<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 16:46:10 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 16:46:10 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-08T16:46:10+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64918-instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distrib</link>
	<guid isPermaLink="false">fca46914a57643b56c32039f33989757</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:45:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ listed firms ]]></category>
	<category><![CDATA[ haryono umar ]]></category>
	<category><![CDATA[ irfandy azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,firms,haryono,irfandy,listed,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Menganalisis dampak desentralisasi fiskal pada kinerja fiskal provinsi dengan mempertimbangkan variabel-variabel institusional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Menganalisis dampak desentralisasi fiskal pada kinerja fiskal provinsi dengan mempertimbangkan variabel-variabel institusional seperti kualitas institusional, kemampuan manajerial, dan efisiensi anggaran. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perbedaan dalam variabel-variabel ini mempengaruhi efektivitas desentralisasi fiskal dan kinerja fiskal provinsi.2. Meneliti peran moderasi desentralisasi fiskal dalam hubungan antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi. Penelitian ini dapat menyelidiki mengapa desentralisasi fiskal melemahkan asosiasi positif antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi, dan bagaimana perbedaan dalam kualitas institusional dan tata kelola dapat menjelaskan efek moderasi ini.3. Mengeksplorasi dampak diversifikasi sumber pendapatan pada kinerja fiskal provinsi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana provinsi dengan sumber pendapatan yang lebih beragam dapat meningkatkan kinerja fiskal mereka, dan bagaimana desentralisasi fiskal dapat mempengaruhi efektivitas pengelolaan pendapatan tambahan ini.Dengan mempertimbangkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana desentralisasi fiskal dapat ditingkatkan untuk mencapai kinerja fiskal provinsi yang lebih baik di Indonesia. Penelitian ini juga dapat membantu merancang kebijakan desentralisasi fiskal yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan konteks institusional dan tata kelola yang beragam di antara provinsi.. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan fiskal regional dalam meningkatkan kinerja fiskal provinsi tergantung bukan hanya pada ketersediaan sumber daya fiskal, tetapi juga pada konteks institusional di mana sumber daya tersebut dikelola.Yang lebih penting, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal beroperasi secara kondisional daripada seragam, memperkuat beberapa hubungan fiskal sementara melemahkan yang lain.Temuan ini mewakili salah satu kontribusi utama penelitian ini terhadap literatur desentralisasi fiskal.Hubungan positif dan signifikan antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi konsisten dengan teori keuangan publik, yang berpendapat bahwa pengeluaran pemerintah yang diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik dapat merangsang produktivitas ekonomi dan memperluas basis fiskal lokal (Barro, 2019.Dalam konteks penelitian ini, pengeluaran pengembangan tampaknya mendukung pertumbuhan PAD melalui aktivitas ekonomi regional yang lebih kuat dan kapasitas fiskal yang lebih baik.Namun, efek moderasi desentralisasi fiskal mengungkapkan hubungan yang lebih kompleks.Desentralisasi fiskal secara signifikan melemahkan asosiasi positif antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi.Secara empiris, temuan ini menunjukkan bahwa otonomi fiskal yang lebih besar tidak secara otomatis meningkatkan efektivitas pengeluaran pengembangan.Secara teoritis, hasil ini mungkin mencerminkan perbedaan dalam kualitas institusional, kemampuan manajerial, efisiensi anggaran, dan efektivitas tata kelola di antara provinsi.Di bawah kondisi pengawasan fiskal yang lemah dan pengelolaan pengeluaran yang terfragmentasi, peningkatan kewenangan fiskal dapat mengurangi efisiensi pengeluaran dan melemahkan dampak fiskal pengeluaran pengembangan.Namun, interpretasi ini harus dipahami sebagai penjelasan teoritis dan kontekstual daripada klaim kausal langsung yang sepenuhnya dibuktikan oleh model empiris Desentralisasi fiskal telah diterapkan secara luas untuk meningkatkan efisiensi fiskal regional dan memperkuat kapasitas fiskal lokal. Namun, bukti empiris mengenai efektivitasnya masih tidak jelas, terutama di negara-negara berkembang dengan kapasitas institusional yang beragam. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara instrumen kebijakan fiskal regional dan kinerja fiskal provinsi di Indonesia, yang diwakili oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sambil menyelidiki peran moderasi desentralisasi fiskal. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang memeriksa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-33cdd.webp" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-33cdd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-33cdd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-33cdd.webp 1x" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" alt="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-9a533.webp" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-9a533.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-9a533.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-9a533.webp 1x" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" alt="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-ed28c.webp" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-ed28c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-ed28c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-ed28c.webp 1x" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" alt="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64918-instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distrib" title="JURIS - Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization" target="_blank">Regional Fiscal Policy and Provincial Fiscal Performance in Indonesia: The Dual Moderating Role of Fiscal Decentralization</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Menganalisis dampak desentralisasi fiskal pada kinerja fiskal provinsi dengan mempertimbangkan variabel-variabel institusional seperti kualitas institusional, kemampuan manajerial, dan efisiensi anggaran. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perbedaan dalam variabel-variabel ini mempengaruhi efektivitas desentralisasi fiskal dan kinerja fiskal provinsi.2. Meneliti peran moderasi desentralisasi fiskal dalam hubungan antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi. Penelitian ini dapat menyelidiki mengapa desentralisasi fiskal melemahkan asosiasi positif antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi, dan bagaimana perbedaan dalam kualitas institusional dan tata kelola dapat menjelaskan efek moderasi ini.3. Mengeksplorasi dampak diversifikasi sumber pendapatan pada kinerja fiskal provinsi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana provinsi dengan sumber pendapatan yang lebih beragam dapat meningkatkan kinerja fiskal mereka, dan bagaimana desentralisasi fiskal dapat mempengaruhi efektivitas pengelolaan pendapatan tambahan ini.Dengan mempertimbangkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana desentralisasi fiskal dapat ditingkatkan untuk mencapai kinerja fiskal provinsi yang lebih baik di Indonesia. Penelitian ini juga dapat membantu merancang kebijakan desentralisasi fiskal yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan konteks institusional dan tata kelola yang beragam di antara provinsi..
<br>Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan fiskal regional dalam meningkatkan kinerja fiskal provinsi tergantung bukan hanya pada ketersediaan sumber daya fiskal, tetapi juga pada konteks institusional di mana sumber daya tersebut dikelola.Yang lebih penting, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal beroperasi secara kondisional daripada seragam, memperkuat beberapa hubungan fiskal sementara melemahkan yang lain.Temuan ini mewakili salah satu kontribusi utama penelitian ini terhadap literatur desentralisasi fiskal.Hubungan positif dan signifikan antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi konsisten dengan teori keuangan publik, yang berpendapat bahwa pengeluaran pemerintah yang diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik dapat merangsang produktivitas ekonomi dan memperluas basis fiskal lokal (Barro, 2019.Dalam konteks penelitian ini, pengeluaran pengembangan tampaknya mendukung pertumbuhan PAD melalui aktivitas ekonomi regional yang lebih kuat dan kapasitas fiskal yang lebih baik.Namun, efek moderasi desentralisasi fiskal mengungkapkan hubungan yang lebih kompleks.Desentralisasi fiskal secara signifikan melemahkan asosiasi positif antara pengeluaran pengembangan dan kinerja fiskal provinsi.Secara empiris, temuan ini menunjukkan bahwa otonomi fiskal yang lebih besar tidak secara otomatis meningkatkan efektivitas pengeluaran pengembangan.Secara teoritis, hasil ini mungkin mencerminkan perbedaan dalam kualitas institusional, kemampuan manajerial, efisiensi anggaran, dan efektivitas tata kelola di antara provinsi.Di bawah kondisi pengawasan fiskal yang lemah dan pengelolaan pengeluaran yang terfragmentasi, peningkatan kewenangan fiskal dapat mengurangi efisiensi pengeluaran dan melemahkan dampak fiskal pengeluaran pengembangan.Namun, interpretasi ini harus dipahami sebagai penjelasan teoritis dan kontekstual daripada klaim kausal langsung yang sepenuhnya dibuktikan oleh model empiris
<br>Desentralisasi fiskal telah diterapkan secara luas untuk meningkatkan efisiensi fiskal regional dan memperkuat kapasitas fiskal lokal. Namun, bukti empiris mengenai efektivitasnya masih tidak jelas, terutama di negara-negara berkembang dengan kapasitas institusional yang beragam. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara instrumen kebijakan fiskal regional dan kinerja fiskal provinsi di Indonesia, yang diwakili oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sambil menyelidiki peran moderasi desentralisasi fiskal. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang memeriksa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-9a533.webp" type="image/webp" length="154488" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-33cdd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-9a533.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/instrumen-fiskal-inovatif-efisiensi-distribusi-der-thumb-ed28c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-798-ilomata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3120-ilomata-international-journal-tax-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Public Service Management in Higher Education A Systematic Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Public Service Management in Higher Education A Systematic Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Public Service Management in Higher Education A Systematic Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64922-budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la</link>
	<guid isPermaLink="false">605b0c8828cf0ea64dc836b7c99e0444</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:43:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ daily lives ]]></category>
	<category><![CDATA[ ahmad rifqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,counter,daily,flag,lives,rifqi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut peran kepemimpinan transformasional dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya dalam hubungannya dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut peran kepemimpinan transformasional dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya dalam hubungannya dengan inovasi institusi, adaptabilitas organisasi, dan kualitas layanan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional dapat diterapkan dan diwujudkan dalam berbagai institusi pendidikan tinggi, serta dampak konkretnya terhadap kinerja institusi dan kepuasan pemangku kepentingan.2. Menganalisis tantangan dan peluang dalam implementasi tata kelola partisipatif di institusi pendidikan tinggi. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan untuk mengatasi resistensi terhadap reformasi tata kelola, serta cara-cara untuk membangun budaya kolaboratif dan partisipatif di dalam institusi. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi bagaimana tata kelola partisipatif dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan responsivitas layanan di institusi pendidikan tinggi.3. Meneliti dampak dan tantangan dari transformasi digital dalam manajemen layanan publik di institusi pendidikan tinggi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan kualitas layanan, serta bagaimana institusi dapat mengatasi hambatan seperti biaya implementasi yang tinggi, kesenjangan digital, dan resistensi terhadap perubahan. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara institusi, siswa, dan pemangku kepentingan lainnya.. Temuan dari tinjauan literatur sistematis ini menekankan bahwa kepemimpinan tetap menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh dan menentukan dalam kesuksesan manajemen layanan publik di institusi pendidikan tinggi.Dominasi kepemimpinan transformasional yang diidentifikasi di seluruh literatur mendukung perspektif teoritis sebelumnya yang menyatakan bahwa kepemimpinan kolaboratif, visioner, dan partisipatif mendorong inovasi institusi, adaptabilitas organisasi, dan peningkatan kualitas layanan.Universitas yang dipimpin oleh pemimpin transformasional tampak lebih mampu mengelola perubahan organisasi, merespons secara efektif harapan siswa, dan menciptakan budaya institusi inklusif yang mendorong partisipasi aktif dari anggota fakultas, staf administrasi, dan pemangku kepentingan.Pendekatan kepemimpinan seperti ini memungkinkan institusi untuk beradaptasi lebih cepat terhadap kemajuan teknologi, reformasi kebijakan, dan kompleksitas manajemen pendidikan yang semakin meningkat.Selain itu, pemimpin transformasional seringkali mendorong motivasi, pemberdayaan, dan pengembangan profesional di antara karyawan, sehingga meningkatkan produktivitas institusi dan komitmen organisasi.Temuan ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi modern membutuhkan model kepemimpinan yang menekankan komunikasi, kolaborasi, pemberdayaan, inovasi, dan kemitraan strategis daripada kontrol birokratik yang kaku dan sistem otoritas sentralisasi.Institusi yang gagal mengembangkan struktur kepemimpinan adaptif mungkin akan mengalami kesulitan dalam merespons tuntutan pendidikan yang berubah dengan cepat dan harapan pemangku kepentingan.Selain itu, diskusi juga mengungkapkan bahwa reformasi tata kelola sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas institusi, transparansi, efisiensi, dan responsivitas layanan di institusi pendidikan tinggi.Struktur tata kelola yang terdesentralisasi dan partisipatif memungkinkan fakultas, departemen, dan unit akademik untuk merespons secara lebih efektif terhadap kebutuhan institusi lokal dan mendorong keterlibatan pemangku kepentingan yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan.Universitas yang menerapkan sistem tata kelola terdesentralisasi seringkali mengalami keterlibatan institusi yang lebih kuat, komunikasi yang lebih baik antara unit administratif, dan fleksibilitas organisasi yang lebih besar.Tata kelola partisipatif juga memperkuat nilai-nilai demokrasi di dalam institusi akademik karena anggota fakultas, staf, dan siswa diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara aktif dalam perencanaan institusi dan pengembangan kebijakan.Pendekatan kolaboratif ini membantu universitas menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif yang mampu mengatasi berbagai tantangan akademik dan administratif.Namun, resistensi yang dihadapi selama transformasi tata kelola menunjukkan bahwa budaya institusi tetap menjadi salah satu hambatan terbesar terhadap reformasi organisasi.Universitas dengan struktur hierarki yang dalam seringkali kesulitan menerapkan tata kelola partisipatif karena anggota fakultas dan administrator seringkali terbiasa dengan sistem otoritas sentralisasi dan praktik birokrasi tradisional.Resistensi terhadap reformasi tata kelola mungkin muncul dari kekhawatiran terkait distribusi otoritas yang berubah, peningkatan beban kerja, ketidakpastian organisasi, atau rasa takut kehilangan pengaruh institusi.Oleh karena itu, transformasi institusi memerlukan tidak hanya reformasi struktural tetapi juga perubahan budaya yang didukung oleh komunikasi berkelanjutan, sosialisasi organisasi, pelatihan kepemimpinan, dan keterlibatan pemangku kepentingan.Literatur menyarankan bahwa kesuksesan reformasi tata kelola sangat bergantung pada kesiapan institusi, komitmen kepemimpinan, dan kemampuan universitas untuk membangun budaya kolaboratif yang menekankan kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab kolektif Artikel ini mengulas manajemen layanan publik di pendidikan tinggi melalui Tinjauan Literatur Sistematis (TLS), bertujuan mengidentifikasi aspek kunci, tantangan, dan strategi dalam mengelola layanan publik di universitas. Studi ini menggunakan metodologi TLS untuk mengumpulkan, menilai, dan mensintesis penelitian yang ada secara sistematis tentang topik ini. Pencarian mendalam di basis data akademik mengidentifikasi studi tentang efisiensi pengiriman layanan, layanan yang berpusat pada siswa, kepemimpinan, tata kelola, dan integrasi teknologi dalam manajemen universitas. Hasilnya menunjukkan tantangan yang terus berlangsung seperti alokasi sumber daya, pergeseran demografi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-1275c.webp" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-1275c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-1275c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-1275c.webp 1x" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" alt="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-a36ff.webp" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-a36ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-a36ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-a36ff.webp 1x" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" alt="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-70a72.webp" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-70a72.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-70a72.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-70a72.webp 1x" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" alt="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64922-budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la" title="JURIS - Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review" target="_blank">Public Service Management in Higher Education: A Systematic Literature Review</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih lanjut peran kepemimpinan transformasional dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya dalam hubungannya dengan inovasi institusi, adaptabilitas organisasi, dan kualitas layanan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional dapat diterapkan dan diwujudkan dalam berbagai institusi pendidikan tinggi, serta dampak konkretnya terhadap kinerja institusi dan kepuasan pemangku kepentingan.2. Menganalisis tantangan dan peluang dalam implementasi tata kelola partisipatif di institusi pendidikan tinggi. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan untuk mengatasi resistensi terhadap reformasi tata kelola, serta cara-cara untuk membangun budaya kolaboratif dan partisipatif di dalam institusi. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi bagaimana tata kelola partisipatif dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan responsivitas layanan di institusi pendidikan tinggi.3. Meneliti dampak dan tantangan dari transformasi digital dalam manajemen layanan publik di institusi pendidikan tinggi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan kualitas layanan, serta bagaimana institusi dapat mengatasi hambatan seperti biaya implementasi yang tinggi, kesenjangan digital, dan resistensi terhadap perubahan. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara institusi, siswa, dan pemangku kepentingan lainnya..
<br>Temuan dari tinjauan literatur sistematis ini menekankan bahwa kepemimpinan tetap menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh dan menentukan dalam kesuksesan manajemen layanan publik di institusi pendidikan tinggi.Dominasi kepemimpinan transformasional yang diidentifikasi di seluruh literatur mendukung perspektif teoritis sebelumnya yang menyatakan bahwa kepemimpinan kolaboratif, visioner, dan partisipatif mendorong inovasi institusi, adaptabilitas organisasi, dan peningkatan kualitas layanan.Universitas yang dipimpin oleh pemimpin transformasional tampak lebih mampu mengelola perubahan organisasi, merespons secara efektif harapan siswa, dan menciptakan budaya institusi inklusif yang mendorong partisipasi aktif dari anggota fakultas, staf administrasi, dan pemangku kepentingan.Pendekatan kepemimpinan seperti ini memungkinkan institusi untuk beradaptasi lebih cepat terhadap kemajuan teknologi, reformasi kebijakan, dan kompleksitas manajemen pendidikan yang semakin meningkat.Selain itu, pemimpin transformasional seringkali mendorong motivasi, pemberdayaan, dan pengembangan profesional di antara karyawan, sehingga meningkatkan produktivitas institusi dan komitmen organisasi.Temuan ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi modern membutuhkan model kepemimpinan yang menekankan komunikasi, kolaborasi, pemberdayaan, inovasi, dan kemitraan strategis daripada kontrol birokratik yang kaku dan sistem otoritas sentralisasi.Institusi yang gagal mengembangkan struktur kepemimpinan adaptif mungkin akan mengalami kesulitan dalam merespons tuntutan pendidikan yang berubah dengan cepat dan harapan pemangku kepentingan.Selain itu, diskusi juga mengungkapkan bahwa reformasi tata kelola sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas institusi, transparansi, efisiensi, dan responsivitas layanan di institusi pendidikan tinggi.Struktur tata kelola yang terdesentralisasi dan partisipatif memungkinkan fakultas, departemen, dan unit akademik untuk merespons secara lebih efektif terhadap kebutuhan institusi lokal dan mendorong keterlibatan pemangku kepentingan yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan.Universitas yang menerapkan sistem tata kelola terdesentralisasi seringkali mengalami keterlibatan institusi yang lebih kuat, komunikasi yang lebih baik antara unit administratif, dan fleksibilitas organisasi yang lebih besar.Tata kelola partisipatif juga memperkuat nilai-nilai demokrasi di dalam institusi akademik karena anggota fakultas, staf, dan siswa diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara aktif dalam perencanaan institusi dan pengembangan kebijakan.Pendekatan kolaboratif ini membantu universitas menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif yang mampu mengatasi berbagai tantangan akademik dan administratif.Namun, resistensi yang dihadapi selama transformasi tata kelola menunjukkan bahwa budaya institusi tetap menjadi salah satu hambatan terbesar terhadap reformasi organisasi.Universitas dengan struktur hierarki yang dalam seringkali kesulitan menerapkan tata kelola partisipatif karena anggota fakultas dan administrator seringkali terbiasa dengan sistem otoritas sentralisasi dan praktik birokrasi tradisional.Resistensi terhadap reformasi tata kelola mungkin muncul dari kekhawatiran terkait distribusi otoritas yang berubah, peningkatan beban kerja, ketidakpastian organisasi, atau rasa takut kehilangan pengaruh institusi.Oleh karena itu, transformasi institusi memerlukan tidak hanya reformasi struktural tetapi juga perubahan budaya yang didukung oleh komunikasi berkelanjutan, sosialisasi organisasi, pelatihan kepemimpinan, dan keterlibatan pemangku kepentingan.Literatur menyarankan bahwa kesuksesan reformasi tata kelola sangat bergantung pada kesiapan institusi, komitmen kepemimpinan, dan kemampuan universitas untuk membangun budaya kolaboratif yang menekankan kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab kolektif
<br>Artikel ini mengulas manajemen layanan publik di pendidikan tinggi melalui Tinjauan Literatur Sistematis (TLS), bertujuan mengidentifikasi aspek kunci, tantangan, dan strategi dalam mengelola layanan publik di universitas. Studi ini menggunakan metodologi TLS untuk mengumpulkan, menilai, dan mensintesis penelitian yang ada secara sistematis tentang topik ini. Pencarian mendalam di basis data akademik mengidentifikasi studi tentang efisiensi pengiriman layanan, layanan yang berpusat pada siswa, kepemimpinan, tata kelola, dan integrasi teknologi dalam manajemen universitas. Hasilnya menunjukkan tantangan yang terus berlangsung seperti alokasi sumber daya, pergeseran demografi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-1275c.webp" type="image/webp" length="99934" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-1275c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-a36ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/1/budaya-institusi-manajemen-perubahan-organisasi-la-thumb-70a72.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3184-isimu-pacitan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20410-tajdid-journal-islamic-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64924-pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-digi</link>
	<guid isPermaLink="false">1715c2e54a5deadb42770dc46546e956</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:32:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ dika zakiyah ]]></category>
	<category><![CDATA[ hafni zahara ]]></category>
	<category><![CDATA[ devit satria ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[devit,dika,hafni,satria,zahara,zakiyah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Mengembangkan bank media pembelajaran Bahasa Jawa berbasis komik digital yang terintegrasi dengan kearifan lokal Jepara. Bank media ini dapat menjadi sumber belajar yang kaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Mengembangkan bank media pembelajaran Bahasa Jawa berbasis komik digital yang terintegrasi dengan kearifan lokal Jepara. Bank media ini dapat menjadi sumber belajar yang kaya dan beragam untuk pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar. 2. Menerapkan teknologi interaktif seperti animasi sederhana, audio narasi berbahasa Jawa, dan kode QR dalam komik digital. Hal ini dapat meningkatkan interaktivitas dan pengalaman belajar siswa, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap materi Bahasa Jawa dan kearifan lokal. 3. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penggunaan komik digital terhadap hasil belajar siswa dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini dapat mengukur efektivitas komik digital sebagai media pembelajaran dan memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik.. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan pengembangan komik digital berbasis kearifan lokal Jepara bagi guru sekolah dasar, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.Kegiatan pengabdian berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal untuk pembelajaran Bahasa Jawa.Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata kompetensi peserta dari 44,8% sebelum pelatihan menjadi 86,4% setelah pelatihan.Guru mampu menghasilkan produk komik digital yang layak digunakan dalam pembelajaran, dengan tingkat keberhasilan mencapai 93,3% peserta.Produk yang dihasilkan memuat berbagai unsur kearifan lokal Jepara, seperti cerita rakyat, tradisi budaya, nilai sosial masyarakat, dan budaya ukir yang relevan dengan materi pembelajaran Bahasa Jawa.Kegiatan memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan kesadaran budaya guru, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi digital serta meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sebagai upaya pelestarian warisan budaya daerah Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan media yang menarik dan kontekstual, sementara kompetensi guru dalam mengembangkan media digital berbasis budaya daerah belum merata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan 30 guru sekolah dasar di Kabupaten Jepara dalam mengembangkan komik digital berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran Bahasa Jawa. Program menggunakan pendekatan Participatory Action Training melalui analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan produksi, implementasi produk secara terbatas, dan evaluasi. Unit evaluasi kegiatan adalah guru peserta dan mutu produk; program tidak merekap jumlah sekolah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-a4eb4.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-a4eb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-a4eb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-a4eb4.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" alt="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-08e2b.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-08e2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-08e2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-08e2b.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" alt="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-53e29.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-53e29.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-53e29.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-53e29.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" alt="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64924-pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-digi" title="JURIS - Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara" target="_blank">Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Mengembangkan bank media pembelajaran Bahasa Jawa berbasis komik digital yang terintegrasi dengan kearifan lokal Jepara. Bank media ini dapat menjadi sumber belajar yang kaya dan beragam untuk pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar. 2. Menerapkan teknologi interaktif seperti animasi sederhana, audio narasi berbahasa Jawa, dan kode QR dalam komik digital. Hal ini dapat meningkatkan interaktivitas dan pengalaman belajar siswa, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap materi Bahasa Jawa dan kearifan lokal. 3. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penggunaan komik digital terhadap hasil belajar siswa dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini dapat mengukur efektivitas komik digital sebagai media pembelajaran dan memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik..
<br>Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan pengembangan komik digital berbasis kearifan lokal Jepara bagi guru sekolah dasar, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.Kegiatan pengabdian berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal untuk pembelajaran Bahasa Jawa.Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata kompetensi peserta dari 44,8% sebelum pelatihan menjadi 86,4% setelah pelatihan.Guru mampu menghasilkan produk komik digital yang layak digunakan dalam pembelajaran, dengan tingkat keberhasilan mencapai 93,3% peserta.Produk yang dihasilkan memuat berbagai unsur kearifan lokal Jepara, seperti cerita rakyat, tradisi budaya, nilai sosial masyarakat, dan budaya ukir yang relevan dengan materi pembelajaran Bahasa Jawa.Kegiatan memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan kesadaran budaya guru, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi digital serta meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sebagai upaya pelestarian warisan budaya daerah
<br>Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan media yang menarik dan kontekstual, sementara kompetensi guru dalam mengembangkan media digital berbasis budaya daerah belum merata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan 30 guru sekolah dasar di Kabupaten Jepara dalam mengembangkan komik digital berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran Bahasa Jawa. Program menggunakan pendekatan Participatory Action Training melalui analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan produksi, implementasi produk secara terbatas, dan evaluasi. Unit evaluasi kegiatan adalah guru peserta dan mutu produk; program tidak merekap jumlah sekolah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-53e29.webp" type="image/webp" length="101538" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-a4eb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-08e2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberdayaan-guru-honorer-komik-digital-kisah-seko-thumb-53e29.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2752-jurnalahsana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-20407-ahsana-jurnal-penelitian-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment What Does Insight from Valorant Skin Purchases ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment What Does Insight from Valorant Skin Purchases ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment What Does Insight from Valorant Skin Purchases ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64919-sistem-sosial-semut-religius-nilai-e</link>
	<guid isPermaLink="false">0c5d7232fada45f16a0ea51022d9998b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:02:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ job creation ]]></category>
	<category><![CDATA[ practice gap ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi santoso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,creation,gap,job,practice,santoso]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mereplikasi model ini di sampel yang lebih beragam dan heterogen, termasuk pemain yang lebih tua, gamer wanita, dan pemain dari berbagai latar belakang budaya. Memperluas studi ke genre game lainnya juga akan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mereplikasi model ini di sampel yang lebih beragam dan heterogen, termasuk pemain yang lebih tua, gamer wanita, dan pemain dari berbagai latar belakang budaya. Memperluas studi ke genre game lainnya juga akan membantu menentukan apakah dinamika motivasi serupa mendominasi lingkungan nilai psikologis dan sosial. Para peneliti juga didorong untuk memasukkan variabel kontrol tambahan seperti intensitas keterlibatan game, ketahanan emosional, sifat kompetitif, dan perilaku pengeluaran sebelumnya untuk meningkatkan daya jelaskan. Desain longitudinal juga dapat memberikan wawasan kausal yang lebih kuat tentang bagaimana kesenangan berkembang seiring waktu dan mempengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, metode penelitian kualitatif seperti wawancara mendalam atau kelompok fokus disarankan untuk mengeksplorasi alasan psikologis yang mendasari pembelian kosmetik dan memahami temuan yang tidak terduga terkait dominasi estetika dan kompleksitas. Pendekatan seperti itu dapat menjelaskan apakah jenuh visual benar-benar mengganggu aliran atau apakah segmen pemain tertentu menafsirkan estetika yang rumit sebagai sinyal positif eksklusivitas dan prestise. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mendorong niat pembelian barang non-fungsional dalam game kompetitif FPS, dan saran penelitian lanjutan ini akan lebih mendalami pemahaman kita tentang dinamika psikologis dan sosial dalam ekosistem game digital.. Studi ini menggarisbawahi kesenangan yang dikaitkan dengan kesenangan psikologis sebagai mekanisme pengikat utama yang menghubungkan faktor eksternal dengan niat untuk memperoleh barang non-fungsional dalam lingkungan game video kompetitif.Selain itu, faktor-faktor seperti kondisi psikologis kompetitif, manipulasi kelangkaan, dan validasi yang diharapkan dari sebaya dinikmati dan kemudian berkorelasi positif dengan kesenangan dan niat pembelian, mengonfirmasi hipotesis.Untuk pengembang, ini menunjukkan bahwa pembelian barang kosmetik lebih bergantung pada utilitas psikologis, sosial, dan emosional daripada utilitas fungsional barang tersebut.Di sisi lain, meskipun studi ini awalnya menghipotesiskan dampak negatif dari estetika berlebihan, hasilnya menunjukkan hubungan ini tidak signifikan ( = 0,111, p = 0,118), menunjukkan bahwa kompleksitas visual harus seimbang dengan kejelasan fungsional untuk mempertahankan aliran permainan.Untuk manajer dan pengembang, temuan ini menyarankan bahwa upaya moneterisasi harus memprioritaskan pengakuan sosial dan kesejahteraan pemain.Daripada mengandalkan pemicu psikologis manipulatif, pengembang harus merancang kerangka kerja yang bertanggung jawab, seperti sistem kelangkaan transparan dengan pengungkapan yang jelas, batas pengeluaran, dan periode cooldown.Selain itu, sistem sosial harus fokus pada pembangunan komunitas yang autentik yang memberikan validasi yang bermakna tanpa bergantung pada penandaan otomatis yang invasif.Dengan memastikan keseimbangan estetika dan etika, pengembang dapat menciptakan ekosistem live-service yang berkelanjutan yang menghormati pengalaman hedonik dan otonomi finansial pemain Model bisnis Free-to-Play (F2P) di pasar game digital, yang diwakili oleh Valorant, mengandalkan strategi moneterisasi yang berpusat pada Pembelian Dalam Aplikasi (IAP) barang kosmetik non-fungsional dan battle passes. Berbeda dengan mikrotransaksi fungsional, IAP ini didefinisikan sebagai aset virtual yang menawarkan nilai estetika atau simbolis tanpa memberikan keuntungan mekanik langsung untuk permainan. Studi kuantitatif penjelasan ini mengadopsi teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) untuk menguji pengaruh... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-63a23.webp" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-63a23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-63a23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-63a23.webp 1x" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" alt="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-bcb40.webp" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-bcb40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-bcb40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-bcb40.webp 1x" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" alt="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-7de96.webp" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-7de96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-7de96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-7de96.webp 1x" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" alt="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64919-sistem-sosial-semut-religius-nilai-e" title="JURIS - If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases" target="_blank">If Aesthetics DonAot Drive Gamer Enjoyment, What Does? Insight from Valorant Skin Purchases</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mereplikasi model ini di sampel yang lebih beragam dan heterogen, termasuk pemain yang lebih tua, gamer wanita, dan pemain dari berbagai latar belakang budaya. Memperluas studi ke genre game lainnya juga akan membantu menentukan apakah dinamika motivasi serupa mendominasi lingkungan nilai psikologis dan sosial. Para peneliti juga didorong untuk memasukkan variabel kontrol tambahan seperti intensitas keterlibatan game, ketahanan emosional, sifat kompetitif, dan perilaku pengeluaran sebelumnya untuk meningkatkan daya jelaskan. Desain longitudinal juga dapat memberikan wawasan kausal yang lebih kuat tentang bagaimana kesenangan berkembang seiring waktu dan mempengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, metode penelitian kualitatif seperti wawancara mendalam atau kelompok fokus disarankan untuk mengeksplorasi alasan psikologis yang mendasari pembelian kosmetik dan memahami temuan yang tidak terduga terkait dominasi estetika dan kompleksitas. Pendekatan seperti itu dapat menjelaskan apakah jenuh visual benar-benar mengganggu aliran atau apakah segmen pemain tertentu menafsirkan estetika yang rumit sebagai sinyal positif eksklusivitas dan prestise. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mendorong niat pembelian barang non-fungsional dalam game kompetitif FPS, dan saran penelitian lanjutan ini akan lebih mendalami pemahaman kita tentang dinamika psikologis dan sosial dalam ekosistem game digital..
<br>Studi ini menggarisbawahi kesenangan yang dikaitkan dengan kesenangan psikologis sebagai mekanisme pengikat utama yang menghubungkan faktor eksternal dengan niat untuk memperoleh barang non-fungsional dalam lingkungan game video kompetitif.Selain itu, faktor-faktor seperti kondisi psikologis kompetitif, manipulasi kelangkaan, dan validasi yang diharapkan dari sebaya dinikmati dan kemudian berkorelasi positif dengan kesenangan dan niat pembelian, mengonfirmasi hipotesis.Untuk pengembang, ini menunjukkan bahwa pembelian barang kosmetik lebih bergantung pada utilitas psikologis, sosial, dan emosional daripada utilitas fungsional barang tersebut.Di sisi lain, meskipun studi ini awalnya menghipotesiskan dampak negatif dari estetika berlebihan, hasilnya menunjukkan hubungan ini tidak signifikan ( = 0,111, p = 0,118), menunjukkan bahwa kompleksitas visual harus seimbang dengan kejelasan fungsional untuk mempertahankan aliran permainan.Untuk manajer dan pengembang, temuan ini menyarankan bahwa upaya moneterisasi harus memprioritaskan pengakuan sosial dan kesejahteraan pemain.Daripada mengandalkan pemicu psikologis manipulatif, pengembang harus merancang kerangka kerja yang bertanggung jawab, seperti sistem kelangkaan transparan dengan pengungkapan yang jelas, batas pengeluaran, dan periode cooldown.Selain itu, sistem sosial harus fokus pada pembangunan komunitas yang autentik yang memberikan validasi yang bermakna tanpa bergantung pada penandaan otomatis yang invasif.Dengan memastikan keseimbangan estetika dan etika, pengembang dapat menciptakan ekosistem live-service yang berkelanjutan yang menghormati pengalaman hedonik dan otonomi finansial pemain
<br>Model bisnis Free-to-Play (F2P) di pasar game digital, yang diwakili oleh Valorant, mengandalkan strategi moneterisasi yang berpusat pada Pembelian Dalam Aplikasi (IAP) barang kosmetik non-fungsional dan battle passes. Berbeda dengan mikrotransaksi fungsional, IAP ini didefinisikan sebagai aset virtual yang menawarkan nilai estetika atau simbolis tanpa memberikan keuntungan mekanik langsung untuk permainan. Studi kuantitatif penjelasan ini mengadopsi teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) untuk menguji pengaruh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-bcb40.webp" type="image/webp" length="105498" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-63a23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-bcb40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/sistem-sosial-semut-religius-nilai-estetika-pembel-thumb-7de96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-798-ilomata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3124-ilomata-international-journal-management.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy A Qualitative Inquiry ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy A Qualitative Inquiry ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy A Qualitative Inquiry ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64920-kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re</link>
	<guid isPermaLink="false">12b48692d5ba1a5c9fdb6218266e0508</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:45:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ job creation ]]></category>
	<category><![CDATA[ practice gap ]]></category>
	<category><![CDATA[ budi santoso ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,creation,gap,job,practice,santoso]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan empiris dengan menyelidiki kepemimpinan etis di berbagai tingkat birokrasi dan sektor layanan publik. Studi komparatif lintas negara dapat menjelaskan bagaimana konteks institusional mempengaruhi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan empiris dengan menyelidiki kepemimpinan etis di berbagai tingkat birokrasi dan sektor layanan publik. Studi komparatif lintas negara dapat menjelaskan bagaimana konteks institusional mempengaruhi penerapan etika, sementara desain longitudinal dapat menangkap evolusi penilaian moral sepanjang siklus politik dan administratif. Integrasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif akan membantu validasi dan penyempurnaan dimensi yang diidentifikasi dalam penelitian ini, sambil mempertahankan kedalaman pengalaman yang hidup. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang kepemimpinan etis dalam konteks birokrasi publik.. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan etis dalam organisasi publik dipraktikkan melalui tiga dimensi yang saling terkait.perilaku teladan, keberanian moral, dan keadilan relasional.Dimensi-dimensi ini membentuk bagaimana pemimpin menjaga integritas, merespons tekanan, dan memastikan perlakuan adil dalam konteks birokratik.Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan etis melampaui kepatuhan formal dan tercermin dalam praktik sehari-hari yang mempengaruhi kepercayaan, akuntabilitas, dan legitimasi institusional.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kepemimpinan etis sebagai praktik yang hidup, interpretatif, dan relasional, yang terwujud dalam perilaku sehari-hari pemimpin Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan etis dipraktikkan dan dialami oleh pemimpin senior di institusi publik birokratik Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen yang melibatkan delapan pemimpin berpengalaman dari organisasi pemerintah pusat dan daerah. Temuan mengungkapkan tiga dimensi kepemimpinan etis yang saling terkait: perilaku teladan, keberanian moral dalam pengambilan keputusan berisiko tinggi, dan keadilan relasional terhadap bawahan, khususnya di area abu-abu regulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemimpinan etis diterapkan sebagai praktik moral yang berakar pada konteks dan reflektif, melampaui kepatuhan formal. Penelitian ini menekankan pengembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-1ee63.webp" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-1ee63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-1ee63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-1ee63.webp 1x" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" alt="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-568b5.webp" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-568b5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-568b5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-568b5.webp 1x" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" alt="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-8930f.webp" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-8930f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-8930f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-8930f.webp 1x" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" alt="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64920-kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re" title="JURIS - How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry" target="_blank">How Ethical Leadership Is Practiced in Public Bureaucracy: A Qualitative Inquiry</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan empiris dengan menyelidiki kepemimpinan etis di berbagai tingkat birokrasi dan sektor layanan publik. Studi komparatif lintas negara dapat menjelaskan bagaimana konteks institusional mempengaruhi penerapan etika, sementara desain longitudinal dapat menangkap evolusi penilaian moral sepanjang siklus politik dan administratif. Integrasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif akan membantu validasi dan penyempurnaan dimensi yang diidentifikasi dalam penelitian ini, sambil mempertahankan kedalaman pengalaman yang hidup. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang kepemimpinan etis dalam konteks birokrasi publik..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan etis dalam organisasi publik dipraktikkan melalui tiga dimensi yang saling terkait.perilaku teladan, keberanian moral, dan keadilan relasional.Dimensi-dimensi ini membentuk bagaimana pemimpin menjaga integritas, merespons tekanan, dan memastikan perlakuan adil dalam konteks birokratik.Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan etis melampaui kepatuhan formal dan tercermin dalam praktik sehari-hari yang mempengaruhi kepercayaan, akuntabilitas, dan legitimasi institusional.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kepemimpinan etis sebagai praktik yang hidup, interpretatif, dan relasional, yang terwujud dalam perilaku sehari-hari pemimpin
<br>Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan etis dipraktikkan dan dialami oleh pemimpin senior di institusi publik birokratik Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen yang melibatkan delapan pemimpin berpengalaman dari organisasi pemerintah pusat dan daerah. Temuan mengungkapkan tiga dimensi kepemimpinan etis yang saling terkait: perilaku teladan, keberanian moral dalam pengambilan keputusan berisiko tinggi, dan keadilan relasional terhadap bawahan, khususnya di area abu-abu regulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemimpinan etis diterapkan sebagai praktik moral yang berakar pada konteks dan reflektif, melampaui kepatuhan formal. Penelitian ini menekankan pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-8930f.webp" type="image/webp" length="136488" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-1ee63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-568b5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/kepemimpinan-etis-birokrasi-publik-fenomenologi-re-thumb-8930f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-798-ilomata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3124-ilomata-international-journal-management.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64911-peran-modal-uptd-perlindungan-sosial</link>
	<guid isPermaLink="false">48d6c69cd3c86f67caa46dba379b64a3</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:16:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kekalik jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn barcode ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,counter,flag,issn,jaya,kekalik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran modal sosial dalam memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di wilayah pesisir dengan kondisi iklim yang berbeda. Selain itu, diperlukan studi tentang dampak partisipasi perempuan dalam jaringan sosial lokal terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu: Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran modal sosial dalam memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di wilayah pesisir dengan kondisi iklim yang berbeda. Selain itu, diperlukan studi tentang dampak partisipasi perempuan dalam jaringan sosial lokal terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga nelayan. Terakhir, penelitian tentang strategi adaptasi ekonomi nelayan dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir dapat memberikan wawasan baru untuk kebijakan pembangunan berkelanjutan.. Modal sosial berperan signifikan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan di Kabupaten Indramayu.Kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial menjadi mekanisme adaptif yang mengurangi risiko ekonomi dan memperkuat kemampuan bertahan dalam kondisi sulit.Namun, akses terhadap modal sosial tidak merata, menyebabkan ketimpangan dalam keberlanjutan ekonomi.Kebijakan pembangunan pesisir perlu memperkuat jaringan sosial dan inklusivitas untuk meningkatkan ketahanan ekonomi secara berkelanjutan Ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan merupakan isu penting dalam pembangunan masyarakat pesisir, terutama pada wilayah yang menghadapi ketidakpastian sumber daya dan fluktuasi pendapatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran modal sosial dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan di desa pesisir Kabupaten Indramayu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap rumah tangga nelayan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-1bdda.webp" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-1bdda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-1bdda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-1bdda.webp 1x" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" alt="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-5e530.webp" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-5e530.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-5e530.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-5e530.webp 1x" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" alt="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-83b3a.webp" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-83b3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-83b3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-83b3a.webp 1x" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" alt="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64911-peran-modal-uptd-perlindungan-sosial" title="JURIS - Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu" target="_blank">Modal Sosial dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan: Studi Kasus di Desa Pesisir Kabupaten Indramayu</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran modal sosial dalam memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di wilayah pesisir dengan kondisi iklim yang berbeda. Selain itu, diperlukan studi tentang dampak partisipasi perempuan dalam jaringan sosial lokal terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga nelayan. Terakhir, penelitian tentang strategi adaptasi ekonomi nelayan dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir dapat memberikan wawasan baru untuk kebijakan pembangunan berkelanjutan..
<br>Modal sosial berperan signifikan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan di Kabupaten Indramayu.Kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial menjadi mekanisme adaptif yang mengurangi risiko ekonomi dan memperkuat kemampuan bertahan dalam kondisi sulit.Namun, akses terhadap modal sosial tidak merata, menyebabkan ketimpangan dalam keberlanjutan ekonomi.Kebijakan pembangunan pesisir perlu memperkuat jaringan sosial dan inklusivitas untuk meningkatkan ketahanan ekonomi secara berkelanjutan
<br>Ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan merupakan isu penting dalam pembangunan masyarakat pesisir, terutama pada wilayah yang menghadapi ketidakpastian sumber daya dan fluktuasi pendapatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran modal sosial dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan di desa pesisir Kabupaten Indramayu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap rumah tangga nelayan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-5e530.webp" type="image/webp" length="170912" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-1bdda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-5e530.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/peran-modal-uptd-perlindungan-sosial-siswa-lokal-k-thumb-83b3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6642-kalibra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18974-perseptif-jurnal-ilmu-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64904-gaya-komunikasi-organisasi-bpd-komunika</link>
	<guid isPermaLink="false">985a9bff75ccf0593d52c9013a2b6b9c</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:16:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ supriadi m 1 ]]></category>
	<category><![CDATA[ asrof fitri ]]></category>
	<category><![CDATA[ supriadi m ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,asrof,fitri,m,supriadi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan teknologi digital dalam memperkuat komunikasi organisasi selama apel pagi, terutama dalam mengatasi keterbatasan sarana komunikasi. Selain itu, studi tentang peran budaya lokal dalam menyesuaikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan teknologi digital dalam memperkuat komunikasi organisasi selama apel pagi, terutama dalam mengatasi keterbatasan sarana komunikasi. Selain itu, studi tentang peran budaya lokal dalam menyesuaikan gaya komunikasi antara pimpinan dan pekerja dapat menjadi arah penelitian baru. Selanjutnya, penelitian juga perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang praktik apel pagi terhadap kinerja dan retensi karyawan di lingkungan kerja peternakan. Ide-ide ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada solusi teknis, konteks budaya, dan indikator kinerja jangka panjang.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa praktik apel pagi di Peternakan Selatan MaAohad Al-Zaytun dilaksanakan secara rutin dan terstruktur sebelum dimulainya aktivitas kerja, meliputi pengarahan, penyampaian informasi pekerjaan, pembagian tugas, serta pemberian motivasi dan pembentukan disiplin.Kegiatan ini berperan penting dalam meningkatkan motivasi kerja pekerja melalui arahan yang jelas, dukungan moral dari pimpinan, dan terciptanya kebersamaan antaranggota tim, sehingga pekerja lebih memahami tujuan kerja harian dan terdorong bekerja optimal.Namun, pelaksanaan apel pagi masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterlambatan sebagian pekerja, gangguan cuaca, keterbatasan sarana komunikasi, serta perbedaan gaya komunikasi antara pimpinan dan pekerja yang dapat mempengaruhi kejelasan pesan.Temuan ini menegaskan bahwa apel pagi memiliki kontribusi signifikan terhadap motivasi kerja, namun memerlukan perbaikan dalam mengatasi hambatan agar pelaksanaannya lebih efektif Penelitian ini berfokus pada tiga hal utama: pertama, bagaimana praktik apel pagi dilaksanakan di Peternakan Selatan MaAohad Al-Zaytun; kedua, bagaimana praktik apel pagi berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pekerja; dan ketiga, apa saja hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan apel pagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan mekanisme praktik apel pagi, memahami pengaruhnya terhadap peningkatan motivasi pekerja, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam kepada karyawan Peternakan Selatan Mahad Al Zaytun yang berjumlah 3 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apel pagi dilaksanakan secara rutin... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-a8230.webp" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-a8230.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-a8230.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-a8230.webp 1x" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" alt="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-1e1ff.webp" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-1e1ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-1e1ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-1e1ff.webp 1x" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" alt="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-13268.webp" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-13268.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-13268.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-13268.webp 1x" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" alt="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64904-gaya-komunikasi-organisasi-bpd-komunika" title="JURIS - Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi" target="_blank">Praktik Apel Pagi Dalam Meningkatkan Motivasi Pekerja Di Peternakan Selatan Dalam Tinjauan Teori Komunikasi Organisasi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan teknologi digital dalam memperkuat komunikasi organisasi selama apel pagi, terutama dalam mengatasi keterbatasan sarana komunikasi. Selain itu, studi tentang peran budaya lokal dalam menyesuaikan gaya komunikasi antara pimpinan dan pekerja dapat menjadi arah penelitian baru. Selanjutnya, penelitian juga perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang praktik apel pagi terhadap kinerja dan retensi karyawan di lingkungan kerja peternakan. Ide-ide ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada solusi teknis, konteks budaya, dan indikator kinerja jangka panjang..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa praktik apel pagi di Peternakan Selatan MaAohad Al-Zaytun dilaksanakan secara rutin dan terstruktur sebelum dimulainya aktivitas kerja, meliputi pengarahan, penyampaian informasi pekerjaan, pembagian tugas, serta pemberian motivasi dan pembentukan disiplin.Kegiatan ini berperan penting dalam meningkatkan motivasi kerja pekerja melalui arahan yang jelas, dukungan moral dari pimpinan, dan terciptanya kebersamaan antaranggota tim, sehingga pekerja lebih memahami tujuan kerja harian dan terdorong bekerja optimal.Namun, pelaksanaan apel pagi masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterlambatan sebagian pekerja, gangguan cuaca, keterbatasan sarana komunikasi, serta perbedaan gaya komunikasi antara pimpinan dan pekerja yang dapat mempengaruhi kejelasan pesan.Temuan ini menegaskan bahwa apel pagi memiliki kontribusi signifikan terhadap motivasi kerja, namun memerlukan perbaikan dalam mengatasi hambatan agar pelaksanaannya lebih efektif
<br>Penelitian ini berfokus pada tiga hal utama: pertama, bagaimana praktik apel pagi dilaksanakan di Peternakan Selatan MaAohad Al-Zaytun; kedua, bagaimana praktik apel pagi berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pekerja; dan ketiga, apa saja hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan apel pagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan mekanisme praktik apel pagi, memahami pengaruhnya terhadap peningkatan motivasi pekerja, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam kepada karyawan Peternakan Selatan Mahad Al Zaytun yang berjumlah 3 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apel pagi dilaksanakan secara rutin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-1e1ff.webp" type="image/webp" length="69552" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-a8230.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-1e1ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/gaya-komunikasi-organisasi-bpd-guru-apel-pagi-moti-thumb-13268.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5291-tazkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18962-jurnal-komunikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64914-formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-p</link>
	<guid isPermaLink="false">c4bf411020faa2a2686d9c9b3b02ca51</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:11:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kekalik jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn barcode ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,counter,flag,issn,jaya,kekalik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis lebih mendalam tentang implementasi constitutional ethics di Indonesia, terutama dalam konteks pemilu dan pemilihan kepala daerah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis lebih mendalam tentang implementasi constitutional ethics di Indonesia, terutama dalam konteks pemilu dan pemilihan kepala daerah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam penerapan etika konstitusi, seperti budaya politik patrimonial, lemahnya keteladanan elite politik, dan resistensi terhadap penguatan pengawasan etik. 2. Mengkaji peran teknologi informasi dan media sosial dalam pengawasan imparsialitas eksekutif. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana baru penyalahgunaan kekuasaan dalam pemilu, serta bagaimana pengaturan etik dapat diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan tersebut. 3. Meneliti tentang pembangunan budaya konstitusi yang sehat di Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada pendidikan demokrasi, pendidikan etika publik, dan penguatan integritas kelembagaan sebagai upaya untuk menciptakan kesadaran etik dalam penggunaan kekuasaan. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat demokrasi konstitusional di Indonesia, khususnya dalam menjaga integritas dan netralitas eksekutif dalam tahapan pemilu.. Constitutional ethics memiliki kedudukan strategis dalam sistem hukum tata negara Indonesia sebagai norma moral konstitusional yang melengkapi hukum positif dalam penyelenggaraan kekuasaan negara.Etika konstitusi diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara legalitas formal dan legitimasi moral dalam praktik demokrasi.Imparsialitas eksekutif merupakan prinsip fundamental dalam pemilu demokratis yang menuntut pemerintah bersikap netral dan tidak menyalahgunakan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral tertentu.Regulasi pemilu yang ada saat ini masih memiliki keterbatasan karena lebih berorientasi pada aspek administratif dan pidana, sementara pelanggaran etik sering kali berada di luar jangkauan sanksi hukum formal.Formulasi constitutional ethics sebagai instrumen pengawasan pemilu dapat dilakukan melalui kodifikasi prinsip etika konstitusi dalam peraturan perundang-undangan, penguatan peradilan etik, standardisasi netralitas kebijakan pemerintah, serta penguatan kewenangan lembaga pengawas.Dengan demikian, constitutional ethics dapat menjadi instrumen efektif untuk menjaga integritas demokrasi dan mewujudkan pemilu yang jujur dan adil Penelitian ini mengkaji urgensi formulasi etika konstitusi sebagai instrumen hukum untuk mengawasi imparsialitas eksekutif dalam tahapan pemilu di Indonesia. Dominasi eksekutif berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan, politisasi birokrasi, dan pemanfaatan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral, sementara regulasi pemilu masih berfokus pada pelanggaran administratif dan pidana. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika konstitusi berperan strategis sebagai penghubung legalitas dan moralitas dalam penyelenggaraan negara. Formalisasi etika konstitusi diperlukan guna menciptakan standar perilaku pejabat negara, memperkuat akuntabilitas etik, serta menjaga netralitas eksekutif dan integritas demokrasi dalam penyelenggaraan pemilu. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-cfdf4.webp" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-cfdf4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-cfdf4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-cfdf4.webp 1x" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" alt="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-548ff.webp" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-548ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-548ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-548ff.webp 1x" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" alt="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-c0d12.webp" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-c0d12.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-c0d12.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-c0d12.webp 1x" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" alt="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64914-formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-p" title="JURIS - Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu" target="_blank">Formulasi Constitutional Ethics sebagai Instrumen Pengawasan Imparsialitas Eksekutif dalam Tahapan Pemilu</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis lebih mendalam tentang implementasi constitutional ethics di Indonesia, terutama dalam konteks pemilu dan pemilihan kepala daerah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam penerapan etika konstitusi, seperti budaya politik patrimonial, lemahnya keteladanan elite politik, dan resistensi terhadap penguatan pengawasan etik. 2. Mengkaji peran teknologi informasi dan media sosial dalam pengawasan imparsialitas eksekutif. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana baru penyalahgunaan kekuasaan dalam pemilu, serta bagaimana pengaturan etik dapat diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan tersebut. 3. Meneliti tentang pembangunan budaya konstitusi yang sehat di Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada pendidikan demokrasi, pendidikan etika publik, dan penguatan integritas kelembagaan sebagai upaya untuk menciptakan kesadaran etik dalam penggunaan kekuasaan. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat demokrasi konstitusional di Indonesia, khususnya dalam menjaga integritas dan netralitas eksekutif dalam tahapan pemilu..
<br>Constitutional ethics memiliki kedudukan strategis dalam sistem hukum tata negara Indonesia sebagai norma moral konstitusional yang melengkapi hukum positif dalam penyelenggaraan kekuasaan negara.Etika konstitusi diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara legalitas formal dan legitimasi moral dalam praktik demokrasi.Imparsialitas eksekutif merupakan prinsip fundamental dalam pemilu demokratis yang menuntut pemerintah bersikap netral dan tidak menyalahgunakan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral tertentu.Regulasi pemilu yang ada saat ini masih memiliki keterbatasan karena lebih berorientasi pada aspek administratif dan pidana, sementara pelanggaran etik sering kali berada di luar jangkauan sanksi hukum formal.Formulasi constitutional ethics sebagai instrumen pengawasan pemilu dapat dilakukan melalui kodifikasi prinsip etika konstitusi dalam peraturan perundang-undangan, penguatan peradilan etik, standardisasi netralitas kebijakan pemerintah, serta penguatan kewenangan lembaga pengawas.Dengan demikian, constitutional ethics dapat menjadi instrumen efektif untuk menjaga integritas demokrasi dan mewujudkan pemilu yang jujur dan adil
<br>Penelitian ini mengkaji urgensi formulasi etika konstitusi sebagai instrumen hukum untuk mengawasi imparsialitas eksekutif dalam tahapan pemilu di Indonesia. Dominasi eksekutif berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan, politisasi birokrasi, dan pemanfaatan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral, sementara regulasi pemilu masih berfokus pada pelanggaran administratif dan pidana. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika konstitusi berperan strategis sebagai penghubung legalitas dan moralitas dalam penyelenggaraan negara. Formalisasi etika konstitusi diperlukan guna menciptakan standar perilaku pejabat negara, memperkuat akuntabilitas etik, serta menjaga netralitas eksekutif dan integritas demokrasi dalam penyelenggaraan pemilu.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-c0d12.webp" type="image/webp" length="154648" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-cfdf4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-548ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/formulasi-etika-khalfah-dominasi-eksekutif-publik-thumb-c0d12.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6642-kalibra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18974-perseptif-jurnal-ilmu-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy Sebuah Kajian Deskriptif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy Sebuah Kajian Deskriptif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy Sebuah Kajian Deskriptif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64912-komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-komun</link>
	<guid isPermaLink="false">0644d40a9a7f2ea535bdfe90515714be</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 07:15:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nur chabibah ]]></category>
	<category><![CDATA[ fakhrur rozi ]]></category>
	<category><![CDATA[ kekalik jaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chabibah,fakhrur,jaya,kekalik,nur,rozi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi representasi pola asuh otoriter dalam film-film Indonesia lainnya untuk melihat apakah indikator serupa muncul atau berbeda berdasarkan konteks budaya. Selain itu, penelitian bisa membandingkan pola asuh otoriter ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi representasi pola asuh otoriter dalam film-film Indonesia lainnya untuk melihat apakah indikator serupa muncul atau berbeda berdasarkan konteks budaya. Selain itu, penelitian bisa membandingkan pola asuh otoriter dalam film dengan pola asuh yang lebih demokratis untuk memahami dampaknya terhadap perkembangan anak secara lebih komprehensif. Terakhir, studi lanjutan juga dapat mengkaji bagaimana faktor psikologis atau trauma masa lalu orang tua memengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan anak, terutama dalam konteks budaya patriarki seperti di Indonesia.. Berdasarkan analisis menggunakan kerangka representasi Stuart Hall (encoding-decoding) dan pendekatan analisis isi, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menunjukkan bagaimana pola asuh otoriter direpresentasikan melalui sebelas scene.Representasi tersebut memuat indikator seperti banyak tuntutan, minimnya kehangatan, penggunaan hukuman, ketiadaan negosiasi, serta kurangnya kepercayaan kepada anak.Hal ini memperlihatkan bagaimana praktik pengasuhan otoriter dibangun secara konsisten dalam narasi film.Proses encoding terlihat dari cara film menghadirkan visual, dialog, dan gestur ayah sebagai figur otoriter yang dominan dalam keluarga.Sementara itu, proses decoding peneliti berada pada posisi negotiated code, karena penggambaran ayah tidak sepenuhnya mencerminkan otoritarianisme ekstrem di dunia nyata.Tokoh ayah masih ditampilkan memiliki sisi hangat dan perhatian, sehingga membuka ruang interpretasi yang lebih fleksibel bagi penonton.Film ini merepresentasikan bahwa pola asuh otoriter tidak hanya menghasilkan dampak negatif, tetapi juga dapat membentuk ketangguhan dan kemandirian anak jika disampaikan dengan cara yang tepat.Namun, ketidaksempurnaan komunikasi dalam keluarga menunjukkan bahwa cara penyampaian pesan lebih menentukan dampak pola asuh dibandingkan aturan itu sendiri.Oleh karena itu, film ini menyampaikan pesan agar penonton mampu mengambil sisi positif dan menghindari sisi negatif dari pola asuh otoriter demi terciptanya komunikasi keluarga yang harmonis Film sebagai bagian dari media komunikasi massa bukan hanya menggambarkan realitas sosial, tetapi juga turut memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap pola komunikasi dalam keluarga. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) menampilkan pola asuh otoriter yang relevan dengan budaya patriarki di Indonesia dan berpotensi berdampak pada kondisi psikologis anak. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pola asuh otoriter direpresentasikan dalam film serta bagaimana makna tersebut dapat dimaknai oleh penonton. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis representasi Stuart Hall... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-b9991.webp" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-b9991.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-b9991.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-b9991.webp 1x" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" alt="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-87ea0.webp" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-87ea0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-87ea0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-87ea0.webp 1x" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" alt="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-25e78.webp" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-25e78.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-25e78.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-25e78.webp 1x" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" alt="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64912-komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-komun" title="JURIS - Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif" target="_blank">Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy: Sebuah Kajian Deskriptif</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi representasi pola asuh otoriter dalam film-film Indonesia lainnya untuk melihat apakah indikator serupa muncul atau berbeda berdasarkan konteks budaya. Selain itu, penelitian bisa membandingkan pola asuh otoriter dalam film dengan pola asuh yang lebih demokratis untuk memahami dampaknya terhadap perkembangan anak secara lebih komprehensif. Terakhir, studi lanjutan juga dapat mengkaji bagaimana faktor psikologis atau trauma masa lalu orang tua memengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan anak, terutama dalam konteks budaya patriarki seperti di Indonesia..
<br>Berdasarkan analisis menggunakan kerangka representasi Stuart Hall (encoding-decoding) dan pendekatan analisis isi, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menunjukkan bagaimana pola asuh otoriter direpresentasikan melalui sebelas scene.Representasi tersebut memuat indikator seperti banyak tuntutan, minimnya kehangatan, penggunaan hukuman, ketiadaan negosiasi, serta kurangnya kepercayaan kepada anak.Hal ini memperlihatkan bagaimana praktik pengasuhan otoriter dibangun secara konsisten dalam narasi film.Proses encoding terlihat dari cara film menghadirkan visual, dialog, dan gestur ayah sebagai figur otoriter yang dominan dalam keluarga.Sementara itu, proses decoding peneliti berada pada posisi negotiated code, karena penggambaran ayah tidak sepenuhnya mencerminkan otoritarianisme ekstrem di dunia nyata.Tokoh ayah masih ditampilkan memiliki sisi hangat dan perhatian, sehingga membuka ruang interpretasi yang lebih fleksibel bagi penonton.Film ini merepresentasikan bahwa pola asuh otoriter tidak hanya menghasilkan dampak negatif, tetapi juga dapat membentuk ketangguhan dan kemandirian anak jika disampaikan dengan cara yang tepat.Namun, ketidaksempurnaan komunikasi dalam keluarga menunjukkan bahwa cara penyampaian pesan lebih menentukan dampak pola asuh dibandingkan aturan itu sendiri.Oleh karena itu, film ini menyampaikan pesan agar penonton mampu mengambil sisi positif dan menghindari sisi negatif dari pola asuh otoriter demi terciptanya komunikasi keluarga yang harmonis
<br>Film sebagai bagian dari media komunikasi massa bukan hanya menggambarkan realitas sosial, tetapi juga turut memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap pola komunikasi dalam keluarga. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) menampilkan pola asuh otoriter yang relevan dengan budaya patriarki di Indonesia dan berpotensi berdampak pada kondisi psikologis anak. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pola asuh otoriter direpresentasikan dalam film serta bagaimana makna tersebut dapat dimaknai oleh penonton. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis representasi Stuart Hall...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-87ea0.webp" type="image/webp" length="200950" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-b9991.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-87ea0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/komunikasi-massa-film-analisis-isi-pola-lumba-prag-thumb-25e78.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6642-kalibra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18974-perseptif-jurnal-ilmu-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al Azis Angkatan IX ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al Azis Angkatan IX ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al Azis Angkatan IX ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64907-dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-pr</link>
	<guid isPermaLink="false">9a92b047fbd61b925a839be865f39e00</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 07:14:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ supriadi m 1 ]]></category>
	<category><![CDATA[ asrof fitri ]]></category>
	<category><![CDATA[ supriadi m ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,asrof,fitri,m,supriadi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media sosial dalam meningkatkan efektivitas dakwah di kalangan mahasiswa, khususnya melalui konten visual dan interaktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX): Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media sosial dalam meningkatkan efektivitas dakwah di kalangan mahasiswa, khususnya melalui konten visual dan interaktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran kelompok peer-to-peer dalam memperkuat penerimaan pesan dakwah di lingkungan akademik yang heterogen. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi pengaruh budaya lokal dan nilai-nilai keagamaan terhadap proses internalisasi pesan dakwah, terutama dalam konteks perguruan tinggi yang memiliki latar belakang agama beragam.. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan pesan dakwah mahasiswa IAI Al-Azis angkatan IX mengikuti empat tahapan sebagaimana dijelaskan dalam Teori Penetrasi Sosial.Proses ini dimulai dari tahap orientasi, kemudian berlanjut ke tahap eksploratif, afektif, dan stabil.Faktor utama yang memengaruhi penerimaan pesan dakwah mencakup tingkat kepercayaan dan keterbukaan diri mahasiswa, pesan yang relevan dengan kehidupan pribadi, serta metode penyampaian yang santai dan tidak menghakimi.Dukungan lingkungan kampus yang kondusif serta metode penyampaian yang komunikatif turut memperkuat efektivitas dakwah, menjadikan mahasiswa pelaku aktif dalam penyebaran nilai-nilai Islam Penelitian ini mengkaji bagaimana pesan dakwah diterima di kalangan mahasiswa IAI AL-AZIS angkatan IX dari perspektif Teori Penetrasi Sosial. Pokok masalah utama penelitian ini adalah menganalisis proses penerimaan pesan dakwah tersebut berdasarkan tahapan-tahapan Teori Penetrasi Sosial, sementara pokok masalah kedua adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pesan dakwah oleh mahasiswa IAI AL-AZIS angkatan IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan pesan dakwah di kalangan mahasiswa IAI AL-AZIS angkatan IX mengikuti tahapan sesuai dengan Teori Penetrasi Sosial yaitu orientasi, pertukaran afektif eksploratif, pertukaran afektif, hingga pertukaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-b13f4.webp" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-b13f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-b13f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-b13f4.webp 1x" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" alt="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-f3629.webp" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-f3629.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-f3629.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-f3629.webp 1x" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" alt="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-d9ebe.webp" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-d9ebe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-d9ebe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-d9ebe.webp 1x" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" alt="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64907-dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-pr" title="JURIS - Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)" target="_blank">Penerimaan Pesan Dakwah dalam Perspektif Teori Penetrasi Sosial pada Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa IAI Al-Azis Angkatan IX)</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak media sosial dalam meningkatkan efektivitas dakwah di kalangan mahasiswa, khususnya melalui konten visual dan interaktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran kelompok peer-to-peer dalam memperkuat penerimaan pesan dakwah di lingkungan akademik yang heterogen. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi pengaruh budaya lokal dan nilai-nilai keagamaan terhadap proses internalisasi pesan dakwah, terutama dalam konteks perguruan tinggi yang memiliki latar belakang agama beragam..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan pesan dakwah mahasiswa IAI Al-Azis angkatan IX mengikuti empat tahapan sebagaimana dijelaskan dalam Teori Penetrasi Sosial.Proses ini dimulai dari tahap orientasi, kemudian berlanjut ke tahap eksploratif, afektif, dan stabil.Faktor utama yang memengaruhi penerimaan pesan dakwah mencakup tingkat kepercayaan dan keterbukaan diri mahasiswa, pesan yang relevan dengan kehidupan pribadi, serta metode penyampaian yang santai dan tidak menghakimi.Dukungan lingkungan kampus yang kondusif serta metode penyampaian yang komunikatif turut memperkuat efektivitas dakwah, menjadikan mahasiswa pelaku aktif dalam penyebaran nilai-nilai Islam
<br>Penelitian ini mengkaji bagaimana pesan dakwah diterima di kalangan mahasiswa IAI AL-AZIS angkatan IX dari perspektif Teori Penetrasi Sosial. Pokok masalah utama penelitian ini adalah menganalisis proses penerimaan pesan dakwah tersebut berdasarkan tahapan-tahapan Teori Penetrasi Sosial, sementara pokok masalah kedua adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pesan dakwah oleh mahasiswa IAI AL-AZIS angkatan IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan pesan dakwah di kalangan mahasiswa IAI AL-AZIS angkatan IX mengikuti tahapan sesuai dengan Teori Penetrasi Sosial yaitu orientasi, pertukaran afektif eksploratif, pertukaran afektif, hingga pertukaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-f3629.webp" type="image/webp" length="99594" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-b13f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-f3629.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/dukungan-lingkungan-sosial-respon-kampus-proses-in-thumb-d9ebe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5291-tazkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18962-jurnal-komunikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64910-digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-pas</link>
	<guid isPermaLink="false">0afaaace9187b5841b680704266277f5</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:56:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nur chabibah ]]></category>
	<category><![CDATA[ fakhrur rozi ]]></category>
	<category><![CDATA[ kekalik jaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chabibah,fakhrur,jaya,kekalik,nur,rozi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pasar tradisional yang telah menerapkan digitalisasi secara penuh dengan pasar tradisional yang belum menerapkan digitalisasi. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pasar tradisional yang telah menerapkan digitalisasi secara penuh dengan pasar tradisional yang belum menerapkan digitalisasi. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan digitalisasi pasar tradisional. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak digitalisasi pasar tradisional terhadap perilaku konsumen, terutama dalam hal preferensi pembayaran dan pengalaman berbelanja. Penelitian ini juga dapat mengungkap bagaimana digitalisasi pasar tradisional mempengaruhi dinamika sosial dan ekonomi di sekitar pasar tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi inklusif untuk digitalisasi pasar tradisional, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pedagang kecil. Hal ini dapat mencakup desain kebijakan yang lebih partisipatif dan responsif terhadap kepentingan pedagang, serta upaya untuk meningkatkan literasi digital dan aksesibilitas teknologi bagi pedagang tradisional.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pasar tradisional di Pasar Senen Jakarta mengandung dilema yang tidak dapat direduksi menjadi sekadar persoalan teknis atau literasi digital.Posisi pedagang sebagai saham minoritas dalam ekosistem digital, tanpa hak suara yang berarti atas kebijakan teknis, skema biaya, atau mekanisme komplain, menyebabkan mereka rentan terhadap pengkhianatan sistemik, yaitu situasi di mana janji-janji efisiensi, inklusi, dan perluasan pasar tidak diikuti oleh stabilitas teknis, jaminan perlindungan, dan keadilan prosedural.Loyalitas pedagang terhadap sistem tunai bukanlah bentuk konservatisme atau ketertinggalan zaman, melainkan strategi rasional untuk memitigasi risiko yang dihasilkan oleh sistem digital yang tidak dapat diandalkan sepenuhnya.Dualisme sistem pembayaran, yaitu tunai dan QRIS, yang diadopsi oleh mayoritas pedagang merupakan respons adaptif terhadap kondisi pengkhianatan sistemik tersebut.Implikasi kebijakan menunjukkan bahwa pemerintah perlu melibatkan pedagang dalam pengambilan keputusan teknis dan regulasi, memastikan stabilitas teknis infrastruktur digital sebelum mendorong adopsi secara luas, menyediakan mekanisme komplain yang mudah diakses, serta tetap mempertahankan opsi tunai sebagai hak dasar bagi konsumen dan pedagang Penelitian ini mengeksplorasi dilema digitalisasi pasar tradisional dari perspektif pedagang Pasar Senen Jakarta. Di tengah kebijakan nasional percepatan digitalisasi pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), pedagang pasar tradisional menghadapi kontradiksi struktural antara tuntutan adaptasi teknologi dan keberlangsungan usaha berbasis nilai-nilai tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melibatkan 17 partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik enam fase. Penelitian menemukan empat tema utama, yaitu ketegangan antara efisiensi dan ketidakpastian pendapatan, dualisme sistem pembayaran sebagai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-ac5fb.webp" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-ac5fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-ac5fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-ac5fb.webp 1x" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" alt="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-d70c2.webp" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-d70c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-d70c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-d70c2.webp 1x" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" alt="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-7181f.webp" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-7181f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-7181f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-7181f.webp 1x" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" alt="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64910-digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-pas" title="JURIS - Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta" target="_blank">Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pasar tradisional yang telah menerapkan digitalisasi secara penuh dengan pasar tradisional yang belum menerapkan digitalisasi. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan digitalisasi pasar tradisional. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak digitalisasi pasar tradisional terhadap perilaku konsumen, terutama dalam hal preferensi pembayaran dan pengalaman berbelanja. Penelitian ini juga dapat mengungkap bagaimana digitalisasi pasar tradisional mempengaruhi dinamika sosial dan ekonomi di sekitar pasar tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi inklusif untuk digitalisasi pasar tradisional, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pedagang kecil. Hal ini dapat mencakup desain kebijakan yang lebih partisipatif dan responsif terhadap kepentingan pedagang, serta upaya untuk meningkatkan literasi digital dan aksesibilitas teknologi bagi pedagang tradisional..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pasar tradisional di Pasar Senen Jakarta mengandung dilema yang tidak dapat direduksi menjadi sekadar persoalan teknis atau literasi digital.Posisi pedagang sebagai saham minoritas dalam ekosistem digital, tanpa hak suara yang berarti atas kebijakan teknis, skema biaya, atau mekanisme komplain, menyebabkan mereka rentan terhadap pengkhianatan sistemik, yaitu situasi di mana janji-janji efisiensi, inklusi, dan perluasan pasar tidak diikuti oleh stabilitas teknis, jaminan perlindungan, dan keadilan prosedural.Loyalitas pedagang terhadap sistem tunai bukanlah bentuk konservatisme atau ketertinggalan zaman, melainkan strategi rasional untuk memitigasi risiko yang dihasilkan oleh sistem digital yang tidak dapat diandalkan sepenuhnya.Dualisme sistem pembayaran, yaitu tunai dan QRIS, yang diadopsi oleh mayoritas pedagang merupakan respons adaptif terhadap kondisi pengkhianatan sistemik tersebut.Implikasi kebijakan menunjukkan bahwa pemerintah perlu melibatkan pedagang dalam pengambilan keputusan teknis dan regulasi, memastikan stabilitas teknis infrastruktur digital sebelum mendorong adopsi secara luas, menyediakan mekanisme komplain yang mudah diakses, serta tetap mempertahankan opsi tunai sebagai hak dasar bagi konsumen dan pedagang
<br>Penelitian ini mengeksplorasi dilema digitalisasi pasar tradisional dari perspektif pedagang Pasar Senen Jakarta. Di tengah kebijakan nasional percepatan digitalisasi pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), pedagang pasar tradisional menghadapi kontradiksi struktural antara tuntutan adaptasi teknologi dan keberlangsungan usaha berbasis nilai-nilai tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melibatkan 17 partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik enam fase. Penelitian menemukan empat tema utama, yaitu ketegangan antara efisiensi dan ketidakpastian pendapatan, dualisme sistem pembayaran sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-d70c2.webp" type="image/webp" length="305474" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-ac5fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-d70c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/digitalisasi-pasar-senen-siulak-pedagang-tradision-thumb-7181f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6642-kalibra.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18974-perseptif-jurnal-ilmu-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al Zaytun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al Zaytun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al Zaytun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-64905-dinamika-komunikasi-santri-keterampilan</link>
	<guid isPermaLink="false">b767d2e2aad2c9535915119e300be87c</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:50:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ supriadi m 1 ]]></category>
	<category><![CDATA[ asrof fitri ]]></category>
	<category><![CDATA[ supriadi m ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,asrof,fitri,m,supriadi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak integrasi teknologi digital dalam kegiatan Muhadharah untuk meningkatkan keterlibatan santri. 2. Studi tentang perbedaan pemahaman pesan komunikasi antara santri dengan latar belakang budaya berbeda di lingkungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak integrasi teknologi digital dalam kegiatan Muhadharah untuk meningkatkan keterlibatan santri. 2. Studi tentang perbedaan pemahaman pesan komunikasi antara santri dengan latar belakang budaya berbeda di lingkungan pesantren. 3. Analisis jangka panjang tentang pengaruh Muhadharah terhadap perkembangan kepribadian dan keterampilan berkomunikasi santri dalam masyarakat pasca-pendidikan.. Kegiatan Muhadharah berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan komunikasi santri.Santri memahami komunikasi sebagai sarana untuk bertukar pikiran, menyampaikan ide, dan memperkuat hubungan sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman santri terhadap makna komunikasi sejalan dengan teori pragmatik dan wacana, di mana konteks, ekspresi, dan interpretasi pesan menjadi aspek penting dalam proses komunikasi Penelitian ini menelaah secara komprehensif bagaimana pentingnya kajian komunikasi dalam melihat proses penyampaian dan penerimaan pesan berlangsung dalam konteks pembelajaran kegiatan Muhadharah sangat dipengaruhi oleh pesan yang disampaikan sehingga mampu dipahami dan dimaknai oleh para santri, baik sebagai penyampai maupun sebagai pendengar. Tujuan skripsi ini untuk menjelaskan pemahaman para santri tentang makna komunikasi. Penelitian ini juga untuk menjelaskan pemahaman pesan komunikasi dalam pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun. Penelitian ini menggunakan metode utama yaitu, metode kualitatif. Data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-1c147.webp" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-1c147.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-1c147.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-1c147.webp 1x" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" alt="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-56518.webp" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-56518.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-56518.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-56518.webp 1x" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" alt="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-09e36.webp" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-09e36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-09e36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-09e36.webp 1x" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" alt="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64905-dinamika-komunikasi-santri-keterampilan" title="JURIS - Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun" target="_blank">Makna dan Pemahaman Pesan Komunikasi dalam Pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak integrasi teknologi digital dalam kegiatan Muhadharah untuk meningkatkan keterlibatan santri. 2. Studi tentang perbedaan pemahaman pesan komunikasi antara santri dengan latar belakang budaya berbeda di lingkungan pesantren. 3. Analisis jangka panjang tentang pengaruh Muhadharah terhadap perkembangan kepribadian dan keterampilan berkomunikasi santri dalam masyarakat pasca-pendidikan..
<br>Kegiatan Muhadharah berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan komunikasi santri.Santri memahami komunikasi sebagai sarana untuk bertukar pikiran, menyampaikan ide, dan memperkuat hubungan sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman santri terhadap makna komunikasi sejalan dengan teori pragmatik dan wacana, di mana konteks, ekspresi, dan interpretasi pesan menjadi aspek penting dalam proses komunikasi
<br>Penelitian ini menelaah secara komprehensif bagaimana pentingnya kajian komunikasi dalam melihat proses penyampaian dan penerimaan pesan berlangsung dalam konteks pembelajaran kegiatan Muhadharah sangat dipengaruhi oleh pesan yang disampaikan sehingga mampu dipahami dan dimaknai oleh para santri, baik sebagai penyampai maupun sebagai pendengar. Tujuan skripsi ini untuk menjelaskan pemahaman para santri tentang makna komunikasi. Penelitian ini juga untuk menjelaskan pemahaman pesan komunikasi dalam pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun. Penelitian ini menggunakan metode utama yaitu, metode kualitatif. Data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-1c147.webp" type="image/webp" length="66930" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-1c147.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-56518.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/dinamika-komunikasi-santri-keterampilan-proses-dak-thumb-09e36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5291-tazkia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18962-jurnal-komunikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 08 Sep 2026 16:46:10 +0700. 12 items. Served in: 6.163 seconds [rss] -->
