<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.100-5jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.100-5jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/random.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 04:46:21 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:46:21 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-05T04:46:21+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot</link>
	<guid isPermaLink="false">bac6c909c1d29c68005d48681d2dfe46</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, studi eksperimental atau longitudinal dapat dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif regresi yang digunakan saat ini, guna mengidentifikasi hubungan kausal antara dimensi penetapan tujuan (meaningful, personal improvement, data based) dan motivasi belajar secara lebih mendalam. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi, dengan mengacu pada teori selfAcdetermination, untuk memahami bagaimana tujuan yang bermakna dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel penetapan tujuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel motivasi belajar.Hasil temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menetapkan tujuan cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mencapai hasil.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penetapan tujuan yang jelas berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar Saat ini, peminat perguruan tinggi tidak hanya siswa SMA saja tetapi juga siswa SMK dan MA. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya peserta seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2024 yang juga mulai didominasi oleh selain siswa SMA. Fenomena ini tidak lepas dari maraknya lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Berdasarkan wawancara interpersonal dengan narasumber, diketahui bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar, siswa jauh lebih termotivasi untuk mencapai keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan suatu proses bagi individu untuk mengarahkan perhatian kepada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" target="_blank">Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, studi eksperimental atau longitudinal dapat dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif regresi yang digunakan saat ini, guna mengidentifikasi hubungan kausal antara dimensi penetapan tujuan (meaningful, personal improvement, data based) dan motivasi belajar secara lebih mendalam. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi, dengan mengacu pada teori selfAcdetermination, untuk memahami bagaimana tujuan yang bermakna dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel penetapan tujuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel motivasi belajar.Hasil temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menetapkan tujuan cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mencapai hasil.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penetapan tujuan yang jelas berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar
<br>Saat ini, peminat perguruan tinggi tidak hanya siswa SMA saja tetapi juga siswa SMK dan MA. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya peserta seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2024 yang juga mulai didominasi oleh selain siswa SMA. Fenomena ini tidak lepas dari maraknya lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Berdasarkan wawancara interpersonal dengan narasumber, diketahui bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar, siswa jauh lebih termotivasi untuk mencapai keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan suatu proses bagi individu untuk mengarahkan perhatian kepada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" length="94302" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Keterkaitan Antara Body Image dan Self Disclosure Pada Remaja di Tangerang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keterkaitan Antara Body Image dan Self Disclosure Pada Remaja di Tangerang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keterkaitan Antara Body Image dan Self Disclosure Pada Remaja di Tangerang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53062-persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi</link>
	<guid isPermaLink="false">1d6189bd70323b1546f306d8c0686bcc</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memoderasi hubungan antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada remaja, dengan meneliti apakah remaja yang lebih sering terpapar konten visual mengalami pola hubungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memoderasi hubungan antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada remaja, dengan meneliti apakah remaja yang lebih sering terpapar konten visual mengalami pola hubungan yang berbeda dibandingkan yang jarang menggunakan media sosial. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang mengikuti kelompok remaja selama beberapa tahun untuk mengevaluasi arah kausal antara perubahan citra tubuh dan tingkat pengungkapan diri, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan citra tubuh secara konsisten menghasilkan peningkatan keterbukaan atau sebaliknya. Akhirnya, sebuah intervensi terintegrasi yang menggabungkan program peningkatan citra tubuh dengan pelatihan keterampilan sosial dan dukungan emosional dapat diuji secara eksperimental untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pengungkapan diri dan kesejahteraan psikologis, serta membandingkan hasilnya dengan intervensi yang fokus hanya pada satu aspek. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterbukaan remaja dan membantu merancang program yang lebih tepat sasaran.. Penelitian ini menemukan korelasi positif yang signifikan namun lemah antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada siswa SMA (r = 0,145, p = 0,003), yang menunjukkan bahwa persepsi tubuh yang lebih positif dapat sedikit meningkatkan keterbukaan dalam berbagi informasi pribadi.Namun, kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar citra tubuh turut memengaruhi tingkat pengungkapan diri remaja.Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan intervensi yang tidak hanya memperbaiki citra tubuh tetapi juga mencakup aspek sosial dan emosional guna meningkatkan komunikasi interpersonal dan kesejahteraan psikologis siswa Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu, di mana persepsi terhadap tubuh (body image) menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi interaksi sosial, termasuk keterbukaan diri (self-disclosure). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara body image dan self-disclosure pada siswa SMA di Tangerang. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 431 siswa berusia 15Ae18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) untuk mengukur body image dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp 1x" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" alt="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp 1x" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" alt="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp 1x" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" alt="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53062-persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" target="_blank">Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memoderasi hubungan antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada remaja, dengan meneliti apakah remaja yang lebih sering terpapar konten visual mengalami pola hubungan yang berbeda dibandingkan yang jarang menggunakan media sosial. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang mengikuti kelompok remaja selama beberapa tahun untuk mengevaluasi arah kausal antara perubahan citra tubuh dan tingkat pengungkapan diri, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan citra tubuh secara konsisten menghasilkan peningkatan keterbukaan atau sebaliknya. Akhirnya, sebuah intervensi terintegrasi yang menggabungkan program peningkatan citra tubuh dengan pelatihan keterampilan sosial dan dukungan emosional dapat diuji secara eksperimental untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pengungkapan diri dan kesejahteraan psikologis, serta membandingkan hasilnya dengan intervensi yang fokus hanya pada satu aspek. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterbukaan remaja dan membantu merancang program yang lebih tepat sasaran..
<br>Penelitian ini menemukan korelasi positif yang signifikan namun lemah antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada siswa SMA (r = 0,145, p = 0,003), yang menunjukkan bahwa persepsi tubuh yang lebih positif dapat sedikit meningkatkan keterbukaan dalam berbagi informasi pribadi.Namun, kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar citra tubuh turut memengaruhi tingkat pengungkapan diri remaja.Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan intervensi yang tidak hanya memperbaiki citra tubuh tetapi juga mencakup aspek sosial dan emosional guna meningkatkan komunikasi interpersonal dan kesejahteraan psikologis siswa
<br>Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu, di mana persepsi terhadap tubuh (body image) menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi interaksi sosial, termasuk keterbukaan diri (self-disclosure). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara body image dan self-disclosure pada siswa SMA di Tangerang. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 431 siswa berusia 15Ae18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) untuk mengukur body image dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" type="image/webp" length="113540" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality</link>
	<guid isPermaLink="false">9ff3d81d63662ea764bfa01f7647dd64</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat.. Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship quality) dalam memprediksi employability. Internship Quality adalah bagaimana individu mempersepsi kualitas dari suatu magang (Gamboa et al., 2013).... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" target="_blank">Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat..
<br>Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN
<br>Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship quality) dalam memprediksi employability. Internship Quality adalah bagaimana individu mempersepsi kualitas dari suatu magang (Gamboa et al., 2013)....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" length="154138" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53065-analisis-faktor-alpha-sumbe</link>
	<guid isPermaLink="false">4d874b708656d8dedcce6d5d73dfd44c</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ibu tunggal dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk berbagai peran dan tanggung jawab yang mereka miliki.2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan waktu pada ibu tunggal. Penelitian ini dapat menyelidiki peran dukungan sosial, jaringan keluarga, dan sumber daya yang tersedia dalam membantu ibu tunggal mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan unik yang dihadapi oleh ibu tunggal dalam mengelola waktu, seperti konflik peran dan tekanan sosial.3. Mengembangkan intervensi atau program pelatihan yang ditujukan khusus untuk ibu tunggal dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode-metode praktis dan efektif yang dapat diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengatur waktu mereka secara optimal. Intervensi ini dapat mencakup strategi-strategi seperti perencanaan, pengorganisasian, prioritas, dan manajemen stres yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal.Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu ibu tunggal dalam mengelola waktu mereka dengan lebih baik, meningkatkan keseimbangan antara berbagai peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.. Dari kesepuluh kesuksesan time management menurut Kapur (2020), dapat terjelaskan bahwa pada faktor planning keempat partisipan secara garis besar membuat perencanaan di dalam notes handphone agar lebih memudahkan keempat partisipan dalam mencatat jadwal.Dalam organizing keempat partisipan melihat dan mengatur semua jadwal dari bangun hingga kembali tidur dan diletakkan di notes handphone untuk mengetahui tugas apa yang perlu diprioritaskan untuk menghindari kelalaian dalam tugas.Pada faktor leading, keempat partisipan secara garis besar mengarahkan kepada orang-orang yang membantunya seperti pada ART dan orang tua partisipan.Pada faktor prioritas keempat partisipan secara garis besar sama-sama mengutamakan anak dikarenakan anak-anak mereka yang masih tergolong kecil, menjalankan kuliah agar segera lulus dan mengutamakan pekerjaan untuk pendapatan sehari-hari.Pada faktor controlling keempat partisipan dalam pemantauan tugas mereka memantau penjadwalan yang telah disusun hingga akhir minggu untuk melihat apa saja yang perlu dikerjakan terlebih dahulu dengan mengutamakan tugas yang paling penting.Dalam faktor goal setting keempat partisipan memiliki tujuan berkuliah agar memperbagus karier dan menginginkan agar semua peran sebagai ibu tunggal berjalan dengan baik.Komunikasi dilakukan keempat partisipan kepada orang-orang yang membantunya, seperti ART dan orang tua partisipan.Hal tersebut dilakukan agar semua aktivitas serta pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.Pada faktor delegation keempat partisipan memiliki kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan mencatat semua pekerjaan dan tugas untuk dapat dilaksanakan secara tepat waktu.Pada faktor collaboration, keempat partisipan memiliki kolaborasi yang baik dengan orang-orang yang membantunya, seperti.ART, orang tua, keluarga, dan anak partisipan.Penting sekali adanya kolaborasi yang dilakukan di saat banyaknya peran dan tugas yang ibu tunggal jalani.Faktor terakhir yaitu manage stress, keempat partisipan mempunyai pengelolaan stres yaitu meluangkan waktunya untuk menonton televisi di malam hari, mengajak anak-anak pergi ke mall, bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk cara ibu tunggal dalam mengelola stres.Kejadian ditinggal suami meninggal merupakan hal yang dapat merubah keadaan dalam sekejap.Pada keempat partisipan ditemukan bahwa mereka tidak bisa berduka terlalu lama, karena mereka memiliki anak-anak yang harus diperjuangkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.Kejadian tersebut membuat keempat partisipan harus tetap menjalankan perannya sebagai single mother yang memiliki multi peran, agar terus dapat menopang kehidupan keluarganya.Tentunya multi peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya penerapan time management.Hasil yang telah diterapkan oleh keempat partisipan, menghasilkan banyak manfaat untuk mereka.Berdasarkan sepuluh faktor keberhasilan time management yang telah dipaparkan oleh Kapur (2020), dapat terlihat bahwa keempat partisipan dapat melakukan sepuluh faktor tersebut sehingga sampai saat ini mereka dapat menyeimbangkan peran dan tugas mereka.Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan.Penelitian ini juga dapat digunakan pada single mothers yang mengalami problems yang sama, yang berhubungan dalam hal mengelola waktu.Penelitian ini juga ingin memberikan manfaat untuk para pembaca agar dapat membantu mereka khususnya pada ibu tunggal yang mengalami masalah dalam pengelolaan waktu dan ingin mengetahui apa saja yang perlu diterapkan agar hidup mereka dapat berjalan dengan baik dan seimbang.Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terhadap berbagai pihak (seperti.anak dari seorang ibu tunggal, atasan di perusahaan yang memiliki bawahan seorang ibu tunggal, ataupun dosen dari mahasiswa yang berstatus ibu tunggal), yang memiliki hubungan/keterkaitan/tuntutan terhadap seorang ibu tunggal Sebagai ibu tunggal, membesarkan anak menjadi tantangan yang sangat berat. Selain membesarkan anak dan mengurus rumah tangga, ibu tunggal juga perlu bekerja. Lebih dari itu, terkadang ibu tunggal bahkan ada yang berkegiatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ibu tunggal ingin sukses dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sukses dalam pengasuhan, sukses dalam bekerja, dan sukses dalam pendidikan. Dalam hal menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, tampaknya bukan hal yang mudah bagi ibu tunggal. Ibu tunggal perlu melakukan pengelolaan waktu (time management) dengan baik dalam menjalankan berbagai peran/aspek kehidupan. Time management adalah cara individu mengatur... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53065-analisis-faktor-alpha-sumbe" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" target="_blank">Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ibu tunggal dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk berbagai peran dan tanggung jawab yang mereka miliki.2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan waktu pada ibu tunggal. Penelitian ini dapat menyelidiki peran dukungan sosial, jaringan keluarga, dan sumber daya yang tersedia dalam membantu ibu tunggal mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan unik yang dihadapi oleh ibu tunggal dalam mengelola waktu, seperti konflik peran dan tekanan sosial.3. Mengembangkan intervensi atau program pelatihan yang ditujukan khusus untuk ibu tunggal dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode-metode praktis dan efektif yang dapat diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengatur waktu mereka secara optimal. Intervensi ini dapat mencakup strategi-strategi seperti perencanaan, pengorganisasian, prioritas, dan manajemen stres yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal.Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu ibu tunggal dalam mengelola waktu mereka dengan lebih baik, meningkatkan keseimbangan antara berbagai peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan..
<br>Dari kesepuluh kesuksesan time management menurut Kapur (2020), dapat terjelaskan bahwa pada faktor planning keempat partisipan secara garis besar membuat perencanaan di dalam notes handphone agar lebih memudahkan keempat partisipan dalam mencatat jadwal.Dalam organizing keempat partisipan melihat dan mengatur semua jadwal dari bangun hingga kembali tidur dan diletakkan di notes handphone untuk mengetahui tugas apa yang perlu diprioritaskan untuk menghindari kelalaian dalam tugas.Pada faktor leading, keempat partisipan secara garis besar mengarahkan kepada orang-orang yang membantunya seperti pada ART dan orang tua partisipan.Pada faktor prioritas keempat partisipan secara garis besar sama-sama mengutamakan anak dikarenakan anak-anak mereka yang masih tergolong kecil, menjalankan kuliah agar segera lulus dan mengutamakan pekerjaan untuk pendapatan sehari-hari.Pada faktor controlling keempat partisipan dalam pemantauan tugas mereka memantau penjadwalan yang telah disusun hingga akhir minggu untuk melihat apa saja yang perlu dikerjakan terlebih dahulu dengan mengutamakan tugas yang paling penting.Dalam faktor goal setting keempat partisipan memiliki tujuan berkuliah agar memperbagus karier dan menginginkan agar semua peran sebagai ibu tunggal berjalan dengan baik.Komunikasi dilakukan keempat partisipan kepada orang-orang yang membantunya, seperti ART dan orang tua partisipan.Hal tersebut dilakukan agar semua aktivitas serta pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.Pada faktor delegation keempat partisipan memiliki kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan mencatat semua pekerjaan dan tugas untuk dapat dilaksanakan secara tepat waktu.Pada faktor collaboration, keempat partisipan memiliki kolaborasi yang baik dengan orang-orang yang membantunya, seperti.ART, orang tua, keluarga, dan anak partisipan.Penting sekali adanya kolaborasi yang dilakukan di saat banyaknya peran dan tugas yang ibu tunggal jalani.Faktor terakhir yaitu manage stress, keempat partisipan mempunyai pengelolaan stres yaitu meluangkan waktunya untuk menonton televisi di malam hari, mengajak anak-anak pergi ke mall, bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk cara ibu tunggal dalam mengelola stres.Kejadian ditinggal suami meninggal merupakan hal yang dapat merubah keadaan dalam sekejap.Pada keempat partisipan ditemukan bahwa mereka tidak bisa berduka terlalu lama, karena mereka memiliki anak-anak yang harus diperjuangkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.Kejadian tersebut membuat keempat partisipan harus tetap menjalankan perannya sebagai single mother yang memiliki multi peran, agar terus dapat menopang kehidupan keluarganya.Tentunya multi peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya penerapan time management.Hasil yang telah diterapkan oleh keempat partisipan, menghasilkan banyak manfaat untuk mereka.Berdasarkan sepuluh faktor keberhasilan time management yang telah dipaparkan oleh Kapur (2020), dapat terlihat bahwa keempat partisipan dapat melakukan sepuluh faktor tersebut sehingga sampai saat ini mereka dapat menyeimbangkan peran dan tugas mereka.Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan.Penelitian ini juga dapat digunakan pada single mothers yang mengalami problems yang sama, yang berhubungan dalam hal mengelola waktu.Penelitian ini juga ingin memberikan manfaat untuk para pembaca agar dapat membantu mereka khususnya pada ibu tunggal yang mengalami masalah dalam pengelolaan waktu dan ingin mengetahui apa saja yang perlu diterapkan agar hidup mereka dapat berjalan dengan baik dan seimbang.Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terhadap berbagai pihak (seperti.anak dari seorang ibu tunggal, atasan di perusahaan yang memiliki bawahan seorang ibu tunggal, ataupun dosen dari mahasiswa yang berstatus ibu tunggal), yang memiliki hubungan/keterkaitan/tuntutan terhadap seorang ibu tunggal
<br>Sebagai ibu tunggal, membesarkan anak menjadi tantangan yang sangat berat. Selain membesarkan anak dan mengurus rumah tangga, ibu tunggal juga perlu bekerja. Lebih dari itu, terkadang ibu tunggal bahkan ada yang berkegiatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ibu tunggal ingin sukses dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sukses dalam pengasuhan, sukses dalam bekerja, dan sukses dalam pendidikan. Dalam hal menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, tampaknya bukan hal yang mudah bagi ibu tunggal. Ibu tunggal perlu melakukan pengelolaan waktu (time management) dengan baik dalam menjalankan berbagai peran/aspek kehidupan. Time management adalah cara individu mengatur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" type="image/webp" length="103530" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan</link>
	<guid isPermaLink="false">7a3198664ffc5e9be727c590b754cc36</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif.. Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" target="_blank">Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif..
<br>Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti
<br>Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" type="image/webp" length="85764" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan</link>
	<guid isPermaLink="false">150c135f15a1d5f10f475eb506b2a3dc</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta: Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda lajang. Penelitian ini dapat berfokus pada karakteristik individu pemilik, seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang sosial, serta jenis hewan peliharaan yang dimiliki. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam mengurangi kesepian pada individu lajang. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana dukungan sosial dari teman, keluarga, atau komunitas dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu lajang. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada intervensi yang ditujukan untuk mengurangi kesepian pada individu lajang. Intervensi ini dapat mencakup dukungan interaksi sosial pemilik hewan, edukasi mengenai manfaat memelihara jenis hewan tertentu, atau program-program yang mendorong interaksi sosial dan membangun hubungan emosional yang lebih mendalam. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian, serta mengembangkan intervensi yang efektif, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dewasa muda lajang di Jakarta.. Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis yang diajukan peneliti mengenai hubungan pet attachment dengan kesepian ditolak.Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan berstatus lajang di Jakarta.Pet attachment dapat mempengaruhi tingkat kesepian secara berbeda-beda, beberapa individu dapat tetap merasakan kesepian, sementara individu lain tidak merasakannya.Mayoritas partisipan penelitian ini memiliki tingkat pet attachment dan kesepian berkategori tinggi.Jenis hewan berpengaruh pada hasil ini, pemilik hewan kelinci memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan pemilik ikan menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Perempuan cenderung memiliki pet attachment lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun laki-laki lebih cenderung mengalami kesepian.Berdasarkan usia, pet attachment tertinggi ditemukan pada usia 30 tahun, sedangkan kesepian tertinggi pada usia 19 tahun.Selain itu, berdasarkan domisili, Jakarta Barat memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan Jakarta Utara menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Durasi lama memelihara hewan selama 9 tahun dikaitkan dengan pet attachment dan kesepian yang paling tinggi.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pet attachment tidak dapat dijadikan faktor utama untuk mengurangi kesepian pada dewasa muda lajang di Jakarta.Meskipun memiliki keterikatan kuat dengan hewan peliharaan, individu lajang tetap dapat merasa kesepian karena kurangnya hubungan emosional mendalam yang hanya dapat diperoleh melalui interaksi manusia, seperti komunikasi verbal, berbagi pengalaman, dan keintiman emosional.Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya mengeksplorasi lebih mendalam mengenai hubungan antara karakteristik individu pemilik, jenis hewan peliharaan, serta faktor lingkungan dengan kesejahteraan psikologis Di Jakarta, individu dewasa muda berstatus lajang menunjukkan tingkat kesepian yang cukup tinggi. Individu yang merasa kesepian cenderung mencari dukungan emosional untuk memenuhi kebutuhan afektif mereka, salah satunya adalah dengan membangun hubungan bersama hewan peliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan yang berstatus lajang di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda berusia 18-30 tahun, berstatus lajang, dan telah memelihara hewan peliharaan minimal tiga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" target="_blank">Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda lajang. Penelitian ini dapat berfokus pada karakteristik individu pemilik, seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang sosial, serta jenis hewan peliharaan yang dimiliki. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam mengurangi kesepian pada individu lajang. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana dukungan sosial dari teman, keluarga, atau komunitas dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu lajang. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada intervensi yang ditujukan untuk mengurangi kesepian pada individu lajang. Intervensi ini dapat mencakup dukungan interaksi sosial pemilik hewan, edukasi mengenai manfaat memelihara jenis hewan tertentu, atau program-program yang mendorong interaksi sosial dan membangun hubungan emosional yang lebih mendalam. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian, serta mengembangkan intervensi yang efektif, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dewasa muda lajang di Jakarta..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis yang diajukan peneliti mengenai hubungan pet attachment dengan kesepian ditolak.Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan berstatus lajang di Jakarta.Pet attachment dapat mempengaruhi tingkat kesepian secara berbeda-beda, beberapa individu dapat tetap merasakan kesepian, sementara individu lain tidak merasakannya.Mayoritas partisipan penelitian ini memiliki tingkat pet attachment dan kesepian berkategori tinggi.Jenis hewan berpengaruh pada hasil ini, pemilik hewan kelinci memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan pemilik ikan menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Perempuan cenderung memiliki pet attachment lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun laki-laki lebih cenderung mengalami kesepian.Berdasarkan usia, pet attachment tertinggi ditemukan pada usia 30 tahun, sedangkan kesepian tertinggi pada usia 19 tahun.Selain itu, berdasarkan domisili, Jakarta Barat memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan Jakarta Utara menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Durasi lama memelihara hewan selama 9 tahun dikaitkan dengan pet attachment dan kesepian yang paling tinggi.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pet attachment tidak dapat dijadikan faktor utama untuk mengurangi kesepian pada dewasa muda lajang di Jakarta.Meskipun memiliki keterikatan kuat dengan hewan peliharaan, individu lajang tetap dapat merasa kesepian karena kurangnya hubungan emosional mendalam yang hanya dapat diperoleh melalui interaksi manusia, seperti komunikasi verbal, berbagi pengalaman, dan keintiman emosional.Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya mengeksplorasi lebih mendalam mengenai hubungan antara karakteristik individu pemilik, jenis hewan peliharaan, serta faktor lingkungan dengan kesejahteraan psikologis
<br>Di Jakarta, individu dewasa muda berstatus lajang menunjukkan tingkat kesepian yang cukup tinggi. Individu yang merasa kesepian cenderung mencari dukungan emosional untuk memenuhi kebutuhan afektif mereka, salah satunya adalah dengan membangun hubungan bersama hewan peliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan yang berstatus lajang di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda berusia 18-30 tahun, berstatus lajang, dan telah memelihara hewan peliharaan minimal tiga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" type="image/webp" length="111716" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan</link>
	<guid isPermaLink="false">da2b015c48a8e87e7250eaa97063987c</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:27:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengeksplorasi perubahan dinamika stres dan strategi coping seiring berjalannya waktu pada karyawan remote di sektor teknologi informasi, untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memoderasi keberlanjutan coping efektif. Terakhir, penelitian komparatif lintas budaya dapat menguji perbedaan persepsi stres dan preferensi strategi coping antara pekerja remote di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, guna menghasilkan kerangka kerja adaptif yang memperhitungkan konteks budaya dan organisasi. Dengan pendekatan ini, hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang berbasis bukti bagi perusahaan serta kebijakan publik dalam mendukung kesejahteraan mental tenaga kerja remote.. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pengalaman stres yang dialami oleh empat karyawan remote serta faktorAcfaktor penyebabnya, seperti beban kerja berlebihan, kurangnya waktu istirahat, masalah teknis, dan minimnya dukungan sosial.Strategi coping yang digunakan, yaitu social support, positive reappraisal, dan accepting responsibility, terbukti membantu mengurangi dan mengatasi stres serta meningkatkan kesejahteraan.Meskipun stresor tersebut tidak sepenuhnya hilang, penerapan strategi coping yang tepat dapat memperbaiki penanganan stres, mengurangi dampak negatif, dan menjaga kesejahteraan jangka panjang karyawan Perubahan dalam sistem kerja akibat pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perusahaan mengadopsi sistem kerja remote. Meskipun sistem kerja remote memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja, namun juga menimbulkan sejumlah tantangan dan dampak stres yang perlu diperhatikan dan diatasi. Masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat keras yang bermasalah juga bisa menghambat pekerjaan dan sulit untuk memisahkan antara waktu kerja dan waktu pribadi. Ketika bekerja dari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" target="_blank">Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengeksplorasi perubahan dinamika stres dan strategi coping seiring berjalannya waktu pada karyawan remote di sektor teknologi informasi, untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memoderasi keberlanjutan coping efektif. Terakhir, penelitian komparatif lintas budaya dapat menguji perbedaan persepsi stres dan preferensi strategi coping antara pekerja remote di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, guna menghasilkan kerangka kerja adaptif yang memperhitungkan konteks budaya dan organisasi. Dengan pendekatan ini, hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang berbasis bukti bagi perusahaan serta kebijakan publik dalam mendukung kesejahteraan mental tenaga kerja remote..
<br>Penelitian ini memberikan gambaran tentang pengalaman stres yang dialami oleh empat karyawan remote serta faktorAcfaktor penyebabnya, seperti beban kerja berlebihan, kurangnya waktu istirahat, masalah teknis, dan minimnya dukungan sosial.Strategi coping yang digunakan, yaitu social support, positive reappraisal, dan accepting responsibility, terbukti membantu mengurangi dan mengatasi stres serta meningkatkan kesejahteraan.Meskipun stresor tersebut tidak sepenuhnya hilang, penerapan strategi coping yang tepat dapat memperbaiki penanganan stres, mengurangi dampak negatif, dan menjaga kesejahteraan jangka panjang karyawan
<br>Perubahan dalam sistem kerja akibat pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perusahaan mengadopsi sistem kerja remote. Meskipun sistem kerja remote memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja, namun juga menimbulkan sejumlah tantangan dan dampak stres yang perlu diperhatikan dan diatasi. Masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat keras yang bermasalah juga bisa menghambat pekerjaan dan sulit untuk memisahkan antara waktu kerja dan waktu pribadi. Ketika bekerja dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" type="image/webp" length="106876" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53052-lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preload</link>
	<guid isPermaLink="false">771e98eade9c9e0f4165a977e98196c3</guid>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 01:04:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penggunaan data hasil uji laboratorium terhadap akurasi parameter tanah pada model vacuum preloading dengan PVD, sehingga dapat memperbaiki kesesuaian hasil simulasi dengan kondisi lapangan. Selain itu, perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penggunaan data hasil uji laboratorium terhadap akurasi parameter tanah pada model vacuum preloading dengan PVD, sehingga dapat memperbaiki kesesuaian hasil simulasi dengan kondisi lapangan. Selain itu, perlu dikembangkan teknik mitigasi yang dapat mengurangi atau menghilangkan deformasi lateral, misalnya dengan mengoptimalkan kedalaman, jarak, dan pola penempatan PVD atau menambahkan elemen penahan tambahan pada area perbaikan. Selanjutnya, perbandingan antara model elemen hingga 2D standar dengan model numerik yang lebih maju seperti hardening soil model atau model MohrAcCoulomb dapat dievaluasi untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dalam memprediksi settlement dan pergerakan lateral pada tanah lunak.. Analisis elemen hingga menunjukkan jarak pengaruh pergerakan lateral (>2Acm) terbesar pada cellA2 sebesar 11,23Am, sehingga pada jarak 15Am ke abutmen tidak terjadi pengaruh signifikan.Perbedaan antara kurva penurunan hasil model dan data lapangan disebabkan oleh perbedaan pola pembebanan yang dianalisis.Ketidaksesuaian kurva pergerakan lateral pada cellA3 danA4 kemungkinan disebabkan oleh keruntuhan atau kesalahan pembacaan pada inklinometer Tanah lunak di Indonesia menjadi problematika pada pembangunan infrastruktur dikarenakan daya dukung yang rendah serta memakan waktu penurunan konsolidasi yang lama. Pada umumnya, perbaikan tanah yang digunakan untuk mengatasi tanah lunak adalah vacuum preloading yang dikombinasikan dengan prefabricated vertical drain, PVD. Tujuan pembebanan awal adalah untuk mengkonsolidasikan lapisan tanah lunak dengan beban sama atau lebih besar dari beban tanah selama dan setelah konstruksi. Sementara drainase vertikal dapat mempercepat proses konsolidasi. Namun, metode ini juga dapat penyebabkan pergerakan lateral yang juga mempengaruhi area diluar perbaikan. Sehingga, dibutuhkan pemodelan analisis jarak pengaruh dari keliling daerah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-4d0c4.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-4d0c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-4d0c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-4d0c4.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-03b34.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-03b34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-03b34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-03b34.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-20af4.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-20af4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-20af4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-20af4.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53052-lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preload" title="JURIS - Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya" target="_blank">Analisis Pengaruh Metode Perbaikan Tanah Vacuum Preloading Terhadap Struktur Abutment Di Sekitarnya</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penggunaan data hasil uji laboratorium terhadap akurasi parameter tanah pada model vacuum preloading dengan PVD, sehingga dapat memperbaiki kesesuaian hasil simulasi dengan kondisi lapangan. Selain itu, perlu dikembangkan teknik mitigasi yang dapat mengurangi atau menghilangkan deformasi lateral, misalnya dengan mengoptimalkan kedalaman, jarak, dan pola penempatan PVD atau menambahkan elemen penahan tambahan pada area perbaikan. Selanjutnya, perbandingan antara model elemen hingga 2D standar dengan model numerik yang lebih maju seperti hardening soil model atau model MohrAcCoulomb dapat dievaluasi untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dalam memprediksi settlement dan pergerakan lateral pada tanah lunak..
<br>Analisis elemen hingga menunjukkan jarak pengaruh pergerakan lateral (>2Acm) terbesar pada cellA2 sebesar 11,23Am, sehingga pada jarak 15Am ke abutmen tidak terjadi pengaruh signifikan.Perbedaan antara kurva penurunan hasil model dan data lapangan disebabkan oleh perbedaan pola pembebanan yang dianalisis.Ketidaksesuaian kurva pergerakan lateral pada cellA3 danA4 kemungkinan disebabkan oleh keruntuhan atau kesalahan pembacaan pada inklinometer
<br>Tanah lunak di Indonesia menjadi problematika pada pembangunan infrastruktur dikarenakan daya dukung yang rendah serta memakan waktu penurunan konsolidasi yang lama. Pada umumnya, perbaikan tanah yang digunakan untuk mengatasi tanah lunak adalah vacuum preloading yang dikombinasikan dengan prefabricated vertical drain, PVD. Tujuan pembebanan awal adalah untuk mengkonsolidasikan lapisan tanah lunak dengan beban sama atau lebih besar dari beban tanah selama dan setelah konstruksi. Sementara drainase vertikal dapat mempercepat proses konsolidasi. Namun, metode ini juga dapat penyebabkan pergerakan lateral yang juga mempengaruhi area diluar perbaikan. Sehingga, dibutuhkan pemodelan analisis jarak pengaruh dari keliling daerah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-4d0c4.webp" type="image/webp" length="88320" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-4d0c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-03b34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/lapisan-tanah-daya-dukung-pvd-vacuum-preloading-pe-thumb-20af4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53051-tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru</link>
	<guid isPermaLink="false">d68f78136429ed5cc6d62670b5fc7db9</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 19:54:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, diperlukan pengembangan simulasi terintegrasi yang menggabungkan proses infiltrasi air hujan dengan analisis stabilitas lereng, untuk memprediksi perubahan faktor keamanan lereng pada intensitas hujan yang berbeda-beda. Terakhir, studi komparatif tentang efektivitas teknik perbaikan tanah seperti vacuum preloading atau pencampuran tanah dalam mengurangi friksi negatif dan meningkatkan stabilitas lereng dapat memberikan panduan praktis bagi perencanaan proyek konstruksi di daerah rawan tanah lunak.. Analisis menunjukkan bahwa daya dukung tiang sebesar 76,88 ton dan friksi negatif mencapai 54,73 ton.faktor keamanan lereng menurun menjadi 0,812 pada kondisi curah hujan tinggi, menandakan ketidakstabilan lereng.kegagalan rumah disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan friksi negatif, sehingga desain fondasi harus mempertimbangkan kedua faktor tersebut Salah satu permasalahan yang muncul pada suatu proyek adalah adanya tanah lunak. Pada proyek dengan jenis tanah lunak, perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah. Penurunan tanah pada tanah lunak menyebabkan gesekan antara tanah denan selimut tiang yang disebut fenomena tahanan friksi negatif. Tahanan friksi negatif tidak boleh diabaikan karena memberikan gaya yang cukup besar terhadap beban yang harus ditopang oleh tiang. Oleh karena itu, seorang insinyur harus memperhatikan dan mengetahui mengenai perilaku tanah lunak. Selain itu dalam mendesain, seorang insinyur juga harus memperhatikan mengenai curah hujan optimal yang akan terjadi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp 1x" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" alt="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" alt="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp 1x" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" alt="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53051-tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" target="_blank">Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, diperlukan pengembangan simulasi terintegrasi yang menggabungkan proses infiltrasi air hujan dengan analisis stabilitas lereng, untuk memprediksi perubahan faktor keamanan lereng pada intensitas hujan yang berbeda-beda. Terakhir, studi komparatif tentang efektivitas teknik perbaikan tanah seperti vacuum preloading atau pencampuran tanah dalam mengurangi friksi negatif dan meningkatkan stabilitas lereng dapat memberikan panduan praktis bagi perencanaan proyek konstruksi di daerah rawan tanah lunak..
<br>Analisis menunjukkan bahwa daya dukung tiang sebesar 76,88 ton dan friksi negatif mencapai 54,73 ton.faktor keamanan lereng menurun menjadi 0,812 pada kondisi curah hujan tinggi, menandakan ketidakstabilan lereng.kegagalan rumah disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan friksi negatif, sehingga desain fondasi harus mempertimbangkan kedua faktor tersebut
<br>Salah satu permasalahan yang muncul pada suatu proyek adalah adanya tanah lunak. Pada proyek dengan jenis tanah lunak, perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah. Penurunan tanah pada tanah lunak menyebabkan gesekan antara tanah denan selimut tiang yang disebut fenomena tahanan friksi negatif. Tahanan friksi negatif tidak boleh diabaikan karena memberikan gaya yang cukup besar terhadap beban yang harus ditopang oleh tiang. Oleh karena itu, seorang insinyur harus memperhatikan dan mengetahui mengenai perilaku tanah lunak. Selain itu dalam mendesain, seorang insinyur juga harus memperhatikan mengenai curah hujan optimal yang akan terjadi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" type="image/webp" length="48490" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana</link>
	<guid isPermaLink="false">0fde0c43fd4173e3f3e4a01211d3f351</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 18:52:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat mempertimbangkan perubahan muka air tanah di luar area galian yang terjadi.. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan analisis construction stage dan analisis konvensional, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pada pekerjaan basement dengan metode top-down, penting untuk dilakukan construction stage analysis karena berpengaruh terhadap hasil analisis.Hasil deformasi dinding menunjukkan bahwa hasil analisis construction stage lebih besar dibanding analisis biasa (tanpa memperhitungkan tahapan konstruksi) sehingga lebih baik desain dihitung menggunakan tahapan konstruksi sesuai dengan yang terjadi di lapangan.Dari hasil analisis construction stage pada basement dengan sistem top-down, didapatkan bahwa deformasi maksimum yang terjadi pada dinding semakin besar seiring dengan majunya tahapan konstruksi.Pelat berfungsi sangat efektif sebagai strut pada sistem top-down dan membantu menahan beban lateral tanah sehingga mengurangi defleksi dinding penahan tanah (dinding diafragma).Pada penggalian basement tanpa pelat sebagai strut, didapatkan deformasi dinding penahan tanah sebesar 179,11 mm pada tahap galian 5, namun apabila pelat digunakan deformasi berkurang menjadi 15,07 mm yaitu 8,41% dari deformasi dinding tanpa pelat.Deformasi maksimum dinding diafragma terjadi pada tahap galian 5 raft.Deformasi ini masih lebih kecil daripada syarat deformasi sesuai ketentuan SNI yaitu sebesar 85 mm Pada konstruksi basement dengan metode top-down, pekerjaan penggalian dan pemasangan pelat dilakukan secara bertahap. Namun, tidak semua aplikasi geoteknik dapat mensimulasikan tahapan konstruksi sehingga pengaruhnya sering diabaikan oleh banyak insinyur dalam praktiknya. Maka, pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh tahapan konstruksi basement menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX. Pada program, akan dilakukan dua analisis yang berbeda. Pertama, dilakukan analisis construction stage yang mensimulasikan tahapan konstruksi. Sebagai perbandingan, dilakukan analisis konvensional yang tidak mensimulasikan tahapan konstruksi. Kedua hasil analisis dibandingkan. Analisis ini lebih berfokus pada deformasi yang terjadi pada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" target="_blank">Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat mempertimbangkan perubahan muka air tanah di luar area galian yang terjadi..
<br>Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan analisis construction stage dan analisis konvensional, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pada pekerjaan basement dengan metode top-down, penting untuk dilakukan construction stage analysis karena berpengaruh terhadap hasil analisis.Hasil deformasi dinding menunjukkan bahwa hasil analisis construction stage lebih besar dibanding analisis biasa (tanpa memperhitungkan tahapan konstruksi) sehingga lebih baik desain dihitung menggunakan tahapan konstruksi sesuai dengan yang terjadi di lapangan.Dari hasil analisis construction stage pada basement dengan sistem top-down, didapatkan bahwa deformasi maksimum yang terjadi pada dinding semakin besar seiring dengan majunya tahapan konstruksi.Pelat berfungsi sangat efektif sebagai strut pada sistem top-down dan membantu menahan beban lateral tanah sehingga mengurangi defleksi dinding penahan tanah (dinding diafragma).Pada penggalian basement tanpa pelat sebagai strut, didapatkan deformasi dinding penahan tanah sebesar 179,11 mm pada tahap galian 5, namun apabila pelat digunakan deformasi berkurang menjadi 15,07 mm yaitu 8,41% dari deformasi dinding tanpa pelat.Deformasi maksimum dinding diafragma terjadi pada tahap galian 5   raft.Deformasi ini masih lebih kecil daripada syarat deformasi sesuai ketentuan SNI yaitu sebesar 85 mm
<br>Pada konstruksi basement dengan metode top-down, pekerjaan penggalian dan pemasangan pelat dilakukan secara bertahap. Namun, tidak semua aplikasi geoteknik dapat mensimulasikan tahapan konstruksi sehingga pengaruhnya sering diabaikan oleh banyak insinyur dalam praktiknya. Maka, pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh tahapan konstruksi basement menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX. Pada program, akan dilakukan dua analisis yang berbeda. Pertama, dilakukan analisis construction stage yang mensimulasikan tahapan konstruksi. Sebagai perbandingan, dilakukan analisis konvensional yang tidak mensimulasikan tahapan konstruksi. Kedua hasil analisis dibandingkan. Analisis ini lebih berfokus pada deformasi yang terjadi pada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" type="image/webp" length="77422" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53047-analisis-risiko-ahp-bahaya</link>
	<guid isPermaLink="false">c832191ee4e476d23f9b936b33ddabbc</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 17:39:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana keakuratan dan kepraktisan metode tradisional serta metode pohon kejadian dalam menilai risiko kegagalan pada bendungan dengan karakteristik geoteknik dan hidrologi yang berbeda, sehingga dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana keakuratan dan kepraktisan metode tradisional serta metode pohon kejadian dalam menilai risiko kegagalan pada bendungan dengan karakteristik geoteknik dan hidrologi yang berbeda, sehingga dapat menghasilkan kerangka penilaian yang lebih universal. (2) Dampak perubahan iklim terhadap probabilitas kegagalan bendungan Kedungombo dan bendungan serupa dapat dianalisis dengan mengintegrasikan skenario curah hujan ekstrem ke dalam model risiko, sehingga strategi mitigasi dapat disesuaikan dengan proyeksi masa depan. (3) Penerapan teknologi sensor cerdas dan sistem pemantauan realActime untuk mendeteksi deformasi, kebocoran, dan aktivitas fauna pada lereng bendungan dapat dievaluasi keefektifannya dalam mempercepat keputusan pengurangan risiko. Selain itu, studi komparatif mengenai biayaAcmanfaat dari berbagai strategi pengurangan risiko akan membantu otoritas dalam menentukan prioritas investasi yang paling efisien. Penelitian juga dapat meneliti persepsi masyarakat setempat terhadap risiko bendungan serta partisipasi mereka dalam program pemantauan, guna memperkuat tata kelola berbasis komunitas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan jangka panjang bendungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.. Kesimpulan dari hasil penilaian risiko Bendungan Kedungombo adalah penilaian risiko dengan menggunakan metode tradisional dan metode pohon kejadian menunjukkan risiko Bendungan Kedungombo tidak dapat diterima.Meskipun demikian, hasil penilaian risiko yang tidak dapat diterima tidak serta merta menunjukkan bendungan dalam kondisi bahaya.Namun diperlukan upaya-upaya perbaikan guna meminimalisir dampak terjadinya kegagalan Bendungan harus selalu dijaga kinerja operasi, fungsi, dan keamanannya, sehingga perlu dilakukan berbagai kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan rehabilitasi pada bendungan yang sudah terbangun dan beroperasi. Sistem prioritas pada pelaksanaan kegiatan perbaikan dan rehabilitasi pada bendungan dapat disusun berdasarkan status bahaya bendungan dari segi keamanan atau besarnya risiko terhadap kegagalan bendungan akibat bencana alam maupun akibat lain. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penilaian risiko pada bendungan untuk memperkirakan besarnya risiko bahaya pada bendungan. Berdasarkan Pedoman Analisis Risiko, perkiraan probabilitas kegagalan dapat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp 1x" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" alt="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp 1x" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" alt="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp 1x" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" alt="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53047-analisis-risiko-ahp-bahaya" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" target="_blank">Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana keakuratan dan kepraktisan metode tradisional serta metode pohon kejadian dalam menilai risiko kegagalan pada bendungan dengan karakteristik geoteknik dan hidrologi yang berbeda, sehingga dapat menghasilkan kerangka penilaian yang lebih universal. (2) Dampak perubahan iklim terhadap probabilitas kegagalan bendungan Kedungombo dan bendungan serupa dapat dianalisis dengan mengintegrasikan skenario curah hujan ekstrem ke dalam model risiko, sehingga strategi mitigasi dapat disesuaikan dengan proyeksi masa depan. (3) Penerapan teknologi sensor cerdas dan sistem pemantauan realActime untuk mendeteksi deformasi, kebocoran, dan aktivitas fauna pada lereng bendungan dapat dievaluasi keefektifannya dalam mempercepat keputusan pengurangan risiko. Selain itu, studi komparatif mengenai biayaAcmanfaat dari berbagai strategi pengurangan risiko akan membantu otoritas dalam menentukan prioritas investasi yang paling efisien. Penelitian juga dapat meneliti persepsi masyarakat setempat terhadap risiko bendungan serta partisipasi mereka dalam program pemantauan, guna memperkuat tata kelola berbasis komunitas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan jangka panjang bendungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar..
<br>Kesimpulan dari hasil penilaian risiko Bendungan Kedungombo adalah penilaian risiko dengan menggunakan metode tradisional dan metode pohon kejadian menunjukkan risiko Bendungan Kedungombo tidak dapat diterima.Meskipun demikian, hasil penilaian risiko yang tidak dapat diterima tidak serta merta menunjukkan bendungan dalam kondisi bahaya.Namun diperlukan upaya-upaya perbaikan guna meminimalisir dampak terjadinya kegagalan
<br>Bendungan harus selalu dijaga kinerja operasi, fungsi, dan keamanannya, sehingga perlu dilakukan berbagai kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan rehabilitasi pada bendungan yang sudah terbangun dan beroperasi. Sistem prioritas pada pelaksanaan kegiatan perbaikan dan rehabilitasi pada bendungan dapat disusun berdasarkan status bahaya bendungan dari segi keamanan atau besarnya risiko terhadap kegagalan bendungan akibat bencana alam maupun akibat lain. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penilaian risiko pada bendungan untuk memperkirakan besarnya risiko bahaya pada bendungan. Berdasarkan Pedoman Analisis Risiko, perkiraan probabilitas kegagalan dapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" type="image/webp" length="76764" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan</link>
	<guid isPermaLink="false">484559fdb0f954b3e64cdab284ebb435</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 17:32:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ yordan salim ]]></category>
	<category><![CDATA[ andree savio ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium dan lapangan. Selain itu, pengembangan model numerik berbasis elemen hingga yang memodelkan perilaku grup tiang pancang dengan sambungan splicing dapat divalidasi dengan data eksperimental, sehingga memungkinkan prediksi mekanisme kegagalan secara lebih akurat. Selanjutnya, studi geoteknik yang mempertimbangkan heterogenitas tanah serta beban dinamis, termasuk gempa bumi, dapat memberikan pedoman desain yang lebih komprehensif bagi fondasi tiang pancang dengan sambungan, sehingga meningkatkan keamanan dan efisiensi biaya pada proyek konstruksi besar.. Berdasarkan hasil analisis, semua sambungan tiang pancang yang diuji tidak mampu menahan gaya tarik, dan sambungan Brunsplice serta Cement Dowel akan gagal pada momen lentur maksimum sekitar kedalaman 7,5Am.Selain itu, tidak terdapat reduksi kekuatan pada daya dukung aksial tekan, sementara sambungan Anderson dan Brunsplice kurang cocok bila terdapat gaya tarik pada kombinasi beban struktur atas.Penentuan posisi sambungan dipengaruhi oleh kurvatur momen lentur fondasi Dengan adanya pertumbuhan pendudukan dan perkembangan teknologi, bentuk bangunan dari waktu ke waktu juga mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan bentuk bangunan tersebut membawa kebutuhan kekuatan terhadap gaya dan momen tertentu berubah. Maka dari itu, fondasi sebagai struktur bagian bawah sekaligus penopang bangunan harus mampu menahan gaya-gaya yang terjadi. Fondasi tiang pancang pracetak merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang umum digunakan sekarang ini. Namun, dikarenakan fondasi cetak terlebih dahulu di luar lapangan, terdapat batasan panjang pada fondasi tersebut akibat dari segi transportasi, dan sebagainya. Sambungan fondasi merupakan sarana pemersatu tiang pancang pracetak untuk mencapai kedalaman pemancangan yang diinginkan. Perencanaan sambungan fondasi tiang pancang diperlukan karena beberapa jenis sambungan memiliki reduksi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" target="_blank">Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium dan lapangan. Selain itu, pengembangan model numerik berbasis elemen hingga yang memodelkan perilaku grup tiang pancang dengan sambungan splicing dapat divalidasi dengan data eksperimental, sehingga memungkinkan prediksi mekanisme kegagalan secara lebih akurat. Selanjutnya, studi geoteknik yang mempertimbangkan heterogenitas tanah serta beban dinamis, termasuk gempa bumi, dapat memberikan pedoman desain yang lebih komprehensif bagi fondasi tiang pancang dengan sambungan, sehingga meningkatkan keamanan dan efisiensi biaya pada proyek konstruksi besar..
<br>Berdasarkan hasil analisis, semua sambungan tiang pancang yang diuji tidak mampu menahan gaya tarik, dan sambungan Brunsplice serta Cement Dowel akan gagal pada momen lentur maksimum sekitar kedalaman 7,5Am.Selain itu, tidak terdapat reduksi kekuatan pada daya dukung aksial tekan, sementara sambungan Anderson dan Brunsplice kurang cocok bila terdapat gaya tarik pada kombinasi beban struktur atas.Penentuan posisi sambungan dipengaruhi oleh kurvatur momen lentur fondasi
<br>Dengan adanya pertumbuhan pendudukan dan perkembangan teknologi, bentuk bangunan dari waktu ke waktu juga mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan bentuk bangunan tersebut membawa kebutuhan kekuatan terhadap gaya dan momen tertentu berubah. Maka dari itu, fondasi sebagai struktur bagian bawah sekaligus penopang bangunan harus mampu menahan gaya-gaya yang terjadi. Fondasi tiang pancang pracetak merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang umum digunakan sekarang ini. Namun, dikarenakan fondasi cetak terlebih dahulu di luar lapangan, terdapat batasan panjang pada fondasi tersebut akibat dari segi transportasi, dan sebagainya. Sambungan fondasi merupakan sarana pemersatu tiang pancang pracetak untuk mencapai kedalaman pemancangan yang diinginkan. Perencanaan sambungan fondasi tiang pancang diperlukan karena beberapa jenis sambungan memiliki reduksi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" type="image/webp" length="56020" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 04:46:21 +0700. 12 items. Served in: 3.608 seconds [rss] -->
