukunga" title="JURIS - Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)" target="_blank">Prediksi Resiko Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan Cross Industry Standard Process For Data Mining (CRISP-DM)</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi model prediksi berbasis deep learning, misalnya RNN atau transformer, guna menangkap dinamika perilaku media sosial secara realActime serta menilai efektivitasnya dibandingkan algoritma tradisional yang digunakan dalam studi ini. Selain itu, studi longitudinal dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku dan kesehatan mental pengguna media sosial di atas periode lebih panjang sehingga dapat memvalidasi kestabilan model dan faktor pelengkap seperti dukungan sosial atau intervensi mental health. Terakhir, perlu dilakukan evaluasi integrasi sistem rekomendasi kesehatan mental berbasis web yang memadukan model Nayve Bayes dan EDA ke dalam dashboard interaktif sehingga dapat memberikan saran personalisasi kepada pengguna untuk mengatur waktu dan kualitas interaksi sosial mereka secara proaktif..
<br>Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan beberapa kesimpulan pada saat melakukan prediksi resiko penggunaan media sosial menggunakan eksploratory data analysis (EDA) dan cross industry standard process for data mining (CRISPAcDM).Integrasi EDA dan CRISPAcDM dapat memberikan pendekatan yang tepat dalam menghasilkan model prediksi meskipun proses EDA memerlukan waktu tidak sedikit untuk melakukan analisis data secara detail dan menyeluruh.Keunggulan penerapan EDA adalah memastikan semua aspek penting dalam data diperhatikan tanpa terlewatkan.Hasil penerapan EDA terkait resiko penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental menunjukkan semakin lama penggunaan media sosial, semakin besar dampak negatif yang dialami, terutama bagi mereka yang menggunakannya lebih dari 5 jam per hari.Mayoritas individu mengalami dampak negatif dalam tingkat sedang, sementara kasus dengan dampak sangat rendah atau sangat tinggi lebih jarang.Usia 13Ac30 tahun lebih rentan terhadap kegelisahan, perbandingan sosial, dan kebutuhan validasi, sedangkan usia 40  lebih sering mengalami depresi dan gangguan tidur.Secara umum dapat disimpulkan bahwa durasi penggunaan media sosial menjadi faktor yang paling dominan dalam resiko tinggi
<br>Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, namun peningkatan penggunaannya sering dikaitkan dengan dampak negatif terhadap kesehatan mental seperti stres, adiksi, FoMo, dan insomnia. Upaya prediksi risiko penggunaan media sosial dapat membantu menjaga kesehatan mental dengan memanfaatkan teknik data mining. Penelitian ini menggunakan metodologi CRISP-DM sebagai kerangka utama serta Exploratory Data Analysis (EDA) untuk mengidentifikasi tren dan anomali yang mendukung proses pemodelan. Beberapa algoritma supervised learning seperti C4.5, kAcNN, dan Nayve Bayes diterapkan untuk memprediksi dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Nayve Bayes memberikan kinerja terbaik dengan akurasi tertinggi sebesar 92,5%, melampaui C4.5 dan kAcNN. Integrasi EDA dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-7daaa.webp" type="image/webp" length="112772" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-48965.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-95023.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/intervensi-mental-dukungan-sosial-keluarga-merek-i-thumb-7daaa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14649-jurnal-teknologi-informasi-ilmu-komputer.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 07 May 2026 10:53:09 +0700. 12 items. Served in: 7.951 seconds [rss] -->
