<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 08:24:16 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 08:24:16 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-29T08:24:16+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafis Hermeneutics A ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafis Hermeneutics A ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafis Hermeneutics A ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62223-asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara</link>
	<guid isPermaLink="false">9f4cdadf65b463017ebdeae473760daf</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 06:06:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ maqasid asy ]]></category>
	<category><![CDATA[ darul quran ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asy,darul,maqasid,publised,qur,quran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Melakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang pendekatan hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi's Hermeneutics: A: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Melakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang pendekatan hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya terkait dengan asbAbun nuzl. Studi ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan dan kesamaan antara kedua tokoh dalam memahami dan mengaplikasikan asbAbun nuzl dalam penafsiran.2. Mengembangkan penelitian tentang implikasi praktis dari hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam konteks sosial dan budaya kontemporer. Bagaimana hermeneutika mereka dapat diterapkan dalam masyarakat modern untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an secara relevan dan kontekstual?3. Melakukan analisis kritis terhadap metode hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan larangan khamr. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana kedua tokoh tersebut menggunakan asbAbun nuzl sebagai alat untuk memahami dan mengkonstruksi makna ayat-ayat tersebut dalam konteks sosial dan budaya pada saat itu.. Studi kasus dalam analisa asbAbun nuzl pada ayat-ayat larangan khamr (QS.90Ae91) di atas dengan mengelaborasi kedua tokoh sekaligus menunjukkan bahwa teks Al-Qur'an tidak dapat dipahami hanya secara literal, melainkan harus dikaitkan dengan realitas sosial yang melatarbelakanginya.Nasr Hamid Abu Zayd menghipotesiskan bahwa larangan khamr berkembang melalui tiga tahapan tasyr', dengan asbAbun nuzl menjadi kunci untuk memahami proses perubahan hukum secara bertahap sebagai respons terhadap kesiapan masyarakat Arab saat itu.Sementara Hasan Hanafi berhipotesis bahwa larangan khamr mencerminkan respons Al-Qur'an terhadap struktur sosial dan budaya Arab, di mana asbAbun nuzl berfungsi sebagai alat praksis untuk menafsirkan teks berdasarkan realitas kontemporer, bukan hanya untuk memahami konteks historisnya.Poinnya, Jika asbAbun nuzl dianalisis melalui ayat-ayat tentang khamr, maka dalam perspektif Nasr Hamid Abu Zayd, ia berfungsi untuk membuktikan interaksi evolutif antara teks dan realitas sosial Arab melalui tahapan hukum yang gradual.sedangkan dalam perspektif Hasan Hanafi, ia menjadi alat aktualisasi nilai-nilai transformatif teks untuk merespons kebutuhan dan perubahan sosial kontemporer AsbAbun nuzl memiliki peranan penting dalam pendekatan hermeneutika Nasr Hamid dan Hasan Hanafi. Penafsiran Al-Qur'an yang sifatnya dinamis, tidak hanya memahami teks secara literal saja, namun dalam diskursus tafsir kontemporer, asbAbun nuzl menjadi instrumen penting yang mengkonstruksi makna kontekstual agar lebih relevan, sebab menurut hemat mufasir progresif kontemporer seperti Nasr Hamid dan Hasan Hanafi, Narasi-narasi AsbAbun nuzl mampu membangun kesadaran sosio-historis bagi penafsir, sehingga makna yang diproduksi menjadi tidak kaku dan cenderung terlalu linguistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif dengan membandingkan hermeneutikanya Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi berbasis telaah pustaka... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-ec472.webp" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-ec472.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-ec472.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-ec472.webp 1x" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" alt="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-3d192.webp" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-3d192.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-3d192.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-3d192.webp 1x" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" alt="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-e883d.webp" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-e883d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-e883d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-e883d.webp 1x" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" alt="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62223-asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara" title="JURIS - Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi&#039;s Hermeneutics: A" target="_blank">Posisi Asbabun Nuzul dalam Kerangka Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi: Studi Kasus Ayat Tentang Larangan Khamr: Asbabun Nuzul in Nasr Hamid Abu Zayd and Hasan Hanafi's Hermeneutics: A</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Melakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang pendekatan hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya terkait dengan asbAbun nuzl. Studi ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan dan kesamaan antara kedua tokoh dalam memahami dan mengaplikasikan asbAbun nuzl dalam penafsiran.2. Mengembangkan penelitian tentang implikasi praktis dari hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam konteks sosial dan budaya kontemporer. Bagaimana hermeneutika mereka dapat diterapkan dalam masyarakat modern untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an secara relevan dan kontekstual?3. Melakukan analisis kritis terhadap metode hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan larangan khamr. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana kedua tokoh tersebut menggunakan asbAbun nuzl sebagai alat untuk memahami dan mengkonstruksi makna ayat-ayat tersebut dalam konteks sosial dan budaya pada saat itu..
<br>Studi kasus dalam analisa asbAbun nuzl pada ayat-ayat larangan khamr (QS.90Ae91) di atas dengan mengelaborasi kedua tokoh sekaligus menunjukkan bahwa teks Al-Qur'an tidak dapat dipahami hanya secara literal, melainkan harus dikaitkan dengan realitas sosial yang melatarbelakanginya.Nasr Hamid Abu Zayd menghipotesiskan bahwa larangan khamr berkembang melalui tiga tahapan tasyr', dengan asbAbun nuzl menjadi kunci untuk memahami proses perubahan hukum secara bertahap sebagai respons terhadap kesiapan masyarakat Arab saat itu.Sementara Hasan Hanafi berhipotesis bahwa larangan khamr mencerminkan respons Al-Qur'an terhadap struktur sosial dan budaya Arab, di mana asbAbun nuzl berfungsi sebagai alat praksis untuk menafsirkan teks berdasarkan realitas kontemporer, bukan hanya untuk memahami konteks historisnya.Poinnya, Jika asbAbun nuzl dianalisis melalui ayat-ayat tentang khamr, maka dalam perspektif Nasr Hamid Abu Zayd, ia berfungsi untuk membuktikan interaksi evolutif antara teks dan realitas sosial Arab melalui tahapan hukum yang gradual.sedangkan dalam perspektif Hasan Hanafi, ia menjadi alat aktualisasi nilai-nilai transformatif teks untuk merespons kebutuhan dan perubahan sosial kontemporer
<br>AsbAbun nuzl memiliki peranan penting dalam pendekatan hermeneutika Nasr Hamid dan Hasan Hanafi. Penafsiran Al-Qur'an yang sifatnya dinamis, tidak hanya memahami teks secara literal saja, namun dalam diskursus tafsir kontemporer, asbAbun nuzl menjadi instrumen penting yang mengkonstruksi makna kontekstual agar lebih relevan, sebab menurut hemat mufasir progresif kontemporer seperti Nasr Hamid dan Hasan Hanafi, Narasi-narasi AsbAbun nuzl mampu membangun kesadaran sosio-historis bagi penafsir, sehingga makna yang diproduksi menjadi tidak kaku dan cenderung terlalu linguistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif dengan membandingkan hermeneutikanya Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi berbasis telaah pustaka...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-ec472.webp" type="image/webp" length="109028" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-ec472.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-3d192.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/asbabun-nuzl-nasr-hamid-abu-zayd-hasan-hanafi-lara-thumb-e883d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Struktur Hujjah Al QiraAoat Syekh Mahfudz Al Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al Talabah Bi Syarh Al Tayyibah Analisis Teori Argumentasi pada Q S Al Fatihah Structure of the Hujjah Al Qiraat of Sheikh M ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Struktur Hujjah Al QiraAoat Syekh Mahfudz Al Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al Talabah Bi Syarh Al Tayyibah Analisis Teori Argumentasi pada Q S Al Fatihah Structure of the Hujjah Al Qiraat of Sheikh M ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Struktur Hujjah Al QiraAoat Syekh Mahfudz Al Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al Talabah Bi Syarh Al Tayyibah Analisis Teori Argumentasi pada Q S Al Fatihah Structure of the Hujjah Al Qiraat of Sheikh M ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62218-pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-taw</link>
	<guid isPermaLink="false">e6eb940a9ea44e621aa3cf8283e23043</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:53:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ maqasid asy ]]></category>
	<category><![CDATA[ darul quran ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asy,darul,maqasid,publised,qur,quran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira'at of Sheikh M: Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah Ibn al-NAeim (putra dari Ibn al-Jazar sendiri) dan syarah lainnya. Kedua, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah Ibn al-NAeim (putra dari Ibn al-Jazar sendiri) dan syarah lainnya. Ketiga, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah Ibn al-NAeim (putra dari Ibn al-Jazar sendiri) dan syarah lainnya.. Dengan menganalisis ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz al-Tarmasi menggunakan teori argumentasi Toulmin, terbukti bahwa Syekh Mahfudz sebagai salah satu muqriAo non Arab memiliki otoritas dalam Ilmu QiraAoat di dunia internasional, sehingga ia layak disejajarkan dengan muqriAo internasional lainnya bahkan dengan para muqriAo Arab.Otoritasnya dalam Ilmu QiraAoat dibuktikan tidak hanya secara riwAyah berdasarkan ketersambungan validitas silsilah sanad beliau dalam Ilmu QiraAoat, namun dibuktikan pula secara dirAyah dengan menghasilkan Tajdd ujjah al-QirAAoAt dalam kitabnya Gunyah al-alabah.Dengan analisis teori Argumentasi Toulmin, ditemukan bahwa ia menghasilkan Tajdd ujjah al-QirAAoAt melalui karyanya Gunyah al-alabah syarah atas kitab naem ayyibah al-Nasyr al-Jazar.Ketiga Tajdd tersebut yaitu, pertama, Syekh Mahfudz tidak melakukan pembahasan panjang lebar tentang susunan AoIrAb naem ayyibah al-Nasyr seperti yang dilakukan pensyarah lainnya, namun ia langsung fokus memberikan argumentasi varian qirAAoAt yang diklaim benar menurutnya berdasarkan pendapat al-ImAm Ibn al-Jazar(w.833 H) dalam naem-nya, ini artinya Syekh Mahfudz mengklaim validitas varian qirAAoAt sebagaimana klaim Ibn al-Jazar.Dengan demikian, Syekh Mahfudz menghindari pengulangan pembahasan para pensyarah sebelumnya, namun ia mengembangkan pembahasan ujjah al-QirAAoAt di dalam Syarahnya sebagai aspek dirAyah.Kedua, berdasarkan teori argumentasi Toulmin, pengembangan ujjah al-QirAAoAt dalam kitab Gunyah al-alabah memiliki pola beragam dengan struktur argumentasi yang lengkap komponennya maupun struktur argumentasi dasar.Ketiga, ketika mensyarah dan memberikan argumentasi dalam uujjah-nya, Syekh Mahfudz selalu membangun landasan atau referensi sebagai backing (sandaran) klaimnya.Temuan tajdd ini menegaskan terjadinya dinamika otoritas Ilmu QiraAoat di kalangan muqriAo, khususnya muqriAo nusantara sebagai muqri non Arab, sehingga otoritas dalam studi Ilmu QiraAoat tidak terbatas pada muqriAo Arab Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model Struktur ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz al-Tarmasi. Untuk mengetahui otoritas muqriAo nusantara, otoritas ujjah al-QirAAoAt (Tawjh al-QirAAoAt) Syekh Mahfudz urgen diteliti sebagai model, mengingat ia hidup di era menguatnya jaringan Ulama Timur Tengah dan Nusantara. Dengan analisis teori Argumentasi Toulmin, peneliti hendak melacak struktur argumen ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz, orisinalitas dan dinamika/tajdd-nya sebagai bukti otoritasnya. Teori Toulmin menyatakan bahwa struktur argumen lengkap terdiri dari klaim (claim), data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-133fb.webp" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-133fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-133fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-133fb.webp 1x" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" alt="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-002b7.webp" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-002b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-002b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-002b7.webp 1x" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" alt="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-c458e.webp" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-c458e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-c458e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-c458e.webp 1x" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" alt="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62218-pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-taw" title="JURIS - Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira&#039;at of Sheikh M" target="_blank">Struktur Hujjah Al-QiraAoat Syekh Mahfudz Al-Tarmasi Dalam Kitab Gunyah Al-Talabah Bi Syarh Al-Tayyibah (Analisis Teori Argumentasi pada Q.S. Al-Fatihah): Structure of the Hujjah Al-Qira'at of Sheikh M</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah Ibn al-NAeim (putra dari Ibn al-Jazar sendiri) dan syarah lainnya. Kedua, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah Ibn al-NAeim (putra dari Ibn al-Jazar sendiri) dan syarah lainnya. Ketiga, melakukan studi komparatif antara ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz dengan ujjah al-QirAAoAt karya-karya pensyarah lainnya, seperti al-Nuwair, syarah Ibn al-NAeim (putra dari Ibn al-Jazar sendiri) dan syarah lainnya..
<br>Dengan menganalisis ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz al-Tarmasi menggunakan teori argumentasi Toulmin, terbukti bahwa Syekh Mahfudz sebagai salah satu muqriAo non Arab memiliki otoritas dalam Ilmu QiraAoat di dunia internasional, sehingga ia layak disejajarkan dengan muqriAo internasional lainnya bahkan dengan para muqriAo Arab.Otoritasnya dalam Ilmu QiraAoat dibuktikan tidak hanya secara riwAyah berdasarkan ketersambungan validitas silsilah sanad beliau dalam Ilmu QiraAoat, namun dibuktikan pula secara dirAyah dengan menghasilkan Tajdd ujjah al-QirAAoAt dalam kitabnya Gunyah al-alabah.Dengan analisis teori Argumentasi Toulmin, ditemukan bahwa ia menghasilkan Tajdd ujjah al-QirAAoAt melalui karyanya Gunyah al-alabah syarah atas kitab naem ayyibah al-Nasyr al-Jazar.Ketiga Tajdd tersebut yaitu, pertama, Syekh Mahfudz tidak melakukan pembahasan panjang lebar tentang susunan AoIrAb naem ayyibah al-Nasyr seperti yang dilakukan pensyarah lainnya, namun ia langsung fokus memberikan argumentasi varian qirAAoAt yang diklaim benar menurutnya berdasarkan pendapat al-ImAm Ibn al-Jazar(w.833 H) dalam naem-nya, ini artinya Syekh Mahfudz mengklaim validitas varian qirAAoAt sebagaimana klaim Ibn al-Jazar.Dengan demikian, Syekh Mahfudz menghindari pengulangan pembahasan para pensyarah sebelumnya, namun ia mengembangkan pembahasan ujjah al-QirAAoAt di dalam Syarahnya sebagai aspek dirAyah.Kedua, berdasarkan teori argumentasi Toulmin, pengembangan ujjah al-QirAAoAt dalam kitab Gunyah al-alabah memiliki pola beragam dengan struktur argumentasi yang lengkap komponennya maupun struktur argumentasi dasar.Ketiga, ketika mensyarah dan memberikan argumentasi dalam uujjah-nya, Syekh Mahfudz selalu membangun landasan atau referensi sebagai backing (sandaran) klaimnya.Temuan tajdd ini menegaskan terjadinya dinamika otoritas Ilmu QiraAoat di kalangan muqriAo, khususnya muqriAo nusantara sebagai muqri non Arab, sehingga otoritas dalam studi Ilmu QiraAoat tidak terbatas pada muqriAo Arab
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model Struktur ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz al-Tarmasi. Untuk mengetahui otoritas muqriAo nusantara, otoritas ujjah al-QirAAoAt (Tawjh al-QirAAoAt) Syekh Mahfudz urgen diteliti sebagai model, mengingat ia hidup di era menguatnya jaringan Ulama Timur Tengah dan Nusantara. Dengan analisis teori Argumentasi Toulmin, peneliti hendak melacak struktur argumen ujjah al-QirAAoAt Syekh Mahfudz, orisinalitas dan dinamika/tajdd-nya sebagai bukti otoritasnya. Teori Toulmin menyatakan bahwa struktur argumen lengkap terdiri dari klaim (claim), data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-002b7.webp" type="image/webp" length="109404" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-133fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-002b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/pola-struktur-ilmu-qiraaoat-uujjah-al-qiraaoat-taw-thumb-c458e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62204-pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker</link>
	<guid isPermaLink="false">a60b556f6305818736a5c4c07c270b2d</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:36:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karto wijaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ herdi sofari ]]></category>
	<category><![CDATA[ ojs unsiq ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,herdi,karto,ojs,sofari,unsiq,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi skrining USG di wilayah dengan akses terbatas terhadap mammografi untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam deteksi dini kanker payudara. Selain itu, perlu dikaji perbandingan antara metode SADARI dan USG dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi skrining USG di wilayah dengan akses terbatas terhadap mammografi untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam deteksi dini kanker payudara. Selain itu, perlu dikaji perbandingan antara metode SADARI dan USG dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker payudara. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak program edukasi SADARI berbasis komunitas terhadap penurunan insiden kanker payudara stadium lanjut.. Mayoritas masyarakat terutama perempuan belum memahami dengan mengenai kanker payudara dan cara SADARI.Tindakan lanjutan pemeriksaan skrining USG saat menemukan benjolan di payudara.Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan 16,4% peserta dengan lesi ( ) di payudara dan 20,0% peserta dengan keterlibatan kelenjar getah bening.Hal ini menunjukkan bahwa deteksi dini dengan USG cukup bermanfaat terutama menjangkau masyarakat yang jauh dari akses fasilitas mammografi Kanker payudara salah satu kanker yang paling banyak ditemui pada perempuan di seluruh dunia. Kemenkes RI melaporkan bahwa dari sekitar 26.550 wanita usia 30-50 tahun yang memiliki benjolan pada payudara, 17,64% diantaranya dicurigai kanker payudara. Sementara di Provinsi Aceh dari 1285 wanita usia yang sama dan memiliki keluhan benjolan payudara, 54,1% dicurigai kanker payudara. Kanker payudara menempati peringkat kedua kematian akibat kanker di Indonesia. Angka mortalitas tersebut diperparah dengan fakta bahwa dari 80% kasus kanker payudara di Indonesia terdeteksi saat stadium lanjut. Menanggapi permasalahan tersebut, kami menyelenggarakan penyuluhan metode pemeriksaan payudara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-156ac.webp" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-156ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-156ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-156ac.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" alt="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-bf974.webp" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-bf974.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-bf974.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-bf974.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" alt="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-ff053.webp" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-ff053.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-ff053.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-ff053.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" alt="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62204-pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker" title="JURIS - Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh" target="_blank">Deteksi Dini Tumor Payudara Dengan SADARI Dan Penapisan Dengan Ultrasonografi Di Kota Banda Aceh</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi skrining USG di wilayah dengan akses terbatas terhadap mammografi untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam deteksi dini kanker payudara. Selain itu, perlu dikaji perbandingan antara metode SADARI dan USG dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker payudara. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak program edukasi SADARI berbasis komunitas terhadap penurunan insiden kanker payudara stadium lanjut..
<br>Mayoritas masyarakat terutama perempuan belum memahami dengan mengenai kanker payudara dan cara SADARI.Tindakan lanjutan pemeriksaan skrining USG saat menemukan benjolan di payudara.Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan 16,4% peserta dengan lesi ( ) di payudara dan 20,0% peserta dengan keterlibatan kelenjar getah bening.Hal ini menunjukkan bahwa deteksi dini dengan USG cukup bermanfaat terutama menjangkau masyarakat yang jauh dari akses fasilitas mammografi
<br>Kanker payudara salah satu kanker yang paling banyak ditemui pada perempuan di seluruh dunia. Kemenkes RI melaporkan bahwa dari sekitar 26.550 wanita usia 30-50 tahun yang memiliki benjolan pada payudara, 17,64% diantaranya dicurigai kanker payudara. Sementara di Provinsi Aceh dari 1285 wanita usia yang sama dan memiliki keluhan benjolan payudara, 54,1% dicurigai kanker payudara. Kanker payudara menempati peringkat kedua kematian akibat kanker di Indonesia. Angka mortalitas tersebut diperparah dengan fakta bahwa dari 80% kasus kanker payudara di Indonesia terdeteksi saat stadium lanjut. Menanggapi permasalahan tersebut, kami menyelenggarakan penyuluhan metode pemeriksaan payudara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-156ac.webp" type="image/webp" length="115064" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-156ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-bf974.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/8/pasien-tumor-payudara-rerata-insiden-kanker-stadiu-thumb-ff053.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-216-unsiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1121-jurnal-penelitian-pengabdian-masyarakat-unsiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL 4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE QoS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL 4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE QoS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL 4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE QoS ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62210-jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lt</link>
	<guid isPermaLink="false">f67dd91f78e04b33be5f457c6a3dfa55</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:35:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yussa ananda ]]></category>
	<category><![CDATA[ rama fauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ananda,fauzi,rama,yussa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah pengukuran untuk membandingkan kualitas jaringan internet di area lain di Kota Medan atau daerah sekitarnya. Selain itu, penelitian bisa fokus pada pengaruh waktu pengukuran (misalnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL 4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS): Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah pengukuran untuk membandingkan kualitas jaringan internet di area lain di Kota Medan atau daerah sekitarnya. Selain itu, penelitian bisa fokus pada pengaruh waktu pengukuran (misalnya jam sibuk vs. jam sepi) terhadap parameter QoS. Terakhir, penelitian baru juga dapat menggabungkan pengukuran QoS dengan analisis kepuasan pengguna (user satisfaction) untuk melihat hubungan antara parameter teknis dan pengalaman pengguna akhir.. Dari hasil analisis Quality of Service (QoS) jaringan internet di 5 titik Jln.Imam Bonjol Kota Medan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Untuk mengukur Quality of Service (QoS) jaringan internet di 5 lokasi Jln.Imam Bonjol Kota Medan, parameter-parameter yang digunakan yaitu delay/latency, jitter, packet loss dan throughput dengan menggunakan aplikasi mobile yaitu nPerf dan Speedtest.Berdasarkan hasil pengukuran maka didapat nilai QoS untuk setiap lokasi yaitu Yayasan Pendidikan Harapan Medan dengan nilai indeks QoS yaitu 3 dengan kategori "Memuaskan", R.S Elisabeth Kota Medan dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan", Taman Ahmad Yani Kota Medan dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan", Supermarket Berastagi Jl.Imam bonjol dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan", Bank Sumut Jl.Imam Bonjol dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan".Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan maka diketahui kualitas jaringan internet yang lebih baik dari 5 lokasi pengukuran untuk parameter Throughput yaitu Bank Sumut Jl.Imam Bonjol Kota Medan, dengan rata-rata Throughput 49,69 % untuk mengakses di website google Kebutuhan internet saat ini dalam komunikasi informasi semakin berkembang, jaringan internet semakin luas seperti teknologi 1G, 2G, 3G dan 4G. Long Term Evolution (LTE) adalah jaringan akses radio evolusi jangka panjang yang dikeluarkan oleh 3rd (Generation Partnership Project). Untuk mengetahui layanan jaringan internet di seputaran daerah Jln. Imam Bonjol Kota Medan maka telah dilakukan pengujian dan pengukuran dengan hasil akhir didapat rata-rata indeks QoS 3.2 dengan kategori memuaskan, yaitu dengan menggunakan metode Quality Of Service (QoS) untuk kualitas dan daya transfer data. Metode Quality Of Service (QoS) yang terdapat pada sebuah jaringan TCP/IP merupakan salah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-c8ee8.webp" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-c8ee8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-c8ee8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-c8ee8.webp 1x" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" alt="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-ce293.webp" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-ce293.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-ce293.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-ce293.webp 1x" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" alt="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-82f28.webp" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-82f28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-82f28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-82f28.webp 1x" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" alt="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62210-jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lt" title="JURIS - PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)" target="_blank">PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN INTERNET DENGAN SINYAL  4G LTE OPERATOR TELKOMSEL DI JALAN IMAM BONJOL KOTA  MEDAN DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS)</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah pengukuran untuk membandingkan kualitas jaringan internet di area lain di Kota Medan atau daerah sekitarnya. Selain itu, penelitian bisa fokus pada pengaruh waktu pengukuran (misalnya jam sibuk vs. jam sepi) terhadap parameter QoS. Terakhir, penelitian baru juga dapat menggabungkan pengukuran QoS dengan analisis kepuasan pengguna (user satisfaction) untuk melihat hubungan antara parameter teknis dan pengalaman pengguna akhir..
<br>Dari hasil analisis Quality of Service (QoS) jaringan internet di 5 titik Jln.Imam Bonjol Kota Medan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Untuk mengukur Quality of Service (QoS) jaringan internet di 5 lokasi Jln.Imam Bonjol Kota Medan, parameter-parameter yang digunakan yaitu delay/latency, jitter, packet loss dan throughput dengan menggunakan aplikasi mobile yaitu nPerf dan Speedtest.Berdasarkan hasil pengukuran maka didapat nilai QoS untuk setiap lokasi yaitu Yayasan Pendidikan Harapan Medan dengan nilai indeks QoS yaitu 3 dengan kategori "Memuaskan", R.S Elisabeth Kota Medan dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan", Taman Ahmad Yani Kota Medan dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan", Supermarket Berastagi Jl.Imam bonjol dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan", Bank Sumut Jl.Imam Bonjol dengan nilai indeks QoS yaitu 3,25 dengan kategori "Memuaskan".Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan maka diketahui kualitas jaringan internet yang lebih baik dari 5 lokasi pengukuran untuk parameter Throughput yaitu Bank Sumut Jl.Imam Bonjol Kota Medan, dengan rata-rata Throughput 49,69 % untuk mengakses di website google
<br>Kebutuhan internet saat ini dalam komunikasi informasi semakin berkembang, jaringan internet semakin luas seperti teknologi 1G, 2G, 3G dan 4G. Long Term Evolution (LTE) adalah jaringan akses radio evolusi jangka panjang yang dikeluarkan oleh 3rd (Generation Partnership Project). Untuk mengetahui layanan jaringan internet di seputaran daerah Jln. Imam Bonjol Kota Medan maka telah dilakukan pengujian dan pengukuran dengan hasil akhir didapat rata-rata indeks QoS 3.2 dengan kategori memuaskan, yaitu dengan menggunakan metode Quality Of Service (QoS) untuk kualitas dan daya transfer data. Metode Quality Of Service (QoS) yang terdapat pada sebuah jaringan TCP/IP merupakan salah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-c8ee8.webp" type="image/webp" length="102638" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-c8ee8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-ce293.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/jaringan-internet-iot-quality-service-qos-4g-lte-n-thumb-82f28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-315-unpab.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12327-jurnal-elektro-telkomunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ From Sectarianism to Scientific Naturalism Rethinking Madhhab Based Differences in the Exegesis of Q S Al Maidah 6 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Sectarianism to Scientific Naturalism Rethinking Madhhab Based Differences in the Exegesis of Q S Al Maidah 6 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Sectarianism to Scientific Naturalism Rethinking Madhhab Based Differences in the Exegesis of Q S Al Maidah 6 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62214-ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-aukam-surat-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">cc55d6a7e34208e48c111ff779e7b9fc</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:21:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ al komarudin ]]></category>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ li ahkam al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahkam,al,komarudin,li,publised,qur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik dapat dipahami sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik dapat dipahami sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis. Hal ini dapat dilakukan dengan meneliti lebih dalam dinamika internal teks Al-QurAoan dan kerangka pemikiran para mufasir, serta bagaimana perbedaan tersebut muncul secara alami dari interaksi antara teks, intelektual, dan tradisi.2. Meneliti lebih lanjut bagaimana madhhab, sebagai sistem pengetahuan, dapat berfungsi sebagai kerangka metodologis dan sosial yang sekaligus membatasi dan memungkinkan interpretasi. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana madhhab mempengaruhi interpretasi para mufassir dan bagaimana hal itu dapat dilihat sebagai bentuk disiplin intelektual, bukan sekadar dominasi sektarian.3. Mengembangkan pemahaman tentang adab al-ikhtilAf (etika perbedaan) dalam konteks tafsir Al-QurAoan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perbedaan interpretatif dapat menjadi tanda vitalitas intelektual, bukan fragmentasi agama. Hal ini dapat dilakukan dengan meneliti lebih lanjut bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi sarana untuk menyempurnakan kebenaran, dan bagaimana adab al-ikhtilAf dapat menjadi fondasi untuk menjaga budaya hermeneutik yang terbuka namun tetap berprinsip.. Penelitian ini mengkaji perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik, yang sering dianggap sebagai wujud bias sektarian.Dengan berfokus pada penafsiran Surah al-MAAoidah [5].6, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali apakah perbedaan yang didasarkan pada mazhab mencerminkan perpecahan ideologis atau variasi epistemologis.Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perbedaan di antara para mufassir termasuk dalam ikhtilAf tanawwu (perbedaan variatif), bukan kontradiktif.Studi ini berpendapat bahwa keragaman tersebut dapat dipahami sebagai naturalisme keilmuan tafsir, di mana pluralitas penafsiran muncul secara alami dari dinamika internal teks Al-QurAoan dan kerangka pemikiran para mufasir.Perspektif ini berkontribusi pada studi Al-QurAoan dengan memandang kembali perbedaan berbasis madzhab sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis, sehingga menawarkan pemahaman yang lebih seimbang terhadap tafsir klasik Penelitian ini mengkaji perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik, yang sering dianggap sebagai wujud bias sektarian. Dengan berfokus pada penafsiran Surah al-MAAoidah [5]:6, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali apakah perbedaan yang didasarkan pada mazhab mencerminkan perpecahan ideologis atau variasi epistemologis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis pustaka, penelitian ini menganalisis empat karya utama AukAm al-QurAoAnAikarya al-JaA (Hanafi), al-KiyA al-arrAs (SyafiAoi), Ibn al-Arab (Maliki), dan Ibn al-Jawz (anbal). Analisis ini menggunakan kerangka kerja Ibn Taymiyyah tentang IkhtilAf al-Mufassirn untuk mengklasifikasikan jenis-jenis perbedaan interpretatif, dilengkapi dengan perspektif diskursif yang terinspirasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-10f63.webp" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-10f63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-10f63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-10f63.webp 1x" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" alt="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-e1cb2.webp" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-e1cb2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-e1cb2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-e1cb2.webp 1x" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" alt="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-d1afb.webp" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-d1afb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-d1afb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-d1afb.webp 1x" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" alt="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62214-ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-aukam-surat-ma" title="JURIS - From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6" target="_blank">From Sectarianism to Scientific Naturalism? Rethinking Madhhab-Based Differences in the Exegesis of Q.S. Al-Maidah: 6</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik dapat dipahami sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis. Hal ini dapat dilakukan dengan meneliti lebih dalam dinamika internal teks Al-QurAoan dan kerangka pemikiran para mufasir, serta bagaimana perbedaan tersebut muncul secara alami dari interaksi antara teks, intelektual, dan tradisi.2. Meneliti lebih lanjut bagaimana madhhab, sebagai sistem pengetahuan, dapat berfungsi sebagai kerangka metodologis dan sosial yang sekaligus membatasi dan memungkinkan interpretasi. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana madhhab mempengaruhi interpretasi para mufassir dan bagaimana hal itu dapat dilihat sebagai bentuk disiplin intelektual, bukan sekadar dominasi sektarian.3. Mengembangkan pemahaman tentang adab al-ikhtilAf (etika perbedaan) dalam konteks tafsir Al-QurAoan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perbedaan interpretatif dapat menjadi tanda vitalitas intelektual, bukan fragmentasi agama. Hal ini dapat dilakukan dengan meneliti lebih lanjut bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi sarana untuk menyempurnakan kebenaran, dan bagaimana adab al-ikhtilAf dapat menjadi fondasi untuk menjaga budaya hermeneutik yang terbuka namun tetap berprinsip..
<br>Penelitian ini mengkaji perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik, yang sering dianggap sebagai wujud bias sektarian.Dengan berfokus pada penafsiran Surah al-MAAoidah [5].6, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali apakah perbedaan yang didasarkan pada mazhab mencerminkan perpecahan ideologis atau variasi epistemologis.Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perbedaan di antara para mufassir termasuk dalam ikhtilAf tanawwu (perbedaan variatif), bukan kontradiktif.Studi ini berpendapat bahwa keragaman tersebut dapat dipahami sebagai naturalisme keilmuan tafsir, di mana pluralitas penafsiran muncul secara alami dari dinamika internal teks Al-QurAoan dan kerangka pemikiran para mufasir.Perspektif ini berkontribusi pada studi Al-QurAoan dengan memandang kembali perbedaan berbasis madzhab sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis, sehingga menawarkan pemahaman yang lebih seimbang terhadap tafsir klasik
<br>Penelitian ini mengkaji perbedaan interpretatif dalam tafsr aukAm Al-QurAoan klasik, yang sering dianggap sebagai wujud bias sektarian. Dengan berfokus pada penafsiran Surah al-MAAoidah [5]:6, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali apakah perbedaan yang didasarkan pada mazhab mencerminkan perpecahan ideologis atau variasi epistemologis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis pustaka, penelitian ini menganalisis empat karya utama AukAm al-QurAoAnAikarya al-JaA (Hanafi), al-KiyA al-arrAs (SyafiAoi), Ibn al-Arab (Maliki), dan Ibn al-Jawz (anbal). Analisis ini menggunakan kerangka kerja Ibn Taymiyyah tentang IkhtilAf al-Mufassirn untuk mengklasifikasikan jenis-jenis perbedaan interpretatif, dilengkapi dengan perspektif diskursif yang terinspirasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-10f63.webp" type="image/webp" length="102070" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-10f63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-e1cb2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/ikhtilaf-al-mufassirn-tafsr-al-aukam-surat-al-maid-thumb-d1afb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al QurAoan Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks Unification of Qiraat and the Standardization of Quranic Recitation An Analy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al QurAoan Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks Unification of Qiraat and the Standardization of Quranic Recitation An Analy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al QurAoan Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks Unification of Qiraat and the Standardization of Quranic Recitation An Analy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62213-hafs-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik</link>
	<guid isPermaLink="false">20480b5288237dcd5591b89fe10d227d</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:03:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ al komarudin ]]></category>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ li ahkam al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahkam,al,komarudin,li,publised,qur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang dampak dominasi riwayat af terhadap praktik pembacaan Al-QurAoan di masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami pergeseran dari ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira'at and the Standardization of Qur'anic Recitation: An Analy: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang dampak dominasi riwayat af terhadap praktik pembacaan Al-QurAoan di masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami pergeseran dari riwayat lokal ke af. Kedua, penelitian etnografi atau sosiologi agama dapat dilakukan untuk memahami bagaimana masyarakat menerima imam yang menggunakan riwayat selain af dan bagaimana mereka memahami perbedaan qirAAoAt dalam praktik. Ketiga, studi komparatif tentang berbagai riwayat qirAAoAt dan implikasinya terhadap pemahaman teks Al-QurAoan dapat dilakukan untuk memperkaya pemahaman tentang keragaman bacaan Al-QurAoan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi riwayat af Aoan AoAim di era modern bukanlah fenomena teologis, tetapi hasil dari proses standarisasi yang bersifat praktis dan pedagogis.Faktor kuncinya adalah perkembangan percetakan, terutama Mushaf Kairo 1924 dan distribusi global oleh Percetakan Raja Fahd.Temuan ini memang menguatkan asumsi awal tentang adanya kesenjangan persepsi di masyarakat.Namun yang penting, standarisasi tersebut tidak menghapus pluralitas qirAAoAt.Justru sebaliknya, ia berfungsi sebagai mekanisme pengaman masyarakat awam diarahkan pada satu bacaan agar tidak bingung, sementara keragaman qirAAoAt tetap terjaga dalam jalur sanad dan otoritas para muqriAo.Dengan demikian, unifikasi dan standarisasi tidak saling bertentangan, tetapi bekerja dalam hubungan yang saling melengkapi Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pluralitas qirAAoAt dan proses standarisasi bacaan Al-QurAoan di era modern, di mana riwayat af Aoan AoAim telah mendominasi sekitar 95% peredaran mushaf secara global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi mendalam terhadap literatur klasik dan modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemisahan konsep yang tegas antara unifikasi sebagai keyakinan teologis atas keabsahan seluruh wahyu dan standarisasi sebagai kebutuhan praktis-pedagogis dalam administrasi keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dominasi riwayat af merupakan hasil dari kebijakan standarisasi pendidikan dan percetakan massal sejak tahun 1924 melalui Mushaf Kairo dan tahun 1985 melalui Kompleks Raja Fahd, bukan karena... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-835f2.webp" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-835f2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-835f2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-835f2.webp 1x" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" alt="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-4c1c0.webp" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-4c1c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-4c1c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-4c1c0.webp 1x" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" alt="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-88a29.webp" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-88a29.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-88a29.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-88a29.webp 1x" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" alt="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62213-hafs-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik" title="JURIS - Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira&#039;at and the Standardization of Qur&#039;anic Recitation: An Analy" target="_blank">Unifikasi QiraAoat Dan Standarisasi Bacaan Al-QurAoan: Analisis Terhadap Peran Ilmu QiraAoat Dalam Menjaga Integritas Teks: Unification of Qira'at and the Standardization of Qur'anic Recitation: An Analy</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang dampak dominasi riwayat af terhadap praktik pembacaan Al-QurAoan di masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami pergeseran dari riwayat lokal ke af. Kedua, penelitian etnografi atau sosiologi agama dapat dilakukan untuk memahami bagaimana masyarakat menerima imam yang menggunakan riwayat selain af dan bagaimana mereka memahami perbedaan qirAAoAt dalam praktik. Ketiga, studi komparatif tentang berbagai riwayat qirAAoAt dan implikasinya terhadap pemahaman teks Al-QurAoan dapat dilakukan untuk memperkaya pemahaman tentang keragaman bacaan Al-QurAoan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi riwayat af Aoan AoAim di era modern bukanlah fenomena teologis, tetapi hasil dari proses standarisasi yang bersifat praktis dan pedagogis.Faktor kuncinya adalah perkembangan percetakan, terutama Mushaf Kairo 1924 dan distribusi global oleh Percetakan Raja Fahd.Temuan ini memang menguatkan asumsi awal tentang adanya kesenjangan persepsi di masyarakat.Namun yang penting, standarisasi tersebut tidak menghapus pluralitas qirAAoAt.Justru sebaliknya, ia berfungsi sebagai mekanisme pengaman masyarakat awam diarahkan pada satu bacaan agar tidak bingung, sementara keragaman qirAAoAt tetap terjaga dalam jalur sanad dan otoritas para muqriAo.Dengan demikian, unifikasi dan standarisasi tidak saling bertentangan, tetapi bekerja dalam hubungan yang saling melengkapi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pluralitas qirAAoAt dan proses standarisasi bacaan Al-QurAoan di era modern, di mana riwayat af Aoan AoAim telah mendominasi sekitar 95% peredaran mushaf secara global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi mendalam terhadap literatur klasik dan modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemisahan konsep yang tegas antara unifikasi sebagai keyakinan teologis atas keabsahan seluruh wahyu dan standarisasi sebagai kebutuhan praktis-pedagogis dalam administrasi keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dominasi riwayat af merupakan hasil dari kebijakan standarisasi pendidikan dan percetakan massal sejak tahun 1924 melalui Mushaf Kairo dan tahun 1985 melalui Kompleks Raja Fahd, bukan karena...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-88a29.webp" type="image/webp" length="124780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-835f2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-4c1c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/hafs-an-asim-keaslian-qiraaoat-standarisasi-unifik-thumb-88a29.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al QurAoan Mbah Syatawi Kudus Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Quran Manusc ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al QurAoan Mbah Syatawi Kudus Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Quran Manusc ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al QurAoan Mbah Syatawi Kudus Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Quran Manusc ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62221-manuskrip-mushaf-karya-al-qurn</link>
	<guid isPermaLink="false">002464c8bf10dcd980a89369c84cfd0b</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:55:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ analisis al ]]></category>
	<category><![CDATA[ ruf baihaqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,analisis,baihaqi,publised,qur,ruf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam memahami manuskrip mushaf Al-Qur'an Mbah Syatawi dari aspek kodikologi dan tekstologi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya kajian mushaf ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur'an Manusc: Penelitian ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam memahami manuskrip mushaf Al-Qur'an Mbah Syatawi dari aspek kodikologi dan tekstologi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya kajian mushaf klasik di Indonesia. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam aspek tekstologi, khususnya dalam memahami tradisi qirA`At yang diikuti oleh manuskrip ini. Dengan mempelajari tradisi qirA`At, kita dapat memahami bagaimana manuskrip ini merepresentasikan tradisi bacaan Al-Qur'an yang spesifik dan bagaimana tradisi tersebut berkembang di wilayah Jawa Tengah. Kedua, penelitian dapat berfokus pada aspek kodikologi dengan menganalisis lebih rinci teknik iluminasi dan kaligrafi yang digunakan dalam manuskrip. Dengan memahami teknik-teknik ini, kita dapat mengetahui lebih dalam tentang budaya dan seni kaligrafi di wilayah tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana teknik-teknik ini berkembang dan berubah sepanjang waktu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang asal-usul manuskrip dan sejarah penulisannya. Dengan mempelajari sejarah dan konteks sosial-budaya di mana manuskrip ini ditulis, kita dapat memahami lebih dalam tentang nilai-nilai dan tradisi yang terkandung dalam manuskrip tersebut. Penelitian ini dapat melibatkan wawancara dengan ahli-ahli dan keturunan Mbah Syatawi untuk mengumpulkan informasi lebih detail tentang sejarah manuskrip.. Berdasarkan analisis, pendekatan kodikologi fokus pada aspek fisik dan material manuskrip seperti bahan naskah, tinta, teknik iluminasi, dan kaligrafi, yang dapat mengungkapkan teknik penulisan dan konteks historisnya.Manuskrip mushaf Al-Qur'an di Dusun Ngaringan, Desa Klumpit, ditemukan di kediaman Mbah Syatawi yang berjumlah dua mushaf dan dirawat oleh Ibu Istiqomah, cucu Mbah Syatawi.Keluarga memang belum mengetahui secara pasti asal-usul penulis maupun tahun penulisan manuskrip tersebut.Namun, mereka meyakini mushaf itu milik Mbah Syatawi, sebab beliau rutin membacanya untuk tadarus setiap pagi dan sore.Mbah Syatawi dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu pengetahuan dan gemar menimba ilmu dari berbagai ulama.Salah satu gurunya adalah Mbah Kyai Maslani dari Padurenan, Kudus, seorang muqri' terkemuka sebelum era Mbah Arwani Kudus.Berdasarkan tradisi lisan keluarga dan penelusuran sejarah, banyak murid Mbah Maslani menerima mushaf tulisan tangan gurunya.Karena, besar kemungkinan manuskrip mushaf Al-Qur'an milik Mbah Syatawi merupakan pemberian langsung dari Mbah Maslani.Manuskrip Al-Quran 1 ini ditulis menggunakan beberapa warna tinta.Tinta hitam dipakai menulis bagian ayat-ayat Al-Quran, tinta merah untuk menulis nama surah, tanda juz, tanda ruku', tanda hizb, tanda tajwid, tanda waqf, dan tanda maqra'.Sementara, tinta emas kecokelatan, biru tua, biru muda, dan hijau digunakan untuk hiasan-hiasan iluminasi yang terletak di bagian halaman awal, tengah dan akhir.Pemakaian motif hias dalam mushaf tersebut dapat dilihat bahwa menunjukkan corak khas Jawa.Sedangkan manuskrip Al-Qur'an 2 ini pemakaian warna tinta menggunakan hitam dan merah.Untuk iluminasinya, menggunakan warna tinta emas, abu-abu dan cokelat yang terletak di halaman depan, tengah dan akhir dengan memuat tiga motif hias.Gaya iluminasi mushaf ini adalah dalam kategori motif hias Melayu, yang ditandai dengan penggunaan warna, format keseluruhan, dan motif sulur yang khas.Pendekatan tekstologi menelaah aspek isi teks, termasuk rasm (tata tulis mushaf) dan qirA`At (tradisi bacaan) scholia (tanda maqra' dan tanda juz) syakl (tanda harakat, tanda waqf dan tanda tajwid).Rasm yang digunakan dalam manuskrip mushaf Al-Qur'an 1 dan 2 ini memakai rasm campuran yaitu imlAAo dan 'umAn.Dengan penggunaan kaidah al-af, al-ZiyAdah, hamzah, al-Ibdal, dan al-Fal wa al-Wal.Penggunaan qirA`At nya dominan pada qirA`At Imam 'Aim dengan riwayat Imam Haf, yang menunjukkan kesesuaian yang signifikan dengan mushaf ini.Selain itu, tanda scholia pada manuskrip Al-Qur'an 1 dan 2 Mbah Syatawi ini tertelak di tepi halaman, tanda baca harakat mushaf Al-Qur'an 1 dan 2 menggunakan warna tinta hitam.Sedangkan tanda waqf dan tanda tajwidnya dalam manuskrip mushaf Al-Qur'an 1 dan 2 ini ada perbedaan.Pada mushaf Al-Qur'an 1 terdapat tanda waqf dan tanda tajwid ditulis dengan tinta merah.Sedangkan mushaf Al-Qur'an 2 ini tidak memiliki tanda waqf maupun tanda tajwid Penelitian ini mengkaji aspek kodikologi dan tekstologi pada manuskrip mushaf Al-Qur'an Mbah Syatawi dengan tujuan memahami karakteristik fisik, teknik penulisan, serta penggunaan rasm, qirA`At, scholia dan syakl. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode field research yang fokus pada pengumpulan data primer melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi digital. Fokus utama penelitian adalah manuskrip milik Mbah Syatawi. Pendekatan kodikologi digunakan untuk menganalisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-bcd1e.webp" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-bcd1e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-bcd1e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-bcd1e.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" alt="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-c3308.webp" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-c3308.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-c3308.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-c3308.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" alt="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-d98bf.webp" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-d98bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-d98bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-d98bf.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" alt="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62221-manuskrip-mushaf-karya-al-qurn" title="JURIS - Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur&#039;an Manusc" target="_blank">Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi dan Aspek Tekstologi: Codicological and Textological Analysis of the Mbah Syatawi Kudus Qur'an Manusc</a>: Penelitian ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam memahami manuskrip mushaf Al-Qur'an Mbah Syatawi dari aspek kodikologi dan tekstologi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya kajian mushaf klasik di Indonesia. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam aspek tekstologi, khususnya dalam memahami tradisi qirA`At yang diikuti oleh manuskrip ini. Dengan mempelajari tradisi qirA`At, kita dapat memahami bagaimana manuskrip ini merepresentasikan tradisi bacaan Al-Qur'an yang spesifik dan bagaimana tradisi tersebut berkembang di wilayah Jawa Tengah. Kedua, penelitian dapat berfokus pada aspek kodikologi dengan menganalisis lebih rinci teknik iluminasi dan kaligrafi yang digunakan dalam manuskrip. Dengan memahami teknik-teknik ini, kita dapat mengetahui lebih dalam tentang budaya dan seni kaligrafi di wilayah tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana teknik-teknik ini berkembang dan berubah sepanjang waktu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang asal-usul manuskrip dan sejarah penulisannya. Dengan mempelajari sejarah dan konteks sosial-budaya di mana manuskrip ini ditulis, kita dapat memahami lebih dalam tentang nilai-nilai dan tradisi yang terkandung dalam manuskrip tersebut. Penelitian ini dapat melibatkan wawancara dengan ahli-ahli dan keturunan Mbah Syatawi untuk mengumpulkan informasi lebih detail tentang sejarah manuskrip..
<br>Berdasarkan analisis, pendekatan kodikologi fokus pada aspek fisik dan material manuskrip seperti bahan naskah, tinta, teknik iluminasi, dan kaligrafi, yang dapat mengungkapkan teknik penulisan dan konteks historisnya.Manuskrip mushaf Al-Qur'an di Dusun Ngaringan, Desa Klumpit, ditemukan di kediaman Mbah Syatawi yang berjumlah dua mushaf dan dirawat oleh Ibu Istiqomah, cucu Mbah Syatawi.Keluarga memang belum mengetahui secara pasti asal-usul penulis maupun tahun penulisan manuskrip tersebut.Namun, mereka meyakini mushaf itu milik Mbah Syatawi, sebab beliau rutin membacanya untuk tadarus setiap pagi dan sore.Mbah Syatawi dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu pengetahuan dan gemar menimba ilmu dari berbagai ulama.Salah satu gurunya adalah Mbah Kyai Maslani dari Padurenan, Kudus, seorang muqri' terkemuka sebelum era Mbah Arwani Kudus.Berdasarkan tradisi lisan keluarga dan penelusuran sejarah, banyak murid Mbah Maslani menerima mushaf tulisan tangan gurunya.Karena, besar kemungkinan manuskrip mushaf Al-Qur'an milik Mbah Syatawi merupakan pemberian langsung dari Mbah Maslani.Manuskrip Al-Quran 1 ini ditulis menggunakan beberapa warna tinta.Tinta hitam dipakai menulis bagian ayat-ayat Al-Quran, tinta merah untuk menulis nama surah, tanda juz, tanda ruku', tanda hizb, tanda tajwid, tanda waqf, dan tanda maqra'.Sementara, tinta emas kecokelatan, biru tua, biru muda, dan hijau digunakan untuk hiasan-hiasan iluminasi yang terletak di bagian halaman awal, tengah dan akhir.Pemakaian motif hias dalam mushaf tersebut dapat dilihat bahwa menunjukkan corak khas Jawa.Sedangkan manuskrip Al-Qur'an 2 ini pemakaian warna tinta menggunakan hitam dan merah.Untuk iluminasinya, menggunakan warna tinta emas, abu-abu dan cokelat yang terletak di halaman depan, tengah dan akhir dengan memuat tiga motif hias.Gaya iluminasi mushaf ini adalah dalam kategori motif hias Melayu, yang ditandai dengan penggunaan warna, format keseluruhan, dan motif sulur yang khas.Pendekatan tekstologi menelaah aspek isi teks, termasuk rasm (tata tulis mushaf) dan qirA`At (tradisi bacaan) scholia (tanda maqra' dan tanda juz) syakl (tanda harakat, tanda waqf dan tanda tajwid).Rasm yang digunakan dalam manuskrip mushaf Al-Qur'an 1 dan 2 ini memakai rasm campuran yaitu imlAAo dan 'umAn.Dengan penggunaan kaidah al-af, al-ZiyAdah, hamzah, al-Ibdal, dan al-Fal wa al-Wal.Penggunaan qirA`At nya dominan pada qirA`At Imam 'Aim dengan riwayat Imam Haf, yang menunjukkan kesesuaian yang signifikan dengan mushaf ini.Selain itu, tanda scholia pada manuskrip Al-Qur'an 1 dan 2 Mbah Syatawi ini tertelak di tepi halaman, tanda baca harakat mushaf Al-Qur'an 1 dan 2 menggunakan warna tinta hitam.Sedangkan tanda waqf dan tanda tajwidnya dalam manuskrip mushaf Al-Qur'an 1 dan 2 ini ada perbedaan.Pada mushaf Al-Qur'an 1 terdapat tanda waqf dan tanda tajwid ditulis dengan tinta merah.Sedangkan mushaf Al-Qur'an 2 ini tidak memiliki tanda waqf maupun tanda tajwid
<br>Penelitian ini mengkaji aspek kodikologi dan tekstologi pada manuskrip mushaf Al-Qur'an Mbah Syatawi dengan tujuan memahami karakteristik fisik, teknik penulisan, serta penggunaan rasm, qirA`At, scholia dan syakl. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode field research yang fokus pada pengumpulan data primer melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi digital. Fokus utama penelitian adalah manuskrip milik Mbah Syatawi. Pendekatan kodikologi digunakan untuk menganalisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-d98bf.webp" type="image/webp" length="107366" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-bcd1e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-c3308.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/manuskrip-mushaf-karya-al-qurn-quran-al-quran-anal-thumb-d98bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Quran di SD IT Darul Quran Mulia Bogor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Quran di SD IT Darul Quran Mulia Bogor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Quran di SD IT Darul Quran Mulia Bogor ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62224-ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-qur</link>
	<guid isPermaLink="false">661f0d6e08708a7154e33247b002e1d5</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:38:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ maqasid asy ]]></category>
	<category><![CDATA[ darul quran ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[asy,darul,maqasid,publised,qur,quran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, meneliti dampak penggunaan kaligrafi ayat-ayat al-Qur'an sebagai hiasan dinding terhadap pembentukan karakter dan perilaku siswa di SDIT Darul Quran Mulia. Penelitian ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur'an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, meneliti dampak penggunaan kaligrafi ayat-ayat al-Qur'an sebagai hiasan dinding terhadap pembentukan karakter dan perilaku siswa di SDIT Darul Quran Mulia. Penelitian ini dapat mengukur seberapa besar pengaruh kaligrafi dalam menginternalisasi nilai-nilai agama dan membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kedua, mengeksplorasi peran kaligrafi dalam memperkuat identitas Islami sekolah dan bagaimana hal ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi praktik serupa. Ketiga, meneliti bagaimana kaligrafi dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam pendidikan Islam, termasuk dalam hal pengajaran agama dan pengembangan keterampilan seni kaligrafi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis metode pengajaran dan strategi pembelajaran yang digunakan di SDIT Darul Quran Mulia.. Al-QurAoan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi petunjuk kehidupan bagi umat Islam.Dalam banyak kasus, al-QurAoan mengalami transformasi menjadi bentuk yang lain, yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber petunjuk.Banyak di antara umat Islam yang memanfaatkan al-QurAoan dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjadikannya sebagai hiasan dinding di sekolah-sekolah.Dalam konteks ini, al-QurAoan tidak hanya digunakan sebagai panduan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber teks untuk seni kaligrafi.Di SDIT Darul Quran Mulia, al-QurAoan difungsikan dalam bentuk kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding sekolah.Ini menunjukkan bahwa meskipun al-QurAoan dijadikan sebagai elemen dekoratif, fungsi-fungsi edukatif dan dakwah tetap terjaga.Kaligrafi ayat-ayat suci yang terpampang di dinding sekolah tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga mengandung misi untuk menginspirasi dan mendidik.Dengan demikian, al-QurAoan dalam bentuk kaligrafi menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada siswa, sambil tetap berfungsi sebagai sumber keindahan visual yang menambah nuansa religius dan spiritual di lingkungan sekolah.Integrasi kaligrafi al-QurAoan ke dalam lingkungan pendidikan seperti di SDIT Darul Quran Mulia juga memperkuat identitas keislaman institusi tersebut.Kaligrafi ini tidak hanya berperan sebagai ornamen, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjalankan ajaran-ajaran al-QurAoan dalam kehidupan sehari-hari.Oleh karena itu, meskipun al-QurAoan di sini tampil dalam bentuk yang berbeda, yaitu sebagai seni kaligrafi, ia tetap membawa pesan-pesan dakwah dan pembelajaran yang kuat, menjadikannya lebih dari sekadar hiasan dinding Tulisan ini menjelaskan pemanfaatan kaligrafi ayat-ayat al-Qur'an sebagai elemen dekoratif pada lingkungan belajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Quran Mulia Bogor, sebagai bentuk praktik Living Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis dan kerangka teori interaksionisme simbolik serta behavioristik, studi ini mengungkap bahwa kaligrafi tidak hanya berperan sebagai ornamen estetik, melainkan juga berfungsi sebagai artefak kultural yang mengukuhkan identitas Islami sekolah. Selain itu, kaligrafi juga berperan sebagai medium... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-f72f1.webp" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-f72f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-f72f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-f72f1.webp 1x" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" alt="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-ebd0c.webp" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-ebd0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-ebd0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-ebd0c.webp 1x" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" alt="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-fe1a4.webp" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-fe1a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-fe1a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-fe1a4.webp 1x" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" alt="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62224-ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-qur" title="JURIS - Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur&#039;an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor" target="_blank">Kaligrafi Sebagai Implementasi Living Qur'an di SD IT Darul Quran Mulia Bogor</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, meneliti dampak penggunaan kaligrafi ayat-ayat al-Qur'an sebagai hiasan dinding terhadap pembentukan karakter dan perilaku siswa di SDIT Darul Quran Mulia. Penelitian ini dapat mengukur seberapa besar pengaruh kaligrafi dalam menginternalisasi nilai-nilai agama dan membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kedua, mengeksplorasi peran kaligrafi dalam memperkuat identitas Islami sekolah dan bagaimana hal ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi praktik serupa. Ketiga, meneliti bagaimana kaligrafi dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam pendidikan Islam, termasuk dalam hal pengajaran agama dan pengembangan keterampilan seni kaligrafi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis metode pengajaran dan strategi pembelajaran yang digunakan di SDIT Darul Quran Mulia..
<br>Al-QurAoan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi petunjuk kehidupan bagi umat Islam.Dalam banyak kasus, al-QurAoan mengalami transformasi menjadi bentuk yang lain, yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber petunjuk.Banyak di antara umat Islam yang memanfaatkan al-QurAoan dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjadikannya sebagai hiasan dinding di sekolah-sekolah.Dalam konteks ini, al-QurAoan tidak hanya digunakan sebagai panduan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber teks untuk seni kaligrafi.Di SDIT Darul Quran Mulia, al-QurAoan difungsikan dalam bentuk kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding sekolah.Ini menunjukkan bahwa meskipun al-QurAoan dijadikan sebagai elemen dekoratif, fungsi-fungsi edukatif dan dakwah tetap terjaga.Kaligrafi ayat-ayat suci yang terpampang di dinding sekolah tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga mengandung misi untuk menginspirasi dan mendidik.Dengan demikian, al-QurAoan dalam bentuk kaligrafi menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada siswa, sambil tetap berfungsi sebagai sumber keindahan visual yang menambah nuansa religius dan spiritual di lingkungan sekolah.Integrasi kaligrafi al-QurAoan ke dalam lingkungan pendidikan seperti di SDIT Darul Quran Mulia juga memperkuat identitas keislaman institusi tersebut.Kaligrafi ini tidak hanya berperan sebagai ornamen, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjalankan ajaran-ajaran al-QurAoan dalam kehidupan sehari-hari.Oleh karena itu, meskipun al-QurAoan di sini tampil dalam bentuk yang berbeda, yaitu sebagai seni kaligrafi, ia tetap membawa pesan-pesan dakwah dan pembelajaran yang kuat, menjadikannya lebih dari sekadar hiasan dinding
<br>Tulisan ini menjelaskan pemanfaatan kaligrafi ayat-ayat al-Qur'an sebagai elemen dekoratif pada lingkungan belajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Quran Mulia Bogor, sebagai bentuk praktik Living Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis dan kerangka teori interaksionisme simbolik serta behavioristik, studi ini mengungkap bahwa kaligrafi tidak hanya berperan sebagai ornamen estetik, melainkan juga berfungsi sebagai artefak kultural yang mengukuhkan identitas Islami sekolah. Selain itu, kaligrafi juga berperan sebagai medium...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-fe1a4.webp" type="image/webp" length="96622" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-f72f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-ebd0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/ayat-al-quran-darul-bengkel-kaligrafi-al-quran-lin-thumb-fe1a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor LDR Melalui Ponsel ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor LDR Melalui Ponsel ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor LDR Melalui Ponsel ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62206-sistem-kamera-cctv-keamanan</link>
	<guid isPermaLink="false">64e28de67b479d95b015d4d7e978a45f</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:35:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yussa ananda ]]></category>
	<category><![CDATA[ rama fauzi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ananda,fauzi,rama,yussa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem keamanan yang mampu mendeteksi pergerakan di berbagai titik ruangan, bukan hanya pintu depan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi AI untuk membedakan antara gerakan manusia dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem keamanan yang mampu mendeteksi pergerakan di berbagai titik ruangan, bukan hanya pintu depan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi AI untuk membedakan antara gerakan manusia dan objek non-berbahaya. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan sistem yang terhubung langsung ke aplikasi ponsel pengguna untuk notifikasi real-time dan kontrol jarak jauh.. Intensitas cahaya memengaruhi cara kerja sensor LDR.Sensor LDR bekerja dengan prinsip pembagi tegangan.Op amp IC LM324 berfungsi sebagai pembanding, dan ponsel mengirimkan informasi ke pengguna Banyak penelitian tentang pencurian karena kurangnya sistem keamanan yang terdapat di dalam rumah, hal ini dikarenakan keterbatasan biaya dalam pemasangan sistem keamanan yang umumnya menggunakan kamera CCTV atau sistem keamanan dengan mikroprosesor menggunakan modem GSM. Sebagai penyelesaian dari mahalnya biaya pemasangan sistem ini maka dirancang dan dibuat sebuah alat keamanan dengan prioritas forward financing dan dapat bekerja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kasus pencurian. Alat ini berfungsi sebagai pendeteksi di dalam ruangan, dimana ketika ada pergerakan di dalam rumah akan diberitahukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-5c32c.webp" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-5c32c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-5c32c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-5c32c.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" alt="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e0240.webp" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e0240.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e0240.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e0240.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" alt="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e209d.webp" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e209d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e209d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e209d.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" alt="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62206-sistem-kamera-cctv-keamanan" title="JURIS - Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel" target="_blank">Meningkatkan Perancangan Alat Keamanan Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Melalui Ponsel</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem keamanan yang mampu mendeteksi pergerakan di berbagai titik ruangan, bukan hanya pintu depan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi AI untuk membedakan antara gerakan manusia dan objek non-berbahaya. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan sistem yang terhubung langsung ke aplikasi ponsel pengguna untuk notifikasi real-time dan kontrol jarak jauh..
<br>Intensitas cahaya memengaruhi cara kerja sensor LDR.Sensor LDR bekerja dengan prinsip pembagi tegangan.Op amp IC LM324 berfungsi sebagai pembanding, dan ponsel mengirimkan informasi ke pengguna
<br>Banyak penelitian tentang pencurian karena kurangnya sistem keamanan yang terdapat di dalam rumah, hal ini dikarenakan keterbatasan biaya dalam pemasangan sistem keamanan yang umumnya menggunakan kamera CCTV atau sistem keamanan dengan mikroprosesor menggunakan modem GSM. Sebagai penyelesaian dari mahalnya biaya pemasangan sistem ini maka dirancang dan dibuat sebuah alat keamanan dengan prioritas forward financing dan dapat bekerja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kasus pencurian. Alat ini berfungsi sebagai pendeteksi di dalam ruangan, dimana ketika ada pergerakan di dalam rumah akan diberitahukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e209d.webp" type="image/webp" length="87388" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-5c32c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e0240.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/sistem-kamera-cctv-keamanan-eskalator-sensor-ldr-o-thumb-e209d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-315-unpab.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12327-jurnal-elektro-telkomunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT Haimjaya Sakti ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT Haimjaya Sakti ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT Haimjaya Sakti ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62209-cyberloafing-employee-performance-self-control-var</link>
	<guid isPermaLink="false">6434d4a2b674349d6216d23ccc9ad533</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:26:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ syahwal mu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mu,syahwal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika kinerja karyawan dengan menelaah peran variabel-variabel eksternal seperti lingkungan kerja yang mendukung atau tingkat motivasi intrinsik karyawan. Pertanyaan penelitian dapat diajukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti): Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika kinerja karyawan dengan menelaah peran variabel-variabel eksternal seperti lingkungan kerja yang mendukung atau tingkat motivasi intrinsik karyawan. Pertanyaan penelitian dapat diajukan mengenai bagaimana lingkungan kerja yang positif dapat memitigasi dampak negatif cyberloafing atau bagaimana motivasi yang kuat dapat memperkuat kontrol diri dalam menghadapi beban kerja. Selain itu, mengingat studi ini terbatas pada satu divisi dan perusahaan, investigasi komparatif di berbagai jenis organisasi atau sektor industri, serta dengan sampel yang lebih heterogen, akan sangat bermanfaat untuk menguji generalisasi temuan. Misalnya, apakah budaya organisasi yang berbeda mempengaruhi frekuensi cyberloafing atau efektivitas kontrol diri karyawan. Selanjutnya, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengapa kontrol diri tidak berfungsi sebagai variabel moderasi dalam konteks ini, studi kualitatif mendalam, seperti wawancara atau focus group discussion dengan karyawan, dapat mengungkapkan persepsi subjektif mereka terhadap kontrol diri dan bagaimana mereka mengelola godaan cyberloafing di tengah tekanan beban kerja. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang mekanisme psikologis yang mendasari perilaku kerja dan kinerja.. Variabel Cyberloafing (X1) tidak berpengaruh positif terhadap Employee Performance (Y) di divisi accounting PT.Halimjaya Sakti, yang mengindikasikan bahwa perilaku Cyberloafing yang dilakukan oleh karyawan tidak berdampak langsung pada kinerja mereka.Workload (X2) memiliki pengaruh positif terhadap Employee Performance (Y), hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan.Variabel Self Control (Z) tidak memoderasi hubungan antara Cyberloafing (X1) dan Employee Performance (Y), maupun antara Workload (X2) dan Employee Performance (Y).hal ini mengindikasikan bahwa Self Control berfungsi sebagai Predictor Moderation (berperan sebagai variabel independen tanpa mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel lainnya dalam model penelitian ini) Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam keberlangsungan perusahaan sebagai perencana, pengambil keputusan, dan pelaksana untuk mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan menjadi elemen penting, karena produktivitas dan kualitas layanan perusahaan sangat bergantung pada efektivitas kerja karyawan. Namun, penggunaan internet untuk keperluan pribadi selama jam kerja , telah menjadi fenomena yang menurunkan produktivitas dan kinerja karyawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ini adalah self control dan workload. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cyberloafing dan workload terhadap employee performance dengan self control sebagai variabel moderasi, pada divisi akuntansi PT. Halimjaya Sakti. Pengambilan sampel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-45de9.webp" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-45de9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-45de9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-45de9.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" alt="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-9c428.webp" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-9c428.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-9c428.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-9c428.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" alt="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-f0644.webp" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-f0644.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-f0644.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-f0644.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" alt="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62209-cyberloafing-employee-performance-self-control-var" title="JURIS - Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)" target="_blank">Pengaruh Cyberloafing dan Workload Terhadap Employee Performance Dengan Self Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Karyawan Bagian Accounting PT. Haimjaya Sakti)</a>: Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika kinerja karyawan dengan menelaah peran variabel-variabel eksternal seperti lingkungan kerja yang mendukung atau tingkat motivasi intrinsik karyawan. Pertanyaan penelitian dapat diajukan mengenai bagaimana lingkungan kerja yang positif dapat memitigasi dampak negatif cyberloafing atau bagaimana motivasi yang kuat dapat memperkuat kontrol diri dalam menghadapi beban kerja. Selain itu, mengingat studi ini terbatas pada satu divisi dan perusahaan, investigasi komparatif di berbagai jenis organisasi atau sektor industri, serta dengan sampel yang lebih heterogen, akan sangat bermanfaat untuk menguji generalisasi temuan. Misalnya, apakah budaya organisasi yang berbeda mempengaruhi frekuensi cyberloafing atau efektivitas kontrol diri karyawan. Selanjutnya, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengapa kontrol diri tidak berfungsi sebagai variabel moderasi dalam konteks ini, studi kualitatif mendalam, seperti wawancara atau focus group discussion dengan karyawan, dapat mengungkapkan persepsi subjektif mereka terhadap kontrol diri dan bagaimana mereka mengelola godaan cyberloafing di tengah tekanan beban kerja. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang mekanisme psikologis yang mendasari perilaku kerja dan kinerja..
<br>Variabel Cyberloafing (X1) tidak berpengaruh positif terhadap Employee Performance (Y) di divisi accounting PT.Halimjaya Sakti, yang mengindikasikan bahwa perilaku Cyberloafing yang dilakukan oleh karyawan tidak berdampak langsung pada kinerja mereka.Workload (X2) memiliki pengaruh positif terhadap Employee Performance (Y), hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan.Variabel Self Control (Z) tidak memoderasi hubungan antara Cyberloafing (X1) dan Employee Performance (Y), maupun antara Workload (X2) dan Employee Performance (Y).hal ini mengindikasikan bahwa Self Control berfungsi sebagai Predictor Moderation (berperan sebagai variabel independen tanpa mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel lainnya dalam model penelitian ini)
<br>Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam keberlangsungan perusahaan sebagai perencana, pengambil keputusan, dan pelaksana untuk mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan menjadi elemen penting, karena produktivitas dan kualitas layanan perusahaan sangat bergantung pada efektivitas kerja karyawan. Namun, penggunaan internet untuk keperluan pribadi selama jam kerja , telah menjadi fenomena yang menurunkan produktivitas dan kinerja karyawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ini adalah self control dan workload. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cyberloafing dan workload terhadap employee performance dengan self control sebagai variabel moderasi, pada divisi akuntansi PT. Halimjaya Sakti. Pengambilan sampel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-9c428.webp" type="image/webp" length="112344" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-45de9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-9c428.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/cyberloafing-employee-performance-self-control-var-thumb-f0644.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3649-stie-yadika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17881-jurnal-transparan-institut-teknologi-bisnis-yadika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al Mishbah by Muhammad Quraish Shihab ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al Mishbah by Muhammad Quraish Shihab ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al Mishbah by Muhammad Quraish Shihab ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62216-etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia</link>
	<guid isPermaLink="false">02ffd43338aad77ebc523ab418508133</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:06:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ al komarudin ]]></category>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ li ahkam al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahkam,al,komarudin,li,publised,qur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: Pertama, mengkaji lebih lanjut bagaimana konsep amAnah dalam Al-QurAoan dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan lingkungan di masyarakat, terutama dalam konteks Indonesia. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: Pertama, mengkaji lebih lanjut bagaimana konsep amAnah dalam Al-QurAoan dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan lingkungan di masyarakat, terutama dalam konteks Indonesia. Kedua, melakukan studi empiris untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip etika ekologis QurAoani dapat diimplementasikan dalam kebijakan lingkungan, pendidikan, dan gerakan sosial. Ketiga, meneliti lebih dalam tentang bagaimana konsep spiritualitas kosmis dalam pemikiran ekofilosofi kontemporer dapat diintegrasikan dengan etika ekologis QurAoani, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan paradigma spiritualitas ekologis yang relevan dengan tantangan zaman.. Penelitian ini menunjukkan bahwa etika ekologis QurAoani dibangun melalui rangkaian prinsip yang saling berkaitan, yaitu tauhid, amAnah, mzAn, larangan fasAd, serta pemanfaatan taskhr secara etis yang berakar pada konsepsi manusia sebagai khalfah sekaligus hamba Allah.Prinsip-prinsip tersebut menegaskan bahwa relasi manusia dengan bumi dalam perspektif Al-QurAoan tidak ditempatkan dalam kerangka kepemilikan absolut, melainkan sebagai amAnah kosmis yang menuntut pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.Analisis terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya melalui Tafsir Al-Mishbah dengan dukungan tafsir klasik dan kontemporer, menunjukkan bahwa konsep-konsep tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi membentuk jejaring nilai yang menghubungkan dimensi teologis, moral, dan ekologis dalam satu kesatuan kerangka etika QurAoani.Kontribusi teoretis penelitian ini bagi studi Ulumul QurAoan terletak pada perumusan kerangka epistemologis etika ekologis QurAoani yang memadukan dimensi ontologis, antropologis, dan etis dalam pembacaan tematik terhadap ayat-ayat lingkungan.Tauhid berfungsi sebagai fondasi ontologis yang menegaskan kesatuan kosmos dalam kehendak Ilahi, subjektivitas manusia sebagai khalfah dan Aoabd membentuk dasar antropologis mengenai posisi manusia dalam semesta, sementara amAnah, taskhr, mzAn, dan fasAd membangun dimensi etika ekologis yang mengarahkan perilaku manusia terhadap alam.Melalui sintesis ini, penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dalam perspektif QurAoani bukan sekadar seruan moral, tetapi bagian integral dari kesadaran tauhid dan tanggung jawab kosmis manusia Krisis ekologi global menuntut respons teologis yang tidak hanya bersifat moral, tetapi juga berakar pada kesadaran spiritual manusia sebagai bagian dari tatanan kosmik ciptaan Tuhan. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka epistemologis etika ekologis QurAoani melalui analisis terhadap prinsip tauhid sebagai fondasi ontologis kesatuan ciptaan, subjektivitas ganda manusia sebagai khalfah dan Aoabd sebagai dasar antropologis, serta konsep amAnah sebagai tanggung jawab kosmis manusia dalam mengelola bumi. Kerangka tersebut dijabarkan melalui tiga prinsip etika ekologis yang mengatur relasi manusia dan alam, yaitu taskhr sebagai pemanfaatan alam secara bertanggung jawab, mzAn sebagai prinsip keseimbangan kosmik, dan larangan fasAd sebagai indikator... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-926f1.webp" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-926f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-926f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-926f1.webp 1x" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" alt="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-42045.webp" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-42045.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-42045.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-42045.webp 1x" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" alt="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-eb193.webp" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-eb193.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-eb193.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-eb193.webp 1x" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" alt="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62216-etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia" title="JURIS - Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab" target="_blank">Epistemologi Etika Ekologis dalam Tafsir Al-Mishbah  karya Muhammad Quraish Shihab: Epistemology of Ecological Ethics in Tafsir Al-Mishbah by Muhammad Quraish Shihab</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: Pertama, mengkaji lebih lanjut bagaimana konsep amAnah dalam Al-QurAoan dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan lingkungan di masyarakat, terutama dalam konteks Indonesia. Kedua, melakukan studi empiris untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip etika ekologis QurAoani dapat diimplementasikan dalam kebijakan lingkungan, pendidikan, dan gerakan sosial. Ketiga, meneliti lebih dalam tentang bagaimana konsep spiritualitas kosmis dalam pemikiran ekofilosofi kontemporer dapat diintegrasikan dengan etika ekologis QurAoani, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan paradigma spiritualitas ekologis yang relevan dengan tantangan zaman..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa etika ekologis QurAoani dibangun melalui rangkaian prinsip yang saling berkaitan, yaitu tauhid, amAnah, mzAn, larangan fasAd, serta pemanfaatan taskhr secara etis yang berakar pada konsepsi manusia sebagai khalfah sekaligus hamba Allah.Prinsip-prinsip tersebut menegaskan bahwa relasi manusia dengan bumi dalam perspektif Al-QurAoan tidak ditempatkan dalam kerangka kepemilikan absolut, melainkan sebagai amAnah kosmis yang menuntut pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.Analisis terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya melalui Tafsir Al-Mishbah dengan dukungan tafsir klasik dan kontemporer, menunjukkan bahwa konsep-konsep tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi membentuk jejaring nilai yang menghubungkan dimensi teologis, moral, dan ekologis dalam satu kesatuan kerangka etika QurAoani.Kontribusi teoretis penelitian ini bagi studi Ulumul QurAoan terletak pada perumusan kerangka epistemologis etika ekologis QurAoani yang memadukan dimensi ontologis, antropologis, dan etis dalam pembacaan tematik terhadap ayat-ayat lingkungan.Tauhid berfungsi sebagai fondasi ontologis yang menegaskan kesatuan kosmos dalam kehendak Ilahi, subjektivitas manusia sebagai khalfah dan Aoabd membentuk dasar antropologis mengenai posisi manusia dalam semesta, sementara amAnah, taskhr, mzAn, dan fasAd membangun dimensi etika ekologis yang mengarahkan perilaku manusia terhadap alam.Melalui sintesis ini, penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dalam perspektif QurAoani bukan sekadar seruan moral, tetapi bagian integral dari kesadaran tauhid dan tanggung jawab kosmis manusia
<br>Krisis ekologi global menuntut respons teologis yang tidak hanya bersifat moral, tetapi juga berakar pada kesadaran spiritual manusia sebagai bagian dari tatanan kosmik ciptaan Tuhan. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka epistemologis etika ekologis QurAoani melalui analisis terhadap prinsip tauhid sebagai fondasi ontologis kesatuan ciptaan, subjektivitas ganda manusia sebagai khalfah dan Aoabd sebagai dasar antropologis, serta konsep amAnah sebagai tanggung jawab kosmis manusia dalam mengelola bumi. Kerangka tersebut dijabarkan melalui tiga prinsip etika ekologis yang mengatur relasi manusia dan alam, yaitu taskhr sebagai pemanfaatan alam secara bertanggung jawab, mzAn sebagai prinsip keseimbangan kosmik, dan larangan fasAd sebagai indikator...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-926f1.webp" type="image/webp" length="110822" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-926f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-42045.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/etika-ekologis-prinsip-otak-perilaku-manusia-komun-thumb-eb193.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Reformasi Manhaj al Mufassirin dalam Tafsir al Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida The Reform of Manhaj al Mufassirin in the Tafsir al Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida A Methodological ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reformasi Manhaj al Mufassirin dalam Tafsir al Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida The Reform of Manhaj al Mufassirin in the Tafsir al Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida A Methodological ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reformasi Manhaj al Mufassirin dalam Tafsir al Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida The Reform of Manhaj al Mufassirin in the Tafsir al Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida A Methodological ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-62208-legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu</link>
	<guid isPermaLink="false">474f637d7f7231c5b974f89bed981035</guid>
	<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:05:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ al komarudin ]]></category>
	<category><![CDATA[ publised qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ li ahkam al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahkam,al,komarudin,li,publised,qur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat signifikansi Tafsir Al-ManAr dalam mereformasi metodologi penafsiran Al-Qur'an, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, meskipun studi ini telah mengidentifikasi kerangka reformis Al-ManAr, akan sangat berharga ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological: Melihat signifikansi Tafsir Al-ManAr dalam mereformasi metodologi penafsiran Al-Qur'an, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, meskipun studi ini telah mengidentifikasi kerangka reformis Al-ManAr, akan sangat berharga untuk melakukan analisis komparatif yang lebih mendalam mengenai bagaimana metodologi penafsiran rasional, kritik terhadap tradisi taqlid, dan orientasi transformasi sosial dari Al-ManAr diterapkan atau bahkan dikembangkan dalam menghadapi tantangan modern yang spesifik, seperti isu etika digital, keberlanjutan lingkungan, atau pluralisme agama di era kontemporer, dibandingkan dengan tafsir-tafsir modern lainnya yang muncul sesudahnya. Ini akan membantu kita memahami adaptasi dan relevansi Al-ManAr dalam konteks problematika yang terus berkembang. Kedua, mengingat tujuan Al-ManAr sebagai pedoman transformasi masyarakat, sebuah studi dapat meneliti secara empiris dampak konkret metodologi tafsir Al-ManAr terhadap kebijakan publik, reformasi pendidikan, atau gerakan sosial di negara-negara Muslim yang terpengaruh olehnya. Misalnya, sejauh mana ide-ide reformasi Al-ManAr diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam kurikulum keagamaan atau praktik keadilan sosial dalam suatu komunitas, serta bagaimana respons para ulama dan masyarakat terhadap implementasi pemikiran tersebut. Terakhir, penting juga untuk mengkaji resepsi dan evolusi manhAj Al-ManAr di luar konteks asalnya. Penelitian bisa berfokus pada bagaimana para cendekiawan di wilayah geografis lain, seperti Asia Tenggara atau Afrika, menginterpretasikan, mengadaptasi, atau bahkan mengkritik prinsip-prinsip penafsiran Al-ManAr, sekaligus melihat apakah mereka mengembangkan metodologi yang unik saat menerapkan kerangka ini dalam lanskap budaya dan keagamaan lokal mereka. Ketiga saran ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman kita tentang kontribusi berkelanjutan Al-ManAr dalam studi Al-Qur'an modern.. Tafsr al-ManAr, karya Muhammad Abduh dan Rashid Rida, adalah representasi penting reformasi metodologi tafsir modern yang secara aktif merespons realitas sosial-politik umat, melampaui sekadar rasionalisasi teks.Penelitian ini mengungkap adanya kesatuan metodologis koheren yang memadukan rasionalitas, kritik terhadap sakralisasi tradisi (taqds al-turA), dan orientasi transformasi sosial, dengan menempatkan wahyu sebagai sumber utama yang dipahami secara rasional, kontekstual, dan berorientasi kemaslahatan publik.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada teks Al-ManAr, sehingga studi komparatif dengan karya tafsir modern lainnya diperlukan untuk memetakan evolusi reformasi metodologi secara lebih komprehensif Reformasi dalam tradisi keilmuan Islam merujuk pada upaya pembaruan pemikiran dan metodologi agar tetap relevan dengan perubahan zaman tanpa melepaskan prinsip-prinsip dasar ajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk reformasi manhAj al-mufassirn dalam Tafsir al-ManAr karya Muuammad AoAbdh dan Rasyd RisA, khususnya terkait integrasi rasionalitas, maqAid al-syarAoah, dan orientasi pembaruan sosial dalam penafsiran al-QurAoan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks Tafsir al-ManAr, disertai telaah kontekstual terhadap pemikiran kedua tokoh reformis tersebut dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-a6c80.webp" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-a6c80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-a6c80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-a6c80.webp 1x" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" alt="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-b9d80.webp" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-b9d80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-b9d80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-b9d80.webp 1x" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" alt="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-18b94.webp" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-18b94.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-18b94.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-18b94.webp 1x" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" alt="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-62208-legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu" title="JURIS - Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological" target="_blank">Reformasi Manhaj al-Mufassirin dalam Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida: The Reform of Manhaj al-Mufassirin in the Tafsir al-Manar of Muhammad Abduh and Rashid Rida: A Methodological</a>: Melihat signifikansi Tafsir Al-ManAr dalam mereformasi metodologi penafsiran Al-Qur'an, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, meskipun studi ini telah mengidentifikasi kerangka reformis Al-ManAr, akan sangat berharga untuk melakukan analisis komparatif yang lebih mendalam mengenai bagaimana metodologi penafsiran rasional, kritik terhadap tradisi taqlid, dan orientasi transformasi sosial dari Al-ManAr diterapkan atau bahkan dikembangkan dalam menghadapi tantangan modern yang spesifik, seperti isu etika digital, keberlanjutan lingkungan, atau pluralisme agama di era kontemporer, dibandingkan dengan tafsir-tafsir modern lainnya yang muncul sesudahnya. Ini akan membantu kita memahami adaptasi dan relevansi Al-ManAr dalam konteks problematika yang terus berkembang. Kedua, mengingat tujuan Al-ManAr sebagai pedoman transformasi masyarakat, sebuah studi dapat meneliti secara empiris dampak konkret metodologi tafsir Al-ManAr terhadap kebijakan publik, reformasi pendidikan, atau gerakan sosial di negara-negara Muslim yang terpengaruh olehnya. Misalnya, sejauh mana ide-ide reformasi Al-ManAr diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam kurikulum keagamaan atau praktik keadilan sosial dalam suatu komunitas, serta bagaimana respons para ulama dan masyarakat terhadap implementasi pemikiran tersebut. Terakhir, penting juga untuk mengkaji resepsi dan evolusi manhAj Al-ManAr di luar konteks asalnya. Penelitian bisa berfokus pada bagaimana para cendekiawan di wilayah geografis lain, seperti Asia Tenggara atau Afrika, menginterpretasikan, mengadaptasi, atau bahkan mengkritik prinsip-prinsip penafsiran Al-ManAr, sekaligus melihat apakah mereka mengembangkan metodologi yang unik saat menerapkan kerangka ini dalam lanskap budaya dan keagamaan lokal mereka. Ketiga saran ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman kita tentang kontribusi berkelanjutan Al-ManAr dalam studi Al-Qur'an modern..
<br>Tafsr al-ManAr, karya Muhammad Abduh dan Rashid Rida, adalah representasi penting reformasi metodologi tafsir modern yang secara aktif merespons realitas sosial-politik umat, melampaui sekadar rasionalisasi teks.Penelitian ini mengungkap adanya kesatuan metodologis koheren yang memadukan rasionalitas, kritik terhadap sakralisasi tradisi (taqds al-turA), dan orientasi transformasi sosial, dengan menempatkan wahyu sebagai sumber utama yang dipahami secara rasional, kontekstual, dan berorientasi kemaslahatan publik.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada teks Al-ManAr, sehingga studi komparatif dengan karya tafsir modern lainnya diperlukan untuk memetakan evolusi reformasi metodologi secara lebih komprehensif
<br>Reformasi dalam tradisi keilmuan Islam merujuk pada upaya pembaruan pemikiran dan metodologi agar tetap relevan dengan perubahan zaman tanpa melepaskan prinsip-prinsip dasar ajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk reformasi manhAj al-mufassirn dalam Tafsir al-ManAr karya Muuammad AoAbdh dan Rasyd RisA, khususnya terkait integrasi rasionalitas, maqAid al-syarAoah, dan orientasi pembaruan sosial dalam penafsiran al-QurAoan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks Tafsir al-ManAr, disertai telaah kontekstual terhadap pemikiran kedua tokoh reformis tersebut dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-a6c80.webp" type="image/webp" length="125558" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-a6c80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-b9d80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/legitimasi-tafsir-modern-reformasi-pendidikan-ilmu-thumb-18b94.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2699-stiudq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17893-ulumul-qur-an-jurnal-kajian-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 29 Aug 2026 08:24:16 +0700. 12 items. Served in: 9.53 seconds [rss] -->
