<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 05:16:12 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 05:16:12 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-09T05:16:12+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al QurAoan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al QurAoan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al QurAoan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65015-kepemimpinan-perempuan-jawa-timur-al-quraoan-guber</link>
	<guid isPermaLink="false">b4f26a27da1806eccffda074de608c26</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 22:40:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan antara prinsip kepemimpinan al-QurAoan dengan praktik kebijakan pemerintahan daerah lainnya di Indonesia. Selain itu, penelitian bisa mengkaji dampak framing media terhadap persepsi publik terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan antara prinsip kepemimpinan al-QurAoan dengan praktik kebijakan pemerintahan daerah lainnya di Indonesia. Selain itu, penelitian bisa mengkaji dampak framing media terhadap persepsi publik terhadap kepemimpinan perempuan secara lebih mendalam. Terakhir, studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi bagaimana konsep kepemimpinan deliberatif dalam Islam dapat diintegrasikan ke dalam teori good governance modern untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.. Kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan daerah, khususnya kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tidak dapat dinilai hanya dari persepsi publik mengenai ada atau tidaknya "gebrakan" dalam kebijakan.Berdasarkan analisis data kebijakan publik, terlihat adanya capaian pembangunan yang berkelanjutan, seperti penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan IPM, serta stabilitas ekonomi daerah.Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak selalu diwujudkan melalui kebijakan yang bersifat spektakuler, namun melalui konsistensi dan efektivitas pembangunan jangka panjang.Artikel ini merekomendasikan agar penilaian terhadap kepemimpinan perempuan lebih menekankan pada capaian kebijakan substantif serta mendorong penelitian lanjutan mengenai kepemimpinan perempuan dan kebijakan publik di Indonesia Artikel ini menganalisis kepemimpinan perempuan di Jawa Timur perspektif al-QurAoan, khususnya surat an-Naml ayat 32 hingga 34. Ayat tersebut menggambarkan kepemimpinan Ratu Balqis yang menekankan musyawarah, kehati-hatian dalam mengambil keputusan, serta pertimbangan terhadap dampak kebijakan bagi rakyat, namun tetap mampu mengambil langkah strategis. Artikel ini termasuk sebagai penelitian socio-legal yang bersifat deskriptif-kualitatif. Hasilnya, kepemimpinan perempuan di Jawa Timur mencerminkan prinsip kehati-hatian dan stabilitas kebijakan yang sejalan dengan nilai-nilai dalam surat an-Naml ayat 32 hingga 34. Namun, pada periode kepemimpinan lanjutan, kebijakan yang cenderung berorientasi pada keberlanjutan yang memunculkan evaluasi kritis mengenai sejuh mana prinsip tersebut diimbangi dengan visi inovatif dan terobosan kebijakan dalam mewujudkan kemaslahatan publik. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-59e0e.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-59e0e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-59e0e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-59e0e.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" alt="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-5a2a1.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-5a2a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-5a2a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-5a2a1.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" alt="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-dc280.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-dc280.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-dc280.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-dc280.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" alt="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65015-kepemimpinan-perempuan-jawa-timur-al-quraoan-guber" title="JURIS - Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan" target="_blank">Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur Perspektif al-QurAoan</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan antara prinsip kepemimpinan al-QurAoan dengan praktik kebijakan pemerintahan daerah lainnya di Indonesia. Selain itu, penelitian bisa mengkaji dampak framing media terhadap persepsi publik terhadap kepemimpinan perempuan secara lebih mendalam. Terakhir, studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi bagaimana konsep kepemimpinan deliberatif dalam Islam dapat diintegrasikan ke dalam teori good governance modern untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan..
<br>Kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan daerah, khususnya kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tidak dapat dinilai hanya dari persepsi publik mengenai ada atau tidaknya "gebrakan" dalam kebijakan.Berdasarkan analisis data kebijakan publik, terlihat adanya capaian pembangunan yang berkelanjutan, seperti penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan IPM, serta stabilitas ekonomi daerah.Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak selalu diwujudkan melalui kebijakan yang bersifat spektakuler, namun melalui konsistensi dan efektivitas pembangunan jangka panjang.Artikel ini merekomendasikan agar penilaian terhadap kepemimpinan perempuan lebih menekankan pada capaian kebijakan substantif serta mendorong penelitian lanjutan mengenai kepemimpinan perempuan dan kebijakan publik di Indonesia
<br>Artikel ini menganalisis kepemimpinan perempuan di Jawa Timur perspektif al-QurAoan, khususnya surat an-Naml ayat 32 hingga 34. Ayat tersebut menggambarkan kepemimpinan Ratu Balqis yang menekankan musyawarah, kehati-hatian dalam mengambil keputusan, serta pertimbangan terhadap dampak kebijakan bagi rakyat, namun tetap mampu mengambil langkah strategis. Artikel ini termasuk sebagai penelitian socio-legal yang bersifat deskriptif-kualitatif. Hasilnya, kepemimpinan perempuan di Jawa Timur mencerminkan prinsip kehati-hatian dan stabilitas kebijakan yang sejalan dengan nilai-nilai dalam surat an-Naml ayat 32 hingga 34. Namun, pada periode kepemimpinan lanjutan, kebijakan yang cenderung berorientasi pada keberlanjutan yang memunculkan evaluasi kritis mengenai sejuh mana prinsip tersebut diimbangi dengan visi inovatif dan terobosan kebijakan dalam mewujudkan kemaslahatan publik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-5a2a1.webp" type="image/webp" length="80870" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-59e0e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-5a2a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/kepemimpinan-perempuan-jawa-al-quraoan-gubernur-da-thumb-dc280.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14909-verfassung-jurnal-hukum-tata-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA pada Balita di Puskesmas Ciledug ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA pada Balita di Puskesmas Ciledug ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA pada Balita di Puskesmas Ciledug ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65018-bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetah</link>
	<guid isPermaLink="false">566c55aba6a24f1d5f0b2f6892b9b2c5</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 22:05:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rawat pra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[pra,rawat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan intervensi edukatif yang lebih intensif, terutama melalui penyuluhan rutin tentang pentingnya PHBS, pengenalan gejala awal ISPA, serta peran gizi dan lingkungan bersih dalam pencegahan penyakit. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan intervensi edukatif yang lebih intensif, terutama melalui penyuluhan rutin tentang pentingnya PHBS, pengenalan gejala awal ISPA, serta peran gizi dan lingkungan bersih dalam pencegahan penyakit. Program peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan bagi ibu balita perlu diperluas, terutama menyasar kelompok dengan latar belakang pendidikan dan ekonomi rendah. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor lain seperti status gizi, ventilasi rumah, kepadatan hunian, dan status imunisasi, agar intervensi yang dirancang menjadi lebih komprehensif dan tepat sasaran. Dengan demikian, upaya pencegahan ISPA pada balita dapat ditingkatkan dan morbiditas penyakit ini dapat dikurangi.. ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ciledug masih merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi sebesar 65%.Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kejadian ISPA dengan faktor-faktor sosial dan perilaku, yaitu tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, dan PHBS.Balita yang diasuh oleh ibu dengan pendidikan rendah, pendapatan rendah, pengetahuan kurang, serta perilaku PHBS yang buruk lebih berisiko mengalami ISPA.Hasil ini memperkuat pemahaman bahwa aspek sosial ekonomi dan perilaku orang tua, khususnya ibu, sangat menentukan status kesehatan anak, khususnya dalam pencegahan penyakit menular seperti ISPA Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, mulai dari hidung hingga alveoli di saluran bawah, termasuk ruang telinga tengah, sinus, dan membran pleura. ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, Indonesia berada di urutan ke 6 dunia. Gejala ISPA dapat muncul secara tiba-tiba, seperti batuk, demam tinggi, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat hingga sulit untuk bernapas. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan ibu, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Ciledug, Tangerang seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan perilaku ibu balita.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-a6395.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-a6395.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-a6395.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-a6395.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" alt="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-0ef0b.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-0ef0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-0ef0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-0ef0b.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" alt="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-7add8.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-7add8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-7add8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-7add8.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" alt="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65018-bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetah" title="JURIS - Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug" target="_blank">Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Ciledug</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan intervensi edukatif yang lebih intensif, terutama melalui penyuluhan rutin tentang pentingnya PHBS, pengenalan gejala awal ISPA, serta peran gizi dan lingkungan bersih dalam pencegahan penyakit. Program peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan bagi ibu balita perlu diperluas, terutama menyasar kelompok dengan latar belakang pendidikan dan ekonomi rendah. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor lain seperti status gizi, ventilasi rumah, kepadatan hunian, dan status imunisasi, agar intervensi yang dirancang menjadi lebih komprehensif dan tepat sasaran. Dengan demikian, upaya pencegahan ISPA pada balita dapat ditingkatkan dan morbiditas penyakit ini dapat dikurangi..
<br>ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ciledug masih merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi sebesar 65%.Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kejadian ISPA dengan faktor-faktor sosial dan perilaku, yaitu tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, dan PHBS.Balita yang diasuh oleh ibu dengan pendidikan rendah, pendapatan rendah, pengetahuan kurang, serta perilaku PHBS yang buruk lebih berisiko mengalami ISPA.Hasil ini memperkuat pemahaman bahwa aspek sosial ekonomi dan perilaku orang tua, khususnya ibu, sangat menentukan status kesehatan anak, khususnya dalam pencegahan penyakit menular seperti ISPA
<br>Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, mulai dari hidung hingga alveoli di saluran bawah, termasuk ruang telinga tengah, sinus, dan membran pleura. ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, Indonesia berada di urutan ke 6 dunia. Gejala ISPA dapat muncul secara tiba-tiba, seperti batuk, demam tinggi, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat hingga sulit untuk bernapas. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan ibu, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Ciledug, Tangerang seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan perilaku ibu balita....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-7add8.webp" type="image/webp" length="102818" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-a6395.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-0ef0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/bahasa-balita-usia-ispa-pendidikan-pengetahuan-per-thumb-7add8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-255-unriyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18349-medika-respati-jurnal-ilmiah-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65013-konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-g</link>
	<guid isPermaLink="false">ed8d8dec364264b6659b2313ef664dbd</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:50:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ emma kamelia ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul hekmah ]]></category>
	<category><![CDATA[ chitra dewi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chitra,dewi,emma,hekmah,kamelia,nurul]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak preferensi budaya terhadap perencanaan menu makanan di pesantren, mengevaluasi efektivitas program pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran santri tentang nutrisi, serta menguji kontribusi spesifik dari ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak preferensi budaya terhadap perencanaan menu makanan di pesantren, mengevaluasi efektivitas program pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran santri tentang nutrisi, serta menguji kontribusi spesifik dari jenis camilan tertentu dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh pola makan dan aktivitas fisik santri terhadap kebutuhan gizi mereka. Selain itu, studi tentang keterlibatan staf dapur dalam pengembangan menu seimbang dan pelatihan manajemen gizi bisa menjadi arah penelitian yang relevan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan perbedaan kebutuhan gizi antara santri laki-laki dan perempuan, serta dampak pendidikan agama terhadap perilaku konsumsi makanan.. Rata-rata kandungan gizi yang dikonsumsi santri adalah 1.605 kcal energi, 57 g protein, 40 g lemak, dan 249 g karbohidrat.Rata-rata kecukupan gizi harian santri adalah 2.183 kcal energi, 63 g protein, 73 g lemak, dan 322 g karbohidrat.Oleh karena itu, tingkat kecukupan energi santri mencapai 74% (tidak memadai), kecukupan protein 89% (tidak memadai), kecukupan lemak 56% (sangat tidak memadai), dan kecukupan karbohidrat 77% (tidak memadai).Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan gizi dari menu makanan yang disajikan tidak memenuhi kecukupan gizi santri.Oleh karena itu, disarankan untuk menambahkan camilan yang memberikan kontribusi sekitar 20% dari kecukupan gizi harian Latar belakang: Pesantren adalah lembaga pendidikan berbasis Islam yang menyediakan makanan harian bagi santri. Pesantren Al-Bahjah menyediakan sekitar 4.500 porsi makanan per hari. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi kandungan gizi menu yang disajikan terhadap kecukupan gizi santri. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan dari Mei hingga Oktober 2025 di Pesantren Al-Bahjah, Kabupaten Cirebon. Responden meliputi kepala dapur, staf pengolahan makanan, dan pelayan. Data komposisi menu diperoleh melalui penimbangan makanan dan dianalisis menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2020. Standar kecukupan gizi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019. Hasil: Rata-rata kandungan gizi makanan yang dikonsumsi santri adalah 1.605 kcal energi, 57 g protein, 40 g lemak,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9c5cd.webp" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9c5cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9c5cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9c5cd.webp 1x" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" alt="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9e2b2.webp" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9e2b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9e2b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9e2b2.webp 1x" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" alt="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-529ce.webp" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-529ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-529ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-529ce.webp 1x" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" alt="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65013-konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-g" title="JURIS - Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency" target="_blank">Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak preferensi budaya terhadap perencanaan menu makanan di pesantren, mengevaluasi efektivitas program pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran santri tentang nutrisi, serta menguji kontribusi spesifik dari jenis camilan tertentu dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh pola makan dan aktivitas fisik santri terhadap kebutuhan gizi mereka. Selain itu, studi tentang keterlibatan staf dapur dalam pengembangan menu seimbang dan pelatihan manajemen gizi bisa menjadi arah penelitian yang relevan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan perbedaan kebutuhan gizi antara santri laki-laki dan perempuan, serta dampak pendidikan agama terhadap perilaku konsumsi makanan..
<br>Rata-rata kandungan gizi yang dikonsumsi santri adalah 1.605 kcal energi, 57 g protein, 40 g lemak, dan 249 g karbohidrat.Rata-rata kecukupan gizi harian santri adalah 2.183 kcal energi, 63 g protein, 73 g lemak, dan 322 g karbohidrat.Oleh karena itu, tingkat kecukupan energi santri mencapai 74% (tidak memadai), kecukupan protein 89% (tidak memadai), kecukupan lemak 56% (sangat tidak memadai), dan kecukupan karbohidrat 77% (tidak memadai).Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan gizi dari menu makanan yang disajikan tidak memenuhi kecukupan gizi santri.Oleh karena itu, disarankan untuk menambahkan camilan yang memberikan kontribusi sekitar 20% dari kecukupan gizi harian
<br>Latar belakang: Pesantren adalah lembaga pendidikan berbasis Islam yang menyediakan makanan harian bagi santri. Pesantren Al-Bahjah menyediakan sekitar 4.500 porsi makanan per hari. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi kandungan gizi menu yang disajikan terhadap kecukupan gizi santri. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan dari Mei hingga Oktober 2025 di Pesantren Al-Bahjah, Kabupaten Cirebon. Responden meliputi kepala dapur, staf pengolahan makanan, dan pelayan. Data komposisi menu diperoleh melalui penimbangan makanan dan dianalisis menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2020. Standar kecukupan gizi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019. Hasil: Rata-rata kandungan gizi makanan yang dikonsumsi santri adalah 1.605 kcal energi, 57 g protein, 40 g lemak,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-529ce.webp" type="image/webp" length="78972" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9c5cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-9e2b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/konsumsi-santri-manajemen-gizi-remaja-pendidikan-c-thumb-529ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2422-poltekkestasikmalaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18351-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65004-sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-bal</link>
	<guid isPermaLink="false">64501aa39386e3aa7a2dfb6b140e0287</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:41:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi sarbini ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cross,dwi,sarbini,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Puskesmas Galis meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan kepada ibu atau pengasuh balita mengenai pencegahan ISPA, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga, etika batuk, kebersihan rumah, dan pengendalian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Puskesmas Galis meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan kepada ibu atau pengasuh balita mengenai pencegahan ISPA, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga, etika batuk, kebersihan rumah, dan pengendalian paparan asap. Masyarakat diharapkan mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka dan menerapkan pengelolaan sampah yang lebih aman untuk mengurangi paparan polutan udara pada balita. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain, seperti paparan asap rokok, ventilasi, kepadatan hunian, bahan bakar memasak, status gizi, imunisasi, dan kondisi sosial ekonomi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang berhubungan dengan ISPA pada balita.. Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan membakar sampah (p=0,042) dan pengetahuan ibu (p=0,034) dengan tingkat keparahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Galis.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan batuk (p=0,376) dan kelembapan rumah (p=0,051) dengan tingkat keparahan ISPA.Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian paparan asap pembakaran sampah dan peningkatan pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan pada balita yang dipengaruhi oleh interaksi faktor lingkungan, perilaku, dan karakteristik individu. Kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat dapat meningkatkan kerentanan balita terhadap ISPA. Di Jawa Timur, kasus ISPA pada balita tahun 2024 mencapai 862.540 kasus, dengan capaian penemuan kasus di Provinsi Jawa Timur sebesar 77,09%. Tujuan: menganalisis faktor lingkungan domestik dan pengetahuan ibu yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Galis, Kabupaten Pamekasan. Metode: Penelitian ini menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-43567.webp" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-43567.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-43567.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-43567.webp 1x" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" alt="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-e0925.webp" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-e0925.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-e0925.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-e0925.webp 1x" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" alt="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-c2513.webp" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-c2513.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-c2513.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-c2513.webp 1x" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" alt="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65004-sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-bal" title="JURIS - Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis" target="_blank">Faktor Lingkungan Rumah dan Pengetahuan Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Galis</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Puskesmas Galis meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan kepada ibu atau pengasuh balita mengenai pencegahan ISPA, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga, etika batuk, kebersihan rumah, dan pengendalian paparan asap. Masyarakat diharapkan mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka dan menerapkan pengelolaan sampah yang lebih aman untuk mengurangi paparan polutan udara pada balita. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain, seperti paparan asap rokok, ventilasi, kepadatan hunian, bahan bakar memasak, status gizi, imunisasi, dan kondisi sosial ekonomi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang berhubungan dengan ISPA pada balita..
<br>Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan membakar sampah (p=0,042) dan pengetahuan ibu (p=0,034) dengan tingkat keparahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Galis.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan batuk (p=0,376) dan kelembapan rumah (p=0,051) dengan tingkat keparahan ISPA.Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian paparan asap pembakaran sampah dan peningkatan pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita
<br>Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan pada balita yang dipengaruhi oleh interaksi faktor lingkungan, perilaku, dan karakteristik individu. Kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat dapat meningkatkan kerentanan balita terhadap ISPA. Di Jawa Timur, kasus ISPA pada balita tahun 2024 mencapai 862.540 kasus, dengan capaian penemuan kasus di Provinsi Jawa Timur sebesar 77,09%. Tujuan: menganalisis faktor lingkungan domestik dan pengetahuan ibu yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Galis, Kabupaten Pamekasan. Metode: Penelitian ini menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-43567.webp" type="image/webp" length="92714" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-43567.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-e0925.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/sosial-ekonomi-rumah-status-gizi-balita-bahasa-usi-thumb-c2513.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-255-unriyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18349-medika-respati-jurnal-ilmiah-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65021-program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawas</link>
	<guid isPermaLink="false">62067d488d8b072bedb794583661982d</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:34:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan studi ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Menganalisis dampak jangka panjang dari strategi kolaborasi antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi terhadap peningkatan partisipasi dan kesadaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi: Berdasarkan studi ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Menganalisis dampak jangka panjang dari strategi kolaborasi antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi terhadap peningkatan partisipasi dan kesadaran politik mahasiswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi tersebut mempengaruhi minat, keterlibatan, dan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan pemilu, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di masa depan.2. Meneliti efektivitas metode simulasi pemilu dalam meningkatkan pemahaman politik mahasiswa. Penelitian ini dapat mengevaluasi bagaimana simulasi pemilu berbasis partisipatif dapat meningkatkan pemahaman politik mahasiswa, mendorong keterlibatan aktif mereka sebagai pengawas partisipatif, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya integritas pemilu.3. Mengkaji peran media sosial dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa dan partisipasi mereka dalam isu kepemiluan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana konten edukatif kepemiluan yang dikemas secara kreatif melalui media sosial dapat menjangkau mahasiswa secara lebih luas dan efektif, serta bagaimana strategi komunikasi digital dapat membentuk citra Bawaslu Kota Kediri sebagai lembaga yang inklusif dan responsif terhadap perkembangan zaman.. Implementasi kolaboratif antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi memberi dampak positif terhadap keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan pemilu.Kegiatan seperti sosialisasi, talk show, dan program magang tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam kepada mahasiswa mengenai mekanisme serta integritas pemilu, namun juga menumbuhkan minat yang tinggi di kalangan mahasiswa untuk terlibat secara langsung sebagai penyelenggara maupun pengawas pemilu dengan berpartisipasi sebagai kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di wilayahnya masing-masing.Hal ini memperlihatkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi efektif dalam menarik perhatian generasi muda untuk turut serta menjaga kualitas demokrasi.Selain itu, kerja sama tersebut juga berkontribusi dalam membangun rasa tanggung jawab (responsibility) dan rasa hormat (respect) mahasiswa terhadap perkembangan politik nasional.Mahasiswa menjadi lebih peka, aktif, dan tidak bersikap apatis dalam mengikuti dinamika politik, yang tercermin dari keikutsertaan mereka dalam diskusi, pemantauan proses pemilu, dan advokasi terkait isu kepemiluan.Peningkatan awareness ini sangat krusial dalam menghasilkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kepedulian, dan integritas dalam menyikapi isu-isu demokrasi dan kepemiluan.Strategi kolaborasi antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi berhasil mendorong penguatan pengawasan partisipatif, menumbuhkan minat serta meningkatkan tanggung jawab dan partisipasi mahasiswa dalam dunia politik, sehingga menjadi landasan penting bagi pengembangan demokrasi yang sehat dan berintegritas pada penyelenggaraan pemilu di masa depan Artikel ini menganalisis strategi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kediri dalam meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat melalui kerjasama dengan stakeholder, khususnya dengan lembaga perguruan tinggi dan mahasiswa. Artikel ini menggunakan metode penelitian socio-legal. Hasilnya, Bawaslu Kota Kediri tidak dapat bekerja sendiri dan perlu bersinergi dengan berbagai stakeholder guna meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu. Salah satu strategi utama: memberdayakan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam beberapa kegiatan, seperti talk show, sosialisasi, dan program magang bersama perguruan tinggi. Strategi ini dinilai efisien, karena mahasiswa memiliki kemampuan kritis, idealisme, serta pemahaman substansial tentang nilai demokrasi yang diperlukan untuk mendorong pengawasan pemilu yang terintegrasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-a7f60.webp" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-a7f60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-a7f60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-a7f60.webp 1x" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" alt="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-36192.webp" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-36192.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-36192.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-36192.webp 1x" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" alt="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-3054f.webp" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-3054f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-3054f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-3054f.webp 1x" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" alt="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65021-program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawas" title="JURIS - Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi" target="_blank">Strategi Bawaslu Kota Kediri dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi</a>: Berdasarkan studi ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Menganalisis dampak jangka panjang dari strategi kolaborasi antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi terhadap peningkatan partisipasi dan kesadaran politik mahasiswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi tersebut mempengaruhi minat, keterlibatan, dan pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan pemilu, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di masa depan.2. Meneliti efektivitas metode simulasi pemilu dalam meningkatkan pemahaman politik mahasiswa. Penelitian ini dapat mengevaluasi bagaimana simulasi pemilu berbasis partisipatif dapat meningkatkan pemahaman politik mahasiswa, mendorong keterlibatan aktif mereka sebagai pengawas partisipatif, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya integritas pemilu.3. Mengkaji peran media sosial dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa dan partisipasi mereka dalam isu kepemiluan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana konten edukatif kepemiluan yang dikemas secara kreatif melalui media sosial dapat menjangkau mahasiswa secara lebih luas dan efektif, serta bagaimana strategi komunikasi digital dapat membentuk citra Bawaslu Kota Kediri sebagai lembaga yang inklusif dan responsif terhadap perkembangan zaman..
<br>Implementasi kolaboratif antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi memberi dampak positif terhadap keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan pemilu.Kegiatan seperti sosialisasi, talk show, dan program magang tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam kepada mahasiswa mengenai mekanisme serta integritas pemilu, namun juga menumbuhkan minat yang tinggi di kalangan mahasiswa untuk terlibat secara langsung sebagai penyelenggara maupun pengawas pemilu dengan berpartisipasi sebagai kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di wilayahnya masing-masing.Hal ini memperlihatkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi efektif dalam menarik perhatian generasi muda untuk turut serta menjaga kualitas demokrasi.Selain itu, kerja sama tersebut juga berkontribusi dalam membangun rasa tanggung jawab (responsibility) dan rasa hormat (respect) mahasiswa terhadap perkembangan politik nasional.Mahasiswa menjadi lebih peka, aktif, dan tidak bersikap apatis dalam mengikuti dinamika politik, yang tercermin dari keikutsertaan mereka dalam diskusi, pemantauan proses pemilu, dan advokasi terkait isu kepemiluan.Peningkatan awareness ini sangat krusial dalam menghasilkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kepedulian, dan integritas dalam menyikapi isu-isu demokrasi dan kepemiluan.Strategi kolaborasi antara Bawaslu Kota Kediri dengan perguruan tinggi berhasil mendorong penguatan pengawasan partisipatif, menumbuhkan minat serta meningkatkan tanggung jawab dan partisipasi mahasiswa dalam dunia politik, sehingga menjadi landasan penting bagi pengembangan demokrasi yang sehat dan berintegritas pada penyelenggaraan pemilu di masa depan
<br>Artikel ini menganalisis strategi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kediri dalam meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat melalui kerjasama dengan stakeholder, khususnya dengan lembaga perguruan tinggi dan mahasiswa. Artikel ini menggunakan metode penelitian socio-legal. Hasilnya, Bawaslu Kota Kediri tidak dapat bekerja sendiri dan perlu bersinergi dengan berbagai stakeholder guna meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu. Salah satu strategi utama: memberdayakan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam beberapa kegiatan, seperti talk show, sosialisasi, dan program magang bersama perguruan tinggi. Strategi ini dinilai efisien, karena mahasiswa memiliki kemampuan kritis, idealisme, serta pemahaman substansial tentang nilai demokrasi yang diperlukan untuk mendorong pengawasan pemilu yang terintegrasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-36192.webp" type="image/webp" length="86892" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-a7f60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-36192.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/program-magang-mahasiswa-pemahaman-bawaslu-pengawa-thumb-3054f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14909-verfassung-jurnal-hukum-tata-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran Studi Cross Sectional Di Surabaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran Studi Cross Sectional Di Surabaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran Studi Cross Sectional Di Surabaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65009-reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">d713f61d5e043e5b8371acfbb2b886f4</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:33:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<category><![CDATA[ dwi sarbini ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cross,dwi,sarbini,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu mengembangkan desain longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan temporal antara kecemasan dan risiko GERD, serta mengontrol faktor perancu seperti indeks massa tubuh, kualitas tidur, konsumsi kafein, dan aktivitas fisik melalui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya: Penelitian lanjutan perlu mengembangkan desain longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan temporal antara kecemasan dan risiko GERD, serta mengontrol faktor perancu seperti indeks massa tubuh, kualitas tidur, konsumsi kafein, dan aktivitas fisik melalui analisis multivariat. Selain itu, studi tentang efektivitas program manajemen stres dalam mengurangi gejala GERD pada mahasiswa kedokteran dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme biologis dan psikologis yang mendasari hubungan antara kecemasan dan gangguan gastrointestinal, terutama melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan neurosains, gastroenterologi, dan psikologi klinis.. Tingkat kecemasan berhubungan signifikan dengan risiko GERD pada mahasiswa semester 5 dan 7 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif dengan koefisien korelasi masing-masing r = 0,362 (p = 0,001) pada semester 5 dan r = 0,399 (p < 0,001) pada semester 7, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula kecenderungan risiko GERD.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan keteraturan pola makan pada mahasiswa semester 5 maupun semester 7.Dengan demikian, keteraturan pola makan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar kecemasan, seperti jadwal akademik, kebiasaan makan, lingkungan, kondisi ekonomi, dan gaya hidup.Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis, khususnya kecemasan, berkaitan dengan kesehatan gastrointestinal mahasiswa kedokteran, sehingga upaya promotif dan preventif perlu mencakup pengelolaan kesehatan mental sekaligus edukasi pola hidup sehat.Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian yang menekankan pentingnya integrasi pengelolaan kecemasan dan edukasi gaya hidup di lingkungan pendidikan kedokteran Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran menghadapi tuntutan akademik yang tinggi sehingga rentan mengalami kecemasan yang dapat berkaitan dengan perilaku makan dan kesehatan gastrointestinal. Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang berpotensi berkaitan dengan kondisi psikologis. Namun, penelitian yang mengkaji keterkaitan kecemasan, keteraturan pola makan, dan risiko GERD secara simultan pada mahasiswa kedokteran masih terbatas. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan keteraturan pola makan dan risiko GERD... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-4f38f.webp" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-4f38f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-4f38f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-4f38f.webp 1x" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" alt="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-3fb54.webp" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-3fb54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-3fb54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-3fb54.webp 1x" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" alt="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-93324.webp" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-93324.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-93324.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-93324.webp 1x" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" alt="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65009-reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-ma" title="JURIS - Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya" target="_blank">Tingkat Kecemasan Dan Risiko Gastroesophageal Reflux Disease Pada Mahasiswa Kedokteran: Studi Cross-Sectional Di Surabaya</a>: Penelitian lanjutan perlu mengembangkan desain longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan temporal antara kecemasan dan risiko GERD, serta mengontrol faktor perancu seperti indeks massa tubuh, kualitas tidur, konsumsi kafein, dan aktivitas fisik melalui analisis multivariat. Selain itu, studi tentang efektivitas program manajemen stres dalam mengurangi gejala GERD pada mahasiswa kedokteran dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme biologis dan psikologis yang mendasari hubungan antara kecemasan dan gangguan gastrointestinal, terutama melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan neurosains, gastroenterologi, dan psikologi klinis..
<br>Tingkat kecemasan berhubungan signifikan dengan risiko GERD pada mahasiswa semester 5 dan 7 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif dengan koefisien korelasi masing-masing r = 0,362 (p = 0,001) pada semester 5 dan r = 0,399 (p < 0,001) pada semester 7, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula kecenderungan risiko GERD.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan keteraturan pola makan pada mahasiswa semester 5 maupun semester 7.Dengan demikian, keteraturan pola makan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar kecemasan, seperti jadwal akademik, kebiasaan makan, lingkungan, kondisi ekonomi, dan gaya hidup.Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis, khususnya kecemasan, berkaitan dengan kesehatan gastrointestinal mahasiswa kedokteran, sehingga upaya promotif dan preventif perlu mencakup pengelolaan kesehatan mental sekaligus edukasi pola hidup sehat.Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian yang menekankan pentingnya integrasi pengelolaan kecemasan dan edukasi gaya hidup di lingkungan pendidikan kedokteran
<br>Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran menghadapi tuntutan akademik yang tinggi sehingga rentan mengalami kecemasan yang dapat berkaitan dengan perilaku makan dan kesehatan gastrointestinal. Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang berpotensi berkaitan dengan kondisi psikologis. Namun, penelitian yang mengkaji keterkaitan kecemasan, keteraturan pola makan, dan risiko GERD secara simultan pada mahasiswa kedokteran masih terbatas. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan keteraturan pola makan dan risiko GERD...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-4f38f.webp" type="image/webp" length="104214" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-4f38f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-3fb54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/reflux-disease-gerd-gejala-kebiasaan-makan-mahasis-thumb-93324.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-255-unriyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18349-medika-respati-jurnal-ilmiah-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 PUU XXII 2024 tanggal 26 Juni 2025 terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 PUU XXII 2024 tanggal 26 Juni 2025 terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 PUU XXII 2024 tanggal 26 Juni 2025 terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65017-konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67-puu-xi-2013-k</link>
	<guid isPermaLink="false">61cf9db3d9f8c9d34b4a341b128a5032</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:32:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak peran Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator terhadap legitimasi konstitusional dan stabilitas sistem hukum. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang keseimbangan antara judicial activism dan judicial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak peran Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator terhadap legitimasi konstitusional dan stabilitas sistem hukum. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang keseimbangan antara judicial activism dan judicial restraint dalam menentukan batas wewenang MK. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada implikasi putusan MK terhadap hubungan antarlembaga negara, khususnya dalam konteks reformasi hukum dan demokratisasi.. 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, menggambarkan dinamika antara idealisme konstitusional dengan realitas politik.Di satu sisi, MK ingin menegakkan keadilan substantif dan menjaga prinsip demokrasi.Di sisi lain, tindakan tersebut menimbulkan dilema kewenangan, karena MK ikut menentukan arah kebijakan yang seharusnya menjadi kewenangan lembaga legislatif.Oleh karena itu, penting bagi MK untuk tetap mengedepankan prinsip self-restraint atau menahan diri dalam menafsirkan konstitusi, agar keseimbangan kekuasaan tetap terjaga Pemohon sebagaimana dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, memohon kepada MK untuk memberikan penafsiran konstitusional terkait waktu pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) nasional dan daerah. Anotasi ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan perundang-undangan. Hasilnya, putusan MK menyatakan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian dengan merumuskan: pelaksaanaan pemilu nasional dan daerah harus dilaksanakan pada waktu tertentu, sehingga menyebabkan adanya norma baru. MK, dalam putusan tersebut, bertindak sebagai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-b796e.webp" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-b796e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-b796e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-b796e.webp 1x" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" alt="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-dd10d.webp" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-dd10d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-dd10d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-dd10d.webp 1x" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" alt="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-5dbc0.webp" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-5dbc0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-5dbc0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-5dbc0.webp 1x" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" alt="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65017-konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67-puu-xi-2013-k" title="JURIS - Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah" target="_blank">Anotasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, terkait Pemisahan Waktu Pelaksanaan antara Pemilihan Umum Nasional dengan Daerah</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak peran Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator terhadap legitimasi konstitusional dan stabilitas sistem hukum. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang keseimbangan antara judicial activism dan judicial restraint dalam menentukan batas wewenang MK. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada implikasi putusan MK terhadap hubungan antarlembaga negara, khususnya dalam konteks reformasi hukum dan demokratisasi..
<br>135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, menggambarkan dinamika antara idealisme konstitusional dengan realitas politik.Di satu sisi, MK ingin menegakkan keadilan substantif dan menjaga prinsip demokrasi.Di sisi lain, tindakan tersebut menimbulkan dilema kewenangan, karena MK ikut menentukan arah kebijakan yang seharusnya menjadi kewenangan lembaga legislatif.Oleh karena itu, penting bagi MK untuk tetap mengedepankan prinsip self-restraint atau menahan diri dalam menafsirkan konstitusi, agar keseimbangan kekuasaan tetap terjaga
<br>Pemohon sebagaimana dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) Nomor: 135/PUU-XXII/2024, tanggal 26 Juni 2025, memohon kepada MK untuk memberikan penafsiran konstitusional terkait waktu pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) nasional dan daerah. Anotasi ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan perundang-undangan. Hasilnya, putusan MK menyatakan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian dengan merumuskan: pelaksaanaan pemilu nasional dan daerah harus dilaksanakan pada waktu tertentu, sehingga menyebabkan adanya norma baru. MK, dalam putusan tersebut, bertindak sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-5dbc0.webp" type="image/webp" length="86860" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-b796e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-dd10d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/konstitusi-nomor-94puu-putusan-mk-67puu-xi2013-kep-thumb-5dbc0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14909-verfassung-jurnal-hukum-tata-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65012-stabilitas-politik-negara-konteks-e7</link>
	<guid isPermaLink="false">b8b1860356f5b11c2ec17c34eaf2c35d</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:24:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana dampak penundaan pemilu terhadap kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi di Indonesia? 2. Apa implikasi konstitusional dari perubahan jadwal pemilu dalam konteks negara hukum? 3. Bagaimana pendekatan komparatif negara lain dalam mengelola ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945: 1. Bagaimana dampak penundaan pemilu terhadap kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi di Indonesia? 2. Apa implikasi konstitusional dari perubahan jadwal pemilu dalam konteks negara hukum? 3. Bagaimana pendekatan komparatif negara lain dalam mengelola penundaan pemilu untuk menjaga stabilitas demokrasi? Penelitian ini perlu menggabungkan analisis hukum, politik, dan sosial untuk memahami dinamika yang kompleks ini.. Penundaan pemilu bertentangan dengan prinsip demokrasi yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945.Pemilu yang teratur dan tepat waktu penting untuk memastikan pemimpin yang dipilih secara demokratis.Penundaan pemilu dapat mengancam stabilitas politik dan mengurangi kepercayaan publik.Perlu keseimbangan antara kebutuhan stabilitas ekonomi dan perlindungan hak konstitusional warga negara Pemilihan umum (pemilu) adalah proses yang dilakukan oleh negara untuk menerapkan sistem demokrasi. Pemilu diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, pemilu harus dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dalam negara demokratis, pemilu sangat penting untuk dipertahankan. Di sisi yang lain, warga negara berhak (dapat pula menjadi wajib) terlibat secara langsung dalam proses penegakan kedaulatan. Artinya, apabila terdapat penundaan pemilu, maka terhambat juga partisipasi rakyat untuk menegakkan kedaulatan itu sendiri. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-a2fc7.webp" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-a2fc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-a2fc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-a2fc7.webp 1x" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" alt="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-ddf0f.webp" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-ddf0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-ddf0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-ddf0f.webp 1x" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" alt="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-60a81.webp" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-60a81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-60a81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-60a81.webp 1x" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" alt="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65012-stabilitas-politik-negara-konteks-e7" title="JURIS - Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945" target="_blank">Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945</a>: 1. Bagaimana dampak penundaan pemilu terhadap kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi di Indonesia? 2. Apa implikasi konstitusional dari perubahan jadwal pemilu dalam konteks negara hukum? 3. Bagaimana pendekatan komparatif negara lain dalam mengelola penundaan pemilu untuk menjaga stabilitas demokrasi? Penelitian ini perlu menggabungkan analisis hukum, politik, dan sosial untuk memahami dinamika yang kompleks ini..
<br>Penundaan pemilu bertentangan dengan prinsip demokrasi yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945.Pemilu yang teratur dan tepat waktu penting untuk memastikan pemimpin yang dipilih secara demokratis.Penundaan pemilu dapat mengancam stabilitas politik dan mengurangi kepercayaan publik.Perlu keseimbangan antara kebutuhan stabilitas ekonomi dan perlindungan hak konstitusional warga negara
<br>Pemilihan umum (pemilu) adalah proses yang dilakukan oleh negara untuk menerapkan sistem demokrasi. Pemilu diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, pemilu harus dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dalam negara demokratis, pemilu sangat penting untuk dipertahankan. Di sisi yang lain, warga negara berhak (dapat pula menjadi wajib) terlibat secara langsung dalam proses penegakan kedaulatan. Artinya, apabila terdapat penundaan pemilu, maka terhambat juga partisipasi rakyat untuk menegakkan kedaulatan itu sendiri.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-60a81.webp" type="image/webp" length="65986" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-a2fc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-ddf0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/stabilitas-politik-negara-konteks-e7-republik-warg-thumb-60a81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14909-verfassung-jurnal-hukum-tata-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT Moratelindo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT Moratelindo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT Moratelindo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65011-program-orientasi-narapidana-manajemen-k3</link>
	<guid isPermaLink="false">53fa61dd9de1d2707b09cd8009d45321</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:13:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ emma kamelia ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul hekmah ]]></category>
	<category><![CDATA[ chitra dewi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chitra,dewi,emma,hekmah,kamelia,nurul]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kepatuhan pekerja dalam menerapkan program K3, perusahaan dapat mempertimbangkan strategi berikut: 1. Pelatihan dan Sosialisasi: Melakukan pelatihan rutin dan sosialisasi yang komprehensif tentang K3 kepada seluruh pekerja. Pelatihan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo: Untuk meningkatkan kepatuhan pekerja dalam menerapkan program K3, perusahaan dapat mempertimbangkan strategi berikut: 1. Pelatihan dan Sosialisasi: Melakukan pelatihan rutin dan sosialisasi yang komprehensif tentang K3 kepada seluruh pekerja. Pelatihan ini dapat mencakup topik seperti identifikasi risiko, prosedur keselamatan, dan penggunaan alat pelindung diri. Sosialisasi dapat dilakukan melalui poster, brosur, atau sesi diskusi kelompok untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja. 2. Pemberdayaan dan Motivasi: Memberdayakan pekerja dengan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan terkait K3. Mendengarkan masukan dan saran mereka dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen terhadap program K3. Selain itu, memberikan insentif atau penghargaan kepada pekerja yang menunjukkan kepatuhan tinggi dalam menerapkan K3 dapat menjadi motivasi tambahan. 3. Pengawasan dan Evaluasi: Menerapkan sistem pengawasan yang efektif untuk memantau kepatuhan pekerja dalam menerapkan K3. Hal ini dapat dilakukan melalui inspeksi rutin, pengamatan langsung, atau penggunaan teknologi seperti kamera pengawas atau sistem pelacakan. Evaluasi berkala terhadap tingkat kepatuhan pekerja dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan penerapan K3 yang konsisten. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan kepatuhan pekerja dalam menerapkan program K3, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, dan mengurangi risiko kecelakaan kerja serta penyakit terkait pekerjaan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pekerja tentang program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT Moratelindo berada dalam kategori baik, yaitu 29 responden (90,6%) dan pengetahuan yang cukup, yaitu 3 responden (9,4%).Sedangkan tingkat kepatuhan dalam menerapkan K3 di kalangan pekerja terhadap program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di PT.Moratelindo dalam kategori diterapkan adalah 31 responden (96,9%) dan tidak diterapkan adalah 1 responden (3,1%).Berdasarkan hasil uji chi-square, nilai signifikansi dari probabilitas pengetahuan adalah p-value = 0,002 atau ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-1f378.webp" title="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-1f378.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-1f378.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-1f378.webp 1x" title="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" alt="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-18aec.webp" title="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-18aec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-18aec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-18aec.webp 1x" title="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" alt="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65011-program-orientasi-narapidana-manajemen-k3" title="JURIS - The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo" target="_blank">The Relationship Between WorkerAos Knowledge and Compliance in Implementing the Occupational Health and Safety Program at PT. Moratelindo</a>: Untuk meningkatkan kepatuhan pekerja dalam menerapkan program K3, perusahaan dapat mempertimbangkan strategi berikut: 1. Pelatihan dan Sosialisasi: Melakukan pelatihan rutin dan sosialisasi yang komprehensif tentang K3 kepada seluruh pekerja. Pelatihan ini dapat mencakup topik seperti identifikasi risiko, prosedur keselamatan, dan penggunaan alat pelindung diri. Sosialisasi dapat dilakukan melalui poster, brosur, atau sesi diskusi kelompok untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja. 2. Pemberdayaan dan Motivasi: Memberdayakan pekerja dengan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan terkait K3. Mendengarkan masukan dan saran mereka dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen terhadap program K3. Selain itu, memberikan insentif atau penghargaan kepada pekerja yang menunjukkan kepatuhan tinggi dalam menerapkan K3 dapat menjadi motivasi tambahan. 3. Pengawasan dan Evaluasi: Menerapkan sistem pengawasan yang efektif untuk memantau kepatuhan pekerja dalam menerapkan K3. Hal ini dapat dilakukan melalui inspeksi rutin, pengamatan langsung, atau penggunaan teknologi seperti kamera pengawas atau sistem pelacakan. Evaluasi berkala terhadap tingkat kepatuhan pekerja dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan penerapan K3 yang konsisten. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan kepatuhan pekerja dalam menerapkan program K3, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, dan mengurangi risiko kecelakaan kerja serta penyakit terkait pekerjaan..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pekerja tentang program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT Moratelindo berada dalam kategori baik, yaitu 29 responden (90,6%) dan pengetahuan yang cukup, yaitu 3 responden (9,4%).Sedangkan tingkat kepatuhan dalam menerapkan K3 di kalangan pekerja terhadap program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di PT.Moratelindo dalam kategori diterapkan adalah 31 responden (96,9%) dan tidak diterapkan adalah 1 responden (3,1%).Berdasarkan hasil uji chi-square, nilai signifikansi dari probabilitas pengetahuan adalah p-value = 0,002 atau <-value = 0,05.Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan pekerja memiliki hubungan dengan kepatuhan dalam menerapkan program OHS di PT Moratelindo Regional Makassar.Berdasarkan hasil yang diperoleh, hampir semua responden memiliki pengetahuan yang berada dalam kategori "Baik" mengenai penerapan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).Hal ini menunjukkan pengetahuan pekerja tentang keselamatan dan kesehatan di perusahaan.Masalah yang ada di perusahaan ini adalah karyawan memiliki rentang usia dan masa kerja yang bervariasi, yang mempengaruhi perilaku mereka.Jika pekerja memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang program K3, mereka akan menggunakannya.Namun, jika pekerja memiliki pengetahuan rendah tentang program tersebut, mereka tidak akan bersedia untuk menggunakannya.Upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja dengan memberikan penyuluhan secara terus-menerus kepada mereka.Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saragih et al.(2023), yaitu tabel distribusi frekuensi menunjukkan bahwa pengetahuan karyawan pabrik mengenai program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah 54 karyawan pabrik (42,2%) baik, sedangkan 61 karyawan pabrik (47,7%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 13 karyawan pabrik (10,2%) memiliki pengetahuan yang kurang mengenai program K3.Untuk pengetahuan sampel, dinilai berdasarkan nilai rata-rata (mean) dari kuesioner, hasil yang diperoleh adalah 74,22 (cukup).Pengetahuan adalah hasil dari indera manusia atau hasil dari pengetahuan seseorang terhadap objek melalui inderanya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya).Secara alami, waktu dari indera hingga menghasilkan pengetahuan sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran, yaitu telinga dan indera penglihatan (S Notoatmodjo, 2018).Hasil ini didukung oleh teori Lawrence Green, yang menyatakan bahwa perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tiga faktor utama.faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, kepercayaan), faktor pendukung (ketersediaan fasilitas atau infrastruktur), dan faktor motivasi (dukungan dari orang lain) (Notoadmojo, 2012).Dalam hal ini, pengetahuan sebagai faktor predisposisi memainkan peran penting dalam membentuk kepatuhan terhadap praktik K3.Pengetahuan, atau domain kognitif, adalah faktor dominan yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (atas perilaku).Jika seseorang menerima perilaku baru atau mengadopsi perilaku berdasarkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif, perilaku tersebut akan bertahan lama.Sebaliknya, jika perilaku tidak didasarkan pada pengetahuan dan kesadaran, perilaku tersebut tidak akan bertahan lama (Soekidjo Notoatmodjo, 2018).Perusahaan perlu memberikan pelatihan secara teratur dan sumber daya pendidikan yang memadai, seperti poster keselamatan, simulasi darurat, dan program orientasi untuk karyawan baru.Peningkatan pengetahuan secara terus-menerus diharapkan dapat menumbuhkan budaya kerja yang aman dan produktif.Berdasarkan temuan, penelitian ini membuktikan bahwa pengetahuan pekerja memainkan peran yang signifikan dalam mempengaruhi kepatuhan mereka terhadap implementasi program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).Tingkat pengetahuan yang tinggi di antara responden sejalan dengan tingkat kepatuhan yang tinggi yang diamati, menunjukkan bahwa pekerja yang lebih terinformasi lebih cenderung mematuhi prosedur dan peraturan keselamatan.Hubungan yang signifikan secara statistik (p-value = 0,002) lebih memperkuat asumsi bahwa pengetahuan adalah penentu kunci perilaku aman di tempat kerja.Hasil ini implikasinya bahwa pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi prinsip-prinsip K3 secara terus-menerus adalah strategi yang penting untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepatuhan (Ashari, 2022.Oleh karena itu, organisasi harus memprioritaskan peningkatan pengetahuan pekerja sebagai bagian dari upaya manajemen keselamatan mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan
<br>Perkembangan industri yang pesat di era globalisasi telah berdampak signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3), termasuk di Indonesia. Pelaksanaan program K3 sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit terkait pekerjaan, yang terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan pekerja dan kepatuhan mereka dalam menerapkan program K3 di PT Moratelindo Regional Makassar. Penelitian ini menggunakan desain survei analitis dengan pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-1f378.webp" type="image/webp" length="101432" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-1f378.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/program-orientasi-narapidana-manajemen-k3-penerapa-thumb-18aec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2422-poltekkestasikmalaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18351-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengujian Konstitusionalitas Undang Undang Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengujian Konstitusionalitas Undang Undang Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengujian Konstitusionalitas Undang Undang Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65023-index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi</link>
	<guid isPermaLink="false">8aa73894e983f38376a69791fe8c0b3b</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:04:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: pertama, mengkaji dampak implementasi sistem pengujian konstitusional hybrid (a priori dan a posteriori) di Indonesia untuk menyeimbangkan efisiensi dan partisipasi publik. Kedua, mengevaluasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis: Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: pertama, mengkaji dampak implementasi sistem pengujian konstitusional hybrid (a priori dan a posteriori) di Indonesia untuk menyeimbangkan efisiensi dan partisipasi publik. Kedua, mengevaluasi efektivitas batas waktu maksimal 3 bulan untuk proses pengujian a posteriori dalam meminimalkan ketidakpastian hukum. Ketiga, menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pengujian konstitusional melalui survei atau studi kasus untuk memperkuat partisipasi substantif dalam sistem demokrasi konstitusional Indonesia. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang optimalisasi fungsi lembaga konstitusional dan peningkatan keterlibatan publik dalam proses penyusunan dan pengawasan peraturan perundang-undangan.. Kedua negara menerapkan model yang berbeda secara filosofis, kelembagaan, dan akibat hukum.Pertama, dari segi filosofis, MK mengadopsi sistem a posteriori, yang memungkinkan pengujian undang-undang setelah berlaku.Hal ini memberikan ruang bagi partisipasi publik, namun berisiko menimbulkan ketidakpastian hukum, seperti pada kasus pembatalan UU No.7 Tahun 2004 yang berlaku selama 11 tahun sebelum dinyatakan inkonstitusional.Sementara itu, Prancis menggunakan sistem a priori melalui Conseil Constitutionnel, yang menguji rancangan undang-undang sebelum diundangkan.Model ini lebih efisien dalam mencegah pelanggaran konstitusi sejak dini, namun membatasi peran masyarakat dalam proses pengujian.Secara kelembagaan, MK memiliki kewenangan yang lebih luas, termasuk menyelesaikan sengketa pemilu dan antarlembaga negara, sedangkan Conseil Constitutionnel di Prancis fokus pada pengujian konstitusionalitas dan pengawasan proses elektoral.Perbedaan ini mencerminkan variasi dalam penekanan fungsi.Indonesia menitikberatkan pada checks and balances yang dinamis, sementara Prancis lebih menekankan stabilitas legislatif.Pada perspektif akibat hukum, putusan MK bersifat erga omnes dan dapat membatalkan undang-undang secara retrospektif, yang berpotensi menimbulkan kekosongan hukum.Sebaliknya, putusan Conseil Constitutionnel bersifat preventif, sehingga tidak mengganggu kepastian hukum, namun kurang responsif terhadap perubahan sosial pasca-pengundangan Artikel ini menganalisis perbandingan model pengujian konstitusionalitas undang-undang di Indonesia dan Prancis dengan fokus pada perbedaan kelembagaan, mekanisme, dan dampaknya terhadap perlindungan hak konstitusional warga negara. Artikel ini menggunakan penelitian hukum dengan pendekatan perbandingan. Hasilnya, Indonesia, melalui Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) menerapkan sistem a posteriori, yaitu berwenang menguji undang-undang setelah berlaku, sedangkan di Prancis menggunakan sistem a priori melalui Conseil Constitutionnel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-81bdf.webp" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-81bdf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-81bdf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-81bdf.webp 1x" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" alt="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-80dda.webp" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-80dda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-80dda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-80dda.webp 1x" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" alt="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-ae160.webp" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-ae160.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-ae160.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-ae160.webp 1x" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" alt="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65023-index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi" title="JURIS - Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis" target="_blank">Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang: Studi Perbandingan antara Indonesia dengan Prancis</a>: Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: pertama, mengkaji dampak implementasi sistem pengujian konstitusional hybrid (a priori dan a posteriori) di Indonesia untuk menyeimbangkan efisiensi dan partisipasi publik. Kedua, mengevaluasi efektivitas batas waktu maksimal 3 bulan untuk proses pengujian a posteriori dalam meminimalkan ketidakpastian hukum. Ketiga, menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pengujian konstitusional melalui survei atau studi kasus untuk memperkuat partisipasi substantif dalam sistem demokrasi konstitusional Indonesia. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang optimalisasi fungsi lembaga konstitusional dan peningkatan keterlibatan publik dalam proses penyusunan dan pengawasan peraturan perundang-undangan..
<br>Kedua negara menerapkan model yang berbeda secara filosofis, kelembagaan, dan akibat hukum.Pertama, dari segi filosofis, MK mengadopsi sistem a posteriori, yang memungkinkan pengujian undang-undang setelah berlaku.Hal ini memberikan ruang bagi partisipasi publik, namun berisiko menimbulkan ketidakpastian hukum, seperti pada kasus pembatalan UU No.7 Tahun 2004 yang berlaku selama 11 tahun sebelum dinyatakan inkonstitusional.Sementara itu, Prancis menggunakan sistem a priori melalui Conseil Constitutionnel, yang menguji rancangan undang-undang sebelum diundangkan.Model ini lebih efisien dalam mencegah pelanggaran konstitusi sejak dini, namun membatasi peran masyarakat dalam proses pengujian.Secara kelembagaan, MK memiliki kewenangan yang lebih luas, termasuk menyelesaikan sengketa pemilu dan antarlembaga negara, sedangkan Conseil Constitutionnel di Prancis fokus pada pengujian konstitusionalitas dan pengawasan proses elektoral.Perbedaan ini mencerminkan variasi dalam penekanan fungsi.Indonesia menitikberatkan pada checks and balances yang dinamis, sementara Prancis lebih menekankan stabilitas legislatif.Pada perspektif akibat hukum, putusan MK bersifat erga omnes dan dapat membatalkan undang-undang secara retrospektif, yang berpotensi menimbulkan kekosongan hukum.Sebaliknya, putusan Conseil Constitutionnel bersifat preventif, sehingga tidak mengganggu kepastian hukum, namun kurang responsif terhadap perubahan sosial pasca-pengundangan
<br>Artikel ini menganalisis perbandingan model pengujian konstitusionalitas undang-undang di Indonesia dan Prancis dengan fokus pada perbedaan kelembagaan, mekanisme, dan dampaknya terhadap perlindungan hak konstitusional warga negara. Artikel ini menggunakan penelitian hukum dengan pendekatan perbandingan. Hasilnya, Indonesia, melalui Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) menerapkan sistem a posteriori, yaitu berwenang menguji undang-undang setelah berlaku, sedangkan di Prancis menggunakan sistem a priori melalui Conseil Constitutionnel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-ae160.webp" type="image/webp" length="57786" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-81bdf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-80dda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/index-psi-sistem-adopsi-mahkamah-konstitusi-consei-thumb-ae160.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14909-verfassung-jurnal-hukum-tata-negara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effectiveness of Human Resource Management HRM Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency Southeast Sulawesi Province ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectiveness of Human Resource Management HRM Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency Southeast Sulawesi Province ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectiveness of Human Resource Management HRM Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency Southeast Sulawesi Province ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65008-adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka</link>
	<guid isPermaLink="false">5e5f41b3ef44b2f38fb0a6b110e4ae85</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 20:47:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ emma kamelia ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul hekmah ]]></category>
	<category><![CDATA[ chitra dewi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chitra,dewi,emma,hekmah,kamelia,nurul]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas strategi MSDM di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, beberapa saran yang dapat diberikan adalah: (1) Melakukan perencanaan sumber daya manusia yang sistematis dengan menyesuaikan jumlah petugas rekam medis berdasarkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province: Untuk meningkatkan efektivitas strategi MSDM di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, beberapa saran yang dapat diberikan adalah: (1) Melakukan perencanaan sumber daya manusia yang sistematis dengan menyesuaikan jumlah petugas rekam medis berdasarkan beban kerja dan memastikan kecocokan antara kompetensi dengan posisi pekerjaan melalui rekrutmen berbasis kompetensi. (2) Menerapkan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme petugas rekam medis. (3) Dari perspektif anggaran, manajemen rumah sakit diharapkan meningkatkan alokasi pendanaan dan menerapkan sistem penghargaan atau insentif yang adil dan transparan untuk meningkatkan motivasi kerja. (4) Melakukan perbaikan fasilitas dan infrastruktur, seperti menambah komputer dan memperbaiki penyimpanan rekam medis, untuk mendukung efisiensi kerja. (5) Dalam hal metode kerja, diperlukan sosialisasi dan pengawasan yang lebih intensif terhadap implementasi standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan konsistensi dalam pelaksanaan pekerjaan. (6) Rumah sakit perlu menerapkan sistem pemeliharaan peralatan secara rutin dan terjadwal untuk memastikan semua fasilitas kerja berfungsi secara optimal. Untuk pengembangan penelitian lebih lanjut, disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk mengukur hubungan antara strategi MSDM dan kinerja petugas rekam medis secara lebih objektif, serta mengembangkan model integrasi MSDM yang lebih komprehensif di sektor layanan kesehatan.. Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi mengenai efektivitas Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) terhadap kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, dapat disimpulkan bahwa strategi MSDM yang diterapkan belum berjalan optimal dan belum mampu meningkatkan kinerja petugas rekam medis secara maksimal.Ketidakefektifan ini terlihat pada beberapa aspek kunci.Dalam hal sumber daya manusia (tenaga kerja), masih terdapat kekurangan personel dan kesenjangan antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dilakukan, sehingga mengakibatkan peningkatan beban kerja dan kualitas pelayanan.Dalam hal anggaran (dana), alokasi pendanaan yang terbatas mengakibatkan implementasi pelatihan yang kurang optimal dan tidak adanya sistem penghargaan yang mampu meningkatkan motivasi kerja petugas rekam medis.Selain itu, dalam hal fasilitas dan infrastruktur (bahan), fasilitas yang tersedia masih terbatas, menghambat efisiensi kerja.Dalam hal metode kerja, standar operasional prosedur (SOP) belum diterapkan secara konsisten karena kurangnya sosialisasi dan pengawasan.Sementara itu, dalam hal peralatan (mesin), kurangnya sistem pemeliharaan rutin mencegah penggunaan peralatan kerja secara optimal.Secara keseluruhan, strategi MSDM yang diterapkan masih parsial dan belum terintegrasi secara penuh pada lima aspek ini.Situasi ini telah mengakibatkan kinerja petugas rekam medis yang kurang optimal dalam mendukung kualitas layanan kesehatan di rumah sakit Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja kesehatan, termasuk petugas rekam medis di rumah sakit. Kinerja optimal oleh petugas rekam medis sangat krusial untuk menjamin kualitas layanan kesehatan. Namun, dalam implementasinya, masih banyak kendala yang menghambat efektivitas strategi MSDM. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas strategi MSDM dalam meningkatkan kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain analitis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi, dengan subjek yang terlibat adalah petugas rekam medis dan manajemen rumah sakit. Untuk analisis data, digunakan metode analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-7f10f.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-7f10f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-7f10f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-7f10f.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" alt="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-42718.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-42718.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-42718.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-42718.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" alt="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-92ce1.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-92ce1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-92ce1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-92ce1.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" alt="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65008-adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka" title="JURIS - The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province" target="_blank">The Effectiveness of Human Resource Management (HRM) Strategies on the Performance of Medical Records Staff at the Regional General Hospital of Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province</a>: Untuk meningkatkan efektivitas strategi MSDM di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, beberapa saran yang dapat diberikan adalah: (1) Melakukan perencanaan sumber daya manusia yang sistematis dengan menyesuaikan jumlah petugas rekam medis berdasarkan beban kerja dan memastikan kecocokan antara kompetensi dengan posisi pekerjaan melalui rekrutmen berbasis kompetensi. (2) Menerapkan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme petugas rekam medis. (3) Dari perspektif anggaran, manajemen rumah sakit diharapkan meningkatkan alokasi pendanaan dan menerapkan sistem penghargaan atau insentif yang adil dan transparan untuk meningkatkan motivasi kerja. (4) Melakukan perbaikan fasilitas dan infrastruktur, seperti menambah komputer dan memperbaiki penyimpanan rekam medis, untuk mendukung efisiensi kerja. (5) Dalam hal metode kerja, diperlukan sosialisasi dan pengawasan yang lebih intensif terhadap implementasi standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan konsistensi dalam pelaksanaan pekerjaan. (6) Rumah sakit perlu menerapkan sistem pemeliharaan peralatan secara rutin dan terjadwal untuk memastikan semua fasilitas kerja berfungsi secara optimal. Untuk pengembangan penelitian lebih lanjut, disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk mengukur hubungan antara strategi MSDM dan kinerja petugas rekam medis secara lebih objektif, serta mengembangkan model integrasi MSDM yang lebih komprehensif di sektor layanan kesehatan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi mengenai efektivitas Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) terhadap kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, dapat disimpulkan bahwa strategi MSDM yang diterapkan belum berjalan optimal dan belum mampu meningkatkan kinerja petugas rekam medis secara maksimal.Ketidakefektifan ini terlihat pada beberapa aspek kunci.Dalam hal sumber daya manusia (tenaga kerja), masih terdapat kekurangan personel dan kesenjangan antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dilakukan, sehingga mengakibatkan peningkatan beban kerja dan kualitas pelayanan.Dalam hal anggaran (dana), alokasi pendanaan yang terbatas mengakibatkan implementasi pelatihan yang kurang optimal dan tidak adanya sistem penghargaan yang mampu meningkatkan motivasi kerja petugas rekam medis.Selain itu, dalam hal fasilitas dan infrastruktur (bahan), fasilitas yang tersedia masih terbatas, menghambat efisiensi kerja.Dalam hal metode kerja, standar operasional prosedur (SOP) belum diterapkan secara konsisten karena kurangnya sosialisasi dan pengawasan.Sementara itu, dalam hal peralatan (mesin), kurangnya sistem pemeliharaan rutin mencegah penggunaan peralatan kerja secara optimal.Secara keseluruhan, strategi MSDM yang diterapkan masih parsial dan belum terintegrasi secara penuh pada lima aspek ini.Situasi ini telah mengakibatkan kinerja petugas rekam medis yang kurang optimal dalam mendukung kualitas layanan kesehatan di rumah sakit
<br>Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja kesehatan, termasuk petugas rekam medis di rumah sakit. Kinerja optimal oleh petugas rekam medis sangat krusial untuk menjamin kualitas layanan kesehatan. Namun, dalam implementasinya, masih banyak kendala yang menghambat efektivitas strategi MSDM. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas strategi MSDM dalam meningkatkan kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain analitis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi, dengan subjek yang terlibat adalah petugas rekam medis dan manajemen rumah sakit. Untuk analisis data, digunakan metode analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-92ce1.webp" type="image/webp" length="107098" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-7f10f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-42718.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/adaptasi-strategi-msdm-berkas-rekam-medis-kerusaka-thumb-92ce1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2422-poltekkestasikmalaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18351-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-65020-kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi</link>
	<guid isPermaLink="false">e93473b4710ea34a7f6314c4c0a73354</guid>
	<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 20:38:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ emma kamelia ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul hekmah ]]></category>
	<category><![CDATA[ chitra dewi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chitra,dewi,emma,hekmah,kamelia,nurul]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program pendidikan kesehatan terpadu pada perilaku kesehatan masyarakat. 2. Penelitian tentang faktor budaya yang memengaruhi literasi kesehatan dan adopsi praktik higiene di wilayah semi-urban ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya: 1. Studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program pendidikan kesehatan terpadu pada perilaku kesehatan masyarakat. 2. Penelitian tentang faktor budaya yang memengaruhi literasi kesehatan dan adopsi praktik higiene di wilayah semi-urban Indonesia. 3. Analisis efektivitas layanan kesehatan mobile dalam meningkatkan akses dan kesadaran kesehatan mulut serta kesehatan sistemik di daerah terpencil.. Kesehatan mulut dan kesehatan umum saling terkait pada penduduk dewasa di Tasikmalaya.Penguatan promosi kesehatan mulut serta integrasi pendidikan higiene gigi ke dalam program kesehatan umum dianjurkan untuk mendukung kesehatan sistemik.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan intervensi berbasis komunitas yang lebih efektif Artikel ini mengkaji hubungan antara pengetahuan kesehatan mulut, perilaku higiene gigi, dan status kesehatan umum pada penduduk dewasa di Tasikmalaya. Metode survei cross-sectional dilakukan terhadap 30 peserta program pendidikan kesehatan berbasis komunitas. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan kesehatan mulut terkait dengan perilaku higiene yang lebih baik, sementara praktik higiene buruk berkorelasi dengan prevalensi hipertensi (32,0%) dan kolesterol tinggi (36,7%). Studi ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan higiene gigi ke dalam program kesehatan umum untuk meningkatkan kesehatan sistemik. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-067d3.webp" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-067d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-067d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-067d3.webp 1x" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" alt="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-f7f82.webp" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-f7f82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-f7f82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-f7f82.webp 1x" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" alt="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-b3085.webp" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-b3085.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-b3085.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-b3085.webp 1x" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" alt="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-65020-kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi" title="JURIS - Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya" target="_blank">Association Between Oral Health and General Health Among Adults in Tasikmalaya</a>: 1. Studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program pendidikan kesehatan terpadu pada perilaku kesehatan masyarakat. 2. Penelitian tentang faktor budaya yang memengaruhi literasi kesehatan dan adopsi praktik higiene di wilayah semi-urban Indonesia. 3. Analisis efektivitas layanan kesehatan mobile dalam meningkatkan akses dan kesadaran kesehatan mulut serta kesehatan sistemik di daerah terpencil..
<br>Kesehatan mulut dan kesehatan umum saling terkait pada penduduk dewasa di Tasikmalaya.Penguatan promosi kesehatan mulut serta integrasi pendidikan higiene gigi ke dalam program kesehatan umum dianjurkan untuk mendukung kesehatan sistemik.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan intervensi berbasis komunitas yang lebih efektif
<br>Artikel ini mengkaji hubungan antara pengetahuan kesehatan mulut, perilaku higiene gigi, dan status kesehatan umum pada penduduk dewasa di Tasikmalaya. Metode survei cross-sectional dilakukan terhadap 30 peserta program pendidikan kesehatan berbasis komunitas. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan kesehatan mulut terkait dengan perilaku higiene yang lebih baik, sementara praktik higiene buruk berkorelasi dengan prevalensi hipertensi (32,0%) dan kolesterol tinggi (36,7%). Studi ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan higiene gigi ke dalam program kesehatan umum untuk meningkatkan kesehatan sistemik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-f7f82.webp" type="image/webp" length="95904" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-067d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-f7f82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kesehatan-mulut-higiene-gigi-adopsi-praktik-promos-thumb-b3085.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2422-poltekkestasikmalaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18351-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 09 Sep 2026 05:16:12 +0700. 12 items. Served in: 5.364 seconds [rss] -->
