<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 04:46:41 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 04:46:41 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-07T04:46:41+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Post Disaster Dayah Management Reconstruction of a Leadership Model in Resilience Based Islamic Education in Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Post Disaster Dayah Management Reconstruction of a Leadership Model in Resilience Based Islamic Education in Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Post Disaster Dayah Management Reconstruction of a Leadership Model in Resilience Based Islamic Education in Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47135-dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab</link>
	<guid isPermaLink="false">394a8365852b622eb62d9f037c643d3d</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 23:12:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dikembangkan modul pelatihan manajemen bencana yang terintegrasi dalam program kader ulama di pesantren, sehingga pemimpin pesantren ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dikembangkan modul pelatihan manajemen bencana yang terintegrasi dalam program kader ulama di pesantren, sehingga pemimpin pesantren masa depan memiliki kapasitas sebagai agen krisis sejak masa pendidikan mereka. Kedua, Kementerian Agama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana perlu memetakan pesantren-pesantren rawan bencana di daerah sebagai mitra strategis untuk program unit pendidikan aman dan memfasilitasi pengembangan modul pembelajaran bencana yang terintegrasi dalam studi kitab kuning, tanpa menggantikan kurikulum formal asing. Ketiga, model rekonstruksi pesantren partisipatif yang melibatkan siswa, alumni, dan komunitas sekitar harus diadopsi sebagai pendekatan standar dalam setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di institusi pendidikan Islam, dengan alokasi anggaran yang memungkinkan partisipasi aktif komunitas lokal. Keempat, sistem pendidikan pesantren 24 jam perlu dioptimalkan sebagai laboratorium hidup untuk memperkuat karakter tangguh terhadap bencana dengan merancang simulasi evakuasi rutin, pelatihan pertolongan pertama, dan manajemen dapur umum darurat terintegrasi dalam aktivitas harian siswa tanpa mengganggu keunikan pendidikan pesantren. Kelima, jaringan luas alumni pesantren yang terlibat dalam berbagai sektor harus diorganisir secara sistematis menjadi pusat respons darurat yang siap diaktifkan setiap saat, dengan fasilitasi pelatihan berkala dan protokol komunikasi cepat yang terhubung dengan pusat kendali operasi BPBD. Keenam, pemerintah daerah di provinsi rawan bencana perlu mengeluarkan kebijakan yang menginstitusionalisasikan forum kolaborasi rutin antara pemimpin pesantren, BPBD, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan organisasi kemanusiaan, sehingga koordinasi tidak dimulai dari nol setiap kali bencana terjadi. Terakhir, institusi penelitian dan universitas Islam harus mendokumentasikan secara sistematis praktik baik dalam pengelolaan pesantren pasca-bencana di berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan model nasional kepemimpinan pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang dapat disesuaikan secara kontekstual, dilengkapi dengan panduan implementasi dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.. Pengelolaan pondok pesantren pasca-bencana di Aceh telah merekonstruksi model kepemimpinan pendidikan Islam yang tidak hanya berpusat pada pelestarian tradisi tetapi juga pada kemampuan adaptif untuk menghadapi krisis.Transformasi peran pemimpin pesantren dari otoritas spiritual menjadi agen krisis membuktikan bahwa krisis tidak melumpuhkan tetapi justru menyucikan dan memperluas makna kepemimpinan itu sendiri.Pemimpin pesantren, yang dikenal sebagai "Abu" dan "Teungku," tidak berhenti menjadi guru agama.mereka menjadi jauh lebih dari sekadar pengajar agama.manajer krisis, pembangun kohesi sosial, dan pusat pemulihan komunitas.Strategi adaptif dalam rekonstruksi fisik dan kurikulum menunjukkan bahwa ketangguhan pesantren bukan hanya tentang kemampuan bertahan tetapi juga berkembang di tengah badai.Pesantren tidak hanya pulih seperti semula tetapi menjadi versi yang lebih kuat dan relevan.dengan bangunan yang lebih kokoh, kurikulum yang diperkaya dengan kesadaran bencana, dan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.Pembangunan kemandirian siswa melalui internalisasi nilai-nilai tangguh adalah kontribusi paling otentik pesantren bagi masa depan Aceh.Kesabaran, kepercayaan pada ilahi, kerja sama bersama, dan ketangguhan tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tetapi diinternalisasi melalui pengalaman sehari-hari, peran model, dan transmisi narasi antargenerasi.Ribuan siswa yang sukarela membantu setelah tsunami adalah bukti bahwa mereka telah dipersiapkan oleh sistem pendidikan pesantren untuk menjadi individu yang tangguh.Model jaringan kolaborasi yang secara organik muncul antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat sipil adalah sintesis yang luar biasa antara tradisi dan modernitas, kemandirian dan kemitraan.Pesantren membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam tradisional bukan peninggalan masa lalu tetapi mitra strategis untuk masa depan dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana.Rekonstruksi model kepemimpinan pesantren pasca-bencana di Aceh telah menghasilkan prototipe manajemen pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang otentik, kontekstual, dan dapat ditiru, dengan potensi penerapan di daerah rawan bencana lainnya Penelitian ini didorong oleh tantangan eksistensial yang dihadapi oleh pondok pesantren (dayah) di Aceh pasca-bencana, di mana tsunami tahun 2004 dan bencana selanjutnya seperti banjir dan longsor tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik tetapi juga menggoncang fondasi kepemimpinan dayah tradisional yang selama ini mengandalkan otoritas spiritual. Dayah diharuskan berubah menjadi institusi respons darurat dan pusat pemulihan komunitas, tetapi model manajemen dan kepemimpinan bencana yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam belum secara sistematis dirumuskan. Studi ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan dayah yang berbasis ketangguhan melalui sintesis kritis dari literatur yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif, dengan menarik data dari buku, artikel jurnal ilmiah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp 1x" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" alt="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp 1x" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" alt="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp 1x" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" alt="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47135-dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab" title="JURIS - Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh" target="_blank">Post-Disaster Dayah Management: Reconstruction of a Leadership Model in Resilience-Based Islamic Education in Aceh</a>: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dikembangkan modul pelatihan manajemen bencana yang terintegrasi dalam program kader ulama di pesantren, sehingga pemimpin pesantren masa depan memiliki kapasitas sebagai agen krisis sejak masa pendidikan mereka. Kedua, Kementerian Agama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana perlu memetakan pesantren-pesantren rawan bencana di daerah sebagai mitra strategis untuk program unit pendidikan aman dan memfasilitasi pengembangan modul pembelajaran bencana yang terintegrasi dalam studi kitab kuning, tanpa menggantikan kurikulum formal asing. Ketiga, model rekonstruksi pesantren partisipatif yang melibatkan siswa, alumni, dan komunitas sekitar harus diadopsi sebagai pendekatan standar dalam setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di institusi pendidikan Islam, dengan alokasi anggaran yang memungkinkan partisipasi aktif komunitas lokal. Keempat, sistem pendidikan pesantren 24 jam perlu dioptimalkan sebagai laboratorium hidup untuk memperkuat karakter tangguh terhadap bencana dengan merancang simulasi evakuasi rutin, pelatihan pertolongan pertama, dan manajemen dapur umum darurat terintegrasi dalam aktivitas harian siswa tanpa mengganggu keunikan pendidikan pesantren. Kelima, jaringan luas alumni pesantren yang terlibat dalam berbagai sektor harus diorganisir secara sistematis menjadi pusat respons darurat yang siap diaktifkan setiap saat, dengan fasilitasi pelatihan berkala dan protokol komunikasi cepat yang terhubung dengan pusat kendali operasi BPBD. Keenam, pemerintah daerah di provinsi rawan bencana perlu mengeluarkan kebijakan yang menginstitusionalisasikan forum kolaborasi rutin antara pemimpin pesantren, BPBD, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan organisasi kemanusiaan, sehingga koordinasi tidak dimulai dari nol setiap kali bencana terjadi. Terakhir, institusi penelitian dan universitas Islam harus mendokumentasikan secara sistematis praktik baik dalam pengelolaan pesantren pasca-bencana di berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan model nasional kepemimpinan pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang dapat disesuaikan secara kontekstual, dilengkapi dengan panduan implementasi dan indikator keberhasilan yang dapat diukur..
<br>Pengelolaan pondok pesantren pasca-bencana di Aceh telah merekonstruksi model kepemimpinan pendidikan Islam yang tidak hanya berpusat pada pelestarian tradisi tetapi juga pada kemampuan adaptif untuk menghadapi krisis.Transformasi peran pemimpin pesantren dari otoritas spiritual menjadi agen krisis membuktikan bahwa krisis tidak melumpuhkan tetapi justru menyucikan dan memperluas makna kepemimpinan itu sendiri.Pemimpin pesantren, yang dikenal sebagai "Abu" dan "Teungku," tidak berhenti menjadi guru agama.mereka menjadi jauh lebih dari sekadar pengajar agama.manajer krisis, pembangun kohesi sosial, dan pusat pemulihan komunitas.Strategi adaptif dalam rekonstruksi fisik dan kurikulum menunjukkan bahwa ketangguhan pesantren bukan hanya tentang kemampuan bertahan tetapi juga berkembang di tengah badai.Pesantren tidak hanya pulih seperti semula tetapi menjadi versi yang lebih kuat dan relevan.dengan bangunan yang lebih kokoh, kurikulum yang diperkaya dengan kesadaran bencana, dan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.Pembangunan kemandirian siswa melalui internalisasi nilai-nilai tangguh adalah kontribusi paling otentik pesantren bagi masa depan Aceh.Kesabaran, kepercayaan pada ilahi, kerja sama bersama, dan ketangguhan tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tetapi diinternalisasi melalui pengalaman sehari-hari, peran model, dan transmisi narasi antargenerasi.Ribuan siswa yang sukarela membantu setelah tsunami adalah bukti bahwa mereka telah dipersiapkan oleh sistem pendidikan pesantren untuk menjadi individu yang tangguh.Model jaringan kolaborasi yang secara organik muncul antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat sipil adalah sintesis yang luar biasa antara tradisi dan modernitas, kemandirian dan kemitraan.Pesantren membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam tradisional bukan peninggalan masa lalu tetapi mitra strategis untuk masa depan dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana.Rekonstruksi model kepemimpinan pesantren pasca-bencana di Aceh telah menghasilkan prototipe manajemen pendidikan Islam yang berbasis ketangguhan yang otentik, kontekstual, dan dapat ditiru, dengan potensi penerapan di daerah rawan bencana lainnya
<br>Penelitian ini didorong oleh tantangan eksistensial yang dihadapi oleh pondok pesantren (dayah) di Aceh pasca-bencana, di mana tsunami tahun 2004 dan bencana selanjutnya seperti banjir dan longsor tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik tetapi juga menggoncang fondasi kepemimpinan dayah tradisional yang selama ini mengandalkan otoritas spiritual. Dayah diharuskan berubah menjadi institusi respons darurat dan pusat pemulihan komunitas, tetapi model manajemen dan kepemimpinan bencana yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam belum secara sistematis dirumuskan. Studi ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan dayah yang berbasis ketangguhan melalui sintesis kritis dari literatur yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif, dengan menarik data dari buku, artikel jurnal ilmiah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" type="image/webp" length="91838" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-3005c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-7eddb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/dayah-tradisional-penanggulangan-bencana-sustainab-thumb-e75f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47125-siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-kari</link>
	<guid isPermaLink="false">580622ba4af055998471010a64a4a613</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:47:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana peran intervensi bimbingan keluarga dapat meningkatkan efektivitas dukungan orangtua pada perencanaan karier siswa di sekolah menengah atas? Apakah kombinasi dukungan emosional dan finansial orangtua memberikan dampak lebih besar terhadap kesiapan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung: Bagaimana peran intervensi bimbingan keluarga dapat meningkatkan efektivitas dukungan orangtua pada perencanaan karier siswa di sekolah menengah atas? Apakah kombinasi dukungan emosional dan finansial orangtua memberikan dampak lebih besar terhadap kesiapan karier siswa dibandingkan dukungan satu jenis saja? Bagaimana perbedaan pengaruh dukungan orangtua pada siswa dengan latar belakang ekonomi berbeda dapat diukur dan dioptimalkan melalui program kebijakan sekolah?. Penelitian ini menemukan bahwa dukungan orangtua berhubungan secara signifikan dengan perencanaan karier siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,522 menunjukkan hubungan sedang positif antara kedua variabel.Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan orangtua, semakin baik pula perencanaan karier siswa Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang belum bisa menentukan perencanaan karier. Dukungan orangtua diyakini sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perencanaan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 254 siswa yang dipilah menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner dukungan orangtua dan kuesioner perencanaan karier. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,906 untuk skala dukungan orangtua dan 0,902 untk skala perencanaan karir. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" alt="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" alt="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" alt="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47125-siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-kari" title="JURIS - Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung" target="_blank">Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Perencanaan Karier Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung</a>: Bagaimana peran intervensi bimbingan keluarga dapat meningkatkan efektivitas dukungan orangtua pada perencanaan karier siswa di sekolah menengah atas? Apakah kombinasi dukungan emosional dan finansial orangtua memberikan dampak lebih besar terhadap kesiapan karier siswa dibandingkan dukungan satu jenis saja? Bagaimana perbedaan pengaruh dukungan orangtua pada siswa dengan latar belakang ekonomi berbeda dapat diukur dan dioptimalkan melalui program kebijakan sekolah?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa dukungan orangtua berhubungan secara signifikan dengan perencanaan karier siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,522 menunjukkan hubungan sedang positif antara kedua variabel.Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan orangtua, semakin baik pula perencanaan karier siswa
<br>Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang belum bisa menentukan perencanaan karier. Dukungan orangtua diyakini sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perencanaan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 254 siswa yang dipilah menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner dukungan orangtua dan kuesioner perencanaan karier. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,906 untuk skala dukungan orangtua dan 0,902 untk skala perencanaan karir. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" type="image/webp" length="96108" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-05c6d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-00564.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/siswa-sma-dharma-perencanaan-karier-sekolah-meneng-thumb-3ebf4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hermeneutics and Technology Poetry Translation with CAT Tool ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hermeneutics and Technology Poetry Translation with CAT Tool ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hermeneutics and Technology Poetry Translation with CAT Tool ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47143-bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat</link>
	<guid isPermaLink="false">2c017196d5bec20e1c714b73b1f86bd0</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:43:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurus308baru ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308maju ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308king ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurus308baru,jurus308king,jurus308maju]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperluas pemahaman tentang peran manusia dalam penerjemahan puisi dengan teknologi, pertama-tama dapat diteliti bagaimana kendala kultural dan emosional memengaruhi pilihan kata pada translator yang beralih antar bahasa berbeda. Selanjutnya, dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool: Untuk memperluas pemahaman tentang peran manusia dalam penerjemahan puisi dengan teknologi, pertama-tama dapat diteliti bagaimana kendala kultural dan emosional memengaruhi pilihan kata pada translator yang beralih antar bahasa berbeda. Selanjutnya, dapat dieksplorasi efektivitas pelatihan mesin pembelajaran yang terintegrasi dengan model hermeneutika Ricoeur sehingga alat dapat belajar memerhatikan nuansa emosional, bukan hanya literal. Terakhir, penelitian tambahan dapat mencakup studi longitudinal mengenai kepuasan pembaca terhadap terjemahan puisi yang dibuat dengan kombinasi CAT dan intervensi manual untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap persepsi estetika dan pemahaman teks.. Penerjemahan puisi dengan bantuan CAT tetap memerlukan intervensi manusia karena kompleksitas bahasa puisi.Mesin dapat menyajikan opsi terjemahan, tetapi makna dan estetika asli hanya dapat dipelihara melalui penilaian dan penyesuaian manual.Pengembangan CAT selanjutnya harus dirancang untuk mendukung interaksi manusia, bukan menggantikannya Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara hermeneutika dan teknologi dalam penerjemahan puisi dengan menggunakan Computer-Assisted Translation (CAT) Tool, khususnya Matecat. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan model analisis hermeneutika Ricoeur, yang terdiri dari tiga tahap: pertaruhan, verifikasi, dan transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Matecat memfasilitasi penerjemahan, campur tangan manusia tetap penting dalam mempertahankan makna dan aspek estetika puisi dengan memilih kata-kata yang tepat dalam bahasa sasaran. Keterlibatan manusia untuk membuat terjemahan puisi menjadi akurat, dapat diterima, dan mudah dibaca sangat diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan penerjemah manusia dalam penerjemahan sastra, khususnya puisi. Oleh... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-8c83a.webp" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-8c83a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-8c83a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-8c83a.webp 1x" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" alt="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-e3380.webp" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-e3380.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-e3380.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-e3380.webp 1x" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" alt="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-fb5f7.webp" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-fb5f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-fb5f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-fb5f7.webp 1x" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" alt="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47143-bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat" title="JURIS - Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool" target="_blank">Hermeneutics and Technology: Poetry Translation with CAT Tool</a>: Untuk memperluas pemahaman tentang peran manusia dalam penerjemahan puisi dengan teknologi, pertama-tama dapat diteliti bagaimana kendala kultural dan emosional memengaruhi pilihan kata pada translator yang beralih antar bahasa berbeda. Selanjutnya, dapat dieksplorasi efektivitas pelatihan mesin pembelajaran yang terintegrasi dengan model hermeneutika Ricoeur sehingga alat dapat belajar memerhatikan nuansa emosional, bukan hanya literal. Terakhir, penelitian tambahan dapat mencakup studi longitudinal mengenai kepuasan pembaca terhadap terjemahan puisi yang dibuat dengan kombinasi CAT dan intervensi manual untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap persepsi estetika dan pemahaman teks..
<br>Penerjemahan puisi dengan bantuan CAT tetap memerlukan intervensi manusia karena kompleksitas bahasa puisi.Mesin dapat menyajikan opsi terjemahan, tetapi makna dan estetika asli hanya dapat dipelihara melalui penilaian dan penyesuaian manual.Pengembangan CAT selanjutnya harus dirancang untuk mendukung interaksi manusia, bukan menggantikannya
<br>Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara hermeneutika dan teknologi dalam penerjemahan puisi dengan menggunakan Computer-Assisted Translation (CAT) Tool, khususnya Matecat. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan model analisis hermeneutika Ricoeur, yang terdiri dari tiga tahap: pertaruhan, verifikasi, dan transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Matecat memfasilitasi penerjemahan, campur tangan manusia tetap penting dalam mempertahankan makna dan aspek estetika puisi dengan memilih kata-kata yang tepat dalam bahasa sasaran. Keterlibatan manusia untuk membuat terjemahan puisi menjadi akurat, dapat diterima, dan mudah dibaca sangat diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan penerjemah manusia dalam penerjemahan sastra, khususnya puisi. Oleh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-8c83a.webp" type="image/webp" length="96244" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-8c83a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-e3380.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/bahasa-puisi-hermeneutics-cat-tool-poetry-translat-thumb-fb5f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-257-uniba.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18606-kompetensi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47147-minat-literasi-kritis-siswa-anak</link>
	<guid isPermaLink="false">f7b8fef9d252c9f66054dd4a1e08d55a</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 22:34:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurus308baru ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308maju ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308king ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurus308baru,jurus308king,jurus308maju]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan pertama adalah meneliti efek jangka panjang penerapan model pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap kemampuan membaca kritis siswa SD, dengan menggunakan metode eksperimental longitudinal. Saran kedua adalah menyelidiki keterkaitan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar: Saran penelitian lanjutan pertama adalah meneliti efek jangka panjang penerapan model pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap kemampuan membaca kritis siswa SD, dengan menggunakan metode eksperimental longitudinal. Saran kedua adalah menyelidiki keterkaitan antara partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran webbed dan peningkatan minat literasi anak, melalui survey dan observasi partisipatif. Saran ketiga adalah mengembangkan platform digital berbasis webbed yang dapat disesuaikan dengan kurikulum sekolah dasar, lalu mengevaluasi dampaknya terhadap motivasi belajar siswa melalui studi tindakan kualitatif. Ketiga saran ini memberikan pandangan holistik tentang pengembangan, implementasi, dan evaluasi model pembelajaran tipe webbed yang dapat dijadikan pedoman bagi kebijakan pendidikan di tingkat dasar.. Penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed dapat meningkatkan minat literasi siswa SD.Selain itu, model ini juga memperbaiki hasil belajar dan kemampuan literasi dalam mata pelajaran seperti matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.Keberhasilan penerapan model ini memerlukan perencanaan matang, pemilihan materi yang tepat, serta dukungan aktif dari guru dan orang tua Rendahnya literasi di Indonesia termasuk salah satu dari beberapa faktor yang menjadikan mutu pendidikan di Indonesia belum meningkat. Serta penggunaan model pembelajaran yang belum tepat juga menjadi pengaruh dalam mutu pendidikan. Sehingga untuk mengoptimalkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satu solusi yang bisa diadakan dengan mengaplikasikan model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi kepustakaan tentang analisis penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap minat literasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan 10 sumber artikel dari 10 tahun terakhir yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-aa8dc.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-aa8dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-aa8dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-aa8dc.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" alt="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-47cd7.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-47cd7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-47cd7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-47cd7.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" alt="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-2f871.webp" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-2f871.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-2f871.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-2f871.webp 1x" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" alt="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47147-minat-literasi-kritis-siswa-anak" title="JURIS - Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar" target="_blank">Analisis Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa Sekolah Dasar</a>: Saran penelitian lanjutan pertama adalah meneliti efek jangka panjang penerapan model pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap kemampuan membaca kritis siswa SD, dengan menggunakan metode eksperimental longitudinal. Saran kedua adalah menyelidiki keterkaitan antara partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran webbed dan peningkatan minat literasi anak, melalui survey dan observasi partisipatif. Saran ketiga adalah mengembangkan platform digital berbasis webbed yang dapat disesuaikan dengan kurikulum sekolah dasar, lalu mengevaluasi dampaknya terhadap motivasi belajar siswa melalui studi tindakan kualitatif. Ketiga saran ini memberikan pandangan holistik tentang pengembangan, implementasi, dan evaluasi model pembelajaran tipe webbed yang dapat dijadikan pedoman bagi kebijakan pendidikan di tingkat dasar..
<br>Penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed dapat meningkatkan minat literasi siswa SD.Selain itu, model ini juga memperbaiki hasil belajar dan kemampuan literasi dalam mata pelajaran seperti matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.Keberhasilan penerapan model ini memerlukan perencanaan matang, pemilihan materi yang tepat, serta dukungan aktif dari guru dan orang tua
<br>Rendahnya literasi di Indonesia termasuk salah satu dari beberapa faktor yang menjadikan mutu pendidikan di Indonesia belum meningkat. Serta penggunaan model pembelajaran yang belum tepat juga menjadi pengaruh dalam mutu pendidikan. Sehingga untuk mengoptimalkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satu solusi yang bisa diadakan dengan mengaplikasikan model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi kepustakaan tentang analisis penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap minat literasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan 10 sumber artikel dari 10 tahun terakhir yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-2f871.webp" type="image/webp" length="96386" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-aa8dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-47cd7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/minat-literasi-kritis-siswa-anak-usia-kemampuan-nu-thumb-2f871.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-257-uniba.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18606-kompetensi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Current Ratio Debt To Equity Ratio Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 2022 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Current Ratio Debt To Equity Ratio Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 2022 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Current Ratio Debt To Equity Ratio Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 2022 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47142-pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi</link>
	<guid isPermaLink="false">b2c8251f1efaffce04ac1dfe0061af66</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:55:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurus308baru ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308maju ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308king ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurus308baru,jurus308king,jurus308maju]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat memusatkan perhatian pada bagaimana peningkatan Return on Investment (ROI) dapat meningkatkan pertumbuhan laba di sektor Food & Beverage, dengan mengajukan pertanyaan tentang strategi investasi yang paling efektif dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food & Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022: Penelitian lanjutan dapat memusatkan perhatian pada bagaimana peningkatan Return on Investment (ROI) dapat meningkatkan pertumbuhan laba di sektor Food & Beverage, dengan mengajukan pertanyaan tentang strategi investasi yang paling efektif dalam konteks pasar modal Indonesia. Selanjutnya, perlu diteliti peran faktor eksternal seperti regulasi pasar modal dan fluktuasi harga bahan baku dalam memoderasi hubungan antara rasio keuangan dan pertumbuhan laba, sehingga dapat diidentifikasi variabel pengendalinya. Terakhir, disarankan untuk meneliti secara longitudinal efek perubahan kebijakan pemerintah terkait remitansi perusahaan manufaktur makanan dan minuman terhadap kinerja keuangan mereka, guna memahami dinamika jangka panjang dalam membangun strategi keuangan yang lebih resilien.. Secara simultan, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, dan Return on Investment tidak mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan Food & Beverage di BEI.Analisis parsial menunjukkan bahwa sebagian besar variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, kecuali Return on Investment yang menunjukkan hubungan positif yang kuat.Temuan ini menekankan perlunya manajemen keuangan yang lebih fokus pada peningkatan ROI untuk mendorong pertumbuhan laba, sambil meninjau kembali strategi penggunaan modal dan likuiditas Perusahaan manufaktur makanan merupakan segmen perdagangan yang aktif. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pengaruh faktor bebas terhadap variabel bawahan pada perusahaan Nourishment & Refreshments pada perdagangan saham Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS v26.0 pada enam perusahaan Food & Beverage yang terdaftar di BEI selama periode 2018Ac2022. Uji asumsi klasik, analisis regresi, dan uji hipotesis melalui F-test serta t-test dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan CR, DER, NPM, dan ROI... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-d5b14.webp" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-d5b14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-d5b14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-d5b14.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" alt="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-121cd.webp" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-121cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-121cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-121cd.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" alt="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-33b5f.webp" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-33b5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-33b5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-33b5f.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" alt="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47142-pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi" title="JURIS - Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food &amp; Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022" target="_blank">Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin dan Return On Invesment terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food & Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022</a>: Penelitian lanjutan dapat memusatkan perhatian pada bagaimana peningkatan Return on Investment (ROI) dapat meningkatkan pertumbuhan laba di sektor Food & Beverage, dengan mengajukan pertanyaan tentang strategi investasi yang paling efektif dalam konteks pasar modal Indonesia. Selanjutnya, perlu diteliti peran faktor eksternal seperti regulasi pasar modal dan fluktuasi harga bahan baku dalam memoderasi hubungan antara rasio keuangan dan pertumbuhan laba, sehingga dapat diidentifikasi variabel pengendalinya. Terakhir, disarankan untuk meneliti secara longitudinal efek perubahan kebijakan pemerintah terkait remitansi perusahaan manufaktur makanan dan minuman terhadap kinerja keuangan mereka, guna memahami dinamika jangka panjang dalam membangun strategi keuangan yang lebih resilien..
<br>Secara simultan, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, dan Return on Investment tidak mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan Food & Beverage di BEI.Analisis parsial menunjukkan bahwa sebagian besar variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, kecuali Return on Investment yang menunjukkan hubungan positif yang kuat.Temuan ini menekankan perlunya manajemen keuangan yang lebih fokus pada peningkatan ROI untuk mendorong pertumbuhan laba, sambil meninjau kembali strategi penggunaan modal dan likuiditas
<br>Perusahaan manufaktur makanan merupakan segmen perdagangan yang aktif. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pengaruh faktor bebas terhadap variabel bawahan pada perusahaan Nourishment & Refreshments pada perdagangan saham Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS v26.0 pada enam perusahaan Food & Beverage yang terdaftar di BEI selama periode 2018Ac2022. Uji asumsi klasik, analisis regresi, dan uji hipotesis melalui F-test serta t-test dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan CR, DER, NPM, dan ROI...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-33b5f.webp" type="image/webp" length="92738" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-d5b14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-121cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pertumbuhan-laba-current-ratio-debt-equity-roi-foo-thumb-33b5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-257-uniba.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18606-kompetensi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Work Family Conflict Assesment Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Work Family Conflict Assesment Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Work Family Conflict Assesment Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47128-instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch</link>
	<guid isPermaLink="false">cf5e023b6cd8856fcefba4d41ff03450</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:52:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai stabilitas instrumen WFC dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Kedua, aplikasikan Model Rasch pada sampel yang lebih luas dan diversifikasi, termasuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model: Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai stabilitas instrumen WFC dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Kedua, aplikasikan Model Rasch pada sampel yang lebih luas dan diversifikasi, termasuk pekerja nonAcformal dan lakiAclaki, guna menguji invariansi dan bias item antar kelompok. Ketiga, kembangkan modul intervensi berbasis hasil pengukuran WFC, menguji efektivitas program fleksibilitas kerja dan dukungan sosial dalam mengurangi konflik dan meningkatkan produktivitas.. Instrumen WFC terbukti valid, reliabel, dan unidimensional menurut Model Rasch.Sebagian besar item mematuhi kriteria kesesuaian model, dan reliabilitas item sangat tinggi.Instrumen ini layak digunakan sebagai alat pengukuran konflik kerjaAckeluarga dalam penelitian dan praktik Bimbingan dan Konseling Konflik kerjaAckeluarga (WFC) merupakan masalah psikososial yang muncul akibat ketidaksesuaian tuntutan peran kerja dan peran keluarga, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis individu. Dampak tinggi WFC menuntut ketersediaan instrumen pengukuran yang akurat, valid, dan reliabel. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas instrumen WFC dengan menggunakan Model Rasch. Sampel terdiri dari 60 perempuan bekerja, menikah, yang dipilih karena secara teoretis rentan mengalami konflik karena peran ganda. Instrumen dikembangkan berdasarkan kerangka Greenhaus dan Beutell, mencakup tiga dimensi: waktu, stres, dan perilaku, dengan format respons Likert. Analisis data menggunakan Winsteps mengevaluasi kesesuaian item, reliabilitas, dan unidimensionalitas. Hasil menunjukkan bahwa 19 dari 22 item valid, reliabilitas item sangat tinggi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp 1x" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" alt="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp 1x" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" alt="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp 1x" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" alt="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47128-instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch" title="JURIS - Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model" target="_blank">Work-Family Conflict Assesment: Instrument Validity and Reliability Testing Using the Rasch Model</a>: Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai stabilitas instrumen WFC dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Kedua, aplikasikan Model Rasch pada sampel yang lebih luas dan diversifikasi, termasuk pekerja nonAcformal dan lakiAclaki, guna menguji invariansi dan bias item antar kelompok. Ketiga, kembangkan modul intervensi berbasis hasil pengukuran WFC, menguji efektivitas program fleksibilitas kerja dan dukungan sosial dalam mengurangi konflik dan meningkatkan produktivitas..
<br>Instrumen WFC terbukti valid, reliabel, dan unidimensional menurut Model Rasch.Sebagian besar item mematuhi kriteria kesesuaian model, dan reliabilitas item sangat tinggi.Instrumen ini layak digunakan sebagai alat pengukuran konflik kerjaAckeluarga dalam penelitian dan praktik Bimbingan dan Konseling
<br>Konflik kerjaAckeluarga (WFC) merupakan masalah psikososial yang muncul akibat ketidaksesuaian tuntutan peran kerja dan peran keluarga, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis individu. Dampak tinggi WFC menuntut ketersediaan instrumen pengukuran yang akurat, valid, dan reliabel. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas instrumen WFC dengan menggunakan Model Rasch. Sampel terdiri dari 60 perempuan bekerja, menikah, yang dipilih karena secara teoretis rentan mengalami konflik karena peran ganda. Instrumen dikembangkan berdasarkan kerangka Greenhaus dan Beutell, mencakup tiga dimensi: waktu, stres, dan perilaku, dengan format respons Likert. Analisis data menggunakan Winsteps mengevaluasi kesesuaian item, reliabilitas, dan unidimensionalitas. Hasil menunjukkan bahwa 19 dari 22 item valid, reliabilitas item sangat tinggi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" type="image/webp" length="96832" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-7e3cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-a73e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/instrumen-analisis-data-work-family-conflict-rasch-thumb-cef66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non Muslim Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non Muslim Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non Muslim Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47140-kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-m</link>
	<guid isPermaLink="false">3c87bfb3931e207a968b1acf33c75030</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:26:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana perbandingan efektivitas model organisasi pembelajaran antara perguruan tinggi Islam dan nonAcIslam dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa nonAcMuslim? 2. Dalam konteks kebijakan liburan, bagaimana pengaruh penyesuaian jadwal akademik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students: 1. Bagaimana perbandingan efektivitas model organisasi pembelajaran antara perguruan tinggi Islam dan nonAcIslam dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa nonAcMuslim? 2. Dalam konteks kebijakan liburan, bagaimana pengaruh penyesuaian jadwal akademik terhadap partisipasi aktif mahasiswa nonAcMuslim dalam kegiatan penelitian dan seminar? 3. Sejauh mana penerapan sistem mentoring berbasis peerAclearning dapat mengoptimalkan waktu dosen dan meningkatkan kualitas interaksi pedagogis bagi mahasiswa nonAcMuslim?. Penguatan budaya akademik melalui organisasi pembelajaran di Institut AlAcMa'arif Way Kanan dilakukan melalui empat strategi utama.partisipasi aktif mahasiswa dalam pembelajaran, keterlibatan dalam seminar dan forum ilmiah, pengembangan budaya berbagi dan belajar kolektif, serta penciptaan iklim akademik inklusif.Faktor penghambat termasuk waktu terbatas dosen, rendahnya motivasi mahasiswa, dan kebijakan liburan yang kurang mendukung.Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan organisasi pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas akademik mahasiswa nonAcMuslim dan menghasilkan peningkatan kemampuan berpikir tinggi.Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian komparatif dan evaluasi dampak jangka panjang serta strategi peningkatan motivasi dan optimasi waktu dosen Lembaga pendidikan tinggi diwajibkan untuk berubah menjadi organisasi pembelajaran adaptif agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman dan memperkuat budaya akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan budaya akademik di kalangan mahasiswa nonAcMuslim di Institut AlAcMa'arif Way Kanan melalui organisasi pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses tersebut. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi, serta mengaplikasikan analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan budaya akademik menumbuhkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-ad98c.webp" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-ad98c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-ad98c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-ad98c.webp 1x" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" alt="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-1b831.webp" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-1b831.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-1b831.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-1b831.webp 1x" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" alt="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-937d0.webp" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-937d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-937d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-937d0.webp 1x" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" alt="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47140-kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-m" title="JURIS - Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students" target="_blank">Strengthening Academic Culture Through Learning Organizations Among Non-Muslim Students</a>: 1. Bagaimana perbandingan efektivitas model organisasi pembelajaran antara perguruan tinggi Islam dan nonAcIslam dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa nonAcMuslim? 2. Dalam konteks kebijakan liburan, bagaimana pengaruh penyesuaian jadwal akademik terhadap partisipasi aktif mahasiswa nonAcMuslim dalam kegiatan penelitian dan seminar? 3. Sejauh mana penerapan sistem mentoring berbasis peerAclearning dapat mengoptimalkan waktu dosen dan meningkatkan kualitas interaksi pedagogis bagi mahasiswa nonAcMuslim?.
<br>Penguatan budaya akademik melalui organisasi pembelajaran di Institut AlAcMa'arif Way Kanan dilakukan melalui empat strategi utama.partisipasi aktif mahasiswa dalam pembelajaran, keterlibatan dalam seminar dan forum ilmiah, pengembangan budaya berbagi dan belajar kolektif, serta penciptaan iklim akademik inklusif.Faktor penghambat termasuk waktu terbatas dosen, rendahnya motivasi mahasiswa, dan kebijakan liburan yang kurang mendukung.Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan organisasi pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas akademik mahasiswa nonAcMuslim dan menghasilkan peningkatan kemampuan berpikir tinggi.Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian komparatif dan evaluasi dampak jangka panjang serta strategi peningkatan motivasi dan optimasi waktu dosen
<br>Lembaga pendidikan tinggi diwajibkan untuk berubah menjadi organisasi pembelajaran adaptif agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman dan memperkuat budaya akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan budaya akademik di kalangan mahasiswa nonAcMuslim di Institut AlAcMa'arif Way Kanan melalui organisasi pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses tersebut. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi, serta mengaplikasikan analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan budaya akademik menumbuhkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-ad98c.webp" type="image/webp" length="113896" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-ad98c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-1b831.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/kualitas-interaksi-akademik-iklim-aktif-mahasiswa-thumb-937d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ RELIGIOUS BASED MANAGEMENT Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ RELIGIOUS BASED MANAGEMENT Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ RELIGIOUS BASED MANAGEMENT Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47138-pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi</link>
	<guid isPermaLink="false">bb10279bc86d806d324f09c4b3025c85</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:24:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Menyelidiki bagaimana efek jangka panjang dari integrasi nilai spiritual QurAoan dan Hadis terhadap perkembangan karakter kepemimpinan siswa di pendidikan Salafi, dengan pendekatan longitudinal yang memantau transformasi nilai sejak masuk sekolah hingga ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok): 1) Menyelidiki bagaimana efek jangka panjang dari integrasi nilai spiritual QurAoan dan Hadis terhadap perkembangan karakter kepemimpinan siswa di pendidikan Salafi, dengan pendekatan longitudinal yang memantau transformasi nilai sejak masuk sekolah hingga lulus. 2) Mengkaji dampak inovasi metode belajar non-tradisionalAimisalnya blended learning berbasis teknologiAidalam meningkatkan pemahaman dan penerapan akhlak AsAcSunnah, sambil tetap mempertahankan esensi tutorAcmurid lahiran. 3) Mengevaluasi hubungan antara akomodasi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan tingkat retensi serta prestasi akademik, guna mengidentifikasi strategi optimal penyusunan modul diferensiasi yang memaksimalkan potensi masingAcmasing siswa. Semua studi di atas diharapkan dapat memperkaya perspektif implementasi kebijakan pendidikan Salafi yang seimbang antara tradisi dan modernitas.. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa religiositas sebagai dasar pengembangan kurikulum di pendidikan Salafi di Lombok Timur menegaskan peran nilai spiritual QurAoan dan Hadis, menekankan aqidah, sharia, dan akhlak AsAcSunnah, serta memanfaatkan metode belajar seperti talaqqi, musyafahah, halaqah, dan memorisasi sebagai bagian inti, dengan evaluasi melalui ujian lisan, buku, pengamatan moral, serta laporan ibadah, sekaligus memfasilitasi akomodasi kurikulum dengan kebutuhan siswa dan regulasi nasional, sehingga memelihara identitas Salafi sambil tetap relevan dengan tuntutan pendidikan modern Artikel ini membahas peranan agama sebagai dasar pengembangan kurikulum di pendidikan Salafi di Lombok Timur. Penelitian kualitatif dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan analisis dokumen. Data dianalisis menurut prosedur Milles dan Haberman. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum didasarkan pada nilai spiritual QurAoan dan Hadis, menekankan aqidah, sharia, dan akhlak AsAcSunnah, serta metode belajar seperti talaqqi, musyafahah, halaqah, dan memorisasi. Evaluasi penilaian meliputi ujian lisan, buku, pengamatan moral, dan laporan ibadah. Selain itu, ditemukan proses akomodasi dan adaptasi kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa serta regulasi kurikulum nasional. Penelitian menegaskan bahwa religiositas berfungsi sebagai fondasi, panduan, dan indikator pencapaian pembelajaran. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-6294e.webp" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-6294e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-6294e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-6294e.webp 1x" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" alt="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-ef790.webp" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-ef790.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-ef790.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-ef790.webp 1x" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" alt="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-94841.webp" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-94841.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-94841.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-94841.webp 1x" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" alt="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47138-pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi" title="JURIS - RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)" target="_blank">RELIGIOUS BASED MANAGEMENT (Religiosity as the Basis for Developing Salafi Education Curriculum Management in East Lombok)</a>: 1) Menyelidiki bagaimana efek jangka panjang dari integrasi nilai spiritual QurAoan dan Hadis terhadap perkembangan karakter kepemimpinan siswa di pendidikan Salafi, dengan pendekatan longitudinal yang memantau transformasi nilai sejak masuk sekolah hingga lulus. 2) Mengkaji dampak inovasi metode belajar non-tradisionalAimisalnya blended learning berbasis teknologiAidalam meningkatkan pemahaman dan penerapan akhlak AsAcSunnah, sambil tetap mempertahankan esensi tutorAcmurid lahiran. 3) Mengevaluasi hubungan antara akomodasi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan tingkat retensi serta prestasi akademik, guna mengidentifikasi strategi optimal penyusunan modul diferensiasi yang memaksimalkan potensi masingAcmasing siswa. Semua studi di atas diharapkan dapat memperkaya perspektif implementasi kebijakan pendidikan Salafi yang seimbang antara tradisi dan modernitas..
<br>Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa religiositas sebagai dasar pengembangan kurikulum di pendidikan Salafi di Lombok Timur menegaskan peran nilai spiritual QurAoan dan Hadis, menekankan aqidah, sharia, dan akhlak AsAcSunnah, serta memanfaatkan metode belajar seperti talaqqi, musyafahah, halaqah, dan memorisasi sebagai bagian inti, dengan evaluasi melalui ujian lisan, buku, pengamatan moral, serta laporan ibadah, sekaligus memfasilitasi akomodasi kurikulum dengan kebutuhan siswa dan regulasi nasional, sehingga memelihara identitas Salafi sambil tetap relevan dengan tuntutan pendidikan modern
<br>Artikel ini membahas peranan agama sebagai dasar pengembangan kurikulum di pendidikan Salafi di Lombok Timur. Penelitian kualitatif dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan analisis dokumen. Data dianalisis menurut prosedur Milles dan Haberman. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum didasarkan pada nilai spiritual QurAoan dan Hadis, menekankan aqidah, sharia, dan akhlak AsAcSunnah, serta metode belajar seperti talaqqi, musyafahah, halaqah, dan memorisasi. Evaluasi penilaian meliputi ujian lisan, buku, pengamatan moral, dan laporan ibadah. Selain itu, ditemukan proses akomodasi dan adaptasi kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa serta regulasi kurikulum nasional. Penelitian menegaskan bahwa religiositas berfungsi sebagai fondasi, panduan, dan indikator pencapaian pembelajaran.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-94841.webp" type="image/webp" length="93672" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-6294e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-ef790.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/pengembangan-kurikulum-adaptasi-strategi-prestasi-thumb-94841.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Leadership and AI Integration in Higher Education Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Leadership and AI Integration in Higher Education Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Leadership and AI Integration in Higher Education Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47136-desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen</link>
	<guid isPermaLink="false">638d0a66a11be5a4d0ad3b62c757fa84</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:55:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ duna izfanna ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy yusdiana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,duna,emy,izfanna,main,yusdiana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan dimensi pedagogis, teknologi, etika, dan sosial: Penelitian masa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan dimensi pedagogis, teknologi, etika, dan sosial: Penelitian masa depan dapat merancang dan menguji kerangka kerja integratif yang menyatukan dimensi-dimensi ini. Kerangka kerja ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi, pedagogi, dan faktor sosial saling berinteraksi dan mempengaruhi kualitas pendidikan. 2. Melakukan studi komparatif lintas wilayah dengan tingkat kesiapan digital yang berbeda: Perbandingan antara negara-negara berkembang dan maju dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan solusi yang spesifik konteks. Studi komparatif seperti itu dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan kesetaraan pendidikan.3. Melakukan penelitian kualitatif dan campuran yang lebih dalam untuk menangkap nuansa praktik kelas, persepsi pengguna, dan perubahan institusional: Penelitian kualitatif dan campuran dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman hidup siswa, guru, dan institusi dalam mengadopsi AI. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang yang unik dalam konteks tertentu, serta strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi.. Temuan dari tinjauan literatur sistematis (TLS) ini menawarkan akun yang luas namun nuansa tentang bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) telah terintegrasi ke dalam pendidikan, khususnya dalam hal akses, kesetaraan, dan kualitas.Selain hanya mengatalogkan karya sebelumnya, tinjauan ini merefleksikan secara kritis bagaimana tema-tema ini bersinggungan, menyimpang, dan kadang-kadang meninggalkan pertanyaan penting yang belum terjawab.Berbeda dengan sintesis sebelumnya, yang cenderung berkonsentrasi sempit pada fungsi teknologi, tinjauan ini menempatkan AI dalam lanskap sosial-pedagogis dan etika yang lebih luas, sehingga memberikan wawasan segar tentang perannya yang transformasional namun kontroversial dalam pendidikan global.Pengamatan konsisten di seluruh literatur yang ditinjau adalah kehadiran tiga tema yang saling terkait.akses ke pendidikan, kesetaraan dalam kesempatan belajar, dan peningkatan kualitas.Penekanan ini sejalan dengan analisis sebelumnya oleh Liu et al.(2022) dan Lei & Tang (2023), yang menunjukkan cara AI dapat menyesuaikan pembelajaran dan mengotomatisasi penilaian untuk meningkatkan hasil pendidikan.Namun, tinjauan ini memperluas temuan studi tersebut dengan menekankan implikasi sistemik dari adopsi AI, termasuk potensinya untuk merestrukturisasi arsitektur sistem pendidikan secara keseluruhan daripada mengoptimalkan praktik kelas.Temuan menarik dari karya-karya terbaru yang berfokus pada kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa (Tolentino et al., 2024) menambahkan nuansa pada perdebatan lama yang terutama menekankan infrastruktur dan akses (OECD, 2019).Apa yang muncul di sini adalah pengakuan bahwa adopsi AI yang sukses bukanlah pencapaian teknis semata, tetapi proses yang sangat berpusat pada manusia, dimediasi oleh kepercayaan, pelatihan, dan identitas profesional pendidik.Hal ini mewakili pergeseran yang signifikan dari penelitian sebelumnya, di mana dimensi manusia sering kali dianggap sekunder terhadap kemampuan teknologi.Distribusi geografis studi memberikan lapisan interpretasi yang penting lainnya.Dalam konteks berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand, literatur memprioritaskan pelatihan guru dan kesiapan infrastruktur (Songkram et al.Sebaliknya, di ekonomi maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, fokusnya adalah pada desain kurikulum ulang (Alenezi & Alfaleh, 2024).Kontras ini sejalan dengan laporan institusional oleh UNESCO 2021 dan World Bank 2020, yang juga menyoroti kesenjangan digital yang tajam (UNESCO, 2021).Namun, apa yang membedakan tinjauan ini adalah penekanan empirisnya.Menyintesiskan studi peer-reviewed daripada dokumen kebijakan saja, ia menambahkan nuansa pemahaman kita tentang bagaimana kesenjangan ini materialisasi dalam praktik.Menariknya, bukti menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat memang mengurangi ketidaksamaan, efektivitasnya sangat tergantung pada ekosistem lokal kebijakan, budaya, dan dukungan institusional.Pengamatan ini bertentangan dengan argumen sebelumnya oleh Moher et al.(2009), yang berpendapat bahwa teknologi sendiri tidak dapat menyempitkan kesenjangan pendidikan.Temuan di sini menunjukkan bahwa, di bawah kondisi yang tepat, platform yang diaktifkan AI dapat mengurangi hambatan akses, meskipun diakui tidak seragam di semua konteks.Dari perspektif metodologis, ketergantungan yang berat pada pendekatan kuantitatif, terutama Model Persamaan Struktural (SEM) dan Analisis Faktor Eksploratori (EFA), tidak mengejutkan dan tetap sejalan dengan meta-analisis sebelumnya (Priscilla Josierra Liora et al.Namun, tinjauan ini menyoroti masalah yang kurang dibahas.homogenitas metodologis seperti itu berisiko mengaburkan realitas sosial kompleks dari integrasi AI.Terutama, absennya desain longitudinal dan kualitatif membatasi kemampuan kita untuk menilai tidak hanya hubungan kausal tetapi juga pengalaman hidup siswa dan guru yang menavigasi transformasi yang didorong AI.Secara teoritis, bidang ini tetap berlabuh pada kerangka kerja seperti Pengetahuan Pedagogis Konten Teknologi (TPACK), Model Penerimaan Teknologi (TAM), dan Teori Kognitif Sosial.Model-model ini, meskipun berpengaruh (Zulianti et al., 2025), mengungkapkan titik buta tertentu ketika disorot di bawah temuan tinjauan ini.Misalnya, ketergantungan TAM pada konstruk seperti "kegunaan yang dirasakan" dan "kemudahan penggunaan" tampaknya tidak cukup untuk menjelaskan pola adopsi dalam konteks yang dibentuk oleh hierarki sosial-budaya dan kendala infrastruktur.Demikian pula, meskipun TPACK membantu menghubungkan pedagogi, konten, dan teknologi, ia mengatakan sedikit tentang tantangan etika dari bias algoritma atau inklusivitas pembelajar yang terpinggirkan (Brown et al.Oleh karena itu, tinjauan ini memperluas temuan aplikasi teoritis sebelumnya dengan menyarankan bahwa model hibrida diperlukan dengan mendesak model yang menggabungkan kerangka kerja teknologi dengan perspektif yang berorientasi pada kesetaraan dan etika.Integrasi seperti itu beresonansi dengan pedagogi kritis Freire (1970), yang memajukan pemberdayaan dan keadilan, dan sejalan dengan panggilan Selwyn (2021) untuk pendekatan yang lebih holistik terhadap teknologi pendidikan.Dimensi penting lainnya adalah ketegangan etis yang melekat dalam adopsi AI.Studi yang ditinjau secara konsisten mendokumentasikan kekhawatiran tentang bias algoritma, privasi, dan akses yang tidak merata.Temuan ini jelas sejalan dengan perdebatan global yang sedang berlangsung tentang etika AI (Panduan, 2021) dan peringatan Brown et al.(2022) bahwa tanpa pemerintahan yang hati-hati, AI dapat memperburuk daripada meringankan ketidaksamaan pendidikan.Namun, tinjauan ini menambahkan nuansa pada kekhawatiran tersebut dengan menunjukkan bagaimana masalah etis didistribusikan secara tidak merata.Di konteks berkembang, privasi dan perlindungan data mendominasi diskusi, sedangkan di pengaturan berkembang, masalah paling mendesak berputar di sekitar kelangkaan infrastruktur dan algoritma yang tidak peka budaya.Perbedaan geografis ini, jarang ditekankan dalam sintesis sebelumnya, menyoroti pentingnya menempatkan etika AI dalam konteks sosio-politik tertentu daripada mengobati mereka sebagai tantangan yang identik secara universal.Tinjauan ini menawarkan perspektif yang baru dengan menghubungkan secara sistematis titik-titik antara akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan berbasis AI.Berbeda dengan tinjauan sebelumnya, yang sering kali memeriksa dimensi ini secara terpisah, sintesis saat ini menunjukkan bagaimana mereka sangat terjalin dan saling memperkuat.Khususnya kurang dipelajari dalam penelitian sebelumnya adalah peran pertimbangan sosial-budaya dan etika, yang dibawa ke depan oleh tinjauan ini.Selain itu, perhatian terhadap variabel yang berpusat pada manusia seperti kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa mewakili keberangkatan yang signifikan dari akun deterministik teknologi.Dengan menekankan faktor-faktor ini, tinjauan ini merestrukturisasi adopsi AI bukan sebagai barisan kemajuan yang tak terelakkan tetapi sebagai proses yang dinegosiasikan yang dibentuk oleh agen manusia.Akhirnya, cakupan komparatif yang mencakup baik daerah berkembang dan berkembang mengatasi ketidakseimbangan yang berkelanjutan dalam literatur, di mana pengaturan teknologi maju cenderung mendominasi narasi akademik.Inklusivitas ini memperkuat keunikan tinjauan ini dan meningkatkan kontribusinya terhadap bidang ini Transformasi digital telah mengubah perdebatan tentang akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan tinggi, dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai penggerak utama. Studi ini menyintesiskan literatur yang ada untuk memeriksa persimpangan antara integrasi AI, kepemimpinan digital, kompetensi pedagogis, dan praktik yang berorientasi pada kesetaraan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) dengan kerangka PRISMA, studi ini menganalisis 69 artikel peer-reviewed (2022-2025) dari basis data Scopus dan Watase.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp 1x" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" alt="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp 1x" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" alt="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp 1x" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" alt="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47136-desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen" title="JURIS - Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education" target="_blank">Digital Leadership and AI Integration in Higher Education: Toward a Holistic Framework for Sustainable Quality Education</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan kerangka kerja holistik yang menggabungkan dimensi pedagogis, teknologi, etika, dan sosial: Penelitian masa depan dapat merancang dan menguji kerangka kerja integratif yang menyatukan dimensi-dimensi ini. Kerangka kerja ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi, pedagogi, dan faktor sosial saling berinteraksi dan mempengaruhi kualitas pendidikan. 2. Melakukan studi komparatif lintas wilayah dengan tingkat kesiapan digital yang berbeda: Perbandingan antara negara-negara berkembang dan maju dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan solusi yang spesifik konteks. Studi komparatif seperti itu dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan kesetaraan pendidikan.3. Melakukan penelitian kualitatif dan campuran yang lebih dalam untuk menangkap nuansa praktik kelas, persepsi pengguna, dan perubahan institusional: Penelitian kualitatif dan campuran dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman hidup siswa, guru, dan institusi dalam mengadopsi AI. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang yang unik dalam konteks tertentu, serta strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi..
<br>Temuan dari tinjauan literatur sistematis (TLS) ini menawarkan akun yang luas namun nuansa tentang bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) telah terintegrasi ke dalam pendidikan, khususnya dalam hal akses, kesetaraan, dan kualitas.Selain hanya mengatalogkan karya sebelumnya, tinjauan ini merefleksikan secara kritis bagaimana tema-tema ini bersinggungan, menyimpang, dan kadang-kadang meninggalkan pertanyaan penting yang belum terjawab.Berbeda dengan sintesis sebelumnya, yang cenderung berkonsentrasi sempit pada fungsi teknologi, tinjauan ini menempatkan AI dalam lanskap sosial-pedagogis dan etika yang lebih luas, sehingga memberikan wawasan segar tentang perannya yang transformasional namun kontroversial dalam pendidikan global.Pengamatan konsisten di seluruh literatur yang ditinjau adalah kehadiran tiga tema yang saling terkait.akses ke pendidikan, kesetaraan dalam kesempatan belajar, dan peningkatan kualitas.Penekanan ini sejalan dengan analisis sebelumnya oleh Liu et al.(2022) dan Lei & Tang (2023), yang menunjukkan cara AI dapat menyesuaikan pembelajaran dan mengotomatisasi penilaian untuk meningkatkan hasil pendidikan.Namun, tinjauan ini memperluas temuan studi tersebut dengan menekankan implikasi sistemik dari adopsi AI, termasuk potensinya untuk merestrukturisasi arsitektur sistem pendidikan secara keseluruhan daripada mengoptimalkan praktik kelas.Temuan menarik dari karya-karya terbaru yang berfokus pada kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa (Tolentino et al., 2024) menambahkan nuansa pada perdebatan lama yang terutama menekankan infrastruktur dan akses (OECD, 2019).Apa yang muncul di sini adalah pengakuan bahwa adopsi AI yang sukses bukanlah pencapaian teknis semata, tetapi proses yang sangat berpusat pada manusia, dimediasi oleh kepercayaan, pelatihan, dan identitas profesional pendidik.Hal ini mewakili pergeseran yang signifikan dari penelitian sebelumnya, di mana dimensi manusia sering kali dianggap sekunder terhadap kemampuan teknologi.Distribusi geografis studi memberikan lapisan interpretasi yang penting lainnya.Dalam konteks berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand, literatur memprioritaskan pelatihan guru dan kesiapan infrastruktur (Songkram et al.Sebaliknya, di ekonomi maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, fokusnya adalah pada desain kurikulum ulang (Alenezi & Alfaleh, 2024).Kontras ini sejalan dengan laporan institusional oleh UNESCO 2021 dan World Bank 2020, yang juga menyoroti kesenjangan digital yang tajam (UNESCO, 2021).Namun, apa yang membedakan tinjauan ini adalah penekanan empirisnya.Menyintesiskan studi peer-reviewed daripada dokumen kebijakan saja, ia menambahkan nuansa pemahaman kita tentang bagaimana kesenjangan ini materialisasi dalam praktik.Menariknya, bukti menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat memang mengurangi ketidaksamaan, efektivitasnya sangat tergantung pada ekosistem lokal kebijakan, budaya, dan dukungan institusional.Pengamatan ini bertentangan dengan argumen sebelumnya oleh Moher et al.(2009), yang berpendapat bahwa teknologi sendiri tidak dapat menyempitkan kesenjangan pendidikan.Temuan di sini menunjukkan bahwa, di bawah kondisi yang tepat, platform yang diaktifkan AI dapat mengurangi hambatan akses, meskipun diakui tidak seragam di semua konteks.Dari perspektif metodologis, ketergantungan yang berat pada pendekatan kuantitatif, terutama Model Persamaan Struktural (SEM) dan Analisis Faktor Eksploratori (EFA), tidak mengejutkan dan tetap sejalan dengan meta-analisis sebelumnya (Priscilla Josierra Liora et al.Namun, tinjauan ini menyoroti masalah yang kurang dibahas.homogenitas metodologis seperti itu berisiko mengaburkan realitas sosial kompleks dari integrasi AI.Terutama, absennya desain longitudinal dan kualitatif membatasi kemampuan kita untuk menilai tidak hanya hubungan kausal tetapi juga pengalaman hidup siswa dan guru yang menavigasi transformasi yang didorong AI.Secara teoritis, bidang ini tetap berlabuh pada kerangka kerja seperti Pengetahuan Pedagogis Konten Teknologi (TPACK), Model Penerimaan Teknologi (TAM), dan Teori Kognitif Sosial.Model-model ini, meskipun berpengaruh (Zulianti et al., 2025), mengungkapkan titik buta tertentu ketika disorot di bawah temuan tinjauan ini.Misalnya, ketergantungan TAM pada konstruk seperti "kegunaan yang dirasakan" dan "kemudahan penggunaan" tampaknya tidak cukup untuk menjelaskan pola adopsi dalam konteks yang dibentuk oleh hierarki sosial-budaya dan kendala infrastruktur.Demikian pula, meskipun TPACK membantu menghubungkan pedagogi, konten, dan teknologi, ia mengatakan sedikit tentang tantangan etika dari bias algoritma atau inklusivitas pembelajar yang terpinggirkan (Brown et al.Oleh karena itu, tinjauan ini memperluas temuan aplikasi teoritis sebelumnya dengan menyarankan bahwa model hibrida diperlukan dengan mendesak model yang menggabungkan kerangka kerja teknologi dengan perspektif yang berorientasi pada kesetaraan dan etika.Integrasi seperti itu beresonansi dengan pedagogi kritis Freire (1970), yang memajukan pemberdayaan dan keadilan, dan sejalan dengan panggilan Selwyn (2021) untuk pendekatan yang lebih holistik terhadap teknologi pendidikan.Dimensi penting lainnya adalah ketegangan etis yang melekat dalam adopsi AI.Studi yang ditinjau secara konsisten mendokumentasikan kekhawatiran tentang bias algoritma, privasi, dan akses yang tidak merata.Temuan ini jelas sejalan dengan perdebatan global yang sedang berlangsung tentang etika AI (Panduan, 2021) dan peringatan Brown et al.(2022) bahwa tanpa pemerintahan yang hati-hati, AI dapat memperburuk daripada meringankan ketidaksamaan pendidikan.Namun, tinjauan ini menambahkan nuansa pada kekhawatiran tersebut dengan menunjukkan bagaimana masalah etis didistribusikan secara tidak merata.Di konteks berkembang, privasi dan perlindungan data mendominasi diskusi, sedangkan di pengaturan berkembang, masalah paling mendesak berputar di sekitar kelangkaan infrastruktur dan algoritma yang tidak peka budaya.Perbedaan geografis ini, jarang ditekankan dalam sintesis sebelumnya, menyoroti pentingnya menempatkan etika AI dalam konteks sosio-politik tertentu daripada mengobati mereka sebagai tantangan yang identik secara universal.Tinjauan ini menawarkan perspektif yang baru dengan menghubungkan secara sistematis titik-titik antara akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan berbasis AI.Berbeda dengan tinjauan sebelumnya, yang sering kali memeriksa dimensi ini secara terpisah, sintesis saat ini menunjukkan bagaimana mereka sangat terjalin dan saling memperkuat.Khususnya kurang dipelajari dalam penelitian sebelumnya adalah peran pertimbangan sosial-budaya dan etika, yang dibawa ke depan oleh tinjauan ini.Selain itu, perhatian terhadap variabel yang berpusat pada manusia seperti kepercayaan diri guru dan adaptabilitas siswa mewakili keberangkatan yang signifikan dari akun deterministik teknologi.Dengan menekankan faktor-faktor ini, tinjauan ini merestrukturisasi adopsi AI bukan sebagai barisan kemajuan yang tak terelakkan tetapi sebagai proses yang dinegosiasikan yang dibentuk oleh agen manusia.Akhirnya, cakupan komparatif yang mencakup baik daerah berkembang dan berkembang mengatasi ketidakseimbangan yang berkelanjutan dalam literatur, di mana pengaturan teknologi maju cenderung mendominasi narasi akademik.Inklusivitas ini memperkuat keunikan tinjauan ini dan meningkatkan kontribusinya terhadap bidang ini
<br>Transformasi digital telah mengubah perdebatan tentang akses, kesetaraan, dan kualitas dalam pendidikan tinggi, dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai penggerak utama. Studi ini menyintesiskan literatur yang ada untuk memeriksa persimpangan antara integrasi AI, kepemimpinan digital, kompetensi pedagogis, dan praktik yang berorientasi pada kesetaraan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) dengan kerangka PRISMA, studi ini menganalisis 69 artikel peer-reviewed (2022-2025) dari basis data Scopus dan Watase....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" type="image/webp" length="106256" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-ea843.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-599df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/desain-kurikulum-ai-etika-adopsi-independen-studi-thumb-6eaaa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4654-iuqibogor.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18587-slot777-situs-slot-gacor-anti-kalah-apk-slot-dana-maxwin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47148-desain-grafis-canva-pelatihan</link>
	<guid isPermaLink="false">6cdea164c8b41d6f20026764aa911ec2</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:50:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurus308baru ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308maju ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308king ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurus308baru,jurus308king,jurus308maju]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, meneliti lebih lanjut tentang dampak pelatihan desain grafis terhadap peningkatan ekonomi peserta pelatihan dan masyarakat secara keseluruhan. Kedua, mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, meneliti lebih lanjut tentang dampak pelatihan desain grafis terhadap peningkatan ekonomi peserta pelatihan dan masyarakat secara keseluruhan. Kedua, mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan desain grafis, seperti penggunaan teknologi dan metode pembelajaran yang inovatif. Ketiga, melakukan studi komparatif antara pelatihan desain grafis di LKP Cendana dengan lembaga pelatihan lainnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan dan dampak jangka panjangnya.. Pelatihan merupakan jenis pendidikan nonformal yang dilaksanakan untuk memberikan bekal kecakapan terhadap masyarakat.Salah satu pelatihan adalah pelatihan desain grafis yang dilaksanakan oleh LKP Cendana.Pada pelaksanaannya, pelatihan desain grafis di LKP Cendana memberikan dampak berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan desain grafis peserta pelatihan.Selain itu, peserta program mendapatkan dampak positif berupa perubahan dampak ekonomi karena peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat diterima kerja maupun membuka usaha desain grafis sendiri Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelatihan desain grafis sebagai upaya bagi peserta pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cendana Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu menganalisis secara mendalam tentang dampak pelatihan desain grafis di LKP Cendana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pelatihan desain grafis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta program. Selain itu, pelatihan desain grafis memberikan dampak positif berupa peningkatan ekonomi masyarakat atau peserta program desain grafis. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-89270.webp" title="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-89270.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-89270.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-89270.webp 1x" title="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" alt="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-ea0ae.webp" title="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-ea0ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-ea0ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-ea0ae.webp 1x" title="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" alt="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47148-desain-grafis-canva-pelatihan" title="JURIS - Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda" target="_blank">Dampak Pelatihan Desain Grafis Bagi Peserta Pelatihan di LKP Cendana Kota Samarinda</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, meneliti lebih lanjut tentang dampak pelatihan desain grafis terhadap peningkatan ekonomi peserta pelatihan dan masyarakat secara keseluruhan. Kedua, mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan desain grafis, seperti penggunaan teknologi dan metode pembelajaran yang inovatif. Ketiga, melakukan studi komparatif antara pelatihan desain grafis di LKP Cendana dengan lembaga pelatihan lainnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan dan dampak jangka panjangnya..
<br>Pelatihan merupakan jenis pendidikan nonformal yang dilaksanakan untuk memberikan bekal kecakapan terhadap masyarakat.Salah satu pelatihan adalah pelatihan desain grafis yang dilaksanakan oleh LKP Cendana.Pada pelaksanaannya, pelatihan desain grafis di LKP Cendana memberikan dampak berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan desain grafis peserta pelatihan.Selain itu, peserta program mendapatkan dampak positif berupa perubahan dampak ekonomi karena peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat diterima kerja maupun membuka usaha desain grafis sendiri
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelatihan desain grafis sebagai upaya bagi peserta pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cendana Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu menganalisis secara mendalam tentang dampak pelatihan desain grafis di LKP Cendana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pelatihan desain grafis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta program. Selain itu, pelatihan desain grafis memberikan dampak positif berupa peningkatan ekonomi masyarakat atau peserta program desain grafis.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-ea0ae.webp" type="image/webp" length="101318" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-89270.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/desain-grafis-canva-pelatihan-kecakapan-keterampil-thumb-ea0ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-257-uniba.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18606-kompetensi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa Studi Korelasional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa Studi Korelasional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa Studi Korelasional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47130-eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-pee</link>
	<guid isPermaLink="false">d59acdf7a9f27a9af339e3f9d88bf296</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:43:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zadrian ardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardi,focus,header,page,scope,zadrian]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi bimbingan dan konseling yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Intervensi ini dapat mencakup pengembangan kepercayaan, keterampilan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi bimbingan dan konseling yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Intervensi ini dapat mencakup pengembangan kepercayaan, keterampilan komunikasi interpersonal, dan pengurangan perasaan keterasingan dalam hubungan sosial siswa. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecemasan sosial, seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan peer attachment. Dengan memahami dinamika kompleks ini, layanan bimbingan dan konseling dapat dirancang secara lebih efektif untuk mendukung kesehatan psikologis remaja dan membantu mereka mengatasi kecemasan sosial.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI SMA Adabiah 2 Padang.Hubungan yang ditemukan memiliki derajat kekuatan rendah dengan nilai koefisien korelasi r = 0,273, yang menunjukkan bahwa peer attachment berperan dalam dinamika kecemasan sosial siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu.Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas keterikatan dengan teman sebaya, khususnya melalui aspek kepercayaan, komunikasi, dan perasaan keterasingan, memiliki peranan penting dalam tingkat kecemasan sosial yang dialami siswa.Dengan demikian, peer attachment menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya memahami serta menangani kecemasan sosial siswa di lingkungan sekolah Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa kelas X dan XI yang mengalami kecemasan sosial dalam interaksi dengan teman sebaya di lingkungan sekolah. Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 249 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala peer attachment dan skala kecemasan sosial. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik korelasi item total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan CronbachAos alpha. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp 1x" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" alt="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp 1x" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" alt="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp 1x" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" alt="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47130-eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-pee" title="JURIS - Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional" target="_blank">Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi bimbingan dan konseling yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan teman sebaya. Intervensi ini dapat mencakup pengembangan kepercayaan, keterampilan komunikasi interpersonal, dan pengurangan perasaan keterasingan dalam hubungan sosial siswa. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecemasan sosial, seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan peer attachment. Dengan memahami dinamika kompleks ini, layanan bimbingan dan konseling dapat dirancang secara lebih efektif untuk mendukung kesehatan psikologis remaja dan membantu mereka mengatasi kecemasan sosial..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI SMA Adabiah 2 Padang.Hubungan yang ditemukan memiliki derajat kekuatan rendah dengan nilai koefisien korelasi r = 0,273, yang menunjukkan bahwa peer attachment berperan dalam dinamika kecemasan sosial siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu.Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas keterikatan dengan teman sebaya, khususnya melalui aspek kepercayaan, komunikasi, dan perasaan keterasingan, memiliki peranan penting dalam tingkat kecemasan sosial yang dialami siswa.Dengan demikian, peer attachment menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya memahami serta menangani kecemasan sosial siswa di lingkungan sekolah
<br>Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa kelas X dan XI yang mengalami kecemasan sosial dalam interaksi dengan teman sebaya di lingkungan sekolah. Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 249 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala peer attachment dan skala kecemasan sosial. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik korelasi item total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan CronbachAos alpha. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" type="image/webp" length="96620" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-fc75d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-f09aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/eksplorasi-faktor-sosial-kognitif-siswa-peer-attac-thumb-98a2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-519-unp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18580-counseling-humanities-review.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47141-simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn</link>
	<guid isPermaLink="false">854f0e4aaddcbaf6fdd6020dbbc68916</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:42:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurus308baru ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308maju ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurus308king ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurus308baru,jurus308king,jurus308maju]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana pengaruh digitalisasi tradisi gorga terhadap ketahanan budaya Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop? Apa dampak partisipasi generasi muda dalam pemeliharaan ornamen gorga terhadap identitas budaya lokal? Bagaimana pengintegrasian nilai-nilai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop: Bagaimana pengaruh digitalisasi tradisi gorga terhadap ketahanan budaya Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop? Apa dampak partisipasi generasi muda dalam pemeliharaan ornamen gorga terhadap identitas budaya lokal? Bagaimana pengintegrasian nilai-nilai konservasi lingkungan dalam desain ornamen gorga dapat memperkuat kesadaran ekologis di masyarakat sekitar?. Penelitian menemukan sepuluh simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop, termasuk ulu paung, jaga dompak raja, dan lainnya, serta masingAcmasing memiliki makna denotatif dan konotatif.Hasil ini menunjukkan bahwa ornamen gorga berfungsi sebagai media penyampaian makna budaya dan spiritual dalam rumah adat.Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya mengenai ornamen rumah adat Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop merupakan bangunan tradisional yang memiliki banyak ornamen gorga yang berhubungan dengan lambang yang memiliki makna sesuai hubungan dengan adat-istiadat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semiotika oleh Charles Sander Peirce dan teori makna dikemukakan oleh Ogden dan Ricard. Lokasi penelitian ini di Desa Harian, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Ditemukan hasil dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh bentuk simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop yaitu: (1) simbol ornamen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-cab8a.webp" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-cab8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-cab8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-cab8a.webp 1x" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" alt="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-3c725.webp" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-3c725.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-3c725.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-3c725.webp 1x" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" alt="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-dcf85.webp" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-dcf85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-dcf85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-dcf85.webp 1x" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" alt="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47141-simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn" title="JURIS - Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop" target="_blank">Simbol dan Makna Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop</a>: Bagaimana pengaruh digitalisasi tradisi gorga terhadap ketahanan budaya Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop? Apa dampak partisipasi generasi muda dalam pemeliharaan ornamen gorga terhadap identitas budaya lokal? Bagaimana pengintegrasian nilai-nilai konservasi lingkungan dalam desain ornamen gorga dapat memperkuat kesadaran ekologis di masyarakat sekitar?.
<br>Penelitian menemukan sepuluh simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop, termasuk ulu paung, jaga dompak raja, dan lainnya, serta masingAcmasing memiliki makna denotatif dan konotatif.Hasil ini menunjukkan bahwa ornamen gorga berfungsi sebagai media penyampaian makna budaya dan spiritual dalam rumah adat.Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya mengenai ornamen rumah adat
<br>Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop merupakan bangunan tradisional yang memiliki banyak ornamen gorga yang berhubungan dengan lambang yang memiliki makna sesuai hubungan dengan adat-istiadat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semiotika oleh Charles Sander Peirce dan teori makna dikemukakan oleh Ogden dan Ricard. Lokasi penelitian ini di Desa Harian, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Ditemukan hasil dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh bentuk simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop yaitu: (1) simbol ornamen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-3c725.webp" type="image/webp" length="98052" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-cab8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-3c725.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/simbol-identitas-budaya-proses-desain-ornamen-makn-thumb-dcf85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-257-uniba.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18606-kompetensi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Thu, 07 May 2026 04:46:41 +0700. 12 items. Served in: 4.871 seconds [rss] -->
