<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 05 May 2026 04:29:35 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 05 May 2026 04:29:35 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-05T04:29:35+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Sustaining Plurilingual Meaning Making in Digital Music Ecologies A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sustaining Plurilingual Meaning Making in Digital Music Ecologies A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sustaining Plurilingual Meaning Making in Digital Music Ecologies A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45878-praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo</link>
	<guid isPermaLink="false">214b05152c26560ceb369c658ec7f9ee</guid>
	<pubDate>Tue, 05 May 2026 03:16:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ cited paper ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cited,focus,nuris,paper,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana algoritma platform secara spesifik memengaruhi pola interaksi multibahasa, dengan fokus pada bagaimana rekomendasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices: Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana algoritma platform secara spesifik memengaruhi pola interaksi multibahasa, dengan fokus pada bagaimana rekomendasi konten dan visibilitas komentar dapat memperkuat atau membatasi ekspresi linguistik tertentu. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana praktik translanguaging dalam ekologi musik digital berkontribusi pada pembentukan identitas budaya dan afiliasi komunitas, khususnya di antara generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan digital. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana prinsip-prinsip ekologi bahasa dapat diterapkan untuk merancang ruang pembelajaran multibahasa yang lebih inklusif dan adaptif, yang memanfaatkan potensi sumber daya multimodal dan interaksi partisipatif untuk mempromosikan kompetensi plurilingual dan mediasi antarbudaya. Dengan menggabungkan wawasan dari studi ini dengan penelitian lebih lanjut, kita dapat lebih memahami bagaimana ekologi musik digital membentuk praktik komunikasi multibahasa dan berkontribusi pada dialog antarbudaya yang berkelanjutan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekologi musik digital berfungsi tidak hanya sebagai ruang interaksi tetapi juga sebagai lingkungan yang secara aktif membentuk kompetensi plurilingual.Peserta mengembangkan strategi komunikasi adaptif yang dipengaruhi oleh kemampuan platform, visibilitas audiens transnasional, dan praktik semiotik multimodal.Pembentukan makna plurilingual tidak terjadi melalui batas bahasa yang tetap, melainkan melalui repertoir komunikasi yang fleksibel yang menggabungkan hibriditas linguistik, simbolisme visual, dan pertunjukan afektif.Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi plurilingual dalam ruang musik digital beroperasi sebagai praktik relasional yang berkelanjutan melalui jaringan peserta, sumber daya semiotik, dan arsitektur platform Studi ini menyelidiki bagaimana pembentukan makna plurilingual dipertahankan dan dibentuk kembali dalam ekologi musik digital melalui praktik wacana multimodal. Berdasarkan perspektif ekologi bahasa dan Analisis Wacana Multimodal Kritis (CMDA), penelitian ini memeriksa interaksi multibahasa di YouTube dan Instagram, dengan fokus pada keterangan, komentar, simbolisme visual, dan kemampuan platform. Temuan mengungkapkan bahwa kompetensi plurilingual muncul sebagai proses ekologis adaptif di mana sumber daya linguistik, visual, dan afektif beroperasi secara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-7d673.webp" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-7d673.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-7d673.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-7d673.webp 1x" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" alt="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-bee5d.webp" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-bee5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-bee5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-bee5d.webp 1x" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" alt="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-3eb4f.webp" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-3eb4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-3eb4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-3eb4f.webp 1x" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" alt="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45878-praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo" title="JURIS - Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices" target="_blank">Sustaining Plurilingual Meaning-Making in Digital Music Ecologies: A Critical Multimodal Discourse Analysis of Intercultural Communication Practices</a>: Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana algoritma platform secara spesifik memengaruhi pola interaksi multibahasa, dengan fokus pada bagaimana rekomendasi konten dan visibilitas komentar dapat memperkuat atau membatasi ekspresi linguistik tertentu. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana praktik translanguaging dalam ekologi musik digital berkontribusi pada pembentukan identitas budaya dan afiliasi komunitas, khususnya di antara generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan digital. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana prinsip-prinsip ekologi bahasa dapat diterapkan untuk merancang ruang pembelajaran multibahasa yang lebih inklusif dan adaptif, yang memanfaatkan potensi sumber daya multimodal dan interaksi partisipatif untuk mempromosikan kompetensi plurilingual dan mediasi antarbudaya. Dengan menggabungkan wawasan dari studi ini dengan penelitian lebih lanjut, kita dapat lebih memahami bagaimana ekologi musik digital membentuk praktik komunikasi multibahasa dan berkontribusi pada dialog antarbudaya yang berkelanjutan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa ekologi musik digital berfungsi tidak hanya sebagai ruang interaksi tetapi juga sebagai lingkungan yang secara aktif membentuk kompetensi plurilingual.Peserta mengembangkan strategi komunikasi adaptif yang dipengaruhi oleh kemampuan platform, visibilitas audiens transnasional, dan praktik semiotik multimodal.Pembentukan makna plurilingual tidak terjadi melalui batas bahasa yang tetap, melainkan melalui repertoir komunikasi yang fleksibel yang menggabungkan hibriditas linguistik, simbolisme visual, dan pertunjukan afektif.Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi plurilingual dalam ruang musik digital beroperasi sebagai praktik relasional yang berkelanjutan melalui jaringan peserta, sumber daya semiotik, dan arsitektur platform
<br>Studi ini menyelidiki bagaimana pembentukan makna plurilingual dipertahankan dan dibentuk kembali dalam ekologi musik digital melalui praktik wacana multimodal. Berdasarkan perspektif ekologi bahasa dan Analisis Wacana Multimodal Kritis (CMDA), penelitian ini memeriksa interaksi multibahasa di YouTube dan Instagram, dengan fokus pada keterangan, komentar, simbolisme visual, dan kemampuan platform. Temuan mengungkapkan bahwa kompetensi plurilingual muncul sebagai proses ekologis adaptif di mana sumber daya linguistik, visual, dan afektif beroperasi secara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-bee5d.webp" type="image/webp" length="72812" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-7d673.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-bee5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/praktik-komunikasi-plurilingualisme-wacana-multimo-thumb-3eb4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10850-journal-linguistics-social-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45871-pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi</link>
	<guid isPermaLink="false">f55be105da01b2bdf190c8af86356214</guid>
	<pubDate>Tue, 05 May 2026 03:16:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yos suprapto ]]></category>
	<category><![CDATA[ mujib ridwan ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,mujib,ridwan,suprapto,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru dapat menggali lebih dalam pengaruh desain karakter terhadap persepsi moral pemain. Pertama, studi ini dapat diperluas dengan menganalisis karakter dari berbagai jenis gim, bukan hanya RPG fantasi seperti BaldurAos ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat menggali lebih dalam pengaruh desain karakter terhadap persepsi moral pemain. Pertama, studi ini dapat diperluas dengan menganalisis karakter dari berbagai jenis gim, bukan hanya RPG fantasi seperti BaldurAos Gate 3, atau bahkan karakter non-manusia dan abstrak. Ini akan membantu memahami apakah pola impresi moral serupa juga muncul di luar konteks gim yang spesifik ini, misalnya pada gim simulasi atau strategi yang mungkin memiliki estetika karakter yang berbeda. Pertanyaan kuncinya adalah: Apakah prinsip-prinsip desain yang memengaruhi moralitas karakter tetap konsisten di berbagai genre dan jenis karakter? Kedua, karena penelitian saat ini menggunakan gambar karakter statis dua dimensi, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana elemen visual yang dinamis, seperti animasi, ekspresi wajah bergerak, atau interaksi karakter dalam dialog, memengaruhi persepsi moral pemain. Bagaimana kesan moral pemain berubah ketika mereka melihat karakter beraksi dan berbicara dalam konteks narasi gim yang sebenarnya? Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana moralitas dipersepsikan secara real-time. Ketiga, untuk memberikan panduan yang lebih spesifik bagi desainer gim, penelitian mendatang bisa fokus pada pengidentifikasian dan kuantifikasi kontribusi masing-masing elemen visualAiseperti warna kostum, bentuk aksesori, atau detail ekspresiAiterhadap fondasi moral tertentu. Dengan menguji secara terpisah pengaruh setiap elemen visual, kita dapat mengetahui elemen mana yang paling kuat membentuk persepsi keadilan, kesetiaan, atau otoritas. Pemahaman ini sangat penting untuk menciptakan karakter yang secara sengaja dan efektif menyampaikan pesan moral yang diinginkan kepada pemain.. Penelitian ini menunjukkan bahwa fondasi moral Authority/Subversion dan Fairness/Cheating paling dominan memengaruhi impresi awal dan penilaian akhir pemain terhadap estetika karakter dalam gim BaldurAos Gate 3.Desain visual karakter yang kuat, terutama pada Astarion, Karlach, Gale, dan Wyll, secara konsisten memunculkan asosiasi moral yang seragam di kalangan responden terkait hierarki, keadilan, dan kejujuran.Hal ini membuktikan efektivitas Moral Foundations Theory (MFT) dalam mengklasifikasikan impresi moral dari desain karakter, memberikan wawasan strategis untuk pengembangan karakter dan narasi gim digital yang lebih bermakna Karakter dalam gim berperan penting dalam meningkatkan daya tarik bermain, seperti pada BaldurAos Gate 3, gim Role-Playing Game (RPG) yang memungkinkan pemain membentuk arah cerita melalui pilihan moral. Setiap karakter memiliki latar unik dalam dunia fantasi, dan moralitas pemain tercermin dari keputusan yang mereka ambil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi impresi moral pemain terhadap estetika desain karakter menggunakan Moral Foundation Theory (MFT). Metode yang digunakan adalah kuesioner dengan 52 responden pemain gim, yang diberikan stimulus visual berupa gambar dua dimensi karakter. Responden diminta menjawab kuesioner berbasis MFT serta memberikan asosiasi kata spontan terhadap karakter yang ditampilkan. Hasil analisis faktor dan asosiasi menunjukkan bahwa elemen visual seperti kostum, ekspresi wajah, dan aksesori secara signifikan memengaruhi pembentukan impresi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-6f147.webp" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-6f147.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-6f147.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-6f147.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" alt="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-afeaf.webp" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-afeaf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-afeaf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-afeaf.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" alt="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-d624b.webp" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-d624b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-d624b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-d624b.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" alt="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45871-pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi" title="JURIS - Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3" target="_blank">Evaluasi Moralitas Berdasarkan Estetika Desain Karakter pada Gim BaldurAos Gate 3</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat menggali lebih dalam pengaruh desain karakter terhadap persepsi moral pemain. Pertama, studi ini dapat diperluas dengan menganalisis karakter dari berbagai jenis gim, bukan hanya RPG fantasi seperti BaldurAos Gate 3, atau bahkan karakter non-manusia dan abstrak. Ini akan membantu memahami apakah pola impresi moral serupa juga muncul di luar konteks gim yang spesifik ini, misalnya pada gim simulasi atau strategi yang mungkin memiliki estetika karakter yang berbeda. Pertanyaan kuncinya adalah: Apakah prinsip-prinsip desain yang memengaruhi moralitas karakter tetap konsisten di berbagai genre dan jenis karakter? Kedua, karena penelitian saat ini menggunakan gambar karakter statis dua dimensi, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana elemen visual yang dinamis, seperti animasi, ekspresi wajah bergerak, atau interaksi karakter dalam dialog, memengaruhi persepsi moral pemain. Bagaimana kesan moral pemain berubah ketika mereka melihat karakter beraksi dan berbicara dalam konteks narasi gim yang sebenarnya? Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana moralitas dipersepsikan secara real-time. Ketiga, untuk memberikan panduan yang lebih spesifik bagi desainer gim, penelitian mendatang bisa fokus pada pengidentifikasian dan kuantifikasi kontribusi masing-masing elemen visualAiseperti warna kostum, bentuk aksesori, atau detail ekspresiAiterhadap fondasi moral tertentu. Dengan menguji secara terpisah pengaruh setiap elemen visual, kita dapat mengetahui elemen mana yang paling kuat membentuk persepsi keadilan, kesetiaan, atau otoritas. Pemahaman ini sangat penting untuk menciptakan karakter yang secara sengaja dan efektif menyampaikan pesan moral yang diinginkan kepada pemain..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa fondasi moral Authority/Subversion dan Fairness/Cheating paling dominan memengaruhi impresi awal dan penilaian akhir pemain terhadap estetika karakter dalam gim BaldurAos Gate 3.Desain visual karakter yang kuat, terutama pada Astarion, Karlach, Gale, dan Wyll, secara konsisten memunculkan asosiasi moral yang seragam di kalangan responden terkait hierarki, keadilan, dan kejujuran.Hal ini membuktikan efektivitas Moral Foundations Theory (MFT) dalam mengklasifikasikan impresi moral dari desain karakter, memberikan wawasan strategis untuk pengembangan karakter dan narasi gim digital yang lebih bermakna
<br>Karakter dalam gim berperan penting dalam meningkatkan daya tarik bermain, seperti pada BaldurAos Gate 3, gim Role-Playing Game (RPG) yang memungkinkan pemain membentuk arah cerita melalui pilihan moral. Setiap karakter memiliki latar unik dalam dunia fantasi, dan moralitas pemain tercermin dari keputusan yang mereka ambil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi impresi moral pemain terhadap estetika desain karakter menggunakan Moral Foundation Theory (MFT). Metode yang digunakan adalah kuesioner dengan 52 responden pemain gim, yang diberikan stimulus visual berupa gambar dua dimensi karakter. Responden diminta menjawab kuesioner berbasis MFT serta memberikan asosiasi kata spontan terhadap karakter yang ditampilkan. Hasil analisis faktor dan asosiasi menunjukkan bahwa elemen visual seperti kostum, ekspresi wajah, dan aksesori secara signifikan memengaruhi pembentukan impresi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-6f147.webp" type="image/webp" length="108902" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-6f147.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-afeaf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/pesan-moral-film-desain-karakter-moralitas-impresi-thumb-d624b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2073-unusida.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18451-journal-computer-science-visual-communication-design.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Shontengan Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Shontengan Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Shontengan Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45881-pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-waw</link>
	<guid isPermaLink="false">2ce63e5047eb132420fc534b15161fb6</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 23:05:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ cited paper ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cited,focus,nuris,paper,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak psikologis dari tradisi sesajen terhadap masyarakat Pragaan Laok, khususnya terkait rasa takut dan ketergantungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep): Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak psikologis dari tradisi sesajen terhadap masyarakat Pragaan Laok, khususnya terkait rasa takut dan ketergantungan pada kekuatan supranatural. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan agama Islam untuk meningkatkan pemahaman tentang larangan syirik dan pentingnya bertawakal kepada Allah SWT. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan praktik sesajen di Desa Pragaan Laok dengan tradisi serupa di daerah lain, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta mencari solusi alternatif yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya membimbing masyarakat menuju praktik keagamaan yang lebih murni dan sesuai dengan syariat Islam, serta meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial mereka.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Pragaan Laok melakukan tradisi sesajen sebagai bentuk menjaga diri dari gangguan makhluk halus dan mengharapkan kelancaran pernikahan.Namun, dari perspektif hukum Islam, praktik sesajen ini tidak diperbolehkan karena mengandung unsur syirik dan pemborosan.Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya kembali kepada ajaran Islam dengan memohon pertolongan dan keselamatan hanya kepada Allah SWT Shontengan merupakan tradisi yang masih berjalan di tengah-tengah masyarakat Pragaan Laok, dimana kepercayaan terhadap penunggu sumur Mortandek masih melekat dan menarik masyarakat untuk tetap melakukan sesajen setiap akan mengadakan acara pernikahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menarik dan menentukan hukum dari praktek sesajen yang ada dengan melalui kacamata hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif, sehingga segala bentuk data yang didapatkan akan dideskripsikan dalam bentuk narasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan sumber data primer seperti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-df59d.webp" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-df59d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-df59d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-df59d.webp 1x" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" alt="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-235de.webp" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-235de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-235de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-235de.webp 1x" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" alt="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-9cd6c.webp" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-9cd6c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-9cd6c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-9cd6c.webp 1x" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" alt="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45881-pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-waw" title="JURIS - Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)" target="_blank">Shontengan : Tradisi Sesajen dalam Pesta Pernikahan Menurut Kacamata Hukum Islam (Studi Sumur Mortandek di Desa Pragaan Laok Sumenep)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak psikologis dari tradisi sesajen terhadap masyarakat Pragaan Laok, khususnya terkait rasa takut dan ketergantungan pada kekuatan supranatural. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan agama Islam untuk meningkatkan pemahaman tentang larangan syirik dan pentingnya bertawakal kepada Allah SWT. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan praktik sesajen di Desa Pragaan Laok dengan tradisi serupa di daerah lain, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta mencari solusi alternatif yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya membimbing masyarakat menuju praktik keagamaan yang lebih murni dan sesuai dengan syariat Islam, serta meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial mereka..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Pragaan Laok melakukan tradisi sesajen sebagai bentuk menjaga diri dari gangguan makhluk halus dan mengharapkan kelancaran pernikahan.Namun, dari perspektif hukum Islam, praktik sesajen ini tidak diperbolehkan karena mengandung unsur syirik dan pemborosan.Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya kembali kepada ajaran Islam dengan memohon pertolongan dan keselamatan hanya kepada Allah SWT
<br>Shontengan merupakan tradisi yang masih berjalan di tengah-tengah masyarakat Pragaan Laok, dimana kepercayaan terhadap penunggu sumur Mortandek masih melekat dan menarik masyarakat untuk tetap melakukan sesajen setiap akan mengadakan acara pernikahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menarik dan menentukan hukum dari praktek sesajen yang ada dengan melalui kacamata hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif, sehingga segala bentuk data yang didapatkan akan dideskripsikan dalam bentuk narasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan sumber data primer seperti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-9cd6c.webp" type="image/webp" length="77102" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-df59d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-235de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/pemberdayaan-masyarakat-data-primer-hasil-wawancar-thumb-9cd6c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10850-journal-linguistics-social-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Eco Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Eco Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Eco Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45879-iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perub</link>
	<guid isPermaLink="false">a3c22608f5cc0b646532949548c41588</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 22:53:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ cited paper ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cited,focus,nuris,paper,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami perkembangan eco-anxiety pada Gen Z seiring dengan perubahan iklim yang semakin nyata dan dampaknya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami perkembangan eco-anxiety pada Gen Z seiring dengan perubahan iklim yang semakin nyata dan dampaknya yang semakin terasa. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi tingkat kecemasan dan strategi coping yang efektif. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif Gen Z dalam menghadapi eco-anxiety, termasuk bagaimana mereka memaknai perubahan iklim dan bagaimana hal itu memengaruhi identitas, nilai-nilai, dan harapan mereka terhadap masa depan. Ketiga, penelitian intervensi perlu dikembangkan untuk menguji efektivitas program-program yang bertujuan untuk meningkatkan resiliensi psikologis dan mendorong perilaku pro-lingkungan pada Gen Z, seperti pelatihan coping adaptif, kelompok dukungan sebaya, dan kampanye edukasi yang memberdayakan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang eco-anxiety pada Gen Z dan memberikan dasar bagi pengembangan strategi pencegahan dan intervensi yang efektif untuk melindungi kesehatan mental generasi muda di tengah krisis iklim.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eco-anxiety merupakan respons psikologis signifikan pada Generasi Z dalam konteks perubahan iklim dan bencana alam.Generasi Z menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, diperkuat oleh paparan media digital dan pengalaman bencana.Eco-anxiety dapat meningkatkan risiko distress psikologis, namun juga berpotensi mendorong keterlibatan pro-lingkungan dengan dukungan yang tepat Eco-anxiety merupakan respons emosional berupa kekhawatiran kronis terhadap perubahan iklim yang semakin menonjol pada remaja, khususnya Generasi Z (Gen Z). Sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan krisis lingkungan global, Gen Z memiliki paparan informasi iklim yang intens melalui media sosial, sehingga meningkatkan kesadaran sekaligus kerentanan psikologis. Studi lintas negara oleh Caroline Hickman menunjukkan bahwa mayoritas remaja dan dewasa muda melaporkan kekhawatiran tinggi terhadap krisis iklim serta dampaknya terhadap masa depan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah terbaru terkait eco-anxiety pada populasi Gen Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa eco-anxiety dapat memunculkan distress psikologis, seperti gangguan tidur dan kecemasan berlebih,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-61a37.webp" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-61a37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-61a37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-61a37.webp 1x" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" alt="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-762f0.webp" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-762f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-762f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-762f0.webp 1x" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" alt="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-02fee.webp" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-02fee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-02fee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-02fee.webp 1x" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" alt="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45879-iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perub" title="JURIS - Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental" target="_blank">Eco-Anxiety pada Gen Z dan implikasinya pada Kesehatan Mental</a>: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami perkembangan eco-anxiety pada Gen Z seiring dengan perubahan iklim yang semakin nyata dan dampaknya yang semakin terasa. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi tingkat kecemasan dan strategi coping yang efektif. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif Gen Z dalam menghadapi eco-anxiety, termasuk bagaimana mereka memaknai perubahan iklim dan bagaimana hal itu memengaruhi identitas, nilai-nilai, dan harapan mereka terhadap masa depan. Ketiga, penelitian intervensi perlu dikembangkan untuk menguji efektivitas program-program yang bertujuan untuk meningkatkan resiliensi psikologis dan mendorong perilaku pro-lingkungan pada Gen Z, seperti pelatihan coping adaptif, kelompok dukungan sebaya, dan kampanye edukasi yang memberdayakan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang eco-anxiety pada Gen Z dan memberikan dasar bagi pengembangan strategi pencegahan dan intervensi yang efektif untuk melindungi kesehatan mental generasi muda di tengah krisis iklim..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa eco-anxiety merupakan respons psikologis signifikan pada Generasi Z dalam konteks perubahan iklim dan bencana alam.Generasi Z menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, diperkuat oleh paparan media digital dan pengalaman bencana.Eco-anxiety dapat meningkatkan risiko distress psikologis, namun juga berpotensi mendorong keterlibatan pro-lingkungan dengan dukungan yang tepat
<br>Eco-anxiety merupakan respons emosional berupa kekhawatiran kronis terhadap perubahan iklim yang semakin menonjol pada remaja, khususnya Generasi Z (Gen Z). Sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan krisis lingkungan global, Gen Z memiliki paparan informasi iklim yang intens melalui media sosial, sehingga meningkatkan kesadaran sekaligus kerentanan psikologis. Studi lintas negara oleh Caroline Hickman menunjukkan bahwa mayoritas remaja dan dewasa muda melaporkan kekhawatiran tinggi terhadap krisis iklim serta dampaknya terhadap masa depan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah terbaru terkait eco-anxiety pada populasi Gen Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa eco-anxiety dapat memunculkan distress psikologis, seperti gangguan tidur dan kecemasan berlebih,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-61a37.webp" type="image/webp" length="81314" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-61a37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-762f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/iklim-global-asia-buruk-krisis-edukasi-perubahan-e-thumb-02fee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10850-journal-linguistics-social-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama Resepsi Sastra Wolfgang Iser ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama Resepsi Sastra Wolfgang Iser ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama Resepsi Sastra Wolfgang Iser ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45885-resepsi-sastra-teori-arab-patib</link>
	<guid isPermaLink="false">ff153b199fcc2ba26e95736e4750506a</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 22:30:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ cited paper ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cited,focus,nuris,paper,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis mendalam terhadap Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana qasidah ini diterima dan diinterpretasikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser: Berdasarkan analisis mendalam terhadap Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana qasidah ini diterima dan diinterpretasikan oleh berbagai kelompok masyarakat NU, seperti pengurus cabang, tokoh agama lokal, dan santri, untuk memahami variasi interpretasi berdasarkan latar belakang sosial dan keagamaan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan QNSANU dengan qasidah-qasidah lain yang ditulis untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah NU, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam gaya bahasa, tema, dan pesan yang disampaikan. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada potensi qasidah ini sebagai media dakwah dan pendidikan agama, dengan menganalisis bagaimana metafora dan simbol-simbol yang digunakan dapat membantu memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah di kalangan masyarakat NU. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran sastra dalam memperkuat identitas keagamaan dan budaya NU, serta memperkaya khazanah penelitian di bidang studi Islam dan sastra Arab.. Penelitian ini menegaskan bahwa bait kedua Qosidah Nahdliyah Satu Abad NU memiliki kekuatan simbolis yang signifikan dalam membangun koneksi emosional dan intelektual dengan pembacanya.Temuan ini mendukung hipotesis bahwa qasidah tersebut dapat menjadi medium estetis yang efektif dalam merepresentasikan nilai-nilai historis, spiritual, dan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).Metafora dalam bait tersebut, seperti kaukabah (bintang) dan al-barq fi al-zulma (kilat di kegelapan), berhasil menciptakan kerangka pemaknaan yang beragam sesuai latar belakang pembaca.Interpretasi ini menunjukkan bahwa qasidah mampu menjembatani berbagai perspektif, baik di kalangan yang memiliki keterkaitan langsung dengan NU maupun yang tidak.Qasidah ini membuktikan potensinya sebagai alat literasi budaya yang menghidupkan kembali pemahaman tentang sejarah dan tokoh-tokoh penting NU, tanpa mengesampingkan inklusivitas audiens yang lebih luas Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU (QNSANU) adalah karya sastra yang diciptakan oleh KH. Afifudin Muhajir untuk memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Iser, sebuah karya sastra tidak memiliki makna yang lengkap jika hanya statis sebagai dokumen; ia harus dibaca dan direspon secara aktif oleh pembaca. Penulis secara sengaja meninggalkan celah atau ruang kosong dalam teks sebagai platform bagi pembaca untuk melibatkan imajinasi mereka, yang mengarah pada berbagai interpretasi yang memperkaya perspektif dan pemahaman tentang karya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-ab565.webp" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-ab565.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-ab565.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-ab565.webp 1x" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" alt="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-68910.webp" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-68910.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-68910.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-68910.webp 1x" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" alt="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-61c45.webp" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-61c45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-61c45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-61c45.webp 1x" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" alt="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45885-resepsi-sastra-teori-arab-patib" title="JURIS - Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser" target="_blank">Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser</a>: Berdasarkan analisis mendalam terhadap Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana qasidah ini diterima dan diinterpretasikan oleh berbagai kelompok masyarakat NU, seperti pengurus cabang, tokoh agama lokal, dan santri, untuk memahami variasi interpretasi berdasarkan latar belakang sosial dan keagamaan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan QNSANU dengan qasidah-qasidah lain yang ditulis untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah NU, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam gaya bahasa, tema, dan pesan yang disampaikan. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada potensi qasidah ini sebagai media dakwah dan pendidikan agama, dengan menganalisis bagaimana metafora dan simbol-simbol yang digunakan dapat membantu memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah di kalangan masyarakat NU. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran sastra dalam memperkuat identitas keagamaan dan budaya NU, serta memperkaya khazanah penelitian di bidang studi Islam dan sastra Arab..
<br>Penelitian ini menegaskan bahwa bait kedua Qosidah Nahdliyah Satu Abad NU memiliki kekuatan simbolis yang signifikan dalam membangun koneksi emosional dan intelektual dengan pembacanya.Temuan ini mendukung hipotesis bahwa qasidah tersebut dapat menjadi medium estetis yang efektif dalam merepresentasikan nilai-nilai historis, spiritual, dan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).Metafora dalam bait tersebut, seperti kaukabah (bintang) dan al-barq fi al-zulma (kilat di kegelapan), berhasil menciptakan kerangka pemaknaan yang beragam sesuai latar belakang pembaca.Interpretasi ini menunjukkan bahwa qasidah mampu menjembatani berbagai perspektif, baik di kalangan yang memiliki keterkaitan langsung dengan NU maupun yang tidak.Qasidah ini membuktikan potensinya sebagai alat literasi budaya yang menghidupkan kembali pemahaman tentang sejarah dan tokoh-tokoh penting NU, tanpa mengesampingkan inklusivitas audiens yang lebih luas
<br>Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU (QNSANU) adalah karya sastra yang diciptakan oleh KH. Afifudin Muhajir untuk memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Iser, sebuah karya sastra tidak memiliki makna yang lengkap jika hanya statis sebagai dokumen; ia harus dibaca dan direspon secara aktif oleh pembaca. Penulis secara sengaja meninggalkan celah atau ruang kosong dalam teks sebagai platform bagi pembaca untuk melibatkan imajinasi mereka, yang mengarah pada berbagai interpretasi yang memperkaya perspektif dan pemahaman tentang karya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-ab565.webp" type="image/webp" length="80244" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-ab565.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-68910.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/resepsi-sastra-teori-arab-patibrata-karya-nahdlatu-thumb-61c45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10850-journal-linguistics-social-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F B di Surabaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F B di Surabaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F B di Surabaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45876-manipulasi-arus-kas-perputaran-k</link>
	<guid isPermaLink="false">ae872964499588959503cbd46b7eaf6d</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 22:25:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,focus,header,nuris,page,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak adopsi platform fintech tambahan di sektor UMKM F&B, menanyakan bagaimana pelaku usaha menyesuaikan strategi pembiayaan mereka ketika akses modal digital lebih meluas. Kedua, studi berikutnya dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&B di Surabaya: Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak adopsi platform fintech tambahan di sektor UMKM F&B, menanyakan bagaimana pelaku usaha menyesuaikan strategi pembiayaan mereka ketika akses modal digital lebih meluas. Kedua, studi berikutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara tingkat literasi digital dan kapasitas pelaporan keuangan, dengan merumuskan pertanyaan apakah pelatihan literasi digital secara langsung meningkatkan akurasi laporan keuangan. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas program pendampingan pemerintah untuk meningkatkan keamanan data, dengan menggali bagaimana pelatihan tentang privasi dan proteksi data dapat mengurangi kekhawatiran pelaku usaha dan mendorong adopsi teknologi digital secara lebih menyeluruh.. Digitalisasi keuangan pada UMKM F&B di Surabaya secara signifikan meningkatkan efisiensi arus kas, akurasi pencatatan, dan transparansi laporan keuangan, mendukung hipotesis bahwa penerapan sistem pembayaran digital (QRIS) mempercepat perputaran kas dan mengurangi kebocoran serta kesalahan pencatatan manual.Penggunaan aplikasi keuangan terintegrasi juga meningkatkan pengendalian biaya dan perencanaan modal kerja secara real-time.Namun, kendala literasi keuangan dan keamanan data tetap menjadi penghambat signifikan.Transformasi digital UMKM F&B memerlukan intervensi terpadu berupa pendampingan intensif, peningkatan literasi keuangan dan digital agar hasil positif dapat direalisasikan secara berkelanjutan Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak digitalisasi terhadap pengelolaan keuangan UMKM F&B di Surabaya. Tujuan utama adalah menilai bagaimana adopsi teknologi digital QRIS, aplikasi keuangan, dan pencatatan digital mempengaruhi efisiensi arus kas, akurasi pelaporan, serta kendali biaya, serta hambatan implementasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap tiga pelaku UMKM yang berbeda. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik, dengan melakukan triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil menunjukkan digitalisasi mempercepat arus kas, memperlancar transaksi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-2ee06.webp" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-2ee06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-2ee06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-2ee06.webp 1x" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" alt="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-d9961.webp" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-d9961.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-d9961.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-d9961.webp 1x" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" alt="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-f4895.webp" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-f4895.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-f4895.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-f4895.webp 1x" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" alt="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45876-manipulasi-arus-kas-perputaran-k" title="JURIS - Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&amp;B di Surabaya" target="_blank">Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F&B di Surabaya</a>: Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak adopsi platform fintech tambahan di sektor UMKM F&B, menanyakan bagaimana pelaku usaha menyesuaikan strategi pembiayaan mereka ketika akses modal digital lebih meluas. Kedua, studi berikutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara tingkat literasi digital dan kapasitas pelaporan keuangan, dengan merumuskan pertanyaan apakah pelatihan literasi digital secara langsung meningkatkan akurasi laporan keuangan. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas program pendampingan pemerintah untuk meningkatkan keamanan data, dengan menggali bagaimana pelatihan tentang privasi dan proteksi data dapat mengurangi kekhawatiran pelaku usaha dan mendorong adopsi teknologi digital secara lebih menyeluruh..
<br>Digitalisasi keuangan pada UMKM F&B di Surabaya secara signifikan meningkatkan efisiensi arus kas, akurasi pencatatan, dan transparansi laporan keuangan, mendukung hipotesis bahwa penerapan sistem pembayaran digital (QRIS) mempercepat perputaran kas dan mengurangi kebocoran serta kesalahan pencatatan manual.Penggunaan aplikasi keuangan terintegrasi juga meningkatkan pengendalian biaya dan perencanaan modal kerja secara real-time.Namun, kendala literasi keuangan dan keamanan data tetap menjadi penghambat signifikan.Transformasi digital UMKM F&B memerlukan intervensi terpadu berupa pendampingan intensif, peningkatan literasi keuangan dan digital agar hasil positif dapat direalisasikan secara berkelanjutan
<br>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak digitalisasi terhadap pengelolaan keuangan UMKM F&B di Surabaya. Tujuan utama adalah menilai bagaimana adopsi teknologi digital QRIS, aplikasi keuangan, dan pencatatan digital mempengaruhi efisiensi arus kas, akurasi pelaporan, serta kendali biaya, serta hambatan implementasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap tiga pelaku UMKM yang berbeda. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik, dengan melakukan triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil menunjukkan digitalisasi mempercepat arus kas, memperlancar transaksi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-f4895.webp" type="image/webp" length="91926" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-2ee06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-d9961.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/manipulasi-arus-kas-perputaran-operasi-aliran-digi-thumb-f4895.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10849-journal-sharia-economics-banking-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45877-moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-r</link>
	<guid isPermaLink="false">086daaa71927af4f45e94094fdd24fec</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 21:56:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,focus,header,nuris,page,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan keterbatasan, penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam skema mudharabah, sehingga mempercepat proses audit dan mengurangi risiko moral ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah: Berdasarkan temuan dan keterbatasan, penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam skema mudharabah, sehingga mempercepat proses audit dan mengurangi risiko moral hazard. Selain itu, studi eksploratif tentang model pelatihan risiko berbasis scenario bagi manajer bank syariah dapat membantu menguatkan budaya risiko dan pengambilan keputusan yang lebih rasional. Terakhir, riset longitudinal yang memantau perubahan proporsi pembiayaan bagi hasil terhadap indikator stabilitas keuangan selama periode makroekonomi yang beragam akan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dan politis implementasinya.. Pembiayaan berbasis bagi hasil melalui mudharabah dan musyarakah memiliki potensi penting untuk mendukung stabilitas keuangan bank syariah.Implementasinya masih menghadapi kendala operasional, manajemen risiko, dan transparansi nasabah.Perbaikan tata kelola, penguatan budaya risiko, dan pemanfaatan teknologi serta pengawasan yang lebih efektif diperlukan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan bagi hasil dalam meningkatkan stabilitas keuangan bank syariah, khususnya melalui skema mudharabah dan musyarakah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis isi data sekunder seperti laporan keuangan bank, publikasi OJK dan BI serta literatur ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa pembiayaan bagi hasil berkontribusi positif terhadap stabilitas keuangan melalui mekanisme pembagian risiko, meningkatkan kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal, serta memperkuat ketahanan bank terhadap fluktuasi ekonomi. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-89cbd.webp" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-89cbd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-89cbd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-89cbd.webp 1x" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" alt="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-fc954.webp" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-fc954.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-fc954.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-fc954.webp 1x" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" alt="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-f0649.webp" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-f0649.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-f0649.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-f0649.webp 1x" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" alt="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45877-moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-r" title="JURIS - Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah" target="_blank">Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah</a>: Berdasarkan temuan dan keterbatasan, penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam skema mudharabah, sehingga mempercepat proses audit dan mengurangi risiko moral hazard. Selain itu, studi eksploratif tentang model pelatihan risiko berbasis scenario bagi manajer bank syariah dapat membantu menguatkan budaya risiko dan pengambilan keputusan yang lebih rasional. Terakhir, riset longitudinal yang memantau perubahan proporsi pembiayaan bagi hasil terhadap indikator stabilitas keuangan selama periode makroekonomi yang beragam akan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dan politis implementasinya..
<br>Pembiayaan berbasis bagi hasil melalui mudharabah dan musyarakah memiliki potensi penting untuk mendukung stabilitas keuangan bank syariah.Implementasinya masih menghadapi kendala operasional, manajemen risiko, dan transparansi nasabah.Perbaikan tata kelola, penguatan budaya risiko, dan pemanfaatan teknologi serta pengawasan yang lebih efektif diperlukan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan bagi hasil dalam meningkatkan stabilitas keuangan bank syariah, khususnya melalui skema mudharabah dan musyarakah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis isi data sekunder seperti laporan keuangan bank, publikasi OJK dan BI serta literatur ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa pembiayaan bagi hasil berkontribusi positif terhadap stabilitas keuangan melalui mekanisme pembagian risiko, meningkatkan kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal, serta memperkuat ketahanan bank terhadap fluktuasi ekonomi.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-fc954.webp" type="image/webp" length="63994" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-89cbd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-fc954.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/moral-hazard-risiko-bank-syariah-penuh-manajemen-k-thumb-f0649.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10849-journal-sharia-economics-banking-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45884-wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-wi</link>
	<guid isPermaLink="false">6157255aa622589afa7177983358af12</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 21:22:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ cited paper ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cited,focus,nuris,paper,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana elemen desain visual tertentu, seperti warna dan tata letak, memengaruhi persepsi wisatawan terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana elemen desain visual tertentu, seperti warna dan tata letak, memengaruhi persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen yang membandingkan efektivitas panduan wisata dengan desain yang berbeda. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana panduan wisata multimodal dapat disesuaikan untuk berbagai segmen wisatawan, dengan mempertimbangkan preferensi budaya dan bahasa mereka. Pendekatan yang dipersonalisasi dapat meningkatkan daya tarik panduan wisata dan mendorong kunjungan yang lebih banyak. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi augmented reality (AR) untuk meningkatkan pengalaman panduan wisata. Dengan mengintegrasikan elemen AR, wisatawan dapat berinteraksi dengan panduan wisata secara lebih mendalam dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang destinasi wisata.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MDA adalah alat yang berguna untuk memahami interaksi kompleks antara mode komunikasi yang berbeda dalam materi promosi.Analisis ini menunjukkan bagaimana panduan wisata Sumenep secara efektif menggunakan elemen verbal dan visual untuk mempromosikan pariwisata Pantai Lombang.Kombinasi kata-kata dan gambar menciptakan pesan yang kuat dan menarik yang berhasil menarik perhatian wisatawan potensial, sehingga menyoroti pentingnya pendekatan multimodal dalam strategi pemasaran pariwisata Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis wacana multimodal dari panduan wisata Sumenep untuk memahami bagaimana elemen verbal dan visual berkontribusi pada efektivitas promosinya secara keseluruhan. Penelitian ini menekankan pada identifikasi dan analisis elemen-elemen ini untuk mengungkap makna yang mendasari yang disampaikan melalui panduan wisata. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif, menggunakan metode analisis wacana untuk memeriksa elemen visual dan verbal yang ada dalam panduan wisata. Pengumpulan data melibatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-4a4c9.webp" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-4a4c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-4a4c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-4a4c9.webp 1x" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" alt="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-d99d6.webp" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-d99d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-d99d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-d99d6.webp 1x" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" alt="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-9720c.webp" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-9720c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-9720c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-9720c.webp 1x" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" alt="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45884-wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-wi" title="JURIS - Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach" target="_blank">Multimodal Discourse Analysis of Sumenep Tourism Guidebook for Lombang Beach</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana elemen desain visual tertentu, seperti warna dan tata letak, memengaruhi persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen yang membandingkan efektivitas panduan wisata dengan desain yang berbeda. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana panduan wisata multimodal dapat disesuaikan untuk berbagai segmen wisatawan, dengan mempertimbangkan preferensi budaya dan bahasa mereka. Pendekatan yang dipersonalisasi dapat meningkatkan daya tarik panduan wisata dan mendorong kunjungan yang lebih banyak. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi augmented reality (AR) untuk meningkatkan pengalaman panduan wisata. Dengan mengintegrasikan elemen AR, wisatawan dapat berinteraksi dengan panduan wisata secara lebih mendalam dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang destinasi wisata..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa MDA adalah alat yang berguna untuk memahami interaksi kompleks antara mode komunikasi yang berbeda dalam materi promosi.Analisis ini menunjukkan bagaimana panduan wisata Sumenep secara efektif menggunakan elemen verbal dan visual untuk mempromosikan pariwisata Pantai Lombang.Kombinasi kata-kata dan gambar menciptakan pesan yang kuat dan menarik yang berhasil menarik perhatian wisatawan potensial, sehingga menyoroti pentingnya pendekatan multimodal dalam strategi pemasaran pariwisata
<br>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis wacana multimodal dari panduan wisata Sumenep untuk memahami bagaimana elemen verbal dan visual berkontribusi pada efektivitas promosinya secara keseluruhan. Penelitian ini menekankan pada identifikasi dan analisis elemen-elemen ini untuk mengungkap makna yang mendasari yang disampaikan melalui panduan wisata. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif, menggunakan metode analisis wacana untuk memeriksa elemen visual dan verbal yang ada dalam panduan wisata. Pengumpulan data melibatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-d99d6.webp" type="image/webp" length="70212" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-4a4c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-d99d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/wisata-pantai-ngurbloat-pariwisata-tarik-daya-kuli-thumb-9720c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10850-journal-linguistics-social-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co Creation in Religio Centric Markets Case Study in Religious Tourism Destinations ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co Creation in Religio Centric Markets Case Study in Religious Tourism Destinations ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co Creation in Religio Centric Markets Case Study in Religious Tourism Destinations ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45887-peran-sentral-agama-nilai-integrasi-ag</link>
	<guid isPermaLink="false">e680e1fffcaddf8283867cc702ca5712</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 21:09:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,focus,header,nuris,page,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian selanjutnya dapat diusulkan. Pertama, studi kuantitatif dapat dilakukan untuk menggeneralisasi seberapa besar dukungan komunitas merek berbasis agama dan nilai spiritual mempengaruhi keputusan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian selanjutnya dapat diusulkan. Pertama, studi kuantitatif dapat dilakukan untuk menggeneralisasi seberapa besar dukungan komunitas merek berbasis agama dan nilai spiritual mempengaruhi keputusan pembelian dan penciptaan nilai bersama di berbagai pasar berbasis agama. Kedua, studi komparatif yang mengeksplorasi konteks agama yang berbeda atau kategori produk (misalnya makanan, pakaian) dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang universalitas atau keunikan dinamika ini. Selain itu, peneliti dapat menyelidiki tantangan atau pertimbangan etis yang muncul saat mengkomersialkan produk dengan atribut spiritual yang kuat, memastikan otentisitas dan menghindari komodifikasi iman. Secara praktis, bisnis yang beroperasi di pasar ini harus fokus pada pemupukan keterlibatan komunitas yang tulus dan memfasilitasi berbagi pengalaman spiritual, alih-alih hanya mengandalkan taktik pemasaran konvensional. Hal ini melibatkan pemahaman dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama yang mendasari dan mengintegrasikannya secara otentik ke dalam model bisnis mereka untuk mendorong praktik ekonomi yang berkelanjutan dan etis.. Penelitian fenomenologis ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan komunitas merek berbasis agama dalam meningkatkan penciptaan nilai bersama untuk air minum kemasan "Martajasah" di Kawasan Wisata Religi Syaikhona Kholil Bangkalan.Temuan secara deskriptif menggambarkan bahwa nilai spiritual "Martajasah", yang berakar pada asosiasinya dengan situs suci dan Syaikhona Kholil, berfungsi sebagai proposisi pasar utamanya, melampaui atribut produk konvensional.Selain itu, manifestasi kuat ukhuwah Islamiyah di antara peziarah dan anggota komunitas lokal memfasilitasi komunitas merek agama yang kuat.Ikatan komunitas ini secara aktif diterjemahkan menjadi dukungan produk, didorong oleh iman bersama, kepercayaan timbal balik, dan tujuan kolektif terkait dengan ziarah.Pentingnya penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa agen kolektif komunitas merek agama tidak hanya bersifat pendukung, tetapi juga merupakan pencipta nilai aktif, yang terintegrasi dalam kain spiritual dan sosial pasar Kegentingan penelitian ini berasal dari fenomena air minum kemasan yang berbasis agama di destinasi wisata, yang menampilkan model unik penciptaan nilai bersama dalam ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan komunitas merek berbasis agama dalam meningkatkan penciptaan nilai bersama untuk air minum kemasan "Martajasah" di Kawasan Wisata Religi Syaikhona Kholil Bangkalan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman aktor... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-27106.webp" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-27106.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-27106.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-27106.webp 1x" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" alt="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-76880.webp" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-76880.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-76880.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-76880.webp 1x" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" alt="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-2f15b.webp" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-2f15b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-2f15b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-2f15b.webp 1x" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" alt="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45887-peran-sentral-agama-nilai-integrasi-ag" title="JURIS - The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations" target="_blank">The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian selanjutnya dapat diusulkan. Pertama, studi kuantitatif dapat dilakukan untuk menggeneralisasi seberapa besar dukungan komunitas merek berbasis agama dan nilai spiritual mempengaruhi keputusan pembelian dan penciptaan nilai bersama di berbagai pasar berbasis agama. Kedua, studi komparatif yang mengeksplorasi konteks agama yang berbeda atau kategori produk (misalnya makanan, pakaian) dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang universalitas atau keunikan dinamika ini. Selain itu, peneliti dapat menyelidiki tantangan atau pertimbangan etis yang muncul saat mengkomersialkan produk dengan atribut spiritual yang kuat, memastikan otentisitas dan menghindari komodifikasi iman. Secara praktis, bisnis yang beroperasi di pasar ini harus fokus pada pemupukan keterlibatan komunitas yang tulus dan memfasilitasi berbagi pengalaman spiritual, alih-alih hanya mengandalkan taktik pemasaran konvensional. Hal ini melibatkan pemahaman dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama yang mendasari dan mengintegrasikannya secara otentik ke dalam model bisnis mereka untuk mendorong praktik ekonomi yang berkelanjutan dan etis..
<br>Penelitian fenomenologis ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan komunitas merek berbasis agama dalam meningkatkan penciptaan nilai bersama untuk air minum kemasan "Martajasah" di Kawasan Wisata Religi Syaikhona Kholil Bangkalan.Temuan secara deskriptif menggambarkan bahwa nilai spiritual "Martajasah", yang berakar pada asosiasinya dengan situs suci dan Syaikhona Kholil, berfungsi sebagai proposisi pasar utamanya, melampaui atribut produk konvensional.Selain itu, manifestasi kuat ukhuwah Islamiyah di antara peziarah dan anggota komunitas lokal memfasilitasi komunitas merek agama yang kuat.Ikatan komunitas ini secara aktif diterjemahkan menjadi dukungan produk, didorong oleh iman bersama, kepercayaan timbal balik, dan tujuan kolektif terkait dengan ziarah.Pentingnya penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa agen kolektif komunitas merek agama tidak hanya bersifat pendukung, tetapi juga merupakan pencipta nilai aktif, yang terintegrasi dalam kain spiritual dan sosial pasar
<br>Kegentingan penelitian ini berasal dari fenomena air minum kemasan yang berbasis agama di destinasi wisata, yang menampilkan model unik penciptaan nilai bersama dalam ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan komunitas merek berbasis agama dalam meningkatkan penciptaan nilai bersama untuk air minum kemasan "Martajasah" di Kawasan Wisata Religi Syaikhona Kholil Bangkalan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman aktor...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-2f15b.webp" type="image/webp" length="71018" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-27106.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-76880.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/peran-sentral-agama-nilai-integrasi-nilai-nilai-ko-thumb-2f15b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10849-journal-sharia-economics-banking-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45882-sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial</link>
	<guid isPermaLink="false">18e350f1b522078645edce11d6984dec</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 21:01:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ pub nuris ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ cited paper ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cited,focus,nuris,paper,pub,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Rakyat dengan sekolah-sekolah lain pada masa yang sama, untuk memahami perbedaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Rakyat dengan sekolah-sekolah lain pada masa yang sama, untuk memahami perbedaan dan pengaruhnya terhadap kualitas pendidikan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali peran serta masyarakat lokal dalam pendirian dan pengelolaan Sekolah Rakyat, termasuk bentuk-bentuk partisipasi dan kontribusi mereka. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang Sekolah Rakyat terhadap perkembangan pendidikan dan sosial-budaya di berbagai daerah di Indonesia, serta bagaimana warisan Sekolah Rakyat dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sejarah pendidikan di Indonesia dan memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih baik di masa depan.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian integral dari sejarah pendidikan di Indonesia, yang lahir dari ambisi kolonial Belanda namun juga dimanfaatkan oleh masyarakat pribumi.Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi sarana bagi Belanda untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia, meskipun dengan kurikulum yang terbatas.Transformasi Sekolah Rakyat menjadi Sekolah Dasar setelah kemerdekaan menandai langkah penting dalam pembangunan sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan bangsa Awal mula pendidikan di Indonesia berawal dari Sekolah Rakyat yang didirikan oleh Belanda pada masa penjajahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri sejarah terbentuknya Sekolah Dasar yang berakar dari Sekolah Rakyat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan sumber data primer berupa sejarah Sekolah Rakyat, serta sumber data sekunder dari berbagai literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Sekolah Rakyat terkait erat dengan politik etis dan ambisi Belanda untuk meningkatkan kekayaan di Indonesia. Sekolah Rakyat didirikan pada tahun 1907 di setiap wilayah yang berhasil dikuasai Belanda, melalui swadaya masyarakat dalam hal biaya pembangunan dan penyediaan guru.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-84766.webp" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-84766.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-84766.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-84766.webp 1x" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" alt="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-2f0c1.webp" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-2f0c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-2f0c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-2f0c1.webp 1x" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" alt="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-11b59.webp" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-11b59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-11b59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-11b59.webp 1x" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" alt="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45882-sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial" title="JURIS - Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial" target="_blank">Sekolah Rakyat sebagai Alternatif Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Rakyat dengan sekolah-sekolah lain pada masa yang sama, untuk memahami perbedaan dan pengaruhnya terhadap kualitas pendidikan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali peran serta masyarakat lokal dalam pendirian dan pengelolaan Sekolah Rakyat, termasuk bentuk-bentuk partisipasi dan kontribusi mereka. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang Sekolah Rakyat terhadap perkembangan pendidikan dan sosial-budaya di berbagai daerah di Indonesia, serta bagaimana warisan Sekolah Rakyat dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sejarah pendidikan di Indonesia dan memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih baik di masa depan..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian integral dari sejarah pendidikan di Indonesia, yang lahir dari ambisi kolonial Belanda namun juga dimanfaatkan oleh masyarakat pribumi.Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi sarana bagi Belanda untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia, meskipun dengan kurikulum yang terbatas.Transformasi Sekolah Rakyat menjadi Sekolah Dasar setelah kemerdekaan menandai langkah penting dalam pembangunan sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan bangsa
<br>Awal mula pendidikan di Indonesia berawal dari Sekolah Rakyat yang didirikan oleh Belanda pada masa penjajahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri sejarah terbentuknya Sekolah Dasar yang berakar dari Sekolah Rakyat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan sumber data primer berupa sejarah Sekolah Rakyat, serta sumber data sekunder dari berbagai literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Sekolah Rakyat terkait erat dengan politik etis dan ambisi Belanda untuk meningkatkan kekayaan di Indonesia. Sekolah Rakyat didirikan pada tahun 1907 di setiap wilayah yang berhasil dikuasai Belanda, melalui swadaya masyarakat dalam hal biaya pembangunan dan penyediaan guru....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-11b59.webp" type="image/webp" length="64536" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-84766.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-2f0c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/sekolah-rakyat-alternatif-pendidikan-kolonial-kont-thumb-11b59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2494-nuris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10850-journal-linguistics-social-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia A Polycentric Governance Approach ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia A Polycentric Governance Approach ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia A Polycentric Governance Approach ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45886-aset-digital-penegakan-hukum-pemerintahan-polisent</link>
	<guid isPermaLink="false">697f0570fa58954881e420a3a65c9d4d</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 20:48:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ main menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,main,menu,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi tantangan penegakan hukum aset digital di Indonesia, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Pertama, perlu ada klasifikasi aset yang fungsional untuk memastikan bahwa kewajiban hukum, kekuatan remediasi, dan tanggung ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach: Untuk mengatasi tantangan penegakan hukum aset digital di Indonesia, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Pertama, perlu ada klasifikasi aset yang fungsional untuk memastikan bahwa kewajiban hukum, kekuatan remediasi, dan tanggung jawab pengawasan selaras dengan aktivitas ekonomi. Ini dapat dicapai melalui undang-undang aset digital yang terintegrasi atau amandemen yang terkoordinasi terhadap POJK, BI, hukum AML, dan hukum pasar modal. Kedua, arsitektur remediasi yang komprehensif harus dikembangkan, termasuk redres administratif, adaptasi kepailitan, dan alat pemulihan sipil. Ketiga, kerangka pemerintahan operasional yang efektif harus diterapkan, yang didasarkan pada koordinasi antarlembaga, kapasitas forensik terakreditasi, dan kerja sama internasional yang dipercepat. Dengan menggabungkan fondasi hukum yang jelas, kekuatan prosedural yang sesuai, kapasitas teknis yang dapat dipercaya, dan mekanisme kerja sama internasional yang dinegosiasikan sebelumnya, Indonesia dapat meningkatkan penegakan hukum aset digital, melindungi konsumen, memulihkan kepercayaan pasar, dan mendukung pengembangan teknologi yang sah.. Tantangan utama dalam penegakan hukum aset digital di Indonesia adalah kesenjangan antara teknologi yang berkembang dengan cepat dan kerangka hukum yang belum memadai.Studi ini mengidentifikasi enam tantangan yang saling terkait.klasifikasi hukum yang terfragmentasi, kesenjangan bukti dan teknis, kegagalan koordinasi antarlembaga, batas operasional lintas batas, ketidakcukupan remediasi, dan dinamika ekonomi-politik serta insentif regulasi.Reformasi yang diusulkan mencakup klasifikasi aset yang fungsional, arsitektur remediasi yang terdiri dari redres administratif, adaptasi kepailitan, dan alat pemulihan sipil, serta kerangka pemerintahan operasional yang didasarkan pada koordinasi antarlembaga, kapasitas forensik terakreditasi, dan kerja sama internasional yang dipercepat.Jika Indonesia menggabungkan fondasi hukum yang jelas dengan kekuatan prosedural yang sesuai, kapasitas teknis yang dapat dipercaya, dan mekanisme kerja sama internasional yang dinegosiasikan sebelumnya, penegakan dapat menjadi barang publik yang terlihat - melindungi konsumen, memulihkan kepercayaan pasar, dan mendukung pengembangan teknologi yang sah Aset digital berkembang dengan cepat di Indonesia, yang menyebabkan banyak masalah hukum dan institusional, terutama dalam penyelesaian sengketa terkait kripto, aset tokenisasi, dan alat berbasis blockchain. Meskipun ada pengakuan regulasi, masih ada kesenjangan kritis antara kerangka hukum dan remediasi yang efektif untuk korban, yang menunjukkan urgensi reformasi penegakan hukum. Artikel ini memeriksa masalah hukum utama, termasuk fragmentasi regulasi, ambigu dalam klasifikasi aset, hambatan penegakan lintas batas, keterbatasan dalam kapasitas forensik digital, dan koordinasi antarlembaga yang lemah. Menggunakan pendekatan pemerintahan polisentrik yang normatif-doktrinal, studi ini menilai bagaimana jalur penegakan administratif,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-4ecfa.webp" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-4ecfa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-4ecfa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-4ecfa.webp 1x" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" alt="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-8f28c.webp" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-8f28c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-8f28c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-8f28c.webp 1x" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" alt="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-83b20.webp" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-83b20.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-83b20.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-83b20.webp 1x" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" alt="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45886-aset-digital-penegakan-hukum-pemerintahan-polisent" title="JURIS - Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach" target="_blank">Digital Asset Enforcement Reform in Indonesia: A Polycentric Governance Approach</a>: Untuk mengatasi tantangan penegakan hukum aset digital di Indonesia, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Pertama, perlu ada klasifikasi aset yang fungsional untuk memastikan bahwa kewajiban hukum, kekuatan remediasi, dan tanggung jawab pengawasan selaras dengan aktivitas ekonomi. Ini dapat dicapai melalui undang-undang aset digital yang terintegrasi atau amandemen yang terkoordinasi terhadap POJK, BI, hukum AML, dan hukum pasar modal. Kedua, arsitektur remediasi yang komprehensif harus dikembangkan, termasuk redres administratif, adaptasi kepailitan, dan alat pemulihan sipil. Ketiga, kerangka pemerintahan operasional yang efektif harus diterapkan, yang didasarkan pada koordinasi antarlembaga, kapasitas forensik terakreditasi, dan kerja sama internasional yang dipercepat. Dengan menggabungkan fondasi hukum yang jelas, kekuatan prosedural yang sesuai, kapasitas teknis yang dapat dipercaya, dan mekanisme kerja sama internasional yang dinegosiasikan sebelumnya, Indonesia dapat meningkatkan penegakan hukum aset digital, melindungi konsumen, memulihkan kepercayaan pasar, dan mendukung pengembangan teknologi yang sah..
<br>Tantangan utama dalam penegakan hukum aset digital di Indonesia adalah kesenjangan antara teknologi yang berkembang dengan cepat dan kerangka hukum yang belum memadai.Studi ini mengidentifikasi enam tantangan yang saling terkait.klasifikasi hukum yang terfragmentasi, kesenjangan bukti dan teknis, kegagalan koordinasi antarlembaga, batas operasional lintas batas, ketidakcukupan remediasi, dan dinamika ekonomi-politik serta insentif regulasi.Reformasi yang diusulkan mencakup klasifikasi aset yang fungsional, arsitektur remediasi yang terdiri dari redres administratif, adaptasi kepailitan, dan alat pemulihan sipil, serta kerangka pemerintahan operasional yang didasarkan pada koordinasi antarlembaga, kapasitas forensik terakreditasi, dan kerja sama internasional yang dipercepat.Jika Indonesia menggabungkan fondasi hukum yang jelas dengan kekuatan prosedural yang sesuai, kapasitas teknis yang dapat dipercaya, dan mekanisme kerja sama internasional yang dinegosiasikan sebelumnya, penegakan dapat menjadi barang publik yang terlihat - melindungi konsumen, memulihkan kepercayaan pasar, dan mendukung pengembangan teknologi yang sah
<br>Aset digital berkembang dengan cepat di Indonesia, yang menyebabkan banyak masalah hukum dan institusional, terutama dalam penyelesaian sengketa terkait kripto, aset tokenisasi, dan alat berbasis blockchain. Meskipun ada pengakuan regulasi, masih ada kesenjangan kritis antara kerangka hukum dan remediasi yang efektif untuk korban, yang menunjukkan urgensi reformasi penegakan hukum. Artikel ini memeriksa masalah hukum utama, termasuk fragmentasi regulasi, ambigu dalam klasifikasi aset, hambatan penegakan lintas batas, keterbatasan dalam kapasitas forensik digital, dan koordinasi antarlembaga yang lemah. Menggunakan pendekatan pemerintahan polisentrik yang normatif-doktrinal, studi ini menilai bagaimana jalur penegakan administratif,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-4ecfa.webp" type="image/webp" length="101180" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-4ecfa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-8f28c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/aset-digital-penegakan-pemerintahan-polisentrik-kl-thumb-83b20.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3567-yustisia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-45873-praktik-ritual-model-teori-analisis-prakti</link>
	<guid isPermaLink="false">44b44e343ae88284df34c54cbcd13692</guid>
	<pubDate>Mon, 04 May 2026 20:17:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yos suprapto ]]></category>
	<category><![CDATA[ mujib ridwan ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,mujib,ridwan,suprapto,yos]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat fenomena ritual gacha yang menarik ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, studi longitudinal penting untuk mengamati bagaimana praktik ritual gacha, yang dipicu oleh karakter seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact: Melihat fenomena ritual gacha yang menarik ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, studi longitudinal penting untuk mengamati bagaimana praktik ritual gacha, yang dipicu oleh karakter seperti Arlecchino, berkembang dan berubah seiring waktu, serta bagaimana evolusi ini berkorelasi dengan loyalitas pemain, pola pengeluaran, dan retensi pengguna, memberikan pemahaman tentang dampak jangka panjang pada pengalaman dan ekonomi game. Kedua, potensi besar terletak pada penyelidikan sejauh mana interaksi antara pengembang game dan komunitas pemain secara aktif membentuk serta mengarahkan evolusi ritual gacha; pertanyaan penelitian dapat berfokus pada bagaimana komunikasi resmi atau partisipasi pengembang memengaruhi cara pemain menciptakan dan menyebarkan praktik ritual baru, menawarkan wawasan tentang dinamika budaya partisipatif dari sudut pandang intervensi pengembang. Ketiga, untuk memahami lebih dalam keyakinan pemain terhadap ritual ini, penelitian dapat mengeksplorasi dasar psikologis dan kognitif yang melatarbelakangi efektivitas ritual gacha. Meskipun sistem gacha bersifat acak, pemain sering kali percaya kuat pada 'keberuntungan' yang dibawa ritual mereka; studi lebih lanjut dapat menganalisis bias kognitif, peran emosi, atau respons neurobiologis yang terlibat, menjelaskan mengapa keyakinan ini terbentuk dan dipertahankan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperkaya kajian tentang hubungan desain game, perilaku pemain, dan budaya digital.. Penelitian ini mengungkap bahwa desain karakter virtual seperti Arlecchino secara signifikan memengaruhi perilaku pemain dalam membentuk praktik ritual gacha yang terstruktur, bukan hanya spontan, di dalam budaya digital.Ritual-ritual ini diklasifikasikan ke dalam tahapan separation, liminality, dan incorporation, serta dilakukan secara individual maupun kolektif dalam konteks offline, online, dan hybrid.Temuan ini menyoroti bagaimana pemain tidak hanya mengonsumsi tetapi juga memodifikasi konten pengembang, menciptakan budaya partisipatif yang kaya, dan memberikan wawasan penting bagi pengembang game serta studi interaksi pemain dalam ekosistem digital Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi bagaimana karakter Arlecchino dalam permainan Genshin Impact memengaruhi pemain untuk menghasilkan dan menyebarkan konten ritual gacha pada platform digital. Metode yang digunakan adalah etnografi virtual serta analisis konten dengan pengumpulan data visual, naratif, dan praktik ritual dari media sosial seperti X/Twitter, Facebook, TikTok, YouTube, dll. Analisis praktik ritual menggunakan teori praktik performatif Victor Turner (1969) untuk mengklasifikasikan tahapan ritual dan bentuk ritual. Hasil penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-5f2a6.webp" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-5f2a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-5f2a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-5f2a6.webp 1x" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" alt="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-09498.webp" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-09498.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-09498.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-09498.webp 1x" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" alt="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-83787.webp" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-83787.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-83787.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-83787.webp 1x" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" alt="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-45873-praktik-ritual-model-teori-analisis-prakti" title="JURIS - Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact" target="_blank">Analisis Konten Karakter Arlecchino dalam Membentuk Praktik Ritual Gacha pada Permainan Genshin Impact</a>: Melihat fenomena ritual gacha yang menarik ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, studi longitudinal penting untuk mengamati bagaimana praktik ritual gacha, yang dipicu oleh karakter seperti Arlecchino, berkembang dan berubah seiring waktu, serta bagaimana evolusi ini berkorelasi dengan loyalitas pemain, pola pengeluaran, dan retensi pengguna, memberikan pemahaman tentang dampak jangka panjang pada pengalaman dan ekonomi game. Kedua, potensi besar terletak pada penyelidikan sejauh mana interaksi antara pengembang game dan komunitas pemain secara aktif membentuk serta mengarahkan evolusi ritual gacha; pertanyaan penelitian dapat berfokus pada bagaimana komunikasi resmi atau partisipasi pengembang memengaruhi cara pemain menciptakan dan menyebarkan praktik ritual baru, menawarkan wawasan tentang dinamika budaya partisipatif dari sudut pandang intervensi pengembang. Ketiga, untuk memahami lebih dalam keyakinan pemain terhadap ritual ini, penelitian dapat mengeksplorasi dasar psikologis dan kognitif yang melatarbelakangi efektivitas ritual gacha. Meskipun sistem gacha bersifat acak, pemain sering kali percaya kuat pada 'keberuntungan' yang dibawa ritual mereka; studi lebih lanjut dapat menganalisis bias kognitif, peran emosi, atau respons neurobiologis yang terlibat, menjelaskan mengapa keyakinan ini terbentuk dan dipertahankan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperkaya kajian tentang hubungan desain game, perilaku pemain, dan budaya digital..
<br>Penelitian ini mengungkap bahwa desain karakter virtual seperti Arlecchino secara signifikan memengaruhi perilaku pemain dalam membentuk praktik ritual gacha yang terstruktur, bukan hanya spontan, di dalam budaya digital.Ritual-ritual ini diklasifikasikan ke dalam tahapan separation, liminality, dan incorporation, serta dilakukan secara individual maupun kolektif dalam konteks offline, online, dan hybrid.Temuan ini menyoroti bagaimana pemain tidak hanya mengonsumsi tetapi juga memodifikasi konten pengembang, menciptakan budaya partisipatif yang kaya, dan memberikan wawasan penting bagi pengembang game serta studi interaksi pemain dalam ekosistem digital
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi bagaimana karakter Arlecchino dalam permainan Genshin Impact memengaruhi pemain untuk menghasilkan dan menyebarkan konten ritual gacha pada platform digital. Metode yang digunakan adalah etnografi virtual serta analisis konten dengan pengumpulan data visual, naratif, dan praktik ritual dari media sosial seperti X/Twitter, Facebook, TikTok, YouTube, dll. Analisis praktik ritual menggunakan teori praktik performatif Victor Turner (1969) untuk mengklasifikasikan tahapan ritual dan bentuk ritual. Hasil penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-83787.webp" type="image/webp" length="97494" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-5f2a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-09498.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/5/praktik-ritual-model-teori-analisis-sewa-perlon-ge-thumb-83787.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2073-unusida.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18451-journal-computer-science-visual-communication-design.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 05 May 2026 04:29:35 +0700. 12 items. Served in: 4.997 seconds [rss] -->
