<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 07:42:43 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 07:42:43 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-07T07:42:43+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35098-fenomena-perilaku-konsumtif</link>
	<guid isPermaLink="false">469fa5a0a57054aefe3c50159ab29e30</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 06:00:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ agus triyani ]]></category>
	<category><![CDATA[ right issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ harga saham ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,harga,issue,right,saham,triyani]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor psikologis yang memengaruhi mahasiswa dalam memanfaatkan fitur PayLater, seperti tingkat impulsivitas, kebutuhan akan validasi sosial, atau literasi keuangan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa: Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor psikologis yang memengaruhi mahasiswa dalam memanfaatkan fitur PayLater, seperti tingkat impulsivitas, kebutuhan akan validasi sosial, atau literasi keuangan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan perilaku konsumtif mahasiswa pengguna PayLater dengan mahasiswa yang tidak menggunakan fitur tersebut, untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perbedaan tersebut. Terakhir, penelitian dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas dan latar belakang sosio-ekonomi, guna meningkatkan generalisasi temuan dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak fitur PayLater terhadap perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi pihak Shopee, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang efektif untuk mempromosikan penggunaan fitur PayLater secara bertanggung jawab dan mencegah potensi masalah keuangan di kalangan mahasiswa.. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pengaruh penggunaan Shopee PayLater terhadap perilaku konsumtif Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) Semarang yang melanjutkan kuliah di Unwahas adalah positif.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fitur Shopee PayLater memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan konsumtif mahasiswa.Nilai presentase pengaruhnya sebesar 72,9%, menunjukkan bahwa sebagian besar variasi dalam perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh penggunaan fitur PayLater Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi diimplementasikan oleh Shopee dengan membuat fitur seperti "kartu kredit" tanpa fisik yang disediakan didalamnya yang dinamakan Shopee PayLater untuk digunakan para konsumen dalam bertransaksi di Shopee. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adanya fitur PayLater terhadap perlaku konsumtif. Metode yang digunakan penulis adalah metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) yang melanjutkan kuliah di Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuisoner yang dibuat melalui Google Form yang disebarkan melalui Group WhatsApp dengan jumlah responden... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-fe6d7.webp" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-fe6d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-fe6d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-fe6d7.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" alt="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-37373.webp" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-37373.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-37373.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-37373.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" alt="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35098-fenomena-perilaku-konsumtif" title="JURIS - Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa" target="_blank">Pengaruh Penggunaan Fitur Shopee Paylater Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa</a>: Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor psikologis yang memengaruhi mahasiswa dalam memanfaatkan fitur PayLater, seperti tingkat impulsivitas, kebutuhan akan validasi sosial, atau literasi keuangan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan perilaku konsumtif mahasiswa pengguna PayLater dengan mahasiswa yang tidak menggunakan fitur tersebut, untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perbedaan tersebut. Terakhir, penelitian dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas dan latar belakang sosio-ekonomi, guna meningkatkan generalisasi temuan dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak fitur PayLater terhadap perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi pihak Shopee, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang efektif untuk mempromosikan penggunaan fitur PayLater secara bertanggung jawab dan mencegah potensi masalah keuangan di kalangan mahasiswa..
<br>Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pengaruh penggunaan Shopee PayLater terhadap perilaku konsumtif Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) Semarang yang melanjutkan kuliah di Unwahas adalah positif.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fitur Shopee PayLater memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan konsumtif mahasiswa.Nilai presentase pengaruhnya sebesar 72,9%, menunjukkan bahwa sebagian besar variasi dalam perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh penggunaan fitur PayLater
<br>Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi diimplementasikan oleh Shopee dengan membuat fitur seperti "kartu kredit" tanpa fisik yang disediakan didalamnya yang dinamakan Shopee PayLater untuk digunakan para konsumen dalam bertransaksi di Shopee. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adanya fitur PayLater terhadap perlaku konsumtif. Metode yang digunakan penulis adalah metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) yang melanjutkan kuliah di Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuisoner yang dibuat melalui Google Form yang disebarkan melalui Group WhatsApp dengan jumlah responden...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-fe6d7.webp" type="image/webp" length="88764" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-fe6d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/fenomena-perilaku-konsumtif-mahasiswa-asymp-shopee-thumb-37373.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-221-unwahas.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5460-konferensi-nasional-ekonomi-bisnis-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems Case Study of Judges Decision Number 1228 K Pdt Sus Phi 2023 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems Case Study of Judges Decision Number 1228 K Pdt Sus Phi 2023 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems Case Study of Judges Decision Number 1228 K Pdt Sus Phi 2023 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35085-sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-ruma</link>
	<guid isPermaLink="false">0d37f2b2b42d2e7eaf686328a70c4ce9</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ denial ikram ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[denial,faculty,ikram,law,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Untuk panel hakim Pengadilan Hubungan Industrial agar hakim dalam memutuskan kasus selalu memprioritaskan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas, serta lebih memperhatikan hak-hak pekerja sebagai pihak yang rentan dalam hubungan industrial.2. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems (Case Study of Judge's Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023): 1. Untuk panel hakim Pengadilan Hubungan Industrial agar hakim dalam memutuskan kasus selalu memprioritaskan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas, serta lebih memperhatikan hak-hak pekerja sebagai pihak yang rentan dalam hubungan industrial.2. Bagi perusahaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku dan memastikan pembayaran kompensasi setelah pemutusan hubungan kerja sesuai dengan ketentuan yang ada. Ini adalah kewajiban pemberi kerja untuk memberikan hak-hak pekerja dan menegakkan prinsip keadilan dalam hubungan kerja, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang adil dan seimbang bagi semua pihak yang terlibat.3. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana mediasi dan negosiasi bipartit dapat menjadi alternatif penyelesaian sengketa hubungan industrial yang efektif dan efisien, serta bagaimana peran hakim dalam memastikan proses tersebut berjalan dengan adil dan transparan.. Dalam kasus sengketa hubungan industrial, penyelesaian harus dilakukan melalui deliberasi antara pekerja dan pemberi kerja atau bipartit.Dalam kasus Hepin Situmorang yang dipecat sebagai karyawan Rumah Sakit Martha Friska tanpa dibayar upah, upaya bipartit dilakukan oleh Hepin Situmorang dan Rumah Sakit Martha Friska tanpa melibatkan PT Karya Utama Sehat Sejahtera.Hal ini membuat gugatan Hepin Situmorang menjadi gugatan prematur atau tidak diterima.Karena Rumah Sakit Martha Friska adalah unit bisnis dari PT Karya Utama Sehat Sejahtera, tidak adanya PT Karya Utama Sehat Sejahtera dalam gugatan tidak menjadi masalah, karena Rumah Sakit Martha Friska adalah unit bisnis dari PT Karya Utama Sehat Sejahtera yang menjadi satu kesatuan.Konsekuensi hukum setelah putusan Mahkamah Agung Nomor 1228 K/Pdt.Sus-PHI/2023 antara Hepin Situmorang dengan PT Karya Utama Sehat Sejahtera adalah membatalkan Keputusan Pengadilan Hubungan Industrial di Pengadilan Negeri Medan Nomor 74/Pdt.Konsekuensi hukum selanjutnya adalah hubungan kerja antara Hepin Situmorang dan Rumah Sakit Martha Friska, yang merupakan bagian dari PT Karya Utama Sehat Sejahtera, telah berakhir sejak diterbitkannya surat pemutusan hubungan kerja terhadap Hepin Situmorang tanggal 26 Juli 2020.Sehingga hubungan hukum antara kedua pihak telah berubah akibat pemutusan hubungan kerja yang diterima oleh Hepin Situmorang dari Rumah Sakit Martha Friska.Konsekuensi hukum yang timbul dari pemutusan hubungan kerja adalah PT Karya Utama Sehat Sejahtera memiliki kewajiban untuk membayar hak-hak Hepin Situmorang sesuai dengan keputusan hakim.Sebagai akibat dari pemutusan hubungan kerja, pemberi kerja harus membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Dalam kasus ini, Hepin Situmorang akan menerima uang sebagai pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak sebesar Rp 33.848,00 (tiga puluh tiga juta delapan ratus tiga puluh enam ribu delapan ratus empat puluh delapan rupiah) yang akan dibayarkan oleh PT Karya Utama Sehat Hepin Situmorang, seorang mantan karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Martha Friska selama 17 tahun, mengalami pemutusan hubungan kerja tanpa dibayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak. Setelah upaya mediasi gagal, Hepin Situmorang mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial Medan, tetapi gugatannya ditolak karena PT Karya Utama Sehat Sejahtera, sebagai pemilik Rumah Sakit Martha Friska, tidak ikut serta dalam negosiasi bipartit dan mediasi. Hepin Situmorang kemudian mengajukan banding dan putusan kasasi menerima gugatannya dengan alasan bahwa Rumah Sakit Martha Friska dan PT Karya Utama Sehat Sejahtera adalah satu entitas yang tidak dapat dipisahkan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-2e59c.webp" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-2e59c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-2e59c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-2e59c.webp 1x" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" alt="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-634a4.webp" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-634a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-634a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-634a4.webp 1x" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" alt="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-555b4.webp" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-555b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-555b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-555b4.webp 1x" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" alt="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35085-sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-ruma" title="JURIS - Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge&#039;s Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)" target="_blank">Juridical Analysis of the Judges Decision on Premature Lawsuit in the Settlement of Termination of Employment Problems  (Case Study of Judge's Decision Number 1228 K/Pdt.Sus-Phi/2023)</a>: 1. Untuk panel hakim Pengadilan Hubungan Industrial agar hakim dalam memutuskan kasus selalu memprioritaskan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas, serta lebih memperhatikan hak-hak pekerja sebagai pihak yang rentan dalam hubungan industrial.2. Bagi perusahaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku dan memastikan pembayaran kompensasi setelah pemutusan hubungan kerja sesuai dengan ketentuan yang ada. Ini adalah kewajiban pemberi kerja untuk memberikan hak-hak pekerja dan menegakkan prinsip keadilan dalam hubungan kerja, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang adil dan seimbang bagi semua pihak yang terlibat.3. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana mediasi dan negosiasi bipartit dapat menjadi alternatif penyelesaian sengketa hubungan industrial yang efektif dan efisien, serta bagaimana peran hakim dalam memastikan proses tersebut berjalan dengan adil dan transparan..
<br>Dalam kasus sengketa hubungan industrial, penyelesaian harus dilakukan melalui deliberasi antara pekerja dan pemberi kerja atau bipartit.Dalam kasus Hepin Situmorang yang dipecat sebagai karyawan Rumah Sakit Martha Friska tanpa dibayar upah, upaya bipartit dilakukan oleh Hepin Situmorang dan Rumah Sakit Martha Friska tanpa melibatkan PT Karya Utama Sehat Sejahtera.Hal ini membuat gugatan Hepin Situmorang menjadi gugatan prematur atau tidak diterima.Karena Rumah Sakit Martha Friska adalah unit bisnis dari PT Karya Utama Sehat Sejahtera, tidak adanya PT Karya Utama Sehat Sejahtera dalam gugatan tidak menjadi masalah, karena Rumah Sakit Martha Friska adalah unit bisnis dari PT Karya Utama Sehat Sejahtera yang menjadi satu kesatuan.Konsekuensi hukum setelah putusan Mahkamah Agung Nomor 1228 K/Pdt.Sus-PHI/2023 antara Hepin Situmorang dengan PT Karya Utama Sehat Sejahtera adalah membatalkan Keputusan Pengadilan Hubungan Industrial di Pengadilan Negeri Medan Nomor 74/Pdt.Konsekuensi hukum selanjutnya adalah hubungan kerja antara Hepin Situmorang dan Rumah Sakit Martha Friska, yang merupakan bagian dari PT Karya Utama Sehat Sejahtera, telah berakhir sejak diterbitkannya surat pemutusan hubungan kerja terhadap Hepin Situmorang tanggal 26 Juli 2020.Sehingga hubungan hukum antara kedua pihak telah berubah akibat pemutusan hubungan kerja yang diterima oleh Hepin Situmorang dari Rumah Sakit Martha Friska.Konsekuensi hukum yang timbul dari pemutusan hubungan kerja adalah PT Karya Utama Sehat Sejahtera memiliki kewajiban untuk membayar hak-hak Hepin Situmorang sesuai dengan keputusan hakim.Sebagai akibat dari pemutusan hubungan kerja, pemberi kerja harus membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Dalam kasus ini, Hepin Situmorang akan menerima uang sebagai pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak sebesar Rp 33.848,00 (tiga puluh tiga juta delapan ratus tiga puluh enam ribu delapan ratus empat puluh delapan rupiah) yang akan dibayarkan oleh PT Karya Utama Sehat
<br>Hepin Situmorang, seorang mantan karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Martha Friska selama 17 tahun, mengalami pemutusan hubungan kerja tanpa dibayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak. Setelah upaya mediasi gagal, Hepin Situmorang mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial Medan, tetapi gugatannya ditolak karena PT Karya Utama Sehat Sejahtera, sebagai pemilik Rumah Sakit Martha Friska, tidak ikut serta dalam negosiasi bipartit dan mediasi. Hepin Situmorang kemudian mengajukan banding dan putusan kasasi menerima gugatannya dengan alasan bahwa Rumah Sakit Martha Friska dan PT Karya Utama Sehat Sejahtera adalah satu entitas yang tidak dapat dipisahkan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-555b4.webp" type="image/webp" length="109336" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-2e59c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-634a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/sehat-sejahtera-rumah-sakit-harapan-tht-kinerja-ke-thumb-555b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2763-indonesian-journal-labour-law-industrial-relations.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35092-labor-law-working-time-overtime-worker-protection</link>
	<guid isPermaLink="false">7ae8f015f60e6c91140d2c1d1a0b66fe</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ denial ikram ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[denial,faculty,ikram,law,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pengawasan oleh dinas tenaga kerja terhadap praktik pengaturan waktu kerja yang berpotensi eksploitatif di perusahaan lain. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pengawasan oleh dinas tenaga kerja terhadap praktik pengaturan waktu kerja yang berpotensi eksploitatif di perusahaan lain. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis perbandingan regulasi waktu kerja di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki sistem perlindungan tenaga kerja yang lebih kuat, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam, seperti studi kasus dengan melibatkan wawancara mendalam terhadap pekerja dan manajemen perusahaan, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika kekuasaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pengaturan waktu kerja, serta dampaknya terhadap kesejahteraan dan produktivitas pekerja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.. Based on the research, the employment agreement between PT TKB and its workers regarding working time is considered invalid as it violates statutory provisions.PT TKB's attempt to justify the agreement using outdated regulations and misclassifying worker positions is deemed unacceptable.The company has violated provisions related to working hours, wages, and overtime pay, necessitating legal protection for the workers involved.Workers can pursue legal remedies through negotiation, mediation, or litigation in the industrial relations court to enforce their rights This research examines the application of overtime working time at PT TKB, a Food and Beverage-based company operating in Surabaya, with a focus on the position of "Store Keeper". The problem arises because the company sets a working time of 12 hours a day or 72 hours a week, which is agreed in the employment agreement without the provision of overtime pay. This is based on the Decree of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number Kep.102/MEN/VI/2004 which provides exceptions for workers with certain responsibilities. However, this policy raises questions regarding compliance with labor legislation, particularly Law Number 6 of 2023. The research aims to analyze whether the implementation of PT TKB's working time is in accordance with applicable labor regulations and how legal protection is provided to workers... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-97162.webp" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-97162.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-97162.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-97162.webp 1x" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" alt="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-034e3.webp" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-034e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-034e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-034e3.webp 1x" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" alt="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-a14c8.webp" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-a14c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-a14c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-a14c8.webp 1x" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" alt="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35092-labor-law-working-time-overtime-worker-protection" title="JURIS - Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB" target="_blank">Validity Of Overtime Beyond The Established Regulations Based On Employment Agreement At PT TKB</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pengawasan oleh dinas tenaga kerja terhadap praktik pengaturan waktu kerja yang berpotensi eksploitatif di perusahaan lain. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis perbandingan regulasi waktu kerja di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki sistem perlindungan tenaga kerja yang lebih kuat, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam, seperti studi kasus dengan melibatkan wawancara mendalam terhadap pekerja dan manajemen perusahaan, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika kekuasaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pengaturan waktu kerja, serta dampaknya terhadap kesejahteraan dan produktivitas pekerja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan berkelanjutan..
<br>Based on the research, the employment agreement between PT TKB and its workers regarding working time is considered invalid as it violates statutory provisions.PT TKB's attempt to justify the agreement using outdated regulations and misclassifying worker positions is deemed unacceptable.The company has violated provisions related to working hours, wages, and overtime pay, necessitating legal protection for the workers involved.Workers can pursue legal remedies through negotiation, mediation, or litigation in the industrial relations court to enforce their rights
<br>This research examines the application of overtime working time at PT TKB, a Food and Beverage-based company operating in Surabaya, with a focus on the position of "Store Keeper". The problem arises because the company sets a working time of 12 hours a day or 72 hours a week, which is agreed in the employment agreement without the provision of overtime pay. This is based on the Decree of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number Kep.102/MEN/VI/2004 which provides exceptions for workers with certain responsibilities. However, this policy raises questions regarding compliance with labor legislation, particularly Law Number 6 of 2023. The research aims to analyze whether the implementation of PT TKB's working time is in accordance with applicable labor regulations and how legal protection is provided to workers...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-a14c8.webp" type="image/webp" length="98138" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-97162.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-034e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/labor-law-working-time-overtime-worker-protection-thumb-a14c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2763-indonesian-journal-labour-law-industrial-relations.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35096-virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj</link>
	<guid isPermaLink="false">e31d6d761bb371b4d9558b9e002992e6</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ budi jatmiko ]]></category>
	<category><![CDATA[ khoirun nisa ]]></category>
	<category><![CDATA[ gedung c3 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,c3,gedung,jatmiko,khoirun,nisa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas website pembelajaran berbasis STEAM ini di berbagai sekolah dengan latar belakang berbeda, termasuk sekolah di daerah terpencil, agar dapat menilai sejauh mana media ini dapat diadopsi secara ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas website pembelajaran berbasis STEAM ini di berbagai sekolah dengan latar belakang berbeda, termasuk sekolah di daerah terpencil, agar dapat menilai sejauh mana media ini dapat diadopsi secara luas dan inklusif. Kedua, perlu dikembangkan versi website serupa untuk materi Fisika selain optik, seperti listrik, dinamika, atau termodinamika, kemudian diteliti apakah pendekatan STEAM tetap memberikan dampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada topik-topik tersebut. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tindakan kelas yang mengintegrasikan website ini ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis, untuk mengevaluasi bagaimana penggunaan jangka panjang media ini memengaruhi keterlibatan siswa, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis selama satu semester penuh, bukan hanya dalam satu pertemuan. Penelitian-penelitian lanjutan ini akan membantu memperkuat validitas dan keberlanjutan media pembelajaran digital berbasis inovasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi pendidikan Fisika di era digital.. Website pembelajaran Fisika interaktif berbasis pendekatan STEAM pada materi optik terbukti sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan respons efektivitas media sebesar 90,4%.Penerapan pendekatan STEAM tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga mendorong integrasi sains, teknologi, seni, dan kreativitas dalam proses pembelajaran sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan di satu sekolah dengan sampel terbatas serta fokus pada materi optik, sehingga perlu penelitian lanjutan untuk generalisasi dan penerapan pada materi Fisika lainnya Tujuan: Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi memengaruhi dunia pendidikan. Oleh karena itu, calon pendidik dituntut mampu memanfaatkan teknologi yang ada dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran Fisika dengan menerapkan pendekatan STEAM untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi optik. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa website pembelajaran Fisika interaktif berbasis pendekatan STEAM. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran. Model pengembangan media yang digunakan adalah model ADDIE. Uji coba media pembelajaran dilakukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-ba4ad.webp" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-ba4ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-ba4ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-ba4ad.webp 1x" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" alt="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-d30db.webp" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-d30db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-d30db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-d30db.webp 1x" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" alt="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-5078c.webp" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-5078c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-5078c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-5078c.webp 1x" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" alt="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35096-virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj" title="JURIS - Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter" target="_blank">Development of Interactive Physics Learning Website Based On STEAM Approach to Increase Student Learning Motivation in Optics Chapter</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas website pembelajaran berbasis STEAM ini di berbagai sekolah dengan latar belakang berbeda, termasuk sekolah di daerah terpencil, agar dapat menilai sejauh mana media ini dapat diadopsi secara luas dan inklusif. Kedua, perlu dikembangkan versi website serupa untuk materi Fisika selain optik, seperti listrik, dinamika, atau termodinamika, kemudian diteliti apakah pendekatan STEAM tetap memberikan dampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada topik-topik tersebut. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tindakan kelas yang mengintegrasikan website ini ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis, untuk mengevaluasi bagaimana penggunaan jangka panjang media ini memengaruhi keterlibatan siswa, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis selama satu semester penuh, bukan hanya dalam satu pertemuan. Penelitian-penelitian lanjutan ini akan membantu memperkuat validitas dan keberlanjutan media pembelajaran digital berbasis inovasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi pendidikan Fisika di era digital..
<br>Website pembelajaran Fisika interaktif berbasis pendekatan STEAM pada materi optik terbukti sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan respons efektivitas media sebesar 90,4%.Penerapan pendekatan STEAM tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga mendorong integrasi sains, teknologi, seni, dan kreativitas dalam proses pembelajaran sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan di satu sekolah dengan sampel terbatas serta fokus pada materi optik, sehingga perlu penelitian lanjutan untuk generalisasi dan penerapan pada materi Fisika lainnya
<br>Tujuan: Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi memengaruhi dunia pendidikan. Oleh karena itu, calon pendidik dituntut mampu memanfaatkan teknologi yang ada dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran Fisika dengan menerapkan pendekatan STEAM untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi optik. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa website pembelajaran Fisika interaktif berbasis pendekatan STEAM. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran. Model pengembangan media yang digunakan adalah model ADDIE. Uji coba media pembelajaran dilakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-ba4ad.webp" type="image/webp" length="109032" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-ba4ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-d30db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/virtual-materi-fisika-complement-steam-approach-aj-thumb-5078c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2760-journal-digitalization-physics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35076-federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisas</link>
	<guid isPermaLink="false">3b2a2ad2de02202139718e2cfc1406f6</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ alya sari ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alya,sari,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi pemain sepak bola, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan sistem pengaduan yang mudah diakses ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment: Untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi pemain sepak bola, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan sistem pengaduan yang mudah diakses oleh pemain, dengan memastikan bahwa proses pengaduan tidak memberatkan dan memberikan perlindungan yang memadai. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran organisasi pemain sepak bola dalam memberikan dukungan dan advokasi bagi anggota mereka dalam kasus-kasus pelanggaran gaji. Penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki dampak dari peraturan dan kebijakan yang ada, serta mengidentifikasi celah dan kekurangan dalam sistem saat ini. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan perlindungan hukum dan memastikan hak-hak pemain sepak bola terpenuhi.. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah yang terjadi antara pemain dan klub sepak bola dapat diselesaikan melalui mediasi atau rekonsiliasi, keduanya merupakan bagian dari itikad baik untuk mencapai kesepakatan bersama, tetapi jika dirasa mediasi dan rekonsiliasi telah dilakukan tetapi tidak ada kesepakatan bersama, maka dapat mengambil langkah hukum selanjutnya, yaitu Arbitrase.Di mana badan arbitrase resmi NDRC dapat menjadi forum untuk menyelesaikan semua masalah terkait sepak bola Sepak bola adalah salah satu olahraga paling populer di dunia. Dengan perkembangan yang pesat, terbentuklah organisasi sepak bola nasional bernama PSSI atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh pemain sepak bola Indonesia terkait masalah kontrak kerja, salah satunya adalah masalah keterlambatan pembayaran gaji pemain sepak bola oleh klub sepak bola. Para atlet sepak bola sendiri masih disebut sebagai pekerja atau buruh dan tunduk pada Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga masalah yang dihadapi oleh atlet harus berdasarkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-04cb9.webp" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-04cb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-04cb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-04cb9.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" alt="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-246c4.webp" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-246c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-246c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-246c4.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" alt="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-7ea1d.webp" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-7ea1d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-7ea1d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-7ea1d.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" alt="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35076-federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisas" title="JURIS - Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment" target="_blank">Legal Protection of Employment Contract Agreements Between Clubs and Football Players in Cases of Breach of Wage Payment</a>: Untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi pemain sepak bola, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan sistem pengaduan yang mudah diakses oleh pemain, dengan memastikan bahwa proses pengaduan tidak memberatkan dan memberikan perlindungan yang memadai. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran organisasi pemain sepak bola dalam memberikan dukungan dan advokasi bagi anggota mereka dalam kasus-kasus pelanggaran gaji. Penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki dampak dari peraturan dan kebijakan yang ada, serta mengidentifikasi celah dan kekurangan dalam sistem saat ini. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan perlindungan hukum dan memastikan hak-hak pemain sepak bola terpenuhi..
<br>Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah yang terjadi antara pemain dan klub sepak bola dapat diselesaikan melalui mediasi atau rekonsiliasi, keduanya merupakan bagian dari itikad baik untuk mencapai kesepakatan bersama, tetapi jika dirasa mediasi dan rekonsiliasi telah dilakukan tetapi tidak ada kesepakatan bersama, maka dapat mengambil langkah hukum selanjutnya, yaitu Arbitrase.Di mana badan arbitrase resmi NDRC dapat menjadi forum untuk menyelesaikan semua masalah terkait sepak bola
<br>Sepak bola adalah salah satu olahraga paling populer di dunia. Dengan perkembangan yang pesat, terbentuklah organisasi sepak bola nasional bernama PSSI atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh pemain sepak bola Indonesia terkait masalah kontrak kerja, salah satunya adalah masalah keterlambatan pembayaran gaji pemain sepak bola oleh klub sepak bola. Para atlet sepak bola sendiri masih disebut sebagai pekerja atau buruh dan tunduk pada Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga masalah yang dihadapi oleh atlet harus berdasarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-04cb9.webp" type="image/webp" length="89450" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-04cb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-246c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/federasi-sepak-bola-gaji-pssi-organisasi-atlet-per-thumb-7ea1d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2762-indonesian-journal-sports-law.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through STEAM Integration ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through STEAM Integration ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through STEAM Integration ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35093-integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja</link>
	<guid isPermaLink="false">fb7424796e5848295841c29f6149bd5f</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ budi jatmiko ]]></category>
	<category><![CDATA[ khoirun nisa ]]></category>
	<category><![CDATA[ gedung c3 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,c3,gedung,jatmiko,khoirun,nisa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi eksperimental dengan populasi yang lebih besar dan beragam untuk memvalidasi dan memperluas temuan tentang dampak pembelajaran berbasis STEAM. Perbandingan lintas negara juga dapat memberikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through STEAM Integration: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi eksperimental dengan populasi yang lebih besar dan beragam untuk memvalidasi dan memperluas temuan tentang dampak pembelajaran berbasis STEAM. Perbandingan lintas negara juga dapat memberikan wawasan berharga tentang penerapan pendekatan ini di berbagai konteks budaya dan pendidikan. Selain itu, penelitian tentang kesiapan guru, desain kurikulum, dan integrasi digital dalam STEAM dapat membantu mengatasi tantangan yang terkait dengan implementasi STEAM, seperti pelatihan guru yang tidak memadai dan keselarasan dengan kurikulum nasional. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan dan penerapan pendekatan STEAM dalam pendidikan fisika, memastikan bahwa siswa memiliki keterampilan abad ke-21 yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia nyata secara kreatif dan inovatif.. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM memiliki dampak positif yang signifikan terhadap berbagai aspek pendidikan fisika, seperti meningkatkan kreativitas, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar secara keseluruhan.Pendekatan ini juga mendorong sikap ilmiah yang positif dan motivasi yang lebih besar di antara siswa, dengan perbedaan yang dapat diamati berdasarkan disposisi ilmiah awal mereka.Temuan ini mendukung integrasi STEAM ke dalam kurikulum fisika sebagai cara untuk memodernisasi pengalaman belajar dan mengembangkan kompetensi abad ke-21.Hasil penelitian memperkuat STEAM sebagai pendekatan pedagogis yang inovatif dan layak yang dapat menjembatani instruksi sains tradisional dengan aplikasi interdisipliner dan dunia nyata.Namun, implementasi STEAM menghadapi tantangan, termasuk kurangnya keselarasan dengan struktur kurikulum saat ini, pelatihan guru yang tidak memadai, dan batasan waktu dalam perencanaan dan pengiriman pelajaran.Tinjauan ini juga terbatas pada penggunaan data sekunder dari artikel jurnal Indonesia, yang dapat mempengaruhi generalisasi hasilnya.Penelitian lebih lanjut harus mengeksplorasi dampak jangka panjang pembelajaran berbasis STEAM terhadap prestasi siswa di berbagai tingkat pendidikan dan bidang studi.Desain eksperimental dengan populasi yang lebih besar dan lebih beragam, serta perbandingan lintas negara, direkomendasikan untuk memvalidasi dan memperluas temuan.Penelitian lebih lanjut tentang kesiapan guru, desain kurikulum, dan integrasi digital dalam STEAM juga penting untuk pengembangan berkelanjutan pendekatan ini Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran fisika di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai aspek yang umumnya diteliti dalam studi terkait, seperti jenis penelitian, subjek, instrumen, topik fisika, variabel yang diukur, media pembelajaran, temuan, dan rekomendasi penelitian. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka, dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal ilmiah yang relevan. Analisisnya berfokus pada identifikasi pola dan tren dalam implementasi pendidikan fisika berbasis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-44e9f.webp" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-44e9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-44e9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-44e9f.webp 1x" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" alt="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-2ebb9.webp" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-2ebb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-2ebb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-2ebb9.webp 1x" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" alt="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-cc33d.webp" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-cc33d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-cc33d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-cc33d.webp 1x" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" alt="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35093-integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja" title="JURIS - Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration" target="_blank">Innovative Digital Approaches to Physics Teaching through  STEAM Integration</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi eksperimental dengan populasi yang lebih besar dan beragam untuk memvalidasi dan memperluas temuan tentang dampak pembelajaran berbasis STEAM. Perbandingan lintas negara juga dapat memberikan wawasan berharga tentang penerapan pendekatan ini di berbagai konteks budaya dan pendidikan. Selain itu, penelitian tentang kesiapan guru, desain kurikulum, dan integrasi digital dalam STEAM dapat membantu mengatasi tantangan yang terkait dengan implementasi STEAM, seperti pelatihan guru yang tidak memadai dan keselarasan dengan kurikulum nasional. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan dan penerapan pendekatan STEAM dalam pendidikan fisika, memastikan bahwa siswa memiliki keterampilan abad ke-21 yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia nyata secara kreatif dan inovatif..
<br>Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM memiliki dampak positif yang signifikan terhadap berbagai aspek pendidikan fisika, seperti meningkatkan kreativitas, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar secara keseluruhan.Pendekatan ini juga mendorong sikap ilmiah yang positif dan motivasi yang lebih besar di antara siswa, dengan perbedaan yang dapat diamati berdasarkan disposisi ilmiah awal mereka.Temuan ini mendukung integrasi STEAM ke dalam kurikulum fisika sebagai cara untuk memodernisasi pengalaman belajar dan mengembangkan kompetensi abad ke-21.Hasil penelitian memperkuat STEAM sebagai pendekatan pedagogis yang inovatif dan layak yang dapat menjembatani instruksi sains tradisional dengan aplikasi interdisipliner dan dunia nyata.Namun, implementasi STEAM menghadapi tantangan, termasuk kurangnya keselarasan dengan struktur kurikulum saat ini, pelatihan guru yang tidak memadai, dan batasan waktu dalam perencanaan dan pengiriman pelajaran.Tinjauan ini juga terbatas pada penggunaan data sekunder dari artikel jurnal Indonesia, yang dapat mempengaruhi generalisasi hasilnya.Penelitian lebih lanjut harus mengeksplorasi dampak jangka panjang pembelajaran berbasis STEAM terhadap prestasi siswa di berbagai tingkat pendidikan dan bidang studi.Desain eksperimental dengan populasi yang lebih besar dan lebih beragam, serta perbandingan lintas negara, direkomendasikan untuk memvalidasi dan memperluas temuan.Penelitian lebih lanjut tentang kesiapan guru, desain kurikulum, dan integrasi digital dalam STEAM juga penting untuk pengembangan berkelanjutan pendekatan ini
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran fisika di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai aspek yang umumnya diteliti dalam studi terkait, seperti jenis penelitian, subjek, instrumen, topik fisika, variabel yang diukur, media pembelajaran, temuan, dan rekomendasi penelitian. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka, dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal ilmiah yang relevan. Analisisnya berfokus pada identifikasi pola dan tren dalam implementasi pendidikan fisika berbasis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-44e9f.webp" type="image/webp" length="150450" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-44e9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-2ebb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/integrasi-steam-desain-eksperimen-fisika-pembelaja-thumb-cc33d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2760-journal-digitalization-physics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact of Digital Based STEAM Learning on High School Students Creative Thinking Skills A Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Digital Based STEAM Learning on High School Students Creative Thinking Skills A Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Digital Based STEAM Learning on High School Students Creative Thinking Skills A Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35095-integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila</link>
	<guid isPermaLink="false">e604a289255a50bdc40e46b968be5822</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ budi jatmiko ]]></category>
	<category><![CDATA[ khoirun nisa ]]></category>
	<category><![CDATA[ gedung c3 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,c3,gedung,jatmiko,khoirun,nisa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas model pembelajaran STEAM yang diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) secara khusus dalam konteks pembelajaran fisika di sekolah menengah atas di Indonesia, mengingat masih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School Students' Creative Thinking Skills : A Literature Review: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas model pembelajaran STEAM yang diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) secara khusus dalam konteks pembelajaran fisika di sekolah menengah atas di Indonesia, mengingat masih terbatasnya kajian dalam bidang ini. Kedua, diperlukan studi yang mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan teknologi digital canggih seperti realitas maya (virtual reality) atau kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran STEAM dapat memengaruhi peningkatan literasi digital sekaligus keterampilan berpikir kreatif siswa secara simultan. Ketiga, perlu dikembangkan dan dievaluasi model pembelajaran STEAM yang secara eksplisit mengintegrasikan unsur budaya lokal menggunakan media digital, untuk mengetahui sejauh mana pendekatan ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran dalam konteks pendidikan Indonesia. Ketiga arah penelitian ini saling melengkapi dan berpotensi menghasilkan temuan yang mendukung pengembangan pendidikan berbasis inovasi yang lebih kontekstual, teknologis, dan kreatif di masa depan.. Penelitian ini menunjukkan secara jelas bahwa pembelajaran STEAM memberikan dampak positif signifikan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa SMA, tidak hanya dalam indikator kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi, tetapi juga melalui pengalaman belajar berbasis praktik nyata yang mampu mengatasi keterbatasan pembelajaran teoritis.Penerapan STEAM yang dikombinasikan dengan model pembelajaran berbasis proyek seperti PjBL dan PBL dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kreativitas siswa serta memperkuat keterkaitan antara sains, seni, dan budaya lokal.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan data karena didasarkan pada kajian literatur yang sebagian besar berfokus pada penerapan STEAM di negara lain dan konteks pendidikan tertentu, serta minimnya penelitian tentang integrasi STEAM dalam mata pelajaran fisika yang menunjukkan perlunya eksplorasi lebih lanjut di bidang tersebut Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA. Dengan kreativitas sebagai keterampilan penting di abad ke-21, penelitian ini mengatasi kesenjangan dalam metode pembelajaran konvensional yang gagal membekali siswa dengan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (TPS) yang melibatkan identifikasi, peninjauan, dan sintesis 20 artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan menggunakan basis data akademik seperti Scopus, DOAJ, dan Google Scholar. Pemilihan artikel difokuskan pada yang relevan dengan pembelajaran STEAM dan berpikir kreatif, diikuti oleh analisis mendalam terhadap tema dan temuan. Hasil... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-4ffd8.webp" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-4ffd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-4ffd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-4ffd8.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" alt="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-20472.webp" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-20472.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-20472.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-20472.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" alt="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-bdff2.webp" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-bdff2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-bdff2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-bdff2.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" alt="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35095-integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila" title="JURIS - The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students&#039; Creative Thinking Skills : A Literature Review" target="_blank">The Impact of Digital-Based STEAM Learning on High School  Students' Creative Thinking Skills : A Literature Review</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas model pembelajaran STEAM yang diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) secara khusus dalam konteks pembelajaran fisika di sekolah menengah atas di Indonesia, mengingat masih terbatasnya kajian dalam bidang ini. Kedua, diperlukan studi yang mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan teknologi digital canggih seperti realitas maya (virtual reality) atau kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran STEAM dapat memengaruhi peningkatan literasi digital sekaligus keterampilan berpikir kreatif siswa secara simultan. Ketiga, perlu dikembangkan dan dievaluasi model pembelajaran STEAM yang secara eksplisit mengintegrasikan unsur budaya lokal menggunakan media digital, untuk mengetahui sejauh mana pendekatan ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran dalam konteks pendidikan Indonesia. Ketiga arah penelitian ini saling melengkapi dan berpotensi menghasilkan temuan yang mendukung pengembangan pendidikan berbasis inovasi yang lebih kontekstual, teknologis, dan kreatif di masa depan..
<br>Penelitian ini menunjukkan secara jelas bahwa pembelajaran STEAM memberikan dampak positif signifikan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa SMA, tidak hanya dalam indikator kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi, tetapi juga melalui pengalaman belajar berbasis praktik nyata yang mampu mengatasi keterbatasan pembelajaran teoritis.Penerapan STEAM yang dikombinasikan dengan model pembelajaran berbasis proyek seperti PjBL dan PBL dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kreativitas siswa serta memperkuat keterkaitan antara sains, seni, dan budaya lokal.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan data karena didasarkan pada kajian literatur yang sebagian besar berfokus pada penerapan STEAM di negara lain dan konteks pendidikan tertentu, serta minimnya penelitian tentang integrasi STEAM dalam mata pelajaran fisika yang menunjukkan perlunya eksplorasi lebih lanjut di bidang tersebut
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA. Dengan kreativitas sebagai keterampilan penting di abad ke-21, penelitian ini mengatasi kesenjangan dalam metode pembelajaran konvensional yang gagal membekali siswa dengan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (TPS) yang melibatkan identifikasi, peninjauan, dan sintesis 20 artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan menggunakan basis data akademik seperti Scopus, DOAJ, dan Google Scholar. Pemilihan artikel difokuskan pada yang relevan dengan pembelajaran STEAM dan berpikir kreatif, diikuti oleh analisis mendalam terhadap tema dan temuan. Hasil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-bdff2.webp" type="image/webp" length="114298" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-4ffd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-20472.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/integrasi-steam-literasi-digital-siswa-keterampila-thumb-bdff2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2760-journal-digitalization-physics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K Pdt Sus PHI 2024 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K Pdt Sus PHI 2024 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K Pdt Sus PHI 2024 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35089-pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-ag</link>
	<guid isPermaLink="false">dbb9b8678f83d2d4f1aa880067c6bf4e</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ denial ikram ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[denial,faculty,ikram,law,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa saran penelitian lanjutan, yaitu: pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perusahaan, khususnya terkait dengan larangan penerimaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024): Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa saran penelitian lanjutan, yaitu: pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perusahaan, khususnya terkait dengan larangan penerimaan hadiah atau gratifikasi oleh karyawan, guna mencegah terjadinya sengketa hubungan industrial yang disebabkan oleh pelanggaran terhadap peraturan perusahaan. Kedua, penelitian mengenai dampak pemberian upah proses terhadap iklim investasi dan produktivitas perusahaan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti jenis industri, skala perusahaan, dan kondisi ekonomi. Ketiga, penelitian komparatif mengenai sistem penyelesaian sengketa hubungan industrial di Indonesia dengan negara lain yang memiliki sistem hukum serupa, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi perbaikan dalam sistem penyelesaian sengketa di Indonesia. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kepastian hukum, melindungi hak-hak pekerja, dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.1) Bahwa alasan pemutusan yang digunakan Pengusaha terhadap pekerja adalah karena pekerja melakukan pelanggaran dengan menerima uang dari mitra Perusahaan, dalam peraturan perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart) telah diatur bahwa pekerja tidak boleh menerima apapun yang dapat merugikan Perusahaan.Sus-PHI/2024, penulis berpendapat bahwa pemutusan atas dasar pelanggaran Peraturan Perusahaan adalah tepat sesuai dengan ketentuan Pasal 81 ayat (45) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, 2) Putusan Mahkamah Agung No.Sus-PHI/2024 telah memutuskan bahwa jumlah kompensasi yang diterima oleh Erich Zulneldy dalam bentuk uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak berjumlah Rp.Penulis berpendapat bahwa putusan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 81 ayat (49) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Pemutusan Hubungan Kerja merupakan pemutusan hubungan kerja yang disebabkan oleh keadaan tertentu yang mengakibatkan pula pemutusan hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha. Hal ini menandai dimulainya penderitaan bagi baik pekerja maupun keluarga pekerja. Oleh karena itu, semua pihak harus berupaya untuk mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi karena beberapa alasan, antara lain: pengunduran diri, kesalahan pekerja/buruh atau kesalahan pengusaha. Dalam peraturan perundang-undangan, telah diatur mengenai kompensasi bagi Pemutusan Hubungan Kerja, kompensasi yang harus dibayarkan dalam bentuk Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian dan Upah Proses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pertimbangan Hakim Mahkamah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-6cd86.webp" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-6cd86.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-6cd86.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-6cd86.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" alt="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-8ad27.webp" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-8ad27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-8ad27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-8ad27.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" alt="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-0420d.webp" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-0420d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-0420d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-0420d.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" alt="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35089-pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-ag" title="JURIS - Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)" target="_blank">Analysis of the Supreme Court Decision on the Calculation of Compensation Based on the Reason for Termination of Employment (Case Study of Supreme Court Decision Number 131 K/Pdt.Sus-PHI/2024)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa saran penelitian lanjutan, yaitu: pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perusahaan, khususnya terkait dengan larangan penerimaan hadiah atau gratifikasi oleh karyawan, guna mencegah terjadinya sengketa hubungan industrial yang disebabkan oleh pelanggaran terhadap peraturan perusahaan. Kedua, penelitian mengenai dampak pemberian upah proses terhadap iklim investasi dan produktivitas perusahaan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti jenis industri, skala perusahaan, dan kondisi ekonomi. Ketiga, penelitian komparatif mengenai sistem penyelesaian sengketa hubungan industrial di Indonesia dengan negara lain yang memiliki sistem hukum serupa, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi perbaikan dalam sistem penyelesaian sengketa di Indonesia. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kepastian hukum, melindungi hak-hak pekerja, dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif..
<br>Berdasarkan rumusan masalah dan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.1) Bahwa alasan pemutusan yang digunakan Pengusaha terhadap pekerja adalah karena pekerja melakukan pelanggaran dengan menerima uang dari mitra Perusahaan, dalam peraturan perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart) telah diatur bahwa pekerja tidak boleh menerima apapun yang dapat merugikan Perusahaan.Sus-PHI/2024, penulis berpendapat bahwa pemutusan atas dasar pelanggaran Peraturan Perusahaan adalah tepat sesuai dengan ketentuan Pasal 81 ayat (45) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, 2) Putusan Mahkamah Agung No.Sus-PHI/2024 telah memutuskan bahwa jumlah kompensasi yang diterima oleh Erich Zulneldy dalam bentuk uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak berjumlah Rp.Penulis berpendapat bahwa putusan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 81 ayat (49) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023
<br>Pemutusan Hubungan Kerja merupakan pemutusan hubungan kerja yang disebabkan oleh keadaan tertentu yang mengakibatkan pula pemutusan hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha. Hal ini menandai dimulainya penderitaan bagi baik pekerja maupun keluarga pekerja. Oleh karena itu, semua pihak harus berupaya untuk mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi karena beberapa alasan, antara lain: pengunduran diri, kesalahan pekerja/buruh atau kesalahan pengusaha. Dalam peraturan perundang-undangan, telah diatur mengenai kompensasi bagi Pemutusan Hubungan Kerja, kompensasi yang harus dibayarkan dalam bentuk Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian dan Upah Proses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pertimbangan Hakim Mahkamah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-0420d.webp" type="image/webp" length="94180" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-6cd86.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-8ad27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/pemutusan-hubungan-kompensasi-upah-proses-analysis-thumb-0420d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2763-indonesian-journal-labour-law-industrial-relations.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementation of PJBL Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students Creative Thinking Abilities A Synthesis of Empirical Insights ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementation of PJBL Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students Creative Thinking Abilities A Synthesis of Empirical Insights ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementation of PJBL Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students Creative Thinking Abilities A Synthesis of Empirical Insights ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35088-daya-kritis-siswa-kreatif-pai-p</link>
	<guid isPermaLink="false">c691437d1cf2bf61e6df600e51d7f36b</guid>
	<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 05:04:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ budi jatmiko ]]></category>
	<category><![CDATA[ khoirun nisa ]]></category>
	<category><![CDATA[ gedung c3 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,c3,gedung,jatmiko,khoirun,nisa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki strategi yang efektif dalam mengatasi tantangan praktis yang terkait dengan implementasi pendekatan STEAM-PjBL, seperti adaptasi kurikulum, pelatihan guru, dan ketersediaan sumber daya. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students' Creative Thinking Abilities: A Synthesis of Empirical Insights: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki strategi yang efektif dalam mengatasi tantangan praktis yang terkait dengan implementasi pendekatan STEAM-PjBL, seperti adaptasi kurikulum, pelatihan guru, dan ketersediaan sumber daya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi cara-cara yang lebih inovatif dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan platform pembelajaran digital yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21, termasuk kemampuan untuk mendukung kolaborasi dan komunikasi siswa secara efektif. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan pendekatan STEAM-PjBL terhadap prestasi akademik siswa dan keterampilan abad ke-21 mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana pendekatan STEAM-PjBL dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk tantangan masa depan.. Berdasarkan tinjauan artikel yang mencakup tahun 2019 hingga 2024, pendekatan STEAM yang terintegrasi dengan Project-Based Learning (PjBL) secara konsisten meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis siswa di berbagai mata pelajaran.Pendekatan ini efektif memfasilitasi pemahaman konsep, mendorong keterlibatan aktif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.Penggunaan bahan ajar inovatif seperti LKPD dan e-LKPD berbasis STEAM-PjBL juga terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.Penerapan pendekatan STEAM-PjBL sangat diperlukan untuk menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, dan adaptif terhadap zaman, serta membutuhkan dukungan kebijakan pendidikan yang proaktif.Metode ini dapat memberikan wawasan penting dalam merancang lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan fokus pada masa depan.Meskipun penelitian ini menyoroti dampak positif pendekatan STEAM-PjBL, perlu dicatat bahwa masih ada kebutuhan untuk mengevaluasi lebih lanjut tantangan praktisnya, termasuk adaptasi kurikulum, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber daya, untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan jangka panjang.Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi strategi untuk mengatasi tantangan ini dan menyelidiki dampak jangka panjang bahan ajar berbasis STEAM-PjBL di berbagai pengaturan pendidikan.Selain itu, studi dapat menyelidiki peran platform pembelajaran digital dan sumber daya online dalam meningkatkan efektivitas pendekatan berbasis STEAM-PjBL Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka untuk menganalisis implementasi LKPD berbasis PJBL dengan pendekatan STEAM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka. Metode ini dilakukan dengan mencari artikel dari berbagai sumber seperti Google Scholar, Scopus, dan sebagainya, serta situs jurnal nasional dan internasional, dengan total 10 artikel. Data yang telah diperoleh akan diklasifikasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-a2ef7.webp" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-a2ef7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-a2ef7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-a2ef7.webp 1x" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" alt="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-540cb.webp" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-540cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-540cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-540cb.webp 1x" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" alt="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-ac5c9.webp" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-ac5c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-ac5c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-ac5c9.webp 1x" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" alt="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35088-daya-kritis-siswa-kreatif-pai-p" title="JURIS - Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students&#039; Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights" target="_blank">Implementation of PJBL-Based Worksheet with a STEAM Approach to Improve High School Students' Creative Thinking Abilities:  A Synthesis of Empirical Insights</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki strategi yang efektif dalam mengatasi tantangan praktis yang terkait dengan implementasi pendekatan STEAM-PjBL, seperti adaptasi kurikulum, pelatihan guru, dan ketersediaan sumber daya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi cara-cara yang lebih inovatif dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan platform pembelajaran digital yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21, termasuk kemampuan untuk mendukung kolaborasi dan komunikasi siswa secara efektif. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan pendekatan STEAM-PjBL terhadap prestasi akademik siswa dan keterampilan abad ke-21 mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana pendekatan STEAM-PjBL dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk tantangan masa depan..
<br>Berdasarkan tinjauan artikel yang mencakup tahun 2019 hingga 2024, pendekatan STEAM yang terintegrasi dengan Project-Based Learning (PjBL) secara konsisten meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis siswa di berbagai mata pelajaran.Pendekatan ini efektif memfasilitasi pemahaman konsep, mendorong keterlibatan aktif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.Penggunaan bahan ajar inovatif seperti LKPD dan e-LKPD berbasis STEAM-PjBL juga terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.Penerapan pendekatan STEAM-PjBL sangat diperlukan untuk menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, dan adaptif terhadap zaman, serta membutuhkan dukungan kebijakan pendidikan yang proaktif.Metode ini dapat memberikan wawasan penting dalam merancang lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan fokus pada masa depan.Meskipun penelitian ini menyoroti dampak positif pendekatan STEAM-PjBL, perlu dicatat bahwa masih ada kebutuhan untuk mengevaluasi lebih lanjut tantangan praktisnya, termasuk adaptasi kurikulum, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber daya, untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan jangka panjang.Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi strategi untuk mengatasi tantangan ini dan menyelidiki dampak jangka panjang bahan ajar berbasis STEAM-PjBL di berbagai pengaturan pendidikan.Selain itu, studi dapat menyelidiki peran platform pembelajaran digital dan sumber daya online dalam meningkatkan efektivitas pendekatan berbasis STEAM-PjBL
<br>Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka untuk menganalisis implementasi LKPD berbasis PJBL dengan pendekatan STEAM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka. Metode ini dilakukan dengan mencari artikel dari berbagai sumber seperti Google Scholar, Scopus, dan sebagainya, serta situs jurnal nasional dan internasional, dengan total 10 artikel. Data yang telah diperoleh akan diklasifikasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-540cb.webp" type="image/webp" length="102140" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-a2ef7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-540cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/daya-kritis-siswa-kreatif-pai-pola-kompetensi-akad-thumb-ac5c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2760-journal-digitalization-physics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K Pdt Sus Phi 2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K Pdt Sus Phi 2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K Pdt Sus Phi 2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35086-literature-review-research-lawsuit-compensation-te</link>
	<guid isPermaLink="false">0fa1512f02d1b97f18465cc83850f26d</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 23:10:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ winda ardila ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardila,faculty,law,view,vol,winda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas mekanisme mediasi dalam menyelesaikan sengketa perburuhan, khususnya terkait dengan pemenuhan hak-hak pekerja yang terkena PHI. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis proses mediasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas mekanisme mediasi dalam menyelesaikan sengketa perburuhan, khususnya terkait dengan pemenuhan hak-hak pekerja yang terkena PHI. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis proses mediasi dari perspektif mediator, pekerja, dan pengusaha untuk mengidentifikasi hambatan dan peluang peningkatan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada dampak implementasi Perpu Cipta Kerja terhadap hak-hak pekerja, terutama terkait dengan perhitungan pesangon dan uang penghargaan masa kerja, dengan mempertimbangkan putusan-putusan pengadilan yang relevan. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan regulasi dan praktik pemenuhan hak pekerja setelah PHI di Indonesia dengan negara-negara lain untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik ketenagakerjaan yang lebih adil dan berpihak pada pekerja, sekaligus mendorong iklim investasi yang kondusif.. Based on the research discussion, it can be concluded that the consideration of the Panel of Judges at the Cassation Level in deciding the dispute in Supreme Court Decision Number.Sus-PHI/2024 was appropriate and legally justified in part.The granting of the Plaintiff's lawsuit gave rise to the Defendant's obligation to fulfill the Plaintiff's rights after the termination of employment due to efficiency to prevent losses based on Article 43 paragraph (2) of PP 35/2021 in the form of severance pay, UPMK, and UPH.The existence of a recommendation for mediation without a mediation report does not make the lawsuit formally flawed, and efforts to merge the lawsuit in PHI are possible.Furthermore, the Plaintiff is entitled to UPH for annual leave that has not been taken and the costs or expenses of workers to return to the place where the worker was accepted to work The termination of employment relationship carried out by PT Synerga Tata Internasional to Muhammad Nasir on the grounds of efficiency in preventing losses resulted in a dispute between them until the issuance of the Supreme Court Decision Number: 179k/Pdt.Sus-PHI/2024. This layoff is carried out by injuring labor law due to the offer of layoff compensation that is not in accordance with applicable regulations. The difference between the decision of the panel of judges of the first instance stating that the lawsuit is inadmissible (niet ontcvankelijk verklaard) and the decision of the panel of judges of the cassation level stating that the Plaintiff's lawsuit was partially granted resulted in a significant difference in how the judge viewed, considered, and provided the basis for the decision on the settlement of the dispute that occurred.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-5087a.webp" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-5087a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-5087a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-5087a.webp 1x" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" alt="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-ef79f.webp" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-ef79f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-ef79f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-ef79f.webp 1x" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" alt="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-94176.webp" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-94176.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-94176.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-94176.webp 1x" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" alt="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35086-literature-review-research-lawsuit-compensation-te" title="JURIS - Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons" target="_blank">Juridical Analysis Of Supreme Court Decision Number 179K/Pdt.Sus-Phi/2024 Regarding The Fulfillment Of Pkwtt Workers Rights After Termination For Efficiency Reasons</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas mekanisme mediasi dalam menyelesaikan sengketa perburuhan, khususnya terkait dengan pemenuhan hak-hak pekerja yang terkena PHI. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis proses mediasi dari perspektif mediator, pekerja, dan pengusaha untuk mengidentifikasi hambatan dan peluang peningkatan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada dampak implementasi Perpu Cipta Kerja terhadap hak-hak pekerja, terutama terkait dengan perhitungan pesangon dan uang penghargaan masa kerja, dengan mempertimbangkan putusan-putusan pengadilan yang relevan. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan regulasi dan praktik pemenuhan hak pekerja setelah PHI di Indonesia dengan negara-negara lain untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik ketenagakerjaan yang lebih adil dan berpihak pada pekerja, sekaligus mendorong iklim investasi yang kondusif..
<br>Based on the research discussion, it can be concluded that the consideration of the Panel of Judges at the Cassation Level in deciding the dispute in Supreme Court Decision Number.Sus-PHI/2024 was appropriate and legally justified in part.The granting of the Plaintiff's lawsuit gave rise to the Defendant's obligation to fulfill the Plaintiff's rights after the termination of employment due to efficiency to prevent losses based on Article 43 paragraph (2) of PP 35/2021 in the form of severance pay, UPMK, and UPH.The existence of a recommendation for mediation without a mediation report does not make the lawsuit formally flawed, and efforts to merge the lawsuit in PHI are possible.Furthermore, the Plaintiff is entitled to UPH for annual leave that has not been taken and the costs or expenses of workers to return to the place where the worker was accepted to work
<br>The termination of employment relationship carried out by PT Synerga Tata Internasional to Muhammad Nasir on the grounds of efficiency in preventing losses resulted in a dispute between them until the issuance of the Supreme Court Decision Number: 179k/Pdt.Sus-PHI/2024. This layoff is carried out by injuring labor law due to the offer of layoff compensation that is not in accordance with applicable regulations. The difference between the decision of the panel of judges of the first instance stating that the lawsuit is inadmissible (niet ontcvankelijk verklaard) and the decision of the panel of judges of the cassation level stating that the Plaintiff's lawsuit was partially granted resulted in a significant difference in how the judge viewed, considered, and provided the basis for the decision on the settlement of the dispute that occurred....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-94176.webp" type="image/webp" length="110228" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-5087a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-ef79f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/literature-review-research-lawsuit-compensation-te-thumb-94176.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2763-indonesian-journal-labour-law-industrial-relations.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees Rights in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees Rights in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees Rights in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35083-hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perem</link>
	<guid isPermaLink="false">6bdc8e7caa5f9292a124d64e4ee0bce8</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 22:33:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ winda ardila ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardila,faculty,law,view,vol,winda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi ketidakpastian hukum yang terjadi, perlu ada upaya untuk menyelaraskan aturan mengenai waktu pengajuan gugatan. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali dan merevisi peraturan yang ada, terutama terkait dengan batas waktu kadaluarsa. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees' Rights in Indonesia: Untuk mengatasi ketidakpastian hukum yang terjadi, perlu ada upaya untuk menyelaraskan aturan mengenai waktu pengajuan gugatan. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali dan merevisi peraturan yang ada, terutama terkait dengan batas waktu kadaluarsa. Selain itu, penting untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada pekerja mengenai hak-hak mereka dan prosedur yang harus diikuti dalam menuntut hak tersebut. Dengan demikian, pihak dalam hubungan industrial dapat memperoleh kepastian hukum dan menghindari konflik yang berlarut-larut. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari pencabutan Pasal 96 Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja terhadap kepastian hukum dan perlindungan hak pekerja. Penelitian ini dapat mencakup studi kasus dan wawancara mendalam dengan pekerja dan pihak terkait lainnya. Dengan memahami dampak pencabutan pasal tersebut, dapat ditemukan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ketidakpastian hukum dalam penyelesaian hubungan industrial.. Batas waktu kadaluarsa adalah batas waktu untuk mengajukan klaim hak, tetapi dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No.100/PUU-X/2012, ketentuan mengenai kadaluarsa dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga pekerja berhak menuntut pembayaran hak mereka tanpa batas waktu kadaluarsa.4 tahun 2014 masih menerapkan batas waktu kadaluarsa berdasarkan pertimbangan keadilan.Hal ini menciptakan ketidakpastian hukum mengenai hak karyawan pensiunan, terutama dalam hal Penyelesaian Hubungan Industrial.Pencabutan Pasal 96 Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja sebagaimana tercermin dalam Pasal 81 nomor 34 Undang-Undang Cipta Kerja memperkuat keabsahan keputusan Mahkamah Konstitusi.Ketidakpastian hukum ini terjadi karena konflik kepentingan antara pekerja dan pengusaha.Pekerja memiliki hak atas pesangon, kompensasi masa kerja, dan hak penggantian lainnya dan sering menghadapi komplikasi dalam menuntut hak mereka karena ada perbedaan dalam interpretasi hukum dan peraturan yang ada.Berdasarkan masalah hukum ini, penulis menyarankan agar aturan mengenai waktu pengajuan gugatan harus konsisten sehingga pihak dalam hubungan industrial dapat memperoleh kepastian hukum dalam menuntut hak pekerja Pensiun menandai berakhirnya hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan, di mana karyawan berhak atas hak pengunduran diri, kompensasi waktu kerja, dan hak kompensasi. Namun, dalam penuntutan tuntutannya masih ada hambatan seperti kompleksitas prosedur administratif untuk penerbitan ketentuan tanggal jatuh tempo. Batas waktu adalah bentuk batas waktu yang telah ditetapkan untuk mengajukan klaim, yang ketika batas waktu telah berlalu, hak seseorang untuk mengajukan klaim dianggap telah kadaluarsa. Aturan mengenai keterlambatan diatur oleh sejumlah peraturan legislatif, termasuk UNCITRAL dan undang-undang ketenagakerjaan. Namun, ketentuan ini sering tidak dipahami dengan baik oleh karyawan, terutama mereka yang bekerja di perusahaan kecil atau sektor informal. Pengajuan klaim hak karyawan yang terlambat sering... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-c3435.webp" title="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-c3435.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-c3435.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-c3435.webp 1x" title="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" alt="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-93621.webp" title="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-93621.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-93621.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-93621.webp 1x" title="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" alt="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35083-hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perem" title="JURIS - Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees&#039; Rights in Indonesia" target="_blank">Legal Certainty Regarding the Time Limit for Claiming Retired Employees' Rights in Indonesia</a>: Untuk mengatasi ketidakpastian hukum yang terjadi, perlu ada upaya untuk menyelaraskan aturan mengenai waktu pengajuan gugatan. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali dan merevisi peraturan yang ada, terutama terkait dengan batas waktu kadaluarsa. Selain itu, penting untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada pekerja mengenai hak-hak mereka dan prosedur yang harus diikuti dalam menuntut hak tersebut. Dengan demikian, pihak dalam hubungan industrial dapat memperoleh kepastian hukum dan menghindari konflik yang berlarut-larut. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari pencabutan Pasal 96 Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja terhadap kepastian hukum dan perlindungan hak pekerja. Penelitian ini dapat mencakup studi kasus dan wawancara mendalam dengan pekerja dan pihak terkait lainnya. Dengan memahami dampak pencabutan pasal tersebut, dapat ditemukan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ketidakpastian hukum dalam penyelesaian hubungan industrial..
<br>Batas waktu kadaluarsa adalah batas waktu untuk mengajukan klaim hak, tetapi dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No.100/PUU-X/2012, ketentuan mengenai kadaluarsa dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga pekerja berhak menuntut pembayaran hak mereka tanpa batas waktu kadaluarsa.4 tahun 2014 masih menerapkan batas waktu kadaluarsa berdasarkan pertimbangan keadilan.Hal ini menciptakan ketidakpastian hukum mengenai hak karyawan pensiunan, terutama dalam hal Penyelesaian Hubungan Industrial.Pencabutan Pasal 96 Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja sebagaimana tercermin dalam Pasal 81 nomor 34 Undang-Undang Cipta Kerja memperkuat keabsahan keputusan Mahkamah Konstitusi.Ketidakpastian hukum ini terjadi karena konflik kepentingan antara pekerja dan pengusaha.Pekerja memiliki hak atas pesangon, kompensasi masa kerja, dan hak penggantian lainnya dan sering menghadapi komplikasi dalam menuntut hak mereka karena ada perbedaan dalam interpretasi hukum dan peraturan yang ada.Berdasarkan masalah hukum ini, penulis menyarankan agar aturan mengenai waktu pengajuan gugatan harus konsisten sehingga pihak dalam hubungan industrial dapat memperoleh kepastian hukum dalam menuntut hak pekerja
<br>Pensiun menandai berakhirnya hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan, di mana karyawan berhak atas hak pengunduran diri, kompensasi waktu kerja, dan hak kompensasi. Namun, dalam penuntutan tuntutannya masih ada hambatan seperti kompleksitas prosedur administratif untuk penerbitan ketentuan tanggal jatuh tempo. Batas waktu adalah bentuk batas waktu yang telah ditetapkan untuk mengajukan klaim, yang ketika batas waktu telah berlalu, hak seseorang untuk mengajukan klaim dianggap telah kadaluarsa. Aturan mengenai keterlambatan diatur oleh sejumlah peraturan legislatif, termasuk UNCITRAL dan undang-undang ketenagakerjaan. Namun, ketentuan ini sering tidak dipahami dengan baik oleh karyawan, terutama mereka yang bekerja di perusahaan kecil atau sektor informal. Pengajuan klaim hak karyawan yang terlambat sering...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-93621.webp" type="image/webp" length="116932" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-c3435.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/hak-merek-dagang-klaim-asasi-pekerja-perempuan-per-thumb-93621.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2763-indonesian-journal-labour-law-industrial-relations.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Legal Protection of Women Workers on the Night Shift Comparison of Indonesia and Malaysia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legal Protection of Women Workers on the Night Shift Comparison of Indonesia and Malaysia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legal Protection of Women Workers on the Night Shift Comparison of Indonesia and Malaysia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-35081-pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-shi</link>
	<guid isPermaLink="false">02308f5ae498ddd652eb0c5f991ce472</guid>
	<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:55:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ winda ardila ]]></category>
	<category><![CDATA[ faculty law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardila,faculty,law,view,vol,winda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan perlindungan pekerja wanita shift malam, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum, serta meningkatkan kesadaran di kalangan pengusaha tentang pentingnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia): Untuk meningkatkan perlindungan pekerja wanita shift malam, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum, serta meningkatkan kesadaran di kalangan pengusaha tentang pentingnya mematuhi peraturan ketenagakerjaan. Selain itu, serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil dapat memainkan peran penting dalam advokasi dan pendidikan tentang hak-hak pekerja wanita. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas peraturan yang ada dan mengidentifikasi praktik terbaik dalam melindungi pekerja wanita shift malam. Studi komparatif antara Indonesia dan Malaysia dapat memberikan wawasan berharga tentang perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan perlindungan pekerja wanita. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kebijakan dan praktik yang lebih inovatif dalam bidang perlindungan pekerja wanita.. Kedua negara, Indonesia dan Malaysia, telah mengambil langkah signifikan dalam mengatur perlindungan pekerja wanita yang bekerja shift malam.Di Indonesia, peraturan yang komprehensif telah diterapkan, sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 76 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 224/MEN/2003.Peraturan ini mencakup larangan bagi pekerja wanita di bawah umur untuk bekerja shift malam, serta kewajiban perusahaan untuk menyediakan fasilitas keselamatan dan kesehatan, termasuk transportasi bolak-balik.Namun, tantangan terbesar terletak pada implementasi di lapangan, di mana banyak perusahaan masih belum sepenuhnya mematuhi peraturan ini.Pengawasan yang tidak efektif dan kurangnya kesadaran di kalangan pengusaha sering menjadi hambatan dalam memastikan perlindungan optimal bagi pekerja wanita.Sementara itu, Malaysia baru saja melakukan amandemen besar-besaran terhadap undang-undang ketenagakerjaannya, khususnya melalui Employment Act 1955.Amandemen ini membuka peluang baru bagi wanita, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam hal pengawasan dan perlindungan.Selain itu, perusahaan diwajibkan untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan menyediakan fasilitas transportasi.Meskipun peraturan ini memberikan perlindungan yang lebih baik, tantangan baru muncul dalam hal pengawasan dan perlindungan.Pengawasan yang ketat dan pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perusahaan benar-benar mematuhi aturan-aturan ini dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja wanita.Perbandingan antara kedua negara menunjukkan bahwa meskipun perbedaan pendekatan, tantangan bersama adalah memastikan peraturan yang ada diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja wanita.Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat pengawasan, dan melakukan evaluasi secara berkala.Penerapan peraturan yang ketat dan pemantauan yang efektif akan memastikan perlindungan optimal bagi pekerja wanita yang bekerja shift malam.Selain itu, pendidikan dan pelatihan bagi pengusaha dan pekerja tentang hak dan kewajiban mereka juga penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pihak Seiring dengan perkembangan ekonomi global dan kebutuhan industri saat ini, banyak perusahaan telah menerapkan sistem kerja bergiliran selama sekitar 24 jam. Waktu kerja dibagi menjadi tiga shift kerja. Di antara tiga shift tersebut, shift malam (23.00 - 05.00) adalah yang paling berisiko bagi pekerja wanita, terutama dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, karena jam kerja yang tidak sesuai dengan ritme tubuh. Namun, banyak wanita memilih bekerja shift malam karena fleksibilitas waktu yang ditawarkannya. Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi pekerja wanita shift malam, diperlukan dukungan yang kuat dari keluarga dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perlindungan hukum bagi pekerja wanita shift malam di Indonesia dan Malaysia. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-1f97f.webp" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-1f97f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-1f97f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-1f97f.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" alt="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-02e04.webp" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-02e04.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-02e04.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-02e04.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" alt="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-44210.webp" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-44210.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-44210.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-44210.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" alt="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35081-pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-shi" title="JURIS - Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)" target="_blank">Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)</a>: Untuk meningkatkan perlindungan pekerja wanita shift malam, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum, serta meningkatkan kesadaran di kalangan pengusaha tentang pentingnya mematuhi peraturan ketenagakerjaan. Selain itu, serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil dapat memainkan peran penting dalam advokasi dan pendidikan tentang hak-hak pekerja wanita. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas peraturan yang ada dan mengidentifikasi praktik terbaik dalam melindungi pekerja wanita shift malam. Studi komparatif antara Indonesia dan Malaysia dapat memberikan wawasan berharga tentang perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan perlindungan pekerja wanita. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kebijakan dan praktik yang lebih inovatif dalam bidang perlindungan pekerja wanita..
<br>Kedua negara, Indonesia dan Malaysia, telah mengambil langkah signifikan dalam mengatur perlindungan pekerja wanita yang bekerja shift malam.Di Indonesia, peraturan yang komprehensif telah diterapkan, sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 76 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 224/MEN/2003.Peraturan ini mencakup larangan bagi pekerja wanita di bawah umur untuk bekerja shift malam, serta kewajiban perusahaan untuk menyediakan fasilitas keselamatan dan kesehatan, termasuk transportasi bolak-balik.Namun, tantangan terbesar terletak pada implementasi di lapangan, di mana banyak perusahaan masih belum sepenuhnya mematuhi peraturan ini.Pengawasan yang tidak efektif dan kurangnya kesadaran di kalangan pengusaha sering menjadi hambatan dalam memastikan perlindungan optimal bagi pekerja wanita.Sementara itu, Malaysia baru saja melakukan amandemen besar-besaran terhadap undang-undang ketenagakerjaannya, khususnya melalui Employment Act 1955.Amandemen ini membuka peluang baru bagi wanita, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam hal pengawasan dan perlindungan.Selain itu, perusahaan diwajibkan untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan menyediakan fasilitas transportasi.Meskipun peraturan ini memberikan perlindungan yang lebih baik, tantangan baru muncul dalam hal pengawasan dan perlindungan.Pengawasan yang ketat dan pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perusahaan benar-benar mematuhi aturan-aturan ini dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja wanita.Perbandingan antara kedua negara menunjukkan bahwa meskipun perbedaan pendekatan, tantangan bersama adalah memastikan peraturan yang ada diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja wanita.Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat pengawasan, dan melakukan evaluasi secara berkala.Penerapan peraturan yang ketat dan pemantauan yang efektif akan memastikan perlindungan optimal bagi pekerja wanita yang bekerja shift malam.Selain itu, pendidikan dan pelatihan bagi pengusaha dan pekerja tentang hak dan kewajiban mereka juga penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pihak
<br>Seiring dengan perkembangan ekonomi global dan kebutuhan industri saat ini, banyak perusahaan telah menerapkan sistem kerja bergiliran selama sekitar 24 jam. Waktu kerja dibagi menjadi tiga shift kerja. Di antara tiga shift tersebut, shift malam (23.00 - 05.00) adalah yang paling berisiko bagi pekerja wanita, terutama dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, karena jam kerja yang tidak sesuai dengan ritme tubuh. Namun, banyak wanita memilih bekerja shift malam karena fleksibilitas waktu yang ditawarkannya. Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi pekerja wanita shift malam, diperlukan dukungan yang kuat dari keluarga dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perlindungan hukum bagi pekerja wanita shift malam di Indonesia dan Malaysia. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-02e04.webp" type="image/webp" length="109808" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-1f97f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-02e04.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/pekerja-wanita-perlindungan-shift-malam-protection-thumb-44210.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-606-unesa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2763-indonesian-journal-labour-law-industrial-relations.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 07 Apr 2026 07:42:43 +0700. 12 items. Served in: 3.134 seconds [rss] -->
